<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sejarah XE by Bu Srinami</title>
      <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-16 04:21:16 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-16 06:50:11 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Perhatian dengan seksama video berikut ini</title>
         <author>putucitawatisangayu</author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586817946</link>
         <description><![CDATA[<p>Buatlah ringkasan singkat mengenai periodesasi historiografi di Indonesia</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=jl79Xi7f8KY" />
         <pubDate>2025-09-16 04:22:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586817946</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>putukurniasih14</author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586891654</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Ni putu Kurniasih sandi putri </p><p>No: 29</p><p>Kls: XE</p><p><br/></p><p>Buatlah ringkasan singkat mengenai periodesasi historiografi di Indonesia</p><p><br/></p><p> 1: Memahami Periodesasi Historiografi Indonesia</p><p>Periodesasi historiografi Indonesia merujuk pada pembagian atau pengelompokan penulisan sejarah Indonesia berdasarkan karakteristik, pendekatan, dan fokusnya pada periode tertentu. Secara umum, periodesasi ini dapat dibagi menjadi beberapa tahap utama.</p><p><br/></p><p>2: Mengidentifikasi Tahap-tahap Periodesasi</p><p>Historiografi Tradisional:</p><p>Ciri-ciri: Penulisan sejarah yang berkembang di masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam. Bersifat istana sentris, mitologis, dan legendaris. Sumber utama adalah naskah-naskah kuno seperti babad, serat, dan hikayat.</p><p>Contoh: Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-Raja Pasai.</p><p>Historiografi Kolonial:</p><p>Ciri-ciri: Penulisan sejarah yang berkembang pada masa penjajahan Belanda. Bersifat neerlando-sentris (berpusat pada Belanda), bertujuan melegitimasi kekuasaan kolonial, dan seringkali mengabaikan peran serta sudut pandang pribumi.</p><p>Contoh: Karya-karya sejarawan Belanda seperti J.P. Coen, Stamford Raffles.</p><p>Historiografi Nasional:</p><p>Ciri-ciri: Penulisan sejarah yang muncul setelah kemerdekaan Indonesia. Bersifat indonesia-sentris, bertujuan membangun identitas nasional, mengedepankan peran pahlawan dan perjuangan bangsa Indonesia, serta mengoreksi pandangan historiografi kolonial.</p><p>Contoh: Karya-karya sejarawan Indonesia seperti Sartono Kartodirdjo, Nugroho Notosusanto.</p><p>Historiografi Modern/Kontemporer:</p><p>Ciri-ciri: Perkembangan historiografi nasional yang lebih kritis, multidimensional, dan menggunakan berbagai pendekatan ilmu sosial (sosiologi, antropologi, ekonomi). Lebih memperhatikan sejarah "dari bawah" (masyarakat biasa), gender, dan isu-isu sosial lainnya.</p><p>Contoh: Studi-studi tentang sejarah agraria, sejarah sosial, sejarah intelektual.</p><p>Jawaban:</p><p>Periodesasi historiografi di Indonesia dapat dibagi menjadi empat tahap utama: Historiografi Tradisional yang bersifat istana sentris dan mitologis (contoh: Babad Tanah Jawi); </p><p>Historiografi Kolonial yang bersifat neerlando-sentris dan melegitimasi kekuasaan Belanda; Historiografi Nasional yang bersifat indonesia-sentris dan bertujuan membangun identitas bangsa; </p><p>serta Historiografi Modern/Kontemporer yang lebih kritis, multidimensional, dan memperhatikan sejarah "dari bawah" serta isu-isu sosial lainnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4276297081/4e2f6350687e0a2891e6f7cbb243ce8b/1754962286922369545663967401145.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:05:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586891654</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586906737</link>
         <description><![CDATA[<p>nama: ni wayan dwik utami</p><p>kls: x-e</p><p>no : 31</p><p>Periodisasi historiografi Indonesia merujuk pada pembagian masa sejarah Indonesia yang kemudian ditulis dengan berbagai sudut pandang, mulai dari Historiografi Tradisional yang bersifat istana-sentris, Historiografi Kolonial yang Belanda-sentris untuk kepentingan penjajah, hingga Historiografi Nasional dan Modern yang Indonesia-sentris, ilmiah, dan bertujuan membangun karakter bangsa. Perkembangan ini menunjukkan pergeseran fokus penulisan sejarah, dari kepentingan kerajaan dan penjajah menjadi perspektif bangsa Indonesia sendiri pasca kemerdekaan. </p><p>Tahapan Periodisasi Historiografi</p><p>Historiografi Tradisional</p><p>Ciri-ciri: Bersifat istana-sentris (berpusat pada raja atau kerajaan), religius-magis, dan ditulis oleh pujangga istana. Tujuannya untuk melegitimasi kekuasaan raja. </p><p>Contoh: Babad (seperti Babad Tanah Jawi) dan hikayat. </p><p>Historiografi Kolonial</p><p>Ciri-ciri: Penulisan sejarah oleh orang Belanda dan bangsa Eropa lainnya pada masa kolonial. Bersifat Belanda-sentris, yaitu menceritakan sejarah dari sudut pandang penjajah untuk kepentingan mereka. </p><p>Tujuan: Mempertahankan kekuasaan kolonial dan meredam perlawanan pribumi. </p><p>Historiografi Nasional</p><p>Ciri-ciri: Muncul pasca-kemerdekaan dan ditulis oleh sejarawan Indonesia. Bersifat Indonesia-sentris (berpusat pada bangsa Indonesia). </p><p>Tujuan: Membangun karakter dan nasionalisme bangsa Indonesia. </p><p>Fokus: Menggunakan sudut pandang bangsa Indonesia, menonjolkan semangat kebangsaan, dan mengandung narasi dekolonisasi. </p><p>Historiografi Modern</p><p>Ciri-ciri: Menggunakan pendekatan ilmiah yang kritis dan menerapkan berbagai bidang ilmu. </p><p>Contoh: Buku-buku yang menganalisis secara mendalam peristiwa sejarah Indonesia seperti revolusi dan pembentukan konstitusi. </p><p>Pergeseran Periodisasi</p><p>Periodisasi historiografi Indonesia menunjukkan evolusi dari penulisan yang bias dan bertujuan untuk kepentingan pihak tertentu menjadi penulisan sejarah yang lebih objektif, ilmiah, dan berorientasi pada bangsa Indonesia sendiri. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378902525/9d1e5a050bfc702271ae5c37fb6b32f4/IMG_20250916_130932.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:12:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586906737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Ni Wayan Rani Nopitasari No : 32 Kelas : X E </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586906994</link>
