<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Narasi Diskusi Kelas Anak - Ourselves Batch 1 by CMid Jakarta</title>
      <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-07-02 08:23:42 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-07-02 02:12:54 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4d7.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652647291</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://wallpapercave.com/wp/wp9365753.jpg" />
         <pubDate>2023-07-28 13:30:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652647291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>01</title>
         <author>irniannisa83</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652668693</link>
         <description><![CDATA[<div>Jiwa itu, luas. Ada yang dihormati dan ada yang menghormati. Tubuh itu juga seperti negara. Tergantung siapa yang memerintah atau mengelola tubuh itu. Ada negara dengan sumber daya minim, seperti tanah kurang subur atau malah sempit, namun entah bagaimana, negara itu bisa maju dibanding negara yang sumber daya-nya lebih banyak.&nbsp;<br><br>Jiwa itu sangat luar biasa. Entah bagaimana caranya, Emily Bronte yang menghabiskan hidupnya terisolasi dari dunia luar, bisa menulis buku tentang jiwa yang kabarnya luar biasa. Itu unril banget menurutku. Terisolasi? Imajinasinya, jiwanya keren banget, apalagi setelah quote yang tadi disebutkan athar, "Tubuhnya terperangkap, tapi jiwanya bebas." Mengingatkanku pada Hellen Keller yang tidak bisa melihat, atau Kartini di filmnya, ketika menjalani pingitan.&nbsp;<br><br>Aku inget bagian ketika kakak laki-lakinya memberi Kartini kunci ke koleksi buku. "Tubuh boleh terpasung, tapi jiwa, dan pikiran harus terbang sebebas-bebasnya.", ucap Kartini di suratnya. Jiwa mereka yang terus bebas, yang terus berkarya alih-alih menyerah pada keadaan itu "uwah" banget bagiku. Sepertinya aku menemukan role model baru untuk daftarku ha ha.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-28 14:26:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652668693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The first letter (kingdom of the human&#39;s soul prologue) 28/7/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652669883</link>
         <description><![CDATA[<div>Di pembacaan kali ini aku mendengar cerita tentang emily bronte, sebuah penulis terkenal yang terkungkung dalam ruangan kecil. Emily mengingatkanku kepada bung hatta, dan bagaimana ia bisa membuat buku dalam penjara. Kesimpulanku adalah: kita bisa saja memenjarakan wujud fisik seseorang, tetapi kita tidak bisa memenjarakan pikirannya</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097642980/294f087f5621169ac77423347effd598/bff5833d1649095a3072b37d9f35f9c7.jpg" />
         <pubDate>2023-07-28 14:29:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652669883</guid>
      </item>
      <item>
         <title>💫28 Juli 2023💫</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652682936</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Chapter: [Pembukaan]<br></strong><br>Dari diskusi yang kudapatkan hari ini, ternyata diri kita kata CM ada dua, dan keduanya saling berkaitan. Meskipun kita merasa bahwa diri kita hanya ada satu, tapi ternyata ketika di teliti dengan lebih detil lagi diri kita terbagi dua.<br>Ada sisi yang menghormati, dan ada sisi yang dihormati. Sisi yang satunya objektif, sementara sisi yang satunya lagi subjektif. Jika ada sisi yang positif, maka ada sisi diri kita yang negatif. <br><br>CM meng ibaratkan manusia dengan negara. Yang memerintah negara adalah pemerintah, jika sang pemerintah bijaksana dan bagus maka negara akan lebih makmur. Berarti jika yang memerintah tubuh manusia itu bijaksana, maka manusia itu akan lebih makmur. Namun siapa yang memerintah manusia? <br>Kalau jawaban nya Tuhan, ya pasti. Tapi disini maksudnya dalam diri manusia itu sendiri siapa yang memegang kendali? Aku awalnya menjawab otak. Tapi ketika dipikir-pikir lagi, siapa yang menggerakkan otak? <br>Sehingga aku berpikir pastilah jiwa yang memerintah manusia. Tapi aku belum bisa menjelaskan mengapa aku berpikir seperti itu. Otak ku sudah terlalu lelah malam ini. maklum.<br><br>Lalu ada cerita tentang Emily Bronte, yang terisolasi di sebuah ruangan kecil dalam gereja. Namun ketika dia terkurung seperti itu, dia malah menulis buku tentang kedalaman hasrat manusia, dan menurutnya&nbsp; hasrat manusia itu begitu dalam. Padahal Emily terkurung, namun dia tetap mampu berefleksi dan berimajinasi sesuka hati.<br><br>Kemudian aku sangat relate dengan subbab kedua yang berjudul "unlovable self". Remaja (termasuk saya) itu sensitif dan mudah tersinggung, tapi tahu bahwa mereka (termasuk saya) memang mudah tersinggung dan sensitif. <br>Karena dahulu, (dan <strong>kadang</strong> juga sekarang) aku mendasari pendapat tentang diri ku berdasarkan pendapat orang lain terhadap diriku. Meskipun orang itu sebenarnya tidak berkomentar apa-apa, aku akan overthinking sendiri. <br><br>Aku takut terlihat buruk di depan orang lain, sehingga membuat aku jaga image. Karena aku jaga image, aku jadinya merasa bahwa aku orang yang membosankan dan tidak menyenangkan. <br>Persis seperti yang CM bilang&nbsp; "Tak ada orang yang menyukai mereka. Kalaupun ibu menyukai mereka, itu pasti karena dia tidak melihat betapa tidak menyenangkan mereka sebenarnya." aku <strong>dulu </strong>juga berpikir seperti ini. Sekarang sih alhamdulillah sudah tidak begitu lagi setelah aku berkali-kali berusaha keras untuk merubah mindset.<br><br>maff ya jdi curhat.<br>cmiiww 🖖</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097621239/f66f1868b55ba661d70a1013d4fb6142/0a3ce90b_e85e_4174_bee0_096fc6b71d59.jpg" />
         <pubDate>2023-07-28 15:06:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652682936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembukaan- &#39;Kesan yang Membekas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652684536</link>
         <description><![CDATA[<blockquote>"Self-reverence, self-knowledge, self-control; these three alone lead one to sovereign power" - Alfred Tennyson</blockquote><div><br><em><mark>Hidup yang berdaya</mark></em><br>Hidup tanpa pijakan yang jelas akan seperti kapal yang terombang-ambing, tanpa tujuan dan alat navigasi.<br><br><strong>Kita sebagai manusia harus punya alat ukur antara baik dan buruk<br></strong>alat ukur ini bisa menjadi "alat navigasi" yang mengarahkan kita kepada pribadi yang baik maupun buruk, ataupun menjadi "penggaris" yang mengukur diri kita. <br>Remaja yang tertekan biasa merasa canggung atau tidak mencintai diri sendiri, bisa disebabkan baik diri sendiri atau orang lain. Dengan adanya alat ukur kita bisa melihat apa yang menjadi kekurangan diri kita.<br><br>Diri kita juga seperti "pemerintahan" atau "kerajaan"<br>siapa yang mengatur berpengaruh.<br>pertanyaannya:<br>"<em>siapa yang mengatur dirimu?"</em><br><br></div><blockquote>"Jiwa kita seperti tanah perdesaan yang luas"</blockquote><div>aku sangat suka perumpamaan ini<br>yang kutangkap dari perumpamaan ini:<br>Tidak ada tanah yang tiba-tiba subur, langsung subur dari sono tidak ada, pasti ada yang mengolah tanahnya.<br>mengubahnya yang tidak subur menjadi subur siap ditanami. Sama seperti jiwa yang perlu "dicangkul" perlu diberi "pupuk" supaya subur dan baik untuk "tanaman" (diri kita)&nbsp;<br><br>ini nyambung juga dengan pertanyaan diskusi tadi:</div><var>"<em>How is it that some people are born talented and others aren't?"</em></var><div>kok bisa ya ada orang yang lahir terus ada "kekuatan ajaib" semisal Charlie Puth yang <em>pefect pitch?<br></em><br></div><blockquote><strong>"G</strong><strong><em>od does not play dice" - Albert Einstein</em></strong></blockquote><div><br></div><div>masak Tuhan milih bayi random biar punya talent? terus yang lain ngga?<br><strong>Talent itu dikembangkan<br></strong>kalo pernah baca biografi <em>"Wolfgang Amadeus Mozart" (sengaja panjang karena namanya keren ada wolf ama gang gang nya) </em>si mozart ngga ujuk-ujuk langsung bisa main piano, dia awalnya sering dengerin ayahnya, terus nyoba main, berlatih sampai dia bisa.<br>Lingkungan berpengaruh untuk tumbuhnya talent.<br>"Lingkungan" dijaman ini sudah begitu luas karena adanya teknologi.&nbsp;<br>Asal ada kemauan dan latihan pasti bisa</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097620608/8867dd710f9c46d5c4dcbc11f72eddb0/word_image_247937_1.png" />
         <pubDate>2023-07-28 15:11:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652684536</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day one : prologue</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652691492</link>
         <description><![CDATA[<div>diskusi pertama hari ini sedikit banyak yang bisa aku pelajari, seperti manusia yang ternyata memiliki dualitas, yang sangat berlawanan. Sisi objektif yang selalu perpikir jernih dan jelas, dan sisi subjektif yang kerap bertindak dengan mengikuti emosi dan nafsu kita sendiri, yang celakanya cenderung mendominasi kita. Ibarat dua sisi pisau, keduanya tidak seburuk itu dan selalu mempunyai sisi positif yang akan muncul atau terlihat lewat cara kita menggunakanya. intinya keduanya harus seimbang.&nbsp;<br><br>selain itu ada juga diskusi (debat ?) tentang 'talent' atau bakat yang sebenarnya berhasil membuat ku melihat sesuatu lewat sudut pandang lain. juga tentang manusia yang sebenarnya tidak pernah berfikir sempit. setiap orang lahir dengan pemikiran pemikiran unik mereka sendiri, hanya saja beberapa dari mereka tidak mendapat cukup paparan ilmu sehingga pemikiran mereka tidak berkembang dan hanya berhanti di situ. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://storage.googleapis.com/ltkcms.appspot.com/fs/yd/images/cover/prologue-book.base?v=1592945616" />
         <pubDate>2023-07-28 15:32:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652691492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1 | Kelas yg kupikir bakal serius banget ternyata hari pertama malah bikin melow</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652831641</link>
         <description><![CDATA[<div>Di pembukaan Volume 4 CM ini, subbab awal bicara soal dualitas yang aku tangkap kalau diri manusia yang satu tapi punya--kurang lebih, seperti--sisi negatif dan positifnya.&nbsp;<br><br>Dari kutipan yg soal Self Reverence, Self Control dan Self Knowladge adalah tiang-tiang yg membuat hidupmu berdaya, menurutku aku yg paling kurang di Self Reverence--meskipun bukan berarti dua yg lain sudah sempurna juga. Makanya ketika ngomongin subbab "Diri yang Tak Dicintai" dan "Pribadi Agung" aku banyak tertohok dengan kata-kata CM dan diskusi dari temen2. Dari CM bisa menggambarkan keadaannya dengan sedemikian rupa--seperti yg aku rasakan--dari temen-temen aku dapet solusi yang beragam.&nbsp;</div><div><br></div><div>Pada subbab "Pribadi Agung" setelah aku terkagum-kagum dengan penggambaran CM tentang jiwa manusia sedemikan bernilainya, aku berelasi sama kisah setan dan malaikat yang diminta Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Yang aku percaya sujud kepada manusia itu lebih ditujukan pada jiwanya manusia yang punya sifat-sifat Allah Maha Agung. Terus entah kenapa itu menimbulkan perasaan terharu di aku. HAHA CEMEN</div><div><br></div><div>Gara-gara kelas ini, aku yang tadinya nggak begitu sadar jadi menemukan kalau selama ini aku itu butuh lingkungan seperti ini. Kayak setelah selesai kelas baru sadar aku ada kosong di suatu tempat dalam diriku dan aku baru sadar setelah terisi<br><br><em>28 Jul 2023</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-29 03:07:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652831641</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kenzi  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652833552</link>
         <description><![CDATA[<div><br>ditulis 29/7/23<br>Kelas Ourselves di buka dengan quote " Self-reverence ( penghormatan diri ), Self-knowledge ( pengetahuan diri ), Self-control ( pengendalian diri ) ; these three alone lead on to sovereign power ( ketiganya saja mengarah pada kekuasaan berdaulat )<br><br>di paragraf pertama aku memahami bahwa di dalam diri ada bagian dihormati dan menghormati, mengkontrol dan dikontrol. (di bagian dulitas diri ini aku masih belum terlalu paham )<br><br>CM bilang bahwa salah satu penderitaan remaja muncul dari perasaan tidak berharga dari diri yang malang, tidak ada orang yang menyukai mereka, walaupun orangtua mereka menyukai mereka itu berarti mereka belum tahu betapa tidak menyenangkan mereka. CM mengatakan bahwa Remaja gelisah itu seperti mengenavigasikan perahu yang tidak jelas arahnya. sepenangkepanku itu berarti tujuan remaja adalah menavigasikan hidupnya yang tidak jelas?<br><br>CM juga menceritakan tentang Emily Bronte yang dibesarkan di ruang isolasi yang terpencil diabisa menulis dan mengartikulasikan hasrat manusia dan lain lain, berarti jiwa manusia itu bisa mengmembara kemana dan tak terukur<br>(maaf pendek :v )<br><br>tamat</div>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/Vuw9m5wXviFIQ/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-07-29 03:18:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652833552</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kelas Ourselves 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652857321</link>
         <description><![CDATA[<div>Hal yang paling berkesan buat aku adalah ketika membaca bagian "diri yang tidak dicintai." Seringkali aku memandang rendah diriku sendiri, dan membanding-bandingkannya dengan orang lain. Aku selalu merasa diriku tidak sempurna, payah, dsb. Hal itu disebabkan karena memang aku adalah orang yang canggung, hingga bisa dibilang aku tidak mudah bergaul dengan orang-orang.&nbsp;<br><br>Hal itu menimbulkan perasaan rendah diri yang membuatku terkadang merasa minder, dan berpikir mengapa teman-temanku tidak sebanyak orang lain. Tapi setelah mendengarkan kelas Ourselves kemarin, aku merasa bahwa semua ini sebenarnya hanyalah overthinking ku belaka. Tidak ada yang salah dengan diriku ini. Yang harus kulakukan sekarang ini adalah berhenti membandingkan diriku sendiri dengan diri orang lain. Aku harus belajar mencintai diriku sendiri.&nbsp;<br><br>Lalu ada juga pembahasan-pembahasan lainnya, seperti betapa indahnya jiwa manusia itu. Bahkan tidak ada kota-kota di dunia ini yang keindahannya menyamai jiwa manusia. Lalu ada juga pembahasan di mana pribadi kita itu sebenarnya satu, namun terbagi menjadi dua. Seperti sisi yang dihormati, dan sisi yang menghormati. Atau sisi yang mengontrol, dan sisi yang dikontrol. Namun seringkali manusia jauh memilih sisi "negatif" mereka. Padahal hal itulah yang menjauhkan mereka dari Surga yang selama ini kita idam-idamkan.&nbsp;<br><br>Sekian terima gaji. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-29 05:42:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652857321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Susano&#39;o Madara (Timbangan Baik dan Buruk)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652871130</link>
         <description><![CDATA[<div>Susano'o Madara<br><br>28/07/23, Pancar S.<br><br>Timbangan Baik dan Buruk<br><br>Pertemuan kelas kali ini mengingatkanku pada catatanku yang bertuliskan sebagai berikut:<br><br>Aku beruntung sudah bisa mengetahui mana yang baik untukku mana yang buruk untukku, timbangan ini kudapatkan dari perkataan buya yang intinya "lakukanlah hal yang sesuai dengan tujuanmu". Aku juga sempat membaca buku falsafah hidup, dan aku rasa buya mendapatkan perkataan itu dari buku itu.<br><br>Pakailah pakaianmu, hal yang baik bagi orang lain belum tentu baik untukmu, semua punya jalannya masing masing, jalan setiap orangpun sudah berbeda mulai dari siapa dia dilahirkan.<br><br>Tadi adalah beberapa kata kata yang kuambil dari buku falsafah hidup, dan kalau dicontohkan mungkin seperti ini: Bagi orang dengan tujuan menjadi atlit sepak bola, mempelajari hal seputar sepak bola sangatlah berguna dan penting, tapi mempelajari hal seputar sepak bola bagi orang yang punya tujuan menjadi dokter bedah mungkin tidak penting dan hanya sedikit gunanya.<br><br>Menurutku sangat penting untuk mengetahui mana baik dan buruk, agar hal yang kita lakukan jelas tujuannya dan waktu yang dipakaipun tidak terbuang sia-sia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097621766/ee8a1519679f450011605cae1572d1cf/image.png" />
         <pubDate>2023-07-29 07:27:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652871130</guid>
      </item>
      <item>
         <title>29 Juli 2023, Pembukaan (pertemuan 2)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652892267</link>
         <description><![CDATA[<div>“Manusia punya 2 sisi. 1 yang mengatur, dan yang lain yang diatur. Ada yang menghormati, ada pula yang dihormati.” Menurutku, ini hal yang cukup masuk akal. Karena tubuh kita itu seperti negara, maka pasti ada yang memimpin. Misalnya aku menulis kata-kata ini, tanganku tidak punya urusan tentang apa yang mau dia ketik, yang mengatur apa yang akan kuketik ya diriku sendiri.&nbsp;<br><br>Manusia itu seperti kerajaan, mereka ada lebih dari satu. Dan kadang memang sulit membedakan mana dan mana yang ada dalam diri kita. Kalau menurutku, jika kita merasa diri kita hanya ada satu, maka mungkin 1 ‘diri’ itu sudah mengatur dengan sangat berkuasa sampai suara diri yang lain tidak terdengar.&nbsp;<br>***<br>Banyak remaja, em- ralat, orang. Yang tau bahwa dirinya itu nyebelin, kasar, tidak bisa berteman, dan entah hal negatif lainnya. Lalu akhirnya mencari penerimaan, pujian, dan cinta dari luar. Ini bisa jadi contohnya mencari “sahabat” atau pacar. Dimana justru orang-orang ini bisa jadi juga tidak menghargai dirinya. Karena dia juga tidak menghargai dirinya sendiri.&nbsp;<br><br>Emily bronte, seorang penulis yang dibesarkan di ruang isolasi, mengeluarkan jiwanya dengan menulis. Jujur aku masih ga ngerti hubungannya Emily ini dengan bagian2 yang lain. Tapi ini mengingatkanku pada Tan Malaka (dalam buku Tan sebuah novel) ketika dipenjara dan dihukum untuk menulis kalimat hukuman (seperti kalau anak sekolah mungkin “Saya tidak akan mencoret-coret meja lagi”) di beberapa kertas sampai terisi penuh. Tan malah menulis cerita, dan sejak saat itu dia tidak diberi kertas lagi. Tapi akhirnya dia bermain sandiwara, pura-pura membaca puisi di panggung besar, dan entah ngapain lagi, sampai dikira gila.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://www.lovethispic.com/uploaded_images/225493-Can-You-Imagine-If-There-Were-Two-Of-Me-Minion-Quote.jpg" />
         <pubDate>2023-07-29 10:03:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652892267</guid>
      </item>
      <item>
         <title>https/:www.indirectlink/page2/newhome/copy.gov</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652909655</link>
         <description><![CDATA[<div>narasi nya gini kali ya?<br><br>pertama: kita sering merasa diri kita ini lain, kadang jadi merasa lebih buruk, lebih nggak gimana gitu, dan itu ternyata normal untuk anak anak remaja, begitu kata bunda Charlotte Mason,&nbsp;<br>kedua: kita diskusi tentang bagaimana seseorang yang dikurung dapat menulis cerita yang sangat bagus, walaupun dia diasingkan dari dunia luar, itu karena dia meliliki ide dan pandangan tentang dunia luar sebelummya, sebelum dia dikurung.&nbsp;<br>ketiga: kita diskusi tentang beberapa sisi manusia, kalau kita sekarang, mungkin tahu orang yang memiliki kepribadian ganda, tapi ternyata bukan itu orang yang punya banyak sisi, kita saja yang normal dan tidak punya skizofernia bisa gitu, kita juga, dianggap ada dua sisi, malah menurut salah seorang murid ada 4. kata "sisi" bisa diinterpetasikan sebagai kepribadian, atau bisa juga objek dan jubjek, bahkan bisa jadi bagian yang berkebalikan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://d13ot9o61jdzpp.cloudfront.net/images/do-not-click-button.png" />
         <pubDate>2023-07-29 12:25:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2652909655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Emily Bronte</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2653299553</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Emily Bronte adalah seorang anak pendeta di tempat terpencil. Selama hidupnya (atau masa kecilnya) dia di isolasi, orang orang yang masuk kedalem rumahnya terbatas. Tapi, meski begitu, otak/jiwa Emily Bronte mengembara kemana mana.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://portal.andina.com.pe/EDPfotografia/Thumbnail/2014/07/29/000255731W.jpg" />
         <pubDate>2023-07-31 02:27:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2653299553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 1: Ourselves class - Opening</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2654083258</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Dualitas diri:</strong> <br>Jadi menurut aku ya, kita itu punya bagian di diri kita yang harus menghormati dan dihormati. Dualitas diri kita itu adalah pemahaman yang dalam jadi mungkin kita kurang mengetahui tentang itu. tapi ternyata kadang itu juga merupakan sesuatu yang baik buat kita untuk takut mengembara ke sisi pikiran yang lain yang mungkin bisa mengakibatkan rasa malu, sensitif atau terlalu bangga. Tapi kita juga ga sadar kalo ternyata kita tuh ada di jalur yang justru bawa kita makin jauh dari surga yang kita idamkan.<br><br><strong>Diri yang tak dicintai:</strong><br>Biasanya tuh anak remaja kan sering merasa kalo dia itu ga berharga dan ga berguna gitu, jadi mereka memiliki rasa kebencian dan kasar yang besar. Jadi rata rata anak remaja yang sensitif itu masalahnya seputar tertekan, deprest, insecure, gitu gitu deh. <br><br><strong>Pribadi yang agung:</strong><br>Menurut bukunya kan melakukan segala usaha untuk menentukan batas dari dualitas diri itu bikin kita bingung karna ta ga tau awalnya di mna dan akhirnya dimana. Orang kan mikirnya kalo diri kita tuh cuma ada satu aja, tapi ternyata setelah kita Meyakini kalo diri kita cuma ada satu kita baru sadar kalo sebenarnya diri kita tuh ada dua (jiwa kita sama kita).<br><br><strong>Emily Bronte:</strong><br>Kalo di bayangin dari kisah Emily Bronte kan kita pasti mikir kalo kan dia di isolasi di sebuah rumah tuh jadi ga bisa ketemu sama siapa siapa, tapi dia bisa gitu berpikir dalam tentang hasrat manusia dan mampu mengartikulasikan kebijaksanaan manusia, jadi kalo manusia bisa di isolasi di sebuah rumah pendeta terpencil jiwa nya tetep bisa menjangkau kemana saja.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/6138306f35f36a7b73ef29e5317f5f2e/66d4aff0_e08b_4d73_b7b8_a9e4a1cbc4c2.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-01 09:27:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2654083258</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa yang meniggalkan jejak dipikiranku?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2655213553</link>
         <description><![CDATA[<div>https://docs.google.com/document/d/1_knGmwub1_61AMMtf1HA7EQtiHpj3u7Czm0GGOPjO4U/edit?usp=sharing</div>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1_knGmwub1_61AMMtf1HA7EQtiHpj3u7Czm0GGOPjO4U/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2023-08-03 04:11:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2655213553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day two : chapter one</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656230211</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>— negeri jiwa manusia.<br></strong><br>Ibarat negeri, jiwa kita adalah tempat di mana hal hal indah seperti kebun kebun buah, taman dengan rumput hijau, laut, pohon pohon rimbun, juga langit biru dapat kita temukan. Jangan lupa juga kalau semua itu bisa kita nikmati sepuasnya, dan bahwa sisi negeri inilah yang merupakan sisi sempurna dari diri kita.<br><br>Namun di bagian lain, layaknya negeri dalam buku buku dongeng yang tak selamanya indah, Negeri jiwa kita juga memiliki sisi yang tidak sempurna. Di mana semak berduri tumbuh liar, rawa rawa terdapat di mana", tanah gersang atau bahkan hutan tidak terawat. Yang tidak lain adalah sisi tidak sempurnah kita. <br><br>Tapi tempat tempat itu tidak akan selamanya begitu, <strong><em>jika </em></strong>kita mau bertekad, rajin, dan dengan sabar berusaha untuk memunculkan kembali keindahan bagian bagian negeri itu.<br><br>— <strong>Sungai dan Kota-Kota</strong><br><br>Layaknya negeri pada umumnya, negeri kita juga tentu saja memiliki sungai, yang menurutku sendiri mengartikan tempat di mana kita selama ini belajar dan bertumbuh. Tempat di mana barang barang bagus (opini atau pelajaran) dari berbagai negeri datang untuk <em>mempercantik</em> bagian" kota kita, juga tempat kita mengirim banyak barang barang yang di hasilkan kota kita ke negeri seberang.<br><br>Kota, yang menurutku mengartikan tempat kita menyimpan memori, memang tidak selamanya cantik. Terdapat bagian bagian tidak sempurna seperti pabrik" yang sibuk bekerja menghasikan perabot untuk negeri atau di kirim ke luar negeri. Yang menjadi tempat di mana memori, pengalaman, atau opini buruk di simpan.<br><br>Ada pun bagian indah di mana gedung gedung cantik nan megah berdiri, juga galeri galeri yang kemudian akan menjadi tempat di mana lukisan lukisan (memori, opini pengalaman baik) dari pelukis pelukis ternama dari berbagai negara di simpan.<br><br>— <strong>Buku-buku dan Taman bermain-nya</strong><br><br>Terdapat gedung perpustakan di dalam negeri kita, yang (menurutku) menggambarkan tempat di mana memori kita di simpan (selain galeri lukisan), di mana jika seseorang duduk untuk membaca sang penulis akan hadir untuk menjelaskan. Yang sebenarnya (untuk aku) tampak seperti tempat di mana rekaman memori kita di putar ulang seperti film lama yang hendak kita tonton kembali, juga sang penulis yang hadir sebagai salah satu pemeran utama pada cuplikan memori itu.<br><br>— <strong>Gereja-Gereja dan Gunung-Gunungnya</strong><br><br>Gereja adalah tempat di mana kita duduk untuk berdoa dan meminta ampun atas dosa dosa kita semasa hidup, juga tempat yang akan selalu kita datangi ketika hal buruk terjadi. Dulu aku pernah dengar kalau dalam diri kita, akan selalu ada tuhan yang menemani setiap langkah kita dan memberi berbagai arahan bijak. Menjelaskan kenapa dalam negeri kita juga terdapat gereja atau tempat ibadah. <br><br>Selain gereja, sungai, dan kota, terdapat pula gunung" cantik. Yang meskipun kerap kali membuat kita kesusahan bernafas akibat jalurnya yang terjal selalu membayar lunas jerih payah kita dengan pemandangan cantik negeri kita dari puncak gunungnya yang di penuhi udara sejuk.<br><br>Yang menurutku menjadi gambaran saat diri kita sedang berusaha menjelajah dan mencoba memahami bagian" lain dari diri kita yang semula asing. Yang meskipun melelahkan, selalu berhasil melegakan kita karna sudah berhasil menemukam sisi lain dari diri kita.<strong> </strong>Atau sebutanya pada era&nbsp;ini adalah : <strong>self discovery.<br></strong><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://media.istockphoto.com/photos/chapter-one-on-vintage-typewriter-picture-id471065863?k=6&amp;m=471065863&amp;s=612x612&amp;w=0&amp;h=Ax5azItBzeRUQMYybJ1UoYtgr8zD2cxLlhkrsmJ-nak=" />
         <pubDate>2023-08-04 18:02:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656230211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5 Agustus, Negri Jiwa Manusia (Pertemuan 3)</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656327451</link>
         <description><![CDATA[<div>Negri Jiwa Manusia digambarkan dengan sangat indah, dengan kota-kotanya yang ramai, sungai-sungai yang mengalirinya, yah intinya itu Negri terindah yang akan pernah kami 'lihat'<br><br>Aku jadi teringat buku Utopia karya Thomas More yang sedang kubaca, bisa dibilang penggambaran Utopia dan Negri Jiwa Manusia mirip-mirip.&nbsp;<br><br>Selain penggambaran pemandangan, di Negri Jiwa Manusia juga ada Musik-musik yang indah, yang didengarkan oleh semua WNJM (warga negri jiwa manusia), buku-buku di perpustakaan, dan entah apalagi. Tapi anehnya, Negri ini tidak memiliki peta.&nbsp;<br><br>Mereka mendaki gunung-gunung disana, dan ketika sampai puncaknya, mereka melihat keseluruhan pemandangan negri Jiwa Manusia. Bisa dibilang, ini bukan sekedar pendakian untuk mencapai tujuan seperti bangun pagi, rajin belajar akademis, apalagi menyelesaikan sebuah buku. Melainkan pendakian ini adalah pendakian untuk menemukan 'diri' atau Ourselves, karena dikatakan "ketika sampai puncaknya, terlihat keseluruhan pemandangan Negri Jiwa Manusia" bisa dibilang, kalau sudah mendaki sampai puncak, kita suah menemukan diri kita.<br><br>Aku sendiri juga sedang mendaki gunung ini, namun tentu prosesnya tidak cepat. Kira-kira aku baru sampai 40% lah, dan perjalanan ini akan kulanjutkan sampai ke puncaknya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://img.okezone.com/content/2017/03/10/406/1639812/pendaki-pemula-cobalah-mendaki-3-gunung-pendek-di-jawa-barat-ini-9AlEzHriqY.jpg" />
         <pubDate>2023-08-05 01:01:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656327451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2 | Lebih banyak ke narasi daripada diskusi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656332031</link>
         <description><![CDATA[<div>Charlotte Mason membagikan pemikirannya lebih detail soal jiwa manusia dengan menganalogikan seperti layaknya bumi, yg sering disebut-sebut dengan Kerajaan Jiwa Manusia. CM menggambarkan tanah-tanah yg subur sebagai keindahan jiwa, rawa-rawa sebagai kekurangan dalam jiwa,--yg tentu dapat menjadi indah jika ada "tangan-tangan" yang memperbaikinya--patung-patung museum layaknya pahlawan yg berarti untuk diri, buku-buku bagaikan pengalaman jiwa, gereja-gereja yg di mana selalu terbuka kapanpun jiwa ingin berkonsultasi dengan Tuhan, pegunungan untuk melihat gambaran besar jiwa, dan lain sebagainya.<br><br>Tapi entah kenapa pertanyaan² yg diberikan tadi melebar ke arah apa buku favorit dan apa lagu favorit, yg bagiku tidak ada hubungannya dengan tulisan CM yang sedang dibaca saat itu. Menurutku sesi kelas Ourselves kali ini kurang banyak pantikan-pantikan pertanyaan yg buat aku mikir lebih kritis/dalam.<br><br>Tidak ada hubungannya juga dengan tulisan CM, tapi tadi sempat ada adegan beberapa kakak adik menyatakan rasa sayangnya dan bikin aku berefleksi dengan hubungan dan hal-hal personal yg terjadi antara aku dan adekku sendiri.<br><br>Begitu kompilasi narasi, perasaan, kesan, refleksi dan feedback dari aku.<br><br><em>4 Agustus 2023</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-05 01:22:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656332031</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jiwa Manusia (5/08/2023) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656392185</link>
         <description><![CDATA[<div>Jiwa Manusia itu lebih indah dari apapun, bahkan negeri dongeng. &nbsp;<br>Ada air terjun indah yang airnya jernih, ada hutan hutan lebat yang rimbun. Ada beberapa rawa rawa dan tempat yang tidak terurus, tapi tempat tempat itu cuma butuh menunggu&nbsp; tangan tangan manusia yang akan mengurusnya. Di sana juga ada museum dan perpustakaan.&nbsp;<br>Di museum itu, ada lukisan² yang indah, lukisan² itu sangat menyentuh. Di dalam museum juga ada patung².&nbsp;<br>Ada kapal-kapal yang membawa barang² ke negara yang jauh maupun dekat. Kapal-kapal itu juga membawa barang barang dari luar negeri.<br>Panggung teater menampilkan konser musik yang sangat menyentuh dan mengingatkan pada sesuatu. Di bioskop juga menampilkan film² menyentuh.&nbsp;<br><br><br>Di perpustakaan, setiap ada pengunjung yang datang dan membaca, penulis buku itu akan datang dan menjelaskan semuanya (itu juga terjadi pada lukisan² dan patung²) &nbsp;<br>Ada harapan harapan tersembunyi di dalam tanah, cukup di bali dan kita bisa menemukan baru baru berharga di dalamnya.&nbsp;<br>Para pemikir dan pemimpin² melakukan rapat pada hari hari tertentu. Ada kastil kastil dan Istana istana megah di kota.<br>Kota Jiwa manusia tidak sempit dan padat, pasti selalu ada ruang, dan tidak ada yang miskin. Kalau itu sampai terjadi, pasti ada sesuatu yang tidak beres di dalam kota.<br>Ada gunung gunung tinggi yang sulit di daki, kalau berhasil mendaki gunung itu, maka seluruh negeri bisa dilihat. Juga Ada gereja-gereja yang bisa di datangi.&nbsp;<br>Jiwa manusia lebih berharga dari pada seisi dunia, tapi seisi Dunia juga berharga, karena di dunia ini lah manusia tinggal dan di dalam manusia lah Jiwa manusia tinggal. Dan di dunia ini Ada beribu-ribu jiwa manusia, satu jiwa manusia saja sudah berharga, apalagi beribu ribu.&nbsp;<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-05 06:39:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656392185</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. &quot;Apa salahnya menyukai negeri-negeri yang indah?&quot; </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656428927</link>
         <description><![CDATA[<div><mark>04.08.2023</mark><br><br><em>(Entah kenapa pertanyaan ini nyangkut di kepalaku).<br></em><br>Lagi-lagi penggambaran Negeri Jiwa Manusia ini begitu "uwah", kenapa aku jadi berpikir tentang surga ya? <br><br>Jiwa manusia digambarkan sebagai negeri yang paling terindah dari semua negeri di dunia. Ada ladang, pertambangan dengan batu-batuan indah untuk digali, musisi yang bermain musik, museum, juga kapal-kapal yang membawa hasil jiwa manusia ke negeri lain. <br><br>Ada tempat yang gersang dan liar, yang sebenarnya hanya membutuhkan tangan-tangan rajin dan baik untuk merawat mereka.<br><br>Lalu ada sebuah gunung, yang harus didaki dengan penuh kerja keras. Diatas, kita bisa melihat jiwa manusia secara keseluruhan. Walau tidak semuanya, tidak semuanya juga sudah dijelajahi, karena tidak ada peta di jiwa manusia.<br><br>Dan yang berkesan bagiku, ada Dia. Yang memberi nasihat kepada yang meminta. Dia ada di negeri itu, sadar atau tidak. <br><br>Ketika aku mengalami hal-hal yang menyenangkan,&nbsp; aku kadang ingat untuk merasa bersyukur, tapi jujur, aku kadang merasa bahwa aku "benar-benar" memikirkan Dia ya ketika aku mengeluh, berdoa dan meminta-minta ha ha.&nbsp; &nbsp;<br><br>Aku suka berpikir, Dia tahan ya, dipanggil ciptaannya hanya ketika mereka (atau bisa dibilang saya) butuh sesuatu, dan terkadang, benar-benar dikabulkan lho! Kalau tidak saat itu berarti belum saja, paling menunggu saat yang "pas" di masa depan, atau memang yang kuinginkan tidak baik untukku, positive thinking saja.<br><br>Oke, balik lagi, Dia tahan ya, dipanggil ciptaannya hanya ketika mereka butuh sesuatu. Kalau ada orang seperti itu, bisa jadi sudah diblokir nomornya, *<strong><em>ohok-ohok*</em></strong> (batuk canggung).<br><br>Entah kenapa, aku merasa mencari ketenangan dengan penelusuran Jiwa itu tidak jauh-jauh dari spiritualitas. "Aku merasa" titik.<br><br>Aku jadi mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan. <strong>Beberapa belum terjawab:<br></strong><br>1. Jiwa itu apa sih sebenarnya? Sama dengan pikiran atau mencakup hal yang lebih luas lagi? Luas lagi itu apa?<br><br>Kalau sama kan, tinggal sebut saja pikiran, kenapa harus jiwa? Kebayangnya jiwa hantu di film-film.<br><br>2. Terus siapa orang-orang dalam jiwa manusia itu? Yang meminta nasihat kepada Dia? Siapa itu orang/penduduk yang berada didalam jiwa manusia alias jiwa <strong>"seseorang"</strong> ini? <br><br>3. Yang dimaksud dengan para musisi ini apa sih, apa ada sesuatu yang bermakna lebih dalam tentangnya?<br><br><em>- (Sebenarnya ada yang sudah membahas ini, tapi aku masih mencari-cari saja, kwkw).</em><br><br>ಠ⁠ᴥ⁠ಠ<br><br>Ruwet sekali hasil narasiku kali ini, kepalaku juga. Kita berharap saja semoga pertanyaan-pertanyaan ini bakal bisa dijawab oleh Nike dari masa depan. Nike di masa depan jgn lupa dijawab ya, kutungguin lho.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-05 09:28:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656428927</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pendeskripsian Jiwa Manusia</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656501888</link>
         <description><![CDATA[<var>Pendeskripsian Jiwa Manusia</var><div><br></div><div>&nbsp;</div><var>28/07/23, Pancar S.</var><div><br></div><var> Pembuka</var><div><br></div><div>Pendeskripsian Jiwa Manusia, itulah judul yang menurutku cukup menggambarkan pertemuan kali ini.<br><br></div><div>Kelas kali ini dimulai dengan menanyakan kabar, umumnya (dari pengalamanku) jawabannya hanya satu yaitu sehat (dan bahasa lainnya) tapi karena aku bosan dengan jawaban seperti itu maka aku menjawab dengan berakting sebagai user twitter yang sedang tersakiti.<br><br></div><div>Sejujurnya untuk menjawab pertanyaan ini menurutku cukup sulit karena kalau dibilang sehat ya ada hal-hal yang tidak mengenakkan tapi kalo dibilang sakit juga tidak sepenuhnya begitu, belum lagi mengartikan "sehat" dan "sakit" yang dimaksud.<br><br></div><div>Setelah selesai menanyakan kabar, maka dilanjut dengan menceritakan apa pembahasan minggu lalu, ya seperti beberapa kelas lain yang dibuat oleh komunitas ini. Jika aku pikir-pikir bagian ini selalu ada di kelas-kelas yang berhubungan dengan buku, diskusi dan lain semacamnya tapi utamanya adalah buku, tujuannya adalah untuk menyambungkan pembahasan utama minggu sebelumnya dengan pembahasan utama minggu ini.<br><br></div><div>Lepas dari bagian mengingat, seluruh orang yang ada di meeting zoom kali ini mulai masuk pada pembahasan dari buku Ourselves.<br><br></div><var>Pendeskripsian</var><div><br></div><div>Tante Priska selaku ..... mulai membacakan kutipan dari buku Ourselves. Di sesi baca pertama dari empat sesi (pembagian sesi yang tertulis di sini hanya buatanku untuk mempermudah penulisan), kutipan dari buku itu mulai terdengar, buku ini membunyikan kalimat-kalimat yang menyatakan bahwa ciptaan terindah Tuhan adalah manusia dikarenakan keberagaman dan keindahan dari jiwa manusia.<br><br></div><blockquote><sub>"Tanahnya sangat subur, hampir di semua tempat, dan di bagian yang dikelola terdapat<br><br>padang rumput, ladang-ladang jagung, dan perkebunan dengan beragam buah-buahan. Ada pula sudut-sudut yang masih liar dengan sungai mengalir yang dipagari bunga-bunga, tempat burungburung bersarang dan berkicau. Ada pohon-pohon hazel tempat kita bisa mengumpulkan kacangkacangan, dan ada hutan dengan pepohonan yang besar. Ada pula lahan liar, berawa-rawa dan sama sekali tidak indah, namun wilayah ini hanya menunggu tangan-tangan baik dan rajin untuk menghidupkannya kembali dan membuatnya menjadi subur, sama seperti bagian negeri yang lain."</sub></blockquote><div><br></div><div>Dan setelah buku itu berhenti berbunyi, tante Priska mulai mempersilahkan orang-orang di kelas ini untuk menarasikan apa yang tadi terdengar oleh mereka, lalu ada beberapa remaja yang mencoba menceritakan ulang sambil mengartikannya.<br><br></div><div>Sesi pertama selesai dan buku itu pun berbunyi kembali (capek sih sebenernya nulis kek gini asli, pengen gua singkatkan sj rasanya), kali ini bunyi dari buku tersebut bermaksud untuk mengatakan bahwa kekayaan jiwa manusia sangat tak terbatas, mulai dari potensi, kreativitas, pengetahuan, emosi, dan inspirasi (Big thanks to cgpt). Lalu, peluang untuk menceritakan ulang juga memberikan pendapat terbuka Kembali untuk orang-orang di zoom meeting ini, seingatku ada 3-4 orang yang bersuara tapi yang aku ingat hanya aku dan athar karena aku bersuara setelah athar. Kalau tidak salah, aku mengatakan kalimat yang dikutip buku Falsafah Hidup, kutipannya adalah perkataan Socrates yang berbunyi “Alam adalah manusia besar dan manusia adalah alam kecil”. Aku teringat kutipan tersebut karena saat tante Priska membacakan buku Ourselves yang tersirat di pikiranku adalah bahwa diri manusia adalah miniatur dari alam.<br><br></div><blockquote><sub>“Di sana terdapat sungai-sungai yang lebar dan dalam, bagus untuk tempat mandi dan berenang, juga bagus sebagai tempat berlayarnya kapal-kapal yang mengangkut apa-apa yang dihasilkan oleh Jiwa Manusia ke negeri lain, jauh maupun dekat. Di sungai-sungai ini juga, berlayarlah kapal yang mengangkut penumpang dan barang dari banyak negeri.”</sub></blockquote><div><br></div><div>Karena aku sangat tidak fokus pada sesi ketiga dan keempat maka berakhirlah bagian pendeskripisian.<br><br></div><var>Penutup</var><div><br></div><div>Memasuki bagian akhir kelas, yang aku ingat kami membahas tentang tips bangun pagi, lalu menentukan waktu untuk sesi ngobrol bebas yang akhirnya dijadwalkan setiap habis pembahasan buku.<br><br></div><div>Setelah pembahasn tentang buku pada pertemuan kali itu sudah selesai, maka ada yang memilih untuk ngobrol bebas dan ada juga yeng memilih keluar zoom meeting, aku termasuk yang pertama dikarenakan berusaha mengatasi kebosananku, tapi saat ngobrol bebas aku tetap bosan dan tak lama dari awal sesi ngobrol bebas pun aku keluar dari zoom meeting.<br><br>Sekian.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/9a4fe0bf9bfd5624f4311afb76c752bd/Comp_1_00005.png" />
         <pubDate>2023-08-05 15:38:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656501888</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amigus amasus</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656703637</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi, bagian kedua ini poinnya dikit sih, cuman mendekatkan antara tubuh (jiwa) dengan negara yang unik, terutama di bagian pikiran, kebanyakan diisi dengan curhat dan ngobrol santai sih, tapi tetep asyik, walaupun dikit, tetap berkesan sih, apalagi itu mendekatkan kita mengenal jiwa kita sendiri dengan lebih baik</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-06 12:54:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2656703637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi Kenzi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2657157001</link>
         <description><![CDATA[<div>Kekayaan Jiwa Manusia<br>Keren sih ini, aku suka pengaplikasian CM tentang kekayaan jiwa manusia dengan negeri Kerajaan Jiwa Manusia yang didalamnya terdapat banyak tanaman yang banyak ditanami, dan banyak juga yang tidak diurus dan masih liar mereka menunggu manusia-manusia rajin untuk mengurus mereka. Barangkali itu berarti kalau dalam jiwa manusia itu ada banyak hal hal indah dan ada hal hal buruk yang harus kita perbaiki ulang.<br><br>Lalu CM juga menceritakan tentang sungai dan kota kotanya yang bisa dipakai untuk berenang kapal kapal yang mengangkut dagangan dari negeri negeri lain dan kota kota yang di dalamnya terdapat pabrik pabrik, lukisan lukisan yang indah dan lain lain<br><br>Di Negeri itu juga ada yang namanya perpustakaan yang luar biasa ! ketika mereka duduk disana untuk membaca, penulis buku tersebut datang dan membungkuk di atasnya, dan berbicara padanya. CM berkata bukan berarti negeri itu sangat padat. tentu tidak! disana juga banyak lapangan luas tempat lapangan bermain lapangan olahraga dan lain lain. aku masih tidak paham dengan perkataan CM yg satu ini&nbsp; "jika sampai ada yang miskin, terabaikan, dan terhambat pertumbuhannya, ada penyebabnya yang<br>nanti akan kita telaah."<br><br>byee caww🖖🖖</div>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/l4KibOaou932EC7Dy/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-08-07 09:21:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2657157001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 2 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2657269070</link>
         <description><![CDATA[<div>Jiwa kita diibaratkan menjadi sebuah negeri oleh ibu CM.&nbsp;<br>Beliau menggambarkan seolah-olah jiwa kita adalah sebuah negeri indah yang memiliki tambang-tambang berlian, di mana para pekerja-pekerja harus bekerja dengan keras agar dapat bisa mendapatkan berlian-berlian, emas, perak yang mereka inginkan.&nbsp;<br><br>Lalu di sana juga ada pepohonan yang rimbun, dan juga bunga-bungaan yang menambah keindahan negeri jiwa manusia ini.&nbsp;<br><br>Ada juga sebuah gedung galeri seni, di mana banyak sekali karya-karya dari para pelukis besar terpampang di sana. Galeri-galeri seni tersebut memamerkan hal-hal yang diabadikan oleh para seniman yang menggambarnya.&nbsp;<br><br>Lalu ada juga gedung musik, di mana para komposer-komposer terkenal akan selalu membawakan gubahan-gubahan mereka di sana.&nbsp;<br><br>Selain itu ada juga Dia yang selalu membantu orang-orang yang kesusahan. Ia akan datang untuk membantu mereka di mana pun dan kapanpun itu mereka membutuhkan bantuan-Nya. (??? Aku ga terlalu inget poinnya)&nbsp;<br><br>Jiwa manusia adalah sebuah negeri yang amat sangat indah. Tidak ada kota-kota besar di dunia ini yang dapat menyamai keindahan negeri jiwa manusia. Di dalam negeri jiwa manusia ada pelabuhan yang siap mengantarkan barang-barang ke negeri-negeri yang lain juga.&nbsp;<br><br>Semua hal yang ada di sini bisa dibilang adalah perumpamaan, yang memerlukan waktu agar kita bisa memahami maksud yang tersimpan dalam setiap katanya. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-07 13:40:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2657269070</guid>
      </item>
      <item>
         <title>04.08 | Negeri Jiwa Manusia</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2657298156</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><em>"Gunung-gunungnya menawan dan sejuk, dari puncaknya mereka melihat wilayah Jiwa yang indah"</em></blockquote><div><br></div><var><strong>Negeri Jiwa Manusia</strong></var><div>Negeri jiwa manusia indah dan penuh kekayaan<br>aku lupa persisnya tapi kata Raja Alfred " Jiwa manusia adalah negeri yang amat indah"<br>Ada bahan bakar yang digali dan tak pernah habis<br><strong>Bahan bakar</strong> ini menerangi lampu dinegeri itu<br>ada <strong>penambang yang rajin</strong>, mendapatkan <strong>perak dan emas</strong><br>terdapat sungai-sungai dan kota-kota.<br>kapal berlayar menjelajahi negeri jiwa dan kota-kota yang ramai<br>dikota tersebut ada gedung, istana, galeri, patung para pahlawan, alat musik.<br>semua orang merasa dirinya pahlawan<br>banyak buku-buku, taman buku dan taman bermainnya.<br><strong>penulis buku mendukung dan menyapa pembaca </strong><br>terdapat juga gereja dan gunung<br>orang-orang mendaki gunung dan mereka bisa melihat pemandangan seluruh negeri itu&nbsp;<br>tidak ada peta di negeri itu jadi hanya menaiki gunung itu kamu bisa melihat dan mengenal seluruh negeri itu<br><br>kalo menurutku<br>bahan bakar ini motivasi yah, yang menjadi energi negeri jiwa tersebut<br><br>penambang yang rajin seperti kita yang jika terus rajin pantang menyerah akan mendapatkan emas dan perak<br><br>galeri sebagai ingatan kita kali ya?&nbsp;<br><br>patung para pahlawan, orang yang kita jadikan pahlawan dalam negeri jiwa kita<br><br>penulis buku mendukung dan menyapa pembaca.<br>aku jadi keinget quote yang kurang lebih kayak gini<br>"dengan membaca buku, kamu bisa mengetahui isi otak penulis tersebut"&nbsp;<br>&nbsp;<br>yah kurang lebih sepeti itu<br><br>dalam negeri jiwa juga terdapat gereja<br>Manusia dari dulu sampai sekarang terus mencari "siapa" yang berkuasa didunia ini, yang lebih tinggi dari manusia.&nbsp;<br>misalnya dijaman dulu, manusia menyembah hewan yang dianggap "suci" dan "sakral" kemudian berubah menjadi manusia setengah hewan terus dewa-dewi (manusia juga tapi ada kekuatan superhero)&nbsp; dan terus menerus berubah (ada juga atheist yang tidak percaya "theist")<br><br>dan yang terakhir gunung<br>orang yang memanjat gunung seperti kita yang berjuang kemudian setelah dipuncak kita melihat keseluruhan jiwa kita. kita tau kekurangan kita dan kelebihan kita juga kemampuan dan kelemahan kita&nbsp;<br>tidak ada "peta" tidak ada "textbook" yang bisa memberi tau kita<br>hanya setelah kita memanjat kita bisa melihat keseluruhan jiwa kita<br><br>k bis botak</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/e429ac250db74b1552db1f83a3a5920d/20230807163758.png" />
         <pubDate>2023-08-07 14:24:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2657298156</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 2: ourselves class - The Land of The Human Soul (chapter 1)</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2657823205</link>
         <description><![CDATA[<div>04/08/2023<br><br><strong>Negeri jiwa manusia:</strong><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Menurut raja Alfred negeri paling indah adalah jiwa manusia di sana semua kebutuhan negeri tercukupi dan lahan lahan penuh dengan gandum, jagung, segala kebutuhan lainnya Padang rumput hijau luas terpapar dengan indah selain sisi baik nya negeri ini ternyata juga memeiliki sisi liar yang belum terawat dan menunggu untuk di rawat oleh kita. Para pekerjanya yang bekerja di sana bekerja menghasilkan emas dan perak yang cantik, saat mereka lelah mereka beristirahat di bawah pohon yang rindang sambil melihat anak anak bermain.<br><br><strong>Sungai dan kota-kota:</strong><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Di negeri ini juga ada sungai dan perkotaan isinya gedung-gedung cantik. Galerinya menampung banyak likisn indah seperti penyimpan memori kita, para pemusik juga datang ke kota ini untuk mengalunkan lagu lagu indah. Sungainya menjadi tempat pulang pergi nya kapal yang membawa banyak muatan dari negeri lain dan sebaliknya.&nbsp;<br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Di negeri ini juga ada semacam perpustakaan tempat buku buku yang di tulis oleh para penulis. Saat kita membaca para penulis itu datang dan duduk di sebelah kita sambil menceritakan kisahnya begitu juga pala pelukis tadi, mereka datang dn menceritakan tentang lukisan yang mereka lukis.<br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Gereja di negeri ini selalu terbuka untuk di kunjungi oleh jiwa manusia. Di sama jiwa jiwa itu berkonsultasi dengan Tuhan, mereka menceritakan berbagai hal besar maupun kecil kepadanya, dan Tuhan memberikan mereka nasihat tentang semua yang mereka keluhkan.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Gunung gunung yang tinggi dengan udara segar membuat organ tubuh mereka makin sehat, juga dengan persaan yang senang karna sudah mendaki gunung itu.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/25399f1c14e08991614c08bea2cb4922/6d60e14b_df4e_4e1b_a2e6_b909264b3c3b.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-08 07:51:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2657823205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The second letter (kingdom of the human&#39;s soul) 8/8/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2658035362</link>
         <description><![CDATA[<div>Di kerajaan manusia terdapat tempat tempat seperti di kerajaan biasa, ada pelabuhan pelabuhan tempat para pekerja menerima barang barang dari negara tetangga (Menurutku negara tetangga adalah jiwa manusia lain, dan pelabuhan adalah tempat menerima informasi baru dari jiwa manusia lain), ada pabrik pabrik tempat memproduksi material material baru (aku berpikir bahwa material baru itu adalah pemikiran pemikiran yang kita produksi), ada tambang yang dipenuhi permata permata tertimbun yang menunggu di gali (menurutku permata itu sama dengan kelebihan kelebihan kita yang belum ditemukan), ada lukisan lukisan dan patung patung yang dipajang di museum(lukisan adalah memori memori yang kita kenang sedangkan patung adalah orang orang atau binatang yang membekas dalam kehidupan kita), dan ada musisi musisi yang bermain untuk para penghuni jiwa manusia, dan saat musisi musisi tersebut memainkan musiknya semua orang dalam kerajaan jiwa manusia menyanyi mengikuti alur musik (musisi adalah kuping kita yang menghantarkan melodi melodi indah kepada “kerajaan” jiwa manusia).</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097642980/fa5ff5d898734e1a9ff4ae21444aa337/WhatsApp_Image_2023_08_16_at_20_43_39.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-08 14:03:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2658035362</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2658743042</link>
         <description><![CDATA[<div>https://docs.google.com/document/d/1RbPKAy5_Dge7CqMNRKCUbwz2BVpKs6ojgZ3mmnx7_Q0/edit?usp=sharing</div>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1RbPKAy5_Dge7CqMNRKCUbwz2BVpKs6ojgZ3mmnx7_Q0/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2023-08-09 13:59:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2658743042</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Negeri Jiwa Manusia 🌱</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2659157244</link>
         <description><![CDATA[<div>Jiwa manusia diibaratkan sebagai Negeri. Dimana di Negeri itu ada sungai-sungai yang mengalir, pepohonan yang rimbun dipenuhi dengan burung-burung yang berkicau, padang rumput, perkebunan, dan tanahnya subur hampir di seluruh tempat.&nbsp;<br>Sepanjang kedua sisi sungai dihiasi oleh bunga-bunga cantik dan indah. Pepohonan nya masing-masing menghasilkan beraneka ragam buah-buahan yang lezat.<br>Meskipun dibeberapa tempat masih ada rawa-rawa kotor dan lahan-lahan liar berantakan yang sama sekali tidak indah, namun tempat-tempat tidak indah itu sebenarnya hanya menunggu untuk diperindah oleh tangan-tangan yang rajin.<br><br>Aku menyimpulkan bahwa maksudnya bunga-bunga indah dan hal-hal indah di Negeri Jiwa Manusia itu adalah kelebihan-kelebihan dalam jiwa kita, dan rawa-rawa kotor yang tidak indah adalah kekurangan-kekurangan jiwa manusia yang hanya perlu diasah atau diurusi.&nbsp;<br><br><br><br>klo rame lanjut prat 2<br>cmiiww 🖖</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/f144a5ad09a39163076cc2e85c26be09/ethereal_castle.jpg" />
         <pubDate>2023-08-10 03:24:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2659157244</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kenzi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2660566716</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><em>&nbsp;Sebaliknya, negeri ini indah berseri, ramai dan penuh keceriaan ― selama pihak pemerintah menjalankan kewajiban-kewajibannya.</em></blockquote><div>BAHAYA-BAHAYA JIWA MANUSIA</div><div>ternyata di jiwa manusia juga ada bahayanya, dan biasanya itu karena pemerintahaan jiwa manusia kacauu,<br><br>bahaya paling sering terjadi di negeri manusia adalah bahay kemalasan, semua orang menganggur! bayangkan jika seluruh jiwa kita sering bermalas-malasan. Di negeri jiwa manusia yg pemalas isinya hanya kapal kapal menganggur tidak bergerak, orang orang hanya diam bengong. Aku sendiri merasa bahaya ini&nbsp; <strong>sering</strong> terjadi padaku.<br><br>Bahaya api adalah bahaya yang gampang terjadi, karena di dalam negeri jiwa manusia ada banyak api! dan jika sedikit aja tersulut maka kebakaran besar melanda, penyebab kebakaran tidak hanya dari luar negeri jiwa manusia tapi juga bisa dari kementrian jiwa manusia yang membiarkan api tersulut begitu saja.Aku mengartikan kalau api di dalam jiwa manusia adalah emosi amarah yang gampang sekali tersulut entah itu penyebabnya dari orang lain ataupun dari dalam diri kita sendiri.<br><br>Lalu ada bahaya wabah Banjir, dan Kelaparan. wabah ini terkadang terjadi karena kesehataan yang tidak di jaga, kebersihannya masih kurang. lalu sumber air meluap hingga terjadi banjir, tapi kadang hal ini tidak buruk buruk amat dampaknya pada negeri jiwa manusia karena beberapa lahan jadi subur, banyak kotoran yang menghilang.<br><br>segitu dulu saya capek mikir :)<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-12 07:00:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2660566716</guid>
      </item>
      <item>
         <title>12 Agustus 2022, Bahaya Negri Manusia</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2660571629</link>
         <description><![CDATA[<div>Di negri kita banyak bahaya-bahaya yang terjadi:<br><br>Bahaya 1: Kemalasan!<br>Ketika kemalasan datang, petani-petani malas bekerja, tukang sampah tidak bekerja.<br><br>Akhirnya negri manusia hancur, dan tidak ada merawatnya. Aku seniri sering merasakan kemalasan ini, dan kadang kalau sudah malas itu rasanya pengen tetep malas meski ada guiltiy feeling karena bermalas-malasan<br><br>lalu juga ada Api. katanya Api ini bisa datang dari kita, maupun Negri Manusia lain. Yah, memang wajar sih, kadang kita juga bertengkar kan dengan teman kita (ataupun pikiran kita sendiri). Dan, api ini bisa aja merusak Negri Manusia juga.<br><br>Masalah yang lain itu ada Banjir, dan banjir ini biasanya juga membawa kotoran-kotoran yang ada di negri Manusia ini. Yah, bisa dibilang banjir tu nangis sejadi-jadinya.<br><br>Jujur, dari semua bahaya yang di ceritakan semalam, jelas yang kemalasan paling sering terjadi. Tapi tentang Banjir ini menarik sekali. soalnya pas lagi bahas api kemaren aku kayak berpikir "Kalau aku sih ngga terlalu sering kebakaran, lebih sering em banjir kali ya namanya"&nbsp; TERUS BENERAN DONG ADA BANJIR AHHAAHAAHA. aku merasa seperti peramal masa depan.<br><br>Aku beberapa kali mengalami banjir di negri manusia-ku, seringkali sih karena ada banyak kotoran-kotoran kecil yang aku ga peduliin, dan menutup selokan-selokan.&nbsp; Yah, kalau kata Sensei Aikido ku hari ini:<br><br><strong><em><mark>"Jangan meremehkan hal-hal kecil, karena hal-hal kecil itu yang menentukan kehebatan kamu"&nbsp;</mark></em></strong></div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn-images-1.medium.com/max/1200/1*sjye2AXGxNaVaUFRqYfcWQ.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-12 07:31:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2660571629</guid>
      </item>
      <item>
         <title>03. Bahaya pada Negeri ini😈</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2660656468</link>
         <description><![CDATA[<div><mark>11.08.2023, </mark><br>ditulis sehari setelahnya.<br>- <br>Narasi:<br>Di negeri jiwa manusia juga ada bahaya🔫<br>Banyak orang yang menyalahkan pemerintah atas setiap bencana yang datang. Yang tidak sepenuhnya omong kosong, mengingat pemerintah punya kuasa untuk mencegah bahaya itu. Contoh, seperti orang kaya yang menyalahkan pemerintah atas kebisingan kokok ayam, ini bagian yang cukup menggelikan menurutku.<br><br>Tapi itu tidak terlalu penting, mari kembali ke poin awal.<br><br><strong>1. Kemalasan</strong><br>Buah membusuk dan jatuh dari pohonnya, petani-petani enggan menabur bibit. <em>"Lagian apa gunanya?"</em> Pikir orang-orang disana. Jadi mereka sekadar duduk-duduk sampai bosan atau berleha-leha. Kadang mereka juga bermain-main. Para kapal berhenti berlayar ke negeri lain, juga buku-buku habis dimakan rayap. Kanvas lukisan ikut koyak.<br>-<br>Bahaya satu ini menyebabkan negeri jiwa manusia berhenti bertumbuh. Lama-kelamaan, para petani akan menemukan bahwa mereka kehabisan bahan pangan sehingga terjadi <strong>kelaparan</strong>. Sedikit demi sedikit, akan hancurlah negeri jiwa manusia itu. Aku sadar betapa hebatnya pengaruh dari epidemi malas yang awalnya kuanggap bahaya sepele. Kalau sendiri sih, bisa jadi. Tapi kalau semua orang pada saat yang sama? Mengerikan. Siapa nanti yang memasak makan malam untukku? :(<br><br><strong>2. Kebakaran</strong><br>Terkadang, ada pendatang negeri lain yang--sengaja atau tidak sengaja--menyulut api di negeri jiwa manusia. Ada kalimat menarik yang kira-lira berbunyi seperti, "karena mereka <strong>TIDAK TAHU</strong> bahwa jiwa ini begitu rapuh dan mudah terbakar." Api itu dapat terus membesar karena terbawa oleh angin.&nbsp; Terkadang, api itu datang sendiri dari negeri jiwa manusia, dari bawah tanah. Api itu akan membakar habis semua yang dilewatinya, perpustakaan, museum, ladang atau bahkan lukisan indah disana.<br>-<br>Adanya kebakaran bisa bermakna dua hal:<br>1. Kemarahan, kekesalan <br>(Ada yang bilang kemarahan ibarat api)<br>2. Kesedihan <br>(atas yang dirusak api itu)<br><br>Aku mengingat-ingat salah satu episode di series <strong>Anne with an E</strong>, raut muka orang-orang disana. ketika menghadapi dua insiden kebakaran.<br><br><mark>A. Ketika sekolah mereka habis terbakar:</mark><br>Mereka kesal kepada orang tua kota Avonlea yang membakar sekolah tanpa rasa bersalah tapi disaat yang sama, mereka juga sedih karena kehilangan sekolah mereka. Kurasa, mungkin untuk merasakan dua hal ini pada saat yang bersamaan.<br><br><mark>B. Ketika memadamkan api rumah seorang tetangga:</mark><br>Mereka tahu bagaimana cara memadamkan api, tentu saja menggunakan air. Meski begitu, memadamkan api juga membutuhkan upaya dan waktu yang banyak. Kadang, kita menemukan diri kita "terlambat" memadamkan api itu.<br><br>Kita menemukan ketika api itu sudah terlanjur membakar habis--dalam konteks ini--negeri jiwa manusia. Kurasa, api ini ibarat ucapan/perilaku yang kita anggap buruk (terkadang disebut mereka sebagai "bercanda") yang pada akhirnya melahap habis negeri kita. Kalimat menarik yang kusebutkan diawal lah yang membuatku jadi terpikir seperti itu.<br><br><strong>Jika terjadi kebakaran, itu salah negerinya yang terlalu lemah atau negeri lain yang tidak ngeh?</strong><br><br>Dua-duanya, meski aku tidak tahu apa aku harus menyalahkan apa bagaimana. Cek dibawah.<br><br><strong>3. Wabah, banjir, kelaparan</strong><br>Terkadang ada wabah karena negeri jiwa manusia yang jarang dirawat. Juga banjir, walau ini tidak selalu bencana. Karena terkadang, sampah ikut terbawa banjir. Kelaparan juga kerap terjadi ketika gagal panen tapi negeri tetangga siap membantu di masa sulit ini.<br>-<br>Wabah: penyakit dalam jiwa yang tidak/jarang dirawat kesehatannya, baik fisik maupun spiritualitas. <br><br>Banjir: Aku diam-diam setuju dengan sepuh Bilqiz. Banjir adalah emosi, kesedihan yang diluapkan besar-besaran. Kalau membuang kotoran juga, kenapa banjir ini dibilang bahaya? <br><br>Jawabannya mungkin adalah, banjir bagaimanapun juga membuat orang jadi lambat dan susah beraktivitas akibat adanya air deras dijalan + harus memperbaiki kerusakan akibat banjir.<br><br>Keseringan banjir juga tidak baik. Banjir dapat merusak buku, lukisan pada jiwa manusia, terkadang beberapa penduduk ikut tersapu. Banjir juga membuat gagal panen, lagi-lagi ini nyambung ke bencana kelaparan.<br><br><strong>4. Perselisihan</strong><br>Yap. Terkadang orang-orang disana bertengkar, bahkan sampai berperang. Yah, namanya juga sebuah negeri. Negara hebat saja pasti ada masalah, tak peduli seberapa "perfect/dreamy" kelihatannya. Aku pernah mendengar entah dimana, <br><br><strong>"Masalah itu bukannya tidak ada, hanya tidak disinggung saja."<br></strong><br>Nyatanya dimana-mana pasti ada masalah, tidak bisa 100% bebas darinya, termasuk negeri jiwa manusia.<br><br><strong>5. Kegelapan</strong><br>Menurut CM, ini yang paling berbahaya. Ada kabut yang bahkan sinar matahari tidak dapat tembus masuk.&nbsp; Dingin, gelap dan ada untuk waktu yang lama. Orang-orang jadi berkata "Ah, dari dulu juga tidak pernah ada sinar matahari" saking lamanya kabut itu muncul.<br><br>Kalimat yang kemarin sempat membuatku bergidik adalah "Kabut ini sebagian besar dikendalikan oleh pemerintah, <strong>perdana menteri</strong>." Entahlah, mengerikan saja. Aku mengharapkannya datang dari alam atau orang lain, tapi ini plot twist sekali. Semacam hint aneh yang samar-samar...<br>-<br><br>Kabut mungkin adalah yang membutakan pikiran manusia sehingga berpikiran negatif, numb atau tersesat sendiri. <br><br><mark>QnA</mark><br>Bahaya apa sih yang paling berbahaya pada jiwa manusia menurutmu? Tulis pengalamanmu, juga cara mencegah, menghalau.<br><br><strong>Sulit memilih. </strong><br><br>Malas: tidak bertumbuh<br>Kebakaran: negeri dalam jiwa sisa debu.<br>Wabah: negeri sakit, lemah.<br>Banjir: susah beraktivitas<br>Kelaparan: mati kecuali dibantu (bergantung pada yang lain)<br>Perselisihan: perang saudara, berujung mati.<br>Kegelapan: zombie berjalan.<br><br><strong>Semuanya berbahaya</strong> (ditambah, sulit menjawab ketika cm sudah bilang, "yang jauh lebih buruk yang pernah melanda negara ini" pada bagian <strong>bahaya kegelapan</strong>)<br><br>Yang paling berbahaya di negeriku mungkin adalah kelaparan. Jangan tertawa. Semua orang di negeriku butuh makan kan. Mau itu terjadi banjir, kebakaran, wabah, perselisihan atau kabut. <br><br>Kalau pasok makanan dari negeri luar ditutup seperti yang Demetrius lakukan kepada Athena, ya mati juga hoho💀 <br><br>Pada akhirnya kebanyakan bencana diatas sedikit demi sedikit menuju kelaparan💀<br> <br><mark>1. Kebutuhan pokok</mark><br>Yang lain mungkin bisa diperbaiki (walau butuh waktu) tapi makan juga tetep jalan. Memangnya padi tumbuh dalam sehari? Kalau bantuan berhenti datang gimana?<br><br>Kelaparan-&gt; minta bantuan-&gt; bantuan berhenti datang-&gt; kelaparan-&gt; orang sakit-&gt; masyarakat meninggal-&gt; negeri kosong, akhir dari negeri indah ini.<br><br>Makanya key, jangan sampai makanan negeri ini bergantung sama negeri lain. <br><br>Sebenarnya, aku tidak bisa memberi tahu pengalamanku mencegah, mengingat aku juga bertanya,<br><br><mark>Pertanyaan dari aku: </mark><br><br><strong><em>1. Maksud dari bencana kelaparan ini apa sih? <br></em></strong><br>Aku belum menemukan jawaban yang menurutku "memuaskan", seperti biasa. Nanti yaa<br><br><strong><em>2. Apakah malas dan beristirahat itu sama?</em></strong><br>Aku jadi terpikir, memangnya tidur-tiduran setelah menyelesaikan target itu bisa dibilang malas"an?<br><br>Menurutku sih beda. <br>Karena aku merasa dekat dengan topik ini, aku jadi merasa aku harus membela diriku sendiri, anggap saja demikian 😌<br><br><mark>Istirahat: </mark>setelah bekerja keras, digunakan untuk mengisi tenaga supaya bisa mengerjakan target baru lagi.<br><br><mark>Malas: </mark>Tidak ada tujuan.&nbsp; Untuk merasa hepi-hepi saja.<br><br>Jadi menurut pendapat subjektif-ku, itu dihitung sebagai istirahat, bukan malas-malasan. <br><br><strong><em>3. Memangnya kita harus mencegah "bahaya" ini muncul?<br></em></strong><br>Nah, aku setuju kita harus mencegah tapi setidaknya, pernah merasakan <strong>1 kali</strong> saja bahaya itu. Kan ada yang bilang (terutama saat covid kemarin), <br><br><em>"Ada hikmah dibalik setiap musibah"</em><br><br>Meski terdengar sebagai upaya "positive thinking" yang muluk belaka (beneran, dulu saya pikir demikian) tapi ucapan ini ada benarnya.<br><br><strong><em>*Disclaimer, imajinasi penulis belaka*</em></strong><br><br><strong>Pemimpin negeri tua:</strong> " wahai semuanya, sebaiknya kita lindungi negeri baru di sana, tidak baik kalau mereka merasakan yang dulu kita rasakan. Bagaimana menurut kalian" :'(<br> <br><strong>Negeri II dan III mengangguk (sembari mengingat seberapa buruknya bahaya itu): </strong>"Wah iya ya, mari kita cegah itu terjadi. Negeri ini harus bahagia tanpa mengenal penderitaan." <br><br>Hm, padahal ya kalau dipikir-pikir, kerusakan itu juga dibutuhkan.<br>Kenapa Dia tidak membuat negeri jiwa manusia (dan dunia nyata) bebas dari bahaya? Pasti ada alasan tersendiri ye kan, kita alias <strong>AKU</strong> saja yang belum sadar/tahu untuk saat ini. Entah itu supaya jadi lebih tangguh, lebih rajin membersihkan jiwa atau apapun itu, <strong>pasti Dia punya alasan.</strong><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-12 15:13:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2660656468</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11.08 | Bahaya-bahaya Jiwa Manusia</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2660796197</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pemerintah Yang Bersalah<br></strong>Negeri jiwa manusia terasa indah dan menakjubkan<br>tapi seperti negeri lainnya, negeri ini punya bahaya tersendiri<br>di negeri lainnya, pemerintah yang sering disalahkan.<br>Kaum miskin dan kaya menyalahkan pemerintah. Biasanya ini hanya omong kosong belaka. <br>Bagaimana dengan negeri jiwa manusia?<br>jika ada kerusakan di negeri ini siapa yang bersalah?<br><br>menurutku kita sebagai pemerintah negeri jiwa yang perlu bertanggung jawab jika ada kerusakan. Mungkin bukan pemerintahnya yang patut disalahkan tapi "sistem pemerintahan" kita yang perlu kita koreksi lagi. Sistem ini bisa jadi yang membuat kerusakan-kerusakan yang terjadi pada negeri ini.<br>Kerusakan seperti apa?<br><strong><br>Bahaya Kemalasan<br></strong>Bahaya yang paling umum, bisa kita sebut sebagai epidemi yang mengancam negeri jiwa manusia. Para pemulung malas membiarkan banyak sampah menumpuk dijalanan.<br>Para petani berkata "apa gunanya" dan tidak membajak ataupun memanen. Lukisan dan buku-buku dibiarkan tak terurus.<br>Tak ada yang merasa melakukan sesuatu apapun itu, sekecil apapun itu bermakna.<br>mereka memang masih mau bermain, tapi lama-lama mereka menjadi bosan dan berhenti.<br>mereka jadi duduk-duduk saja dengan tatapan kosong<br><br>bahaya ini yang paling mengancam negeriku wkwkwk<br><br><strong>Bahaya Api</strong><br>Kapal-kapal asing menjarah dan membakar negeri itu.<br>terkadang juga disebabkan seseorang yang tidak sengaja membakar bahan yang mudah dibakar. Api ini dibawa angin berkilo-kilometer dan membakar bangunan, lukisan-lukisan yang berharga, lahan-lahan, bahkan penduduk yang tak bersalah.<br>Api ini kadang datang sendiri dari negeri ini, sebab bahan bakar tesimpan yang memberikan energi di negeri jiwa manusia. Begitu gas ini muncul, percikan kecil mampu menimbulkan kebakaran besar yang meluas.<br>bahaya api ini seperti kemarahan yang membakar diri kita<br><br><strong>Wabah Banjir dan kelaparan<br></strong>Sungai-sungai meluap dan hujan lebat yang lama menyebabkan banjir. Kadang kotoran-kotoran busuk hanyut. Lahan-lahan menjadi subur setelah tersapu banjir.<br>Namun lahan yang sudah digarap dengan rajin dan benih ditabur akan mengalami gagal panen. meskipun itu negeri tetangga yang baik dengan senang hati membantu<br><br><strong>Perselisihan<br></strong>bahaya ini timbul ditengah masyarakat dan jika menjadi sangat besar akan timbul perang sipil. Orang-orang memilih pekerjaan yang diinginnya, pekerjaan penting ditinggalkan, orang-orang iri satu dengan yang lain<br><br><strong>Kegelapan<br></strong>Kabut dingin, lembab, gelap menyelimuti negeri itu.<br>Tak secercah cahaya dapat menembus.<br>Tidak ada matahari dilangit.<br>orang tolol berkata "memang dari dulu tidak ada matahari"<br>kabut ini membutakan negeri itu. orang-orang sulit melakukan pekerjaan mereka. Anehnya, kabut ini dikendalikan oleh perdana mentri.<br>kenapa? Bagaimana ini bisa terjadi tak dapat kujelaskan di sini, tetapi nanti kau akan mengerti.<br><br>kabut ini menyelimuti diri kita saat kita sedang down, atau deresi, dsb<br>saat kita hilang harapan, kabut ini perlahan muncul.<br>semua yang kita lakukan terasa hampa, pikiran kita menuju kegelapan seperti orang tolol.<br><br>Lalu bagaimana cara mencegah bahaya-bahaya ini?<br>kita tidak bisa mencegah 100% namun kita bisa meminmalisir bahaya yang terjadi<br>diskusi semalam mempertanyakan, "duka tidak bisa dicegah"<br>memang rasa duka, takut, amarah, benci, tidak bisa langsung kita cegah menjadi 0%&nbsp;<br>yang bisa kita cegah adalah supaya tidak menimbulkan bahaya atau kerusakan yang besar dalam negeri kita<br>semisal: kita boleh berduka/sedih namun jangan sampai ini menyebabkan banjir yang menghancurkan gedung-gedung, kota-kota, atau rumah penduduk yang tak bersalah.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i0.wp.com/twinfinite.net/wp-content/uploads/2021/10/Genshin-Impact-2.2-Tsurumi-Island.jpg?fit=1600%2C900&amp;ssl=1" />
         <pubDate>2023-08-13 05:04:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2660796197</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAHAYA BAHAYA DI NEGERI JIWA MANUSIA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661089845</link>
         <description><![CDATA[<div>Negeri jiwa manusia tidak serba indah juga. di sana juga ada bahaya bahayanya, sama seperti negeri negeri lain.<br><br>BAHAYA MALAS<br>Bahaya malas adalah bahaya yang paling memungkinkan. para pemulung membiarakan sampah berserakan, petani petani membiarkan ladang mereka, kapal kapal tidak pergi kemana mana, buku buku rusak dirayapi, lukisan lukisan tidak di pedulikan.<br>Kalau menurutku, bahaya malas itu bukan malas belajar, malas pergi, atau sejenisnya. malas yang di maksud bisa jadi malas berpikir.<br><br>BAHAYA API&nbsp;<br>Api bisa saja datang dari orang dari negeri&nbsp; lain, yang mendarat diam diam degan helikopter, lalu membakar negeri jiwa manusia. Lalu angin membawa api itu terbang dan menyebar ke gedung gedung indah, pegunungan dan segalanya.&nbsp;<br>Tapi, kebakaran bisa saja terjadi di dalam negeri jiwa manusia. karena banyak batu bara di bawah tanah, satu percikan api pun bisa menyebabkan kebakaran yang besar.<br>Tapi, setelah kebakaran, negeri jiwa manusia bisa membangun sesuatu yang baru, yang lebih indah, yanglebih baik, atau sejenisnya.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-14 02:15:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661089845</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3 | Ada sekian bahaya meski di tempat terindah</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661120859</link>
         <description><![CDATA[<div>Sehabis membahas yg indah-indah kemarin, sekarang saat membahas sisi lainnya. Tepatnya, bahaya-bahaya Kerajaan Jiwa Manusia (KJM). Sebelum memulai lebih merinci pada bagian itu CM mengatakan semua sebab bahaya nanti adalah ulah pemerintah KJM, atau menjadi tanggungjawabnya. Dan Aku sepenuhnya setuju. Karena aku percaya pemerintahan ada untuk menggunakan otoritasnya dengan baik dan bijak. Jika ototitas tidak digunakan atau malah justru diselewengkan tentu kesalahan ada dipemegang otoritas.<br><br>Kembali soal bahaya, pertama, ada <strong>Bahaya Kemalasan</strong>, yang mana penduduknya tidak memiliki semangat untuk melakukan hal apapun dan mengakibatkan--seperti--kapal-kapal tidak pergi menjelajah, perpustakaan dengan buku-buku dimakan rayap, dan lukisan lukisan berdebu. Berkaca pada diriku, ini seperti aku baca buku bagus tapi tidak mengaplikasikan nilai²nya ke kehidupanku. Atau jika pada kasus kapal, seperti ketika bangun tidur bingung mau dibawa kemana hari ini. Kasus malas ini bagiku bahaya yg paling berbahaya, karena seringnya kita sudah tahu yg benar tapi malas berpegang padanya.<br><br>Lalu ada <strong>Bahaya Api</strong>. CM mengatakan KJM itu sejatinya mudah tersulut api yg kutangkap sebagai emosi. Terkadang orang dari negeri dengan sengaja menyulut api tersebut supaya ia dapat menghancurkan keindahan Kerajaan Jiwa kita. Atau ada juga yg tidak sengaja tapi tetap terbakar karena memang KJM semudah itu untuk tersulut. Jalan keluarnya? Kalau kata Athar tadi tinggal pintar-pintarnya kita memadamkan sebelum menjadi lebih luas lagi.<br><br>Kemudian <strong>Bahaya Wabah, Banjir &amp; Kelaparan</strong>. Yg ini sejujurnya aku kurang bisa menangkap maksud CM jika pada realitanya, tapi dituliskan bahwa segala bencana--wabah, banjir dan kelaparan--ini pada akhirnya tetap dapat terselamatkan karena barang tentu Negeri-negara tetangga akan menolong Kerajaan Jiwa kita.<br><br>Selanjutnya <strong>Bahaya Perselisihan</strong> yg terjadi antara peduduk negeri KJM. Antara majikan dan pelayan yg masing-masing menganggap dirinya paling benar. Perselisihan ini sebetulnya bisa menguntungkan karena jika mendengar kedua belah pihak, kita akan melihat berbagai perspektif yg dapat memperluas wawasan. Namun jika dibiarkan berlarut-larut atau tidak ada keputusan melerainya, yg ada Kerajaan Jiwa kita rusak oleh penduduk sendiri. Bodoh sekali kalau sampai rusak gara-gara orang sendiri.<br><br>Terakhir CM sebutkan <strong>Bahaya Kegelapan</strong>. Yg mana katanya datang menghalangi cahaya dan hangatnya matahari untuk masuk. Membuat para penduduk sampai tak melihat apapun dan pengaturnya adalah Perdana Menteri--yg aku belum tau siapa/apa. Bahaya ini aku tebak seperti ketika individu menyukai sesuatu dengan fanatik karenanya menimbulkan kebutaan. Ia mengandrungi sesuatu sampai tak bisa melihat yg lain, melihat mana yg benar. Sekali lagi ini baru tebakkanku.<br><br>Di luar yg tertulis di atas masih ada bahaya lain, tapi--simpulanku--bukan berarti dengan CM menyebut bahaya-bahayanya membuat kita putus asa atau meminta kita pasrah saja. Menurutku ia gambarkan bahayanya supaya kita selalu waspada dan saat datang pun kita bisa menyadarinya lalu tahu bagaimana mengurusnya.<br><br><em>14 Agustus 2023</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-14 03:06:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661120859</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berbagai bencana di Negeri Jiwa Manusia </title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661127824</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Chapter II: [Bahaya-bahaya Jiwa Manusia]<br><br></strong>Ada saat-saat ketika negeri jiwa manusia dilanda oleh musibah. Salah satunya adalah bencana api. Ketika hal ini terjadi, api harus segera di hentikan. Kalau terlambat memadamkan apinya, rumah-rumah warga, ladang padi dan sawah-sawahan akan habis terbakar. Musibah kebakaran ini aku artikan sebagai kemarahan. Jika kemarahan terjadi dalam diri kita dan tidak cepat-cepat menenangkan diri atau menyalurkan nya secara tepat, akan ada kemungkinan bagi kita untuk merusak barang-barang sekitar atau menyakiti orang lain; secara fisik ataupun mental.<br><br>Bencana selanjutnya yang dapat terjadi kepada negeri jiwa manusia adalah bencana banjir. Hal ini dapat terjadi karena rumah-rumah, jalanan, bangunan sekitar dan saluran pembuangan tidak pernah dibersihkan sehingga sungai-sungai akan meluap dan akibatnya terjadilah banjir. Namun musibah ini tidak sepenuhnya buruk, karena dengan begitu kotoran-kotoran dan berbagai hal yang busuk ikut hanyut.&nbsp;<br>Aku mengibaratkan banjir itu sebagai luapan emosi (seperti menangis, curhat, pengakuan dll) dan kotoran-kotoran yang busuk sebagai perasaan negatif dan perasaan bersalah yang sudah busuk karena terlalu lama di pendam (yang akhirnya terbuang berkat terjadinya banjir di negeri jiwa manusia). Ketika negeri jiwa manusia ditimpa oleh musibah banjir, negara-negara tetangga dengan sukarela akan membantu supaya cepat pulih kembali; sehingga panen-panen yang rusak akan kembali subur di tahun berikutnya.&nbsp;<br><br>Namun bencana yang dapat terjadi di negeri jiwa manusia tidak hanya berasal dari alam. Ada juga bahaya perselisihan dan perang saudara. Perang ini biasanya terjadi antara anggota masyarakatnya dan banyak sekali kekerasan yang terjadi. Bisa dibilang pada saat-saat seperti ini negeri jiwa manusia sedang tidak sefrekuensi antara satu sama lain, tidak sinkron. Dalam diriku biasanya selalu ada dua sisi yang berselisih: entah itu warga yang negatif dengan warga yang positif, warga yang panikan dengan warga yang "santai dulu gak sih 😂", atau antara warga yang merasa "aku tidak sehebat itu..." dengan yang merasa "gue keren banget gilak".&nbsp;<br><br>Tapi dalam perang saudara pasti selalu ada titik tengah yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak. Karena sebenarnya kubu 1 hanya ingin menyeimbangkan pernyataan dari kubu 2, dan kubu 2 ingin menyeimbangkan pernyataan dari kubu 1. Sehingga daripada memiliki pemikiran "terlalu susah, aku tidak mampu melakukan nya" atau "kyk gini mah sebenarnya gampang" lebih baik kalimatnya menjadi "belum tentu hal ini susah bagiku, dan meskipun ternyata memang susah, bukan berarti aku tidak mampu melakukan nya."&nbsp;<br>Dengan begini pernyataan kedua kubu saling terpenuhi dan kedua pihak dapat berdamai.&nbsp;<br><br>Bencana terakhir yang kemarin di ceritakan adalah bahaya kegelapan. Langit-langit akan tertutupi dengan kabut yang tebal dan gelap, cahaya matahari sama sekali tak dapat kesempatan masuk. Beberapa warga akan berteriak "Tidak ada matahari!" lalu akan ada warga lebih bodoh yang mengatakan "dari dulu memang&nbsp; tidak ada matahari, dan tak akan pernah ada." Bahkan warga-warga tidak bisa melihat satu sama lain saking gelapnya.&nbsp;<br>Aku merasa bahaya kegelapan adalah ketika manusia sedang down atau depresi. Segala hal yang bahagia akan terlihat remeh dan sepele, dan hal yang buruk akan langsung meresap dan masuk ke dalam jiwa.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/cf2c43013396ce9b079f7c80653a9c7a/Way_I_m_going.jpg" />
         <pubDate>2023-08-14 03:18:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661127824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi yang bab II</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661202435</link>
         <description><![CDATA[<div>maaf tan, karena kemarin lupa join /||\<br><br>Coba narasi pake materi ya. Jadi jiwa itu agak aneh, walaupun bisa dikatakan sebagai negeri yang indah, cantik, dengan berbagai lanskap dan bangunannya, tetap memiliki banyak masalah yang datang berlalu. Walaupun begitu, ditekankan dahulu kalau kita wajib menyalahkan pemerintah jiwa kita jika ada yang salah. Walaupun kalau di negara beneran (apalagi kalo tahun 1966-67), kita kayak gitu langsung dapet hotel gratis luar jawa (nusakambangan awokawokawok). Tapi, di sistem kerajaan jiwa, kerajaan itu sendiri lah yang seringkali menghasilkan masalah itu, kecuali masalah-masalah yang datang dari pelabuhan kerajaan.&nbsp;<br><br>masalah pertama yang lumayan sering aku alami adalah kemalasan, kemalasan akan membuat pekerja pekerja dan masyarakat sipil kerajaan menjadi mogok, Sehingga menghasilkan kerugian total kepada kerajaan itu. kemalasan dari petugas pelabuhan bisa dikatakan sebagai tidak mau mendengar, karena kapal kapal penghubung antar kerajaan tidak diterima. kemalasan dari pemulung membuat sampah ada dimana mana, sehingga dapat menyulitkan kita berpikir jernih dan membuat jiwa kita berat, karena itu, kemalasan pada rakyat kecil sangat merepotkan kerajaan jiwa dalam ukuran besar.<br><br>masalah kedua adalah api, yang bisa aku terjemahkan sebagai suudhon, iri, dengki, kecewa, dan hal hal yang menyulut kebakaran pada kerajaan jiwa. Sebagaian dari luar, tapi bisa juga dari diri sendiri, seperti suudhon dan fitnah, yang muncul sendiri dari jiwa kita tanpa konfirmasi dari orang yang bersangkutan.<br><br>lalu ada wabah banjir dan kelaparan yang walaupun di kerajaan nyata amat berbeda, di kerajaan jiwa sangat mirip. semuanya dapat terjadi dengan menumpuk kesalahan sedikit demi sedikit, seperti menumpuk sampah menyebabkan wabah dan kalau ditumpuk di sungai dan aliran air dapat menyebabkan banjir. karena banjir dan wabah, baik SDA dan SDM kerajaan jiwa akan jauh menurun, menghasilkan kurangnya hasil panen yang menghasilkan kelaparan.<br><br>walaupun perselisihan berbeda dengan kemalasan, dari yang aku tangkap, hasilnya sama sama sikap mogok besar besaran. Tetapi, kalau kemalasan akan meruntuhkan negara, perselisihan akan membuat negara mengalami perang sipil berkelanjutan, diantara dua kubu atau bahkan lebih, yang akhirnya bisa diatasi sendiri. atau menjadi sangat parah dan merusak kerajaan secara besar besaran (seperti bunuh diri misalnya).<br><br>bahaya kegelapan, ini bisa dianggap sebagai semacam depresi, tidak ada harapan, atau bisa juga dianggap sebagai bebal, tergantung dari arah mana. karena seringkali kegelapan ini dibuat oleh pemerintah sendiri, (kalau di dunia nyata seperti ketika sebuah negara, katakanlah amerika, tidak sengaja, atau mungkin juga sengaja, merusak negerinya sendiri dengan aturannya.) lalu orang orang dalam negeri itu pun menjadi pesimis, lama lama bisa jadi 'waton kelakon' tidak memperhatikan masa depan. kalaupun memperhatikan pasti suram, persis seperti abad kegelapan di eropa, (tepatnya 1200 an) dimana orang orang menunggu-nunggu kiamat dengan takut dan pesimis.<br><br>diakhiri dengan: nggak begini terus kok, negara bisa saja bagus, cuman, ketika pemerintahnya tidak rakus, serta memperhatikan hak dan kewajiban</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-14 05:47:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661202435</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day three  : chapter two</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661378595</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>— pemerintah yang harus di salahkan. </strong><br><br>memang betul kata orang, di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. termasuk negeri jiwa manusia kita. bahaya mengintai di mana mana, menunggu waktu untuk muncul dan memporak porandakan tatanan negeri kita yang sudah baik ini. namun hebatnya, negeri kita mampu berkelit dan meloloskan diri dari bahaya bahaya itu, karena memang negeri kita memegang kekuatan besar di mana meloloskan diri dari masalah masalah itu bukan sesuatu yang sulit. <br><br>yang tentu saja menjadi penyebab kenapa pemerintah patut di salahkan jika terjadi bencana. karna bukankah aneh jika negeri jiwa kita mampu meloloskan diri dari masalah namun tidak dengan mencegahnya? bukan kah konyol jika dengan kekuatan sebesar itu kita hanya mampu berlari dari masalah? <br><br><strong>— bahaya api.</strong> <br><br>layaknya negara pada umumnya, bahaya api adalah yang paling umum. kebakaran kerap terjadi di mana mana, entah karna di sengaja oleh oknum jahat dari negara lain atau memang secara tidak di sengaja. karna kita jelas tau kalau dalam tanah kita terdapat juga tambang bahan bakar yang tentu bisa menebus lapisan tanah kita, sehingga kebakaran besar mampu terjadi jika setitik percikan api mendarat di tanah. <br><br>• api adalah gambaran dari amarah, yang memang jika tidak di kendalikan dan di jaga dengan hati hati bisa menimbulkan kekacauan besar seperti kebakaran. kadang orang dengan sengaja mencoba memantik apinya, membuat kekacauan besar di dalam diri kita dan di sekitar kita. namun kadang kala justru kita yang menjadi terlalu perasa dan mudah tersinggung sehingga bahkan tanpa maksud melukai seseorang berhasil memantik api kita, dan lagi lagi membuat kekacauan di diri kita sendiri. itu sebabnya self control sangat di perlukan, agar bahaya bahaya seperti ini mampu di cegah. <br> <br><br><strong>— bahaya malas.</strong> <br><br>wabah malas. salah satu dari yang paling berbahaya, penyebab dari para pekerja di negeri jiwa manusia menjadi bermalas malasan dan tidak melakukan apapun. hanya berleha leha saja, menelantarkan pekerjaan mereka, membuat negeri jiwa manusia kita menjadi kotor dan tidak terawat. lukisan lukisan yang pudar, buku buku yang berdebu, jalanan yang kotor, juga kapal kapal yang hanya berlabuh dan malas mengantar barang. beberapa warga memang masih bermain, namun mereka kembali bosan setelag bermain cukup lama. dan kembali bermalas malasan. <br><br>• aku pribadi tentu punya pengalaman serupa, di mana tubuh menjadi ogah ogahan bergerak dan hanya duduk duduk saja di sofa ruang tengah. sibuk mengirim pesan pada teman atau berselancar di dunia maya. dan sebagai akibatnya, banyak pekerjaan kemudian terabaikan, seperti tugas tugas rumah, buku buku yang harus di baca, narasi narasi yang harus di tulis, dls. dan jika di tanya soal "bagaimana kamu mencegah atau memperbaiki itu?" maka jawaban ku hanya satu. menyusun kembali kebiasan kebiasan yang sudah lama di tinggalkan, atau menyusun kembali kebiasaan baru. <br><br><strong>— bahaya wabah banjir dan kelaparan.</strong> <br><br>akibat sampah sampah yang menyumbat saluran pembuangan, air meluap kemana mana. banjir terjadi sebagai akibat, dan semua penduduk terpaksa gagal panen akibat air kotor yang membanjiri sawah sawah mereka, dan wabah pun menyebar. dan negara kembali kacau akibat bencana yang kembali datang. walaupun di sisi lain banjir sedikit membantu karna sampah sampah yang membusuk akhirnya kembali terangkat, membuat pekerja lebih mudah membersihkan saluran yang semula tersumbat. <br><br>• meskipun sebenarnya aku sedikit terganggu dengan perumpamaan di sini tapi aku masih bisa menangkap maksudnya (dari sudut pandang ku tentu saja). sampah adalah perwujudan dari pikiran pikiran (yang sebenarnya) tidak perlu dan perasaan perasaan yang secara sadar suka kita simpan diam diam. hal yang umum di lakukan orang orang di era ini dengan tujuan agar terlihat kuat dan selalu baik baik saja. dan jika boleh jujur terdengar tidak masuk akal dan konyol untuk ku. sedangkan hujan atau air yang menjadi alasan kenapa banjir terjadi adalah wujud lain dari perasaan sedih dan frustasi yang datang akibat alasan yang berbeda. dan di karenakan saluran yang tersumbat, tidak ada ruang tersisa untuk seluruh air yang mewujudkan kesedihan kita. dan karna itu, terjadilah banjir. waktu di mana kita merasa semuanya terlalu sulit untuk di hadapi dan akhirnya menangis (?), lalu mencul lah segala sampah kembali kepermukaan. menyisakan rasa lega di bagian akhir. <br><br>(klo kedengeran aneh dan sedikit membingungkan maafin ya, soalnya aku sendiri kesusahan jelasin nya 😓) <br><br><strong>— bahaya perselisihan.</strong> <br><br>bahaya kali ini bukan lagi di karenakan alam, melainkan sesama warga. perselisihan terjadi antara sesama rakyat negeri, yang selanjutnya menjadi pertengkaran yang melibatkan kekerasan dan saling melukai. para pekerja tidak mau mendengarkan majikan mereka, dan para majikan tidak mau bersusah susah mendengarkan protes pekerja mereka. semuanya berselisih, semuanya bertengkar, dan lagi lagi terjadi keributan. <br><br>• nah ini adalah bagian yang kemarin susah aku mengerti, yang sebenarnya jika di baca ulang cukup mudah untuk di pahami. yaitu, bentuk dari perselisihan hati dan otak. perang yang selalu membuat kita pusing dan kewalahan, ketika kita harus di buat bingung antara dua pilihan dan pendapat berbeda dari dua sisi diri kita. aku sendiri belum pernah merasakan perang ini, jadi belum bisa menggambarkan kondisi perang batin itu seperti apa. <br><br><strong>— bahaya kegelapan.</strong>&nbsp;<br><br>negeri jiwa manusia memang indah, dan cerah berhias bunga dan pohon pohon cantik. namun jangan salah paham, kabut kadang kala datang dan menutup seluruh akses cahaya. membuat semua gulita dan warga kewalahan lalu membuat banyak kesalahan besar. Dan hal paling mengejutkan nya lagi, adalah fakta kalau ternyata, penyebab terjadinya kabut adalah karena pemerintah sendiri, khusus nya perdana menteri. sayangnya alasan bagaimana itu bisa terjadi masih belum bisa di jelaskan,&nbsp;<br><br>• untuk aku, kabut hitam adalah perwujudan dari rasa frustasi, sedih, dan depresi yang kerap kita manusia rasakan akibat masalah yang muncul secara bertubi tubi. kabut yang menghalangi membuat kita buta jalan, tak bisa melihat apapun dan membuat masalah besar di mana mana. yang kemudian membawa manusia pada rasa putus asa, dan selanjutnya menyerah.&nbsp;<br><br>di luar itu, ada sedikit juga berdebatan seru dengan topik "apakah hewan berakal?" dan "apakah akal itu?" yang sebenernya juga melenceng jauh dari topik awal, yaitu tentang "berduka". kesimpulanya adalah :&nbsp;<br> hewan (termasuk gurita) tidak punya akal, mereka hanya memiliki insting untuk bertahan hidup. dan kemampuan mereka untuk melakukan beberapa 'tricks' terjadi karna mereka di latih. sedangkan akal sendiri adalah hal hal yang membuat kita manusia dapat mengerti dan membedakan hal baik-buruk, juga perfikir.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2093502615/099cfa01b2040103da9a0aaab55aa7df/53e10537e7fd3bcffc88543685dd3ead.jpg" />
         <pubDate>2023-08-14 09:32:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2661378595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kelas Ourselves 3</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2662068746</link>
         <description><![CDATA[<div>Mungkin banyak orang yang berpikir betapa indah dan sempurnanya negeri jiwa manusia itu. Namun negeri jiwa manusia tidaklah sesempurna seperti yang dipikirkan oleh orang pada umumnya. Sama seperti negeri-negeri lainnya, mereka juga mempunyai banyak marabahaya yang harus dihadapi. Kebanyakan rakyat akan selalu menyalahkan pemerintah jika terjadi masalah. Tapi sikap rakyat bisa dibenarkan, karena pemerintah sebenarnya sanggup mencegah masalah-masalah dalam negerinya itu.<br><br><strong>Bahaya Kemalasan<br></strong>Masalah pertama yang harus dihadapi oleh orang-orang dalam negeri jiwa manusia adalah, kemalasan. Banyak para pemulung yang membiarkan sampah-sampah bergelatakan di mana-mana memenuhi jalanan. Para petani juga kebanyakan menganggur, mereka tidak mau lagi membajak sawah dan menanam benih. Banyak kapal-kapal tidak terpakai di pelabuhan, karena tidak ada seorangpun awak kapal yang mau mengarungi lautan. Buku-buku di perpustakaan dibiarkan berdebu hingga dimakan rayap, sementara lukisan-lukisan kanvas dibiarkan begitu saja hingga rusak dengan sendirinya. Semua orang dalam negeri jiwa manusia malas untuk bekerja, dan lebih memilih untuk berleha-leha.<br><br><strong>Bahaya Api<br></strong>Orang-orang asing datang dari pelabuhan-pelabuhan asing untuk pergi negeri jiwa manusia. Mereka datang untuk membakar gedung-gedungnya yang indah dengan sengaja. Namun tidak semua berbuat hal demikian dengan sengaja, karena kebanyakan dari mereka tidak tau betapa mudahnya negeri jiwa manusia itu terbakar. Banyak bahan bakar yang tersimpan di dalam negeri tersebut, yang jika terkena api sedikit saja akan menimbulkan kebakaran besar yang hebat. <br><br>Menurutku pribadi, maksud dari "api" yang diceritakan di sini adalah kemarahan. Orang-orang asing yang datang ke negeri jiwa manusia, bisa saja digambarkan sebagai mereka yang membuat kita marah secara sengaja maupun tidak sengaja. Semua orang memiliki kecendrungan untuk marah dalam diri mereka, yang jika terkena pemantik sedikit saja akan menimbulkan dampak yang besar di dalam diri. <em>Based on my own experience.</em><br><br><strong>Bahaya Wabah, Banjir, dan Kelaparan<br></strong>Wabah seringkali datang melanda dalam negeri jiwa manusia, banyak orang-orang yang jatuh sakit setiap saatnya karena tidak menjaga kebersihan. Selain wabah, ada juga banjir yang sering datang dari air-air pegunungan dan sungai-sungai yang meluap. Tentu saja hal itu membawa masalah yang besar bagi warganya. Namun seringkali ada juga dampak positif dari banjir, yaitu membuat tanah-tanah di sana menjadi jauh lebih subur. Panenan juga sering gagal, hal itu membuat warga negeri jiwa manusia kelaparan. Tapi syukurlah banyak warga dari negeri-negeri lain yang siap memberi mereka bantuan.<br><br><strong>Bahaya Perselisihan<br></strong>Perselisihan juga sering kali timbul di dalam negeri jiwa manusia. Seperti misal para pembantu yang tidak mau lagi menuruti majikannya, dan para majikan yang tidak mau mengerti dan memahami pembantu-pembantunya. Lalu ada juga para pemimpin egois yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Semua pekerjaan-pekerjaan penting seringkali diabaikan, dan orang-orang cenderung sering merasa iri.<br><br><strong>Bahaya Kegelapan<br></strong>Jiwa manusia adalah sebuah negeri yang indah, semua orang tau itu. Namun hal itu tidak dapat menghindarkan datangnya kabut yang akan menutupi cahaya matahari di dalam negeri itu. Orang-orang tidak dapat melihat cahaya, mereka juga tidak dapat merasakan kehangatan, juga sulit bagi mereka untuk melihat karena terhalang kabut. Kegelapan di dalam negeri jiwa manusia juga bisa membuat banyak orang melakukan kesalahan karena tidak adanya cahaya. Yang luar biasa adalah, banyak yang mengatakan bahwa para pemerintah dan menteri sebenarnya bisa mengendalikan kabut dan kegelapan ini..<br><br>Kegelapan dan kabut ini menurutku bisa dihubungkan dengan <em>depression. </em>Banyak orang yang "mengaku" berada di dalam kegelapan jika mereka sedang depresi. Dikatakan di atas bahwa di dalam kegelapan, banyak orang yang cenderung melakukan kesalahan. Orang depresi seringkali cenderung melakukan kesalahan yang akan mereka sesali selanjutnya. <em>And it's kinda remind of one of a series, name's Monster 2004. </em>Banyak orang depresi yang ditunjukkan di dalam cerita ini, dan banyak di antaranya yang melakukan kesalahan fatal karena "kegelapan" yang mereka rasakan itu.<br><br>Gitu aja sih, makasih:3</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i.pinimg.com/736x/1f/bd/45/1fbd45726eef7b33ae3d1f94e5eda484.jpg" />
         <pubDate>2023-08-15 04:42:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2662068746</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 3: Ourselves class - Dangers to The Human Soul  (chapter 2)</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2662304962</link>
         <description><![CDATA[<div>11/08/2022<br><br>Menurut bukunya dibilang kalo ada orang miskin yang menggangu orang yang kaya akan menyalahkan pemerintahnya bukan orang miskin itu. negeri jiwa Manusia itu ketika dilanda masalah negeri ini bisa meloloskan diri dari masalah itu.&nbsp;<br><br></div><div><strong>Malas:</strong></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Di negeri itu para pekerjanya terlanda malas, mereka malas bekerja, mereka malas bersih-bersih, mereka maunya santai santai aja berleha leha padalah tempatnya itu kotor dan penuh sampah yang harus mereka bersihkan. Kapalnya ga berlayar buat mengumpulkan sesuatu dari luar negeri atau mengirimkan sesuatu ke luar negeri.<br><br><strong>Api:</strong><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Katanya pernah di katakan di bawah tanah di negeri itu terdapat sebuah gas. Gasnya ini bocor keluar dari tanah itu jika ada pantikan api di situ gas itu pasti akan meledak dan melahap semua daerah itu.<br><br><strong>Banjir:</strong> <br>&nbsp; &nbsp; Karna mata airnya meluap dan sungainya meluap juga maka terjadilah banjir<br><strong><br>Kegelapan:</strong><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Kabut gelap, pekat, dan tebal membuat orang orang di negeri itu tidak bisa melihat sehingga mereka membuat banyak kesalahan di dalam kegelapan itu, saking gelapnya bahkan cahaya matahari pun tidak bisa menembusnya ada orang yang bilang "matahari nya kok ga ada ya?" Tapi orang yang lebih bodoh lagi bilang "loh, kan emang ga ada matahari dari dulu."<br><br>~sekian terimakasih~</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/82fe88a282305d02d2ab36efb8cad05e/4ba17968_bd2f_459b_9515_40190b5aa898.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-15 09:58:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2662304962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahaya-Bahaya Pada Jiwa Manusia</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2662533460</link>
         <description><![CDATA[<var><strong>Bahaya-Bahaya Pada Jiwa Manusia</strong></var><div><br></div><var><strong>14/08/23, Pancar S</strong></var><div><br></div><var><strong>Pembuka</strong></var><div><br>Kelas ourselves, sebuah kelas yang diadakan setiap juat malam, dan pada jumat kemarin topik yang dibahas adalah "Bahaya-bahaya yang muncul di Negeri Jiwa Manusia".<br><br>Ketika aku melihat pemberitahuan tentang topik yang akan dibahas pada hari itu, aku menebak-nebak bahaya apa yang dimaksud dan lagi-lagi aku terpikirkan oleh buku berjudul Falsafah Hidup dengan salah satu pembahasannya tentang hal-hal yang menjadi ancaman untuk seseorang "hidup", seperti malas, dengki, rakus, dan lain semacamnya. Sepanjang pertemuan yang fokus membahas buku ourselves, aku sangat sering terpikirkan dengan buku ini, mungkin karena ada kata "hidup" di buku Falsafah Hidup yang artinya menhidupkan jembatan antara Falsafah Hidup dan Ourselves.<br><br></div><var><strong>Bahaya-Bahaya</strong></var><div><br>Ada beberapa bahaya pada jiwa manusia yang ditekankan di kelas kali ini yaitu Bahaya Kemalasan, Bahaya Api, Bahaya Wabah, Banjir, dan Kelaparan, Bahaya Perselisihan dan Bahaya Kegelapan.<br><br>Bahaya Kemalasan: bahaya kemalasan di sini digambarkan ketika seseorang kekurangan atau tidak termotivasi untuk melakukan kegiatan apa pun kecuali bermalas-malasan itu sendiri.<br><br>Aku sepertinya setuju bahwa ini berbahaya, karena kemalasannya sudah menjajah jiwa tersebut dan hampir tak menyisakan semangat untuk melawan kemalasan. Orang dengan tujuan jahat dan baikpun akan sangat sulit untuk mencapai tujuannya karena dia tidak mampu melakukan apa yang perlu ia lakukan agar mencapai tujuannya, mungkin jika kusingkat peyakit ini berbahaya bagi seluruh orang entah apa tujuan dari orang tersebut. Tapi mungkin penyakit ini tidak berbahaya bagi orang yang tak ingin "hidup" dikarenakan ia tak punya tujuan.<br><br>Jadi, solusi dari penyakit kemalasan ini adalah jangan punya kepercayaan, tujuan atau apapun itu yang mendorongmu untuk&nbsp;<br>melakukan sesuatu.<br><br>Bahaya Api: di sini api digambarkan sebagai (mungkin) kemarahan, dan yang membuatnya bahaya adalah besarnya api tersebut. Kemarahan yang berlebihan bisa berbahaya dikarenakan jika seseorang sedang mengalami kemarahan yang berlebihan, maka akan berpotensi besar menghancurkan hal-hal yang sudah dibangun.<br><br>Bahaya Perselisihan: yang digambarkan sebagai bahaya pada kata perselisihan di sini adalah semangat perselisihan antar bagian/kaum/golongan dan atau bagian lain semacamnya. Bahaya ini mudah memicu bahaya-bahaya lainnya sehingga menyebabkan kekacauan pada jiwa manusia.<br><br>Aku pikir solusinya mirip dengan kemalasan.<br><br>Bahaya Kegelapan: kegelapan digambarkan sebagai suatu hal yang membuat jiwa manusia hilang harapan untuk menjadi apa yang diinginkan. Agak mirip dengan malas dalam pengertian ketika sedang dalam bahaya kegelapan, jiwa manusia tidak terdorong untuk melakukan hal-hal yang dibutuhkan, sedangkan bahaya kemalasan mencakup seluruh hal kecuali kemalasan itu sendiri.<br><br></div><var><strong>Penutup</strong></var><div><br>Aku rasa hal-hal semacam tadi bisa disebut bahaya karena (mungkin) umumnya manusia memiliki kepercayaan dan atau tujuan, dan aku rasa hal-hal semacam itu disebut bahaya karena menghambat tujuan atau tidak sesuai dengan kepercayaan yang dipercayai.<br><br>Sekian.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/326b483e45edb1a980fb164f8c6e098a/Comp_1_00005.png" />
         <pubDate>2023-08-15 15:39:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2662533460</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The third letter (kingdom of the human&#39;s soul) 16/8/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2663502973</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>The dangers that lurk in the kingdom of the human’s soul (eak sipaling ingris)</strong></div><div><br></div><div>Walau jiwa manusia adalah kerajaan yang subur dan makmur, tetap saja ada bahaya yang mengintainya.</div><div><br><br></div><div><strong>Bahaya wabah kemalasan</strong></div><div><br></div><div>Ada masa ketika negri jiwa manusia dilanda wabah yang membuat semua orang pantang bergerak, pemulung2 malas memungut sampah, petani berkata “Ngapain panen kalo nanti abis lagi” buah buah bonyok berserakan di tanah karena tidak ada yang mau mengambilnya saat masih di dahan. Pelabuhan sepi, kapal kapal bersandar di dermaga, tidak ada orang yang berniat untuk menerima barang baru dari negeri jiwa lain, dan tidak ada yang berniat untuk mengendalikan kapal kapal.</div><div><br><br></div><div><strong>Bahaya api</strong></div><div><br></div><div>Bahaya api adalah bahaya yang bisa datang dari negeri jiwa lain atau dari negeri kita sendiri, mau disengaja atau tidak. Negeri jiwa manusia adalah negeri yang sangat gampang terbakar, jadi harus hati hati akan bahaya api. Sekalinya api berkobar di negri jiwa manusia, abu yang masih terbakar akan terbawa angin dan memulai api baru. Jika tidak buru buru di atasi, negeri jiwa manusia akan menjadi lautan api, terbakar rata dengan tanah.</div><div><br></div><div>(my opinion)</div><div>Menurutku bahaya api adalah masukan masukan buruk dari orang lain seperti komen komen tentang penampilan, sifat, atau situasi. Misal: kapan nikah? Kok belum lulus kuliah? Waduh, gendutan ya… kamu gamau gitu kurus dikit? Ehh kok kurus banget, emang ga di kasih makan? Itu muka kok jerawatan banget? Dan lain sebagainyaur. Tapi api bisa juga datang dari negeri sendiri, insecure, self doubt, low self esteem juga bisa membuat negeri jiwa manusia terbakar, maka ketika ada pemikiran pemikiran jelek tentang diri sendiri atau ada komen komen negatif dari orang, jangan lupa di saring.</div><div><br></div><div><strong>Bahaya banjir</strong></div><div><br></div><div>Sepertinya tidak perlu aku jelaskan lagi, banjir kan memang berbahaya,&nbsp;</div><div>Tapi kalau butuh penjelasan: banjir bisa menghanyutkan barang barang, membawa kotoran kotoran dan penyakit. Kalau masih kurang, cari aja di gugel “Definisi banjir”&nbsp;</div><div><br><br></div><div><strong>Bahaya apa lagi yaa??</strong></div><div><br></div><div>Bahaya, hatiku bisa di sakiti lagi.</div><div><br></div><div><strong>Trims</strong></div><div><em>Athar kembaran chanyeol~</em></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097642980/150ce03d2ce0ca685b1b18ff3a9181f5/How_to_write_a_letter__A_Great_Guide_for_students_and_teachers.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-16 13:46:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2663502973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi : yang membahayakan jiwa negeri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2663606887</link>
         <description><![CDATA[<div>https://docs.google.com/document/d/13Q2qkCoGo43AqGyOqJ8xSQcEy1dRBdM47PYUj0j_gAM/edit?usp=sharing</div>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/13Q2qkCoGo43AqGyOqJ8xSQcEy1dRBdM47PYUj0j_gAM/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2023-08-16 15:39:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2663606887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>💂‍♂️Para Pengelola Jiwa Manusia💂‍♀️</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2666201433</link>
         <description><![CDATA[<div>Charlotte Mason merasa bahwa sebaiknya dia berhenti membicarakan Jiwa Manusia dengan bentuk perumpamaan-perumpamaan. Tapi menurutnya, meskipun bisa saja saat ini perumpamaan itu terdengar membingungkan, suatu saat nanti kami akan mengerti dan bahkan dapat menemukan pemaknaan yang ternyata lebih bagus dan tepat (sehingga CM akan tetap melakukan nya 🕴). CM menjelaskan bahwa setiap umat manusia adalah Kerajaan Jiwa Manusia, dan yang terlahir sebagai manusia berarti telah mewarisi suatu kekayaan yang sangat besar dan paling berharga. Ada begitu banyak kebaikan, kebijaksanaan, kepahlawanan, kebesaran, dan pengetahuan yang mampu di gapai oleh manusia. <br>Itulah makanya tidak ada yang tahu batas-batas kerajaan jiwa manusia. Satu-satunya yang tahu persis hanyalah Tuhan (Allah swt.)<br><br>Pada kerajaan jiwa manusia ada berbagai macam pejabat pemerintah, dan masing-masing memiliki tugas. Ada para Ajun Komisaris Tubuh <strong>(Nafsu/Hasrat)</strong>, kemudian Pejabat urusan Pendapatan dan Penerimaan negara <strong>(Keinginan)</strong>, lalu ada Pejabat Perbendaharaan negara <strong>(Kasih Sayang)</strong>, ada juga Sekretaris Luar Negeri&nbsp;<strong>(Intelektual) </strong>dengan rekan-rekannya Kepala Bidang Eksplorasi dan Kepala Bidang Seni <strong>(Imajinasi dan Rasa Estetika)&nbsp;</strong>dan masih banyak lagi yang belum ku sebutkan.<br><br>Menurutku nama-nama pejabat nya sangat sulit untuk di ingat, sehingga aku lebih nyaman jika hanya menyebut para pengelola Jiwa Manusia dengan nama asli mereka. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-19 01:10:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2666201433</guid>
      </item>
      <item>
         <title> PERTEMUAN 4</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2666305369</link>
         <description><![CDATA[<div>oke, jadi ada banyak sekali petugas dalam Negri Jiwa Manusia, ada Hawa Nafsu, ada Keinginan, ada kasih sayang, imajinasi, intelektual, kehendak, dll.<br><br>Yang sempat kupertanyakan adalah apa perbedaan Khendak, Keinginan, dan nafsu?&nbsp;<br><br>Didiskusikan bersama Athar Nikesha, dan Dira, kami menemukan bahwa Nafsu itu Keinginan yang kuat (jadi lebih besar dari keinginan itu sendiri) sementara Kehendak (will)  adalah keinginan yang terbatasi, atau lebih kayak kemauan .</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.akuntansilengkap.com/wp-content/uploads/2016/12/akuntansi-pemerintahan-adalah.jpg" />
         <pubDate>2023-08-19 07:52:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2666305369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ada pemerintahan yang harus dilakukan bersama sama</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2666866276</link>
         <description><![CDATA[<div>seperti departemen hati, yang sebagiannya mengontrol hati kita, Ada juga yang mengontrol jiwa kita, itu didekatkan kepada majelis. Sementara itu ada yang mengontrol pikiran, mengontrol empati, estetika, seni, cara berpikir yang benar, norma, dan lain lain.&nbsp;<br>setiap itu menjadi "Pemerintah kerajaan, seperti "versailles" nya kerajaan jiwa kita. dan karena itu tetap harus dijaga semuanya, tidak boleh menjadi rusak. menurutku lebih kayak antara monarki absolut dan monarki konstitusional di tengah tengah. entah bagaimana ternyata bisa ygy.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1507708236/360ee98f86bed4580fa9aab9379ab22b/322084210_1400000353865769_2972663221896020681_n.jpg" />
         <pubDate>2023-08-21 00:26:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2666866276</guid>
      </item>
      <item>
         <title>04. Para Pemerintah Jiwa Manusia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2667046124</link>
         <description><![CDATA[<div>BAB III<br>18.08.2023<br>Jadi orang-orang di pemerintahan dalam negeri jiwa manusia itu ada hasrat, keinginan, kasih sayang, intelektual (bidangnya adalah imajinasi dan estetika) terus ada hati nurani dan yang paling kuinget itu ada kehendak sebagai perdana menteri. Hohoho, ternyata anda yang membuat kabut datang, teori yang masuk akal. ( ͡° ͜ʖ ͡°)<br><br>Terus aku ikut menyadari, bedanya hasrat, keinginan dan kehendak itu apa ya? Menurut KBBI: Hasrat dan Kehendak adalah keinginan yang kuat. Terus bedanya mereka berdua apa?&nbsp;<br><br>Menurutku, hasrat itu lebih ke hati ngga sih--kaya keinginan personal untuk memenuhi/menyenangkan kebutuhan diri.<br><br>Sementara kehendak itu lebih terkendali. Kaya kita itu sadar (conscious) lah sama kehendak diri, jadi ngga pake hati doang tapi juga pake logika kita dan memang dipikirkan matang-matang.<br><br>Kasih sayang dan nurani bedanya apa ya? Menurutku:<br>Kasih sayang: Memang "sayang", kit merasa terikat dengan yang mereka rasakan.<br>Hati nurani: berupa "empati."&nbsp;<br><br>Terus ada semacam majelis pada jiwa manusia, yaitu akal budi, tubuh, hati dan jiwa. Katanya semua ini ngga bisa dibeda-bedakan dan merupakan satu kesatuan gitu dalam jiwa manusia.&nbsp;<br><br>Sekian, mari minum teh☕</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-21 03:23:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2667046124</guid>
      </item>
      <item>
         <title>18.08 | Pemerintah Jiwa Manusia</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2667148839</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Penjabat-penjabat pemerintahan<br></strong>Jiwa Manusia memang bagaikan negeri yang luas dan kaya. Pemerintahannya kuat dan harmonis. Ada penjabat-penjabat pemerintahan dengan tugas dan urusannya masing-masing, terkadang mereka bekerja sama.<br>mulai dari <strong>Ajun Komisaris Tubuh (Nafs atau Hasrat)<br></strong>Mereka bertugas untuk memberikan dorongan atau hasrat yang kuat akan respon hewani yang baik untuk tubuh (seperti makan atau minum) atau hal yang diluar itu tapi sangat kuat(misalnya nafsuan pengen beli apa gitu) Hal ini bisa berakibat baik dan buruk.<br><br>Tugas dan tanggung jawab utama komisaris adalah melakukan pengawasan terhadap pengurusan perusahaan(tubuh) yang dilakukan oleh direksi.</div><div>Selain itu, posisi ini juga berperan memberikan nasihat berkenaan dengan kebijakan direksi dalam menjalankan perusahaan.</div><div><br><br><strong>Pejabat Urusan Pendapatan dan Penerimaan Negara (keinginan)<br></strong>apa bedanya dengan para Ajun komisaris Tubuh? yah mungkin ini lebih ke mauan yang tidak berkaitan tentang tubuh <br><br><strong>Pejabat Perbendaharaan Negara (Kasih Sayang)<br><br>Sekretaris Luar Negeri (Intelektual)<br></strong>Dengan rekan-rekannya:<br><strong>Kepala Bidang Eksplorasi (Imajinasi)<br>Kepala Bidang Seni (Rasa Estetika)<br>Jaksa Agung&nbsp; (Nalar)<br><br></strong>Kemudian ada para <strong>Pejabat Majelis Hati<br></strong>yang menimbang pendapat kita<br>Ketua Mahkamah Agung(Hati nurani)<br>Perdana Menteri (Kehendak)<br><br>masih banyak lagi penjabat lain yang belum disebutkan<br><br><strong>Diskusi Kelompok<br></strong>Pancar, Tara, Alfino, Haniah, Ruci.<br>awalnya aku pengen diskusi sesuai yang ditanyakan Tante Priska<br>Topik: Merasa ngga sih? ada penjabat-penjabat di negeri kalian? kalau iya, siapa? apa kerjanya?<br>Tapi kita aja ngga terlalu paham sama panjabat-penjabatnya 😅<br>yaudah deh kita ingin bahas satu-satu<br>kita mulai dari yang pertama, Ajun Komisaris Tubuh<br>kurang lebih semua sependapat kalo nafs mengatur keinginan, kecenderungan hewani yang berakibatkan baik atau buruk<br><br>keknya kita bahas 2 tapi aku kok lupa satu lagi<br>yaudah segitu aja hasil diskusinya<br>kalo aku merasa sih ada penjabat yang bekerja. Yang paling sering kerja, Sekretaris Luar Negeri<strong> </strong>dan rekan-rekannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/c6402681c733f0d2db5db4e19b22a56e/Screenshot__237_.png" />
         <pubDate>2023-08-21 05:25:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2667148839</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kenzi (minta tolong namaku jangan pakai e dongss)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2667273450</link>
         <description><![CDATA[<blockquote>Janganlah kalian pahami kesemuanya ini sebagai bagian-bagian yang berbeda dari seorang manusia; melainkan sebagai ragam kekuatan yang dimiliki dan yang harus dilatih oleh setiap orang</blockquote><div><br>ternyata di negeri jiwa manusia terdapat&nbsp; banyak pejabat, CM bilang jika semua pejabat melakukan tugasnya dengan benar maka Negeri Jiwa Manusia akan bahagia dan sejahtera. Ada Ajun Komisars Tubuh, dia biasa di sebut Nafsu atau Hasrat. Lalu ada Pejabat Urusan Pendapatan dan Penerimaan Negara, yang dikenal sebagai Keinginan, ada juga pejabat seperti kepala bidang Eksplorasi yang mengatur imajinasi, bidang seni dan banyak sekali pejabat yang lain<br><br>para Menteri dan pejabat ini biasanya duduk di salah satu dari empat majelis ini : Majelis Tubuh, Majelis Akal Budi, Majelis Hati, dan Majelis Jiwa.<br><br>tamat</div>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/l46Cjlt2V5Rhldj4Q/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-08-21 07:44:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2667273450</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2667331493</link>
         <description><![CDATA[<div>Di sini CM mulai menjelaskan lebih detail pada sistem pemerintahan KJM. Yg kurang lebih kuingat begini:<br><br>Ajun Komisaris Tubuh: Hasrat/ Nafsu<br>Bendahara: Kasih Sayang<br>Ketua Makamah Agung: Nurani<br>Perdana Menteri: Kehendak<br>Sekertaris Luar Negeri: Intelektual<br>Jaksa: Nalar<br>Pejabat Urusan Pendapatan: Keinginan<br><br>CM juga menekankan bahwa setiap manusia harus tahu bahwa Kerajaan Jiwanya sungguh luas dan kaya, atau kalau tidak ia akan selalu merasa kekurangan<br><br>Lalu seperti ada sub-sub lain yg CM sebut 4 Majelis, terdiri dari Tubuh, Akal Budi, Hati dan Jiwa. Meski terlihat rumit dan banyak sesungguhnya semua satu dan akan bersinergi jika tiap-tiap bagian dilatih dengan baik.<br><em><br>20 Agustus 2023</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-21 09:10:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2667331493</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day four : chapter three.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668193043</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>— pejabat pejabat pemerintah.</strong><br><br>dalam bab" sebelumnya, Charlote Mason mengatakan kalau dalam negeri kita terdapat juga pemerintahan layaknya negara normal. namun, tidak pernah di jelaskan secara jelas siapa saja dan bagaimana para pekerja pemerintah ini. Dan di sinilah ia mulai menjelaskan secara jelas, siapa siapa saja pekerja pemerintah itu. di mulai dari yang paling bawah :<br><br>O1. Ajun Komisaris Tubuh : <strong>Nafsu / Hasrat</strong><br>O2. Pejabat Pendapatan dan Penerimaan Negara : <strong>Keinginan</strong><br>O3. Pejabat Perbendaharaan : <strong>Kasih Sayang.</strong><br>O4. Serkertasis luar Negeri&nbsp; : <strong>Intelektual.&nbsp;</strong></div><blockquote>&nbsp;&nbsp; <em>&nbsp;&lt;&nbsp; yang membawahi :&nbsp;</em></blockquote><div>&nbsp; &nbsp; <em>i. kepala bindang eksplorasi : </em><strong><em>Imajinasi</em></strong><em><br>&nbsp; &nbsp;ii. kepala bidang seni : </em><strong><em>Rasa</em></strong><em> </em><strong><em>Estetika</em></strong><em> </em><br>O5.&nbsp; Jaksa Agung : <strong>Nalar.</strong><br>O6. Pejabat Majelis Hati :</div><blockquote>&nbsp; &nbsp; <em>&lt; yang terdiri dari :</em></blockquote><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<em>i. ketua Mahkamah Agung : </em><strong><em>Nurani</em></strong><em><br>&nbsp; &nbsp; ii. perdana menteri : </em><strong><em>Kehendak</em></strong><em>.</em><br><br>• ternyata benar dugaan ku. pemerintah adalah diri kita sendiri, yang memiliki kewenangan untuk mengatur segala hal yang terjadi dalam diri kita. di tengah diskusi tante Priska membagi ke enam belas anggota kelas, menjadi tiga tim untuk masing masing melakukan diskusi. hari itu, Keisha, Athar, dan Taci menjadi anggota dari tim ku. Topik diskusi kami adalah <strong>"Siapa yang ada dalam diri kita, dan bekerja sebagai apakah dia?"</strong> (seperti yang tante Priska arahkan). dalam 5 menit pertama itu kami ber empat di buat pusing oleh apa yang pertanyaan ini maksud kan, <strong><em>'ini apa yang di maksud?' 'ini gimana jawab nya?' 'siapa itu siapa??'</em></strong><em> </em>dan sebagai nya. sampai akhirnya kami sepakat untuk mengartikan pertanyaan ini sebagai <strong>"dari enam (sepuluh) pekerja pemerintah ini, siapa yang menurut kalian mendominasi diri kalian?" </strong>kami bisa saja salah mengartikan nya, namun dalam kurun waktu lima belas menit diskusi macam apa yang bisa kami miliki? apalagi pertanyaan nya sangat ambigu untuk kami. lalu muncul nama dua pekerja pemerintah ini: yang pertama ialah <strong>'Pejabat Perbendaharaan'</strong> yang adalah <strong>kasih sayang</strong>, lalu yang kedua meruparakan <strong>'Kepala Bidang Eksplorasi'</strong> yang artinya adalah <strong>Imajinasi</strong>. seperti nya alasan kenapa kami memilih kedua ini tidak perlu ku jelaskan ulang yaa? karena kalian pasti sudah mengerti (jika kalian mendengarkan)<br><br><br><strong>— Empat Majelis</strong><br><br>Tak salah memang kalau pemerintah memegang kendali atas berjalan nya Negeri kita, tapi di atas langit masih ada langit. dan di atas pemerintah masih ada Empat Majelis tertinggi yang membawahi para pekerja pemerintahan. Yaitu :<br><br><strong><em>O1. Majelis Tubuh.<br>O2. Majelis Akal Budi.<br>O3. Majelis Hati.<br>O4. Majelis Jiwa. <br></em></strong><br>• Siapa mereka dan Bekerja sebagai apa masih di pertanyakan, karena mereka akan di bahas nanti di pertemuan selanjutnya. Namun sempat di diskusi kan (secara singkat), kenapa Hati dan Jiwa di bedakan oleh Charlote Mason. Dan jawaban Athar menjadi jawaban yang menyudahi diskusi itu. Hati adalah gambaran untuk perasaan, sedangkan Jiwa adalah keseluruhan nya.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2093502615/4a2e0d409b35da24c95296de06a86b96/56254592c106785d14592ff9e6401e0e.jpg" />
         <pubDate>2023-08-22 02:32:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668193043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 3 Kelas Ourseles</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668345332</link>
         <description><![CDATA[<div>Ibu CM berkata bahwa sedari bab-bab awal yang berbicara menggunakan perumpamaan saja, karena itu sekarang ia akan berbicara dengan terus terang. Tapi ia menambahkan, jika seandainya sekarang kita tidak paham yang tengah ia ucapkan, nanti akan ada waktunya di mana kita memahami semuanya.&nbsp;<br><br>Semua anak yang lahir itu telah mewarisi kekayaan kerajaan manusia yang begitu berlimpah. Karena itu hampir tidak ada seorangpun yang menemukan batas ataupun ujung dari kerajaan jiwa manusia. Banyak orang yang semasa hidupnya bahkan tidak mengenali diri mereka sendiri, ataupun minimal memiliki gambaran seperti apa diri mereka itu sebenarnya. Hal itulah yang menyebabkan diri mereka menjadi serba berkekurangan.<br><br>Selain penduduk, tentu saja ada juga para pejabat pemerintahan dalam negeri jiwa manusia. Mereka antara lain adalah (hasil mencatat hari Jumat) Ajun Komisaris Tubuh, atau biasa disebut sebagai nafsu dan hasrat. Lalu ada juga&nbsp; Bendahara Negara yang adalah kasih sayang. Ada juga Sekretaris Luar Negeri yang adalah intelektual, dll. Dan posisi tertinggi di kerajaan dunia manusia adalah raja.<br><br>Lalu ada juga empat majelis utama yang menguasai kerajaan ini. Yang pertama adalah Majelis Tubuh, Majelis Akal Budi, Majelis Hati dan Majelis Jiwa.&nbsp;<br><br>Sekian yang kuingat:D</div>]]></description>
         <enclosure url="https://lh3.googleusercontent.com/tdyHkohfLTkcUwhhuJJUts_5U96lQaIC6sWI-0NBOKpn9xyguVMsEsG2eBtXURePP5bNb8vCBlvEezwLrOKORFqFeFy_12CmvmxoOJ-z_1A0k96udjMct_ai4VWGc47D1X9OUgo" />
         <pubDate>2023-08-22 05:02:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668345332</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 4: Ourselves class - Government of Human Soul (chapter 4)</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668380720</link>
         <description><![CDATA[<div>18/08/2023<br><br>Dari yang aku dengar manusia itu sudah terlahir dengan adanya negeri jiwa Manusia itu di dalam dirinya dan itu menjadi warisan buat kita. Orang orang tuh belum ada yang bisa nemuin batas negeri jiwa kita itu ada dimana. Orang yang tidak tau bahwa mereka memiliki negeri jiwa, Mereka tidak tau sebanyak apa hal yang mereka bisa dapatkan dari sana dan itu membuat hidup mereka menjadi picik dan mengecewakan.<br><br>Para pejabat yang bekerja di negeri kerajaan jiwa Manusia ini mereka memiliki job masing masing untuk di kerjakan. Jika mereka mengerjakan job mereka sendiri sendiri dan saling membantu satu sama lain maka kerajaan negeri jiwa Manusia itu akan aman damai dan sejahtera. Para pejabat dari yang paling rendah adalah para&nbsp;<br>- Ajun komisaris tubuh (nafsu/hasrat)<br>- Pejabat urusan pendapatan dan penerimaan negara (keinginan)<br>- pejabat perbendaharaan negara (kasih sayang)<br>- kepala sekretaris luar negeri (intelektual) bersama rekan nya yaitu kepala bidang eksplorasi (imajinasi) dan Kepala bidang seni (estetika)<br>- jaksa agung (nalar)<br>- para pejabat majelis hati: ketua mahkamah agung (nurani) dan perdana menteri (kehendak) dan para pejabat lainnya.<br><br>Para menteri dan pejabat ini semua memiliki majelis nya masing-masing. Ada majelis tubuh, majelis hati, majelis akal Budi, dan majelis jiwa. Mereka yang mengatur agar semuanya bisa berjalan lancar dan teratur dan ini semua katanya adalah berbagai macam kekuatan untuk mempertahankan negeri jiwa Manusia yang sudah menjadi warisan untuk kita rawat dan kita jaga.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/dcccf6c525ea356ea559a0cbc00cd7cc/753ffb45_06ae_4d66_b376_ea2c2a4181e5.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-22 05:38:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668380720</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pejabat² Negeri jiwa manusia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668381412</link>
         <description><![CDATA[<div>Negeri jiwa manusia benar benar luas, dan tak ada yang tau seberapa luas negeri itu sebenarnya.&nbsp;<br>Ada pejabat² di dalam negeri jiwa manusia. Tapi aku nggak inget pejabatnya apa aja namanya.&nbsp;<br>Tapi ada satu pejabat yang membekas di otak ku. Yaitu kepala bidang Explorasi, atau imajinasi. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-22 05:39:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668381412</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668823696</link>
         <description><![CDATA[<div>https://docs.google.com/document/d/1mPkHFdIG1XVMG-3pPErOfhyQslbkHwUwi-A9qnl6Wf0/edit?usp=sharing</div>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1mPkHFdIG1XVMG-3pPErOfhyQslbkHwUwi-A9qnl6Wf0/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2023-08-22 13:55:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2668823696</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pendeskripsian Pekerjaan Pemerintah</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2669873418</link>
         <description><![CDATA[<div>Jika aku hanya boleh memberikan tiga kata untuk menggambarkan materi kemarin maka aku akan menjawab dengan kata-kata yang berbunyi "Pendeskripsian Pekerjaan Pemerintah".<br><br>Sekian.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/dadf73aeafe8cc69fa2b45fe75eb49fe/Comp_1_00005.png" />
         <pubDate>2023-08-23 09:04:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2669873418</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The fourth letter (kingdom of the human&#39;s soul short interlude) 23/8/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2670029775</link>
         <description><![CDATA[<div>Kamu pasti sudah lelah berusaha mengartikan perumpamaan perumpamaan yang dipakai dalam kerajaan jiwa manusia, jadi mari aku jelaskan dengan lebih detail semua pemerintah kerajaan jiwa manusia.</div><div>Ada ajun komisaris tubuh atau nafsu/hasrat,&nbsp;</div><div>ada pejabat seksi pendapatan dan penerimaan negara yang dikenal sebagai keinginan,&nbsp;</div><div>perbendaharan negara alias kasih sayang,&nbsp;</div><div>lalu ada sekretaris luar negri atau intelektual, kepala bidang explorasi yaitu imajinasi, kepala bidang seni atau rasa estetika,</div><div>jaksa agung sang nalar, pejabat2 majelis hati yang terdiri dari: nurani, ketua mahkamah agung dan perdana menteri yang dipanggil kehendak.&nbsp;</div><div>Dan yang paling penting dari semua ini adalah sang raja yaitu jiwa.</div><div>Semuanya terbagi menjadi empat, majelis tubuh, majelis akal budi, majelis hati dan majelis jiwa. Semuanya bermain peran, dan dengan satu kesatuan tersebut maka terbentuklah kerajaan jiwa manusia.</div><div><br>Sekian ~ <em>Park Athar</em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097642980/e60be42257a6d2c067d4f0fa4b6c3a28/Writing_thousands_of_love_letters.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-23 12:54:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2670029775</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi kreatif Kenzi</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2674786828</link>
         <description><![CDATA[<div>Felipe - " Mafalda, tau ga sih, di kelas Ourselves kemarin bilang kalau di diri kita itu ada beberapa Ajun, salah satunya Ajun Tubuh " Mafalda - " <strong>APA KUBILANG! KITA TIDAK BISA BEBAS DARI PEMERINTAH </strong>"<br><br>Jajanan itu terlihat enak sekali<br>Padahal aku sudah punya banyak&nbsp;<br><br>Lapar Mata dan Kerakusan sepakat untuk terus membeli<br>Tapi uangku sudah tidak lagi banyak!<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2112087651/de958860e4b9773a13defa47c48fa445/WhatsApp_Image_2023_08_28_at_13_04_35.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-28 06:32:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2674786828</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kelas Ourselves 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2675180457</link>
         <description><![CDATA[<div>Jangan peduliin&nbsp;tulisan cakar ayamku plis, edisi keburu-buru 😔👊</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1500430912/c20a2562a8637451ab34d3b07a10d65d/ACE_Scanner_2023_08_28_1__0.jpg" />
         <pubDate>2023-08-28 13:55:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2675180457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>25.08 | Ajun Komisaris Tubuh</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676478442</link>
         <description><![CDATA[<div>ternyata tidak bisa langsung tiga</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/7dd5850883d006fd923f7eea5680d32b/bahaya_kerakusan_1.jpg" />
         <pubDate>2023-08-29 09:59:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676478442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>25.08 | Ajun Komisaris Tubuh</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676483211</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/fe6e8bb61704ee44a833426fd1e61f3c/bahaya_kerakusan_2.jpg" />
         <pubDate>2023-08-29 10:04:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676483211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>25.08 | Ajun Komisaris Tubuh</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676483691</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/c2200a900d775d5c018e8f61b03ecd49/bahaya_kerakusan_3.jpg" />
         <pubDate>2023-08-29 10:05:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676483691</guid>
      </item>
      <item>
         <title>25.08 | Ajun Komisaris Tubuh</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676489865</link>
         <description><![CDATA[<div>Pertemuan kali ini tugasnya narasi kreatif tapi aku tetap nulis narasi biar ngga lupa minggu depan<br><br><strong>Ajun Komisaris Tubuh<br></strong>ia memang bukan penjabat utama, tetapi kadang tanggung jawab besar di pegang penjabat yang terkesan sepele<br><br>Ajun Komisaris Tubuh bertugas memberikan rasa lapar supaya kita makan dan mendapatkan energi.<br>jika ia tidak suka atau tidak makan satupun, tubuh akan lemah.<br>Jika pikiran menarik muncul saat makan, rasa lapar akan membantu sedikit-demi sedikit sampai habis<br>aku kalo makan pasti ada pikiran menarik atau ada hiburan, misalnya makan sambil nonton. <br>rasa lapar ini bisa berubah menjadi kerakusan<br><br><strong>Rasa lapar, pelayan dan kerakusan tuannya</strong><br>kerakusan meminta perdana mentri untuk menghentikan rasa lapar. Dengan begitu kerakusan akan mengusai rasa lapar.<br>Ketika kerakusan mengusai, tubuh jadi ingin makan terus hidangan kecil<br><br><strong>Bagaimana rasa lapar membangun tubuh<br></strong>kalau rasa lapar membangun tubuh, bagaimana dengan kerakusan? Bukannya lebih cepat?<br>kerakusan memang membuat tubuh besar tapi besar akan lemak. Lemak memang diperlukan, tapi dalam taraf yang cukup kalau berlebihan bisa membahayakan tubuh. Tubuh yang sehat memerlukan lemak yang cukup dan otot yang kuat.<br><br><strong>Cara menghindari kerakusan<br></strong>Patuhi aturan rasa lapar<br>pikirkan hal menarik saat lapar<br>jangan pikirkan makananmu<br>jangan keseringan jajan di kantin<br>jangan pikirkan makanan sebelum waktunya<br><br>Narasi kreatif aku bentuknya kayak manga gitu, saat kerakusan membujuk perdana mentri untuk menghentikan rasa lapar.<br><br>sebenarnya aku pengen scenenya lebih dramatis, terinspirasi dari "Honkai: Star Rail" Journey of a Thousand Stars Trailer: "Jepella Uprising: The 47th"<br>sambil dengerin Lacrimosa, kerakusan menghipnotis perdana mentri dan membuat kekacauan dimana-mana.<br>tapi yaahhh cukup bagus</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/1bc648b61ee18e1cbb5a79f08d76aae3/Screenshot__264_.png" />
         <pubDate>2023-08-29 10:12:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676489865</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day five : crative naration </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676551791</link>
         <description><![CDATA[<div>Aku di posisi tertinggi dari rantai makanan, makhluk berakal nan tercerdas yang pernah Tuhan ciptakan.<br><br>Lalu apa?&nbsp;<br><br>Nyatanya kita masih terlalu payah dalam mengontrol diri; makan sembarangan melupakan sejuta celotehan akan hidup sehat<br>Nyatanya, rela tunduk melemah di depan hasrat.<br>Nyatanya manis, gurih dan hasrat lebih menggoda bukan?<br><br>Dasar aku manusia.&nbsp;<br><br>Belum puas jika belum melihat mangkuk dan piring piring kudapan itu kosong melompong, memaksakan lagi sembarang makanan kembali masuk ke lambung. Lalu,<br><br>Hinggaplah rasa sakit, menusuk nusuk dengan keras, lalu mereka mengaduh penuh rintihan. Sumpah serapah kutautkan pada segala yang telah masuk ke raga atas hasratku sendiri.&nbsp;<br>Aku tak berdaya bergulung gulung di kasur, menekuk - nekuk kaki ke atas bagai janin dalam rahim ibu.&nbsp;<br>Iya, benar<br>Aku kesakitan atas pilihan yang aku buat.<br>Haha<br>Kan sudah ku katakan sebelumnya, apapun yang manusia konsumsi, rasakan, atau lakukan secara berlebihan hanya akan membawa kita ke jurang neraka (kerugian).<br><br>jangan kalian tanya pada ku 'lalu apa yang terjadi selanjutnya?' karena aku pun tidak tau. entahlah, mereka mungkin kembali makan tanpa peduli rasa sakitnya akibat makan terlalu banyak. atau sebaliknya, mereka sudah cukup merasakan kesakitan dan hidup secara normal. sudah biarkan saja, aku tidak mau berpusing soal manusia manusia tamak itu, biarkan saja mereka di sana. aku tak peduli lagi, jadi cepat pergi dan biarkan aku menghabiskan piring makanan ku ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2093502615/5f9a67ef8144f09d771cf912fdde9fcc/91c8b943d227954deed4cb11695543f4.jpg" />
         <pubDate>2023-08-29 11:31:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676551791</guid>
      </item>
      <item>
         <title>)*&amp;*(@$*%$          &lt;--INI MERUPAKAN KODE RAHASIA! coba pecahkan</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676771179</link>
         <description><![CDATA[<div>wahai lapar<br>kutahu engkau memaksaku<br>mendesakku untuk makan<br>tetapi<br>sekali kali<br>takkan pernah<br>kau kuberi gula gula<br>semakin lama<br>kau semakin menjauh<br>dari tugasmu<br>sebagai pelayan<br>dan, semakin mendekat<br>dengan peran caleg/mpr<br>"aku mau kau makan gula gula<br>lagi dan lagi dan lagi<br>maka akan kuberi engkau<br>sebuah kenikmatan"<br>begitulah rasa rakus<br>mulai menyebar<br>dari lapar<br>tetapi<br>jika kamu memerlukan makanan<br>ayuk, kita pergi mencari makan<br>kalau bisa<br>lebih baik makan dirumah<br>sebelum aku kelaparan<br>marilah makan dulu<br>(nasi capjay)</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i.makeagif.com/media/6-08-2021/IJkNEN.gif" />
         <pubDate>2023-08-29 14:21:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676771179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 5: Ourselves class - Ajun komisaris tubuh (rasa lapar) *creative narration*</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676872939</link>
         <description><![CDATA[<div>25/08/23<br><br>Narasi dari 1 clue: rakus/serakah.<br><br><br>Ps: Perjuangan dari jam 4 sore sampe jam 10 malam ternyata worth it juga. Meski tangan jadi warna-warni 🥲🤧</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/f4276cbd4671c16b142b5d915df94724/59623cf9_3e6b_4658_b7da_84d90d33a2fa.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-29 15:31:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2676872939</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5 | Narasi Kreatif: Surat utk Bu Charlotte </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2677566672</link>
         <description><![CDATA[<div>Dear Bu Charlotte... <br><br>Tulisan Ourselves-mu baru sajaku baca, tepatnya bab yang membahas soal Ajun Komisaris Tubuh: Rasa Lapar. Aku sangat terketuk ketika ibu menuliskan "sebagaimana di dunia, banyak hal bergantung pada orang-orang yang paling tidak penting". Ya! Jadi orang tidak penting sebenarnya juga punya peran penting, kerena dengan adanya dia di dunia Tuhan pasti punya maksud tertentu, iya kan, bu? Yaah... meski kadang sampai mati pun kita belum mampu menafsirkannya.<br><br>Trus tahu nggak bu? Tentang rasa lapar ini rasanya ibu seperti menegur obsesiku terhadap mi dan pasta. Padahal ibu saja tidak tahu kalau aku akan lahir ke dunia. Aku tahu kok kalau makanan itu membuat tubuhku jadi bekerja lebih keras dan manfaatnya tak sebanding, tapi sumpah bu, itu makanan enaaaak sekali. Doakan saja ya bisa perlahan menguranginya. Terima kasih sudah diingatkan.&nbsp;<br><br>Salam hangat buat Bu Charlotte :)<br><br>29 Agustus 2023<br><br>-- Naila<br>Remaja yang sedang mencari cara terbaik mengontrol kebucinannya pada mi dan pasta</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-30 02:34:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2677566672</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pantun</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2677748446</link>
         <description><![CDATA[<div>Berlayarlah seperti *nahkoda,&nbsp;<br>berharap tuhan akan membantu.<br>Janganlah engkau tergoda,<br>itu hanyalah sebuah nafsu.<br><br><br><br>Nahkoda diambil dalam bahasa persi yang berarti<br>Nah : tidak ada apa pun<br>Koda : selain tuhan.<br><br>Di tengah laut kan gak ada siapa-siapakan, jadi mereka bergantung pada tuhan.<br><br>Sekian terimakasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-30 05:11:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2677748446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The fifth letter (kingdom of the human&#39;s soul, dialog(?) creative narration) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2677837739</link>
         <description><![CDATA[<div>???: pspspspspspspspspsp</div><div><br></div><div>Komisaris tubuh: Hm? Siapa disana?</div><div><br></div><div><strong>Sore itu ajun komisaris tubuh sedang bekerja lembur di kantornya, saat ia mendengar bisikan bisikan.</strong></div><div><br></div><div>???: PSPSPSPSPSPSPSPS</div><div><br></div><div><strong>Ajun komisaris tubuh terus mendengar pspspsp tersebut sampai akhirnya sebuah/suatu(?) suara berbicara.</strong></div><div><br></div><div>Kerakusan: Kamu pasti lapar, udah kerja lembur, gaada makanan, makan gih makan yang banyak&nbsp;</div><div><br></div><div><strong>Akhirnya ajun komisaris tubuh pergi makan, tapi anehnya ia tidak bisa berhenti, suara itu terus menerus menyuruhnya makan sampai akhirnya ia sebulat blueberry yang dimakannya. Karena ia ajun komisaris tubuh, semua makanan yang ia makan akan di makan pula oleh semua warga dan akhirnya semua warga kegendutan dan malas bergerak.</strong></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097642980/6167e42df89005fb15c451f8b9f47933/image.png" />
         <pubDate>2023-08-30 06:40:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2677837739</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sadar</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2677882310</link>
         <description><![CDATA[<div>Video di atas merupakan scene terakhir dari film-film-an yang aku buat, jadi kisahnya adalah ada orang yang terlalu sering sedih dan bosan dan salah satu penyebabnya karena kerakusan.<br><br>Pada satu momen, dia merasa hidupnya sangat monoton dan menyedihkan lalu dia merenung dan sadar bahwa dia punya kewajiban yang harus dipenuhi dan tujuan yang ingin dicapai, dia juga sadar bahwa dia tidak memiliki alasan untuk berlarut-larut dalam&nbsp; kesedihan dan kebosanan.<br><br>-<br><br>Nah, kenapa cuma ada satu scene?<br><br>Sebelumnya aku udah rencanain mau buat kayak gimana dan rekam kayak gimana, tapi karena waktu yang terbatas maka aku ga punya persiapan yang layak, tapi saat itu tetep aku rekam. Saat bagian editing baru kelihatan kalo videonya ga nyatu, dan aku putusin untuk upload scene ini aja, dan sebelumnya aku juga udah tambah voice over di scene ini tapi pas di taruh di padlet suaranya malah rusak dan berhubung waktu ku gak banyak jadi aku kosongin.<br><br>Hehe.<br><br>Sekian.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/feb269b4aab0b1792a0ea01c47b8d701/Sadar.mp4" />
         <pubDate>2023-08-30 07:19:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2677882310</guid>
      </item>
      <item>
         <title>05. Kerakusan</title>
         <author>irniannisa83</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2678097837</link>
         <description><![CDATA[<div>Begitu bisiknya. Tergoda oleh bisikan itu, Ia setuju. Lagian, apa gunanya hidup kalau bukan untuk menyenangkan diri?&nbsp;<br><br>Lantas, Kerakusan berhasil membentuknya menjadi seperti zombie, mayat hidup yang tidak pernah merasa kenyang. Ia melahap serpihan gula dipiringnya sampai licin. Sungguh lezat. Tidak puas, Ia memakan bagian milik saudaranya, neneknya juga milik temannya.&nbsp;<br><br>Tidak pernah puas, tidak pernah kenyang. Ia menjadi "buta" akan segala sesuatu. Ia terus melahap apapun, siapapun yang kebetulan berada dalam jangkauannya. "Lagi...lagi, lagi!!" Tidak mampu mengendalikan diri, hanya itu kata yang muncul dalam benaknya. Ia memakan orang-orang yang dulu disayanginya, itupun masih bukan apa-apa. Jeritan terdengar ketika Ia mendatangi para penduduk di negerinya. Sayang, layaknya mayat hidup yang tak berperasaan, Ia tidak pernah menggubris permohonan mereka.&nbsp;<br><br>(CHOMP CHOMP)&nbsp;<br>&nbsp;"RRR-"<br>&nbsp;"RRRRRRAURGHHH"&nbsp;<br>Jauh didalam, Ia sebenarnya tahu perbuatannya salah. Namun apa daya? Hasratnya untuk makan lebih besar dibanding apapun. &nbsp;<br><br>Tapi pada suatu hari, Ia terkejut menemukan dirinya sendirian. Kota itu kosong, tidak tersisa siapapun lagi.&nbsp; "Kemana semua orang?" Tidak ada yang tersisa untuk menjawab pertanyaannya. Tidak ada apapun lagi. Ia terduduk sendirian di kota itu. Meratapi nasibnya, mengutuki dirinya sendiri yang kejam.<br><br>Tapi kerakusan itu masih hidup dalam dirinya. Frustasi karena tidak sanggup menahan hasrat, Ia memakan dirinya sendiri. Ia tidak peduli lagi. Yang Ia pikirkan hanya lagi, lagi dan lagi. Pada akhirnya kerakusan merusak dirinya sendiri. Merusak hidupnya untuk selamanya demi kenikmatan sementara.&nbsp;<br><br>Begitulah yang terjadi menurut legenda. Begitulah yang terjadi pada donat krim pisang dari negeri Camiland.&nbsp;<br><br>Cerita aneh, diluar nalar, aku tahu. Pikiranku mengatakan kerakusan membentuk orang menjadi seperti zombie. Ini hanya latar belakang sekilas dari yang sebenarnya kubuat.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1909352927/02370478ec5d7c7722e9c0ec4588ff56/Tak_berjudul3_20230829201644.png" />
         <pubDate>2023-08-30 11:29:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2678097837</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rakus (30/8/2023)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2678270764</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1918718182/e9e60169ed8ce042857c65aa8094ba60/IMG_20230830_WA0008.jpg" />
         <pubDate>2023-08-30 13:59:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2678270764</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas kreatif</title>
         <author>catatankertas15</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2679304109</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi intinya ini merupakan pendapat taci mengenai rasa lapar vs kerakusan. Dimana kerakusan biasanya datang dari lidah, sementara rasa lapar dari oerut(yang diatas digambarkan lambung)<br>Sekian terimakasi</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099347945/f30e68a94b77641cb6daa0acb8bae3ab/16934582148867195958239741474076.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 05:05:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2679304109</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ajun Komisaris dan Kerakusan</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2679824409</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Di Scrapbook nya kita bisa melihat bahwa Ajun Komisaris rasa lapar mengonsumsi makanan seperlunya saja. Sementara Kerakusan melahap seluruh jenis makanan (kecuali brokoli) yang tersedia.<br><br>Mereka berdua terlihat mirip, kecuali ukuran badan mereka. Banyak yang berkata bahwa A.K Rasa Lapar dan Kerakusan adalah anak kembar, ada juga rumor yang berkata bahwa mereka adalah orang yang sama; yang dapat berubah wujud di waktu-waktu tertentu seperti cerita-cerita Werewolf.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/UEa0K_iu5iM" />
         <pubDate>2023-08-31 14:00:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2679824409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NASKAH DRAMA - </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2681625431</link>
         <description><![CDATA[<div>:))&nbsp;<br><br>note:<br>Aku malas mencari nama di google, jadi maaf ya Athar dan Pancar :))</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2124271824/6727c50ff28ef313866d9be217ec6a3a/narasi_kreatif_ourselves.docx" />
         <pubDate>2023-09-02 00:13:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2681625431</guid>
      </item>
      <item>
         <title>6 |</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2682100736</link>
         <description><![CDATA[<div>Bahasan pada bab ini singkat sekali. Tentang haus, minum dan mabuk.&nbsp;<br><br>Aku tidak ada ragu mengatakan pada semua orang, seperti CM bilang, air putih dingin adalah cairan yang paling diinginkan manusia saat haus. Namun aku jelas-jelas menyangkal saat CM mengatakan kalau susu adalah cairan terbaik bagi manusia (yg kutangkap di sini susu hewani, jika ASI lain cerita).<br><br>Lalu soal minum alkohol, aku sepenuhnya mengiyakan--seperti orang² yg waras di dunia ini--kalau itu tidak baik. Terlepas dari ajaran agama dan moralitas warga +62. Coba-coba minum alkohol sama dengan teori memasak kodok. Awalnya api kecil, awalnya hanya coba minum sekali. Eh tapi kok enak airnya hangat, eh tapi kok rasanya nagih. Cobalah bertahan agak lama di air, cobalah minum satu kali lagi saja. Lama-lama air makin panas meski kodok tak menyadarinya karena nyaman, lama-lama makin banyak minumnya karena sudah takdir alkohol sifatnya begitu. Tanpa disadari kodok telah matang direbus hidup-hidup, tanpa disadari candu alkohol telah membelenggu manusia tersebut.<br><br>2 September 2023</div>]]></description>
         <enclosure url="http://mananews.co.nz/wp/wp-content/uploads/2015/08/Boiling_Frog.jpg" />
         <pubDate>2023-09-03 02:16:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2682100736</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kenzi</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2683085116</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2112087651/418a0361662b110d2d4e92b8108cbcb6/Dark_Green_Vintage_Minimalist_Aesthetic_Newspaper_Fashion_Marketing_Ad_Instagram_Story.png" />
         <pubDate>2023-09-04 07:33:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2683085116</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INI TUGASNYA TANTE</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2683460728</link>
         <description><![CDATA[<div>ini dipencet ya tan, kalau dibaca tolong konfirmasi ok?</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1507708236/ad1442eb6140978495960d112edf7914/tugas_ourselves.pptx" />
         <pubDate>2023-09-04 13:59:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2683460728</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The sixth letter (kingdom of the human&#39;s soul)  05/09/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2684261241</link>
         <description><![CDATA[<div>Ajun komisaris tubuh yang lain adalah rasa haus, kebutuhan manusia yang paling penting sebab tubuh kita terbuat dari 70/90(?)% air. Dengan cara yang berbeda beda, air selalu menemukan cara untuk keluar dari tubuh manusia, jadi tugas rasa haus adalah memastikan agar kerajaan jiwa manusia tidak kekurangan air. Minuman kesukaan rasa haus adalah air murni yang dingin, tetapi seiring bertambahnya umur, rasa haus suka menambahkan berbagai macam tambahan ke dalam air murni tsb, seperti teh, kopi, perasan jeruk, dan lain sebagainya. Walau tidak buruk, tapi tetap di sayangkan, karena rasa haus kehilangan cintanya terhadap air murni.</div><div><br></div><div>Tetapi sama dengan rasa lapar, rasa haus juga mempunyai bahaya yang mengintai yaitu kemabukan. Rasa haus akan berjanji kepada para atasannya bahwa ia akan membawakan kerajaan jiwa manusia kebahagiaan, walau sebenarnya yang ia bawakan hanyalah kemabukan. Orang yang sudah di bawah kuasa kemabukan akan menghabiskan waktunya minum minum, ia akan menghabiskan juga uangnya untuk membeli minuman minuman, tapi yang kemabukan minum bukanlah minuman biasa, melainkan minuman keras seperti arak, bir, whiskey, dll. Orang akan menjual semua yang ia miliki hanya untuk satu hal: Minuman keras.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097642980/dc3b433c07a196551a010dc8208ba4da/The_most_important_letter_you_need_to_write_right_now_.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-05 04:49:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2684261241</guid>
      </item>
      <item>
         <title>06. Ajun Komisaris Tubuh: Rasa Haus</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2684307909</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi katanya tubuh ini terbuat kebanyakan dari air dan yang bisa kita minum memang air walaupun itu tercampur sama yang lain, bisa dari alam atau bisa juga secara secara buatan tangan manusia.<br><br>Dan menurut CM yang paling sehat itu adalah susu, terus pas kecil kita itu suka air putih cuman semakin kita besar kita semakin menyukai yang dicampur-campur.<br><br>Lalu kita sampai di kemabukan, jadi ada minuman alkohol yang disukai sama orang-orang yang membuat mereka tuh kayak pengen minum dari pagi siang sampai malam sampai menjual pakaian istrinya kemudian sama makanan anak-anaknya. Terus katanya minum-minum ini membuat adalah kayak masalah terbesar yang bertanggung jawab atas kemiskinan, dosa dan banyak yang lain.&nbsp;<br><br>Ada berapa orang,&nbsp; anak-anak, pria dan wanita yang bersumpah bahwa mereka dengan khidmat tidak akan meminum alkohol terus ya untuk menghindari dari masalah yang ditimbulkan oleh oleh kemabukan. Kecuali untuk obat-obatan. Karena percaya kalau satu kebaikan itu bisa membantu untuk menghilangkan akar kejahatan yang besar dan jadinya jadi panutan.<br>-&nbsp;<br>Padahal klo dipikir-pikir orang yang mabuk itu tuh alasannya yang keluar adalah untuk "mengobati" rasa sedih mereka. Padahal&nbsp; ini melupakan alias lari dari masalah. Bukan membereskan masalah. Walaupun gak bisa disalahkan karena kadang ada masalah yang menakutkan HAHAHAHA.<br><br>Mungkin sama seperti menonton/bermain gem buatku. Entah, kadang dilupakan sejenak itu lebih baik daripada mikirin masalah terus. Jadi sebenarnya nggak salah pengen melupakan masalah sebentar, cuma yang salahnya itu pengen melupakan untuk waktu yang lama dan melupakannya dengan cara mabuk-mabukan.&nbsp;<br><br>Orang mabuk itu tidak sadar, jadi kayak banyak banget skenario yang bisa terjadi saat dia lagi nggak sadar. Contoh tiba-tiba dia teriak-teriakin orang, atau mukulin orang. Atau ya, kadang bisa nyerocos semuanya, maksudnya SEMUANYA INFO DISEBAR PAS LAGI NGGA SADAR. Bayangin ruginya ckckck ಠ⁠&nbsp;͜⁠ʖ⁠&nbsp;⁠ಠ<br><br>Sejujurnya, ini jadi alasanku kenapa aku memilih untuk tidak mabuk diluar "moral dan agama".<br><br>Dan minumannya emang gak sehat sih, nggak mungkin dilarang kalau minumannya itu menyehatkan atau setidaknya netral lah, iya kan?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-05 05:25:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2684307909</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day six : creative naration.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2684785780</link>
         <description><![CDATA[<div>kemabukan — jujur ini adalah hal yang tidak begitu suka ku bahas. karena isi nya tak lebih dari manusia manusia haus validasi yang gemar menghambur hambur kan uang untuk sebotol minuman. manusia manusia konyol yang rela membunuh demi botol botol berisi cairan alkohol yang di katakan mampu membahagiakan mereka itu. yang menjadi jalan keluar untuk mereka yang kepalanya terus di dera rasa lelah akibat permasalahan dunia.&nbsp;<br><br>dasar bodoh! apa bagusnya meneguk botol botol itu? uang di kuras habis demi minuman yang merusak organ, lupa kalau di rumah ada keluarga juga yang harus di beri makan, di ajak jalan jalan dan si bahagiakan. tak pernah malu kah mereka? di temukan terkapar di pinggir jalan seperti orang bodoh, atau terkadang terpaksa di seret masuk kebalik jeruji besi karena membuat ulah dan meresahkan warga.&nbsp;<br><br>tak hanya itu...<br><br>tak jarang ku dapati pria pria yang katanya sudah 'dewasa' tengah bermabuk mabuk ria di area rumah ku, tertawa tawa macam orang gila di hadapan semua orang. dan tak hanya malam hari! di siang bolong pun mereka juga begitu. tertawa tawa seperti orang tanpa akal di hadapan anak anak kecil atau ibu ibu yang tengah berjalan. dan mereka tetap juga tak merasa malu.&nbsp;<br><br>sangat menyedihkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/29159a984c4fcea2d852a579df3d3778/359459303190b3f312d3ebafbc33fc86.jpg" />
         <pubDate>2023-09-05 12:19:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2684785780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 6: Ourselves class - Ajun Komisaris Tubuh (Rasa Haus)</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2685009515</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Rasa Haus suka Air Dingin:<br></strong><br>Ajun komisaris tubuh selain kerakusan adalah ada rasa haus. Dan rasa haus ini berguna banget, saking bergunanya bisa di lihat dari bagaimana tubuh itu mengandung banyak sekali air. Rasa haus ini suka dengan air murni yang dingin dan bagaimanapun di bumi ini yang bisa kita minum cuman air. Kadang kita Minumnya dicampur dengan sesuatu yang lain. pencampuran ini dilakukan oleh alam seperti susu atau buah anggur. Dan manusia juga mencampurnya seperti teh, kopi, dan lain-lain. Minuman yang paling sehat adalah susu.<br><br>Rasa haus itu tidak peduli dia minum apa, tapi dia paling suka air putih dingin, jika kita tinggal di negara-negara Timur yang panas kita pasti tahu betapa nikmatnya air dingin itu ketika kita minum. Anak kecil suka dengan air putih tapi anak-anak yang lebih besar suka minum beragam minuman, mereka sering menambahkan sesuatu seperti perasan lemon ke dalam minumannya sebagai perisa. Sebenarnya itu tidak apa-apa tapi mereka membuat air itu jadi kehilangan selera cita rasa awalnya<br><br><strong>Kemabukan Mendambakan Alkohol:</strong><br><br>Kita pasti mikir bahwa "Oh rasa haus ini adalah sesuatu yang berguna dan dia penting untuk tubuh kita" tapi ternyata rasa haus ini juga bisa menjadi sebuah bencana bagi jiwa manusia.<br>Perdana Menteri mendengarkan dan dia berkata "serahkan saja semuanya padaku, aku akan membahagiakan jiwa manusia ini" dan kita tidak bisa menyebutnya sebagai rasa haus lagi, tetapi justru sebagai&nbsp; kemabukan. dan ketika kemabukkan ini sudah mencengkeram seseorang, dia akan terus membuat orang ini untuk minum, minum, minum, dan minum dari pagi hingga malam.<br><br>pakaian ibunya, meja makan, makanan-makanan anaknya, semuanya dia habiskan untuk minum. Waktunya, kesehatannya, dan segala tenaganya ia habiskan untuk minum. Ia bahkan menjadi tunawisma dan tidak memiliki teman, karena yang ia dambakan hanya minum. dia tidak mempedulikan rumah, atau tempat tinggal, dan yang ia inginkan hanyalah minum, dan lebih banyak lagi. Yang ia inginkan hanyalah minum dan itu lebih dari apapun yang dia inginkan lainnya<br><br><strong>Mengapa Orang Berpantang:</strong><br><br>Dan kita tahu bahwa sebenarnya mabuk ini tidak disebabkan oleh air murni. Zaman dahulu orang menyiapkan substansi yang bernama alcohol dan itu yang merusak para pria dan wanita baik-baik, juga anak-anak. Mereka bersumpah dengan hikmat bahwa mereka tidak akan mencicipi bir dan anggur, karena mereka akan menjadi seorang pemabuk. Meski kita tidak tahu apa yang apa kejatuhan yang akan kita alami di kemudian hari. Tapi justru karena sebuah kebaikan, itu bisa membantu menghentikan kejahatan di dunia. Dan mereka memberikan orang teladan Meskipun mereka tidak diminta untuk memberikan teladan tetapi bahkan orang yang meneladani orang lain orang itu tidak tahu bahwa ia diteladani oleh orang itu.&nbsp;<br><br>Q: kenapa air putih di sebut 'putih' padahal itu 'bening'?<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/e109ff43efcc5b209d538c42bfce7a68/3bb370d4_ea98_4a64_af93_a1b5ae15defa.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-05 14:28:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2685009515</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Minuman favorit Ajun Komisaris Rasa Haus</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2685100622</link>
         <description><![CDATA[<div>Credits: si bocil (Park Athar Hirzi)<br><br>BLOOPERSS ‼💥💥💥: https://youtube.com/shorts/ait2waRBvJU?feature=share</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/6852cee8576f61a4d1638779749affd2/My_honest_reaction.mp4" />
         <pubDate>2023-09-05 15:24:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2685100622</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Video Ini Daging Banget!</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2685133149</link>
         <description><![CDATA[<div>Gitu deh.<br><br>Sekian.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/cc35b8f451463eab2e0c2bed06c44ea3/Orsel.mp4" />
         <pubDate>2023-09-05 15:44:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2685133149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>01.09 | Ajun Komisaris Tubuh (Rasa Haus)</title>
         <author>irniannisa248</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2685758116</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Rasa Haus Suka Air Dingin</strong><br>Penjabat yang paling berguna, Rasa Haus, bertugas untuk menggantikan air yang dibuang tubuh. Seperti yang kita tau tubuh terdiri dari air. <br>Air berasal dari satu sumber yang kemudian bercampur. <br>Misalnya: Susu sapi (makanan dan air yang diminum sapi berproses menjadi susu) teh dan Kopi.<br>Ada juga air yang diberikan perasa. Anak kecil cenderung lebih suka air putih, tapi semakin besar jadi lebih suka perasa.<br><br><strong>Kemabukan mendambakan alkohol</strong><br>Rasa Haus dapat berubah menjadi kemabukan. Ia hanya mau minum dan minum.<br>Salah satu penyebab kemiskinan dan kejahatan berasal dari kemabukan.<br><strong><br>Mengapa orang berpantang</strong><br>Bukan air murni yang membuat mabuk.<br>Kemabukan disebabkan kadar alkohol yang berlebihan. Kemabukan menyebabkan ketergantungan.<br>Sudah berjuta-juta orang yang terkena dampak mabok.<br>air&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; other drinks</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/20acef6c83f17058a4e3d3c3d21b10a9/ezgif_com_video_to_gif.gif" />
         <pubDate>2023-09-06 01:07:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2685758116</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pribahasa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2686156205</link>
         <description><![CDATA[<div>Sesal dahulu pendapatan,<br>sesal kemudian tak berguna.<br><br>Artinya: dipikir-pikir dulu sebelum melakukan sesuatu.<br><br>Sama seperti meminum alkohol, dipikir-pikir dulu, nanti kalau minum gak bisa berenti gimana?&nbsp;<br>Sebenernya si lebih baik jangan, tapi menurutku lebih baik kalian kalian yang memutuskan.&nbsp;<br><br><br>Sekian terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-06 06:03:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2686156205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 5 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2686462303</link>
         <description><![CDATA[<div>Seorang pria terduduk dengan lesu di tengah persimpangan jalan.<br>Aku bertanya,<br>"Kau sedang apa tuan?"<br>Dan ia menjawab,<br>"Sedang mencari uang,<br>karena rasa haus yang tak tertahankan."<br><br>Aku bertemu dengan pria yang sama tengah duduk di sudut jembatan.<br>Aku bertanya,<br>"Kau sedang apa tuan?"<br>Dan ia menjawab,<br>"Aku baru saja pulang berjudi, <br>bukan uang yang kudapatkan melainkan kekalahan."<br><br>Aku bertemu dengan pria yang sama<br>tengah meminum berbotol-botol bir di sampingnya.<br>Aku bertanya,<br>"Kau sedang apa tuan?"<br>Dan ia menjawab,<br>"Aku baru saja berhutang, <br>mencari cara untuk memuaskan dahaga."<br><br>Aku bertemu dengan pria yang sama, <br>dengan rumah habis disita.<br>Aku bertanya,<br>"Kau sedang apa tuan?"<br>Dan ia menjawab,<br>"Rumahku disita, hartaku diambil paksa, karena hutang untuk membeli<em>nya</em>.."<br>Ia menunjukkan botol-botol bir berharganya.<br><br>Aku bertemu dengan pria yang sama, mabuk, di pinggiran jalan raya.<br>Aku bertanya,<br>"Kau sedang apa tuan?"<br>Dan ia menjawab,<br>"Keluargaku hancur, istri dan anak-anakku meninggalkanku hanya karena&nbsp;<br>keinginanku untuk memuaskan dahaga."<br><br>Aku bertemu dengan pria yang sama,<br>dengan mobil ambulans bersamanya.<br>Aku bertanya,<br>"Kau sedang apa tuan?"<br>Dan ia menjawab, di tengah-tengah tangisan,<br>"Jantungku terganggu, padahal yang<br>kulakukan hanya berusaha melenyapkan<br>rasa haus yang tak tertahankan."<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113042740/b5d0c57171daef4a04bf2a2856719a58/download__54_.jpg" />
         <pubDate>2023-09-06 10:03:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2686462303</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Minum (6/9/2023)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2686587153</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1918718182/e3360f2411c26a84130691850e305b46/IMG_20230906_WA0017.jpg" />
         <pubDate>2023-09-06 12:04:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2686587153</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL TUGAS KELOMPOK 4, (PODCAST JIWA MANUSIA)</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701509234</link>
         <description><![CDATA[<div>selamat menikmati</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1507708236/9344b2a4d1e962d7df96935395b0ed48/My_Video.mp4" />
         <pubDate>2023-09-13 06:52:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701509234</guid>
      </item>
      <item>
         <title>08.09 | Rest and Restlesness</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701521822</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Istirahat dan Kegelisahan</strong><br>Mereka berdua adalah pelayan yang baik.<br>Kegelisahan mendorong tubuh agar bergerak dan melakukan sesuatu.<br>Bayi jarang diam karena Kegelisahan, ia akan menendang-nendang atau bermain dengan tangannya.<br>Begitu dewasa mereka ingin main karena asyik, misalnya main bola, bersepeda atau mendaki gunung. Tak tenang kalo tidak mengerjakan hal yang sulit.<br>Kegelisahan memperkuat otot tubuh dan membakar lemak Ajun Komisaris Rasa Lapar.<br>Dia membantu Jiwa Manusia mempunyai tubuh yang kuat dan berotot, mampu berenang dan menunggang kuda, melompat, berlari, dan berjalan jauh.<br><br>Namun ia bisa berubah menjadi Tuan yang keras. Ia ingin mengerjakan sesuatu yang terlalu sulit, terlalu capek dan ingin melakukan sesuatu saat sedang melakukan hal lainnya.<br><br><strong>Istirahat</strong><br>Kadang istirahat mengambil alih. Ia paling suka tidur lelap dan bangun dengan penuh energi di pagi hari.<br>istirahat bertanggung jawab untuk memberikan energi kepada tubuh. Tanpa istirahat tubuh kita akan kelelahan bahkan tidak bisa melakukan hal kecil sekalipun.<br><br>Tetapi Istirahat dibayangi setan, yaitu kemalasan<br><br><strong>Malas</strong><br>Saat sudah malas kita tidak mau melakukan hal apapun selain beristirahat, atau hal lain yang menurut kita nyaman dan tidak capek.<br>Tak mau melakukan yang merepokan<br>Dulu kemalasan disebut sebagai dosa pokok.<br><br>Disinilah kegelisahan akan membantu agar kemalasan pergi.<br>Dan istirahat membantu setan Kegelisahan hilang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2137568921/f47fa40da26510e6d037386610f23d5e/genshin_impact_hu_tao_zhongli.gif" />
         <pubDate>2023-09-13 06:59:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701521822</guid>
      </item>
      <item>
         <title>08.09 | Rest and Restlesness (Tugas Kelompok)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701624712</link>
         <description><![CDATA[<div>Athar kasih ide bikin podcast kayak nanyain bos mafia gimana dia melakukan kejahatan-kejahatannya. sebenarnya aku mau kasih intro cuman rendernya lama banget</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/Ke0xhyT_Jfc" />
         <pubDate>2023-09-13 07:57:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701624712</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi kelompok KRISNA SLAY  </title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701928073</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2112087651/0a20db0f9c6a5d06d08060ddf0251a84/FIX_NIHHH.mp3" />
         <pubDate>2023-09-13 11:41:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701928073</guid>
      </item>
      <item>
         <title>07. Gelisah Sebagai Pelayan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701962548</link>
         <description><![CDATA[<div>Project kel.01 Krisna Slay🧞‍♂️ (anggap sj emot Krisna)<br>Seperti biasa aku cukup menikmati proses kerja kelompok kali ini YAHAHAHAW, kurasa itu yg terpenting.&nbsp;<br>Memang ketche sekali anggota kel.01🤟</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2137904972/90419a470c3fdd5aca3868a65a954786/FIX_NIHHH.mp3" />
         <pubDate>2023-09-13 12:06:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2701962548</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The 7th letter, Video format(?) (kingdom of the human&#39;s soul podcast)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2702036940</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasian alfino render intronya lama banget<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/Ke0xhyT_Jfc" />
         <pubDate>2023-09-13 12:53:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2702036940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day seven : creative naration.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2702039297</link>
         <description><![CDATA[<div><br>creative naration kelompok satu ( krisna slayy ) : drama tanpa visual (audio).<br><br>made by :&nbsp;<br>1. Dira.<br>2.Taci.<br>3. Keisya.<br>4. Kenzi.<br><br>• </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/d4c8adb172c6feac0b9fd3631a7631a2/FIX_NIHHH.mp3" />
         <pubDate>2023-09-13 12:54:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2702039297</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas kel 1 :D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2702196277</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama&nbsp;Audiooo yuhu</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745549987/ca237b5b47923ffabb1bd34d55b8c80f/FIX_NIHHH.mp3" />
         <pubDate>2023-09-13 14:18:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2702196277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>We Live, We Love, We Lie.</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2702848189</link>
         <description><![CDATA[<div>Ceritanya bikin masing-masing sj ya</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/dFUOHiweroo" />
         <pubDate>2023-09-13 22:32:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2702848189</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703890254</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100468252/6fbdf3ca0f0f98b6370a67f91fe5be60/IMG_20230914_WA0013.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 09:30:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703890254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703890818</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100468252/2bd7403fa7515d3fcb2ce83cb041c506/IMG_20230914_WA0015.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 09:30:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703890818</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703891552</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100468252/5b8337ce2e62d962a6e93ffe3445714b/IMG_20230914_WA0017.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 09:31:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703891552</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703892110</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100468252/ae9fd35f00537b669609528a22b23fc6/IMG_20230912_WA0002.jpg" />
         <pubDate>2023-09-14 09:32:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703892110</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703892874</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari kelopok 2<br>Kayra: naskah<br>Naila: naskah<br>Kaori: editor<br>Haniah: gambar komik</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100468252/a9ac66228c675fa14ad573664cfeb767/IMG_20230914_WA0019.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 09:32:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2703892874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syarat-syarat jika Ajun Komisaris Istirahat menjadi pelayan ❗❗❗</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704054783</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/dFUOHiweroo" />
         <pubDate>2023-09-14 11:53:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704054783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Istirahat sebagai pelayan (Tugas kelompok) (vidio) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704184430</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/dFUOHiweroo" />
         <pubDate>2023-09-14 13:14:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704184430</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 7: Ourselves class - Ajun Komisaris Tubuh (gelisah menjadi tuan) *teamwork creative narration*</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704363996</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/eef98d43d7886a334fca9ce900c16524/108a4ee3_3859_4f88_913f_665375bbbdf7.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 14:55:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704363996</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704383167</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/de3d099016bd154c9325489f2825f7e0/8a13feea_8429_44c7_a589_ea0af383f4ce.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 15:06:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704383167</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704388795</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/288dc0a5bb225b5ac490de4445a301ea/97bb35ee_cd28_4e5c_b922_ed60f39169ac.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 15:07:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704388795</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704392950</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/27d611c3a00a10dfdf98045e9f8c9d82/d5f8f289_d5da_4e86_b48f_566d1007e380.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 15:10:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704392950</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704396342</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/1089d72bce1d163faa825ae121778252/1a02a391_6558_4bac_b7ec_2b15d3d1e18b.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-14 15:12:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2704396342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NARASI BAB 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2706666335</link>
         <description><![CDATA[<div>Adam dan Hawa diperbolehkan makan apa saja, kecuali buah dari satu pohon. Lalu seorang penggoda datang, dan mereka tetap memakannya, meski mereka sudah tau konsekuensinya.<br><br>Unik memang bagaimana manusia itu sebenernya tahu bahwa ia tidak boleh melakukan sesuatu, namun tetap melakukannya, for the sake of their nafsu.&nbsp;<br><br>Contohnya dalam memuaskan hasrat sexual (kalau berdasarkan cerita kemarin) manusia tahu bahwa mereka itu bisa terkena penyakit, bisa hamil, bisa hancur kehidupannya, karena perbuatan mereka. Tapi toh, mereka tentu tetap melakukannya bukan?<br><br>sebenarnya, bukan hanya dalam nafsu ini hal ini bekerja, dalam minum, makan, rest, restlesness, juga bekerja sama halnya. Kita tahu kalau kita makan kebanyakan, kita bisa jadi ga sehat, tapi kita toh tetap makan. kita tau kalo kita malas-malasan kerjaan kita nggak selesai, but we do it anyways. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-16 08:37:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2706666335</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nafsu/Hasrat (17/9/2023) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2707150285</link>
         <description><![CDATA[<div>Tiap Nafsu adalah pelayan yang baik, tapi jangan biarkan mereka menjadi tuan. Cara supaya mereka tetap jadi pelayan adalah: makan, minum, dan istirahat secara teratur (kok sama ya kayak kata kata pelatih ku 💀) &nbsp;<br>Tiap hasrat dan nafsu punya waktunya sendiri. Ada waktunya cemilan, dan ada waktunya tidur. Begitupun dengan Hasrat, dia cuma muncul setelah menikah.&nbsp;<br>Adam dan Hawa tidak seharusnya makan buah di pohon yang dilarang, karena mereka akan mati kalau memakannya. Tapi penggoda datang, dan bilang kalau mereka tidak akan mati kalau makan buah itu, tapi mereka bisa jadi tahu segalanya, seperti Allah.&nbsp;<br>Kita harus menghindari keingin tahuan yang tidak sepantasnya. Cobalah lakukan hal lain atau pikiran hal lain, sesuatu yang indah, atau sejenisnya.&nbsp;<br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-17 04:34:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2707150285</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Yang Kesekian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2708826364</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114673523/2f2fb160869c8c2f689705e11c256ca5/Track_109_20230918_202349.mp3" />
         <pubDate>2023-09-18 13:29:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2708826364</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7 | Narasi Kreatif Kelompok Komik</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710056745</link>
         <description><![CDATA[<div>sama Kaori, Haniah,  Kayra</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-19 04:13:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710056745</guid>
      </item>
      <item>
         <title>8 | P. E. L. A. Y. A. N. Bukan T. U. A. N.</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710058772</link>
         <description><![CDATA[<div>Pelayan dalam KJM yang dibahas selanjutnya adalah nafsu atau bisa juga disebut hasrat seksual. Di sini aku menyadari kalau aku sepertinya sangat terang-terangan membahas topik ini ketika&nbsp; yang lain awalnya hanya senyum-senyum. Mau heran tapi inget masih tinggal di negara yg menganggap seksualitas itu hal tabu. Padahal manusia 'kan selama masih hidup nggak akan lepas dari aspek ini ya. Karena seperti yg CM juga bilang, hasrat seksual ini dibutuhkan untuk keberlanjutan eksistesi manusia. Dengan catatan mengingat kategorinya pelayan, ia memiliki waktu dan dan waktunya saat seseorang sudah sah menikah.<br><br>Selagi menunggu saatnya menikah kita diminta terus menjaga kemurniannya, jangan sampai tercemar. Caranya gimana? Aku tangkap CM hanya memberi satu solusi dan itu adalah selalu bersama Tuhan. Selalu inget kalau Allah itu Maha Tahu dan selalu inget kalau Allah melarang itu buat kebaikkan umat manusia sendiri. Lalu terakhir,--aku setuju banget--berdoa supaya Dia menjauhkan aku, kalian semua dari godaan-godaan itu.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i0.wp.com/welovecatsandkittens.com/wp-content/uploads/2014/11/Cuddle-4.jpg?resize=650%2C803&amp;ssl=1" />
         <pubDate>2023-09-19 04:15:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710058772</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kenzi Juma&#39;at lalu tanggal 15 bulan September tahun 2023</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710086356</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Dipertemuan kali ini kita diperkenalkan dengan Hasrat/Nafsu yang jika kita biarkan begitu saja, Kerajaan Jiwa Manusia bisa hancur begitu saja, dia adalah Hawa Nafsu Seksual (walau di CM tidak bilang begitu) cara mengatasi Hawa Nafsu ini adalah dengan mengalihkan perhatiannya.<br><br></div><div>Lalu ada kata kata yang menarik bagiku yaitu ini<br><br></div><blockquote>Muliakan Tuhan dalam Tubuhmu&nbsp;</blockquote><div><br></div><div>sepenangkepku ini seperti kata katanya CM&nbsp;</div><div><br></div><blockquote>Anak adalah titipan tuhan</blockquote><div><br>&nbsp;karna kita semua, tubuh kita, adalah punya tuhan dan kita harus menjaganya dengan baik<br><br></div><pre>#dikasitahumalahdimakan</pre><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-19 04:38:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710086356</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 8: Ourselves class - Ajun komisaris tubuh - nafsu dan hasrat.</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710443645</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi hasrat/nafsu Ajun komisaris tubuh seperti rasa lapar, rasa haus, dan istirahat adalah para pelayan tubuh yang baik dan mereka itu bertugas untuk membuat tubuh merasa segar dan sehat, tapi mereka juga bisa menghancurkan tubuh ini kalo ga bisa kita kendalikan. Cara mengendalikan nya adalah makan, minum, dan istirahat secara teratur. Kita juga bisa mengendalikan pikiran tak berguna dengan mengalihkannya ke sesuatu yang berharga untuk di pikirkan.&nbsp;</div><div><br></div><div>Semua Ajun komisaris tubuh memiliki waktunya sendiri seperti makan dan tidur. sama seperti hasrat/nafsu yang berguna agar manusia bisa memiliki keturunan. Yang masih muda akan menjadi tua dan yang sudah berumur akan meninggal. Tapi karena hasrat/nafsu ini terhubung dengan suatu anggota tubuh, bagian tubuh itu harus dijaga agar tetap murni seperti pohon pengetahuan di taman Eden.</div><div><br></div><div>Dan di setiap hubungan pasti ada orang ketiga yaitu setan dan dia pasti akan berjuang keras untuk menggoda para manusia untuk membicarakan atau melakukan hal yang tak seharusnya mereka bicarakan atau lakukan. Dan hal ini adalah sebuah dosa yang sangat najis dan kotor, semua laki laki dan perempuan membenci itu lebih dari apapun.</div><div><br></div><div>Tuhan berkata bahwa orang yang murni hatinya akan diberkati. Dan mereka tau bahwa tuhan itu melihat. Jika mereka di berikan godaan lewat hasrat/nafsu mereka, mereka bisa mengalihkannya.</div><div><br></div><div>Ibu CM juga bilang bahwa kita harus memuliakan Tuhan lewat tubuh kita, kita harus merawatnya. Semua laki-laki dan perempuan yang tau dan mengerti akan menjadi seorang pahlawan di mata tuhan. Dan orang dewasa yang murni, ketika memiliki anak, anaknya juga akan diberkati Karna pasti akan bahagia dan murni juga seperti orang tuanya. Jangan sampai seperti Adam dan hawa yang harus menemui maut hanya karna rasa penasaran yang tidak seharusnya mereka tau.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/b4198fb8140a0f812000d3778ad8a4e1/a9af20e2fe7a9276e71ff5b19cc750e0.jpg" />
         <pubDate>2023-09-19 08:45:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710443645</guid>
      </item>
      <item>
         <title>19.09 | Ajun Komisaris Tubuh (Kesucian) </title>
         <author>irniannisa248</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710461803</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Bagaimana Cara Mengendalikan Hasrat (nafsu) <br></strong>Hasrat/nafsu adalah pelayan yang baik untuk tubuh. Mereka mengerjakan tugas-tugas mereka dengan baik. Tapi kalo kita biarkan hasrat ini menguasai, hidup kita bisa hancur.<br><br>Apa ada cara untuk mengendalikan mereka?<br>Tentu ada, kita perlu makan, minum, istirahat dengan teratur. Atur juga pola pikir kita, jangan sampai pikiran kita melantur entah kemana yang akhirnya membuat kita melakukan hal-hal tak berguna<br>&nbsp;<strong><br>Setiap</strong> <strong>Hasrat mempunyai waktu tersendiri</strong><br>Beberapa hasrat punya waktunya tersendiri<br>Seperti makan atau tidur<br>Hasrat yang satu ini muncul ketika kita menikah. Nafsu yang satu ini mendorong kita supaya mempunyai keturunan, supaya selalu ada manusia di bumi ini. Nafsu ini berhubung dengan bagian tubuh tertentu. Kita harus menjaga agar bagian tubuh ini tetap murni. <br><br><strong>Kecemaran<br></strong>Seperti Adam dan Hawa yang selalu dibujuk iblis untuk memakan buah terlarang. Kita juga selalu dibujuk dan digoda. Penggoda ini datang dan berusaha sekuat tenaga supaya kita mencari tahu hal-hal yang belum saatnya kita ketahui. Kita perlu melawan mereka. Mereka adalah dosa kecemaran, dosa yang paling dibenci dan paling mematikan, melebihi yang lainnya<br><br><strong>Kemurnian/kesucian</strong><br><em>"Diberkatilah mereka yang murni hatinya, karena mereka akan melihat Allah" </em>&nbsp;<strong> </strong><br>Mereka akan melihat disekitar mereka kapan dan di mana godaan itu akan muncul. Mereka tak akan membiarkan diri mereka tercemar, tidak akan membaca, mendengar, melihat, bahkan mengucapkan perkataan yang memunculkan pikiran kotor.&nbsp;<br><br>Biarkan Hasrat/nafsu menjadi pelayan, bukan tuan. Kendalikan pikiran kita, ketika pikiran buruk muncul, segera pikirkan hal lain yang lebih berguna.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2093734296/f8553d6462931634d0aecd54d7cab4ba/330e7fe0_35c3_4d81_9016_707af4e89805.gif" />
         <pubDate>2023-09-19 08:58:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710461803</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi tentang hasrat terakhir ajun komisaris manusia</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710991037</link>
         <description><![CDATA[<div>pertama kesimpulan, semua dari hasrat hasrat jiwa kita itu merusuh kalau dituruti terlalu banyak, lapar jadi rakus, risih jadi tidak bisa fokus, istirahat jadi ngantukan, dan haus jadi mabok, karena itu, kita semua harus melakukan hal yang sewajarnya, dan tidak membiarkan ajun komisaris menjadi seorang diktator yang menghancurkan tubuh.<br><br>hasrat yang terakhir ini dibuat oleh ibu cm agar tersembunyi dan tidak merusak jiwa yang masih murni, ya tapi kayaknya kita semua tahu apa itu. menghasilkan keturunan, hasrat itu tapi harus dijaga agar dilakukan sesudah menikah, (sesudah itu ibu CM tidak menjelaskan lebih lanjut ciri ciri hasrat itu dengan lebih detail, tapi mulai membahas topik Adam dan Eva)<br><br>Adam dan Eva diberi Tuhan Allah taman firdaus (eden), atau surga kalau dalam islam. nah, tapi ada satu pohon yang dilarang sama sekali, tetapi mereka dibujuk oleh setan (ular) atau dalam islam ya syaiton dalam wujud makhluk alim, untuk memakan buah itu, akibatnya mereka akan mati suatu saat.<br><br>kalimat terakhir dari CM adalah memuliakan tuhan dalam tubuhmu<br>jika orang yang murni menikah, maka terpujilah anak anak mereka, karena itu, banyak yang harus kita muliakan dalam tubuh kita. dan perjuangkan hal yang baik, agar kita tidak lagi menjadi nenek moyang pertama kita yang musnah karena rasa keingintahuan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/TwYP72KtO8YQQ4SNgz/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-09-19 14:43:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2710991037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day eight : chapter four</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2711399486</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br>— setiap hasrat atau nafsu memiliki waktunya sendiri.<br><br></strong>layaknya kita yang makan dan minum pada saat saat tertentu, Hasrat atau Nafsu ini pun sama, ia hanya akan muncul ketika manusia sudah dewasa dan menikah. Tujuan nya puna sama sama baik, yaitu memberikan seseorang keturunan. Melahirkan manusa manusia baru dengan sehat dan sempurna, untuk menggantikan mereka mereka yang sudah memasuki saat untuk <em>istirahat</em>. Hasrat dan Nafsu ini juga tentu nya masih di bawahi oleh aturan aturan tertentu agar tidak membawa kita pada kehancuran.<br><br><strong>— Kemurnian.<br><br></strong>Adalah kemurniam yang merupakan sesuatu yang di miliki laki laki atau manusia baik baik di dunia, yang mampu menghindari dosa najis dari kecemaran. Orang orang yang selalu memalingkan wajah kala hal hal buruk menyangkut dosa itu muncul, yang selalu mengingat 'Engkau, Tuhan, melihatku' sehingga hal hal buruk peruba dosa kecemaran pun mampu mereka hindari.<br><br><strong>— muliakan tuhan dalam tubuhmu.<br></strong><br>tuhan ada di manapun, di sekeliling kita, termasuk dalam diri. oleh karena itu muliakan lah dia dengan menuai perbuatan perbuatan baik, dan mengisi otak dengan hal hal positif. juga menghargai pembirianya yang berupa tubuh kita dengan tidak melakukan perbuatan tidak terpuji dan melanggar apa yang di larangnya.<br><br><strong>— mereka adalah pelayan, bukan tuan.<br><br></strong>kita jelas sudah paham betul kalau sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik untuk kita, itu sebabnya segala hal memiliko porsi nya sendiri. agar di kemudiam hari bukan hal buruk yang di tuainya. sumber utama dari dosa yang di sebabkan oleh nafsu atau hasrat adalah pikiran kita, pikiran buruk yang kerap muncul menyebabkan rasa penasaran dan berujung hal buruk. iya betul, hal yang terdengae amat sederhana nyatanya mampu membawa keburukan pada kita. itu sebabnya sangat penting untuk mengendalikan pikiran kita dengan cara, mengalihkan segala pikiran buruk itu ke hal hal positif dan indah. serta dalam hati berdoa pada tuhan untuk pertolongan agar &nbsp; ia turut membantu kita. <br><br>perlu di ingat juga bahwa mereka adalah pelayan di mana kamulah yang harus mengendalikan, bukan sebaliknya.<br><br><strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/ed33cb0edab467cfad600332895311fa/10e2b6e31f3a1dca3c2e03b525887c93.jpg" />
         <pubDate>2023-09-19 18:48:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2711399486</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 6 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712140395</link>
         <description><![CDATA[<div>Kita sudah tau bahwa Ajun Komisaris Tubuh rasa haus, rasa lapar, rasa gelisah dan lain-lain adalah pelayan tubuh yang baik. Hanya saja jika kita membiarkan mereka merajalela dengan sendirinya tanpa terkendali, hidup seseorang yang awalnya baik-baik saja akan menjadi hancur oleh karenanya. Karena itu, sebaiknya kita harus belajar menahan diri dan mulai istirahat serta makan dan minum dengan teratur dan cukup. Kita juga harus mengingat hal-hal berharga, agar kita tidak terjatuh dalam hal-hal yang tidak berguna.<br><br><strong>Setiap Hasrat/Nafsu punya Waktunya Sendiri <br></strong>Ada sebuah nafsu yang sebenarnya sama seperti nafsu-nafsu lainnya yang memiliki waktunya sendiri untuk dipuaskan. Namun nafsu yang satu ini hanya akan dipuaskan ketika kita sudah menikah. Kesamaan lainnya dengan nafsu-nafsu lainnya adalah, dia juga dirancang karena sebuah alasan. Seperti makan minum yang dirancang agar tubuh kita menjadi sehat dan kuat, nafsu ini dirancang agar kita bisa mendapatkan keturunan. Hal itu harus dilakukan agar bumi ini bisa dipenuhi dengan manusia-manusia muda yang baru, sedangkan mereka yang menua dapat beristirahat dengan tenang. Nafsu ini juga terhubung dengan bagian tubuh tertentu yang harus kita jaga baik-baik.<br><br><strong>Kecemaran <br></strong>Sama halnya seperti iblis yang berusaha menggoda Hawa untuk memakan buah terlarang dari pohon taman Eden, begitupula penggoda akan berusaha keras membuat kita mengetahui, membaca, menonton dan melakukan hal yang belum ataupun tidak pantas kita lakukan dan ketahui untuk saat ini. Penggoda akan mengatakan bahwa hal itu tidaklah apa-apa. Namun harap diingat bahwa melakukan hal-hal di atas termasuk dalam dosa kecemaran. Dosa najis yang tidaklah pantas dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan.<br><br><strong>Kemurnian </strong><br>Berkebalikan dengan Kecemaran yang adalah dosa, Kemurnian adalah hal yang harus kita lakukan. Mereka yang murni benar-benar menggambarkan kata-kata, “Diberkatilah mereka yang murni hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” Karena merekalah orang-orang yang berusaha sekuat tenaga memalingkan wajah dari kejahatan dan dosa. Mereka tidak akan membiarkan diri mereka membaca, melihat, ataupun bahkan memikirkan pikiran yang tidak pantas.<br><br><strong>Muliakan Tuhan dalam Tubuhmu </strong><br>Jika ada seseorang yang memiliki hati yang murni menikah dengan seseorang yang murni lainnya, maka anak-anaknya akan menjadi murni dan diberkati sama seperti mereka. Mereka akan menjadi anak-anak yang baik, sehat, sopan dan kuat seperti orangtuanya. Kita harus ingat bahwa Tuhan memberi kita pilihan melakukan hal yang baik atau buruk seperti pilihan yang diberikannya kepada Adam dan Hawa. Karena itu semuanya ada di tangan kita sendiri. Apakah kita mau menjadi murni, atau terjatuh ke dalam dosa seperti Adam dan Hawa. Tuhan ada di mana-mana, karena itu muliakanlah Ia dengan melakukan hal-hal yang baik dan tidak bercela di hadapan-Nya.<br><br><strong>Hasrat/Nafsu adalah Pelayan, bukan Tuan Kita</strong><br>Biarkanlah semua nafsu menjadi pelayan tubuh kita, bukannya tuan. Karena dengan demikian kita dapat meminimalisir berbuat kesalahan akibat menuruti hawa nafsu. Ingat, bahwa semua hal berasal dari pikiran-pikiran sendiri. Karena itu, kita harus belajar mengendalikan nafsu kita yang satu ini. Caranya? Kita bisa mencoba memikirkan hal-hal yang indah dan berguna alih-alih memikirkan hal-hal kotor yang meracuni benak. Dan jangan lupa selalu meminta bantuan-Nya melalui doa.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/e43b057c95f3765933ce18cc10c6874e/Delicious_Definitions.jpg" />
         <pubDate>2023-09-20 05:12:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712140395</guid>
      </item>
      <item>
         <title>04. Hawa Nafsu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712400639</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi kemarin itu bahasnya tentang nafsu. Katanya seperti kayak makan dan minum nafsu ini juga ada waktunya sendiri, jadi hanya bisa dilakukan setelah menikah, gitulah ya.<br><br>Terus katanya ini juga bisa jadi kayak hal kotor, atau dosa yang sangat dibenci oleh Sang Pencipta manusia jika kita melakukannya tidak tepat sesuai waktunya. Ada juga tentang bagaimana kita harus memuliakan tubuh kita, dan gimana Tuhan itu bisa "hadir" dalam kesadaran seseorang sampai orang itu bisa jadi aware saat nafsu itu datang dan bisa mencegahnya sebelum terjadi hal yang tidak sepantasnya. Terus juga ada juga cerita tentang Adam dan Hawa, tentang apa yang mereka lakukan di surga.&nbsp;<br>---<br>Katanya ni ya, remaja akhir-akhir ini rentan sama yang namanya teen pregnancy. Apalagi di Indo, dan kadang ada yang malah bangga dengan hal itu. Yaa, agak miris juga sih. Sebagai kakak dari 7 adik, pengin banget aku tersenyum manis, "AHAHAH, MEREKA MEMANG LUCU, TAPI KAN NGGA CILUKBA-CILUKBA DOANG. "<br><br>Ehem,<br>"TAk SeGAmPaNg iTU~" Kalo katanya lirik sebuah lagu. Ini bukannya aku mengeluh ygy, ini fakta🙏<br><br>Bukannya ngga bisa bahagia,&nbsp; tapi ya ngga segampang itu kali. Harusnya disorot pas anak kecil menangis di tengah malam, belum potty training, gendong sampe tangan dan kaki pegal linu, lelah, letih, lesu. Nah, gimana tuh.<br><br>Tapi disisi lain, orang milenial zaman sekarang itu juga banyak yang maunya nggak punya anak terutama di "negara maju" lah istilahnya. Kek, Cina, Amerika, Jepang atau Korea, itu birth ratenya sedikit banget. Antara memang ada partner tapi mau child-free, milih karir atau masalah finansial--apalagi bagi yang tinggal di kota-kota besar.&nbsp;<br><br>Gimana ya, para remaja ini memang berkontribusi untuk "menjaga generasi manusia" cuman, secara emosional dan psikis itu belum bisa dibilang matang lah, istilahnya. Mungkin itu salah satu alasan kenapa ngga boleh. Mungkin pikirnya "aku mampu kok" (seperti saat aku bilang aku ingin pelihara hewan waktu usia 13 tahun), dan mungkin memang masih bisa bertahan sampai sekarang, tapi pasti ada saat-saat dimana mikir kaya "wah kalo ngga kaya gini ntar hidupku seperti apa ya", apalagi setelah nonton film multiverse seperti Spider-Man kemarin. Wah-wah, aku melirik mereka yang tak punya hewan peliharaan sementara mereka ada yang mau memelihara malahan :v<br><br>yang jomblo liatin yang sudah berpasangan, yang berpasangan liatin yang jomblo. Ck ck ck. Dahlah. Segitu saja. Lebih baik aku beri makan hewan peliharaanku sekarang.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-20 08:23:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712400639</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aj. Komisaris Tubuh: Chastity✨🌱</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712483529</link>
         <description><![CDATA[<div>Setiap hasrat dan nafsu seperti rasa haus, rasa lapar, rasa gelisah, dan istirahat merupakan pelayan-pelayan tubuh yang baik. Namun mereka juga dapat membuat kehancuran jika dibiarkan menguasai (menjadi tuan). Maka dari itulah kita perlu mengatur porsi/kadar waktu dari setiap hasrat. Kapan harus memanggil mereka, dan kapan menyuruh mereka berhenti.<br><br>Ada satu nafsu lagi yang biasanya muncul setelah menikah. Nafsu ini ada hubungannya dengan beberapa bagian di tubuh manusia, dan bagian ini sangat-sangat perlu di jaga kesuciannya. Tuhan (Allah swt.) memerintah dengan jelas dan tegas untuk benar-benar menjaga kesucian diri kita, zina adalah salah satu dosa terbesar dalam islam yang tidak di ampuni Allah, meskipun sesungguhnya itu demi kebaikan diri kita (umat manusia) sendiri. Namun manusia tidak mengetahuinya.<br><br>Sehingga kita tidak boleh mengizinkan diri kita untuk dicemari dengan pikiran kotor. Palingkanlah pandangan dan mata dari sesuatu yang buruk. Jangan biarkan diri kita membaca, mendengar, atau mengucapkan hal-hal yang akan memunculkan pikiran kotor.&nbsp;<br>Kita bisa mengendalikan pikiran kita, kita hanya perlu mengalihkan pikiran kita ke sesuatu yang lebih bermanfaat, lebih menarik, dan lebih menenangkan hati. Contohnya berdoa kepada Allah swt. dan mengucapkan istighfar berkali-kali.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/cead6517d7957ede5088e625c5cc7b90/Register___Login.jfif" />
         <pubDate>2023-09-20 09:22:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712483529</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The bird and the bee letter (kindom of the human&#39;s soul) 20/09/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712671609</link>
         <description><![CDATA[<div>Kita akan membahas satu hasrat lagi, hasrat yang seharusnya muncul hanya setelah menikah. Sama seperti adam dan hawa yang di persuasi oleh iblis untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah, kita juga ada kemungkinan untuk di hasut agar melakukan hal hal yang seharusnya tidak dilakukan, yang akan akhirnya membuat kita tersesat dan akan menodai jiwa kita. Hasrat ini mulai bergejolak ketika masa masa remaja, jadi pada saat itu kita butuh menaikkan kewaspadaan kita terhadap hasutan hasutan. Pemikiran pemikiran kotor juga bisa menstimulasi hasrat ini, jadi ketika muncul pikiran pikiran yang tidak baik untuk dipikirkan, alihkan pikiranmu kepada hal hal lain, tapi bukan berarti kamu menolak dan menekan pikiran tsb yahh, kamu terima dulu pikiran itu, terus kamu bilang kepada dirimu sendiri “udah yaa, ini nggak baik untuk di pikirkan” kemudian alihkan pikiranmu. Kamu mungkin bisa melukis, bermain musik, berjalan kaki atau melakukan hobi hobi lainnya, atau kamu bisa juga melakukan hal hal yang berbau agama dan dekatkan hatimu kepada tuhan. Jika kamu terlanjur tercemar dan menyesali perbuatanmu, ingatlah bahwa Allah akan mengampuni dosa walau sebanyak buih lautan, jadi taubatlah dan jangan lakukan hal itu lagi.</div><div><br><br></div><div>Itu saja yak~~</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097642980/5050af2d7bb00f608e3c6470a5e415b4/Download_Bee_Letter_B_Royalty_Free_Stock_Illustration_Image.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-20 11:59:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712671609</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712795432</link>
         <description><![CDATA[<div>Terkadang keinginan kita atau nafsu, memang susah untuk dilawan, tetapi bagaimanapun kita harus tetap berusaha untuk melawan mereka, aku sendiri terkadang juga agak bimbang mau mengikuti sisi yang mana.<br><br>Terkadang kita bisa menunjukan bagwa kita mensyukuri nikmat yang tuhan berikan dengan menjaga tubuh kita dengan baik.<br><br><br>Sekian terimakasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-20 13:18:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2712795432</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day nine : chapter four</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2716511871</link>
         <description><![CDATA[<div>Orang lain kerap menyebutnya sebagai 'perasaan' namun 'oma charlote' lebih suka menyebutnya sebagai 'sensasi' yang kerap di timbulan oleh para pelayan Ajun Komisaris Tubuh : Pancra Indra. Pelayan dari pelayan adalah sebutan kasar mereka, namun patut di ingat kalau mereka juga harus di perhatikan dengan baik agar tidak menjadi<em> tiran</em>. Karena pada dasarnya mereka adalah<em> Pelayan </em>bukan <em>Tuan</em>.<br><br>- PENGECAP<br><br>pengecap, adalah pelayan yang berguna dan baik. ia memberikan sensasi yang menyenangkan ketika kita memakan sesuatu yang enak, sebaliknya ia akan menunjukan sensasi tidak mengenakan ketika kita tanpa sadar memakan sesuatu yang tidak sehat atau busuk. manusia yang mampu mengendalikan<strong> pelayan</strong> ini dengan baik akan merasa baik baik saja dengan baik akan merasa baik baik saja dengan hidangan sederhana seperti roti dengan mentega, atau sereal dengan susu. namun sebaliknya, ketika manusia gagal mengedalikan pelayan satu ini, maka hidangan sederhana tidak akan pernah cukup untuk mereka.<br><br>selain itu mereka juga akan menjadi sangat pemilih, mereka tidak suka daging kambing,&nbsp; susu sapi, roti gandum, atau kue coklat. hingga ketika mereka semakin dewasa dan pelayan ini sudah terlalu sulit di kendalikan, maka mereka perlu memanggil chef asal prancis untuk memuaskan pelayan satu ini. <br><br>- <strong>PENCIUMAN.<br><br></strong>pelayan satu ini memang terkesan baik dan menyenangkan seperti pengecap, dia yang membuat kita dapat menghirup wangi makanan lezat, bunga bunga yang bermekaran, atau parfum wangi seseorang. namun sayangnya dia adalah pelayan yang malas, karena perlu di ingat menghirup udara bukan satu satunya hal yang menjadi tugasnya.<br><br>penciuman seharusnya dapat sedikit lebih peka jika kualitas udara di sekeliling kita (baik di luar atau di dalam ruangan) tidak baik, namun karena kemalasan nya kita manusia jadi harus menghirup udara udara kotor dan membawa masusk bakteri kedalam tubuh. selain itu, pada orang orang tertentu yang indra penciuman nya sudah sepenuhnya berhenti bekerja, mereka mampu berdiam dan membungkuk di hadapan gorong gorong yang terbuka lebar. dan kemudian terbaring demam di atas kasur.<br><br>itu sebabnya kita harus sedikit lebih peka dengan wangi" an di sekitar kita dan melatihnya agar lebih peka dengan sekitar. caranya? silahkan kalian cari tau sendiri. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2093989457/b3e1ef1a48d5cff65c6dd8494f0f0f84/English_Countryside_Painting_Vintage_Landscape_Print_Antique___Etsy.jpg" />
         <pubDate>2023-09-22 15:12:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2716511871</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab V</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2716975425</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pengecap<br><br></strong>Panca indra yang satu ini tentu saja fungsinya untuk merasakan. Ada masanya dimana Pengecap ini bisa menjadi tuan.&nbsp; Manusia seringkali repot-repot menentukan makanan favorit dan makanan paling tidak disuka. Akibatnya, justru ini memanjakan si pengecap, atau lidah.&nbsp;<br><br>Jauh lebih baik jika alih-alih mengatakan makanan enak atau tidak enak, kita menjelaskannya dengan lebih spesifik. Karena sebenernya enak nggak enak itu kan juga relatif. Alih-alih bilang donat favorit kita enak, kita bisa menyebutkan rasa dan teksturnya. Misalnya donatnya ngembang, selai di atasnya manis, tapi agak asem.&nbsp;<br><br>Pencium<br><br>Indra yang ini merupakan salahsatu indra paling baik, karena ia tidak terlalu pengen jadi tuan atau penguasa, tapi dia itu pemalas. Ketika penciuman itu malas, mereka sebenarnya bisa mengakibatkan sakit pada tubuh. Karena partikel-partikel kotor yang masuk ke hidung.<br><br>Tapi menurutku orang yang penciumannya terlalu sensitive itu nggak enak juga, karena mereka akan susah cari toilet bersih, mungkin mereka juga agak jadi pilih-pilih makanan, nggak suka tempat-tempat tertentu, dll. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-23 01:16:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2716975425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi V tentang pelayannnya pelayan </title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2717745011</link>
         <description><![CDATA[<div>jadi, ada pelayannya pelayan, sesuatu yang jelas ada dan lebih dari hasrat, yaitu indra indra kita. pertama adalah indra pencecap, yaitu sebuah indra yang membantu kita membedakan makanan yang beracun dan yang tidak, tapi semasa waktu berlalu, indra ini juga sering dipakai sebagai suatu cara untuk memilih mana yang enak dan yang tidak, dengan "side effect" indra pencium itu, kita jadi bisa diperbudak, menjadi manusia yang tidak suka ini itu, sampai ketika sudah sewasa, tidak lagi bisa makan makanan biasa, karena: aku tidak suka yang pahit, aku tidak suka yang manis, aku maunya yang gurih, dan seperti itu. maka hasilnya adalah kita diperbudak indra pencecap kita.&nbsp;<br><br>yang kedua adalah indra pencium: indra pencium adalah semacam pembantu seperti indra pencecap juga, tetapi indra pencium itu lebih ke menyenangkan manusia, untuk mencium aroma alam, seperti bebungaan dan daun daunan, tetapi indra pencium itu malas, ya kalau tidak dilatih ia akan mudah malas untuk mencium aroma aroma sehingga udara disekitar&nbsp; kita serasa monoton, sementara itu, dari sisi kimia, memang otak kita mengeluarkan sekresi tertentu kalau kita mencium aroma yang sama terlalu sama, karena sudah dianggap sebagai aroma yang mengelilingi kita, seperti kalau kita mengendus ngendus WC, mungkin awal awal bau pesing, bau eek, dan bau wipol, tapi lama lama aroma itu menghilang, walaupun begitu kalo ada orang bawa pisang goreng ke dalam kamar mandi, ya masih mencium aroma pisang gorengnya.&nbsp;<br><br>lupa di bagian berapa di paragraf ini, sempat terinterupsi dengan cekakaan satu meeting karena kenzi bilang indra pencium dan indra pengecup XD XD XD XD :--&gt; : {<br><br>untuk berlatih menangkap bau, selain dari nasehat ibu / oma CM sendiri, mungkin caraku melatih penciuman dan menangkap bau adalah mengendus benda benda secara bergantian, jangan pada satu yang terlalu lama, dan niati untuk mencium aroma yang kita tuju, seperti, aroma asep, aroma pedes tetangga bikin sambel, atau fokus ke aroma daun jeruk yang sedang kita peras.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/1yMvhR4M47Okw4n8tt/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-09-24 10:34:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2717745011</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengecap &amp; Penciuman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2718588930</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi, ada pembantunya para ajun, namanya Indra. Indra ini juga bisa jadi tuan yang buruk, kalau dia dimanjakan.&nbsp;<br>Indra pertama adalah: pengecap. Cara memanjakan pengecap adalah, cuma makan makanan yang disukai. Bila kita menolak makanan² yang tak enak, itu namanya memanjakan pengecap.&nbsp;<br>Orang orang pintar atau sejenisnya, biasanya malah makan makanan yang tidak mereka sukai, itu supaya si pengecap jadi g manja.&nbsp;<br>Penciuman: penciuman tidak terlalu ingin berkuasa, dia sekedar gitu aja. Tapi penciuman adalah teman dekat pengecap. Ketika dia mencium bau makanan yang kurang enak, dia akan menolaknya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-25 03:52:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2718588930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kenzi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2718855262</link>
         <description><![CDATA[<div>jadi para Ajun Komisaris ini punya pelayan, kebanyakan orang bilang ini adalah perasaan, tapi kita bilang saja Sensasi karena mereka bekerja sama dengan indra kelima</div><div><br></div><div>Sensasi Pengecap (bukan pengecup yah kawans :D) adalah Sensasi yang disebutkn pertama kali disini. Pengecap bisa menjadi pelayan yang baik nan berguna, seperti saat merasakan makanan, jika tidak enak bisa jadi tidak sehat.</div><div>Namun jika Kau memanjakan Pengecap, bisa bisa kau yang jadi pelayannya, karena jika kau terlalu memuaskan Pengecap kau jadi pilih pilih makanan. Karena itu Pengecap harus selalu menjadi pelayan yang baik, bukan menjadi tuan yang manja.</div><div><br></div><div>Ada satu lagi Sensasi, yaitu Sensasi Penciuman. Penciuman ini tidak terlalu ingin menguasai Negeri Jiwa Manusia, tapi ia sering bersekutu dengan pelayan Pengecap.&nbsp;<br><br></div><blockquote>Tapi santai lur&nbsp;</blockquote><div><br>si penncium ini ga terlalu berbahaya koks. Malah seharusnya si Penciuman ini memberi Jiwamu banyak kesenangan, seperti saat menghirup udara segar, wangi wangian dan lain lain.<br><br>Kiw kiw🐦</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://2.bp.blogspot.com/-dNAZHBcpJe8/UwsRv-In9rI/AAAAAAAACkQ/mh2JHR45ils/s1600/indra_by_alaineo-d6lcgt2.jpg" />
         <pubDate>2023-09-25 07:27:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2718855262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22.09 | Pelayan dari pelayan (Panca Indra) </title>
         <author>irniannisa248</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2720376497</link>
         <description><![CDATA[<div>Panca Indra<br>Ajun Komisaris punya pembantu-pembantu mereka. Seperti pelayan dari pelayan, kita sebut mereka sensasi.&nbsp;<br><br>Pengecap<br>Ia adalah pelayan yang baik. Pengecap yang baikmakanan yang sederhana seperti roti dan susu enak.&nbsp;<br>Tapi orang yang terlalu memanjakan pengecap, mereka jadi hanya ingin makanan mewah.&nbsp;<br>Sedangkan orang bijak malah lebih suka makanan yang ia tidak sukai (misalnya obat yang pahit)<br><br>Awalnya aku bingung bagaimana panca indra menjadi tuan? Atau bagaimana pengecap menjadi tuan? Bukannya itu sama saja dengan kerakusan?&nbsp;<br>Pengecap milih-milih makanan<br>Ia cenderung suka yang menurut dia enak saja.&nbsp;<br>Misalnya, anak kecil yang tidak suka sayur karena pahit.<br>Atau makanan lainnya yang sehat namun tidak mereka sukai karena rasanya (tekstur mungkin juga)&nbsp;<br><br><br>Penciuman&nbsp;<br>Dengan nya kita menghirup udara segar, bau dedaunan, bau hujan, wangi bunga. Bahkan kalo penciuman kita peka kita bisa membedakan rasa, tekstur, bahan, atau kamar yang pengap dan tidak, dengan penciuman kita.&nbsp;<br>Ia juga membantu kita untuk tidak mendekati tempat-tempat kotor (karena kalo kotor cenderung bau)&nbsp;<br><br>Ia memang tidak berniat menjadi tuan, tapi ia bersekutu dengan pengecap. Ia mencium, (pake hidung) (kenapa bahasa indo ngga kayak Inggris yang bedain antara mencium dan mencium😭) aroma makanan dan pengecap akan mengambil alih.&nbsp;<br><br>Membawa kesengsaraan<br>Saat penciuman menghirup sesuatu yang buruk, itu lebih berbahaya dari makan yang gak enak. Karena partikel, kotoran, dan debu juga ikut masuk ke paru-paru.<br><br>Ok waktu nya QnA<br>Q: lebih bagus mana penciuman tajam atau tumpul?&nbsp;<br>A: menurut ku lebih baik penciuman tajam<br>Q: Apakah dengan tidak punya makanan kesukaan kita lebih bisa mengkontrol pengecap?&nbsp;<br>A: Punya makanan kesukaan fine fine aja, kalo kita punya makanan sehat yang tidak kita sukai kita bisa cari alternatif atau kita paksa makan dan pura-pura suka.&nbsp;<br>Q: makanan kesukaan?&nbsp;<br>A: Crab roe tofu (gak pernah makan tapi dia suka ini jadi aku juga suka)&nbsp;<br>Q: Makanan yang tidak kamu sukai?&nbsp;<br>A: kulit rebus(ayam, bebek, sapi atau apapun itu yang berkulit, kalo digoreng suka), pete, bijinya terong(terongnya doang ok), udang, cumi, kepiting, kerang, ikan laut (kalo kebanyakan, kalo dikit masih ok)</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2093734296/03058ae51e2ae8d8cf79ebabced580d9/b55b3ed5_ebac_41b7_93e0_d6b223afd2d3.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-26 03:02:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2720376497</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 9: Ourselves class - Ajun komisaris tubuh _ indra pengecap dan indra pencium </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2720766963</link>
         <description><![CDATA[<div>Kalo menurut bacaannya Ajun komisaris tubuh juga punya pembantu nya sendiri. Dan para Ajun komisaris tubuh ini mereka juga ingin di perhatikan. Jika si pelayan inibdi manjakan dia juga bisa menguasai jiwa manusia. Tapi kali ini dia ga bisa di panggil hasrat arltau nafsu tapi sebuah sensasi.&nbsp;</div><div><br></div><div>Indra pengecap itu adalah salah satu indrang yang menyenangkn dan berguna. Jika makanan itu rasanya nggak enak di mulut, berarti makanan itu bisa jadi sudah basi dan ga layak makan. Indra pengecap ini sangat baik dan bisa di atur agar tertib agar rasa makanan tetap terasa lezat.</div><div><br></div><div>Indra pengecap ini juga bisa menjadi tuan atas jiwa manusia. Dia bisa membuat kita jadi pilih pilih makanan. Misal kita ga suka bubur atau telor atau apapun itu, dia akan meminta sesuatu yang lebih enak. Bahkan sampai meminta chef Prancis untuk membuatkan makan malam yang enak. Tapi kadang indra pengecap juga bisa mambuat kita mau ga mau harus merasakan pahitnya obat dan itu bisa bikin si Indra pengecap ini ttetap di posisinya sebagai pembantu.</div><div><br></div><div>Indra pencium juga jadi salah satu indra yang baik. Dia bersekongkol sama indra pengecap apalagi kalo sudah soal makanan. Dia bertugas intuk mencium aroma makanan yang enak dan lezat. Tapi si Indra pencium ini pemalas. Dan kemalasannya harus di tindak lanjuti.&nbsp;</div><div><br></div><div>Jika indra penciuman ini malas, orang yang Indra pencium nya tidak peka dia bisa tanpa terganggu berdiri di depan got terbuka dan tidak mencium apa apa, tapi esoknya orang itu demam. Orang yang Indra pencium nya bekerja dengan baik ia bisa sadar ada yang salah ketika bau ga enak tercium.&nbsp;</div><div><br></div><div>Menurut ibu CM, indra penciuman itu bisa dilatih agar lebih peka terhadap bau. Jadi kita bisa lebih peka dan bisa membandingkan yang mana bau segar dan bau lembab.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/76ce003e66ed41928cbfa538a1f2bfb0/11e80a606114a186d147b8fef0eba273.jpg" />
         <pubDate>2023-09-26 08:12:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2720766963</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 7 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722374249</link>
         <description><![CDATA[<div>Seperti kita yag memiliki pelayan yaitu para Ajun Komisaris, Ajun Komisaris juga memiliki pelayan-pelayan mereka sendiri. Dan sama halnya juga dengan Ajun Komisaris tubuh yang berguna bagi negeri jiwa manusia, pelayan-pelayan mereka yang kita sebut sebagai Panca Indra ini juga sangat berguna bagi kita semua. Hanya saja kita harus memperhatikan dan mengawasi mereka dengan seksama, karena sedikit saja mereka dimanjakan, mereka akan berubah menjadi seorang tiran jahat atas negeri jiwa manusia. <br><br><strong>Pengecap, Menyenangkan dan Berguna<br></strong>Indera yang pertama adalah indera pengecap. Ia tidak hanya dibuat menyenangkan, namun juga sangat berguna bagi tubuh. Pengecap dapat merasakan dan membedakan rasa-rasa yang masuk ke dalam mulut seseorang. Ia bisa dengan mudahnya merasakan bahwa jika makanan terasa tidak enak, maka sudah dapat dipastikan makanan itu tidak sehat.<br><br>Meskipun aku tidak terlalu setuju di poin ini. Karena sudah jelas sekali, ada istilah yang mengatakan bahwa kebanyakan makanan yang tidak sehat malah adalah makanan yang terasa lezat di lidah kita. Berbeda dengan makanan sehat yang seringkali malah terasa tidak enak di lidah. <br><br><strong>Namun, Jika Dimanjakan, menjadi Tuan kita<br></strong>Seringkali kita membuat Pengecap alih-alih menjadi pelayan malah menjadi tuan kita. Hal itu terjadi karena kita menolak makanan-makanan yang sehat seperti telur, bubur, sayur dll, dan malah memilih makanan tidak sehat yang memiliki cita rasa yang kuat. Seiring berjalannya waktu kita menjadi semakin sering pilih-pilih makanan, hingga akhirnya kita menyewa seorang juru masak Prancis untuk bisa memuaskan indera pengecap kita.<br><br>Karena itu jangan pernah membiasakan diri untuk pilih-pilih makanan. Buatlah Pengecap tetap bekerja di tempatnya, dengan cara memakan apapun yang disediakan dan tanpa memilih-milih.<br><br><strong>‘Penciuman’ itu Malas <br></strong>Sebenarnya pelayan itu satu ini sangatlah baik, jarang terdengar kabar ia ingin dan berusaha menguasai jiwa manusia. Namun jika sudah bekerja sama dengan Pengecap, dengan mudahnya ia akan membaui makanan-makanan lezat yang membuat Pengecap menginginkannya. Di luar semuanya itu, ia dikenal sebagai seorang pelayan yang malas. Dan kemalasan itu sendiri haruslah ditindak karena pekerjaan Penciuman sangatlah penting.<br><br><strong>Seharusnya memberi Jiwa Manusia banyak Kesenangan<br></strong>Penciuman juga dapat memberikan banyak kesenangan pada jiwa manusia. Ia dapat membuat negeri jiwa manusia membaui alam, bunga-bungaan dan sekitarnya. Hal itu akan menambah kesenangan hidup dan kebahagiaan pada negeri. Namun sebenarnya itu bukanlah satu-satunya pekerjaannya.<br><br><strong>Seharusnya melayani di Dewan Kesehatan<br></strong>Penciuman juga sangat berguna bagi kesehatan, sebab ia bisa mencium aroma-aroma tidak sedap yang bisa jadi adalah pertanda suatu masalah. Sebab aroma yang tidak sedap itu sendiri bisa berbahaya untuk tubuh kita, karena kita bisa menghirupnya setiap saat. Kita bernafas setiap pagi, siang, sore dan setiap saat, sementara itu kita hanya makan 3 kali sehari. Karena itu masalah penciuman seringkali dapat menjadi jauh lebih berbahaya ketimbang masalah pengecap, meskipun dua-duanya sama-sama berbahaya.<br><br>Seseorang yang indera penciumannya sudah tidak aktif, bisa pergi ke mana saja bahkan ke got terbuka dan menghirup aromanya yang beracun. Tak berapa lama kemudian ia akan terjangkit penyakit akibat hal itu.<br><br><strong>Berlatih menangkap Bau<br></strong>Melatih indera penciuman kita adalah suatu hal yang baik. Kita bisa sesekali mencoba menutup mata dan membedakan aroma dedaunan, pakaian, makanan, dan bunga. Dengan begitu indera penciuman kita bisa terlatih dengan baik. Dan dengan begitu, jika kita masuk ke dalam ruangan kita bisa mendeteksi apakah ruangan tersebut terasa pengap atau tidak.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113042740/5846700ea7431e774af1a6b09aa41e09/Johan_Liebert_GIF___Johan_Liebert_Monster___Discover___Share_GIFs.gif" />
         <pubDate>2023-09-27 03:24:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722374249</guid>
      </item>
      <item>
         <title>9 | Pengecap &amp; Pencium &amp; Pengecup</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722505626</link>
         <description><![CDATA[<div>Masih di dalam kategori pelayan. Selanjutnya Charlotte Mason membahas indra penciuman dan indra pengecap.&nbsp;<br><br>Untuk pengecap, aturan yang CM sarankan adalah melahap apa saja yang tersedia. Sementara bagi penciuman sebaiknya secara berkala dilatih mencium aroma-aroma di alam (aku terpikir daun yg disobek atau tanah kering yg baru saja terguyur hujan). Hal-hal itu dilakukan supaya mereka tetap pada tempatnya selalu, tidak membangkang maupun terlalu letoy'. Intinya jangan sampai melunak di depan mereka.<br><br>Aku jadi kepikiran kira-kira CM juga akan membahas indra ke-6 ga ya?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-27 05:28:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722505626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The idk what number letter, (kingdom of the human&#39;s soul) 27/09/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722585428</link>
         <description><![CDATA[<div>Ajun komisaris tubuh mempunyai pelayan, pengecap dan penciuman. Dua duanya sangat di butuhkan jiwa manusia, tapi kita harus berhati hati karena walaupun mereka pelayan dari pelayan, mereka akan tetap berusaha menjadi penguasa jiwa manusia.&nbsp;<br><br>Ketika pengecup eh pengecap menjadi pelayan yang baik, kita bisa merasakan dan menentukan makanan yang baik/buruk buat kita, tetapi kalau dia menjadi penguasa, dia akan memilih milih makanan, "aku tidak suka bubur" katanya, atau "aku tidak mau makan kentang dan telur" dan lain sebagainya. Ia akan menjadi picky eater dan akhirnya tidak makan hal hal yang seharusnya baik untuk tubuh.&nbsp;<br><br><br>Ketika penciuman menjadi pelayan yang baik, kita bisa mencium hal hal yang bisa membahayakan kesehatan, seperti makanan basi, got kotor, atau gas bocor. Karena penciuman, kita bisa menghindari bahaya bahaya yang berpotensi berbahaya (yaiyalah). Tetapi jika penciuman dibiarkan menjadi penguasa, sebenarnya dia hanya akan jadi sekutu pengecap sih, mencium bau makanan makanan yang membuat pengecap menginginkannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-27 06:45:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722585428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab V</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722866534</link>
         <description><![CDATA[<div>Oke jadi ada 5 hal yang kita sebut dengan perasaan tapi untuk lebih tepat harusnya disebut dengan sensasi. Terus sensasi ini berjalan melalui 5 panca indra.<br>Yang pertama itu pengecap. Pengecap itu kalau jadi pelayan dia itu bisa membantu kita untuk membedakan kalau misalnya kan makanan yang rasanya sudah nggak enak (alias basi) itu berarti mungkin makanannya nggak baik untuk kesehatan. Nah jadi pengecap itu bisa membantu kita.<br><br>&nbsp;Tapi kalau dia dimanjakan, di bisa ngelunjak jadi tiran. Dia malah jadi pilih-pilih makanan.&nbsp;<br><br>Terus ada sempat bahas tentang "kalian makan itu untuk rasa atau untuk kenyang?" Dan jujur aku makan untuk rasa. Kalau misalnya rasanya aja udah nggak enak (kayak pahit atau gimana gitu), aku langsung "merasa" kenyang gitu wkkwk.&nbsp;<br><br>Atau kadang ada merasa bosan dengan makanan. Sebenarnya rasa makanannya oke oke saja, cuma entah kenapa aku males aja gitu. Mungkin ini karena pengecapku ngelunjak saat itu. Nah solusinya aku biasanya tunggu sampai aku merasa laper terus pas aku lapar dan pengecap enggak melunjak lagi baru aku makan. Masalah selesai 😎😎<br>-<br>Pencium.<br>Dia membantu kalau ketika udaranya kurang bersih, dia akan segera tahu. Kalau misalnya di udara itu ada bau gas atau bau asap dia akan tahu dan kita tuh jadi aware akan hal itu sehingga bisa menjauh. Aku juga pernah dengar kalau dengan mencium bau makanan membuat suatu makanan secara ajaib jadi tambah enak gitu.&nbsp;<br><br>Pencium itu dia itu dia tuh sedikit kemungkinannya buat dia menjadi tiran. Dia biasanya cuman jadi tangan-kakinya si pengecap. Biasanya dia jadi malas jadi dia enggan mencium bau-bau sehingga kita itu tidak tahu apa yang sebenarnya ada di sekeliling kita gitu.&nbsp;Jadi biar si pencium bau ini nggak malas kita harus sering-sering melatih si pencium ini.<br><br>Bonus:&nbsp;<br>Kemarin rame sekali saat Kenzi bilang pengecup. Bahkan sampai mengganti kontak terus taruh di status WhatsApp. Hanya memberi tahu.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-27 10:33:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722866534</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengecap &amp; penciuman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722930002</link>
         <description><![CDATA[<div>Terkadang kita suka memilih-milih makanan, nah ajun komisaris pengecap lah yang mengerjakan hal tersebut.&nbsp;<br>Semakin kita dewasa semakin kita suka memilih-milih makanan, dari yang biasa saja rasanya sampai ingin yang kuat- kuat.<br><br><br>Selain pengecapan ada juka ajun komisaris penciuman, ajun komisaris ini satj susab dicoltrol biasanya, yang tadinya mau cium harum udara segar ehh jadinya kecium&nbsp; orang ngebakar daun deh, ajun komisaris penciuman juga bisa rusak loh, jika kita terus-terusan mencium bau kimiawi dan sejenisnya.<br><br><br>Sekian terimakasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-27 11:30:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722930002</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Yang Kesekian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722963185</link>
         <description><![CDATA[<div>Jika aku hanya diperbolehkan untuk menarasikan dengan hanya 3 kata, maka aku akan memilih kata: Pengecap dan Penciuman.<br><br>Sekian.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114673523/09d8b4435b225e264faff3bda1bd4f8a/images__1_.mp4" />
         <pubDate>2023-09-27 11:57:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2722963185</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Panca Indra</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2723144559</link>
         <description><![CDATA[<div>Para pelayan tubuh: Panca Indra<br><br>Panca Indra ini pada dasarnya ada 5, meskipun sekarang banyak yang berargumen bahwa panca indra itu ada 7 (2 diantaranya tidak terlihat karena terletak di otak!).<br>Panca Indra yang pertama adalah pengecap. Meskipun berguna dan menyenangkan, kalau dimanjakan dan dibiarkan akan menjadi tuan. Jika itu terjadi Indra pengecap akan sulit terpuaskan...<br>Lalu ada 'penciuman', yang sifatnya pemalas. Indra ini juga suka membuat indra pengecapan semakin lapar. Seharusnya indra ini bisa dengan cepat mendeteksi ketika ada bau menyengat dari sampah yang belum dibuang, bau pengap dari ruangan yang terlalu lama ditutup, dan sebagainya.<br><br>Namun indra penciuman itu suka malas, sehingga hal hal yang bau dan hal hal yg butuh dibersihkan menjadi tidak tercium lagi olehnya karena kemalasan untuk merapihkan hal hal yang bau itu</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/cc5922424f6ce476e24690b3d0746cba/palblo.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-27 13:48:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2723144559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>10 | Peraba</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2726100547</link>
         <description><![CDATA[<div>Berlanjut pada indra lain, yaitu peraba. Yang mungkin buat orang normal--yang kelima indranya berkerja semua--terasa biasanya saja atau cenderung meremehkan. Sementara bagi orang buta dan tuli, indra peraba bisa menjadi alat penting untuk mereka merasakan dunia.</div><div><br></div><div>Lalu, jika kedua indra sebelumnya CM mengatakan warga KJM perlu waspada, aku tangkap peraba ini cukup bisa kita diandalkan. Tapi tetap kita harus waspada supaya sentisitivitasnya tidak berkurang/ melemah</div><div><br></div><div>29 September 2023</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-29 13:56:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2726100547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kenzi</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2726728705</link>
         <description><![CDATA[<div>Kemarinkan udah ada tiga indra, pengecap, penciuman dan satu lagi aku lupa. lalu kita akan membahas satu lagi yaitu Peraba ( aku lupa ini termasuk indra/pelayan atau bukan ). Indra ini sangat berguna, terutama untuk orang orang tunanetra. Para tunanetra ini belajar mencari tahu lewat Peraba. Peraba juga berguna untuk menghindari kecelakaan, seperti hawa panas kedinginan dll. Peraba sangat berguna bukan?!</div><div><br></div><div>Tapi si peraba ini juga ingin menguasai Jiwa Manusia, seperti saat kalian sedang belajar tapi rasa sakit menyerang kalian dan itu membuat kalian tidak bisa fokus.&nbsp;<br><br>cukurukuk 🦜&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/oMvIQpyRLa4kqS5aYy/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-09-30 05:33:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2726728705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB VI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2726728948</link>
         <description><![CDATA[<div>Peraba, panca indra paling 'banyak.' alasannya ya&nbsp; karena mereka ada di sekujur tubuh. gunanya tentu saja untuk meraba, mereka merasakan tekstur, suhu, rasa, dll. Tanpa peraba, mungkin manusia bis atebakar tanpa sadar, tertusuk juri tanpa kesakitan, dll. Gunanya Peraba ini sangat jelas.&nbsp;<br><br>Peraba ini juga bisa jadi tuan, ketika mereka terluka, atau tersakiti, bis asaja mereka me lebay lebaykan sakit ini, lalu jadi nggak bisa ngapa-ngapain. Sebenernya aku setuju kalau sakit (secara fisik) itu memang harus dialihkan. maksudnya, kalau memang perlu obati ya silakan, lalu gaperlu dipikirkan lagi. Malah jadi repot.  kecuali sakit ini mungkin bukan sakit fisik, mental istilahnya, baru lebih masuk akal kalo di beri perhatian.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-09-30 05:34:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2726728948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day ten : chapter four</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2726749122</link>
         <description><![CDATA[<div>-- <strong>Peraba, paling Meresap</strong><br><br>Peraba adalah indra yang paling meresap dalam tubuh manusia. Ia ada di sekujur tubuh, kecuali di beberapa tempat seperti kuku dan gigi. ia mengumpulkan banyak sekali informasi yang berguna, seperti apakah sesuatu itu keras atau lunak, tajam atau menggores, menyengat atau serasa membakar.<br><br><strong>-- Paling berguna</strong>&nbsp; <br><br> Tanpa hadirnya peraba, orang mungkin bisa tanpa sengaja memasukkan jarinya ke api tanpa menyadari bahwa jari itu terbakar, atau saat mereka tanpa sadar menggores pisau pada jari mereka. Oleh karena itu, peraba sangat berguna dalam menghindari cedera atau dalam pekerjaan yang membutuhkan kepekaan sentuhan.<br><br><strong>-- Indra Peraba Kaum Tunanetra <br><br></strong>Selain itu, indra peraba juga sangat penting bagi orang tunanetra. Sebab mereka belajar mengenal dunia dengan ujung jari mereka, mencari tahu dengan sentuhan apa yang tidak lagi mampu diberitahu oleh mata mereka. Bahkan mereka dapat mengenali wajah teman mereka hanya melalui sentuhan, dan dapat mengetahui apakah teman tersebut dalam keadaan senang atau sedih. Dan itu adalah alasan kenapa indra peraba begitu penting dalam berkomunikasi dan memahami dunia bagi mereka yang kehilangan indra penglihatan.<br><br><strong>-- Melatih Sentuhan <br><br></strong>Melatih indra peraba dapat meningkatkan kepekaan kita pada dunia yang berputar di sekitar. Hanya dengan memejamkan mata dan merasakan bermacam macam benda yang berbeda, seperti kayu, logam, dan bulu, kita sudah mampu melatih indra peraba kita. Terutama dalam membedakan tekstur dan suhu. Hal ini dapat membantu kita dalam pekerjaan yang membutuhkan kepekaan sentuhan, seperti membuat benda-benda kecil yang rumit. <br><br><strong>-- Peraba mencoba Menguasai Jiwa Manusia.<br><br></strong>Namun,&nbsp; layaknya pelayan pelayan lain. indra peraba juga memiliki potensi untuk menguasai pikiran kita jika kita terlalu memikirkan rasa sakit atau rasa tidak nyamanan akibat cedera kecil. Ketika kita membiarkan diri terlalu fokus pada hal-hal kecil yang tidak dapat diubah, kita jadi kehilangan tempat untuk pikiran-pikiran yang lebih berharga. Kita harus belajar menghadapi hal-hal kecil dan tidak terlalu memikirkannya, sehingga pikiran kita tetap terbuka untuk hal-hal yang lebih penting dalam hidup. <br><br><strong>-- Ada Baiknya mengalami Hal-hal Kecil dan menanggungnya.<br><br>P</strong>eraba adalah indra yang sangat penting dalam tubuh manusia. Ia membantu kita menghindari cedera dan memahami dunia sekitar melalui sentuhan. Melatih indra peraba bisa membantu kita meningkatkan kepekaan kita terhadap lingkungan, namun kita harus berhati-hati agar tidak terlalu terfokus padanya. karena ada Baiknya mengalami Hal-hal Kecil dan menanggung rasa sakit atau ketidaknyamanan.<strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/58cb33d69570beb86c32983d7a29cedd/Victor_Gabriel_Gilbert___The_flower_girl_reading___MutualArt.jpg" />
         <pubDate>2023-09-30 06:54:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2726749122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Yang Kesekian (Episode 7892)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2727517504</link>
         <description><![CDATA[<div>Menghadapi Rasa Sakit (Masalah)<br><br>Jdi gini, kli ini gaya tulisannya gmw yg ribet-ribet, jadi pake gaya ngetik ama temen. Ok, kemaren si ktnya caranya diterima aj tapi bentuk pneeimaannya yg bercabang: bisa dengan kabur sejenak, hadapi untuk sadar akan masalah lalu analisa keadaan untuk dobrak, dan lain-lain. Untuk pnerapannya sngt tergantung dengan masalah dan keadaan, jdi silakan analisa sendiri dan pilih yg dirasa terbaik.<br><br>Sekian.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114673523/075149122f13b19091133fb7d2150386/images.jpeg" />
         <pubDate>2023-10-01 15:45:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2727517504</guid>
      </item>
      <item>
         <title>29.09 | Panca Indra (Indra Peraba) </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2729738804</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Paling Meresap<br></strong>Pelayan ini jumlah nya ada 5, tapi 3 yang sebelumnya di bahas (pengecap, penciuman, peraba) tidak terlalu menjadi pelayan Ajun Komisaris, mereka adalah pelayan tubuh itu sendiri.<br>Peraba berada dalam seluruh tubuh (hampir kecuali gigi dan kuku) dan ia bisa mengambil banyak sekali informasi berguna. apakah sesuatu itu dingin atau panas, lunak atau keras, tajam atau tumpul, menyengat atau serasa membakar.<br><br><strong>Paling berguna</strong><br>Bayangkan jika kita tidak punya indra peraba. Kita bisa saja tergores dan tidak merasakan apapun. Atau menyentuh sesuatu yang terlalu panas yang membakar kulit kita, tapi kita tidak menyadarinya. Ini tentu akan berbahaya. Peraba yang sensitif juga membantu kita membuat sesuatu yang rumit dan detail (seperti merakit lego, atau mengetik di keyboard).<br><br><strong>Indra Peraba Tunanetra</strong><br>Tunanetra sangat terbantu dengan Indra Peraba. Dengannya mereka bisa membaca, menulis, bahkan berbicara (menulis di telapak tangan) dan membedakan orang (kalau tertarik bisa baca bukunya Helen Keller). Pianist yang menekan tuts seperti menyentuh musik itu sendiri (Your Lie in April flashback). Atau sentuhan ibu yang penuh kasih sayang sampai pada anaknya.<br><br><strong>Melatih Sentuhan</strong><br>Orang yang punya sentuhan yang sensitif, adalah orang yang paling hidup. Mereka menikmati kekayaan sentuhan. Berbagai jenis rambut, tekstur pakaian, ranting pohon, dedaunan, bahkan makanan (kalo makan pake tangan)<br><br><strong>Peraba juga bisa menguasai Jiwa Manusia</strong>.&nbsp;<br>Bagaimana? Luka yang terasa menyengat atau sakit membuat otak kita susah untuk fokus. Tidak ada pikiran lain selain rasa sakit.<br>Ada baiknya mengalami hal-hal kecil dan menjalaninya<br>seperti orang yang diamputasi tanpa chloroform (ngeri banget), mereka melupakan rasa sakit itu atau berpura-pura tidak sakit. kita setidaknya bisa menahan rasa sakit tusukan jarum dokter.<br>Kadang saat kita luka, rasa sakit luka tidak langsung terasa (kemaren ini disebut insting atau apa yah) contohnya saat aku jatuh dari motor dan pingsan. Saat bangun aku ngga merasa sakit apa-apa seperti bangun dari mimpi berulang yang panjang. Tapi lama kemudian lukanya terasa seperti membakar dan nyeri. aku ngga tau kenapa (katanya kalo hormon endorfin meningkat, menghilangkan rasa sakit dan melepaskan dopamin. tapi aku ngga tau juga sih).&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/0e41bdc1c728d1e3c71a36b0db4ba222/Screenshot__104_.png" />
         <pubDate>2023-10-03 06:50:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2729738804</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi indra peraba</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731161445</link>
         <description><![CDATA[<div>jadi indra peraba ini yang paling berguna, karena di saat saat gelap atau di saat saat kita tidak bisa menggunakan indra lainnya, peraba selalu menemukan solusi, buta, dan tuli? bisa, (dari helen keler kan juga bisa begitu) mati lampu? bisa, gapunya tangan? bisa pakai kaki, jadi dia sangat berguna untuk kehiduapn kita<br><br>lalu pada sharing tentang permainan yang menggunakan tangan, dari tebak orang, sampai, yang paling extrem: masak dan motong sayur sambil tutup mata!, yaalah yang masak jangan ditiru ya ges<br><br>sementara itu, yang ditakuti dari indra ini karena indra ini juga bisa membuat kita diperbudak, ibaratnya jika kulit kita luka, indra peraba membuat kulit kita terasa sakit, atau mungkin perih, dan itu membuat kita menghindari aktifitas yang memerlukan bagian yang terluka, perut tergores lampu jalan? ya otomatis nggak bisa loncat loncat, tangan kita jempolnya kepenges pisau? ya otomatis kita nggak bisa main HP atau membuat kerajinan, kaki nginjak kerikil dan luka? kita nggak bisa jalan!, begitulah, awal awal mungkin memang masih masukakal, tapi lama lama tetep saja, mulai yang aneh aneh, siku luka nggak bisa lari, padahal kan lari pakai kaki, terus kalau jari ketlusuban, jadi nggak bisa tidur, dll dll dst dst. sesudah bagian ini ada debat antara orang yang berpikir kalau luka dalam itu termasuk masalah indra peraba, tapi sisi lain mengatakan itu gangguan syaraf dan otot yang tidak berhubungan dengan kulit peraba.&nbsp;<br><br>bagian terakhir aku sudah naik bukit dan XL jelek banget, jadi nggak bisa nangkep apa apa, dan terus aku malah disconnect</div>]]></description>
         <enclosure url="https://mumofthreeworld.com/wp-content/uploads/2015/09/PicMonkey-handsCollage-1024x1024.jpg" />
         <pubDate>2023-10-04 01:21:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731161445</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERABA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731177885</link>
         <description><![CDATA[<div>Indra sebenarnya bukan pelayan Ajun komissaris tubuh. Mereka lebih kearah pelayan tubuh.<br><br>PERABA<br>Peraba ada di seluruh tubuh, dia cuma tidak ada di beberapa tempat, seperti kuku dan gigi. Peraba sangat berguna, karena dia bisa merasakan dingin, panas, dll.&nbsp;<br>Tanpa peraba, manusia bisa terbakar jarinya tanpa tau kalau dia terbakar, atau ketusuk jarum, beku, dsb.<br><br>PERABA TUNANETRA<br>Para tunanetra memiliki peraba yang sangat tajam. Mereka bisa mengenali teman mereka dari meraba, bahkan mengetahui teman mereka sedih atau senang, sakit atau baik baik saja.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-04 01:31:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731177885</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 8 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731384373</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Peraba Paling Meresap<br></strong>Pelayan-pelayan para ajun komisaris tubuh itu ada lima, dan salah satunya adalah Peraba. Peraba sendiri sangatlah berguna untuk jiwa manusia, sebab ia memiliki sensasi yang paling meresap ke sekujur tubuh. Peraba berada hampir di setiap tempat yang ada di tubuh manusia, kecuali tempat-tempat tertentu seperti gigi dan kuku. Peraba juga selalu menemukan jika sesuatu terasa hangat, dingin, lunak, keras, tajam, atau bisa menggores. <br><br><strong>Paling Berguna <br></strong>Dari hal yang sudah dijelaskan di atas, tentunya kita sudah bisa membayangnya dan mengerti betapa bergunanya peraba. Tanpa peraba kita bisa terluka sangat parah karena kita tidak akan bisa merasakan rasa sakit. Seperti kita bisa terluka parah karena tertusuk jarum, tersayat sesuatu, dan lain-lain. Beberapa orang mempunyai indera peraba yang lebih peka dari yang lainnya, dan ini membuat mereka bisa mengerjakan hal-hal yang kecil dan sulit.<br><br><strong>Indra Peraba Kaum Tunanetra <br></strong>Bagi kaum tunatetra, indra peraba adalah mata bagi mereka. Mata mereka memang tidak bisa melihat, namun jemari mereka akan menggantikan fungsi dari mata mereka. Para penyandang tunanetra bisa mengenali seseorang hanya dengan sentuhan pada wajah mereka. Mereka bahkan juga bisa mengetahui apakah orang ini sedang sedih atau gembira. <br><br><strong>'Sentuhan’ yang Ramah<br></strong>Para ibu memiliki sentuhan yang halus dan ramah, sehingga seakan-akan sentuhan mereka bisa menghilangkan semua masalah dan persoalan kita. Dan kita dapat mempunyai sentuhan yang halus seperti ini hanya ketika kita mengasihi seseorang. Hal ini sama seperti yang dituliskan Shakespeare dalam ceritanya mengenai Pangeran Arthur cilik yang memiliki sentuhan halus tersebut, karena semua anak-anak memiliki sentuhan yang lembut dan penyayang.<br><strong><br>Melatih Sentuhan <br></strong>Mereka yang mempunyai indera yang tajam dan peka biasanya adalah mereka yang paling bisa merasakan daya tarik dunia ini. Karena itu melatih indera adalah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Sesekali cobalah menutup mata untuk merasakan berbagai macam hal yang berbeda, seperti misal dengan mata tertutup coba sentuhlah dedaunan, logam, bulu, dan lain sebagainya.<br><br><strong>Peraba mencoba Menguasai Jiwa Manusia <br></strong>Mungkin kalian akan terkejut jika mendengar bahwa rupanya peraba ini juga mau menguasai jiwa manusia. Bagaimana bisa? Hal ini terjadi jika misalnya kamu memiliki luka di tubuh yang lumayan mengganggumu saat kelas. Hal itu akan membuatmu susah fokus pada pelajaran kan? Jika seseorang membiarkan dirinya terlena dengan hal-hal kecil yang tidak berguna ini, maka sudah tidak ada lagi ruang-ruang bagi pikiran yang jauh lebih berarti di benaknya.<br><br><strong>Ada Baiknya mengalami Hal-hal Kecil dan menanggungnya<br></strong>Kita harus merasa gembira dan belajar menerima rasa tidak enak dan menanggung ketidaknyamanannya, seperti misal baju yang gatal, lecet pada tubuh, balsam yang panas, agar kita bisa membiasakan diri untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal yang demikian. Sama halnya seperti seorang pria yang kakinya harus diamputasi sebelum penemuan kloroform ada. Dia berusaha memusatkan pikirannya ke hal-hal lain, dan hak itu membuatnya melupakan operasi yang tengah berlangsung.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/cad71847a002e2abe3c7c3a42d412b40/XI.gif" />
         <pubDate>2023-10-04 04:15:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731384373</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 10: Ourselves class - indra peraba</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731716779</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi dari kelima panca indra, tiga yang kemin sudah di bahas itu mereka tidak bisa di sebut pelayan Ajun komisaris tubuh, tapi justru pelayan tubuh itu sendiri. Peraba itu adalah indra yang paling melekat di tubuh, dia ada di seluruh anggota tubuh kita kecuali gigi dan kuku. Parababbisa memberikan informasi tentang apa yang dia pegang seperti panas atau dingin, tajam atau tumpul, kasar atau mulus, dan keras atau lunak.</div><div><br></div><div>Pekerjaan si peraba itu sangat berguna, jika indra peraba tidak ada maka manusia tidak akan tau bahwa mereka membakar tangannya di api, menyayat tangan nya dengan pisau, atau mengalami cedera parah. Beberapa orang memiliki indra peraba yang peka dan mereka bisa merasakan benda dari ujung jarinya.</div><div><br></div><div>Orang orang yang tuna netra mengandalkan indra peraba untuk memberikan informasi-informasi yang tidak bisa diberikan oleh mata. Mereka belajar mengenali sesuatu lewat jari mereka.</div><div><br></div><div>Di buku juga dikatakan bahwa ibu itu punya sentuhan yang sngat ramah dan seakan akan membawa beban kita. sentuhan ramah seperti itu hanya bisa di dapat dengan menyayangi atau mengasihi seseorang. Shakespeare juga merasakannya dari diri pangeran Arthur kecil.</div><div><br></div><div>Kalo menurut ku kadang kita juga harus menerima rasa tidak enak dari indra ini. Kali kita jatuh dan luka kita masih bisa mengalihkan rasa sakitnya itu dengan yang lain. Tapi kadang kita juga harus nanggung dan nerima rasa sakit itu. Malah bahaya kalo rasa sakitnya ga ada sama sekali, Karna rasa sakit itu penting.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/f099e2cc24c5f36b8800221911e0bb62/344940073f5133d883a90038312ead29.jpg" />
         <pubDate>2023-10-04 08:54:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731716779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>06. Indra peraba</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731895124</link>
         <description><![CDATA[<div>Katanya indra peraba bukanlah pelayan Ajun komisaris tubuh tapi pelayannya tubuh itu sendiri. Terus peraba itu berguna ketika tangan kita tersayat, terbakar atau luka lainnya, jadi kita bisa tahu bahwa luka itu ada.&nbsp;<br><br>Tapi dia bisa menjadi tuan ketika kita malah memikirkan rasa sakit itu ketika yah, sedang belajar misalnya. Padahal tangan gatel dikit tapi kita mikirin itu teruuss, jadinya ga fokus.&nbsp;<br><br>Ada cerita tentang seorang pria yang kakinya harus diamputasi (sebelum klorofom ditemukan) dan dia berusaha untuk tidak memikirkan rasa sakit itu selama proses operasi, dan operasi itu bisa berjalan lancar.<br><br>&nbsp;Menurutku ini hal yang sulit, aku lebih terbiasa menggaruknya sedikit kemudian fokus kembali daripada mencoba mengalihkan pikiran.&nbsp;<br><br>Terus ada juga sentuhan lembut, yang katanya dimiliki para ibu.<br><br>&nbsp;Katanya, indra ini harus sering dilatih agar memiliki indra peraba yang sensitif supaya jadi "lebih merasakan daya tarik hidup". Itu berarti merasakan rasa tidak enak lebih cepat ketika badan tidur ditempat tidur yang berpasir/kotor atau merasakan sakit lebih cepat dan lebih sakit.<br><br>Menurutku kalau indra ini lebih sensitif malah jadi menderita. Aku merasakannya ketika aku sedang sakit flu atau demam. Tiba-tiba tempat tidurku terasa panas dan tidak enak.<br><br>&nbsp;Tapi bukankah tidak mungkin kita bisa hidup di dunia tanpa merasakan penderitaan? Alias bukankah hidup itu tentang penderitaan? (walau ngga full penderitaan teros)<br><br>Jadi menurutku kata-kata yang mengatakan indra peraba yang sensitif membuat kita "lebih merasakan hidup" ada benarnya. Sakit dan penderitaan itu kan bagian dari hidup. "Lebih" Merasakan penderitaan ini berarti lebih hidup gasi.<br><br>Masuk akal tidak? Sepertinya ketika menjelaskan kemarin tidak banyak yang paham maksudku, kalau tidak ya sudah wkkw.<br>-<br>Apakah aku mau memiliki indra lebih sensitif dari yang kupunya di hari normal?&nbsp;<br><br>Tidak, sebaiknya tidak dulu. Rasanya tidak enak.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-04 11:28:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731895124</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peraba</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731951431</link>
         <description><![CDATA[<div>Ajun komisaris peraba adalah salah satu ajun yang paling penting. Ajun komisaris peraba ini sendiri apa sih. Komisaris peraba bertugas unutuk tubuh kita agar bisa merasakan tekstur benda atau apa yang dirasakan tubuh kita. Tanpa peraba mungkin kita bisa mengancam diri kita sendiri dengan tidak sadar.&nbsp;<br>Contoh: lagi memotong pakai pisau terus gak sengaja kepotong tanganya nag mungkin tanpa peraba kita tidak akan menyadarinya sampai terlambat dan akhirnya kehilangan jari kita.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-04 12:13:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2731951431</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gatau ah letter ke berapa (kingdom of the human&#39;s soul 05/10/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2733417792</link>
         <description><![CDATA[<div>Selain penciuman dan pengecuap, ada satu lagi pelayan. Pelayan ini lebih cocok disebut sebagai pelayan tubuh, bukan pelayan ajun komisaris, Pelayan yang satu ini bernama peraba. Tugas peraba adalah merasakan apakah sesuatu itu dingin atau panas, tajam atau tumpul, halus atau kasar, lembek atau keras, dsb dsb. Peraba membuat hidup kita lebih hidup, karena tanpa peraba kita tidak akan tahu apakah tangan kita terbakar, atau kaki kita menginjak paku, atau kita kedinginan. Makanya namanya “Mati rasa”. Tapi peraba bisa juga menjadi pemimpin, ia akan memanipulasi kerajaan jiwa manusia agar terfokus kepada rasa sakit yang dirasakannya, saat itu kerjaan jiwa manusia tidak akan melakukan apapun kecuali mengeluh akan kesakitannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-05 06:57:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2733417792</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Panca Indra #2</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2733490763</link>
         <description><![CDATA[<div>Panca Indra berikutnya adalah yang paling berguna, yaitu Peraba. Namun Peraba sepertinya sudah bukan termasuk dari golongan pelayan ajun komisaris tubuh lagi, melainkan tubuh itu sendiri.&nbsp;<br>Karena dia ada di sekujur tubuh manusia kecuali di beberapa tempat tertentu seperti kuku, rambut, dan gigi. Panca Indra ini begitu penting, karena membantu kita untuk menyadari jika kita sedang dalam bahaya. Kalau Panca Indra Peraba tidak ada, kita tidak akan tau ketika kulit kita terbakar, tersengat, tergores, dan hal-hal yang mengancam nyawa kita.&nbsp;<br>Indra Peraba sangat diandalkan oleh manusia, apalagi manusia tunanetra. Mereka membaca dengan ujung jari tangan, lalu membayangkan wajah teman mereka dengan meraba-raba mukanya. Karena mereka sangat-sangat mengandalkan Indra Peraba, mereka jadi bisa mengetahui apakah teman tersebut dalam keadaan baik-baik saja atau sedang sakit tanpa melihatnya.  </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/4892f7091dfa77dd023297b6b60cb303/Bingus_cool__.jpeg" />
         <pubDate>2023-10-05 07:52:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2733490763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi warteg (sederhana tapi berkualitas)</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2736271854</link>
         <description><![CDATA[<div><br>aku narasi pake gaya gaul ya :v<br>Malem kmrn kita membahas indra-indra yang terahkir, Penglihatan dan Pendengaran. CM blg kalo penglihatan memberi setengah dari Sukacita, dan pendengaran adalah sumber Sukacita.&nbsp;<br>trs ada mata dan tanpa mata, si Tanpa Mata ini menganggapnya membosankan, blg kalau g ada yg bisa diliat. trs si Mata itu sifatnya kebalikanya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://blog.cokro.com/wp-content/uploads/2021/06/Warteg.jpg" />
         <pubDate>2023-10-07 05:18:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2736271854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7 Okt 2023 Pengelihatan dan Pendengaran </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2736426062</link>
         <description><![CDATA[<div>Kedua indra ini, saling berkaitan, dan menurutku paling mudah terlihat malas. Ketika mata malas, kita tidak melihat berbagai hal yang indah di bumi. entah kenapa aku teringat salah satu bagian di buku Dunia sOPHIE, bahwa anak-anak kecil biasanya memakai mata mereka dengan sempurna, maksudku mereka terkagum-kagum dengan sekitar mereka, mereka juga peduli dengan sekitar mereka (untuk melihat.<br><br>Entah kenapa, hal ini  juga berlaku semakin kita dewasa, kita seringkali tidak menggunakan telinga dengan baik. Aku sendiri pun juga merasa begitu. Pengelihatan dan Pendengaran harus dilatih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-07 12:04:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2736426062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengelihatan~Pendengaran {8/oktober/2023}</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2737043622</link>
         <description><![CDATA[<div>PENGELIHATAN&nbsp;<br>Pengelihatan membawa kebahagiaan bagi negeri jiwa manusia.<br>Melihat pegunungan, laut, lukisan, membaca buku. Sungguh menyenangkan melihat semua itu. Apa jadinya kalau hidup tanpa mata? Mungkin seorang teman yang baik bisa membacakan buku untuk temannya. Tapi itu tidak senikmat memiliki buku sendiri, dan membacanya di bawah pohon, atau di pinggir jendela.<br>&nbsp; &nbsp;<br>SI BERMATA DAN SI TANPA MATA<br>Si tanpa mata bilang, semuanya membosankan dan tidak ada yang bisa dilihat. Tapi si bermata membawa pulang berbagai macam benda di saputangannya, dia bilang semuanya indah.<br><br>PENDENGARAN<br>Pernakah kalianberada di padang, dan tidak mendengar suara apa apa selain suara kalian sendiri dan teman2? lalu Kalian terdiam, dan awalnya terdengar suara air yang tadi tidak terdengar, lalu mulai terdengar bunyi bunyi di sekitar kalian.<br>apakah kalian bisa membedakan suara daun daun gugur di musim rontok?<br>apakah kalian bisa membedakan suara burung?<br>apakah kalian bisa langkah kaki orang2 di rumah?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-08 13:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2737043622</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day eleven : chapter four.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2737157424</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp;<strong>. Penglihatan memberi setengah dari Sukacita.<br>&nbsp;<br></strong>dia adalah salah satu indra yang membawa kesenangan bagi jiwa manusia, tidak ada masalah pada mereka selain kemalasan dan kurang perhatian. ia memberi banyak suka cita dengan melihat lihat pemandangan dan hal hal indah lain nya. teman memang bisa membacakan buku cerita ketika kita memiliki keterbatasan keterbatasan itu, namun membaca sendiri jelas lebih menyenangkan.<br><br>&nbsp;<br><br><strong>&nbsp; &nbsp; . Mata dan Tanpa-Mata Mata <br><br></strong>ada cerita tentang<strong> </strong>dua orang dengan dua panggilan ‘orang bermata’ dan ‘tidak bermata’ yang di ceritakan ulang oleh Oma Charlotte. cerita tentang bagaimana keduanya berjalan bersama namun ‘bermata’ mampu melihat hal hal baik dan indah di hadapanya, sehingga ketika pulang ia mampu membawa ratusan benda indah di sarung tangan nya. sedangkan ‘tak bermata’ hanya mampu memandang kosong, dan terpaksa pulang dengan tangan kosong. ketika pulang ia pun kembali mengeluh karena merasa hidupnya sangat membosankan dan tidak indah. <br><br><strong>&nbsp; &nbsp; . Mendengar Sumber Sukacita.<br><br></strong>Pendengaran tidak membuat banyak masalah kecuali bagian di mana ia selalu malas malasan dalam mengerjakan tugasnya. pernah kah kalian berada di gurun pasir di mana yang mampu kalian dengar hanya lah suara gemerisik angin dan suara kalian saja? lalu tiba tiba mulai mendengar dentuman dentuman musik yang keras, berasal dari konser yang ternyata tengah di selenggarakan?<br><br><strong>&nbsp; &nbsp; . Musik, Sukacita Besar yang kita dapat berkat Pendengaran<br><br></strong>Beberapa orang memilih untuk mengabadikan sukacita mereka lewat buku, lukisan, atau patung patung. namun banyak juga yang orang orang yang memilih untuk mengabadikan rasa sukacita mereka lewat musik, setiap komponis memiliki cara mereka sendiri dalam membuat musik, dan pada setiap lagu pun memiliki cerita yang berbeda beda. dan lewat denting suara piano atau suara lembut dari vokal mereka akan kamu temui cerita cerita dan beribu pesan yang komponis sisipkan untuk kalian dengan.<br><br><strong>&nbsp;<br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/b3184ae9c9c9145bfbcbbb3823d93ed5/Cerita_ini_menceritakan_tentang_sosok_wanita_yang_di_anggap_umma_oleh___romansa___Romansa___amreading___books___wattpad.jpg" />
         <pubDate>2023-10-08 16:27:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2737157424</guid>
      </item>
      <item>
         <title>06.10 | Mata dan telinga (Panca Indra)</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2737881874</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pengelihatan<br></strong>pelayan yang belum dibahas adalah indra pengelihatan dan pendengaran.<br>Sebenarnya mereka tidak melakukan kesalahan yang serius, selain kemalasan dan kurang perhatian.<br>Pengelihatan memberikan setengah dari kebahagiaan. Misalnya saat melihat wajah bahagia teman, saudara, orang tua, atau orang lain. Atau saat kita melihat keindahan alam, sinar matahari yang memancar, bunga, daun, rerumputan, dan gunung. Pernah gak sih berpikiran kalo kita tidak bisa melihat itu semua? aku pikir kalo aku buta dan tak sempat melihat itu semua, ya pasti bingung dan ingin merasakan semua itu tapi yah, How can you miss something you never had? tapi setelah merasakan sukacita dari Pengelihatan, pasti akan berat kalo kehilangannya.<br><br><strong>Mata dan tanpa mata<br></strong>Ketika mereka berjalan bersama, tanpa mata akan berkata "tidak ada yang bisa dilihat, semua membosankan" sedangkan sang mata melihat seribu hal menarik untuk dilihat dan membawa beragam harta karun di saku tangannya. <br><br><strong>Mendengar sumber dari sukacita<br></strong>Pernah gak sih berada di tempat yang luas bersama teman dan bermain. Kita tidak mendengar suara apapun kecuali diri kita dan teman-teman. Tetapi saat kalian terdiam sesaat, kalian bisa mendengar suara disekeliling kalian. Misalnya kicau burung, petugas kebersihan menyapu, tukang bakso dan gerobaknya, atau bang sate mengipas satenya. <br><br><strong>Sukacita yang besar kita dapat dari musik<br></strong>Pendengaran telah memberikan kita sukacita yang besar, ditambah lagi banyak sekali orang besar yang menuangkan pikiran mereka dengan musik. Orang-orang yang peduli dengan musik bisa tau siapa penggubah musik yang mereka dengar. Sang komposer bagaikan berbicara pada mereka dan mereka dengan senang hati mendengarkan. Bahkan kalau telinga kalian sering mendengar musik/lagu kamu bisa membedakan chord yang lain dan yang lain atau nada suara.<strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/624e2754d0d06356a322880ba84c82f6/hu_Tao.jpg" />
         <pubDate>2023-10-09 09:45:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2737881874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 11: Ourselves class - indra penglihat dan pendengar</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2739576027</link>
         <description><![CDATA[<div>Dua indra penting lainnya adalah sesuatu yang memberikan kita sebuah sukacita. Penglihatan yang membuat kita bisa melihat wajah teman, rumput hijau, gunung, bunga, pakaian indah dan lainnya. Dengan melihat keindahan itu kita bisa merasa sukacita tapi kita juga bisa iba dengan orang orang buta yang tak melihat nya.</div><div><br></div><div>Ada cerita tentang 'si bermata dan si tanpa mata'&nbsp; ketika mereka berdua berjalan jalan si bermata bisa melihat ber ribu ribu hal menarik sedangkan si tanpa-mata berkata "apanya yang indah? Ga ada yang bisa di lihat juga." Ada tiga pertanyaan yang bisa menggolongkan kita ke pada orang yang lebih suka menjadi si bermata atau si tanpa-mata. Bagaimana kita mendeskripsikan lukisan yang ada di ruang tamu sampai ke detail kecil, menyebutkan 3 tanaman atau daun yang pucuknya berwarna merah, dan menyebutkan 3 burung yang ekornya memiliki warna putih.&nbsp;</div><div><br></div><div>Jika kita ada di tempat yang sepi kita bisa mendengarkan suara angin dan daun yang gugur dengan jelas juga burung yang berkicau.</div><div>Pernahkah kita mendengar bunyi daun gugur di musim rontok atau bunyi tak tak tak burung pelatuk? Bisa ga kita denger bunyi burung camar yang sengang membuka kerang atau kaki kuda yang berderap? Bisakah kita membedakan suara kaki orang yang ada di rumah atau intonasi suara dari orang yang memberitahu bahwa mereka sedang marah atau senang? Untuk yang terakhir itu aku bisa membedakan intonasi mama kali mama marah atau senang. Aku juga bisa membedakan suara motor atau mobil papa mama.</div><div><br></div><div>Ada juga orang yang bisa dengan betah menggunakan headphone seharian mendengarkan suara dan merasa sepi jika tak ada suara. Ada juga orang yang tidur dengan tv menyala, bukan dia yang menonton tvnya tapi tvnya yang menonton dia. Dan mendengarkan musik dengan suara keras itu bisa mengurangi intensitas pendengaran kita karena kita terlalu fokus sama musik yang kita dengerin.&nbsp;<br><br>~Begityu sekiyan tyerimakasyih~</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/8a2c564d904592a1a752d688378a990e/7e84a2a99a42e1da3d922300616118a0.jpg" />
         <pubDate>2023-10-10 08:57:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2739576027</guid>
      </item>
      <item>
         <title>indra pneglihatan dan indra pendengaran</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2739640587</link>
         <description><![CDATA[<div>dua hal ini merupakan hal yang sangat penting dalam pembantu kerajaan jiwa, mata menyenangkan banyak hal dalam diri kita, jika ada perbandingan, orang yang perhatian akan sekelilingnya pasti lebih aktif menggunakan matanya. orang bisa saja memiliki mata, tapi dianggap "tidak bermata" karena sangat tidak perhatian dengan apa saja disekelilingnya, jadi, mungkin Helen Keller bisa dikatakan orang buta yang bermata, karena dia perhatian dengan banyak hal yang bisa dia sentuh. lalu ada tanya tanyaan tentang apakah kamu punya mata? dengan cara mengetes sebutkan tiga tanaman dengan pucuk yang berwarna merah, aku dapet pucuk merah, kecombrang, dan putri malu. lalu untuk burung dengan pucuk ekor putih, aku dapet merpati putih albino (males banget emg).<br><br>lalu mulai yang bagian pendengaran, disini sempat ada cerita yang super duper relatable, kalau berada di tempat yang sepi, lama lama mulai kedengeren suara macam macam, mungkin ada suara burung, mungkin suara napas sendiri sampai terdengar kalau memang benar benar benar benar benar sunyi benar. tapi pasti ada suara tertentu di tempat yang bahkan sangat sunyi, dan itu bisa membawa kesenangan pada kita.<br><br>sesudah bagian ini aku sinyalnya putus putus dan mulai nggak fokus karena harus turun mobil dan cari tempat yang sinyalnya bagus.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i.pinimg.com/originals/8b/74/3c/8b743cd635de7837cb06b3883fcbfcf2.jpg" />
         <pubDate>2023-10-10 09:47:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2739640587</guid>
      </item>
      <item>
         <title>07. Penglihatan dan Pendengar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2741440392</link>
         <description><![CDATA[<div>Penglihatan<br>Dengan mata kita bisa melihat wajah teman, membaca buku sendiri, dan melihat hal-hal menyenangkan lainnya. Ada orang yang "tak bermata" maksudnya adalah mereka yang sekadar memiliki mata namun tidak "melihat" dalam arti yang sebenarnya. Orang yang tak bermata menganggap hidup mereka membosankan, padahal ada saja keajaiban yang tidak mereka sadari kehadirannya.<br><br>Pendengaran<br>Pendengaran wow. Ada kalimat yang menarik, kira-kira berbunyi seperti "Bisakah kamu mendengar perbedaan suara dari setiap orang dirumahmu?", jawabannya IYA. Beberapa cepat, beberapa lambat dan berat. TAPIII Aku dulu punya teori (karna aku suka berteori, mwhaha) bahwa setiap orang bisa membedakan mana kendaraan milik keluarga mereka&nbsp; sendiri dan mana yang orang asing.&nbsp;<br><br>Seharusnya ya, karena sudah familiar dengan suaranya, bahkan anjingku juga begitu kok. Aku bertanya ke google, tapi entah cara bertanyaku yang salah atau itu begitu konyol untuk ditanyakan, aku belum menemukan jawaban/orang bertanya hal serupa di internet hahaha. Aku belum mengetes hal ini ke orang, tentu saja (hiya-hiya, bayangin aku nanya ke orang) tapi melihat adik-adikku, teori ini memiliki kemungkinan besar untuk jadi akurat.&nbsp;<br><br>oke lanjut--terus sebaiknya kita melatih pendengaran ini supaya tidak malas. Saat mendengarkan musik misalnya (tidak hanya lagu, tapi instrumen musik) ada bagusnya menerka-nerka apa yang sang komponis ini ingin sampaikan serta emosi apa (?).&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-11 08:38:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2741440392</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11 | 👁️👁️</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2741465619</link>
         <description><![CDATA[<div>Tertinggal dua indra, pengelihatan dan pendengaran.<br><br>Dalam aspek pengelihatan CM membuat dua kategori manusia: Si Tanpa-Mata dan Si Bermata. Aku rasa meski seseorang buta ia tetap dapat masuk dalam kategori Bermata selama ia awas dan berminat "melihat" dunia. Sebaliknya, orang dengan mata normal bisa saja masuk dalam kategori Tak-Bermata karena tak pernah menaruh minat pada apa pun--menganggap semua semu dan membosankan.&nbsp;<br><br>Pada saat temen-temen sedang bernarasi dan ngobrol tentang penglihatan ini aku jadi sadar di sekitar tempat di mana aku zoom saat itu, ada pohon yang pucuk-pucuknya sedang berbunga, (warnanya pink putih seperti sakura) Ada pucuk merah dengan gradasi warna seperti pallet warna di canva (tentu lebih bagus). Ada langit malam yang gelap tapi nggak sepenuhnya bisa dibilang hitam. Semua itu kemungkinan hanya sekadar lewat saja kalau CM tidak pernah mengungkitnya. Kesimpulanku sampai sini: manusia dengan mata ternyata bisa "buta" juga.<br><br>Berikutnya pendengaran. Tidak ada tantangan yang begitu berarti menghadapi indra ini, CM bilang. Ia hanya menyarankan untuk kita terus melatih mengenal asal suatu suara. Mungkin membedakan langkah kaki setiap orang, mungkin menabak nama chord atau mungkin juga membedakan kicauan burung.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-11 08:57:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2741465619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Yang Kesekian (98585258)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2741846103</link>
         <description><![CDATA[<div>Jika aku hanya boleh narasi dengan memberi judul pertemuan terakhir maka aku akan mengeluarkan judul "Perkenalan Ajun Komisaris: Akhir"</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114673523/853e53398332751e7916aee998401e84/IMG_20221028_114121.png" />
         <pubDate>2023-10-11 13:44:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2741846103</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 9 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2743156513</link>
         <description><![CDATA[<div>Dengan adanya penglihatan, kita bisa melihat berbagai hal indah yang ada di dunia ini. Seperti wajah teman-teman kita, lalu alam, bunga-bunga, dedaunan, gunung-gunung dan juga pakaian. Bagaimana kita bisa melihat segala macam keindahan ini jika kita tidak bisa melihat? Mungkin teman-teman kita bisa membacakan kita buku jika kita tidak bisa melihat, namun tentu saja rasanya akan sangat berbeda dengan kita membacanya sendiri. Namun demikian, ada lho orang-orang yang harus kita kasihani melebihi rasa kasihan kita terhadap orang buta. Siapakah mereka?<br><br><strong>Mata dan Tanpa-Mata <br></strong>Ada perbedaan antara mereka yang bermata dan tidak bermata. Mereka yang tidak bermata akan berkata bahwa ia tidak menemukan sesuatupun hal yang menarik, dan tidak ada satu hal pun yang bisa dilihat. Namun berbeda dengan mereka yang bermata, ia akan selalu melihat hal-hal menarik setiap saatnya. Dan ia akan membawa sesaputangan penuh harta karun yang tidak ternilai.<br><strong><br>Mendengar Sumber Sukacita<br></strong>Selain penglihatan, ada sukacita lain yang kita dapatkan karena pendengaran. Pernahkah kita berada di suatu padang rumput di mana kita tidak bisa mendengarkan apa-apa selain suara teman-teman kita? Namun setelah semuanya diam, kita mulai bisa mendengar suara kicauan burung dan juga suara-suara lainnya. <br><br><strong>Semakin Mendengarkan, semakin banyak yang Tertangkap Telinga <br></strong>Semakin kita berusaha mendengarkan, makin banyak pula suara-suara yang bisa kita dengar. Seperti suara janggrik, dengung serangga di mana-mana, dan mungkin juga suara angin bergemerisik dan anak sungai. Semuanya itu terdengar begitu ramai hingga kita bertanya-tanya sendiri bagaimana bisa kita tadi tidak mendengar semuanya itu. Nahhh jika hal itu sudah terjadi kita harus waspada, karena pendengaran berarti sudah bergeser dari posnya. Jagalah agar ia terus berjaga di tempatnya.<br><strong><br>Musik, Sukacita Besar yang kita dapat berkat Pendengaran<br></strong>Sukacita terbesar yang kita dapatkan dengan pendengaran adalah Musik. Musik adalah salah satu hal terindah yang ada di dunia. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menceritakan pemikiran mereka melalui gambar dan tulisan, para musisi akan menuangkan semua ide dan pemikiran mereka di dalam musik. Mereka yang peka akan bisa membedakan satu musik dengan musik yang lainnya, seperti bisa membedakan siapakah pengarang lagu tersebut. Ibu CM juga menceritakan seorang anak yang bisa mengenali musik-musik Wagner setiap kali ibunya memainan musik.<br><br><strong>Bagaimana cara untuk punya Telinga yang Mendengarkan<br></strong>Latihlah telinga kita agar bisa menjadi peka. Seperti sering-seringlah mendengarkan musik dan tebaklah siapa pengarang musik yang tengah kita mainkan itu. Jika telinga kita sudah terlatih, maka kita bisa menemukan bahwa setiap pengarang lagu memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri. Setelah itu belajarlah untuk mengenali not atau nada, dengan begitu pendengaran kita bisa terlatih dengan baik.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113042740/c2fc9fe64eb2c828436f92699d1c99ff/_Til_Death_Do_Us_Part___Satoru_Gojo.gif" />
         <pubDate>2023-10-12 07:10:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2743156513</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penglihatan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2743339300</link>
         <description><![CDATA[<div>Penglihatan satu dari berbagajn ajun komisaris, terkadang kita bisa melihat apakah kita ini merasakan hal yang indah menggunakan komisaris penglihatan atau komisaris lainya.<br>Contohnya: coba kalian ingat lukusan tang dipajang di ruang tamu kalian, jika kalin dapat mengingat lukisan itu sampai detail- detailnya, berarti kalian merasakan hal yang indah menggunakan ajun komisaris penglihatan. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-12 09:33:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2743339300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I&#39;s and No I&#39;s</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2743821501</link>
         <description><![CDATA[<div>Bab ini membahas tentang indra-indra kita yang dapat membawa kesenangan bagi kita. Salah satu indra itu adalah penglihatan. Karena dengan penglihatan kita, kita jadi bisa melihat lukisan-lukisan indah, langit-langit yang berwarna pink dan kuning ketika matahari terbenam, menikmati pemandangan dari atas gunung, dan dapat melihat wajah orang-orang yang kita sayangi.<br><br>Lalu ada sebuah kalimat yang sering ku dengar: "Eyes and No Eyes", bermata dan tidak bermata. Menurutku hal ini berpengaruh dan bahkan dapat menentukan apakah penglihatan kita akan benar-benar membawa kebahagiaan bagi kita atau tidak. <br>Orang orang yang berjalan di taman tanpa bermata akan menganggap perjalanan nya itu membosankan dan melelahkan saja. Menurutnya, tak ada hal yang bisa dilihat. Namun orang yang 'bermata' dapat melihat betapa indahnya bunga-bunga di taman itu. Orang yang bermata ini dapat melihat berbagai hal menarik yang berada di sekitarnya. Menurutku hal ini berhubungan dan mungkin sedikit mirip dengan tema 'mindfulness'. (Tapi tema mindfulness tidak akan kubahas sekarang)<br><br>Kalian termasuk orang yang memakai mata atau tidak memakai mata? Kalau aku, terkadang aku memakai mata ku, terkadang aku memakai mata tetangga ku.<br><br>😹 lucu bingit wekaweka<br><br>Terkadang aku memakai mata ku, kadang aku tidak memakai mata ku. Tergantung sih. Biasanya kalau ada orang cakep tiba2 dengan ajaib aku jadi bermata. Tapi <em>jokes aside</em>, memang terbukti bahwa aku biasanya akan merasa lebih bahagia ketika aku memakai mataku untuk mengamati dan melihat-lihat berbagai hal disekitarku.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/0f9c41e47461ba7b9252ca41723d5a6f/download.jpeg" />
         <pubDate>2023-10-12 15:17:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2743821501</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The 11th letter (kindom of the human&#39;s soul) 19/10/2023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2754005422</link>
         <description><![CDATA[<div>Kali ini kita akan membahas tentang dua pelayan tubuh yang jarang sekali berbuat salah yaitu Penglihatan dan pendengaran. Mari bahas penglihatan terlebih dahulu, penglihatan adalah sumber kesenangan, ketika kita melihat sesuatu yang indah dan enak di pandang, kita tentu akan senang. Tapi di zaman moderen ini, kebanyakan orang tidak punya cukup waktu untuk memerhatikan hal hal kecil dalam hidup.&nbsp;<br><br><br>Pendengaran<br>Pendengaran juga bisa membawakan kesenangan, mendengar alunan musik yang indah,&nbsp; pujian, atau hal hal semacam itu bisa membawakan kita kesenangan. Pendengaran juga penting untuk kewaspadaan, karena kalau ada bahaya yang mengintai, bisa saja terdengar oleh kita dan alert our body bahwa kita sedang dalam bahaya. Namun lagi lagi, generasi sekarang sibuk mendengarkan musik dengan headphone/headset sehingga tidak dapat menikmati suara suara di sekelilingnya.&nbsp;<br><br>Pendengaran dan penglihatan juga datang dengan bahayanya sendiri, Jika kamu terlalu fokus mendengarkan/melihat sesuatu, maka kamu tidak akan aware dengan keadaan dan mungkin saja (misal) ketinggalan bis.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2097642980/16edb5211f2f8a1d835791a5e295bd02/Galaxy_eye.jpeg" />
         <pubDate>2023-10-19 05:47:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2754005422</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Powerpoint</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2756272751</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAFxrffAGKQ/Ei2ZKvOvy4V-lMrcmtcvXA/edit?utm_content=DAFxrffAGKQ&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton" />
         <pubDate>2023-10-20 13:50:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2756272751</guid>
      </item>
      <item>
         <title>tugas akhir: presentasi reflektif </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2758677462</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/40c3134506aecf2885c4af1ad2002377/presentasi_reflektif_kayra_ourselves" />
         <pubDate>2023-10-23 07:45:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2758677462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas Akhir</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2760562899</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAFxfrA17q0/QgojsRh5jbR8gz5nuX-0Ig/edit?utm_content=DAFxfrA17q0&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton" />
         <pubDate>2023-10-24 07:22:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2760562899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>day twelve : ourselves reflection.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2762229368</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>ourselves reflection Dira. </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://drive.google.com/drive/folders/1d_yks11FfHxymgxEJC-I2OPCCS9F2Mkd?usp=drive_link" />
         <pubDate>2023-10-25 04:19:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2762229368</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2762270337</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1wYYkSFEUz5XCMFkMrgFd1z5LgToAp5WtDvUM2pASC9k/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2023-10-25 04:54:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2762270337</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas Ahkir PRESENTASI Dan Refleksi KENZI</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2762614603</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2112087651/9fbfed263d8483dc5094542a8b6b7341/Brown_Beige_Doodle_Notes_Group_Project_Presentation_.pdf" />
         <pubDate>2023-10-25 09:35:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2762614603</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas PPT</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2763950494</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113042740/d243b868df249c026cae79f52530c626/Aged_Texture_Backgrounds_Aesthetic_MK_Campaign_by_Slidesgo.pptx" />
         <pubDate>2023-10-26 03:12:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2763950494</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ini tan</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2765955225</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1507708236/d5e872728d35da29c35214441a5902c3/refleksi_majelis_tubuh.pptx" />
         <pubDate>2023-10-27 07:54:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2765955225</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mahakarya</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2766404540</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/a5abc67b84e07c18bf59aee2de5e5218/15.png" />
         <pubDate>2023-10-27 15:08:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2766404540</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas Akhir: Presentasii</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2773450360</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/presentation/d/1aX0_qYV2gvB8u_r5f42PQUDVaUok713AsJtZs9OUPOo/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/presentation/d/1aX0_qYV2gvB8u_r5f42PQUDVaUok713AsJtZs9OUPOo/edit?usp=sharing</a></p><p><br/></p><p>ternyata aku pertanyaan diawal-awal ourselves terlalu sulit, awalnya mo dikirim sekalian jawab pertanyaanku yang dulu tapi ternyata gabisa :') dah besok-besok saja WAKKAKA</p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/presentation/d/1aX0_qYV2gvB8u_r5f42PQUDVaUok713AsJtZs9OUPOo/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2023-11-02 07:40:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2773450360</guid>
      </item>
      <item>
         <title>27.10 | Presentasi</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2773473409</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/fd285e9df411bf704d01d100ca3bdbb8/presentasi_saya.pptx" />
         <pubDate>2023-11-02 08:03:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2773473409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRESENTASI OURSELVES</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2773719069</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/presentation/d/1IE-No41zN04W-tAe8zbGNft9oLNViq-4zXCzU-8gLyY/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2023-11-02 12:05:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2773719069</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRESENTASI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2773843886</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAFx-HKf3GU/qUHEmra_EXnetf84TOuoAw/view?utm_content=DAFx-HKf3GU&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link&amp;utm_source=editor" />
         <pubDate>2023-11-02 13:31:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2773843886</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Presentasi Vol. 4 Bilqis</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2774515257</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAFyViIr6QQ/EcokcrnRp6ULt_cMJkuVqg/edit?utm_content=DAFyViIr6QQ&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton" />
         <pubDate>2023-11-03 00:06:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2774515257</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diri (dengan huruf D besar)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2776380853</link>
         <description><![CDATA[<p>Negri jiwa manusia adalah Diri yang belum sepenuhnya di eksplorasi. Diri itu cuma "singkatan" dari tubuh, jiwa, dan entah apalagi. seperti lontong, sayuran, tahu, tempe, telur, dan bumbu kacang, disingkat menjadi 'gado-gado.' (maaf ya, yg nulis lagi laper soalnya)</p><p><br/></p><p>in order to control our Diri, we have to know about our Diri. i agree, if we already know about our Diri, we know what they need, know what they want, know what will make them 'sick', it will be easier to control the Diri.</p><p><br/></p><p>Contohnya aku, mamaku itu dari awal minta aku ada waktunya untuk buka chat, namun jangan ready sepanjang hari. Ya, bisa dibilang selama kebelakang ini aku masih merasa "gimana kalo ada yang urgent nge chat aku?" jadi aku mengabaikan peraturan itu. Sekarang aku merasa, bahwa, dengan aku ngga setiap saat sedia di chat, aku justru harusnya malah bisa chat dengan tenang, tanpa mikir tugas, dan bisa lenih fokus dalam ngerjain tugas. With me realizing this, it became easier to control Diri</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-05 01:32:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2776380853</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ourselves part two : house of mind</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2776964869</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/3c115d618c8876ac8673e2758e147eb3/1.png" />
         <pubDate>2023-11-05 22:53:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2776964869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chapter one : ourselves</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2776967083</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>ourselves</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Pada bagian dua dari buku 'ourselves' milik Oma Charllote, kita mulai di jelaskan sedikit tentang bagian paling misterius dan rumit dari Diri. yang tidak bisa kita lihat secara nyata dan sentuh sama sekali. namun juga bagian yang mampu berpikir, merasa, dan berdoa pada tuhan. bagian Diri yang tidak sepenuh-nya mampu kita jelajahi saking rumit nya. dia ibarat rumah yang di bangun membentuk labirin yang berkelok kelok dan kerap menyesatkan juga membuat bingung.</p><p><br/></p><p>Dan pada umum-nya ketika orang orang membicarakan Diri, mereka akan menggambarkan nya sebagai empat hal : Tubuh, akal budi, hati (perasaan), dan jiwa. seolah olah Diri ini mempunyai bagian bagian masing masing dan bukan sebuah kesatuan.</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Self-control, Self-knowledge, Self-reverence.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p><strong><em>self-control: </em></strong>kalau kata oma charllote mason, Diri memiliki dua sisi. satu yang membuat kita selalu ingin melakukan hal hal konyol dan bodoh, sedangkan sisi lain selalu berkata tidak, menghalangi terjadinya penyesalan di masa depan. Kata Oma charllote juga, ada hal penting yang kita manusia di wajibkan belajar dalam hidup. yang adalah  : kapan, di mana, dan bagaimana cara menggunakan<em> 'power'</em> yang di namai oleh nya sebagai <em>'self-control'</em></p><p><br/></p><p><strong><em> Self-knowledge: </em></strong>namun sebelum kita benar benar mampu mengendalikan diri atau <em>self-control</em>, kita sebaiknya lebih dulu belajar dan mengerti tentang diri kita yang di sebut sebagai <em>'self-knowledge'</em>. </p><p><br/></p><p>adapun, self-knowledge ini tidak seharusnya membuat kita merasa di atas atau lebih unggul dari siapa-pun. melainkan membuat kita mengerti kalau apa yang berada di pribadi lain juga ada pada Diri kita.</p><p><br/></p><p>Dan jika kita sudah berhasil mengerti betapa hebat dan banyak nya kemungkinan kemungkinan besar pada Jiwa Manusia, kita tidak akan di rundung rasa sombong dan angkuh. namun rasa hormat.</p><p><br/></p><p><strong><em>Self-reverence: </em></strong>rasa hormat pada diri kita sendiri dan belas kasihan pada orang orang paling hina karena melihat kalau sejatinya, setiap Diri itu sama besar nya, meski beberapa mungkin tak terawat dan membusuk.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/05573cabb59f5a0af47d56b23e03df66/2.png" />
         <pubDate>2023-11-05 22:59:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2776967083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Majelis Pikiran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2777495100</link>
         <description><![CDATA[<p>Kepala kita (Atau otak, bisa di bilang pikiran) sangat rumit, seperti sebuah rumah yang dibangun seperti labirin. Terkadang kita bisa tersesat bila berjalan jalan di dalamnya.</p><p>Pikiran ini terbagi menjadi dua (gampanya begitu) salah satu yang maunya enak dan tak mau susah. Satu lagi yang berkata tidak, dan memilih yang baik.. </p><p>Ini di sebut pengendalian diri. Tapi pengendalian diri tidak bisa dilakukan bila kita tidak mengenal diri sendiri. Sama halnya dengan kita tidak bisa mengendalikan binatang kalau belum kenal binatang itu. </p><p><br/></p><p>Ketika seseorang sudah mengenal dirinya sendiri, dia bisa menghargai dan menghormati dirinya sendiri. Juga menghormati dan memaafkan orang lain, karena setiap orang adalah Jiwa Manusia yang berharga.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-06 06:37:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2777495100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 12: Ourselves class - part 2 - The House of Mind _ Chapter 1 </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2780817483</link>
         <description><![CDATA[<div>03.11.2023<br><br>Di sesi kali ini selain majelis tubuh, CM mengenalkan aku pada majelis yang ga bisa kita sentuh atau lihat tetapi bisa merasakan sesuatu seperti senang dan sedih, baik dan tidak baik, berpikir, berdoa dan mengasihi. Diri manusia itu seperti sebuah rumah besar dengan isi yang seperti labirin yang harus di explore. Orang menggambarkan diri itu adalah tubuh, akal budi, hati, dan jiwa.&nbsp;<br><br>Di dalam diri itu ada dua sisi. Sisi yang pengen nya melakukan hal yang tidak benar dan sisi yang selalu berusa mengembalikan nya ke jalur yang seharusnya. Kita juga harus bisa menggunakan keduanya dengan sangat baik dan hal itu disebut dengan pengendalian diri. Untuk menguasai pengendalian diri kita harus mengenal diri kita sendiri lebih dalam. Kita juga diwajibkan untuk hormat pada diri sendiri dan juga orang yang paling bedosa nd hina Karna mereka juga sebuah jiwa manusia, meski jiwa manusianya tak terawat, terbengkalai dan busuk.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/239265d4ce91d372bdf55b27d1876401/6221c466_c3cc_48c0_b520_db8c45e6ee3e.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-08 02:46:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2780817483</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 10 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781007632</link>
         <description><![CDATA[<p>Saat sedang memikirkan betapa hebat dan luar biasanya tubuh kita ini, seringkali kita akan langsung memuji kemuliaan dan kehebatan Tuhan. Sekarang kita hendak membahas tentang suatu bagian tubuh kita yang tidak kalah luar biasanya dari anggota-anggota tubuh yang sudah kita bahas sebelumnya. Kita tidak bisa memegang ataupun melihat bagian tubuh kita yang satu ini, namun dialah tempat kita selama ini berpikir, mengasihi dan berdoa kepada Tuhan.</p><p><br/></p><p>Batin kita adalah suatu hal misterius yang berada dalam diri kita. Ia digambarkan seperti semua negeri yang belum banyak dijelajah, hingga kita bahkan tidak tau seperti apa ia keseluruhannya. Atau bisa juga kita menggambarkannya seperti sebuah rumah yang memiliki labirin, di mana kita sering tersesat di dalamnya.</p><p><br/></p><p>Banyak orang yang meyakini dan berkata bahwa tubuh, akal dan hati adalah suatu kesatuan. Kita pun demikian, karena itu adalah suatu cara yang mudah untuk menggambarkan tentang diri kita. </p><p><br/></p><p><strong>Pengendalian Diri, Pengetahuan Diri, Penghormatan Diri</strong></p><p>Kita memiliki dua sisi dalam diri kita ini, sisi yang pertama adalah sisi yang mengatakan sesuatu yang salah atau tidak bijaksana. Sedangkan satunya adalah sisi yang mengatakan kebenaran dan selalu bersikap bijaksana. Salah satu hal terbesar yang harus kita pelajari selama hidup ini adalah pengendalian diri. Namun, sebelum kita mempelajari tentang pengendalian diri ini, hal pertama yang harus kita pelajari adalah pengetahuan dan pengenalan diri akan diri kita sendiri. Banyak orang yang merasa berbeda dari orang lain, dan mereka berpikir bahwa itu adalah suatu kesalahan. </p><p><br/></p><p>Pengetahuan Diri mengajarkan kepada kita bahwa kebenaran mengenai orang-orang lain juga merupakan kebenaran bagi diri kita sendiri. dan ketika kita sudah tau mengenai seberapa hebat kekuatan yang dimiliki oleh Jiwa Manusia, maka kita akan dipenuhi, bukan oleh kesombongan, melainkan rasa hormat kepada diri sendiri. Dan hal itu akan membuat kita menaruh rasa hormat dan belas kasihan kepada orang-orang jahat dan yang hina, karena mereka juga merupakan jiwa manusia yang sama hebatnya seperti kita. Meskipun mungkin saja jiwa mereka sudah rusak dan membusuk. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2210081488/636aa87c5a73d0dbba3c1a15c1c0cd13/Shizuku_studying.gif" />
         <pubDate>2023-11-08 05:28:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781007632</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi nomor 100092</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781080448</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Bingung</strong></p><p><br></p><p>Akhir-akhir ini aku sering bingung ketika aku hendak memilih apa yang harus aku yakini. Dan kebingungan itu semakin kuat berada di pikiranku saat aku membuat narasi ini.</p><p><br></p><p>Ketika aku membaca ulang teks yang dibacakan di kelas Ourselves jumat lalu, aku menemukan pernyataan bahwa "Ada bagian Diri yang tak dapat kita lihat dan kita sentuh sebagaimana tubuh kita, tetapi merupakan bagian yang berpikir, mengasihi, dan berdoa kepada Tuhan."</p><p>Akupun mencoba perspektif lain yaitu perspektif sains, menurut sains, yang dinyatakan di teks itu hanyalah reaksi dari sel-sel yang ada di tubuh. Artinya, dia bisa saja terlihat (menurutku) dan bisa saja disentuh (menurutku juga) karena dia tergolong materi (aku akui, aku tidak tahu siapa penelitinya dan tidak tahu apakah penelitian tsb relevan dengan kasus ini, tapi setidaknya ada pandangan yang berbeda).</p><p><br></p><p>Aku yakin, banyak sekali pandangan yang berbeda mengenai ini, tapi pada akhirnya yang mana yang harus aku pilih?, apa dasarku memilihnya?, apa aku harus memilh?.</p><p><br></p><p><br></p><p><strong>Pengendalian Diri, Pengetahuan Diri, Penghormatan Diri</strong></p><p><br></p><p>Dari teks yang dibacakan di kelas Ourselves jumat lalu, aku juga menemukan pernyataan bahwa "Pengendalian Diri penting untuk dipelajari. Pertama-tama, perdalam pengetahuan Diri supaya tahu potensi-potensi yang ada dan menimbulkan rasa Hormat pada diri sendiri dan orang lain". Atau setidaknya itu yang kupahami.</p><p><br></p><p>Tapi apakah dengan mengetahui potensi-potensi dalam Jiwa aku harus menghormati potens-potensi Jiwa yang lain?.</p><p>Jika yang dimaksud dengan hormat di sini adalah mengagumi dan menghargai tinggi potensi-potensi, maka (sejauh ini) aku memilih untuk tidak hormat karena itu hal yang semua Jiwa Manusia punya dan akan selalu ada, yang aku kagumi dan hargai adalah usaha hebat untuk merealisasikan potensi itu.</p><p><br></p><p>Aku kagum pada ciri khas Jiwa Manusia yang memiliki potensi besar, karena dibandingkan dengan mahkluk hidup lain--yang berkuasa adalah manusia. Tapi tidak dengan adanya potensi-potensi tersebut, dalam arti: perbandingan sesama manusia.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/c43e26730c48e61f52d282611eb0569b/Comp_1_00005.png" />
         <pubDate>2023-11-08 06:39:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781080448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAGIAN II</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781118695</link>
         <description><![CDATA[<p>Kurasa narasi Jumat ini adalah semacam pendahuluan supaya dapat mempersiapkan diri untuk bab selanjutnya. </p><p><br/></p><p>Bagian ini menegaskan kalau masih banyak tempat yang belum di eksplorasi di negeri jiwa manusia ini. </p><p><br/></p><p>Katanya, jiwa ini begitu hebat dan agung, sampai-sampai hal itu menimbulkan rasa hormat kepada diri alih-alih kecongkakkan, toh semua orang punya Negeri Jiwa Manusia mereka masing-masing, bahkan jika negeri itu kurang terawat atau membusuk. Kurasa aku suka bagian yang kira-kira seperti "menimbulkan rasa hormat kepada Jiwa" entah kenapa wah gitu kedengarannya.</p><p><br/></p><p>Jadi katanya pengenalan kepada diri ini akan berujung ke pengendalian diri, tentang mengendalikan diri dari tindakan yang benar atau salah untuk dilakukan. Sepertinya aku hanya dapat bernarasi saja wkkw.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-08 07:14:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781118695</guid>
      </item>
      <item>
         <title>03.11 | Majelis Akal Budi</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781129041</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Diri Kita Bagaikan Negeri Luas Yang Belum Dieksplorasi</strong></p><p>Negeri yang sangat luas sampai-sampai kita bisa tersesat karenanya</p><p>ketika kita membahas "Diri", tidak bisa lepas dari tubuh, akal budi, hati (perasaan), jiwa. Mereka ini sudah seperti satu kesatuan.</p><p>Ibu cm ingin cara yang simple untuk menjelaskan diri kita yang kompleks.</p><p>diberikan contoh “Matahari terbit pukul enam, dan tenggelam pukul sembilan” ketimbang menjelaskan bagaimana bumi berotasi dan berevolusi.</p><p><br/></p><p>nah lucunya ketika dibacakan "semua orang sepertinya mengenal hati, jiwa, dan benak mereka sendiri"</p><p>kita malah berdiskusi kata "semua orang" <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://emojipedia.org/coffin">⚰️</a></p><p>padahal yah kalo memang bukan "semua orang" kan pakai kata "semua orang" lebih simple dibandingkan "semua manusia, yang masih hidup, yang berumur cukup untuk berpikir siapa dirinya, yang memikirkan siapa dirinya"</p><p><br/></p><p>tapi kelas terasa lebih hidup dengan perdebatan yang rumit atau bahkan yang aneh dan sebenarnya dangkal.</p><p><br/></p><p><strong>Pengendalian Diri, Pengetahuan Diri, Penghormatan Diri</strong></p><p>kita memiliki 2 sisi. Yang satu bijaksana dan yang satunya tidak. (mirip dikartun gitu)</p><p>nah ini adalah pelajaran yang sangat penting dalam hidup, pengendalian diri.</p><p>bagaimana, di mana, dan kapan menggunakan kekuatan ini?</p><p><br/></p><p>dimana dan kapan? bukannya kita harus mengendalikan diri kita setiap saat?</p><p>ada saat-saat tertentu yang membuat kita "kelepasan". Terkadan justru dengan tidak mengendalikan diri kita, membantu tubuh atau pikiran kita menjadi lebih baik. </p><p>Kalo kemaren contohnya kayak nangis yang "diluar batas" malah membuat kita menjadi lebih lega. (¯\_(ツ)_/¯)</p><p><br/></p><p>pengetahuan diri mengajarkan kebenaran mengenai semua orang lain juga merupakan kebenaran bagi diri kita sendiri.</p><p><br/></p><p>ketika kita mengetahui seberapa besar jiwa kita, kita dipenuhi kebanggaan dari potensi kita.</p><p>Tante Priska kemaren nanya "kalian bangga ngga siih sama diri kalian"(kurang lebih kayak gitu)</p><p>aku berusaha untuk bangga dan memantaskan diri supaya aku dan orang lain bisa bangga kepada ku.</p><p>tapi ngga sombong dan terlalu bangga juga kek Furina ツ</p><p><br/></p><p>(edit: ini sebelum archon quest ya T-T, aku heran kok kamu kuat banget Furina? 500 tahun berpura-pura, ngga cerita ke siapa-siapa, kamu hebat Furina, kamu berhasil menyelamatkan Fontaine dari banjir badang)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/e56b0c04eb398177e435ef101bf096bb/Screenshot__16_.png" />
         <pubDate>2023-11-08 07:23:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781129041</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi hehe😁 😁 </title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781140394</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Setelah melihat diri kita secara fisik lewat Majelis Tubuh, sekarang kita akan mengeksplorasi diri kita melalua Majelis Akal Budi. </strong></p><p><br/></p><p>Bagian diri kita inilah yang tidak bisa di sentuh, tapi dia bisa berpikir, mengasihi, dan berdoa kepada Tuhan, bagian inilah yang bisa merasakan sedih dan gembira, baik dan buruk, Batinlah yang dibilang sebuah negeri yang luaaaas, CM mengibaratkan batin ini seperti satu rumah besar yang dibangun dengan bentuk seperti labirin, sehingga kita sering tersesat. (aku masih bingung maksut CM mengibaratkan "diri" dan "matahari tenggelam/terbit")</p><p><br/></p><p>Pengendalian Diri, biasanya digunakan untuk menentukan baik dan buruk.</p><p>Pengetahuan Diri mengajarkan bahwa kebenaran mengenai semua orang lain juga merupakan kebenaran bagi diri kita sendiri.</p><p>Penghormatan Diri kita dipenuhi, bukan oleh kecongkakan, melainkan rasa Hormat pada diri sendiri, bahkan pada orang orang jahat, karena kita tahu bahwa setiap manusia mempunyai kerajaan jiwa manusianya tersendiri, walaupun kerajaan itu rusak dan terabaikan.</p><p><br/></p><p>Sekian dari aku </p><p><br/></p><p>hehe😁 😁 😁 </p><p><br></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://mister-mixmania.com/wp-content/uploads/2022/04/MM-musiknews-BoyWithUke-scaled.jpg" />
         <pubDate>2023-11-08 07:34:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781140394</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mengenal diri sendiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781682870</link>
         <description><![CDATA[<p>Mungkin selama ini kalian mengira kalian mengenal diri kalian sendiri, ternyata sebenarnya kita kurang mengenal diri kita sendiri. Bahkan jika kalian membandingkan diri sendiri dengan anak kecil, kalian akan menemukan bahwa anak kecil itu lebih mengenal diri sendiri. </p><p><br/></p><p>Menurutku kita kurang mengetahui diri sendiri karena kita kurang berbicara dengan diri kita sendiri. ( yang dimaksud merenung sendiri ) </p><p><br/></p><p>Terkadang jika aku berbaring di tempat tidur dan memikirkan tentang hal- hal yang random, pikiran itu terus saja mengalir seperti sungai, dan aku hanya menjadi ikan yang kecil. Dan ada kalanya di saat pikiranku mengalir, aku suka menemukan pertanyaan - pertanyaan tentang diriku sendiri seperti ' aku suka warna apa ya sebenarnya? ' ' eh aku lebih suka keluar rumah atau didalam rumah ya?' Atau ' aku ini siapa sih?, aku sukanya ngapain?, apa yang akan kamu lakukan saat besar nanti dan kamu ini mau ngapain dikehidupan ini selain berbuat baik? APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN?????'</p><p><br/></p><p>Sungai itu terus mengalir dengan deras, sampai bertemu dengan air terjun yang tinggi, deeesss.</p><p><br/></p><p>Sesampaiya ikan itu terjun kebawah, mataku pun tertutup, tanpa kusadari aku suka terlelap kedalam mimpi yang di penuhi oleh banyak pertanyaan.</p><p><br/></p><p>Saat aku bangun, hal pertamakali yang kuingat adalah ' YAA AMPUN TUGAS BELUM SELESAI!!'. Juga saat mengerjakan tugas aku suka termenung dan memikirkan jawaban atas pertanyan- pertanyaan itu.</p><p>Yang selalu terlintas di pikiran ku adalah ' kau akan tahu setelah mencobanya, dan masih banyak di dunia ini yang belum kau coba, maka itu bersiaplah untuk menjelajahi dunia sampai titik terakhir '</p><p><br/></p><p>Sekian terima kasih </p><p><br/></p><p>'Tunggu, dunia ini kan bulat?'</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-08 14:37:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781682870</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Self respect </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781887651</link>
         <description><![CDATA[<p>Seperti yang di ceritakan Charlotte Mason pada Bab pertama buku ini, manusia memiliki dua sisi atau dualitas diri. Sisi yang satunya ingin melakukan hal-hal yang salah dan tidak bijak, sementara sisi satunya lagi mengatakan "Jangann, jangan melakukan (sesuatu yang salah) itu!"</p><p><br/></p><p>Banyak orang yang merasa bahwa mereka berbeda dari orang-orang lainnya, dan ternyata ini adalah sebuah kesalahan. Semua manusia itu setara, dan masing-masing manusia memiliki negeri jiwa manusia nya sendiri. Bahkan para penjahat dan kriminal juga memiliki kerajaan jiwa manusia, meskipun kemungkinan besar negeri jiwa mereka dalam keadaan membusuk, terabaikan, atau rusak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-08 16:39:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2781887651</guid>
      </item>
      <item>
         <title>12 | Beda = Congkak?</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2783125875</link>
         <description><![CDATA[<p>Masuk dalam Majelis Akal Budi. CM bilang akal budi bisa saja digambarkan seperti matahari terbit dan tenggelam. Tapi aku kurang bisa menangkap bagaimana caranya. Satu hal paling menohok dari bacaan ini, soal "Banyak orang mengira mereka lain daripada yang lain, dan itu suatu kesalahan". Mungkin jika perbedaan ini diartikan sebagai keberagaman akan lain cerita. Sayangnya merasa berbeda seringkali menbawa kecongkakan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-09 10:18:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2783125875</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The holiday letter (kindom of the human soul&#39;s subconcious mind, 09/11/2023)</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2783225493</link>
         <description><![CDATA[<p>Manusia mempunyai dua sisi, sisi yang berpikiran jahat dan buruk, dan sisi yang menghalangi sisi satunya lagi untuk berbuat buruk. </p><p>Kebanyakan manusia berfikir bahwa ia beda dari yang lain, bahwa ia tidak sama dengan manusia manusia lain. Tetapi, semua manusia memiliki potensi yang sama, dan kita bisa sama dengan semua orang yang kita temui. Tetapi kita jangan lupa bahwa walaupun semua manusia memiliki potensi yang sama, kita akan berkembang dengan cara berbeda beda, tidak akan pernah sama. Sama ketika biji pohon apel ditanam, dua duanya punya potensi untuk tumbuh, tumbuh sehat menjadi pohon apel yang kokoh, tapi cara dan bentuk tumbuhnya pasti akan berbeda. Walau bisa dibentuk menjadi dua pohon identical, pasti ada perbedaan, apakah daunnya tidak ditempat yang sama atau coraknya kah yang berbeda.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-09 11:45:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2783225493</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kemarin yang aku libur.</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2784139262</link>
         <description><![CDATA[<p>maaf tan lupa kalau libur masih harus narasi:( :( :(</p><p>sekarang narasi dengan materi yang di group chat: </p><p> |</p><p> |</p><p>V</p><p><br/></p><p>saat memikirkan tubuh kita ini, sering kita mengucapkan kata-kata semacam mashaallah, wauw, omaygat, subhanallah dan lain lain, kita memuji tuhan akan kehebatan tubuh yang terlihat ini, tetapi kita sekarang akan membahas tentang sesuatu yang tidak terlihat, tapi itulah yang membuat kita mengatakan "subhanallah" dan semacamnya. batin kita sudah kita anggap sebagai sebuah negeri sendiri yang amat besar, dengan berbagai barang didalamnya. </p><p>penjelasan berikutnya tentang "Diri" kita menyebut diri sebagai gabungan akan jiwa, tubuh, rasa, dan akal, memang bisa menyimpelkan sesuatu seperti yang disebut ibu cm sebagai: "lebih enak kita menyebut matahari terbit jam 6 dan tenggelam jam 9, daripada menyebut 'berhubung bumi berputar dengan bla bla bla dan posisi kita berada pada bla bla bla dan cahaya matahari bla bla bla kita berada di titik cahaya mulai muncul jam 6' kita memang suka menyimpelkan beberapa hal dan tidak kenapa juga". begitu jugalah kita menjabarkan tubuh kita beserta teman temannya (yaitu jiwa, akal, hati) menjadi sesuatu yang simpel karena semua orang sudah merasakan jiwa mereka sendiri.</p><p><br/></p><p>sekali lagi kembali ke pengendalian diri, penghormatan diri, dan pengetahuan diri (in no particular order). kembali lagi kita ke masalah dua sisi, yang satu ingin jadi jahad, yang satu mencegah dan ingin jadi baiq, itulah pengendalian diri. pengetahuan diri ya membuat kita sadar akan taraf pengetahuan kita, lalu membuat kita tahu kebenaran hakiki yang mengatur semua orang, termasuk diri kita. dan dengan pengetahuan diri itu, kita akan menjadi hormat kepada diri, menjadi orang yang hormat diri bukan berarti jadi songong. dengan tiga quote serta pengulangan materi diawal, bagian dua dari kelas ourselves: DI MU LAIIIIIII</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-10 00:56:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2784139262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unlimited logic and unlimited imagination</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2795836761</link>
         <description><![CDATA[<p>Tubuh manusia memiliki menteri luar negeri bernama Intelek, yang tugasnya adalah mencari informasi baru dari negara lain, atau provinsi lain.</p><p>&nbsp;</p><p>Salah satu dari provinsi yang dijelajahi Intelek adalah provinsi Sains. Ini adalah provinsi yang luas di mana orang-orang suka berjalan-jalan di sana untuk menemukan berbagai macam hal baru. Kadang juga ada yang malas ke provinsi ini karena menurut mereka provinsi ini terlalu luas hingga membuat mereka kelelahan. Nah, provinsi Sains ini mempunyai beragam hal-hal yang berbeda-beda, tapi mereka tetap satu tubuh. Di provinsi Sains ini kita akan merasa tetap menjadi anak-anak yang suka bermain-main karena provinsi Sains ini mempunyai banyak sekali hal-hal baru.</p><p>&nbsp;</p><p>Menteri luar negeri ini juga mempunyai rekan yang membantu Intelek melakukan banyak hal, namanya Imajinasi. Imajinasi ini membantu Intelek di berbagai provinsi, sering dia dipanggil ke provinsi seni untuk membantu Intelek di sana. Imajinasi juga sering dipanggil ke provinsi Sejarah.</p><p>&nbsp;</p><p>Masuk ke provinsi sejarah, di sini Imajinasi membantu banyak Intelek karena penduduk-penduduk provinsi Sejarah kecil dan buram. Penduduk provinsi sejarah ini akan semakin buram apabila Intelek tidak memulai mempelajari mereka secepat mungkin. Harus dipelajari secepat mungkin sebelum menghilang karena kalau tidak Intelek tidak akan mempunyai informasi yang cukup banyak untuk mengetahui kesalahan yang terulang di masa lalu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/lXu72d4iKwqek/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-11-20 04:23:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2795836761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kesekian (8192973)</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2796173710</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sejarah</strong></p><p><br></p><p>Ya, kembali lagi dengan orang yang tak kamu kenali ini. Kali ini, kamu akan membaca teks-teks mengenai  pengalamanku pada salah satu momen di pertemuan kelas Ourselves jumat lalu, yaitu momen saat pembahasan sejarah.</p><p><br></p><p>Dimulai dengan suara dengan bunyi "Bayangkan setiap abad dan setiap..." (sangat panjang jika kuketik semua), tak lama aku mendengar pertanyaan "apa bahayanya jika seluruh orang di dunia ga belajar sejarah?", aku tertarik dengan pertanyaan ini, dan menurutku dengan definisi sejarah sebagai catatan mengenai kejadian, peristiwa, dll yang sangat berdampak pada perkembangan zaman, maka sejauh ini aku tidak terlalu keberatan jika itu terjadi, karena artinya seluruh manusia lupa dengan semua yang telah dipelajari. Dengan begitu (mungkin), aku dan semua orang tidak memiliki kesadaran jiwa, pikiran, dan lainnya.</p><p><br></p><p>Menurutku, manusia sudah sangat terlalu egois. Jumlah manusia di bumi saja sudah sekitar 8 miliar, padahal idealnya (ngutip di koran-jakarta) hanya sekitar 2 miliar, belum lagi mayoritas populasinya begok, dan mayoritas penguasanya dikuasai ego. Belum lagi, mayoritas populasi terlepas cerdas atau begoknya kemungkinan besar hidupnya bergantung pada alat-alat yang merusak bumi seperti motor, mobil, alat-alat elektrik, dan lainnya. Ya memang itu ditujukan untuk kemudahan, tapi kemudahan siapa?, kita ini sangat terlalu egois.</p><p><br></p><p>Dengan banyaknya rumor mengenai kehancuran bumi seperti: krisis air bersih, krisis pangan, laut yang makin cepat meninggi, suhu yang semakin panas, potensi perang dunia 3, dll yang diakibatkan orang-orang egois itu, lebih baik aku lenyap tanpa kesadaran jiwa dibanding lenyap dengan sadar bahwa "aku" lah penyebabnya.</p><p><br></p><p>Pada akhirnya, apa guna kemajuan jika dipakai untuk menghancurkan?.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/1d4ceaeda45e13e75af8b4d73319c32a/Comp_1_00004.png" />
