<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pertanyaan Reflektif by Rokhayatun Rokhayatun</title>
      <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x</link>
      <description>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?  2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran? 3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam? 4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?  5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?  </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-24 13:24:38 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-07-25 02:13:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528243208</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Sunarto</p><ol><li><p><strong>Merencanakan Pembelajaran di Kelas</strong></p></li></ol><p>Perencanaan pembelajaran di kelas merupakan langkah penting untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif. Berikut adalah beberapa langkah umum yang biasanya dilakukan dalam merencanakan pembelajaran:</p><p><strong>a. Identifikasi Tujuan Pembelajaran</strong>: Menentukan apa yang ingin dicapai siswa setelah pembelajaran selesai.</p><p><strong>b. Pengembangan Materi dan Metode</strong>: Memilih dan mengembangkan materi serta metode yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran.</p><p><strong>c. Penjadwalan Aktifitas</strong>: Menyusun jadwal dan urutan aktivitas pembelajaran.</p><p><strong>d. Persiapan Evaluasi</strong>: Merancang alat evaluasi untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran.</p><ol start="2"><li><p><strong>Prinsip dalam Merancang Pembelajaran</strong></p></li></ol><p>Dalam merancang pembelajaran, beberapa prinsip dapat digunakan sebagai panduan:</p><p><strong>a.Keterlibatan Aktif</strong>: Siswa didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.</p><p><strong>b. Pembelajaran Berbasis Masalah</strong>: Mendorong siswa untuk memecahkan masalah guna merangsang pemikiran kritis.</p><p><strong>c. Adaptif dan Fleksibel</strong>: Menyesuaikan metode dan materi sesuai dengan kebutuhan siswa.</p><p><strong>d. Kolaboratif</strong>: Mendorong kerja sama antar siswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.</p><ol start="3"><li><p><strong>Strategi untuk Mendorong Pemikiran Kritis, Kreatif, dan Mendalam</strong></p></li></ol><p>Strategi yang digunakan harus dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam. Beberapa di antaranya adalah:</p><ul><li><p><strong>Penggunaan Pertanyaan Terbuka</strong>: Mendorong siswa untuk berpikir lebih dalam dan memberikan jawaban yang tidak sekadar benar atau salah.</p></li><li><p><strong>Proyek Kolaboratif</strong>: Melibatkan siswa dalam proyek yang menuntut pemikiran kreatif dan kolaboratif.</p></li><li><p><strong>Diskusi Kelas</strong>: Memfasilitasi diskusi yang memancing pemikiran kritis.</p></li></ul><ol start="4"><li><p><strong>Memposisikan Murid dalam Proses Belajar</strong></p></li></ol><p>Dalam proses belajar, murid sebaiknya diposisikan sebagai pusat pembelajaran. Itu berarti:</p><ul><li><p><strong>Pemberdayaan Siswa</strong>: Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil inisiatif dalam pembelajaran mereka.</p></li><li><p><strong>Pembelajaran Mandiri</strong>: Mendorong siswa untuk belajar secara mandiri dan mengembangkan keterampilan riset.</p></li><li><p><strong>Pemberian Umpan Balik</strong>: Menyediakan umpan balik yang konstruktif untuk memotivasi dan mengarahkan siswa.</p></li></ul><ol start="5"><li><p><strong>Tantangan dalam Merancang Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan</strong></p></li></ol><p>Merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan tidak lepas dari tantangan. Beberapa tantangan yang sering dihadapi adalah:</p><ul><li><p><strong>Keragaman Kebutuhan Siswa</strong>: Memenuhi berbagai kebutuhan dan gaya belajar siswa yang beragam.</p></li><li><p><strong>Sumber Daya Terbatas</strong>: Kendala dalam penyediaan materi dan teknologi pembelajaran.</p></li><li><p><strong>Waktu yang Terbatas</strong>: Terbatasnya waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ambisius.</p></li><li><p><strong>Motivasi Siswa</strong>: Menjaga motivasi siswa tetap tinggi sepanjang proses pembelajaran.</p></li></ul><p>Dalam menghadapi tantangan ini, penting untuk selalu mencari cara-cara inovatif dan efektif untuk meningkatkan proses pembelajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:28:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528243208</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>oktakurniawan90</author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528243232</link>
         <description><![CDATA[<p>Okta Kurniawan</p><ol><li><p>Menentukan tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan asesmen pembelajaran</p></li><li><p>Berkesadaran, bermakna dan menggembirakan</p></li><li><p>Menggunakan stimulus seperti pertanyaan pemantik</p></li><li><p>Murid sebagai central pembelajaran</p></li><li><p>Tantangannya dalam merancang pembelajaran dan desain pembelajaran agar ketiga prinsip tersebut bisa tercapai</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:28:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528243232</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528248144</link>
         <description><![CDATA[<p>ANISA IRMA S</p><p>1.Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab :</p><p>1. Identifikasi</p><p>a. Mengidentifikasi kesiapan murid</p><p>b. Memahami karakteristik&nbsp;materi pelajaran</p><p>c. Menentukan dimensi profil Lulusan</p><p>2. Desain Pembelajaran</p><p>a. Menentukan tujuan pembelajaran&nbsp;</p><p>b. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)</p><p>3. Pengalaman Belajar</p><p>a. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan&nbsp;</p><p>b. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi</p><p>2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Jawab :</p><p>1. Prinsip Berkesadaran</p><p>· Kenyamanan peserta didik dalam belajar</p><p>· Fokus, konsentrasi, dan perhatian</p><p>· Kesadaran terhadap proses berpikir</p><p>· Kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya</p><p>· Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya</p><p>· Keterbukaan terhadap perspektif baru</p><p>· Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru</p><p>&nbsp;</p><p>2. Prinsip Bermakna</p><p>· Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata</p><p>· Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata</p><p>· Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya&nbsp;</p><p>· Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru</p><p>· Keterkaitan dengan bidang ilmu lain</p><p>· Pembelajar sepanjang hayat</p><p>&nbsp;</p><p>3. Prinsip Menggembirakan</p><p>· Lingkungan pembelajaran yang interaktif</p><p>· Aktivitas pembelajaran yang menarik&nbsp;minat dan rasa ingin tahu</p><p>· Menginspirasi&nbsp;</p><p>· Tantangan yang memotivasi</p><p>· Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)</p><p>· Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan</p><p>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab :</p><p>Strategi untuk mendorong muris berpikir kritis:</p><p>· Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL - <em>Problem-Based Learning</em>): Contoh: Mengkaji masalah sampah plastik di lingkungan sekolah dan merancang solusi berkelanjutan.</p><p>· Debat dan Diskusi Sokrates: Contoh: Debat tentang dampak positif dan negatif penggunaan media sosial pada remaja.</p><p>· Analisis Studi Kasus: Contoh: Menganalisis studi kasus tentang dilema etika dalam penggunaan kecerdasan buatan.</p><p>· Evaluasi Sumber Informasi (Literasi Digital): Contoh: Membandingkan berita tentang topik yang sama dari tiga sumber online yang berbeda dan mengidentifikasi perbedaan dalam sudut pandang atau bias.