         <description><![CDATA[<p>Sejarah Historiografi</p><p><br></p><p>Historiografi adalah penulisan sejarah, baik cara, bentuk, maupun tujuannya. Sejarahnya berkembang sesuai zaman dan kepentingan.</p><p><br></p><p>1. Historiografi Tradisional</p><p><br></p><p>Zaman kerajaan hingga awal kolonial.</p><p><br></p><p>Ditulis dalam bentuk babad, hikayat, tambo, prasasti.</p><p><br></p><p>Ciri: bercampur mitos, legenda, silsilah raja.</p><p><br></p><p>Fungsi: legitimasi kekuasaan, mengagungkan raja/penguasa.</p><p><br></p><p>Contoh: Negarakertagama, Babad Tanah Jawi.</p><p><br></p><p><br></p><p>2. Historiografi Kolonial</p><p><br></p><p>Ditulis oleh bangsa Eropa (Belanda) pada masa penjajahan.</p><p><br></p><p>Ciri: Euro-sentris, mengutamakan kepentingan kolonial, perjuangan rakyat sering diabaikan.</p><p><br></p><p>Tujuan: mendukung legitimasi kekuasaan kolonial.</p><p><br></p><p>Contoh: laporan VOC, karya Snouck Hurgronje.</p><p><br></p><p><br></p><p>3. Historiografi Nasional</p><p><br></p><p>Berkembang setelah Indonesia merdeka (1945).</p><p><br></p><p>Ditulis oleh sejarawan Indonesia.</p><p><br></p><p>Ciri: menonjolkan peran tokoh nasional dan rakyat dalam perjuangan kemerdekaan.</p><p><br></p><p>Tujuan: menumbuhkan nasionalisme dan identitas bangsa.</p><p><br></p><p>Tokoh penting: Sartono Kartodirdjo.</p><p><br></p><p><br></p><p>4. Historiografi Modern/Kontemporer</p><p><br></p><p>Muncul sejak 1970-an hingga sekarang.</p><p><br></p><p>Menggunakan metode ilmiah dan pendekatan interdisipliner (sosiologi, ekonomi, antropologi, politik).</p><p><br></p><p>Ciri: kritis, objektif, tidak hanya fokus pada tokoh besar, tetapi juga sejarah sosial, lokal, dan kelompok marjinal.</p><p><br></p><p>Contoh: kajian sejarah desa, sejarah perempuan, sejarah ekonomi rakyat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378809807/2aa231816e05aabab7145da85a52a874/IMG_20250825_092734.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:12:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586906994</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586907042</link>
         <description><![CDATA[<p>nama: ikadek satria adi putra</p><p>kls     :xe</p><p>absen: 5</p><p><br></p><p><br></p><p>Historiografi adalah tahap terakhir dalam penelitian sejarah; yaitu proses menulis sejarah berdasarkan fakta-yang telah dikumpulkan, dikritisi, dan diinterpretasi.</p><p><br></p><p>Langkah-langkah utama dalam penelitian &amp; penulisan sejarah:</p><p><br></p><ol><li><p>Memilih topik penelitian yang jelas.</p></li><li><p>Heuristik: mengumpulkan sumber (lisan, tertulis, benda/artefak) yang relevan.</p></li><li><p>Verifikasi (kritik sumber): memeriksa keaslian dan kredibilitas sumber baik dari aspek eksternal maupun internal.</p></li><li><p>Interpretasi: menafsirkan fakta sejarah agar memberi pemahaman sebab-akibat dll.</p></li><li><p>Historiografi: menulis hasil penelitian dengan memperhatikan sudut pandang, bahasa, dan keobjektifan.</p></li></ol><p><br></p><p><br></p><p>Jenis-jenis historiografi di Indonesia:</p><p><br></p><ul><li><p>Tradisional: fokus pada kerajaan, bangsawan, religius.</p></li><li><p>Kolonial: ditulis oleh pihak luar / pandangan Eropa, sering Eropa-sentris.</p></li><li><p>Modern / Nasional: menempatkan rakyat sebagai pelaku sejarah, memakai banyak perspektif, lebih kritis &amp; objektif.</p></li></ul><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378837982/ccff9e3b60b0ce9699ab786e10550518/IMG_8673.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:12:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586907042</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Kadek Harum Pradnya Pramesti.   No : 17.   KLS : XE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586910044</link>
         <description><![CDATA[<p>HISTORIOGRAFI</p><p>●dalam bahasa yunani      </p><p>historia= Sejarah</p><p>Graphia= penulisan</p><p>Jadi Historiografi=Penulisan sejarah</p><p><br/></p><p>●historiografi dikelompokkan menjadi 3 Jenis:</p><p>1.historiografi tradisional = tulisan sejarah dan kerajaan hindu budha hingga masuknya Islam di Indonesia.</p><p>Cirikhas = berpusat pada istana, raja,bangsawan.</p><p>2.historiografi kolonial = tulisan sejarah dari masa kolonial.</p><p>Cirikhas= eropa sentris.</p><p>3.historiografi modern = Penulisan sejarah yang menempatkan</p><p>rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dari sejarahnya</p><p>sendiri dengan menerapkan studi kritis.</p><p>Ciri khas : Indonesia sentris.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378901567/17c47bfa3b70d50411d98c5217d9bad4/20250916_124907.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:14:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586910044</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586910860</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Ni Komang Pande Yunita Dewi</p><p>Kelas: XE</p><p><br/></p><p>•Tugas Meringkas</p><p><br/></p><ol><li><p>Historiografi Tradisional</p><ul><li><p>Bentuknya babad, hikayat, tambo, dan prasasti.</p></li><li><p>Ciri: bercampur mitos, legenda, dan unsur religius-magis.</p></li><li><p>Contoh: Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-Raja Pasai.</p></li></ul></li><li><p>Historiografi Kolonial</p><ul><li><p>Ditulis oleh sejarawan Belanda pada masa penjajahan.</p></li><li><p>Bersifat Euro-sentris (berpusat pada kepentingan kolonial).</p></li><li><p>Menonjolkan peran Belanda, mengabaikan peran bangsa Indonesia.</p></li><li><p>Contoh: karya Multatuli, laporan VOC.</p></li></ul></li><li><p>Historiografi Nasional</p><ul><li><p>Berkembang setelah kemerdekaan (1945).