         <pubDate>2023-11-20 09:50:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2796173710</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INTELEK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2797135178</link>
         <description><![CDATA[<p>Intelek bisa disebut sekertaris luar negeri. tugasnya adalah berkomunikasi dengan negeri lain. Salah satunya negeri sains.</p><p>Karena sains, seorang penjelajah yang sudah tua berkata kalau dia masih merasa seperti anak kecil yang bermain kerikil.</p><p>Intelek tidak sendirian dalam menjelajahi Sains. Intelek selalu di temani rekannya, Imajinasi. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-21 01:45:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2797135178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sejarah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2797474551</link>
         <description><![CDATA[<p>banyak yang bilang 'Kita nggak akan tau apa yang harus dilakukan tanpa belajar sejarah" meski menurutku itu tidak masuk akal. Karena bgaimana orang sebelum adanya tuisan, mengetahui apa yang harus diperbuat? darimana mereka mengetahui sejarah?</p><p><br/></p><p>Di Ourselves dijelasin juga kalau sejarah adalah ilmu yang berkaitan dengan imajinasi. kita 'tidak bisa membaca sejarah' tanpa menggunakan imajinasi. Sejarah seperti kejadian-kejadian zaman dulu, yang berkeliaran di alam imajinasi.</p><p><br/></p><p>Sejarah itu indah tanpa embel-embel 'supaya tau apa yang harus dilakukan' sejarah ya sejereh. gitu saja kok repot.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-21 06:44:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2797474551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chapter two : intelect </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2798065921</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ul><li><p> <strong>memperlkenalkan jiwa manusia pada dunia yang menyenangkan.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Intelek atau bisa di sebut sebagai seorang sekertaris luar negeri adalah seseorang yang menjalin hubungan dengan banyak <em>'kerajaan-kerajaan' </em>asing. berkatnya negeri jiwa manusia memperoleh kebebasan untuk mengakses<em> provinsi provinsi</em> yang kaya dan <em>negara negara </em>bagian yang <em>digdaya</em></p><p><br/></p><ul><li><p><strong>sains, wilayah yang luas dan penuh sukacita.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>sains, dia adalah salah satu provinsi yang wilayah nya mampu negeri jiwa manusia kita eksplor berkat intelek. di  sini bintang bintang di petakan, samudera di ukur kedalaman-nya, dan angin di jadikan pelayan manusia. sains adalah provinsi yang luas dan penuh hal hal menarik sehingga penjelajah paling bijaksana dan hebat yang telah menemukan banyak hal mengatakan ketika ia sudah beranjak tua kalau dia masih merasa seperti seorang anak laki laki yang tengah bermain di kerikil.</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>di sini imajinasi mendukung sang penjelajah.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>sebagai serkertaris luar negeri, intelek tentu tidak bekerja sendiri. terutama saat ia melakukan eksplorasi. sehingga rekan nya, yang di namai imajinasi atau lebih tepat nya <em>kepala bidang eksplorasi </em>selalu ikut serta untuk menyajikan pandangan berbeda dan baru bagi intelek.</p><p><br/></p><p>untuk ku sendiri, ketika tengah berada dalam ekplorasi provinsi sains ini, imajinasi kerap membantu ku dalam usaha mengambar secara nyata beberapa hal dalam buku. sehingga beberapa hal jadi terasa sedikit lebih mudah untuk di mengerti.</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>sejarah, tempat yang menyenangkan.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>sejarah, tempat di mana gambar gambar buram menampakan cerita cerita dari setiap individu yang hidup di hari hari lalu. di sini hal hal sekecil cara bicara seseorang, gerak tubuh, pakaian, dan macam macam yang lain di jelaskan. dan bila kita sudi untuk terfokus kepada salah satu tokoh misterius itu, hal hal kecil tentang-nya akan bermunculan dan kita mungkin akan merasa jauh lebih familiar dengan tokoh itu.</p><p><br/></p><p>aku punya cerita yang bisa di bilang cukup relate dengan bagian : </p><blockquote><p> dan semakin lama kita mencermati satu orang, semakin </p><p>jelas ia menonjol.</p></blockquote><p><br/></p><p>Raden Ajeng Kartini sedari dulu memang selalu jadi tokoh dan pahlawan wanita yang sosoknya selalu aku kagumi. Cerita hidupnya banyak membuatku kagum, namun ketika di sekolah dasar R.A Kartini tidak lebih dari<em> 'pahlawan wanita yang berjuang untuk membuka jalan bagi para wanita pribumi pada masa nya untuk bersekolah' </em>di mata ku.<em> </em>namun perlahan lahan, seiring berjalan nya waktu rasa penasaran mulai tumbuh tentang sosok pahwalan wanita ini.</p><p><br/></p><p>Akibat nya banyak artikel ku baca tentang nya, terutama buku buku di mana surat surat nya di abadikan. Sedikit sedikit aku jadi tau kalau pendidikan wanita bukan satu satu nya hal yang beliau perjuangkan. Melainkan juga kesetaraan antara laki laki dengan perempuan, dan hak hak yang di harapkan nya perempuan pribumi juga miliki. atau sekarang lebih di kenal sebagai feminisme.</p><p><br/></p><p>Di bab ini, tante ayu sempat melempar pertanyaan yang seingat ku begini bunyi nya : <em>bagaimana kalian tau mana yang benar dan mana yang salah dari cerita cerita di buku sejarah?</em></p><p><br/></p><p>Nah, menurut ku tidak ada yang bisa tau bagian mana yang benar dan bagian mana yang salah dari cerita cerita yang sudah terjadi di waktu waktu yang sangat lama, kecuali orang orang yang memang berada di cerita cerita itu. Para penulis mungkin saja salah menulis kejadian kejadian dan dialog, sehingga tau bagian mana yang benar atau salah pun sulit. terutama karena kadangkala, apa yang kita manusia  ingat dari sebuah kejadian pun belum tentu benar ada nya.</p><p><br/></p><p>Tapi kita mungkin bisa sepakat kalau, begitulah kira kira sebuah kejadian dalam sejarah memang terjadi,  ketika banyak buku buku menulis tentang hal yang kurang lebih sama.Tanpa memikirkan apapun tentang benar atau tidak nya.</p><p><br/></p><p><em>ngerti kan maksudnya?</em></p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Kita sedang membuat sejarah.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Banyak hal terjadi di Sejarah, mulai dari hal menyenangkan hingga penyesalan. Sejarah memperkenalkan berbagai macam bentuk dunia kepada kita manusia yang sudah tidak mampu melihat dunia pada era itu. Dan kita pun akan sadar kalau diri kita pun tengah membuat sejarah. Untuk diri kita sendiri, orang orang sekitar, atau bahkan dunia. </p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Kita tak akan bisa nyaman di sejarah tanpa imajinasi</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Namun di Sejarah, kita harus membaca dan memikirkan tentang bagaimana hal hal itu bisa terjadi.</p><p><br/></p><p>Kita berutang banyak hal pada para sejarawan yang salah satu nya adalah Herodotus atau lebih kenal dengan panggilan 'Bapak Serajah' yang bersedia memanggil imajinasi untuk membantu mereka 'memutar ulang' kejadian kejadian bersejarah itu sehingga mereka mampu menuliskan itu untuk kita. Sejarah bisa menjadi sedikit rumit dan membosankan kadang kala. itu sebab nya  imajinasi di butuhkan di sini, karena tanpa nya bacaan tentang era era tua itu tidak akan begitu mengasikan dan bisa jadi membingungkan. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/e24f88f073bba60a895ce9e0f8dc1751/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation.png" />
         <pubDate>2023-11-21 14:45:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2798065921</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 13: Ourselves class - Intellect </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2798185426</link>
         <description><![CDATA[<p>17.11.23</p><p><br/></p><p>     Kalo menurut CM, intelek dideskripsikan sebagai sekretaris luar negeri karena dialah yang menjembatani kerajaan lain sehingga jiwa manusia kita bisa bebas.</p><p>Sains adalah salah satu provinsi jiwa manusia yang didalamnya penuh sesuatu yang menarik, baru dan mengagumkan.</p><p>     CM mengatakan sains itu luas dan penuh sukacita sampai seorang kakek-kakek masih merasa dirinya adalah seorang anak kecil karena masih bermain pasir.&nbsp;</p><p>     Selain sains sejarah juga luas dan orang jaman dulu melihat sejarah lewat kinetoskop, jika kita melihat di dalam kinetoskop itu manusia manusia mini di dalam nya terlihat kecil dan buram melakukan sesuatu &nbsp; tapi jika di diperhatikan baik baik manusia mini di dalam kinetoskop itu terasa lebih nyata dari pada manusia di rumah kita. Menurutku sejarah adalah bagaimana orang jaman dulu membuat sejarah mereka sendiri dengan hidup mereka dan kita juga membuat sejarah diri kita sendiri dengan kehidupan kita sendiri untuk masa depan kita sendiri juga, jadi sebenernya aku sekarang sedang membuat sejarahku sendiri untuk bertahun-tahun kedepan. Pernyataan tentang sejarah berkaitan dengan imajinasi itu aku setuju karena aku pun begitu. Saat aku membaca buku sejarah pikiranku akan langsung membayangkan ‘gimana sih rasanya hidup di tahunnya abraham lincoln?’, ‘kalo pas perang terus ke tusuk pedang rasanya gimana ya?’, ‘kalo jadi pelaut jaman dulu rasanya gimana ya?’.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/844941f370a891e87a7bef5eb154abba/b2535e60a47e00837781b260017d4fd2.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 16:15:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2798185426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>13 | Intelek - Sains &amp; Sejarah </title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2798781824</link>
         <description><![CDATA[<p>Sekarang kami masuk ke ranah intelek,  yang dibaratkan sebagai Menteri Luar Negeri.  Yang sudah tentu tugasnya menjalin hubungan denga kerajaan-kerajaan lain.</p><p><br/></p><p>Masuk lagi ke dalam Intelek ditemukan Sejarah dan Sains, yg menurut CM keduanya akan berjalan dengan menyenangkan jika ditemani imajinasi. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-22 03:05:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2798781824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 11 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2798880224</link>
         <description><![CDATA[<p>Intelek memiliki posisi sebagai Sekretaris Luar Negeri di dalam negeri jiwa manusia. Pekerjaannya adalah berhubungan dan berinteraksi dengan orang-orang luar negeri yang berada di luar negeri jiwa manusianya. </p><p><br/></p><p><strong>Sains Wilayah Yang Luas dan Penuh Sukacita</strong></p><p>Sains adalah salah satu dari kota-kota asing yang berada di luar negeri jiwa manusia. Di sana samudera akan diukur ke dalamannya, bintang-bintang diteliti, setiap bunga diungkapkan rahasianya. Dunia di sana benar-benar luas, dan orang-orang yang ada di sana selalu saja menemukan hal-hal baru. Dunia sains benar-benar sangatlah luas dan luar biasa, hingga ada seorang pria tua yang seumur hidupnya sudah menemukan dan meneliti banyak hal. Tapi kemudian ia berkata, jika berurusan dengan sains maka ia akan kembali menjadi seorang anak kecil yang bermain-main dengan kerikil-kerikil di pantai. Jika kalian menyukai sains, maka intelek memberikan pengantar dan bimbingan yang akan membawa kemajuan untuk kalian.</p><p><br/></p><p><strong>Di sini, Imajinasi Menyemangati Penjelajah</strong></p><p>Intelek memiliki rekan kerja, namanya adalah Imajinasi. Dialah yang selama ini menemani Intelek dalam penjelajahannya di wilayah Sains. Dialah yang membuka pandangan kita terhadap hal-hal baru.</p><p><br/></p><p><strong>Sejarah, Tempat Yang Menyenangkan</strong></p><p>Sejarah adalah suatu tempat menyenangkan yang dipegang oleh Intelek, dan ia sering mengirim Imajinasi sebagai kurirnya dan kawan seperjalanannya. Dan tidak ada tempat lain yang jauh lebih menyenangkan ketimbang Sejarah. Berbeda dengan jika kita melihat kinetoskop, sejarah benar-benar jauh lebih menarik ketimbang itu. Kita akan melihat foto-foto lama buram dan mengamati bagaimana mereka berpakaian, tampang mereka, bagaimana kira-kira mereka berbicara. Semakin detail kita mengamatinya, kita semakin merasa bahwa mereka nyata dan hidup.</p><p><br/></p><p><strong>Pertunjukan-Pertunjukan Sejarah</strong></p><p>Bayangkan berabad-abad yang lalu, semua orang-orang yang kita baca dalam sejarah itu hidup. Bayangkan seorang bocah Mesir yang tengah berlarian sambil membawa surat untuk ayahnya, yang bunyinya adalah dia tidak mau bersikap baik jika ayahnya tidak mengajaknya ke festival yang sebentar lagi akan digelar. Lalu kita juga akan melihat raja Henry bersama dengan Sir Thomas dan juga putri kecil kesayangannya Margaret.</p><p><br/></p><p><strong>Kita Sedang Membuat Sejarah</strong></p><p>Kita hidup di dalam dunia yang sangat luar biasa, yang pada akhirnya membuat kita sadar, bahwa kita adalah bagian dari sejarah. Orang-orang yang berada di dalam sejarah yang hidup sebelum kita, semuanya sebenarnya mirip dengan diri kita sendiri. Jika kita mengenang leluhur kita yang hebat dan luar biasa, hal itu akan membuat hati kita berdebar dan memiliki keinginan besar untuk menjadi sama seperti mereka. Sebenarnya tidaklah penting jika kebaikan kita tidaklah dikenang atau diingat orang sebagai hal-hal yang gegap gempita dan heroik, karena hal itu tidak ada bedanya. Tidak ada yang namanya "Tidak Heroik" atau "Paling Baik." Meskipun ada beberapa orang yang melakukan hal-hal luar biasa dan dikenang oleh begitu banyak orang di dunia ini.</p><p><br/></p><p><strong>Kita Tak Akan Bisa Nyaman di Sejarah Tanpa Imajinasi</strong></p><p>Kita harus membaca sejarah untuk mengerti dan memahami bagaimana suatu hal bisa terjadi. Dan kita juga berutang budi kepada para ahli sejarawan, terutama kepada bapak sejarawan Herodotus yang membuat kita berimajinasi saat menggambarkan kejadian-kejadian pada masa lalu. Semua hal itu tidaklah ada gunanya, jikalau Intelek tidak mengundang Imajinasi bersamanya. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2210081488/51f656b38684f9cc3ac00da615dce0bf/Isagi_Blue_Lock_GIF___Isagi_Blue_lock___Discover___Share_GIFs.gif" />
         <pubDate>2023-11-22 04:47:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2798880224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB II: Intelek dan rekan tersayangnya, Imajinasi.</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2799271646</link>
         <description><![CDATA[<p>Bab ini mulai membicarakan intelek. Di negeri jiwa manusia, Intelek adalah sekretaris luar negeri dan dialah yang menjalin hubungan dengan banyak kerajaan lain. Intelek memperkenalkan jiwa manusia pada dunia yang menyenangkan yang disebut sebagai sains. Intelek juga mempunyai rekan yang bernama imajinasi (kepala bidang eksplorasi). Mereka berdua adalah besti. Banyak orang yang mengira bahwa kedua hal ini tidak berurusan dengan satu sama lain, namun pernyataan ini jelas-jelas keliru. Bahkan salah satu ilmuwan matematika terkemuka Richard P. Feynman menulis di bukunya yang berjudul <em>Six Easy Pieces</em> bahwa Imajinasi itu sangat penting dan sama pentingnya dengan Intelek dalam berbagai hal, termasuk dunia sains. Mereka membutuhkan satu sama lain. Tanpa imajinasi, Einstein tidak akan menemukan teori relativitas.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/f7071d96ab4339b44a3658fdcf2dcf9d/doodles.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-22 11:23:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2799271646</guid>
      </item>
      <item>
         <title> narasi kenzi bab 2</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2799310446</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Intelek adalah  SLN (Sekretaris Luar Negeri) dialah yang menjalin hubungan dengan kerajaan asing. Dialah yang menyebabkan Jiwa Manusia mendapatkan kebebasan provinsi - provinsi yang kaya negara negara bagian</p><p>Nah ini adalah salah satu provinsi - porvinsi </p><p><br/></p><p><strong><em>Provinsi Sains</em></strong>, disinilah letak pengetahuan yang sangat banyak, jika kau ke Provinsi Sains pasti ada hal baru yang kamu ketahui. Bahkan jika kamu disana hingga tua dan sudah mengetahui buuaanyak hal, kamu tetap merasa seperti kanak - kanak yang bermain kerikil di pantai. Dan rekan - rekan intelek seperti Imajinasi dan Kepala Bida Eksplorasi juga membantu kamu saat menjelajah Provinsi Sains</p><p><br/></p><p><strong><em>Sejarah</em></strong> menurut CM adalah tempat yang paling menyenangkan, CM juga bilang bahwa Sejarah itu seperti ketika kamu melihat Kinetoskop tapi ini lebih menarik lagi. Kenapa Sejarah lebih menarik dari Kinetoskop karena Sejarah bisa menunjukan padamu lebih jelas, seperti bagaimana cara tokoh tokoh bergerak, bicara dan melihat.</p><p>(habis itu aku males membahas tentang pertunjukan sejarah :v )</p><p><br/></p><p>kabhar mengghebhirakan bahwa kita mendapatkan satu anggot baru 💃</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/xT4uQwDkKKSOycegWA/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-11-22 12:01:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2799310446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Provinsi pengetahuan dan provinsi paradoksal</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2799387211</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari ini aku akan mengajakmu🫵, yak kamu🫵 untuk menjelajahi dengan lebih dalam lagi kerajaan jiwa manusia. Dengan ditemani kepala bidang favoritku (yaitu imajinasi) kita akan berjalan - jalan di dua provinsi kerajaan jiwa manusia!</p><p><br/></p><p><strong>Provinsi Sains!</strong><br>Provinsi pertama kita hari ini adalah Provinsi yang dipenuhi dengan kebahagiaan, yaitu sains. Disini bintang bintang di petakan, samudra diukur, angin dipergunakan, dan setiap bunga yang mekar berpuisi tentang perjuangannya saat bertumbuh dan setiap butiran pasir bercerita tentang sejarahnya. Dimana semua penduduk disini mengungkapkan rahasia alam semesta dengan setiap langkahnya. dan semua itu bukan hanya bagian bagian tersendiri, melainkan satu kesatuan. Bahkan bulan pun di capai oleh para penduduk di sini, matahari juga, begitu pula seluruh solar sistem kita.<br>Provinsi sains sangatlah luas, dipenuhi dengan pertanyaan, jawaban, rahasia, dan kebenaran. Bahkan penduduk provinsi sains yang paling sepuh dan bijak pun mengaku, bahwa walau ia sudah tua dan berpengalaman, ia tetap merasa seperti anak kecil yang bermain di tepi sungai, selalu menemukan sesuatu hal yang baru.</p><p><br/></p><p><strong>Provinsi jawa bar- eh Sejarah!</strong></p><p>Apakah kalian pernah melihat melalui kinetoskop? Kinetoskop adalah alat penampil film pertama, walau umurnya sudah tua sekali kinetoskop tetap tersedia, hanya di provinsi sejarah!</p><p>Sejarah adalah provinsi yang sangat unik, penduduk penduduknya banyak dan beragam, dari abad yang berbeda. Sejarah mempunyai sebuah perpustakaan besar yang dipenuhi dengan catatan catatan tentang setiap detik yang berlalu. Provinsi sejarah menyimpan semua pengalaman yang pernah terjadi di jiwa manusia, karena itulah provinsi ini sangat penting bagi kerajaan.<br>Perjalanan waktu sangat berbeda di provinsi sejarah. Tidak seperti provinsi lain, provinsi sejarah mempunyai kelebihan yang sangat menarik. Provinsi sejarah dalam dan berlapis lapis, seperti lorong tiada ujung, setiap lapisan adalah cetakan dari detik yang sudah berlalu, masa yang sudah lampau, mulai dari sedetik yang lalu, sampai 100 abad yang lalu (dan bisa lebih jauh lagi). Salah satu keunikan penduduk asli sejarah adalah kemampuan mereka yang bisa berada di dua tempat sekaligus (literally), kok bisa? Karena setiap orang mempunyai versi lain dari dirinya sendiri di setiap lapis, setiap penduduk disana akan terus menerus terduplikasi setiap detiknya, karena setiap cetakan lapisan baru, penduduknya ikut tercetak. Yang lebih membingungkan lagi adalah, keberadaan sejarah adalah suatu kepastian, namun, tidak ada yang bisa membuktikannya, bingung kan? aku juga kok! Itulah provinsi sejarah, provinsi yang sangat paradoksal.</p><p><br/></p><p><em>Yours truly - Raja jiwa manusia</em></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-22 13:17:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2799387211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>17.11 | Sang Sekretaris, Intelek</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2799933136</link>
         <description><![CDATA[<div>Intelek bagaikan sekreatris luar negeri (atau bahkan mirip mentri luar negeri)&nbsp;<br>Aku bayangkan, pekerjaannya seperti membuat laporan dengan apa yang terjadi di luar, kepada pemerintah jiwa manusia.<br><br>Nah si Intelek ini menerima informasi dari Para Penjelajah. Sang penjelajah, menjelajah "provinsi-provinsi" (wilayah) yang sangat luas. Bahkan kamu bisa tersesat.<br><br>Salah satu dari provinsi tersebut adalah Sains.<br>Disana bintang-bintang di gambarkan, lautan diukur kedalamannya. Dunia ini begitu luas dan penuh sukacita. Banyak hal baru yang ditemukan. Bahkan penjelajah yang sudah sepuh masih seperti anak kecil yang bermain di pantai.<br><br>Imajinasi, rekan Intelek.<br>Kepala bidang explorasi (siapa yah?) Biasanya ikut dalam perjalanan para penjelajah Sains. Ia memberikan semangat dan dukungan dalam mencari hal-hal baru dan menarik.<br><br>Sejarah, tempat yang menyenangkan<br>Wilayah ini, kuncinya dipegang oleh sang Intelek dan ia mengirim imajinasi untuk ikut bersama para penjelajah.<br>Dalam belajar sejarah, imajinasi dapat membantu kita supaya lebih paham.<br><br>Tau apa itu kinetoskop? Saya tidak tapi simplenya, alat itu bisa memutar film.<br>Dan sejarah juga bisa kita bayangkan bagaikan film.<br>Imajinasi + sejarah = bioskop pribadi<br><br>Apalagi jika sejarah yang dapat membuat kita dekat dengan orang tersebut (agak belibet yah?)<br>Disini di gambarkan seorang anak kecil yang mengirim surat untuk ayahnya, sekitar 4000+ tahun yang lalu. Isi suratnya? Bocah itu bilang dia tidak akan belajar dengan baik sebelum ayahnya mengajaknya ke festival besar.<br>&nbsp;<br>"The best way to predict your future is to create it."<br>Hari ini pasti akan menjadi sejarah kedepan. Entah itu sejarah yang kecil (yah paling keluarga atau beberapa orang yang ikut masuk dalam sejarah mu) atau kita merasakan dan menyaksikan sejarah besar (dunia akan mencatatnya)</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/4ca834dc2f41d5d16082545eb937cfc7/Screenshot__734_.png" />
         <pubDate>2023-11-23 01:02:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2799933136</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nArASi~I tEhlAhT laGIIiiiiii~</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2800066199</link>
         <description><![CDATA[<p>bab baru, yang ternyata asiq banget, sayang kelupaan djoiiiiiiin, disini sesudah aku baca materinya, ternyata bertema imajinasi dan intelek, waaaaaaaw. pertama dijelaskan kalau intelek itu semacam sekretaris luar negri, atau sekarang lebih terkenal sebagai kedutaan. tugasnya apa? agar kerajaan jiwa bisa merasakan berbagai kerajaan lain yang jauh nan sana. salah satu tanah itu adallahuakbar: "Sains" tempat dimana bintang bintang dipetakan, laut samudra dihitung kedalamanna, dimana semua hal membangkitkan rasa penasaran. orang orang yang sudah mengetahui sains dengan amat sangatpun masih senang bermain main dengan kerikil, jadi menurutku rasa penasaran itulah sumbu mengapa si sekretaris luar negri datang ke negeri sayens.</p><p><br/></p><p>selain si intelek, si imajinasi, atau kepala bidang explorasi, menemani si intelek dalam menyeberang dan mengexplorasi begitu banyak kemungkinan dan negara.</p><p><br/></p><p>sejarah merupakan sebuah negara, yang kunci masuknya dipegang si INTELEK, tetapi si imajinasi membantu dengan amat sangat. sejarah merupakan tempat yang sangat asyik menurut ibu CM, dan menurutku semakin asyik sekarang, dengan begitu banyak momen historikal baru (perang kemerdekaan indonesia, revolusi rusia, perang dingin, explorasi luar angkasa, PD1 dan PD2, PBB, rusia ukraina, israel palestina, persebaran Komunisme dan kapitalisme, gejolak kemerdekaan, lapangan tianmen, DLL DLL DLL DLL), ibu CM membandingkan sejarah dengan kinestokop, sambil menanyakan: "kalian tahu kinetoskop (kinetoscope)?" dan anak sekarang banyak yang ggak tahu pastinya, nah, kinestokop adalah semacam alat untuk menonton gambar bergerak dimasa ibu CM hidup, jadi ya wajar dia mengatakan "kinestokop" bukanya "film". kembali ke point, dia mengatakan kalau dengan imajinasi dan intelek, kita bisa melihat tokoh tertentu dalam sejarah (contoh: vladimir lenin) dan merasa dia terlihat lebih dekat, lebih nyata dengan imajinasi kita, sehingga kita bahkan bisa merasa tokoh itu lebih riil daripada tetangga kita sendiri, atau bahkan orang yang seruangan dengan kalian (kalau dah kuliah ama homie, kalau masih anak ama fam) dan: (wahai kaum yang nggapernah 'touch grass', lihat dunia nyata atau dunia fana, jangan dunia maya doang) lalu ada semacam "History Show" dimana ibu CM menjelaskan tentang bagaimana setiap negara dalam setiap abad selalu memiliki suatu hal yang menarik, bahkan ada surat yang tersimpan sampa isekarang tentang seorang anak di mesir kuno 4000 tahun yang lalu kalau dia tidak akan berlaku manis dan mengerjakan pelajarannya kalau dia tidak diajak kedalam suatu festival yang akan digelar, disitu aku tertawa aja, ternyata orang bandel memang dari dulu.</p><p><br/></p><p>kita melihat sejarah dan juga membuatnya, seperti orang yang membajak sawah, itu juga sejarah, begitu intelek kita melihat sejarah, dan mempelajarinya, tak akan bosan kita melihat entah orang orang yang lebih nelangsa dari kita, maupun orang yang hebat, yang sangat menginspirasi kita, <strong><em>sehingga kita menjadi ingin untuk seferti mereka, lalu kita juga semakin menyukuri untuk tinggal disaat ini, dimana banyak peluang untuk menjadi hero-hero pahlawan dan figur sejarah (tapi malah ada orang kumis sikat yang jadi supervillain) </em></strong></p><p><br/></p><p><strong><em>tapi kita pasti akan bosan dengan sejarah tanpa imajinasi karena kita harus memikirkan dan (aku tambahi) membayangkan text text tersebut. dan kita berutang budi pada para sejarawan (yang juga tokoh sejarah) salah satunya Herodotus bapak sejarah, yang mengajak imajinasi dan intelektual bergabung dengan imajinasi menjelajah sejarah untuk pertama kalinya. dan ahli sejarah yang menulisakan cerita cerita itu tak akan berarti bagi kita jika kita hanya menganggapnya sebagai text, kecuali, jika kita memanggil imajinasi.</em></strong></p><p><br/></p><p><strong><em>THX for today sorry telat, dan KENAPA FONT KU JADI MIRIIIIIIIIIING</em></strong></p>]]></description>
         <enclosure url="https://previews.123rf.com/images/capeman29/capeman291811/capeman29181100001/117260506-frantic-hot-dog-cartoon-character-running-away-from-danger-in-a-panic.jpg" />
         <pubDate>2023-11-23 02:47:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2800066199</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB II: Intelek</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2800108252</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi ada intelek sebagai sekretaris luar negeri nggak sih,</p><p>&nbsp;nah terus salah satu wilayahnya itu yang dikuasai&nbsp; sama intelek adalah sains.</p><p>Dengan sains kita bisa melihat dan memahami kerja alam, terus ada imajinasi yang kalau nggak salah dia itu kayak jadi apa ya tangan kanannya si intelek.</p><p><br></p><p>Lalu ada sejarah, sejarah dipegang juga sama si intelek dan sejarah ini ditulis sama bapak sejarah tapi aku lupa namanya, tapi kaya dengan sejarah kita bisa mengetahui asal mula kenapa suatu peristiwa di masa sekarang bisa jadi seperti ini (kek konflik yg sedang berlangsung sekarang)&nbsp;</p><p><br></p><p>Kali ini aku singkat aja ya narasinya kwkwk, masih belum mudeng 🙏🗿</p><p>-</p><p>Oiya, dan aku setuju banget dengan Gandhi yang bilang untuk tahu benar salahnya suatu sejarah kita harus nyari sendiri (baca informasi dari banyak sumber, dicocokkan dengan kejadian sebelum dan sesudah peristiwa itu, mungkin bisa lihat kondisi setelah kejadian di tkp), meski tentu saja, kita ngga bisa benar-benar tahu atau 100% akurat dengan apa yang terjadi (apalagi klo sudah lama terjadi), tapi ini penting untuk dicari.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Karena seperti yang kubilang di awal, peristiwa ini bisa jadi awal mula suatu konflik atau semacamnya, yang dapat menggiring opini orang jadi terpecah-pecah dan menimbulkan konflik baru.&nbsp;</p><p><br></p><p>Katanya tuh "If you would be a real seeker after truth, it is necessary that at least once in your life you doubt, as far as possible, all things," René Descartes</p><p><br></p><p>Kurasa ini juga yang sedang aku lakukan. Aku menanyakan semuanya dari segi sejarah, spritualitas, opini populer yang beredar (seperti teori big bang), sampai hal biasa-biasa aja kek pikiran random yang lekat dengan keseharianku.&nbsp;</p><p><br></p><p>Nah gitu aja, aku catat pertanyaan kemarin, cuma kertasnya hilang HAHHAHA</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-23 03:23:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2800108252</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2800626784</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita semua tau apa itu sejarah bukan, juga orang- orang yang membuat sejarah, seperti Helen Keler atau Thomas Alfa Edison. Kalian tahu tidam sebenarnya kita juga membuat sejarah. Contohnya kalau kita tidak ada dibumi ini mungkin tidak ada yang namanya sejrah, paling tidak jika segelintir orang masih hidup, mereka akan mencatat bahwa manusia hanya segelintir.</p><p><br/></p><p>Pemeran utama</p><p>Menurutku sih jika kita ingin terkenal kita harus berkerja lebih keras, yaa setidaknya untuk memunculkan nama di sejarah kalian harus melakuakan sesuatu yang bisa mengubah dunia bukan, sama seperti kenapa ada buku yang menceritakan si tokoh utama ini? Pasti pemeran utama tersebut melakukan hal yang mengubah semua cerita atau melakuan sesuatu yang menonjol. Setidakny kalau kalian bisa menjadi tokoh pendukung untuk si tokoh utama, juga kalai tidak ada karakter lain didalam buku, mungkin tidak ada si tokoh utama.</p><p><br/></p><p>SEKIAN TERIMAKASIH</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-23 12:08:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2800626784</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Matematika &amp; Filososfi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2802365063</link>
         <description><![CDATA[<p>Matematika, digambarkan sebagai pegunungan yang tinggi-tinggi, melelahkan, namun udaranya menyegarkan dan menyehatkan. Oke, aku paham letak bahwa matematika memang 'menyehatkan' secara dia melatih otak untuk berlogika. Namun segar?? dimana letak segarnya?</p><p><br/></p><p>Hubunganku dengan matematika sendiri cukup ruwet, tidak bisa dibilang baik, namun akyu tidak benci matematika. Dalam beberapa hal, matematika memang menyenangkan (yang kurang suka matematika, sabar, jangan langsung protes) misalnya, ketika kita sudah belajar duluan materi mtk di kelas, lalu kita terlihat pintar, bukankah itu menyenangkan? (setidaknya bagiku) (kayaknya ngga cuma matematika.</p><p><br/></p><p>Filosofi, juga digambarkan sebagai pegunungan, namun dia banyak kegelapan didalamnya, tidak sebegitu terang dan jelas. Pertanyaan tidak elalu punya jawaban yang pas, namun ketika kita tau jawabannya, itu sangat memuaskan. kira-kira, seperti itu filosofi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-25 09:51:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2802365063</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TENTANG NEGRI JIWA MANUSIA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2802365815</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-25 09:53:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2802365815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INTELEK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2802366053</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-25 09:54:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2802366053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kenzi</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2803529928</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>nah kemarin kan udah membahas beberapa provinsi, sekarang ada beberapa Wilayah </p><p><strong><em>Pegunungan Matematika</em></strong></p><p> wilayah ini adalah wilayah tersulit batunya terjal tajam tajam, jurangnya dalam susah di lewati, tapi disana udaranya segar dan menyehatkan. Tapi kalian disini tidak bisa tersesat (pendapatku) karena setiap jalan ada jawabannya, dan jawaban itu di beri kepuasan oleh kebenaran. Nah teman temannya Matematika ini adalah nalar atau Sang Jaksa Agung</p><p><br/></p><p><strong><em>Wilayah Filosofi </em></strong></p><p>membuka prospek menarik bagi Intelek, wilayah yang jarang dikenal orang, hutan hutannya juga gelap daerahnya banyak yang belum dijelajah. Filosofi memberikan penjelajahan yang menarik menyenangkan dan menantang, disini kamu bisa mempelajari pelajaran hidup. Dsini tidak seperti di Matematika yang semua pasti ada jawabannya, disini belum tentu semua ada jawabannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/139eZBmH1HTyRa/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-11-27 05:25:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2803529928</guid>
      </item>
      <item>
         <title>14 | Matematika &amp; Filosofi</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2803530446</link>
         <description><![CDATA[<p>Matematika dulu. Aku termasuk tipe yang tidak suka, bahkan matematika kurikulum kemendikbud selalu bikin nangis, saking sulit mengerjakannya. Kebanyakan teman juga tidak menyukainya. CM menggambarkan matematika sebagai subyek yang fondasinya pasti dan menantang--dari tulisannya yg bilang oksigen di wilayah ini tipis.</p><p><br/></p><p>Lanjut, filosofi. Ngomong-ngomong gara-gara kelas ini aku baru tau kalau filosofi dan filsafat itu sama. Menurut google filosofi turunan dari Belanda dan filsafat dari Arab, tapi semua akarnya dari Yunani, philosophia. Fondasi di subyek ini tidak jelas, bagai hutan belantara, kata CM. Sayang bagian filsafatnya sendiri nggak bisa diskusi dalem karena semua terkecoh sama pernyataan seorang teman dan dibahas lebih lanjut.</p><p><br/></p><p>Dari empat bagian intelek ini aku jadi penasaran kenapa kalau bau-baunya IPA anak-anak CM dikit banget yang suka, sementara ketika ngomongin yang sosial banyak yang tertarik. Kepikiran aja apa berarti ilmu humaniora itu lebih baik daripada IPA dan sejenisnya?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-27 05:25:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2803530446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chapter two : intelect</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2803827254</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><ul><li><p><strong>Matematika, wilayah pegunungan.</strong></p></li></ul><p><br></p><p>Salah satu dunia yang membiarkan pintu nya terbuka lebar untuk intelek dan rekan nya Sang Jaksa Agung atau Nalar memiliki nama yang bisa di bilang kurang menyenangkan dan sangat membosankan, yaitu : Matematika. Tempat yang di penuhi dataran terjal dan berbatu juga jurang jurang tinggi dan dalam. Di katakan bahwa, Matematika ini adalah adalah wilayah pegunungan, yang memiliki udara menyegarkan dan sehat, meski untuk sabagian orang udara nya di rasa terlalu tipis kadar oksigen nya sehingga mereka tidak bisa terlalu bisa leluasa bernafas di sini. Namun perlu juga di ketahui kalau pegunungan yang di miliki matematika ini berbeda. berbeda yang di maksud adalah :</p><p><br></p><ol><li><p>Orang tidak akan pernah tersesat di sini.</p></li><li><p>Dan setiap langkah yang kalian ambil akan menapak pada tanah yang kokoh.</p></li></ol><p><br></p><p>Dan bagi orang-orang yang mencari pekerjaan atau permaina di wilayah ini, akan mendapati diri mereka dikuatkan oleh upaya dan dipuaskan oleh kebenaran.</p><p><br></p><ul><li><p><strong>Filosofi mengeksplorasi Jiwa Manusia</strong></p></li></ul><p><br></p><p>wilayah lain yang membuka pintu mereka lebar lebar untuk intelek tak lain adalah Filosofi, yang masih menjadi wilayah yang masih kurang kita kenali karena gunung gunung nya yang tinggi dan hutan hutan gelapnya yang belum sepenuh nya terksplorasi. Filosofi menawarkan kita perjalanan yang menyenang kan, dan banyak musafir yang berakhir pulang dengan banyak pelajaran hidup. namun berbeda dari kadipaten matematika, Filosofi tidak bisa memberi kita pijakan yang kokoh dan banyak ketidak pastian. namun mencari, berusaha, dan meraba-raba jalan kita menuju suatu pijakan dari titik ke titik juga bisa tetap terasa menyenangkan; karena setiap langkah yang kita ambil merupakan tempat peristirahatan dan bersantai untuk Jiwa Manusia.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/43b6b2021292be5820b791ed38ef06b9/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation.png" />
         <pubDate>2023-11-27 10:26:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2803827254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MTK, Filosofi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2806596621</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada satu provinsi yang menarik untuk dijelajahi Intelek, provinsi itu bernama Matematika. Di provinsi ini agak sulit menjelejahinya karena tempat-tempatnya bergunung-gunung dengan bebatuannya yang terjal, juga jurang yang dalam dan berbahaya. Berbahaya karena di provinsi ini salah menapak sedikit saja sudah membuat kita terpeleset dan kita bisa jatuh ke jurang. Tapi di provinsi ini udara segar dan menyehatkan kita. Tapi ada beberapa orang yang berkata kalau udara di provinsi ini tidak cocok dengan pernapasan mereka. Kita di provinsi ini tidak akan tersesat karena kita dihadapkan dengan peta kebenaran yang berisi petunjuk daerah-daerah di provinsi Matematika. Di provinsi ini juga imajinasi jarang sekali digunakan untuk membantu Intelek, yang membantu Intelek adalah Nalar.</p><p><br/></p><p>Ada satu provinsi lagi yang mirip dengan provinsi Matematika namanya provinsi Filosofi. Di provinsi ini banyak wilayah yang belum dijelajahi karena sangat sulit menjangkaunya dan tanah di provinsi ini tidak kokoh seperti di provinsi matematika walaupun banyak orang yang menikmati penjelajahan mereka di provinsi ini. Tapi walaupun tidak kokoh, para penjelejah berkata kalau kadang yang tidak pasti malah menyenangkan, karena mereka bisa mencoba menggali lebih dalam lagi. Menyenangkan karena setiap jawaban yang ditemukan sudah membuat mereka gembira.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-29 01:21:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2806596621</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 12 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2806853774</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Matematika, Wilayah Pegunungan</strong></p><p>Ada sebuah tempat lain yang menarik untuk Intelek, namun tempat itu tidak terlalu diminati karena wilayahnya yang terjal, berbatu-batu di mana-mana, dan dipenuhi jurang-jurang yang curam. Sulit bagi seseorang untuk melewatinya. Negeri matematika adalah sebuah negeri yang memiliki wilayah-wilayah pegunungan. Hal itu menyebabkan oksigen dan udara di sana sangatlah menyehatkan dan segar, meskipun banyak orang yang beranggapan bahwa udara di sana terlalu tipis. Satu hal positif yang bisa dapatkan jika pergi ke tempat ini adalah, kita tidak akan pernah bisa tersesat, karena langkah-langkah kita di sini menjadi kokoh. Jika intelek sedang berada di tempat ini, Imajinasi tidak akan menjadi tempat perjalanannya seperti biasa. Karena nalarlah yang akan menemaninya.</p><p><br/></p><p><strong>Filosofi Mengeksplorasi Jiwa Manusia</strong></p><p>Suatu wilayah lain yang menarik bagi Intelek adalah Filosofi.  Filosofi adalah sebuah negeri asing yang memiliki hutan-hutan, gunung-gunung, dan daerah-daerah yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya. Filosofi selalu menawarkan penjejahan yang menyenangkan, dan tempat terbaik bagi para musafir dan penjelajah untuk memahami banyak pelajaran tentang hidup. Namun mereka yang berada di tempat ini tidak memiliki pijakan yang kokoh seperti saat orang-orang berada di negeri Matematika. Tapi tetap saja, kepastian bukanlah hal terbaik di dunia. Karena terkadang, mencari-cari, meraba-raba akan membawa kita ke suatu titik yang menyenangkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/9fa8f132ab3d93fbd894d5809141ce1f/Color_Rosa__Gowther_x_tu__TERMINADA.gif" />
         <pubDate>2023-11-29 05:10:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2806853774</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Matematika dan Filosofi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2806923117</link>
         <description><![CDATA[<p>MATEMATIKA</p><p><br/></p><p>Dunia lain yang dikunjungi Intelek, yang kurang menarik bagi beberapa orang (mungkin termasuk aku sendiri)  bernama Matematika. </p><p>Di sana memiliki gunung² tinggi yang sulit di daki. Udaranya segar, tapi menurut beberapa orang, disana oksigennya tidak banyak. </p><p>Aku suka Matematika, asal bukan ujiannya. Ujian Matematika sedikit pun tidak kumengerti. Ketika pelajaran matematikaku sehari hari adalah tambah tambahan, dan kali kalian, ujiannya malah desimal dan pecahan.</p><p>Aku sih tidak punya dendam dengan Matematika, aku suka Matematika. Cuma aku punya dendam sama orang yang bikin soal ujian Matematika. </p><p>Meski sulit di daki dan kurang menyenangkan, kita tidak bisa tersesat dalam dunia Matematika, selalu berpijak di tanah yang kokoh dalam dunia Matematika. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>FILOSOFI</p><p><br/></p><p>Filosofi juga salah satu tempat yang dikunjungi Intelek. Filosofi berasa di puncak pegunungan tinggi, tidak banyak orang yang menyukainya atau bahkan mengetahuinya (Terutama di Indonesia, mana ada pelajaran yang namanya filsafat di sekolah) </p><p>Meski begitu, Filosofi itu sangat menyenangkan. Aku sendiri suka filosofi, terutama dalam bentuk cerita, seperti buku misteri soliter atau dunia Cecilia karya Jostein Garder. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-29 06:25:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2806923117</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi (mungkin)</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807233461</link>
         <description><![CDATA[<p>Ya, kembali lagi dengan orang yang tak kamu kenali ini. Kali ini, kamu akan membaca teks-teks mengenai  pengalamanku pada salah satu momen di pertemuan kelas Ourselves jumat lalu.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Matematika</strong></p><p><br/></p><p>Digambarkan sebagai tempat yang "sulit menjelajah di dalamnya dengan permukaan batunya yang terjal untuk didaki, serta jurang-jurangnya yang dalam untuk diseberangi." dan "Kadipaten Matematika merupakan wilayah bergunung-gunung, tetapi udaranya segar dan sangat menyehatkan, meski sebagian orang merasa udara tersebut terlalu tipis kadar oksigennya untuk pernapasan mereka.", tak banyak yang ingin aku komentari dari Matematika ini, hanya saja aku heran kenapa Matematika yang diperkenalkan sekolah formal tidak mencerminkan esensi dari Matematika (dugaan dari cerita-cerita temen dan beberapa sumber lain). Ya sebenernya aku juga masih tidak bisa menjelaskan esensi Matematika, tapi karena aku malas, aku ambil saja pendapat yang rasanya benar tanpa selidiki lebih lanjut yaitu "esensi matematika bukan ngitung angka".</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Sains dan Filsafat</strong></p><p><br/></p><p>Di teks yag dikirim di grup, Sains tidak tertulis--tapi seingatku disebutkan di kelas sebagai tempat yang berbeda dari Filsafat, aku hanya penasaran kenapa ini dibedakan, pengetahuan Sains menurutku juga berawal dari pertanyaan-pertanyaan filosofis, hanya saja menjawabnya secara empiris sedangkan Filsafat terbuka dengan jawaban selain empiris. Aku rasa Filsafat adalah tempat yang luas yang di dalamnya ada Sains, jadi menurutku Sains dan Filsafat tidak di tempat/pulau yang berbeda. Dengan singkat, Sains dilahap Filsafat karena definisi Filsafat itu sendiri.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/e24f218fd8a45280845a739ef8076c7c/Comp_1_00005.png" />
         <pubDate>2023-11-29 11:26:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807233461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ILMU SEFERTI MATEMATIKA DAN FILOSOFI</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807382674</link>
         <description><![CDATA[<p>Disinilah kita bertemu daerah yang terjal, tidak seperti padang rumput negeri negeri lain, dua ilmu ini adalah ilmu yang bergunung gunung, mari kita bahas matematika dulu, seferti kita tahu intelek dan imajinasi bekerja berdampingan, tapi untuk matematika, intelek bekerja dan menelusuri  kebanyakannna walaupun tetap dibantu imajinasi agar tidak jatuh jurang (entah jurang galau belajar, jurang salah jawaban, atau jurang kesalahpahaman) ini mengingatkanku akan quote entah siapa "too much intelectual = math, too much imagination = meth".</p><p>          Banyak orang yang mengatakan bahwa udara pegunungan tinggi seperti di gunung matematika itu terlalu sedikit oksigennya, tapi udara itu malah menyegarkan kita, dan hal itu dikaitkan oleh kami sebagai imbal baiknya matematika, membuat otak kita siap sedia setiap saat</p><p><br/></p><p><br/></p><p>          Lalu ada filosofi. daerah ini lebih luas, dengan pegunungan yang menjulang tinggi, jurang jurang yang dalam, hutan hutan yang gelap dan lebat, yang hampir pasti membuat kita tersesat, terjerumus, atau bahkan sampai terjebak, itulah filsafat, sebuah bagian dimana amat sangat mudah bagi kita untuk kebablasan, itu saja disaat ibu CM menulis buku ini, sekarang sudah ada marxisme ada existensialisme, ada apa lagi, dah banyak sampai nggak apal, sampai ada Friedrich yang menjadi salah seorang penting dalam filosofi gegara kena Sifilis, ya mungkin salah satu neuronnya pedot. </p><p>          Sehabis membaca dunia Sophie, ada tiga hal yang membuat aku tertegun, tentang betapa tidak adilnya dunia, banyaknya kesenjangan antara sesama manusia yang lahir sama rata, sampai aku sedang (spill dong yah) menulis buku berjudul "3024 Akhir Kemanusiaan" yang aku rencanakan terbit 2024 awal, mengenalkan aku lebih dalam lagi ke teori marxisme dan sedang (berencana) ingin membaca Das Kapital secara lebih lanjut, bukan hanya melihat rangkumannya, kedua, kesadaran  tentang dunia sekeliling yang tiba tiba tercopot saja dari topi pesulap yang juga aku rasakan jadi semakin menanyakan segala sesuatu yang berhubungan akan bab yang aku baca, dan tiga, kesadaran akan bagaimana kita hidup dalam sebuah buku, seperti Sophie yang ditarik dari dunia Topi Pesulapnya, dan bahkan Hilde dan ayahnya yang seperti Tuhan di buku yang dituliskannya, (I believe) ditarik dengan kasar kedalam dunia penulis buku Dunia Sophie, bernama Jostein Gaarder, tidak menutup kemungkinan bahwa "Sang pencipta" yang entah disebut Allah, Bapa, Sang Hyang Widhi, Tian, dan banyak lainnya adalah suatu penulis, dalam dunia mereka, menuliskan buku kehidupan manusia untuk anakknya (Yesus nggak sih kalau dalam Kristiani) saja, atau entah apa yang sedang menggerakkan kita semua dalam naskah suatu buku yang besar, yang abadi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://i1.sndcdn.com/artworks-V7EBxmql4LKWeIPd-zwHvhg-t500x500.jpg" />
         <pubDate>2023-11-29 13:33:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807382674</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 14: Ourselves class - Mathematics and Philosophy </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807407091</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut CM matematika itu di deskripsikan sebagai gunung yang berbatu dan terjal tapi dengan udara yang sangat segar. orang orang yang datang ke sana jarang tersesat Karna setiap langkahnya itu kokoh. Kalo tempat lain sering menggunakan imajinasi, di pegunungan matematika imajinasi tidak digunakan terlalu sering karena matematik memilih jaksa agung nalar segai rekan kerja nya.</div><div><br></div><div>Filosofi adalah bagian yang paling indah dengan pegunungan dan hutan yang lebat tapi tempat ini adalah tempat uang paling jarang di explore. Filosofi menawarkan pengalaman yang menarik dan banyak yang dapat di pelajari.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-29 13:50:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807407091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MTK DAN FILOSOFI</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807469800</link>
         <description><![CDATA[<p>Matematika</p><p>Setelah sains dan sejarah, dunia lain yang dipegang Intelek adalah matematika. Matematika digambarkan sebagai pegunungan terjal dimana udaranya segar dan menyehatkan. Katanya ini tempat yang pas untuk mencari kebenaran, mungkin karena di matematika banyak yang merupakan jawaban benar atau salah, bukan keduanya (abu-abu). </p><p>Mendaku gunung kan sulit (? Kecuali terbiasa?) Nah mungkin seperti MTK?</p><p>Udaranyaa hmm, </p><p>klo misalnya bilang "udara di puncak gunung selepas mendaki itu begitu segar" Mungkin bisa saja aku mengansumsikan ini perasaan menyenangkan yang didapat setelah memahami pelajaran mtk, tapi karena tidak ada kalimat itu aku jadi ragu.</p><p>-</p><p>Jujur aku sendiri dulu tidak suka mtk, menurutku terlalu sulit, mana buat orang stres lagi HAHAH, apalagi pas waktu ujian.</p><p>Akhir-akhir ini aku memikirkan diriku sebagai detektif yang sedang menyelesaikan kasus kriminal atau semacamnya. </p><p>Ini membuatku semangat entah kenapa, apalagi saat mengerjakan soal yang sudah jelas-jelas tidak bakal ditanyakan di dunia nyata seperti pelajaran himpunan. Dulu aku kek, "UNTUK APA BELAJAR INI, EMANG KEPAKE? HWHAHUHU"</p><p>ya gitu deh, matematika tetap sulit diawal-awal tapi setidaknya proses belajarnya tidak buat stres jangka panjang.</p><p>-</p><p>Lalu ada filosofi, </p><p>katanya para musafir mencari pelajaran hidup disana, terus ada kalimat yang berbunyi seperti "kepastian itu bukan segalannya, berusaha mencari dan meraba-raba-" (aku lupa setelahnya) yang menurutku waww ketika aku pertama kali mendengarnya. Akhir-akhir ini aku menemukan kalau fokus ke menikmati proses memang sangat-sangat menyenangkan, setelah tugas itu selesai yang kupikirkan bukan tugas yang menyebalkan, tapi kenangan lucu saat membuatnya wkkwkak.</p><p>IYaps, itu diaa</p><p>-</p><p>Catatan Tambahan: wkwk jumat kemarin banyak perdebatan seingatku.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-29 14:30:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807469800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perjalanan pt 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807527513</link>
         <description><![CDATA[<p>Mari meneruskan perjalanan…<br><br><strong>Matematika</strong></p><p>Matematika adalah kabupaten yang penuh dengan gunung gunung tinggi, dan tanah bebatuan, yang membuatnya sangat susah dieksplor, kabupaten ini mempunyai banyak seluk beluk tak terlihat, naik turun, kiri kanan, muter balik, pokoknya susah. Udara di kabupaten ini juga sangat tipis, dan ditambah jalannya yang tidak gampang sama sekali membuat susah bernafas. <br>Tetapi, jika kita tidak sibuk mengeluh dan tidak sibuk dengan betapa susahnya perjalanan di kabupaten ini, kita akan menyadari betapa indahnya pemandangan di kabupaten ini. Gunung gunung tinggi menggores langit biru bak lautan, hamparan bunga lavender sejauh mata memandang, dan udara, yang walaupun tipis jika dinikmati dengan benar, akan terasa sangat sejuk dan menyegarkan. Intinya, kabupaten ini sangat bagus untuk kemajuan kerajaan jiwa manusia dan sangat indah pula, hanya membutuhkan mata yang tepat, dan jiwa yang tidak mau kalah.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>Philosophy</strong></p><p>Walau tempat ini masih dalam ranah kekuasaanku (raja jiwa manusia) kabupaten ini lebih tepat disebut dengan “Negeri” yang dipenuhi dengan misteri, dimana gunung gunung tinggi mencekam (lebih tinggi dari di kabupaten matematika!), hutan luas nan gelap. Tempat dimana tidak ada yang tau seberapa dalam sungai sungai dan danau danau di sana yang seperti tidak ada dasar dengan air yang tidak beriak, dan warna yang lebih hitam dari biru.&nbsp;</p><p>Disini makhluk makhluk magis hidup, kawanan kuda bertanduk tiga, kepiting sebesar lapangan basket, ikan ikan bercahaya biru berenang di sungai tanpa dasar, dan kunang kunang dengan tujuh varian warna cahaya. belum lagi tumbuhan tumbuhan disini yang penuh dengan kejutan, ada pohon yang bisa berpindah tempat sesuai dengan sumber air, tumbuhan pakis yang akarnya membentang ke seluruh “Negeri" seperti neuron, yang menerima semua yang terjadi dan menyimpannya di pakis pakis kecil yang tersebar di seluruh “Negeri” sampai pohon dengan 1000 macam buah dalam satu pohon. <br>“Negeri” ini paling tidak terjamah, maka dengan itu flora dan fauna (ide) disini bisa bertumbuh tanpa gangguan. Sesekali ada petualang yang mengeksplor “Negeri” ini dan akan menemukan hal hal menarik di pinggiran danau, sungai, hutan, dan gunung gunung disini. Namun jika petualang tersebut terlalu rakus, dan memutuskan untuk pergi ke jantung “Negeri” ini, mereka tidak akan pernah balik, selamat ataupun tidak.<br>Begitu pula dengan raja/ratu kerajaan jiwa, jika raja/ratu kerajaan jiwa terlalu maruk, dan berusaha menaklukan “Negeri” mistis ini, segala pasukan dan bahkan seluruh kerajaan akan ditelan oleh “Negeri” mistis ini, semakin besar usaha untuk menaklukan “Negeri” ini, semakin besar pula “Negeri” ini bertumbuh, seperti kabut yang terus merambat, menelan, menelan, dan menelan, sehingga tidak ada lagi yang tersisa dari kerajaan jiwa manusia, hanya akan ada “Negeri” philosophy.</p><p><br><em>~ Raja jiwa manusia</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-29 15:05:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2807527513</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Matematika</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2808324854</link>
         <description><![CDATA[<p>Matematika adalah salah satu pelajaran yang banyak tidak disukai orang, sebenarnya matematika itu tidak susah, hanya saja kita salah cara mempelajarinya. Terkadang juga banyak yang stuck atau tertinggal di soal ituuu aja, coba kalian ganti cara kalian berpikir bahwa matematika itu tidak menyenangkan, tinggal merubahnya sedikit dan clik seketika kalian sudah bisa melihat polanya. </p><p><br/></p><p>Juga kalau kalian sadar matematika juga kita gunakan sehari- hari, contohnya seperti menghitung resep, berbelanja atau membagi makanan.</p><p><br/></p><p>Sekian terima kasih</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-30 02:21:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2808324854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Matematikah 🤩 ituu menyenangkaan ~ 😍🤓☝</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2808352202</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada dunia lain yang terbuka bagi si Intelek, namun dunia ini kerap dianggap tidak menyenangkan. Dunia ini adalah Matematika, dan CM mengumpamakan nya sebagai wilayah pegunungan-pegunungan yang terjal dan sulit didaki. Dengan jurang-jurang yang sangat dalam yang juga susah untuk dilewati. Namun, wilayah pegungan ini berbeda dengan pegunungan-pegunungan lain, karena kamu tidak akan tersesat di dalamnya. Setiap kali kamu menapak, tanah yang kamu tapaki itu pasti kokoh. Orang-orang yang bekerja dan bermain di wilayah ini telah dikuatkan dengan upaya dan terpuaskan oleh kebenaran. Di medan ini, meskipun Imajinasi merupakan sahabat nya, Intelek cenderung mengajak teman nya yang lain bernama Nalar (yang menjabat sebagai Jaksa Agung) sebagai teman seperjuangan nya dalam menempuh wilayah pegunungan itu.</p><p><br></p><p>Aku sendiri pernah merasakan nya. Aku sempat terjebak dalam satu soal ketika sedang mengerjakan buku matematika A-level saat di bab Quadratics. Aku benar-benar mentok. Segala kemungkinan dan cara-cara sudah berusaha aku coba masukkan ke soal itu, namun jawaban nya tetap saja keliru. Seminggu telah berlalu dan aku sudah mulai putus asa untuk mengotak-atik soal itu. Aku menyerah dan meninggalkan nya. Sekitar 14 hari kemudian, dalam waktu senggang ku, aku masih penasaran dengan soal kemarin dan mulai ku otak-atik kembali. Sore harinya, dengan ajaib aku menemukan jawaban benar nya, persis seperti jawaban di halaman kunci soal buku itu. The satisfaction that I felt is immeasureable. Aku berhasil menemukan jawaban yang tepat dengan usahaku sendiri, dan ternyata (kalau ingatanku tidak salah) aku miss dalam menyederhanakan sesuatu dengan membaginya dengan 4. Namun bukan hanya itu yang membuatku menemukan jawaban nya. Seminggu ketika aku berupaya untuk memecahkan soal itulah yang membuatku perlahan-lahan mendekati jawaban yang benar. Tanpa 7 hari itu, aku tidak akan menemukan bahwa ada angka yang harusnya minus tapi aku tulis sebagai plus, atau perhitungan-perhitungan ku yang salah. Hari demi hari, tanpa ku sadari, aku telah mengimprove jawaban-jawaban ku yang salah itu. Sedikit demi sedikit.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/a43920f0641172f21e49d8aa45a40a36/Winter_mountains__1_.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-30 02:43:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2808352202</guid>
      </item>
      <item>
         <title>24.11 | Matematika dan Filosofi</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2808460832</link>
         <description><![CDATA[<p>Matematika bagaikan wilayah pegunungan. Sulit untuk menjelajahi wilayah ini. Tetapi udara disini segar dan menyehatkan, walaupun bagi sebagian orang kadar oksigennya terlalu tipis.</p><p>Matematika akan susah jika kita tidak paham bagaimana rumus/aturan matematika berkerja. Tapi jika sudah paham, sebenarnya matematika itu menantang dan seru. Selain itu dunia ini tidak bisa lepas dari matematika (bahkan curse techniques Gojo pakai matematika juga)&nbsp;</p><p>Wilayah ini berbeda dengan pegunungan lainnya, kalian tidak bisa tersesat dan kita selalu menapak di tanah yang kokoh.</p><p>Ketika ilmuwan menemukan rumus yang terbukti akurat, rumus itu bisa dipakai sampai beribu-ribu tahun kemudian.</p><p>Intelek jarang meminta bantuan imajinasi untuk menjelajah di sana, sang jaksa agung, Nalar adalah teman penjelajahnya.</p><p><br/></p><p>Filosofi</p><p>Disana gunung-gunungnya gelap, hutannya lebat dan jarang dieksplorasi. Berjelajah ke filosofi memang perjalanan yang menarik. Tak jarang musafir mendapatkan pelajaran hidup yang berharga. Tapi mereka tidak menemukan pijakan yang kokoh seperti matematika.</p><p>"Kepastian bukanlah hal terbaik di dunia"</p><p>Huh, bagaimana bisa? Bukanya lebih pasti lebih baik? Menurutku jika sesuatu sudah pasti ya itu lebih baik, kita tidak perlu meraba-raba apakah ini pasti atau tidak.</p><p>Tapi di wilayah filosofi justru mencari jalan dan meraba-raba adalah hal yang mengembirakan.</p><p>edit: Dr.Ratio FREE WADAWWWWW AKU CINTA MATEMATIKA IN RATIO WE TRUSTTT</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.charlieintel.com/cdn-cgi/image/width=3840,quality=75,format=auto/https://editors.charlieintel.com/wp-content/uploads/2023/10/31/Who-is-Dr-Ratio-in-Honkai-Star-Rail-Expected-release-date-abilities-more.jpg" />
         <pubDate>2023-11-30 04:26:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2808460832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2811047103</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelum aku masuk ke pembahasan dan refleksiku semalam, aku mau membahas soal Literasi yang "di salah artikan"</p><p><br/></p><p>Sering kita dengar, di sosial media saat ini, orang mengatakan hal-hal seperti: "Makanya literasi dek" atau "Kurang literasi sih!" biasanya dipakai, ketika ada informasi yang tidak dibaca oleh seseorang. Kuakui, memang mungkin literasi itu membaca buku-buku literature (dalam metode CM) namun kayaknya kalimat-kalimat diatas kurang pas di dengar? Ya gitu lah</p><p><br/></p><p>Literasi (literature) perlu dibarengi dengan imajinasi, sifatnya juga sangat imajinatif. Aku sedang membaca sebuah buku: Watership Down, dan aku terkadang terlalu berimajinasi, sehingga justru salah tangkap maksud cerita/alurnya. sehingga, di bab berikutnya suka bingung. Tapi 1 hal yang kumaksud disini, literasi  memang perlu imajinasi, tapi perlu tepat juga porsinya, agar tidak membayangkan kejadian selanjutnya. :")</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-02 00:55:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2811047103</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literatur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2813861249</link>
         <description><![CDATA[<p>Literatur menurutku sangat menarik untuk dijelajahi, sekaligus sangat membosankan.</p><p>ya, sebut aja Literatur itu buku, (mungkin kurang tepat, tapi gampangnya begitu) dan yang namanya buku ceritanya beda beda, beda buku beda cerita.</p><p>Dan, beberapa buku memilliki cerita yang sangat membosankan, seperti Pollyanna, Little Woman, Laura, dan buku buku manis lainnya. (itu menurutku)</p><p>Aku sendiri lebih suka buku tentang orang orang yang nasibnya kurang baik, yang berperilaku kurang baik juga. Yang pasti bukan tentang gadis gadis yang duduk di dalam rumah boneka.</p><p><br/></p><p>Dalam literatur, kita harus menggunakan imajinasi. Itu juga yang membuatku menyukai  Literatur. Aku bisa pergi kemanapun sebuah buku membawaku, aku bisa tidak menjadi diriku. Literatur juga membuatku berkenalan dengan banyak orang, tanpa harus bingung apa yang harus kukatakan.</p><p>sebelum mengakhiri tulisanku, aku mau menjawab sebuah pertanyaan.</p><p>Apa efek yang kalian rasakan di diri kalian setelah selama ini banyak membaca Literatur/Living books?</p><p>efek baiknya adalah: Aku jadi mengenal diriku sendiri. Karena melihat beberapa tokoh dalam buku yang mirip diriku. Aku juga jadi bisa ngobrol danegan diriku sendiri, dan itu membuatku lebih mengenal diriku. (sebenernya efeknya banyak pake banget, tapi yang lain agak susah buat di jelasin)</p><p>efek buruknya adaalah: Aku jadi berpikir terlalu banyak. Karena terlalu sering menggunakan imajinasi, imajinasiku jadi terlalu terasah. karena imajinasi, aku jadi mudah tau tau ketawa sendiri. </p><p>Yang pasti, Imajinasi itu memang bagus, tapi hati hati dengan imajinasi yang terlalu terasah.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-05 03:36:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2813861249</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 13 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2813912297</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Literatur, Kerajaan yang Sangat Kaya dan Megah</strong></p><p>Ada sebuah negeri yang indah dan menyenangkan, ia juga sangat mudah untuk didekati. Karena keindahannya tersebut, banyak orang yang dengan senang hati datang untuk menjelajahinya, termasuk Intelek. Namun Intelek tidak bisa menjelajahi tempat ini tanpa keberadaan Imajinasi dan Keindahan di sisinya. Nama negeri yang akan kita bahas ini adalah Kerajaan Literatur, Intelek sangatlah akrab dengan tempat ini. Para penyair dan novelis akan memberikan dan melukiskannya gambaran-gambaran, sementara Imajinasi akan membantunya menjernihkan mata, agar ia mampu melihat gambar-gambar tersebut. </p><p><br/></p><p><strong>Bagaimana Cara Mengenali Literatur</strong></p><p>Ada sebuah tempat menyedihkan yang letaknya dekat dengan wilayah Literatur. Namun sungguh berbeda dengan negeri Literatur, baik lukisan-lukisan dan tokoh-tokoh yang negeri itu buat, semuanya tidak bisa hidup di dalam benak kita. Sungguh menghabiskan waktu bagi orang-orang untuk menjelajahi tempat ini, namun herannya banyak orang yang lebih memilih untuk berada di sana daripada masuk ke dalam keindahan dan kemegahan negeri Literatur. Cara membedakan antara tulisan literatur dan bukan adalah, dengan membedakan dua teks. Yang satu teks literatur dan yang satunya bukan. Lalu cobalah lihat apa yang kira-kira berbeda dari dua teks tersebut. Teks literatur seringkali mempunyai pesona yang bisa membuatnya masuk ke dalam sanubari kita. Berbeda dengan teks biasa yang buatku pribadi cenderung tidak dituliskan dengan cara yang indah, hingga ia tidak memiliki pesona.</p><p><br/></p><p><strong>Apa efek yang kalian rasakan di diri kalian setelah selama ini banyak membaca literatur/living books?</strong></p><p>Karena dari dulu aku terbiasa membaca buku dengan kata-kata yang indah dan sopan, begitu aku sudah diizinkan untuk membeli dan membaca novel-novel teenlit Indonesia yang seringkali ditulis dengan bahasa gaul lo-gue, aku kaget sendiri dengan banyaknya kata-kata kasar dan tidak baku yang ada di sana. Karena aku terlalu sering membaca novel literatur, jika sedang membaca komik atau novel-novel ringan, entah mengapa aku merasa bahwa buku-buku tersebut tidak ada nilainya. Hanya sekedar alat buatku untuk mengusir rasa bosan semata. Berbeda dengan jika aku sedang membaca novel literatur. Aku harus membacanya dengan serius dan bersungguh-sungguh, karena sudah pasti akan ada alur cerita menarik yang tengah menungguku. Efek lain yang aku rasakan karena selama ini membaca novel livingbooks adalah, aku merasa sangatlah ahli dalam pelajaran bahasa Indonesia. Setiap kali aku mengikuti ujian Bahasa Indonesia, pelajaran tersebut terasa sangatlah mudah untukku, berbeda dengan pelajaran-pelajaran lainnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/f8925d6f023f6913bd880c5d10a67aa3/_________Whisper_of_the_Heart.gif" />
         <pubDate>2023-12-05 04:40:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2813912297</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literature</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2814528749</link>
         <description><![CDATA[<p>Literatur merupakan dunia yang paling gampang untuk didekati dan juga salah satu yang paling menyenangkan dari dunia-dunia yang ada di Kerjaan Jiwa Manusia. Di sini Intelek pasti mengajak rekan terakrab nya yaitu Imajinasi, beserta rekan nya Imajinasi yaitu Rasa Keindahan, untuk menjelajahi dunia yang ini. </p><p>Intelek akan bertemu dengan berbagai karakter ketika berjalan-jalan keluar negeri di dunia yang ini. Mereka pun akan cepat akrab dengan karakter-karakter yang mereka temui dalam perjalanan menjelajahi dunia ini dan sering berbincang asyik serta bertukar pengalaman yang menyenangkan. </p><p><br/></p><p>Kalau Tim Penjelajah Dunia Literatur nya Bilqis (Tim penjelajahnya yaitu Intelek, Imajinasi, dan Rasa Keindahan) pernah bertemu dengan Lima Sekawan, Sapta Siaga, serta si kembar Pat dan Isabel dari Sekolah Asrama mereka yang bernama St. Clare's. Tokoh-tokoh ini merupakan teman-teman kesayangan Tim Penjelajah yang menemani mereka ketika mereka masih kecil dan semua tokoh ini diciptakan oleh penulis yang sama yaitu Enid Blyton. Tim Penjelajah dari Kerajaan Jiwa nya Bilqis tidak pernah bosan mendengarkan cerita para karakter tentang bagaimana George, Anne, Julian, Dick, dan juga Timmy si anjing menyelusup ke dalam sarang para penyelundup yang jahat! Kemudian cerita-cerita lucu dan menyenangkan dari Pat dan Isabel tentang serunya berteman dengan anak-anak di St.Clare's. Mereka akan selalu mengingat cerita ketika Janet menjahili Mademoiselle dan membuat satu kelas tertawa. Kisah dari para anggota Sapta Siaga juga tak pernah membosankan bagi Tim Penjelajah. Mendengar berbagai cerita dari Peter, sang ketua anggota, membuat Tim Penjelajah Literaturnya Bilqis ingin ikut menjadi salah satu anggota Sapta Siaga juga. Namun mereka segera mengingat betapa menjengkelkan nya Barbara yang selalu mau ikut-ikutan kelompok yang eksklusif itu, dan Tim Penjelajah memutuskan tidak ingin seperti Barbara.</p><p><br/></p><p>Karakter yang saat ini paling digemari oleh Tim Penjelajah adalah Vivienna dari buku Warbreaker karya nya Brandon Sanderson. Mereka yang awalnya membenci Vivenna, malah jadi mengagumi dan mencintai Vivenna dan merasa <em>relate</em> karena <em>Character Arc</em> yang dialaminya dalam buku itu. Gadis baru dewasa yang sombong, merasa paling suci dibanding orang-orang lain, dan berada merasa berada diatas, yang berubah drastis setelah dijatuhkan serendah-rendahnya, ketika dia mengalami kemiskinan dan kesengsaraan. Pada saat itu dia merasa tidak ada harga diri lagi yang tersisa dalam dirinya, namun dari situ Vivenna berhasil berkembang dan belajar dari kesengsaraan itu. Kepedihan yang dialaminya membuatnya ber refleksi dan memaksa nya berubah menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih peduli, dan secara keseluruhan jauh lebih baik dibanding Vivenna yang sebelumnya. Inilah yang membuat Tim Penjelajah Kerjaaan Jiwa Bilqis begitu mencintainya.</p><p><br/></p><p>Kemudian ada pertanyaan dari Tante Ayu: <strong>"Apa efek yang kalian rasakan di diri kalian setelah selama ini banyak membaca literatur/living books?"</strong></p><p>Bagiku, membaca living books atau literatur itu mengajak dan bahkan memaksaku untuk berpikir. Aku baru menemukan bahwa berpikir itu bukanlah hal yang boleh dianggap enteng. Banyak orang di dunia ini tidak terbiasa berpikir dan jarang memakai otaknya untuk berpikir karena terlalu malas. Kenyataan nya, untuk berpikir dengan benar itu sulit. Aku ketika terlalu lama berpikir biasanya akan sakit kepala dan pusing, karena berpikir itu membutuhkan banyak energi. </p><p>Membaca literatur dan living books merupakan semacam latihan untuk berpikir bagiku, buku-buku yang living membantu membuatku terbiasa berpikir secara terstruktur.</p><p><br/></p><p>Bagian yang paling membuat kagum ketika membaca buku literatur adalah, akan ada semacam film-film mini seru yang tergambarkan dalam benak ku. Seperti sedang menonton bioskop atau bermimpi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/12c455aed11f76011cfd3163312f3113/14_Garden_Libraries_That_Are_Perfect_for_Spring_Reading.jpeg" />
         <pubDate>2023-12-05 14:29:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2814528749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chapter two: intelect.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815570192</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Literatur, kerajaan yang kaya dan megah.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Kerajaan yang di isi oleh banyak penulis dan pelukis hebat ini menjadi salah satu dari sekian banyak daerah dan kadipaten yang membuka jalan mereka untuk intelek dan rekan nya (yang kali ini dua) imajinasi dan rasa keindahan untuk menjelajah setiap inci tanah mereka. Tanah yang di penuhi orang orang unik dan menyenangkan yang selalu menjalankan kehidupan mereka di hadapan sang penjelajah.</p><p>Di sini intelek dan dua rekan nya mampu membuat pertemanan dengan orang orang yang kerap membagi banyak rahasia mereka, orang orang dengan kepribadian yang tak pernah sama yang hidup dalam benaknya.</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Cara mengenali literatur</strong></p></li></ul><p><br>Ada tempat menyedihkan yang terletak tak jauh dari Kerajaan Literatur, tempat ini mengenalkan kalian pada banyak orang dan terdapat juga lukisan lukisan bagus di sana. Namun sayang, lukisan lukisan itu tidak bisa kalian nikmati dengan mata terpejam, dan orang orang itu hanya diam tanpa melakukan apapun di benak kalian. Berbeda dengan lukisan lukisan dan orang orang yang kalian temui dalam Kerajaan Literatur. Di mana lukisan lukisan mampu kalian nikmati dengan mata terpejam. </p><p><br/></p><p>Perbedaan di atas itu memang betul ada nya, memang ada beberapa buku twaddle yang bisa di bilang tidak membantu kita berpikir secara luas dan baik. Dan hanya menjadi 'racun' untuk kita. Memperkenalkan kita pada beberapa orang orang baru yang kebanyakan tidak melakukan apapun di benak kita. Namunn, ada juga buku twaddle yang tidak begitu buruk dan merusak. Meski tidak sebagus living books, mereka masih bisa 'memantik' ide dan memberi beberapa hal baik untuk kita.</p><p><br/></p><p>Oma Charllote juga bilang, kalau buku literatur bisa juga di bedakan lewat gaya penulisan nya. yang juga sangatt aku setujui. living books bisa di bilang cukup detail penulisan nya, apa yang terjadi di sekitar tokoh-nya, penampilan tokoh, dsb di tulis dengan jelas. sedangkan kebanyakan buku twaddle tidak. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/131959717a8e25967140a0f384f8d221/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation.png" />
         <pubDate>2023-12-06 06:20:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815570192</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LITERATUR</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815696169</link>
         <description><![CDATA[<p>daerah yang paling menyenangkan, yang paling mudah didekati, literatur, dengan begitu banyaknya bacaan yang bisa kita nikmati, tapi kita memerlukan imajinasi kita dengan sangat amat, karena tanpa imajinasi, literatur akan menjadi sangat membosankan karena hanya huruf per huruf disambung menjadi kalimat, yang disambung jadi paragraf, yang disambung jadi bab, dan kemudian disambung jadi buku yang tak berarti, tetapi bahkan ditambahkan teman baru untuk menjelajah literatur ini, bernama rasa keindahan, tapi menurutku dia merupakan bagian yang sama dengan imajinasi, karena kita "mengimajinasikan" sesuatu menjadi indah.</p><p>para penulis menceritakan ceritanya, semacam "struktur". lalu imajinasi mengisi struktur struktur itu tergantung apa yang dia inginkan, atau pikirkan. ada banyak hal yang menarik disitu. dan sang penjelajah pun mengenal begitu banyak warga warga daerah itu, miranda, macbeth, dan banyak lainnya. semua berbeda, tapi semua mengasyikkan.</p><p>lalu, ada tempat dimana semua terpapar di mata kalian, dengan orang, barang dan lainnya, terlukiskan dengan demikian cantiqnya, tetapi, kita tak bisa melihatnya dengan mata tertutup, sungguh sia sia, itulah batas diluar literatur. lalu, banyak orang yang tinggal di daerah itu, tapi kita tidak, kita juga bisa menggunakan rasa keindahan untuk memisah yang lebih detil. misal ada kalimat:</p><p><br/></p><p>"di sebuah ruangan yang amat besar, dengan kertas dinding emas, lemari lemari setinggi langit langit, dan lantai marmer, ada sebuah liang tikus yang kotor, tersembunyi di belakang salah satu lemari. disana tinggal seekor tikus rusa yang gagah beserta..."</p><p>lalu kita bandingkan dengan:</p><p><br/></p><p>"pada zaman dahulu, hiduplah tikus didalam sebuah lubang didalam rumah orang kaya, dibelakang lemarinya, dan tikus itu memiliki 3 anak dan 1 istri, dia selalu dikejar kejar pemiliknya"</p><p><br/></p><p>jelas kalimat yang atas lebih hidup ya, kita bisa membayangkan tanpa terlalu jauh, lalu bisa saja terasa seperti bernyanyi kalau dalam salah satu contoh yg diberikan, aku coba bikin contoh sendiri tapi gagal.</p><p><br/></p><p>tapi dijelaskan kalau contoh kedua (yang diberi Ibu CM) tidak terasa indah, tidak hidup, dan bisa diubah ubah katanya dan artinya sama saja, sementara contoh pertama memiliki kombinasi seperti sebuah sandi, yang membuat setiap kata pas, tidak bisa ada kata yang dihilangkan, tidak bisa ditambah, tidak bisa diubah, dan terasa indah dan hidup bahkan kali pertama kamu membacanya. maka dalam tes literatur yang dibuat ibu CM, kita sudah terdidik lumayan banyak literatur, dan kita bisa start up dan membaca lebih banyak prosa, puisi, buku fiksi, dll dll dll</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-06 08:49:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815696169</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815926528</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Literatur</strong></p><p><br/></p><p>Digambarkan sebagai tempat yang indah yang diperlukan imajinasi untuk melihat keindahan itu. Tempat ini juga digambarkan sebagai tempat yang gampang didekati dan salah satu tempat paling menyenangkan bagi pengunjung, tentu tidak setiap pengunjung tapi peluang untuk pengunjung merasakan kesenangan di sini sangatlah lebar.</p><p><br/></p><p>Menurutku, kenapa tempat ini bisa dikatakan begitu nyaman sampai-sampai  dibilang sebagai salah satu tempat yang paling menyenangkan adalah karena imajinasi yang selalu membayangkan wujud nyata dari sebuah kalimat. Karena kata-kata yang disampaikan baik lalu memicu imajinasi yang baik dan imajinasi menggambarkan kata-kata tersebut dengan gambar yang bisa disesuaikan pada masing-masing orang... Aku ingin jelasin dengan lebih baik, tapi lagi capek banget, jadi segini saja.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Efek Literatur</strong></p><p><br/></p><p>Efek dari literatur bagiku adalah: memudahkan aku dalam mengerti suatu ide.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/5b7768093456a68bde0b424ce8bfdb8e/Comp_1_00003.png" />
         <pubDate>2023-12-06 12:48:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815926528</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literatur</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815945075</link>
         <description><![CDATA[<p>Kemarin di awal kita sempat membahas lagi tentang matematika, sains dan sejarah. Terus sampai mendekati akhir kelas, lahirlah pertanyaan-pertanyaan seperti:</p><p>- Kenapa belajar matematika?</p><p>- Kenapa belajar filsafat?</p><p>- Kenapa belajar literatur? </p><p>Singkatnya, jawaban-jawabannya adalah:</p><p><mark>Matematika:</mark></p><ul><li><p>Matematika adalah orkestra dari setiap konsep</p></li><li><p>matematika melatih logika secara konsisten. </p></li></ul><p>Nah, nah. aku mendapat ini di Ted Talk Sujiwo Tejo (aku sangat suka bagian ketika ia menolak memakai helm, wkaka), tapi aku ingat jumat kemarin juga ada yang mengatakan hal yang bermakna serupa! </p><p><mark>Filsafat</mark></p><ul><li><p>Supaya tidak menjadi follower</p></li><li><p> Ditengah kehidupan yang "bodoh amat" dan "tau ah, untuk apa dipikirin?" (yang menurutku adalah alasan basi dari orang-orang yang sebenarnya malas bepikir) filsafat melatih seseorang untuk berpikir lebih kritis tentang dunia. </p></li></ul><p><mark>Literatur</mark></p><ul><li><p>Melatih imajinasi</p></li><li><p>Membangun karakter seseorang</p></li><li><p>Mengenal diri sendiri</p></li></ul><p>Oke-oke, aku narasi dulu.</p><p>-</p><p><strong>Literatur</strong></p><p>katanya literatur ini adalah salah satu negeri terindah dan terkaya yang bisa dikunjungi Intelek dan rekannya, Imajinasi. Nah ada rekannya satu lagi yang membuntuti mereka, yaitu Rasa Keindahan. Tidak semua orang berkunjung ke negeri ini. Padahal novelis dan penyair disana memberikan gambar-gambar yang indah kepada Intelek. Lalu apa peran imajinasi? Jangan salah, justru Imajinasi lah yang membantu Intelek untuk melihat semua gambar itu. </p><p><br/></p><p><strong>Lalu apa yang membedakan Literatur dengan wilayah luar?</strong></p><p>Selain literatur, terdapat wilayah luar. Sebagian besar orang menghabiskan hidupnya di wilayah luar. Banyak yang bahkan menghabiskan hidup mereka tanpa pernah berpikir untuk masuk ke dalam negeri Literatur yang indah.</p><p>Di sini, gambar-gambar tidak dapat dilihat dengan mata terpejam. Dan masyarakat disana mati dalam benak kita. </p><p>Menurutku, perbedaan paling besar dalam wilayah literatur dan wilayah luar adalah gaya bahasa mereka dalam menyampaikan sesuatu. Makna dan alur ceritanya bisa sama, tapi gaya bahasa literatur dan wilayah luar bisa jadi jauh berbeda (entahlah, sulit dibahasakan letak perbedaannya. dari rasanya aja sudah berbeda gitu).</p><p>-</p><p><strong><em>Apa efek yang kalian rasakan di diri kalian setelah selama ini banyak membaca literatur/living books?</em></strong></p><p><br/></p><p>Entahlah, rasanya seperti aku memasuki dunia yang berbeda, berbeda dari dunia twaddle, cerpen, berbeda dari lingkungan pergaulanku. Ini pertama kalinya aku ingin memasuki dunia dalam buku atau berdoa supaya dapat berteman dengan karakter dalam buku itu.</p><p><br/></p><p>Dunia dalam cerita living books itu rasanya lebih bermakna, lebih murni (pure) gitu, mungkin karena dibuat kisaran tahun 1800-an? Kekesalan tidak perlu disampaikan dengan kata-kata vulgar dan bagian roman tidaklah berisi perilaku atau kata-kata manis yang sifatnya omong kosong (jujur aku juga bingung menggambarkan perilaku omong kosong ini seperti apa, tapi aku akan tahu ketika aku menemukan contoh kalimat roman). </p><p><br/></p><p>terus kalau cerpen di buku B.indo misalnya, aku itu "dipaksa" untuk mengambil hikmah dari suatu cerita (menurutku sifat para karakternya juga terlalu meh, terlalu klise), sementara living books itu ya ngga nyuruh apa-apa si, karakternya berkembang terus aku ikut berkembang sendirinya. Mungkin karena jadi sering kepikiran menjelang tidur? </p><p><br/></p><p>wkwkw, menurutku bahkan sekadar rasanya bergaul dengan anak cm yang membaca buku living books juga berbeda dengan anak "di luar". ENTAH YA BINGUNG JELASINNYA TAPI BEDA, tapi berkesan dalam diriku.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-06 13:05:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815945075</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.12 | Literatur</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815959571</link>
         <description><![CDATA[<p>Sangat indah dan penting</p><p>wilayah yang paling mudah dan menyenangkan untuk dilewati. Intelek mengajak Imajinasi dan salah satu rekannya, Rasa Keindahan.</p><p>Para penulis novel melukiskan berbagai gambaran-gambaran dengannya, Imajinasi membuat gambaran-gambaran tersebut menjadi hidup. Dengannya kita seperti "mengenal" tokoh-tokoh novel/cerita itu.</p><p><br/></p><p>kalo sudah sering membaca literatur kita akan merasakan "gaya khas" ketika membacanya, kemaren ada tes tulisan literatur dan bukan, ini mah kacanggg semua bisa membedakan.</p><p>kemarin Tante Ayu bertanya, "kalian mirip karakter siapa dan dalam buku apa?"</p><p>kalo dari buku saat ini aku belum menemukan. Tapi kalo dari anime mirip Yuu Ishigami dalam anime "Kaguya sama Love Is War"</p><p><br/></p><p><strong>Apa efek yang kalian rasakan di diri kalian setelah selama ini banyak membaca literatur/living books?</strong></p><p>Rasanya seperti kita "hidup" dalam hidup seseorang.</p><p>Kita mengenal dan memahami tokoh bagaikan teman.</p><p>Dengan begitu juga kita melihat berbagai sudut pandang, sama ataupun berbeda.</p><p>yah mata dan pikiranku terbuka dengan membaca literatur/living books</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/8242bb390e776938a23b3ec90402dde6/Screenshot__51_.png" />
         <pubDate>2023-12-06 13:16:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2815959571</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daerah istimewa Literasi! Negeri sejuta umat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2816004687</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelum kita lanjut, aku lupa memperkenalkan namaku, jadi mari berkenalan sekali lagi, dengan benar kali ini. Halo aku Ezekiel Astrophel, Raja jiwa manusia, dan walau tidak biasa, aku akan memberitahukan arti dari namaku: “Ezekiel Astrophel: God strengthens the star lover”</p><p>Di Luar konteks ya? Tak apalah, aku kan raja hehe.</p><p>&nbsp;Hari ini kita mengunjungi kerajaan literasi, dimana makhluk dengan berbagai macam keunikan hidup. Kamu mungkin bertanya tanya tentang kenapa bisa tempat ini dipanggil “Kerajaan” padahal ada di dalam Kerajaan jiwa manusia, <em>well… </em>kasusnya samad dengan daerah istimewa Yogyakarta, jadi mari kita panggil “Daerah istimewa Literasi”.</p><p>Daerah istimewa Literasi dihuni oleh makhluk makhluk yang telah “diundang” oleh raja/ratu jiwa manusia, mereka datang dari berbagai negeri yang melintasi ruang dan waktu, jadi banyak sekali makhluk yang bisa atau sudah diundang ke Literasi. Tetapi hari ini, berhubung kita ada di kerajaanku, aku akan memperkenalkanmu kepada beberapa makhluk yang aku undang ke Daerah istimewa ini (btw aku memanggil mereka makhluk karena ada beberapa yang bukan manusia).</p><p>Yang pertama adalah seseorang yang sangat berarti bagiku, yang sudah menemaniku dari zaman dimana kerajaan jiwa manusiaku masih sangat kecil, ia adalah pangeran kecil yang hidup di planet yang amat sangat kecil (juga), namanya sangat berkorelasi dengan bentuk fisiknya, ia adalah The little prince. Ketika kerajaanku masih dalam masa masa dininya, aku memutuskan bahwa langkah terbaik adalah mengundang seorang pangeran, dan dari sanalah The little prince datang ke DIL (Daerah istimewa Literasi).</p><p>Yang kedua adalah seorang dewi yunani, ia tidak begitu dikenal dikarenakan ia memilih untuk tidak ikut campur dengan masalah para dewa-dewi yunani, Dewi ini adalah Hestia, dewi perapian, kekeluargaan dan keramahan. Ia adalah dewi yang sangat baik hati dan bijaksana, dan ia satu satunya dewi yang masih perawan. Bahkan aku pernah membaca di sebuah buku bahwa ia adalah dewi terpenting, dikarenakan Harapan bertahan paling baik di perapian, ia juga pernah berkata bahwa “Kekuatan yang paling sulit untuk dikendalikan adalah kekuatan untuk menyerah.” Bahkan dulu ia salah satu dari 12 dewa terpenting, namun ia menyerahkan gelar itu kepada dewa lain. Hestia sangatlah rendah hati dan dipenuhi dengan segala kebaikan, itulah mengapa aku mengundangnya ke DIL.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-06 13:49:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2816004687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 15: Literatur </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2816238425</link>
         <description><![CDATA[<div>Hal yang paling mudah di dekati adalah kerajaan literatur yang sngat kaya dan megah. Literatur didampingi oleh imajinasi dan sesuatu yang disebut rasa keindahan. Lingkungan uang baik itu sangat bagus untuk literatur. Ketika intelek jalan jalan di negara literatur dia bisa akrab dengan mereka. Para penulis melikiskan gambar untuk intelek dan imajinasi mencuci matanya. Literatur memiliki banyak kenalan seperti Miranda Jaques yang melankolis, dan lady Macbeth yang jahat.</div><div><br></div><div>Hal paling menyedihkannya adalah orang orang tidak merasakan keidahan yang disampaikan oleh lukisan ketimbang indahnya negara itu sendiri dan mereka hanya membuang buang waktu saja disana.&nbsp;</div><div><br></div><div>Ada dua tes kecil dari bacaan tadi itu kita dites buat merasakan kebahagiaan tanpa harus tau arti dari sentence itu.&nbsp;</div><div><br></div><div>Sekian terimakasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-06 16:33:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2816238425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literatur/sastra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2816671009</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada provinsi lain namanya Literatur, tidak seperti provinsi sebelum-sebelumnya, Litreratur ini sangat mudah dijelajahi oleh Intelek. Intelek selalu didampingi oleh Imajinasi dan Rasa Keindahan di provinsi Literatur. Imajinasi membantu Intelek untuk melihat gambar-gambar yang ingin ditunjukkan pembuat karyanya. Di Literatur pun orang-orangnya sangat ramah dan punya kepribadian yang baik. Intelek jadi punya banyak kenalan dari provinsi Literatur. Aku juga senang membaca berbagai macam buku Living Book. Salah satunya waktu saya membaca Lord of the Ring. Kata mama aku sebetulnya itu buku berat dan bahasanya agak susah dimengerti. Tapi begitu aku baca ceritanya ternyata keren, setiap karakternya mulai dari yang protagonist, antagonist, villain-nya, terasa hidup dan punya peran masing-masing.</p><p>&nbsp;</p><p>Tapi ada tempat-tempat di pinggir-pinggir provinsi ini yang orang-orangnya tidak ada tanda-tanda hidup, dan tempatnya muram semua, gambar-gambarnya juga tidak memiliki arti apa pun. Sungguh buang-buang waktu menjelajahi pinggiran provinsi ini, tapi entah kenapa ada saja orang yang mengunjungi tempat tersebut padahal orangnya mengetahui tempatnya suram seperti itu. Yang membedakan tengah provinsi dengan pinggiran provinsi Literatur adalah, di tengah provinsi orang-orangnya seperti bernyanyi ketika menyampaikan sesuatu, tapi di pinggiran provinsi ini mungkin orangnya menyampaikan sesuatu yang benar dan dipahami lebih mudah tapi penyampaiannya monoton dan tidak indah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-07 00:11:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2816671009</guid>
      </item>
      <item>
         <title>15 | Literatur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2816765784</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Setelah pengalaman, buku-buku selalu menjadi sumber utamaku menerima pasokan ilmu. Apalagi buku-buku itu menyenangkan untuk dibaca. Perbendaharaan kata-kataku rasanya tidak akan bisa sekaya sekarang jika karya literatur jarang kubaca. Karya literatur juga mempermudahku menerima pesan yang ingin disampaikan penulis, tidak seperti buku paket sekolah yang siap menghujani pembacanya dengan gunung-gunung informasi. </p><p><br/></p><p>Sastra atau literatur ini juga lekat dengan imajinasi kata CM, dan aku setuju itu. Satu buku yang sama dibaca dua orang anak bisa berbeda saat divisualkan. </p><p><br/></p><p>Sastra bisa jadi terasa bertele-tele, tapi ini media penyampaian dan hiburan paling manjur untukku</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-07 01:36:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2816765784</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi refleksi kenzi</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2817138729</link>
         <description><![CDATA[<p>pertama - tama aku akan menjawab pertanyaan Tante Ayu dulu</p><p>Apa efek yang kalian rasakan di diri kalian setelah selama ini banyak membaca literatur/living books?</p><p><br></p><p>kadang kadang aku jadi teringat kejadian kejadian di buku yang paling kusuka.Aku sendiri sebenarnya belum terlalu mengetahui apa itu literatur.Ada sebuah buku berjudul Pemanah Rajawali Sakti, buku itu membuatku berpikir tentang pemikiran Guo Jing yang polos tapi sangatlah baik.</p><p><br></p><p><strong><em>Literatur, Kerajaan yang sangat Kaya dan Megah</em></strong></p><p>aku bingung dengan dengan CM, kemarin dibilang sejarah yang paling menyenangkan, sekarang Literatur juga, dasar CM labil... Jadiiii si Literatur ini ga guna kalau ga ada Imajinasi.Disini para Penyair dan Novelis memberi gambaran gambaran, sementara Imajinasilah yang memperjelas gambar itu (kacamata?).</p><p><br></p><p>maap pendeks🩳</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/xT77Y1T0zY1gR5qe5O/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-12-07 08:04:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2817138729</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Living books</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2817483047</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagaimana mungkin buku itu bisa berbeda- beda? Tentu saja mungkin, jika kalian membaca buku pasti kalian hanya mengira bahwa buku itu emua sama saja, tapi nyatanya berbeda, ada banyak jenis buku, salah satunya living books dan tweddle, kalau boleh aku recomendasikan, aku akan lebih memilihkan living books untuk kalian. Menurut ku living books adalah buku yang bisa membuat imaginasi kita meluas atau berkembang, terkadang juga bisa memunculkan ide- ide di benak kita atau kita bisa mengikuti ide- ide yang mereka ( karakter dalam buku ) pakai, tapi menurutku kekuranganya adalah kita harus benar -benar  memakai imaginasi kita atau berhenti membaca sebentar untuk mencerna kata- kata yang agak asing untuk di dengar ( kata- kata jaman dahulu atau rangkaian kata yang sepertika kita harus menebak sendiri ) </p><p><br/></p><p>Sedangkan itu, tweddle adalah buku yang terlalu mengurui, terlalu jelas deskripsinya, smpai- sampai hampir semua orang yang membaca buku itu punya penglihatan yang sama tentahg bukh itu, ya mungkin lebih seperti makan micin yang banyak. </p><p><br/></p><p>Contoh living books: 'apa ini ' kata ku dalam hati 'aku tidak pernah merasakan emosi ini sebelumnya, aku tidak bisa memastikanya, tidak seperti marah atau kesal.'</p><p><br/></p><p>Contoh tweddle : ' apa ini 'kata ku dalam hati 'aku tidak pernah merasakn emosi ini marah, kecewa, sedih, kesal, patah hati'</p><p><br/></p><p><br/></p><p>MOHON MAAF SEBESAR- BESAR NYA JIKA ADA KESALAHAN ( MAKLUM MASIH BELAJAR ) ATAU SOK TAHU TENTANG BUKU- BUKU</p><p><br/></p><p><br/></p><p>SEKIAN TERIMAKASIH</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-07 13:59:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2817483047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2820867764</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keindahan</strong></p><p><br/></p><p>Sebuah hal yang yang abstrak dan fleksibel. Menurutku, keindahan tidak terkait dengan yang dinamakan sebagai hal baik atau buruk, keindahan adalah hal yang menyesuaikan dengan yang merasakan.</p><p><br/></p><p>Keindahan adalah perasaan ketika seseorang terhanyut dalam sesuatu/ketika seseorang meresapi sesuatu lalu merasa senang dengan terhanyutnya dirinya. Kejadian seperti inilah yang disebut momen indah.</p><p><br/></p><p>Menurutku, indah hanyalah tingkatan yang lebih tinggi dibanding senang. Batas senang adalah sadar, tau, merasa, sesuatu, sedangkan indah lebih dari itu, perasaan ini memiliki makna atau makna yang lebih dibanding senang.</p><p><br/></p><p><strong>Tidak Ada Hal Yang Pasti Kecuali Ketidakpastian</strong></p><p><br/></p><p>Di pertemuan terakhir, ketika aku bilang tidak ada hal yang pasti di dunia ini dan memberi contoh-contoh yang diluar nalar, aku merasa heran karena respon yang ada.</p><p><br/></p><p>Aku sedikit perbaiki pernyataanku dengan "Tidak Ada Hal Yang Pasti Kecuali Ketidakpastian" karena ketika tidak ada yang pasti, maka ketidakpastiannya menjadi pasti. Menurutku, manusia sama sekali tidak punya kapasitas untuk mengatakan suatu hal itu pasti, yang selama ini dikatakan pasti menurutku hanya klaim sepihak.</p><p><br/></p><p>Sebagai contoh: matahari terbit=hal yang pasti, ini bisa dikatakan pasti karena yang mengatakan sudah percaya pada matematika dan fisika, dan siapa yang mengatakan kalau matematika dan fisika itu pasti benar? bisa saja ada dewa yang mengangkat matahari dan akibatnya matahari terbit, dan dewa itu bisa kapan saja berhenti melakukan hal itu.</p><p><br/></p><p>Contoh lagi: mati=pasti, dikatakan pasti karena yang mengatakan sudah percaya biologi atau apalah itu, siapa yang mengatakan kalau biologi itu pasti benar? bisa saja itu hanya ilusi yang dialami yang mengatakan, mungkin ini hanya mimpi dan tubuh ini ga bener-bener ada, mungkin kita hanyalah sebuah sel kecil yang punya kemampuan mimpi yang tinggi.</p><p><br/></p><p>Contoh-contoh diatas memang diluar nalar, tapi maksud dari contoh-contoh diatas adalah: ada banyak sekali variabel tentang segalanya, dan manusia ga punya kapasitas untuk mengatakan hal itu pasti, dewa tidak terlihat bukan berarti tidak ada, bisa saja kita yang gabisa lihat dewa.</p><p><br/></p><p>Yang kemarin dikatakan pasti itu sebenarnya tidak pasti, menurutku itu hanya probabilitas yang menurut individu tersebut paling masuk akal, yang benar, semestinya.</p><p><br/></p><p>Sebagai penutup aku mau mengatakan bahwa,<em> manusia bukan segalanya</em>, <em>manusia bukan berarti kebenaran</em>. Aku harap bagian tentang <strong>Tidak Ada Hal Yang Pasti Kecuali Ketidakpastian</strong> dibaca dan dipahami.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/fed76e584b277b7e4325dfefa32a4959/Comp_1_00003.png" />
         <pubDate>2023-12-11 11:24:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2820867764</guid>
      </item>
      <item>
         <title>IMUUCH GA SIH</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2820950517</link>
         <description><![CDATA[<p>narasi ini tentang rasa keindahan. terbuka bagi semuanya tapi membutuhkan rasa estetika untuk mencapainya. dengan telinga dan mata yang amat sangat baik, rasa keindahan begitu komplex nya sampai ibu CM sulit menjelaskannya secara jelas, lalu jadi diskusi  tentang estetik dan yang tidak. tapi dari materinya CM (karena disana sangat putus putus) keindahan memiliki proporsi, komposisi, harmoni dan struktur, (menurutku tidak begitu, emas hanya memiliki satu warna, dalam proporsi yang bisa aneh dengan harmoni yang kontras ataupun yang 'blend in') dan seperti di materi sebelumnya rasa keindahan sangat membantu kita mengexplor lliteratur.</p><p><br/></p><p>nah keindahan ini ada dimana mana nich, dari setiap benda hidup maupun mati di berbagai tempat, semua indah jika kita melihatnya dari sisi yang tepat. penyair Woodsworth memiliki rasa keindahan yang bagus dan akitf sehingga dia memiliki banyak rasa sukacita. </p><p><br/></p><p>disini lah ada tempat baru, Istana Seni: dengan bermacam lukisan, pola kurungan besi, sampul buku dan lain lain, yang disebut artistik. mereka dibuat oleh orang orang yang overload dengan rasa keindahan sehingga mereka membuat keindahan di sekeliling mereka. disini sinyal tahu tahu drop jadi aku menyalin yang ada di materi selanjutnya:</p><p><br/></p><p>saat kita berpikir sejenak betapa kita harus mengagumi kebaikan Tuhan yang menempatkan kita di suatu dunia yang begitu sarat keindahan -- baik berupa apa yang kita sebut Alam atau apa yang kita sebut seni -- dan dengan memberi kita rasa keindahan yang memampukan kita untuk melihat dan mendengar serta merasakan diri kita diliputi kesenangan dari satu efek indah yang dibawa oleh telinga atau mata kita,</p>]]></description>
         <enclosure url="https://t4.ftcdn.net/jpg/05/99/64/79/360_F_599647918_bmfbrXIWjwB7mOiWvH85F9iIwijsDjkd.jpg" />
         <pubDate>2023-12-11 12:48:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2820950517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>16 | Keindahan, Rasa Estetika </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2820959400</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiba-tiba pengen buat narasi kelas Ourselves pakai poin-poin</p><p><br/></p><p>• Dengan bersyukur kita bisa melihat keindahan--salah satu cara</p><p>• Keindahan terbagi dua: Alam dan Seni</p><p>• Keindahan bisa berupa kenangan, lukisan, alam, patung, lagu, dan orang</p><p>• Keindahan seni itu merupakan replika dari keindahan alam</p><p>• Mayoritas kami menganggap kemampuan melihat/ merasakan keindahan dibutuhkan oleh manusia</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-11 12:56:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2820959400</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keindahan Seni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823274244</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Rasa Indah</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p>Di kelas minggu ini, aku akhirnya membahas salah satu topik yang aku sukai. Rasa Indah menurutku berbeda dengan rasa senang, karena rasa senang biasanya bersifat sementara, tidak selamanya. Kalau Rasa Indah biasanya akan menimbulkan rasa bahagia. Saat kita merasa bahagia berbeda dengan rasa senang, ketika keadaan sedang tidak mendukung rasa senang pasti langsung menghilang, tapi ketika kita bahagia, ketika keadaan tidak mendukung rasa yang satu ini lebih susah menghilang. Contoh: ketika suatu keluarga sedang menghadapi masalah yang berat, asal mereka mempunyai iman untuk mengahadapi masalah, harapan bahwa masalah ini akan selesai, dan kasih atau cinta untuk menguatkan setiap anggota keluarga, maka mereka sudah menciptakan Rasa Indah bagi mereka sendiri.</p><p>Mungkin ada orang yang berkata kalau tidak ada sesuatu pun yang membahagiakannya. Menurutku ini aneh karena pendapatku berkata kalau ini tidak mungkin karena manusia harus mempunyai Rasa Indah di kehidupannya. Seandainya orang itu berkata lagi kalau memang tidak ada sesuatu pun yang indah di hidupnya, menurutku <strong>pasti</strong> ada satu hal yang berarti indah di hidupnya. Karena manusia yang benar-benar tidak ada Rasa Indah di hidupnya, hidupnya pasti kosong seperti mayat hidup.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Seni</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p>Ini juga salah satu tema favoritku ketika membahas sesuatu. Seni juga melibatkan Rasa Indah di sini bersama Imajinasi, karena di Seni, Imajinasi yang memotret atau mereka sesuatu supaya Rasa Indah bisa memahami arti Seni itu. Seni yang menurut aku berkesan ada dua, satu lukisan, dan dua adalah musik. Aku mempunyai hobi untuk memahami apa arti yang ingin diberikan pelukis atau pemusik ini. Dan juga aku suka melihat ataupun mendengar detail-detail yang ada. Ketika melihat lukisan, aku suka melihat dari dekat sekali untuk melihat setiap warna yang ada, kalau mendengar musik aku pun juga senang mendengar tiap kata, tiap nada yang kudengarkan. Menurutku Seni salah satu hal yang penting bagi manusia, walaupun ada orang yang lebih suka berlogika daripada berimajinasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223638114/8ef8693f2e7ba10d67e10b457af12c79/num_num.jpg" />
         <pubDate>2023-12-13 02:00:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823274244</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa keindahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823328015</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Rasa keindahan agak sulit untuk di jelaskan. Karena itu, tidak mudah juga menjelaskan semua yang termasuk keindahan. </p><p>Aku suka mendengarkan lagu, tapi aku bukan orang yang tidak bisa hidup sehari saja tanpa mendengarkan lagu (kalau tidak bisa mendengarkan lagu, ya tinggal menyanyikan lagu aja) </p><p>Banyak lagu yang aku sukai hanya karena liriknya yang menarik, atau relate dengan kehidupan ku. Tapi entah kenapa, terkadang aku merasa sebuah lagu tidak hanya menceritakan sesuatu dari liriknya saja, beberapa lagu memiliki arti yang mendalam dalam nadanya, yang malah terkadang berlawanan dengan liriknya. Itu salah satu contoh keindahan. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-13 02:49:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823328015</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 14 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823398989</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Rasa Keindahan Kita</strong></p><p>Ada wilayah lain yang juga terbuka untuk Intelek dan Imajinasi. Namun mereka tidak pergi ke sana sendirian, karena akan ada Mata dan Telinga yang menemani mereka, sementara Estetika lah yang memegang kunci tempat ini. Dan bisa dibilang hanya ada sedikit hal di dunia ini yang kesukaannya bisa mengalahkan rasa Keindahan. Lewat Keindahan juga, kita bisa merasakan sukacita paripurna  dari Literatur. </p><p><br/></p><p><strong>Keindahan di Alam</strong></p><p>Keindahan itu ada di mana-mana, bahkan di sekitar kita pun juga ada. Misal awan putih dengan langit berwarna biru, batang pohon, sungai, lembah, bunga. Alam selalu saja memberikan keindahan untuk kita tanpa terkecuali. Dan mereka yang bisa mengamati alam dengan cermat seperti penyair William Wordsworth, adalah orang dengan rasa keindahan yang aktif dalam diri mereka. </p><p><br/></p><p><strong>Istana Seni</strong></p><p>Kesenangan juga bisa kita dapatkan dari penataan rumah yang indah, pemilihan warna baju yang baik, sampul buku, dan pola rumit teralis besi. Hal-hal inilah yang selama ini kita sebut dengan artistik. Kita akan dibawa menuju suatu dunia keindahan lain setiap kali kita berurusan dengan hal-hal ini. Semua hal ini dibuat oleh orang-orang yang pikiran dan matanya dipenuhi dengan keindahan, hingga mereka bisa menghasilam karya-karya luar biasa seperti lukisan, patung, katedral, musik, dan melodi-melodi sederhana.</p><p>Seringkali kita harus berdiam diri sejenak dan bersyukur atas anugerah-Nya memperbolehkan kita tinggal dalam dunia yang dipenuhi oleh keindahan ini, baik keindahan alam maupun seni. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/f1cb1280327246fb0907c18d8087ebe6/Painting_Painter_GIF___Painting_Painter_Art___Discover___Share_GIFs.gif" />
         <pubDate>2023-12-13 04:06:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823398989</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chaoter two : intelect .</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823501727</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>•  rasa keindahan </strong></p><p><br></p><p>setelah matematika, sejarah, sains dan literatur. penjelajahan akhirnya kembali berhenti di rasa keindahan. tempat ini tidak kalah cantik dan indah daripada yang lain, hanya saja di sini intelektual membutuhkan partner lebih. yaitu rasa estetika, mata dan telinga yang baik, dan sahabat setia-nya imajinasi. sebab tanpa mereka, apapun yang berada dalam nya tentu hanya sesuatu<em> </em>yang tidak memiliki nilai apapun.</p><p><br></p><p><strong>• keindahan alam.</strong></p><p><br></p><p>keindahan memang bisa di lihat di manapun, termasuk alam. keindahan yang sederhana namun cantik. yang menempel di setiap helai daun, pada dahan pohon yang kasar, dan langit biru berhias awan.</p><p><br></p><p>keindahan alam ini sering kali menjadi keindahan favorit beberapa orang, termasuk keluarga ku. yang jadi punya kebiasaan untuk menghabiskan satu atau dua hari kita di sekitar alam. biasanya sebulan atau dua bulan sekali, kita pergi ke untuk mengeksplor beberapa wilayah di pegunungan dan menghabiskan waktu untuk duduk duduk santai sambil ngobrol. atau muter muter tanpa tujuan dengan kaca Mobil yang di turunkan.</p><p><br></p><p>keindahan alam itu jadi satu satu nya hal yang bisa kita nikmati tanpa susah payah. memberi hiburan dan sedikit energi positif setelah beberapa puluh hari terjebak di tengah kota dengan hiruk pikuk-nya yang melelahkan.</p><p><br></p><p><strong>• Istana seni.</strong></p><p><br></p><p>beberapa orang yang memiliki rasa keindahan yang baik tentu akan senang berada di sini, melihat pigura pigura besar berhias canvas penuh warna, atau patung patung cantik dengan ukiran rumit, atau sebuah melodi melodi cantik yang di mainkan para maestro.</p><p><br></p><p>di sini, kita di suguhi maha karya dari orang orang yang di anugerahi kemampuan untuk me-realisasi rasa keindahan dan estetika mereka dalam bentuk lukisan dan patung. membuat orang orang yang menikmati seni, kembali di buat kagum dan jatuh hati.</p><p><br></p><p>tante ayu kemudian bertanya di sini, yang tidak begitu aku ingat jelas nya. tapi kira kira begini:</p><p><br></p><p><br></p><blockquote><p> "<em>kenapa ada orang yang bisa membuat seni dan ada orang yang hanya bisa menikmati nya? kira kira apa yang menghalangi para penikmat ini membuat karya?"</em></p></blockquote><p><br></p><p>jawaban ku adalah keinginan dan satu lagi ke ingintahuan. aku percaya kalau ada banyak hal baik dan luar biasa yang bisa timbul hanya karena dua hal itu. dan dua hal itu juga yang membuat dua jenis manusia ini muncul. sang penikmat dan pencipta (karya seni).</p><p><br></p><p>nah di sini, (meskipun aku yakin kalian akan paham) akan ku buat sebauh skenario. </p><p><br></p><p><em>abaikan kalau sudah paham</em></p><p><br></p><blockquote><p>ada dua orang yang berdiri di hadapan sebuah lukisan sederhana, yang satu hanya diam sambil mengagumi lukisan itu. sedangkan yang satu begitu peduli tentang cerita, dan sibuk menatap lukisan itu sambil berusaha mengartikan seluruh emosi yang di lihat-nya di sana. </p><p><br></p><p>bagi orang pertama mengetahui proses dan cerita dari lukisan itu sendiri tidak penting, karena bagi-nya <em>menikmati</em> sudah lebih dari cukup. sedangkan yang kedua berbeda. dia jadi punya rasa ingin tau. </p><p><br></p><p>bagaimana cara nya pelukis itu menggambarkan perasaan dan kisahnya lewat lukisan itu? apakah proses pembuatan nya lama? bagaimana cara nya membuat gradasi warna sehalus itu? apakah dia juga bisa membuatnya? bagaimana caranya? dari mana harus memulai?</p><p><br></p><p>dan berbagai macam pertanyaan lain. lalu mulai lah dia belajar. berteman dengan rasa ke ingintahuan, dan keinginan. ia mulai melukis sederhana, lalu mencoba lebih rumit, dan lebih rumit lagi. sampai akhirnya dia merasa cukup baik dan kembali membuat karya karya untuk di nikmati orang orang lain.</p></blockquote><p><br></p><p>yahh, kira kira begitulah. </p><p><br></p><p>lalu ada pertanyaan lain. tentang "apakah mungkin seseorang yang tidak memiliki rasa keindahan membuat sebuah keindahan?" jawabannya mungkin.</p><p><br></p><p>karena adik ku sendiri begitu. bertahun tahun di suguhi lukisan dan alam yang selalu di rasanya kurang indah, pada akhirnya dia justru mampu membuat sebuah keindahan melalui sketsa. </p><p><br></p><p>dia, bukan tipe orang yang melankolis. jadi membaca puisi, ke galeri seni, atau berjalan di tengah alam bukan sesuatu yang indah untuknya. dia bilang itu menyenangkan, tapi tidak begitu spesial untuk di sebut indah.</p><p><br></p><p>tapi akhirnya justru membuat keindahan lebih baik dari pada aku.</p><p><br></p><p>jadi jawabanya jelas mungkin.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/591e3b5230ae093eaa10a37deb2f2b9f/20231213_120735_0000.png" />
         <pubDate>2023-12-13 06:26:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823501727</guid>
      </item>
      <item>
         <title>08.12 | Keindahan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823539932</link>
         <description><![CDATA[<p>Wilayah lain yang di jelajahi sang Intelek. Ia ditemani Imajinasi juga Mata dan Telinga. Sebenarnya Rasa Estetika juga memegang kunci wilayah ini. Keindahan susah untuk dijabarkan dalam kata-kata, apakah keindahan itu warna, proporsi, bentuk dan sebagainya hanyalah beberapa elemen.</p><p><br/></p><p>Lukisan sering dianggap indah atau aneh dan abstrak. Lagu klasik juga indah (tapi ada juga yang bosenn karena ngga ada liriknya, ya kembali ke masing-masing sih) terlebih lagi kalo kita mengerti kisah dibalik lagu tersebut, ngga hanya lagu, karya seni yang menyampaikan pesan penciptanya dengan baik, pantas disebut sebuah karya seni. </p><p><br/></p><p>Starry Night misalnya, walaupun Van Gogh saat itu di rumah sakit jiwa, namun ia melihat adanya "keindahan" dan melukis mahakarya yang ikonis. Kalo lagu jepang, "Akuma No Ko" top tier walaupun ngga pernah nonton AOT tapi rasanya kayak sedih gimana gitu atau "Crying For Rain" kerasa banget kekesalannya, amarahnya, powerfull banget.</p><p><br/></p><p>Keindahan Alam</p><p>Alam memang sangat indah, lukisan indah yang bisa dinikmati setiap hari. Matahari terbit dan terbenam, burung-burung berkicau dipagi hari tanaman dengan daunnya yang hijau atau coklat, bunga berwarna-warni bermekaran.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=3CV4yrXm9qI" />
         <pubDate>2023-12-13 07:19:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823539932</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Seni: Rasa Keindahan </title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823550043</link>
         <description><![CDATA[<p>Sekarang kami mulai memasuki chapter dunia Seni. Aku sempat blank ketika tante ayu melemparkan pertanyaan "Apa itu Keindahan". Bukan karena aku tidak merasakan dan mengapresiasi keindahan. Namun keindahan itu begitu istimewa bagiku, sehingga tidak mampu ku utarakan lewat kata-kata. Walaupun aku bisa, arti keindahan bagiku tetap tidak akan terbayang dan dimengerti oleh sebagian orang.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>"Hidup yang Indah itu hidup yang seperti apa sih?"</p><p><br/></p><p>Kehidupan yang indah adalah kehidupan yang seimbang.</p><p><br/></p><p>Mengapa kesimpulanku seperti itu? Biar ku uraikan:</p><p>Pertama-tama, pertanyaan dari tante ayu yang satu ini terus terngiang di kepalaku. Ketika aku sedang merasa lelah dengan hiruk pikuk kehidupan, ketika aku sedang down, maupun ketika aku sedang bersenang-senang dan menikmati hidup. Ini merupakan pertanyaan yang sulit untuk ku jawab. Aku membutuhkan waktu untuk memikirkan nya. Awalnya aku berpikir, "apakah hidup tanpa masalah dan kesulitan adalah hidup yang indah?" </p><p>Tidak. Tak satupun manusia di dunia ini yang hidup tanpa kesulitan dan masalah. Jika itu yang di cap sebagai kehidupan yang indah, maka tidak ada manusia di bumi ini yang menjalani kehidupan yang indah.</p><p>"Kalau begitu, apakah kehidupan yang selalu bahagia dan nyaman adalah kehidupan yang indah?" </p><p>Tidak juga. Manusia itu cepat bosan, dan kehidupan yang terlalu nyaman itu tidak menumbuhkan kerajaan jiwa manusia ke hal-hal yang positif.</p><p><br/></p><p>Dari sinilah aku mulai berpikir bahwa kehidupan yang indah itu adalah kehidupan yang seimbang. Seperti tuts putih dan tuts hitam di musik Piano. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-13 07:29:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823550043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa Keindahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823637966</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa keindahan</p><p><br/></p><p>Katanya ini adalah wilayah di mana imajinasi harus ikut gitu terus harus ditemani sama mata dan telinga.</p><p><br></p><p>Terus keindahan itu tuh kayak terdiri dari banyak hal gitu kan dari warna, proporsi, harmoni dan sejenisnya.</p><p><br/></p><p>Keindahan itu bisa ditemukan di mana-mana, ada di alam terus ada keindahan kayak artistik juga, seperti lukisan, patung atau musik.</p><p>-</p><p>Nah, menurut aku keindahan bagi tiap-tiap orang tuh berbeda kayak hal yang personal gitu, lekat sama emosi juga. Mungkin, keindahan juga lekat dengan kelangkaan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kalau menurutku ya, pokoknya rasa indah itu sesuatu yang membuatku ingin menyimpan "sesuatu ini" entah diambil, dalam foto atau kalau tidak sempat dijepret ya memori (jadi aku berusaha sedetail mungkin mengingat sesuatu), itulah hasil dari rasa keindahan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Itulah saat ketika aku sadar bahwa "sesuatu" ini ternyata indah dan bukannya sekadar bagus.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kurasa cerita yang paling tepat menggambarkan kalau rasa keindahan orang-orang yang sifatnya personal adalah cerita tikus kota dan tikus desa. Tikus merasa bahwa keindahan suasana di ladang adalah tempat terbaik untuknya, begitu pula tikus kota di hiruk pikuk wilayah perkotaan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Harusnya ya, ngga ada yang salah dengan tikus kota yang menemukan keindahan dan memilih untuk tinggal di kota dengan segala kemewahan disana walau kadang masih ada aja yang bertanya bagaimana mungkin tikus kota menemukan rasa keindahan ditempat seperti itu.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Ya itu membuktikan kalau keindahan itu memang bisa jadi cukup personal dan aneh-</p><p><br/></p><p>Ehem, dimata orang selain pengagumnya.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Ahh, gatau lagi, rasa keindahan ini sangat abstrak wujudnya awokaowk.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-13 09:11:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2823637966</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi kenzi krewn</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2824731214</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Rasa Keindahan Kita</em></strong></p><p>Lagi lagi ada wilayah yg terbuka untuk intelek. Yah dari beberapa wilayah sebelumnya mungkin ini yang paling aku suka, tempat ini sangat indah dan menyenangkan, tapi imajinasi juga harus ada, dan juga mata atau telinga. Tapi aku tidak terlalu setuju dengan mata, karena tidak semua keindahan harus dilihat, contoh seorang pemusik buta (Putri Ariani) dia bisa menciptakan musik indah dan bisa di bilang trending.</p><p><br></p><p>Lanjut aku lagi lagi tidak sepenuhnya setuju dengan CM bilang Rasa Estetika yang memegang kunci tempat ini, sebenarnya ini tergantung apa itu rasa estetika, pada zaman sekarang estetika itu yang keren, atau yang banyak diperhatikan orang lain (walaupun aku juga ngga tau jaman dlu estetika itu gimana :v) yah intinya menurutku tidak semua yang indah itu perlu rasa estetika.</p><p><br></p><p><strong><em>Keindahan di Alam</em></strong></p><p>dibilang juga Keindahan itu ada dimana - mana, terutama (menurutku) di alam, seperti di bukit - bukit, pohon - pohon dan lain lain.</p><p><br></p><p><strong><em>Sedikit refleksi</em></strong></p><p><sup>aku jadi berpikir bahwa sesuatu yang indah itu tergantung seperti apa orang menilai keindahan itu. Contoh, menurutku mempunyai satu gaming room dengan monitor 3, keyboard silent dan mouse glorius O itu sesuatu yang sangat indah, Tapi aku yakin beberapa dari kalian tidak akan tertarik dengan keindahan itu, jadi kesimpulannya adalah carilah keindahan kalian masing masing, jangan meniruu!</sup></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/K772TFpbwadaBcR6va/giphy.gif" />
         <pubDate>2023-12-14 03:44:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2824731214</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keindahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2825010962</link>
         <description><![CDATA[<p>Lagu- lagu yang mengalun dengan pelan, burung- burung yang berkicau saat pagi, itu adalah keindahan yang di buat oleh alam. Banyak lagi keindahan yang lain, contohnya: estetika, estetika atau estetik adalah keindahan yang bercabang atau seni yang susah digambarkan</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Sekian terima kasih</p><p>Maaf telat sekaligus maaf gak lengkap</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-14 09:33:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2825010962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daerah seni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2825068866</link>
         <description><![CDATA[<p>Tempat terakhir yang akan kita kunjungi adalah daerah seni, dengan rumah rumah yang dindingnya dipenuhi lukisan, jalan yang penuh warna. Kunci daerah seni dimiliki oleh rasa keindahan, karena itu semua disana dibuat agar tetap indah, angkasa raya yang biru cemerlang, gunung gunung tinggi menjulang yang tampak seperti dilukis, sungai sungai cat, dan burung burung yang suaranya menirukan berbagai macam instrumen. Disana juga ada sebuah istana, tempat itu adalah sentral kerajaan pertama, dahulu aku tinggal di daerah seni, di sinilah aku pertama menjadi raja. Istana itu dipenuhi dengan lukisan lukisan, tulisan tulisan, dan alunan alunan musik yang pernah dibuat oleh kerajaan jiwa manusia. Disana juga disimpan semua kultur yang pernah dipelajari oleh jiwa manusia. Intinya daerah seni adalah daerah keindahan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-14 10:37:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2825068866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 16: seni</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2825290633</link>
         <description><![CDATA[<div>yang Ada wilayah besar bagi intelek ang menyenangkan dan dibutuhkan mata dan telinga yang baik untuk mendengar kan kata-kata, alunan musik dan lainnya dan rasa keindahan dapat memberikan keindahan paripurna dari literatur.&nbsp;<br><br>Istana seni memberikan kesenangan kepada lita lewat gubahan musik, Sonata, gaun gaun indah, sampul buku dan pola teralis pintu yang rumit. Orang orang itu membuat keindahan dari semua keindahan yang mereka kumpulkan melalui mata dan telinga mereka. Dan itu dinamakan seni - lukisan patung dan katedral yang megah kit harus sangat berterima kasih kepada tuhan karena tuhan membuat dunia ini penuh dengan keindahan yang kasat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-14 14:24:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2825290633</guid>
      </item>
      <item>
         <title>last chapter.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2832403343</link>
         <description><![CDATA[<p>ppt ada di sana.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://drive.google.com/file/d/1G8Xvcz2WchOxgTyeFp3FTrniWY8Axnnr/view?usp=drive_link" />
         <pubDate>2023-12-22 13:20:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2832403343</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keindahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2832718630</link>
         <description><![CDATA[<p>Keindahan ada dimana-mana. Bahkan ada di 'kursi di tengah ruangan' - Said Miss Bilqis.</p><p><br/></p><p>Meski keindahan dimana-mana, namun manusia blm tentu bisa melihatnya. Manusia memang sering ingin apa yang mereka tidak punya. Mereka ingin hujan ketika panas, dan juga sebaliknya.</p><p><br/></p><p>Stu-satunya cara untuk melihat keindahan adalah: Bersyukur</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-23 08:49:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2832718630</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelas Ourselves Terakhir 2023</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2833148195</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAF3egNQmEM/HCr7uaAXAtVmceJNEgVLcw/edit" />
         <pubDate>2023-12-24 12:52:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2833148195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>17 | Presentasi Kelompok</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2833501827</link>
         <description><![CDATA[<p>Bersama Taci, Ruci, Fino dan Haniah</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAF3egNQmEM/HCr7uaAXAtVmceJNEgVLcw/edit?utm_content=DAF3egNQmEM&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton" />
         <pubDate>2023-12-25 09:54:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2833501827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syaiton intelek (_audzubillahiminasyaitonirojiiim_)</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2840222693</link>
         <description><![CDATA[<p>setan setan ini ada dua yg ngerecokin intelek, yang satu adalah kemalasan yang membuat kita tak ingin untuk memulai merasa penasaran akan hal hal !selain! hal hal kecil sehari hari, seandainya kita mau mulai, dengan otomatis intelek akan mulai bekerja.</p><p><br/></p><p>lalu ada quote puisi dari marlowe bernama FAUST, dan karena takut salah aku ngequote aja:</p><p><br/></p><p><em>Apakah kau bersungguh-sungguh? Rengkuhlah menit ini jua;</em></p><p><em>Apa yang bisa kauperbuat, atau yang dalam angan ingin bisa kaulakukan, mulailah;</em></p><p><em>Keberanian punya kejeniusan, kekuatan, serta keajaiban di dalamnya!</em></p><p><em>Cukup libatkan diri, kemudian pikiran akan menjadi panas;</em></p><p><em>Mulailah, dan pekerjaan itu akan sleesai.</em></p><p><br/></p><p>begituuhhh. + ketika kita sedang flow dan waktu berjalan cepat, kita enjoy nih, tapi ketika kita tiba tiba kesandung dikit, intelek akan mogok, dan sesudahnya akan begitu terus kecuali kita dorong lagi.</p><p><br/></p><p>walaupun kita sering mementingkan kebiasaan, dia bisa jadi setan intelek loh, padahal dia adalah pelayan yang baik, tapi sebaik baik pelayan kalau tak bisa memimpin akan buruk jadi tuan. saat kebiasaan berubah jadi tuan, dia tidak mengindahkan intelek. ia merusak dan mempersempit hidup. dan intelek pun tak bisa dibilang malas, tapi tidak pada tempatnya seperti kuda pacu yang selalu dan selalu disuruh mendorong gerobak sayur mengelilingi kompleks. intelek yang bisa menjelajah daerah lain pun hanya mengulang ulang hal yang sama hari demi hari, BOSAN!</p><p><br/></p><p>maka kita tak boleh diam di satu bidang pemikiran. karena ilmuan ilmuan zaman ibu CM sepertinya terlalu fokus ke sains sehingga tidak mengindahkan tuhan, puisi, dll dll (setelah kubaca baca lagi,.... ehhhh..... halo Darwin? apa kabar bg, dengan buku Origin of the Species?) tapi dia menyebut di masa___ karena hanya ditulis masa saja, nggak ada keterangan, ya kita tebak saja deh. ada banyak orang yang melukis lukisan terindah, bangunan termegah, penemuan penemuan hebat, dan ada yang bahkan menjadi fasih dalam kecerewetan (we look at you: rennaissance)</p><p><br/></p><p>sepertinya di bab ini ibu CM sangat ngefans sama leonardo da vinci (mungkin seperti ciwi ciwi sekarang tergila gila dgn Kpop). dia mengquote dari Vasari: <em>davinci, sang pelukis besar, memiliki kecerdasan ilahi yang luar biasa, sebagai ahli geometri, pematung, arsitek gedung gedung, dan dia yg pertama, meski sangat muda, yg mengusulkan pemanfaatan sungai Arno untuk membuat kanal dari Pisa ke Florence. dia membuat rancangan untuk alat penggiling dan mesin lain utk bepergian lewat air, dan karena melukis merupakan profesinya, dia belajar menggambar dari kehidupan</em></p><p><br/></p><p>berpikir bahwa jika kita fokus ke satu bidang maka harus benar benar tepat ke bidang itu tanpa mengindahkan yang lain adalah kesalahan besar. karena kita harus mempelajari semua dalam porsi masing masing sebanyak banyaknya selama hidup kita. tapi ibuku berpendapat lain, karena dia terlalu mendalami pemikiran mempelajari semua hal sebanyak banyaknya, dia baru lulus di semester 14 kalau nggak salah, tapi nyelonong diluar kampus dari mulai ber<em>seket buntet </em>pengajian, aktivis demo, anak wayang, bahkan workshop diluar kampus, pacaran sama bapakku, SUPER SIBUK, dan akhirnya dia menyesal tidak bisa melakukan kuliah yang paling penting dengan optimal, walaupun dia sekarang mempunyai RIBUAN, yak RIBUAN TEMAN.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://photo.weaponsystems.net/image/s-carousel/c-640-400/n-ve_ifv_ratel-20_p03.jpg/--/img/ws/ve_ifv_ratel-20_p03.jpg" />
         <pubDate>2024-01-06 13:50:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2840222693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>setan setan Intelek</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2840930233</link>
         <description><![CDATA[<p>seperti tubuh, pikiran pun juga punya setan.</p><p>setan intelek yang paling di tangkap oleh pikiranku adalah kebiasaan.</p><p>kebiasaan adalah pelayan yang baik, juga tuan yang buruk. kalau kebiasaan dibiarkan menjadi tuan, Intelek akan terus menjelajahi daerah yang sama. </p><p>Mungkin itu hal yang baik, karena membuat seseorang fokus pada sesuatu. tapi kupikir aku sendiri tidak bisa ahli dalam satu pelajaran tanpa pelajaran lainnya, karena semua pelajaran ada hubungannya.</p><p> misal:  kalau seeorang pelukis hanya belajar melukis dan tidak memedulikan pelajaran lainnya, lukisannya akan bagus tapi tidak memiliki arti yang mendalam. tapi pelukis2 seperti leornado da vinci, seolah memotret kehidupannya yang berwarna. lukisannya pun tidak sekedar indah, tapi juga penuh arti.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-08 03:47:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2840930233</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB III: Setan-setan Intelektualitas</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2841204068</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi diawal ibu CM mengatakan kalau kemalasan/inersia adalah setan-setan intelek. Jadi kita harus terus mendorong diri, supaya intelek tidak malas.</p><p><br/></p><p>Nah terus ada kebiasaan. Kebiasaan bisa jadi hal yang baik namun kebiasaan juga adalah setan intelek. Mungkin rasanya tidak ada salahnya mengikuti rutinitas yang sama setiap hari. Tapi itu tidak baik untuk intelek, itu membatasi intelek. Ibarat kuda pacu disuruh menarik gerobak. </p><p><br/></p><p>Katanya banyak ilmuwan zaman sekarang terjebak pada hal ini. Saking sibuknya mereka mengeksplor satu bidang (ambil contoh sains), mereka sampai lupa cara untuk ke bidang-bidang lainnya. Seperti, lupa cara melukis, memikirkan Tuhan, sejarah, dan seterusnya. </p><p><br/></p><p>Katanya kita harus menjadi seperti Leonardo Da Vinci. Katanya dia adalah contoh orang yang memiliki kecerdasan "ilahiah". Orang yang sama adalah seorang pelukis kehidupan, arsitek, penyair juga pemahat yang mumpuni. Lalu Ia juga merancang mesin juga alat-alat pada masa itu. </p><p><br/></p><p>Katanya kita sebaiknya belajar sebanyak dan sejauh mungkin dalam hidup kita. Apapun itu. </p><p>-</p><p>Kurasa ini termasuk dalam salah satu materi Ourselves favoritku. Benar-benar, ini semacam pengingat buatku untuk tidak berfokus pada satu bidang saja dan terus memperluas pengetahuanku ke arah lain. </p><p>Sebenarnya ini sudah menjadi dilemaku sejak lama. Baiknya menjadi generalisir apa spesialis ya?</p><p><br/></p><p><mark>Plus spesialis:</mark></p><p>- Ilmu lebih dalam, lebih fokus (dibanding generalis)</p><p><br/></p><p>Nah tapi setelah aku pikir, lebih baik aku spesialisasi pada 1/2 bidang kemudian tetap menelusuri bidang lain alih-alih menutup diri terhadap cabang ilmu pengetahuan yang lain. </p><p><br/></p><p>Kemarin Athar bertanya, beda sih kata-katanya tapi kira-kira berbunyi seperti ini <strong><em>"kalau misalnya ada 1000 cabang ilmu pengetahuan, kenapa tidak kita eksplorasi semuanya?" </em></strong></p><p><br/></p><p>Wah, kemarin aku yang sedang pusing jadi ikut berpikir gara-gara ini wkakaka parah si thar jadi tambah pusing.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Kurasa jawabanku akan seperti ini:</mark></strong></p><p><br/></p><p>1. Waktu manusia terbatas, 24/7/365. Jadi manusia harus memiliki prioritas. </p><p><br/></p><p>2. Karena waktunya terbatas, kalo misalnya ada orang yang kita anggap saja mengikuti "challenge untuk mempelajari semua mata pelajaran", aku yakin pengetahuannya tidak bisa sedalam itu. Dan karena cuma mengetahui dasar-dasarnya saja, itu bisa jadi masalah kedepannya. </p><p><br/></p><p>Seperti ada 2 guru bahasa, keduanya belajar bahasa pada selang waktu yang sama.</p><p><br/></p><p>Yang pertama memutuskan untuk ber-spesialisasi pada bahasa inggris.</p><p><br/></p><p>Orang satunya lagi bisa berbahasa inggris, juga 100 bahasa di dunia. Cuma, karena dia lebih menempatkan fokusnya untuk mempelajari bahasa sebanyak mungkin daripada memperdalam ilmunya orang ini jadi hanya tahu dasar-dasarnya saja. Seperti "halo" dan "terimakasih" dst. Yah, setidaknya untuk selang waktu ini.</p><p><br/></p><p>Lalu ada kita, sedang mencari guru bahasa inggris., menerima info tentang keberadaan dua orang ini.</p><p><br/></p><p>Dalam hal mencari guru, kita lebih percaya yang mana?</p><p><br/></p><p>Aku sih ya, orang pertama. Dalam hal meminta saran, jelas menurutku dia juga lebih bisa diandalkan untuk keakuratan jawaban. </p><p>----</p><p>Jadi yaa menurutku, lebih baik ada prioritas 1/2 cabang ilmu pengetahuan yang kita "tahu bukan hanya dasar-dasarnya" lalu yang lain, sebagai pelengkap, atau hobi. Terlalu fokus dan serius pada 1 bidang tanpa hobi rasanya kurang lengkap. </p><p><br/></p><p>Aku pernah mendengar bahwa kita harus memiliki tiga hobi. <strong><em>"One to make you money, one to keep you creative and one to keep you in shape"</em></strong> dan menurutku kata-kata ini ada benarnya. Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-08 09:18:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2841204068</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 17: Chapter 3 setan setan intelektualitas</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843074551</link>
         <description><![CDATA[<div>Selain tubuh pikiran juga memiliki setan setan nya sendiri seperti kemalasan yang memperlambat kita mengerjakan sesuatu. Tapi saat pekerjaan itu berjalan lancar kita akan bahagia, nanti kalau kita mengerjakan pekerjaan lain lagi pikiran akan mogok lagi. Seandainya intelek mau dipacu sedikit Pati dia akan bekerja dengan semangat.</div><div><br></div><div>Intelek memiliki sebuah kebiasaan yaitu selalu melewati wilayah jalur yang sama (setahuku bisa di sebut dengan mielinasi) intelek akan membuat jalan di jalur yang selalu dia lewati setiap belajar sesuatu dan itu ternyata membuat intelek agak sedikit terkekang&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-09 16:22:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843074551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Setan Intelek</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843540031</link>
         <description><![CDATA[<p>Seperti yg lain, Intelek juga punya musuh. Salah satunya kebiasaan. Kebiasaan bisa membuat suatu kegitana terasa biasa saja.</p><p><br></p><p>Ketika ber intelek, kita dilarang untuk hanya benar-benar fokus ke 1  hal aja, kita harus fokus ke hal lain juga. Bagaimanapun, ini supaya hidup kita seimbang, dan semua itu toh berkoneksi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-10 01:00:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843540031</guid>
      </item>
      <item>
         <title>[the End of 2023]</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843658565</link>
         <description><![CDATA[<p>Tugas Akhir Ourselves </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/3c550cbf791aec679ad9c549a3e37602/Brown_Abstract_Vintage_Paper_Sustainable_Earth_Care_Presentation.pdf" />
         <pubDate>2024-01-10 03:16:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843658565</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843779528</link>
         <description><![CDATA[<p>Narasi Kenzi</p><p>aku jujur lumayan lupa tentang bahasan kemarin, tapi aku coba narasi</p><p><br/></p><p>Jadi si Intelek ini mempunyai setan, salah satu setan itu adalah setan Kebiasaan. Dibilang bahwa kebiasaan itu bisa buruk bisa baik, lalu kebiasaan itu juga bisa mengekang intelek hanya sebatas kebiasaan, pendapatku ini kurang setuju karna bisa aja kebiasaan itu menertibkan dan lain lain.</p><p><br/></p><p>Lalu di bilang juga tentang Kita tidak boleh diam di satu bidang pemikiran. Aku kali ini setuju karna jika kita fokus hanya pada suatu bidang itu membuat kita tidak bisa membuat kita kehilangan diri dari bidang yang lain. </p><p>Menurutku juga kenapa kita mesti memelajari bidang bidang yang lain karena kebaikan/ilmu itu berada dimana - mana, entah di bidang sains, seni, filsafat dan lain lain, bahkan mungkin diluar sebuah mata pelajaran.</p><p><br/></p><p>terimakasih salam sejahtera bagi kita semua.</p><p>:v</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/tHufwMDTUi20E/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-01-10 05:53:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843779528</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3 setan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843875256</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi dari kelas Ourselves lalu aku mendapatkan tiga poin hal-hal yang berbahaya bagi Intelek.</p><p><br></p><p>Yang pertama adalah serangan kemalasan. Kemalasan adalah salah satu sifat yang aneh bagiku kalau teliti. Ketika aku mencoba meneliti cara kerja rasa malasku, aku menemukan kalau sebetulnya awal dari kemalasan ternyata ketika kita terlalu banyak pikiran yang membuat kita bingung mau mengerjakan yang mana atau kita terlalu paranoid memikirkan apa yang akan kita lakukan setelah melakukan sesuatu. Ya setelah itu kita mungkin mencoba memotivasi diri lalu tanpa banyak pikir lagi langsung mengerjakan satu hal. Walaupun besoknya kita malah mendapatkan masalah kemalasan seperti sebelumnya, coba ulangi apa yang kita lakukan selanjutnya seperti kemarin. Bayangkan saja kalau pertahanan kita roboh hancurlah kita. Itu bahaya dari sifat kemalasan.</p><p><br></p><p>Yang kedua adalah perbudakan kebiasaan. Jadi ada satu masalah lagi bagi Intelek. Intelek akan dihantui oleh setan yang ini ketika kita melakukan hal yang sebetulnya tidak sesuai dengan kepribadian kita. Mungkin kita terpaksa, atau dipaksa orang, atau tujuan kita sebetulnya berbeda dengan apa yang sedang dikerjakannya. Jika kita melakukan kebiasaan kita dengan rasa diperbudak, maka ini adalah suatu monster bagi Intelek, karena Intelek selalu diburu dan tidak bisa mengeksplor daerah lain.</p><p><br></p><p>Yang ketiga adalah buaian kebiasaan. Ini kebalikan dengan yang di atas, karena di sini Intelek sangat menyukai bidang yang dikerjakannya. Saking obsesifnya dia terjebak dan tidak bisa meninggalkan bidangnya ini. Karena dia sudah menghilang dalam bidang kesukaannya ini dia jadi tidak bisa menikmati, mempelajari alam yang di sekitarnya, orang-orang di sekitarnya. Dia akhirnya memenuhi keinginannya sendiri tanpa memedulikan apa yang terjadi di sekitarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223638114/be6a1d74846fb8f1329fc74bfdce3449/ggg.jpg" />
         <pubDate>2024-01-10 07:42:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843875256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi yang ke79482</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843895311</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Ide 1 - Mulai aja dulu</strong></p><p><br/></p><p>Deskripsi ide: (semacam) Kemalasan membuat kita tak ingin mulai berpikir (selain hal-hal kecil). Padahal, kalau kita coba mulai, intelek akan bekerja dengan baik.</p><p><br/></p><p>Pendapat: Dari ide di atas, penyakit berupa kemalasan ini memiliki solusi yang sangat ampuh yaitu "mulai aja dulu". Tidak ada kejelasan tentang definisi "kemalasan" di sini dan akan aku asumsikan dengan definisi dari bab 1 yang aku ketik di padlet (entah benar atau ngga apa yang aku tulis di padlet). Dengan definisi yang sudah disepakati, menurutku ide ini terlalu sempit mengartikan "kemalasan", dari solusi yang diberikan aku menduga kemalasan di sini disebabkan oleh hal-hal sepele/tidak sebesar itu: seperti hasrat, tapi menurutku "kemalasan" lebih luas dari itu. Kemalasan menurutku adalah tahap kesekian, dia bisa timbul dari hal-hal kecil sampai hal-hal besar, dan menurutku ketika kemalasan dipicu oleh hal besar (contoh: kehilangan "dasar"/"tiang") solusi yang disuguhkan ide di atas tidak efektif (aku sudah mencobanya), untuk solusi dari kemalasan yang dipicu hal besar--menurutku sulit untuk digeneralkan tapi pada kasusku aku hanya menunggu "keajaiban" dan sejauh ini aku merasa lebih baik dibanding sebelumnya (karena keajaibannya k mulai datang). Jadi, aku tidak setuju dengan definisi "kemalasan"/solusi yang disuguhkan karena definisi "kemalasan"nya terlalu sempit/solusinya ga efektif di semua kasus.</p><p><br/></p><p><strong>Ide 2 - Jangan diem di satu bidang pemikiran</strong></p><p><br/></p><p>Deskripsi ide (atau setidaknya yang kusorot): Diem di satu tempat/bidang pemikiran mempersempit potensi dari keindahan dan atau pengalaman baru yang akan didapat seseorang.</p><p><br/></p><p>Pendapat: Aku agak setuju karena tujuan dari ide tersebut mirip/sama dengan keinginanku (seneng). Seperti yang tertulis, ketika seseorang sudah terpaku pada pemikirannya (terlepas benar atau tidaknya) akan mempersempit potensi... yah pokoknya itu, nah pengalamanku di sini adalah fenomena tahun baru, dengan pikiranku yang menanyakan makna dari tahun baru aku jadi tidak bisa merasakan kesenangan tahun baru, tapi aku pikir tidak semuanya harus memiliki makna, selama tidak melanggar hukum yang wajib, dianut, gas ajalah.</p><p><br/></p><p>Contoh tadi memang ga begitu relevan karena bukan antar bidang tapi antar pemikiran aja, tapi maksudku: ketika seseorang terpaku, potensinya jadi lebih sedikit.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/b019f9c2abb1b843f4755794b0c45cf6/Comp_1_00004.png" />
         <pubDate>2024-01-10 08:02:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2843895311</guid>
      </item>
      <item>
         <title>05.01.2024 | Setan Intelek</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2844222996</link>
         <description><![CDATA[<p>Setan Intelek????</p><p>ih astaga ngerinya</p><p>jadi si pikiran ini juga punya setan-setan yang mengepung dan menghasut mereka.</p><p><br></p><p>Setan intelek adalah kemalasan</p><p>Intelek pun akhirnya menjadi malas mikir, kalo mikir juga hanya perkara kecil saja.</p><p>padahal kalo kita mau untuk mulai berpikir saja, Sang Intelek akan bersemangat melaksanakan tugasnya dengan baik.</p><p>Ibu CM mengutip Faust karya Marlowe, tapi disini aku kasih inti yang penting buat ku </p><p>"Apa yang bia kauperbuat, atau ada angan-angan yang ingin kau bisa lakukan, mulailah"</p><p>untuk melakukan apapun kita harus memulainya kan</p><p><br></p><p>ketika Intelek mogok, kita harus memacunya agar mau kembali jalan.</p><p>ini mengingatkan ku ungkapan yang terkenal </p><p>"bekerja bagai kuda"</p><p>bekerja tanpa lelah dan ketika setan datang dan menyuruh intelek diam, Pak Kusir akan memecut dan mengingatkan kita "hei ayo jalan! jangan malas! ini masih waktunya bekerja"</p><p><br></p><p>setan lainnya adalah kebiasaan</p><p>Kebiasaan bisa menjadi Tuan yang baik dan setan yang buruk. </p><p>Tergantung dengan apa "tugas" kebiasaan</p><p>kebiasaan ibarat kereta yang bergantung pada rel kereta, kalau rel tersebut mengarahkan ke tujuan yang benar maka kebiasaan itu adalah kebiasaan yg baik and vice versa</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/0c636b77649a3c6cd20a7bbd135dd7c1/Screenshot__813_.png" />
         <pubDate>2024-01-10 13:42:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2844222996</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chapter three: the demon of intelect</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2844239559</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Kelambanan dan kemalasan tak membiarkan kita mulai.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>keberadaan nya membuat Intelek malas untuk berpikir luas, ia sedikit mirip dengan rasa kemalasan yang berada di tubuh dan sebutan milik nya yang lain adalah inersia. dia yang membuat intelek tak mau berpikir apapun selain hal hal kecil yang terjadi di hidup kita sehari harinya. </p><p><br/></p><p>dia adalah setan yang membawa petaka pada pikiran atau benak manusia. setan yang membuat kita lupa betapa indah nya membuka diri pada pemikiran pemikiran baru yang hebat.</p><p><br/></p><p>kalau di tanya, <em>kenapa kita bisa begitu?</em></p><p><br/></p><p>jawaban nya ya mudah, siapa yang tidak mau menghabiskan waktu hanya berdiam diri tanpa melakukan atau memikirkan apapun? sebagian besar orang pasti lebih memilih bersantai sambil berkutat di sosial media mereka dari pada mengerjakan pekerjaan rumah atau soal soal ujian yang menyulitkan. </p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Kebiasaan selalu melewati wilayah yang sama</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>selain kemalasan tadi, setan lain yang kerap menggangu intelek adalah<em> kebiasaan</em>. yang seperti di katakan oleh oma charllote merupakan tuan yang amat buruk, karna hadirnya yang hanya akan merusak dan mempersempit hidup. di bawah <em>kebiasaan</em> intelek memang tidak hanya diam tanpa melakukan apapun. dia justru bekerja cukup baik, dan tangkas. namun sayang nya, di bawah kebiasaan intelek hanya pergi menjelajah ke wilayah wilayah dan jalan yang sama sepanjang waktu. yang adalah sebuah kesalahan.</p><p><br/></p><p>menurut ku, layak nya tubuh kita Intelek juga membutuhkan setidak nya satu atau dua hal untuk di pelajari. Karna mustahil saja kita manusia bisa bertahan hanya dengan satu hal untuk waktu yang sangat lama. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/980a71af7abce34d240400ff44b8855d/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__1_.png" />
         <pubDate>2024-01-10 13:55:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2844239559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Polymath</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2844323925</link>
         <description><![CDATA[<p>Buku ini mengatakan bahwa "Kita tidak boleh diam di satu bidang pemikiran". </p><p>Ya aku setuju. Menurutku ada terlalu banyak hal yang menarik dalam dunia ini yang ingin aku jelajahi. Akan sangat sayang sekali jika aku terpaku pada satu atau dua bidang saja. </p><p><br></p><p>Aku teringat dengan kata yang pernah di ceritakan oleh Ibuku tersayang saat aku sedang bingung dan gelisah dengan masa depan ku. Kata itu adalah "Polymath". Seingatku, Polymath adalah seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan beragam. Polymath juga mempelajari banyak skills, tidak hanya satu atau dua saja. Seperti <em>the Jack of all trades</em>. Namun berbeda dengan the Jack of all trades, seorang Polymath mempelajari banyak hal, namun mendalami dan <em>expert </em>dalam satu sampai dua hal saja.</p><p><br></p><p>Aku kelak ingin menjadi Polymath, dan kuharap saat ini aku berada dalam perjalanan dan alur yang tepat untuk mencapai cita-cita itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/72e2d427cca0f825f743775c5d2e1e38/Playing_Card_Wall_Art__Playing_Card_Print__Man_Cave_Decor__jack_of_Spades___Etsy.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-10 14:56:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2844323925</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 15 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2845051399</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelambanan dan Kemalasan Tak Membiarkan Kita Mulai</strong></p><p>Seperti halnya tubuh, intelek juga mempunyai kelemahan-kelemahannya sendiri. Salah satu kelemahan yang paling sering dimiliki oleh Intelek adalah kemalasan. Namun kemalasan yang dimaksudkan di sini bukanlah kemalasan yang kita lakukan pada umumnya, melainkan kemalasan dalam hal berpikir. Jadi kita akan selalu berpikir dalam hal-hal kecil dan tidak berguna, jika Intelek kita tidak dibiasakan untuk berpikir hal-hal yang berat. Kita harus sering-sering memicu Intelek agar ia bisa bergerak dengan baik dan tidak mogok. Karena jika sedikit saja kita membiarkan dia mogok, seterusnya jika ia mengalami sedikit kesulitan saja, ia akan menyerah dengan cepat.</p><p><br/></p><p><strong>Kebiasaan Selalu Melewati Wilayah Yang Sama</strong></p><p>Setan kedua untuk Intelek adalah kebiasaan. Kok bisa? Kebiasaan sebenarnya adalah pelayan yang baik, namun ia juga bisa menjadi tuan yang buruk bagi tubuh dan pikiran. Jika sedangkan berada di bawah kebiasaan, Intelek sebenarnya tidak bisa dibilang malas karena ia bekerja dengan cukup rajin dan baik. Namun yang menjadi masalah adalah, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, Intelek hanya akan berkeliling dan menjelajah wilayah yang sama terus menerus. Sebenarnya ya tidak apa-apa jika kita mau fokus dengan misalnya, menulis saja, latihan piano saja, menggambar saja, atau belajar bahasa Inggris saja. Namun hal itu nantinya hanya akan mengekang Intelek sebatas itu-itu saja, seperti seakan-akan kita mengekang kuda pacuan untuk menarik gerobak.</p><p><br/></p><p><strong>Kita Tidak Boleh  Diam di Satu Bidang Pemikiran</strong></p><p>Seseorang bisa jadi terjebak dalam satu bidang pikiran yang ia sukai, dan ia menjadi bergulat dalam hal yang sama terus menerus dan tidak mau mempelajari hal-hal yang baru. Dengan dia tidak mau mempelajari hal-hal yang lain, maka dia tidak menemukan jalan menuju ke bidang-bidang hebat lainnya. Banyak ilmuwan-ilmuwan yang terjebak dalam masalah ini. Ia kehilangan dirinya sendiri dalam sains, sehingga ia tidak bisa lagi menikmati keindahan puisi, memandang lukisan, dan bahkan beribadah kepada Tuhan. </p><p><br/></p><p>Berbeda dengan para ilmuwan ini, orang-orang yang hidup di masa di mana lukisan-lukisan yang indah dibuat, bangunan-bangunan megah didirikan, penemuan-penemuan baru ditemukan, bisa melakukan berbagai macam hal tanpa terkecuali. Satu orang bisa merupakan seorang pemahat, pelukis, arsitek, dan bermacam-macam lagi. Dan semuanya itu bisa mereka lakukan dengan baik.</p><p><br/></p><p><strong>Pikiran Yang Luhur dan Murah Hati</strong></p><p>Pemikiran bahwa dengan kita melakukan sesuatu yang baik saja maka kita bisa melakukannya sepanjang waktu tanpa perlu melakukan suatu hal pun yang lain, adalah suatu kesalahan. Kita harus meluangkan waktu kita untuk mempelajari banyak hal-hal baru juga seperti alam, literatur, seni, dan sejarah. Ini adalah salah satu cara untuk membuat kita menjadi seseorang yang jauh lebih baik. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/bb9c6d80cb6d8a5d38b2ef6a822b895f/download__1_.gif" />
         <pubDate>2024-01-11 03:47:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2845051399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penyakit intelek</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2845356322</link>
         <description><![CDATA[<p>Aduh, ini hari yang begitu menyulitkan.</p><p>Sama seperti tubuh yang mempunyai setan-setannya, intelek juga mempunyai setan yang bisa membisik bisikkan. Saat ini intelek sedang dibawah kendali salah satu setan yang paling kuat di kerajaan ini yaitu <strong>Kebiasaan</strong>, kebiasaan adalah pelayan yang baik, namun tuan yang buruk. Jika kebiasaan dalam kuasa, ia tidak akan mengindahkan intelek, intelek akan disuruhnya berjalan melalui kabupaten2 (ilmu) yang biasa dilewati. Lama lama intelek akan kekurangan ilmu dan itu bisa menghancurkan kerajaan jiwa manusia. Huft, masalah yang sangat menyebalkan, tapi daripada aku sibuk curhat dan marah marah, lebih baik aku mengatasi masalah ini. Terimakasih sudah mau mendengarkan.</p><p><br></p><p><em>Ezekiel Astrophel, Raja jiwa manusia~</em></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-11 09:40:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2845356322</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Intelektual</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2845476143</link>
         <description><![CDATA[<p>Intelek bisa saja menjadi pelayan yang baik, tapi juga busa menjadi tuan yang buruk. Intelek mungkin bisa di gambarkan dengan rasa penasaran ( setahuku ) </p><p>Contohnya: jika intelektual tidak di kembangkan atau dilatih, mungkin ia bisa saja mogok dalam hal itu.</p><p><br/></p><p>Terkadang penundaan atau kelalaian dalm sesuatu hal bisa menimbulkan ( tuan ) kemalasan, dan kemalasan itu pun bisa menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang buruk.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Mohon maaf sebesar- besarnya jika ada kesalahan, tidak nyambung</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-11 11:42:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2845476143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>18 | Kemalasan &amp; Kebiasaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2846387202</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Apa yang CM sampaikan benar, kemalasan dan kebiasaan adalah musuh besar para intelek. Malas artinya intelek dianggurkan saja, padahal potensinya begitu luas dan besar. Sedangkan kebiasaan, kutanggap intelek bekerja sekenanya saja. Tidak ada usaha memaknainya lebih.</p><p><br/></p><p>Dalam diriku berat dua-duanya sama dan frekuensi munculnya tidak ada yang lebih sering. Dua hal yang sering ditaklukan dan menaklukan. Suatu waktu sedang  malas-malasnya kuartikan sebagai fase kreatif. Di mana aku memang sedang tidak produktif--dalam banyak presepsi produktif orang. Tapi sebetul sedang mengumpulkan refrensi, experimen, dan mempersiapkan diri untuk menunjang fase produktif lebih optimal lagi. Entah memang benar ada atau aku membenarkan diri.</p><p><br/></p><p>Pada kebiasaan rasa-rasanya lebih berbahaya, karena sisi lain dari kebiasaan (dibaca: melakukan sesuatu monoton) adalah rasa nyaman. Seperti aku merasa sudah melakukan sesuatu tapi jika ditinjau lebih lanjut, itu bukan hal yang perlu terus-menerus dilakukan, atau dengan kata lain kurang bermakna. Jika sudah sampai seperti itu--merasa oke-oke saja padahal sebetulnya tidak--ini sudah pintar-pintarnya kita atur ambang batas dan berserah pada momentum-momentum dari Tuhan untuk menyadarkan, supaya kembali ke jalan yang benar.</p><p><br/></p><p>Lalu bacaan kali ini CM sempat menyinggung soal tidak mengaggungkan suatu ilmu, yang lagi-lagi aku sepenuhnya setuju. Karena ketika suatu ilmu sudah didewakan akhirnya bisa jadi menyesal tidak karuan. Tapi boleh--dan CM sepertinya tidak melarang--untuk berlatih ahli disuatu bidang asalkan bagian-bagian intelek lain tetap diberi asupan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-12 02:43:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2846387202</guid>
      </item>
      <item>
         <title>12.01 | Imajinasi</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2846946172</link>
         <description><![CDATA[<div>Imajinasi layak diperkenalkan lebih layak dibandingkan hanya sebagai rekan Intelek<br>Imajinasi sangat luar biasa<br>semua orang punya imajinasi<br>alasan kita menikmati lukisan<br>karena pelukis mampu memberikan gambaran dari imajinasinya (dan mungkin kita)<br><br><br>imajinasi kita bisa semakin kaya<br><br><br>dalam "feats on the fjord" dia bisa bercerita bagaimana hidup di Norwegia padahal ia belum pernah kesana<br>bahkan orang-orang menganggap dia penyihir<br>padahal dia hanya mengimajinasikan(dan kemungkinan besar membaca sebuah buku tentang norwegia, siapa tau)<br><br><br>Imajinasi tidak boleh menggambarkan diri sendiri<br><br><br>ada 2 setan yg mengancam imajinasi<br>ego dan dosa<br>Terkadang kita mengimajinasikan diri kita sebagai seseorang yg hebat, good looking, kaya, tapi yah itu hanya imajinasi kita<br>Imajinasi yang menghibur ini malah bisa membuat kita lupa dengan realita<br>dan kita malah marah kalau orang lain mengatakan sebaliknya<br><br><br>kita jadi tertipu<br><br>Aku sering berimajinasi tentang banyak hal<br>3 permintaan dari jin? Aku mau lebih banyak permintaan atau Aku ingin semua keinginan ku terkabul<br>Atau ber imajinasi kekuatan mana yg paling op tapi seru (terbang ngga terlalu op tapi seru, mind control op tapi ngga terlalu seru terus gimana)<br>Pernah ngga sih pas selesai ngobrol kita kepikiran "ah harusnya aku ngomong ini"<br>Aku sering dan kadang mengimajinasikan aku didalam percakapan itu lagi dan mengatakan apa yang ingin ku katakan dan mengimajinasikan reaksi orang itu.<br>Sering malah ngomong sendiri (didunia nyata) padahal mau ngomong dalam hati aja<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/efc34ccf357372e5ff5dd9d98fc42b04/919eb6d0_4a79_4b35_b842_d41b6794b8e5.jpeg" />
         <pubDate>2024-01-12 14:02:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2846946172</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imagination</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2847071823</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Imajinasi tidak boleh membuat gambar diri.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Di sub-bab ini oma Charllote menjelaskan kalau, meskipun imajinasi bekerja dengan baik untuk kita. Dia mempunyai satu hal yang tidak boleh di lakukan nya. Yaitu berimajinasi tentang diri kita sendiri. Menurut oma CM sangatlah kurang pantas untuk membiarkan imajinasi membangun rumah rumah kesenangan seperti itu (ber imajinasi tentang betapa baik dan hebat nya diri kita). Karna sementara kita bemimpi, kita membiarkan banyak peluang peluang baik utnuk lewat begitu saja. Dan selanjut nya, kita menjadi mudah tersinggung dan alih alih mengerjakan tugas nya membangun Imajinasi justru melempar kesalahan kesalahan tertentu pada teman teman kita.</p><p><br/></p><p>Sedikit berpendapat, menurutku tidak pernah ada salahnya berimajinasi tentang kebaikan diri kita sendiri <strong>SELAMA </strong>imajinasi itu di ikuti oleh usaha dan bukan hanya imajinasi. Karna kalau hanya imajinasi yang bekerja tanpa usaha, itu nama nya : <strong>narcissistic personality disorder</strong></p><p><br/></p><ul><li><p><strong><em>karna gak bisa input foto jadi aku jelasin sedikit</em></strong></p></li></ul><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Narcissistic Personality Disorder itu apa sih?</em></p><p><br/></p><p>Narcissistic Personality Disorder atau NPD adalah sebuah kondisi mental yang membuat seseorang merasa kalau diri nya adalah seseorang yang <strong><em>penting</em></strong> <strong><em>tanpa alasan yang jelas. </em></strong>Miripkan sama tokoh dan teman yang di ceritakan Oma CM dan Tante Ayu?</p><p><br/></p><p>Golongan orang orang yang ber-imajinasi dan bermimpi terlalu tinggi tentang diri nya sendiri tanpa alasan dan tidak sesuai dengan kenyataan alias <em>Halu</em>. Yang kerap merasa kalau merekalah orang paling benar dan bukan teman teman nya. Kalau orang lain selain mereka adalah sekumpulan manusia yang berada jauh di bawah mereka.</p><p><br/></p><p>Dan satu lagi, orang orang seperti ini juga selalu membutuhkan dan mencari banyak perhatian dan selalu ingin orang lain untuk <em>mengagumi</em> mereka. Dan biasa nya juga, orang orang yang mempunyai keadaan seperti ini tidak begitu mampu memahami dan peduli tentang perasaan orang lain. (lack of emphaty)</p><p><br/></p><p>*sorce: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcissistic-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20366662">https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcissistic-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20366662</a> dan pengalaman pribadi.</p><p><br/></p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Apa sih fungsi imajinasi dalam hidup kalian? Imajinasi-imajinasi seperti apa yang sering hinggap di kepala kalian dan apa dampaknya pada keseharian kalian?</strong><br></p></li></ul><p><br>Karna aku adalah seorang kutu buku dan penulis (amatir), tentu saja imajinasi lebih banyak bekerja untuk membantuku merealisasikan sebuah adegan di buku dan mencari ide menulis (agak jarang sih sekarang). </p><p><br/></p><p>Karna dunia fiksi selalu terasa jauh lebih baik dari pada realita, Imajinasi ku jadi sering membawaku pergi ke tempat tempat di mana aku bisa bermimpi tinggal pada buku buku itu. Hidup sebagai Heidi pegunungan dengan the Alp Uncle di buku Heidi, atau Joana di masa peperangan di buku Salt To The Sea. </p><p><br/></p><p>Efek sehari hari nya sih, kadang aku jadi terlalu nyaman dengan bayangan yang imajinasi gambarkan untuk, sehingga aku jadi terlalu tenggelam dan lupa tentang tugas tugas selain membaca :) </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/b3f9122b3aebe5dcc2197ab54696776f/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__2_.png" />
         <pubDate>2024-01-12 15:45:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2847071823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imagination, The Head of Exploration</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2847913974</link>
         <description><![CDATA[<p>Imagination. It plays a big role in the human brain. One of the biggest power humans (especially homo sapiens) has. It helps us to think about the future, about something that never even happens to us. This is a power no animal has. It would take a lifetime to convince a monkey that if he gives us his food, he will receive 10 thousand more in heaven. But we (humans) can believe something that we have never yet experienced.<br><br>However, Imagination can be bad for us too. Especially when it was working together with Ego. For example, we think that we already did the best, but the world is just cruel to us. This case happens a lot in this current world. I can tell it from the songs that happen to be relatable to most of the teenagers in this world.<br></p><p><em>"All I did was try my best, this the kind of thanks i get?"</em></p><p><em>- Olivia Rodrigo, Brutal</em></p><p><br>But in the end, we realized that all this time, we are the problem. The world has done nothing wrong to us, We're the one world that is being cruel.<br><br>I've experienced this as well, I was the most selfish person I know. I don't care about others' stories. But I get mad when they don't listen to my story, or even react like it's normal. This kind of behavior kind of makes me lose connection with lots of my friends. While, my imagination was still thinking that I am the most wonderful person in this world.<br><br>After lots of feeling "I don't have any friends." I finally started to reflect on my behavior. I realized that all this time, I don't pay that much attention to others. So, that's the role Imagination played in my life.<br><br><strong><em><mark>But, How to be confident without Ego?<br></mark></em></strong><br>Me and some of my friends discuss it in our group after the sessions. Marni said, "Sometimes, we're too scared to be arrogant, making us has a low self-esteem." Yes, I agree with her. "But it can also be the opposite. We're too scared that people think we have low self-esteem, that we tend to become arrogant. Becoming arrogant to cover up our low self-esteem." I added.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/QFsPtlrcMlS8w/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-01-14 05:50:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2847913974</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imajinasi</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2847935699</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Imajinasi adalah rekan Intelek yang paling sering muncul di kepalaku.</p><p><br/></p><p>Imajinasi sangat bermanfaaat bagiku. Imajinasi membantuku merencanakan apa aja yang mau aku lakukan besok. Dan imajinasi juga membantuku menghilangkan rasa bosan, misalnya aku bosan di rumah terus, g ada temen, cukup dengan sedikit imaijinasi aku bisa bermain sendiri.</p><p>Aku paling sering membayangkan ada ular di dalem kolam renang, dan itu membuat aku g mau berenang sendirian, padahal kalo di pikir pikir, kalo memang ada ular beneran, emang ular itu enggak bisa gigit pas lagi banyak orang? Kalo emang bisa, kenapa takutnya cuma kalo sendirian. Ya imajinasi memang aneh, harap maklum.</p><p><br/></p><p>Imajinasi cukup penting, tapi aku tidak terlalu tertarik menarasikan kepentingannya. aku lebih tertarik tentang imajinasi yang berlebihan.</p><p>Semakin banyak pengetahuan kita, semakin jinak Imajinasinya. Menurutku sih tergantung pengetahuannya apa, kalau tau banyaknya cuma tentang dongeng, naga, hantu, ya belom tentu. Tapi kalau pengetahuannya tentang Matematika, alam, cerita2 yang enggak berlebihan, tentu imajinasinya jadi jinak. Aku sendiri merasa imajinasiku enggak terlalu bandel kalo aku lagi sering baca buku.</p><p><br/></p><p>Imajinasi punya dua setan, (aku ingetnya satu aja tapi) namanya ego.</p><p>sesesorang yang dikuasai imajinasi membayangkan betapa baiknya dirinya. membangun istana bagi orang2 miskin, membuat taman untuk semua orang yang kurang mampu, dan betapa ramahnya dia pada orang lain. Dan, ketika orang lain melakukan sesuatu yang kurang baik padanya, dia akan marah, karena merasa dirinya sudah berbuat baik pada orang lain.</p><p><br>Tapi baggaimana cara menghindari khayalan yang terlalu berlebihan ini, bagaimana cara mengusir setan2 ini? Gunakanlah selera humor, agaplah itu hanya pikiran konyol yang enggak masuk akal (emang iya sih) laluu tertawakan lah dirimu.</p><p>Aku hampir selalu menggunakan selera humor ketika imajinasi mulai aneh2.</p><p><br></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2267553845/53eeae6a462300585be7fe640d0cb50c/e65f96ff38c931592fadad4fa39c2493.jpg" />
         <pubDate>2024-01-14 07:26:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2847935699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB IV</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2848906891</link>
         <description><![CDATA[<p>Kepala bidang eksplorasi: Imajinasi</p><p><br/></p><p>Kabarnya semua orang pasti pernah berimajinasi. Imajinasi seringnya digunakan ketika membuat atau menikmati lukisan, foto atau bahkan cerita-cerita. Yaa, imajinasi juga yang membuat penemuan-penemuan keren bermunculan. </p><p><br/></p><p>Lalu ada tentang membaca buku untuk  melatih imajinasi, sampai imajinasi yang semakin tertata seiring semakin banyaknya yang kita tahu.</p><p><br/></p><p>Lalu setangkepku, kita sampai ke bagian dimana ibu CM melarang kita untuk mengimajinasikan diri sendiri sebagai sosok yang hebat, sebagai "MC di kehidupan nyata" istilah kerennya. </p><p><br/></p><p>Bahkan memiliki ego saja harus langsung dibuang, ya sekilas sih rasanya tidak ada yang salah dengan statement ini. Toh pandangan terhadap kata "ego" seringnya bermakna negatif, yang dikaitkan dengan kesombongan atau rasa sok. Tapi ya menurutku ego lah yang membantu orang menjadi lebih percaya diri, memiliki pendirian juga self-esteem yang kuat, sehingga memiliki ego sepertinya bukanlah hal yang sepenuhnya tidak benar. </p><p><br/></p><p>Kupikir-pikir menilai worth/harga diri secara subjektif itu banyak faktornya, sulitt. Apakah kita harus jago akan sesuatu supaya pantas memiliki harga diri? Seperti adanya skill/tingkat kegunaan atau kontribusi suatu individu--apakah diluar itu (seperti bagaimana yang orang terdekat rasakan terhadap sifat kita) sama saja termasuk penilaian subjektif alih-alih objektif?</p><p><br/></p><p>Menurutku memiliki sedikit, setengah saja imajinasi bahwa kita adalah orang yang hebat tidak sepenuhnya salah, selama hal itu tidak menghentikan kita untuk terus bertumbuh/belajar, Ya bisa saja kan, "aku ini aslinya orang kece, jadi aku harus berperilaku seperti orang kece" Tapi ngga tau deh. </p><p><br/></p><p>aku banyak ngelantur hari ini.</p><p><br/></p><p>Nah terus kan kemarin aku sempat bertanya "gimana caranya memiliki harga diri yang bagus tanpa harus merendahkan orang lain?" setelah dipikir-pikir mungkin kuncinya adalah fokus ke mengembangkan diri sendiri, ya begitu terus. Membandingkan ke satu-dua orang sih boleh ya, cuma bukan hal utama. Menurutku kek tidak terlalu "nendang" lah istilahnya. </p><p><br/></p><p>Karena kalau aku sih ya, kalau sudah merasa melebihi satu sosok itu aku jadi merasa cukup dan "udahlah berhenti disini saja" terus progres aku melambat lagi. Jadi lebih baik fokus ke diri sendiri aja awoakwok</p><p>-  </p><p>Imajinasi seringkali kugunakan untuk mengulang ingatan sih ya (makanya kadang ketawa-ketawa sendiri AHHA) atau membayangkan masa depan (contoh simpelnya kek aku ambil keputusan ini ntar jdinya bagaimana, klo ngga juga bagaimana) dan dampaknya di kehidupanku jadi begini:</p><p><br/></p><ol><li><p>Tertawa sendiri: sering di cie-cie in keluarga sendiri, entah dikira lagi suka sama seseorang padahal tidak untuk saat ini ajwkyw</p></li><li><p>Membayangkan masa depan: Penyesalan/rasa kecewaku berkurang si ya, karena aku sudah menimbang-nimbang dan memperkirakan kemungkinan yang terjadi.</p><p><br/></p><p>Yap itu dulu ye, nike pamit</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-15 10:06:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2848906891</guid>
      </item>
      <item>
         <title>19 | Imajinasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2850300747</link>
         <description><![CDATA[<p>Hampir semua orang memiliki imajinasi, kata CM. </p><p><br/></p><p>Pada awalnya aku menyepelekan pembahasan ini, karena merasa sepenting itu kah imajinasi untuk dibahas mendalam? Disclimer, imajinasi dalam pemahamanku sebelum kelas Ourselves adalah benda-benda fiksi dan fantasi seputar buku dan film. Tapi imajinasi yg CM kemukakan ternyata juga seperti ekspektasi dan angan-angan. </p><p><br/></p><p>Apa yg CM katakan soal imajinasi atas diri kita yang baik-baik, rasanya kata tepatnya bukan imajinasi. Entah apa tapi. Hanya saja aku merasa bukan tergolong imajinasi, tapi aku paham apa sebenarnya, cuma namanya kayak belum ada di Bahasa Indonesia. Semoga ngerti.</p><p><br/></p><p>Never mind, yg jelas "imajinasi" dalam konteks itu yg aku tertarik. Dan itu masih jadi pembahasan bersama 2 orang teman paginya. </p><p><br/></p><p>CM bilang kita sebaiknya tidak  menganggap dunia berpusat pada diri kita. Lalu aku penasaran bagaimana caranya berada di tengah-tengah, jadi tidak rendah diri dan tidak pula berbangga diri? Namun sebetulnya yang lebih fundamental utk diketahui adalah rendah diri juga perwujudan dari rasa berbangga diri, karena artinya kita tidak bersyukur dan mengakui kalau ciptaan Tuhan yg sempurna dgn segala ketidaksempurnaannya.</p><p><br/></p><p>Tokoh utama dalam hidup sendiri boleh. Tokoh utama di dunia ini? Rasanya jangan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-16 12:18:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2850300747</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEPALA BIDANG EXPLORASI</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2850485254</link>
         <description><![CDATA[<p>imajinasi ini merupakan kepala bidang explorasi, teman karib intelek yang merupakan orang yang terlalu penting untuk dilewatkan tanpa perkenalan. dia membuat  tulisan hampa terasa menarik, cerita cerita, dan gambar gambar menyenangkan kita, itu membuat kadang anak kecil bermain "Play pretend" dengan bayangan yang absurd akan sapi menjadi hiyena, atau ada hewan hewan afrika di hutan hutan mereka. yang dicontohkan berikutnya adalah buku Fish of the Fjord apa ya kalau ga salah namanya, dimana penulisnya bisa mendeskripsikan norwegia dengan begitu baiknya padahal dia belum pernah kesana, karena imajinasinya sudah main. </p><p>imajinasi ini tapi tidak boleh digabung dengan ego maupun dosa. boleh saja berimajinasi, tapi dengan ego yang banyak akan merusak diri sendiri, bisa kita berimajinasi jadi putri yang anggun, dan tiba tiba ada pangeran yang melamar kita (kok jadi kyk imajinasi orang gay ya). kita bisa juga berimajinasi jadi yang pangerannya, memimpin pertempuran gemilang, tapi disaat kita hanya bermimpi saja, karena itu membias perbuatan kita, membuat kita <em>merasa </em>sudah berbuat amat sangat baik terhadap seseorang sehingga kita jadi angkuh terhadap mereka. ihh kamu anu anu nanu nanu, ihh kalian hahu hahu babu babu, ihh pelajaran tatu tatu fafu fafu, ihh begini ihh begitu padahal kita udah baik, ihh. dan begitu dan begitu, dan begitu. </p><p>tapi kurasa CM terlalu melebih lebihkan hal itu, ketika dia kembali membahas hal itu lagi dan menyebut seberapa parah dan sensitif orang yang terkena imajinasi itu, sampai tidak ada yang mau mendekatinya, udah ibu cm udah sabar dong......</p><p>selain itu ada cara untuk mengatasi keangkuhan berlebihan, jadi humoris! itu membantu kita menertawakan imajinasi berlebihan, dan mendekatkan kita kepada orang orang yang sebelumnya kita benfi</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media.gettyimages.com/id/453353375/video/evil-red-eyes-in-the-dark.jpg?s=key2&amp;k=20&amp;c=gCt6HeBQv8l0kBzrRMk0ydT45bKIJI5yqBNlvrfGB4E=" />
         <pubDate>2024-01-16 14:38:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2850485254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 16 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2851257063</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Gambar-Gambar Hidup</strong></p><p>Kepala bidang Eksplorasi yang bernama Imajinasi layak mendapatkan perkenalan yang pantas daripada hanya sekedar lalu begitu saja. Ia sangatlah luar biasa dan dapat membuat para seniman-seniman besar, para penyair, dan para pelukis mengekspresikan dan menunjukkan hal-hal yang diungkapkan oleh imajinasi mereka. Namun jangan pernah berpikir bahwa yang mempunyai imajinasi hanyalah para seniman, penyair dan pelukis saja. Kita juga memiliki imajinasi yang sama seperti mereka, meskipun imajinasi kita berada di taraf yang bisa dibilang jauh lebih rendah.  Hal-hal itu bisa dibuktikan dengan kita yang bisa menikmati lukisan-lukisan, musik, puisi dan berbagai macam hal lainnya. Itu membuktikan bahwa imajinasi kita masih bisa bekerja dengan baik. </p><p><br/></p><p><strong>Imajinasi Yang Dirawat dan Dikembangkan</strong></p><p>Semakin kita mengetahui banyak hal, seharusnya imajinasi kita menjadi semakin berkembang dengan baik. Ada sebuah novel yang berjudul <em>Feats on the Fjord</em> karangan Harriet Martineau. Nona Martineau tidak pernah pergi ke Norwegia sebelumnya, tapi tidak ada yang bisa mendeskripsikan tentang Norwegia sebaik dirinya. Ia bisa menggambarkan tentang kehidupan dan tempat-tempat di sana dengan sangat baik. Tak heran orang-orang menyebutnya dengan 'Penyihir' karena keahliannya tersebut. Jika kita mau mempunyai galeri-galeri gambar seperti yang dimiliki oleh Nona Martineau, maka kita harus banyak-banyak membaca sambil terus membayangkan hal yang tengah kita baca.</p><p><br/></p><p><strong>Imajinasi Tak Boleh Membuat Gambaran Diri</strong></p><p>Meskipun imajinasi adalah suatu hal yang baik dalam hidup, tetap saja ia mempunyai dua setan yang mengancamnya. Yaitu Ego dan juga Dosa. Karena kita semua bisa berimajinasi tentang berbagai macam hal bisa saja kita berimajinasi menjadi seorang puteri berambut emas dengan mata biru yang dipinang oleh seorang pangeran. Atau bisa juga kita berimajinasi menjadi sang pangeran yang berhasil menaklukkan berbagai macam musuh, dan sang raja mengundang kita untuk duduk di sebelah kanannya saat perjamuan makan. Kita bisa juga berimajinasi membangun rumah sakit, melakukan hal-hal yang mulia, dan berbuat baik kepada orang-orang miskin. </p><p><br/></p><p>Menurut ibu CM, tidaklah pantas kita memikirkan dan mengimajinasikan berbagai macam hal ini. Karena dengan kita terus menerus bermimpi seperti ini, maka kita akan melewatkan kesempatan-kesempatan di dunia nyata untuk berbuat kebaikan-kebaikan seperti yang kita pikirkan dalam imajinasi. Imajinasi-imajinasi itu akan membuat kita menjadi orang menyebalkan yang gampang marah. Teman-teman kita akan mengatakan bahwa kita adalah orang membosankan yang aneh, karena kita tidak mau diajak bermain keluar dan menyusun rencana kegiatan. Mereka bilang bahwa kita tidak mau diajak membantu orang lain dan terlalu sibuk dengan pikiran sendiri. </p><p><br/></p><p><strong>Bagaimana Cara Mengusir Setan Itu</strong></p><p>Seringkali kita harus merefleksikan tentang imajinasi yang tengah kita pikirkan. Coba ingat-ingat, siapakah tokoh utama dalam semua cerita yang disusun dalam benak kita? Jika kita menemukan bahwa tokoh utamanya adalah kita, berarti dengan kata lain semua hal yang dilakukan oleh setan itu hanyalah untuk menyuapi ego semata. Kita harus membenahi ini dalam masa yang akan datang, dengan begitu kita bisa menjadi orang yang jauh lebih menyenangkan untuk teman-teman kita. Kita tidak akan lagi menjadi budak ego yang keji, penuntut, pemarah dan tiran. Jika sewaktu-waktu kita merasakan bahwa ego akan kembali melakukan hal yang sama, peganglah bahunya dan tertawakan kekonyolan yang ia lakukan.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Q: <em>Apa sih fungsi imajinasi dalam hidup kalian? Imajinasi-imajinasi seperti apa yang sering hinggap di kepala kalian dan apa dampaknya pada keseharian kalian?</em></p><p><br/></p><p>Imajinasi yang selama ini hidup dalam diriku salah satunya adalah setan ego yang bolak-balik di bahas di atas. Setelah dipikir-dipikir, kelihatannya aku paling suka melakukan hal yang oleh gen z disebut sebagai <em>fake scenario</em>. Aku suka memikirkan berbagai macam hal tidak berguna yang seringkali membuatku termenung, melamun, dan terdistraksi dari pekerjaan yang tengah kulakukan. Hal yang kupikirkan juga seringkali tidak berguna dan terlalu receh. Seperti misal, seperti apa rasanya hidup dalam dunia fiksi? Jika masuk ke dalam dunia Harry Potter, apa yang kira-kira akan kulakukan? Seandainya waktu kejadian A aku sedang melakukan anu, kira-kira apa yang akan terjadi?</p><p><br/></p><p>Namun terkadang imajinasi juga bisa mempunyai dampak yang positif untukku. Karena aku suka menggambar dan menulis <em>fanfiction</em>, seringkali imajinasi sangat membantuku saat aku melakukan kedua hal ini. Imajinasi bisa membantuku menggambar proporsi tubuh manusia dengan baik, memilih warna saat aku hendak menggambar suatu objek, atau membantuku menuliskan suatu kejadian dan adegan dengan baik. Jadi menurutku, imajinasi bisa berdampak positif jika kita menggunakannya untuk hal-hal yang berguna dan produktif.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2210081488/e989a7ece913a58da1760b69554ec959/download__6_.gif" />
         <pubDate>2024-01-17 02:48:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2851257063</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kenzi</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2851340779</link>
         <description><![CDATA[<p>aku mulai dari pertanyaan/refleksi dari Tante Ayu : </p><p>Apa sih fungsi imajinasi dalam hidup kalian? Imajinasi-imajinasi seperti apa yang sering hinggap di kepala kalian dan apa dampaknya pada keseharian&nbsp;kalian?</p><p><br/></p><p>Menurutku salah satu fungsi Imajinasi membuat kita berkarya (tidak selalu) khusunya dalam bidang seni, aku ga bisa bayangin aku menggambar sebuah karya tanpa imajinasi.</p><p>bisa dibilang imajinasi yang sering hinggap di kepalaku adalah sebuah impian kayak contoh sebuah setup pc gaming yang aku bilang sebelumnya.</p><p>sebenarnya apa dampak dari imajinasi dalam keseharianku aku sendiri jarang memerhatikan, kadang malah dampaknya aku jadi sering melamun hheheheh</p><p><br/></p><p>Narasi</p><p>aku ingat CM bilang bahwa seharusnya semakin banyak kita tahu, imajinasi kita semakin tertata dan semakin kaya. Lalu ada ngomongin sebuah buku juga, yaitu buku Feats on the Fjord, dimana sang penulis bisa menggambarkan sebuah teluk di Norwegia yang bernama Fjord dengan sangat hidup. Bahkan si Penulis belum pernah sama sekali ke Norwegia, menurutku hal itu sangatlah sulit karna diperlukan pengetahuan, imajinasi dan ketertarikan yang besar, karena tanpa ketertarikan dia tidak akan ingin menimajinasikan hal tersebut.</p><p><br/></p><p>lalu yang aku ingat hanyalah tentang imajinasi tidak boleh membuat gambaran diri, jujur banget aku lupa dan sedikit malas mengingat juga heheheheh</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/21TcDbGosp7w9YhTjOszgA" />
         <pubDate>2024-01-17 04:23:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2851340779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Halu kalo ketagihan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2851667887</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi imajinasi buat aku tuh 50/50, karena aku juga suka berpikir logis. Cuma bukan berarti aku tidak suka berimajinasi. Aku waktu kecil senang sekali berimajinasi sampai aku ditegur sama ortuku karena aku jadi tidak fokus dalam mengerjakan tugas-tugasku, dan aku tambah tidak fokus lagi apabila aku habis menonton sesuatu. Makanya aku mengubah kebiasaan itu dengan mengurangi kebiasaan imajinasiku, dan mengalihkannya untuk sesuatu yang berbeda. Aku mengalihkan imajinasiku ke pelajaran yang harus pakai imajinasi, seperti menggambar, membaca buku, dan prakarya-prakaryaku yang harus memakai daya imajinasi yang cukup kuat.</p><p>&nbsp;</p><p>Dan apa yang sering muncul di kepalaku ketika berimajinasi? Aku waktu kecil imajinasiku sangatlah kuat sampai aku sering sekali melamun sendiri. Dulu aku paling sering melamunkan pertarungan dua karakter yang over power sampe aku merinding sendiri (ya sampai sekarang kadang masih ngelakuin). Kalau aku yang sekarang aku suka mengimajinasikan satu cerita yang plot-nya diubah dan apa yang akan terjadi selanjutnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Imajinasi lumayan berguna buat aku karena itu bisa berguna buat ide-ide baru, memahami karakter yang kita lihat atau kita baca, daya mengingat suatu bentuk untuk disalurkan ke sebuah gambar. Itu aja sih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-17 10:14:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2851667887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi ke132764875437547872939228345784658468568329374956930479364903274624849824689374798657637873784837859739759375793797597943797593797593947598386459767647564756764975679647965976397645796497563974697465369734132764875437547872939228345784658468568329374956930479364903274624849824689374798657637873784837859739759375793797597943797593797593947598386459767647564756764975679647965976397645796497563974697465369734</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2851791603</link>
         <description><![CDATA[<p>Di pertemuan lalu, imajinasi dideskripsikan sebagai sesuatu yang sangat berharga/skill tier dewa karena...</p><p><br/></p><p>Lalu, ada pernyataan bahwa seseorang jangan mengimajinasikan dirinya sebagai pribadi yang baik karena dapat memicu "halu": seakan kebaikan itu benar-benar ada dan terjadi.</p><p><br/></p><p>Menurutk pendapat ini sangat mantap dan aku sangat setuju secara menyeluruh.</p><p><br/></p><p>Dan untuk pertanyaan yg ada di grup: mempermudah aku untuk memahami sesuatu.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/8aa4170e07e360cb6fbaa23838221a28/Comp_1_00003.png" />
         <pubDate>2024-01-17 12:13:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2851791603</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imaginasi?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2852736166</link>
         <description><![CDATA[<p>Sering kali imaginasi adalah hal yabv paling kita pakaj dalam keseharian, tapi sebenarnya ada juga imaginasi yang memiliki sisi setan, contohnya: kita berpikir bahwa kita lah penyelamat dunia atau pemikirkan hal yang membuat kita berpesta- pesta dalam khayalan kita sehingga kita lupa pada perkerjan kita.</p><p><br/></p><p>Apa yang didampakan imaginasi pada saya?</p><p><br/></p><p>Sebenernya kalau saya memakai </p><p>Imaginasi saya dampaknya kurang</p><p>Bagus bagi rutinitas  kehidupan saya, karena seringkali saya hilang kendali atas </p><p>Imaginasi saya dan membuag saya meniggalkan kewajiban saya dan terhanyut </p><p>Dalam kebohongan fantasi- fantasi yang saya Menjadi penyelamatnya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Sekian terimakasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-18 02:20:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2852736166</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi 18: imajinasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2853501507</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi dari bacaan kali ini CM berkata bahwa ketika kita berimajinasi atau berkhayal kita tidak pantas mengimajinasikan figur manusia seperti, aku adalah perempuan yang cantik dan akan bertemu seorang pangeran berani dan perkasa. Atau kita lah pangeran itu, menyelamatkan si putri dan duduk di sebelah kanan sang raja.&nbsp;</p><p><br></p><p>Menurut CM imajinasi tidak pantas membuat kesenangan semacam ini Karna kita akan mudah tersinggung oleh orang lain. Misal; ibu tidak mengerti bahkan separuh diriku yang hebat ini, atau ayah yang lebih mengasihi Lucy dan Edward dibanding diriku. Kita akan bosan dengan berbagai pelajaran, merasa berjalan jalan itu tidak menarik, dan tidak mau membaca buku selain buku cerita. Dan itu membuat sahabat kita menjadi sebal dan tidak suka. Dan ternyata hal ini lah yang memberi makan ego kita karena di dalam imajinasi kita tokoh utama yang kita buat adalah diri kita sendiri dan otomatis kita akan selalu membuat pribadi nya menjadi sempurna.</p><p><br></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-18 15:01:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2853501507</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imajinasi</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2854396224</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku percaya bahwa imajinasi adalah awal dari segala mimpi dan cita-cita.</p><p><br/></p><p>Aku juga percaya, bahwa awalnya pasti ada sesuatu yang memantik imajinasi itu. </p><p><br/></p><p>Misalnya seperti ketika awalnya manusia melihat burung yang terbang diangkasa. Mereka kemudian penasaran, bagaimana rasanya menjadi seekor burung? Mereka mulai berimajinasi, rasanya bisa terbang di antara awan-awan dan menikmati pemandangan dari atas ketika matahari terbenam. Kemudian Imajinasi itu menjadi mimpi dan misi bagi manusia. Akhirnya manusia sekarang beneran bisa terbang naik pesawat hehew. 🛫</p><p><br/></p><p>"Apa sih fungsi imajinasi dalam hidup kalian? Imajinasi-imajinasi seperti apa yang sering hinggap di kepala kalian dan apa dampaknya pada keseharian kalian?"</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-19 07:46:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2854396224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imajinasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2854628180</link>
         <description><![CDATA[<p>Halo lagi! Hari ini aku akan memperkenalkanmu dengan seorang pengikut setia kerajaan jiwa manusia, ia adalah salah satu pelayan kerajaan jiwa manusia yang tertua. Dia adalah imajinasi.<br>Imajinasi sudah ada semenjak aku bisa mengingat. Ia menemaniku di malam malam saat aku kesepian, atau di hari hari dimana aku tidak tahu mau melakukan apa dan sangat bosan. Ia membuat hidupku lebih berwarna dan lebih dipenuhi sukacita. Dia tidak pernah berhenti memunculkan ide ide brilian yang terus membantuku memperluas negeri jiwa manusia yang saat itu masih berumur dini. Tetapi sayangnya, walaupun ia sangat membantu, ia juga mempunyai dua setan yaitu ego dan dosa. Mari kita bicarakan tentang ego dulu: Ego akan menyusup ke dalam markas imajinasi dan membisik bisiki imajinasi, ia akan berusaha membuat imajinasi percaya kepadanya, ia akan membuat imajinasi mengeluarkan proyeksi bahwa kerajaan jiwa manusianya yang paling baik, bahwa kerajaan manusianya paling perfect. Dan itu akan memberi makan ego dan bisa berdampak bahaya kepada kerajaan jiwa manusia.<br>Selanjutnya adalah dosa, dosa akan berusaha mengotorkan imajinasi, ia akan melempar lempar lumpur, air kotor, sampah dan lain lain kepada imajinasi. Ia akan membuat imajinasi yang awalnya jernih menjadi kotor, dan kalau itu tidak diatasi, dosa akan menguasai imajinasi dan akhirnya menjatuhkan kerajaan jiwa manusia.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Tentang refleksi: Aku sering memakai imajinasi untuk membayangkan sebuah dunia baru, aku memakai imajinasi untuk membentuk ruang dan waktu di sekitarku. </p><p>Memunculkan proyeksi proyeksi tentang dunia lain yang penuh dengan keindahan maha megah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-19 12:12:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2854628180</guid>
      </item>
      <item>
         <title>19.01 | Setan Imajinasi (dosa)</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2854739789</link>
         <description><![CDATA[<p>Pernah mendengar epidemi pembunuhan?</p><p>aku juga ngga</p><p>epidemi pembunuhan memang ada dan menyebar</p><p>orang-orang membaca koran dan berimajiansi se detail-detailnya mereka melakukan kejahatan tersebut</p><p>walaupun kalian tidak ingin melakukan kejahatan, gambaran menakutkan ini akan muncul</p><p><br/></p><p>Ada imajinasi yang kita harus blokir</p><p>yaitu salah satu dosa imajinasi, dosa kecemaran</p><p>jangan dengarkan</p><p>belajar menutup mata imajinasi kita</p><p>jangan sampai kamu tercemar</p><p>tolak semua pembicaraan yang menuju dosa kecemaran  dan hindari</p><p>lebih dari menghindari wabah</p><p>gambaran ini akan datang mengganggu pikiranmu</p><p><br/></p><p><em>"Hal-hal berharga apa yg ingin kamu tanamkan dalam pikiran kamu agar saat tergoda untuk memikirkan hal-hal dosa ataupun cemar, kamu dapat alihkan pikiranmu ke hal-hal berharga tsb?"</em></p><p><br/></p><p>Seperti ibu CM bilang </p><p>dosa ini bisa mencemari kita dan mengganggu pikiran.</p><p>Harus bisa mengalihkan pikiran ke yg lebih bermanfaat</p><p>kita harus tanamkan hal ini merusak kita dan hanya akan menjadi wabah bagi pikiran kita.</p><p><br/></p><p>Mungkin bisa tanya ahlinya Baginda Vergil.</p><p>Thank you Vergil, you’ve saved me from falling into darkness.</p><p>stay motivated.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/ec8d1e601f9649524f630511bdf0c3c5/Screenshot__890_.png" />
         <pubDate>2024-01-19 14:08:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2854739789</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pikirkan dosa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2856545050</link>
         <description><![CDATA[<p>Setan imajinasi yang lain adalah dosa. </p><p>Jangan biarkan Imajinasi melihat, membaca atau mendengar sesuatu yang memancing Imajinasi untuk mencemari diri. </p><p>Hal hal itu bisa membuat Imajinasi pada hal yang aneh aneh, seperti malem malem takut ada hantu. Imajinasi² mengerikan seperti itu dapat menyiksa diri sendiri kapan saja. </p><p>Ketika di malam hari kamu mendapat bayangan-bayangan mengerikan dari Imajinasi, dan kamu tidak mungkin mengambil buku atau melakukan sesuatu untuk mengalihkan pikiran. Segera pikiran hal lain, seperti buku cerita mu, pikirkan hal hal menyenangkan itu. </p><p>Aku sangat menyukai Alam dan terutama burung burung. Menurutku itu hal yang indah dan berharga untuk di pikirkan, aku ingin menggunakannya sebagai pengalihan pikirkan² dosa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 05:16:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2856545050</guid>
      </item>
      <item>
         <title>liat yang lucu dulu biar nanti malem pas mau tidur akan menghantuimu</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2857947712</link>
         <description><![CDATA[<p>dosa yang menular. ada berita pembunuhan misalnya, lalu kita yang tidak tahu seluk beluk berita itu akan mulai membayangkan sendiri apa yang dilakukan pelaku tersebut, dan ahirnya malah kebawa urge untuk melakukannya atau kena ketakutan jikalau itu terjadi pada kita.</p><p><br/></p><p>dan hal itu bisa terjadi dalam "pencemaran" dimana kita dicemari bacaan, gambar, puisi, dongeng, pembicaraan orang lain, dan sekarang ditambah video. maka cara terbaik untuk tidak dicemari hal hal yang akan menakutkan di masa mendatang, (seperti cerita seorang perempuan muda yang hanya bisa bedrest karena dia selalu ketakutan dalam bayangan dia sendiri, dan dia sampai kesulitan bedoa {mungkin sekarang ada benarnya yang dijelaskan CM tapi mungkin sekali wanita malang itu terkena skizofrenia)</p><p><br/></p><p>ada juga hal yang bukan dosa tapi (insert deddy corbusier sound here) t0l0l. mereka mengimajinasikan hal hal yang membuat mereka sendiri takut, tapi berarti itu ngatain diri kita sendiri (insert deddy corbusier sound here) t0l0l karena kita semua melakukannya. jadi, lebih baik mengganti pikiran secepat cepatnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://i.imgflip.com/2/6ykxdy.jpg" />
         <pubDate>2024-01-23 02:32:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2857947712</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Setan, dan malaikat pembebas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859515108</link>
         <description><![CDATA[<p>Kadang ketika orang-orangtua yang sedang membicarakan sesuatu waktu kecil aku mencoba ikut dan bertanya lagi ngomongin apa. Tapi ketika mamaku atau papaku bilang “kamu masih kecil nggak usah ikut dulu”, aku tidak mau melanjutkan bertanya karena aku merasa itu tidak baik buat aku. Setelah baca tulisan ibu CM di kelas Ourselves lalu, aku baru sadar kalau larangan ortuku itu ternyata sebetulnya untuk mencegah imajinasiku membayangkan sesuatu yang jahat dan berdampak nggak baik buat aku. Sebetulnya nggak cuma berita yang menyebar di TV, atau di koran, yang lebih bahaya dari itu ada di film atau tontonan yang kita tonton. Karena adegan kekerasan, pembunuhan, porno, itu semua bisa berdampak jelek bagi imajinasi kita.</p><p>&nbsp;</p><p>Ketika kita mendapatkan sesuatu gambaran imajinasi yang buruk, dan mulai terseret ke dalamnya, jangan kita bilang “aku tidak bisa mengendalikannya”, karena itu bodoh. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kita kalau kita ingin pergi dari sana, dengan cara mengalihkan perhatian imajinasi kita ke tempat lain. Kalau aku mengalihkan imajinasiku ke tempat yang aku suka, misalnya fotografi, atau film action, hal-hal menyenangkan yang terjadi di hari ini.</p><p>&nbsp;</p><p>Noted: (Kalo orang di paragraf kedua dah nggak bisa dibilangin, dah tinggalin aja tu orang tol*l)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-24 02:32:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859515108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 17 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859607038</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Gambar-Gambar Hidup Dari Dosa</strong></p><p>Bukanlah suatu hal yang baik menurut ibu CM untuk membaca dan menonton video-video atau konten-konten yang berisikan pembunuhan, kekerasan, dan keburukan. Karena dengan mudahnya hal ini bisa menyebar ke mana-mana dan akhirnya akan memenuhi pikiran kita. Lalu bisa saja, mereka yang imajinasinya sudah terlalu dipenuhi dengan hal-hal demikian akan tergoda untuk mencoba melakukan hal yang sama. Karena itu, bukanlah suatu hal bijaksana untuk mengisi pikiran kita dengan hal-hal negatif. </p><p><br/></p><p><strong>Imajinasi Yang Cemar</strong></p><p>Selain dosa seperti yang sudah kusebutkan di atas, ada satu lagi dosa yang seringkali memenuhi pikiran orang-orang. Dosa itu bernama dosa kecemaran. Jika kita bertemu dengan orang yang membicarakan hal-hal yang mengarah ke kecemaran atau bisa dibilang pornografi, segera tinggalkanlah dia dan menjauhlah ke tempat yang lain. Atau jika kita sedang membaca dan menonton sesuatu yang tiba-tiba saja menjurus ke arah hal-hal yang disebutkan di atas, jangan biarkan imajinasi kita juga ikut tercemar. Jadi kita harus belajar menutup imajinasi kita jika tengah berurusan dengan kecemaran. </p><p><br/></p><p>Lalu ibu CM di sini juga bercerita tentang seorang wanita yang sedang sekarat namun ia dihantui dengan dosa-dosa yang ia lakukan di masa lalu. Padahal dia sebenarnya dikenal sebagai seorang wanita baik-baik yang sudah bersuami. Rupanya dia tidak bisa mengucapkan doa-doanya saat sekarat karena imajinasi-imajinasi cemar dari masa lalu yang kini tengah memenuhi pikirannya. Mungkin dulunya dia pernah membiarkan pikirannya dipenuhi imajinasi kecemaran ini, dan ia sempat melupakannya. Karena itu tolaklah semua pikiran-pikiran kecemaran dan kotor semacam itu, jangan biarkan imajinasi kita teracuni karenanya.</p><p><br/></p><p><strong>Gambar-Gambar Hidup Kengerian</strong></p><p>Sungguh suatu kebodohan jika kita sampai membiarkan pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal buruk dan mengerikan seperti yang sudah kusebutkan di atas. Imajinasi kita bisa saja jadi dipenuhi dengan hal-hal seram seperti jatuh dari ketinggian, kecelakaan, pembunuhan, dan hantu-hantu, jika kita tidak berhati-hati. Dan tentu saja kita bisa mengelakkan pikiran-pikiran ini dengan melakukan sesuatu yang positif, meskipun tentu saja prosesnya tidak mudah. Hal-hal positif yang disebutkan ibu CM di sini adalah membaca buku, menggambar, bermain musik, dan berbagai macam hal lainnya. Lakukanlah hal yang produktif dan positif, maka niscaya pikiranmu akan dialihkan dari hal-hal yang negatif.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>Q: Hal-hal berharga apa yg ingin kamu tanamkan dalam pikiran kamu agar saat tergoda untuk memikirkan hal-hal dosa ataupun cemar, kamu dapat alihkan pikiranmu ke hal-hal berharga tsb?</em></p><p><br/></p><p>Tentu saja dengan melakukan hal-hal yang positif. Aku berusaha menanamkan dalam pikiranku sendiri suatu pemikiran bahwa hal-hal dosa dan kecemaran seperti yang sudah disebutkan di atas, tidaklah berguna dan hanya akan menambah hal-hal negatif beserta dosa untuk diriku sendiri. Setelah itu aku akan berusaha keras agar pikiran-pikiran dan imajinasi-imajinasi buruk tidak lagi muncul di pikiranku. Dan hal itu biasanya akan kulakukan dengan melakukan hal-hal positif seperti menggambar dan membaca buku. Jika aku tengah menyibukkan diri untuk melakukan sesuatu yang baik, otomatis pikiranku akan teralihkan dari keburukan.</p><p><br/></p><p>Menurutku, ibu CM mempunyai alasan kenapa kita diharuskannya untuk mempelari lukisan atau <em>picture-study</em>, berjalan-jalan di alam, membaca karya-karya sastra luar biasa, dan juga mendengarkan musik para komposer. Hal itu dikarenakan ia mau pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang positif. Jika pikiran kita sudah terbiasa dengan hal-hal yang baik, menurutku sendiri akan mudah mengembalikannya ke jalan yang benar jika semisal suatu saat nanti kecemaran dan dosa mendatangi pikiran kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2210081488/f0e73f5a781744a9ee62dad878f91fb8/_______DAISUKE_KAMBE_________bedroom_floor_.gif" />
         <pubDate>2024-01-24 04:14:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859607038</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gambaran-gambaran hidup dari dosa + Kecemaran🥶</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859750170</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi katanya ibu CM, tidak baik apabila kita menonton atau melihat film horor atau pembunuhan. Karena meski kita tidak ada niat untuk berbuat jahat, gambaran peristiwa itu bisa jadi tersimpan dalam benak kita.</p><p><br/></p><p>Lalu ada imajinasi yang tercemar. Katanya jangan sedikitpun kita memikirkan hal ini. Kalau ada pikiran ini langsung alihkan. Terus bercerita tentang seorang wanita tua yang terbaring sekarat, terus bagaimana pemikiran mengerikan muncul dan menghantui benaknya. </p><p><br/></p><p>Ia pikir Ia tidak pernah berpikir seburuk itu, tapi ibu CM percaya bahwa wanita tua itu pasti pernah memikirkannya di masa lalu terus melupakannya (dan pikiran itu ternyata muncul lagi!) Jadi ya begitu. </p><p>Katanya tolol sekali jika kita membiarkan gambaran ini hidup dalam imajinasi kita. Langsung buang, alihkan.</p><p><br/></p><p><mark>Jawaban pertanyaan:</mark></p><p>Hal berharga yang ingin aku tanamkan dalam pikiranku untuk mengalihkan diri yaa orang-orang, hal yang "kusayangi" dan diriku. Bagian terakhir mungkin terkesan egois ya tapi lebih mudah bagiku untuk membangunkan diriku dari imajinasi/halu ketika aku memutuskan untuk fokus, menyadari masih banyak yang belum kulakukan/coba. Jadi untuk apa memfokuskan diri kesana?</p><p><br/></p><p>juga entah katanya salah satu temanku (mungkin dengan bercanda, tidak tahu) kalau aku memang terlalu self-love belakangan ini. Kadang aku memuji diriku sendiri untuk terlihat konyol walau ya dipikir-pikir aku tidak berbohong tentang pujian yang kukeluarkan itu. Seperti "wah aku keren banget, asek" yang disusul tawa-tiwi. </p><p><br/></p><p>Yap, adios!</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-24 07:12:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859750170</guid>
      </item>
      <item>
         <title>19 | Imajinasi pt.2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859840141</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada intinya pembahasan kelas kali ini tentang imajinasi² buruk dan bagaimana mengatasinya. Terkait pertanyaan reflektif (yg jujur tidak reflektif mnrtku) jawabannya: pengen otak gimana caranya lgsg inget Allah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-24 08:39:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859840141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kenzi</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859928615</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Inti yang aku tangkap dari Gambaran hidup dari dosa adalah jika kalian membaca membaca berita seram sadis dan lain lain, gambaran itu akan terus terngiang - ngiang dan imajinasi melukiskannya untuk kalian. (tidak setuju btw)</p><p><br/></p><p>Maafkan karena menskip beberapa subbab</p><p>Pertanyaan reflektif: Hal-hal berharga apa yg ingin kamu tanamkan dalam pikiran kamu agar saat tergoda untuk memikirkan hal-hal dosa ataupun cemar, kamu dapat alihkan pikiranmu ke hal-hal&nbsp;berharga&nbsp;dsb?</p><p><br/></p><p>1. pengertian bahwa hal itu salah.</p><p>ya karena kalau gita ga tau itu salah kita ga akan mau untuk mengalihkan toh :D</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/Kq6wP0p5e1sOK065Gs/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-01-24 10:03:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859928615</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imajinasi yang Cemar</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859934539</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku awalnya berpikir bahwa maksud CM dari bab ini adalah tentang imajinasi yang tercemar oleh hasrat seks yang tidak dikendalikan. Karena itulah yang ku perhatikan di realita yang sekarang. Contohnya kasus seks bebas di sekolah-sekolah semakin meningkat dan jumlahnya sangat sangat mengejutkan. Bahkan aku baru mendapat kabar bahwa sekolah lama ku juga sudah tidak "bersih" lagi. </p><p><br/></p><p>Namun ternyata maksud CM disini bukan hanya itu saja. Dari yang aku tangkap, CM juga berusaha membahas tentang ketakutan-ketakutan dan pikiran-pikiran negatif. Orang yang hidup dalam ketakutan tidak bisa melangkah maju, selalu takut akan hal yang mungkin bisa terjadi. </p><p>Kalau aku, saat aku memiliki pikiran horor ketika sedang sendiri di rumah, aku akan berusaha mengatakan pada diriku dan meyakinkan diriku bahwa makhluk yang aku bayangkan dalam benakku itu sesungguhnya tidak ada apa-apanya dibanding Penciptaku, Tuhan seluruh alam. Aku yakin bahwa aku berada dalam perlindungan nya, dan jelas bahwa Tuhanku itu Maha Perkasa, Maha Penyayang.</p><p>Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagiku untuk takut dengan hal-hal yang seperti itu, apalagi kalau itu hanya dalam imajinasi ku saja 😅</p><p><br/></p><p>Pertanyaan reflektif dari Tante Priska: "Hal-hal berharga apa yg ingin kamu tanamkan dalam pikiran kamu agar saat tergoda untuk memikirkan hal-hal dosa ataupun cemar, kamu dapat alihkan pikiranmu ke hal-hal berharga tsb?"</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201228143258-20-587007/93-persen-siswi-depok-seks-pranikah-komnas-soroti-pendidikan" />
         <pubDate>2024-01-24 10:07:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2859934539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narazi - Top Zingko Zetan Imajinazi pt 2</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2860028442</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Numero doz - Pelcado/Doza</strong></p><p><br/></p><p>Katanya, tidak dianjurkan mengkonsumsi nyerempet kejahatan karena takutnya ada kecenderungan ke sana. Dan ini bukan tindakan bijak.</p><p><br/></p><p>Menurutku: Ywdh, blik ke diri sendiri aza. Secara general sepertinya aku setuju mengatakan itu tidak dianjurkan. Cuman kalo ini perilaku tidak bijaksana sepertinya tidak (jika yang dimaksud adalah mengkonsumsi kisah, berita, tentang kejadian tsb), tapi jika yang dimaksud tidak bijaksana adalah membayangkan detail-detail kejadiannya sepertinya setuju, atau setidaknya ga begitu baik.</p><p><br/></p><p>Trus ada lagi bahayanya, yaitu pornografi.</p><p><br/></p><p>Katanya jangan pernah dibayangin, kalo dateng usir. Pokoknya jangan kasi ruang soalnya akan mengganggu dengan cukup brutal.</p><p><br/></p><p>Menurutku:<strong> </strong>Di luar aturan agama dan moral umum (mungkin), aku berusaha untuk tidak memberinya tempat karena aku tidak suka ketika aku merasa aku "rendah".</p><p><br/></p><p>Terus.</p><p><br/></p><blockquote><p>Hal-hal berharga apa yg ingin kamu tanamkan dalam pikiran kamu agar saat tergoda untuk memikirkan hal-hal dosa ataupun cemar, kamu dapat alihkan pikiranmu ke hal-hal berharga tsb?</p></blockquote><p><br/></p><p>Aku berusaha memikirkan perspektif Tuhan ketika melihatku seperti itu.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/1ac3008448f9930a2f61013e91d15af8/Comp_1_00003.png" />
         <pubDate>2024-01-24 11:38:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2860028442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imagination</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2860145723</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Gambar Gambar Hidup dari Dosa.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Di subab ini, di katakan oleh oma CM kalau Dosa adalah setan kedua yang kerap singgah pada imajinasi kita. Dosa yang di maksud adalah ketika kita membiarkan imajinasi kita diam berlama-lama membayangkan sebuah detail pada sebuah tindak kejahatan yang kita baca melalui Artikel artikel Koran. Oma CM takut apabila Imajinasi kita bekerja terlalu keras pada adegan keji itu, imajinasi itu tidak lagi diam menjadi gambaran semu dalam otak kita. Melainkan sebuah adegan nyata yang kita lakukan pada orang lain.</p><p><br/></p><p>Tapi, aku kurang setuju di kalimat Oma yang di tulis seperti ini:<em> Itu sebabnya tidak bijaksana bagi siapa pun untuk membaca berita berita semacam itu di surat kabar. </em></p><p><br/></p><p>Memang kalau terlalu banyak memikirkan adegan kejahatan seperti itu adalah sebuah kesalahan, tapi kalau hanya sekedar membaca aku rasa tidak pernah ada salah nya. Karna terutama di era kita ini, di mana kejahatan bisa di lakukan di mana saja dan oleh siapa saja. Berita berita itu tentu bisa menjadi sebuah bentuk pelajaran untuk kita, agar lebih waspada lagi dengan sekitar.</p><p><br/></p><p>Dan lagi, ku rasa jika kita sendiri punya cukup kesadaran tentang baik-buruk dan self control yang baik juga. Mustahil hal hal yang kita baca itu menjadi nyata.</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Imajinasi Yang Cemar</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Menurut Oma CM ada satu jenis Dosa yang Kerajaan Jiwa Manusia kita ini perlu waspadai agar tidak meninggalkan impresi. Dosa cemar yang sekali kita jumpai, akan selamanya menghantui. Di  katakan juga oleh Oma CM kalau sewaktu waktu kita menemukan dosa ini pada bacaan kita (literatur, puisi, dan sejarah) kita harus berlatih untuk menutup mata Imajinasi kita.</p><p><br/></p><p>Sempat menjadi bahan pertanyaan, dosa cemar apakah yang di maksud oleh Oma CM. Dan pikiran ku langsung tertuju pada dua hal, yang pertama <em>pornografi</em>, dan yang kedua adalah cerita cerita buruk tentang seseorang atau singkatnya <em>gosip. </em></p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Gambar Gambar Hidup Kengerian </strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Menurut Oma CM, sangatlah tolol kalau kita membiarkan imajinasi kita menggambar hal hal mengerikan . Seperti sebuah kecelakaan, jatuh kejurang, patah tulang, dan imajinasi imajinasi mengerikan lain yang sebenar nya sedikit mustahil untuk terjadi seandainya kita lebih hati hati. Kata Oma CM seandainya pikiran pikiran semacam itu hadir (intrusive thought), kita sebaiknya segera mengalihkan imajinasi dengan hal hal lain, seperti novel novel lucu yang kita baca atau film film kartun yang sering muncul di televisi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/c825cc8ccc2e107470f54bb651074183/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__2_.png" />
         <pubDate>2024-01-24 13:28:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2860145723</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imagination part 2</title>
         <author>catatankertas15</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2860892831</link>
         <description><![CDATA[<p>Sometimes, our imagination can be very annoying. For instance, the imagination that comes after you watch scary movies. They appear to your mind, your brain created lots of scenarios that scare you to death. (Okay, that was too dramatic)</p><p><br/></p><p>For me, Imagination that scares me doesn't come from a scary movie. I barely watch scary movies. But I oftentimes Imagine about something that might happen. For example, a friend being mad at me. Or being chased by a stranger. This Imagination frightening me. I even sometimes cry because of those imagination. </p><p><br/></p><p>I don't think I really want to remove those imagination. I don't think that is easy enough to do. What I want is to control those imagination, and getting no effect on those imagination.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-25 00:16:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2860892831</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dosa kecemaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2861063790</link>
         <description><![CDATA[<p>Masih membicarakan imajinasi, Kita akan lebih mendalami ancaman “dosa” hari ini. Ketika kamu melihat ada wabah kejahatan menyebar (Pembunuhan, pencurian, dll), kamu tentu bingung, bagaimana caranya kejahatan menyebar? Bukankah itu suatu perilaku, bukan virus? Memang benar kejahatan bukanlah virus, namun kejahatan bisa menyebar lewat hal lain yaitu imajinasi. Saat menonton atau membaca berita buruk, informasi itu akan masuk ke dalam otak kita dan tertanam di imajinasi kita, dan kita akan terus menerus memikirkan informasi itu atau dengan kata lain ia akan merawat informasi itu dan membiarkannya tumbuh besar. Dan itu bisa berakhir dengan kita melakukan ide buruk tersebut. Ini juga bisa mengarah kepada kecemaran, Jika kita sempat memikirkan tentang hal hal yang bisa menumbuhkan Dosa kecemaran, pikiran tersebut akan menghantui kita seumur hidup. Jadi sebisa mungkin dihindari agar tidak merusak keasrian jiwa manusia.<br><br>- Raja jiwa manusia</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-25 03:21:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2861063790</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi 19: imajinasi yang cemar</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2861193409</link>
         <description><![CDATA[<p>Di bacaan ini CM mengatakan bahwa imajinasi memiliki dosa kecemarannya sendiri. Menurutnya mengimajinasikan sesuatu yang mengerikan dan menyeramkan itu adalah sesuatu hal yang bisa mencemari isi pikiran kita. salah satu dosa kecemaran yang sangat wajib kita hindarkan. cm bercerita ada seorang wanita muda yang sudah bersuami, dia sekarat di tempat tidur dan sangat tersiksa. kita harus menghindari dosa kecemaran itu lebih baik dari kita menhindati wabah penyakit.<br><br>memang bukan bersifat dosa tapi tololsekali jika kata memikirkan kejadian yang menyeramkan seperti hantu hantu, jatuh dari tebing, kecelakaan parah dan lain lain, karena bayangan itu bisa saja menampakkan diri dan membuat kita ketakutan, dulu ada seorang teman yanga memiliki kengerian yang menetap bertahun tahun di dalam pikirannya dan berkata "gimana cara ngilaninnya?" dan salah satu tips yang di sarahankan adalah alihkan pikiran kita ke tempat yang lain, buku cerita yang menyenangkan mungkin dan hal hal lain yang bisa menghindarkan pikiran kita terhadap hal menyeramkan itu.<br><br>aku dulu waktu masih kecil umur 7 aku ikut ibuku nonton drama korea, di dalam drama itu ada hantunya, ceritanya ada seorang perempuan yang membeli sepatu high heels merah muda di toko sepatu di sebuah mall. dan memakainya kemana mana tapi ternyata sepatu yang dia beli itu sepatu punya hantu yang gentayangan, dan akhirnya si perempuan ini kaya ketempelan gitu. suatu hari dia lagi mau pulang malam malam dan turun tangga sendirian, karena dia sendirian si hantunya mau sepatunya kembali akhirnya sama si hantu kaki perempuan itu di tarik dan jatuh lah perempua yang kakinya di tarik itu. dan sejak aku ikut ibuku nonton itu aku jadi takut turun tangga sendirian karena aku takutnya aku kejadian kaya perempuan yang di draman itu. aku jadi takut tidur sendirian juga, padahal menurut ibuku drama itu tuh ga serem sedangkan aku masih kepikiran itu sampai aku umur 10.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-25 06:08:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2861193409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pikiran- pikiran jahat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2861402179</link>
         <description><![CDATA[<p>Terkadang kita suka memikirkan hal- hal yang membuat kita takut. Misalnya pas kita mematikan lampu kita berimaginasi tentang ada bayangan yang mengejarkita bukan</p><p><br/></p><p>Bagaimana kita menghentikanya?</p><p>Kalau untuku sih aku tidak bisa menghentikanya, karna hal itu aku membiarkan pikiran pikiran itu melang sampai pikiran itu lelah dan berhanti dengan sendirinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-25 09:44:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2861402179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>aesthetics</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2863588302</link>
         <description><![CDATA[<p>There's another demon of imagination, exclusiveness. This is when we feel exclusive, special. For example when we’re used to eat from a 5 star restaurant, we wouldn't settle down for another restaurant. We feel exclusive.&nbsp;</p><p>This feeling in mine is not that deep, I'm fine with a dirty toilet, street food, and any bed. My feeling of exclusiveness isn't really there on touchable things. But I sometimes feel exclusive when I see my friends. For example when they don’t learn the way I’m learning, or they don’t read the kind of book i read.&nbsp;</p><p>How I take care of this feeling is I tried to look their good things, and remember that&nbsp; every human is different.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-27 06:22:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2863588302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>26.01 | Rasa Estetika</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2865338957</link>
         <description><![CDATA[<p>Estetika menambah banyak sukacita dalam hidup kita, tapi ada bahaya di balik si estetika ini yg disebut "eksklusif"</p><p><br/></p><p>Eksklusif menyakinkan akal pikiran bahwa keindahan adalah segala-galanya.</p><p>sia-sia intelek mengundangnya ke wilayah-wilayah lain.</p><p>orang-orang yg telah menyerah kepada eksklusif akan mengganggap keindahan dan kebaikan adalah satu</p><p>hanya memikirkan kepuasan diri sendiri tidak orang lain</p><p>bergaul dengan orang yang memiliki persamaan pandangan</p><p>ia juga akan memandang semua hal atas keindahan saja seperti ruangan atau barang. misalnya kesawah bermain lumpur atau ke sungai air gambut(karena kek gelap gitu warnanya)</p><p><br/></p><p><em>"Bagaimana level Rasa Estetika dalam dirimu? Seberapa tinggi? Pada bagian mana yang tinggi dan bagian mana yang rendah? (Misal: tinggi pada tempat makan, rendah pada kebersihan kamar) </em></p><p><br/></p><p>contohnya sangat relateable T.T</p><p>kalo tempat makannya bersih dan nyaman (terlebih ada buat nyender) lebih prefer disana</p><p>dan ini juga tentang ke-higenis-an, saat makan kita memasukan makanan kedalam tubuh kita dan kalo tempatnya kotor bisa jadi malah kuman ikut masuk.</p><p>kalo kebersihan kamar mungkin karena kamar aku bareng adik jadi kalo kotor bukan 100% tanggung jawab ku untuk membersihkannya. Paling ngga nyapu dan ngepel, tapi kalo kasur pokoknya harus bersihin bareng</p><p><br/></p><p><em>Bagaimana kamu menjaga rasa estetika tersebut agar tidak menjadi eksklusif?"</em></p><p>aku mau jadi kotor pada tempatnya. Semisal lagi belajar menanam padi, yah mau ngga mau harus kotor dan jangan takut kotor.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/c2634c9abe6b79780eb96c903fb88f3d/20240126090951.png" />
         <pubDate>2024-01-29 14:41:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2865338957</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa Eksklusivitas</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2865670501</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah kubaca ulang, sepertinya pemahamanku sedikit melenceng tentang setan eksklusivitas. Maksud ekslusivitas yang dimaksud adalah kita terlalu fokus/mendalami satu hal saja (bisa bidang eksplorasi dalam jiwa manusia, alam, genre musik, dst) sehingga kita tidak bisa menemukan keindahan dari hal yang selain itu, tidak hanya tentang "keindahan diri sendiri". Eksklusif kan artinya khusus/terbatas jadi beberapa kelompok saja, tidak begitu banyak. </p><p><br/></p><p>Nah terus CM mengatakan bagaimana kita harus terbuka dengan keindahan apa saja, walau memang mustahil menyukai semuanya. Keindahan itu memiliki 3 hal kata CM, yaitu pelayanan, upaya dan minat yang luas. Lalu ada juga rasa kenikmatan. </p><p>Pick me mungkin bisa termasuk. Kemarin aku menyebut tentang pick me. Pick me adalah orang yang merasa dirinya begitu indah, begitu berbeda begitu eksklusif dari kelompok gendernya sendiri sampai menjelek-jelekkan orang lain. </p><p><br/></p><p>Nah, satu hal yang sering disalahpahami itu, bahwa orang yang "berbeda" dari kelompok gendernya itu tidak serta merta pick me. </p><p><br/></p><p>Ya bisa jadi kan pengalamannya memang berbeda, seperti aku yang dulunya tomboy dan lebih suka bermain dengan anak laki-laki dibanding perempuan. Tapi bedanya dengan pick me, aku tidak sampai menjelek-jelekkan/ mengatakannya supaya "dipilih"/dilirik. Kan faktanya masa kecilku memang begitu. </p><p>Cuma bilang saja. </p><p>- </p><p>Kurasa level estetikaku cukup tinggi kalau berada di luar, dan paling sedikit kalau didalam rumah. Kalau saat lagi dijalan gitu, aku suka mengamati orang yang berlalu lalang, jalan yang kulewati terus paling sering tuh liat ke atas, ke langit terus melamun sendiri. Ngga tahu, aku suka saja melihat warna langit atau sekadar bentuk awan. Wah, kena angin saat berkendara naik motor di malam hari juga menyenangkan sekali rasanya.</p><p><br/></p><p>Terus kalau lagi berada di tempat rame, aku suka menyendiri sesekali alih-alih ikut berbicara, terus mengamati mereka (kalau mereka tidak melihatku WHHAHA). Melihat anak kecil entah bermain lempar botol, melihat orang berceloteh atau tertawa sampai memukul punggung teman mereka sendiri dengan suara "BUK!" yang keras disusul tawa yang menggema lebih keras lagi, apa aja deh aowkaowk.</p><p><br/></p><p>Kalau dirumah, mungkin karena semuanya sudah "biasa". Gimana ya, mejaku juga sumpek sekali, sekarang ini ada dua botol air minum, satu boneka teddy, buku tulis, buku untuk dibaca... banyak juga dilihat-lihat. Biasanya kurapikan, kalau ingat + tidak malas. Yaa, aku suka meja rapi tapi kadang terlalu malas untuk membersihkan, seandainya bisa rapi sendiri ya ngga si?</p><p> </p><p>Ntah, aku merasa bebas, bisa santai, bersenang-senang atau merasa tidak memedulikan waktu ketika di luar (bahkan jika sekadar pergi ke halaman belakang, itulah sebabnya aku kalau main biola biasanya mainnya di luar biar lebih enjoy wkkw), kalau di dalam aku bawaannya ingin fokus terus/berusaha produktif jadi tidak terlalu melihat-lihat/peduli. Entah kenapa aku begini pada diri sendiri awokaowk</p><p><br/></p><p>Aku Nike, adios!</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-29 18:04:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2865670501</guid>
      </item>
      <item>
         <title>20 | MAK JLEB - Eksklusivitas Diri</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2866316720</link>
         <description><![CDATA[<p>Sungguh menyenangkan sekaligus melegakan oma CM membahas hal kecil yg mendalam ini. Tentang eksklusivitas diri. Bagiku ini bentuk tinggi hati dan kesombongan yang paling halus. Rasanya hampir mustahil manusia akan "ngeh" kalau tidak dikemukakan.</p><p><br/></p><p>Dengan keengananku makan dipinggir jalan yg lesehan Rasa Estetikaku perlu dibenahi, supaya tidak menjelma Setan Eksklusivitas. Sejauh ini caranya selalu sering-sering refleksi dan introspeksi diri.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://thumbs.dreamstime.com/b/vip-exclusive-stamp-red-wax-seal-white-business-concept-d-render-34168469.jpg" />
         <pubDate>2024-01-30 05:44:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2866316720</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 18 Kelas Ourselevs</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2867800417</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Setan Eksklusivitas</strong></p><p>Rasa estetika benar-benar sangat indah, hingga orang seringkali tidak bisa menemukan bahaya atau setan di balik keindahan ini. Setan dari estetika adalah Eksklusivitas. Eksklusivitas akan membutakan benak kita dan membuatnya akan terus menerus bergantung dengan keindahan saja, tanpa memedulikan hal yang lain. Jika hal itu sudah terjadi, maka sia-sialah sudah upaya Intelek untuk menjelajahi wilayah-wilayah lain. Orang yang sudah dimabukkan oleh Eksklusivitas akan menggangap keindahan dan kebaikan adalah hal yang sama. Dan mereka cenderung untuk melakukan berbagai macam hal demi kepuasannya sendiri. </p><p><br/></p><p><strong>Kita Tak Bisa Memilih Hidup Kita </strong></p><p>Mereka yang sudah dibutakan oleh keindahan juga sering kali tidak mau bergaul dan berelasi dengan semua orang. Dia hanya mau berelasi dengan mereka yang memiliki pandangan tentang keindahan yang sama dengan dirinya. Dan hal ini tentu saja sangat merugikan dirinya sendiri. Dengan dia tidak sudi melihat suatu hal yang "tidak indah," dan tidak mau berada di tengah-tengah para pekerja dan orang-orang miskin, ia malah melewatkan kebahagiaan sebenarnya yang didapatkan dari keindahan itu sendiri. </p><p><br/></p><p><strong>Surga Kesenangan</strong></p><p>Setelah mendengarkan hal-hal di atas, jangan biarkan rasa takut merasuki benak kita dan menjauhkan kita dari surga kesenangan. Menyukai estetika sebenarnya juga tidak ada salahnya, hanya saja kita harus mengingat dua hal ini. Yang pertama, jangan biarkan kita merasa bahwa kita ini berada di atas orang lain. Yang kedua, jangan biar rasa keindahan berubah menjadi eksklusivitas karena kita tidak mau menjelajahi wilayah lain. Bawalah rasa keindahan ke wilayah-wilayah lain juga yang masih asing baginya. Jika kita mampu melakukan dua hal itu, maka tidak perlu lah kita takut kepada setan Eksklusivitas.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>Q: Bagaimana level Rasa Estetika dalam dirimu? Seberapa tinggi? Pada bagian mana yang tinggi dan bagian mana yang rendah? (Misal: tinggi pada tempat makan, rendah pada kebersihan kamar) Bagaimana kamu menjaga rasa estetika tersebut agar tidak menjadi eksklusif?</em></p><p><br/></p><p>Rasa Estetikaku tinggi jika sudah berhubungan dengan bersih-bersih dan kebersihan rumah. Di rumah, aku (dan mama) yang paling sering ngomel dan marah-marah jika rumah berantakan atau lantai kotor. Tapi tentu saja nggak cuman marah-marah dong, aku juga yang bertanggung jawab untuk kebersihan rumah. Aku yang mengepel, menyapu, dan merapikan barang-barang yang berantakan di rumah. </p><p><br/></p><p>Lalu estetikaku juga tinggi jika berhubungan dengan kebersihan alat-alat makan. Aku paling tidak selera makan jika alat-alat makan di rumah ada debunya. Jika hal itu sudah terjadi, maka aku sendiri yang akan memaksa untuk membersihkan alat makan tersebut, agar aku bisa menjamin kebersihannya.</p><p><br/></p><p>Tapi rasa estetikaku rendah jika sudah berhubungan hias-menghias atau membuat sesuatu yang menggunakan imajinasi tanpa mencari referensi. Membuat sesuatu tanpa diizinkan mencari referensi adalah hal yang sangat sulit buatku. Imajinasi dan rasa estetikaku tidak bisa berjalan dengan baik jika aku disuruh menghias atau membuat sesuatu, karena itulah perlu untukku mencari referensi terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang memerlukan estetika.</p><p><br/></p><p>Lalu caraku untuk tetap menjaga rasa estetika di tempatnya adalah, dengan memaksanya untuk mau keluar dari zona nyaman dan terus menerus mau mencoba suatu hal yang baru atau tidak kusuka. Hal-hal itu bisa berupa bermain-main di alam dan olahraga, karena aku adalah anak yang mageran dan malas keluar rumah, atau bergaul dengan teman-teman di gereja, karena aku paling tidak suka bersosialisasi dengan orang-orang baru. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/f47a42f1624fc86ce8deaa1e284c34eb/download__3_.gif" />
         <pubDate>2024-01-31 03:33:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2867800417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estetika</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2867931715</link>
         <description><![CDATA[<p>Estetika memberikan begitu banyak kesenangan dalam hidup, sehingga sulit untuk melihat bahaya yang dimilikinya. </p><p>Tapi setan Eksklusif ini bisa membuat keindahan menjadi segalanya. Seorang pemuja keindahan tidak tahan melihat sesuatu yang tidak indah, juga hanya mau mengenal orang yang sependapat dengannya.</p><p><br/></p><p>Caraku menjaga Estetika agar tidak menjadi setan eksklusif: biasanya bila aku lagi di rumah orang, terus rumahnya itu kayak  nggak terlalu bagus, sempit, ruang tamunya Lesehan, nggak ada meja atau kursi. Aku biasanya berusaha berpikir kalau rumah itu sederhana bukan nggak selevel dengan aku.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-31 06:18:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2867931715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>liat yang lucu dulu biar nanti malem pas mau tidur akan menghantuimu</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2868319930</link>
         <description><![CDATA[<p>dosa yang menular. ada berita pembunuhan misalnya, lalu kita yang tidak tahu seluk beluk berita itu akan mulai membayangkan sendiri apa yang dilakukan pelaku tersebut, dan ahirnya malah kebawa urge untuk melakukannya atau kena ketakutan jikalau itu terjadi pada kita.</p><p><br></p><p>dan hal itu bisa terjadi dalam "pencemaran" dimana kita dicemari bacaan, gambar, puisi, dongeng, pembicaraan orang lain, dan sekarang ditambah video. maka cara terbaik untuk tidak dicemari hal hal yang akan menakutkan di masa mendatang, (seperti cerita seorang perempuan muda yang hanya bisa bedrest karena dia selalu ketakutan dalam bayangan dia sendiri, dan dia sampai kesulitan bedoa {mungkin sekarang ada benarnya yang dijelaskan CM tapi mungkin sekali wanita malang itu terkena skizofrenia)</p><p><br></p><p>ada juga hal yang bukan dosa tapi (insert deddy corbusier sound here) t0l0l. mereka mengimajinasikan hal hal yang membuat mereka sendiri takut, tapi berarti itu ngatain diri kita sendiri (insert deddy corbusier sound here) t0l0l karena kita semua melakukannya. jadi, lebih baik mengganti pikiran secepat cepatnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://i.imgflip.com/2/6ykxdy.jpg" />
         <pubDate>2024-01-31 12:46:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2868319930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RASA JIJIK</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2868326102</link>
         <description><![CDATA[<p>estetika untuk sendirinya mungkin membuat kita menghargai sesuatu, tapi rasa estetika yang berlebihan justru membuat kita jijik dan tidak menghargai berbagai hal, membuat standar nyaman kita sendiri. tetapi, kalau kita tidak menaruh standar terlalu tinggi sendiri, itu malah membantu kita mengetahui keindahan keindahan hidup yang sudah diberikan untuk kita.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>refleksi: untuk hal hal seperti orang muntah, atau kotoran orang dan muntahan, itu aku jijik, tapi bau nya nggak terlalu, aku malah suka bau sampah yang membusuk, enak gitu di hidung. kalau perilaku ya paling hanya muntah atau buang air sih, selebihnya nggak jijik. tapi kalau sama orang muntah itu aku benar benar phobia</p>]]></description>
         <enclosure url="https://images.unsplash.com/photo-1620027496716-a746022e3a8b?crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3w3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8M3x8aW5kaWFuJTIwc3RyZWV0JTIwZm9vZHxlbnwxfHx8fDE3MDY3MDQ4MDF8MA&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=85" />
         <pubDate>2024-01-31 12:52:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2868326102</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NArAzI</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2868512657</link>
         <description><![CDATA[<p>Tempat bernama Estetika mempunyai ancaman bernama Ekslusivitas, dia akan menjadi ancaman ketika dia mampu membutakan pikiran: keindahan=kebaikan.</p><p><br/></p><blockquote><p>Bagaimana level Rasa Estetika dalam dirimu? Seberapa tinggi? Pada bagian mana yang tinggi dan bagian mana yang rendah? (Misal: tinggi pada tempat makan, rendah pada kebersihan kamar) Bagaimana kamu menjaga rasa estetika tersebut agar tidak menjadi eksklusif?</p></blockquote><p><br/></p><p>Untuk yg pertama: aku juga masih belum tw, untuk yang kedua: mikir lebih mendasar.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/3411be5f467b3bfe77b075187591d483/Comp_1_00003.png" />
         <pubDate>2024-01-31 15:05:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2868512657</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 20: rasa estetika </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2868517648</link>
         <description><![CDATA[<div>Bacaan ini mengatakan bahwa terkadang rasa estetika bisa membawa setan bernama rasa eksklusivitas yang meyakinkan telinga Menteri untuk bersenang senang saja di rasa estetika kare kebahagiaan ada hal yang paling menyenang kan. Menurut ku kada rasa eksklusivitas bisa membuat diri kita menjadi sombong karena kita merasa, kita mau nya temenan dengan yang 'setara' dengan kita &nbsp;</div><div><br></div><div>Dan di katakan cara agar kita tidak terjerat dengan setan eksklusivitas adalah kita harus menghindari pikiran 'aku lebih baik dari orang lain' merasuki diri kita</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-31 15:08:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2868517648</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estetika</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869276398</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa estetika itu penting, tanpa kuta sadari estetika pasti ada dalam kehidupan masing- masing.</p><p><br/></p><p>Estetika  tempat tinggi dan rendah ku</p><p><br/></p><p>Tempat tinggi mungkin tentang menjudge seseorang atau saat mereka meminta saran dari ku ( walaupun gak pernah di kerjain )</p><p><br/></p><p>Tempat rendah ku mungkin dalam mencari motifasi, karna kalau dapat motifasi pasti udah banyak berubah, juga kalau dapet aja sedikit pasti langaung dihilangkan oleh ekpetasi orang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-01 03:02:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869276398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahaya Rasa Estetika</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869432507</link>
         <description><![CDATA[<p>Kami membahas tentang rasa estetika hari ini. Charlotte Mason menulis tentang salah satu bahaya atau dosa dari rasa estetika yaitu eksklusifitas. Diawal, aku sama sekali tidak mengerti korelasi antara keduanya. Kami semua berdiskusi tentang eksklusifitas dan rasa estetika dengan serius, juga berusaha memberi contoh kasusnya dalam dunia nyata. Diakhir, aku akhirnya tetap tidak mengerti hubungan antara keduanya 😁 dan kelasnya pun ditutup dengan tanda tanya yang masih terpampang jelas di jidatku. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/c72fe5b081118f7e44b21fb239df4a32/Moms_show_how_to_keep_it_frugal_while_cleaning_with_3_ingredient__hack__for_popular_cleaner.jpeg" />
         <pubDate>2024-02-01 06:01:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869432507</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kenzi</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869437762</link>
         <description><![CDATA[<p>Silakan direfleksikan: Bagaimana level Rasa Estetika dalam dirimu? Seberapa tinggi? Pada bagian mana yang tinggi dan bagian mana yang rendah? (Misal: tinggi pada tempat makan, rendah pada kebersihan kamar) Bagaimana kamu menjaga rasa estetika tersebut agar tidak menjadi&nbsp;eksklusif?</p><p><br/></p><p>susah menjawab bagaimana agar estetikaku tidak menjadi susah, karena aku sendiri masih belum benar benar paham yang di maksudkan ekslusivitas itu sendiri apa</p><p><br/></p><p>seberaba tinggi level estetikaku itu tergantung bagian mananya dulu (sekalian menjawab pertanyaan no 2) menurutku sendiri bagian tinggiku ada di hal hal pergamingan, untuk yang rendah, hampir semua sih.</p><p><br/></p><p>narasi</p><p>intinya yang kutangkep adalah setan estetika adalah Setan Eksklusivitas (bruh)</p><p>nah sepertinya si setan satu ini membuat kita tidak bisa menghargai hal hal yang tidak indah, seperti contohnya tempat tempat kotor dan kumuh, orang yang dirinya di kendalikan oleh setan itu akan merasa tidak betah dll.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/cCXGqogJEju2I9tBlY/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-02-01 06:09:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869437762</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chapter five : The Beauty Sense</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869705374</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Setan Eksklusivitas.</strong></p></li></ul><p>Setan pembawa petaka ini, di katakan oleh oma CM sebagai setan yang cukup sulit di sadari hadir nya oleh kita. Sebab, kedatangan nya ada di Rasa Estetika. Satu hal yang membawa begitu banyak sukacita untuk Negeri Jiwa Manusia. Setan ekslusivitas, adalah setan yang melayani rasa suka mendalam terhadap hal hal menyenangkan seperti musik, lukisan, dan alam. Ia menguasai telinga perdana menteri, dan selalu mengatakan pada nya kalau suka cita dan rasa keindahan begitu penuh dan ia tidak membutuhkan hal hal lain untuk melengkapi kebahagiaan nya.</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Kita tidak memilih hidup kita</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Ketika rasa estetika kita di kuasai oleh setan eksklusivitas, kita menjadi sangat pemilih dan hanya mau bergaul dengan orang orang yang menurut kita setara dan memiliki cara berfikir yang sama dengan kita. Kita jadi enggan berkunjung ke tempat tempat yang (kita rasa) kurang baik. Seperti permukiman kumuh di pinggir kota, tempat pembuangan akhir, pasar, dan lain sebagai nya.</p><p><br/></p><p>Aku sendiri harus mengaku kalau bahkan sampai sekarang setan satu ini masih menguasai rasa estetika ku. Aku jadi enggan berkunjung ke pasar, makan di tempat tempat yang terlihat tidak begitu bersih, dan mencuci piring. </p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Surga kesenangan </strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Namun kita tidak perlu takut kalau kemungkaran menjauhkan surga yang di buka oleh rasa estetika pada kita. Ada dua hal yang di katakan oma CM harus kita perhatikan, yang pertama adalah  : jangan biarkan pemikiran "lebih baik dari orang lain" datang merasuki pikiran kita, dan selanjutnya kita harus berusaha melangkah sejauh mungkin dalam kapasitas untuk membawa keindahan keindahan di tempat yang menurut kita tidak memiliki nya. dengan begitu kita tidak perlu takut akan setan ekslusivitas. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/e385362e64d9fe6d0c3ff28822d5bc57/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__3_.png" />
         <pubDate>2024-02-01 10:47:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869705374</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa eksklusivitas, setan Rasa estetika. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869986733</link>
         <description><![CDATA[<p>Setan rasa eksklusivitas. Setan yang luput keberadaannya di jiwa manusiaku, ia jarang sekali menampakkan muka. Tapi aku akan tetap menjelaskannya padamu; Ketika seseorang terlalu mencintai keindahan, mau itu musik, lukisan, puisi, dan sebagainya, ia merasa bahwa di hidup ini tidak ada yang patut dipelajari selain hal hal yang memenuhi kriteria estetika. Mereka hanya akan memandang apa yang mereka pandang indah, sebab itu, mereka jadi enggan pergi ke pemukiman orang” yang kurang beruntung, mereka akan merasa hidup mereka lebih baik, dan akhirnya mengundang satu lagi setan yaitu kesombongan. Rasa eksklusivitas tidak hanya kepada subjek atau tempat yang dikunjungi, eksklusivitas juga bisa kepada teman, ketika sudah mempunyai circle teman yang sudah dekat, rasa eksklusivitas akan dengan mudah menyelinap masuk dan membuat jiwa manusia enggan menjalin relasi dengan kerajaan jiwa manusia baru.</p><p>Itulah deskripsi kecil tentang Rasa estetika.<br><br>Untuk refleksi: Rasa estetika di dalam diriku cukup tinggi, rasa estetika kebersihan, seni, alam semesta, dan aku merasa dalam setiap keburukan, aku bisa menemukan keindahan (jika aku mau).</p><p><br></p><p>- Raja jiwa manusia</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-01 14:43:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2869986733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estetika: Keinginan mata</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2870094652</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi rasa Estetika ini sebetulnya baik bagi manusia karena manusia butuh salah satunya rasa Estetika ini. Kenapa manusia butuh sifat ini, karena manusia harus bisa mengamati sekitar, memilih mana yang lebih bagus. Tapi ketika Estetika menjadi penguasa di dalam diri manusia, efeknya bisa buruk. Estetika bisa membuat kita lupa mana yang prioritas, memilih hiburan sesaat yang bisa merugikan masa depan. Jadi kita harus bisa mengekangnya supaya Estetika ini tidak menjadi liar dan mengacaukan rencana-rencana kita.</p><p>&nbsp;</p><p><em>Bagaimana level Rasa Estetika dalam dirimu? Seberapa tinggi? Pada bagian mana yang tinggi dan bagian mana yang rendah? (Misal: tinggi pada tempat makan, rendah pada kebersihan kamar) Bagaimana kamu menjaga rasa estetika tersebut agar tidak menjadi eksklusif?</em></p><p>&nbsp;</p><p>Kalau level Estetikaku mungkin di sekitar 48%, karena aku kadang bisa fokus, tapi juga bisa terdistraksi. Aku gampang terdistraksi oleh Estetika biasanya di depan handphone atau komputer. Karena di depan screen aku jadi susah konsen karena aku dari kecil sudah terlalu sering terdistraksi sehingga aku belum bisa menghilangkan sepenuhnya kebiasaan ini. Untuk mengatasi hal ini, biasanya aku dari awal sampai akhir mencoba terus untuk mengingat apa tujuanku mengerjakan hal ini. Dari cara ini aku jadi bisa memblokir keinginanku untuk melihat tontonan yang menarik (seperti video gaming, nonton film, dll).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-01 15:53:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2870094652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Biarkan Aku Memasak</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2872180761</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pembuka - Narasi Eksplisit</strong></p><p>Dari apa yang dikisahkan di pertemuan lalu, Nalar digambarkan sebagai sosok yang memproduksikan argumen, sebagai contoh nalar Antonio (karakter The Tempest) seperti berikut:</p><p>"Kakakku ga becus dalam mengerjakan pekerjaanya. Wilayah ini jadi kacau karena dia, saking kacaunya, membunuhnya mungkin bukan sebuah dosa".</p><p>Aku pas baca ulang ga begitu paham contoh The Tempest dan makanya aku ulang yang Antonio saja, tapi aku ngerti pesan yang mau disampaikan yaitu: iniloh Nalar, gini cara kerja dia, dan semacamnya. Mungkin karena aku memahami hal tersebut otakku jadi agak males memahami contoh tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>Definisi &amp; Hakikat Nalar</strong></p><p>Nalar merupakan sosok yang kerjanya memproduksi argumen. Pada hakikatnya, Nalar memproduksi argumen-argumen yang objektif dan ketika dia tidak objektif maka itulah salah satu yang disebut cacat penalaran. Sebagai contoh:</p><p>Ada orang yang terkenal hebat di suatu bidang, pada suatu waktu, dia terlibat di acara yang membahas bidang yang dia tekuni, dia berperan sebagai pengisi acara. Ketika menjelaskan, dia menyatakan hal yang keliru dan diluruskan oleh pengikut acara, namun karena dia hanya mahasiswa maka dia menolak argumen tersebut.</p><p><br/></p><p>Kenapa objektif adalah hakikat nalar?. Dari beberapa sumber, meski ada beberapa perbedaan, secara garis besar, argumen adalah: alasan untuk membuktikan sesuatu, entah itu kebenaran, ketidakbenaran, dan lainnya (kalau ada). Ketika nalar memproduksi argumen/alasan untuk membuktikan sesuatu tapi dengan alasan yang lemah atau tidak relevan dengan tolak ukurnya, maka alasan tersebut gagal memberikan bukti yang kuat sehingga nalar memberikan hasil timbangan yang tidak akurat.</p><p><br/></p><p>Kenapa keakuratan menjadi tolak ukur keberhasilan nalar?. Dari ratusan atau bahkan ribuan tahun lalu, ketika berargumen kita sudah sepakat bahwa akurat adalah tolak ukur keberhasilan nalar, hingga sekarang, secara keakuratan--jika A mengatakan argumen yang lebih akurat daripada B maka A menang. Artinya, itu adalah kesepakatan kita dari dulu, dan ketika kesepakatannya diubah maka deskripsi inipun tidak relevan lagi.</p><p><br/></p><p><strong>Akurat Dalam Konteks Nalar</strong></p><p>Pada pembahasan kali ini, yang dimaksud akurat bukanlah kebenaran dari suatu premis-premis, itu memang sebuah hal yang bagus--tapi, di sini, akurat adalah kesah-an kesimpulan nalar. Sebagai contoh:</p><p>Premis 1: Semua hewan bisa terbang.</p><p>Premis 2: Rumah adalah hewan.</p><p>Premis 3: Rumah bisa terbang.</p><p>Secara nalar, dia tidak cacat, dan penarikan kesimpulannya sah, untuk kebenaran dari premis-premis tadi bukan tanggung jawab dia.</p><p><br/></p><p><strong>Cara Kerja Nalar</strong></p><p>Cara kerja nalar jika aku analogikan mungkin seperti kecerdasan buatan, secara spesifik ChatGPT. Dari pengalamanku, ChatGPT agak sulit menentukan sesuatu yang subjektiv, makanya aku memilihnya. Mungkin analogi tidak begitu akurat tapi intinya gini, nalar tidak bisa bekerja ketika tidak ada tolak ukur, tolak ukur bisa berupa preferensi, kesepakatan, nilai, dan semacamnya.</p><p><br/></p><p>Tanpa tolak ukur, nalar akan kebingungan dalam menimbang sesuatu, ibarat "(isi sendiri)", untuk memperjelas--sebagai contoh:</p><p>Kamu nyuruh nalar menimbang mana agama yang terbaik tapi tidak mendefinisikan "terbaik"/menyepakati tolak ukur terbaik, maka dia cuman bisa planga plongo/cengangas cengenges/ngang ngong ngang ngong.</p><p><br/></p><p>Nah, sosok yang menentukan hal-hal yang tolak ukurnya tidak jelas/kurang jelas seperti tadi adalah Perasaan/Hati yang bisa kamu cek di halaman 27.</p><p><br/></p><p>Nalar juga aku analogikan sebagai penimbang yang artinya, bukan urusan dia dalam menentukan apa yang ingin ditimbang/kebenaran dari suatu premis bukan tanggung jawab nalar, tugasnya hanya menarik kesimpulan yang sah, seperti yang sudah dijelaskan di atas. </p><p><br/></p><p><strong>Cacat Nalar</strong></p><p>Cacat nalar adalah kondisi di mana argumen yang diproduksi nalar:</p><p> 1. <strong>Kesimpulan Argumen Tidak Sesuai Daya Premis</strong>:</p><p>Premis 1: Orang yang pake baju merah adalah orang hebat (dan ganteng xixixi).</p><p>Premis 2: Pancar pakai baju merah.</p><p>Kesimpulan: Pancar suka Indomie goreng.</p><p>Atau dengan contoh yang lebih jelas:</p><p>Premis 1: Neuer membuat kekacauan di kota Senyumin Aja.</p><p>Premis 2: Tidak boleh ada kekacauan di kota Senyumin Aja.</p><p>Premis 3: Orang yang berkewajiban menindak adalah walikota.</p><p>Premis 4: Schopenhauer adalah walikota.</p><p>Kesimpulan: Schopenhauer harus membunuh Neuer.</p><p><br/></p><p>Kenapa bisa cacat?, karena dalam premis tersebut tidak ada keharusan untuk membunuh si pengacau, yang ada adalah membereskan kekacauan, tapi membunuh juga sebuah opsi.</p><p><br/></p><p>Aku bingung sih apalagi faktor cacat nalar selain ini, yang pasti faktor ini sudah cukup merepotkan ketika jumlah premisnya banyak. Oiya, turunan dari <strong>Kesimpulan Argumen Tidak Sesuai Daya Premis</strong> bervariasi, ada yang karena subjektiv, ada yang karena melebih-lebihkan kesimpulan seperti contoh yang Neuer si Pengacau, dan semacamnya.</p><p><br/></p><p><strong>Tugas Refleksi</strong></p><blockquote><p>Bagikan pengalamanmu saat kamu lebih mengedepankan nalar/logika ketimbang rasa/hati/ego, atau sebaliknya kamu lbh mengedepankan rasa/hati/ego ketimbang nalar/logikamu.</p></blockquote><p>Aku asumsikan "memakai" di sini adalah hanya di otak, pikiran mana yang sering dijadikan tindakan adalah pertanyaan lain.</p><p><br/></p><p>Aku condong memakai Perasaan/Hati di kondisi-kondisi di mana aku males menimbang:</p><p>Milih sesuatu dengan alasan yang mengambang: A atau B, B, kenapa?, ya B aja.</p><p>Contoh lain:</p><p>Aku milih sendal yang akan aku pakai buat jajan, ada pilihan pakai sendal jepit atau sendal slop, terus aku pilih aja yang jepit karena itu yang terdekat.</p><p>Jadi, karena ngga ada keharusan sebagai alasan memilih sesuatu, aku jadi malas menimbang karena tidak tau untuk apa aku menimbang.</p><p><br/></p><p>Sedangkan nalar aku pakai ketika aku menimbang sesuatu yang sudah ada timbangannya, seperti: untuk hemat, mending beli kuota 15 GB 30 ribu atau kuota 19 GB 30 ribu, dan semacamnya yang ada keharusan/alasan yang cukup memecut si nalar ini.</p><p><br/></p><p>Di saat-saat tertentu, aku mengkombinasikannya (Perasaan &amp; Nalar) di kondisi-kondisi di mana aku membuat pertimbangan fundamental, abstrak, dan semacamnya, seperti: apa itu baik?, di sini aku mendefinisikan Baik dengan preferensi (rasa) yang diolah oleh nalar. Contoh:</p><p>Baik adalah "perilaku yang relevan dengan tujuan" itulah bagian hati/preferensi, lalu diolah nalar mencoba menguji definisi tersebut, mengidentifikasi kekurangan pendapat tersebut, dan semacamnya yang bertolak-ukur.</p><p><br/></p><p>Mungkin mereka (Nalar dan Hati) tidak benar-benar berdiri sendiri, tapi setidaknya ketika aku menekankan salah satu dari mereka artinya dia lebih mendominasi.</p><p><br/></p><p><strong>Penutup</strong></p><p>Itulah masakanku kali ini, silakan dinikmati.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/8a568559b0fd5447fbf1d94baa71ccee/PP_lagi_lagi_jir.png" />
         <pubDate>2024-02-03 19:25:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2872180761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sungguh diluar Nalar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2874586530</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar seringkali menguasai jiwa manusia. Nalar itu bagaikan pengacara, dia memberikan beberapa argumen, sampai pendengarnya memilih satu dari argumen-argumen itu. </p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p>Nalar hampir selalu aku gunakan, aku jarang memakai hati atau perasaan, meski mereka juga kupakai, tapi aku tidak memakainya terlalu berlebihan. </p><p>Contoh: Aku sedang berjalan di trotoar, lalu aku berpikir "Ini lebih baik aku liat atas, Bawah, depan, kanan atau kiri?"</p><p>"Liat bawah seringkali membuat kita terlihat tidak percaya diri"</p><p>"Liat atas nanti malah nggak sengaja nabrak sesuatu, gara gara g bisa liat apa apa selain hal hal diatas"</p><p>"Kalo liat kanan banyak mobil, bikin mataku pusing rasanya"</p><p>"Liat depan nggak terlalu enak"</p><p>Yah, begitu terus otakku, sampai akhirnya aku sudah ada di depan rumah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-06 05:45:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2874586530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB VI: JAKSA AGUNG NALAR</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2874664416</link>
         <description><![CDATA[<p>Katanya Nalar itu hal yang sangat penting, jadi dia kadang bisa ampe menguasa seluruh pemerintahan. Terus membahas pengacara, bagaimana mereka menggunakan kemampuan bernalar mereka. </p><p><br/></p><p>Katanya lebih baik hidup bersama para pemikir daripada sama orang kebanyakan. Para pemikir bisa ditemukan di buku. </p><p>Ada membahas tentang nalar orang baik, yang aku belum terlalu paham, tentang orang yang menilik penjara terus kurasa Ia ingin melakukan sesuatu untuk mengubah situasinya yang mengenaskan. </p><p>-</p><p>Pengalamanku mengedepankan nalar/logika mungkin seringnya ya mungkin saat menulis, mengambil keputusan. Ya, memang harusnya begitu kan? Seperti bagaimana aku memutuskan bahwa aku harus menyelesaikan narasi ourselves sekarang baru melakukan hobiku/bersantai. Karena kalau pakai rasa/hati, jelas aku memilih opsi kedua wkkw. Semakin serius keputusan yang harus diambil, semakin aku condong menggunakan logika.</p><p><br/></p><p>Kalau rasa, hati, ego, kugunakan di waktu-waktu yang tidak serius-serius amat. Seperti seni, musik, atau sekadar doodle doang. Oh oh, dalam hal makanan juga! Aku kan suka rasa, mungkin pengecapku terlalu dimanja olehku. Logikanya sayur itu sehat tapi aku seringnya sebisa mungkin menghindari sayur, karena sayur merusak rasa HAHAHAH. (DISCLAIMER: YAYA aku makan beberapa sayur KOK)</p><p><br/></p><p>Atau kadang karena memang perasaan mengalahkan logika saat itu. Seperti ketika aku bertemu teman yang susah sekali ketemunya jadi aku memutuskan seharian bertemu dengannya dan membatalkan rencanaku belajar bahasa. Sekali-kali ngga papa kan? wkkw.  </p><p><br/></p><p>Logikanya, lebih baik dan bermanfaat untuk duduk dan belajar alih-alih bengong melihat langit tapi ada masanya aku lebih memilih langit. Dipikir-pikir bagus juga memiliki rasa, hati, ego. Wah, nyambung ke rasa estetika, sepertinya sulit memiliki estetka jika hanya menjalani hari dengan kacamata logika.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-06 07:20:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2874664416</guid>
      </item>
      <item>
         <title>emg harus dinalar? </title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2875125588</link>
         <description><![CDATA[<p>nalar sendiri adalah seorang jaksa agung yang bijak, dimana dia mengetahui mana yang aktuel mana yang tidak. ada suatu orang itali bernama prospero yang mempunyai suatu masalah penting yang bersamaan dengan memburuknya kesehatannya. dan dia menggunakan nalar untuk akhirnya niat melakukan dan menyelesaikan masalah itu, walaupun ada kemungkinan dia wafat di saat dia melaksanakan tugasnya. dia menggunakan nalarnya. tapi, jika dia tidak memiliki rasa iba yang cukup, nalar tak bisa berjalan semestinya. nah, ada bagian lain, yaitu nalar yang baik membuat argummen baik yang tak terbantahkan. lalu ada john howard yang merasa betapa buruknya perlakuan negara atas napi, dan dia berusaha memperjuangkan hak itu padahal dia sendiri sudah sakit sakitan.</p><p><br/></p><p>untuk refleksi:</p><p>seringnya sih ngeklop gitu, ego dan nalarnya barengan, tapi akhir akhir ini aku terlalu egois, sehingga tidak menerbitkan rasa iba atau rasa apresiasi atau rasa simpati dan empati, sehingga aku jadi melakukan hal hal yang kurang bernalar. dan malah kadang tidak menalar nasihat ibuku atau ucapan orang lain</p>]]></description>
         <enclosure url="https://p16-sign.tiktokcdn-us.com/tos-useast5-p-0068-tx/2466f1ce358f48d8bef43d3e2f7afeab_1702741540~tplv-photomode-zoomcover:480:480.jpeg?x-expires=1707393600&amp;x-signature=tfl9H8yDcMmDBPsdoSePNwq/VKs=" />
         <pubDate>2024-02-06 14:04:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2875125588</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 19 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2876136104</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu CM sudah pernah membahas soal nalar sebelumnya. Nalar adalah seorang Jaksa Agung luar biasa yang memerintah di kerajaan negeri jiwa manusia. Jika kalian pernah melihat seorang pengacara yang memberikan argumen-argumen kuat di hadapan para hakim dan jaksa agung untuk meyakinkan mereka apa yang dikatakannya memang benar, ya seperti itulah juga cara kerja nalar. Dan itulah yang akan dibahas oleh Ibu CM, karena beliau akan menghubungkannya dengan kisah The Tempest karya William Shakespeare nantinya.</p><p><br/></p><p>Kisah The Tempest ini menceritakan tentang seorang pria bernama Prospero yang mempunyai anak bernama Miranda. Mereka berdua diasingkan disebuah pulau terpencil karena adik Prospero yang bernama Antonio mencoba membunuh dan merebut jabatannya. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Coba dengarkan apa yang dikatakan nalar Prospero kepadanya.</p><p><br/></p><p>Nalar Prospero mengatakan bahwa hidup di tengah-tengah pemikir jauhlah lebih baik daripada hidup di kalangan masyarakat biasa. Karena itu dia ingin memberikan jabatannya sebagai adipati ke adiknya Antonio, sementara dirinya dan putrinya Miranda akan menjadi pemikir dan hidup bersama buku-buku alih-alih berkuasa. </p><p><br/></p><p>Sementara nalar Antonio berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh kakanya Prospero adalah hal yang tidak masuk akal. Ia berpikir bahwa pasti rakyat akan menyalahkannya jika ia mengambil tahta sebagai adipati yang seharusnya menjadi hak kakaknya. Maka nalarnya mulai membenarkan jalan pikirnya yang salah dengan mengatakan, bahwa sebaiknya ia membunuh kakaknya saja. Rakyat tidak akan menyalahkannya membunuh kakaknya, karena Prospero memang dikenal bukan sebagai seorang pemimpin yang baik.</p><p><br/></p><p>Jadi seperti itulah cara kerja nalar. Nalar akan selalu berusaha mencari pembenaran dari argumen yang kita berikan.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>Q: Selain narasi, silahkan  refleksikan: Bagikan pengalamanmu saat kamu lebih mengedepankan nalar/logika ketimbang rasa/hati/ego, atau sebaliknya kamu lbh mengedepankan rasa/hati/ego ketimbang nalar/logikamu. </em></p><p><br/></p><p>Jujur aku tidak tau apakah ini termasuk dalam kategori mengedepankan nalar/logika atau tidak. Tapi seingatku waktu itu ada temanku sebut saja si A yang tengah merayakan ulang tahunnya yang ke 16 tahun. Uangku waktu itu lagi menipis, dan ada sisi dalam diriku yang menyuruhku buat membelikan A kado ulang tahun. Namun ada juga sisi lain dalam diriku yang menolak mentah-mentah rencana itu. Bukannya aku pelit atau gimana, tapi di seminggu yang akan datang aku tau aku akan sangat memerlukan uang karena berencana hendak hangout dengan teman-teman. </p><p><br/></p><p>Nalarku waktu itu bilang, bahwa tidak ada salahnya tidak membelikan A kado ulang tahun. Toh uangku juga lagi menipis, sedangkan nantinya aku akan sangat memerlukan uang. Apalagi A juga bukanlah temanku yang paling dekat hingga aku harus membelilannya kado ultah setiap kali ia berulang tahun. Alhasil pada hari ultahnya, aku tidak beliin A apa-apa karena aku mengikuti logika dan nalarku hehehe..</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2210081488/72d2798ca9ba696d329f4b174c9c7b3f/anime_gif.gif" />
         <pubDate>2024-02-07 05:49:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2876136104</guid>
      </item>
      <item>
         <title>02.02 | THE BATTLE OF MINDS</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2876592650</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar, sang Jaksa Agung</p><p>Kamaren dia baru disebut teman seperjalanan Sang Intelek</p><p>Nah sekarang nalar akan dibahas lebih lanjut</p><p>Nalar cukup penting dalam pemerintahan Jiwa Manusia</p><p>Ia membuat keputusan-keputusan untuk kita</p><p>seperti Pengacara didalam pikiran kita</p><p>dia akan terus menerus beragumen sampai ia membuktikan suatu poin yg ia maksud</p><p><br/></p><p>kemampuan berpikir adalah yang paling penting menurut nalar</p><p>lebih baik hidup bersama pemikir daripada orang kebanyakan.</p><p>orang kebanyakan bisa mengurusi hal-hal kecil </p><p>tapi para pemikir pastinya lebih khusus dari itu.</p><p><br/></p><p>Aku teringat anime "<strong>Kaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no Renai Zunousen"</strong></p><p>Terjadi perdebatan dalam benak kaguya</p><p>di scene itu ditampilkan 4 versi kaguya</p><p>1.Child kaguya (hakim ketua)</p><p>2.Cold kaguya (Nalar)</p><p>3.Counsel Kaguya (Nasihat/Pengacara)</p><p>4.The Accused Kaguya (terdakwa)</p><p><br/></p><p>aku sangat relate dengan penggambaran seperti ini</p><p><br/></p><p>Hakim ketua bertugas memberikan pertanyaan serta mengambil kesimpulan dari jawaban nalar dan Nasihat.</p><p><br/></p><p>Sedangkan Nalar memberikan sabanyak mungkin poin dan mempertahankannya. </p><p><br/></p><p>Nasihat dapat membantah nalar dengan landasan emosi (Hati/Emotion) atau sama sekali tidak keberatan dengan Nalar.</p><p><br/></p><p>dan yang terakhir terdakwa memberikan seribu alasan mengapa ia tak bersalah.</p><p><br/></p><p><em>"You happy-go-lucky insurgents...</em></p><p><em>You can't see the forest for the trees because you put your feeling first!" -Kaguya Shirogane</em></p><p>aku lebih mengedepankan Nalar.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/b9f8560de6444af254f5a7162b8f28c2/Screenshot__890_.png" />
         <pubDate>2024-02-07 13:42:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2876592650</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 21: nalar</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2877543152</link>
         <description><![CDATA[<div>Nalar dikatakan memiliki kekuatan yang besar dan dia punya karakternya sendiri. Dan kita bisa melihat bagaimana cara kerja nalar dari orang yang mengajukan argumen saat berada di pengadilan untuk menguatkan poin poin sampai ke titik kesimpulannya. Seperti prospero di cerita the tempest ketika adik nya ingin membunuh nya dan menjadi penyebab prospero dan Miranda di asingkan.&nbsp;</div><div><br></div><div>Kata nalar "lebih baik hidup dengan banyak pemikir pemikir ketimbandengan orang kebanyakan dan para pemikir itu ada di buku buku." Prospero juga berkata bahwa Antonio bisa memimpin wilayahnya dan dia bercita-cita akan menjadikan Miranda seorang pemikir juga. Dan seingatku di akhir Antonio berencana akan mencabut nyawa prospero.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-08 06:12:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2877543152</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasionalitas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2877624438</link>
         <description><![CDATA[<p>Oke. Jadi setelah membahas tentang Imajinasi dan setan-setannya, topik kelas Ourselves ganti ke Nalar, atau bisa dibilang rasionalitas. Berbeda dengan Imajinasi yang kalau membuat keputusan menggunakan perasaan, Nalar berbeda jauh dari sifat yang menggunakan perasaan seperti Imajinasi, Nalar menggunakan logika untuk membuat keputusan. Karena berbeda ideologi, maka terkadang Imajinasi dan Nalar bertengkar ketika dua-duanya berhadapan dengan masalah yang sama.</p><p><br></p><p>Aku jadi teringat ketika tes MBTI-ku, yang ternyata aku termasuk orang yang lebih mengedepankan logika atau pikiran, daripada perasaan atau hati. Walaupun jarak keduanya nggak yang jauh-jauh banget. Aku menggunakan Nalar ketika aku harus memutuskan sesuatu yang hanya berdampak pada diriku sendiri tanpa melibatkan orang lain, contohnya, ketika aku harus memilih mana yang lebih benar, makan makanan ringan, atau makan makanan yang sehat? Aku harus memilih makanan yang sehat karena aku membutuhkannya saat aku olahraga. Tapi ketika ada satu hal yang sifatnya bersinggungan dengan orang lain, seperti berbagi, tolong-menolong, aku baru menggunakan hati untuk memutuskan mana yang baik.</p><p><br>(bahasanya kaco parah gara-gara sibuk)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-08 08:07:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2877624438</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2877670500</link>
         <description><![CDATA[<p>Langsung skip aja ya ke reflek si karna udah 5 kali nulis panjang lebar kehapus terus</p><p><br/></p><p>1</p><p>Lagi laper banget terus ada kue kan dikulkas terus liat jam udah jam 10 am, pengen bangt tapi takut sesek napas jadinya gak jadi dehh</p><p>2</p><p>Lagi kesel banget karna berantem sama haidar plus pulang2 dari les dari 12 sampe jam 4 belum makan apapun, sarapan aja gak sempet karna bangun kesiangan hqbis begadang karna nyelesain tugas trs pulang2 jatah makan di abisin sama arifa, otomatis menjadi kesel tak bisa terlapiaskan dong ( masa ngelampiasinya sama anak yang bedanya 8 thn ) terus itu udah di ujung banget kesabaranya. Tiba2 dateng lah si haidar juga lagu kesel karna apalah gitu lupa. aku minta tolong dia ambilin air kan, nah karna si haidar lagi bad mood dia gak mau- gak mau kan terus dengan ngeselinya bilang gini ' kak haniah aja yang ambil gak usah suruh2 orang deh punya kaki gak dipake pantesan gendut' IHHHHHHHH itu rasanya kayak pengen banget nampol dia tapi takut dimarahin trs aku bales lah omongan dia, tapi karna kebablasan jadinya teriakan terus haidar juga bales teriqk lagi, dari atas tiba2 kedengaran ' haniah udah, teriak2 terus, kamu kenapa sih, dari pulang cari masalah terus' ..................</p><p><br/></p><p><br/></p><p>So at the end aku nangis dikamar diam2 (karna kalo kedengaran nanti ribet lagi) dan saat jam 11 malam aku beraksi makan mie, hasilnya besok pagi jadi sakit perut + pilek + radang + kulit gatel + sidikit demam ( karna kena ujan dikit pas pulang dari les) dan  begitulah saat aku membawa2 perasaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-08 08:56:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2877670500</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JUJUR AKU BINGUNH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2877820118</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku sudah 2 kali membaca ulang bagian Nalar, namun entah knapa otakku initidak mau paham-paham juga.</p><p><br/></p><p>Jadi, dari yang aku pahami Nalar itu semacam logika (emang deng) dan dia itu adalah pembuat keputusan, nah selain dia, juga ada emosi. </p><p><br/></p><p>Seuatu kali aku mengedepankan nalar dibanding emosi adalah ketika saat itu aku bener2 lagi sgt cape, sebel, bad mood. Lalu temenku bikin makin kesal, emosiku berkata buat yaudah, revenge lah!</p><p><br/></p><p>Tapi nalarku lebih kayak, aku tanggapinya nanti aja, kl udh calm</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-08 11:23:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2877820118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>21 | Nalar, hehey</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2878660028</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar kuimajinasikan seperti pujasera (tempat jual jajanan pasar). Dalam satu tempat tersedia banyak pilihan. Nalar ini penyajinya, ia memberikan berbagai pertimbangan supaya perspektif Kehendak luas dalam mengambil keputusan. </p><p><br/></p><p>Untuk pertanyaannya, aku tidak mengerti bagaimana bisa tahu suatu pengalaman mengedepankan rasa atau nalar. Karena rasanya mereka selalu bersama dam kerajaanku.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-09 01:40:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2878660028</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MAAP TELAT DIKIT BGT NARASINYA :3</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2878744246</link>
         <description><![CDATA[<p>Untuk pengalamanku untuk mengedepankan nalar/logika ataupun sebaliknya aga lupa si, kadang aku mikirin dengan logika/nalar itu kalau lagi berpikir sendiri, kadang kalau sama makhluk hidup aku lebih sering memilih hati</p><p><br/></p><p>Nalar yang aku pahami dari bacaan ini adalah, dia punya kekuatan dan karekter yang kuat. Lalu Nalar ini juga di artikan seperti pengacara yang membela dengan hebat.</p><p><br/></p><p>dan aku paham dengan prospero dan nalar orang baik.</p><p><br/></p><p>note : aku jadi bingung apa arti batin, dan nalar</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/JEQk0DRBfPHSrdOpmo/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-02-09 04:02:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2878744246</guid>
      </item>
      <item>
         <title>chapter six : Lord Chief Attorney-General, Reason</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2880067106</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>• <strong>Nalar, seorang advokat.</strong></p><p><br/></p><p>Selama mengikuti jejak petualangan milik Intelek, Jaksa agung-nalar yang negeri jiwa manusia kita miliki ini tidak pernah di beri kesempatan untuk di perkenalkan secara layak, sebagai salah satu orang yang memiliki pengaruh besar pada berjalan nya pemerintahan kerajaan jiwa manusia kita.</p><p><br/></p><p>Pada sub-bab ini Oma CM menjelaskan bagaimana kerja dari Jaksa Agung ini. Di katakan di sini, (kalau mau di ibaratkan secara singkat) cara kerja Jaksa agung-nalar kurang lebih sama seperti cara bekerja seorang pengacara pada sebuah sidang pengadilan. Ia ibaratkan seorang pengacara yang tanpa henti selalu memaparkan argumen argumen yang masuk akal sampai para pendengarnya mengerti dan ikut sepakat pendapat nya. </p><p><br/></p><p>• <strong>Cara kita menalar.</strong></p><p><br/></p><p>Seperti yang di jelaskan pada sub-bab sebelumnya, cara kerja nalar memang lah seperti cara seorang pengacara bekerja. Dia adalah orang yang membantu kita dalam proses pengambilan keputusan dan berpikir. Memberikan argumen argumen miliknya yang memang masuk akal, dan membantu membawa kita pada sebuah kesimpulan. </p><p><br/></p><p>Contohnya seperti Prospero yang nalar nya mengatakan kalau dalam dunia ini, tidak ada yang lebih penting dari kemampuan seseorang berpikir secara mandiri. Sehingga ia bertekad untuk mengajari putrinya Miranda hal yang sama.</p><p><br/></p><p>• <strong>Nalar orang baik</strong></p><p><br/></p><p>Nalar orang baik, di katakan mampu dengan cepat memberi seseorang banyak argumen argumen yang tak terbantah kan untuk mendorong nya melakukan hal hal yang hati baik nya kehendaki. Contohnya John Howard. Yang pastinya di yakin kan oleh alasan alasan masuk akal yang di berikan nalar nya, sehingga ia mampu merasa kalau tugas yang di tetapkan nya untuk dirinya sendiri amatlah mudah. </p><p><br/></p><p>Ia memutuskan untuk menjadi seseorang yang membuka mata nya dan menjadi optimis untuk merubah beberapa hukum dan undang undang menyangkut perlakuan perlakuan aparat pada para tahanan di sebuah penjara. Nalar miliknya, meyakinkan nya kalau hal itu memang patutlah di rubah dan mendorongnya untuk melakukan hal yang hati nya memang kehendaki.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/9fc49887e6100fd25d2d46cce582aab9/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__4_.png" />
         <pubDate>2024-02-11 05:59:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2880067106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22 | Akal Sehat (nalar pt.2)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2880515682</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><br/></p><p>Ternyata pemahamanku tentang Nalar yg kemarin kurang tepat. Nalar itu seorang pengacara, mendukung permintaan siapapun yg jadi klien. Entah sebenarnya salah atau benar. Ini sama ternyata dengan yang sempat kukatakan di zoom yg sebelum ini: Nalar yg menghalalkan segala cara (tapi tidak di respon oleh fasil, dan terkesan justru salah). </p><p><br/></p><p>Kemudian tentang akal sehatnya sendiri, aku berkesimpulan: disebut akal sehat itu karena sesuatu yg sudah berjalan umum, seperti sewajarnya lah terjadi.</p><p><br/></p><p>Soal pertanyaannya, kejadiannya baru baru ini terjadi. Aku berbicara sarkas dan ke seseorang. Tidak lama, orang itu menyampaikan ketersingunggannya dgn lugas tapi baik-baik. Aku baru sadar aku salah, berkata sarkas dgn tujuan menjelekkan seorang tidak akan benar di manapun. Namun Nalar yg sedang melayani gengsi dan ego dalam benakku memberi 1001 alasan pembenaran kalau orang yang aku sarkasin lah yg salah. Jika orang itu tidak menyatakannya, dalam kasus ini Nalar pasti berstatus sebagai majikan. Sungguh, Nalar betul-betul tidak bisa dianggap remeh. Nalar harus tetap jadi pelayan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-12 03:42:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2880515682</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2881795208</link>
         <description><![CDATA[<p>Oke, pertama-tama aku mo bertanya. Orang yang memiliki pikiran terbuka itu bisa dibilang sama ngga sih dengan orang yang ragu? Hahaa, yaa ngga tau deh jawabannya, aku orang yang begitu. </p><p><br/></p><p>Jalan pikiranku entah dibilang terbuka atau malah aku orangnya ragu-ragu. Dalam hal mengambil keputusan, aku bisa cukup yakin dan tegas, tapi kalau keyakinan, aku langsung ciut. Aku merasa tidak ada hal yang benar-benar pasti karena aku tidak mau nanti merasa paling benar lalu menutup mata terhadap adanya kemungkinan yang lain. </p><p><br/></p><p>Maksudku, gimana kalau ternyata yang sudah kutanam kuat itu ternyata salah dan aku malah tidak mau mengakui hal lain (yang ternyata benar)? Itu kan bisa jadi masalah.</p><p><br/></p><p>Kuakui bahwa bahkan "keyakinanku" yang semestinya dibiarkan pasti, belum sepenuhnya kuyakini. Yah, walau itu bisa jadi hal yang baik, karena "ke-tidak-yakin-an" itu lah yang memotivasi aku untuk belajar, mencari dan mencari terus alasannya.</p><p><br/></p><p>Beberapa hal memang harus kuakui pasti dan benar, seperti gravitasi bumi yang akan selalu menjatuhkan benda-benda yang kulempar ke atas mejaku atau malah, sekadar bahwa aku tidak sedang bermimpi pada saat menulis ini. Namun tidak sedikit juga hal yang kubiarkan tidak pasti. Seperti ketika membaca sejarah (siapa tahu yang diceritakan ternyata tidak benar kan? Atau malah tidak pernah terjadi. Kita tidak bisa benar-benar tahu, kecuali mundur ke masa itu) dan yaa banyak hal. </p><p><br/></p><p>Yaa, kupikir aku orangnya cukup skeptis. Kadang aku menggunakan nalar atau riset sedikit supaya aku punya argumen yang mendukung kepercayaan yang aku yakini tapi lagi-lagi aku tidak bisa sepenuhnya yakin. Aku tidak tahu bedanya, aku tidak tahu kalau aku bisa dibilang ragu-ragu atau malah memiliki pikiran terbuka. </p><p><br/></p><p>Yaa begitu deh jalan pikiranku👀</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-13 05:17:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2881795208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2882198784</link>
         <description><![CDATA[<p>Apa yang ada dalam Nalar orang orang yang berbuat jahat? </p><p>Misalnya ada orang orang yang menembak burung langka, mungkin Nalar mereka berkata "kalau burung langka yang indah ini di awetkan, dia jadi bisa di pajang di ruang tamu. Dengan begitu, aku bisa jualin burung burung ini, dan aku bisa dapat uang. Aku kan butuh uang"</p><p><br/></p><p>Seperti apa Nalar bekerja? </p><p>Nalar biasanya suka memberi ide ide, atau pendapat. Tapi Nalar juga bisa memberi dukungan ketika aku berbuat salah. </p><p>Contoh: aku telah melakukan kesalahan, Nalarku akan bilang "enggak kok, kamu nggak salah, yang kamu lakuin sebenernya wajar aja kok"</p><p><br/></p><p>Apa yang di bela/lakukan Nalar? </p><p>Nalar itu seperti pengacara, dia membela kliennya, baik kliennya benar atau salah. Nalar membela sebuah opini. Menurutku ada lebih dari satu Nalar di dalam negeri jiwa manusia, karena ada lebih dari satu opini. </p><p><br/></p><p>Apa yang terjadi bila Nalar dijadikan tuan? </p><p>Bayangkan saja bila seorang pengacara malah diperlukan seperti seorang hakim. Tentu saja pengacara itu langsung memilih kliennya. Nah, begitupun Nalar. Mungkin nalar jadi tidak terbuka bila dia menjadi tuan, dia akan selalu memilih satu opini tanpa pikir panjang. Dan yang dia pilih adalah opini yang dia bela. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-13 13:27:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2882198784</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 20 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2883511984</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Peran Nalar Dalam Pekerjaan-Pekerjaan Baik dan Penemuan-Penemuan Hebat</strong></p><p>Karya besar yang dilakukan oleh orang-orang tidak berdaya, bebal, dan sakit biasanya dikemukakan oleh nalar itu sendiri. Dan pada umumnya nalar akan mengambil jalur melalui rasa iba yang dirasakan oleh orang-orang. Jika kita pergi ke museum dan melihat ada batang pohon yang isinya dikosongkan dengan cara dibakar untuk dibuat kano, itu adalah suatu hasil penalaran yang baik. Setiap penemuan dan karya-karya besar biasanya akan melewait serangkaian argumentasi nalar terlebih dulu.</p><p>Semua hal itu sama cerdasnya dengan perahu yang dibuat oleh Marconi, padahal ia sendiri tidak pernah melihat seperti apa perahu sebelumnya.</p><p><br/></p><p><strong>Apa Yang Dimaksud dengan Akal Sehat</strong></p><p>Kebanyakan hal-hal sederhana yang biasa dilakukan setiap hari seperti tata krama, menggosok gigi, menyisir rambut dsb adalah hal-hal yang dipikirkan sejak awal oleh entah siapa, dan kita semua menerimanya karena suatu hal yang disebut dengan Akal Sehat. Semua orang setuju, bahwa itu semua ada cara-cara dan hal-hal yang terbaik. Namun sesekali juga akan ada orang-orang baru yang mencoba menemukan atau menelaah hal-hal yang baru. Mereka bisa benar, namun juga bisa salah. Misalnya orang-orang akan berkata bahwa jika sedang jalan-jalan ada baiknya kita menggunakan sepatu atau bot agar nyaman. Namun para pemburu berpendapat, bahwa sandal jauhlah lebih nyaman ketimbang sepatu.</p><p><br/></p><p><strong>Semua Yang Kita Gunakan Telah Dipikirkan Oleh Seseorang</strong></p><p>Sungguh menarik jika kita melihat ke sekeliling kita dan berpikir kira-kira siapakah orang yang menciptakan atau memikirkan kursi, gerobak dorong, ataupun kunci. Sesuatu akan jadi jauh lebih berarti, jika kita menyadari bahwa ada seseorang sebelumnya yang memikirkan tentang hal tersebut. Nalar memang benar-benar luar biasa, hingga orang-orang Prancis pada zaman dahulu saja menghormati seorang dewi yang mereka sebut sebagai Dewi Nalar. Mereka membuatkan kuil untuknya, dan hanya akan melakukan hal-hal yang diperintahkan oleh nalar mereka untuk dilakukan.</p><p><br/></p><p><strong>Orang-Orang Baik dan Bijaksana Sampai Pada Kesimpulan Yang Berlawanan</strong></p><p>Memang benar bahwa perusahaan-perusahaan yang baik, undang-undang yang baik, penemuan-penemuan yang luar biasa adalah hasil kerja nalar. Namun janganlah kaget jika kita mendengar ada orang yang berbicara untuk meyakinkan orang lain karena mereka diyakinkan oleh nalar mereka sendiri. Untuk hal-hal mengenai agama, politik, pendidikan, makanan, dan lain-lain, kita bisa menemukan bahwa nalar orang-orang baik dan cerdas bisa membawa mereka pada kesimpulan yang berlawanan. Dan ini adalah penyebab semua kontroversi di dunia. Orang-orang selalu berpikir bahwa mereka bisa meyakinkan orang lain dengan pemikiran-pemikiran yang diyakini oleh nalar mereka sendiri.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>Q: ceritakan (dan kasi contoh kejadian) kerja nalar kalian gimana</em></p><p><br>Nalarku belakangan ini bekerja dalam argumen-argumen yang disampaikan jika aku sedang berdebat dengan teman-temanku. Aku tidak pandai berdebat, karena itu seringkali hal-hal yang dipikirkan oleh nalarku juga bukanlah hal-hal yang seluruhnya benar.</p><p><br/></p><p>Seperti saat aku lagi berdebat dengan teman-temanku, aku merasa terpojok dan berakhir aku mengeluarkan semua hal-hal yang dipikirkan oleh nalarku demi membenarkan argumen yang kukatakan. Padahal belum tentu juga itu benar. Salah satu contoh perdebatan yang kita lakukan adalah saat kita membahas mengenai ketiga paslon capres saat ini. Meskipun aku belum bisa nyoblos, tetap saja aku memiliki paslon yang diam-diam aku dukung. Nah aku punya teman yang kebetulan hobi banget menanyakan alasan kenapa aku suka paslon tersebut, sedangkan dia punya pilihan yang lain. Alhasil kita berdebat, dan argumen-argumen yang kuberikan (rasanya) adalah hasil kerja dari nalarku. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2210081488/215b4707a5b4e6b0fe8d46ad8ca9825e/kylie_francis__Photo.gif" />
         <pubDate>2024-02-14 14:16:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2883511984</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2883586988</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi setelah membaca narasi Ourselves yang saat ini, aku jadi bingung sendiri. Soalnya dari bacaan ini aku jadi merasa nggak pas dengan pikiranku sendiri yang ngomong kalau Nalar adalah logika. Tapi aku merasa setelah baca tulisan yang barusan ini aku melihat kalau Nalar bukan 100%. Aku melihat kalau Nalar juga mempunyai Imajinasi walaupun hanya sedikit. Karena untuk membayangkan suatu benda yang belum pernah ada tentu saja Imajinasi akan berusaha menggabungkan seluruh data yang sudah dikumpulkan untuk membuat satu hal baru. Jika Akal Sehat adalah bagian dari Nalar, maka ada satu hal lagi yang terdapat di Nalar, yaitu filosofi. Akal Sehat jika aku lihat di bacaan mempunyai sifat berpikir yang suka mempertanyakan sesuatu. Yang kalau dibandingkan dengan filosofi yang suka mengejar sesuatu, maka Akal Sehat mirip dengan sifatnya filosofi.</p><p><br></p><p>Kalau ditanya tentang pengalaman cara kerja Nalar-ku, jujur aja aku jarang mengingat tentang yang satu ini. Mungkin kalau aku ingat-ingat aku cuma bisa kasih satu pengalamanku yang agak abstrak sih masihan. Jadi aku sering kalau diberikan satu penjelasan, misalnya aku diberitahu satu peraturan, aku biasanya suka berpikir dua kali di pihak yang berbeda. Jadi aku mencoba bersimulasi apa yang mungkin terjadi kalau aku melakukan ini, atau aku tidak melakukan ini. Mungkin aku hanya mempunyai pengalaman yang ini sih yang aku ingat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-14 15:13:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2883586988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 22: nalar pt.2</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884097352</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari bacaan kemarin, nalar itu bagaikan seorang pengacara yang akan membela kliennya (mau baik mau ga baik ya tetep di bela). Ketika kita sedang mengambil keputusan, pasti ada ide ide yang muncul dan nalar itu yang memilih mau membela ide yang mana, tapi kadang jika kita lebih reflektif kita bisa membuat nalar tidak langsung bertindak, dengan memberi opsi ide lain yang&nbsp; mungkin tidak terlalu beresiko tinggi.</div><div><br></div><div>Refleksi nalar</div><div>Kalo di tanya, aku sering mengamati cara kerja nalar di diriku, aku belum bisa bilang iya tapi mau bilang tidak juga gatau, heheh.</div><div><br></div><div>Aku itu sering berantem dengan adikku. Dia sering cari perkara kayak ntah ngejahilin lah,&nbsp; teriak teriak, pokoknya melakukan sesuatu yang membuat aku sebel. Kadang aku bisa merefleksikan keputusan ide dari nalar kayak, nalar 1 pilih langsung marah aja gapapa, toh juga dia yang salah dan nalar 2 bilang coba pikir lagi kalo sebelnya kamu respon jadinya kamu Makin sebel dan marahin dia, dia akan senang keinginannya tercapai "yeee kakak marah" lalu mengadu ke mama. Tapi kadang aku juga langsung menyetujui ide yang di berikan nalar tanpa pikir panjang, adikku bikin perkara, aku sebel, aku bales, dia ngadu ke mama, aku emosi, dan kami berdua di sidang sama mama, kalo engga di sidang mama ya endingnya ngerepet ngerepet sebelnya. Gitu sih itu yang aku inget hehehe&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-15 00:27:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884097352</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NARASI KENZI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884153825</link>
         <description><![CDATA[<p>Narasi Kenzi</p><p>Ini pertama kali aku narasi tanpa bacaannya langsung, jadi mohon dimaafkan kalau banyak lupa hehehehe🗿</p><p>SEINGETKU SIH, Membahas tentang nalar dan akal sehat, iya gasih? Si nalar ini kalo ga salah selalu membenarkan hal yang dia suka, entah si nalar ini tuannya baik ataupun jahat (ini yang narasi kemarin ga sih?) AKU BENER BENER LUPA KALO GA PAKE BACAAN😱😱 </p><p><br/></p><p>Saat apa nalar bekerja padaku? (Itu ga sih pertanyaanya)</p><p>Kalau dibilang nalar adalah pengacara seperti yang dibilang, aku ada contoh yang baru saja terjadi</p><p><br/></p><p>Jadi seperti minggu lalu aku sangat malas untuk mengerjakan narasi, dan minggu ini juga, lalu nalar memberikan alasan "nanti aja habis main laptop ini kerjain" atau "ntaran aja, kan habis ini zoom, jadi habis selesai zoom aja" dan lain lain. Akibatnya jika kita terlalu bernalar, narasiku jadi terlambat.</p><p><br/></p><p>Aku jadi bertanya - tanya kenapa ahkir ahkir ini jawabanku lebih panjang jawaban refleksi dari pada jawaban narasi.</p><p><br/></p><p>Note - sebenarnya ini ditulis rabu tapi karna belum bisa buka WA jadi baru bisa kukirim kamis 😅🙏</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/K49R1oy6CZZpX5BTFb/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-02-15 01:45:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884153825</guid>
      </item>
      <item>
         <title>!@^*&amp;^!&amp;%!@#*)#(</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884221158</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi gini, aku mau membagikan cara kerja nalar yang mengecewakan bagiku dari seseorang yang aku kenal.</p><p><br></p><p>Sebut saja dia X, dia adalah sohibku. Tak lama waktu berlalu, pada suatu pembicaraan--dia dengan lantang mengatakan padaku bahwa "gua ga percaya Tuhan". Pada saat itu, aku benar-benar kecewa dengan dirinya, setahuku, situasi kehidupannya sangat kacau dan tidak ada perubahan (ke arah yang baik (klaim dia))--karena itu dia berkata bahwa Tuhan tidak ada/jika ada, Tuhan tidak peduli dengannya (menggambarkan penolakannya pada konsep Tuhan di agama-agama terkemuka).</p><p><br></p><p>Pada beberapa waktu, dia juga seringkali menyampaikan padaku pendapat-pendapat orang lain terlebih orang hebat tentang tidak adanya Tuhan, dan dia selalu/setidaknya dominan membahas hal-hal negatif (menolak). Inilah kenapa aku kecewa padanya, yang dia lakukan hanya membenarkan pikirannya tanpa menimbangnya dengan pendapat lain, dan bagiku dia terlalu cepat membuat kesimpulan ini, aku, dia, kami, tidak tahu apakah benar bahwa yang ada sekarang adalah siksaan atau sebuah ujian menuju sesuatu yang hebat.</p><p><br></p><p>Yah, begitulah.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/66c188f8430328438a6caa4087e18814/Copy_of_IG_Feed_CMid.png" />
         <pubDate>2024-02-15 03:08:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884221158</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cerita Nalar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884314761</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku ingat, terakhir kali aku menggoreng lele, nalarku mendukung kemalasanku. Aku benci menggoreng lele, setelah setengah kg aku goreng, aku bilang ke tanteku "Ah ntar goreng lelenya nanti aja ah" </p><p><br/></p><p>tante: "Halah bilang aja males"</p><p>Aku: "Bukan, lelenya kan masi beku"</p><p>(pas ku tunjukin ternyata nggak beku)</p><p><br/></p><p>Aku: "hehe, iya deng males"</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-15 05:18:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884314761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>09.02 | Nalar (lanjutan)</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884431361</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Setiap karya besar melewati proses penalaran yang panjang.</p><p><br/></p><p>manusia purba yang melubangkan batang pohon dengan api adalah bentuk penalaran yang baik</p><p><br/></p><p>apa yang yg dimaksud akal sehat?</p><p><br/></p><p>kebanyakan hal sederhana yan kita lakukan (seperti menggosok gigi) sudah dipikirkan sebelumnya oleh seseorang.</p><p>Jadi kita melakukannya tanpa memikirkannya lagi.</p><p>akal sehat meminta kita untuk memakai sepatu dan boot.</p><p>tapi kemudian orang memperbarui alat yang kita pakai ini (sandal diciptakan)</p><p>bahkan sekarang ada argumen bertelanjang kaki lebih baik dari sandal.</p><p><br/></p><p>semua yang kita gunakan sudah dipikirkan orang</p><p><br/></p><p>sangat menarik untuk melihat dibalik penalaran benda berkerja</p><p>misalnya saat di lampu merah, kok bisa ya ada orang kepikiran menggunakan lampu raksasa untuk mengatur lalu lintas?</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-15 07:50:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884431361</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DINALAR DONG IH</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884699367</link>
         <description><![CDATA[<p>nalar itu membuat banyak penemu hebat, dari kano yang dibuat dengan kayu yang dibakar tengahnya, hingga hal hal biasa sekarang ini. dan banyak yang sudah sangat membekas sehingga kita lupa mengapa hal itu terjadi, orang orang barat memakai sepatu but untuk waktu lama tanpa tahu kenapa, lalu ada yang membuat aliran berjalan tanpa alas kaki, atau dengan sandal. itu sering disebut oleh nalar sebagai "Akal sehat" atau menurutku: norma masyarakat. tetapi dengan bermacam macam nalar yang memenangkan pikiran mereka, terjadi perdebatan, dan pertengkaran, malah semua perselisihan ada karena meleset pada meyakinkan nalar pada satu sama lain.</p><p><br/></p><p>untuk cerita (biar dapet dua, sambil minum air menyelam)</p><p><br/></p><p>ini lebih ke bagian dimana bisa ada salah pendapat dengan bermacam macamnya nalar satu sama lain. dalam suatu acara, salah pendapat terjadi pada tim kelompok lain kepadaku, dengan salah satu dari mereka merusak karya kelompokku karena nalar impulsenya, karena aku yang jaga disitu (yang lain masih makan diluar aku dah selesai) aku nerkam dia (karena dalam hal yang aku pikir dengan cepat) dan kami berguling guling dan akhirnya dipisahkan oleh teman teman kami. nah, nalar si orang julid yang ngerusak karyaku itu mengira aku berusaha menyakitinya (dengan anggapan akan <em>membunuh</em> dalam tanda petik karena aku saja cuman menahan dia agar dia tidak tambah merusak karyaku, disaat yang sama aku memang menggunakan "kepala batuku" (secara harfiah karena tengkorak depanku keras banget) untuk menyodok dia dengan amarahku karena karya utama kelompok kami yang memang tinggal setengah jam lagi dikumpulkan dan UKURAN KERTASNYA BESAR BANGET DAN DESAINNYA SUDAH RAPI, nggak mungkin bikin lagi dalam waktu 30 menit, kembali ke nalar dia, dia pun berpikir macam macam dan akhirnya merencanakan balas dendam, besoknya dia membawa bolpen hitam kenko yang keras banget itu loh, dan dia mencegat aku didepan pintu sesudah aku cuci tangan, lalu berusaha menusukku, tapi dia sembarangan melakukannya, jadi tangannya yang ber bolpen itu aku kempit dan aku tahan sampai bapakknya datang lalu baru aku puntir dan lepaskan. semua karena nalar yang berlawanan satu sama lain, dalam nalarnya dia, hasil dia merusak karya kami itu sangat sepele dan serangan defensifku itu seakan akan bisa "<em>membunuhnya"</em> sekian, emang ngaco sih kejadiannya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1507708236/324ecd7bdbc1343dd0858672ea80b9a7/maxresdefault.jpg" />
         <pubDate>2024-02-15 12:45:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2884699367</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesetiaan Nalar terhadap kehendak Manusia</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2885603234</link>
         <description><![CDATA[<p>Peran Nalar ini seperti Pengacara, dan klien nya adalah kehendak manusia. Yang kulihat dari film-film polisi dan action, tugas pengacara adalah untuk 100% membela klien yang telah membayar mahal kepada mereka. Seringkali mereka tidak peduli apakah klien mereka yang menjadi tersangka mengatakan kebenaran atau tidak. Intinya mereka akan selalu membela sang klien sampai akhir ketika hakim memukul palu. </p><p>Nalar juga akan membenarkan dan menyuguhkan bukti-bukti yang "kuat" demi membela dan menyutujui kehendak manusia. Jika kita berpikir A maka nalar akan membantu dan mendukung kita untuk percaya/melakukan A. Lagi-lagi hal ini mengacu pada ketepatan mindset kita sendiri.</p><p><br/></p><p>Makanya CM menyarankan untuk tidak sepenuhnya percaya pada nalar, meskipun </p><p>nalar sangat amat berguna dalam hal-hal yang matematis (Matematika). </p><p><br/></p><p>Contohnya pagi ini aku menemukan soal latihan Penalaran Matematika SNBT yang sebenarnya sangat teramat mudah jika kita memakai nalar kita dengan teliti dan kritis: (lihat gambar lalu silakan coba pecahkan dengan nalar)</p><p><br/></p><p>Makanya menalar ketika berhadapan dengan masalah genting itu cukup sulit untuk dilakukan karena panik, karena kehendak memutuskan bahwa "masalah yang datang terlalu tiba-tiba itu tidak akan ditemukan solusinya!" Namun jika kehendak memutuskan bahwa masalah yang dihadapi saat ini pasti memiliki solusi, maka hati akan mulai tenang dan pikiran akan lebih jernih, nalar akan mendukung keputusan si kehendak lalu dengan segera mencari solusi nya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/e32ba92c27011a1f3e235321365de552/WhatsApp_Image_2024_02_16_at_07_49_34.jpeg" />
         <pubDate>2024-02-16 04:41:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2885603234</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar dan keahliannya berdebat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2885867079</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar adalah pengacara terbaik di kerajaan jiwa manusia, jika kamu ada masalah hukum seperti tuduhan palsu, perceraian, dan lain lain kamu datang saja ke nalar, ia pasti akan membelamu sampai akhir.</p><p>Nalar mempunyai peran penting dalam kerajaan jiwa manusia, ketika ada klien yang datang kepadanya dengan suatu masalah, ia akan membenarkan kliennya hingga si klein benar benar berpikir bahwa ia benar. Kadang ini bisa menimbulkan masalah, ketika nalar berhasil membuat semua orang percaya bahwa kliennya tidak bersalah walaupun kliennya bersalah.<br>Nalar bekerja dengan logika dan perasaan, contohnya:<br>(Contoh untuk nalar yang bekerjasama dengan perasaan) Ketika aku berkelahi dengan kakakku dan ibuku membelanya, nalar ku akan mengambil informasi informasi (yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kejadian ini) dari perpustakaan sejarah, dan memakainya sebagai “contoh kasus” bahwa ibuku lebih sayang kepada kakakku.<br>(Contoh untuk nalar yang bekerjasama dengan logika) Ketika aku sedang membaca buku philosophy, aku sering kali terpantik dengan ide ide yang disajikan, saat itu terjadi nalar akan mencari informasi informasi dari perpustakaan sejarah dan mengambil yang berpotensi mempunyai kaitan dengan ide yang baru saja diperoleh.</p><p>Ada juga contoh kasus nalar yang bekerjasama dengan perasaan, tapi untuk hal yang baik. Seperti ketika ada sesuatu yang terjadi, nalar akan berkomunikasi dengan perasaan untuk memperoleh “ilmu ilmu tidak pasti” yaitu asumsi yang dibuat oleh perasaan berdasarkan fakta yang diperoleh saat ini. Hal ini bisa membantu agar negri jiwa manusia bisa memprediksi bahaya yang ada di depan.</p><p>Begitu pula sebaliknya, ada contoh kasus nalar yang bekerjasama dengan logika, tapi untuk hal yang buruk. Ketika nalar dan logika terlalu mempertanyakan suatu hal, logika akan menemukan banyak hal yang kekurangan fakta dan tidak masuk kedalamnya (logika). Ia akan mulai meragukan hal hal yang sudah ia ketahui, dan nalar akan membantu agar logika benar benar tidak percaya. Akhirnya kerjaan jiwa manusia kehilangan pegangan dan runtuh, terbenam dibawah pasang surut lautan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>- Raja jiwa manusia</em></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-16 10:42:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2885867079</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chapter six : Reason</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2887969623</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p> • <strong>Peran Nalar dalam Pekerjaan - Pekerjaan baik dan Penemuan Penemuan Hebat.</strong></p><p><br/></p><p>Setiap karya milik orang orang yang sakit dan tidak berdaya, juga yang berduka dan bebal adalah sesuatu hasil dari rangkaian argumen yang terjadi pada nalar mereka. Contohnya, bagaimana nalar manusia purba membawa mereka pada sebuah kesimpulan kalau membakar bagian dalam dari sebuah kayu untuk selanjutnya mengosongkan nya adalah cara yang tepat untuk membuat kano. </p><p><br/></p><p>• <strong>Apa yang di maksud akal sehat</strong></p><p><br/></p><p>Semua hal hal kecil yang kita lakukan saat ini, sudah di pikirin alasan nya oleh beberapa orang (yang kita tidak pernah tau siapa) sehingga orang sudah tidak memikirkan nya lagi dan hanya menerima nya dengan apa yang di sebut sebagai AKAL SEHAT. </p><p><br/></p><p>Yang berarti, semua orang (atau hampir semua orang) sepakat kalau suatu cara tertentu adalah cara terbaik untuk melakukan sebuah hal. Contohnya, cara kita menyikat gigi, dan sopan satun ketika berada di meja makan.</p><p><br/></p><p>• <strong>Semua yang kita gunakan telah Dipikiran oleh Seseorang.</strong></p><p><br/></p><p>Sangat menarik untuk berjalan ke beberapa ruangan dan jalanan, dan mulai berpikir kalau semua hal hal sepele (atau mungkin tidak) dan kecil (atau mungkin besar) itu telah terpikirkan kegunaan dan alasan nya oleh seseorang bertahun tahun silam. Untuk menduga duga bagaimana nalar mereka ber-argumen hingga sang penemu sendiri sampai pada sebuah kesimpulan. </p><p><br/></p><p>Contoh nya orang orang seperti Elon Musk. Kira kira, apa yang nalar nya perdebatkan hingga pria itu bisa sampai ke sebuah kesimpulan kalau membuat mobil listrik ada pilihan yang baik? Atau Mami ku, apa yang nalar nya katakan padanya ketika ia tengah memasak? Sehingga setiap masakan nya bisa menjadi se lezat itu meskipun seringkali dia bahkan tidak tau masakan macam apa yang tengah di buat nya?</p><p><br/></p><p><br/></p><p>• <strong>Ceritakan ( dan beri contoh ) tentang bagaimana cara nalar kalian bekerja.</strong></p><p><br/></p><p>Seperti normal nya nalar semua orang bekerja, nalar milik ku bekerja paling keras di proses pengambilan keputusan ketika sedang berbelanja atau aktivitas apapun yang menyangkut uang. Contohnya, ketika aku hendak membeli baju atau sepatu. Nalar ku, akan membantu ku untuk mengambil keputusan.</p><p><br/></p><p> Kira kira begini bunyi nalar ku :</p><p><br/></p><p>"Kamu butuh atau hanya mau baju nya?"</p><p><br/></p><p>"Kalau memang butuh, yakin mau yang ini? Harganya lumayan, dan cuma bisa di pakai di tempat tempat tertentu aja. Gak mau yang satunya? Harga nya sama sih, cuma yang itu bisa di pakai lebih sering"</p><p><br/></p><p>"Harga nya bikin nangis banget..."</p><p><br/></p><p>"Tapi coba di hitung, Harganya di bagi berapa kali kamu pakai dalam sebulan atau setahun"</p><p><br/></p><p>"Ihh engga, sama aja ternyata. Yang lain aja, cari yang bahan nya sama tapi lebih murah"</p><p><br/></p><p>Dst....</p><p><br/></p><p>Nalar ku, memang cerewet kalau menyangkut penggunaan alat tukar Indonesia ini. Dia yang membantuku membatasi spending selama berbelanja, dan memberi ku alasan untuk menyimpan nya (Meskipun kadang dia juga yang membantuku menormalisasi spending berlebih untuk berbelanja). </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/b2361857ff71babea002f4437286683c/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__4_.png" />
         <pubDate>2024-02-19 10:28:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2887969623</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chapter six : Lord Chief Attorney General — Reason</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2887975798</link>
         <description><![CDATA[<p> </p><p> • <strong>Nalar tidak sempurna.</strong></p><p><br></p><p>Sempurna dan tidak mungkin salah, adalah gagasan orang orang terhadap nalar mereka. Bahwa setiap keputusan dan kesimpulan yang di buat oleh nalar mereka adalah benar. Namun semua itu jelas salah, nalar kita tidaklah sempurna. Dan apabila dua orang yang sama sama cerdas dan baik, di yakinkan dengan sangat oleh nalar mereka tentang dua hal yang sangat berlainan (di sini oma charllote menggambarkan nya sebagai dua orang yang memiliki pendapat berbeda menyangkut peperangan) kalian akan melihat kalau nalar kedua orang tersebut tidak lah sempurna, dan kalau bukan salah satu nya atau keduanya pastilah sebuah kesalahan. </p><p><br></p><p>Dari situ (di katakan oleh oma charllote) kita bisa tau kalau nalar manusia memang tidak sempurna, dan bahwa kesimpulan tertentu yang kita pikir sudah tepat belum tentu benar. Dan itu semua tergantung dari gagasan yang menjadi titik mula sebuah penalaran.</p><p><br></p><p><br></p><p>• <strong>Anarkis</strong></p><p><br></p><p>Siapa yang tidak tau cerita cerita tentang kasus pembunuhan terhadap beberapa tokoh politik dunia? Tentang calon calon politikus yang di tusuk atau di tembak oleh beberapa oknum anarkis yang ingin menggapus peraturan nasional atau pemerintah nya sendiri. Baik dalam bentuk monarki maupun republik, karna mereka beranggapan kalau tidak seharusnya ada orang yang mengatur atur kita manusia yang memiliki nalar dan mampu untuk memerintah diri kita sendiri.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/09d5de715859f81bd9c81e87b530b5e8/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__4_.png" />
         <pubDate>2024-02-19 10:33:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2887975798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bisa gila gwe (salah lagi :) afuivfg)</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2889149844</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pembuka</strong></p><p>Pada tulisanku dengan foto yang itu, aku menjelaskan apa yang dimaksud sebagai Nalar. Aku menyadari ada sebuah kekurangan di situ yaitu tidak adanya pembeda antara Nalar dan Logika, dan memang Nalar di situ merujuk pada konsep Logika dengan memisahkannya dengan Preferensi Pribadi.</p><p><br/></p><p>Maka dari itu, ini adalah pemahaman mengenai Nalar, Logika, dan Preferensi yang lebih baik/sempurna.</p><p><br/></p><p>Berhubung Nalar adalah kerjasama antara Logika dan Preferensi Pribadi, maka akan kumulai dengan membahas Logika dan Preferensi terlebih dulu.</p><p><br/></p><p><strong>Preferensi</strong></p><p>Preferensi adalah keberpihakkan pada suatu hal atas dasar nilai-nilai, pengalaman, perasaan yang dasar dari nilai, pengalaman dan perasaan tersebut seringkali sulit diukur, dideskripsikan, dibuktikan bahkan seringkali atas dasar yang tidak memiliki dasar yang sangat ditentukan oleh Pribadi tersebut.</p><p>Contoh:</p><p>"Warna terbaik adalah putih karena melambangkan kesucian", lalu dasarnya apa kesucian dijadikan tolak ukur?.</p><p>"Genre musik terindah adalah genre klasik karena original", apakah indah adalah original?.</p><p><br/></p><p>Lalu, apakah Preferensi itu salah?, dalam kondisi "kosong"/tidak berkesepakatan, Preferensi bebas dari nilai.</p><p>Contoh:</p><p>"Agama mana yang benar?", "Siapa orang tercantik?", "Apa itu keindahan?", dan lainnya.</p><p><br/></p><p><strong>Logika &amp; "Hakikatnya"</strong></p><p>Logika adalah sebuah timbangan yang punya beragam ketentuan supaya bisa dikatakan valid.</p><p>Beberapa ketentuan/hukum yang mungkin sudah disepakati semua aliran Logika:</p><p>1. Asas identitas.</p><p>2. Asas Kontradiksi.</p><p>3. Asas pengecualian kemungkinan ketiga.</p><p>4. Asas alasan mencukupi.</p><p>5. Asas bahwa kesimpulan tidak boleh melampaui daya dukung dari premis-premisnya.</p><p><br/></p><p>Pada "hakikatnya", Logika memproduksi argumen-argumen yang objektif dan ketika dia tidak objektif maka itulah salah satu yang disebut cacat logika. Sebagai contoh:</p><p>Ada orang yang terkenal hebat di suatu bidang, pada suatu waktu, dia terlibat di acara yang membahas bidang yang dia tekuni, dia berperan sebagai pengisi acara. Ketika menjelaskan, dia menyatakan hal yang keliru dan diluruskan oleh pengikut acara, namun karena dia hanya mahasiswa maka dia menolak argumen tersebut.</p><p><br/></p><p>Kenapa objektif adalah "hakikat" Logika?. Dari beberapa sumber, meski ada beberapa perbedaan, secara garis besar, argumen adalah: alasan untuk membuktikan sesuatu, entah itu kebenaran, ketidakbenaran, dan lainnya (kalau ada). Ketika Logika memproduksi argumen/alasan untuk membuktikan sesuatu tapi dengan alasan yang lemah atau tidak relevan dengan tolak ukurnya, maka alasan tersebut gagal memberikan bukti yang kuat sehingga Logika memberikan hasil timbangan yang tidak akurat.</p><p><br/></p><p>Kenapa keakuratan menjadi tolak ukur keberhasilan Logika?. Dari ratusan atau bahkan ribuan tahun lalu, ketika berargumen kita sudah sepakat bahwa akurat adalah tolak ukur keberhasilan nalar, hingga sekarang, secara keakuratan--jika A mengatakan argumen yang lebih akurat daripada B maka A menang. Artinya, itu adalah kesepakatan kita dari dulu, dan ketika kesepakatannya diubah maka deskripsi inipun tidak relevan lagi.</p><p><br/></p><p>Tapi, menurutku Logika dikatakan valid selama sesuai ketentuan, dan ketentuan adalah hasil kesepakatan. Jadi, selama ketentuannya disepakati/aturan mainnya disepakati, itulah Logika.</p><p><br/></p><p>Catatan: Kata "hakikat" yang aku maksud dari tadi adalah hakikat berdasarkan yang umum, aku beri tanda petik karena menurutku aku tidak punya kemampuan untuk mengatakan hakikat secara menyeluruh. Bisa saja kamu membuat hakikat Logika berdasarkan hal-hal yang tak terkira.</p><p><br/></p><p><strong>Akurat Dalam Konteks Logika</strong></p><p>Pada pembahasan kali ini, yang dimaksud akurat bukanlah kebenaran dari suatu premis-premis, itu memang sebuah hal yang bagus--tapi, di sini, akurat adalah kesah-an kesimpulan Logika. Sebagai contoh:</p><p>Premis 1: Semua hewan bisa terbang.</p><p>Premis 2: Rumah adalah hewan.</p><p>Kesimpulan: Rumah bisa terbang.</p><p>Secara Logika, dia tidak cacat, dan penarikan kesimpulannya sah, untuk kebenaran dari premis-premis tadi bukan tanggung jawab dia.</p><p><br/></p><p><strong>Cara Kerja Logika</strong></p><p>Cara kerja Logika jika aku analogikan mungkin seperti kecerdasan buatan, secara spesifik ChatGPT. Dari pengalamanku, ChatGPT agak sulit menentukan sesuatu yang subjektif, makanya aku memilihnya. Mungkin analogi tidak begitu akurat tapi intinya gini, Logika tidak bisa bekerja ketika tidak ada tolak ukur, tolak ukur bisa berupa preferensi, kesepakatan, nilai, dan semacamnya.</p><p><br/></p><p>Tanpa tolak ukur, Logika akan kebingungan dalam menimbang sesuatu, ibarat "(isi sendiri)", untuk memperjelas--sebagai contoh:</p><p>Kamu nyuruh Logika menimbang mana agama yang terbaik tapi tidak mendefinisikan "terbaik"/menyepakati tolak ukur terbaik, maka dia cuman bisa planga plongo/cengangas cengenges/ngang ngong ngang ngong.</p><p><br/></p><p><strong>Cacat Logika</strong></p><p>Cacat Logika secara umum (mungkin) adalah kondisi di mana proses berpikir tidak menerapkan asas/hukum/prinsip berikut:</p><p>1. <strong>Kesimpulan Tidak Sesuai Daya Premis</strong>:</p><p>Premis 1: Orang yang pake baju merah adalah orang hebat (dan ganteng xixixi).</p><p>Premis 2: Pancar pakai baju merah.</p><p>Kesimpulan: Pancar suka Indomie goreng.</p><p>Atau dengan contoh yang lebih jelas:</p><p>Premis 1: Neuer membuat kekacauan di kota Senyumin Aja.</p><p>Premis 2: Tidak boleh ada kekacauan di kota Senyumin Aja.</p><p>Premis 3: Orang yang berkewajiban menindak adalah walikota.</p><p>Premis 4: Schopenhauer adalah walikota.</p><p>Kesimpulan: Schopenhauer harus membunuh Neuer.</p><p><br/></p><p>Kenapa bisa cacat?, karena dalam premis tersebut tidak ada keharusan untuk membunuh si pengacau, yang ada adalah membereskan kekacauan, tapi membunuh juga sebuah opsi.</p><p><br/></p><p>Mungkin ini faktor yang paling umum karena ini banyak disepakati aliran-aliran Logika (mungkin sih).</p><p><br/></p><p><strong>Definisi &amp; Cara Kerja Nalar</strong></p><p>Nalar merupakan sosok dari kerjasama antara Logika dan Preferensi Pribadi. Proses penalaran terjadi dimulai dengan Preferensi yang mencetuskan gagasan/pernyataan, tolak ukur, pembuktian yang lalu diproses Logika dengan hasil berupa argumen.</p><p>Sebagai contoh: Nasi kuning buatan Darwizzy rasanya enak, soalnya respon mulutku seakan dengan senang hati membuka jalan untuk Nasi kuning ini untuk masuk ke perut.</p><p>Pada contoh tadi, "Nasi kuning buatan Darwizzy rasanya enak" adalah gagasan/pernyataan dari hasil kerja Preferensi, "mulutku dengan senang hati membuka jalan" adalah tolak ukur hasil kerja Preferensi, "respon mulutku seakan dengan senang hati" adalah pembuktian hasil kerja Preferensi. "soalnya respon mulutku seakan dengan senang hati membuka jalan untuk Nasi kuning ini" adalah argumen hasil kerja Logika.</p><p><br/></p><p>Tak hanya itu, penalaran juga bisa terjadi dengan hanya ada tolak ukur dan argumen.</p><p>Contoh:</p><p>Ada sebuah pernyataan dari seseorang yang berbunyi "Pilih saya untuk kemajuan kota Hantu", lalu diterimalah pernyataan itu tanpa tolak ukur. Di sinilah Preferensi bekerja, dia bisa membuat tolak ukur walaupun pernyataannya bukan dari dia, "kemajuan menurutku didukung faktor A, B, dan C", lalu diproseslah oleh Logika "adakah faktor A, B, dan C di orang tersebut?, oh tidak ada, artinya dia tidak bisa memajukan kota Hantu".</p><p><br/></p><p><strong>Nalar &amp; Kesempurnaan</strong></p><p>Dengan sempurna sebagai pasti benar, jawabannya tergantung di mana Nalar bekerja. Secara luas (bebas nilai), tentu Nalar tidak mampu diberikan status benar dan salah. Tapi, secara spesifik (bernilai), Nalar bisa menyentuh titik sempurna. Contoh: kita sepakat bahwa matahari "terbit" karena rotasi bumi adalah benar, dan ketika aku meneliti hal tersebut lalu meneliti alasan matahari "terbit" dan mencapai kesimpulan yang sama maka Nalarku pasti benar dan mencapai titik sempurna.</p><p><br/></p><p><strong>Nalar &amp; Cara Mengoptimalkannya</strong></p><p>Penting untuk diketahui, secara sadar dan tidak sadar, Perasaaan (salah satu kandungan Preferensi) mempengaruhi cara kerja Nalar dalam mencetuskan gagasan, tolak ukur, dan menimbang yang berakhir pada kelirunya fakta pada penalaran.</p><p><br/></p><p>Banyak kasus penalaran seperti ini terjadi: pada suatu waktu, dia memiliki hubungan yang baik-baik saja dengan seseorang yang dia suka, tapi rasanya orang tersebut makin jauh karena dia dan orang tersebut jarang berkomunikasi, diapun sedih dan kesal. Dalam kondisi seperti itu, Nalarnya membuat pernyataan bahwa orang tersebut jahat karena menjauhkan dirinya tanpa tolak ukur kata "jahat", dengan Preferensi yang sudah bercampur kuat dengan emosi--dia membenarkan pernyataannya dengan sebagian kecil perilaku orang tersebut yang dia anggap jahat.</p><p><br/></p><p>Terjadilah kesalahpahaman karena perasaan, sebenarnya dia tidak pernah dijauhi orang tersebut, dari awal memang keduanya jauh.</p><p><br/></p><p><strong>Penutup</strong></p><p>Ada beberapa paragraf dari materi yang kuhiraukan pada tulisan kali ini karena kurang deskriptif, agak melebar.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/74e436c34d0e081ba5e6c636ea106e82/wp5819605.jpg" />