</p><p>Strategi untuk mendorong murid kreatif</p><p>· Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL - <em>Project-Based Learning</em>): Contoh: Membuat prototipe alat yang memecahkan masalah kebersihan di sekolah, atau merancang kampanye kesadaran tentang kesehatan mental.</p><p><em>· Brainstorming</em>&nbsp;dan <em>Mind Mapping</em>: &nbsp;Contoh: Mencari ide-ide untuk merayakan Hari Kemerdekaan dengan cara yang unik dan belum pernah dilakukan sebelumnya.</p><p><em>· Design Thinking</em>: Contoh: Merancang aplikasi sederhana untuk membantu lansia di lingkungan sekitar berbelanja kebutuhan sehari-hari.</p><p>· Permainan Peran (<em>Role-Playing</em>) dan Simulasi: Contoh: Mensimulasikan sidang PBB untuk membahas krisis iklim, di mana setiap murid mewakili negara tertentu.</p><p>Strategi untuk mendorong berpikir mendalam</p><p>· Pembelajaran Berbasis Inkuiri (<em>Inquiry-Based Learning</em>): Contoh: Menginvestigasi mengapa daun berubah warna di musim gugur, atau bagaimana gunung berapi bisa meletus.</p><p>· Penggunaan Pertanyaan Tingkat Tinggi (HOTS - <em>Higher-Order Thinking Skills</em>): Contoh: Daripada "Apa ibukota Indonesia?", tanyakan "Bagaimana urbanisasi dapat memengaruhi perkembangan kota-kota besar di Indonesia?"</p><p>· Jurnal Reflektif dan Portofolio Belajar: Contoh: Setelah proyek selesai, murid menulis esai reflektif tentang pelajaran yang mereka dapatkan dari proses tersebut, bukan hanya hasil akhirnya.</p><p>· Pembelajaran Konseptual (Berfokus pada Ide Besar): Contoh: Daripada hanya belajar tentang jenis-jenis hewan, fokus pada konsep "adaptasi" dan bagaimana berbagai hewan beradaptasi dengan lingkungannya.</p><p>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab :</p><p>memposisikan murid sebagai subjek utama dan agen aktif dari pembelajaran mereka sendiri</p><p>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab :</p><p>1. Keterbatasan Waktu dan Beban Kurikulum yang Padat</p><p>2. Tekanan Hasil Ujian dan Penilaian Standar</p><p>3. Kesiapan dan Kompetensi Guru</p><p>4. Tantangan dalam Manajemen Kelas dan Fasilitasi</p><p>5. Paradigma dan Ekspektasi Orang Tua/Masyarakat</p><p>6. Sumber Daya dan Dukungan Ekosistem Sekolah</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:33:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528248144</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528248179</link>
         <description><![CDATA[<p>Iis Nur Asiyah Y</p><ol><li><p>Merencanakan pembelajaran diawali dengan menganalisis CP untuk menyusun tujuan pembelajaran, dan membuat asesmen diagnostik untuk mengetahui kemampuan murid atau minat murid jadi nanti bisa disesuaikan pembelajarannya dengan murid.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan untuk pemebelajaran yang mendalam adalah bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.</p></li><li><p>Strateginya menggunakan beberapa pendekatan pembelajaran yang interaktif, tujuannya untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional murid.</p></li><li><p>Kita memposisikan murid sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran.</p></li><li><p>Guru belum siap mengimplementasikan, keterbatasan waktu, hingga sarana dan prasarana.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:33:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528248179</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528249053</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Widi Eli</p><ol><li><p>merncanakan pembelajaran dengan terlebih dahulu menentukan tujuan pembelajaran, menganalisis karakteristik pembelajaran, menyiapkan materi pembelajaran, menentukan metode dan model pembelajaran, merancang aktivitas, media, dan instrumen penilaian.</p></li><li><p>prinsip-prinsip utama dalam merancang pembelajaran : Berpusat pada Peserta Didik, kontekstual dan relevan, Mendorong Berpikir Kritis dan Kreatif, Kolaboratif dan Interaktif.</p></li><li><p>strategi seperti PjBL, diskusi terbuka, presentasi.</p></li><li><p><strong>subjek aktif</strong> yang berperan besar dalam proses belajarnya sendiri.</p></li><li><p>Keterbatasan waktu, mengubah pola pikir siswa PPT menjadi PPB, keterbatasan sumber daya dan media pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:34:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528249053</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528249941</link>
         <description><![CDATA[<p>Laili Mansuroh</p><ol><li><p>saya merencanakan pembelajaran dengan mengacu pada kurikulum. perencanaan pembelajaran d ikelas merupakan proses penting untuk mencapai keberhasilan pembelajaran; langkah langkahnya yaitu menentukan tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran dan asesmen. </p></li><li><p>prinsip yang digunakan dalam pembelajaran adalah berpusat pada peserta didik, menyenangkan,aktif dan kreatif, kontekstual, dan berorientasi pada kompetensi. </p></li><li><p>Menggunakan pertanyaan pemantik</p></li><li><p>murid sebagai subjek aktif dalam pembelajaran</p></li><li><p>keterbatasan waktu, kesiapan dan kompetensi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:35:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528249941</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528250044</link>
         <description><![CDATA[<p>Nuh Hidayat</p><p><br/></p><ol><li><p>merencanakan pembelajaran di kelas</p><ul><li><p>menentukan tujuan pembelajaran</p></li></ul><ul><li><p>menganalisis tujuan pembelajaran</p></li><li><p>menyusun modul ajar/rpp</p></li><li><p>Menentukan Metode dan Media Pembelajaran</p></li><li><p>Menyusun Penilaian</p></li><li><p>Evaluasi dan Refleksi</p></li></ul></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><ul><li><p>Prinsip Ketercapaian Tujuan</p></li><li><p>Prinsip Kejelasan dan Sistematis</p></li><li><p>Prinsip Keterlibatan Aktif Siswa</p></li><li><p>Prinsip Fleksibilitas</p></li><li><p>Prinsip Kontekstual dan Relevan</p></li><li><p>Prinsip Motivasi</p></li><li><p>Prinsip Evaluasi Berkelanjutan</p></li><li><p>Prinsip Kemandirian</p></li></ul></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><p>Strategi seperti diskusi kelompok, debat, atau studi kasus biasanya sangat bagus untuk melatih berpikir kritis karena murid diajak menganalisis, menilai, dan membandingkan informasi.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p><p><strong>Sebagai Pembelajar Aktif</strong><br>Murid diajak untuk aktif mencari, mengeksplorasi, dan mengolah informasi, bukan hanya mendengarkan penjelasan guru.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><p><strong>Beragamnya Karakter dan Kebutuhan Siswa</strong></p><p>Setiap murid punya gaya belajar, motivasi, dan latar belakang yang berbeda-beda. Membuat pembelajaran yang bermakna untuk semua tentu butuh kreativitas dan adaptasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:35:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528250044</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528251514</link>
         <description><![CDATA[<var>1. Merencanakan pembelajaran dikelas: 1. Menentukan Tujuan Pembelajaran
2. Menganalisis Karakteristik Murid
3. Memilih dan Mengembangkan Materi Ajar
4. Menentukan Strategi dan Model Pembelajaran
5. Menyusun Alur Pembelajaran / Kegiatan Inti
6. Menentukan Instrumen Penilaian
7. Merancang Refleksi dan Tindak Lanjut
2. Prinsip apa yang kita gunakan 
dalam merancang pembelajaran? 
1. Berpusat pada Murid
2. Bermakna dan Kontekstual
3. Aktif, Inkuiri, dan Kolaboratif
4. Berbasis Kompetensi
5. Berorientasi pada Proses dan Hasil
6. Reflektif dan Berkesinambungan
7. Adil dan Inklusif
8. Terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila
3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?
1. Berpikir Kritis
Murid dilatih untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan secara logis.

