<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Masalah Sampah Di Jakarta by Dhimas Wiranegara</title>
      <link>https://padlet.com/mohdhimaswiranegara/f9yd3bv2086qmath</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-22 09:19:27 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-22 10:00:31 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Masalah Sampah Di Jakarta</title>
         <author>mohdhimaswiranegara</author>
         <link>https://padlet.com/mohdhimaswiranegara/f9yd3bv2086qmath/wish/3597270547</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada tahun 2020. Jumlah yang dihasilkan warga jakarta mencapai 8,3 ton per hari. Sampah yang terbanyak adalah sampah organik dengan presentase 49,7%, untuk menangani jumlah sampah tersebut jakarta menggunakan metode pembakaran sebaga metode utama. Untuk prosedur daur ulang juga sudah mulai dilakukan walaupun presentase masih rendah. </p><p><br/></p><p>Fenomena pembakaran sampah terbuka masih marak terjadi. Recycling Specialist Waste4Change Lathifah Awliya menjelaskan, berdasarkan penelitiannya dan tim berjudul ”Menelusuri Aktivitas Pembakaran Sampah Terbuka di Wilayah Jabodetabek” yang dirilis Februari 2023, pembakaran sampah secara terbuka masih sering terjadi dan memberi dampak yang&nbsp;sangat&nbsp;buruk.Dari hasil penelitiannya, jumlah sampah yang dibakar setiap tahunnya dapat mencapai 240,25 gigaton. Berdasarkan angka tersebut, emisi yang dihasilkan setara dengan membakar hutan seluas 108.825 hektar. Mirisnya, sebesar 92 persen dari kawasan tersebut sudah dilayani fasilitas&nbsp;persampahan.Pembakaran sampah secara terbuka dianggap menjadi salah satu pemicu buruknya kualitas udara. Untuk itu, pemerintah diminta untuk menerapkan regulasi dan penegakan hukum dengan tegas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri sudah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah yang mengatur denda sebesar Rp 500.000 bagi masyarakat yang membakar sampah&nbsp;sembarangan.</p><p><br/></p><p>Karena permasalahan tersebut, solusi yang kami dapatkan yaitu:</p><ol><li><p>menggunaakan barang yang ramah lingkungan misalnya sedotan dari kertas.</p></li><li><p>lebih fokus dalam pengolahan sampah menjadi hal-hal yang bisa bermanfaat misalnya sampah organik menjadi kompos.</p></li><li><p>menggunakan teknologi insinerasi tanpa asap dengan emisi minimal seperti insenerator dengan sistem water scruber, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)</p></li></ol><p><br/></p><p>Refrensi:</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.kompas.id/artikel/penegakkan-aturan-bakar-sampah-sembarangan-perlu-didorong">https://www.kompas.id/artikel/penegakkan-aturan-bakar-sampah-sembarangan-perlu-didorong</a></p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://share.google/8hJlh86gQQNvqbgDI">https://share.google/8hJlh86gQQNvqbgDI</a></p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.menlhk.go.id/news/petakan-masalah-dan-cari-solusi-isu-sampah-jakarta-menteri-lh-sambangi-jakarta-recycling-center/">https://www.menlhk.go.id/news/petakan-masalah-dan-cari-solusi-isu-sampah-jakarta-menteri-lh-sambangi-jakarta-recycling-center/</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4372720422/042fba977b65e7cce670e27c243505e6/photo.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-22 09:56:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mohdhimaswiranegara/f9yd3bv2086qmath/wish/3597270547</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