         <pubDate>2024-02-20 09:15:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2889149844</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diskusi Tentang Nalar</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897499081</link>
         <description><![CDATA[<p>Disclaimer, catatan ini harusnya untuk minggu sebelumnya, pas kita diajak diskusi ama tan priska, cuma aku baru sempet tulis di padlet sekarang ngga papa lah ya. Singkat aja biar inget + ada catatan di padlet. </p><p><br/></p><ol><li><p>Nalar adalah yang memproses informasi dan ia bisa dipengaruhi oleh kepercayaan (klien) yang kita punya.</p></li><li><p>Mempunyai keyakinan dibutuhkan sekali, tapi kita juga perlu mempunyai pikiran terbuka.</p></li><li><p>Manusia itu cenderung mendewakan pemikirannya sendiri, yang kadang membuatnya tersesat.</p></li><li><p>Ketika membahas pendapat di paragraf, kita setuju bahwa nalar itu kontekstual, dan dalam hal ini perang itu buruk ketika tujuannya untuk menguasai, dan baik kalau untuk membela diri.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 12:30:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897499081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NARASI KREATIP</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897526981</link>
         <description><![CDATA[<p>Pov: Suasana diskusi kel.02 yang dimulai dengan "santai-ahay" tapi mendadak berubah jadi tegang ketika inget semua kemungkinan pertanyaan yang bakal diajukan Pancar S😔</p><p><br/></p><p>yh, S-nya <em>stand for</em> SANGAT mengerikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1634623541/7a704b9d9d60033105eb2bb08db12977/kel_02.png" />
         <pubDate>2024-02-27 12:55:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897526981</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PART 2</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897534143</link>
         <description><![CDATA[<p>Pov: Kel.02 ketika diberitahu ternyata kita selama ini fokus mencari pertanyaan + bersiasat untuk bacaan <em>yang </em>salah setelah bersusah-payah. </p><p><br/></p><p>LAIK ....??!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1634623541/c82944617fb59006e0601c17963591b6/c8c65e7a214ca24606d3c89a00967aa5.jpg" />
         <pubDate>2024-02-27 13:00:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897534143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FINAL</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897540881</link>
         <description><![CDATA[<p>Pov: Ketika semua menemukan mereka mengajukan pertanyaan yang sama, aseli lucu banget saat itu. </p><p><br/></p><p>kira-kira kek gini:</p><p>*Kel.01 mengajukan pertanyaan di atas.</p><p>Kel 02: "Lah tan, kita juga siapin pertanyaan yang sama, yang salah tadi"</p><p>Tan Ayu: "Loh loh, tante juga menanyakan hal sama!"</p><p><br/></p><p>"...."</p><p>HAHAHHA KO BISA GITU</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1634623541/9e1eb27d3480d9468e855abf79498e39/kel_02__1_.png" />
         <pubDate>2024-02-27 13:06:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897540881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rangkuman Nalar</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897999565</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pembuka</strong></p><p>Betapa merasa frustasinya aku ketika gagal mengartikan bagian ini setelah dua kali percobaan, cobaan pertama sudah cukup baik tapi kurang menyeluruh, cobaan kedua menyeluruh tapi melenceng.</p><p><br/></p><p>Kali ini, aku akan memberikan yang terhebat dari yang sudah aku buat.</p><p><br/></p><p><strong>Preferensi</strong></p><p>Preferensi adalah keberpihakkan pada suatu hal atas dasar nilai-nilai, pengalaman, perasaan yang dasar dari nilai, pengalaman dan perasaan tersebut seringkali sulit diukur, dideskripsikan, dan dibuktikan, bahkan seringkali atas dasar yang tidak memiliki dasar. Preferensi sangat ditentukan oleh subjek tersebut.</p><p>Contoh:</p><p>"Warna terbaik adalah putih karena melambangkan kesucian", lalu dasarnya apa kesucian dijadikan tolak ukur?.</p><p>"Genre musik terindah adalah genre klasik karena original", apakah indah adalah original?.</p><p><br/></p><p>Lalu, apakah Preferensi itu salah?, dalam kondisi "kosong"/tidak berkesepakatan, Preferensi bebas dari nilai.</p><p>Contoh:</p><p>"Agama mana yang benar?", "Siapa manusia tercantik?", "Apa itu keindahan?", dan lainnya.</p><p><br/></p><p><strong>Logika</strong></p><p>Logika adalah cabang pengetahuan yang mempelajari cara berpikir manusia, untuk menemukan hukum-hukum yang akan diterapkan pada proses berpikir manusia supaya menghasilkan kesimpulan yang valid, sehingga terhindar dari kesalahan/kecacatan berpikir. Objek materialnya adalah pikiran manusia sedangkan objek formalnya adalah hukum-hukum yang mengatur pikiran manusia.</p><p>Beberapa ketentuan/hukum yang mungkin sudah disepakati semua aliran Logika:</p><p>1. Asas identitas.</p><p>2. Asas Kontradiksi.</p><p>3. Asas pengecualian kemungkinan ketiga.</p><p>4. Asas alasan mencukupi.</p><p>5. Asas bahwa kesimpulan tidak boleh melampaui daya dukung dari premis-premisnya.</p><p><br/></p><p><strong>Definisi Nalar</strong></p><p>Jika mengacu pada KBBI (yang aku pahami), Nalar adalah sebuah perangkat manusia yang digunakan dalam pencarian kebenaran. Dalam pencarian kebenaran tersebut, nalar memiliki pedoman yaitu aturan logika. Jadi, bernalar adalah kegiatan pencarian kebenaran dengan aturan logika sebagai pedoman pencarian.</p><p><br/></p><p>Sebagai pemahaman untuk paragraf berikutnya, ada juga yang namanya pikiran. Pikiran adalah sebuah perangkat manusia yang digunakan dalam membuktikan kebenaran sesuatu, bedanya, pikiran tidak terikat pada aturan logika dan didasarkan pada pengalaman, perasaan, dan ingatan. Memang masih samar-samar perbedaannya karena aturan logika pun bagian dari ingatan, tapi--pikiran diinterpretasikan sebagai perangkat yang lebih umum.</p><p><br/></p><p>Tapi, dengan apa yang tertulis pada bagian nalar di buku Ourselves, kusimpulkan bahwa nalar tidak terpaku pada aturan logika dan tidak terpaku pada "umum", nalar di sini adalah gabungan dari keduanya. Jadi, bernalar di sini adalah gerakan si nalar di antara pengetahuan yang sudah dimiliki dan ketidaktahuan, sampai ke pengetahuan baru.</p><p><br/></p><p>Penjelasan lebih lanjutnya gini: "pengetahuan yang sudah dimiliki" adalah pengetahuan berupa informasi, pemahaman, dan lainnya (antisipasi ketidaklenglapan) yang kita sadari pada proses berpikir tersebut, lalu, "ketidaktahuan" adalah situasi di mana kita belum dan tidak memiliki pengetahuan yang dituju atau lupa dengan pengetahuan tersebut. Jadi, dalam hal ini--lupa juga bisa termasuk dalam "ketidaktahuan". Contoh: pada proses berpikir saat ini, aku punya pengetahuan yaitu ada rautan tak bermerek berwarna ungu dengan bahan plastik yang berbentuk kelinci, terlihat juga kalau badan rautan tersebut dinodai pensil. Dari situ, aku menghubungkan pengetahuan tentang rautan tadi dengan pengetahuan tentang plastik, dan industri, yang berakhir dengan kesimpulan bahwa rautan ini adalah rautan murah dan murahan (inilah pengetahuan baru).</p><p><br/></p><p><strong>Hakikat Nalar</strong></p><p>Nalar merupakan sosok yang salah satu kerjaannya yaitu memproduksi argumen. Menurutku, untuk mencapai pengetahuan baru terbaik bahkan benar, Nalar harus memproduksi argumen-argumen yang objektif dan ketika dia tidak objektif maka itulah salah satu yang disebut cacat penalaran. Sebagai contoh:</p><p>Ada orang yang terkenal hebat di suatu bidang, pada suatu waktu, dia terlibat di acara yang membahas bidang yang dia tekuni, dia berperan sebagai pengisi acara. Ketika menjelaskan, dia menyatakan hal yang keliru dan diluruskan oleh pengikut acara, namun karena dia hanya mahasiswa maka dia menolak argumen tersebut.</p><p><br/></p><p>Kenapa objektif adalah hakikat nalar?. Dari beberapa sumber, meski ada beberapa perbedaan, secara garis besar, argumen adalah: alasan untuk membuktikan sesuatu, entah itu kebenaran, ketidakbenaran, dan lainnya (kalau ada). Ketika nalar memproduksi argumen/alasan untuk membuktikan sesuatu tapi dengan alasan yang lemah atau tidak relevan dengan tolak ukurnya, maka alasan tersebut gagal memberikan bukti yang kuat sehingga nalar memberikan hasil timbangan yang tidak akurat.</p><p><br/></p><p>Kenapa keakuratan menjadi tolak ukur keberhasilan nalar?. Dari ratusan atau bahkan ribuan tahun lalu, ketika berargumen kita sudah sepakat bahwa akurat adalah tolak ukur keberhasilan nalar, hingga sekarang, secara keakuratan--jika A mengatakan argumen yang lebih akurat daripada B maka A menang. Artinya, itu adalah kesepakatan kita dari dulu, dan ketika kesepakatannya diubah maka deskripsi inipun tidak relevan lagi.</p><p><br/></p><p><strong>Akurat Dalam Konteks Nalar</strong></p><p>Pada pembahasan kali ini, yang dimaksud akurat bukanlah kebenaran dari suatu premis-premis, itu memang sebuah hal yang bagus--tapi, di sini, akurat adalah kesah-an kesimpulan nalar. Sebagai contoh:</p><p>Premis 1: Semua hewan bisa terbang.</p><p>Premis 2: Rumah adalah hewan.</p><p>Premis 3: Rumah bisa terbang.</p><p>Secara nalar, dia tidak cacat, dan penarikan kesimpulannya sah, untuk kebenaran dari premis-premis tadi bukan tanggung jawab dia.</p><p><br/></p><p><strong>Cara Kerja Nalar</strong></p><p>Nalar merupakan sosok dari kerjasama antara sosok penimbang dan preferensi pribadi. Proses penalaran terjadi dimulai dengan preferensi yang mencetuskan gagasan/pernyataan, tolak ukur, pembuktian yang lalu diproses penimbang dengan hasil berupa argumen.</p><p>Sebagai contoh: Nasi kuning buatan Darwizzy rasanya enak, soalnya respon mulutku seakan dengan senang hati membuka jalan untuk Nasi kuning ini untuk masuk ke perut.</p><p>Pada contoh tadi, "Nasi kuning buatan Darwizzy rasanya enak" adalah gagasan/pernyataan dari hasil kerja preferensi, "mulutku dengan senang hati membuka jalan" adalah tolak ukur hasil kerja preferensi, "respon mulutku seakan dengan senang hati" adalah pembuktian hasil kerja preferensi. "soalnya respon mulutku seakan dengan senang hati membuka jalan untuk Nasi kuning ini" adalah argumen hasil kerja penimbang.</p><p><br/></p><p>Penalaran juga bisa terjadi dengan hanya ada tolak ukur dan argumen.</p><p>Contoh versi 1:</p><p>Ada sebuah pernyataan dari seseorang yang berbunyi "Pilih saya untuk kemajuan kota Hantu", lalu diterimalah pernyataan itu tanpa tolak ukur. Di sinilah preferensi bekerja, dia bisa membuat tolak ukur walaupun pernyataannya bukan dari dia, "kemajuan menurutku didukung faktor A, B, dan C", lalu diproseslah oleh penimbang "adakah faktor A, B, dan C di orang tersebut?, oh tidak ada, artinya dia tidak bisa memajukan kota Hantu".</p><p>Contoh versi 2:</p><p>Ada sebuah aturan main dalam suatu permainan yaitu A, B, dan C, lalu terpikir sebuah ide, tapi karena dia berada di permainan tersebut dan preferensinya berpihak pada aturan main, maka ide tersebut perlu ditimbang; sah kah ide ini?, ternyata sah karena begini dan begitu.</p><p><br/></p><p><strong>Nalar &amp; Kesempurnaan</strong></p><p>Dengan sempurna sebagai pasti benar, jawabannya tergantung di mana Nalar bekerja. Secara luas (bebas nilai), tentu Nalar tidak mampu diberikan status benar dan salah. Tapi, secara spesifik (bernilai), Nalar bisa menyentuh titik sempurna. Contoh: kita sepakat bahwa matahari "terbit" karena rotasi bumi adalah benar, dan ketika aku meneliti hal tersebut lalu meneliti alasan matahari "terbit" dan mencapai kesimpulan yang sama maka Nalarku pasti benar dan mencapai titik sempurna.</p><p><br/></p><p><strong>Nalar &amp; Cara Mengoptimalkannya</strong></p><p>Penting untuk diketahui, secara sadar dan tidak sadar, Perasaaan (salah satu kandungan Preferensi) mempengaruhi cara kerja Nalar dalam mencetuskan gagasan, tolak ukur, dan menimbang yang berakhir pada kelirunya fakta pada penalaran.</p><p><br/></p><p>Banyak kasus penalaran seperti ini terjadi: pada suatu waktu, dia memiliki hubungan yang baik-baik saja dengan seseorang yang dia suka, tapi rasanya orang tersebut makin jauh karena dia dan orang tersebut jarang berkomunikasi, diapun sedih dan kesal. Dalam kondisi seperti itu, Nalarnya membuat pernyataan bahwa orang tersebut jahat karena menjauhkan dirinya tanpa tolak ukur kata "jahat", dengan Preferensi yang sudah bercampur kuat dengan emosi--dia membenarkan pernyataannya dengan sebagian kecil perilaku orang tersebut yang dia anggap jahat.</p><p><br/></p><p>Terjadilah kesalahpahaman karena perasaan, sebenarnya dia tidak pernah dijauhi orang tersebut, dari awal memang keduanya jauh.</p><p><br/></p><p><strong>Penutup</strong></p><p>Aku harap aku puas dengan tulisan kali ini.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/f64bb9b039b107edc529e36df829f702/PP_jir.png" />
         <pubDate>2024-02-27 18:15:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2897999565</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksplisit</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898020059</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nalar Dalam Matematika</strong></p><p>Dikatakan bahwa bernalar di matematika adalah yang paling menyenangkan dan paling maksimal. Di sini, keberpihakkannya hanya satu, yaitu aturan matematika. Dikatakan juga bahwa dalam matematika, kebenaran yang sesungguhnya mulai terungkap, dan tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding menyaksikan proses tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>Nalar Harus Digunakan Untuk Kebaikan</strong></p><p>Dikatakan bahwa nalar adalah karunia dan amanah yang harus digunakan dalam jalan kebaikan. Diingatkan juga bahwa karena nalar adalah karunia besar/luar biasa, ayo gunakan di jalan kebaikan dengan sebaik-baiknya.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/35c0005420909c8d1ad4879159a81371/dwqkb21o9tz5b_600.jpg" />
         <pubDate>2024-02-27 18:29:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898020059</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 21 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898590673</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2210081488/6be01972293888a982a1f9ba2795339e/Brown_and_White_Cute_Group_Project_Presentation.pdf" />
         <pubDate>2024-02-28 05:09:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898590673</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898590843</link>
         <description><![CDATA[<p>ijin pake meme ikut ikut keisha, karna ikut ikut bagian dari kekreativan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2112087651/e39bf17f0237d1a919289a8b6a9031e9/download.jpeg" />
         <pubDate>2024-02-28 05:10:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898590843</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898597111</link>
         <description><![CDATA[<p>mirip sih sebenernya sama yg Part 1</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2112087651/f9ba07eb89382fbdd6baf94eb11c6c73/download.jpeg" />
         <pubDate>2024-02-28 05:18:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898597111</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23 | nalar pt.3: Relasinya dengan matematika &amp; tujuan besar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898637034</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengerjakan persoalan matematika lalu berhasil menemukan jawabannya/ atau sekadar tahu cara mengerjakannya, rasanya betul-betul satisfied. Menyenangkan sekaligus melegakan mengetahui otak kita bisa menyelesaikan masalah dengan berpikir matematis (runut dan teliti).</p><p><br/></p><p>Kemudian tentang Nalar yang meski tersedia cukup banyak jalan-jalan menyesatkan, Nalar tetaplah bagian penting sekali dalam hidup manusia. Ide/ gagasan awal yg unik, baik, dan positif dikerjakan Nalar akan membawa makna bagi kehidupan setiap individu. </p><p><br/></p><p>Kesimpulanku membawa Nalar dalam bentuk alat. Ia membantu menemukan "how" dan "what"nya segala sesuatu. Sekarang tinggal menemukan "why"nya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 06:15:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898637034</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NALAR (LAGI)</title>
         <author>catatankertas15</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898923237</link>
         <description><![CDATA[<p>Terimakasih Keisha dan Kenzi telah menginspirasi, mwah</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099347945/d1cd0996bbbffa5f57f12011b28641b4/Screenshot_20240228_174950_Chrome.jpg" />
         <pubDate>2024-02-28 10:53:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2898923237</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23.02 | LOBOTOMY KAISEN (kind of)</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899009631</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengeropasian Nalar lebih menyenangkan dan sempurna ketika digunakan dalam matematika</p><p><br></p><p>Side note: Gunakan Nalar untuk tujuan yang baik</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/9929015dd20f7d16a7a21684478c3ac6/PENALARAN.png" />
         <pubDate>2024-02-28 12:14:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899009631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar (lagi) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899013353</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2293940418/38501b7968b56c8c26fae3f715ce6483/scanner_20240228_163156.jpg" />
         <pubDate>2024-02-28 12:18:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899013353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar Matematika - Freestyle</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899188489</link>
         <description><![CDATA[<p>Lirik:</p><p>Nalar Dalam Matematika</p><p>Dikatakan bahwa bernalar di matematika adalah hal yang paling menyenangkan--dan juga paling maksimal</p><p>Rasanya, rasanya</p><p>Di sini, keberpihakkannya hanya satu, yaitu aturan matematika, dikatakan bahwa dalam matematika--kebenaran yang sesungguhnya mulai terungkap</p><p>Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding menyaksikan penalaran tersebut.</p><p>-</p><p>Berikan grammy pada gwe sekarang juga.</p><p><br/></p><p>Xixixi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/a125849a8dc554d625b8642d79d0027b/Freestyle.mp3" />
         <pubDate>2024-02-28 14:31:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899188489</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jadi pendeta dulu gweh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899256496</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi aku narasi tentang dua kitab di Alkitab, Perjanjian Lama &amp; Perjanjian Baru. Perjanjian Lama berisi tentang hukum-hukum, kalau Perjanjian baru berisi tentang kasih. Jadi dua kitab ini dipermasalahkan sampai sekarang oleh agama Yahudi dan agama Kristen Romawi. Jadi kalau buat agama Yahudi, Perjanjian Lama yang paling penting. Tapi buat agama Kristen Romawi, Perjanjian Baru yang harus dikerjakan.</p><p><br></p><p>Sebetulnya sama seperti bahan kelas Ourselves lalu, bisa dibilang kalau Perjanjian Lama itu sama dengan Nalar di dalam matematika atau logika. Karena di Perjanjian lama mengajarkan tentang hukum-hukum yang menurutku ini sangat lurus seperti logika yang sangat mengedepankan kebenaran.</p><p>Sedangkan kalau Perjanjian Baru sama dengan Nalar di dalam perbuatan baik atau perasaan. Jadi di Perjanjian Baru lebih banyak pengajaran tentang mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia sama seperti Nalar di dalam perasaan atau hati. Perjanjian Baru mengajarkan lebih ke arah kebaikan.</p><p><br></p><p>Jadi dari ilustrasi tadi, seharusnya kebenaran dan kebaikan berjalan bersama-sama dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Karena kalau kebenaran berjalan tanpa kebaikan, maka akan tercipta hukum yang sangat keras dan tidak memberikan ruang untuk seseorang diampuni. Jika kebaikan dibiarkan berjalan tanpa kebenaran, maka tidak akan ada hukum yang mengekang kita karena kita tidak diberikan batasan mana yang boleh kita lakukan dan yang tidak boleh dilakukan.</p><p>Kesimpulannya, jangan sampai kita pilih kasih kepada hati daripada logika, atau logika lebih dipilih daripada hati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 15:15:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899256496</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 23: nalar pt.3</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899339574</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari bacaan tentang nalar kemarin aku setuju dengan pernyataan bahwa dalam nalar matematika memiliki suatu kebenaran absolut yang tak bisa di ganggu gugat. Dan terkadang nalar bisa menjadi sesuatu yang baik dan tidak baik karena nalar itu jelas tidak sempurna. dan menurutku justru orang yang menganggap bahwa nalar itu adalah penuntut yang tidak pernah salah malah membuat ku bingung.&nbsp;<br><br>Jujur dari kemarin aku masih bingung dengan maksud di nalar dalam matematika bahwa saking matematika membuat sebuah kesenangan tersendiri bisa membuat orang yang tertidur sambil kebingungan bisa menyelesaikan soal matematika sambil tidur.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/c21a195d29954cdef0322cc05379a365/3913d0b8_b5a4_4048_8e12_1f9481046437.jpeg" />
         <pubDate>2024-02-28 16:13:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899339574</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar part 2?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899423589</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebenarnya cerita tentang filusuf matematika itu benar2 tergiang di kepalaku, mana mungkin seseorang yang tertidur karna tidak bisa memecahkan rumus dan saat bangun mendapati hasil tersebut sudah selesai. Sulit rasanya mempercayayi fakta tersebut, dalam pikiran ku yang lain, aku menduga bahwa saag filusuf itu tertidur, ada orang lain yang mengerjakannya, atau dugaan lain seperti; karna kelelahan tanpa sadar ia menyelesaikanya dan langsung ambruk untuk pergi ke alam lain, atau dia mengalami sleep walking ( orang yang tanpa sadar mengerjakan hal saat sedang tidur, karna tidak tenang pikiranya arti lainya ia tidak bisa mengontrol pikiran untuk melakukan sesuatu )</p><p><br/></p><p>Dugaan ku yang paling besar ialah dia sleep walking. Tetapi pertanyaanya kalau pun itu benar kenapa bisa ia mengetahui jawaban dari soal yang sangat susah itu???</p><p>Mungkin karna dalam bawah sadarnya saat ia tertidur, ia menemukan solusinya lewat mimpi, kenapa harus mimpi? Entahlah, mungkin karna mimpi mempunya kuasa atas pikiran kita di bawah alam sadar kita, juga mungkin karna imahinasi.</p><p>Jadi saat filusuf itu menemukan jawabanya, ia lang sung mengerjakan soal tersebut dalam tidak sadar</p><p><br/></p><p>Setidaknya itulah teori yang kutemukan saat membaca kejadianya.</p><p><br/></p><p>Sekian terimakasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-28 17:16:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2899423589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penalaran Matematika</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2901492984</link>
         <description><![CDATA[<p>Penggunaan nalar yang paling sempurna adalah saat digunakan dalam matematika. Karena pada saat itu nalar tidak bisa condong ke sisi sebelah sini, maupun sisi sebelah situ. Nalar dalam matematika hanya bisa bergerak sedikit demi sedikit kepada kebenaran mutlak. Kita akan merasakan kegembiraan dan sukacita jika memecahkan suatu masalah matematika yang rumit. </p><p>Akan tetapi, matematika memiliki potensi besar dalam membuat orang yang mengerjakan soal-soal yang rumit kesulitan dan mulai putus asa. Ketika itu terjadi, istirahatlah sejenak. Coba alihkan pikiran dari soal yang rumit itu dan melakukan kegiatan lain seperti tidur, makan, bermain musik, jalan, dan sebagainya untuk mengistirahatkan pikiran. Lalu ketika dirasa sudah siap untuk kembali menggunakan nalar dan berpikir, kerjakan lagi soal itu. </p><p>Meskipun begitu kadangkala memang ada konsep matematika yang rasanya sama sekali tidak bisa dimengerti. Pada saat itu dibutuhkan kecerdasan tersendiri dalam bernalar untuk menerima bahwa saat ini sang nalar <strong>belum</strong> mampu memahami konsep serumit ini. Namun ketahuilah suatu saat nanti ketika pengalaman dan kemampuan dalam bernalar sudah banyak bertambah, konsep yang sebelumnya terlihat mustahil untuk dipahami dengan ajaibnya akan dapat dipahami.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/9a79f52634ab04216316a5bb78dc73cb/download__13_.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-01 03:39:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2901492984</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewa semu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2901504836</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar, dewa di balik setiap manusia.&nbsp;</p><p>Kekuatannya melampaui pikiran belaka,</p><p>Dengannya, tak ada batas yang tak mampu terlampaui.</p><p>Namun ia lemah, ketika salah berpegang.</p><p>Tak tepat tempat ia berpijak, membuatnya liar.</p><p>Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.</p><p>Matanya digelapkan, tak lagi ia mendengar.</p><p>Menghasut sana sini, membuat semua percaya.</p><p>Akhirnya, saat ia berkendali, jiwa manusia musnah dan hancur, tak akan ada lagi.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2334652895/7649332d7b89b4f8505eeef76c82efd5/image_2024_03_22_130111098.png" />
         <pubDate>2024-03-01 03:53:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2901504836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chapter six : Lord Chief attorney - General, Reason </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2901896709</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku benci matematika </p><p>Ucap ku beberapa tahun yang lalu.</p><p>Jauh sebelum aku paham kalau menghitung uang kembalian dari warung itu penting, kalau menghitung total belanja di ibu sayur itu penting, kalau menghitung pengeluaran mingguan atau bulanan itu menyenangkan.</p><p><br/></p><p>Lebih lebih lagi, ketika aku tau kalau hasil dari segala penjumlahan atau peng-kalian ku di atas kertas adalah sesuatu ya pasti.</p><p><br/></p><p>Karna sama seperti manusia yang lain, aku benci hal yang tidak pasti.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/d62fee4f66bd42dccb3fdb57857cad03/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__4_.png" />
         <pubDate>2024-03-01 11:58:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2901896709</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NALAR (SMGA TRAKHIR)</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2905911826</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi bukan nalar yang memulai<strong>nya</strong>. Nalar bisa memproses informasi dan mengakhirinya, tapi bukan dia yang memulai. Yang memulai adalah gagasan, gagasan yang disodorkan kepada nalar. Dia mah, ngikut doang.</p><p><br/></p><p><strong>Pertanyannya, memulai apa?</strong> Sulit dijelaskan tapi ya taulah itu deh. Ibu CM aja bingung HHHAHA.</p><p><br/></p><p>Jadi jika kehendak itu kek terbujuk buat nerima suatu gagasan, ntar bisa langsung di lahap sama nalar, terus nanti keluar jadi argumen-argumen yang mendukung gagasan itu. </p><p><br/></p><p>Ada banyak alasan yang bisa membuat kehendak terbujuk. Misalnya karena itu adalah gagasan lama, gagasan baru--atau hal  yang terasa sepele tapi acap terjadi seperti memilih gagasan karena orang yang tidak kita sukai memilih yang sebaliknya. </p><p><br/></p><p>Katanya kita ngga boleh terlalu condong ama nalar. Harus seimbang lah ya. Kita harus berlatih bernalar juga, kek bertanya-tanya gitu. </p><p>-</p><p><strong>Momen keren</strong></p><ul><li><p>Kemarin Taci nanya, "Daripada latih nalar, kenapa ngga kehendaknya aja yang dilatih?" Dipikir-pikir iya juga yak, kan nanti nalarnya otomatis.</p></li></ul><p><br/></p><ul><li><p>Nike jadi Ghibran</p></li></ul><p>Jujur, aku terkesima ama nalar. Yah, aku jelas-jelas ngga mendukung ghibran menerima tawaran jadi wapres si pas masa-masa pemilu dulu tapi setelah diskusi kemrin, kenapa tiba-tiba aku mikir aku bisa terima yak, astaga.</p><p>Karena kemarin aku dapet dua, tapi yang terakhir si yang paling kuat.</p><p><br/></p><p>1. Punya pengalaman jadi walikota Solo</p><p>Ya jujur ngga cukup si pengalamannya Ghibran buat jadi wapres. </p><p><br/></p><p>Ehem, cuma namanya kurang pengalaman, yAuDaH InI KaN nyari pengalaman dengan langsung mencalonkan diri jadi cawapres?</p><p><br/></p><p>Terus aku sadar. Yakali, kalo misalnya ada orang yang lebih "pantas"/ "baik", ya mending itu si. Kek resiko banget gasi nasib 273,8 juta wni kalau harus trial dan error dulu ama Ghibran? </p><p><br/></p><p>yaa, jadi yang pertama ini kucoret.</p><p>2. Struktur pemerintah itu luas kan ya, banyak orangnya. Bisa tanya orang yang "lebih tahu" (yakali permintaan wapres ditolak ahay). </p><p><br/></p><p>Bisa tanya menteri, tanya bapack (eha, kan dulu pernah jadi presiden, dua periode lagi), tanya orang-orang semodel Tom Lembong apa gimana gitu, lagian kan cuma wakil. Kuasa keputusan ya pada akhirnya terletak pada presiden yekan. Yang banyak kerja ya presiden akhirnya.</p><p>Quote terbaruku:</p><p><br/></p><p>"Tanya bapack. Apapun masalahnya tanya bapack."-Nike (Ghibran) 2024. </p><p><br/></p><p>Sempet bimbang kemarin, karena "tanya bapack" menurutku kartu terkuatku pada situasi ini. Hng, keknya aku masih belum temukan alasan yang bisa menyainginya, deh. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-05 08:51:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2905911826</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NALAR YANG NALAR</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2906212414</link>
         <description><![CDATA[<p>nalar ini ga pernah mulai. dia selalu pemrosesnya, kalau diibaratkan seperti MUI yang mengecek halal haram nya produk! dia hanya memeriksa produk yang diinginkan kehendak, lalu mempertimbangkan apakah yang diinginkan kehendak itu benar benar benar atau tidak. tapi tetap yang membawa suatu ide masuk adalah kehendak itu sendiri. maka karena penentu awal adalah kehendak, penentu akhir juga kehendak, sudah tidak di cap haram pun kalau anda tetap makan ya silahkan kok, bukan tanggung jawab MUI juga.</p><p><br/></p><p>nalar membuat pandangan yang berbeda beda yang akhirnya menjadi aliran filosofi sendiri. ada yang menganggap tuhan telah mati, tuhan itu ada, tak ada yang tak bisa diselidiki dengan alat, semua merupakan bayangan, benda benda adalah sebuah idea semua berkat nalar yang berbeda beda</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-05 12:53:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2906212414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 22 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907375497</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nalar Menghasikan Gagasan Yang Diterima Oleh Kehendak, dan Bukan Memulainya</strong></p><p>Hal yang harus kita ingat adalah, nalar tidak pernah memulai sesuatu. Dia hanya mengikuti dan mengakiri suatu gagasan yang diizinkan masuk oleh Perdana Menteri. Perdana Menteri yang dimaksudkan di sini adalah Kehendak. Begitu ada gagasan yang masuk, Nalar akan langsung menyambar dan memprosesnya hingga ia menjadi produk yang jadi. Jadi bisa dilihat, bahwa Nalar hanya memproses gagasan yang diizinkan masuk oleh Kehendak, dan bukan dialah yang memulainya.</p><p><br/></p><p>Biasanya Kehendak mengizinkan suatu gagasan masuk karena bisa jadi gagasan itu keluar dari seorang yang kita hormati, kita kagumi, dan kita idolakan. Atau bahkan bisa jadi kita mengizinkan masuk suatu gagasan karena ada musuh kita yang berpikir kebalikannya. Hal itu kita lakukan agar kita tidak memberinya kesenangan, atau membuatnya terlihat lebih pintar. </p><p><br/></p><p><strong>Mengapa Ada Berbagai Aliran Filosofi Yang Berbeda</strong></p><p>Manusia tidak bisa tidak mempercayai Nalar seperti sebagaimana ketika kita mempercayai seorang pengaca yang terampil. Yang mengejutkan adalah, ternyata banyak filsuf dan orang-orang terpelajar lainnya banyak yang berpikir bahwa Tuhan itu tidak ada. Ada yang berpikir bahwa tidak sesuatupun di dalam tubuh manusia yang tidak terlihat. Karena itu orang-orang itu tidak mempercayai adanya roh dan juga roh Tuhan. </p><p><br/></p><p>Ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena ada pemikiran lain yang lebih mengherankan daripada ini. Yaitu ketika beberapa filsuf meyakinkan diri mereka sendiri bahwa sebenarnya meja, kursi, dan furnitur-furnitur lainnya itu tidak nyata. Itu semua hanyalah bayangan dalam benak kita belaka. </p><p><br/></p><p><strong>Berlatih Menalar</strong></p><p>Cara terbaik untuk melatih nalar adalah dengan sering-sering memberikannya pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu bisa berupa, mengapa hal ini dan itu bisa terjadi, atau mengapa manusia dan binatang melakukan hal ini dan itu. Orang-orang yang tidak pernah mengajukan pertanyaan kepada diri mereka dan tidak pernah bertanya-bertanya, nalarnya akan menjadi lamban.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113042740/cee8808c55904b2b62dc5a46218efb93/Laurel_s_Guide_to_Grimoires.gif" />
         <pubDate>2024-03-06 03:47:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907375497</guid>
      </item>
      <item>
         <title>24 | nalar pt.4</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907376945</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Ditegaskan lagi nalar adalah pemberi pembenaran pada gagasan utama yang dibiarkan masuk oleh Perdana Menteri yaitu kehendak. Intinya dia bukan yang memulai atau berjasa besar saat ada gagasan baik/buruk muncul dalam diri kita.</p><p><br/></p><p>Lalu CM berelasi dengan para filsuf, yang filosofinya macam-macam--dari pecaya/ tidak percaya Tuhan, benda-benda di bumi ada dan dan tiada, dan lain sebagainya. Semua itu berawal dari suatu gagasan yangg didukung penuh oleh Nalar.</p><p><br/></p><p>Tentang subbab terakhir di zoom ini aku rasa aku kurang stuju dengan saran CM untuk melatih Nalar, kehendaklah yang harusnya dilatih. Cmiiw.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 03:48:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907376945</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kenzii</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907396854</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengapa ada Berbagai Aliran Filosofi yang Berbeda</p><p>dibilang bahwa manusia tak bisa menahan diri untuk tidak memercayai nalar, seperti kita memercayai pengacara yang terampil. Lalu ada  filsuf, orang orang baik yang telah membuktikan pada dirinya sendiri bahwa Tuhan tak ada, ada juga yang menyelidiki kalau roh Tuhan ataupun manusia itu tidak ada</p><p><br/></p><p>Bagaimana melatih menalar?</p><p>menurut tutor Nenek CM, kita harus menyerahkan banyak tugas kepada nalar, seperti pertanyaan pertanyaa, kenapa menusia begitu, kenapa hewan begituu..</p><p><br/></p><p>lalu di ahkir kelas ada debat argumen, tentang anak presiden, yang sebenernya kalau ngga dibalik topiknya, masih berhubungan dengan nalar dan argumen.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/SzHpV2kXAjR3cPKZf_JgN9a9C8xyz3zYZomUeyepRyY/auto/1200/675/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy8xMjQ1OC9zaWFwYS1naWJyYW4tcmFrYWJ1bWluZy12b2lpZA.jpg" />
         <pubDate>2024-03-06 04:09:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907396854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar (terakhir) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907730952</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Awalnya dalam otak kita akan muncul gagasan-gagasan, lalu kehendak akan memilih beberapa dari gagasan-gagasan itu. Setelah kehendak memilih gagasan, Nalar akan memebela gagasan yang di pilih kehendak. Tugas Nalar hanya mebela, diri sendiri lah yang menentukan apakah mau menuruti gagasan yang mana. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 08:40:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907730952</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penjelasan Paradoks Zeno (achiles dan kura-kura)</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907804080</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelumnya saya minta maaf kepada tante karena telah menunda mengirimkan penjelasan ini. Saya punya alasan yang bagus untuk itu. yang pertama, mendalami paradoks ini agar bisa dijelaskan dengan mudah(mudah adalah optional wkwkw). Kedua, saya menemukan relasi antara paradoks dan nalar yang dibahas kemaren.</p><p><br/></p><p>Paradoks Zeno</p><p>Achiles dan Kura-kura adalah salah satu dari 8 paradoks Zeno yang terkenal. </p><p>Walau sekarang terkesan tidak terlalu sulit, tetapi butuh waktu ribuan tahun sebelum matematikawan dapat menjelaskannya.</p><p><br/></p><p>Zeno menganalogikan paradoks ini dengan membayangkan lomba lari Achilles dan seekor kura-kura. </p><p>Keduanya dianggap lari dengan kecepatan konstan.</p><p>Si Achiles tentu lebih cepat dari kura-kura dan dengan mudah mendahuluinya</p><p>namun bagaimana jika kura-kura diberi <em>early start</em>?</p><p>karena kecepatannya konstan (tidak berubah/tetap) akan terlihat Achiles tidak bisa mengejar kura-kura tersebut.</p><p>semisal kura-kura diberi early start dan maju sampai 10m, (biar lebih mudah digunakan skala meter) Achiles berlari dan maju sampai 10m kedepan (posisi awal kura-kura) </p><p>kura-kura tentu saja sudah berjalan maju dari posisi awal dan didepan Achiles, katakanlah 5m.</p><p>(ingat kecepatan mereka konstan)</p><p>dan itu terus terjadi sehingga Achiles tidak bisa mengerjar kura-kura</p><p><strong>sampai kapanpun Achiles tidak akan mencapai Sang Kura-kura</strong></p><p>Masuk Akal?</p><p><br/></p><p>mungkin ada yang bilang iya, masuk akal dan tidak</p><p><br/></p><blockquote><p><strong><em>"Paradoks </em></strong><em>adalah pernyataan yang seolah-olah bertentangan dengan pendapat umum, tapi kenyataannya mengandung kebenaran"</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Untuk paradoks <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://bermatematikadotnet.files.wordpress.com/2017/01/1-paradoks-zeno.pdf">Achiles dan Kura-kura, Zeno melakukan sebuah kesalahan penalaran.</a></p><p>menurut Zeno: <strong>sampai kapanpun </strong>Achiles tidak akan mencapai Sang Kura-kura.</p><p><br/></p><p>perlu diketahui paradoks ini muncul saat para matematikawan mempelajari angka tak terhingga (infinity) di zaman kuno dahulu.</p><p>menurut Zeno "10+x+y+…" sama dengan tak terhingga,</p><p>padahal jika diteruskan akan menghasilkan angka asli (finite)</p><p><br/></p><p>Tapi ingat, paradoks ini berhasil dipatahkan ribuan tahun setelahnya</p><p><br/></p><p>Mungkin inilah mengapa matematika disebut ilmu absolut. Sebuah <em>error</em> dalam matematika bisa dipatahkan jika ia memuat teori yang lebih masuk akal dan relevan.</p><p>mungkin terpikir "mengapa ilmu absolut jika bisa dipatahkan? bukannya absolut tetap?" Ilmu Matematika akan tetap seperti itu sampai dengan ribuan tahun kemudian. Ribuan tahun! bahkan lebih! itu adalah jangka waktu yang panjang! </p><p>(bandingkan dengan Geografi atau biologi. Dan kalaupun suatu teori dibantah biasanya karena ada "sedikit" kekeliruan)</p><p>dengan seiringnya waktu, manusia terus berkembang dan matematika juga akan berkembang.</p><p>sampai dimana <em>error</em> dalam matematika diatasi semua. bisa dirasakan di era sekarang. Manusia dengan mudah mengerjakan matematika yang rumit dengan bantuan mesin.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 09:28:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2907804080</guid>
      </item>
      <item>
         <title>01.03 | Kehendak</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2908079182</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah mengenal Nalar akhirnya kita akan mengenal lebih lanjut Sang Kehendak yang menggerakkan Nalar hampir selalu adalah gagasan yang dizinkan oleh dia (kehendak)</p><p>Nalar bukanlah yang memulai semua ini (pemikiran dan perdebatan?) setelah gagasan dari Kehendak masuk, Nalar akan memprosesnya yang akhirnya menjadi produk jadi.</p><p>ketika belajar Nalar aku terpikirkan hal ini, setiap orang punya preferensi dan prioritas berbeda yang mempengaruhi hasil berpikir Nalar. </p><p>Dan ternyata Kehendak yang mengatur gagasan mana yang akan diolah kembali oleh Nalar. Kehendak bisa mengatur yang masuk, gagasan lama/baru, atau karena seseorang yg dia hormat (kadang aku terjebak disini), kepentingannya, etc</p><p><br></p><p>Nah jadi bisa dilihat seharusnya bukan Nalar yang menjadi penentu akhir diri kita, karena hasil akhir pasti diawali dengan gagasan awal (Kehendak)</p><p><br></p><p>Disini aku lebih setuju jika logika dengan nalar berbeda.</p><p>Penalaran, seperti tadi, banyak diatur oleh kehendak.</p><p>Sedangkan Logika, adalah sains (pemikiran) aktual yang mengikuti aturan dan tes yang jelas untuk berpikir kritis.</p><p><br></p><p>Para filsuf tentu akan menggunakan Nalar dibanding logika</p><p>sedangkan programer tidak bisa menggunakan Nalar untuk menyelesaikan tugas coding-nya dan menggunakan Logika</p><p><br></p><p>Kita bisa melihat ketika para filsuf membuktikan secara konklutif pada diri mereka sendiri Tuhan tidak ada.</p><p><br></p><p>Belatih Nalar</p><p>kita bisa melatih nalar dengan memberikan argumen random yang kita temui, mengapa ini terjadi, mengapa manusia melakukan ini dan itu atau seputar hewan dan tanaman. Nalar yang nganggur akan menjadi malas dan lambat </p><p>jadi mulai sekarang mulailah memberikan pertanyaan kepada diri sendiri tentang apapun itu!</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-06 13:07:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2908079182</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mantap</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2908091228</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar bukan tidak memulai sama sekali, hanya saja seringnya tidak memulai.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/8084261f996f731ecee078ab477c7110/Geotextile_Abu_abu_roll.jpg" />
         <pubDate>2024-03-06 13:17:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2908091228</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi 24: nalar pt.4</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2909481315</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar itu sebetulnya tidak memulai sebuah gagasan tapi perdana menteri yang mengijinkan gagasan itu muncul dalam benak manusia. Jadi setelah menteri mengijinkan gagasan masuk nalar akan memberikan opsi opsi dari gagasan tersebut dan membiarkan kehendak yang mengambil kesimpulan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Banyak juga para filsuf yang yang lebih percaya dengan sains daripada Tuhan mereka lebih percaya roh itu tidak ada. Bahwa isi dunia hanya dari sebuah elemen.</p><p><br/></p><p>Ada juga cara agar kita bisa melatih nalar kita agar lebih terampil dalam bernalar yaitu dengan memberikan pertanyaan pertanyaan sebanyak banyaknya pada diri kita.</p><p><br></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 08:14:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2909481315</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar lagi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2909964999</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nalar dengan Gagasan dan Kehendak</strong></p><p>Beberapa hari yang lalu, setelah aku habis dari acara gereja, Omku sedang ngobrol dengan anggota gereja yang lain mengenai pikiran (logika) dengan hati (niat), manakah yang memutuskan satu hal. Omku menjawab bahwa yang memicu pikiran kita untuk melakukan sesuatu adalah hati, dan yang memproses dan menjalankan sesuatu adalah pikiran. Aku juga pernah mendengar satu pembicara yang berkata kalau “pikiran menimbulkan logika, emosi menimbulkan tindakan. Jadi hati akan mencetuskan ide tindakan yang akan diambil, dan pikiran yang akan memproses apakah ini benar atau salah.</p><p><br></p><p><strong>Nalar dan perspektif</strong></p><p>Jadi sebetulnya Nalar itu oke-oke saja. Tapi ketika Nalar dipegang oleh orang yang berbeda-beda, maka timbulah berbagai macam pembenaran. Mulai dari anak kecil, orang dewasa, orang baik, dan orang jahat, semuanya ketika melihat satu hal yang sama, bisa memikirkan arti yang berbeda-beda. Kesimpulannya, kenapa ada begitu banyak opini yang berbeda-beda? Karena setiap orang mempunyai <em>mindset </em>yang tertanam sejak mereka masih kecil dan itu selalu beda dari yang lain.</p><p><br></p><p>Intinya, kalau kita ingin memutuskan suatu hal, kita tidak akan bisa mendekati kebenaran yang sesungguhnya. Kita (walaupun tentu tidak sempurna banget) bisa mencapai kebenaran ketika kita dengan cara bertukar pikiran bersama- sama.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-07 14:57:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2909964999</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karakter Nalar</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2910930892</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar tidak pernah memulai suatu gagasan, melainkan dia hanya menghasilkan gagasan yang diterima oleh kehendak dari para ajun. (at least aku nangkepnya begitu)</p><p>Melatih Nalar sangatlah penting, karena dalam kehidupan nyata dia sangat diperlukan untuk memecahkan sebuah masalah. Cara melatihnya adalah dengan memberinya banyak pekerjaan seperti sering-sering berpikir, refleksi dan mempertanyakan berbagai hal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-08 05:18:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2910930892</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nalar lagi nalar lagi.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2911040484</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar tidak memulai suatu gagasan, ia hanya mengikuti, dan mengakhiri.<br>Ketika Kehendak membiarkan masuk suatu gagasan, Nalar akan mengambil gagasan itu, memproses nya dan mengeluarkannya sebagai produk jadi. Tetapi kita tidak boleh membiarkan nalar yang membuat keputusan-keputusan, Karena Kehendak bisa di persuasi untuk membiarkan masuk suatu gagasan karena gagasan tersebut bisa membuatnya terlihat pintar, atau gagasan tersebut diberikan oleh seseorang yang dihormati, atau mungkin gagasan itu berlawanan dengan orang yang tidak disukainya. Dan ketika ide itu sudah masuk, Kehendak bisa menyuruh nalar untuk memproduksi kesimpulan sesuai keinginannya. Sebetulnya Nalar adalah character yang netral, dia berada di tengah tengah, namun ia gampang di influence, jadi sedikit bisikan dari kanan, ia akan jomplang ke kanan, sedikit bisikan dari kiri, ia akan jomplang ke kiri. Maka kita tidak boleh membiarkan nalar membuat keputusan.</p><p><br></p><p>~ Raja jiwa manusia</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2334652895/6a026b9d409812a4e4eda1fa7dd17640/WhatsApp_Image_2024_03_22_at_12_57_14.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-08 07:30:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2911040484</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HARI TERAKHIR BERSAMA NALAR!</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2911990039</link>
         <description><![CDATA[<p>Nalar tidak pernah memulai sebuah 'diskusi'  sebuah keputusan, dibuat oleh kehendak. Tugas nalar hanya mendukung saja. hanya mengikuti. seperti anak yang patuh sama orang tua. (anjay)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/3o6wrvdHFbwBrUFenu/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-03-09 05:26:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2911990039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Lords Of The Exchequer, The Desires (Desire of Approbation)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2912007768</link>
         <description><![CDATA[<p>March 9th 2024</p><p><br></p><p>Just like our body, our mind also needs food. Needless to say, it is not the physical food. We require food to develop and enhance ourselves. Our body has a system called 'Hunger' to help us feel hungry and finally decide to eat. Our mind has a very similar system. It's called&nbsp;&nbsp;<strong>Desire.</strong></p><p><br></p><p>One of these desires is called the Desire of Approbation (DoA). As we can see, DoA is a natural human behavior. This desire has existed since we were still babies. When a baby stacks some blocks, jumps, or even spins, He is expecting a clap or at least a smile from his mother. If his mother showed an unpleasant face seeing his behavior, shouting "Naughty!" at him, he would feel sad, and unaccepted.&nbsp;</p><p><br></p><p>Later, this desire will help him conquer a test, bring home a good score, etc. Simply, this desire will later help him feel proud. However, we know that if this desire became the main 'why', certainly would ruin the desire for Learning itself.&nbsp;</p><p><br></p><p>So my conclusion is, that we need to have DoA yet it can't be the main reason for achieving something.&nbsp;</p><p><br></p><p>Not unexpectedly, I also have DoA. It is a big (fat) lie if someone says they don't like to be praised. Because being praised is a sign of acceptance, and humans a social beings who are desperate for acceptance in the social world. Including me, of course. I liked to be praised, even though like most of the population, I don't know how to reply to them. (Yes, I am a very mainstream person)</p><p><br></p><p>I know that the main reason I want a compliment is because sometimes I'm not sure if I do something right. And if someone praised me about it, it would make me feel "Wow, I was right!"</p><p><br></p><p>One of the most meaningful compliments is if it is about my academics. I love it if my teacher praised me for how well I did my test, how quickly I learned, and so on. I feel accepted by getting a good grade. The second one is if it is about my behavior (or habit) especially diligence. I feel seen if someone says things like "Wow, You are a very diligent person" or like "I never realized how hard you worked!"</p><p><br></p><p>I usually look for praise from people who are older than me, people who seem wiser to me. Like for example, my parents, Older friends, and teachers. I accepted praise from younger people, but it just didn't mean much to me.</p><p><br></p><p>I don't want to be extremely famous like Taylor Swift or Justin Beiber. But I sometimes imagined myself being invited to famous talk shows or podcasts. I want to be known as someone positive, being famous is not my main goal, it's just a bonus I might get.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/3o6wrEv0HwtYdsZhRK/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-03-09 06:35:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2912007768</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ingin dipuji</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2912572676</link>
         <description><![CDATA[<p>Sekarang, topik pembahasan kelas Ourselves sudah berganti ke topik tentang keinginan. Pejabat ini sebetulnya adalah orang baik. Keinginan adalah sifat dasar manusia yang sudah dimiliki sejak lahir. Ada dua sifat ingin yang aku mau bahas. Satu, sifat rasa ingin dipuji. Di topik ini adalah keinginan untuk dipuji. Jadi keinginan untuk dipuji adalah sifat dasar manusia, karena manusia adalah makhluk sosial sehingga mereka ingin sekali orang-orang disekitarnya mengakui dia. Sifat ini ada sejak manusia masih kecil. Kita tentu pernah melihat bayi atau anak kecil yang meminta kita untuk memuji mereka setelah mereka melakukan sesuatu. Dari situ, kita bisa melihat kalau rasa ingin ini adalah salah satu sifat yang digunakan manusia untuk hidup. Dua, rasa ingin memiliki. Ini juga sifat manusia yang juga ada saat kita kecil. Sifat ini sudah ada sejak kecil, karena sifat ini juga salah satu sifat manusia untuk bertahan hidup. Contohnya, saat kita melihat bayi yang lapar, dia akan menangis kencang untuk mendapatkan makanan. Jadi ini juga sifat untuk hidup bagi manusia.</p><p><br></p><p>Tapi kalau keinginan dipuji dan keinginan memiliki ini dibiarkan membesar, dua sifat ini akan menjadi setan yang berbahaya. Kalau rasa ingin dipuji membesar, maka akan tercipta rasa sombong. Rasa sombong muncul karena kita dibiasakan untuk menerima pujian terus menerus dan tidak pernah merasakan teguran. Karena sering dipuji, kita ini akan marah jika orang-orang disekitarnya tidak memuji kita. Dan jika keinginan untuk memiliki dilayani terus menerus, akan tercipta rasa egois. Rasa egois tercipta karena kita dibiarkan mendapat apa yang kita inginkan dan tidak ada rem yang membatasi sampai mana kita boleh memiliki.</p><p><br></p><p>Ya sebetulnya intisari dua rasa ingin ini ya rasa ingin dipuji sih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-10 09:35:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2912572676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 23 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2916755307</link>
         <description><![CDATA[<p>Yang aku tangkap dari kelas kemarin adalah bahwa Akal Budi sangat memerlukan asupan. Namun sama seperti tubuh, ia tidak akan makan dan memberi dirinya sendiri asupan jika ia tidak merasa lapar atau tidak mempunyai Keinginan tertentu untuk dipuaskan. Karena Akal Budi ini sangat penting untuk kita, maka dibuatlah sendiri pejabat-pejabat khusus yang pekerjaannya adalah merawat Akal Budi kita ini. Kita bisa sebut para pejabat itu dengan Pejabat Urusan Pendapatan dan Penerimaan Negara.</p><p><br/></p><p>Yang masih aku ingat dari kelas kemarin juga adalah hasrat ingin dipuji. Hasrat ini adalah hasrat yang manusiawi, karena bahkan bayi saja mempunyai keinginan untuk dipuji. Hasrat ini jika bisa dikendalikan sebenarnya bisa membawa kita ke hal-hal yang positif, seperti termotivasi untuk bekerja keras, berjuang, mengerjakan hal-hal dengan baik, dan lain sebagainya.</p><p><br/></p><p>Namun jika kita membiarkan hasrat ini menguasai kita, maka hasrat ini bisa berubah menjadi kesombongan. Kesombongan akan membuat kita ingin dipuji karena hal-hal yang bodoh dan tidak berguna, atau lebih tepatnya kesombongan akan membuat kita senang pamer dan mendapatkan pujian yang tidak layak karenanya. Berbeda dari orang-orang baik yang melakukan sesuatu karena mereka tau itu adalah hal yang baik untuk dilakukan, orang-orang yang sombong akan melakukan segala sesuatunya hanya untuk mendapatkan pujian tidak berguna semata.</p><p><br/></p><p>Yang lebih berbahaya lagi adalah, jika hasrat ini dibiarkan semakin merajalela dalam diri kita tanpa terkontrol, kita akan kehilangan kehormatan diri kita sendiri. Bagaimana bisa? Orang yang terlalu ingin mendapatkan pujian dari orang lain akan cenderung melakukan segala sesuatu yang bisa mereka lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Mereka akan lebih mengutamakan pendapat orang lain di atas pendapat mereka sendiri. Pernah terjadi kasus pembunuhan, perampokan, pembantaian, dan kasus-kasus kriminal lainnya yang pelakunya melakukan itu semua semata hanya untuk mendapatkan perhatian. </p><p><br/></p><p>Aku sendiri sebenarnya mempunyai keinginan untuk dipuji juga. Aku merasa cukup relate dengan sub bab yang terakhir, karena di sana dikatakan bahwa ada orang yang suka melakukan sesuatu hanya untuk mendapatkan perhatian atau pujian dari orang lain. Aku sering melakukan hal yang serupa. Aku sering melakukan hal-hal yang baik hanya untuk mendengarkan pujian dari orang lain, karena jujur saja aku akan senang dan merasa termotivasi jika ada orang yang mengakuiku. Biasanya aku paling suka kalo kemampuan, bakat, dan hal-hal dalam dirikulah yang dipuji oleh orang lain. Karena aku merasa akhirnya ada juga orang yang mengakui kemampuanku.</p><p><br/></p><p>Dan aku paling senang jika orang yang kuhormati, kukagumi, dan kusukailah yang memujiku. Orang-orang itu bisa berupa teman, keluarga, senior, guru, orang yang lebih tua atau berpengalaman, dsb. </p><p><br/></p><p>Dan menurutku sendiri sih sebenarnya terkenal itu tidaklah penting, tapi aku mau jadi terkenal. Terkenal yang kumaksudkan di sini bukanlah terkenal seperti seorang idol, artis, penyanyi, selebgram atau youtuber yaa. Terkenal yang kumaksudkan di sini adalah orang yang mempunyai banyak sekali teman dan kenalan. Aku pribadi merasa kalo teman-temanku hanya sedikit, jadi aku sering merasa iri dengan mereka yang mempunyai banyak kenalan atau teman di mana-mana. Karena itu yaaa, aku mau aja sih jadi terkenal.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/17bed2b337ddfb698b980bd31f73a60a/tumblr_ovugh8y2p61ui7oe1o1_540.gif" />
         <pubDate>2024-03-13 05:26:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2916755307</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ripliksi ripliksian dikit lah ya</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2916983657</link>
         <description><![CDATA[<p>keinginan utk dipuji: iya, bgt, palagi abis cape cape ngelakuin sesuatu, karena menurutku, dipuji itu dihargai dan dianggap, maka aku menjadi seorang yang baik bagi dia</p><p>melakukan apa utk dapat pujian: yang baik baik lah, kalau buruk ya nggak, kalau melakukan yang buruk untuk dapat pujian dari satu kalangan orang, namanya bukan pujian, cuman mencari penghargaan dan "dianggap" oleh orang tertentu</p><p>dari siapa pujian paling berharga: dari orang tua, karena kalau dari yang lain, belum tentu itu tulus, dari ortu paling tidak lebih jelas dan meyakinkan sih.</p><p>apakah terkenal itu penting: tergantung, kalau terkenal karena aksi kriminal ya nggak, mau itu jd korban ato pelaku, karena rugi semua, memang akan mendapatkan penghargaan oleh beberapa orang, dan menjadi "dianggap" oleh banyak orang, itu tidak menguntungkan diriku</p>]]></description>
         <enclosure url="https://images.unsplash.com/photo-1611178206041-54d5e075be45?crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3w3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8NXx8c2VyaW91cyUyMGZhY2V8ZW58MXx8fHwxNzEwMzIxMTk2fDA&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=85" />
         <pubDate>2024-03-13 09:10:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2916983657</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Silakan direfleksikan: </title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917037997</link>
         <description><![CDATA[<p>Silakan direfleksikan: </p><p>apakah aku memiliki keinginan untuk dipuji? : <em>iya, tapi ngga pengen terlalu lebay, atau berlebihan</em></p><p><br/></p><p>hal apa yang aku ingin mendapatkan pujian dari orang? : <em>sesuatu yang ngga aku duga, soalnya kalau hobi pasti udh banyak (pede bgt :c)</em></p><p><br/></p><p>pujian dari siapa yang menurutku berharga? : <em>sebenernya aku aga bimbang, apakah " orang terdekat ", karena dia sudah tau siapa aku dan bagaimana diriku, atau " orang ga kenal " karena walaupun dia ga kenal aku, tapi dia bisa memujiku</em></p><p><br/></p><p>apakah menjadi terkenal&nbsp;itu&nbsp;penting? : <em>nggaalah tantee</em></p><p><br/></p><p>hasrat ingin dipuji ini bahkan sudah ada saat kita bayi, contoh ketika bayi berbuat sesuatu dia akan menoleh pada pengasuhnya, dan berharap mendapakatkan pujian, walau hanya senyuman. Tapi jika responnya adalah " nakal " sang bayi akan kecewa, dan mungkin berahkir menangis.</p><p><br/></p><p>pokonya hal baik dari Dipuji ini bisa melakukan, mengerjakan tugas, mendapatkan nilai bagus, Dipuji ini, seperti kata om(a) CM ibaratnya kayak membawa gandum kepenggilingan, yang artinya membawa pengetahuan bagi akal budi</p><p><br/></p><p>lalu seingatku setannya Dipuji ini kesombongan (iya ga si?)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/5xO9YFadWUqvXnkOrjuZj8" />
         <pubDate>2024-03-13 09:57:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917037997</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PUPPN: keinginan </title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917235834</link>
         <description><![CDATA[<p>(BAGIAN 01)<br>Jadi katanya keinginan itu penting karena sebagaimana tubuh yang tidak akan memberi makan dirinya sendiri jika tidak merasa kelaparan akal budi tidak akan mengasuh dirinya jika ia tidak memiliki keinginan untuk dipuaskan.<br><br>Terus ada hasrat ingin dipuji hasrat ingin dipuji itu katanya punya kita dari lahir, jadi bahkan sejak kecil kita haus akan pujian sebagaimana anak kecil itu akan misalnya berjalan atau memanjat sesuatu terus melihat ke arah orang dewasa bilang "pap pap, mam mam" biar dipuji atau minimal disenyumin. Nah anak itu akan kecewa kalau misalnya dia nggak ada mendapatkan respon sama sekali atau dibilang ”nakal" sama pengasuhnya.<br><br>Katanya hasrat ingin dipuji ini bisa membantu misalnya membuat orang termotivasi untuk membawa nilai raport yang bagus--pokoknya melakukan hal-hal yang hebat gitu deh, supaya bisa dipuji. Tapi keinginan ini bisa salah kalau misalnya kita terlalu menginginkan perhatian sampai kita meminta persetujuan dari orang-orang yang konyol. Jadi kita kalau minta persetujuan harus sama orang yang bijaksana gitu. <br><br>Terus dia akhir aku ingat katanya bodoh orang yang tak menginginkan persetujuan siapapun: sombong orang yang menginginkan persetujuan dari orang yang tidak layak.<br><br>-</p><p><strong>Pertanyaan:</strong><br>Sebenernya aku cukup bingung kenapa bagian keinginan ini malah membahas "hasrat ingin dipuji" harusnya kan masukkinnya di hasrat? Tapi lagi ngebut, jadi pikirin nanti deh untuk mendalaminya. <br><br>-<br><strong>(KITA SAMPAI DI FAV PART, SGT REFRESHING NTAH KNP)</strong></p><p><br><mark>Silakan direfleksikan: apakah aku memiliki keinginan untuk dipuji? </mark><br>Yahh, aku senang dipuji tapi keinginan aku untuk dipuji (dari orang lain) tidak sebegitu besar sepertinya, entah aku bingung menanggapi, aku juga tidak begitu ambil pusing biasanya.<br><br>Tapi tergantung si, baru inget kalau orangnya pendapatnya aku hormati bnget nget, aku bakal pengen + berusaha banget biar bisa sampe dilihat/dipuji sama orang itu. Klo sampai dinotice itu sampe ada rasa-rasa "WAH" gitu.<br><br>Aku suka dipuji, wah aku lebi nyaman kalau memuji diriku sendiri. Sempat dikira aku begitu karena rendah diri, tapi beneran pdhal. Klo orang memuji kadang bisa bingung ini basa-basi apa beneran wah, nah klo aku muji diriku aku bener-bener serius, beneran. <br><br><mark>hal apa yang aku ingin mendapatkan pujian dari orang? </mark><br>Aku anggap pujian beneran ya, bukan basa-basi. Jujur ngga tahu, banyak. Untuk yang paling kuinginkan juga aku bingung (karena bukan 1,2 tpi banyak). <br><br>Kalau ngga suka baru tahu: <em>Asal bukan penampilan saja si (Tergantung orgnya, tergantung aku minta ngga nya)<br></em><strong><br>laik WhAT, OKAY MASA ITU SJA🤡 AIM SO MACH MOR, AIM CAPABLE MOR DAN DAT</strong><br><br>Dangkal sekali, trus sifatku, jiwaku gimana🤡 Mana bisa-bisanya habis itu aku jadi meduliin penampilan biar terus-terusan keep up ama ekspektasi itu, wah ngapainn (mending jdi nike yg carefree &amp; ekspresif yagasi, iyalah :p). <br><br><mark>pujian dari siapa yang menurutku berharga?</mark><br>Siapa ya, diriku salah satunya. Karena aku muji diriku karena aku tahu prosesnya dan bener-bener satisfied ama hasilnya baru muji jadi ya ngga sebegitu mudahnya juga dapetnya. Aku punya standar gitu la. Kata orang mungkin "wah bagus", tapi bisa kureng menurut standarku ampe greget bnget rasanya WHAHHA. <br><br><mark>Apakah menjadi terkenal itu penting?</mark><br>Hng, tergantung untuk apa, aku siapa. Kalau aku penyanyi, jelaz penting.<br><br>Nah kalau aku pribadi si, aku anggap terkenal itu hasil, ya semacam bonus lah istilahnya. Kalau modal viral doang mah, ngga begitu lama juga hilang ditelan sejarah, ngga penting-penting amat.<br><br>Aku si lebih memilih membuat perubahan yang berkesan lah ya, membuat impact daripada terkenal. Ngga tahu, rasanya lebih bermakna saja hidupku rasanya nanti. Aku suka menjalani hidup penuh arti. <br><br>Toh kalau dunia benar-benar menganggap aku cukup penting untuk dikenal, aku bisa terkenal nantinya, iya ngga si? Entah dimulai pas aku masih hidup atau bahkan ketika sudah tiada, ingat saja kisah Mozart :P</p><p>ADIOS</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 12:44:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917235834</guid>
      </item>
      <item>
         <title>07.03 | Puijan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917276653</link>
         <description><![CDATA[<p>Akal budi harus diberi asupan</p><p>karena akal budi hampir sama dengan hasrat/nafsu tapi bagi pengetahuan.</p><p>sama seperti tubuh, akal budi tidak mau repot-repot memberinya makan jika ia tak lapar. Nah tugas penjabat ini (salah satunya hasrat akan pujian) mengumpulkan pemasukan untuk akal budi, kita bisa sebut mereka Pejabat Urusan Pendapatan dan Penerimaan Negara</p><p><br/></p><p>Hasrat ingin dipuji</p><p>siapa sih yang ngga mau dipuji?</p><p>Hasrat ini sudah ada sejak saat kita masih bayi.</p><p>misalnya saat bayi bermain dan merasa bangga dengan yang dilakukannya, ia akan mencari ibunya dan mencari senyuman. Tak ada yang mengajari bayi untuk peduli apakah orang lain suka padanya atau tidak, itu sudah bawaan lahir.</p><p>jangan salah, hasrat untuk dipuji ini nanti akan membantu kita disekolah (ingin nilai yang bagus biar dikira pintar) atau mendaki gunung (wih ada yang healing nih) ibaratnya ia membawa padi ke penggilingan Akal Budi.</p><p>keinginan untuk pujian yang layak, belajar dan mencari tau dapat mengalahkan rasa kemalasan.</p><p><br/></p><p>Setan Kesombongan</p><p>Tapi Pujian dapat membawa kita menjadi Sombong</p><p>sebernarnya boleh-boleh saja mendapatkan pujian (atau memuji) tapi jika kita memamerkan (misalnya harta yang belebih) hanya untuk dipuji itu tidak baik</p><p><br/></p><p>daaan yang lebih bahaya lagi adalah terkenal karena hal konyol dan bodoh.</p><p>orang yang terus menerus melakukan hal konyol dan bodoh karena ingin pengakuan dari orang-orang yang sama konyolnya, sangat menyedihkan.</p><p>Mereka bahkan sanggup untuk membunuh demi ketenaran (udh gitu merasa bangga) </p><blockquote><p><em>"ia kehilangan apa yang jauh lebih berharga dibanding penghormatan dari orang lain, yaitu hormat pada diri sendiri"</em></p></blockquote><p><br/></p><p>apakah aku memiliki keinginan untuk dipuji?</p><p>aku menerima pujian akan hal yang aku memang banggakan, dengan kerja keras ku. kalau aku tidak puas dan tidak mengharapkan pujian, tidak.</p><p><br/></p><p>pujian dari siapa yang menurutku berharga?</p><p>dari orang yang menurutku cukup expert aka hal itu</p><p><br/></p><p>apakah menjadi terkenal itu penting?</p><p>tidak, yang benar belum tentu terkenal dan yang salah bisa saja terkenal.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 13:13:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917276653</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pejabat Urusan Pendapatan dan Penerimaan Negara/ Keinginan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917282308</link>
         <description><![CDATA[<p>Keinginan untuk dipuji</p><p><br/></p><p>Keinginan ini sudah ada sejak bayi. Ketika seorang bayi bersuara "mamapapa" Atau menyusun balok balok, dia berharap akan mendapat senyuman dan tepuk tangan dari orangtuanya atau pembantunya. Ketika pembantunya malah memelototinya dan berkata "Nakal" Dia akan terdiam, lalu matanya berlinang dan akhirnya menangis. </p><p><br/></p><p>Hasrat ingin dipuji ini terbawa sampai besar. Ketika seorang anak membawa pulang nilai yang bagus, dia berharap akan dipuji. Seringkali karena keinginan untuk dipuji, banyak orang yang jadi semangat ketika melakukan sesuatu demi dipuji. </p><p><br/></p><p>Kesombongan</p><p><br/></p><p>Saking ingin dipuji, seringkali seseorang menjadi sombong, dan juga lebih memilih orang-orang konyol daripada orang-orang bijaksana. </p><p><br/></p><p>Contoh: seseorang membuat sebuah rumus matematika, lalu dia menunjukkan rumus itu pada orang yang konyol, lalu orang konyol itu memujinya, padahal sebenarnya rumusnya dia itu berantakan. Lalu dia menunjukkan rumus itu pada orang bijaksana, dan dia enggak dipuji. Dengan gitu, dia merasa lebih baik menanyakan pendapat pada orang-orang konyol. </p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p> apakah aku memiliki keinginan untuk dipuji? </p><p>Iyalaaah, pake nanya</p><p>pujian dari siapa yang menurutku berharga? </p><p>Aku punya seorang pelatih renang yang sangat aku kagumi, setiap kali dia memujiku, aku merasa pujiannya berharga. </p><p> apakah menjadi terkenal itu penting?</p><p>Menurutku sih, menjadi terkenal nggak terlalu penting. Tapi mungkin terkadang penting kalau memang ada tujuan yang penting. Maksudnya,  tujuannya terkenal bukan cuma supaya sekedar terkenal dan jadi kaya terus punya banyak fans. Tapi buat menyebarkan sesuatu yang penting, atau semacamnya lah. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 13:17:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917282308</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pejabat urusan pendapatan dan penerimaan negara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917420395</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pejabat urusan pendapatan dan penerimaan negara: keinginan.</strong></p><p>Keinginan gunanya hampir sama dengan hasrat, namun ketika hasrat gunanya untuk memuaskan nafsu, keinginan gunanya untuk memuaskan Akal Budi.&nbsp;</p><p>Sama halnya seperti tubuh, Akal Budi juga butuh tumbuh, dan jika Akal Budi tidak mempunyai keinginan untuk bertumbuh, bagaimana caranya ia bisa bertumbuh?</p><p><br></p><p><strong>Keinginan untuk dipuji.</strong></p><p>Apakah kamu pernah melihat bayi yang baru saja menumpuk balok balok, dan melihat kepada orangtuanya mencari senyuman dan pujian dari orangtuanya. Namun ketika orangtuanya mengatakan “Nakal!” ia akan menangis.</p><p>Walau begitu, pujian bisa membantu kita untuk mendapatkan nilai, mendaki bukit, atau hal hal lainnya dengan harapan akan di puji. Tapi hati hati, jika terlalu ingin di puji akhirnya kita akan melakukan suatu hal hanya untuk dipuji.</p><p><br></p><p>-Raja jiwa manusia</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2334652895/8be2b3a135b3de4e55132155f7a0ab59/image_2024_03_22_125540561.png" />
         <pubDate>2024-03-13 14:45:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917420395</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pujian💫</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917457593</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari kecil semua anak pasti suka  dipuji, karna sifat itu sudah ada sejak kita lahir. </p><p>Pujian adalah kata - kata yang suka mendorong kita untuk melakukan hal yang membuat kita di puji. Bisa kebaikan atau keburukan,</p><p>contohnya : belajar dengan keras agar menjadi no. 1 di kelas, </p><p>Kebaikan: jadi pintar</p><p>Keburukan: mental bisa tidak stabil dan gampang lelah.</p><p><br/></p><p>Nah karna itu kita harus memilih bagaimana untuk mendapat pujian dengan cara yang benar, kita juga bisa ingin di puji oleh teman yang menyuruh kita melakukan hal yang buruk, karna itu kita harus dengan bijak memilih cara untuk di puji.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Terkadang jika kita terlalu sering di puji, kita bisa merasa sombong, karna itu kita tidak boleh merasa terlalu puas diri.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Sekian terima ksaih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-13 15:10:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917457593</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Setara Dewa</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917471338</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi gini, dalam gambaranku, ada sesosok yang dinamakan sebagai Pejabat... pejabat itulah yg disebut di buku. Nah sosok ini bertanggung jawab atas hasrat, hasrat sendiri adalah kebutuhan mendasar/alami dari manusia, sedangkan keinginan adalah turunan dari hasrat, misal: hasrat dipuji, ingin menghasilkan mahakarya supaya dipuji. Aku rasa itu perbedaannya.</p><p><br/></p><p>Salah satu hasrat yang dimiliki manusia/manuzia adalah hasrat dipuji, (detail dari hasrat dipuji), nah singkatnya hasrat dipuji adalah kebutuhan alami manusia yang berupa pujian, baik atau tidaknya (berdasar tindakan) tergantung pada wujud nyata dari hasrat tersebut, tapi jika berdasar moralnya Kant maka ini tidak akan tergolong baik karena ada alasan berupa tujuan yang tidak terkait pada kewajiban, alasan dipuji bisa masuk ke dua golongan, yaitu bisa diterima atau buruk.</p><p><br/></p><p>Nah, ada beberapa kesalahan yang bisa terjadi ketika pengen dipuji yaitu: memilih pujian yang ga relevan, menginginkan pujian atas hal buruk.</p><p><br/></p><p>Untuk menghindarinya cukup satu hal yaitu sadar, sadar apa yang kita cari, sadar apa kenyataannya.</p><p><br/></p><p>Reflegsi:</p><ol><li><p>Ya, kadang aku butuh pujian sebagai bensinku dalam melakukan sesuatu, meskipun pujian tersebut tidak menggambarkan kebenaran/relevan.</p></li><li><p>Adalah pengakuan bahwa aku ada dan keberadaanku berarti (dalam hal baik).</p></li><li><p>Dari orang yang relevan dengan tujuanku dipuji.</p></li><li><p>Sangat penting, jika aku skalakan; 10/-9.</p></li></ol><p><br/></p><p>Hal yang esensial dari pujian bagiku adalah keberadaanku yang diwakilkan oleh perilaku, tindakan, karya, dan lainnya yang disenangi sehingga aku merasa diterima.</p><p>Bagiku, pujian tidak begitu berarti dalam mengukur kehebatan sesuatu, misal: "wah, keren banget pemikiran luw", pujian tidak begitu berarti karena aku tau aku masih di tingkat yang biasa-biasa saja. Dalam mengukur kehebatan diriku, aku hanya butuh kevalidan bahwa sesuatu dariku memang berada di tingkat tersebut, misal: aku tau bahwa karya yang kuciptakan  ada di tingkat tinggi dan informasi tersebut valid, dan kevalidan informasi yang mengatakaj aku berada di tingkat yang sangat tinggilah yang aku senangi. Catatan: dalam mengukur kehebatan.</p><p><br/></p><p>Sebagai penutup, aku sering merasa aku tidak memiliki "arti" di mata orang lain atau setidaknya artiku hanya sebatas "oh Pancar, kenal kok", aku mulai bisa menerima hal tersebut dan tetap berjalan meski sering lambat, ini semua buah dari hubunganku dengan Tuhan. Maksudku, rasanya jika aku sudah mampu <em>menerima</em> secara utuh apa yang terjadi padaku, aku tetap bisa berjalan dengan baik.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/c7390bbf64e69518beb9c671e7b23d17/kawaii_kanye_west.gif" />
         <pubDate>2024-03-13 15:18:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2917471338</guid>
      </item>
      <item>
         <title>25 | Pejabat Penerimaan &amp; Hasrat ingin Dipuji</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2918402906</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Bab baru. Tentang pejabat penerimaan dan pendapatan negara (yang juga disebut Akal Budi?). Intinya bagian ini perlu terus dipupuk supaya pendapatannya tidak mogok dan kembali ke hal yang itu-itu saja. Jangan sampai tidak bereksplorasi dan berkembang. Ayo senantiasa dibuat lapar!</p><p><br/></p><p>Lalu ada Hasrat ingin Dipuji. CM bilang setiap manusia punya keinginan ini bahkan dari bayi. Entah sebetulnya ketika pujian itu dilontarkan ia tidak suka karena bingung merespon apa, atau yang memang betul-betul senang. Dan tentu pada proporsi yang berlebihan seorang manusia akan menjadi sombong dan bergantung pada pujian semata.</p><p><br/></p><p>Tentang pertanyaan yang diberikan, aku suka dipuji tapi lebih pas sebenarnya aku perlu diakui. Namun jika memang orang-orang senang memuji lebih baik pujian itu disertakan sebuah feedback juga apa yang bisa lebih ditingkatkan. </p><p><br/></p><p>Kira-kira begitu.</p><p><br/></p><p>| 14 Maret 2024</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-14 05:01:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2918402906</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi 25: pujian </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2918505508</link>
         <description><![CDATA[<p>Bacaan kali ini adalah pejabat urusan pendapat dan pejabat negara atau keinginan. Akal budi itu juga harus diberi asupan seperti tubuh dan rasa lapar.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Pernahkah kalian mengamati seorang bayi yang waktu lagi main dan ketika berhasil melakukan sesuatu di aka menoleh ke orang tuanya minta pujian dan senyuman, kalo ga di senyumin ya, nangis lah, kecewa.</p><p><br/></p><p>Hasrat dan keinginan untuk dipuji bisa membuat kita mengalahkan kemalasan mengerjakan sesuatu.</p><p>Keinginan dipuji memiliki setannya yang bernama sombong (and it's absolutely true) karena kadang semakin kita dipuji kita akan semakin tinggi hati dan merasa kite yang paling keren karena mendapat banyak pujian</p><p><br/></p><p>Bahaya lain yang di sebutkan oleh cm adalah orang bisa aja terkenal karena keburukannya, pelikaku yang baik dan buruk itu bisa di bicarakan banyak orang kan kita menjadi tenar tapi dalam hal yang tidak baik.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-14 06:37:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2918505508</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chapter six : Lord Chief Attorney General, Reason </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2918981699</link>
         <description><![CDATA[<p>• <strong>Setan Kesombongan &amp; Ketenaran dan Terkenal karna Keburukan.</strong></p><p><br/></p><p>Belakangan ini (sudah agak lama sih sebenarnya) aku perhatikan kalau ternyata, selain gadget dan sosial media, manusia (terutama remaja) memang sangatlah bergantung pada validasi orang lain. Pada opini, pandangan, dan pujian yang beberapa orang layangkan untuk kita. Orang orang di luar diri kita sendiri.</p><p><br/></p><p>Tujuan nya cuma satu, untuk ngasih makan ego mereka sendiri.</p><p><br/></p><p>Kalian semua pasti tau kan kalau belakangan ini, terutama sejak covid. Ada satu brand teknologi yang sedang booming karna kamera boba mereka? Kalian juga pasti tau kan berapa banyak nya kasus viral di sosial media tentang anak anak remaja atau dewasa yang mencuri, membunuh, melukai, atau hanya tantrum karna mereka tidak di izin kan untuk membeli salah satu item dari brand itu? </p><p><br/></p><p>Nah, awalnya aku pikir itu bukan sesuatu yang besar. Karna di tahun tahun itu (2020 - 2021), semua orang memang sedang gemar mengambil foto, dan kualitas kamera milik brand itu memang betul betul bagus.</p><p><br/></p><p>Namun, setelah beberapa kali ku lihat konten dari orang orang di twitter juga toko toko di aplikasi oren yang melibatkan gadget dari brand itu dengan kesan yang sedikit memaksakan. Barulah aku paham, kalau makin lama itu bukan lagi jadi bahan FOMO atau trend sementara.</p><p><br/></p><p>Tapi jadi sebuah keharusan.</p><p>Karna ternyata, punya gadget dari brand itu bisa menunjukkan di mata orang lain seberapa berkecukupan nya kamu. </p><p>Karna ternyata, kamu bisa jadi populer di lingkaran pertemanan kamu (iya, percaya gak orang bisa populer karna handphone doang?)</p><p>Sekali lagi, DI MATA ORANG LAIN.</p><p>Yang bahkan, tidak sebegitu penting nya juga.</p><p><br/></p><p>Orang orang yang tidak akan bisa membantu kita masuk ke beberapa universitas ternama atau menjadi koneksi yang baik saat sudah bekerja ketika sudah besar.</p><p><br/></p><p>Coba pikirkan, mereka sampai harus membunuh loh? </p><p>Keluarga sendiri pula? </p><p>Coba tebak setan macam apa yang hinggap di otaknya itu?</p><p><br/></p><p>Semua karna ingin di puji dan di kenali saja.</p><p>Karna Ego mereka.</p><p><br>(Ini kalo gak jelas mohon di maafkan yaa, nulis nya pas sahur soalnya :) )<br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/0555e3a9bcc1ebb31d8634d738377c27/Simple_Vintage_Illustration_Report_Presentation__4_.png" />
         <pubDate>2024-03-14 13:20:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2918981699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>the desire to be praised</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2919130457</link>
         <description><![CDATA[<p>Sejak kecil, manusia sudah memiliki hasrat atau keinginan untuk dipuji. Contohnya saat bayi berhasil memasukkan balok segitiga ke bentuk segitiga atau ketika berhasil menyusun puzzle, mereka biasanya melihat ke arah mama dan papa nya, menunggu teriakkan gembira "YEEYYY!! Hebat anak mamah! 💖😘 anak siapa sih kamu kok cerdas banget kayak papa nya 😍😍🤭😜"</p><p><br/></p><p>Aku pun sampai sekarang begitu. Dulu aku menolak untuk menerima bahwa aku sangat senang dipuji. Karena aku sempat sangat takut sombong. Sehingga ketika aku dipuji aku sengaja meyakinkan orang lain bahwa aku tidak seberapa, bahwa aku tidak berhak untuk dipuji dan hal yang kulakukan/kumiliki itu bukanlah hal yang spesial. Aku melarang diriku untuk menunjukkan bahwa aku bangga. Namun ternyata akhirnya aku jadi memiliki sifat rendah diri, bukannya rendah hati. Akhirnya aku paham bahwa takaran itu sangat penting. Selama aku tidak bangga dengan berlebihan maka aku tidak akan sombong.</p><p>I finally admitted that I like when people think of me highly. I truly value praise. </p><p><br/></p><p>Itulah makanya dalam agama islam, ketika seseorang memuji kita, dianjurkan untuk mengucapkan <em>Alhamdulillah</em>, yang artinya "Segala puji bagi Allah". Untuk yang lebih lengkapnya adalah <em>Alhamdulillah hirobbil alamin</em>, yang bisa diartikan sebagai "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam".</p><p>Ucapan syukur ini adalah sebagai pengingat bagi umat manusia bahwa sesuatu hal yang dimilikinya sekarang itu karena Allah. Allah mengizinkan sesuatu itu menjadi milik ku. Untuk menjaga ku agar tidak sombong.</p><p>Kenyataan nya adalah seseorang tidak akan pernah mendapatkan suatu ilmu jika Allah swt. tidak mengizinkan ilmu itu untuk orang tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/c55bf047fb8a1ef124ea5aace820b37f/b117bf83_70e1_4f26_9045_7f7ffc8caf78.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-14 14:53:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2919130457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Lords Of The Exchequer, The Desires (Desire of Excelling)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2921296066</link>
         <description><![CDATA[<p>Sometimes, we want to be better than others, we want to be smarter than our cousins, we want to run faster that the girl we know in school, and so on. This Desire is called Desire of Excelling (DoE). This Desire actually helps us to be more competitive on our work. Just like DoA, this one is also supporting our goal, but it can't be the main goal. </p><p><br/></p><blockquote><p>What will happen (if DoE became the main goal)?</p></blockquote><p>DoE sometimes shown with Trophy, medals, places, and even prize. If Excelling became our main goal, Our hunger for knowledge gone.</p><p><br/></p><p>I am currently waiting for an acceptance to a school, for me, it's quite a bit of excelence if I got accepted. I'd feel seen, proud, andd of course happy (if accepted). But if I don't, I'd feel idk what to do with my life, sad, and felt failure in me. </p><p><br/></p><p>The dumbest thing my DoE has ever do to me is wanting to exceling in games. Such as games on my class, or just ice breaking somewhere. I just sometime feel like "I just need to win!" even though theres no prize or anything for the winner, and if we lost we probably just gonna say "It's just a game!"</p><p><br/></p><p>I never really chasing a grade or something, I want a good grade, but I never put a target on that, I always putting target on what I need to do to be able to do my best on an exam, class, or whatever. Even though my DoE sometimes a little bit too much, but I must say that he never became my main goal. So, I never really felt tired because of DoE.</p><p>3. Pernahkah kamu merasa "lelah" akibat terlalu fokus pada "keinginan utk lbh unggul" ini?</p><p>Thank&nbsp;u&nbsp;ya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/l2YWqi5hmpIoGLYCQ/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-03-16 12:42:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2921296066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>the desire to be superior</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2922712539</link>
         <description><![CDATA[<p>Hasrat untuk lebih unggul. Ketika melihat orang lain melakukan sesuatu, diri kita juga ikut tertarik ingin mengerjakan hal itu juga dan dengan niat untuk bisa mengerjakan nya lebih baik dari orang tersebut.</p><p><br/></p><p>Hasrat ini sering muncul ketika sedang sparring basket atau ketika di ruang bimbel. Terkadang aku memiliki dorongan untuk menunjukkan bahwa aku bisa melakukan berbagai hal yang beberapa orang tidak bisa dalam basket. Lalu keinginan untuk bisa lebih pintar dari teman sekelas ku yang sangat pintar dan bisa menjawab berbagai pertanyaan yang cukup sulit mengerti olehku. Hal ini bisa mengarah pada kesombongan atau sifat ambisius, karena itulah aku menahan hasrat itu agar tidak berlebihan. Aku biasanya mengurung hasrat itu terutama ketika ada seseorang yang baru memulai latihan basket. </p><p>Namun hasrat ini terkadang suka lepas dari kandangnya. Sewaktu ketika saat sparring ada seorang anak yang baru bermain basket, dan anak ini satu tim denganku. Tapi pada saat itu aku tidak bisa menahan emosi ku dan perasaan gregetan ku terhadap anak ini. Dia tidak mau mengoper bolanya kepada ku padahal aku tepat di depannya dan satu hal lagi: KITA INI SATU TIM!! </p><p>Dan aku baru saja mengoper bola itu kepadanya. Ditambah beberapa kejadian lagi yang bikin aku emosi. Intinya saat itu aku mungkin terlalu berambisi dan ingin timku lebih unggul daripada tim lawan. Padahal biasanya aku bisa lebih santai. </p><p><br/></p><p>Dari sinilah aku mendapat bahwa sifat ambisius itu menular. Karena tempat les basket ku yang sebelumnya sangat-amat ambisius dan selalu mengejar juara. Tempat les ini tidak mengutamakan karakter luhur maupun sportsmanship namun hanya berfokus pada satu hal yaitu pokoknya menang menang menang. Sehingga sepertinya atmosfer itu terserap olehku dan aku menjadi seperti itu meskipun sudah keluar dari tempat les yang terlalu mengutamakan peringkat itu. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/697ce98d2d261429055705e6cb5a052f/__.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-18 05:55:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2922712539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keinginan untuk unggul</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2923094488</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi</p><p>1. Pernahkah kamu sangat mengharapkan dapat penghargaan/titel juara? Jika ya, apabila kamu tidak berhasil mendapatkannya, bagaimana perasaanmu?</p><p>Kayaknya sih pernah, tapi aku nggak inget. </p><p><br/></p><p>2. Pernahkah kamu tergoda utk unggul pada hal2 yg tidak bernilai? </p><p>Sekarang, ada unggul yang ada dimana mana, Namanya adu nasib. Jadi aku pernah nyeritain satu kesialanku ke temeku, terus temenku itu malah ngebales dengan nyeritain kesialannya dia yang lebih sial dari kesialanku. Dan ternyata hal itu nggak cuma terjadi kepadaku, tapi kebanyak orang. Dan, sekarang aku sering tergoda untuk menjadi unggul dalam kesialan. </p><p>3. Pernahkah kamu merasa "lelah" akibat terlalu fokus pada "keinginan utk lbh unggul" ini?</p><p>Kayaknya enggak pernah. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-18 11:19:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2923094488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>26 | Hasrat Unggul &amp; Peringkat/ Hadiah</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2924524219</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata CM manusia terlahir sedemikian rupa dengan hasrat ingin lebih unggul dari yang lain. Yang tentu sangat berguna supaya peradaban manusia sendiri bisa terus berkembang, lebih kreatif, dan mendorong potensi ambang-ambang batasnya. Tetap, komposisi yang berlebihan membawa benca juga. Manusia bisa terlalu sombong dan selalu lelah tak mengerti arti kata cukup. Kare sepandai-pandainya kita ada lagi yang lebih pandai. </p><p><br/></p><p>"1. Pernahkah kamu sangat mengharapkan dapat penghargaan/titel juara? Jika ya, apabila kamu tidak berhasil mendapatkannya, bagaimana perasaanmu?</p><p>2. Pernahkah kamu tergoda utk unggul pada hal2 yg tidak bernilai misalnya jago "tiba di rumah dini hari" (kisah teman Taci)?</p><p>3. Pernahkah kamu merasa "lelah" akibat terlalu fokus pada "keinginan utk lbh unggul" ini?" -- Tante Priska</p><p><br/></p><p>Pertanyaan reflektif nomor 1 tentu saja pernah. Nomor pernah harusnya tapi aku kurang ingat kasusnya apa. Nomor 3, seperti narasi di atas  mengungguli orang tidak pernah ada habisnya jadi tentu saja lelah. Strategiku sekarang lebih membandingkan aku yang lama ketimbang orang lain. Karena kita diciptakan sedari awal sudah beda, tentu jalan yang dilalui juga beda.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-19 05:45:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2924524219</guid>
      </item>
      <item>
         <title>15.03 | Keinginan untuk unggul</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2926355819</link>
         <description><![CDATA[<p>Keinginan ini membantu akal budi untuk ingin makan ilmu pengetahuan dan mencoba hal baru yang sebelumnya kita tidak bisa.</p><p>saat kita belajar hal baru (ibu cm kasih contoh bersluncur) kita pasti ingin belajar sampai bisa sebaik kenalan kita (yang lebih dulu tau)</p><p>lalu kemudian setelah itu kita ingin mengalahkan yang lebih jago lagi dst.</p><p><br/></p><p>beberapa hewan juga punya hasrat ini</p><p>kuda lain untuk membuat kuda kita berusaha dengan baik.</p><p><br/></p><p>Hadiah dan Peringkat</p><p>keinginan untuk unggul (emulasi) ini sama dengan keinginan untuk dipuji, memiliki 2 setan</p><p>setan yang pertama membuat kita tidak punya waktu untuk memikirkan hal lain, hanya ingin mengungguli orang lain.</p><p>mereka tidak peduli dengan hal yang mereka pelajari.</p><p>mereka hanya ingin peringkat dan nilai</p><p>sehingga sejarah, sastra dan sains menjadi tidak menarik baginya, ia sudah puas dengan lebih unggul</p><p><br/></p><p>Unggul dalam hal-hal yang tidak bernilai</p><p>Kita juga bisa salah arah dalam menggunakan Emulasi ini</p><p>bisa jadi malah kita ingin lebih unggul kepada hal yang sebenarnya tidak penting dan tidak bernilai (ml misalnya wkwk)</p><p><br/></p><p>1.1. Pernahkah kamu sangat mengharapkan dapat penghargaan/titel juara? Jika ya, apabila kamu tidak berhasil mendapatkannya, bagaimana perasaanmu?</p><p>Aku hanya mengganggap itu bonus saja, lebih fokus pada proses dan melakukan yang terbaik.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Pernahkah kamu tergoda utk unggul pada hal2 yg tidak bernilai misalnya jago "tiba di rumah dini hari" (kisah teman Taci)?</p><p>Unggul dalam hal "genshin" tidak berguna, kecuali pada sesama player</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Pernahkah kamu merasa "lelah" akibat terlalu fokus pada "keinginan utk lbh unggul" ini?</p><p>ya, lebih baik menikmati proses dan anggap itu hanya bonus saja.</p><p>toh "keunggulan" menurut persepsi orang bisa berbeda-beda</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/a21a0b74b3d1865683f928d28b87ba75/F3VzOkOWMAAUerF_.png" />
         <pubDate>2024-03-20 06:11:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2926355819</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 24 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2926426600</link>
         <description><![CDATA[<p>Keinginan lain yang perlu kita waspadai adalah keinginan untuk menjadi yang paling unggul. Ibu CM memberi contoh permainan ski di mana kita ingin menjadi yang paling unggul di antara teman-teman kita, dan menjadi yang paling unggul di seluruh dunia.</p><p><br/></p><p>Ternyata tidak cuman manusia, tapi hewan juga mempunyai keinginan untuk menjadi yang paling unggul, contohnya adalah kuda. Kuda bisa membuat kuda lainnya berusaha berlari lebih cepat daripada dirinya saat mereka sedang berlari bersama.  Jadi begitulah cara keinginan untuk unggul dalam diri kita bekerja, ia selalu berusaha mendorong kita melakukan sesuatu dengan lebih giat saat kita sedang bermalas-malasan. </p><p><br/></p><p>Tapi seperti yang kubilang di atas tadi, hasrat ingin unggul ini harus tetap kita waspadai, karena jika seseorang sudah terlalu terobsesi untuk menjadi unggul, yang ia pikirkan hanyalah peringkat, nilai, dan hal-hal lain semacamnya. </p><p><br/></p><p>Ia tidak lagi bisa memberi makan akal budinya dengan sejarah, sastra, seni, dan sains karena hal-hal tersebut sudah tidak menarik lagi baginya. Akibatnya, meskipun ia sukses dan menjadi yang paling unggul di antara semuanya, akal budinya menjadi kelaparan karena tidak pernah diasup.</p><p><br/></p><p>Dulu waktu masih umur 8 tahun aku ingat banget pernah mengikuti perlombaan membaca alkitab di gerejaku. Siapa yang bisa membaca dengan baik, intonasinya pas, artikulasinya jelas, maka dialah pemenangnya. Aku sudah mempersiapkan diri dengan baik waktu itu, dan aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi ternyata waktu hari H aku melakukan kesalahan fatal memalukan (aku gabisa cerita apa kesalahanku) karena terlalu grogi, dan akhirnya aku nggak juara:'). Waktu itu aku kecewanya bukan main, dan sejak saat itu aku nggak pernah lagi mengikuti lomba-lomba di gereja. Bukan karena apa sih, tapi karena malunya masih sampe sekarang.</p><p><br/></p><p>Di perkumpulan remaja Katolik di gerejaku, dulu seringkali aku tergoda untuk menjadi unggul karena hal yang nggak berfaedah. Papaku adalah ketua dewan di gerejaku, jadi bisa dibilang ia punya posisi tertinggi di gereja (tapi masih di bawah pastor). Dulu aku merasa bangga banget kalo ada orang gereja yang bilang kayak, "Lho ini kan Grace anaknya ketua DPP." Atau kalo ada temanku yang bilang, "Guys, ini anaknya ketua DPP, jadi kalian jangan macem-macem." Dulu aku bangga banget dan merasa jadi yang paling unggul di antara semua teman-temanku kalo ada orang yang bilang begitu. Mungkin karena pada dasarnya aku pingin terkenal di gereja, supaya temanku juga banyak:)</p><p><br/></p><p>Waktu ujian Paket A yang lalu juga, aku benar-benar berusaha mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik karena itu adalah pertama kalinya aku mengikuti ujian yang benar-benar resmi dari negara. Secara nggak langsung aku ingin menjadi yang paling unggul di antara teman-teman seangkatanku di PKBM, dan aku agak meremehkan mereka semua karena aku merasa bahwa akulah yang paling pintar di situ. </p><p><br/></p><p>Tapi ternyata aku malah jadi kecapekan sendiri karena terlalu memaksa diriku untuk belajar dan belajar demi menjadi yang paling unggul di angkatanku. Waktu itu sih aku terus menyemangati diri sendiri dengan bilang kalo usaha pastilah tidak akan mengkhianati hasil, tapi ya terus terang aku capek. Ehhhh ternyata waktu hari pengumuman nilai, syukurlah usahaku ternyata benar-benar nggak mengkhianati hasil wkwkwk.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113042740/a86c6700437cfaa5262945a9f8cd87b7/download__2_.gif" />
         <pubDate>2024-03-20 07:22:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2926426600</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi  kenzi</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2926428879</link>
         <description><![CDATA[<p>Sertai narasi kalian dg 3 pertanyaan reflektif ini ya:</p><p><br/></p><p>1. Pernahkah kamu sangat mengharapkan dapat penghargaan/titel juara? : </p><p><br/></p><p>menurutku pastinya semua orang pasti pernah mengharapkan menjadi juara si, tapi kalau dibilang <strong>sangat</strong> mengharapkan itu jarang si</p><p><br/></p><p>Jika ya, apabila kamu tidak berhasil mendapatkannya, bagaimana perasaanmu? :</p><p><br/></p><p>b aja, soalnya dari awal udah pasrah</p><p><br/></p><p>2. Pernahkah kamu tergoda utk unggul pada hal2 yg tidak bernilai misalnya jago "tiba di rumah dini hari" (kisah teman Taci)? :</p><p><br/></p><p>kalo dibilang tergoda kayanya ngga pernah, seringnya udh melakukan hal hal ngga bernilai trs tiba tiba ngga tau kenapa bangga sendiri</p><p><br/></p><p>3. Pernahkah kamu merasa "lelah" akibat terlalu fokus pada "keinginan utk lbh unggul" ini? :</p><p><br/></p><p>ngga karna jarang pengen lebih unggul</p><p><br/></p><p>narasi </p><p>Keinginan Untuk Unggul ini kadang membuat tidak malas, contohnya saat teman kita membaca buku lebih banyak kita akan berusaha membaca lebih banyak juga, bahkan kita terkadang saat tidur memimpikan kita lebih unggul dari yang lain. Dibilang juga hewan pun juga ada rasa ingin unggul dari yang lain.</p><p><br/></p><p>Setannya Keinginan untuk unggul, membuat kita tidak peduli apa yang kita pelajari, apa yang terjadi disekitar kita, dan lain lain, yang kita pedulikan adalah hadiah, peringkat dan nilai. </p><p><br/></p><p>lalu ada kunggulan untuk hal hal remeh, seperti kehormatan pria yang minum banyak sekali</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/Ugo53z1Ly1iYU/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-03-20 07:24:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2926428879</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keinginan untuk Unggul</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2926476650</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keinginan untuk unggul</strong></p><p>kalau kita berseluncur, rasanya greget kalo kita ngga sebaik kenalan kita. Terus kenal orang yang lebih hebat lagi, greget lagi karena ingin melebihi dia--begitu terus sampai kita membayangkan diri kita menjadi perseluncur terbaik di seluruh dunia. </p><p><br/></p><p>Katanya ini yang membuat kuda, kita sebagai individu jadi termotivasi untuk berusaha sebaik-sebaiknya (aku termasuk waduh)</p><p><br/></p><p>Terus ada hadiah dan peringkat. Dimana seseorang tidak peduli belajar akan pelajaran itu sebenernya buat apa atau suka tidak suka,  karena yang dikejar adalah hadiah, peringkat yang bagus ya itulah. Terus kata CM hal ini malah menggagalkan emulasi di negeri jiwa manusia gitu, entah.</p><p><br/></p><p>Emulasi menurut KBBI: ambisi atau usaha keras untuk menyamai atau melebihi yang lain dalam prestasi; kedengkian; iri hati; 2 imitasi; tiruan</p><p><br/></p><p>Apa mungkin karena terlalu dangkal ya keinginan mengejar hadiah itu. Terus ngga mindful juga.</p><p><br/></p><p>ANYWAY</p><p>Terus ada orang yang punya keinginan untuk unggul tapi halnya itu kurang penting gitu. Aku si ada, lempar botol itu lho.</p><p>Jadi botol minum itu dilempar, terus pokoknya gimana caranya supaya botol itu jatuhnya berdiri. Ya kurang penting sih ya, tapi karena temen + adikku bisa semua jadi ya greget juga.</p><p><br/></p><p>Nah aku mikirnya ini ngga penting amat, juga ngga terlalu berdampak juga. Nah klo yg berdampak mungkin Aku mikirnya kek itu si, tren berbelanja yang marak terjadi. Belanja karena orang lain punya itu. </p><p><br/></p><p>Aku sih tidak punya masalah ini (kabarnya aku jarang memakai uang saku--kecuali untuk hal yg pentingg pke bnget apa lagi kerasukan sesuatu), tapi ya contoh saja. </p><p><br/></p><p>Kalo yang awal kan bisa dibilang <strong><em>"ngga penting untuk dilakukan, klo akhirnya dilakukan juga tetep ngga penting untuk dipikirkan"</em></strong> nah klo yg belanja itu <strong><em>"ngga penting untuk dilakukan, klo akhirnya dilakukan itu penting untuk dipikirkan"</em></strong> (karena efeknya bakal terasa).</p><p>- </p><p>Jujur aku jadi bingung. Pas diawal-awal Ourselves aku yakin hasrat ama keinginan itu beda, tapi sekarang aku ngga yakin. Karena CM di Ourselves bilangnya "keinginan atau hasrat ini-" seakan-akan sama saja.</p><p><br/></p><p>Sama akal budi, aku juga bingung apa itu akal budi. </p><p>kalau kata catatan ini sih ya:</p><p><br/></p><p>Hanya mengedepankan akal akan membuat manusia tergoda untuk meminteri orang lain, bahkan menguasainya. Hanya mengedepankan budi, nanti malah dipinteri orang lain. Akal budi—Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikannya sebagai pikiran sehat—memampukan manusia melihat dan memperlakukan orang lain sebagai sesama. Pada titik ini manusia tidak hendak menjadi penakluk atau takluk terhadap yang lain, tetapi hidup bersama (<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://satuharapan.com">satuharapan.com</a>)</p><p><br/></p><p>Empati? APA SIH</p><p><br/></p><p><strong>PERTANYAAN YEE⭐⭐</strong></p><p><mark>1. Pernahkah kamu sangat mengharapkan dapat penghargaan/titel juara? Jika ya, apabila kamu tidak berhasil mendapatkannya, bagaimana perasaanmu?</mark></p><p>Aku pernah mengharapkan penghargaan, kalau waktu itu ngga dapet bakal greget sih tan. </p><p><br/></p><p>Kalau dulu sih (sebelum masuk CM) seringnya sih, klo misalnya kakakku dpet titel juara akademis gitu, terus aku malah ngga (atau dibawahnya)💀💀 </p><p><br/></p><p>JHDMSKAKJHA aku inget dulu pas kecil ibuku suka kasi tahu kalau aku "cukup saingan sama orang lain, bukan sama saudara sendiri" tapi ngga bisa. Aku mau jadi yang terdebes dari semua orang💀</p><p><br/></p><p>Tapi sekarang untungnya aku lebih santai. Lebih fokus ke perkembangan diri sendiri yang sekarang dan kemarin. Memaksimalkan potensiku sendiri. Yg aku suka dari metode CM sih karena ngga di rank/nilai ya, kek bebas sekali. </p><p><br/></p><p>Baru kemarin aku di rank di kelas luar CM(setelah sekian lama akhirnya aku di nilai lagi) dan emg menempati posisi ke 2, harusnya aku senang tapi entah kenapa aku ngga suka. Yaa aku masih nyari alasannya sih, bingung karena rasa ngga suka dateng duluan dripada alasan (alias asal ngga suka). </p><p><br/></p><p>Karena aku mikir, seandainya ngga masuk rank, aku ngga suka, terus masuk rank juga aku ngga suka, maunya apa dongg. Yaa dipikir-pikir, aku tidak suka digunakannya metode rank ini. TAPI KENAPA?</p><p><br/></p><p>Apa karena merasa terbebani? Merasa tidak bebas? basa-basi (sebenernya aku tidak pantas dpet rank itu)? Kurang tahu. </p><p><br/></p><p>Karenaa, aku juga ikut lomba. Dan di lomba itu aku entah kenapa ngga masalah kalau di rank, lolos tiga besar atau tidak lolos. Jadi kalau mau dibilang aku ngga suka di rank, sebenernya tidak mesti juga. Kenapa di kelas ini aku malah ngga suka di rank? </p><p><br/></p><p>Yaa, masih dicari, katanya temen sih "buat apa hal sekecil itu dipikirin" tapi menurutku punya alasan yang mendasarinya itu penting yagasi. Apalagi hal seperti "ngga suka" dst. </p><p><br/></p><p><mark>2. Pernahkah kamu tergoda utk unggul pada hal2 yg tidak bernilai misalnya jago "tiba di rumah dini hari" (kisah teman Taci)?</mark></p><p><br/></p><p>lempar botol, pernah juga untuk bangun sampai larut malam. Apa ya, pas kecil kan ngga boleh jadi tiba-tiba serasa bebas, serasa "remaja", mana tenang banget lagi jam 12+ wah. Itu aku habiskan buat bersantai, kdang lgi rajin kadang cuma maw dengerin lagu, membiarkan pikiranku jalan sendiri sampai turu. </p><p><br/></p><p>Dulu pernah aku ampe jam 3 itu, aku lgsung ngerasa kek, "wah, rekor baru, keren" pdahal besoknya hrus bangun pagi. Sebenernya tidur larut malam juga tidak baik kan ya? Tapi rasanya jadi keren gitu saat itu (maklum, msih remaja baru itu, sekitar 13-14th)</p><p><br/></p><p><mark>3. Pernahkah kamu merasa "lelah" akibat terlalu fokus pada "keinginan utk lbh unggul" ini?</mark></p><p><br/></p><p>Pernah. Kan aku suka jadiin orang sebagai tolak ukur "hrus melebihi dia atau paling ngga sama lah" terus kalau terlalu sering merhatiin dia malah jadi stres sendiri sama pencapaian si dia itu, kita anggap saja si A. </p><p><br/></p><p>Kek aku mo ngejar si A, tapi A nya sendiri kan level up terus, jadinya kek stres sendiri💀 Kadang gara-gara ini juga timbul perasaan iri atau penyesalan kek memikirkan "what if ini, what if itu" jadinya aku ganti mindset.</p><p><br/></p><p>Aku punya hal-hal yang ingin ku capai seperti si A ini, tapi ambil itu doang sebagai referensi (bukan jadi si A_02), terus lihat yang lain lgi contohnya si B terus ambil hal yang bagus dari B lalu tinggalkan, ngga usah mikirin amat cara saingan ama si B, ngapain malah saingan gitu. </p><p><br/></p><p>Yaa, aku setuju sih sama yang fokus sama diri sendiri, bisa dibilang aku sangat suka fokus sama diri sendiri. Lihat orang lain itu perlu sebagai pembanding, tapi yaa cukup liat skill yang mereka bisa lakukan terus berkembang sendiri (klo memang sejalan dengan tujuan hidup) dan bukan malah saingan sebagai individu. Yaa memaksimalkan potensiku sendiri.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-20 08:09:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2926476650</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 26: hasrat/keinginan untuk unggul</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929486134</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi di bacaan yang kemarin kita itu memiliki hasrat menjadi unggul dari orang lain. seperti berseluncur, rasa nya tuh kurang damai jika kita belum mampu menyaingi kenalan kita yang sudah lebih dulu berlatih seluncur di musim dingin sebelum nya, setelah kita sudah menyainginya kita berhasrat untuk menyaingi peselunjur yang lebih hebat lagi dan begitu terus. Jika teman kita mengerjakan tugas pelajaran, kita akan terpancing untuk mengerjakan tugas pelajaran lebih lagi. menurutku itu membantu jika aku merasa malas dan ingin mengalahkannya agar lebih unggul dari teman atau orang lain.</div><div><br></div><div>Keinginan untuk unggul memiliki dua setan. Kadang saking kita mau mendapatkan hadiah, peringkat atau semacamnya kita malah jadi mengabaikan asupan akalbudi kita Karna terlalu fokus kepada peringkat atau hadiah.</div><div><br></div><div>&nbsp;Setan kedua adalah ketika keinginan untuk unggul menguasai kita, kita kadang bisa bersaing pada sesuatu hal yang tidak berguna, kayaknya di ceritain sama Taci kalau temannya adu unggul pulang dini hari. Kemaren hari Selasa aku dan adikku saling menyaingi program latihan kami yang mana yang lebih berat, dan ku pikir bodoh sekali aku mengadu ungguli program latihan ku padahal pelatihku dan pelatihnya memberikan program sesuai kapasitas kami masing masing.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-22 02:24:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929486134</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Just wanna be, the very best, like no one ever was.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929724958</link>
         <description><![CDATA[<p>Hasrat lebih unggul adalah keinginan yang dimiliki hampir semua kerajaan jiwa manusia.&nbsp;</p><p>Coba saja perhatikan, jika kita sedang belajar berselancar, kita pasti tidak akan puas sampai kita bisa berselancar sebaik salah satu kenalan kita.&nbsp;</p><p>Hasrat lebih unggul bisa menuntun kita untuk melakukan hal baik, namun hasrat lebih unggul mempunyai setan - setannya sendiri. Ketika kita terlalu sibuk berusaha untuk lebih unggul dari orang lain, kita akan akhirnya melakukan sesuatu tanpa peduli apa itu yang kita lakukan, yang penting kita ingin lebih unggul dari si ini dan anu. Sama seperti semua hal dalam kerajaan ini, kita butuh menyeimbangkan Hasrat lebih unggul.<br><br>- Raja jiwa manusia</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2334652895/90c7b516a0b269a7d5f7e6b100b717c5/I_wanna_be_the_very_best__Like_no_one_ever_was__To_.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-22 05:54:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929724958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pertama maaf telat karena: udah ngetik lupa di submit</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929730274</link>
         <description><![CDATA[<p>mau lebih baik dari orang ini orang itu. mungkin kita udah pernah dibilangin ortu kita kalau ada anaknya tetangga, atau anaknya temennya, yang "keliatannya" jauh lebih baik dari kita, dan mereka malah pengin untuk lebih unggul dari orang orang yang dibanding bandingin. sampai akhirnya ada orang yang saking parahnya, hanya melakukan sesuatu kalau itu membuat mereka menjadi lebih baik dari orang yang ingin mereka salip, dan kadang kadang sampai jadi benci dan tidak menerima hal yang mereka buat. kadang kita juga seperti itu, pas aku kecil, bapakku kalau nyetir motor pelan banget, jadi aku kesel kalau disalip motor motor lain, sampai sekarang masih sih tapi bisa tak kontrol</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-22 06:01:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929730274</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anak ML yang tahu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929742589</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi aku mau narasi tentang satu game yang pernah aku mainkan dulu. Game ini namanya Mobile Legends. Game ini, waktu aku coba mainkan, memunculkan sifat aneh ke diriku dan teman-temanku. Jadi aku merasa ada dua setan yang sama persis dengan yang ada di narasi minggu ini. Game ini membuatku hampir terjebak dan teman-temanku sempat terjebak di dalam game ini karena sistemnya yang rumit yang bisa entah bagaimana membuat pemainnya ingin meraih peringkat yang lebih tinggi sampai merelakan waktu tidur, waktu belajar, hanya untuk meraih peringkat yang lebih. Hal kedua yang aku perhatikan di game ini adalah ketika teman-temanku bermain, mereka seperti ingin selalu mempunyai poin tertinggi di game ini, sehingga sampai rebutan mencari poin setinggi-tingginya.</p><p><br></p><p>(kalo mau main game ini, hati-hati aja gaes)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-22 06:14:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929742589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keinginan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929788416</link>
         <description><![CDATA[<p>Keinginan untuk lebih unggul adalah keinginan yang bagus untuk dipunyai, tetapi tetap saja, apapun yang berlebihan adalah hal yang tidak bagus.</p><p><br/></p><p>Jawaban1: pernah, tapi kalau gak berhasil jadi kecewa banget sampe2 nangis semalaman</p><p><br/></p><p>Jawaban2: gak tau ceritanya taci</p><p><br/></p><p>Jawaban3: ya pernah sih, tapi rasa lelah itu kayak langsung terhapuskan saat menang, namun kalau tidak langsung ngebuat kayak depresi</p><p><br/></p><p>Skian terima kasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-22 07:09:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2929788416</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ungglu</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2931946404</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Hasrat Untuk Unggul</strong></p><p>Adapula hasrat lain yaitu hasrat untuk unggul yang bisa saja membuat seseorang berlatih secara terus-menerus sampai-sampai lupa menikmati hal tersebut. Hasrat ini mampu mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu secara gila-gilaan. Hasrat untuk unggul memiliki bahaya yaitu butanya seseorang oleh hal yang ingin unggul, seseorang ini jadi secara berlebihan berpikir dan bertindak hanya sesuai dengan hasrat untuk unggul sehingga melupakan hal-hal lain.</p><p><br/></p><p><strong>TaJaw</strong></p><ol><li><p>Ya. Sakit.</p></li><li><p>Pernah</p></li><li><p>Pernah</p></li></ol><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/8e754461172a2eb0db74d31b609e8299/PRIDE.mp3" />
         <pubDate>2024-03-25 03:26:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2931946404</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dony Salamender</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2931959291</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Hasrat Untuk Kaya</strong></p><p>Merupakan hasrat yang salah satu dampaknya ingin memiliki segala hal penting bagi kehidupan seseorang. Bahayanya adalah hasrat ini berpotensi membuat seseorang jadi egois.</p><p><br/></p><p><strong>Reflegzi</strong></p><p>Kalo dapetnya kayak gifaway (bukan hasil dari menjual sesuatu), aku bagiin 55 juta untuk orang tuwa, sisanya bagiin sama rata untuk aku dan 2 orang itu.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/6c7cf9205df2896e39d14fd9787221cf/Rage_comic_face.png" />
         <pubDate>2024-03-25 03:38:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2931959291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keinginan untuk Kaya, Kekayaan yang tak berguna.</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2932294375</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku ingin membuat sesuatu yang menggunakan lebih banyak usaha dibanding meme tapi sepertinya waktu yang kumiliki tidak mau berkerja sama, yaudah deh jadi apalah ini (kusebut <em>masterpiece</em>)</p><p>-</p><p>jadi ceritanya si ayam punya lampu Aladdin yang bisa ngabulin permintaan ges, keren kan?  Wuih iya dong, siapa dulu yang ngarang mwuahaha.</p><p><br/></p><p>Diantara hooman dan ayam, yang pilihan kekayaannya tidak berguna disini siapa hayo?</p><p>Jawabannya: Tidak ada.</p><p><br/></p><p>Bisa jadi si hooman sudah bisa mengurus makannya sendiri terus lagi kepingin belajar lebih dalam tentang dunia (lagian kan, belajar salah satu investasi terbaik kata orang)</p><p><br/></p><p>Terus bisa jadi si ayam tidak merasa kekurangan apapun lagi selain rasa lapar yang dirasakannya beberapa jam sekali, jadi tidak ada yang salah dengan keinginan mereka berdua. </p><p><br/></p><p>Ya gimana ya, semua sudah punya alasan masing-masing. Pilihannya ini dipengaruhi oleh hidup yang mereka jalani, selama alasannya ngga dangkal ya ngga masalah kan? </p><p><br/></p><p>Mau itu benda baru beli yang bermanfaat (fungsional) atau benda yang keliatannya kurang menarik namun memunculkan kenangan, perasaan atau apapun itu–semuanya itu bisa dianggap berharga.</p><p><br/></p><p>Mau itu harta, pergi mudik, hewan peliharaan baru, menonton konser atau sebuah karya lukisan–ya lagi-lagi tergantung alasannya, tidak mesti tidak berguna. Siapa tahu lukisan itu menggambarkan suatu peristiwa bersejarah yekan?</p><p><br/></p><p>Yang ngga berguna itu, yang minta sesuatu tanpa tahu alasannya atau alasannya dangkal. </p><p><br/></p><ol><li><p>Yaa, terburu-buru ingin ini-itu hanya karena benda itu langka, fomo kali yak.</p></li></ol><p><br/></p><p>Kaya, benda yang langka itu nanti langsung jadi ngga ada maknanya, hanya sebatas "langka" saja. </p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Atau bisa jadi ingin sesuatu karena ingin dipandang keren. Itu alasan yang dangkal juga, walau bisa dimaklumi dan dipahami. </p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Selain memikirkan baik-baik alasan, pikirkan juga apakah ini sudah termasuk taraf berlebihan atau tidak. Setuju ama Athar yang bilang, kalau sudah menyita sebagian besar waktu berarti sudah berlebihan.</p></li></ol><p><br/></p><p>Yaa pokoknya kalau tidak setuju dengan pilihan orang lain, hal yang setidaknya bisa dilakukan adalah toleransi. Juga mencoba memahami alasan yang sekiranya ada dibaliknya, mau aku setuju atau tidak. </p><p><br/></p><p>Ai min, hidup-hidup mereka juga, tidak perlu terlalu dipermasalahkan yekan.</p><p>-</p><p>BTW berkenaan dengan Kpop mau klarifikasi, tidak semua kpopers itu ngebias karena parasnya ternyata, tidak sedangkal itu deh. Bisa jadi sifatnya, ke <em>relatable-ness</em>nya atau memang dia berbakat–ya apapun itu. Kalau ngomong paras, semua yang di industri kpop kan rata-rata cakep semua yagasi, kan untuk masuk industri itu mereka harus memenuhi standar muka yang sama. Jadi untuk stand-out ke penggemar, jelaz mereka mesti punya poin lebih di faktor lain.</p><p><br/></p><p><strong>Pertanyaan:</strong></p><p><mark>Jika hari ini kalian dapat rejeki uang Rp 100 juta, apa yang ingin kalian lakukan dengan uang tersebut?</mark></p><p><br/></p><p>Wah banyak. Bwat ketemu anak CM (nunggu pas ada acara sja ding), buat nambahin uang kuliah (asek mandiri), bagi-bagi ke keluarga, sisanya tidak tahu, tabung saja. Yang menurutku prioritas baru itu saja sejauh ini.</p><p><br/></p><p><strong>TAMBAHAN (jadi kepikiran! ngebut nih)</strong></p><p>Aku jadi berpikir, tadi kan aku bilang "tidak semua kpopers itu ngebias karena parasnya ternyata, tidak sedangkal itu deh" terus jadi kepikiran, memangnya salah/dangkal untuk menyukai sesuatu karena keindahannya? </p><p><br/></p><p>Kita semua kan, menyukai hal yang indah jadi wajar dan sah-sah saja dong kalau itu jadi alasan.</p><p><br/></p><p>dajhjsajs aku bingung. Apakah untuk to be considered "berguna untuk dimiliki" alasan <em>itu</em> harus lebih dari sekadar indah? </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1634623541/30f67afcdfd00b06d358876cdbc61a61/_ITU_KAN_MENURUTMU___.png" />
         <pubDate>2024-03-25 09:11:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2932294375</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22.03 | Hasrat ingin kaya </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2932468188</link>
         <description><![CDATA[<p>Hasrat ini membuat kita ingin memiliki hal-hal yang bermanfaat dan penting untuk hidup kita. Baik untuk tubuh atau Akal budi kita.</p><p>Hasrat ini menggerakkan kita untuk mengoleksi barang-barang yang menurut kita keren dan berharga. </p><p>seperti mainan, lukisan, pisau lipat atau bahkan hal-hal lain yang menurut kebanyakan orang remeh-temeh, berharga bagi dia.</p><p>Hasrat ini juga yang menggerakkan orang untuk menjadi miliuner, meskipun ia tak mau memakai uangnya.</p><p>Setan Kegoisan</p><p><br/></p><p>ada dua setan yang melayani Hasrat alami ini</p><p>Yang pertama adalah Setan Keegoisan.</p><p>Begitu hasrat ini menguasai setan ini, ia tidak bisa memikirkan hal yang lain lagi.</p><p>Ia hanya ingin terus mengkoleksi/menyimpan harta yang menurutnya penting dan berharga. </p><p>Ia tak sanggup berpisah dengan hartanya, ia hanya memikirkan kepemilikan hartanya dan menjadi seseorang yang egois</p><p>orang yang terus mengejar kekayaan sampai ia tak sanggup berpisah dari kekayaannya meskipun itu untuk keperluan fisiknya sendiri</p><p><br/></p><p>Berbeda dengan mereka yang bersusah payah memperoleh sesuatu untuk menjadi bagian dari hidupnya dan bukan yang utama.</p><p>Juga ingin bermurah hati dan membantu orang lain.</p><p><br/></p><p><em>Jika hari ini kalian dapat rejeki uang Rp 100 juta, apa yang ingin kalian lakukan dengan uang tersebut?</em></p><p>beli motor Aerox sisanya tabung </p><p>siapa tau bisa jadi modal usaha (belum kepikiran usaha apa sekarang)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-25 12:29:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2932468188</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NARASI KREATIF :)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2933438884</link>
         <description><![CDATA[<p>Yh, dipikir2 kayaknya 100jt ngga bisa mencakupi smua ini sie, tapi yasudala</p>]]></description>
         <enclosure url="https://pin.it/384IVOzy9" />
         <pubDate>2024-03-26 04:03:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2933438884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>27 | Hasrat ingin Kaya</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2933750131</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1723737819/fdb2437e561aac60a33f256069fc4ae0/image.png" />
         <pubDate>2024-03-26 08:57:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2933750131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>at that time, it was a treasure</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2933801190</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/4ae66ee17958e3d34090ded633bd6790/My_prized_possession.mp4" />
         <pubDate>2024-03-26 09:55:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2933801190</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 25 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2934982027</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>My favorite quotes about money and wealthness</strong></p><p>"Money never made a man happy yet, nor will it. The more a man has, the more he wants. Instead of filling a vacuum, it makes one." - Benjamin Franklin</p><p><br/></p><p>"I love money. I love everything about it. I bought some pretty good stuff. Got me a $300 pair of socks. Got a fur sink. An electric dog polisher. A gasoline powered turtleneck sweater. And, of course, I bought some dumb stuff, too." - Steve Martin</p><p><br/></p><p>"Frugality includes all the other virtues." -Cicero</p><p><br/></p><p>"It is not the man who has too little, but the man who craves more, that is poor." -Seneca</p><p><br/></p><p>“If you wish to get rich, save what you get. A fool can earn money; but it takes a wise man to save and dispose of it to his own advantage.” - Brigham Young</p><p><br/></p><p>“Wealth, my son, should never be your goal in life. Your words are eloquent but they are mere words. True wealth is of the heart, not of the purse.” - Og Mandino</p><p><br/></p><p><em>Q: Jika hari ini kalian dapat rejeki uang Rp 100 juta, apa yang ingin kalian lakukan dengan uang tersebut?</em></p><p><br/></p><p>Dari bertahun-tahun yang lalu, aku punya impian buat bisa kuliah Sastra Inggris di Inggris. Universitas yang lumayan menarik perhatianku adalah King's College London, karena dibilang bahwa universitas itu adalah salah satu universitas Inggris yang terbaik. Apalagi  jurusan sastra Inggris juga adalah salah satu jurusan terbaik di sana. Aku pikir daripada harus susah-susah nyari beasiswa sana-sini untuk bisa kuliah di Inggris, seandainya aku punya uang sebanyak 100 juta, uang itu bakalan kutabung dan akan kugunakan untuk biaya kuliah di masa depan nanti.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/2b04e9ebf977f234d53dc444b1a46aec/f0aef9ea0634657181cecadc74f5ae5a.jpg" />
         <pubDate>2024-03-27 05:41:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2934982027</guid>
      </item>
      <item>
         <title>my reaction ketika tahu hasrat ingin kaya bisa membuat egois</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2934983526</link>
         <description><![CDATA[<p>Jika hari ini kalian dapat rejeki uang Rp 100 juta, apa yang ingin kalian lakukan dengan&nbsp;uang&nbsp;tersebut?</p><p><br/></p><p>35 jt tabung</p><p>10 jt sedekah</p><p>5 jt ( deskpad, headset, keyboard, mouse logitech g20 light switch)</p><p>5 jt monitor (minimal 2 )</p><p>15 jt pcnya</p><p>30 jt buar kuliah</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2112087651/f812d5da4778e2c24969392be1338f59/download__2_.jpeg" />
         <pubDate>2024-03-27 05:43:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2934983526</guid>
      </item>
      <item>
         <title>hasrat ingin kaya</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2935048224</link>
         <description><![CDATA[<p>Keinginan menjadi kaya adalah keinginan yang hampir dimiliki semua orang. Keinginan untuk kaya sebenarnya bukan cuma punya banyak uang, tapi juga bisa ingin memiliki suatu barang atau mengoleksinya. </p><p>Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang dua orang bangsawan yang menggunakan waktu hidup mereka dengan melakukan perjalanan serba tergesa gesa keseluruh dunia, demin mengoleksi kotak korek api.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p>Jika hari ini aku mendapat uang 100 juta, inilah yang akan kulakukan:</p><p>1. 50 jt ditabung buat kuliah.</p><p>2.  beli Binokuler yang harganya 5 jt.</p><p>3. beli kamera dengan lensa panjang (tapi nggak panjang-panjang amat, nanti berat kalo kepanjangan)</p><p>4. jalan jalan keliling Indonesia buat nyari burung (disertai dengan menyogok beberapa kakak birdwatchers untuk ikut serta, biar aku nggak bingung)</p><p>ya, segitu aja, kayaknya abis keliling Indonesia udah abis uangnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 06:49:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2935048224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NARASI KREATIP + RIPLIKSIIIIIII</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2935162433</link>
         <description><![CDATA[<p>kalo dpt 100 juta:</p><p><br/></p><p>-35% masukin ke bot trading</p><p>-20% beli leptop buat sendiri</p><p>-11.6% beli emas</p><p>-sisanya buat biaya masuk sekolah</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1507708236/315732a96956510ec749ee9cfb85c8cd/fr_bro.PSD" />
         <pubDate>2024-03-27 08:53:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2935162433</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I just wanna be yours~</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2935169804</link>
         <description><![CDATA[<p>"Money can buy you happiness, but it can't buy you purpose" ~ Me</p><p><br></p><p><br></p><p><strong>Refleksi Kekayaan</strong></p><p><br></p><p>Jika di berikan 100jt?</p><p>Waduh mau aku apakan ya...</p><p>50 jt sedekah, 30 jt nabung kuliah, 10 jt investasi, 10 juta lainnya buat dipake belanja2.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2334652895/2bd46c50267602fcfb7b32127471f841/202403271547__1_.mp4" />
         <pubDate>2024-03-27 09:01:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2935169804</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ultimate di akhir narasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2935541973</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi kan tulisan kelas Ourselves minggu ini menjelaskan bahwa ada satu hasrat lagi yang cukup berbahaya bagi manusia, kalau dosisnya kebanyakan. Hasrat ini namanya ingin kaya. Sebetulnya hasrat ini kalau masih dibawah kendali baik-baik saja. Karena manusia membutuhkan benda atau barang yang bisa mereka gunakan untuk hidup. Contoh paling gampang, uang. Tapi begitu hasrat ini sudah menjadi obsesi bagi manusia, maka hasrat ingin kaya ini akan lepas kendali dan akan membuat manusia rela melakukan apa saja untuk memenuhi hasrat ini.</p><p><br/></p><p>Aku bahas yang agak baik dulu. Di tulisan minggu ini ada yang namanya ‘kekayaan yang tidak berguna’. Mengoleksi berbagai jenis barang banyak sekali hanya untuk memenuhi hasrat yang satu ini sebetulnya tidak terlalu baik bagi diri kita, karena kita hanya melakukan hal yang menghabiskan waktu dan tenaga. Apalagi kalau kita melakukan hanya untuk bersenang-senang saja. Setan yang ini agak tidak berbahaya karena yang rugi hanya diri kita. Mungkin baru berbahaya kalau mengoleksinya sudah mengarah barang orang lain. Mungkin koleksi lampu tetangga. Nah itu berbahaya ya gaes.</p><p><br/></p><p>Setan yang satu lagi ini baru berbahaya. Keegoisan. Setan ini sangat berbahaya karena setan ini akan menghalalkan segala cara untuk meraih kekayaan. Mulai dari maling uang orang, uang dana dikorupsi, ngerampok bank, ini semua tidak hanya merugikan kita sendiri, tapi orang lain juga bakal kena kerugiannya. Jadi menurutku ini setan yang paling jahanam, lebih jahanam dari setan di muka bumi ini, bahkan saat aku membaca Alkitab, ternyata ini adalah senjata terakhir iblis untuk menjauhkan manusia dari Tuhan.</p><p><br/></p><p>Ini aku spill salah satu ayat Alkitab favoritku.</p><p>Ayub 1:21</p><p>"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"</p><p>Ayat ini menjelaskan kalau semua yang kita kekayaan yang kita dapat tidak berguna setelah kita mati. Jadi tidak berguna menghabiskan waktu kita mengumpulkan harta, merugikan orang lain untuk memperkaya diri, kalau semuanya itu tidak bisa dibawa selamanya.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan, dapet 100 jt mau buat apa?</p><ol><li><p>10%-nya aku kasih buat gereja</p></li><li><p>Tabung 30 juta buat beli keperluan. Contoh, kamera</p></li><li><p>Sisanya tabung lagi atau donasikan ke tempat lain (panti asuhan, dll.)</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 15:11:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2935541973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jordan Belfort.</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2936194555</link>
         <description><![CDATA[<p>A character who is completely consumed by his desire to be rich. He pleaded guilty for fraud and stock market manipulation. Stole $200 million from his investors. (based on true story)</p><p>(none of you could understand THE EFFORT THAT I PUT INTO THIS 1 MINUTE EDITTTT 🤬🤬👹👹 RAAHHHH)</p><p><br/></p><p>Pertanyaan dari tante Priska:</p><p>"Jika hari ini kalian dapat rejeki uang Rp 100 juta, apa yang ingin kalian lakukan dengan uang tersebut?"</p><p><br/></p><p>100% aku pake buat kuliah ke NZ wkwkwkw.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/cZrswlJcFeA" />
         <pubDate>2024-03-28 04:16:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2936194555</guid>
      </item>
      <item>
         <title>15/O3. The Desire to Exelling</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2936396816</link>
         <description><![CDATA[<p>• <strong>Pernahkah kamu sangat mengharapkan dapat penghargaan/titel juara? Jika ya, apabila kamu tidak berhasil mendapatkannya, bagaimana perasaanmu?</strong></p><p><br/></p><p>Kalau di bilang sangat mengharapkan sih engga, tapi kalau bisa jadi salah satu yang terbaik kenapa engga? </p><p><br/></p><p>Selain itu juga karna memang masih sekolah dasar, sekolah ku sendiri memang tidak benar benar meng-highlight bagian ranking. Jadi tujuan utama aku atau murid lain memang bukan di nilai. </p><p><br/></p><p>Tapi yaa kalau sampai dapat nilai jelek, jelas sedih. Satu karna harus kehilangan hadiah (yang sebenarnya gak hilang juga karna masih di kasih jalan jalan), dua karna kecewa setelah gagal dapat nilai 'sempurna' (standar sekolah formal)</p><p><br/></p><p>• <strong>Pernahkah kamu tergoda utk unggul pada hal2 yg tidak bernilai misalnya jago "tiba di rumah dini hari" (kisah teman Taci)?</strong></p><p><br/></p><p>Pernah, dan sampai sekarang pun kadang masih. Aku harus akui, kalau aku memang sedikit kompetitif, pikiran semacam "harus bisa lebih unggul dari si a" sering muncul karna aku mau berada di posisi teratas. (Contoh aku sudah pernah cerita yaa)</p><p><br/></p><p><strong>• pernahkah kamu merasa "lelah" akibat terlalu fokus pada "keinginan utk lbh unggul" ini?</strong></p><p><br/></p><p>Tentu pernah, cerita sedikit (atau mungkim tidak sedikit) ketika dua tahun pertama homeschool. Semua pasti tau kalau ada berpedaan cukup drastis antara kecepatan belajar sekolah biasa dan homeschool. Ketika tahun tahun pertama homeschool aku sedikit kesusahan beradaptasi dengan kecepatan belajar yang baru, dan itu berakhir menjadi beban pikiran yang sulit di hilangkan selama beberapa bulan. Aku frustrasi, itu jelas.</p><p><br/></p><p>Dan selama beberapa bulan itu, rasa frustrasi ku tentang sekolah semakin menjadi setelah melihat teman teman sekolah yang lain. Yang saat itu jauh lebih unggul dari ku. Yang menguasai materi kelas lebih cepat dari pada aku. Dan seperti normal nya Dira, rasa kompetitif nya jelas semakin muncul. Aku jadi belajar lebih keras, begadang semalaman karna merasa harus lebih unggul, juga membaca lebih rajin. Kalau di tulis begini kedengeran nya memang bagus sihh, aku jadi lebih rajin belajar karna rasa kompetitif. </p><p><br/></p><p>Tapi hasil dari rasa ingin unggul itu justru tidak menghasilkan prestasi yang aku harapkan. Aku berakhir kelelahan sendiri (fisik juga pikiran) karna sedikit terlalu memaksa, dan pelajaran yang ku coba pahami semalaman penuh justru jadi hilang semua.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/b38a699a3967ac4b7c5c08c0846d7928/17c40b50fa40376182d0569ddf277c4a.jpg" />
         <pubDate>2024-03-28 07:55:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2936396816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22/O3. Dæmon of Selfishness</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2936402745</link>
         <description><![CDATA[<p>• <strong>Jika kalian dapat rezeki 100 juta apa yang ingin kalian lakukan dengan uang tersebut?</strong></p><p><br/></p><p>Banyak, tapi sayang nya di antara semua daftar hal hal yang aku ingin lakukan itu hanya satu atau dua yang bisa benar benar ku lakukan. Jawaban ku di sini bukan jawaban filosofis yang berbobot banget, karna kalau aku bilang uang nya mau di pakai untuk kebaikan segala umat manusia dan warga negara pun, aku gak bisa beri contoh. Jadi dengan uang 100 juta itu, aku akan coba untuk apply summer camp di salah satu kampus impian aku atau mutar uang di bakery yang selalu aku mimpikan untuk miliki. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/efe9cd86e0b46e094d5d677fadd53b4f/0b1f24b295168def05f682239b9a98b2.jpg" />
         <pubDate>2024-03-28 08:03:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2936402745</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 27: hasrat menjadi Kaya </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2936832239</link>
         <description><![CDATA[<div>Bacaan kali ini cukup menarik untuk ku katanya hasrat menjadi kaya itu diinginkan oleh banyak orang (termasuk aku). Hal itu bisa membuat seorang bocah kecil mengumpulkan pisau lipat, kelereng, dan tali, juga bisa membuat orang kayang menggerakkan orang orang lainnya untuk mengumpulkan lukisan lukisan hebat.</div><div><br></div><div>Setan hasrat menjadi Kaya ini adalah membuat orang yang ingin kaya menjadi egois. Dia hanya memikirkan apa yang ia kumpulkan dan tak mau melepaskan nya. Jika hasrat menjadi Kaya ini merasuk di dalam jiwa manusia, setan ini akan membuat orang yang ia rasuki menjadi tamak, dan hanya mementingkan diri sendiri&nbsp;</div><div><br></div><div>Dibilang juga bahwa hasrat ingin memiliki ini bisa membuat kita mengoleksi barang barang yang ga penting seperti cerita asal Perancis yang pergi ke berbagai negara hanya untuk mengumpulkan kotak korek api.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-28 16:44:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2936832239</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASRAT KEKUASAAN &quot;GUS&quot; MUHAIMIN</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2940889991</link>
         <description><![CDATA[<p>sepak terjang gus muhaimin boleh disebut seperti saluran got kota, berliku liku demi sampai ke tujuan yang satu. yaitu, kekuasaan.</p><p><br></p><p>ketika masih muda, gus muhaimin diajari perpolitikan ini itu oleh gus dur, tapi ketika gus dur sudah sakit sakitan, posisi sebagai ketum PKB disasar cak imin (gus muhaimin), dan benar saja,  ketika politik memanas dan gusdur mundur, cak imin maju</p><p><br></p><p>sesudah itu, jarang terdengar hal yang dilakukan cak imin, tapi sekarang ketika dalam pemilu masuk anies baswedan, jelas itu merupakan kesempatan EMAS bagi cak imin untuk maju ke kancah nasional pun sebagai wapres. tapi ternyata kalah dalam jumlah suara 24%</p><p><br></p><p>tapi walaupun kalah, kita sekarang tahu kalau kubu 01 mengusahakan pemilu ulang lantaran tidak puas dengan hasil dan memfitnah prabowo curang (mungkin banget iya, tapi terus mau ngapain?) ini mungkin juga usaha cak imin agar naik panggung.</p><p><br></p><p>jelas kalau ketika mau maju ke kancah yang lebih besar, maka background juga baik, tapi ketika disebut sebut meng'kudeta' gus dur, dia membantah, dan informasi menjadi simpang siur.</p><p><br></p><p>dan dalam kapasitas kepemimpinannya kelihatannya sangat jelek, semua dimakan hati tanpa pengetahuan yang memadai, lalu dibawa personal dan emosi, mirip prabowo, tapi lebih buruk, kebalikannya ganjar.</p><p><br></p><p>maka kulihat disini gus imin bukannya niat baik buruk, tapi jalannya kesana yang buruk!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn.exchangewire.com/wp-content/blogs.dir/9/files/2021/01/gaijin-entertainment-200x200.png" />
         <pubDate>2024-04-02 21:36:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2940889991</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 26 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2941249455</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Hasrat Ingin Berkuasa</strong></p><p>Hampir semua orang mempunyai hasrat ini, tapi hanya mereka yang mempunyai hasrat ingin berkuasa yang besarlah yang mau memerintah orang lain. Ibu CM memberi contoh anak-anak di penitipan, di mana anak-anak yang mempunyai hasrat ingin berkuasa besarlah yang akan memerintah anak-anak lain. Namun jangan berpikir bahwa mereka yang mempunyai hasrat ingin berkuasa adalah orang-orang yang semena-mena dan suka menyalahgunakan kekuasaannya. Ada juga mereka yang bersikap murah hati, ramah, periang, dan baik hati, hingga membuat orang-orang yang dipimpinnya merasa senang. Kekuasaan memang seharusnya diberikan kepada mereka yang menggunakannya untuk melayani, dan bukan mereka yang menggunakannya untuk kepentingan pribadi. </p><p><br/></p><p><strong>Raja Herodes</strong></p><p>Raja Herodes Agung atau Herodes I adalah seorang raja yang amat sangat terkenal dalam agama Kristiani, dan ia dianggap sebagai seorang raja kejam yang adalah boneka dari kekaisaran Romawi untuk memerintah daerah Yudea dan Yerusalem. Dalam alkitab, dijelaskan bahwa dialah raja yang berusaha membunuh Yesus ketika mendengar berita bahwa seorang Mesias telah lahir di Bethlehem. </p><p><br/></p><p>Dia ingin berkuasa karena pada masa itu jika seseorang menjadi seorang raja di bawah pemerintahan Romawi, bisa dipastikan ia bisa berkuasa dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Meskipun yaaa Herodes tidak mempunyai kendali penuh atas kerajaannya, dia tetap saja berhasil berkuasa atas beberapa daerah di Israel pada masa itu.</p><p><br/></p><p>Bentuk tindakannya yang menunjukkan bahwa dia ingin berkuasa adalah, reaksinya ketika mendengar bahwa seorang Mesias telah dilahirkan di kota Bethlehem. Ia mendengar kabar itu dari tiga raja dari timur (orang-orang majus), dan merasa marah karenanya. Ia tidak mau ada raja lain yang dilahirkan, dan merasa bahwa kekuasaannya terancam. Maka karena itu ia meminta kepada tiga orang majus itu untuk memberi taunya di mana posisi Yesus dilahirkan, karena katanya sih dia mau ikut menyambut dan memberi Yesus persembahan, padahal diam-diam sebenarnya dia ingin membunuhnya.</p><p><br/></p><p>Tapi ternyata menurut alkitab, ketiga orang majus itu mendapatkan pesan dari mimpi mengenai niat jahat Herodes, maka karena itu mereka pergi pulang ke negerinya lewat jalan lain agar tidak bertemu lagi dengan Herodes. Dampaknya adalah, Herodes yang tau akan hal itu segera saja memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk membantai semua bayi-bayi yang ada di Bethlehem, dengan harapan Yesus juga termasuk di salah satunya. Tapi syukurlah, Yesus dan keluarga-Nya pada saat itu sudah melarikan diri ke Mesir. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/758322b669021d05ab0ca2fae0001bf1/HerodtheGreat2.jpg" />
         <pubDate>2024-04-03 03:31:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2941249455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>From Aspiring Artist to Infamy: The Path to Hitler</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2941331194</link>
         <description><![CDATA[<div>Masa kecil Hitler cukup bahagia. <br>Hitler yang berusia 8 tahun(1897) mengikuti les menyanyi, bernyanyi dengan paduan suara, dan bahkan sempat berpikir untuk menjadi pendeta.<br>Namun beberapa tahun kemudian (1900), kematian adiknya memengaruhi hidup Hitler.<br>Ia berubah dari sosok yang percaya diri, mudah bergaul, dan pintar, menjadi bocah yang murung, menarik diri, dan cemberut yang sering bertengkar dengan ayah dan gurunya.<br>Setelah kematian mendadak ayahnya (1903) prestasi Hitler disekolah semakin memburuk<br><br>Kemudian Hitler yang berusia 16 tahun (1905) pindah ke Wina yang didanai oleh tunjangan anak yatim dan bantuan dari ibunya. Ia bekerja sebagai buruh biasa, lalu seorang pelukis yang menjual lukisan cat air. Ia bermimpi untuk menjadi pelukis, tetapi Akademi Seni Rupa Wina dua kali menolak Hitler, dikarenakan "Tidak cocok melukis" dan tidak memenuhi persyaratan akademik.<br>Setelah ibunya meninggal (1907) ia kehabisan uang dan pindah ke sebuah rumah pekerja miskin di Meldemannstraße.<br><br>Saat Hitler tinggal di sana, Wina adalah tempat penuh prasangka agama dan rasisme.<br><br>Kekhawatiran bahwa Wina akan dipenuhi imigran dari Timur meluas, dan wali kotanya yang populis, Karl Lueger, mengeksploitasi retorika antisemitisme (anti Yahudi) untuk kepentingan politiknya.<br>Walaupun tidak ada bukti jelas kapan Hitler menjadi Antisemit, namun jelas lingkungan memengaruhi pola pikir Hitler.<br><br><strong>Perang Dunia I</strong><br>Hitler juga turut serta dalam perang besar ini dan menjadi pengirim berita.<br>Bahkan atas keberaniannya ia diberi penghargaan Salib Besi Kelas Kedua.<br><br>Pada 15 Oktober 1918, Hitler buta sementara akibat serangan gas mustar dan terpaksa diinapkan di rumah sakit Pasewalk.Di sana, Hitler mengetahui kekalahan Jerman, dan setelah mendapatkan berita tersebut, ia mengaku buta kembali.<br><br>Hitler menjadi jengkel karena upaya perang Jerman gagal dan karena itu pula perkembangan ideologinya perlahan terbentuk.<br>Terlebih lagi Perjanjian Versailles yang memperburuk keadaan ekonomi dan politik Jerman.<br><br><strong>Pembentukan Awal Hitler: Langkah Pertama Menuju Kekuasaan</strong><br><br>Setelah Perang Dunia I, Hitler pulang ke Munich. Disana ia bertemu Anton Drexler, pendiri Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional (NSDAP) dan tertarik dengan pemikirannya yang yang antisemit, nasionalis, antikapitalis, dan anti-Marxis.<br>Sebaliknya, Drexler terpukau dengan pidato Hitler dan mengundangnya masuk.<br><br>Sedikit demi sedikit Hitler mendapatkan dukungan dari pidatonya yang membara.<br><br>Alfons Heck, mantan anggota Pemuda Hitler, mendeskripsikan reaksi terhadap pidato Hitler: "Kami terbakar dengan kebanggaan nasionalis yang sudah mencapai tingkat histeria. Pada menit-menit terakhir, kami berteriak sekencang mungkin dengan derai air mata: Sieg Heil, Sieg Heil, Sieg Heil! Sejak saat itu, diri saya adalah milik tubuh dan jiwa Adolf Hitler".<br>Dan ya, setelah mendapatkan pasukan, Hitler menyatakan Perang Dunia II dan menyebabkan korban 11 hingga 17 juta jiwa.<br><br>Berikut aspek yang membuat Hitler ingin menjadi pemimpin&nbsp;<br>1. Situasi politik dan ekonomi Jerman setelah Perang Dunia I<br>2. Semangat Nasionalis&nbsp;<br>3. Keyakinan bahwa dia adalah pilihan takdir untuk memimpin Jerman menuju kehebatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-03 04:57:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2941331194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abraham Lincoln: Bapak Demokrasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2949730081</link>
         <description><![CDATA[<p>Hasrat Berkuasa. Hasrat ini kurasa ada hampir di setiap diri manusia. Satu, karena manusia pada dasarnya tidak menyukai yang namanya diperintah. Jadi, daripada diperintah lebih baik memerintah. Menyuruh-nyuruh, membentak-bentak, melakukan apa pun yang dimaui tanpa rasa bersalah atau takut. Kan pemimpin, tidak bisa salah.</p><p>Faktor yang kedua, manusia ingin berkuasa karena dengan kuasa itu mereka bisa mendapatkan akses ke banyak tempat dengan mudah. Karena penguasa disegani, maka orang-orang akan mempersilahkan orang yang lebih berkuasa untuk mendahului. Jadi ketika seorang penguasa masuk ke sebuah restoran yang sedang penuh oleh antrian makanan, mereka para penguasa akan sebisa mungkin didahulukan pesanannya. Ya jadi itu sebabnya banyak yang ingin menjadi penguasa.<br><br></p><p>Aku mengambil tokoh Abraham Lincoln karena aku melihat kalau Abraham Lincoln ini ambisius untuk berkuasa bukan karena dia ingin menjadi diktator yang semena-mena, tapi dia ingin ada keadilan bagi manusia kulit hitam. Ketika Abraham Lincoln muda atau dipanggil Abe melihat orang-orang kulit hitam dijual seenaknya, diperbudak seperti binatang, Abe bertekad menghapus hukum perbudakan ini. Dia melakukan sepak terjang yang luar biasa untuk menghapus perbudakan di Amerika. Abraham Lincoln di sini bukan orang yang ambisius yang ingin mendapatkan kekuasaan untuk digunakan seenaknya. Abraham Lincoln disini mengejar kekuasaan untuk melakukan yang sangat berdampak bagi kesetaraan manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2353054628/070d8729d58adaf536dee1177357d0bf/gambar.jpg" />
         <pubDate>2024-04-10 15:27:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2949730081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasrat berkuasa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2956093761</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Hasrat berkuasa</strong></p><p>Berwaspada lah bila menjadi seorang pemimpin, hati hati dengan pujian² yang orang lain berikan. Karena semua orang tidak ingin memiliki pemimpin yang sombong, dan seringkali pujian membuat diri kita sendiri sombong. </p><p>Seorang yang di kuasai hasrat berkuasa lama lama akan lupa tujuan sebenarnya dia berkuasa, bahkan tidak memedulikan tujuannya berkuasa. Tidak akan membiarkan orang lain berkuasa, selalu ingin dirinya berkuasa. Dan selalu memaksakan untuk dirinya menjadi pemimpin. </p><p><br/></p><p><strong>Hasrat berkuasa Prabowo Subianto</strong></p><p>Prabowo ingin berkuasa karena dia melihat kalau di Indonesia ini masih banyak kekurangan yang belum di perbaiki, dan Prabowo merasa dia mampu memperbaiki kekurangan² itu. </p><p>Tapi meski begitu, hasrat berkuasa prabowo tampaknya tidak terlalu besar, atau tepatnya prabowo tidak terlalu memaksakan dirinya jadi presiden.</p><p>Bukti² dari beberapa kalimat yang pernah Prabowo katakan:</p><p>"Saya mengerti apa yang sedang terjadi kepada bangsa kita ini. Saya paham bahaya-bahaya yang dihadapi bangsa ini. Karena itu, saya terus berjuang. Tapi di atas jalan yang benar. Di atas jalan undang-undang dasar," </p><p>"Saya maju, saya menawarkan diri untuk berbakti kepada negara, saya ingin diberi mandat, saya ingin untuk diberi kesempatan memimpin bangsa ini. Karena saya merasa bahwa saya paham," </p><p>"kalau rakyat tidak memberi saya mandat, ya tidak ada masalah."</p><p>"Iya kan, jadi saya maju, minta mandat, tidak dikasih ya sudah. Iya kan. Ada kesempatan lagi maju lagi, minta mandat lagi. Endak dikasih lagi. Iya kan," </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-16 03:36:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2956093761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasrat Kekuasaan - Jerremy Atticus Finch</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2956402902</link>
         <description><![CDATA[<p>Maaf jika ada salah kata ataw typo :) Mohon Maaf lahir batin</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2175054159/508d8d62c3dbdef446ce26624057968b/PR_LIBURAN_OURSELVES_TACI.pdf" />
         <pubDate>2024-04-16 07:19:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2956402902</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NvMXMXmnmxmxmvmx</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2956961127</link>
         <description><![CDATA[<p>Seorang yang memiliki hasrat berkuasa yang aku kisahkan kali ini bernama Danzo Shimura. Danzo adalah seorang yang lahir dari klan Shimura.</p><p>Dikisahkan, saat Danzo masih anak-anak, Konoha yang merupakan desa tempat ia tinggal--baru terbentuk; hasil dari perjanjian damai antara klan Uchiha dan Senju, klan Shimura sendiri bukan klan yang lemah sehingga memiliki keharusan untuk menduduki Konoha, tapi klan Shimura juga memutuskan bergabung dengan Konoha, begitupun klan Sarutobi yang merupakan klan dari teman kecil seorang Danzo.</p><p>Semasa kecil, Danzo terdaftar sebagai murid di akademi ninja yang diusung oleh Tobirama, di sana ia menemukan seorang teman bernama Hiruzen yang berasal dari klan Sarutobi. Singkat cerita, Danzo dan Hiruzen lulus dari akademi ninja, mereka menjadi angkatan awal yang lulus dari akademi ninja. Pada suatu saat, Danzo sempat melihat pertarungan antara dua pendiri Konoha yaitu Hashirama Senju dan Madara Uchiha, ia melihat Hashirama yang mengeluarkan jurus 1000 telapak tanga budha yang sangat dewa, dan pada saat itu Danzo terkagum pada kekuatan Hashirama dan memulai rasa untuk mendapatkan kekuatan.</p><p>Pada sebuah misi Perang Ninja ke 2, Danzo yang ditempatkan bersama Hiruzen, Kagami, dan dua orang lainnya yang diketuai Tobirama yang statusnya sudah Hokage/pemimpin desa--berada dalam situasi terpojok di mana salah satu dari mereka harus berkorban supaya anggota tim yang lain bisa kabur, pertanyaan tersebut pun terlontar dari mulut Tobirama, Danzo berusaha meyakinkan dirinya untuk mengorbankan diri, tapu di saat itu juga Hiruzen sudah memutuskan dia akan berkorban. Namun, pertanyaan Tobirama ternyata bukan ditujukan untuk mencari seseorang untuk dikorbankan, melainkan untuk mencari siapa yang akan menjadi Hokage berikutnya; Tobirama mengorbankan dirinya supaya anggota tim yang lain bisa selamat. Lalu, timbul perasaan kecewa dari Danzo karena tak mampu mengorbankan dirinya juga karena telah kalah dari Hiruzen yang terpilih sebagai Hokage berikutnya (Danzo mendambakan gelar Hokage).</p><p>Disingkat ajadeh, panjang bener. Nah, habis itu dilantiklah Hiruzen menjadi Hokage, dan karena Danzo adalah seorang yang dikenal baik oleh Hiruzen (dalam arti Hiruzen tau kemampuan Danzo), Danzo ditawarkan salah satu posisi tingkat atas di kepemimpinan Hiruzen. Dengan posisi itu, Danzo seringkali melakukan tindakan-tindakan yang melanggar moral meski untuk melindungi desa, dan dengan alasan itulah ketika pemilihan Hokage ke-4--Hiruzen tidak memilih Danzo, membuatnya makin kesal dengan Hiruzen. Tapi, bukannya melakukan cara bermoral untuk mendapat gelar Hokage berikutnya, Danzo terus menggunakan cara cara yang ia yakini--dan itu adalah cara-cara licik, berdarah, jauh dari kata damai, ia menjadi dalang dibalik pembantaian klan Uchiha, mengorbankan sekutu demi mengurangi ancaman desa, bahkan mau membunuh ninja dari desa sendiri yang diduga berpotensi menjadi ancaman bagi desa.</p><p>Begitu aja deh.</p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-16 14:27:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2956961127</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kisah Elizabeth I</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2957212817</link>
         <description><![CDATA[<p>(OMAGA)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/11iVNux0_9BKxqdNAvNSGZ4Y9JLxjrDL7hPxsyzbfYJ8/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2024-04-16 17:26:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2957212817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Pasrah</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2957993901</link>
         <description><![CDATA[<p>pasrah bgt, gtau mau cari tokoh siapa</p><p><br/></p><p>LATAR BELAKANG THANOS</p><p>menurut wikipedia sendiri thanos adalah penjahat super. Berwarna ungu, meninggal di film endgame 2019.</p><p><br/></p><p>maafkan karna aku sebenarnya ga tua hasrat ingin berkuasanya thanos ini dimana.</p><p>kelihatannya thanos berniat menghancurkan setengah populasi planet, dimana kalau kalian pikir pikir akan terlihat jahat, tapi thanos mempunyai alasan yang lumayan lah.</p><p><br/></p><p>kenapa si dia ingin menghancurkan setengah populasi planet?</p><p>dulu saat thanos tinggal di planet titan, dia melihat keseimbangan sumber daya yang mulai berlebihan, bagian salahnya adalah dia engga pakai cara yang benar, </p><p><br/></p><p>kalau menurutku dia seharusnya menggunakan cara seperti meningkatkan sumber dayanya, meminta bantuan dari planet lain atau apalah.</p><p><br/></p><p>SETELAH DIPIKIR PIKIR</p><p>kayanya aku 2 tokoh deh, soalnya si thanos tadi kurang menganut topik berkuasa</p><p><br/></p><p>Ouyang Feng ( pendekar pemanah raja wali)</p><p><br/></p><p>si Ouyang ini orang paling aku benci di dalam bukunya, sifatnya licik dan sangat jahat. dia mempunyai keponakan (yang sebenarnya adalah anak dari hubungan gelapnya) bernama Ouyang Ke yang ngga kalah jelek dan liciknya.</p><p><br/></p><p>dahulu kala ada 5 ahli silat terkenal dan kuat. 5 orang itu adalah Wang Chongyang, Hong Qigong, Huang Yaoshi, Duan Zhixing dan Ouyang Feng sendiri. Lalu ada buku tentang persilatan yang sangat sakti dan banyak ilmunya.</p><p><br/></p><p>nah lima orang sakti ini bertanding gunung hua untuk mendapatkan buku atau kitab tersebut, pertandingan itu di adakan kalau tidak salah 15 tahun sekali. </p><p><br/></p><p>Wang Chongyang memenangkan pertandingan dengan adil. tapi ouyang feng sangat licik, pada hari kematian Wang Chongyang dia menyergab ketempat kediamannya lalu berniat mencuri kitab tapi gagal karena Wang Chongyang cuma pura pura mati (konyol banget ga si?)</p><p><br/></p><p>Ouyang Feng ini sangat ingin menguasi dunia persilatan, ilmunya sangat tinggi dan kekuasaanya besar, tapi layaknya orang jahat, dia menggunakannya dengan cara yang salah.</p><p><br/></p><p>TAMAT</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/6bdgwW6B0ooer3r8AZ/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-04-17 05:19:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2957993901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisa Tokoh: Sherlock Holmes</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2958053957</link>
         <description><![CDATA[<p>Disclimer: analisa bisa jadi kurang lengkap karena bersumber dari buku-buku dan wikipedia saja</p><p><br/></p><p>Latar belakang tokoh: </p><p>Seperti kebanyakan dari kita tah, Sherlock Holmes merupakan detektif fiksi karangan Sir Arthur Conan Doyle. Karakternya terkadang sombong dan cenderung individualis. Namun Ia memiliki sahabat sekaligus penutur cerita-cerita detektifnya yang kita kenal bernama Watson.</p><p><br/></p><p>Mengapa Dia Ingin Berkuasa?</p><p>Dari cerita-cerita yang terbaca Sherlock tidak pernah ingin berkuasa di atas massa yang besar. Tapi ia ingin bisa berkuasa dari tiap-tiap kasus yang ditanganinya. Dengan kata lain ia ingin berada di atas angin supaya dapat menjebak dan mengatur oknum-oknum yang dianggapnya bersalah. Secara tidak langsung Hasrat berkuasanya membantu mencegah kejahatan yang lebih parah.</p><p><br/></p><p>Bentuk tindakan menampilkan hasrat berkuasanya?</p><p>Pada kasus Gadis Pengendara Sepeda, ia berkamuflase jadi penduduk setempat supaya tidak ketahuan dan dapat mencari informasi mengenai seorang pembunuh dan menguasainya. Di kasus Kotraktor dari Norwood ia bersandiwara sedemikian menjadi pacar pembantu penjahatnya agar dapat mendikte penjahat itu masuk dalam perangkapnya. Jadi kurang lebih Sherlock ingin berkuasa dan mengatur target-targetnya.</p><p><br/></p><p>Apakah dia berhasil berkuasa?</p><p>Karena cerita fiksi, tentu saja iya, meskipun tidak selalu.</p><p><br/></p><p>Dampak dari hasrat berkuasanya?</p><p>Mengalahkan para penjahat fiksi. Dan tentu saja memuaskan akal budinya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0d/Statue_of_Sherlock_Holmes_in_Edinburgh.jpg" />
         <pubDate>2024-04-17 06:05:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2958053957</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas menganalisa hasrat berkuasa tokoh </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2958738568</link>
         <description><![CDATA[<div>Yang nonton/baca Harry Potter pasti tau Hermione Granger, dia seorang witch yang di bilang 'mudblood' (kalo di dunianya Harry Potter itu mudblood artinya darah lumpur kek penyihir yanga lahir di keluarga yang bukan penyihir). Seperti yang sudah diketahui banyak orang dia punya teman bernama Ron dan Harry. Bisa di bilang dia adalah murid yang pinter banget di Hogwarts (sekolah sihir di London) semua buku dia baca, mau yang gede mau yang kecil.&nbsp;</div><div><br></div><div>Aku hanya menemukan hasrat berkuasa Hermione di buku 1 dan 2. Dari yang aku analisa hasrat berkuasa nya tidak terlalu besar. Dia anoying, merasa bahwa di lah yang paling pintar (padahal emang pintar) tapi setelah buku tiga dia mulai semakin bijak&nbsp; dan mulai tau harus mengutama kan ego atau tidak&nbsp;</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099240880/a20a9937832d3bf88ce53273189557e2/1000099071.jpg" />
         <pubDate>2024-04-17 15:02:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2958738568</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kekuasaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2958738659</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertama sebelum memulai, harus ku katakan ini lebih ke tentang sejarah agama islam dari pada narasi.</p><p><br/></p><p>Sebagai mana sebagian dari kalian tahu, bahwa nabi Muhammad S.A.W adalah nabi termulia yang pernah ada di sejarah islam, semua tentu punya musuh, termasuk sang nabi bahkan paman sang nabi pun ikut menentang, salah satu musuh besar nabi adalah abu sofyan. </p><p><br/></p><p>Nah karna itu banyak lagi silsilahnya kita skip aja</p><p><br/></p><p>Bapak  : Abu sofyan - Muhammad</p><p><br/></p><p>Anak :    Muawiyah   - ali</p><p><br/></p><p>Cucu :       Yazid        - Husain</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Sekarang kita bahas tentang Yazid. </p><p>Sejak turun temurun dari 3 generasi mereka terus bermusuhan. </p><p>Yazid diangkat oleh muawiyah untuk menjadi pernerusnya, padahal muawiyah sudah menjanjikan kepemimpinan tersebut kepada sayidinah ali ( padahal dia sendiri yang rebut darinya setelah nabi meninggal )</p><p>Sampai sayidinah ali meninggal ( karna di bunuh dalam keadaan sholat saat sedang</p><p>sujud ) Setelah yazid diangkat imam Husain berkali2 meminta janjinya utuk ditepati, tetapi bukanya ditepati, yazid malah mengancam menyuruhnya untuk menjadi pendukungnya </p><p><br/></p><p>Iklan</p><p>Latar pebelakang yazid:</p><p>Suka berzina</p><p>Suka mabuk/ minum2</p><p>Kasar</p><p>Sadis</p><p>Brutal</p><p>Angkuh</p><p>Sombong</p><p>Egois</p><p>Dengki ( tentu saja termasuh b*do* dll )</p><p><br/></p><p>Atau tidak ia mengancam menginjak kepala iman husain yang terpisah dari tubuhnya. ( kisah tentang bagaimana terjadi nya melanjut jika ada narasi lagi yang bisa berkaitan )</p><p>Singkatnya yazid menang melawan imam Husain dan keluarganya ( yang biasanya keturunanya disebut said, atau lebih gampangnya marga2 sperti assegaf, almudor, alidrus, alatas dll )</p><p>Tetapi kemenangan tersebut tidak berlangsung lama karna Allah S.W.T mengutuk siapapun yang ikut turun tangan untuk membunuh keluarga imam Husain. Pada akhirnya mereka hidup dalam ketakutan yang tidak puas, lebih tepatnya gila beneran gila secara mental, fisik ataupun pikiran.</p><p>Dan sekarang kuburan yazid sudah dilupakan, malah ada beberapa orang mengatakan bahwa makamnya di jadikan sampah di pasar arab entah dimana. ( seneng bangt pas dengar part yang kuburanya di jadiin sampah)</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Sekian terimah kasih : )</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 15:02:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2958738659</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iracebeth, the queen of hearts</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2958766485</link>
         <description><![CDATA[<p>The Queen of Hearts adalah seorang karakter ciptaan tim burton, tapi kali ini aku akan membahas yang muncul di alice in the wonderland live action.</p><p>The queen of hearts tumbuh di kota witzend, dia anak pertama dari dua bersaudara perempuan. Suatu ketika, Iracebeth (nama asli queen of hearts) bertengkar dengan adiknya, yang telah berbohong kepada ibunya, dan membuat iracebeth dihukum, ujung ujungnya iracebeth lari keluar dari istananya di tengah salju, terpeleset dan membentur kepalanya, itu membuat kepalanya membengkak tak normal, dan ia mulai mempunyai masalah dengan emosinya.</p><p><br></p><p>Spoiler warning hehe</p><p><br></p><p><strong>Mengapa The Queen of Hearts haus kekuasaan?</strong></p><p><br></p><p><em>Deniment of her right to rule—&nbsp; </em>Ketika Iracebeth mencapai umur, acara pemahkotaan di gelar. Mahkota disiapkan, orang orang dikumpulkan, dan pesta di siapkan. Namun ketika sudah waktunya untuk menaruh mahkota di kepalanya Iracebeth, mahkotanya tidak muat dan akhirnya hancur. Semua orang menertawakan kebesaran kepalanya yang membuat mahkotanya patah, itu membuat Iracebeth marah dan menyuruh semua orang di penggal. Marah mendengar perkataan iracebeth, ayahnya memutuskan agar yang berkuasa adalah adiknya.</p><p><br></p><p><em>Her desire for love— </em>Iracebeth merasa bahwa tidak ada yang mencintainya, karena adik perempuannya membuat kepalanya bengkak, orang tuanya tidak memberikan pengertian dan simpati, dan orang orang menertawakannya. Ini membuat dia berpikir bahwa&gt;&gt;&gt;&gt;</p><p><br></p><p><em>Lack of love led her to believe that fear is better than love, and power = fear— </em>karena ia merasa tidak ada yang mencintainya, ia memastikan semua orang takut kepadanya, ia merebut kekuasaan dari adiknya, dan semua orang yang tidak menurutinya atau membuatnya marah, akan dipenggal.&nbsp;</p><p><br></p><p>Untuk lebih banyak informasi<br>Silahkan nonton alice in the wonderland sendiri<br>Terimakasih sudah membaca tulisanku ini</p><p>Jadi disini saja, ku akhiri.</p><p>Terimakasih banyak sudah disini</p><p><br><br></p><ul><li><p>Athar (P.S makasih tan udah ngasih alesan buat nonton alice in the wonderland pagi pagi😁)</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 15:23:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2958766485</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keinginan bermasyarakat</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2963628314</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi katanya ada keinginan yang membuat kita ingin "saling mendengar suara masing-masing, melihat wajah satu sama lain dan juga saling berbuat baik." (keknya di ourselves lebih bagus dari ini deh, indah banget gitu deh pokoknya)<br><br>Kita ingin berkumpul, entah itu dengan teman atau kerabat. Katanya, akan lebih menyenangkan kalau berkumpul dengan mereka yang segagasan dengan kita. <br><br>Ngga ada salahnya sih jika sesekali berada dalam lingkungan ini, tetapi sekali-kali kita juga perlu berkumpul dengan mereka yang tidak segagasan dengan kita. Kek, mendengarkan apa yang mereka sampaikan karena setiap orang pasti punya hal menarik untuk disampaikan. <br><br>Jadi ada cerita tentang Sir Walter Scott, dimana Ia mencoba mengajak bicara orang yang duduk bersebelahan dengannya di kereta kuda. Naasnya, orang itu tidak mau berbicara. Jadi Sir Walter menyerah terus nanya "Kamu bisanya bahas apa?" "Sol sepatu" terus lucunya, hal itu jadi topik pembicaraan paling menarik yang pernah dialami Sir Walter. <br><br>Katanya kita harus punya minat terhadap topik yang luas. Ada cerita tentang ratu yang didatangkan berbagai jenis orang mulai dari pelaut, ahli botani, sejarawan, dst. Nah hal ini supaya ratu kelak punya pengetahuan yang cukup banyak tentang beragam topik, lantas menjadi pembicara yang baik. <br><br><strong><mark>BAHAYA</mark></strong><br>Bahayanya dalam keinginan untuk bermasyarakat ada 2. <br><br><strong>1. kita menjadi angkuh. </strong><br>Ada orang yang sengaja bergaul dengan orang lebih rendah dari mereka supaya disanjung dan dianggap tinggi. <br><br><strong>2. Setiap hari mengobrol sana-sini, tanpa melakukan hal yang bermanfaat. </strong><br>Berlari sana-sini, ingin melihat dan dilihat, ingin bicara + diajak bicara, orang sampai tidak punya waktu lagi untuk melakukan hal bermanfaat. Padahal hal ini membuat pikiran mereka kurang terasupi secara benar dan kekurangan sumber daya. <br><br>Hahaha, setuju sih. <br>Mungkin ada yang berkata, "Maksudnya gimana 'kurang terasupi secara benar', kan ketika berbicara dengan orang kita juga mendapatkan insight baru!" Iya sih, tetapi tidak sebanyak/se-efektif ketika kita membaca buku misalnya, belajar, ya pokoknya fokus mencari ilmu itu. <br><br>Ada komunikasi dua arah yang memang menambah pengetahuan kita, tetapi harus diimbangi dengan pengetahuan akan banyak hal tadi, seperti kata CM. <br><br>Lagian, bagaimana caranya mendapatkan komunikasi dua arah yang bertahan lama kalau kita tidak tahu apapun tentang topik yang sedang lawan bicara kita diskusikan? Lama-lama ntar jadinya satu arah, kita bagian pendengar doang tapi tidak bisa ikut membagi ilmu. <br><br>Yah, tidak ada salahnya sih sebenarnya jika menjadi pendengar selama beberapa situasi. Bahkan dikatakan CM, "lebih sulit mendengar daripada berbicara." <br><br>Seingatku habis hasil diskusi kemarin, mendengar berarti kita harus fokus, jadi menghargai pembicara (meski yah, terkadang ada bagian ketika topik itu tidak menarik minat kita. Kita bakal bisa tetap mendengarkan kok kalau kita menghargai pembicara tsb). <br>-<br><strong><mark>1. Seberapa besar hasrat bermasyarakat (a.k.a keinginan bergaul) dalam diri kalian?</mark></strong> </p><p>Aku suka bergaul sih, apalagi offline. Aku mengkategorikan ada 3 jenis orang yang aku semacam <mark>"kasi prioritas sepertinya seru/penting untuk berteman"</mark>:<br><br><strong>1. orang yang pas ketemu bikin aku ngerasa "wah"/terkesima.</strong> </p><p>Bisa jadi apa saja, mau itu baru ketemu atau sudah lama. Entah karena diajak duluan (aim sori, aku seringnya tidak berani soalnya🙏), karena gerak-geriknya yang terbuka atau bahkan karena pemikirannya yang menurutku wah atau gimana. </p><p><br/></p><p>Wah, kalau gitu reflek langsung "ARGH AKU MO TEMENAN JUGA SAMA DIAA, AJAK AKU NGOMONG DONG"<br><br><strong>2. Yang sering ketemu/satu komunitas (kek anak-anak di Ourselves secara general, anak-anak CM, dst)</strong><br><br><strong>3. Yang jarang/tidak pernah ketemu. Tidak bisa menebak sifat orangnya bakal seperti apa, apalagi kalau ditambah sibuk sendiri. </strong>Tambah misterius deh.<strong><br><br>2. Orang seperti apa yang kalian merasa ingin bergaul dengan mereka?</strong></p><p>Balik ke poin 1.1. <br><br><strong>3. Bagaimana kalian mengontrol keinginan bergaul kalian agar tidak terjerumus menjadi bahaya?</strong></p><p>Nah, dulu aku pernah sih kena bahaya yang berbicara terus sampai tidak bisa melakukan hal bermanfaat. Rasanya kek, sayang aja gitu (ngga mau pulang/selesaii, ada yang ampe berminggu-minggu) tapi di sisi lain aku butuh belajar, butuh mengerjakan deadline yang banyak ditunda 💀💀<br><br>Solusinya ya aku bilang, "eh aku lagi ada ini, ada itu, lanjut kapan-kapan yak." Minta pengertian. Terus saat mereka melakukan hal sama ya aku juga mesti memberikan pengertian. <br><br>Karena aku mendadak sadar kalau hidup ngga hanya berputar pada apa yang aku lihat pada temanku saja, dia pasti juga punya tugas, punya masalah yang mesti dibereskan.<br><br>So yeaa, memang kita tidak bisa bertemu sebanyak itu, tapi karena itulah kita berusaha membuat setiap pertemuannya berarti/kita berdua sudah bersenang-senang. Memastikan kita sudah mengatakan apa yang ingin kita katakan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/5kxOQDA9AcuNQXHvg5NpX4?si=2bb043943ebf4904" />
         <pubDate>2024-04-21 23:15:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2963628314</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22/O4. </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2964160300</link>
         <description><![CDATA[<p><br><br>Gopar. Siapa yang tidak familiar dengan nama nya? Salah satu pengedar narkoba yang nama dan bisnis nya sudah menggurita di beberapa tempat di kota bandung. Ia dan dan dua adiknya adalah pengedar narkoba yang bisa di bilang cerdik dan licik dalam menjalankan bisnis haram nya ini. <br><br>Karna pada masa awal mereka menjalankan bisnis warisan ibu mereka ini, ketiganya berhasil menjebak pemasok narkotika mereka dan merebut wilayah kekuasaan kelompok lain dengan cukup mudah. Yang tentu saja, membuat kelompok kelompok lain ini merasa terancam dan cenderung memusuhi ketiganya, terutama Gopar yang adalah otak dari bisnis mereka itu. <br><br>Karna di musuhi banyak orang, beberapa kali surat ancaman dan teror datang di depan rumah Gopar yang saat itu sudah menikah dan memiliki keluarga nya sendiri. Mulai daei pisau yang tertancap di depan pintu nya, surat di kotak berisi mayat tikus, dan coretan darah babi di rumahnya (kalau aku engga salah ingat). <br><br>Seluruh ancaman yang di terima nya, semuanya hampir serupa. Meminta Gopar dan kedua adiknya untuk mundur dari beberapa wilayah yang mereka kuasi pasar nya. Yang dulunya mereka rebut dari kelompok lain. <br><br>Tapi hal itu pun tentunya tidak di pedulikan Gopar. Ia terus melanjutkan hidupnya tanpa peduli banyak nya surat ancaman yang datang, sangat percaya diri kalau semua itu hanyalah gertakan, meskipun perlahan lahan ancaman nya menjadi sedikit serius dan dia pun menjadi sedikit resah. <br><br>Dan benar saja, hal buruk memang terjadi padanya dan adiknya tak lama setelahnya. Ancaman itu memang bukan sebuah gertakan sedari awal. Gopar berakhir sekap oleh peneror nya, dan di masukan penjara bersama dengan salah satu adiknya untuk beberapa waktu yang lama karna tidak mau menuruti perintah dalam teror itu.<br><br><br>****<br><br><br>Nah kalau harus di tulis secara singkat, kira kira begitulah cerita Gopar dalam buku Bandar yang aku mau <em>highlights</em> untuk narasi ini. Bagian di mana ambisi untuk berkuasa dan sukses milik Gopar tampak jelas terlihat lewat aksinya. Bagian di mana ambisi nya juga itu berakhir membawanya ke balik jeruji besi. <br><br>Memang sih, pada akhirnya, ketika bebas Gopar tidak jera dan masih saja melanjutkan bisnis haram nya itu sampai usianya menyentuh kategori tua. Tapi alih alih menjadi makin bahagia karna kesuksesan nya itu, Gopar justru kembali di buat kecewa karna putra tunggal yang di harapkan nya bisa meneruskan bisnis nya justru menolak dengan keras dan memilih untuk berkuliah hukum. <br><br>Yang tentunya sangat berlawanan dengan ayahnya. <br><br>Bukan tanpa alasan kok, Parlan (<br>— anak Gopar — menolak mentah mentah warisan ayahnya itu. Parlan sudah sangat muak dengan semua narkotika yang ada di sekitar nya, sudah sangat muak juga dengan kehidupan gang Somad yang semua nya juga berputar di benda haram dagangan ayahnya. <br><br>Singkatnya, Parlan muak hidup di dunia milik ayahnya yang sangat menyesatkan itu. Sehingga keinginan untuk pergi dan memulai hidup baru di tempat yang sangat asing untuk nya pun perlahan lahan tumbuh. <br><br>Sebenernya, setelah aku baca bagian akhir dari buku nya ini, aku jadi agak sedikit miris. Karna kasian juga yaa, sudah susah susah bangun bisnis sampai jadi besar begitu, pakai masuk penjara pula, malah berujung sia sia karna anak nya ogah jadi pewaris. <br><br>Tapi yaa hal buruk kan memang selalu berakhir buruk, jadi mau kasihan ya sedikit percuma karna dari awal memang Gopar yang bersikeras meneruskan bisnis ibu nya dengan embel embel menghargai perjuangan ibu mereka. Perjuangan agar keluarga nya bisa keluar dari lingkaran kemiskinan.<br><br><br>ps : tulisan ini aku buat cuma berdasarkan narasi lama ku tentang buku ini, dan bagian bagian yang stuck di otak aja. jadi beberapa bagian di narasi nya ini mungkin ada yang salah, jadii tolong di maklumi yaa. <br><br><br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-22 06:14:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2964160300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>29 | Hasrat Bermasyarakat/ Bergaul</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2965735755</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Narasi</strong> [[]] Semakin bertambahnya hasrat yang dibahas aku merasa semakin mengerti kerja/ definisi akal budi di sini. Sependek yg kutangkap aku menyimpulkan akal budi disebut akal budi karena deretan hasrat, rasanya tanpa hasrat-hasrat tidak ada namanya akal budi. Apakah aku sudah tepat?</p><p><br/></p><p>Hasrat bermasyarakat sendiri mengisi akal budi dari obrolan dan diskusi dengan manusia lain. Dan seperti hasrat ingin dipuji, ia sudah ada sejak kita kecil. Kata oma CM jika kita bisa mengobrol dengan orang-orang pertama dalam bidangnya, asupan akal budi bisa melonjak berkali lipat. Namun jangan terlalu ke kanan juga, mengobrol dengan orang yang bukan artis, akademisi atau seniman tidak berarti jadi tidak berguna, karena setiap orang pasti punya bagian menariknya sendiri.</p><p><br/></p><p>Kita sebaiknya bersiap-siap jika suatu saat dihadapkan dgn manusia-manusia yg hebat. Bersiap akal budi, bersiap utk berdialog, dan bersiap sejumlah pengetahuan. Seperti diriku, aku merasa lebih tergugah ketika berbicara tentang buku dengan orang yang sudah pernah baca--meski baru beberapa, bukan malah orang itu bertanya "seperti apa buku itu?". Nah, pengetahuan seperti itu yg aku rasa disinggung CM. Kemudian bahayanya hasrat ini ada di dua titik: terlalu sering bergaul dan jarang sekali bergaul.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong> [[]] Bagian hasrat ini mengingatkanku lagi untuk mengusahakan skill bargaul dengan orang asing, tidak sering individualis di tempat-tempat publik, dan aktif membuat relasi dengan orang baru. Selama ini yang menghalangiku adalah inisiatif memulai dan pikiran-pikiran menakutkan yg belum terjadi. Padahal aku ingin sekali mengamati dan bertukar pikiran orang-orang itu. Jadi situasi sekarang ini aku lebih rawan terjatuh pada bahaya jarang bergaul </p><p><br/></p><p>Kalau bisa aku ingin bergaul dengan orang dari berbagai kalangan. Katanya sih introvert cuma entah kenapa aku betul-betul ingin mengetahui cara pandang semua orang--jika memungkinkan. Tapi jika memang harus dikerucutkan ada pada lima kelompok ini: pembaca, penulis, filsuf, sejarawan dan budayawan. Eh tambah satu lagi, anak-anak dibawah 10 tahun.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-23 04:03:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2965735755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasrat bergauls</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2965780490</link>
         <description><![CDATA[<p>Hasrat bermasyakarak adalah hasrat yang kita ada ketika kita iingin berteman. Hasrat ini bisa membantu kita untuk meneropong dunia lebih jauh, melalui teropong orang lain. </p><p><br/></p><p>1. Seberapa besar hasrat bermasyarakat (a.k.a keinginan bergaul) dalam diri kalian?</p><p>Rasa ingin bergaulku cukup tinggi. beberapa teman saja tidak cukup untukku, aku sering bingung sendiri jika berada di sekumpulan orang, namun tidak bergaul. </p><p> </p><p>2. Orang seperti apa yang kalian merasa ingin bergaul dengan mereka</p><p>Jujur aku sebenarnya bukan tipe pemilih banget. Tapi bisasanya aku suka bergaul ke orang2 yang memang aku bisa obrolin apa aja. mulai dari hal berat, sampai ringan. tapi kadang obrolan2 itu akhirnya terseimbangkan dengan adanya teman untuk obrolan berat, dan ringan.</p><p><br/></p><p>3. Bagaimana kalian mengontrol keinginan bergaul kalian agar tidak terjerumus&nbsp;menjadi&nbsp;bahaya?</p><p><br/></p><p>Aku berusaha mengatur waktu semaksimal mungkin, meski kadang juga masih terjerumus. Tapi kadangpun aku jga berhasil :)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-23 04:42:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2965780490</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 27 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2967464734</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada suatu keinginan lain yang hampir dimiliki oleh semua orang, yaitu keinginan untuk bermasyarakat/bergaul. Anak-anak kecil bahkan para balita sekalipun memiliki keinginan untuk bergaul ini, dan hal itu dibuktikan dengan mereka yang senang bermain dan berbincang dalam bahasa bayi bersama. Lalu para pria dan wanita dewasa juga senang berkumpul dalam pesta-pesta, dan bahkan suku-suku asing juga senang berkumpul dengan duduk melingkar dalam diam bersama-sama. Semua hal itu didasari oleh satu hal, yaitu dengan melihat wajah dan mendengar suara satu sama lain hal itu sudah menimbul suatu kebahagiaan untuk kita. </p><p><br/></p><p>Meskipun terdengar baik, tetap saja hasrat ingin bermasyarakat ini mempunyai setannya sendiri. Bahaya ini seringkali menimpa orang yang angkuh dengan kecendrungan untuk mencari teman yang lebih "rendah" daripada dirinya, agar ia sendiri bisa bersinar. Lalu yang aku ingat juga adalah tentang orang-orang yang mau berteman hanya dengan kelompok mereka sendiri, dan sahabat karib mereka sendiri. Ini bukanlah hal yang bijaksana, karena alih-alih mengambil bagian dalam kepentingan dunia yang lebih besar, kita malah mengurung diri dan berkumpul hanya dengan yang sefrekuensi dengan kita.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><ul><li><p>Seberapa besar hasrat bermasyarakat (a.k.a keinginan bergaul) dalam diri kalian?</p></li><li><p>Orang seperti apa yang kalian merasa ingin bergaul dengan mereka</p></li><li><p>Bagaimana kalian mengontrol keinginan bergaul kalian agar tidak terjerumus menjadi bahaya?</p></li></ul><p><br/></p><p>Seperti yang aku ceritakan di kelas kemarin, aku merasa bahwa hasrat bermasyrakatku tidak sebesar orang-orang yang diceritakan dalam materi ini. Aku tipe orang yang berteman atau bergaul jika ada orang yang mengajakku ngomong, kenalan, atau berteman duluan. Aku bukan tipe yang senang bergaul dengan semua orang secara bebas, atau hahaha hihihi dengan orang yang aku belum kenal dengan dekat. Aku lebih suka berada bersama dengan orang-orang yang memang aku nyaman dan kenal dekat dengan mereka. Mengapa begitu? Menurutku hal itu dikarenakan aku yang takut dianggap sokab dan sok asik dengan orang lain. Karena itu aku bakalan nunggu ada yang ngajak temenan dulu baru aku bakalan bisa temenan sama mereka. Eh tapi jangan pikir aku anak anti social yang kuper ya :D</p><p><br/></p><p>Aku bisa dan ingin berteman dengan orang yang pintar mencari topik duluan. Aku merasa bahwa aku adalah orang yang awkward dan seringkali kehabisan topik jika sedang bersama orang yang pendiam. Karena itu aku membutuhkan teman yang mempunyai banyak ide topik, agar percakapan kita juga bisa terus mengalir. </p><p><br/></p><p>Dan bagaimana aku bisa mengontrol diriku sendiri agar tidak jatuh dalam bahaya, adalah dengan menjaga agar jangan sampai aku berteman terlalu dekat dengan orang-orang yang toxic hingga membuatku bisa jatuh ke dalam bahaya bergaulan. Lalu jika ada temanku yang melakukan sesuatu yang salah dan buruk, aku berusaha menjaga diri agar jangan sampai aku terbawa arus dan ikut-ikut mereka. Menurutku memang kita tidak boleh pilih-pilih teman, tapi terkadang pilih-pilih dengan siapa kita akan mendekatkan diri juga diperlukan. Jangan sampai lingkungan pergaulan dan pertemanan kita jadi toxic, hanya karena kita mau berteman dekat semua orang tanpa mempedulikan baik dan buruknya:) </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/026440e0e34fe4ae13c69a85c2274641/Aoharaido.jpeg" />
         <pubDate>2024-04-24 04:11:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2967464734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>hasrat bermasyarakat/bergaul</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2967586213</link>
         <description><![CDATA[<p>semua orang pasti suka bertemu teman-temannya. pria dan wanita pergi ke pesta untuk bermasyarakat, anak-anak laki-laki pergi ke sekolah dan mereka senang bertemu dengan teman sebayanya. beberapa orang bahkan cukup senang duduk diam diantara teman-temannya, hanya untuk melihat wajah mereka. </p><p><br/></p><p>BAHAYA-BAHAYA HASRAT BERMASYARAKAT</p><p>yang pertama, terkadang seseorang hanya ingin bermasyarakat dengan orang yang memiliki level lebih rendah darinya, karena ingin dipuji.</p><p>yang kedua, berlebihan hasrta bermasyarakat sampai melakukan segalanya untuk bermasyarakat, terus bermasyarakat dan tidak melakukan hal lain.</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>Refleksi</p><p>1. Seberapa besar hasrat bermasyarakat (a.k.a keinginan bergaul) dalam diri kalian? </p><p>Kalo di aku sih kayaknya nggak terlalu besar, tapi aku sendiri Masih bingung juga, soalnya aku Kan nggak terlalu suka bergaul tapi aku suka dengerin temen²ku becanda atau kalo mau tidur aku lebih suka ada suara, nggak sepi intinya, Dan aku juga kurang suka suasana sepi, suka sih tapi nggak suka kalo terus menerus sepi.</p><p>2. Orang seperti apa yang kalian merasa ingin bergaul dengan mereka</p><p>Aku ingin bergaul dengan orang yang punya hobi/kesukaan/keinginan yang sama denganku, Dan orang yang memberiku hak untuk berbicara Dan menghargaiku.</p><p>3. Bagaimana kalian mengontrol keinginan bergaul kalian agar tidak terjerumus menjadi bahaya?</p><p>Nggak Tau, kayaknya aku kekurangan keinginan untuk bergaul, jadi mendekati bahaya aja enggak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-24 05:56:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2967586213</guid>
      </item>
      <item>
         <title>masyarakat jaya jaya</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2969345005</link>
         <description><![CDATA[<p>keinginan untuk bermasyarakat kayanya cocok banget buat orang extrovert kaya akuh </p><p><br/></p><p>keinginan untuk bermasyarakat ini juga membantu kita untuk belajar mendengar kan orang lain, karena orang lain juga layak didengarkan</p><p><br/></p><p>(skip "Kita Belajar dari Masyarakat")</p><p><br/></p><p>"setan" dari bermasyarakat ini yang aku tangkap adalah kita kadang hanya mengajak bicara sesama kita, atau satu tema yang kita sama sama suka</p><blockquote><p> ingin melihat dan dilihat, ingin berbicara dan diajak bicara</p></blockquote><p><br/></p><p>Tugas:</p><p>Silakan narasikan materi di atas, lalu refleksikan tentang:</p><p>1. Seberapa besar hasrat bermasyarakat (a.k.a keinginan bergaul) dalam diri kalian?</p><p>= banyak bgt 8.5/10 </p><p><br/></p><p>2. Orang seperti apa yang kalian merasa ingin bergaul dengan mereka</p><p>= apa aja kayanya mau si, tapi kalau dipikir pikir lagi lebih enak kalau mengobrol dengan orang yang memang sudah satu frekuensi</p><p> </p><p>3. Bagaimana kalian mengontrol keinginan bergaul kalian agar tidak terjerumus&nbsp;menjadi&nbsp;bahaya?</p><p>= sejauh ini aku ngga merasa keinginanku untuk bergaul menjadi bahaya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/9mlhTFNmxWGkwKvNlL/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-04-25 07:16:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2969345005</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasrat masyarakat susah bgt</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2969539949</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari yang aku baca di narasi Ourselves pekan ini, aku melihat kalau sifat ini sangat berpengaruh kepada manusia, karena tentu saja manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia sangat senang kalau bisa mempunyai teman dan manusia akan sebisa mungkin tetap berteman dengan temannya. Aku baru menyadari seberapa pentingnya teman semenjak Covid menyerang. Ketika Covid menyerang kan otomatis aku selalu di rumah. Akibatnya aku jadi sangat bosan karena tidak bisa bertemu orang baru, hanya ketemu yang itu-itu aja. Jadi setelah pandeminya selesai, aku jadi senang ketika aku mulai ikut basket. Di tempat les basketku ini orang-orangnya kurang lebih sebaya semua dan obrolanku dengan mereka juga sefrekuensi. Ya itu contohnya.</p><p><br></p><p>Kalau pertanyaannya Tante Ayu seberapa besar keinginanku bermasyarakat? Keinginanku besar sih, Tan. Tapi bermasyarakat ku bukan yang bermasyarakat ngomong di depan umum. Aku lebih cari buat berteman.</p><p>Orang seperti apa yang ingin aku jadikan teman bergaul? Mungkin nggak dingin kalau diajak bicara sudah lumayan cukup.</p><p>Lalu bagaimana caraku mengontrol pergaulanku? Ini aku ambil dari pendetaku dalam hal memilih teman. Katanya, kita boleh berteman dengan siapapun, tapi kalau ada temanku yang nggak bagus kelakuannya, jangan kita jadikan sahabat. Jadi nggak apa-apa kalau teman kita buruk, tapi kalau mereka ikut ngajak kita nggak boleh ikut. (susah banget njelasin kalo nulis, nanti aja jelasinnya kalo bisa ngomong)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-25 10:11:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2969539949</guid>
      </item>
      <item>
         <title>19.04 | Hasrat bermasyarakat (bersosialisasi)</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2970546145</link>
         <description><![CDATA[<div>Keinginan untuk bersama, baik itu sebagai mitra, tetangga, teman atau rekan kerja. Kita sering melihat anak-anak kecil akan bermain bersama anak kecil lainnya, berjalan bersama membentuk seperti kelompok.<br>Keinginan ini sudah ada sejak zaman purba dulu, homo sapiens akan membentuk kelompok masyarakat untuk pertahanan diri.<br>Mungkin satu-satunya hal yang paling menyenangkan di sekolah ketika kita bersama dengan teman.<br>Mau itu berbincang, bermain bersama atau berkerja sama.<br><br>Kita bisa belajar dari masyarakat&nbsp;<br><br>Dengan berbincang dengan para cendekiawan, kita bisa menyerap ilmu-ilmu yang mereka pelajari.<br>Ini sangat bernilai, bayangkan jika kita tidak pernah mendapatkan informasi hanya dari pengamatan kita, akan ada banyak sekali informasi yang kita bisa lewatkan/tidak ketahui dan untuk bisa belajar semua hal akan memakan waktu sangat lama.<br><br>Tapi bagaimana jika kita berbincang dengan orang biasa?<br>Ada sebuah cerita menarik dari Sir Walter Scott<br>Ia mencoba berbincang dengan seorang pria.<br>Ia sudah mencoba berbincang tentang cuaca, politik, buku dan sebagainya tapi ia akhirnya putus asa dan bertanya balik "terus apa yang bisa kita bicarakan pak?"<br>"Sol sepatu" dan itu adalah percakapan yang paling menarik menurut Sir Walter Scott.<br><br>1. Seberapa besar hasrat bermasyarakat (a.k.a keinginan bergaul) dalam diri kalian?<br><br>Jika aku masih punya energi untuk itu, ya cukup besar. Menurutku menghabiskan waktu yang begitu lama untuk bersosialisasi dapat menghabiskan banyak energi. Sedangkan kalo dirumah saja energi itu akan terbendung.<br><br><br>2. Orang seperti apa yang kalian merasa ingin bergaul dengan mereka<br><br>Siapa saja asal orangnya baik, tidak melakukan hal-hal yang buruk dan mau untuk ngobrol, mau itu topik yang dalam atau yang random<br><br><br>3. Bagaimana kalian mengontrol keinginan bergaul kalian agar tidak terjerumus menjadi bahaya?<br><br>Choose your friend wisely<br>Jangan sampai karena keinginan untuk&nbsp; bergaul kita jadi salah pergaulan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-26 02:26:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2970546145</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi 28: cinta bermasyarakat</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2970927901</link>
         <description><![CDATA[<p>jadi jari bacaan kemaren kata ibu cm manusia itu senang bermasyarakat/sosialisasi seperti bayi yang bermain di tengah jalan dengan selusin makhluk seumurannya, berbincang dengan bahasa bayi, orang orang suku asing juga bisa berkumpul membentuk lingkaran dan mampu diem dieman selama 1 jam hanya untuk bertemu dan melihat wajar temannya.<br><br>mendiang ratu saat masih kecil sering di perkenalkan ke orang orang hebat seperti penyair, ilmuwan. sebelum sang ratu berbincang dengan orang orang itu ratu sudah membaca dan mempelajari apa yang diminati orang orang itu jadi bisa berbicang dengan mereka. jadi kalo kita ga ngerti apa apa tentang yang sedang dibicarakan oleh orang itu kita cuma bisa ngomongin cuaca (ga seru dong). rata rata kaum bangsawan itu dapat ilmu dari orang pertama, jadi mereka bisa belajar tentang astronomi dari astromon itu langsung, atau belajar tentang evolusi dari darwin nya langsung. <br><br>seperti cerita sir walter scott yang mau pergi dari london ke eighdenburg naik kereta kuda, dia duduk di sebelah orang yang ga mau ngomong. sir watler scott udah nanyain tentang cuaca, politik, buku dan si orang ini tetep ga mau ngomong sampai sir watler scott nanya ke orang itu "apa pembicaraan yang bapak minati?" dan si orang ini menjawab "kulit sol sepatu" dan akhirnya mereka memiliki suatu pembicaraan menarik tentang kulit sol sepatu. kalo aku di tanya "mau ga mulai pembicaraan dengan orang yang ga kamu kenal?" aku jelas akan menjawab "ga berani. takut. ntar orangnya kira aku sksd (sok kenal sok deket) lagi, kan ga lucu".<br><br>bahaya dari cinta bermasyarakat itu kata cm adalah rasa ingin disanjung tinggi, jadi ongobrolnya dengan orang yang tidak terlalu pintar dengan pembicaraan yang dibicarakan, bahaya lainnya adalah saking cintanya bermasyarakat dia jadi bisa menguasai jiwa manusia. kayak orang yang bergosip, dan orang yang berusaha keras aga dilihat, di ajak bicara, dan di perhatikan sampai sampai mereka jadi ngobrol sana sini sampai melakukan hal yang tidak berguna.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-26 07:58:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2970927901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Haaaaaaaaaaaaaaa</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2971106571</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu dari beberapa hasrat yang ada di diri manusia adalah hasrat bermasyarakat--yaitu hasrat yang membuat seseorang ingin menemui seseorang dan mengobrol dengannya, atau bahkan ingin ikut suatu kelompok dan bergaul dengan kelompok tersebut; hasrat yang membuat seorang manusia ingin beraktivitas dengan manusia lainnya.</p><p><br/></p><p>Namun ada pula hal-hal merugikan dari adanya hasrat bermasyarakat, yaitu; seseorang terlalu memilih orang dalam bermasyarakat, seseorang bisa saja terlalu banyak bermasyarakat sehingga mengabaikan kehidupan pribadinya; tidak ada waktu untuk ayah, ibu, kakak, adik, anak, dan yang terparah adalah dirinya sendiri.</p><p><br/></p><p><strong>Sesi brikutnyh</strong></p><ol><li><p>Tidak besar sepertinya, hasrat tersebut hanya bertahan ketika pembicaraan/aktivitasnya menarik</p></li><li><p>Yang mampu memberikanku keuntungan; entah kesenangan, pengetahuan, ketenangan, dan lain-lain.</p></li><li><p>Tidak bermasyarakat, dan ketika sedang bermasyarakat dan ada bau-bau ke hal yang buruk maka aku keluar/mencoba memperbaiki.</p></li></ol><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-26 11:22:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2971106571</guid>
      </item>
      <item>
         <title>27/O4. The Lords Of The Exchequer, The Desires (Part 2.)</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2971880340</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>• Seberapa besar hasrat bermasyarakat (a.k.a keinginan bergaul) dalam diri kalian?</strong></p><p><br/></p><p>Kalau dari sekala sepuluh, hasrat bergaul ku berhenti di angka tiga. Pas di angka tiga, tidak lebih tidak kurang. Kenapa? Simple nya, karna aku introvert yang kalau terlalu banyak bergaul, jadi mudah lelah dan kehabisan energi. </p><p><br/></p><p>Itu sebabnya, kalau bukan untuk alasan yang penting, aku lebih suka menyendiri atau bicara dengan satu atau dua orang yang memang sudah ku kenal dekat. Karna dengan begitu, proses perkenalan diri dan adaptasi bisa langsung ku lewati. Dan lebih sedikit juga energi yang di buang. :)</p><p><br/></p><p>• <strong>Orang seperti apa yang kalian merasa ingin bergaul dengan mereka</strong></p><p><br/></p><p>Kalau pertanyaan ini di ajukan untuk Dira tiga tahun lalu, mungkin yang bertanya sudah di kasih satu buku berisi detail dari kriteria orang yang mau di ajak nya bicara. Tapi kalau sekarang sudah jauh lebih sederhana, aku cuma berharap bisa bergaul dengan orang yang seru untuk di ajak bicara, bisa bercanda, dan bukan orang yang judge mental. </p><p><br/></p><p>Aku engga begitu bisa bercanda sih, tapi kalau punya teman yang humoris pasti seru engga sih? Apalagi yang punya topik bicara banyak, pasti bisa lebih seru lagi kalau sudah ngobrol berdua.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>• <strong>Bagaimana kalian mengontrol keinginan bergaul kalian agar tidak terjerumus menjadi bahaya?</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kalau yang di maksud dengan bahaya ini adalah bergosip secara terus menerus, di sini aku harus berterimakasih pada kepribadian introvert ku. Karna dengan energi yang mudah habis ini, kemungkinan ku untuk terjerumus menjadi sangat kecil. </p><p><br/></p><p>Karna kalau sudah lelah, aku pasti akan langsung mengasingkan diri. Atau belakangan ini lebih suka ku sebut sebagai, karantina mandiri.</p><p><br/></p><p>Yang berarti, aku menghabisikan beberapa hari untuk mungunci diri dari dunia luar dan menyibukan diri dengan buku buku, film, juga menulis, untuk mengumpulkan kembali energi ku.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-27 09:07:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2971880340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasrat berpengetahuan</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2975991382</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Semua orang memiliki hasrat berpengetahuan, sama halnya dengan hasrat lapar. Tapi hasrat berpengetahuan ini punya semacam kembaran yang tidak mirip, namanya hasrat ingin tahu. Ingin tahu mungkin lebih mirip Kepo, hasrat ingin tahu biasanya hanya ingin tahu dalam hal-hal kecil yang tidak terlalu penting.</p><p>Hasrat ingin tahu sama halnya seperti permen Dan kue tar, tidak apa-apa bila sekali Kali, tapi tidak baik juga kalau terus menerus memuaskan hasrat ingin tahu. </p><p>Hasrat berpengetahuan biasanya tidak dipuaskan dengan mudah, sementara hasrat ingin tahu hanya cukup Tau saj</p><p>a.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-01 00:05:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2975991382</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasrat Berpengetahuan, Rasa Penasaran</title>
         <author>nikeishazm</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2976328046</link>
         <description><![CDATA[<p>Katanya, ada hal-hal yang berharga untuk kita ketahui, ada yang tidak layak. Pengetahuan yang berharga itu ya seperti sejarah, sains, dst, sementara yang tidak layak itu adalah hal-hal yang bersifat remeh atau personal.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Contohnya, “ Di mana kamu membelinya?” atau “HAAH, KENAPA KAMU BERTENGKAR DENGAN DIA?” dan lain-lainnya. Rasa penasaran akan terpuaskan dengan hal-hal begitu tetapi itu pengetahuan yang kurang penting. Apalagi jika kita hanya “ingin tahu” tapi tidak memperdalam layaknya pelajaran sains atau sejarah. Hal-hal seperti itu sebaiknya tidak sampai menyibukkan kita. Yaa, anggap semacam kudapan/selingan saja.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Lebih baik bagi kita untuk menyibukkan diri dengan hal-hal besar atau penting. Seperti misalnya, pelajaran/llmu pengetahuan. Dengan begitu, akal budi kita terasupi makanan yang lebih bergizi lah istilahnya. Dengan pengetahuan akan banyak hal, kita jadi bisa membahas berbagai hal/topik yang luas, bukannya membahas hal-hal remeh. Iya ‘kan?</p><p>-</p><p><strong><mark>KOLOM OPINI</mark></strong></p><p>Menurutku menarik bagaimana Ibu CM mengatakan bagaimana “hal-hal personal (menyangkut kehidupan”) adalah hal remeh” Terus kita disuruh menjauhi hal-hal tersebut.<br></p><p>Sebenarnya, dulu aku pernah berpikir hal serupa. Aku merasa di kalangan orang yang kukenal semasa kecil, berbicara di belakang orang itu seakan hal wajar. Biasanya sih, mengejek di belakang tapi tersenyum akrab di depan, yang tentu saja membuat aku ketakutan masa itu.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Maksudku, gimana kalau mereka yang akrab denganku diam-diam melakukan hal serupa ke aku? IYA KAN? Jujur sampai sekarang diam-diam aku masih terselip pikiran serupa 💀&nbsp;</p><p><br/></p><p>Anw, jadi karena aku percaya hukum karma saat itu (KWKWK) aku berjanji dengan diriku sendiri kalau aku tidak akan membicarakan orang, terutama keburukan mereka. Awalnya sih mudah ya, kalau misalnya aku tidak suka dengan suatu hal dalam pribadi seseorang, ya aku simpan sendiri sebagai info “cukup tahu”.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Dengan kepribadianku yang saat itu mudah sekali dipenuhi rasa bersalah kalau sampai melakukan hal yang bertentangan dengan nurani, ya hal ini cukup izi lah. Ea.&nbsp;<br></p><p>Nah, terus setelah sekian lama aku menyadari satu masalah. Lama kelamaan aku susah sendiri juga. Sepertinya nggak mungkin aku bisa hidup tanpa membicarakan orang sedikitpun, yakin deh.&nbsp;<br></p><p>Entah ya, ada kalanya informasi itu<em> memang diperlukan </em>gitu.&nbsp;<br></p><p>Maksudku, bukannya kisah sejarah/biografi tokoh-tokoh terkenal itu juga sebenarnya juga membicarakan “orang”? Baik kisah cinta personalnya lah, atau keburukannya lah, jelas-jelas itu semacam “gosip dari masa lalu” YANG KITA UNGKIT-UNGKIT WALAU PULUHAN BAHKAN RATUSAN TAHUN TELAH BERLALU, HAHHAHAHA💀💀 (maaf capslock, bentuk penekanan)<br></p><p>Tanpa membicarakan/berdiskusi dengan orang tentang ORANG lainnya, kecil kemungkinan kita untuk menjadi bijaksana. Karena toh, salah satu hal dalam menjadi bijak adalah bagaimana kita bisa mengambil pelajaran menggunakan pengalaman orang lain, tanpa harus kita merasakannya sendiri.&nbsp;"oh gini perilaku yang tidak disukai orang" "oh gini yang tidak mesti dilakukan" dst.<br></p><p>Aku membayangkan, jika seandainya aku tidak pernah mendengar atau diberitahu mengenai berita orang-orang. Bisa jadi, aku tidak akan menjadi orang yang yah, bisa dibilang lebih bijaksana daripada aku di masa kecil. Yah apa ya, mereka juga yang membuatku menjadi aku yang sekarang.&nbsp;<br></p><p>Juga entah mengapa, setelah melepas uneg-uneg dengan teman yang kukenal baik–mau itu orang yang membuatku senang atau kesal, rasanya kek apa ya, kek adem, kek udah ngga ada emosi besar yang harus dilepaskan gitu. Entah ya, sejak dulu aku memang sering mendengar orang berkata begitu tapi tidak pernah sampai merasakannya, belakangan ini baru aku begitu.&nbsp;<br></p><p>Kalau dulu sih biasanya dialog sendiri. Kalau misalnya berdua gitu kan, bisa minta pendapat/saran. Mendengar perspektif mereka yang berbeda 180 derajat dengan aku. Jadi menurutku, tergantung niat sih. Niatnya untuk apa. Untuk menjelek-jelekkan, bergosip (yang diracik bumbu tambahan) atau bagaimana, kalau yang begitu aku biasanya langsung berusaha mengambil sikap netral, menunggu pembuktian. Aku setuju sih dengan sikap "cukup tahu" yang kemarin diucapkan Grace.<br></p><p><strong><mark>QUESTION</mark></strong></p><p>Ceritakan pengalaman kalian saat menemukan keasyikan dengan pengetahuan yang kalian dapat saat belajar!<br></p><p>AKUU LAGI SUKA FILSAFAT</p><p>Kadang, filsafat memang bikin pusing sih, tapi itu serunya💀&nbsp;</p><p><br/></p><p>Aku suka filsafat kecil-kecilan sih, kalau terlalu rumit kek mtk ntar, jadi rada malas HAHAH.</p><p><br/></p><p>Long story short, kemarin aku nonton terus katanya gini,&nbsp; “sebenernya nggak percaya itu sendiri adalah suatu kepercayaan lho" lgsung 😐&nbsp; WKWKWKW <br></p><p>Kata temenku kemarin, “filsafat itu emang kadang suka main bahasa, kerasa blibet tapi bermakna” bener banget emang.&nbsp;<br></p><p>Belakangan ini aku suka bertanya, kek mengkritisi perkataan orang per kalimat-kalimat yang keluar gitu. Kalau dulu sih, aku ya kek, ambil ide besarnya yang berusaha orang sampaikan tanpa mempedulikan kalimat-kalimat yang keluar secara spesifik, jadi nggak pernah nanya. Padahal kadang, ada kalimat-kalimat yang memang bisa menimbulkan “kontroversial” gitu.&nbsp;<br></p><p>Kaya misalnya idenya adalah “Gay itu tidak benar” nah, aku “memaklumi/menghiraukan” kata-kata seperti “Semua orang-orang gay di Indonesia harus dibunuh tanpa pandang bulu karena mereka irasional dan memicu perpecahan”</p><p><br/></p><p>Aku diam-diam saja karena aku setuju dengan ide besarnya, gitu, masalah itu mah dipikirin nanti. Padahal kalimat itu juga kek mesti dikritisi gitu. <br></p><p>Dulu aku merasa kek, kalau aku mengkritisi, bertanya, itu serasa kek aku sedang nyari gara-gara. Sampai sekarang, aku itu sering menemukan kek bagaimana di kelas luar komunitas CM, pertanyaan itu seakan sebuah senjata berbahaya yang digunakan untuk menyerang/mempermalukan seseorang/teman lain gitu (yang sedang menyampaikan gagasan), padahal harusnya nggak dipandang gitu–dan kita memang niatnya harus ngga gitu. Bukan untuk menjatuhkan tapi untuk mencari “yang benar”. Paham 'kannn?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-01 07:07:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2976328046</guid>
      </item>
      <item>
         <title>O5/24 : The Lords Of The Exchequer, The Desires (Part 2.)</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2976569711</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>The Desire of Knowledge.</strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Hasrat terakhir yang Oma Charlotte bahas kali ini, dikatakan nya sebagai sebuah hasrat yang benar benar penting bagi Akal Budi kita. Seperti pentingnya makanan untuk tubuh kita. </p><p><br/></p><p>Yaitu, <strong>Hasrat Berpengetahuan</strong>. Atau <strong>The Desire Of Knowledge. </strong></p><p><br/></p><p>Semua orang pasti memiliki rasa ingin tau tentang banyak hal, mulai dari hal besar sampai hal kecil, yang penting hingga yang tidak begitu penting. Di sub-bab ini, di bicarakan juga tentang dua jenis Hasrat akan Pengetahuan yang Layak dan Tidak Layak. </p><p><br/></p><p>Hasrat akan Pengetahuan yang tidak layak biasanya di sebut sebagai "rasa penasaran" Atau kalau sekarang lebih sering di sebut dengan 'Kepo'. Dia banyak mengajukan pertanyaan pertanyaan tidak penting, seperti ："Beli tas nya di mama" "Berapa kah Harga nya?" atau "Kenapa mereka tidak akur?" "Kok mereka putus?" Dsb. </p><p><br/></p><p>Memang sih, rasa 'Kepo' itu tidak selalu tentang hal hal remeh. Kadang juga tentang sains, atau sejarah dan seni. Tapi mereka hanya membawa kalian pada lapisan teratas dari hal hal tersebut, sebelum beralih ke hal selanjutnya nya. Tidak membuat siapapun punya keinginan lebih untuk mengulik lebih dalam tentang nya. Seperti Hasrat akan Pengetahuan yang sejati</p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Persaingan dan Cinta akan Pengetahuan. </strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Hasrat mulia yang satu ini, di katakan oleh Oma Charlotte sebagai hasrat yang terancam hilang jika sampai ada Hasrat lain yang mencoba mendominasi nya. Apalagi ketika Persaingan sudah mengambil alih. </p><p><br/></p><p>Orang orang bisa sangat menekuni sastra, matematika, sains, dsb hanya untuk hadiah dan peringkat yang di janjikan jika mereka mendapatkan nilai nilai tertentu. Padahal sebetulnya, Pengetahuan memiliki hadiahnya sendiri. Yang di simpan nya untuk orang orang yang menjadi penggemarnya. </p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Ceritakan pengalaman kalian saat menemukan keasyikan dengan pengetahuan yang kalian dapat ketika belajar. </strong></p></li></ul><p><br/></p><p>Aku.... Masih berusaha mencarinya :)))) </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/f07f3fef5b1a7586be98936bb0418f1b/e9345eec9894ae5845d296f51ccc2dd8.jpg" />
         <pubDate>2024-05-01 13:08:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2976569711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>yang ngegosip merapat nih</title>
         <author>noorainiprasetyawati</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2976687633</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa penasaran itu sebenarnya rasa ingin tahu, tpi dia tu ga pandang bulu. Semua info dimakan ae tuh, nah, dia ini ada dua jenis informasi. Pertama ialah informasi yang hitungannya cuil-cuil akan hal pribadi orang lain, atau informasi yang tidak penting akan sesuatu yang tidak penting juga. Ini bisa disebut sebagai ngegosip dalam beberapa aspek, walaupun kadang kepo ini juga ke hal yang bukan gosip, semisal random facts, atau kepikiran sesuatu dan penasaran sendriri. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kedua itu informasi yang digali bener-bener, informasi yang ditekuni jadi satu bidang sampai benar benar paham,informasi ini jadi lebih ke long term dan lebih berguna dalam berbagai aspek. Kalau orang itu tekun menjadi pemain catur maka dia akan belajar informasi tentang catur sampai dia benar benar bisa. Tapi kalau dia tekun sebagai juru masak, tentu belajar catur itu jadi side information aja, nggak yang berguna amat. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>dianggap disini informasi pertama itu kayak kue Tart, rasa enak, tapi bikin sakit, nah kalau banyak ngegosip kek, atau dapat info yang tidak membantu kita, nanti kita jadi malnutrisi juga. terlebih, seperti kalau habis makan sesuatu yang super manis dan enak yang lain jadi hambar? ya orang yang banyakin mbahas orang lain itu juga nantinya nggak doyan pengetahuan sejati lagi</p><p><br/></p><p>lalu ada juga bahasan tentang cinta pengetahuan yang sejati itu, yang di zaman nya CM aja udah mulai tergeser, jadi ya kalau seperti itu bayangkan sekarang ya? orang kadang belajar giat bukan demi tujuan haus pengetahuan yang terpenuhi, tapi lebih ke: haus pujian, haus prestasi, haus penghargaan, dan lain sebagainya. malah tidak demi pengetahuannya sendiri</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1507708236/574d1985e44d13829a2045cd63f1299a/images_3_3.jpeg" />
         <pubDate>2024-05-01 15:03:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2976687633</guid>
      </item>
      <item>
         <title>&quot;Did you hear that Sabrina Carpenter is dating Barry Keoghan?&quot;

</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977388180</link>
         <description><![CDATA[<p>Our mind needs to eat, just like our body. The quote I just mentioned on the title is also part of our mind's food. Even though it's not a nutritious one. As humans, we have the Desire&nbsp;of&nbsp;Knowledge, or easier called Curiosity, naturally. We fed them just like we fed Hunger. Sweets and cakes would satisfy Hunger, but it's not enough. We normally would actually eat real nutritious food, to keep ourselves healthy.&nbsp;</p><p><br/></p><p>As a normal teenager, I do eat 'sweets' too. However, I remembered some times when I dived deeper into 'real food.' For instance, when I was learning about sociology in a class. I found it very satisfying as well, even more than sweets.&nbsp;</p><p><br/></p><p>I feel like the Desire of Knowledge has helped me to learn new things or even old things I forgot about. I'm the type of person who would feel easily satisfied when I 'already know.' However, I found it as a problem. So I'm currently building my curiosity, or Grandma Charlotte called Desire of Knowledge. As my friend once told me "Curiosity is better than knowing."&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/oGhTcYcbhNwvgr81OZ/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-05-02 03:37:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977388180</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 28 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977434992</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu CM bilang bahwa hasrat berpengetahuan adalah salah satu hasrat yang sangat penting bagi akal budi, karena ia sama halnya seperti rasa kelaparan pada tubuh manusia. Semua orang mempunyai rasa ingin tau, namun banyak orang lebih memilih untuk mengisi rasa ingin taunya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan berguna. Hal-hal itu bisa berupa rasa penasaran atau kepo kepada berita-berita artis, gosip-gosip, dan berbagai macam hal lainnya. Hasrat berpengetahuan yang sebenarnya akan membuat seseorang mengenal dan memahami sesuatu dengan jauh lebih mendalam, tetapi rasa penasaran hanya akan membuat seseorang sekedar ingin tau tanpa memiliki keinginan untuk memahami lebih dalam.</p><p><br/></p><p>Yang aku pahami dari materi kemarin adalah, sebenarnya tidak apa-apa kalo orang mempunyai rasa penasaran untuk hal-hal yang remeh-temeh sesekali. Tapi sama halnya seperti bayi yang akan kesulitan menyukai sayuran kalo terlalu sering diberi permen, menurutku akan sulit bagi seseorang untuk mempunyai hasrat berpengetahuan yang sebenarnya, kalo ia terlalu berfokus pada hal-hal yang receh. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Story time</mark></strong></p><p><br/></p><p><em>Q: Ceritakan pengalaman kalian saat menemukan keasyikan dengan pengetahuan yang kalian dapat saat belajar!</em></p><p><br/></p><p>Buku-buku yang aku baca saat masih <em>year 1</em> kebanyakan masih berkesan banget buat aku sampai sekarang. Salah satu buku yang paling berkesan adalah buku berjudul <em>Our Island Story, </em>yang menceritakan tentang sejarah Inggris. Aku inget banget cerita tentang orang-orang Saxon, Normandia, Romawi, yang berusaha untuk mengambil alih Britania Raya. Cerita-cerita tentang William the Conqueror, raja Arthur, Aurellius Ambrosius, raja Alfred, Merlin, ratu Elizabeth I, dan kisah-kisah lainnya. Cerita-cerita itu tuh bener-bener membuatku jadi sesuka itu sama sejarah Inggris waktu <em>year 1</em>. Aku menemukan keasyikan setiap kali lagi membaca tentang sejarah Inggris bareng mama. </p><p><br/></p><p>Sebenarnya nggak hanya sejarah Inggris saja yang asyik menurutku, tapi hampir semua mata pelajaran yang berhubungan sejarah selalu terasa asyik buatku. Menurutku aku mendapatkan keasyikan saat lagi belajar dan membaca tentang sejarah, karena aku jadi merasa tau tentang apa yang terjadi di masa lalu. Aku jadi tau bahwa sejarah tuh sebenarnya dapat diartikan sebagai kejadian-kejadian atau peristiwa pada masa lampau yang terkait dengan kehidupan manusia. Lalu jika ada hal-hal buruk yang terjadi di masa dan terjadi lagi di masa datang, aku jadi bisa mempunyai gambaran bagai cara menghindari dan mengatasinya. Masa lalu itu tetap dan akan selalu seperti yang dituliskan dalam sejarah, berbeda dengan masa depan yang masih belum pasti akan bagaimana.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2113042740/f0093f2ff3c5c2efafecc77b9ea844de/______peachymims___not_mine__follow_me_for_more____.gif" />
         <pubDate>2024-05-02 04:20:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977434992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>24.04 | Hasrat Pengetahuan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977461249</link>
         <description><![CDATA[<p>hasrat ini adalah hasrat yang benar-benar penting untuk akal budi. Bagaikan hasrat kelaparan untuk tubuh, hasrat pengetahuan akan mencari ilmu dan melahapnya habis sampai ia mengerti.</p><p>semua orang ingin tahu (aku lebih suka tempe sih) tapi ada yang berguna dan berharga dan juga yang tidak.</p><p>pengetahuan apa yang tidak berharga?</p><p>Sebenarnya hasrat pengetahuan untuk hal yang tidak penting lebih disebut sebagai Rasa Penasaran.</p><p>misalnya penasaran dengan berita artis-artis yang tidak penting (atta halilintar makan pakai tangan😱😱😱😱)</p><p>gosip tetangga dsb</p><p><br/></p><p>rasa penasaran ini ibarat kue atau permen bagi tubuh.</p><p>b<em>egitu ya begitu, tapi jangan begitu amat.</em></p><p><br/></p><p><em>ceritakan pengalaman kalian saat menemukan keasyikan dengan pengetahuan yang kalian dapatkan saat belajar.</em></p><p><br/></p><p>saat itu aku menonton channel youtube <strong>Technology Connections</strong></p><p>dia membahas bagaimana kulkas yang baru ia beli memiliki sistem pendingin yang lebih effisien dibanding kulkas lainnya dengan harga yang jauh lebih murah (diukur dengan gaya hidup dia)</p><p>nah dia menemukan beberapa kelemahan ketika mengetes dengan mendinginkan banyak sekali barang (misalnya minuman dingin ditambah freezer) akhirnya dia menambahkan extension (kipas pendingin external dsb) ia pikir ini hanya penambahan kecil.</p><p>akhirnya ia jatuh ke lubang kelinci inovasi. ia terus mencari kelemahan dan menambahkan sampai akhirnya ia sadar, ia telah membuat kulkas yang hampir sama dengan pasaran, dengan harga yang sama.</p><p>hasil dari ekperimen, menambahkan dan pendataan.</p><p><br/></p><p>plot twist yang sangat mengejutkan 😱😱😱😱</p><p><br/></p><p>kalian bisa menonton video berdurasi 1 jam yang membahas kulkas ini dengan judul : <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="yt-simple-endpoint focus-on-expand style-scope ytd-rich-grid-media" href="https://www.youtube.com/watch?v=8PTjPzw9VhY&amp;t=2012s"><strong>This goofy fridge has a really clever design. It's also kinda terrible - </strong></a><strong>Technology Connections</strong></p><p><br/></p><p><em>"knowledge is power but sometimes ignorence can really be bliss"</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 04:43:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977461249</guid>
      </item>
      <item>
         <title>30 | Hasrat akan pengetahuan</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977708174</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Kalau tidak salah ini akan jadi hasrat terakhir yg ada pada akal budi. Hasrat berpengetahuan. Asal muasal kenapa kita penasaran akan segala sesuatu dan menagih sekian informasi untuk didapat. Hati-hati menempatkan hasrat ini, jangan sampai ia ditempatkan di pengetahuan sepele dan receh. Hasrat ini juga bisa tidak begitu baik jika dilatarbelakangi motivasi hadiah atau peringkat. Karena sejatinya menurut oma CM hasrat ini sudah bisa memuaskan dan memberi kegembiraan dirinya sendiri dan akal budi.</p><p><br/></p><p><strong>Ceritakan pengalaman kalian saat nenemukan keasyikan dengan pengetahuan yang kalian dapat saat belajar!</strong></p><p>Apa yaa. Yang baru beberapa hari ini terjadi mungkin pas belajar matematika. Meskipun cuma aljabar, sensasi setelah paham dan bisa ngerjain itu satisfied ngalahin keenakan nggak makan gelato 3 bulan dan habis itu nagih. "Kayaknya bisa deh tambah satu materi lagi". Gitu kurang lebih</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.myretrospect.com/wp-content/uploads/2021/04/little-autistic-Benjamin.jpeg" />
         <pubDate>2024-05-02 07:53:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977708174</guid>
      </item>
      <item>
         <title>abdul loncat loncat</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977830790</link>
         <description><![CDATA[<p>semoga aja ini hasrat terahkir, yaitu Hasrat Berpengetahuan. Hasrat ini sangat penting bagi akal budi.</p><p><br/></p><p>Hasrat ini memiliki 2 tipe, tipe pertama yang penasaran akan hal hal yang berhaga, dan yang kedua adalah yang penasaran akan hal hal receh, seperti kepo akan artis ini dan itu, orang ini dan itu dan lain lain. Tipe yang kedua ini disebut Rasa Penasaran. Tapi dikatakan kalau Rasa Penasaran ini hanya puas dengan mengetahui, tapi tidak dengan mendalami.</p><p><br/></p><p>Intinya (hehehehe) Rasa Penasaran ini bisa memuaskan , dia memberikan Akala Budi hal hal kecil dan dikumpulkan. Hal ini dibilang sangat di sayangkan bagi akal budi. Jika hal ini dibiarkan makal tipe 1 susah untuk di kembangkan (gitu gasi?)</p><p><br/></p><p>Banyak orang ahkir ini yang belajar, mengikuti ujian atau semacamnya hanya untuk hadiah, penghargaan atau semacamnya. Sebenarnya kata oma CM hadiah itu sendiri terletak di dalam pengetahuan yang dia pelajari bila dia sendiri menyukai pengetahuan yang dia pelajari. Lalu dibilang kalau itu membawa kita kebahagiaan.</p><p><br/></p><p>tapi kalo dipikir pikir kayanya susah deh untuk pengetahuan membuat kita bahagia</p><p>contoh : abdul sedang membaca sebuah artikel tentang gravitasi, lalu ketika sudah  menangkap isi  artikel itu dia loncat loncat gembira. </p><p>KAN GAMUNGKIN YA GES YAK</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/chzz1FQgqhytWRWbp3/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-05-02 09:45:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2977830790</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bagaimana hasrat pengetahuan menghancurkan dirimu; dalam jangka panjang sekitar 927 menit setelah kamu sadar akan hal ini.</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2978219821</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Hasrat Berpengatuhan</strong></p><p>Sebuah hasrat untuk mengetahui sesuatu, simpelnya gitu. Yang ga simpelnya: hasrat yang menjadi dasar atas segala perasaan untuk mengetahui sesuatu mulai dari yang ringan/tidak penting sampai yang berat/penting. Hasrat Berpengetahuan memiliki dua tipe, yang pertama adalah keinginan untuk mengetahui hal-hal tidak penting; yaitu yang tidak menjadi santapan akal, seperti menghitung jumlah pasir, mengetahui alamat influenza (cer) favorit luw, pokoknya segala keinginan mengetahui yang apa yang diketahuinya ga jadi santapan akal. Yang kedua adalah yang keinginan untuk mengetahui pengetahuan yang hakiki, kalau tidak salah dipersempit jadi hal-hal seperti sejarah, matematika, sains, dan lainnya, cuma kalo menurutku bisa apa saja selagi pengetahuan tersebut bisa jadi santapan akal, seperti: kamu ngitungin beras di sebuah karung karena penasaran, dan ternyata setelah tau hasilnya ada pencapaian lain yaitu merasakan proses panjang, pentingnya ketekunan, dan lain-lain (karang sendiri).</p><p><br/></p><p><strong>Sisi Lain Tulisan Ini</strong></p><p>Pada suatu waktu, aku belajar tentang bagaimana mencapai tujuan, dijelaskan dengan panjang lebar dan membosankan, namun ketika aku benar-benar mencoba memahaminya aku jadi senang dan merasa superior.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/7c921351b29039413803520d4fdf6450/drawing.png" />
         <pubDate>2024-05-02 15:21:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2978219821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>fomo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2979377372</link>
         <description><![CDATA[<p>Hasrat berpengetahuan atau bisa disebut rasa penasaran ini sebetulnya bagus untuk pertumbuhan Intelek, karena bisa membuat Intelek menjadi mempunyai keinginan untuk belajar. Tapi kalau penasaran ini terlalu berlebihan, yang terjadi adalah Intelek tidak akan mendapatkan pengetahuan yang besar atau berat, melainkan asupan yang mungil-mungil seperti camilan. Sebetulnya nggak kenapa-kenapa mencicipi camilan sekali-sekali. Tapi kalau kita sudah terobsesi dengan info-info yang tidak penting dan tidak mendesak, Intelek kita tidak akan bertumbuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-03 12:01:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2979377372</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keinginan bermasyarakat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2980681409</link>
         <description><![CDATA[<p>Semua orang mempunyai keinginan untuk bersama, tetangga tetangga berkumpul, bayi bermain bersama, anak kecil berlarian mengejar satu sama lain, anak sekolah semangat untuk pergi, karena nantinya ia akan bertemu dengan laki laki dan perempuan seumurnya di sekolah, bahkan kita para homeschooler membentuk komunitas kebersamaan. Semua orang membutuhkan kebersamaan, sosialisasi, komunitas, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Maka dari itu semua manusia pasti mempunyai keinginan bermasyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-05 15:06:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2980681409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shen (blm selesai)</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2981279628</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Backstory</strong></p><p><em>Gongnam city</em> yang diperintah oleh raja merak dan keluarganya,<em> </em>telah menciptakan kembang api untuk menerangi langit kota itu saat malam hari. Namun anak satu-satunya dari keluarga merak itu melihat potensi lain dari kembang api. Anak merak ini bernama Shen. </p><p>Shen menemukan bahwa bubuk-bubuk kembang api itu dapat digunakan untuk menciptakan senjata-senjata terkuat di dunia, senjata yang begitu mematikan. Mengetahui hal ini, kedua orangtua Shen menjadi sangat khawatir dan memanggil ahli ramal yang merupakan seekor kambing untuk meramalkan masa depan anak mereka. Ahli ramal ini mengatakan bahwa jika Shen tetap memutuskan untuk mengamil jalan yang gelap itu, dia akan dikalahkan oleh "<em>a warrior of black and white</em>". Dalam cerita ini satu-satunya binatang yang memiliki corak hitam dan putih adalah Panda. Shen yang mencuri dengar langsung menyerang desa panda dan membunuh seluruh panda disana, dengan maksud menghapuskan spesies mereka dari dunia. </p><p>Namun tanpa diketahui oleh Shen, seekor bayi panda selamat dari tragedi itu. </p><p>Setelah melakukan pembataian, Shen pulang ke rumah dengan perasaan bangga dan menghampiri kedua orangtuanya. Tapi berbeda dari yang dia sangka, kedua orangtuanya begitu terguncang dan mengusir Shen dari kerajaan. Kerajaan yang dijanjikan ayahnya akan kelak diperintah olehnya. </p><p><br/></p><p>Bertahun-tahun setelah dia diusir, Shen datang lagi ke Gongnam city untuk merebut kembali apa yang seharusnya dimilikinya. Orangtua Shen sudah meninggal, tapi dia tidak peduli. Dia sudah sepenuhnya bertekad akan menguasai seluruh Cina dengan senjata meriam bikinannya.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/9f3ebeebb8f7666b65c395771b5688ed/download__15_.jpeg" />
         <pubDate>2024-05-06 07:36:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/2981279628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Welcome to : The House Of Heart</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3066823733</link>
         <description><![CDATA[<p>Layaknya Majelis sebelumnya yaitu Akal Budi, Majelis Hati atau The House Of Heart juga memiliki penguasanya sendiri, yaitu Cinta dan Keadilan yang bertugas untuk membawa kebahagian pada jiwa manusia dan orang orang sekitarnya.</p><p><br/></p><var>Cinta. </var><p><br/></p><p><br/></p><p>Cinta, layaknya raja atau penguasa yang lain tentunya memiliki pelayan pelayan nya sendiri yang terdiri dari 10 anggota. Yaitu, Rasa Kasihan, Murah Hati, Simpati, Kelembutan, Kedermawanan, Rasa Syukur, Keberanian, Kesetiaan, Kerendahan Hati, dan Kegembiraan. </p><p><br/></p><p>Pada subab ini, Oma CM mengatakan kalau hanya Tuhan lah yang dapat mengerti betapa dalam nya cinta, dan berapa banyak hal yang dapat di perjuangkan untuk Cinta. Setelah membaca bagian itu, aku rasa itu mungkin benar. Karena menurutku, di dunia dan semesta ini memang hanya Tuhan yang bisa setia mencintai dan mengasihi kita manusia meski sering kali di lupakan. Di ingat hanya ketika butuh, lalu kembali di lupakan setelah kehidupan orang tersebut sudah kembali di penuhi tawa.</p><p><br/></p><var>Cinta Palsu - Cinta Diri.</var><p><br/></p><p>Cinta Palsu yang selama ini aku (rasa) pahami sangat jauh berbeda dengan yang di jelaskan Oma CM.  Cinta Palsu menurut beliau adalah rasa cinta berlebihan yang kita berikan untuk diri kita sendiri, sampai di suatu titik di mana rasa cinta itu tidak lagi kita berikan untuk orang lain. Oma CM mengatakan kalau cinta ini adalah cinta yang buruk namun juga kita butuhkan. Aku pun ikut setuju dengan itu. Cinta Diri itu memang penting. Egois untuk kebaikan kita sendiri itu memang penting.</p><p><br/></p><p>Contohnya, ketika seseorang harus terjebak di sebuah toxic relationship. Kalau mereka tidak punya cukup cinta untuk diri mereka sendiri mereka mungkin akan membiarkan dirinya diam di tempat dan di siksa secara terus menerus. Sebaliknya, kalau orang tersebut punya rasa peduli dan cinta pada diri mereka sendiri mereka jelas akan memilih untuk angkat kaki dari hubungan itu karena diri mereka jauh lebih berharga untuk di sia-siakan.</p><p><br/></p><p>Meski begitu, menurutku Cinta Diri itu juga harus tau situasi. Karena tidak selamanya kita bisa selalu memprioritaskan kepentingan diri kita sendiri. Ada kalanya kita harus mengutamakan kebutuhan dan kepentingan orang lain alih alih kepentingan kita. </p><p><br/></p><p><br/></p><var>Refleksi</var><p><br/></p><blockquote><p>apa itu cinta, dan sedalam apakah cinta itu?</p></blockquote><p><br/></p><p>Cinta itu adalah sebuah perasaan. Satu di antara jutaan emosi yang sehari harinya bisa kita rasakan untuk orang orang terdekat kita. Sebuah emosi yang bisa jadi sangat sederhana kalau hanya untuk di rasa, tapi bisa cukup memusingkan kalau harus di urai makna nya.</p><p><br/></p><p>Untuk dalamnya, aku kurang yakin karena selama ini aku merasa belum pernah mencintai seseorang dengan sangat <em>dalam</em>. Lagi pula, kalau kata Oma CM kan hanya tuhan yang bisa tau sedalam apa Cinta itu, jadi sebaiknya itu di simpan saja supaya bisa jadi salah satu dari jutaan rahasia alam hehehe.</p><p><br/></p><blockquote><p>bagaimana kamu memberi cinta pada diri mu sendiri, apakah cintamu pada diri sendiri itu  sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat? </p></blockquote><p><br/></p><p>Hmm, sebenernya ada banyak cara untuk aku mengekspresikan rasa Cinta Diri itu. Tapi contoh sederhana adalah, aku yang selalu berusaha untuk membuat boundaries antara aku dan orang lain. </p><p><br/></p><p>Sedikit tmi, aku adalah orang yang emosi nya sangat mudah terpengaruh oleh emosi orang lain, karena itu sekarang ini aku menjadi </p><p>cukup pemilih kalau tentang teman, aku juga menjadi lebih sering menghindari orang dengan emosi yang negatif supaya emosi dan pikiran yang selalu aku usahakan untuk postif ini tidak mudah terpengaruh oleh mereka. </p><p><br/></p><p>Itu juga di lakukan supaya aku jadi tidak mudah lelah. Karena jujur saja, kalau mood sedang berubah ubah secara drastis dan sering aku bisa jadi sangat kelelahan.  :)</p><p><br/></p><blockquote><p>apa bedanya cinta asli dan cinta palsu, sebutkan pengalaman memberi cinta asli dan cinta palsu.</p></blockquote><p><br/></p><p>Nah, ini adalah pertanyaan yang sempat buat aku jadi blunder kemarin. Cinta asli itu adalah cinta yang di berikan tanpa mengharapkan kembali. Cinta yang di berikan memang karena orang tersebut ingin dan tulus, bukan karena menginginkan imbalan.</p><p><br/></p><p>Sebaliknya, Cinta palsu adalah Cinta yang di berikan dengan harapan sang pemberi menerima imbalan dari Cinta yang di berikan nya pada si penerima.</p><p><br/></p><p>Kalau tentang memberi Cinta, selama ini aku merasa memberi rasa Cinta yang asli. Karena aku gak pernah mengharapkan perasaan Cinta itu untuk kembali. Aku cuma memberi karena aku ingin, perkara si penerima ingin mengembalikan nya atau tidak itu tidak jadi masalah untuk aku. Untuk aku, yang penting sih mereka tau kalau aku peduli dan sayang.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/6513685d05d71fd48c8b70a65156d3ab/The_House.png" />
         <pubDate>2024-08-03 17:56:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3066823733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAGIAN III Majelis Hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3068685043</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pejabat Hati: I. Cinta</strong></p><p><strong>Bab I</strong></p><p>Jadi di majelis hati ada penguasa-penguasanya juga– pejabat tertinggi di majelis hati itu adalah cinta dan keadilan.<br><br>Cinta itu memiliki banyak pelayan, ada rasa kasihan, kedermawanan, bahagia dan masih banyak lagi. Dikatakan cinta itu ibarat batu yang dilemparkan ke dalam air. Gelombang, atau riak airnya itu sangat jelas ketika didekat batu itu, dan semakin memudar/melemah seiring bertambah jauhnya dari batu yang dilemparkan. Begitulah cinta yang menjangkau banyak orang. <br><br>Aku setuju dengan ucapan <strong>Grace</strong> yang menyatakan gelombang yang dekat itu ibarat orang-orang yang dekat dengan kita. Semakin dekat maka semakin kuat, terasa cintanya, begitu pula sebaliknya, ketika gelombang itu jauh dari batu. <br><br>Dikatakan prajurit yang berkorban di medan perang, atau ibu yang mati-matian menjaga anaknya adalah sedikit dari luasnya cinta, padahal menurutku itu saja sudah "wah" sekali. Kalau perbuatan tadi masih sedikit, sedalam apa sih cinta itu sebenarnya? <br><br><strong>Ada yang namanya Cinta Palsu. </strong><br>Ada orang yang sebenarnya tidak cinta, ia hanya memikirkan dirinya sendiri. Yang dia lakukan tuh menuntut, bersikap egois atau cemburu. Yang dia pikirkan keuntungan dirinya semata, tapi keliru karena menganggap itu cinta. <br><br>Nah, salah satu bentuk lain dari cinta palsu itu adalah <strong>Philandering</strong>. Ketika seseorang ingin dibelai, dipeluk atau di cium--secara singkat disentuh, dan menganggap itu adalah cinta sejati. Padahal tidak. Orang seperti itu hanya memikirkan hasrat hewani mereka sendiri, tanpa terikat secara emosional dengan orang tersebut. Itu bukanlah cinta. <br><br>Kata oma CM, cinta itu bagaikan mutiara berharga yang acapkali disalahartikan oleh orang-orang. Mungkin itu juga kenapa orang-orang belakangan ini lelah, muak dengan bahasan cinta, padahal bisa jadi mereka salah mengartikan cinta atau mengartikannya dengan terlalu sempit. <br>-<br><strong>1. Apa itu cinta dan sedalam apakah cinta itu?</strong><br>Cinta itu ketika, tersisa 5 potong kue di meja, padahal ada 6 anak. Lalu setelah beberapa saat seorang anak berkata acuh tak acuh "Aku tidak suka makan kue!" Lantas melengos pergi. <br><br>Atau ketika kita dengan senang hati berjalan selambat mungkin supaya teman kita kita tidak kesusahan melangkah. <br><br>Cinta itu ketika, Tuhan membiarkan mentari memancarkan sinar hangat pada orang-orang. Mau orang itu baik atau jahat, mau orang itu beragama atau ateis.<br><br>Dari sini aku berpendapat kalau puncak dari cinta itu adalah tidak mengharapkannya timbal balik atau dikembalikannya cinta itu dalam bentuk yang sama. Cinta itu tentang ketulusan, cinta itu tidak hitung-hitungan. Seperti kata <strong>Kanel</strong>, "hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang Surya menyinari dunia~"<strong>  </strong>Apakah ada cinta yang lebih dalam dari itu? Tidak tahu, oma CM sih mengindikasikan seakan-akan <strong>ada</strong>, cuma aku belum nemu yang lain. <br><br>Kadang aku berpikir, apakah cinta sejati itu ketika kita merelakan diri sepenuhnya pada orang lain? Selfless, ketika memberikan yang terbaik bagi orang meski kita tertusuk olehnya? (Teringat cerita burung bulbul yang tertusuk demi mawar itu wkkw), entah deh jawabannya. <br><br>Karena jika itu cinta, bukannya mereka yang mencintai seperti itu bisa dibilang tidak menghormati diri mereka sendiri? Orang berharga, tapi diri ini juga berharga 'kan. Jadi bagaimana dong? <br><br>Aku bingung dan masih belum menemukan titik terang.<br>-<br><strong>2. Bagaimana caramu memberi cinta pada dirimu sendiri? Apakah cintamu pada diri sendiri itu sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat?</strong><br><br>Caraku memberi cinta pada diriku sendiri adalah dengan mendengarkan, mengkomunikasikan kebutuhanku. Seperti ketika aku merasa kurang sreg dengan sesuatu, atau menyukai sesuatu meski bertolak belakang dengan orang lain. <br><br>Ketika kecil aku cenderung manut, tidak percaya diri dengan opiniku sendiri dan lebih mementingkan kedamaian, kesenangan bersama alih-alih keinginanku sendiri. Jadi dulu aku kesusahan jika disuruh memutuskan sesuatu semudah "Mau jajan apa?". Meski begitu, aku tidak bisa bilang aku melakukan itu karena cinta, rasanya tidak deh tapi aku bingung. Aku tidak mencintai diriku, juga tidak bisa bilang aku mencintai orang melebihi diriku sendiri, jadi kenapa aku melakukan itu? Ntah. <br><br>Kalau sekarang sih aku pikir cenderung sehat yaa, aku dengerin diriku, tahu juga kapan harus menurunkan egoku demi orang lain, menurutku sih cukup sehat. <br><br><strong>3. Apa bedanya cinta asli dan cinta palsu? Ceritakan pengalamanmu dalam memberi cinta asli dan cinta palsu?</strong><br><br>Mungkin cinta asli itu cinta yang tulus, yang datang tanpa tahu alasannya, yang datang beriringan dengan kedekatan emosional, yang memberi tanpa punya waktu untuk memikirkan benefit yang akan diterima. Rasanya mudah sekali untuk menyayangi, memerhatikan dan memberi.<br><br>Mungkin, aku akan menceritakan tentang anjing lamaku. Meski mereka datang hanya sekadar sebagai anjing penjaga, tapi aku sudah menganggap mereka sebagai keluargaku sendiri. Pokoknya sayang banget deh walau kadang suka kumarahi. <br><br>Lalu aku kehilangan anjingku. Singkat cerita, saat itu ditanyakan apa kita akan memelihara anjing lagi atau tidak. Aku merasa kesal sekali no fek fek ketika seseorang mengatakan kurleb seperti "Ya, kita perlu. Karena kalau tidak ada anjing, siapa lagi yang menjaga rumah? Ngga ada opsi lagi kan?" Seakan-akan anjing itu dipelihara bukan karena cinta, tetapi hanya karena keuntungan yang akan diterima nantinya. Kesal banget! Mau ntar berguna untuk jaga rumah atau ngga, aku mah bakal tetap milih pelihara mereka daripada dibuang. Mungkin itu yang disebut kedekatan emosional. <br><br>Aku setuju dengan <strong>Taci</strong>, cinta memang pastinya mengharapkan, berekspektasi akan sesuatu, tapi tidak pernah menuntut. <br><br>Dan kadang, ekspektasi yang diharapkan tidak mesti harus dikembalikan dengan effort yang sama, bahkan hanya satu senyuman riang dari orang yang kita cintai saja sudah cukup untuk membuat kita senang memberi, kue misalnya (dari contoh-contoh yg kuberi daritadi, aku kek secara tidak sadar ngode minta dibelikan kue dah, tapi boleh sih). <br><br>Cinta itu indah ya kalau tepat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2633713901/073b9191fadd36497715d285b60b1803/0251f71584b915fa4e77be0357f07736.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 11:47:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3068685043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta💞💗</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069241254</link>
         <description><![CDATA[<p>Cinta itu seperti seorang raja, dia memiliki banyak pelayan. </p><p>Seperti batu yang dilempar ke sungai/kolam/laut,  yang akan mengeluarkan gelombang yang terus meluas sampai tepi kolam, tapi makin jauh, gelombang itu makin pelan. Seperti itulah cinta.</p><p>Tak seorangpun tau seberapa dalam cinta. Seorang prajurit yang pergi berperang, mempertaruhkan nyawanya demi temannya atau seorang ibu yang mencintai anaknya, merawat anaknya saat sakit sampai mengorbankan dirinya sendiri, masih berada di tahap awal tentang cinta.</p><p><strong>Cinta diri</strong></p><p>Ada jenis Cinta palsu yang siap merampas kedudukan penguasa. Kita tau kegoisan, kecemburuan adalah cinta palsu atau cinta diri. Cinta diri adalah jenis Cinta paling rendah dan paling buruk, sekaligus sangat penting. Tanpa cinta diri Kita akan menderita, karena kalau menurutku cinta dari orang lain itu tidak cukup, harus selalu Ada cinta dari diri sendiri. </p><p>Tapi orang yang memiliki cinta diri yang berlebihan akan menderita juga, dikuasai kegoisan, kecemburuan, dan memaksa orang lain untuk mencintainya. Di posisi seperti ini, orang yang memberikan cinta akan lebih bahagia dari orang yang menerima cinta dan tidak memberikannya. </p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>1. Apa itu cinta dan sedalam apakah cinta itu?</p><p>Menurutku cinta adalah emosi yang bisa membuat perasaan marah, senang, sekaligus sedi. Kalau sedalam apa aku kurang tau tepatnya, yang pasti lebih dalam dari samudra. Tapi mungkin cinta seluas langit, tidak ada batasnya. </p><p>2. Bagaimana caramu memberi cinta pada dirimu sendiri?</p><p>Aku memberi cinta pada diriku sendiri dengan cara memuji diriku ketika aku melakukan hal yang hebat, menghibur diriku ketika aku sedih, khawatir atau melakukan hal salah, dan mengobrol dengan diriku sendiri setiap saat setiap waktu.</p><p>3. Apakah cintamu pada diri sendiri itu sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat?</p><p>Menurutku termasuk egois, tapi egoisnya belum berlebihan.</p><p>4. Apa bedanya cinta asli dan cinta palsu?</p><p>Cinta palsu: ketika ada orang yang punya teman lalu dia memaksa temannya itu untuk terus bersamanya, dia tidak benar² mencintai temannya sendiri, tapi dia mencintai dirinya sendiri, dia kasihan sama dirinya kalau tidak memiliki temannya itu. </p><p>Cinta asli: membiarkan orang yang dicintai pergi kalau memang itu untuk kebaikannya. </p><p> Ceritakan pengalamanmu dalam memberi cinta asli dan cinta palsu? </p><p>Kalau itu sy bingung</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-07 01:22:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069241254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CINTA ga SIH?</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069334624</link>
         <description><![CDATA[<p>refleksi bebas: cinta memiliki kemiripan yang amat sangat dengan gelombang lainnya dari beberapa aspek. aspek pertama adalah kalau dua orang sama sama ingin mengekspresikan cintanya ke orang lain, hasilnya adalah tidak jadi tersampaikan karena bentrok sendiri, seperti mertua dan ibu dari seorang bayi. lalu jika seorang punya kemampuan menerima gelombang cinta (widih epik bgt)yang berbeda beda, seperti reseptor gelombang cahaya, listrik, panas, dan suara, yang dimiliki manusia berbeda dengan hewan lain. dan bagaimana pergerakan dari 'love wave' ini menyebar seperti di kolam, tapi bisa juga tertuju ke satu arah seperti cahaya. </p><p>untuk refleksi dari tante:</p><p>1: cinta itu memiliki kedalaman yang bervariasi, tergantung pemancarnya, seperti gaya gravitasi. mereka bisa menarik orang lain maupun ditarik, dan bisa dianggap sebagai api unggun, yang menghangatkan orang di sekitarnya.</p><p>2: aku cinta diri sendirinya seharusnya sih sehat karena masih bisa mencintai orang lain (eakkk), dan bukan orang orang homo juga</p><p>3: cinta asli itu datang karena memang konsekuensi atas suatu pilihan, dan yakin akan konsekuensi itu juga, orang melahirkan, kalau yakin akan pilihannya akan mencintai anaknya, orang menikah kalau yakin akan pilihannya akan mencintai pasangannya, orang yang dilahirkan, akan mencintai orangtuanya (asalkan jangan jadi SWEET HOME ALABAMA pam pam parapampam). untuk cinta palsu, itu bisa didefinisikan untuk memenuhi suatu kebutuhan lain, entah kebutuhan berahi, kebutuhan keuangan, kebutuhan sosial, kebutuhan struktur masyarakat, dan sebagainya. bahkan pasangan yang tidak bahagia pun harus berpura pura bahagia agar tidak menjadi gunjingan tetangga. pernah memberi cinta asli, eh, YTTA deh, untuk memberi cinta palsu, dulu aku pernah bertengkar sama ibuku, terus harus langsung pergi ke acara, jadi pas di acara itu aku pura pura baikan sama ibuku sambil ngampet dendam, tapi pas pulang udah baikan lagi, itu pun sudah bisa didefinisikan sebagai cinta palsu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2634769946/576a1a6c19f7f474ccf9e783b77dc78f/f5f1d2fa_6b0f_41fd_b45b_1ac01b2ab112_1__1_.jpg" />
         <pubDate>2024-08-07 03:03:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069334624</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HAUS OF THE HART #1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069435161</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><em>Sudah lama tidak narasi, semoga kemampuan narasiku bertambah :D</em></p><p><br/></p><blockquote><p>Cinta ~~~</p></blockquote><p>Cinta mempunyai pelayan yang bernama Kasihan, Kesetiaan, Kegembiraan dan masih banyak lagi. Lalu ibu CM ini mengibaratkan cinta itu seperti batu yang dilempar ke air, dan lama lama arusnya menyebar kesemua tempat (sampai sekarang aku masih blm paham hehehehe :c)</p><p><br/></p><blockquote><p>Cinta Palsu dan Cinta Diri Sendiri</p></blockquote><p>Cinta palsu ini bisa menguasi Majelis Hati, dan menggusur cinta yang sah. Contoh cinta palsu itu seperti Cemburu, Egois dan Menuntut, cinta cinta ini juga bisa disebut sebagai Cinta Diri yang dibilang ibu CM ini paling buruk dan paling rendah tapi juga bisa berguna untuk mengurus diri dan lain lain. Dibilang juga bahwa orang yang mencintai dirinya sendiri hanya memberi sedikit cinta kepada orang lain dan pantas mendapatkan cinta yang sedikit dari orang lain juga. Dan lebih buruknya lagi orang lain Judah memberikan cinta yang besar padanya tapi hanya di balas tengan cinta yang sedikit.</p><p><br/></p><blockquote><p>Philandering</p></blockquote><p>Gmn yak jelasinnya?😂</p><p>Jadi ada cinta palsu lain yang bisa dipuaskan dengan ciuman dan hal hal seperti itu 😂 cinta ini tidak bisa disebut cinta, Karena lebih cocok dinamakan nafsu hewani</p><p><br/></p><blockquote><p>Refleksi</p></blockquote><p>Apa itu cinta dan sedalam apakah cinta itu? :</p><p>banyak orang bilang cintanya sedalam lautan, cinta mati, cinta buta dan lain lain. Tapi bagiku sendiri cinta itu tidak terukur dan Hanna tuhan #pakejawabanibucmajah</p><p><br/></p><p>Bagaimana caramu memberi cinta pada dirimu sendiri? Apakah cintamu pada diri sendiri itu sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat? :</p><p>Sebenernya simpel sih, contohnya seperti istirahat disaat lelah dan mesih banyak lagi</p><p><br/></p><p>Apa bedanya cinta asli dan cinta palsu? Ceritakan pengalamanmu dalam memberi cinta asli dan cinta palsu? :</p><p>bingoeng jawabnyahhh</p><p>mungkin&nbsp; cinta asli yang kuberikan itu superit kapada ibu, ayah, teman dll, sementara cinta palsu lebih keseperti sikap 2? Jujur aku gapernah memberikan cintwa pwalsu</p><p><br/></p><p><br/></p><pre><code>Tamat kop sekop&nbsp; sekop</code></pre>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2629355904/39b8024161a5f37b26e22bdc94e00ce4/Screen_Shot_2024_08_07_at_12_13_30.png" />
         <pubDate>2024-08-07 05:15:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069435161</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069506309</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1. Apa itu cinta dan sedalam apakah cinta itu?</p><p> Cinta itu perasaan kasih, yang menyebar luas dan luas. Misalnya kasih kita sampai ke satu orang, orang itu menyampaikan kasih pada yang lain, dan berantai2 terus seperti itu, sehingga ia menjadi sesuatu yang ga pernah hilang dari bumi.</p><p><br/></p><p>2. Bagaimana caramu memberi cinta pada dirimu sendiri? Apakah cintamu pada diri sendiri itu sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat?</p><p>Aku memberi cinta pada diri banyak sih caranya, tapi yang bikin aku merasa bener2 seneng itu ketika aku menyelesaikan tugas, berbagi sama orang, dan justru bukan hal2 yang kalo  kata orang relaxing(?) Jadi aku bisa mencintai diri sendiri kalau aku banggga sama diriku sendiri, dan aku bisa bangga sama diri sendiri karena aku melakukan sesuatu.</p><p><br/></p><p>Kalau dipikir2, sebenermya ini bentuk yang cukup egois, karna aku jadi mengerjakan sesuatu agar dapat mencintai diri. Tapu aku juga bingung kalau ngga gitu juga gimana lagi?</p><p><br/></p><p>3. Apa bedanya cinta asli dan cinta palsu? Ceritakan pengalamanmu dalam memberi cinta asli dan cinta palsu</p><p><br/></p><p>Soal ini aku sendiri pun sebenernya masih bingung, tapi kalau aku menangkapnya, cinta asli itu adalah ketika kita memberikan/mengatakan sesuatu tanpa benar2 maksudnya sperti itu(?) Dan aku sendiri juga masih belum bisa membedakan kapan aku memberi cinta asli dan palsu, jadi kalau mencontohkan juga masih bingung </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-07 06:49:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069506309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 29 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069760609</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah membaca tentang Majelis Akal Budi yang mempunyai penguasa-penguasanya sendiri, sampailah kita kepada Majelis Hati yang penguasanya adalah Cinta dan Keadilan. Keduanya bertugas untuk memberikan kebahagiaan kepada setiap jiwa manusia yang ada. </p><p><br/></p><p><strong>Cinta</strong></p><p>Cinta itu seperti raja, karena ia memiliki pelayan-pelayannya tersendiri. Ada belas kasih, kesetiaan, murah hati, simpati, dan lain-lain. Ibu CM di sini mengibaratkan cinta itu seperti kerikil yang dilemparkan ke atas air hingga menyebabkan air yang terkena lemparan tersebut melebar/menyebar (?) membentuk semacam lingkaran-lingkaran kecil dan besar yang mengelilingi titik di mana kerikil itu jatuh. Makin lama kita tidak bisa melihat lingkaran-lingkaran yang jauh, tapi ia akan menyebar ke tempat yang semakin jauh pula, seperti danau, sungai, bahkan lautan. Kita saja yang tidak bisa melihatnya. Sama halnya yang terjadi dengan cinta. Cinta ibarat tempat di mana batu itu kita lemparkan, dan dari titik tersebut lingkaran cinta bisa meluas menjangkau begitu banyak orang. Di sini dibilang bahwa tidak ada seorangpun yang tau betapa dalamnya seseorang bisa mencintai/seberapa dalamnya cinta itu selain Yesus sendiri. Tapi prajurit yang mengorbankan nyawanya dalam medan tempur, seorang ibu yang mencintai anaknya, dan perawat yang berjuang demi kesembuhan pasiennya, tampaknya mereka juga hanya tau sedikit dari betapa luasnya cinta di dalam diri manusia. </p><p><br/></p><p><strong>Cinta Palsu </strong></p><p>Majelis Hati juga mempunyai musuhnya sendiri yang siap menggeser Cinta yang sejati dari kursinya. Dia disebut sebagai Cinta Palsu atau Cinta Diri. Jika kita bersikap egois, menuntut, mudah cemburu kepada orang-orang yang kita sayangi, dan menyebut bahwa itu adalah cinta, maka itu bukanlah hal yang tepat. Itu bukanlah cinta yang sejati, melainkan cinta diri, yang tentunya bukanlah bentuk sejati dari cinta. Tapi jangan salah mengira bahwa cinta diri ini adalah hal yang buruk seluruhnya, sebab tanpa jenis cinta yang satu ini, kita tidak akan bisa mengurus harta dan kepentingan-kepentingan diri kita sendiri. Namun ingat, jangan biarkan cinta diri ini merajalela dalam diri kita, karena kita akan dicap sebagai seseorang yang egois dengan membiarkannya merajalela begitu saja. Jenis cinta yang satu ini pemarah dan mudah cemburu, ia akan menuntut jika keinginannya tidak dipenuhi. Karena itu, dia yang hanya memberikan sedikit cinta kepada sesamanya, juga pantas menerima sedikit cinta saja.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p><em>Apa itu cinta, dan sedalam apakah cinta itu?</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Menurutku cinta adalah salah satu dari perasaan-perasaan paling penting yang bisa dirasakan oleh manusia. Dengan adanya cinta, dunia yang kita tinggali akan terasa jauh lebih indah dan berwarna. Menurut KBBI sendiri, cinta memiliki arti suka sekali, sayang benar, kasih sekali, terpikat, ingin sekali, berharap sekali, rindu, khawatir, dan risau. Tapi untukku sendiri, cinta adalah suatu perasaan sederhana namun bermakna yang kita rasakan kepada mereka yang dirasa dekat secara emosional kepada kita. Bisa keluarga, sahabat, teman-teman, dan orang-orang lainnya. Menurutku, cinta bisa membuat perasaan kita menjadi hangat, bahagia, dan tentram. Namun jika tidak hati-hati, ia juga bisa menimbulkan masalah lho.</p><p><br/></p><p>Lalu mengenai se dalam apa cinta itu, jujur aku juga tidak tau. Ibu CM di bab ini kan menuliskan bahwa tidak ada seorangpun yang tau seberapa dalam cinta itu selain Tuhan sendiri. Jadi menurutku mungkin kita tidak usah terlalu berpikir mengenai seberapa dalam cinta itu, karena aku sendiri merasa belum pernah mencintai seseorang dengan sangat-sangat-sangat-sangat dalam:D Yang perlu dilakukan menurutku adalah mencoba mencintai seseorang dengan tulus saja sih.</p><p><br/></p><blockquote><p>Bagaimana caramu memberi cinta pada dirimu sendiri? Apakah cintamu pada diri sendiri itu sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat?</p></blockquote><p><br/></p><p>Ini adalah pertanyaan yang jujur sulit buat aku. Selama ini aku nggak pernah sekalipun menanyakan pertanyaan ini kepada diriku sendiri, atau berusaha menyadari cinta seperti apa yang sudah kuberikan kepada diriku. Tapi rasanya saat ini, cinta yang kuberikan untuk diriku sendiri nggak berada dalam kategori egois maupun masih sehat. Rasanya malah aku kurang menyayangi diriku sendiri. </p><p><br/></p><p>Aku gampang menyalahkan diriku dengan keras jika aku ngelakuin kesalahan-kesalahan yang bahkan terhitung masih kecil. Aku juga sering memaksa diriku melakukan ini dan itu hampir setiap hari, meskipun secara fisik aku tuh sudah merasa kelelahan. Dulu aku juga punya kebiasaan yang baru belakangan ini kusadari dan berusaha kuperbaiki, jadi kalo aku ngelakuin kesalahan apapun itu bentuknya, aku bakal memukul-mukul kepalaku memakai tangan, dan seringkali aku nggak sadar waktu melakukan itu. Tapi belakangan ini aku sudah berusaha mencoba memperbaikinya, hingga kebiasan itu sudah berkurang:) Jadi rasanya untuk aku PR nya bukanlah mengurangi cinta dalam diriku, melainkan menambah rasa cinta, hormat, dan bangga akan diriku sendiri.</p><p><br/></p><p>Jadi mungkin untuk saat ini caraku menunjukkan apresiasi atau cinta kepada diriku adalah dengan memberinya istirahat yang cukup (tidak begadang, memberinya free time dsb), terkadang membeli snack yang aku suka jika sudah berhasil melakukan sesuatu dengan baik, atau jalan-jalan keliling perumahan atau kota untuk <em>refreshing</em> sejenak. Hehehe.</p><p><br/></p><blockquote><p>Apa bedanya cinta asli dan cinta palsu? Ceritakan pengalamanmu dalam memberi cinta asli dan cinta palsu? </p></blockquote><p><br/></p><p>Perbedaan cinta asli dan cinta palsu sebenarnya sudah dijelaskan oleh Ibu CM di atas. Cinta asli atau cinta sejati adalah suatu perasaan cinta yang kita berikan kepada seseorang dengan tulus hati, pengorbanan, dan keinginan untuk memberikan hal-hal terbaik untuk mereka tanpa berharap mendapatkan balasan. Cinta seorang ibu mungkin bisa menjadi contoh paling nyata dari definisi "cinta sejati" ini. </p><p><br/></p><p>Sedangkan cinta palsu adalah cinta yang akan menuntut orang lain yang kita cintai untuk melakukan apa yang kita inginkan. Menurutku itu bukanlah cinta yang sejati, karena pada dasarnya saat kita menuntut orang lain melakukan apa yang kita inginkan, kita menginginkan hal tersebut karena akan memberikan keuntungan kepada kita saja. Menurutku definisi cinta palsu pada zaman ini akan sering kita temukan dalam pertemanan dan juga dunia pacaran. Mungkin gen Z lebih familiar dengan istilah toxic relationship, atau suatu hubungan di mana salah seorang di antaranya selalu mengontrol pasangan mereka, dengan selalu memaksa mereka untuk menuruti keinginannya.</p><p><br/></p><p>Buatku sendiri, cinta asli atau sejati dalam diriku akan kuberikan untuk keluarga, sahabat, teman-teman, dan juga orang-orang lain yang mungkin jauh lebih spesial daripada yang lainnya. Sedangkan aku sendiri merasa nggak pernah memberikan cinta palsu ke orang lain, karena aku selama ini berusaha keras untuk tidak mencintai seseorang dengan mengharapkan balasan:) <em>wenakkk</em></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/c0044ba9ba51a37896026d40604dca55/Sheeta___Pazu.gif" />
         <pubDate>2024-08-07 13:04:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069760609</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069876370</link>
         <description><![CDATA[<p>Narasi</p><p>Cinta digambarkan dengan sebuah batu yang dilempar ke dalam air, lemparan tersebut menciptakan lingkaran yang menciptakan lingkaran baru lagi--dan begitu seterusnya hingga lingkaran terhalus. Cinta memiliki konsep yang dalam, tak seorangpun yang mampu mengetahui secara sempurna apa itu cinta serta dampak yang mampu ditimbulkan.</p><p>Cinta memikiki 2 jenis, yaitu cinta diri sendiri dan cinta objek lain, cinta diri sendiri menjadi jenis terendah namun sekaligus yang paling krusial.</p><p>Pancar Menjawab</p><p>1: Cinta adalah status dari sesosok yang memberi kasih, kedalaman cinta adalah sesuai si pemakna.</p><p>2: Cintaku pada diri sendiri tentu egois dan kadang sehat kadang tidak, aku mengasihi diriku dengan mencoba memberikan opsi opsi terbaik yang bisa kupilih.</p><p>3: Cinta palsu adalah cinta yang sebatas simbol, tidak ada rasa kasih di dalam simbol itu, cinta asli adalah cinta yang mewakili kasih. Aku memberikan cinta asli kepada rumah dengan nyapu, dan memberikan cinta palsu dengan mengiyakan bantuan dengan senyuman padahal punya motif tersembunyi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-07 15:10:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069876370</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069904402</link>
         <description><![CDATA[<p>Seperti yang dikatakan, cinta itu adalah segalanya, tanpa cinta mungkin dunia ini sudah hancur. Juga beberapa orang mengatakan bahwa ' tak kenal maka tak sayang ' tapi bagi ku tidak, menurutku bukan kepribadian orang yang memutuskan bahwa kita mencintai mereka, tapi katakanlah kepada diri mu bahwa kitalah yang memutuskan untuk mencintai. Juga seperti kata orang ' hanya tuhan yang mengetahui seberapa dalam cinta itu'</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Cinta palsu</p><p><br/></p><p>Aku juag pernah merasakan,dimana terkadang cinta palsu ku keluar, padahal menurutku aku jarang mempunyai 'cinta bersyarat' </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Cerita</p><p><br/></p><p>Suatu ketika aku rindu kepada teman ku ( bilang saja A ) aku merasa bahwa A adalah orang terdekat yang pernah aku miliki. Saat aku bertemu dengannya aku melihat gelang manik2 dilenganya, 'cantik gelangnya A, beli dimana? Kasih tauin dong' kataku penuh semangat. 'Ohh, ini gelang persahabatan circle aku di sekolah, gak bisa lagi kamu pake' katanya. Seketika aku merasa ada yang kosong di dalam hati ku ' kamu punya besti lain?' Tanyaku ' iya' katanya, kekosongan hati ku mulai terisi dengan api.</p><p>                                 ****</p><p>Tak lama kemudian aku menanyainya kembali, ' kamu lebih dekat denganku atau temen sekolah kamu ' 'ya temen sekolahlah, kan tiap hari ketemuan'  saat itu perasaan itu benar2 menguasai diriku,' aku ingin menyingkirkan mereka' ' A harus hanya miliku seorang diri. ' ehhh, jangan salah paham loh ya, aku juga seneng kok sama kamu, lagian kan kita sudah 7 tahun lebih temenan, malah sampe nginepan' saat mendengar kalimat itu semua hasratku padam tertimbun pasir 'iya deh ' kataku.</p><p>Kali itu aku sedih sekali karena mendengar ia punya teman lain, tapi yang membuatku lebih sedih ia lah kecemburuan ku hampir menguasai diriku, aku benar2 kecewa dengan diriku.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-07 15:43:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3069904402</guid>
      </item>
      <item>
         <title>👑💞</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3070349638</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita telah sampai di pembahasan Majelis Hati--yg katanya bakal panjang sekali. Dari pertemuan perdana majelis ini aku mendapat:</p><p>- Cinta itu lebih besar dan luas dari kasih sayang seorang ibu ke anak, lebih dari pengorbanan nyawa seorang prajurit, lebih dari perawat yg melayani pasiennya</p><p>- Cinta pada diri sendiri itu penting, tapi tidak boleh* hanya itu saja</p><p>- Cinta sering diartikan menjadi philandering--perbuatan berdasarkan sekadar nafsu, padahal tentu saja tidak</p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p>1. Apa itu cinta dan sedalam apakah cinta itu?</p><p>Setelah membaca ini dan pengetahuan sebelumnya, aku rasa cinta itu sesuatu yg mengasihi. Pengirimnya bisa Tuhan dan makhluk hidup. Kalau makhluk hidup seperti yg ada di bacaan. Kalau dari Tuhan--agak rumit--alam dan era yg saat ini sedang manusia jalani.</p><p><br/></p><p>2. Bagaimana caramu memberi cinta pada dirimu sendiri? Apakah cintamu pada diri sendiri itu sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat?</p><p>Aku merasa cukup sulit menghormati dan mencintai diri. Hanya saat ini sedang kuusahakan untuk mengapresiasi dan menerima hal positif yg telah/ sedang kulakukan--yg aku percaya itu adalah bentuk cinta kepada diri yg sehat. </p><p> </p><p>3. Apa bedanya cinta asli dan cinta palsu? Ceritakan pengalamanmu dalam memberi cinta asli dan cinta palsu?</p><p>Sederhananya bagiku cinta palsu itu tidak tulus, sementara cinta asli sebaliknya. Aku tidak begitu yakin cinta yg kuberikan murni cinta asli. Tapi berinteraksi bersama teman-teman dekatku mayoritasnya cinta asli--kurasa. Sementara bermain/ mengerjakan tugas hingga larut malam adalah cinta palsu, karena seakan sedang self reward/ mengejar kewajiban tapi sebetulan merusak tubuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-08 03:33:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3070349638</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3070601964</link>
         <description><![CDATA[<p>Di bacaan Ourselves kali ini membahas tentang cinta. Di sini ada dua cinta yang berbeda, ada cinta sejati dan cinta palsu. Cinta sejati bisa dibilang sebagai pemimpinnya. Dia mempunyai karakter yang agung. Cinta sejati itu murah hati, gembira, membangun sesama, rendah hati, dan sifat-sifat lainnya. Cinta juga mempunyai kedalaman dan kekuatan yang tak terukur, hanya Yang Mahakuasa yang mengetahui kekuatan dari cinta. Cinta yang sejati mempunyai nilai-nilai kehidupan yang tinggi.</p><p><br></p><p>Berbeda dengan cinta yang palsu. Cinta palsu berkebalikan dari cinta sejati. Cinta palsu salah satunya adalah cinta diri atau ego walaupun namanya cinta, tapi ini bukan cinta sejati. Cinta diri ini hanya berpusat pada diri sendiri. Semua yang dia rasa miliknya tidak akan dibagi kepada yang lain. Cinta palsu lain adalah cinta berdasarkan nafsu seksual semata. Cinta ini hanya menginginkan semua hal yang memuaskan nafsunya. Jadi cinta ini bersifat sementara dan kalau sudah bosan tinggal diganti.</p><p><br></p><p>Refleksi</p><p>Menurutku cinta adalah suatu hal yang terlihat tidak nyata tapi dia ada. Cinta itu bukanlah suatu hal seperti bayangan kebanyakan orang, seperti pacaran, menikah, atau apa pun itu. Cinta lebih dalam dari itu, seperti cinta ibu kepada anaknya, persahabatan, anak kepada orangtua, dan lainnya. Jadi ya cinta itu sebetulnya mendidik, membangun, bukan membuat orang lupa diri.</p><p><br></p><p>Kita boleh cinta ke diri kita sendiri asal cinta diri itu masih di bawah cinta kepada sesama.</p><p><br></p><p>Kalau pengalaman sepertinya saya tidak ingat. Hehe</p><p><br/></p><p>(Kaco bgt tulisannya..)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-08 10:07:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3070601964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bla bla bla, place name last name backstory stuff.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3070834895</link>
         <description><![CDATA[<p>Cinta, seperti raja ia mempunyai beberapa pelayan Rasa Kasihan, Murah Hati, Simpati, Kelembutan, Kedermawanan, Rasa Syukur, Keberanian, Kesetiaan, Kerendahan Hati, Kegembiraan.&nbsp;</p><p>Ibarat batu yang dilemparkan ke danau, ketika menyentuh air akan membuat lingkaran gelombang yang perlahan lahan akan menyentuh seluruh tepi kolam. Begitu juga cinta, ketika dilemparkan ke semesta, efeknya akan terasa sampai seluruh ujung dunia. Namun menurut Charlotte Mason, tidak ada yang dapat betul betul mengerti dalamnya cinta kecuali tuhan, prajurit yang pergi ke tengah medan perang untuk membantu rekannya yang terluka walaupun membahayakan nyawanya sendiri, perawat yang rela mengorbankan raga dan jiwanya untuk merawat pasien sakit, dan bahkan ibu yang rela mengorbankan seluruh hidupnya untuk merawat anaknya yang sakit, hanya mengerti sedikit tentang seberapa dalamnya cinta.<br><br></p><p>Menurut charlotte mason bentuk Cinta palsu, terendah dari bentuk cinta lain adalah cinta diri, karena cinta diri sangat dekat dengan egoisme dan lain lain, tapi CM juga mengatakan bahwa cinta diri itu juga penting karena tanpanya kita akan menjadi beban bagi orang di sekitar kita.<br>Namun aku kurang setuju dengan claim bahwa cinta diri adalah bentuk cinta palsu/cinta terendah karena pertama, masih banyak bentuk cinta yang palsu/rendah seperti cinta kepada barang dan cinta hasrat sexual. Dan juga cinta diri sangatlah penting, yang perlu dilakukan hanya menyeimbangkan seberapa banyak kita akan mencintai diri agar tidak menjadi kesombongan dan egoisme.<br><br>Satu lagi yang dipandang CM rendah adalah <em>Philandering. </em>Bentuk cinta yang terbentuk dari sentuhan, ciuman, dan pemenuhan hasrat sexual lain, sehingga cinta yang terbentuk sangat dangkal karena yang dicari bukanlah cinta wholistic, hanya cinta yang bisa memuaskan hasrat primal mereka.<br><br>Refleksi:<br><em>1. Apa itu cinta dan sedalam apakah cinta itu?<br></em>Cinta itu adalah basis dari kehidupan, tanpa cinta akan ada hidup tapi tak akan ada kehidupan. Tak ada yang bisa memahami seberapa dalam cinta itu, karena ketika kita merasa sudah mengetahui seberapa dalam cinta akan ada kedalaman baru yang terbuka.</p><p><em>2. Bagaimana caramu memberi cinta pada dirimu sendiri? Apakah cintamu pada diri sendiri itu sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat?<br></em>Dengan merawatnya dengan baik, tidak merendahkannya, dan dengan memberinya batasan. Dan menurutku, bentuk cintaku terhadap diri belum termasuk egois.</p><p><em>3. Apa bedanya cinta asli dan cinta palsu? Ceritakan pengalamanmu dalam memberi cinta asli dan cinta palsu?</em></p><p>Tidak ada yang namanya cinta palsu, semua cinta adalah bentuk cinta asli, hanya saja mungkin cinta itu tidak setinggi/semulia bentuk cinta yang lain. (Kecuali <em>Lust</em> ya, <em>Lust </em>itu bukan bentuk cinta sama sekali).</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637895538/c50f1296e37928582d428974357d1f96/WhatsApp_Image_2024_08_08_at_22_38_41.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-08 15:39:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3070834895</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laugh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3071296449</link>
         <description><![CDATA[<p>Jika kita melempar batu ke sebuah danau, maka akan ada lingkaran gelombang di sekitar batu itu. Gelombang itu sebenarnya bisa menyebar hampir ke seluruh danau, namun gelombang yang jauh itu begitu tipis sehingga tidak terlihat. CM mengibaratkan titik awal batu jatuh di kolam itu seperti cinta, dan gelombang cinta kita itu merambat dan dapat menyentuh semua orang.</p><p><br/></p><p>Kemudian CM menuliskan bahwa cinta diri sendiri merupakan bentuk cinta yang paling buruk dan rendah, tapi penting. Aku merasa sulit untuk setuju dengan ibu CM. Awalnya aku merasa cinta diri sendiri itu sama sekali tidak rendah dan buruk, justru cinta terhadap uang adalah bentuk cinta yang terburuk menurutku.  Awalnya aku sangat bingung kenapa bisa-bisanya Bu CM mengatakan bahwa mencintai diri sendiri itu adalah hal yang egois .Tapi setelah aku pikirkan lagi, cinta itu sedikit berbeda dengan sayang. Kalau kita menyayangi diri sendiri itu kadar nya masih seimbang dan tidak berlebihan. Tapi kalau  mencintai diri sendiri, jatuhnya jadi egois, mementingkan diri sendiri, menyalahkan semua orang kecuali dirinya, dan sudah berlebihan. Jadi sayang diri dan cinta diri itu adalah dua hal yang berbeda menurutku. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2638894356/aac8266db8a41fe0ec8bd2ed86dc01c3/loml.jpg" />
         <pubDate>2024-08-09 04:33:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3071296449</guid>
      </item>
      <item>
         <title>02.08 | Penjabat Hati: Cinta</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3071362168</link>
         <description><![CDATA[<p>"<em>Cinta Adalah sesuatu seperti awan yang berada di langit sebelum matahari muncul..." - Hellen Keller</em></p><p><br/></p><p>Akhirnya setelah libur panjang, kelas ourselves berlanjut lagi.</p><p>kali ini kita membahas cinta (kiw kiw) </p><p><br/></p><p><strong>Para Penjabat Majelis Hati</strong></p><p>Kita akan membahas Majelis Hati, yang tugasnya membawa kesenangan.</p><p>Karena tidak seorang pun bisa merasa bahagia seorang diri, maka dia perlu mengikut sertakan 2 penjabat tinggi, Cinta dan Keadilan</p><p><br/></p><p><strong>Cinta</strong></p><p>Coba lihat atau bayangkan sebuah kolam yg dilempar batu, ada lingkaran air yang menyebar (bahasa inggrisnya ripple tapi aku ga tau bahasa indonya)</p><p>Cinta ibarat tempat lemparan batu yg menjadi awal pergerakan hidup kita.</p><p><br/></p><p>Seberepa dalam cinta? tidak ada yg tahu.</p><p>para prajurit yang bertempur di medan perang beruasaha menyelamatkan rekannya dengan resiko kehilangan nyawanya sendiri, seorang ibu yang mengorbankan nyawanya untuk anaknya yg sakit.</p><p>mereka hanya tahu sedikit betapa luasnya cinta di dalam hati manusia</p><p><br/></p><p>Cinta Palsu</p><p>Tapi ada juga loh cinta yg palsu.</p><p>Cinta Diri sendiri adalah bentuk cinta paling rendah, namun juga paling penting.</p><p><br/></p><p>menurutku diseimbangkan saja.</p><p>Jika kita terlalu fokus pada diri sendiri hingga mengabaikan orang lain atau menganggap diri lebih penting daripada orang lain, itu bisa menjadi masalah.</p><p><br/></p><p>Cinta pada diri sendiri yang sehat melibatkan pemahaman dan penghargaan terhadap diri sendiri sambil tetap menghormati dan peduli terhadap orang lain.</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Apa itu Cinta dan sedalam apakah cinta itu?</strong></p></li></ol><p>Banyak orang berpendapat Cinta adalah hal yg sederhana.</p><p>"Cinta adalah ketika kita merasa bahagia dengan orang-orang yang kita cintai"</p><p><br/></p><p>Namun nyatanya cinta adalah perasaan yang sangat komplek, yang melibatkan aspek emosional, psikologis, dan bahkan fisik.</p><p><br/></p><p>Contoh:</p><ol><li><p>Emosional.</p></li></ol><p>Cinta tidak semata emosi bahagia saja, ibu yang mencemaskan anaknya yg sakit juga disebut cinta.</p><p>dan</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Psikologis</p></li></ol><p>Cinta memberikan rasa aman dan dukungan psikologis, anak nyaman untuk berbagi kekhawatiran dan stres dengan orang tua karena orang tua mereka akan memberikan dukungan emosional.</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Fisik</p></li></ol><p>Cinta juga bisa mempengaruhi respons tubuh, seperti detak jantung yang meningkat.</p><p><br/></p><p><em>seberapa dalam cinta?</em></p><p>Menurutku kedalaman cinta sulit diukur.</p><p>Apakah dalamnya cinta ditandai dengan keterhubungan emosional? atau komitmen? bagaimana dengan pengorbanan?</p><p>Sebagai perasaan yang kompleks tentu cinta juga kedalaman yang kompleks</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Bagaimana caramu memberi cinta pada dirimu sendiri? Apakah cintamu pada diri sendiri itu sudah masuk dalam kategori egois atau masih sehat?</strong></p></li></ol><p>Kategori sehat.</p><p>aku menghargai usaha dan kekuatan diriku, namun tetap menerima dan mengakui kelemahan-kelemahan ku.</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Apa bedanya cinta asli dan cinta palsu? Ceritakan pengalamanmu dalam memberi cinta asli dan cinta palsu?</strong></p></li></ol><p>Cinta Palsu lebih fokus pada keuntungan sendiri dan kepentingan diri, sedangkan cinta asli terjadi hubungan timbal balik (mutualisme)</p><p><br/></p><p>pengalaman cinta asli ku adalah saat aku terlibat aktif dalam kegiatan keluarga</p><p><br/></p><p>untuk pengalaman cinta palsu adalah ketika diri aku yang lama, yg terlalu bangga dengan diri sendiri. Setelah pengalaman dan pelajaran dari buku-buku yg kubaca aku akhirnya berubah</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-09 06:44:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3071362168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>L.O.V.E</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3072041701</link>
         <description><![CDATA[<p>Cinta itu bukan cuma sekedar kata, cinta itu (seharusnya?) ditunjukan dengan pelayanan. Contohnya, kita ingin menjadi berguna bagi teman kita,orangtua, dan lain-lain. </p><p><br/></p><p><em>Cinta itu melayani, cinta itu merayakan kebaikan pada orang lain, cinta itu mengusahakan kebahagiaan bagi orang lain. </em></p><p><em>Setujukah kamu akan pernyataan di atas? Jika ya, bagaimana pengalamanmu sendiri?</em></p><p><br/></p><p>menurutku cinta itu bisa ditunjukan dengan cara yang berbeda beda, Tapi cinta memang fokus dalam berusaha yang terbaik untuk kebahagiaan orang itu. Pengalaman pribadi sih aku mencintai contohnya ketika temen-temenku habis mendapa sesuatu yang baru, atau ketika aku menghibur waktu mereka sedih (?)</p><p><br/></p><p>Aku merasa juga dicintai ketika orang mengusahakan yang terbaik untuk kebahagianku, misalnya ketika Senseiku mengirimi surat, atau ketika temanku menawrkan diri untuk menelpon ketika aku sdih :)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://images.pexels.com/photos/348520/pexels-photo-348520.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-10 08:36:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3072041701</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta dan Rasa Benci</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3073815746</link>
         <description><![CDATA[<p>Pokoknya cinta itu menyenangkan bagi orang yang dicintai, bahkan orang paling jahat pun bisa ditaklukan oleh cinta. Cinta pertama mengupayakan kebahagiaan bagi orang lain sehingga dia tidak ingin temannya merasa gelisah atau tidak percaya. Cinta itu berusaha untuk bisa berguna karena kesenangan temennya adalah kebahagiaannya. Cinta itu memiliki hasrat memberi dan melayani. Kalau katanya Paulus tuh "Cinta bukanlah kata-kata tapi perbuatan dan kebenaran." <br><br><strong>Benci</strong><br>Orang bisa benci karena tidak kenal. Orang bisa benci karena luka. Itulah makanya kita harus memaafkan dan kata oma CM, hanya dengan kasih Tuhan kita bisa memaafkan luka, dan ketika kita memaafkan kita mencintai.<br>-<br><strong>Pertanyaan:</strong><br><strong>Cinta itu melayani, cinta itu merayakan kebaikan pada orang lain, cinta itu mengusahakan kebahagiaan bagi orang lain. <br><br>Setujukah kamu akan pernyataan di atas? Jika ya, bagaimana pengalamanmu sendiri?</strong><br><br>Yaa, aku setuju hal-hal diatas adalah beberapa elemen dari cinta, walaupun sepertinya cinta bisa jadi jauh lebih luas dari itu semata. <br><br>Salah satu pengalamanku mungkin dimulai saat aku kecil. Saat kecil misalnya, aku sangat menyayangi adik-adikku. Aku diam-diam merayakan tiap kemajuan baik yang mereka berhasil lakukan setelah bersusah payah, seperti berjalan, berlari atau bahkan ketika berhasil mengucapkan namaku dengan benar. Wah yang terakhir fav sih, wkkwk😋<br><br>Pengalamanku dari orangtuaku juga sama sih, aku tahu mereka mengusahakan kebahagiaan aku, terutama kebahagiaan pada jangka panjang, jauh kedepan sana. aku kadang terharu, salut sendiri sama effort orangtuaku untuk belajar, berusaha menjadi orangtua yang baik pada anak-anaknya yang ngga 2-4 doang. Terus bagaimana orangtuaku mengusahakan kami semua punya kesempatan mendapatkan yang terbaik dari yang baik.<br><br>Semakin dewasa, semakin kita sering ngobrol aku jadi semakin paham perspektif mereka, dan mengapa mereka membuat aturan ini-itu walau rasanya beda banget sama kehidupan teman-temanku yang lain. Tapi btw walau gitu jangan ditambah juga ya, udah cukub plis WWKWK🙏🏻💀<br><br><strong>Refleksi random Nike:</strong><br>Menurutku cinta itu berbeda dengan berbuat baik semata. Perbuatan baik yang dilakukan hanya karena sopan santun (apalagi mengharapkan balasan) bukanlah cinta. <br><br>Kenapa? Karena menurutku melakukan sesuatu semata karena sopan santun tuh tidak ada ketulusannya--sedangkan cinta adalah tentang ketulusan.<br><br>Tapi anggap saja aku membantu seseorang yang baru aku temui karena merasa kasihan kepadanya, aku tulus membantu/berbuat baik tanpa mengharapkan apa-apa, lantas apakah itu bisa disebut cinta? <br><br>Kalau iya, kok bisa ya "aku" mencintai orang yang baru ditemui, kan kemarin dikatakan perlu bonding, kedekatan emosional untuk mencintai seseorang?<br><br>Kalau bukan cinta, terus tadi apa? Sekadar berbuat baik?<br></p><p>Oiya satu lagi, cinta itu menerima orang apa adanya atau mengusahakannya menjadi orang yang lebih baik? Lebih dalam cinta mana ya aku ragu.</p><p><br>TANTEE, AKU MASIH BINGUNG DENGAN CINTA. </p><p>Kaya, aku sejak kecil sih sudah pernah merasakan cinta, tapi tetap saja aku bingung.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-13 02:45:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3073815746</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of The Heart #2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3074043459</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><br/></p><blockquote><p>Cinta Menyenangi Kebaikan Orang Lain</p></blockquote><p><br/></p><p>Cinta itu menyenangkan bagi yang dicintai, setidaknya begitu yang ditulis ibu CM kita ini. Dengan cara ini orang sekotor, biadab atau hinapun bisa ditaklukan dengan cara ini, karena mereka telah menyaksikan dunia yang penuh kebaikan dan tidak lagi memintingkan diri sendiri</p><p><br/></p><p>Lalu Ibu CM memberi contoh beberapa orang yang mengorbankan sesuatu hanya karena mereka baik seperti St Fransiskus, Elizabeth Fry, jenderal dan banyak lagi</p><p><br/></p><blockquote><p>Hasrat Untuk Melayani</p></blockquote><p><br/></p><p>Pelayanan ini bisa beda beda tergantung usia dan ketaatan ?</p><p>disini dicontohkan seperti pelayanan yang diberi oleh orang tua mungkin teguran. lalu juga ada kata kata dari seorang rasul&nbsp; untuk jangan merasa puas akan cinta melalui kata kata, melainkan melewatkan kasih sayang</p><blockquote><p><br/></p><p>Kebencian</p></blockquote><p><br/></p><p>Didalam semua Jiwa Manusia terdapat rasa benci, kita memang memiliki rasa hangat, suka, ramah, sopan dan lain lain. Tapi kita juga mempunyai sikap berlawanan seperti bersikap dingin, kasar, benci ataupun tidak suka&nbsp;</p><p><br/></p><p>lalu ada kutipan lagi dari sebuah doa (krg tau juga) intinya doa itu bermaksud menyampaikan bahwa hanya dalam kasih tuhan yang bisa memaafkan kita</p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Cinta itu melayani, cinta itu merayakan kebaikan pada orang lain, cinta itu mengusahakan kebahagiaan bagi orang lain.&nbsp;</em></p><p>Setujukah kamu akan pernyataan di atas? Jika ya, bagaimana pengalamanmu sendiri?</p><p><br/></p><p>Setuju sih tan, tapi mungkin kalau soal pengalaman pribadi aku rasa semua orang pasti pernah melakukan hal hal seperti pernyartaan di atas itu</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/l2JhL0Gpfbvs4Y07K/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-08-13 07:07:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3074043459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta (2) 💗</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075310687</link>
         <description><![CDATA[<p>Cinta memiliki keinginan untuk melayani teman-temannya, membuat temannya tidak sedih, cemburu, dll. </p><p>Ya Karena segala sesuatu pasti punya lawan atau kebalikannya, cintapun juga punya. Karena Ada rasa hangat, maka Ada rasa dingin, kebencian. </p><p>Cara untuk tidak lagi membenci seseorang adalah dengan melihat yang baik-baik saja dari orang itu. Dengan kita memaafkannya, akan muncul rasa cinta dan persahabatan. </p><p><br/></p><p>Cinta itu melayani, cinta itu merayakan kebaikan pada orang lain, cinta itu mengusahakan kebahagiaan bagi orang lain. </p><p>Setujukah kamu akan pernyataan di atas? </p><p>Ya</p><p>bagaimana pengalamanmu sendiri?</p><p>Beberapa bulan Yang lalu aku ngasih temanku kado ultah, dan rasanya senang banget ngeliat dia ngejerit, apalagi kado yang kukasih jadi sering dia bawa. </p><p>Rasanya sangat menyenangkan ketika memberi sesuatu ke temanku dan melihat mereka tersenyum, apalagi kalau sesuatu yang kuberi itu jadi berguna bagi mereka. Kadang aku malah kurang suka diberi, entah kenapa jadi Ada perasaan "kenapa ya aku kok egois banget ka</p><p>yaknya." </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-14 08:21:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075310687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>cek2 repliksi dikit</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075501635</link>
         <description><![CDATA[<p>apakah cinta itu melayani? tidak! apakah pecinta kuliner melayani yang jualan? cinta itu seperti benang karet kalau dipikir pikir, mereka reachnya bisa jauh juga, dan harus menyambung ke kedua sisi, kalau tidak getaran dari satu sisi tidak bisa bergetar dengan optimal. jadi cinta itu pada dasarnya saling berbaik hati dengan ringan hati satu sama lain walaupun belum tentu melayani.</p><p><br/></p><p>apakah cinta itu merayakan kebahagiaan orang lain? definately yes! karena bahkan fans kpop maupun fans figur terkenal (semacam putin) akan merayakan prestasi yang mereka sayangi, walaupun mereka mungkin tidak notice, tapi kalau mereka respect sama yang menyukai ya itu kita sukai, kalau seperti merayakan seorang tokoh anime/game dalam setiap pencapaiannya (macam sylus) ya boleh2 aja si T_T</p><p><br/></p><p>apakah cinta mengusahakan kebahagiaan orang lain? YA! pasangan yang benar benar saling mencintai itu sangat menyayangi satu sama lain dan mengusahakan kebahagiaan orang lain tanpa menginginkan keburukan/kebencian</p><p><br/></p><p>untuk pengalaman terakhir baru baru ini aku pakai untuk meng'counter' ibuku yang baru masuk PMS, aku netralin, mengusahakan kebahagian dengan menyingkir dan tidak mengusahakan kebahagian dengan melakukan hal2 yang sudah disuruh. merayakan kebahagian orang lain juga kalau ibuku seneng dikit dikit ku 'hore' in walaupun aku ga mudheng juga</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-14 12:53:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075501635</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 30 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075538368</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelas kemarin dimulai dengan membaca kata-kata ibu CM yang mengatakan bahwa cinta akan menyenangkan bagi mereka yang dicintai. Orang-orang paling biadab atau terjahat sekalipun bisa ditaklukkan dengan cara tersebut, karena dengan kita memberikan kepada mereka cinta dan kasih, lama-lama mereka jadi bisa memberikan cinta kepada sesamanya juga. Cinta yang sebenarnya juga tidak akan pernah sekali-sekali membuat sahabatnya merasa gelisah, kurang dicintai, dan juga tidak percaya. </p><p><br/></p><p>Lalu perihal melayani, di sini ibu CM mengutip kata-kata dari Santo atau Rasul Paulus yang mengatakan bahwa cinta itu bukan hanya ditunjukkan lewat kata-kata, tapi juga perbuatan dan kebaikan. Setiap orang bisa menujukkan pelayanannya dengan cara yang berbeda-beda, seperti misal seorang ibu dan ayah yang mengabdikan hidupnya untuk keluarga, anak-anak yang berusaha menaati orangtuanya, seseorang yang mau mengorbankan waktunya untuk kepentingan bersama, dan lain-lain. Maka karena itu kita tidak boleh puas hanya dengan cinta yang ditunjukkan lewat bibir atau kata-kata saja, karena cinta yang sebenarnya adalah cinta yang ditunjukkan lewat pengorbanan dan pelayanan. </p><p><br/></p><p>Lalu dibahas juga tentang kebencian yang disebut sebagai salah satu dari sifat-sifat iblis. Kita semua harusnya bisa bersikap baik, ramah dan penuh cinta, hanya saja terkadang ada juga kecendrungan dalam diri kita untuk bersikap dingin, pendendam dan penuh kebencian. Seringkali sikap yang jelek ini kita tunjukkan kepada mereka yang tidak kita kenal. Maka karena itu kita bisa mengatasi masalah ini dengan membayangkan sudut pandang orang itu sendiri. Hal tersebut dapat meminimalisir kita bersikap penuh kebencian kepadanya. Biasanya kebencian juga bisa ditimbulkan lewat luka-luka yang pernah kita alami sebelumnya. Ada bagian dari  Doa Bapa Kami yang bunyinya kurang lebih seperti, "ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami." Hal itu menjadi pengingat bahwa kita  tidak bisa bergantung pada diri kita sendiri saat berusaha memaafkan. Mintalah pertolongan dari Tuhan, karena Tuhanlah yang bisa memberikan kita kekuatan untuk memaafkan.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Cinta itu melayani, cinta itu merayakan kebaikan pada orang lain, cinta itu mengusahakan kebahagiaan bagi orang lain. </p><p>Setujukah kamu akan pernyataan di atas? Jika ya, bagaimana pengalamanmu sendiri?</p></blockquote><p><br/></p><p>Aku setuju banget sih dengan pernyataan di atas. Karena seperti yang disebutkan oleh ibu CM dan Santo Paulus juga, bahwa cinta yang sebenarnya adalah cinta yang ditunjukkan lewat perbuatan dan bukannya hanya sekedar di bibir saja. Dengan kita melayani, merayakan kebaikan pada orang lain, dan mengusahakan kebahagiaannya, menurutku hal itu menunjukkan bahwa cinta yang kita berikan kepada seseorang benar-benar tulus apa adanya.</p><p><br/></p><p>Lalu mengenai pengalamanku yang mengarah ke hal-hal pelayanan, waktu itu aku sedang hendak mengikuti retret misdinar (semacam putra putri altar/kumpulan remaja katolik) yang hendak dilangsungkan pada bulan Juli 2023 yang lalu. </p><p><br/></p><p>Waktu itu udah seneng-seneng banget mau ikut retret dengan santai, soalnya selama ini aku always jadi panitia:) Eh taunya ada teman dekatku di gereja yang anggota keluarganya ada yang meninggal hingga mengharusnya ke Surabaya beberapa hari sebelum retret dimulai. Padahal waktu itu dia hendak ditugaskan menjadi mc. Akhirnya karena nggak ada orang yang siap buat jadi mc, para pembina dan pengurus yang lain minta tolong ke aku untuk bergabung di panitia dan menjadi mc menggantikan teman dekatku tadi. Duhh waktu itu rasanya aku mau menolak dengan alasan nggak siap. Tapi kemudian aku sadar bahwa dengan aku mau menggantikannya jadi panitia dan mc, tandanya aku mau melayani dan meletakkan kepentingan orang lain di atas diriku sendiri. Dan ofc karena aku sayang banget sama dia, jadinya aku menggantikannya jadi mc:))</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/796642a77e5ac24547d7df8e0c5adc7f/c37e4f65_0a85_4b3b_815d_2c6f4198b959.gif" />
         <pubDate>2024-08-14 13:33:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075538368</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3301 E5E613</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075628564</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nrazi</strong></p><p>Dicintai katanya menyenangkan, saking menyenangkannya--seseorang paling biadab sekalipun bisa tobat karena sebuah cinta. Ini karena cinta mengandung unsur-unsur yang pada dasarnya (katanya) disukai manusia. Cinta adalah sebuah obat dari penyakit jiwa, dan cinta membuat sesosok mengupayakan kebaikan bagi yang dicintai.</p><p><br/></p><p><strong>Rflekzi</strong></p><p>"Cinta itu melayani, cinta itu merayakan kebaikan pada orang lain, cinta itu mengusahakan kebahagiaan bagi orang lain. Setujukah kamu akan pernyataan di atas? Jika ya, bagaimana pengalamanmu sendiri?"</p><p>Cukup setuju, tapi aku ganti melayani dengan memberi (dengan tulus tentunya), dan kebahagiaan dengan kebaikan. Pengalamanku adalah aku pikir dan rasa bahwa menulis narasi ini adalah hal yang bagus untuk diriku, maka dari itu aku mengusahakan hal ini meskipun malas.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/bc27b7aeb61f8d8eb06f45241002fd3d/VID_20240130_200836_0__00_01_24_24_Still018.png" />
         <pubDate>2024-08-14 14:57:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075628564</guid>
      </item>
      <item>
         <title>-`♡♡´-</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075657847</link>
         <description><![CDATA[<p>Cinta akan membuat kita berusaha untuk membahagiakan orang-orang yang kita sayangi dan cintai. Karena itu kita akan berusaha untuk berguna demi orang yang kita cintai dan menghindari sikap rewel, jengkel, cemberut, cemburu, ataupun sikap tidak percaya. Tapi aku rasa terkadang ego dari seseorang dapat mengambil alih sehingga orang itu jadi bersikap jengkel, cemberut, dan bahkan sampai tidak percaya kepada orang yang disayangi/cintainya. Menurutku Ego dapat mengendalikan dan menutupi perasaan sayang yang tulus dari seseorang, dan disitulah menurutku kita harus berhati-hati. </p><p>Bukan berarti ego itu sepenuhnya jelek, kita tetap membutuhkan ego untuk bertahan hidup. Mirip seperti apa yang CM bilang tentang rasa cinta terhadap diri, aku berpikir bahwa mungkin yang CM maksudkan dari rasa kecintaan terhadap diri sendiri pada bab sebelumnya sebenarnya adalah Ego.</p><p>Aku ingin memberi contoh, seperti ketika aku beradu pendapat dengan ibuku. Aku sangat amat menyayangi nya, tapi ketika aku dikritik oleh ibu atau ditegur aku bisa saja menjadi jengkel, marah, dan dingin  karena ego ku tercolek. Setelah aku sudah lebih tenang, aku selalu menyesali sikap dan perilaku yang ku tunjukkan kepada ibuku saat ego ku muncul. Pada saat itu lah rasa cinta ku kepada ibu tersayang aq berhasil ditutupi oleh egoku sendiri. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2638894356/af36a3affb37fe199471c743ca94e1e8/download__24_.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-14 15:27:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075657847</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta, penuh pengorbanan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075672413</link>
         <description><![CDATA[<p>Cinta itu menyenangkan bagi orang yang mencintainya. Dengan cara ini kita bisa menaklukan hati orang yang paling biadab sekalipun, karena ketika mereka ditunjukkan kehidupan yang penuh dengan kebaikan, cinta, dan kasih, ia akan memberikan cinta kepada orang-orang yang menjadi sumber kebahagiaannya. Cinta akan mengupayakan banyak hal untuk orang yang baginya penting, ia enggan membuat temannya cemburu, cemberut, atau merasa tidak nyaman. Cinta juga akan berupaya untuk membuat dirinya berguna, ia ingin bertumbuh demi teman yang sudah rela memberikannya cinta. Intinya cinta memiliki hasrat untuk melayani, melayani teman, keluarga, atau bahkan orang yang tidak dikenal.<br><br><br></p><p>Refleksi:<br>“Cinta itu melayani, cinta itu merayakan kebaikan pada orang lain, cinta itu mengusahakan kebahagiaan bagi orang lain.”</p><p>Aku percaya bahwa cinta itu nihil tanpa pengorbanan, jadi ya aku setuju, cinta itu akan berusaha sekuat mungkin untuk memberikan kebaikan, cinta akan berjuang untuk melayani orang yang penting baginya, dan yang paling penting cinta akan berkorban untuk kebahagiaan orang yang disayanginya.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2637895538/d5bcde54fc3dcb73eadd5061e73d8dea/85ff94ec_6339_4b9b_8ba7_50ae3730d549.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-14 15:41:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075672413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 30 - CINTA </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075680069</link>
         <description><![CDATA[<p>Di bacaan kali ini cm berkata bahwa cinta itu menyenangkan buat semua orang yang dicintai. Bahkan orang yang paling biadab dan jahat saja akan takluk jika di cintai.</p><p>Suatu hari nanti mereka akan mengetahui bahwa ara pahlawan missionaries dan prajurit melakukan tindakan yang baik semata2 baik. </p><p><br></p><p>Rata rata orang yang mencintai temanya mereka rela mau membahagiakan temannya itu.</p><p><br></p><p>Cinta itu membuat orang yang ingin membahagiakan temannya ini berguna. karena mereka ingin terus membahagiakan temannya.</p><p><br></p><p>Cinta itu memiliki hasrat untuk melayani karena kalau menurutku cinta itu butuh effort dan orang orang pasti akan selalu berusaha untuk melayani orang yang mereka cintai dengan sepenuh hati (contohnya kayak love language; physical touch, act of service, words of affirmation, quality time, dan receiving gift) </p><p><br></p><p>Dalam jiwa manusia selain cinta ada juga kebencian yang disebut dengan sifat iblis. Manusia memiliki kemungkinan bersikap baik, ramah, cinta, dan hangat, manusia pun memiliki kemungkinan juga untuk bersikap dingin, cuek, penuh kebencian, dan jahat (mungkin bahasa sekarang itu 'red flag'). Umum nya kebencian bisa ada karena ada luka yang dialami oleh manusia itu jadi akhir nya bersikap membenci seperti itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-14 15:48:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3075680069</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Never let them know your next move</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3076500302</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari bacaan Ourselves yang lalu, aku berpikir kalau cinta itu biasanya selalu ingin memberikan sesuatu ke orang, binatang, atau objek lain. Jadi kita seperti ingin membuat dia bertumbuh terus dan selalu ingin mempertahankan yang kita cintai. Kita ingin memberikan apa saja yang bisa diberikan, mulai dari materi, pujian, teguran, asalkan mereka bisa diperkaya.</p><p><br/></p><p>Tapi cinta juga punya oposisi yaitu kebencian. Dua karakter ini selalu saja berbenturan. Ketika kita mencintai orang, ada yang sakit hati. Ketika orang lain yang mencintai, giliran kita yang membenci. Aku pernah dengar peribahasa “cinta yang berlebihan menjadi benci, benci yang berlebihan menjadi cinta”. Maksud dari kata-kata tadi adalah kadang kita mencintai sepenuh-penuhnya, tapi ketika kenyataan tidak sesuai ekspektasi, kita jadi sangat benci. Tapi ketika kita membenci sebenci-bencinya, kita malah jadi sering memikirkan orang yang kita benci, melihat banyak hal positif dari orang itu, malah jadi cinta.<br></p><p>Jadi menurutku, cinta adalah karakter yang sangat terbuka, sangat humble. Tapi sisi misteriusnya sama-sama besar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-15 10:43:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3076500302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>09.08 | Cinta Menyenangi Kebaikan Orang Lain</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3076580639</link>
         <description><![CDATA[<p>Cinta itu menyenangkan bagi orang yg dicintai</p><p>Bahkan hati seorang biadab dan tehina bisa ditaklukan dengan cara ini. </p><p>Ibu CM berkata, Kita bisa yakin kalau orang-orang yg tinggal di negara-negara biadab, bangkit dari keterpurukan karena mereka telah melihat bagaimana orang lain hidup dalam cinta.</p><p><br/></p><p>cinta menyenangi kebaikan dari orang yang dicintai, nah ini yg membuat kita mengupayakan kebahagiaan bagi orang yg dicintai dan enggan membuatnya gelisah, rewel, cemberut dan bahkan hilang kepercayaan.</p><p><br/></p><p>cinta juga akan berusaha menjadi berguna dan melayani.</p><p><br/></p><p>kita perlu ingat bahwa "cinta bukanlah kata-kata, tetapi perbuatan dan kebenaran" jangan merasa puas dengan ungkapan cinta, tetapi tunjukan cintamu dengan pelayanan dan kepercayaan </p><p>(tidak perlu banyak berkata-kata yg penting aksi nyata,<em> damn</em>)</p><p><br/></p><p>namun terdapat sifat-sifat iblis yg berada dalam Jiwa Manusia.</p><p>Kita berkemungkinan untuk bersikap dingin, dan kemungkinan besar pada orang asing.</p><p><br/></p><p><em>Cinta itu melayani, cinta itu merayakan kebaikan pada orang lain, cinta itu mengusahakan kebahagiaan bagi orang lain. Setujukah kamu akan pernyataan di atas? Jika ya, bagaimana pengalamanmu sendiri?</em></p><p><br/></p><p>Ya, saya setuju.</p><p>Jika kita mencintai dengan tulus, kita pasti berusaha membuat mereka bahagia dan mendukung mereka.</p><p>Cinta bukan hanya tentang bagaimana kita merasa, tetapi juga tentang bagaimana kita bertindak dalam mendukung dan menghargai orang lain.</p><p>berdasarkan pengalaman saya, ini seperti hal yang terjadi secara alami. Sadar maupun tidak sadar kita pasti menunjukan afeksi kepada mereka yg kita cintai.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-15 12:34:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3076580639</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The House Of Heart.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3076629787</link>
         <description><![CDATA[<var>
Hasrat Untuk Melayani</var><var></var><p>Cinta memiliki Hasrat untuk memberi dan melayani, di katakan oleh oma CM bentuk pelayanan dari rasa cinta itu bisa berbeda beda tergantung dengan kedudukan dan usia dari orang yang kita cintai. Seorang anak akan memberi ketaatan pada orang tuanya sebagai bentuk dari pelayanan mereka, sedangkan orang tua akan memberikan pelayanan mereka beruba teguran pada anaknya.</p><p><br></p><p>Dalam subab ini Oma CM mengutip sebuah kalimat tentang cinta yang berbunyi "Cinta bukanlah kata kata, tetapi perbuatan dan kebenaran" atau "Jangan merasa puas dengan ungkapan cinta melalui kata kata dan kasih sayang, tetapi tunjukanlah cintamu melalui pelayanan dan kepercayaan"</p><p><br></p><p>Nah, sebagai orang yang percaya dengan kalimat 'action speaks louder than words' aku setuju banget dengan apa yang oma CM katakan di sini. Menurutku cinta memang gak bisa hanya sekedar di ucap aja, apalagi di jaman modern ini yang semua orang bisa dengan mudahnya bilang i love you without really meant it.</p><p><br></p><p>Cinta ada pada setiap orang dan setiap hati manusia, namun untuk menyentuh sumber cinta ini seseorang harus memberikan Cinta terlebih dahulu.</p><p><br></p><var>Kebencian </var><p><br></p><p>Dalam setiap jiwa manusia terdapat kemungkinan kemingkinan yang berlawanan, yang oleh oma CM disebut sebagai sifat-sifat iblis. Kita memiliki kemungkina untuk bersikap ramah, hangat, dan penuh cinta. Tapi di sisi lain kita juga memiliki kemungkinan untuk bersikap dingin, tidak suka, dan membenci.</p><p><br></p><p>Rasa benci adalah sebuah perasaan yang tidak biasa dan <em>umumnya ia muncul karena akibat luka.</em> Untuk yang ini, mungkin kita bisa ambil contoh seperti Cruela, dan Maleficent (di series mereka sendiri yaa bukan yang di kartun).</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/9651fb186a3745e09e1246814fc9a285/The_House.png" />
         <pubDate>2024-08-15 13:22:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3076629787</guid>
      </item>
      <item>
         <title>32 | Cinta, Melayani, &amp; Kebencian</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3076706783</link>
         <description><![CDATA[<p>Sangat setuju ketika di bacaan kali ini bilang: (kurang lebih) orang jahat dan biadab sekalipun bisa luluh jika tahu dirinya dicintai. Bahwa cinta juga berarti melayani akupun sepakat. Begitu pula dgn sifat kebencian yg berada di diri ini. </p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>Dari pernyataannya aku setuju. Mengenai pengalamanku aku merasa memang melakukan hal-hal tersebut ketika cinta dengan seseorang/ keadaan</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-15 14:32:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3076706783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB II: Rasa Iba</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3080697599</link>
         <description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu melihat anak bayi yang mengusap wajah perawat karena ingin menyembuhkan rasa sakitnya atau berkata "kasihaan" ketika tak sengaja menginjak ekor kucing? Kadang bayi dengan sengaja menarik ekor kucing, tapi itu hanya didasari oleh rasa ingin tahu saja, akan apa yang akan terjadi berikutnya. Jika diberi tahu tentang rasa sakit, mereka akan berhenti dan berkata "kasihaan", ini adalah pengaruh dari rasa iba. Rasa iba itu membuat gadis kecil menangis melihat anjing dipukuli, ada juga anak yang menangis tiap kali mendengar cerita Yusuf yang dibuang ke dalam sumur. Itu semua adalah pengaruh dari rasa iba. <br><br><strong>Rasa Iba Membuat Orang Ingin Membantu</strong><br>Rasa iba bisa membuat orang mendedikasikan hidupnya untuk menolong mereka yang menderita. Seperti seorang bernama Pastor Damien yang meninggalkan semua hal yang menyenangkan demi membantu orang kusta. Ada juga para martir yang melayani ribuan orang yang menderita karena tak tahan bila tak berbuat apa-apa untuk menolong mereka. <br><br><strong>Rasa Iba yang Sia-sia </strong><br>Rasa iba yang sia-sia adalah ketika rasa itu hanya sekedar lewat, tidak ada rasa ingin menolong. Ketika orang menangis, berkata "sedih sekali!" Tapi tidak berbuat apa-apa untuk membantu mereka yang menderita. Atau terlebih, ketika seseorang lebih memilih untuk mengasihani tokoh fiksi yang tak membutuhkan bantuan alih-alih mereka yang benar-benar menderita. <br><br>Kata oma CM, rasa Iba yang tak berujung pada usaha untuk menolong membentuk hati yang keras seperti batu. Oiya, terus katanya biasanya laki-laki lebih cenderung tidak ingin menunjukkan rasa iba yang mereka rasakan. <br><br><strong>Pertanyaan reflektif:</strong><br><strong>1. Apa bedanya rasa sedih karena diri sendiri dan rasa sedih karena melihat penderitaan orang lain?</strong><br><br>Mungkin aku akan menggunakan cerita yang disampaikan kemarin. Anggap saja salah satu orangtua dari temanku meninggal dunia. Rasa sedih karena penderitaan orang lain tercermin pada rasa sedihku yang merasa iba pada temanku yang baru saja kehilangan orangtuanya. <br><br>Sedangkan menurutku (menurutku ya), rasa Iba yang dirasakan ketika aku membayangkan aku berada <strong>di</strong> posisi temanku (alias, membayangkan seandainya orangtuaku yang meninggal) bukanlah larut pada rasa iba kepada temanku yang menderita itu, namun kepada diri sendiri. <br><br>Menurutku, rasa Iba yang dirasakan saat itu adalah efek dari kita yang tidak ingin merasakan hal yang sama. Kita yang berpikir akan merasa menderita jika merasakan hal yang sama. <br><br>Kadang ada orang yang berusaha memunculkan rasa iba kepada seseorang menggunakan cara ini, mereka bertanya "Bagaimana seandainya hal itu terjadi padamu?" Sontak orang itu akan merasa Iba dalam sekejap. Karena manusia yah, akan cenderung memikirkan dirinya sendiri sebelum orang lain, dan lebih mudah berpikir demikian. <br><br><em>"Tapi Kei, emangnya bisa merasa iba tanpa perlu membayangkan seandainya kita berada di posisi orang yang menderita itu?"</em><br><br>Menurutku sih bisa-bisa saja ya. Contohnya kita bisa kan merasa Iba pada contoh anjing yang dipukuli tadi, tanpa harus membayangkan seandainya kita yang menjadi anjing itu (aku pribadi sih agak kesulitan membayangkannya ya), asal kita tahu bahwa anjing itu pasti merasa kesakitan setelah mendengking-dengking sedemikian rupa. <br><br>Oiya terus juga gini. Rasa iba pada diri sendiri itu biasanya membuat aku nge-stuck, tenggelam pada rasa iba tanpa ada kekuatan untuk berbuat sesuatu untuk membantu diriku, tidak seperti ketika aku iba kepada orang lain. Aku kalau iba pada diriku sendiri jadi seakan ada kabut yang membuatku terlalu lelah untuk melakukan apa-apa, makanya biasanya langsung kuhilangkan sebelum aku terlarut dalam rasa iba itu. <br><br><strong>2. Apakah kalian memiliki hati yang peka atau hati yang sekeras batu? Atau berada di antara keduanya? Ceritakan alasannya ya</strong><br><br>Setelah menimbang-nimbang, menurutku aku berada sedikit, sedikit saja ke arah hati yang peka. Ada beberala situasi yang membuat rasa iba dalam diriku tergerak, bahkan sampai menangis "kadang-kadang". Biasanya sih aku merasa begitu kebanyakan ya ke anak-anak, orang, tokoh, hewan--apapun itu, yang terjebak, yang yah tidak punya kuasa menolong diri mereka sendiri. <br><br>Beberapa waktu lalu sih karena anak perempuan di Palestina yang kehilangan anggota keluarganya yang kena runtuhan bangunan, karena kayak kasihan aja gitu karena dia kebetulan terlahir di sana, dengan kurun waktu yang tidak pas itu. Tapi semakin kesini aku semakin berusaha cepat-cepat mengalihkan rasa iba itu, karena kenapa ya, aku juga ngga tau entah deh.<br><br>Yahh, seringnya sih merasa iba karena hewan atau tokoh buku (plis aku paling parah tuh pas nangis banget baca buku Laut Bercerita, tidak percaya hal tersebut benar-benar pernah terjadi di masa lampau💀) atau jika memang terjadi di dekatku, nah itu baru aku ngerasa kayak gimanaaa gitu seandainya tidak menolong, jadi sebisa mungkin kutolong.<br><br>Kesimpulan dadakan: Entah mengapa aku merasa bahwa setiap manusia yang sehat pasti memiliki rasa iba, sekecil apapun itu. Itu yang membuat kita menjadi manusia. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-20 01:28:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3080697599</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3081135280</link>
         <description><![CDATA[<p>kita seringkali menjadi sedih ketika melihat penderitaan orang, rasa sedih ini biasanya dikenal dengan "iba" </p><p><br/></p><p>Rasa iba ini adalah rasa kasih pada orang lain yang terkena suatu masalah. Rasa iba ini bisa mendukung kita untuk berbuat sesuatu untuk mereka yang terkena masalah itu.</p><p><br/></p><p>1. Apa bedanya rasa sedih karena diri sendiri dan rasa sedih karena melihat penderitaan orang lain?</p><p>Rasa sedih untuk kita akan terasa seperti dunia kita yang hancur, sementara penderitaan orang lain membuat kita merasa dunia ini yang hancur. Dengan kata lain, kesedihan pada penderitaan orang membuat kita merasa sedih terhadap apa yang terjadi pada dunia, bukan kita saja. </p><p><br/></p><p>2. Apakah kalian memiliki hati yang peka atau hati yang sekeras batu? Atau berada di antara keduanya? Ceritakan alasannya ya</p><p><br/></p><p>Aku rasa aku bisa keduanya, aku bisa merasa sedih karena penderitaan orang, tapi kadang pun aku tidak peduli. Tergantung situasi, akupun tak tahu mengapa bisa begitu</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-20 07:07:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3081135280</guid>
      </item>
      <item>
         <title>33 | +- Rasa Iba</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3081206132</link>
         <description><![CDATA[<p>Perasaan iba menyertai setiap pribadi manusia. Nyonya iba--sebuatan CM--berguna supaya setiap individu dapat kasihan dan berbuat sesuatu setelahnya. Karena rasa iba manusia bisa bersemangat, bisa mengurangi self-center nya. Pun sebaliknya, rasa iba dapat menjadi tidak punya faedah jika hanya sekedar lalu tanpa ada tindakan. </p><p><br/></p><p>Dari diskusi di zoom kita saling mengingatkan juga untuk awas terhadap kapasitas diri masing-masing, mengingat rasa iba akan selalu ada di dunia ini. Tindakan dari rasa iba tidak melulu soal pertolongan langsung. Niat &amp; bijak berpikir itu sebuah langkah juga.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>1. </p><p>Kok kayaknya sama aja ya. Bedanya hanya obyek yang dikasihani. Satunya fokus ke diri, satunya sedih karena sesuatu mempa seseorang</p><p><br/></p><p>2. </p><p>Aku merasa condong di opsi pertama, tapi sangat mungkin dalam beberapa konteks hatiku sekeras batu. Mengapa? mungkin ketika ada hal yg membuat hatiku sekeras batu hal itu bukan termasuk dalam prinsip/ nilai-nilai yang kupegang</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-20 08:13:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3081206132</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The first lord&#39;s in waiting: Pity</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3082784550</link>
         <description><![CDATA[<var>Para Ksatria dan Nyonya Iba.