Indikator Strategi:

Apakah murid diminta membandingkan, menilai argumen, atau menarik kesimpulan?

Apakah ada pertanyaan terbuka dan menantang dari guru?

Apakah murid diajak untuk mempertanyakan asumsi dan mencari bukti?

Contoh Strategi:

Debat dua metode pengomposan

Analisis dampak lingkungan dari sampah organik

2. Berpikir Kreatif
Murid didorong untuk menghasilkan ide baru, solusi unik, atau cara berbeda untuk menyelesaikan masalah.

Indikator Strategi:

Apakah murid diberi ruang untuk menciptakan produk atau solusi?

Apakah strategi memberi kebebasan berekspresi dan berinovasi?

Apakah guru menghargai jawaban yang berbeda?

Contoh Strategi:

Mendesain poster kampanye daur ulang sampah organik

Membuat variasi alat pembuat kompos sederhana

3. Pemahaman Mendalam
Murid tidak hanya menghafal fakta, tetapi benar-benar memahami konsep, menerapkannya, dan merefleksikan maknanya.

Indikator Strategi:

Apakah murid terlibat dalam eksplorasi nyata, eksperimen, atau proyek?

Apakah mereka membuat hubungan antara konsep dan kehidupan nyata?

Apakah ada ruang untuk refleksi dan penjelasan ulang dengan kata sendiri?

Contoh Strategi:

Praktik langsung membuat kompos

Jurnal refleksi setelah eksperimen
4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar? 
1. Sebagai Pemilik Proses Belajar
Murid memahami apa yang dipelajari, mengapa, dan bagaimana cara mencapainya.

✅ Praktik:

Menyampaikan tujuan pembelajaran secara eksplisit.

Memberi ruang murid menyusun rencana belajar atau target pribadi.

2. Sebagai Penjelajah dan Penemu Makna
Murid diajak menemukan sendiri pengetahuan melalui observasi, eksperimen, eksplorasi.

✅ Praktik:

Pembelajaran berbasis proyek, inkuiri, atau eksperimen langsung.

Murid membuat kesimpulan dari pengalaman nyata.

3. Sebagai Pengambil Keputusan
Murid memiliki pilihan dalam cara belajar dan cara menunjukkan hasil belajar.

✅ Praktik:

Murid boleh memilih bentuk produk akhir: poster, video, presentasi, laporan, dsb.

Murid membuat pertanyaan penelitian atau proyek mereka sendiri.

4. Sebagai Kolaborator dan Komunikator
Murid belajar dari dan bersama teman melalui kerja kelompok, diskusi, debat, dan presentasi.

✅ Praktik:

Kerja kelompok lintas minat.

Diskusi terstruktur dan tanggung jawab peran dalam tim.

5. Sebagai Reflektor dan Penilai Diri
Murid dilatih untuk merenung, mengevaluasi proses belajar, dan menetapkan perbaikan diri.

✅ Praktik:

Jurnal refleksi mingguan.

Penilaian diri dan teman sebaya menggunakan rubrik sederhana.
1. Sebagai Pemilik Proses Belajar
Murid memahami apa yang dipelajari, mengapa, dan bagaimana cara mencapainya.

✅ Praktik:

Menyampaikan tujuan pembelajaran secara eksplisit.

Memberi ruang murid menyusun rencana belajar atau target pribadi.

2. Sebagai Penjelajah dan Penemu Makna
Murid diajak menemukan sendiri pengetahuan melalui observasi, eksperimen, eksplorasi.

✅ Praktik:

Pembelajaran berbasis proyek, inkuiri, atau eksperimen langsung.

Murid membuat kesimpulan dari pengalaman nyata.

3. Sebagai Pengambil Keputusan
Murid memiliki pilihan dalam cara belajar dan cara menunjukkan hasil belajar.

✅ Praktik:

Murid boleh memilih bentuk produk akhir: poster, video, presentasi, laporan, dsb.

Murid membuat pertanyaan penelitian atau proyek mereka sendiri.

4. Sebagai Kolaborator dan Komunikator
Murid belajar dari dan bersama teman melalui kerja kelompok, diskusi, debat, dan presentasi.

✅ Praktik:

Kerja kelompok lintas minat.

Diskusi terstruktur dan tanggung jawab peran dalam tim.

5. Sebagai Reflektor dan Penilai Diri
Murid dilatih untuk merenung, mengevaluasi proses belajar, dan menetapkan perbaikan diri.

✅ Praktik:

Jurnal refleksi mingguan.

Penilaian diri dan teman sebaya menggunakan rubrik sederhana.
 5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?  
1. Keterbatasan Waktu
Guru sering diburu oleh target penyelesaian materi, sehingga fokus hanya pada menyampaikan isi, bukan membangun pemahaman mendalam.

📌 Dampaknya:

Pembelajaran menjadi tergesa-gesa

Refleksi dan eksplorasi murid terabaikan

2. Heterogenitas Murid
Murid datang dengan latar belakang, kemampuan, minat, dan cara belajar yang berbeda-beda.

📌 Tantangannya:

Sulit menyusun strategi yang adil dan efektif untuk semua murid

Diferensiasi pembelajaran memerlukan usaha dan waktu lebih

3. Kurangnya Sumber Daya dan Media Belajar
Pembelajaran bermakna dan menyenangkan sering memerlukan media, alat bantu, atau bahan praktik yang tidak selalu tersedia.

📌 Contohnya:

Ingin membuat kompos, tapi tidak ada lahan atau bahan yang memadai

Keterbatasan akses ke teknologi

4. Kebiasaan Murid Pasif
Murid terbiasa dengan pembelajaran satu arah dan takut salah, sehingga enggan aktif bertanya, berpikir kritis, atau bereksplorasi.

📌 Akibatnya:

Aktivitas bermakna sulit berhasil jika tidak dibarengi penguatan budaya kelas

5. Kultur Sekolah yang Kurang Mendukung
Beberapa sekolah masih fokus pada nilai akhir, peringkat, atau hafalan — bukan proses dan pembelajaran mendalam.

📌 Tantangannya:

Guru yang inovatif sering "melawan arus"

Proyek-proyek bermakna kadang dinilai “tidak serius” oleh lingkungan

6. Keterbatasan Pemahaman dan Pelatihan Guru
Tidak semua guru terbiasa atau terlatih merancang pembelajaran berbasis profil pelajar Pancasila, diferensiasi, atau berbasis proyek.

📌 Akibatnya:

Guru cenderung kembali ke cara mengajar tradisional

Rencana pembelajaran menjadi monoton

7. Beban Administratif
Guru dibebani tugas administratif yang mengurangi waktu dan energi untuk merancang pembelajaran kreatif dan reflektif.