</p></li><li><p>Ditulis oleh sejarawan Indonesia.</p></li><li><p>Fokus pada perjuangan bangsa, tokoh nasional, dan identitas Indonesia.</p></li><li><p>Contoh: <em>Sejarah </em>Nasional<em> </em>Indonesia (SNI) karya Nugroho Notosusanto.</p></li></ul></li><li><p>Historiografi Kontemporer (Modern/Kritis)</p><ul><li><p>Berkembang sejak 1970-an hingga sekarang.</p></li><li><p>Lebih analitis, ilmiah, dan multi-perspektif.</p></li><li><p>Tidak hanya menulis peristiwa politik, tapi juga sosial, ekonomi, budaya, gender, dan lingkungan.</p></li><li><p>Memakai metode ilmiah modern dan pendekatan interdisipliner.</p></li></ul></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378877202/11a033901f125001213200952f5940c3/20250826_095059.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:14:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586910860</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586913886</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : I DEWA NYOMAN PUTRA SEDANA ARTHA</p><p><br/></p><p>No : 3</p><p><br/></p><p>Kelas : XE</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>HISTORIOGRAFI</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= Berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata "Historia" yang berarti sejarah dan "Graphia" yang artinya penulisan, jadi historiografi adalah penulisan sejarah</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi dikelompokkan dalam 3 jenis, yaitu :</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi Tradisional</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi Kolonial</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi Modern</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi Tradisional</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= Merupakan tulisan sejarah dari masa kerajaan Hindu - Budha hingga masuknya islam di Indonesia. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= Semacam naskah sejarah yang menceritakan kehidupan pada zaman kerajaan, bagaimana sistem pemerintahannya, dan siapa saja orang - orang di kerajaan tersebut. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= Ciri khas dari historiografi tradisional berpusat pada istana, raja, dan bangsawan karena banyak sejarah yang menuliskan berkaitan dengan kekuasaan dan penguasa. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= Contoh : Kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi Kolonial</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= merupakan tulisan sejarah dari masa kolonial</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= ciri khasnya adalah eropa sentris menceritakan berbagai bangsa Eropa yang pernah singgah dan bahkan berkuasa di nusantara</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= Contoh : buku The History of Java oleh Thomas Stamford Rafles</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi Modern</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= penulisan sejarah yang menempatkan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dari sejarahnya sendiri dengan menerapkan studi kritis. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= Ciri khasnya adalah Indonesia sentris</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>= Contoh : Buku berjudul Pemberontakan Petani Banten 1888 oleh Sartono Kartodirdjo. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378848125/29a0e4bc8b591ca1852940c888104475/IMG_20250916_130147_505.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:16:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586913886</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586915554</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama: I Komang Pande Lanang Arimbawa </strong></p><p><strong>no:6</strong></p><p><strong>Kelas:XE</strong></p><p>Periodisasi historiografi di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa fase:</p><p>- *Historiografi Tradisional*: Berfokus pada catatan kerajaan dan mitos (misal, babad).</p><p>- *Historiografi Kolonial*: Penulisan sejarah oleh penjajah Belanda, sering dengan perspektif kolonial.</p><p>- *Historiografi Nasional*: Pasca-kemerdekaan, fokus pada perjuangan nasional dan pembentukan identitas bangsa.</p><p>- *Historiografi Modern*: Pendekatan lebih kritis, multidisplin, dan beragam perspektif (sosial, ekonomi, budaya).</p><p>Historiografi Indonesia terus berkembang dengan pendekatan baru dan kajian beragam tema sejarah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378706283/17430b52fd7ea859843e117afb56058d/17579997433401028427422799137220.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:17:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586915554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Ni Luh Chelsi Amelia No:24 Kelas:XE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586917596</link>
         <description><![CDATA[<p>Histriograri</p><p><br></p><p>Dalam bahasa Yunani kata histriograri berasal dari Kata Historia yang berarti sejarah dan graphia yang artinya penulisan, singkatnya Histriografi ini adalah penulisan Sejarah. Menurut Lohanda tahun 2011 "Kesuksesan seorang sejarawan itu diukur dari historiografinya sehingga historiografi menjadi salah satu bentuk komitmen keseriusan dalam belajar ilmu sejarah.</p><p>Periodisasi historiografi Indonesia dapat dibagi berdasarkan perkembangan penulisan sejarah, yaitu historiografi tradisional (berpusat pada istana dan raja), historiografi kolonial (sudut pandang Eropa, subjektif terhadap penjajah), dan historiografi modern (Indonesia sentris, objektif, dan menggunakan beragam sudut pandang pasca-kemerdekaan). Setiap jenis historiografi memiliki ciri khas dan fokus penulisan yang berbeda sesuai dengan konteks zamannya, mulai dari masa kerajaan hingga masa kemerdekaan dan reformasi. </p><p>1. Historiografi Tradisional</p><p>Periode:</p><p>Dimulai sejak masa kerajaan Hindu-Buddha hingga masa kerajaan Islam di Nusantara. </p><p>Ciri Khas:</p><p>Istana Sentris/Regio Sentris: Fokus pada kehidupan raja, keluarga kerajaan, dan peristiwa di lingkungan keraton atau daerah tertentu.