</var><p>Menurut Oma CM rasa Iba ada pada setiap hati manusia, pada hati orang dewasa, gadis kecil dan bahkan seorang bayi sekalipun. Pernahkah kamu mendengar cerita tentang seorang balita yang dengan penuh rasa kasihan mengelus seekor kucing setelah secara tidak sengaja menginjak ekor mereka? Atau seorang gadis kecil yang berlari pulang dengan air mata setelah melihat anak anjing yang di pukuli? </p><p>Tentu saja, itu semua dapat terjadi kerena adanya rasa Iba pada hati mereka. </p><p><br></p><p>Seringkali ketika kita melihat penderitaan dari orang lain dan memikirkan nya dalam dalam kita juga akan merasakan kesedihan dan rasa sakit yang sama, sampai sampai keinginan untuk menolong pun timbul. Hal serupa juga di rasakan oleh pahlawan pahlawan di luar sana, kesedihan yang mereka rasakan setelah melihat penderitaan orang lain membuat mereka begitu ingin menolong hingga rela memberikan apapun untuk memberi rasa nyaman pada para penderita itu.</p><p><br></p><var>Rasa Iba Tidak Berguna  </var><p><br></p><p>Tugas rasa iba, sejatinya adalah untuk menumbuhkan keinginan menolong dalam diri kita. Namun rupanya, di dunia ini ada beberapa orang yang menikmati kemewahan rasa iba tanpa menginginkan untuk menolong. Mereka merasa sedih saat melihat penderitaan orang lain dan bahkan menangis untuknya, namun ya sudah. Sampai situ saja. Hanya bersimpati tanpa adanya niat untuk menolong.</p><p><br></p><p>Rasa iba yang seperti itu di sebutkan oleh oma CM sebagai rasa iba yang tidak berguna. Oma CM juga mengatakan, kalau semua rasa iba yang tidak berujung pada usaha untuk menolong membuat hati menjadi keras seperti batu. Juga, tidak ada orang yang lebih sulit untuk membantu selain mereka yang membiarkan diri dalam kemewahan Rasa Iba yang tak berguna.</p><p><br></p><var>  Refleksi   </var><p><br></p><p><br></p><blockquote><p> Apakah kalian memiliki hati yang peka atau hati yang sekeras batu? Atau berada di antara keduanya? Ceritakan alasannya ya</p></blockquote><p><br></p><p>Hati yang peka itu hati yang dapat bersimpati dan merasa iba atas penderitaan orang lain sehingga memiliki keinginan menolong kan? Sedangkan hati sekeras batu itu adalah kebalikan dari hati yang peka. Hati yang yang bisa merasa iba tanpa mau menolong. Iya bukan?</p><p><br></p><p>Nah kalau gitu, sejujurnya aku jadi agak sedikit bingung harus melabeli diri sendiri ini sebagai orang yang seperti apa. </p><p><br></p><p>Karena, aku bisa kok bersimpati dan merasa iba atas penderitaan orang lain, tapi aku gak selalu memiliki keinginan dan mau mengusahakan sesuatu untuk menolong. </p><p><br></p><p>Bukan karena apa, tapi menurutku kalau si penderita ini GAK MAU menolong diri mereka sendiri mau sekuat apapun usaha ku untuk menolong ya akan percuma. Ending nya? Ya aku buang buang tenaga aja.</p><p><br></p><p>Aku bisa bersimpati, bisa juga punya keinginan dan mengusahakan sesuatu untuk menolong SELAMA orang yang ingin aku tolong ini juga punya usaha untuk menolong diri mereka sendiri. </p><p><br></p><p>Nah kalau gitu? Hitungan nya aku di tengah tengah atau bukan?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/9f02d8df9be218d859309f6cfe83b5b0/The_House__1_.png" />
         <pubDate>2024-08-21 08:18:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3082784550</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The House of The Heart #3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3082876387</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><blockquote><p>Para Ksatria dan Nyonya Iba</p></blockquote><p><br></p><p>Seorang anak kecil bisa saja pulang menangis karena melihat anjing dipukuli, rasa ibalah yang membuat dia menangis, lalu ada juga anak yang setiap kali dibacakan cerita yusuf (?) dia akan menangis.</p><p>Kata Ibu CM, anak laki laki malu untuk bersedih, mereka lebih sering menghindari kejadian sedih dan ataupun cerita sedih. lalu dikatakan juga semakin tua seseorang akan semakin mudah menahan rasa iba atau sedih.&nbsp;</p><p><br></p><p>Ada juga orang yang mengorbankan hidupnya hanya karena iba kepada orang lain. Contohnya ada orang bernama Pastor Damien yang rela melewatkan hal hal menyenangkan, lalu memberikan bantuan untuk orang orang didaerah kepulauan Hawaii, dan masih banyak contoh orang orang lainnya&nbsp;</p><p><br></p><p>orang orang ini juga terkadang melayani orang asing, atau bahkan keluarganya sendiri seperti ibu ayah saudara dsb.&nbsp;</p><p><br></p><blockquote><p>Rasa Iba yang Tak Berguna&nbsp;</p></blockquote><p><br></p><p>ada rasa iba yang tak berguna, contoh seseorang melihat sebuah kejadian yang menyedihkan dan lalu orang itu sampai menitikan air mata, tapi orang itu tidak membantu sama sekali. terkadang orang juga lebih menghasiani tokoh tokoh didalam buku, dan menghiraukan dunia luar&nbsp;</p><p><br></p><blockquote><p>Silakan direfleksikan:</p></blockquote><p><br></p><p><em>1. Apa bedanya rasa sedih karena diri sendiri dan rasa sedih karena melihat penderitaan orang lain?</em></p><p><br></p><p>: Contoh sebuah kejadian ada orang meninggal. Jika rasa sedih karena penderitaan orang lain aku akan berkata “kasian ya si ini begini begini”</p><p>sementara jika itu karena diri sendiri mungkin aku akan berkata “aduh gimana ya nanti kalau aku begini juga? ;c”</p><p><br></p><p><em>2. Apakah kalian memiliki hati yang peka atau hati yang sekeras batu? Atau berada di antara keduanya? Ceritakan alasannya ya</em></p><p><br></p><p>: aku memilih diantara keduanya, karena kadang ada hal hal yang memang tidak bisa kita bantu dan akan terasa bersalah jika tidak membantu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/l2JhL0Gpfbvs4Y07K/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-08-21 10:12:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3082876387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa iba</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3082891440</link>
         <description><![CDATA[<p>seorang bayi mengelus-ngelus seekor kucing sambil berkata "kasihan" karena dia baru saja menarik ekornya, atau seorang gadis yang pulang kerumah sambil menangis karena dia melihat anjing yang dipukuli. Itulah rasa iba.</p><p><br/></p><p> Ada seorang ksatria yang meninggalkan segala kenyamanan demi merawat orang-orang yang terkena penyakit kusta. ketika rasa iba muncul, dan terus dirasakan, lama-lama akan menjadi menyedihkan dan kita akan berusaha melakukan sesuatu untuknya.</p><p><br/></p><p>rasa iba yang tidak berguna</p><p><br/></p><p>beberapa orang tidak berusaha mengubahnya menjadi lebih baik ketika rasa iba muncul. Bahkan mereka lebih suka mengasihani tokoh-tokoh fiksi yang tidak membutuhkan pertolongan. merasa sedih hanya untuk kesenangan sendiri, supaya     mereka dianggap masih memiliki hati.</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p><br/></p><p>apa bedanya rasa sedih karena diri sendiri dan rasa sedih karena melihat penderitaan oraang lain?</p><p><br/></p><p>menurutku rasa sedih karena diri sendiri lebih mirip mengasihani diri dan rasa sedih karena orang lain adalah kepedulian terhadap orang lain. tapi rasa sedih karena diri sendiri lebih menyedihkn rasanya daripada rasa sedih karena orang lain.</p><p><br/></p><p>apakah kalian punya hati yang peka atau hati yang sekeras batu? atau berada diantara keduanya? </p><p><br/></p><p>Tergantung pada apa. Misalnya aku melihat pemulung di jalan/denger berita tentang palestina/baca buku tentang anak-anak afrika yang dulu kelaparan, rasa sedihnya dikit dan aku nggak mencoba apapun untuk merubahnya. Tapi kalau aku melihat burung di kandang atau mendengar satwa liar yang terancam punah, muncul rasa iba yang cukup besar dan aku berusaha untuk menolongnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-21 10:32:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3082891440</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 31 Kelas Ourselves </title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3082934580</link>
         <description><![CDATA[<p>Di awal bab 2 ini, ibu CM memperkenalkan kita dengan pelayan-pelayan pribadi dari Cinta, yaitu rasa Iba. Semua manusia itu pasti punya yang namanya rasa iba, bahkan anak kecil sekalipun. Contoh yang diberikan di sini adalah anak kecil yang merasakan iba kepada seekor kucing yang ekornya telah ia tarik, atau seorang anak perempuan yang menangis karena kasihan melihat seekor anjing yang dipukuli di jalan. Semakin kita dewasa, kita akan menjadi semakin bisa menahan diri untuk tidak menangis, yang menyebabkan seringkali perasaan sedih atau iba ini kita pendam begitu saja. Tapi tetap saja, jika kita melihat penderitaan, kesedihan, dan rasa sakit yang dialami oleh orang lain, hati kita bisa merasa sakit atau pedih karenanya. Itulah yang dinamakan dengan rasa iba.</p><p><br/></p><p>Ibu CM juga menceritakan kisah seorang ksatria iba bernama Pastor Damien di sini. Diceritakan ia lebih memilh meninggalkan kenyamanan dan kesenangan ia miliki, demi para penderita kusta yang memerlukan pertolongan di Pulau Moloka yang ada di Hawaii. Lalu ada juga cerita tentang Mr. E. J. Pec yang katanya adalah pria paling kesepian dalam era ratu Victoria, yang rela pergi jauh-jauh meninggalkan keluarganya ke daerah Arktik demi melihat kasih yang diberikan oleh Tuhan kepada penduduk di sana. Hal itu terjadi, karena jika kita benar-benar menaruh iba kepada seseorang, kita jadi bisa merasakan penderitaan yang tengah dirasakan oleh mereka. Hal itu juga dapat menjadi dorongan bagi kita untuk memberikan pertolongan bagi mereka yang tengah menderita. Syukurlah banyak orang di dunia ini yang dikaruniai dengan rasa iba ini, karena sebenarnya banyak sekali orang-orang menderita yang memerlukan pertolongan dari kita.</p><p><br/></p><p>Lalu dibahas juga di sini mengenai rasa iba yang tidak berguna. Rasa iba yang tidak berguna adalah rasa iba yang muncul dalam diri kita terhadap orang lain, namun kita tidak mengusahakan apapun untuk menolongnya. Jadi cuman merasa kasihan saja gitu. Orang-orang yang seperti ini lebih suka menangis atau mengasihani karakter-karakter fiksi yang sebenarnya sama sekali tidak memerlukan air mata ataupun rasa iba dari mereka. Rasa iba yang tidak membuat seseorang melakukan sesuatu untuk menolong sesamanya, hanya akan membuat hati orang tersebut menjadi keras seperti batu. Mereka yang terlalu lama membiarkan hati mereka dipenuhi dengan rasa iba yang tidak berguna nantinya akan merasa kesulitan untuk membantu sesamanya yang membutuhkan. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Apa bedanya rasa sedih karena diri sendiri dan rasa sedih karena melihat penderitaan orang lain?</p><p>Apakah kalian memiliki hati yang peka atau hati yang sekeras batu? Atau berada di antara keduanya? Ceritakan alasannya ya</p></blockquote><p><br/></p><p>Menurutku perbedaan antara rasa sedih kepada diri sendiri dengan rasa sedih karena melihat penderitaan orang lain terletak dari apa yang kita rasakan saat merasakan rasa sedih tersebut. </p><p><br/></p><p>Saat merasakan rasa sedih kepada diri sendiri, menurutku kita akan cenderung merasakan yang namanya perasaan marah, tidak berdaya, atau atau kecewa yang kita pusatkan kepada diri kita sendiri. Jadi perasaan yang satu ini lebih bersifat introspektif, yang akhirnya membuat kita berusaha untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari sebelumnya.</p><p><br/></p><p>Sementara itu perasaan sedih yang kita rasakan kepada penderitaan orang lain lebih mengarah menuju rasa empati. Karena perasaan sedih yang satu ini akan mendorong kita jadi bisa merasakan dan mencoba memahami apa yang tengah dirasakan oleh orang lain, dan akhirnya dapat membuat kita jadi terpantik untuk memberikan pertolongan kepada mereka.</p><p><br/></p><p>Untuk pertanyaan yang kedua ini, jujur aku bingung sebenarnya aku tuh termasuk orang yang cuek atau peka. Di rumah dan lingkungan pertemanan, aku termasuk yang peka jika ada teman atau anggota keluargaku yang sedang mengalami masalah atau sedang merasa sedih. Adik, mama, papa, dan teman-temanku yang lain kadang suka menceritakan masalah yang mereka alami ke aku, dan aku berusaha buat bisa mencoba memahami ataupun menghibur mereka kalau mereka sedang merasa sedih.</p><p><br/></p><p>Tapi ada kalanya juga aku bersikap cuek atau masa bodoh dengan masalah yang dialami oleh orang-orang di sekitarku. Mama sering banget ngomel karena ada momen-momen tertentu di mana aku benar-benar nggak ada mood sama sekali untuk mencoba memahami keadaan sesama. Jadi semisal aku sedang badmood, aku bakal bermalas-malasan di kamar sedangkan mama di rumah sedang kerepotan karena suatu hal. Atau aku yang suka membiarkan dan melewatkan hal-hal yang sebenarnya kadang juga memerlukan bantuanku, hanya karena aku lebih memilih melakukan hal-hal yang tidak berguna. Contohnya seperti apa yang dituliskan oleh ibu CM di atas. Aku suka banget menonton anime atau drakor-drakor sedih dan tau-tau nangis-nangis sendiri, sampai sama mama kadang dibilang, <em>"Kok kek wong gendeng ngono, nanges-nanges dewe."</em> :)</p><p><br/></p><p>Jadi menurutku sih aku 50/50 ya, karena ada kalanya aku bisa bersikap peka, namun ada kalanya juga aku bersikap cuek dan tidak peduli sama sekali dengan sesama. Semoga aku bisa jadi jauh lebih peka kedepannya. Amin. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/4a08f768d9538f97ab3cc4b6ac16343c/kimi_ni_todoke.gif" />
         <pubDate>2024-08-21 11:32:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3082934580</guid>
      </item>
      <item>
         <title>16.08 | Rasa Iba</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3083134511</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita akan membahas para pelayan pribadi penjabat Cinta dan Rasa Iba</p><p><br/></p><p><strong>Rasa Iba</strong></p><p>Pernahkah kamu melihat anak kecil yang merasa kasihan pada seekor anak kucing?</p><p>beri tahu dia tentang rasa sakit dan ia akan berkata "kasihaan"</p><p>seperti gadis kecil yg menangis karena melihat seekor anjing dipukuli.</p><p><br/></p><p>kemaren, kita berdiskusi tentang </p><p>"anak laki-laki yg merasa malu untuk menangis"</p><p>kalo aku sendiri, aku memang menutupi jika aku sedang sedih. Namun bukan karena alasan malu, tapi karena aku pikir aku tidak perlu menunjukannya kepada orang lain aku sedang sedih. aku cukup menyimpannya kedalam diriku saja.</p><p><br/></p><p>Rasa Iba menggugah kita untuk membantu mereka yang menderita.</p><p>Hati lembut mereka hanyut dalam perasaan iba sehingga rela menyerahkan seluruh hidup mereka untuk memberikan pelayanan, kenyamanan dan pertolongan untuk mereka yg menderita.</p><p>Ibu CM memberi contoh kisah bagaimana Pastor Damien memberikan penolongan dan kenyamanan pada para penderita kusta di Hawaii.</p><p><br/></p><p>Tetapi ada juga rasa Iba yg tak berguna</p><p>Rasa sedih yg disebabkan tokoh-tokoh fiksi yg tak membutuhkan bantuan.</p><p>Mereka merasa senang ketika menangis karena kisah di buku atau drama.</p><p>mereka mengira mereka memiliki hati yg peka, namun ibarat air dari sumber batu kapur, mereka melapiskan zat-zat lunak yg menjadi keras pada hati mereka.</p><p><br/></p><p>lalu timbul pertanyaan "lebih baik punya rasa iba yg palsu atau tidak ada rasa iba sama sekali?"</p><p>ini pertanyaan yang cukup dalam. menurutku lebih baik memiliki rasa iba yg tidak berguna dan kemudian belajar untuk mempunyai rasa iba yg berguna.</p><p><br/></p><p><em>Pertanyaan refleksi</em></p><ol><li><p> Apa bedanya rasa sedih karena diri sendiri dan rasa sedih karena melihat penderitaan orang lain?</p></li></ol><p><br/></p><p>Rasa sedih karena diri sendiri biasanya bersumber dari kehilangan, kegagalan dan ketidakpuasan dalam diri sendiri.</p><p>nah rasa sedih ini berfokus pada frustrasi yang kita alami sendiri. Ini bisa membuat kita merasa terisolasi atau lebih fokus pada perbaikan diri dan mengatasi masalah pribadi kita.</p><p><br/></p><p>sedangkan rasa sedih karena penderitaan orang lain membuat kita terhubung dengan mereka secara emosional.</p><p>Rasa sedih ini sering diiringi dengan rasa empati dan dorongan untuk membantu atau memberikan dukungan.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Apakah kalian memiliki hati yang peka atau hati yang sekeras batu? Atau berada di antara keduanya? Ceritakan alasannya ya</p></li></ol><p>Mungkin berada di antara peka dan sekeras batu. </p><p>saya merasa sangat terhubung dan empati terhadap perasaan orang lain, terutama ketika saya mendengar cerita yang  benar-benar menyentuh atau melihat seseorang dalam kesulitan. </p><p>Di saat-saat seperti itu, hati saya terasa peka dan saya merasakan dorongan untuk membantu atau memberikan dukungan.</p><p><br/></p><p>tapi ada juga momen di mana saya merasa tidak terlalu terpengaruh oleh perasaan orang lain, terutama ketika saya sudah terbiasa dengan situasi yang sama .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-21 14:28:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3083134511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kasihan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3083778605</link>
         <description><![CDATA[<p>Bacaan kali masih membahas tentang salah satu bawahan kasih. Rasa iba sudah ada sejak kita lahir. Karena manusia dilahirkan baik adanya, tidak ada dosa di dalam hati bayi. Bayi hanya dipenuhi dengan hati yang murni. Salah satunya adalah rasa iba. Bayi atau anak kecil rasa iba masih sangat sensitif, jadi kalau dia kasihan kepada sesuatu biasanya dia akan merasa sedih juga. Tapi bukan berarti saat dewasa kita kehilangan rasa iba. Saat kita dewasa pun kita akan tetap punya rasa iba kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan, seperti orang yang mempunyai penyakit berbahaya, korban perang, orang miskin, dan lain-lain.</p><p><br/></p><p>Tapi ada orang yang merasa kasihan kepada orang lain, tapi tidak melakukan apapun untuk menolong orang tersebut. Ini adalah rasa iba yang tidak berguna, malahan di ajaran Kristen orang yang tahu kalau saudaranya sedang kesusahan tapi tidak menolongnya sudah termasuk berdosa. Jadi kalau kita hanya menangis kasihan tapi tidak melakukan pertolongan itu namanya orang bodoh.</p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p>Yang pertanyaan pertama jujur agak nggak mudeng. Tapi mungkin maksudnya rasa sedih kepada diri sendiri lebih ke arah cari perhatian. Sedangkan sedih kepada orang lain kayaknya memang dari hati yang murni sih.</p><p><br/></p><p>Jujur sebetulnya rasa ibaku termasuk peka. Jadi aku kalau ngomong lebih sering mempertimbangkan perasaan orang lain supaya mereka nggak sakit hati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-22 01:16:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3083778605</guid>
      </item>
      <item>
         <title>9918-28AACG</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3083981245</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>N</strong></p><p>Rasa iba, salah satu rasa yang menjadi bawaan manusia. Itulah mengapa bayi dan anak-anak akan bersedih ketika mengalami sesuatu yang menyedihkan.</p><p>Adanya rasa iba dikatakan untuk menginspirasi kita untuk menolong, dan ketika rasa iba tidak diiringi dengan sebuah pertolongan, maka itu adalah rasa iba yang tidak berguna.</p><p><br/></p><p><strong>J</strong></p><p>"1. Apa bedanya rasa sedih karena diri sendiri dan rasa sedih karena melihat penderitaan sosok lain?</p><p>2. Apakah kalian memiliki hati yang peka atau hati yang sekeras batu? Atau berada di antara keduanya? Ceritakan alasannya ya"</p><p><br/></p><p>1: Jika karena diri sendiri, maka yang menjadi "untuk" adalah diri sendiri; bagaimana sesuatu terasa menyakitkan bagi diri, bagaimana semestinya sesuatu yang diri terima, bagaimana supaya diri bisa keluar dari rasa sakit ini, dan lainnya. Singkatnya: aku bersedih karena sosok lain atas apa yang terjadi padaku.</p><p>Jika karena orang lain, maka yang menjadi "untuk" adalah sosok lain: bagaimana sosok tersebut merasa kesakitan, bagaimana sosok tersebut semestinya berlaku/diperlakukan, bagaimana supaya sosok tersebut keluar dari rasa sakit ini, dan lainnya. Singkatnya: aku bersedih atas apa yang terjadi pada sosok lain.</p><p><br/></p><p>2: Aku pikir aku cukup peka jika aku bisa memfokuskan diriku untuk memahami sosok lain, tapi apa aku mudah untuk fokus memahami sosok lain?, mungkin.</p><p><br/></p><p><strong>K</strong></p><p>Menurutku, iba di sini berarti: sebuah rasa kasihan yang kita dapat dari sosok lain. "Diri sendiri" aku artikan sebagai sosok yang mengalami kejadian tersebut secara langsung, maka dari itu, aku yang dulu (yang mengalami) dan aku yang sekarang adalah sosok yang berbeda; aku bisa menjadikan diriku yang dulu sebagai sosok untuk diibakan.</p><p><br/></p><p>Nah, bagaimana rasa iba ini berproses bisa bervariasi, ada yang bersifat simpati, dan ada juga yang bersifat empati. Rasa kasihan harapannya bisa menjadi bagian dari sebuah penyelesaian, tapi penyelesaian kadang diartikan dengan terlalu sempit seperti tindakan yang secara langsung, padahal penyelesaian bisa berupa hal-hal yang mendukung, jangka panjang, dan lainnya. Atau secara paling mendasar, niat kita yang ingin membantu menyelesaikan pun sudah menjadi bagian dari penyelesaian; membuat kita lebih cermat dalam mendeteksi peluang, membuat kita menghindari hal-hal yang tidak menyelesaikan, dan sebegainya.</p><p><br/></p><p>Aku setuju jika dihadapkan pada pernyataan bahwa rasa ini ada supaya kita bisa membantu, dan jika tidak; rasa iba akan sia-sia. Namun, menurutku--sebuah opsi yang sah-sah saja untuk kita dicap sia-sia, kita bisa bersikap seperti itu, tapi tentu siap dengan konsekuensinya.</p><p><br/></p><p>Aku pikir ada rasa iba yang tidak berguna bahkan menghancurkan diri sendiri, yaitu rasa iba yang tidak sesuai realita. Aku tidak hanya sedang membahas hal-hal "fiksi" seperti yang kita saksikan di buku-buku, kartun-kartun, dan kisah-kisah (lainnya) tertentu, kadang rasa iba kita pada realita tidak sesuai dengan realita itu sendiri. Iba terhadap hal-hal fiksi menurutku belum tentu buruk, itu bisa menjadi sebuah langkah bagi kita untuk iba terhadap kasus serupa di realitas kita. Poinku adalah, ada suatu kemungkinan bagi kita untuk terpaku mengibai hal yang tidak nyata sehingga bahkan kita tidak bisa dan tidak perlu untuk membantu, lebih lanjut--kita berkemungkinan merasakan perasaan sedih bahkan depresi atas hal yang sebenarnya tidak ada. Jadi, berhati-hatilah dalam beriba-iba.</p><p><br/></p><p><strong>C</strong></p><p>Pada komentarku, tentu konsep "iba"nya bisa berbeda dengan yang umum diketahui, tapi intinya aku ingin menyampaikan konsepnya namun tidak menemukan kata yang lebih jelas.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/228eeabf458483fc84e993d29eb3de47/LAST_.png" />
         <pubDate>2024-08-22 03:23:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3083981245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iba</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3085908656</link>
         <description><![CDATA[<p>Iba dan cinta adalah dua hal yang sulit dibedakan bahkan jika kita menggali lagi kita akan menemukan bahwa bisa saja cinta adalah iba.</p><p><br/></p><p>Terkadang saat kita menghadirkan acara pemakaman, kita akan merasa sedih, tapi apakah sedih itu untuk orang dekat jenazah atau karnakita membayangkan skenario tentang bagaimana jika yang meniggal adalah orang dekat kita, atau apakah sebenarnya kita tidak pernah iba kepada orang lain? Apakah hanya karna kita membayangkanya?</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Hati lembut atau keras?</p><p><br/></p><p>Terkadang aku merasa memiliki hati yang lembut karna melihat betapa menyedihkanya hewan yang di kurung di kebun binatang.</p><p>Terkadang pula aku juga perpikir bahwa hati ku keras, karna suka melihat hal yang kejam dan sadis. Kakak dan adik ku juga berpikir bahwa aku kejam dan sadis. Tetapi aku bersikap kejam dan sadis karna 90% untuk kedisiplinan, dan 10% nya lagi karna memang enjoy. Ya sama, aku juga perpikir bahwa spertinya aku kena sakit mental, tapi orang tuaku bilang tidak, bahkan meyakinkan aku dengan bercerita bahwa waktu aku kecil, jika ada orang yang memukulku, aku tidak akan pernah balas, atau bahkan bermain fisik. Tentu juga aku tidak pernah memberi tahukan orang tua ku bahwa aku menikmati perbuatan kejam itu, malah juga meyakin kan mereka, karna takut tidak akan di percaya lagi.</p><p><br/></p><p>Sekian terimakasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-23 11:47:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3085908656</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MAPP TELAT BANGET PLS THIS WONT HAPPEN AGIAN</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3086767496</link>
         <description><![CDATA[<p>1: sedih karena diri sendiri menurutku bisa digolongkan dengan rasa iba pada hal2 imajiner, atau merasa kita itu memang menyedihkan, sedangkan sedih pada orang lain itu ya rasa iba itu sendiri</p><p>2: tergantung mood hehehe, kalau sudah capek ya liat orang nangis2 pun nggak kenapa kenapa, tapi kalau masih fresh, social battery nya masih full, ya bisa merasakan sekali emosi orang lain. malah sempat kemarin ada contoh nyata, di suatu acara yang aku dan beberapa teman ikut jadi panitianya, kami semua sudah capek ketika hampir selesai dan salah satunya tiba tiba breakdown secara emosional karena diminta ortunya untuk ikut acara lain tepat sesudah ini (ya ra maido, kesel tenan a'), beberapa yang memang lunak rasa ibanya langsung nemenin dan membantu, malah ada yang bilang kalau lebih mudah kasihan kalau sudah capek dan emosinya sama, tapi aku jadi salah tingkah karena ya aku social battery nya udah habis, udah nggak bisa ngikutin dan merasakan emosi orang lain lagi, jadi aku  ikut nemenin aja tanpa benar2 paham kenapa.</p><p><br/></p><p>poin poin:</p><p>-rasa iba bisa didapatkan siapa saja</p><p>-rasa iba bisa muncul entah ke kisah, ke hewan, ataupun sesama manusia</p><p>-rasa iba kalau dituruti akan membantu sesama, seperti pastor demien membantu penderita kista dan ratu viktoria pergi ke greenland yang dingin untuk menemani orang orang disana</p><p>-rasa iba yang hanya dilakukan sebagai hiburan (haru itu menyenangkan kawan) itu tidak berguna</p><p>-rasa iba berdasar tokoh fiktif tidak berguna kalau itu tidak memberi kita resolusi terhadap hal hal yang kita lakukan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-24 12:53:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3086767496</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AW SUNGGUH DIRIKU YANG MALANG...... </title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3086772428</link>
         <description><![CDATA[<p>orang yang kasihan dan iba tapi tidak tahu apa yang bisa diibai ataupun dikasihani akan merasa kasihan pada dirinya sendiri, apalagi dengan bertambahnya usia. seperti nenek pihak ayahku yang karena jarang ditemani orang untuk curhat ketika tua sering cerita bermacam macam dengan 'tema' kasihan pada dirinya: "sekarang sudah tua kok jalan susah ya?" "sekarang kok nggak enak ya makan apa apa?" "zamanku dulu aku itu begini begitu beginu begiti..." dan itu kutemui pada orang tua yang jarang punya teman ngobrol / teman release.</p><p><br/></p><p>untuk mengatasi hal ini, ada dua hal praktis: hilangkan setan keegoisan dan lepas fokus pada rasa sakit tersebut</p>]]></description>
         <enclosure url="https://images-wixmp-ed30a86b8c4ca887773594c2.wixmp.com/f/c3c11a4e-961b-47ec-8f72-acebce4c4562/dhdinnm-733bee2f-4dea-485a-8ef9-0e9e8f8b115f.png/v1/fill/w_900,h_900,q_80,strp/huge_spaceship_with_large_speakers_by_coolarts223_dhdinnm-fullview.jpg?token=eyJ0eXAiOiJKV1QiLCJhbGciOiJIUzI1NiJ9.eyJzdWIiOiJ1cm46YXBwOjdlMGQxODg5ODIyNjQzNzNhNWYwZDQxNWVhMGQyNmUwIiwiaXNzIjoidXJuOmFwcDo3ZTBkMTg4OTgyMjY0MzczYTVmMGQ0MTVlYTBkMjZlMCIsIm9iaiI6W1t7InBhdGgiOiJcL2ZcL2MzYzExYTRlLTk2MWItNDdlYy04ZjcyLWFjZWJjZTRjNDU2MlwvZGhkaW5ubS03MzNiZWUyZi00ZGVhLTQ4NWEtOGVmOS0wZTllOGY4YjExNWYucG5nIiwiaGVpZ2h0IjoiPD05MDAiLCJ3aWR0aCI6Ijw9OTAwIn1dXSwiYXVkIjpbInVybjpzZXJ2aWNlOmltYWdlLndhdGVybWFyayJdLCJ3bWsiOnsicGF0aCI6Ilwvd21cL2MzYzExYTRlLTk2MWItNDdlYy04ZjcyLWFjZWJjZTRjNDU2MlwvY29vbGFydHMyMjMtNC5wbmciLCJvcGFjaXR5Ijo5NSwicHJvcG9ydGlvbnMiOjAuNDUsImdyYXZpdHkiOiJjZW50ZXIifX0.mHoEdSN9NGX8qsQJRrMnTJb_v7qVfT7GbTWkPy4fOUQ" />
         <pubDate>2024-08-24 13:02:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3086772428</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3088170195</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Iba pada diri sendiri</strong><br>Ada rasa iba yang sangat kuat tetapi hanya pada satu objek. Tidak ada objek lain yang membuat dia merasa iba kecuali satu objek satu ini yaitu rasa iba pada diri sendiri. Rasa iba itu terjadi karena dirinya sakit, dirinya merasa tidak cantik, saudaranya mendapat kesenangan, harapannya tidak sesuai. Rasa iba itu membuatnya berwajah cemberut.<br><br>Seiring bertambahnya waktu maka ia akan merasa semakin banyak orang yang menyinggungnya, merasa semakin banyak orang yang tidak memahaminya. Bahkan meskipun sedang sehat dia akan merasa sakit disana sini, dan dokter tidak memiliki obat untuk sakit karena iba pada diri sendiri ini meskipun mungkin dokter bisa memberi minuman berwarna dan pil placebo untuk menghiburnya. Iblis iba pada diri sendiri ini memang iblis yang sangat jahat di majelis hati karena dia bisa merenggut kebahagiaan seseorang demi memikirkan rasa sakit khayalan.<br><br><strong>Pertahanan diri</strong><br>Ada dua cara mempertahankan diri dari sifat keegoisan iba pada diri sendiri. Yang pertama jangan fokus memikirkan rasa sakit dan kelemahan diri sendiri. Dan jangan fokus pada perkataan orang lain yang menyinggung baik sedikit atau banyak. Karena rasa sakit itu tergantung pada apa yang ada dalam pikiran kita. Dengan tidak memikirkan penderitaan kecil-kecil itu maka kita bisa terhindar dari penderitaan yang besar. <br><br>Lalu yang kedua fokuslah pada memikirkan orang lain. Dengan berempati pada orang lain maka kita akan siap mendayagunakan potensi kita untuk siap membantu orang lain dan terhindar dari sifat keegoisan mengasihani diri sendiri.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan pribadi..Apakah iba pada diri sendiri sama sekali tidak diperbolehkan? Bagaimana dengan orang-orang yang terlalu memikirkan orang lain dan mengabaikan iba diri sendiri? Apakah itu yang terbaik? </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-26 07:35:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3088170195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Salah Satu Pelayan Pribadi Pejabat Cinta: Rasa Iba</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3089251932</link>
         <description><![CDATA[<p>Seorang bayi menarik ekor kucing karena dirinya penasaran. Namun ketika sang bayi diajarkan tentang apa itu rasa sakit, dia akan menjadi sedih dan mengelus-elus kucing itu sembari berkata "kasihaan". Seorang gadis kecil bisa pulang ke rumah dengan keadaan menangis karena melihat anjing yang dipukuli dalam perjalanan pulang nya. Rasa Iba membuatnya menangis tersedu-sedu, gadis itu juga tidak tahan mendengar kisah Nabi Yusuf yang jatuh ke lubang. Para Anak Laki-laki biasanya akan menghindari kisah sedih atau pemandangan sedih karena mereka malu untuk menangis, meskipun sebenarnya menangis itu adalah alat yang diberi Tuhan untuk setiap manusia yang merasa sedih. </p><p>Semakin kita tua, semakin kita mampu menahan diri agar tidak menangis. Tapi kita tetap akan merasakan rasa sakit di dalam hati yang disebabkan oleh Rasa Iba. Kemudian Rasa Iba ini akan mendorong seseorang yang merasakannnya untuk menolong orang-orang yang menderita dan butuh bantuan.</p><p>Contohnya seperti Pastor Damien yang memilih meninggalkan hal-hal menyenangkan demi membantu orang-orang dengan penyakit kusta di Pulau Molokai, Hawaii. Orang-orang seperti ini bisa disebut sebagai Ksatria Iba dan Nyonya Iba. Mereka rela bekerja siang dan malam demi membantu para penderita. </p><p><br/></p><p><strong>Apakah kalian memiliki hati yang peka atau hati yang sekeras batu? Atau berada di antara keduanya? Ceritakan&nbsp;alasannya&nbsp;ya</strong></p><p><br/></p><p>Aku merasa memiliki hati yang peka, karena aku bersedih ketika melihat orang lain bersedih dan aku memiliki dorongan untuk membantu orang tersebut, ingin membantu memberi kenyamanan terhadap hati/perasaan orang tersebut yang sedang bersedih atau sakit hati. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-26 23:57:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3089251932</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rory Gilmore - Rasa Iba kepada diri sendiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3090133710</link>
         <description><![CDATA[<p>Di masa kuliahnya, aku sering melihat bagaimana Rory sring terlihat kesal, sedih, dengan situasi yang ia miliki, Ia mengasihani dirinya, sehingga membuatnya justru tidak percaya diri. Ia sering bertengkar dengan ibunya, hingga ia tinggal bersama neneknya. Namun dia tidak pernah mensyukuri ataupun menyadari ap yang dia miliki, sehingga akhirnya dia menjadi orang yang ia sendiri tidak pahami lagi</p><p><br/></p><p>Dari dia, aku tahu bahwa mengasihani diri tidak akan menyelesaikan masalah, mengasihani diri hanya akan membuat kita merasa terpuruk dalam kondisi kita. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/l0ErJqJDpZjZQuFXy/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-08-27 10:08:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3090133710</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091357940</link>
         <description><![CDATA[<p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/7KzwgP7JiaQ" />
         <pubDate>2024-08-28 02:31:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091357940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>cek iba buat diri sendiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091486954</link>
         <description><![CDATA[<p>coba pakai rumus ini (I/10 * S/10)/10 = Iba diri sendiri</p><p><br/></p><p>jadi pertama adalah rasa pingin iba, dicari 1-10, lalu dicari rasa kesepian dari 1-10, kemudian dikalikan, dan hasilnya dibagi 10, maka itu adalah rasa iba diri sendiri kalian (misal rasa pingin iba adalah 5 dan rasa kesepian adalah 2 maka rasa iba pada diri sendiri adalah 1, kalau misal pingin iba adalah 4 dan rasa kesepian adalah 8 maka hasilnya 3.2) silakan dicoba gess</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-28 03:49:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091486954</guid>
      </item>
      <item>
         <title>34 | Rasa iba pada orang lain ✅ Rasa iba pada diri sendiri ❎</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091528840</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Rasa iba yg ditujukan pada diri sendiri tidak membawa manfaat apapun</p></li><li><p>Rasa iba yg ditujukan pada diri sendiri justru merugikan</p></li><li><p>Banyak orang masih "memelihara" rasa iba karena dampak kerugiannya tidak langsung terasa</p></li><li><p>Solusi yang disarankan adalah berpikir tentang orang selain diri kita</p></li><li><p>Fokus pada hal-hal yg besar bukan yang remeh-temeh bisa pula membantu </p></li><li><p><br></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2667940768/f6087c855d027cb8bdb76d4b04c3eae3/CatGIF.gif" />
         <pubDate>2024-08-28 04:20:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091528840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The House of The Heart</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091541572</link>
         <description><![CDATA[<p>resoluinya ga bisa lebih tinggi, padletnya ga support</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2629355904/9cd66364135e11927af26805615da23c/0827.mp4" />
         <pubDate>2024-08-28 04:29:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091541572</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091691356</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa iba:<br><br>Pernahkah kamu melihat seorang bayi yang mengelus’ kucing sambil berkata “kasihaan” saat buntutnya tidak sengaja terinjak? Atau seorang bayi yang sengaja menarik buntut kucing dan tentu saja mereka melakukan itu karena rasa ingin tahunya, tapi ketika diberi tahu tentang rasa sakit, mereka pasti akan merasa bersalah. Aku pernah melihat anak perempuan yang pulang ke rumah dengan sedih karena tak tahan melihat anjing dipukuli. Rasa iba membanjiri matanya dan keluarlah air mata. Ada juga para kesatria dan nyonya iba. Salah satu dari mereka bernama pastor damien yang rela mengorbankan banyak hal untuk menemani pasien pasien kusta di hawaii. Atau kisah E.J peck yang meninggalkan keluarganya untuk melihat kehangatan tuhan terhadap orang orang di Greenland. Sesungguhnya kesatria dan nyonya iba ada dimana mana, termasuk kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-28 06:15:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091691356</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Manusia Tanpa Jiwa. (Pusis tentang rasa iba kepada diri sendiri)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091693928</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku manusia tanpa jiwa,<br>Hatiku telah tiada, <br>jantungku berongga dan aku tak terisi.<br>Kekosongan telah melanda diriku.</p><p>Aku bertanya kepada semesta, “dimana aku yang dulu?<br>Yang penuh dengan makna, yang terwarna oleh emosi.</p><p>Kemana aku yang dulu?<br>Sempurna penuh terisi.</p><p>Namun, semesta tetap diam.</p><p>Tak mampu menjawab.</p><p>Sekarang aku hanyalah cangkang peninggalan jiwaku.<br>Tidak hidup, namun tidak mati; hanya berada.</p><p>Akulah si manusia tanpa jiwa.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-28 06:17:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091693928</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa Iba Pada Diri Sendiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091874022</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Mungkin kali ini aku akan banyak-banyak berefleksi. </strong></p><p><br/></p><p>Bagian "pertahanan diri" disini mirip sekali dengan ketika kita membahas peraba bagian "Ada Baiknya mengalami Hal-hal Kecil dan menanggungnya". Bagaimana kita lebih baik tidak berfokus pada sakit yang kecil supaya sakit yang besar lebih bisa ditanggung. <br><strong><br>Pernahkah aku merasa Iba pada diriku sendiri? </strong><br>Pernah, bahkan sampai sekarang. Meski sekarang aku hanya mengatakannya sambil lalu supaya merasa lebih baik, jadi tidak benar-benar merasa kasihan, hanya mengucapkannya (dan memang tidak berniat menyebarkan vibesku pada orang lain, cuma kebetulan saja jika ada orang saat itu). Entah kenapa tapi aku banyak merasa kasihan pada diriku waktu berumur 11,12+. Entah kenapa aku merasa seperti itu. <br><br>Setelah berpikir agak lama, sepertinya aku merasa begitu karena memang menganggap aku berada di posisi yang menyedihkan, jadi aku merasa pantas saja jika aku merasa kasihan pada diriku sendiri. Aku selalu berhati-hati dengan apa yang kurasakan supaya tidak menjadi dramatis, tapi tau-taunya setelah bertambah dewasa, aku sadar bahwa aku memang cukup dramatis kala itu. <br><br>Aku pernah merasa kasihan pada diriku sendiri karena merasa sendirian, merasa tidak ada orang yang iba atau peduli dengan kondisiku, jadi aku merasa lebih baik aku iba pada diriku sendiri aja gitu. "Aduh, kasian banget aku ini" dikatakan Nike jr. dengan bersungguh-sungguh pada dirinya, dengan begitu dia merasa diperhatikan meski oleh dirinya sendiri. Entah kenapa kata-kata itu memberikan kenyamanan. Seakan menegaskan bahwa perasaan yang kurasakan valid dan tidak dibesar-besarkan, seakan-akan ada yang peduli. <br><br>Mungkin yang kurasakan sejalan dengan yang dikatakan Oma CM, "Apapun yang terjadi bisa menjadi alasan untuk mengasihani diri (...) karena mereka cantik dan tidak ada yang memerhatikan," beda kondisi, tapi ya itu, karena merasa tidak ada yang memerhatikan. <br><strong><br>Memangnya kenapa aku jadi mau diperhatikan?</strong><br>Nah itu, juga aneh. Karena Nike jr. tipe orang yang sok-sokan mandiri mau apapun yang terjadi, pokoknya ngga mau deh keliatan gimana-gimana di hadapan orang lain, tapi jauh di dalam sebenarnya ingin diperhatikan, ingin dipedulikan. Setiap kali ada yang menawarkan bantuan dia menolak, padahal sebenarnya mau, cuma rasanya gimana aja gitu kalau langsung diterima tanpa bilang "nggak" berkali-kali. Kenapa ya? Gitu deh💀<br><strong><br><mark>02. Kembali ke tulisan CM</mark></strong><br><strong>"Ada banyak orang yang sakit keras namun tetap ceria dan bahkan menjadi penghibur bagi orang disekitarnya." </strong><br><br><strong>Tapi aku masih tidak paham, jika kita kesakitan, dan kita tahu betul apa yang kita rasakan benar-benar nyata, kenapa kita seakan diwajibkan berperilaku seakan-akan rasa sakit itu tidak ada? </strong><br><br>Sejauh yang aku tahu, dari dulu rasanya seolah-olah, mayoritas masyarakat akan lebih memandang "wah" orang yang sakit dan tidak berusaha merasakannya alih-alih mereka yang sakit, dan merasa sakit. Padahal kan wajar dan mampu diterima saja jika orang berperilaku demikian.<br><br><strong><mark>Jawaban:</mark></strong><br>1. Karena akan lebih sulit, lebih anti-mainstream jika berperilaku demikian?<br><br>2. Mungkin maksud oma CM bukan abai atau tidak sepenuhnya tidak merasakan sakit, cuma lebih ke menerima bahwa sakit itu ada lalu mencari cara untuk terus bahagia dengan sisa waktu yang dimiliki. Supaya kita bisa hidup "to the fullest"--entah apapun itu maksudnya, aku sendiri baru mendalami maksudnya. <br><br>3. Karena dengan tidak terpaku dalam rasa sakit, kita jadi bisa terus merasakan, meraba dan menghirup keindahan di dunia ini. Menyadari keindahan yang nampak, meski kita merasa kesakitan. <br><br>4. Karena sebenarnya mayoritas orang lebih suka untuk mengasihani orang yang sok-sok kuat alih-alih mereka yang mengeluh terus, padahal ketika sakit yang dirasakan dua orang ini sama?(Ini setengah bercanda sih ini, 50/50, tapi kayaknya juga benar begitu deh)<br><br><strong><mark>Pertanyaan lanjutan</mark><br>Kenapa kita tidak suka mereka yang mengeluh, bahkan ketika situasi mereka sah-sah saja untuk dikeluhkan?</strong><br><br><strong><mark>Jawaban:</mark></strong><br>1. Karena keluhan seperti itu menyebalkan, dan hanya menguras energi kita jika terus-menerus mendengar keluhan yang sama. <br><br>2. Karena orang yang mengeluh secara tidak langsung menyebarkan vibes negatif pada orang yang awalnya merasa senang-senang saja dengan hidup<br><br>3. Karena "setiap hari adalah perang" dan setiap dari kita juga sudah memiliki masalah sendiri. Jadi jika harus mendengarkan keluhan orang lain juga, rasanya jadi semakin melelahkan dan tidak tertahankan.</p><p><br/></p><p>Demikian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-28 08:41:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3091874022</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa iba pada diri sendiri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092008487</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada tipe orang yang mudah mengasihani, tapi hanya dalam satu objek, yaitu dirinya sendiri.</p><p>Mereka mengasihani dirinya sendiri, merasa sakit kepala, merasa iba pada sarapan yang dia dapat, dll. Orang² seperti ini menjalani hari mereka dengan cemberut.</p><p>Sebenarnya hal-hal seperti itu bukan masalah yang terlalu besar, tapi itu semua di buat lebih dramatis, jadi terasa lebih menyiksa.</p><p>Dalam tingkat mengasihani diri yang lebih tinggi, mereka mengeluh pada teman-teman mereka tentang bedapa kasihannya diri mereka. Mereka pergi ke dokter, berkata pada dokter kalau mereka merasa memiliki penyakit. Dokter pun jadi bingung apa yang harus dilakukan, karena penyakit itu tidak benar-benar ada.</p><p>Mengasihani diri adalah iblis terbesar yang bisa merengut kebahagiaan. Banyak orang yang kelihatannya kuat dan baik, tapi sebenarnya mereka mengasihani diri sendiri berlebihan di dalam.</p><p><br/></p><p><strong>Tips menghindari mengasihani diri</strong></p><p>1. Kita tidak boleh terus menerus memikirkan kemalangan sederhana diri sendiri, mementingkan kritik menyakitkan dari orang lain.</p><p>2. Pikirkan kemalangan orang lain dan cari cara untuk menolong mereka. Karena pikiran kita tidak bisa memikirkan dua hal dalam sekali waktu, dengan begitu kita akan melupakan kemalangan diri se</p><p>ndiri.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-28 10:57:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092008487</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 32 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092141118</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Iba, Tapi Untuk Siapa?</strong></p><p><br/></p><p>Di dalam diri ini, ada rasa yang iba merekah<br>“Kasihan sekali diri ini, lemah dan payah.”<br>Kutatap diriku dengan lelah<br>Merasa diri tak berdaya dan dipenuhi luka </p><p><br/></p><p>Namun rasa ini seperti cermin yang pecah<br>Memantulkan semua ketidakberdayaan yang ada<br>Dalam kelemahan ini, aku terperangkap tak berdaya<br>Merasa dunia hanya berputar untuk diriku saja</p><p><br/></p><p>Tetapi ada cara untuk keluar dari sini nantinya<br>Ada jalan tuk menuju hidup yang lebih cerah<br>Lihatlah ke sekeliling, pada mereka yang membutuhkan sesamanya<br>Ulurkan tanganmu, dan bukan hanya menunggu saja</p><p><br>Cobalah memberikan perhatian pada sesama<br>Dengan memberikan bantuan atau mendengarkannya<br>Niscaya, kau akan menemukan kekuatan baru yang tak pernah disangka ada </p><p><br>Keluarlah dari bayang-bayang rasa iba<br>Temukan arti dalam memberi dan berbagi kepada sesama </p><p><br/></p><p>By Grace :)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2671796690/99d0c7d5afe30e449bc250ecaa753743/download__1_.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-28 12:56:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092141118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi 29: BAGIAN III Majelis Hati Pejabat hati: 1. Cinta</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092162635</link>
         <description><![CDATA[<p>BAB I&nbsp;</p><p>Metode metode cinta</p><p><br/></p><p>Jadi dalam jiwa manusia itu akan hadir para majelis akal budi yang merupakan sumber kebahagiaan, dan ada juga majelis hati yang membawa si kebahagiaan itu. Karena pasti orang itu ga bisa bahagia sendiri maka mereka juga harus menebarkan kebahagiaan kepada orang lain nama dari dua pejabat cinta ini adalah cinta dan keadilan.</p><p><br/></p><p>Cinta itu kayak raja dia punya pelayan pelayannya sendiri ada rasa kasihan, murah hati simpati, kelembutan, rasa syukur, rendah hati, dan lain lain. Apakah kamu pernah melihat batu yang dilempar di atas air? Kalau batu dilempar ke air pasti ada lingkaran getar di sekeliling tempat yang terlempar. Kata cm cinta itu ibarat getaran di air yang dilempari baru riaknya akan menyebar sampai ke seluruh tempat di air itu jadi cinta nya dapat merangkul lebih jauh dan lebih banyak. tak seorang pun yang tahu seberapa dalam luas dan lebar cinta selain Yesus. Seperti perawat yang merawat orang yang sakit dengan sepenuh jiwa raga, tentara yang rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan rekannya, ibu yang rela mengorbankan dirinya demi anaknya yang dia kasihi, dan tindakan pengorbanan lainnya. hanya sedikit yang diketahui manusia tentang luasnya cinta.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-28 13:13:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092162635</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23.08 | Rasa Iba Pada Diri Sendiri</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092219467</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada beberapa orang-orang yg memiliki rasa iba yg kuat namun hanya tertuju pada satu objek, diri mereka sendiri.</p><p>Apapun yg terjadi, mereka menemukan alasan untuk mengasihani diri mereka sendiri.</p><p>Entah karena mereka sakit kepala pusing2, atau sarapan mereka tidak sesuai harapan, ada saja yg membuat mereka merasa iba karena diri mereka sendiri</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Banyak korban yg telah dibujuk Iblis Rasa Iba ini untuk menyerahkan hidupnya hanya untuk memikirkan luka khayalan atau kesulitan kecil yg dibesar-besarkan</p><p><br/></p><p>Ibu CM memberikan 2 cara untuk pertahan diri kita.</p><p>Pertama, kita tidak boleh membiarkan pikiran kita hanya terpusat pada rasa sakit atau segala "kekurangan" tubuh kita </p><p>(aku mungkin tidak akan pernah setampan Gojo, tapi setidaknya aku masih sehat. Bukankah sehat lebih utama dari pada ketampanan?)</p><p>Dan yg kedua, melindungi setan keegoisan ini dengan mengasihani orang lain.</p><p>jika pikiran kita sibuk dengan kepentingan orang lain, kita tidak akan punya waktu atau keinginan untuk mengasihani diri sendiri.</p><p><br/></p><p>Tapi ingat</p><p>Mengasihani diri sendiri =/= Menghargai diri sendiri</p><p>jadi tetap <em>take care of yourself okay?</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-28 13:48:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092219467</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iba</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092336199</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa iba adalah rasa di mana hati kita merasa terbebani oleh perilaku manusia. Terkadang kita juga merasa iba terhadap diri kita sendiri, seperti saat kita di suruh mencuci piring, kita akan merasa bahwa diri kitalah yang paling terbebani. Iba kepada diri sendiri itu boleh, tetapi jangan sampai dibiarkan menjadi tuan. Karena jika sampai tuan, semua hal di hidup kita menjadi sengasara.</p><p><br/></p><p>Pengalaman</p><p>Untuk ku sih, iba terhadap diri sendiri temasuk hal yang wajib untukk di laksanakan, karena terkadang aku merasa jiga iba terhadap diri sendiri tidak dilaksana kan, sesuatu saat kita akan meledak dalam emosi, dan kita tidak tahu kenapa.</p><p>Terkadang aku suka menjalankan iba diri saat mencuci piring, melipat baju, membersikan kamar, merapikan baju adik. Dan yang paling enak dilakukan adalah saat menjemur pakain pada malam hari dengan agin yang berhembus, atau melamun saat hujan deras.</p><p><br/></p><p>Sekian terimakasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-28 14:59:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3092336199</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iba ke diri sendiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3093539101</link>
         <description><![CDATA[<p>Kalau aku lihat di bacaan minggu ini, aku lebih merasa kalau rasa iba kepada diri sendiri lebih ke arah mengeluh. Sebetulnya merasa kasihan kepada diri sendiri adalah hal yang wajar. Aku pasti juga pernah bilang kepada diriku sendiri kalau aku capek. Tapi ada beberapa orang yang sudah dikuasai oleh iblis rasa iba. Mereka dalam keadaan susah mengeluh tentang masalah mereka, dalam keadaan senang masih juga mengeluh tentang ketidakpuasan mereka. Mereka juga melebih-lebihkan masalah kecil, membuat masalah yang sebetulnya nggak ada.</p><p><br/></p><p>Satu-satunya cara kita menghilangkan keluhan-keluhan kita hanya bisa dilakukan jika kita mengalihkan pikiran kita ke hal lain terlebih dahulu supaya kita bisa tenang. Aku sering mencoba cara ini. Jadi waktu aku lagi capek pikirannya, lagi bad mood, biasanya aku alihkan terlebih dahulu ke olahraga. Karena menurutku olahraga bisa bikin hati kita lebih cerah dan tidur kita pun jadi nyaman juga.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-29 06:45:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3093539101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The first lord&#39;s in waiting: Pity</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3095171773</link>
         <description><![CDATA[<var>Narasi Kreatif</var><var></var><p>Matahari baru menampakan diri</p><p>Dan langkah ku sudah membawaku pergi menjemput pagi</p><p><br/></p><p>Jalan setapak yang ku lalui tampak begitu cantik di kanan kiri.</p><p><br/></p><p>Daun padi tampak bersinar keemasan di bawah matahari dan awan yang bergulung gulung pun sibuk menari indah di mandi cahaya biru.</p><p><br/></p><p>Aku terus berjalan dengan benak berkelana penuh harap. </p><p><br/></p><p>"Di ujung perjalanan nanti pasti akan indah" </p><p>Batinku yang sejenak tertipu oleh ekspektasi.</p><p><br/></p><p>Ku bayangkan sebuah lagu indah yang tanpa sadar mulai menenggelamkan ku pada mimpi.</p><p><br/></p><p>Namun tak lama — aku terhenyak dari imaji.</p><p><br/></p><p>Kaki ku terasa perih...</p><p>Sepertinya sembari bermimpi, tanpa sadar aku menginjak kerikil kecil.</p><p><br/></p><p>Tapi perih di kaki tidak menghentikan jalanku yang masih mengharapan adanya pelangi di ujung perjalanan nanti.</p><p><br/></p><p>Langit masih bernyanyi dan dedaunan masih menyanyikan melodi.</p><p>Matahari masih tetap saja membuat ku ingin berlari.</p><p><br/></p><p>Lalu aku terhenyak lagi. </p><p>Kerikilnya sama, tapi rasa sakitnya lebih buruk.</p><p>Begitu buruk hingga membuat ku ingin kembali.</p><p><br/></p><p>Ingin sekali ku matikan melodi tanpa harmoni ini.</p><p><br/></p><p>Lalu, ku dengar kicauan burung burung yang merdu.</p><p>Melodinya terdengar lembut dan perlahan mulai menghapus rasa sakitku.</p><p><br/></p><p>Ah, tetap saja nanti akan ada pelangi.</p><p>Benak ku kemudian terbangun dan menarik ku untuk kembali berlari.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/2cbfe99c962d8df27c834765369eb257/The_House__1_.png" />
         <pubDate>2024-08-30 06:04:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3095171773</guid>
      </item>
      <item>
         <title>35 |  Menjadi Bajik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3100390783</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertama, tidak menganggap kesalahan seseorang adalah gambaran dirinya secara utuh. Kemudian kedua, punya sifat sabar yang diiringi dengan ketulusan, jadi nggak bukan tipuan belaka.</p><p><br/></p><p>-</p><p>-</p><p><br/></p><p>Refleksi : "Bagaimana kalian menjadi warga negara yang bajik di tengah situasi seperti&nbsp;sekarang?"</p><p><br/></p><p>Beberapa kali coba menjawab berdasarkan dua ciri di atas, sepertinya kok tidak bisa, buntu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-03 15:46:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3100390783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>THE HOUSE OF THE HEART #3

</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3101708516</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Kebajikan bukan hanya soal memberi kan sesuatu, tapi kebajikan adalah berniat baik pada orang lain, ada juga orang bersikap memberi tapi bukan kebajikan karena dia tidak bersifat baik. Seorang Kaisar bernama Marcus Arelius pernah berkata “Manusia dilahirkan untuk dapat melayani satu sama lain, oleh karena itu Ubahlah Dunia atau Bersabarlah”&nbsp;</p><p>hal yang paling mudah dilakukan didunia ini adalah bersabar. Dengan bersabar dan kebajikan kita bisa bersabar pada orang yang mengganggu bahkan lalu menyukai mereka dengan tulus. Ada cerita seorang kriminal yang dicintai istrinya bukan karena melihat kejahatannya tapi melihat keindahan didalam dirinya.</p><p><br/></p><p>Silakan refleksikan, bagaimana kalian menjadi warga negara yang bajik di tengah situasi seperti sekarang :</p><p><br/></p><p>ya tinggal berbuat baik aja, sekadar memerhatikan orang bicara, memahami dll</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-09-04 08:03:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3101708516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab III 
Para Pelayan Pribadi Pejabat Cinta : Kebajikan
</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3101727854</link>
         <description><![CDATA[<p>"Change the World, or bear with it" - Marcus Aurelius <br><br>Biasanya orang membicarakan kebajikan seolah kebajikan itu adalah memberi uang atau bantuan pada orang-orang yang membutuhkan, padahal mungkin saja seseorang memberi bantuan tanpa kebajikan, atau menjadi bajik tanpa memberi bantuan materi. Katanya, berbuat kebajikan artinya memiliki niat baik terhadap semua orang.<br><br>Kebajikan membuat kita tidak hanya mampu bersabar terhadap orang-orang yang mengganggu dan membuat kita jengkel, namun juga menyukai mereka dengan tulus dan sepenuh hati. <br><br>Kata Oma CM, sebenarnya semua orang punya akal budi dan hati, tapi dengan kadar yang berbeda-beda. Ada yang terkubur, sehingga perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum permatanya bersinar. <br>Ada cerita tentang seorang kriminal yang brutal tapi bisa jadi memiliki istri yang mencintainya, bukan karena kejahatannya tetapi karena melihat keindahan dalam dirinya. (Ini indah sekali tolong)<br><br>Itulah mengapa intinya menurut Oma CM kurleb, jangan menilai seseorang dari satu sisi saja, apalagi dari salah satu kesalahannya saja. Kebajikan adalah mencintai seseorang meski dia ada salahnya. <br><br>Aku jadi teringat perdebatan, argumen tentang apakah manusia sebenarnya terlahir jahat atau baik. <br><br>Ada yang bilang manusia hakikatnya baik, tetapi ada orang yang berubah menjadi "jahat/kasar" akibat tertampar dunia yang keras. Ada juga yang bilang sebenarnya semua orang berbuat apa yang menurutnya baik atau pantas dilakukan, tidak ada orang yang pernah benar-benar ingin untuk berbuat jahat tanpa alasan kepada orang lain, jikaa, mereka tahu tentang rasa sakit dan penderitaan orang lain. <br><br>Aku pernah tahu tentang orang-orang yang terdiagnosis psikopat. Mereka tidak dapat berempati, tetapi bukan berarti mereka itu orang jahat. Ada orang-orang psikopat yang memang tidak bermaksud jahat, hanya saja dia tidak sadar atau tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya sebenarnya keji. Dia tidak sadar. <br><br>Dan ketika mereka diberi pengetahuan bahwa "Oh, jatuh dari sepeda itu sakit, ini yang harus kamu lakukan ketika temanmu jatuh" acapkali ditemukan orang-orang yang terdiagnosis psikopat menjadi lebih "bersimpati" kepada sesama meski mereka tidak merasakan apa-apa. Mereka menemukan diri mereka secara tidak sadar menolong, membantu, karena mereka diberi tahu tentang rasa sakit. <br><br>Aku jadi teringat percakapan Winnie the Pooh dengan CR dan Piglet.<br><br>"Tigger sebenarnya baik," kata Piglet dengan malas<br>"Dia memang baik," kata Christopher Robin<br>"Semua orang sebenarnya baik," kata Pooh. <br><br>Tapi ada juga yang bilang manusia sebenarnya terlahir suka merusak, egois, penuh hasrat dan keinginan, hanya saja kita mempelajari tentang kebaikan dan banyak hal lainny, lalu belajar menahan diri setelah itu. <br><br>Ini sejalan dengan apa yang dikatakan Machiavelli, seorang diplomat dan politikus Italia. "All men are evil and will act upon their vicious nature if given the chance." <br><br>Kalau kata aku, kurasa akan lebih baik untuk mengatakan kita terlahir dengan dua-duanya, kecondongan untuk berbuat kebaikan dan kejahatan, tapi dengan kadar yang berbeda-beda tentunya. <br><br>Kasjh, keinginan untuk berbuat baik pada sesama itu tidak pernah tidak ada, sedikit apapun itu, kecuali dipaksa hilang atau dimatikan rasanya oleh seseorang. Sama halnya dengan kejahatan. Semakin sering kita mengikuti salah satu dari mereka berdua, yang lainnya akan memudar. <br><br>-<br>Silakan refleksikan, bagaimana kalian menjadi warga negara yang bajik di tengah situasi seperti sekarang.<br><br>Definisi bajik intinya adalah menunjukkan genuine (gatau) kepedulian dan kasih.</p><p><br/></p><p>NG, APA YA? BERSABAR DENGAN PEMERINTAH? GATAU</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-04 08:19:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3101727854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebijakan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3101937448</link>
         <description><![CDATA[<p>"Ubahlah dunia, atau bersabarlah" -Marcus Aurelius-</p><p>Dunia disini adalah keadaan yang penuh dengan ketidak nyamanan, seperti orang-orang yang tidak menyenangkan, atau sejenisnya.</p><p>Hal paling sederhana yang dapat di lakukan adalah bersabar, karena itulah kebajikan. </p><p>Kebajikan tidak hanya membuat kita bersabar pada orang-orang yang tidak menyenangkan, tapi juga menjadi menyukai mereka.</p><p>Ketika ada seorang tukang kayu yang membuat pintu tidak cukup baik, membuat pintunya tidak bisa ditutup dengan benar, pelanggan yang kurang bijak akan memarahinya dan tidak mau memakai tukang kayu itu lagi. Tapi pelanggan bijak akan bilang baik-baik ke si tukang kayu, lain kali lebih teliti dalam membuat pintu dan lebih hati-hati. Dengan begitu, si tukang kayu jadi lebih senang, dan mencoba membuat pintu dengan lebih baik. </p><p><br/></p><p>Rafleksi:</p><p>Dalam keadaan negara ini yang sedang kacau²nya, aku memilih untuk bersabar. Bukan bersabar dengan berubahnya negara ini, tapi bersabar diriku bisa merubahnya (karena saya masih terlalu kecil untuk mengubah sebuah negara) seperti mempelajari masalahnya untuk diubah, atau mencari cara untuk mengubahnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-04 11:14:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3101937448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 33 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3102050559</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Para Pelayan Pribadi Pejabat Cinta : Kebajikan</strong></p><p>Banyak orang yang berpikir bahwa kebajikan itu hanya sekedar memberi uang atau bantuan kepada sesama. Padahal bisa saja kita memberikan bantuan tanpa adanya kebajikan, atau orang bajik yang tidak pernah melakukan apa-apa untuk sesamanya. Sebenarnya arti dari kebajikan sendiri adalah mempunyai niat yang baik kepada semua orang yang ada. Marcus Aurelius yang adalah seorang kaisar bijaksana pernah berkata bahwa jika kita tidak mau mencoba untuk mengubah dunia, maka kita harus bersabar dan menerima saja. </p><p><br/></p><p>Kebajikan itu tidak hanya mampu membuat kita bersikap sabar kepada mereka yang membuat kita merasa jengkel, namun juga bisa meminimalisir rasa tidak suka kita kepada seseorang. Kita barangkali bisa mencintai semua orang jika kita benar-benar mengenalnya, karena semua orang itu lahir dengan permata indah di dalam diri mereka masing-masing. Meskipun seringkali banyak debu yang menutupi permata tersebut, selalu ada banyak kemungkinan semua debunya itu dibersihkan agar permatanya dapat tampak.  </p><p><br/></p><p>Mereka yang bajik juga tidak akan pernah berpikir bahwa setiap kali orang melakukan kesalahan, yang salah itu adalah keseluruhan kepribadian mereka. Alih-alih menyalahkan kepribadiannya, mereka akan paham bahwa kesalahan yang dilakukan oleh tersebut sebenarnya dapat diperbaiki, maka karena itu ia akan berusaha menegurnya dengan baik-baik agar ia dapat berubah. Dan kebajikan yang seperti ini biasanya sering dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya, atau seorang sahabat kepada sahabatnya yang melakukan kesalahan.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Silakan refleksikan, bagaimana kalian menjadi warga negara yang bajik di tengah situasi seperti sekarang.</p></blockquote><p><br/></p><p>Caraku menjadi warga negara yang bajik di tengah situasi sekarang ini, adalah dengan tidak gampang mempercayai semua berita-berita yang ada di sosial media. Menurutku, tidak semua berita-berita di sosial media itu bisa ditelan mentah-mentah faktanya begitu saja. Jika kita menelan semua yang ditulis di sosial media begitu saja, maka kita jadi gampang terhasut dan tersulut emosi. Jadi sebelum hal itu terjadi, mungkin ada baiknya jika kita terbiasa untuk melakukan <em>recheck </em>sebelum mempercayai suatu berita.</p><p><br/></p><p>Selain itu kita juga harus selalu mematuhi hukum dan peraturan yang sudah ditetapkan, dan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada di masyarakat. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-04 12:39:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3102050559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>30.08 | Kebajikan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3102176988</link>
         <description><![CDATA[<p><em>"Ubahlah Dunia atau Bersabarlah"</em></p><p>biasanya membicarakan kebajikan tak lebih seperti memberikan uang dan bantuan pada orang yg kurang mampu dari kita.</p><p>tapi kalo kita coba pikirkan lagi, mungkin saja ada orang yg memberikan bantuan tapi tidak bajik (Ikhlas)</p><p><br/></p><p>Bentuk kebajikan yg paling rendah menurut Marcus Aurelius </p><p>"Manusia dilahirkan untuk dapat melayani satu sama lain; oleh karena itu, ubahlah dunia atau bersabarlah!"</p><p>hal yg paling sederhana yg bisa kita lakukan adalah sabar (sabar =/=Pasrah)</p><p><br/></p><p>di dunia ini akan ada beberapa orang yg tidak menyenangkan/menggangu untuk kita dengan alasan tersendiri.</p><p>kebajikan tidak hanya membuat kita sabar menangani orang-orang seperti itu tapi juga bagaimana menyukai orang seperti itu.</p><p><br/></p><p>Semua orang terlahir dengan akal budi dan hati yang indah, walau memang kualitasnya berbeda-beda.</p><p><br/></p><p><em>Silakan refleksikan, bagaimana kalian menjadi warga negara yang bajik di tengah situasi seperti sekarang.</em></p><p>untuk sekarang kita bisa bersabar saja sambil membantu yg kita bisa, seperti menggunakan medsos untuk meningkatkan awareness</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-04 13:47:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3102176988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Roti Srikaya Enak</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3102291461</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Narasi</strong></p><p>Katanya, kebajikan sering (hanya) dipandang ngasi duit/materi, padahal esensinya adalah niat baik pada manusia. Kebajikan juga bisa membuat kita mencintai manusia yang menjengkelkan. Orang bajik juga menganggap sesuatu yang mengesalkan dari manusia hanya sebatas noda di sebuah bongkahan berharga.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar</strong></p><p><em><sub>Berbuat kebajikan artinya memiliki niat baik terhadap semua orang.</sub></em></p><p><em><sub>"Manusia dilahirkan untuk dapat melayani satu sama lain; oleh karena itu, ubahlah dunia atau bersabarlah!" Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk dunia ini adalah bersabar. Dunia, dalam hal ini, adalah orang-orang di dalamnya yang tidak menyenangkan bagi kita karena alasan apa pun.</sub></em></p><p><br/></p><p>Aku tidak sepakat dengan kebajikan di sini yang terbatas pada manusia.</p><p><br/></p><p>Sebelum itu, mungkin ada bahasan tersendiri terkait kebajikan yang lebih luas yang mungkin sudah aku lalui atau belum, tapi aku ngga inget atau emang belum pernah ikut. Atau mungkin sesimpel aku salah konteks. Tapi, atas ketidaktahuan itu, yasudah aku lanjutkan saja.</p><p><br/></p><p>Jika kebajikan haya berlaku pada sesama manusia, mungkin konsep ini sangat cocok untuk diterapkan pada zaman manusia kera, di mana orientasinya adalah mempertahankan spesies mereka (dengan metode yang dalam praktiknya cenderung melibatkan hanya mereka(bisa jadi salah)). Namun, menurutku dalam konteks manusia yang tidak terlepas dari etika, kebajikan lebih dari itu. Dalam hidupnya, manusia bertemu pihak lain yang berpotensi membuat gelisah, kesal, sedih, pesimis, dan sebagainya, yaitu; lingkungan hidup (di luar manusia).</p><p><br/></p><p>Sehingga, niat baik serta sesuatu yang menjengkelkan tidak terbatas pada manusia. Pada batasan-batasannya, bisa kembali pada nilai masing-masing orang; apa binatang layak dibunuh untuk dikonsumsi?, ada nilai yang menyatakan bahwa itulah makna dari keberadaan mereka, dan justru dengan mengonsumsi mereka kita sedang menjalankan kebaikan itu sendiri. Namun secara garis besar, yang ingin aku katakan adalah: kebajikan dan sesuatu yang menjengkelkan tidak terbatas pada manusia (sebagai objek).</p><p><br/></p><p><strong>Jawab</strong></p><p><em><sub>Silakan refleksikan, bagaimana kalian menjadi warga negara yang bajik di tengah situasi seperti sekarang.</sub></em></p><p><br/></p><p>Tidak tau, aku tidak melakukan sesuatu (yang baik) demi negara ini, aku melakukannya demi orang-orang tertentu, sosok tertentu, dan diriku sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/108792a7979f98b9aa4949669d30ddd2/1000082965.jpg" />
         <pubDate>2024-09-04 14:42:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3102291461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Virtue</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3103199267</link>
         <description><![CDATA[<p>Di awal aku kira kebajikan itu sama seperti kebijakan. Ternyata dua hal ini adalah dua hal yang berbeda sama sekali. Kebajikan artinya ternyata tentang kualitas moral, segala bentuk pemberian kebaikan. Jadi nggak cuma memberi dalam bentuk uang atau materi, kebajikan itu baik tampak luar maupun dalam memang memiliki niat yang baik. Tidak bisa kita hanya berpura-pura memberi, tapi di dalam hati kita tidak ikhlas dan tidak ada niat untuk memberi.</p><p><br/></p><p>Kita juga tidak bisa menghakimi ketika orang lain berbuat salah berarti karakter mereka juga jelek. Kita tidak bisa menghakimi isi hati orang hanya karena kecacatan atau kesalahan yang mereka buat. Karena bisa saja isi hati mereka memang baik, tapi mereka belum terampil mengerjakan suatu hal.</p><p><br/></p><p>Refleksiku. Untuk tetap hidup dengan penuh kebajikan di saat ini, aku harus tetap bisa berbuat baik kepada orang lain, tetap membantu orang lain. Tapi aku juga tidak boleh langsung termakan “kebaikan” orang lain. Karena aku tidak tahu sebetulnya apa niat di hati mereka, seperti menipu, menjilat, memiliki niat jahat. Aku harus bisa memilih yang mana niat yang baik, tulus, ikhlas, supaya aku tidak terperosok ke perangkap orang-orang yang jahat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-05 01:43:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3103199267</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The second lord&#39;s in waiting: Benevolence</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3103823731</link>
         <description><![CDATA[<var> "Reform The World Or Bear With It"
</var><p>Banyak orang menganggap kalau bentuk ideal dari kebajikan adalah saat kita memberikan bantuan berbentuk materi, sehingga sebuah standar pun terbentuk. Bahwa cara untuk berbuat kebajikan adalah dengan memberikan sebuah materi. </p><p><br></p><p>Padahal sebetulnya, kebajikan sendiri tidak selamanya harus berbentuk materi. Arti dari berbuat kebajikan sebetulnya adalah memiliki niat baik pada semua orang. </p><p><br></p><var>Kesalahan Bukanlah Keseluruhan Pribadi Seseorang.  </var><p><br></p><p>Dikatakan oleh oma CM kalau: Orang bajik menganggap bahwa kesalahan yang gamblang dan menyebalkan dari seseorang bukanlah keseluruhan pribadinya, hanya ibarat noda matahari yang bukanlah matahari itu sendiri.</p><p><br></p><p>Oleh karena itu mereka tidak begitu kesulitan saat menghadapi sebuah kesalahan yang di perbuat oleh orang lain, dan justru dengan cara yang lembut dan penuh cinta mencoba untuk membantu mereka untuk memperbaikinya. </p><p><br></p><p>Kebajikan tidak pernah menggunakan kalimat yang kasar untuk menasihati sesamanya. Orang bajik tau kalau orang yang membuat kesalahan sejatinya adalah orang baik yang belum terlalu terbiasa untuk melakukan sesuatu dengan usaha terbaiknya. Sehingga alih alih berkata kasar, mereka menasehati dan membantu.</p><p><br></p><var>Refleksi 
</var><blockquote><p>Silakan refleksikan, bagaimana kalian menjadi warga negara yang bajik di tengah situasi seperti sekarang.</p></blockquote><p><br></p><p>Sejujurnya....aku pun gak tau tan :)</p><p>Tapi kalau memiliki niat untuk membantu dan merubah sudah termasuk berbuat bajik.....maka itu yang aku lakukan....mungkin.... :))))))</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/31b94f63f462cd87cbc9c993a40d3708/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2024-09-05 07:58:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3103823731</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ubahlah dunia atau bersabarlah
</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3105045453</link>
         <description><![CDATA[<p>Ubahlah dunia atau bersabarlah<br><br>Orang sering menganggap kebajikan adalah terkait memberi uang atau bantuan kepada orang lain. Padahal bisa jadi bantuan itu tanpa kebajikan, atau sebaliknya melakukan kebajikan lain tanpa memberi bantuan materi. <br><br>kebajikan paling sederhana menurut Kaisar kebijaksanaan, Marcus Aurelius pernah berkata ubahlah dunia atau bersabarlah. Bersabarlah atas orang-orang yang tidak menyenangkan di dunia ini, cintai mereka dengan sepenuh hati, tidak ada orang yang tak bisa kita cintai jika kita benar-benar mengenalnya. Setiap orang memiliki akal budi dan hati yang indah meskipun dengan kadar yang berbeda. Kriminal sekalipun dia punya sisi indah yang dimilikinya.<br><br><strong>Kesalahan bukanlah keseluruhan pribadi seseorang<br></strong><br>Orang yang bajik menganggap kesalahan seseorang bukanlah keseluruhan pribadinya ibarat setitik noda matahari bukan matahari itu sendiri. Jadi mereka tidak kesulitan menghadapi sebuah masalah yang dilakukan oleh orang lain. Dia tetap berwelas asih meskipun orang lain melakukan sebuah kesalahan. Misalnya tukang kayu yang menjadikan pintu atau jendelanya tidak bisa digunakan, dia akan memandang bahwa tukang kayu tersebut orang baik hanya saja belum terbiasa untuk melakukan sesuatu dengan usaha terbaik. Orang bajik akan menjadikan masalah itu sebagai cara untuk menyampaikan kepada para tukang kayu lain untuk menginspirasi agar mereka bisa melakukan usaha yang terbaik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-05 23:08:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3105045453</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kebajikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3105795312</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan itu lebih dari sekadar memberi bantuan; sebenarnya, itu tentang niat baik kita terhadap semua orang. Marcus Aurelius bilang, "Reform the world, or bare with it" (jika km tidak mau/bisa merubahdunia, sabar saja) Kebajikan bisa berarti bersabar dan bahkan menyukai orang-orang yang sulit kita hadapi, karena di balik semua kekurangan, mungkin mereka punya sisi baik yang tersembunyi. Misalnya, kalau tukang kayu bikin pintu yang jelek, orang bajik bakal mikirnya, "Mungkin dia cuma butuh lebih banyak latihan," daripada langsung menyalahkan.</p><p><br/></p><p>Kita bisa bersabar dalam situasi ini dengan lebih banyak mempelajari tentang situasi dan kondisi yang baik tu seperti apa, bagaimana cara mencapai tujuan itu, fokus di hal-hal yang lebih dalam perubahan diri dibanding orang/sistem yang kita tidak bisa pegang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-06 07:19:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3105795312</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iba kepada diri sendiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3106039505</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa Iba yang harus benar-benar diwaspadai adalah rasa iba terhadap diri sendiri. Karena ketika sudah merasa iba kepada diri sendiri, orang yang merasakan hal tersebut akan menjalani hari-harinya dengan cemberut dan mereka akan membangun kebiasaan tidak bersyukur. Ciri-ciri orang yang sudah jatuh kedalam lobang ini adalah mereka selalu mengeluh tentang berbagai hal. Misalnya ketika seseorang yang mereka rindukan tidak menghubungi mereka, ketika ada yang lebih kaya dari mereka, atau saat saudara mereka mendapatkan sesuatu yang menyenangkan.</p><p>Hal-hal seperti ini pasti akan terjadi dalam kehidupan. Menurutku merasa kasihan pada diri sendiri adalah hal yang sangat manusiawi, namun sebaiknya dihindari karena akan akan membuat kita berlarut dalam kesedihan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-06 10:43:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3106039505</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Roti bajik (wajik) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3106061647</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada tugas kelompok dimana ada yang mengkritik tanpa melakukan apapun, netral tidak beropini, dan berniat untuk memperbaiki, maka untuk masalah negara seperti ini aku akan </p><p><br/></p><p>1: unfollow akun yang ngepost wm judol di ig karena kaesang di backup judol dan post meme ig yang dikasi wm kalau ditonton uangnya masuk ke sana(dah unfol 3 kurang 1)</p><p><br/></p><p>2: turut membantu demo dengan mendoakan dan berbicara ke temen yang ikut demo</p><p><br/></p><p>3: tidak membeli barang mahal karena akan semakin mahal (minyak, beras, gula, gas) </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-06 11:07:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3106061647</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pekerjaan Kehendak baik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3113405981</link>
         <description><![CDATA[<p>Kehendak baik tidak pernah malas. Dia tidak tahan jika melihat seseorang menyakiti dirinya terus-terusan. Dia juga tidak tahan melihat kebodohan orang lain, penyakit, dan juga kesepian. Kehendak baik/kebajikan selalu sibuk menolong mereka dengan hati dan tangannya.<br><br>Kehendak baik memiliki banyak fungsinya di dunia. Kemanapun dia menghadap, kehendak baik selalu memiliki wajah ramah, sederhana dan mudah diakses. Karena dia sangat menyayangi semua orang, mau itu seorang pria, wanita, anak perempuan maupun anak laki-laki. Kehendak baik selalu menolong mereka yang selalu membutuhkan tanpa kenal lelah, karena dia menemukan kesenangan dalam menolong semua orang. <br><br><strong>Musuh Kehendak Baik</strong><br>Namun tentu saja ada yang menghalangi hadirnya kehendak baik ini dalam jiwa manusia. Ada kecerewetan, yang tidak habis-habisnya mencari kesalahan pada hal yang dilakukan tak sama seperti kita. Lalu ada super sensitif yang tak tahan penghinaan dan pelanggaran sekecil apapun, ada juga Egoisme, ada pengkritik (yang menyalahkan tanpa disertai saran perbaikan. Toleran, adalah sikap yang mudah menerima pendapat orang lain, sedangkan mentolerir adalah ketidakpedulian. <br><br>Kebajikan menawarkan keterusterangan, dia tidak tahan melihat orang terus-menerus terjebak dalam hal yang salah. <br>-<br><strong><mark>Refleksi:</mark></strong><br>Mungkin, toleran itu menerima pendapat dalam arti, ketika kita sudah memberi tahu sebelumnya, cuma dia menolak menerima pendapat kita. <br><br>Misalnya ada anak suka makan makanan yang ternyata kita tahu tidak sehat. Kita sampaikan ke dia, tapi setelah diberitahu, dia menolak saran kita, lalu kita terima/toleran deh, dalam arti ya setidaknya sudah diberitahu. <br><br>Sedangkan mentolerir, berarti tidak memberi tahu sedikitpun, dan membiarkan dia begitu terus-terusan. Padahal bisa jadi dia tidak tahu makanan itu tidak sehat dan hanya asal makan saja, tapi kita tidak mau peduli. <br><br>Yang penting sebenarnya masalah memberi tahu itu wajib, namun diterima atau tidak itu hak orang dan kita mesti menghormati hak tersebut dan tidak memaksakan kehendak kita. Dan ini berlaku dalam banyak hal. Mungkin itu interpretasi aku atas toleran dan mentolerir. <br><br>***<br>Lalu untuk ucapan Paus Fransiskus, intinya yang aku tangkap adalah mengatakan kita hidup saling membutuhkan, saling melengkapi dan semestinya tidak berfokus pada diri masing-masing saja. Tidak egois. <br><br>Setelah membaca refleksi Kanel dan Ruci di WhatsApp, aku jadi kepikiran. Ya mungkin memang alam mendapatkan kembali "kebaikan" itu setelah memberikannya, namun aku pikir kebaikan yang mereka kerjakan tetap disebut kebajikan meski manfaatnya balik ke diri sendiri. Karena yaa, menerima yang kita berikan itu hukum alam. Ada pepatahnya "You reap what you sow" Kamu mendapat apa yang kamu beri, meski dalam bentuk yang berbeda. <br><br>Yang penting niat menolongnya. Kebajikan menolong orang lain karena peduli, karena memikirkan orang lain. Jika menolong karena memikirkan benefit bagi diri kita, menurutku itu bukanlah kebajikan yang sesungguhnya. Itu baru egois atau yang mungkin akan kusebut dengan "kebajikan palsu". </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-11 03:24:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3113405981</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The House of The Heart #4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3113692407</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>The House of The Heart #5</strong></p><p><br/></p><p>bacaan kali ini sangat sulit dimengerti bagiku, jadi maafkan jika tidak lengkap dan gak jelas&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kebijakan bukan pemalas, dia tahan mengatasi perilaku salah dan tidak menyenangkan. Dia sangat menyayangi hal hal seperti itu dan tidak akan membiarkan mereka sendirian dan terus menerus merusak diri&nbsp; dan membuat kebodohan.</p><p><br/></p><p>Kebajikan ini mempunyai wajah yang selalu sama, ramah, baik dan menyenangkan, dia tidak pernah berhenti bekerja, karena banyak yang membutuhkan dia&nbsp;</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Namun, Kebajikan mempunyai beberapa musuh, yaitu cerewet, egois, Super Sensitif, Kemalasan, Pengkritik dan masih (kayaknya) banyak lagi&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-09-11 06:24:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3113692407</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEHENDAK BAIK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3113805080</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan selalu sibuk membantu dan tidak pernah lelahuntuk mengatasi masalah dan penderitaan orang lain. Dia nggak suka melihat orang terus-terusan menderita, dia  berusaha untuk membuat semuanya jadi lebih baik. Walaupun dia selalu ramah dan suka membantu, dia (kadang, sering) dihalangi oleh musuh-musuh seperti Kecerewetan, si Super Sensitif, dan Pengkritik. Egoisme dan Kemalasan juga suka nyoba meniru kebajikan, tapi hanya untuk kenyamanan mereka sendiri. Toleransi kadang malah jadi bentuk Ketidakpedulian, bukannya kepedulian yang sebenarnya</p><p><br></p><p>Sebagai Refleksi, Sri paus mengatakan bahwa manusia hiduo seharusnya tidak untuk dirinya sendiri, karena begitu pula semua mahluk lain di bumi. Itu aturan alam. </p><p><br></p><p>Kepemilikan. Merasa memiliki. Menurutku itu yang membuat manusia manjadi egois dan mementingkan kepentingan sendiri. Sebneernya, hidup kita ini pun bukan milik kita, hidup ini milik Tuhan, milik Alam semesta, sehingga sudah sepatantasnya kita "berbalas budi"</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-11 07:29:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3113805080</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebajikan (kali ini tidak typo)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3114168769</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan tidak pernah lelah, dia tidak membiarkan seseorang tumbuh dalam kebodohan atau merusak diri sendiri. Dia selalu sederhana, penuh kasih sayang dan menyenangkan.</p><p> Tapi kebajikan memiliki iblis-iblis yang siap untuk menutupi jalannya. Ada kecerewetan, super sensitif yang tidak bisa melihat masalah sekecil apapun, keegoisan, dll.</p><p><br/></p><p>Kebajikan memiliki banyak fungsi, tapi yang didiskusikan hanya bisa sedikit yang bisa di diskusikan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-11 11:49:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3114168769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Highlight kemarin</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3114169726</link>
         <description><![CDATA[<p>panzer, ein uhr, der abstand, vierhundert meter</p><p><br/></p><p>menurutku yang paling menarik dan bisa diceritakan lagi adalah musuh musuh dari kehendak baik, dan entah mengapa sepertinya kehendak baik dan musuhnya di dalam diriku seperti siklus matahari dan bulan, jika aku sedang kenyang, masih full energy, dan cukup tidur mau aku dibebengek gimanapun aku nggak akan menunjukkan si <em>super sensitif</em>, si <em>kemalasan</em> dan si <em>egoisme</em> itu tidak pernah muncul, kalau aku pun akhirnya emosi akan langsung hilang. tapi jika aku lapar, capek, dan kurang tidur, bahkan dengan melakukan hal hal yang menyenangkan pun aku akan malas, aku akan egois dan merasa iri dengan alasan yang dibuat buat, dan sangat sensi untuk hal kecil apapun itu.</p><p><br/></p><p><strong>UNTUK SIFAT TOLERAN</strong></p><p>Mentolelir itu sendiri bisa dibagi jadi toleran dan membiarkan, bukan hanya membiarkan, dan mentolelir itu jika condong ke membiarkan seperti yang di kalimat berikut, hanya akan jatuh pada ketidakpedulian, posisi baru, kalau sebelumnya ada "Memang tidak peduli, pura pura tidak peduli, dan tidak merasa butuh peduli"; ada tambahan yaitu ingin membantu tapi jadi tidak peduli. beberapa rumah tangga bisa hancur karena satu pasangan merasa pasangan lainnya tidak peduli, padahal sebenarnya sudah muak dan berusaha mentolelir kelakuan suaminya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://img.goodfon.com/original/1920x1200/8/ac/war-thunder-game-wallpapers-5847.jpg" />
         <pubDate>2024-09-11 11:49:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3114169726</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 34 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3114456434</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pekerjaan Kehendak Baik</strong></p><p>Kebajikan tuh bukan pemalas, karena ia tidak akan pernah membiarkan sendirian seorang temannya yang melakukan kesalahan. Dia bisa tahan dengan sikap orang-orang yang jahat kepadanya, lalu dia juga peduli dengan mereka hingga tidak akan mau melihat seseorang hancur karena kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Kebajikan selalu bersikap ramah, menyenangkan, sederhana, dan sangat mudah didekati karena ia menyayangi semua pria, wanita dan juga anak-anak. Dia juga tidak gampang lelah karena dia tau bahwa dirinya dibutuhkan oleh sesama. Jadi semua yang ia lakukan selalu membawa kebahagiaan bagi dirinya. </p><p><br/></p><p><strong>Musuh Kehendak Baik</strong></p><p>Sebenarnya sungguh baik jika dunia ini dipenuhi dengan kebajikan. Sayangnya, banyak iblis yang berusaha menghalangi kebajikan untuk menyebar di dunia. Ada Cerewet, ada Sensitif, ada Egois dan Pengkritik. Lalu ada juga Kemalasan yang selalu bersikap sok baik dan sok peduli. Dia berusaha seakan-akan dirinya peduli dengan sesama, tapi tidak ada satupun hal yang dilakukannya. Ada juga si Toleran yang sebenarnya tuh baik karena ia membiarkan orang-orang lain melakukan apa yang mereka sukai (asal baik) tanpa memberikan komentar atau larangan apapun. Namun jika kita membiarkannya bertindak terlalu berlebihan, si Toleran ini juga bisa jadi Ketidakpedulian.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Menurutku apa yang dikatakan oleh Bapa Suci Fransiskus memiliki makna bahwa kita semua harus hidup dengan tidak hanya memikirkan diri sendiri. Seperti sungai yang memberikan air tidak untuk dirinya sendiri, atau matahari yang bersinar untuk semua ciptaan Tuhan. Lalu Bapa Suci juga menurutku ingin menyampaikan bahwa kita tidak boleh gampang menyerah. Karena sebenarnya rasa sakit, rasa nyerih, dan jerih payah yang kita alami setiap saatnya tuh adalah bukti bahwa kita itu hidup sebagai seorang manusia. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2726545630/f23a03d4a65ac9fd39bc0c64c566752b/download__21_.gif" />
         <pubDate>2024-09-11 14:19:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3114456434</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The second lord&#39;s in waiting: Benevolence</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3114482779</link>
         <description><![CDATA[<var>Pekerjaan Kehendak Baik.</var><p><br/></p><p>Kalau kata oma CM kebajikan bukanlah pemalas, dia bisa bertahan dengan perbuatam salah dan tidak menyenangkan orang lain namun dia tidak mungkin membiarkan sendirian orang orang seperti itu sendirian. Kebajikan sangat sayang pada mereka sehingga tidak mau membiarkan mereka merusak diri mereka sendiri karena suatu kegagalan. </p><p><br/></p><p>Selain itu ia juga benci untuk melihat seseorang tumbuh dalam kebodohan dan tidak bisa mentolerir penderitaan, penyakit dan kesepian. Oleh karena itu tangan dan hati kebajikan senantiasa sibuk.</p><p><br/></p><var>Musuh Kehendak Baik.</var><p><br/></p><p>Kalau kehendak baik bisa masuk dan menguasai setiap hati manusia, kira kira seindah apa dunia kita nanti? Tapi yah...sayangnya hal itu cukup sulit untuk terjadi sebab musuh dari kebajikan / kehendak baik sering sekali menghalangi. Musuh nya juga tak hanya satu tapi 5 yaitu kecerewetan, super sensitif, pengkritik, egoisme, kemalasan, dan mentolerir.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/36d7caab068ab786439191ec12b4facd/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2024-09-11 14:30:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3114482779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>36 | Kebajikan itu sendiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3115783754</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan menyukai semua orang tanpa pandang bulu. Kebajikan dengan senang hati menolong sebanyak-banyaknya. Tidak akan lelah dan tetap tersenyum katanya. Penghalangnya? Oh tentu banyak, ada Ketidakpedulian, Egoisme, Rasa Malas, Pengkritik, Kecerewetan dan beberapa iblis lainnya.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>1. Aku melihat kebajikan ini dampaknya bisa besar, luas dan kuat sekali. Namun karena itu juga banyak pula yg ingin menentangnya. Entah kenapa jadi malah keinget sama quote "great power comes great responsibilities".</p><p>2. Cukup senang dan menenangkan ketika Oma CM bilang kebajikan ada di dalam tiap diri manusia. Karena dari situ aku tidak punya alasan menjudge diri kalau aku murni terlahir buruk/ jahat, bisa jadi hanya sedang tertutupi oleh penentangnya.</p><p><br/></p><p>Furthur Question</p><ul><li><p>Apakah artinya kebajikan itu sama dengan moralitas?</p></li><li><p>Apa contoh nyata "Kebajikan menawarkan keterusterangan, yang berpihak pada keadilan."?</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-12 04:22:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3115783754</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebajikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3116620664</link>
         <description><![CDATA[<p>Sabar dan pasrah bukanlah sesuatu hal yang sama, menurutku pasrah adalah penyerahan diri secara negatif, maksudnya seperti mngeangkat tangan dari masalah. Sedangkan sabar lebih ke arah menahan atau bertahan, dan pasti ada yang diharapkan orang saat bersabar.</p><p><br/></p><p>Kebajikan adalah suatu perasqan yang muncul ketika orang lagi dalam keadaan menyedihkan. Kebajikan juga tidak akan membiarkan orang tumbub dalam kebodohan atau tidak berpengetahuan</p><p><br/></p><p>Refleksi.</p><p>Untuk ku tentu saja aku akan memprotes dan berusaha membuat perubahan sebisa ku dulu. karena aku lagi bersiap menanam benih untuk bangsa ini.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-12 13:10:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3116620664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>&quot;Ubahlah Dunia, Atau Bersabarlah!&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3116858223</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang sering berfikir bahwa kebajikan hanya sebatas memberi kepada yang kurang mampu, padahal orang bisa saja memberi tanpa kebajikan, atau berbuat bajik tanpa memberi. Marcus aurelius menggambarkan bentuk kebajikan ter-rendah: "Manusia dilahirkan di bumi untuk melayani satu sama lain" Bumi dalam context ini adalah orang orang yang kita tidak sukai. Kebajikan tidak hanya bisa membuat kita bersabar terhadap orang yang tidak kita sukai namun juga bisa membuat kita mencintai orang yang tulus dan sepenuh hati. Sesungguhnya semua orang dilahirkan dengan hati yang mulia, dan jauh di kedalaman lubuk hati manusia ter-hina sekalipun mempunyai kebaikan dalam hatinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-12 15:15:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3116858223</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Benevolance</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3116881929</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan bukanlah seorang pemalas, ia bisa tahan dengan orang yang berbuat salah kepadanya, namun ia tidak akan tahan melihat seseorang tumbuh dalam kebodohan dan kesalahan, ia sangat sayang kepada mereka jadi mereka tidak ingin melihat mereka terus menerus melukai diri. Kebajikan mempunyai banyak sekali fungsi, namun kemanapun kebajikan menghadap ia akan terus memasang muka ramah yang sama, ia akan terus tersenyum karena ia menyukai semua laki laki dan perempuan, semua anak kecil dan orang dewasa. Ia juga tak kenal lelah sebab banyak teman yang membutuhkan banyak hal, makin banyak yang ia harus lakukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2733270148/408dc3fac9cb0e9f9921412d838db7e9/5f39891f_474f_4154_a100_6de88c6b265f.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-12 15:28:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3116881929</guid>
      </item>
      <item>
         <title>06.09 | Kehendak Baik</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3118001246</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan tidak pemalas. Dia tidak mungkin membiarkan sendirian orang-orang yg berbuat salah</p><p>Dia tidak mau membiarkan mereka terus menerus merusak diri karena kegagalan dan kegagalan.</p><p><br/></p><p> Tangan dan hati kebajikan selalu sibuk bekerja untuk menolong</p><p><br/></p><p>Kebajikan selalu terlihat ramah, sederhana, menyenangkan. Dia memiliki banyak kebutuhan yang perlu ia kerjakan, tetapi ia melakukannya dengan kesenangan dan tersenyum.</p><p><br/></p><p><strong>Musuh Kehendak Baik</strong></p><p>Namun ada pasukan setan yg menghalangi si kehendak baik.</p><p>ada kecerewetan yang selalu mencari kesalahan, si super sensitif yg sangat membenci penghinaan yg sebenarnya kecil dan tidak disengaja, ada master pengkritik yang sangat ahli dalam menyalahkan tanpa ada saran sedikitpun.</p><p><br/></p><p>Masih banyak lagi fungsi kebajikan yang belum dibahas.</p><p>namun kita setidaknya mengetahui bahwa kebajikan setidaknya berarti kehendak baik.</p><p><br/></p><p><strong>Tanggapan atas pesan Paus Francis</strong></p><p>meskipun ideal untuk setidaknya hidup demi orang lain tapi ada kalanya seseorang perlu memprioritaskan diri sendiri.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-13 05:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3118001246</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebajikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3118424170</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan itu tidak hanya memberikan uang dan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan nya. Bahkan, ada orang yang memberikan bantuan kepada orang lain bukan atas kebajikan. (Contohnya karena pencitraan dan ingin terlihat dermawan)</p><p>Seorang kaisar yang bijaksana bernama Marcus Aurelius menggambarkan bentuk kebajikan yang paling dasar ketika dia berkata, "Manusia dilahirkan untuk dapat melayani satu sama lain; oleh karena itu, ubahlah dunia atau bersabarlah!". Hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk dunia ini adalah dengan bersabar. Bersabar menghadapi orang-orang yang tidak kita sukai dan menyebalkan. Kebajikan akan membuat kita bersabar dengan orang-orang yang menyebalkan, bahkan membuat kita menyukai mereka dengan tulus. Bahkan kita bisa mencintai siapapun jika kita benar-benar mengenalnya. Makanya ada kalimat "Tak kenal maka tak sayang".</p><p><br/></p><p>Kemudian orang yang bajik akan menganggap bahwa kesalahan menyebalkan dari seseorang itu bukanlah keseluruhan pribadinya, ibarat noda matahari yang bukan matahari sendiri. (noda matahari itu apa sih?)</p><p><br/></p><p>Dari hasil bacaanku, aku telah menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad (peace be upon him) adalah orang paling bijak yang pernah ada di dunia ini. Ada banyak sekali cerita yang membuktikan hal ini. Salah satunya adalah ketika seorang musuh pernah membunuh paman nabi yang paling Nabi Muhammad cintai dengan kejam, kemudian berpesta menggunakan kalung yang terdiri dari anggota-anggota tubuh sang paman nabi. Tentu saja Nabi Muhammad marah besar. Kemudian suatu ketika saat berperang, pasukan sang musuh tersebut kalah dan mereka berhasil di sekap. Orang yang memotong bagian-bagian tubuh paman nya Nabi Muhammad kemudian memohon ampunan kepada nabi. Mungkin sebagian orang yang membaca cerita ini akan membatin, "fiks mati". Namun apa yang Nabi Muhammad lakukan? Nabi memaafkan orang itu. Dengan tulus dan ikhlas. ("Muhammad", by Martin Lings, 1991)</p><p>Aku tak bisa membayangkan bagaimana aku bisa memaafkan seseorang yang telah memperlakukan orang yang kucintai dengan begitu keji. Maka dari itu aku yakin bahwa Nabi Muhammad adalah orang paling bajik di dunia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-13 10:36:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3118424170</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SIMPATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3119242852</link>
         <description><![CDATA[<p>Simpati adalah perasaan yang kita rasakan saat merasaakan perasaan orang lain. Perasaan ini bisa membantu kita "tidak memikirkan diri sendiri." Dia juga membantu kita berelasi dengan orang lain. Namun kadang perasaan ini bisa menjadi eklusif, kita merasa bersimpati pada si A (yang sedang membenci B, atau disakiti oleh B) sehingga kita ikut2an membenci B. Tapi sebenernya kita tidak perlu membenci B, kita cukup bersimpati pada si A saja.</p><p><br></p><p>Besimpati itu seperti mengangkat kita, mengangkat perasaan kia, karya-karya para penyair, pelukis, juga merupakan hasil simpati. Karya-karya mereka pun bisa membuat kita bersimpati. </p><p><br></p><p><em><sup>Apakah saat bersimpati berarti kita perlu memberi tanpa batas? Jika kita memberi dengan batasan, apa berarti simpati kita tidak sepenuh hati? Seperti apa harusnya perilaku yang muncul karena&nbsp;simpati&nbsp;ini?</sup></em></p><p><br></p><p>Menurutku ketika kita bersimpati, kita harus tau konsekuensi apa yang kita akan dapatkan. Dengan kita menyadari ini, kita akan mendapatkan batasan masing-masing. Misalnya, Bunda Theresa tau ia sakit, namun ia memutuskan untuk tetap "berbagi." Dia tau konsekuensinya dia akan semakin sakit, namun iu pilihannya.</p><p><br></p><p>Batasan bagiku adalah selama kita tidak menyakiti diri. Menurutku, sengsara dalam hal materii blm tentu menyakiti diri, yang masuk ke menyakiti diri itu misalnya menjual ginjal kita untuk orang yang mau nonton konser-</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-13 22:39:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3119242852</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3121332314</link>
         <description><![CDATA[<p>Pekerjaan Kehendak Baik<br>Kebajikan itu bukanlah pemalas, ia tidak akan membiarkan setiap orang berada dalam kesalahan&nbsp; atau menyakiti dirinya sendiri. Dia selalu hadir ingin menolong setiap orang.<br><br>Kebajikan banyak fungsinya, namun kemanapun dia menghadap dia selalu ramah, baik dan sederhana. Dia menyukai setiap orang baik laki-laki atau perempuan. Dia mudah diakses dan selalu memberi kesenangan.<br><br>Musuh kehendak baik<br>Namun bagaimanapun baiknya si kebajikan ini, ada segerombol iblis yang selalu menggangu, dia tidak akan membiarkan si kehendak baik ini melakukan tugasnya dia akan merebutnya dengan si cerewet yang selalu mengkritiknya, si sensitif, si egoisme, si toleran yang sering mentolerir semua ini menganggu kinerja si kebajikan sehingga&nbsp; kebajikan yang pemurah menjadi tidak fokus bekerja menolong dan terfokus pada urusan dalam pribadinya.<br><br>Kedamaian dalam kehendak baik<br>Kebajikan memiliki banyak fungsi, namun hanya beberapa yang dibahas. Namun prinsipnya kebajikan itu sesuatu yang aktif dan menyeluruh. Jika kita menyadarinya maka dunia ini akan damai karena adanya si kehendak baik ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-16 09:08:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3121332314</guid>
      </item>
      <item>
         <title>37 | Simpati yang Bukan Operator</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125018845</link>
         <description><![CDATA[<p>Tidak sekongkrit dan sejelas para pejabat sebelumnya, sebisa yg aku tangkap simpati rasa-rasanya didefinisikan kurang lebih seperti empati. Menempatkan diri di alas kaki orang lain, mengamati dan merasakannya. Tidak mustahil berikutnya bisa jadi tindakan menolong. </p><p><br/></p><p>Simpati tidak melulu tentang seseorang secara utuh. Merasa relate/ terpantik pada karya seni dan cerita kemudian muncul semangat adalah hasil kerja simpati juga.</p><p>Dengan catatan, bahwa semua itu tidak dilakukan hanya demi seseorang atau sesuatu saja. Jika justru itu yg terjadi, berubahlah simpati menjadi egoisme.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark> </p><p>Dalam konteks umum, ya, kita bersimpati  dgn batasan. Tujuannya utk keberlangsungan simpati itu sendiri supaya ia tetap hidup dan terus memberi kebaikkan. Namun pada konteks yg lebih kompleks atau hal yg diberi simpati itu sangat amat berarti buat pemberi maka wajar di sana tidak ada batasan. </p><p><br/></p><p>Jadi, ada atau tidaknya batasan tergantung kepada apa/ siapa kita bersimpati. Di atas semua itu yg terbaik dan ideal menurutku tetap yang tanpa batas.</p><p> </p><p><em>18 Sept 2024</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-18 07:08:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125018845</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bersimpati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125184110</link>
         <description><![CDATA[<p>Yah intinya, bersimpati itu adalah memahami, bisa menempatkan diri di posisi orang lain, tidak sebatas menghapus air mata. Empati membuat hati menjadi luas, kita jadi bisa menjelajahi dunia yang baru karena mampu memposisikan diri pada perasaan, pemikiran orang lain. <br><br>Bisa jadi, ada orang yang begitu bersimpati pada satu orang sampai tidak memedulikan orang lain. Nah ini makanya egois, karena sesungguhnya empati itu harusnya diberikan pada banyak orang.<br><br><strong><mark>Refleksi:</mark></strong><br><strong>Apakah saat bersimpati berarti kita perlu memberi tanpa batas? Jika kita memberi dengan batasan, apa berarti simpati kita tidak sepenuh hati? Seperti apa harusnya perilaku yang muncul karena simpati ini?</strong><br><br>Menurutku "bersimpati" itu memang harus tanpa batas, namun "memberi" itu lain hal. Ya, memang ada orang-orang seperti Mahatma Gandhi yang konon katanya memberi tanpa batas, dan itu memang perbuatan baik, tapi kurasa tidak semua orang wajib mencontohnya. <br><br>Bisa jadi kan, setelah merasa jadi "orang baik" sesaat (karena memberi semua yang dia miliki pada orang lain), ada orang yang malah jadi hidup susah untuk waktu yang lama terus berujung merasa sengsara, mengeluh terus-menerus. Lalu keluhan orang itu jadi menganggu keseharian orang lain. "Wong dia sendiri yang memberi, dia sendiri yang mengeluh. Bodoh sekali, menyusahkan orang saja" <br><br>Apakah jika jadi seperti itu, memberi bisa dibilang hal yang baik? <br><br>Atau anggap saja si A, A ini sedang melintasi jembatan. Nah di pinggir jembatan itu ada orang meminta-minta uang. Bukan yang lain. Nah, orang yang bersimpati umumnya akan memberi uang tanpa pikir panjang, tapi si A kenal dan tahu kalau orang ini bisa saja bekerja (dan punya tawaran kerja), hanya saja rasa malasnya terlalu tinggi. Dia ingin cara yang instan dan tanpa bersusah payah, lantas berusaha terlihat mengenaskan di pinggir jembatan, hujan-hujanan. <br><br>Apakah si A salah jika tidak memberi uang? Tidak juga. Bahkan anak kecil saja tidak selalu mendapatkan apa yang ia rengekkan. Coba pikirkan, bagaimana jadinya anak-anak jika mendapatkan apapun yang ia rengekkan?<br><br>Ada saat-saat dalam hidup yang dimana kita harus melihat situasi secara menyeluruh terlebih dahulu sebelum bertindak, meski itu niatnya untuk melakukan kebajikan. <br><br>Contoh lagi. Ada kalanya kita ingin menjadi bajik, berbuat baik, bersimpati dan memberi kepada seseorang tapi ternyata, orang yang kita temui kali ini tidak suka jika orang lain kasihan kepadanya. Itu juga akan jadi masalah jika kita memaksa supaya "perbuatan bajik" itu diterima. <br><br><strong>"Idih padahal aku niatnya baik kok!"</strong> Memang, tapi liat situasi juga. <br><br>Aku berkesimpulan bahwa menjadi bajik juga bukan soal memberi "apa yang kita pandang baik", namun memberi, berperilaku "yang pas, sesuai kebutuhan dari perspektif orang yang ingin kita tolong tersebut." Itu lah kebajikan yang sesungguhnya. Itulah bersimpati. Menempatkan diri di posisi orang lain, mau itu apa yang dirasakan dan juga dari sisi apa yang dapat kita, sebagai orang lain lakukan. Tidak hanya salah satu dari kedua hal tersebut. <br><br>Oiya juga, aku pikir akan baik untuk memperjelas memberi disini. Memberi tidak selalu berarti hal material, tapi apapun. memberi perhatian, afirmasi, memberi pengajaran, ingatan, kesempatan dan masih banyak lagi. Kurasa itu refleksiku kali ini, jujur lebih dalam dan mengalir dari yang aku sangka saat melihat tulisannya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-18 08:55:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125184110</guid>
      </item>
      <item>
         <title>13.09 | Simpati (telkomsel)</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125491578</link>
         <description><![CDATA[<p>Dia adalah penguasa hati yg sering diperlakukan tidak adil. Mereka mengira dia karakter yg sintemental, yang selalu berkeliling menghapus air mata orang lain.</p><p>apakah hanya itu pekerjaan simpati?</p><p><br/></p><p>Padahal simpati artinya memahami. </p><p>Dengan memahami seseorang mereka, walaupun mereka tidak bisa menghindari kesedihan, setidaknya mereka memperoleh kebahagiaan.</p><p><br/></p><p>Katanya kita memahami seorang manusia secara menyeluruh, adalah dengan merasakan perasaannya dan memikirkan pemikirannya.</p><p><br/></p><p>tapi terkadang kita sangat bersimpati pada seseorang saja dan membuatnya eksklusif.</p><p>kita begitu bersimpati pada seseorang ini sampai sampai tidak peduli pada yang lain (kita bikin romantis, eh)</p><p>Hal ini membuat rasa simpati yg seharusnya untuk kebaikan bersama menjadi egois belaka.</p><p><br/></p><p><em>Refleksinya: Apakah saat bersimpati berarti kita perlu memberi tanpa batas?</em></p><p><em>Jika kita memberi dengan batasan, apa berarti simpati kita tidak sepenuh hati?</em></p><p>menurutku, simpati tidak harus diukur dari seberapa banyak kita memberi, tetapi dari niat tulus kita untuk membantu dengan cara yang paling bermanfaat kepada orang lain</p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Seperti apa harusnya perilaku yang muncul karena simpati ini?</em></p><p>Karena simpati berarti memahami, tentu kita akan menjadi pendengar yg baik. </p><p>dengan menjadi pendengar yg baik kita bisa mendengar keluh kesah seseorang, kemudian mencoba memahami dan memberikan solusi yg kita anggap terbaik untuk dia.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-18 12:29:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125491578</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simpati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125492934</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Simpati sering diperlakukan tidak adil, karena di Salah artikak, hanya sentimental atau menghapus air mata orang lain. Padahal simpati adalah memahami orang lain dengan dalam, membuat hati terasa lebih luas.</p><p>Terkadang kita terlalu bersimpati pada satu orang dan menjadi esklusif, itu membuat kita tidak peduli pada orang lain (atau bahkan malah ikut menjahati atau membenci). Padahal simpati seharusnya digunakan untuk kebaikan bersama.</p><p>Ketika kita bis terhibur dengan puisi dan musik, jangan ragu untuk menghibur orang lain seperti musik dan puisi menghibur kita. </p><p><br/></p><p>Apakah saat bersimpati berarti kita perlu memberi tanpa batas? Jika kita memberi dengan batasan, apa berarti simpati kita tidak sepenuh hati? Seperti apa harusnya perilaku yang muncul karena simpati ini?</p><p>Simpati bukan berarti kita memberi tanpa batas, karena kalau memberi tanpa batas mungkin justru bisa terlalu memanjakan orang itu. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-18 12:30:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125492934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simpati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125664828</link>
         <description><![CDATA[<p>Simpati adalah penguasa hati yang sering salah dimengerti, ia dipersepsikan sebagai karakter yang pergi kesana sini mengusap air mata dari pipi setiap orang yang bersedih. Padahal lebih dari itu, simpati berarti bisa memahami perasaan orang lain, mengerti sudut pandang setiap orang yang ia temui. Tetapi jika kita membentuk simpati yang terlalu tebal di seputar satu orang, kita rentan menjadi eksklusif dan melupakan bahwa simpati itu menyeluruh, dan seharusnya menyentuh semua orang tidak hanya satu. Simpati sangatlah kuat, ia mampu menjadi tuas pengangkat untuk membantu orang kembali berdiri, ia juga bisa menjadi sepasang mata untuk melihat dunia bagi orang yang terlalu terjerumus dalam lubang galiannya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-18 13:54:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125664828</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 35 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125681012</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak orang yang suka salah paham dengan rasa simpati. Rasa simpati sendiri adalah salah satu pelayan pribadi rasa Cinta yang lain. Dia seringkali disamakan dengan rasa sentimental yang sebenarnya jauh sekali perbedaannya dengan rasa simpati, karena rasa simpati adalah suatu rasa yang selalu berusaha untuk memahami sesamanya yang sedang mengalami masalah atau merasa sedih. Dengan kita sering memberikan simpati kepada orang lain, maka hati kita pun juga bisa jadi semakin luas dan berkembang. Rasa simpati juga bisa membuat kita jadi lebih lembut hati kepada orang lain, karena dengan rasa simpati, sebelum kita melakukan sesuatu yang buruk kepada orang lain kita akan membayangkan terlebih dahulu apakah yang akan dirasakan oleh orang tersebut jika kita melakukannya. Karena itu kita jadi bisa berpikir ulang sebelum melakukan hal yang buruk kepada orang lain. Meskipun begitu ada kalanya rasa simpati bisa menjadi egois. Bagaimana tuh ceritanya? Rasa simpati kita bisa menjadi egois jika kita memberikan rasa simpati kepada orang-orang yang kita mau saja atau secara eksklusif, tanpa memedulikan orang-orang yang lain. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Menurutku pandangan orang yang mengatakan bahwa rasa simpati yang "tulus" identik dengan memberi tanpa batasan adalah hal yang salah. Kita tetap harus memberikan batasan dalam memberi kepada orang lain, karena kalau tanpa batasan nanti yang rugi adalah diri kita sendiri. Memberi secara berlebihan atau tanpa batas justru bisa berdampak negatif bagi diri kita sendiri, karena dalam bersimpati kita juga harus melihat dan mampu memahami kapasitas dan batasan dalam diri kita. Yang paling penting menurutku saat bersimpati/bersikap baik kepada orang lain adalah tidak mengharapkan balasan apa-apa dari mereka. Itulah yang bisa disebut rasa simpati yang tulus.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2759140903/dee42449e28cac37381d49e26accc30a/download__22_.gif" />
         <pubDate>2024-09-18 14:02:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125681012</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JJJ</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125869754</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan bukan pemalas; ketika ada sosok yang mengalami kesulitan, kebajikan akan bergrak membantu. Kebajikan berisikan  niat yang baik. Berbuat bajik membuat kita senang dan damai.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-18 15:39:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125869754</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JCJC</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125882522</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Narasai/Rekap</strong></p><p>Dalam pembahasan tentang cinta, sejauh ini ada tiga sosok yang dibicarakan, iba, kebajikan, dan simpati. Aku rasa iba dan simpati merupakan motivasi/latar dari kegiatan bajik. Iba berasal dari kesedihan sosok lain, sedangkan simpati berasal dari memahami sosok lain; perasaan serta pemikiran. Dan setelah ada sebuah motivasi, maka kebajikan pun beraksi.</p><p><br/></p><p>Dikatakan bahwa; terkadang simpati kita terbatas pada satu orang, dan ini tidak semestinya terjadi. Potensi simpati untuk mengindahkan runtuh karena eksklusivitas ini.</p><p><br/></p><p><strong>Jawab</strong></p><p>"Apakah saat bersimpati berarti kita perlu memberi tanpa batas?. Jika kita memberi dengan batasan, apa berarti simpati kita tidak sepenuh hati?": dengan kata lain, apa dalam memahami perasaan serta pemikiran sosok lain kita perlu batasan?, jawabanku tentu iya!. Kita perlu mengetahui prioritas kita, karena--bagaimana jika sepanjang hidupmu kamu bersimpati atas orang lain sampai-sampai mengabaikan dirimu, ekstrimnya seperti itu. Dan apakah itu tidak sepenuh hati?, tidak tau; aku bahkan tidak mengerti term "sepenuh hati", namun jika sepenuh hati = tanpa batas, maka jangan jadi sepenuh hati. Namun, nafas "sepenuh hati" menurutku; bertindak atas kebaikan.</p><p><br/></p><p>"Seperti apa harusnya perilaku yang muncul karena simpati ini?": perilaku yang membuat kita memahami tanpa mengganggu/merusak sosok yang dipahami.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar</strong></p><p>Lagi-lagi, rasanya cinta (dalam hal ini simpati) di sini hanya relasi antarmanusia. Dibuktikan dengan adanya kata "dan pemikiran" dalam memahami sosok lain. Dan ini menjadi ironi; dikatakan jangan bersimpati secara terbatas pada satu orang, namun membatasi simpati hanya pada orang/manusia. Beberapa sosok di luar manusia bahkan jadi kunci dari kehidupan manusia itu sendiri, bahkan dalam kasus hewan; jika ujungnya dijadikan makanan, selama hidupnya, hewan itu tetap tidak boleh diambil hak-haknya.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-18 15:46:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3125882522</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3126518177</link>
         <description><![CDATA[<p>Simpati sering diperlakukan tidak adil, ia sering diidentikan dengan karakter yang suka menghapus air mata orang meredakan kecemasan dan lain lain. Tetapi Simpati itu juga harus bisa memahami, dan kadang memberikan kebahagiaan walaupun terkadang ada kesedihan juga. Simpati juga berarti kita merasakan seluruh perasaan orang lain, dan seluruh pemikiran orang lain, ia juga membuat kita merasa hidup dikehidupa orang itu.</p><p><br/></p><p>Terkadang saat Simpati ini sudah fokus hanya pada satu orang, Simpati akan berubah eksklusif, dengan begitu Simpati ini bisa berubah menjadi egois.</p><p><br/></p><p>Dibilang juga jika kita mengenal orang yang dikit dikit nangis karena sesuatu aksi atau kejadian lainnya kita harus belajar bahwa aksi apapun bisa membuat kita bergerak, tidak peduli dengan alasa “hanya orang orang tertentu”</p><p><br/></p><p>Refleksinya: Apakah saat bersimpati berarti kita perlu memberi tanpa batas? Jika kita memberi dengan batasan, apa berarti simpati kita tidak sepenuh hati? Seperti apa harusnya perilaku yang muncul karena simpati ini?</p><p><br/></p><p>: Menurutku aku sendiri bersimpati penuh pada orang akan baik untuk  orang itu dan membuatnya nyaman, tetapi jangan lupa untuk memikirkan diri sendiri karena hal itu belum tentu membuat diri kita sendiri bahagia</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/l2JhL0Gpfbvs4Y07K/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-09-19 00:28:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3126518177</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bbrp refleksi dari kemarin DAN MAAF TELAT</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3127259354</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku sering mengira kalau ada banyak orang yang  menggunakan kedua simpati dan empati untuk keuntungan sendiri. Ini ada dalam bentuk ragebait atau milking. Jadi seseorang membagikan suatu hal,entah benar atau salah yang menimbulkan emosi dari para pembaca/penonton, kemudian si pembuat mendapat banyak komentar, reply, dan repost dari banyak orang yang ikut marah dengan apa yang disebarkan cc itu, yang sering terjadi sekarang adalah AI sad cat yang meng"abuse" empati maupun simpati anak anak yang menonton. </p><p><br/></p><p>Deskriptif dari simpati</p><p><br/></p><p>•simpati memiliki banyak guna selain</p><p>   -membantu meringankan emosi orang lain</p><p>   -memahami orang lain</p><p>       &gt;memahami secara luas</p><p>       &gt;secara eksklusif ke seseorang</p><p>          *dimana kemudian menjadi keegoisan</p><p>•simpati ibarat gravitasi</p><p>  Simpati itu bisa kita cek dari diri kita sendiri, kalau kita bisa haru / sedih pada suatu cerita atau karangan, kita juga bisa membuat orang merasakan hal yang sama. Kita bisa memberi dan mengambil "gelombang" simpati itu</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p><br/></p><p>Simpelnya adalah harus pada batas kita sendiri, kalau kita memberi sampai kita kekurangan ya itu sudah kelebihan, sementara kalau kita sendiri masih merasa cukup, dan perlu memberi itu ke seseorang ya silahkan. Yang jelas jangan sampai orang itu seperti kangker yang menyedot kita sampai membuat kita melakukan hal tak terpuji seperti mencuri atau korupsi</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/qfIdJVf36HXhe/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-09-19 07:12:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3127259354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pekerjaan kehendak baik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3128991125</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan bukanlah pemalas, dia dapat sabar dan tahan dengan perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan baginya. Kebajikan tidak mungkin tahan untuk membiarkan dan melihat orang-orang yang terus menerus merusak diri sendiri. Dia juga tidak tega melihat orang-orang tumbuh dengan kebodohan, orang yang kesepian, dengan penyakit, dan penderitaan. Oleh karena itu kebajikan pasti akan tergerak untuk melakukan sesuatu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-20 03:07:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3128991125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maksud baik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3129163304</link>
         <description><![CDATA[<p>Kehendak baik menurutku adalah sifat manusia yang menginginkan orang yang dicintainya untuk tidak dibiarkan melakukan kesalahan. Sifat ini paling terlihat pada orangtua yang tidak ingin anak-anaknya berbuat salah dengan cara menegur mereka. Sifat ini sisi baiknya bagus, tidak membiarkan orang lain menderita.</p><p><br/></p><p>Tapi sisi jahatnya juga tidak kalah jahat. Banyak sifat yang bisa bermutasi ketika kehendak baik ini salah penggunaannya. Kalau orangtua yang tadi menegur anaknya ketika salah, maka ketika kehendak baik ini teracuni dengan keegoisan, orangtua bukannya menegur anaknya tapi membenarkan anaknya supaya ego orangtua tidak tersakiti. Ada juga sifat kehendak baik yang pemalas. Sifat yang satu ini mirip dengan penjilat, karena ketika sifat ini bergaul dia membiarkan teman bicaranya ini bicara sepuasnya supaya dia bisa memanfaatkan teman bicaranya ini.</p><p><br/></p><p>Intinya kehendak baik itu bagus, tapi sedikit saja ada maksud yang tidak baik, sifat ini jadi berbahaya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-20 05:04:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3129163304</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simpati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3129232164</link>
         <description><![CDATA[<p>Simpati menurutku mirip sekali dengan iba. Entah apa bedanya dengan rasa iba, tapi simpati mempunyai sifat rasa kasih, rasa setuju, rasa suka atau keikutsertaan merasakan perasaan orang lain. Simpati tidak berarti harus ikut menangis ketika kita harus memahami seseorang. Simpati juga bisa ikut berbahagia ketika orang lain senang.</p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p>Kalau menurutku, sebetulnya tidak ada batasan dalam memberikan rasa simpatik kepada orang lain. Rasa simpatik yang tulus menurutku adalah rasa simpatik yang tidak polos. Ada tertulis di Alkitab “cerdik seperti ular, tulus seperti merpati”. Ayat tadi berkata bahwa rasa simpatik kita tidak boleh mengharapkan balasan dari orang lain, tapi kita harus bisa sadar keberadaan orang yang mempunyai maksud memanfaatkan.</p><p><br/></p><p>Sori, kurang mudeng bacaan yang ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-20 05:50:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3129232164</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simpati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3129406101</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurutku simpati dan iba hampir sama, tapi hanya beberapa titik saja yang membedakan bagi ku</p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p>Menurutku sih bersimpati itu boleh apalagi dengan sepenuh hati, tapi untuk itu juga ada batasanya, menurutku kita boleh  bersimpati dengan sepenuh hati tapi jangan sampai kita melupakan kewajiban kita yang perlu kita kerjakan. Kita harus mengerjakan apa yang kita 'butuhkan' terlebih dahulu, baru apa yang kita 'berikan' atau yang kita 'ingingkan'.</p><p><br/></p><p>Sekian terima kasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-20 07:50:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3129406101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simpati 2</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3132267224</link>
         <description><![CDATA[<p>kebajikan yang lahir dari kita</p><p>Seharusnya simpati tidak berkurang saat kita berada dalam kesedihan atau penderitaan. Kita harus melihat bencana seperti para korban melihatnya, merasakannya seperti mereka merasakannya, dan menderita meski tidak se-ekstrim itu seperti mereka menderita. kalau tidak kita tidak memiliki apa-apa untuk diberi.</p><p><br/></p><p><strong>Simpati palsu</strong></p><p>kita tidak bisa bersimpati dengan seseorang dengan cara yang sama seperti seorang perawat menenangkan anak yang ketabrak meja. Memukul meja dan berkata "Meja nakal."  Itu tidak menyembuhkan penderitaan, si penderita malah makin mengasihani dirinya sendiri dan menyadari betapa malang nasibnya. </p><p><br/></p><p>Aku pernah memberi simpati palsu, ketika salah satu temanku yang merasa disakiti temanku yang lain. lalu dia menceritakan keluhannya padaku, aku mencoba menghiburnya dengan cara menyetujuinya dan agak menyalahkan temanku yang satu lagi, meskipun aku tidak benar-benar setuju. Setelah kusadari aku sebenarnya malah membuatnya makin marah pada temanku yang satu lagi.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-23 02:49:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3132267224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simpati Palsu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3134993510</link>
         <description><![CDATA[<p>Yang paling aku ingat dari bab ini adalah tentang cerita seorang perawat. Jadi ada anak membenturkan kepalanya di meja dan menangis, lalu perawat datang dan berkata "Meja nakal!" Seraya memukul meja itu. Nah katanya ini adalah simpati palsu. Katanya hal ini membuat si korbannya tumbuh jadi orang yang suka menyalahkan orang lain dan mengasihani diri begitu besar sampai tidak ada rasa untuk bangkit dari keterpurukan. Mereka jadi lemah tak berdaya. Bahkan katanya lebih baik penderita dikuatkan dengan kekerasan tanpa "merasakan" penderitaanya alih-alih simpati palsu ini. </p><p>-</p><p><em>Apakah simpati masih bisa disebut simpati kalau palsu? </em></p><p><br/></p><p>Yang perawat itu lakukan sepertinya terlalu dangkal untuk disebut bersimpati, tapi ya ada sedikit (kadang). Namun seringnya orang melakukan itu supaya anak berhenti nangis dengan cepat sih, bukan karena bersimpati. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 06:32:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3134993510</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Masih membahas simpati !!</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3135056382</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketika kita melihat orang bersedih, kita harus bersedih bersama orang itu, menderita bersama orang itu, meski dalam kadar yang berbeda. Tujuan dari bersedih ini adalah memberikan solusi bagi yang bersedih/menderita. </p><p><br></p><p>Ada pula yang dinamakan Simpati Palsu, ini adalah simpati yang muncul secara tiba-tiba, spontan dan tidak membantu. Simpati palsu ini tidak memiliki simpati yang cukup dalam untuk membuat kita bersolusi. Contohnya ketika perawat memukul meja setelah seorang anak kejedut meja, ini akan membuat anak itu bersedih karena ia merasa kasihan pada dirinya sendiri, dia akan mengasihani diri dan tidak bisa bangkit dari kondisinya itu. </p><p><br></p><p>Simpati palsu ini meniurutku tidak bisa disalahkan juga karna bisa dikataka ini spontan, tapi kita juga harus belajar untuk menyadari simpati palsu ini</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/eKfpB6WZeKC1DiGrj8/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-09-24 07:03:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3135056382</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Third Lord&#39;s In Waiting: Sympathy </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3135352081</link>
         <description><![CDATA[<var>Bersimpati Dengan Seseorang  Merupakan Kunci Segalanya   </var><p><br></p><p>Simpati adalah penguasa hati yang seringkali di salah pahami oleh semua orang dan di identikan sebagai karakter yang sentimental, yang kerap kali berkelana untuk menghapus air mata orang lain dan meredakan keresahan mereka. Padahal sesungguhnya arti simpati adalah untuk mengerti atau memahami. </p><p><br></p><p> </p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/47fd1f401c7f5d83eb60f87feb8c2a6d/The_House_20240920_085835_0000.png" />
         <pubDate>2024-09-24 09:59:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3135352081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3137159665</link>
         <description><![CDATA[<p>Dibilang bahwa bersimpati dalam pemikiran Ibu CM ini seperti yang harus sama sama merasakan bencana yang dialami oleh yuang terkena bencana, merasakan apa yang dirasakan oleh sang korban, melihat seperti korban itu melihatnya, dan yang terahkir menderita seperti mereka walaupun dalem tingkat yang lebih rendah. Dan katanya lagi, jika tidak kita tidak akan bisa memberikan apa apa.</p><p><br/></p><p>Lalu ada Simpati Palsu (rada lupa ygy) contoh Simpati Palsu adalah seseorang perawat dan melihat bayi yang terjedut meja, dan perawat itu memarahi meja “meja nakal!”. sikap itu menumbuhkan keegoisan dan selalu menyalahkan orang lain</p><p><br/></p><p>cukup sekian terimagaji</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-09-25 04:15:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3137159665</guid>
      </item>
      <item>
         <title>38 | Lebih Lanjut Tentang Simpati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3139609866</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam pandanganku tugas Simpati itu sulit karena harus selalu berada di tengah-tengah. Ia perlu menyelami kesedihan, kecemasan dan derita, tapi jangan sampai tenggelam di dalamnya. Dalam menopang dan membantu, Simpati juga sebaiknya punya catatan untuk tidak membantu dgn cara menyalahkan keadaan. Dengan asumsi jika hal tersebut tetap dilakukan, penerima simpati bukannya berdaya justru makin terpuruk.</p><p><br/></p><p><em>23 Sept 2024</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 05:13:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3139609866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>20.09 | Kebajikan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3139768331</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebajikan melaksanakan tugas penting, ia memperhatikan, mengangkat dan menopang penderitaan orang lain.</p><p>seperti para koerban bencana, kita merasakan penderitaan mereka walaupun sedikit</p><p><br/></p><p>Simpati Palsu</p><p>mereka memberi atau menerima simpati hanya sebagai cara untuk mendapatkan popularitas.</p><p><br/></p><p>Ibu cm memberikan cerita perawat yg menenangkan anak yg kepalanya terbentur meja dengan cara memukul meja seolah menyalahkan penyebab penderitaan dan membuat si penderita lemah.</p><p>ini yg memupuk rasa kasihan pada diri sendiri yg rendah, yg bisa menjadi sebuah malapetaka</p><p><br/></p><p>alih-alih bangkit dari penderitaanya</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 06:47:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3139768331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simpati, XL, Telkomsel, dan teman temannya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3140102791</link>
         <description><![CDATA[<p>kata CM, Simpati adalah Penguasa Hati yang sering diperlakukan dengan tidak adil. Banyak orang yang menganggap bahwa simpati merupakan karakter yang sentimental, yang selalu kesana kemari menghapus air mata orang-orang dan meredakan kecemasan mereka. Namun sebetulnya, bersimpati artinya adalah memahami; yang dengan begitu seseorang dapat memperoleh sedikit kebahagiaan meskipun tak bisa menghindari kesedihan yang mereka rasakan. Sebab memahami seseorang secara menyeluruh berarti merasakan perasaannya dan ikut memikirkan pemikirannya (melihat dari sudut pandang orang tersebut).  </p><p><br/></p><p>Akan tetapi, simpati bisa berubah menjadi egois ketika kita merasakan simpati yang berlebihan terhadap satu kelompok atau seseorang sampai membuat kita tidak peduli pada yang lain. Pada saat ini terjadi, kita membiarkan rasa simpati kita menjadi eksklusif. </p><p><br/></p><p><em>Apakah saat bersimpati berarti kita perlu memberi tanpa batas? Jika kita memberi dengan batasan, apa berarti simpati kita tidak sepenuh hati? Seperti apa harusnya perilaku yang muncul karena&nbsp;simpati&nbsp;ini?</em></p><p><br/></p><p>Idealnya, iya. Kita perlu memberi tanpa batas. Batas disini maksudku bukan memberi tanpa batas kepada satu orang, namun maksudku adalah memberi kepada seluruh makhluk hidup. Menurutku sebaiknya kita tidak membatasi kepada siapa kita ingin bersimpati. </p><p>Aku jadi teringat ketika guru bimbel Bahasa Indonesia ku bercerita bahwa dia setiap pagi melewati sebuah tanaman dan selalu menyiramnya dengan botol air yang dia bawa. Bagiku itu adalah contoh dari bersimpati tanpa batasan antara manusia dengan makhluk-makhluk hidup yang lain. Tentunya cerita mendeskripsikan kualitas karakter dari guru Bahasa Indonesia ku yang satu itu. (selama nya akan menjadi salah satu guru favorit ku) </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 10:18:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3140102791</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 36 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3140485770</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu CM mengatakan bahwa hal yang sebenarnya paling penting untuk rasa Simpati adalah memperhatikan, peduli dan menopang sesama, dan hal itu tidak boleh hilang sekalipun kita sedang merasa sedih, cemas, dan menderita. Hal itu harus kita pertahankan, karena rasa simpati harus bisa melihat bencana yang dialami oleh orang-orang lain seperti seakan-akan kita yang mengalaminya sendiri. Kita harus bisa merasakan dan bersimpati kepada penderitaan, kemalangan, dan kesedihan orang lain, karena jika kita tidak bisa melakukan itu, maka kita tidak mempunyai apa-apa lagi untuk diberikan.</p><p><br/></p><p>Ada rasa simpati palsu yang harus kita waspadai. Rasa simpati palsu itu biasanya akan kita lakukan untuk menunjukkan rasa simpati kita yang tidak terlalu dalam kepada orang lain. Ibu CM di sini memberi contoh seorang perawat yang memukul meja saat pasiennya yang masih anak-anak tidak sengaja kepentok meja tersebut. Dia mengira, dengan dia melakukan hal itu sudah cukup untuk menunjukkan rasa simpatinya. Padahal hal itu sebenarnya adalah simpati palsu yang akan menyebabkan seseorang yang kita berikan simpati tuh malah jadi mengasihani dirinya sendiri. Dan mengasihani diri sendiri adalah salah satu malapetaka besar yang bisa dialami oleh semua orang. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 14:01:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3140485770</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Simpati Palsu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3141309025</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada simpati palsu yang dikenal baik oleh sang pemberi simpati maupun penerima. Simpati palsu adalah ketika pemberi simpati merasakan, tapi tidak cukup dalam. Contohnya adalah ketika ada seorang anak yang kepalanya terbentur meja kemudian perawatnya hanya berkata "meja nakal!" kemudian memukul meja tersebut. Sang perawat tidak bersimpati dengan rasa sakit yang dirasakan oleh sang anak, melainkan hanya memarahi meja dengan harapan anak itu akan berhenti merasakan sakit yang dia rasakan.</p><p>Selain itu, dengan memukul meja sambil berkata "meja nakal!" sang perawat menyalahkan penyebab penderitaan dan kemudian membuat si penderita lemah. Hal ini berpeluang besar membuat anak tersebut jadi mengasihani dirinya sendiri. Dan seperti yang dibahas beberapa minggu yang lalu, rasa kasihan pada diri sendiri ini barangkali adalah malapetaka terburuk yang bisa terjadi pada setiap orang dan merupakan degradasi dari rasa simpati karena "membuat si penderita menyadari kemalangannya alih alih bangkit dari perasaan menderitanya."</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 00:11:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3141309025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Third Lord&#39;s In Waiting: Sympathy </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3142234921</link>
         <description><![CDATA[<var>Kebajikan yang lahir dari kita</var><var></var><p>Untuk bisa memberikan sesuatu (dalam konteks ini pertolongan) kita di haruskan untuk melihat bencana seperti para korban bencana melihatnya, merasakan seperti mereka merasakannya, dan menderita tentunya dengan 'takaran' yang jauh lebih sedikit dari penderita itu sendiri. Karena jika tidak, maka kita tidak memiliki apapun untuk di berikan.</p><p><br></p><var>Simpati Palsu</var><p><br></p><p>Ada simpati palsu yang cukup populer di kalangan pemberi dan penerima simpati. Dalam subab ini, dikatakan kalau pemberi simpati mampu merasakan, tapi sayangnya tidak cukup dalam. Di pikirnya, orang yang menderita bisa di hibur dengan cara seorang perawat menghibur anak kecil yang terbentur meja, yaitu menyalahkan penyebab penderitaan tersebut yang justru membuat&nbsp; penderita semakin lemah dan mengasihani dirinya sendiri. Sedangkan rasa kasihan pada diri sendiri ini adalah sebuah malapetaka terburuk yang dapat terjadi pada setiap orang.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/f7d18cd2b3bf9c3d9bca69b0a003e2f9/The_House_20240920_085835_0000.png" />
         <pubDate>2024-09-27 10:22:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3142234921</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3142638425</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata ibu cm kebajikan itu lahir dari dalam diri kita untuk memperhatikan, mengangkat, menopang. Kebajikan itu kalau bisa jangan hilang ketika kita lagi sedih. Kita juga harus melihat sebuah kejadian mengenaskan dan setidaknya merasakan apa yang mereka rasakan, penderitaan nya, kesakitannya meski cuma sedikit. Karena kalo engga katanya kita ga punya apaapa. Yesus juga bilang bahwa kebajikan itu lahir dari dalam diri nya waktu dia membuat mukjizat. </p><p><br/></p><p>Ada juga yang nama nya simpati palsu. Contoh nya adalah Ketika seorang suster dan seorang anak kecil. Anak kecil ini sedang bermain tanpa sengaja badannya ke pentol meja dan si suster ini bukannya menasehati si anak Kecila untuk lebih berhati hati tapi justru memarahi meja nya katanya "dasar meja nakal" dan akhirnya si anak kecil ini berhenti menangis dan tertawa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 13:54:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3142638425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lanjutan simpati, dan simpati palsu.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3142751764</link>
         <description><![CDATA[<p>Tugas simpati untuk menagngkat dan menopang seseorang, seharusnya tak akan hilang walau kita sedang sedih akibat perilaku seseorang. Kita harus bisa merasakan kesengsaraan orang orang yang terkena bencana, kita harus ikut menderita bersama mereka walau dalam takaran yang lebih rendah. </p><p>Ada bentuk simpati palsu yang berkeliaran disekitar kita, orang orang yang merasa cara bersimpati itu sama seperti cara seorang perawat menenangkan anak yang kepalanya terbentur meja; dengan mengatakan "meja nakal!" Sembari memukul meja tersebut. Mereka percaya dengan menyalahkan akibat dari kesengsaraan seseorang, mereka membantu meredakan kesedihan orang tersebut dan mengangkatnya dari kesengsaraan. Namun sebaliknya, mereka yang diingatkan akan alasan mereka sengsara hanya akan tambah terpuruk dalam kesengsaraannya alih alih bangkit dan kembali berdiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 15:03:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3142751764</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEPEKAAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3143365469</link>
         <description><![CDATA[<p>Kepekaan adalah bentuk lain dari Simpati. Keduanya sama-sama memakai perasaan untuk mengenali suatu masalah dari sudut pandang orang lain. Kepekaan memperhatikan dan memahami kata mana yang akan terdengar menyakitkan, bahasa tubuh apa yang sebaiknya dihindari, kalimat-kalimat simpatik apa yang tepat untuk dikeluarkan, serta kapan senyuman dan tatapan akan lebih baik daripada kata-kata. </p><p><br/></p><p>Aku setuju dengan hal ini, karena terkadang aku sadar bahwa ternyata bagiku diam dan mendengarkan kadang-kadang lebih baik daripada mendengarkan dan berbicara. Setelah aku refleksikan, aku memang cenderung merasa lebih didengar ketika orang tersebut menatap ku sambil diam dan mendengarkan daripada ketika seseorang mendengarkan kemudian ikut berbicara tentang masalahnya. Meskipun cara seperti itu juga tidak apa-apa sih,  ketika orang lain ikutan menceritakan masalahnya kadang aku bisa saja jadi merasa "oh, dalam hal/masalah ini, aku tidak sendirian. Semua orang ternyata juga sering merasa seperti itu". </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-28 04:06:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3143365469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas kepekaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3148238749</link>
         <description><![CDATA[<p>Objek: Guru B. Inggris PKBM </p><p><br/></p><p>Aku sringkali malas mendengarkan guruku yang satu ini. Aku sendiri tidak pernah benar2 mengetahui kenapa. Selama ini aku selalu mengerjakan hal-hal lain dalam kelasnya, tidak pernah mendengarkan.</p><p><br/></p><p>Namun kemarin, kusadari bahwa ketidakpekaanku pada kelasnya adalah karena kesombongan. Aku merasa lebih baik darinya, aku merasa dia tidak mampu mengajar setelah dia membuat suatu kesalahan. Jadi, kuakui, aku ternyata memang murid yang suka merasa 'lebih pintar' dari guru. Not the best of me, to be honest.</p><p><br/></p><p>Aku memutuskan selanjutnya aku akan tetap mencoba mendengarkannya, karena aku mau menghargai dia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-01 13:05:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3148238749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>27.09 | Kepekaan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3150175988</link>
         <description><![CDATA[<p>Kepakaan adalah bentuk lain dari simpati, mereka menggunakan perasaan untuk memahami suatu masalah dari sudut pandang orang lain.</p><p>peka dalam memahami kata atau tindakan yg menyakitkan orang lain.</p><p>Menjadi pendengar baik adalah salah satu tugas penting.</p><p>dengan mendengar kita membangkitkan dan menghargai orang tersebut.</p><p>mendengarkan adalah bentuk pelayanan sejati</p><p><br/></p><p>Kebalikan dari kepekaan adalah egoisme yg membuat kita sibuk memikirkan diri kita sendiri</p><p>dia hanya memikirkan masalahnya sendiri, urusannya sendiri, kebahagiaannya sendiri.</p><p>Tak punya ruang untuk hal-hal yg diluar dirinya, ibarat gelas yg penuh dengan anggur tak punya ruang untuk diisi lagi.</p><p><br/></p><p><em>Tantangan: Mendengarkan Orang yang biasanya kalian malas dengarkan</em></p><p>Sebenarnya, alasan aku mendengarkan seseorang bukan karena siapa orang itu, tapi karena apa yang dia ucapkan.</p><p><br/></p><p>aku mendengarkan penuh perhatian ketika temanku bercerita tentang pekerjaan barunya, tapi ketika dia mulai bercerita betapa cantik cewek random di lampu merah (not in a good way) i just lost it dan ini juga yg membuatku malas mendengarkan dia (dia sering ngobrol hal ini)</p><p><br/></p><p>ada juga temen online yg kalo dm aku hanya untuk curhat tentang pacarnya yg introvert dan kurang bisa menunjungkan rasa sayangnya secara lansung (yaaaah aku berusaha bersimpati sebaik mungkin dan memberikan solusi atau tanggapan yg menurut aku baik)</p><p>Ironinya ia bersikeras supaya aku punya pacar (udah tau sumber masalah ngajak orang pulak)</p><p>dan ini yg membuatku malas berkomunikasi dengan dia.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 12:14:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3150175988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tantangan: Mendengarkan Orang yang Biasanya Kalian Malas Dengarkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3150230346</link>
         <description><![CDATA[<p>Mungkin rasanya tidak dapat dipercaya, tapi aku aku tidak bisa sekadar duduk mendengarkan, atau bahkan berinteraksi dengan adikku. </p><p><br></p><p><em>"HA ADEK MANA, ADEK SENDIRI?"</em></p><p>IYA</p><p><br></p><p>Aku sadar kalau tahun ini aku lumayan berjarak dengan adikku. Jadi aku tes saja duduk di ruang tengah, berkumpul dengan adik-adikku yang entah ada dua mengobrol lah, ada yang main sendiri, menonton tv, yah pokoknya begitu deh. Saat itu jam 19:23, aku meninggalkan gawai lalu duduk, mengamati dan mendengarkan. </p><p><br></p><p>Aku tidak tenang sekali duduk di sana. Aku memikirkan tugasku (yang padahal tidak segenting itu) -&gt; Tiba-tiba memikirkan masa depan (muncul pertanyaan <em>"Apakah masa depanku akan berantakan jika aku duduk diam, alias bermalas-malasan tanpa melakukan apapun seperti ini?"</em>)  -&gt; Berujung khawatir -&gt; Tambah khawatir karena tidak bisa mengetahui jam berapa sekarang, berapa menit yang sudah kuhabiskan di sini, dan apakah aku sudah "cukup" lama untuk berhenti -&gt; Kehausan.</p><p><br></p><p>Alasan "kehausan" itu aku pakai untuk ke kamar dan mengambil botol. Namun alih-alih botol aku malah menyalakan hp, melihat berapa menit sudah berlalu. NGGA TAU, NGGA TAHAN, eh ternyata baru 5 menit. Jadi aku kembali lagi, muncul kekhawatiran yang sama (cuma tidak separah awal), kali ini bisa lebih mengatur pikiranku, lalu bergabung dengan mereka sampai aku merasa "Udah deh cukup deh", jam 20:00, pas.</p><p><br></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Aku merasa dikejar-kejar waktu ketika bersama adikku. Entah kenapa aku lebih mudah mendengarkan orang, keluargaku yang lain atau teman alih-alih adikku sendiri. </p><p><br></p><p><mark>Alasan:</mark></p><ol><li><p>Kenapa ya, mungkin mereka kalau berbicara teriak-teriak (yang aku kurang suka, telingaku deng yang ngga kuat) atau malah absurd. Wah malah kadang tuh ya, <em>mood</em>nya ganti-ganti, aseli beneran deh. Awalnya ceria, gaduh, terus tiba-tiba ENTAH BAGAIMANA <em>switch</em> saling ngejek, lalu anak yang kena mental ngambek, berujung teriak, terus tiba-tiba ENTAH BAGAIMANA LAGI kembali baik-baik saja, ceria gaduh, begitu saja terus. Ngga sampe setengah jam udah banyak banget emosinya, beneran deh. </p></li></ol><p><br></p><p>Eh tapi aku ingat, nyaris semua anak begitu sih (kecuali bagian absurd), dan aku suka saja mendengarkan mereka (maksudku anak lain) berbicara ketika mereka mengajakku. Nah itu dia alasan berikutnya:</p><p><br></p><ol start="2"><li><p>Alasan lainnya mungkin bisa jadi juga karena aku terus-menerus merasa HARUS AKU yang mengajak duluan, mendorong diriku terlebih dahulu untuk mengobrol dengan adikku. Udah akunya yang kurang pandai berceloteh, terus mereka nya juga pasif kalau sama aku, jadi diem-dieman deh.</p><p><br></p></li><li><p>Nah mungkin karena diem-dieman ini, dan bagaimana aku selalu berujung sebagai penonton yang membuatku berpikir "Aku ngga penting-penting amat mendengarkan mereka, toh ngga ngobrol sama aku" dan juga pikiran "mereka ngga butuh-butuh amat aku di sini, jadi aku ngga nimbrung juga pasti ngga ngaruh" yang membuat aku merasa membuang-buang waktuku. Wah jangan-jangan, kehadiranku membuat mereka tidak nyaman berceloteh. Sepertinya mereka bisa tertawa keras sekali tanpa aku. Rasanya aku bisa tanpa mereka dan mereka bisa tanpa aku, jadi yaudah deh aku urus urusanku. </p><p><br></p></li><li><p>Aku kurang nyambung sama mereka, paling mentok sama Damai (kalau tahu Damai awokawok). <em>Awkward </em>banget aseli kalau sama adikku yang cewe daripada cowo, padahal satu gender. Aku tidak tahu harus berkata apa. Mungkin juga karena umur itu, entah. </p><p><br></p></li><li><p>Memikirkan tugas. Aku dulu suka janji ke diriku kalau tugasku minggu ini kelar dan aku tidak ada yang mesti dilakukan, maka aku akan keluar dan "berelasi ulang" dengan adikku. Namun hari itu tidak pernah tiba. Aku berujung menyibukkan diriku sendiri. </p><p><br></p><p>Pada akhirnya tugas bakal tidak ada ujungnya. Setiap minggu ada saja yang HARUS dikerjakan. Masalahnya aku sering terbebani akan hal itu, rasanya numpuk padahal tidak sebanyak itu. Kadang tuh malah bisa dikerjakan tidak, dipikirkan terus iya. Aku kebanyakan mikir kayaknya. </p><p><br></p></li><li><p>Aku terlalu banyak khawatir, terutama jika menyangkut masa depan. Sepertinya aku butuh quotes/kata-kata yang seirama dengan <strong>"IT'S OKAY TO DO NOTHING".</strong></p><p><br></p><p>Aku merasa membuang-buang waktu jika diam saja. Duduk, melamun, memperhatikan.<em> Beda</em> rasanya kalau <em>melakukan sesuatu</em>, <em>padahal dibilang produktif juga nggak</em>. Ambil contoh saja <em>scrolling</em>. Nah itu aku masih bisa "ngga papa deh, sekali-sekali" tapi kalau diam saja tidak. Rasanya harus bergerak terus, melakukan apa saja asal tidak diam. </p><p><br></p><p>Karena biasanya duduk memperhatikan saja ketika dengan adikku dan alasan-alasan, bahan pemikiran di atas, aku jadi jarang deh mengobrol atau sekadar berinteraksi dengan adikku. Begitu deh. Aku belakangan ini berusaha berubah, tapi aku bingung juga akhirnya karena ke-pasif-an mereka denganku. Wokwok begitu deh!</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2830251336/142dde27f89021d6326097de9cc9aea4/WhatsApp_Image_2024_10_02_at_19_38_48_bb660661.jpg" />
         <pubDate>2024-10-02 12:48:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3150230346</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kepekaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3150269050</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Aku mendengarkan guru pkbmku bicara. Sering aku malas mendengarkannya, karena guruku bicara terlalu lama, biasanya 1 jam lebih, dan seringkali yang di bicarakan  selalu itu itu aja.</p><p>Kali ini aku berusaha mendengarkannya. </p><p>Gangguan: </p><p> Muncul sedikit kesombongan, karena beberapa kali guruku mengatakan hal-hal sepele yang jelas² harusnya semua orang sudah tau</p><p>Tapi setelah aku mendengarkan dengan baik sebenernya beliau tidak terlalu membosankan juga, beberapa kali juga menanyakan pendapat murid²nya. </p><p>Caraku mendengarkan:</p><p>Mendengarkan dengan baik-baik dan merespon setiap kali beliau memberi pertanyaan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 13:11:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3150269050</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cerita Simpatiku</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3151432193</link>
         <description><![CDATA[<p>jujur aja tan, aku dari jumaat lalu engga ketemu siapa siapa yang aku ngga suka maupun aku suka, jadi ya mungkin beberapa ceritaku engga bersimpati sama sekali dan ga nyambung</p><p><br/></p><p><br/></p><p>kasus 1 - seorang coach basket :)</p><p>Seorang Coach basketku pernah cerita bagaimana melatih fundamental basket yang memerlukan semuanya mulai dari tangan kaki dan lain lain, dan dia bilang “nggak kaya bola yg dilatih kaki doang” entah kenapa aku sebagai anak yang bisa dibilang suka banget ama bola merasa tidak setuju dan beralih ke tidak menyukai sang coach tersebut. </p><p><br/></p><p>tapi setelah membaca bacaan ourselves, aku MENCOBA untuk bersimpati dan dipikir - pikir mungkin sang coach tidak mengerti bagaimana susahnya berlatih sepak bola dan hal hal seperti itu</p><p><br/></p><p>kasus 2 - kumpul keluarga</p><p>ya setelah mendengar tugas ini aku gatau mau pilih siapa jadi aku pilih mbah mbah keluargaku, siapa juga yang suka mendengarkan gosip mbah mbah?</p><p><br/></p><p>tapi aku coba untuk ikut kumpul keluarga itu, dan aku baru inget kalau mereka semua menggunakan bahasa jawa yang aku ngga terlalu paham, jadi rasa simpatiku hanya sebatas “maklum mereka udah tua”</p><p><br/></p><p>*itu aja keknya ga masuk dalam rasa simpati</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=ZqN6GIhZR-I" />
         <pubDate>2024-10-03 05:44:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3151432193</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Third Lord&#39;s In Waiting: Sympathy </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3151479258</link>
         <description><![CDATA[<var>~ Refleksi ~</var><p><br/></p><p>Objek: My Grandma.</p><p><br/></p><p>Situasi: Face to Face</p><p><br/></p><p>Alasan biasanya malas mendengarkan orang ini: Karena kita berdua seringkali gagal mengerti pikiran satu sama lain dan selalu menyalah pahami, perkataan, dan perilaku satu sama lain. Cara kita pandang kita akan sesuatu juga seringkali beda, jadi suka bentrok. </p><p><br/></p><p>Proses mendengarkan kali ini: Selama mendengarkan, awalnya aku bisa menanggapi dan memberikan atensi dengan baik. Tidak ada setan setan yang berusaha mengalihkan atensi ku. Tapi semakin jauh pembicaraan nya, hilang sudah semua itu. Setan egoisme, dan Antipati mulai bekerja.</p><p><br/></p><p>Karena kita punya age gap yang sangaaaat jauh dan tumbuh di era yang berbeda juga, tentunya cara kita berdua melihat sesuatu pun juga berbeda. Beberapa kali di percakapan itu ada beberapa pendapat nya yang bisa di bilang cukup gak mengenakan dan sangat tidak aku setujui. </p><p><br/></p><p>Awalnya aku masih berusaha memahami maksud dari perkataan nya, namun semakin jauh pembicaraan nya rasa simpati dan atensi ku pun mulai hilang. Sempat aku coba untuk membantah, tapi karena tanggapan nya justru kurang baik akhirnya aku cuma bisa diam dan mendengarkan dengan setengah hati sebelum kemudian pergi. </p><p><br/></p><p>n.b sebenernya ini cerita lama, dan kita gak benar benar bertemu karena kebetulan saat beliau lagi main ke Solo di rumah om, aku lagi ada kesibukan lain di rumah ku sendiri jadi gak bisa ketemu langsung. </p><p><br/></p><p>n.b again. Even tho we might fight sometimes, i still love my grandma okay 👍🏻 </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/aa9b201b4f00027575260534f0d5fc3f/The_House_20240920_085835_0000.png" />
         <pubDate>2024-10-03 06:35:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3151479258</guid>
      </item>
      <item>
         <title>39 | Tantangan: Mendengarkan orang yang biasanya malas didengarkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3151484087</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>Objek:</strong> Guru Bahasa Inggris di Bimbel</p><p><br/></p><p><strong>Situasi:</strong> Di dalam ruang kelas, mengerjakan &amp; membahas soal-soal UTBK</p><p><br/></p><p><strong>Alasan malas mendengarkan orang ini: </strong>Caranya mengajar bahasa Inggrisnya menerjemahkan kalimat per kalimat --&gt; membosankan</p><p><br/></p><p><strong>Proses mendengarkan: </strong>Betul-betul semesta mendukung tugas ini. Karena satu jam pertama hanya ada aku dan seorang teman (yg tidak begitu kukenal). Maka otomatis aku akan jadi sangat terlihat jika tidak mendengarkannya--jika kelas seperti biasanya, aku bisa mengalihkan dengan buka aplikasi atau mengobrol dengan teman dekat dan tidak akan sekelihatan itu. Meskipun begitu tetap saja, aku rasa dalam proses ini musuh-musuh menjadi pendengar baik masih di sana. Menunggu kesempatan yg pas.</p><p><br/></p><p>Pada akhirnya aku memang tidak konsentrasi penuh mendengar dari awal sampai akhir. Aku benar-benar mendengar dgn fokus ketika ada soal yg sulit/ tidak paham untuk dikerjakan. Sisanya aku dengarkan sambil mengerjakan soal-soal lainnya. </p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan:</strong> Nalarku yg bekerja membenarkan kalau aku sudah cukup berusaha menjadi pendengar yg baik. Pembelaan dia adalah: Pengerjaan soal-soal ini sudah dapat dipahami betul tanpa harus mendengarkan tiap terjemahan kalimat dari guru tersebut, kedua, materi persiapan masuk kuliah ini tidak seharusnya dipaksakan--yg berefek bad mood--sebab memang bukan yg utama di hidupku. Namun betul juga jika idealnya adalah mendengarkan seksama sepanjang kelas😁</p><p><br/></p><p><em>2 Okt '24</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-03 06:40:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3151484087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 37 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3151923280</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p><br/></p><p><strong>Objek:</strong> Bapak Tua Penjual Buku Bekas di Pasar</p><p><br/></p><p><strong>Situasi</strong>: Face to face di Pasar yang Ramai</p><p><br/></p><p><strong>Alasan biasanya malas mendengarkan orang ini: </strong>Aku sering takut dan malas untuk memulai pembicaraan dengan orang-orang di pasar atau orang-orang asing lainnya, karena takut menganggu dan membuat mereka risih jika kuajak berbicara. </p><p><br/></p><p><strong>Proses mendengarkan kali ini: </strong>Jadi semuanya ini bermula dari retret di gereja yang aku ikuti kira-kira dua minggu yang lalu. Di sana kami anak-anak remaja dibagi menjadi beberapa kelompok yang harus dipecah lagi agar tidak terlalu ramai saat lagi menjalankan misi. Kelompokku mendapatkan tugas untuk mendengarkan dan mengajak bicara orang-orang yang bekerja di pasar barang bekas rel kereta api kota Malang, dan hal ini dilakukan dengan tujuan agar kami bisa lebih berempati, bersimpati, dan juga peduli kepada orang-orang seperti ini. Waktu itu aku udah grogi sekali karena kami harus berpencar sendiri-sendiri dan mengajak bicara orang-orang yang tidak kami kenal. Aku sempat bingung, nanti harus mengajak ngobrol siapa, mengajak ngobrol apa, dan lain-lain.</p><p><br/></p><p>Kemudian akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dan mengajak ngobrol bapak penjual buku-buku bekas, sekalian berburu buku-buku novel yang beliau jual. Aku menemukan serial trio detektif karya Alfred Hitchcock terkubur di bawah buku-buku majalah yang berdebu. Satu buku harganya hanya 5000 rupiah saja! Otomatis aku memutuskan untuk membeli satu buat adikku di rumah. Sambil membeli, aku mulai memberanikan diri membuka percakapan dengan bapak penjual yang ternyata ramah sekali!</p><p><br/></p><p>Aku memulai pembicaraan dengan pertanyaan dengan bahasa Jawa yang sok-sok an seperti, "<em>Nuwun sewu Pak, sampeyan seneng maca buku?</em>" Yang artinya, "Permisi pak, apa bapak suka baca buku?" Jauh melebihi bayanganku, ternyata bapak itu tampak antusias waktu bercerita bahwa ternyata beliau suka membaca buku-buku sejarah dunia dan Islam. Lalu beliau menambahkan bahwa buku-buku di rumahnya yang tidak dia suka lah yang akhirnya ia jual di pasar ini.</p><p>Gara-gara itu akhirnya pembicaraan jadi berlangsung sangat panjang dan lama. Bapak itu bercerita juga mengenai kehidupannya saat zaman Orde Baru, di mana menurut beliau semuanya jauh lebih enak daripada zaman sekarang ini. Lalu beliau juga menceritakan tentang keluarganya, anak-anaknya, dan juga bagaimana ia dulu mulai berjualan di pasar itu. Setelah kuhitung-hitung, kayaknya nggak terasa aku ngobrol sama bapak ini selama hampir 45 menit, hingga rasanya tidak ada satupun setan-setan yang muncul di kepalaku saat mendengarkan beliau bercerita. </p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan: </strong>Dari pengalaman di atas, aku jadi menyadari bahwa sebenarnya yang selama ini menghalangiku untuk berinteraksi dengan orang-orang yang tidak kukenal adalah rasa takut dan malasku sendiri untuk mengenal orang lain lebih jauh. Rasa takut yang sering aku rasakan adalah takut dianggap menganggu, dianggap sok akrab, dianggap sok kenal, dan lain-lain. Padahal seperti pengalaman yang kualami di atas, asal kita tidak mengajak mereka berbicara terlalu berlebihan, sebenarnya ya fine-fine aja. Orang yang tidak kukenal adalah orang yang biasanya paling malas untuk kuajak bicara, dan dari pengalaman ini aku jadi mendapatkan pelajaran bahwa sebenarnya dari orang-orang yang awalnya terlihat "tidak penting" ini aku jadi bisa mendapatkan banyak pelajaran-pelajaran baru. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2835694298/1420f837879c119badee7fdba8c97598/download__23_.gif" />
         <pubDate>2024-10-03 12:28:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3151923280</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Haidar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3152250128</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang yang susah didengarkan, kalo nanya 1 hal dia jawabnya harus keliling labirin baru dijawab</p><p><br/></p><p>Yang di uji: tekanan batin, mental health, kuping yang bengkak karena dengerin, kesabaran untuk tidak naik darah</p><p><br/></p><p>Yang di bicarakan</p><p>Pertamanya kita ngebahas tentang hogwarts, trs  kita ngbahan satu per satu tentang karakter tongkat dan karakter </p><p>patronus kita</p><p>                         Haniah        haidar</p><p>Patronus   runnerpoor, huming bird</p><p><br/></p><p>Wand       acacia wood, silver lime</p><p><br/></p><p>Inti tongkat  phonex, dragon string heart</p><p><br/></p><p>House         hupelpufh, grifindor</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Sekian ini saja terima kasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-03 15:37:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3152250128</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3153396416</link>
         <description><![CDATA[<p>Objek: Anak Anak Kecil</p><p>Situasi: Aku sedang bermain bersama remaja lain</p><p>Alasan biasanya malas mendengarkan orang ini: Karena aku tidak mengerti apa yang dibicarakan, karena tidak terlalu nge-<em>click </em>akibat perbedaan umur</p><p>Proses mendengarkan kali ini: Aku berhasil mendengarkan anak itu dan aktif berbincang dengannya, sehingga ia merasa nyaman bercerita denganku, dan lebih banyak anak kecil yang ikut merasa nyaman dan mengajak aku berbicara. Akhirnya aku makin kewalahan sebab beberapa anak kecil berbicara kepadaku secara langsung. Setan yang muncul tentu saja kebosanan, dan aku berkali kali menyuruh mereka bermain dengan sesame anak kecil dengan cara halus, tetapi nihil mereka terus membombardirku dengan kata kata yang saling berbenturan.</p><p>Kesimpulan: Aku pernah mendengar seseorang berbicara tentang “mendengarkan”, bahwa zaman sekarang “mendengarkan” mulai asing. Setelah itu aku diinstruksikan untuk mendengarkan sesorang berbicara dengan cermat; mengamati gaya mereka berbicara, menyerap apa yang mereka katakan, dan menceritakan Kembali tentang Bahasa tubuh dan cerita yang mereka sampaikan. <br>Aku menemukan bahwa seberapa bosan atau tidak tertariknya aku, aku tetap mendengarkan orang yang sudah nyaman bercerita denganku, karena aku menghindari membuat orang itu dibaikan, sebab perasaan bahwa tidak ada yang mendengarkanmu dan meremehkan pembicaraanmu sangat tidak enak. Maka aku tidak ingin membuat orang merasa seperti itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2840312100/77053418f9d248eb58f53ccb6738de4a/3ff81c82_b48f_4fe4_a0c3_9462cc07f5e7.jpg" />
         <pubDate>2024-10-04 09:26:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3153396416</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kelas yang malam ini aku ngga masuk</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3153901556</link>
         <description><![CDATA[<p>sebelumnya maaf dahulu, aku kalau sudah acara kemana mana dah capek dengerin orang ngecipris terus, jadi malah daripada ga fokus dan malah ga enjoy acaranya aku izin tidak masuk.</p><p><br/></p><p>narasi pendek dari text:</p><p><br/></p><p>seorang penulis puisi bernama wordsworth mengatakan dalam salah satu ba'it puisinya kalau kebaikan, walaupun remeh, tetap merupakan hal yang bisa dikenang.</p><p><br/></p><p>ada ketidaksetujuan yang mungkin sudah di bahas kalau aku ikut zoom, adalah seorang anak kecil yang belum dapat diskusi sudah menarik kursi dan mempersilakan tamu. ini adalah contoh dari insting kebiasaan. anak primata lain sudah meniru apa yang dilakukan orangtuanya sejak usia dini. ini juga yang dilakukan oleh sang anak. dia mungkin bukan memiliki impulse pada kebaikan itu tapi ingin dipuji, caper, dan ya meniru saja.</p><p><br/></p><p>untuk refleksi:</p><p><br/></p><p>jarang si aku kelola, aku hanya mencari kesempatan agar jika berbuat baik tidak malah bikin malu. kalau udah ada yang membantu ya ga usah ditolongin</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-04 15:54:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3153901556</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3156108815</link>
         <description><![CDATA[<p>Objek: Dosen Bahasa Indonesia</p><p><br/></p><p>Aku sempat tidak terlalu mau mendengar dosen Bahasa Indonesia ku berbicara. Ketika beliau menjelaskan materi dengan gaya bahasa khasnya, aku entah kenapa selalu reflek membuka HP atau melihat hal-hal yang lain.</p><p><br/></p><p>Aku menyadari bahwa aku bereaksi seperti itu karena tidak menyukai cara beliau berbicara yang terkesan sombong. Ditambah, ada pengalaman yang tidak mengenakkan dengan beliau. </p><p><br/></p><p>Suatu kali mata kuliah bahasa indonesia dilakukan secara online lewat zoom yang seharusnya dimulai dan dibuka ruangan nya jam 7:30. Aku sudah berada diruang tunggu zoom dan menunggu untuk di admit karena jam sudah menunjukkan pukul 7:45 dan perutku udah mules banget. Akhirnya aku tidak tahan lagi dan pergi BAB. Tapi ketika aku sedang dikamar mandi, terdengar bahwa ruang zoom baru dibuka dan seluruh mahasiswa diminta untuk on cam supaya bisa difoto. Aku yang sedang duduk di kloset hanya bisa bengong. Terus tiba-tiba ada panggilan dari Dosen "Belgis- siapa ini? Bilkis Ajwa Hanifah? Mba Bilqis. Diminta untuk menyalakan video."</p><p><br/></p><p>SEMENTARA AKU BELUM SELESAI </p><p><br/></p><p>akhirnya aku cebok, pasang celana, dan keluar kamar mandi sambil buru-buru pasang jilbab. "Mba Bilqis ini mana ya? Mahasiswa seperti ini nih yang menghambat waktu." </p><p>Akhirnya semenjak saat itu aku merasa malas mendengarkan dosen itu. Aku merasa sudah on time jam 7:30 tapi dosen buka room 7:45. </p><p><br/></p><p>Meskipun akhirnya aku berdamai dengan masalah kesalahpahaman itu, lalu aku sudah bisa mendengarkan beliau ketika sedang mengajar dengan baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-07 03:08:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3156108815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEBAIKAN!</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3156138240</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebaikan ada dalam diri kita sejak lahir. Ada seorang anak kecil yang bahkan belum bisa bicara, tapi ketika melihat ada tamu yang belum duduk, dia menarik ursi untuk tamu itu dan mempersilaka si tamu duduk. </p><p>menurutku, kalaupun anak kecil itu memang tidak diajarkan untuk menarik kursi untuk tamu, mungkin orang tuanya pernah melakukan hal yang sama dan dia menirunya. </p><p>Kebaikan itu sebenarnya sesuatu yang sederhana saja tidak perlu ribet-ribet, berkat adanya kebajikan, simpati dan rasa iba. Tapi kebaikan bukan hanya memberi makan binatang peliharaan, mengelus mereka, tapi juga memberi mereka kata-kata baik dan memperlakukan mereka dengan baik.</p><p>Tapi kepasifan sering kali membuat seseorang dengan rasa iba, simpati dan kebijakan sekalipun agak lambat untuk melakukan kebaikan.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>Bagaimana caranya teman2 dapat mengelola vis inertiae (kepasifan) yang ada dalam diri masing2 di keseharian agar tidak jadi penghambat bagi peran kebaikan?</em></p><p>sejujurnya aku sendiri masih agak bingung juga, karena selama ini aku masih lambatt untuk berbuat baik dan aku sendiri membiarkannya begitu. Tapi mungkin caranya adalah dengan tidak terlalu memikirkan ketakutan di anggap sokab.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2267553845/38942f6b1a1a03b2d2d33efe623708b5/Kindness_1_1024x796.jpg" />
         <pubDate>2024-10-07 03:28:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3156138240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pelayan Pribadi Pejabat Cinta: Kebaikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160089896</link>
         <description><![CDATA[<p>Tugas dari kebaikan itu adalah membuat hidup orang lain menyenangkan. Namun kebaikan tidak berputar dalam lingkungan manusia saja, namun semua makhluk hidup. Seperti misalnya memberi makan anjing dan kucing, menyiram tanaman secara teratur, itu sudah termasuk dalam kebaikan.</p><p>Banyak orang yang berpikir bahwa dengan ada nya rasa iba, simpati, dan kebajikan dalam House of the Heart sudah membuat pekerjaan kebaikan menjadi ringan. Namun kenyataannya, bahkan manusia dengan rasa iba, simpati, dan kebajikan pun lambat untuk melakukan kebaikan-kebaikan kecil dalam kehidupan sehari-hari.  Kelambatan ini disebabkan oleh yang namanya vis inertiae atau kepasifan. </p><p><br></p><p><em>Bagaimana caranya teman2 dapat mengelola vis inertiae (kepasifan) yang ada dalam diri masing2 di keseharian agar tidak jadi penghambat bagi&nbsp;peran&nbsp;kebaikan?</em></p><p>Menurutku ini pertanyaan yang cukup sulit karena bagiku kepasifan itu sulit terdeteksi. Sangat gampang untuk membiarkan orang lain menangani permasalahan mereka sendiri, terkadang karena tidak kepikiran saja buat peduli dengan apa yang dilakukan oleh orang lain, terutama jika orang tersebut adalah orang asing. </p><p>Meskipun sulit, menurutku hal yang paling ampuh untuk menaklukkan setan yang satu ini adalah dengan <em>Expanded consciousness</em> atau kesadaran yang diperluas. Expanded Consciousness dapat membuat kita lebih <em>aware </em>dengan lingkungan disekitar kita.</p><p><br></p><p>Namun aku baru saja belajar tentang mengapa kesadaran yang seperti itu bisa terasa sulit untuk dilakukan. Dari yang kudapatkan dalam kelas kuliahku kemarin,  dalam kondisi Expanded Consciousness, frekuensi dari gelombang otak berada di Gamma. Dimana frekuensi dari kondisi gelombang otak ini berada di sekitar 32-100 Hz dan merupakan frekuensi gelombang otak tertinggi. Maka dapat dimaklumi mengapa jenis kesadaran ini terasa sulit untuk dilakukan, karena memang membutuhkan lebih banyak aktivitas mental dan proses kognitif yang lebih intens.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2862414461/ec1472140c0121dfbf17ae2b0c0e4285/download__42_.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-09 00:26:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160089896</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Para pelayan pribadi kerajaan cinta; Kebaikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160335699</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu CM mengenal seorang anak yang akan buru-buru mengambil kursi ketika melihat kedatangan seorang tamu. Itu contoh kebaikan yang impuls, yang bisa saja hadir tanpa diajarkan.<br><br>Katanya kebaikan membuat kita berupaya membuat hidup orang/makhluk lain menyenangkan dan nyaman. Mau itu mengurus hewan peliharaan-- misalnya, kuda yang tidak hanya dirawat tapi diberi semangat dengan belaian dan kata-kata lembut. Ramah, suka menolong dan baik hati mungkin adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan apa itu kebaikan. Meski memiliki kebajikan, simpati dan rasa iba, orang-orang tak selalu cepat dalam berbuat kebaikan. Acapkali orang mengira dapet satu bundel gitu, jika memiliki tiga sifat diatas maka akan secara otomatis berbuat kebaikan tapi nyatanya tidak. Ini katanya adalah kodrat manusia, disebut dengan vis inertiae (kepasifan) yang membuat kita lambat untuk berbuat baik dan peduli. <br><br>- <br>Kebaikan dan sopan santun beda tipis. Kebaikan dengan pencitraan, niat timbal balik tertentu sulit dibedakan. Apakah berbuat baik tidak berfokus pada niat namun lebih ke realisasinya sendiri? Mau niatnya apapun, jika outcomenya baik maka disebut kebaikan tidak ya? <br><br>Eh kalau tindak kebaikan itu dilandaskan karena seseorang meminta duluan itu namanya tetap kebaikan kan ya. Iya kan. Niatnya juga membantu juga, berarti baik sih.<br><br>Apakah kebaikan harus tulus? Idealnya, iya.<br><br>Dari tulisan ibu CM, yang mengatakan bahwa "Kebaikan membuat kita berupaya membuat hidup orang lain lebih menyenangkan dan nyaman" aku jadi berpikir bahwa itu tetap dihitung kebaikan, karena ibu CM sepertinya lebih berfokus pada outcomenya alih-alih niatnya. Asal hidup orang lain akhirnya menyenangkan dan nyaman, orang bebas mau berbuat seperti apa. <br><br>Satu hal lagi yang aku sadari, aku memikirkan "niat" tuh hanya untuk kebaikan yang dilakukan oleh orang atau disini, sesama manusia. Karena aku tidak begitu yakin bahwa hewan, tumbuhan atau apapun yang di alam akan menguras tenaganya untuk pura-pura melakukan kebaikan kepada kita, atau memiliki niat tersembunyi. <br><br>Kalau tidak suka ya hewan akan menunjukkan ketidaksukaan mereka, kalau mereka takut ya mereka akan menunjukkan perasaan tertentu (entah fight atau flight) dan kalau mereka tulus, mereka merasa terimakasih, mereka akan menunjukkan hal itu juga. Itu yang aku pikirkan ketika mengingat hewan peliharaanku. Aku tidak yakin kalau anjingku kerap mengibaskan ekornya ketika melihatku (mengingat aku tidak selalu menjadi pemilik yang baik) hanya karena memiliki niat tertentu. Niat diberi makan? Tidak juga. Bahkan ketika aku tidak memegang makanan, lupa memberi makan karena pulang terlalu larut, mereka tetap mengibaskan ekor mereka, entah aslinya merasa sedang capek, laper atau mengantuk. <br><br>Yah intinya begitu, sejauh ini aku berpikir dan hanya merasa bahwa hanya manusia lah yang punya kemampuan/kapasitas untuk memiliki niat lain, memiliki topeng atas suatu tindakan baik (bukan maksudnya colek-colek siapa ya, apalagi orang di pemerintahan ehem)<br><br><mark>Pertanyaan refleksi:</mark><br>Bagaimana caranya teman2 dapat mengelola vis inertiae (kepasifan) yang ada dalam diri masing2 di keseharian agar tidak jadi penghambat bagi peran kebaikan?<br><br>Setelah dipikir-pikir, aku yang berada di posisi "aku yang biasanya" atau netral, akan lebih cepat, lebih baik baik dalam melakukan tindakan kebaikan dan membuat hidup yang lain menyenangkan dan nyaman daripada ketika aku misalnya, sedang capek. Ketika aku sedang capek dan diminta membantu keluargaku dengan suatu hal yang tidak mereka pahami, perbuatan paling baik yang aku lakukan sepertinya adalah memberi tahu bahwa aku sedang capek dan meminta mereka untuk mengerti dan mengurangi hal-hal diluar minta tolong tadi yang dapat membuat rasa capek itu berubah menjadi kekesalan.<br><br>Sepertinya untuk pasif, aku tidak merasa begitu juga sih. Yaa kalau misalnya orang lain sudah lebih dulu ada di sana untuk berbuat baik (anggap saja untuk mengambil pulpen temanku yang jatuh) dan sudah pasti mendapatkannya sebelum aku berada di sana ya aku akan memilih diam saja. Kalau salah satu adekku menangis dan ada adikku yang lain di sana maka aku memilih diam saja. Toh mereka lebih dekat, baik secara jarak maupun kedekatan yang lain (emosional) KAJSJAJA.<br><br>Dan kurasa aku lebih baik dalam melakukan kebaikan-kebaikan kecil yang impulsif daripada yang butuh waktu dan harus memutar otak terlebih dahulu. Kebaikan-kebaikan kecil seperti yaa membantu anak yang jatuh, mengambilkan pulpen yang jatuh, meminjamkan sesuatu, ya yang kecil-kecil begitu deh. Entah mengapa aku tidak merasa pasif tapi aku tidak tahu pasti sih (karena aku tidak tahu pasti soal vis inertiae ini).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-09 04:04:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160335699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Fourth Lord&#39;s In Waiting: Kindness </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160587818</link>
         <description><![CDATA[<var>Kebaikan membuat Hidup Orang Lain Menyenangkan</var><var></var><p>Awalnya, orang akan berpikir kalau kehadiran dari kebajikan, simpati, dan rasa iba, sudah mencangkup segalanya dan bahwa dengan adanya mereka maka jabatan kebaikan akan menjadi tugas yang cukup mudah. Namun, ada sesuatu bernama vis inertiæ atau kepasifan yang mampu membuat seseorang dengan kebajikan, simpati, dan rasa iba menjadi lambat dalam melakukan hal hal kecil yang menjadi kepedulian dari kebaikan. </p><p><br/></p><p>Bicara tentang tugas dari kebaikan, sebenarnya tugasnya cukup sederhana yaitu membuat kehidupan sehari-hari menjadi menyenangkan, tak hanya untuk sesama manusia seperti keluarga dan teman namun juga makhluk hidup yang lain seperti kucing atau anjing.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/a70ed40992bbe7c91c6077ae730629e9/The_House__3_.png" />
         <pubDate>2024-10-09 07:40:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160587818</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kindness</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160606025</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita mungkin merasa bahwa selama ini rasa iba, simpati, dan kebajikan saja sudah cukup. Tapi sebenarnya tidak. Mereka tidak lengkap tanpa adanya kebaikan (yang kalau dari sepenangkapanku merupakan aksi dari 3 hal yang kusebutkan tadi) </p><p><br/></p><p>Karena aksi itu juga penting, mereka membuat orang/hal disekitar kita menjadi lebih baik dan bahagia. </p><p><br/></p><p>Namun mereka memiliki 1 masalah: Vis Inertiae atau lebih mudahnya, Kepasifan. Kepasifan ini sering menghalangi kita untuk berbuat baik, karena gengsi, atau entah apalagi.</p><p><br/></p><p>Caraku menghambat vis inertiae ini adalah dengan langsung melakukan saja tanpa berpikir. Karena ketika kita terlalu lama berpikir, kita akan terlalu fokus pada pemikian kita soal membantu atau menolong itu, sehingga malah tidak terjadi kebaikan. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/Vz58J8shFW6BvqnYTm/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-10-09 07:52:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160606025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160644092</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu CM berkata bahwa kebaikan itu berisifat universal. Lalu orang orang berpikir bahwa Kebajikan, Iba dan lain lainnya sudah cukup mencakup. Tapi ternyata ada sesuatau yang mengganjal, yaitu kePasifan atau vis inertiae membuat hal hal kecil diatas menjadi lambat</p><p><br/></p><p>Kebaikan adalah tindakan sederhana yang membuat hidup lebih nyaman bagi orang lain dan hewan peliharaan. Ini termasuk memberi perhatian kepada anjing dan kuda serta bersikap baik kepada keluarga dan tetangga, tanpa memandang status sosial. Orang baik sering disebut sopan atau bijaksana, tergantung cara mereka menunjukkan kebaikan. Kebaikan mencerminkan rasa hormat dan membantu membangun hubungan harmonis dalam komunitas.</p><p><br/></p><blockquote><p>.</p></blockquote><p><br/></p><p>Refleksi :</p><p><br/></p><p>Cara aku menghadapi Kepasifan ini mungkin dengan cara dijalanin aja.</p><p>Tapi jujur aja aku ahkir ahkir ini tidak menyadari keterlambataku dan sifat pasif ini, jadi mungkin jawabanku tidak bisa dipercaya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-10-09 08:17:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3160644092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SMP</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3161244984</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Narasi/Rekap</strong></p><p>Beberapa hal yang sangat penting dari Simpati adalah memperhatikan, peduli, dan menopang sesama. Dalam bersimpati, disebutkan juga bahwa perlu untuk menderita atas apa yang sosok lain rasakan, dan itu adalah satu-satunya hal yang bisa selalu kita berikan/ketika kita tidak bisa membantu secara langsung--rasakanlah apa yang mereka rasa.</p><p><br/></p><p>Adapula Simpati palsu, biasa terlihat hanya sebagai simbol semata--karna maknanya tidak sejalan dengan Simpati asli. Dicontohkan dengan seorang perawat yang memukul meja ketika seorang anak tidak sengaja menabrak meja itu, akhirnya si anak mengasihani dirinya; sesuatu yang justru memperburuk keadaan si anak.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-09 14:43:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3161244984</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bukan Narasi</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3161290505</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada seorang kenalan yang kalo ngomong muter-muter, aku nggak secara khusus milih dia, tapi kejadiannya juga baru-baru ini. Ketika aku dihadapkan dengan dia, jujur saja aku tidak begitu malas--tapi dalam pikirku tetap ada "duh kan tadi udah dibahas", "duh, bukan ini yang kumaksud", dan lainnya.</p><p><br/></p><p>Ada beberapa hal yang aku lakukan supaya mampu untuk bertahan pada kondisi saat itu: 1. Analisa Pemikiran: aku cukup tertarik dengan apa yang orang lain pikirkan, kenapa dia bisa berpikir seperti itu, kenapa dia berbicara seperti itu, bergestur seprti itu, dan hal-hal lainnya, sehingga ketika dihadapkan dengan obrolan yang membosankan--tetap ada makna penting (dan seru) di baliknya. 2. Analisa Latar Belakang: sebenarnya masih satu rangkaian dengan yang tadi, namun yang ini lebih spesifik; apa yang melatarbelakangi hal-hal yang ia sampaikan (sadar atau tidak), bagian ini juga sangat menarik menurutku--mencegahku dari kebosanan-bahkan memicu Simpati. 3. Hiduplah Untuk Saat Ini (Ruang dan Waktu): ini sebuah prinsip yang masih kukembangkan, namun ada suatu hal yang aku rasa menarik di dalamnya yaitu; kadang-kadang kita terjbak dalam pemikiran dan emosi yang tidak penting sampai-sampai meniadakan makna hal-hal yang ada lingkungan kita, kita terjebak dalam dunia kita sendiri--yang bahkan tidak produktif. Namun di luar seberapa produktif kita, aku punya keinginan untuk mampu merasakan segala yang ada dalam <strong>ruang dan waktu saat ini</strong>, waktu tidak akan terulang--itulah mengapa semua yang terikat dengan ruang punya maknanya sendiri.</p><p><br/></p><p>Maaf telat.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-09 15:08:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3161290505</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Denger Feral Yuk</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3161309531</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Narasi/Rekap</strong></p><p>Aku masih mencoba memahami tulisan ini, namun dengan waktu yang terbatas, aku menyimpulkan bahwa dikatakan; Kebaikan adalah sosok yang sangat penting dalam Bagian ini, adanya Kebaikan berarti hal-hal kecil yang membantu dan menyenangkan bagi sosok lain terlaksana.</p><p><br/></p><p><strong>Rflekzizi</strong></p><p>Sadar, lakukan.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-09 15:19:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3161309531</guid>
      </item>
      <item>
         <title>40 | Kebaikkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3162440418</link>
         <description><![CDATA[<p>Meski sudah ada Kebajikan, Simpati, dan Rasa Iba, tugas Kebaikkan tidak berkurang, ia membantu kerajaan manusia mengatasi kepasifan. Dalam imajinasiku, seperti menyalakan sumbu pada teman-temannya supaya menyala setiap harinya. Terus berbuat baik hingga akhir hayat.</p><p><br/></p><p>Seperti yg aku tahu dari Al-Qur'an, CM juga menulis bahwa manusia dilahirkan dengan impuls kebaikkan. Ia bukan sesuatu yg perlu diajarkan. Bentuknya bisa macam-macam. Yang terlihat kecil maupun besar. Namun ada kata-kata yg CM kutip kalau aksi kebaikkan yang tidak tercatat adalah level kebaikkan tertinggi yang dimiliki oleh manusia. </p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Bagaimana caranya teman2 dapat mengelola vis inertiae (kepasifan) yang ada dalam diri masing2 di keseharian agar tidak jadi penghambat bagi peran kebaikan?</p><p><br/></p><p>Sejujurnya aku tidak tau, apakah selama ini jadi penghambat atau tidak. Mungkin memang beberapa kali iya, tapi aku tidak berusaha menghalaunya juga. Namun, aku rasa aku menetapkan batas tertentu sampai mana kepasifan boleh menjangkau.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-10 05:40:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3162440418</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4.10 | Kebaikan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3164301963</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Frieren: "Why do you help people?"<br>Himmel: "Perhaps I do it for myself. Maybe I want someone to remember me, even for a little. To live is to have someone to know and remember you."</em></p><p>Qoutes dari <strong>William Wordsworth </strong>sejalan dengan karakter Himmel.</p><p><br/></p><p>Ketika mendengar topik Ourselves berkaitan tentang kebaikan aku langsung terpikir Himmel sang Pahlawan.</p><p><br/></p><p>Sungguh menarik menemukan bahwa kisah-kisah tentang seorang pahlawan sering kali menceritakan hal-hal yg besar. Seperti bertempur melawan penjajah atau memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi perempuan Indonesia.</p><p><br/></p><p>Tapi Himmel memberikan nilai-nilai sederhana dari menjadi seorang pahlawan.</p><p><br/></p><p><em>"Pada akhirnya, hal-hal kecil itulah yang diingat orang. Bukan pertempuran besar atau petualangan epik, tapi kebaikan yang kita lakukan untuk mereka sehari-hari."</em></p><p><br/></p><p>Kebaikan terlahir sebagai penguasa hati.</p><p>Tanpa diajari sekalipun, seseorang memiliki impuls kebaikan.</p><p><br/></p><p>Kebaikan membuat hidup orang lain menyenangkan.</p><p>Tugas dari kebaikan sederhana saja, yaitu membuat kehidupan sehari-hari menyenangkan dan nyaman bagi yg lain.</p><p><br/></p><p>Orang yg baik hati digambarkan dengan berbagai julukan.</p><p>Sopan, bijaksana, penolong dan penuh perhatian.</p><p><br/></p><p><em>Bagaimana caranya teman2 dapat mengelola vis inertiae (kepasifan) yang ada dalam diri masing2 di keseharian agar tidak jadi penghambat bagi peran kebaikan?</em></p><p>Aku pernah ikut dalam aksi sukarela menjadi panitia dalam sebuah festival.</p><p>tentunya berpatisipasi dalam kegiatan masyarakat dapat menaikan rasa kepekaan dan kebaikan.</p><p>untuk sehari-hari mungkin ambil langkah kecil seperti menyapa tetangga dsm</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100693612/991924dec8443692d79830bd8104955a/426484906_774637704697673_4656239939102034126_n.jpg" />
         <pubDate>2024-10-11 04:47:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3164301963</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pamrih tidak pamrih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3166273350</link>
         <description><![CDATA[<p>Kondisi kebaikan ideal adalah ketika kebaikan tidak diungkit-ungkit dan diingat-ingat, dengan cara menyederhanakan perbuatan kebaikan itu tanpa merasa bahwa itu spesial akan membuat kita lebih mudah untuk “melupakan” perbuatan baik. Namun, mungkinkan manusia hidup selalu dalam kondisi ideal? Mungkinkah saya berbuat kebaikan tanpa mengharap kebaikan kembali? atau tanpa siapapun tahu apa yang sudah kuperbuat itu?&nbsp;<br></p><p>&nbsp;Bagiku, manusia (saya) akan tetap bisa berbuat baik tanpa pamrih, tanpa mengumbar-ngumbar kebaikan. Bisa terjadi justru karena perbuatan baik itu bukan lah hal yang besar bagi kita (kalau sampai tidak ada yang tahu soal ini) Seperti contohnya menunjukan arah jalan pada orang yang bertanya dijalan, atau “menarikan kursi”</p><p><br/></p><p>Namun, dalam kondisi tertentu dalam hidupku sendiri juga pamrih tetap ada dan akan selalu ada, karena kejadian kebaikan itu penting bagiku. Misalnya pada orang yang dekat. Manusia itu akan selalu ingi n untuk diperlakukan seperti apa mereka memperlakukan (toh, juga begitu katanya) Jadi, menurutku sangatlah mungkin untuk pamrih pada orang2 yang justru kita dekat. Contoh kejadiannya seperti aku membantu tugas rumah adikku, karena merasa memperlakukannya baik, akupun juga ingin untuk diperlakukan baik, sehingga pamrih itu tetap ada. Meski kondisi idealnya tidak begitu.</p><p><br/></p><p>Aku sendiri berusaha untuk tidak pamrih semaksimal mungkin, atau setidaknya, tidak mengungkapkan rasa pamrih itu pada orang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/3CCXHZWV6F6O9VQ7FL/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-10-12 21:44:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3166273350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kebaikan (2</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3167441168</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang inggris terbiasa bebas melakukan apapun selama tidak menyesakkan hati. tapi karena itu mereka jadi sering berbuat kurang baik dan melakukan kesopanan sekedarnya, tidak dengan hati.</p><p><br/></p><p>Dalam kebaikan, kesederhanaan adalah kualitas yang istimewa. </p><p>Karena kebaikan sebaiknya dilakukan dengan sepenuh hati, tidak mengharapkan balasan, itulah kesederhanaan.</p><p>ketika mengharapkan balasan dari orang yang telah di beri kebaikan, tapi orang itu tidak membalasnya, akhirnya perilaku baik itu hilang, malah berbuat sebaliknya pada orang itu. </p><p>Sebaiknya perbuatan baik itu di lupakan saja, tidak perlu di hitung.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksikan:</strong></p><p><em>Mungkinkah saya berbuat kebaikan tanpa mengharap kebaikan kembali? atau tanpa siapapun tahu apa yang sudah kuperbuat itu? Jika mungkin, apa motivasinya?</em></p><p>Menurutku mungkin aja. Ketika berbuat baik jangan merasa orang lain yang diuntungkan, tapi diri sendiri, karena berbuat baik sebenarnya sangat menyenangkan. Dengan begitu kita tidak akan mengharapkan di balas kebaikannya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 03:54:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3167441168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebaikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3172623662</link>
         <description><![CDATA[<p>Oke intinya begini. Kebaikan itu idealnya berasal dari hati dan bukan dilakukan hanya karena sopan santun. Walau menurutku melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan demi sopan santun juga suatu bentuk kebaikan ngga sih(?). Karena bisa dibilang orang ini is being considerate (aku lupa katanya) dengan sesamanya, terlepas keinginan, egoisme dalam dirinya kan? Tapi aku ngga tau pasti. </p><p><br/></p><p>Lalu katanya lagi, tentang berbuat kebaikan itu jangan dihitung, jangan diungkit-ungkit. Baik kepada orang yang kita tolong atau orang lain. Ada studinya, kata ibu Ceem. Dimana anak-anak diminta untuk berbuat baik terus dicatat (aku lupa sih, pokoknya diingat) tujuannya supaya anak-anak ini jadi sering berbuat kebaikan tapi hasilnya tuh, tidak baik ternyata. Kebaikan yang dilakukan jadi tidak berasal dari hati. </p><p><br/></p><p>Terus yang terakhir, kebaikan jangan diingat karena kita bisa jadi malah mengharapkan imbalan pada orang lain. Jika mengharapkan sesuatu maka kita membantu secara tidak tulus. Sepenangkapku kebaikan itu idealnya harus tulus. </p><p><br/></p><p><mark>Pertanyaan refleksi:</mark></p><p>Mungkinkah saya berbuat kebaikan tanpa mengharap kebaikan kembali? atau tanpa siapapun tahu apa yang sudah kuperbuat itu? Jika mungkin, apa motivasinya?</p><p><br/></p><p>Setelah kupikir-pikir mungkin saja sih, simpelnya ya kalau menganggap kebaikan yang kita lakukan itu sederhana. Ketika kita menganggapnya sederhana maka kita akan lupa, jadi tidak bisa diungkit. Dan jika tidak bisa diungkit oleh bawah sadar kita, maka tidak mungkin untuk mengharapkan apa-apa. Begitu kan? </p><p><br/></p><p>Motivasinya adalah dengan merasa biasa-biasa saja dengan apa yang kita lakukan. Sadar bahwa kebaikan yang kita lakukan itu sederhana, atau bahkan merasa apa yang kita lakukan itu terlalu kecil, terlalu lazim/biasa untuk dilakukan. Sehingga kita jadi merasa biasa-biasa saja, kebaikan itu tidak sedemikian besar untuk harus berharap di balas kembali oleh orang yang terbantu dengannya. </p><p><br/></p><p>Begitu deh. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-16 15:59:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3172623662</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3173553216</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu CM adalah orang inggris, yang dimana kebiasaan orang inggris tidak terlalu mementingkan perilaku asalkan hati mereka baik baik saja, dengan ini orang orang inggris melewatkan kesempatan berbuat baik dengan kesopanan. Ia juga berkata bahwa mereka gagal menerapkan sopan santun dengan bahasa tubuh, tidak seperti di denmark yang jika bertemu sesama mereka akan mengangkat topinya.</p><p><br/></p><p>Dulu ada cara untuk membiasakan kebaikan, yaitu dengan cara menghitungnya. Ibu CM sendiri tidak setuju dengan cara itu, karena esensi dari kebaikan itu tidak boleh dihitung dan di ingat ingat. supaya tidak ada “aku sudah melakukan ini, kamu melakukan apa padaku?”</p><p><br/></p><p><br/></p><p>repleksi</p><p><br/></p><blockquote><p>Mungkinkah saya berbuat kebaikan tanpa mengharap kebaikan kembali? atau tanpa siapapun tahu apa yang sudah kuperbuat itu? Jika mungkin, apa motivasinya?</p></blockquote><p><br/></p><p>Mungkin sih tan, banyak kebaikan yang memang tidak sepantasnya diingat ingat juga. Aku engga ada motivasi sama sekali sih soalnya aku kadang juga masih gitu :v</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-10-17 03:50:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3173553216</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vis Inertae</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3174568147</link>
         <description><![CDATA[<p>Hukum kebaikan itu universal, mencakup segala sesuatu.<br>Namun kebanyakan orang berfikir bahwa simpati, rasa iba, dan hal hal yang baru saja kita bahas itu sudah mencakup segala hal, namun tidak. Sebab ada kejanggalan dalam sifat manusia yaitu vis inertiae (kepasifan). Kepasifan membuat kita gagal melakukan kebaikan kebaikan terkecil, seperti memberi makan hewan peliharaan kita, menyapa tetangga, menyiram tanaman dan segala hal simple lainnya. Dan karena itu kita menjadi gagal dalam hukum Kebaikan Universal.</p><p>Pertanyaan reflektif: Tidak tahu, karena aku sendiri masih pasif orangnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-17 15:11:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3174568147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>g</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3175225994</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Narasi/Rekap</strong></p><p>Dikatakan bahwa, kondisi orang yang sepenuhnya baik muncul ketika ia hanya memikirkan sosok lain. Maka dari itu, kesederhanaan adalah hal penting dalam kebaikan; kebaikan yang kita lakukan adalah hal yang sederhana, tak perlu diingat apalagi mengharap kembali.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Mungkin. Jika aku berbuat kebaikan tanpa berfokus pada hasil dari kebaikanku. Bagaimana supaya tidak berfokus pada hasil? aku cukup setuju dengan kesederhanaan sebagai solusi, solusi lain? belum terpikir.</p><p><br/></p><p>Sekian</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-18 01:03:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3175225994</guid>
      </item>
      <item>
         <title>41 | Sopan Santun &amp; Kesederhanaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3175370769</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku tidak menangkap ada kalimat yg jelas menggambarkan CM ada di pihak mana dalam persoalan sopan santun ini. Tetapi aku sendiri menganggap kesopanan diperlukan karena itu adalah sikap hormat yg jelas terlihat oleh mata. </p><p><br/></p><p>Mengenai kesederhanaan di sini, sebetulnya lebih spesifik dan cocok menggunakan diksi tidak pamrih, tapi kesederhanaan pun masih masuk akal. Intinya di kesederhanaan ini, CM menyarankan supaya apapun kebaikkannya diusahakan tidak umbar-umbar, kalau bisa misal kebaikkan itu dilakukan oleh tangan kiri, tangan kanan tidak perlu tahu.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Mungkinkah saya berbuat kebaikan tanpa mengharap kebaikan kembali? atau tanpa siapapun tahu apa yang sudah kuperbuat itu? Jika mungkin, apa motivasinya?</p><p><br/></p><p>Saat ini, pada hal-hal kecil dan remeh,--dalam kategori mataku--iya. Ketika kebaikkan itu tidak berat dan tidak rumit--lagi-lagi dalam perspektifku--sangat mungkin perbuatan itu tanpa pamrih. Tapi untuk hal-hal yang lebih besar aku sudah pasti berpikir ulang sebelum melakukannya.</p><p><br/></p><p>Eh tapi kebaikkan remeh bisa pamrih juga kalau bentuk kebaikkannya diulang-ulang, tiap hari, rutin dilakukan. Dalam hal ini entah mungkin nalarku sedang bekerja saja atau cari pembenaran: ia mengatakan itu semacam survival skill saja supaya ketika berulang itu kita sadar sedang apa, menghindari kemungkinan sebenarnya kita sedang dimanfaatkan. Begitu sih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-18 02:23:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3175370769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11.10 | Kebaikan Sopan Santun</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3175712113</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang Inggris berpikir bahwa tidak akan menjadi masalah bagaimana mereka berpilaku selama hati mereka baik-baik saja. akibatnya sebagian dari mereka kehilangan kesempatan untuk melakukan kebaikan sopan santun.</p><p>Tapi di negara Jerman, mereka mengangkat topi untuk memunjukan sikap sopan.</p><p><br/></p><p>Keserderhanaan dalam kebaikan</p><p>kesederhanaan adalah kualitas istimewa dari kebaikan.</p><p>Seseorang berbuat baik ketika mereka sepenuhnya memikirkan mereka yg diberi kebaikan.</p><p>Banyak hal yg bisa disebut kebaikan, memberi bantuan dan kebutuhan orang, memberi hadiah, dan banyak lagi.</p><p><br/></p><p>Tentu saja kita melakukan kebaikan bukan untuk dingat-ingat atau kita menyebutkan kebaikan yg telah kita perbuat.</p><p>hindari pikiran yg meminta balasan dari kebaikan yg telah kita beri</p><p><br/></p><p>"jangan biarkan tangan kananmu tahu apa yg dilakukan tangan kirimu"</p><p><br/></p><p><em>Mungkinkah saya berbuat kebaikan tanpa mengharap kebaikan kembali? atau tanpa siapapun tahu apa yang sudah kuperbuat itu? Jika mungkin, apa motivasinya?</em></p><p><br/></p><p>Melihat orang yg kita bantu merasa tertolong sudah cukup bagiku.</p><p>walaupun mungkin tidak sepenuhnya, namun setidaknya aku sudah mengurangi beban yg mereka alami.</p><p>aku ikut bahagia ketika orang yg kuberi hadiah merasa bahagia.</p><p>Kadang, berbuat baik menjadi kebiasaan atau bagian dari karakter seseorang. Mereka melakukannya secara otomatis tanpa berpikir panjang atau mengharapkan apapun.</p><p>Kadang aku menceritakan kebaikan supaya memotivasi orang lain untuk berbuat baik juga tapi bukan berarti aku menceritakan semua kebaikanku supaya orang melihatku sebagai orang baik </p><p>(Kalau kamu baik, tunjukkan lewat tindakanmu, bukan hanya lewat kata-kata.)</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-18 06:31:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3175712113</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Fourth Lord&#39;s In Waiting: Kindness </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3176015331</link>
         <description><![CDATA[<var>Kebaikan Sopan Santun</var><var></var><p> Oma cm menganggap kalau masyarakat di tanah kelahiran nya di Inggris telah mengadopsi sebuah kebiasan buruk secara nasional, karena rupanya di Inggris sana masyarakat nya tidak pernah terbiasa untuk menunjukan kesantunan bahasa tubuh, dan ke ramahan. Yang cukup berbeda dengan apa yang terjadi di Jerman dan Denmark di mana seseorang akan mengangkat topinya ketika berpapasan dengan sesamanya tanpa rasa canggung.</p><p><br></p><var>Kesederhanaan dalam Kebaikan</var><p><br></p><p>Esensi Kebaikan sebenarnya adalah bagaimana supaya tindakan-tindakan itu sebaiknya tidak diingat. Kebaikan seharusnya disikapi dengan sederhana, sehingga bahkan ketika kita melakukan nya kita tidak akan menyadari kalau tindakan itu adalah sebagai sebuah kebaikan. Kita tidak perlu bicara dengan siapapun tentang kebaikan apa saja yang sudah kita lakukan untuk orang lain, apalagi mengharapkan balasan atas kebaikan kita. Karena seperti kutipan yang di tulis dalam subab ini "Jangan biarkan tangan kananmu tahu apa yang dilakukan tangan kirimu"</p><p><br></p><var>Refleksi 
</var><blockquote><p>Mungkinkah saya berbuat kebaikan tanpa mengharap kebaikan kembali? atau tanpa siapapun tahu apa yang sudah kuperbuat itu? Jika mungkin, apa motivasinya?</p></blockquote><p><br></p><p>Mungkin kok, tapi motivasinya apa ya? Aku gak ngerti juga sih, aku cuma mikir aja kalau gak pernah penting untuk orang lain tau sudah sebaik apa aku sebagai manusia atau seberapa banyak kebaikan yang aku berbuat. Karena menurutku juga, kesan nya jadi gak tulus kalau perbuatan baik kita harus kita bicarakan dengan orang lain.</p><p><br></p><p>Tapi selain itu, dalam kebanyakan kasus, alasan ku gak pernah bicara tentang kebaikan yang ku lakukan itu ya karena memang gampang lupa :)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/fb53df919dd753b9b20b38954f74a9bf/The_House__3_.png" />
         <pubDate>2024-10-18 11:02:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3176015331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesederhanaan, kesopanan, dan ketulusan dalam kebaikan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3176097857</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebaikan sopan santun.</p><p>Orang inggris sering kali berpikir bahwa mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan selama hati mereka aman. Akhirnya mereka gagal mengangkat sifat sopan santun sehingga mereka berbuat kebaikan yang tidak dari hati, mereka juga gagal menunjukkan kesopanan Bahasa tubuh. Charlotte mason pernah melihat seorang pria yang mengangkat topinya sebagai tanda hormat kepada pria lain yang sedang berjalan di trotoar, dan begitu pula anak anak dengan sesama anak anak.</p><p>Kesederhanaan dalam kebaikan.</p><p>Kebaikan itu sederhana, Ketika kita sungguh sungguh berniat baik kepada orang atau makhluk yang sedang kita beri kebaikan dan tidak terlalu memikirkan apa yang akan kita dapatkan kembali atau bagaimana itu bisa bermanfaat bagi kita. Memberi kebaikan dengan tangan kanan tanpa perlu diketahui oleh tangan kiri, memberi sepenuhnya karena cinta kasih kepada sesama. Dengan cara ini, kita bisa mengangkat tirai yang memisahkan yang kaya dengan yang miskin, sebab dalam kebaikan, semua orang setara.</p><p>&nbsp;</p><p>Pertanyaan refleksi: Mungkin saja, namun itu adalah kondisi ideal yang sulit dicapai. Maka yang terbaik yang bisa dilakukan adalah mengendalikan perasaan perasaan pamrih tersebut. <br>Aku pribadi memberi tanpa harapan Kembali karena aku ingin memandang diriku sebagai orang yang baik dan berbudi luhur, maka aku berusaha untuk menggapai/menjiwai kebaikan ideal.</p><p><br></p><p>(Btw, aku, pancar, dan Nikeisha mencapai kesimpulan bahwa kebaikan tanpa batas berarti bebuat baik kepada seluruh alam semesta, termasuk diri kita. maka kita tidak perlu menyakiti diri untuk berbuat baik tanpa batas)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2910791862/759e8beb9c908c1d1e21e63cde4e2ff7/4a9c8e27_7fc1_4d26_ba0a_681007b6fa14.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-18 12:19:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3176097857</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 38 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3181602589</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu CM di sini mengatakan bahwa semua orang sebenarnya mempunyai sisi kebaikan dalam diri mereka, seperti contohnya seorang anak kecil yang dengan penuh perhatian dan kepekaan menarikkan kursi untuk orang dewasa yang mau duduk, padahal dia belum bisa bercakap-cakap dengan baik. Itulah bukti bahwa tanpa diajari pun sebenarnya seseorang bisa melakukan kebaikan.</p><p><br/></p><p>Katanya hukum kebaikan itu bersifat universal. Orang-orang cenderung berpikir bahwa kebajikan, iba, kemurahan hati dan simpati sudah mencakup segalanya hingga kita tidak lagi memerlukan kebaikan hati, karena ia dianggap sebagai bagian yang kecil saja dalam kerajaan hati. Padahal ada sebuah hal "aneh" dalam kerajaan hati yang biasanya kita sebut dengan kepasifan. Kepasifan ini katanya bisa membuat orang dengan rasa kebajikan, iba, simpati, dan kemurahan hati yang kuat saja kesulitan melakukan apa-apa dengan baik jika ia tidak mempunyai kebaikan hati. </p><p><br/></p><p>Tugas kebaikan itu sederhana saja sebenarnya. Mereka diharuskan untuk membuat orang-orang di sekitarnya bahagia dengan sikap mereka, hewan-hewan peliharaan mereka terawat dengan baik, mendukung dan menyemangati mereka yang membutuhkan, dan lain-lain. Mereka yang mempunyai kebaikan hati biasanya kita panggil dengan orang yang sopan, bijaksana, peka, penuh perhatian, penolong, dan lain-lain.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Biasanya sih aku akan mengatasinya dengan cara memahami terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab aku pasif. Yang sering muncul saat aku berada dalam momen hendak menolong orang adalah rasa takut akan adanya penolakan, atau orang tersebut tidak akan menghargai bantuan yang kuberikan. Karena itu sebelum aku bertindak, seringkali aku overthinking terlebih dahulu dan memilih untuk diam. Karena itu aku sering berusaha membuat diriku tidak memikirkan yang nggak-nggak terlebih dahulu saat hendak menolong orang. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2927306293/79b4e0606e946e712348618c30b7cb43/Sleepy_cat_animation__Ngan_Pham.gif" />
         <pubDate>2024-10-22 13:00:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3181602589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 39 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3181755107</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kebaikan Sopan Santun</strong></p><p>Ibu CM bercerita bahwa di Inggris orang-orang kebanyakan krisis sopan santun dan jarang ada yang memberikan keramahan tulus yang muncul dari hati. Mereka lebih sering bersikap sopan kepada mereka yang dianggap "sederajat" atau "sekelas" saja. Mereka yang dianggap lebih rendah tidak segan-segan diperlukan dengan tidak sopan oleh orang-orang Inggris. Ibu CM mengkritik hal ini dan membandingkannya dengan tata krama orang Jerman atau Denmark yang cenderung bersikap sopan kepada siapapun itu, ntah kaya atau miskin, ntah tua ataupun muda. Seorang buruh tidak akan segan-segan memberi hormat dengan menaikkan topinya kepada sesamanya, seorang anak kepada temannya yang lain, dan lain-lain. Hal ini dianggap sangat baik oleh ibu CM karena tidak ada persaingan di antara orang-orang untuk mendapatkan posisi lebih tinggi, dengan begitu di antara masyarakat tidak ada perbedaan kasta yang membuat seseorang bisa bersikap sopan, ramah, dan baik kepada semua orang yang ditemui.  </p><p><br/></p><p><strong>Kesederhanaan dalam Kebaikan</strong></p><p>Kesedehanaan adalah suatu hal yang berhubungan erat dengan kebaikan, karena orang bisa dibilang baik jika ia bisa memikirkan kebutuhan-kebutuhan dan kebaikan-kebaikan yang bisa dilakukan untuk orang lain dan bukan lagi hanya untuk dirinya sendiri. </p><p><br/></p><p>Ibu CM tidak setuju dengan suatu metode yang dilakukan kepada anak-anak dengan mengajari mereka menghitung-hitung berapa kebaikan yang sudah mereka lakukan dalam sehari. Karena menurut ibu CM, esensi kebaikan adalah bagaimana kebaikan-kebaikan itu tidak lagi kita ingat-ingat ke depannya. Kita tidak boleh mengingat-ingat kebaikan apa yang sudah kita lakukan kepada orang lain, apalagi memikirkan balasan apa yang akan kita terima setelah melakukan kebaikan itu kepadanya. Yang lebih buruk lagi adalah bersikap buruk kepada orang itu jika harapan kita mendapatkan balasan tidak terpenuhi. Hal ini cukup relate dengan apa yang dibilang oleh Yesus, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu."</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>Q: Mungkinkah saya berbuat kebaikan tanpa mengharap kebaikan kembali? atau tanpa siapapun tahu apa yang sudah kuperbuat itu? Jika mungkin, apa motivasinya?</em></p><p><br/></p><p>Sebenarnya mungkin saja aku berbuat kebaikan tanpa mengharap balasannya. Tapi aku punya kecendrungan yang membuatku ingin dihargai jika tengah memberikan kebaikan kepada orang lain, jadinya inilah yang membuatku sering mengharapkan balasan jika memberikan kebaikan kepada orang lain. Momen paling sering aku mengharapkan balasan adalah saat ulang tahun sih. Aku termasuk rajin memberikan kado kepada teman-temanku yang ulang tahun, jadinya aku sering berharap mendapatkan kado balasan saat aku ulang tahun.</p><p><br/></p><p>Karena itu mungkin untuk ke depannya aku akan memotivasi diriku agar tidak mengharapan balasan saat sedang memberikan kebaikan. Motivasi itu bisa berupa pemikiran bahwa dengan memberikan kebaikan kepada orang lain aku bisa membuat orang tersebut gembira, dengan begitu hal itu sudah sangat cukup untukku. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2927306293/1bca67cdc9486e7edac0dc91a3397155/_KimLi_n.gif" />
         <pubDate>2024-10-22 14:18:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3181755107</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 40 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3182771294</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kebaikan dalam Menafsirkan</strong></p><p>Oke jadi yang aku pahami di narasi kali ini adalah, kebaikan paling besar yang ada di dalam diri manusia adalah kebaikan dalam menafsirkan. Katanya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk memahami kata-kata, tindakan, dan motif dari seseorang yaitu baik dan buruk. Manusia itu seringkali bersikap kontradiktif hingga dua-duanya bisa saja benar, karena perbedaannya hanya pada bagaimana kita menafsirkan kata-kata atau perlakuan dari orang tersebut.</p><p><br/></p><p>Jika kita menafsirkan apa yang diperbuat oleh seseorang yang kasar hanya berasal dari keteledoran saja dan bukan karena pribadinya yang buruk, mungkin kita jadi bisa memperlakukan orang tersebut dengan lebih adil ke depannya. Nggak ada penderitaan yang lebih tidak enak ketimbang saat kita menafsirkan kata-kata dan perbuatan orang lain dengan buruk. Kebiasaan ini bisa membawa pengaruh buruk yang lain terutama bagi kaum muda yang sangat mempedulikan pendapat orang lain terhadap mereka. Mereka seperti yang biasa aku lakukan, sering merasa khawatir akan ada yang menertawakan mereka saat sedang melakukan kebaikan, sehingga mereka menunda kebaikan mereka. Padahal kebaikan itu sederhana saja sehingga kita tidak perlu lah mempedulikan apa yang dipikirkan orang lain mengenai kita. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Q:Bagaimana caranya mengetahui bahwa kita sedang mengupayakan kebaikan dalam menafsirkan bukan sedang mengingkari kenyataan?</p></blockquote><p><br/></p><p>Menurutku kita bisa mengetahui apakah kita sedang mengupayakan kebaikan dalam menafsirkan dan bukannya hanya mengingkari kenyataan dengan cara tetap memperhatikan fakta-fakta yang ada. Misalnya kita bisa mengingat-ingat terlebih dahulu apakah si a ini memang dari dulu dikenal dengan sikapnya yang buruk, atau sebenarnya dia memang orang sangat sopan yang saat ini sedang emosi saja hingga tidak bisa mengontrol kata-katanya. Lalu kita juga harus bisa menjaga agar tafsiran kita tidak cenderung bias.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2930623941/bca42a53f9de9a100fb877f8bada71c8/download__24_.gif" />
         <pubDate>2024-10-23 02:33:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3182771294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>18.10 | Kebaikan Dalam Menafsirkan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3183651165</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebaikan ini kadang tidak kita pikirkan, kebaikan dalam menafsirkan (positif thinking)</p><p>Selalu ada cara lain dalam memahami kata-kata, tindakan ataupun motif seseorang.</p><p>Bahkan bisa jadi sama-sama benar tergantung bagaimana penafsiran yg kita lakukan pada orang lain.</p><p><br/></p><p>Kita bisa <em>positif thingking </em>kalau orang berkata kasar karena kurangnya displin dan keteledoran saja.</p><p>maka otomatis kita akan memperlakukan orang itu dengan adil, tetapi berbeda jika kita langsung menafsirkan hal buruk.</p><p><br/></p><p>sekalipun penafsiran kita berbeda dengan inisiatif orang tersebut, setidaknya dengan menanggap baik padahal tidak, orang ini akan merasa terhukum sendiri atas ketidakbaikannya sendiri.</p><p><br/></p><p>Berpikir positif yang sehat berarti tetap optimis sambil menerima kenyataan.</p><p><br/></p><p>Positif thinking itu baik, tapi tetap harus berlandaskan kenyataan. Jangan mengabaikan fakta atau situasi yang jelas-jelas nyata. Misalnya, jika ada masalah besar, berpikir positif bukan berarti menutup mata terhadap masalah itu, tetapi melihat peluang untuk menyelesaikannya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-23 12:55:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3183651165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FROM THE SCREEN TO THE RING</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3183851926</link>
         <description><![CDATA[<p>refleksi ku simpel aja si: kalau orang itu memang benar benar berbuat buruk ya ada buktinya, kita cek dari berbagai sumber, misal si A meninggalkan si B dan pergi bersama si C si D dan si F, kita kalau berpikiran baik kalau si A kelupaan ya boleh saja, tapi kalau kenyataannya nggak diajak karena sebuah pertimbangan ya kita nggak bisa mengingkari hal itu, sama saja berbohong ke diri kita sendiri. orang jahat ya kalau dianggap "ya namanya ga sengaja, ah namanya anak kecil, ya orang miskin kok, kan bisa kelupaan" dan lain sebagainya tetap saja jahat. </p><p><br/></p><p>sama juga dengan berburuk pikir ke orang lain, jika ada bukti ya udah berarti dia ngga salah, tapi kalau bukti jelas menunjukkan kalau dia salah  ya "it justifies our thinking", lagian berpikir tentang orang lain itu bukan hak mereka untuk melarang. jika kita terkena hal buruk dan orang lain menasehati kita dengan tafsiran mereka padahal jelas buktinya yang memberi hal buruk itu salah ya bullshit, buat apa di dengerin. sama halnya dengan klithih, "namanya kenakalan remaja" "mungkin mereka ada dendam masa lalu" ya itu kalau ada backing datanya ya benar, kalau cuman asumsi, ya salah!.</p><p><br/></p><p>Asumsi baik ditambah data baik = menafsirkan hal baik</p><p><br/></p><p>Asumsi buruk ditambah data baik = mengingkari kenyataan</p><p><br/></p><p>Asumsi buruk ditambah data buruk = menafsirkan hal buruk</p><p><br/></p><p>asumsi baik ditambah data buruk = mengingkari kenyataan</p><p><br/></p><p>-*-=+</p><p>+*+=+</p><p>-*+=-</p><p>+*-=-</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-23 14:38:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3183851926</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebaikan Dalam Menafsirkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3184661114</link>
         <description><![CDATA[<p>Selalu ada dua sisi untuk menafsirkan perbuatan orang lain dan kata oma CM kebaikan yang paling manis itu adalah kebaikan dalam menafsirkan baik perbuatan orang-orang yang di sekitar kita. </p><p><br/></p><p>Misalnya saja ada orang yang berkata kasar terus kita menafsirkannya dengan "bisa jadi dia teledor" alih-alih "dia kurang kebaikan hati". Namun seandainya penafsiran baik kita salah, ada dua efek yang timbul. Pertama, bisa jadi dia merasa terhukum sendiri atas perbuatannya yang kurang baik dan memperbaiki diri, bisa jadi juga ia jadi merasa senang dengan tafsiran baik yang kita pikirkan. </p><p><br/></p><p>Dikatakan dari semua ketidakbaikan yang ada di dunia, menafsirkan dengan buruk perilaku orang-orang di sekitar kita salah satu yang paling berdampak. Apalagi, jika dengan anak-anak muda yang suka mengikuti pendapat orang lain. Karena takut ditertawakan si ina dan si itu ia jadi menahan diri berbuat kebaikan.  </p><p><br/></p><p>***</p><p>Aku jadi memikirkan apa yang membuat suatu persepsi baik dan suatu persepsi buruk, dan yang kudapat kira-kira begini:</p><p><br/></p><p><strong>Persepsi baik: </strong>Berusaha memahami</p><p><strong>Persepsi buruk: </strong>Menyudutkan, kadang menyalahkan</p><p><br/></p><p><strong>Tentang berpersepsi buruk:</strong></p><p>Satu hal yang aku dapatkan setelah memikirkan persepsi buruk dengan seksama adalah, kadang memiliki persepsi buruk tidak sepenuhnya buruk untuk dilakukan. Maksudku ya normal untuk dilakukan. Karena gini nih, bukankah sebenarnya kemampuan kita untuk "menerka-nerka"/berprasangka dari sekelumit hint yang diberikan, baik itu terhadap orang lain atau masa depan, adalah suatu defense mechanism (alat untuk melindungi kita)? </p><p><br/></p><p>Anggap saja skenario berkata kasar tadi. Dengan berpersepsi "dia kurang kebaikan hati" maka kita bisa jadi lebih berhati-hati, waspada, berjaga-jaga atau berjaga jarak dengan orang ini. Jadi seandainya memang persepsi kita benar, kita sudah persiapan. Kita jadi sudah bisa menerka secara kasar (yakin tidak yakin) langkah-langkah mendatang dari sekelumit clue-clue yang diberikan, meski belum terjadi.</p><p><br/></p><p>Aku ada terpikir, "tidak apa-apa berpersepsi buruk asal biarkan di kepalamu doang, jangan dilontarkan. Karena selain itu menimbulkan perpecahan yang lebih luas, persepsi buruk itu juga tidak pasti sifatnya, kita tidak benar-benar tahu." Kurasa tidak akan baik hasilnya jika menyebarkan jarak atau kekhawatiran pada hal yang tidak pasti. </p><p><br/></p><p>Intinya jangan langsung lompat ke konklusi dan koleksi data lain terlebih dahulu jika kita benar-benar ingin menyimpan "data" itu. Jika kita menganggap persepsi kita penting/sebuah clue untuk disimpan, dan jangan menyebarluaskan sesuatu yang tidak pasti. </p><p><br/></p><p>Untuk selebihnya sepertinya akan aku lanjutkan ke pertanyaan refleksi.</p><p><br/></p><p><mark>Pertanyaan Refleksi :</mark></p><p><strong><em>Bagaimana caranya mengetahui bahwa kita sedang mengupayakan kebaikan dalam menafsirkan bukan sedang mengingkari kenyataan?</em></strong></p><p><br/></p><p>Salah satu batasan menafsirkan dengan baik adalah seperti yang kukatakan tadi, sebatas memahami. Jika melewati itu, maka namanya mengingkari kenyataan. </p><p><br/></p><p><strong>Berpersepsi baik bukan berarti "membenarkan/menganggap enteng/abai" perilaku buruk orang tersebut, tapi memikirkan, memahami alasan-alasan kenapa dia bisa begitu. </strong></p><p><br/></p><p>Terkadang kita kelewatan memahaminya sehingga berpersepsi baik dianggap abai dengan perilaku buruk, padahal aslinya tidak. Abai terhadap perilaku buruk sudah tidak termasuk lagi dalam berpersepsi baik. </p><p><br/></p><p>Meski begitu, menurutku lebih baik melihat orang seutuhnya, baik-buruknya, daripada abai pada salah satu sifatnya. Jangan abai pada ketidakbaikannya dan jangan abai juga pada kebaikannya. Lebih baik melihat orang sebagai "manusia" dan berinteraksi sewajarnya alih-alih dalam rangka "eksperimen", yaitu mencari keburukan atau kebaikan mereka saja. Kayak, let it flow aja loh. </p><p><br/></p><p>Sampai sejauh ini aku masih ada kepercayaan bahwa setiap orang pasti memiliki kebaikan (juga keburukan sih) dalam dirinya. Mau itu baik pada keluarganya, hewan sekitarnya atau bahkan dirinya sendiri. Sejauh ini aku belum bertemu orang yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk. Mungkin itu yang namanya hukum kesepasangan. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-24 00:57:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3184661114</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Fourth Lord&#39;s In Waiting: Kindness </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3186904258</link>
         <description><![CDATA[<var>Kebaikan dalam Menafsirkan.</var><var></var><p>Kebaikan paling manis, besar, dan melimpah adalah kebaikan yang sekiranya paling tidak kita pikirkan yaitu kebaikan dalam menafsirkan. Ada dua cara untuk memahami maksud dari kata-kata, tindakan, dan motif orang lain (Baik - Buruk) dan karena sifat manusia yang cukup kontradiktif kedua macam penafsiran itu mungkin saja benar. </p><p><br/></p><p>Jika menafsirkan pikiran dan tindakan orang lain dengan baik, maka kita sedang berbuat adil dan baik. Kalaupun tafsiran kita akan tindakan mereka salah makan hanya akan ada dua efek, yang pertama dengan di anggap baik (padahak tidak) orang itu akan merasa terhukum sendiri  atas kebaikan yang di lakukan nya dan menurut Oma CM itu akan jauh lebih baik dari pada harus menegur mereka secara langsung. Kedua, akan timbul rasa senang dalam diri mereka karena perkataan positif yang kita katakan.</p><p><br/></p><p>Menafsrikan tindakan orang lain dengan buruk saat ini sudah menjadi kebiasaan untuk semua orang tertutama anak anak muda. Mereka terlalu sibuk memikirkan reaksi buruk dari orang A dan B sehingga mereka menahan diri saat ingin melakukan kebaikan.</p><p><br/></p><var>Refleksi</var><p><br/></p><blockquote><p>Bagaimana caranya mengetahui bahwa kita sedang mengupayakan kebaikan dalam menafsirkan bukan sedang mengingkari kenyataan?</p></blockquote><p><br/></p><p>Untuk hal yang ini, sering kali aku  lebih mengandalkan intuisi atau insting ku. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/66b66bc9cde282995aecd01aba1dfd3e/The_House__3___1_.png" />
         <pubDate>2024-10-25 03:19:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3186904258</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3187374871</link>
         <description><![CDATA[<p>IV <br>Para pelayan pribadi pejabat cinta: Simpati<br><br>Simpati adalah penguasa hati yang bekerja untuk menghapus air mata orang lain agar orang lain mendapatkan kebahagiaan dan meredakan kecemasan mereka. <br>Pekerjaan lain simpati adalah memahami kesedihan orang lain meskipun kesedihan itu tidak bisa kita hindarkan. Dengan adanya simpati seolah kita punya kuasa pada kehidupan orang lain. <br><br>Namun terkadang kita begitu bersimpati kepada seseorang sehingga kita menjadi tidak peduli pada orang lain. Hal ini membuat simpati yang awalnya bertujuan untuk sesuatu yang indah menjadi sesuatu yang egois dan bisa menyakiti orang lain.<br><br>Sebuah ide-ide dari puisi, seni, musik dll dapat membangkitkan rasa simpati yang dimiliki oleh setiap orang. Simpati dan pemahaman seseorang dapat mengenal jiwa-jiwa yang dimiliki oleh orang lain.<br><br>Simpati seperti Tuas Pengangkat<br><br>Orang-orang besar dengan rasa simpatinya itu dapat melakukan pelayanan pada orang lain. Ketika kita membaca dan menikmati karya orang-orang besar kita merasa terpantik, kita menjadi terinspirasi karena rasa simpati kita terangkat. Kita menjadi peka pada orang lain dan rasa simpati kita ini membantu kita untuk bisa melayani orang lain. Jika kita gagal dalam hal ini kita akan mudah memberikan judgement dan melabeli orang lain yang akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-25 10:07:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3187374871</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebaikan dalam menafsirkan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3187440759</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebaikan dalam menafsirkan adalah kebaikan besar dan penting yang sering kali dirasa tidak penting, karena ada dua cara menerima suatu hal, yang baik dan yang buruk.</p><p>Kalau kita menafsirkan perilaku atau perkataan kasar seseorang dengan baik, maka kita akan memperlakukan mereka dengan lebih adil. Kalau kita salah menafsirkan, dan ternyata memang maksud mereka buruk, maka akan terjadi dua hal: yang pertama kita di pandang sebagai orang yang baik hati, dan yang kedua orang itu merasa baik karena kata kata positif kita.</p><p>Penafsiran kita juga memutuskan apakah kita akan bahagia atau tidak, jika kita menafsirkan segala sesuatu dalam hidup sebagai sesuatu yang positif maka hidup kita akan positif juga, menyesuaikan dengan penafsiran. Namun jika sebaliknya, hidup akan terkesan sangat menyebalkan dan buruk, pandangan negatif kita terhadap segala sesuatu akan menghasilkan hidup yang negatif pula. Itu mengapa penfasiran sangat penting tidak hanya bagi orang lain, namun bagi kita juga.</p><p>Pertanyaan reflektif: Penyangkalan terhadap situasi adalah tidak menerima bahwa suatu keadan itu buruk, bahwa semua baik baik saja. Namun penafsiran baik berarti menerima bahwa sesuatu sedang tidak baik baik saja, namun di cari kebaikannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-25 11:17:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3187440759</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3189015515</link>
         <description><![CDATA[<p>Penafsiran</p><p>Menurut ibu CM ada 2 cara untuk memahimi kata kata, tindakan dan hal hal lainnya. Semua hal yang dilakukan manusia dibilang juga sangat kontradiktif jadi sangat susah dibedakan, makanya kita harus belajar untuk menafsirkan terhadap orang lain</p><p><br/></p><p>contohnya ada tindakan perkataan kasar atau semacamnya, maka seharusnya kita memerlakukan mereka dengan adil. tapi jika penafsiran kita salah, kita malah akan membuat mereka terasa terhukum.</p><p><br/></p><p>aku jadi ingat sebuah cerita dari buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. ada sebuah anak yang ceroboh menumpahkan susu, menurut sipenulis buku respon yang bagus untuk anak itu bukanlah “Kamu bodoh nak” melainkan “tindakan itu bodoh nak”. aku rasa cerita ini lumayang</p><p>nyambung dengan perkataan cm</p><p><br/></p><p>terimakasi dan maaf telat</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-10-27 12:17:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3189015515</guid>
      </item>
      <item>
         <title>42 | Kebaikkan dalam Menafsirkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3190244338</link>
         <description><![CDATA[<p>Masih dalam Kebaikkan, spesifiknya kebaikkan dalam menafsirkan. Pemahamanku menganggap ini seperti berprasangka baik pada setiap peristiwa, sekalipun mungkin peristiwa itu sulit dilihat sisi positifnya. </p><p><br/></p><p>Tafsir-menafsir ini berefek juga pada tindakan kita. Jangan sampai kita sampai berusaha menafairkan kata orang lain sedemikian rupa sampai tidak jadi berbuat kebaikkan.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>"Bagaimana caranya mengetahui bahwa kita sedang mengupayakan kebaikan dalam menafsirkan bukan sedang mengingkari kenyataan?"</p><p><br/></p><p> Ya menurutku kenyataan ya kenyataan. Terlihat peristiwanya itu ya peristiwa itu yg terjadi. Tidak bisa diingkari. Yg berbeda dan mubgkin besebrangan adalah perspektif dan pengalaman tiap individu yg menyaksikan. Tapi peristiwanya tidak bisa diingkari.</p><p><br/></p><p>PS: bisa jadi jawabanku melenceng krn kemarin tidak ikut kelas lgsg. Contoh nyata mengingkari kenyataan sebetulnya juga belum punya gambaran jelas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-28 09:29:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3190244338</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Fifth Lord&#39;s In Waiting: Generosity </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3192226248</link>
         <description><![CDATA[<var>Dorongan Murah Hati Yang Umum Terjadi Di Seluruh Dunia</var><p><br></p><p>Mulanya kemurahan hati tidak tampak seperti sesuatu yang menguasi semua hati manusia, melainkan hati hati orang yang <em>mulia</em> saja. Padahal sebetulnya itu sama sekali tidak benar. Sifat alami dari kemurahan hati adalah untuk menawarkan dan memberi, namun sayangnya hal itu selalu disertai oleh penderitaan dan pengorbanan dari sisi pemberi. Sedikit maupun banyak.</p><p><br></p><p>Menurut Oma CM dalam subab kali ini, memberikan sesuatu yang memang sudah tidak kita inginkan lagi atau tidak mebuat kita merasa kehilangan pada orang lain bukan lah kemurahan hati. Namun itu merupaka sifat baik saja, atau bisa jadi juga, itu bahkan bukan niat baik. </p><p><br></p><p>Kita baru bisa menamainya sebagai kemurahan hati saat inisiatif untuk memberikan itu muncul dari suatu pemikiran atas kebutuhan orang lain. </p><p><br></p><var>Kepercayaan yang Besar</var><p><br></p><p>Kita baru akan bisa memahami sifat alami dari murah hati ketika, sudah memahami keluruhan hati atau Magnanimity. Keluruhan budi di gunakan untuk hal hal menyangkut pikiran, sedangkan kemurahan hati adalah sesuatu yang menyangkut hati manusia.</p><p><br></p><p>Orang yang murah hati memiliki pemikiran besar dan hangat tentang kehidupan, mereka bisa melewati kehidupan yang panjang tanpa memiliki banyak catatan kejahatan maupun kecurangan sebab mereka dapat berbuat adil dan dermawan pada sesama makhluk tuhan.</p><p><br></p><var>Tanda bahwa seseorang murah hati bisa dilihat dari besarnya kepercayaan yang dia berikan pada orang lain, bukan berdasarkan besarnya jumlah pemberian</var><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/b1df22815eb4323e733014215a300ed3/The_House__4_.png" />
         <pubDate>2024-10-29 09:33:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3192226248</guid>
      </item>
      <item>
         <title>penafsiran </title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3193798537</link>
         <description><![CDATA[<p>Penafsiran baik memiliki dua efek. Ketika kita mengungkapkan penafsiran baik, bisa jadi orang yang di beri penafsiran baik (padahal sebenarnya dia tidak melakukan hal baik) orang itu bisa saja merasa terhukum lebih baik daripada teguran, tapi juga bisa dia menjadi senang karena penafsiran baik dan memberi efek baik juga.</p><p>Dengan menafsirkan hal-hal baik pada seseorang, kita akan dengan mudah juga berbuat kebaikan.</p><p>Refleksi:</p><p>Aku sendiri lebih sering menafsirkan yang buruk-buruk, karena rasanya jadi seperti punya musuh di dalam kepala dan itu menyenangkan. Tapi aku sednag berusaha menghentikan kebiasaan menafsirkan yang buruk², karena aku pernah melakukan keisengan kecil pada orang yang kuberi penafsiran buruk. Dan setelah melakukannya aku sangat menyesal Dan merasa bersalah, ya meski orangnya nggak merasa keisenganku itu sebuah masalah, tapi sebaiknya penafsiran buruk tetap tidak dibiasakan.</p><p>Pertanyaan Refleksi :</p><p>Bagaimana caranya mengetahui bahwa kita sedang mengupayakan kebaikan dalam menafsirkan bukan sedang mengingkari kenyataan?</p><p>Mungkin kalau mengupayakan kebaikan dalam menafsirkan itu untuk hal-hal yang tidak diketahui sebenarnya kejadiannya seperti apa. kalau mengingkari kenyataan, sudah jelas-jelas diketahui kalau kejadiannya buruk dan penyebabnya juga buruk, tapi diingkari kalau itu baik-baik saja dan itu karena alasan yang baik juga. (Kok aku bingung ya sama tulisanku sendiri)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 04:46:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3193798537</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kemurahan hati</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3193802668</link>
         <description><![CDATA[<p>Kemurahan hati awalnya hanya ada dalam hati beberapa orang mulia saja, tapi tentu itu salah. Ketika tentara inggris berhasil membesakan salah satu kota di inggris, rakyat inggris meninggalkan kelaparan dan tugas-tugas pribadi mereka, hanya untuk menyambut para tentara inggris.</p><p>Kemurahan hati itu ketika kita memberikan yang kita inginkan atau butuhkan, semacam pengorbanan. Kalau pemberian itu bukan sesuatu yang dibutuhkan atau diinginkan, itu hanya kebaikan hati. Bahkan bila pemberian itu tanpa pemikiran bahwa orang itu membutuhkannya, pemberian itu bukan dari hati.</p><p>Contoh orang yang murah hati: </p><p>Contoh yang aku gunakan ini bukan satu orang saja, tapi beberapa. Pernah aku mengikuti sebuah pertemuan pengamat burung, disitu banyak kakak² yang mau begadang sampai jam 12 (lebih kayaknya) hanya untuk mendiskusikan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya untuk melindungi burung² di alam liar. Dan memotret beberapa ekor ular (untuk mempertahankan mereka di alam liar juga) Menurutku itu salah satu kemurahan hati, karena mereka telah mengorbankan waktu tidur mereka, untuk datang acara itu pun mereka juga mengorbankan kenyamanan mereka.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 04:49:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3193802668</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemurahan Hati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3194697502</link>
         <description><![CDATA[<p>Sayangnya aku belum menemukan/ingat contoh kemurahan hati yang benar-benar "menggerakkan aku" di kehidupan nyata. Ketika membicarakan tentang kemurahan hati, reflek yang aku inget saat ini hanya cerita Burung bulbul ama setangkai mawar. Cerita yang klasik memang.</p><p><br/></p><p>Singkat cerita, kisah bermula ketika seorang pelajar bersedih. Sedih yang sedih sekali karena ia tidak memiliki mawar merah untuk diberikan pada gadis yang disukainya. Untuk berdansa dengan sang gadis, sang pelajar mesti memberi mawar merah kepadanya. Lantas sang pelajar frustasi karena tidak bisa menemukan mawar merah untuk diberikan pada si gadis, nah hal ini didengar oleh seekor burung bulbul. </p><p><br/></p><p>Karena bersimpati dengan sang pelajar, burung bulbul ini mencari mawar merah ke mana-mana. Terbang sana-sini, bertanya sana-sini, hasilnya tetap nihil. Ternyata satu-satunya cara tersisa untuk mendapatkan mawar merah adalah mengorbankan nyawanya, dan meneteskan darah jantungnya ke setangkai mawar. Ia harus menusuk dirinya pada duri mawar. Pada akhirnya dia mengorbankan nyawanya, demi seorang pelajar yang bahkan tidak dikenalnya. </p><p><br/></p><p>Menurutku ini adalah contoh murah hati yang sangat-sangat aku suka. Burung ini tidak sekadar merasa "kasihan" pada pelajar ini. Ia bahkan bisa bertindak sejauh "mengorbankan jantungnya" demi kebahagiaan atau disini "jantung manusia" yang bahkan tidak dikenalinya. Kenal saja tidak, tapi motivasi awalnya adalah Ia memahami perasaan si pemuda. Kemurahan hati, itulah yang masuk ke dalam si burung bulbul ini. Bagaimana ia berbuat baik, yang awalnya mungkin terlihat kecil dan sederhana (seperti terbang sana-sini) jadi mengorbankan diri sejauh menusukkan jantungnya pada duri. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 15:44:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3194697502</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menafsirkan kebaikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3195672872</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketika kita menafsirkan hal baik pada orang, ini dapat menimbulkan efek baik padanya. seperti contohnya dia merasa tidak enak karena justru disangka baik dengan ketidakbaikannya.</p><p><br/></p><p><em>Bagaimana caranya mengetahui bahwa kita sedang mengupayakan kebaikan dalam menafsirkan bukan sedang mengingkari kenyataan?</em></p><p><br/></p><p>Dengan kita mengakui adanya kesalahan tapi tetap bereaksi positif dan berusaha tidak menafsirkan buruk.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-31 04:58:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3195672872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Murah Hati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3195715390</link>
         <description><![CDATA[<p>Kurasa, Ibu secara general adalah orang yang paling murah hati. Seringkali, mereka harus mengobrankan kehidupan luar mereka untuk mengurus anaknya.</p><p><br/></p><p>Mulai dari ketika bayinya lahir pun, ibu sudah banyak bermurah hati/. Mengporbankan waktu tidur contoh paling mudahnya. Lalu mengorbankan waktu untuk mempelajari makanan yang baik bagi kesehatan bayi. </p><p><br/></p><p>Lalu menuju ke akademis, acara-acara orangtua sekolah seringnya dipenuhi ibu-ibu, membuat sirkel pertemanan ibu pun juga mengitari anaknya.</p><p><br/></p><p>Hidup seorang ibu seperti didedikasikan pada anaknya, mengorbankan apa saja untuk anaknya. Ibu adalah mahluk paling murah hati di bumi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-31 05:26:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3195715390</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengrbanan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3195864850</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerendahan hati seringkali di sertai dengan pengorbanan, terkadang pengorbanan itu pun suka membuat kita kewalah yang berakibat stres. </p><p><br/></p><p>Terkadang aku sendiri agak bingung, kok bisa ada orang yang malas berkorban untuk orang lain, dan terkadang juga dirinya, sama bingungnya untuk orang yang kok bisa senang sekali melayani orang lain, tidakah mereka lelah? </p><p>Atau tidakkab mereka malah di anggap remeh?</p><p><br/></p><p>Akhir -akhir ini aku sempat merasakan kekecewaan yang luar biasa, sampai-sampai memikirkan memori itu saja sudah membuatku sesak juga linglung.</p><p><br/></p><p>Aku mengalami kekecewan ini saat sudah zoom ourself, tepatnya 2 hari setelah zoom.</p><p>Saat merasakanya aku sama sekali lupa sama bahasan yang ada di zoom.</p><p><br/></p><p>Terus pas lagi merenung sendirian, aku denger bunyi notif tante irni mengingatkan narasi.</p><p>Dan saat menulis narasi aku baru ingat apa yang kita bahas, dan hal itu membuatku jadi lebih terhibur</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-31 07:41:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3195864850</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 41 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3197199815</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Vincentius a Paulo</strong></p><p>Beliau adalah salah satu tokoh nasional yang paling dihormati di Prancis karena jasanya dalam bidang kemanusiaan dan pelayanan sosial dalam masyarakat di sana. Ia sangat berpengaruh karena kontribusinya dalam bidang kesehatan dan juga kesejahteraan masyarakat miskin di Prancis pada abad ke 17, itulah yang membuatnya sangat dikagumi dan menginspirasi banyak orang. Ia juga adalah salah satu santo atau orang kudus besar dalam gereja Katolik, dan gerejaku menggunakan namanya sebagai nama gereja. </p><p><br/></p><p>Vincentius lahir pada tahun 1581 di keluarga petani yang miskin, jadinya dia tuh sudah bisa mengerti dari masa belianya seperti apa hidup kesusahan dan penuh perjuangan sebagai orang miskin. Dengan keinginan untuk bisa membuat keluarganya lebih kaya, ia memutuskan untuk memilih jalan sebagai seorang pastor. Tujuannya menjadi seorang pastor tidak murni, karena itu pada tahun-tahun awal ia menjadi pastor, yang ia lakukan hanya mengumpulkan uang yang nantinya akan ia berikan untuk keluarganya. Suatu hari ia mengalami kejadian tidak mengenakkan yaitu ditangkap oleh bajak laut dan dijadikan budak sebelum akhirnya ia berhasil melarikan diri dan kembali lagi ke Prancis. Pengalaman sebagai budak ini sangat membekas dalam hidupnya dan mengubah pandangannya tentang pentingnya melayani dan membantu orang lain yang membutuhkan bantuannya. </p><p><br/></p><p>Sepulangnya ke Prancis, Vincentius menyadari bahwa sangat banyak masyarakat miskin di Prancis yang membutuhkan uluran tangan. Karena itu ia segera meninggalkan kehidupan nyamannya sebagai pastor untuk bangsawan-bangsawan yang kaya dan mulai membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya itu. Ia mulai mengumpulkan dana dan mencari bantuan untuk memberi makan, mengobati, dan merawat mereka yang hidup dalam kemiskinan. Apalagi pada masa itu katanya banyak sekali bayi-bayi yang dibuang di jalanan Prancis. </p><p><br/></p><p>Vincentius juga mendirikan kelompok-kelompok pastor atau ordo yang dinamakan Kongregasi Misi atau Congregation of the Mission. Funfact namanya juga di gereja Katolik sering dikenal sebagai CM. Berbeda dengan ordo-ordo lainnya yang berfokus untuk pelayanan di biara-biara saja, ordo yang didirikan oleh Vincentius ini langsung terjun ke masyarakat dan membantu orang-orang miskin dengan dana yang mereka miliki. </p><p><br/></p><p>Karya Vincentius di bidang sosial membuahkan hasil yang luar biasa. Ia berhasil mendirikan banyak sekali rumah sakit, panti asuhan, dan sekolah bagi anak-anak miskin. Banyak gereja-gereja Katolik di Indonesia yang berada di bawah ordo CM ini seperti gerejaku di Malang. Kami berfokus pada pelayanan-pelayanan masyarakat membutuhkan seperti yang diteladankan oleh Vincentius selama hidupnya. </p><p><br/></p><p>Menurutku beliau adalah salah satu tokoh terkenal yang sangat murah hati. Vincentius menunjukkan bahwa kemurahan hati bisa dimulai dengan peka terhadap kebutuhan di sekitar kita, dan tidak hanya melihat yang jauh-jauh saja. Tidak semua orang yang membutuhkan bantuan berani datang untuk meminta bantuan, sehingga kita perlu melatih kepekaan dalam diri kita. Vincentius juga mengajarkan bahwa kemurahan hati yang sebenarnya adalah berbagi tanpa mengharapkan imbalan atau pujian. Tindakan kasih yang dilakukan dengan tulus maknanya bisa jadi jauh lebih berarti karena akan membawa kebahagiaan bagi diri kita sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2973543723/4ffd990e84cd6579edab4dbd382bd66c/Ernest_Dupont___St__Vincent_de_Paul__1853____MutualArt.jpg" />
         <pubDate>2024-11-01 03:57:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3197199815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>25.10 | Kemurahan Hati</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3197582378</link>
         <description><![CDATA[<p>Mungkin pada awalnya murah hati bukanlah penguasa di hati semua manusia tetapi hanya memerintah hati yg mulia.</p><p>Tapi Ibu CM membantah dengan memberikan contoh bagaimana seluruh warga inggris datang menyambut para pahlawan yg membebaskan kota Mafeking dari pengepungan.</p><p>mereka melupakan kelaparan dan penderitaan mereka seolah-olah hati mereka diberi makan oleh sukacita warga publik.</p><p>itu semua karena dorongan kemurahan hati.</p><p>Seperti bagaimana pasukan tentara salib terbentuk</p><p><br/></p><p>Sifat alami dari kemurahan hati adalah menawarkan dan memberi, </p><p>tetapi ingat, selalu disertai pengorbanan, bisa berupa penderitaan ataupun kekurangan yang dialami si pemberi, sedikit maupun banyak. </p><p>Apabila kita memberikan sesuatu yang kita sendiri tak merasa kehilangan dan tak kita inginkan itu hanya sifat baik belaka.</p><p><br/></p><p>Untuk seseorang yg bermurah hati kepada ku baru-baru ini, adalah temanku yg menemani aku begadang mengerjakan presentasi power point yg bahkan teman satu timku tidak ikut membantu T_T</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-01 11:11:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3197582378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemurahan hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3197616740</link>
         <description><![CDATA[<p>Sekilas, Kemurahan hati tampak sebagai penguasa yang hanya ada di beberapa hati orang orang paling baik dan mulia, namun itu tidak benar. Ketika inggris mendapat kabar tentang kebebasan kota mafeking, semua pria, wanita, dan anak anak bersuka cita, sesaat mereka melupakan semua masalah mereka, bahkan melupakan rasa lapar, haus, dan kedinginan mereka. Ini yang disebut dorongan murah hati yang menyebabkan mereka, walau hanya sesaat, keluar dari diri mereka sendiri dan melupakan semua masalah pribadi. Untuk lebih mengerti Kemurahan hati, kita perlu memahami Keluhuran budi (Magnanimity). Orang yang murah hati tidak menyukai candaan candaan yang merendahkan perjuangan orang lain, bahkan perjuangan terkecil sekalipun (Tukang ledeng, tukang plester, atau pembuat kandil).</p><p>Kemurahan hati juga tidak menyukai orang yang berlagak bijaksana, namun berpikir mereka akan ditipu disini dan dicurangi disana, karena bagi orang yang murah hati tidak akan suudzon memikirkan bahwa orang lain akan melakukan sesuatu yang dia sendiri enggan untuk melakukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2974983637/6633316ab2560db7b0271c97e570a3b3/Generosity_of_Spirit.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-01 11:59:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3197616740</guid>
      </item>
      <item>
         <title>43 | Kemurahan Hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3201791933</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada beberapa hal yang diyakini CM dalam bab ini berbeda dgn pemikiranku. Terutama ketika kemurahan hati yg agaknya bagi CM terlihat tidak bisa bersatu dengan kebaikkan--meskipun itu tidak disampaikan secara tersurat. Kata beliau pula, kemurahan hati berasal dari penderitaan atau pengorbanan, yg mana aku yakini itu. Tapi definisi penderitaan dan pengorbanan itu masih terasa belum kilik.</p><p><br/></p><p>Contoh orang yang murah hati:</p><p>Tentu saja bunda. Dia mau masak hampir tiap hari untuk keluarganya, walaupun dia nggak suka dan takut panas</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 04:44:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3201791933</guid>
      </item>
      <item>
         <title>44 | Kemurahan Hati pt.2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3201894510</link>
         <description><![CDATA[<p>Ow, sekarang di sini Kemurahan Hati terlihat sepeti sepupu dari Kebaikkan. Dia terlihat all-in-one: punya minat luas; melakukan sesuatu tidak pandang bulu; jangkauannya besar dan luas; sudah memiliki memilah prioritas; dan lain sebagainya.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi: </mark></p><p>Apakah kemurahan hati itu berjalan satu arah atau 2 arah jadinya menurut kalian?</p><p><br/></p><p>Pada awalnya satu arah--asumsiku. Tapi ketika suda menyentuh hati "lawan mainnya" bukan hal yang anorganik untuk kedua belah pihak mencurahkan kemurahan hatinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 05:48:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3201894510</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemurahan hati itu mahal, tapi menguntungkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3203965388</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Kemurahan hati tidak perhitungan. tidak menuntut orang lain untuk memberi hak-hak mereka. Tapi membiarkan orang lain menjadi diri mereka sendiri apa adanya</p><p>Orang yang murah hati akan memiliki banyak teman, karena dia akan menyukai dan cocok dalam banyak hal. Selalu menemukan kecocokan dari seseorang.</p><p>Kemurahan hati juga salah satu anugerah penyelamat. Karena murah hati menghilangkan pikiran-pikiran buruk dan menjengkelkan. Membuat diri kita fokus pada bermurah hati ke orang lain/mahluk lain. Tidak mebeda-bedakan negara, menyayangi anak tetangga seperti anaknya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-06 07:07:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3203965388</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 42 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3204356718</link>
         <description><![CDATA[<p>Yang aku ingat dari kelas kemarin adalah ibu CM yang menyebutkan bahwa orang-orang yang murah hati akan punya banyak sekali teman karena topik-topik yang ia bicarakan selalu bisa menarik perhatian orang-orang lainnya. Pikirannya terbuka dan nggak hanya berfokus pada satu topik saja, begitu pula dengan minatnya yang bermacam-macam. Ia juga tidak pernah menuntut orang lain untuk memberikan apa yang ia anggap sebagai haknya, seperti misalnya perhatian, penghormatan, dan rasa kagum. Itulah yang membuatnya dengan mudah bisa berteman dengan berbagai macam orang. </p><p><br/></p><p>Terus dibilang jugak bahwa kemurahan hati itu mahal karena ia bisa memberikan isi hati maupun isi dompet kepada orang lain. Orang yang murah hati juga katanya tidak perlu mengharapkan apa-apa sebagai balasan karena ada tertulis di kitab suci bahwa, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu."</p><p><br/></p><p>Orang yang murah hati juga tidak mudah merasa khawatir karena yang ada di benaknya bukanlah hal-hal remeh-temeh belaka. Ia memikirkan hal-hal besar yang ada di dunia, seperti kekhawatiran-kekhawatiran akan umat manusia dll. Dia juga tidak membeda-bedakan negara-negara karena ia menghormati semuanya seperti penghormatannya kepada negaranya sendiri. Ia juga bersikap baik dan penuh kasih sayang kepada anak-anak tetangga, seperti ia kepada keluarganya.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Awalnya aku berpikir satu arah sih yaa, tapi setelah membaca materi yang ini dan diberi tau bahwa setiap orang yang murah hati pasti akan mendapatkan balasannya sendiri, aku jadi mikir bahwa mau tidak mau jadinya kita akan mengharapkan balasan ntah bentuknya apapun. Meskipun kita tau bahwa nantinya kita akan mendapatkan "balasan" untuk kebaikan hati kita, menurutku kita tetap bisa kok bersikap tulus saat memberikan kemurahan hati kepada orang lain. Hal itu bisa dilakukan dengan cara, meskipun tau bahwa kita akan mendapatkan imbalannya, kita nggak usahlah memikirkan hal itu terus-menerus dan mengharap-harapkan kapan datangnya "hadiah tersebut." Kita tinggal ingat saja bagaimana perbuatan kita tadi tuh membuat orang lain berbahagia. Menurutku itu sudah cukup.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1745529744/33450b13f8cae60b796724f9d52e0c39/Mystical.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-06 12:15:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3204356718</guid>
      </item>
      <item>
         <title>counter opiniku (dan berusaha menggabungkan opini dengan pancar)</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3204421051</link>