</var><p>  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:36:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528251514</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252076</link>
         <description><![CDATA[<p>Sangadatul Khasanah</p><ol><li><p>Merencanakan pembelaaran di kelas dengan cara kita menyiapkan menganalisis karakter murid, menentukan tujuan pembelajaran,memilih strategi dan pendekatan yang akan digunakan,merancang pembelajaran</p></li><li><p>Prinsip yang akan digunakan adalah pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik</p></li><li><p>Strategi yang akan kita gunakan adalah dengan menerapkan Pembelajaran Mengajak Murid Berpikir Mendalam (Deep Learning)</p></li><li><p>Sebagai Subjek Aktif, Bukan Objek Pasif</p><p>Sebagai Pembelajar Mandiri</p><p>Sebagai Pemilik Proses dan Tujuan Belajar</p><p>Sebagai Individu yang Unik dan Berbeda</p><p>Sebagai Mitra Belajar Guru</p></li><li><p>Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, kemampuan dan minat murid yang berbeda-beda, kesiapan guru dalam mengubah mindset dalam pembelajaran, kurangnya sumber daya dan dukungan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:37:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252076</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252150</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Susi Rosiamah</p></li><li><p>Melakukan identifikasi tujuan pembelajaran, membuat desain pembelajaran yang memuat 3 prinsip pembelajaran meliputi berkesadaran, bermakna dan menggembirakan, serta menyesuaikan pengalaman belajar meliputi memahami, mengaplikasikan, merefleksi dan menyusun asesmen</p></li><li><p>Prinsip berkesadaran, prinsip bermakna dan prinsip menggembirakan</p></li><li><p>strategi untuk mendorong penalaran kritis, kreatif dan mandiri.</p><p>-strategi mendorong penalaran kritis menggunakan pembelajaran berbasis masalahPBL, PJBL,  </p><p>-strategi mendorong kreatif Pembelajaran berbasis proyek </p><p>-strategi mendorong kemandirian membuat mind maping, analisis masalah, membuat projek </p></li><li><p>memposisikan murid sebagai subjek utama dan agen aktif dari pembelajaran mereka sendiri</p></li><li><p>1.&nbsp;Tekanan Hasil Ujian dan Penilaian Standar</p><p>2.&nbsp;Kesiapan dan Kompetensi Guru</p><p>3.&nbsp;Tantangan dalam Manajemen Kelas dan Fasilitasi</p><ol start="4"><li><p>sumber daya dan dukungan ekosistem sekolah</p></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:37:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252150</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252644</link>
         <description><![CDATA[<p>jawaban soal nomor 1</p><ul><li><p>mempertimbangkan tahap perkembangan dan capaian siswa.</p></li><li><p>membangun kapasitas siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat.</p></li><li><p>mendukung perkembangan kompetensi dan karakter siswa secara holistik.</p></li><li><p>mempraktikkan <strong>pembelajaran</strong> yang relevan, sesuai konteks, lingkungan, dan budaya.</p><p><br/></p><p>jawaban soal nomor 2</p><p>memuat prinsip pembelajaran yang bermakna, berkesadaran dan menggembirakan</p><p><br/></p><p>jawaban soal nomor 3</p><p>PjBL, diskusi kelompok, role Playing</p><p><br/></p><p><br/></p><p>jawaban soal nomor 4</p><p>posisi siswa adalah sebagai sentral</p><p><br/></p><p>jawaban soal nomor 5</p><p>adanya resistensi dari orangtua dan siswa yang belum siap</p><p>keterbatasan sumber daya</p><p><br/></p><p><br/></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:37:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252644</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252827</link>
         <description><![CDATA[<p>NINA NUR ANISA</p><ol><li><p><strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong></p></li></ol><p>Umumnya, perencanaan pembelajaran sering dimulai dengan melihat <strong>kurikulum dan silabus</strong> yang ada, lalu <strong>menentukan tujuan pembelajaran</strong> yang ingin dicapai. Setelah itu, kita memilih <strong>materi ajar</strong> yang relevan dan <strong>metode pengajaran</strong> yang dirasa paling efektif. Penilaian (asesmen) juga biasanya direncanakan di awal untuk mengukur pemahaman siswa. Terkadang, kita juga mempertimbangkan <strong>alokasi waktu</strong> dan <strong>sumber daya</strong> yang tersedia.</p><ol start="2"><li><p><strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong></p></li></ol><p>Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran mendalam adalah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.</p><ol start="3"><li><p><strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong></p><p>Menggunakan pertanyaan pemantik yang sifatnya terbuka, diskusi kelompok, proyek kolaboratif.</p></li><li><p><strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong></p><p>Menjadikan murid sebagi center dalam pembelajaran.</p></li><li><p><strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong></p><p>Mengubah pola pikir PPT menjadi PPB, keterbatasan waktu, keterbatasan sumber daya,dan media pembelajaran.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:37:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252827</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252847</link>
         <description><![CDATA[<p>Yekti Utami</p><ol><li><p>perencanaan pembelajaran dimulai dengan melihat kurikulum dan silabus yang ada, lalu menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Setelah itu, kita memilih materi ajar yang relevan dan metode pengajaran yang dirasa paling efektif. Penilaian (asesmen) juga biasanya direncanakan di awal untuk mengukur pemahaman siswa. kita juga mempertimbangkan alokasi waktu dan sumber daya yang tersedia</p></li><li><p>Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran adalah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.</p></li><li><p>Menggunakan pertanyaan pemantik yang sifatnya terbuka, diskusi kelompok, proyek kolaboratif</p></li><li><p>Menjadikan murid sebagai senter dalam pembelajaran</p></li><li><p>Mengubah pola pikir PPT menjadi PPB, keterbatasan waktu, keterbatasan sumber daya dan media pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:37:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528252847</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253059</link>
         <description><![CDATA[<p>Cachyani Miftachul Janah</p><ol><li><p>Biasanya, perencanaan pembelajaran dikelas dilakukan dengan menyusun modul ajar  atau perangkat ajar berdasarkan <strong>kurikulum yang berlaku. m</strong>enyiapkan <strong>tujuan pembelajaran yang jelas dan bermakna</strong>, fokus pada pemahaman konsep utama, bukan sekadar menghafal fakta. Rencana dibuat agar murid bisa mengeksplorasi, menghubungkan materi dengan pengalaman nyata, dan melakukan refleksi untuk memperkuat pemahaman.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>prinsip yang digunakan seperti berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan</p></li><li><p>Strategi seperti diskusi terbimbing, studi kasus, pembelajaran proyek, dan penggunaan pertanyaan reflektif sudah membantu murid berpikir kritis dan mendalam</p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai <strong>pelaku aktif</strong> dan <strong>penjelajah pengetahuan</strong> yang bertanggung jawab atas pemahaman mereka sendiri. Mereka didorong untuk bertanya, berargumentasi, menguji ide, dan merefleksikan proses belajar secara berulang agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar mendalam dan bermakna.</p></li><li><p>tantangan : membuat materi yang cukup mendalam namun tetap menarik dan tidak membuat murid merasa terbebani, mengelola waktu agar proses eksplorasi dan refleksi berjalan optimal, menghadapi perbedaan kemampuan dan minat murid, memastikan guru memiliki kompetensi dan kreativitas dalam memfasilitasi pembelajaran yang mendalam, menyediakan sumber belajar yang mendukung berbagai gaya belajar murid.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:38:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253059</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253267</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiara Haning</p><ol><li><p>Merancang RPP dan instrumen penilaian</p></li><li><p>Prinsip Bermakna, berkesadaran, dan Menggembirakan</p></li><li><p>Strategi pembelajaran yang diterapkan di kelas melalui pendekatan seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), dan proyek kolaboratif, murid didorong untuk menggali informasi secara mandiri, menganalisis situasi dari berbagai sudut pandang, serta mengembangkan solusi yang inovatif. Selain itu, guru memberikan pertanyaan pemantik yang menantang pemikiran murid dan mendorong mereka untuk mengevaluasi serta merefleksikan proses belajar mereka sendiri. Dengan strategi ini, murid tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata, menghasilkan ide-ide baru, dan mengomunikasikan pemahamannya secara mendalam.