</p><p>Religio-Magis: Bersifat keramat, menghubungkan peristiwa dengan hal-hal gaib, dan tidak membedakan antara fakta dan khayalan.</p><p>Feodalistis-Aristokratis: Menekankan kehidupan para bangsawan dan pemimpin feodal.</p><p>Tujuan: Melegitimasi dan mengagungkan kekuasaan raja serta nama baiknya. </p><p>Contoh:</p><p>Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-Raja Pasai. </p><p>2. Historiografi Kolonial</p><p>Periode:</p><p>Masa penjajahan kolonial Belanda dan Eropa lainnya di Indonesia. </p><p>Ciri Khas:</p><p>Eropa Sentris: Ditulis dari sudut pandang penjajah Eropa, terutama Belanda.</p><p>Subjektif: Mengandung bias dan keberpihakan kepada kepentingan penjajah.</p><p>Tujuan: Mempertahankan kekuasaan kolonial dan meredam perlawanan pribumi. </p><p>Contoh:</p><p>Karya-karya seperti Indonesian Trade and Society oleh Y.C. van Leur. </p><p>3. Historiografi Nasional (Modern)</p><p>Periode:</p><p>Dimulai sejak masa kemerdekaan Indonesia. </p><p>Ciri Khas:</p><p>Indonesia Sentris: Berpusat pada bangsa dan rakyat Indonesia, menonjolkan peran mereka dalam sejarah.</p><p>Indonesia: Lebih objektif dan kritis dalam menganalisis peristiwa sejarah.</p><p>Keberagaman Sumber: Menggunakan berbagai sumber sejarah yang lebih beragam.</p><p>Sudut Pandang Bervariasi: Menggunakan banyak perspektif dalam penulisan sejarah. </p><p>Contoh:</p><p>Kajian sejarah yang ditulis oleh sejarawan Indonesia pasca-kemerdekaan, seperti karya-karya pada Seminar Sejarah Nasional I di Yogyakarta tahun 1957.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378929391/eafbbd266751b71ccd2fbfac9c271b55/IMG20250916131438.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:18:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586917596</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586919450</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: I Dewa Agung Bintang Aprillia </p><p>No: 02</p><p>Kelas: XE </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi</p><p>Dalam bahasa Yunani kata historiografi berasal dari kata histori yang berarti sejarah dan graphia yang artinya penulisan. Singkatnya historiografi adalah penulisan sejarah.</p><p><br/></p><p>Menurut Lohanda tahun 2011 “Kesuksesan seorang sejarawan itu diukur dari historiografinya”. Sehingga historiografi menjadi salah satu bentuk komitmen keseriusan dalam belajar ilmu sejarah.</p><p>Historiografi sejarah Indonesia ini umumnya dikelompokkan dalam 3 jenis, yaitu:</p><p><br/></p><p>1.Historiografi tradisional</p><p>Merupakan tulisan sejarah dari kehidupan zaman kerajaan, bagaimana sistem pemerintahannya, dan siapa saja orang-orang yang berperan di kerajaan tersebut.</p><p><br/></p><p>2.Historiografi kolonial</p><p>Merupakan sejarah dari masa kolonial. Adapun ciri khas dari historiografi kolonial ini berupa Eropa sentris yang memusatkan pada tulisan sejarah tentang berbagai bangsa Eropa yang pernah singgah dan bahkan berkuasa di Nusantara.</p><p><br/></p><p>3.Historiografi modern</p><p>Penulisan sejarah yang menempatkan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dari sejarahnya sendiri dengan menerapkan studi kritis. Ciri khas historiografi modern adalah Indonesia sentris. Contohnya buku Pemberontakan Petani Banten tahun 1888 karya Sartono Kartodirdjo.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378900939/3e4229909d7f6b8cda7eb042b9aa5891/Screenshot_20250825_092820_2.png" />
         <pubDate>2025-09-16 05:19:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586919450</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: inengah w. Antariksawan, kls:Xe, absen:9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586921336</link>
         <description><![CDATA[<p>Historiografi adalah tahap terakhir dalam penelitian sejarah; yaitu proses menulis sejarah berdasarkan fakta-yang telah dikumpulkan, dikritisi, dan diinterpretasi.  </p><p>Langkah-langkah utama dalam penelitian &amp; penulisan sejarah:</p><p>	1.	Memilih topik penelitian yang jelas.  </p><p>	2.	Heuristik: mengumpulkan sumber (lisan, tertulis, benda/artefak) yang relevan.  </p><p>	3.	Verifikasi (kritik sumber): memeriksa keaslian dan kredibilitas sumber baik dari aspek eksternal maupun internal.  </p><p>	4.	Interpretasi: menafsirkan fakta sejarah agar memberi pemahaman sebab-akibat dll.  </p><p>	5.	Historiografi: menulis hasil penelitian dengan memperhatikan sudut pandang, bahasa, dan keobjektifan.  </p><p>Jenis-jenis historiografi di Indonesia:</p><p>	•	Tradisional: fokus pada kerajaan, bangsawan, religius.  </p><p>	•	Kolonial: ditulis oleh pihak luar / pandangan Eropa, sering Eropa-sentris.  </p><p>	•	Modern / Nasional: menempatkan rakyat sebagai pelaku sejarah, memakai banyak perspektif, lebih kritis &amp; objektif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-16 05:20:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586921336</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>tusomo</author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586925271</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama iputu merta soma antara </p><p>Kls:x e</p><p>No:13</p><p>Historiografi adalah tahap terakhir dalam penelitian sejarah; yaitu proses menulis sejarah berdasarkan fakta-yang telah dikumpulkan, dikritisi, dan diinterpretasi.  ￼</p><p>Langkah-langkah utama dalam penelitian &amp; penulisan sejarah:</p><p>	1.	Memilih topik penelitian yang jelas.  ￼</p><p>	2.	Heuristik: mengumpulkan sumber (lisan, tertulis, benda/artefak) yang relevan.  ￼</p><p>	3.	Verifikasi (kritik sumber): memeriksa keaslian dan kredibilitas sumber baik dari aspek eksternal maupun internal.  ￼</p><p>	4.	Interpretasi: menafsirkan fakta sejarah agar memberi pemahaman sebab-akibat dll.  ￼</p><p>	5.	Historiografi: menulis hasil penelitian dengan memperhatikan sudut pandang, bahasa, dan keobjektifan.  ￼</p><p>Jenis-jenis historiografi di Indonesia:</p><p>	•	Tradisional: fokus pada kerajaan, bangsawan, religius.  ￼</p><p>	•	Kolonial: ditulis oleh pihak luar / pandangan Eropa, sering Eropa-sentris.  ￼</p><p>	•	Modern / Nasional: menempatkan rakyat sebagai pelaku sejarah, memakai banyak perspektif, lebih kritis &amp; objektif.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4210143438/3d14bcf6051d0b8b498b75a4f1d3e3ce/image.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:22:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586925271</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Kadek Berlina Dinda Wulantari, Kelas:XE, No:16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586929101</link>