         <description><![CDATA[<p>dalam paragraf 2, CM mengatakan "Berilah, maka kamu pun akan diberi; dengan takaran yang baik, yang padat, yang berlimpah, yang akan mengalir ke pangkuanmu” yang bisa ber'arti kalau memberi sesuatu dengan kemurahan hati pun harus mempunyai ekspektasi dan kalkulasi tentang keuntungannya kepada kita. </p><p><br/></p><p>kenapa berjalan dua arah dan bukan se arah? athar memberi opini tentang kisah nabi muhammad dan pengemis buta, yang dia suapi dengan penuh kemurahan hati. dia menganggap itu sebagai "iklas" dan ya "murah hati". tetapi, di akhir ketika si pengemis disuapi abu bakar, dan bukan lagi sang nabi, dia bertanya, dan singkat cerita setelah diberi tahu siapa yang menyuapinya dia tobat dan masuk islam. nah? dimana poin tentang memberi tanpa balasan? ingat ya, kanjeng nabi itu punya bantuan oleh tuhan dan jibril untuk diberi "penglihatan"</p><p><br/></p><p>salah satu contoh, juga tentang kanjeng nabi, adalah bani tsaqif, yang sampai akan di jatuhkan gunung oleh para malaikat penjaga gunung. tapi ya karena dia memiliki pikiran positif, dimana dia berharap kaum itu bisa masuk islam, dan berharap menyebarkan dakwahnya, beliau dengan murah hati nya, menahan malaikat penjaga gunung untuk tidak menjatuhkan gunungnya. dan you guessed it? they did!</p><p><br/></p><p>salah satu contoh kenapa berekspektasi itu juga perlu untuk kemurahan hati adalah BPJS. kita membayar pajak BPJS itu sebenarnya wajib, tapi ada saja yang getol nya sampai berusaha agar tidak membayar pajak itu, yang menyebabkan BPJS semakin kini semakin tekor. itu merupakan pilihan, dan pilihan ke murah hatian untuk membayar, karena juga ada usaha ke situ dari pada nggak membayar sama sekali, juga berharap jika pemerintah akan meng cover biaya pengobatannya.</p><p><br/></p><p>kemurahan hati yang berujung dua jalan juga bisa kita pertimbangkan sebagai tip, kita kalau sangat menyukai pelayanan restoran, driver ojek, atau bahkan seperti WC umum, itu adalah tip, dan kita memberi itu atas kemurahan hati kita. dengan harapan untuk ke dua pihak, ke kita dan ke yang kita beri tip. kita berharap dengan tip itu mereka (entah restoran, entah ojek, entah apapun) akan menjadi lebih baik dalam melayani pengunjung lain termasuk kita. mana ada kita ngasi tip berharap uang itu malah dipakai untuk hal yang tidak mengenakkan semacam dihambur hamburkan, membuat restoran menaikkan harga, atau dipakai yang tidak menguntungkan kita. ya kita harus mempunyai ekspektasi dahulu, yang di lanjutkan dengan kalkulasi, dan jika 'bet' nya baik, kita tinggal memberi dengan kemurahan hati, agar itu menjadi hal yang baik untuk semua. bukan hanya yang kita beri</p><p><br/></p><p>oke. mungkin contoh kemurahan hati ekstrem itu sebagai pejuang yang rela mati demi suatu ideologi yang dia anut. ya itu bagi mereka menguntungkan <em>je</em>. bom bunuh diri itu menganggap sesudah dia ngebom itu selain mengunggulkan kelompoknya, dan ideologinya, juga berharap dia masuk surga dengan jalan Syahid! kalau pun tanpa harapan apa apa, dan hanya rela mati saja untuk suatu kelompok, itu ya cuman bunuh diri doang. bahkan martir yang (maaf teman teman katolik, kalau salah mohon koreksi) berkorban dan rela itu pun mungkin berharap segera lepas dari penderitaan. entah se "rela" mengorbankan demi "apapun", kalau tanpa berharap hal itu menghasilkan sesuatu untuk nya dan mengkalkulasikan probabilitasnya ya kayak konyol aja. kecuali kalau memang dibunuh secara terpaksa, atau dikuras uangnya secara terpaksa, <em>in which they do not consent</em> ya mungkin itu baru mereka tidak berharap apa apa, karena ya mereka saja tidak memberikan itu dengan murah. kalau sengaja ya harus dengan harapan dan perhitungan juga</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-06 13:03:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3204421051</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemurahan hati itu mahal tapi menguntungkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3204443682</link>
         <description><![CDATA[<p>Lebih baik aku menjelaskan judul ini terlebih dahulu.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kenapa kemurahan hati itu mahal? Karena tidak semua orang dapat melakukannya dan seperti yang kita ketahui bersama, kemurahan hati butuh pengorbanan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Lantas apa untungnya kalau kita harus kekurangan sesuatu sebagai ganti kemurahan&nbsp; hati? Oma Ceem berkata kurang-lebih "Berilah maka engkau akan diberi", sepeti quote yang mengatakan "you reap what you sow". Oma Ceem percaya bahwa kebaikan yang kita lakukan di dunia pasti ada timbal-baliknya meski hadir tidak langsung saat itu juga.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Oiya, orang yang murah hati tidak akan menuntut orang untuk bereaksi, berperilaku seperti ini atau seperti itu. Itulah yang membuat hidup mereka jadi lebih lega dan menyenangkan. Mereka tidak berekspektasi apa-apa terhadap orang yang mereka beri kemurahan hati, sehingga mereka cenderung hidup tanpa kekhawatiran akan hal-hal kecil.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Oiya dan juga, orang-orang yang diberi kemurahan hati ini cenderung akan memberikan kepercayaan yang sama setelah itu, tanpa kita menuntutnya. Lebih baik berbuat kemurahan hati, lalu melupakannya menurutku untuk menghindari kita dari mengungkit-ungkit hal itu.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Orang murah hati mudah bergaul dengan banyak orang, karena pemikirannya yang luas. Apapun yang ia minati akan diikuti dengan antusiasme yang tinggi.&nbsp;</p><p><br/></p><p><mark>Pertanyaan Refleksi :&nbsp;</mark></p><p><strong><em>Apakah kemurahan hati itu berjalan satu arah atau 2 arah jadinya menurut kalian?</em></strong></p><p><br/></p><p>Menurutku setelah membaca-baca lagi materi ourselves, timbal-balik itu pasti ada tapi bentuknya bisa berbeda dari kemurahan hati yang kita berikan sebelumnya.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Mungkin saja timbal-balik itu lebih wah dari kemurahan hati yang biasa kita berikan, atauu bisa saja timbal-balik itu tidak lebih besar dari yang kita berikan sampai akhirnya jadi tidak terasa oleh kita. Atau malah, datang lama-lama sekali setelah kita memutuskan untuk bermurah hati.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kurasa itulah alasan kenapa kita mesti ikhlas, mesti tulus dalam bermurah hati atau melakukan kebaikan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Jika tidak tulus, maka kita akan jadi orang yang judging, suka hitung-hitungan "ah ini sepadan tidak ya dengan yang kukorbankan untuknya?" Sampai bisa-bisa menimbulkan perasaan tidak enak untuk waktu yang lama.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Menurutku kita boleh yakin kalau timbal-balik itu pasti ada, tapi tidak perlu kita tunggu kehadirannya atau terka-terka bentuknya. Pada akhirnya waktu akan menunjukkan hasilnya sendiri.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-06 13:19:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3204443682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1/11 | Kemurahan Hati Itu Mahal Tapi Menguntungkan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3205735016</link>
         <description><![CDATA[<p>Murah Hati tidak perhitungan. Baik kepada teman-temannya, tentangga ataupun orang asing, ia tidak menuntut orang lain memberinya apa yg ia anggap sebagai haknya, seperti perhatian, penghormatan, dan hal-hal lain semacamnya.</p><p><br/></p><p>orang yg murah hati akan mempunyai banyak teman, karena ia akan menemukan kecocokan dengan mereka semua, beserta minat antusiasme.</p><p><br/></p><p>Ke(murah)an hati memang mahal.</p><p>tak semua orang bisa melakukannya.</p><p>Akan tetapi si pemberi juga mendapat banyak keuntungan.</p><p>Ia bisa terhindar dari ribuan kebingungan, kekhawatiran dan gangguan kecil dan berjalan dengan tenang di dunia yg luas ini.</p><p><br/></p><p><em>Apakah kemurahan hati itu berjalan satu arah atau 2 arah jadinya menurut kalian?</em></p><p>walaupun murah hati bertindak bukan atas imbalan, namun seringkali murah hati memberikan efek 2 arah secara tidak langsung.</p><p>Tindakan kemurahan hatinya bisa menginspirasi penerima untuk meneruskan kebaikan kepada orang lain (seperti domino)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-07 04:42:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3205735016</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Murah Hati yang Mahal</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3205778396</link>
         <description><![CDATA[<p>Kmurahan hati itu selalu memberi pada orang lain. Kemurahan hati membantu orang untuk tidak mengkhawatirkan hidup. Tapi kemurahan hati juga bisa jadi jebakan jika kita mencari validasi orang lain, menciptakan kehausan akan kekuasaan.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan Refleksi : Apakah kemurahan hati itu berjalan satu arah atau bisa 2 arah?</p><p><br/></p><p>Kamurahan hati itu bukan hanya 1 atau 2 arah menurtu. Entah berpa. Hubungan timbal balik yang ada di kemurahan hati sangat luas, dari manusia ke manusia. Kembali yang kita dapat mungkin bukan hanya dari orang itu, dari luar iu pula, kemurahan hati itu seperti benang yang panjang, tersambung ke berbagai orang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-07 05:10:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3205778396</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hous of The Heart #10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3205938620</link>
         <description><![CDATA[<p>Dorongan Murah Hati</p><p>CM menyeritakan tentang kebebasan orang inggris ketika kota mafeking telah bebas dari kepungan lawan. Semua orang pada saat itu berbahagia tidak peduli dalam kondisi kelaparan, kedinginan. kebahagian itu dinamakan dorongan kemurahan hati, dorongan ini membuat kita keluar dari kehidupan diri kita sesaat</p><p><br/></p><p>(maaf pendek, udah pada lupa :) )</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/fu25u6L9s6RB6/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-11-07 06:59:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3205938620</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3205948975</link>
         <description><![CDATA[<p>Dibilang bahwa Kemurahan Hati tidak pelit pelit dan tidak perhitungan. dia mengizinkan orang untuk melakuakn apa yang orang itu mau (?)</p><p><br/></p><p>Kemurahan hati sangat mahal karena dia bersedia menyerahkan isi dompetnya, semua hartanya dan lain lain</p><p><br/></p><p>"Berilah, maka kamu pun akan diberi; dengan takaran yang baik, yang padat, yang berlimpah, yang akan mengalir ke pangkuanmu”</p><p><br/></p><p>Kemurahan Hati katanya bisa membaut kita tenang dalam dunia ini dan tidak memikirkan hal lain. Kemurahan Hati juga mempunyai banyak tugas jadi tidak repot repot mengurusi kekhawatiran kecil lainnya </p><p><br/></p><p>Pertanyaan Refleksi : Apakah kemurahan hati itu berjalan satu arah atau 2 arah jadinya menurut kalian?</p><p><br/></p><p>Kalau Kemurahan Hati sendiri seharusnya satu arah, tapi jika kita tetap membiarkan kemurahan hati ini satu arah terus akan membuat kita bokek dan berlebihan</p><p><br/></p><p>semuanya menurutku harus ada takarannya sih</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media2.giphy.com/media/fu25u6L9s6RB6/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-11-07 07:07:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3205948975</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Fifth Lord&#39;s In Waiting: Generosity </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3207920743</link>
         <description><![CDATA[<var>Kemurahan hati itu mahal, tetapi menguntungkan</var><p><br/></p><p>Dalam pergaulannya kemurahan hati tidak perhitungan, dalam arti dia tidak menuntut orang orang di sekitarnya untuk memberikan sesuatu yang sebenarnya adalah haknya. Contohnya penghormatan, perhatian, dan pelayanan. Sebaliknya ia justru memberi mereka kebebasan untuk menentukan sikap mereka atas itu.</p><p><br/></p><p>Meski namanya kemurahan hati, nyatanya kemurahan hati itu mahal karena ia harus selalu memberi. Baik isi hati atau isi dompet. </p><p><br/></p><var>Refleksi
</var><blockquote><p>Apakah kemurahan hati itu berjalan satu arah atau 2 arah jadinya menurut kalian?</p></blockquote><p><br/></p><p>Dua arah, apapun bentuk kemurahan hati yang kita berikan pada orang lain pada akhirnya ( baik secara tidak langsung atau tidak) pasti akan selalu kembali pada kita. Dalam bentuk yang berbeda beda tapi dengan takaran yang tepat. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/637546d9968b9deb5930310052770476/The_House__4_.png" />
         <pubDate>2024-11-08 08:12:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3207920743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemurahan hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3208015732</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurutku kemurahan hati adalah sesuatau hal yang mahal untuk di lakukan, tetapi tinggi nilainya jika kitabermurah diri kepada orang lain.</p><p><br/></p><p>Terkadanv kemurahan hari bisa mnejadi berlebihan yang bisa memengaruhi pribadi kita, bisa secara baik, atau buruk</p><p><br/></p><p>Apakah kerendahan hati itu 1 arah atau bisa menjadi 2 arah?</p><p><br/></p><p>Menurutku si bisa menjadi 2 arah, soalnya ada kerendahan hati yang membuat kita 'merendahkan diri' juga ada yang membuat kita orqng yang lebih berguna atah baik</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-08 09:38:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3208015732</guid>
      </item>
      <item>
         <title>45 | Yang Menahan Kemurahan Hati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3212483154</link>
         <description><![CDATA[<p>Kemurahan hati tidak terjadi jika kita memelihara hal ini menurut CM. Yakni, menanam gagasan bahwa biarkan orang-orang mengurus masalahya masing-masing  (<em>mind your own business)</em>. Dunia tidak pernah tahu kemurahan hatimu dan kamu juga akan terlena dengan masalah pribadi terus sampai hal terdetailnya--yg CM bilang itu tidak selalu diperlukan.</p><p><br/></p><p>Dalam diskusi lebih lanjut kami juga menemukan: takut pada anggapan orang, takut kemurahan hati justru membuat orang lain manja, dan beberapa hal lainnya sama menghalanginya seperti yang CM sudah katakan.  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-12 05:21:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3212483154</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perbuatan-perbuatan yang Ternyata Bukanlah Bagian dari Kemurahan Hati yang Sesungguhnya:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3213976293</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku terpikir untuk membuat daftar. Dipikir-pikir aku memiliki beberapa kekeliruan dalam memahami bagian ini jadi kurasa sebuah daftar akan membantuku mengingat lagi materi secara keseluruhan. </p><p><br/></p><p><strong><mark>1. Memberi Sesuatu yang Sudah Tidak Kita Inginkan Lagi Bukanlah Kemurahan Hati</mark></strong></p><p><br/></p><p><strong><mark>2. Menawarkan atau Memberi Sesuatu (Tidak Selalu tentang Benda dan Harta) Tanpa Membuat Kita Merasa Kehilangan Bukanlah Kemurahan Hati.</mark></strong></p><p><br/></p><p>Kemurahan hati bukanlah soal seberapa besar atau banyak hal yang kita berikan, tapi sejauh mana kita berkorban atau menderita karenanya.</p><p><br/></p><p><strong><mark>3. Memberi Sesuatu tapi Menuntut Balasan atau Timbal-balik Pemberian Lain Bukanlah Kemurahan Hati</mark></strong></p><p><br/></p><p><strong><mark>4. Mengutuk Orang Ketika Mereka Berbuat Buruk pada Kita yang Sudah Memberi Kepadanya Bukanlah Kemurahan Hati</mark></strong> </p><p><br/></p><p>Mengungkit-ungkit (memperhitungkan) tindakan kemurahan hati kita menjadikannya sebuah kemurahan hati yang dangkal nantinya. Kemurahan hati tidak memikirkan keuntungan diri sendiri. </p><p><br/></p><p><strong><mark>6. Memberi dengan Niat Menyakiti atau Membuat Orang Lain Menderita Bukanlah Kemurahan Hati</mark></strong></p><p><br/></p><p><strong><mark>7. Pemberian yang Tidak Berasal dari Hati (Terpaksa) Menghilangkan Kedalaman Esensi Kemurahan Hati yang Sesungguhnya</mark></strong></p><p><br/></p><p><strong><mark>8. Mempersempit Diri untuk Hanya Memberi Kepada Orang-orang Misalnya di suatu Ras, Kepercayaan, atau Kenegaraan tertentu Bukanlah suatu</mark></strong></p><p><strong><mark> Kemurahan Hati. </mark></strong></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3026810731/4b8804b83bbe85ea52c0522e6d096e78/fcca2802_3414_4e70_b739_21bf70ab6cf4.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-12 22:30:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3213976293</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebaikan Menafsirkan</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3214163010</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Rekap</strong></p><p>Kebaikan yang tak kalah pentingnya, bahkan paling besar dan manis--ialah kebaikan dalam menafsirkan. Kita bisa memahami perkataan, perlakuan, hingga motif orang dengan beragam, dan atas sifat-sifat manusia, semua kebenaran pun dimungkinkan.</p><p><strong>Interupsi:</strong> Menurutku, yang memungkinkan benarnya beragam penafsiran adalah ketidaktahuan, kita tidak tau dan tidak akan pernah benar-benar tau apa masa lalu (tak hanya kejadian, tapi juga rasa), motif, pandangan, dari seseorang. Sehingga, kita membuat asumsi atas hal tadi yang beragam.</p><p><strong>Lanjut:</strong> Jika kita baik dalam menafsirkan, maka itu akan memberi keuntungan meskipun penafsiran kita benar atau salah. Misal: ada seseorang yang berkata buruk, kita tidak menganggap orang itu memang jahat, melainkan mengandaikan bahwa ia mungkin teledor, dan bukan karena kurangnya kebaikan. Ini membuat kita berperilaku lebih benar dan adil. Sedangkan ketika penafsiran kita salah, ada dua efek yang menanti:</p><ol><li><p>Teguran Tidak Langsung: ketika kita menganggap orang itu baik dan ternyata tidak (aku kurang yakin dengan bahasanya), dan dia menyadari hal itu, maka itu akan menjadi celah perbaikan diri, ini lebih efektif dibanding teguran langsung.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Kesenangan: akan timbul perasaan senang di dirinya akibat dari perkataan positif yang kita berikan; hasil dari penafsiran baik</p></li></ol><p>Mungkin hanya sedikit faktor ketidakbahagian mendalam selain dari penafsiran yang buruk atas kata-kata, tindakan, dan apa yang orang-orang di sekitar kita lakukan. Bahkan orang baik pun sering terjebak pada hal ini. Apalagi anak-anak muda yang mudah terpengaruh oleh pendapat-pendapat di sekitarnya. Ketika ia ingin berbuat baik, ia memikirkan respon orang-orang yang menertawakannya, dan menarik diri dari berbuat kebaikan.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar</strong></p><p>Menurutku, penafsiran baik bukanlah penafsiran yang berpikir positif, dan penafsiran buruk bukan berpikir negatif. Aku pikir, aku setuju bahwa esensi dari penafsiran adalah mencoba memahami; dan bukan menghakimi. Itulah penafsiran baik, dan penafsiran buruk.</p><p><br/></p><p>Ketika aku mencoba memahami, aku tidak terlepas dari kenyataan, bahkan kenyataan bahwa aku tidak akan benar-benar mengetahui apa yang ia rasa dan pikirkan. Aku tidak menyatakan ia "baik" dan tidak perlu menyatakan bahwa ia "baik" untuk bersikap tegas dan adil, aku hanya perlu keyakinan bahwa aku memerjuangkan kebaikan, yang diekspresikan menyesuaikan dengan sosok yang aku hadapi. Penafsiran dan ekspresi, pada bagian penafsiran aku terbuka akan kemungkinan, pada bagian ekspresi aku memerjuangkan kebaikan.</p><p><br/></p><p>Penafsiran buruk adalah penafsiran yang menyatakan; bahwa orang lain baik/buruk tanpa benar-benar memahami. Pertama, apa kamu setuju bahwa semua orang secara lahir adalah baik? dan keburukannya dibentuk atas segala yang ia alami?, jika iya--mungkin kita tidak pantas menghakimi seseorang buruk. Tapi jika tidak, bagaimanapun juga--penafsiran ini sebenarnya bukan menafsirkan, namun mewujudkan imajinasi saja. Aku pikir, mengingkari kenyataan sudah sebuah keburukan, namun berbicara dampak--kita mungkin gagal dalam memerjuangkan kebaikan.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/0e758bc21758e7ba8cd521f9a982bfa5/Poster_ye.png" />
         <pubDate>2024-11-13 01:08:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3214163010</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gagasan keliru yang menahan kemurahan hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3215056006</link>
         <description><![CDATA[<p>Kemurahan hati ini ada di dalam diri semua orang, tapi ada gagasan-gagasan keliru yang membuat kemurahan hati jadi tertahan.</p><p><strong>Gagasan pertama:</strong> biarkan setiap orang mengurus masalahnya masing-masing.</p><p>Pikiran ini tentu tidak benar, karena dengan begitu kita malah terus memikirkan masalah² pribadi sampai hal-hal kecil yang tidak penting. Memang masalah pribadi harus di pikirkan, tapi tidak setiap saat juga, harus ada waktunya. </p><p>Kalau menurutku sendiri, kata-kata ini ada benarnya. Misalnya ada orang yang kerjaannya kepo sama kehidupan orang lain, ngomongin orang lain terus, atau melihat kekurangan orang lain cuma untuk menyombongkan dirinya, merasa bangga. pada saat kayak gitu kata-kata "biarkan setiap orang mengurus masalahnya masing-masing" atau "mind your own business" bisa dipakai. </p><p><strong>Gagasan kedua</strong>: setiap manusia untuk dirinya sendiri, dan Tuhan untuk bersama</p><p>Kita tidak hidup sendirian, tapi hidup bersama. Jadi setiap manusia bukan cuma untuk dirinya sendiri. pengetahuannya dan pengalamannya tidak akan luas kalau cuma seputat dirinya sendiri.</p><p><strong>Gagasan ketiga</strong>: setiap orang yang berurusan denganku lebih rendah dariku</p><p>ini akan sangat mengejutkan bila diucapkan dengan kata-kata, biasanya hanya ada di dalam pikiran. Ketika kita menganggap setiap orang yang berurusan lebih rendah, maka akan sulit untuk percaya pada orang itu. Hal yang baik bila memudahkan diri untuk percaya pada orang lain, karena untuk apa mencurigai orang lain bermaksud jahat kalau niat kita sendiri memang tidak </p><p>jahat. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 12:20:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3215056006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebaikan Sopan Santun</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3216134872</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 01:15:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3216134872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gagasan yang keliru</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3216243799</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata ibu cm ia sudah berbincang dengan orang orang murah hati tapi pejabat yang satu ini hadir dalam diri kita dan mau menawarkan kehidupan yang luas tapi ada beberapa gagasan yang keliru dan itu mengurung kita sampai ada kata kata yang membahagiakan menghibur diri kita.</p><p><br></p><p>Kata kata 'biarkan mereka mengurus urusan mereka sendiri' adalah sesuatu yang keliru dan itu bisa jadi menghambat kita ke dunia yang luas dan hangat. Kuncinya adalah kita mengerjakan urusan kita di waktu yang tepat.</p><p>Kekeliruan yang lain yang tak terucap adalah 'semua orang yang datang pada ku meminta bantuan, lebih rendah dariku' itu juga bisa membuat kita dicurangi di sini dan ditipu di sana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 02:25:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3216243799</guid>
      </item>
      <item>
         <title>8.11 | Gagasan keliru yg menahan kemurahan hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3216439161</link>
         <description><![CDATA[<p>kemurahan hati memang hadir pada setiap diri manusia. Namun ada beberapa gagasan yg mengukung kemurahan hati.</p><p>ibu CM memberikan 3 contoh</p><p><br/></p><ol><li><p>Biarkan setiap orang mengurusi masalahnya mereka sendiri</p></li></ol><p>Gagasan ini menahan kita dari kehidupan yg lebih luas dan memilih untuk termakan masalah pribadi hingga sampai detail kecilnya(ego)</p><p>menurutku masalah ego ini sangat penting, karena kemurahan hati memerlukan pengorbanan tanpa ada imbalan dan melepas ego adalah salah satu bentuk pengorbanan.</p><p>kuncinya adalah waktu, adakalanya kita memikirkan diri kita dan setelah itu kita berubah hati kepada semua.</p><ol start="2"><li><p>setiap manusia untuk dirinya sendiri dan Tuhan untuk semua</p></li></ol><p>ini balik lagi ke ego</p><ol start="3"><li><p>setiap orang yg berurusan dengan ku lebih rendah dari ku</p></li></ol><p>memang percaya dengan orang asing &amp; baru dikenal susah.</p><p>Percaya pada orang baru bukan berarti harus mengabaikan semua kemungkinan buruk. Selalu bersikap realistis, bukan naif, agar kita tetap terlindungi dan bisa membangun hubungan dengan pondasi yang sehat.</p><p><br/></p><p>gagasan lain dariku adalah bersikap ngga enakan</p><p>kita mengiyakan karena kita takut di nilai buruk oleh orang lain sehingga kebaikan kita menjadi tidak tulus (bukan kemurah hatian)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 04:50:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3216439161</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 43 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3216675342</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Gagasan Keliru yang Menahan Kemurahan Hati</strong></p><p>Gagasan keliru yang kuingat adalah, "lebih baik memikirkan urusan sendiri-sendiri saja." Itu adalah suatu pemikiran yang sangat keliru meskipun sebenarnya kita tuh memang wajib sesekali memikirkan diri kita sendiri. Tapi kan bakal jadi jelek banget kalo kita terus menerus memikirkan diri kita di atas orang lain?? Bakal jadi egois itu namanya. Karena itu ibu CM memberikan tips agar kita tidak terlalu over memikirkan masalah diri kita sendiri. Beliau menyarankan alangkah baiknya jika kita memberi waktu untuk memikirkan diri kita, dan jika waktunya sudah selesai, kita harus menganggap bahwa memikirkan diri kita di luar waktu itu adalah suara pelanggaran. Dengan begitu kita bisa membagi perhatian kita untuk menjadi murah hati dengan adil. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3034319953/58523049b97daa60aa4bd025db46c214/Mystical.jpg" />
         <pubDate>2024-11-14 08:09:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3216675342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart 12#</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3218671147</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita mempunyai banyak sekali gagasan yang beralasan untuk tidak berbuat kemurahan hatian. </p><p><br/></p><p>“biarkan setiap orang mengurusi masalahnya sendiri”</p><p>CM berkata gagasan ini keliru dan jadi terlalu sibuk dengan dunianya sendiri</p><p><br/></p><p>“Setiap manusia untuk dirinya sendiri, dan Tuhan untuk kita semua”</p><p>Sebuah gagasan yang keliru lagi, gagasan ini membuat kita terkurung di ruang yang sempit. Kita juga harus peduli dengan orang lain, dan kita bukan hanya untuk ktia sendiri karena pada dasarnya semuanya itu milik tuhan</p><p><br/></p><p>“Setiap orang yang berurusan denganku, lebih rendah dari ku”</p><p>ini juga dianggap keliru oleh CM</p><p><br/></p><p>kesimpulannya menurutku kemurahan hati itu harus tulus, tanpa tapi, dan tanpa memikirkan. murah hati ya murah hati</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3040196113/f920add16c7f54b76db20c6361842529/9afvi1.jpg" />
         <pubDate>2024-11-15 08:57:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3218671147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Fifth Lord&#39;s In Waiting: Generosity</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3218695948</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><var>Gagasan Yang Menahan Kemurahan Hati </var><var></var><p>Dalam setiap hati manusia, kemurahan hati hadir untuk menawarkan kehidupan yang luas dan hangat. Namun sayangnya, ada beberapa gagasan keliru yang kerap kali mengurung kemurahan hati dalam batasan yang sempit. </p><p><br/></p><p>Dalam subab ini, oleh oma CM di sebutkan tiga gagasan yang dapat mengurung kemurahan hati itu.</p><p><br/></p><p>Gagasan pertama adalah, <strong><em>Biarkan orang mengurus urusan nya sendiri</em></strong>. Sebetulnya, memang benar kalau kita memang sebaiknya menyelesaikan urusan kita sendiri, dan tidak melimpahkan nya pada orang lain. Namun menurut oma CM (yang juga aku setujui) ada baiknya kalau kita bisa meluangkan waktu untuk memikirkan keperluan orang lain di luar diri kita sendiri.</p><p><br/></p><p>Gagasan kedua adalah, <strong><em>Manusia untuk dirinya sendiri, dan Tuhan untuk bersama</em></strong>.  Manusia bukan untuk dirinya sendiri, itu sudah jelas. Dunia ini sangat luas, dan ada banyak hal yang dapat kita perhatikan jadi sudah sepantasnya kita belajar untuk hidup di luar diri kita sendiri.</p><p><br/></p><p>Lalu, gagasan terakhir adalah <strong><em>Orang yang berurusan dengan ku, lebih rendah dari ku</em></strong>. Kadang kala sangat mudah untuk kita berspekulasi buruk tentang sikap orang lain terhadap kita, berpikir kalau mereka sebenarnya tengah meremehkan kita dan bermaksud untuk menyingung. Padahal sebetulnya, kalau kita sendiri tidak berniat atau melakukan sesuatu yang buruk untuk apa kita takut? </p><p><br/></p><p>Menurut oma CM, adalah sebuah Kemurahan Hati untuk kita bisa percaya pada orang orang di</p><p> sekitar kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/fd98b70e7eb24151615e17b7b508110b/The_House__4_.png" />
         <pubDate>2024-11-15 09:20:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3218695948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menahan kemurahan hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3218721462</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak sekali pikiran yang muncul saat kita ingin berbuat kemurahan hati, terkadang pikiran itu lah yang membuat kita ragu untuk bermurah hati.</p><p><br/></p><p>Kata ibu cm kita harus mementingkan oorang lain, lebih tepatnya tidak boleh 'mind your own busnes'.</p><p>Tapi pandangan ku agak berbeda dari ibu cm. Malah menurutku kita harus mementingkan diri kita dulu, karena jika tidak bisa mementingkan diri sendiri dulu, kita malah tidak bisa memberikan sesuatu kepada orang lain saat mereka membutuhkanya. karena kita sendiri tidak punya hal yang mereka butuhkan, secara mental maupun harta.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-15 09:45:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3218721462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gagasan keliru menyangkut kemurahan hati.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3218850716</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak gagasan gagasan keliru yang mengotori persepsi orang akan Kemurahan hati. Berikut:</p><p>Konesp "Every man for himself"</p><p>Gagasan ini menyatakan bahwa setiap orang tidak perlu membantu atau mengurusi urusan orang lain hanya perlu fokus pada masalahnya sendiri setelah itu selesai. kesalahan pada ide ini terletak pada fakta bahwa manusia itu pada intinya adalah makhluk sosial yang butuh interaksi. Maka mustahil berinteraksi tanpa mengurus masalah orang lain. kita hidup dalam masyarakat dan itu berarti kita tidak punya pilihan selain berkontribusi kepadanya.</p><p><br/></p><p>Sekian terima pendek.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3040885814/733a7a223cd31eb6a06544ee0c56e7d2/4eb9c21a_b437_422a_b6a0_fdeffb6eb774.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-15 11:48:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3218850716</guid>
      </item>
      <item>
         <title>rasa syukur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3224027125</link>
         <description><![CDATA[<p>tidak ada pejabat lain yang dapat menimbulan kebahagian besar seperti rasa syukur. Rasa syukur bukan hanya merasa berterimakasih, tapi juga melihat keindahan hati sang pemberi. cuma terkadang kita mementingkan diri sendiri, membuat rasa syukur terhambat.</p><p>Anak muda sering kehilangan kebahagian karena tidak bersyukur atas apa yang di berikan orangtuanya. Mereka merasa itu memang hal yang sepantasnya mereka dapat, yang wajib orangtua mereka berikan.</p><p>Rasa syukur mungkin ada hubungannya dengan kemurahan hati dan kebaikan. rasa syukur adalah respon dari kemurahan hati dan kebaikan. </p><p>rasa syukur muncul dari hal sederhana saja, seperti ada orang yang pergi ke toko, dan si penjaga toko memperlakukannya dengan baik. mungkin menanyakan kabarnya, menanyakan hal hal menarik, memberi bonus, atau bahkan sekedar senyuman. Tapi kebaikan kecil itu membuat si pembeli bersyukur dan pulang dengan lebih banyak belanjaan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-19 10:27:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3224027125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Para Pelayan Pribadi Pejabat Cinta: Rasa Syukur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3225118951</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Gratitude: A strong feeling of appreciation to someone or something for what the person has done to help you (Cambridge Dictionary).</em></p><p><br/></p><p>Di sini konteks bersyukurnya adalah menerima kebaikan orang lain. Dikatakan rasa syukur itu menambah kebahagiaan kita, apalagi kalau rasa syukur itu ada tidak hanya karena kita telah menerima sesuatu/bantuan, tetapi karena menyadari keindahan hati orang lain. Dua itu adalah hal yang berbeda. </p><p><br/></p><p>Menurutku mungkin maksudnya adalah, perhatian kita akan tidak tertuju pada--anggap saja--"barang", tentang kita atau apa yang kita terima semata. Namun karena melihat keindahan orang itu. </p><p><br/></p><p>Menyadari bahwa orang punya masalah, kesibukan masing-masing (colek pancar), atau menurutku simpelnya orang punya pilihan (free will) untuk melakukan apa saja, mau itu menjadi apatis (tidak peduli), berbuat kebaikan atau bahkan buruk. Dan kita bersyukur, karena Tuhan membuat jiwa mereka begitu indah sampai-sampai mereka memutuskan untuk berbuat kebaikan dan kita merasakannya.</p><p><br/></p><p>Bersyukur karena "Aku mendapatkan A!" dan "Seseorang memberikan A kepadaku!" adalah cara pandang yang berbeda (?). </p><p><br/></p><p>Kadang kita kehilangan rasa syukur ini karena terlalu memikirkan diri kita sendiri, atau menganggap lazim, enteng, wajar atau biasa-biasa saja seandainya seseorang berbuat baik kepada kita. Seperti misalnya tuh, menganggap kebaikan orangtua itu melimpah dan tak terkira--atau juga menganggap "sudah kewajiban orangtua untuk mencintai anaknya" sampai-sampai dia jadi menganggap enteng hal itu. </p><p><br/></p><p>Padahal biasanya (seperti yang kukatakan di awal), bagaimana orang memperlakukan orang lain adalah pilihan. Sejauh ini aku pikir cara kerjanya seperti itu, apapun perbuatannya. Bahkan ketika ada alasan yang bisa dipahami dibaliknya. </p><p><br/></p><p>Orang bisa saja punya alasan untuk apatis atau berbuat buruk kepada orang lain tapi memilih untuk tidak melakukannya karena keindahan hati. </p><p><br/></p><p>Rasa syukur dan apresiasi tidak mestinya ditujukan hanya kepada hal-hal yang kita anggap "besar/wah" saja. Bisa kepada apa saja, bahkan hal-hal terkecil, dan itulah yang akan membuat kita lebih bahagia nantinya. Seperti mungkin sebuah senyuman, antuasiasme atau sapaan dari orang lain. </p><p><br/></p><p>Aku melihatnya seperti anak-anak yang selalu menghargai, mengapresiasi atau menganggap "wah" pemberian-pemberian yang bisa jadi akan dianggap kecil oleh orang dewasa. Anak-anak terlihat bahagia bukan? Mungkin itu salah satu alasannya. Mengapresiasi hal-hal kecil. Dan terkadang kita perlu untuk tidak berekspektasi apa-apa untuk merasakannya. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi tambahan:</mark></strong></p><p>1. Di diskusi kemarin aku baru sadar bahwa kemurahan hati lebih mudah dihargai daripada kebaikan semata. Menerima sebuah pengorbanan terasa lebih wah dibanding jika si pemberi ini tidak kehilangan apa-apa karenanya. </p><p><br/></p><p>2. Lalu kita akan lebih mudah menghargai apabila kebaikan, kemurahan hati itu tulus (tidak mengharapkan imbalan). Tanpa niat lain selain berbuat kebaikan dan tanpa kepentingan pribadi. </p><p><br/></p><p><strong><mark>QnA: </mark></strong></p><p>Apakah rasa syukur harus dibarengi dengan aksi? </p><p><br/></p><p>Kurasa rasa syukur idealnya juga disampaikan melalui aksi. Entah itu sesederhana menjaga apa-apa yang diberikan kepada kita, memberi sesuatu kepada sang pemberi, atau mempraktekkan kebaikan pada orang lain. Rasa syukur yang tidak tersampaikan dalam aksi menjadi rasa syukur yang kosong. </p><p><br/></p><p>Begitu deh kira-kira.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-20 00:04:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3225118951</guid>
      </item>
      <item>
         <title>46 | Rasa Syukur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3225638477</link>
         <description><![CDATA[<p>Ia adalah pejabat yg bekerja ketika kita mengesampingkan sifat atau tindakan mementingkan diri sendiri dan berpuas diri. CM contohkan dalam kasus ketika kita berbelanja dan diberi bonus, katanya: pulanglah dgn kegembiraan dan rasa syukur karena kebaikkan seseorang kita dapat lebih banyak daripada yang kita beli. Bukannya mengganggap bahwa memang sepantasnya aku mendapat ini. </p><p><br/></p><p>Tetapi bagiku ini bukanlah level syukur yg paling dasar. Yg CM contohkan termasuk level yg tinggi, karena asumsiku perlakuan di luar kebiasaan normalnya sangat mudah membuat kita merasakan syukur. Maksudku bagaimana perkerjaan pejabat ini di hari-hari biasa? Ketika tidak ada sesuatu yg spesial atau terjadi di luar rutinitas? Apa berarti ia tidak bekerja? </p><p><br/></p><p>Mungkin dipertemuan berikutnya dibahas?</p><p><br/></p><p><em>19 Nov 24</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-20 05:49:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3225638477</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa syukur benih kebaikan (dan juga buah kebaikan)</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3226284812</link>
         <description><![CDATA[<p>rasa syukur disebut seperti ketika: bersyukur atas pemberian yang dianggap biasa saja oleh orang lain, ini membuat diri sendiri lebih happy dan merasa lebih berkecukupan. tapi aku kurang setuju dengan contoh yang diberikan cm. yaitu "Anak muda cenderung menganggap kebaikan orang tua mereka yang melimpah dan tak terkira, sebagai hal yang biasa saja" menurutku memang hal yang biasa karena memang hak mereka dan juga kewajiban orang tua mereka. tetapi ketika kita mensyukuri hal itu, memang bisa memberikan kegembiraan ganda. secara logika ini, apakah makan nasi sayur telur terus menerus selama seminggu dengan bersyukur karena mendapat makanan akan membuat kita senang? kan ya tidak. mungkin aku yang kurang nangkep tapi menurutku ya begitu</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-20 14:09:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3226284812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemurahan Hati, Cinta</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3226478033</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Rekap</strong></p><p>Pada awalnya, kemurahan hati tidak ada pada jiwa-jiwa orang banyak, ia hanya ada pada jiwa-jiwa yang mulia; tapi itu tidak benar. Sikap warga Inggris yang merayakan kemerdekaan kota Mafeking, meski kelaparan, kedinginan melanda, atau dengan kata lain: mengorbankan kebutuhannya, bisa menjadi bukti.</p><p><br></p><p>Dampak dari kemurahan hati sangatlah besar, dalam suatu ceramah besar tentang kemurahan hati, ketika kami kembali, ada kalimat menarik yang kami dengar: "Mengapa oh mengapa, orang ini bisa melakukan ini dan itu, memimpin perang salib manapun yang ia inginkan", dan itu adalah dampak dari kemurahan hati.</p><p><br></p><p>Sifat alami kemurahan hati adalah menawarkan dan memberi, namun disertai dengan pengorbanan berupa penderitaan dan kekurangan--baik kecil hingga besar, jika kita memberi tanpa merasa kehilangan, maka itu hanyalah kebaikan, atau bahkan bukan kebaikan karen pemberian itu tidak didasarkan kebutuhan orang lain.</p><p><br></p><p>Orang yang murah hati memilliki pemikiran yang besar dan hangat terhadap kehidupan, dan memiliki hubungan yang baik dengan sesama mahkluk Tuhan. Orang yang murah hati tak mampu mengecam dan mengutuk kelas-kelas sosial, negara-negara, hingga perbedaan kepercayaan. Ia juga tak suka dengan candaan murahan; merendahkan ketulusan seseorang seperti: tukang ledeng, tukang plester, etc.</p><p><br></p><p>Ia juga tak sabar menghadapi orang yang pura-pura bijaksana, padahal mengharap dicurangi atau ditipu, dan merasa menjadi sosok yang paling bijaksana. Orang yang murah hati bisa hidup tanpa banyak kejahatan dan kecurangan, karena tindakan-tindakannya yang adil dan dermawan.</p><p><br></p><p>Lalu jika ia memiliki enam pence, ia akan membelanjakan itu tanpa pusing memikirkan apa yang harus dilakukan jika uang itu habis. Tanda seseorang bermurah hati bukan dilihat dari seberapa yang ia berikan, namun kepercayaan yang ia berikan.</p><p><br></p><p><strong>Komentar</strong></p><p>Di bacaan kali ini, kemurahan hati digambarkan sebagai sosok yang adil, dermawan, bahkan rela berkorban demi kebutuhan orang lain, paling tidak itu yang ingin aku sorot. Disebutkan juga bahwa "ketika bermurah hati, kita tidak pusing memikirkan dampak (buruk(?)) hal tersebut bagi kita". Dengan begini, aku merasa bahwa ada romantisasi berlebih pada berbuat baik-bermurah hati, rasanya kita sangat terfokus pada niat dan pengorbanan--alih-alih memikirkan juga dampak dari apa yang kita tawarkan.</p><p><br></p><p>Namun ini adalah sebuah bagian, aku menghadirkan asumsi bahwa tetap ada sosok yang menjawab keresahan tadi; berbuat baik tidak memikirkan hasil. Entah siapa sosok tersebut, namun satu hal yang pasti; bahwa kemurahan hati juga diperlukan. Dalam kehidupan, seringkali kita dipertemukan dengan peluang bermurah hati, dan pada prakteknya--kita seringkali terhalang oleh efektivitas yang berakhir pada tidak terjadinya pemberian.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/9070347646b220d35d6850f846b7d47e/EYEZZZZZ.png" />
         <pubDate>2024-11-20 15:56:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3226478033</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 44 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3228236694</link>
         <description><![CDATA[<p>Tidak ada pejabat hati lain yang bisa membuat kita sangat bergembira dan berbahagia selain rasa Bersyukur. Kita senang bukan hanya karena ada seseorang yang memberikan kebaikan kepada kita, namun lebih karena kita sadar ada seseorang yang mempunyai hati baik di luar sana, dan ia memberikan kebaikannya kepada kita. Kita jarang menyadari kegembiraan ini karena kita sering memikirkan diri sendiri dengan berpikir bahwa kebaikan yang kita peroleh itu adalah amal baik yang pantas kita dapatkan. Dibilang juga bahwa anak muda seringkali tidak bersyukur atau bergembira karena kebaikan-kebaikan, kasih sayang, sentuhan, dan tatapan yang diberikan orangtua kepada mereka karena mereka menganggap itu adalah hal lumrah yang bisa dilakukan. </p><p><br/></p><p>Kebaikan seperti ini ibarat kegembiraan saat kita memperhatikan bunga mekar yang selama ini tidak diperhatikan. Dengan memperhatikan bunga-bunga ini kita akan mendapatkan kegembiraan tanpa disadari. Ibu CM di sini memberikan contoh semisal saat kita sedang pergi ke suatu toko dan bertemu dengan penjaganya yang menambahkan bonus dalam pembelian kita. Bonus itu bisa berupa tatapan ramah, senyuman, sapaan, dan pertanyaan-pertanyaan yang menyenangkan hati kita. Hal itu tentunya akan membuat kita pulang dengan hati bersyukur. Bedanya hanya terletak pada rasa bersyukur apa yang kita rasakan saat pulang. Rasa bersyukur dengan memikirkan bahwa memang sepantasnya kita menerima kebaikan itu dari si penjaga toko? Atau rasa bersyukur kita mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang kita beli?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-21 13:37:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3228236694</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa bersyukur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3228274482</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa bersyukur adalah kebaikan hati yang bisa membuka jalan untuk kehidupan yang lebih cerah dan bahagia. sebab ketika seseorang bersyukur, maka pandangannya terhadap sesuatu akan lebih positif.</p><p>Ketika kita diberikan cinta, bantuan, atau kebaikan dari seseorang, rasa bersyukurlah yang membuat kita bisa menikmati hal2 itu dengan bahagia.</p><p>Rasa bersyukur akan memberikan kebahagiaan yang jauh melampaui keuntungan atau kesenangan sementara. Bayangkan saja ketika kamu beli buah, dan penjual buahnya mengenalmu sebagai orang yang doyan mangga, dan menawarkan satu kotak mangga hanya untuk 100rb. hal hal kecil seperti senyuman atau kata kata manis sudah cukup bagi Rasa bersyukur.</p><p>"Makanya bersyukur." -Athar</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3070169385/be88c51d23fa419fd654234db956f8f5/________.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-21 14:00:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3228274482</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Sixth Lord&#39;s In Waiting: Gratitude </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3229493453</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><var>Kegembiraan Hati yang Bersyukur </var><p><br/></p><p>Tidak ada pejabat hati lain, yang bisa membawa kita pada hidup penuh suka cita selain Rasa Syukur. Kegembiraan itu tidak datang semata mata karena kita telah menerima sebuah bantuan karena niat baik orang lain, melainkan karena bersamaan dengan bantuan itu kita juga telah menerima keindahan hati dari orang tersebut.</p><p><br/></p><p>Menurut Oma CM kegembiraan yang muncul karena keindahan karakter orang memberikan kita lebih banyak suka cita dari pada keuntungan atau kesenangan karena telah di bantu.</p><p><br/></p><p>Kita sendiri juga sering kehilangan kehilangan kegembiraan seperti ini karena terlalu egois dan mementingkan diri sendiri sehingga tidak menyadari kebaikan orang lain atau menjadi terlalu berpuas diri dan menganggap kalau kebaikan yang di berikan pada kita memanglah amal baik kita.</p><p><br/></p><p>Anak muda, seringkali menganggap remeh perhatian dan kasih sayang melimpah yang di berikan orang tuanya. Sehingga sering kali, mereka pun kehilangan kesempatan untuk dapat merasakan kegembiraan ganda dari sentuhan, kata, tatapan, dan beribu hal lain nya. Lalu mengatakan kalau perhatian perhatian tersebut memang sudah sepantas nya mereka dapatkan. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/88e5f33b605a949fb218b4e5c66785ba/The_House_20241122_120107_0000.png" />
         <pubDate>2024-11-22 05:42:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3229493453</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kebaikan sopan santun</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3229978213</link>
         <description><![CDATA[<p>Rakyat inggris memiliki kepercayaan bahwa bagaimanapun mereka berperilaku itu tidak masalah, mereka bebas ingin bersikap seperti apa selama hati mereka baik - baik saja. Sehingga mereka melewatkan kesempatan untuk bisa bersikap baik hati yang belum tentu dari hati. Kenyataan dari kebaikan sopan santun terasa menyakitkan dan sulit diterima, karena sebenarnya kebaikan ini tidak sepenuhnya baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/627c2de85edd10df98977b34adb9f42c/22_Incredible_Vintage_Photos_of_Old_London_in_the_Late_19th_Century.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-22 13:14:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3229978213</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kebaikan paling manis</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3229983485</link>
         <description><![CDATA[<p>CM menuliskan bahwa kebaikan yang paling manis, paling besar, dan paling melimpah adalah kebaikan dalam menafsirkan (<em>positive thinking)</em>. Dalam setiap tindakan, kata-kata, dan perilaku orang lain kita selalu memiliki dua cara dalam menafsirkan nya. Kita sebenarnya bisa memilih antara menafsirkan dengan sesuatu dengan baik atau dengan buruk. Memilih untuk menafsirkan perkataan dan tindakan teman kita atau seseorang yang kita kenal dengan tafsiran yang baik akan membawa kebahagian tak hanya kepada orang yang kita tafsirkan namun juga kepada diri kita sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/58fd02f9a537c713a7c5f11138642db0/aesthetic_cakes__.jpeg" />
         <pubDate>2024-11-22 13:18:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3229983485</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemurahan Hati</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3230053451</link>
         <description><![CDATA[<p>Kemurahan hati bukan hanya penguasa di hati orang-orang yang mulia saja namun juga di hati semua umat manusia. Kemurahan hati dapat menciptakan dorongan yang (walau hanya sesaat) membuat seseorang hidup di luar kehidupan mereka sendiri atau membuat seseorang melakukan hal-hal diluar kebutuhan mereka sendiri. </p><p>Memberi adalah sifat alami dari kemurahan hati yang diiringi oleh pengorbanan dan penderitaan bagi si pemberi. Kalau sang pemberi tidak merasa kehilangan atau merasa dirugikan, maka pemberi tersebut hanya berbuat baik, bukan bermurah hati. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/ce17af88b5239aee2161c0df2ce68e3d/71f660cf_a74b_47f8_847c_6060a248f08e.jpg" />
         <pubDate>2024-11-22 14:09:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3230053451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3230141349</link>
         <description><![CDATA[<p>Dikatakan bahwa tidak ada pejabat hati yang membawa kita pada hidup dengan penuh sukacita selain rasa bersyukur. Rasa bersyukur bukan lah karena kita mendapat sesuatu, melainkan karena kita bersyukur karena kita mendapatkan sebuah kebaikan dari orang lain</p><p><br/></p><p>Ada sebuah kejadian yang dikatakan oleh Oma CM seperti saat bekunjung kesebuah toko dan kita deberikan kelebihan karena sudah saling mengenal. dan karena itu kita bersyukur</p><p><br/></p><p>(maaf telat)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-11-22 15:11:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3230141349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mahal Tapi Untung - Murah Hati, Cinta</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3231587798</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Rekap</strong></p><p>Dalam hubungan antara satu sosok dengan sosok lainnya, kemurahan hati tidak perhitungan; ia tidak menuntut sosok lain untuk memberikan hak-hak kita, seperti pelayanan, perhatian, penghormatan, dan lain-lain, melainkan mengizinkan mereka untuk memutuskan sikap yang mereka ambil; dan biasanya direspon dengan kepercayaan, seperti apa yang murah hati beri. Namun, perlu diperhatikan juga kebutuhan akan penghargaan diri, takutnya, apa yang kita lakukan justru memicu hal tersebut yang melahirkan kehausan akan popularitas.</p><p><br></p><p>Orang yang murah hati memiliki beragam jenis teman, karena ia memiliki hal menarik yang cocok untuk berbagai pemikiran dan menemukan kecocokan dengan mereka. Minatnya luas, pemikirannya terbuka. Apa yang ia minati akan diikuti dengan antusiasme; membuatnya siap beraksi ketika ada kesempatan.</p><p><br></p><p>Kemurahan hati itu memang mahal, karena berarti memberi pengorbanan, baik hati maupun dompet. Namun, orang yang bermurah hati juga akan mendapat banyak keuntungan; "Berilah, maka kamu akan diberi, dengan takaran yang padat, melimpah, yang mengalir di pangkuanmu".</p><p><br></p><p>Kemurahan hati juga bisa menjadi anugerah penyelamat; orang yang bermurah hati akan terhindar dari banyaknya kekhawatiran, kebingungan, dan gangguan kecil lainnya. Ia bisa berjalan dengan tenang dalam dunia yang luas. Ada begitu banyak hal penting yang harus dipikirkan dalam hidup dibanding hal-hal menjengkelkan. Apa yang menjadi kekhawatirannya adalah kekhawatiran umat manusia, namun kekhawatiran itu berupa hati yang bersinar; segalanya bisa diatur. Dia bisa membagi kekhawatirannya menjadi bagian-bagian yang bisa dihangatkan. Dia tidak membedakan negara; mencintai negara lain sebagaimana ia mencintai negaranya sendiri, atau mencintai anak tetangga sebagaimana dia mencintai keluarganya sendiri.</p><p><br></p><p><strong>Jawab</strong></p><p>Tergambar di benakku bahwa: kemurahan hati adalah kebaikan dan dampaknya juga baik. Namun, pada prakteknya seringkali kebaikan tidak (begitu) berdampak baik. Sehingga, apa yang terlintas di benakku adalah: apa konsep ini sesuai?, bagaimana supaya sampai pada kondisi ideal kemurahan hati?.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/f097437cf18bd3f8d38b5f12516ed24a/Comp_1__0_00_00_00_.png" />
         <pubDate>2024-11-24 14:18:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3231587798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gagasan Keliru - Murah Hati, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3231615821</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Ide</strong></p><p>Kemurahan hati ada pada setiap manusia, siap menawarkan kehidupan yang luas dan hangat. Beberapa gagasan keliru dapat mempersempit batasan kemurahan hati, sampa ada kata-kata menyenangkan atau kesempatan yang membuatnya kembali bebas. Ketika kemurahan hati bebas, masyarakat ketakutan dan berpikir bahwa mereka kehilangan akal sehat; padahal yang sebenarnya terjadi adalah mereka terlepas dari kehidupan yang sempit, dan masuk ke kehidupan yang lebih luas dan hangat. Ini terjadi karena mereka baru keluar dari belenggu mereka.</p><p><br></p><p>Gagasan:</p><ol><li><p>Urusi Urusan Sendiri: sebuah gagasan keliru yang dikatakan orang yang kurang bertanggung jawab. Benar bahwa kita harus mengurusi urusan sendiri; jika tidak kita adalah sampah masyarakat. Kuncinya adalah: kerjakan urusan pribadi pada waktunya.</p></li><li><p>Manusia Untuk Dirinya Sendiri, dan Tuhan Untuk Semua: Manusia bukan hanya untuk dirinya sendiri, kehidupan umat manusia yang luas juga harus jadi kepedulian kita.</p></li><li><p>Setiap Orang Yang Berurusan Dengaku, Lebih Rendah Dariku: Ketika kita tersinggung, mungkin terpikir bahwa orang lain berniat menyinggung perasaan kita, sehingga kita mengatakan bahwa ia tidak lain hanya orang yang lebih rendah; iri terhadap kehidupan kita. Padahal, jika kita tidak berniat menyinggung perasaan orang lain, kita tidak (selalu) memandang orang lain berusaha menyinggung kita. Berikanlah kepercayaan pada mereka, mereka yang membuatmu tersinggung dan tidak; berikan kepercayaan pada mereka semua dengan sikap lebih terbuka dan fokus pada ide-ide.</p></li></ol><p><strong>Komentar</strong></p><p>Kapan-kapan yh</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/cd9e8867dc5021c69c62b020e6380a0f/1000096216.jpg" />
         <pubDate>2024-11-24 14:52:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3231615821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22.11 | Imbalan Rasa Syukur </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3234507052</link>
         <description><![CDATA[<p>Hati yg bersyukur memberikan imbalan yang utuh.</p><p>hidup akan membosankan jika kita tidak mendapatkan lebih dari yg kita bayar.</p><p>Bisa dengan hal kecil seperti perbuatan baik dan bahkan uang.</p><p>tetapi hati yg bersyukur memberikan imbalan yg utuh.</p><p>karena orang yg bersyukur bersukacita bukan hanya hadiah yg ia dapat, tetapi juga yg memberi.</p><p>terkadang ucapan seperti terimakasih sudah cukup.</p><p>ada cara yg lain yg tak mungkin bisa disembunyikan, tatapan mata, senyuman dan sanjungan yg berasal dari hati, dapat membuat orang yg telah melakukan kebaikan merasa senang.</p><p><br/></p><p>tapi kita juga harus menghindari ucapan terimakasih yg tidak tulus, kita tidak melebih-lebih kan atau berpura-pura berterima kasih padahal sebenarnya tidak bernilai bagi kita.</p><p><br/></p><p>Celaan bagi mereka yg tidak berterima kasih.</p><p>Ibu CM memberikan cerita mengenai kedelai dan majikannya yg tidak tau berterima kasih.</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>1. Jadi seperti apa rasa syukur itu? Apa harus dengan memberi balasan?</p><p><br/></p><p>rasa syukur adalah bentuk sikap hati yg mengakui kebaikan yg diterima. Memang tidak harus memberikan balasan namun bagaimana kita menghargai kebaikan tersebut dan ini bisa dilakukan dengan cara serderhana seperti ucapan tulus dan perbuatan baik</p><p><br/></p><p><br/></p><p>(aku lanjut nanti)</p><p>2. Apakah balasan dari rasa syukur harus sebesar pria dalam film itu? Ataukah ia berlebihan dalam bersyukur? </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Bagaimana berada di tengah antara cepat bersyukur dan cepat menggerutu?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-26 07:46:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3234507052</guid>
      </item>
      <item>
         <title>22.11 | Imbalan Rasa Syukur</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236109684</link>
         <description><![CDATA[<p>Hati yg bersyukur memberikan imbalan yang utuh.</p><p>hidup akan membosankan jika kita tidak mendapatkan lebih dari yg kita bayar.</p><p>Bisa dengan hal kecil seperti perbuatan baik dan bahkan uang.</p><p>tetapi hati yg bersyukur memberikan imbalan yg utuh.</p><p>karena orang yg bersyukur bersukacita bukan hanya hadiah yg ia dapat, tetapi juga yg memberi.</p><p>terkadang ucapan seperti terimakasih sudah cukup.</p><p>ada cara yg lain yg tak mungkin bisa disembunyikan, tatapan mata, senyuman dan sanjungan yg berasal dari hati, dapat membuat orang yg telah melakukan kebaikan merasa senang.</p><p><br/></p><p>tapi kita juga harus menghindari ucapan terimakasih yg tidak tulus, kita tidak melebih-lebih kan atau berpura-pura berterima kasih padahal sebenarnya tidak bernilai bagi kita.</p><p><br/></p><p>Celaan bagi mereka yg tidak berterima kasih.</p><p>Ibu CM memberikan cerita mengenai kedelai dan majikannya yg tidak tau berterima kasih.</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>1. Jadi seperti apa rasa syukur itu? Apa harus dengan memberi balasan?</p><p><br/></p><p>rasa syukur adalah bentuk sikap hati yg mengakui kebaikan yg diterima. Memang tidak harus memberikan balasan namun bagaimana kita menghargai kebaikan tersebut dan ini bisa dilakukan dengan cara serderhana seperti ucapan tulus dan perbuatan baik</p><p><br/></p><p>2. Apakah balasan dari rasa syukur harus sebesar pria dalam film itu? Ataukah ia berlebihan dalam bersyukur?</p><p><br/></p><p>tindakan pria itu sangat tulus bahkan ia tidak melihatnya sekedar sebagai kewajiban namun sebagai ungkapan cinta dan terima kasih yg ibunya telah berikan</p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Bagaimana berada di tengah antara cepat bersyukur dan cepat menggerutu?</p><p><br/></p><p>untuk menemukan keseimbangan itu kita melibatkan kesadaran diri dan latihan kesabaran.</p><p>bisa kita latih misalnya sebelum kita menggerutu kita coba refleksi lagi.</p><p>melihat masalah dari perspektif lain.</p><p>Dan dengan bersyukur kita menjadi fokus pada sisi positif kehidupan </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-27 04:45:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236109684</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa berterimakasih/syukur memberi imbalan yang utuh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236142828</link>
         <description><![CDATA[<p>Hidup yang menyenamgkan adalah mendapatkan lebih dari apa yang kita bayar. bersyukur bisa memberi imbalan bagi diri sendiri, karena memberi kebahagian besar. Tetapi mari hindari unhkapan tetimakasih yang sederhana karena diri sendiri. </p><p>Ada sebuah Kota yang membuat peraturan bahwa sikap tidak berterimakasih adalah perbuatan kejahatan. Maka kota itu membuat lonceng yang dapat di bunyikan oleh siapapun yang deberi sikap tidak berterimakasih.</p><p>Lama lonceng itu tidak dibunyikan, karena orang-orang di kota itu sudah mulai berhati-hati. Suatu hari lonceng itu berbunyi, semua orang langsung menghampirinya, dan terkejut melihat seekor keledai yang kakinya tersangkut di tali lonceng. awalnya semua orang hanya tertawa, lalu mereka merasa kasihan sama si keledai yang kurus dan terlihat kelaparan. </p><p>Mereka mencari si pemilik keledai, setelah menemukannya, si pemilik akhirnya mengaku kalau keledai itu telah membantunya sekian tahun dan sekarang sudah terlalu tua jadi dia biarkan pergi. Si pemilik diberi hukuman termasuk merawat keledainya kembali.</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>1. Jadi seperti apa rasa syukur itu? Apa harus dengan memberi balasan?</p><p>Tidak harus menurutku, tapi normalnya ketika kita merasa berterimakasih merasa bersyukur, secara otomatis pasti ada keinginan untuk memberi balasan.</p><p>2. Apakah balasan dari rasa syukur harus sebesar pria dalam film itu? Ataukah ia berlebihan dalam bersyukur? </p><p>Menurutku ketika kita memang tidak mampu untuk memberi balasan besar ya gapapa. Tapi pria itu tidak memberi berlebihan sih, itu wajar karena ibunya ngerawat dia pas dia masih kecil dan enggak ninggalin dia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-27 05:13:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236142828</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa Syukur part II</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236219982</link>
         <description><![CDATA[<p>Bersyukur itu harus dilakukan dengan sederhana. Sederhana dalam arti, ya kita tidak merumitkan hal tersebut dengan bersyukur padahal aslinya memikirkan diri kita sendiri atau menghargai yang tidak tulus–yaitu menghargai secara berlebihan atau pura-pura menghargai padahal menurut kita pemberian itu tidak berharga. <br><br>Awalnya aku mau membantah di bagian pura-pura menghargai, bagaimana kalau seandainya anak-anak yang memberi kita sesuatu dan jauh di dalam sebenarnya kita menganggap itu biasa-biasa saja, masa kita mau menyakiti hati mereka dengan menunjukkan sikap demikian? Bukankah "berpura-pura" pada kondisi seperti ini adalah juga merupakan suatu perbuatan baik? <br><br>Tapi kurasa, jika aku ada di posisi dimana Nike jr. memberi sesuatu dan aku tahu bahwa orang itu pura-pura menghargai hal yang kuberi alih-alih beneran merasa bersyukur karenanya, maka aku akan lebih sedih dibanding ketika mereka langsung saja menunjukkan bahwa itu tidak berharga. <br><br>Lalu mana yang harus dibenahi, sang penerima yang harus lebih banyak bersyukur atau sang pemberi yang mesti dibenahi? <br><br>Menurutku, sebenarnya mungkin bukan perihal barangnya atau pemberiannya yang harus diganti tetapi diri kita sendiri, sebagai penerima, yang harus menghilangkan kabut dalam rasa syukur kita. Kabut yang menyebabkan kita tidak menyadari bahwa mendapatkan lebih dari yang kita miliki saja sudah merupakan hal yang dapat disyukuri.<br><br>Kalau tidak salah kemarin ada dikatakan, rasa syukur tidak hanya tentang bersyukur tentang apa yang dia dapat, tetapi juga bersyukur karena melihat keindahan orang/makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Hal ini diperlihatkan di sebuah video yang bertebaran di internet, tentang seekor kucing yang memberi tikus buruannya kepada majikannya. <br><br>Majikannya tentu merasa takut dan sedikit jijik dengan bangkai tikus itu, bangkai tikus memiliki bau yang sangat menyengat ngga sih? Namun anehnya sang majikan tetap terkikik-kikik, berterimakasih dengan tulus, karena menghargai usaha dan kebaikan hati sang kucing yang mau berburu untuknya. Dia menghargai inisiatif atau kebaikan dalam diri kucing itu. Itu juga merupakan bagian dari rasa syukur. <br><br><strong><mark>Tahu Terima Kasih</mark></strong><br>Ada cerita tentang sebuah kota. Alkisah di satu kota yang berisi warga-warga yang menganggap bahwa sikap tidak tahu terimakasih adalah kejahatan yang paling kejam. Intinya mereka memasang lonceng di tempat terbuka supaya orang-orang yang merasa dirinya menjadi korban orang yang tidak tahu terimakasih bisa mengadu. Selama bertahun-tahun tidak ada yang membunyikannya, sampai suatu hari seekor keledai tidak sengaja menyenggol lonceng itu hingga berbunyi. <br><br>Warga berduyun-duyun datang, tertawa melihat pemandangan itu. Mereka bertanya-tanya keledai siapa itu yang terlepas. Akhirnya majikannya muncul, intinya berkata bahwa keledai itu sudah tua dan tidak bekerja sebaik dulu lagi sehingga dia memutuskan untuk melepaskannya, membiarkannya mencari makan sendiri. Lantas para warga ini merasa sedih. Keledai itu ternyata benar-benar korban dari orang yang tidak tahu berterimakasih. Jadinya si majikan disuruh deh, untuk memberi denda dan menjaga si keledai dengan baik. <br><br>Orang tidak tahu berterimakasih yang mempergunakan orang lain, atau menuntut mereka untuk melayani kita lalu dibuang ketika sudah tidak berguna lagi adalah suatu kejahatan. <br><br>Rasa syukur membuat kita ingat/menghargai akan kenangan, kebaikan yang pernah dilakukan pada kita. Rasa syukur itu harus disampaikan dengan dikembalikannya pemberian dengan utuh. Kita tuh jangan terus menerus ingin dilayani tanpa ada keinginan untuk melayani balik, harus ada kepekaan akan hal itu. <br><br>Dan terakhir, bagian yang membuatku termenung adalah bahwa rasa syukur memberikan sukacita yang mendalam, padahal bisa saja si pemberi tidak benar-benar berniat memberikan hal itu, bisa saja mereka tidak mengenal kita atau sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu.<br><br><strong><mark>Refleksi: </mark></strong><br><strong>1. Jadi seperti apa rasa syukur itu? Apa harus dengan memberi balasan?</strong><br>Sejauh ini aku dapat kesimpulan begini. <br>Kalau seseorang berbuat baik pada kita, maka ya terserah saja mau memberi atau tidak, asal balasan yang hendak diberikan itu tulus dan tidak dilebih-lebihkan. <br><br>Namun kalau orang itu bermurah hati, berkorban untuk kita, dan kita secara sadar suka atau membiarkan mereka melakukan hal itu (seperti keledai tadi), maka sudah semestinya kita membalasnya(?). <br><br>Haruskah Wilbur membalas kebaikan Charlotte? <br><br>Aku gatau deh kenapa ada rasa-rasa, kewajiban begitu, nanti aku update deh kalau nemu tan. <br><br><strong>2. Apakah balasan dari rasa syukur harus sebesar pria dalam film itu? Ataukah ia berlebihan dalam bersyukur? </strong><br>Kalau sepenangkapku di bacaan tadi, "berlebihan" adalah ketika kita membalas lebih dari apa yang kita rasakan. Pertanyaannya, apakah pria itu membalas lebih dari rasa syukur yang ia rasakan terhadap ibunya? Aku sih tidak tahu pasti tentang apa yang ia rasakan dalam hatinya, tapi aku rasa kemungkinan besar tidak. Aku rasa dia membalas sebanyak rasa syukurnya terhadap ibunya. <br><br><strong>3. Bagaimana berada di tengah antara cepat bersyukur dan cepat menggerutu?</strong><br>Aku belum dapet gambarannya tantee🥲🥲</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-27 06:16:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236219982</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hati yang bersyukur memberi imbalan utuh</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236731625</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata CM hidup kita akan terasa membosankan jika kita tidak mendapatkan apa kita bisa bayar baik itu materi atau perbuatan baik.hati kita itu bersyukur karena sukacita datang dari orang yang memberikan jadi ga cuma hadiah nya doang. Terkadang kata “terimakasih” cukup untuk menyatakan rasa syukur kita ke orang tersebut. Tatapan mata, senyum, pujian, dan pengakuan bisa membuat orang yang memberikan kita kebaikan akan merasa senang. Tapi kata cm kita juga harus mengurangi ucapan terimakasih yang terlalu berlebihan dan tidak sederhana. Menurut cm juga konteks sederhana ini adalah kita memandang kebaikan orang lain dan dan tidak sederhana itu konteks nya adalah kita memandang kebaikan kita sendiri.</p><p><br></p><p>Ada cerita jaman dulu tentang sebuah kota yang mereka menganggap bahwa sikap ‘tidak tau terimakasih’ itu adalah sebuah tindakan yang paling kejam dari tindakan kriminal. Di setiap rumah mereka punya bell untuk dibunyikan oleh si korban dari orang yang berlaku ‘tidak tau terimakasih’ itu dan semua orang di kota itu berusaha keras agar tidak terjerat dalam pelanggaran tersebut. Tapi suatu hari ada seekor keledai tanpa sengaja kejedot bell salah satu rumah dan membuat semua orang segera bergegas ke rumah tempat bel itu bunyi. Si pemilik keledai itu bilang kalau dia lah pemilik nya dia bilang keledai nya bekerja dengan baik pada nya makanya si pemilik memilih untuk melepas nya agar bebas dan berjuang semampunya tapi tetap saja orang orang menyuruh si pemilik rumah yang terpencet bell nya itu membayar denda dan memelihara si keledai dengan semua yang ia punya.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-27 13:08:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236731625</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi telat dan paling ga konsen ku</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236862087</link>
         <description><![CDATA[<p>hal yang paling unik di cerita kemarin adalah keledai yang bertindak sewajarnya tentang tindakan tak tahu terimakasih pemiliknya. well sebenarnya rasa terimakasih pemilik itu sudah dilakukan dalam cara merawat, tapi pemilik itu malah tidak melakukannya, dia menelantarkan keledai itu begitu dia dirasa tidak berguna. keledai itu pun berjalan tanpa arah dan kemudian tidak sengaja menginjak tali sebuah lonceng, untuk melaporkan tindakan tak terimakasih. akhirnya sang pemilik didenda. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-27 14:33:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236862087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pejabat hati: rasa syukur </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236925495</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata cm pejabat hati yang mampu membimbing kita ke kehidupan yang gembira adalah sukacita dan rasa syukur. Betapa indah nya jika kita bisa bersyukur. Kegembiraan itu bukan hanya dari kita  mendapatkan hadiah atau imbalan tapi dari hati orang yang memiliki rasa bahagia.</p><p><br/></p><p> Kebaikan itu kalau menurut cm. adalah bunya yang mekar tanpa kita sadar</p><p>Dan itu menambah kebahagiaan baik yang menerima dan yang di lontar kan orang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-27 15:19:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3236925495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hambatan bermurah hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3237370746</link>
         <description><![CDATA[<p>"Mind your own business" dapat terdengar baik. Namun dia juga terkadang dapat menjadi penghambat kita dalam bermurah hati. Selain itu pun juga banyak kalimat2 yang menghambat kita.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-28 00:26:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3237370746</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syukur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3237374234</link>
         <description><![CDATA[<p>Sungguh terkadang kita suka berpikir bahwa hal hal baik dalam hidup kita memang sepantasnya terjadi. Namun kita lupa untuk bersyukur</p><p><br/></p><p>Padahal bersyukur itu dapat menjadikan kebahagiaan itu berkali2 lipat</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-28 00:29:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3237374234</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bersyukur 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3237383909</link>
         <description><![CDATA[<p>Bersyukur adalah bentuk dari kita berterimakasih dan menghargai suatu hal yang terjadi. Bersyukur adalah bentuk ketika kita mungkin tidak bisa berterimakasih langsung pada orang atau entah apanya.</p><p><br/></p><p>1. Jadi seperti apa rasa syukur itu? Apa harus dengan memberi balasan?</p><p>Akan jauh lebih terlihat ketika rasa syukur itu dalam bentuk aksi. Ketika ia dalam bentuk ucapan, menurutku itu sekedar bentuk dari berterimakasih. Contohnya kita diberikan barang, tentu kita berterimakasih pada si Pemberi, tapi bentuk dari bersyukurnya ialah kita menggunakan barang itu.</p><p><br/></p><p>2. Apakah balasan dari rasa syukur harus sebesar pria dalam film itu? Ataukah ia berlebihan dalam bersyukur? </p><p>Bersyukur dapat berbentuk macam-macam, tapi betul, bersyukur seperti yang dibalas oleh pria itu pada ibunya memang besar. Namun menurutku, bentuk syukur bisa beragam. Kalau ia memang orang yang menghargai materi, lalu orangtuanya pun juga mengahragi materi, mungkin bukan seperti itu lah dia menunjukkan rasa syukur.</p><p><br/></p><p>3. Bagaimana berada di tengah antara cepat bersyukur dan cepat menggerutu?</p><p>Menerima adanya hal yang terjadi adalah hal yang paling simpel menurutku. Kalau kita dapat memahami situasi saat ini dengan jelas, kita akan dapat memperpabiki situasi yang "buruk" (belum menemukan hal yang salah dari cepat bersyukur)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-28 00:36:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3237383909</guid>
      </item>
      <item>
         <title>imbalan dari rasa syukur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3238334816</link>
         <description><![CDATA[<p>ada sebuah desa yang menpunyai satu aturan, yaitu ' barangsiapa yang tidak merasa orang yang di bantunya tidak cukup menunjukan rasa syukur, maka dia berhak membunyikan lonceng bell, agar seluruh desa tahu'.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>bertahun-tahun loncebg itu tidak berbunyi. hingga suatu hari lonceng itu berbunyi. seluruh desa begegas mendekati lonceng itu untuk mengetahui suapa yang tidak tahu balas budi. saat para warga melihat ternyata seeokr keledai tidak sengaja membunyikan lonceng itu karena ia ingin mengambil rumput segar, tetapi kakinya terjerat.</p><p>para wrga di desa itu segera mencari tahu siapa pemilik keledai itu. lalu salah seorang di antara mereka mengaku bahwa ialah yang memiliki si keledai.</p><p>orang itu harus bertanggung jawab karena tidak mengurus si keleai, padahal si keledai telah berbakti kepada pemiliknya selama bertahun-tahun. sebagai gantinya si pemilik harus mengurus si keledai dengan baik.</p><p><br/></p><p>setelah itu para warga setugu jika si keledai membunyikan bell dengan asalan yang benarr.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>1. Jadi seperti apa rasa syukur itu? Apa harus dengan memberi balasan?</p><p><br/></p><p>a. rasa syukur itu menurutku kurang lebih sma seperti rasa berterima kasih, atau lebih semacam perasaan yang memikirkan betapa beruntungnya aku.</p><p>sepertinya rasa syukur itu sendiri tidak meminta imbalan atas apa yang telah ia berikan, tetapi, ada baiknya jika kita menjaga sikap dengan memberi balasan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Apakah balasan dari rasa syukur harus sebesar pria dalam film itu? Ataukah ia berlebihan dalam bersyukur?</p><p><br/></p><p>b. balasan dari rasa syukur itu menurut ku  seperti ini' harganya harga dirimu itu tergantung bagaimana kamu membalasnya' jadi singkatnya jika mampu berilah balasan sesuai kemampuan.</p><p><br/></p><p> </p><p>3. Bagaimana berada di tengah antara cepat bersyukur dan cepat menggerutu?</p><p> </p><p>c.sebenarnya sih lebih ke bingung, soalnya kan kalau ada sesuatu jadi liat-liat lagi. contohnya ada gelas berisi air setengah: kita bilangnya setengah ke isi atau setengah kosong?</p><p>itu makanya agak membingungkan, tapi kebanyakan orang akan berkata setengah ke isi, kerena sifat kepositifan memang ada pada diri kita sejak lahir.</p><p><br/></p><p>sekian terima kasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-28 12:16:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3238334816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #14</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3239057743</link>
         <description><![CDATA[<p>Dikatakan bahwa dunia akan terasa gersang dan tidak menyenangkan jika kita tidak memberikan lebih dari apa yagn seharunya diberikan. Terkadang memberikan sesuatu hanya dengan terimakasih tidak cukup, kita juga bisa memberikan senyuman, tatapan mata, pujian yang tulung dan kata kata dari lubuk hati kita. Tapi kita harus menghindari ketidak sederhanaan dalam arti kita jangan memikirkan diri sendiri, dan juga kita harus tulus dalam melakukannya, jangan sampai kata kata kita itu hanya palsu belaka</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>1. Jadi seperti apa rasa syukur itu? Apa harus dengan memberi balasan?</p><p>2. Apakah balasan dari rasa syukur harus sebesar pria dalam film itu? Ataukah ia berlebihan dalam bersyukur?</p><p>3. Bagaimana berada di tengah antara cepat bersyukur dan cepat menggerutu?</p><p><br/></p><p>:</p><p>1 aku ngga merasa kita harus membalas saat kita merasa bersyukur sih :)</p><p><br/></p><p>2 aku rasa apa yang dilakukan si pria itu tidak berlebihan, tapi terkadang ada beberapa orang yang kemampuannya engga seperti sang pria</p><p><br/></p><p>3 aku terkadang lebih sering menggerutu dulu baru bisa bersyukur, karena aku jadi tersadar bahwa gerutuanku nggak mutu</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2024-11-29 02:09:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3239057743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Sixth Lord&#39;s In Waiting: Gratitude </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3239582915</link>
         <description><![CDATA[<var>Hati yang Bersyukur memberi Imbalan Utuh.</var><p><br/></p><p>Hidup akan membosankan kalau kita jarang mendapatkan lebih dari apa yang dapat kita bayar. Baik dengan uang atau perbuatan baik. </p><p><br/></p><p>Namun, hati yang bersyukur akan memberi imbalan yang utuh. Karena suka cita yang di rasakan nya bukan hanya karena hadiah tapi juga karena orang yang memberi. </p><p><br/></p><p>Ada cara lain untuk menunjukan rasa syukur yaitu dengan menunjukan nya lewat tatapan mata, senyuman, sanjungan, dang pengakuan dari hati. </p><p><br/></p><var>  </var>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/1d71ec818c36e9efe104a54e4b9bb04f/The_House_20241122_120107_0000.png" />
         <pubDate>2024-11-29 08:34:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3239582915</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 45 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3241259738</link>
         <description><![CDATA[<p>Hidup akan jadi sangat membosankan jika mendapatkan sesuatu lebih dari apa yang bisa kita bayar, ntah itu dalam artian uang ataupun perbuatan-perbuatan baik. Dibilang juga bahwa orang yang mempunyai hati yang bersyukur akan mendapatkan sukacita besar, bukan karena apa yang diperolehnya, tapi lebih karena ia sadar bahwa ada orang murah hati di luar sana yang memberinya kebaikan. Yang bisa kita lakukan selain memberikan ucapan terima kasih adalah senyuman, kata-kata ramah, dan juga sanjungan yang datang dari hati. Itu akan sangat membahagiakan orang tentunya. </p><p><br/></p><p>Ibu CM menceritakan juga mengenai kisah suatu kota yang sangat menghargai segala perbuatan baik, hingga mereka membuat peraturan agar orang-orang membunyikan lonceng saat ada orang yang tidak tau berterima kasih. Orang-orang di kota itu tidak ada yang membunyikan lonceng selama ini, karena ternyata semuanya berusaha keras untuk mematuhi peraturan itu. Hingga suatu hari lonceng akhirnya berbunyi dan orang-orang datang untuk melihat siapa orang jahat yang tidak tau berterima kasih itu. Ternyata yang membunyikan lonceng adalah seekor keledai tua yang kakinya tersangkut. Orang-orang langsung menyelidiki punya siapakah keledai itu, dan kenapa ia bisa berkeliaran bebas di jalan. Ternyata keledai itu milik seseorang yang mengaku bahwa ia sengaja melepaskan keledai itu karena binatang itu sudah tua dan tidak berguna lagi untuknya. Maka orang-orang menganggap bahwa orang ini termasuk dalam kriteria orang yang tidak tau berterima kasih, dan mereka memberinya denda dan perintah untuk memelihara keledainya itu lagi dengan baik-baik. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3111984632/7b80ed759a017633d9a44489ea65ded1/__sukinapan_on_instagram.jpg" />
         <pubDate>2024-12-01 12:15:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3241259738</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3244144930</link>
         <description><![CDATA[<p>Para penyair besar banyak melakukan aksi kebaikan yang mereka lakukan di hidupnya. Ada seorang yng mengenal seorang anak kecil yang belum cukup dewasa untuk diajak berbincang tetapi dia menarik kursi dan mempersilahkan tamu nya untuk duduk. Kata Oma cm impuls kebaikan bisa tumbuh dalam diri seseorang meski kebaikan itu tidak di ajari  </p><p><br/></p><p>Kata cm hukum kebaikan itu universal. Tapi ada juga orang ya merasa bahwa kebajikan rasa iba dan simpati sedahencakup semua aspek di majelis hati. Ada yang nama nya kepasifan, kepasifan ini membua orang yang memiliki rasa iba simpati dan kebajikan menjadi lambat bereaksi untuk melakukan kebaikan. Petugas dari kebaikan itu hanya perlu membuat hari hayo oyang menjadi nyaman dan bahagia, baik kepada hewan atau sesama manusia, dia akan di cap menjadi orang yang baik perhatian dan semacam itu. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-03 07:01:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3244144930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3244145837</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang inggris banyak yang merasa bahwa apapun yang mereka lakukan bukan sebuah Maslah selama hati masih bisa berbuat baik. </p><p>Dan beberapa dari mereka kehilangan kesempatan berperilaku sopan dan mereka jadi agak sedikit menyakitkan hati orang lain.</p><p>Di Denmark atu Jerman orang orang terbiasa menunjukan sikap santun nya melalui mengangkat topi ketika mereka bertemu dengan orang lain. Intinya adalah kalau bisa ketika kita melakukan kebaikan Jang Jan di ingat ingat, seperti sebuah quote yang berkata ketika tangan kiri mu bekerja jangan sampai tangan kanan mu tau.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-03 07:02:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3244145837</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pelayan Pribadi Pejabat Cinta: Keberanian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246118585</link>
         <description><![CDATA[<p>Dikatakan kata keberanian adalah kata yang lekat dengan ksatria, yang dulu merupakan hal yang sangat mulia. Keberanian itu berasal dari hati. Keberanian menunjukkan kejantanan seseorang. Dikatakan keberanian adalah keseluruhan dari karakter manusia (?) </p><p><br></p><p>Aku kurang yakin maksudnya apa, tapi aku nangkepnya adalah bahwa, karakter kita (perbuatan baik-buruk), ujung-ujungnya kembali kepada keberanian, digerakkan oleh keberanian. Tanpa keberanian, orang mungkin merasa terlalu malu untuk membantu orang lain. </p><p><br></p><p>Atau di sisi lain, tanpa keberanian mungkin orang akan takut untuk berkata buruk tentang orang lain. Pada akhirnya pikiran bisa terealisasikan dalam perbuatan, ya karena ada keberanian. Jadi kesimpulannya, keberanian itu netral, bisa untuk hal yang baik atau buruk, tergantung apa nih yang kita gunakan dengan keberanian itu. </p><p><br></p><p><strong>Keberanian untuk menyerang</strong></p><p>Seperti bagaimana induk-induk hewan menyerang demi melindungi anaknya, balita melindungi hewan peliharaan, juga bahkan para ibu rela melalui kematian yang menyakitkan demi menyelamatkan anaknya. Katanya, sebenarnya kita semua punya keberanian dalam diri kita kalau kita mau percaya bahkan dalam hati orang-orang yang terlihat penakut sekalipun. </p><p><br></p><p>Setan-setan keberanian adalah kebenaran, kepengecutan, ketakutan dan juga kegugupan. Meski aku jadi bertanya-tanya, memangnya beda ya pengecut dengan takut?</p><p><br></p><p>Setelah kupikir-pikir</p><p>Pengecut: Lari dari tanggung jawab, dari masalah </p><p><br></p><p>Takut: sekadar <strong>tidak berani</strong> saja, beluk temtu berarti akan lari dari masalah tersebut(?)</p><p><br></p><p><strong><mark>Pertanyaan refleksi :</mark></strong></p><p><strong>Apa sebetulnya poin utama dari keberanian sehingga dia dikatakan sebagai pejabat tinggi yang agung di majelis hati?</strong></p><p><br></p><p>Mungkin karena pejabat-pejabat majelis hati yang lain seperti empati, kemurahan hati atau kebaikan, hanya <strong>mendorong</strong> kita untuk melakukan sesuatu, tapi dengan keberanian lah dorongan itu <strong>menjadi suatu</strong> <strong>perbuatan</strong>. Tidak ada gunanya suatu dorongan, motivasi, kalau ujung-ujungnya kita terlalu takut untuk merealisasikannya, mungkin itulah salah satu alasan kenapa keberanian memegang peran penting, dan disebut sebagai pejabat tinggi yang agung? Sejauh ini aku baru terpikir itu.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 08:55:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246118585</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa Syukur - Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246495444</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa syukur, pembimbing kita pada kehidupan yang gembira dan penuh sukacita. Kegembiraan itu bukan muncul dari apa yang diberi atau mengapa dia memberi, melainkan karena keindahan hati orang yang memberi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 13:59:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246495444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Merespon Imbalan - Rasa Syukur, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246514484</link>
         <description><![CDATA[<p>Dengan bersyukur, kita bisa lebih melihat keindahan; membuat kita bersemangat dan berapi-api. Dalam kondisi tersebut, ungkapkanlah perasaan kita, entah dari tatapan mata, senyum, nada, dan lainnya, karena itu pun membuat si pemberi senang. Tapi dalam berterima kasih, perlu diingat untuk berterima kasih dengan sederhana; dengan benar-benar melihat kebaikan yang lain, dan tanpa melebih-lebihkan apa yang kita rasa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 14:11:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246514484</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian - Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246525684</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Catatan:</strong> (Aku benar-benar lelah)</p><p>Saat ini dipublikasi, aku belum mampu mengulang bahasan. Kebaikan dan kemurahan hati untuk melakukan?; maaf, aku butuh istirahat secara pikiran maupun fisik. Sekali lagi, maaf. Sebagai murid, aku mencoba yang aku bisa, namun ini hasilnya.</p><p><br/></p><p>Keberanian ada bukan sekadar untuk pertumbuhan diri, namun dalam sesuatu yang lebih besar dari itu; memerjuangkan cinta.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 14:18:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246525684</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246609814</link>
         <description><![CDATA[<p>keberanian berasal ketika ksatria adalah hidup yang baik, ketika bahasa norman berkuasa. menurut orang-orang saat itu, keberanian berasal dari hati. Zaman sekarang sudah tidak ada hal seperti itu, tapi keberanian masih ada di hati setiap orang dan keberanian adalah pelayan majelis hati yang agung.</p><p><br/></p><p>Seekor induk domba melawan musuhnya karena menyayangi anaknya, seorang ibu rela mati demi bayinya. pernah ada seekor burung gelatik biru yang membuat sarang diatas kotak pos, semua orang mengagumi keberaniannya menjaga telur2nya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Pertanyaan refleksi :</p><p><br/></p><p>Apa sebetulnya poin utama dari keberanian sehingga dia dikatakan sebagai pejabat tinggi yang agung di majelis hati?</p><p>mungkin karena keberanian membuat seseorang bukan hanya menyayangi sesuatu, tapi melakukan tugas-tugas mulia untuk sesuatu yang dia sayangi. Jadi bukan hanya berpikir mengasihani orang lain atau hanya mencintai oran lain, tapi juga memberi keberanian untuk melakukan perjuangan membatu yang dia cinta.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 15:09:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3246609814</guid>
      </item>
      <item>
         <title>47 | Rasa Syukur + Terima Kasih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3247664278</link>
         <description><![CDATA[<p>Singkatnya CM bilang, kita sebagai manusia, akan kehilangan sukacita yg besar jika tidak dapat bersyukur dan berterima kasih.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>1. "Jadi seperti apa rasa syukur itu? Apa harus dengan memberi balasan?" </p><p><br/></p><p>Seperti mengamini dan menerima semua keadaan yg ditimpakan pada kita sambil berterima kasih pada zat yg Mahabesar layaknya Tuhan. Syukurnya sendiri tidak perlu balasan tapi jika ingin naik ke tingkat yg lebih tinggi lagi, dalam hal ini rasa terima kasih, memberi balasan diperlukan.</p><p><br/></p><p>2. "Apakah balasan dari rasa syukur harus sebesar pria dalam film itu? Ataukah ia berlebihan dalam bersyukur?"</p><p><br/></p><p>Besar kecilnya balasan dari rasa syukur yg naik menjadi rasa terima kasih bagiku tergantung kapasitas dan kemampuan diri. Di video itu kita dapati happy ending--para orangtua setuju untuk tidak mengeluarkan guru pria dgn ibu dimensia itu. Tapi bagaimana jika yg terjadi justru sebaliknya? Para orangtua tidak bisa berempati dan berakhir memecat guru, lalu guru dan ibunya melarat. Apakah bisa itu lebih baik dari menyewakan perawat untuk menemani ibunya? Lagi pula tidak ada rasa syukur yg berlebihan jika itu tidak membuat kita jadi rendah diri.</p><p><br/></p><p>3. "Bagaimana berada di tengah antara cepat bersyukur dan cepat menggerutu?" </p><p><br/></p><p>Kritis aku rasa. Berusaha memahami sebuah peristiwa seobjektif mungkin. Mengusahakan yg terbaik untuk tetap bersyukur tapi jangan sampai jadi berkompromi dan lupa berjuang atas apa yang memang tidak adil atau menggoyang prinsip.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-05 05:29:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3247664278</guid>
      </item>
      <item>
         <title>48 | Keberanian🔥</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3247668580</link>
         <description><![CDATA[<p>Makhluk yg terlihat kecil atau paling penakut pun mempunyai keberanian di dalam dirinya.</p><p><br/></p><p>Namun seperti yg kukatakan di zoom, menurutku kegugupan, kepengecutan, ketakutan dan kegentaram bukanlah setan atau suatu entitas yg berlainan dari keberanian. Justru keberanian terjadi ketika apa yg CM bilang setan itu berhasil ditaklukkan. Jadi mereka yg dibilang setan-setannya adalah asal mula keberanian itu sendiri. </p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>"Apa sebetulnya poin utama dari keberanian sehingga dia dikatakan sebagai pejabat tinggi yang agung di majelis hati?"</p><p><br/></p><p>Menurutku jawabannya seperti yg udah CM awal-awal bilang dibacaan ini, karena dengan keberanian kita selangkah lebih maju untuk jadi manusia mulia dan berjiwa kesatria.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-05 05:32:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3247668580</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 46 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3248094134</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata "keberanian" adalah kata yang mulanya muncul pada zaman Norman-Prancis di mana kesatriaan adalah standar hidup yang mulia. Orang-orang pada masa itu menganggap bahwa keberanian adalah keseluruhan dari karakter seorang manusia. Karena itu mereka yang tidak mempunyai keberanian akan dianggap sebagai orang yang tidak jantan. Meskipun di Ourselves kita jarang membahasnya, Keberanian mempunyai posisi yang penting di Majelis Hati, dan dia berada di tempat-tempat penting dalam jiwa manusia, bahkan dalam diri orang paling pengecut sekalipun. </p><p><br/></p><p>Semua makhluk bisa bersikap berani, contohnya ada seekor induk domba yang berani menyerang mereka yang mau mengusik anaknya, burung yang selalu duduk di atas telurnya untuk melindunginya sekalipun ada manusia-manusia yang hendak mengambilnya, seorang anak balita yang melindungi hewan kesayangannya, dan seorang ibu yang rela mati demi bayinya. Namun Keberanian juga sama seperti pejabat lainnya, yaitu ia mempunyai setan-setannya sendiri. Setan-setan Keberanian antara lain adalah, kegugupan, kepengecutan, kegentaran, dll.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>Q: Apa sebetulnya poin utama dari keberanian sehingga dia dikatakan sebagai pejabat tinggi yang agung di majelis hati?</em></p><p><br/></p><p>Menurutku kenapa kok keberanian dianggap sebagai pejabat tinggi/penting dalam majelis hati, karena keberanian adalah salah satu penggerak bagi seorang manusia untuk melakukan hal-hal luhur yang paling ampuh. Tanpa keberanian, menurutku kebajikan-kebajikan lain seperti keadilan, pengorbanan, kemurahan hati, dan cinta akan kehilangan dayanya. Karena itu jika kita mau melakukan sesuatu yang baik, kita memerlukan motor penggerak yaitu keberanian untuk membuat hal-hal luhur tidak hanya berada di angan-angan saja, tetapi juga tindakan nyata.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3132792071/c629d004938ad2f91cf589b37baa72e5/He_do_be_shmooving_doe.jpg" />
         <pubDate>2024-12-05 12:03:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3248094134</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Seventh Lord&#39;s In Waiting: Courage </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3251135618</link>
         <description><![CDATA[<var>Kita Semua Memiliki Keberanian</var><p><br/></p><p>Keberanian berasal dari era di mana bahasa Norman - Prancis menjadi bahasa para penguasa dan Kesatria menjadi standar hidup hidup manusia yang mulia. Orang orang norman menganggap kalau keberanian berasa dari hati, dan merupakan keseluruhan karakter dari manusia, sehingga mereka yang tidak memiliki keberanian adalah orang orang yang tidak memiliki kualitas kejantanan.</p><p><br/></p><p>Saat ini kita sudah jarang membicarakan tentang keberanian, namun tetap saja keberanian masih menjadi pejabat tinggi yang agung dalam Majelis Hati. Yang ada pada setiap Jiwa Manusia bahkan yang paling yang paling penakut sekalipun.</p><p><br/></p><var>Keberanian Untuk Menyerang</var><p><br/></p><p>Induk domba punya keberanian untuk menyerang demi keselamatan anaknya, balita punya keberanian untuk melindungi peliharaan nya. Kalau kita percaya, kita semua memiliki keberanian untuk menghadapi segala bencana dan hal hal buruk lain nya. Namun sayangnya, seperti pejabat pejabat lain Keberian juga memiliki setan setan nya sediri, yaitu ketakutan, kepengecutan, kegentaran, dan kegugupan.</p><p><br/></p><var></var><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/22c60b7a21d0fec1cbae413372726017/The_House__1_.png" />
         <pubDate>2024-12-08 10:58:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3251135618</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemurahan Hati  itu Mahal</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328729499</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang yang murah hati tidak menuntut orang lain untuk memberi apa yang dia anggap sebagai hak nya, seperti misalnya perhatian, pengakuan, penghormatan, dan ucapan "terima kasih". Dia membiarkan orang lain melakukan apa yang ingin mereka lakukan tanpa menuntut. Tapi bukan berarti dia mengizinkan orang lain berperilaku seenaknya pada dia. </p><p><br></p><p>Kemurahan hati itu mahal karena dia selalu memberi, memberikan hati maupun isi dompet. Namun kemurahan hati juga akan membuat si pemberi mendapatkan banyak keuntungan karena dengan memberi, orang itu pun akan diberi, tanpa diharapkan oleh si pemberi. </p><p><br></p><p>Orang yang bermurah hati akan terhindari dari kebingungan, kekhawatiran, dan gangguan kecil lain nya. Dia dapat menikmati keseharian nya tanpa memikirkan hal-hal kecil yang menjengkelkan. Apa yang menjadi kekhawatiran nya merupakan kekhawatiran umat manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/65bdd1d8c720f97720387141ecf0b166/_quotes__relaxation__flowers__healing__sunset_.jpg" />
         <pubDate>2025-02-14 10:23:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328729499</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Belenggu yang menahan Kemurahan Hati</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328745852</link>
         <description><![CDATA[<p>Gagasan-gagasan keliru cenderung mengurung kemurahan hati yang ada di setiap manusia, sampai pada suatu saat terjadi pengalaman yang <em>insightful</em> dan kata-kata yang membuka pikiran orang dengan kemurahan hati yang terkurung tersebut. Namun ketika hal itu terjadi, kita mungkin dapat menjadi waspada dan takut bahwa kita sudah kehilangan akal sehat. Padahal sebetulnya itu karena pikiran kita yang tida tiba saja terbuka dan melihat kehidupan yang lebih luas dari urusan-urusan kita sendiri, lepas dari belenggu yang dulu dimiliki.</p><p><br/></p><p>Pemikiran yang keliru contohnya adalah: "biarkan orang lain mengurus masalahnya sendiri" dan "everybody for themselves". Pemikiran-pemikiran ini dimiliki oleh orang yang memiliki rasa tanggung jawab terbatas atas urusan nya sendiri. Orang tersebut tidak hanya menutup kesempatan untuk kehidupan yang luas, namun juga memutuskan untuk termakan oleh urusan pribadi nya dengan segala detail-detail kecilnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/a5f6f3f983f42168f463527033fa755f/A.jpg" />
         <pubDate>2025-02-14 10:41:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328745852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hati yang Bersyukur</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328768113</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa Syukur dapat membimbing kita kepada hidup yang gembira dan penuh sukacita. Kegembiraan tersebut bukanlah sekedar karena kita telah menerima sebuah bantuan, namun karena ada keindahan dari orang lain yang diberikan untuk kita. Menurutku hal tersebut sangatlah indah.</p><p>Kegembiraan dari keindahan karakter seseorang adalah memberikan kita lebih banyak suka cita dibandingkan dengan kesenangan oleh bantuan itu sendiri. Seseorang sering kehiangan rasa kegembiran jenis ini karena terlalu fokus mementingkan diri sendiri sehingga tidak menyadari keindahan dan kebaikan dari karakter orang lain, atau terlalu berpuas diri sehingga menganggap bahwa kebaikan dan bantuan dari orang lain adalah karena amal baik diri sendiri. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/51cf98e7386bc88d34763f7e019cafa9/_.jpg" />
         <pubDate>2025-02-14 11:06:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328768113</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imbalan yang Utuh</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328788060</link>
         <description><![CDATA[<p>Hati yang bersyukur akan memberi imbalan yang utuh. </p><p><br/></p><p>Sejujurnya aku tidak sepenuhnya mengerti kalimat tersebut. </p><p><br/></p><p>CM menulis bahwa meskipun di saat-saat tertentu ucapan "terima kasih" sudah cukup, ada cara-cara lain untuk menunjukkan rasa bersukur kita kepada orang yang melakukan kebaikan kepada kita. Seperti tatapan mata, senyuman, <em>body language</em> dan sanjungan. Tetapi sebaiknya kita menghindari semua ungkapan terima kasih yang tidak tulus dan tidak sederhana. Artinya, kita benar-benar melihat kebaikan orang lain dan bukan kebaikan diri kita sendiri dengan tidak mengatakan sesuatu yang lebih dari apa yang kita rasakan. </p><p><br/></p><p>"orang yang bersyukur cepat merasakan kenikmatan dari apapun yang dikerjakannya.”</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/484599059816846d9780a5bd6a4ca7a1/_photography.jpg" />
         <pubDate>2025-02-14 11:28:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328788060</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328819733</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian berasal dari Hati. keberanian adalah Pejabat Tinggi yang agung di Majelis Hati, yang bersemayam di dalam setiap jiwa manusia, bahkan dalam jiwa manusia yang paling penakut sekalipun. </p><p><br></p><p>Seluruh Makhluk hidup mempunyai keberanian untuk menyerang. Seekor ibu domba memiliki keberanian untuk menyerang demi menyelamatkan anak-anaknya. Seorang Ibu yang lemah lembut akan berani menghadapi kematian mengerikan demi menyelamatkan bayinya. Kita semua memiliki keberanian untuk menghadapi hal apapun.  Tetapi selalu ada setan-setan yang mengikuti, seperti ketakutan, kepengecutan, dan kegugupan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/969911ff4a7ab6db8581bad49b8aef06/7a6eef5c_ef4d_4c89_8eb3_40128a466bec.jpg" />
         <pubDate>2025-02-14 12:00:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3328819733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>berani - bertahan dan tenang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3330072556</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk menyerang kuangap seperti keberanian untuk memulai. Ketika mereka berani untuk memulai, kia juga harus berani untuk bertahan dalam perang itu. Bertahan mungkin lebih penting sedikit dari berperang. Karena ketika kita belajar untuk berperang, kita harus tahu untuk bertahan. </p><p><br/></p><p>Kita juga harus tenang. kadang hal-hal kecil aja bisa membuat kita tidak tenang. seperti kecoak.</p><p><br/></p><p>Sebenarnya hal apa yang kalian takutkan? Apa yang membuat kalian sering kehilangan keberanian untuk tenang? Mengapa kalian takut akan&nbsp;hal&nbsp;tersebut?</p><p><br/></p><p>Ketidaknyamanan. Kita takut akan keluar dari zona nyaman. Misalnya dalam konteks kecoak, kita tidak nyaman dengan kehaddiran kecoak dalam hidup kta. Atau teman yang hilang, kita takut kesepian yang membuat kita tidak nyaman. sudah sewajarnya manusia ingin merasa nyaman, itu mengapa mereka juga takut untuk keluar</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-16 07:14:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3330072556</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 47 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3331367601</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketakutan bersama dengan kawan-kawannya yang adalah Kepanikan dan Kecemasan akan langsung mengambil kesempatan begitu Keberanian bersantai-santai dan terlelap dalam rasa aman. Itu adalah kalimat pembuka yang diberikan oleh ibu CM.</p><p><br/></p><p>Ibu CM juga menceritakan mengenai di Inggris seringkali keberanian ditunjukkan oleh orang-orang yang mendaftarkan dirinya ke dalam militer. Tapi dibilang juga bahwa keberanian orang-orang yang "terpaksa" masuk ke dalam militer melalui wajib militer juga tidak kalah dari para tentara di sana yang mendaftarkan dirinya dengan sukarela.</p><p><br/></p><p>Keberanian tidak hanya diperlukan di medan perang, tetapi juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan, menghadapi cedera atau rasa sakit saat ke dokter gigi bisa membutuhkan keberanian yang sama besarnya. Semua orang memiliki keberanian dalam dirinya, bukan karena mereka lebih kuat dari yang lain, tetapi karena itu adalah bagian dari diri kita. Namun, keberanian ini harus selalu kita jaga, agar kita nggak akan mudah panik saat menghadapi kejadian tak terduga, seperti kecelakaan atau hal-hal kecil yang mengejutkan. Sikap tenang dan tabah dalam menghadapi kesulitan adalah hal yang dibutuhkan oleh setiap orang.</p><p><br/></p><p>Kehilangan ketenangan saat menghadapi rasa sakit atau bahaya bukan hanya merugikan diri kita sendiri, tetapi juga membuat kita menjadi beban bagi orang lain. Kecemasan berlebihan terhadap hal-hal kecil dalam hidup, seperti perjalanan, pekerjaan, atau rumah yang berantakan, adalah bentuk kepanikan yang sebenarnya tuh tidak perlu. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap tenang dalam situasi sulit. Dengan begitu, kita bisa lebih siap membantu orang lain dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Rasa takut yang seringkali kurasakan adalah takut kehilangan orang yang kusayangi. Takut kehilangan orang yang disayangi adalah salah satu ketakutan terbesar bagi banyak orang. Rasa takut ini muncul karena mereka adalah bagian penting dalam hidup kita, seperti sumber cinta, dukungan, dan juga kebahagiaan.</p><p><br/></p><p>Lalu yang membuatku sering kehilangan keberanian untuk tenang adalah ketika aku merasa takut dijudge oleh orang lain. Rasa takut ini muncul karena aku suka ingin diterima, dihargai, dan tidak ingin dianggap kurang baik oleh orang di sekitar kita.</p><p>Misalnya, saat harus berbicara di depan umum, aku selalu merasa gugup karena khawatir orang lain akan menilai cara bicaraku aneh atau kurang oke. Itu membuatku jadi tidak tenang dan sering gelisah. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3416928723/9b0cca4292f69bb2b673f024b8d8b3b5/_______.jpg" />
         <pubDate>2025-02-17 13:21:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3331367601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk Bertahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3333531008</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketakutan, kepanikan dan kecemasan selalu siaga disaat-saat keberanian terbuai oleh rasa aman. Ketika melihat keberanian yang ditunjukkan oleh orang-orang, kita jadi sadar bahwa keberanian itu universal. Bahwa, prajurit yang direkrut oleh kewajiban untuk militer bisa sama beraninya dengan para prajurit yang mendaftarkan diri. Ketakutan itu wajar-wajar saja jika terkadang hadir pada mereka, meski itu berarti lari dari musuh.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Keberanian untuk Tenang</strong></p><p>Dikatakan simpati dari banyak orang mendorong kita untuk maju (?). Awalnya aku tidak terlalu paham bagaimana hal itu bisa terjadi.</p><p><br/></p><p>Simpati dalam KBBI artinya adalah keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dan sebagainya) orang lain.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Lalu aku berpikir bagaimana bisa perasaan yang dijabarkan KBBI itu mendorong kita untuk maju? Maju dalam hal apa? Lalu, apa hubungannya dengan keberanian?</p><p><br/></p><p>Apakah <em>diberi</em> simpati oleh orang membuatku lebih berani?&nbsp;</p><p><br/></p><p>Tidak sih. Aku tidak yakin.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Lalu, apakah <em>memberi</em> simpati yang membuatku lebih berani?&nbsp;</p><p><br/></p><p>Terus aku jadi paham deh. Ketika kita peduli pada orang lain, kita jadi memiliki rasa tanggung jawab dan tekad (?), lantas membuat kita jadi berani. Mungkin itu yang akan kurasakan seandainya memposisikan diri sebagai tentara itu. Rasanya mirip dengan keberanian karena cinta ya. Bisa jadi mereka lebih takut orang/negara yang mereka cintai hancur daripada takut mati.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Suatu emosi yang terasa lembut dan personal tapi berdampak signifikan.</p><p><br/></p><p>***</p><p>Dikatakan baik bagi kita seandainya kita mempunyai kepercayaan pada diri sendiri, dan mengetahui dengan pasti bahwa pejabat dan kapten hati ini berada di dalam setiap diri kita.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Dan aku merasa aku kurang memiliki kepercayaan pada diri sendiri itu. Aku kurang percaya pada kemampuanku sendiri (?) Dan kalau memang aku belum memiliki kemampuan itu, aku suka kurang percaya kalau aku punya kapasitas untuk beradaptasi/mempelajari hal baru itu. </p><p><br/></p><p>Walau yah, selama ini faktanya aku aman-aman saja, meski tidak sempurna tanpa cela juga. Yah, kadang aku terlalu banyak berpikir. </p><p><br/></p><p>***</p><p>Kata oma ceem kita tidak pantas terjebak dalam kepanikan dan tidak mampu untuk tenang. Tidak hanya kita kehilangan kesempatan untuk berguna bagi orang lain, tapi juga membuat diri kita menjadi beban dan tontonan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>(Menurutku perkataan oma ceem yang satu ini terasa cukup keras sih bahasanya untuk sesuatu yang mungkin, manusiawi-manusiawi saja terjadi? Bukan berarti benar untuk dilakukan sih, tapi bisa dipahami?)</p><p><br/></p><p>Kecemasan yang berlebihan terhadap situasi yang ringan dalam hidup--kekhawatiran bahwa sesuatu akan berjalan tidak lancar atau ada sesuatu yang tertinggal, adalah beberapa contohnya. Pada saat-saat seperti ini perlu bagi kita untuk diam sejenak dan berpikir, "sebenarnya apa sih yang penting dalam hidup?"&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p><p><br/></p><p>Aku dulu cukup sering memusingkan hal-hal tersebut, mungkin akibat ketidakberanian yang aku rasakan juga. Sebenarnya yang penting bagiku di saat-saat seperti itu adalah fokus. Fokus ke masa sekarang, dan kalau memang ada yang tidak berjalan lancar atau tertinggal, ya memikirkan bagaimana cara beradaptasi/solusi/alternatif, daripada terus-menerus mengulang "scene" yang sama dikepalaku. Itu membantuku sih.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi:</mark></strong></p><p><strong>Sebenarnya hal apa yang kalian takutkan? Apa yang membuat kalian sering kehilangan keberanian untuk tenang? Mengapa kalian takut akan hal tersebut?</strong></p><p><br/></p><p>Dipikir-pikir semua kekhawatiran yang aku rasakan semuanya berujung ke takut merasa tidak nyaman. Takut merasakan sakit. Mau itu takut salah, gagal, kehilangan, takut akan masa depan atau takut merasa. Nyaris semua yang aku upayakan, pelajari dan lakukan pada saat ini ya upaya aku untuk tidak merasakan hal itu (menghindar). </p><p><br/></p><p>Memang tidak mungkin sih berhasil menghindari itu semua, itu terlalu ideal. Namun kan setidaknya aku yang menargetkan diri ke arah sana jadi bisa meminimalisir rasa sakit sedapat mungkin. Itu yang aku pikir. </p><p><br/></p><p>Aku jadi kepikiran. Secara keseluruhan (baik kebahagiaan atau pertumbuhan diriku), akan lebih baik mana antara jika aku berdamai dengan perasaan tidak enak itu atau sebaliknya. Aku memang ngerasa ngga enak tapi jadi berusaha untuk mencapai kondisi ideal?&nbsp;</p><p><br/></p><p>Tapi aku sadar sebenarnya terkadang kita ngga harus memilih sih.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Bisa ngga sih aku berdamai dengan perasaan tidak enak sembari tetap terus berusaha untuk menjadi lebih baik?&nbsp;</p><p><br/></p><p>Mungkin-mungkin saja sih, jika memandang kesalahan sebagai hal netral, sebagai pelajaran/masukkan alih-alih malah personal. Seperti menghadapi kritik. Memasukan di kepala alih-alih "hati".&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kurasa, menyadari bahwa ini semua adalah "titipan Tuhan" dan tidak ada kondisi yang tetap akan terus begituu aja selamanya membantuku. Bahwa, yaa ngga mungkin lancar-lancar terus, dimana dramanya? Bahwa pada akhirnya, "it will pass" kalau kata orang. Mau itu kenyamanan yang sedang kurasakan atau rasa sakit yang belum lama ini pudar.  </p><p><br/></p><p>Dan, kurasa hidup akan terasa lebih kaya jika kita merasakan berbagai warna perasaan itu. </p><p><br/></p><p>***</p><p>Jujur aku cukup senang sih menyadari fakta bahwa aku memiliki rasa khawatir dan cemas, karena itu berarti kalau hei, diriku ini peduli lho.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Ternyata aku hanya peduli, dan terkadang hal itu malah membuatku sakit sendiri.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-19 01:37:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3333531008</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk bertahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3333796662</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Para tentara inggris yang mendaftarkan diri untuk menjadi tentara memiliki keberanian besar. Tapi para tentara yang mengikuti wajib militer juga tidak kalah keberenaniannya.</p><p>Mungkin sedikit dari kita yang akan pergi ke medan pertempuran, tapi kita tetap harus menghadapi ketakutan, saat di dokter gigi (jujur aja sampai sekarang aku masih nggak ngerti kenapa dokter gigi serem) atau menghadapi tawon dan tikus.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi:</strong></p><p>Sebenarnya hal apa yang kalian takutkan? Apa yang membuat kalian sering kehilangan keberanian untuk tenang? Mengapa kalian takut akan hal tersebut?</p><p>Ketakutan terbesarku adalah berada di sekeliling banyak orang dan bicara di depan banyak orang. Aku sering kehilangan keberanian saat di depan banyak orang karena terlanjur panik duluan ngeliat banyak orang, dan juga karena bingung mau ngeliat kemana.</p><p>Aku takut berbuat kesalahan saat bicara, yang bisa memberi kesan buruk pada diriku dan mungkin di tertawakan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-19 05:21:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3333796662</guid>
      </item>
      <item>
         <title>14.2 | Keberanian</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3334387612</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku takut kehilangan. </p><p>Kehilangan orang yang berarti, kehilangan kesempatan, kehilangan kendali atas apa yang aku harapkan tetap ada.</p><p><br/></p><p>Kadang, yang membuatku kehilangan keberanian untuk tenang adalah pikiran-pikiran yang datang tanpa diundang. </p><p>Rasa ragu, rasa cemas, pertanyaan-pertanyaan yang tidak punya jawaban pasti. </p><p><br/></p><p>Aku bisa terlihat tenang dari luar, tapi di dalam, ada perasaan yang sulit diredam.</p><p>Aku takut akan hal itu karena… aku tidak tahu bagaimana jika suatu hari ketakutan itu benar-benar terjadi. </p><p>Aku takut tidak siap, takut tidak cukup kuat untuk menerimanya. </p><p><br/></p><p>Aku takut bahwa sesuatu yang berharga bagiku akan pergi, dan aku tidak bisa melakukan apa-apa.</p><p>Tapi meskipun begitu, aku tetap berjalan. Karena meski takut, aku tahu, aku tidak bisa diam selamanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-19 14:16:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3334387612</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3335574053</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian ada sesuatu yang universal. Di Inggris ada yang orang yang sukarela mendaftarkan diri di militer dianggap berani. tetapi keberaniannya juga tidak kalah dari keberanian orang yang wajib militer.</p><p><br/></p><p>DIkatakan juga ada yang namanya keberanian untuk tenang. Karena sangat memungkinkan saat kita lagi cedera dirumah sendirian, dan hal hal yang memerlukan ketenangan.</p><p><br/></p><p>Kita harus selalu tenang dalam segala situasi seperti kesakitan. jika kita kehilangan ketenangan tidak saja itu membuat kita kehilangan orang, tapi juga membuat kita menjadi bahan tontonan.</p><p><br/></p><p>Refleksi </p><p>Dulu aku sangat takut sama setan dan hal hal berbau mistis lainnya. Itu membuatku jadi sangat ngga tenang dan terus gelisah. Dan karena itu aku jadi susah tidur dan selalu terjaga sampai ahkirnya aku menemukan cara untuk lebih tenang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/r1jbtDXIAjq92/giphy.gif" />
         <pubDate>2025-02-20 08:20:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3335574053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Seventh Lord&#39;s In Waiting: Courage</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3335667094</link>
         <description><![CDATA[<var>Keberanian Untuk Bertahan
</var><p>Keberanian adalah hal yang bersifat universal, dan menurut oma CM itu adalah hal yang bisa kita lihat dan sadari jika kita melihat keberanian keberanian yang di tujukan beragam manusia di medan pertempuran.<br></p><p>Di negaranya sendiri yaitu inggris, hal itu di buktikan oleh orang orang yang secara suka rela mendaftarkan diri untuk militer dan orang orang yang direkrut lewat wajib militer. Orang orang yang mendaftarkan diri secara suka rela memang sangat berani, tapi mereka yang direkrut lewat wajib militer tidaklah kalah berani.</p><p><br/></p><p>Selain itu, dalam subab ini oma CM juga menyebutkan kalau sangat mungkin bagi setiap orang untuk di cekam rasa takut sehingga mereka bertindak dari rasa panik yang timbul karena ketakutan itu. Katanya hal itu di buktikan oleh fakta kalau ada salah satu pasukan prajurit yang di nilai paling berani, yang sudah lebih dari sekali berputar balik dan kabur dari musuh mereka.</p><p><br/></p><var>Keberanian Untuk Tenang</var><p><br/></p><p>Akan sangat baik jika kita bisa percaya kalau kita memiliki keberanian untuk menghadapi apapun yang akan terjadi pada kita di masa yang akan mendatang, namun bukan karena kita lebih baik dan berani dari orang lain. Melainkan karena kita semua di lahirkan dengan pejabat dan kapten hati ini.</p><p><br/></p><p>Namun, meski yakin dengan keberanian yang kita miliki. Kita juga tidak boleh membiarkan terlalu terbuai oleh rasa nyaman sehingga ketakutan dan kepanikan mengambil alih diri kita kembali karena sebuah kecelakaan terjadi.</p><p><br/></p><p>Menurut oma CM sangat tidak pantas untuk seseorang, bahkan yang paling muda pun untuk kehilangan ketenangan pikiran ketika kita sedang kesakitan atau dalam bahaya. Karena saat itu, kita tidak hanya kehilangan kesempatan untuk berguna namun juga menjadi beban untuk orang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/68ce539670acc5f21ee771f0532ed80e/1000000418.png" />
         <pubDate>2025-02-20 09:31:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3335667094</guid>
      </item>
      <item>
         <title>49 | Keberanian yang Lain (Sama-Sama Berarti)</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3337723668</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah dua bulanan Ourselves hibernasi, bacaan kali ini masih melanjutkan topik Keberanian. Lebih tepatnya ragam rupanya. (Semacam lega dan senang) CM membicarakan Keberanian tidak melulu tentang sesuatu yang besar, nekat, dan menggebu-gebu, tapi juga Keberanian dalam bentuk bertahan dan tenang. Terlihat umum dan sepele sebetulnya, tapi tidak bisa diabaikan dalam dua hal itu ada peran yg cukup besar yg dipegang oleh Keberanian--bahkan lebih <em>relate </em>dalam keseharian manusia sekarang. </p><p><br></p><p>Keberanian&nbsp;untuk&nbsp;tenang menghadapi berbagai masalah yang tidak pernah terduga ditimpakan pada kita. Keberanian untuk bertahan atas apapun yang sedang kita lalui. Semua itu tidak mungkin kalau Keberanian tidak hadir di sana.</p><p><br></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>Sebenarnya hal apa yang kalian takutkan?</p><p>Sekarang ini yg paling aku rasakan kebanyakan sumber ketakutanku berasal dari takut tidak nyaman. Takut kalau gagal ujian masuk universitas orang sekitar jadi "ngerasani" yang nggak-nggak, dan pikiran itu nggak nyaman--terlepas dari benar tidaknya orang akhirnya ngomongin aku. Takut mencoba sesuatu karena bisa jadi tidak senyaman hidupku sekarang. Serta beberapa ketakutan lain yg berasal dari sumber yg sama.</p><p><br></p><p>Apa yang membuat kalian sering kehilangan keberanian untuk tenang?</p><p><em>Mostly </em>kecoak. Tidak bisa kalau tidak histeris atau paling tidak teriak ketika mengetahui pertama kalinya ia ada di sana--di area jangkauan mataku. Kenapa? Entahlah, awalnya memang takut dengan bentuk dan tingkah lakunya yg mengganggu, tapi sebenarnya makin kesini aku sudah langsung&nbsp;takut&nbsp;saja :(</p><p><br></p><p><em>21 Februari 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-21 13:54:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3337723668</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian Untuk Bertahan - Keberanian, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3337873089</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keberanian Untuk Bertahan</strong></p><p><em>Ide 1 - Keberanian Itu Universal</em>: di Inggris, kita bisa melihat keberanian dari orang-orang yang mendaftarkan diri sebagai tentara, namun tak hanya mereka--orang-orang yang ikut wajib militer tidak kalah beraninya.</p><p><em>Ide 2 - Ketakutan, Kepanikan, Kecemasan-pun Universal: </em>sangat mungkin bagi manusia untuk merasakan ketakutan hingga cemas dan panik. Dibuktikan dengan; ada sebuah pasukan, yang dinilai sama beraninya dengan yang lain, kabur lebih dari sekali ketika melihat musuh.</p><p><br></p><p><strong>Keberanian Untuk Tenang</strong></p><p><em>Ide 1 - Banyaknya Dukungan Memudahkan Kita Untuk Maju</em>: medan perang memiliki lebih banyak kelebihan dibanding pertempuran-pertempuran lain sepanjang hidup kita. Itu karena banyaknya simpati yang orang-orang berikan mendorong kita untuk maju.</p><p><br></p><p><em>Ide 2 - Keberanian Lebih Nampak di Hal-hal yang Personal</em>: mungkin saja, Keberanian yang dibutuhkan ketika kehilangan kaki di rumah sendiri, cedera di lapangan kriket, jauh lebih besar dibanding dari pada keberanian yang ditampilkan prajurit di medan perang.</p><p>Tanggapan: aku jadi terpikir bahwa keberanian artinya kehendak memberontak dari ketakutan. Dari sini terbitlah istilah "kekuatan berontak" yang salah satunya didapatkan dari simpati orang-orang, dan ada juga "tekanan ketakutan" yang akarnya adalah ketidaknyamanan.</p><p><br></p><p><em>Ide 3 - Keberanian Untuk Tenang Sangat Penting</em>: dan keberanian yang bisa melingkupi antara kepedihan dan kemalangan dengan pembawaan yang tenang, sangat kita butuhkan.</p><p>Tanggapan: aku pikir, ketika kita cemas, kita tidak melihat dunia dengan indah, dan ketika kita panik, kita tidak melakukan sesuatu dengan tepat.</p><p><br></p><p>Refleksi sudah pas zoom ya.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-21 16:00:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3337873089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Seventh Lord&#39;s In Waiting: Courage</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3338544485</link>
         <description><![CDATA[<var>Keberanian terkait urusan kita.</var><p><br/></p><p>Bentuk ketakutan yang membuat resah dan kemudian berubah menjadi gelisah waktu menghadapi tekanan kecil akan berubah menjadi kecemasan saat kita menghadapi keberhasilan yang sedang kita usahakan atau karena bencana yang kita takutkan.</p><p><br/></p><p>Menurut Oma CM, kecemasan mendapat lebih banyak simpati dari pada bentuk ketakutan yang lain, karena seringkali penyebab dari kecemasan itu memang nyata. </p><p><br/></p><p>Tetapi, sebenarnya saat kita membiarkan diri kita terlarut dalam rasa cemas yang berlebihan kita sedang berlaku tidak adil pada diri kita sendiri. karena sebenarnya kita di utus ke dunia ini dengan keberanian yang seharusnya memampukan diri kita untuk menghadapi masa kini tanpa perlu khawatir tentang masa depan.</p><p><br/></p><var>Refleksi</var><p><br/></p><blockquote><p>Apa arti rasa cemas dari sudut pandang teman2 dan kenapa rasa cemas itu mendapat lebih banyak simpati dibanding bentuk ketakutan lain?</p></blockquote><p><br/></p><p>Menurutku alasan kenapa rasa cemas bisa jauh mendapatkan simpati orang lain itu sudah cukup jelas di terangkan oleh oma CM. Karena alasan nya muncul sering kali adalah yang nyata dan (bisa saja) masuk akal, berbeda dengan ketakutan yang sering kali muncul karena hal hal yang tidak masuk akal atau tidak nyata.</p><p><br/></p><blockquote><p>Kecemasan ini merupakan bentuk ketakutan terkait masa lalu, masa sekarang atau masa depan?</p></blockquote><p><br/></p><p>Masa depan. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/56cefb5ac03637bc21243ed1131f2b42/1000000418.png" />
         <pubDate>2025-02-22 13:42:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3338544485</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk hidup (urusan kita)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3339732695</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam berkehidupan, ketakutan dan keberanian seringkali mendatangi kita. Ada keberanian-keberanian untuk menyerang, bertahan, tenang, seperti yang kita bahas kemarin. Mengenai ketakutan, kita seringkali takut untuk keluar dari zona nyaman kita, takut untuk merasa tidak nyaman pada suatu kondisi. Namun, kecemasan –lain dari ketakutan– seringkali mendapat simpati lebih, karena ia lebih terlihat dan kehadirannya biasanya lebih nyata. Namun, kecemasan ini menimbulkan perasaaan perasaan lain juga pada diri kita. Kita mencemaskan segala sesuatu. Masa depan, masa lalu, dan masa-masa lainnya selain masa kini.&nbsp;</p><p><br></p><p>Nyatanya, diperlukan keberanian untuk menghadapi masa kini. Diperlukan keberanian untuk menjalani kehidpan. Keberanian yang mendorong kita untuk menjalani masa kini, tanpa mengkhawatirkan masa-masa lainnya. Sebenarnya pun, kita juga sudah menjalani ini. Ketika kita sibuk, kegiatan banyak mendesak. Ada keberanian dalam diri. Ada dorongan untuk mengerjakan saat ini, tanpa mengkhawatirkan masa depan.&nbsp;</p><p><br></p><p>Mereka yang merawat orang, seperti ibu, mereka hidup diantara jam demi jam, memikirkan jam demi jam, itu mengapa mereka tetap bisa bahagia di antara kesibukan. Mereka tidak repot-repot memikirkan masa depan yang terlalu jauh.&nbsp;</p><p><br></p><p>Keberanian ini dapat membantu kita dalam saat saat sulit sekalipun. Seperti duka, dan tantangan yang dihadapi lainnya. Mengingat Tuhan pun juga suatu bagian penting dari keberanian ini. Ketaatan.&nbsp;</p><p><br></p><p>Tidak pernah disangka-sangka bahwa keberanian pun juga diperlukan dalam mengurus urusan kita (hidup). Namun nyatanya, untuk mempedulikan urusan saat ini, diperlukannya keberanian, untuk mengelola rasa cemas itu. Aku yakin kecemasan juga merupakan perasaan yang baik bagi manusia. Kita tentu akan menjadi jauh lebih ceroboh tanpa perasaan itu. Namun cemas yang berlebihan memang membuat kita khawatir terlalu banyak pada dunia lain dari dunia yang kita hidupi saat ini (masa kini) Kecemasan bisa menimbulkan efek-efek lain di tubuh kita. Seperti gemetar, tidak fokus, dan semacamnya. Karena efeknya yang tampak itu, mungkin itulah kenapa lebih dipedulikan. Kadang kita akan mencemaskan masa lalu, kadang pula masa depan. Namun kurasa, kecemasan lebih terfokus pada kejadian masa depan. Kalaupun berkaitan dengan masa lalu, ia tetap mencemaskan masa depan. Contohnya jika ia melakukan hal bodoh di depan temannya. Meskipun kejadian itu ada di masa lalu, kecemasannya akan berfokus pada apa yang akan terjadi setelah ini. Apa temannya akan menertawakannya seumur hidupnya?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://images.rawpixel.com/image_800/cHJpdmF0ZS9sci9pbWFnZXMvd2Vic2l0ZS8yMDIyLTExL3BkcG9zdGVyMi13azgwMjQyNzE1LWltYWdlXzMuanBn.jpg" />
         <pubDate>2025-02-24 06:26:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3339732695</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 48 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3340221594</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada ketakutan yang bentuknya adalah keresahan, khawatir, dan gelisah, tapi akan berubah menjadi kecemasan saat kita menghadapi sesuatu yang kita takuti. Orang yang mempunyai kecemasan sering mendapatkan simpati daripada orang yang mempunyai ketakutan lainnya, karena mereka yang mempunyai kecemasan cenderung lebih menderita daripada yang lainnya. Akan tetapi jika kita merasa cemas, itu tandanya kita bersikap tidak adil pada diri kita sendiri. Soalnya kan kita sudah diutus ke dalam kehidupan ini dengan dianugerahi Keberanian, jadi seharusnya kita mampu untuk menghadapi semua tantangan dalam hidup ini tanpa perlu terlalu mengkhawatirkan masa depan dengan berlebihan. Para ibu dan para istri lah yang sering menahan diri untuk tidak menunjukkan kecemasan mereka. Mereka selalu menunjukkan semangat dan kegembiraan meskipun berada di dalam ruang rawat, padahal hati mereka dipenuhi kecemasan dan kegundahan. Keberanian seperti ini bisa membantu kita saat kita tengah menghadapi kedukaan atau rasa takut, atau saat kita menghadapi hal-hal sepele seperti ujian, kesusahan biasa, maupun kesusahan yang berat sekalipun. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi </mark></strong></p><p><br/></p><p><strong>Apa sebabnya kita perlu keberanian untuk mengurus urusan kita?</strong></p><p>Kita perlu keberanian untuk mengurus urusan kita dalam hidup, karena kan kita sering banget menghadapi tantangan, rintangan, dan juga ketidakpastian yang bisa menyebabkan kemampuan kita untuk berani jadi menurun. Jika kita tidak berani, kita bisa jadi menunda pekerjaan, menghindari tanggung jawab, atau kehilangan kesempatan untuk berkembang ke depannya. Dengan keberanian, kita bisa menghadapi masalah dengan chill, mengambil keputusan dengan percaya diri, dan terus berusaha meskipun kita tengah mengalami kesulitan. </p><p><br/></p><p><strong>Apa arti rasa cemas dari sudut pandang teman2 dan kenapa rasa cemas itu mendapat lebih banyak simpati dibanding bentuk ketakutan lain?</strong></p><p>Menurutku sih karena rasa cemas adalah perasaan khawatir yang paling sulit untuk dikendalikan, terutama terhadap hal-hal yang sangat kita takuti. Kita jadi merasa gelisah, overthinking dan mudah khawatir saat hendak menghadapi situatu tertentu. </p><p>Rasa cemas mendapat lebih banyak simpati dibanding bentuk ketakutan lain karena menurutku banyak orang bisa merasakannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Berbeda dengan ketakutan terhadap sesuatu yang jelas dan bisa kita temukan cara mengatasinya, seperti takut akan ketinggian, takut akan air, dan takut akan hewan tertentu, kecemasan sering kali tidak memiliki penyebab yang jelas, sehingga lebih sulit untuk diatasi. </p><p><br/></p><p><strong>Kecemasan ini merupakan bentuk ketakutan terkait masa lalu, masa sekarang atau masa depan?</strong></p><p>Kecemasan buat aku sendiri lebih sering terkait dengan masa depan, karena akan muncul misalnya sebelum aku hendak melakukan sesuatu yang membuat grogi seperti tampil di depan umum, melakukan sesuatu yang aku rasa kemungkinan aku untuk salahnya besar, seperti ujian dan lain-lain. </p><p>Namun, kecemasan juga bisa dipengaruhi oleh masa lalu, apalagi jika seseorang pernah mengalami pengalaman buruk atau trauma yang membuatnya takut kejadian serupa akan terulang. Sementasa itu kecemasan di masa sekarang juga bisa terjadi, misalnya saat kita cemas karena menghadapi tekanan atau situasi yang kita alami sekarang. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3447426448/04fdfdcd7883c820eb3c4305819291b9/download__33_.jpg" />
         <pubDate>2025-02-24 13:03:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3340221594</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keberanian untuk urusan kita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3341679763</link>
         <description><![CDATA[<p>ketakutan menjadi semakin besar dan membuat resah, itulah kecemasan. Katanya kecemasan mendapat lebih banyak simpati daripada ketakutan, karena seringkali penyebab kecemasan itu nyata.</p><p>Keberanian seharusnya bisa membuat kita hidup di saat ini tanpa perlu menghawatirkan masa depan. itulah yang di pakai ibu-ibu yang merawat orang sakit, mereka hidup dalam jam jam, tetap terlihat bahagia meski cemas. </p><p>keberanian ini juga yang membuat kita bisa menghadapi kesedihan.</p><p><br/></p><p>Tugas :</p><p>- Apa sebabnya kita perlu keberanian untuk mengurus urusan kita?</p><p>mungkin supaya kita bisa melakukan segala sesuatu dengan tenang dan ceria, seperti ibu-ibu yang merawat orang sakit. atau mungkin juga gunanya untuk berani menghadapi masalah--masalah dan urusan mirip ya--dengan teman, atau untuk menghadapi sebuah ujian atau konflik.</p><p><br/></p><p>- Apa arti rasa cemas dari sudut pandang teman2 dan kenapa rasa cemas itu mendapat lebih banyak simpati dibanding bentuk ketakutan lain?</p><p>menurutku kecemasan itu adalah rasa takut yang lebih menjadi jadi. dan dia mendapat lebih banyak simpati mungkin karena bukan sekedar ketakutan karena hayalan sendiri, tapi ketakutan yang nyata.</p><p><br/></p><p>- Kecemasan ini merupakan bentuk ketakutan terkait masa lalu, masa sekarang atau masa depan?</p><p>menurutku masa depan. setelah kupikirkan lagi, segala ketakutan hubungannya dengan masa depan. Misalnya muncul tawon di dekatku, aku pasti mikirnya "nanti kalau digigit gimana." dan "nanti" adalah masa depan. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-25 09:38:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3341679763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian Terkait Urusan Kita</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3343399562</link>
         <description><![CDATA[<p>Bentuk ketakutan yang membuat gelisah, khawatir, ketika menghadapi tekanan kecil, berubah menjadi sesuatu yang kita sebut dengan rasa cemas. Kecemasan adalah bentuk ketakutan yang paling mendapat simpati dibanding ketakutan lainnya, dan penyebab kecemasan seringkali nyata.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Tapi dengan merasa cemas kita berlaku tidak adil pada diri kita sendiri. Karena tiap dari kita dilahirkan di dunia dengan benteng keberanian–mau itu sedikit bagi beberapa orang atau banyak untuk yang lain–dan seharusnya benteng itu memampukan kita untuk melihat masa kini tanpa mengkhawatirkan masa depan. <br></p><p><br/></p><p>Dan begitulah cara ibu dan para istri dapat dengan tegar merawat orang-orang yang mereka sayangi di rumah sakit, meski penampakan di hadapannya itu memberi mereka perasaan gundah. Mereka bilang bahwa mereka tidak berani melihat jauh ke depan, tapi mereka hidup dari <strong>jam ke jam</strong> supaya bisa membawa keriangan itu di ruang rawat.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p><strong>Kenapa begitu? </strong></p><p>Kurasa karena pemicu kecemasan adalah ketidakpastian dan banyaknya kemungkinan/probabilitas yang jadi terselip di benak kita. Kurasa kita punya kecenderungan untuk menduga-duga dari logika.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Nah, sekarang coba pikirkan berapa banyak probabilitas yang bisa kita pikirkan jika kita memandang jauuuh 20 sampai 25 tahun ke depan? Banyak banget–dan itulah alasan yang kadang membuat kita cemas. Menurutku kita cemas karena ketidakpastian dan ketakutan bahwa semuanya (dari kemungkinan yang baik, paling baik sampai paling buruk) bisa saja terjadi.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Nah, balik ke cerita ibu tadi. Akan beda halnya jika kita memandang hidup dalam waktu yang lebih singkat/sedikit demi sedikit. Otomatis probabilitasnya juga semakin berkurang dong jika kita membayangkan kemungkinan pada satu jam di ruang rawat alih-alih satu tahun? Dan aku sih akan lebih paham apa prioritas yang saat ini bisa aku kerjakan jika aku tidak memandang terlalu jauh ke depan.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Karena ya, banyaknya kemungkinan kadang membuatku merasa bingung/berputar-putar harus melakukan/membenahi apa dulu dan itu malah membuatku jadi tidak berkutik.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Keberanian terkait urusan kita ini tidak hanya memungkinkan kita untuk menghadapi kedukaan, tapi juga hal-hal kecil seperti menghadapi ujian, kesusahan dan lain sebagainya.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Di luar itu, jujur aku lebih merasa tentram jika berulang kali mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku sudah berusaha semaksimal mungkin dan sisanya tawakal aja deh. Itu sih yang membantu buatku.<br></p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi:&nbsp;</mark></strong></p><ol><li><p><strong>Apa sebabnya kita perlu keberanian untuk mengurus urusan kita?</strong></p></li></ol><p>Menurutku singkatnya sih karena tanpa keberanian kita jadi tidak berkutik, menyerah kalah sebelum melakukan sesuatu gitu lho. Aku sih begitu, dan memang rasanya ngga nemu cara untuk "melawan" pada saat seperti itu.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>&nbsp;Apa arti rasa cemas dari sudut pandang teman2 dan kenapa rasa cemas itu mendapat lebih banyak simpati dibanding bentuk ketakutan lain?</strong></p></li></ol><p>Rasa cemas lagi-lagi bagiku adalah bentuk kepedulian, hasil yang bermula dari kita menyadari “Ada masalah lho!” terus dia jadi ketakutan yang secara ngga sadar ingin kita tidak merasakan atau tidak merasakan <strong>lagi</strong> hal tersebut.<br></p><p><br/></p><p>Kurasa cemas mendapat lebih banyak simpati karena orang yang cemas merasakan lebih banyak tekanan dari sekadar khawatir, bahkan sampai ke tubuh. Dan, dan kayak, belum terjadi apa-apa tapi udah kenapa-kenapa? </p><p><br/></p><p>Cemas itu rasanya lebih susah dikendalikan dan hal itu yang seringkali membuat kita tidak berkutik jadinya.&nbsp;</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Kecemasan ini merupakan bentuk ketakutan terkait masa lalu, masa sekarang atau masa depan?</strong></p></li></ol><p>Aku pikir kecemasan memang punya kaitannya dengan apa yang terjadi di masa lalu, atau apa yang kita misalnya lihat di masa saat ini, tapi ujung-ujungnya ya hal-hal tadi itu digunakan untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan di masa depan, lantas jadi cemas deh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-26 10:05:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3343399562</guid>
      </item>
      <item>
         <title>50 | Keberanian yang Luhur</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3347327685</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian terakhir yg CM utarakan adalah Keberanian untuk mengurus urusan kita--yg erat kaitannya dengan kecemasan. Ini disebut juga sebagai Keberanian yg luhur. Karena Keberanian tipe ini mampu membawa manusia menghadapi kedukaan. Begitu kedukaan dapat ditangani, hal-hal sepele lain jadi makin mudah dilalui. </p><p><br/></p><p><mark>Tanggapan Tugas</mark></p><p>Kecemasannya sendiri biasanya mencemaskan masa depan, jadi solusinya berusaha untuk hadir dan sadar di masa kini.  Ia mendapat kemakluman lebih oleh CM karena nyata, tapi aku kurang mengerti nyata yg bagaimana.</p><p><br/></p><p><em>1 Maret 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-01 07:58:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3347327685</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11/29/2024 | PELAYAN PRIBADI PEJABAT CINTA : KEBERANIAN</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3348509668</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian adalah inti dari karakter manusia, dianggap sebagai "pejabat tinggi" dalam hati karena berasal dari keteguhan jiwa. Meskipun jarang dibicarakan, ia tetap hadir dalam diri setiap orang, bahkan yang paling takut sekalipun. Keberanian bukan hanya tentang menghadapi musuh, tetapi juga melindungi yang lemah, seperti induk yang membela anaknya atau burung kecil yang mempertahankan sarangnya. Namun, keberanian selalu berdampingan dengan ketakutan dan keraguan, menjadikannya ujian sejati dalam kehidupan.</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>Keberanian disebut sebagai "pejabat tinggi yang agung di majelis hati" karena ia adalah kekuatan mendasar yang menggerakkan manusia menghadapi tantangan, bahaya, dan ketakutan. Ia melampaui sekadar keberanian fisik dan mencerminkan kedalaman jiwa dalam bertindak demi kebenaran dan perlindungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-03 04:18:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3348509668</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2/21/2025 | Keberanian terkait urusan kita</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3348519244</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian membantu kita menghadapi kecemasan yang muncul saat menghadapi tekanan, ketidakpastian, atau kesulitan. Meskipun kecemasan sering mendapat simpati karena penderitaan yang ditimbulkannya, kita sebenarnya berlaku tidak adil pada diri sendiri jika terus mengkhawatirkan masa depan. </p><p><br/></p><p>Keberanian memungkinkan kita untuk tetap fokus pada saat ini, seperti bagaimana seorang ibu dapat merawat orang terkasih tanpa larut dalam kekhawatiran. Jika keberanian mampu menolong dalam menghadapi duka yang besar, maka ia juga cukup untuk menghadapi kesulitan kecil, termasuk ujian, kegagalan, atau bahkan kekecewaan dari orang yang kita kasihi. Seperti yang dikatakan Tuhan, "Janganlah gelisah hatimu," menunjukkan bahwa kita memiliki kemampuan untuk menaati dan mengatasi kecemasan dengan keberanian.</p><p><br/></p><p>Tugas: </p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Mengapa kita perlu keberanian dalam mengurus urusan kita?</strong><br>Keberanian diperlukan agar kita tidak larut dalam kecemasan dan bisa menghadapi segala tantangan, baik besar maupun kecil, dengan keteguhan hati.</p></li><li><p><strong>Apa arti rasa cemas dan mengapa ia lebih mendapat simpati dibanding bentuk ketakutan lain?</strong><br>Rasa cemas adalah ketakutan yang muncul karena ketidakpastian masa depan. Ia mendapat lebih banyak simpati karena penderitaannya lebih dalam dan sering kali berasal dari masalah yang nyata, sehingga orang lain lebih mudah memahami dan merasakannya.</p></li><li><p><strong>Kecemasan ini terkait dengan masa lalu, masa sekarang, atau masa depan?</strong><br>Kecemasan terutama berkaitan dengan masa depan, karena muncul dari rasa takut akan hal-hal yang belum terjadi atau ketidakpastian yang ada di depan.</p></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-03 04:29:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3348519244</guid>
      </item>
      <item>
         <title>28.2 | Kebebasan beropini</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3348565896</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian tidak hanya muncul dalam situasi besar, tetapi juga dalam hal sederhana seperti beropini. Keberanian beropini berarti menyampaikan pandangan berdasarkan pengetahuan dan prinsip, bukan sekadar mengikuti mayoritas. Sebelum menerima pendapat orang lain, kita perlu berpikir, meneliti, dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang. Banyak opini yang dibiarkan begitu saja karena diasumsikan sudah matang, padahal sering kali sebuah pernyataan yang teguh dan sederhana dapat mengubah persepsi orang lain. Keberanian ini adalah tugas kita untuk menjaga kebenaran dan prinsip yang kita yakini.</p><p><br></p><p>tugas:</p><p><strong>"Nasi goreng nggak lebih sehat daripada mie instan."</strong></p><p>banyak bilang mie instant itu makanan yang ga sehat, sementara nasi gorang dianngap "lebih baik" apalagi kalo bikin sendiri.</p><p>Tapi kalau kita lihat lebih dalam, sebenarnya nasi goreng juga nggak kalah "jahat" juga loo</p><p><br></p><ol><li><p><strong>Kalori</strong></p></li></ol><p>kalo dihitung dari kalori, kalori nasi goreng lebih tinggi. Terutama kalo di tambah toping lainnya.</p><p>kalori yang tinggi ini dipengaruhi oleh banyaknya minyak dan tambahan toping lainnya (semisal krupuk atau telur)</p><p><br></p><p>mie instant memang ada minyak dari bumbunya tapi jumlahnya lebih kecil</p><p><br></p><p><strong>Mie instan</strong> (1 bungkus): <strong>350-450 kalori</strong></p><p><strong>Nasi goreng</strong> (1 piring, pakai telur &amp; kecap): <strong>500-700 kalori</strong></p><p>sumber: google hehe</p><p><br></p><ol start="2"><li><p>MSG</p></li></ol><p>Mie instan sering dikritik karena kandungan natriumnya yang tinggi</p><p><br></p><p>Tapi nasi goreng juga mengandung natrium tinggi dari kecap, saus tiram, garam, dan penyedap. Kalau ditotal, natriumnya bisa sama atau bahkan lebih tinggi dari mie instan</p><p><br></p><p>kesimpulan</p><p>Sebenarnya <strong>dua-duanya nggak sehat kalau dikonsumsi berlebihan</strong>. Kalau mie instan bisa dikurangi bumbunya dan ditambah sayur atau protein, nasi goreng juga bisa dibuat lebih sehat dengan mengurangi minyak dan kecapnya.</p><p>Tapi kalau ada yang bilang "jangan makan mie instan, mending nasi goreng aja", sekarang kita tahu kalau nasi goreng <strong>nggak selalu lebih sehat</strong></p><p><br></p><p>Bonus:</p><p><strong>Makan bubur diaduk atau nggak, rasanya tetap sama</strong></p><p>Orang debat soal ini kayak perang agama, padahal kalau udah masuk mulut, rasanya tetap bubur ayam </p><p>XD</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-03 05:26:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3348565896</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk beropini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3349058323</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Berenang gaya dada lebih melelahkan (dan lebih susah) dari pada berenang gaya bebas</p><p>Mungkin banyak yang bilang "loh bukannya gaya dada lebih gampang, semua orang bisa" Tapi sebenernya kalau di pikir pikir enggak juga.</p><ol><li><p>Gaya dada sekali gerak cuma bikin maju nggak sampai satu meter, dan gaya bebas bisa sampai satu meter lebih. Jadi mungkin memang sekali gerak tenaga yang di keluarkan sama, tapi gaya dada butuh lebih banyak gerak daripada gaya bebas. </p></li><li><p>Berenang gaya dada perlu fokus sama keseimbangan, dan ngejaga keseimbangan di gaya dada itu lebih susah daripada gaya bebas. </p></li><li><p>Gaya dada kalau kakinya tidak ditarik sebelum di buka bisa membuat lutut sakit. </p></li><li><p>Menurut sebuah artikel yang ku baca (dan menurut Meta Ai) berenang gaya dada lebih membakar kalori daripada gaya bebas.</p><p><br/></p><p>Sebetulnya masih banyak alasan kenapa aku memiliki opini kalau berenang gaya dada lebih sulit di banding gaya bebas, tapi di sini hanya membahas topik yang pasti relate, jadi segitu aja. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-03 13:11:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3349058323</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Saya juga punya opini!</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3351847940</link>
         <description><![CDATA[<p>Penemuanku belakangan ini sebenarnya mengenai bagaimana aku tidak berani beropini. dalam hal sekecil makanan sekalipun. Opiniku bisa kadang hanya untuk menyenangi orang, atau sekedar ingin tampak beda dari yang lain. Aku tidak pernah mau menyampaikan apa yang aku pikirikan sebenanya karena aku seringnya tidak merasa cukup mampu. Bahkan ketika aku benar-benar ditanya mengenai opiniku, seringkali aku menggunakan pembuka seperti "Sebenernya aku belum tau banyak untuk beropini," atau "Aku nggak tau ya, tapi mungkin," dan sebagainya. Namun aku akhirnya menemui opini yang juga sudah kupikirkan matang-matang. Bahkan meski aku masih belum tau banyak. Opini tidak bisa sama sekali terbebas dari pengaruh orang lain atau media lain, namun, kita memiliki kekampuan untuk memikirkannya. Jadi, ini opininya:</p><p><br/></p><p>Slogan slogan “Memerintah atas nama rakyat” berkumandang dimana-mana. Namun, apakah orientasi pemerintahan memang seharusnya berfokus pada rakyat? Ataukah, mereka yang memerintahkan pantas dianggap benar dan kita yang dibawahnya cukup dengan taat dan menghormati?</p><p><br></p><p>Menurutku pribadi, rakyat tidak pantas untuk dijadikan orientasi pemerintahan. “Mematuhi Rakyat” hanya pernyataan konyol yang entah bagaimana meyakinkan orang untuk memilih mereka. Namun, rakyat bukanlah sesuatu yang sepatutnya digunakan sebagai acuan. Mereka tidak tahu apa-apa. Manipulasi dalam pemilihan dan penentuan kebijakan juga dapat dengan mudah dimanipulasi dengan penggunaan slogan “Rakyat” ini.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Pemerintah seharusnya memerintah bukan atas nama rakyat, melainkan atas nama kebenaran. Mengikuti aturan alam dan sosial yang benar. Rakyat dan Pemerintahnya sepatutnya setara, dan hanya atas dasar kebenaran mereka harusnya memerintah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/g3dfd33365a75c1c9544b4ce0dc9aefb6daf719863f01f64fd44ba05887d5a3afca64434f0fa80c7f4f265b8751d14b70.jpg" />
         <pubDate>2025-03-05 04:12:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3351847940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Opini Anti Mainstream yang Bahkan Membuat Diriku Sendiri Merasa &quot;Kayak Bukan Aku Banget Deh&quot;</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3352594885</link>
         <description><![CDATA[<p>Jujur aku kebingungan dalam memilih topik, Aku sampai memikirkannya berhari-hari untuk tugas kali ini. </p><p><br/></p><p>Setelah mencoba menyusun selama beberapa kali, aku pikir aku tulis yang simpel saja deh. </p><p><br/></p><p><strong>Opini Nike: Kehadiran anak kecil <em>anehnya </em>membuat hidup terasa lebih baik di dunia yang serius ini.</strong></p><p><br/></p><p>Dari impresi yang aku dapat di medsos–dimana rata-rata orang berlomba-lomba untuk childfree–<em>kurasa</em> opini aku ini jadi underated di generasi belakangan ini. Entah karena kecemasan generasi sekarang yang ujung-ujungnya bermuara di takut <strong>membebani</strong>, atau malah takut <strong>di</strong>bebani. </p><p><br/></p><p>Aku sih tidak menyimpan data valid untuk menyokong opini atau impresiku awkakwk, tapi aku fokus mengamati hal itu belum lama ini.</p><p><br/></p><p>Oke tanpa berlama-lama mari langsung lanjut ke top 5 alasan di balik opiniku ini:</p><ol><li><p><strong> Kasih sayang gratis (free sincere hugs and head pats)</strong></p></li></ol><p>Mereka yang memiliki sifat gengsian harusnya sih ngga perlu malu kalau disayang anak kecil. Itu plus bagiku, mereka tulus lagi.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Bergaul dengan anak-anak memaksa kita untuk terbiasa present dan mengapresiasi hal-hal "kecil" yang mungkin terasa baru bagi mereka. Hidup jadi penuh kejutan tak terduga dan penuh ke "wah"-an (kata lain untuk keajaiban)</strong></p></li></ol><p>Contoh: Gelembung air. Aku sampai ikut senyum sendiri melihat seorang gadis cilik di taman sibuk mengejar gelembung sampai menginjak kakiku. Tentu pagi itu aku ngga menduga akan sampai diinjak kakinya.</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Mereka rata-rata positive vibes banget, dan kalau seneng tuh yang ngga dibuat-buat</strong></p><p><br/></p></li><li><p><strong>Mereka lucu. Sepertinya ini sudah pengetahuan umum deh</strong></p></li></ol><p><br/></p><ol start="5"><li><p><strong>Kalau dijahilin seru. Mereka sok marah-marah, sok mukul-mukul atau bawa sapu, tapi ngga kena (maaf ya korban-korban intrusifku) </strong></p></li></ol><p>Hmm, ini sih bagian favoritku, kan lain halnya kalau kita menjahili yang seumuran. Walau kadang akhirnya aku kebablasan alias terlalu sering menjahili sih jadinya.</p><p><br/></p><p>Itulah, hadirin sekalian, top 5 alasan versiku dibalik kenapa bayi/anak-anak membuat hidup membuat kita terasa–kalau tidak banyak<strong>–</strong>setidaknya sedikit lebih baik. </p><p><br/></p><p>Melakukan kegiatan bersama mereka kadang membawa kita kembali ke hal-hal yang sudah lama tidak kita lakukan lagi (kalau aku, menonton film kartun). Bergaul dengan mereka kadang sampai menularkan perasaan girang yang bertahan untuk waktu yang sangat lama–dan entah bagaimana, rasanya hidup jadi bertambah kaya dan berarti dengan adanya keberagaman itu. Kurasa begitu.</p><p><br/></p><p>NB: Sepertinya akhir-akhir ini aku suka menggunakan kata "kaya" ya. Aku lagi di masa-masa tertarik untuk peka merasa. Hal itu rasanya membuat aku jadi lebih "hidup". </p><p><br/></p><p>Itulah opini/pencerahan yang aku dapat tahun ini, walau aku belum sepenuhnya terbiasa dengan pandangan ini. Yap, itulah mengapa judulnya kali ini memuat "Bukan Aku Banget".</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2933748108/e558a0eea8bd7d8e90662c6c7c18f4f7/d6a40850c2f64c953dc3ef7f1099f1b4.jpg" />
         <pubDate>2025-03-05 14:34:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3352594885</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian Untuk Urusan Kita - Keberanian, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3352898055</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Ide 1: Kecemasan</strong></p><p>Ada sebuah ketakutan yang bentuknya "kecenderungan membuat resah, khawatir, dan menjadi gelisah dalam menghadapi hal sekecil apapun". Bentuk ketakutan tadi bisa berubah menjadi kecemasan--ketika kita menghadapi keberhasilan yang kita tuju atau sebuah malapetaka yang kita takutkan. Kecemasan mendapatkan lebih banyak simpati dibanding ketakutan lainnya, orang yang cemas memang tampak sangat menderita, dan umumnya penyebab kecemasan adalah hal-hal yang nyata.</p><p><br></p><p><strong>Ide 2: Semua punya cukup keberanian</strong></p><p>Tapi kita sering bertindak tidak adil pada diri sendiri. Semua orang lahir dengan segala kelebihan dan kekurangannya, begitu pula dengan keberanian yang ada dalam diri kita yang memampukan kita menghadapi masa kini tanpa khawatir masa depan, bahkan orang terlemah sekalipun dengan keberaniannya--mampu menghadapi ketakutannya.</p><p><br></p><p><strong>Ide 3: Ada <em>Yang Mengatur</em></strong></p><p>"Jangan gelisahlah hatimu" sebuah tanda dari Tuhan bagi kita untuk ta'at.</p><p><br></p><p>Sekian!.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/ce033dded134197b3a5424543578a59f/SUBSTANSI_TIMELINE_00_04_17_14_Still006.png" />
         <pubDate>2025-03-05 18:14:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3352898055</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian Dalam Beropini - Keberanian, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3352898143</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku tidak tau apakah ini pandangan yang menjadi minoritas atau tidak, tapi aku pikir ini masih dalam ranah perdebatan.</p><p><br></p><p>Opiniku adalah: <strong>Ketulusan Adalah Hal Utopis Bagi Manusia</strong></p><p>Perjuangan seorang Ibu dalam melahirkan, kekuatan seorang ayah untuk memperjuangkan kehidupan keluarganya, tangisan di kuburan, darah seorang prajurit, bukan sebuah ketulusan.</p><p><br></p><p>Pertama-tama, mari definisikan ketulusan:</p><p>tulus di sini sebenarnya mengacu kepada konsep ikhlas; melakukan ibadah semata-mata hanya pada Allah, namun di sini tidak hanya pada Allah--namun segala sesuatu yang eksternal/bukan si pelaku.</p><p><br></p><p>Argumentasiku bahwa ketulusan itu utopis adalah:</p><ol><li><p><strong>Semua Niat Mengandung Kepentingan Diri</strong>: otak manusia diprogram untuk mempertahankan diri dan spesiesnya. Otak kita hanya peduli dengan "bagaimana supaya selamat", "bagaimana supaya nyaman", dan "bagaimana supaya lebih luas". Sebagai manusia modern, aku pikir manusia tetap tidak bisa mencapai ketulusan. Menurutku, pengorbanan-pengorbanan yang manusia lakukan tidak mungkin tulus karena kita masih memakai perangkat bertindak yang sama--yang mau tidak mau pasti terselip kepentingan pribadi di dalamnya. Bedanya, kepentingan pribadinya jauh lebih luas dibanding dulu. Kita bahkan bisa berkorban sedemikian besar karena itulah yang bermakna bagi kita. Bukti-bukti yang aku hadirkan sebenarnya tidak begitu kuat karena dasar ilmiah yang minim dan terlalu berlandaskan pengalaman dan penalaran pribadi.</p></li></ol><p><br></p><p>Aku mau sedikit menambahkan. Saat ini aku pikir itu yang aku percayai, namun dengan demikian--aku tidak akan mengatakan "ketulusan tidak ada maknanya, toh tidak akan tercapai". Bagiku, jika aku benar-benar cinta dengan sesosok--hal terhebat yang bisa aku lakukan adalah memperjuangkan ketulusan sekuat yang aku bisa bahkan jika aku tidak akan benar-benar tulus.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-05 18:14:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3352898143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3353755821</link>
         <description><![CDATA[<p>Oma CM mengatakan bahwa “Kecemasan mendapatkan lebih banyak simpati dari pada bentuk ketakutan lainnya” aku baru menyadari bahwa kecemasan berarti juga bentuk dari ketakutan.</p><p><br/></p><p>Tapi terkadang kecemasan ini berlaku tidak adil pada diri kita sendiri. Dengan adanya keberanian seharunya kita bisa mengatasi ini. tapi aku masih belum telalu paham dengan arti ibu dan perawat perawat ini</p><p><br/></p><p>Tugas :</p><p><br/></p><p><strong>- <em>Apa arti rasa cemas dari sudut pandang teman2 dan kenapa rasa cemas itu mendapat lebih banyak simpati dibanding bentuk ketakutan lain? </em></strong>Aku berpikir bahwa rasa cemas ada bentuk dari sebuah ketakutan. Rasa cemas juga membuat aku memikirkan hal tidak nyaman yang akan menimpa padaku makanya itu mengundang rasa simpati</p><p><br/></p><p><strong><em>- Kecemasan ini merupakan bentuk ketakutan terkait masa lalu, masa sekarang atau masa depan? </em></strong>Menurutku kecemasan itu untuk masa yang akan datang seperti cemas akan perjalanan macet, sementara ketakutan adalah yang terjadi sekarang</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/fu25u6L9s6RB6/giphy.gif?cid=cabc99181t3qxu7auexlguawhj084su60dtlqcs8kdvflbcp&amp;ep=v1_gifs_search&amp;rid=giphy.gif&amp;ct=g" />
         <pubDate>2025-03-06 06:22:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3353755821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #18</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3353786261</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku bingung banget cari sebuah opini yang kontroversial tapi aku masih mengerti, ahkirnya aku pilih opini ini :</p><p><br/></p><p><strong><em>opini kenzi : Uang bisa membeli kebahagiaan :)</em></strong></p><p><br/></p><p>aku lihat banyak dimedia sosial mengatakan bahwa uang itu ngga bisa membuat kebahagiaan, dan berbagai quote estetik tentang kebahagian lainnya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>aku juga merasa bahwa kesannya kita tuh ngga bisa bahagia sama sekali jika menggunakan uang, padahal seharunya (menurutku) kebahagiaan bisa dengan apa aja, dan tidak boleh dibatasin seperti “kalau aku udah membeli ini aku akan bahagia” “ kalau aku makan makanan ini aku akan bahagia” dan lain lain. Seharusnya kita bisa bahagia dengan apa yang kita punya dan kita capai, termasuk mempunyai uang</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/fu25u6L9s6RB6/giphy.gif?cid=cabc99181t3qxu7auexlguawhj084su60dtlqcs8kdvflbcp&amp;ep=v1_gifs_search&amp;rid=giphy.gif&amp;ct=g" />
         <pubDate>2025-03-06 06:46:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3353786261</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Seventh Lord&#39;s In Waiting: Courage</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355395790</link>
         <description><![CDATA[<var> Multitasking Itu Gak Keren</var><var></var><p>Di era ini, multitasking bukan lagi jadi sesuatu yang asing di telinga kita. Mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan, semua orang (termasuk aku) sudah cukup sering melakukan itu. Bahkan itu mungkin saja sudah menjadi semacam trend di kalangan gen z saat ini.</p><p><br/></p><p>Orang orang sudah cukup sering menceritakan pengalaman pribadi mereka tentang multitasking, ada yang bilang bisa melakukan dua zoom dalam waktu yang bersamaan, mengerjakan empat pekerjaan berbeda di waktu yang sama, atau bahkan menghadiri kelas online sambil dengar lagu. Mereka bicara seolah itu hal yang sangat biasa, dan bahkan ada beberapa yang mengaguminya. Padalah multitasking itu sebenernya keren itu, justru sebaliknya dia itu buruk.</p><p><br/></p><p>Pertama, multitasking bisa bikin hasil kerja jadi kurang maksimal. Saat kita membagi perhatian ke beberapa tugas sekaligus, fokus kita jadi berkurang dan kemungkinan buat bikin kesalahan malah meningkat. Bahkan menurut penelitian dari <em>National Bureau of Economic Research</em>, multitasking bisa menurunkan produktivitas karena otak kita nggak bisa benar-benar bekerja dengan maksimal kalau harus berpindah-pindah fokus.</p><p><br/></p><p>Ada juga penelitian dari&nbsp; <em>Univertisy of California San Francisco </em>dan seorang ahli saraf Standford bernama Russ Poldrack yang mengatakan kalau multitasking itu bisa mempengaruhi memori jangka pendek kita dan kalau kita mempelajari suatu informasi sambil melakukan hal lain contohnya nonton tv atau dengerin lagu informasi yang kita dapat itu tadi bisa masuk ke bagian otak yang salah.&nbsp;&nbsp;</p><p><br/></p><p>Terakhir, multitasking katanya bisa juga ngerusak kreativitas. Saat otak sibuk lompat-lompat antar tugas, proses berpikir jadi lebih kaku dan susah buat menemukan ide-ide baru. Dr. Paul Hammerness dari Harvard Health Publishing bilang kalau fokus pada satu hal dalam satu waktu jauh lebih baik buat meningkatkan kreativitas dan pemecahan masalah.</p><p><br/></p><p>Memang sih, multitasking itu memudahakan hidup dan sekaligus juga mempersingkat waktu kerja kita, tapi kalau mau kerja lebih efektif dan tetap waras, ada baiknya kalau kita mulai biasakan fokus ke satu tugas dulu sebelum lanjut ke yang lain hehe.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>source <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.health.harvard.edu/blog/multitasking-a-medical-and-mental-hazard-201201074063">satu </a>dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://ppmschool.ac.id/dampak-multitasking/?utm_source=chatgpt.com">dua </a><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/9a9b36185788de19eb7cd22c30ad1557/1000000418.png" />
         <pubDate>2025-03-07 04:33:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355395790</guid>
      </item>
      <item>
         <title>OPINI KU </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355886358</link>
         <description><![CDATA[<p>Statement yang aku ambil untuk jadi opini ku kali ini adalah "anak (balita) gabakalan bisa diem kalo ga di kasih gadget" </p><p><br/></p><p>Menurut aku aku nggak setuju dengan statement itu, kenapa? Karena menurut ku ga seharusnya anak harus di kasih hp atau tab dulu biar bisa tenang. Anak itu menurutku harus dilatih untuk tenang dengan kesadaran kayak, ini lagi di gereja lagi ibadah aku harus mendengarkan even ga semua aku paham tapi ini tempat sembayang aku ga boleh berisik. Dan menurutku sebenernya seorang anak bisa di latih untuk tenang dengan cara yang lain, bisa dengan cara yang halus dan tidak perlu dengan iming iming gadget</p><p><br/></p><p>Contoh nya adalah (drumroll) adek akuhhh, mamaku sebelum berkegiatan pasti memberikan briefing untuk mengingatkan aturan aturan bersama, jadi adek ku bisa bekerjasama dengan baik dan tidak membuat keributan.</p><p><br/></p><p>Menurut aku  Selain itu mengimingi dengan gadget ada banyak cara lain untuk membuat balita menjadi tenang misal pakai mainan nya dia sendiri atau membawa buku mewarnai. </p><p><br/></p><p>Contoh kasus lain, waktu makan malam di luar, misalnya. Kadang ada orang tua yang memberikan balitanya Hp agar tenang dan si orang tua bisa menyuapinya dengan tenang juga, padahal anak yang sedang belajar makan sendiri itu penting, biarkan lah si anak sibuk dengan dunia makan nya itu sambil sesekali berdinamika bersama. </p><p><br/></p><p>Udah gitu ajah xixi</p><p><br/></p><p>Sekian dari opini watashi</p><p>arigathanks gozaimuch~</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-07 12:37:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355886358</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bersyukur, kunci dari indahnya dunia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355926039</link>
         <description><![CDATA[<p>Hati yang bersyukur, akan menghasilkan hidup yang cerah dan bahagia, karena setiap ada kebaikan (atau bahkan keburukan) kita akan tetap bersyukur dan mengapresiasi semua hal kecil. Juga ketika seseorang memberi atau melakukan sesuatu untuk kita, kita tidak berterimakasih hanya karena barang yang diberikan, namun kita juga berterimakasih akan orang yang sudah repot repot memikirkan dan memberikan hal ini untuk kita. Tetapi kita perlu hati hati dan menghindari berterimakasih yang berlebihan dan tidak diperlukan, maksudnya gimana? Maksudnya ketika kita diberi sesuatu atau dibantu oleh seseorang, tidak perlu kita berterimakasih yang terlalu berlebihan, cukup kita berterimakasih dengan sungguh sungguh lalu menjaga hal tsb dengan baik, karena bagi orang yang memberi sudah cukup apresiasi tanpa perlu berlebihan.</p><p>Ada sebuah cerita legendaris tentang suatu kota yang sangat makmur, teratur dan bahagia, suatu hari para penduduk memutuskan untuk memasang lonceng di tengah kota, dan fungsi lonceng itu adalah ketika ada seseorang yang merasa sudah diperlakukan dengan tidak adil. Selama bertahun-tahun lonceng itu tidak pernah berbunyi, sampai suatu hari terdengar dentangan lonceng dari tengah kota, semua orang bergegas untuk melihat siapa yang telah membunyikan lonceng. Ternyata seekor keledai tua telah tersangkut tali dan sedang berusaha melepasnya, semua orang tertawa melihat kekonyolan keledai tersebut. Namun setelah diperhatikan lebih lanjut, keledai itu terlihat kusam tak terurus, keledai tersebut kurus sekali, maka para penduduk mencari pemilik keledai tersebut; seorang petani tua yang ternyata sudah tidak mempunyai uang cukup untuk merawat keledai yang sudah menghabiskan hidupnya membantu petani itu, maka si petani berpikir lebih baik keledai itu dilepas agar mencari makan sendiri. Sesuai peraturan, petani itu di denda atas ketidak-adilannya dan disuruh merawat keledai itu sampai akhir.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-07 13:13:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355926039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian, pahlawan yang bersemayam di setiap majelis hati.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355927013</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian adalah kata yang sering dipakai orang orang Norman pada zaman medieval, ketika menjadi kesatria adalah hal yang umum dan keberanian adalah sesuatu yang dijunjung tinggi dan sangat dihargai. Mereka percaya bahwa Keberanian datang dari hati (Seperti yang ada dinamanya), di zaman itu, jika seseorang tidak memiliki keberanian maka ia dianggap kehilangan kualitas kejantanannya. Zaman sekarang, sudah sedikit orang yang begitu menghargai keberanian, ia sudah tidak sering disebut2 seperti zaman dulu, tetapi keberanian tetap bersemayam di takhta yang tinggi di miajelis hati, siap untuk muncul ketika dibutuhkan.</p><p><br/></p><p>Keberanian untuk melawan, adalah keberanian yang dimiliki makhluk ter-lemah sekalipun. Keberanian untuk melawan muncul ketika seseorang merasa dirinya atau sesuatu yang disayanginya terancam seperti: Ibu domba rela mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi anaknya, burung gelatik yang bersarang di kotak pos (dan dikelilingi manusia yang penasaran) menggembangkan dirinya dan menggeram untuk membuat dirinya terlihat lebih menyeramkan walau didepan raksasa2 yang berkali-kali lipat lebih besar darinya, balita memiliki keberanian untuk melindungi peliharaan kesayangannya, dan ibu yang lembut rela membahayakan diri demi kemanan anak tercintanya.</p><p>Namun Keberanian juga datang dengan setan-setannya tersendiri yaitu Rasa takut dan sepupunya; Kepanikan dan Rasa cemas</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-07 13:14:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355927013</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk bertahan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355928959</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Ketakutan, bersama saudaranya panik dan kecemasan, sangat sigap untuk menyerang ketika keberanian mulai lengah.</p><p>Kita bisa melihat keberanian yang luar biasa contohnya dari tentara-tentara yang dengan sukarela mendaftarkan diri mereka dalam militer untuk melindungi negaranya (inggris). Namun mereka yang masuk ke medan perang akibat wajib militer juga tidak kalah keberaniannya. Tidak mudah bagi semua manusia untuk melawan rasa takut yang mencekam di dalam hati kita semua, apalagi ketika sesuatu itu berhubungan dengan hidup dan mati.</p><p>Sedikit dari kita yang akan maju ke medan perang dalam hidup ini, namun masalah masalah yang kita hadapi di kehidupan sehari hari sering kali lebih menakutkan bagi kita, seperti ketika kita jatuh dari tangga dan patah kaki, atau kalau ada kecelakaan gerobak, atau kecelakaan ketika turnamen kriket. </p><p>Betul-betul penting bagi seseorang, apalagi para pemuda, untuk tetap bersikap tenang dan tidak overreacting pada hal kecil, seperti serangga atau tikus, atau filem filem horor, atau imajinasi imajinasi liar tentang hantu yang menggangu di saat malam. Aku sendiri sering dikuasai oleh rasa takut dan kedua saudaranya, dan sampai sekarang masih sulit mengendalikan diriku, tapi aku terus berjuang, karena memang cara paling ampuh untku menaklukkan rasa takut adalah dengan menghadapinya secara langsung.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-07 13:16:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355928959</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kecemasan, serangga yang mengusik hati.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355929954</link>
         <description><![CDATA[<p>Satu lagi sepupu rasa takut yang sering muncul ialah kecemasan, yang membuat hati kacau dan resah ketika dihadapi oleh tekanan atau masalah yang berat. Orang lebih banyak bersimpati terhadap kecemasan sebab kecemasan lebih terlihat dan sering kali nyata, tetapi dengan membiarkan diri kita cemas, justru kita malah merepotkan diri kita sendiri.</p><p>Banyak istri dan ibu2 rumah tangga yang mampu merawat orang tercinta mereka dengan tabah selama berbulan bulan, mereka bilang mereka tidak berani untuk melihat kedepan dan mereka hanya hidup dari jam ke jam.</p><p>Jika keberanian ini dimiliki ketika sedang berhadapan dengan duka, maka mungkin keberanian ini mampu menghadapi masalah masalah sepele seperti kegagalan, atau kekhawatiran akan pencapaian, dan lain lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-07 13:16:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3355929954</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian Untuk Tenang &amp; Bertahan</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3356630784</link>
         <description><![CDATA[<p>Kepanikan, kecemasan, dan ketakutan selalu siaga kalau-kalau keberanian terlelap dan terbuai dalam rasa aman. Setiap manusia sangat mungkin memiliki rasa ketakutan yang memalukan, dan membuat keputusan atau melakukan sesuatu dengan didasari oleh kepanikan, kepanikan yang lahir dari rasa takut. Bahkan pasukan hebat yang berani pun, memiliki momen-momen ketika mereka memutuskan untuk mundur dan berbalik arah/lari dari musuh. Jika kita melihat situasi di medan pertempuran, kita akan dapat menyadari bahwa keberanian merupakann hal yang universal. Contoh yang dipakai oleh Ibu CM adalah keberanian para calon tentara yang mendaftarkan diri untuk memasuki militer. Tetapi, tentara-tentara yang masuk militer karena wajib militer juga tidak kalah berani.</p><p><br/></p><p> Meskipun tidak semua orang merasakan situasi saat berada di medan tempur, keberanian juga ditunjukkan dalam kehidupan sehari2 kita. keberanian yang diperlukan ketika kehilangan kaki karena cedera di rumah atau saat berolahraga mungkin lebih besar daripada keberanian yang ditunjukkan oleh prajurit di medan perang. Keberanian yang dapat menerima kepedihan dan kemalangan dengan pembawaan yang tenang sangat dibutuhkan oleh semua manusia, karena semua orang memiliki kapasitas untuk tabah, bahkan di ketika berada di kursi dokter gigi.</p><p><br/></p><p>Kita sangat perlu untuk mempercayai diri sendiri, karena dengan begitu kita dapat mengetahui bahwa masing-masing dari kita memiliki keberanian dalam diri dan hati kita untuk menghadapi apapun yang akan datang dalam hidup. </p><p><br/></p><p>Ketenangan sangat penting dalam situasi yang genting. Jika kita termakan oleh kepanikan dan tidak tenang, kita berpotensi merugikan orang lain dan diri sendiri, serta kita akan kehilangan kesempatan untuk berguna bagi orang lain. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/9d7592c648ffa9fbe343272c9d0a5f6a/download__30_.jpg" />
         <pubDate>2025-03-08 06:11:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3356630784</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Opini Tentang Semakin Kita Dilarang, Sebenarnya Kita Jadi Makin Tergoda Untuk Melakukan Hal Yang Dilarang Tersebut</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3356838106</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak orang berpendapat bahwa ketika kita dilarang melakukan sesuatu, kita justru akan lebih mudah patuh dan mengikuti perintah yang diberikan kepada kita. Namun, menurutku nih ya, pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Atau setidaknya tidak benar untuk diriku sendiri. </p><p><br/></p><p>Sampai sekarang, orang tuaku masih melarangku membawa ponsel ke kamar saat malam hari tiba atau aku hendak tidur. Mereka khawatir aku akan begadang hanya untuk bermain ponsel terus menerus. Dulu, aku merasa sangat kesal dengan aturan itu dan suka banget iri ke teman-temanku yang bebas membawa ponsel ke kamar saat malam haritanpa larangan. Karena itulah, dulu aku justru sering melanggar aturan dengan diam-diam keluar kamar saat tengah malam untuk mengambil ponselku.</p><p><br/></p><p>Sebenarnya, bukan hanya aku yang mengalami hal seperti ini. Beberapa temanku juga merasakan dan melakukan hal yang sama. Salah satu temanku dilarang makan cokelat atau makanan manis oleh orang tuanya. Namun, alih-alih menuruti larangan itu, dia malah semakin sering makan makanan manis secara diam-diam saat di sekolah. Ada juga temanku yang dilarang pacaran sampai nanti dia kuliah, tetapi justru karena larangan itu, dia malah sering bergonta-ganti pacar di skeolahnya secara diam-diam.</p><p><br/></p><p>Dari pengalaman ini, aku beropini bahwa ketika seseorang merasa kebebasannya dibatasi atau dilarang melakukan sesuatu, sering kali malah justru muncul dorongan untuk tetap melakukannya, meskipun mereka tahu itu tidak diperbolehkan. Menurutku, ini terjadi karena manusia secara alami menginginkan kebebasan atas hal yang mereka inginkan. Jadi, ketika sesuatu dilarang, otak kita jadi bisa menganggapnya lebih menarik atau berharga dari sebelumnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-08 14:40:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3356838106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian Berterus Terang</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3362410389</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Berterus terang</strong></p><p>Do's:</p><ol><li><p>Mengatakan yang sejujurnya dengan tujuan perbaikan/supaya kita merasa lebih baik.</p></li></ol><p><br/></p><p>Don't:</p><ol><li><p>Oversharing ke semua orang</p></li><li><p>Bercerita dengan niat/tujuan buruk (menjatuhkan seseorang, bergosip, mencelakai seseorang)</p></li><li><p>Berterus terang terus menerus, tanpa mempertimbangkan perasaan, situasi dan waktu orang lain.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong><mark>Apa bedanya keberanian beropini, keberanian bersikap asertif dengan keberanian berterus terang?</mark></strong></p><p><br/></p><p>Dibayanganku gini deh.</p><p>Keberanian opini: Keberanian mengutarakan apa yang menurut kita benar.</p><p><br/></p><p>Keberanian bersikap asertif: Keberanian menyampaikan masukan/apa yang kita butuhkan.</p><p><br/></p><p>Keberanian berterus terang: Keberanian mengatakan apa yang kita rasakan. Bercerita/curhat? Mungkin begitu singkatnya. Adios!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2933748108/b8e73f2d66265a576901fd5c141f3cca/bbbeb1fef17ad35d2d5b204da6a9e753.jpg" />
         <pubDate>2025-03-12 08:30:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3362410389</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3362476663</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3524657804/deaf70fa8a2b650005239c5c6521d8c7/Brown_and_Yellow_Doodle_The_artistic_Process_Poster.png" />
         <pubDate>2025-03-12 09:23:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3362476663</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian Berterus Terang - Keberanian, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3362907289</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Bagian 1: Berterus Terang</strong></p><p><strong>Tips Berterus Terang Ala Pancar</strong></p><ul><li><p><strong>Motif yang Penting:</strong> pastikan ada urgensi bagi kita untuk berterus terang.</p></li><li><p><strong>Lawan Bicara yang Tepat: </strong>pastikan lawan bicara sesuai dengan urgensi yang ada. Pastikan lawan bicara dalam kondisi bisa berbincang.</p></li><li><p><strong>Berterus terang secukupnya</strong>: pastikan informasi yang diucapkan relevan dengan lawan bicara.</p></li><li><p><strong>Bersyukur dan Tetap Terbuka: </strong>mungkin kita tidak menemukan kebaikan dan keindahan hati orang lain, tapi bisa jadi kehadiran merekapun sudah mewakili itu.</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Bagian 2: Perbedaan Keberanian-Keberanian</strong></p><p><strong>Keberanian Beropini</strong></p><ul><li><p>Adalah keberanian nyang memungkinkan kita untuk; ketika ada sebuah pendapat, kita tidak langsung mengiyakan--melainkan menilik dahulu lalu berkesimpulan, bahkan ketika kesimpulan kita adalah "aku tidak tau". Dasar keberanian ini adalah untuk "berdiri dengan kaki sendiri".</p></li></ul><p><strong>Keberanian Asertif</strong></p><ul><li><p>Adalah keberanian yang memungkinkan kita untuk bersikap tegas, jujur, dan menghargai hak orang lain atas dasar mengungkapkan mengungkapkan pemikiran dan perasaan kita.</p></li></ul><p><strong>Keberanian Berterus Terang</strong></p><ul><li><p>Adalah keberanian yang memungkinkan kita untuk bersikap jujur atas dasar keterbukaan diri pada kebaikan dan keindahan hati orang lain.</p></li></ul><p><br/></p><p>Sekian!.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-12 14:19:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3362907289</guid>
      </item>
      <item>
         <title>berterus terang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3364326590</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurutku berterus terang itu ada batasnya, seringkali kalau terlalu bersikap jujur bisa membuat orang lain tersakiti.</p><p>Dan terkadang berterus terang tidak perlu di ulang ulang terus, karena bisa membuat orang lain bosan mendengarnya atau bahkan malah jadi tidak percaya. terkadang banyak hal hal yang terlalu privasi untuk di ceritakan, sebaiknya tidak berterus terang tentang hal2 seperti itu.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-13 08:24:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3364326590</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian terkait urusan kita</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3366326559</link>
         <description><![CDATA[<p>Kecemasan mendapatkan lebih banyak simpati jika dibandingkan ketakutan-ketakutan lainnya, karena orang yang cemas adalah orang yang sangat menderita. Selain iut, hal yang dicemaskan seringkali menjadi nyata. akan tetapi, kita jadi bersikap tidak adil bagi diri kira sendiri, karena setiap manusia memiliki keberanian untuk dapat menghadapi masa kini tanpa kecemasan dan ketakutan akan masa depan. Meskipun tentu saja, setiap dari kita pasti pernah memiliki keberanian ini ketika kita sedang sibuk-sibuknya dan berhadapan dengan situasi atau kondisi yang mendesak.  </p><p><br/></p><p>"Jika keberanian yang luhur ini memungkinkan untuk menghadapi datangnya kedukaan, maka keberanian ini juga mungkin, kalau kita mau mempercayainya, dimiliki saat menghadapi hal-hal sepele––seperti datangnya ujian, datangnya kerugian, datangnya segala macam kesusahan, bahkan kesusahan yang paling buruk sekalipun, ketika orang-orang yang kita kasihi mengecewakan kita dan menjauh dari jalan Tuhan." Aku kurang ngerti bagian yang ini, dan mungkin aku juga kurang ngerti makna dari "keberanian terkait urusan kita". Apakah disini maksudnya adalah Keberanian untuk bertanggung jawab?</p><p><br/></p><p>Aku setuju ketika cm bilang bahwa kecemasan itu adalah ketakutan yang bikin orang paling menderita, karena aku merasa in most cases, kecemasan yang berkepanjangan itu lebih menyiksa ku daripada pas kejadian nya beneran terjadi. Apalagi kalau ternyata yang aku cemaskan itu tidak terjadi/tidak seburuk yang aku kira. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/72aeb7eb1852077b4da748d6150c3cb3/student__studying__studying_tips__routine__morning_.jpg" />
         <pubDate>2025-03-14 12:04:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3366326559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7/3 | Keberanian untuk berterus terang</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3366332652</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian buat berterus terang itu penting, tapi tetap ada batasannya. Kita nggak bisa asal ngomong tanpa mikirin perasaan orang lain. Kalau kejujuran malah bikin orang sakit hati atau memperburuk keadaan, berarti itu bukan keberanian, tapi ketidaksensitifan. Jadi, kita harus tahu kapan dan gimana cara ngomongnya biar tetap jujur tapi juga nggak merusak hubungan.</p><p>Bedanya sama keberanian lain?</p><ul><li><p><strong>Keberanian beropini</strong> itu lebih ke berani ngungkapin pendapat sendiri, meskipun beda sama orang lain.</p></li><li><p><strong>Keberanian bersikap asertif</strong> itu tegas dalam menyampaikan apa yang kita mau atau nggak mau, tapi tetap sopan dan nggak maksa.</p></li><li><p><strong>Keberanian berterus terang</strong> itu jujur tentang sesuatu yang penting, meskipun sulit, tapi tetap harus pakai empati biar nggak nyakitin orang lain.</p></li></ul><p>Intinya, jujur itu baik, tapi harus ada cara dan waktunya biar nggak malah jadi boomerang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-14 12:09:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3366332652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 49 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3366377682</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk berterus terang adalah sifat yang menarik. Ada saatnya kita perlu diam, karena menceritakan segala hal tanpa direm atau istilah lainnya oversharing bisa membuat orang lain bosan. Namun, terlalu berhati-hati hingga diem terus dan tidak mau mengatakan apa-apa justru menunjukkan ketakutan dan kurangnya kepercayaan kita kepada orang lain.</p><p><br/></p><p>Yang terpenting adalah alasan di balik sikap kita. Jika kita memilih diam agar tidak membuat orang lain bosan dengan cerita kita, itu bisa dimaklumi. Tetapi jika kita takut berbicara karena ragu akan keadilan, simpati, atau pemahaman orang lain, maka kita kehilangan kemampuan kita untuk bersikap berani. </p><p><br/></p><p>Lalu menurutku, keberanian untuk beropini adalah keberanian untuk mengeluarkan pendapat dan unek-unek kita meskipun opini atau pendapat kita tersebut bisa dibilang berbeda dari kebanyakan orang.</p><p><br/></p><p>Lalu keberanian untuk bersikap asertif adalah keberanian untuk mengeluarkan pendapat dan unek-unek kita dengan tegas dan jelas tapi tetap masih bersikap sopan dan tidak memaksakan kehendak. </p><p><br/></p><p>Dan yang terakhir adalah keberanian untuk berterus terang. Keberanian untuk berterus terang adalah keberanian untuk mengatakan apa yang sebenarnya kita rasakan. Jadi menurutku yang terakhir ini lebih menyangkut ke perasaan sih.  </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3537366155/bd3618429de79c2133b08b190f7fbf66/Love.jpg" />
         <pubDate>2025-03-14 12:49:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3366377682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Sevent Lord&#39;s In Waiting: Courage</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3366780287</link>
         <description><![CDATA[<var>Batasan Dalam Keberanian Berterus Terang</var><p><br/></p><p>Berterus terang adalah keberanian untuk bicara jujur tanpa menutup-nutupi fakta. Tapi tentunya, gak semua kejujuran itu harus dikeluarin mentah-mentah. Ada batasannya. Aku rasa batasan itu ada di tujuan, waktu, situasi, dan cara penyampaian nya.</p><p><br/></p><p>Contohnya, waktu ingin jujur ke seseorang, pertimbangin dulu: <strong>ini buat kebaikan bersama atau cuma kritik kosong?</strong>. Selain itu, lihat juga situasi. Kadang kebenaran yang sama bisa jadi bermanfaat atau malah bikin konflik , tergantung kapan dan gimana kita menyampaikan nya.</p><p><br/></p><var>Apa Bedanya Keberanian Beropini, Keberanian Bersikap Asertif, dan Keberanian Berterus Terang?</var><p><br/></p><ul><li><p><strong>Beropini</strong>: Menyampaikan pendapat atau pandangan pribadi tentang sesuatu. Bisa aja setuju, gak setuju, atau ada perspektif lain. Yang penting, <strong>opini itu bukan cuma sekedar ngomong</strong>, tapi ada dasar dan tujuan.<br><br></p></li><li><p><strong>Asertif</strong>: Menyampaikan batasan diri (<em>boundaries</em>) dan keinginan dengan tegas, jelas, tapi tetap menghargai orang lain. <strong>Gak membiarkan diri di rendahkan, tapi juga gak kasar.<br><br></strong></p></li><li><p><strong>Berterus terang</strong>: Bicara jujur, blak-blakan, dan tidak ditutup-tutupin. Dibandingin dua yang lain, ini yang paling sedikit menggunakan empati. Tapi itu bukan berarti bebas bicara seenaknya, kita harus tetap tau batasan supaya tidak menyakiti siapun dan menggundang masalah.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/b2a62473fecbda6e7d11c8a3ad07603a/1000000418.png" />
         <pubDate>2025-03-14 18:32:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3366780287</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk Menegur</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3369041328</link>
         <description><![CDATA[<p>Disclaimer: Dialog ini tidak bermaksud untuk menyinggung atau membuat siapapun merasa buruk.</p><p><br/></p><p><strong>Situasi:</strong> C Diberi tanggung jawab untuk memimpin tugas kelompok. Semuanya cukup kompak kecuali untuk satu anggota, R. </p><p><br/></p><p>R cukup pasif dan selalu punya alasan untuk tidak menghadiri meeting, tapi karena R meyakinkan C bahwa dia paham dan menyanggupi tugasnya, maka C memutuskan untuk tidak menegur di bagian itu. </p><p><br/></p><p>Masalah bermula ketika sudah mendekati deadline tapi R belum menunjukkan progress pada bagiannya. Ketika di grup C menanyakan kendala pun R seorang yang tidak menjawab. </p><p><br/></p><p>Lantas C memilih japri ke R. </p><p>C: Haloo, siang R. Boleh minta waktunya sebentar?</p><p><br/></p><p>R: Oh iya C, ada apa?</p><p><br/></p><p>C: Aku mau follow up aja sih, hehe. Kabarmu gimana, R, ada kendala/kesulitan ngga dalam mengerjakan tugasnya? Soalnya aku tanya di grup R ngga merespon. Aku liat di gdoc juga R belum ada progresnya nih, sedangkan deadline-nya sebentar lagi, lho.</p><p><br/></p><p>R: Aduh, iya maaf banget, aku sakit nih jadinya belum bisa ngerjain. Kemarin juga ada tugas-tugas lain jadi aku belum sempet ngerjain tugas kita. Maaf ya.</p><p> </p><p>C: Oh, iya-iya, cepat sembuh ya! Ya sudah untuk sekarang istirahat dulu saja gapapa, toh deadline-nya bukan hari ini. </p><p><br/></p><p>C: Kira-kira R nyamannya gimana agar tugas kelompok kita bisa selesai tepat waktu? Apakah ada kendala yang bisa kita cari solusinya bareng-bareng?</p><p><br/></p><p><em>(bersambung).</em></p><p><br/></p><p><strong><mark>Catatan Tambahan</mark></strong></p><p>Poin penting versi Nike. Aku pikir aku perlu meng-highlight bagian ini supaya aku ingat:</p><p><br/></p><p>1. Sebelum menegur pikirkan dulu penting atau tidak bagi kita untuk menegur. Bisa memikirkan niat (apa aku menegur untuk menghukum atau memperbaiki situasi?!), atau seberapa merugikan sifat itu bagi kita. Jangan asal menegur/menyindir karena kita jengkel terhadap seseorang dan butuh penyaluran. </p><p><br/></p><p>2. Coba pikirkan apakah situasinya dan tempatnya tepat? Atau ada alternatif lain yang lebih baik?</p><p><br/></p><p>3. Coba tanyakan lalu dengarkan dan pahami situasi mereka terlebih dahulu. Bisa jadi mereka lupa/tidak sadar kalau perbuatan mereka menjengkelkan orang lain. </p><p><br/></p><p>Dan bisa jadi juga mereka memiliki masalah mereka sendiri (seperti R yang sakit), sehingga bertanya sebelumnya bisa menunjukkan kepedulian (sisi manusiawi)mu diluar tugas itu, dan tidak malah menambah stres dia terhadap tugas tersebut. </p><p><br/></p><p>4. Gunakan gaya bahasa yang baik dan pantas. </p><p><br/></p><p>Kita menegur, mengingatkan 'kan supaya didengarkan dan karena mengharapkan ada perubahan. Bukan semata untuk mengeluarkan rasa jengkel. </p><p> </p><p>5. Ini hal yang bernada "tugas kelompok" banget. Sebisa mungkin, jangan mengambil alih tugas dia karena kamu enggan berkonflik/menegur, dan jangan meluapkan kejengkelanmu pada anggota kelompok lain, lebih baik mencari jalan tengah--yaitu fokus mencari solusi bersama-sama. </p><p><br/></p><p>Mungkin sekian hal-hal yang kupelajari setelah meminta saran dan merasakan sendiri bagaimana rasanya memimpin suatu kelompok. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-17 09:31:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3369041328</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dialog</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3370076268</link>
         <description><![CDATA[<p>A dan B adalah teman baik. Namun, suatu ketika A bermain dengan C, B merasa terkhianati. Ia pun menjadi mudah kesal pada A, apa saja yang mereka lakukan tampaknya tidak cukup. </p><p><br/></p><p>A: Mengapa kau tampak sangat kesal?</p><p>B: Aku sebenarnya merasa tidak senang ketika kau bermain dengan C</p><p>A: Maksudmu aku tidak boleh punya teman lain?</p><p>B: Boleh, tentunya. Namun waktu itu kan kita sudah janji mau main setelahnya, cuma kau keterusan main dengan C hingga lupa mau makan eskrim sama aku</p><p>A: Yaaa, sebenernya aku juga merasa bersalah sih soal itu. Maaf aku tidak pernah minta maaf secara serius tentang itu. </p><p>B: Yaa, aku juga minta maaf ya karena sudah kesal berlarut-larut padamu, harusnya aku segera mengatakan apa yang aku rasakan.</p><p>A: Iya, aku juga minta maaf telah melanggar janji ketemuan kita, lain kali, kalau misalnya memang tidak bisa, aku akan kabari dari awal alih-alih membiarkanmu nunggu di toko eskrim tapi aku tidak datang.</p><p>B: Oke. Btw, makan eskrim sekarang yok?</p><p>A: Gaskan saja</p><p><br/></p><p>Intinya, Pengertian pada satu sama lain diperlukan ketika konflik. Memang dialog seperti diatas itu sedikit sulit ketika tidak ada pengertian dari dua belah pihak, tapi itu bukan berarti tidak mungkin. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-17 23:30:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3370076268</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian menegur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3374316158</link>
         <description><![CDATA[<p>A merasa B sebagai teman dekat tidak suportif, padahal teman dekat harusnya banyak support satu sama lain tapi B malah bersaing. Jadi A bercerita ke C. </p><p>A: aku kan pernah nanya tentang cara masang phone strap ke B, trus di jawab "cari aja sendiri" Kayak dia takut aku nyayingin dia. bantuin aku ngomong ke si B dong. </p><p>C: oke, tapi jangan banyak ketawa ya, serius, tau sendiri B nggak bisa di ajak ngomonh serius. </p><p>A: iya iya</p><p>~</p><p>C: B, kita mau ngomong sesuatu (ngeliat ke A) </p><p>(A terlihat menahan senyum) </p><p>C: jadi A bilang dia ngerasa kamu tuh nggak banyak support A, padahal kalian kan temen deket tapi kok malah bersainh, gitu loh. </p><p>B: kayaknya aku selalu support deh. contohnya apa? </p><p>A: pas aku nanya cara masang phone strap</p><p>B: kenapa sih harus ngomongin ini</p><p>C: karena penting</p><p>B: udah lah lupain aja (lalu mengalihkan pembicaraan) </p><p>Tapi sejak saat itu B perlahan lahan berhenti menjadikan A saingannya, dan mulai banyak memberi support ke A. </p><p>Beberapa orang (terutama yang tidak suka konflik) malas menjawab teguran serius, seperti si B ini, dia menjawab teguran hanya dengan senyuman atau mengalihkan pembicaraan, tapi sebenernya dia dengerin. Mungkin kalau menghadapi orang kayak gini negurnya harus serius tapi nggak usah mengharapkan jawaban. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 05:02:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3374316158</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3376640289</link>
         <description><![CDATA[<p>dialog</p><p>disclaimer : A adalah kasir coffe B ada pembeli</p><p><br/></p><p>Suatu hari B membeli sebuah kopi di warung dengan nada sengak. A mencoba untuk menegur</p><p><br/></p><p>B : Beli kopi hitam mas</p><p>A : maaf mas kopi hitamnya lagi habis</p><p>B : lahh, terus saya minum apa? saya maunya kopi hitam</p><p>A : Masnya bisa cek dimenu masih ada beberapa kopi yang enak dinikmati</p><p>B : yang lainnya ngga enak</p><p><br/></p><p>contoh jawaban salah</p><p>A : masnya kalau engga suka pergi aja, di sini emang kopinya lagi habis. cari di toko lain aja kalo ga mau!</p><p><br/></p><p>contoh yang menurutku bener</p><p>A : Masnya boleh dateng lagi besok, kami pastikan masnya dapet kopi hitam. hari ini lagi kosong, masnya juga bisa nunggu kalau mau sambil menenangkan diri, kami buatkan kopi yang mirip kopi hitam</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/JRE3AvLsSRXg360F6l/giphy.gif?cid=cabc9918bvu2s8z665frgb9ay14ozqdhjx0732ev71temvam&amp;ep=v1_gifs_search&amp;rid=giphy.gif&amp;ct=g" />
         <pubDate>2025-03-21 13:06:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3376640289</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teguran kesalahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3376673799</link>
         <description><![CDATA[<p>Situasi: A dan B saling bercakapan di 'chat' IG, A menanyakan B tentang sesuatu hal yang biasa saja, tapi B menegur hal remeh A yang menurutnya tidak pas, walaupun secara halus, A disisi lain, tidak bisa menegur secara halus dan akhirnya semua masalah selesai sendiri</p><p><br/></p><p>A: P, kmren gw liat kamu di pasar malam, eh iy gasi</p><p>B: emgnya kamu ｄｏｍｉｓｉｌｉ ｍａｎａ? </p><p>A: jkt</p><p>B: Ｊａｕｈ ａｋｕ ｊａｔｉｍ</p><p>A: berarti bukan kamu coy, salah orang brti gwe, btw itu font apaan? Kok lucu gitu? Ga bisa pake font biasa? </p><p>B: ｂｉａｒ ｊｅｌａｓ ａｊａ ｓｉｈ, Tapi gw bisa kok pake font biasa, cuman males aja *(teguran yang sangat halus) </p><p>A: ealah tau gitu pake font biasa aja dehh, ga enak di mata gua *(teguran yang tidak halus)</p><p>B: yaudah ya udah aku pake font biasa nih, anyways aku tu terserah kok disuruh apa, jadi ga pake font pun aku ga masalah, yang penting Sêndhikå Dhawuh *(teguran halus, yang berarti jika sangat dikasarkan: emang lo raja? Nyuruh2 gwe) </p><p>A: yaudah si, makasi, tapi sendhika dhawuh artinya paan? </p><p>B: arti literalnya sih "patuh ucapan" Tpi dipake artiny "aku akan patuh pada perintahmu" Gitu sih</p><p>A: yaudah si, btw dag emak mw masak gw disuru bantuin</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-21 13:31:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3376673799</guid>
      </item>
      <item>
         <title>14.3 | Keberanian untuk menegur</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3383259180</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk menegur itu penting, apalagi di antara teman yg sebaya. Kadang, kita lihat teman melakukan sesuatu yang kurang baik, tapi ragu untuk menegur karena takut mereka tersinggung. Padahal, kalau dilakukan dengan cara yang lembut dan penuh perhatian, teguran justru bisa membantu mereka jadi lebih baik</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-26 13:25:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3383259180</guid>
      </item>
      <item>
         <title>21.3 | Keberanian untuk mengakui </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3383265366</link>
         <description><![CDATA[<p>Kadang, ngakuin kesalahan atau keteledoran itu lebih susah daripada ngelakuin kesalahan itu sendiri. Padahal, jujur itu bisa bikin kita lebih dihargai dan dipercaya. Tapi sayangnya, nggak semua orang punya keberanian buat ngakuin sesuatu, apalagi soal perasaan dan pikiran mereka.  </p><p><br/></p><p>Tugas</p><p>kenapa tidak berani?</p><p><strong>1.Takut Dimarahin atau Dikritik</strong> – Pasti males banget kalau abis ngaku malah diserang balik.  </p><p>2. <strong>Gengsi &amp; Malu</strong>– Siapa sih yang mau kelihatan salah? Ego kadang lebih gede dari kesadaran buat jujur.  </p><p>3. <strong>Takut Kehilangan Kepercayaan</strong> – Ada rasa khawatir kalau jujur, orang lain bakal kecewa atau menjauh.  </p><p>4. <strong>Rasa Bersalah yang Numpuk</strong> – Kadang diem aja terasa lebih aman daripada harus hadapin kesalahan.  </p><p><br/></p><p>biar berani:</p><p>1. Latih Jujur dari Hal Kecil.</p><p>2. <strong>ingat Kalau Semua Orang Pernah Salah</strong></p><p>3. Fokus ke Solusi, Bukan Takut Dimarahi</p><p> Ngaku salah bukan buat dihukum, tapi biar bisa diperbaiki.  </p><p><br/></p><p>4. Belajar Ngomong dengan Tenang</p><p><br/></p><p>Ngaku salah emang nggak gampang, tapi itu langkah penting buat jadi orang yang lebih dewasa dan dihormati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-26 13:29:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3383265366</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 50 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3383320463</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keberanian untuk Menegur</strong></p><p>Ada berbagai macam keberanian lain yang bisa muncul dalam diri kita. Salah satunya adalah keberanian untuk menegur. Nah keberanian untuk menegur ini sangat perlu dilakukan dengan hati-hati supaya tidak membuat orang lain tersinggung. Katanya tidak akan ada persahabatan setia antar orang yang seumuran tanpa adanya keberanian ini, karena teguran tepat yang lembut yang diberikan oleh seorang anak muda kepada teman seumurannya tuh jauh lebih meyakinkan dan bisa mengubah ketimbang teguran dari orangtua.</p><p><br/></p><p><strong>Situasi:</strong> G latihan untuk paskah bersama dengan teman-teman di gereja, tapi mereka terlalu banyak bercanda hingga latihan jadi tertunda-tunda.</p><p><br/></p><p>L: Tau ga sihhh kemarin waktu ulangan, C kocak banget. Masa dia nggak tau harus menjawab apa, akhirnya kertas ulangannya dia isi pakai doa Bapa Kami???</p><p><br/></p><p>C: Itu aku udah mikir maksimal bro, udah mentok.</p><p><br/></p><p>V: Ya tapi masa sih ulangan malah ngawur gitu? Hahahaha.</p><p><br/></p><p>L: Sumpah, aku nggak habis pikir sama C, hari-hari ngawur bgt HAHAHAHA.</p><p><br/></p><p>V: For real bro.</p><p><br/></p><p>C: Guys udah yok guys, stop membully aku dong guys hehehe..</p><p><br/></p><p><em>Percakapan pun terus berlanjut, padahal mereka adalah kakak-kakak pelatih yang seharusnya memimpin latihan pada hari itu. Mereka bercanda terus padahal adik-adik yang hendak mereka latih sedang menunggu untuk latihan.</em></p><p><br/></p><p>G: <em>(berdehem)</em> Eh, guys...</p><p><br/></p><p><em>(L, C, dan V masih tertawa dan tidak memperhatikan)</em></p><p><br/></p><p>G: <em>(lebih tegas)</em> Halo? Latihan gimana, nih?</p><p><br/></p><p>L: <em>(masih tertawa)</em> Eh, iya, iya, bentar G, ini lagi seru banget ceritanya.</p><p><br/></p><p>G: <em>(menarik napas panjang)</em> Aku ngerti, bercanda itu seru, tapi sadar nggak sih kalau adik-adik kita udah dari tadi nunggu?</p><p><br/></p><p>V: <em>(melirik ke arah anak-anak yang menunggu)</em> Oh iya ya… tapi kan kita juga butuh suasana santai, G.</p><p><br/></p><p>G: Betul, aku juga nggak bilang kita harus tegang. Tapi kita ini kakak pelatih, kita yang seharusnya memimpin latihan. Kalau kita aja nggak serius, gimana adik-adik mau fokus?</p><p><br/></p><p>C: <em>(menggaruk kepala)</em> Hmm… iya juga sih.</p><p><br/></p><p>L: Tapi kan cuma sebentar, G…</p><p><br/></p><p>G: Sebentar yang jadi kelamaan, L. Lihat jam deh, latihan harusnya mulai setengah jam yang lalu. Kalau kita terus begini, nanti kita sendiri yang kelabakan pas hari H.</p><p><br/></p><p>V: <em>(menghela napas)</em> Yaudah, yaudah, kamu bener sih. Maaf, G. Kita jadi keasyikan sendiri.</p><p><br/></p><p>C: Iya, maaf juga. Aku janji fokus deh mulai sekarang.</p><p><br/></p><p>L: Oke deh, kita serius. Kita mulai latihannya sekarang!</p><p><br/></p><p>G: Nah, gitu dong! Oke, ayo kita atur formasi dulu. Adik-adik, siap ya!</p><p><em>(Latihan akhirnya dimulai, dan para kakak pelatih kembali fokus menjalankan tugas mereka.)</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3599102288/bc7cc522175655394ccecaf2b1a0b504/May.jpg" />
         <pubDate>2025-03-26 14:03:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3383320463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keberanian untuk mengakui</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3383837866</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada sesuatu hal lagi mengenai keberanian. Mengakui. Perlu keberanian untuk mengakui. Bahkan untuk hal-hal kecil. Keberanian muncul jika dalam pengakuan tidak aada keterpaksaan dalam bentuk apapun. </p><p><br/></p><p>- Apa kira-kira yang menghalangi munculnya keberanian untuk mengakui dalam diri kalian?</p><p>karena adanya ketakutan karena kemungkinan yang terjadi. misalnya tengkar, atau kebencian. Jujur itu  juga menjadi hal yang menghalangi saya seringkali.</p><p><br/></p><p>- Upaya apa yang sebaiknya dilakukan agar keberanian untuk mengaku ini tidak sampai terhalangi?</p><p>Kesiapan diri dan tidak berekspektasi dari jawaban orang lain. atau berekspektasi seburuk-buruknya. sehingga apa yang tterjadi nanti (dari respon orangnya) kita tidak shock, dan pasti lebih lega. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-26 21:02:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3383837866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 51 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3384215354</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keberanian Untuk Mengakui</strong></p><p>Bentuk keberanian lain yang dikenalkan di sini adalah keberanian untuk mengaku. Segala pengakuan jujur yang kita lakukan jika sedang melakukan sesuatu yang salah dalam kegiatan sehari-hari sangatlah berharga. Akan tetapi ibu CM katanya tidak yakin apakah kebiasaan mengakui kesalahan selalu muncul dari keberanian. </p><p><br/></p><p><strong>Apa kira-kira yang menghalangi munculnya keberanian untuk mengakui dalam diri kalian?</strong></p><p>Yang menghalangi keberanianku untuk mengakui kesalahan adalah rasa takut dimarahi atau disalahkan. Aku khawatir jika melakukan kesalahan, aku akan langsung mendapat teguran, meskipun sebenarnya aku memang bersalah. Karena itu, aku lebih memilih diam dan tidak mengakuinya, meskipun sadar telah melakukan kesalahan.</p><p><br/></p><p><strong>Upaya apa yang sebaiknya dilakukan agar keberanian untuk mengaku ini tidak sampai terhalangi?</strong></p><p>Agar berani mengakui kesalahan, sadari bahwa kesalahan itu wajar dan bagian dari proses belajar. Ubah pola pikir dari yang merasa rendah diri saat melakukan kesalahan dengan melihatnya sebagai peluang untuk memperbaiki diri. Latih keberanian dengan mulai mengakui kesalahan kecil, lalu bertahap ke yang lebih besar.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3601940343/929ba943712eafc1d0150b6e1c872ed4/_kittens__cute__aesthetic__heartcore__heart__kdrama__aesthetic__loveyourdog__cats__pink__emotional__cutecat__fyp__foryoupage__foryou__homepage.jpg" />
         <pubDate>2025-03-27 02:20:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3384215354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian Dalam Beropini</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3386374810</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian dalam beropini merupakan bentuk keberanian yang lebih sederhana, namun benar-benar dimiliki oleh hati yang berani. Maksud Bu CM disini adalah opini yang tidak sekedar mengikuti pendapat kebanyakan orang, tapi opini dari prinsip dan pengetahuan yang benar-benar kita miliki. Sebaiknya kita mempertanyakan pendapat kita terkait suatu pertanyaan maupun pernyataan dalam sebuah percakapan atau semacamnya. Jika kita memiliki opini yang sama dengan yang lainnya, ada baiknya kita mempertanyakan, menyelidiki, dan melakukan riset dari opini yang muncul dan dari apa yang kita pikirkan. Dengan begitu ketika seseorang melontarkan opini yang keterlaluan, kita sudah siap untuk mengungkapkan opini kita dengan tegas namun juga dengan lembut dan jelas. Kita sering mengizinkan opini-opini orang lain lolos begitu saja tanpa kita protes dan analisis. Suatu kalimat yang mengandung keyakinan sederhana akan menutup mulut orang yang pendapatnya keterlaluan dan tidak dipikirkan lebih panjang terlebih dahulu.</p><p><br/></p><p><strong>Opini ku yang (mungkin) berbeda dari mayoritas, dan tidak keterlaluan:</strong></p><p><br/></p><p>Menurutku, film yang berdurasi kurang lebih 2 jam jauh lebih baik dan lebih sehat daripada seri yang berkepanjangan dengan <em>cliffhanger</em> di setiap akhir episode. Seri yang seperti itu akan menghabiskan jauh lebih banyak waktu dan membuat seseorang ketagihan untuk menonton episode berikutnya, dan menurutku itu keterlaluan. Seri - seri dengan cliffhanger membuat kepikiran terus tentang <em>plot</em> nya jika kita berhenti menonton nya. </p><p>Sementara film memiliki akhir yang pasti. Misalnya durasi film adalah 2 jam, 1 setengah jam, 3 jam, sehingga kita tau berapa lama kita akan meluangkan waktu untuk menonton film. Seri, termasuk yang sudah tamat tidak dapat diprediksi kapan kita akan menyelesaikan nya. Menonton seri juga cenderung membuat seseorang mengorbankan waktu tidurnya dan menurunkan kualitas tidur seseorang. (Source: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10321327/#:~:text=Watching%20TV%20series%20with%20often,%2C%20sleep%20quality%2Fduration">https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10321327/#:~:text=Watching%20TV%20series%20with%20often,%2C%20sleep%20quality%2Fduration</a>).</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/d44084790d74a27cec0d01248c062afb/a7d993c8_2bb0_4ac2_9c9f_853ba2b107a3.jfif" />
         <pubDate>2025-03-28 07:39:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3386374810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk mengakui</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3391674074</link>
         <description><![CDATA[<p>short introduction: pengakuan jujur, bahkan untuk hal sepele di kehidupan sehari hari pada yang bersangkutan, sangatlah menguatkan. apakah kebiasaan mengakui perasaan dan pikiran selalu muncul dari keberanian?</p><p><br/></p><p>T1: Yang menghalangi munculnya keberanian mengakui dalam diri'ku' adalah.</p><p>a. akan menghasilkan kekalahan dalam debat</p><p>b. takut akan semakin dimarahi</p><p><br/></p><p>T2: yang biasanya kulakukan adalah</p><p>a. mengatakan dan mengakui kesalahan keetika situasi sudah lerai</p><p>b. mengakuinya dalam debat, kalau memang aku sudah terlihat akan kalah, atau kalau aku berada di keunggulan tinggi dan malah bisa menggunakan pengakuan itu untuk semakin menyerang</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-01 22:51:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3391674074</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keberanian dalam beropini: tugas kreatif</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3391690474</link>
         <description><![CDATA[<p>HEAR ME OUT, setiap kali Amerika campur tangan pada suatu negara, negara itu mengalami kerugian yang hebat. Contoh?</p><p><br/></p><p>1: genoisida "PKI" 5-10 Juta orang dibumihanguskan hanya karena ada hubungan dengan PKI, seluruh indonesia dikuasai rezim "pancasilaisme" yang mengeksport bahan mentahnya ke luar negeri dengan harga murah (masih terjadi hingga sekarang) demi keuntungan amerika di belakang layar</p><p><br/></p><p>2: perang teluk, propaganda kebohongan super besar dari gadis duta kuwait yang dipaksa Amerika untuk mengatakan berbagai kekejian iran yang sama sekali tidak dilakukan. 100k tentara iran hancur, kondisi politik ekonomi iran hancur, dan kuwait menjadi sangat terjerat dalam ekonomi dengan Amerika</p><p><br/></p><p>3: 246.000 rakyat jepang yang tidak bersalah di bom oleh amerika di hirosima dan nagasaki. bantuan "kemanusiaan" yang diberikan oleh Amerika kemudian adalah gandum, yang banyak orang jepang tidak tahu cara makannya, sehingga mengubah banyak aspek dalam tradisi jepang</p><p><br/></p><p>4: 46% dari index ekonomi Rusia runtuh di tahun 1992 dan berlanjut turun hingga 1995 akibat collaps uni soviet.</p><p><br/></p><p>5: mendukung opressi Donetsk dan Luhansk oleh Ukraina, mengkudeta presiden Ukraina sebelumnya yang Pro-Rusia tanpa "sebab". dan kemudian "mengecam" okupasi Rusia di Krimea dan laut Azov, yang malah terbukti membantu masyarakat Krimea yang sebelumnya malah kurang diperhatikan. dan kemudian mendukung penggunaan "Drone" oleh ukraina untuk menyerang dan menghancurkan bangunan sipil di Rusia. </p><p><br/></p><p>(jika ada yang kurang silahkan ditambahkan)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-01 23:19:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3391690474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian terkait urusan kita.</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3391709080</link>
         <description><![CDATA[<p>T1: untuk menghilangkan kecemasan?</p><p>T2: karena dari segi evolusi rasa cemas itu mirip dengan rasa risih per koloni/kawanan. Singkatnya, kalau kita cemas, dahulu kita hanya menggunakan itu untuk saling memikirkan dan membantu anggota kawanan akan hasil/konsekuensi dari suatu perbuatan. ketika manusia menjadi lebih sekuler, maka kecemasan juga muncul menjadi rasa takut singuler.</p><p>T3: takut akan apa yang terjadi di masa lalu dan masa sekarang mengakibatkan sesuatu di masa depan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-01 23:43:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3391709080</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk tenang</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3392881095</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian tidak semata mata bisa ikut perang, bisa melakukan hal keren, terlihat tanpa takut, dll. Ada juga keberanian yang tak kalah bergunanya, yaitu keberanian tenang</p><p><br/></p><p>T1: ketika terjadi hal yang memicu kepanikan sih, semisal disinggung secara personal, diserang secara fisik, atau ya tiba tiba banget ada hal lain yang mendadak</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-02 14:31:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3392881095</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian, pelayan pribadi pejabat cinta</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3392891189</link>
         <description><![CDATA[<p>keberanian, yang mana sudah muncul dari sejak zaman norman-prancis, menjadi bahasa atau kata untuk sifat kesatriaan/kemuliaan. dan mereka juga menganggap keberanian berasal dari hati. Keberanian yang paling pertama disebutkan adalah keberanian untuk menyerang, yang sering dilakukan oleh hampir seluruh mahluk hidup.  </p><p><br/></p><p>R: karena dianggap sama sama berasal dari hati</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-02 14:38:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3392891189</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3394211732</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketakutan itu memiliki beberapa saudar yaitu kepada kalian kecemasan. kepanikan dan kecemasan selalu bersiaga di saat si keberanian itu agak sedikit terbuai oleh rasa aman. ketika kita melihat keberanian luar biasa yang ditunjukkan oleh beragam manusia di dalam pertempuran seperti para tentara para tentara yang mendaftarkan diri ke dalam yang mendaftarkan diri menjadi tentara itu sangat berani, begitu pun  tentara yang disortir menurut sistem wajib militer yang sama sama tidak kalah berani. tetapi bahkan orang-orang yang berani sekalipun ada juga yang memiliki rasa takut karena, yaa..... mereka tetap manusia. beberapa dari mereka juga ada yang saat berdiri di medan pertempuran mereka berbalik arah dan lari dari musuh.</p><p><br/></p><p>yang akan diuji dari kita di dalam medan perang itu hanya sedikit dan mungkin untuk beberapa orang cedera atau luka kakinya saat berada di taman kriket itu jauh lebih menderita daripada orang-orang yang ada di medan perang dan kita semua juga tak ada yang luput dari panggilan untuk tabah dan sabar meski kita hanya terduduk di kursi dokter gigi baik jika kita mempercayai diri sendiri agar mengetahui dengan pasti bahwa kita mempunyai keberanian untuk menghadapi apapun yang akan datang tapi karena semua dilahirkan dengan pejabat hati ini janganlah sampai si rasa keberanian ini terlelap dan membiarkan diri kita dikhianati oleh rasa panik.</p><p><br/></p><p>Menurut cm akan sangat memalukan kehilangan ketenangan pikiran kita saat kita menghadapi bahaya. Kita tidak hanya kehilangan kesempatan untuk berguna bagi orang lain tapi juga membuat diri kita menjadi beban dan tontonan. secemas apapun kita dengan masalah-masalah seperti masalah hidup, saat berpergian, rumah berantakan, karena pekerjaan dan lain lain, kita bisa berhenti sejak dan berkata 'apakah kecemasan itu penting?' dan segala kekhawatiran apa yang tidak perlu kita pikirkan. yang terpenting itu orang-orangnya dan hal yang terbaik yang dapat kita lakukan itu adalah memastikan bahwa kita bisa berpikiran tentang meski sedang dalam bahaya atau situasi yang tidak biasa atau menekan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-03 09:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3394211732</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keberanian mengaku</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395634235</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian yang kali ini bernama keberanian untuk mengaku. Cukup penting untuk mengakui kesalahan (atau sejenisnya) pada orang yang bersangkutan. Tapi oma CM sendiri tidak yakin apakah mengaku selalu datang dari keberanian</p><p>Tugas :</p><p>- Apa kira-kira yang menghalangi munculnya keberanian untuk mengakui dalam diri kalian?</p><p>kadang aku takut untuk mengakui suatu kesalahan karena takut tambah di tegur (padahal aku udah dapet teguran panjang lebar dari diri sendiri) dan kalau udah gitu bebannya jadi makin berat.</p><p>Takut di cuekin, udah capek capek megaku hal besar, tapi ternyata orang yang bersangkutan ini nggak terlalu masalah sama hal besar ini. dan malah berujung "oh" atau "ya" atau bahkan nggak di jawab sama sekali.</p><p>mengakui mungkin tidak harus kesalahan tapi juga bisa perasaan. Perasaan sedih, senang, dan takut adalah sesuatu yang sering tidak mau kuakui. karena aku takut dikira lemah.</p><p><br></p><p>- Upaya apa yang sebaiknya dilakukan agar keberanian untuk mengaku ini tidak sampai terhalangi?</p><p>mungkin cara yang ku ketahui adalah, menyadari kalau tidak mengaku membuat beban bertambah.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-04 06:14:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395634235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk Mengakui</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395701348</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengakui apa yang kita perbuat salah pada orang yang bersangkutan sangatlah menguatkan, meski Oma ceem berkata kalau pengakuan atas kesalahan tidak selalu berasal dari keberanian. </p><p><br/></p><p>Mungkin menguatkan disini maksudnya adalah menguatkan batin? Kita terkadang tidak mengatakan sesuatu karena kita takut, dan menghadapi ketakutan itu menguatkan kita. Mendewasakan kita. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan Refleksi:</mark></strong></p><p><strong>Apa kira-kira yang menghalangi munculnya keberanian untuk mengakui dalam diri kalian?</strong></p><p><br/></p><p>Aku pikir yang seringkali membuatku berpikir ulang sebelum mengakui sesuatu tuh karena aku takut orang lain akan membuat <strong>penilaian</strong> tentangku dan berujung menjauh/pergi seandainya aku mengakui sesuatu. Takut seketika menjadi tidak berharga (unworthy) gitu (?).</p><p><br/></p><p>Aku punya cerita yang akan membantuku menjelaskan ini. Beberapa bulan lalu aku melihat story IG seseorang (clue: seseorang yang aku idolakan betul):</p><p><br/></p><p>Intinya, S memiliki teman, dan temannya ini mengaku padanya pada suatu malam, bahwa Ia telah berbuat salah (meski bukan pada S). </p><p><br/></p><p>Nah, pada saat temannya itu bercerita sambil tersedu-sedu, S terdiam. Dalam kepalanya berpikir, apa coba yang membuat temannya sampai jadi seperti itu (mungkin bisa dibilang pertanyaan "kok bisa lho temanku berbuat begini?"), cuma dia katakan itu di hati saja, tidak Ia lontarkan.  </p><p><br/></p><p>Aku pikir "menilai" seperti itu wajar terjadi dalam keseharian kita. Jika memposisikan diri pada posisi S, aku pikir banyak dari kita yang akan membuat penilaian itu, baik secara sadar atau tidak sadar. Mau penilaian itu akhirnya akan diucapkan atau tidak.  </p><p><br/></p><p>S juga membuat penilaian, tapi, S akhirnya memutuskan untuk tidak melontarkan judgment/mengkritisi pada saat itu. Dia tidak melakukannya bukan karena dia membenarkan perilaku temannya, tapi karena katanya kurleb, "The world has already point fingers at her, so why would I point another one?" <em>(Jujur aku gatau ini versi indonya seperti apa, jadi aneh jadi kubiarkan saja).</em></p><p><br/></p><p>Intinya, temannya ini sudah menerima banyak input dari luar, Ia uga sudah tahu kalau apa yang dia perbuat salah, jadi S memilih menyimpan penilaiannya sendiri. Jadi, alih-alih begitu, S bertanya, setelah temannya selesai bercerita, "Bagaimana kabarmu?" </p><p><br/></p><p>Dan aku pikir dia menyelesaikannya dengan baik. </p><p><br/></p><p>Dalam arti, S berusaha memberi simpati pada temannya, berusaha keluar dari perspektif/sudut pandang dirinya atas peristiwa tersebut--Intinya berusaha memahami posisi temannya ini. </p><p><br/></p><p>Kata S di bagian selanjutnya, "I, too, have made mistakes. I have hurt others. I have made wrong decisions that impacted people around me. And in those moments, I wished for someone-someone who wouldn't turn away, someone who would just stay.</p><p><br/></p><p>So, whenever a friend comes to me in their darkest time, I listen. I stay. Because I know how much that presence can mean."</p><p><br/></p><p>Inti yang ingin kusampaikan dari cerita ini adalah, ketika seseorang memiliki keberanian untuk mengakui sesuatu, yang mereka butuhkan seringkali bukanlah penilaian, tapi kehadiran seseorang, support untuk membantunya maju. Dan karena aku tidak bisa menebak aku akan mendapat pendengar yang seperti apa nantinya, kurasa itu yang membuatku takut untuk mengakui sesuatu. Dan kurasa, aku yang pernah merasakan bagaimana rasanya berada pada posisi itu yang membuat pelajaran ini lebih membekas lagi.</p><p><br/></p><p><strong>Upaya apa yang sebaiknya dilakukan agar keberanian untuk mengaku ini tidak sampai terhalangi?</strong></p><p>Aku tidak punya banyak sih. </p><p><br/></p><p><strong>Dari sosok sebagai orang bersalah:</strong></p><p>1. Kalau aku sih ya, lebih baik ngga usah kebanyakan mikir kemungkinan-kemungkinan, cobalah untuk berani, menghadapi apapun konsekuensinya. Biasanya aku begitu, dan bagiku lebih baik aku yang duluan mengambil kesempatan untuk mengakui daripada dipaksa mengakui. Aku ngga suka dipaksa/kekurangan waktu soalnya wokwok.</p><p><br/></p><p><strong>Dari sosok orang lain:</strong></p><p>1. Belajarlah menjadi pendengar yang baik, cobalah memberi simpati pada mereka, menempatkan dirimu pada posisi mereka. </p><p><br/></p><p>Sekian!</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-04 07:17:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395701348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>K. Menegur - Keberanian, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395901131</link>
         <description><![CDATA[<p>Latar</p><p>Di sebuah gerbong kereta yang padat, ada seseorang yang merasa spesial dengan kondisinya--berdiri dengan wajah yang kesal sembaru menatap orang-orang yang duduk dengan kesal. Ia berdiri di depan abang-abang yang tampaknya bodo amat dengan tatapannya, abang itu dengan earphonenya tampak sedang menonton anime, sejujurnya matanya tampak lelah, postur dudnya membungkuk kerdil. Orang yang berdiri itu--sebut saja Samar, menegur abang wibu karena kesal.</p><p>Samar: eh mas!, bisa berdiri ga?!, liat kondisi saya dong!</p><p>Abang wibu itu berdiri dengan tatapan dan gerakan yang hampa. Samar pun duduk, merasa bahwa ia telah mendapatkan haknya yang diambil oleh abang wibu.</p><p>Entah apakah teguran itu bermaksud membela kebenaran atau keegoisan belaka, namun, nampaknya hari abang wibu itu memburuk dengan kejadian ini.</p><p>Kadang kita membela sesuatu yang menurut kita benar, benarkah demikian?, dengan norma-nirma yang ada--orang-orang seperti abang wibu; yang terlihat tidak apa-apa, harus memberi ke mereka yang kenapa-napa, penilaian yang gegabah. Di luar benar atau tidak, aku harap kita bisa memperlakukan abang wibu dengan lebih baik, dengan lebih lembut.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-04 10:30:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395901131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk/dalam berterus terang</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395912742</link>
         <description><![CDATA[<p>Kreatif narasi:</p><p><br/></p><p>A: *bersendawa kencang sekali*</p><p><br/></p><p>B: &amp;#9773; *diam saja, walaupun sebenarnya risih, dia mulai berkeringat*</p><p><br/></p><p>C: *melihat B terasa tidak nyaman, dia berbisik pada B kenapa dia tidak nyaman</p><p><br/></p><p>B: *berbisik kepada C* &lt;small&gt;dia si A tadi sendawa kencang, aku kurang nyaman&lt;/small&gt;</p><p><br/></p><p>A: *Bersendawa lagi, menyela pembicaraan* BWLEAARGHR</p><p><br/></p><p>C: eh A, terus terang aku dan B merasa tidak nyaman pada sendawamu, kita memang sedang asik mengobrol, tapi terus terang ya kami mohon kalau sendawa jangan ngegas</p><p><br/></p><p>A: okee</p><p><br/></p><p>//</p><p><br/></p><p>A: eh C, kamu tadi tu berterus terang, bersikap asertif, atau beropini?</p><p><br/></p><p>C: berterus terang, walaupun juga sedikit bersikap asertif, yang jelas aku sedang tidak beropini</p><p><br/></p><p>B: betul! C berterus terang sekaligus bersikap asertif membantuku! terimakasih ya C</p><p><br/></p><p>C: sama sama!</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-04 10:45:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395912742</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesalahan dalam menafsirkan kemurahan hati</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395946805</link>
         <description><![CDATA[<p>-Biarkan dia mengurusi masalah dia sendiri</p><p><br/></p><p>dan</p><p><br/></p><p>-(memikirkan)Setiap orang yang berurusan denganku lebih rendah daripada diriku</p><p><br/></p><p>karena, memang kita punya urusan masing masing, tetapi jika kita sudah senggang/luang, kita boleh boleh saja dibantu dan membantu orang lain. Sementara untuk merendahkan orang lain, kita harus bermurah hati</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-04 11:23:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395946805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebaikan dalam menafsirkan, apakah kalimat panjang dari kata &quot;Coping&quot;</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395953537</link>
         <description><![CDATA[<p>sifat manusia selalu kontradiktif, dan seperti yin yang, ada yang baik dalam yang buruk, tetapi ada juga yang baik <strong>di luar</strong> yang buruk. Dan menafsirkan perilaku dapat diartikan ke dua sumbu itu, bahkan bisa menafsirkan dan memaafkan perkataan atau keteledoran orang lain menjadi hal yang tidak apa apa. tetapi menafsikran ke hal buruk akan mengakibatkan hal yang sebaliknya, karena yah ada hitam dalam putih dan hitam di luar putih.</p><p><br/></p><p>R1:</p><p><br/></p><p>bandingkan dengan apa yang sudah dilakukan orang itu sebelummnya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-04 11:31:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395953537</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kepekaan dan setan dari Simpati</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395960725</link>
         <description><![CDATA[<p>Kepekaan merupakan bentuk lain dari simpati; kedua kata tersebut sama-sama menggunakan perasaan untuk mengenali suatu masalah dari sudut pandang orang lain. Kepekaan memahami kata mana yang akan menyakitkan, bahasa tubuh seperti apa yang akan menjengkelkan, kalimat simpatik mana yang kurang tepat, serta kapan senyuman dan tatapan akan lebih baik daripada kata-kata.</p><p>Kepekaan biasanya merupakan hasil dari pengasuhan yang baik; tapi Kepekaan sejati adalah ekspresi Simpati yang memahami apa yang ada di pikiran orang lain. Barangkali, di dalam Kepekaan terdapat bagian-bagian kecil dari Simpati, seperti ketertarikan pada apa yang orang lain sedang lakukan atau sedang sukai, dan kesiapan untuk menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan dengan penuh perhatian dan respek merupakan salah satu tugas Simpati yang paling dibutuhkan. Dengan mendengar, dia membangkitkan dan menjaga orang yang dia dengarkan; sekaligus juga meningkatkan rasa menghargai diri pada orang yang baru saja mengalami sesuatu, merasakan sesuatu, atau menderita akan suatu hal yang membuat dia ingin menceritakannya. Mendengarkan adalah bentuk pelayanan sejati. Kita semua, yang termuda sekalipun, seringkali meremehkan diri sendiri sehingga akhirnya kurang berani untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya mampu kita lakukan.</p><p><br></p><p>Kita tidak bisa membahas secara rinci tugas-tugas Simpati, tetapi kita perlu mempertimbangkan beberapa Setan yang terkait dengan pejabat yang satu ini. Yang paling utama, dan sangat fatal, adalah egoisme yang membuat kita sibuk saja dengan diri sendiri. Dia yang hanya memikirkan urusannya sendiri, haknya, kebutuhannya, hasratnya, keinginannya, kekuatan dan kelemahannya, kesuksesan dan kegagalannya, kebergunaan dan ketidakbergunaannya, tak punya ruang untuk bersimpati pada hal di luar dirinya - seperti sebuah gelas yang penuh dengan anggur, tak punya ruang untuk diisi air lagi.  Bentuk pasif dari egoisme adalah ketidakpedulian, sementara bentuk aktifnya seperti Kesombongan, Ketidaksukaan, dan Antipati.</p><p>Vol 4 hal 99</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-04 11:39:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3395960725</guid>
      </item>
      <item>
         <title>K. Mengakui - Keberanian, Hati, Cinta</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3397439800</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Narasi</strong></p><p>Keberanian untuk mengaku, merupakan keberanian yang memotivasi kita untuk mengakui kesalahan atau hal-hal yang terlewatkan pada lehidupan sehari-hari--pada yang bersangkutan, keberanian ini menguatkan, baik bagi yang mengaku juga bagi yang bersangkutan. Sayangnya, jarang terlihat pengakuan kesalahan muncul dari keberanian ini.</p><p><br/></p><p><strong>Jawaban</strong></p><ol><li><p>Apa kira-kira yang menghalangi munculnya keberanian untuk mengakui dalam diri kalian?</p></li><li><p>Upaya apa yang sebaiknya dilakukan agar keberanian untuk mengaku ini tidak sampai terhalangi.</p></li></ol><p><br/></p><ol><li><p>Aku takut itu merugikanku; dihakimi, dijauhi, ditinggalkan. Kadang, aku juga lelah mengaku, lelah bahwa aku harus mengakui aku salah, dan mendiskusikan jalan keluar--yang tidak pernah benar-benar jelas, yang pada akhirnya seperti sebuah siklus di mana aku berbuat salah, mengaku, cari jalan keluar, berbuat salah, mengaku, cari jalan keluar, dan terus seperti itu.</p></li><li><p>Aku pikir, aku perlu lebih mencintai diriku. Hidupku bukan tentang penghakiman dan ketiadaan orang lain, tapi tentang memahami, mengaktualisasi, dan menikmati jalanku sendiri. Kesalahan bukan dipandang sebagai akhir, melainkan jalan baru untuk dilalui.</p></li></ol><p><br/></p><p>Sekian...</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/4d0662b4db580f3d613697ac49b16ca6/1000138532.png" />
         <pubDate>2025-04-06 13:45:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3397439800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk Berterus Terang</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398763398</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurutku maksud dari berterus terang adalah mengungkapkan apa yang sebenarnya ada di hati dan pikiran. Keberanian dalam berterus terang adalah hal yang sangat menawan. Sikap diam memang diperlukan di beberapa waktu karena kita tidak bisa menceritakan ke orang lain semua urusan kita, itu akan membosankan. Maka dari itu semuanya tergantung niat (motif). Kalau kita memutuskan untuk tidak menceritakan semua urusan kita kepada teman dengan niat supaya teman tidak merasa bosan dengan cerita kita yang itu-itu terus, maka hal ini bisa dibenarkan, akan tetapi, jika kita mengurung perasaan yang sebenarnya ada di hati karena merasa orang lain tidak akan punya simpati dan tidak mungkin mau memahami kita, maka kita jadi tidak memenuhi karakteristik dari hati yang mulia. Kita akan menjadi orang yang penuh dengan kecurigaan, ketidakpercayaan, dan kewaspadaan yang tidak pada tempatnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/6bfc786c4a3b70bc5e3f2194b7136a1b/Blue_Green_Landscape_Group_Project_Presentation_.jpg" />
         <pubDate>2025-04-07 12:17:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398763398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Sevent Lord&#39;s In Waiting: Courage</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398875139</link>
         <description><![CDATA[<var>Keberanian Untuk Mengakui</var><p><br/></p><p>Menurut Oma CM pengakuan yang jujur tentang hal hal yang telah salah kita lakukan atau terlewatkan pada orang orang di kehidupan sehari hari kita adalah satu hal yang sangat lah menguatkan. Namun, Oma CM gak yakin apakah kebiasaan mengakui perasaan dan pikiran kita itu selalu muncul dari keberanian.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Sejujurnya sampai sekarang, aku masih sedikit kebingungan dengan apa yang sebenarnya Oma CM maksud dari kata 'menguatkan' di sub bab ini. Tapi, aku setuju dengan pendapat Oma CM tentang kebiasaan mengakui yang tidak selalu datang dari keberanian. Menurutku sendiri itu bisa terjadi karena paksaan atau rasa bersalah. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/ffb11b277ce8ecce1dfc9b2306416c80/1000000418.png" />
         <pubDate>2025-04-07 13:34:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398875139</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Opini masing masing orang, sangat penting.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398885551</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk beropini</p><p>Banyak orang gagal dalam mempertahankan opininya, sering kali karena opini yang mereka bentuk berbeda dari opini mayoritas orang, jadi mereka minder dan memilih untuk menyimpan opininya.</p><p>Padahal alangkah baiknya kita mempertanyakan setiap opini yang dilemparkan kearah kita dalam suatu pembicaraan, karena bisa saja orang yang kita ajak bicara ternyata opininya keliru atau kurang tepat. Dengan melemparkan opini pribadi kita kedalam pembicaraan, ide ide baru akan terbentuk dan jadilah pembicaraan&nbsp;yang&nbsp;bermakna.</p><p>Opiniku: sekolah itu seperti pabrik yang digunakan untuk mencetak anak anak, bukan menumbuhkan mereka.</p><p>Karena semua anak diharap mampu mencapai standard standard sekolah yang pukul rata, padahal setiap anak mempunyai kelemahan dan kelebihannya&nbsp;sendiri.</p><p>dan mereka diajarkan cara berpikir yang "benar". akhirnya banyak anak sekolah yang kemampuan untuk berpikir kritisnya tergerus. Mereka dicekoki pelajaran agar mereka dapat berkualitas dalam "standard industri" dan akhirnya dijadikan "Human asset", mereka dijadikan seperti objek yang digunakan untuk kepentingan&nbsp;suatu&nbsp;golongan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-07 13:40:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398885551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berterus terang.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398886644</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk berterus terang</p><p>Seseorang yang menceritakan segala urusan hidupnya secara detail dan tanpa terkecuali, adalah orang yang sangat membosankan. Tetapi sebaliknya, seseorang yang menunjukkan sikap waspada, khawatir, dan tertutup yang tidak pada tempatnya dan tanpa alasan adalah seseorang yang pengecut, dan Ketika seseorang gagal dalam keberanian untuk berterus tergang, mereka gagal memiliki hati yang mulia. Sejujurnya semuanya jatuh kepada tujuan kita, apakah  karena kita tidak ingin membuat teman2 kita bosan terhadap detail2 kecil hidup kita, atau karena kita curiga bahwa orang orang tidak akan menunjukkan simpati, atau waspada bahwa orang akan membenci kita, jika seperti itu maka kita sudah gagal memperthankan hati yang mulia dan sudah ada didalam kendali setan&nbsp;jiwa&nbsp;manusia.</p><p><br/></p><p>Batasan dalam berterus terang terletak pada niat. Apapun yang ingin kita sampaikan, harus disertakan alas an yang jelas, dan penting kita pertimbangkan cara penyampaiannya, dengan cara yang nyaman untuk diri dan lawan bicara. "say it nicely, do it gently,&nbsp;firm&nbsp;but&nbsp;kind"</p><p><br/></p><p>Tentang Perbedaan antara keberanian untuk beropini dengan keberanian untuk berterus terang: Keberanian untuk beropini adalah keberanian untuk menyampaikan suatu ide/pemikiran pribadi kita, sementara keberanian untuk berterus terang adalah kemampuan untuk mengatakan/menjelaskan sesuatu secara terang terangan tanpa berbelit belit atau "Sugarcoat".</p><p>Sementara tentang perbedaan antara keberanian untuk berterus terang dan keberanian untuk asertif, sepertinya tidak begitu banyak. Asertif adalah cara yang baik untuk berterus terang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-07 13:41:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398886644</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menegur dengan benar.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398891004</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk menegur</p><p>Ada banyak keberanian yang muncul dalam jiwa manusia. Tidak ada persahabatan akrab yang tahan tanpa keberanian ini, teguran lembut antar sesama pemuda, sering kali lebih ampuh daripada teguran penuh makna yang disampaikan oleh orang tua.</p><p>Tugas script drama:</p><p>Di suatu sore, Doni dan Toni pergi ngabuburit, karena mereka berencana berbuka puasa bersama. Doni dan Toni adalah sepasang sahabat yang sangat akrab, mereka bercanda2 sembari mencari makanan untuk dimakan. Namun suatu kali, Toni melontarkan becandaan yang membuat Doni merasa buruk tentang dirinya:</p><p><br/></p><p>Toni: Tapi kalau dipikir pikir, aku tidak mengerti kenapa ada orang yang bisa suka denganmu, kan kamu jelek hahahaha.</p><p><br/></p><p>Doni (Dalam hati): kok dia berkata seperti itu? Kan aku nggak pernah mengatakan ataupun membecandakan penampilannya.</p><p><br/></p><p>Doni: Toni kok kamu berkata begitu? Padahal aku nggak pernah bilang kamu jelek loh.</p><p><br/></p><p>Toni: eerm... maksudnya nggak jelek juga sih, cuman bagiku nggak ganteng aja, biasa aja.</p><p><br/></p><p>*Lalu Doni memutuskan untuk berhenti membicarakan itu*</p><p><br/></p><p>*Beberapa hari kemudian*</p><p><br/></p><p>Doni: perasaanku tidak enak, aku masih merasa sedih Toni berkata begitu, padahal kita bersahabat. Yasudah aku berterus terang saja ke dia.</p><p><br/></p><p>Doni (Didalam text): Toni, apakah aku boleh mengatakan sesuatu?</p><p>Toni (Didalam text): ya tentu saja doni, ada apa?</p><p>Doni (Didalam text): Ini tentang kemarin pas kita ngabuburit bersama, saat waktu itu kamu bercanda tentang penampilanku dan memanggilku jelek. Aku merasa sedikit tersakiti ketika kamu menjelek-jelekkan penampilanku padahal aku tidak pernah menyebut hal hal buruk tentang penampilanmu, aku selalu berkata baik tentang penampilanmu.</p><p>Dan aku tau kamu tidak bermaksud membuatku sedih, tetapi tetap saja.</p><p><br/></p><p>Toni (Didalam text): oalaaah, maafin ya Don, aku memang gapernah bermaksud untuk membuatmu sedih, dan memang saat kejadian aku langsung merasa bersalah tapi aku tidak tahu cara menyampaikannya. Aku akan berusaha untuk tidak akan melakukannya lagi.</p><p>Doni (Didalam text): Iya aku maafkan Toni, aku cuman butuh meringankan dadaku, kalau aku ada membuatmu tidak nyaman sampaikan ke aku juga yaa.</p><p><br/></p><p>*Dan dunia lanjut berputar*</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-07 13:43:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398891004</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian mengakui.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398891560</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk mengakui</p><p>Adalah keberanian yang diperlukan ketika kita membuat suatu kesalahan atau ketika kita membuat kelalaian dalam hal hal sepele di kehidupan. Keberanian ini sangat menguatkan bagi orang yang bersangkutan. Tetapi bu CM sendiri ragu jika keberanian untuk mengakui benar2 tumbuh dari keberanian, katanya, berdasarkan dari kelalaian dan rasa takut lebih tepat.</p><p>Namun menurutku Dasar awalnya adalah rasa takut dan kelalaian, namun setelah itu dibutuhkan keberanian untuk mendobrak rasa2 itu.</p><p>Tugas:</p><p>- Hal yang menghalangi keberanian untuk mengakui muncul pada kerajaan jiwaku adalah kebanggaan, dan mungkin juga rasa takut untuk salah. Karena ketika aku mengakui bahwa aku berbuat salah, maka itu berarti jalan hidupku tidak mulus seperti yang kuinginkan, dan itu tidak aku senangi.</p><p>- Upaya yang perlu dilakukan agar keberanian satu ini tidak terhalang adalah dengan menyadari dan mengakui bahwa aku adalah manusia yang tentunya tidak sempurna, dan aku pasti berbuat salah, dan itu tidak apa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-07 13:44:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398891560</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Sevent Lord&#39;s In Waiting: Courage</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398892575</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p><strong>Karakter:</strong> A dan B (mereka kakak beradik)</p><p><strong>Situasi awal:</strong> Di acara reuni keluarga besar B dengan sengaja menceritakan sesuatu ke beberapa orang tentang A yang bersifat pribadi, padahal sudah jelas kalau A tidak&nbsp;mau ceritanya itu di bicarakan ke orang lain. A pun kesal jadi dalam perjalanan pulang A pun mencoba menegur adiknya B.</p></blockquote><p><br></p><p>A: Kamu keterlaluan deh tadi, kamu kan tau kalo aku gak mau cerita itu di omongin ke orang lain. Kenapa masih aja di lakuin?&nbsp;</p><p><br></p><p>B: Yaampun itu kan bukan cerita yang serius banget, gak usah marah dong.</p><p><br></p><p>A: Itu serius, jangan nyepelein dong. Kamu juga udah sering banget kayak gitu, beberin cerita ku yang udah jelas personal banget ke orang yang gak harus tau. Itu privasi aku loh, kamu gak ada hak untuk beberin cerita itu ke orang lain tanpa izin aku. Kamu mau curhatan mu yang kapan hari itu aku ceritain ke sepupu2 kita?&nbsp;</p><p><br></p><p>B: Yaa engga sih…</p><p><br></p><p>A: Kalo gitu jangan di ulang, tolong hargain privasi ku.&nbsp;</p><p><br></p><p>B: Iya maaf.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/d0b11d01cfb51f6b06914afde4caf490/1000000418.png" />
         <pubDate>2025-04-07 13:44:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3398892575</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk menegur</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402060702</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk menegur harus dilakukan dengan lembut dan hati-hati. Keberanian ini sangat penting untuk menjaga persahabatan yang lama dan setia antar orang dengan usia yang sebaya. Teguran yang lembut dan santai dari teman sebaya akan lebih memberikan dampak dibanding teguran yang lazim dari orang tua/orang yang lebih tua.</p><p><br></p><p>contoh:</p><p>*teman dekat solat secepat kilat*</p><p>"jangan solat cepet2 ah! kyk bakal dapet hadiah aja"</p><p>*solatnya jadi lebih pelan*</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/6fe73f52f6a1f2f7790ac93eeef9bad3/download__2_.jfif" />
         <pubDate>2025-04-09 05:39:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402060702</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #15</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402091749</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian untuk mengakui.. adalah salah satu bentuk keberanian(lagi) kita memerlukan keberanian untuk mengakui kesalahan kesalahan kita yang kecil maupun besar di kehidupan sehari - hari</p><p><br></p><p>tugas </p><p>Apa kira-kira yang menghalangi munculnya keberanian untuk mengakui dalam diri kalian?</p><p><br></p><p>banyak hal yang menakutkani yang aku pikirkan jika kita mengakui sesuatu yang salah; takut di judge, salah penilaian, salah paham dan masih banyak respon respon yang berlebihan</p><p><br></p><p>Upaya apa yang sebaiknya dilakukan agar keberanian untuk mengaku ini tidak sampai terhalangi?</p><p><br></p><p>kurang tau :) mungkin dengan cara berpikir bahwa orang orang juga mempunyai kehidupannya sendiri jadi ngga semuanya mereka pikirin apa lagi pengakuan kita</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/v1.Y2lkPWNhYmM5OTE4ZGJuNHU5MzFwdHcwNHZkM2R2bmg5M2cwMDV5YnJycDc5MWJ0amdyZiZlcD12MV9naWZzX3NlYXJjaCZjdD1n/GIvajz0TlE316/giphy.gif" />
         <pubDate>2025-04-09 06:00:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402091749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of the heart #19</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402115293</link>
         <description><![CDATA[<p>gimana sih cara tau batasan dalam berterus terang menurut saia?</p><p><br/></p><p>ketahuilah lawan bicaramu</p><p>cari tahulah terlebih dahulu bagaimana lawan bicaramu bersikap, apakah dia chill terhadap pendapat orang orang lain? jika misalnya orang itu pemarah sampaikan lah pendapatmu dengan hati hati agar tidak menyinggungnya atau kalau memang mau aman jangan sampaikan pendapatmu sampai lawan bicaramu di suasana yang baik.</p><p><br/></p><p>maap penddek</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/pOmxbi8VAPlPtDiMVU/giphy.gif?cid=cabc9918zt0jyhqt96u43lqg7dcsvd9kzx5g9h391rmlqvhj&amp;ep=v1_gifs_search&amp;rid=giphy.gif&amp;ct=g" />
         <pubDate>2025-04-09 06:15:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402115293</guid>
      </item>
      <item>
         <title>51 | Berani Beropini</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402185180</link>
         <description><![CDATA[<p>Dengan komposisi opini yg CM maksud:</p><p>- racikan pemikiran sendiri</p><p>- didukung fakta dan argumen yg valid</p><p><br/></p><p>Sepenangkapanku sekadar koar-koar cari perhatian dan sensasi tidak termasuk keberanian ini. Opini atau pendapat perlu punya landasan prinsip, argumen, dan fakta yang jelas untuk bisa disebut keberanian</p><p><br/></p><p><mark>Tugas</mark></p><p>Pernyataan yang kubuat adalah: Sosial media bukan tempat curhat dan berkeluh kesah masalah personal. </p><p><br/></p><p>Entah pernyataanku sudah cukup menentang norma atau belum, yg jelas di sekitarku lumayan banyak orang-orang yg melakukan itu. Kesedihan dan kekesalan tidak seharusnya diunggah walau di second account close friend sekalipun. Cerita aja langsung, atau lewat private chat, atau telepon. Dengan begitu orang yg dituju jelas, pembahasan cenderung lebih besar membawa ke jalan keluar krn terjadi percakapan dua arah. Daripada upload di story atau status justru bisa mengambil energi bagi penyaksinya (yg mungkin jg punya masalahnya sendiri), cenderung tidak aman, dan mengais validasi semata.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-09 07:00:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402185180</guid>
      </item>
      <item>
         <title>52 | Berani Berterus Terang</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402189626</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku menangkap maksudnya mampu untuk mengungkapkan keadaan sejujurnya dan se-apa-ada-nya. Tidak berusaha menutupi demi citra diri dan ego. </p><p><br/></p><p>Hanya saja bagiku tantangannya cukup besar. Di zaman sekarang tidak semua orang dapat dipercaya untuk seseorang berterus terang dengan aman. Pintar-pintarnya bagaimana kita bisa membaca kondisi dan menentukan mana orang yg tepat untuk tempat berterus terang itu. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-09 07:03:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402189626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>54 | Berani Mengakui</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402399731</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelas kali ini jadi cukup diem-dieman hahahah, bisa jadi karena pembahasannya. Aku rasa semua orang setuju bahwa mengakui sesuatu --khususnya mengenai hal yg buruk, butuh keberanian. CM mungkin hanya berkata soal mengakuinya pada orang bersangkutan, tapi jauh sebelum itu, mengakui ada sisi jelek kita pada diri sendiri juga butuh keberanian, setidaknya bagiku. Tidak selantang jika mengakui di depan orang memang, tapi itu langkah keberanian yg signifikan untuk pengakuan yg lebih besar. </p><p><br/></p><p>Lalu soal CM bilang kalau perlu disanksikan saat keberanian tetap hadir dalam pengakuan ketika kondisinya memang menekan untuk mengaku, itu aku kurang sependapat. Karena sejahat apapun  seseorang, aku rasa mengakui kejahatan itu butuh keberanian, meskipun mungkin hanya setitik. Ditambah lagi, seberapa banyak andil keberanian ada di sana juga bukan urusan siapa pun kecuali diri sendiri. Hanya kita sendiri yg bisa merefleksikan dan menilainya.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>- Apa kira-kira yang menghalangi munculnya keberanian untuk mengakui dalam diri kalian? Ketakutan menerima konskuensi yang tidak enak akibat hal yang akan diakui</p><p>- Upaya apa yang sebaiknya dilakukan agar keberanian untuk mengaku ini tidak sampai terhalangi? Menerima perasaan takut itu, (dan selama diutarakan pada pihak yg bersangkutan) yakin dan bilang ke diri kalau keputusan ini demi meng-upgrade diri kita dan ada kelegaan yg menyejukkan akan menghampiri kita.</p><p><br/></p><p>#ngomongajagampang&nbsp;hahahah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-09 09:56:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402399731</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402681017</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Bentuk dari ketakutan itu  cenderung membuat kita jadi resah khawatir dll, bahkan kalau kita menghadapi tekana yang sebenernya kecil jadi kerasa gede, itu saat kita sedang menghadapi kesuksesan atau malapetaka yang kita takutin.</p><p>Kecemasan itu lebih banyak mendapat simpati dari ketakutan lainnya karena kecemasan itu membuat kita merasa menderita, dan kadang penyebabnya itu sesuatu yang rill.</p><p>Kata CM kita sebenernya juga ngelakuin hal itu waktu kita sibuk dengan hal hal yang mendesak, itu cara istri dan ibu saat mengurusi orang orang yang dia sayangi</p><p>Jadi mereka itu ngomong bahwa mereka itu nggak berani ngelihat ke depan dan kalau mereka itu hidup dari jam ke jam, agar mereka itu bisa membawa kebahagiaan yang keriangan ke dalam ruang rawat yang diselimuti dengan hal-hal yang meragukan dan mencemaskan</p><p><br/></p><p>Jadi keberanian luhur ini memungkinkan untuk menghadapi kedukaan baik yang kecil sampai yang paling gede sekalipun kayak misalnya datang ujian atau datang rugi atau pokoknya segala macam kesusahan bahkan kesusahan yang paling buruk tadi Tuhan juga bilang kalau janganlah gelisah hatimu itu adalah perisa dari Tuhan yang mengisyaratkan untuk kita taat dan itu peringatan-peringatan keras untuk orang-orang yang bimbang dan nggak beriman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-09 13:49:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402681017</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keberanian cinta 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402702932</link>