</p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai subjek aktif yang terlibat secara langsung dalam membangun pengetahuannya. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang terbuka, aman, dan mendukung, sehingga murid memiliki ruang untuk bertanya, berpendapat, bereksplorasi, dan bekerja sama. </p></li><li><p>Salah satu tantangan utama adalah menyesuaikan kebutuhan, minat, dan gaya belajar murid yang sangat beragam. Guru juga perlu menghadirkan konteks pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata agar materi terasa bermakna, namun hal ini menuntut kreativitas, riset, dan pemanfaatan sumber belajar yang bervariasi. Selain itu, menjaga suasana belajar yang menyenangkan tanpa mengurangi kedalaman materi menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam kondisi kelas yang heterogen. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:38:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253267</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253336</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Wike Trisnawati</p><ol><li><p>Menentukan tujuan pembelajaran</p><p>, memilih strategi dan metode pembelajaran, merancang kegiatan pembelajaran, memilih sumber daya dan media, merancang penilaian</p></li><li><p>Berpusat pada Siswa ,Sesuai dengan Tahap Perkembangan ,Pembelajaran yang Bermakna dan Kontekstual, Penilaian yang Berkelanjutan (Formatif)</p></li><li><p>Metode Pembelajaran Berbasis Masalah</p></li><li><p>Muris sebagai pusat, guru hanya Fasilitator, Bukan Penceramah</p></li><li><p>Kurikulum dan Tuntutan Akademis yang Padat, Kapasitas Guru dan Lingkungan Belajar, Persepsi dan Kebiasaan yang Sudah Ada,Tantangan Internal dari Siswa</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:38:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253336</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>dewirokhmah14</author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253391</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Merencanakan pembelajaran di Kelas</strong></p><ul><li><p><strong>Merancang Modul Ajar yang mengacu pada kurikulum</strong></p></li><li><p><strong>Menentukan materi dan sumber belajar</strong>: Menyusun topik serta menyiapkan bahan ajar.</p></li><li><p><strong>Merancang aktivitas pembelajaran</strong>: Menyusun strategi, metode, dan media yang akan digunakan.</p></li><li><p><strong>Menyusun asesmen</strong>: Menentukan cara menilai ketercapaian tujuan pembelajaran.</p></li><li><p><strong>Menyesuaikan dengan karakteristik murid</strong>: Memperhatikan gaya belajar, minat, dan kebutuhan khusus siswa.</p></li></ul><p><strong>2. Prinsip dalam Merancang Pembelajaran</strong></p><ul><li><p><strong>Berpusat pada murid</strong>: Pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi siswa.</p></li><li><p><strong>Kontekstual dan relevan</strong>: Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata agar lebih bermakna.</p></li><li><p><strong>Aktif dan kolaboratif</strong>: Mendorong partisipasi aktif dan kerja sama antar siswa.</p></li><li><p><strong>Diferensiasi</strong>: Menyesuaikan pendekatan untuk berbagai gaya dan tingkat kemampuan belajar.</p></li><li><p><strong>Reflektif dan berkelanjutan</strong>: Proses pembelajaran mengandung momen refleksi dan pengembangan berkelanjutan.</p></li></ul><p><strong>3. Apakah strategi yang mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam</strong></p><ul><li><p>Tanya Jawab Terbuka yang mendorong murid untuk berpikir lebih mendalam</p></li><li><p>Diskusi Kelompok dengan memfasilitasi diskusi yang memancing pemikiran kritis</p></li><li><p>Proyek Kolaboratif yang melibatkan murid agar melatih ketrampilan murid sehingga murid dapat mengaplikasikan dalam kehidupan nyata</p></li></ul><p><strong>4. Memposisikan murid dalam proses belajar</strong></p><ul><li><p><strong>Subjek aktif</strong>: Bukan hanya penerima materi, tapi juga pencipta pengetahuan.</p></li><li><p><strong>Pemilik proses belajar</strong>: Terlibat dalam merancang, mengevaluasi, dan merefleksikan proses belajarnya.</p></li><li><p><strong>Kolaborator</strong>: Belajar bersama guru dan teman sebagai komunitas belajar.</p></li></ul><p><strong>5. Tantangan apa yang dihadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan :</strong></p><ul><li><p><strong>Waktu terbatas dan beban administrasi tinggi</strong></p></li><li><p><strong>Variasi kemampuan dan latar belakang murid</strong></p></li><li><p><strong>Keterbatasan sumber daya dan teknologi</strong></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:38:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253391</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253424</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran diawali dengan mengetahui latar belakang murid, menganalisis Cp dan TP, menentukan model strategi dan metode pembelajaran, lalu menentukan assesmen.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan dalam pembelajaran adalah bermakna, berkesadaran dan menggembirakan.</p></li><li><p>Strategi yang digunakan adalah menggunakan model dan metode pembelajaran yang aktif menarik dan menyenangkan</p></li><li><p>Memposisikan murid sebagai subjek bukan objek</p></li><li><p>Tantangan yang sering dihadap adalah kurangnya pengetahuan dan kesiapan guru, keterbatasan fasilittas, kultur pembelajaran yang belum berubah</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:38:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253424</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253554</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Dwi Inayah</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merencanakan pembelajaran dikelas</p><p>Jawab :</p><ul><li><p>Identifikasi</p></li></ul><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengidentifikasi kesiapan murid</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memahami karakteristik&nbsp;materi pelajaran</p><p>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menentukan dimensi profil Lulusan</p><ul><li><p>Desain Pembelajaran</p></li></ul><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menentukan tujuan pembelajaran&nbsp;</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)</p><ul><li><p>Pengalaman Belajar</p></li></ul><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan&nbsp;</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi</p><p><br/></p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran</p><p>Jawab :</p><p>1)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Prinsip Berkesadaran</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kenyamanan peserta didik dalam belajar</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Fokus, konsentrasi, dan perhatian</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kesadaran terhadap proses berpikir</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterbukaan terhadap perspektif baru</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru</p><p>&nbsp;2)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Prinsip Bermakna</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya&nbsp;</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterkaitan dengan bidang ilmu lain</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajar sepanjang hayat</p><p>3)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Prinsip Menggembirakan</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lingkungan pembelajaran yang interaktif</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Aktivitas pembelajaran yang menarik&nbsp;minat dan rasa ingin tahu</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menginspirasi&nbsp;</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan yang memotivasi</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan</p><p><br/></p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Strategi yang digunakan&nbsp;</p><p>Jawab :</p><p>Strategi untuk mendorong muris berpikir kritis:</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL - <em>Problem-Based Learning</em>): Contoh: Mengkaji masalah sampah plastik di lingkungan sekolah dan merancang solusi berkelanjutan.