         <description><![CDATA[<p>Ringkasan Periodisasi Historiografi Indonesia</p><p><br/></p><p>Historiografi adalah penulisan sejarah atau cara menulis sejarah berdasarkan sumber, metode, dan sudut pandang tertentu.</p><p>Jadi, bukan cuma menceritakan peristiwa, tapi juga bagaimana sejarawan menafsirkan, menyusun, dan menuliskannya agar bisa dipahami orang lain.</p><p>1. Historiografi Tradisional</p><p>-Ditulis pada masa kerajaan dengan bentuk babad, tambo, atau hikayat.</p><p>-Isinya bercampur antara fakta sejarah, mitos, legenda, dan unsur magis.</p><p>Contoh: Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-raja Melayu.</p><p>2. Historiografi Kolonial</p><p>-Ditulis oleh Belanda pada masa penjajahan.</p><p>-Berfokus pada kepentingan kolonial, memandang Indonesia dari sudut pandang Barat.</p><p>-Seringkali merendahkan bangsa Indonesia dan mengagungkan peran Belanda.</p><p>3. Historiografi Nasional</p><p>-Muncul setelah Indonesia merdeka.</p><p>-Berusaha menulis sejarah dari sudut pandang bangsa Indonesia sendiri.</p><p>-Menekankan perjuangan rakyat dan tokoh nasional dalam mencapai kemerdekaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378956336/8d09ad2c7d9575b517cc81b95262743d/IMG_20250916_092147.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:23:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586929101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Ni Kadek Linda yani Nomor:19 kelas:XE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586932832</link>
         <description><![CDATA[<p>Historiografi dalam bangsa yunani kata historiografi berasal dari kata histria. Dan yg berarti sejarah dan grafia ia artinya penulisanyn dan singkatannya historiografi ini adalah penulis sejarah.tahun 2011 kesuksesan seorang sejarawan dan hingga historiografi menjadi salah satu bentuk komitmen keseriusan dan di kelompokan dalam tiga jenis 1.Historiografi Tradisional</p><p>          2.Historiografi kolonial</p><p>          3.Historiografi Modern</p><p><br></p><p>1. Historiografi tradisional:</p><p>Berkembang sejak masa kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Nusantara. </p><p>Pujangga keraton atau bangsawan kerajaan. </p><p> Berpusat pada raja dan kerajaan (istana-sentris), bersifat feodalistis, dan bertujuan untuk melegitimasi kekuasaannya.</p><p><br></p><p>2. Historiografi Kolonial:Ditulis pada masa penjajahan Belanda, mulai dari abad ke-17 hingga abad ke-20. Orang-orang Eropa yang menetap sementara di Nusantara. </p><p>Bersifat Eropa-sentris, diskriminatif, dan berpihak pada kepentingan kolonial. Tujuannya adalah untuk melegitimasi kekuasaan Belanda dan meredam semangat perlawanan rakyat.</p><p><br></p><p>3.Historiografi Modern:</p><p>Merupakan perkembangan lebih lanjut dari historiografi nasional, dengan penekanan pada analisis kritis. </p><p>Menggunakan metode ilmiah, analisis kritis terhadap sumber sejarah, bersifat deskriptif analitis, dan memaparkan data secara detail. </p><p>Menyajikan sejarah yang lebih objektif dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378789751/c26757282845e0d9e0083142c2a5c2c5/1758000292250.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:26:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586932832</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586936455</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Iwayan Candra Wirawan </p><p>KlS:10E</p><p>No:14</p><p><br/></p><p>Penulisan sejarah (historiografi)</p><p>Sejarah kls 10</p><p><br/></p><p>Historia=sejarah</p><p>graphia=penulisan</p><p>Histografi=penulisan sejarah</p><p><br/></p><p>Kesuksesan seorang sejarawan itu diukur dari historiografinya </p><p>Historiografi tradisional</p><p>Historiografi kolonia</p><p>Historiografi moderen</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kitab negarakertagama mpu prapanca</p><p><br/></p><p>Masuknya hislam di Indonesia </p><p>Kehidupan pada zaman kerajaan bagaimana sistem pemerintahannya dan siapa saja orang orang di kerajaan tersebut </p><p><br/></p><p>buku karya Thomas stamford rafies </p><p>Judul:thomas stamford reffles the history of java </p><p><br/></p><p>Historiografi kolonial ini merupakan tulisan sejarah dari masa kolonia </p><p><br/></p><p>Penulisan sejarah yang menepatkan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dari sejarahnya sendiri dengan menerapkan studi kritis </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi moderen </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378694349/15499bfa58f5aa85b60f29affcff7b63/image.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:28:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586936455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA :NI LUH ALDA KRISTINA, ABSEN: 23, KELAS: XE </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586941665</link>