         <description><![CDATA[<p>pada masa norman-prancis, orang 2 memperlakukan keberanian dengan sangat tinggi</p><p><br/></p><p>bayangkan saja apa yang bisa dilakukan oleh keberanian, seekor domba tidak akan bertarung jika ia tidak memiliki keberanian atau seorang ibu memiliki keberanian untuk menjaga anaknya, tetapi ada dari adanya sifat keberanian sifat kebalikanya pun juga ada, seperti pengecut, kegugupan dan rasa gentar</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>menrutku point utama dari kata keberanian adalah untuk melakukan hal yang tidak lazim atau sesuatu yang tidak banyak di lakukan orang lain, mungkin tanpa keberanian, tidak ada hal yang seru bermunculan atau berkembangan masa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-09 14:02:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402702932</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kehendak baik 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402723783</link>
         <description><![CDATA[<p>kehendak baik ini adalah keinginan membantu orang lain, terkadang kehendak ini tidak kuat jika ia melihat ada orang bodoh atau tidak berilmu, ia akan terus membantu orang yang memerlukanya, itulah tugasnya</p><p><br/></p><p>sebaliknya kebajikan mempunyai musuh yang kuat, ada  kecerewetan yang suka mencari masalah orang, egois yang suka mementigkan diri sendiri atau dendam yang akan memonopolikan hati kabajikan.</p><p><br/></p><p>sekian terima kasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-09 14:15:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402723783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pelayan pribadi pejabat cinta simpati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402746036</link>
         <description><![CDATA[<p>simpati adalah tempat di mana kita berduka untuk orang lain, khususnya saat mereka lagi merasa kehilanagn di sanalah kita megeluarkan kata2 yang lembut untuk meluluhkan hati orang dari rasa kesedihan</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>menurutku saat kita bersimpati pada orang lain, berikan saja apa yang bisa kita berikan [ selain kebutuhan wajib ] dengan begitu kita tidak akan merugikan diri sendiri atau pun orang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-09 14:27:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3402746036</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian untuk Mengakui</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3403253354</link>
         <description><![CDATA[<p>Bentuk lain dari keberanian adalah keberanian untuk mengakui dengan jujur apa yang sudah kita lakukan atau tidak lakukan. Akan tetapi pengakuan perasaan dan pikiran tidak selalu datang dari&nbsp;keberanian, bisa juga karena hal yang harus diakui itu sudah ketahuan dan kita merasa konsekuensi akan segera datang. Ada juga sebagian orang yang sudah ketahuan namun masih tidak memiliki keberanian untuk mengakui, sehingga orang tersebut terus <em>denial.</em></p><p><br/></p><p>Bagiku hal yang menghalangi keberanian untuk mengakui adalah adanya konsekuensi yang harus ditanggung ketika mengakui apa yang aku telah lakukan, tapi most of the time aku dapat melewati halangan tersebut. Kedua, aku takut dipandang buruk oleh orang lain yang membuat orang tersebut hilang rispek&nbsp;denganku.</p><p><br/></p><p>Upaya yang telah kulakukan adalah berusaha merevisi ulang pikiran2 takut untuk tidak disukai atau di judge orang lain dengan meyakinkan diri bahwa yang paling penting adalah niatku/motif ku. Aku juga berusaha memiliki keyakinan bahwa penilaian dari Tuhanku adalah yang paling penting mengalahkan penilaian dari sesama&nbsp;manusia&nbsp;lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/17eb507359ce27333fd7a95cd0d1eda4/Your_Did_It_Trophy.jfif" />
         <pubDate>2025-04-09 21:50:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3403253354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3403844637</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian berterus terang itu sangat menawan terlalu banyak menceritakan tentang semua urusan itu dengan semua orang itu membosankan , tapi orang yang terlalu tertutup dikatakan oleh cm adalah pengecutyang gagal memenuhi karakteristik hari yg mulia.</p><p><br></p><p>Kata cm motif kita itu pemandu kita. Kalo kita nyimpen urusan kita biar ga bikin temen bosan itu bisa di benarkan tapi kalau kita nyimpen urusan kita karena tidak percaya dengan simpati atau keadilan orang lain kita adalah orang ya gagal menunjukan keberanian.</p><p><br></p><p>Menurut aku bedanya keberanian beropini, asertif dan berterus terang itu; kalau beropini itu kita memberikan pendapat kita atau ide yang muncul di benak kita; asertif itu kita memberitahukan ke orang lain mau kita ke orang itu tu kayak gimana, misal kita minta di treat bla bla bla, atau aku maunya kamu gini gini gini, dan lain lain; kalau berterus terang, kita memberitahu kejadian (atau pendapat, atau kenyataan mungkin?) dengan sejujur jujurnya (baik itu menohok, atau engga)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 04:49:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3403844637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Merokok</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3403919518</link>
         <description><![CDATA[<p>A: si penegur</p><p>B: si perokok</p><p>C: ibu hamil dan anaknya</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Suatu hari di sebuah terminal bus....</p><p>Seorang bapak a sedang akan menaiki bus. Saat ini dia masih menunggu bus jalur nya datang, di samping nya ada seorang ibu hamil yang membawa anak nya yang masih bayi di pangkuan nya. </p><p><br/></p><p>A: selamat siang Bu! Ibu bertujuan kemana Bu?</p><p><br/></p><p>C: owh... Saya mau ke departement store membeli keperluan anak saya.</p><p><br/></p><p>A: oooooo.</p><p><br/></p><p>Saat mereka berbincang si ibu terbatuk batuk setelah tak sengaja menghiru bau tembakau yang terbakar dari seorang wanita muda yang sedang merokok.</p><p><br/></p><p>C: uhuk uhuk. Aduh bau rokok nya kuat sekali.</p><p><br/></p><p>A: permisi mba, mba nya mungkin jika hendak merokok bisa di sisi lain ya mba, kasihan ibu ini dan bayi nya menghirup aroma rokok.</p><p><br/></p><p>B: ya udah sih pak hak saya juga mau merokok, lagian ya pak, kalau mereka tidak ingin menghirup rokok, ya pindah tempat saja sana.</p><p><br/></p><p>A: eh, mba ibu ini sedang hamil dan membawa bayi, masa mba yang masih muda tidak memikirkan mereka? Lagian ngerokok ga sehat mba. Mbanya yang peka dong</p><p><br/></p><p>Selang beberapa waktu wanita b dan bapak a berdebat, si bapak pun menyerah dan mengajak ibu hamil dan bayi nya itu pergi</p><p><br/></p><p>A: ibu, ibu saya antar saja ya bu, kita lebih baik naik taksi saja.</p><p><br/></p><p>C: baik pak terimakasih ya pak</p><p><br/></p><p>A: iya sama sama, se engga nya saya sudah mencoba menegur wanita tadi, semoga dia </p><p>cepat sadar.</p><p><br/></p><p>-sekian thank u-</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 05:28:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3403919518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebajikan dan simpati palsu</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404321644</link>
         <description><![CDATA[<p>kebajikan:</p><p>kebajikan, disini, ber relasi dengan simpati, jika simpati membuat kita bisa merasakan rasa yang dirasakan orang orang yang terkena bencana, maka kebajikanlah yang membuat kita teguh dari bencana itu. Bahkan Yesus pun berkata bahwa ada "kebajikan" yang lahir dalam dirinya ketika dia menyembuhkan</p><p><br/></p><p>simpati palsu:</p><p>simpati palsu ini adalah bukannya menolong dan mengajak korban lepas dari penderitaannya, tetapi malah semakin memperjelas keterpurukan korban, dan malah menyalahkan hal lain yang tidak bisa benar benar kita salahkan (referensi meme: "does this affects the local trout population?")</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 10:41:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404321644</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kebaikan cinta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404619326</link>
         <description><![CDATA[<p>kebaikan bisa saja dengan hal kecil, contohnya, kamu pergi ke toko bunga dan penjual bunga tersebut mengenali mu dan memberi mu hadiah tambahan, dengan begitu tentu saja kau senang.</p><p><br/></p><p>rasa syukur juga membuat hidup mu lebih nyaman dan membuat mu senang, dengan bersyukur pada hal sepele, kamu bisa merasakan kesenangan itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 14:23:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404619326</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kebaikan sopan santun</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404637901</link>
         <description><![CDATA[<p>di ingris orang jarang menyapa dengan keinginan sendiri.</p><p><br/></p><p>kesederhanaan adalah kualitas dari kebaikan, dengan hanya mengasih bunga yang sangat sederhana, maka kebaikan itu muncul dalam bentuk kesenangan orang tersebut.</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>sebenarnya sih menurutku semua orang pasti meninginkan imbalan, jadi untuk caraku membantu orang lain dengan cara aku yakin akan ada yang membantuku juga tapi yang pasti bukan dari orang yang sama, entah siapa yang membalasnya biarkan saja alam semesta berkerja</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 14:35:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404637901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kebaikan penafsiran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404659940</link>
         <description><![CDATA[<p>kita harus menjaga cara kita menafsir perbuatan orang maupun percakapan, karena kita bisa berburuk sangka jiga salah menafsirkan.</p><p><br/></p><p>mungkin bisa saja disebut ovt jika oma cm ada pada zaman sekarang, soalnya salah menafsirkan sedikit saja bisa membuat  penerjemah jadi ovt , apalagi klata oma cm anak jaman sekarang sagat tergantung pada opini atau kesan orang lain dan membuat mereka menjadi minder</p><p><br/></p><p>"Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain" bukanlah ajaran yang mudah, tetapi–– </p><p>"Semua sukacita duniawi terasa kurang dibandingkan sebuah kegembiraan karena berbuat baik." ––HERBERT.</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>mungkin kita akan mengetahui kalau kita mengingkari kenyataan dengan firasat, tapi kalau menerjemahkan dengan baik, itu tergantung pada ilmu kita dan kata demi kata yang mereka ucapkan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 14:49:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404659940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keberanian ber opini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404747278</link>
         <description><![CDATA[<p> ber opini ternyata membutuhkan keberanian, tidak sembarabg orang bisa ber opini, mereka takut jiga ada yang berkomentar buruk atau takut jiga resikonya tidak sepadan </p><p><br/></p><p>ber opinin itu adalah kemampuan halyang luar biasa, tetapi kebanyakan orang sengaja menutupinya, karena jika tidak memilih 2 kata dengan baik, opini bisa menjadi ancaman untuk orang lain yang bahkan kita tidak tau itu siapa</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>orang2 pada beriponi bahwa kemajuan nergara itu sangatlah penting, tetapi bagiku tidak, yang paling penting negara harus aman damai dan terjaga, lingkungan maupun adat dan sopan santun. aku harap akan ada yang bisa menaggani nergara ini dengan benar, sementara kita berbuat semapu kita</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 15:48:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404747278</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi kreatif</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404764238</link>
         <description><![CDATA[<p>berani brterus teang tentu ada batasanya, yaitu jika itu sudah menyakut hal yang tidak boleh kita sangkut atau hal yang membawa perasaanorang atau masalah orang atau masa lalu.</p><p>perbedaan antara keberanian ber opini, keberanian asertif dan, keberanian ber terus terang, berterus terang itu sangat spontan, apa yang dipikirkanya langsung di keluarkanya tanpa di saring, dan perbedaan antara asertif dan beropini ada di perasaan, beropini biasanya kurang memedulikan perasaan sedangkan asertif sangat mempertimbangkan perasaan dan ke rugian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 15:59:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404764238</guid>
      </item>
      <item>
         <title>main hp</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404780274</link>
         <description><![CDATA[<p>situasi: si A sedang main hp saat baca doa selesai sholat</p><p>A:ditegur</p><p>B:penegur</p><p>C:karakter dukungan penegur</p><p><br/></p><p>A: bosen ah baca doa, main hp kan lebih seru</p><p>B: dih, bocah malah main hhhppp, A kamu tu kalau lagi baca doa yang bener, nanti kamu minta doa sama tuhan g dikabulin loh.</p><p>C :iya tuh kayak anak rumah sebelah</p><p>A: memangnya dia kenapa</p><p>C:katanya dia keseringan main hp sampe ketinggalan sholat, trs dia di jailin sama jin.</p><p>A:dih serem amaat, tapi kan aku gak separah itu, aku mana pernah ketinggalan sholat.</p><p>B: iya tapi tetep aja, mungkin kamu g digangguin tapi malah sial kamunya.</p><p>A: yaudah deh iyaa, tuh dah aku taro</p><p><br/></p><p>the end</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 16:11:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404780274</guid>
      </item>
      <item>
         <title>mengaku</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404790541</link>
         <description><![CDATA[<p>terkadang kita suka lali sama perkerjaan kita masing2, sampai2 terjadi musibah besar karnanya. orang lebih sering menyalahkan orang lain atau keadaan sekitar agar bisa kabur dari kelalaiyanya, ia tak mau mengakui ataupun bertanggung jawab</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>mungkin keberanian mengaku itu suka terhalangi karna rasa takut akan beban yang pernah hilang, bisa juga alasanya karena takut harga dirinya tercoreng</p><p><br/></p><p>sebaliknya menurutku orang yang bertabggubg jawab malah juga menkarenakan harga dirinya yang tinggi yang tidak akan lalai untuk bertanggung jawab, bagi ku itu adalah motifasi ku</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-10 16:19:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3404790541</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keberanian untuk bertahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3407401955</link>
         <description><![CDATA[<p>di saat keberanian terlelap, ketakutan, kepanikan dan kecemasan muncul secara perlahan, di saat seperti itulah kita harus berwaspada.</p><p><br/></p><p>kepanikan cenderung muncul saat pikiran atau situasi kita berada di chaos, tugas mereka adalah membuat kita sibuk dengan pikiran kita sendiri hingga terkadang lupa dengan sekitar kita</p><p><br/></p><p>sama seperti kepanikan, kecemasan seang membuat pikiran targetnya untuk kacau, tetapi perbedaanya panik muncul saat kekacauan itu baru muncul sedang kan cemas tugasnya adalah membuat skenario kekacauan didalam kepala, baru menkhawatirkan itu akan terjadi</p><p><br/></p><p>ketakutan mungkin adalah gabungan antara, ke pengecutan, kemalasan dan tidak mau keluar dari zona nyaman.</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>apa yang aku takutkan tentu saja banyak, tapi mungkin salah satu naya adalah takut salah pihilh teman.</p><p>kadang aku suka kehilangan tenang jika aku sedang kehilangan ide untuk menyalesaikan sesuatu.</p><p>aku takut salah pilih teman karena pengalam sih, susah untuk cari orang bener2 baik, dan jika dapat mereka justru pergi, hanya sedikit yang tinggal.  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-13 01:45:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3407401955</guid>
      </item>
      <item>
         <title>majelis cinta l</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3407720416</link>
         <description><![CDATA[<p>bisa dikatakan cinta mungkin adalah salah satu majelis teribet dan tergampang yang pernah aku alami, contohnya: jika kauma menyukai seseorang seperti idola kamu akan bimbang, apakah ini cinta palsu atau asli, sebaliknya jika kamu mencintai mereka apa adanya, itu adalah cinta asli, dan masih banyak lagi teori yang harus aku pelajari atau mempraktekanya.</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>aku sendiri sebenarnya masih memikirkanya juga apa itu cinta, tetapi sejauh ini kesimpulan ku adalah sesuatu yang kita kenal, bahkan sudah menjadi rutinitas seharian sampai kita terikat.</p><p>kalau sedlam apa, mungkin hati kita bisa terganti dengan cinta kita terhadap seseorang atau sesuatu.</p><p><br/></p><p>caraku memberi cinta pada diriku adalah saat aku selesai mengerjakan sebuah tugas yang sulit, aku akan memberi diriku hadiah sebagai imbalan, untuk kaktegori sehat atau egois sepertinya aku masih dalam kategori egois yang berusaha menuju ke sehat, setidaknya sih 'berusaha' hasilnya belum dapet sih.</p><p><br/></p><p>seperti tadi yang ku katakan aku masih berusaha untuk membedakan cinta asli dan palsu dengan rasional, karena sering kali aku membedakanya hanya lewat insting.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-13 14:29:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3407720416</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keberanian terkait potensi kita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3407737005</link>
         <description><![CDATA[<p>terkadang kita mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengubah masa depan hidup kita, hanya saj potensi itu sering kali di halangi oleh ketakutan berbicara. </p><p> summary</p><p>keberanian yang sudah kupunyai adalah keberanian mencoba hal baru, dan yang belum ku kumiliki mungkin keberainian untuk membantah, sering kali aku memendam keberaian itu dikarenakan jika aku membuka mulut, akan terjadi kekacauan yang mungkin meninggalkan bekas yang susah di bersihkan, jika di tanyai apakah aku ingin memilikinya, tentu saja aku ingin memilikinya, tetapi sepertinya aku memilih untuk tidak saja dikarenakan posisi ku dan situasi ku.</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>biasanya jika aku ingin memutuskan sesuatu aku akan memikirkanya lama2 dan matang2 tetapi biasanya saat aku memberi tahu keputusanku malah aku di pikir kurang matang memikirkanya,</p><p>biasanya aku orangnya cenderung nekat melakukang sesuatu tetapi jika membawa orang lain atau jika aku mengetahui ini akaun membuat orang tua ku naik darah aku akan menghindarinya,</p><p>aku hanya bisa berbuat nekat kalau itu hanya melibatkan ku seorang diri atau hanya merugikan diriku [ itu artinya ortu gak boleh tau atau gak mereka akan merugikan pikiran mereka untuk mengkhawatirkan diri ku]</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-13 14:53:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3407737005</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2 Keberanian Terakhir (!!)</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3410827230</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keberanian Terkait Potensi Kita</strong></p><p>Keberanian ini yang menyakinkan kita bahwa kita bisa melakukan suatu tanggung jawab yang diberikan pada kita, melewati ketakutan yang mengingatkan kita atas kegagalan di masa lampau atau ketidakterampilan di masa kini. Keberanian Intelek bisa menyelesaikan banyak hal dengan jernih, lain halnya dengan kepanikan intelektual. Dan kadang, kita mengatakan banyak slogan-slogan? Entah. Mungkin maksudnya slogan-slogan pesimis dan mengkerdilkan kita gitu kali yak. Karena kita khawatir kalau udah positif duluan, kalau berani, kita tidak bisa mempertahankan opini itu nantinya. Aku ngga tahu pasti sih.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Keberanian Terkait Kesempatan</strong></p><p>Katanya keberanian itu beda dengan kenekatan. Salah satu perbedaannya mungkin terletak di bagaimana, kalau "berani" itu tentang <strong>menghadapi</strong> sesuatu (paham resiko), sementara "nekat" iakan terus <strong>mencari</strong>, mencari apa ya? Mencari sensasi kah. Mencari tantangan. Gitu deh.</p><p>&nbsp;</p><p><strong><mark>Pertanyaan Reflektif</mark></strong></p><p>Bagaimana biasanya kalian memutuskan sesuatu? Apa kecenderungan nekat atau takut? Hal apa yang biasanya kalian pertimbangkan?</p><p>Tergantung seberapa serius keputusannya sih, kalau hal-hal remeh yang tidak perlu dipertanggungjawabkan, aku nekat. Namun kalau halnya serius, aku pikir aku seringnya lebih ke “berani” deh. Kalau halnya serius, aku cenderung mikir dulu, paling ngga sekilas untuk:</p><p><br/></p><p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa yang akan terjadi jika aku memilih A atau B. Aku sanggup/berani ngga untuk menanggung resikonya?</strong></p><p>Seringnya aku membatasi ruang untuk memikirkan “<em>what could go wrong?</em>”, karena memikirkan hal-hal semacam itu bikin capek sendiri, overthinking sendiri, dan malah membuat aku jadi kurang berani. Itulah kenapa aku memikirkan secara garis besar, yang penting-penting saja.</p><p>Dan definisi ”penting” ini bisa bervariasi sih, tergantung konteks. Misalkan saja aku sedang ingin memutuskan untuk mengambil/tidak permintaan untuk suatu tanggung jawab.</p><p>Aku mikirin dulu nih, yang aku lakukan dalam tanggung jawab ini apa?</p><p>Aku punya kapasitas untuk mengerjakannya dengan baik ngga? Atau setidaknya, aku punya cukup ruang/waktu untuk belajar mengerjakan ini tidak?</p><p>Apakah waktu yang aku miliki&nbsp; (dengan segala rutinitasku) cukup untuk menerima tanggung jawab ini? Apa aku bisa membuat penyesuaian?</p><p><br/></p><p><strong>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Plus-minus dari tiap pilihan</strong></p><p>Kalau ini biasanya lebih aku pikirkan untuk keputusan-keputusan yang terkait dengan orang lain sih, seringnya untuk hal-hal yang menyangkut perasaan mereka. Atau juga, untuk keputusan-keputusan yang aku pribadi ngga suka-suka banget sebetulnya. Aku kalau ngga suka sesuatu, masih coba pikirin dulu plus-minusnya. Setelah mengetahui bahwa plusnya lebih banyak dari minusnya, aku maksain diri deh.</p><p>&nbsp;</p><p><strong><mark>Summary bab Keberanian:</mark></strong></p><p><strong>Keberanian apa yang sudah kalian miliki?</strong></p><p>Saat ini aku rasa aku cukup berani untuk beropini, terkait mengurus urusan aku, mengakui, dan juga bertahan. Meski kadang ciut sih wkwk, tapi seiring berjalannya waktu balik lagi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Keberanian mana yang belum kalian miliki?</strong></p><p>Diurut dari yang sulit sampai ngga bisa:</p><p><br/></p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keberanian untuk menyerang</p><p>Aku pas dirumah sih merasa aku bisa menaklukan ini ya, cuma sejauh ini (di lapangan) tidak ternyata. Aku ciut, kecuali jika aku mengendalikan situasi (contoh: mereka lebih kecil dari aku). Kalau ada pilihan lari atau melawan, aku memilih lari.</p><p>Aku rasa ya, aku akan punya lebih banyak keberanian kalau emosi yang aku rasakan lebih kuat dari entah logika atau nalarku gitu (misalnya lagi kesal, tapi kesalnya kesal banget). Nah pada saat-saat seperti itu aku berani, lebih nekat dan berani dari sebelumnya. Entah kenapa bisa begitu, aku penasaran. Setelah ini akan aku cari.</p><p><br/></p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keberanian untuk tenang</p><p>Kemampuanku untuk tenang sudah membaik, jauh lebih baik dibanding tahun kemarin. Cuma tetap masih ada saja saat ketika aku sulit untuk tenang dan tidak overthinking. Contohnya, aku masih belum bisa tenang ketika membuat kesalahan di depan orang lain. Kondisi perasaan/rutinitasku selama seharian itu bisa kacau karena kejadian yang hanya beberapa detik lamanya. &nbsp;</p><p><br/></p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keberanian untuk berterus terang (terkait apa yang aku rasakan/alami)</p><p><br/></p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keberanian untuk menegur</p><p>Dua hal terakhir ini beneran sulit, dan jarang sekali aku lakukan ke orang lain.</p><p><br/></p><p><strong>Apakah kalian berniat untuk memiliki keberanian tersebut? Jika ya, bagaimana cara kalian melatihnya?</strong></p><p>Aku rasa, iya (meski untuk beberapa hal, aku berniat berubah sedikit saja). Kurasa memiliki keberanian-keberanian di atas akan membuat semuanya lebih mudah.</p><p><br/></p><p>Terkait keberanian untuk menyerang&nbsp; (menghadapi musuh atau bencana) mungkin juga berkaitan dengan keberanianku untuk tenang. &nbsp;Dan kalau aku memosisikan diri, aku tetap belum menemukan cara untuk tenang dan punya keberanian untuk menyerang ketika aku tidak memegang kendali atas situasi.</p><p>&nbsp;</p><p>Sejauh ini, aku sulit untuk berterus terang sih. Kecuali aku benar-benar ngerasa aman, dan itu jarang sekali. Aku lebih memilih mengatakan hal-hal atau informasi yang sudah lalu/tidak relevan lagi. Sejauh ini aku belum punya urgensi untuk berubah, paling sedikit saja.</p><p>&nbsp;</p><p>Aku merasa ada urgensi untuk berubah dalam keberanian untuk menegur. Karena aku sudah mengetahui cara-cara menegur yang baik (supaya teguran itu sampai), mungkin aku akan mulai dari mencobanya dahulu. </p><p><br/></p><p>Itu saja rencanaku sejauh ini! Akan terus aku evaluasi nantinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-15 13:39:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3410827230</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian kesempatan dan potensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3412194345</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian akan potensi kita itu adalah keberanian untuk mengambil apa yang diberikan kepada kita. Keberanian yang tidak dihalangi oleh kegagalan masa lalu atau rasa kurang 'oke.' </p><p><br/></p><p>Juga bisa dihalangi oleh kepanikan intelektual, yang membuat kita terburu-buru memutuskan, karena takut bila kita tidak dapat memberi opini. </p><p><br/></p><p>Tapi keberanian akan potensi bukan nekat. Sekedar nekat itu tidak ada pertimbangan bahwa mereka akan memegang tanggung jawab, sekedar mengambil keputusan tanpa pikir panjang. </p><p><br/></p><p>Dalam memutuskan sesuatu, aku senang menggunakan konsep 'Harga yang harus dibayar' </p><p><br/></p><p>contoh simpelnya mungkin seperti jajan cilok dengan berkorban 'harus pulang naik bis'</p><p><br/></p><p>Namun ini ternyata bukan hanya bisa digunakan untuk konteks yang menggunakan uang saja. Misalnya, aku memutuskan untuk menonton film di hari sabtu, harga yang harus kubayar adalah menyelesaikan tugas sebelum sabtu, atau mungkin beberapa setelah minggu. </p><p><br/></p><p>bertanya pada diri sendiri "Harga apa yang harus kubayar dari melakukan ini?" "Apakah harga yang kubayar <em>worth it</em> untuk apa yang aku dapatkan? apakah akan bermanfaat?" adalah cara yang paling sering kugunakan untuk memutuskan sesuatu. perhitungan harga yang tepat (bukan hanya kira-kira) juga sangat bisa meyakinkanku.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-16 08:30:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3412194345</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian terkait potensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3412314824</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian ini yang memberi kita keberanian mencoba sebuah kesempatan tanpa perlu memedulikan kata kata yang menakutkan dari kepala. </p><p>Keberanian ini sering terhambat karena takut salah, trauma masa lalu, atau mungkin pernah melihat orang lain melakukan kesalahan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi:</strong></p><p><em>Bagaimana biasanya kalian memutuskan sesuatu? Apa kecenderungan nekat atau takut? Hal apa yang biasanya kalian pertimbangkan?</em></p><p><br/></p><p>Biasanya aku berpikir 5 sampai 10 kali untuk memutuskan sesuatu, cenderung takut untuk memutuskan sesuatu. Hal yang laling kupertimbangkan mungkin pergi keluar rumah, yang biasanya membuka kesempatan bicara kebanyakan orang.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Summary bab Keberanian:</strong></p><p><em>Keberanian apa yang sudah kalian miliki? Keberanian mana yang belum kalian miliki? Apakah kalian berniat untuk memiliki keberanian tersebut? Jika ya, bagaimana cara kalian melatihnya?</em></p><p><br/></p><p>Aku merasa sudah memiliki semua keberanian, meski ada beberapa yang tingkat keberaniannya lebih sedikit dari yang lain, dan itu adalah keberanian menegur. </p><p>Sebenarnya aku tidak memiliki ketakutan sedikitpun untuk menegur orang-orang dekat, yang sulit adalah menegur orang baru atau mungkin orang asing. Dan kalau nggak salah arti menegur bukan cuma mengoreksi kesalahan orang lain, tapi juga semacam menyapa, itu juga cukup membutuhkan banyak keberanian. Jangankan menegur, ngomong biasa aja butuh banyak keberanian. </p><p>Aku sendiri sih berniat memiliki keberanian menegur, tapi masih belum tau cara melatihnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-16 10:44:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3412314824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>K.T. Potensi Kita &amp; K.T. Kesempatan - Keberanian, Hati, Cinta.</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3413077268</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keberanian Terkait Potensi Kita</strong></p><p>Adalah keberanian yang meyakinkan kita bahwa kita bisa melakukan pekerjaan tertentu yang datang kepada kita. "Pekerjaan tertentu" inilah mungkin yang disebut "Potensi Kita". Keberanian ini menolak <strong>rasa takut pengecut</strong> yang menghadirkan bayangan kegagalan di masa lalu dan ketidakterampilan di kini.</p><p><br/></p><p>Dalam keberanian ini, Intelek memiliki peran besar. Keberanian intelektual mengerjakan tugas-tugas melihat dan memahami situasi, olah pikir, dan olah rasa--yang menjadi landasan pengambilan keputusan--dengan mampu. Kepanikan intelektual adalah kondisi yang membuat kita gagal dalam melihat dan memahami, olah rasa, dan olah pikir, antara lain seperti kegagalan memahami suatu argumen, mengikuti eksperimen. Kepanikan intelektual juga lah yang membuat kita mengatakan kalimat klise/umum sebagai opini karena khawatir akan kemampuan kita.</p><p><br/></p><p><strong>Keberanian Terkait Kesempatan</strong></p><p>Adalah keberanian yang membuat kita mengambil kesempatan bukan dengan nekat (melompat tanpa gambaran jelas dari keuntungan dan resiko), melainkan dengan berani (siap menghadapi apapun, dengan bekal pengamatannya). Dalam pengambilan keputusan, kenekatan bersikap "lakukan saja dulu, nanti lihat yang terjadi"/mencari, sementara keberanian membuat panduan.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Dalam memutuskan sesuatu--secara ideal, aku pikir ada 5 tahap:</p><ol><li><p>Menegaskan Nilai Kehidupan</p></li><li><p>Melihat dan Memahami Sesuatu</p></li><li><p>Menegaskan Peran dalam Sesuatu</p></li><li><p>Memverifikasi Kesimpulan (termasuk melihat sesuatu lain)</p></li><li><p>Memutuskan Tindakan</p></li></ol><p>Inilah konsep pengambilan keputusan supaya kita mampu bertindak dengan relevan pada kehidupan kita. Kerelavanan tindakan tidak selalu dari tindakan itu sendiri, melainkan dari peran apa yang kita wujudkan dengan tindakan tersebut. </p><p><br/></p><p>Penerapannya?... Aku perlu merefleksikan lagi...</p><p><br/></p><p><strong>Ringkasan dan Refleksi Bab. Keberanian</strong></p><p><strong>Keberanian yang Aku Miliki</strong></p><p>Untuk saat ini, inilah list keberanian yang sering beraksi, dengan aksi terbanyak:</p><ol><li><p>Keberanian dalam Beropini</p></li><li><p>Keberanian untuk Urusanku</p></li><li><p>Keberanian untuk Tenang</p></li><li><p>Keberanian Mengakui</p></li></ol><p>Jika aku coba dalami lagi, rasanya ada kesamaan antara keberanian satu dengan yang lain; keberanian-keberanian berada di lingkup yang jelas (logis) dan aman (personal/relasi kesepakatan).</p><ol><li><p>Keberanian beropini memiliki parameter kebenaran yang jelas yaitu 1. Premisnya benar; 2. Kesimpulannya benar; 3. Konteksnya sesuai, ketika kita merasa/tau kita tak memenuhi hal itu--kita bisa mengatakan opini ini tak begitu kuat, sehingga pertanggungjawaban atas opini ini menjadi jelas dan kokoh</p></li><li><p>Keberanian untuk urusanku berada di ranah personal (untuk tetap hidup dan berjalan dengan berani), parameternya pun jelas: lakukan yang terbaik (paling relevan), temukan itu dengan menimbang-nimbang, kalaupun tetap mengerikan--biasanya muncul dari ketakutan lain yang dihadapi oleh keberanian lain juga--keberanian untuk beropini misalnya (takut akan konsekuensi opininya alih-alih takut bertindak (bergerak).</p></li><li><p>Keberanian untuk tenang justru berada di tempat paling aman, di mana urgensinya jelas, tak berhubungan (langsung) dengan orang lain, dan dampak buruk ketika tidak dilakukannya banyak.</p></li><li><p>Keberanian mengakui pun parameternya jelas, bahwa aku dan orang lain sama-sama menuju satu tujuan, dan supaya kami berhasil kami perlu membicarakan kesalahan kami.</p></li></ol><p>Itulah penilainnya dengan pengalamanku sebagai sampel.</p><p><br/></p><p><strong>Keberanian yang Tidak Aku Miliki</strong></p><p>Untuk saat ini, inilah list keberanian yang nyaris tak pernah beraksi, dengan aksi tersedikit (beberapa tahun ini):</p><ol><li><p>Keberanian untuk Menyerang</p></li><li><p>Keberanian Menegur</p></li><li><p>Keberanian Terkait Potensi Kita</p></li></ol><p>Jika aku lihat lagi, keberanian ini juga memiliki kesamaan bahwa semuanya berhubungan langsung dengan orang lain:</p><ol><li><p>Melawan orang;</p></li><li><p>Menghadap Ekspektasi Orang.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Perbaikan yang Akan Aku Lakukan</strong></p><p>Dengan mengulas pola keberanian yang dimiliki dan tidak, ada tiga ranah yang mendasari seluruh keberanian:</p><ol><li><p>Melihat Kejadian dan Konteks</p></li><li><p>Mencari Tindakan</p></li><li><p>Bertindak</p></li></ol><p>Pada semua keberanian, aku perlu benar-benar melihat dan memahami kejadian, serta mencari solusinya dengan teliti. Pada keberanian yang tidak aku miliki (dengan menduga problemnya di bertindak), aku perlu melihat lebih dalam apa yang aku takutkan dengan relasi orang lain dan apakah ketakutan itu relevan; pada kasus keberanian menyerang--aku perlu teliti supaya seranganku bukan karena ilusi (alasan tidak valid)</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/cafc4df50578819ae0e014e4bea64020/Idk_Again_00_00_15_28_Still001.png" />
         <pubDate>2025-04-17 00:40:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3413077268</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Sevent Lord&#39;s In Waiting: Courage</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3413976309</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><var>Keberanian Terkait Potensi Kita</var><p><br></p><p>Ada juga keberanian yang dinamai oma CM sebagai keberanian terkait urusan kita. Keberanian ini meyakinkan kita kalau kita bisa dan mampu untuk tugas apapun yang akan datang pada kita nantinya. Keberanian ini juga membuat kita menolak untuk mendengarkan rasa takut yang seringkali mengingatkan kita akan kegagalan kegagalan kita di masa lalu dan juga ketidak terampilan kita di masa kini.</p><p><br></p><p>Menurut Oma CM kepanikan intelektual seringkali bertanggung jawab atas banyak kegagalan kita. Kegagalan kita untuk memahami argumen, mengikuti eksperimen, dan kegagalan untuk bicara dan memahami kosa kata bahasa asing.</p><p><br></p><var>Keberanian Terkait Kesempatan</var><p><br></p><p>Kata Shakespeare ada gelombang pasang di hidup kita yang kalau diambil disaat melimpah akan membawa keberuntungan. Gelombang pasang di kutipan ini aku artikan sebagai kesempatan yang jika kita tahu saat yang tepat untuk mengambilnya, akan memberi kita banyak keberuntungan. </p><p><br></p><p>Selain itu di sub bab ini juga, Oma CM mengatakan kalau keberanian itu berbeda dari kenekatan yang selalu siap sedia untuk mencari dan juga mencoba segala resiko. </p><p><br></p><var>Refleksi</var><p><br></p><p>Bagaimana biasanya kalian memutuskan sesuatu? Apa cenderung nekat atau takut? Hal apa yang biasanya kalian pertimbangkan?</p><p><br></p><p>Sebenernya, aku bisa cukup random saat ambil keputusan. Ada kala nya aku bisa cukup nekat, pertimbangan nya sedikit terus tiba tiba udah ambil keputusan. Cukup impulsive (biasanya tentang belanja atau jajan). </p><p><br></p><p>Lalu, ada kala nya aku ambil keputusan dengan sangat hati hati cenderung takut. Mempertimbangkan banyak hal sampe ke yang gak perlu sekalipun (biasanya ini terkait kegiatan yang mengharuskan aku untuk ada di atas panggung)  bikin skenario skenario gak penting sampai akhirnya menolak kesempatan yang ditawarkan.</p><p><br></p><var>Summary</var><p><br></p><blockquote><p>Keberanian apa yang sudah kalian miliki? </p></blockquote><p><br></p><p>Keberanian untuk menyerang, dan keberanian terkait urusan kita. Aku sadar kalau di antara keberanian yang lain dua keberanian ini adalah yang paling sering muncul. Meskipun baru muncul di situasi situasi terdesak saja hehe. </p><p><br></p><blockquote><p>Keberanian mana yang belum kalian miliki? Apa kalian berniat untuk memiliki keberanian tersebut? Jika ya, bagaimana kalian melatih nya? </p></blockquote><p><br></p><p>Keberanian untuk beropini dan berterus terang, aku mau sekali punya dua keberanian ini. Untuk cara melatihnya, aku rasa bergabung forum forum diskusi akan cukup membantu aku untuk melatih dua keberanian ini. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/3a8ab2e57744fdc1644a6b36d5e1b34c/1000000849.png" />
         <pubDate>2025-04-17 13:11:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3413976309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian mengambil potensi dan kesempatan  </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3414786275</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian artinya kita tahu risikonya, tapi tetap maju karena yakin ada tujuan yang baik.</p><p>Berani adalah ketika kita bertindak dengan sadar, sudah memikirkan risiko, dan punya tujuan yang jelas. Sementara nekat adalah bertindak tanpa pertimbangan, hanya ikut emosi atau dorongan sesaat.</p><p><br></p><p>Selain itu, keberanian juga erat banget sama potensi diri kita. Kita harus yakin kalau kita mampu ngerjain sesuatu.</p><p>Walaupun kadang pikiran negatif suka nyelip.</p><p>Takut gagal, takut salah, atau keinget masa lalu yang nggak enak. </p><p>Tapi di situlah letak keberaniannya.</p><p><br></p><p>Biasanya, kalau aku harus buat keputusan, aku lebih suka mikir dulu dengan tenang, nggak langsung nekat. Tapi, kadang kalau udah kepikiran sesuatu yang pengen banget aku lakuin, bisa aja aku langsung ambil keputusan tanpa terlalu mikir panjang. Hal yang paling aku pertimbangin sih, biasanya gimana hasilnya nanti, gimana pengaruhnya ke temen-temen atau orang sekitar, sama apa aku bisa nanganin konsekuensinya. Kalau terlalu takut, ya jadi nggak maju, tapi kalau terlalu nekat, bisa aja malah nyesel.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-18 05:00:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3414786275</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesempatan dan potensi </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3415077231</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata cm potensi kita itu adalah keberanian yang meyakinkan kita kalo kita bisa ngerjain suatu pekerjaan salah satu nya keberanian intelektual yang bantuin kita menggeluti tugas pikiran. Kalau kepanikan intelektual itu yang mengurus segala ke gagalan yang kita alamin kayak tidak bisa memahami argumen, kegagalan dalam memahami bahasa asing dan lain lain .</p><p><br/></p><p>Ini juga terkait dengan keberanian dan potensi yang harus dibedakan dari perjudian bedanya dengan nekat Dan keberanian untuk mengambil kesempatan itu kalau nekat dia lebih mencari masalah tapi kalau keberanian untuk mengambil kesempatan dia lebih ke kalau misalkan ada masalah yang datang kita siap menghadapinya. Seperti yang dibilang sama William shake Spears jika ada ombak pasang di kehidupan manusia yaitu menurutku asosiasikan dengan kesempatan jika ombak itu diambil di saat besarnya yang bisa membawa kita keberuntungan adalah kalau kita mengambil sebuah kesempatan besar itu bisa jadi membuat kita dalam keberuntungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-18 12:02:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3415077231</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Para Pelayan Pribadi Pejabat Cinta: Loyalitas Masa Muda</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3419213134</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurutku, loyalitas juga adalah tentang ke-tunduk patuhan. Tentang keteguhan hati, integritas, komitmen, juga kesetiaan dalam memegang/mengabdikan diri pada sesuatu (makhluk/benda/gagasan), atau bahkan seseorang.</p><p><br/></p><p>Wujud dari loyalitas ini adalah pelayanan. Bahkan, memilih untuk "setia" sendiri adalah bentuk dari pelayanan.</p><p><br/></p><p>Loyalitas membuat seseorang memikirkan di luar dirinya sendiri, yang akan lebih dijelaskan dalam narasiku nanti.</p><p><br/></p><p>Loyalitas bisa bergerak jauh, jauh sekali–dan menerobos apa saja yang menghalanginya. Loyalitas bisa teguh dipegang oleh seseorang bahkan ketika mereka sampai meregang nyawa karenanya; Kesetiaan bisa jadi hal yang irasional dan mengerikan bagi segelintir orang–tapi juga dipandang sebagai hal yang mulia pada saat yang bersamaan. Kurasa di situ letak keindahannya. </p><p><br/></p><p>NB: Kesetiaan itu aneh. Aku pikir semestinya keputusan untuk loyal dipikirkan matang-matang dan bukannya dianggap sepele. Memilih untuk tetap setia bahkan meski kamu sudah memikirkan semuanya (sampai konsekuensi) jelas lebih mulia dibanding jika kamu asal setia saja (tanpa memikirkan kenapa dan apakah itu baik). </p><p><br/></p><p><strong>Loyalitas Masa Muda</strong></p><p>Loyalitas ini mengingatkan aku pada kutipan Paus yang dikirim tante Zia beberapa bulan lalu, tentang bagaimana kita hidup untuk orang lain. </p><p><br/></p><p>Tentang bagaimana jika kita berkaca pada alam ini, semuanya ternyata saling membantu/melayani.</p><p><br/></p><p>Dikatakan, loyalitas bukanlah suatu tanda/cap dari misalnya, seorang teman atau seorang raja–tetapi sesuatu yang terlahir dari pejabat hati manusia. Suatu karakter/pilihan, dan itu dibangun dari dalam diri.</p><p><br/></p><p>Zaman kesatriaan adalah zaman loyalitas. Asal kau tahu saja, inti dari loyalitas adalah pelayanan; pelayanan terhadap hal di luar diri kita.</p><p><br/></p><p>Dulu, orang menyerahkan hidup mereka untuk melayani si itu dan si anu, tetapi sepertinya zaman sekarang ini bukanlah zaman loyalitas. Kecenderungan kita saat ini adalah mengira bahwa dunia itu diciptakan untuk kita, bukan kita diciptakan untuk dunia.</p><p><br/></p><p>Kecenderungannya saat ini adalah mengira kalau kita <strong>tidak </strong>diciptakan untuk menjadi berkat bagi alam semesta, melainkan alam semesta yang ditugaskan untuk memberkati kita, melayani manusia sebagai "entitas tertinggi" karena akal yang dimiliki oleh masing-masing dari kita.</p><p><br/></p><p>Lalu apa yang terjadi? Ketika seseorang memikirkan kepentingan dirinya sendiri saja, maka mereka akan mengira bahwa kita dipanggil oleh Tuhan–alias kita hidup, untuk memerintah (demi kepentingan kita selama masih di bumi), dan bukan untuk melayani yang lain. Yang awalnya turut memikirkan kelestarian alam semesta, mengecil jadi memikirkan kepuasan sesama manusia saja.</p><p><br/></p><p>Lantas, lama kelamaan hal itu mengecil lagi, kesenangan serta kepuasaan diri (dan orang-orang terdekat) menjadi fokus utama tiap individu. Pada puncaknya, kita bisa berujung menjadi manusia-manusia individualis yang hanya memikirkan keselamatan diri sendiri karena kewalahan untuk mengatasi banyaknya masalah yang telah timbul pada alam semesta ini.</p><p><br/></p><p>Namun kabar baiknya, hal-hal itu hanya dipikirkan ketika kita berada dalam suasana hati yang terburuk. Pada waktunya, loyalitas akan menampakkan dirinya (jika kita membiarkannya). Kita semestinya mengerti bahwa kita tidak diciptakan untuk kita sendiri, dan bahwa "sejauh mana kita setia pada (nilai-nilai yang dipegang) diri sendiri, sejauh itu pula kita akan mewujudkan hati kita."</p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan</mark></strong></p><p><strong>Aku jadi bertanya-tanya, kapan sih zaman loyalitas runtuh dan bagaimana bisa jadi seperti itu?</strong></p><p><br/></p><p>Beberapa spekulasi Nike (seseorang memberikanku ide untuk mencoba memikirkan kemungkinan-kemungkinan, jadi ini dia):</p><ol><li><p>Awalnya aku mau bilang zaman loyalitas berhenti karena kedatangan teknologi berupa gadget saat ini (mengingat banyaknya hal yang disalahkan pada gadget, sebenarnya aku belum punya alasan sih, hehe). Cuma 'kan Oma Ceem hadir tahun 1842-1923, dan tulisannya ini sudah pasti ditulisnya semasa Ia hidup.</p><p><br/></p></li></ol><ol start="2"><li><p>Mungkin ketika raja dan ratu (monarki) mulai ditinggalkan? Karena 'kan loyalitas dekat dengan pengabdian pada raja dan kesatriaan, ya. Ketika demokrasi diusung, pemerintahan jadi pro untuk rakyat. Lantas, pemerintah (diharapkan) mengabdi untuk rakyat, bukan rakyat mengabdi untuk pemerintah. Sehingga, mayoritas terbiasa untuk berharap dilayani daripada melayani.&nbsp;Kesatriaan juga hilang. </p><p><br/></p></li><li><p>Atau mungkin, saat ketika individualisme diperlukan untuk bertahan hidup, jika kalian paham maksudku. Mungkin zaman loyalitas runtuh ketika kompetisi/persaingan pada bidang ekonomi semakin tinggi (kapitalisme), sehingga orang mau tidak mau harus menjadi individualis untuk bertahan hidup. Hanya yang kuat yang bertahan, bukan yang memikirkan orang lain. </p><p><br/></p></li></ol><p>Kurasa situasinya cukup rumit dan melibatkan banyak faktor, ya. Aku pikir semua yang aku sampaikan ini bisa jadi berdampak (meski kecil mungkin). </p><p><br/></p><p>Seenggaknya yang pasti adalah, runtuhnya loyalitas itu tidak terjadi atas satu alasan saja, mengingat efeknya dirasakan oleh sebagian besar belahan di bumi. Kupikir begitu.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p><strong>Sikap-sikap seperti apa yang sudah atau sedang kalian upayakan dalam rangka bisa memberikan loyalitas terhadap lingkungan?</strong></p><p><br/></p><p><strong>Alam</strong></p><p>Yang baru aku lakukan selama ini cuma berusaha mengurangi sampah yang aku keluarkan, sih. Aku kepikiran ikut volunteer-volunteer gitu, kan bermanfaat juga ya, (di tempatku ada kadang) tapi aku ciut kalau mesti pergi sendirian, sudah begitu kegiatan itu biasanya diisi para mahasiswa lagi–di mana remajanya? Aku jadi ciut sendiri memikirkannya. </p><p><br/></p><p><strong>Lingkungan Sosial</strong></p><p>Aku lagi belajar supaya lebih peka pada sekelilingku, dan <strong>berani</strong> membantu. Sekalipun sudah "sadar/peka", kadang aku ragu dan malu untuk membantu rasanya. Seperti misalnya, ketika guru bertanya sesuatu di ruang berisikan 20 anak. Aku ragu-ragu (overthinking) untuk menjawab bahwa "Iya, suaranya jelas." atau "PPT nya sudah kelihatan kok." </p><p><br/></p><p>Aku sudah lebih berani sih sekarang 🙌</p><p><br/></p><p>Itu dulu, deh. Wkwk.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-22 07:37:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3419213134</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Semua tentang keberanian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3420782416</link>
         <description><![CDATA[<p>Ternyata, keberanian lebih kompleks dari yang aku ketahui. Dalam buku Ourselves saja, sudah ada keberanian untuk menyerang, bertahan, mengurus urusan kita, beropini, berterus terang, menegur, mengakui, dan (mengakui) potensi.</p><p><br/></p><p>Ternyata, perlu keberanian untuk melakukan berbagai hal.</p><p><br/></p><p>Keberanian apa yang sudah kalian miliki?</p><p>Kurasa, aku sudah cukup memiliki keberanian berterus terang. aku merasa cukup bisa ngutarakan keterus terangan ku dengan baik. </p><p><br/></p><p>Keberanian mana yang belum kalian miliki? Apakah kalian berniat untuk memiliki keberanian tersebut? Jika ya, bagaimana cara kalian&nbsp;melatihnya?</p><p><br/></p><p>Aku ingin menambah keberanian beropiniku, aku ingin mempertanyakan pendapatku sendiri ketika menerima suatu yang bisa diberi pendapat. Kurasa, aku juga ingin memiliki keberanian untuk bertahan yg lebih kuat, karena selama ini aku masih sering menyerah dan keluar aih alih bertahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-23 03:24:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3420782416</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3420800454</link>
         <description><![CDATA[<p>sekarang adalah jaman di mana loyalitas tidak lagi begitu dilihat, banyak yang terlalu memerhatikan dirinya sendiri. mereka berpikir kalau dunia diciptakan untuk mereka, alih alih mereka untuk dunia. </p><p><br/></p><p>Loyalitas itu sebenarnya bentuk dari kesetiaan pada hal yang luas. Kita bukan milik diri sendiri.</p><p><br/></p><p><em>Sikap-sikap seperti apa yang sudah atau sedang kalian upayakan dalam rangka bisa memberikan loyalitas terhadap&nbsp;lingkungan?</em></p><p><br/></p><p>Aku jujur saja masih sangat bingung terhadap loyalitasku sendiri terhadap lingkungan. Namun kurasa, aku memantaskan diri dengan belajar agar aku bisa membantu lebih banyak orang juga bisa dikatakan sebagai bentuk loyalitas (?)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-23 03:36:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3420800454</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Eighth Lord&#39;s In Waiting: Loyalty</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3421038739</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><var>Loyalitas Masa Muda
</var><p>Loyalitas adalah ciri khas sebuah karakter, tetapi ini adalah sebuah perumpamaan yang oleh oma CM dianggap menyesatkan. Sebab loyalitas bukan sesuatu yang di capkan ke diri kita, melainkan pejabat hati yang terlahir dari dalam diri.</p><p><br/></p><p>Oma CM mengatakan kalau zaman ksatria adalah zaman loyalitas, dan seharusnya masa muda juga menjadi masa nya loyalitas. Namun sepertinya zaman ini bukan lagi zaman ksatria dan loyalitas karena saat ini kita cenderung berpikir dan melakukan banyak hal untuk kepentingan diri kita sendiri. Kita juga berpikir kalau dunia diciptakan untuk kita dan bukan sebaliknya, kalau kita dipanggil untuk memerintah bukan memberikan pelayanan.&nbsp;</p><p><br></p><var>Refleksi&nbsp;</var><p><br/></p><blockquote><p><em>Sikap-sikap apa seperti apa yang sudah atau sedang kalian upayakan dalam rangka bisa memberikan loyalitas terhadap lingkungan?</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Saat ini aku sedang mengupayakan untuk lebih berani dalam menunjukan loyalitas atau pelayanan ku ke lingkungan sekitar dan bukan untuk orang orang terdekatku saja. Kalau untuk orang terdekat atau setidaknya orang yang aku kenal, aku gak akan ragu untuk membantu kalau diperlukan. Tapi kalau di tempat tempat umum, aku lebih sering ragu ragu.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/7af0a3c769418dec2ba233646309c8e2/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-04-23 06:29:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3421038739</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3421350001</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam sejarah, zaman para ksatria adalah zamannya loyalitas, yang disebut loyalitas masa muda. Namun sekarang bukanlah zamannya loyalitas, kebanyakan orang hidup untuk dirinya pribadi, dan berpikir kalau dunia diciptakan untuk kiita bukan kita untuk dunia. Loyalitas intinya adalah pelayanan dan kesetiaan, jadi kita hidup untuk melayani, bukan dilayani.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p><em>Sikap - sikap seperti apa yang sudah atau sedang kalian upayakan dalam rangka bisa memberikan loyalitas terhadap lingkungan?</em></p><p><br/></p><p>sejujurnya saja aku merasa bukan orang yang loyal dan aku tidak merasa mengupayakannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-23 10:43:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3421350001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Masa Muda - Loyalitas, Hati, Cinta</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3422448836</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Ide 1: Semua Manusia Memiliki Loyalitas</strong></p><p>Loyalitas bukan diferensiasi antara karakter satu dengan yang lain, ini pernyataan yang keliru. Semua orang pada dasarnya (berpotensi(?)) memiliki loyalitas.</p><p><strong>Ide 2: Loyalitas Zaman Dahulu, Ketiadaannya Saat Ini dan Penyebabnya</strong></p><p>Di zaman dahulu--di beberapa masa dalam sejarah, orang-orang memberikan kuasa mereka pada yang lain dari kekuatan hati. Zaman Kesatriaan adalah Zaman Loyalitas, masa muda harusnya menjadi masa "Kesatriaan" dan Loyalitas bagi semua manusia pada semua zaman. Namun, sepertinya saat ini bukan zaman loyalitas--orang-orang cenderung berpikir bahwa hidup mereka adalah untuk kesenangan dan kepentingan mereka sendiri. Orang-orang menganggap mereka hadir untuk memerintah--bukan untuk melayani.</p><p><strong>Ide 3: Kesejatian Manusia Adalah Loyalitas, Bukan Egoisme</strong></p><p>Namun, anggapan tadi hanya muncul dalam suasana terburuk hati. Loyalitas akan hadir dan menyadarkan kita bahwa "kita bukan milik kita saja, dan untuk menjadi kita--adalah untuk melayani yang lain".</p><p><br/></p><p><strong>Komentar:</strong></p><p>Memandang ini dari sistem hidup manusia, sepertinya saling melayani adalah cara yang baik--dengan tujuan menyejahterakan semua bagian sistem tersebut, dengan pola pikir ini--tak akan ada orang serakah, curang, dan lainnya yang membuat kesenjangan materi maupun non materi (mungkin) tidak ada.</p><p>Jika memandang dari kesejatian manusia, maka tulisan ini mungkin berpendapat bahwa "untuk menjadi manusia (potensi mahkluk suci) adalah dengan berusaha melebihi manusia (mahkluk hewani)"/transenden. Penilaianku berdasarkan kutipan yang ngga tau teruji apa ngga, namun cukup sering aku jumpai bahwa "manusia sejatinya hanya peduli pada kehidupannya--lebih jauh, kelompoknya--yang memiliki ketertarikan, ras, pengalaman, nilai, dan lainnya, yang sama". Ntah kenapa aku termotivasi  untuk menilai, bahkan ketika aku tau argumenku didasara omongan-omongan banyak orang (yang belum aku verifikasi). Paling tidak, penilaian ini bisa memperkaya bahasan.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi:</strong></p><p>Aku berusaha untuk berani atas urusanku. Paling tidak itu dulu.</p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 01:58:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3422448836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 52 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3423385387</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada jenis keberanian lain yang disebut sebagai keberanian terkait potensi kita. Keberanian ini membuat kita mampu mengerjakan semua pekerjaan yang diberikan kepada kita tanpa keragu-raguan dan rasa takut sama sekali. Keberanian ini membuat kita tidak mendengarkan semua rasa takut dan khawatir yang menghantui kita dari kegagalan-kegagalan masa lalu. Lalu ada keberanian Intelektual juga yang memampukan kita untuk melakukan tugas-tugas kita dengan baik. Selain keberanian Intelektual, ada juga lawannya yaitu kepanikan Intelektual. Kepanikan Intelektual ini bertanggung jawab jika kita tengah mengalami kegagalan-kegagalan seperti saat gagal memahami suatu argumen, mengikuti suatu eksperimen, atau kegagalan dalam memahami kosakata-kosakata asing. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-24 13:16:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3423385387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pelayan pribadi rasa syukur</title>
         <author>irniannisa248</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424039793</link>
         <description><![CDATA[<p>pejabat lain bisa membawa kita kepada kesenangan lain selain rasa syukur, tetapi alangkah enaknya kita bisa bersyukur, tidak ada hal yang lebih menyenagkan lagi dari rasa syukur, dengan rasa syukur kita bisa membuat apa pun menjadi lebih baik, atau kita bisa membalikan posisi kita.</p><p><br/></p><p>rasa syukur adalah anugerah seperti sekuntum bunga yang mekar pada hati kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-25 00:12:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424039793</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keberanian terkait Potensi &amp; Kesempatan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424448966</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian terkait potensi kita mendorong dan meyakinkan diri bahwa sang diri dapat melakukan sebuah pekerjaan yang datang kepada kita dan menghiraukan perasaan-perasaan takut yang mengingatkan kita pada kegagalan dan pengalaman yang tidak nyaman di masa lalu. Keberanian ini mendorong kita untuk tidak takut kepada ketidakterampilan dan ketidaktahuan di masa kini. </p><p>Kemudian keberanian intelektual memungkinkan seseorang untuk bisa melakukan tugas-tugas pikiran kita dengan perasaan bahwa diri kita itu mampu. Namun, kepanikan intelektual bertanggung jawab dengan kebanyakan kegagalan kita untuk memahami sesuatu: mau itu sebuah argumen, suatu eksperimen, ataupun kegagalan kecil kita dalam memahami bahasa asing.</p><p><br/></p><p>Keberanian terkait kesempatan sangat berbeda dengan perjudian, karena keberanian ini bukanlah kenekatan. Keberanian ini juga berkaitan erat dengan keberanian terkait potensi kita.</p><p><br/></p><p>Materi ini sangat pas dengan apa yang sedang ku alami sekarang. Dimana aku dihadapkan dengan kesempatan-kesempatan yang membuat ku takut dan akhirnya terlihat sebagai kenekatan. Akhirnya aku istikharah dengan harapan dapat memutuskan hal yang tepat: ikut atau tidak. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak ikut, karena mempertimbangkan beberapa hal dalam kehidupanku. Namun keesokan harinya aku langsung dihadapkan lagi dengan kesempatan yang terlihat sangat nekat, dimana aku ditawarkan posisi yang sangat besar dan membuatku takut, tapi akhirnya aku memutuskan untuk ingin mengambil posisi tersebut. Semoga keputusanku bukanlah kenekatan dan merupakan hasil dari istikharah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3742215906/b9e3d80d464f117204229e2ce5e97111/674aea396ba6f0875f9b06a1f9de40a0.jpg" />
         <pubDate>2025-04-25 04:20:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424448966</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424471689</link>
         <description><![CDATA[<p>loyalitas bukan sekedar cap yang ditaruh kepada kita, melainkan sesuatu yang terlahir dalam diri kita. Zaman kesatriaan adalan zaman loyalitas, begitupula butler yang melayani bangsawan-bangsawan inggris dan kaum elit pada zaman dulu (maupun sekarang). Masa muda seharusnya menjadi mada kesatriaan dan loyalitas dalam setiap kehidupan, namun zaman ini tidak terlihat seperti zaman loyalitas. Kecendrungan orang sekarang adalah percaya bahwa berpikir untuk diri sendiri dan melayani kepentingan pribadi adalah tujuan utama hidup. Pemahaman bahwa dunia diciptakan untuk kita dan bukan kita yang diciptakan untuk dunia, serta kita dipanggil untuk memerintah daripada untuk melayani sudah sangat dinormalisasikan. </p><p><br/></p><p>Tugas refleksi: Sikap-sikap seperti apa yang sudah atau sedang kalian upayakan dalam rangka bisa memberikan loyalitas terhadap lingkungan?</p><p><br/></p><p>Dalam rangka memberikan loyalitas terhadap lingkungan, aku menchallenge diriku untuk tidak membeli baju atau celana atau pakaian yang baru tahun ini, sekaligus untuk mengkikis kebiasaan dan dorongan ku untuk membeli baju.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3742215906/2aff25de42a98e11f7db5fda0413f5e0/40fe7a2bf3039fca0f50b1a2564baaae.jpg" />
         <pubDate>2025-04-25 04:39:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424471689</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424583763</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas itu bukan cuma soal nurut atau setia sama orang lain, tapi tentang gimana kita jujur sama hati sendiri. Kadang kita mikir hidup itu cuma soal nyari kesenangan dan sukses buat diri sendiri. </p><p><br/></p><p>Tapi kalau dipikir-pikir lagi, hidup nggak sesimpel itu. Kita bukan pusat dunia, dan kadang yang bikin kita merasa berarti justru saat kita berjuang buat sesuatu atau seseorang di luar diri kita. Masa muda, katanya, harusnya jadi waktu kita belajar setia—kayak ksatria yang punya tujuan. </p><p>Mungkin sekarang zamannya beda, tapi rasa pengen jadi orang yang bisa diandalkan itu tetap ada di dalam diri kita.</p><p><br/></p><p>Loyalitas itu kesetiaan yang datang dari hati bukan karena disuruh, tapi karena kita benar-benar peduli.</p><p>menurutku setia pada diri sendiri itu ada.</p><p>Loyalitas pada diri sendiri berarti setia pada nilai, prinsip, dan jati dirimu nggak mengkhianati dirimu demi diterima orang lain atau demi hal-hal sementara. Itu tentang tetap jujur pada siapa kamu sebenarnya.</p><p><br/></p><p>tugas:</p><p>Dalam upaya menunjukkan loyalitas terhadap lingkungan, aku berusaha untuk lebih peduli dan bertanggung jawab atas hal-hal kecil yang aku lakukan. Misalnya, nggak buang sampah sembarangan, hemat listrik dan air, dan nggak asal pakai plastik. Aku juga mulai belajar buat lebih sadar kalau lingkungan bukan cuma "ada" buat aku, tapi aku juga punya peran buat jaga dan rawat itu. Dengan begitu, aku merasa sedang setia dan bertanggung jawab terhadap tempat aku hidup.</p><p>#StopBackburnerAlam</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-25 06:01:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424583763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart #22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424692709</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibu CM mengatakan loyalitas bukanlah untuk kita, melainkan dari kita untuk orang luar.  Pada berbagai sejarah dahulu loyalitas masih banyak, seharusnya masa muda adalah masa kejayaan loyalitas juga, tapi sayangnya sekarang loyalitas sudah mulai susah dicari keberadaannya. Karena sekarang kita berpikir bahwa dunia diciptakan untuk kita, dan kita seharusnya memerintah, bukan diperintah</p><p><br/></p><p>refleksi :</p><p><br/></p><p>aku belum tahu pasti sikap apa yang akan aku lakukan untuk memberikan sebuah loyalitas, karena sejauh ini aku menyadari apa arti loyalitas sesungguhnya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-25 07:38:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424692709</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424925872</link>
         <description><![CDATA[<p>pada zaman dahulu loyalitas ada di masa ksatria, masa dimana semua orang mempunyai loyalitas masing2, tetapi loyalitas tidak ada pada masa sekarang, semua orang masih sibuk memikirkan tentang diri mereka, sering kali kita berpikir bahwa mereka berkerja untuk kita, dan dunia ini untuk kita bukan kita untuk dunia.</p><p><br/></p><p>refleksi: </p><p>sejauh ini belum ada bentuk sempurna loyalitas ku, tapi semoga saja bisa meluas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-25 12:03:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3424925872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3427638173</link>
         <description><![CDATA[<p>Sbenarnya manusia memang sudah disiapkan untuk berbuat loyal. Mereka sudah punya loyalitas, dan mereka juga sudah diberikan kesempatannya. namun, urusan mereka berbuat loyal atau tidak itu urusan masing-masing. mereka sendiri yang memilih. </p><p><br/></p><p>Kadang, kita merasa kesal karena adanya loyalitas pada manusia yang tidak kita kehedaki. Misalnya seorang ksatria yang loyal pada raja, yang mungkin kurang baik, kita mungkin merasa sebal. Padahal, itu tidak ada salahnya. Justru ksatria itu mendapat lebih banyak  daroipada sang raja. mereka yang berbuat loyal justru akan mendapat banyak. </p><p><br/></p><p>Menurutku, manusia akan merasa lebih 'ingin loyal' ketika ada hal yang baik, namun cenderung melupakan ketika 'kebaikan' itu tidak ada. Seperti jika kita bekerja pada perusahaan, kita senang jika diberi bonus, dan tentu loyal. Tapi jika banyak masalah belum tentu kita terus loyal. </p><p><br/></p><p>Loyalitas ditantang saat saat konflik terjadi. Apakah kita akan bertahan dengan pertemanan kita, meski sedang bertengkar? apa kita akan meninggalkan negara ketika bermasalah? Loyalitas menurutku bukan sesuatu yang 'dipantik' tapi 'diuji'</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-28 07:52:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3427638173</guid>
      </item>
      <item>
         <title>53 | Berani Menegur</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3427740294</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Ini susahya nggak kaleng-kaleng si. Apalagi teguran yang dimaksud juga harus bergandengan dengan penyampaian yg lembut dan cara yg tepat--ini kelemahanku banget. masalahnya dalam skenario otakku selama ini cuma ada dua jalan:</p><p>1. Nggak negur sama sekali (nge-batin terus aja paling) </p><p>2. Negur cas-cis-cus-plas-ples-plos seadanya energi (yg justru biasanya jd lebih banyak :()</p><p><br/></p><p>Jadi mari kita buat tugas skrip drama yg di dalamnya ada adegan menegur orang: </p><p><br/></p><p>Situasi: Taman, sore hari. Banyak orang lewat. A baru saja membuang bungkus makanan ke tanah.</p><p><br/></p><p>Karakter:</p><ul><li><p>A (remaja, cuek)</p></li><li><p>B (remaja, ramah tapi tegas)</p><p><br/></p></li></ul><p>(A berjalan santai sambil makan snack. Setelah selesai, A seenaknya membuang bungkusnya ke tanah. B, yang duduk di bangku dekat situ, melihat kejadian itu. B gemas tapi mengingat bahasan kelas Ourselves jumat lalu)</p><p><br/></p><p><strong>B: </strong>(tersenyum, berdiri pelan)<br>"Mas, maaf... itu mungkin jatuh, ya?"</p><p><strong>A: </strong>(terkejut, menoleh)<br>"Hah? Oh... enggak kok, saya buang."</p><p><strong>B: </strong>(tersenyum sopan, tidak menghakimi)<br>"Oh, saya kira jatuh. Soalnya, taman ini bersih banget, jadi kelihatan beda kalau ada satu sampah."</p><p><strong>A: </strong>(malu, mulai sadar)<br>"Oh... iya, ya."</p><p><strong>B: </strong>(masih ramah)<br>"Kalau tiap orang buang satu bungkus kecil saja, nanti tamannya berubah jadi tempat sampah. Sayang banget, kan?"</p><p><strong>A: </strong>(terdiam, merasa bersalah)<br>"Iya, maaf, Mas. Saya ambil lagi."</p><p><br/></p><p>(A akhirnya buru-buru mengambil bungkus tadi dan mencari tempat sampah.)</p><p><br/></p><p><strong>B: </strong>(tersenyum tulus)<br>"Terima kasih banyak, Mas!"</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-28 09:10:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3427740294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Menunjukkan Banyak Hal.</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3429500961</link>
         <description><![CDATA[<p>Kesimpulanku, loyalitas menunjukkan nilai-nilai yang dipegang/dipercaya seseorang dan nilai mana yang sanggup diterobos.</p><p><br/></p><p>Narasi sekaligus analisis &gt;&gt;</p><p><strong>Kesetiaan Sudah Disiapkan Untuk Kita</strong></p><p>Dikatakan, kita cenderung mudah untuk memberikan kesetiaan semu pada seseorang, misalnya saja pada seorang penyair, pendeta, atau aktor. Kesetiaan semu itu maksudnya adalah, kesetiaan yang nampak asli tapi sebenarnya rapuh. </p><p><br/></p><p>Kesetiaan sudah disiapkan untuk kita. Menurutku maksudnya adalah, dorongan/kecenderungan untuk setia sudah menjadi bawaan manusia. </p><p><br/></p><p>Terkadang pilihan untuk setia atau tidak, datang bersama tugas-tugas kita (yang tidak bisa kita abaikan), sehingga kita jadi tidak bebas memilih. Ada situasi dimana menolak berarti mengabaikan tugas kita, dan kita harus menerima, meski kesetiaan itu sebenarnya bukan hal yang benar-benar ingin kita beri pada seseorang. </p><p><br/></p><p>Dua pilihan ini menaruh kita pada posisi yang sulit, terjadi gejolak yang bertabrakan antara nilai-nilai dalam kita; nilai untuk bertanggung jawab, untuk mengerjakan tugas yang diamanatkan dengan baik atau mempertahankan nilai-nilai yang dipegang diri.</p><p><br/></p><p>Tapi, menurutku loyalitas menempati urutan yang lebih awal daripada tugas-tugas kita. Jika loyalitas menempati urutan 1, maka tugas berada di urutan 2. </p><p><br/></p><p><strong>Karena begini:</strong></p><p>Dikerjakan atau tidaknya suatu tugas tergantung pada seberapa kita anggap penting dan seberapa loyal kita pada tanggung jawab/seseorang itu. </p><p><br/></p><p>Seperti misalnya pas Athar ditanya tante Zia, "Kalau idol Kpop konser ke Indonesia, Athar datang ngga?" </p><p><br/></p><p>Menurutku tergantung, tergantung seberapa loyal Athar, dan kalau ngga banget-nget, yaa masih bisa mikir-mikir seperti Athar kemarin. </p><p><br/></p><p>Kalau posisinya loyal banget nih sama idolnya, dan loyal terhadap ide bahwa "sebagai fans, maka sudah wajib bagiku untuk hadir konser dan mendukung idolku," maka akan lain soal. Athar ngga akan mikir/ragu. Ngga ada pilihan baginya, karena nanti akan bertolak belakang dengan nilai-nilai yang loyal dipegang Athar (bahwa sebagai fans, maka sudah wajib bagi Athar untuk hadir konser dan mendukung idol). </p><p><br/></p><p>Jadi, menurutku loyal berada di urutan pertama, tugas-tugas datang setelahnya. Tugas/ekspektasi orang tidak memaksa kita untuk loyal, loyalitas kita terhadap suatu tugas yang memaksa kita.</p><p><br/></p><p>Justru, keputusan untuk loyal bisa merdeka, ketika kita hanya memikirkan diri sendiri dan perasaan kita. Ketika kita memikirkan hal lain (tugas, nilai-nilai, ekspektasi orang, tekanan sosial, dst), kita <em>bisa aja</em> sih merdeka–membuat keputusan yang bahkan berlawanan dari "hal-hal lain" tersebut–cuma ada konsekuensinya. Dan kita ikut memikirkan konsekuensi itu ketika kita peduli pada "hal lain" tersebut. Dan itu yang seringkali membuat kita merasa bahwa kita tidak memiliki pilihan.</p><p><br/></p><p><strong>Loyalitas Pada Raja Kita</strong></p><p>Kadang, saking loyalnya seorang abdi dia sampai mengorbankan segalanya–maksudnya benar-benar segalanya. Mulai dari harta, anak, nyawa dirinya, semua untuk mendukung perjuangan rajanya. Tentu saja, dalam sejarah ada banyak kisah tentang raja-raja yang sesungguhnya tidak layak untuk menerima loyalitas semacam itu. Namun ketahuilah bahwa, sampai kapanpun jua, <em>menjadi</em> (loyal) selalu lebih mulia dibanding <em>menerima </em>(loyalitas). </p><p><br/></p><p><strong>Kenapa begitu? </strong></p><p>Menurutku sih, karena loyalitas saja sudah menunjukkan karakter-karakter luhur seseorang; kemampuan untuk berpikir melebihi diri sendiri (yang merupakan insting). </p><p><br/></p><p>Lebih-lebih lagi jika ternyata rajanya buruk, mau ngga mau rakyat ini harus mengabdi tanpa pamrih juga kan? Orang-orang seperti itu mesti memiliki jiwa yang besar untuk tabah. </p><p><br/></p><blockquote><p>Menurutku, bagaimana mereka memegang teguh prinsip diatas kejadian yang sudah menimpa mereka itu yang luar biasa sekali.</p></blockquote><p><br/></p><p><strong>Nah, apakah loyalitas seperti ini perlu direvisi? Kapan sudah batasnya?</strong></p><p>Bagiku ada dua pertimbangan:</p><ol><li><p>Menurutku, <em>"The Greater Good</em>" itu penting banget untuk dijadikan pertimbangan. </p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Loyalitas pada nilai moral, prinsip yang dimiliki diri dan diyakini (bisa dibuktikan) benar/baik, itu diletakkan di atas penguasa manapun. </p></li></ol><p><br/></p><p>Aku pikir sih aku lebih <em>respect</em> pada prajurit yang memilih berkhianat (pada raja bengis yang menyengsarakan rakyatnya) dibanding mereka yang tutup telinga dan memilih untuk tetap patuh–ujung-ujungnya membunuh orang tidak bersalah. </p><p><br/></p><p>Maksudku, apakah sekian banyaknya nilai-nilai moral dalam dirimu yang dirampas itu sepadan dengan terpenuhinya salah satu nilaimu itu (sumpah untuk loyal pada penguasa)? Menurutku sih tidak sepadan. </p><p><br/></p><p>Sekian, sepertinya aku makin suka ditanyai serta menganalisis/mengkritisi bacaan cm deh. Aku makin niat saja rasanya wkwk.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p><strong>Pada situasi seperti apa saja kira-kira loyalitas kalian akan terpantik?</strong></p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Ketika menyangkut Tuhan</strong></p></li></ol><p>Dulu sih tidak ya, aku terlalu skeptis sampai mataku menyipit terus rasanya ketika mendengar "Tuhan". Namun sekarang iya (setelah pencarian dan ketidakpercayaan yang begitu panjang), dan aku rasanya rela mengerjakan apapun dan menghentikan apapun jika sudah tahu Tuhan tidak suka. Yap sejauh ini masih begitu. Gatau apa yang aku harapkan deh. </p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Ketika seseorang berbaik hati dengan cara melayani/baik kepadaku</strong></p></li></ol><p>Bukan karena aku terjebak dalam rasa bahwa aku <em>harus </em>balas budi sih, lebih ke jadi ada rasa ingin memberi aja gitu. Sukarela✌️</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Ketika aku iba pada sesuatu/seseorang</strong></p></li></ol><p>Secara impulsif bawaanya itu sih, loyal, juga ingin memberikan pelayanan rasanya. Namun aku sadar aku juga harus mikir-mikir sih, karena kadang malah digunakan tidak pada tempatnya, kadang juga berlebihan. Ujung-ujungnya nanti bukan aku aja yang kesulitan, tapi orang lain juga. Jadi harus dipikirin.</p><p><br/></p><var>- the  end - </var>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 07:52:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3429500961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>55 | Keberanian Terkait Potensi &amp; Kesempatan Kita</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3429566043</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian jenis ini meminta kita mengelola perasaan rendah diri, perasaan tidak mampu, dan pengkerdilan diri. Kerjanya selalu bergandengan tangan dengan si Intelektual. Karena bagaimanapun juga, menggapai potensi dan kesempatan pelu dibarengi tanggung jawab serta kapasitas.</p><p><br></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Bagaimana kalian biasanya mengambil keputusan—cenderung nekat atau hati-hati? Apa yang biasanya dipertimbangkan?</p><p><br></p><p>Aku cenderung hati-hati, terlalu hari-hari malah. Yang dipertimbangakan? Biasanya tentang kenyamananku, anggapan orang lain, kemungkinan "untung-rugi", level prioritas, dan lain sebagainya. Memang tidak semua hal itu benar atau layak menjadi bahan pertimbangan, tapi hal-hal di atas itu nyatanya masih memberi afek dalam pengambilan keputusanku.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 08:42:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3429566043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rangkuman Seluruh Keberanian</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3429588046</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian apa yang sudah kalian miliki?Keberanian mana yang belum kalian miliki? Apakah kalian berniat untuk memiliki keberanian tersebut? Jika ya, bagaimana cara kalian&nbsp;melatihnya?</p><p><br/></p><p>Urutan dosis keberanian terbanyak versi Naila:</p><ol><li><p>Keberanian Beropini</p></li><li><p>Keberanian Menegur</p></li><li><p>Keberanian Berterus Terang</p></li><li><p>Keberanian untuk Tenang</p></li><li><p>Keberanian Mengakui </p></li><li><p>Keberanian Potensi &amp; Kesempatan Kita</p></li><li><p>Keberanian Mengurus Urusan Kita</p><p><br/></p></li></ol><p>Nomor 7 sebetulnya juga bukan sama sekali tidak ada beraninya, hanya saja saat ini momennya lagi sangat dirasakan dan digulati. Dan rasa-rasanya sudah beberapa waktu perkembangannya tidak banyak :)</p><p><br/></p><p><em>29 April 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 09:00:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3429588046</guid>
      </item>
      <item>
         <title>56 | Loyalitas</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3429598659</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada zaman kesatria sikap ini marak dimiliki manusia. Sekarang? Menurut CM tidak. Dianggapnya orang-orang sekarang punya kecenderungan yang cukup besar mengedepankan kesenangan dan kepentingan pribadi. Padahal "kita tahu bahwa kita bukan milik kita sendiri". Apalagi dalam definisi CM, loyalitas erat kaitannya dengan pelayanan.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark> </p><p>Sikap-sikap seperti apa yang sudah atau sedang kalian upayakan dalam rangka bisa memberikan loyalitas terhadap lingkungan?</p><p><br/></p><p>Sudah cukup lama dan akan terus kulakukan meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan sedotan. Semoga dan diupayakan selanjutnya aku bisa mendesak dan mendorong pemegang otoritas negara terkait kebijakan pengelolalan&nbsp;emisi.</p><p><br/></p><p><mark>Catatan:</mark></p><p>Ada yg belum bisa kupahami sepenuhnya, tapi aku ingin mengutip bagian ini: "dan bahwa sejauh mana kita setia dalam diri, sejauh itu pula kita mewujudkan jati diri kita."</p><p><br/></p><p><em>28 April 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 09:08:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3429598659</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dua keberanian terakhir</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3430217427</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberanian terkait potensi kita memampukan kita untuk melakukan berbagai hal tanpa harus mendengarkan rasa takut pengecut yang menghembus hembuskan tentang kegagalan masa lalu, dan ketidak-mampuan masa kini. Keberanian intelektual juga membantu kita mengolah informasi yang kita peroleh dengan baik, dan kepanikan intelektual lah yang membuat kita gagal mengerti suatu pembicaraan karena tidak mengerti suatu kata dari Bahasa asing, ato tidak mengerti topik sehingga kita tidak berpartisipasi dalam eksperimen. Kepanikan intelektual juga membuat kita melontarkan slogan slogan kita karena takut untuk menciptakan&nbsp;ide2&nbsp;orisinil.</p><p>Keberanian terkait kesempatan:</p><p>Seperti yang shakespear katakana "Ada gelombang pasang dalam aktifitas manusia, yang, kalau diambil saat melimpah, akan membawa kepada keberuntungan" </p><p>Namun keberanian ini perlu dibedakan dengan perjudian yang disebut kenekatan, mungkin bedanya adalah keberanian siap menghadapi setiap masalah yang ada, sementara kenekatan terus mencari.</p><p>"Menjadikannya sebuah keyakinan, situasi itu, bagai sebuah nubuatan suci. Berbicara dengan suara tuhan kepada jiwa jiwa tangs setia" - puisi&nbsp;dari&nbsp;ibu&nbsp;CM</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 16:39:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3430217427</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas masa muda</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3430218114</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas disebut sebagai ciri khas, padahal sebenarnya loyalitas adalah sesuatu yang dilahirkan pada setiap jiwa manusia dan bukanlah suatu tanda yang di cap oleh seseorang kepada kita. Zaman kesatria adalah zaman loyalitas, dan masa muda adalah masa dimana seseorang seharusnya menjadi masa kesatriaan dan loyalitas, namun sayangnya di zaman sekarang sudah sangat sedikit remaja yang menghargai loyalitas. Kita percaya bahwa dunia diciptakan untuk kita, bukan kita untuk dunia. Kita percaya bahwa kita diciptakan untuk memerintah, bukan melayani. Padahal dalam lubuk hati setiap orang ada suara kecil yang menghembus-hembuskan syair&nbsp;Loyalitas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 16:40:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3430218114</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesetiaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3430221728</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita biasa memberikan kesetiaan fanatik kepada penyair, kesatria, aktor, pendeta dan memberikan pelayanan kepada mereka.</p><p>Namun ada juga kesetiaan yang memang bukan kuasa kita untuk memilih, kesetiaan yang sudah dipersiapkan untuk kita yang biasanya di tuntut oleh negara atau raja untuk melayani mereka. Kita hanya bebas memeilih untuk Loyal ato tidak.</p><p>Satu lagi loyalitas adalah loyalitas kepada pemimpin. Banyak yang dapat kita pelajari dari sejarah, termasuk loyalitas kepada raja, seperti Ketika kita membaca tentang sir Hendry dari woodlock, kita merasa geram karena loyalitas dengan jumblah sebanyak itu tersia2kan kepada raja yang tidak patut diberi&nbsp;kesetiaan. Loyalitas ini seakan sudah ditakdirkan kepada kita dari lahir, karena memang loyalitas ini datang Bersama tugas tugas dan kewajiban kita, namun apakah itu berarti kita tidak dapat bebas memilih? oh tidak, sebab pada akhirnya, mau tidak maunya kita tergantung pada diri sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 16:43:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3430221728</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas (2)</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3431355907</link>
         <description><![CDATA[<p>Seringkali kita memberikan loyalitas kepada penyair, tentara, idola, dan semacamnya. Dan setia kepadanya, melakukan apapun deminya.</p><p>Loyalitas sebenarnya sudah di pilih untuk kita, pihannya hanyalah loyal atau tidak loyal.</p><p><br/></p><p> <strong>Loyalitas pada raja kita</strong></p><p>Loyalitas juga diberikan pada pemimpin. Salah satu contoh baik adalah, sir Henry lee, yang sangat setia pada rajanya. Meskipun banyak orang yang sebal ketika membacanya, sepertinya tidak pantas kesetiaan seperti itu di berikan pada raja yang menyebalkan. Tapi perlu diingat, memberi lebih baik daripada mendapat, sang ksatria lebih mendapat banyak daripada raja. Contoh lain adalah ratu victoria, beliau mendapat banyak loyalitas dan kesetian. Tapi dia pantas mendapatkannya, karena hidupnya memang penuh loyalitas pada ramyatnya.</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p><em>Pada situasi seperti apa saja kira2 loyalitas kalian akan terpantik?</em></p><p>Situasi dimana aku melihat/mendengar kemalangan satwa liar yang mulai terancam, atau ketika bertemu orang-orang yang hidupnya penuh dengan memberikan loyalitas. seringkali itu mendorongku untuk memberikan loyalitas lebih banyak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-30 08:30:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3431355907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas. #2</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3431381282</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas sebenarnya sudah dipersiapkan untuk kita. Maksud pernyataan disini adalah, kita memang biasa memberikan kesetiaan semu kepada misalnya penyair, aktor, artist musik, Idol Kpop, dan memberikan pelayanan serta rela berkorban untuk mereka. Namun sebenarnya, manusia tidak bebas memilih. Dari yang kutangkap, pilihan kita hanya ada dua, yaitu loyal atau tidak loyal.  Loyalitas kita sudah dipersiapkan bagi kita untuk loyal kepada pemimpin tertingginya, salah satu contohnya adalah Raja. Salah satu pelajaran terbaik yang diajarkan oleh sejarah kepada kita menurut pendapat CM adalah pengabdian serta telada-teladan mengenai loyalitas yang mengagumkan. Mulai dari rasa hormat yang mendalam untuk pemimpin kita, sampai pengorbanan hidup, harta, anak, dan para pengikut demi mendukung perjuangan sang pemimpin. Tapi, aku tidak setuju dengan Sir Henry Lee yang tetap memiliki kesetiaan besar kepada seorang raja yang kurang layak (terutama jika raja tersebut zalim, keji, dan jahat). Meskipun aku setuju dengan CM yang berkata bahwa menjadi setia itu lebih baik daripada menerima kesetiaan, aku tetap merasa kita pantas untuk tidak loyal kepada pemimpin yang zalim. </p><p><br/></p><p>Aku tidak menentang pernyataan CM tentang kita hanya punya dua pilihan: loyal atau tidak. Tapi aku percaya bahwa kita bisa memilih "pemimpin tertinggi" yang layak untuk menerima kesetiaan serta pengorbanan kita.</p><p><br/></p><p>*Pertanyaanku: Mengapa CM bilang loyalitas itu untuk pemimpin tertinggi, dan bukan untuk Tuhan? Sementara CM sendiri adalah seseorang yang sangat religius.</p><p><br/></p><p>Tugas pertanyaan: Pada situasi apa saja kira-kira loyalitas kalian terpantik?</p><p>Ketika aku mendengar kisah-kisah perjuangan serta pengorbanan yang dilakukan pemimpin tertinggi ku untuk umatnya, dan bagaimana rasa sayangnya pada umatnya terpancar jelas melalui aksi-aksinya. Ini adalah pemimpin yang membuatku merasa bahwa aku memang perlu memiliki kesetiaan dan rasa sayang padanya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/607e75c63aa707e57312f4a9d32d6196/download__52_.jpeg" />
         <pubDate>2025-04-30 08:50:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3431381282</guid>
      </item>
      <item>
         <title>57 | Loyalitas Pt. 2 (Pemimpin Negara)</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3431509998</link>
         <description><![CDATA[<p>(narasi) Menurut pemahamanku atas bacaan ini, loyalitas itu hal yang sudah ditetapkan sejak kita lahir. Sama seperti misi hidup kita, sudah ditentukan sama yang Maha Segalanya. Kasarannya mungkin takdir. </p><p><br></p><p>Kemungkinan loyalitas yang semu juga ada, contohnya keloyalan pada perajurit, pendeta, atau aktor. Sejarah mengemukakan yang layak dijadikan tempat loyal berumah adalah raja. Meskipun misalnya raja tersebut kurang layak, pemberi pelayanan pada akhirnya mendapat--semacam--kebermaknaan&nbsp;lebih lewat proses pelayanan&nbsp;tersebut.</p><p><br></p><p>(komentar) Rasanya kurang sreg ketika contoh penerima loyalitas yang CM berikan hanya raja dan ratu, yg notabennya secara hierarki lebih tinggi daripada aktor, prajurit, dan pendeta. Jadi bertanya-tanya apakah maksudnya penerima loyalitas sekadar golongan atas di mata CM? </p><p><br></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Pada situasi seperti apa saja kira2 loyalitas kalian&nbsp;akan&nbsp;terpantik?</p><p><br></p><p>Entah ini memang loyalitas atau sebetulnya bentuk balas budi ya. Tapi sejauh ini keloyalan dan pelayanan kuberikan pada orang yang melakukan hal-hal baik, yg aku tahu dia juga berkorban untukku. Kadang juga tidak melulu orang, bisa institusi atau golongan.</p><p><br></p><p><em>30 April 2025</em></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-30 10:48:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3431509998</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 53 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3433710617</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas bukanlah sesuatu yang diberikan orang lain kepada kita, melainkan sesuatu yang tumbuh dari hati kita. Sepanjang sejarah, orang mengabdikan hidup mereka pada sesuatu yang mereka percayai. Zaman dulu, kesatria dan loyalitas menjadi ciri utama kepribadian luhur dari seseorang, dan seharusnya masa muda kita sekarang pun dipenuhi dengan semangat itu juga. Namun, sekarang kita cenderung lebih fokus pada diri sendiri, mengejar kepentingan pribadi, dan berpikir bahwa dunia ada untuk kita. Padahal, pikiran seperti itu hanya muncul ketika kita jauh dari sikap-sikap yang baik. Loyalitas, yang sesungguhnya adalah tentang melayani, akan muncul ketika kita sadar bahwa kita bukan milik diri kita sendiri.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Sikap loyal terhadap lingkungan bisa kutunjukkan dengan mengurangi plastik sekali pakai, dan selalu membawa botol minum sendiri saat mau ke mana-mana. Dengan begitu aku bisa membantu mengurangi sampah plastik dan menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-02 03:10:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3433710617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 54 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3433742867</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas sebenarnya bukan sesuatu yang kita pilih dengan bebas, karena sering kali sudah ditentukan oleh peran dan tanggung jawab kita. Sebuah negara akan beruntung jika memiliki pemimpin seperti raja atau ratu yang bisa menjadi contoh nyata tentang arti loyalitas. Sejarah menunjukkan banyak contoh orang yang setia, bahkan rela berkorban demi pemimpinnya, seperti Sir Henry Lee dalam cerita <em>Woodstock</em>. Meskipun raja yang ia layani tidak sempurna, kesetiaan Sir Henry membuat dirinya lebih mulia. Ratu Victoria juga menjadi contoh yang baik, karena hidupnya menunjukkan pengabdian yang tulus kepada rakyat, dan melalui itu, beliau menginspirasi orang-orang untuk hidup dengan cara yang lebih baik dan setia.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Loyalitasku bisa terbangun saat menghadapi masa-masa sulit bersama orang lain—entah dalam keluarga, pertemanan, atau yang lainnya. Saat ada kebersamaan dalam perjuangan, rasa ikatan itu tumbuh kuat dan membuatku ingin tetap setia, bukan hanya karena kedekatan, tapi karena aku merasa menjadi bagian dari sesuatu yang penting. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3774482003/4e8dbad1c5443ae282eae0241ab410a2/download___2025_05_02T103041_709.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-02 03:40:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3433742867</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Sudah Dipersiapkan </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3433805441</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas itu bukan sekadar pilihan, tapi sering kali sudah ditentukan oleh peran dan tanggung jawab kita. Kita bisa saja mengidolakan artis atau tokoh, tapi loyalitas sejati muncul saat kita memilih untuk setia meskipun berat. </p><p>Dalam sejarah, banyak tokoh yang menunjukkan pengabdian luar biasa, seperti Sir Henry Lee, yang setia pada rajanya meskipun raja itu tak sempurna. Justru dari kesetiaan itu, dia menunjukkan kemuliaan dirinya.</p><p><br/></p><p>Tugas :</p><p>Pada situasi seperti apa saja kira2 loyalitas kalian akan terpantik?</p><p><br/></p><p>loyalitas ku terpantik ketika ada teman dekat atau keluarga yang butuh dukungan, apalagi saat saat mereka jatuh atau sedang dijauhi.</p><p><br/></p><p>pernah suatu ketika temanku sedang sedih dan frustasi dengan temanku yang lainnya akibat perbuatannya. Walaupun menurutku dia berlebihan, aku tetap memberikan dukungan kepadanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-02 04:51:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3433805441</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Eighth Lord&#39;s In Waiting: Loyalty</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435205385</link>
         <description><![CDATA[<var>Loyalitas telah dersiapkan untuk kita</var><var></var><p>Kita seringkali memberikan kesetian semu pada orang orang seperti penyair dan aktor. Kita rela memberikan pelayanan pelayanan pada mereka, tapi seperti aspek aspek lain di kehidupan kita, sebetulnya kita tidak punya kebebasan untuk memilih karena loyalitas telah di siapkan untuk kita dan kadang kala datang bersama dengan tugas tugas kita dan pilihan kita hanya untuk loyal atau tidak.<br></p><var>Loyalitas pada Raja kita
</var><p>Salah satu pelajaran terbaik yang di ajarkan sejarah pada kita adalah melalui teladan teladan loyalitas dan juga pengabdian yang mengagumkan untuk sosok pemimpin. Sir Hendry Lee dalam buku woodstock adalah contoh yang tepat untuk ini. Saat membaca buku nya mungkin kita akan merasa kesal karena melihat bagaimana kesetiaan yang sangat besar di berikan pada sosok Raja yang di anggap tidak pantas.</p><p><br/></p><p>Namun sebenarnya, dalam hal itu para ksatria yang memberikan loyalitas mendapatkan lebih banyak keuntungan sebab menjadi lebih baik dari pada menerima.</p><p><br></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/9d593c0eaac42da6d06b2df158293fbd/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-05-04 02:03:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435205385</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Pada Tanah Air.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435241585</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada dua subbab lagi tentang loyalitas yang kita bahas kali ini. Kemarin, kita sudah membahas bagaimana loyalitas pada raja dan pemimpin bekerja. Kalau kali ini, ada loyalitas kepada negara, tanah air kita. Nasionalisme ini sering diartikan sebagai kebencian pada seluruh bagian dunia yang lain, padahal, kebaikan itu tetap sudah sewajarnya kita berikan pada seluruh dunia, karena pada dasarnya kita sendiri juga warga dunia. Namun, hutang loyalitas kita bukanlah pada negara lain, melainkan pada negeri kita sendiri. Membandingkan tanah air kita dengan negeri lain (dalam aspek apapun) dan merendahkan negeri sendiri adalah bentuk ketidakloyalan.</p><p>Perbandingan ini lama-lama dapat menjadi opini. Opini yang akhirnya sampai pada mereka yang mampu berbuat anarkis. Pemimpin-pemimpin tumbang di tangan mereka, Tanah air, menjadi suatu negara anarkis. Tentu, semua itu hanya berawal dari opini kita, perbandingan yang kita buat. Perbuatan kejahatan itu (tanpa kita sadari) juga tanggung jawab kita.</p><p>Bukan tanpa alasan kita diajarkan untuk tidak mencela pemimpin bangsa kita, bukan tanpa alasan kita diberi tahu untuk mengasihi tanah air kita. Jika kita membiarkannya terlihat buruk, masyarakat publik akan menyerap opini itu, dan pemimpin akan hidup dalam ketakutan, negeri berkemungkinan menjadi terlalu bebas, tanpa pemimpin tanpa aturan. Kejadian seperti itu dapat dengan mudahnya dihindari dengan satu perilaku: loyalitas.</p><p>Lalu, bagaimana dengan mereka yang mengatakan bahwa mereka loyal pada negeri (tanah air) namun tidak pada pemimpin? Awalnya, aku juga merasa bahwa hal itu memungkinkan Namun, setelah membaca kembali teks Ourselves tadi, aku setuju bahwa, Tanah air adalah bentuk keseluruhan dari negeri. Mulai dari aturannya, masyarakatnya, pemimpinnya, alamnya, segalanya. Jika kita mengatakan bahwa kita loyal pada 'tanah air' dan tidak pada 'pemimpin' secara tidak langsung, artinya kita tidak sepenuhnya loyal pada negara. Seperti menyukai chocolate chip cookies tanpa menyukai chocochip-nya. (Boleh saja, cuma tidak tepat.)</p><p>Opini memang suatu yang sulit dikontrol di era sosial media ini. Namun, kembali lagi pada materi Ourselves di bab "Keberanian untuk beropini" di mana kita harus memikirkan kembali, opini yang kita terima di dalamnya. Kadang, suatu berita membuat kita terlalu berapi-api dan segera menyetujui hal yang dituliskan di dalamnya. Aku sendiri pernah terbawa emosi berlebihan ketika membaca suatu berita, padahal, berita memang diciptakan untuk melebih-lebihkan suatu fakta. Baik, maupun buruk. Sekali lagi, penting untuk mempertanyakannya lagi dalam kondisi yang lebih netral. Setelah kita ketahui opini kita sendiri pun sebenarnya tidak selalu perlu dibagikan. Kadang opini cukup disimpan untuk diri demi kebaikan publik. Hal kecil yang kita bisa lakukan adalah menjaga opini kita sendiri, menumbuhkan loyalitas pada negara dalam diri sendiri. Baru kemudian mengajak orang lain untuk berbuat hal yang sama. Loyalitas adalah pilihan kita, demi tanah air kita</p>]]></description>
         <enclosure url="https://get.pxhere.com/photo/landscape-sea-coast-nature-mountain-sky-lake-cliff-natural-scenery-bay-blue-fjord-reservoir-tourism-terrain-body-of-water-blue-sky-indonesia-loch-landform-nature-landscape-beautiful-landscape-geographical-feature-635721.jpg" />
         <pubDate>2025-05-04 04:29:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435241585</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas kepada Tanah Air </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435310922</link>
         <description><![CDATA[<p>Selain para pemimpin, tanah air kita juga menuntut loyalitas dari kita.</p><p>Kebaikan bisa diberikan pada siapa saja, tapi loyalitas hanya diberikan kepada yang menjadi bagian dari kita, salah satunya Tanah Air. Meninggikan negara lain dan merendahkan tanah air sendiri adalah salah satu bentuk dari tidak loyal pada tanah air.</p><p><br/></p><p><strong>Opini publik</strong></p><p>kita harus berhati-hati dengan opini publik. mungkin ketika membuat opini negatif ke publik tentang pemimpin kita atau tanah air kita, sebenarnya tidak ada niatan jahat. tapi ada orang-orang yang amarahnya mudah disulut, mereka akan makin naik darah ketika mendengar opini negatif itu, dan kemungkinan besar melakukan tindakan berbahaya.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi:</strong></p><p>1<em>. Menurut kalian mungkinkah loyal pada tanah air tapi tidak loyal pada raja/pimpinan negara? Ceritakan alasan dan dampaknya.</em></p><p>Kayaknya sih bisa-bisa aja, tapi bagaimanapun juga, pemimpin adalah yang mengatur tanah air, membuat undang-undangnya dan bla bla bla lainnya. Jadi kalau hanya loyal pada tanah air tapi tidak pada pemimpinnya, ya itu akan menimbulkan kekacauan.</p><p><br/></p><p>2. <em>Di era sosial media di mana semua orang bebas beropini, menurutmu bagaimana kamu turut berpartisipasi dalam opini publik tapi yang tidak memicu anarki?</em></p><p>Mungkin dengan memberi kata-kata peringatan atau tidak melupakan kata positif supaya tidak terlalu menulut emosi. Tapi seandainya disuruh untuk beropini di publik, aku memilih untuk tidak melakukannya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-04 08:40:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435310922</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Telah Dipersiapkan, &amp; L. Pada Raja Kita - Loyalitas, Hati, Cinta.</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435317533</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Premis (Tulisan Sebelumnya)</strong>: <strong>Loyalitas Sejati</strong></p><p>Loyalitas adalah perwujudan dari tanggung jawab untuk melayani dunia (dengan segala yang ada di dalamnya), loyal berarti tetap berada di sisi (membela) sesuatu dengan tindakan (pelayanan) yang sejalan dengan kebaikan.</p><p><br/></p><p><strong>Loyalitas Telah Dipersiapkan Untuk Kita</strong></p><p><strong>Ide 1: Kebebasan Memilih Dasar Loyalitas</strong></p><p>Kita seringkali memberikan kesetiaan semu pada aktor, penyair, kesatria, dan sosok-sosok lainnya, yang pada mereka kita rela memberikan pelayanan. Ini pandangan dan perwujudan yang keliru atas loyalitas; yang mana loyalitas didasarkan pada hal eksternal seperti aktor, penyair, dan lainnya. Loyalitas sejati, mendasarkan dirinya pada tanggung jawab--hasil dari kesadaran (dalam diri). Tidak ada kebebasan dalam memilih dasar loyalitas.</p><p><br/></p><p><strong>Ide 2: Satu-satunya Kebebasan Dalam Loyalitas</strong></p><p>Satu-satunya kebebasan yang ada dalam loyalitas muncul ketika kita sudah menyadari tanggung jawab kita; yaitu memutuskan antara enjadi loyal atau tidak loyal.</p><p><br/></p><p>Catatan LTD &amp; Komentar Pancar: menanggapi "Loyalitas kita telah dipersiapkan bagi kita", mungkin merujuk pada filosofi makna manusia: manusia ada untuk melayani dunia. Oh iya, sepertinya tulisan ini adalah penegasan konsep loyalitas dengan kritik terhadap </p><p>pengertian loyalitas (di masyarakat(?)) yang keliru.</p><p><br/></p><p><strong>Loyalitas pada Raja kita</strong></p><p><strong>Latar Belakang: Salah Satu Pelajaran Terbaik</strong></p><p>Sejarah mengajarkan pada kita salah satu pelajaran terbaik melalui perwujudan loyalitas.</p><p><br/></p><p><strong>Ide 1: Menjadi Lebih Mulia Dari Menerima</strong></p><p>Dalam sejarah, ada sebuah sikap menarik dari Sir Henry Lee. Pada masa kepemimpinan seorang raja yang kurang layak memimpin--ia tetap setia pada sang raja, sangat disayangkan kesetiaan sebesar yang ia berikan disia-siakan, namun pada akhirnya ia mendapat lebih banyak dari sang raja karena menjadi lebih baik dari menerima.</p><p><br/></p><p><strong>Ide 2: Loyalitas Pemimpin Perlu Kita Balas</strong></p><p>Mendiang Ratu [Victoria] layak menerima kesetiaan kita, karena beliau hidup dalam semangat loyalitas dan pengabidan kepada rakyatnya. Dengan cara itu, beliau mengangkat kita menuju hidup yang lebih mulia.</p><p><br/></p><p>Komentar Pancar: dari perspektifku, ide 1 sepertinya berusaha menjelaskan "mengapa kita perlu loyal"; menjadi lebih baik dari menerima; rakyat akan memberikan  kesetiaan pada kita, yang mana menurutku satu-satunya alasan untuk loyal adalah karena itu baik--alih-alih orang lain akan setia. Bagian ini juga mungkin lebih menarik jika menambahkan kompleksitas dalam loyal kepada sesosok; apa yang dimaksud "loyalitas kepada", bagaimana dampak loyalitas kepada sosok yang salah. Kompleksitas inu akan aku bahas di refleksi bahasan mendatang.</p><p>Pada ide 2, mungkin tulisan ini hadir untuk memotivasi kita dalam loyal kepada raja/ratu/pemimpin--yang baik, karena dengan itulah kehidupan kita akan lebih mulia (mewujudkan nilai luhur: ada untuk melayani).</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Pada Situasi Seperti Apa Loyalitasmu Terpantik?</p></blockquote><p>Pada diriku, seperti ada tingkatan dalam memantik loyalitas. 1. Kesadaran Akan Tanggung Jawab: ketika aku melihat diriku (peran yang mungkin bisa dan/atau perlu aku wujudkan) dan sekelilingku, timbul keinginan untuk mewujudkan kebaikan pada lingkunganku. Namun, motif berdasarkan sosok lain biasanya tak bertahan lama--mungkin karena aku merasa (dan memang) terpisah dari sosok tersebut. Mungkin ini karena (kalau tidak salah) manusia melakukan yang penting bagi diri dan kelompoknya; 2. Ketika Ada Sosok Lain Yang Loyal Pada Sesuatu Yang Sama Dan Dekat Denganku: ketika aku menemukan remaja lain yang berinteraksi langsung denganku memerjuangkan sesuatu, keinginanku untuk loyal kepada hal itu pun meningkat.</p><p>Sejauh ini itu dulu.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2101778172/ada1471b041d124d94b103f8ac8d61af/WhatsApp_Image_2025_05_04_at_15_10_38.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-04 08:56:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435317533</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Eighth Lord&#39;s In Waiting: Loyalty</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435368488</link>
         <description><![CDATA[<var>Loyalitas pada Tanah Air kita</var><p><br/></p><p>Setelah Raja negara atau tanah air kita adalah hal lain yang menuntun kesetiaan kita. Kebaikan hati mungkin bisa di berikan pada siapa saja, tapi loyalitas adalah hak milik mereka yang menjadi bagian dari kita yang dalam konteks ini adalah negara kita sendiri. Seberapapun rasa kagum kita terhadap negara atau Raja lain kita tetap tidak boleh merendahkan atau membandingkan tanah air kita untuk meninggikan negara atau Raja yang kita sukai sebab itu adalah bentuk dari ketidakloyalan.</p><p><br></p><var>Opini Publik bertanggung jawab atas Anarki</var><p><br></p><p>Menurut oma CM sikap anarkis adalah bentuk dari kegagalan semangat loyalitas dalam opini publik. Karena itu, kejahatan kejahatan yang terjadi (di negara nya saat itu) adalah tanggung jawab bersama (diri nya dan masyarakat inggris) sebab masyarakat lah yang membentuk opini publik.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Di setiap negara ada orang orang dengan kesalahan cara pikir tentang kewajiban kita terhadap satu sama lain, ketika pikiran salah itu memuncak setelah nya ia akan meledak dalam bentuk tindak kriminal. Awal mula semua itu opini adalah opini publik, tempat di mana orang orang menyrap informasi itu.</p><p><br/></p><p>Oma CM mengatakan kalau kita di ajarkan untuk tidak mengatakan hal hal buruk menyangkut pemimpin dan kebijakan kebijakan yang mereka buat sebab nantinya akan ada orang orang yang melawan sehingga para pemimpin harus hidup di bawah teror pembunuhan.</p><p><br/></p><var>Refleksi&nbsp;
</var><blockquote><p><em>Menurut kalian mungkinkah loyal pada tanah air tapi tidak loyal pada raja/pimpinan negara? Ceritakan alasan dan dampaknya.</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Menurut ku hal itu sih mungkin saja, dan alasan nya bisa banyak. Salah satu nya mungkin karena pemimpin negara gagal untuk menjalankan tugas nya dengan benar dan memenuhi kebutuhan dari rakyat nya. Dampak nya, masyarakat akan lebih aktif dalam mengkritisi juga mengeluh tentang pemimpin negara, sehingga kemungkinan untuk seseorang bersikap anarkis lebih tinggi dan pemimpin negara (seperti kata oma CM) akan hidup di bawah teror akan serangan pembunuhan.&nbsp;🤷‍♀️</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/ea92a4461b15977bb9cb6311ce464368/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-05-04 11:04:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435368488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Kepada Tanah Air - Loyalitas, Hati, Cinta</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435577444</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Loyalitas Kepada Tanah Air</strong></p><p><strong>Ide 1: Keharusan Loyal Pada Tanah Air</strong></p><p>Jangan sampai kita keliru memahaminya. Kebaikan hati bisa kita berikan kepada seluruh dunia, namun loyalitas adalah hak milik mereka yang menjadi bagian dari kita. Seberapa besar pun kekaguman dan kedekatan kita pada raja maupun negara lain, hutang kesetiaan tetap bukan kepada mereka, melainkan pada tanah air kita sendiri. Membuat perbandingan yang merendahkan tanah air kita demi meninggikan negeri lain--yang hukumnya, pemerintahnya, cuacanya, lebih kita sukai--adalah bentuk ketidakloyalan.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong>: diawali sebuah pernyataan kuat bahwa kebaikan hati bisa diberikan kepada seluruh dunia, namun loyalitas hanya milik mereka yang menjadi bagian dari kita. Selain karena kesadaran diri, tuntutan mereka (tanah air (?)) juga menjadi alasan kita untuk loyal. Alih-alih loyal hanya karena kita bermoral, tulisan ini lebih menjelaskan bahwa memang keharusan kita untuk loyal.</p><p><br/></p><p>Dari pernyataan "hutang kesetiaan tetap bukan kepada mereka, melainkan pada tanah air kita sendiri.", tersebut bahwa tanah air memberikan sesuatu pada seseorang (yang lahir dan/atau tinggal di situ)--itulah mengapa seseorang memiliki hutang. Mendefinisikan tanah air sebagai: wilayah </p><p>identitas budaya terbentuk, ada banyak hal yang diberikan tanah air; mulai dari wilayah hingga budaya itu sendiri.</p><p><br/></p><p>Ada dua asumsi jasa tanah air pada seseorang. 1. Pemberi Identitas: (1) identitas individu tak terpisahkan dari wilayah ia dilahirkan dan dibesarkan dengan segala kebudayaannya. (2) Identitas individu tak terpisahkan dari perjuangan kolektif terdahulu. 2. Pemberi Manfaat: (1) karena kebudayaan sedikit banyak bermanfaat bagi kita--menjadikannya hutang budi pada masyarakat (mewakili tanah air).</p><p><br/></p><p>Namun, ketika melihat bahwa Raja--yang hidup dalam semangat loyalitas dan pengabdian kepada rakyatnya, yang dengan cara itulah, beliau mengangkat kita menuju cara hidup yang lebih mulia--pun menuntut kita untuk loyal, ada asumsi lain yaitu 3. Perjuangan Kolektif: (1) kita sebagai seseorang yang identitasnya dibentuk (dengan mulia) oleh tanah air juga bagian dari tanah air (si pembentuk). Tapi aku masih resah atas "apa dasar asumsi ini?".</p><p><br/></p><p><strong>Opini Publik Bertanggung Jawab Atas Anarki</strong></p><p>Pada zaman CM, ada terjadi penggulingan pada pemimpin (entah seperti apa). Tindakan ini dilakukan oleh orang-orang yang menyebut diri anarkis. Kejahatan yang tak ada padanannya dalam sejarah. Ada kegagalan semangat lotalitas dalam opini publik. Dan di situlah tempat mereka menyerap gagasan-gagasan.</p><p>Kita diajarkan untuk tidak mencela raja-raja kita--khawatir orang lain akan menyikapinya dengan kebencian; bahkan hingga tindak kriminal. Namun, kita bisa memberi dampak dengan menjaga loyalitas--dan itu adalah sukacita.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong>: aku pikir tulisan berusaha menyampaikan bahwa opini publik yang diisi dengan kebencian, ketidakpuasan, dan lain-lain--bahkan jika itu valid; wajar merasa demikian atas keburukan negara, akan menimbulkan bahaya--orang-orang sangat mungkin mengambil gagasan-gagasan itu dengan kesimpulan keliru dan bias, karena orang-orang belum tentu (dan bisa) menelusuri latar belakang, pemikiran utuh, dari sebuah opini. Banyaknya opini yang sama pun bisa dibenarkan hanya karena itu yang mayoritas katakan--menciptakan pemahaman dangkal. Maka, kita perlu menjaga loyalitas--entah maksudnya apa--mungkin untuk beropini dengan baik, berusaha obyektif, atau dengan kata lain: menghindari yang buruk dan melakukan yang baik dalam opini publik.</p><p>Sedikit membagi pengamatan. Dunia digital memberikan kesempatan setara bagi semua orang dalam berpendapat, orang sekelas profesor bahkan bisa berdebat dengan anak sma. Kebenaran memang obyektif, namun secara umum kupikir ada perbedaan besar pendidikan profesor dengan anak sma. Aku pernah salah paham ketika beropini; dan opiniku didebunk sarjana dengan gila, dan mereka yang termakan omonganku adalah korbannya.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>1: Ya, ketika kita mengartikan loyal sebagai kesediaan untuk memberikan yang dibutuhkan. Loyal pada tanah air berarti kita sudah memahami perjuangan, kebutuhan, prinsip tanah air, bisa jadi konsep organisasi pemerintahan tak sesuai dengan tanah air.</p><p>2: Dengan beropini tanpa tendensi, menyampaikan dengan hati-hati. Meski yang benci akan membenci--paling tidak, opiniku tak menggiring kebencian. Mungkin aku juga bisa mengkampanyekan bahwa "alih-alih memupuk kebencian, yuk lah kita benahi dengan konstruktif", kupikir beberapa orang akan berubah pikiran.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-04 17:28:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3435577444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas yang Membuatku Kebingungan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3436243269</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Loyalitas Terhadap Tanah Air</strong></p><p>Tidak seperti loyalitas pada raja, dikatakan loyalitas pada tanah air merupakan hutang bagi setiap orang. Seakan-akan orang diharapkan untuk memilikinya.&nbsp;<br></p><p>Siapapun yang membandingkan dan merendahkan negaranya adalah orang-orang yang tidak loyal terhadap tanah air.<br></p><p>Jujur aku masih bingung dengan maksud dari tanah air. Apa itu berarti rumahku, lingkungan tempat aku berada, atau bangsaku yang ditentukan dari dimana aku lahir?&nbsp;<br></p><p><strong>Opini Publik Bertanggung jawab atas anarki</strong></p><p>Tidak banyak yang bisa aku tangkap dari ini. Selain bagaimana dikatakan orang-orang tua seakan tidak setuju jika terjadi anarki. Dikatakan kita semua memiliki pengaruh, ketika suara yang kita buat didengarkan oleh beberapa golongan masyarakat. Maka, kita bertanggung jawab dalam menggiring/terbentuknya opini publik.</p><p><br/></p><p>Dikatakan bahwa disuarakannya suatu opini merupakan masalah yang serius dan tidak bisa dianggap remeh, karena orang bisa saja bertindak atas dasar ucapan kita. Jika kita mencela pemerintah misalnya, orang bisa saja tergerak untuk melengserkan suatu pemimpin, lantas timbul anarki.</p><p><br/></p><p>Aku merasa, itu cukup erat kaitannya dengan kondisi hari ini. Dimana pemerintah dan politik terasa begitu kotor sampai banyak orang tidak percaya dan enggan menyerahkan/memercayakan dirinya pada sosok pemimpin itu.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Aku penasaran ada berapa banyak loyalitas di luar sana.&nbsp;<br></p><p><strong><mark>Refleksi:</mark></strong></p><p>1. Menurut kalian mungkinkah loyal pada tanah air tapi tidak loyal pada raja/pimpinan negara? Ceritakan alasan dan dampaknya.<br></p><p>Aku pikir iya. Banyak orang-orang di medsos yang mulai menyuarakan hal ini secara terang-terangan. Tentang, bagaimana mereka bukannya menyuarakan ini itu karena mengabdi/berjuang untuk pimpinan negara saat ini tapi untuk Indonesia, untuk bangsa mereka dan cicit kedepannya.&nbsp;<br></p><p>Orang-orang ini memperjuangkan gagasan yang mereka pikir tepat untuk Indonesia; beberapa melakukannya sendiri-sendiri, dan yang lainnya menemukan kelompok yang satu pemikiran.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Mereka bekerja sendiri-sendiri, pemerintah dan rakyat. Tidak efektif memang, tapi mau bagaimana lagi?<br></p><p>2. Di era sosial media di mana semua orang bebas beropini, menurutmu bagaimana kamu turut berpartisipasi dalam opini publik tapi yang tidak memicu anarki?<br></p><p>Sejauh ini aku belum pernah beropini secara terang-terangan, dan kurasa aku belum punya kapasitas yang cukup terkait hal ini.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-05 10:30:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3436243269</guid>
      </item>
      <item>
         <title>58 | Loyalitas pada Tanah Air</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3437374151</link>
         <description><![CDATA[<p>Ternyata bacaan sebelumnya memang dikhususkan untuk pemimpin negara, jadi wajar--meskipun masih banyak kurang sepakatnya. (narasi) Bacaan kali ini loyalitas ditujukan pada negara. Yang kata CM, membandingkan dan merendahkan merupakan bentuk ketidakloyalan kita. Padahal adalah hak dari setiap negara untuk mendapat loyalitas dari masyarakatnya. Karena bagaimanapun juga, ketika kita lahir negara tersebut bagian dari kita.</p><p><br></p><p>Kemudian soal opini publik yang menggiring anarki. Jelas ini sesuatu yg berangkat dari individu yg kecewa atas negara/ pemerintahannya lalu membuat lontaran provokasi dan akhirnya menyulut individu lain berbuat kriminal. Buntutnya bukan menyelesaikan masalah malah memperkeruh. ini CM sebut sebagai "kegagalan semangat loyalitas"</p><p><br></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><ul><li><p>Menurut kalian mungkinkah loyal pada tanah air tapi tidak loyal pada raja/pimpinan negara? Ceritakan alasan dan dampaknya.</p></li></ul><p>Mungkin. Karena pemimpin negara selalu terikat pada individu yang sedang menjabat, dan ada kemungkinan individu tersebut adalah orang yang tidak benar. Maka, negara tentu akan bermasalah. Namun individu yang melekat pada jabatan itu dapat diganti dan loyalitas pada negara tetap bekerja.</p><p><br></p><ul><li><p>Di era sosial media di mana semua orang bebas beropini, menurutmu bagaimana kamu turut berpartisipasi dalam opini publik tapi yang tidak memicu anarki?</p></li></ul><p>Mengintensikan setiap lontaran opini ke publik untuk memperbaiki negara, bukan sebaliknya. Kedua, punya ilmu komunikasi untuk menyelaraskan niat tersebut sampai pada penerima.</p><p><br></p><p><em><mark>fun fact</mark></em></p><p>aku baru tau anarki itu artinya bukan kekerasan, selama ini justru perngertian itu yang melekat</p><p><br></p><p><em>6 Mei 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-06 04:23:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3437374151</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3439357112</link>
         <description><![CDATA[<p>loyalitas dikatakan sudah dipersiapkan untuk diri kita, kita sudah diberikan pilihan mau loyal atau tidak loyal</p><p><br/></p><p>sejarah sejarah juga mengajarkan kita tentang loyalitas loyalitas para pemimpin pada jaman dahulu dan banyak tokoh lainnya yang mempunyai rasa loyalitas yang sangat kuat, seperti Sir Henry Lee yang mempunyai rasa loyalitas yang mendalam pada raja yang kurang layak, tapi pada ahkirnya dia mendapatkan yang lebih pantas. Lalu juga ada Mendiang Ratu Victoria dan masih banyak tokoh lainnya</p><p><br/></p><p>Pada situasi seperti apa saja kira2 loyalitas kalian akan terpantik?</p><p><br/></p><p>justru aku blm berpengalaman apa apa tentang loyalitas, tapi  mungkin menurutku pada saat saat sebuah hubungan sedang tidak apa apa loyalitas yang diuji</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-07 05:47:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3439357112</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas kepada tanah air</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3440111049</link>
         <description><![CDATA[<p>setelah raja, tanah air juga menuntut loyalitas dari kita, yang di maksud menuntut loyalitas kita adalah seberapapun kita mengagumi atau menyukai cuaca atau aturan negara lain, kita harus tetap loyal kepada negara sendiri</p><p><br/></p><p>pada generasi oma CM di mana semua orang malu tertunduk saatb tahu stu demi satu pemimpin mereka tunbang di dalam tanga orang yang menyebut dirinya anarki, kejahatan seperti itu muncul dikarenakan kegagalan semangat dalam loyalitas dan apa yang disebut sebagai opini publik.</p><p>disetiap tempat pasti ada orang yang salah dalam caranya berpikir, kemudian pikiran itu pun meledak menjadi gagasan kriminal, semua itu dikarenakan oleh opini piblik yang masuk kedalam otak dengan cara yang salah.</p><p>kita anak2 muda di ajarkan untuk tidak menyela, karena jika kita membuka pendapat, maka ada juga orang yang salah mengartikanya dan menjadi soerang extrimist yang meneror pemimpin, dan pemimpin itu tidak akan hidup dengan tenang.</p><p>dengan eratnya hubungan kita di dunia ini, kita bisa mempengaruhi orang dengan sangat mudah, dikarenakan itu kita cukup menjaga loyalitas kita di dalamdiri kita.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>refleksi</p><ol><li><p>menurutku mungkin saja karena jika kita ingin loyal kepada tanah air kita kita akan melakukan hal yang terbaik untuk nya, tetapi jika pemimpin tersebut tidak bisa memmimpin dengan baik, maka kita harus menjaga ke loyalan kita terhadap tanah air dari serangan tidak loyal pemimpin terhadap tanah air.</p></li><li><p>mungkin kita boleh curhat, megeluh atau memberi pendapat, tetapi bagi ku lebih baik disertakan solusi yang lebih banyak dari pada curhatan kita, di karenakan orang cenderung mengambil yang negatif, maka kita perbanyaki positif agar mereka bisa fokus pada solusi bukan mengeluh.</p></li></ol><p><br/></p><p>sekian terimakasih</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-07 14:53:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3440111049</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas sudah di persiapkan untuk kita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3440141739</link>
         <description><![CDATA[<p>oma CM berkata jika kita terpantik dengan sesuatu atau seseorang kita akan loyal kepada hal itu, tetapi keloyalan itu pun desertai dengan tugas2 nya masing2. ' jadi apakah kita sebenarnya tidak bisa bebas memilih?'</p><p><br/></p><p>loyalitas desrtai tanggung jawab dan pilihan yang sempit, kita hanya bisa memilih iya atau tidak dan sisanya kita hanya menjalani pilihan kita, dalam hal ini rakyat sangat beruntung jika mereka memiliki seorang raja yang setia kepada perkerjaanya atau rakyatnya.</p><p><br/></p><p>pelajaran untuk contah yang baik bagi loyalitas kita dimana sejarah tentang pengapdian dan pengorbanan yang mengagumkan dari si loyalitas.</p><p><br/></p><p>sir Henry Lee adalah sata satu contoh yang bagus, kita bisa2 kesal karena melihat kesetiaanya kepada raja yang kurang layak, tetapi akhirnya ia mendapatkan nama dan pujian yang lebih baik dikarenakan loyalitsanya.</p><p><br/></p><p>mendiang ratu victoria pun juga pantas mendapatkan loyalitas dari orang2 ingris, dikarenakan pengapdian dan keloyalitsanya kepada rakyat.</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>kemungkinan besar loyalitas kua terpantik saat aku melihat ke tidak adila di muka bumi ini, bukan hanya tentang hak ke adilan bagi manusia, tetapi bagi hewan, tumbuhan dan yang lain pun juga membutuhkan hak keadilan yang sama, bahkan benda senyawa seperti: air, tanah dll butuh keadilan, dikarenakan tanah sudah berbaik hati memberikan kita nutrisi makanan yang baik untuk tubuh, tetapi sebagai balasanya kita justru merendahkan tanah dan mencenarinya sehingga tiak bisa tumbuh tumbuhan untuk sekitar.</p><p><br/></p><p>sekian terimakash</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-07 15:13:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3440141739</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 55 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3441142934</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah Raja, tanah air juga berhak atas kesetiaan kita. Mengagumi negara lain itu wajar, tapi merendahkan tanah kelahiran demi meninggikan yang lain adalah bentuk ketidaksetiaan yang sangat parah. Meski kita mungkin mengagumi hukum, pemimpin, atau gaya hidup dari negara lain, itu tidak berarti kita boleh merendahkan negeri sendiri. Membandingkan lalu menjelekkan tanah air demi memuji negara lain bukanlah hal baik, dan itu adalah pertanda kita telah kehilangan rasa setia.  </p><p><br/></p><p>Saat para pemimpin jatuh karena hal-hal anarki, kita tak bisa hanya menyalahkan pelaku saja. Opini publik punya peran besar dalam membentuk apa yang ada di pikiran mereka itu. Pikiran dan ucapan masyarakat, baik di media atau percakapan lama-lama bisa memicu tindakan nyata. Jika kita terus mencela pemimpin dan aturan, akan ada yang bertindak melawan secara ekstrim. Anarki bukan muncul tiba-tiba, tapi tumbuh dari opini yang dibiarkan salah arah. Maka menjaga cara berpikir dan berbicara bukan hanya soal etika, tapi juga tanggung jawab terhadap kedamaian negeri kita ini.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Menurutku, ya<strong> </strong>sangat mungkin seseorang loyal pada tanah air tetapi tidak loyal pada raja atau pemimpin negaranya. Ini adalah hal yang cukup umum, terutama dalam konteks di mana rakyat merasa bahwa pemimpin negara tidaklah cukup baik hingga layak diberikan loyalitas. Dan dampak dari hal tersebut, menurutku adalah bisa membuat negara kacau karena akan ada berbagai macam pertengkaran atau perpecahan antar kelompok. Tapi hal ini bisa juga jadi awal menuju perbaikan ke depannya.</p><p><br/></p><p>Lalu bagaimana akut turut berpartisipasi dalam opini publik tapi yang tidak memicu anarki, adalah dengan menggunakan bahasa baik yang tidak menghina atau menyerang pribadi. Aku boleh mengkritik, tapi aku harus tetap fokus pada isunya, bukan orang atau personalnya. Lalu tentunya harus membangun diskusi yang sehat. Diskusi sehat itu saling mendengarkan, saling menghargai, dan terbuka untuk belajar dan menemukan solusi dari permasalahan yang sedang terjadi. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3804274731/6145f87a713a460c6047d81c8c85f3f0/Join_Yumii____.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-08 04:26:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3441142934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas pada Tanah Air</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3441984970</link>
         <description><![CDATA[<p>Di tengah gempuran media sosial dan kekaguman pada budaya luar, kadang kita lupa kalau tempat kita berpijak ini punya makna yang dalam. Tanah ini yang membentuk kita, yang memberi kita ruang untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.</p><p><br/></p><p>aku sadar loyalitas ke Indonesia itu penting. Tapi kadang sulit, apalagi saat lihat korupsi di mana-mana. Pemimpin yang harusnya jadi panutan malah menyalahgunakan kuasa. Ini bikin kita, warga biasa, merasa nggak aman dan nggak percaya.</p><p><br/></p><p>belum lagi kekayaan alam Indonesia yang dijarah untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Padahal, kalau dikelola dengan jujur dan bijak, kekayaan ini bisa bikin Indonesia maju dan rakyat sejahtera.</p><p><br/></p><p>Loyalitas terhadap tanah air berarti setia, peduli, dan mau berkontribusi untuk kebaikan negeri meski kondisi tidak selalu ideal. Itu bukan sekadar cinta buta, tapi kesediaan untuk membela, memperbaiki, dan tetap berharap, sambil bertindak nyata dari hal-hal kecil yang kita bisa lakukan.</p><p><br/></p><p><em>Menurut kalian mungkinkah loyal pada tanah air tapi tidak loyal pada raja/pimpinan negara?</em></p><p>Ya, mungkin. </p><p>Loyal pada tanah air berarti cinta dan peduli pada rakyat, budaya, dan masa depan negara. Tapi jika pemimpinnya tidak adil atau korup, kita bisa tetap setia pada negara tanpa harus setuju pada pemimpinnya. Dampaknya, kita bisa jadi pengkritik yang membangun, bukan pembenci. Tapi penting untuk tetap hormat dan tidak menimbulkan kekacauan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Di era sosial media di mana semua orang bebas beropini, menurutmu bagaimana kamu turut berpartisipasi dalam opini publik tapi yang tidak memicu anarki?</em></p><p>Dengan menyampaikan pendapat secara sopan, pakai data yang benar, dan tidak menyebar provokasi. </p><p>Kita bisa ikut diskusi, beri solusi, dan sebarkan semangat positif. Sosial media bisa jadi alat perubahan baik, kalau kita pakai dengan bijak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-08 14:34:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3441984970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas pada negara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3444757421</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang yang dengaan sukarela meninggalkan negara asal mereka adalah orang yang telah kehilangan moral mereka. Karena tanah air tempat kita lahir adalah bagian dari diri kita sejak lahir, seharusnya cukup sulit untuk memisahkan diri darinya. Sebuah revolusi terjadi ketika seorang pemimpin berlaku sebaliknya, ketika pajak jadi meninggi, orang orang yang dulunya loyal pada negara jadi kehilangan alasann untuk loyal, dan para rakyat tingkat bawah tertindas, di paksa kerja keras.</p><p>Kehormatan pada negara memaksa kita untuk berpengetahuan lebih. tentang sejarah dan para pahlawan.</p><p>Ada dua bahaya dalam soal ini. Yang pertama, kebodohan yang membuat seseorang merasa negaranyalah yang terbaik, menganggap negara lain jelek, dan selalu meninggikan negaranya sendiri. yang kedua, justru mengeluhkan negaranya, membanding bandingkannya dengan negara lain, dan menganggap negara lain selalu lebih baik. Yang kedua ini justru lebih buruk.</p><p><br/></p><p>Kita tidak harus terlibat langsung di pemerintahan untuk mengabdi pada negara, karena tidak semua orang bisa mendapat kesempatan itu. Tapi kita tetap bisa melakukan pengabdian lokal. </p><p>Ketika kita mendapat kesempatan itu, kita harus siap berkorban, waktu, dan kerja keras pada negara.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>refleksi:</strong></p><p><em>1. Bagaimana cara pandangmu terhadap negara? Apa arti/makna negara buatmu?</em></p><p>aku memandang Negara sebagai sebuah cerita, tapi cerita yang indah dan penting. Menurutku negaralah yang menjadikan semuanya jadi satu, yang membuat kedamaian (atau mungkin sebaliknya) dan menumbuhkan semangat.</p><p><br/></p><p><em>2. Apakah kamu bisa dibilang mengabdi pada negara? Jika ya, bagaimana bentuknya? Jika belum, bagaimana kamu ingin melakukannya? Jika tidak, lantas kamu mengabdi pada siapa dan mengapa tidak mau mengabdi pada negara?</em></p><p>aku merasa belum mengabdi kepada Negara. Seandainya aku mengabdi, aku ingin memberi pengabdian untuk negara, dengan cara menjaga dan melestarikan satwa liar. Tapi sebenarnya aku ragu melakukan hal itu untuk negara, aku lebih merasa kalau aku melakukannya karena mengabdi pada ibu bumi.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-11 04:11:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3444757421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas negara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3445992759</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada moral yang hilang, Ketika kita meninggalkan tanah air dengan sukarela. Ikatan yang ada pada diri kita akan berubah Ketika kita berpindah negara. Ada orang orang yang sangat sombong daan bangga pada tanah airnya, tapi ini masih lebih baik dari mereka yang menjelek-jelekan negaranya. </p><p>Salah satu bentuk dari loyalitas adalah pengabdian. Pada negara, kita dapat mengabdi dengan menunjukan kepedulian. Jika kita tidak bisa menjadi bagian dari pemerintah, kita dapat memedulikan daerah kita sendiri. </p><p>Bagaimana cara pandangmu terhadap negara? Apa arti/makna negara buatmu? Negara mungkin lebih kepada bentuk politik dari Tanah Air. Ini berarti ia lebih terkait pada identitas diri, ekonomi, aturan, dan sebagainya. </p><p>Apakah kamu bisa dibilang mengabdi pada negara? Jika ya, bagaimana bentuknya? Jika belum, bagaimana kamu ingin melakukannya? Jika tidak, lantas kamu mengabdi pada siapa dan mengapa tidak mau mengabdi pada negara?</p><p>Aku rasa, aku tidak mengabdi kepada negara. Sepatutnya, manusia mengabdi pada hal yang lebih luas dari negara. Tuhan Yang Maha Esa, meski bentuk pengabdiannya sendiri masih aku raba-raba. Negara hanyalah bagian kecil dari-Nya. Ada aturan aturan negara yang memang sepatutnya kita ikuti sebagai bagian dari ummat sosial.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-12 06:33:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3445992759</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas pada Negara🧙‍♂️</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3447647446</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagiku penyebutan Tanah Air/Negeri itu untuk regional/wilayah tertentu, yang bisa dikenali lewat ciri khas budayanya. Ketika digunakan, Tanah Air lebih menekankan ke geografis dan orang-orangnya sebagai rekan sebangsa.</p><p><br/></p><p>Hal ini karena dari pengamatanku, perjuangan untuk masa depan "Tanah Air" lebih dimaksudkan untuk masa depan para rakyat jelata, juga sosok leluhur seseorang (meski negara/tanah air tidak berisi manusia/golongan itu saja). </p><p><br/></p><p>Sedang menyebut Negara itu dengan sadar berarti secara keseluruhan; wilayah, penduduk dan pemerintahnya juga. Ketika menyebut kata "Negara", yang tergambar padaku adalah lebih condong pada aspek politik dan orang-orang dalam pemerintahannya. </p><p><br/></p><p>Jadi, tanah air kesannya lebih membumi, sedang negara cenderung lebih politis. </p><p><br/></p><p>Oiya, terus kemarin aku ketemu kata <strong>patriotisme </strong>dan <strong>nasionalisme </strong>sampai bingung perbedaannya. </p><p><br/></p><p><strong>Perbedaan Utama:</strong></p><p>"Tujuan Utama: Patriotisme bertujuan untuk mendukung dan mencintai negara dan budaya tanah air tanpa menekankan dominasi atas bangsa lain, sementara nasionalisme sering kali mempertegas kepentingan dan keunggulan bangsa atau etnis tertentu." (<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://fahum.umsu.ac.id/info/perbedaan-patriotisme-dan-nasionalisme-mengerti-konsep-dan-implikasinya/">Perbedaan Patriotisme dan Nasionalisme: Mengerti Konsep dan Implikasinya - Info Hukum)</a></p><p><br/></p><p><strong>Loyalitas pada Negara</strong></p><p>Baiknya orang itu mempelajari sejarah negaranya. Tentang orang-orang di dalamnya, apa yang mereka lakukan juga tragedi-tragedi yang terjadi di dalamnya. Kita semestinya tidak hanya mendorong diri kita untuk mengenal apa yang dilakukan dengan benar, tapi juga apa-apa yang dilakukan dengan salah di negara ini. </p><p><br/></p><p>Beberapa bangsa terkenal merasa superior dengan ras dan negara mereka, tapi itu biasanya terjadi sebab mereka menutup telinga atas apa yang dilakukan dengan salah. Rasa nasionalisme yang begitu kuat acapkali membuat seseorang menjadi tuli dan buta. </p><p><br/></p><p>Setelah kupikir-pikir, cinta pada negara itu bisa dimaknai dalam bentuk yang berbeda-beda bagi tiap orang; bisa dalam bentuk belajar sejarahnya, menjaga/pembelaan negara, pengorbanan, ekslusivitas, sampai rasa bangga dan superioritas.</p><p><br/></p><p>Lalu juga kata oma CM, "Orang yang menjelek-jelekkan dan selalu menganggap salah negaranya sendiri itulah yang harus<em> </em> lebih <em>diwaspadai</em> (aku tangkap ini berarti lebih <em>berbahaya</em>) dibanding mereka yang membangga-banggakannya."</p><p><br/></p><p><strong>Kenapa?</strong></p><p><strong>Spekulasiku ada beberapa:</strong></p><ol><li><p>Menimbulkan perpecahan</p><p><br/></p></li><li><p>Opini orang yang menjelek-jelekkan lebih mudah dipercaya mayoritas sebagai <em>realitas </em>dibanding yang membangga-banggakan. Padahal kedua-duanya bisa jadi sama-sama membual</p><p><br/></p></li><li><p>Berpusat hanya pada apa-apa yang negatif dan menyebarkannya membuat suatu negara sulit berkembang maju. Juga, warga suatu negara jadi tidak terpikir akan kegiatan/peran apa yang <em>bisa </em>mereka lakukan untuk membantu negara (jika sudah pesimis dan lebih ke menuntut pemerintah/menyalahkan duluan) </p><p><br/></p></li><li><p>Orang yang menjelek-jelekkan negaranya lebih susah diatur negara dibanding mereka yang bangga</p><p><br/></p></li><li><p>Menilik tulisan sebelumnya, opini negatif seseorang bisa berubah menjadi opini publik, yang kemudian bisa berujung pada tindakan kriminal yang menimbulkan lebih banyak chaos. Sepertinya oma CM tidak suka hal itu</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Pengabdian sebagai Wujud Loyalitas</strong></p><p>Pengabdian pada negara tidak selalu berarti kita mesti berada atau masuk dalam arena politik. Tidak berarti kita harus ikut parlemen.</p><p><br/></p><p>Setidaknya, (mengabdi/tidak) kita mesti aktif dan <em>update</em> terhadap isu-isu terkini yang juga dipikirkan oleh para cendekiawan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kondisi negara ini.</p><p><br/></p><p>Apa yang bisa dilakukan warga negara yang baik pada saat ini adalah menyumbangkan waktu, tenaga dan sumber daya untuk membantu pemerintah lokal guna memajukan bangsa. Pada akhirnya, (seperti kata Kinan di buku "Laut Bercerita") semua itu adalah kontribusi, tidak peduli seberapa kecil itu. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Untuk direfleksikan:</mark></strong></p><p><strong>1. Bagaimana cara pandangmu terhadap negara? Apa arti/makna negara buatmu?</strong></p><p><br/></p><p>Jujur saja aku merasa jauh dengan negara. Ngga tahu. Aku saat ini jarang bersinggungan dengan negara. </p><p><br/></p><p><strong>2. Apakah kamu bisa dibilang mengabdi pada negara? Jika ya, bagaimana bentuknya? Jika belum, bagaimana kamu ingin melakukannya? Jika tidak, lantas kamu mengabdi pada siapa dan mengapa tidak mau mengabdi pada negara?</strong></p><p><br/></p><p>Dalam beberapa hal––misalnya peduli pada isu-isu terkini, mengikuti kegiatan volunteer-volunteer yang memberi dampak dalam lingkup kecil, atau mengikuti aturan negara––mungkin apa-apa yang kulakukan (baik secara sadar/tidak sadar), bisa dimaknai sebagai bentuk pengabdian pada negara. </p><p><br/></p><p>Namun kupikir-pikir, aku tidak memasukkan "untuk negara" dalam niatku. Karena, tidak bisa memisahkan negara dengan aspek politik seperti pemerintahnya, sedang aku pikir aku bukan orang yang bisa asal tunduk pada suatu pemimpin hanya karena jabatan yang dimilikinya. </p><p><br/></p><blockquote><p>Jujur aku cukup bingung dalam menjelaskannya tapi ingin menjelaskan sudut pandangku, jadi mohon sabar denganku 🧙‍♂️</p></blockquote><p><br/></p><p>Intinya, aku tidak ingin melakukan sesuatu atas kepentingan negara yang kebetulan kutinggali, atau kepentingan pemerintah/sosok manusia di dalamnya yang berubah tiap 5 tahun sekali.</p><p><br/></p><p>Kurasa, akan lebih holistik(?) jika melakukan sesuatu bukan atas kepentingan suatu wilayah/kaum atau spesies––dimana jika kita berbuat demikian, kita cenderung berlaku tidak adil. Hanya memikirkan kebaikan wilayah/kaum itu saja. </p><p><br/></p><p>Aku suka pantikkan dari Karlina Supelli di episode Endgame. Begini ujarnya kira-kira,</p><p><br/></p><blockquote><p> "<em>Ad maiora natus sum</em>: (kita) lahir untuk hal-hal besar. </p><p><br/></p><p><em>Apa itu hal besar? </em></p><p><em>Hal besar itu lebih daripada dirimu sendiri, </em><strong><em>lebih dari kepentingan empat tembok rumahmu–hal-hal besar itu adalah seluas langit, seluas dunia, seluas bumi, sehingga, di situlah kamu berkarya.</em></strong><em>"</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Jauh di dalam aku merasa, bahwa aku lahir untuk hal-hal besar. Maksudku besar adalah aku hidup, tujuannya jauh lebih besar dari kepentingan keluargaku, suku atau negaraku belaka. Terlebih, aku hidup tidak untuk berkontribusi pada diriku sendiri saja.</p><p><br/></p><p>Namun timbul masalah baru: Rasanya akan berat sekali jika menjadikan "kepentingan seluruh manusia" sebagai sumber pengabdian, sedang kepentingan tiap manusia berbeda-beda. </p><p><br/></p><p>Pendapat satu manusia dengan yang lain terkait moralitas bisa berbeda-beda. Dan toh, jika aku terlalu fokus memikirkan manusia saja, bisa saja aku malah berlaku tidak adil pada alam.</p><p><br/></p><p>Maka aku rasa aku butuh satu mercusuar yang tidak berpihak kepentingan pribadi manusia manapun dan tidak labil/berubah-ubah, Tuhan. Pencipta alam semesta ini<em>. </em>Tentunya Tuhan berlaku adil pada tiap makhluk ciptaan-Nya. </p><p><br/></p><p>Selain karena aku pikir sudah sewajarnya bagiku untuk mengabdikan diri pada Tuhan selaku pencipta, Tuhan juga membebaskanku dari keruwetan dilema untuk mengabdi pada kepentingan pada beberapa kelompok-kelompok manusia saja.</p><p><br/></p><p>Aku yakin Tuhan yang paling tahu apa yang dibutuhkan ciptaanNya, dan aku yakin Tuhan peduli. </p><p><br/></p><p>Sehingga, untuk saat ini tujuan hidupku, pengabdian, ibadah, apa-apa yang kulakukan dan matiku akan kuberikan pada Tuhan. Aku mau jadi tangan, pion yang baik untuk Tuhan saja deh.</p><p><br/></p><p>Dalam poin sila pertama Pancasila saja sudah ada sih sebenarnya, "Ketuhanan yang Maha Esa". Aku ingin berkarya untuk Tuhan<em>–</em>kurasa sisa hidupku akan lebih bermakna jika demikian. </p><p><br/></p><p>Oiya, supaya maksudku ini lebih tergambar. Bentuk mengabdi pada Tuhan yang bisa aku lakukan sejauh ini beragam, yang terlintas adalah belajar (baik akademis/ilmu Tuhan), berkontribusi pada orang lain, juga menghindari laranganNya dalam kitab suci––</p><p><br/></p><blockquote><p>––yang beberapa laranganNya tuh, sudah terbukti ternyata memang untuk kebaikanku, oke aku yang dulu ngeyel parah siap</p></blockquote><p><br/></p><p>Sekian. Semoga Tuhan selalu menuntunku Amin. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-13 03:20:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3447647446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>59 | Loyalitas pada Negara</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3447824461</link>
         <description><![CDATA[<p>Agak dibuyarkan ketika tanah air dan negara segmennya dibedakan oleh CM. Tetapi tidak jadi masalah, benang merahnya kurang lebih sama. </p><p><br/></p><p>Ikatan manusia dengan lingkungan, waktu, dan ruang ketika ia lahir tidak bisa disisihkan dari hidupnya. Itu sudah digariskan, sudah jadi realitas. Kalau masih terus <em>denial </em>dan mengutuki kondisi, ia sudah pasti kalah. Karena ya kenyataan kok dilawan, yg ada capek sendiri. </p><p><br/></p><p>Lahir di negara apa juga sebuah realitas, tidak bisa dipilih seperti memilih lagu di Instagram story. Opsi terbaik individunya adalah loyal. Memang mungkin akan sulit jika kita tidak terlahir di negara seperti Finlandia atau Swiss, tapi CM menyebutkan caranya: Intlektual pengumpulkan pengatahuan tetang sejarah, budaya, dan hukum negaranya.</p><p><br/></p><p>Terlalu menjelekkan atau membanggakan negara sendiri juga bukan hal yg benar. Berlebihan membanggakan kemungkinan besar terjadi karena kita bodoh--tidak terlalu terinformasi kalau segalanya tidak mungkin hanya hitam putih. Sementara menjelekkan negara sendiri muncul akibat mentalitas individu yg lemah. </p><p><br/></p><p>Bentuk loyalitas seperti bekerja pada institusi negara adalah hal yg paling kasat mata untuk dianggap sebagai pengabdian, tapi jika tidak bisa, pengabdian pada lingkungan sekitar/ lokal pun juga termasuk. <em>Aware </em>dan mengedukasi diri terhadap isu-isu terkini--seperti dimulainya pembiasaan mencatat di<em> current event</em> di padlet--juga upaya pemenuhan peran loyalitas pada negara.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Bagaimana cara pandangmu terhadap negara? Apa arti/makna negara buatmu?</p><ul><li><p>Dibanding dengan tanah air, aku menganggap negara sekadar mengacu pada pada wilayah teritorial dengan tetek-bengek administrasinya. Sulit untuk merasakan keintiman dan titik temu ketika mengucapkan "negara" meski kita berada di satu identitas negara yg sama. Indonesia misalnya, rasanya sulit menemukan <em>common ground </em>atau <em>sense of belonging</em> orang jawa dan orang papua dengan hanya sekadar mengatakan sama-sama satu negara.</p></li></ul><p><br/></p><p>Apakah kamu bisa dibilang mengabdi pada negara? Jika ya, bagaimana bentuknya? Jika belum, bagaimana kamu ingin melakukannya? Jika tidak, lantas kamu mengabdi pada siapa dan mengapa tidak mau mengabdi&nbsp;pada&nbsp;negara?</p><ul><li><p>Iya, aku mengabdi pada negara, yg pada fondasi paling dasarnya mengabdi pada kemanusiaan. Seringnnya dalam bentuk mengdukasi diri dan orang sekitar, kadang juga dalam pemenuhan kewajiban warga bernegara, </p></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-13 05:08:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3447824461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Eighth Lord&#39;s In Waiting: Loyalty</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3450439036</link>
         <description><![CDATA[<var>Loyalitas pada Negara</var><var></var><p>Loyalitas pada negara adalah semangat yang mulia, tapi hal itu menuntut kehormatan, pengabdian, dan komitmen.</p><p><br></p><p>Sebuah revolusi akan terjadi saat karakter dari seorang pemimpin berubah, sehingga orang orang yang berpikiran benar akan berubah menjadi orang yang tidak setia kepada Raja dan negaranya.&nbsp;</p><p><br></p><p>Kehormatan yang di berikan pada negara menuntut kita untuk memiliki pengetahuan yang baik tentang sejarah, hukum, institusi-institusi nya, tokoh tokoh dan rakyatnya, juga tentang kelemahan dan kekuatan nya.&nbsp;</p><p><br></p><p>Hal itu berbeda dari rakyat Inggris atau Tionghoa yang kerap berpikir bahwa Negara mereka lah yang paling baik di bandingkan bangsa lain. Sikap yang oleh oma CM di anggap bodoh dan sombong. Namun di sisi lain, kita juga harus mewaspadai mentalitas lemah dari orang yang selalu melihat dan menganggap negara asalnya jelek dan selalu salah dan meninggikan bangsa lain.</p><p><br></p><var>Pengabdian sebagai wujud Loyalitass</var><p><br></p><p>Pengabdian kita pada negara di masa ini memang tidak mengharuskan kita untuk terlibat secara langsung pada pemerintahan nya, namu kita tetap harus memiliki kepedulian menyangkut isu isu yang mennjadi perhatian dari pemerintah dan para cendekiawan, selain itu kita juga bisa memberikan waktu, tenaga, dan sumber daya yang kita miliki untuk memajukan pemerintahan kita.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><var>Refleksi&nbsp;</var><p><br></p><blockquote><p><em>Bagaimana cara pandangmu terhadap negara? Apa arti/makna negara buatmu?</em></p></blockquote><p><br></p><p>Untukku, negara adalah sebuah institusi yang bertugas untuk menjaga dan juga mengembangkan tanah kelahiran ku.&nbsp;</p><p><br></p><blockquote><p><em>Apakah kamu bisa dibilang mengabdi pada negara? Jika ya, bagaimana bentuknya? Jika belum, bagaimana kamu ingin melakukannya? Jika tidak, lantas kamu mengabdi pada siapa dan mengapa tidak mau mengabdi pada negara?</em></p></blockquote><p><br></p><p>Sudah, tapi aku rasa masih kurang karena aku merasa kalau kepedulian ku akan isu isu yang terjadi baik di Indonesia atau Internasional masih belum sebesar itu :)</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/300c1c5bf3da26b4a65fe8c3622972c2/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-05-14 11:46:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3450439036</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 56 Kelas Ourselves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3450459179</link>
         <description><![CDATA[<p>Kadang, saat seseorang memilih untuk meninggalkan tanah airnya, ia bisa kehilangan kekuatan moral. Sebab, ikatan dengan tempat lahir adalah sesuatu yang melekat pada kita dari sejak kita lahir. Patriotisme adalah sikap mulia tentunya, tapi ketika pemimpin kita berubah jadi penindas dan tak lagi adil, rasa cinta pada negara bisa jadi sulit untuk dilakukan. </p><p><br/></p><p>Setia pada negara berarti menghormatinya dengan memahami sejarah dan hukumnya. Bukan sekadar bangga buta, tapi juga bukan mencela terus-menerus. Yang penting adalah selalu melihat dengan jernih, tanpa membesar-besarkan kelebihan ataupun kekurangan.</p><p><br/></p><p>Pengabdian kepada negara saat ini tidak selalu berarti terjun ke politik atau pemerintahan pusat. Tapi tetap penting bagi kita untuk peduli pada isu-isu sosial dan kebijakan yang memengaruhi masyarakat. Kalau pun kita tidak terlibat langsung di tingkat nasional, kita tetap bisa berkontribusi lewat hal-hal lainnya.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-14 12:04:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3450459179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas pada negara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3450632248</link>
         <description><![CDATA[<p>orang bisa kehilangan kekuatan moral jika mereka menginggalkan tanah air mereka secara suka rela, karena setiap orang memiliki hubungan erat terhadap tanah air mereka untuk loyal negara.</p><p>kata oma CM revolusi terjadi jika ada orang yang berkuasa terus-terusan menindas yang lemah, dan dimana hukum tidak lagi menjadi hukum sementara ketidak adilan menyebar di mana-mana, yang membuat hati para loyalitas tergores malu karena melihat negara yang dibanggakanya tidak komitment.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>pengapdian sebagai wujud loyalitas</p><p><br/></p><p>dimasa kini, tidak perlu berurusan dengan politik jika ingin mengapdi kepada negara, cukup kita peduli terhadap lungkungan kita dan sosial di sekeliling kita, dan jika tidak di panggil untuk mengapdi secara langsung, kita bisa mengapdi dengan cara contohnya mengikuti parlemen atau mengerahkan seluruh jiwa raga, tenaga, adan lain-lainya.</p><p>loyalitas seperti ini biasanya tidak dianggap mulia akan tetapi, dengan begitu kita juga tidak gagal atas keloyalan kita terhadap negara.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>a. pandangan ku terhadap negara mungkin adalah bagaimana hal dimana kita rakyat dipersatukan oleh pemerintahan agar kita bisa hidup tentram dan nyaman tanpa adanya gangguan minor atau pun mayor.</p><p>b. untuk sekarang menurutku aku belum mengapdi kepada negara, aku akan mengapdi saat aku sudah siap untuk rintanganya kerena itu aku ingin mempersiapkan dulu, secara fisik, mental, kesehatan, maupun pikiran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-14 14:00:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3450632248</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3451746068</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut ibu CM (walaupun katanya dia sendiri ga yakin) saat kita meninggalkan negara kita sendiri secara sukarela adalah tindakan yang tidak benar dan menghilangkan rasa moral kita. Kita tidak seharusnya berpisah dengan tempat dilahirkannya kita. Semangat patriotisme adalah sifat yang sangat mulia.</p><p><br/></p><p>Untuk menghormati negara kita, kita harus mempunyai kecerdasan tentang sejarah, tokoh tokoh jaman dahulu, tentang rakyat dan masih banyak lagi. Beda kasusnya dengan orang tionghoa dan inggris, mereka selalu berpikir bahwa negara merekalah yang paling maju dan cerdas, sedangkan negara lain selalu salah. Tapi sebenarnya yang paling membahayakan ada jika kita memiliki sikap untuk melihat negara lain untuk menjelek - jelekan negara kita sendiri.</p><p><br/></p><p>Relfeksi</p><p><br/></p><p>Apa arti negara bagiku? Negara bagiku adalah tempat dimana aku tinggal, dimana aku seharusnya mengabdi. Bagiku sendiri negara tidak ada makna mendalamnya.</p><p><br/></p><p>Apakah kamu bisa dibilang mengabdi pada negara? Tidak, aku belum bisa mengabdi untuk negaraku, yang baru bisa aku lakukan adalah prihatin dan berusaha untuk lebih mengerti tentang negara ini. Kenapa ngga? aku sendiri belum merasa siap untuk menghabiskan tenaga untuk membantu negaraku ini :)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-15 03:56:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3451746068</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas pada Kepemimpinan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3455016147</link>
         <description><![CDATA[<p>Sejatinya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk berlaku loyal. Ada 2 cerita yang menjadi contoh untuk loyalitas peda pemimpin. Pertama, cerita Sir Walter yang menceritakan tentang Seorang ayah yang mau mengorbankan nyawa dan 9 anaknya, supaya pemimpin mereka. Juga cerita mengenai dua sekertaris pribadi, yang memiliki pemikiran yang bertolak belakang. Si A nurut, tapi tidak suka jika dipanggil dengan lonceng, namun satunya lagi mengatakan bahwa jika 'tuan'nya menginginkannya untuk membersihkan sepatu, maka ia akan melakukannya. </p><p><br/></p><p>Namun, mengapa loyalitas digambarkan begitu dramatis? Mengapa kita harus mencuci sepatu dan mengorbankan nyawa demi pemimpin kita?</p><p><br/></p><p>Berdasarkan apa yang aku pahami dari apa yang Ibu CM sampaikan ini adalah fakta bahwa jika kita ingin berlaku loyal pada pemimpin kita, kita sewajibnya percaya dan menghormatinya. </p><p><br/></p><p>Menurutku sama dengan kepercayaan kita pada Tuhan, ketika hal buruk terjadi pada kita, sepantasnya kita percaya bahwa hal ini juga merupakan baik, bukan justru memaki-maki. </p><p><br/></p><p>Pemimpin di bumi seharusnya menjadi perpanjangan tangan Tuhan. </p><p><br/></p><p>Ibu CM juga sempat membuat ungkapan <em>"ketaatan yang bermartabat dan kepatuhan yang membanggakan" </em>yang aku interpretasikan sebagai ungkapan untuk mengatakan bahwa perbuatan loyalitas itu terkait dengan ketaatan dan kepatuhan, yang embuat kita menjadi manusia yang bermartabat, patut dibanggakan. Kepada siapa kita patuh dan taat? Tentu, kepada pemimpin kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-17 11:19:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3455016147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Kepada Negara - Loyalitas, Hati, Cinta</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3455834991</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Loyalitas Kepada Negara</strong></p><p>Loyalita kepadan negara atau patriotisme adalah hal yang mulia. Loyalitas kepada negara menuntut kita memberikan kehormatan, pengabdian, dan komitmen pribadi. Kehormatan yang layak diberikan pada negara menuntut kita untuk mengetahui dengan cerdas tentang sejarah, hukum, dan institusi negara; tokoh-tokohnya, peristiwa-peristiwanya, hingga kekuatan dan kelemahannya. Sehingga, kehormatan yang kita berikan atas sebuah dasar-dasar yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan seperti mereka-mereka yang dengan bangga akan negaranya secara membuta.</p><p><br/></p><p><strong>Pengabdian Pada Negara</strong></p><p>Pengabdian pada negara tak menunggu keberadaan kita di parlemen. Kita bisa melakukannya saat ini dengan peduli pada isu-isu yang (seharusnya) diperhatikan pemerintah dan para cendekia. Dan jika kita tak ingin membantu negara secara langsung, kita bisa meluangkan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk memajukan pemerintah lokal yang menjadi bagian dari kehidupan kita.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Sudah di zoom Loyalitas Pada Pimpinan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-18 16:33:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3455834991</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Pada Pimpinan -  Loyalitas, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3455877916</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Loyalitas Pada Pimpinan</strong></p><p>Loyalitas pada pimpinan adalah loyalitas paling kurang dari kita dibandingkan orang zaman dulu. Loyalitas ini digambarkan nyaris sempurna oleh Sir Walter Scott ketika Torquil of The Oak bersama anak-anaknya bertarung bertaruh nyawa untuk menyelamatkan pimpinan mereka yang pengecut dan mengakui dirinya pengecut. Loyalitas ini juga bisa kita temui di militer, di mana mereka jarang membicarakan atasannya tanpa rasa hormat, juga pada para penjaga yang tak bertanya dan peduli atas kesalahan di luar dirinya; tugasnya hanyalah menjaga. Dan jika mereka mati, mungkin momen ini lebih berharga dibanding kehidupan 50 tahun yang dihabiskan secara datar--jika kita percaya ada kehidupan yang utuh setelah ini.</p><p><br/></p><p>Dikisahkan, ada beberapa diplomat ulung yang menjadi sekretaris pribadi, satu di antaranya merasa lebih dari yang lain namun menggerutu ketika dipanggil dengan lonceng. Namun, mereka yang telah mengetahui 'ketaatan yang bermartabat' dan 'kepatuhan yang membanggakan' bahkan akan mencuci sepatu atasannya bila disuruh.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar: </strong>menurutku, loyalitas pada pimpinan--secara mendasar--adalah tentang memerankan peran kita dalam suatu hierarki. Dari kisah Torquil of The Oak, ia dan anaknya mengorbankan diri untuk menjaga kepala suku--bahkan walau kepala sukunya pecundang. Ia terikat hierarki, di mana Eachin (kayaknya) berasal dari keluarga utama klan, sedangkan ia bukan. Mungkin menurut norma di situ pemimpin harus diselamatkan, atau darah suci harus tetap ada, atau apalah itu--tapi, para militer dan penjaga pun demikian; mereka hanya melakukan sesuatu yang terkait dengan peran mereka dalam kelompok/organisasi. Dan mungkin, para diplomat menunjukkan bahwa ini bukan kepatuhan buta--melainkan fokus mengerjakan tugas kita.</p><p><br/></p><p>Namun, ada beberapa hal yang masih misteri. Agak mengganjal ketika aku mengatakan loyalitas pada pimpinan adalah tentang berperan=penekanannya pada peran bukan pada pimpinan. Mungkin tentang mengerjakan perintah (berperan) dari pimpinan--dengan catatan perintahnya sesuai kebenaran.</p><p><br/></p><p>Menurutku, perintah ada atas suatu konteks; ia hadir sebagai jawaban dari hal itu. Ketika konteksnya berbeda, maka sah-sah saja perannya diubah--dan dalam memerjuangkan prinsip kita caranya mungkin dinamis. Aku meyakini, pada konteks tertentu layak atau bahkan harus bagi kita untuk melanggar peran kita yang lama, dan beralih pada peran baru demi memerjuangkan kebenaran. Misal: dalam sebuah keluarga--yang taat pada agama--terbit perintah untuk patuh pada orang tua, jika aku hanya mengiyakan peranku sebagai anak (patuh pada orang tua), maka bisa saja aku keliru dalam beragama--yang benar adalah hormat--karena kebenaran terletak pada agamanya bukan perannya. Sehingga, peran menjadi dinamis sesuai pemahaman kita akan kebenaran.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>1: 1. Ketaatan Bermartabat: secara motif, taat dari kesadaran dan keyakinan, dan mengacu pada hal yang lebih umum atau universal seperti Tuhan, Kebenaran, dan lainnya. Martabat adalah tingkat harkat kemanusiaan. Aku mengasumsikan bahwa 'ketaatan bermartabat' adalah tunduknya kita pada sesuatu atas kebenaran yang kita percaya, bukan kebutaan. Aku pikir tulisan menekankan bahwa loyalitas di sini bukan kepatuhan buta pada pimpinan.</p><p>2. Kepatuhan yang Membanggakan: patuh mengacu pada hal yang spesifik seperti perintah, pimpinan, dan lainnya, tanpa perlu pemahaman lebih lanjut selain karena kita sudah taat. Bangga berarti berbesar hati; karena memiliki keunggulan. Mungkin 'kepatuhan yang membanggakan' adalah kesadaran bahwa mengerjakan perintah-perintah (peran kita) adalah hal yang unggul=baik.</p><p><br/></p><p>2: Keterkaitan dua hal tadi dengan loyalitas pada pimpinan adalah membuat kita sadar bahwa kita loyal atas dasar kebenaran (martabat), dan mengerjakan perintah karena itu baik; bagian dari ketaatan.</p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Loyalitas pada pimpinan--dari tulisan ini--adalah tentang mengerjakan perintah dengan bangga karena itu bagian dari ketaatan. Namun, menurutku secara mendasar ini tentang memenuhi peran kita dalam kelompok yang memerjuangkan kebenaran, dengan pimpinan (pemberi perintah) yang diandaikan juga memenuhi perannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-18 17:45:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3455877916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas kepada pemimpin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3458252773</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas yang kali ini sudah jarang dimiliki orang orang sekarang, di bandingkan dengan dulu, setidaknya itulah yang dikatakan Oma CM. </p><p>ada contoh cerita dari Sir walter, seorang ayah bersama sembilan putranya yang berkorban demi seorang pemimpin muda yang mengaku dirinya pengecut.</p><p>Para prajurit yang berpendapat kalau tidak seharusnya mereka berbicara atau membantah atasan, tugas mereka hanyalah menjalani kata kata pemimpin. Karena mereka merasa pemimpin mereka lebih penting dari 50 tahun hidup, jadi mereka rela mengorbankan nyawanya.</p><p>Tiga pekerja raja yang bekerja sebagai sekertaris, salah satunya lebih unggul dari yang lain, tapi selalu menggerutu bila majikannya memanggil dengan lonceng. sementara duanya lagi telah mengetahui rahasia ketaatan, mereka bahkan mau-mau aja kalau sang raja menyuruhnya menyikat sepatu. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>refleksi</strong></p><p><em>Menurut teman2 apa sih maksudnya "ketaatan yang bermartabat dan kepatuhan yang membanggakan? Dan apa hubungannya dengan loyalitas terhadap pimpinan?</em></p><p><br/></p><p>Jujur saja aku bingung menjelaskannya dengan kata-kata</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:07:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3458252773</guid>
      </item>
      <item>
         <title>60 | Loyalitas pada Pimpinan</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3458473986</link>
         <description><![CDATA[<p>Di sini CM menggambarkan loyalitas pada pimpinan dengan sangat wah, dramatis, dan epik. Dari mulai mengelap sepatu atasan, mati karena kesalahan pimpinan, dan mengorbankan keturunan demi kehormatan pimpinan muda yg pengecut. </p><p><br/></p><p>Setuju, pelayanan dan pengabdian perlu kepatuhan yg totalitas. Setengah-setengah kemungkinan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Aku rasa pangkat pimpinan ada karena memang ada orang yg lebih ahli, baik, dan berwawasan dari kita, sepatutnya kita rendah hati dan mengakuinya sebagai pimpinan dan menempatkan loyalitas padanya. </p><p><br/></p><p>Hanya saja untuk loyalitas seekstrim yg digambarkan CM dan ditujukan pada  jabatan yg diduduki sesama manusia itu berlebihan menurutku. Misal penempatan loyalitas itu ditujukan pada gagasan atau Tuhan, itu baru bisa masuk akal. Tapi ini orang. Tidak terbayangkan saja kalau semua rakyat mengimani tulisan CM ini, semua masyarakat patuh pada pimpinannya. Akan bagus sekali kalau pimpinan becus dan bijak, tapi bagaimana kalau pimpinan itu orang yg zalim? Kita terus tutup mata mengikuti apa katanya sampai mati atau bahkan sampai jaminan keturunan anak. Rasanya tidak rasional saja.</p><p><br/></p><p>Aku tetap terbuka pada pengelaborasian lebih lanjut dari bacaan ini, hanya saja sampai ini dituliskan, pemahamanku baru sampai situ.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Apa maksudnya "ketaatan yang bermartabat dan kepatuhan yang membanggakan? Dan apa hubungannya dengan loyalitas terhadap&nbsp;pimpinan?</p><ul><li><p>Intinya menurutku loyalitas dengan kepatuhan dan ketaatannya adalah perbuatan terpuji. </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 03:52:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3458473986</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas pada Pimpinan</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3459186495</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku penasaran apa motif dibalik oma ceem yang rasanya mengulang-ngulang, menekankan loyalitas pada raja/pimpinan. Apa oma ceem ingin pelajaran ini melekat?</p><var>***
</var><p>Kali ini oma cm mengangkat kisah karangan Sir Walter Scott–tentang bagaimana seorang ayah rela mengorbankan diri beserta 9 putranya untuk membela kehormatan seorang raja yang pengecut (tidak kompeten). Ini termasuk tulisan yang paling kuat/bermakna sepanjang sejarah karya sastra. </p><p><br/></p><p>Mereka (ayah dan putra-putranya) <em>bukannya </em>tidak tahu, mereka hanya menjalankannya sebagai pemenuhan terdapat apa yang mereka <strong>yakini </strong>sebagai bagian/peran mereka. </p><p><br/></p><p>Jadi keinget kutipan dari buku Filsafat Kata (2011: Evolitera), </p><blockquote><p>"Ada yang unik di dalam diri manusia, yakni kemampuannya untuk bertahan memegang prinsip di tengah terjangan badai kehidupan. Ia bertahan walau terus dalam tegangan. Ia berpegang teguh walaupun terus diguncang krisis harapan. Bahkan ia rela mati, demi suatu keyakinan."</p></blockquote><p><br/></p><p>Lagi-lagi mau bilang, manusia aneh banget.</p><p><br/></p><p>Anw, aku setuju pada Taci yang mengatakan bahwa kepercayaan/keyakinan itu diperlukan sekali dalam loyalitas. Dalam ranah militer yang lekat dengan kekerasan, keyakinan itulah yang merakit mereka semua. Ada peraturan yang penting sekali dalam dunia militer: Mereka tidak boleh bertanya. </p><p><br/></p><p>Kenapa? Karena, jika mereka bertanya atau menunjukkan ketidakpercayaan/keraguan barang sedikit saja, maka akibatnya bisa fatal sekali bagi kesetimbangan suatu struktur.</p><p><br/></p><p>Akan berbahaya jika seorang bawahan militer tidak memercayai pimpinannya, apalagi sampai bergerak sendiri. Dalam sebuah cerita (aku lupa di mana) ada sebuah bagian yang mengisahkan suatu tragedi; dimana para pemanah pada kubu A kalut duluan dalam medan perang. Lantas ditengah kepanikan itu, mereka langsung saja melepas anak panah tanpa aba-aba meski si komandan sudah memperingatkan mereka sebelumnya. Pada akhirnya, banyak darah dan kerugian yang mesti mereka tanggung karena kesalahan itu. </p><p><br/></p><p>Keyakinan itu harus berjalan dua arah. Seorang pemimpin harus yakin bahwa bawahan yang ditugaskan untuk melindunginya tidak akan justru menikam dari belakang, dan para bawahan, mesti loyal terhadap ide bahwa pimpinan mereka akan menuntunku mereka dengan benar atau bahwa mereka punya peran yang <strong>diamanatkan</strong>, supaya tidak terjadi <em>chaos</em>. </p><p><br/></p><p>Katanya, sekalipun ternyata pemimpin yang mereka taati membawa mereka pada malapetaka/kesalahan, itu adalah suatu momen agung dan berharga bagi mereka yang loyal, dan <em>aku</em>, dari <em>nada </em>tutur kata oma ceem mengambil kesimpulan bahwa dia berpendapat seharusnya itu tidak jadi soal. Seharusnya tidak membuat kita tidak loyal lagi, karena loyalitas untuk pemimpin atau negara harus berjalan tanpa syarat.  </p><p><br/></p><p>Ada paragraf yang menegaskan bagaimana loyalitas bisa membuat orang melakukan hal-hal luar biasa seperti membuat seorang sekretaris datang jika lonceng dibunyikan, atau membersihkan sepatu atasan (meski bukan tugas kita). </p><p><br/></p><p>.... Menurutku itu aneh. Aku rasa loyalitas itu mesti dibarengi dengan harga diri juga.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan: </mark></strong></p><p><strong>Menurut teman2 apa sih maksudnya "ketaatan yang bermartabat dan kepatuhan yang membanggakan? Dan apa hubungannya dengan loyalitas terhadap pimpinan?</strong></p><p><br/></p><p>Aku pecah kata per kata dulu yak:</p><p><br/></p><p><strong>Taat </strong>berarti mematuhi; menurut, mau itu perintah, aturan, dan sebagainya (KBBI). </p><p><br/></p><p><strong>Martabat </strong>adalah,<strong> </strong>hak seseorang untuk dihargai dan dihormati dan diperlakukan secara etis.<em> (</em>Wikipedia) Bermatabat berarti memiliki/memegang hak itu. </p><p><br/></p><p><strong>Patuh </strong>berarti suka menurut (perintah dan sebagainya); taat (pada perintah, aturan, dan sebagainya); berdisiplin:</p><p><br/></p><p><strong>Catatan: Perbedaan Taat dan Patuh</strong></p><p>Menurut Ruangguru, taat dan patuh <strong>hampir sama</strong>, namun taat di pahami dengan <strong>hati dan pikiran </strong>sedangkan patuh di kerjakan <strong>sesuai perintah </strong>(tanpa bertanya/berpikir).</p><p><br/></p><p><strong>Membanggakan </strong>berarti menimbulkan perasaan bangga (KBBI)<br></p><p>Lantas menurutku, makna kalimat <strong>"Ketaatan yang bermatabat dan kepatuhan yang membanggakan" </strong>maksudnya adalah, "Menaati sesuatu tanpa melupakan martabat (hak dihargai) yang dimiliki, dan kepatuhan yang dipandang sebagai hal yang mulia, yang pantas dibanggakan, bukan sebagai hal yang memalukan."</p><p><br/></p><p>(Dalam beberapa kasus yang aku lihat di IG, patuh bisa bikin malu memang, seperti saat patuh pada aturan ortu, rasanya malu sekali kalau malah dibilang anak "mami papi". Tapi mungkin oma ceem akan bilang, "ngga memalukan sama sekali ih!")</p><p><br/></p><p>Gitu-gitu deh. Menurutku si yak.</p><p><br/></p><p>Tapi, rasanya tulisan oma ceem yang bercerita tentang "membersihkan sepatu atasan" itu bertentangan dengan ucapannya yang ini. Rasanya kalau sampai begitu seperti tidak punya martabat lagi deh, jobdescnya apa suruh kerjainnya sejauh apa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 11:30:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3459186495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas pada pada negara</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3460196506</link>
         <description><![CDATA[<p>aku buat singkat saja</p><p><br/></p><p>Loyalitas ke negara itu kayak rasa sayang yang tumbuh dari tempat kita lahir dan dibesarkan (loyalitas yang dipersiapkan)</p><p>Namum rasa bangga ini ga hanya rasa bangga jadi warga negara saja, tapi juga soal ngerti sejarah, hukum, dan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.</p><p><br/></p><p>dan dalam menunjukkan loyalitas enggak harus selalu jadi politisi atau kerja di pemerintahan, cukup peduli sama lingkungan sekitar, ikut kegiatan positif, bahkan memakai helm atau seatbelt dan mematuhi aturan hukum negara juga membantu.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 01:30:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3460196506</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 57 Kelas Ourlseves</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3460478429</link>
         <description><![CDATA[<p>Di tengah zaman sekarang ini, loyalitas kepada pemimpin menjadi sesuatu yang semakin jarang kita temui. Dahulu, kesetiaan semacam itu bisa kita temui di mana-mana, bahkan banyak yang rela berkorban kepada pemimpin mereka, meski pemimpin mereka tak selalu sempurna. Kisah Torquil of the Oak dalam karya Sir Walter Scott adalah contoh, di mana ada seorang ayah yang bersama anak-anaknya memilih mati demi menjaga kehormatan pemimpinnya.</p><p><br/></p><p>Kini, meski dunia telah berubah, semangat itu sebenarnya belum benar-benar hilang. Di militer, para prajurit tetap memegang prinsip: <em>"Bukan untuk menjawab, bukan untuk bertanya mengapa; tugas mereka hanyalah menjalankan perintah dan rela mati." </em>Tidak ada seorangpun prajurit yang mau berbicara buruk tentang pemimpin mereka, karena mereka adalah orang-orang yang memiliki loyalitas terhadap pemimpin.</p><p><br/></p><p>Loyalitas semacam ini juga tercermin dalam dunia sipil. Dikisahkan tentang para diplomat muda yang setia mendampingi pemimpin mereka. Salah satu dari mereka, yang mereka lebih cakap dari yang lainnya, mengeluh karena pemimpinnya memanggil hanya dengan membunyikan lonceng. Namun yang lain, yang telah memahami arti dari 'ketaatan yang bermartabat dan kepatuhan yang membanggakan,' menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa jika atasannya meminta untuk membersihkan sepatunya, ia akan melakukannya tanpa ragu.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>Menurutku "ketaatan yang bermartabat dan kepatuhan yang membanggakan" maksudnya adalah kita bukan berarti tunduk secara buta kepada seorang pemimpin dan menyerahkan akal sehat kita. Justru, ini adalah bentuk ketaatan yang dilakukan dengan kesadaran dan juga rasa tanggung jawab. Orang yang taat dengan bermartabat tahu kepada siapa ia setia, dan mengapa ia memilih untuk taat kepadanya. </p><p><br/></p><p>Hubungannya dengan loyalitas terhadap pimpinan menurutku sangat erat. Loyalitas sejati bukan berarti memuja pemimpin dan mengiyakan apa yang dilakukan meskipun itu salah. Tapi ia tetap memilih setia meski tahu pemimpin itu punya kekurangan, dan mencoba memberikan apa yang mereka bisa untuk membantu pemimpin tersebut memperbaiki dirinya. Orang yang punya ketaatan bermartabat tetap setia, tapi juga tidak askan kehilangan harga diri.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3870975779/1722f561198ac03282cc4ff182c7964b/___.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-21 03:37:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3460478429</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas #3 </title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3461260527</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Loyalitas pada Tanah Air</strong></p><p>Selain pemimpin/raja, negara kita juga menuntut loyalitas kita. Kita bisa berbaik hati kepada apapun dan bahkan kepada seluruh dunia, namun kesetiaan kita adalah hak milik sesuatu yang benar-benar menjadi bagian dari kita. Seberapa kagum atau dekat pun kita terhadap negara lain, hutang kesetiaan kita tetap pada Tanah Air kita sendiri. Meninggalkan Tanah Air demi tinggal di negara lain yang mungkin hukumnya, kualitas ekonominya, pemimpinnya, gaya hidupnya, atau cuacanya yang mungkin lebih disukai adalah bentuk dari ketidaksetiaan. </p><p><br></p><p><strong>Opini Publik Bertanggung Jawab atas Anarki</strong></p><p>Oma CM terguncang dan tidak senang menyaksikan bahwa para pemimpin satu persatu tumbang di tangan orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai Anarkis. CM merasa malu karena dia melihat bahwa pada zamannya dan pada zaman sebelumnya kejahatan seperti ini tidak ada. Dari kecil dia selalu diajarkan untuk tidak mencela pemimpin bangsa kita. CM berpendapat bahwa hal ini muncul akibat dari kegagalan semangat loyalitas dalam opini publik. Dia merasa bahwa kejahatan ini menjadi tanggung jawab kita bersama karena kitalah (who's we?) yang membentuk opini publik. Di setiap negara pasti selalu ada seseorang yang memiliki kesalahan berpikir tentang kewajiban kita terhadap satu sama lain, kemudian mengumbar-umbarnya. Kesalahan berpikir akan memuncak sehingga meledak dalam bentuk tindakan kriminal. <strong>"</strong>Dan asal mula semua itu adalah opini publik, tempat mereka pertama kali menyerap gagasan-gagasan tersebut."</p><p><br></p><p><em>Aku mungkin ngerti maksud CM, dan aku juga setujuu, tapi aku dari kata-katanya CM beliau seperti seolah-olah menyayangkan keberadaan opini publik. </em></p><p><em>Kalau menurutku pribadi, publik berhak untuk beropini, bahkan diperlukan. Namun memang, masing-masing orang yang mendengar atau bersinggungan dengan opini publik itu perlu mencerna lagi dan berpikir dengan matang tentang apa yang harus dilakukan dengan opini/informasi tersebut. Menurutku disini masalah utama nya ada di prinsip individu, karena banyak sekali orang yang ketika mendengar sebuah opini atau informasi yang mungkin konyol, tidak dipikirkan dengan baik terlebih dahulu dan langsung "dimakan bulat-bulat". Orang yang paham dan berpegang pada prinsip-prinsipnya tidak akan langsung menanggapi opini publik.</em></p><p><br></p><p>lanjut narasi:</p><p>CM berpendapat bahwa kita tidak boleh mencela pemimpin bangsa kita karena akan ada orang lain yang menangkapnya dan menjadikannya sebagai tindakan nyata yang akan menjadi serangan pembunuhan kepada pemimpin. Kita perlu menyadari betapa eratnya orang-orang di seluruh dunia saling terhubung dan saling memengaruhi satu sama lain, ini adalah sebuah hal yang sungguh mendalam dan serius.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/71e4170fa8ef309424f38b0f5acd90f1/download__57_.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-21 12:46:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3461260527</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas kepada pemimpin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3461465098</link>
         <description><![CDATA[<p>Oma cm berkata kalau sebenarnya masa sekarang bukanlah masa yang bisa di sebut masa loyalitas, orang pada masa sekaramg akan mengeluh jika mereka di panggil dengan membunyikan lonceng, beda dengan sir Walter, ia adalah teladan bagi kata loyalitas, ia mengorbankan dirinya dan anak2nya demi pemimpinya tanpa bertanya2, contoh ketaatan satu lagi adalah tentang bagaimana seorang bawahan saat taat kepada pemimpinya, dan bahkan jika pemimpinya memintanya untuk menyucikan sepatunya, ia akan dengan sukarela melakukanya.</p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p>menurutku tentang ketaatan yang bermartabat dan membanggakan adalah di mana jika pemimpin meminta tolong kepada bawahanya, dan bawahanya menaatinya tanpa mengeluh, walau begitu sebenarnya aku agak kurang setuju dengan perkataan di mana kita harus nurut dan tidak mempertanyakan alasan tersebut, sebenarnya jika kita berkerja untuk orang lain kita pasti mempunyai kontrak, dan jika bosnya meminta tolomgkan apa yang ada di luarkontrak, maka kita mempunyai hak untuk menanyakan kenapa atau apa.</p><p><br/></p><p>mungkin yang di maksud loyalitas terhadap pemimpin adalah lebih kepada kejujuran dan kepercayaan yang kita tunjukan tehadap pemimpin.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 15:01:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3461465098</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Eight&#39;s Lord In Waiting: Loyality</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3461588893</link>
         <description><![CDATA[<var>

Loyalitas pada Pimpinan </var><var></var><p>Barangkali bentuk loyalitas yang sebenarnya kurang kita miliki di bandingkan dengan orang orang di abad pertengahan adalah loyalitas yang seharusnya kita semua (baik perempuan ataupun laki laki) miliki. </p><p><br></p><p>Lewat salah satu karakter nya, Sir Walter Scott memberikan contoh yang hampir sempurna tentang bentuk dari loyalitas ini. Yaitu dalam salah satu novel nya di mana seorang ayah rela mengorbankan dirinya dan sembilan anak anak nya untuk melindungi kehormatan dari pimpinan mereka yang mengakui kalau diri nya sendiri adalah seorang pengecut.</p><p><br></p><p>Namun meski jarang kita miliki, kesetiaan ini masih hidup di antara kita. Karena baik orang orang dari kalangan sipil atau militer bisa membicarakan atasan mereka tanpa rasa hormat, para Ksatria pun masih memegang teguh prinsip mereka “Bukan untuk menjawab, atau bertanya mengapa; tapi hanya patuh pada perintah dan rela mati”</p><p><br></p><var>Refleksi </var><p><br></p><blockquote><p>Menurut teman2 apa sih maksudnya "ketaatan yang bermartabat dan kepatuhan yang membanggakan? Dan apa hubungannya dengan loyalitas terhadap pimpinan?</p></blockquote><p><br></p><p>Sayang nya aku masih kurang paham sama makna dari kutipan nya, bahkan setelah bolak balik baca subab dan narasi yang lain pun aku masih belum bisa nebak atau mengartikan apa yang sebenarnya di maksud oma sama CM :)</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/1968600551d27a0272c3b7ee7c9a15e2/1000017133.png" />
         <pubDate>2025-05-21 16:40:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3461588893</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas #4</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3462398848</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Loyalitas Pada Negara</strong></p><p>Orang bisa kehilangan kekuatan moral mereka ketika memilih secara sukarela untuk meninggalkan tanah airnya. Loyalitas pada negara atau patriotisme merupakan semangat yang sangat mulia. </p><p>Revolusi itu terjadi ketika karakter seorang penguasa berubah sedemikian rupa sehingga orang-orang yang berpikiran benar tidak lagi support dan tidak bisa setia lagi kepada pemimpin dan tanah air. Hal ini terjadi ketika hukum menjadi tidak adil, korupsi dinormalisasikan antara petinggi, pajak terlalu menindas, dan rakyat kecil ditekan. (oh nice cm) Hati orang-orang pun akan sedih dan teriris karena cinta pada negerinya. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/a522a138fbc89d6664f5a89c55636b5e/Seri_Campur.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-22 03:27:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3462398848</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3464805321</link>
         <description><![CDATA[<p>Satu lagi bentuk keberanian itu adalah keberanian untuk mengaku.  Pengakuan jujur kalau kita salah atau ngelewatin sesuatu itu menguatkan kek di kehidupan sehari hari cm juga bilang Kalai tindakan serta ke latian itu dasar yang meyakinkan </p><p><br></p><p>Tugas :</p><p>- Apa kira-kira yang menghalangi munculnya keberanian untuk mengakui dalam diri kalian?</p><p><br></p><p>Menurut aku mungkin kebanyakan orang tidak jujur karena takut di hakimkan dan di tuduh atau kena marah</p><p><br></p><p>- Upaya apa yang sebaiknya dilakukan agar keberanian untuk mengaku ini tidak sampai terhalangi?</p><p><br></p><p>Meyakinkan diri bahwa jujur meski melakukan kesalahan kita tetap harus menanggung nya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-23 11:21:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3464805321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas ke pemimpin</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3464805899</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi tadi bentuk loyalitas yang paling kita kurang miliki itu adalah loyalitas yang harus dimiliki oleh setiap periode wanita ke seorang pemimpin terus sir walter scott juga memberikan gambaran sempurna melalui tokoh talking of the oak ayah angkatnya eachin yang mengorbankan diri sama 9 saudaranya yang lain yang gagah demi menjaga kehormatan si pemimpin muda yang pemimpin itu bilang kalau dirinya itu pengecut. Seluruh peristiwa itu dikisahkan dengan ketenangan dan simpati jadi salah satu momen yang paling kuat di dunia sastra tapi kesetiaan yang kayak gini itu masih hidup diantara Kita tapi ada banyak bawahan yang mereka nggak berani menceritakan tentang atasannya kek bebas gitu dan tanpa rasa hormat terus para prajurit juga masih berpikir dengan prinsip bukan buat jawab bukan buat nanya kenapa tapi mereka harus menjalankan perintah dan harus rela mati. Jadi meski mereka harus mati karena ada orang yang lakuin kesalahan ada satu momen agung yang penuh kesetiaan itu dia tanpa syarat kepada raja tanah air atau komandan mereka nah kadang-kadang itu jauh lebih berharga daripada hidup mereka yang monoton dan datar aja jadi dia mengandaikan bahwa tujuan hidupnya itu adalah untuk menjadi orang yang lebih utuh lagi. Ada kisah ada beberapa diplomat muda yang terhormat mereka itu melayani beberapa pimpinan mereka s sekretaris nah salah satunya itu dia merasa lebih hebat daripada orang lain tapi dia ngedumel kalau pemimpinnya manggil dia dengan bunyiin lonceng nah tapi ada juga yang lain yang mempelajari rahasia kalau ketaatan itu bermartabat dan kepatuhan itu membanggakan itu menegaskan kalau jika kepala pimpinannya meminta mereka untuk mengoles sepatunya sekalipun mereka tetap melayani itu dengan kesetiaan contoh-contoh loyalitasnya itu ada ke kepala keluarga kepala partai organisasi rumah sekolah atau yang lainnya jadi masih banyak yang sering kita jumpai di sekitaran kita.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-23 11:22:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3464805899</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Loyalitas #5 </title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3466083832</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Loyalitas pada Pimpinan (lagi?)</strong></p><p>CM menuliskan bahwa loyalitas pada pimpinan ini kurang dimiliki oleh pria dan wanita di zaman sekarang dibandingkan pada zaman abad pertengahan. CM menggunakan kisah tokoh <em>Torquil the Oak</em>. seorang ayah angkat yang mengorbankan dirinya sendiri beserta 9 putra nya yang gagah dan kuat demi menjaga kehormatan seorang pemimpin muda meskipun pemimpin tersebut telah secara terbuka mengaku bahwa dia adalah seorang pengecut. </p><p>Namun, kesetiaan seperti ini masih hidup di antara kita, baik di kalangan militer maupun sipil, membiarkan dirinya membiarkan dirinya membicarakan tindakan atau karakter atasannya secara bebas tanpa rasa hormat. Dan bagi para prajurit, mereka tetap memegang teguh prinsip:</p><p>"Bukan untuk menjawab, bukan untuk bertanya mengapa; tugas mereka hanyalah menjalankan perintah dan rela mati."</p><p>Ada beberapa diplomat muda yang terhormat yang tidak menggerutu ketika pemimpin yang mereka layani membunyikan lonceng. Mereka taat dan bahkan bersedia untuk datang demi membersihkan sepatu milik si pemimpin.</p><p><br></p><p><strong>catatanku:</strong></p><p>Beberapa narasi terakhir aku berusaha semampuku untuk memahami sudut pandang CM. Namun bagiku masih sulit untuk menerima opini miliknya. contohnya seperti kisah Torquil of the Oak, bagaimana bisa pengorbanan 10 nyawa itu setara dengan "kehormatan" seorang "pemimpin" yang mengaku dirinya pengecut? </p><p>Aku sangat bisa memahami loyalitas tanpa batas dan pengorbanan demi tanah air, tapi aku begitu susah untuk menoleransi pengorbanan, penderitaan, serta loyalitas tanpa batas kepada pemimpin yang menggunakan <em>abuse of power</em> serta pengecut dan tidak kompeten. Mereka bukanlah Tuhan.</p><p><br></p><p>Menurutku sebelum mengorbankan diri dan memiliki kesetiaan kepada seorang pemimpin, ada satu hal yang perlu dipastikan. Apakah orang ini benar-benar seorang pemimpin, atau seorang penguasa? Menurutku kita harus lebih berhati-hati dalam memilih siapa yang kita beri kekuatan dan kekuasaan. Karena jika kita memiliki loyalitas kepada suatu pemimpin tanpa melihat kualitas dari pemimpin tersebut, justru itu akan menggerogoti tanah air kita dari dalam. Bahkan menurutku itu adalah suatu kebodohan. </p><p><br></p><p>Pemimpin adalah manusia mulia yang memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manusia lainnya, bukan Tuhan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/690f5fcbd14ec17907903c36844fdb14/Search_Projects____Photos__videos__logos__illustrations_and_branding.jpeg" />
         <pubDate>2025-05-25 11:14:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3466083832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas #6</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3466491655</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Loyalitas pada Ikatan Pribadi</strong> </p><p>Ikatan pribadi yang dimaksud disini adalah hubungan kekeluargaan, persahabatan, maupun hubungan sosial yang lainnya. Hubungan-hubunga ini, yang terjadi secara alami maupun atas pilihan, harus dijaga dengan penuh loyalitas.</p><p>Hubungan persahabatan adalah hal yang sakral, tidak pantas untuk dikritik secara merendahkan, bahkan di dalam pikiran kita sendiri. Apapun yang sebenarnya kita rasakan dan pikirkan sebagai bentuk teguran harus disampaikan kepada dirinya, dan hanya dirinya saja. </p><p>Selain itu, mereka layak untuk mengetahui hal-hal yang dalam tentang diri kita, seperti harapan-harapan tertinggi kita, pikiran-pikiran terdalam, sejauh yang bisa kita ungkapkan. </p><p>Sebetulnya hal ini mudah kita lakukan dalam persahabatan yang terjalin karena pilihan. Tapi dalam persahabatan/hubungan yang terbentuk secara alami yaitu keluarga, kita terkadang justru pelit membagikan pikiran serta perasaan terdalam kita dan hanya melakukan pembicaraan sehari-hari yang dangkal.</p><p><br></p><p><strong>Pertanyaan Reflektif:</strong></p><p><em>Mengapa kita memiliki kecenderungan untuk menjadikan kenyamanan kita sebagai tolak ukur loyalitas? Apakah kamu juga menjadikan kenyamananmu sebagai ukuran loyal atau tidak loyal pada pihak lain? Ceritakan alasannya disertai contoh kasus yang terjadi&nbsp;padamu.</em></p><p><br></p><p>Mungkin jika kita nyaman dengan seseorang atau sesuatu, kita akan lebih bisa bersedia memberikan banyak hal dan bahkan segalanya untuk sesuatu tersebut karena hati kita juga merasakan kenyamanan saat melakukan nya. </p><p>Setelah kupikir-pikir, aku sendiri ternyata juga menjadikan kenyamanan sebagai tolak ukur loyalitas. Misalnya ketika aku sudah menemukan tukang bubur ayam yang harganya cukup murah, buburnya sangat enak, tempatnya adem dan tidak panas, maka bubur tersebut akan menjadi <em>comfort food</em>/<em>comforting usuals </em>ku. Aku pun akan setia dengan bubur ayam itu. Jika ada yang bilang mau bubur ayam pasti tempat itu yang pertama kali terpikirkan olehku, dan bukan bubur ayam yang lain. </p><p>Meskipun di gerobak bubur ayam itu tulisan nya "bubur ayma" tapi aku bersedia untuk menoleransi hal tersebut karena ada hal-hal lain tentang bubur ayam itu yang membuatku nyaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1612115446/7747ce11b634486476522f8d48c8e78a/bubur_ayam.jpg" />
         <pubDate>2025-05-26 00:30:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3466491655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas pada ikatan pribadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3466793320</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita juga loyal pada hal sesimpel ikatan pribadi. Kita loyal pada keluarga dan sahabat kita contohnya. Kita loyal pada mereka berarti kita mengatakan apa adanya pada mereka, kita tidak gosipin mereka, atau memendam dendam. </p><p><br/></p><p>kalau tidak, jangan kritik sama sekali.</p><p><br/></p><p>kita sering tidak loyal karena merasa dengan mudah dapat berganti2 'sahabat' berdasarkan kenyamanan. </p><p><br/></p><p><em>Mengapa kita memiliki kecenderungan untuk menjadikan kenyamanan kita sebagai tolak ukur loyalitas? Apakah kamu juga menjadikan kenyamananmu sebagai ukuran loyal atau tidak loyal pada pihak lain? Ceritakan alasannya disertai contoh kasus yang terjadi&nbsp;padamu.</em></p><p><br/></p><p>Kalau aku sendiri justru melihat mindset sebagai dasar pilihanku untuk berteman. ketika aku merasa bahwa ada teman yang kurang sejalan, aku mungkin tidak akan terlalu loyal (dengan arti, bahwa jika ia tau tau membenci aku tidak masalah) tapi kalau sejalan dan cocok, aku akan terus tetap loyal apa adanya. Tentu, juga  ada kenyamanan, kalau mindsetnya sama, tentu kenyamanannya makin meningkat. tapi dalam masa masa sulit pun, jika memiliki mindset yang sama atau mirip juga akan lebih mudah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-26 03:01:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3466793320</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas pada ikatan pribadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3466794176</link>
         <description><![CDATA[<p>Memberi Loyalitas kepada orangtua, kerabat, teman atau sahabat, adalah kewajiban kita. Kepada yang sedarah ataupun bukan.</p><p>Kritikan kita tentang sahabat hanya boleh disampaikan kepada sahabat kita sendiri, bukan kepada orang lain, bukan menjelek jelekkan dari belakang. Mungkin kalau tidak menyampaikan keritik itu langsung, belum bisa disebut sahabat. Saling memercayai juga salah satu bentuk dari Loyalitas kepada sahabat kita.</p><p>Bukan hanya itu, Sahabat kita juga pantas mendapatkan yang terbaik dari diri kita, harapan, kepercayaan, pikiran terdalam, dll.</p><p>Anehnya, banyak orang yang lebih mudah memberikan itu semua kepada sahabat piliihan bukan yang alami seperti keluarga. Kebetulan aku tidak termasuk, karena Loyalitas terbesarku adalah kepada keluargaku, dan aku juga tidak (belum) memiliki sahabat pilihan. </p><p><br/></p><p><strong>Pikiran Yang Teguh</strong></p><p>Seorang pria berusia sekitar 60  berkta "saya telah menjadi langganan toko sepatu ini sejak muda." Ini adalah salah satu bentuk kesetiaan. </p><p>Ketika kita terus menerus mencari mana yang terbaik, mana yang paling nyaman, keindahan akan makin sulit ditemukan karena tidak ada Loyalitas. </p><p>Tapi memang ada beberapa saat dimana memutus Loyalitas itu tidak apa apa. Seperti pelayan yang tidak setia, teman yang ngomongin dari belakang, atau kerabat yang menyebalkan. Tapi jangan memutus Loyalias dengan cara yang menyakitkan, atau memulainya dengan ngomongin dari belakang. Karena menyakiti orang lain akan membuat diri kita lebih tersakiti.</p><p><br/></p><p><strong>Pertanyaan Reflektif:</strong></p><p><em>Mengapa kita memiliki kecenderungan untuk menjadikan kenyamanan kita sebagai tolak ukur loyalitas? Apakah kamu juga menjadikan kenyamananmu sebagai ukuran loyal atau tidak loyal pada pihak lain? Ceritakan alasannya disertai contoh kasus yang terjadi padamu.</em></p><p><br/></p><p>Kenapa kita biasanya menjadikan kenyamanan sebagai tolak ukur Loyalitas? sebenarnya sederhana saja, siapa sih yang suka pada ketidak nyamanan? Memberikan Loyalitas kepada orang yang membuat kita nyaman tentu saja tersa lebih mudah dan menyenangkan, jadi wajar saja.</p><p>Aku sendiri cenderung memberikan Loyalitas karena aku merasa nyaman, semakin tidak nyaman, Loyalitas yang kuberikan juga akan semakin turun. </p><p>Contohnya, aku punya dua circle pertemanan -meski aku ragu menyebut yang kedua circle- yang kuberikan loyalitas dalam jumlah yang berbeda, karena perasaan nyamannya juga berbeda.</p><p>Aku tidak memberikan banyak Loyalitas pada yang pertama, contohnya ketika acara nginep2an aku akan tidur duluan selama mereka membuat vidio, atau tidak bermain bersama mereka saat ada acara bersama. ketidak setiaanku disebabkan karena tidak nyaman bersama mereka.</p><p>Kepada Circle yang kedua lebih banyak kuberikan kesetiaan, ketika ada acara sampai tengah malam aku enggan pulang duluan supaya bisa tidur, tetap setia menunggu sampai acara selesai.</p><p>Tapi belakangan aku sedang berusaha memberikan Loyalitas kepada teman-teman yang tidak membuatku nyaman, seperti setia mendengrkan seorang temanku yang cukup berisik dan tidak suka mendengarkan kata-kata orang lain. Memang agak sulit sih ternyata.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-26 03:01:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3466794176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Terhadap Ikatan Pribadi</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3467022459</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada dua jenis ikatan: Ikatan alami (yang sudah ada dari sananya) dan ikatan pilihan. Sebaiknya, kita tidak mengkritik mereka secara diam-diam atau dalam pikiran kita, tapi sampaikan dalam bentuk teguran. </p><p><br/></p><p>Kita cenderung tidak memberikan yang terbaik dari pemikiran atau harapan-harapan tertinggi sejauh kita dapat mengungkapkannya pada orang-orang yang terikat pada kita secara alami. Misalnya, keluarga. </p><p><br/></p><p><strong>Pikiran yang Teguh</strong></p><p>Keteguhan hati memegang peran yang penting dalam loyalitas. Ada sebuah kisah tentang seorang pria paruh baya yang selalu memesan sepatu dari tempat yang sama. </p><p><br/></p><p>Hidup akan terasa lebih damai ketika kita tidak melulu mencari yang terbaik dan tidak melulu meragukan, tapi meneguhkan hati untuk loyal, untuk percaya pada sesuatu. </p><p><br/></p><p>Katanya, beberapa hubungan memang lebih baik untuk kandas, oma ceem tidak melarangnya. Jika loyalitas memang sudah tidak baik untuk diteruskan (sudah menjadi loyalitas yang tidak jujur), maka baiknya ditinggalkan segera mungkin dengan kesederhanaan dan martabat.  Dikatakan bahwa, "loyalitas menuntut seseorang untuk tidak memelihara rasa sakit hati atas harga diri. Banyak kehidupan yang kandas karena ini. " Dan menurutku ini termasuk bagian yang penting, tapi aku bingung sekali apa maksudnya. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan Reflektif:</mark></strong></p><p>Sebelum masuk ke sana, aku hanya ingin mengatakan bahwa menurutku, loyalitas itu merupakan hal yang beresiko sekali. Jadi baiknya dipikir dengan baik-baik sebelum memutuskan untuk loyal pada seseorang atau suatu ide. </p><p><br/></p><p>Orang baiknya memiliki tolak ukur yang akan membantunya dalam menimbang dirinya bakal loyal atau tidak. </p><p><br/></p><p>Kalau di sini, kenyamanan menjadi tolak ukur loyalitas. Aku lupa kemarin contohnya apa saja, tapi yang kebayang adalah pilihan untuk langganan sepatu kemarin. </p><p><br/></p><p>Dalam beberapa hal, aku juga demikian. Jika sepatu yang dibuat suatu <em>brand</em> itu nyaman dan kualitasnya terbukti baik, tentu saja aku akan loyal padanya. Jika jajan di suatu toko enak yang enak sekali, aku punya kecenderungan untuk tidak mencoba-coba yang lain dan memilih untuk membeli itu-itu saja. </p><p><br/></p><p>Lagipula, seringnya orang berpindah-pindah tuh karena mencari yang enak, kalau sudah ketemu yang enak kenapa mencoba-coba lagi? Beberapa orang mungkin beranggapan resiko mencoba jajan yang kurang enak lebih tidak mudah diterima/tidak sebanding dengan memakan itu-itu saja (tapi terbukti enak).</p><p><br/></p><p><strong>Mengapa kita memiliki kecenderungan untuk menjadikan kenyamanan kita sebagai tolak ukur loyalitas? Apakah kamu juga menjadikan kenyamananmu sebagai ukuran loyal atau tidak loyal pada pihak lain? Ceritakan alasannya disertai contoh kasus yang terjadi padamu.</strong></p><p><br/></p><p>Kalau masalah <em>brand </em>sepatu, maka jelas kenapa kita menjadikan kenyamanan sebagai tolak ukur, karena siapa yang mau memakai sepatu yang tidak nyaman? Sehingga, jika tidak nyaman kenapa kita mesti loyal memilih <em>brand </em>itu yakan.</p><p><br/></p><p>Kalau pihak lain misalnya teman-temanku, aku pikir kenyamanan memang menjadi tolak ukur loyalitas, cuma bagiannya kecil sekali. Memang aku menemukan orang-orang yang membuatku nyaman, namun nyaman tidak selalu berarti kesamaan nilai-nilai yang dipegang. </p><p><br/></p><p>Jika demikian, pada keadaan sadar aku akan lebih mengutamakan nilai-nilai yang kupegang alih-alih hubungan itu. Kenapa ya? Aku juga tidak tahu kenapa aku kekeh sama ini jujur, padahal aku bisa saja melanggar nilai-nilaiku sendiri, dan mungkin aku akan tetap punya tempat nyaman seperti sediakala. Kurasa rasa bersalah yang timbul dan lebih besar dari kenyaman-kenyamanan itu yang membuatku demikian.</p><p><br/></p><p>Kalau rasanya mereka membawaku ke arah yang berseberangan, bagiku pilihannya hanya ada dua: Entah aku membawa mereka ke arah pilihanku atau memutuskan hubungan itu. Dalam kasusku, aku selalu mencoba terlebih dahulu, namun kurasa aku banyak memotong-motong dan memperkecil hubungan pada akhirnya. Sejauh ini semuanya atas pilihan dan rekomendasiku sendiri sih (entah deh seperti apa perasaanku kala memikirkannya) tapi aku yakin semuanya perlu untuk dilakukan. </p><p><br/></p><p>Kurasa itu yang sering dielu-elukan atau disebut dengan kata "integritas". Aku sih masih berharap aku bisa memilikinya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-26 05:19:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3467022459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>61 | Loyalitas Ikatan Pribadi &amp; Keteguhan Pikiran</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3467385753</link>
         <description><![CDATA[<p>Ikatan pribadi di sini dimaksudkan seperti persahabatan, kekeluargaan, dan hubungan antarpersonal setipe. Di dalamnya dibagi menjadi dua kategori: 1) Yang terbentuk secara alami--kerabat, orang tua. 2) Yang terjalin karena pilihan--sahabat, pasangan. Dua-duanya layak mendapatkan sisi yang terbaik dari diri kita--pikiran-pikiran terdalam dan harapan-harapan tertinggi--sejauh kondisi dan kemampuan memungkinkan. Jika ada ganjalan pun sebaiknnya diutarakan langsung ke yang bersangkutan dan hanya kepada yang bersangkutan, kata CM. </p><p><br/></p><p>Efeknya, merawat dan loyal ikatan ini akan membawa kita pada manis dan warna kehidupan.</p><p><br/></p><p>Selanjutnya Keteguhan Pikiran, ini berkaitan erat dengan Kesetiaan. Setia pada berbagai macam hubungan--entah guru, teman, pembantu, warung, atau yg lainnya--akan membantu kita melihat keindahan hidup. Karena, kadang kala keindahan bisa hilang saat kita terus mencari yg "terbaik" dan tidak pernah merasa cukup. Di sisi lain CM juga bukan artinya mengharamkan pemutusan/ pelepasan hubungan. Jika memang diperlukan, putuskan hubungan itu dengan "kesederhanaan dan martabat" (aseek).</p><p><br/></p><p>Berdasarkan pengalaman hidup seuprit, bagian akhir bacaan tentang mengingkari Loyalitas itu sebetulnya sama saja seperti melukai diri sendiri adalah<em> </em>betul-betul-betul.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Mengapa kita memiliki kecenderungan untuk menjadikan kenyamanan kita sebagai tolak ukur loyalitas? Apakah kamu juga menjadikan kenyamananmu sebagai ukuran loyal atau tidak loyal pada pihak lain? Ceritakan alasannya disertai contoh kasus yang terjadi&nbsp;padamu.</p><ul><li><p>Benar, sedikit banyak kenyamanan memang menentukan level loyalitasku, meskipun faktor eksternal seperti kondisi juga ada. Kasus yg terlintas di pikiranku saati tentang <em>skincare </em>(smoga masih masuk dalam konteks hubungan).</p><p>Selama ini aku tipe orang--kalo soal <em>skincare/ make up</em>--malas mencoba sesuatu yang baru sekali sudah menemukan yang cocok di kulit (at least 90%). Karena mencoba produk <em>skincare </em>baru akan menimbulkan kondisi ketidakpastiaan, yang ujung-ujungnya kenyamanan juga dikorbankan. Meskipun kondisi <em>skincare</em>-ku yang sekarang mungkin tidak sempurna dan tetap punya efek samping, ke-stagna-nan ini lebih menentramkan dari pada mencoba hal baru. #lowrisklowreturn :)</p></li></ul><p><br/></p><p><em>26 Mei 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-26 09:37:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3467385753</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Eight&#39;s Lord In Waiting: Loyality</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3470040748</link>
         <description><![CDATA[<var> Loyalitas pada Ikatan Pribadi</var><p><br/></p><p>Menurut oma CM loyalitas pada ikatan pribadi adalah suatu hal yang wajib dan sudah disetujui oleh semua orang. Ikatan pribadi yang dimaksudnya ini adalah ikatan seperti kekeluargaan yang terjadi secara alami karena ikatan darah, atau persahabatan yang terjadi karena pilihan kita sendiri. Ikatan pribadi ini juga, sudah sepantasnya nya kita&nbsp; pelihara dengan penuh loyalitas.</p><p><br/></p><p>Karakter dan perilaku dari seorang sahabat adalah sesuatu yang sakral, sehingga tidak pantas untuk kita kritik atau rendahkan meski di dalam pikiran kita. Sebagai bentuk dari loyalitas juga, segala kritikan yang kita miliki untuk nya harus disampaikan langsung pada nya dan hanya pada nya.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Sahabat kita pantas untuk mendapatkan yang terbaik dari kita, seperti harapan, pikiran pikiran terdala, juga waktu, kehadiran dan simpati kita. Dengan catatan, situasi kita memang memungkinkan untuk memberikan itu.</p><p><br/></p><p>Namun, umumnya itu hanya terjadi di persahabatan yang terjadi karena pilihan kita sendiri, karena alam persahabatan yang terjadi karena ikatan darah, seringkali kita justru pelit untuk memberikan semua itu. Kalau dari pengalaman aku, itu terjadi karena dari awal <em>persahabatan</em> itu memang tidak inginkan, tapi terpaksa dijalani karena keadaan atau paksaan.&nbsp;</p><p><br/></p><var>Pikiran yang Teguh</var><p><br/></p><p>Kata oma CM keteguhan hati adalah inti dari segala bentuk kesetiaan. Ada cerita tentang pria berusia 60 tahun yang katanya, sejak pertama kali ia menggunakan sepatu selalu memesan sepatunya dari pembuat yang sama. Cerita ini dianggap sebagai contoh baik dari jenis kesetiaan yang seharusnya kita miliki dan berikan pada semua aspek kehidupan kita.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Oma CM juga bilang, kalau kita seringkali kehilangan keindahan hidup karena sering berpindah pindah mencari hal yang menurut kita <em>terbaik. </em>Entah itu dari hubungan pertemanan, langganan, atau guru spiritual. Padahal, mungkin saja hal terbaik itu adalah pada hal yang sudah kita miliki, bukan dari hal hal yang terus menerus kita cari.</p><p><br/></p><p>Namun, memang ada beberapa relasi yang cukup sulit untuk dipertahankan. Contohnya pelayanan yang malas, teman yang tidak setia atau keluarga yang menyebalkan.&nbsp;&nbsp;</p><p><br/></p><p>Beberapa hubungan memang terjadi karena bukan&nbsp; keinginan kita dan kadang memang harus dijalani seumur hidup, kalau memang harus dijalani maka sebaiknya (kata oma CM) dijalani dengan semangat loyalitas, tapi kalau loyalitas nya sudah tidak lagi jujur sebaiknya dilepas.</p><p><br/></p><p>Kalau di lepas atau di tinggal kan pun sebaiknya dilakukan dengan sederhana dan bermartabat. Jangan dimulai dengan keluhan atau justru gosip.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Oma CM juga menulis, satu paragraf yang entah kenapa agak sedikit ngena di aku :) katanya: <em>Loyalitas sejati menuntut kita untuk tidak memelihara rasa sakit hati karena luka harga diri. Banyak kehidupan yang kandas karena karang satu ini. Karena saat kita melukai teman karena mengingkari loyalitas, sebenernya kita justru melukai diri kita sendiri jauh lebih dalam.</em></p><p><br/></p><var>Refleksi&nbsp;</var><p><br/></p><blockquote><p><em>Mengapa kita memiliki kecenderungan untuk menjadikan kenyamanan kita sebagai tolak ukur loyalitas? Apakah kamu juga menjadikan kenyamanan mu sebagai ukuran loyal atau tidak loyal pada pihak lain? Ceritakan alasannya disertai contoh kasus yang terjadi padamu.</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Untuk alasan kenapa nya, aku rasa karena kita egois. Tapi aku rasa gak selalu egosi dalam arti yang negatif, sikap egois ini aku rasa lebih karena kita mau memastikan saja kalau kita loyal ke orang yang tepat, karena (setuju dengan Nikeisha) loyalitas bisa di bilang sebagai sesuatu yang cukup serius.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1983763454/24271c38a957d6eb48e45e9109e1e280/1000017133.png" />
         <pubDate>2025-05-28 01:37:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3470040748</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas terhadap ikatan pribadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3473097807</link>
         <description><![CDATA[<p>Axa dua jenis ikatan, yang satu adalah ikatan pilihan dan yang satu lagi ikatan alami. Ikatan pilihan adalah di mama kita bisa memilih untuk mempunyai ikatn terhadap orang itu, sedangkann ikatan alami itu biasanya memang sudah di takdirkan untuk terbentuk contognya keluarga kita. </p><p>Kata oma cm, kita sebenarnya memilih loyalitas kita tergantung pada betapa nyamanya kita kepada orang itu, menurut ku sih itu tidak salah.</p><p>Pertemanan itu adapah hal yang sakral, tidak boleh kita menjelek2kanya, dan sepatutnya kita mengasih yang terbaik untuk mereka seperti conthnya gagasan2 terdalam kita untuk mereka, walaupun mereka berpendidikan rendah.</p><p><br/></p><p>Loyalitas bisa saja menetap saat kita sudah males mencari hal yang lebih bagus/baru  contohnya ada orang yang belangganan membersihkan sepetu di sebuah toko, ia terus berpindah2 mencarj toko yang lebih berkualitas dan lebih murah sampai pada akhirnya ia lelah mencari dan menetap pada satu toko itu.</p><p><br/></p><p>Relfeksi:</p><p>Mungkin kenyamanan di jadj kan tolak ukur agar kita bisa membedakan yang baik dan yang buruk, sebab sejak lahir aku percaya semua manusia di berikan fitrah ( kesucian ) agar bisa memilih yang buruk atau tidak, contohnya jika bayi tidak nyaman kerena lapar, ia akan menagis sekencang2 agar si ibu memberikanya susu supaya ia bisa kembali nyaman.</p><p><br/></p><p>Mungkin saja aku memberikan loyalitasku berdasarkan kenyamanan, tetapi mungkin yang tidak terkait kenyamanan yaitu balas budi, aku akan tetap loyal sampai balas budi itu selesai. Selain itu memang sebenarnya aku mentukan keloyalitasas ku pada kenyamanan di karenakan mungkin jika aku tidak nyaman berarti ada sesuatu yang tidak lazim atau tidak baik yang sedang terjadi. </p><p>Contoh:</p><p>Pernah suatu saat aku menuruh kenyaman di posisi yang kedua, dan menaruh logika di posisi pertama untuk bertemam kepada satu orang ini, dia baik, pintar, dan suka menolong orang, tetapi ada perasaan aneh dalam diriku yang mengatakan jangan berteman bersamanya tetapi karena aku berpikir aku karena jarang berteman maka aku lebih memilih memyingkir kan kenyamanan dan menaruh loyalitas, eehhhh bear saja, ternyata dia hanya memanfaatkan ku.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-30 00:32:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3473097807</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 58 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3476138082</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas pada hubungan pribadi seperti kepada keluarga atau sahabat adalah tanggung jawab yang penting. Hubungan ini bisa terbentuk secara alami (seperti misalnya keluarga) atau karena pilihan (persahabatan), dan semuanya perlu dijaga dengan baik. </p><p><br/></p><p>Sahabat kita layak mendapatkan sikap hormat, perhatian, dan bantuan sejauh kita juga mampu. Jika ada masalah dengan mereka, sebaiknya dibicarakan secara langsung, bukan malahj dibicarakan diam-diam di belakang.</p><p><br/></p><p>Sayangnya, kita sering lebih ramah pada teman daripada pada keluarga sendiri. Kita juga kadang meremehkan orang yang lebih sederhana atau kurang berpendidikan daripada kita.Padahal, semua orang yang terhubung dalam hidup kita pantas menerima sisi terbaik dari kita baik dalam bentuk pikiran maupun perhatian agar hubungan itu tetap hangat dan berarti dalam perjalanan hidup kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-02 12:07:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3476138082</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 59 Kelas Ourselves </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3476203322</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kesungguhan</strong></p><p>Loyalitas lain yang juga harus kita perhatikan adalah loyalitas terhadap hal-hal atau suatu tujuan yang sudah kita pilih. Kita dituntut untuk bersikap tidak setengah-setengah dan harus totalitas jika sudah menyangkut loyalitas yang satu ini. Karena itu, kita yang mempunyai loyalitas yang satu ini kadang jadi terlihat kaku atau tidak ramah karena kesannya kita jadi terlalu terpaku pada satu hal dan tidak mau mencoba hal-hal yang baru. </p><p><br/></p><p><strong>Loyalitas pada Prinsip-Prinsip Kita</strong></p><p>Loyalitas lain yang oleh ibu CM disebut sebagai loyalitas tertinggi, adalah loyalitas terhadap prinsip hidup. Prinsip adalah sesuatu yang ditanamkan dalam diri kita sejak saat kita masih kecil, dan mereka yang loyal terhadap prinsip mereka, berarti itu tandanya mereka mempunyai pegangan dalam hidup. Mereka yang tidak mempunyai prinsip dan mudah terombang-ambing begitu saja, itu tandanya mereka belum mempunyai loyalitas diri sejati. </p><p><br/></p><p>Loyalitas yang satu ini mempunyai kaitan yang cukup erat dengan agama, karena sebenarnya menurut ibu CM prinsip paling utama adalah agama itu sendiri. Agama yang dimaksudkan di sini bukanlah iman yang kita miliki kepada Tuhan, melainkan hal yang kita lakukan dan jalani sebvagai bentuk perwujudan dari iman itu sendiri. Loyalitas terhadap prinsip membantu kita untuk tidak mudah berpindah-pindah agama hanya karena mencari yang terasa lebih menarik atau dianggap lebih cocok menurut pandangan kita pribadi.</p><p><br/></p><p><strong>Setan-Setan Musuh Loyalitas</strong></p><p>Setan-setan yang bekerja sama untuk menghancurkan loyalitas antara lain adalah, kepentingan diri sendiri, rasa paling benar sendiri, dan merasa diri paling penting. </p><p><br/></p><p>Kepentingan diri sendiri membuat kita jadi bersikap egois dan melakukan hal-hal yang hanya akan menguntungkan bagi kita saja, meskipun hal itu akan membuat kita mengkhianati ikatan maupun janji. Rasa paling benar sendiri akan membuat kita tidak mau menerima kritik sama sekali karena menganggap bahwa kita lah yang paling benar. Jika ada yang mengkritik sedikit saja, kita langsung merasa tersinggung. Sementara merasa diri paling penting akan membuat kita jadi kesulitan bersikap peduli kepada sesama kita yang membutuhkan bantuan. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi </strong></p><p>Salah satu prinsip yang selalu aku pegang adalah tanggung jawab. Buat aku, kalau sudah mengiyakan tugas atau janji, berarti aku harus menyelesaikannya sebaik mungkin, walaupun sulit.</p><p><br/></p><p>Kapan hari aku ditunjuk jadi sekretaris organisasi devosi ke Bunda Maria untuk kaum muda di gerejaku (Legio Maria). Awalnya aku semangat, tapi di tengah jalan teman-teman mulai malas untuk datang doa dan rapat, dan aku juga lagi banyak kesibukan macam-macam organisasi lain di gereja. Jujur, aku sempat kepikiran buat mengundurkan diri saja jadi sekretaris. </p><p><br/></p><p>Tapi aku mikir lagi, kalau aku mundur, berarti aku ninggalin tanggung jawabku dan ngecewain banyak orang. Akhirnya aku tetap lanjut, walaupun capek. Aku mulai bagi tugas lebih adil, dan pelan-pelan mulai mengajak teman-teman untuk aktif lagi.</p><p>Akhirnya, semuanya berjalan lancar, dan aku merasa lega. Dari situ aku belajar, kalau pegang tanggung jawab itu penting. Nggak cuma soal rutin ngerjain tugas, tapi juga soal komitmen yang harus dijaga. </p><p><br/></p><p>Lalu setan yang sering muncul di dalam diriku adalah kepentingan diri sendiri. Aku sadar, aku sering banget terbiasa mikir dulu "apa untung-ruginya buat aku" sebelum ngelakuin sesuatu. Mau itu bantu orang, ikut kegiatan, atau ambil tanggung jawab. Sekarang aku lagi belajar pelan-pelan buat lebih tulus. Nggak semua hal harus punya untung langsung buat diriku sendiri hehehehehehe</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3928477069/3af65f26864f5331b7955fc97ccf6703/40_Fantastic_Fun_Photos_To_Slay_Your_Workday.jpg" />
         <pubDate>2025-06-02 13:08:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3476203322</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Eight&#39;s Lord in Waiting: Loyality</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3476930879</link>
         <description><![CDATA[<var>Kesungguhan</var><p><br/></p><p>Dalam sub bab ini Oma CM mengatakan kalau prinsip prinsip yang telah kita bahas di sub bab selanjutnya adalah jenis kesetiaan yang seharusnya juga kita miliki untuk pekerjaan, tugas tugas, dan juga tujuan hidup kita. Namun jenis kesetiaan ini menuntut kita untuk tekun dalam melakukan satu hal dan tidak melakukan nya dengan setengah setengah, karena itu kadang ia melarang kita untuk melakukan hal lain di samping tujuan kita.</p><p><br></p><var>Loyalitas pada Prinsip-Prinsip Kita</var><p><br></p><p>Loyalitas pada prinsip hidup kita adalah jenis loyalitas pribadi yang paling tinggi. Awalnya prinsip prinsip ini adalah nilai nilai yang di tanamkan oleh orang orang sekitar kita saat kita masih kecil, dan pada nilai nilai ini kita belajar untuk loyal.&nbsp;<br></p><p>Tapi seiring kita bertumbuh, kita mulai memiliki keyakinan keyakinan yang tumbuh dari diri kita sendiri yang nantinya akan menjadi bagian dari diri kita dan itu lah yang akan menjadi prinsip prinsip kehidupan kita. Bukan sekedar slogan slogan yang kita dengar sehari harinya dari pembicaraan kita dengan teman.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Selain itu, prinsip tertinggi di antara yang lain mungkin adalah prinsip pada agama (bukan tuhan) karena bentuk dari agama yang kita jalani adalah bentuk wujud dari iman tersebut. Ada juga pedoman <em>aman</em>&nbsp; yang dikutip oleh oma CM tentang agama yang bunyi nya: loyalitas menuntut kita untuk tidak mudah berpindah-pindah pada bentuk-bentuk agama atau gagasan baru. Karena jika kita terlalu terbuka pada segala hal dan terus mencari-cari yang baru, kita bisa kehilangan pegangan sama sekali dan akhirnya hanya tertarik pada hal-hal baru yang terasa seru.</p><p><br><br></p><var>Setan Setan Musuh Loyalitas&nbsp;</var><p><br></p><p>Ada setan setan yang bekerja untuk menghancurkan kesetiaan, yang paling kuat di antaranya adalah: kepentingan diri sendiri, rasa paling benar sendiri, dan merasa diri paling penting.&nbsp;<br></p><p>Kepentingan diri sendiri mendorong kita untuk mencari keuntungan pribadi, meski harus menghianati ikatan atau janji kita dengan orang lain. Rasa paling benar sendiri membuat hati kita selalu gelisah dan mudah tersinggung sehingga loyalitas dalam hati kita tersingkir. Lalu, merasa diri paling penting membuat kita enggan memberikan tempat utama bahkan dalam hal hal serius dan besar seperti urusan negara.&nbsp;</p><p><br><br></p><var>Refleksi</var><p>&nbsp;&nbsp;</p><blockquote><p><em>Apa saja prinsip-prinsip yang dalam hidupmu dimana kamu loyal terhadapnya sampai saat ini?</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Untuk selalu sopan ke orang tua meskipun ada beberapa sikap atau ucapan mereka yang gak aku sukai, untuk selalu inget kalau agama ku adalah pegangan hidup ku, dan untuk selalu hati hati agar tidak melukai orang lain.</p><p><br/></p><blockquote><p>Dari ketiga setan yang disebutkan oma CM, Setan mana yang paling sering muncul untuk menggoda loyalitasmu terhadap prinsip hidupmu?</p></blockquote><p><br/></p><p>Mungkin rasa paling benar sendiri, sering nya muncul ketika aku harus berhadapan dengan keluarga yang udah lanjut usia dan suka banyak mengkritik. Karena kita sering beda pendapat ada waktu di mana kita jadi suka memaksakan opini kita ke satu sama lain, karena itu kadang kita jadi lebih sensitif dan mudah tersinggungan karena hal hal kecil.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/a31fc66dcfdd1bbab7f9e184c1e44d4d/loyality.webp" />
         <pubDate>2025-06-03 05:04:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3476930879</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesungguhan dan Loyal terhadap Prinsip-prinsip Kita</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3479370816</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kesungguhan</strong></p><p>Dikatakan, orang mestinya berupaya atau mengusahakan apa-apa yang dia yakini dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah. Oleh karena itu, hal ini cenderung membuat mereka sulit diajak ikut ini-itu, karena mereka mencurahkan fokus dan tenaga mereka untuk apa-apa yang ditugaskan pada mereka atau tujuan mereka.  </p><p><br/></p><p><strong>Loyalitas pada Prinsip</strong></p><p>Loyalitas ini merupakan salah satu loyalitas tertinggi. Ini juga adalah bentuk loyalitas pertama kita. </p><p><br/></p><p>Semasa kecil, kita mempelajari prinsip-prinsip yang ditanamkan pada kita, dan mungkin-mungkin saja bagi prinsip itu berubah seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman kita. </p><p><br/></p><p>Nah, prinsip-prinsip yang datang atau tetap kita pegang bahkan setelah memikirkannya secara mendalam adalah prinsip-prinsip yang sejati. </p><p><br/></p><p>Ada lagi loyalitas yang tinggi, yaitu kepada agama. Bukan iman akan Tuhan tapi agama. Baiknya seorang hati tidak berpindah-pindah, karena nanti hanya berujung ke pencarian keseruan belaka. </p><p><br/></p><p>Kebiasaan mengkritik pendeta atau pemuka agama bisa jadi awal datangnya hal ini. Oma ceem berkata, jika kita berpindah agama hanya karena ingin mencoba hal baru, maka sebaiknya kita tidak pindah saja.</p><p><br/></p><p>Terdapat 3 setan yang acapkali mengerubungi hati manusia: (mementingkan) Kepentingan diri sendiri, rasa paling benar sendiri dan rasa diri paling penting. </p><p><br/></p><p>Sejauh ini aku hanya menemukan satu tambahan lagi: Rasa takut. </p><p><br/></p><p>Rasa takut menimbulkan keraguan yang membuat kita tidak berani loyal sepenuhnya terhadap sesuatu. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksikan:</mark></strong></p><ol><li><p><strong>Apa saja prinsip-prinsip yang dalam hidupmu dimana kamu loyal terhadapnya sampai saat ini?</strong></p></li></ol><p>Banyak sih tan, aku sampai pernah mempertanyakan mereka dan menuliskan apa-apa yang masih kupegang teguh.</p><p><br/></p><p>Mm, salah satunya mungkin prinsipku untuk mulai memercayai diriku sendiri. </p><p><br/></p><p>Dulu aku merupakan anak yang sangat mementingkan dan menelan mentah-mentah saran/pandangan orang lain. Baik itu orangtua, saudara, om, tante atau teman-temanku. </p><p><br/></p><p>Kalau mereka pikir sebaiknya tidak kulakukan maka tidak kulakukan. Jika mereka bilang seharusnya tidak kuambil, maka aku akan ragu dan membatalkan pilihanku, karena aku percaya mereka <em>lebih tahu</em> dibanding aku. </p><p><br/></p><p>Nah tapi tahun lalu aku mulai menulis, "Ada hal-hal yang sebaiknya kamu konsultasikan dengan orang lain (seperti orang tua atau teman), namun ada juga hal-hal yang pada akhirnya, sebaiknya kamu cari tahu atau putuskan sendiri dengan pengetahuan yang telah kamu peroleh."</p><p><br/></p><p>"Pada akhirnya kamu harus percaya pada dirimu sendiri, percaya pada instingmu atau apapun itu—sebab tidak ada yang lebih tahu situasi dan sejauh mana kemampuanmu selain dirimu sendiri."</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Upaya apa saja yang akan atau telah dilakukan dalam rangka bersungguh-sungguh mempertahankan loyalitas terhadap prinsip tersebut?</strong></p></li></ol><p><br/></p><p>Namun tentunya kadang aku keliru. Ada kalanya memang aku membuat keputusan yang salah dan orang terbukti <em>lebih tahu</em>. </p><p><br/></p><p>Hal itu kadang membuatku mempertanyakan kompetensi diri dan takut memiliki pandangan sendiri. Hal yang aku lakukan pada saat-saat seperti itu adalah menyakinkan diriku bahwa aku hanya keliru, bukannya tidak mampu membuat keputusan sama sekali. Terus aku berupaya lagi deh, dalam bentuk mencari-cari informasi, mendengarkan pengalaman orang lain atau merenung sendirian sebelum memutuskan sesuatu.  </p><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Dari ketiga setan yang disebutkan oma CM, Setan mana yang paling sering muncul untuk menggoda loyalitasmu terhadap prinsip hidupmu?</strong></p></li></ol><p>Ngga ada sih tan, kalau aku lebih ke rasa takut. Karena hal itu enimbulkan keraguan yang membuat aku tidak berani untuk loyal sepenuhnya terhadap sesuatu (tidak berpindah-pindah). </p><p><br/></p><p>Sama halnya dengan Tuhan, jujur aku masih sulit untuk loyal sepenuhnya karena kadang aku terpikir bagaimana kalau yang aku yakini ini salah? Bagaimana kalau ternyata aku merasa bisa melihat tapi sesungguhnya buta?</p><p><br/></p><p>Sekiann. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-04 23:20:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3479370816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesungguhan dan loyalitas pada perinsip-perinsip pribadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3479867062</link>
         <description><![CDATA[<p>Kesetiaan kepada tugas, pekerjaan, atau tujuan membutuhkan kesungguhan dari kita, tidak bisa dilakukan hanya setengah saja. Seringkali itu membuat kita tidak bisa melirik pada hal-hal baru yang ditawarkan.</p><p><br/></p><p><strong>Loyalitas Kepada Perinsip-Perinsip Pribadi</strong></p><p>Memiliki perinsip dalam hidup dan setia padanya adalah bentuk loyalitas di dalam diri. Awalnya perinsip-perinsip itu hanya ditanamkan oleh orangtua dan lingkungan sekitar, tapi seiring beranjaknya usia dan kia sudah bisa memilah mana yang terdengar benar dan salah, perinsip-perinsip itu muncul dari pemikiran mendalam, bukan dari slogan seadanya. </p><p>Loyalitas ini akan sulit dibangun kalau kita terlalu banyak memprotes hal-hall kecil, dan menjadikannya gosip. </p><p><br/></p><p><strong>Setan-Setan Loyalitas</strong></p><p>kepentingan diri sendiri, rasa benar sendiri, dan merasa diri paling penting adalah ketiga setan setan loyalitas, yang bisa mennghalangi datangnya loyalitas. </p><p>Meskipun setan-setan itu muncul, tapi loyalitas tetap ada di hati, dan siap untuk diterima kapan pun.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksikan :</strong></p><p><em>- Apa saja prinsip-prinsip yang dalam hidupmu dimana kamu loyal terhadapnya sampai saat ini?</em></p><p>Sebetulnya perinsipku sederhana saja, yaitu patuh kepada kebenaran, tapi ada satu masalah besar yang membuatku tidak bisa memberikan loyalitas padanya. Masalahnya aku bahkan tidak tahu apa itu kebenaran dan seperti apa dia sebenarnya. Mungkin pertanyaan selanjutnya adalah "kenapa memilih untuk setia kepada kebenaran padahal mengenalinya saja tidak?" Ya, itu cukup aneh, cuma aku sebetulnya mengenali satu ciri-ciri kebenaran: kebenaran itu benar (dan aku semakin bingung dengan kata-kataku sendiri)</p><p>Kurasa aku sebenarnya sudah memiliki perinsip, yang sudah kumiliki sejak lama, tapi perinsip itu hanya tertanam/kutanam tanpa bisa dijelaskan dengan kata-kata. mungkin kalau di jelaskan dengan kata-kata, perinsipku adalah "aku ingin mejadi orang yang berguna bagi semesta," dan itu baru salah satu dari perinsip-perinsipku. </p><p><br/></p><p><em>- Upaya apa saja yang akan atau telah dilakukan dalam rangka bersungguh-sungguh mempertahankan loyalitas terhadap prinsip tersebut?</em></p><p>Sederhana saja: sadar. Karena yang menghalangiku dari perinsip-perinsipku hanyalah hanyut dalam hal-hal receh dan lupa pada perinsipku. </p><p><br/></p><p><em>- Dari ketiga setan yang disebutkan oma CM, Setan mana yang paling sering muncul untuk menggoda loyalitasmu terhadap prinsip hidupmu?</em></p><p>Kepentingan diri sendiri, karena menurutku aku adalah orang yang terkadang cukup egois dan mementingkan diri sendiri.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:51:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3479867062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas pada diri</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3482284512</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas kita juga bisa pada kesungguhan dalam mengerjakan sesuatu. Artinya, ketika kita menerima satu tugas, kita tidak boleh mengerjakannnya setengah-setengah, harus sepenuh hati. Kita tidak boleh kegampangan lompat2 dari tugas 1 ke tugas lain. </p><p><br/></p><p>Hal lainnya adalah pada prinsip. Awalnya, prinsip adalah hal yang kita ketahui dari orangtua dan lingkungan kita, namun, ketika kita remaja dan mulai memikirkannya, barulah kita sebenarnya benar benar memiliki prinsip pribadi. Dan kita akan berpegang padanya dengan kuat. Prinsip terkuat adalah yang dasarnya agama.Karena kita dapat membentuknya sebagai keimanan.</p><p><br/></p><p><em>Refleksikan :</em></p><p><em>- Apa saja prinsip-prinsip yang dalam hidupmu di mana kamu loyal terhadapnya sampai saat ini?</em></p><p><br/></p><p>Prinsip yang paling kurasakan loyal saat ini adalah bagaimana aku akan percaya bahwa semuanya akan bertemu jalannya, karena Tuhan punya jalan. Aku berusaha untuk tidak berlarut2 dalam kegagalan karenanya. </p><p><br/></p><p><em>- Upaya apa saja yang akan atau telah dilakukan dalam rangka bersungguh-sungguh mempertahankan loyalitas terhadap prinsip tersebut?</em></p><p><br/></p><p>Dalam kesungguhan bertugas, yang paling kurasakan adalah aikido. Malas dan konflik membuatku ingin tidak lagi bersungguh sungguh pada tugas ini. Namun, aku terus mengingat tujuan utamaku, sehingga hal ini akhirnya tidak menjadi masalah.</p><p><br/></p><p><em>- Dari ketiga setan yang disebutkan oma CM, Setan mana yang paling sering muncul untuk menggoda loyalitasmu terhadap prinsip&nbsp;hidupmu?</em></p><p><br/></p><p>Aku rasa, aku seringkali merasa benar sendiri. Rasa benar ini membuatku meremehkan hal hal lain diluarku. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-08 08:02:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3482284512</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas Pada Ikatan Pribadi - Loyalitas, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3485424949</link>
         <description><![CDATA[<pre><code>LOYALITAS PADA IKATAN PRIBADI</code></pre><p>Loyalitas pada ikatan pribadi merupakan loyalitas yang bisa terbentuk dari dua cara: 1. Alami; 2. Pilihan. Bagaimanapun itu, ikatan pribadi merujuk pada mereka yang menjalin hubungan persahabatan bersama kita.</p><p>-</p><p><strong>Interupsi:</strong> sahabat mungkin bisa diartikan sebagai sosok yang hadir; mendengar dan memerhatikan entah cerita atau pemikiran, yang memberikan tanggapan entah pengakuan, kritik, hingga solusi, dalam rangkaian "mendukung kita".</p><p>-</p><p>Kepadanya kita perlu--dan wajib--untuk loyal. Ketika ia melakukakan kesalahan kita perlu menegur dengan sopan dan mengatakan kritik itu hanya kepadanya. Ia pantas mendapatkan yang terbaik dari diri kita: pemikiran-pemikiran terdalam dan harapan-harapan tertinggi, sejauh kita mampu mengungkapkannya.</p><p>Kepada sahabat sedarah kita seringkali memberi sedikit keloyalan: melakukan hanya pembicaraan sehari-hari, menawarkan pemikiran dangkal, dan memendam harapan-harapan padanya. Padahal mereka--sahabat--sangat pantas mendapatkan yang terbaik dari kita dalam kadar dan bentuk yang sesuai.</p><p>-</p><p><strong>Komentar Pancar:</strong> aku sepakat bahwa seringkali sahabat sedarah hanya menerima sedikit loyalitas kita, aku pun berharap supaya bisa lebih baik lagi. Selain itu, <mark>pemberian terbaik dalam kadar dan bentuk yang sesuai</mark> masih dan akan selalu menjadi hal yang tidak aku ketahui secara pasti.</p><p><br></p><pre><code>PIKIRAN YANG TEGUH</code></pre><p>Keteguhan hati adalah inti dari segala bentuk kesetiaan. Pria tua yang sedari pertama kali memakai sepatu selalu memesan dari pembuat yang sama, adalah penggambaran jenis kesetiaan yang mestinya kita berikan dalam berbagai aspek kehidupan. Kita seringkali kehilangan keindahan hidup karena selalu mencari yang menurut kita terbaik--entah itu pertemanan, guru, kepercayaan, atau apapun itu. Padahal hal terbaik justru mungkin ada pada kesetiaan yang kita miliki saat ini, bukan terus mencari "toko baru" untuk setiap kebutuhan hidup.</p><p>Dalam prakteknya kita bisa menjumpai hubungan yang terasa mustahil: pelanggan yang curang, penjual yang tidak jujur, hingga kerabat yang menyebalkan. Bila hubungan harus diteruskan, maka teruskanlah dengan semangat loyalitas. Namun dalam beberapa kasus lebih baik untuk melepaskan; ketika loyalitas kita tak lagi jujur. Pemutusan hubungan ini harus dilakukan dengat kesederhanaan dan martabat, bukan dengan kebencian yang kita sebarkan ke banyak orang. Loyalitas sejati menuntut kita untuk tidak memelihara rasa sakit atas luka harga diri kita.</p><p>-</p><p><strong>Komentar Pancar:</strong> dari tulisan tentang keteguhan hati ini, aku mendapatkan sebuah pandangan bahwa: dalam sebuah hubungan, peran kita tak sekadar <mark>memberi atau menerima sesuatu</mark>, melainkan <mark>menyentuh dan (mungkin) membentuk</mark> si penerima, pemberi, atau keduanya--dan itulah keindahan dalam kehidupan. Jika ada warung padang yang kurang enak namun tetap kita pertahankan hubungannya, maka pemilik toko layak menerima pemikiran dan harapan terdalam dan di waktu yang sesuai.</p><p>Selain itu pada prakteknya dalam pertemanan, dari pengalamanku justru mempertahankan pertemanan sangat sulit dilakukan. Kemampuan kita untuk berteman tak sebanding dengan kemampuan kita untuk mempertahankannya. Ini disebabkan fondasi pertemanan berupa keuntungan: materil, pengetahuan, pengalaman, maupun kemampuan. Dan menurutku sah-sah saja untuk mencari teman baru; ketidaksepahaman dan ketidaktertarikan menjadi dinding yang begitu tinggi, terlebih di dunia yang tidak ideal ini; di mana ketidaksepahaman bisa dipandang sebagai permusuhan, sehingga sangat wajar untuk memutus hubungan. Tak hanya itu, kebutuhan dalam kehidupan kita pun berganti-ganti; ada yang perlu dipenuhi berulang-kali dan ada yang hanya sekali seumur hidup. Misalnya: aku berpindah guru karena ilmu guru yang sebelumnya sudah kukuasai. Dari sini mungkin relasi baru terbuat--di mana kami saling belajar dari sesama.</p><p>Sebagai penutup komentar keteguhan hati, mungkin memutus hubungan sebagai teman, murid, guru, dan lainnya sangat wajar dilakukan--seiring bertambahnya pengetahuan dan kemampuan, namun kita perlu memerjuangkan hubungan kita yang hanya sebagai "manusia"; yang mendukung, yang saling mengupayakan kebaikan.</p><p><br></p><pre><code>REFLEKSI</code></pre><ol><li><p><strong>Mengapa kita memiliki kecenderungan untuk menjadikan kenyamanan kita sebagai tolak ukur loyalitas?:</strong> secara bawaan, setauku manusia memang hanya dan selalu mencari kenyamanan. Namun seiring berjalannya waktu, 'kenyamanan' bagi seseorang bisa dimaknai lebih luas atau lain dari sebelumnya. Menurutku ketika kita berbuat baik ada kenyamanan ketika kita melakukannya, dan mungkin sadar-tak sadar menjadi salah satu motif dibaliknya.</p></li><li><p><strong>Apakah kamu juga menjadikan kenyamananmu sebagai ukuran loyal atau tidak loyal pada pihak lain?:</strong> tentu. Paling tidak, kenyamananku adalah memenuhi kepentinganku tanpa merugikan orang lain secara kotor: aku gundah karena tidak berguna dan ingin menghilangkannya, maka aku membantu orang supaya aku kehilangan perasaan itu.</p></li></ol><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2101778172/c7035ea8570f89087085fc531ee85be0/Various_Artists_____________.mp3" />
         <pubDate>2025-06-10 16:04:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3485424949</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kesungguhan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3486777254</link>
         <description><![CDATA[<p>bentuk loyalitas pribadi yang paling tinggi adalah loyalitas terhadap prinsip-prinsip hidup kita, awalnya prinsip itu kita dengar dan membawanya dari orang lain, tetapi seiring waktu prinsi kita terbentuk sendiri, dan itulah prinsip yang membuat kita menjadi diri sendiri, bukan dari slogan-slogan yang kita dengar.</p><p>loyatias tentu saja mempunyai setan2nya sendiri, yang paling kuat diantaranya adalah;</p><p>kepentingan diri sendiri, rasa paling benar sendiri dan merasa diri paling penting, setan2 ini suka membuat kita merasa curiga yang menggoyahkan ikatan kepercayaan atau membuat kita merasa tersinggung dan sakit hati dan membuat kita tidak mau berkorban/mengalah,</p><p>walaupun setan itu sering menggangu, tapi di lubuk hati yang paling dalam loyalitas ingin membantu kita menjauhi semua itu</p><p><br/></p><p>refleksi</p><p>sejauh ini aku mungkin belum menemukan prinsip yang membuatku termotivasi untuk meloyalkanya, tapi ada satu prinsip yang aku suka memegang tegus kepadanya, yaitu 'membantu manusia/tumbuhan/hewan/semesta untuk hidup/bernapas lebih baik.</p><p><br/></p><p>mungkin untuk mempertahankanya atau mengerjakanya aku memilih mengerjakan melewati hal2 yang aku sukai. sebenarnya sih pada dasarnya hampir semua prinsip dalam hidup kita yang kita ambil itu, kita menetujui atau menyukainya.</p><p><br/></p><p>setan yang sering kali menganggu adalah paling benar sendiri, soalnya sih aku sering sekali trust issue kepada orang, mungkin aku juga trust issue karena pengalaman dibohongi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 14:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3486777254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas pada pemimpin </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3487108020</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas kepada pemimpin adalah nilai penting yang mulai jarang terlihat di zaman sekarang. </p><p>Dahulu, seperti dalam kisah <em>The Fair Maid of Perth</em> karya Sir Walter Scott, orang rela mengorbankan segalanya demi menjaga kehormatan pemimpinnya, bahkan ketika tahu pemimpinnya punya kelemahan. Kesetiaan seperti itu menunjukkan betapa besarnya rasa hormat dan tanggung jawab mereka</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 22:16:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3487108020</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas pada hubungan pribadi </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3487109453</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas itu penting banget dalam hubungan. </p><p>Baik itu keluarga, sahabat, atau orang-orang yang butuh kita. Kita harus setia dan menjaga mereka, bukan cuma karena kewajiban, tapi karena merekalah yang bikin hidup kita lebih berarti. </p><p>Dalam persahabatan, misalnya, kita harus jujur dan terbuka, kasih waktu, perhatian, dan bantuan semampu kita.</p><p><br/></p><p>Sayangnya, kadang kita malah cuek sama keluarga sendiri, ngomong seadanya, dan gak kasih perhatian yang tulus. Padahal, mereka juga layak dapet yang terbaik dari kita. Intinya, semua hubungan, baik karena darah, pilihan, atau kebetulan, pantas dipelihara dengan tulus. Soalnya, dari situlah rasa hangat dan warna hidup kita berasal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 22:20:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3487109453</guid>
      </item>
      <item>
         <title>loyalitas pada prinsip</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3487111617</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas bukan cuma soal setia pada orang lain tapi juga pada diri sendiri dan apa yang kita yakini. Setia pada prinsip artinya tetap teguh pada nilai-nilai hidup yang menurut kita benar, walau kadang tidak mudah. Nilai itu bisa berasal dari didikan sejak kecil, atau dari pemikiran dan pengalaman pribadi yang mendewasakan kita. Orang yang setia pada prinsip tidak mudah terpengaruh oleh tren, omongan orang, atau godaan hal baru yang belum tentu lebih baik.</p><p><br/></p><p>Musuh-Musuh Loyalitas</p><p><br/></p><p>Namun, loyalitas sering diganggu oleh "setan-setan" dalam diri kita sendiri. Tiga yang paling sering muncul adalah:</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Egois</strong> </p></li></ol><p>Saat kita hanya mikir untung sendiri, kita bisa mengabaikan komitmen atau janji.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Merasa Paling Benar </strong></p></li></ol><p>Kalau selalu ingin menang sendiri, kita jadi cepat marah, tersinggung, dan kehilangan ketulusan untuk setia.</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>Merasa Paling Penting</strong></p></li></ol><p>Kalau selalu ingin jadi pusat perhatian, kita sulit menghargai orang lain atau berdiri teguh dalam prinsip.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 22:25:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3487111617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>62 | Loyalitas pada Prinsip</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3489080843</link>
         <description><![CDATA[<p>Kesetiaan berlanjut pada pekerjaan atau suatu tujuan yang sebelumnya dipilih. Mungkin sewaktu-waktu ini memang akan membuat kita seperti orang yang tidak seru atau tidak menyenangkan ketika diajak melakukan hal baru, tapi CM bilang jutru itu tanda kesungguhan pada loyalitas kita. </p><p><br/></p><p>Kemudian loyalitas pada prinsip pribadi. Awalnya bisa jadi prinsip itu datang dari orang tua kita, tapi seiring berjalannya waktu dan pengalaman hidup, prinsip atau nilai itu tumbuh lewat pikiran--yang mungkin prosesnya menyakitkan. CM menyebutkan itulah prinsip sejati. Prinsip pribadi juga termasuk prinsip gagasan tentang agama. CM tidak menyarankan kita berpindah-pindah dalam aspek ini atau kita akan kehilangan pedoman dan pegangan. Lalu terombang-ambing pada hal yg terasa seru sesaat.</p><p><br/></p><p>Gangguan loyalitas bisa berawal dari hal kecil seperti mengkritik rutinitas ibadah yang dijalani, CM bilang. Setannya sendiri ada: perasaan paling benar dan paling penting dan intrik kepentingan diri sendiri. Solusinya? kita perlu berusaha mengenali dan menyadarinya lalu mengusir setan-setan itu jadi&nbsp;lebih&nbsp;mudah</p><p><br/></p><p><em>12 Juni 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-13 04:43:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3489080843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebanggaan</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3490571690</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Nafsu lahiriah –- Kebutuhan dasar manusia</p><ul><li><p>Dengan dasar pengendalian diri dan disiplin dapat dicegah</p></li></ul></li><li><p>Nafsu mata — mengejar keindahan</p><ul><li><p>Tidak semua punya berlebih</p></li></ul></li><li><p>Kebanggaan hidup</p><ul><li><p>Paling menipu</p></li><li><p>Menjadi setan yang susah diwaspadai</p></li></ul></li></ul><p><br></p><p>Refleksikan:</p><p><br></p><p><em>1. Apa sih yang kalian banggakan dari diri kalian?</em>&nbsp;</p><p>&nbsp;aku sering merasa bangga dengan hal hal kecil. Contohnya bagaimana aku belajar, mempersiapkan, atau apapun kesibukan itu. Sangat mudah bagiku untuk merasa bangga mengenainya.</p><p>&nbsp;</p><p><em>2. Apa manifestasi dari rasa bangga tersebut? Apa perilaku yang muncul dari rasa bangga tersebut?</em> Aku menceritakannya pada orang, dalam bentuk yang macam2, dan kadang jadi dilebih2kan dari sebenarnya. Sehingga, aku juga jadi semakin merasa bangga.&nbsp;</p><p><br/></p><p><em>3. Apakah kebanggaan tersebut menghalangi kerendahan hati kalian?</em></p><p>Ya, aku jadi sering menjudge’ orang karena mereka tidak sepertiku, meski sebenarnya tidak pernah aku utarakan. Tapi, bagaimana aku merasa tentang orang itu sangat mungkin sudah membuat perkataan yang kurang baik. Jadi aku setuju dengan oma CM, kebangggaan memang berbahaya. Alternatifnya menurutku adalah syukur, di mana kita jadi tidak merasa bahwa itu hasil dari kita, contohnya kta menerima nilai tinggi, kita bisa bersyukur, lega, dan evaluasi tentang apa yang terjadi karena baik, alih alih merasa overproud. Karena bar terlalu tinggi untuk kebanggaan sangatlah tipis, nyaris tidak terlihat. Menurutku, bangga itu masih boleh, tapi harus sadar, dan dibarengi dengan rasa syukur.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-15 10:18:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3490571690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart </title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3492768213</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada sebuah bentuk loyalitas tinggi yaitu Loyalitas terhadap prinsip prinsip kita sendiri. Sedari kecil kita sudah diajarkan prinsip prinsip hidup. Tapi saat kita beranjak dewasa kita terkadang memikirkan sebuah prinsip baru, entah itu dari sebuah kejadian yang menyakitkan ataupun pemikiran yang mendalam. Orang orang yang setia pada prinsip ini adalah orang orang yang setia pada dirinya sendiri, ini termasuk loyalitas tertinggi.</p><p><br/></p><p>Loyalitas juga mempunyai setan setannya sendiri, Kepentingan Diri Sendiri, Merasa Paling Penting, dan lain lain. setan setan ini membuat kita mengingkari janji janji, mengkhianati sesuatu apapun masalahnya, dari yang kecil seperti lingkungan rumah dan yang besar seperti negara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-17 05:07:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3492768213</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3492784043</link>
         <description><![CDATA[<p>CM mengatakan ada 3 pelanggaran hidup manusia, Hasrat untuk memuaskan keinginan kita yang dikatangan “naluriah” lalu nafsu mata yang membuat kita ingin mengejar sesuatu, dan kebanggan diri. Dari ketiga itu CM mengatakan bahwa Kebanggan Diri lah yang paling berbahaya.</p><p><br/></p><p>1. Apa sih yang kalian banggakan dari diri kalian? Aku bangga akan skill gambarku yang mulai membaik ahkir ahkir ini</p><p><br/></p><p>2. Apa manifestasi dari rasa bangga tersebut? Apa perilaku yang muncul dari rasa bangga tersebut? Perilaku yang muncul membuat aku makin bersemangat untuk meneruskan dan membuat yang lebih baik lagi</p><p><br/></p><p>3. Apakah kebanggaan tersebut menghalangi kerendahan hati kalian?</p><p> Jika tidak, bagaimana kalian bisa tetap rendah hati dengan rasa bangga itu? Aku rasa untuk membanggakan sesuatu kita tetap perlu rendah diri, tetap harus mengingat bahwa diatas langit masih ada langit lagi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/v1.Y2lkPWNhYmM5OTE4bjNhMzdhYjE3ZnI0Z2kyMmU0emp1YXpkaWZuYTN6emZzZjNmMm5sMCZlcD12MV9naWZzX3NlYXJjaCZjdD1n/3ohs7Ux8H7W2LbOfsY/giphy.gif" />
         <pubDate>2025-06-17 05:17:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3492784043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pelayan Pribadi Pejabat Cinta: Kerendahan Hati</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3492833642</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>BAB X</strong></p><p>Sang Rasul (entah tertuju ke yang mana) berkata bahwa ada 3 penyebab pelanggaran: </p><ol><li><p>Nafsu/hasrat Lahiriah (kebutuhan manusia)</p></li><li><p>Nafsu mata (nafsu akan hal yang indah)</p></li><li><p>Kebanggaan hidup</p></li></ol><p>Katanya kebanggaan diri ini yang paling mematikan dan menipu; kenapa demikian?</p><p><br></p><p>Berdasarkan hasil diskusi Jumat lalu, aku berakhir ke kesimpulan bahwa nafsu lahiriah dan mata itu dampak buruk terbesarnya <em>acapkali </em>dirasakan orang lain, bukan diri sendiri. Kita mungkin terkena dampak, tapi tidak setimpal biasanya. </p><p><br></p><p>Sedang rasa bangga, dampaknya buruk (stagnan, buta akan masalah pada diri kita) baik bagi diri sendiri maupun mereka yang di luar kita (bisa berujung ke kematian). </p><p><br></p><p>Ini sifatnya ngga pasti sih. Tiap kondisi bisa berbeda-beda juga bobot konsekuensi beratan diri sendiri pa orang lain-nya.</p><p><br></p><p>Tapi yang ngga kalah penting, kebanggaan diri lebih sulit dideteksi dibanding nafsu mata dan lahiriah. Kita bisa mudah mendeteksi nafsu lahiriah dan mata kita tapi tidak dengan kebanggaan hidup. </p><p><br></p><p><strong><mark>Refleksikan:</mark></strong></p><p><strong>1. Apa sih yang kalian banggakan dari diri kalian?</strong></p><p>Kurasa aku bisa dibilang bangga akan perkembangan/kemajuanku sejauh ini (diriku yang dulu-sekarang), apapun itu. </p><p><br></p><p>Misalnya saja dalam kualitas keputusan-keputusan yang aku buat saat ini, bagaimana aku tidak merasa grogi samsek saat pertama kali ditunjuk menjadi mc di acara zoom berisi 200-an orang (ASELI AKU GA EKSPEK BNGT YG ITU, I MADE IT!), atau progressku dalam belajar musik (pdhal sudah pesimis). </p><p><br></p><p>Aku rasa aku punya banyak gebrakan tahun ini, lingkunganku juga positif sekali dalam mendorongku berkembang (shoutout salah satunya untk PON dan teman-temanku). Terhura dan dipenuhi dengan rasa syukur de. Terima kasih sangat-sangat.</p><p><br></p><p><strong>2. Apa manifestasi dari rasa bangga tersebut? Apa perilaku yang muncul dari rasa bangga tersebut?</strong></p><p>Ntar ya, coba kurasain. </p><p><br></p><p>Rasanya tuh, aku jadi mau meluangkan waktu untuk merenung dan membiarkan diriku dipenuhi rasa girang gitu. Aku pengen cepet-cepet punya gebrakan lagi deh rasanya. </p><p><br></p><p>Aku juga tidak merasa serendah diri dulu, aku lebih percaya diri dengan kemampuan diriku (dan kemampuanku belajar). Banyak-banyak bersyukur gitu deh, karena aku sendiri ngga nyangka aku bisa memiliki kemajuan sejauh yang aku rasakan sekarang dalam waktu relatif singkat. </p><p><br></p><p><strong>3. Apakah kebanggaan tersebut menghalangi kerendahan hati kalian?  Jika tidak, bagaimana kalian bisa tetap rendah hati dengan rasa bangga itu?</strong></p><p>Menurutku sampai saat ini tidak (belum). Kurasa ada dua bahan utama untuk resep ini:</p><ol><li><p><mark>Aku menghindari membandingkan diriku sendiri dengan orang lain.</mark> Pernah sih pernah sekilas, cuma aku langsung mengkoreksi diriku sendiri karena merasa bersalah. Alasannya sih ya cuma sekadar karena aku tahu rasanya tidak enak dibandingkan sama orang lain, aku sendiri juga tidak <em>merasa baik</em>. </p><p><br></p><p>Maksudnya merasa tidak baik gimana sih? Selain merasa nuraniku yang terganggu (merasa bersalah), aku berasa ditekan dalam kompetisi yang melelahkan (bahkan ketika aku yang unggul) kalau terus-menerus memikirkannya dan membandingkan. Karena kan rasanya aku harus unggull terus tanpa cela dari waktu ke waktu, dan itu melelahkan dan mengkhawatirkan. </p><p><br></p><p>Yah aku sampai di kesimpulan bahwa, meski suka rasanya menang dari orang lain aku lebih suka fokus dengan diriku sendiri, lebih tidak menyita kapasitas pikiran dan "merdeka" rasanya.</p></li></ol><p><br></p><ol start="2"><li><p><mark>Mungkin karena aku tidak pernah benar-benar memikirkan/menganggap benar pujian orang lain. </mark>Apresiasi tulus yang tidak dilebih-lebihkan menyenangkan sih rasanya, tapi entah kenapa seringnya aku malah merasa cringe/alay dengan pujian yang sejauh ini kuterima, kayak geli ngga nyaman gitu aseli deh WKWK (mff banget untuk semua orang yang kena lontaran "ALAY" aku di tengah momen terhura mereka). </p></li></ol><p><br></p><p>Biasanya perasaan begini terjadi karena aku merasa orang terlalu melebih-lebihkan sih, kadang juga karena aku merasa bersalah.</p><p><br></p><blockquote><p>Pujian orang soalnya beragam sekali, ada pujian langsung, ada juga pujian banding-bandingin dengan orang lain atau diri mereka sendiri. Tolong banget mah untuk siapapun yang mengira bahwa memuji dengan cara merendahkan diri kalian atau orang lain itu baik tolong dihentikan, aseli aku malah jadi merasa bersalah dan rasa tidak nyamannya itu nambah 2x lipat🙏</p></blockquote><p><br></p><p>Aku rasa mudah untuk rendah hati jika melakukan dua hal itu: Tidak membandingkan diri dengan orang lain dan tidak terlalu memikirkan pujian yang dilontarkan pada kita. Kayak, ya yaudah trims aja gitu (maks). Fokus, kejar targetnya bukan validasinyah. </p><p><br></p><p>Sekian resepnya. Semoga nyaman dicerna.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-17 05:52:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3492833642</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of Heart.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3493839564</link>
         <description><![CDATA[<var>Kebanggan Hidup</var><p><br></p><p>Sang rasul mengatakan kalau ada 3 penyebab pelanggaran dalam diri manusia, yaitu nafsu mata yang mengejar keindahan dan menjadikan nya seluruh kehidupan, nafsu lahiriah adalah hasrat untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, dan juga kebanggaan hidup.<br></p><p>Oma CM menganggap kalau kebanggan hidup adalah pelanggaran yang paling membahayakan karena ialah yang paling menipu.&nbsp;</p><p><br></p><p>Orang orang yang tumbuh di dalam lingkungan dengan prinsip prinsip pengendalian diri akan sangat waspada terhadap nafsu lahiriah, nafsu mata juga tidak begitu menarik ketertarikan, tapi tidak ada yang bisa mewaspadai kehadiran dari kebanggan hidup.&nbsp;<br></p><p>Kebanggan hidup, betapapun kuatnya dan apapun bentuknya tetaplah setan. Pelayan dari kekuatan yang lebih kuat darinya.&nbsp;</p><p><br></p><var>Refleksi&nbsp;</var><p><br></p><blockquote><p><em>Apa sih yang kalian banggakan dari diri kalian?</em></p></blockquote><p><br></p><p>I’m proud of my ability to sing.<br></p><blockquote><p><em>Apakah kebanggaan tersebut menghalangi kerendahan hati kalian?</em></p><p><em>Jika ya, apakah itu membahayakan orang lain juga?</em></p><p><em>Jika tidak, bagaimana kalian bisa tetap rendah hati dengan rasa bangga itu?</em></p></blockquote><p><br></p><p>Aku selalu remind diri aku sendiri kalau di atas aku akan ada orang dengan kemampuan yang lebih baik dari aku. Jadi aku gak akan merasa besar kepala dan rasa bangga diri ku pun gak akan menghalangi kerendahan hati ku.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/44283f3fd28c66044f04c64255fa877a/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-06-18 01:25:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3493839564</guid>