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Debat dan Diskusi Sokrates: Contoh: Debat tentang dampak positif dan negatif penggunaan media sosial pada remaja.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Analisis Studi Kasus: Contoh: Menganalisis studi kasus tentang dilema etika dalam penggunaan kecerdasan buatan.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Evaluasi Sumber Informasi (Literasi Digital): Contoh: Membandingkan berita tentang topik yang sama dari tiga sumber online yang berbeda dan mengidentifikasi perbedaan dalam sudut pandang atau bias.</p><p>Strategi untuk mendorong murid kreatif</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL - <em>Project-Based Learning</em>): Contoh: Membuat prototipe alat yang memecahkan masalah kebersihan di sekolah, atau merancang kampanye kesadaran tentang kesehatan mental.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Brainstorming</em> dan <em>Mind Mapping</em>:&nbsp; Contoh: Mencari ide-ide untuk merayakan Hari Kemerdekaan dengan cara yang unik dan belum pernah dilakukan sebelumnya.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Design Thinking</em>: Contoh: Merancang aplikasi sederhana untuk membantu lansia di lingkungan sekitar berbelanja kebutuhan sehari-hari.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Permainan Peran (<em>Role-Playing</em>) dan Simulasi: Contoh: Mensimulasikan sidang PBB untuk membahas krisis iklim, di mana setiap murid mewakili negara tertentu.</p><p>Strategi untuk mendorong berpikir mendalam</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Berbasis Inkuiri (<em>Inquiry-Based Learning</em>): Contoh: Menginvestigasi mengapa daun berubah warna di musim gugur, atau bagaimana gunung berapi bisa meletus.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penggunaan Pertanyaan Tingkat Tinggi (HOTS - <em>Higher-Order Thinking Skills</em>): Contoh: Daripada "Apa ibukota Indonesia?", tanyakan "Bagaimana urbanisasi dapat memengaruhi perkembangan kota-kota besar di Indonesia?"</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jurnal Reflektif dan Portofolio Belajar: Contoh: Setelah proyek selesai, murid menulis esai reflektif tentang pelajaran yang mereka dapatkan dari proses tersebut, bukan hanya hasil akhirnya.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Konseptual (Berfokus pada Ide Besar): Contoh: Daripada hanya belajar tentang jenis-jenis hewan, fokus pada konsep "adaptasi" dan bagaimana berbagai hewan beradaptasi dengan lingkungannya.</p><p><br/></p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memposisikan murid dalam proses belajar </p><p>Jawab :</p><p>memposisikan murid sebagai subjek utama dan agen aktif dari pembelajaran mereka sendiri</p><p><br/></p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan apa yang sering dihadapi&nbsp;&nbsp;</p><p>Jawab :</p><p>1)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keterbatasan Waktu dan Beban Kurikulum yang Padat</p><p>2)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tekanan Hasil Ujian dan Penilaian Standar</p><p>3)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kesiapan dan Kompetensi Guru</p><p>4)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan dalam Manajemen Kelas dan Fasilitasi</p><p>5)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Paradigma dan Ekspektasi Orang Tua/Masyarakat</p><p>6)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sumber Daya dan Dukungan Ekosistem Sekolah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:38:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528253554</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528254090</link>
         <description><![CDATA[<p>Yopy Mayda Intan Pertiwi</p><ol><li><p>Yang dilakukan ketika merencanakan pembelajaran di kelas:</p><p>a. Identifikasi (Mengidentifikasi kesiapan murid, Memahami karakteristik&nbsp;materi pelajaran dan Menentukan dimensi profil Lulusan)</p><p>b. Menentukan Desain Pembelajaran (Menentukan tujuan pembelajaran, Menentukan kerangka pembelajaran(praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital))</p><p>c. Pengalaman Belajar (Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi)</p></li><li><p>Prinsip  dalam merencanakan pembelajaran : Berpusat pada siswa, Sesuai dengan tahapan perkebangan, Pembelajaran yang bermakna dan kontekstual, penilaian berk elanjutan</p></li><li><p>Strategi untuk mendorong muris berpikir kritis:</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL - <em>Problem-Based Learning</em>): Contoh: Mengkaji masalah sampah plastik di lingkungan sekolah dan merancang solusi berkelanjutan.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Debat dan Diskusi Sokrates: Contoh: Debat tentang dampak positif dan negatif penggunaan media sosial pada remaja.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Analisis Studi Kasus: Contoh: Menganalisis studi kasus tentang dilema etika dalam penggunaan kecerdasan buatan.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Evaluasi Sumber Informasi (Literasi Digital): Contoh: Membandingkan berita tentang topik yang sama dari tiga sumber online yang berbeda dan mengidentifikasi perbedaan dalam sudut pandang atau bias.</p><p>Strategi untuk mendorong murid kreatif</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL - <em>Project-Based Learning</em>): Contoh: Membuat prototipe alat yang memecahkan masalah kebersihan di sekolah, atau merancang kampanye kesadaran tentang kesehatan mental.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Brainstorming</em> dan <em>Mind Mapping</em>:&nbsp; Contoh: Mencari ide-ide untuk merayakan Hari Kemerdekaan dengan cara yang unik dan belum pernah dilakukan sebelumnya.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Design Thinking</em>: Contoh: Merancang aplikasi sederhana untuk membantu lansia di lingkungan sekitar berbelanja kebutuhan sehari-hari.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Permainan Peran (<em>Role-Playing</em>) dan Simulasi: Contoh: Mensimulasikan sidang PBB untuk membahas krisis iklim, di mana setiap murid mewakili negara tertentu.</p><p>Strategi untuk mendorong berpikir mendalam</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Berbasis Inkuiri (<em>Inquiry-Based Learning</em>): Contoh: Menginvestigasi mengapa daun berubah warna di musim gugur, atau bagaimana gunung berapi bisa meletus.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penggunaan Pertanyaan Tingkat Tinggi (HOTS - <em>Higher-Order Thinking Skills</em>): Contoh: Daripada "Apa ibukota Indonesia?", tanyakan "Bagaimana urbanisasi dapat memengaruhi perkembangan kota-kota besar di Indonesia?"</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jurnal Reflektif dan Portofolio Belajar: Contoh: Setelah proyek selesai, murid menulis esai reflektif tentang pelajaran yang mereka dapatkan dari proses tersebut, bukan hanya hasil akhirnya.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Konseptual (Berfokus pada Ide Besar): Contoh: Daripada hanya belajar tentang jenis-jenis hewan, fokus pada konsep "adaptasi" dan bagaimana berbagai hewan beradaptasi dengan lingkungannya.</p></li><li><p>memposisikan murid sebagai subjek utama dan agen aktif dari pembelajaran mereka sendiri</p></li><li><p>Keterbatasan Waktu dan Beban Kurikulum yang Padat</p><p>Tekanan Hasil Ujian dan Penilaian Standar</p><p>Kesiapan dan Kompetensi Guru</p><p>Tantangan dalam Manajemen Kelas dan Fasilitasi</p><p>Paradigma dan Ekspektasi Orang Tua/Masyarakat</p><p>Sumber Daya dan Dukungan Ekosistem Sekolah</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:39:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528254090</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528254437</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Ambarwati Widi Untari</p><ol><li><p><br/></p></li><li><p>Menyusun rencana pembelajaran, </p></li></ol><p>dengan:</p><ul><li><p><strong>Mengidentifikasi tujuan pembelajaran</strong> yang sesuai dengan capaian pembelajaran dalam kurikulum.</p></li><li><p><strong>Menentukan materi pembelajaran</strong> yang relevan dan kontekstual.</p></li><li><p><strong>Merancang kegiatan pembelajaran</strong> mulai dari pembuka, inti, hingga penutup.</p></li><li><p><strong>Menentukan metode, strategi, dan media pembelajaran</strong> yang sesuai dengan karakteristik murid.</p></li><li><p><strong>Menyiapkan asesmen</strong> untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran (diagnostik, formatif, sumatif).</p></li></ul><p>2.Prinsip yang digunakan bermakna, berkesadaran dan menggembirakan.</p><p><br/></p><p>3.Menggunakan model dan metode Problem Based Learning(PBL).