         <description><![CDATA[<p>historiografi di Indonesia historiografi dalam bahasa Yunani yaitu "historia"yang artinya (sejarah) "graphia" yang artinya (penulisan) jadi historiografi adalah penulisan sejarah.</p><p>Menurut lohanda tahun 2011 "kesuksesan seorang sejarawan itu diukur dari historiografinya"</p><p><br/></p><p>Indonesia memiliki tiga jenis historiografi:</p><p> 1.historiografi tradisional .2 historiografi kolonial 3. historiografi modern </p><p><br/></p><p>historiografi tradisional merupakan sejarah dari masa kerajaan Hindu Budha hingga masuknya Islam di Indonesia. contohnya: kitab Negarakertagama ,yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada zaman keraton Majapahit </p><p><br/></p><p>historiografi kolonial merupakan tulisan sejarah dari masa kolonial yang memusatkan pada tulisan sejarah tentang berbagai bangsa Eropa yang pernah singgah dan berkuasa di nusantara contohnya: buku dengan judul "The History Of Java"karya Thomas Stamford Raffles.</p><p><br/></p><p>historia modern penulisan sejarah yang menempatkan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dari sejarahnya sendiri dengan menerapkan studi kritis. contohnya :buku berjudul "pemberontakan petani Banten" pada tahun 1888 karya Sartono kartodirdjo</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378904003/75168e4b0f30e9883e76fa39ab4dd52d/IMG20250916132109.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:31:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586941665</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586943347</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:Ni Putu Ayu Regina Pramesti</p><p>No:27</p><p>Kelas:XE</p><p><br/></p><p>-Pengertian Historiografi</p><p>Secara etimologi, kata historiografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu historia yang berarti sejarah, dan graphia yang berarti penulisan. Oleh karena itu, secara sederhana, historiografi adalah penulisan sejarah. </p><p>Sebagai cabang ilmu, historiografi mempelajari tentang perkembangan penulisan sejarah dari masa ke masa. Melalui historiografi, kita dapat memahami sejarah bukan hanya sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai narasi yang dibentuk oleh para ahli sejarah.</p><p>-Jenis-Jenis Historiografi</p><p>Historiografi di Indonesia dibagi menjadi 4 jenis, yaitu historiografi tradisional. kolonial, nasional, dan modern. Berikut penjelasan dari masing-masing jenisnya.</p><p>1. Historiografi Tradisional</p><p>Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan. Penulisan sejarah pada masa ini tidak bertujuan untuk mendapatkan kebenaran sejarah melalui pembuktian fakta, melainkan diperoleh dari pengakuan dan untuk diabadikan kepada penguasa. Oleh karena itu, historiografi tradisional sering mengandung unsur-unsur sastra yang menghasilkan karya bersifat mitologi dan imajinatif.</p><p>Ciri-Ciri Historiografi Tradisional</p><p>Mengandung banyak unsur mitos</p><p>Bersifat istana-sentris, regiosentris atau kaya akan unsur kedaerahan, serta feodalistis-aristokratis, artinya fokus membicarakan kehidupan para kaum bangsawan feodal, tanpa melibatkan sifat kerakyatannya</p><p>Ditulis dengan tujuan sebagai alat legitimasi kekuasaan raja.</p><p>Tidak secara jelas membedakan antara peristiwa nyata dan unsur khayalan.</p><p> </p><p>Historiografi tradisional mulai berkembang pada masa Kerajaan Hindu dan Buddha sekitar abad ke-14 M hingga masa Kerajaan Islam pada awal abad ke-20 M. </p><p>Babad Tanah Jawa</p><p>Salah satu halaman pada Babad Tanah Jawa yang disalin pada tahun 1862 </p><p>Contoh historiografi masa Hindu dan Buddha adalah Babad Tanah Jawi, Babad Parahiangan, Kitab Pararaton, Babad Tanah Pasundan, Babad Sriwijaya, Kitab Negarakertagama, Babad Galuh, Kitab Ramayana, dan Kitab Mahabharata. Sedangkan contoh historiografi masa Islam adalah Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Aceh, Babad Demak, Babad Tanah Jawi, dan Babad Giyanti.</p><p> 2. Historiografi Kolonial</p><p>Historiografi kolonial adalah penulisan sejarah yang berkembang pada masa Kolonial Belanda, yaitu sejak zaman VOC abad ke-17 M hingga Pemerintahan Hindia Belanda pada abad ke-20 M. Fokus utama historiografi kolonial adalah kehidupan warga Belanda di Indonesia, dan karena untuk kepentingan Belanda, maka tulisan sejarah disusun menurut penafsiran dan pandangan Belanda.</p><p>Ciri-Ciri Historiografi Kolonial</p><p>Tulisannya bersifat diskriminatif terhadap rakyat Hindia Belanda.</p><p>Sudut pandang penulisannya adalah Neerdelandosentris atau Eropasentris.</p><p>Tulisannya bersifat subjektif terhadap pemerintah kolonial.</p><p>Penyusunannya cenderung mengabaikan sumber lokal.</p><p>Mengisahkan sejarah dari orang-orang besar, misalnya Daendels dan Raffles.</p><p>Berfokus pada kajian penguasaan Belanda di Hindia Belanda, sedangkan kondisi rakyat Indonesia yang terjajah tidak diperhatikan.</p><p> </p><p>Beberapa contoh karya historiografi kolonial antara lain:</p><p>Beknopt Leerboek Geschiedenis van Nederlandsch Oost-Indie karya A.J. Eijkman dan F.W. Stapel</p><p>Schets eener Economische Geschiedenis van Nederlands-Indie karya G. Gonggrijp</p><p>Geschiedenis van den Indischen Archipel karya B.H.M. Vlekke</p><p>Reizen (Catatan Perjalanan) yang ditulis mulai tahun 1600-an oleh Nicholaus de Graff</p><p>Geschiedenis van Indonesie karya H. J. de Graaf</p><p>History of Java (1817) karya Thomas S. Raffles</p><p>3. Historiografi Nasional</p><p>Historiografi nasional merupakan penulisan sejarah dengan subjek utama adalah bangsa Indonesia. Historiografi nasional dimulai setelah bangsa Indonesia merdeka pada Agustus 1945.</p><p>Tujuan penulisan historiografi nasional adalah untuk kepentingan menanamkan rasa nasionalisme kepada seluruh rakyat Indonesia. Salah satu ciri utama historiografi ini adalah menggunakan perspektif nasionalisme Indonesia.</p><p>Ciri-Ciri Historiografi Nasional</p><p>Penulisannya menggunakan sudut pandang rakyat Indonesia atau indonesiasentris.</p><p>Menceritakan tentang perjuangan dan semangat kebangsaan Indonesia.</p><p>Menonjolkan peranan bangsa Indonesia.</p><p>Bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia.</p><p> </p><p>Berikut beberapa contoh historiografi nasional antara lain:</p><p>6000 Tahun Sang Merah Putih karya Muhammad Yamin</p><p>Gadjah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara Karya Muhammad Yamin</p><p>Atjeh Sepintas Lalu Karya SM Amin</p><p> </p><p>buku 6000 Tahun Sang Merah Putih</p><p>Contoh historiografi nasional, yaitu buku 6000 Tahun Sang Merah Putih karya Muhammad Yamin</p><p> </p><p>4. Historiografi Modern</p><p>Historiografi modern adalah penulisan sejarah yang berdasarkan metode ilmiah dengan analisis kritis terhadap sumber-sumber sejarah. Historiografi ini dimulai dengan munculnya studi sejarah kritis yang menggunakan prinsip metode penelitian sejarah.</p><p>Ciri-Ciri Historiografi Modern</p><p>Bersifat metodologis, yaitu sejarawan diwajibkan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.</p><p>Bersifat kritis historis artinya dalam penelitian sejarah menggunakan pendekatan multidimensional.</p><p>Lahir sebagai kritik terhadap historiografi nasional yang dianggap memiliki kecenderungan menghilangkan unsur asing dalam proses pembentukan keindonesiaan.</p><p>Munculnya peranan rakyat kecil.</p><p> </p><p>Berikut beberapa contoh historiografi modern antara lain:</p><p>Pemberontakan Petani Banten karya Sartono Kartodirdjo</p><p>Revolusi Pemuda karya Benedict Anderson</p><p>Peranan Bangsa Indonesia dalam Sejarah Asia Tenggara karya R. Moh. Ali</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378991956/e26ec3ba1eee9499f268dbfd0c470db4/IMG_20250916_WA0101.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:32:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586943347</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Gede Arya Baratha Putra Widiarta | Absen: 1 | Kelas: XE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586945651</link>
         <description><![CDATA[<p>Historiografi</p><p>Historiografi berasal dari 2 kata dalam bahasa Yunani yaitu historia yang berarti sejarah dan graphia yang berarti penulisan. Jadi, historiografi adalah penulisan sejarah.</p><p><br/></p><p><br/></p><p> Historiografi terbagi menjadi 3 jenis:</p><p><br/></p><p>Historiografi tradisional (semacam naskah sejarah yang menceritakan seperti apa kehidupan pada zaman kerajaan, bagaimana sistem pemerintahannya, dan siapa saja orang-orang di kerajaan tersebut. Ciri khas historiografi ini berpusat pada istana, raja, dan bangsawan. Karena banyak menuliskan sejarah yang berkaitan dengan kekuasaan dan penguasa</p><p><br/></p><p>Historiografi kolonial ( merupakan tulisan sejarah dari zaman kolonial. Ciri khasnya berupa eropa sentris yang memusatkan pada tulisan sejarah tentang berbagai bangsa eropa yang pernah singgah atau bahkan berkuasa di Nusantara.</p><p><br/></p><p>Historiografi modern ( penulisan sejarah yang menempatkan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dari sejarahnya sendiri dengan menerapkan studi kritis. Ciri khas historiografi ini adalah Indonesia sentris. Contohnya berupa buku pemberontakan petani Banten 1888 karya sartono kartodirdjo</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378762034/a6a1f93afbdb0e030e803f9f1413a56f/1758000456343908801375308100957.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:33:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586945651</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586948703</link>
         <description><![CDATA[<p>No:12</p><p>Penulisan sejarah (historiografi)</p><p><br/></p><p>Sejarah kls 10</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historia=sejarah</p><p><br/></p><p>graphia=penulisan</p><p><br/></p><p>Histografi=penulisan sejarah</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kesuksesan seorang sejarawan itu diukur dari historiografinya </p><p><br/></p><p>Historiografi tradisional</p><p><br/></p><p>Historiografi kolonia</p><p><br/></p><p>Historiografi moderen</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kitab negarakertagama mpu prapanca</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Masuknya hislam di Indonesia </p><p><br/></p><p>Kehidupan pada zaman kerajaan bagaimana sistem pemerintahannya dan siapa saja orang orang di kerajaan tersebut </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>buku karya Thomas stamford rafies </p><p><br/></p><p>Judul:thomas stamford reffles the history of java </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi kolonial ini merupakan tulisan sejarah dari masa kolonia </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Penulisan sejarah yang menepatkan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dari sejarahnya sendiri dengan menerapkan studi kritis </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Historiografi moderen</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4379004568/88eb08524ab7888d9e74a908b630123e/17580008082995174245331482587465.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:35:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586948703</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586952822</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:Ni Kadek Devi Sintya Astari</p><p>Kelas: X E</p><p>No :18</p><p><br/></p><p>•Tugas Ngeringkas Sejarah</p><p><br/></p><p>1.Historiografi Tradisional</p><p>Karakteristik: Bersifat istanasentris (fokus pada raja/bangsawan), regio-sentris (kedaerahan), religius-magis, dan sering kali membedakan khayalan dengan kenyataan. </p><p>Penulis: Pujangga dan penyair dari kalangan kerajaan di masa Hindu-Buddha dan Islam. </p><p>Tujuan: Melegitimasi kekuasaan raja dan menghormati penguasa. </p><p>Contoh: Babad Tanah Jawi, Hikayat Aceh, Kitab Negarakertagama. </p><p>2. Historiografi Kolonial </p><p>Karakteristik: Subjektif dari sudut pandang penjajah, sering kali berpihak, dan bertujuan mempertahankan kekuasaan kolonial.</p><p>Penulis: Bangsa Belanda, Inggris, atau Portugis yang tinggal di Nusantara.</p><p>Tujuan: Meredam perlawanan kaum pribumi dan membenarkan penjajahan.</p><p>Contoh: History of Java (Raffles), Geschiedenis van Nederlandsch Indië (F.W. Stapel).</p><p>3. Historiografi Nasional </p><p>Karakteristik: Dibuat setelah proklamasi kemerdekaan dengan sudut pandang Indonesia sentris.</p><p>Penulis: Sejarawan Indonesia.