      </item>
      <item>
         <title>63 |  Pelayan Pejabat Cinta: Kerendahan Hati --&gt; Kebanggaan Hidup</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3494230534</link>
         <description><![CDATA[<p>Sang rasul--entah siapa tepatnya--menegemukakan tiga alasan yang membuat manusia masuk jurang "kegelapan". Pertama nafsu lahiriah, lalu nafsu mata, dan ketiga adalah kebanggan hidup. Yang terakhir ini menurutnya paling berbahaya. Aku bayangkan karena kebanggaan ini seperti <em>imposter</em>, dia tidak terlihat jelas buruknya.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Apa sih yang kalian banggakan dari diri kalian?</p><ul><li><p>Sepertinya dalam beberapa hal aku merasa bangga jadi kaum minoritas (atau dalam kamusku: beda sendiri). Misalnya dengan status homeschooling, nggak butuh pacaran, suka baca buku, tertarik sama filsafat dan antropologi, nggak punya second account, lagi belajar investasi, dan lainnya--yang aku tahu kebanyakan masyarakat dan anak seusiaku justru melakukan hal sebaliknya atau menjauhinya. Singkatnya, rasa bangga itu ada ketika aku jadi manusia yang tidak umum.</p><p><br/></p></li></ul><p>Apa manifestasi/ perilaku yang muncul dari rasa bangga tersebut? </p><ul><li><p>Tentunya bermacam-macam, tapi bisa dikatakan semua sering segaris dengan hasrat untuk unggul. </p><p><br/></p></li></ul><p>Apakah kebanggaan tersebut menghalangi kerendahan hati kalian?</p><ul><li><p>Kadang iya, terkadang juga tidak. Iya, kalau kasusnya kebanggaan ini terkena didiskriminasi. Tidak, kalau konteksnya orang merespon dgn positif atau tidak merespon apa pun terkait kebanggan ini. Gampangnya mungkin kalau "diserang" aku akan difensif, kalau baik-baik aja kenapa harus cari masalah?</p><p><br/></p><p>Perkara membahayakan orang atau tidak, aku rasa kita tidak bisa mengontrol. Yang bisa kujaga sebagai individu adalah meluruskan niat, dan sebisanya melakukan manifestasi kebanggan ini dengan baik dan benar.</p></li></ul><p><br/></p><p>Catatan: Tapi tetap saja semua perlu terus diwaspadai dan direfleksikan, bisa saja ini termasuk kebanggan buruk yang menyamar.</p><p><br/></p><p><em>18 Juni 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-18 05:44:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3494230534</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebanggaan hidup</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3494500081</link>
         <description><![CDATA[<p>Sang rasul mengatakan kalau ada 3 setan dasar yang sering menghalangi manusia. Yang pertama, nafsu lahiriah, nafsu dasar manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar. kedua, Nafsu mata, yang membuat haus akan keindahan, dan ketiga adalah kebanggaan hidup. Diantara ketiganya, yang terakhir adalah yang paling berbahaya, karena kebanggaan menghalangi datangnya rendah hati, dan kebanggaan juga bisa menghancurkan orang lain di sekitar kita.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>1. Apa sih yang kalian banggakan dari diri kalian?</em></p><p>Aku memiliki kebanggaan pada diri sendiri yang selalu kurahasiakan dari orang lain, karena menurutku ketika kebanggaan dari diri itu kuberitahu, kebanggaan itu akan semakin meluap dan membuatnya makin sulit dikendalikan. </p><p><em>2. Apa manifestasi dari rasa bangga tersebut? Apa perilaku yang muncul dari rasa bangga tersebut?</em></p><p>Menurutku kebanggaan pada diri sendiri bisa mengakibatkan seseorang jadi merasa dirinya yang paling benar, tidak mau mendengarkan orang lain, dan mungkin tidak mau belajar lebih jauh lagi. </p><p><em>3. Apakah kebanggaan tersebut menghalangi kerendahan hati kalian?</em></p><p><em> Jika ya, apakah itu membahayakan orang lain juga?</em></p><p><em> Jika tidak, bagaimana kalian bisa tetap rendah hati dengan rasa bangga itu?</em></p><p>Kurasa kebanggaan pada diri sendiri yang ada dalam diriku terkadang membuatku merasa paling benar, dan berakibat menghalangi kerendahan hati, dalam bentuk tidak peduli pada orang lain. Tapi kurasa itu tidak membahayakan orang lain, tapi terkadang menyakiti orang lain, yang ujung-ujungnya sama dengan membahayakan diriku sendiri.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-18 09:55:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3494500081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebanggan hidup</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3496012817</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Sang rasul mengemukakan bahwa  ada 3 pelanggaran dalam diri manusia, yaitu adalah:</p><p>Nafsu lahiriah: yang mengininkan kebutuhan hidup dasar manusia</p><p>Nafsu mata: yang mengejar sesuatu hal yang menjadikan pengejaranya indah</p><p>Dan yang paling berbahaya adalah kebanggan dikarenakan kita tidak tahu tepat dimana batasan antara kebanggaan baìk dan yang tidak baik. Sedangkan nafsu2 lain bisa di ukur serta diawasi</p><p><br></p><p>Refleksi</p><p>Sejauh ini belum ada kebanggan yang bisa aku banggakan dengan bangga.</p><p>Aku belum bisa membanggakan diri karena belum sampai ke target di mana aku berpikir bahwa itu baru patut untuk di banggakan, malah masih agak jauh dari target.</p><p>Sebenarnya bukan kerendahanhati yang muncul, tetapi rasa malu/minder/takut yang muncul, dan kebanyakan suka salah mengira/melihat kalau itu adalah rendah hati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-19 13:04:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3496012817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>L. Pada Prinsip-Prinsip Kita - Loyalitas, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3497278350</link>
         <description><![CDATA[<pre><code>KESUNGGUHAN</code></pre><p>Prinsip-prinsip kesetiaan tentu berlaku pada kesetiaan terhadap pekerjaan, atau tujuan yang kita pilih. Kesetiaan ini menuntut kita untuk berusaha maksimal; fokus dan tidak setengah-setengah. Namun dengan kesetiaan ini kita bisa dianggap kurang antusias, membosankan, atau tidak ramah ketika ada yang menawarkan sesuatu yang baru pada kita; karena kesetiaan ini menuntut fokus pada hal tersebut sehingga tertutup terhadap hal baru.</p><p>-</p><p><strong>Komentar Pancar:</strong> mungkin salah satu prinsip kesetiaan yang dimaksud adalah komitmen. Komitmen terhadap sesuatu memberikan kita sebuah tanggung jawab, dan dengannya kita bisa fokus; fokus hadir ketika kita tau apa yang hendak kita lakukan. Menurutku, ketika berbicara tentang loyalitas pada pekerjaan atau tujuan, kita perlu secara mendalam mengerti arti dari hal tersebut; apakah itu bagian dari rangkaian, atau inti kehidupan kita. Dengan begini kita jadi punya pemahaman lebih terkait alasan melakukan, efek dari, dan dampak dari hal yang kita komitmenkan terhadap tujuan kita. Ini membuat kita mengetahui sejauh mana loyalitas perlu kita wujudkan dan mengapa demikian. Aku pikir, kita tak membahas kesungguhan dangkal atau buta.</p><p><br></p><pre><code>LOYALITAS PADA PRINSIP KITA</code></pre><p>Loyalitas pada prinsip merupakan salah satu keloyalan tertinggi. Awalnya nilai-nilai ditanamkan pada kita semasa kecil, seiring kita bertumbuh prinsip-prinsip kita pun berubah; yang tadinya sebatas slogan-slogan menjadi sesuatu yang sudah kita pikirkan secara mendalam, atau yang kita dapatkan dengan kepahitan. Inilah prinsip-prinsip diri yang sejati; yang kita temukan melalui pemikiran yang jujur, bukan semboyan yang diulang-ulang oleh banyak orang.</p><p><br></p><p>Agama mungkin merupakan prinsip tertinggi, dan bukan iman kepada Tuhan--melainkan agama yang kita anut sebagai wujud keimanan pada Tuhan.</p><p>-</p><p><strong>Interupsi:</strong> dari perhitunganku, kita tak bisa hanya mengimani Tuhan untuk melakukan sesuatu dengan 'baik', karena itu kita butuh pemahaman mengenai 'baik', dan itulah agama/prinsip. Agama merupakan perantara keimanan pada Tuhan menuju tindakan yang (kita yakini) harus atau tidak boleh dilakukan. Namun dengan loyal kepada iman pada Tuhan, kita bisa menelusuri kembali apa itu baik-buruk. </p><p><br></p><p>Jika mencoba mengartikan agama sebagai sistem kepercayaan yang sudah ada: Islam, Kristen, etc, dan menganggapnya sebagai prinsip tertinggi; menurutku pernyataan ini hadir karena agama memberikan kejelasan (bukan karena (pasti) benar), dan kejelasan ini adalah keunggulan dalam kehidupan bermasyarakat. Jika diartikan sistem kepercayaan secara luas: sistem kepercayaan apapun, menurutku tidak ada salahnya menganggap iman pada Tuhan sebagai prinsip tertinggi.</p><p>-</p><p>Dalam pencarian kita akan prinsip, ada sebuah pedoman: loyalitas menuntut kita untuk tidak mudah berpindah-pindah pada bentuk agama atau gagasan baru. Kebiasaan mengkiritk hal-hal kecil seperti pendeta, pemuka agama, maupun ibadah yang biasa--bisa membuat kita tidak stabil.</p><p>- </p><p><strong>Komentar Pancar:</strong> di luar mana prinsip tertinggi, aku mencoba menerka latar serta maksud dari bahasan. Ada penekanan bahwa kita tidak boleh mudah berpindah prinsip (agama atau gagasan). Menurutku intensi dari bacaan lebih menuju pada 'keterombang-ambingan dalam mencari prinsip'--alih-alih prinsip yang benar, bacaan sedang memberikan pedoman serta mengingatkan bahwa pencarian akan prinsip haruslah dengan mendalam; bukan karena hal itu seru; bukan karena ketiaksukaan/kebencian dangkal; karena itu semua hanya menyesatkan kita.</p><p><br></p><pre><code>Setan-Setan Musuh Loyalitas</code></pre><p>Ada setan-setan dalam diri yang bekerja untuk menghancurkan kesetiaan. 3 terkuat di antaranya mungkin: 1. Kepentingan Diri Sendiri; 2. Rasa Paling Benar Sendiri; 3. Merasa Diri Paling Penting.</p><ol><li><p><strong>Kepentingan Diri Sendiri</strong>: membuat kita hanya fokus memenuhi keuntungan pribadi kita--bahkan dengan melanggar janji.</p></li><li><p><strong>Rasa Paling Benar Sendiri</strong>: membuat kita mudah terluka dan tersinggung oleh hal-hal kecil yang tak perlu, ini bisa membuat kedekatan menurun dan memicu kepentingan yang berpusat pada diri sendiri.</p></li><li><p><strong>Merasa Diri Paling Penting</strong>: tidak memberikan tempat utama pada kepentingan orang lain, berlaku baik dari skala negara sampai rumah.</p></li></ol><p>- </p><p><strong>Komentar Pancar</strong>: ...</p><p><br></p><pre><code>REFLEKSI</code></pre><p>1: Melakukan sesuatu selama itu bisa 'menguntungkan'. Pengertian prinsip ini bisa berubah begitu saja mengikuti keadaan. Aneh memang, aku pun tak mengerti.</p><p><br></p><p>2: Tidak ada, justru aku mempertanyakan prinsipku demi prinsip yang lebih kokoh</p><p><br></p><p>3: Merasa diri paling penting seringkali membuatku lupa akan kehidupan orang lain. Pada dasarnya aku hanya melakukan sesuatu karena sebuah alasan, alasan itulah yang selalu dikepalaku ketika bertindak (meski tak melulu kepentingan diri sendiri).</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/4EVwKp8hDRmxrT6Dzu6aBc" />
         <pubDate>2025-06-20 15:07:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3497278350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebanggan Hidup - Pelayan Pribadi Pejabat Cinta: Kerendahan Hati, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3497309162</link>
         <description><![CDATA[<pre><code>KEBANGGAAN HIDUP</code></pre><p>Seorang Rasul mengatakan tiga penyebab pelanggaran dalam diri manusia: 1. Nafsu Lahiriah: hasrat untuk memuaskan keinginan kita sebagai manusia; 2. Nafsu Mata: hasrat yang membuat pengejaran keindahan adalah keseluruhan hidup--bukan sebagian; 3. Kebanggan Hidup. Dari ketiga itu mungkin yang terakhirlah yang paling berbahaya. Orang yang terlatih dan disiplin bisa dengan mudah mengontron nafsu-nafsu sebelumnya, namun kebanggaan hidup lebih sulit diwaspadai. Kebanggaan betapapun perkasa dan beragam bentuknya hanyalah setan: pelayan dari kekuatan lain yang lebih besar dari dirinya sendiri.</p><p>-  </p><p>Komentar Pancar: dari bacaan ini aku berkesimpulan bahwa kebanggaan adalah sesuatu yang buruk: 1) ia sulit diwaspadai 2) ia adalah setan: perwujudan dari kekuatan lain yang lebih besar dari dirinya. Ada banyak pengertian mengenai 'proud', dalam situs <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://dictnionary.com">dictnionary.com</a> pada konteks diri ada empat pengertian: 1) merasa senang atau puas atas sesuatu yang dianggap terhormat atau berharga bagi diri sendiri 2) memiliki, berasal dari, atau memperlihatkan pendapat yang tinggi tentang martabat, kepentingan, atau keunggulan diri sendiri 3) memiliki atau menunjukkan rasa hormat atau harga diri 4) sangat memuaskan perasaan atau harga diri. Dari ke-empat pengertian di atas pengertian 1 menekankan kesenangan/kepuasan atas sesuatu yang terhormat bagi diri, pengertian 2 menekankan superioritas diri; martabat, kepentingan, keunggulan diri, pengertian 3 menandakan seseorang hormat pada diri/memiliki harga diri, pengertian 4 meggambarkan kondisi perasaan yang sangat terpuaskan oleh sesuatu.</p><p>Dari ke-empat pengertian tersebut aku menduga pengertian 2 lah yang dimaksud; di mana seseorang merasa lebih mampu, bijak, hebat, dan lainnya, dibanding orang lain. Ketika mempertanyakan tingkat kewaspadaan untuk kebanggan hidup, aku merasa rasa superior bisa saja bergabung dengan apresiasi diri; hal ini memerlukan refleksi jujur terhadap niat dari kebanggan diri supaya bisa terhindar darinya. Bercermin pada diri, aku menemukan bahwa waktu yang aku alokasikan untuk menghadapi sesuatu yang nyata cukup banyak--dan mungkin lebih banyak dibanding menelusuri diri, dan dengan kehidupan yang makin sibuk waktuku untuk melihat diri-menelusuri niat-niatku pun berkurang; bisa saja niat awal telah tergantikan oleh niat lain. Artinya, salah satu kemampuan 'kebanggan diri' ialah mengendap-endap, yang mana perlu refleksi jujur oleh diri--dan hal ini mungkin jarang dilakukan di dunia yang sibuk ini. Namun aku pikir bukan mengendap-endap saja yang membuat kebanggan diri dinyatakan paling berbahaya. Masa kini birahi bisa dikatakan cinta; sama-sama berselimut dibalik sesuatu yang lain maknanya.</p><p>Aku tak benar-benar mengerti apa yang membuat kebanggan hidup sulit diwaspadai--mungkin karena alasannya yang begitu besar. Namun aku tak benar-benar tau apa motifnya lebih besar dari keinginan naluriah atau keindahan; karena kupikir ini kunci jawabannya.</p><p><br></p><pre><code>REFLEKSI</code></pre><p>1: Pertempuran diri yang aku menangkan untuk sebuah kepentingan jangka panjang; melawan nafsu, keinginan keindahan, kebanggan hidup.</p><p>2: Secara esensial: pengakuan atas pemikiran dan perasaan bangga, selanjutnya bisa bervariasi: upload story, bengong, atau apapun itu. Perilaku atas rasa bangga tergantung pengertian 'bangga', dalam pengertian apresiasi aku merasa hidupku lebih layak diperjuangkan--dan aku coba perjuangkan, dalam pengertian besar hati/superior aku cenderung memandang remeh orang lain.</p><p>3: Dalam pengertian 1 tidak, pengertian 2 iya.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/4ShVovnLIlObG43vwaCRkJ" />
         <pubDate>2025-06-20 16:11:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3497309162</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kita Semua Terlahir dengan Kerendahan Hati</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3500183351</link>
         <description><![CDATA[<p>Katanya, kita semua lahir dengan kerendahan hati, pejabat hati yang anggun dan sanggup menundukkan. Menundukkan apa?<br></p><p>Diceritakan bagaimana orang Yahudi diminta untuk rendah hati layaknya anak-anak untuk bisa masuk ke dalam kerajaan surga. Ada dua jenis kerendahan hati, Kristus dan anak kecil. Anak-anak terlihat polos dan sederhana tapi sebenarnya mereka sosok yang menampakkan kerendahan hati yang ilahi.&nbsp;</p><p><br></p><p>Jujur aku bertanya-tanya dalam rentang usia berapa anak-anak yang dimaksud Oma ceem.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Soalnya, belum lama ini aku bertemu anak-anak SD di acara membaca buku PKBM (dimana mereka membaca, lalu diminta menceritakan isi buku)--dan aku bisa bilang anak-anak "bisa" dan mungkin sekali untuk merasa bangga.</p><p><br/></p><p>Dalam kasus ini, si anak merasa superior karena membawa ensiklopedia dari rumah, alih-alih membaca buku cerita anak di PKBM seperti anak lain pada umumnya. Dan ini terjadi tanpa ada orang dewasa yang menginisiasi. </p><p><br/></p><p>Perilaku yang muncul dari rasa superioritas ini adalah, dia tidak mendengarkan/menghargai teman sebayanya yang menceritakan isi buku mereka.&nbsp;<br></p><p>Jadi, dari rentang usia berapa anak-anak rendah hati yang oma ceem maksud? Apakah anak seumuran adikku (cecep) yang bahkan masih belum bisa untuk berbicara dengan lugas?&nbsp;<br></p><p><strong><mark>Refleksi:</mark></strong></p><p><strong>Menurutmu apa sih yang menjadi keunikan anak kecil sehingga mereka jadi salah satu patokan untuk memahami kerendahan hati menurut oma CM?</strong><br></p><p>Oke, sebelumnya, apa itu rendah hati? Menurutku rendah hati adalah kondisi dimana seseorang memiliki sesuatu (entah pengetahuan, barang atau apapun itu), tapi tidak besar hati karenanya.&nbsp;<br></p><p>Besar hati adalah, ketika kita menjatuhkan orang lain atau merasa superior dibanding yang lain (padahal cuma kita besar-besarkan saja). Tidak benar-benar superior.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Nah, kalau anak-anak dikatakan rendah hati, berarti, bisa dibilang anak-anak "memiliki sesuatu, tetapi tidak besar hati."<br></p><p>Tunggu dulu, memangnya apa yang anak miliki?&nbsp;</p><p><br/></p><p>Dari bacaan Oma ceem aku memaknainya begini sih: anak-anak biasanya kita anggap tidak mengetahui suatu apapun, kita anggap mereka "polos dan sederhana" (tidak memahami kompleksnya kehidupan) padahal sesungguhnya tidak sedangkal itu.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Tapi apakah iya tidak sedangkal itu? Aku ragu.</p><p><br/></p><p>Lanjut pertanyaan selanjutnya, apa yang bisa jadi mendorong anak-anak untuk tidak besar hati?<br></p><p>1. Empati lebih. Aku rasa ini salah satu hal yang hanya dimiliki oleh mayoritas anak-anak, sebab rasa peka ini bisa pudar seiring berjalannya waktu.&nbsp;<br></p><p>Ketika seseorang peka terhadap perasaan orang lain dan kesusahan yang mereka miliki, itu bisa membantunya terhindar dari keinginan menyombongkan diri/rasa bangga. Karena menimbulkan perasaan tidak enak.&nbsp;<br></p><p>Setidaknya itu yang kurasakan kala kecil (seingetku).&nbsp;<br></p><p>2. Kalau insecure, alih-alih meninggi (sombong) untuk mengubur rasa insecure mereka, anak-anak cenderung malah jadi malu/rendah diri.&nbsp;<br></p><p>Yang aku lihat sih begitu, meski belum menemukan datanya.&nbsp;Aku tidak tahu penjelasan kenapa oma ceem menyebut penebusan, anak-anak dalam kerendahan hati ini, juga apa yang ditundukkan kerendahan hati. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-24 06:07:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3500183351</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of Heart.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3500640790</link>
         <description><![CDATA[<var>Kita Semua Terlahir Dengan Kerendahan Hati.&nbsp;</var><p><br></p><p>Menurut oma CM kita semua terlahir dengan kerendahan hati, si pejabat hati yang anggun namun kuat untuk menundukan. Ia juga berkata kalau tuhan pernah mengatakan pada para orang orang yahudi, bahwa hanya dengan merendahkan hati layaknya anak anak mereka mampu masuk kedalam kerajaan surga. Tempat di mana jiwa jiwa dengan kerendahan hati menetap.</p><p><br></p><p>Kita seringkali melihat anak kecil sebagai sosok yang polos dan sederhana, bukan rendah hati, padahal hanya dengan mempelajari kerendahan hati mereka kita akan menemukan apa yang dimaksud sebagai pemikiran Ilahi.</p><p><br></p><var>Refleksi&nbsp;
</var><blockquote><p><em>Menurutmu apa sih yang menjadi keunikan anak kecil sehingga mereka jadi salah satu patokan untuk memahami kerendahan hati menurut oma CM?</em></p></blockquote><p><br></p><p>Mungkin karena anak kecil masih sedikit sekali atau bahkan tidak pernah punya keinginan untuk menyombongkan diri mereka sendiri. Kerendahan hati anak anak mungkin dinilai oleh oma CM sebagai kerendahan hati yang masih <em>pure </em>dan tulus, berbeda dengan orang dewasa yang kadang kala merendahkan hati mereka karena keterpaksaan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/6f8a9d3050fa41e4dac7b9972ab91435/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-06-24 14:16:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3500640790</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati - Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3500980283</link>
         <description><![CDATA[<pre><code>KITA SEMUA LAHIR DENGAN KERENDAHAN HATI</code></pre><p>Kerendahan hati adalah pejabat yang anggun, rupawan, dan kuat untuk menundukkan, dan ia pasti ada dalam diri semua anak manusia. Kepada orang-orang Yahudi Tuhan berkata: kecuali mereka merendahkan hati dan menjadi seperti anak kecil, maka mereka tak bisa masuk ke kerajaan surga.</p><p><br></p><p>Kita sering menganggap anak kecil adalah polos alih-alih rendah hati, namun hanya dengan mempelajari kualitas anak-anaklah kita menemukan apa itu kerendahan hati dalam pemikiran ilahi. Kita hanya memiliki sua kerendahan hati yang memandu kita: 1) Kristus karena ia rendah hati 2) Anak-anak karena Kristus mengatakan mereka rendah hati.</p><p>-</p><p><strong>Komentar Pancar</strong>: sebelumnya aku menginterpretasikan kerendahan hati-anak kecil sebagai penekanan bahwa semua manusia terlahir dengan kerendahan hati. Dan anak kecil pun bisa besar hati, namun dalam kasusku mereka besar hati ketika dipicu dari tekanan luar sebagai kebutuhan terhadap perhatian oleh lingkungannya. Bagiku, kerendahan hati yang dimiliki anak kecil adalah karena ketidaktahuan mereka dan ketiadaan hasrat besar hati: 1) anak kecil tidak mengetahui status ketika telah melakukan sesuatu, mereka menilai sesuatu dari yang nyata: bersepeda itu menyenangkan bukan keren 2) dalam interaksinya dengan lingkungan alih-alih (sebatas) ingin dipuji/diakui kehebatannya, anak-anak ingin diperhatikan--mendapatkan kasih sayang. Secara singkat, mereka tidak tau apa itu keren-tidak keren, dan tidak perlu besar hati untuk mendapat perhatian lingkungannya.</p><p><br></p><p>Namun interpretasi ini kupertanyakan ulang karena dikatakan bahwa kerendahan hati kuat untuk menundukkan, dan dari dua definisi (wikipedia dan dictionary) menekankan pengakuan kerendahan diri: "saya tidak ada apa-apanya dibanding ...". Dengan demikian, apa anak kecil punya kebesaran hati yang ia tundukkan?, punya kesadaran akan diri dan semesta untuk mengatakan "saya tidak ada apa-apanya dibanding ...", kupikir tidak.</p><p><br></p><p>Sekiranya, inilah beberapa kemungkinan yang aku simpulkan atas kebingunganku: 1) pengertian kata antara CM denganku berbeda 2) 'Kerendahan Hati' CM hanya menekankan ketiadaan besar hati (bukan penundukan 3) pandangan CM keliru karena ada kenyataan yang tidak sesuai.</p><p><br></p><pre><code>REFLEKSI</code></pre><blockquote><p>Menurutmu apa sih yang menjadi keunikan anak kecil sehingga mereka jadi salah satu patokan untuk memahami kerendahan hati menurut oma CM?</p></blockquote><p>Menurutku anak kecil (lahir dengan) tidak punya keinginan berbesar hati. Secara singkat, ia tidak paham status keren-tidak keren. Ketika anak kecil berbesar hati, menurutku ia sudah paham konsep keren-tidak keren; dan sebagai upaya diterima lingkungannya ia berbesar hati.</p><p><br></p><p>Apa ini bisa jadi salah satu patokan untuk memahami tulisan CM? aku tidak tau apa asumsiku sesuai dengan realita. Tapi inilah yang aku pikirkan.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/2A4tR4QDClfEIy08jw3t1D" />
         <pubDate>2025-06-25 00:19:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3500980283</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan hati</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3500988147</link>
         <description><![CDATA[<p>Semua orang memiliki kerendahan hati sejak lahir. Kerendahan hati sangatlah indah dan menyenangkan, makanya orang-orang Yahudi percaya kalau Tuhan berkata kepada mereka "Jika kalian tidak rendah hati seperti anak kecil, kalian tidak akan bisa masuk kedalam kerajaan surga" </p><p>Kebanyakan orang menganggap anak kecil hanya tidak tau apa-apa dan polos, jarang ada yang merasa mereka rendah hati. Oma CM mengatakan ada dua contoh kerendahan hati; pertama Kristus, kedua anak-anak kecil, karena Dia menyatakan kalau mereka rendah hati. Bahkan, jika kita ingin mempelajari rahasia kerendahan hati atau keindahannya, cukup perhatikan kerendahan hati anak kecil.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><em>Menurutmu apa sih yang menjadi keunikan anak kecil sehingga mereka jadi salah satu patokan untuk memahami kerendahan hati menurut oma CM?</em></p><p><br/></p><p>Di awal Oma CM sudah mengatakan kalau kita semua terlahir dengan kerendahan hati. Kalau menurutku kerendahan hati akan berkurang ketika kita semakin dewasa, karena orang dewasa sudah teracuni keegoisan dan mengetahui kalau mereka tahu banyak hal.</p><p>Keunikan anak kecil yang berhasil ku perhatikan, menurutku mereka seringkali menuruti apa kata orangtua mereka (kecuali lagi berniat usil) dan mereka juga tidak menyombongkan diri. Kalaupun mereka menyombongkan diri, itu hanya menjadi sekedar main-main saja, bukan serius atau membuat mereka saling dendam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-25 00:23:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3500988147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 60 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3501345363</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada yang mengatakan bahwa pelanggaran yang ada di dalam diri manusia terdiri dari tiga hal, yaitu nafsu lahiriah, nafsu mata, dan yang terakhir adalah kebanggaan hidup. Dari ketiganya ini, yang terakhirlah yang paling sulit untuk ditaklukkan. Orang-orang yang sudah biasa dengan disiplin dan pengendalian diri, akan dengan mudah mengendalikan nafsu lahiriah mereka. Begitu juga dengan nafsu mata yang tidak terlalu berpengaruh bagi kita semua. Berbeda dari keduanya itu, kebanggaan hidup sangat sulit untuk kita kendalikan. Kebanggaan mau bagaimanapun itu bentuknya, ia tetap adalah setan dari kerajaan yang ada di dalam diri kita. </p><p><br/></p><p><strong>Apa sih yang kalian banggakan dari diri kalian?</strong></p><p>Aku bangga karena aku merasa kalo aku adalah orang yang sangat perasa dan mudah berempati. Aku bisa dengan mudah merasakan apa yang orang lain rasakan. Jadi hal itu bisa dengan lebih mudah membantuku memahami mereka.</p><p><br/></p><p><strong>Apa manifestasi dari rasa bangga tersebut? Apa perilaku yang muncul dari rasa bangga tersebut?</strong></p><p>Rasa bangga ini membuatku jadi lebih perhatian kepada orang lain. Aku sering mendengarkan cerita teman, mencoba menghibur orang yang sedih, atau membantu mereka yang kira-kira butuh bantuanku.</p><p><br/></p><p><strong>Apakah kebanggaan tersebut menghalangi kerendahan hati kalian?</strong></p><p>Kadang iya. Karena merasa sangat peka terhadap perasaan orang lain, aku jadi merasa terbebani karena selalu ingin menyenangkan semua orang. Akibatnya, aku jadi sulit menolak sesuatu karena takut mereka kecewa dab tersinggung. Ini tidak hanya melelahkan diri sendiri, tapi jadi membuatku selalu ingin tampil dengan sempurna dan kesannya bisa melakukan segalanya. Aku jadi tidak rendah hati untuk berkata tidak dan mengakui ketidakmampuan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-25 04:20:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3501345363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 61 Kelas Ourselves </title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3501366000</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita semua terlahir dengan kerendahan hati, si pejabat hati yang anggun namun juga kuat untuk menundukkan. Tuhan sendiri pernah berkata kepada orang-orang Yahudi, bahwa hanya dengan mereka merendahkan hati seperti anak-anak kecil yang polos, mereka dapat masuk ke dalam kerajaan Surga. </p><p><br/></p><p>Hanya dengan kita menjadi seperti anak-anak kecil, kita jadi dapat menemukan apa yang dimaksudkan dari kerendahan hati dalam pemikiran Ilahi. Ada dua contoh kerendahan hati yang bisa kita jadikan pemandu kita, yang pertama adalah Kristus sendiri, dan juga anak-anak kecil yang oleh Yesus sendiri disebut sebagai "rendah hati." </p><p><br/></p><p><strong>Menurutmu apa sih yang menjadi keunikan anak kecil sehingga mereka jadi salah satu patokan untuk memahami kerendahan hati&nbsp;menurut&nbsp;oma&nbsp;CM?</strong></p><p>Menurutku sendiri karena, sifat alami dari anak-anak adalah sederhana, polos, dan sangat jujur. Anak kecil biasanya tidak berpura-pura menjadi lebih hebat daripada yang sebenarnya. Mereka tidak merasa sudah tahu segalanya dan mereka selalu bersikap rendah hati kepada siapapun. Inilah mengapa anak kecil jadi contoh kerendahan hati menurut Charlotte Mason. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1745529744/5cc5ce1df56e9862d6d37ca89b1fa078/download___2025_06_25T112318_756.jpeg" />
         <pubDate>2025-06-25 04:39:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3501366000</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3501426251</link>
         <description><![CDATA[<p>Manusia dilahirkan kebumi dengan kerendahan hati yang natural. Namun, Oma CM menegaskan bahwa diantara semua, yang paling murah hati adalah anak anak. Kita sering mengira mereka sekedar polos, namun sebenarnya, merekalah wujud asli dari kemurahan hati. </p><p><br/></p><p>Aku rasa, anak kecil bukanlah polos, mereka memilikirasa empati dan keinginan untuk menyayangi jauh lebih dari orang dewasa (atau, anak lebih besar aka remaja). Kita terlalu banyak pertimbangan. Kita kerap kali memikirkan ini itu, terutama pada diri kita sendiri, sehingga kita tidak sempat bermurah hati pada orang lain. </p><p><br/></p><p>Anak anak bermurah hati tanpa pertimbangan yang panjang mengenai "Bagaimana jika" dan itulah yang dimaknai kemurahan hati yang sebenarnya?</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-25 05:33:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3501426251</guid>
      </item>
      <item>
         <title>64 | Kerendahan Hati </title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3501481166</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata CM, kita semua terlahir dengan kerendahan hati. Entah memang benar, atau sebetulnya semacam "doktrin" supaya kita lebih dapat percaya pada kebaikkan--<em>which both of them are good</em>. Kerendahan hati versi CM, yang dapat menjadi tiket masuk ke Kerajaan Surga, adalah seperti kualitas yang ada dalam diri anak kecil. Detailnya tidak jelaskan lebih lanjut, tapi kita disarankan untuk memepelajari mereka untuk menemukannya.</p><p><br></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Menurutmu apa yang menjadi keunikan anak kecil sehingga mereka jadi salah satu patokan untuk memahami kerendahan hati&nbsp;menurut&nbsp;CM?</p><ul><li><p>Yang jelas pada momen-momen tertentu mereka menunjukkan perilaku mencengangkan--di luar jalur berpikirku--untuk berbagi kebaikkan. Meski aku lupa konteks spesifiknya apa, ketulusan dari perbuatannya bisa menyentuh perasaanku. <em>Next, </em>aku akan lebih mempelajarinya lagi</p></li></ul><p><br></p><p>25 Juni 2025</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-25 06:25:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3501481166</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas kepada negara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3511499560</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas kepada tanah aer</p><p>Kesetiaan diberikan bukan hanya kepada raja atau pemimpin, namun kita memiliki hutang kesetiaan kepada yang benar benar bagian dari diri kita, yaitu tanah air kita. Boleh memberikan kebaikan kepada seluruh dunia, namun yang memiliki hak milik kesetiaan adalah tempat dimana kita lahir. Mungkin kita sempat keliling dunia dan melihat begitu banyak keindahan di negara lain, pemandangan yang menakjubkan, pemerintahan yang adil, budaya yang unik dan beragam, atau cuaca yang lebih menarik, namun semua itu bukan menjadi alasan untuk merendahkan negara kita dan membanding-bandingkannya—karena itulah salah satu bentuk&nbsp;ketidaksetiaan.</p><p>Public opinion responsible for Anarchy</p><p>Para orang2 tua sangat malu dan terpuruk Ketika mendengar kabar tentang banyak pemimpin pemimpin dunia yang jatuh di tangan orang orang yang menyebut diri mereka anarkis. Namun sejujurnya mereka tau bahwa anarki ada hubungannya dengan mereka. karena Ketika mereka membentuk opini opini yang kontroversial, itu mampu menciptakan anarki.</p><p>Maka ibu CM percaya bahwa kita sebagai manusia yang loyal kepada tanah air, kita harus berusaha untuk tidak membentuk opini negative yang dapat mengide seseorang untuk melakukan kejahatan. Ketika kita menentang hukum, maka ada kemungkinan seseorang jadi terniat untuk melanggar peraturan&nbsp;tersebut.</p><p>1. Loyalitas kepada negara berarti memberikan semua yang terbaik kepada negara, dan jika raja atau pemimpin negara memberikan dampak buruk kepada tanah air kita, maka itu berarti kita perlu mempertanyakan posisi mereka, karena itulah yang terbaik untuk tanah air.</p><p>2. Mengutarakan opini dengan cara yang aggressive mampu menimbulkan rasa marah dan tidak suka, yang dapat berujung kepada anarki. tidak perlu menggunakan kata2 yang menyerang atau merendahkan apa yang sedang kita keritik, agar dapat diterima sebagai masukan,&nbsp;bukan&nbsp;serangan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-06 12:39:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3511499560</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anarchy</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3511499696</link>
         <description><![CDATA[<p>Public opinion responsible for Anarchy</p><p>Para orang2 tua sangat malu dan terpuruk Ketika mendengar kabar tentang banyak pemimpin pemimpin dunia yang jatuh di tangan orang orang yang menyebut diri mereka anarkis. Namun sejujurnya mereka tau bahwa anarki ada hubungannya dengan mereka. karena Ketika mereka membentuk opini opini yang kontroversial, itu mampu menciptakan anarki.</p><p>Maka ibu CM percaya bahwa kita sebagai manusia yang loyal kepada tanah air, kita harus berusaha untuk tidak membentuk opini negative yang dapat mengide seseorang untuk melakukan kejahatan. Ketika kita menentang hukum, maka ada kemungkinan seseorang jadi terniat untuk melanggar peraturan&nbsp;tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-06 12:39:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3511499696</guid>
      </item>
      <item>
         <title>65 | Rendah Hati? Rendah Diri?</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3513407368</link>
         <description><![CDATA[<p>CM meminta kita untuk hati-hati terhadap kepengecutan atau rendah diri yang sedang memakai jubah rendah hati. Ciri-cirinya ada perbandingan dalam argumennya--"tidak sebagus, secerdik, sekuat kamu". Dari luarnya mungkin tertangkap kerendahan hati, tetapi pemakai jubah itu sebetullnya merasakan kebanggaan superior dan kepuasan tersendiri akan ketidakmampuannya.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Kalian memiliki kecenderungan rendah hati atau rendah diri? atau besar hati? Bagaimana mengendalikan diri agar kalian mampu bersikap&nbsp;rendah&nbsp;hati?</p><ul><li><p>Rendah diri terdengar seperti seseorang bernama naila ips. Kadang ia bisa betul-betul rendah hati dengan meyakinkan dirinya kalau semua manusia sebetulnya sama. Sisi baik-buruk, kuat-lemah, dan keunggulan-kekurangan ada pada ditiap individu. Yang membuatnya rendah hati karena ia hanya ingat sisi bagus-bagusnya saja saat itu. Seharusnya kalau tidak lupa juga, ia mengerti kalau capaian orang lain yang membuat dirinya kecil sebetulnya ada di potensi dirinya juga, tinggal bagaimana usaha mencapai potensi itu dievaluasi dan direfleksikan.</p></li></ul><p><br/></p><p><em>8 Juli 2025</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 06:21:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3513407368</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati yang Direndahkan</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3513436972</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku ingin menambahkan sedikit dari narasiku kemarin. Aku pikir rendah hati atau tidak, nampak pada nada berbicara seseorang, kata-kata yang digunakan kala memuji/menerima pujian, bahasa tubuh, sampai perilaku seseorang. </p><p><br/></p><p><strong>Definisi</strong></p><p>Rendah hati adalah kondisi dimana kita masih bisa mengapresiasi entah keberhasilan, pencapaian, atau upaya orang lain. Kita mengangap sederhana apa-apa yang kita peroleh, dan tahu kita punya kekurangan untuk diperbaiki (mau berkembang).</p><p><br/></p><p>Sombong adalah kondisi dimana kita punya dorongan untuk mendominasi orang lain. Kita merasa superior dan berujung ke pikiran, tindakan atau ucapan yang merendahkan orang lain. Jugaa, hal ini cenderung membuat kita buta akan kekurangan kita (tidak berkembang/stagnan).  </p><p><br/></p><p>Untuk mencapai kerendahan hati, penting untuk menganggap <strong>sederhana </strong>apa-apa yang kita lakukan/peroleh. Bukan ngga penting (yg membuat kita tdk bisa mengapresiasi diri nantinya), tapi sederhana.</p><p><br/></p><p>Dan, mengingat bahwa hal itu tidak membuat kita superior/penting di atas yang lain. Penting juga untuk menyadari, kalau apa-apa yang kita lakukan bukan hanya sebatas hasil dari kehebatan diri kita sendiri.</p><p><br/></p><p>Kesombongan itu tidak serta merta bisa disimpulkan dari cara berperilaku seseorang. Sombong itu lebih ke cara berpikir, cara memandang orang lain daripada berperilaku. Seseorang bisa berperilaku "seakan-akan" mereka merasa bahwa mereka pantas dipuji namun tidak benar-benar merasa demikian dan malah sangat rendah hati dan suportif. jadi for fun aja. Aku pikir itu uniknya manusia, apa yang ditampilkan tidak selalu berarti apa yang dirasakan. </p><var>***</var><p>Ada orang-orang yang salah mengartikan kerendahan hati sebagai kepengecutan juga kemunafikan. </p><p><br/></p><p>Mereka berkata "Oh, aku tak sanggup melakukan ini-itu, aku kan tidak sepertimu" dan diam-diam merasa bangga karenanya. Terdengar aneh memang, tapi nyata (kata oma ceem). Ada pembunuh yang bangga karena tidak pernah ditangkap, ada juga pembantu yang bangga karena selalu menyendiri. </p><p><br/></p><p>Ini jatuhnya bukan kerendahan hati sih, tapi kebanggaan diri. Menurutku bisa jadi mereka melakukannya untuk menghibur diri sendiri. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan reflektif:</mark></strong></p><p><strong>Menurut kalian, diri kalian itu memiliki kecenderungan rendah hati atau rendah diri? atau malah besar hati?</strong></p><p><br/></p><p>Fun fact, dalam seminguan ini saja aku sudah merasakan ketiga-tiganya, entah deh ini kemajuan atau kemunduran. Aku sampai bingung cenderung ke mana. Namun aku selalu berusaha rendah hati kok, terlebih ketika berhadapan dengan orang lain. Yang <em>sedikit</em> kubiarkan berkeliaran bebas itu tuh pikiranku aja.  </p><p><br/></p><p><strong>Bagaimana mengendalikan diri agar kalian mampu bersikap rendah hati?</strong></p><ol><li><p>Peduli pada perasaan orang lain (ini yang paling berfungsi di aku). Ketika aku membayangkan betapa sakitnya perasaan mereka jika dibanding-bandingkan aku jadi langsung tersadarkan</p></li><li><p>Merasa apa yang kita lakukan itu sederhana, lantas tidak membuat kita lebih penting dari orang lain (at the end tidak ada satu sosok orang yang benar-benar dikenal seluruh manusia, jadi kita semua ngga ada yang benar-benar penting)</p></li><li><p>Menyadari kita mencapai sesuatu tidak hanya karena diri kita sendiri, tapi orang lain dan juga Tuhan</p></li></ol><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 06:49:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3513436972</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan hati yang terlalu direndahkan</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3514789956</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerendahan hati terkadang dianggap sebagai pengecut atau penakut. Kerendahan hati ada yang di salah pahamkan, bukannya rendah hati, tapi malah menjadi terlalu merendahkan diri, semacam membanggakan kerendahannya.</p><p>Seperti seorang anak yang berkata "Percuma aku belajar, aku tidak sepintar teman-temanku." Atau semacamnya. </p><p><br/></p><p>Sebagian besar orang memiliki sesuatu untuk dibanggakan, bahkan seorang pembunuh bangga dengan caranya untuk menghindar dari hukuman. </p><p>Ada seorang pembantu rumah tangga yang jarang bergaul dengan orang banyak. Dia berkata kalau dia lebih suka sendiri. Seperti membanggakan kalau dirinya tidak melakukan hal yang sama dengan orang lain, sekalipun itu memang buruk.</p><p>Sebbenarnya kita bisa melakukan sesuatu, tanpa perlu merasa diri kita adalah bagian penting di dalamnya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Pertanyaan reflektif:</strong></p><p><em>Menurut kalian, diri kalian itu memiliki kecenderungan rendah hati atau rendah diri? atau malah besar hati?</em></p><p><br/></p><p>Jujur saja aku merasa memiliki ketiganya dengan porsi yang sama. Tepatnya, kadang aku merasa menjadi yang terbaik, besar hati. Kadang juga malah mencaci maki diri sendiri atas kesalahan kecil yang telah kulakukan, dan jadi merasa rendah diri. Kadang juga aku merasa, ya sudah cukup baik, tapi menyadari kalau masih banyak orang yang ada diatasku, dan jadi mengingat kalau aku tidak cukup pantas untuk berkata "aku sudah cukup baik"</p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Bagaimana mengendalikan diri agar kalian mampu bersikap rendah hati?</em></p><p><br/></p><p>Mungkin dengan tetap mengingat kalau di atas langit masih ada langit, atau dengan tidak terlalu memasukkan pujian orang lain kedalam hati</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-09 09:50:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3514789956</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan hati, direndahkan.</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3515673455</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita seringkali mengucapkan hal hal seperti " Ah andai aku begini, tentu aku bisa gini" "Pantas saja aku nggak pinter, aku makan garem" Dan hal hal lainnya. Ini dapat terkesan seperti rendah hati, tapi sebenarnya ini kepengecutan.</p><p><br/></p><p>Dan percaya atau tidak, kepengecutan ini juga membuat manusia dibaliknya sebenarnya bangga akan kepengecutannya itu. Ini juga membuat kita semakin bangga pada idri sendiri. </p><p><br/></p><p>Aku sendiri mengakui bahwa ada kala di mana aku mengatakan hal hal semacam yang disebut diatas tadi. Dan itu tidak sama sekali membuatku merasa rendah hati, malah justru terkesan sombong dan merendahkan orang lain. Dan ini juga merendahkan diri, bukan hati.</p><p><br/></p><p>Aku lebih cenderung untuk rendah diri. Karena, faktanya, memang hal itu jauh lebih mudah daripada rendah hati, tapi bukannya aku tidak mau. Aku masih juga belajar membedakan antara keduanya. </p><p><br/></p><p>Aku belakangan ini sedang berusaha untuk tidak mengutarakan perkataan perkataan yang rendah diri itu, karena semakin diucapkan, semakin hal itu akan menjadi dan melekat pada diriku. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-10 05:08:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3515673455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The House of Heart. </title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3516828212</link>
         <description><![CDATA[<var>Kerendahan Hati Yang Direndahkan.</var><p><br/></p><p>Tidak ada rahmat hati yang lebih di rendahkan dari pada kerendahan hati, dan sering kali kita menyebut kepengecutan sebagai kerendahan hati, membandingan diri kita dengan orang lain, merendahkan diri sendiri namun diam diam membanggakan diri atas ketidak mampuan itu. </p><p><br/></p><p>Orang orang seperti ini biasanya melingkupi diri mereka sendiri dengan semacam imbalan yang hanya di ketahui oleh mereka, dan biasanya imbalan imbalan tersebut menepatkan mereka pada tempat yang lebih tinggi dari orang lain.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Hal ini sudah mencoreng kerendahan hati, banyak orang percaya dengan <em>kerendahan hati</em> yang dimiliki oleh para pembohong itu. Jadi, meskipun kerendahan hati diakui sebagai anugerah, kerendahan hati masih kurang di hargai dan di dambakan.</p><p><br></p><var>Refleksi&nbsp;
</var><blockquote><p><em>Menurut kalian, diri kalian itu memiliki kecenderungan rendah hati atau rendah diri? atau malah besar hati?</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Rendah hati, karena aku gak merendahkan orang lain untuk membanggakan diri aku dan sadar kalau ada orang yang punya kemampuan yang lebih baik dari aku. Tapi aku gak mengecilkan kemampuan yang sudah aku punya juga.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/b4f6f27e8e5544a983fba75ed43da22e/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-07-11 05:29:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3516828212</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati yang Direndahkan - Kerendahan Hati, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3517220205</link>
         <description><![CDATA[<pre><code>KERENDAHAN HATI YANG DIRENDAHKAN</code></pre><p>Ada sebuah rahmat hati yang (mungkin) begitu sering kita rendahkan; kerendahan hati. Kita menyebut kepengecutan sebagai kerendahan hati. Kita berkata 'Aku tidak sanggup menahan sakit, aku tidak sekuatmu', 'aku tidak pandai', dan kalimat-kalimat merendahkan diri lainnya. Kebanggaan atas ketidakmampuan. Anggapan ini membuat kerendahan hati tercela.</p><p><br></p><p>Kita lebih memilih untuk bangga--secara terang-terangan--atas asal-usul kita, kemarahan kita, kehidupan kita yang santai, ketidak mampuan kita, dan kemalasan kita.</p><p>- </p><p><strong>Komentar Pancar:</strong> ada dua pertanyaan yang terlintas: 1. mengapa ini disebut kepengecutan 2. mengapa ini disebut bangga atas ketidakmampuan. 1: rendah diri terjadi ketika kita menemukan diri belum memenuhi kriteria tertentu, alih-alih mencoba/berjuang mencukupi kriteria tersebut, kita malah berlindung atas kekurangan kita, 2: ketika rendah diri, kita merasa diri kita kurang. Kekurangan ini kita anggap menjatuhkan nilai diri, yang mana kita hindari dengan meninggikan diri; saya wajar begini. Mewajarkan ketidakcukupan kita memenuhi kriteria tertentu adalah upaya kita untuk tetap bernilai.</p><p>Aku belum begitu yakin, tapi begitulah...</p><p><br></p><pre><code>REFLEKSI</code></pre><p>Besar hati sepertinya. Aku rasa (mungkin salah) aku cenderung membiarkannya; itu terjadi begitu saja, dan kadang aku terlalu pusing untuk memilih sikap. Namun kadang aku menanggapinya dengan menghilangkan keren-tidak keren diriku, menganggap hidup ini soal berjuang menuju tujuan saja, dan semua berperan di dalamnya.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/1lnMkBA41MYGx1hCEnXtDI" />
         <pubDate>2025-07-11 15:41:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3517220205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3517656028</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Oma cm kita semua terlahir dengan kerendahan hati, dan itu kenapa Tuhan bilang ke orang orang Yahudi mereka ga akan bisa masuk ke kerajaan surga jika tidak merendahkan hati seperti anak kecil.</p><p>Biasanya kita menganggap anak kecil itu sebagai sosok yang polos dan sederhana alih-alih  sosok yang rendah hati. Tapi cuma dari kualitas anak kecil inilah kita tu tau maksud dari rendah hati yang di maksud sama Tuhan. Jenis kerendahan hati yang kita punya tu ada dua yaitu Kristus dan anak kecil. Cm juga mention kalau ada penulis tuan yang merenungkan tentang si masalah ini dan bilang hanya ada 1 pengudusan dan 1 penebusan begitulah kerendahan hati</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-12 16:33:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3517656028</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati Menyatu dengan Kesederhanaan - Kerendahan Hati, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3517998916</link>
         <description><![CDATA[<pre><code>KERENDAHAN HATI YANG MENYATU DENGAN KESEDERHANAAN</code></pre><p>Kerendahan hati bukan kepengecutan. Ia bisa kita sebut sebagai kesederhanaan; yang membuat kita tak memikirkan diri--entah baik atau pun buruk.</p><p><br></p><p>Anak-anak, sebagai model dari sosok rendah hati akan berubah dari kekanak-kanakan menjadi apa yang kita sebut sebagai kesadaran diri (self-conscious). Kejatuhan manusia pertama kali terjadi ketika sepasang manusia menyadari diri mereka sendiri; dan begitulah kita semua jatuh--ketika menjadi sadar diri.</p><p><br></p><p>Kerendahan hati membuat kita terlepas dari beban di pundak kita, menghilangkan awan gelap di kepala kita; membuat kita ceria dan baik. Kita semua lahir dengan kerendahan hati.</p><p>-</p><p><strong>Komentar Pancar:</strong> kerendahan hati rasanya begitu sederhana. Melakukan sesuatu tanpa kepentingan terlihat baik atau takut terlihat buruk, memandang sesuatu atas nilainya sendiri. Terkait sadar diri, akan diurakan di bagian refleksi.</p><p><br></p><pre><code>REFLEKSI</code></pre><p>1: Kadang aku menyadari banyaknya kontribusi eksternal yang membentuk diriku; membuatku berpikir bahwa tanpanya, tidak ada aku yang saat ini. Kadang juga, rasanya tak perlu meninggikan atau merendahkan siapapun jika hanya ingin mengecap, bisa dilakukan jika itu bagian dari sebuah permasalahan; tak ada guna sibuk menyatakan baik-buruk; bertindak adalah untuk menjadi baik dan lebih baik lagi. Namun itu kadang.</p><p><br></p><p>2: Entahlah, sadar diri di sini terasa rumit. Jika kucoba perjelas, mungkin sadar diri bukan penyebab langsung dari kebanggaan, melainkan rasa lebih bernilai dibanding sosok lain--dan itu dipicu dari kesadaran diri. Entah kita lebih bernilai atau tidak, kita tidak bernilai karena kita mengatakan kita baik; hasil dari apa yang kita usahakan. Rasa lebih bernilai mungkin muncul dari rasa terancam terasing dari sebuah lingkungan yang disikapi dengan ego--alih-alih fokus pada usaha atas kurangnya diri. Secara praktis, mengutamakan ego boleh jadi membutakan kita atas suatu persoalan, bahkan justru menjauhkan kita dari suatu lingkungan, dan mungkin masih banyak lainnya. Secara spiritual, dalam suatu ajaran meski manusia dispesialkan, aku tak yakin kespesialan kita hadir untuk merendahkan yang lain.</p><p><br></p><p>Aku tak begitu yakin, namun sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/2RlDBXGFu3hrQtbYDBSswk" />
         <pubDate>2025-07-13 16:07:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3517998916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALAMAK SORI KELUPAAN NARASI TERUS</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3518735469</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-14 07:33:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3518735469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>66 | Rendah Hati ≠ Pengerdilan Diri</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3518757343</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada intinya, Kerendahan Hati dalam definisi CM itu bergandeng tangan dengan kesederhanaan, keceriaan, dan kebaikkan. Pengerdilan diri atau sekadar berpikir buruk tentang diri sendiri bukan rendah hati melainkan sikap pengecut. Dan figur Kerendahan Hati yang dicontohkan itu adalah anak kecil--usia berapa maksudnya sulit dimenerti. Kutangkap itu karena kata CM mereka belum atau kurang memiliki <em>self-conscious</em>. Karena seperti kisah kakek-nenek kita di Taman Eden--entah tepatnya yg mana yg dimaksud--kejatuhan hadir ketika mereka sadar akan diri mereka.</p><p><br/></p><p>Sekali lagi juga ditekankan bahwa sesungguhnya kerendahan hati itu sudah bersemayam dalam diri tiap manusia, ia hanya menunggu kebanggaan menyingkir.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>Apa yang harus dilakukan untuk menyingkirkan kebanggaan diri dan memberi ruang bagi kerendahan hati?</p><ul><li><p>Pertama-tama aku rasa harus sudah menyadari dan meyakini kebanggan itu bukan sesuatu yang ideal dan sangat mungkin bisa diperbaiki. Lalu ketika ia muncul, amati--jangan dihakimi atau berusaha diusir--biarkan pergi dengan sendirinya.</p></li></ul><p><br/></p><p>Pernyataan oma CM: "....dan begitulah kita semua jatuh---Ketika kita menjadi sadar diri". Sadar diri yang seperti apa yang dimaksudkan oma CM dan mengapa hal itu perlu&nbsp;dihindari?</p><ul><li><p>Bagian ini masih jadi misteri bagiku, karena pemahamanku akan kisah Taman Eden juga tidak bisa dibilang cukup untuk menentukan tepatnya peristiwa apa yang dimaksud. Hehe nunggu Jumat depan aja</p></li></ul><p><br/></p><p>17 Juli 2025</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-14 08:05:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3518757343</guid>
      </item>
      <item>
         <title>megalomania kebalikan dari kerendahan hati</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3519730844</link>
         <description><![CDATA[<p>Satu hal unik yang ada di text satu ini adalah bahwa banyak orang yang terikat akan suatu identitas, seperti kepribadian mereka, agama dan kepercayaan mereka, sampai ke jenis anjing mereka. Dan karena bangganya mereka akan hal itu, sampai mementingkan status dan kebanggaan mereka daripada orang lain.</p><p><br/></p><p>Disini, kerendahan hati bisa dianggap sebagai kesederhanaan. Tetapi, kebalikannya rendah hati adaah kesadaran akan diri sediri atau bisa disebut "self-consciousness". Tetapi aku kurang setuju dengan penyebutan kesadaran diri itu: karena a. Kesadaran diri secara definisi ilmiah adalah memahami diri sebagai suatu individu, dan kesadaran akan dampak dan konsekuensi suatu perbuatan yang mereka lakukan.</p><p><br/></p><ol><li><p>Lebih ke kebanggaan extrimis sih, kenapa bisa terjadi fenomena lebensraum, pan-islamisme, feodalisme, dan bahkan borjuasi adalah karena menganggap suatu golongan ada diatas golongan lain.</p></li><li><p>kurang tahu karena ngga ikut diskusi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-15 05:00:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3519730844</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bangga Diri</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3520189392</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada orang-orang yang bangga dan terus-menerus menceritakan hidup mereka, akan anjing mereka, kepercayaan mereka--pokoknya apa-apa yang mereka miliki.&nbsp;<br></p><p>Yahh, meski menutup diri itu bisa membuat hubungan kita dengan orang lain renggang, berlebihan dalam menceritakan diri sendiri juga dapat membuat hubungan kita dengan orang lain menjadi buruk. Jadi penting banget untuk punya kepekaan, supaya dapat menyeimbangkan kedua hal ini gitu.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Niat tuh juga penting karena ketika kita menyombongkan diri itu kelihatan dari <em>gesture </em>kita, nada kita, bahkan dari mata kita pun kadang kelihatan gitu kalau kita sedang menyombongkan diri. Jadi niat pun perlu dikondisikan ketika kita menceritakan sesuatu.</p><p><br/></p><p>Rendah hati itu bukan berarti berpikir buruk tentang diri kita sendiri tetapi lebih ke kesederhanaan. Tentang lebih sedikit memikirkan tentang diri kita sendiri. Di mana kalau kita lihat di anak-anak mereka itu jarang sekali memikirkan tentang diri mereka sendiri, karena yaa mereka belum memiliki apa yang disebut sebagai self conscious.&nbsp;<br></p><p>Dikatakan manusia itu pertama kali jatuh (kalau kita berkaca di cerita Adam) ketika mereka memiliki kesadaran atas eksistensi mereka.&nbsp;<br></p><p>Untuk pertanyaan pertama aku pikir kita harus banyak-banyak berefleksi sih kalau misalnya sudah terperangkap dalam kebanggaan diri dan berusaha sebisa mungkin untuk memikirkan orang lain untuk tidak terus-menerus memikirkan diri kita apalagi sampai membandingkan diri orang lain dengan kita gitu.&nbsp;</p><p>(text-to-speech, jadi mffkan klo bahasanya ngga tulisan banget).</p><p><br/></p><p><strong>Refleksikan:</strong></p><p><strong>1. Pertanyaan oma CM "Apa yang harus dilakukan untuk menyingkirkan kebanggaan diri dan memberi ruang bagi kerendahan hati?"</strong></p><p><br/></p><p>Mesti banyak-banyak berefleksi sih menurutku.</p><p><br/></p><p><strong>2. Pernyataan oma CM "....dan begitulah kita semua jatuh---Ketika kita menjadi sadar diri". Sadar diri yang seperti apa yang dimaksudkan oma CM dan mengapa hal itu perlu dihindari?</strong></p><p><br/></p><p>Jujur dari kemarin aku langsung "hah" karena ngga tau hubungan kejatuhan Adam dengan kesadaran diri. Tapi mungkin karena versi cerita yang aku dengar saat kecil berbeda sih. </p><p><br/></p><p>Sama, aku ngga paham kaitannya yang kesadaran diri di Adam sama self conscious asal mula kebanggaan diri ini, kek, itu berasal dari hal yang sama?? Sepertinya definisinya akan banyak.</p><p><br/></p><p>Yah aku pikir sadar diri yang terkait dengan kebanggaan diri ini tuh menyadari tindakannya sendiri, seperti apa orang (akan) melihatnya berdasarkan kelebihan yang dimiliki.Intinya mengetahui apa-apa dia miliki dan dihargai khalayak umum. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-15 14:13:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3520189392</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The House Of Heart.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3520871794</link>
         <description><![CDATA[<var>Kerendahan Hati Menyatu Dengan Kesederhanaan.</var><p><br></p><p>Banyak orang dengan pemikiran waras, dalam beberapa hal tertentu mengalami tahap awal megalomania sehingga mereka terus menerus memikirkan kepentingan mereka sendiri. Bukan karena itu memang penting melainkan karena itu adalah sesuatu milik mereka.&nbsp;</p><p><br></p><p>Oma CM bilang, kalau kebutuhan untuk meninggikan diri sendiri karena rasa bangga diri ini bisa mengakibatkan rusaknya hubungan pertemanan atau ketetanggaan dengan emosi negatif seperti amarah atau kebencian. Tapi kita tidak perlu khawatir karena kebanggan kita&nbsp; hanya penyerobot yang merampas kekuasaan milik kerendahan hati.&nbsp;</p><p><br></p><p>Kerendahan hati bukan berarti berpikir buruk tentang diri kita sendiri karena itu adalah kepengecutan, kerendahan hati mungkin bisa di samakan dengan kesederhanaan. Karena ia tidak membiarkan kita untuk berpikir tentang diri kita baik tentang kebaikan atau keburukan. Karena itu anak kecil kerap rendah hati, mereka tidak punya keinginan untuk memikirkan diri mereka.</p><p><br></p><var>Refleksi</var><p><br></p><blockquote><p>Pertanyaan oma CM "Apa yang harus dilakukan untuk menyingkirkan kebanggaan diri dan memberi ruang bagi kerendahan hati?"</p></blockquote><p><br>Menurut aku untuk seseorang yang sudah terlalu lama tenggelam sama kebanggan diri akan susah untuk mereka sadar dan buat ruang untuk kerendahan hati, kecuali ada sesuatu atau seseorang yang buat mereka sadar sama rasa bangga mereka yang berlebihan itu. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/03842ed72595da175caf0abcfedcca6b/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-07-16 04:15:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3520871794</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3521894133</link>
         <description><![CDATA[<p>Megalomanio (kalau tidak salah sebut) sebuah tahap atau kondisi psikologis yang terus menerus membesarkan diri kita sendiri. Kita membanggakan diri kita, apa yang kita miliki, cerita kita dan hal hal lain tentang kita. Kebanggaan untuk meninggikan diri kita, kebanggan ini menimbulkan rasa benci</p><p><br/></p><p>Tapi itu bukan berarti kita harus merendahkan diri kita sendiri. Kerendahan hati seharusnya sama seperti kesederhanaan, Kesederhanaan yang tidak membiarkan kita untuk memikirkan diri sindiri. Itulah mengapa Anak - Anak mempunyai sifat kerendahan yang murni, mereka belum didatangi rasa memikirkan diri sendiri. Dan ketika saat itu datang, mereka akan berubah menjadi kesadaran diri</p><p><br/></p><var>Pertanyaan oma CM "Apa yang harus dilakukan untuk menyingkirkan kebanggaan diri dan memberi ruang bagi kerendahan hati?"</var><p><br/></p><p> Aku sendiri bingung, apa yang bisa membuat kita sadar akan sikap kebanggan yang berlebihan?. Aku rasa mungkin kita harus sering merefleksikan diri kita sendiri, apakah yang aku lakukan benar? apakah hal ini layak dibanggakan?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://media4.giphy.com/media/v1.Y2lkPWNhYmM5OTE4cno2N2NxYmh2ODlyMmducWxkM2tkd2w4aXgxbjhqZ2p5Z2s5ZnAyNiZlcD12MV9naWZzX3NlYXJjaCZjdD1n/NcrhM3USM6TABpus85/giphy.gif" />
         <pubDate>2025-07-17 03:13:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3521894133</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sadar diri</title>
         <author>livingeducation29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3522958262</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada penyakit namanya Megalamonia, yang membuat seseorang tidak rendah hati, mementingkan dirinya sendiri. Yang di bicarakannya hanyalah, dirinya, anjingnya, foto-fotonya, kepentingannya, hobinya, panggilannya, dan segala tentangnya. Mereka membicarakan itu semua karena merasa itu miliknya, bukan karena itu penting.</p><p>Kerendahan hati bukan berarti berpikir buruk tentang diri sendiri, itu sama saja dengan pengecut. Kerendahan hati tidak memikirkan diri sendiri, sementara kebanggaan hidup hanyalah perebut kekuasaan Rendah hati. </p><p>Semua orang terlahir dengan kerendahan hati, tapi semakin dewasa, yang muncul adalah sadar diri. Sadar diri yang membuat mereka menyadari segala tentang dirinya, menghalangi kerendahan hati.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksikan :</strong></p><p>1. <em>Pertanyaan oma CM "Apa yang harus dilakukan untuk menyingkirkan kebanggaan diri dan memberi ruang bagi kerendahan hati?"</em></p><p><br/></p><p>Menurutku ketika kita sadar kalau kita telah terlalu bangga pada diri sendiri, usaha untuk menyingkirkannya tidak terlalu sulit. Jadi cukup menyadari kebanggaan diri dan mungkin dia akan memberi ruang untuk kerendahan hati.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. <em>Pernyataan oma CM "....dan begitulah kita semua jatuh---Ketika kita menjadi sadar diri". Sadar diri yang seperti apa yang dimaksudkan oma CM dan mengapa hal itu perlu dihindari?</em></p><p><br/></p><p>Menurutku sadar yang dimaksud oma CM adalah menyadari setiap keburukan dan kebaikan yang kita lakukan. seringkali membuat seorang pribadi terlalu bangga pada dirinya ketika dia melakukan kebaikkan, dan mencaci maki diri sendiri secara berlebihan ketika melakukan kejahatan.</p><p>Aku merasa sadari diri yang berlebihan sangatlah menyiksa, ketika aku menjadi terlalu sadar diri, rasanya setiap hal kecil yang kulakukan adalah sebuah kejahatan besar atau mungkin juga sebuah kebaikkan yang seolah mengubah dunia. Menurutku itu membuat emosi jadi lebih mudah naik turun, beberapa saat bangga karena perbuatan baik, lalu merasa bersalah karena kesalahan kecil.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-18 03:53:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3522958262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3523288292</link>
         <description><![CDATA[<p>Selain raja negara itu juga menuntut kita untuk memberikan loyalitas, jadi kita tuh jangan sampai keliru memahaminya. karena kebaikan hati itu bisa kita berikan kepada seluruh dunia tapi, loyalitas itu hak milik mereka yang benar-benar jadi bagian dari kita. Sebesar besarnya kekaguman kita ke negara lain itu hutang kesetiaan nya itu di tanah air kita bukan di mereka nya. Oma cm juga bilang kalau membuat perbandingan yang merendahkan negeri kita sendiri itu adalah sebuah ketidakloyalan.</p><p>Kita juga di ajarkan untuk tidak membiarkan diri kita bicara hal buruk karna orang lain bisa aja menjadikan aksi itu sebagai hal yang melanggar hukum. Kalau kita mengeluh mereka bisa kembali ke yang melawan pemimpin. Dan para raja juga akan hidup di hantui terror dan serangan pembunuhan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-18 12:24:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3523288292</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3523288919</link>
         <description><![CDATA[<p>Cm tidak yakin tapi dia merasa ada orang yang bisa kehilangan kekuatan moral mereka waktu mereka memilih untuk meninggalkan kayak tempat lahir dia atau tanah air dia dengan sukarela dan setiap ikatan yang kita punya itu itu tuh nggak bisa lepas dari diri kita. Patriotisme itu adalah sebuah semangat yang mulia menurut cm. Dan sebuah revolusi itu terjadi ketika orang orang benar udah ga bisa lagi setia sama raja atau ratu mereka atau tanah air mereka. Dan waktu hukum itu menjadi tidak adil kayak pajak terlalu tinggi atau rakyat-rakyat kecil ditekan itu hati orang-orang tuh teriris pedih gitu karena cinta mereka kepada negeri nya. Loyalitas itu juga menuntut pengabdian, dan komitmen kalau kata cm.</p><p>Kehormatannya lain diberikan buat negara itu menurut kita untuk punya kayak pengetahuan serta sejarah hukum dan segala-segalanya tokoh-tokoh dan rakyatnya tentang kelemahan atau kekuatannya dari negara ini. Oma cm juga bilang kalau ini tuh berbeda juga dari sikap bodoh dan sombong yang orang Inggris atau orang Tionghoa percaya tuh kalau dari lahir orang Inggris atau Tionghoa tuh kayak otomatis selalu bikin mereka tuh lebih unggul dari bangsa lain dan bahwa kalau pemerintahannya mereka tuh selalu benar dalam semua hal. Tapi om masih m juga mention hal yang harus diwaspadai adalah mentalitas yang lemah jadi kayak orang-orang yang melihat memorinya sendiri itu jelek jadi membanggakan negara lain terlalu over, terlalu berlebihan. </p><p>Pengabdian kepada negara kita sekarang itu kata emas cm nggak selalu berarti bahwa kita tuh harus terlibat langsung dalam pemerintahan yang wow gitu. Tapi kita juga harus kayak tetap waspada dengan isu-isu yang menjadi perhatian pemerintah tentang persoalan sosial dan para cendekia. Bahkan peristiwa-peristiwa belakangan ini banyak warga Britania dari semua wilayah itu mereka rela menyambut kehormatan bahkan mereka rela untuk mengorbankan nyawanya Demi tanah air mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-18 12:25:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3523288919</guid>
      </item>
      <item>
         <title>narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3523290585</link>
         <description><![CDATA[<p>Cm berkata bahwa tidak ada Rahmat dalam hati yang begitu di rendahakah di dalam pikiran kita jika kita berpikir kepengecutan adalah kerendahan hati. Kita biasa ngomong kek "aku tuh nggak sanggup kayak gini ", "aku tuh nggak sanggup kayak gitu", "aku tuh nggak selalu kayak kamu, kayak gini begini begini", "aku nggak bisa kayak kamu, begitu-begitu begitu-begitu.". Dan kata Om acm kadang itu siapa yang kita sebut sebagai kerendahan itu seringkali adalah bentuk dari kita yang munafik. Alamat cm juga bilang kalau orang-orang yang mengaku mengaku kayak tadi itu dia rata-rata orang-orang yang melingkupi dirinya sendiri dengan kompensasi atau imbaran-imbaran yang sebenarnya yang mereka juga nggak butuhkan gitu. Nah hal-hal yang membuat Karena hati terjatuh ia yang kayak gitu-gitu yang orang-orang itu mempercayai kata-kata para penipu diri itu Dan menganggap mereka tuh kayak emang rendah hati gitu padahal sebenarnya nggak jadi meski mereka mengakui bahwa kerendahan hati adalah anugerah Kristus tapi hal ini tuh kurang dihargai dan jarang dia bakal dihitung oleh orang-orang.</p><p>Oma cm juga bilang kalau kita itu lebih memilih untuk bangga secara terang-terangan kayak kita bangga sama keunggulan kita, atau asal-usul kita, atau kita bangga sama prasangka kita, terus kemurkaan, emosi, terus kita bangga sama pencapaian kita, atau kita bangga sama kecerobohan, atau hal-hal nekat kita. Bahkan katanya seorang psikopat pun bisa bangga dengan keahliannya dia untuk menghindari kecurigaan orang atau kayak membunuh korbannya. Ada seorang pembantu berumah tangga di London juga dia nggak begitu suka bergaul dengan tetangganya dan dia berkata "syukurlah aku selalu menyendiri."</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-18 12:27:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3523290585</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 62 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3526071747</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerendahan hati sering kali disalahpahami. Banyak orang menganggap dirinya rendah hati ketika sebenarnya mereka sedang merendahkan diri. Ada yang berkata, “Aku tidak sanggup melakukan itu,” atau, “Aku tidak sepandai orang lain,” seolah-olah itu adalah sikap rendah hati. Padahal, bisa jadi itu hanyalah bentuk dari rasa takut, keengganan untuk mencoba, atau bahkan keinginan untuk dianggap istimewa karena merasa tidak mampu.</p><p><br/></p><p>Kadang-kadang, kita bahkan bangga dengan kelemahan kita sendiri. Kita berkata, “Aku memang tidak seperti orang lain,” sambil dalam hati merasa lebih baik karena berbeda. Ini bukanlah kerendahan hati sejati, tapi semacam kemunafikan yang tersembunyi. Orang-orang seperti ini sering merasa ada imbalan tersembunyi dari sikap mereka, seolah-olah mereka lebih unggul dalam hal tertentu karena kekurangan mereka.</p><p><br/></p><p>Sayangnya, sikap seperti ini membuat orang salah paham tentang apa itu kerendahan hati yang sesungguhnya. Karena salah paham ini, kesombongan pun mudah masuk ke dalam hidup kita tanpa kita sadari.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-22 13:43:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3526071747</guid>
      </item>
      <item>
         <title>June 13 - Pelayan Penjabat cinta Hati Kerendahan Hati</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528261672</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam hidup, ada tiga godaan besar yang bisa menjatuhkan manusia: keinginan tubuh, nafsu mata, dan kebanggaan hidup. Dua yang pertama mudah dikenali, keinginan untuk kenyamanan dan keindahan. Tapi yang terakhir, kebanggaan hidup, justru yang paling berbahaya karena paling licik. Ia datang diam-diam, dibungkus prestasi, status, atau pujian. Padahal, kebanggaan yang berlebihan itu bisa menyesatkan dan menjauhkan kita dari kerendahan hati. Ia bukan kekuatan utama, tapi pelayan dari sesuatu yang lebih gelap.</p><p><br/></p><p>Menurutku, bagian ini nunjukin betapa bahayanya rasa bangga yang nggak dikendalikan. Kadang orang merasa hebat karena pencapaian atau status, tapi justru itu bisa bikin lupa diri. Kita jadi susah buat nerima kritik, gampang meremehkan orang lain, dan kehilangan kerendahan hati. Padahal, semakin tinggi kita merasa, semakin besar juga risiko jatuhnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:48:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528261672</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Juni 20 - Kita Semua Terlahir Dengan Kerendahan Hati</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528265185</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerendahan hati bukan sesuatu yang harus dicari jauh-jauh ia sudah tertanam sejak kita lahir. </p><p>Seperti anak kecil yang polos, tanpa ambisi, dan tidak merasa lebih dari siapa pun, begitulah gambaran awal kita saat dilahirkan.</p><p>Dalam pandangan ilahi, anak-anak menunjukkan bentuk kerendahan hati yang sejati. Maka tidak heran Tuhan menyamakan hati yang rendah dengan hati seorang anak.</p><p>Dalam hidup ini, hanya ada dua contoh nyata kerendahan hati: Kristus, yang secara sadar merendahkan diri-Nya, dan anak kecil, yang dengan alami sudah memilikinya. Kerendahan hati itu tunggal, sama seperti penebusan dan hanya dengan itu, jiwa kita bisa sampai ke tempat yang penuh kasih dan damai.</p><p><br/></p><p>Menurutku, keunikan anak kecil yang bikin mereka jadi patokan kerendahan hati adalah karena mereka nggak merasa paling tahu, paling bisa, atau paling penting.</p><p>Anak kecil itu terbuka, mudah percaya, mau belajar, dan nggak gengsi buat minta bantuan. Mereka belum punya ego yang besar, belum sibuk membandingkan diri, belum mengejar pengakuan. Mereka hidup dengan jujur, sederhana, dan tulus semua itu cerminan dari kerendahan hati yang murni.</p><p><br/></p><p>Jadi, kerendahan hati ala anak kecil bukan berarti pasif atau minder, tapi punya hati yang lapang, siap dibentuk, dan sadar bahwa dirinya bukan pusat dunia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:52:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528265185</guid>
      </item>
      <item>
         <title>July 4 - Kerendahan Hati yg Direndahkan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528267962</link>
         <description><![CDATA[<p>Sering kali, kita salah paham tentang makna kerendahan hati. Kita mengira bahwa merasa lemah, tidak mampu, atau merendah secara berlebihan adalah bentuk dari kerendahan hati padahal itu bisa jadi bentuk kepengecutan dan bahkan kemunafikan. </p><p>Kita berkata, “gw nggak sepintar dia,” atau “gw terlalu lemah untuk melakukan itu,” namun diam-diam merasa diri kita lebih baik karena tidak seperti mereka. Ini bukan kerendahan hati sejati, tapi kebanggaan yang terselubung.</p><p><br/></p><p>Karena kesalahan cara pandang inilah, kerendahan hati kehilangan kehormatannya. Orang-orang mulai meragukannya, menghindarinya, bahkan lebih memilih kebanggaan yang jelas-jelas salah: bangga akan kemalasan, kemarahan, bahkan kesalahan dan kejahatan. Padahal, kerendahan hati sejati itu tenang, tidak menonjolkan diri, tidak merasa paling tahu atau paling buruk ia hanya ada, jujur, dan tidak memandang dirinya sebagai pusat dari segalanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 01:55:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528267962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>July 11 - Kerendahan Hati Menyatu dengan Kesederhanaan </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528275818</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerendahan hati yang sejati itu sederhana bukan tentang merendahkan diri, tapi tentang tidak sibuk memikirkan diri sendiri. Banyak orang tanpa sadar hidup dalam lingkaran “aku”: urusanku, pendapatku, pencapaianku. Kebanggaan ini perlahan menyusup dan merusak hubungan, membuat kita menuntut, mudah marah, bahkan merasa dunia berputar di sekitar kita. Tapi itu bukan kenyataannya.</p><p><br/></p><p>Kerendahan hati bukan sebuah kelemahan. Ia seperti kesederhanaan yang jujur tidak memikirkan diri secara berlebihan baik secara positif maupun negatif.</p><p>Mengapa anak kecil bisa rendah hati karena mereka belum mengenal kesadaran diri yang berlebihan. </p><p>Tapi begitu kita mulai terlalu sadar diri, seperti kisah di Taman Eden, kita pun terjatuh karena kita mulai memusatkan hidup pada “aku”.</p><p><br/></p><p>Padahal, orang yang rendah hati hidup dengan ringan, ceria, dan damai. Kerendahan hati sudah ada dalam diri kita, hanya tertutup oleh kebisingan kebanggaan. Yang kita butuhkan hanyalah diam sejenak, memberi ruang, agar kerendahan hati bisa muncul dan berbicara.</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p><br/></p><p>Pertanyaan: <strong>"Apa yang harus dilakukan untuk menyingkirkan kebanggaan diri dan memberi ruang bagi kerendahan hati?"</strong></p><p>Menurutku hal pertama yang bisa dilakukan adalah diam sejenak dari memikirkan diri sendiri. Kadang kita terlalu sibuk membandingkan, mengukur pencapaian, atau merasa kurang dan lebih dari orang lain. Padahal kerendahan hati muncul saat kita mulai menaruh perhatian pada orang lain, pada tugas kita, dan pada kebaikan yang bisa kita lakukan bukan pada citra diri. Fokus pada pelayanan, belajar mendengarkan tanpa tergesa menyela, dan bersyukur dalam diam, itu cara-cara kecil untuk memberi ruang bagi kerendahan hati tumbuh.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Pernyataan: "...dan begitulah kita semua jatuh ketika kita menjadi sadar diri."</strong></p></li></ol><p>Sadar diri yang dimaksud oma CM di sini bukan sekadar mengenal diri, tapi kesadaran yang berlebihan dan berpusat pada "aku". Misalnya kita terlalu memikirkan bagaimana orang lain melihat kita, merasa awkward terus-menerus, ingin tampil sempurna atau terlalu peduli pada pencitraan. </p><p>Kesadaran seperti ini menjauhkan kita dari kesederhanaan dan spontanitas, seperti anak kecil. </p><p>Ini membuat kita lebih mudah jatuh ke dalam kecemasan, perbandingan, dan akhirnya...kebanggaan tersembunyi. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 02:04:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528275818</guid>
      </item>
      <item>
         <title>July 18 - Tutorial menjadi rendah hati</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528301676</link>
         <description><![CDATA[<p>Tutorial Menjadi Rendah Hati.</p><p>Yang pertama, jangan berusaha atau mencoba berendah hati.</p><p>Kerendahan hati sejati tidak datang dari usaha untuk terlihat rendah hati. Justru saat kita berusaha menjadi rendah hati, kita sering jatuh ke dalam kepura-puraan seperti tokoh Uriah Heep yang palsu (aku ga kenal siapa dia tpi setelah searching, Uriah Heep adalah tokoh fiksi dalam novel <em>David Copperfield</em> karya Charles Dickens. Ia dikenal sebagai simbol dari <strong>kerendahan hati yang palsu. </strong>Ciri khas dia, sering bilang "I'm very humble" padahal dia licik.)</p><p><br/></p><p>Intinya, kerendahan hati bukan tentang menilai diri buruk atau membicarakan betapa lemahnya kita, tapi tentang tidak memikirkan diri sendiri sama sekali.</p><p><br/></p><p>Cara keluar dari jebakan ini adalah dengan mengalihkan perhatian ke luar, melihat alam, membaca buku, memperhatikan keindahan sekitar, atau mendengarkan orang lain. Dunia ini luas dan penuh hal menarik selain “aku dan kamu”. Bahkan saat kita berbicara dengan teman, hindari terlalu banyak membahas diri sendiri.</p><p><br/></p><p>kalo aku coba memberikan narasi serta pendapat dari text Tante Ayu "cara untuk rendah hati"</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>“Menerima kebanggaan dan mengubah mindset untuk berbagi”</strong></p></li></ol><p>Setujuuuuuu tapi bisa ditegaskan: bangga yang sehat itu bukan untuk validasi diri, melainkan untuk mendorong kontribusi nyata. Mungkin kalo contoh seperti: "Bangga bisa presentasi dengan baik, lalu bantu teman yang kesulitan presentasi juga."</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>“Mikirin diri sendiri untuk pengembangan yang bisa membantu orang lain”</strong></p></li></ol><p>Setuju part 2 tapi kalimatnya agak "abstrak" Bisa dibuat lebih konkret misalnya: “Evaluasi diri bukan untuk overthinking tapi untuk melihat bagaimana potensi kita bisa dipakai buat bantu orang lain.”</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p><strong>“Sadari ke-insecure-an diri dan terima itu</strong>”</p></li></ol><p>ini penting bgt, tapi menurutku jangan berhenti di "penerimaan" jangan berhenti di penerimaan. Kerendahan hati juga butuh gerak maju (atau tumbuh) dari penerimaan itu seperti menyadari rasa takut gagal, lalu tetap mencoba meski tidak sempurna.</p><p><br/></p><ol start="4"><li><p><strong>“Perbanyak interaksi nyata”</strong></p></li></ol><p>Ini relate banget😭😭</p><p>Di dunia nyata kita nggak bisa “edit” percakapan atau mikir waktu yg lama baru ngetik dan itu justru latihan yang baik.</p><p><br/></p><ol start="5"><li><p><strong>“Merumuskan tujuan dalam bermedia sosial”</strong></p></li></ol><p>yesss tanyakan: <em>apa niatku posting ini?</em> Kalau mulai merasa lelah, iri, atau terlalu sibuk tampil, ambil jeda. Media sosial harus jadi alat, bukan penentu nilai diri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 02:31:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528301676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 63 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528717259</link>
         <description><![CDATA[<p>Pernahkah kita merasa dunia ini hanya tentang kita? Yang ada di pikiran kita hanyalah tentang urusan kita, pendapat kita, keyakinan kita, bahkan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak penting. </p><p><br/></p><p>Tanpa kita sadari, kebanggaan diri bisa masuk diam-diam. Ia terus mendorong kita untuk terus meninggikan diri sendiri, hingga kita jadi tidak terlalu peduli dengan orang lain. Kita jadi mudah tersinggung, cepat marah, dan suka menuntut. Sampai di satu titik kita nantinya akan merasa lelah. Kita jadi ingin berteriak, “Siapa yang bisa menolongku dari semua ini?”</p><p><br/></p><p>Namun kita tidak perlu putus asa. Karena sesungguhnya, di dalam diri kita sudah ada penolong yang akan siap menolong kita. Namanya: kerendahan hati.</p><p><br/></p><p>Kerendahan hati bukan berarti kita harus merasa buruk tentang diri sendiri. Itu bukan rendah hati, itu justru tanda tidak percaya diri. Kerendahan hati sejati adalah ketika kita tidak terlalu sibuk memikirkan diri sendiri, dan kita tidak merasa diri paling hebat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 11:53:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528717259</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi 64 Kelas Ourselves</title>
         <author>graciecarmenita</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528719393</link>
         <description><![CDATA[<p>Jangan mencoba untuk terlihat rendah hati. Itu justru bisa menjadi bentuk kesombongan. Kita tidak perlu sibuk memikirkan diri sendiri, baik memuji diri, maupun merendahkan diri. Keduanya tetap berpusat pada “aku.”</p><p>Lepaskan pikiran dari diri sendiri.<br>Lihatlah ke luar pada bunga, burung, awan, buku, seni, dan orang-orang di sekitar kita. Alam dan dunia ini begitu luas dan indah. Semuanya bisa membantu kita melupakan diri sendiri sejenak.</p><p>Dan saat berbicara dengan orang lain, cobalah untuk tidak selalu bicara tentang “aku” dan “kamu.”<br>Masih banyak hal menarik di dunia ini yang layak dibahas.</p><p>Itulah langkah kecil menuju kerendahan hati mengalihkan perhatian dari diri sendiri, dan hadir sepenuhnya untuk dunia di luar sana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-25 11:58:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3528719393</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kreatif</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3532009311</link>
         <description><![CDATA[<p>AKSSJSJ Aku mau bikin scrapebook detail yang menjelaskan cerita/alasan tiap foto-fotonya cuma kendala di waktu. Kecewa dikit.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2933748108/55dffd67ed2d3531a72ec90a8f3b2753/01.pdf" />
         <pubDate>2025-07-30 11:01:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3532009311</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3532600218</link>
         <description><![CDATA[<p>Yang membuatku bersukacita:</p><ul><li><p>Mendengarkan suara-suara di alam</p></li><li><p>Berbaring diatas rumput</p></li><li><p>Memperhatikan binatang-binatang besar dan kecil</p></li><li><p>Membicarakan topik menarik dengan seseorang</p></li><li><p>Melihat senyuman tulus, terutama dari wajah yang masih polos dan rendah hati, contohnya anak kecil</p></li></ul><p><br/></p><p>Penghambatnya:</p><ul><li><p>Ekspektasi yang terlalu tinggi. Seperti berharap bisa mendengarkan suara indah dari burung-burung, tapi yang ada malah suara tongeret</p></li><li><p>Ketakutan kecil tentang apa yang akan terjadi nanti, biasanya membuatku tidak bisa menikmati hal-hal kecil yang indah</p></li><li><p>Pikiran buruk tentang orang lain, membuatku curiga pada senyuman tulus "jangan-jangan ada udang di balik batu"</p></li></ul><p><br/></p><p>Mengatasinya:</p><p>Cukup sadari dan terima ketidak puasan, kegagalan, dan semua kesedihan yang ada. Menurutku ketika kita menikmati rasa sedih dan takut, lama-lama itu tidak menjadi penghambat lagi, tapi justru bagian dari sukacita. </p><p><br/></p><p>Tapi aku punya pertanyaan: Sepertinya Sukacita ini lebih dari sekedar senang. Lalu apa bedanya Sukacita dan Bahagia? Apakah Bahagia lebih awet dari pada Sukacita?</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2439785705/7de9fe1d9d719e7fa2919157407ce326/IMG_20250731_105817_183.jpg" />
         <pubDate>2025-07-31 04:15:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3532600218</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3533583637</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Narasi (Super) Kreatif</strong></p><p>Di sebuah ruangan gelap, terdapat sebuah meja dengan dua kursi bersebrangan, yang berhadap-hadapan. Dengan sedikit cahaya, terlihat dua orang yang kulitnya remang-remang. Nafas dihembuskan oleh wanita bertopi koboi. Dengan luka di wajahnya, terdengar ucapan:</p><p>"Apa hal-hal yang membuatmu bersukacita?, lalu apa yang menghambat mata air sukacitamu dan apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya?"</p><p>Sosok yang duduk di hadapannya, dengan mata yang menatap udara, menjawab:</p><p>"Tugas-tugas yang selesai, kepedulian yang hadir, keberhasilan dalam sesuatu, mendengar lagu, dan masih banyak lagi. Boleh jadi yang membuat saya bersukacita adalah konsumsi dari apa yang tubuh saya suka serta harapan terhadap sesuatu. Saya sulit bersukacita ketika tugas-tugas saya menumpuk; tidak dikerjakan, menemukan diri yang malas seperti mendapatkan status bahwa diri ini gagal dan hina. Pada momen itu, kadang alih-alih melihat diri yang gagal dan hina, saya berusaha untuk melihat ruang untuk berkembang. Ketakutan akan masa depan pun tak jarang membayangi. Pada momen itu, saya berusaha mempersiapkan diri untuk masa depan, dan setelahnya tak perlu memikirkan ketakutan dan fokus melakukan hal yang perlu atau menyenangkan."</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/1Kst8waz9dAgUyJjNNiaf1" />
         <pubDate>2025-08-01 06:26:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3533583637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesungguhan</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3533661805</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip-prinsip kesetiaan juga berlaku terhadap suatu tujuan yang kita pilih. Kesetiaan jenis ini menuntun kita untuk bersungguh-sungguh melakukannya tanpa usaha yang setengah-setengah. Seringkali kesetiaan seperti ini membuat kita jadi tidak terlihat terlalu antusias terhadap hal-hal lain yang baru yang datang kepada kita. Demi bisa setia dan bersungguh-sungguh terhadap tujuan tersebut.</p><p><br></p><p>Salah satu bentuk loyalitas pribadi yang paling tinggi adalah loyalitas terhadap prinsip-prinsip yang kita miliki. Pada awalnya, prinsip - prinsip tersebut ditanamkan kepada kita ketika masih kecil, kemudian menjadi bagian dari diri kita dan dianggap sebagai nilai yang kita pegang. Kemudian ketika karakter kita sudah berkembang, prinsip-prinsip baru akan bermunculan dari dalam diri kita sendiri. Biasanya nilai-nilai tersebut muncul dari hasil pemikiran sendiri dan melalui pengalaman-pengalaman yang menyakitkan atau menginspirasi, bukan berasal dari sekedar obrolan orang lain ataupun hasil percakapan di sosial media, tapi dari buah pemikiran diri sendiri. Nilai-nilai yang didapat tersebut kemudian akan tumbuh menjadi bagian dari siapa kita sebenarnya. Manusia yang setia pada prinsip dirinya, adalah manusia yang benar-benar setiap kepada dirinya sendiri. </p><p><br></p><p>Loyalitas sejati akan melarang kita untuk dengan mudah berpindah-pindah dari satu hal ke hal yang lain (kalau dibacaan bilangnya agama). Karena kalau kita terlalu terbuka untuk mencoba berbagai hal baru, "pegangan" yang kita miliki bisa menjadi kabur dan pudar. Sehingga kita berpotensi kehilangan pegangan. </p><p><br></p><p>Kebiasaan mengkritik hal-hal kecil juga dapat melatih kebiasaan ini. Dari yang aku pahami, maksud dari kalimat ini adalah jangan mudah terjebak dengan gosip-gosip kecil yang dapat membuat kita dengan mudah beralih dari hal/kepercayaan satu ke hal/kepercayaan lain nya.</p><p><br></p><p>Kemudian ada tiga setan musuh loyalitas yang bekerja untuk menghancurkan kesetiaan. Yaitu setan kepentingan diri sendiri, rasa paling benar sendiri, dan merasa diri paling penting.</p><p><br></p><p><strong>- Apa saja prinsip-prinsip yang dalam hidupmu dimana kamu loyal terhadapnya sampai saat ini?</strong> Mungkin adek aku bakalan ngatain aku boong, tapi aku dengan sungguh-sungguh merasa salah satu prinsip utama dalam hidupku adalah kejujuran yang merugikan itu lebih baik daripada kebohongan yang menguntungkan. Selain itu, segala kejadian yang mengecewakan atau menyakitkan pasti selalu ada alasan yang baik di baliknya yang hanya Tuhan yang tahu, sehingga ketika aku kecewa terhadap suatu kejadian, aku bisa membujuk diriku untuk tidak berlama-lama merasa sedih dan terpuruk. </p><p><br></p><p><strong>- Upaya apa saja yang akan atau telah dilakukan dalam rangka bersungguh-sungguh mempertahankan loyalitas terhadap prinsip tersebut?</strong> Salah satu contohnya ketika aku mau naik gunung, tapi ngga dibolehin, atau dalam beberapa kondisi yang "kepepet", itu temen-temen ku nyaranin buat boong. But I cant bring myself to do it, karena itu bertolak belakang dengan hati nurani ku. </p><p><br></p><p><br></p><p><strong>- Dari ketiga setan yang disebutkan oma CM, Setan mana yang paling sering muncul untuk menggoda loyalitasmu terhadap prinsip&nbsp;hidupmu? </strong>Kayaknya kepentingan diri sendiri. Kadang aku juga dihasut sama pikiran, "tapi sebenernya kan kalau aku tinggal boong dikit aja terkait hal ... kan bakal jadi lebih lancar dan gampang. ga ribet kayak gini."</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/1feaf5d792c527b82961f9624ee1aa47/DSC02888.JPG" />
         <pubDate>2025-08-01 09:03:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3533661805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>67 | Sukacita </title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3534387434</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1723737819/467094f66b66c1f79e045b813f1b8358/meme_sukaccita_ourselves.jpg" />
         <pubDate>2025-08-03 09:37:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3534387434</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita ada dimana saja</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3534986337</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Bagaimana kita bisa merasakan sukacita ketika ada begitu banyak kesedihan dan penderitaan yang kita alami? Tidak, sukacita tidak disebabkan oleh keadaan kita atau apa yang kita alami, tapi sukacita berasal dari dalam diri kita. </p><p>Contohnya ada seorang Istri yang suaminya sedang sekarat, dan seorang ibu yang menemani anaknya yang sedang menjelang ajal. Keduanya berada di kondisi yang menyedihkan, tapi mereka masih bisa tersenyum dan tertawa. Senyum mereka bukan sekedar untuk membuat senang suami atau anak mereka, tapi itu adalah senyum tulus yang mereka berikan.</p><p>Bahkan disaat-saat paling menyedihkan kita juga bisa bersukacita. Sukacita bukan eskrim coklat yang nikmat, sukacita dapat kita temukan dimana saja, selama tidak ada penghambat dari dalam diri kita.</p><p><br/></p><p><strong>Sukacita yang menular</strong></p><p>Kita tidak bersukacita sendirian, kita juga tidak bersedih sendirian.</p><p>Ada seorang ibu yang membawa anaknya berjalan-jalan keluar untuk pertama kali. Anaknya masih berumur 2 tahun dan memiliki rambut emas. </p><p>Di jalan, anak itu melambaikan tangannya kepada semua orang yang dia jumpai. Kepada ibu cuci, tukang sapu, seorang penjaga, dan masih banyak lagi. Mereka semua yang tadinya agak tidak bersemangat, kini jadi tertular sukacita. Anak berambut emas itu seperti ratu kecil yang memberi salam kepada semuanya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Pertanyaan</strong> <strong>reflektif:</strong></p><ol><li><p><em>Charlotte Mason menulis bahwa “sukacita bukan sesuatu yang bisa dipalsukan”.</em></p></li></ol><p><em>Apa bedanya antara “berpura-pura bahagia” dan “memilih bersukacita”? </em></p><p><br/></p><p>Menurutku berpura-pura bahagia tidak tulus, dan hanya menjadi penaampilan luar saja. Sepertinya berpura-pura bahagia juga tidak menghilangkan ras menderita atau kesedihan, terutama di dalam diri kita. Memilih untuk bersukacita lebih jujur, dan bisa membuat kita menikmati</p><p><br/></p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><em>Apa benar sukacita dalam dirimu bisa membawa kebahagiaan dalam diri orang lain? Apakah ini merupakan alasan kuat untuk bersukacita selalu?</em></p><p><br/></p><p>Aku cukup setuju, karena entah kenapa memang selalu begitu. Contohnya ketika aku tersenyum temanku jadi ikut tersenyum, bahkan jika tersenyum tanpa alasan sekalipun. Aku juga setuju ini adalah alasan bagus untuk terus bersukacita, karena membuat orang lain bersukacita adalah pemberian yang sangat berharga.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-04 10:20:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3534986337</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati dan kesederhanaan</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3535060090</link>
         <description><![CDATA[<p>Kepala kita seringkali dipenuhi dengan diri kita sendiri. Kita ingin semuanya tentang kita, dan mengabaikan orang lain sepenuhnya. Hal ini sangat tidak menunjukan sifat rendah hati. </p><p><br/></p><p>Rendah hati juga bukan berarti kita menjelek jelekan diri sendiri, tapi, kita harus menyingkirkan kebanggan diri dan keibaan diri untuk membuat ruang untuk rendah hati</p><p><br/></p><p>1. Pertanyaan oma CM "Apa yang harus dilakukan untuk menyingkirkan kebanggaan diri dan memberi ruang bagi kerendahan hati?"</p><p><br/></p><p>Aku pikir, memiliki rasa ingin tahu tentang orang yang ada di sekitar kita adalah awal mula yang bagus. Dengan begitu, kepala kita tidak selalu dipenuhi tentang kita, tapi juga rasa peduli terhadap orang lain. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Pernyataan oma CM "....dan begitulah kita semua jatuh---Ketika kita menjadi sadar diri". Sadar diri yang seperti apa yang dimaksudkan oma CM dan mengapa hal itu perlu&nbsp;dihindari?</p><p><br/></p><p>Aku rasa sadar diri yang dimaksud di sini adalah ketika kita menjadi fokus pada diri kita sendiri, menyadari diri kita sendiri, dan mungkin melupakan hal hal di sekitar kita</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-04 12:41:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3535060090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita Mengalir dari Duka dan Derita, Sukacita Itu Menular - Sukacita, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3537038823</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sukacita Mengalir dari Duka dan Derita</strong></p><p>Derita bukanlah penghambat sukacita. Di sebuah ruang rawat ada seorang istri yang memberikan suasana hangat dengan canda gurau, meski sang suami terbaring lemah di kasur. Bukan karena si istri berusaha terlihat riang demi orang tercinta; sukacita bukan sesuatu yang bisa dipalsukan. Sesungguhnya cinta membuka kembali mata air sukacita, demi orang yang dikasihinya, yang dari sana mengalir lelucon, senyuman; obat mujarab dari rasa sakit.</p><p><br></p><p>Kita seringkali menganggap sukacita sebagai es krim--sesuatu yang enak kalau datang, tapi tak bisa diharapkan setiap waktu. Namun Rasul berkata, bersukacitalah sepanjang waktu.</p><p>Memang, kita hanya tertawa sesekali, tersenyum sesekali, namun sesungguhnya mata air sukacita terus mengalir. Dan begitu pulalah jadinya--asal tidak ada yang menyumbat</p><p><br></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Sedikitnya yang kupikirkan, dua kalimat terakhir membuatku terpikir bahwa sukacita bukan sebatas perasaan menggebu layaknya bermain sesuatu, lebih dalam ... barangkali ia merupakan simbol "dunia yang layak dijalani, yang tetap memiliki hal baik di dalamnya". Hal-hal baik, seperti diri yang sehat, tak selalu membuatku tersenyum senang, namun aku bersukacita atas kesehatan ini; hal baik di dunia ini.</p><p><br></p><p><strong>Sukacita Itu Menular</strong></p><p>Sukacita tak bisa kita rasakan sendirian, begitupun berat hati. Sukacita ikut menggembirakan, berat hati ikut membebani. Dikisahkan bahwa: ada seorang anak kecil yang menularkan sukacita melalui sapaannya, senyumannya, dan lambaiannya, para pekerja yang melihat hal itu pun ikut gembira. Di lain kisah, seorang yang gelap hati, murung dan terbebani, sedang khawatir akan masalah yang ia hadapi. Namun ketika melihat anak kecil di sebrang, menatapnya dan tersenyum, ia pun ikut bersukacita.</p><p>Kita mampu memberikan kegembiraan yang dibutuhkan orang lain. Hal ini istimewa: kita memberi tanpa menyadarinya, dan tak kehilangan karenanya.</p><p><br></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Pertama, kupikir sukacita dan berat hati bisa kita rasakan sendirian, rasa syukur atas mandi pagi ini misalnya. Kalimat awal lebih seperti ajakan untuk menularkan sukacita karena itu membahagiakan orang lain. Keseluruhan bagian ini seperti ajakan untuk menularkan sukacita karena efektifitas, efisien, dan kepraktisannya.</p><p><br></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><ol><li><p>Charlotte Mason menulis bahwa “sukacita bukan sesuatu yang bisa dipalsukan”. Apa bedanya antara “berpura-pura bahagia” dan “memilih bersukacita”?:</p></li></ol></blockquote><p>Sedikitnya, aku terpikir bahwa: 1. Berpura-pura artinya tidak betul-betul bahagia, tindakan ini boleh jadi dilandasi kekhawatiran dan ketakutan semata, seperti halnya ibu yang berusaha menghibur anak; takut ia sedih. 2. Memilih bersuka cita adalah pilihan atas kesadaran bahwa ada kebahagiaan di dalam sebuah kejadian.</p><p><br></p><blockquote><ol start="2"><li><p>Apa benar sukacita dalam dirimu bisa membawa kebahagiaan dalam diri orang lain? Apakah ini merupakan alasan kuat untuk bersukacita selalu?</p></li></ol></blockquote><p>1: Bagi sebagian orang dalam keadaan tertentu, ya. 2: Tidak juga, aku jarang berinteraksi dengan orang. Namun ketika sedang berinteraksi, hal ini kerap menjadi pertimbangan jika ia sedang bahagia. Merujuk pada CM, boleh jadi ini alasan kuat ... bahwa kecintaan kita bisa membahagiakan yang lain.</p><p><br></p><p>Sedikitnya, sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=I615NV59RU0" />
         <pubDate>2025-08-06 16:19:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3537038823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3537051872</link>
         <description><![CDATA[<p>Sukacita itu tidak bisa dipalsukan, sukacita mengalir melewati duka dan derita. </p><p><br/></p><p>Ini hal yang pernah aku simpulkan pada refleksiku tentang tragedi yang kutuliskan beberapa waktu lalu di Medium: Keadaan, absen akan sesuatu tidak pernah bisa menahan seseorang dari merasakan sukacita. Mau bagaimanapun situasinya, menurut oma Ceem, orang bisa menemukan sukacita.<br></p><p>Aku merasa, seringkali kita sendiri yang menahan diri dari bersukacita. Kadang kita berpikir, "Tanpa ini-itu, masa mau bersukacita sih? Yang benar saja!"&nbsp;<br></p><p>Nah, jika kita saja sudah tertutup padanya, sulit untuk merasakan sukacita, bahkan meski terdapat fakta bahwa sukacita itu menular.&nbsp;<br></p><p>Sebagai contoh, sampai saat ini aku merasa bahwa aku paling sulit untuk bersukacita ketika sedang berduka. Ketika ada orang memintaku untuk bersukacita di saat seperti itu, terlintas di kepalaku kata-kata seperti, "bagaimana bisa dia memintaku, mengharapkanku bersukacita ketika aku baru saja kehilangan seseorang/peliharaan yang kusayangi?"<br></p><p>Kupikir aku yang <strong>sengaja</strong> menahan diriku sendiri pada saat itu. Alias, aku yang memang ngga mau bersukacita, meski akhirnya keinginan itu terkikis oleh waktu.&nbsp;Apakah salah untuk tidak ingin bersukacita untuk sementara waktu? Aku pikir tidak.<br></p><p>Lantas inti dari refleksiku, sukacita bisa ditemukan di mana-mana <strong>hanya</strong> jika kita sabar dan terbuka padanya. Jika kita menutup diri dari perasaan sukacita itu, maka sulit bagi kita untuk merasakannya, bahkan ketika sukacita dari orang lain dapat menular.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan reflektif:</mark></strong></p><p><strong>1. Charlotte Mason menulis bahwa “sukacita bukan sesuatu yang bisa dipalsukan”.</strong></p><p><strong>Apa bedanya antara “berpura-pura bahagia” dan “memilih bersukacita”?&nbsp;</strong></p><p><br/></p><p>Bersukacita berarti merasakannya, berpura-pura berarti terlihat seakan sedang merasakannya (kadang menampilkan ciri-cirinya dengan sempurna) padahal tidak sedang bersukacita.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>2. Apa benar sukacita dalam dirimu bisa membawa kebahagiaan dalam diri orang lain? Apakah ini merupakan alasan kuat untuk bersukacita selalu?</strong></p><p><br/></p><p>Ngga tahu pastinya, tapi yang aku rasa jika aku membawa energi negatif cepat menyebar sih wkwk, kenapa bisa begitu ya?</p><p><br/></p><p>Jika pun memang sukacitaku menular ke orang lain, itu tidak akan membuatku mendorong diri untuk bersukacita selalu sih. Mungkin lebih sering, tapi tidak selalu. Karena pada satu titik yaa seperti kata Tara, kita mesti merasakan saja apa yang kita rasakan, tanpa diapa-apakan. Kurasa itu yang berfungsi di aku. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-06 16:45:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3537051872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi </title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3538561387</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada cukup banyak sukacita di dunia ini, buat semua orang orang-orang Yorkshire itu bilang kalau roti mereka nggak mengembang itu sama dengan roti sedih dan itu sama aja kayak diri kita juga. kayak kalau misalkan kita tidak bangkit untuk menyambut sinar matahari, atau tidak mendengar suara sahabat, atau tidak memandang hal-hal yang menarik.  tapi kalau kita menyambut itu dengan saat hati, kita jadi merasa senang dan Kita menyambut itu semua dengan hati gembira itu disebut dengan sukacita maka saat itulah juga kita menunjukkan sukacita kita itu. Carlyle yang kita kenal juga sebagai orang yang bahagia itu pernah bilang kalau nggak ada seorangpun yang perlu merasa nggak bahagia karena dia masih bisa melihat musim semi atau wajah anak kecil.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-08 11:55:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3538561387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita Tak Pernah Kering - Sukacita, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3538718832</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sukacita Tak Pernah Kering</strong></p><p>Mata air sukacita ada dalam setiap jiwa--mata air yang tak pernah kering--cukup, bahkan berlimpah, untuk setiap saat dari setiap tahun dari umur yang paling panjang; ia tak dihalangi duka, sakit, atau kemiskinan, justru halangan-halangan itu membuat mata air mengalir lebih deras dan lebih terang. Sukacita ini bukan milik pribadi; ia juga untuk dibagikan kepada setiap orang yang kita jumpai, maka mungkin kita terdorong untuk mengetahui alasan di balik wajah hambar, takut, gelisah; tak menyambut, dari orang-orang itu.</p><p><br></p><p>Kita mungkin pernah terpikir, seorang anak yang sepanjang hari melakukan ini-itu memiliki wajah yang muram hingga riang, sedangkan orang dewasa terlihat muram sepanjang hari, kehidupannya seperti beban-beban semata. Pertanyaan tentang sukacita atau kesedihan sebetulnya tidak terlalu bergantung pada hal luar. Ada baiknya bila kita merenungkan perkataan Marcus Aurelius berikut: “Jangan sibukkan pikiranmu dengan hal-hal yang bukan milikmu, tetapi pilihlah beberapa yang terbaik dari keadaanmu sekarang, dan renungkan betapa besar keinginanmu terhadap hal-hal itu jika saja mereka belum menjadi milikmu.”.</p><p><br></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Memahami ini ... barangkali CM keheranan melihat orang-orang dewasa yang selalu terlihat muram, tak semangat, tak menyambut; tak ada kebahagiaan dalam hidupnya. Padahal (menurut CM), ketika ditelusuri lebih lanjut, mereka--dan semua manusia--memiliki mata air sukacita yang tak pernah kurang bahkan melebihi yang dibutuhkan untuk bersukacita. Kita hanya perlu fokus pada banyak hal yang kita miliki, dan bersyukur untuk itu.</p><p><br></p><p>Selain itu, ada klaim bahwa mata air sukacita akan terus mengalir bahkan dalam duka, rasa sakit, hingga kemiskinan, mata air ini pula tak kurang bahkan melebihi yang dubutuhkan untuk bersukacita. Menguji hal ini, aku mengambil contoh ekstrem--seorang anak dalam peperangan. Dalam situasi tersebut, mampukah bersukacita?, mungkin semangkuk sup hangat yang lezat akan membuatnya bersukacita--walau mungkin hanya sesaat. Dalam situasi itu, mungkin memang sulit untuk bersukacita, mungkin kebutuhan untuk hidup dan aman, trauma atas penderitaan, akan menghantui dirinya. </p><p><br></p><p>Meski di bacaan kemarin kita mendapat anjuran untuk selalu bersukacita, aku berasumsi bahwa ajakan tersebut bukan datang dari "kamu bisa dan harus bersukacita karena itu mudah!", melainkan "setiap orang punya alasan untuk bersukacita"; mengkritik orang-orang dewasa yang merasa hidupnya hanya dipenuhi beban, kesuraman.</p><p><br></p><p><strong>Kita Menjadi Sedih Ketika Mengasihani Diri</strong></p><p>Tentu kita perlu mengambil yang baik dari keadaan kita. Namun yang menyumbat mata air sukacita bukanlah keadaan, melainkan kita sendiri. Kita menjadi sedih, bukan bersuka cita, karena kita mengasihani diri.</p><p>Ketika kaki kita terinjak, diri kita diremehkan, dan hal-hal remeh lainnya terjadi, secara tak sadar menyinggung harga diri kita; Setan dari rasa iba sedang menggali tumpukan sampahnya untuk dilemparkan pada mata air sukacita; membuatnya tersumbat.</p><p>Ada orang yang mengasihani diri sesekali, ada yang mengasihani diri terus-menerus selama berhari-hari. Ada pula yang mendendam sepanjang hidupnya terhadap keadaan atau kepada orang-orang terdekatnya.</p><p><br></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Kesedihan dikarenakan mengasihani diri ... mungkin: dalam suatu keadaan, kita merasa hal itu tidak mengenakkan, dan kita tak bisa mengubahnya; inferior, yang ketika diratapi maka bisa disebut mengasihani diri. Apakah mengasihani akan berlanjut atau = sedih? mungkin ... aku tidak tau ..., namun sementara ini kupikir; ya. Kesedihan adalah ekspresi dari ketidakmampuan/kesulitan yang diiringi kepesimisan. Mungkin.</p><p><br></p><p>Selain itu, dalam diskusi di kelas, menjadi menarik ketika tante Ayu menyampaikan bahwa segala yang kita indra (lihat, dengar, dll), sadar tak sadar akan memengaruhi perasaan kita. Ketika kucoba mengingat: hariku terasa agak suram ketika pagi hari orang rumah tak bicara dan tak tersenyum, aku cenderung mengantuk ketika bekerja di ruang yang kurang penerangan, salah satu reels--yang menampilkan pencapaian seorang remaja--mengancam keberadaanku; menyinggung harga diri, dan lain-lain. Barangkali, kita banyak dibentuk oleh hal-hal kecil itu. Setelah mendengar hal itu dan sedikit berpikir, sepanjang kelas ada hal yang menempel di kepala: menyadari hal-hal yang memengaruhi diriku; membentuk diriku, rasanya mesti dilakukan ... aku begitu penasaran dengan "apa pikiran/tindakanku benar?", "apa ini bias semata?", "apa yang terjadi pada diriku sehingga aku begini?"; hal-hal kecil itu ... jika coba disadari dan ditelusuri, boleh jadi adalah kepingan-kepingan diri yang baru; yang lebih baik; yang lebih merdeka.</p><p><br></p><p>Selain itu pula, aku terpikir bahwa penyumbat mata air sukacita mungkin bukan kesedihan semata, amarah pun demikian. Jika kesedihan bisa melenyapkan sukacita, maka paling tidak amarah bisa mengaburkan kita dari sukacita. Misal: ketika aku memasak dan ada yang mengatakan masakanku tak enak dan aku marah, alih-alih fokus pada menyantap--dan itu enak, aku malah fokus menentang komentar itu bahkan hendak mengubahnya. Sama-sama menghambat sukacita, meski aku tetap berdaya; mampu menentangnya. Adakah penyumbat lain?, mungkin ....</p><p><br></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><ol><li><p>Sebutkan beberapa hal terbaik dari hidupmu dan bayangkan apa yang terjadi saat belum memilikinya?</p></li></ol></blockquote><p>Mungkin bukan yang terbaik, namun bebera diantaranya ... kusebutkan setidaknya 3: 1. Keberadaan keluarga; 2. Kesempatan untuk bekerja; 3. Keberadaan ruang digital.</p><p><br></p><blockquote><ol start="2"><li><p>Bisa ceritakan ya apa yang dibayangkan terjadi jika hal itu belum jadi milikmu, juga tentang apa yang akan kamu rasakan?</p></li></ol></blockquote><p>Ketiadaan keluarga membuatku menyadari bahwa begitu banyak waktu yang harus aku alokasikan untuk mengurus kehidupan di sebuah atap dan begitu sepinya hidup tanpa basa-basi, ketiadaan kesempatan bekerja mungkin akan membuatku tak sepercaya diri ini dan tak sepraktis ini dalam menyikapi berbagai hal di kehidupanku, ketiadaan ruang digital membuatku sulit untuk berdiskusi, bertemu teman, belajar, membaca, dan lain-lain. Semua hal tadi begitu penting dalam membentukku yang saat ini meski dalam kehidupan tak selalu kusyukuri; aku terpaku pada hal-hal yang mengancamku dan bersedih karenanya.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://soundcloud.com/nalasinephro/space-8-554039864?si=8ab92821f11b4913ab70430f81d5fba8&amp;utm_source=clipboard&amp;utm_medium=text&amp;utm_campaign=social_sharing" />
         <pubDate>2025-08-08 16:21:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3538718832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>68 | Sukacita pt. 2</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3539655642</link>
         <description><![CDATA[<p>Ciri-ciri sukacita yang kutangkap dari bacaan ini adalah: dalam penderitaan sekalipun sukacita tetap bisa mengalir. Dua, sukacita tidak bisa dipalsukan. Dan tiga, sukacita dapat memicu sukacita lainnya. </p><p><br/></p><p>Dari berbagai contoh yang CM berikan, aku merasa CM menekankan tentang kekuatan senyuman sebagai wujud kasat mata dari sukacita. Senyuman autentik dari sukacita kepada siapapun. Yang sangat bisa membuat "mood" seseorang lebih baik.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi:</mark></p><p>CM menulis bahwa “sukacita bukan sesuatu yang bisa dipalsukan”.</p><p>Apa bedanya antara “berpura-pura bahagia” dan “memilih bersukacita”? </p><ul><li><p>Sebetulnya aku masih belum merasa jelas akan definisi sukacita ini. Sukacita yg CM ungkapkan terasa seperti perpaduan rasa syukur, passion, dan kebahagiaan. Tapi dari pemahaman sekarang, kusimpulakan pura-pura bahagia terasa lebih negatif, karena di sini orang yg sedang melakakukannya menampik perasaan sedih dan kecewanya demi terlihat bahagia. Sementara itu memilih bersukacita lebih sejalan dengan apa kata CM, karena sejatinya sukacita terus mengalir, selama hal-hal yg dapat menyumbat bisa disingkirkan.</p><p><br/></p></li></ul><p>Apa benar sukacita dalam dirimu bisa membawa kebahagiaan dalam diri orang lain? Apakah ini merupakan alasan kuat untuk bersukacita&nbsp;selalu?</p><ul><li><p>Belum pernah diuji atau dikonfirmasi apakah orang yg mendapat sukacitaku setelahnya betul merasakan sukacita juga. Tetapi senyuman atau gestur tubuh mereka terkadang menggambarkan itu.</p><p><br/></p><p>Lalu "apakah menurutku ini merupakan alasan kuat untuk bersukacita&nbsp;selalu?" Agaknya tidak. Karena meskipun ingin menebarkan sukacita pada kondisi tertentu--sangat lelah atau kesal--aku bisa dengan gampang menghiraukan keinginan itu.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-11 03:44:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3539655642</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of Heart: Sukacita</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3539748385</link>
         <description><![CDATA[<var>Ada Cukup Banyak Sukacita Di Dunia Ini Untuk Semua Orang</var><p><br/></p><p>Orang Yorkshire sering mengatakan kalau roti yang gagal mengembang dengan sempurna atau bantet adalah roti yang sedih, dan menurut oma CM hal itu menyerupai kita saat kita terus bersedih dan berat hati sehingga menolak menyambut semua hal hal baik yang datang. Tapi saat kita bangkit untuk menyambut semua hal hal baik itu, maka di saat itulah kita bisa merasakan rasa sukacita.&nbsp;<br></p><p>Orang dewasa kadang merasa iri pada anak anak kecil ketika mendengar suka cita yang mengalir dari mereka, tapi sebenarnya mereka tak perlu merasa khawatir karena itu hanya tentang mata air yang tersumbat. Carlyle juga pernah berkata kalau tak seorang pun perlu merasa tidak bahagia, karena di setiap hati ada mata air sukacita yang menunggu untuk disemburkan.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/d15d6ce1c0f6fe95fe4e2b6bbd53ca3a/loyality.webp" />
         <pubDate>2025-08-11 05:23:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3539748385</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of Heart: Sukacita</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3539749535</link>
         <description><![CDATA[<var>Sukacita Mengalir dari Duka dan Derita</var><p><br></p><p>Orang orang mungkin akan berpikir kalau mustahil untuk seseorang merasakan sukacita saat mereka harus menanggung rasa sedih, cemas, dan penderitaan. Padahal (menurut oma CM) yang menyumbat rasa sukacita kita bukan lah hal hal itu. Seorang istri yang sedih karena suami nya yang sakit, dan ibu yang sedang menunggu anaknya di jemput oleh ajal seringkali mengisi ruang ruang rawat dengan tawa dan candaan candaan.&nbsp;</p><p><br></p><p>Hal itu mereka lakukan bukan karena mereka ingin terlihat senang untuk orang yang mereka cintai, karena sebenarnya tak akan ada orang yang bisa tertipu dengan senyum palsu. Mereka melalukan nya karena tak ada obat apapun yang lebih baik untuk orang orang yang tengah sakit dari pada hal hal seperti lelucon kecil, senyum, dan rasa riang yang mereka tunjukan.</p><p><br></p><p>Kita mengira kalau rasa sukacita mirip seperti camilan manis seperti coklat atau es krim yang meski enak tidak selamanya bisa kita dapatkan. Kenyataan nya, rasa sukacita adalah sesuatu yang bisa selalu kita rasakan.</p><p><br></p><var>Sukacita Itu Menular</var><p><br></p><p>Kita tidak bisa merasakan rasa sukacita sendiri, begitu juga dengan kesedihan atau rasa berat hati. Menurut oma CM tak ada yang lebih mudah menular daripada rasa sukacita dan akan baik jika kita bisa menyadari kalau kita membawa membawa kegembiraan yang di butuhkan oleh orang lain dan ini merupakan harta yang sangat istimewa, karena kita memberinya tanpa kita menyadarinya dan tidak akan&nbsp; kehilangan apapun karena nya.</p><p><br></p><var>Refleksi&nbsp;</var><p><br></p><blockquote><p><em>Charlotte Mason menulis bahwa “sukacita bukan sesuatu yang bisa dipalsukan”.</em></p><p><em>Apa bedanya antara “berpura-pura bahagia” dan “memilih bersukacita”?&nbsp;</em></p></blockquote><p><br></p><p>Sukacita itu rasa senang/bahagia yang jujur, di tujukan oleh seseorang saat mereka memang benar merasa bahagia.&nbsp;</p><p>Pura pura bahagia adalah sesuatu yang mungkin bisa dibilang sebagai kebohongan, Karena ketika seseorang melakukan ini, tujuan nya adalah untuk membuat orang berfikir kalau mereka merasa bahagia padahal tidak.</p><p><br><em>Apa benar sukacita dalam dirimu bisa membawa kebahagiaan dalam diri orang lain? Apakah ini merupakan alasan kuat untuk bersukacita selalu?</em><br></p><p>Aku percaya kalau sesuatu yang di ceritakan oleh oma CM itu benar bisa terjadi, tapi untuk aku itu gak menjadi alasan kuat untuk terus bersuka cita.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/ae01c7b964e8f222d73e57ba8e49cda9/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-08-11 05:25:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3539749535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of Heart: Sukacita</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3539751372</link>
         <description><![CDATA[<var>Sukacita Itu Tak Pernah Kering</var><p><br/></p><p>Menurut oma CM ketika kita sudah menyadari kalau mata air rasa sukacita adalah mata air yamg tidak akan kering, bahkan ketika hal buruk seperti kemiskinan, duka dan sakit datang untuk menghalangi, juga bukan sesuatu yang dapat menjadi milik kita sendiri, maka kita akan semakin terdorong untuk mencari tau kenapa beberapa orang masih dapat berjalan dengan wajah tertunduk dan ekspresi wajah yang muram meski dengan banyaknya sukacita yang dapat dengan mudah menular pada orang orang.</p><p><br/></p><p>Pada subab ini oma CM juga mengutip kalimat dari Marcus Aurelius, yaitu:</p><p><br/></p><p><em>“Jangan sibukkan pikiranmu dengan hal-hal yang bukan milikmu, tetapi pilihlah beberapa yang terbaik dari keadaanmu sekarang, dan renungkan betapa besar keinginanmu terhadap hal-hal itu jika saja mereka belum menjadi milikmu.”</em><br></p><var>Kita Menjadi Sedih Ketika Kita Mengasihani Diri Sendiri</var><p><br/></p><p>Keadaan bukanlah penyebab dari rasa berat hati dan yang menyumbat rasa sukacita, melainkan diri kita sendiri dengan merasa iba diri kita sendiri.&nbsp;</p><p><br></p><var>Refleksi&nbsp;</var><p><br></p><blockquote><p><em>Sebutkan beberapa hal terbaik dari hidupmu dan bayangkan apa yang terjadi saat belum memilikinya?</em></p><p><em>Bisa ceritakan ya apa yang dibayangkan terjadi jika hal itu belum jadi milikmu, juga tentang apa yang akan kamu rasakan</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Hal terbaik yang aku punya mungkin keluarga dan temen temen ku, if I don’t have them, I might feel a bit lonely and I won’t have the good memories that I have right now.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/93af95321ec681ab1bfd88ae6393b5d6/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-08-11 05:29:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3539751372</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of The Heart</title>
         <author>hanifankenzio</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3540023271</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada banyak sukacita di Dunia ini. Suka cita ini bagaikan roti yang mengembang, Mata Air.</p><p><br/></p><p>Banyak orang dewasa yang berpikir dan iri kepada anak kecil yang bisa  bersukacita dengan mudah. Namun sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang perlu kamu lakukan adalah membersihkan sampah yang menyumbat mata airmu dan sukacita akan mengalir di hatimu</p><p><br/></p><p>Tante aku ga ada ide kreatif apa apa :(</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-11 07:51:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3540023271</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hal terbaik yang pernah aku alami</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3541177176</link>
         <description><![CDATA[<p>...</p><p>untuk refleksi dari perkataan Marcus Aurelius ini, mungkin tidak ada hal-hal yang bisa disebut terbaik. Yah aku mungkin mendapatkan ponsel, masuk beberapa organisasi, berkesempatan mengikuti acara-acara besar, tapi apa yang benar-benar baik maupun buruk akan pencapaianku itu? Jika kita membandingkan apa yang akan dialami, jika aku tidak mencapai hal hal di atas, sepertinya akan baik-baik saja. Sementara dengan hal buruk yang aku alami seperti dikhianati teman, keracunan makanan, ditinggal keluarga dekat, hingga hampir dibunuh pun hanyalah sesuatu yang spontan. Kalaupun tidak terjadi, tidak ada perbandingan antara sebelum-sesudah, aku tidak akan merasa bersyukur karena tidak ada pembanding akan diri sendiri.</p><p><br/></p><p>Misalnya aku tidak mengalami hal-hal terbaik yang aku alami. Aku masih menggunakan ponsel orang-tuaku, mungkin aku merasa aneh, apalagi untuk banyak orang. Tapi tidak akan merasa rugi -karena belum pernah merasakan- Begitu pula jika aku tidak mengikuti, katakanlah Forum Anak, ya aku tidak tahu menahu apa itu mereka, mungkin aku tahu, tapi ya sebatas tahu saja, tidak perlu sangat menyidam untuk masuk. </p><p><br/></p><p>Misalnya aku tidak mengalami hal-hal terburuk. Sama saja, toh hampir dibunuh bukan berarti aku terkena luka fisik apapun, jika nenekku masih hidup yah itu sekedar fakta, kalau tidak dikhianati mungkin kami masih berteman dan mungkin dengan sifat pecundangnya dia mengkhianatiku kemudian hari dan sama saja. Belum tentu di masa depan tangan kiriku masih utuh. Banyak hal yang terjadi tanpa disangka, dan kalau hal itu tidak terjadi ya kita tidak tahu kalau kita lolos dari hal itu</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-12 07:06:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3541177176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita pt. III</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3541230758</link>
         <description><![CDATA[<p>Rekap kecil, mata air sukacita tidak pernah kering. Dia bisa terus mengalir apapun kondisinya, apapun penderitaannya. Sukacita jauh lebih besar dari hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk memperkaya hidup orang lain--sebab sukacita itu menular.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kenapa ada orang-orang yang muram dan tidak bisa menemukan sukacita pada hidup mereka? Mereka bisa saja memiliki ini-itu, pergi ke sini atau ke sana tetapi tidak kunjung menemukan sukacita.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Menurut oma ceem, seringkali hal ini terjadi karena orang-orang ini cenderung merasa iba pada diri mereka sendiri. Alih-alih mengapresiasi apa yang ada, mereka terus menerus mengasihani diri mereka sendiri atas hal-hal yang tidak mereka miliki, dan itu menimbulkan kesedihan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Mengutip Marcus Aurelius, oma ceem menyarankan kita untuk "Memikirkan apa-apa yang sudah kita miliki dan merenungkan betapa besar keinginan kita pada hal-hal itu ketika kita tidak memilikinya (lagi)." Hal itu cukup untuk memberikan kita sukacita, sekurang-kurangnya membuat kita merasa sedikit lebih baik dengan hidup yang kita jalani.&nbsp;<br></p><p>Dari situ aku berkesimpulan, berarti, yang membuat kita terpuruk seringnya adalah persepsi kita, atau tafsir kita atas suatu kondisi/kejadian/perbandingan kondisi.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Ketika orang mengucapkan kata-kata yang tidak tepat, tidak membalas sapaan kita di jalan, atau terkesan tidak menghargai kita (dan kita menafsirkannya dengan buruk pula), maka rasa iba akan mulai bekerja lalu menyumbat air mata sukacita.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Terkadang malah, rasa sedih atau iba berkepanjangan ini berubah menjadi sakit hati/dendam yang mendekam dalam waktu yang lama.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Awalnya mungkin hanya tersumbat sedikit, mungkin sukacita masih bisa mengalir di beberapa skenario, namun jika terus sampah-sampah ini tidak segera dibuang dan malah dibuat menumpuk-numpuk, maka mata air sukacita akan jadi tersumbat.&nbsp;<br></p><p>Sehingga orang pun jadi sulit untuk tidak terlihat murung seakan-akan membawa beban di punggungnya.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Aku pikir jalan keluarnya ada dua, memaafkan (menerima) orang/keadaan atau mengubah perspektif kita terhadap sesuatu menjadi lebih baik. Tapi dua itu bisa sukar sekali dilakukan.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p><strong>Refleksikan quote dari Marcus Aurelius tersebut: Sebutkan beberapa hal terbaik dari hidupmu dan bayangkan apa yang terjadi saat belum memilikinya?<br></strong></p><p><strong>Bisa ceritakan ya apa yang dibayangkan terjadi jika hal itu belum jadi milikmu, juga tentang apa yang akan kamu rasakan.</strong></p><p><br/></p><p>Mungkin teman-temanku. Meski suka sendiri dan melakukan apa-apa sendiri, tetapi keberadaan mereka rasanya membuat semuanya jadi lebih baik deh. Komentar, percakapan-percakapan menyenangkan yang kita lakukan, kegiatan random di hari-hari membosankanku--sepertinya kehadiran orang lain benar-benar membuatku bersukacita deh.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Jika dibayangkan, mungkin aku akan merasa sendirian, terisolasi atau terasingkan tanpa mereka, dan merasa begini sepertinya bukan perasaan yang menyenangkan untuk dimiliki.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Mungkin aku akan merasa iba pada diriku sendiri, berpikir, "betapa malangnya aku sendirian begini sementara yang lain..." begitu. Bisa jadi juga aku dengan frustasinya berpikir "Kenapa rasanya aku saja yang seperti ini sih?" Lalu pemikiran-pemikiran itu akan mengerumuni pikiran dan membuatku merasa lebih terpuruk juga sedih lagi jika tidak segera dihentikan. </p><p><br/></p><p>Setelah dipikir-pikir aku punya kecenderungan untuk merasa bahwa "aku saja yang seperti ini" jika menyangkut hal-hal buruk, yang membuatku merasa lebih buruk lagi (jika dibanding berpikir "ada orang-orang seperti ini juga, ini wajar"). Misalnya ketika aku gagal, tidak sengaja berbuat keliru atau lain sebagainya. Kadang aku lupa bahwa hal seperti ini juga pernah dilalui orang lain dan tidak ada yang salah dengan aku. Itu sajaa sih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-12 08:20:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3541230758</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mata air sukacita tidak pernah kering </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3542063873</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Mata Air sukacita terus mengalir sepanjang waktu, memiliki air lebih dari cukup untuk terus dikeluarkan, tidak pernah kering. Terkadang memang ada kesedihan atau rasa sakit, tapi itu tidak menghentikan mata air sukacita, bahkan membuatnya mengalir lebih kuat dan lebih jernih.</p><p>Ketika kita memahami kalau sukacita bukanlah milik kita pribadi, kita akan mempertanyakan mengapa ada orang-orang yang berjalan dengan awan gelap di sekeliling mereka, atau seperti ada annjing hitam di punggung mereka. Atau kenapa para orang tua terkadang terlihat beban mereka sangatlah berat. Saat ini kita bisa mendengarkan nasihat dari Marcus Aurelius.</p><p>“<em>Jangan sibukkan pikiranmu dengan hal-hal yang bukan milikmu, tetapi pilihlah beberapa yang terbaik dari keadaanmu sekarang, dan renungkan betapa besar keinginanmu terhadap hal-hal itu jika saja mereka belum menjadi milikmu</em>.”</p><p>Yang menghambat mata air sukacita hanyalah diri sendiri. Mengasihani diri sendiri membuat kita bersedih, dan tidak dapat merasakan sukacita.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksikan</strong> <strong>quote dari Marcus Aurelius tersebut:</strong></p><p><br/></p><p><em>Sebutkan beberapa hal terbaik dari hidupmu dan bayangkan apa yang terjadi saat belum memilikinya?</em></p><p><em>Bisa ceritakan ya apa yang dibayangkan terjadi jika hal itu belum jadi milikmu, juga tentang apa yang akan kamu rasakan</em></p><p><br/></p><p>Hal-hal terbaik dalam hidupku adalah, Teman, Keluarga, dan kebebasan sebagai anak homescool. </p><p>Aku tidak bisa membayangkan kalau tidak memiliki ketiganya, tapi kalau tentang kebebasan sepertinya aku masih bisa membayangkannya. Yang pasti kalau tidak punya kebebasan, aku belum tentu bisa jalan-jalan tiap bulan, tidur, atau memikirkan dunia. Mungkin aku tidak akan merasakan apa-apa (mati rasa)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-13 05:05:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3542063873</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suka cita itu tidak pernah kering</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3544175797</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah tahu bahwa sebenarnya Sumber mata air kebahagiaan kita tidak pernah kering atau hanya sesekali tersumbat, lalu kenapa ada orang yang masih bersedih saat piknik, atau kenapa orang bisa bersedih selama sehari, seminggu, atau sampai bertahun-tahun, kalian pasti bertanya tanya dong? </p><p>Nah ini jawabanya</p><p><br/></p><p><strong>Kita menjadi bersedih ketika kita mengasihani diri sendiri</strong></p><p>Sama seperti judulnya, terkadang setan dari rasa iba datang dan menutupi mata air dengan giat, terkadang hal tersebut hhanya lah hal2 sepele, seperti saat ketika mereka tak sengaja menginjak kaki mu, atau mereka membuat mu tersinggungng. </p><p>Coba berhentilah sejenak dan dengarkan qoute dari Marques Aurelius :</p><p>'Jangan sibukan pikiran mu dengan hal-hal yang bukan milik mu, tetapi pilih lah beberapa hal baik dari keadaan mu yang sekarang, dan renungkan betapa besar keinginan mu terhadap hal hal itu jika saja mereka belum manjadi milik mu'</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><ol><li><p>Mungkin yang dimaksud oleh tuan Markus adalah kita disuruh untuk bersyukur atas apa yang kita punya, dan mengingat2 lagi perasaan senang saat pertama kali kita mendapatkanya. </p></li><li><p>Menurut aku, aku paling bersyukur sat mendapatkan kamar sendiri. Kalau saja sempe sekarang aku tidak punya kamar sendiri, mungkin aku akan sibuk mengurus hal2 yang bukan 'punyaku'</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-15 11:05:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3544175797</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3544198973</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi menurut cm itu suka cerita itu nggak pernah benar-benar kering nah jika apa kita tuh harus memahami bahwa dalam diri kita itu terdapatnya itu mata air sukacita bukan mata air hangat sekali mengalir tapi dia itu adalah sumber yang nggak pernah kering terus dia tuh berlimpah untuk setiap hari dari tahun dalam umur yang paling panjang gitu terus dia tuh kita tuh nggak usah membiarkan bahwa si air mata itu tuh digantikan oleh duka atau sakit atau kemiskinan nah tapi alih-alih dia mengalahkan sukacita dia malah lebih sering mengalir dengan rasa halangan-halangan itu. Nah cm bertanya mungkin kita tahu kenapa sih anak-anak tuh bisa pergi ke pesta yang menyenangkan tapi mukanya muram terus kenapa orang-orang tua tuh kadang menjalani hari dengan hari dengan muka yang ditekuk atau kenapa orang tua tuh kadang merasa bahwa hidupnya itu penuh beban nggak ada bahagia-bahagiaannya gitu. Cm juga sempat ngespil nasihat Markus aurelius itu yaitu adalah "jangan sibukkan pikiranmu dengan hal-hal yang bukan milikku tetapi pilihlah beberapa yang terbaik dari keadaanmu sekarang dan renungkan betapa besar keinginanmu terhadap hal itu jika mereka belum jadi milikmu"</p><p>Kadang itu kita harus itu mengambil kebaikan tuh dari keadaan kita tapi hal yang menjadi kenyataan sekarang itu justru bukan keadaan yang menyumbat air mata kita tapi justru kitanya sendiri yang membuat mata air itu tidak keluar. Jangan bilang tuh kita itu juga menjadi sedih bukan bersukacita itu karena kita sedang merasa kasihan sama diri kita sendiri. Ada orang yang mengasihani dirinya sendiri itu kadang-kadang kayak sesekali gitu tapi ada juga yang terus-menerus selama berhari-hari tapi ada juga yang kayak sepanjang hidup tuh mereka Dia memelihara dendam terhadap keadaannya dia sendiri atau dia tuh menyimpan rasa sakit hatinya tentang orang-orang dekatnya itu di dalam dirinya jadi dipendem.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-15 12:04:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3544198973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>69 | Sukacita pt. 3 + Sumbatannya</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3545287690</link>
         <description><![CDATA[<p>Ditegaskan sekali lagi kalau sukacita adalah mata air yang tidak pernah kering. Justru akan mengalir "lebih kuat dan lebih terang" saat dalam duka, sakit atau kemiskinan. Ini mengingatkanku pada konsep--entah filsafat atau apa--kalau memang dengan sedih kita bisa merasakan senang. Dengan benci kita bisa merasakan cinta. Kalau tidak pernah kenyang kita tidak akan merasa lapar, vice versa. (Pikiranku sempat pergi berelasi ke bacaan awal banget, tentang dualitas, entah sebenarnya nyambung atau tidak). Lalu sukacita dibagiakan</p><p><br/></p><p>Kemudian subbab berikutnya dikemukakan salah satu hambatannya. Yang itu adalah sukacita akan terhalang jika perasaan/ tindakan mengasihani diri berlebih porsinya. Lebih parah lagi, mengasihani diri secara terus menerus juga dapat mebibitkan dendam dan sakit hati pada orang terdekat--aku bayangkan hidupnya selalu mudah sekali terganggu dan tidak tenang.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>Quote Marcus Aurelius:</p><blockquote><p>“Jangan sibukkan pikiranmu dengan hal-hal yang bukan milikmu, tetapi pilihlah beberapa yang terbaik dari keadaanmu sekarang, dan renungkan betapa besar keinginanmu terhadap hal-hal itu jika saja mereka belum menjadi milikmu.”</p></blockquote><p><br/></p><p>Sebutkan beberapa hal terbaik dari hidupmu dan bayangkan apa yang terjadi saat belum memilikinya? juga tentang apa yang akan&nbsp;kamu&nbsp;rasakan</p><ul><li><p>Aku ingin bilang orang tua. Tapi jawabannya tentu saja aku tidak bisa membayangkan apapun karena belum lahir dan tidak punya perasaan apa-apa atas ketidakpunyaan itu. Mungkin lolos seleksi perguruan tinggi adalah hal terbaik yg bisa kupikirkan. Sebelum aku mendapatkan itu semua terasa mendebarkan dan aku rela mengejar itu sampai pulang les malam atau jarang bermain. Pengumumannya seperti dopamin yg melonjak, tapi menjalani prosesnya adalah jalur naik turun yang menarik dan bermakna.</p><p><br/></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-17 07:49:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3545287690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>70 | Sukacita pt. 4</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3545292061</link>
         <description><![CDATA[<p>Tak bisa dipungkiri kalau keceriaan berdampingan dengan sukacita. CM meminta kita untuk selalu mengusahakan sukacita. Ia menular pada orang lain dan menentramkan pikiran. Demi kasih sayang pada diri dan orang sekitar sukacita patut direalisasikan.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>Hal apa saja yang seringkali menyumbat mata air sukacitamu? Lalu setelah berelasi dengan tulisan CM tentang Sukacita ini, apa persisnya yang akan kamu lakukan untuk mengelola sumbatan tersebut agar terus menutup mata&nbsp;air&nbsp;sukacitamu?</p><ul><li><p>Akhir-akhir ini (karena jadi anak rantau) sukacitaku sering tersumbat oleh kerinduan akan keluarga. Rasanya sangat tidak nyaman. Hampir sebulan pun rasanya belum dapat dibilang cukup mereda. Yang aku lakukan hanya berpikir bahwa roda berputar dan pasti akan membaik, sambil terus video call pada tiap kesempatannya. <em>Plus </em>bersyukur dengan hal-hal kecil yang Tuhan kasih menemani fase menantang ini.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-17 08:07:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3545292061</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita adalah Kewajiban</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3545712904</link>
         <description><![CDATA[<p>"Bersukacitalah senantiasa, dan sekali lagi aku katakan, bersukacitalah."</p><p><br></p><p>Sukacita adalah kewajiban katanya. Ketika memandangnya demikian, maka kita akan menemukan diri kita berkata "aku bisa melewati ini, karena aku harus", begitu katanya. Semakin sering kita mengusir para "anjing hitam" yang datang mendekat, mama semakin mudah pula untuk bersukacita.&nbsp;</p><p><br></p><p>Sesuatu yang datang bersamaan dengan sukacita adalah kepuasan hati. Dengan kepuasan hati, orang tidak akan mudah merasa terganggu dengan hal-hal disekelilingnya.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>Pendapat:&nbsp;</strong></p><p>Aku tidak suka ide bahwa sukacita itu kewajiban, rasanya seperti sebuah beban, sebuah kekang. Aku kemarin sampai berusaha memahami kenapa oma ceem berkata bahwa "sukacita itu wajib" dan <mark>ini yang kudapat:</mark></p><p><br></p><p>1. Karena ketika kita bersukacita, maka orang lain akan bersukacita pula.&nbsp;<br></p><p><br></p><p>2. Karena air mata sukacita sudah disiapkan/disediakan oleh Tuhan untuk kita. Bentuk syukur adalah dengan menggunakannya?<br></p><p><br></p><p>3. Karena sukacita itu baik untuk kita, ada dampak positif yang diberikan sukacita pada diri kita.&nbsp;</p><p><br></p><p>4. Kalau Oma Ceem tidak bilang "wajib" maka kita akan cenderung tenggelam menikmati kesedihan dan tidak punya motivasi untuk mengatakan "aku bisa melewati ini, karena aku harus".</p><p><br></p><p>Itu asumsi-asumsiku tentang bagaimana Oma CM bisa berkesimpulan bahwa sukacita itu wajib. Aku pikir, aku setuju jika <strong>wajib</strong> di sini <strong>berarti bukannya harus bersukacita setiap saat</strong>.&nbsp;</p><p><br></p><p>Bersukacita itu tidak harus "selalu", opsi untuk merasa biasa-biasa saja kan juga selalu tersedia. Ketiadaan sukacita tidak melulu berarti merasa negatif.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>Aku setuju bahwa sukacita itu wajib dalam arti, ketika kita ditimpa masalah, kesedihan dan lain sebagainya itu, <mark>pada akhirnya</mark> kita mesti bangkit dan bersukacita kembali.&nbsp;</strong></p><p><br></p><p>Wajib bukannya berarti menolak kehadiran perasaan-perasaan itu (dengan alasan "harus bersukacita tiap saat"). Kalau diperlukan ya dibiarkan saja perasaan itu untuk sementara waktu, biarkan sampah-sampah itu untuk sementara waktu. Dirasakan dulu, diterima dulu sebelum akhirnya baru pikirkan cara bersukacita kembali. Untuk beberapa hal, bangkit itu butuh waktu, bukan sesuatu yang bisa cepat diselesaikan.&nbsp;</p><p><br></p><p>Kata-kata oma ceem yang mengatakan bahwa sukacita itu mesti tiap saat dapat membuat seseorang terjebak pada sukacita palsu karena merasa buru-buru harus bersukacita, mereka jadi tidak tuntas dalam menyelesaikan masalah mereka. </p><p><br></p><p>Itu saja sih. Aku tidak setuju pada kutipan di awal tulisanku yang bilang bahwa kita mesti senantiasa bersukacita, dan sepertinya juga sulit sekali untuk dipraktekkan.<br></p><p>Aku juga sekilas terpikir, bahwa kita bisa bersukacita ketika sekadar melupakan, tidak memikirkan hal-hal yang membuat kita jadi murung. Tidak harus sudah benar-benar bersih, benar-benar sudah teratasi, yagasi? Menurutku sih begitu, meski yaa ngga permanen, solusi terbaik memang membersihkan sampah-sampah itu.&nbsp;</p><p><br></p><p>Nah, sebaliknya, ketika kita belum menerima, ketika kita masih berpegang pada hal-hal tersebut maka mereka akan menyumbat air mata sukacita kita sedikit demi sedikit. Begitu ✌🏻</p><p><br></p><p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p><strong>Refleksikanlah, hal apa saja yang selama ini seringkali menyumbat mata air sukacitamu? Lalu setelah berelasi dengan tulisan oma CM tentang Sukacita ini, apa persisnya yang akan kamu lakukan untuk mengelola sumbatan tersebut agar tidak melulu menutup mata air sukacitamu?</strong><br></p><p>Yang seringkali menyumbat mungkin masalah-masalah dalam diriku yang belum terselesaikan dengan baik. Kupikir aku berpegang pada apa yang sudah lalu, pada apa-apa yang banyak di luar kendaliku.&nbsp;</p><p><br></p><p>Aku sih akhir-akhir ini memang sering merefleksikannya, mengeluarkan unek-unekku pada diriku sendiri lalu secara tertulis bilang "menerima" semua itu. Meski membaik, namun jauh di dalam aku belum sampai di fase menerima sepertinyah, aku baru sampai di fase mengeluarkan unek-unek dan memahami diriku sendiri. Dan memang sih, lama kelamaan hal-hal tersebut rasanya jadi cukup mengganggu.</p><p><br></p><p>Aku pikir aku akan membaca ulang serta mempraktikkan poin-poin dalam <em>Filosofi Teras</em> dan <em>The Things You Can See Only When You Slow Down</em> untuk belajar menerima keadaan wkwkwk.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-18 02:21:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3545712904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bersukacita itu WAJIB</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3547390913</link>
         <description><![CDATA[<p>Hidup tanpa sukacita sangatlah menyedihkan dan juga keliru. Karena sukacita adalah sebuah kewajiban, meski menurutku kata-kata ini justru membuatnya terasa lebih berat. </p><p>Kita harus selalu mengingat sukacita, supaya bisa terus bersukacita.  Si "anjing hitam" di punggung kita harus sering-sering diusir, karena kata-kata masam dan wajah masam tidak bisa hidup berdampingan dengan sukacita.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em>Refleksikanlah</em></strong><em>, hal apa saja yang selama ini seringkali menyumbat mata air sukacitamu? Lalu setelah berelasi dengan tulisan oma CM tentang Sukacita ini, apa persisnya yang akan kamu lakukan untuk mengelola sumbatan tersebut agar tidak melulu menutup mata air sukacitamu?</em></p><p><br/></p><p>Yang seringkali menyumbat air mata sukacitaku adalah pikiran-pikiran buruk tentang pendapat orang lain pada diriku (yang kusadari kalau ternyata ini cukup egois), dan kegagalan atau kejadian buruk yang kualami.</p><p>Sepertinya caraku akan tetap sama seperti dulu, menyadari dan menerimanya. Mungkin dengan tambahan melihat sisi baik dari kejadian buruk, dan mengganti dari pendapat buruk orang lain kepadaku, menjadi pendapat baikku tentang orang lain.</p><p>Tapi kurasa tidur dan mimpi indah masih menjadi nomer satu untuk membersihkan yang tersumbat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-19 08:11:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3547390913</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita adalah Sebuah Kewajiban - Sukacita, Cinta, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3547810925</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sukacita adalah Sebuah Kewajiban</strong></p><p>Hidup tanpa sukacita adalah hidup yang menyedihkan; dan hidup yang keliru ... Kita perlu terus menerus mengusir "anjing hitam" itu, juga berkata "aku bisa karena aku harus", dan dengan begini lebih mudah bagi kita untuk ceria dan baik.</p><p><br></p><p>Cerialah, karena itu merupakan tanda lahirnya sukacita, wajah yang muram dengan ucapan yang masam tak dapat berdampingan dengan sukacita yang mengalir dalam. Bersyukurlah, karena sukacita selalu disertai kepuasan hati ... karena tak mungkin orang yang dipenuhi sukacita tetap merasa terganggu dan tidak puas oleh hal-hal di sekitarnya.</p><p><br></p><p>"Bersukacitalah senantiasa, dan sekali lagi aku katakan, bersukacitalah.”</p><p><br></p><p><strong>Komentar Pancar &amp; Refleksi</strong></p><blockquote><p>Refleksikanlah, hal apa saja yang selama ini seringkali menyumbat mata air sukacitamu? Lalu setelah berelasi dengan tulisan oma CM tentang Sukacita ini, apa persisnya yang akan kamu lakukan untuk mengelola sumbatan tersebut agar tidak melulu menutup mata air sukacitamu?</p></blockquote><p>Belakangan, sulit bagiku untuk bersukacita. Aku mendapat kesimpulan baru--yang mungkin keliru--tentang diriku. Aku menyimpulkan bahwa aku jauh lebih buruk dari apa yang aku bayangkan, tak bisa ini-itu, hanya bisa begini-begitu, dan yang paling parah: aku tak tertarik untuk memperbaikinya. Pada saat itu, aku tak mampu memandangnya sebagai ruang belajar--tak ada tempat yang hendak aku tuju.</p><p><br></p><p>Bisakah aku tetap bersukacita?, sedikit. Kadang aku mengatakan "Hal yang paling wajar untuk aku lakukan adalah salah, dan yang perlu kita lakukan hanyalah memperbaikinya", itu sedikit membuatku lebih baik. Namun perasaan itu tak bertahan lama. Ketika kembali dihadapkan dengan ketidakmampuanku, aku kembali bersedih.</p><p><br></p><p>Berlarut dalam kesedihan membuatku berontak dan mengatakan "Jika diriku buruk, maka berjuanglah untuk memperbaikinya!". Aku kembali melakukan yang kupikir harus kulakukan. Mungkin apa yang aku lakukan keliru, namun pada saat itu aku tak ingin diam atas kondisiku. Dan ternyata, aku bisa menemukan sukacita dari perjuangan itu--perjuangan mengubah ketidakmampuan menjadi kemampuan. </p><p><br></p><p>Dari pengalaman ini, aku menemukan: besarnya kegagalan--yang membuatku merasa hampa--yang mampu tetap menyelimutiku dengan kesuraman meski aku sudah berusaha; aku juga menemukan: sukacita bisa kita rasakan bila menyadari dan mensyukuri apa yang kita miliki--lingkungan, diri saat ini, dan diri yang menjadi kisah. Dan dari pengalaman ini, aku hanya bisa menyimpulkan: dalam kesuraman, yang bisa kulakukan hanyalah menunggu keinginan berontak untuk hadir. Mungkin juga, keinginan berontak adalah kemampuan untuk bersukacita, yang bisa kita kokohkan dalam diri; kisah seperti apa yang ingin aku buat.</p><p><br></p><p>Aku tak yakin aku bisa dengan mudah bersukacita, aku tak yakin aku mampu untuk terus bersukacita, terkadang aku begitu lelah dengan segalanya, terkadang yang bisa kulakukan hanyalah menunggu keinginan berontak, yang menjadi benih sukacita.</p><p><br></p><p>Aku tidak tau. Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/e9Xvmg2jX0k?si=2O9SxIeg_5KRQnRX" />
         <pubDate>2025-08-19 16:19:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3547810925</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi kreatif sukacita - cerpen</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3550032059</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang-orang berlalu-lalang, tergesa-gesa mengejar kereta. Ada pula yang tampak kesal, ketinggalan kerea dan berusaha untuk memesan tiket kereta berikutnya. Ada pula yang membaca berita dengan penuh emosi. </p><p><br/></p><p>Di antara mereka, ada seorang anak kecil, yang sangat bersemangat untuk berpetualang menggunakan kereta. Hatinya sangat bersukacita.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>(Maaf tante aku bingung)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-21 06:56:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3550032059</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita itu menular </title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3550043566</link>
         <description><![CDATA[<p>Suka cita tidak bisa dipalsukan, dan sebenarnya kita tetap bisa bersukacita, meski berada di kondisi yang sedih. Sukacita itu juga menular, ketika kita bersukacita, orang lain juga akan bersukacita</p><p><br/></p><p>1. Charlotte Mason menulis bahwa “sukacita bukan sesuatu yang bisa dipalsukan”.</p><p>Apa bedanya antara “berpura-pura bahagia” dan “memilih bersukacita”?</p><p>Bersukacita ini adalah step berikutnya dari bersyukur, menurutku. Kita akan bersukacita dengan menerima keadaan. Sementara ketika kita terus2an merasa sedih dan terpuruk, kita cenderung lebih berpura-pura bahagia, dibanding memilih bersukacita</p><p><br/></p><p> </p><p>2. Apa benar sukacita dalam dirimu bisa membawa kebahagiaan dalam diri orang lain? Apakah ini merupakan alasan kuat untuk bersukacita&nbsp;selalu?</p><p><br/></p><p>menurutku iya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-21 07:04:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3550043566</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sukacita tak pernah kering</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3550054354</link>
         <description><![CDATA[<p>Sukacita adalah mata air yang tak pernah kering di dalam diri, bukan hadiah dari keadaan luar. Namun sering kali kita menutup alirannya sendiri dengan rasa kasihan pada diri. Padahal, jika kita berhenti mengasihani diri dan memilih mensyukuri apa yang ada, sukacita itu akan kembali jernih, mengalir deras, dan cukup untuk membasuh hati kita serta orang-orang di sekitar kita.</p><p><br/></p><p><em>Sebutkan beberapa hal terbaik dari hidupmu dan bayangkan apa yang terjadi saat belum memilikinya?</em></p><p>Ini adalah salah satu pertanyaan yang juga sering aku pikirkan. </p><p><br/></p><p>Ketika mendengar cerita pertemanan orang-orang, aku sering melihat ke teman teman yang aku miliki sekarang, dan memikirkan betapa sulitnya hidupku jika aku tidak memiliki teman2 yang baik dan suportif seperti mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-21 07:13:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3550054354</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3550061563</link>
         <description><![CDATA[<p>Sukacita adalah kewajiban yang harus kita pelihara, sebab tanpa itu hidup terasa keliru dan menyedihkan. Tanda luarnya tampak pada keceriaan, sementara rahmat batinnya adalah kepuasan hati yang tak mudah diganggu hal-hal kecil.</p><p><br/></p><p>menurutku sebenarnya tapi akan lebih mudah jika kita melihat sukacita sebagai 'hadiah' dibanding kewajiban. Kewajiban seakan akan membebani, sementara hadiah membuat kita bersukacita karena memiliki kemampuan bersukacita. Kewajibam kita mungkin lebih kearah menerima hadiah suka cita ini </p><p><br/></p><p>Refleksikanlah, hal apa saja yang selama ini seringkali menyumbat mata air sukacitamu? Lalu setelah berelasi dengan tulisan oma CM tentang Sukacita ini, apa persisnya yang akan kamu lakukan untuk mengelola sumbatan tersebut agar tidak melulu menutup mata&nbsp;air&nbsp;sukacitamu?</p><p><br/></p><p>Yang seringkali menghambatku adalah rasa mengasihani diri. HEHE. aku sering merasa paling terpuruk, dan itu sering menjadi hambatan. Hal yang sering kulakukan sejak mendiskusikan tulisan oma cm ini adalah tetap memilih sukacita saat sedang berbicara dengan kawan atau orang lain. aku memilih untuk bersukacita agar sukacita ku juga menular pada mereka</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-21 07:19:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3550061563</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kita semua terlahir dengan kerendahan hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551223242</link>
         <description><![CDATA[<p>kita semua terlahir dengan kerendahan hati, itu semua mengapa tuhan mengatakan bahwa jika orang2 yahudi tidak berendah hati dan beresikap seprti anak2, mereka tidak boleh masuk kedalam kerajaan surga.</p><p><br/></p><p>tanpa sadar kita sering mengatakan bahwa anak2 kecil itu polos dan sederhana, alih2 rendah hati. kerendahan hati dalam pemikiran ilahi ada dua jenis, satu kristus , karena Dia merendahati, dua anak2 karena Dia menyatakan mereka rendah hati.</p><p>seorang penulis tua telah merenungkan tentrang si rendah hati, dan jawabanya adalah; kerendahan hati hanya ada satu, sama seperti pengudusan dan penembusan.</p><p><br/></p><p>refleksi: menurutku anak2 yang termasuk dinyatakan sebagai simbol rendah hati dikarenakan mereka masih belum mempunyai pengetahuan atas dunia yang baru ia temui, rasa penasaran itu menguasai atau kadang mengambil alih tubuh si anak, juag karena ia tidak tahu siapa lawan dan kawan, mereka tetap merendahkan hati atas kepenasaran yang mereka punya, mereka hanya menunjukan sifat/emosi asli, karena itu mereka cukup rendah hati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 04:03:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551223242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kerendahan hati yang di rendahkan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551285684</link>
         <description><![CDATA[<p>terkadang ada rahmat dari kerendahan hati yang kita khianati, seperti kepengecutan dari rendah hati, atau kemunafikan seperti</p><p>' oh,  aku tidak sanggup menahan sakit, aku tidak sekuat mu'</p><p>'aku bukan salah satu teman-temanmu yang pandai membaca'</p><p>ada juga orang yang diam2 membanggakan diri sendiri atas ke tidak mampuannya seperti contoh</p><p>'oh, andai aku bisa memiliki kemampaun seperti mu' atau</p><p>'secerdik mu'</p><p>'sebagusmu'</p><p><br/></p><p>terkdang kita juga memilih untuk lebih bangga secara terang2ngan akan keunggulan kita, asal usul kita atau pransangka kita, bahkan ada yang bangga atas kecerobohan, kemalasan atau kenekatan kita.</p><p><br/></p><p>relfeksi:</p><p>mungkin aku lebih memiliki cenderung renash diri dari pada besar hati atau rendah hati, cara mengendalikan rendah hati mungkin dengan mengubah sedikit mind set saat mau keluar dari rumah, contohnya pas sudah mau keluar dari pintu aku mengingatkan diri ku lagi dalam hati 'ingat, ketemu orang, jadi ramah, rendah hati dan banyak membantu'</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 05:04:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551285684</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kerendahan hati menyatu dengan kesederhanaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551329535</link>
         <description><![CDATA[<p>banyak orang yang pikiranya waras sampai mereka mengalami megalomania.</p><p>ereka yang mempunyai penyakit itu hanya bisa memikirkan hal2 punya mereka sehingga suka membuat alasan yang menjadikan 'milik' mereka yang harus di utamakan bukan urusan2 yang penting, kebanggan hidup seperti itu begitu menggangu, bahkan mereka tidak bisa menyingkirkan persepsi itu 'milik' mereka buakn 'seberapa penting itu'</p><p><br/></p><p>kerendahan hati bukanlah memikirkan yang buruk kepada diri sendiri, melainkan kerendahan hati bisa diartikan 'kesederhanaan'.</p><p>itu mengapa biasanya anak2 yang biasa berendah hati biasa suka 'lupa' untuk memikirkan diri sendiri, saat orang tua memberikan 'ilmu' kesadaranya kepada anak, dan membuatnya sadar diri, dan saat sadar diri kita jadi bisa ber'rendah diri lebih baik.</p><p><br/></p><p>refleksi:</p><ol><li><p>mungkin saat berbangga diri kita langsung cepat2 membuang itu dan merubah ke kerendah hati</p><p>aku mengartikanya dengan sdar diri atas hal2 yang gelap atau membawa itu semua untuk masuk ke dalam hati, seperti nanti pada suatu saat kita akan menemukan diri kita menyukai hal2 yang dulu kita benci. mungkin itu titik pusat balik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 05:46:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551329535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>para pelayan pribadi cinta: sukacita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551356159</link>
         <description><![CDATA[<p>narasi kreatif</p><p>puisi + pantun</p><p><br/></p><p>angin yang menerpa wajah,</p><p>hujan sendu yang merintik,</p><p>bagi orang, mereka tidak ramah.</p><p>lepaskan resah, dan nikmatilah dengan duduk,</p><p>duduk hadap hujan yang menagis,</p><p>berdamai dengan suara meringis yang mengacau,</p><p>tenang lepas, damai rasa arus,</p><p>balik waktu untuk aku yang baru.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 06:14:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551356159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sukacita mengalir dari duka dan derita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551392619</link>
         <description><![CDATA[<p>mungkin beberapa orang harus merasakan ke pahitan, kesedihan baru mereka merindukan rasa suka cita, ibu yang berusaha terlihaty ceria, padahal sebenarnya itu semua menyumbat, senyuman yang sebenarnya tidak bisa di palsukan, dan tak seorang pun yang seharusnya tertipu dengan senyuman itu.</p><p>cinta mengajarkan seorang perawat untuk membuka hati kepada pasiien, kerena itulah obat paling mujarab.</p><p>terkadang kita juga sering slah mengartikan sukacita, kita berbikir suka cita itu juka kita mendapatkan eskrim, tetapi rasul mengatakan 'bersukacitalah senantiasa' yang berqarti kita harus selalu bersuka cita selamanya</p><p><br/></p><p><strong>sukacita itu mengalir</strong></p><p>thukah kamu, bahwa suka cita itu sebenarnya mengalir, seorang ibu pernah memenulis kepada oma cm, bahwa ia pernah membawa anaknya pergi keluar rumah untuk pertama kalinya, ia terlihat sangat senang dan penasaran, setiap orang yang ia temui ia melambaikan tangan dan menyapa mereka, polisi jalan ikut tersenyum kepada anak yang menyapanya, ibu2 tetangga yang murung jadi menemukan semangatnya saat di sapa oleh anak itu</p><p><br/></p><p>refleksi:</p><ol><li><p>bedanya adalah jika kita berpura2 bersukacita, kita sedang melakukan sesuatu yang kita tidak suka tetapi kita pura2 untuk suka, atau kita sedang menutupi kesedihan dengan suka cita. sedangkan benar2 besuka cita adalah yang muncul dari lubuk terdalam.</p></li><li><p>mungkin bisa saja suka cita ku menular ke pada orang lain, tetapi kayaknya energi positif ku lagi melemah akhir2 ini.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 06:53:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551392619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>suka cita itu sebuah kewajiban</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551418471</link>
         <description><![CDATA[<p>kata oma cm suka cita itu adalah sebuah kewajiban, dan betapa menyedihkanya jika kita menjalankan hari 2 dengan membawa 'anjing hitam' dan tanpa sukacita, tanda lahiriah dari suka cita adalah kecerian, karena tidak mungkin wajah masam dan mata air suka cita yang mengalir bisa hidup berdampingan, rahmat syukur yang membuat kita terus bersuka cita dan hal2 kecil tidak mengganggu.</p><p><br/></p><p>refleksi + opini:</p><p>mata airku sering menyumbat, dan terdangang aku suka menahan dulu agar tidak tersumbat.</p><p>pendapatku sana seperti Kenzi, kita sebenarnya tidak wajib untuk bersuka cita, bahkan aku merasa kesedihan itu ada rasa tak tergambarkan yang sebenarnya juga enak jika di olah, cicipi dan pahami dengan benar. air suka cita ku kugambarkan seperti sumur alami yang belum di lapisi dengan batu jadi masih rawan longsor, sedangkan yang menahan untuk longsor adalah akar2pohon yang merambat di dekat sumur itu, pohon itu adalah keseluruh isi control pikiran ku sedangkan hati/perasaanku berada di si akar.</p><p><br/></p><p>jika mood ku sedang bagus dan hal yang tidak mengenakan datang, aku berhenti sejenak untuk memikirkan, 'sayang tidak ya jika akarnya di lepas sekarang?' </p><p>lalu jika suasananyamasih seru aku tahan longsor itu. dan jika aku sudah ada waktu luang yang cukup lama seperti malam2, aku melepaskan akar dan membuat tanah itu menyampur dengan air dan menjadi lumpur. lalu tidur, dan saat aku bangun, mata iar sudah jernih kembali dan akarku tidak berat lagi karena menahan beban.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 07:22:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551418471</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta dan Keadilan C💗K</title>
         <author>ruciisfound</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551783331</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>NEW SHIPPING PEJABAT DI OURSELVES!?!?!?!?!?!??!?!?!??!?</strong></p><p><br/></p><p>Oke, kembali ke topik. Aku tidak mengikuti hampir 87.5% kelas ini (15 menit per 2 jam). Jadi narasi ini PURE dari text.</p><p><br/></p><p><strong>Keselarasan Cinta dan Keadilan</strong></p><p>Walaupun keadilan sering kali menjadi jendral yang tegas, Cinta terasa tidak selaras satu dengan Keadilan, tetapi, dengan istilah gaul <em>complete eachother</em> mereka bisa menjadi SHIP di saat ini.</p><p><br/></p><p><strong>Sosialisme?</strong></p><p>"Memang, setiap bangsa bisa memiliki cara pandang yang berbeda tentang bagaimana keadilan seharusnya dijalankan" - CM</p><p>Kemana keadilan itu di dalam kondisi ekonomi global, dimana Elon Musk sudah mencaplok $405 Miliyar dan dalam dua tahun terakhir mendapatkan lebih dari $255 Miliyar. Di proyeksikan dengan perkembangan labanya, dia akan menjadi Triliuner (Dollar) Pertama pada tahun 2027. Sementara isu kelaparan Global sudah bertahan dan aktif sejak tahun 60 an, hingga sekarang belum ada visi jernih akan kapan diberlakukan aksi tuntas.</p><p><br/></p><p><strong>Kapan aku kehilangan rasa keadilan dalam diri?</strong></p><p>Jujur aku orangnya dari kecil suka sekali membandingkan, bukan iri, hanya sekadar suka menghitung a dan b. Seringkali muncul banyak celoteh akan ketidakadilan yang terucap begitu saja oleh mulut kecilku. Tetapi ketika aku merasa tidak adil, sering kali itu terjadi ketika sedang menginginkan sesuatu. Aku sedang ingin mengikuti suatu event, maka perhatian dan waktuku tercurah kesitu, sementara aku tidak adil pada pekerjaanku yang lain. Aku sedang mengejar seseorang, tiba tiba seluruh kebaikanku tercurah pada orang itu, hingga aku melupakan orang yang aku kenal. Intinya rasa keadilan bisa tiba tiba hilang dalam diriku ketika aku terdorong Impulse.</p><p><br/></p><p><strong>Bagaimana aku menyikapinya?</strong></p><p>Seringkali jika hanya di pikiran, aku menyikapi hanya sekadar membiarkan pikiran itu berlalu. Tetapi tetap ada proses doublethink --membayangkan dua hal kontradiktif di saat bersamaan-- ketika aku sampai kelepasan tidak adil pada orang lain. Di saat yang sama, aku percaya bahwa diriku berlaku tidak adil, tetapi juga percaya bahwa aku seharusnya adil. Dengan membandingkan dua di saat yang sama, aku bisa kembali sadar dan kembali berlaku baik pada dua orang</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 15:34:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3551783331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB XII: Keadilan yang Universal</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3555294633</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada dua tokoh yang menegang kendali atas majelis hati, Cinta dan Keadilan. Dua hal ini sering bertentangan memang, tapi masih mungkin bagi kita untuk membuat kedua kekuatan ini sejalan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Bertentangan seperti apa?&nbsp;</p><p>Cinta rawan berakhir menjadi kelembutan yang berlebihan, yang akhirnya malah menyakiti alih-alih menguatkan. Sebaliknya, bentuk keadilan yang kaku bisa jadi keras dan menjauhkan hati ketika harusnya merangkul. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengenal sisi-sisi dari hati dan keadilan. Kedua hal ini bukannya dapat otomatis berjalan sendiri, mereka mesti diawasi oleh Perdana Menteri (Kehendak), yang juga diawasi oleh penguasa yang lebih tinggi lagi di negeri jiwa manusia.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Lebih banyak tentang Keadilan</p><p>Keadilan menuntut kita untuk memenuhi pada orang, apa yang merupakan hak-haknya.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Keadilan menuntut kita untuk selalu sadar akan tindakan kita, terlebih jika menyangkut orang lain. Kalau Oma CM mengutip, "perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan."&nbsp;</p><p><br/></p><p>Oleh sebab itu, kita perlu bantuan pejabat-pejabat lain dari jiwa manusia supaya keadilan itu dapat bekerja. Pejabat-pejabat seperti misalnya kelembutan, kasih, kesetiaan, integritas juga kesederhanaan diperlukan untuk terus mempertahankan nyala keadilan yang sudah ada dalam diri kita.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi :</mark></strong></p><p><strong>Kapan biasanya kalian kehilangan rasa keadilan dalam diri? Dan bagaimana kalian menyikapinya?</strong></p><p><br/></p><p>Ketika terlalu banyak memikirkan diri sendiri? Biasanya aku akan memikirkan diri sendiri ketika aku dipenuhi emosiku sendiri.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Ketika hanya memikirkan diri sendiri, aku hanya memikirkan tentang apa yang menurutku baik untuk kuterima, tidak benar-benar memikirkan situasinya seperti apa secara keseluruhan, apalagi keadilan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Jika aku sadar aku sedang dipenuhi emosiku sendiri, maka aku akan berusaha menahan diriku dari membuat keputusan apapun yang terkait dengan orang lain. Itu saja sih yang aku lakukan.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Pertanyaan yang belum sempat kupikirkan lebih dalam:</strong></p><ol><li><p>Apa fungsi cinta dan fungsi keadilan?</p></li><li><p>Apakah cinta itu hanya dapat kita berikan pada mereka yang dekat dengan kita? Tidak, tapi belum terlalu dipikirkan. </p></li><li><p>Apa itu keadilan, apakah penyamarataan atau sama-sama terpenuhinya kebutuhan? </p></li><li><p>Kapan keadilan berarti penyamarataan dan kapan keadilan memberi yang disesuaikan dengan kebutuhan seseorang?</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 09:46:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3555294633</guid>
      </item>
      <item>
         <title>71 | Cinta &amp; Keadilan</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3555422918</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Dua hal yang idealnya berjalan beiringan. Jika cinta saja, ia bisa terlalu lembek. Jika hanya keadilan, akan terlalu kaku. Dua-duanya diperlukan untuk keseimbangan. Kata CM keduanya tidak terpisahkan dari jiwa manusia, tapi di sisi lain mereka tidak juga berjalan otomatis. </p><p><br/></p><p>Keadilan sendiri dikatakan CM sebagai anugerah. Setiap manusia punya--sekalipun ia orang yang terpinggirkan atau liar--rasa keadilan atas dirinya dan sesamanya.</p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>Kapan biasanya kalian kehilangan rasa keadilan dalam diri? Dan bagaimana kalian menyikapinya?</p><ul><li><p>Entah kenapa, sependek ingatanku, aku tidak pernah merasa kehilangan rasa keadilan dalam diri. Atau mungkin aku&nbsp;tidak&nbsp;sadar?</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 12:31:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3555422918</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan yang Universal - Keadilan (?), Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3555760134</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kita Perlu Memahami Fungsi Cinta &amp; Keadilan</strong></p><p>Ada dua tokoh kuat dalam majelis hati, mereka adalah Cinta dan Keadilan. Kehadiran mereka barangkali membuat kita bertanya: apa tuntutan dari masing-masing tidak bertentangan? mengingat Cinta bisa membuat kita terlalu lembut pada orang lain yang justru kelembutan itu menyakiti, dan Keadilan membuat kita terlalu keras pada orang lain ketika yang dibutuhkan adalah rangkulan. Cinta dan Keadilan adalah hal yang tak terpisahkan dari manusia, namun ia tak berjalan dengan otomatis seperti roda yang bergerak tanpa kita sentuh, Cinta dan Keadilan terus-menerus diawasi oleh Perdana Menteri--yang mana Perdana Menteri juga diawasi oleh sosok yang lebih tinggi. Pengawasan pada Cinta dan Keadilan mewajibkan kita untuk memahami keduanya dengan mendalam, hal ini pun menghindari manusia dari kehidupan yang kacau.</p><p><br></p><p><strong>Setiap Orang Memiliki Keadilan di Dalam Dirinya</strong></p><p>Keadilan merupakah anugerah bagi manusia yang amat berharga. Tak ada satupun manusia--sekalipun dianggap rendah, liar, dihiraukan, terabaikan--yang tak memiliki rasa keadilan. Teriakan tentang "keadilan" dapat menyentuh yang brutal sekalipun. Ungkapan "itu tidak adil" akan menyentuh siapa saja. Memang, bagaimana sebuah bangsa memahami keadilan bisa berbeda, namun keinginan akan perlakuan adil--bagi diri sendiri maupun orang lain--merupakan kerinduan di dalam hati setiap manusia.</p><p><br></p><p><strong>Aku Tak Boleh Menyakiti Siapa Pun dengan Kata atau Perbuatan</strong></p><p>Keadilan menuntut kita secara sadar dan konsisten, untuk memberikan hak-hak yang layak diterima dari orang-orang yang kita temui. Yaitu “berbuat kepada orang lain sebagaimana kita ingin mereka berbuat kepada kita: tidak menyakiti siapa pun, baik dengan perkataan maupun perbuatan”. Kita harus bersikap lembut terhadap orang lain, sopan terhadap kata-kata mereka, dan menghargai pendapat mereka--itulah yang memang seharusnya kita lakukan. Kita harus jujur dan berlaku adil dalam segala urusan, maka kejujuran, kesetiaan, kesederhanaan, dan ketulusan harus menjadi dasar perkataan kita. Keterbukaan hati, penghargaa, dan kemampuan membedakan yang tepat membimbing pikiran kita. Dan dalam tindakan, kita harus diatur oleh keadilan, kejujuran, dan integritas.</p><p><br></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Dari membaca tulisan ini, mendalami pikiranku, memahami beberapa ide tentang keadilan ... sedikitnya aku menyimpulkan: keadilan jika bukan tentang "semua memiliki peran, semua menjalankan kewajiban; kebenaran ditegakkan oleh semua", maka yang melahirkannya. Kesimpulan ini didapat dari pengamatan terhadap beberapa konsep keadilan. Dalam suatu pandangan, keadilan dimaknai dari sisi relasi antar-manusia, di mana saling menghargai martabat dari manusia, memerjuangkan kebaikan bersama, dan lain-lain; pandangan ini memberikan kita peran menjadi "yang menjaga kemanusiaan" dengan kewajiban menjadi "yang menghargai", "yang berjuang", "yang mengasihi", dan lain-lain. Pandangan lain yang memaknai keadilan dari dampak baik, memberikan kita peran untuk menjadi "yang memberi manfaat" dan "yang menjauhi bahaya", peran ini mewajibkan kita untuk menjadi "yang cermat menimbang", "yang efektif", "yang "tak berbelas kasih"".</p><p><br></p><p>Cinta merupakan makna yang diberikan seseorang dalam hubungannya dengan sesuatu. Cinta ditandai rasa kasih, ketulusan, dan mungkin harapan akan kebaikan.</p><p><br></p><p>Dari sini, aku menyimpulkan keadilan sebagai sebuah konsep "kebenaran yang terwujud". Konsep keadilan ini terdiri bagian-bagian lain, yang mungkin: kebenaran, sebagai tolak ukur mutlak; ketegasan, sebagai komitmen akan penegakan kebenaran; dan kebijaksanaan, sebagai kemampuan menegakkan kebenaran. Memahami posisi Cinta dalam keadilan, jika kita bertanya "apa keduanya bertentangan?", jawabannya akan begitu terkait dengan bagaimana kita mendefinisikan cinta dan keadilan itu sendiri. Aku berpikir, jika keadilan mengarah pada "kebaikan bersama", maka tentu cinta termasuk di dalamnya; sebagai penghantar pada kebaikan itu. Atau jika keadilan (salah satunya) dianggap sebagai menghargai martabat manusia, maka tentu cinta di dalamnya; sebagai nilai yang perlu diwujudkan itu sendiri; (bagian dari) keadilan.</p><p><br></p><p><strong>Pertanyaan Untuk Oma CM</strong></p><ul><li><p>Sempat dikatakan bahwa: dalam berperilaku adil, kita perlu memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan: tidak menyakiti siapa pun, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Setelahnya pernyataan itu ditegaskan menjadi: kita perlu melakukan itu karena memang itu yang harus dilakukan. Artinya, ada sebuah landasan yang "tidak subjektif" dari keadilan. Apa landasan itu? apa yang membuat suatu hal itu adil?</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Kapan biasanya kalian kehilangan rasa keadilan dalam diri? Dan bagaimana kalian menyikapinya?</p></blockquote><p>Perasaan menggebu seringkali menjadi tantangan dalam bersikap adil, baik itu amarah, rasa senang, sedih, dan lain-lain. Dalam kondisi itu, pertimbanganku sering keliru dengan menggeneralisir apa yang aku rasa, seperti yang lain harus senang karena aku senang, aku sedih maka semua orang kejam, aku marah maka semuanya salah. Menyikapinya, aku berusaha untuk berpikir ulang: apa benar begitu? apa harus seperti itu?. Namun seringkali tetap ada dorongan untuk membela diri. Pada tahap itu, aku fokus memikirkan atau melakukan sesuatu, dan memikirkannya kembali ketika aku sudah lebih baik.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=Cj7kqyIizME" />
         <pubDate>2025-08-26 17:02:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3555760134</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Juli 25 | Sukacita</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556518671</link>
         <description><![CDATA[<p>Sukacita itu selalu ada di sekitar kita, dalam hal-hal kecil seperti cahaya matahari, tawa anak kecil, atau nyanyian burung.</p><p>Seringkali yang membuat kita kehilangan sukacita hanyalah “sumbatan” berupa beban dan pikiran berat. Kalau hati dibersihkan, sukacita akan mengalir alami, memberi kita tenaga untuk menjalani hari.</p><p><br/></p><p>Kita seperti roti yang tidak mengembang bila hati berat lesu, tak mampu menyambut kebaikan di sekitar. Tapi ketika hati terbuka, kita bisa “bangkit” dan menemukan sukacita dari hal-hal sederhana.</p><p><br/></p><p>Carlyle, Bahkan orang yang tampak tidak bahagia pun pernah bilang: siapa pun masih bisa berbahagia selama ia bisa melihat musim semi atau wajah anak kecil. Artinya, sukacita itu bukan barang langka, melainkan tersedia bagi semua orang.</p><p><br/></p><p>Tawa anak-anak mengalir alami seperti nyanyian burung. Orang dewasa pun sebenarnya punya sumber yang sama (hati), hanya saja kadang tersumbat.</p><p>Jika “sampah” itu disingkirkan, hati orang dewasa bisa jernih kembali dan mengalirkan sukacita yang sama.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 04:26:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556518671</guid>
      </item>
      <item>
         <title>August 1st | Sukacita Mengalir dari Duka dan Derita</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556527357</link>
         <description><![CDATA[<p>Kesedihan, kecemasan, atau penderitaan bukanlah penghalang sukacita. Bahkan di ruang sakit, seorang ibu atau istri yang menunggu orang tercinta tetap bisa menghadirkan tawa tulus bukan pura-pura, tapi lahir dari cinta yang membuka kembali mata air sukacita.</p><p><br/></p><p>Sama seperti seorang ibu yang melahirkan ia menanggung sakit dan derita yang begitu besar, tapi ketika melihat anaknya lahir, sukacita meluap dan menutupi rasa sakitnya. Inilah bukti bahwa penderitaan tidak menutup jalan bagi sukacita, justru bisa menjadi jalan lahirnya sukacita yang lebih dalam.</p><p><br/></p><p>Kita sering menyangka sukacita itu seperti kesenangan sesaat (mie ayam 🤤, ketoprak🤤), padahal ia bukan sekadar rasa enak yang datang dan pergi. sesimpel senyuman tulus sudah cukup membuat seseorang bersukacita. Sukacita tidak dapat dipalsukan, seseorang pasti merasakan senyum palsu dan tidak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 04:33:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556527357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>August 8th | Sukacita Tak Pernah Kering</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556540331</link>
         <description><![CDATA[<p>Sumber sukacita itu selalu ada di dalam diri kita tidak berhenti meski ada duka, sakit, atau kemiskinan.</p><p>Bahkan halangan justru bisa membuat alirannya lebih kuat. Sukacita ini bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang lain di sekitar kita.</p><p><br/></p><p>Masalahnya, banyak orang berjalan dengan wajah muram, seolah memikul beban berat yang tak terlihat. Padahal, sukacita itu selalu tersedia. Sama seperti anak-anak yang bisa berada di pesta penuh tawa tapi tetap muram, kita pun kadang membiarkan hati kita tertutup oleh awan kelabu.</p><p><br/></p><p>Sesungguhnya, keadaan luar bukanlah penghalang. Seperti kata Marcus Aurelius, kita seharusnya menghargai apa yang ada dalam genggaman kita sekarang karena mungkin dulu hal itu sangat kita rindukan.</p><p><br/></p><p>Yang menyumbat mata air sukacita bukanlah keadaan, melainkan diri kita sendiri. Ketika kita larut dalam rasa kasihan pada diri, ketika hati tersinggung, atau ketika dendam kecil dipelihara, maka aliran sukacita pun tertutup.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 04:43:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556540331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>August 15th | Sukacita Adalah Kewajiban </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556552396</link>
         <description><![CDATA[<p><sup>Sukacita itu bukan sekadar hadiah yang datang tiba-tiba, tapi sebuah kewajiban. Hidup tanpa sukacita sama saja dengan membiarkan diri kita berjalan dalam kesedihan yang sebetulnya bisa kita pilih untuk tidak tinggal di dalamnya. Maka wajar kalau kita berkata: “Aku bisa bersukacita, karena aku memang harus.” Memang tidak selalu mudah, tapi bantuan akan selalu datang bagi siapa pun yang mau berusaha dan memohon.</sup></p><p><sup>kita harus mampu mengusir "anjing hitam" yang memberatkan pundak kita.</sup></p><p><br/></p><p><sup>tanda paling sederhana dari sukacita itu terlihat jelas: wajah yang ceria dan perkataan yang ramah. Tidak mungkin hati yang benar-benar dipenuhi sukacita tetap bertahan dengan wajah masam dan ucapan pahit.</sup></p><p><sup>Rasanya memang nggak mungkin selalu tertawa, tapi menjaga hati supaya tetap ringan dan penuh syukur itu bisa dilakukan.</sup></p><p><sup>Buatku, bagian ini seperti teguran juga: jangan terlalu gampang larut dalam muram, karena sukacita itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan hidup.</sup></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 04:50:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556552396</guid>
      </item>
      <item>
         <title>August 22th | Keadilan </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556559128</link>
         <description><![CDATA[<p>Di dalam hati manusia ada dua penguasa besar: Cinta dan Keadilan. Keduanya sama-sama penting, tapi bisa saling bertentangan kalau tidak diawasi. Cinta bisa menjadi terlalu lembut hingga merugikan, sedangkan keadilan bisa menjadi terlalu keras hingga menjauhkan hati. Karena itu, keduanya harus dijaga keseimbangannya oleh akal budi dan nurani yang tunduk pada kuasa lebih tinggi.</p><p><br/></p><p>Yang menarik, keadilan bukanlah sesuatu yang dimiliki hanya oleh sebagian orang. Setiap manusia, siapa pun dia, punya rasa adil di dalam hati. Buktinya, seruan “itu tidak adil” bisa menggugah bahkan orang yang paling keras sekalipun. Bentuk penerapannya bisa berbeda di tiap bangsa atau budaya, tapi kerinduan akan keadilan selalu sama kita ingin diperlakukan dengan adil, dan hati kita tersentuh jika melihat orang lain diperlakukan tidak adil.</p><p><br/></p><p>Keadilan itu bukan teori, tapi kewajiban sehari-hari. Artinya, kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.</p><p><br/></p><p>Kalau menurutku pribadi, bagian ini mengingatkan bahwa keadilan itu bukan hanya urusan hukum atau pengadilan besar, tapi hal sederhana yang kita lakukan setiap hari. Kadang kita pikir adil itu berarti “membagi rata” atau “tidak pilih kasih,” padahal lebih dalam dari itu: adil berarti memberi orang lain haknya, tidak merampas, tidak meremehkan, tidak menyakiti. Buatku, ini berat tapi penting karena sering kali kita tanpa sadar bisa tidak adil, bahkan lewat perkataan kecil. Jadi refleksinya, keadilan bukan sekadar ideal, tapi cara hidup sehari-hari yang menuntut kesadaran penuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 04:55:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3556559128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta dan keadilan </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3557070303</link>
         <description><![CDATA[<p>Cinta dan keadilan, keduanya adalah pemegang kendali terpenting dalam majelis hati. Anehnya, mereka saling bertolak belakang, cinta yang lembut, halus, berperasaan, dan keadilan yang keras, tegas, kaku. </p><p>Mungkin, perbedaan mereka ini yang membuatnya penting, mereka saling menyeimbangkan satu sama lain, supaya tidak terlalu kaku dan tidak terlalu lembut.</p><p>Setiap orang memiliki rasa keadilan dalam hati mereka. Teriakkan "itu tidak adil" bisa menyentuh siapapun, bahkan gerombolan paling brutal sekalipun.</p><p>Keadilan tidak menyakiti orang lain dengan kata-kata ataupun fisik, memperlakukan orang lain sebagaimana kita mau diperlakukan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Refleksi :</em></p><p><em>Kapan biasanya kalian kehilangan rasa keadilan dalam diri? Dan bagaimana kalian menyikapinya?</em></p><p><br/></p><p>Kalau kapannya aku tidak terlalu ingat. Caraku menyikapinya biasanya dengan membayangkan seandainya aku ada di posisi lawan, meskipun seringkali yang terjadi aku telat mikir, kejadiannya tadi pagi, sadarnya baru malam</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 13:19:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3557070303</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3560646150</link>
         <description><![CDATA[<p>Keadilan dan cinta ada di dalam hati. Dua duanya penting, dan bekerja seakan akan bertentangan. Cinta dianggap terlalu lembut dan keadilan ter;lalu keras. tapi sebenernya keduanya perlu diseimbangkan. </p><p><br/></p><p>Salah satu contoh simpelnya adalah kita jangan memperlakukan orang lain dengan cara yang kita sendiri tidak ingin diperlakukan. </p><p><br/></p><p>Kapan biasanya kalian kehilangan rasa keadilan dalam diri? Dan bagaimana kalian&nbsp;menyikapinya?</p><p><br/></p><p>Aku masih kurang paham maksud dari pertanyaan ini. Aku asumsikan saja maksudnya aku merasa tidak adil. Aku sering merasa tidak adil (dulu sih) ketika sudah melakukan banyak pekerjaan rumah tapi adikku tidak, tapi aku sudah mengatasinya dengan seharusnya tidak perlu perhitungan mengenai tugas rumah, memang sudah sepantasnya kita rawat sama sama, dan adikku ukannya tidak bantu sama sekali</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-29 10:20:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3560646150</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas pada negara dan pengabdian sebagai wujud loyalitas.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524272</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut ibu Charlotte mason, loyalitas seorang manusia terhadap tanah airnya akan melemah Ketika pajak terlalu tinggi, hukum terlalu tiranis, dan atau Ketika mereka ditindas terlalu. dan Ketika itu terjadi, orang akan merasa terdorong untuk pergi meninggalkan tanah air mereka, yang akan menyebabkan moralitas mereka melemah karena ikatan terhadap tempat dimana kita dilahirkan tidak dapat diputuskan&nbsp;begitu&nbsp;saja.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:05:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524272</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas kepada pemimpin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524397</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas ini adalah yang paling sedikit dimiliki manusia dzaman sekarang disbanding dengan manusia pada abad pertengahan. Dulu manusia rela pergi berperang bahkan hingga mati hanya untuk pemimpin mereka. namun di masa kini, mendengarkan perintah pemimpin saja susah. Namun itu bukan tanpa alas an, pemimpin yang buruk akan menghasilkan masyarakat yang tidak setia. karena apa yang diberikan pemimpin kita sehingga mampu membuat kita setia? dikanan kiri yang terlihat hanyalah mereka yang menyia-nyiakan masyarakatnya, mereka yang berbahagia diatas tubuh tubuh kami yang tak berdaya. mereka yang makan atas darah daging kami, dan mereka tetap menuntut kami untuk setia? dimana hati pemimpin kita sehingga pantas untuk mendapatkan&nbsp;kesetiaan&nbsp;kita?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:06:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524397</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loyalitas terhadap ikatan pribadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524539</link>
         <description><![CDATA[<p>Loyalitas yang dibentuk atas dasar kekeluargaan atau pertemanan, hal hal yang bersifat personal namun tetap harus dipertahankan. Kita tau bahwa sifat saudara2 kita adalah sesuatu yang sakral, sesuatu yang tidak boleh dijelekkan dalam pikiran kita, dan harus langsung disampaikan dalam bentuk&nbsp;kritikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:06:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pikiran yang teguh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524617</link>
         <description><![CDATA[<p>Pondasi dari segala bentuk kesetiaan adalah keteguhan hati. Seorang pria pernah bercerita bahwa setelah ia pertama kali memakai sepatu, ia tidak pernah membeli dari pembuat sepatu lain.</p><p>Namun perlu kita sadari bahwa tidak semua ikatan perlu kita pertahankan; bisa saja ada toko yang pelayannya suka bermalas-malasan, atau pelayannya galak dan tidak menyenangkan, disitulah dibutuhkan keteguhan hati. Ada ikatan yang memang lebih baik&nbsp;kita&nbsp;lepas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:06:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesungguhan dan loyalitas kepada prinsip pribadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524747</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip kesetiaan juga berlaku kepada pekerjaan atau suatu tujuan yang sudah kita pilih. Segala urusan manusia menuntut kesungguhan, usaha, dan perjuangan untuk dicapai, dan Ketika kita sudah berkomitmen untuk suatu hal yang bersifat positif, ada baiknya kita perjuangkan sekuat yang kita bisa.</p><p>Sama juga terhadap prinsip prinsip pribadi kita. sering kali prinsip kita ditanamkan kepada kita saat kita masih kecil, namun bertumbuh menyesuaikan dengan diri masing2 orang, dan memproduksi buah yang berbeda beda. namun tetap saja, kita harus setia kepada prinsip prinsip kita. jangan mau dengan mudah mengubah prinsip kita hanya karena lingkungan atau orang sekitar mengatakan sesuatu. Kalau kita tidak mampu setia kepada pegangan kita sendiri, maka kita akan terombang ambing dalam lautan yang penuh dengan opini yang&nbsp;berbeda&nbsp;beda.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:07:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524747</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebanggaan hidup</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524852</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketika seseorang memiliki suatu obsesi terhadap hidup mereka sendiri. memposting liburan mereka yang terakhir, anjing baru mereka, tas bermerek mereka yang baru, dan sebagainya, mereka memiliki semacam megalomania. nafsu mereka tak akan pernah terpuaskan, dan mereka Bahagia bukan karena kegunaan barang tersebut, mereka Bahagia karena mereka memiliki barang&nbsp;tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:07:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524943</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita semua terlahir dengan kerendahan hati.</p><p>Setiap kerajaan jiwa manusia memiliki kerendahan hati didalamnya. pejabat yang mampu membuat semua tertunduk. Itulah mengapa tuhan berkata bahwa umat manusia tidak akan masuk surga kecuali mereka dapat menunjukkan kerendahan&nbsp;hati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:07:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561524943</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan hati yang direndahkan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561525046</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Namun sayangnya, kerendahan hati dapat menyebabkan seseorang merendahkan diri mereka. "Oh aku tidak sejago kamu dalam bermain musik" "Oh aku tidak sebanyak kamu membaca buku, aku tidak sepintar itu" dan kata kata sebagainya. Ini dapat menyebabkan kehancuran seseorang, karena kata2 ini seringkali disusupi oleh setan2&nbsp;jiwa&nbsp;manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:08:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561525046</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan hati menyatu dengan kesederhanaan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561525128</link>
         <description><![CDATA[<p>Kesederhanaan adalah sesuatu yang dibutuhkan semua manusia. Ketika manusia gagal untuk rendah hati, manusia akan terlalu tersedot kedalam diri mereka sendiri, hanya fokus kepada masalah masalah mereka, barang barang mereka, maka mereka gagal untuk memperhatikan sekitar mereka. seperti bintang yang kolaps kedalam intinya sendiri, membentuk&nbsp;lubang&nbsp;hitam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:08:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561525128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cara menjadi rendah hati.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561525213</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita perlu menyadari bahwa kerendahan hati  tidak bisa dicapai dengan sengaja. kerendahan hati adalah sesuatu yang genuine, sesuatu yang datang murni dari hati. segala hal diluar itu (Mencoba dengan sengaja bersikap rendah hati) hanyalah suatu macam kesombongan&nbsp;yang&nbsp;memuakkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:08:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561525213</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suka cita.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561525379</link>
         <description><![CDATA[<p>Suka cita ada dimana2. Ada cukup suka cita untuk semua orang didunia.</p><p>Seperti roti yang gagal mengembang, manusia akan menjadi sedih dan tidak berwarna Ketika mereka gagal untuk bangkit dan menyambut matahari pagi. Ketika kita bersuka cita, maka segala sesuatu akan terasa&nbsp;lebih&nbsp;ringan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:09:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561525379</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3 Sub Bab Keadilan - Keadilan, Hati (Pt. 1)</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561727350</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Aku Harus Berlaku Adil kepada Semua Orang</strong></p><p>Pada sub bab kali ini CM menyampaikan sebuah penegakan keadilan dalam individu--dengan memosisikan diri sebagai individu--dengan semestinya. Diungkapkan bahwa keadilan terhadap harta benda, perbuatan, dan pikiran mesti kita lakukan terhadap:</p><ol><li><p>Mereka yang lebih tinggi dari kita: guru, orang tua, pemimpin, dan lainnya</p></li><li><p>Mereka yang setara dengan kita: saudara, teman, tetangga, dan lainnya</p></li><li><p>Mereka yang di bekerja untuk kita atau keluarga kita: pelayan, karyawan, dan lainnya</p></li></ol><p>Lebih lanjut, keharusan berperilaku adil terhadap harta benda, perbuatan, hingga pikiran ada karena semua orang memiliki hak atas itu dan kewajiban kita untuk memenuhinya. Hak-hak orang lain itu tak terputus meski ia melanggar hukum Tuhan maupun hukum manusia.</p><p><br/></p><p>Berlaku adil berarti kita tidak boleh menyimpan dendam atau kebencian dalam hait, menjaga tangan kita dari mencuri, menjaga lidah dari berkata jahat, bohong, atau fitnah. Berlaku adil juga berarti tak boleh mendambakan atau menginginkan milik orang lain, melainkan harus belajar dan jujur dalam mencari nafkah dan menjalankan tugasku dalam keadaan hidup yang telah ditetapkan Tuhan bagi kita.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Dari sub bab ini kita bisa mendapatkan gambaran untuk berlaku adil mulai dari motif/alasan, apa yang harus dilakukan, dan apa yang tidak boleh dilakukan:</p><ol><li><p>Motif berlaku adil di sini--seperti yang tertera di akhir sub bab--merupakan perwujudan peran tiap-tiap manusia terhadap "kehidupan yang telah ditetapkan Tuhan". Dampak dari ketetapan Tuhan ialah bahwa tiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang tak terpisahkan dari kemanusiaannya.</p></li><li><p>Dalam mewujudkan peran kita di kehidupan yang telah ditetapkan ini, kita memiliki kewajiban berlaku adil yang meliputi: harta benda, perbuatan, dan pikiran. Keadilan tadi kita berikan kepada tiap manusia; mereka yang lebih tinggi; mereka yang setara; hingga mereka yang di bawah kita. Karena, keadilan ini berlaku pada setiap manusia--bahkan yang melanggar hukum Tuhan sekalipun. Sekali lagi, kita memiliki kewajiban untuk berlaku adil dalam harta benda, perbuatan, dan pikiran, kepada semua orang--bahkan yang melanggar hukum Tuhan sekalipun.</p></li><li><p>Dalam berperan di kehidupan yang telah ditetapkan, fokus kita adalah mewujudkan kehidupan ini; dan dengan begitu kita dilarang untuk: menyimpan dendam atau benci dalam hati, mengambil yang milik orang lain, berkata jahat, bohong, atau fitnah. Kita juga tak boleh mendambakan atau menginginkan milik orang lain, melainkan fokus untuk belajar, jujur dalam mencari nafkah, dan menjalankan tugas/peran kita di kehidupan ini.</p></li></ol><p>Larangan ini mungkin bisa lebih jelas jika kita mengingat'</p><blockquote><p>Keadilan terhadap pribadi, harta benda, kata-kata, pikiran, dan tindakan orang lain harus kutunjukkan kepada orangtuaku, guruku, pemimpinku, dan semua yang diberi kuasa atas diriku dan atas negaraku—karena itu adalah hak mereka dan kewajibanku</p></blockquote><p>Yang menandakan bahwa alasan kita berlaku adil adalah karena mereka memiliki hak. Lalu kita perlu mengingat bahwa keadilan berlaku untuk setiap tingkat: mereka yang lebih tinggi, setara, hingga di bawah kita. Lebih lanjut, kita menemukan bahwa keadilan tak dibatasi pandangan dan cara hidup orang lain bahkan ketika itu melanggar hukum Tuhan. Dan dengan fakta bahwa CM mengutip ketetapan Tuhan dan fakta bahwa CM merupakan seorang Kristen, kita bisa mengambil pandangan Kristen terhadap derajat manusia--yang mungkin alasan di balik hak dan kewajiban yang telah disebutkan tadi ... namun biarlah penelusuran itu terpisah dari tulisan ini (terlalu banyak yang perlu dikerjakan).</p><p><br/></p><p><strong>Kita Mampu Membayar Kewajiban Keadilan</strong></p><p>Pada sub bab ini, CM menegaskan apa yang diperlukan dalam berperan di kehidupan yang telah ditetapkan dan bahwa itu pelajaran seumur hidup. CM menyadari bahwa hal itu mungkin membebani kita--mengetahui kita harus selalu berpikir adil, berbicara jujur, dan bertindak benar kepada semua orang sepanjang hidup kita, namun CM mengatakan bahwa kita punya cukup "mata uang" untuk membayar kewajiban itu; kita memiliki keadilan dalam diri kita, yang memiliki pelayan berupa ketulusan, kejujuran, kesederhanaan, integritas, kesetiaan, dan sifat-sifat lainnya, yang siap membantu kita dalam menjalankan tugas ini. Kita tak perlu putus asa terhadap berlaku adil (kita punya cukup persediaan), tugas kita adalah menjelajahi wilayah keadilan: mengenali hak-hak orang lain saat mereka hadir di hadapan kita; dan kita akan mengetahui bahwa kita selalu punya "mata uang" untuk membayar kewajiban kepada siapa pun.</p><p><br/></p><p>CM menambahkan bahwa orang-orang malang yang merasa dirinya "miskin" padahal mereka memiliki kekayaan keadilan (seperti kita)--hanya karena tak menyadarinya sehingga tak menggunakannya. Mereka adalah orang-orang yang terfokus pada haknya sendiri dan kewajiban orang lain. Akibatnya ia tidak mengetahui hak orang lain dan kewajiban diri sendiri; orang seperti ini tak bisa berbuat adil.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Melalui sub bab ini kita diberitahukan bahwa berlaku adil merupakan tugas seumur hidup. Menyadarinya, kita mungkin terbebani, namun sebetulnya kita punya kekayaan keadilan untuk membayar kewajiban kita; tiap manusia memiliki keadilan beserta pelayannya yang siap membantu mewujudkan keadilan. Tugas kita adalah menjelajahi hak-hak orang lain. Dan kita akan menemukan bahwa kita mampu membayar kewajiban itu. Selain itu, CM menyampaikan bahwa memusatkan perhatian terhadap hak diri sendiri dan kewajiban orang lain, sehingga menutupi kekayaan keadilan, membuat kita tidak mampu bersikap adil. Hal esensial dalam berlaku adil adalah mengetahui hak dan kewajiban manusia, dan menyadari bahwa kita punya kekayaan untuk membayar kewajiban itu.</p><p><br/></p><p><strong>Hak Kita Sendiri</strong></p><p>Pada sub bab ini, mungkin karena penekanan hak sering pada orang lain dan kewajiban sering pada kita, CM berasumsi kita mengatakan "Kalau begitu, apakah kita tidak punya hak? Dan apakah orang lain tidak punya kewajiban terhadap kita?". Kita memiliki hak yang sama persis seperti orang lain dan itu merupakan kewajiban orang lain. Hak dan kewajiban yang sama-sama kita miliki ini setara; tidak lebih-tidak kurang, dan menyadarinya akan membuat kita melihat kehidupan dengan lebih jernih. Hidup kita terfokus, dan bisa melihat kenyataan sebagaimana adanya.</p><p><br/></p><p>CM mengutip perumpamaan yang menurutnya indah kesetaraan hak: kisah seseorang yang awalnya buta, tidak bisa melihat siapa pun; lalu penglihatannya mulai pulih sebagian, dan ia melihat orang seperti pohon berjalan; sampai akhirnya matanya terbuka sepenuhnya, dan ia dapat melihat sesama manusia dengan jelas, seperti apa adanya mereka.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Dari sub bab ini, CM mengatakan bahwa kita memiliki hak yang sama seperti orang lain, dan orang lain juga memiliki kewajiban yang sama seperti kita. Kesetaraan hak ini membuat kita melihat realita sebagaimana adanya.</p><p><br/></p><p>Sebuah perumpamaan pun diberikan: kisah tentang seorang yang awalnya buta, mendapat sebagian penglihatannya dan melihat manusia sebagai pohon berjalan, dan ketika pulih seutuhnya melihat manusia sebagai manusia. Kisah tadi menyiratkan transformasi seorang manusia dari tak tau akan arti manusia lain, lalu melihat manusia lain sebagai sesuatu yang menghasilkan, dan akhirnya melihat manusia lain sebagai manusia selayaknya manusia. Dan mungkin itulah keindahan hidup, yang telah ditetapkan Tuhan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/ruQsv709MA0?si=697ly6QMyMerhFTh" />
         <pubDate>2025-08-31 01:32:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561727350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3 Sub Bab Keadilan - Keadilan, Hati (Pt. 2)</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561727624</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kesimpulan Kelas Kali Ini</strong></p><p>Secara singkat, dari 3 sub bab ini kita mendapat:</p><ol><li><p>Motif melakukan keadilan: bahwa Tuhan menetapkan keadaan kehidupan, dengan membuat manusia menjaga kemanusiannya, melalui menghormati hak manusia dan menjalankan tugas sebagai manusia. Itulah barangkali manusia yang utuh; manusia yang menjaga kemanusiaannya</p></li><li><p>SOP dalam berlaku adil: kita mesti berlaku adil dalam harta benda, perbuatan, dan pikiran kita terhadap semua orang--yang melanggar hukum Tuhan sekalipun. Kita perlu fokus untuk menjaga kemanusiaan, dan itu membuat kita dilarang untuk mendambakan atau menginginkan apa yang orang lain miliki, menyimpan dendam atau kebencian dalam hati, berkata jahat, bohong, atau fitnah, dan lainnya.</p></li><li><p>Cara berlaku adil: berlaku adil merupakan tugas manusia selama hidupnya, dan untuk menegakkannya, kita perlu menjelajahi hak-hak manusia dan menyadari keadilan dengan segala pelayannya dalam diri kita; yang telah siap beraksi.</p></li><li><p>Pintu ketidakadilan: (atau lebih tepat "salah satu"nya), bahwa keterpusatan hak diri dan kewajiban orang lain mengakibatkan kita lupa/tidak tau akan hak orang lain dan diri kita, akibatnya kita melupakan/menutupi kekayaan keadilan diri kita. Dan dengannya, tak mampu bersikap adil.</p></li><li><p>Hak dan kewajiban adalah milik semua: bahwa hak bukan hanya milik orang lain dan kewajiban bukan hanya milik kita, kita pun memiliki hak dan orang lain memiliki kewajiban.</p></li><li><p>Melihat dunia dengan jernih: dengan pengetahuan akan hak dan kewajiban manusia, kita akan melihat dunia dengan sebagaimana adanya; di mana manusia adalah manusia; bukan alat untuk memenuhi kebutuhan kita.</p></li></ol><p>Secara keseluruhan, kelas kali ini memberikan pemahaman tentang keadilan sebagai tugas dari Tuhan untuk menjaga kemanusiaan--sebuah dunia yang apa-adanya, dengan segala cara dan larangannya dalam penegakannya, dan kecukupan kita sebagai manusia dalam menjalankan tugas itu.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Ceritakanlah bagaimana kalian menerapkan (berencana menerapkan) rasa keadilan secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari?</p></blockquote><p>Seperti yang disampaikan tulisan ini, mungkin aku perlu untuk menyelami apa itu keadilan, dan hak dan kewajiban apa yang hadir darinya. Di lain sisi, aku perlu menyadari keberadaan kejujuran, ketulusan, integritas, dan lainnya, dan merefleksikan "sudahkan mereka bekerja dalam diriku?" ... atau dengan kata lain sudahkah aku jujur? sudahkah aku tulus? dan lainnya.</p><p><br/></p><p>Secara singkat, penelusuran akan keadilan, dan menyadari kemampuanku dalam menegakkannya adalah hal yang mungkin aku lakukan.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=enYX5tpKRe8&amp;pp=ygUMbWFrZSBpdCBob21l" />
         <pubDate>2025-08-31 01:33:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3561727624</guid>
      </item>
      <item>
         <title>72 | 🔎 Keadilan </title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3563264033</link>
         <description><![CDATA[<p>CM menuliskan keadilan harus diterapkan dalam <strong>semua aspek</strong> dan kepada <strong>semua orang</strong>. Aspek terkait harta benda, kata-kata, pikiran, dan lain-lain. Semua orang termasuk dari pemimpin hingga pelayan. </p><p><br/></p><p>Kemudian, bersikap adil pada orang lain itu pasti, tapi jangan lupakan juga keadian kepada diri. Sama-sama manusia, hak dan kewajiban berkeadilannya juga sama. </p><p><br/></p><p><mark>Refleksi</mark></p><p>Ceritakanlah bagaimana kalian menerapkan/ berencana menerapkan rasa keadilan secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari?</p><ul><li><p>Kepada orang lain, aku harap bisa terus peka akan hak-hak yg seharusnya mereka dapat. Kepada diri sendiri juga sama, terlebih mengelola konsekuensi dari tindakan yang&nbsp;telah&nbsp;dipilih.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 11:49:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3563264033</guid>
      </item>
      <item>
         <title>&quot;Keadilan adalah Hak Orang, dan Kewajiban untuk Kita Penuhi&quot;</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3564681760</link>
         <description><![CDATA[<p>Kupikir ketika kita semua dapat menerapkan cara berpikir seperti ini maka keadilan akan menjadi lebih mudah terwujud deh. </p><p><br/></p><p>Keadilan adalah ciri kehidupan yang beradab. Prinsip keadilan mestinya diterapkan pada segala lini kehidupan. Tidak hanya dalam kebijakan, tapi sesederhana dari kata-kata, pikiran, tingkah laku/perbuatan kita. </p><p><br/></p><p>Sudah menjadi tugas kita untuk bersikap adil, untuk berusaha jujur dalam mencari nafkah dan menjalankan tugas sesuai yang telah ditetapkan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Untuk menjaga prinsip ini maka dibutuhkan kesungguhan dan pemikiran yang mendalam. </p><p><br/></p><p>Tanggung jawab ini mungkin akan terasa memberatkan hati, tetapi ingat selalu bahwa kita tidak sendirian. Dalam negeri jiwa manusia, terdapat pelayan-pelayan seperti kejujuran, integritas dan simpati yang dapat membantu jika kita memanggilnya saja. </p><p><br/></p><p>Lalu, bagaimana dengan hak kita? Apakah orang tidak memiliki kewajiban terhadap kita?</p><p><br/></p><p>Tentu saja punya, kata oma CM. Tidak lebih dan tidak kurang dari orang lain. Ketika kita menyadari bahwa orang punya kewajiban kepada kita sebanyak kita punya kewajiban kepada mereka maka kita akan dapat melihat hidup dengan lebih jernih dan apa adanya, katanya. </p><p><br/></p><p>Aku masih belum paham perumpamaan keadilan sebagai mata uang dan apa yang dimaksud dengan penjelasan panjang lebar oma CM tentang kekayaan di sini, jadi aku hanya akan meninggalkan catatan bahwa aku belum paham saja. </p><p><br/></p><p><mark>Tambahan untuk keadilan (opini dan pertanyaan random/terpisah):</mark></p><p><strong>1. Apa yang menghambat keadilan?</strong></p><ul><li><p>Kepentingan, urusan, hal-hal yang kita prioritaskan di atas pemenuhan keadilan itu sendiri. Entah itu kepentingan diri sendiri atau kelompok.</p></li><li><p>Kebutaan, berupa ketidakpekaan, kepercayaan yang salah atau ketidaksadaran.</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>2. Bagaimana cara mengetahui kita sudah menjauh dari cinta dan ketidakadilan?</strong></p><p>Perenungan, pemikiran mendalam terhadap diri sendiri juga berkaca pada lingkungan. Entah dengan mengamati dampaknya pada lingkungan atau meminta pandangan orang lain. </p><p><br/></p><p><strong>3. Apa tolak ukur keadilan dalam hukum? </strong>Dalam beberapa hal seperti "nyawa balas nyawa" atau aturan untuk membayar harga piring sebanyak yang ia pecahkan, aku masih bisa paham kenapa hal itu dianggap setimpal. </p><p><br/></p><p>Namun pada hukum cambuk, potong tangan untuk mencuri dst aku masih belum bisa menemukan alasan kenapa hal itu disebut adil/setimpal. Atau, apakah hukum itu tidak hanya berfungsi sebagai penegakkan keadilan, tapi juga tempat untuk memberi efek jera supaya sesuatu kejahatan tidak terulang lagi? </p><p><br/></p><p>Intinya aku berpendapat beberapa aturan ada dengan fokus supaya memberi efek jera, bukan adil/tidak adil. Aku juga bertanya-tanya tolak ukur sesuatu dibilang "adil" selain setimpal. Kupikir "baik" juga bukan tolak ukur, sebab apa yang terlihat baik belum tentu adil.</p><p><br/></p><p>4. Adakah keadilan yang sejati, yang akan dianggap adil kapanpun, dimanapun seseorang berada alih-alih kesepakatan beberapa pihak saja? </p><p><br/></p><p>5. Memang hidup akan terasa damai ketika tidak peduli/sebatas menerima apa-apa yang diluar kendali (stoic), namun jika seseorang tidak menuntut hak-haknya, maka lama-kelamaan hak itu bisa hilang, sampai akhirnya menganggu kehidupan. </p><p><br/></p><p>6. Aku pikir, hidup akan lebih bermakna dan berwarna jika kita punya sesuatu untuk diperjuangkan, entah hak-hak kita, prinsip, apa aja deh, alih-alih bodo amat.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan Reflektif</mark></strong></p><p><strong>Ceritakanlah bagaimana kalian menerapkan (berencana menerapkan) rasa keadilan secara menyeluruh dalam kehidupan&nbsp;sehari-hari?</strong></p><p><br/></p><p>Menurutku untuk menjaga rasa keadilan aku butuh hal-hal seperti berikut (INGAT BTUL-BTUL NIKE):</p><ul><li><p>Menjalani hidup dengan sadar dan mempertimbangkan hal-hal menyangkut orang lain dengan penuh kehati-hatian.  Bisa dari hal kecil, misalnya mulai menyadari berbagai pikiran, penilaian, ucapan/asumsi yang tidak adil dan mengoreksinya.</p><p><br/></p></li><li><p>Meminta bantuan dari pelayan-pelayan pada jiwa manusia seperti kejujuran, integritas, rendah hati, simpati dan cinta supaya kewajiban untuk adil tidak terasa memberatkan. Jujur aku suka perumpamaan yang membuatku merasa seakan-akan ada orang-orang kecil dalam diriku ini, rasanya lebih ringan berpikir bahwa aku tidak sendirian dan bahwa mereka bersedia membantuku. </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 08:31:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3564681760</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keadilan (2)</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565145299</link>
         <description><![CDATA[<p>disarankan untyk kita untuk berlaku adil. Pada siapapun yang ada di bumi ini, kita sepantasnya tidak memegang dendam, tidak menyimpan kebencian di antara kita sendiri. Kita sepatutnya memegang rasa keadilan ini dengan tegas. Kita sepatutnya berbuat adil, dan itu telah menjadi tugas kita. </p><p><br/></p><p>Lalu, bagaimana jika kita diperlakukan tidak adil, meski sudah berperilaku adil?</p><p><br/></p><p>Pertanyaan itu muncul di kepalaku begitu saja, aku belum paham pasti bagaimananya. Tapi kurasa, meminta keadilan juga bisa jadi bagian dari berperilaku adil. Bukan pula berarti kita membenci, mendendam pada suatu tokoh, tapi meminta keadilan pada institusi, atau hal yang lebih luas dari toko itu. </p><p><br/></p><p>Tugas Refleksi : Ceritakanlah bagaimana kalian menerapkan (berencana menerapkan) rasa keadilan secara menyeluruh dalam kehidupan&nbsp;sehari-hari?</p><p><br/></p><p>Kurasa, aku akan mencoba untuk tidak membenci atau terlalu kesal dengan seseorang, baik itu teman, pejabat, atau apapun. Aku akan berbuat adil dengan tidak memegang rasa kebencian. Jika apa yang mereka lakukan tidak adil, aku tentu punya hak untuk meminta keadilan, tapi aku tidak punya hak untuk membenci mereka. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 14:47:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565145299</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suka cita mengalir dari penderitaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565824721</link>
         <description><![CDATA[<p>Tapi kau munggkin berpikir, bagaimana caranya kita bersuka-cita kalau kita sedang berduka atau dihampiri penderitaan?</p><p>Sebetulnya, hal-hal itu bukanlah penyebab dari penyumbatan suka cita.</p><p>Istri yang harus melihat suaminya pergi perang, ibu yang menunggu ajal anaknya, lebih memilih untuk memenuhi suasana dengan canda tawa dan suka cita. Bukan demi terlihat kuat untuk yang mereka cintai (karena rasa suka cita sulit sekali dibohongi) melainkan karena kesedihan akan menuntun hati mereka untuk kembali melihat rasa suka cita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 00:43:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565824721</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita itu menular</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565825927</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita perlu mengerti bahwa kita tidak bisa bersuka cita sendiri. Pasti orang disekitar kita juga akan ikut terciprat kebahagiaan.</p><p>Ibu CM bercerita bahwa ada seorang ibu yang pernah menulis ke dia, menceritakan bahwa suatu hari dia mengajak anaknya yang berambut emas untuk berjalan-jalan di London. Disana anaknya berpapasan dengan seorang polisi lalu tersenyum, polisi tersebut langsung bahagia dan melambaikan tangannya kepada anak itu. Setelah itu dia menyapa buruh-buruh cuci, yang kemudian berbahagia juga, lalu para buruh cuci menyapa tukang sapu daaan seterusnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 00:43:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565825927</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suka cita tidak pernah berhenti mengalir.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565826601</link>
         <description><![CDATA[<p>Suka cita adalah mata air jernih yang tak pernah tersumbat oleh kesedihan, duka, ataupun derita, seringkali mata air suka cita justru mengalir lebih deras dan terang dalam keadaan tersebut. Namun kita perlu menyadari bahwa mata air Suka cita kita sebenarnya diperuntukkan agar kita dapat menyumbang kebahagiaan ke lingkungan sekitar kita. Tapi kalau kita lihat, banyak orang yang seperti memikul anjing hitam di pundaknya, dan awan hujan diatas kepalanya, mengapa? Itu disebabkan oleh setan Suka cita, setan rasa iba pada diri, yang menggali sampah sampah yang dia simpan lalu dilemparkan keatas mata air, mengotori air yang mengalir.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 00:44:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565826601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kewajiban untuk bersuka cita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565827120</link>
         <description><![CDATA[<p>Suka cita adalah kewajiban.</p><p>Hidup tanpa Suka cita adalah hidup yang keliru, kita mengatakan kepada diri kita sendiri "aku bisa karena aku harus" dan tuhan akan membantu siapapun yang berusaha untuk membuang anjing hitam yang duduk di punggungnya.</p><p>Salah satu tanda lahiriah Suka cita adalah muka yang ceria, karena tidak mungkin bersuka cita tanpa muka yang bahagia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 00:44:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565827120</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fungsi cinta dan keadilan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565827757</link>
         <description><![CDATA[<p>Didalam majelis hati, ada dua tokoh kuat yang mengendalikan sebagian besar dari majelis hati, namun dua tokoh ini tidak bisa berjalan sendiri sendiri, mereka harus berjalan serentak berdua. Dua tokoh ini adalah Cinta dan Keadilan. Kenapa mereka tidak bisa sendiri? Karena Cinta, condong kepada hal hal yang lembut, ia penuh kasih sayang. Namun jika dia terlalu lembut, maka itu akan membawakan kerusakan. Sebaliknya keadilan itu lebih bersifat kaku, dia teratur dan dingin. Namun jika dia terlalu condong, maka ia akan berubah menjadi apatis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 00:44:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565827757</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan diberikan kepada seluruh manusia.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565828680</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku harus adil kepada semua orang.</p><p>Keadilan harus diberikan kepada seluruh umat manusia, orang tua atau guru, teman atau saudara, semuanya harus disikapi dengan adil secara pribadi, harta, maupun secara umum.</p><p>Bahkan mereka yang sudah melanggar hukum tuhan tetap memiliki hak untuk diperlakukan dengan adil.</p><p><br/></p><p>Kita mampu membayar hutang kewajiban.</p><p>Banyak dari kita yang mungkin merasa terbebani atas betapa banyaknya hal yang perlu kita berikan kepada orang di seluruh penjuru, betapa banyaknya orang yang perlu kita sikapi dengan adil. Tetapi jangan khawatir, karena sesungguhnya keadilan dan sudah ada didalam hati setiap manusia, siap untuk memerintah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 00:45:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3565828680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of Heart: Sukacita</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566324151</link>
         <description><![CDATA[<var>Sukacita adalah Sebuah Kewajiban</var><var></var><p>Kehidupan tanpa rasa sukacita adalah sesuatu yang di pandang oleh oma cm sebagai sesuatu yang menyedihkan dan merupakan sebuah kekeliruan. Mungkin kita harus mengingatkan diri kita sendiri berkali kali untuk mengusir 'anjing hitam' yang kadang kala menghantui kita, tetapi semakin sering kita melakukan nya, akan semakin mudah untuk kita menjadi ceria dan baik.<br></p><var>Refleksi&nbsp;</var><p><br></p><blockquote><p><em>Refleksikanlah, hal apa saja yang selama ini seringkali menyumbat mata air sukacitamu? Lalu setelah berelasi dengan tulisan oma CM tentang Sukacita ini, apa persisnya yang akan kamu lakukan untuk mengelola sumbatan tersebut agar tidak melulu menutup mata air sukacitamu?</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Belakangan ini aku sadar kalau rasa iba diri adalah hal yang kerap kali menyumbat rasa suka cita ku. Karena terlalu sibuk dengan rasa khawatir ku tentang persoalan persoalan pribadi, kadang aku jadi lupa untuk menyambut hal hal baik yang datang.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/c37bcf0d5752fd131a2d08fed0f59f3c/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-09-03 05:26:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566324151</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of Heart: Keadilan yang Universal</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566328983</link>
         <description><![CDATA[<var>Kita Perlu Memahami Fungsi Cinta dan Keadilan</var><var></var><p>Rasa keadilan dan cinta adalah sesutu yang di anggap oma CM sebagai sesuatu yang bertentangan, karena cinta adalah sesuatu yang condong pada kelembutan yang berlebihan. Sedangkan keadilan merupakan hal yang lebih condong pada sesuatu yang terlalu keras dan kerap menjauhkan hati ketika seharusnya merangkul. Tapi meski begitu, dua pejabat ini adalah tokoh kua tang memegang kendali atas majelis hati.</p><p><br></p><p>Menurut beliau dua hal ini adalah sesuatu yang melekat pada jiwa manusia, tapi tidak bisa di biarkan untuk berjalan dengan sendiri nya, tanpa di kendalikan. Karena kalau tidak, kekacauan akan terjadi.</p><p><br></p><var>Setiap Orang Memiliki Keadilan di Dalam Hatinya</var><var>&nbsp;</var><p>Tidak ada satu jiwa pun yang tidak memiliki rasa keadilan di dalam hati dan teriakan ‘keadilan’ juga dapat menyentuh bahkan kerumunan paling brutal sekali pun.&nbsp;<br></p><p>Setiap bangsa memang punya pandangan mereka masing masing tentang bagaimana seharusnya keadilan di jalankan. Tetapi keinginan untuk perlakuan adil selalu di miliki oleh kita, itu sesuatu yang akan selalu di rindukan oleh seluruh hati manusia.</p><p><br></p><var>Aku Tak Boleh Menyakiti Siapa Pun dengan Kata atau Perbuatan</var><var></var><p>Keadilan menuntut agar kita selalu sadar dan secara konsisten, memberikan apa yang sudah menjadi hak hak setiap orang yang kita temui. Perlakukan orang lain seperti kita ini diperlakukan dan jangan melukai orang lain dengan sikap atau pun perkataan kita.&nbsp;</p><p><br></p><var>Refleksi&nbsp;
</var><blockquote><p><em>Kapan biasanya kalian kehilangan rasa keadilan dalam diri? Dan bagaimana kalian menyikapinya</em></p></blockquote><p><br></p><p>Ketika aku lagi emotionally unstable biasanya rasa keadilan ku hilang, so I make decisions and treat people dengan cara yang salah.<br></p><p>Sering nya, aku sendiri gak sadar tentang sikap aku yang salah ini. Yang bikin sadar selalu orang orang terdekatku, salah satu nya orang tua.<br></p><p>Kalau udah gitu, aku akan jadi lebih berhati hati sama sikap aku.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/b6b1aeea1c9679bace36bd5deb637ace/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-09-03 05:30:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566328983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House of Heart: Keadilan yang Universal</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566332681</link>
         <description><![CDATA[<var>Kita Harus Bersikp Adil Pada Semua Orang.</var><p><br></p><p>Kita harus bersikap adil pada semua orang, termasuk mereka yang telah melanggar hukum tuhan atau manusia karena itu merupakan tugas kita untuk menghargai dan bersikap adil pada hal hal pribadi milik orang lain sejuah kita memiliki hubungan dengan mereka. Karena hal ini juga, kita di larang untuk memiliki dendam di hati, selalu menjaga tangan dari melakukan hal hal buruk dan tidal menginginkan ataupun mendambakan milik orang lain.</p><p><br></p><var>Setiap Orang Memiliki Keadilan di Dalam Hatinya</var><p>&nbsp;</p><p>Berpikir adil, bersikap jujur, dan bertindak benar adalah kewajiban kita pada orang lain. Mungkin ini terlihat berat dan cukup membebankan, tapi Oma CM mengatakan kalau kita selalu memiliki mata uang keadilan yang bisa selalu kita gunakan untuk selalu bersikap adil pada semua orang.<br></p><var>Hak Kita Sendiri</var><var></var><p>Kita juga memiliki hak hak yang sama seperti orang lain, hak untuk selalu di hargai dan di perlakukan dengan adil. Menurut oma CM saat kita sudah bisa memahami ini maka hidup kita akan lebih terfokus dan kita bisa melihat kenyataan sebagaimana adanya.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/4fc0112a687ac8bd586e10b0ff2d1162/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-09-03 05:32:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566332681</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bersikap adil</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566643802</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku harus menunjukkan rasa keadilan dan sikap adil, sopan, kepada orangtuaku, guruku, pemerintahku, dan semua orang yang bertanggung jawab atas diriku. Dengan cara yang sama aku harus memperlakukan teman-temanku, saudaraku, tetanggaku, dengan baik, tidak menyakiti mereka dengan cara apapun. </p><p>Bersikap adil juga kepada pelayan atau semua orang yang bekerja untukku. </p><p>Menjaga mulutku agar tidak mengatakan kata yang jahat, berbohong, ataupun memfitnah. Menjaga tanganku agar tidak mencuri atau melakukan tindakan fisik yang dapat menyakitkan orang lain. Juga menjaga pikiranku supaya tidak menginginkan milik orang lain.</p><p><br/></p><p><strong>Hak</strong> <strong>kita</strong></p><p>Lalu apakah orang lain memiliki kewajiban terhadap kita? Apakah kita punya hak yang sama? Tentu punya, orang lain juga memiliki kewajiban untuk bertindak adil kepada kita, dan kita berhak menerimanya. Sama seperti orang lain berhak menerima keadilan kita.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Tugas Refleksi</strong><em> : Ceritakanlah bagaimana kalian menerapkan (berencana menerapkan) rasa keadilan secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari?</em></p><p>Sebetulnya aku masih memikirkan cara terbaik, tapi belum menemukannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 09:10:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566643802</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aku Harus Berlaku Adil Kepada Seluruh Orang</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566857291</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keadilan itu penting banget.</strong></p><p>Kita harus adil ke semua orang, orang tua, guru, pemimpin, teman, tetangga, bahkan orang yang berbeda pandangan sama kita. Adil itu nggak cuma soal perbuatan, tapi juga pikiran dan ucapan. Jangan nyimpen dendam, jangan iri sama milik orang lain, dan jangan bohong atau ngomongin yang jelek tentang orang lain.</p><p><br/></p><p>Sebenernya, kita semua udah punya "bekal" buat berlaku adil kayak kejujuran, ketulusan, dan kesederhanaan. Tinggal kita mau pakai atau enggak. Sayangnya, banyak orang sibuk nuntut haknya sendiri, tapi lupa kalau mereka juga punya kewajiban buat menghormati hak orang lain.</p><p><br/></p><p>Terus, apakah kita punya hak? Tentu aja! Hak kita sama dengan hak orang lain. Kalau kita sadar soal itu, hidup jadi lebih jernih dan seimbang. Ibarat orang yang tadinya buta lalu bisa melihat, kita bakal mulai lihat orang lain sebagaimana mestinya sebagai sesama manusia yang setara.</p><p><br/></p><p>tugas:</p><p>Aku berusaha menerapkan rasa keadilan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara sederhana, seperti menghargai pendapat teman saat diskusi, tidak pilih kasih dalam berteman, serta jujur dalam berkata dan berbuat. Kalau ada tugas kelompok, aku berusaha adil dalam pembagian kerja supaya semua kebagian peran. Di rumah, aku juga ingin adil dengan membantu pekerjaan sesuai kemampuan tanpa membebani orang lain. Intinya, aku berencana untuk selalu ingat bahwa orang lain punya hak yang sama seperti aku, jadi aku harus menjaga sikap, perkataan, dan tindakanku agar nggak merugikan mereka. demikiannn</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 12:27:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3566857291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab XIII: Keadilan terhadap Diri Orang Lain</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3571981188</link>
         <description><![CDATA[<p>Dulu, sah-sah saja menghapuskan penghinaan kecil dengan nyawa. Namun akhir-akhir ini sepertinya nyawa dipandang lebih berharga jika dibandingkan masa itu.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kini kita mulai mengerti bahwa tidak baik rasanya sedikit-sedikit menghukum dengan perbuatan fisik. Menyakiti orang lain dengan apapun bentuknya idealnya ngga dilakukan sih. Kita mesti menghormati tubuh orang lain (apalagi menurutku terlebih, ketika kita sadar bahwa Tuhan sudah baik-baik menciptakannya).&nbsp;<br></p><p>Majikan tidak boleh memukul pembantunya atau orangtua tidak boleh memukul anaknya, apalagi jika hanya karena mereka punya kuasa untuk melakukannya.&nbsp;<br></p><p>Akhir-akhir ini banyak orang mulai memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang untuk memenuhi panggilan keadilan dalam diri mereka. Anak-anak tidak lagi jadi sasaran dicubit, ditampar atau dijewer dengan kasar.&nbsp;<br></p><p>Kata oma CM, ada beberapa tempat di mana orang-orang belum sadar betapa dalamnya luka yang disebabkan oleh melukai sesama. Terkadang juga orang bisa tersesat dalam penegakkan keadilan. Dulu, ada orang yang membunuh 27 orang, bukan untuk harta, tetapi untuk membalas kematian saudaranya yang dibunuh oleh kerabat dari mereka. Menurutnya itulah adil. Kata oma CM, Ia memang punya rasa keadilan, tetapi tersesat.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p><strong>Dibutuhkan Pengetahuan dan Pertimbangan untuk Berlaku Adil</strong></p><p><br/></p><p>Diperlukan banyak pengetahuan dan pertimbangan untuk mengetahui hak-hak orang lain, yang merupakan elemen penting dalam keadilan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Menyadadi nilai dan usaha orang lain, kepedulian, kepekaan, simpati terhadap tubuh mereka (dari tangan, kaki sampai pikiran) yang dibarengi keinginan untuk tidak menyakiti akan banyak membimbing kita dalam hidup. Misalnya, kita jadi tidak berbelanja di toko murah karena kemungkinan besar ada kelompok buruh yang diperas tenaganya habis-habisan demi menghasilkan barang murah itu.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi:</mark></strong></p><p>Apakah dalam keseharian kalian memberikan keadilan kepada orang lain? Apa yang melandasi perbuatan tsb?</p><p><br/></p><p>Aku merasa aku mudah untuk peka terhadap hal-hal yang memang sudah pernah aku kerjakan sebelumnya. Misalnya nih, aku pernah merasakan rasanya diburu-buru deadline. Aku ingat seberapa tertekan aku jika ditagih pada deadline yang ketat, sehingga aku bisa bersimpati dan berlaku lebih lembut pada mereka.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Tapi di sisi lain, ada bagian-bagian yang aku punya potensi untuk akhirnya berbuat tidak adil sih.&nbsp;<br></p><p>Menurutku tan, aku seringkali tidak hati-hati ketika menyangkut orang-orang terdekatku, dimana tidak menyakiti orang lain adalah salah satu hal dalam keadilan yang dibahas oma CM.<br></p><p>Aku sih jarang ya menyakiti dengan perbuatan fisik tapi akhir-akhir ini mulutku cukup sering mengeluarkan perkataan sarkastik/menyakitkan yang tidak difilter deh, dan itu juga termasuk menyakiti orang lain kan :x</p><p><br/></p><p>Aku juga menyadari bahwa ada hari-hari di mana aku terlalu tenggelam dalam menyampaikan keluhanku pada temanku sampai tidak bertanya/lupa bahwa dia juga punya masalah dalam hidupnya. Saat itu rasanya ketika dia menyampaikan pun, aku sulit untuk menjadi pendengar yang baik seperti biasanya. Aku sulit untuk peduli terhadap orang lain. Aku sadar ada keinginan dalam diri yang bilang bahwa "aku" ingin menjadi yang berkeluh kesah, bukan mendengarkan keluh kesah orang lain.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kalau ditanya apa aku sadar ketika melakukannya aku sih sadar ya, cuma menyesalnya itu datang sesaat ketika sudah terlambat, ketika sudah terlanjur menyakiti.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-07 03:07:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3571981188</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan pada orang lain</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3573875377</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita mengetahui, bagaimana dulu manusia bisa memperlakukan manusia lain dengan tidak adil. Dalam masa perbudakan contohnya, bagaimana adalah hal yang pantas untuk memperlakukan kasar manusia lain, berdasarkan warna kulitnya. Itu juga terjadi pada leluhur kita di Inodnesia, sewaktu masih dijajah Belanda dan Jepang. </p><p><br/></p><p>Namun sekarang, secara sosial kita tahu bahwa perilaku kekerasan pada manusia lain itu salah. Orang orang akan marah mendengar kekerasan yang terjadi. Semua orang bergerak untuk menghapuskan kekerasan. </p><p><br/></p><p>Keadilan sebenarnya tumbuh dari hal yang paling sederhana: Kepedulian. Kita sepatutnya merasa peduli pada orang ain, siapapun itu. Ketika rasa peduli itu ada, kita mulai berperilaku adil, pada semua orang. </p><p><br/></p><p>Dalam keseharianku, kuakui bahwa terkadang aku belum bersikap adil. Kadang mungkin aku terlalu lelah untuk merasa peduli. Tapi, kadang pula, rasa lelah justru menimbulkan rasa peduli yang lebih tinggi. Aku pun bigung bagaimana kepedulian ini bisa datang dan pergi setiap harinya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 13:11:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3573875377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adil secara tindakan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3575170421</link>
         <description><![CDATA[<p>Sekarang, sudah lebih banyak orang yang mulai mengerti kewajiban untuk adil.</p><p>Ibu CM bercerita tentang seorang perwira jerman yang meninggal dalam duel sehari sebelum pernikahannya. Sementara itu di inggris, orang-orang masih menganggap membunuh seseorang untuk menghapuskan penghinaan (baik penghina maupun yang terhina) adalah sesuatu yang sah-sah saja.</p><p>Namun sekarang kita mulai menyadari bahwa menyakiti orang adalah suatu Tindakan yang tidak benar.</p><p>Majikan tidak boleh memukul pembantunya, bos tidak boleh menyakiti pekerjanya, dan pemimpin tidak boleh melukai&nbsp;pengikutnya.</p><p>Anak-anak sudah mulai merasakan dampak dari perubahan ini, dulunya mereka dicubit, dijewer, dijitak, bahkan dipukul dengan rotan atau penghapus papan Ketika mereka tidak menuruti figure otoritas (guru atau orang tua). Dulu orang berpikir bahwa hanya memberikan roti dan air sebagai makanan mereka atau mengurung mereka di lemari gelap ketika mereka nakal adalah sesuatu yang mendidik, padahal sebaliknya.</p><p>Tapi untungnya sekarang lebih banyak anak yang merasakan lembutnya kasih sayang dan cinta kasih daripada hukuman fisik. Sekarang orang-orang sudah mulai melihat dan mendengarkan tuntutan - tuntutan keadilan. Tentunya masih ada negara diluar sana yang belum menerima bentuk keadilan ini, seperti contohnya cerita tentang seorang bandit dari italia yang membanggakan diri telah membunuh 27 orang. Bukan karena orang-orang itu pernah menyakiti dirinya atau keluarganya, melainkan karena kerabat dari 27 orang tersebut pernah membunuh salah satu saudaranya. Ia mengira tindakannya tersebut adalah keadilan, padahal sebaliknya.</p><p>Bantuan imajinasi dalam membentuk pemikiran yang adil.</p><p>Seorang anak kecil yang baik hati, melihat ibu dan pembantu rumahnya sibuk dengan urusan urusan kebersihan akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak membawa kekacauan keluar dari ruang tidurnya. ia akan memastikan bahwa dia tidak meninggalkan jejak ataupun kekacauan kemanapun ia pergi. Dengan imajinasi, anak kecil itu dapat membayangkan betapa sulitnya pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, dan betapa letihnya perasaan pembantu dan ibunya.</p><p>Contoh lainnya adalah Ketika seorang gadis muda yang meminta bajunya dijait, tidak meminta para penjahitnya untuk menyelesaikan baju tersebut dalam tenggat Waktu yang mepet. ia membayangkan muka muka letih para penjahit yang menjahit bajunya sampai malam demi memenuhi tenggat waktu, kemudian ia membayangkan para penjahit yang menjahit bajunya dengan Bahagia. Dari itu dia memutuskan untuk tidak membuatkan tenggat waktu yang mepet.</p><p>Kepedulian terhadap manusia lain adalah sesuatu yang seharusnya dimiliki oleh semua manusia. seharusnya kita peduli terhadap kondisi fisik ataupun mental seseorang walaupun itu tidak berhubungan dengan kita.</p><p>Refleksi: Biasanya aku bisa, walaupun sebagai manusia tentunya rasa keadilanku naik turun.</p><p>Aku melandasi perbuatanku dengan kebaikan. Aku ingin menjadi manusia yang baik hati dan sepenuhnya <em>benevolent</em>. dan menjadi adil adalah salah satu kewajiban didalamnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-09 03:51:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3575170421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa itu keadilan?</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3577119199</link>
         <description><![CDATA[<p>Belakangan ini kita mendengar kematian seorang perwira (kayaknya ojol deh) yang meninggal sebelum hari pernikahannya.</p><p>Dulu hal ini banyak terjadi, tapi tidak sekarang. Tuan tidak boleh memukul anak magangnya, dan Nyonya tidak boleh memukul pelayannya. Dulu anak kecil sering mendapatkan pukulan, hukuman kurungan dalam lemari, atau makanan hanya roti dan air, dulu ini dianggap baik. Tapi sekarang semua itu dilarang, tepatnya sudah jarang terjadi, karena kita tau bahwa menyakiti orang lain bukanlah tindakan adil.</p><p>Masih ada negara yang tidak terlalu memedulikaan ini, terutama pada zamannya oma CM sepertinya. Contohnya ada seorang bandit itali yang membunuh 27 orang. Cuma karena kerabat ke 27 orang itu pernah ngebunuh saudaranya. Adil tidak selalu berarti sama, terkadang masih banyak yang salah paham soal ini.</p><p><br/></p><p><strong>Berpikir Adil</strong></p><p>Ada seorang anak laki-laki yang selalu berhati-hati dan menjaga kebersihan, seperti tidak mennnginjak lantai dengan sepatunya yang kotor. Itu dia lakukan karena menyadari kalau Ibunya menyukai kebersihan, dan pembantunya sudah cukuup repot dengan pekerjaan-pekerjaannya, jadi tidak sebaiknya dia memberi tambahan pekerjaan.</p><p>Sekalipun kita tidak terlalu berpengetahuan, tapi dengan imajinasi dan simpati, keadilan jadi lebih mudah dilakukan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em>Refleksi</em></strong><em>:</em></p><p><em>Apakah dalam keseharian kalian bisa memberikan keadilan kepada orang lain? Apa yang melandasi perbuatan tsb?</em></p><p>Seringkali aku tidak memberikan keadilan kepada orang lain, memperlakukan orang lain sebagaimana aku tidak ingin diperlakukan. Biasanya aku berbuat seperti itu karena tidak berpikir panjang sebelum berbuat, sekedar respon otomatis saja, tapi setelah kejadian itu berlalu aku baru menyadari kalau tindakan itu tidak adil.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-10 01:51:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3577119199</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of Heart: Keadilan terhadap Diri Orang Lain</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3578124453</link>
         <description><![CDATA[<var>Kita mulai memahami Kewajiban ini.</var><p><br></p><p>Kita mulai mengerti kalau melukai orang lain dengan perbuatan adalah sikap yang tidak tepat, karena itu sekarang lebih setiap orang berhati&nbsp; hati untuk tidak melukai tubuh sesama nya dengan perbuatan nya.</p><p><br></p><var>Berpikir dengan adil memerlukan Pengetahuan dan Pertimbangan.&nbsp;</var><p><br></p><p>Untuk dapat berpikir dan memperlakukan orang lain dengan adil, di butuhkan cukup banyak pengetahuan dan pertimbangan. Tapi dengan menggunakan imajinasi kita dapat sampai pada kesimpulan (tentang perbuatan) yang menyangkut keadilan dengan tepat.</p><p><br></p><p>Contohnya seorang anak kecil yang menggunakan imajinasinya untuk membantunya bersikap adil dengan pada ibu nya yang mencintai kebersihan dan pelayan nya yang sudah bekerja untuk membersihkan setiap sudut rumah.&nbsp;</p><p><br></p><var>Refleksi
</var><blockquote><p><em>Apakah dalam keseharian kalian bisa memberikan keadilan kepada orang lain? Apa yang melandasi perbuatan tsb?</em></p></blockquote><p><br></p><p>Aku selalu berusaha untuk bersikap adil pada orang lain, landasan nya karena aku tau kalau setiap orang memiliki hak akan itu dan karena aku juga ingin di perlakukan dengan adil oleh orang lain.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/d4860c32808b55585b6f22f00570a17c/The_House__2___1_.png" />
         <pubDate>2025-09-10 12:50:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3578124453</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kita Mulai Memahami Kewajiban Ini, Berpikir dengan adil memerlukan Pengetahuan dan Pertimbangan - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3582337394</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kita Mulai Memahami Kewajiban Ini</strong></p><p>Pada sub bab kali ini, Charlotte Mason menyoroti transformasi kolektif manusia dalam memahami keadilan. Dahulu, kematian merupakan ganjaran yang sah bagi penghinaan (meski kecil), dikisahkan bahwa ada seorang perwira muda jerman--menjelang pernikahannya--yang tewas dalam sebuah duel. Juga anak-anak yang dulu dididik dengan hal yang menyakiti seperti cubitan, kurungan, hingga asupan sebatas roti dan air.</p><p><br/></p><p>CM mengatakan bahwa kita tak boleh melukai siapapun; tuan tidak boleh memukul murid magangnya, nyonya tak boleh memukul pembantunya. Sesungguhnya, sebagai bangsa, kita berusaha harus memperlakukan tubuh manusia dengan hormat. Mengaitkan kembali dengan kisah tadi, kita bisa menyadari bagaimana dalam dunia ini kita banyak kehilangan, yang ternyata disebabkan oleh bagaimana kita memahami keadilan; pada kasus perwira muda, mungkin teman, sahabat, keluarga, dan tunangannya merasa kehilangan; pada kasus anak-anak mungkin mereka kehilangan banyak momen kebersamaan sebab pemahaman cinta yang kejam (mendidik dengan mengurung, keras, dll). Beruntungnya, kita mulai memahami keadilan.</p><p><br/></p><p>Sebagai penutup, CM menghadirkan kondisi tersebut: di mana kehilangan banyak terjadi sebab pemahaman akan keadilan. CM mengatakan di beberapa negara keadilan belum begitu dipahami. Di Italia terdapat seorang bandit yang membunuh puluhan orang sebab dulu kakaknya dibunuh oleh kerabat mereka, ia berpikir balas dendam merupakan keadilan. CM menggarisbawahi, keadilan merupakan hal yang sering kita salah pahami.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar:</strong></p><p>Aku punya sebuah pengalaman menarik tentang keadilan. Ketika interaksi sosial, aku begitu jarang menemukan percakapan mengenai keadilan; perilaku seperti apa yang baik? atau yang buruk? mengapa kita menyebut ini baik dan itu buruk? apa itu baik atau buruk?. Salah satu pemicu anggapan itu adalah ketika aku mencabuti rumput untuk mengindahkan halaman supaya memenuhi kriteria tempat acara yang rapih--kala itu kami mengadakan peringatan dan perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Mencabuti rumput membuatku sedikit mengetahui kehidupan di bawah tanah, terdapat semut-semut serta cacing di dalamnya, dan ketika aku cabut mereka kocar-kacir atau bahkan mati. Terbesit dalam benakku "mengapa aku boleh merusak hidup mereka?", aku merasa sebagai manusia egois betul untuk merusak karena bagi kita itu tidak indah. Satu hal yang pasti, kala itu tak ada yang mengutarakan pendapat atas apa yang kami lakukan.</p><p><br/></p><p>Di lain hari, aku pernah bertanya kepada temanku: mengapa kamu yakin dengan agamamu?, waktu itu wajahnya terlihat tak enak dipandang, seperti terganggu dengan pertanyaan itu. Menjawabnya, ia berkata "persoalan Tuhan ada apa ngga ya kita ngga bakal tau, kalau soal hukum agama yaa ... ya udah gua dari lahir kan begini, ga usah pusing-pusing lah mikirin agama". Sedikitnya kesan yang aku dapat adalah: kebenaran merupakan konstruksi sosial ... bukan karena hal itu tidak benar, tapi karena kita praktis dalam menyikapi "apa itu benar" dan menggunakan apa yang diulang-ulang di masyarakat.</p><p><br/></p><p>Dari kisah-kisah tadi, aku tak mengatakan lingkunganku tak mengerti sama sekali tentang keadilan, yang ingin kusampaikan adalah bahwa bahasan tentang keadilan begitu jauh dari di lingkunganku, dan aku khawatir jika keadilan sebatas kontsruksi sosial; kita tak jujur atas apa yang kita yakini. Bagiku, ketidakjujuran ini kadang begitu menyakitkan ... di mana kita akan cenderung dijauhi bila mengutarakan keyakinan kita; jiwa yang tak nampak. Sedikitnya itulah kehilangan yang bisa kita rasakan atas suatu pemahaman keadilan (aku tak bisa mengatakannya keliru).</p><p><br/></p><p><strong>Berpikir dengan Adil Memerlukan Pengetahuan dan Pertimbangan</strong></p><p>Pada sub bab kali ini, secara singkat CM mengatakan bahwa kita memerlukan pengetahuan dan pertimbangan untuk menemukan keadilan, dan imajinasi dapat membantu kita dalam menemukannya.</p><p><br/></p><p>CM mengatakan bahwa seorang anak laki-laki tetap anak yang baik ketika ia memahami bahwa ibunya menyukai keindahan dan kerapihan; para pembantu perlu kerja lebih jika banyak bagian rumah tak rapih dan itu tak membahagiakan; dan dengan itu membuatnya lebih berhati-hati dalam bertindak--menyeka sepatu, membatasi kekacauan di ruangannya, dll., ia tau bahwa kecerobohan itu merusak kenyamanan dan membebani orang lain. Imajinasinya terhadap dampak suatu hal bagi orang lain membawanya pada kesimpulan tersebut. CM kembali berkata, sesungguhnya kepedulian berupa "kita tak boleh menyakiti tubuh orang lain" mestinya membimbing kita dalam berbagai bagian hidup. Dipertegas kembali, bahwa dengan memikirkan toko untuk membeli pemberian kita bisa menemukan bahwa toko yang murah cenderung hasil dari jerih payah yang dibayar murah pula.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar:</strong></p><p>-belum ada, dan nantikan (mungkin)</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Apakah dalam keseharian kalian bisa memberikan keadilan kepada orang lain? Apa yang melandasi perbuatan tsb?</p></blockquote><p>Aku tak yakin, namun salah satu upayaku untuk bersikap adil adalah dengan jujur terhadap apa yang aku rasa. Seringkali aku kasar terhadap orang karena ia menyebalkan (meski ia tak bermaksud demikian), menyepelekan orang karena parasnya, dan lain-lain. Aku berusaha memperjelas perasaan dan pikiranku tentang orang lain, dan bila aku merasa palsu (pura-pura baik, pura-pura peduli, dll) atau berlebihan maka aku mencoba untuk mengarah ke sikap adil.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=cQcE4_7-X78" />
         <pubDate>2025-09-12 15:55:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3582337394</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sept 5 | Keadilan Terhadap Diri Orang Lain</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3584615751</link>
         <description><![CDATA[<p>Dulu, orang menganggap hal seperti duel atau hukuman fisik itu wajar, bahkan pada anak-anak. Tapi sekarang, orang mulai sadar kalau melukai tubuh orang lain itu salah, dan setiap orang berhak diperlakukan dengan hormat.</p><p><br/></p><p>Supaya bisa adil ke orang lain, kita perlu pengetahuan, pertimbangan, dan imajinasi. Misalnya, anak yang sadar kalau kecerobohannya bikin repot ibunya atau pembantu rumah tangga, maka ia berusaha lebih rapi. Atau gadis yang nggak maksa penjahit lembur demi gaun barunya, karena ia membayangkan betapa capeknya mereka.</p><p><br/></p><p>Intinya, keadilan berarti peduli nggak bikin orang lain sakit, lelah, atau rugi karena tindakan kita. Bahkan saat belanja, kita sebaiknya mikir, jangan sampai harga murah yang kita pilih datang dari tenaga buruh yang dieksploitasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 03:48:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3584615751</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sept 12 | Orang Yang Tersakiti Dalam Pikirannya Akan Menderita Dalam Tubuhnya - Kelembutan </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3584632686</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada cara lain untuk menyakiti tubuh seseorang tanpa menyakiti tubuhnya secara langsung, menyerang pikirannya. </p><p>jika kau menyakiti batin seseorang, tubuhnya pun ikut menderita.Terkadang menyakiti batin lebih mudah dari menyakiti tubuh dan kita pun harus berhati-hati untuk tidak menyerang batin secara tidak sengaja. </p><p><br/></p><p>Misalnya mendorong di keramaian supaya kita mendapatkan tempat yg lebih baik. Mungkin terkesan sepele bagi beberapa orang, namun bagi beberapa orang mereka bisa tersakiti batinnya. Kalau kita bersikap kasar karena hal sepele seperti ini mungkin tubuh kita tidak terluka, tapi menciptakan keresahan batin dan rasa tidak nyaman yg justru lebih melelahkan.</p><p><br/></p><p>Kehadiran seseorang yg lembut bisa memberikan rasa nyaman untuk kita. Dari gaya bicaranya dan gerak-geriknya menunjukan bahwa ia punya imajinasi, ia menyadari kehadiran orang lain dan tidak ingin merusak kenyamanan mereka.</p><p><br/></p><p>Terdapat 3 setan, Kecerobohan berpikir, Keegoisan dan Kekejaman.</p><p><br/></p><p><strong>Sebuah Kata Bisa Menyakitkan Seperti Pukulan - Kesantunan </strong></p><p><br/></p><p>Kadang kita lupa kalau kata-kata bisa lebih tajam dari pukulan. Sekali keluar, ucapan bisa bikin hati orang sakit, bahkan capek secara fisik. Karena itu, kesantunan jadi penting: belajar dengerin tanpa nyela, menahan emosi waktu berbeda pendapat, dan nyampein pikiran dengan nada yang lembut. Dengan begitu, suasana jadi lebih enak, dan orang lain pun lebih mudah menerima kita.</p><p><br/></p><p>Kalau sebelumnya kita belajar bahwa kelembutan bisa bikin orang merasa tenang dan nyaman, di sini kita lihat bahwa kesantunan dalam kata-kata adalah salah satu bentuk kelembutan itu. Jadi, bukan cuma sikap kita sehari-hari yang harus lembut, tapi juga cara kita berbicara.</p><p>begitu juga sebaliknya, kata-kata bisa melukai batin seseorang lebih sakit daripada pukulan.</p><p><br/></p><p><strong>Kita Tidak Bebas Memikirkan Hal-hal Buruk Terhadap Orang Lain</strong></p><p><br/></p><p>Sering kali kita ngerasa bebas buat mikirin hal buruk tentang orang lain, apalagi kalau mereka bukan orang terdekat kita. Padahal, sama kayak keluarga atau orang yang kita hormati, setiap orang juga punya hak atas nama baik dan karakternya. Kalau kita asal mikir negatif, itu sama aja bikin batin kita kotor, dan pada akhirnya sikap serta ucapan kita bisa berubah jadi kasar tanpa sadar. Nyatanya, gak ada yang benar-benar bebas buat jadi “perusuh” di pikiran, karena hati kita sendiri menuntut rasa adil terhadap orang lain.</p><p><br/></p><p>Kalau dibandingin sama dua pembahasan sebelumnya, jelas ada benang merahnya. Dari Kelembutan, kita tahu sikap ramah bikin orang lain tenang. Dari Kesantunan, kita belajar bahwa kata-kata bisa melukai kayak pukulan. Nah, di sini kita lihat akar masalahnya: pikiran. Kalau pikiran kita udah diisi hal-hal buruk tentang orang lain, kelembutan bakal hilang dan kesantunan pun susah dijaga. Jadi, menjaga pikiran tetap adil dan bersih adalah langkah pertama supaya sikap dan ucapan kita juga penuh kelembutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 04:00:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3584632686</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of Heart: Keadilan terhadap Diri Orang Lain</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3584724675</link>
         <description><![CDATA[<var>Orang yang tersakiti dalam pikiran nya akan menderita dalam tubuhnya — Kelembutan.

</var><p>Menunjukan kelembutan pada hal hal kecil yang kita lakukan adalah sesuatu yang penting. Karena untuk melukai seseorang tidak selama nya dengan melukai fisik mereka secara langsung. Kadang ambisi dan keegoisan yang (baik secara sadar atau tidak) kita tunjukan mampu melukai orang secara batin, yang kemudian akan berlanjut menjadi sakit secara fisik. Itu sebabnya, kita harus lebih berhati hati dalam bertindak dan tidak membiarkan setan setan seperti keegoisan dan kekejaman bertindak semena-mena.</p><p><br></p><var>Refleksi 01
</var><var></var><blockquote><p>Apa yang bikin kita ceroboh dalam berpikir, memiliki kekejaman, dan keegoisan?</p></blockquote><p><br></p><p>Menurutku ini karena seringkali kita lebih memprioritaskan kenyamanan dan kepentingan diri kita sendiri di atas orang lain.</p><p><br></p><blockquote><p>Dalam keseharian bagaimana kita membangun keramahan/kelembutan dalam diri?</p></blockquote><p><br></p><p>Dengan mempertimbangkan dan memikirkan kebutuhan juga kepentingan orang lain selain diri kita sendiri. Contoh, kalau kita bisa memikirkan kebutuhan orang lain saat di transportasi umum, kita gak akan buru buru untuk mengambil kursi dan mengganggu kenyamanan orang lain.</p><p><br></p><blockquote><p>Mengapa pengalaman emosional seperti ditolak atau dihina terasa lebih menyakitkan daripada fisik?</p></blockquote><p><br></p><p>Sebenarnya aku sendiri pun clueless soal ini, sampai sekarang masih nebak nebak sendiri alasan nya kenapa :)</p><p><br></p><var>Sebuah Kata bisa Menyakiti Seperti Pukulan — Kesantunan.</var><p><br></p><p><br></p><p>Saat kita menyadari betapa mudahnya bagi seseorang untuk merasa terluka melalui pikiran mereka, kita akan mulai mengerti kalau sepatah kata pun mampu melukai seseorang. Kemudian kita akan lebih bersikap santun dengan ucapan orang lain. Mendengarkan sampai mereka selesai bicara, menghargai pendapat mereka sekalipun itu sangat bertentangan dengan prinsip yang kita pegang, dan menyampaikan ketidak setujuan kita dengan lembut dan rendah hati.</p><p><br></p><var>Refleksi 02</var><p><br></p><blockquote><p>"Begitu kita menyadari bahwa kata kata kita dapat menyakiti orang lain, kita pun akan bersikap lebih sopan santun terhadap orang lain" Jadi apakah kita tidak akan bersikap sopan santun kalau kita tidak menyadari hal tersebut?</p></blockquote><p><br></p><p>Akan tetap sopan sih menurut ku. Tapi kalau bisa menyadari hal ini, aku rasa itu akan buat kita lebih berhati hati dengan apa yang kita katakan ke orang lain.</p><p><br></p><var>Kita Tidak Bebas untuk Memikirkan Hal-hal Buruk tentang Orang Lain.