</p><p><br/></p><p>4.Sebagai Subjek Aktif,Sebagai Pemilik Proses Belajar,Sebagai Pemecah Masalah,Sebagai Kolaborator,Sebagai Reflektor atas Proses Belajarnya Sendiri.</p><p><br/></p><p>5.Variasi Kemampuan dan Minat Murid yang Sangat Beragam,Minimnya Sumber Daya dan Fasilitas,Kurangnya Pelatihan Strategi Pembelajaran Kontekstual dan inovatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:39:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528254437</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528254572</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Mefianti</p><ol><li><p>Biasanya untuk merencanakan pembelajaran di kelas yaitu Menentukan Tujuan Pembelajaran, Menyiapkan Materi Pembelajaran, Menentukan Strategi dan Metode Pembelajaran, Menyusun Modul Ajar, Menyiapkan Media dan Sumber Belajar, Mendesain Kegiatan Pembelajaran, Menyusun Asesmen, Refleksi dan Evaluasi Setelah Pembelajaran.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran yaitu bermakna, berkesadaran dan menggembirakan.</p></li><li><p>Strategi : Mengajak murid berpikir secara kritis, Memberi ruang berkreasi dan memilih, Terhubung dengan konteks dunia nyata, Memberikan tantangan yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.</p></li><li><p>memposisikan murid sebagai <strong>pusat dari proses belajar</strong>, bukan sekadar penerima informasi. Di sini, murid menjadi <strong>pemikir, penjelajah, pemecah masalah, dan pembelajar aktif</strong> yang terlibat penuh secara intelektual, emosional, dan sosial.</p></li><li><p>Tantangan : Keterbatasan Waktu, Ragam Kemampuan dan Minat Murid, Kesiapan Guru dalam Mengubah Mindset dan Praktik, Kurangnya Sumber Daya dan Dukungan, Kurangnya Kebiasaan Refleksi Murid.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:39:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528254572</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528254903</link>
         <description><![CDATA[<p>Erna Wahyuni</p><p>kelas B</p><ol><li><p>Berikut beberapa langkah yang </p><p>biasanya dilakukan dalam merencanakan pembelajaran di kelas:</p><p>Langkah-Langkah Merencanakan Pembelajaran</p><p>1. Menentukan Tujuan Pembelajaran: Menentukan apa yang ingin dicapai oleh siswa dalam pembelajaran, seperti keterampilan atau pengetahuan yang ingin diperoleh.</p><p>2. Mengidentifikasi Kebutuhan Siswa: Mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan siswa untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat.</p><p>3. Memilih Metode Pembelajaran: Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa, seperti ceramah, diskusi, atau proyek.</p><p>4. Mengembangkan Materi Pembelajaran: Mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dan menarik untuk siswa, seperti bahan ajar, slide presentasi, atau video.</p><p>5. Mengatur Waktu dan Sumber Daya: Mengatur waktu dan sumber daya yang tersedia untuk pembelajaran, seperti waktu kelas, fasilitas, dan teknologi.</p><p>6. Mengembangkan Strategi Penilaian: Mengembangkan strategi penilaian yang sesuai untuk mengukur kemajuan siswa dan efektivitas pembelajaran.</p></li><li><p>Prinsip dalam pembelajaran</p><p>1.keretlibatan siswa</p><p>2.pembelajaran berbasis masalah</p><p>3.Adaptif dan fleksibel</p><p>4.kolaboratif</p></li><li><p>Strategi untuk mendorong pemikiran kritis,kreatif dan mendalam</p></li><li><p>kita memposisikan murid sebagai pembelajar aktif,bisa sebagai pengambil keputusan.maksudnya murid diberi kesempatan untuk membuat keputusan tentang apa yang dipelajari,dengan begitu kita dapat meningkatkan kwalitas pembelajaran</p></li><li><p>tantangan yang sering kita hadapi:</p><p>1.mengidentifikasi kebutuhan dan minat murid</p><p>2.menggunakan metode pembelajaran yang efektif</p><p>3.mengelola wakyu dengan sumber daya yang efektif.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:40:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528254903</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528255184</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Wahyu Marwati</p><p><br/></p><p>1.Menyususn rencana pembelajaran dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran,menyiapkan aaesmen.</p><p><br/></p><p>2.prinsip yang digunakan bermakna,berkesadaran dan menggembirakan.</p><p><br/></p><p>3.Menggunakan model dan metode Problem Based Learning ( PBL)</p><p><br/></p><p>4.Sebagai subjek aktif, sebagai kolaborator,sebagai pemecah masalah.</p><p><br/></p><p>5.minimnya sumber daya dan fasilitas,variasi kemampuan dan minat murid yang sangat beragam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:40:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528255184</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528255266</link>
         <description><![CDATA[<p>nama: Gesang arif</p><p>1.Memahami Tujuan Pembelajaran (Capaian Pembelajaran/Kompetensi)</p><p>Menganalisis Karakteristik Murid</p><p> Merancang Pengalaman Belajar (Metode dan Strategi)</p><p> Merencanakan Asesmen</p><ol start="2"><li><p>Berpusat pada Murid (Learner-Centered)</p><p>Ini adalah prinsip fundamental. Pembelajaran harus dirancang dengan mempertimbangkan siapa murid kita, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana mereka belajar. Ini berarti:</p><p><strong>Memahami karakteristik murid:</strong> Usia, gaya belajar, minat, latar belakang, dan pengetahuan awal mereka.</p></li><li><p>Diskusi Sokratik dan Debat</p><p>Kedua strategi ini melibatkan dialog mendalam dan interaktif di mana murid didorong untuk mempertanyakan asumsi, mengeksplorasi sudut pandang yang berbeda, dan mempertahankan posisi mereka.</p><ul><li><p><strong>Mendorong Berpikir Kritis:</strong> Murid harus mendengarkan secara aktif, menganalisis argumen orang lain, mengidentifikasi kelemahan dalam penalaran, dan menyusun sanggahan yang logis. Mereka belajar menantang ide dan tidak menerima informasi begitu saja.</p></li><li><p><strong>Mendorong Berpikir Kreatif:</strong> Dalam debat atau diskusi, murid mungkin perlu menemukan cara-cara baru untuk menyajikan argumen mereka atau melihat masalah dari perspektif yang belum pernah terpikirkan sebelumnya untuk meyakinkan orang lain.</p></li><li><p><strong>Mendorong Berpikir Mendalam:</strong> Proses ini memaksa murid untuk menggali pemahaman mereka tentang suatu topik, memahami nuansa dan kompleksitasnya, serta mengeksplorasi implikasi dari berbagai sudut pandang. Mereka tidak hanya mengulang apa yang mereka dengar, tetapi benar-benar "mengunyah" informasi.</p></li></ul></li><li><p><strong>Aktif Berpartisipasi:</strong> Murid tidak hanya mendengarkan, tapi melakukan, berdiskusi, bertanya, meneliti, dan menciptakan.</p></li><li><p>Perilaku Siswa yang Beragam</p><p>menemukan Minat dan Bakat Siswa. </p><p>Konsentrasi Siswa Kurang.</p><p> Kurang Interaksi <strong>Dalam Pelajaran</strong></p><p>Daya Serap Siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:40:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528255266</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528255532</link>
         <description><![CDATA[<p>Nofi P</p><ol><li><p>Hal-hal yang perlu kita siapkan antara lain mebuat perencanaan pembelajaran di kelas, hal itu merupakan proses penting yang membantu guru mencapai tujuan pembelajaran secara sistematis dan efektif. </p></li><li><p>Prinsip yang kita gunakan antara lain:</p><p>Berpusat pada peserta didik (student-centered learning), bersifat kontekstual, berdiferensiasi, kolaborasi, inklusi, aktif dan partisipasi.</p></li><li><p>Strategi yang digunakan seperti Proble based learning ( PBL), Projec based learning (PjBL), Inkuiri dan eksplorasi diskusi terbuka, refleksi, etakognisi<strong>.</strong></p></li><li><p>murid sebagai subjek aktif yang memberikan banyak kesepatan kepada murid sebagai menjelajah pengetahuan, mencari dan engeksplorasi untuk mebangun pemahamannya sendiri, meberikan pilihan dan suara kepada murid.</p></li><li><p>Tantangan yang biasanya di hadapi seperti kurangnya waktu, kesibukan lain di sekolah.</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:40:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528255532</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528255603</link>
         <description><![CDATA[<p>ERNI BUDIYANTI</p><ol><li><p>Langkah-Langkah Merencanakan Pembelajaran di kelas :</p><p>1. Menentukan Tujuan Pembelajaran</p><p>2. Mengidentifikasi Kebutuhan Siswa </p><p>3. Memilih Metode Pembelajaran </p><p>4. Mengembangkan Materi Pembelajaran</p><p>5. Mengatur Waktu dan Sumber Daya</p><p>6. Mengembangkan Strategi Penilaian</p></li><li><p>Berkesadaran, bermakna, menggembirakan</p></li><li><p>Berpikir kritis, kreatif, belajar secara mendalam</p></li><li><p> sebagai subjek yang aktif dalam belajar, mitra</p></li><li><p>mengubah pola pikir PPT menjadi PPB, keterbatasn waktu, ketrbatasan sumber daya dan media pembelajaran</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:40:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528255603</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528257016</link>