</p><p>Tujuan: Menyusun sejarah sesuai kebutuhan bangsa Indonesia dan sebagai bagian dari identitas nasional.</p><p>Contoh: Seminar Sejarah Nasional tahun 1957 sebagai awal perumusan historiografi nasional.</p><p>4. Historiografi Modern </p><p>Karakteristik: Kritis, multidisiplin (menggunakan berbagai bidang ilmu), dan analisisnya lebih mendalam dibandingkan historiografi sebelumnya.</p><p>Penulis: Sejarawan Indonesia dan asing yang berupaya menyajikan sejarah secara lebih ilmiah.</p><p>Tujuan: Mengkaji sejarah secara lebih objektif dan kritis, termasuk peristiwa-peristiwa yang sebelumnya kurang diperhatikan.</p><p>Contoh: Buku Revolusi Pemuda: Pendudukan Jepang dan Perlawanan Jawa 1944-1946 oleh Benedict Anderson.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4379003407/208e0b8e853ce3e44b9eb4e2f77055e6/20250916_133450.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:38:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586952822</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586972980</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:Ni Nyoman Sri Natalia</p><p>Kelas:XE</p><p>No:25</p><p><br></p><p>Penulisan sejarah(Historiografi) </p><p>Dalam bahasa yunani kata historiografi berarti</p><p>Historia=Sejarah</p><p>Graphia=Penulisan</p><p>Singkatnya historiografi adalah penulisan sejarah. </p><p> </p><p>Historiografi umumnya dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu</p><p><br></p><p>1).Historiografi Tradisional</p><p>Historiogragi ini merupakan tulisan sejarah dari masa kerajaan hindu-budha hingga masuknya islam di indonesia</p><p>Cirikhasnya:istana, raja, bangsawan</p><p><br></p><p>2).Historiogragi Kolonial</p><p>Historiogragi kolonial ini merupakan tulisan sejarah dari masa kolonial</p><p>Cirikhasnya:eropa sentris</p><p><br></p><p>3).Historiografi Modernt</p><p>Penulisan sejarah yang menetapkan rakyat indonesia sebagai pelaku sejarah dari sejarahnya sendiri dengan menerapkan studi kasus</p><p>Cirikhasnya:indonesia sentris</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378866728/bc173756a2511781874cefbd95ead807/17580011027164006855645198827003.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:50:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586972980</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586977830</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama  : I Putu Arya Pradhana </strong></p><p><strong>Absen : 11</strong></p><p><strong>Kelas   : XE</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Sejarah Historiografi</p><p><br/></p><p>Historiografi adalah penulisan sejarah, baik cara, bentuk, maupun tujuannya. Sejarahnya berkembang sesuai zaman dan kepentingan.</p><p><br/></p><p>1. Historiografi Tradisional</p><p><br/></p><p>Zaman kerajaan hingga awal kolonial.</p><p><br/></p><p>Ditulis dalam bentuk babad, hikayat, tambo, prasasti.</p><p><br/></p><p>Ciri: bercampur mitos, legenda, silsilah raja.</p><p><br/></p><p>Fungsi: legitimasi kekuasaan, mengagungkan raja/penguasa.</p><p><br/></p><p>Contoh: Negarakertagama, Babad Tanah Jawi.</p><p>2. Historiografi Kolonial</p><p><br/></p><p>Ditulis oleh bangsa Eropa (Belanda) pada masa penjajahan.</p><p><br/></p><p>Ciri: Euro-sentris, mengutamakan kepentingan kolonial, perjuangan rakyat sering diabaikan.</p><p><br/></p><p>Tujuan: mendukung legitimasi kekuasaan kolonial.</p><p><br/></p><p>Contoh: laporan VOC, karya Snouck Hurgronje.</p><p><br/></p><p>3. Historiografi Nasional</p><p><br/></p><p>Berkembang setelah Indonesia merdeka (1945).</p><p><br/></p><p>Ditulis oleh sejarawan Indonesia.</p><p><br/></p><p>Ciri: menonjolkanperan tokoh nasional dan rakyat dalam perjuangan kemerdekaan.Tujuan: menumbuhkan nasionalisme dan identitas bangsa.</p><p><br/></p><p>Tokoh penting: Sartono Kartodirdjo.</p><p><br/></p><p>4. Historiografi Modern/Kontemporer</p><p><br/></p><p>Muncul sejak 1970-an hingga sekarang.</p><p><br/></p><p>Menggunakan metode ilmiah dan pendekatan interdisipliner (sosiologi, ekonomi, antropologi, politik).</p><p><br/></p><p>Ciri: kritis, objektif, tidak hanya fokus pada tokoh besar, tetapi juga sejarah sosial, lokal, dan kelompok marjinal.</p><p><br/></p><p>Contoh: kajian sejarah desa, sejarah perempuan, sejarah ekonomi rakyat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4378934853/d6c05c25df47a3cc4b33fd585a84c6a1/IMG_20250916_135016.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 05:53:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3586977830</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3587077073</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama:</strong> Ni Putu Anggreni<br> <strong>No:</strong> 26<br> <strong>Kelas:</strong> XE</p><p> </p><p><strong>Ringkasan Singkat Periodesasi Historiografi di Indonesia:</strong><br> Periodesasi historiografi Indonesia terbagi menjadi empat tahap utama:</p><p> </p><ol><li><p><strong>Historiografi Tradisional</strong> → berciri istana-sentris, mitologis, dan bersumber dari babad, serat, serta hikayat (contoh: <em>Babad Tanah Jawi</em>).</p></li><li><p><strong>Historiografi Kolonial</strong> → berciri neerlando-sentris, ditulis oleh Belanda untuk melegitimasi kekuasaan kolonial (contoh: karya Stamford Raffles).</p></li><li><p><strong>Historiografi Nasional</strong> → muncul setelah kemerdekaan, berciri indonesia-sentris, menekankan perjuangan bangsa dan identitas nasional (contoh: karya Sartono Kartodirdjo).</p></li><li><p><strong>Historiografi Modern/Kontemporer</strong> → bersifat kritis, multidimensional, menggunakan ilmu sosial, serta menyoroti sejarah dari bawah, gender, dan isu sosial lainnya.</p></li></ol><p> </p><p><br/></p><p> </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4379367441/f5211f16abb47346ba6e63613474bb26/Screenshot_20250916_144757_Gallery.jpg" />
         <pubDate>2025-09-16 06:50:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putucitawatisangayu/fboaeydjwrmojxts/wish/3587077073</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