         <description><![CDATA[<p>Elida Erawati</p><p>1.&nbsp;Bagaimana kita biasanya  merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;&nbsp;-Membuat TP, Menganalisis karakteristik siswa, mengidentifikasi, mendesain pembelajaran, refleksi.</p><p>2.Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran? prinsip berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.</p><p>3.Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?berpikir kritis:</p><p>Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL - <em>Problem-Based Learning</em>): Contoh: Mengkaji masalah sampah plastik di lingkungan sekolah dan merancang solusi berkelanjutan,mendorong murid kreatif</p><p>Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL - <em>Project-Based Learning</em>): Contoh: Membuat prototipe alat yang memecahkan masalah kebersihan di sekolah, atau merancang kampanye kesadaran tentang kesehatan mental,berpikir mendalam</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran Berbasis Inkuiri (<em>Inquiry-Based Learning</em>): Contoh: Menginvestigasi mengapa daun berubah warna di musim gugur, atau bagaimana gunung berapi bisa meletus.</p><p>4.Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?memposisikan murid sebagai subjek utama dan agen aktif dari pembelajaran mereka sendiri</p><p>5.Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?Keterbatasan Waktu dan Beban Kurikulum yang Padat, Tekanan Hasil Ujian dan Penilaian Standar,Kesiapan dan Kompetensi Guru, Tantangan dalam Manajemen Kelas dan Fasilitasi, Paradigma dan Ekspektasi Orang Tua/Masyarakat, Sumber Daya dan Dukungan Ekosistem Sekolah</p><p><a rel="noopener nofollow" class="no-underline tap-highlight-transparent cursor-pointer font-sans focus:outline-none flex items-center justify-center text-center py-0 h-8 rounded-xl text-body-small font-semibold ring-offset-1 focus-visible:ring-2 px-3 ring-canary-500 ring-offset-grey-900 aria-disabled:bg-button-disabled-dark aria-disabled:text-light-text-400 hover-hover:aria-disabled:bg-button-disabled-dark hover-hover:aria-disabled:text-light-text-400 hover-hover:active:bg-canary-500 hover-hover:active:text-dark-text-100 ms-4 bg-[rgba(0,0,0,0.24)] backdrop-blur-sm text-light-text-200 hover-hover:hover:bg-dark-ui-100 hover-hover:hover:text-light-text-100" href="https://padlet.com/auth/signup?referrer=https%3A%2F%2Fpadlet.com%2Frokhayatun47%2Fpertanyaan-reflektif-fqkm0q5t4p8yk51x"><strong>Sign up</strong></a></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:42:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528257016</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528257036</link>
         <description><![CDATA[<p>SUPRIADI</p><ol><li><p>Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya melibatkan beberapa langkah utama, mulai dari&nbsp;identifikasi tujuan pembelajaran, analisis kebutuhan siswa, pemilihan metode dan materi yang sesuai, hingga penyusunan rencana kegiatan dan penilaian.&nbsp;Tujuannya adalah untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, bermakna, dan berpusat pada siswa.&nbsp;Berikut adalah langkah-langkah umum dalam merencanakan pembelajaran di kelas : Identifikasi Tujuan Pembelajaran: Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa: Pemilihan Materi dan Metode Pembelajaran: Persiapan Bahan dan Sumber Daya: Perencanaan Kegiatan dan Strategi Instruksional: Pengembangan Metode Penilaian: Komunikasi Ekspektasi: Evaluasi dan Revisi:</p></li></ol><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Dalam merancang pembelajaran, kita menggunakan <strong>prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif</strong> agar proses belajar berjalan bermakna, menyenangkan, dan berdampak pada perkembangan peserta didik.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><p>1. Strategi Berbasis Pertanyaan/Inkuiri</p><p>2. Pemberian Tantangan atau Masalah Kontekstual</p><p>3. Ruang untuk Kreasi dan Ekspresi</p><p>4. Strategi Refleksi dan Umpan Balik</p><p>5. Kolaborasi dan Diskusi Bermakna</p><p>&nbsp;</p><p><strong>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p><p><strong>Memposisikan murid dalam proses belajar berarti melihat mereka bukan sebagai objek, tapi sebagai subjek aktif</strong> yang memiliki potensi, minat, dan cara belajar masing-masing.</p><p>&nbsp;</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><p>Keterbatasan Waktu dan Beban Administratif</p><p>Perbedaan Kesiapan dan Gaya Belajar Murid</p><p>Minimnya Dukungan atau Pemahaman Lingkungan Sekolah</p><p>Kurangnya Fasilitas atau Sumber Daya</p><p>.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:42:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528257036</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528262202</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:Wiendari Sami Apriani</p><p>1. Langkah-langkah dalam merencanakan pembelajaran :</p><ul><li><p>Analisis kebutuhan peserta didik</p></li><li><p>Menentukan Tujuan Pembelajaran</p></li><li><p>Memilih materi pembelajaran</p></li><li><p>Memilih metode pembelajaran</p></li><li><p>Menyusun rencana kegiatan</p></li><li><p>Menyiapkan media pembelajaran</p></li><li><p>Merancang penilaian</p></li><li><p>Evaluasi dan Refleksi</p></li></ul><p>2. Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran yaitu dengan berkesadaran,bermakna, dan menggembirakan</p><ol start="3"><li><p>Strategi yang kita gunakan yaitu memberikan pertanyaan terbuka,diskusi dan debat, studi kasus, pemecahan masalah, serta mendorong refleksi diri.</p></li><li><p>Memposisikan murid dalam proses belajar yaitu melibatkan mereka bukan sebagai objek,tapi sebagai subjek aktif yang memiliki potensi,minat, dan cara belajar masing-masing</p></li><li><p>Tantangan yang dihadapi yaitu minimnya sumber daya dan fasilitas,variasi kemampuan dan minat murid yang beragam.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:48:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528262202</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528262505</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Merencanakn pembelajaran kelas,pertama menganalisa cp, membuat atp ,dan merancang rencana pembelajaran</p><p><br/></p><p>2.Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran yang kita gunakan yaitu prinsip pembelajaran berkesadaran,bermakna dan menggembirakan</p><p>a.Mindful Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kesadaran penuh,fokus,dan keterlibatan  siswa dalam proses belajar</p><p>b.Meaningful Learning merupakan proses pembelajaran yang bermakna, artinya </p><p>pembelajaran yang relevan dan memiliki makna dalam kehidupan siswa</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://c.Joy">c.Joy</a>ful Learning yaitu prinsip yang menekankan suasana belajar menggebirakan</p><p>3.Menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi contoh PBL,PJBL</p><p>4.Kita sebagai guru harus memposisikan murid sesuai dengan karakteristik murid dan sesuai kemampuan murid</p><p>5.Tantangan yang kita hadapai dalam merancang pembelajaran berkesadaran,bermakna dan menggembirakan yaitu dengan bermacam-macam karakteristik  siswa yang berbeda beda</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:49:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528262505</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528283636</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Ida Saliyah</p><p>1,Merencanakan pembelajaran di kelas yaitu dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran ,memilih metode yang tepat dan menyusun  evaluasi.</p><p>2.Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran adalah berkesadaran ,bermakna dan menggembirakan.</p><p>3.Membiasakan dan mengajarkan ketrampilan memecahkan masalah.</p><ol start="4"><li><p>Kita sebagai guru haruas memposisikan  murid sesuai dengan karakteristik murid dan sesuai kemampuan murid.</p></li><li><p>Tantangan yang dihadapi yaitu minimnya sumber daya dan fasilitas.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 02:13:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rokhayatun47/fqkm0q5t4p8yk51x/wish/3528283636</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