</var><p><br></p><p>Selain perbuatan sepele, dan perkataan, kita juga harus berhati hati dengan apa yang kita pikirkan tentang karakter dari seseorang. Karena mengasumsikan hal negatif tentang mereka meskipun hanya dalam pikiran merupakan sebuah bentuk ketidakadilan. Tidak ada satu orang pun yang terlahir sebagai perusuh, dan semua orang memiliki hak atas kita dalam hal reputasi mereka.</p><p><br></p><var>Refleksi 03</var><p><br></p><blockquote><p>Kenapa berfikir negatif bisa di anggap sebagai suatu bentuk ketidakadilan?</p></blockquote><p><br></p><p>Gak adil karena asumsi kita tentang seseorang itu menurutku akan menentukan sikap kita ke mereka juga. Kalau fikiran kita tentang seseorang udah lebih dulu negatif kita mungkin akan memperlakukan mereka dengan cara yang kasar, padahal belum tentu asumsi kita tentang mereka itu bener, dan akhirnya kita justru akan melukai orang tersebut.</p><p><br></p><blockquote><p>Pernah gak kalian berasumsi buruk tentang orang lain? Kalau pernah, setelah denger subab tadi, apa yang kalian akan lakukan agar hal seperti itu tidak terulang?</p></blockquote><p><br></p><p>Pernah, dan setelah baca subab ini aku akan coba untuk lebih berhati hati dan melihat karakter dan sikap seseorang apa adanya aja.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/1351ad851a0de3fa0efc4cc961210baa/The_House__2___1_.png" />
         <pubDate>2025-09-15 05:02:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3584724675</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan ( 3 subab)</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3587673724</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Orang yang tersakiti dalam pikirannya akan menderita dalam tubuhnya</p></li></ol><p>Di bagian ini, oma CM menceritakan bagaimana tubuh kita cenderung merasakan sakit pikiran lebih baik daripada tubuh. Bahkan, ketika pikiran kita tersakiti, tubuh pun juga akan tersakiti. Maka, sepantasnya kita berlaku baik ke semua orang, agar kita tidak menyakiti siapapun. </p><p><br/></p><p>Aku sendiri pun juga pernah merasakan kekhawaitran (dalam hal ini menjadi sakit pikiran) yang mendalam, hingga merasakan sakit di tubuh, seperti mual, pusing, dan kadang kadang sulit bernafas. aku sangat setuju dengan pernyataan oma CM yang satu ini</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Sebuah Kata bisa Menyakiti Seperti Pukulan</p></li></ol><p>Subab ini menjelaskan bagaimana kata kata kita bisa menyakiti orang lain. Kita tidak boleh menyepelekan umpatan dan perkataan pada orang lain, karena itu bisa melukai mereka, kita harus menjaga diri kita dari menyakiti orang lain. </p><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Kita Tidak Bebas untuk Memikirkan Hal-hal Buruk tentang Orang Lain</p></li></ol><p>Subab terakhir menjelaskan bagaimana bahkan kita tidak bebas dalam memikirkan tentang orang lain, kita perlu menjaga diri agar tidak memikirkan buruk tentang orang lain. </p><p><br/></p><p>Kebanyakan dari kita sudah tahu agar menjaga diri dari berpikiran buruk tentang orang-orang di sekitar kita (yang deket, seperti teman dan keluarga) juga pada pemimpin. Namun sebenarnya kita tidak punya hak untuk berpikir buruk tentang siapapun. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-16 13:16:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3587673724</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adil dalam berkata, bersikap,  dan berpikir</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3589486242</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelembutan</strong></p><p>Sebenarnya ada cara lain untuk menyakiti orang lain tanpa harus menyakiti tubuhnya secara langsung. Menyakiti pikiran atau lebih tepatnya berlaku kasar kepada orang lain, juga termasuk dalam menyakiti orang lain. </p><p>Seharusnya kita tidak boleh bersikap tidak peduli, lewat tanpa permisi, menyikut karena alasan tidak oke, dll. Itu bisa menyebabkan luka batin pada orang lain. Dan luka batin lebih menyakitkan dari pada luka fisik.</p><p>Setan-setan yang mengganggu untuk tidak berbuat seperti itu adalah, kecerobohan, keegoisan, dan kekejaman.</p><p><br/></p><p><strong>Kesantunan</strong></p><p>Karena menyakiti orang lain dengan kata-kata juga sama dengan menyakiti, kita harus bersikap sopan kepada orang lain. Dengan cara mendengarkan, tidak menyela, dan ketika orang itu memiliki pendapat yang berbeda dari kita, tetap dengarkan dan coba pahami pendapatnya.</p><p>Begitupun ketika menyampaikan pendapat kita, sampaikan dengan kelembutan dan rendah hati. Kita pun akan melihat kalau lawan bicara kita akan menyambutnya dengan kelembutan juga.</p><p><br/></p><p><strong>Kita tidak bebas memikirkan orang lain</strong></p><p>Kita tidak boleh mengamuk pada dunia, menundukkan kepala dan menabrak semuanya. Bagaimanapun tidak ada orang yang dilahirkan sebagai perusuh. </p><p>Kebanyakan dari kita memang sudah mengetahui kalau kita dilarang berpikir buruk tentang orangtua, guru, teman-teman, dan saudara. Atau bahkan tetap menjaga pikiran tentang kerabat-kerabat jauh. </p><p>Tapi sebagian besar dari kita mengira kita bebas berpikir tentang orang luar, yang tidak memiliki hubungan pertemanan, seperti pembuat sepatu, orang random yang lewat depan rumah, atau orang-orang yang muncul di koran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-17 09:03:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3589486242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelembutan, Kesantunan dan Asumsi</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3590807665</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelembutan</strong></p><p>Menyikut orang dalam keramaian memang cenderung tidak menyebabkan seseorang masuk rumah sakit, tetapi keresahatan batin tidak nyaman yang dirasakan mereka rasanya justru juga sama-sama tidak enaknya. </p><p><br></p><p>Sakit batin tidak bisa diremehkan, sebab ketika batin seseorang tersakiti, tubuhnya ikut menderita. </p><p><br></p><p>Menenangkan rasanya ruangan diisi oleh orang-orang yang lembut alih-alih kasar. Mereka yang menunjukkan bahwa mereka tidak ingin merusak kenyamanan orang baik dari gerak-gerik atau nada bicara mereka. Setan-setan yang menghalau kita dari berbuat lembut adalah kecerobohan berpikir, keegoisan dan kekejaman.</p><p><br></p><p><strong>Kesantunan</strong></p><p>Kurang kesantunan bisa sama merusaknya dengan kekurangan makanan. Ide utamanya adalah, kita mesti berlaku santun kepada orang lain (siapapun itu), baik dengan cara mendengarkan dengan hormat atau menyamapaikan pandangan kita dengan rendah hati dan lembut.</p><p><br></p><p><strong>Kita Tidak Bebas Memikirkan Hal-hal Buruk tentang Orang Lain</strong></p><p>Memang, kita cenderung hati-hati dalam berpikir buruk kepada beberapa orang--misalnya saja kepada orangtua, petinggi negara atau pemimpin kita yang disegani. Tetapi di luar itu, kadang kita malah tidak menahan diri dan berpikir bahwa kita bebas-bebas saja berpikir apa saja tentang orang lain, padahal nyatanya tidak benar demikian. </p><p><br></p><p><strong><mark>Pertanyaan Reflektif kelompok 1:</mark></strong></p><p><strong>1. Apa yang bikin kita ceroboh dalam berpikir, memiliki kekejaman, dan keegoisan?</strong></p><p><br></p><p>Faktornya banyak sih, menurutku bisa karena mengarah ke sana secara tidak sadar, karena kebiasaan atau ketika benak kita terlalu dipenuhi urusan-urusan kita sendiri. Sehingga, kita jadi lupa untuk peduli terhadap orang lain.</p><p><br></p><p><strong>2. Dalam keseharian bagaimana kita membangun keramahan/kelembutan dalam diri? </strong></p><p><br></p><ul><li><p>Senyum/menyapa orang yang kita lewati</p></li><li><p>Peka terhadap kehadiran orang lain lalu berlaku hati-hati kepada mereka. </p></li></ul><p><br></p><p><strong>3. Mengapa pengalaman emosional seperti ditolak atau dihina terasa lebih menyakitkan daripada fisik?</strong></p><p><br></p><p>Tergantung sih, ada kalanya sakit fisik lebih menyakitkan dibanding ditolak, kalau menurutku ya (misalnya ketika ak demam dan sakit kepala). </p><p>Kenapa ditolak/dihina bisa terasa lebih menyakitkan adalah, satu, sembuhnya bisa lama dan sukar (seperti kata Dira), kedua, sakit batin seringkali akan dibarengi dengan sakit fisik. </p><p><br></p><p><strong><mark>Pertanyaan reflektif kel 2: </mark></strong></p><p><strong>"Begitu kita menyadari bahwa kata kata kita dapat menyakiti orang lain, kita pun akan bersikap lebih sopan santun terhadap orang lain" Jadi apakah kita tidak akan bersikap sopan santun kalau kita tidak menyadari hal tersebut?</strong></p><p><br></p><p><mark>Pertanyaan Reflektif Kelompok 3:</mark></p><p><strong>1. Kenapa berfikir negatif bisa di anggap sebagai suatu bentuk ketidak-adilan?</strong></p><p><br></p><p>Kalau kata oma ceem sih karena orang punya hak atas "karakter dan reputasi" diri mereka  pada pandangan orang lain. Tapi aku belum paham-paham banget sih maksudnya. </p><p><br></p><p><strong>2. Apa dampak ketidak-adilan bagi orang yang menjadi korban?</strong></p><p>Mungkin rasa sakit? Diperlakukan tidak adil selalu mendatangkan rasa sakit bagi para korbannya. Lagi-lagi, meski sudah hampir 4 hari aku memikirkannya aku masih belum bisa memahami maksud oma Ceem tentang ketidakadilan bentuk ini. Aku juga kurang dengar saat dibicarakan di kelas kemarin.</p><p><br></p><p><strong>3. Pernah gak kalian berasumsi buruk tentang orang lain? Kalau pernah, setelah denger subab tadi, apa yang kalian akan lakukan agar hal kayak gitu gak terulang?</strong></p><p><br></p><p>Aku tergolong orang yang berhati-hati dalam berasumsi mengenai karakter orang lain dan perilaku mereka sih jadi, tidak. Mungkin karena aku tahu rasanya tidak enak ketika orang berasumsi tentangku (aku tahu dari mendengar gosip). Dengan ngga berasumsi terhadap orang lain secara ngga langsung aku berharap tidak ada orang yang berasumsi tentang aku sih.</p><p><br></p><p>Diamsusikan hal-hal buruk rasanya menyakitkan, dan diasumsikan yang "wah-wah" rasanya juga memberatkan. Kurasa hidupku lebih tenang dan tidak melelahkan ketika tidak (atau setidaknya tidak mengetahui) asumsi-asumsi orang terhadapku. </p><p><br></p><p>Begitu kira-kirah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-18 01:04:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3590807665</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelembutan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3593542082</link>
         <description><![CDATA[<p>Selain menyakiti orang secara fisik, kita bisa tanpa sadar melukai orang secara mental juga: menyikut seseorang agar dapat menggambil sesuatu yang bagus, tidak mendorong dorong orang karena tidak sabar, dan kita akan berhati hati untuk bertingkah seramah dan sesopan mungkin. Tentunya membuat hati seseorang resah, dapat berdampak kepada fisik mereka.</p><p>Mengingat bahwa manusia sangat mudah tersakiti, kita juga memiliki kewajiban untuk memperhatikan apa yang dikatakan oleh mulut kita. Kata kata dapat menyakiti lebih dari tonjokkan, dan dapat membuat hati seseorang tidak nyaman. "Mulutmu harimaumu".</p><p>Kita juga tidak boleh "mengamuk" dalam dunia. Menundukkan kepala, menghentakan kaki dan maju sekeras kerasnya memang terasa sangat menggoda. Namun keadilan didalam hati menuntut kita memikirkan hak hak orang lain atas diri kita. </p><p>Kita tidak sebaiknya berprasangka terhadap orang lain. Memikirkan keburukan keburukan tetangga atau teman lain dan menjauhi mereka tanpa dasar yang kuat adalah suatu keadilan yang sangat sering terlihat di kalangan masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-19 07:18:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3593542082</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author>kayralluviaprasetyo</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3593881846</link>
         <description><![CDATA[<p>Jadi CM bilang di sini itu kalau kita melukai batin seseorang tuh kita juga bikin tubuh mereka tuh menderita juga. Kita juga harus ingat betapa mudahnya menyakiti tubuh orang lain itu lewat batin mereka. kalau kita tahu lebih waspada akan hal itu kita tuh juga akan lebih berhati-hati untuk nggak mendorong orang ke dalam kerumunan demi mendapatkan tempat terbaik buat kita sendiri, jadi kita nggak akan tergiur untuk mengikut orang lain demi mendapat bagian yang terbesar dari sesuatu itu untuk kita. itu hanya sebuah khotbah kalau kata cm, kita tuh seharusnya berjalan dengan ramah di jalan atau memberi tempat duduk untuk orang yang lebih membutuhkan.&nbsp;</p><p><br></p><p>Kalau kita tuh bersikap kasar tentang hal-hal kecil kayak gini itu mungkin kita nggak akan sampai membuat orang lain luka sampai perlu didatangi oleh dokter tapi kita tuh justru juga bisa menciptakan kayak impresi yang&nbsp; jelek tentang Kita di mata mereka.&nbsp;</p><p><br></p><p>Nah kita tuh juga mudah banget penyakit tubuh orang lain tuh lewat pikiran mereka kita tuh bisa melihat kalau sepatah kata tuh bisa kayak pukulan seperti peribahasa "mulutmu harimaumu". Kurangnya kesantunan itu bisa sama merusak buat orang lain itu sama halnya kayak kekurangan makanan. Kalau kita sadar sama hal ini tuh kita juga bisa bersikap lebih santun terhadap kata-kata orang lain kita bisa mendengarkan kita tidak menyerah kita nggak membantah kita berusaha memahami. Cm juga menyinggung bahwa kita tuh harus menahan diri dari kekerasan dalam pikiran dan menghormati meskipun kita nggak sependapat, cm juga menyebutkan bahwa ketika kita menyampaikan pandangan kita sendiri dengan kelembutan dan kesantunan itu kita juga bisa mendapati bahwa pendapat kita bisa diterima oleh orang lain dengan kelembutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-19 12:08:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3593881846</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan dan kejernihan pandang</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3594998157</link>
         <description><![CDATA[<p>Keadilan bekerja seperti hakim dalam diri kita, menetapkan bagaimana kita harus bersikap adil pada semua orang, apapun perasaan kita pada mereka. Keadilan sudah ada dalam diri. Ketika kita ingin bersikap adil, maka akan ada sekelompok pelayannya yang membantu kita.</p><p><br/></p><p>Kejernihan pandang bekerja sebagai kacamata, untuk kita berbuat adil. Ia membantu kita untuk mendengarkan dan membuka diri pada opini dan sisi lain. Sebenarnya, hal ini justru akan membuat kita lebih setia pada pihak kita sendiri. </p><p><br/></p><p>Menerapkan kejernihan pandang yang paling sederhana adalah dengan perasaan di dalam. Kita menyadari apa yang kita rasakan, lalu kita benar benar merasa tertarik, dan penasaran, secara tulus. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-20 13:19:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3594998157</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan dalam bentuk Kejernihan Pandang</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3598658699</link>
         <description><![CDATA[<p>Keadilan bersemayam sebagai hakim di negeri jiwa manusia. Kita mesti berpikir adil terhadap orang lain, dekat-jauh, lebih tinggi atau rendah dari kita.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>Kejernihan Pandang</strong></p><p>Kejernihan pandang rasanya diberi kacamata, ia menjernihkan pandangan kita atas yang jauh dan menghilangkan samar dari mereka yang dekat. Kita jadi bisa melihat bahwa, oh pak Jones memang menyebalkan sih tetapi bagaimanapun juga ia sedang berusaha menjalankan tugasnya.&nbsp;<br></p><p>Orang-orang yang menggunakan kacamata itu akan dapat melihat berbagai sisi, baik itu sisi lain dari orang, suatu kejadian atau apapun itu. Seperti yang disampaikan di awal, dengannya kita jadi mampu melihat dengan jernih. Misalnya, kita jadi tahu bahwa teman sekolah kita bukanlah penjilat seperti kelihatannya tetapi hanya anak pemalu yang ingin maju. Kita jadi tahu bahwa nona Jenkins yang kata-katanya menyebalkan ternyata hanya canggung, dan bahwa orang-orang di luar sana sebenarnya memiliki niat baik yang tidak pernah bermaksud untuk menyakiti kita.&nbsp;</p><p><br></p><p>Memang, ada beberapa orang yang mempunyai niat buruk dan tidak berusaha dengan layak, tetapi alih-alih kesal duluan mestinya kita kasihan kepada mereka, karena itu berarti kehidupannya selalu melawannya di masa lalu. Kalau mungkin, akan lebih baik jika kita menolongnya.&nbsp;<br></p><p>Kejernihan pandang sifatnya adil dan tidak memihak. Kita tidak lagi mengatakan, "Oh, keluargaku, negeriku, keyakinanku pasti selalu benar dan yang paling terbaik!", tetapi melihat dan terbuka juga pada kemungkinan bahwa pihak lain bisa saja memiliki sesuatu yang layak didengarkan.&nbsp;<br></p><p><strong><mark>Pertanyaan Reflektif</mark></strong></p><p><strong>1. Cara menerapkan kejernihan pandang secara praktis?</strong></p><p><br></p><p>i. Menjauhkan diri dan berhati-hati dari bahaya asumsi, caranya adalah dengan tidak cepat menyimpulkan.&nbsp;<br></p><p>ii. Menjauhkan diri dari bentuk kebanggaan yang membutakan. Kita mesti terbuka pada apapun itu, terbuka pada kesalahan dari tokoh-tokoh publik yang kita sukai misalnya, kebenaran dari orang-orang yang tidak kita sukai, apapun itu. Kita juga mesti terbuka pada kemungkinan bahwa perbuatan yang rasanya tidak mengenakkan dari orang lain tidak selalu secara sengaja dilakukan.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>2. Apakah kita juga harus menerapkan kejernihan pandang pada orang-orang yang tidak kita sukai atau tokoh publik yang terkenal berperilaku tidak adil?</strong></p><p><br></p><p>Idealnya sih iya ya menurutku. Lagipula apa ruginya menjernihkan pandangan atas mereka? Arti dari menjernihkan pandangan kan bukan membenarkan atau berprasangka baik terhadap orang lain, tetapi melihat segala sisi (mau itu dari karakter atau tindakan seseorang) dengan jelas dan tidak memihak.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 02:19:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3598658699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan pada karakter orang lain</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3601941009</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Keadilan seperti hakim dalam diri kita. Kita seharusnya berpikir adil pada semua orang, kerabat dekat maupun orang luar. Keadilan memiliki banyak pelayang yang selalu siap bila kita berusaha adil.</p><p><br/></p><p><strong>Kejernihan pandang</strong></p><p>Yang satu ini selalu ada disisi kita, meski mungkin kadang kita tidak selalu mendengarkannya. </p><p>Kejernihan pandang membuat yang buram jadi lebih bersih, membuat kita memahami dan menerima keburukkan orang lain. Seorang anak yang suka maju kedepan bukanlah seorang penjilat, hanya pemalu dan ingin maju. Seorang Nona yang komentarnya menjengkelkan sebenarnya hanya canggunng. </p><p>Kejernihan pandang tidak pernah berkata "Keluargaku, partaiku, rumahku, pendapatku adalah yang terbaik dari segalanya" Karena kejernihan pandang selalu melihat kebaikan dari sisi lain, dan mendengarkan sisi lain dengan baik.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Bagaimana cara menerapkan kejernihan pandang dengan cara praktis:</em></p><p>Menurutku pertanyaan ini mirip dengan "cara memakai kacamata dengan praktis," ya, cukup di pakai saja, kalau terlalu banyak mikir justru jadi tidak praktis. Jadi cukup terapkan kejernihan pandang, dan selalu ingat pada kejernihan pandang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-24 14:07:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3601941009</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati - Kebanggaan Hidup</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3605287781</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada tiga penyebab pelanggaran dalam diri manusia yaitu kebutuhan dasar manusia, nafsu mata, dan kebanggaan hidup. Akan tetapi diantara ketiganya, kebanggan hidup adalah yang paling berbahaya. Manusia yang dibesarkan dengan pengendalian yang bagus akan waspada terhadap "insting dasar manusia" mereka, dan nafsu mata tidak selalu memukau bagi kita semua. Namun, kebanggaan hidup pasti ingin dimiliki oleh setiap orang. Kebanggaan, bagaimanapun bentuknya, adalah setan dari kerajaan diri manusia. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/ab469e35c8e654896647a5f31d25a23d/download__2_.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-26 05:34:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3605287781</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3605432270</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita semua terlahir dengan memiliki kerendahan hati. Kualitas dari anak kecil lah yang dapat memandu kita untuk menemukan apa yang dimaksud dari kerendahan hati secara pasti, sementara kita sering menganggap anak kecil hanya sebagai sosok yang polos daripada sosok yang rendah hati. </p><p><br></p><p>Refleksi: Menurutmu apa sih yang menjadi keunikan anak kecil sehingga mereka jadi salah satu patokan untuk memahami kerendahan hati&nbsp;menurut&nbsp;oma&nbsp;CM?</p><p><br></p><p>Menurutku yang membuat anak kecil menjadi patokan untuk memahami kerendahan hati adalah karena mereka lebih banyak bertindak untuk memuaskan rasa penasaran mereka yang besar. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/160e64f92751164e550e47410a79fc2f/tunes___.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:26:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3605432270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati yang Direndahkan</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3605505256</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerendahan hati itu tidak sama dengan kepengecutan. Seringkali orang menganggap kalimat-kalimat seperti, "Oh, aku tidak sepandai/serajin/sepintar dirimu, aku tidak akan bisa melakukannya." merupakan bentuk atau ungkapan dari kerendahan hati. Namun bukan seperti itu, hal ini justru merupakan bentuk dari kemunafikan. Terkadang, orang yang mengungkapkan kalimat tersebut justru malah merasa bangga atas ketidakmampuannya (memang sebuah hal yang di luar kebiasaan pada umumnya). Hal semacam ini telah membuat kerendahan hati menjadi tercela. </p><p><br></p><p>Kerendahan hati itu tidak merendahkan diri. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/9fe22cd1e22292bbcc634bbfe45d9d83/2b616fd6_b04c_44f3_8bcd_8bc2760a7d54.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-26 08:25:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3605505256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of Heart: Keadilan Terhadap Karakter Orang Lain</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3606942472</link>
         <description><![CDATA[<var>Keadilan Terhadap Karakter Orang Lain
</var><p>Oma CM pada subab ini kembali menekan kan kalau keadilan selalu berada dalam diri kita, dan kita selalu mampu untuk berlaku adil pada orang orang dengan berbagai macam karakter karena kita memiliki pelayan pelayan yang akan selalu membantu kita dalam berperilaku adil. Kita harus memikirkan hal hal menyangkut orang lain secara adil, baik orang terdekat maupun asing, dan yang mempunyai posisi lebih tinggi maupun yang lebih rendah dari kita.</p><p><br/></p><var>Kejernihan Pandang</var><p><br/></p><p>Kejernihan pandang berada di sisi kita, dan dia dapat memberi kita kacamata berkekuatan untuk mendekatkan yang jauh dan menjernihkan yang samar. Dengan menggunakan kacamata ini, kita bisa melihat ke banyak sudut, dan ke sisi lain dari suatu persoalan sehingga kita bisa mengerti alasan kenapa seseorang bisa bertindak demikian.</p><p><br/></p><p>Tapi, dalam beberapa konteks, memahami tidak berarti kita harus memaklumi tindakan seseorangan yang mungkin saja kurang pantas. Karena dengan memahami dan mendengarkan sudut pandang mereka berarti kita memberikan keadilan yang menjadi hak nya.</p><var></var><var>Pertanyaan Reflektif.</var><p><br/></p><blockquote><p>Cara menerapkan kejernihan pandang secara praktis?</p></blockquote><p><br/></p><p>Aku kira dengan kita selalu menyadari kalau point of view kita tentang suatu persoalaan bukanlah satu satunya, dan selalu ada sisi orang lain yang berhak kita dengarkan itu bisa cukup membantu untuk menerapkan kejernihan pandang jadi kita gak akan terburu buru utnuk menghakimi tindakan atau karakter seseorang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/86b830d9d641cc2997883652c18276dc/The_House__2_.png" />
         <pubDate>2025-09-27 14:48:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3606942472</guid>
      </item>
      <item>
         <title>House Of Heart: Prasangka</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3608975438</link>
         <description><![CDATA[<var>Prasangka</var><p><br></p><p>Kita tidak akan bisa melihat seseorang dengan apa adanya saat lawan dari kejernihan pikir yaitu prasangka memberikan kita kacamata merah jambu yang membuat kita melihat seseorag dengan warna berbeda beda tergantung oleh rasa sayang atau iri hati kita pada orang tersebut.</p><p><br></p><var>Rasa Hormat</var><var></var><p>Kejernihan Pandang tidak bergerak dengan sendiri, di sebelahnya berdiri Rasa Hormat yang adalah pelayan nya.</p><p>Oma CM mengatakan kalu tidak seorang pun bisa adil jika tidak mengikuti ajaran rasul yaitu ‘hormatilah semua orang’. Kita sering berfikir dan membela diri kalau kita akan bersikap hormat, namun hanya pada orang orang yang kita nilai pantas untuk di hargai.</p><p><br></p><p>Tapi itu berarti kita mengatakan kalau kita akan memilih milih orang untuk di hormati dan bersikap adil, padahal setiap orang menuntut rasa adil dan hormat dari kita, dan selalu ada sisi indah dari seseorang yang mampu membangkitkan rasa hormat kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1983763454/6ce9d05dad0dca8e9ab9a2838eb5e6c8/The_House__2___1_.png" />
         <pubDate>2025-09-29 10:06:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3608975438</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berlaku Adil:</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3612143644</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Berpikir jernih kepada orang lain sebagai bentuk keadilan</strong></p><p>Cara berlaku adil sesungguhnya dekat dengan kita. </p><p><br/></p><p>Jadi, prasangka adalah kacamata yang berkebalikan dengan kejernihan pandang. Alih-alih jernih dan jelas, tampilan yang ada ketika mengenakan kacamata ini berwarna hitam, hijau pucat, merah jambu atau kuning tergantung siapa yang sedang kita lihat.&nbsp;<br></p><p>Kita jadi tidak bisa bersikap adil dan melihat orang seutuhnya ketika terjebak dalam prasangka, mau itu prasangka baik ataupun buruk. Menurutku masuk akal sih, aku pernah belajar dalam materi Sosiologi katanya, "Ketika prasangka berlanjut, maka akibatnya selanjutnya yang akan muncul adalah diskriminasi" yang dimana kalau di titik itulah ketidakadilan terasa jelas.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Katanya, ketidaksukaan itu sendiri adalah prasangka. Sebab dalam setiap diri seseorang selalu ada keindahan. Selalu ada hal yang bisa disukai. Ketika seseorang menutup diri dan memilih untuk membenci seseorang, maka dia sebenarnya sedang berprasangka.&nbsp;<br></p><p><strong>Rasa Hormat&nbsp;</strong></p><p>Ada orang-orang yang berkata, "Aku sudah punya rasa ini, aku menghormati mereka yang layak dihormati kok" padahal ini salah; karena itu sama saja dengan mengatakan bahwa hanya orang tertentu yang akan kita perlakukan dengan adil.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Dihormati merupakan hak semua orang, bukan hanya karena kita berasal dari Bapa yang satu (Tuhan), tetapi juga karena kita semua sebenarnya sama-sama memiliki pemimpin-pemimpin jiwa manusia yang agung, meski terpendam sekalipun.&nbsp;<br></p><p>Kita akan menjadi lembut ketika menghormati orang lain. Kejernihan pandang memang bisa membuat kita melihat kesalahan-kesalahan yang dilakukan orang lain, tetapi kita mesti ingat bahwa kesalahan itu tidak mendefinisikan seluruh diri seseorang, dan oma CM mengatakan bahwa sesungguhnya ada keindahan pada diri setiap manusia. Menurutku, betapa sombongnya seseorang jika berpendapat bahwa dia sudah bisa mengetahui seluruh diri seseorang dan memberi label hanya dari sekelumit informasi saja. </p><p><br/></p><p><strong>Keangkuhan</strong></p><p>Kita mudah mengagumi orang-orang terkenal, tetapi mungkin sulit dalam melihat keindahan pada orang-orang di sekitar kita. Jika demikian, maka berarti kita sudah dibutakan berhala-berhala, dibutakan setan-setan seperti keangkuhan dan akibat terlalu sibuk dengan diri kita sendiri.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 21:31:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3612143644</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prasangka, rasa hormat, dan kesombongan </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3612505362</link>
         <description><![CDATA[<p>Prasangka juga menawarkan sebuah kacamata. Tapi kacamata miliknya tidak jernih, tapi berwarna-warni, ada yang hitam, kuning, hijau, juga merah jambu. Ketika kita memakainya, wujud asli seseorang tidak terlihat dengan jelas, tergantung seberapa besar iri hati, dan kasih sayang kepada orang itu.</p><p>Kejernihan pandang membuat kita melihat orang lain secara keseluruhan, bukan menduga-duga dan tidak melebih-lebihkan ataupun mengurangi. Prasangka tidak selalu buruk tapi juga terkadang baik, tapi ini tetap saja tidak jernih.</p><p><br/></p><p>Kehormatan seharusnya kita berikan kepada semua orang, bukan cuma orangtua, guru, dan para sepuh. Seharusnya kita memberikan kehormatan kepada teman, saudara, tetangga, bahkan orang luar. </p><p>Kehormatan ini bukan hanya karena kita satu bapa, atau sama-sama manusia, ataupun karena memiliki kesamaan lainnya. Tapi karena setiap orang adalah jiwa yang penting, memiliki kasih sayang, dan setiap orang pantas untuk dihormati.</p><p><br/></p><p>Kesombongan adalah penghalang rasa hormat. Ia membuat kita merasa paling penting dan membutakan mata, menghalangi pandangan untuk melihat keindahan kebaikan yang dimiliki orang lain.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-01 02:20:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3612505362</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadlian adalah seorang hakim</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3613220155</link>
         <description><![CDATA[<p>Keadilan adalah Hakim yang menuntut kita untuk berpikir adil terhadap semua orang, tinggi maupun rendah, muda maupun tua, dekat maupun jauh. semua orang pantas untuk diperlakukan dengan adil, dan hakim keadilan memiliki pelayan-pelayan yang siap membantu.</p><p>Kejernihan pandang </p><p>Pelayang yang siap sedia di samping kita, memberikan kita kacamata yang dapat menjernihkan pandangan-pandangan yang samar. Mengenakan kacamata ini dapat membantu kita melihat jauh kedalam segala sesuatu yang kita hakimi. Seperti seorang anak yang menulis kepada gurunya bahwa salah satu temannya—temple—adalah anak yang bengis, tapi dia bengis yang adil, dan bahwa brown bukanlah seorang penjilat, melainkan seorang anak yang dengan tulus ingin belajar. Kacamata ini memberikan kita kemampuan untuk melihat sesuatu sebagaimana adanya tanpa diganggu oleh prasangka yang terbentuk tanpa dasar.</p><p>Baik maupun buruk, semuanya dapat dilihat dengan kejernihan pandang sesuai dengan fakta yang sebenarnya. dan itulah yang nantinya akan digunakan untuk memperbaiki keburukan keburukan yang dapat terlihat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-01 10:53:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3613220155</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelembutan, Kesantunan, Kita Tidak Bebas untuk Memikirkan Orang Lain - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3618328421</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelembutan</strong></p><p>Manusia tak hanya sakit secara fisik--seperti diperbudak, dipukul, dan sebagainya, manusia pun bisa tersakiti secara batin. Dengan kesadaran bahwa tindakan-tindakan kita; seperti grasak-grusuk ketika antri, berburu tempat duduk, dan sebagainya bisa meresahkan batin orang, kita akan menjaga diri dari melakukannya.</p><p><br/></p><p>Sikap kasar dalam hal-hal kecil--meski lukanya tak mesti ditangani dokter--akan menciptakan keresahan batin dan rasa tidak nyaman dalam diri seseorang, yang jauh lebih melelahkan. Di lain sisi, kita tau betapa menenagkan kehadiran seseorang yang lembut dalam ruangan--orang-orang yang memiliki imajinasi, bahwa setiap orang punya kehidupan dan tidak ingin merusak kenyamanan mereka. Adapun setan-setan yang mendorong kita dalam berperilaku adil adalah Kecerobohan Berpikir, Keegoisan, dan Kekejaman.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Dari subbab ini kita bisa mendapatkan pandangan bahwa dalam diri manusia terdapat bagian lain (selain fisik) yang juga bisa tersakiti--yaitu batin. Tersakitinya batin bisa timbul dari sikap kasar terhadap hal kecil, yang memicu keresahan batin dan ketidaknyamanan, yang bahkan (bisa/memang) lebih melelahkan. Perilaku didorong oleh yang dinamakan CM sebagai setan-setan; yaitu Kecerobohan Berpikir, Keegoisan, dan Kekejaman. Perilaku ini merupakan ketidakadilan.</p><p><br/></p><p>Di lain sisi, dikatakan orang yang menenangkan bagi orang lain sebab kelembutannya merupakan orang dengan imajinasi: bayangan bahwa setiap orang punya keheidupan masing-masing dan ia tidak ingin merusak kenyamanan mereka.</p><p><br/></p><p>Dari subbab ini, kita dihadirkan dengan pandangan bahwa kelembutan merupakan sesuatu yang menenangkan, yang akan didapatkan orang lain ketika kita berimajinasi; membayang kehidupan orang lain, sehingga kita tidak ingin mengganggu mereka. Kelembutan memiliki tugas untuk membuat kita menjaga kenyamanan orang lain--menjauhkan mereka dari keresahan batin.</p><p><br/></p><p>Selain itu, tulisan ini mengisyaratkan kepada kita bahwa manusia cukup sensitif terhadap perilaku orang lain terhadapnya sampai-sampai bisa memicu keresahan batin dan ketidaknyamanan--sesuatu yang begitu melelahkan.</p><p><br/></p><p><strong>Kesantunan</strong></p><p>Menyadari bahwa kita bisa menyakiti tubuh orang lain melalui pikiran mereka, kita mulai melihat bahwa sepatah kata bisa seperti sebuah pukulan; bahwa kurangnya kesantunan bisa merusak bagi orang lain seperti halnya kekurangan makanan. Begitu kita menyadari ini, kita mulai bersikap santun terhadap kata-kata orang lain: kita mendengarkan, kita tidak menyela atau membantah, kita berusaha memahami; dan ketika orang lain menyatakan pendapatnya--sejauh apapun dari hal yang telah diajarkan kepada kita sejak kecil--kita tetap mendengarkan dengan penuh horamat. Lalu, ketika kita menyatakan pendapat kita dengan kelembutan dan kerendahan hati setelah mendengarnya dengan kesantunan, kita akan menyadari bahwa pandangan itu diterima dengan kelembutan.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Dari subbab ini, salah satu kesan yang begitu kuat adalah kepercayaan CM terhadap kepedulian yang begitu kuat dalam diri manusia--barangkali mengisyaratkan keberadaan keadilan dalam diri manusia; di mana ketika kita tau betapa bisa menyakitkannya sebuah kata membuat kita berkata dengan kelembutan dan kerendahan hati, serta mendengar dengan penuh hormat, yang mana akan membuat manusia lain lebih mudah menerima pandangan kita--mengisyaratkan bahwa pertukaran pikiran bisa begitu terdistorsi oleh tendensi merendahkan, membenci, dan sebagainya... pertanyaannya, apakah kita mudah terdistorsi?. Selain itu, kesantunan juga bisa ditarik menjadi mekanisme melawan distorsi dalam komunikasi.</p><p><br/></p><p>Mengulas pesan subbab ini, aku mendapat pemahaman bahwa dalam menjaga kesehatan orang lain kita meski bersikap santun, sebab tubuh dapat terluka melalui pikiran; sebuah kata bisa merusak bagi seseorang layaknya kekurangan makanan. Kesantunan ini membuat kita bertutur kata dengan kehati-hatian supaya tidak membuat orang lain tidak nyaman (kelembutan) serta tidak merasa diri paling benar (kerendahan hati). Kesantunan juga membuat kita mendengarkan orang lain dengan penuh hormat; mendengarkan dengan penuh perhatian, tidak menyela/membantah, dan lainnya.</p><p><br/></p><p>Selain itu, bagiku terdapat pertanyaan yang bermula dari kisah-kisah sukses yang berawal dari sebuah peremehan; berhasil karena dulu ayahnya meremehkan cita-citanya; bertaubat dari sikap kasar orang lain: mendapat teguran secara kasar sehingga membuatnya sadar. Kasus-kasus semacam ini membuatku bertanya, apakah boleh kasar demi kebaikan?.</p><p><br/></p><p><strong>Kita Tidak Bebas Memikirkan Hal-al Buruk Tentang Orang Lain</strong></p><p>Kita tidak boleh "mengamuk" Membuat kerusuhan, terus melangkah maju dan menabrak apapun yang ada di depan kita memang mungkin menggoda, tetapi itu tidak membawa hasil. Tidak ada seseorang yang lahir sebagai perusuh; keadilan dalam diri kita menuntut kita akan hak-hak orang lain; dan setelah kita mempertimbangkan pribadi orang-orang ini, kita pun sadar bahwa semua memiliki hak atas diri kita dalam hal karakter dan reputasi mereka.</p><p><br/></p><p>Kebanyakan dari kita tau bahwa kita tidak bebas memikirkan apa saja yang kita mau tentang orang tua, pemimpin di sekolah, tempat kerja dan lainnya. Sebagian dari kita tidak membiarkan dirinya memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan tentang saudara, pelayan, atau penghuni rumah lainnya. Ada pula beberapa orang yang berhati-hati dalam pikiran mereka tentang kenalan, atau kerabat di luar lingkaran keluarga; tetapi, setelah sejauh itu, kebanyakan dari kita merasa bebas untuk memikirkan apapun yang kita mau tentang orang lain--entah itu pembuat sepatu, negarawan yang membantu memerintah kita, atau seorang kenalan dari kalangan lain.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Dari subbab ini, aku mendapatkan pemahaman bahwa berperilaku adil juga termasuk dalam bagaimana kita memikirkan karakter orang lain; dikatakan bahwa keadilan dalam diri kita menuntut akan hak-hak orang lain; dan itu adalah bahwa orang lain memiliki hak dari diri kita atas karakter dan reputasi mereka. Selain itu, CM juga menjelaskan (yang mungkin) kelalaian kita dalam memikirkan karakter orang lain, bahwa dengan orang-orang yang dekat atau masih memiliki kedekatan kita tidak bebas memikirkan karakter mereka, namun ketika orang-orangnya sebatas kenalan atau bahkan orang asing kita bebas memikirkan karakter orang tersebut.</p><p><br/></p><p>Di subbab ini terdapat kutipan menarik: Tidak ada seseorang yang lahir sebagai perusuh; keadilan dalam diri kita menuntut kita akan hak-hak orang lain. Kutipan ini mengatakan bahwa kecenderungan kita untuk merusuh adalah hal yang tidak esensial, justru keadilan dalam diri kita menuntut hak-hak--dalam bahasan ini hak orang lain atas diri kita terhadap karakter dan reputasi mereka. Kutipan ini juga bisa menjelaskan mengapa kita perlu adil dalam memikirkan karakter orang lain, yaitu bahwa tidak ada yang lahir sebagai perusuh dan sebaliknya mereka memiliki keadilan yang menuntut hak-hak pula. Kutipan tersebut dapat membawa kita ke pemahaman bahwa manusia itu mahkluk yang bermartabat, maka dari kita mesti adil dalam memikirkan karakter orang lain--yaitu dengan tidak merendahkan diri orang lain, sebab kita sebagai mahkluk bermartabat meski menjaga martabat diri kita dan sebab orang lain juga memiliki martabat yang wajib kita hargai.</p><p><br/></p><p><strong>Pertanyana Reflektif</strong></p><blockquote><p>Kenapa berpikir negatif bisa dianggap sebagai bentuk ketidakadilan?</p></blockquote><p>Jika berpikir negatif di sini kita sepakati sebagai pikiran dengan tendensi merendahkan, maka itu merupakan bentuk ketidakhormatan terhadap martabat manusia; pengabaian terhadap martabat kita dan orang lain. Pengabaian ini disebut tidak adil sebab berlawanan dengan aksioma bahwa manusia memiliki martabat dan martabat itu harus dijaga; berperilaku dan diperlakukan dengan adil.</p><p><br/></p><blockquote><p>Apa dampak ketidakadilan bagi orang yang menjadi korban?</p></blockquote><p>Dalam pandangan ini: diperlakukan tak sebagai manusia (mahkluk yang terhormat). Dampak nyatanya bisa berupa prasangka, pengucilan, dan sebagainya.</p><p><br/></p><blockquote><p>Pernah gak kalian berasumsi buruk tentang orang lain? Kalau pernah, setelah denger subab tadi, apa yang kalian akan lakukan agar hal kayak gitu gak terulang?</p></blockquote><p>Kupikir, asumsi bahwa orang lain berperilaku buruk bukan masalah ketika hal itu dilandasi bukti-bukti kuat serta hendak kita perbaiki. Aku merasa perlu untuk meggali lebih lanjut persoalan tsb, dan persoalan tsb harus diiringi niat "supaya lebih baik".</p><p><br/></p><blockquote><p>"Begitu kita menyadari hal ini, kita pun bersikap sopan santun terhadap orang lain" Jadi apakah kita tidak akan bersikap sopan santun kalau kita tidak menyadari hal ini?</p></blockquote><p>Tidak, sepertinya... mengingat tindakan sopan bisa terbentuk melalui kebiasaan. Kutipan tsb kupikir sedang menyorot bagaimana keadilan sudah ada dalam diri manusia dan menunggu didengarkan.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=d7zTM5mq60Y" />
         <pubDate>2025-10-05 03:55:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3618328421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kearifan Menilai, Apresiasi, dan Peremehan</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3620873209</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kearifan Menilai</strong></p><p>Orang sering menceritakan bahwa mereka tertipu atau dikecewakan si ini dan itu—aku tangkapnya mereka bercerita hal seperti itu sebagai pesan untuk hati-hati—tapi nih, sebenarnya itu tidak perlu kata oma ceem. Sebab, setiap orang sudah memiliki kearifan menilai dalam dirinya.</p><p><br/></p><p>Berikan ia ruang gerak, tanpa kesombongan dan prasangka, maka ia akan menjalankan tugasnya dan kita akan mampu mengenal watak orang lain.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kearifan menilai akan menunjukkan pada kita baik cacat dan juga kebajikan pada orang lain. Nah aku agak bingung pada bedanya dengan kejernihan pandang karena di teks rasanya Kearifan Menilai hanya <strong><em>menunjukkan</em></strong> seperti apa watak seseorang. Tetapi karena dari namanya sendiri ada kata "Menilai" mungkin disitu yah bedanya. Setelah menunjukkan seperti apa jiwa manusia lain, Kearifan Menilai <em>menilai/menimbang</em> apakah kita bisa dekat atau mengabdi kepada orang ini (aku nangkapnya sih hanya menimbang ya, tidak sampai yang membuat keputusan cmiiw).</p><p><br/></p><p>Yah oma ceem mengatakan ini sebab, ada orang yang keliru dan bersama dengan seseorang yang memiliki kelemahan yang sama alih-alih bersama-sama demi kebaikan.&nbsp;<br></p><p>Oma ceem membahas sedikit tentang kelemahan ini. Katanya kurang-lebih, <em>"Meski ada orang memiliki kebajikan sekaligus kelemahan, ada kelemahan tertentu yang menjadi jerat dan godaan bagimu, sehingga orang itu tidaklah tepat untuk menjadi teman akrabmu".&nbsp;</em></p><p><br/></p><p>Mungkin maksudnya ketika kita berteman dengan orang yang berkata kasar <em>misalnya</em>, maka jika dekat kita akan terjerat dan tergoda untuk melakukan hal yang sama (?) terlebih ketika sebenarnya diri kita punya keinginan itu (jadi, memiliki kelemahan yang sama). Sehingga perbaikan sulit terjadi, diri kita dengannya akan saling tarik-menarik dan membuat lingkaran setan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kata oma ceem kita mesti berdekatan atau mengabdi pada mereka yang memperkuat watak kita. Aku menyadari bahwa oma Ceem tidak menganggap perbuatan buruk itu sebagai watak, tapi sebagai kelemahan atau cacat ya.</p><p><br/></p><p><strong>Penghargaan atau Apresiasi</strong></p><p>Supaya Kearifan Menilai tidak terlalu bersemangat dalam menjalankan tugasnya, terdapat satu pelayan keadilan lain yang disebut sebagai Apresiasi. Konon katanya, dia adalah sosok yang menyenangkan di majelis hati. Ia diam-diam memperhatikan dengan cermat dan mencari jejak-jejak keindahan pada&nbsp; negeri jiwa manusia lain, karya-karya sastra, atau bahkan alam semesta. Rasanya aku terpikat dan suka sekali dengan pelayan satu ini seakan-akan dia spirit animal aku deh wkwkwk :p<br></p><p><br/></p><p>Katanya, apresiasi adalah hak semua orang, dan kewajiban untuk kita berikan. Dan justru katanya, kita menerima lebih banyak dari yang kita berikan, sebab tidak ada kenikmatan yang lebih murni daripada melihat keindahan dan kebaikan pada diri setiap jiwa manusia.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Juga, kurasa meletupnya sukacita akibat menyampaikan keindahan pada diri orang lain dan mendapatkan respon penuh sukacita dari mereka juga membahagiakan. Membuat orang lain senang rasanya menyenangkan, dan kebahagiaan itu turut menular kepada kita, menjadi sukacita berlipat-lipat ganda.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Peremehan</strong></p><p>Peremehan adalah setan yang ingin menyingkirkan pelayan keadilan yang ramah ini, dan menurutku jika kita tidak cepat-cepat menyadarinya maka ia akan merebut posisi apresiasi tanpa kita sadari. Peremehan adalah bentuk ketidakadilan. Orang-orang ini selalu berpikir bahwa apa-apa yang ada di dunia ini tidak cukup baik. Kau bilang, "Oh, harinya cerah sekali!" Dan mereka akan bilang "Hm yah iya sih, tapi kemarin lebih cerah." Mereka berperilaku layaknya cumi-cumi yang menyemprotkan tinta hitam pada sekelilingnya.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Yang mereka katakan mungkin benar secara fakta tapi tidak benar secara jiwa. Sebab, dengan mengatakan hal itu mereka menyingkirkan apa-apa yang utama, dan kejelekan kecil dianggap menjadi keseluruhan.&nbsp;&nbsp;<br></p><p>Keremehan bisa datang karena dua alasan, keirian hati dan ketidakpedulian. Dan ketidakpedulian hadir karena menjadikan diri sendiri sebagai pusat dunia, padahal tidak.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p><strong>Inti:</strong></p><p>Kearifan Menilai digunakan untuk menilai negeri jiwa manusia lain dan (kasarnya tuh) kelayakannya untuk berada di dekat kita. Bukannya gimana-gimana, tapi Kearifan Menilai ini hanya mesti digunakan sebagai bentuk menghormati dan melindungi diri sendiri. Tidak lebih dari itu.&nbsp;<br></p><p>Peremehan membuat kita melihat segala sesuatu menjadi murung dan jelek dari seharusnya.&nbsp;<br></p><p>Sedang Apresiasi adalah pelayan yang dengan halus mengamati dan mencari jejak-jejak keindahan dan kebaikan pada apa-apa yang ada di alam semesta ini.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p><strong><mark>Tugas :&nbsp;</mark></strong></p><p><strong>- Silahkan korelasikan dan narasikan ketiga sub bab di atas menurut sudut pandangmu.</strong></p><p>Kearifan Menilai memiliki niat melindungi kita tapi terkadang dia bisa berlebihan dalam mengkritik. Kearifan Menilai juga dapat digregogoti dan menjelma menjadi setan bernama Peremehan yang kita normalisasikan (sebab ia telah diam-diam menyelinap masuk ke dalam pemerintahan negeri jiwa manusia dan beroperasi). Hal ini terjadi ketika kita terlalu berfokus pada cacat-cacat yang ada pada orang lain sehingga tidak melihat keindahan pada diri seseorang.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Nah, Tuhan sudah mengatisipasi hal ini, oleh karena itu Ia turut menciptakan pelayan keadilan lain, bernama Apresiasi yang diisi oleh cinta dan sukacita yang cukup, untuk memastikan bahwa Kearifan Menilai juga Peremehan, berada di tempat mereka semestinya berada.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>- Menurutmu apa yang sebaiknya dicermati atau dilakukan agar Kearifan Menilai tidak berubah menjadi Peremehan?</strong></p><p>Membarenginya dengan Apresiasi dan Kejernihan Pandang, serta keyakinan bahwa tiap insan, tiap negeri jiwa manusia memiliki keindahan dan kebaikan pada dalam diri mereka.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 00:43:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3620873209</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kearifan Menilai</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3623358245</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>KEARIFAN MENILAI </strong>juga salah satu pelayan keadilan yang penting dan selalu ada di sampingnya. Ia menilai sikap-sikap teman, saudara, kerabat, dll, dari bagian buruknya sampai bagian yang baik. Laporannya utuh dan lengkap tanpa dicampur tangan oleh prasangka maupun kesombongan. Kearifan menilai juga memberikan cermin sehingga memudahkan kita menilai diri sendiri dan memilih mana teman yang cocok dan mana yang tidak cocok. Tanpannya kita bisa terjebak dalam pertemanan yang tidak sehat, kecewa, atau mungkin ditinggalkan. </p><p>Menurutku kearifan menilai juga membuat kita mengenal orang lain dengan lebih baik, dengan begitu kita bisa memaklumi sikap-sikap menyebalkan orang lain. Dan kearifan juga membuat kita lebih mudah memahami emosi sendiri dan meningkatkan kesadaran.</p><p><br/></p><p><strong>PENGHARGAAN</strong> rekan Kearifan Menilai yang membantunya agar tidak terlalu kritis dalam menilai, dia sangat lembut dan bersedia untuk terus mencatat semua kebaikan dan keindahan. Dari kebaikan yang ditemukannya dari orang-orang disekitarnya, sampai keindahan kecil dari sebuah puisi. Bersedia memberi apresiasi kepada setiap keindahan kecil pada diri orang lain.</p><p><br/></p><p><strong>PEREMEHAN</strong> mencari kesalahan sekecil apapun yang ada dalam sebuah keindahan. Ketika kita berkata "hari ini cerah ya." Tapi peremehan berkata "memang" lalu menambahkan hari-hari yang lebih indah lainnya. </p><p>Kita berkata "Si a sebenarnya orang yang menyenangkan" dan peremehan berkata "Iya, seandainya dia nggak memakai baju jelek." Selalu ada kesalahan kecil yang ditemukan dengan mudah oleh peremehan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Menurutmu apa yang sebaiknya dicermati atau dilakukan agar kearifan menilai tidak berubah menjadi peremehan?</em></p><p><br/></p><p>Peremehan selalu ada di dalam diriku, kesalahan kecil seseorang, negara,  diri sendiri atau apapun itu selalu membuatku meremehkannya. </p><p>Mungkin caranya cukup diputar saja, ketika peremehan berkata "Indonesia jelek, sampah dimana-mana, petingginya korupsi." di bantu dengan penghargaan kita bisa menambahkan "Tapi keaneka ragaman hayatinya bagus." Atau "si a benar-benar menyebalkan." Lalu kita timpali dengan "Tapi dia sebenarnya baik kok." </p><p>Membuka mata lebih lebar supaya kebaikan dan keindahan kecil dapat dilihat dengan jelas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 09:54:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3623358245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>29 sept | Kejernihan Pandang </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3625313991</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keadilan dalam menilai karakter orang lain</strong>, khususnya melalui sikap yang disebut <strong>Kejernihan Pandang</strong>.</p><p>Kejernihan Pandang adalah kemampuan untuk melihat seseorang secara menyeluruh dan objektif tidak hanya dari sisi yang terlihat buruk, tapi juga dari niat baik dan latar belakangnya. Orang yang memiliki kejernihan pandang tidak cepat menilai atau menghakimi. Tetapi ia berusaha memahami alasan di balik tindakan seseorang.</p><p><br/></p><p>Dalam konteks masyarakat Indonesia, sikap ini terlihat ketika rakyat mencoba tetap melihat dengan kacamata kejernihan terhadap para elit politik yang kian hari tampak semakin bobrok. Meski banyak perilaku mereka yang mengecewakan, masyarakat yang jernih dalam menilai tidak langsung memukul rata bahwa semua politikus itu buruk. Mereka berusaha memahami bahwa masih ada sebagian kecil yang benar-benar ingin</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-09 13:26:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3625313991</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerendahan Hati Menyatu dengan Kesederhanaan</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3627316076</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak orang waras yang mengalami tahap megalomania dimana dia membesar-besarkan dirinya sendiri secara terus menerus. Kepala mereka dipenuhi dengan urusan mereka, barang-barang yang mereka miliki, anjing mereka, pendapat mereka, foto-foto mereka, perbuatan baik mereka dan banyak hal lain tentang mereka. Mereka memikirkan hal tersebut karena semua itu milik mereka, bukan karena seberapa pentingnya hal tersebut. Kebangaan hidup ini berbahaya dan dapat merusak hubungan sosial kita. Kebanggaan diri membuat kita ingin berteriak "Oh malangnya aku! siapa yang akan menolongku?" ketika hanya dihadapkan dengan realita. Kebanggan diri merampas kekuasaan dari kerendahan hati.</p><p><br/></p><p>Namun kerendahan hati bukan berarti berpikir buruk tentang diri kita. Kerendahan hati tidak sama dengan rendah diri, itu adalah sikap pengecut. Kerendahan hati dapat disamakan dengan Kesederhanaan, yang berarti kita tidak selalu memikirkan diri kita sendiri, mau itu hal yang buruk ataupun hal yang baik tentang diri kita. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/d8d17422a62e896a9de3f055f7942a10/0cdb036f_c521_4528_82b6_3657de634fcb.jpg" />
         <pubDate>2025-10-11 02:50:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3627316076</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3627320660</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang-orang yorkshire menyebut roti mereka "menyedihkan" bila tidak mengembang, sama halnya dengan diri kita. Manusia bagaikan roti yang sedih ketika berat hati, tidak bangkit untuk melihat matahari, mendengarkan kicauan burung, merasakan udara pagi, dan hal baik apapun.</p><p>Namun ketika kita tersenyum karena merasakan hangatnya matahari, karena mendengarkan kicauan burung, dan karena melihat senyuman anak kecil, saat itulah kita bersukacita. </p><p><br></p><p>Ada cukup banyak sukacita di dunia untuk dapat dimiliki oleh semua orang. Dalam hati setiap manusia, terdapat mata air sukacita yang menunggu untuk disemburkan. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/a8849b3db5c090d16af3dff042222edc/download.jpg" />
         <pubDate>2025-10-11 03:00:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3627320660</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan yang universal</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3628019421</link>
         <description><![CDATA[<p>Tanpa kita sadari, cinta dan keadilan hidup berdampingan dalam diri kita, cinta yang memiliki kelembutan yang seharusnya menguatkan malah membuat kita lemah, dan keadilan yang bersifat keras membuat kita menjadi kaki, mereka ada di dalam kita secara otomatis, tetapi tanpa alasan, mereka berdua bisa menjadi di luar kendali. </p><p><br/></p><p><em>Setiap orang memiliki ke adilan dan tak boleh menyakiti</em></p><p><br/></p><p>Karena kita memiliki rasa keadilan kita tak bisa mengabaikan jika seseorang berseru 'tidak adil' </p><p>Cinta pun juga berpartisipasi dalam seruan itu, ia tidak bisa mengabaikan jika seseorang dalam berada kesusahan </p><p>Keadilan menuntut hak2 dan konsisten kepada semua orang, makanya kejujuran, kesetiaan, ketulusan dari dasar kata2 kita. </p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>Kadang rasa keadilan itu suka hilang kepada orang yang lebih tua dan yg lebih muda, kepada orang yang lebih tua aku tidak berani membantah dan hanya menurut, sementara dengan anak2 aku lebih condong ke mengalah, kadang juga muncul di mana aku harus mengerjakan tugas orang lain karena ia tidak mengerjakan yang, dan jika ia tidak mengerjakannya aku juga kena marah. </p><p>Kadang aku menyikapinya juga beda2 tergantung situasi, terkadang diam, kadang pasrah, kadang di pendam sementara untuk nanti nangis. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-12 08:09:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3628019421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita Mengalir dari Duka dan Derita - Sukacita itu Menular</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3628123906</link>
         <description><![CDATA[<p>Kecemasan, kesedihan, kekurangan, dan penderitaan bukanlah hal-hal yang menyumbat mata air sukacita dalam diri kita. Seorang ibu dapat tersenyum dan bersukacita ketika berada bersama anaknya yang menunggu waktu ajal. Bukan karena sang ibu berusaha terlihat bahagia di depan anaknya, tapi sang ibu benar-benar dapat bersukacita. Walaupun sambil menangis, Margaret Roper tidak bisa menahan tawa mendengar gurauan dari ayahnya (Thomas Moore) ketika Thomas Moore akan dieksekusi.  Sukacita tidak bisa dibuat-buat, karena sukacita bukan termasuk hal yang bisa dipalsukan. Sesungguhnya cinta membuat orang membuka kembali mata air sukacita dalam hatinya, demi orang yang dikasihi. </p><p><br></p><p>Bahkan dalam penderitaan, manusia dapat bersukacita. Salah satu contoh yang daritadi muncul dalam pikiranku adalah Viktor Frankl. Dia berhasil selamat dan menjalani hari-harinya di kamp konsentrasi Nazi karena memikirkan istri dan anak-anaknya, sementara kolega-kolega nya bunuh diri dengan cara menyetrumkan diri ke pagar duri berlistrik.</p><p><br></p><p>Manusia sering salah paham tentang sukacita. Mungkin kita beranggapan bahwa sukacita itu sama seperti es krim dan coklat, sesuatu yang enak dan manis namun tidak didapatkan setiap hari. Padahal, sesungguhnya mata air sukacita yang ada dalam diri kita terus mengalir.</p><p><br></p><p>Sukacita itu menular. Kita tidak bisa bersukacita sendirian. Kita juga tidak bisa bersedih sendirian. Karena dua hal ini pasti akan mempengaruhi orang-orang disekitar juga yang jadi ikut merasakan sukacita atau keberatan hati yang kita rasakan. </p><p><br></p><p>Seorang ibu mengajak anaknya keluar, dan anak itu menyapa semua orang yang dia temui dengan senyuman yang tulus. Orang-orang yang disapa anak itu akhirnya juga ikut tersenyum. Kemudian anak itu menyapa seseorang yang sedang murung dan bersedih, kemudian orang tersebut jadi terhibur dan ikut tersenyum juga. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/75466f81ea43d37f14bb5808e226da8d/Me___my_cat____.jpg" />
         <pubDate>2025-10-12 11:14:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3628123906</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita itu tak pernah kering.</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3629324863</link>
         <description><![CDATA[<p>Sukacita mengalir dalam diri setiap manusia dan tak akan habis. Mata air sukacita sangatlah cukup untuk sepanjang hidup kita. Unlimited. Kita bersukacita tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang-orang disekitar kita. Namun mengapa masih saja ada orang yang sehari-harinya seolah selalu terbebani, selalu murung, dan <em>miserable</em>? Kenapa ada anak yang ditengah-tengah acara piknik yang menyenangkan dengan makanan-makanan sangat enak tetap bisa cemberut dan ngambek? Padahal, kemiskinan, kekurangan, dan ketidakberuntungan ternyata malah bisa membuat seseorang makin bersukacita. Bahkan halangan-halangan ini tidak dapat menghalangi mata air sukacita.</p><p><br></p><p><strong>Kita Menjadi Sedih Ketika Kita Mengasihani Diri Sendiri</strong></p><p>Bukan keadaanlah yang menyumbat air mata sukacita kita, melainkan diri kita sendiri. Itu karena kita mengasihani diri sendiri. Saat ada seseorang yang tidak sengaja mengatakan hal yang membuat kita tersinggung, saat ada yang menginjak kaki kita, ketika ada situasi yang kurang menyenangkan, setan rasa iba pada diri sendiri dengan tekun membuang seluruh sampah remeh kedalam mata air sukacita kita dan membuat sukacita kita menjadi tersumbat. Sebagian orang mengasihani diri mereka sesekali, sebagian lain ada yang mengasihani diri mereka sepanjang hidup mereka dan memelihara dendam dalam hati mereka sehingga menyimpan bara sakit hati terhadap orang-orang terdekatnya. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/684560d212378f0763c04465d58f1b1e/download__2_.jpg" />
         <pubDate>2025-10-13 07:43:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3629324863</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukacita merupakan sebuah kewajiban</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3629347683</link>
         <description><![CDATA[<p>Betapa menyedihkannya hidup tanpa sukacita. Kita harus ingat untuk beberapa kali sehari mengusir 'anjing hitam beban' yang sesekali muncul dalam diri kita. Dengan mengusir beban tersebut, akan semakin mudah bagi kita untuk ceria. Kita juga harus menyertai sukacita dengan kepuasan hati, karena orang yang dapat bersukacita adalah orang yang dapat bersyukur dan puas oleh hal-hal kecil disekitarnya yang mungkin dapat membuatnya bersuka cita. </p><p><br/></p><p><em>Refleksikanlah, hal apa saja yang selama ini seringkali menyumbat mata air sukacitamu? Lalu setelah berelasi dengan tulisan oma CM tentang Sukacita ini, apa persisnya yang akan kamu lakukan untuk mengelola sumbatan tersebut agar tidak melulu menutup mata&nbsp;air&nbsp;sukacitamu?</em></p><p><br/></p><p>Seringkali mata air sukacita ku terhambat karena ambisiku sendiri. Ambisi ini muncul karena melihat orang lain yang sudah bisa sampai "D" sementara aku masih tertatih-tatih di "A". Aku merasa hal-hal yang aku lakukan tidak pernah cukup dan <em>effort</em> yang aku kerahkan terlalu kecil. Sehingga aku kurang bisa puas dan kadang suka lupa untuk mengapresiasi usaha yg telah ku kerahkan hari ini, meskipun usaha itu terasa terlalu kecil. Untuk mengelola sumbatan ini, aku akan sering-sering mengingatkan diri ku bahwa tidak apa-apa jika aku sedikit tertinggal dibelakang karena masing-masing orang memiliki durasi proses belajar yang berbeda-beda, dan aku perlu mengapresiasi usaha yang sudah aku kerahkan karena terkadang usaha kecil yang kulakukan hari ini justru terasa lebih berat dibandingkan usaha besar dihari lain yang terasa lebih ringan. Aku harus sering-sering mengusir anjing hitam. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/90a33ff9637cf79388e67b6f33d3edda/Fly_Me_to_The_Moon__.jpg" />
         <pubDate>2025-10-13 08:00:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3629347683</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan yang Universal </title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3629357497</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Cinta dan Keadilan.</strong></p><p>Dua tokoh kuat yang memegang kuasa di Majelis Hati. Cinta dan Keadilan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari jiwa manusia, kita tidak bisa mengabaikannya. Dua tokoh ini butuh pengawasan dari Perdana Menteri secara terus menerus. Tanpa pengawasan, kedua hal itu (Cinta dan Keadilan) dapat mengacaukan hidup manusia. Namun tuntutan dari kedua hal ini dapat saling bertentangan. Cinta bisa condong kepada kelembutan yang berlebihan yang akhirnya malah menyakiti dan tidak adil. Sementara itu, Keadilan dapat condong menjadi terlalu kaku dan keras sehingga menjauhkan hati daripada merangkul. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari dan mendalami kedua tokoh penting dalam majelis hati ini supaya dapat diawasi dan dikendalikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/8936ca19be5fd1d01b5fd7b03f8cfdfb/_.jpg" />
         <pubDate>2025-10-13 08:09:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3629357497</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kreatif</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3632709656</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Penjelasan:</strong></p><p>Yah, sekilas rasanya mungkin terlihat seperti keranjang buah biasa. Namun nih, kalau dilihat sedikit lebih lama, kita akan menyadari bahwa para apel adalah satu-satunya yang berada dalam kondisi memiliki bercak hitam dan layu diantara buah-buah yang nampak segar lainnya.</p><p><br/></p><p>Apakah apel sang kejahatan yang menyusup? Oh, justru tidak🥶 Jika kita lihat baik-baik, kondisi keranjang sama buruknya. Keranjang itu terlihat pucat dan tidak terawat. Bahkan, terdapat kumpulan jaring laba-laba bergelantungan di sana, menandakan bahwa keranjang buah ini sudah lama tidak memiliki seseorang untuk datang melihat mereka (terbengkalai). </p><p><br/></p><p>Latarnya saja gelap mencekam, menegaskan keselarasan antara kondisi apel ini dengan keranjangnya. Sehingga, yang sebenarnya janggal di sini adalah buah-buah lainnya (seperti jeruk, anggur, pisang, dst) yang entah bagaimana tetap segar di tempat seperti itu. Entah mereka diberi pengawet ajaib yang membahayakan tubuh, atau malah buah palsu dari rubber seperti di berita-berita konspirasi yang lalu-lalu. </p><p><br/></p><p>Jadi di sini, apel busuknya adalah innocent, dan buah-buah tersisa adalah kejahatan yang menyusup dan kawan-kawannya yang menipu. Hal ini didasari kutipan mindblowing bahwa, "Tidak seorang pun dari kita akan tertarik pada dosa andai dosa datang dengan wajah yang menjijikkan."</p><p><br/></p><p>Sekian storytellingnyah. </p><p><br/></p><p><strong>Jalan Berpikir (dokum):</strong></p><p>Aku mencoret-coret banyak hal, dari potret keluarga biasa yang berjalan tanpa terlihat ada yang salah (ternyata jalan yang mereka lalui berubah menjadi kelam dan layu) sampai apel (yang seringnya dijadikan untuk menggambarkan kenikmatan menggoda yang menipu/beracun).</p><p><br/></p><p>Nah terus aku tertarik sama ide apel ini. </p><p><br/></p><p>Awalnya aku berniat menjadikan apel sebagai kejahatan yang menyusup karena penampilannya yang merah menyala dan lezat tapi kemudian aku terpikir, kenapa deh aku sering terfokus dan menaruh prasangka pada apel, padahal masih ada banyak hal lain yang bisa jadi menipu?</p><p><br/></p><p>Aku sampai di konklusi: We all cast suspicion on a single apple, but have you ever thought that it might be innocent?</p><p><br/></p><p>Lantas aku berganti arah. Memutuskan untuk mengambil foto keranjang buah di Canva, menambahkan filter oil paint supaya warna buah-buahnya lebih menyala, dan mengedit warna keranjang, serta apelnya. Apel membusuk seharusnya mengkerut, tetapi karena belum terpikir bagaimana cara melakukannya aku biarkan saja deh. </p><p><br/></p><p>Terakhir aku menambahkan jaring laba-laba pada keranjang, yang menandakan bahwa keranjang buah itu sudah lama terbengkalai. Selesai.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2933748108/5c4d8088a7e9311c8d85ac5fb824ed9b/01.png" />
         <pubDate>2025-10-15 01:29:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3632709656</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebenaran </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3633494614</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2439785705/a444630ca592b4efd510a2c006bbbc9c/IMG_20251015_170409_012.jpg" />
         <pubDate>2025-10-15 10:06:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3633494614</guid>
      </item>
      <item>
         <title>prasangka, rasa hormat, dan keangkuhan</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3635918301</link>
         <description><![CDATA[<p>lawan dari kejernihan pandang adalah prasangka, dia seperti kacamata warna warni yang membuat pandangan kita terhadap hal hal di sekeliling kita menjadi  subjektif dan personal.</p><p><br/></p><p>kita harus menghormati semua orang, sebagai bentuk keadilan. dan itu bisa dihalangi jika ada keangkuhan di diri kita yang membuat kita merasa lebih baik dari orang lain.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-16 13:53:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3635918301</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kearifan menilai dan peremehan</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3635971793</link>
         <description><![CDATA[<p>kearifan menilai membantu kita berbuat adil pada diri kita sendiri, dengan kearifan nilai, kita dapat menilai orang2 yng cocok untuk dekat dengan kita, dan tidak merugikan diri sendiri. </p><p><br/></p><p>peremehan adalah setan yang menghasut agar kita meremehkan hal-hal indah yang kecil-kecil. </p><p><br/></p><p>Dalan kearifan menilai, kita tetap perlu memiliki empati, agar kita tidak terlalu mengecilkan setiap hal, berbuat adil, merasa hormat pada setiap orang itu harus, tapi kita harus tetap berbuat adil pada diri kita sendiri pula</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-16 14:25:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3635971793</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NARASI KREATIF </title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3636997319</link>
         <description><![CDATA[<p>context:</p><p>raja disini digambarkan sebagai singa dengan telinga keledai karena mendengarkan kedua unggas yg berbaju indah yang sebenarnya adalah insidiousness. Si tikus (treachery) compang-camping menuntut keadilan, sementara rubah ganas memegangi bayi kambing (innocent).</p><p>Disisi kiri ada rusa (truth) dan kucing hitam (dosa)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2100693612/c9892039e4dbedee3cbafb8fe2fb04ee/IMG_20251017_WA0004.jpg" />
         <pubDate>2025-10-17 04:14:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3636997319</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan Terhadap Karakter Orang Lain, Kejernihan Pandang - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3637553825</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keadilan Terhadap Karakter Orang Lain</strong></p><p>Setiap manusia memiliki hak dalam diri mereka untuk diperlakukan secara adil--menghiraukan karakter orang tersebut. Kita perlu membayar keadilan itu. Namun tidak perlu cemas atas ketidakmampuan membayar keadilan. Sebab setiap manusia juga memiliki keadilan beserta pelayan-pelayannya yang siap membantu kita dalam berlaku adil.</p><p><br/></p><p><strong>Kejernihan Pandang</strong></p><p>Kejernihan pandang layaknya sebuah kacamata yang membantu kita dalam melihat; memperjelas yang jauh, juga membawa kita ke sisi lain suatu soal. Orang yang jernih pandangannya berkat: ia bukan anak yang caper, melainkan anak yang sedang belajar; bapak itu memang menyebalkan namun itu pekerjaannya.</p><p><br/></p><p>Kejernihan pandang tak sebatas membela teman, sahabat, keluarga, rekan, dan sebagainya. Lebih dari itu, ia memiliki prinsip bahwa setiap orang/pihak layak didengarkan. Sebab kejernihan pandang ialah soal melihat realita sebagaimana adanya, sebagi pijakan kita dalam berperilaku.</p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Bagaimana cara menerapkan kejernihan pandang secara praktis?</p></blockquote><p>Dalam memikirkan suatu soal, kita perlu jujur dalam mengatakan "yang aku ketahui" dan "yang aku asumsikan". Hal ini dilakukan supaya kita terlepas dari kecenderungan berpikir "buruk"/bertaham hidup, dan supaya pemahaman kita atas realita bisa lebih valid--yang membantu kita dalam menentukan perilaku terbaik.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=Wb4ou2C0bcc&amp;pp=ygUGc2xvdWNo" />
         <pubDate>2025-10-17 12:09:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3637553825</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prasangka, Rasa Hormat, Keangkuhan - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3637885451</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Prasangka</strong></p><p>Prasangka merupakan kacamata melihat realita yang berlawanan dengan kejernihan pandang. Jika kejernihan pandang memperjelas sesuatu, prasangka membuat kita melihat sesuatu dengan warna-warna tertentu: hitam, merah fajar, hijau pucat, kuning pucat. Warna-warna ini ditentukan oleh kasih sayang, iri hati, kebencian, atau cemburu. Prasangka membuat kita menghakimi watak orang lain secara tidak adil.</p><p><br/></p><p>Prasangka berlawanan dengan kejernihan pandang, yang membuat kita melihat sesuatu dengan menyeluruh dan sebagaimana adanya. Prasangka dapat membuat kita membela orang yang kita suka sebab kita menyukainya, membenci orang yang kita benci sebab kita membencinya. Prasangka mengambil sebagian untuk menyimpulkan keseluruhan. Hal itu bisa berbeda maupun sama dengan realita, namun pengambilan kesimpulan dengan berdasar kesukaan, ketidaksukaan, kebencian, dan sebagainya membuat kita gagal memahami realita--yang mana orang lain berhak dilihat sebagaimana adanya.</p><p><br/></p><p><strong>Rasa Hormat</strong></p><p>Kejernihan Pandan tidak bekerja sendirian, di sisi kanannya terdapat pelayan lain dari tuan besar keadilan--Rasa Hormat. Keadilan terjadi ketika kita menghormati semua orang, bukan hanya menghormati orang-orang yang ingin kita hormati. Dan itu sama saja dengan mengatakan bahwa kita hanya berpelikau adil kepada orang-orang tertentu. Padahal, setiap orang menuntut untuk diperlakukan dengan hormat, bukan hanya sebab kita bersaudara, atau sesama anak-anak dari satu Bapa. Lebih daripada itu, sebab terdapat Akal, Imajinasi, Keadilan, Kasih, Nalar dalam diri manusia, meski mungkin masih terpendam, dalam diri setiap orang yang kita jumpai.</p><p><br/></p><p>Menghormati orang lain akan membuat kita menemukan betapa kita perlu menghormati mereka. Ketika kita melihat kesalahan orang lain dalam Kejernihan Pandang, kita juga akan menemukan bahwa kesalahan itu bukan keseluruhan orang tersebut, dan terdapat sifat-sifat indah dalam diri orang tersebut, yang membuat rasa horma dalam diri kita bangkit.</p><p><br/></p><p>Rasa hormat menumbuhkan kelembuatan terhadap diri orang lain: perhatian sopan terhadap kata-kata mereka meski perkataannya membosankan, sikap hormat terhadap pendapat mereka meskipun bagi kita terdengar bodoh. Orang yang pendapat sembrononya diterima dengan hormat akan melihat sisi lain persoalan dan mulai terbuka menerimanya.</p><p><br/></p><p><strong>Keangkuhan</strong></p><p>Ketidakhormatan bisa terjadi. Hal ini disebabkan terfokusnya kita terhadap berhala diri kita. Memikirkan diri sendiri--meninggikan, memuja, menyembahnya--membuat kita tak melihat-keindaha-keindahan sifat orang di sekitar kita, meskipun kita masih bisa mengagumi orang-orang yang jauh dari kita (selebriti misalnya). Keangkuhan dan keasyikan pada diri sendiri merupakan setan-setan yang menghalangi kita dalam menghormati orang lain.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=sPqvt5D5RNE&amp;list=PL2_0R9iS8wDV6vLwxKZgrjg5qVspJUqVQ&amp;index=70&amp;pp=gAQBiAQB8AUB" />
         <pubDate>2025-10-17 16:10:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3637885451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kearifan Menilai, Penghargaan, Peremehan - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3638246054</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kearifan Menilai</strong></p><p>Rasa Hormat didukung oleh Kearifan Menilai. Banyak orang mengatakan mereka tertipu atau dikecewakan oleh teman mereka, namun sebetulnya itu bukan hal yang perlu. Adanya Kearifan Menilai dalam diri kita akan membantu kita dalam melihat watak seseorang dengan cukup tepat. Ia akan memberikan kepada kita gambaran baik cacat maupun kelebihan dari setiap orang. Lebih lanjut, ia membawakan cermin untuk kita mengaca; melihat apakah orang tersebut cocok berteman dengan kita. Sebab, ketika kita berteman atau mengabdi kepada orang yang memiliki cacat sama seperti kita, maka keberadaan orang tersebut bisa menguatkan kecacatan itu. Begitu pula dengan orang yang memiliki watak-watak tertentu--yang sesuai dengan kita... keberadaan mereka menguatkan watak dalam diri kita.</p><p><br/></p><p>Kearifan Menilai membuat kita mendapat gambaran orang lain dengan cukup tepat, yang akan kita jadikan pertimbangan untuk berteman/mengabdi tidaknya kita pada orang tersebut. Kita memang berutang hormat pada semua orang, namun Kearifan Menilai membuat kita adil kepada diri sendiri.</p><p><br/></p><p><strong>Note Kearifan Menilai</strong></p><p>Bila diperhatikan, Kearifan Menilai bertujuan supaya kita menemukan orang-orang dengan watak yang akan menguatkan watak kita. Cara yang ia tempuh adalah dengan memberikan kepada kita gambaran yang cukup tepat dari orang lain. Namun, ketika kita memerhatikan tulisan kali ini lebih lanjut, kita menemukan bahwa Kearifan Menilai muncul sebagai upaya supaya kita tidak berdekatan dengan orang-orang dengan kecacatan yang akan melemahkan kita. Ia hadir, dengan fokus utama mencari kecacatan itu.</p><p><br/></p><p><strong>Apresiasi</strong></p><p>Apresiasi merupakan sosok yang membuat Kearifan Menilai tetap sesuai jalan. Apresiasi bertugas untuk menimbang dan memperhatikan, dengan layak dan penuh kehalusan, keindahan dalam diri orang lain. Apresiasi merupakan penghuni yang menyenangkan di Majelis Hati, dan terus-menerus membawa sukacita. Apresiasi membuat kita tidak mementingkan diri sendiri, dengan melihat kehalusan serta kehormatan orang lain;  mencatat dan menyimpan jejak keindahan kesempurnaan dalam karya siapa pun, entah itu puisi agung atau bahkan sekadar menyapu sebuah ruangan. Apresiasi membuat kita bahagia dengan menyampaikan keindahan khas dari jiwa manusia tiap orang, serta sifat-sifat watak yang berbeda dari kita pada orang-orang bangsa lain.</p><p><br/></p><p>Apresiasi merupakan sumber sukacita terbesar dalam hidup; meski apresiasi merupakan hak orang lain dan kewajiban kita, kita menerima lebih banyak. Dengan apresiasi, kita melihat betapa indahnya tiap-tiap jiwa manusia.</p><p><br/></p><p><strong>Note Apresiasi</strong></p><p>Apresiasi di sini hadir sebagai penyeimbang Kearifan Menilai yang cenderung melihat kecacatan orang lain. Apresiasi fokus melihat keindahan dalam diri orang lain.</p><p><br/></p><p>Memerhatikan tulisan ini lebih lanjut, kita menemukan tulisan mengenai Apresiasi--meski dikatakan sebagai penyeimbang Kearifan Menilai--tak menyinggung bagaimana Apresiasi berguna bagi kita dalam memilih sosok teman maupun pengabdian. Tulisan mengenai Apresiasi di sini justru lebih mengarah ke "Keberadaan keindahan dalam tiap orang, yang ketika menyadarinya memberikan sukacita dengan begitu besar, sebab tiada kenikmatan yang lebih murni dibanding melihat begitu banyaknya kebaikan". Sebuah pemahaman mendasar terhadap sifat manusia.</p><p><br/></p><p><strong>Peremehan</strong></p><p>Peremehan adalah setan pencemooh yang berusaha menyingkirkan pelayan Keadilan yang ramah--Apresiasi. Peremehan layaknya cumi hitam yang siap menyemprotkan tinta hitamnya kapanpun. Peremehan membuat kita berkata "kalau ia memilih pakaian yang lebih baik" ketika mendengar pujian kepada seseorang, "cuaca kemarin lebih cerah" ketika mendengar rasa syukur seseorang terhadap cuaca hari ini, dan sebagainya. Peremehan boleh jadi tidak salah secara kata, namun salah secara jiwa; ia mengambil sebagian untuk keseluruhan, satu kekurangan sebagai ganti dari banyak kebaikan--menghakimi seseorang dengan merendahkan, serta dengan penglihatan yang sempit. Peremehan mungkin diilhmai oleh monster Iri Hati dengan mengecilkan hak orang lain; atau mungkin timbul dari Ketidakpedulian terhadap orang lain, yang tidak lain wujud dari merasa diri sebagai pusat dunia. Banyak kritik atas karya-karya puisi, lagu, pidato, lukisan, dan lain-lain, bersumber dari peremehan.</p><p><br/></p><p>Kita tidak akan meremehkan orang lain ketika kita sadar bahwa Apresiasi merupakan keadilan yang perlu kita bagikan kepada watak dan karya orang lain.</p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Ketiga subbab ini sedang memberikan kita sebuah rangkaian pemahaman dalam melihat orang lain dengan adil:</p><ol><li><p>Dari Kearifan Menilai kita menyadari bahwa kita perlu menentukan kepada siapa kita berteman atau mengabdi (bentuk keadilan terhadap diri sendiri), dengan melihat karakter seseorang namun agak berfokus pada kecacatan mereka.</p></li><li><p>Dari Apresiasi kita menyadari bahwa Kearifan Menilai perlu penyeimbang supaya tidak melupakan sisi indah orang lain. Lebih dari itu, Apresiasi membuat kita menyadari betapa banyaknya kebaikan dalam diri seseorang... memberikan kita sukacita paling besar dalam kehidupan.</p></li><li><p>Dari Peremehan kita menyadari bahwa dalam melihat karakter maupun karya seseorang, terdapat kecenderungan merendahkan yang disebabkan oleh Iri Hati atau Ketidakpedulian.</p></li></ol><p>Secara singkat, bahasan kali ini memberikan kita jawaban atas bagaimana menentukan teman/sosok pengabdian dengan adil--baik untuk diri sendiri maupun orang lain, beserta penghambatnya.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Silahkan korelasikan dan narasikan ketiga sub bab di atas menurut sudut pandangmu</p></blockquote><p>Terdapat di bagian Kesimpulan.</p><p><br/></p><blockquote><p>Menurutmu apa yang sebaiknya dicermati atau dilakukan agar kearifan menilai tidak berubah menjadi peremehan?</p></blockquote><p>Salah satunya dengan menyadari pikiran kita tentang seseorang. Menjaganya supaya berlandaskan kerangka menetukan sosok yang layak dekat dengan kita, dengan melihat secara menyeluruh baik cacat maupun kebaikan seseorang.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=hUKe6gihtx0&amp;pp=ygUMc2FyYWggYWxleCBn" />
         <pubDate>2025-10-18 01:38:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3638246054</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi Kreatif </title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3640079918</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Dalam Diam Ia menunggu </strong></p><p><br/></p><p><em>Di tengah hiruk pikuk dunia,<br>ia tetap berbisik lembut di dalam dada.<br>Suaranya melawan segala dusta,<br>didengarkan oleh mereka<br>yang lupa rupa cahaya.</em></p><p><br/></p><p><em>Mereka yang berkata<br>dapat memperbaiki, dapat melukai.<br>Dusta pun bisa menjadi luka<br>pada jiwa yang percaya.</em></p><p><br/></p><p><em>Ia menunggu, selalu,<br>tak memaksa, hanya menatap.</em></p><p><em>Ia menunggu, tak pernah jemu,<br>Hingga kita kembali bersua.</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/v1.Y2lkPWNhYmM5OTE4cjhuaHU4a3doZmZmYWViZWRxMDg5bnJrM2UxMGtnenVnOGxiZjJ0NiZlcD12MV9naWZzX3NlYXJjaCZjdD1n/ZXKZWB13D6gFO/giphy.gif" />
         <pubDate>2025-10-20 02:17:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3640079918</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pencemar Nama dan Iri Hati</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3644654017</link>
         <description><![CDATA[<p>kita sering mengatakan hal hal yang tanpa kita sadari merusak nama orang lain. Di atas nama kebenaran, kita mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain. ini semua didasari oleh pikiran iri hati, yang timbul karena kita tidak memiliki hal itu. Jika ada yang berhasil, kita akan mengatakan ia beruntung. Hal ini justru bertentangan dengan kebenaran, dan justru menyakiti kebenaran</p><p><br/></p><p>Konteks kebenaran di bab ini adalah berkata hal yang benar, di mana mereka menggunakannya sebagai pembelaan ketika berkata sesuatu. Orang dapat merusak kepercayaan mereka pada kita, dan orang lain terhadap mereka, jika kebenaran ini terus disakiti.</p><p><br/></p><p>Empati lagi-lagi diperlukan, melihat kita dari sisi mereka sangat dapat membantu kita menjaga ucapan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-22 05:31:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3644654017</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pencemar nama dkk</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3646326524</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>PENCEMAR NAMA</strong> suka membicarakan kejelekan orang lain, ngegosip dan membuat orang lain dicap jelek namaya. Terkadang itu sudah menjadi kebiasaan yang tidak kita sadari, mungkin hanya sekedar nyari topik pembicaraan saja. Si a itu aneh, si nyonya b sering tidak kasih pelayannya makan, si c suka mukul, si d hobinya ngejiplak tugasnya si e, dan lain sebagainya. </p><p>Bahkan kalaupun yang kita katakan itu memang benar, itu tetap akan melukai kebenaran, karena tetap mencemari nama orang lain, karena kebenaran tidak kasar. </p><p>Aku setuju mengucapkan kebenaran tentang orang lain seharusnya ada tujuan yang baik. </p><p>Contoh kasus di sekolah temanku, banyak teman-temannya dia yang merokok, dan berarti temanku harus lapor ke guru kalau ada yang merokok. Tapi tujuan dia bukan supaya temen2nya yang merokok di hukum, tapi supaya lingkungan sekolahnya jadi lebih baik, atau mungkin bisa jadi bahan evaluasi buat sekolahnya, kenapa bisa sampai ada murid-murid yang melanggar peraturan.</p><p><br/></p><p><strong>IRI HATI</strong></p><p>Tapi kecerobohan berpikir bukan satu-satunya penyebab kejahatan yang menyusup. Iri hati seringkali membuat kejahatan-kejahatan terlihat seperti kebenaran. </p><p>Ketika ada yang lebih pandai menari, Iri hati berkata kalau orang itu menghabiskan waktunya hanya untuk menari. Ketika ada yang lebih cantik, dia akan berkata "Kecantikan hanya tampilan kulit luar, tidak ada gunanya kalau tampilan dalamnya tidak bagus." </p><p>Iri hati mengucapkan "Itu tidak adil" seolah-olah bicara atas nama kebenran.</p><p><br/></p><p><strong>Pendengaran</strong></p><p>Bukan cuma ucapan atau pikiran buruk yang membuat kebenaran terluka, tapi pendengaran.  Bagaimana cara membedakan yang benar dan salah? Satu hal, kebenaan tidak pernah memaksa. Jadi semua Berita, Pidato, atau apapun itu yang diucapkan dengan nada getir, ya itu bukan kebenaran. Dan kebenaran akan terluka jika kita membiarkan diri terhanyut dalam kata-kata yang salah itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 01:28:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3646326524</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pencemar Nama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3646372680</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pencemar Nama</strong></p><p>Analisis</p><p>Kebenaran hanya akan menampakkan dirinya ketika hati kita sunyi, dan hanya akan tersampaikan oleh lidah-lidah yang patuh. Kata Wesley (entah yang mana), mengatakan kejahatan tentang orang lain, ketika itu salah adalah dusta, dan jika ternyata benar adalah pencemaran nama.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kita cenderung berhati-hati ketika mengatakan hal-hal tentang orang-orang di dalam rumah kita, tetapi tidak pada mereka yang tidak termasuk di dalamnya. Hal ini (pencemaran nama), menyakiti penghuni Majelis Hati kita, Kebenaran.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kenapa Kebenaran tersakiti kalau yang dikatakan adalah kebenaran? (Mengingat tadi dikatakan kejahatan orang lain yang disampaikan, jika benar adalah pencemaran nama)</p><p><br/></p><p>Apakah Kebenaran tersakiti karena digunakan untuk mencemari orang lain?&nbsp;Itu berarti kebenaran itu tidak hanya tentang apa yang benar-benar <em>terjadi </em>gasi, tapi juga tentang apa-apa yang benar untuk dilakukan. Dia peduli akan keduanya dan mengurus keduanya, aku nangkepnya begitu.</p><p><br/></p><p><strong>Kejahatan yang Menyusup</strong></p><p>Selain kecerobohan, iri hati juga bisa menyusup dan akhirnya membuat kita berkata buruk tentang orang lain. Dulu, hal ini begitu ditakutkan oleh orang-orang dan mereka merasa berdosa sekali ketika menemukan diri mereka iri hati dalam pikiran saja, namun tidak dengan saat ini.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Ketika ada orang menari lebih baik dari kita, kita bilang kita tidak terlalu peduli pada menari. Ketika ada orang terlihat lebih cantik dari kita, maka kita berkata bahwa penampilan hanyalah tampilan luar belaka dan apa yang di dalam jauh lebih penting. Sesungguhnya ini adalah iri hati, sadar tidak sadar.<br></p><p>Ketika kita menggerutu tentang keunggulan orang lain, maka kita sedang berbuat ketidakadilan.&nbsp;<br></p><p>Kita menutupi pikiran-pikiran iri hati ini dengan menyebut kelebihan orang dengan "ketidakadilan", dan berkata bahwa kita wajar merasa begini. Padahal, ini semua adalah upaya menipu diri sendiri, dan hal ini sedikit demi sedikit akan menutupi keinginan kita untuk mengungkap kebenaran nantinya.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Waspada Terhadap Segala Bentuk Pencemaran Nama</strong></p><p>Pencemaran nama tidak hanya datang dalam bentuk suara, tetapi juga tulisan dan video. Berita-berita dengan diksi dan nada menuduh, menyudutkan dan memprovokasi mesti kita hindari betul-betul — sebab ini lama kelamaan akan membuat kita tergiur akan kejahatan dan segala rekan-rekannya. Sebagai hukuman, kebenaran kita pun akan semakin menjauh dan tumpul karenanya.&nbsp;<br></p><p><strong><mark>Pertanyaan Refleksi :&nbsp;</mark></strong></p><p><strong>- Apa itu kebenaran dalam konteks bahasan ini?&nbsp;</strong></p><p>Aku nangkepnya di sini kebenaran itu berkaitan dengan apa-apa yang sesuai dengan fakta, juga, tentang apa-apa yang sudah sepatutnya dilakukan sih. </p><p><br/></p><p>Yahh, mengingat bagaimana tadi Kebenaran tidak puas dengan dikatakannya kebenaran semata, tetapi juga dilakukannya hal yang benar. </p><p><br/></p><p>Benar menurut siapa? Sepertinya menurut Tuhan, sebab toh Ia sendiri yang menciptakan negeri jiwa manusia dan pelayan-pelayan di dalamnya, termasuk sifat-sifat dari pelayan bernama Kebenaran. <br></p><p><strong>- Apa yang terjadi jika manusia gagal menggunakan kebenaran yang seperti ini?</strong><br>Merujuk ke tulisan oma Ceem, yang terjadi adalah terusir dan tertutupnya Kebenaran dari negeri jiwa manusia. Lantas, lama kelamaan kita jadi condong untuk mengikuti dusta alih-alih bersusah payah mencari Kebenaran yang sudah lama hilang itu.  </p><p><br/></p><p><strong>- Apa yang sebaiknya dilatihkan agar bisa segera berkesadaran dan mengerem ketika setan-setan keadilan dalam kata muncul?</strong></p><p>Kemampuan refleksi sih tan, refleksi ke dalam diri terutama. Apalagi, jika hal ini ditambah kesadaran/pengetahuan tentang adanya setan-setan dalam negeri jiwa manusia (seperti dalam pelajaran Ourselves), maka seseorang akan lebih baik lagi dalam mendeteksi ketika ia kelewatan. </p><p><br/></p><p>Menurutku ini yang paling efektif untuk segera berkesadaran dan mengerem setan-setan dari keadilan.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 01:51:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3646372680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pencemar nama</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3647198492</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari kelas dan diskusi semalam aku belajar bahwa mencemarkan nama baik seseorang bukan cuman menyebarkan kebohongan, tapi juga menyampaikan hal buruk seseorang walaupun itu benar.</p><p><br/></p><p><strong>Iri Hati</strong></p><p>Rasa iri mendorong kita untuk mengatakan hal buruk karena kita tidak suka orang lain lebih baik dari kita.</p><p>Misal teman punya nilai yg lebih tinggi atau barang yg lebih baru kita langsung mencari alasan untuk menjatuhkan mereka.</p><p><br/></p><p>Jawaban refleksi:</p><p><strong>1. Apa itu kebenaran dalam konteks ini?</strong></p><p>dalam konteks ini kebenaran tidak hanya soal logika dan fakta. Kebenaran adalah suara hati yang murni yang tidak dipengaruhi iri, dengki, atau keinginan upenting juga melatih empati, supaya kita bisa merasakan dampak kata-kata kita terhadap orang lain dan menolak godaan iri atau rasa ingin membenarkan diri.ntuk menjatuhkan orang lain.</p><p><br/></p><p><strong>2. Apa yang terjadi jika manusia gagal menggunakan kebenaran yang seperti ini?</strong></p><p>Hati kita menjadi kotor dan tumpul. Terbiasa berkata buruk tentang seseorang.</p><p><br/></p><p><strong>3. Apa yang sebaiknya dilatihkan agar bisa segera berkesadaran dan mengerem ketika setan-setan keadilan dalam kata muncul?</strong></p><p>Kesadaran diri dan menjaga lidah. Penting juga melatih empati, supaya kita bisa merasakan dampak kata-kata kita terhadap orang lain dan menolak godaan iri atau rasa ingin membenarkan diri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 10:24:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3647198492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanatisme dan kebaikan yang berdaulat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3654386886</link>
         <description><![CDATA[<p>Fanatisme</p><p>Setiap orang bisa menjadi Fanatik terhadap sesuatu, mungkin fanatik terhadap perang, atau perdamaian, atau mungkin juga agama.</p><p>Ketika Fanatisme ini muncul, kita bukan lagi tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, tapi tidak bisa. </p><p>Sampai batas mana kah seseorang bisa disebut berlebihan dalam memercayai sesuatu (Fanatik)? Menurutku ketika seseorang sampai menjelek-jelekkan pendapat lain, melakukan apapun itu demi sesuatu yang dipercayainya ini, dan tidak mau mendengar pendapat lain, itu sudah terhitung Fanatik. Tapi itu bukan berarti semakin seseorang memercayai keyakinannya akan semakin fanatik juga pada keyakinannya, menurutku ada aja orang yang sangat percaya pada keyakinannya tapi tetap terbuka, setidaknya memahami sisi orang lain. Setiap orang memiliki garis yang berbeda-beda.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kebaikan Yang Berdaulat</p><p>Mencari kebenaran adalah merayunya, mengetahui kebenaran adalah kehadirannya, dan mempercayai kebenaran adalah menikmatinya. Karena itu adalah dasar manusia. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-28 10:52:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3654386886</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanatisme dan Kebaikan yang Berdaulat</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3654569516</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang fanatis bukan hanya tidak mau, tetapi juga tidak bisa mendengarkan pihak lain. Sekali seseorang kehilangan kemampuan itu, maka akan sulit mengembalikannya. </p><p><br/></p><p>Kata oma ceem, menyedihkan bagaimana perkara (mau itu mulia atau rendah) memiliki orang fanatisnya masing-masing. Ada yang fanatik terhadap perdamaian, fanatik terhadap perang, fanatik agama maupun fanatik terhadap ateisme. Orang-orang ini tidak sadar, bahwa kekerasan kepala mereka yang irasional ini justru merugikan perkara yang ingin mereka bela/promosikan. </p><p><br/></p><p>Oma ceem juga menyebutkan tentang martir;tentang bagaimana martir bukanlah sosok yang bising, ia menderita tetapi tidak berteriak demi perkara yang dijunjungnya—tidak seperti kaum fanatis. </p><p><br/></p><p>Kata oma ceem, tidak ada bekal yang lebih baik selain akal Budi yang sanggup membedakan Kebenaran—mau itu dari pihak sendiri maupun lawan. Akal Budi semacam ini, hanya akan didapat dengan "menjaga apa yang mereka dengar, dan bagaimana mereka mendengarnya."</p><p><br/></p><p>Menurutku makna "dan bagaimana mereka mendengarnya" itu menegaskan bahwa mendengarkan itu ada caranya, tipenya. Ada mendengarkan yang lewat doang ada yang betul-betul menghormati. </p><p><br/></p><p>Kesalahan seseorang adalah berpikir bahwa mendengarkan dengan hormat berarti mereka sedang secara tidak langsung menyetujui apa yang orang lain sedang sampaikan, padahal tidak begitu. Pemikiran semacam inilah yang menghalangi seseorang dari memiliki akal Budi. </p><p><br/></p><p>Kebaikan yang Bermartabat</p><p>Mencari kebenaran adalah upaya merayunya, mengetahui kebenaran adalah kehadirannya dan menyakini kebenaran adalah menikmatinya. </p><p><br/></p><p>Sekadar inget doang kata per kata tapi ngga mudeng.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-28 13:09:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3654569516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aku harus berlaku adil kepada semua orang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3658662372</link>
         <description><![CDATA[<p>kata oma cm, aku harus bersikap adil kepada orangtua, kakak adik, sepupu, tetangga, teman-teman, ketua RT, gubernur, pemerintah, negara.</p><p>Juga harus bersikap adil dengan menjaga sikap, menjaga mulut, menahan diri untuk; mencuri berbohong memitnah atau melanggar hukum manusia apalagi hukum tuhan.</p><p>Jujur aku setuju banget sama oma cm, memang susah sekali apa yang oma cm minta, walau terlihat simple, tetap bersikap adil di mataku tidak ada batasanya, bahkan kepada musuh kita harus bersikap adil, kadang kebanyakan orang suka salah mengartikan kalau adil itu adalah karma atau balasan yang setimpal untuk mereka, kadang aku juga suka keliru untuk sesaat jika sedang emosian, tetapi jika merenunginya lagi aku jadi sadar, keadilan ada untuk meratakan semua kesejahteraan, tidk miskin, juga tidak kaya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>kita mampu membayar kewajiban keadilan</p><p><br/></p><p>keadilan menjadi pelajaran atau PR kita di sepanjang hidup kita, kesetiaan, setulusan dan kejujuran juga akan menyertai kita agar kita tidak tersasar dalam perjalanan keadilan, memang mendengarnya saja sudah elelah kan, tetapi apa guna dan artinya hidup kita jika kita hidup dalam kemewahan dan membiarkan orang hidup dalam kesengsaraan sungguh keji perbuatan itu, seolah -olah kita berjalan di atas karpet merah yang di bawahnya ada ratusan orang yang harus memegang karpet itu agar tidak jatuh.</p><p><br/></p><p>hak kita sendiri</p><p><br/></p><p>lalu bagaimana dengan kita? apakah kita tidak memiliki hak seperti mereka? dan apakah mereka memiliki kewajiban yang sama seperti kita?</p><p>jawabanya iya, iya kita memiliki hak dan iya mereka juga menanggung beban yang sama. </p><p>Dengan umpama itu aku bisa menyimpulkan bahwasudah disini pasti kalian sudah pada mengerti bukan , dengan kewajiban serta hak yang menyertainya, kita sepperti orang buta yang lama-lama bisa kembali melihat, yang mula-mula melihat orang berjalan seperti pohon hingga bisa dengan jelas melihat pola-pola jahit yang ada di baju.</p><p><br/></p><p>refleksi:</p><p>aku menerapkan keadilan dengan permulaan dimana, jika aku melakukan kesalahan gimana aku ingin di sikapi juga dalam keadaan sebaliknya, an aku juga sedang berusaha apa yang mereka ingin aku sikapi karena takut aku salah menyikapi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-30 13:49:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3658662372</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berlaku Adil Pada Semua Orang</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3665473637</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku berjanji akan berusaha berlaku adil kepada semua orang, termasuk terhadap kata-kata, pikiran, dan tindakan orang lain yang setara denganku melalui pikiran, kata-kata, dan tindakan ku sendiri. Bahkan aku harus berlaku adil pada semua orang yang memiliki pandangan dan opini yang berbeda denganku. Oleh karena itu, aku tidak boleh menyimpan dendam, atau kebencian dalam hatiku serta menjaga tanganku dari mencuri, menjaga lidah ku dari perkataan yang jahat dan berbohong ataupun memfitnah. </p><p><br/></p><p>akan aku usahakan ☺️🙏</p><p><br/></p><p>Selain itu, berlaku adil ialah belajar dengan tekun dan berusaha dengan jujur untuk mencapai sesuatu serta mencari nafkah, ketimbang iri dan mendambakan milik orang lain. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/a5b74adf670cbd04ff0d1776cda15534/undefined.jpeg" />
         <pubDate>2025-11-04 11:01:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3665473637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan Merupakan Kewajiban</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3665515464</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari yang kubaca pada bab ini, orang-orang sering salah memahami makna atau arti dari keadilan. Zaman dulu orangtua mengurung anaknya dalam lemari, memukul tangan-tangan kecil mereka dan menganggapnya hukuman yang baik dan mendidik. Seorang bandir tercatat pernah membunuh 27 orang bukan karena dia ingin mencuri dari mereka ataupun karena mereka telah menyakitinya secara langsung, melainkan karena bertahun-tahun sebelumnya, kerabat dari orang yang dibunuh tersebut telah membunuh saudaranya. Bandit tersebut yakin bahwa pembalasannya tersebut merupakan bentuk dari keadilan. Padahal orang yang dia bunuh sama sekali tidak ada hubungannya dengan terbunuhnya saudara si bandit.</p><p><br></p><p>Aku pun sering berpikir seperti itu secara spontan ketika sedang tersulut. Contohnya ketika mendengar kasus pemerkosaan terhadap anak kecil, aku pasti langsung berharap dengan segenap hati bahwa pelaku nya disiksa dan dibunuh dengan cara yang paling menyakitkan. Atau ketika mendengar berita genosida yang sedang banyak terjadi diberbagai daerah didunia, hal tersebut membuatku ingin melihat orang yang bertanggung jawab atas ketidakadilan yang diterima para korban genosida tersebut merasakan penyiksaan serta kepedihan yang setimpal dengan semua korban yang dia zalimi. Sejujurnya, aku masih merasa seperti itu dan memang masih menganggap itu sebagai keadilan. </p><p><br></p><p>Tapi aku sesekali juga merasa bahwa seharusnya keadilan itu dilakukan tanpa emosi yang meledak-ledak, tanpa kemarahan dan kebencian luar biasa yang membuat kepala sakit. Keadilan harus dilakukan dengan pikiran rasional dan rasa emosional yang seimbang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/96406fff027d064a6e2555d0ac30bd9d/download__12_.jpg" />
         <pubDate>2025-11-04 11:29:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3665515464</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebenaran dalam berkata</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3667818967</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita tidak diperbolehkan untuk mengucapkan kata-kata yang meragukan, karena itu akan membingungkan kebenaran yang di percaya orang lain. Sepertinya "kayaknya" atau "sepertinya". Atau kata-kata yang meragukan "semua anak perempuan ada disitu, ya, setidaknya beberapa" atau "Ibu di halaman rumah kita ada seribu kucing. Satu kucing yang biasa dan seekor lagi." </p><p>Tidak ada gunanya menarik kembali apa yang sudah kita katakan, sebaiknya biarkan apa adanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-05 11:57:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3667818967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab XV. Kebenaran dalam Ucapan</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3668216445</link>
         <description><![CDATA[<p>Kata Oma CM orang-orang mesti mengenal Kebenaran dalam hati untuk mengutarakannya.</p><p><br/></p><p>Salah satu pelayan Kebenaran adalah Veracityx yaitu kebiasaan untuk menyatakan sebuah informasi tepat seperti yang kita ketahui—tidak lebih dan tidak kurang. </p><p><br/></p><p>Inti atau pesan yang ingin disampaikan adalah untuk memikirkan sungguh-sungguh apa yang ingin kita katakan, tidak asal ceplas-ceplos. Tidak sedikit kemudian berkata "Sepertinya begitu" atau "kupikir begitu" pada hal-hal disampaikan yang mestinya merupakan fakta. </p><p><br/></p><p>Hindari mengoreksi, atau mengubah ucapanmu. Sebenarnya sih sejak awal, hindari untuk mengatakan hal yang kamu tidak tahu pasti tentangnya! Begitu deh.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan relfektif</mark></strong></p><p><strong>Silahkan masuk ke dalam diri masing-masing dan bertanya "Apa persisnya yang membuatku spontan berkata-kata dan kemudian (ada kalanya) merevisi/mengubah/menjelaskan kata-kata itu dengan menambahkan kualifikasi? Bagian diri mana yang sedang ingin dilindungi terkait pernyataan kualifikasi tersebut? Dan mengapa demikian?"</strong></p><p><br/></p><p>Aku merevisi kata-kataku ketika aku memang sedang tidak yakin akan apa yang aku katakan tapi dalam situasi harus mengatakan sesuatu selain "tidak tahu". </p><p><br/></p><p>Aku juga menaruh kata-kata itu ketika orang menanyakan sesuatu yang, menurutku bisa bermakna besar bagi kondisi mereka. Dan aku mengatakannya secara sengaja dengan tujuan supaya mereka tidak menelan mentah-mentah apa yang aku ucapkan. </p><p><br/></p><p>Bagian diri yang ingin kulindungi pada diri sendiri adalah perasaanku dari sakit bernama rasa bersalah—rasa bersalah karena membuat orang lain berada dalam kondisi terpuruk karena kekeliruanku. Jadi aku memikirkan diriku sendiri juga orang lain di posisi itu, sepertinya tidak bisa dipisahkan lagi. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-05 15:53:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3668216445</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kehati-hatian, melebihkan, dan generalisasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3673487146</link>
         <description><![CDATA[<p>Terlalu berhati-hati dalam ucapan kejujuran bukanlah kejujuran yang tepat. </p><p>Ketika kita terlalu berhati-hati kita dengan mudah mengucapkan "Saya tidak tahu" yang seringkali membuat lawan bicara sebal. Atau terlalu sering mengoreksi perkataan orang lain "Ada delapan orang disana," dan hati-hati menjawab "maksudnya tujuh orang dewasa dan satu remaja." atau "sepanjang minggu ini cerah," dan hati-hati menjawab "tidak juga, hari kamis hujan."</p><p>Terlalu hati-hati seringkali menyebalkan, jadi lebih kearah sok tau. </p><p><br></p><p>MELEBIH-LEBIHKAN </p><p>Ini adalah bentuk penyimpangan lain dari mengatakan kebenaran. Sering dilakukan oleh banyak orang, bahkan koran-koran juga sering melebih-lebihkan suatu pristiwa. Contoh melebih-lebihkan "Aku punya seribu hal untuk dikerjakan" padahal cuma tiga "Semua orang padahal cuma dua. dan lain-lain sebagainya. </p><p><br></p><p>GENERALISASI</p><p>Kebiasaan ini juga bentuk penyimpangan perkataan benar. Kita terkadang terbiasa menilai sesuatu atau orang lain berdasarkan data yang tidak lengkap, contoh: "semua lukisan karya rosseti jelek" padahal baru liat satu. "Semua jalan sedang diperbaiki" padahal cuma dua. "Mahasiswa ui jutek dan sombong" padahal cuma 5, masih ada yang enggak (lagi nyindir diri sendiri)</p><p>Seharusnya kita membiasakan diri berpikir terbuka, dan tidak main menyimpulkan dengan data yang sangat sedikit.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-09 08:50:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3673487146</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan terhadap diri orang lain</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3673631635</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita mesti bersikap adil walaupun sebenarnya susah, dari awal memang tidak ada yang bilang bahwa ini gampang. </p><p>Seorang majikan tidak boleh memukuli pembantunya, juga seorang ibu tidak boleh menjewer anaknya hanya karena ia menumpahkan air. </p><p><br/></p><p>Ada kisah di Italia, seorang pria membunuh 24 orang karena salah satu di antara pernah membunuh nenek moyangnya yang belum pernah ia temui sebelumnya, ini bukanlah keadilan tetapi balas dendam, yang mengakibatkan 'lingkaran setan' yang di mana jika tidak di berhentikan secara bersama, ia akan terus berputar</p><p><br/></p><p>Berpikir adil perlu pertimbangan dan pengetahuan</p><p><br/></p><p>Jika mau bersikap adil haruslah kita mempunyai imaginasi dulu untuk menggambarkan betapa tidak adilnya sesuatu, seorang anak bisa pengertian karena ia mengimajinasikan bagaimana lelahnya para pembantu nya yang sudah bersusah-payah membersihkan lantai, dengan begitu ia akan menghargai lantai yang sudah di bersihkan. </p><p><br/></p><p>Refleksi</p><p><br/></p><p>Sebenarnya dalam keseharian ku, aku selalu du panggil untuk memisahkan makanan, barang atau hal2lain kerana di anggap paling adil, jujur aku kurang suka itu, kerena peraturanya yang membagi akan mendapatkan jatah terakhir, ya bukan maksudnya aku ingin jatah yang lebih banyak, tetapi aku agak kesal di mana sebenarnya mereka hanya mengandalkan diri ku dan tidak mau belajar untuk menjadi adil, atu saat aku ajari mereka pura-pura tidak pandai atau bisa sehingga membuat ku gregetan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-09 12:59:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3673631635</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Scurupulosity, Melebih-lebihkan dan Generalisasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3678155957</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kehati-hatian yang Berlebihan (scurupulosity) Bukanlah Kejujuran Ucapan (veracity)</strong><br></p><p>Ada lagi hal lain yang dapat mematikan pembicaraan, yaitu kebiasaan mengoreksi perkataan orang lain dengan pengetahuan kita—yang bisa saja lebih keliru lagi. Memang sih berkata sejujur-jujurnya tentang apa-apa yang kita—lihat misalnya—itu penting, tetapi bukan berarti kita mesti mengawasi perkataan orang lain dan membenarkannya terus-menerus. Kesantunan menuntut kita untuk menerima ucapan orang lain dengan itikad baik—menurutku cukup diverifikasi dan disimpan sendiri, kecuali memang yang diucapkan orang itu akan berdampak besar kedepannya (apalagi kalau buruk). Yah, di sinilah dibutuhkan kepekaan dalam menempatkan diri.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Melebih-lebihkan&nbsp;</strong></p><p>Membesar-besarkan juga merupakan penyelewengan lain sebagai musuh dari kejujuran yang sering terjadi pada berbagai kalangan. Maka dari itu, gunakanlah akal sehat untuk menyaring informasi, dan jangan menyebarkan sesuatu sebelum terverifikasi kebenarannya. Sebab, banyak ketidakadilan terjadi karena membesar-besarkan sesuatu—seringnya pencemaran nama (baik individu, keluarga, kota, negara, apapun itu).&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Kebiasaan Menggeneralisir&nbsp;</strong></p><p>Kebiasaan menyatakan sesuatu tentang seluruh kelompok orang atau benda hanya karena kita melihatnya pada 1 atau 2 kasus harus diwaspadai oleh siapapun yang ingin menjadi penurut Kebenaran.&nbsp;<br></p><p>Seorang raja pernah berkata "Semua cangkirnya retak!" Padahal mungkin hanya 1.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Ada juga yang mengkritik, atau berkata bahwa mereka menyukai seluruh karya-karya seseorang, padahal baru melihat 2 atau 1.&nbsp;<br></p><p>Generalisasi ini perlu dihentikan, ia membuat kita terkesan memiliki banyak pengetahuan yang lebih luas dari sebenarnya. Lantas se ush bentuk ketidakjujuran.&nbsp;<br></p><p>Generalisasi adalah awal dari matinya kebiasaan berpikir ilmiah yang terdiri dari pengamatan cermat dan pencatatan yang tepat.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-12 00:25:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3678155957</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3682854087</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Prasangka</em></strong></p><p>Sekarang kita akan membahas lawan dari kejernihan pandang: prasangka.</p><p>Prasangka adalah warna yang sering kali mencemari kacamata kejernihan. </p><p>Jangan dasarkan penilaian kita atas prasangka, mau itu prasangka baik terhadap orang yang kita cintai, atau prasangka buruk terhadap orang yang tidak kita sukai. </p><p>Memang lebih mudah mencap buruk seseorang yang kita benci, dan lebih mudah untuk berpikiran baik kepada dia yang kita sayangi. Tapi keduanya tetaplah prasangka, karena bagaimanapun pastinya orang yang bagi kita menyebalkan juga mempunyai sisi baiknya tersendiri, dan orang yang kita anggap baik memiliki sisi buruknya juga.</p><p>Prasangka sendiri memiliki beberapa warna lensa yang berbeda-beda seperti merah, hijau, kuning, hitam, dan bahkan putih. seringkali kacamata kita tercemar oleh warna warna tersebut, yang membuat kita menghakimi seseorang tanpa dasar yang konkret.</p><p>Contoh, tentunya kita mencintai negara kita, tempat kita dilahirkan dan dibesarkan. Namun hanya karna kita mencintai sesuatu bukan berarti kita tidak perlu mengakui ketika sesuatu itu memiliki sisi negatif.</p><p>Melihat dengan kacamata kejernihan berarti memandang atau menghakimi seseorang tanpa bias, atau <em>preconceived</em> notions yang dapat mempengaruhi&nbsp;opini&nbsp;kita</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/1q1dsfckKMgjfr8DfdeKfs?si=e2e42659d4894d52" />
         <pubDate>2025-11-14 11:42:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3682854087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Membuat Cerita jadi Menarik dan Dunia Fiksi</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3689669241</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Membuat Cerita jadi Menarik</strong></p><p>Banyak orang tergoda untuk menambah bumbu pada kisah-kisah yang sedang mereka ceritakan—hal ini supaya membuat orang lain tertawa terpingkal-pingkal. </p><p><br/></p><p>Humor memang hal baik, yang bekerja layaknya belas kasih (memberi manfaat bagi penerima maupun pemberi) tetapi, ingat bahwa ada godaan yang menyertainya. Orang yang suka melucu punya hasrat untuk mengubah sedikit, menambah-nambahkan atau mengurangi suatu cerita. Ia juga, dapat tergoda untuk mengatakan hal-hal sensitif, bohong dan tidak sopan demi membuat orang lain terpingkal-pingkal. </p><p><br/></p><p>Dalam hal ini, humor tidak lagi menjadi sesuatu yang dinikmati pendengar—bahkan kadang, malah jadi menjengkelkan. Hal yang sama terjadi ketika seseorang terlalu banyak ngelucu, tanpa peduli waktu dan kondisi.</p><p><br/></p><p>Kata oma ceem, ada baik-baiknya menambahkan bumbu yang memang, orang tahu yang kita sedang ajak bicara ini tahu tidak masuk akal. Sehingga, pengetahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi di realita tidak tercampur dengan bumbu itu, orang dapat membedakannya dengan baik layaknya air dengan minyak. </p><p><br/></p><p><strong>Dunia Fiksi</strong></p><p>Ada dua macam kebenaran. Kebenaran Kebetulan (bahwa sesuatu benar-benar terjadi pada tempat dan waktu tertentu) dan Kebenaran Seni (kebenaran yang esensial). </p><p><br/></p><p>Kebenaran kebetulan mungkin kebenaran yang kaku. Yang memang ya, benar-benar terjadi di masa lalu. Sedangkan kebenaran seni itu bisa jadi hanya khayalan penulisnya saja—hanya penulis berusaha menaruh kaki di sepatu karakternya saja—namun hei, ternyata sesuai juga dengan apa yang bisa saja terjadi pada realita. </p><p><br/></p><p>Di bawah, oma ceem menjelaskan bahwa fiksi itu berharga sebab mengajari kita pengalaman-pengalaman hidup secara tidak langsung—hal ini hanya bisa di dapat pada fiksi atau pengalaman hidup yang pahit. </p><p><br/></p><p>Menurutku dari orang lain juga bisa sih, misalnya saja ketika mereka menceritakan kesalahan yang mereka perbuat, di situ kita tidak perlu mengalami pengalaman pahit juga untuk mengetahui konsekuensi dari suatu tindakan. </p><p><br/></p><p>Anyway, fiksi menunjukkan bagaimana kesalahan kecil dapat memberi goresan yang besar kedepannya dan bagaimana kesalahan itu sesungguhnya bukan hal ringan melainkan cacat mendalam pada watak? Yang akhirnya membawa hidup seseorang pada ujung yang karam. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan Refleksi</mark></strong></p><p><strong>Apakah teman2 pernah (sering) menambahkan humor pada kisah yang disampaikan agar jadi menarik? Apa yang mendasari di dalam hati sehingga muncul sikap seperti itu?</strong></p><p><br/></p><p>Engga sih tan, humor yang sering aku lakukan itu soalnya bukan dengan cara bercerita tapi berkomentar wkwkwk. </p><p><br/></p><p>Aku ingetnya tuh pas masih kecil di bawah 10thn-an kadang melebih-lebihkan cerita (bab kemarin). </p><p><br/></p><p>Latar belakang aku melakukannya ada dua. 1, nyari perhatian atas peristiwa yang terjadi padaku (dimana aku merasa tanpa melebih-lebihkan itu ceritaku tidak diperhatikan dan aku tidak dianggap serius) dan 2, karena aku engga bisa membedakan mana yang betul-betul ingatanku dan mana yang imajinasiku. </p><p><br/></p><p>Aku ingat dulu aku kesusahan sekali membedakannya, entah kenapa bisa begitu (? Apa karena anak kecil kemampuan imajinasinya tinggi ya).  </p><p><br/></p><p>Ada momen dimana terjadi hal cukup serius dan aku diminta keterangan atas sesuatu. Sampai sekarang aku masih berpikir, sepertinya  pada saat itu aku engga ada niat untuk secara sadar menambahkan sesuatu deh? Nah namun ternyata aku ada menambahkan (kata orang lain yang lebih dewasa).</p><p><br/></p><p>Well well sampai sekarang aku masih bisa mengingat kebingunganku saat itu. Sebab hal itu menimbulkan masalah dan pertengkaran, karena dikira aku sengaja. Padahal engga, dan aku engga tahu kenapa saat kecil aku kesusahan membedakan mana ingatan dan mana imajinasi yang baru saja</p><p> aku buat. </p><p><br/></p><p>Itu sajaa, sekianh. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-19 07:36:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3689669241</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lelucon dan kebenaran Esensial </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3689785043</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Membuat Cerita Menarik</strong></p><p>KIta sering menambahkan bumbu-bumbu pada kejadian sepele, misalnya seekor anjing yang menaikkan ekor setiap kali mendengar peluit. Beberapa tambahan di berikan, karena akan membuat banyak orang tertawa. </p><p>Tanpa disadari tambahan itu sebenarnya sudah melukai kebenaran.</p><p>Godaan untuk bersikap tidak hormat demi tawa lain ini sering terjadi. Orang yang terbiasa bergurau atau terus menerus melucu akan menjadi membosankan atau bahkan tidak dapat di percaya. Seharusnya mereka dapat mengendalikan diri, dan setidaknya gurauan-gurauan ini tidak perlu terlalu dipikirkan.</p><p><br/></p><p><strong>Fiksi, Kebenaran Esensial </strong></p><p>Lalu bagaimana dengan cerita fiksi, puisi, dan sejenisnya? Pertama kita harus tau kalau kebenaran yang benar-benar terjadi di tempat tepat, di waktu yang tepat, adalah kebenaran yang dapat kita pegang dalam kehidupan sehari-hari. Sementara puisi, cerita fiksi, dan lukisan adalah kebenaran esensial yang memang mementingkan keindahan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Silahkan refleksikan : Apakah teman2 pernah (sering) menambahkan humor pada kisah yang disampaikan agar jadi menarik? Apa yang mendasari di dalam hati sehingga muncul sikap seperti itu?</em></p><p><br/></p><p>Kurasa pernah sekali atau dua kali, karena aku sudah tidak ingat karena jarang sekali melakukannya. Tapi seandainya aku melakukannya, itu kulakukan untuk menjelekkan orang yang ada di kejadian ini atau supaya teman-temanku tertawa, atau sekedar karena kekurangan topik pembicaraan yang lucu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-19 09:13:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3689785043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pencemaran Nama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3690006740</link>
         <description><![CDATA[<p>Pencemaran Nama, seperti yang dibilang, adalah sesuatu yang harus kita tahan, karna ia selalu berbicara jahat, berdusta dan tentu saja mencemarkan nama. Terkadang kita mencemari nama baik sesama kita tanpa sadar, dan kita telah melukai Kebenaran</p><p><br/></p><p>Kejahatan yang Menyusup dan Iri Hati.</p><p><br/></p><p>Iri Hati, selalu siap untuk mencemarkan nama baik, bagi siapapun yang melebihi kita. Contoh, jika mereka menari lebih baik, kita tidak akan peduli, dan berkata bahwa menari itu tidak penting. Pada zaman dahulu, Iri Hati termasuk dari Tujuh Dosa Mematikan, tetapi sekarang sudah terlupakan. Sesungguhnya kita menipu diri sendiri, dan menipu diri sendiri itu licik.</p><p><br/></p><p>Pendengaran dan Bacaan yang Mencemarkan Nama.</p><p><br/></p><p>Ada juga cara mencemarkan nama dengan lisan atau pun mendengar. Terkadang majalah, surat kabar atau partai partai yang saling menuduh, sangat melukai kebenaran, karena kita sering melakukan ini, kita akan mulai tumpul terhadap kebenaran.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan Refleksi : </p><p>- Apa itu kebenaran dalam konteks bahasan ini? </p><p>Sesuatu yang tidak salah? Menurutku kebenaran disini adalah fakta tentang pribadi seseorang</p><p><br/></p><p>- Apa yang terjadi jika manusia gagal menggunakan kebenaran yang seperti ini?</p><p>aku jujur tidak paham dengan gagal menggunakan kebenaran. Yang aku pikirkan adalah kita tidak menggunakan mulut dan pendengaran kita dengan benar, sehingga melukai kebenaran</p><p><br/></p><p>- Apa yang sebaiknya dilatihkan agar bisa segera berkesadaran dan mengerem ketika setan-setan keadilan dalam kata muncul?</p><p>berpikir sebelum membuka mulut, pastikan apa yang kamu sampaikan itu benar</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-19 12:21:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3690006740</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanatisme</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3690025191</link>
         <description><![CDATA[<p>Fanatisme membuat kita, menjadi tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pihak lain, atau mungkin bisa dibilang tidak bisa. Karena mereka telah kehilangan kemampuannya.</p><p><br/></p><p>Menyedihkannya orang fanatik, Kenapa? Karena mereka malah menurunkan apa yang mereka dukung, karena mereka tidak mau untuk melihat lebih dari 1 sisi dalam suatu persoalan.</p><p><br/></p><p>Kita harus mempunya akal budi yang sanggup membedakan Kebenaran, entah Kebenaran itu berada di sisi kamu, atau lawanmu. Sayangnya, budi ini hanya dimiliki oleh orang orang yang menjaga apa yang mereka dengan, dan cara mereka mendengarnya</p><p><br/></p><p><strong>Kebaikan yang Berdaulat</strong></p><p>aku tidak terlalu paham tentang bab ini, tetapi yang sepertinya aku pahami adalah, Kebaikan Yang Berdaulat letaknya berada di orang yang mau mencari kehadirannya, mau merayunya. Tapi aku tidak paham siapa yang dicari dan dirayu</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-19 12:36:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3690025191</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanatisme</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3695969957</link>
         <description><![CDATA[<p>Fanatisme ada;ah kondisi ketika orang terlalu mempercayai sesuatu, sehingga mereka tidak lagi mampu menerima opini dari pihak yang lain. orang bisa menjadi fanatis dalam pihak manapun, baik itu perdamaian, maupun peperangan, agama maupun ateisme. Keduanya sama sama buruk karena mereka tidak memberi ruang untuk memahami sisi lain</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-24 08:42:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3695969957</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Veracity</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3695976176</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita perlu berpikir sebelum mengatakan. Sebaiknya, kita tidak menambahkan hal-hal seperti "setidaknya aku pikir begitu" "kalau gak salah ya" karena itu membuat kita tidak berhati hati dengan ucapan kita sendiri. </p><p><br/></p><p>Silakan masuk ke dalam diri masing-masing dan bertanya "Apa persisnya yang membuatku spontan berkata-kata dan kemudian (ada kalanya) merevisi/mengubah/menjelaskan kata-kata itu dengan menambahkan kualifikasi? Bagian diri mana yang sedang ingin dilindungi terkait pernyataan kualifikasi tersebut? Dan mengapa&nbsp;demikian?"</p><p><br/></p><p>yang membuatku spontan dalam berkata adalah kebutuhan untuk bicara. entah itu karena benar-benar diminta, atau aku benar benar ingin bicara. Lalu, ketika ternyata aku menemukan hal yang 'lebih benar' aku pun secara spontan merevisi ucapanku</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-24 08:48:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3695976176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(masih tentang) Kebenaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697333646</link>
         <description><![CDATA[<p>Nilai sebuah karya Fiksi tergantung pada penulisnya. Karya Fiksi biasanya mengandung moral dan pelajaran tertentu. Dan ini tidak bisa ditulis dengan pikiran yang dangkal, seadanya, apalagi terburu-buru. Nah, karya Fiksi yang dangkal ini bisa merusak pikiran, maka sebaiknya tidak usah dibaca. Bacalah karya Fiksi yang hidup, dengan pikiran yang tinggi. </p><p>Karya Fiksi ini seringkali juga yang mempengaruhi sikap kita, antusiasme. Menurut Oma CM Tuhan juga menyampaikan cerita-cerita Fiksi di dalam Kitab, yang disebut dengan perumpamaan. Ada yang bilang kalau Ular, Taman Eden, dan cerita-cerita itu hanyalah dongeng. Padahal sebenarnya memiliki kebenaran Esensial. </p><p>Yang terpenting di dalam Kitab-Kitab itu adalah kebenaran esensial. Ada tembok Yerikho yang runtuh di dalam diri kita, Tuhan yang berbicara saat senja dan lain-lain.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Karya Fiksi yang Menggugah Antusiasme:</strong></p><p>Salah satu buku yang paling kusukai dan menurutku sangat hidup adalah Nobody's Boy. Menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Remi yang tidak memiliki orangtua. Tadinya dia tinggal dirumah sepasang petani miskin, tapi ayah angkatnya ini menjualnya kepada semacam pengamen jalanan. </p><p>Awalnya dia baik-baik saja, hanya mengalami sedikit masalah. Lalu disuatu perjalanan mereka, si majikannya ini Meninggal karena kedinginan, dan Remi hampir ditinggal sendirian bersama Capi anjingnya. Tapi ada keluarga petani bunga yang mau menjadikannya bagian dari keluarga. </p><p>Perjalanannya sangat panjang, sampai akhirnya dia bertemu dengan orangtua kandungnya. </p><p>Buku ini adalah satu-satunya buku yang membuatku menangis, karena ketika membacanya aku merasa seolah berada di dalam buku, seolah aku menjadi Remi yang berkeliling sambil memainkan harpa. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-25 04:42:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697333646</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kehati-hatian berlebihan, dan penyimpangan</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697442977</link>
         <description><![CDATA[<p>Perlu ditekankan bahwa kehati-hatian yang berlebihan bukanlah veracity. Ketika kita sangat hati-hati dan mengucapkan "aku tidak tahu" dalam segala sesuatu, itu berlebihan. Juga ketika orang lain mengucapkan sesuatu hal sepele, dan kita senang mengoreksi mereka, itu dapat membuat perbincangan jadi tidak menarik. </p><p><br/></p><p>Kita juga bisa memiliki kebiasaan buruk lain, seperti melebih-lebihkan.Contohnya, ketika kita mengatakan "aduh, tugasku banyak banget nih, ada 100" padahal cuma ada 3. dan hal hal semacamnya, juga merupakan bentuk ketidakjujuran. </p><p><br/></p><p>begitu pula ketika kita suka menggeneralisasi segala sesuatu. Contohnya, ketika kita diperlakukan buruk oleh 2 cowok, dan menyimpulkan "semua cowok kurangajar" itu juga bentuk ketidakjujuran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-25 06:03:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697442977</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Membuat cerita menarik</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697450160</link>
         <description><![CDATA[<p>Humor adalah hal yang menjadi bagian dari keseharian kita. seringkali kita menambahkan humor pada ucapan dan ungkapan kita, dan itu menjadikan percakapan lebih menyenangkan. </p><p><br/></p><p>tapi orang yang suka bergurau perlu berhati-hati, karena kadang ketika humor dipercaya orang lain, itu mempertaruhkan ucapan kita. Baiknya, tetap menggunakan hal-hal yang jelas tidak dipercaya untuk humor, alih-alih hal yang setengah benar. </p><p><br/></p><p>Aku sendiri pun menyadari bahwa aku sering menambahkan humor dalam ucapanku jika aku sedang berbicara dengan teman-teman yang cukup dekat. Aku rasa, itu didorong karena aku berpikir mereka sudah cukup kenal aku untuk bisa membedakan mana yang bercanda mana yang tidak</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-25 06:08:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697450160</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697632703</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Rasa Hormat</em></strong></p><p>Prasangka jarang sekali berdiri sendiri, di sisinya selalu ada Tuan besar keadilan Rasa hormat. Seperti yang diajarkan oleh setiap Rasul, kita harus belajar untuk menghormati semua orang, bahkan mereka yang tidak kita sukai.</p><p>Pastinya akan ada orang yang mengatakan "Aku hanya akan menghormati mereka yang pantas untuk dihormati", itu berarti sama saja dengan kita memilih-milih orang untuk disikapi dengan adil, sebab seberapapun menyebalkannya seseorang, kita perlu menyadari bahwa sikap tidak menyenangkan itu bukanlah keseluruhan dari orang tersebut. Hanya Ketika kita menghormati semua manusia, baru kita bisa mengerti arti sebenarnya dari Rasa Hormat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/7gzdvN8XbAXwYFOOUj7CxM?si=194067e377b340f1" />
         <pubDate>2025-11-25 08:37:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697632703</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nilai Suatu Karya Fiksi Bergantung Pada Mutu Penulisnya &amp; Kebenaran Esensial</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697909370</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nilai Suatu Karya Fiksi Bergantung Pada Mutu Penulisnya&nbsp;</strong></p><p>Buku-buku fiksi yang salah membawa kita pada pemikiran dangkal yang keliru. Sebelumnya aku bilang sejauh ini aku tidak mengenal buku dengan pesan menyesatkan, tapi dipikir-pikir lagi ada sih.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Buku romance AU—yang akhir-akhir ini populer (alternative universe), seringkali membawa pesan-pesan, juga standar-standar cinta yang tidak realistis apalagi definisi apa itu cinta yang menyesatkan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Contohnya adalah dimana terkadang, hal-hal abusive dan kecemburuan berlebihan dianggap romantis.&nbsp;<br></p><p>Oma Ceem mengingatkan kita untuk selalu membaca buku-buku yang ditulis dengan baik sampai menunjukkan kebaikan hati penulisnya, sebab buku mengajarkan moral pada kita.</p><p><br/></p><p>Apa yang membuat suatu karya sastra disebut bagus? Setelah diskusi kemarin aku mendapat kesimpulan bahwa:</p><p><br/></p><p>Karya sastra yang benar-benar berkualitas, berisi Ide-ide atau pesan yang membuat kita tergugah, memikirkannya dalam-dalam lalu akhirnya meninggalkan impresi pada kita (erat kaitannya dengan timbulnya perasaan tertentu).&nbsp;</p><p><br/></p><p>Kemarin ada yang membawa puisi.</p><p>"Dalam dirimu mengalir sungai panjang,&nbsp;</p><p>darah namanya; dalam diriku</p><p>mengenang telaga darah,&nbsp;</p><p>summa namanya; dalam diriku</p><p>meriak gelombang sukma,</p><p>hidup namanya! Dan karena hidup itu indah,</p><p>aku menangis sepuas-puasnya."<br></p><p><br/></p><p><strong>Fiksi Membentuk Antusiasme Kita</strong></p><p>Terkadang suatu karya sastra dapat menggugah kita pada keyakinan yang kita anut. Bahkan sebetulnya, kitab sendiri ditulis dengan bahasa sastra yang indah, disebut perumpamaan. Sehingga, ketika seseorang meremehkan salah satu bagian dalam kitab dengan mengatakan mereka hanyalah dongeng, kita tidak jadi terguncang.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Orang mesti paham ada 2 macam kebenaran seperti yang dikatakan Oma Ceem pada tulisan sebelumnya, Kebenaran Kebetulan (sementara) dan Esensial (abadi).&nbsp;<br></p><p><strong>Kebenaran Esensial</strong></p><p>Mengetahui bagaimana Allah berurusan dengan manusia dan segala macam pikiran serta perasaan yang dimiliki manusia adalah hal-hal esensial yang mesti dipelajari oleh kita. Mencari tahu apakah alkitab ditulis dengan satu atau dua orang mungkin memang bagus，tapi tidak sepenting itu untuk dicari tahu. Ruh, yang ada dalam kitab lah yang mestinya kita cari dengan sungguh-sungguh.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong><mark>Tugas narasi :</mark></strong></p><p><strong>1. Silahkan narasikan satu karya fiksi yang menggugah antusiasme teman2 dan kenapa demikian?</strong></p><p><br/></p><p>Bulan lalu aku baru saja menyelesaikan buku "Sang Alkemis" yang ditulis oleh Paulho Coelho, ceritanya adalah tentang pengembaraan seorang anak dalam menemukan harta karun. Novel ini memiliki banyak sekali bahasa perumpamaan, yang membuatku berpikir keras selama berhari-hari hanya untuk berusaha memahami maknanya (sampai sekarang belum semua perumpamanaan yang aku kutip clear sih maknanya).&nbsp;</p><p><br/></p><p>Contohnya, "Dalam hidup ini, justru hal-hal sederhanalah yang paling luar biasa; hanya orang-orang bijak yang dapat memahaminya."&nbsp;<br></p><p>Tapi ada bagian-bagian dalam bukunya yang sederhana kok. Misalnya, "Ketika masih kanak-kanak, orang itu juga ingin berkelana. Tapi dia memutuskan pertama-tama akan membuka toko roti, lalu mengumpulkan uang. Nanti, kalau sudah tua, dia ingin berpergian selama sebulan ke Afrika. Dia tidak menyadari, orang bisa melaksanakan impiannya kapan saja."<br></p><p><strong>2. Narasikan sub bab terakhir tentang "Kebenaran Esensial" dari perspektif kalian.</strong></p><p><br/></p><p>Kebenaran Esensial sifatnya tetap, dalam konteks kitab, ia menyingkap bagaimana Tuhan berinteraksi dengan manusia juga seperti apa sifat-sifat manusia itu, yang bisa jadi tidak kita sadari.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Yang aku tangkap Kebenaran Esensial itu intinya kebenaran yang mengajarkan pesan moral kepada kita. Yang memberi tahu kita watak/perbuatan suatu tokoh, dan hasil yang ia tuai setelahnya, berujung mengajarkan kita tata cara berperilaku untuk memperoleh hasil yang sesuai.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-25 12:41:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3697909370</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3698972880</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Keangkuhan</em></strong></p><p><br/></p><p>Lalu, mengapa kita gagal untuk saling monghormati? Kegagalan tersebut disebabkan oleh berhala berhala diri sendiri yang bersemayam didalam pikiran kita. Kita terlalu sibuk memikirkan dan mengagung-agungkan diri sehingga lupa untuk memikirkan mempedulikan orang lain. Memang betul, kita bisa kagum terhadap selebritas terkenal, namun itu karena mereka&nbsp;jauh&nbsp;dari&nbsp;kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115448/9c6497140cccbdaf56a299a3b25df2af/f46d52aadc481ceb56018d6a16684811.jpg" />
         <pubDate>2025-11-26 03:59:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3698972880</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Beberapa kebohongan </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3708381150</link>
         <description><![CDATA[<p>Kebohongan karena niat jahat</p><p>Bebohong karena ingin membuat cerita menarik dan melihat orang lain tertawa tidaklah seburuk yang satu ini. Kebohongan karena niat jahat seperti pekerja bawah tanah yang bekerja secara diam-diam. Berniat mencemari nama orang lain atau bahkan menjatuhkannya.</p><p><br/></p><p>Kebohongan karena rasa takut</p><p>Ini sering terjadi, berbohong karena takut, tapi ini adalah sikap yang pengecut, meskipun berniat sopan. Ketahuilah kalau orang lain akan menghargai kejujuran dan keberanian kita.</p><p>Tapi di beberapa tempat, kejujuran sering kali tidak dihargai, malah kejujuran yang menyebabkan seseorang disisihkan.</p><p><br/></p><p>Kebohongan karena sikap menutup diri</p><p>Percakapan singkat atau basa basi yang sering kali dilakukan bersama orang rumah atau tetangga. Tapi seringkali terjadi jawaban yang tidak jujur atau sekedarnya. Seperti ketika kita habis pergi lalu ditanya "Habis dari mana aja?" dan hanya dijawab dengan "dari sana" sambil menunjuk arah, padahal habis main kerumah teman misalnya. Kebohongan ini sangat kecil, tapi menjawab jujur adalah sebuah kewajiban.</p><p>Mungkin itu hanya kebohongan kecil, tapi kalau orang rumah yang bertanya tadi mengetahui kebenarannya, mungkin dia akan mengira ada sesuatu yang lebih besar yang sedang disembunyikan.</p><p><br/></p><p>Membual</p><p>Kebiasaan membual karena ingin dianggap hebat ini bisa sangat menyebalkan. Orang yang memahaminya bisa melihat kalau ini hanyalah bualan, makanya, membual hanya bisa dilakukan bersama orang yang tingkatnya lebih rendah.</p><p><br/></p><p>Berbohong mengkhayal</p><p>Aku tidak yakin kalau berbohong mengkhayal ini termasuk jenis kebohongan, karena katanya orang-orang yang terbiasa melakukannya sudah tidak lagi sadar dengan perbedaan realita dan khayalan, mereka akan berujung di rumah sakit jiwa. Seperti memang penyakit mental saja.</p><p><br/></p><p>Berbohong demi kebaikan</p><p>Kita seringkali menutupi kebenaran demi menyelamatkan seorang teman. padahal si teman ini juga belum tentu minta diselamatkan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong>:</p><p><em>1. Apa yang biasanya motif dari penyebab kebohongan kita? (Misal, membual karena ingin kelihatan hebat)</em></p><p>Biasanya yang paling sering terjadi adalah kebohongan karena rasa takut. Menurutku kebohongan karena niat jahat, berbohong untuk teman, membual, juga sepertinya berawal dari rasa takut. Takut orang itu bisa menyaingi, makanya mencemari namanya akan membuatnya rendah, takut dianggap buruk, takut teman marah, dan lain sebagainya.</p><p><br/></p><p><em>2. Apa dampak dari kebohongan-kebohongan kecil yang kita lakukan? Akan jadi pribadi seperti apa kita jika terbiasa dengan kebohongan-kebohongan kecil?</em></p><p>Kalau menurutku berbohong tetaplah berbohong, mungkin aja kebohongannya kecil, tapi lama kelamaan bisa jadi kebiasaan. Dan kalau hal-hal kecil aja bisa disembunyikan kebenarannya, mungkin hal-hal yang lebih besar juga dengan m</p><p>udah disembunyikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-03 10:17:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3708381150</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3708553126</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Kearifan Menilai.</em></strong></p><p><br/></p><p>Lihatlah bagaimana para pelayan keadilan saling melengkapi satu sama lain.</p><p>Banyak orang yang sering merasa dikecewakan oleh orang lain, padahal sebetulnya kerajaan jiwa manusia sudah dilengkapi oleh pelayan yang, jika diberikan ruang bergerak, dapat memberikan laporan sempurna tentang kebaikan dan kekurangan seseorang, pelayan ini disebut Kearifan Menilai. Jika ia dibiarkan bekerja tanpa campur tangan prasangka atau keangkuhan, ia dapat menilai secara keseluruhan pribadi seseorang, dan ia bisa menentukan mana orang yang cocok untuk kita jadikan sahabat akrab, dan mana yang perlu dihindari karena kekurangannya yang berpotensi ikut menarik&nbsp;kita&nbsp;kedalam pusarannya.</p><p><br/></p><p><strong><em>Penghargaan.</em></strong></p><p><br/></p><p>Tapi, agar kearifan menilai tidak terlalu bersemangat melihat keburukan-keburukan orang lain, dia harus ditemani oleh satu lagi pelayan keadilan, yaitu Penghargaan.</p><p>Kehadiran penghargaan adalah angin yang sangat menyegarkan, dia selalu sibuk mencatat kebaikan kebaikan dari segala sesuatu, Buku, negara, orang, sisi baiknya akan selalu ditemukan olehnya.</p><p><br/></p><p><strong><em>Peremehan.</em></strong></p><p><br/></p><p>Lawan dari Penghargaan ini, adalah peremehan. ia adalah seseorang yang berjalan dengan awan kelabu berguntur diatas kepalanya, dan anjing hitam mengerikan tertidur di punggungnya. ia akan terus berusaha mengubah sesuatu yang menyenangkan dan indah menjadi buruk rupa dan membosankan melalui perbandingan.</p><p>Jika penghargaan mengatakan bahwa hari ini adalah hari yang indah, maka peremehan akan berkata "Oh tapi beberapa hari yang lalu matahari lebih cerah lagi dari hari ini, dan angin lebih sejuk". Kita perlu selalu sadar untuk tidak terbawa kedalam pusaran Peremehan, sebab apresiasi adalah sukacita dan keadilan yang adalah sifat&nbsp;semua&nbsp;orang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/3ymuBMTviroWLuf1jMsMVf?si=249d932f55da4867" />
         <pubDate>2025-12-03 12:58:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3708553126</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3708711518</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Lukisan Botticelli</em></strong></p><p>Ada satu lukisan di Uffizi yang dilukis oleh Sandro Botticelli, yang dilukisnya dengan penuh duka dan amarah atas kemartiran gurunya Savonarola. Di gambarnya kita dapat melihat sekumpulan orang yang mengenakan baju-baju indah dengan muka yang indah, tapi Ketika dilihat lebih dalam lagi kita dapat melihat bahwa ternyata mereka adalah sosok-sosok setan yang digambarkan oleh Botticelli dengan indah, sebab siapa yang akan berdosa jika dosa itu buruk rupa dan mengerikan. Di tengah lukisan berdiri seorang Wanita cantik dengan jubah biru yang sangat elegan, namun dibelakang biru itu, dapat terlihat secarik kain hitam yang tersembunyi, Wanita ini adalah Calumny (Pencemar nama). Di sisinya berdiri dua figure yang terkesan sedang merapihkan rambut si Pencemar nama padahal sebetulnya mereka sedang membisik-bisiki kupingnya Calumny. Yang satu adalah Insidiousness (Kejahatan yang menyusup) yang membisiki telinga dengan kata kata manis yang didalamnya tersirat keburukan. Satunya lagi adalah Envy (Iri hati) yang selalu pahit Ketika melihat seseorang Bahagia atau mendapatkan kebaikan.</p><p>Di tangan kanannya, calumny menyeret, dengan menjambak, seorang pemuda telanjang yaitu innocence. Tangan kiri calumny digenggam oleh seseorang dalam tudung hitam, yaitu treachery (Pengkhianat), dan ia sedang menunjuk kepada raja midas yang di kiri kanannya juga terdapat dua "dayang-dayang" yaitu Prejudice (Prasangka) dan Suspicion (Curiga) yang juga sibuk membisiki raja midas sehingga kepalanya terus berayun dari kanan ke kiri ke kanan lagi. Di paling belakang berdiri seorang Wanita telanjang yang mengulurkan tangannya kearah langit--ini adalah Truth (Kebenaran) yang seakan akan menyatakan bahwa hanya di surga-lah dia akan didengarnya. Diantara semua ini, berdiri seorang nenek tua terselubung kain hitam, ialah Remorse (Penyesalan) yang hanya akan terus mengikuti.</p><p>Lukisan ini berlatar belakang ruangan indah penuh dengan gambar yang dipahatkan ke dinding emas, sebab pencemar nama tidaklah beraksi di tempat yang dipenuhi orang-orang melarat yang bekerja sekeras-kerasnya untuk nafkah sehari-hari.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115448/baf4c3a7a108f690d5f771abf5bd0c23/8991cffdc89c28f7645496d43d87c9a2.jpg" />
         <pubDate>2025-12-03 14:49:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3708711518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Botticelli dan Lukisan Calumny -  Kebenaran: Keadulan dalam Kata, Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3709364768</link>
         <description><![CDATA[<p>Kali ini aku membuat ulang poster dari ceerita rakyat Indonesia berjudul Timun Mas sebagai karya dari bahasan Botticelli dan Lukisan Calumny. Dari poster ini aku berusaha menyoroti kisah Timun Mas dari permasalahannya, di mana terdapat seorang yang telah tua dan kesepian yang berharap akan seorang anak untuk menemaninya, dan anak itu ia dapatkan dari Buto Ijo dengan syarat yaitu pengembalian ketika anak tersebut telah dewasa. Namun dalam kisah tersebut, perjanjian itu tak dipenuhi oleh si tua... sebaliknya kisah justru fokus terhadap upaya si tua dan Timun Mas (si anak) untuk kabur dan berakhir mengalahkan  Buto Ijo. Dari kisah ini kita bisa memahami bahwa Buto Ijo--meski digambarkan dengan begitu menyeramkan--sebetulnya hanya sedang mengambil apa yang menjadi haknya, justru si tua--yang digambarkan sebagai korban--adalah penjahat utama dalam kisah ini.</p><p><br></p><p>Poster tidak enggambarkan karakter-karakter dalam lukisan Botticelli, dan hanya fokus menggambarkan bagaimana kejahatan berdiri dalam rupa domba, dan kebenaran berdiri dalam rupa serigala.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2101778172/afde2cccbfa2a11f1085c7eba1dbcc7a/Timun_Mas.png" />
         <pubDate>2025-12-04 00:43:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3709364768</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB XVI — Beberapa Penyebab Kebohongan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3713033741</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kebohongan karena Niat Jahat</strong></p><p>Kehati-hatian yang berlebihan, atau generalisasi yang terburu-buru, tindakan mengurangi atau menambahkan detil adalah bentuk kebohongan. Beda dengan kebohongan yang dilakukan untuk membuat cerita menjadi lebih lucu, kebohongan karena niat jahat umumnya digunakan untuk menjatuhkan nama orang lain di mata orang-orang terdekatnya.&nbsp;<br></p><p>Yahh, meski hukuman untuk pencemaran nama baik itu ada, tetapi tak sedikit orang yang masih berani untuk terang-terangan mencemari nama orang lain. Oleh karena itu, kita sebagai orang yang sudah sadar akan keberadaan setan dalam negeri jiwa manusia mesti waspada terhadap iri hati dan kejahatan yang menyusup.<br></p><p><strong>Kebohongan karena Rasa Takut</strong></p><p>Ketika melakukan kesalahan dan kita takut, akan terdapat dorongan dalam diri untuk menyangkalnya. Oh, bahwa kita sudah mematikan korek api atau bahwa kita tidak lupa menambahkan catatan kecil pada surat itu.&nbsp;</p><p><br></p><p>Tindakan seperti ini, malah akan membuat kesalahan itu jadi berlipat ganda. Teman-teman kita justru akan lebih menyayangi kita jika langsung jujur saja.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>Ketidakbenaran karena Sikap Menutup Diri</strong></p><p>Kebiasaan bersikap tertutup/menyembunyikan sesuatu—meski tidak mengucapkan kebohongan, gagal mengungkapkan kebenaran.&nbsp;</p><p><br></p><p>Bilangnya kita hanya sedang berjalan-jalan tidak jelas ke arah Milton, padahal sebetulnya kita ke kota dan membeli coklat. Kita mesti jujur pada urusan-urusan kecil kita pula. Sesungguhnya, orang menyadari saat ketika kita sedang berbohong.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>Kebohongan dengan Membual dan Berkhayal</strong></p><p>Ketika membual, kita menambah-nambahkan apa yang diri kita miliki, rasakan, lihat atau sudah lakukan. Tujuannya adalah supaya memiliki kenalan, lebih dihargai, juga dipandang. Hal ini tidak ada baiknya kita lakukan, sebab mencari teman dengan cara seperti ini hanya akan menarik mereka yang kosong dan dangkal.&nbsp;</p><p><br></p><p>Sedangkan ketika berkhayal, kita mengarang hal-hal supernatural dan kejadian di luar pikiran yang biasanya terasa amat sangat sensasional. &nbsp; Terlalu sering melakukan hal ini, hanya akan&nbsp; membuat kita lupa akan batasan realita dan fantasi (membuat kita berakhir di RSJ).&nbsp;<br></p><p><strong>Kebohongan demi Persahabatan</strong></p><p>Tujuannya memang mulia, tetapi melupakan sisi mereka yang dibohongi karenanya (ini terjadi sekali pada penggunaan alasan "all is fair in love and war". Hasil diskusi kemarin (Naila, Athar dan aku) adalah, jika teman kita melakukan sesuatu dan kita mengetahui apa yang mereka lakukan, kita tidak perlu menutup-nutupi atau menyangkal apa yang teman kita lakukan (jika kita ditanyai).&nbsp;</p><p><br></p><p>Cukup bilang, "Coba tanya ____ (nama yang bersangkutan)". Kita tidak memasukkan diri pada hal yang bukan urusan kita, dan tidak pula memberi tahu apa-apa yang dipercayakan teman kita pada kita.&nbsp;</p><p><br></p><p>Sebagai gantinya, Kita memberi ruang pada teman ini untuk memilih, ingin jujur atau menutupinya.&nbsp;<br></p><p>Oiya dengan catatan, hal ini tidak berlaku pada hal-hal yang serius dan penting (misalnya, perbuatan kriminal). Jika sahabat kita memilih tidak mengaku, kita mesti maju dan memberi tahu apa yang kita ketahui.&nbsp;<br></p><p><strong>Magna est Veritas (Kebenaran itu Agung)</strong></p><p>Kebenaran itu agung dan akan menang. Kita mesti berpegang pada sang pendamping keadilan (Kebenaran) dan pengiring-pengiringnya. Berhati-hatilah pada para penyusup yang ingin menggelapkan negeri jiwa manusia.&nbsp;</p><p><br></p><p>Menurutku pribadi, terasa ringan rasanya ketika jujur. Tidak perlu susah payah mengingat-ingat skenario bohong yang sebelumnya kita buat, berusaha keras menutupi sesuatu supaya tidak ketahuan atau merasa bersalah karena telah tidak jujur (yang bisa cukup memberatkan juga).&nbsp;<br></p><p><strong><mark>Refleksi:</mark></strong></p><p><strong>1. Apa yang biasanya motif dari penyebab kebohongan kita? (Misal, membual karena ingin kelihatan hebat)</strong></p><p>Dua jenis kebohongan yang paling sering kugunakan itu berdasar dari rasa takut dan keengganan membuka diri.&nbsp;</p><p><br></p><p>Untuk jenis takut ini cukup beragam—takut mengecewakan, ditinggalkan, sampai takut hal itu akan diungkit-ungkit setiap saat (untuk menyerang aku). Ketidakinginanku untuk mendapatkan ke-3 konsekuensi itu sih yang menghambat aku seringnya.&nbsp;</p><p><br></p><p>Kalau untuk menutup diri, seringnya karena aku malas menanggapi/klarifikasi seakan-akan aku influencer-influencer di medsos ajasii—di luar pribadiku yang memang tidak nyaman ditanyai tentang urusan-urusanku oleh orang tidak dekat ya—apalagi kalau ada nih, orang yang bertanyanya sudah dibubuhi dengan asumsi buruk. Biasanya aku langsung "tidak mood" dan iya-iyakan saja wkwkwkwk🙏🏻</p><p><br></p><p><strong>2. Apa dampak dari kebohongan-kebohongan kecil yang kita lakukan? Akan jadi pribadi seperti apa kita jika terbiasa dengan kebohongan-kebohongan kecil?</strong></p><p>Kebohongan-kebohongan ini akan jadi secara otomatis keluar (lebih cepat dari yang kita sadari). Mau itu hal kecil atau malah, besar. Dari sisi orang lain, mereka juga akan sulit untuk memercayai kita—karena tidak dapat membedakan mana yang asli dan bohong.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-07 06:07:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3713033741</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BAB XVII Integritas: Keadilan dalam Tindakan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3713035348</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Integritas dalam Kerja— "Ca' Canny"</strong></p><p>Orang yang upahnya dibayar perjam, terkadang mengerjakan sesedekit mungkin pekerjaan, biasanya sampai batas yang menurutnya cukup pantas. Dalam kata lain, Ia tidak mengerjakan sebanyak yang dapat ia kerjakan.&nbsp;<br></p><p>Inilah yang disebut Ca' Canny. Mereka berdalih bahwa mereka membantu memberi orang lain lapangan pekerjaan, padahal yang mereka lakukan justru menutupnya—karena mencoreng nama baik pekerja di industri tersebut. Tidak ada yang sembuhnya lebih lama dari tercorengnya nama baik.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Dengan bekerja dengan jujur, yaitu sesuai dengan kemampuanmu, maka orang-orang akan jadi tergerak untuk mengeluarkan uang mereka.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Selain bekerja sebaik mungkin, aku suka sekali ide bekerja sesuai kesepakatan/kontrak detil yang sudah disepakati kedua pihak sebelumnya. Menurutku itu adil.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Sebuah ukuran baku</strong></p><p>Dikatakan, setiap dari kita semua membawa timbangan suatu pekerjaan dapat disebut integritas atau tidak. Ia mungkin tidak mengucapkannya, tapi dalam hati sudah memilah mana yang jujur atau tidak jujur.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong>Kita Semua Adalah Pekerja Upahan&nbsp;</strong></p><p>Kita semua berutang integritas, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Kita tidak bisa lari dari tugas Integritas, tak peduli betapa mudahnya hidup kita. Dikatakan juga, lebih mudah mengerjakan tugas dari sekolah atau kantor yang sifatnya itu jelas daripada mengerjakan tugas rumah tangga yang sifatnya tidak pasti dan mudah diabaikan.&nbsp;</p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan</mark></strong></p><p><strong>1. Pada tulisan ini aku berkesimpulan "Orang yang berintegritas adalah orang utuh" tapi apa maksud orang yang utuh di sini?&nbsp;</strong></p><p><br/></p><p><strong>2. Apakah benar kita dari sananya membawa ukuran suatu pekerjaan jujur dan tidak jujur pada diri kita?</strong></p><p><br/></p><p><strong>3. Adakah orang yang berintegritas jika tidak ada konsekuensinya?</strong></p><p>Selain orang yang yakin bahwa sudah tugas mereka untuk berintegritas (baik karena Tuhan atau nilai pribadi), aku belum menemukan alasan lain bagi orang untuk tetap berintegritas.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Btw kemarin ada kata-kata dari Tante Ayu, aku sampai lupa kok bisa sampai ke sana arahnya hehe. Katanya, "Sebelum memilih jalan, pikirkan konsekuensinya—apakah kita suka konsekuensinya juga? Menanjak dalam jalan yang kita pilih itu pasti, ngga ada jalan yang tidak ada kesulitannya."</p><p><br/></p><p>Lalu, kapan artinya kita mesti berhenti, jika setiap jalan ternyata sama-sama berisi kesulitan? Kalau kita berhenti suka. Sederhana banget, tapi menurutku cukup luas.  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-07 06:12:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3713035348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keadilan dalam tindakan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3713131856</link>
         <description><![CDATA[<p>Di koran muncul kalau sebagian besar pekerja menjadikan "ca canny" sebagai moto kerja mereka. </p><p>"Ca canny" adalah mengerjakan secukupnya atau kurang, dengan niatan supaya para pengangguran mendapat pekerjaan juga. </p><p>Misalnya seorang tukang batu, membatasi diri memasang batu, hanya memasang setengah dari yang sebenarnya dia mampu. Pekerja seperti ini membawa kehancuran pada bangsa mereka. </p><p>Pekerja yang baik adalah pekerja yang bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan jujur. Karena itu akan membuat atasan mereka puas dan mau membayar untuk itu. </p><p><br/></p><p>Ada sebuah ukuran baku untuk jarak, luas, volume dll. Dalam diri setiap manusia ternyata juga memiliki ukuran masing-masing untuk batas pekerjaan mereka. </p><p><br/></p><p>Kita semua bekerja dengan upahan. Upah itu juga kita dapatkan dari diri sendiri, makanya kita harus melakukan sebuah pekerjaan dengan sungguh-sungguh, atau diri kita tidak akan mendapat upan dari diri sendiri yang sesuai. </p><p>Upah itu akan kita dapatkan di masa depan, tapi kalau kita menikmati sebuah pekerjaan, upah itu dapat dirasakan saat ini juga. Mungkin sesederhana mengerjakan tugas rumah, kita memang tidak mendapat upah dari itu, tapi menurutku rumah yang bersih dan rapih adalah upah yang kita dapatkan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-07 10:19:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3713131856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>fiksi</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3714393188</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku sebenarnya masih bingung tentang bab ini, tapi yang aku pahami adalah bagaimana sebenarnya kita ini percaya tentang kisah kisah yang tertulis d kitab. Itu merupakan hal yang ada di luar kebenaran esensial, berarti maksudnya hal hal yang sepatutnya kita percaya untuk mengenal kebesaran Allah. Semua itu merupakan hal yang menarik, kita sepatutnya berhenti memikirkan tentang konfirmasi orang lain, tentang apakah itu benar-benar terjadi atau tidak.yang memberi cap ilahi pada kitab-kitab&nbsp;Alkitab.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-08 11:54:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3714393188</guid>
      </item>
      <item>
         <title>penyebab kebohongan</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3714404370</link>
         <description><![CDATA[<p>kebohongan karena niat jahat -&gt;  diniatkan untuk berbuat jahat</p><p>kebohongan karena rasa takut -&gt;  takut tersinggung, dimarahin, dll</p><p>kebohongan karena menutup diri -&gt; menutup2pi hal yang kkita tidak inin orang tau</p><p>kebohongan membual -&gt; membesarkan diri agar keren</p><p>kebohongan demi sahabat -&gt; menutupi perbuatan sahabat</p><p><br/></p><p>1. Apa yang biasanya motif dari penyebab kebohongan kita? (Misal, membual karena ingin kelihatan hebat): motif yang mendasari adalah kebutuhan untuk memenuhi sabuah 'ekspektasi' (bisa dari kita sendiri juga) yang membuat kita jadi takut, membual, dll</p><p>2. Apa dampak dari kebohongan-kebohongan kecil yang kita lakukan? Akan jadi pribadi seperti apa kita jika terbiasa dengan kebohongan-kebohongan&nbsp;kecil? Dampaknya kita akan merasa berbohong itu tidak apa apa, sehingga pada hal besar kita juga mungkin berbohong</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-08 12:06:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3714404370</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3715475904</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada orang di luar sana yang mengerjakan pengerjaannya setengah saja, agar mengurangi jumlah pengangguran. Tapi sebenarnya, apakah itu logika yang baik?</p><p><br/></p><p>Cm mengatakan kalau kita sedang berbuat, ada baiknya kita terus berbuat yang terbaik, hanya sekadar kita menyukai pekerjaan itu. Kita semua juga pada akhirnya pekerja upahan. Kita semua mendapat upah dari apa yang kita 'kerjakan'</p><p><br/></p><p>Dalam belajar, membantu, bekerja, kita semua mendapat upah, tapi sepatutnya tidak mengharapkan upah. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-09 03:22:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3715475904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>10/24/2025 - Fanatisme</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716014344</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah baca tulisan itu, yang paling kerasa adalah satu hal, fanatisme itu bikin orang jadi buta. Bukan cuma “nggak mau” denger pendapat orang lain, tapi beneran “nggak bisa” lagi denger. Mereka udah ke-lock di satu sudut pandang, sampai apa pun yang nggak sesuai langsung ditolak.</p><p><br/></p><p>Yang bikin sedih, fanatisme ini bisa muncul dari hal baik maupun hal buruk. Orang bisa fanatik sama perdamaian, tapi bisa juga fanatik sama perang. Bisa fanatik karena agama, bisa juga fanatik karena anti-agama. Intinya, fanatisme itu bikin hal baik pun keliatan jelek karena cara membelanya salah.</p><p><br/></p><p>Terus, ada bagian yang ngebedain antara fanatik sama martir. Fanatik itu ribut, teriak-teriak, pengen banget keliatan benar. Tapi martir? Mereka justru diam. Mereka menderita, tapi nggak menjadikan penderitaannya sebagai panggung. Itu kerasa banget bedanya yang satu ribut, yang satu tulus.</p><p><br/></p><p>Yang aku suka juga adalah gambaran soal seorang perwira Inggris yang nulis tentang perang dengan adil. Di tengah semua media yang saling serang, hujat sana-sini, dia bisa ngeliat keberanian dari <em>dua</em> belah pihak, bahkan menghormati perempuan Boer yang ikut suaminya ke parit. Rasanya kayak: “Oh, masih ada ya orang yang nggak berat sebelah.”</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-09 11:12:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716014344</guid>
      </item>
      <item>
         <title>10/31/2025 - veracity</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716017388</link>
         <description><![CDATA[<p>kita nggak bisa ngomong kebenaran kalau kita sendiri belum benar-benar tahu dan melihatnya dalam hati. Kayak… gimana mau jujur kalau dalam diri aja masih samar?</p><p>Terus ada kutipan dari Sir Roger de Coverley: “dalam kebanyakan persoalan, selalu ada dua sisi.” Ini ngingetin bahwa sebelum ngomong apa pun, kita harus sadar kalau dunia itu nggak cuma hitam-putih. Ada sudut pandang lain yang mungkin belum kita lihat.</p><p><br/></p><p>Bagian tentang <strong>Veracity </strong>kejujuran dalam ucapan itu juga menarik. Intinya, kalau kita ngomong sesuatu, ngomong aja sesuai apa yang kita tahu. Jangan ditambah-tambahin dengan kalimat kayak:</p><ul><li><p>“Setidaknya kayaknya gitu…”</p></li><li><p>“Ya mungkin salah sih…”</p></li><li><p>“Semua anak cewek ada di sana… yah beberapa sih…”</p></li></ul><p>Ternyata, tambahan-tambahan kayak gitu justru nunjukin kalau kita sendiri nggak yakin. Jadinya bukan bikin omongan kita lebih hati-hati, malah bikin orang lain curiga, “loh, sebenernya dia tahu apa enggak sih?”</p><p>Dan kalau setelah ngomong kita baru sadar, “eh, tadi tuh bener nggak ya?” </p><p>Kata-kata itu sudah terlanjur keluar, dan itu harus jadi pelajaran: lain kali hati-hati sebelum ngomong.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-09 11:15:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716017388</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11/7/2025 - Kehati-hatian yang Berlebihan Bukanlah Kejujuran Ucapan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716023189</link>
         <description><![CDATA[<p>satu skill sosial yang sering banget dilupain: cara ngomong yang jujur tapi nggak nyakitin.</p><p><br/></p><p>Pertama, tentang <em>kehati-hatian yang berlebihan.</em><br>Kadang kita pikir orang yang super hati-hati dalam ngomong itu jujur. Tapi ternyata, justru kalau terlalu hati-hati sampai ngehentikan percakapan, atau tiap ngomong harus ditambah “kayaknya, mungkin, seingatku…” itu bukan veracity, tapi cuma insecure sama kata-katanya sendiri.</p><p>Dan bisa jadi yang paling ngeselin (karena aku pernah ngalamin dan kadang pelaku): kebiasaan ngoreksi hal-hal kecil.</p><p><br/></p><p>Orang kayak gitu bikin percakapan mati, karena setiap hal sepele pun dijadiin ajang pembetulan. Padahal kesantunan dasar itu percaya aja dulu kalau lawan bicara ngomong dengan niat baik. Nggak penting juga apakah ada 10 atau 12 orang di lapangan yang penting maksudnya bisa dipahami.</p><p><br/></p><p>Terus masuk ke bagian melebih-lebihkan<strong> </strong>yang jujur aja sering banget aku lakukan tanpa sadar.</p><p>Apalagi soal berita. Orang suka banget nyampein kabar paling heboh, paling besar, paling ngeri. Kadang karena pengen dramatis, kadang cuma karena ikut-ikutan.</p><p><br/></p><p>Lalu soal generalisasi.</p><p>Ini kebiasaan kecil tapi efeknya gede.</p><p>Generalisasi itu bikin kita terlihat sok tahu dan ngasih kesan kita punya pengalaman besar padahal minim.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-09 11:21:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716023189</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11/14/2025- Membuat Cerita Menarik</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716028355</link>
         <description><![CDATA[<p>Kadang orang punya kecenderungan buat membesar-besarkan cerita kecil biar lebih lucu atau dramatis.</p><p><br/></p><p>Humor itu memang karunia. Bisa bikin orang lain ketawa, dan bikin suasana lebih hidup. Tapi di balik itu ada bahaya kecil, godaan buat menambahkan hal-hal yang nggak sopan, ngejek sedikit, atau bohong dikit-dikit demi membuat cerita lebih “seru”.</p><p>Dan selain itu, orang yang terlalu sering bercanda juga bisa capek buat didengar. Kalau setiap cerita harus lucu, harus dibumbui, lama-lama yang dengar juga bosan. Jadi humor itu asik, tapi tetap harus ada kontrol diri.</p><p><br/></p><p>Terus masuk ke bagian dunia fiksi dan dua jenis kebenaran.</p><p>Ada <strong>kebenaran kebetulan</strong>:</p><p>yang sifatnya faktual, nyata terjadi, di jam dan tempat tertentu. Ini yang harus kita jaga dalam percakapan nyata.</p><p><br/></p><p>Tapi ada juga <strong>Kebenaran Esensial</strong>: kebenaran yang ada di dunia seni, fiksi, cerita, puisi, novel. Dan ini bukan soal “bener kejadian apa enggak”, tapi soal <em>konsistensi dalam sifat manusia</em>.</p><p><br/></p><p>Kalau suatu tokoh punya sifat tertentu, maka tindakannya juga harus sesuai dengan sifat itu. Atau penyair melihat pemandangan dan menafsirkan makna tertentu dari dalam dirinya.</p><p>Dan di sini fiksi punya nilai yang besar banget. Lewat fiksi, kita belajar hal-hal moral dan konsekuensi hidup tanpa harus ngalamin sendiri tragedinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-09 11:26:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716028355</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11/21/2025 - Fiksi</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716032743</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nilai Suatu Karya Fiksi Bergantung pada Penulisnya</strong></p><p>Sebenarnya, kualitas sebuah karya fiksi itu sangat ditentukan oleh mutu penulisnya sendiri. Kita bakal cepat sadar kalau fiksi bisa jadi tempat belajar moral, tapi hasilnya tergantung banget pada kebijaksanaan, cara pandang, dan ketulusan penulisnya. Kalau penulisnya berpikir dangkal, ya pesan moral yang keluar juga bakal dangkal atau bahkan salah. Karena itu, cuma fiksi yang benar-benar bagus yang layak dibaca karena di situlah kita bisa nemuin Kebenaran Esensial, yang lebih dalam dari sekadar cerita.</p><p><br/></p><p><strong>Fiksi yang Membangun Antusiasme Kita</strong></p><p>Fiksi tuh bukan cuma ngajarin sopan santun atau nilai moral sederhana. Lebih dari itu, fiksi bisa ngehidupin semangat kita, bahkan bisa bikin kita mikir soal keyakinan, harapan dan hal-hal yang lebih rohani. Banyak ajaran penting dari Tuhan sendiri disampaikan lewat cerita-cerita rekaan yang kita kenal sebagai perumpamaan.</p><p><br/></p><p>Jadi kalau ada orang yang terlalu harfiah dan ngeremehin kisah-kisah dalam Alkitab. Seperti Taman Eden, Air Bah, atau cerita lainnya dengan alasan “itu cuma dongeng”, kita nggak langsung goyah. Karena kita sudah paham ada dua jenis kebenaran.</p><p><br/></p><p>Hal terpenting dalam kisah-kisah Alkitab bukan “ini bener kejadian atau enggak”, tapi pelajaran dan pesan mendalam yang dibawanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-09 11:30:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716032743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11/28/2025 - kebohongan</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716040183</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Kebohongan karena Niat Jahat</strong></p><p>ada juga jenis kebohongan yang lebih bahaya: yang dibuat diam-diam, sengaja untuk menjatuhkan orang lain. Ini kebohongan yang lahir dari iri hati atau niat buruk.</p><p>Dari semua kebohongan, yang paling keji adalah kebohongan yang ditujukan buat merusak nama baik seseorang di depan teman-temannya. Negara mungkin punya hukum buat melindungi reputasi, tapi kata-kata jahat tetap bisa keluar dengan mudah, tanpa rasa takut.</p><p><br/></p><p><strong>2. Kebohongan karena Takut</strong></p><p>Rasa takut sering bikin kita bohong. Kita melakukan sesuatu yang memalukan, dan refleks pertama kita adalah: <em>“Bukan aku kok!” (relate bgt adekku sering bilang ini)</em></p><p><br/></p><p><strong>3. Ketidakbenaran karena Menutup Diri</strong></p><p>Ada juga kebohongan yang muncul bukan karena niat jahat, tapi karena kita <em>menyembunyikan</em> sesuatu.</p><p>Ini kelihatannya kecil, tapi kebiasaan mengaburkan fakta tetap termasuk ketidakjujuran. </p><p>Orang rumah dan keluarga dekat kitaa punya hak untuk tahu hal-hal sederhana tentang kita. </p><p>Dan bisa jadi kebanyakan orang sudah tahu kalau kita menyembunyikan sesuatu.</p><p><br/></p><p><strong>4. Kebohongan dengan Membual</strong></p><p>Banyak orang suka membual supaya terlihat keren, seolah-olah mereka punya sesuatu yang hebat, kenal orang penting, pernah ke tempat fantastis, dan sebagainya.</p><p><br/></p><p><strong>5. Kebohongan karena Berkhayal</strong></p><p>Ada orang yang hidup terlalu jauh di dunia fantasinya sendiri sampai-sampai omongannya juga penuh karangan. Mereka cerita pernah pergi ke mana-mana, kenal tokoh besar, bahkan mengaku anak dari bangsawan.</p><p><br/></p><p><strong>6. Kebohongan demi Persahabatan</strong></p><p>Ini yang paling susah. Kadang, untuk melindungi teman, kita tergoda buat bohong.</p><p>Ada juga orang yang pakai ungkapan “semua sah dalam cinta dan perang” buat membenarkan kebohongan. Tapi mereka lupa: kebohongan itu menyakiti pembualnya lebih dari yang mendengarkan.</p><p><br/></p><p><strong>7. Tentang Kebenaran</strong></p><p>Kebenaran adalah sesuatu yang agung. Dalam diri setiap orang yang baik, Kebenaran berjalan bersama:</p><ul><li><p>Kejujuran</p></li><li><p>Kesederhanaan</p></li><li><p>Ketulusan</p></li><li><p>Kesetiaan</p></li></ul><p>Tapi selalu ada juga “iblis-iblis kecil”:<br>Sikap bermuka dua, tipu daya, dan pengkhianatan. Mereka mencoba merusak semua kebaikan itu.</p><p>Tugas kita? Menolak mereka. Mengusir mereka dari hati kita.</p><p><br/></p><p><strong>Kebenaran itu agung dan pada akhirnya, dia akan menang</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-09 11:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716040183</guid>
      </item>
      <item>
         <title>12/5/2025 - Integritas</title>
         <author>ryanalfino28</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716047508</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Integritas dalam Kerja</p><p>ada artikel yang bilang bahwa sebagian pekerja, kerja sekadar cukup kelihatan sibuk, tapi sebenarnya mengerjakan sesedikit mungkin. (aku melakukan ini ketika tiba2 disuruh bantu2 angkat piring kotor pas kondangan💔💔💔)</p><p>Misalnya tukang batu yang sebenarnya bisa pasang 20 batu sehari, tapi sengaja cuma pasang 10 supaya kerjaannya tidak cepat selesai. Alasannya? Katanya biar “lebih banyak pekerjaan untuk orang lain"</p><p><br/></p><p>Pekerja yang sengaja memperlambat pekerjaan malah bikin pemberi kerja rugi, bikin orang lain malas memakai jasa mereka, dan mencemarkan nama baik kelompoknya sendiri.</p><p><br/></p><p>2. Ukuran Baku dalam Diri Kita</p><p>ada patokan granit yang menunjukkan satu yard. Fungsinya jelas, kalau ada perdebatan tentang panjang, semua orang tinggal membandingkannya dengan ukuran baku itu.</p><p><br/></p><p>Nah, setiap orang juga punya “ukuran baku” di hatinya. Cara kita menilai apakah suatu pekerjaan itu dikerjakan dengan integritas atau asal-asalan. Orang mungkin tidak mengucapkannya, tapi di dalam hati mereka sudah menggolongkan pekerjaan kita: <em>jujur atau tidak jujur</em>.</p><p>Dan pekerja yang jujur, yang memberi hasil terbaik sesuai kemampuan, selalu terlihat sebagai orang yang punya integritas.</p><p><br/></p><p><strong>3. Kita Semua Adalah Pekerja Upahan</strong></p><p>Walaupun kita bukan tukang batu atau tukang kayu, sebenarnya kita semua adalah “pekerja upahan.”</p><p>Anak sekolah dan mahasiswa misalnya, mendapatkan “upah” dalam bentuk biaya pendidikan, fasilitas, dan kepercayaan dari orang tua dan guru. Itu juga “bayaran” yang harus dipertanggungjawabkan lewat integritas dalam belajar dan mengerjakan tugas.</p><p><br/></p><p>Pada akhirnya, keberhasilan kita bukan cuma tentang tugas dari sekolah atau atasan. Yang lebih berat justru tugas-tugas kecil sehari-hari di rumah yang gampang diabaikan tapi tetap bagian dari integritas kita.</p><p>relalate bgt, aku tidak bisa mengabaikan tugas akademik tapi dengan mudah melalaikan pekerjaan rumah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-09 11:45:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3716047508</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas yang bertumbuh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3721391885</link>
         <description><![CDATA[<p>Integritas itu bertumbuh, banyak cobaan yang ada kita dapati saat integritas bertumbuh, cobaan-cobaan itu kerap menarik kita secara perlahan untuk menjauh dari cara berkerja yang maksimal. </p><p>Terkadang integritas membisikan kita ( secara baik) bahwa kita harus berkerja dengan maksimal dengan rayuan bahwa kita memiliki 'hutang budi', dengan orangtua, guru, teman-teman yang men support dll. </p><p><br/></p><p>Setiap kerjaan yang kita lakukan akan terus membentuk pribadi kita, sama rumusnya dengan negatifnya, jika kita terus menunda, maka pribadi atau identitas kita adalah orang yang menunda. </p><p>Jika ada orang yang menunda, sama saja ia seperti orang yang menunda dengan terang-terangan, dan biasanya orang yang menunda dengan terang-terangan seperti orang yang sedang menumpulkan rasa malu ( tipe: hina ) dalam dirinya. </p><p>Jika ada perkerjaan, segera selesaikan dengan maksimal ( perfect executive) karena dalam 1 tahun di depan, kita akan melihat diri kita yang dahulu, muncul persaan haru, bangga, senang hati dan puas dalam diri kita. </p><p><br/></p><p>Integritas adalah hal yang mulia, hampir semua kualitas baik ada pada integritas.</p><p>Terkadang gairah dan semangat yang sesaat dapat menghancurkan integritas dan memunculkan setanya: Distraksi</p><p>Ia kadang muncul dan membujuk kita di saat-saat yang dimana kita terkadang ingin mengerjakan sesuatu yang disertai gairah dan semangat contohnya:</p><p>Kita sedang ingin menulis sesuatu, lalu karna terlalu bersemangat ingin mengerjakanya kamu mencari cara bagus untuk menulis, lalu muncul lah iklan atau notifikasi chat dari layar, dan lagi-lagi kamu terdistraksi hingga waktu menulis mu habis. </p><p>Ibaratnya seperti kuda luar yang kehilangan kendali saat di tunggangi karena terdistraksi oleh apel. </p><p>Distraksi yang muncul karena keinginan. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Yang terpikir saat membaca dan berdiskusi:</p><p><br/></p><p>Jujur sejauh ini, ini yang paling ingin aku hindari dari mulut oma cm. </p><p>Aku merasa akhir-akhir ini pembahasan ourselv justru berbalik menghianati ku dan menusuk hati nurani ku, bukan karena tersinggung atau pembahasannya kasar ya, tetapi sifat² jelek seperti menunda yang barusan kita bahas ini sangat lah menempel pada diri ku saat ini, susah rasanya aku kembali lagi saat sudah berada di zona nyaman, rasanya seperti : saat aku merasa, bersemangat atau bertekad untuk mengubah tabiat buruk tersebut, aku justru malah mendapati diri ku terseret lagi dalam ombak keburukan, mungkin faktornya juga banyak: seperti menunda itu sudahlah identitas ku, atau komentar-komentar pedas tentang bagaimana aku terlalu sering menunda, jangan salah paham ya, maksud mereka baik kok, tetapi akunya saja yang terlalu sensitif. </p><p>Kadang aku merasa ibu ku lama-lama mulai mirip dengan oma cm, saat kamu cm mengatakan</p><p> ' kerja harus maksimal' </p><p>ibu ku mengatakan </p><p>' kerja itu perfect executive dong' </p><p>juga di mana oma cm mengatakan </p><p>' kita itu sebenarnya pilih-pilih kerja karena melihat orang lain tidak mendapatkan kerja' </p><p>Juga ibu ku yang mengatakan </p><p>' jika kau masih membandingkan kesulitan dan kemudahan dengan orang lain, hidup mu tidak akan pernah tenang, kalau kerja itu lihatnya ke bagaimana ki<em>a membantu orang, bukan kenpa ia kerja lebih sedikit'</em></p><p><br/></p><p><em>Ibu ku juga pernah bilang</em></p><p><em> ' kalau kamu kehilangan arah, dengarkan </em><strong><em>semua</em></strong><em> </em>sekitar mu, itu akan mengembalikan mu ke jalan yang benar, entah dengan apa, walaupun jika kamu merasa ada di jalan yang benar, terkadang semesta akan menyelipkannya dengan banyak cara. </p><p>Lihat, perhatikan, renungkan dan pilih'</p><p><br/></p><p>Sejak kecil kata²seperti itu membekas di pikiran ku, walaupun aku tidak percaya akhirnya ibuku selalu benar, ya contohnya seperti sekarang, aku sedang di kejar²  tugas dan deadline ehh pembahasan yang malah menunda🤭</p><p><br/></p><p>Refleksi pertanyaan:</p><p><br/></p><p>- Menurut kalian apa saja yang perlu dilakukan agar bisa mendidik integritas sehingga terus bertumbuh dan menjadi utuh/penuh? Apakah kalian sudah pernah melakukannya? Apa kendala yang ditemui?</p><p><br/></p><p>a. Menurut ku jangan menghitung-hitungkan perkerjaan, lalu kerjakan dengan konsisten sehingga itu menjadi rutinitas kita. </p><p>Aku sudah pernah melakukanya. </p><p>Kendala ku sangat aneh waktu kecil, dulu karena aku merasa terlalu damai dan tenang, aku jadi bosan sehingga memutuskan untuk menunda dan memiliki banyak kerjaan sehingga tidak ngangur. </p><p>Ya konsekuensinta sekarang aku masih terjerumus dengan itu dan masih berusaha untuk kembali lagi. </p><p><br/></p><p>- Bagaimana cara menjaga tekad untuk bertahan dalam suatu tugas (padahal tergoda untuk melakukan hal lain) dan tetap bisa melakukannya dengan perasaan senang, sepenuh hati dan sungguh2?</p><p><br/></p><p>b. Untuku, aku mengurung diri dengan memaksakan diri untuk duduk di depan tugas dan memasukan informasi ke dalam otak ku bahwa selagi aku belum selesai mengerjakan tugas aku tidak boleh melakukan hal lain, dan menyuruh nafsu ku untuk menerima bahwa ini adalah kewajiban jika ingin dapat hak dan kenikmatan. </p><p>Setelah selesai memberi tahu diri, aku mengerjakanya dengan lebih santai seperti sedang memainkan puzzle teka-teki, juga sambil memasang lagu tanpa lirik ( agar bisa fokus, dan tidak pusing) </p><p>Lalu menghargai diri sendiri karena sudah selesai mengerjakan tugas ( tidak secara berlebihan ya gessss) </p><p><br/></p><p>Sekian Terima Kasih🙏</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-13 13:27:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3721391885</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas Bertumbuh &amp; Kerjakan Hal Berikutnya</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3725711037</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang yang berintegritas itu kokoh, lengkap dan utuh <mark>(apa itu utuh?)</mark>. Selalu ada setan-setan yang mengajak kita untuk bermalas-malasan, menunda-nunda, mengerjakan sesuatu setenga-setengah, atau membiarkan seseorang melakukan tugas kita dan malah mengakuinya sebagai pekerjaan kita sendiri.</p><p><br/></p><p>Oma ceem mengatakan orang yang berintegritas sadar bahwa mereka berhutang kepada orang lain, untuk mengerjakan sesuatu sebaik dan secepat mungkin. Memenuhi hutang inilah yang membentuk tekad mereka. </p><p><br/></p><p>Orang-orang ini, tidak dibentuk dalam sehari, bahkan dari pekerjaan-pekerjaan kecil yang kita sehari-hari lakukan (termasuk permainan), integritas terus diuji dan coba dibentuk. Pekerjaan yang tidak ditunaikan mesti disampaikan dengan jujur, dan setiap kali kita mengerjakan sesuatu (yang baik), selesaikanlah dengan tuntas dan jujur.</p><p><br/></p><p>Katanya orang yang mengerjakan tugasnya sepenuh hati justru akan memiliki lebih banyak waktu luang untuk kesenangannya dibanding si Ca' Canny yang pekerjaannya tak kunjung selesai-selesai. </p><p><br/></p><p>Awalnya aku bingung kenapa orang yang mengerjakan tugas-tugasnya setengah bisa memiliki sedikit lebih banyak waktu dari mereka yang mengerjakan sungguh-sungguh (karena biasanya malah jadi memakan waktu lebih banyak), tapi sepertinya aku sudah dapat jawabannya.  </p><p><br/></p><p>Ketika aku mengerjakan tugas desain di CM dengan setengah-setengah dan ingin yaa cepat selesai saja, revisi dari tante-tantenya itu datang berulang, dan berulang kali wkwkwk. Dan ini menghabiskan waktu lebih lama, daripada jika aku duduk fokus sedikit saja, sungguh-sungguh memikirkan cara menciptakan keharmonisan pada tiap slidenya dan memperhatikan lebih jeli isi di dalamnya. </p><p><br/></p><p>Revisi jarang datang jika demikian adanya, dan kalau adapun sangat sedikit.</p><p><br/></p><p><strong>"Kerjakan Hal Berikutnya"</strong></p><p>Kita semua setuju bahwa integritas adalah hal yang mulia; untuk menumbuhkannya dalam diri, kita mesti bertekad dan mengerahkan seluruh upaya, sebab mencurahkan perasaan saja tidak cukup.</p><p><br/></p><p>Ada satu hal yang acapkali mengganggu kita dalam menuntaskan pekerjaan, yaitu keinginan yang diibaratkan sebagai kuda liar. Keinginan bukan hal yang salah tentu saja, namun keinginan yang bergairah dan liar mengembara tidak baik untuk negeri jiwa manusia. Kita berkata ingin mencari sosok A untuk sebuah karangan, tetapi malah terlalu asyik dan terseret kepada B sampai tidak menyelesaikan karangan itu. Dan ini bertolak belakang dengan integritas, yang menuntut tiap orang untuk mengerjakan tugasnya dengan sebaik mungkin, jujur dan tuntas.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Tugas narasi :</mark></strong></p><p><strong>- Menurut kalian apa saja yang perlu dilakukan agar bisa mendidik integritas sehingga terus bertumbuh dan menjadi utuh/penuh? Apakah kalian sudah pernah melakukannya? Apa kendala yang ditemui?</strong></p><p>Kurasa untukku kendala utamanya adalah peremehan terhadap suatu tugas. Peremehan datang seperti "Toh, nilai ujian ini engga masuk rapor. Tidak perlu belajar deh" atau "Toh, yang lain saja tidak melakukan jadi kenapa aku harus?" Aku pikir nalar berperan dalam membuat alasan-alasan yang membuatku akhirnya merasa sah-sah saja bagiku untuk tidak mengerjakan sesuatu dengan tidak sungguh-sungguh.</p><p><br/></p><p> Sesungguhnya aku cukup terpantik dengan ujaran oma cm di atas dalam mendidik integritas, yaitu membulatkan tekad dan mengupayakan semua yang kita bisa untuk mendidiknya pula (dimulai dari hal-hal sederhana). Penting juga untuk mengenali setan-setan atau kuda liar yang ada pada diri kita. </p><p><br/></p><p><strong>- Bagaimana cara menjaga tekad untuk bertahan dalam suatu tugas (padahal tergoda untuk melakukan hal lain) dan tetap bisa melakukannya dengan perasaan senang, sepenuh hati dan sungguh2?</strong></p><p>1. Jika seperti skenario di atas di mana ketemu B dan tertarik padahal sedang membutuhkan A, biasanya aku akan mencatatnya terlebih dahulu supaya kalau-kalau sudah selesai dengan A, aku bisa kesana. Sebab jika berusaha mengabaikannya aku malah jadi makin gelisah sih wkwkwk, karena takut malah engga jadi lihat B sama sekali karena lupa. Ketika sudah memastikan bahwa aku tidak akan lupa/kehilangan B (dengan mencatatnya) maka aku biasanya dapat fokus kembali.</p><p><br/></p><p>2. Menimbang mana yang lebih prioritas, ini membuat kita terjauhi dari godaan. Contohnya seperti sekarang ini, sebenarnya aku ingin sekali nonton tapi ingat belum narasi jadi aku tahan dulu, duh😊</p><p><br/></p><p><mark>Bagaimana ya cara melakukan suatu pekerjaan dengan perasaan senang dan sepenuh hati kalau kita tidak menyukai pekerjaan itu? </mark>Bilang "kamu mesti menuntaskannya karena integritas menuntut hutang padamu!" memang sih dapat membuat orang menyelesaikan suatu tugas, tapi karena kewajiban, bukan karena suka. Maka, gimana cara melakukan pekerjaan yang tidak kita sukai, dengan sepenuh hati?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-17 07:27:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3725711037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas bertumbuh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3725930524</link>
         <description><![CDATA[<p>Integer adalah bilangan yang bulat, berarti ber Integritas adalah mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh, bukan setengah-setengah. </p><p>Kata-kata seperti "Kerjain nanti aja" "Bagian ini tidak terlalu dipedulikan" "Si a lebih jelek kok tugasnya" dan sejenisnya adalah kata-kata yang tidak ditunjukan Integritas. </p><p>Pribadi dengan Integritas menyadari bahwa dirinya berutang pada Orangtua, Guru, Atasan, atau bahkan dirinya sendiri. Itu kenapa dia bekerja sepenuhnya, mengerjakan sesuatu sampai selesai, tidak terganggu pada hobi-hobi ataupun ajakan teman yang pemalas. </p><p>Bukan berarti dia selalu menerima semua tugas, beberapa akan ditolaknya, tapi dengan jujur tanpa menutupi apapun. </p><p>Sikap seperti ini tidak dibangun dalam sehari, tapi butuh berhari-hari, bertahun-tahun, mungkin lebih. </p><p>Mungkin terdengar melelahkan. Tapi orang seperti ini justru memiliki waktu yang lebih banyak daripada para pekerja malas yang pekerjaannya tidak selesai-selesai. Rasanya menyenangkan melihat kebelakang, ke tahun-tahun sebelumnya dan menyadari kita telah menyelesaikan semua tugas dengan baik.</p><p><br/></p><p><strong>Tugas narasi :</strong></p><p><em>- Menurut kalian apa saja yang perlu dilakukan agar bisa mendidik integritas sehingga terus bertumbuh dan menjadi utuh/penuh? Apakah kalian sudah pernah melakukannya? Apa kendala yang ditemui?</em></p><p><br/></p><p>Menurutku satu hal yang penting untuk mendidik integritas adalah, kita sadar, kita mau, dan benar-benar ingin mendapatkannya. Meski terkadang/seringkali ada bujukan-bujukan yang datang, itu tak apa-apa, cukup sadari dan pikirkan lebih jauh, nanti juga sadar kalau menuruti bujukan ini akan berakhir buruk. </p><p>Aku selalu mencobanya dan seringkali gagal kalau dorongan dari luar kurang. Misalnya pelajaran mandiri yang dikerjakan dirumah, pasti ada aja gangguannya. Masalahnya, gangguan ini seringkali terlihat baik. Gangguan seperti lagi seru chattingan sama temen, diajak main sama temen/adek, nonton, main handphone atau sejenisnya adalah gangguan yang jelas-jelas buruk, yang dengan mudah kusadari dan kutolak. Tapi kenyataannya gangguan yang sering kualami adalah, nggak sengaja nengok ke jendela terus ada burung lewat, keseruan baca buku bacaan bebas, kelamaan nulis bebas, keseruan masak, dan sejenisnya. Gangguan kayak gini keliatannya sih bagus, tapi pada kenyataannya ini tetap gangguan, dan dengan mudah akan belok ke gangguan yang buruk.</p><p><br/></p><p><em>- Bagaimana cara menjaga tekad untuk bertahan dalam suatu tugas (padahal tergoda untuk melakukan hal lain) dan tetap bisa melakukannya dengan perasaan senang, sepenuh hati dan sungguh2?</em></p><p><br/></p><p>Mungkin kalau tugas-tugas sederhana seperti pekerjaan rumah, gampanglah, sambil multitasking kayak dengerin sesuatu juga gapapa, selama pekerjaannya tetap rapih. Kalau tugas seperti pelajaran yang tidak disuka, jujur aku masih bingung, apalagi bagian tergoda sama hal lain. </p><p>Tapi kalau menurutku suatu tugas yang nggak kita suka itu akan semakin menyusahkan ketika kita berpikir "duh susah banget" atau jadi overthingking atau semacamnya. Jadi sepertinya disadari dan dilakukan sebisanya aja, mungkin menjanjikan semacam hadiah buat diri sendiri kalau sudah menyelesaikan tugas ini.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-17 11:53:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3725930524</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pencemar Nama, Iri Hati  - Kebenaran: Keadilan dalam Kata, Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3726240118</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pencemar Nama</strong></p><p>Kebenaran boleh terusir, tetapi ia tetap ada; dan kita harus menjaga hati yang hening untuk mendengar kata-katanya, serta lidah yang patuh untuk mengucapkannya.</p><p>Pencemar nama merupakan sosok yang mengucapkan kata-kata yang melukai orang lain, dengan berbicara jahat, dusta, atau mencemarkan nama. Pencemar nama tidak hadir sebab sebuah ucapan adalah kebohongan--seperti yang kita tau jika benar ia jahat dan jika bohong ia dusta, melainkan sebab ada niat merendahkan seseorang.</p><p><br></p><p>Mungkin kita mampu untuk tidak mencemari nama orang-orang yang dekat dengan kita, namun seringkali pencemaran nama kita ucapkan kepada mereka yang jauh dari kita seperti tetangga, orang di jalan, dan lainnya ... satu-dua kalimat telah terucap begitu saja. Dan perlu kita ketahui, bahwa ketika kita mencemari nama bukan hanya orang lain yang terluka, melainkan juga penghuni terindah Majelis Hari--Kebenaran.</p><p><br></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Kebenaran di sini bisa dipahami bukan hanya sebagai kejadian nyata, melainkan juga kebenaran moral. Sehingga kita bisa memetakan posisi Pencemar Nama sebagai upaya merendahkan martabat manusia.</p><p><br></p><p><strong>Kejahatan yang Menyusup dan Iri Hati</strong></p><p>Bukan hanya sebab kecerobohan berpikir yang bisa membiarkan Kejahatan yang Menyusup untuk membujuk kita melakukan hal yang tidak benar. Iri hati selalu hadir dengan ucapan yang mencemari nama-nama mereka yang melebih kita, melalui kata-kata seperti "Ah ia sedang berpura-pura" ketika melihat seseorang yang fasih berbicara, "Ia membuang begitu banyak waktu untuk itu" ketika melihat seseorang yang jago menari, juga "Kecantikan itu tak ada gunanya jika kepala kosong" ketika melihat seseorang dengan paras yang begitu rupawan.</p><p><br></p><p>Kepala yang telah bising oleh Iri Hati akan menggerutu "Itu tidak adil" terhadap kelebihan orang lain, dan ini merupakan jubah yang justru digunakan untuk menutupi ketidakadilan yang sedang kita perbuat saat mencemari nama orang lain. Tetapi sesungguhnya kita telah membohongi diri kita sendiri, dan setiap dosa penipuan, melumpuhkan kita dari mengucapkan kebenaran.</p><p><br></p><p><strong>Pendengaran dan Bacaan yang Mencemarkan Nama</strong></p><p>Ucapan bukan satu-satunya yang bisa mencemarkan nama dan melukai Kebenaran, mendengar dan membaca hal-hal yang mencemari nama orang lain pun membinasakan kebenaran. Kebenaran tidak memaksa, sehingga ketika ada koran, buku, majalah, buku, partai yang menuduh dengan nada keras dan getir--untuk saat itu--sedang mencemarkan nama. Bila kita telah terbiasa mendengar atau membaca hal semacam itu, kehanyutan itu akan membuat kita menjadi tumpul terhadap Kebenaran, dan mulai merasa puas dengan ucapan yang jahat.</p><p><br></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Bagian ini seperti menyoroti komentar orang-orang terhadap pemerintah Indonesia yang kinerjanya dianggap kacau. Komentar itu tak jarang merendahkan pribadi para pejabat, dan maraknya komentar itu membuat ucapan ini menjadi hal biasa. Namun dalam bahasan moral hal itu tak bisa dibenarkan.</p><p><br></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Apa itu kebenaran dalam konteks bahasan ini?</p></blockquote><p>Kebenaran di sini bisa dipahami bukan hanya sebagai kejadian nyata, melainkan juga kebenaran moral. Sehingga kita bisa memetakan posisi Pencemar Nama sebagai upaya merendahkan martabat manusia.</p><p><br></p><blockquote><p>Apa yang terjadi jika manusia gagal menggunakan kebenaran yang seperti ini?</p></blockquote><p>Awal-awal kebenaran menjadi tumpul, membuat kita rentan terhadap provokasi, iri hati, dan lainnya. Hingga berlanjut sampai kebenaran itu begitu tertutupi dalam diri kita, kita telah terbiasa berpikir, berkata, dan berperilaku yang melukai orang lain.</p><p><br></p><blockquote><p>Apa yang sebaiknya dilatihkan agar bisa segera berkesadaran dan mengerem ketika setan-setan keadilan dalam kata muncul?</p></blockquote><ol><li><p>Periksa apa yang hadir dalam dirimu dan bagaimana itu bisa hadir</p></li><li><p>Refleksikan apa yang mestinya kamu lakukan/pemikiran yang tepat</p></li><li><p>Nyatakan itu (bahwa aku punya bagian diri yang merasa, namun aku berprinsip demikian)</p></li></ol><p>(Berdasarkan pengalaman pribadi)</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=9i35KOGBYBo" />
         <pubDate>2025-12-17 16:23:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3726240118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanatisme, Kebaikan yang Berdaulat - Kebenaran: Keadilan dalam Kata, Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3728389785</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Fanatisme</strong></p><p>Orang yang fanatik terhadap sesuatu bukan hanya tidak mau mendengar apa yang diucapkan pihak lain, tetapi tidak mampu untuk mendengarnya. Hal ini terjadi sebab mereka telah terbiasa mendengar ucapan-ucapan serupa--membentuk cara meraka memandang suatu hal.</p><p><br/></p><p>Fanatisme bisa dilakukan terhadap apapun: agama, ateisme, perdamaian, perang, dan hal-hal lainnya. Menariknya, fanatisme bisa dilakukan pada hal yang mulia maupun buruk, namun tdua-duanya hanya memberikan dampak buruk bagi apa yang mereka bela, sebab ketidakmampuan mereka melihat sisi-sis lain dari suatu persoalan.</p><p><br/></p><p>Menjadi warga negara yang baik membutuhkan akal budi yang sanggup membedakan Kebenaran sebagai perbekalan, baik di pihak kita maupun pihak lawan. Namun, budi yang adil ini hanya dapat dipelihara oleh mereka yang menjaga apa yang mereka dengar, serta bagaimana mereka mendengarnya.</p><p><br/></p><p><strong>Kebaikan yang Berdaulat</strong></p><p>Bacon berkata, meskipun manusia kerap menyimpang dan kecenderungan dalam penilaian, kebenarang--yang menilai dirinya sendiri--mengajarkan hal lain. Mencari kebenaran adalah upaya merayunya, mengetahui kebenaran adalah kehadirannya, meyakini kebenaran adalah menikmatinya. Di sanalah terletak Kebaikan yang Berdaulat bagi kodrat Manusia.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Aku berinterpretasi begini: dalam pencarian panjang manusia akan kebenaran, kita menemukan bahwa kebenaran telah ada dalam diri kita--menunggu untuk dipanggil, kebenaran telah hadir dalam diri kita--menunggu untuk ditemukan, dan meyakini kebenaran adalah kenikmatan bagi manusia yang bermartabat. Kebenaran adalah sesuatu yang menyatakan dirinya sendiri, tidak tunduk pada apapun; menunggu untuk manusia-manusia bermartabat temukan dan yakini.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=q5Voax0R93I" />
         <pubDate>2025-12-19 08:33:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3728389785</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab XV: | Kebenaran Dalam Ucapan - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3728519091</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pendahuluan Bab</strong></p><p>Saat ini kita belum sampai pada pembahasan tentang "mengatakan kebenaran", sebab terdapat prasyarat yaitu kemampuan untuk melihat dan mengenaln kebenaran dalam hati kita. Maka dari itu kita perlu terlebih dahulu belajar melihat dan mengenalnya. Selain itu, kita perlu memiliki keyakinan bahwa selalu ada yang bisa dikatakan oleh kedua pihak--untuk menghindari pikiran kita dari belenggu suatu pemahaman, yang dapat menghambat kita dalam melihat dan menemukan kebenaran.</p><p><br/></p><p><strong>Kejujuran Ucapan (Veracity)</strong></p><p>Pelayan pertama kebenaran adalah Veracity, yaitu kebiasaan untuk membuat kata-kata kita mengucapkan fakta secara tepat sejauh yang kita ketahui.</p><p><br/></p><p>Setelah mengucapkan sesuatu yang kita yakini sebagai fakta, kita harus meenghindari kalimat-kalimat seperti "Setidaknya aku pikir begitu", "Setidaknya aku percaya begitu", "Yah sepertinya...", "Mungkin seperti itu...", dan kalimat-kalimat koreksi lainnya. Sebab hal ini menunjukkan ketidakcukupan dasar untuk mengungkapkan sesuatu, yang artinya kita tak cukup memikirkan apa yang kita ucapkan bahkan untuk meyakini ucapan kita sendiri. Dan orang lain akan ragu atas apa yang kita ucapkan.</p><p><br/></p><p>Kata-kata yang telah terucap harus dibiarkan begitu saja, sebab kita tidak bisa menjelaskan, mengubah, mengoreksi, atau meminta orang lain membenarkan atau menyangkalnya. Kita telah gagal sebagai penutur, yang jika dikoreksi hanya akan menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan orang lain.</p><p><br/></p><p>Itu mengapa kita perlu memastikan fakta sebelum berbicara, dan menghindari berbicara sesuatu yang kita ketahui secara samar-samar.</p><p><br/></p><p><strong>Komentar Pancar</strong></p><p>Aku memahami bahwa ketika ucapan sering dikoreksi akan menimbulkan keraguan bagi orang lain. Kita sebagai penutur telah dianggap kurang kompeten; misi menyampaikan kebenaran pun terabaikan. Namun, kita bisa mendapat hasil yang sama atau bahkan lebih parah ketika kita telah terkenal sebagai penutur dusta, yaitu ketika apa yang kita katakan adalah salah dan meski tau kita tak memperbaikinya. Justru ini mencincang misi menyampaikan kebenaran itu sendiri--sebuah tusukan mendalam terhadap kebenaran. Dengan demikian, aku sepakat betul untuk lebih berhati-hati (dengan menelusuri apa yang kita tau/tidak tau) dalam berucap. Namun koreksi tetap diperlukan justru dalam nafas menegakkan kebenaran, bahkan ketika hal itu kecil. Yang perlu dilakukan adalah diam sampai kita tau apa yang kita tau.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Silahkan masuk ke dalam diri masing-masing dan bertanya "Apa persisnya yang membuatku spontan berkata-kata dan kemudian (ada kalanya) merevisi/mengubah/menjelaskan kata-kata itu dengan menambahkan kualifikasi? Bagian diri mana yang sedang ingin dilindungi terkait pernyataan kualifikasi tersebut? Dan mengapa demikian?"</p></blockquote><p>Entah sesuai atau tidak, kemarin aku menghadiri sebuah rapat kepanitiaan untuk acara Masjid, dan terdapat sebuah percakapan antara aku (mewakili divisiku) dan suatu divisi lain. Aku menginisiasi percakapan ini sebab ingin memperjelas tugas dan batas tanggungjawab masing-masing divisi, sehingga aku mulai percakapan itu dengan menceritakan kebingunganku. Aku tak ingat keseluruhan percakapan ini, namun ada titik di mana aku terlalu bertele-tele sehingga nampaknya mereka tak mengerti yang aku ucapkan, dan sebab hal itu aku mengatakan "Sorry, sorry, agak bingung nih aku sama obrolannya (ucapanku)... aku ulang yaa". Lalu aku menyatakan memberikan latar belakang, maksud percakapan, dan bertanya untuk diskusi. Meskipun tetap agak bertele-tele, setidaknya maksud dari percakapan itu terpenuhi; tugas kami menjadi lebih jelas.</p><p><br/></p><p>Dalam kasus ini ucapanku yang bertele-tele (juga mungkin mengandung kecerobohan ucapan) aku reset dengan mengatakan "Sorry, agak bingung... aku ulang yaa". Dan dalam kasus ini, jika percakapan sebelumnya dibiarkan mungkin hasilnya adalah kebingungan atas ucapan-ucapanku.</p><p><br/></p><p>Namun ketika dipikirkan, memang hal-hal remeh/tak termasuk rangkaian penalaran akan membingungkan jika dikoreksi. Misal: "Malem-malem kan gua bikin desain tuh, sambil ngerokok dikit, nah gua nemu referensi yang cakep bange- eh gua ga ngeroko deng, ngopi doang". Detail seperti ini (yang perlu dikoreksi untuk menyampaikan kebenaran) akan memicu peralihan fokus bahasan, yang jika dilakukan terus-terusan akan menimbulkan kesan "Ini ngomongin apasih? kek denger orang bingung aja".</p><p><br/></p><p>Sehingga, bagiku dalam klaim fakta yang berhubungan erat dengan bahasan jika keliru perlu dikoreksi, namun untuk klaim yang tak begitu terkait (jika mempertimbangkan kejelasan bahasan) perlu dibiarkan.</p><p><br/></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=r8xoJq3-iTU&amp;list=PL2_0R9iS8wDV6vLwxKZgrjg5qVspJUqVQ&amp;index=92" />
         <pubDate>2025-12-19 11:56:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3728519091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prasangka</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3730223521</link>
         <description><![CDATA[<p>Prasangka itu digambarkan seperti kacamata. Tapi seseorang yang memakai kacamata ini bukan nya jadi bisa melihat dengan jernih dan jelas, melainkan melihat warna-warna seperti hitam pekat, kuning jahat, merah penuh muslihat, atau hijau jelek, tergantung kasusnya. Kalau memakai kacamata itu, seseorang jadi mudah untuk berpihak ke orang yang dia sukai, atau melawan orang yang dia benci. Intinya, kacamata prasangka membuat kita berasumsi dan akhirnya kesulitan untuk memandang seseorang atau sebuah masalah secara objektif dan <strong>adil. </strong>Oleh karena itu, CM memperingati kita untuk berhati-hati dengan kacamata prasangka. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/5834ad146d0a6725e5958560bcaddba0/download__6_.jpg" />
         <pubDate>2025-12-22 05:36:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3730223521</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rasa Hormat &amp; Keangkuhan</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731017964</link>
         <description><![CDATA[<p>Kejernihan pandang selalu ditemani oleh satu pejabat keadilan, yaitu Rasa Hormat. Kita perlu untuk menghormati semua orang, meskipun orang itu berperilaku buruk dan menyebalkan. Dengan menghormati semua orang, kita akan dapat berlaku adil ke semua orang. Jika kita memilih-milih siapa yang akan kita rispek, maka kita juga hanya akan berlaku adil kepada orang-orang tertentu saja. Meskipun kita merasa pendapat seseorang itu bodoh atau tidak masuk akal, dengan menanggapi mereka dengan rasa hormat, hati mereka akan terbuka dan mau mendengarkan insight/perspektif lain.</p><p><br/></p><p>Semua orang berhak diperlakukan dengan adil, maka semua orang perlu kita "hormati". Ofkors,  hormat tidak sama dengan menyukai. Kita bisa tidak menyukai seseorang tapi tetap menghormati nya sebagai manusia ¯\_(ツ)_/¯ Karena orang yang hatinya keruh pun perlahan dapat tercerahkan bila diterima dengan rasa hormat.</p><p><br/></p><p>Aku mengamati bahwa menghormati seseorang yang dirasa tidak layak dihormati itu memang sulit. Tidak semua orang memiliki kapasitas hati dan ego yang cukup <em>humble </em>untuk menghormati orang-orang yang menyebalkan bagi mereka.</p><p><br/></p><p>Ada pula alasan lain dibalik mengapa seseorang tidak bisa saling menghormati, itu adalah karena pandangan mereka dibutakan oleh keangkuhan. Keangkuhan membuat kita tidak bisa mengagumi dan melihat keindahan dalam orang-orang disekitar kita karena kita terlalu sibuk memikirkan diri sendiri. Seseorang bisa mengagumi orang-orang yang jauh dan tidak mereka kenali seperti artis dan orang-orang terkenal lainnya, namun tidak bisa melihat keindahan pada diri orang-orang terdekat disekitarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/d550c4a3ea785f19e467f4aa26076f78/download__7_.jpg" />
         <pubDate>2025-12-23 02:51:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731017964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kearifan Menilai, Penghargaan, &amp; Peremehan </title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731858190</link>
         <description><![CDATA[<p>Pelayan Keadilan yaitu Rasa Hormat, Kejernihan Pandang, dan Kearifan Menilai saling menopang satu sama lain. Kearifan Menilai akan memudahkanmu untuk menentukan siapa saja yang cocok untuk dijadikan akrab. Dengan memberikannya (Kearifan Menilai) ruang bergerak tanpa dihalangi kesombongan atau prasangka , maka dia akan bisa menganalisis dengan objektif tentang watak setiap orang yang dijumpai.</p><p><br></p><p>Kemudian supaya Kearifan Menilai tidak terlalu bersemangat melihat kelemahan dari sesuatu, ada pelayan lain yang dapat menyeimbangkan yaitu Apresiasi. Apresiasi merupakan ladang Sukacita yang dapat terus menerus dipanen. Dia adalah sumber dari Sukacita. Apresiasi akan melihat value, kebaikan, dan keindahan dari apapun yang dia jumpai. Apresiasi juga dianggap sebagai hak dari orang lain yang keindahan nya terlihat bagi kita, dan meskipun kita memberikan apresiasi kepada orang lain, kebaikan dari apresiasi yang telah kita berikan akan datang kembali kepada kita.</p><p><br></p><p>Di sisi lain, ada setan dari pelayan Keadilan ini, yaitu Peremehan. Setan ini akan selalu mencari hal-hal yang buruk dari yang ditemui atau bahkan dari hal-hal baik. Dia akan selalu melihat sisi buruk dari berbagai hal. Orang yang seperti ini diibaratkan sebagai cumi-cumi yang siap sedia menyemprotkan tinta hitam ke lingkungan nya. (Bahkan cumi-cumi menyemprotkan tintanya sebagai mekanisme <em>self-defense</em>).</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/b940f98d8418bfb65d21e30b552fede7/Japan__Squids.jpg" />
         <pubDate>2025-12-24 03:31:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731858190</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan Dalam Kata: Kebenaran</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731896969</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kebenaran Tidak Pernah Kasar</strong></p><p>Cara kita berbicara dan menggunakan kata adalah kewajiban terhadap orang yang kita ajak berbicara. Kalau kita mengatakan hal yang palsu kepada orang lain dan dia percaya, orang tersebut berhak marah pada kita karena kita melanggar kewajiban kita. Kalau dia tidak percaya ucapan palsu kita, dia kan hilang kepercayaan pada kita dan meremehkan kita. Itu karena perkataan palsu kita telah melukai jiwa dan pikiran nya. </p><p><br></p><p>Jika seseorang sering-sering terpapar oleh hal yang palsu maka dia akan belajar untuk berpikir secara tidak benar. Dia menjadi terbiasa berbicara palsu meskipun tidak berniat seperti itu. Itu sudah menjadi habitnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/b9c18b6b063c62a70b30cc0fbf843111/folder_icon.jpg" />
         <pubDate>2025-12-24 04:36:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731896969</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pencemar Nama.</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731902795</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita harus menahan lidah kita dari mengucapkan kata-kata jahat, melukai, mencemarkan nama, dan berdusta. Pencemaran nama adalah ketika kita mengatakan-kata yang menyakiti dan melukai orang tersebut. Wesley mengatakan ketika kita membicarakan atau mengatakan kejahatan orang lain, bila hal tersebut benar, maka kita telah mencemarkan nama. Jika hal tersebut salah, kita telah berdusta.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/566622d1d08c114c701f344ef752cd0a/___.jpg" />
         <pubDate>2025-12-24 04:45:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731902795</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731970640</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>KERJAKAN HAL BERIKUTNYA</strong> (kenapa kayak ujian gitu ya)</p><p>Ada begitu banyak pekerjaaan yang menanti kita, puluhan surat, titipan orang lain,  bersih-bersih meja atau laci yang menggoda, dan masih banyaaaak lagi. </p><p>Ada ungkapan yang mengatakan "Jangan kerjakan hari ini apa yang bisa kamu kerjakan besok." Dan orang yang senang bermalas-malasan akan gembira membacanya. </p><p>Padahal ucapan ini bermaksud untuk mnyuruh kita mengerjakan sesuatu yang lebih penting atau harus cepat selesai terlebih dahulu, sebelum mengerjakan hal-hal kecil yang bisa dikerjakan nanti. </p><p>Kita harus bisa menyelesaikan apa yang sudah kita mulai, jangan sampai semuanya berakhir berantakan dan tidak selesai. Kendalikan kuda liar bernama keinginan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-24 06:51:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3731970640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanatisme</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3732332637</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang-orang yang fanatik bukan hanya tidak mau mendengarkan perspektif dari pihak lain, dia sudah <em>tidak bisa</em> untuk mendengarkan pihak manapun. Sehingga upaya untuk meyakinkan atau menjelaskan sesuatu pada mereka akan sia-sia. Ada orang yang fanatik pada perdamaian, ada lagi yang fanatik pada perang. Ada yang fanatik dalam agama, ada juga yang fanatik dalam ateisme. Di sisi lain, seorang martir bukanlah sosok bising. Dia menderita, tapi tidak berteriak-teriak demi perkara yang dijunjungnya dan tidak mencemarkan nama di surat kabar. Seorang martir dapat berbicara dengan adil. </p><p><br/></p><p>Meskipun manusia suka menyimpang dalam penilaian serta kecendrungan mereka, kebenaran hanya dapat menilai dirinya sendiri.</p><p><br/></p><blockquote><p>"mencari kebenaran adalah upaya merayunya, mengetahui kebenaran adalah kehadirannya, dan meyakini kebenaran adalah dengan menikmatinya."</p></blockquote><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/9bcbda8cc454237c5f80ee7ea0d386eb/download__9____Edited.jpg" />
         <pubDate>2025-12-25 03:37:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3732332637</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas yang bertumbuh</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3732541366</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak dari kita yang membiasakan diri untuk tidak berintegritas. Artinya, kita sering bersembunyi dibalik kata "tidak apa, cuma sesekali" atau lebih parahnya jadi membandingkan dengan orang lain. (tetap mengatakan bahwa kita lebih baik. </p><p><br/></p><p><em>Namun pribadi berintegritas menolak semuanya. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Aku berutang pada orang tuaku”—atau pada gurunya, atau pada atasannya—“untuk mengerjakan hal ini sebaik dan secepat yang aku bisa; lebih dari itu, aku berutang kepada diriku sendiri.”</em></p><p><br/></p><p>Ketika kita memiliki Integritas, kita akan terdorong untuk melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati. </p><p><br/></p><p>Tapi kadang ketika kita sedang bersemangat bersemangatnya, kita justru semakin menghindari yang penting danurgent, ini juga bahaya, karena kita tidak bisa memilah pekerjaan. </p><p><br/></p><p>- Menurut kalian apa saja yang perlu dilakukan agar bisa mendidik integritas sehingga terus bertumbuh dan menjadi utuh/penuh? Apakah kalian sudah pernah melakukannya? Apa kendala yang ditemui? </p><p>Aku rasa kondisi idealnya memang kita melakukan segala sesuatu dengan maksimal dan sempurna. Tapi sebenarnya menurutku manusia juga akan ada waktu di mana ia merasa apa yang ia kerjakan itu tidak begitu "penting" baginya untuk memberikan effort sebesar itu. "Penting" ini menjadi kata kunci. Ketika kita bisa merasa bahwa hal ini dan itu penting dan ketika kita bisa bertahan atas dasar prinsip kita, Integritas akan terjaga. </p><p><br/></p><p>- Bagaimana cara menjaga tekad untuk bertahan dalam suatu tugas (padahal tergoda untuk melakukan hal lain) dan tetap bisa melakukannya dengan perasaan senang, sepenuh hati dan sungguh2?</p><p>Semua manusia pasti punya caranya masing2 untuk menghadapi yang satu ini. Tapi kalau aku, mind mapping tugasku, dan ngelist tugas sangat membantu ketika sedang overwhelm</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-25 15:56:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3732541366</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerjakan yang utama</title>
         <author>anstaciaaddinila</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3732542488</link>
         <description><![CDATA[<p>"jangan kerjakan hari ini apa yang bisa dilakukan besok"</p><p><br/></p><p>sebenarnya lucu aku menulis narasi ini, mengingat aku saat ini sedang menunda tidurku untuk belajar (yang tidak terlalu urgent juga, contohnya narasi ourselves) Oma CM mengatakan bahwa kita sepatutnya melakukan hal yang penting pada saat itu terlebih dahulu, dan jika hal yang lain bisa dikerjakan besok, maka besok lah. Tunda hal-hal yang tidak berguna, yang bisa kamu kerjakan besok saja. </p><p><br/></p><p>Oma CM juga mengatakan bahwa kita harus membiasakan diri menyelesaikan apa yang kita sudah mulai (seperti yang aku lakukan ini?) Kita harus tetap berintegritas, dan jangan mudah terdistraksi dan memulai hal baru tanpa menyelesaikan yang sebelumnnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-12-25 16:01:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3732542488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Veracity: Kebenaran dalam ucapan</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3732820264</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p>Tidak ada satupun orang yang dapat mengatakan kebenaran jika mereka tidak bisa melihatnya dan mengenalnya <em>from the heart</em>. </p></blockquote><p><br></p><p>Salah satu diantara para pelayan Kebenaran adalah Veracity atau kebenaran dalam ucapan. Veracity adalah kebiasaan mengucapkan kata-kata yang kita yakini sebagai fakta secara tepat, sejauh yang kita ketahui. Setelah mengatakan sesuatu yang kita yakini sebagai fakta, kita harus menghindari menambah-nambah kualifikasi seperti "tapi gak tau ya" atau "setidaknya menurut gw bgitu ya" atau "gatau deng tapi cmiiw ✌️", ini menunjukkan bahwa kita tahu bahwa pernyataan kita longgar dan kata-kata kita harus banyak di "edit". Hal seperti ini membuat lawan bicara kita menjadi tidak yakin dan meragukan kebenaran yang kita ucapkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/2af662145043060611db1efcb1c9d4a2/download__10_.jpg" />
         <pubDate>2025-12-26 04:26:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3732820264</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Scrupulosity: Kehati-hatian yang berlebihan</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3733148053</link>
         <description><![CDATA[<p>Scrupulosity bukanlah Veracity. Mengatakan sesuatu dengan berhati-hati bukanlah kebenaran kata. Kita tau bahwa kita tidak cukup berpengetahuan dengan hal tersebut sehingga kita membicarakan nya dengan hati-hati dibandingkan berkata "saya masih belum cukup tahu tentang hal tersebut". Sesungguhnya ucapan "saya tidak tahu" itu lebih jujur dibandingkan berusaha membicarakan suatu hal dengan penuh kehati-hatian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/3cf68cb588b9829171dc18064baaf804/_.jpg" />
         <pubDate>2025-12-27 02:41:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3733148053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Membuat Cerita Menarik</title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3734580240</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Humor </strong>adalah sebuah karunia yang memberi berkah untuk si pendengar maupun si pembicara. Namun karunia ini memiliki banyak jebakan, seperti godaan untuk bersikap kurang sopan, merendahkan, dan menyelipkan sedikit kejahilan dalam sebuah cerita untuk memperindahnya. Sehingga orang yang dengan humor yang tinggi perlu berhati-hati untuk tidak tergoda dengan jebakan-jebakan ini. </p><p><br/></p><p>Banyak orang yang tergoda untuk berbagi cerita yang dilebih-lebihkan supaya menarik. Peristiwa kecil akan dibuat menjadi peristiwa yang besar yang dapat membuat orang-orang tertawa ngakak terpingkal-pingkal. Kata orang irlandia (knp harus org irlandia ya), <em>"baguslah kalau mereka bisa begitu"</em>. Tetapi, orang yang suka bergurau harus bisa mengendalikan diri untuk tidak selalu bergurau, kalau tidak, mereka berpotensi menjadi orang yang membosankan. Terus menerus melucu dan keseringan menyelipkan candaan disetiap perkataan nya dapat melelahkan juga bagi orang yang mendengarkan. Selain itu, seseorang yang terlalu melebih-lebihkan cerita telah mengorbankan kebenaran dalam berbicara dan kepercayaan orang-orang kepadanya demi beberapa tawa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/985163081141c864771665256efb71f3/court_jester_dancing.gif" />
         <pubDate>2025-12-30 06:08:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3734580240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3743977318</link>
         <description><![CDATA[<p>Kumpulan pertanyaan dari kelas minggu lalu (dan opiniku):</p><ul><li><p><strong>Apa ukuran seseorang sudah bekerja sebaik mungkin dan belum?</strong></p></li></ul><p>Menurutku semaksimal apa yang dapat ia lakukan dengan kemampuan pada kondisi dan situasi <em>saat itu</em>. Mempertimbangkan faktor kesehatan, <em>skill</em>, dan  seterusnya.</p><p><br/></p><p>Aku jadi terpikir, apakah suasana hati juga mesti dijadikan bahan pertimbangan? </p><p><br/></p><p>Menurutku pada suasana hati yang tidak baik (duka misalnya), biasanya ada pilihan untuk tetap bekerja pada hari itu atau tidak–kedua pilihan ini tersedia, dan dapat dipilih sesuai kesanggupan masing-masing. </p><p><br/></p><p>Kurasa, jika seseorang sudah memutuskan untuk masuk bekerja pada hari itu, maka ia mesti berusaha melakukan bagiannya dengan profesional. Sebab jika tidak ia malah akan membuat yang lain ikut merasa tidak nyaman. </p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Apa yang membuat suatu pekerjaan bisa disebut prioritas? </strong></p></li></ul><p>Banyak faktor sih, dari tenggat waktu, perasaan/emosi, sampai dampak masa depan<strong>. </strong></p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Kemarin kan membahas integritas dalam bekerja, <em>yang dimana itu sangat spesifik</em>—lalu seperti apa integritas secara keseluruhan itu?</strong></p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Catatan:</strong></p><ul><li><p>Kemarin ada yang mengatakan, meski sedang tidak <em>mood</em> tapi alasannya kuat, maka mungkin bagi manusia untuk terus melakukan tugas itu. Contohnya ibadah. Mau kesal, marah, malas atau sedih tapi dilakukan juga akhirnya kalau alasan yang menjadi pegangan kuat. </p></li><li><p>Kaitannya sub bab prioritas dengan integritas adalah, berintegritas (mengerjakan tugas sebaik-baiknya) hanya bisa dilakukan pada mereka yang tidak menunda-nunda. Maka dari itu dibutuhkanlah yang namanya prioritas.</p></li><li><p>Kerjakanlah dari yang paling penting, kemudian, akan ada baiknya menyelesaikan apa-apa yang memang sudah kita mulai dan layak diselesaikan. Jangan mudah terdistraksi, terlebih oleh kuda liar bernama Keinginan!</p></li><li><p>Dalam bencana, logika (memproses) harus dikunci, mesti mengikuti perasaan (entah ini catatan apa kok bisa pembahasannya ke sini).</p><p><br/></p></li><li><p>Cara Mengelola Rasa (4M)</p></li></ul><ol><li><p>Menyadari rasa</p></li><li><p>Menerima &amp; diakui (bolehkan hadir)</p></li><li><p>Merasakan (<em>scanning </em>bagian tubuh mana yang merasa tidak nyaman)</p></li><li><p>Melepas (bernapas &amp; afirmasi, <em>butterfly hug </em>juga bisa)</p></li></ol><p>Kalau sudah terlatih, mengelola emosi bila dilakukan saat dikerumunan/mengerjakan hal lain. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-01-08 07:52:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3743977318</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Curi-curi waktu </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3774687029</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita sering merasa waktu adalah milik kita, dan karenanya kita bebas menggunakan waktu untuk apapun yang kita sukai. </p><p>Kabar buruknya--meski tidak seburuk itu juga-- waktu bukanlah milik kita, dan kita tidak boleh berfoya-foya menggunakan waktu. </p><p>Seseorang bisa saja membiarkan tahun-tahun mereka berlalu tanpa menggunakan waktu dengan baik. Tanpa menaruh perhatian pada pelajaran atau pekerjaan, dan menunda-nunda tugasnya. Berharap ada seseorang yang datang untuk memaksa mereka melakukannya, padahal tidak ada siapa-siapa. Yang membuatnya taat hanyalah ia sendiri dan yang membuatnya tidak mau juga dirinya sendiri.</p><p><br/></p><p>Seorang anak perempuan menaruh buku cerita di sampingnya ketika sedang menjahit dan seorang laki-laki melakukan percobaan kimia di tengah-tengah tugasnya. Waktu yang digunakan ini memang produktif, tapi tetap saja ini mencuri waktu. </p><p>Itegritas meminta kita untuk melakukan sesuatu pada waktunya, fokus pada tugas sekarang dan kerjakan yang lain nanti. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Coba renungkan kapan saja situasinya kalian (sadar atau tidak) terhanyut dengan situasi sehingga jadi menunda-nunda atau bahkan jadi terpaksa mencuri waktu? Lalu apa yang telah atau akan dilakukan untuk bisa mengatasinya?</em></p><p><br/></p><p>Aku sangat sering terhanyut dan mencuri waktu, dan aku selalu menyadarinya, tapi aku terlalu bingung untuk memulai ulang atau menyelesaikan keterhanyutanku ini. </p><p>Seperti setelah ketemuan Ourselves selesai, banyak hal indah yang terjadi dan sulit untuk kutinggalkan. Aku jadi seringkali terhanyut, kembali pada momen-momen itu, menghambat tugas-tugasku dan pelajaranku.</p><p>Yang kulakukan adalah membiarkan diriku hanyut untuk sesaat, lalu sambil mendengarkan lagu galau, aku menuliskan semua momen indah dengan sedetail mungkin kalau aku mau. Setidaknya itu membuatku kembali pada kenyataan. </p><p>Lalu aku menyembunyikan buku dan handphoneku, pindah meja belajar kalau bisa, karena di kamarku ada foto bersama di photobooth yang membuatku kembali teringat. Dan cukup memaksa diri untuk memulai pelajaranku, lama-lama aku dapat menikmatinya dan terhanyut dalam pelajaran (contohnya tanpa sadar aku sudah menulis sepanjang ini dan aku belum selesai)</p><p>Mencuri waktu juga sering kulakukan, ketika belajar tiba-tiba aku teringat kalau aku belum menyiapkan kado untuk temanku yang mau ulang tahun, menemukan pemikiran baru yang tiba-tiba muncul begitu saja, menyadari kalau kamarku berantakan dan harus kubereskan dulu, atau ada kupu-kupu lewat depan jendela dan aku tertarik untuk mengidentifikasinya. </p><p>Jadi caraku supaya tidak mencuri waktu adalah dengan mengingat bahasan Ourselves tentang Itegritas ini, dan menyingkirkan segala sesuatu yang membuatku mencuri waktu, meminimalisasi distraksi.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-03 03:40:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3774687029</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas dalam Menggunakan Waktu</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3775298301</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Orang yang Hanyut dan yang Menunda-nunda</strong></p><p>Kurasa pada bagian ini oma ceem ingin kita untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan waktu. Katanya, waktu tidak bisa kita gunakan sesuka hati sebab waktu bukan milik kita sepenuhnya. </p><p><br/></p><p>Kita semua mengemban tugas, pekerjaan, juga kewajiban pada pihak lain yang mesti dirampungkan dengan waktu yang masing-masing kita miliki. Menunda atau bahkan tidak mengerjakan kewajiban ini, akan berimbas pada <em>pihak lain</em> tersebut. Kita terikat dengan yang lain, menurutku itulah kenapa waktu tidak sepenuhnya milik kita.</p><p><br/></p><p>Ada orang-orang yang (secara sengaja atau tidak) membiarkan diri mereka hanyut, sehingga waktu lolos dari genggaman tanpa mereka sadari. Tahu-tahu sudah tahun baru, tahu-tahu sudah lulus sekolah. </p><p><br/></p><p>Untuk kembali bekerja, beberapa butuh dorongan dari orang lain, aku jadi teringat sebuah kutipan yang menjelaskan kondisi ini. Katanya, seseorang bernama Heraclitus pernah berkata, "<em>Every beast is driven to pasture by blows</em>" (Setiap binatang digiring ke padang rumput dengan pukulan), kalimat ini diucapkannya kala mengkritik kondisi masyarakat saat itu yang menunggu dorongan/kepepet dahulu (mungkin sesuatu, seseorang atau sebuah kondisi) sebelum melakukan tindakan.</p><p><br/></p><p>Mengingat bagaimana waktu terus berjalan dan bagaimana ia tak sepenuhnya milik kita, kemampuan untuk mampu mendorong diri sendiri bekerja adalah hal yang sangat berharga dan terpuji. Masa mau nunggu kepepet terus?</p><p><br/></p><p><strong>Mencuri Waktu</strong></p><p>Ada masa di mana aku memilih menutup hidungku dengan buku alih-alih menggunakan waktu untuk bermain dengan teman sebaya. Meski lebih produktif dari bermain, kurasa saat itu aku sedang mencuri-curi waktu, aku 'kan bisa membacanya di rumah.</p><p><br/></p><p>Kata oma ceem setiap kegiatan punya waktunya masing-masing, kurasa tempat juga menjadi salah satu kriteria pembagian waktu untuk tugas ini-itu. Jam 8 pagi di rumah dan jam 8 di PKBM tentunya memiliki kegiatan yang berbeda, dan menukar atau menyamakan kegiatan pada kedua tempat itu akan mencuri waktu yang satu. Waktu yang menjadi <em>hak </em>suatu pekerjaan, tidak boleh digantikan dengan pekerjaan lain. </p><p><br/></p><p>Tidak mengambil hak, kurasa itu nilai integritas pada hal-hal kecil yang berusaha ditanamkan oma ceem di sini. Tadi tulisan yang pertama tentang tidak bolehnya mengambil waktu <em>pihak lain</em>, kalau di sini dari <em>pekerjaan lain</em>. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Pertanyaan Refleksi</mark></strong></p><p><strong>Coba renungkan kapan saja situasinya kalian (sadar atau tidak) terhanyut dengan situasi sehingga jadi menunda-nunda atau bahkan jadi terpaksa mencuri waktu? Lalu apa yang telah atau akan dilakukan untuk bisa mengatasinya?</strong></p><p><br/></p><p>Yang durasinya cukup lama dan berdampak itu mungkin saat hari-hari awal setelah Temu Ourselves. Aku lupa rutinitasku sampai kacau jadinya–meninggalkan sebagian tugas (meski bukan tugas rumah) karena lama melihat foto-foto di Bogor, menunda-nunda, berdiam diri–setelah mengumpulkan niat selama 3 hari baru bisa mulai kembali seperti biasanya. </p><p><br/></p><p>Meneguhkan niat berguna di aku dalam mengatasinya sih, dan teguh untuk mematuhi kalimat kayak "Se-ngga siap apapun aku (males, sedih, dst), aku mesti dan bakal kerjain ini-itu hari ini" gituh klw itu masuk akal. </p><p><br/></p><p>Meski dalam beberapa hal rasanya aku masih engga bisa melawan rasa <em>ketidaksiapan aku</em> itu sih, misalnya, ketika diajak main oleh kenalan sebayaku atau mengingat-ingat apa yang kulakukan saat di Jakarta–mungkin karena aku masih sedih. Kalau memang tidak bisa aku engga memaksakan diri sih, sepertinya masih perlu waktu? :p</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-03 13:11:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3775298301</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dunia Fiksi: Kebenaran Esensial &amp; Kebenaran Kebetulan </title>
         <author>bilqisazwa2205</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3780303177</link>
         <description><![CDATA[<p>Jika kita harus berhati-hati dalam melebih-lebihkan suatu cerita, berarti bagaimana dengan dongeng? atau puisi? atau tulisan-tulisan fiksi? CM menjelaskan bahwa ada dua macam kebenaran yaitu Kebenaran Kebetulan dan Kebenaran yang Esensial. Kebenaran Kebetulan adalah ketika sesuatu benar-benar terjadi pada jam tertentu dan pada tempat tertentu. Ini adalah jenis kebenaran yang harus kita pegang pada percakapan dan interaksi sehari-hari. Kebenaran Esensial atau Kebenaran Seni adalah interpretasi murni yang bermakna bagi seseorang berdasarkan suatu peristiwa atau kejadian tertentu (dari yang aku pahami). Jadi ketika seorang penyair menatap pemandangan alam, atau peristiwa sehari-hari (seperti misalnya dia melihat anjing menggigit tulang) ketika dia mendapatkan suatu perumpamaan yang mencerminkan suatu peristiwa dalam kehidupannya atau makna dari hal-hal tersebut, itulah yang disebut sebagai Kebenaran Seni. </p><p><br></p><p>Fiksi semacam ini sangat berharga bagi kita, karena dapat mengajarkan kita tentang moral, tata laku dan akibat-akibat dari sebuah keputusan tertentu. Fiksi menunjukkan betapa kesalahan kecil yang terlihat sepele ternyata dapat menghasilkan cacat mendalam dalam watak seseorang seperti keegoisan, kedangkalan, kepalsuan, dan kerugian yang membuat seseorang karam dalam hidupnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1612115446/7ec7abcc382641af294295c84caf1efe/download__14_.jpg" />
         <pubDate>2026-02-06 14:48:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3780303177</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Scrupulosity, Melebih-lebihkan, Kebiasaan Menggeneralisasi - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3780316413</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kehati-hatian yang Berlebihan Bukanlah Kejujuran Ucapan</strong></p><p>Kehati-hatian yang berlebihan (scrupulosity) bukanlah kejujuran ucapan (veracity). Sebab, kehati-hatian yang berlebihan ini memiliki masalah baik dari sisi moral maupun sosial. Scrupulosity muncul bukan sekadar ditunggangi tanggung jawab untuk jujur, lebih dari itu, sikap defensif atas ketakutan moral dari menyampaikan yang keliru, atau melindungi citra diri sebagai penutur. Dalam keseharian, ungkapan dari scrupulosity seperti "Kalau pecel lele mah ada di Jl. Semanggi, seinget aku ya inimah" bukan hanya menyatakan--apa yang penutur pikir--benar (lokasi pecel lele), namun juga mengatakan jika si penutur salah maka ia salah ingat; sebuah sikap defensif atas kerapuhan ucapan sebelumnya. Bukan berarti kita tak boleh berhati-hati atas apa yang kita katakan, namun saat hal tersebut diungkapkan, hal tersebut mestinya menjadi sesuatu yang telah matang dipikirkan. Sebab jika tidak, sikap scrupulosity menandakan kita yang kurang bertanggung jawab untuk memastikan apa yang kita ucapkan, dan menghindari tanggung jawab itu.</p><p><br/></p><p>Pada sisi sosial--lebih spesifik; situasi percakapan--scurpulosity memberikan hal-hal yang membosankan, tidak menyenangkan, bahkan bisa jadi sia-sia. Dalam keseharian, pertanyaan terkait lokasi pecel lele yang dijawab seperti tadi tak membantu si penanya, sebab yang diberikan oleh jawaban tadi adalah kemungkinan; tak meyakinkan. Sehingga, percakapan tadi bisa menguras waktu, pikiran, dan energi sosial si penanya.</p><p><br/></p><p>Ada pula bentuk lain dari kehati-hatian yang berlebihan yang membuat percakapan menjadi membosankan, ialah kebiasaan sok benar yang membetulkan ucapan orang lain dalam hal-hal sepele. Seseorang berkata "Aku bertemu Tuan Jones di hari Selasa" lalu si hati-hati menimpali "Seingatku Rabu", dan "Ada tujuh (man) orang di jalan tadi" lalu "Maaf, sepertinya enam orang dewasa (man) dan seorang remaja". Dalam perspektif sebagai penutur yang akurat, hal ini tidak bisa dibenarkan sebab kita mengoreksi informasi yang kita (duga) lemah dengan informasi yang lemah; hal ini terlihat dari bagaimana kalimat si hati-hati tidak disertai keyakinan penuh atas ucapannya dan justru diiringa kata "sepertinya", dan "seingatku".</p><p><br/></p><p>Melalui contoh lain yaitu percakapan yang berbunyi "Cuaca cerah sepanjang minggu" lalu ditimpali "Tidak juga, ada hujan pada hari Kamis", menyentuh sisi lain dari sebuah percakapan; kesantunan. Kesantunan yang wajar menuntut kita untuk menganggap lawan bicara beritikad baik--bahwa perkataannya lahir dari kejujuran dan ketulusan, setelahnya tak penting apakah ada sepuluh domba, ada dua belas orang, dan sebagainya.</p><p><br/></p><p>Kejujuran ucapan menuntut kita untuk mengatakan apa yang kita tahu dan menghindari berkata hal-hal yang tidak kita ketahui; namun bukan berarti kita harus mengawasi setiap perkataan orang dan menimpalinya dengan pengetahuan kita sendiri--yang mungkin lebih keliru.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Kebiasaan Melebih-lebihkan</strong></p><p>Kita sering mengatakan "Ada seribu hal yang harus kukerjakan" meski ternyata hanya sepuluh, juga "Semua orang berkata begitu" padahal hanya Frans dan Frank yang mengatakan demikian. Kebiasaan melebih-lebihkan ini merupakan bentuk lain dari penyimpangan terhadap kejujuran ucapan. Dalam situasi tegang seperti peperangan, kabar yang melebih-lebihkan lebih mudah dipercaya, meski keesokan harinya terbukti salah. Kita perlu memakai Akal Sehat kita dalam mencerna berita-berita semacam tadi, sebab jika kita termakan kabar-kabar tadi boleh jadi menandakan kepekaan terhadap kebenaran yang menurun. Kita perlu menunggu fakta sebelum menyebarkan kabar-kabar. Banyak orang yang rusak nama baik keluarganya sebab menyebarkan kabar-kabar burung.</p><p><br/></p><p>Melebih-lebihkan meski lebih disebabkan oleh kebodohan dibanding kejahatan tetap merupakan kegagalan untuk jujur dalam ucapan.</p><p><br/></p><p><strong>Kebisaan Menggeneralisir</strong></p><p>Kebiasaan menggeneralisasi, yang mengatakan tentang keseluruhan dari orang atau benda hanya karena kita melihatnya pada satu ata dua kasus, harus dihindari orang-orang yang ingin menjadi penutur kebenaran.</p><p>Kita mungkin pernah berkata "Semua cangkirnya retak" padahal hanya beberapa, atau "Semua jalan sedang diperbaiki" padahal hanya dua atau tiga jalan.</p><p><br/></p><p>Kita perlu memahami bahwa kebiasaan menggeneralisir membuat kesan lebih tahu dan lebih berpengalaman dari yang sebenarnya. Kita perlu menyadari ucapan-ucapan longgar ini melemahkan kemampuan berpikir ilmiah--berpikir dengan pengamatan yang cermat dan pencatatan yang tepat, yang membantu kita menjadi penutur kebenaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=VgZn5dfg1U0" />
         <pubDate>2026-02-06 14:58:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3780316413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas materi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3782637916</link>
         <description><![CDATA[<p>Suatu hari ada seorang pria berusia enam puluhan, dia sangat jujur dan cukup di hormati. Tapi tiba-tiba dia ditemukan menyeludupkan uang begitu banyak seolah untuk pertama kalinya. Padahal tidak bis begitu. </p><p>Retakan kapal itu sudah ada sejak kecil, mungkin hanya dari kejahatan-kejahatan kecil yang tidak membawa masalah. Tapi ketika ada kesempatan besar, dia akan melakukan pencurian besar. Kapal itu akan terhanyut kita sampai di bagian ombak besar. </p><p><br/></p><p>Utang </p><p>Kalau pengeluaran kita lebih sedikit dari pennghasilan, hidup kita akan bahagia. Tapi kalau pengeluaran kita lebih besar sedikit saja dari penghasilan kita, hidup kita akan sengsara. </p><p>Berhutang adalah bentuk dari kejahatan kecil, apalagi kalau tidak dikembalikan. Banyak utang-utang kecil yang dimiliki anak laki-laki dan berempuan. Mereka tidak membayar hutang bukan karena berniat jahat atau apa, tapi karena lalai dan terlalu meremehkannya. Namun, ini tetap retakan bagi integritas.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi:</strong></p><p><em>Adakah sikap atau pemikiran yang kalian miliki, yang mungkin bisa membuat sedikit keretakan integritas kalian dalam hal materi?</em></p><p><br/></p><p>Mungkin ini termasuk. Kurasa aku seringkali kurang tegas ketika memaksa untuk membayar hutangku pada seorang teman, padahal jelas-jelas aku berhutang dan harus membayarnya tapi teman itu menolak untuk dikembalikan uangnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-09 03:57:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3782637916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas dalam hal Materi</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3785073206</link>
         <description><![CDATA[<p>Mungkin kamu pernah mengenal sosok orang tua yang kelihatannya atau katanya berhasil dalam hidup dan amat dihormati—tapi beberapa saat kemudian, janggalnya, terbit kabar bahwa dia menggelapkan uang. Tiba-tiba saja rasanya. </p><p><br></p><p>Sebenarnya hal-hal seperti itu tidak pernah secara tiba-tiba terjadi, menurut oma ceem. Keretakan dalam integritas—yang menenggelamkan kita pada dorongan hasrat yang menggelora—bisa jadi sudah ada sejak sosok itu masih kecil. Mereka bersemi dalam senyap. </p><p><br></p><p>Oma ceem mengingatkan kita untuk teliti ketika dititipkan uang, jangan sampai kita mengambil apa yang bukan hak milik kita dan kehilangan integritas. </p><p><br></p><p>"Jangan asal membelanjakan uang yang belum menjadi milik kita," katanya. Ada baiknya tidak membiasakan diri untuk berhutang, apalagi untuk hal-hal yang tidak se-urgent itu. Beban utang yang menumpuk, hanya akan membuatmu gelisah dan tidak mampu memikirkan ide-ide besar. </p><p><br></p><p><strong>Utang-utang kecil</strong></p><p>Kita mesti membayar utang-utang kecil kita. Ketika kita membiarkan kelalaian mengambil alih dan secara sengaja memutuskan tidak membayar utang, maka kita tidak hanya menyusahkan orang yang memberi kita pinjaman tapi kita sebenarnya juga sedang menciderai integritas kita sendiri. </p><p><br></p><p>Sengaja tidak membayar utang juga bisa menghilangkan kepercayaan mereka untuk membantu kita di saat susah lagi, juga membuat hubungan yang awalnya baik menjadi renggang. </p><p><br></p><p><strong><mark>Refleksi:</mark></strong></p><p><strong>Adakah sikap atau pemikiran yang kalian miliki, yang mungkin bisa membuat sedikit keretakan integritas kalian dalam hal materi?</strong></p><p><br></p><p>Sepulang dari berbelanja menggunakan uang ibuku, aku kadang terpikir untuk menyimpan uang kembaliannya ke sakuku wkwkwk izinn. </p><p><br></p><p>Namun ujung-ujungnya engga kulakukan sih, setelah dipikir-pikir alasannya karena entah kenapa aku merasakan berbagai perasaan aneh—jika berandai-andai aku menyimpan uang yang bukan milikku itu. Entah apa dan untuk apa, tapi ada sesuatu (dalam diri) yang mendorongku untuk mencoba berperilaku benar sedapat mungkin (?). Entah kenapa aku belum menemukan alasannya, tapi dorongan itu "ada" aja gitu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-10 14:58:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3785073206</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3786557660</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Keadilan dalam kata</em></strong></p><p>Dalam bab ini ibu CM menyampaikan bahwa sebab pikiran tidak sepenuhnya milik kita; apa yang kita pikirkan terhadap orang lain tetaplah suatu persoalan yang menuntut Keadilan, maka demikian pula apa yang kita katakan menutut kejujuran dan kehati-hatian agar dapat adil<s>--</s>bahwa kebenaran tidak pernah kasar.</p><p>Ketika kita mengeluarkan kata kata yang tidak mengandung kebenaran pada seseorang, maka orang itu berhak untuk marah.</p><p>Ibu CM berusaha menyampaikan bahwa suara yang kita miliki, tidaklah hanya berdampak kepada kita. dalam berbagai aspek, suara yang kita sumbang ke dunia memiliki pengaruh besar terhadap pandangan, pengertian, dan pengalaman seseorang dalam hidupnya. Bahkan jika kata-kata tsb dikatakan secara berlalu, tetap ada kemungkinan ucapan itu terserap kedalam pikiran bawah sadar seseorang.</p><p>Jadi sebetulnya Keadilan dalam Kata ini tidak hanya diterapkan dalam aspek Kejujuran/Kebohongan. Namun secara keseluruhan berkata itu sendiri: apakah akan menyakiti, menyesatkan, atau berujung pada sesuatu yang dapat menyulitkan/memperburuk seseorang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/6Dh1zHQjEaOp29VW9pp3xG?si=f823f33ed0ca48da" />
         <pubDate>2026-02-11 14:29:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3786557660</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3786561002</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Pencemar nama</em></strong></p><p>Seperti yang kuutarakan di narasi sebelumnya, keadilan dalam kata tidak hanya merujuk kepada keadilan yang tergantung pada Kebenaran yang terkandung didalam kata-kata kita, namun juga kepedulian terhadap influens yang dimiliki olehnya.</p><p>Dalam bab ini ibu CM membahas tentang Pencemar nama, yang bersifat jujur namun menyakitkan.</p><p>Sebagian orang berhati hati menggunakan kata mereka ketika mengenai orang orang yang mereka sayangi. namun berapa dari kita yang adil dalam berkata ketika sesuatu berhubungan dengan orang asing atau orang yang tidak begitu kita sukai?</p><p>Sangat mudah untuk berkata negatif tentang seseorang yang tidak memiliki ikatan kuat dengan kita.</p><p>Tapi hanya karena kita tidak memiliki ikatan dekat dengan seseorang, bukan berarti mereka tidak pantas untuk mendapatkan keadilan dari kita.</p><p><br/></p><p><strong><em>Kejahatan yang Menyusup dan Iri Hati </em></strong></p><p>Tapi, tidak selalu Kejahatan yang Menyusup (yang nantinya akan terlontar dalam bentuk ucapan) terjadi karena kecerobohan berpikir. Iri Hati hadir untuk membisikkan kalimat kalimat jahat kedalam benak kita; ketika ada yang menari lebih baik dari kita, Iri hati langsung berkata bahwa menari itu sesuatu yang hanya buang-buang waktu. Kalau ada yang berpakaian lebih baik dari kita, Iri hati langsung berbisik bahwa mereka dapat modis sebab mereka menghabiskan terlalu banyak waktu dan uang untuk hal itu. Jika ada yang lebih ganteng dari kita, maka Iri Hati akan berkata bahwa ketampanan tak ada gunanya jika tak ada isi didalam kepala.</p><p>Semua itu adalah pikiran menyusup yang dapat berujung kepada dusta atau pencemar nama, sebab kita tak memiliki bukti atas klaim yang kita buat tersebut; semuanya hanyalah asumsi tanpa dasar.</p><p>Dan kita kerap bersembunyi dibalik pendapat bahwa mereka yang lebih tampan dari kita, atau lebih pintar menari dari kita, itu tidak adil. Kita menyelubungi tindakan tidak adil kita dibawah jubah mengasihani diri.</p><p>Pendengaran dan Bacaan yang Mencemarkan Nama</p><p>Penghuni kerajaan jiwa manusia yang paling elok, yaitu Kebenaran, tidak hanya tersakiti dengan ucapan yang tidak adil; Pendengaran dan Bacaan yang Mencemarkan Nama dapat membinasakan Kebenaran. Ada satu kunci dalam membedakan yang mana Pembicaraan/Bacaan yang mencemarkan nama, yaitu Kebenaran tidak pernah memaksa. Jadi pidato, surat kabar, atau partai yang dengan lantang mengecam dan menuduh pihak lain (setidaknya pada saat itu) sedang melukai kebenaran dengan mencemar nama.</p><p>Hukuman yang akan kita rasakan bila membiarkan diri terus terhanyut dalam pencemaran nama adalah ini: Kita menjadi tumpul terhadap kebenaran, dan mulai mendapat perasaan bahagia atas merendahkan martabat orang lain dengan ucapan jahat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Masuk ke Pertanyaan Refleksi : </p><p><mark>- Apa itu kebenaran dalam konteks bahasan ini? </mark></p><p>| Sepertinya dalam bahasan di atas, Kebenaran merujuk</p><p>  kepada suatu gagasan yang tidak hanya kita anggap benar, </p><p>  namun memiliki fakta konkret untuk mengiringinya.</p><p><br/></p><p><mark>- Apa yang terjadi jika manusia gagal menggunakan kebenaran yang seperti ini?</mark></p><p>| Seperti yang sudah sempat disebut diatas, jika manusia     </p><p>  gagal, maka lama kelamaan manusia itu akan tumpul   </p><p>  terhadap kebenaran itu sendiri, dan akan menghabiskan  </p><p>  waktu berharganya mengikuti dorongan-dorongan dari  </p><p>  Pencemar nama.</p><p><br/></p><p><mark>- Apa yang sebaiknya dilatihkan agar bisa segera berkesadaran dan mengerem ketika setan-setan keadilan dalam kata muncul?</mark></p><p>| Tahap pertamanya adalah mengenali apa yang tergolong </p><p>  kedalam bisikan bisikan setan Keadilan dalam kata. Lalu  </p><p>  setelah itu setiap kali ingin mengatakan sesuatu, ambil  </p><p>  sejenak untuk berpikir apakah yang ingin diutarakan ini </p><p>  sesuatu yang adil? sesuatu yang penting? jika tidak maka </p><p>  lebih baik disimpan untuk diri sendiri saja.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/1nYdkPCbHdYi4w7s2L6SHA?si=b7760034c64a4100" />
         <pubDate>2026-02-11 14:31:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3786561002</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Orang yang tersakiti dalam pikiranya akan menderita dalam tubuhnya - kelembutan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3790449585</link>
         <description><![CDATA[<p>Selain dari menyakiti orang secara fisik ternyata kita juga bisa membuat orang sakit secara batin, misalnya kesenggol di keramaian yg tidak di sengaja, orang bisa menjadi tersinggung dan overthinking. Itu bisa membuat orang sakit secara batin, biasanya kejadian yang mengakibatkan dikarena; kecerobohan dalam berfikir, kekejaman dan keegoisan kita</p><p><br/></p><p><strong>Sebuah kata bisa menyakiti seperti pukulan - kesantunan</strong></p><p><br/></p><p>Selain itu, bisa juga orang menjadi tersakiti karena perkataan dan ucapan kita yang tidak di pikirkan secara matang, atau karena body language kita, contohnya: jika seseorang sedang menyampaikan pendapatnya atau berbicara kepada kita, kita hormati, dengarkan pahamkan, dan merespon secara positif. Jangan berbicara kepada orang lain, sibuk dengan sendiri dan mengomentari dengan buruk. </p><p>Semua yg ku sebutkan di atas itu adalah perilaku minimal yang harus kita berikan kepada orang lain, yaitu kesantunan, yang disertai oleh kerendahan hati dan kelembutan. </p><p><br/></p><p><strong>Kita tidak bebas untuk memikirkan hal-hal buruk tentang orang lain</strong></p><p><br/></p><p>Kita tidak boleh mengamuk saat orang-orang memikirkan hal buruk tentang kita, memang, sebenarnya mereka juga tidak boleh memikirkan hal buruk terhadap kita, tetapi mereka memiliki hak atas reputasi dan karakter mereka yang kita bawa. </p><p>Kita juga seharusnya sadar bahwa jika kita ingin dibicarakan dengan Baik, maka kita juga harus menjaga image orang dengan baik, tidak lengah dan juga gegabah. </p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>Pertanyaan Reflektif kelompok 1:</p><p>- Apa yang bikin kita ceroboh dalam berpikir, memiliki kekejaman, dan keegoisan?</p><p><br/></p><p>Kalau untuk ceroboh dalam berpikir mungkin karena tidak berpikir secara matang2, untuk kekejaman itu mungkin hasil cabang dari keegoisan, dendangkan ke egoiskan mungkin datang dari iri hati. </p><p><br/></p><p>- Dalam keseharian bagaimana kita membangun keramahan/kelembutan dalam diri? </p><p><br/></p><p>Untuk ku pribadi sih mungkin latihan. </p><p><br/></p><p>- Mengapa pengalaman emosional seperti ditolak atau dihina terasa lebih menyakitkan daripada fisik?</p><p><br/></p><p>Karena perlakuan fisik berdampak pada tubuh, dan akan hilang seiring waktu, sedangkan emosional ditangkap oleh otak dan biasanya cenderung lebih lama menempel kerena di sertai emosi dan susah untuk hilang</p><p><br/></p><p>Pertanyaan Reflektif Kelompok 3:</p><p>- Kenapa berfikir negatif bisa di anggap sebagai suatu bentuk ketidak-adilan?</p><p><br/></p><p>Mungkin karena itu bisa merusak atau mengganggu ke nyamanan orang. </p><p><br/></p><p>- Apa dampak ketidak-adilan bagi orang yang menjadi korban?</p><p><br/></p><p>Mungkin seharian mereka akan menjadi suntuk dan overthinking akibat ucapan negatif. </p><p><br/></p><p>- Pernah gak kalian berasumsi buruk tentang orang lain? Kalau pernah, setelah denger subab tadi, apa yang kalian akan lakukan agar hal kayak gitu gak terulang?</p><p><br/></p><p>Pernah sih, tapi saat sadar aku langsung tepis pikiran nya jauh-jauh lalu mikirin hal lain. </p><p><br/></p><p>Pertanyaan reflektif kel 2: "Begitu kita menyadari bahwa kata kata kita dapat menyakiti orang lain, kita pun akan bersikap lebih sopan santun terhadap orang lain" Jadi apakah kita tidak akan bersikap sopan santun kalau kita tidak menyadari hal tersebut?</p><p><br/></p><p>Ya, kalau tidak menyadari kita tidak akan bersikap sopan santun</p><p><br/></p><p>Sekian terimakasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-15 09:48:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3790449585</guid>
      </item>
      <item>
         <title>73 | Keadilan terhadap diri orang lain</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791103616</link>
         <description><![CDATA[<p>Rasa keadilan tetap perlu dibarengi pengetahuan dan pertimbangan. Jika tidak ia bisa mengarah ke perilaku yang salah (contoh kasus: merasa berhak membunuh karena di waktu lampau keluarganya pernah dibunuh juga). Keadilan juga bisa dilatih dengan berimajinasi. "Jika aku menjejakkan kotoran di lantai rumah ibu/ pembantu akan sulit membersihkannya, sebaiknya aku tidak melakukannya".</p><p><br/></p><p><em>16 Frbruari 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/5188155687/15545b81f11fcd8288112896b7b7ad77/IMG_20250905_WA0020_1_.jpg" />
         <pubDate>2026-02-16 08:14:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791103616</guid>
      </item>
      <item>
         <title>74 | Kelembutan &amp; Kesantunan (sampai dalam pikiran) </title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791104432</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketika seseorang mengetahui bahwa ucapan dan perlakuan berdampak sama besarnya dengan kekerasan fisik, maka ia sepatutnya akan membenahi tindakannya. Apa yang tersakiti dalam batin juga akan menjalar ke fisik. Di sini dibutuhkan si Kelembutan dan si Kesantunan dalam berperilaku. Jika tidak, maka yang sedang memimpin adalah Kecerobohan Berpikir, Keegoisan, dan Kekejaman. Dalam berpikir tentang orang lain pun sama halnya. CM menyarankan tidak sepatutnya kita berasumsi buruk tentang orang lain walau hanya di pikiran--Ini sedikit mengingatkanku pada tulisan Pram di bukunya tentang kebijaksaan sejak dalam pikiran</p><p><br/></p><p><em>16 Februari 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-16 08:15:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791104432</guid>
      </item>
      <item>
         <title>75 | Teknis Berlaku Adil: Kacamata Kerjenihan Pandang</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791105856</link>
         <description><![CDATA[<p>Teknis berlaku berkeadilan adalah dengan menggunakan kacamata kejernihan pandang, saran CM. Gunakan kacamata itu ketika melihat bapak tua menyebalkan yang ternyata sedang menjalankan kewajiban/ pekerjaannya, gunakan kacamata itu untuk melihat perempuan tersebut cerewet karena sebenarnya ia merasa canggung, gunakan kacamata itu untuk melihat bahwa sebetulnya tukang ledeng juga ingin mendapat pekerjaan yang lebih baik, dan gunakanlah kacamata itu untuk mendapat kejernihan pandang lainnya di luar yang kasat mata. Juga bukan artinya harus melihat sisi posiftif terus-meneru, tetapi melihat pribadi manusia tersebut secara holistik.</p><p><br/></p><p><em>16 Februari 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-16 08:17:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791105856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Membuat Cerita Menarik, Dunia Fiksi: Kebenaran Esensial dan Kebetulan - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791382709</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Membuat Cerita Menarik (Humor)</strong></p><p>Banyak orang tergoda untuk membuat sebuah kisah menjadi begitu menarik (lucu). Salah satu contohnya adalah membuat kisah yang begitu lucu hanya dari peristiwa kecil seperti anjing yang mengangkat ekor. Kata orang-orang Irlandia "Baguslah, jika mereka bisa melakukannya". Perlu diakui bahwa Humor--kemampuan untuk melihat dan menggambarkan sisi lucu, seperti belas kasih, memberi karunia kepada kedua pihak; si pemberi dan si penerima. Namun jika hal ini terlalu sering kita lakukan akan ada kecenderungan untuk merendahkan orang lain, berlaku kurang sopan, dengan menyelipkan kejahilan dalam sebuah cerita untuk membuatnya menarik. Aku berhipotesis, bahwa merendahkan orang lain atau berlaku kurang sopan di sini bukan dimaksudkan bahwa membuat lelucon berarti kita secara sadar ingin merendahkan orang lain. Sebab dikatakan bahwa suatu lelucon memerlukan korban, bahkan pada lelucon simpel seperti plesetan kata, yang akan membuat kita cenderung menjadikan orang lain korban lelucon dengan predikat-predikat yang kurang sopan. Di sisi lain, kebiasaan untuk terus-menerus lelucon juga bukan hal baik bagi si pendengar sebab akan menimbulkan kebosanan. Sebelumnya, terdapat sebuah teori bahwa jika seseorang menerima hal yang sama secara terus menerus akan membuat kesenangan atas hal tersebut menurun, sebab perlahan otak menganggap hal tersebut biasa. Dengan demikian ukuran "terus-menerus" bergantung pada seberapa baru suatu hal bagi seseorang.</p><p><br></p><p>Orang yang suka bergurau haruslah menguasai diri, sebab jika tidak ia berpotensi menjadi orang yang kurang sopan dan membosankan. Selain itu biarlah gurauan diisi oleh tambahan yang tak mungkin dipercaya,</p><p>sebab jika tidak, kejujuran ucapannya (veracity) ikut dipertaruhkan, dan ia mengorbankan perannya sebagai penutur kebenaran untuk sebuah tawa.</p><p><br></p><p><strong>Dunia Fiksi: Kebenaran Esensial dan Kebetulan</strong></p><p>Kita mungkin sering mendengar ucapan-ucapan yang tidak nyata seperti ucapan dalam puisi, roman, syair, dan sebagainya. Hal ini lain dari kebenaran yang kebetulan yang fokus pada kejadian yang sama, di tempat yang sama, di hari yang sama, dan di jam yang sama--tipe kebenaran yang perlu kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.</p><p><br></p><p>Puisi, roman, syair, dan karya-karya lainnya mengandung kebenaran esensial. Kita perlu memahami bahwa wajar jika setiap orang punya sifat-sifat tertentu, yang akan menghasilakan pemikiran serta tindakan tertentu pula. Seseorang bisa menghasilakan gagasan-gagasan dari jiwanya ketika melihat pemandangan alam. Atau seseorang bisa menangkap perumpamaan dari berbagai macam peristiwa dalam kehidupan ketika melihat hal sederhana seperti anjing dan tulang.</p><p><br></p><p>Fiksi semacam ini merupakan sesuatu yang begitu berharga bagi kita sebab di dalamnya terdapat pelajaran tentang moral dan tata laku; menjelaskan apa yang perlu kita lakukan dan apa yang perlu kita hindari. Ia bisa menjelaskan bagaimana kesalahan yang tampak sepele menandakan kesalahan mendasar dalam watak kita--keegoisan, kedangkalan, atau kepalsuan--yang bisa membuat karam dalam hidupnya.</p><p><br><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Silahkan refleksikan: Apakah teman2 pernah (sering) menambahkan humor pada kisah yang disampaikan agar jadi menarik? Apa yang mendasari di dalam hati sehingga muncul sikap seperti itu?</p></blockquote><p>Lelucon yang kulontarkan bisa menandakan bahwa ada potensi untuk membuat suasana lebih cair (jika diperlukan), juga upaya untuk menjadi sefrekuensi dengan suatu lingkungan. Paling tidak dua ini yang baru terpikir. Untuk yang pertama, dalam kasus ini seringkali lelucon diberikan suatu predikat yang berada di lingkup bahasan lain, hal ini membuat percakapan tidak begitu kaku. Untuk yang kedua, lelucon yang kulontarkan bisa jadi upaya untuk menyesuaikan diri untuk lebih diterima oleh lingkungan sosial. Kedua hal ini bisa baik juga buruk, tergantung pada konteksnya. Pembicaraan yang memang perlu serius akan buruk jika diguraukan. Selain itu suatu lelucon bisa menyakiti hati orang lain.</p><p><br></p><p>Sekian.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?pdlt=1&amp;v=_cgyzGj3VqI" />
         <pubDate>2026-02-16 14:22:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791382709</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berburu murah</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791931524</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak orang yang selalu mencari barang yang murah dan terus berburu murah. Menawar semurah mungkin sampai titik termurah. Memburu barang murah sampai waktu penjual dan waktunya sendiri terhabisi untuk tawar menawar seperti itu. </p><p>Integritas kita bisa retak dengan sikap seperti ini. Karena Integritas meminta kita untuk bersikap utuh, mungkin juga membiarkan harga utuh, kurasa begitu. </p><p>Membeli segala sesuatu karena murah pada akhirnya juga jadi boros juga, karena kita membeli sesuatu yang sebenarnya tidak benar-benar dibutuhkan. </p><p>Menjaga milik sesama, salah satu yang harus kita lakukan untuk memiliki integritas yang penuh. Ketika berjalan di taman umum harus menjaga rumput yang rapih karena kita tau bagaimana sulitnya merapihkan rumput. Menjaga buku di perpustakaan, tidak terlipat atau menjadikan benda besar sebagai pembatas. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em>Tugas rumah: s</em></strong><em>ilahkan refleksikan sejauh mana teman2 sudah memiliki integritas dalam konteks berburu murah dan kepedulian terhadap milik sesama? Ceritakanlah dengan disertai contoh, dan apa yang akan dilakukan jika ternyata teman2 belum memiliki cukup intergritas dalam kedua hal di atas?</em></p><p><br/></p><p>Kurasa berburu murah masih sering kulakukan, terutama kalau sedang di toko merah (Jogja). Tapi biasanya aku berburu murah untuk teman-temanku, untuk kado, boleh dibilang aku hampir tidak pernah membeli barang hanya karena lucu dan murah untuk diriku sendiri. Tentang menawar sangat jarang kulakukan, mungkin karena kemampuan berkomunikasiku yang kurang oke, jadi malas mendebatkan harga pada penjual. </p><p>Dan kurasa selama ini aku sudah cukup menjaga miliksesama. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-17 03:52:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3791931524</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berburu Murah &amp; Milik Sesama Kita</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3794148088</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Berburu Murah</strong></p><p>Ada satu kegagalan dalam integritas, yang sama buruknya seperti kebiasaan berhutang dan kadang masih dilakukan oleh orang-orang yang kita anggap berhati lurus sekalipun. Namanya, ber-bu-ru mu-rah. </p><p><br></p><p>Kebiasaan tidak elok ini berawal dari cara pikir keliru, bahwa kita mesti mencari barang dengan kualitas terbaik pada harga serendah mungkin. Hal ini tidak elok karena tanpa kita sadari, terjadilah pemborosan waktu. Oh tidak, tidak hanya kita yang kehilangan waktu, tetapi juga para pelayan toko, yang diboroskan waktunya secara tidak jujur (ketika kita berlama-lama menawar atau bertanya, padahal ujung-ujungnya tidak membeli). </p><p><br></p><p>Pemborosan waktu ini juga berdampak pada kejernihan pikiran; sebab akan ada kalanya daya berpikir jernih habis, dan kita keliru dalam menimbang kualitas barang murah yang ingin kita beli itu.</p><p><br></p><p>Yang kita butuhkan sederhana sebenarnya. Bukan mencari barang terbaik dengan harga seminim mungkin, tetapi menemukan barang yang sesuai dengan kebutuhan kita, dengan harga yang memang kita anggap adil dan sanggup bayar. </p><p><br></p><p>Tidak lebih dari ketiga syarat itu dan tidak kurang. Maka, baik penjual dan kita selaku pembeli merasa terpenuhi, juga kita tidak kelelahan akibat pergi sana-sini tanpa henti.</p><p><br></p><p>Jerat lain dari ber-bu-ru mu-rah adalah membeli barang-barang diskon yang sebenarnya tidak/belum kita butuhkan. Sekilas kelihatannya mungkin kita sedang berhemat, padahal dalam kasus ini tidak sama sekali.</p><p><br></p><p>Apalagi, tambah oma ceem, harus diingat bahwa memiliki ruang kosong dalam rumah kita merupakan hal yang berharga dan, yah tak bisa dimungkiri nyaman. </p><p><br></p><p><strong>Milik Sesama Kita</strong></p><p>Satu lagi bentuk integritas adalah menjaga barang/uang orang lain yang dipinjamkan, dipercayakan kepada kita dengan sama baiknya seperti memperlakukan barang berharga milik kita. Hindari tindakan-tindakan ceroboh, berlebihan dan pemborosan. Jangan sampai kita menyia-nyiakan sesuatu hanya untuk alasan ringan, seperti supaya bersenang-senang/tidak bosan.</p><p><br></p><p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p><strong>Silakan refleksikan sejauh mana teman-teman sudah memiliki integritas dalam konteks berburu murah dan kepedulian terhadap milik sesama? Ceritakanlah dengan disertai contoh, dan apa yang akan dilakukan jika ternyata teman2 belum memiliki cukup intergritas dalam kedua hal di atas?</strong></p><p><br></p><p>Biasanya aku beli apa yang tersedia di toko sih (kalau harganya tidak beda jauh-jauh amat dengan harga biasa yang kuketahui). Kalau memang ingin mencari yang murah, aku lebih memilih belanja online, seperti kemarin ketika mencari bookmark logam. </p><p><br></p><p>Tapi ya, aku tetap merasa tertampar sih. Karena meski tidak membuang waktu yang signifikan untuk mencari barang yang lebih murah, aku merasa aku membuang waktu yang cukup signifikan untuk memilih dari sekian banyaknya pilihan yang tersedia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-18 23:37:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3794148088</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nilai Fiksi, Fiksi dan Antusiasme, Keb. Esensial - Keadilan, Hati</title>
         <author>pancarsurya</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3795626142</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nilai Suatu Karya Fiksi Bergantung Pada Mutu Penulisnya</strong></p><p>Nilai fiksi sebagai pengajar moral bergantung pada kebijaksanaan, ketajaman pandangan, dan kebaikan hati sang penulis. Pikiran yang dangkal hanya akan memberikan pelajaran yang dangkal dan keliru pula. Kita perlu untuk memilih bacaan-bacaan yang layak, untuk menemukan pelajaran-pelajaran moral; kebenaran esensial.</p><p><br></p><p><strong>Fiksi Membentuk Antusiasme Kita</strong></p><p>Fiksi bukan hanya memberikan kepada kita pelajaran tentang budi pekerti atau sopan santun. Lebih dari itu fiksi juga membentuk antusiasme kita. Bahkan, sisi spiritual kita pun tergugah karenanya, sebab Tuhan menyampaikan sebagian ajaran-ajarannya melalui kisah-kisah yang kita kenal sebagai perumpamaan.</p><p><br></p><p><strong>Kebenaran Esensial</strong></p><p>Hal yang penting bagi kita dari Alkitab ialah kebenaran esensial di dalamnya. Orang-orang saleh tahu betul bagaimana "tembok yerikho" dalam diri mereka hancur oleh tiupan "sangkakala" doa mereka. Mereka juga tau bahwa "lautan kesulitan" kehidupan akan terbelah, membuka jalan untuk maju. Mereka tahu bahwa Alkitab, dengan kisah-kisah di dalamnya, menyampaikan bagaimana Allah berurusan dengan manusia--dan segala yang ada di dalam hati manusia.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><blockquote><p>Silakan narasikan satu karya fiksi yang menggugah antusiasme teman-teman dan mengapa demikian</p></blockquote><p>Ada satu episode dari serial animasi Sonny Boy yang begitu membekas dibanding episode lainnya. Dalam episode terdapat cerita tentang pertandingan baseball di dunia monyet.</p><p><br/></p><p>Di dunia para monyet, terdapat seekor monyet paling jagoan dalam perbaseballan. Bukan hanya handal untuk menangkap, dan melempar, ia juga handal dalam mencetak homerun; ia handal dalam segala aspek perbaseballan. Kemampuannya yang gila ini membuat dirinya melampaui rekor-rekor fantastis sebelumnya serta menghantarkan timnya untuk juara berturut-turut. Ia disanjung betul oleh penggemar baseball, dan dijadikan ikon pertandingan ini.</p><p>Musim ini, ia sedang dalam perjalanan untuk menghantarkan timnya menuju kemenangan (pertandingan/liga) yang sempurna. Pada sebuah pertandingan, pada menit-menit akhir ia mendapatkan dirinya menjadi pelempar bola. Sayangnya, tiga kali berturut-turut lemparannya keluar dari zona sehingga akhirnya terhitung sebagai poin lawan. Keputusan untuk menyatakan lemparan dia out bukan keputusan yang menyenangkan, nyaris bagi semua pihak. Wasit pun diprotes oleh para penonton, tim, dan si monyet jagoan. Mereka serentak berkata "Kau menghancurkan rekor kami!". Wasit itu dihadapkan kepada seluruh monyet di stasion.</p><p>Sang wasit, ternyata seekor penggemar berat baseball. Ia ingin betul menjadi pemain baseball profesional, bahkan keinginannya ini lebih kuat daripada kondisi tangannya yang buntung sebelah, yang kurang mendukungnya untuk menjadi pemain baseball. Meski pada akhirnya ia tak menjadi pemain baseball, kegemarannya dan kecintannya terhadap permainan ini tak luntur. Dengan itulah ia menjadi seorang wasit.</p><p><br/></p><p>Pada malam pertandingan itu, saat si monyet jagoan gagal melempar berturut-turut, ia dengan tegas mengatakan "Kalian jelas punya ekspektasi terhadap hasil pertandingan ini, namun akulah pembuat keputusan di lapangan ini. Permainan baseball yang adil harus ditegakkan!". Keputusannya membuat marah berbagai pihak. Sebab amarah yang tak teredam, ia pun diprotes keras, dan berakhir terbunuh oleh massa.</p><p>Malam itu, meski ia tewas, pertandingan baseball menjadi pertandingan yang utuh.</p><p><br/></p><p>Bagiku, kisah ini menyentuh bagaimana sesuatu bisa berubah ketika telah dibebani ekspektasi banyak orang; terdapat pergantian makna atas sesuatu, serta bagaimana kita bisa menempatkan diri dalam situasi tersebut. Dalam kisah tadi makna baseball bukan sebuah pertandingan yang sedemikian dengan cara dan aturan mainnya, namun pemenuh ekspektasi orang-orang. Hal itu memberikan kepada kita konsekuensi buruk ketika tetap menjalankan permainan apa adanya. Meski begitu, ketulusan kita terhadap permainan itu bukan tak berarti, kita bisa tetap mewujudkannya meski itu akan memberikan kita dampak buruk.</p><p>Sebuah perumpamaan dari kenyataan, yang memberikan pelajaran untuk mencintai kebenaran bahkan dalam ketidaksempurnaan dan memerjuangkannya.</p><p><br/></p><blockquote><p>Narasikan sub-bab terakhir "Kebenaran Esensial" dari perspektif kalian</p></blockquote><p>Kebenaran esensial merupakan kebenaran yang menyingkap bagaimana Tuhan berurusan dengan manusia--dan segala yang ada dalam hati manusia. Kebenaran esensial bisa ditemukan dalam kisah-kisah, sebab kisah-kisah yang baik akan memberikan kita pelajaran terkait moral dan kesantunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-20 04:53:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3795626142</guid>
      </item>
      <item>
         <title>OPINI</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3798172186</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada tiga jenis opini, yang pertama adalah opini yang berdasarkan fakta yang benar. Seperti ketika seorang ahli cuaca berkata "sepertinya besok hujan" </p><p>Yang kedua, Opini yang sekedar membeo kata-kata orang lain, atau opini publik. Mungkin kita sendiri tidak yakin 100%. Seperti "ceramahnya tuan Jones menarik" tapi itu bisa dirusak dengan hal kecil seperti "dasinya aneh"</p><p>Ketiga, opini yang didasari keinginan kita, sering terdengar seperti ajakan. "Ayo kita ke taman itu" bukan berarti taman itu bagus menurutnya juga, tapi hanya didasarkan keinginan saja. </p><p><br/></p><p>Contoh:</p><p>"Menurutku Burung gereja dan burung walet adalah jenis yang paling umum di wilayang perkotaan jakarta" Ini opini pertama, karena aku memperhatikan setiap burung (setidaknya yang bisa kulihat) di kota jakarta, jadi opiniku tidak sembarangan. </p><p>"Es krim Mixue paling enak" kalau dalam konteks aku bukan lagi pengen makan es krim, apalagi aku nggak suka makan es krim terlalu sering, ataupun aku ahli dalam menilai rasa es krim, ini adalah opini publik. Karena semua orang bilang enak, jadi kubilang enak juga. </p><p>"Lagunya Noah enak" Ini opini berdasarkan keinginan, karena aku lagi ingin dengerin lagu-lagu mereka. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-23 08:00:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3798172186</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Barang Pinjaman dan Opini</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3799717973</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Barang pinjaman</strong></p><p>Barang yang kita pinjam mesti dikembalikan secepat mungkin, dan dalam keadaan sama seperti saat kita meminjamnya. Meski mereka mungkin tidak masalah dengan dikembalikannya barang itu dalam keadaan rusak, integritas kita retak karenanya.  </p><p><br/></p><p>Ada bagian yang tidak kupahami. Katanya, "... Setiap kelalaian meninggalkan ketidaksempurnaan dalam karakter kita sendiri... Dan kebiasaan membiarkan diri dalam ketidakjujuran-ketidakjujuran kecil...mempersiapkan jalan menuju kejatuhan yang menghancurkan di kemudian hari. Namun, kita tidak perlu takut akan kejatuhan, sebab integritas adalah bagian dari kita sendiri..."</p><p><br/></p><p>Di awal aku merasa seakan oma ceem menasihatiku untuk tidak lalai supaya tidak jatuh, tapi di kalimat setelahnya, ia mengatakan bahwa kita tidak perlu takut akan kejatuhan, yang menurutku membuat kalimat sebelumnya jadi terasa kurang berdampak.... Dan aku masih belum paham bagaimana integritas sebagai bagian dari kita sendiri dapat membuat kita tidak perlu takut akan kejatuhan. </p><p><br/></p><p><strong>Opini</strong></p><p>Kita memiliki kewajiban pada pikiran kita untuk membuat opini, dan, memang kita tidak bisa lari dari berpikir. Setelah kupikir-pikir akan mengejutkan untuk mengetahui berapa banyak opini yang kita buat dalam waktu sehari saja. Entah tentang perkiraan cuaca, kelas kemarin yang diisi oleh Mr. X atau ke mana kita pergi untuk makan malam. </p><p><br/></p><p>Ada tiga aturan dalam beropini yang mesti kita penuhi:</p><p><br/></p><p>Pertama, opini itu mesti kita pikirkan dengan sungguh-sungguh, tidak asal ucap tanpa dasar. </p><p><br/></p><p>Kedua, mesti merupakan pendapat kita sendiri, bukan sekadar ikut-ikut saja seperti burung beo. Mengikuti pendapat orang lain itu boleh saja, cuma yaa jangan sekadar ikut-ikutan mesti dipikirkan matang-matang juga. </p><p><br/></p><p>Ketiga, opini itu mesti dibuat tanpa dipengaruhi oleh kecendrungan kita (misalnya keinginan atau emosi). </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-24 05:58:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3799717973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>76 | Kawan &amp; Lawan Kacamata Kerjenihan Pandang</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3804920813</link>
         <description><![CDATA[<p>Kejernihan pandang mustahil dilakukan jika masih ada colek-colek dari Prasangka. Kacamata jika masih ada Prasangka justru akan berlatar hijau, kuning, merah dan mungkin juga ungu.  Warna-warna tersebut dapat mempresentasikan iri hati, cemburu, benci atau kasih sayang (yg mengarah ke nepotisme). Hal ini tentu tidak dapat diatasnamakan Keadilan. Jika memang begitu nyatanya, Prasangka perlu didominasi oleh Rasa Hormat. Yakin bahwa setiap orang berhak dan pasti punya sisi keindahannya sendiri. Rasa Hormat juga tidak pandang bulu, ia perlu tumbuh dari kesadaraan bahwa semua makhluk sama mulianya. Jika Rasa Hormat masih sulit ditumbuhkan, kerajaan perlu mewaspadai adanya Keangkuhan. Keangkuhan berciri self-center sampai lupa menganggap orang lain</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-27 13:02:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3804920813</guid>
      </item>
      <item>
         <title>77 |  Kearifan Menilai 🫱🏼‍🫲🏻 Penghargaan 🫸🏻 Peremehan</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3804921729</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Pelayan Keadilan lain dari Majelis Hati, Kearifan Menilai, membawakan kita pada keseimbangan. Kata CM, beri ia ruang gerak maka ia akan membantu menilai orang-orang di sekitarmu. Mana yang layak berada di dekatmu atas landasan cermin diri. Ia bertugas memberi keadilan diri setelah/ ketika Kacamata Kejernihan Pandang melihat individu-individu yang layak dihormati tetapi tak semuanya pantas menyita energi dan waktumu. </p><p><br></p><p>Perlu diingat, Kearifan Menilai punya kecenderungan terhipnotis utk selalu melihat sesuatu yang salah--meski jarang. Namun karena itu alangkah baiknya ia tetap dilengkapi si Apresiasi. Di mana dari sana kita tetap bisa melihat keindahan dalam setiap diri individu, melontarkan kata-kata menyenangkan, dan menghargai segala sesuatunya.</p><p><br></p><p>Sementara itu di sisi satunya berwaspadalah pada Peremehan, yang sebenarnya juga wujud lain dari Ketidakadilan yang mungkin berasal dari Iri Hati, Ketidakpedulian. Tetap utamakan Apresiasi, demi orang lain dan ketenangan dirimu sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-02-27 13:03:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3804921729</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Opini yang layak</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3807551516</link>
         <description><![CDATA[<p>Jujur, sebetulnya narasi tertulis minggu lalu yang kubuat itu membahas sub bab ini juga, kukira udah dibahas. </p><p>Intinya ada tiga macam Opini dan Opini yang benar-benar layak hanyalah opini pertama. Murni dari pemikiran kita bukan dari opini publik ataupun berdasarkan keinginan. Kita sebagai ahli atau setidaknya ahli dalam memahami opini kita sendiri, itu yang kutangkap. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>T<em>ugas rumah:</em></strong><em> Silakan refleksikan, apa sebabnya opini perlu dipikirkan dengan rendah hati? Kalo misalnya tidak dipikirkan dengan rendah hati, apa kemungkinan2 yang akan terjadi? </em></p><p><br/></p><p>Kalau menurutku bahasan ini cukup nyambung sama Keberanian Beropini di Bab 8 pelayan pribadi pejabat cinta-keberanian. Di bab itu dikatakan kalau berani beropini itu bukan sekedar mengucapkan apa yang dikatakan orang lain, tapi memikirkan dengan baik-baik. Mungkin opini kita sama dengan yang lain, tapi kita tetap harus mengucapkannya dengan rendah hati, dan itu hasil pemikiran kita sendiri. </p><p>Menurutku kalau opini tidak dipikirkan dengan rendah hati, bisa mengakibatkan pertengkaran atau malah bisa jadi kita menjadi percaya pada hal yang salah, bukan kebenaran. </p><p>Contoh: ada seorang ahli kimia (lupa namanya) yang percaya pada unsur flogiston yang beratnya kurang dari 0. Dia sangat yakin dan kalau menurutku kurang rendah hati dalam memikirkan opininya, dia jadi kurang terbuka sama pemikiran baru. Suatu hari ada opini lain yang berkata kalau Flogiston itu nggak ada, dan si ahli kimia tadi nggak suka dan masih yakin sama pemikirannya. Pada akhirnya, yang dia percaya atau opininya dia ini bukanlah kebenaran yang sesungguhnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-02 04:59:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3807551516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Opini pt. II</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3809734869</link>
         <description><![CDATA[<p>Mungkin kamu bertanya, kenapa kita perlu memiliki opini? Jawabannya adalah karena kita adalah pribadi, dan memiliki opini kita masing-masing baik dari diri kita sendiri atau hasil pikiran orang lain. Tiap orang punya kewajiban untuk membentuk opini dengan rendah hati dan sungguh-sungguh; sebab opini bisa saja menyelamatkan, atau menghilangkan nyawa. </p><p><br></p><p>Ketika kita membiasakan diri untuk membawa opini-opini kita ke pada hadapan Hati Nurani, maka kita akan terbiasa untuk membuat opini yang sungguh-sungguh.</p><p><br></p><p><strong><mark>Tugas rumah:</mark></strong></p><p><strong>Silahkan refleksikan, apa sebabnya opini perlu dipikirkan dengan rendah hati? Kalo misalnya tidak dipikirkan dengan rendah hati, apa kemungkinan2 yang akan terjadi? 😇</strong></p><p><br></p><p>Jojoer aku tidak tahu pasti apakah ini benar atau salah, tetapi aku nangkepnya rendah hati di sini, adalah, seseorang mesti not get ahead of oneself (overconfident), ingat bahwa yang kita katakan hanya opini dan ada kemungkinan kita ternyata salah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-03 12:02:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3809734869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keterpakuan Pada Suatu Gagasan</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3816391791</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keterpakuan Pada Suatu Gagasan</strong></p><p>Aku sebenarnya masih belum sepenuhnya yakin kenapa tulisan ini diawali dengan kalimat bahwa, <em>orang yang memusatkan diri pada satu gagasan kerap tidak bisa membiarkan orang lain tenang</em>. Apakah oma ceem sedang berbicara tentang kecenderungan orang-orang fanatik? </p><p><br/></p><p>Lalu dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ada dua alasan kenapa orang seperti ini ada: <strong>pertama</strong>, mereka memusatkan diri pada satu hal sampai tidak berusaha mempelajari, lalu kemudian membentuk opini di luar hal tersebut, atau <strong>kedua</strong>, mereka sebenarnya mengambil opini orang lain tanpa memikirkannya secara menyeluruh sehingga gagasan yang mereka miliki jadi sempit.</p><p><br/></p><p>Keterpakuan semacam itu melelahkan, katanya (maksudnya untuk si pendengar atau pemberi gagasan sempit ya?), tapi ada orang-orang tertentu yang memang dipanggil untuk memusatkan diri pada satu gagasan *besar untuk membawa suatu pembaruan.</p><p><br/></p><p>Aku lupa contohnya di Ourselves apa, tapi mungkin salah satu contohnya Charles Darwin, yang memusatkan sebagian besar pikirannya untuk meneliti alam. Bukannya ia mengambil sikap ekstrem/sepihak kepada alam (sengaja menutup diri), tapi memang perkara itu lebih menyita perhatiannya dibanding yang lain.</p><p><br/></p><p>Orang yang menutup diri agar hanya berpikir dan beropini untuk satu gagasan saja namanya berpikiran sempit; sedangkan mereka yang mengabdikan hidupnya, bekerja untuk satu tujuan baik, adalah pembaharu. </p><p><br/></p><p>Jujur masih mencerna perbedaan keduanya dan cara menjelaskannya. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi:</mark></strong></p><ul><li><p><strong>Hati nurani itu apa sih? Apa dia selalu benar? Tidak pernah bercampur dengan ego, ketakutan,dan hal-hal lain kah?</strong></p></li></ul><p>Dalam KBBI (edisi Oktober 2025), definisi hati nurani adalah:</p><p>1. Hati yang telah mendapat cahaya Tuhan.</p><p>2. Perasaan hati yang murni dan yang sedalam-dalamnya.</p><p><br/></p><p>Menurutku, hati nurani adalah apa yang kita yakini benar untuk dilakukan, berdasarkan apa yang kita pelajari dari ajaran Tuhan. </p><p><br/></p><p>Tapi rada hmmm sih klw begitu, apakah berarti orang ateis tidak punya hati nurani?</p><p><br/></p><p>Atau, bisakah seseorang tanpa sadar menyimpan cahaya Tuhan tanpa secara sadar mempelajari ajaran-Nya? </p><p><br/></p><p>Menurutku, hati nurani adalah apa yang lubuk hati terdalam kita katakan benar untuk dilakukan.</p><p><br/></p><p>Kayak misal saja aku habis ngga sengaja makan cokelat adek. Suara takut/egois maunya aku diam saja, pura-pura ngga tahu, tetapi jauh di dalam, ada satu suara lain yang mengatakan yang benar/mulia untuk dilakukan adalah ini, ini dan itu, bukannya diam saja. Kurasa itulah suara hati nurani. </p><p><br/></p><ul><li><p><strong>Apakah selama ini kamu terpaku pada satu gagasan? Jika ya, apa yang membuatmu terpaku pada gagasan itu? Jika tidak, apa yang membuatmu tidak terpaku pada satu gagasan saja?</strong></p></li></ul><p>Dulu aku terpaku sekali pada mempelajari mapel IPS saja (karena jurusanku saat SMA IPS), tapi sekarang sudah engga. </p><p><br/></p><p>Saat itu, ibuku yang berulang kali mengatakan kepadaku untuk tidak menutup diri terhadap suatu cabang ilmu tertentu, lama-lama kupikir ada benernya juga, dan aku akhirnya suka sekali dengan biologi. </p><p><br/></p><p>Kupikir, akhirnya, dasar pola pikir itu (untuk tidak menutup diri terhadap <em>sesuatu</em>) yang akhirnya kubawa ke mana-mana, misalnya tidak menutup diri dari berinteraksi dengan orang lain (yang mungkin tidak kukenal), atau terbuka pada ide selalu adanya kemungkinan/probabilitas untuk ini dan itu di masa depan, (yang padahal, mungkin jika dipikirkan saat ini aku akan mengernyit dan mengatakan "Nggak banget"). </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-08 15:34:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3816391791</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keterpakuan pada satu gagasan </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3817317272</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang yang terpaku pada satu gagasan tidak akan membiarkanmu tenang, begitu kata Oma cm, mungkin karena orang itu akan menolak berbagai macam gagasan lain dan ingin semua orang percaya pada gagasannya saja. </p><p>Kemungkinannya ada dua kenapa dia jadi kayak gitu, karena terlalu fokus pada gagasan itu saja, atau karena menyimpulkan dan memutuskan tanpa pengetahuan sepenuhnya. </p><p>pandangannya akan menjadi sempit kalau hanya terpaku pada satu gagasan. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em>Refleksi:</em></strong></p><p><em>Apakah selama ini kamu terpaku pada satu gagasan? Jika ya, apa yang membuatmu terpaku pada gagasan itu?</em></p><p><em>Jika tidak, apa yang membuatmu tidak terpaku pada satu gagasan saja?</em></p><p><br/></p><p>Untuk saat ini aku tidak menyadari benar-benar apakah aku terpaku pada satu gagasan atau tidak. </p><p>Tapi dulu aku sangat terpaku pada satu gagasan bahwa "dunia hanya berisi aku dan burung-burung" kalaupun ada yang lain itu cuma jadi supporter aja, kurang penting. Lebih tepatnya aku tidak peduli pada hal lain selain itu dan aku tidak tertarik untuk mengetahuinya. </p><p>Seperti yang sempat kukatakan di dalam kelas, dunia ini seperti misteri dan memiliki ribuan kepingan puzzle yang tidak bisa kita dapat hanya dari satu gagasan, tapi dari banyak gagasan. Kita dapat memahami gagasan A lebih baik dengan memahami gagasan B juga, dan begitu seterusnya. Itu yang awalnya kusadari dan membuatku lebih terbuka pada gagasan lainnya dan mencoba gagasan yang selama ini kubenci.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-09 09:08:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3817317272</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas dalam Menggunakan Waktu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3820647228</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Orang yang Hanyut dan yang Menunda-nunda</strong></p><p><br/></p><p>Kita(aku) sering kali mengganggap waktu adalah milik kita sepenuhnya untuk dipakai sesuka hati, padahal banyak kewajiban yang diberikan kepada kita dan sebagian waktu harus di berikan pada kewajian kewajiban itu.</p><p><br/></p><p><strong>Mencuri Waktu.</strong></p><p>ini adalah hal yang menurut aku simple tapi jarang disadari, yaitu saat saat kita mencuri waktu.</p><p><br/></p><p>dengan cara misal kita mengerjakan sesuatu hal lain yang baik, tapi seharusnya waktu tersebut di gunakan untuk melakukan hal lain. Itu tetap saja disebut mencuri waktu dari pekerjaan yang menjadi haknya</p><p><br/></p><p><strong>refleksikan</strong></p><p>Coba renungkan kapan saja situasinya kalian (sadar atau tidak) terhanyut dengan situasi sehingga jadi menunda-nunda atau bahkan jadi terpaksa mencuri waktu? Lalu apa yang telah atau akan dilakukan untuk bisa mengatasinya? :</p><p><br/></p><p><em>Kadang aku menipu diriku sendiri ketika mencuri waktu, aku menggambar dengan omon omon bahwa aku harus latihan padahal seharusnya aku belajar.</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-11 06:06:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3820647228</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas dalam Hal Materi: Kejujuran.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3820666025</link>
         <description><![CDATA[<p>yang aku pahami dari bab ini adalah bahayanya kita dalam berhutang. Kita tidak boleh membelanjakan uang yang belum kita punyai, dan harus berhati hati dalam urusan uang.</p><p><br/></p><p>Karena kita bisa melukai orang yang meminjam, dan bahkan diri kita sendiri secara serius.</p><p><br/></p><p>“Pendapatan tahunan dua puluh pound, pengeluaran tahunan sembilan belas pound sembilan belas shilling enam penny: hasilnya kebahagiaan. Pendapatan tahunan dua puluh pound, pengeluaran tahunan dua puluh pound nol enam: hasilnya kesengsaraan.”</p><p><br/></p><p><strong>Utang-Utang Kecil.</strong></p><p>Kita juga harus mengingat akan utang utang kecil kita. Karena terkadang kita memiliki uangnya tapi tidak mau susah susah untuk membayarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-11 06:22:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3820666025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berburu Murah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3824040408</link>
         <description><![CDATA[<p>Oma CM bilang tentang salah satu kebiasan cara berpikir kita yang salah, yaitu Berburu Murah. </p><p><br/></p><p>Menurut CM berburu seperti ini adalah pemborosan waktu, kesabaran, dan bisa jadi berujung kekecewaan. Yang kita butuhkan padahal hanyalah barang yang sesuai dengan kebutuhan kita dengan harga yang kita sudah tau keadilannya</p><p><br/></p><p><strong>Milik Sesama Kita</strong></p><p>Kita juga harus bisa peduli dengan sekitar kita, dan berhati hati menggunakan sesuatu seperti kehati hatian kita jika hal itu milik kita.</p><p><br/></p><p>CM berkata kelak ketika kita dipercaya memegang milik orang lain, maka kita sendiri akan makin waspada akan hal hal pemborosan dan lain lain</p><p><br/></p><p>Tugas rumah : silahkan refleksikan sejauh mana teman2 sudah memiliki integritas dalam konteks berburu murah dan kepedulian terhadap milik sesama? Ceritakanlah dengan disertai contoh, dan apa yang akan dilakukan jika ternyata teman2 belum memiliki cukup intergritas dalam kedua hal di atas?</p><p><br/></p><p>Aku sendiri merasa belum cukup baik dan paham akan konteks berburu murah ini sehingga aku masih kurang berintergritas</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-13 05:52:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3824040408</guid>
      </item>
      <item>
         <title>78 | Keadilan dalam Kata -&gt; Kebenaran</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3840446430</link>
         <description><![CDATA[<p>hihi tan maaf karena nge-rapel jadi udah lupa karakter tiap tokoh di lukisan dan narasi kreatifnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1723737819/60e0ceee3b0b9084dcf6f92c59f21c58/Sandro_Botticelli_La_calumnia_de_Apeles__1_.jpg" />
         <pubDate>2026-03-26 03:10:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3840446430</guid>
      </item>
      <item>
         <title>79 | Pencemar Nama &amp; Iri Hati</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3840694845</link>
         <description><![CDATA[<p>Di mana Pencemar Nama itu ada, di situ luka dan dusta timbul. Tidak hanya mereka yang tercemar tetapi juga karakter kita. Kita perlu hati-hati karena bisa dengan sangat mudah mencemari atau menilai negatif kepada seseorang. Misalnya, " Nyonya Brown mendandani anak-anaknya berlebihan", "Jones itu licik dan Brown itu tidak tahu malu", dan sejenisnya. Ada kemungkinan apa yang kita nilai itu salah dan tidak melukai, tetap saja berakhir tidak baik dan termasuk dusta. "Setan" ini cukup berbahaya karena bisa terucap dan terlontar begitu saja tanpa niat khusus. </p><p><br/></p><p>Teknisnya, CM mengatakan cara membedakan Kebenaran dan yang bukan adalah dengan ada tidaknya pemaksaan dalam bacaan maupun ucapan. Jika ada, itu jelas bukan Kebenara, melainkan Pencemar Nama yang bekerja.</p><p><br/></p><p>Setan Iri Hati juga perlu diwaspadai. Aku pun percaya seberapa kejahatan dari sini bisa sangat berbahaya. Aku merelasikannya dengan surat di Al Quran yang beberapa memang membahas khusus mengingatkan masalah hati. Dari Iri Hati bisa merajalela ke mana-mana. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-26 05:48:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3840694845</guid>
      </item>
      <item>
         <title>80 | Fanatisme</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3840896992</link>
         <description><![CDATA[<p>Fanatisme muncul karena ada orang-orang fanatik. Mau itu hal baik dan buruk, perkara dunia ini punya pengikut fanatiknya sendiri. Namun itu tidak tepat, ketika seseorang sudah fanatik, ia bukannya tidak mau mendengar opsi lain, tetapi tidak bisa mendengarnya. Apapun perkara yang para fanatik bela, sebenarnya justru memperlihatkan jelas-jelas kecacatannya. Karena para fanatik tidak dimampukan melihat kebenaran dalam aspek lainnya yg sebetunya juga ada. </p><p><br/></p><p>Bedanya dengan seorang martir, orang fanatik cenderung berkoar-koar dan menjadi pencemar nama. Sementara martir pasti menjunjung perkara baik dan t"idak bising".</p><p><br/></p><p>Fitur dalam diri yang bisa kita gunakan mencegah jadi fanatik adalah akal budi. Pakai dan lihat secara holistik atau lebih dari satu pov.</p><p><br/></p><p>Paragraf terakhir bacaan, kebaikkan berdaulat. Katanya mencari kebenaran sebenarnya adalah upyaya untuk merayu. Mengetahuinya adalah kehadiran. Dan Menyakini kebenaran adalah menikmatinya. </p><p><br/></p><p><em>26 Maret 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-26 08:02:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3840896992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>81 | Kebenaran Ucapan (Veracity)</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3852779751</link>
         <description><![CDATA[<p>Di sini CM menitikberatkan bagaimana sebaiknya kita jujur dalam berucap. Pastikan yang keluar dari mulut kita ini benar, bukan 1/2 yakin, 1/2 tidak. Keraguan boleh, tapi tidak terus menerus. Pastikan sebetulnya ada berapa kucing di taman. "Kayaknya-kayaknya" bukan gaya CM. Meralat juga bukan hal yang dianjurkan, lebih pantas jika setelah ini betul-betul memikirkan apa yang akan keluar dari mulut dan ketikkan kita. Toh, pembenahan sering kali tidak nyantol di pikiran orang, justru ucapan pertama yang punya daya itu. </p><p><br/></p><p>Komentar: CM terlihat detail-oriented di sini. Jujur yang dibahas bukan yang hitam putih melainkan yang abu-abu gelap</p><p><br/></p><p>*ada ingatan pas diskusi ini itu panjang, seru, dan insightful tapi garis besarnya apa sekarang udah lupa</p><p><br/></p><p><em>5 April 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-05 08:47:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3852779751</guid>
      </item>
      <item>
         <title>82 | Kehati-hatian, Hiperbola &amp; Generalisasi dalam Ber-🗣️🗣️🗣️</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3852790226</link>
         <description><![CDATA[<p>Eitss! terlalu berhati-hati dan rigid dalam setiap hal sepele juga benar. Sedikit-sedikit membenarkan ucapan orang, sudah pasti dianggap mengganggu. Seperti biasa, rumusnya CM selalu ada di tengah-tengah.</p><p><br></p><p>Kemudian dua hal lain yang perlu diwaspadai saat berucap, (1) Melebih-lebihkan, dan (2) Menggeneralisasi. Yang pertama lebih pada berucap menggunakan kata secukupnya. Katanya, "Seseorang tak mungkin berkata ia 'amat sangat sedih' hanya karena batal jalan-jalan.". Hiperbola untuk membuat sesuatu lebih terkesan jelas no, no.</p><p><br></p><p>Yang kedua, generalisasi. Ketika menggunakan kata "Semua" "Sama sekali", dan kata sejenis, sebaiknya memang betul-betul begitu artinya, bukan sebuah kelonggaran berucap yang rawan jadi kebiasaan lalu menjauhkan pengucapnya dari berpikir yang ilmiah -- yaitu lewat pengamatan dan pencatatan yang cermat.</p><p><br></p><p><em>5 April 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-05 09:10:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3852790226</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kita harus membuat OPINI</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3853673692</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita harus beropini tentang negara, orang-orang yang kita temui, berita-berita, buku pelajaran, buku fiksi, tokoh dalam buku dan tokoh sejarah, dan lain-lain. </p><p>Selama kita masih muda, kita harus belajar dan beropini sebanyak-banyaknya. Karena masih memiliki banyak waktu luang. Tapi, banyak anak muda yang menghabiskan waktu mereka hanya untuk menghafal. Tidak ada pelajaran ataupun bacaan yang bermanfaat, kalau itu tidak membuat kita beropini. </p><p><br/></p><p>Numa ditawarkan menjadi raja oleh rakyat Roma. Tapi Numa awalnya menolak, karena tidak merasa memiliki pendidikan yang cukup dan garis keturunan raja. </p><p>Lalu rakyat Roma mengatakan opini mereka "Maukah kamu menjadi raja untuk membebaskan Romawi dari kepemimpinan yang buruk?" Dan Numa akhirnya menyetujuinya. </p><p><br/></p><p>Kita harus beropini dengan adil. Dalam diskusi kemarin, opini yang adil adalah opini yang berdasarkan fakta fakta nyata, bukan sekedar asumsi atau pengamatan sekilas. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em>Refleksi : </em></strong></p><p><em>- Pernahkah kalian berhasil membentuk suatu opini yang adil? Jika pernah, apa yang mendorong kalian mampu melakukannya? Kalau belum pernah, kira2 apa yang menghambat? </em></p><p><br/></p><p>Sebenarnya agak sulit mengingat apakah aku pernah membuat opini yang adil apa tidak. Tapi sepertinya, kalaupun aku pernah membuat opini adil secara sekali liat, maksudnya opini lainnya tidak sempat melintas, aku nggak ingat. Biasanya opini adil yang kuingat, pasti berawal dari opini yang tidak adil dulu, baru aku sadar. </p><p><br/></p><p><em>- Untuk alinea terakhir, silahkan kemukakan pendapatmu, kenapa sih kita harus sungguh peduli dulu terhadap perkara-perkara iman dan banyak memikirkannya, barulah kita dikatakan berhak menyatakan opini terkait ajaran2 yang dibawa oleh pendeta/ulama?</em></p><p><br/></p><p>Terkadang aku sendiri segera buru-buru beropini tentang ajaran-ajaran seperti itu, baik opini buruk ataupun baik. Padahal aku sendiri juga tidak benar-benar mempelajari ajaran itu secara sungguhh-sungguh, hanya mendengar dari satu orang atau satu bacaan saja. </p><p>Menurutku, kenapa beropini tanpa memikirkannya baik-baik tidak boleh, karena terkadang kita (atau aku) sering lupa memisahkan yang mengajari dan ajarannya. Jadi aku bisa nggak suka sama sebuah ajaran cuma karena "datar banget ngomongnya" atau suka hanya karena "bahasanya indah." Padahal aku nggak benar-benar memikirkan atau bahkan mendengarkan dalam arti yang sesungguhnya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-06 03:50:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3853673692</guid>
      </item>
      <item>
         <title>83 | Humor Berlebih dan Dunia Fiksi</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3853900249</link>
         <description><![CDATA[<p>Humor, yang berlebihan atau menyerempet hal abu-abu rancu antara kebanaran dan  bualan lucu juga akan mencederai keberanan, kata CM. Sekalian saja membuat humor yang jelas tidak masuk akal, supaya tidak dari mitra interaksi yang terpikir ada sebuah kebenaran di sana. </p><p><br></p><p>Tidak artinya kita otomatis meninggalkan fiksi, justru fiksi tetap perlukan. CM menamainya dengan Kebenaran Seni, dari perilaku dan gambaran para tokoh fiksi banyak hal yang dapat kita perlajari dan memberi insight. </p><p><br></p><p><em>6 April 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-06 05:58:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3853900249</guid>
      </item>
      <item>
         <title>84 | Fiksi sebagai Media Penyampaian Kebenaran Esensial</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3853939463</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Fiksi </strong>yang dicari juga bukan sembarang fiksi. Ini tergantung pada penulis. Bermutukah? atau idenya terlalu dangkal? Fiksi yang CM sarankan membangkitkan rasa antusiame. Nilai-nilai kebenaran diselimuti teknis menulis yang menarik sekaligus tidak berbentuk doktrin. </p><p><br/></p><p>Lalu mengenai <strong>Kebenaran Esensial, </strong>walau cerita sangat menarik, usahakan kita tidak melupakan apa yang menjadi esensi. Kisah-kisah dalam kitab suci misalnya. Poin utamanya apa di luar cara penyampaiannya yang berselimut hal "magis"</p><p><br/></p><p><em>6 April 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-06 06:22:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3853939463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan terhadap karakter orang lain</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3860788006</link>
         <description><![CDATA[<p>Di setiap hati orang, terdapat keadilan yang tertidur pulas, menunggu untuk dibanguni</p><p>Si keadilan menuntut kita untuk melihat karakter orang dengan sudut pandang yang berbeda-beda, tidak memandang perbedaan apapun, mau dekat, jauh, tinggi ataupun rendah. </p><p>Jika kamu sudah siap melakukan itu, maka ini saatnya kamu memanggil kejernihan pandang.</p><p><br/></p><p><strong>Kejernihan pandang</strong></p><p><br/></p><p>Kejernihan pandang memberi kacamata untuk kita agar bisa melihat yang jauh menjadi lebih dekat, yang samar menjadi lebih jernih, juga bisa membolak-balikan dari 1 sudut ke sudutlain agar bisa lebih jelas melihat semua sisi. </p><p>Kejernihan pandang juga tidak memihak kepada sisi tertentu seperti contoh:</p><p>'Ia kan keluarga ku tak enak jika aku tak memihaknya'</p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>1. Cara menerapkan kejernihan pandang secara praktis</p><ul><li><p>Menurut ku dengan latihan ya. </p><p><br/></p></li></ul><p>2. Apakah kita juga harus menerapankan kejernihan pandang pada orang orang yang kita kurang sukai, atau tokoh public yang memang terkenal untuk berperilaku tidak adil.</p><ul><li><p>Ya, karena kacamata kejernihan pandang itu bagi siapapun tak ada pengecualian, tapi itu hanya berlaku untuk melihat ya. </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-10 02:14:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3860788006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prasangka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3861077277</link>
         <description><![CDATA[<p>Berbeda dengan prasangka, adalah kebalikannya kejernihan pandang. Dimana kacamata prasangka justru di warnai oleh hitam, merah kuning atau pun hijau. </p><p>Tidak jarang kita berprasangka tentang orang lain, contohnya ' oh, dia bangun siang hari, berati malamnya dia main hp' padahal bisa saja malamnya ia sibuk belajar dan mengerjakan PR. </p><p>Bahkan kata oma cm sesuatu yg kita tidak sukai itu juga karena kita melihatnya dari kacamata prasangka. </p><p><br/></p><p><strong>Rasa hormat</strong></p><p>Kejernihan pandang juga mampunya partner dalam kerjanya, yaitu hormat, rasa hormat ini lah yang biasa mengangkat derajat orang.</p><p>cara kita memperlakukan orang dengan rasa hormat membuahkan buah-buah kecil seperti: keadilan , rasa kasih, nalar dan kewibaan. </p><p><br/></p><p><strong>Keangkuhan</strong></p><p>TTerkadang kita merasa lebih unggul daripada yang lain, nah di situlah keangkuhan mulai bermain, merasa didi sendiri paling penting, dan lelah atas semua orang. Setan2 ini lah yg akan menggangu rasa hormat. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-10 05:18:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3861077277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kearifan menilai</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3872337728</link>
         <description><![CDATA[<p>Jalan kearifan menilai dan rasa hormat sering kali berjalan beriringan, mereka saling mengisi kekosongan satu sama lain. </p><p>Di dalam majelis hati berdirilah keadilan sederhana yang bernama kearifan menilai, ia perlu untuk di kasih ruang bebas agar bisa bergerak ke sana dan ke sini tanpa dihalangi oleh kesombongan dan prasangka. </p><p><br/></p><p>Dalam sekejap jadi lah laporan dari kearifan menilai tentang watak seseorang saat ia menemuinya. </p><p>Is akan menemukan bagian-bagian menarik dari seseorang itu dan juga bagian-bagian cacat dari orang itu, si kearifan akan menilai cermin jiwa kita dan mempertimbangkan apakah baik untuk menjadi teman, jika masih ada yang salah satu norma mu yang rapuh, ia akan menghindar agar kamu tidak terayu olehnya. </p><p>Banyak orang yang tenggelam karena luput dari kearifan menilai, oleh karena itu kita berhutang budi dengan rasa hormat, karena ia telah membantu mu untuk menegaskan untuk berlaku adil dalam diri sendiri. </p><p><br/></p><p><strong>Penghargaan</strong></p><p>Agar kearifan menilai tidak hanya fokus untuk melihat kesalahan seseorang, penghargaan ikut serta dalam hal ini, ia bersifat lembut dan halus untuk mendampingi. </p><p>Dalam kerja, ia sering kali mengapresiasi dan menimbang-nimbang dalam kehalusan dan penuh perhatian tentang kelebihan ataupun kekurangan kita dan mengingat- ingat setiap langkah kebaikan kita. </p><p><br/></p><p><strong>Peremehan</strong></p><p>Peremehan adalah salah satu setan dari si keadilan yang murni, ia sering kali mencemooh pendapat orang lain, seperti cumi di lautan yang setiap saat siap untuk menyemburkan tinta hitamnya. </p><p>Peremehan mungkin sering kali benar dalam kata, tetapi itu salah untuk jiwa kita, karena di sertai oleh monster iri hati, yang sengaja menaruh baru agar kita tersandung, juga ketidak pedulian yang ingin hanya kita menjadi pusat perhatian, ia tidak akan membiarkan watak orang lain mencuri sorot nya. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Refleksi :</p><p>Tugas : </p><p>- Silahkan korelasikan dan narasikan ketiga sub bab di atas menurut sudut pandangmu</p><p><br/></p><p>Sama seperti tadi, aku juga merasak kalau hanya memakai kearifan menilai, kita mungkin bisa membuat orang tersinggung, maka dari itu rasa hormat sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan dalam menilai, juga apresiasi ada agar kita tidak fokus hanya dalam melihat yg cacat tadi, tapi juga harus berhati2 agar peremehan tidak muncul. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>- Menurutmu apa yang sebaiknya dicermati atau dilakukan agar kearifan menilai tidak berubah menjadi peremehan?</p><p><br/></p><p>Menurut ku, jangan lupa membawa apresiasi dan rasa hormat saat kita mau mengeluarkan kearifan menilai, agar kita bisa melihat dari semua sisi. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-17 11:59:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3872337728</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lukisan Botticelli versi kreatif ( puitis panjang) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3873408799</link>
         <description><![CDATA[<p>Oh, lihatlah, sebagaimana <strong>Calumny</strong> menarik dan menyeret <strong>Innocence</strong> </p><p>Ia menjadi pusat perhatian di tengah-tengah keributan, hero, penyelamat bagi para pemain, di tanggan kirinya terdapat obor tinggi yang menyala. </p><p>Sedangkan <strong>Innocence</strong> yang diseret tanpa berdaya hanya bisa mengadahkan tangan dan pasrah kepada takdir. </p><p><strong>Insidiousness</strong> mengompori <strong>Calumny</strong> dengan bisikan- bisikan akan kepadanya dengan halus sambil memainkan rambutnya. Ia memperhalus perkataan -perkataan dengan membisikkan kebohongan manis yang terasa benar di telinganya. </p><p>Kembarannya, <strong>Envy</strong> membantu mengepang rambut panjang <strong>Calumny</strong> seraya menyelipkan ide - ide fitnah selanjutnya yang akan dilontarkan kepada <strong>innocence</strong><em>.</em></p><p>Di depan itu, terdapat <strong>Treachery</strong> memegang tangan <strong>Calumny</strong> yang terdapat obor, sambil memandang dan mengadahkan tangan kepada <strong>Raja Midas </strong>untuk meminta keadilan. </p><p>Sayang, sang <strong>Raja</strong> adalah hakim yang bodoh karena terkendalikan oleh pelayannya sendiri. </p><p>Si telinga kirinya terdapat <strong>Suspicion</strong> yang berkerja mengendalikan kecurigaan yang akan di lontarkan <strong>Raja</strong> kepada yang lain, </p><p>Disebelahnya juga terdapat <strong>Prejudice</strong> yang senang memainkan mahkota <strong>Raja</strong> sambil menaruh semua prasangka kepada sang <strong>Raja Midas</strong><em>. </em> </p><p>Di ujung belakang, terdapat <strong>Truth</strong> berdiri murni kepada langit, berharap untuk diperhatikan. </p><p><br></p><p>Ditengah - tengah kegaduhan itu, <strong>Remorse</strong> berdiri pasrah, menyesal diantara <strong>Innocence</strong> dan <strong>Truth</strong>, hanya bisa melihat, dan <em>menyesal</em> .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-18 16:23:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3873408799</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip </title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3886501275</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita mendengar opini itu dari orang lain atau dari hasil pemikiran sendiri, tapi opini itu milik kita karena hari-hari yang dijalani dengan menerapkan opini itu. </p><p>Semua orang punya opini. Seorang anak yang menyontek, suka bolos, dan tidak mendengarkan gurunya, seringkali disebut tidak berprinsip, padahal dia juga memiliki prinsip secara tidak disadari. Mungkin prinsipnya seperti buat apa buru-buru, belajar bahasa latin tidak perlu, ujian nggak penting, dan sebagainya. </p><p>Ada juga anak yang tepat waktu, selalu nurut pada orangtua dan guru, tanpa disadari dia telah membangun prinsip yang baik di dalam dirinya. Dia merasa harus berterimakasih pada orangtuanya, menghormati gurunya, memanfaatkan waktunya dengan baik, dan memahami bahwa belajar itu menyenangkan. </p><p><br/></p><p>Kata oma CM, memilih prinsip ini seperti ketika kita ada di pelabuhan, ada begitu banyak tawaran untuk mengantar kita ke tujuan. Tapi ingat, prinsip yang baik adalah prinsip yang tidak memaksa. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em>Pertanyaan Refleksi :</em></strong></p><p><em>- Prinsip apakah yang kalian pegang dalam kehidupan? Mengapa demikian?</em></p><p><em>- Tantangan2 apa saja yang ditemui dalam memegang prinsip tersebut?</em></p><p><em>- Bagi yang merasa belum berpegang pada prinsip tertentu, apa yang menyebabkah hal itu? Bagaimana caranya menjalani kehidupan tanpa adanya prinsip yang dipegang?</em></p><p><br/></p><p>Sebetulnya aku tidak terlalu menyadari prinsip apa yang ku pegang dalam hidupku ini, apalagi belakangan aku sedang banyak berubah, baik dari pemikiranku, sikapku, dan kerapihanku dalam mengerjakan sesuatupun juga sedang banyak berubah. Tapi mungkin aku bisa mencoba menulis prinsipku yang dulu dan yang sedang mulai berubah. </p><p><br/></p><p>Yang dulu</p><p>1. "Kerapihan itu harus di jaga, kalau nyapu harus bersih, kamar jangan berantakan, dan kalau cuci piring harus semuanya di cuci, sampai wastafel juga."</p><p>2. "Punya temen itu nggak terlalu penting, nggak punya juga gapapa."</p><p>3. "main Gadget apalagi sosmed cuma akan buang-buang waktu."</p><p><br/></p><p>Yang mulai berubah</p><p>1. "Waktu yang aku miliki sangatlah terbatas, nggak bisa setengahnya dipakai cuma buat rapih."</p><p>2. "Pertemanan itu bagian penting dari menjalani hidup, dari situ aku bisa memahami orang lain, beberapa membangun jejaring, dan dengan begitu aku dapat meningkatkan kualitasku sendiri."</p><p>3. "main sosmed adalah bagian dari memiliki banyak teman dan networking."</p><p><br/></p><p>Sebenarnya prinsipku yang baru-baru ini lebih masuk akal daripada yang lama. Yang lama sangatlah kaku,sementara yang sekarang lebih santai. </p><p>Keliatannya sih bagus ya, pada kenyataannya prinsip-prinsip baru ini justru banyak merusak. Aku jadi sering melupakan barang-barangku karena tidak mengutamakan kerapihan lagi, tidak jarang pikiranku isinya temanku semua bukannya diriku sendiri (maksudnya ini lebih kayak ngeggosip tapi di dalam pikiranku sendiri), dan terkadang aku menyadari kebanyakan buka handphone seharian. </p><p>Jadi ini adalah tantangan yang cukup sulit, mempertahankan prinsip lama tapi tidak juga mengabaikan yang baru.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-27 07:39:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3886501275</guid>
      </item>
      <item>
         <title>85 | Pengebab-penyebab kebohongan</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3893027043</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak faktor yang mendorong terjadinya kebohongan. Dari yang jelas-jelas ingin melukai, diinisiasi rasa takut, ingin terlihat keren, sampai yang berbohong demi melindungi teman--padahal memang kita tau teman kita sedang berbuat salah. Berbohong kadang terlihat mudah daripada mengatakan yang sebenarnya, tetapi efeknya sering kali lebih kecil atau justru merugikan. CM mengibaratkan mereka layaknya pasukan gerilya "penggali dan penambang" yang mengikis fondasi-fondasi kerajaan kita. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>pengibaratan kebohongan-kobohongan ini betul, beberapa kali aku pernah merasakannya.</p><p><br/></p><p><em>1 Mei 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-01 03:44:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3893027043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan dalam berkata</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3893185032</link>
         <description><![CDATA[<p>Jika orang-orang tidak ingin mempercayai ucapan kita, kita tak boleh marah, keran mereka mempunyai gak dalam mempercayai omongan kita atau tidak, juga jika kita mengatakan sesuatu yang palsu dan mereka mempercayai nya, mereka juga mempunyai gak untuk marah, karena jiwa mereka taleh kita sakiti, sama seperti sebuah atlet petinju mereka terlalu sering di sakiti sehingga tak terasa lagi bagi mereka jika itu sakit. Juga seperti ucapan, jika kita terlalu sering mendengarkan ucapan palsu maka tanpa sadar kita akan mengucapkan hal palsu juga secara sadar atau tidak sadar, secara sengaja atau tidak disengaja. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-01 09:25:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3893185032</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pencemar nama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3893208811</link>
         <description><![CDATA[<p>dan terkadang saat kita mempunyai pemandangan tak menyenangkan terhadap orang lain, kita harus berwasapa dan menutup mulut erat-erat agar tak terselip kata-kata yang akan menjadi pencemar nama bagi orang. Tentu itu tidak menyenangkan bagi orang lain juga bagi majel tercantik kita yaitu kebenaran. </p><p><br></p><p><strong>Kejahatan yang menyusup dan iri hati</strong></p><p><br></p><p>Iri hati biasa suka sekali membisikanya saat ia melihat sesuatu yang sangat cantik dan sempurna, ia tidak menerima ada yang lebih sempurna dari mereka dan mulai menyerang mereka dari semua arah agar orang lain ikutan membenci dan menyerang mereka, dari situlah kepuasan baru muncul. Di abad pertengahan ia menjadi salah satu dosa yang paling menakutkan yang pernah ada, karena hanya dengan satu dosa itu, semua perkitan pertemanan atau saudara bisa lenyap dalam seketika. </p><p><br></p><p><strong>Pendengaran dan bacaan yang mencemarkan nama</strong></p><p><br></p><p>Pencemar nama juga bisa dalam benteng mendengarkan atau membaca, jika kita mendengar partai dan pidato umum atau membaca majalah, artikel, surat kabar dll, maka kita sedang hanyut dalam mencemarkan diri, dan hanya satu hukuman bagi tidakan itu: yaitu tumpul dalam kebenaran dan malah menyukai kebohongan kejahatan. </p><p><br></p><p><strong>Refleksi:</strong></p><p> </p><p>- Apa itu kebenaran dalam konteks bahasan ini? </p><p><br></p><p>Mungkin kejujuran dalam pikiran, ucapan dan bacaan</p><p><br></p><p>- Apa yang terjadi jika manusia gagal menggunakan kebenaran yang seperti ini?</p><p><br></p><p>Yaaaaa.......  Aka semua kebohongan menyebar dimana2</p><p><br></p><p>- Apa yang sebaiknya dilatihkan agar bisa segera berkesadaran dan mengerem ketika setan-setan keadilan </p><p> kata muncul?</p><p><br></p><p>Mungkin kita harus menaruh peringatan di dalam bawah sadar kita agar teralarman saat kita melakukanya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-01 10:16:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3893208811</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanatik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3893222354</link>
         <description><![CDATA[<p>Lucu bagaimana banyak orang saat mengalami fanatik tidak bisa mendengarkan pendapat lawan atau katanya, bukan karena tidak mau, tetapi karena tidak bisa. Bisa jadi hal yang mereka fanatikan adalah perdamaian atau peperangan, tentang agama atau atheisme, yang menyedihkan dalam fanatik itu adalah karena ia tak mau membuka isi otak, ia jadi merusak sisi yang mereka pertahankan. </p><p>Lebih baik dalam suatu perkara, ada martirnya, bukan yang banyak bising, tetapi yang diam walau tersakiti yang saat ia berkata, katanya jujur, menyentuh dan penuh dengan kebenaran. </p><p><br/></p><p>Refleksi mandiri:</p><p>Aku setuju dengan oma CM dimana fanatisme bisa membutakan seseorang saat mereka memihak kepada sesuatu, semua fakta di dunia ini pun juga tidak akan bisa menyadarkan mereka jika mereka tak ingin membuka kotak dalam pikiran nya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-01 10:47:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3893222354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip yang terpampang jelas</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3897847311</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita tau mana orang yang kita sukai atau tepatnya cocok untuk didekati, dan mana yang tidak. Kita tidak akan senang berteman dengan seseorang yang memiliki prinsip yang terbalik dengan diri kita. </p><p>Mungkin seseorang menarik untuk diperhatikan dari jauh saja, untuk dilihat kelucuannya, atau wajahnya, tapi tidak prinsipnya yang mungkin malas. </p><p><br/></p><p>Tapi dari mana apa prinsipku? Itu tidak perlu repot-repot dicari, karena orang lain dapat melihatnya dengan lebih jelas. Kita juga sering ketika berbicara atau mendengar seseorang, kita menangkap beberapa perinsipnya dan mungkin diterapkan tanpa sadar sepenuhnya. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em>Refleksikan :</em></strong><em> Prinsip2 apa saja yang ingin kalian terapkan saat ini dalam kehidupan dan langkah apa saja yang sudah ditempuh atau sedang direncanakan untuk bisa melaksanakannya?</em></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Untuk mempermudahnya, pertama aku ingin menjadi orang yang seperti apa? Atau keseharian apa yang menurutku baik? </p><p>Aku ingin menjadi seseorang yang tidak mudah quit, entah itu dalam pekerjaan, pelajaran, les, atau pertemanan. Menjadi seseorang yang mampu bersungguh-sungguh dalam melakukan segala sesuatu, terutama pelajaran harian. Dan menjadi orang yang tidak hanya membahagiakan diri sendiri, tapi  juga orang sekitar. </p><p><br/></p><p>Dari sini, opini apa yang mendukung dan kusetujui?</p><ul><li><p>Aku (setiap orang) bukan pusat semesta, bukan matahari yang dikelilingi planet. Bertahanlah jika itu baik untuk bertumbuh dan belajar, meski ada hal-hal yang tidak sesuai. </p></li><li><p>Tanggung jawab kalau kamu sudah memulainya, jangan setengah-setengah dong. Dan jangan lupa, belajar itu menyenangkan karena selalu ada hal baru yang didapat. </p></li><li><p>Setiap orang yang hadir, ada, maupun lewat di hidup kita adalah pribadi yang berbeda dan tentunya istimewa. Mereka pantas mendapatkan kebahagiaan juga, jadi tolong minimal senyum dikit. </p></li></ul><p><br/></p><p>Sekarang usahaku dalam menerapkannya apa? Hm, salah satunya adalah menutup celah yang memungkinkan aku melakukan sesuatu setengah2, seperti membuat peraturan yang ketat. Mengingat prinsip-prinsip ini dan pentingnya mereka hadir dalam hidupku. Juga untuk yang terakhir aku sering mencoba membayangkan diriku menjadi orang lain, atau memikirkan betapa menyenangkkannya melihat kebahagiaan orang lain. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-05 04:04:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3897847311</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hal-hal yang Menuntut Kita Membentuk Opini</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908439852</link>
         <description><![CDATA[<p>“Kita semua perlu memiliki opini tentang negeri kita sendiri (…), orang-orang yang kita dengar kabarnya, orang-orang yang kita jumpai…”</p><p><br/></p><p>Aku sedikit terperanjat ketika oma malah terkesan seakan mengharuskan kita untuk memiliki opini tidak hanya terhadap hal-hal yang terkesan besar, penting, atau bermanfaat, tetapi juga beropini terhadap hal-hal yang kesannya tidak penting-penting amat, seperti orang lain. Yang bisa jadi sebenarnya tidak kita kenal-kenal banget pula. Kenapa oma berkata seperti itu, ya?</p><p><br/></p><p>Karena biasanya, jika tidak kenal, tidak ada kenangan yang berkesan antara aku dan seseorang, atau tidak ada alasan cukup kuat bagiku untuk membuat opini terhadap orang lain, aku seringnya memilih tidak beropini sama sekali. Dalam arti, berinteraksi dengannya seperti biasa tanpa mengkategorikannya atau mencoba memahaminya sebagai orang yang seperti apa. Atau beropini yang dimaksud oma berbeda, ya? Tidak tahu, deh.</p><p><br/></p><p>Kita mesti memikirkan segala sesuatu, katanya. Biasakan berpikir tidak hanya dari sudut pandang dan untuk diri sendiri, tetapi juga dari berbagai peran penting (dari hakim, raja, jenderal, dan seterusnya). Sehingga lambat laun kita jadi terbiasa untuk menyadari seperti apa rasanya berada di sepatu orang lain—sampai suatu saat nanti, ketika tiba-tiba dipercaya untuk jabatan-jabatan tertentu, kita sudah siap untuk beropini secara adil dan penuh tanggung jawab.</p><p><br/></p><p>Oma berkata remaja menghabiskan hidup kita untuk memperoleh pengetahuan, sehingga ada baiknya kita membuat opini-opini yang adil dan penuh tanggung jawab terhadap hal-hal di sekeliling kita. Ketika dewasa pun, orang semestinya tetap meluangkan waktu untuk menambah wawasan.</p><p><br/></p><p>Daya pikir mesti terus diasah. Anak-anak muda yang mempersiapkan ujian acapkali terjebak suatu perangkap tipikal: menggunakan waktu belajar untuk menghafal, padahal mengasah daya berpikir dan membeo fakta-fakta itu tidaklah sama.</p><p><br/></p><p>Adapun tentang pendeta dan pengajarannya, sama seperti dalam hal-hal lain, hanya sejauh kita sungguh peduli pada perkara-perkara iman dan banyak memikirkannya, barulah kita berhak menyatakan opini. BINGUNG DIKIT.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi:</strong></p><ul><li><p>Pernahkah kalian berhasil membentuk suatu opini yang adil? Jika pernah, apa yang mendorong kalian mampu melakukannya? Kalau belum pernah, kira-kira apa yang menghambat?</p><p><br/></p></li></ul><p>Meski aku tidak bisa bilang aku 100% yakin opini yang kukeluarkan satu tahun ke belakang itu sudah adil, aku bisa bilang bahwa aku berusaha sebisa mungkin agar opini yang kukeluarkan tidak berat sebelah.</p><p>Kurasa saat membuat opini-opini itu aku menganggap beropini-secara-adil sebagai hal yang baik sehingga terdorong untuk mengusahakannya (?). Akan tetapi aku tidak bisa menjelaskan kenapa aku ingin menjadi “baik”, sih. I just thought that was the rightest thing I could do as a human. Gitu doang, tanpa didasari rasa takut atau upaya berbakti pada seseorang/sesuatu.</p><p><br/></p><ul><li><p>Untuk alinea terakhir, silakan kemukakan pendapatmu: kenapa sih kita harus sungguh peduli dulu terhadap perkara-perkara iman dan banyak memikirkannya, barulah kita dikatakan berhak menyatakan opini terkait ajaran-ajaran yang dibawa oleh pendeta/ulama?</p><p><br/></p></li></ul><p>Ohh, maksudnya gitu. Okeh.</p><p>Itu hal yang baik sih. Menurutku, hal ini mestinya berlaku untuk perkara-perkara lain juga, tidak hanya keimanan.</p><p>Ada orang-orang yang tergerak untuk beropini terhadap sesuatu, padahal tidak benar-benar mengenalnya. Opini yang dibuat seringnya berdasar pada perkataan orang lain (membeo) atau penilaian sekilas tanpa pengetahuan yang utuh tentangnya, menurutku. Aku pernah menjadi seperti itu, kurang lebih.</p><p><br/></p><p>Peduli dulu, benar-benar memikirkannya sebelum beropini, penting dilakukan supaya kita terhindar dari beropini secara tidak adil. Beropini tidak adil sendiri bisa menyebabkan banyak hal dan mencelakai diri kita sendiri, bahkan nyawa orang lain. Oleh karena itu, kita mesti berhati-hati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-12 06:55:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908439852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Opini Tentang Buku</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908442288</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita juga mesti beropini secara adil tentang buku. Ada buku-buku murahan yang tidak layak dibaca, tetapi banyak juga buku yang baik untuk kita. Kisah-kisah terdahulu atau puisi-puisi yang dapat direnungkan dapat menjadi jauh lebih berguna daripada petuah-petuah.</p><p><br/></p><p>Buku yang baik tidak akan mengatakan semuanya dengan begitu jelas sehingga kita tidak lagi berpikir saat membacanya. Tidak, penulis yang baik akan percaya bahwa pembacanya pada akhirnya bakal mampu mengunyah sendiri bacaannya.</p><p><br/></p><p>Yah, mungkin ini semacam hukum alam, katanya. Dalam berbagai hal, kita tidak sungguh memperoleh sesuatu—sebagai milik kita sendiri—jika kita tidak berusaha untuknya. Kata oma, apa yang datang dengan mudah akan pergi dengan mudah pula.</p><p><br/></p><blockquote><p>Jujur <em>relate</em>. Meski tidak tahu bagaimana hasil tesnya nanti, belakangan aku ngerasa tidak sia-sia aku berusaha selama ini. Alasannya karena ada kepingan pelajaran yang anehnya melekat bahkan setelah tes usai.</p></blockquote><p><br/></p><p>Anyway, mungkin itu sebabnya Tuhan berbicara dengan perumpamaan-perumpamaan. Tanpa perumpamaan untuk direnungkan, ucapan-ucapan-Nya dapat berlalu begitu saja.</p><p><br/></p><p>Kurasa itu juga mengapa oma kadang menulis hal-hal membingungkan tanpa penjelasan gamblang, supaya anak Ourselves berujung harus berpikir keras akan maksud yang ingin disampaikan oma dan akhirnya pesan itu melekat.</p><p>Opini-opini kita pada awalnya mungkin akan keliru dan itu wajar sekali terjadi. </p><p><br/></p><p>Orang-orang bijak sekalipun tidak sepenuhnya yakin akan penilaian mereka. Pegang opini itu dengan teguh, tapi juga jadilah rendah hati; jika suatu saat nanti kamu, seperti Numa Pompilius, menyadari bahwa opini orang lain lebih tepat, maka tidak perlu merasa malu untuk mengubah pikiranmu dan memperbaikinya.</p><p><br/></p><p><strong>Kewajiban Kita terhadap Opini</strong></p><p>Dari sini, kita mulai melihat kewajiban apa saja yang mesti kita tunaikan dalam hal opini. Pertama, kita mesti mendengar, mencari, mencerna, dan menandai dengan sungguh-sungguh sebelum beropini. Kita mesti membuka diri kita terhadap paparan berbagai hal.</p><p><br/></p><p>Kedua, orang mesti tidak asal membeo opini orang lain tanpa benar-benar memikirkannya, karena kadang terjadi kekeliruan yang tidak kita sadari. Seiring berjalannya waktu, kita juga akan belajar untuk lebih peka terhadap kekeliruan-kekeliruan ini.</p><p><br/></p><p>Ketiga, ketika akan beropini tentang kedudukan atau pekerjaan orang lain, kita mesti bisa menempatkan diri pada posisinya terlebih dahulu supaya opini yang kita keluarkan pas.</p><p><br/></p><p>Kita juga mesti menerima bahwa opini hanyalah “pandangan” kita, belum tentu merupakan kebenarannya. Jadi, pegang opini itu dengan teguh, tetapi juga jadilah rendah hati seperti Numa ketika menyadari opini lain yang lebih tepat.</p><p><br/></p><p>Terakhir, latih diri untuk memikirkan sebanyak mungkin hal. Tentu saja, sang penguasa hati, Keadilan, akan siap untuk membantu menimbang opini-opini yang diizinkan kepadanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-12 06:56:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908442288</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab XIX Prinsip: Keadilan dalam Motif</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908444216</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Prinsip, yang Buruk dan yang Baik</strong></p><p>Opini bisa berperan penting sekali dalam hidup seseorang. Opini, mau itu dipikirkan sendiri atau diperoleh dari orang lain, dapat menjadi dasar perilaku seseorang—hal ini kita kenal sebagai prinsip.</p><p>Barangkali tidak ada orang yang tidak berprinsip sama sekali—biasanya kita atau bahkan mereka sendiri, hanya tidak menyadarinya saja. Mereka yang kita anggap pemalas atau “tidak jelas”, misalnya, seringnya bukan orang-orang tanpa prinsip, tetapi orang-orang yang membiarkan diri mereka termakan prinsip-prinsip yang buruk. Orang-orang rajin dan baik yang kita kenal pun digerakkan oleh prinsip.</p><p><br/></p><p>Bagaimana cara membedakannya?</p><p>Layaknya para porter yang berebut mempromosikan jasa di sebuah pelabuhan, prinsip yang buruk datang dengan cara yang sama; dengan ribut dan gaduh sebagai upaya menenggelamkan hati nurani kita. Prinsip yang baik akan datang dengan lembut, tanpa paksaan atau usaha untuk terlihat mencolok atau lebih menggoda.</p><p><strong>Pertanyaan Refleksi :</strong></p><ul><li><p>Prinsip apakah yang kalian pegang dalam kehidupan? Mengapa demikian?</p></li></ul><p>Aku punya prinsip untuk tidak menarik kata-kataku kembali, untuk menepati ucapanku sendiri (kecuali ya, di situasi-situasi aku terpikir akan lebih bijak jika aku menarik kata-kataku saja).</p><p><br/></p><p>Aku melakukannya karena aku ingin melatih ketegasan dalam diriku (tidak labil) dan supaya orang lain juga tahu bahwa jika aku bilang “tidak”, artinya bukan “iya” (seperti pandangan beberapa orang terhadap perempuan). Kupikir ucapan yang aku keluarkan akan dipercaya, dipegang, dan dipandang lebih sungguh-sungguh jika aku melakukannya. Itulah kenapa.</p><p>Plusnya sih, aku jadi memikirkan dan mempertimbangkan sungguh-sungguh kata-kata yang aku keluarkan.</p><p><br/></p><ul><li><p>Tantangan apa saja yang ditemui dalam memegang prinsip tersebut?</p></li></ul><p>Reaksi, ancaman yang tidak mengenakkan ketika aku bilang “tidak”, kadang membuatku ciut, sih. Apa aku panggil dia kembali dan bilang “iya” saja deh, ya? Apa aku akan ditinggalkan ketika mengatakan “tidak”? Kadang terlintas. Namun ya, makin lama aku jadi makin tidak soal lagi sih.</p><p><br/></p><ul><li><p>Bagi yang merasa belum berpegang pada prinsip tertentu, apa yang menyebabkan hal itu? Bagaimana caranya menjalani kehidupan tanpa adanya prinsip yang dipegang?</p></li></ul><p>Sejauh ini menurutku orang yang tidak berprinsip itu adalah orang yang labil, kadang memungut prinsip ini, kadang prinsip itu—kurasa mereka yang hidup dengan cara seperti ini akan sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Alasan kebingungannya ini mungkin karena ia belum menemukan dirinya sendiri: ingin menjadi sosok seperti apa kelak bagi dirinya sendiri, orang terdekat, dan semesta.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-12 06:57:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908444216</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Kita yang “Terpampang Jelas.”</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908446497</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip sejati seseorang biasanya tidak diutarakan, tetapi dilukiskan pada wajah mereka, kata oma. Hal ini membuatku cukup terkejut karena alih-alih wajah, kurasa perilaku atau kebiasaan lebih bisa menggambarkan prinsip seseorang, deh.</p><p>Tentu, kita akan bertemu orang-orang dengan prinsip yang beberapa tidak sejalan dengan kita. Nah, beberapa prinsip yang tidak sejalan ini mungkin buruk untuk kita. Untuk kondisi seperti itu, ada baiknya berhati-hati dan menjaga jarak, setidaknya pada jarak di mana mereka tidak bisa memengaruhi kita.</p><p><br/></p><p>Kita perlu sesekali mempertanyakan prinsip-prinsip yang kita pegang, seperti “Perilaku seperti apa yang lahir darinya: baik atau buruk?” Sebab sebagian di antaranya mungkin hadir tanpa benar-benar kita sadari.</p><p><br/></p><p>Hal ini mungkin kelihatannya sepele dan tidak berbahaya, tapi ketahuilah, bahwa prinsip dapat membajak seluruh tindakan dan cara pikir kita.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksikan:</strong></p><p><em>Prinsip-prinsip apa saja yang ingin kalian terapkan saat ini dalam kehidupan dan langkah apa saja yang sudah ditempuh atau sedang direncanakan untuk bisa melaksanakannya?</em></p><p><br/></p><p>Akhir-akhir ini aku sedang berusaha melakukan sesuatu yang aku tahu baik untukku, meski sedang tidak <em>mood</em> atau itu bukan hal yang kugemari. Sebelum 18 ini, ada banyak hal yang tidak kulakukan, sesimpel karena <em>kayaknya lagi engga mood, deh</em>. Katanya sih, itu namanya mendengarkan kondisi diri (which is a good thing), tetapi akhir-akhir ini aku terpikir, sejauh mana baik untuk mendengarkan diriku sebelum mengerjakan sesuatu? Apa batasannya?</p><p><br/></p><p>Dan setelah disadari, sepertinya aku cukup kebablasan. Ada hari-hari aku tidak menemukan “percikan”/dorongan ketika waktunya berdoa, misalnya. Lalu, karena kuanggap itu sinyal dalam diriku bahwa aku tidak siap untuk berdoa pada saat itu, aku kadang jadi melewatkannya. Padahal berdoa dengan teratur merupakan prinsip dalam keyakinan yang aku anut saat inih.</p><p>Gitu deh.</p><p><br/></p><p>Rencana singkatnya sih, aku akan berusaha <em>aware</em> ketika aku sedang tidak mood melakukan sesuatu, kemudian bertanya, “Aku ini sedang malas atau memang sedang tidak bisa melakukan ini?” Sejauh ini berfungsi jujur, wkwkwk.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Tambahan (supaya tercatat)</mark></strong></p><p>Prinsip itu berkaitan erat dengan apa yang ingin kamu raih. Kamu ingin menjadi orang macam apa? (Baik untuk dirimu sendiri atau orang lain).</p><p><br/></p><p>Bagaimana cara tahu prinsip itu beneran milik kita atau bukan? Coba konfirmasi ke teman. Seperti dikatakan tadi, orang lain kadang bisa melihat prinsip kita lebih cepat dari diri kita sendiri. Setelah mendengar apa yang mereka sampaikan, refleksikan lagi juga. Aku memang orang yang seperti mereka katakan, atau aku sedang ini-itu dan mereka kebetulan melihatnya saja?</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-12 06:58:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908446497</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan pada diri sendiri</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908856448</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita bersikap adil terhadap orang-orang di sekitar kita, tapi sering melupakan satu pribadi, yaitu diri kita sendiri.</p><p>Diri sendiri wajib diperlakukan adil juga, karena dia adalah bagian dari sesama kita. Adil pada diri sendiri sebenarnya juga bagian dari adil terhadap orang sekitar, semcam langkah awal. </p><p>Contohnya dengan menjaga diri tetap sehat, kita dapat menjaga kesehatan orang di sekitar kita juga. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Apakah kamu cukup adil pada dirimu? kalau iya, apa buktinya?</em></p><p><br/></p><p>Kalau pertanyaannya cukup, ya kurasa aku cukup adil pada diriku sendiri. </p><p>Pertama, menurutku bersikap adil pada diri sendiri adalah dengan memiliki hidup yang seimbang, dalam arti tidak menuruti satu keinginan saja. Misalnya aku seharian belajar terus dan duduk depan laptop (meski nggak pernah sih), itu dapat disebut tidak adil pada diri sendiri, karena aku hanya peduli dengan otakku saja, bukan dengan tubuhku atau bagian lainnya. Menururtku juga, bersikap adil pada diri sendiri juga bukan berarti selalu mengikuti keinginan sendiri, karena itu jatuhnya jadi memanjakan diri sendiri dan menurunkan kualitas diri, jadi itu juga tidak adil. </p><p>Lalu apa bukti bahwa aku cukup adil pada diri sendiri, cukup aja ya bukan sangat. Setidaknya untuk saat ini aku memberikan diriku semua kebutuhan, dari kesehatan, pikiran, dan lain-lain sebagainya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-12 12:37:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3908856448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan terhadap diri sendiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3910459838</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita sering kali berhutang keadilan kepada orang-orang di sekitar kita, kepada keluarga kita, teman kita atau pedagang tukang sayur yg sering kita beli. </p><p>Tetapi diantara semua orang itu, kita lupa 1 orang yang wajib kita bagi keadilan, yaitu diri kita sendiri. </p><p>Seringkali kita  mementingkan orang lain terlebih dahulu, di dalam pikiran kita tercetak kalimat 'orang lain terlebih dahulu, baru kita sendiri' padahal sebenarnya yang paling butuh perhatian dari diri sendiri ialah diri kita sendiri. </p><p>Dimana juga jika terjadi sesuatu terhadap kita hanya kita yang tahu terlebih dahulu. </p><p>Dan Tuhan telah menitipkan tubuh kita kepada kita, yang akan ia pertanyakan lagi tanggung jawab kita terhadap diri kita, mungkin memang benar kita harus membantu, tetapi setidaknya bantu dirimu terlebih dahulu, dengan begitu kamu akan bisa membantu orang lain juga, seperti contohnya: jika kamu sakit istirahatlah di rumah, karena kalau di paksakan dan kamu pergi kerja karena kasihan terhadap teman mu yang tidak dapat bantuan dari mu, maka kamu bisa menularkan penyakit kepada orang lain. </p><p><br/></p><p>Refleksi:</p><p>Apakah kalian sudah cukup adil terhadap diri sendiri?</p><p><br/></p><p>Menurut ku belum, masih terbagi 3 antara untuk orang lain, untuk nafsu ku dan baru untuk benar² diri ku, kalau ditanya berapa persen dari 100 lebih ke:</p><p>Orang lain:45%</p><p>Nafsu:35%</p><p>Diri sendiri: 20%</p><p><br/></p><p>Kalau minta bukti, mungkin bisa terlihat mata kasar dari kesehatan fisik, jiwa, mental dan pikiran. 🥲</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-13 08:49:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3910459838</guid>
      </item>
      <item>
         <title> October, 03, 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913887174</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>Kearifan Menilai.</strong></p><p><br></p><p>Pada setiap pejabat hati ada pelayan sederhana yang selalu berdiri di samping mereka, yaitu Kearifan Menilai. </p><p><br></p><p>Oma CM mengatakan, jika kita memberikan nya kebebasan untuk menilai tanpa bayang bayang dari rasa angkuh dan prasangka, maka dia akan kembali dengan penilaian yang menyeluruh mengenai orang orang yang kita temui dengan hasil yang hampir tepat. </p><p><br></p><p>Ia akan memperlihatkan bahwa meski setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, ada beberapa kekurangan yang memiliki potensi untuk menjerat kita pada sesuatu yang buruk sehingga ia tidak aman untuk kita membiarkan orang orang dengan kekurangan tersebut untuk berada di lingkungan terdekat kita. </p><p><br></p><p>Kearifan menilai hadir untuk menolong kita, karena meski kita memiliki hutang rasa hormat dan adil pada orang lain, diri kita sendiri juga berhak untuk di perlakukan adil dengan kita hanya memperbolehkan orang orang dengan karakter baik di lingkaran terdekat kita, sehingga dapat memberikan pengaruh baik.</p><p><br></p><p><strong>Penghargaan / Aperesiasi.</strong></p><p><br></p><p>Agar kearifan menilai tidak terlalu bersemangat untuk mencari hal salah dari krakter seseorang, harus ada pelayan lain yang bertugas untuk menyertainya, yaitu Penghargaan. </p><p><br></p><p>Penghargaan bertugas untuk mencermati, juga menilai dengan adil hal hal baik dari sebuah buku, negara, dan karakter orang lain. Ia hadir untuk mengimbangi kearifan menilai.</p><p><br></p><p><strong>Peremehan.</strong></p><p><br></p><p>Peremehan merupakan setan dari keadilan, yang keinginan nya adalah menyingkirkan pelayan keadilan. Peremehan kerap muncul pada pribadi seseorang dan membuat mereka mengatakan komentar komentar negatif yang meremehkan untuk merusak keceriaan orang lain. </p><p><br></p><p>Sikap peremehan adalah  bentuk dari ketidak adilan, karena ia seringkali memandang kekurangan dari seseorang sebagai keseluruhan karakter mereka.</p><p><br></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br></p><blockquote><p><em><mark>Silahkan korelasikan dan narasikan ketiga sub bab di atas menurut sudut pandangmu</mark></em></p></blockquote><p><br></p><p>Kearifan menilai, hadir untuk membantu kita bersikap adil pada diri kita sendiri dengan memberikan kita penilaian tentang keseluruhan karakter dari orang orang yang kita temui (baik kekurangan atau kelebihan mereka sehingga kita dapat memilah orang orang seperti apa yang bisa berada di sekitar kita. </p><p><br></p><p>Tapi, supaya kearifan menilai tidak terlalu terfokus pada kekurangan yang di miliki oleh seseorang Penghargaan pun hadir untuk mengimbanginya dan bertugas untuk menilai dengan adil kebaikan kebaikan yang di miliki oleh seseorang.</p><p><br></p><p>Tapi, selain harus mewaspadai kearifan menilai, kita juga harus mewaspadai kehadiran dari setan keadilan yaitu Peremehan. Karena kadang, ia muncul tanpa kita sadari, dan merubah kita menjadi orang yang kurang menyenangkan untuk lingkungan sekitar kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-15 09:07:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913887174</guid>
      </item>
      <item>
         <title>October, 17, 2025.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913905371</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pencemar Nama</strong></p><p><br/></p><p>Kebenaran bisa saja terusir, tapi dia akan tetap ada dan kita hanya perlu menjaga hati agar tetap hening untuk mendengar suaranya serta lidah yang patuh untuk mengucapkannya.</p><p><br/></p><p>Seseorang bernama Wesley pernah berkata, saat kita mengatakan suatu kejatahan tentang orang lain, jika benar maka itu adalah pencemaran nama, jika tidak benar maka itu adalah kebohongan. Karena itu kita harus menahan diri untuk tidak mengatakan sesuatu yang jahat menyangkut orang lain, baik orang yang berada dalam lingkaran terdekat kita dan orang yang tidak.</p><p><br/></p><p><strong>Kejatahan yang Menyusup dan Iri Hati.</strong></p><p><br/></p><p>Kecerobohan berpikir bukan satu-satunya penyebab kenapa kita membiarkan <em>kejahatan yang menyusup </em>membujuk kita untuk mengatakan seuatu yang tidak benar. Ada rasa iri hati yang merupakan setan yang selalu hadir dan siap dengan ucapan untuk mencemarkan nama baik miliki orang orang yang melebihi kita.</p><p><br/></p><p>Di abad pertengahan, orang-orang takut pada Iri Hati dan bahkan menggolongkannya sebagai salah satu dari <em>7 deadly sins</em>, tapi saat ini kita sepertinya sudah lupa akan keburukan semacam ini, dan saat kita terus menerus mengeluh atas kelebihan yang di miliki oleh orang lain dan megakatan bahwa itu adalah sesuatu yang tidak adil, kita telah menutupi ketidakadilan kita terhadap orang lain dengan jubah yang kita namai sebagai keadilan dan kewajaran bagi diri sendiri. </p><p><br/></p><p><strong>Pendengaran dan Bacaan yang Mencememarkan Nama</strong>.</p><p><br/></p><p>Bukan hanya ucapan yang bisa mencemarkan nama dan membuat kebenaran terluka, mendengarkan atau membaca hal-hal yang mencemarkan nama orang lain pun bisa membinasakan Kebenaran.</p><p><br/></p><p>Menurut oma CM ada satu kaidah sederhana yang dapat menolong kita untuk membedakan mana ucapan dan bacaan yang mencemarkan nama, yaitu <em>‘kebenaran tidak pernah memaksa’.</em>  </p><p><br/></p><p>Kalau kita terus membiarkan diri kita hanyut oleh ucapan atau bacaan yang mencemarkan nama, semakin lama kita akan menjadi tumpul terhadap kebenaran dan merasa puas pada ucapan yang jahat.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p><mark>Apa itu kebenaran dalam konteks bahasan ini?</mark></p></blockquote><p><br/></p><p>Menurutku kebenaran adalah sesuatu yang diucapkan apa adanya tanpa dilebih-lebihkan ataupun di kurangkan. Kebenaran juga sesuatu yang kita tunjukan melalui sikap. Dengan tidak mencemari nama orang lain, juga mengatakan kebohongan.</p><p><br/></p><blockquote><p><mark>Apa yang terjadi jika manusia gagal menggunakan kebenaran yang seperti ini?</mark></p></blockquote><p><br/></p><p>Kalau orang gagal mengatakan kebenaran sebagaimana adanya, maka tidak akan ada kebenaran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-15 09:33:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913905371</guid>
      </item>
      <item>
         <title>October, 24, 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913906997</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Fanatisme.</strong></p><p><br/></p><p>Ketika seseorang menjadi fanatik, itu bukan lagi tentang mereka yang tidak bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain, tapi mereka yang tidak bisa bisa mendengarkan atau kehilangan kemampuan untuk mendengarkan pendapat orang lain sehingga usaha untuk meyakinkan mereka jadi sia sia. </p><p><br/></p><p>Ketika seseorang menjadi fanatik, terhadap suatu perkara mereka justru merugikan perkara yang ingin mereka bela karena ketidakmampuan mereka dalam melihat suatu perkara dari sudut pandang yang lain.</p><p><br/></p><p><strong>Kebaikan Yang Berdaulat</strong></p><p><br/></p><p>Mencari kebenaran adalah upaya merayunya, mengetahui kebenaran adalah kehadirannya, dan meyakini kebenaran adalah menikmatinya. Di sanalah terletak Kebaikan yang Berdaulat bagi kodrat manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-15 09:36:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913906997</guid>
      </item>
      <item>
         <title>October, 31, 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913909085</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kebenaran Dalam Ucapan.</strong></p><p><br/></p><p>Pelayan pertama kebenaran adalah Veracity atau kebiasan untuk mengatakan kebenaran atau fakta sejauh kita mengetahuinya. Tetapi setelah mengatakan suatu kebenaran, sebaiknya kita tidak menambahkan kata kata seperti “setidaknya itu yang aku tau” atau semacamnya yang membuat kebenaran yang baru saja di ucapkan jadi terdengar meragukan. </p><p><br/></p><p>Apa yang kita ucapkan adalah sesuatu yang final, itu sebabnya akan sangat percuma untuk mencoba membenarkan, atau menarik ulang kalimat yang baru di ucapkan. Karena itu juga, kita harus sangat berhati hati dengan apapun yang akan kita ucapkan, dan tidak terburu buru untuk mengatakan sesuatu yang  kita belum ketahui secara pasti. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p><mark>Silahkan masuk ke dalam diri masing-masing dan bertanya "Apa persisnya yang membuatku spontan berkata-kata dan kemudian (ada kalanya) merevisi/mengubah/menjelaskan kata-kata itu dengan menambahkan kualifikasi? Bagian diri mana yang sedang ingin dilindungi terkait pernyataan kualifikasi tersebut? Dan mengapa demikian?”</mark></p></blockquote><p><br/></p><p>Karena informasi yang aku punya tentang sesuatu yang aku ucapkan ini belum utuh, atau baru aku dengar dari satu pihak saja. Dengan menambahkan kualifikasi itu, yang aku lindungi adalah reputasi ku sendiri, because i don’t want to be labeled as someone who spread false information. Though now I realize that it’s better to just say I don’t know rather than sharing an information I don’t understand fully :)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-15 09:39:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913909085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>November, 07, 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913911340</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kehati-hatian Bukanlah Kebenaran dalam Ucapan</strong></p><p><br/></p><p>Mengakhiri percakapan dengan terlalu berhati-hati bukanlah perilaku dari orang yang benar benar jujur, dan untuk selalu membenarkan ucapan dari orang di sekitar kita dengan sikap sok benar juga bukan sikap yang baik dan malah membuat kita menjadi orang yang membosankan dan tidak menyenangkan.</p><p><br/></p><p>Kesantunan dalam berbicara membuat kita menganggap kalau lawan bicara kita berbicara dengan niat yang baik, sehingga saat ucapan nya telah kita terima tidak penting apakah yang di ucapkan nya (selagi bukan hal yang terlalu serius dan urgent) itu tepat atau tidak. </p><p><br/></p><p>Mengutip langsung dari tulisan oma CM: </p><p><br/></p><blockquote><p><mark>Kejujuran ucapan menuntut kita untuk berbicara sesuai fakta sejauh yang kita tahu, serta berhati-hati agar tidak membicarakan hal-hal yang tidak kita ketahui; tetapi hal itu sama sekali tidak menuntut kita untuk mengawasi setiap ucapan orang lain dan mengoreksinya berdasarkan pengetahuan kita sendiri—yang mungkin bahkan lebih keliru.</mark></p></blockquote><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Melebih-lebihkan.</strong></p><p><br/></p><p>Bentuk penyimpangan lain dari kejujuran ucapan adalah kebiasaan untuk melebih lebihkan dalam berbicara. Hal ini bisa dilihat melalui judul judul koran yang suka membesar besarkan cerita tentang suatu tragedi. </p><p><br/></p><p>Menurut oma CM kita tidak akan bisa menjaga kepekaan kita pada kebenaran kalau kita terlalu membiarkan diri kita mendengarkan dan menyebar kabar burung. Gunakan akal sehat kita untuk menyaring informasi yang kita dengar dan baca, lalu tunggu kabar yang pasti dengan sabar sebelum menyebarkan informasinya.</p><p><br/></p><p> <strong>Kebiasaan</strong> <strong>Menggeneralisasi</strong></p><p><br/></p><p>Kebiasaan untuk mengenerelisasi adalah kebiasan untuk menyatakan sesuatu tentang seluruh kelompok orang atau benda berdasarkan apa yang mereka lihat dalam satu kejadian. Contoh, seseorang melihat ada satu cangkir yang retak dalam suatu kotak, kemudian mengatakan pada orang lain kalau semua cangkir dalam kotak sudah pecah. </p><p><br/></p><p>Kebiasan ini adalah kebiasan yang harus diwaspadai oleh seseorang yang ingin menurutkan kebenaran, karena kebiasaan ini membuat kita mengatakan sesuatu yang tidak benar dan jujur.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-15 09:43:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913911340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>November, 14, 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913915049</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Membuat Cerita Menarik</strong></p><p><br/></p><p>Orang orang kadang memiliki kecenderungan untuk melebih-lebihkan cerita menjadi sebuah cerita yang menyenangkan dan menarik, dan menurut oma cm untuk memiliki kemampuan ini adalah suatu berkah bagi orang yang memberi dan menerima.</p><p>Tapi kadangkala orang punya kecenderungan untuk menyelipkan kalimat kalimat kurang menyenangkan dalam cerita cerita yang membuat mereka menjadi orang yang membosankan.</p><p>Saat membuat cerita, ada baiknya untuk seseorang mengatakan sesuatu yang memang sulit untuk di percayai oleh orang lain. Karena dengan begitu, mereka tidak mempertaruhkan kebenaran dalam ucapan mereka.</p><p><br/></p><p><strong>Dunia Fiksi — Kebenaran Esensial dan Kebetulan.</strong></p><p><br/></p><p>Ada dua jenis kebenaran, yang pertama adalah kebenaran kebetulan yang artinya menceritakan sesuatu yang benar benar terjadi di waktu tertentu, dan tempat tertentu juga. Kebenaran ini adalah kebenaran yang harus kita pegang dalam keseharian kita.</p><p><br/></p><p>Yang kedua adalah Kebenaran Seni, atau kebenaran yang esensial. Artinya, bila suatu tokoh memiliki sifat-sifat tertentu, maka wajar kalau dia berpikir dan bertindak dengan cara cara yang tertentu juga sehingga timbul akibat-akibat tertentu yang tidak terelakkan.</p><p>Oma CM juga mengatakan kalau, hanya melalui fiksi kita bisa melihat kesalahan yang kita anggap sepele dalam kehidupan sehari hari kita ternyata tidak sepenuhnya sepele itu dan memiliki dampak yang fatal. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p><mark>Apakah teman2 pernah (sering) menambahkan humor pada kisah yang disampaikan agar jadi menarik? Apa yang mendasari di dalam hati sehingga muncul sikap seperti itu?</mark></p></blockquote><p><br/></p><p>Sejauh yang aku inget, aku gak pernah nambahin atau membesar-besarkan apapun dicerita ku tentang sesuatu. Alasannya karena aku gak pernah kepikiran untuk ngelucu aja tan :)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-15 09:49:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913915049</guid>
      </item>
      <item>
         <title>November, 21, 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913927978</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nilai Suatu Karya Fiksi Bergantung Pada Mutu Penulisan.</strong></p><p><br/></p><p>Nilai fiksi sebagai pengajar moral sepenuhnya bergantung pada kebijaksanaan, ketajaman, pandangan, dan kebaikan hati dari penulis. Pemikiran yang dangkal hanya akan melahirkan pelajaran yang dangkal dan keliru, karena itu hanya fiksi dengan nilai baik yang layak untuk dibaca, karena di sanalah bisa kita temukan jenis kebenaran yang esensial.</p><p><br/></p><p><strong>Fiksi Membentuk Antusiasme Kita.</strong></p><p><br/></p><p>Fiksi tak hanya mengajarkan kita tentang budi pekerti, dan sopan santun tetapi juga menggugah antusiasme kita dengan prosa dan syairnya. Tuhan kita sendiri menyampaikan beberapa ajaran terdalam nya melalui rekaan kisah kisah yang menjadi perumpaan, dan saat orang orang yang tidak memahami dua jenis kebenaran datang untuk meremehkan catatan kisah kisah tersebut, dan mengatakan kalau mereka tidak nyata kita tidak akan tergoda.</p><p><br/></p><p><strong>Kebenaran Esensial</strong></p><p><br/></p><p>Hal yang memang benar benar penting untuk kita dalam kisah kisah rekaan dalam Alkitab adalah Kebenaran Esensial yang dimiliki oleh kisah kisah ini.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p><mark>Silahkan narasikan satu karya fiksi yang menggugah antusiasme teman2 dan kenapa demikian?</mark></p></blockquote><p><br/></p><p>Aku gak tau apakah buku ini bisa di kategorikan sebagai buku fiksi, tapi belakangan, buku yang bikin aku banyak diam dan berefleksi adalah buku yang ditulis oleh Khalil Gibran dengan judul the Prophet. This book esentially talk about a lots of aspect in our life in a philosopical way, and every time i read just one page, it gives me a new prespective.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-15 10:10:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3913927978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fanatisme</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3914819500</link>
         <description><![CDATA[<p>Fanatisme terjadi ketika seseorang sudah tidak memiliki kemampuan untuk melihat/mendengarkan sesuatu opini dari sudut pandang orang lain.</p><p>Kondisi fanatik seperti itu tidak hanya terjadi kepada opini yang kita anggap "benar". Seseorang dapat fanatik mengenai agama, dan bisa fanatik terhadap atheisme, bisa fanatik perdamaian, ataupun juga fanatik perang.</p><p>Semua opini pribadi memiliki resiko berubah menjadi fanatisme jika tidak berhati-hati menjaga agar memiliki pikiran yang terbuka.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kebaikan berdaulat.</p><p>Manusia kerap menyimpang dalam kecenderungan mereka, sementara kebenaran mengajarkan hal lain. Dan untuk mencari kebenaran adalah upaya merayunya, mengetahui kebenaran adalah menghadirkannya, dan meyakini kebenaran adalah menikmatinya.</p><p>Itulah letak kebaikan berdaulat sebagai manusia</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/1XabvPK1VQEH4YqzDovs46" />
         <pubDate>2026-05-16 03:43:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3914819500</guid>
      </item>
      <item>
         <title>86 | Mula-mula tentang Integritas</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3914881131</link>
         <description><![CDATA[<p>Membaca bacaan ini mengingatkanku pada perkataan seseorang--lupa dari mana--bahwa "Bagaimana pribadi seseorang dilihat dari penggunaan waktu luangnya". Karena jika kita lihat dari waktu yang sudah jelas dan terjadwal tentu kemungkinan besar ia akan melakukan kegiatan tersebut. Di waktu luang, tidak ada agenda bisa terlihat sejelas-jelasnya apa yang ia gunakan pada free will-nya. </p><p><br></p><p>Itu juga yg CM bilang di paragraf akhir, "lebih mudah mengerjakan tugas yang jelas dari sekolah atau profesi daripada pekerjaan rumah yang sifatnya tidak pasti dan mudah diabaikan". Topik <strong>integritas </strong>ini berangkat dari kasus "Ca' canny", ialah sebutan yg diperuntukkan untuk orang-bekerja sekenanya dan seminimal mungkin. Yg CM bilang dengan apapun alasannya itu keliru. Setiap manusia perlu punya ukuran standart dalam dirinya (seperti yard, meter, dll yg tak kasat mata) yg berlandaskan kewajiban dan hak orang lain, diri sendiri, dan masa depan. Karena sejatinya kita memang sedang "diupah" atas setiap tindakan yg berlangsung, alias tanggung jawab.</p><p><br></p><p><em>16 Mei 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-16 03:51:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3914881131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>87 | Masa Tumbuh Integritas</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3914930391</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari integrer/ integral--kata yg mirip dengan integritas--sebagai lambang bilangan bulat/ utuh kita tahu integritas pun seharusnya seperti itu. </p><p><br/></p><p>Yang menggoda untuk kita tidak berintegritas bukan hal-hal besar, awalnya justru dari perilaku-perilaku minor yang perlahan mengikis. Alasan: "tidak begitu terlihat," "toh, tidak seburuk Jones," dan "aku tidak paham, gpp segini saja" yang terjadi di sehari-hari perlu dilawan atau konsekuensinya akan merusak pribadi luhur kita. Ruang ini berintegritas akan terus dilatih, kesalahan-kesalahan lampau sebaiknnya disadari dan mengevaluasi di pengerjaan berikutnya. Gunakan alasan berutang budi pada keluarga, teman, dan dirimu di masa depan yang membutuhkan karakter ini.</p><p><br/></p><p><em>16 Mei 2026</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-16 04:13:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3914930391</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Temperance dan Soberness</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3916127457</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Temperance</strong></p><p>Menurut Cambridge Dictionary, Temparance bisa artinya tidak minum alkohol karena tau itu buruk, atau pengendalian diri. </p><p>Segala sesuatu yang dibawa berlebihan, baik itu belajar, main, olahraga, atau apapun, adalah kebalikan dari Temperance. </p><p>Kita memang harus menjaga diri, supaya tidak dipenuhi lemak, dan diisi oleh kekuatan. Tidak memakan makanan manis terlalu banyak, dan cukup makan satu piring, tidak perlu menambah hanya karena makanannya enak. </p><p>Itu semua sudah cukup baik, tidak perlu membuat diri sendiri kewalahan juga karena menjaga diri terlalu berat.</p><p><br/></p><p>Menurutku Temperance ini seperti hidup yang seimbang, nggak terlalu memaksa diri dan juga nggak terlalu mengikuti keinginan, kayak di tengah-tengah aja. </p><p>Contohnya adalah ketika aku menjalani hari dengan menyelesaikan belajar, olahraga, dan juga melakukan hobi-hobiku yang lain. Sebaliknya ketika di satu hari aku sibuk nulis di depan laptop, atau hanya ngejurnal, dll. Karena itu berarti aku tidak menahan diri, atau terlalu ambisius dalam satu hal saja.</p><p><br/></p><p><strong>Soberness</strong></p><p>Tidak mencari sensasi, atau kalau disini contohnya tidak mabuk-mabukkan. Mungkin seperti Temperance yang punya dua arti (Aku nyari di Cambridge Dictionary nggak ada soalnya). Orang-orang kelas atas lebih memilih untuk minum air biasa, bukan alkohol, makanya seharusnya alkohol ini dihindari. </p><p>Pada zamannya, bangsawan Yunani suka ngasih budak-budak mereka anggur, supaya anak-anak mereka paham betapa menjijikannya meminum alkohol. </p><p><br/></p><p>Sepertinya perbedaan Temperance dan Soberness, misalnya ada kue enak di meja, - Temperance nggak ambil karena menahan diri, tau resiko ketika kue itu di makan </p><p>- Soberness nggak mengambil kue itu karena tau kalau ini cuma sekedar keinginan saja, mencari sensasi manis di lidah. </p><p><br/></p><p>Jadi kurasa Soberness ini lebih sederhana dari Temperance, cukup menahan diri aja. </p><p>Contohnya, ya, udah sih sebenernya di atas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-17 10:34:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3916127457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3916358490</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Opini yang diuji </strong></p><p>Ada satu lagi yang bisa menuntun jalan kita beropini yaitu Hati Nurani. </p><p><br/></p><p><em>Refleksi : Hati nurani itu apa sih? Apa dia selalu benar? Tidak pernah bercampur dengan ego, ketakutan,dan hal-hal lain kah?</em></p><p><br/></p><p>susah untuk mendeskripsikan apa itu hati nurani, terlebih aku sendiri yang terlalu buta mengenali diri sendiri. Tetapi secara gambarang kasar di aku, hati nurani muncul ketika saat kita melakukan hal hal yang tidak sesuai dengan benar. Tetapi kalo dibilang berarti itu selalu baik? nggak juga karena sesuatu yang benar belum tentu sesuatu yang baik.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-17 15:15:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3916358490</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bab XX—Keadilan terhadap Diri Sendiri: Menata Diri</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3920707274</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kewajibanku terhadap Diriku Sendiri</strong></p><p>Seperti yang kita pelajari sebelumnya, kita berutang keadilan terhadap orang lain; terhadap anggota keluarga sampai hewan peliharaan, teman sebaya, penjual di pasar, sampai lingkaran itu bertambah besar dan besar lagi sampai mencakup seluruh dunia.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Namun, ada satu teman paling dekat kita yang kadang menerima ketidakadilan dalam upaya kita berusaha adil terhadap orang lain, yaitu diri kita sendiri.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Menjaga kemurnian dan hidup dengan kesederhanaan, itulah dua hal yang mesti kita pegang dan merupakan kewajiban kita kepada diri sendiri, menurut Katekismus. Jika tidak, maka kita akan menyebabkan gangguan kepada sesama kita. Ya, memberikan pelayanan tidak mesti berupa hal besar dan heroik seperti dokter yang menyelamatkan pasiennya atau polisi melindungi warganya, menata diri sendiri pun juga bentuk pelayanan kita kepada orang lain.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>Mereka yang menaati 3 aturan di atas telah memperindah dunia hanya dengan kehadirannya. Kau tahu, kebaikan menyebar sama cepatnya dengan keburukan. Kemurnian itu mesti diusahakan, jangan sampai-sampai pikiran-pikiran yang semestinya tidak ada dalam benak kita malah masuk. Sungguh menyakitkan rasanya melihat anak yang telah dengan indah diciptakan Allah menjadi rusak karena kebiasaan-kebiasaan buruk.&nbsp;</p><p><br><strong><mark>Pertanyaan Refleksi</mark></strong></p><p><strong>Apakah kalian sudah cukup adil terhadap diri sendiri? Apa buktinya?</strong></p><p>Kadang aku berlaku lebih adil pada diriku sendiri dan kadang juga lebih adil kepada orang lain. Namun, kalau masalah keadilan dalam bentuk menata diri sendiri, menurutku aku cukup adil. Aku cukup teratur dan punya kebiasaan/prinsip tersendiri yang aku usahakan pada diriku, meski ya seringnya (tidak selalu) aku memutuskan hanya dari memikirkan betapa senangnya diriku <em>nanti </em>ketika memikirkan diriku sendiri (kalau itu masuk akal).</p><p><br/></p><p><strong><mark>Tambahan (supaya tercatat aja, sih)</mark></strong></p><p><strong>Apa yang perlu kita lakukan supaya dapat adil kepada diri sendiri?</strong></p><p>Menurutku, langkah pertama itu mengenal apa itu adil dulu sih. Dari definisi sampai bentuk adil ke diri itu seperti apa (seperti tentang menata diri yang kemarin dibahas). </p><p><br/></p><p>Yang bakal membantu juga paling ingat oma itu yang, aku ingat dalam bahasan keadilan terhadap orang lain pernah disampaikan kalau keadilan itu butuh banyak pertimbangan. "Menyadari nilai dan usaha mereka, punya kepedulian dan kepekaan terhadap anggota tubuh mereka yang dibarengi keinginan untuk tidak menyakiti", katanya, akan membimbing kita.</p><p> </p><p>Kurasa kalau dalam diri berlaku juga sih, namanya self-love. Kayaknya itu akan membantu kita dalam menemukan panah yang menunjuk pada keadilan ketika tersesat, ga ingat kata, oma ceem bentuk adil tuh kayak gimana, apa ada skenario baru yang bener-bener baru. </p><p><br/></p><p>Untuk berlaku adil, tw hak-hak kayaknya bakal oke juga tuh. Hak-hak ke orang lain kan juga berlaku ke kita hrusnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-19 22:34:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3920707274</guid>
      </item>
      <item>
         <title>November, 28, 2025</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922264325</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Beberapa Alasan Kebohongan </strong>—</p><p><br/></p><p><strong>Kebohongan karena niat jahat.</strong></p><p>Kebohongan ini adalah kebohongan yang dilakukan dengan niat jahat untuk merendahkan seseorang. Hal ini bisa dilakukan karena rasa iri hati menyusup dan mengarah pada pencemaran nama.</p><p><br/></p><p>Pencemaran nama kita lakukan untuk menarik seseorang supaya setara atau di bawah kita. Membuat kita merasakan rasa aman, sebab musnahnya lawan</p><p><br/></p><p><strong>Kebohongan karena rasa takut.</strong></p><p>Kebohongan menjadi pelarian bagi orang-orang pengecut saat mereka terbukti melakukan suatu kesalahan. Tapi menurut oma CM, orang akan lebih menghargai keberanian seseorang saat mereka mengakui tindakan alih-alih berbohong yang hanya akan mempersulit situasi.</p><p><br/></p><p><strong>Ketidakbenaran karena sikap menutup diri.</strong></p><p>Kebiasan bersikap menutup diri membuat kita menjalani pembicaraan yang sia-sia karena nyatanya orang bisa merasakan saat kebohongan diucapkan dan sesuatu yang disembunyikan.</p><p><br/></p><p>Kebiasaan ini membuat kita gagal menjalankan kewajiban kita untuk bersikap terbuka pada orang-orang yang tinggal bersama kita.</p><p><br/></p><p><strong>Kebohongan Dengan Membual.</strong></p><p>Kebohongan yang dilakukan untuk membuat diri kita terlihat lebih baik di mata orang lain. Namun, oma cm juga menjelaskan kalau hanya orang-orang bodoh yang dapat ditipu dengan bualan, karena orang yang baik dan berpikiran jernih dapat membaca kita dengan mudah, dan semakin kita membual, semakin rendah penilaian mereka terhadap kita.</p><p><br/></p><p><strong>Kebohongan dengan berkhayal.</strong></p><p>Kebohongan dengan berkhayal, adalah kebohongan yang dilakukan karena seseorang tidak lagi bisa membedakan antara kebenaran dan fantasi, sehingga mereka pelan pelan kehilangan kemampuan bernalar dan mempersiapkan diri mereka untuk masuk ke rumah sakit jiwa.</p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Apa yang biasanya menjadi motif dari penyebab kebohongan kita? (Misal, membual karena ingin kelihatan hebat)</p></blockquote><p><br/></p><p>Kebanyakan sih karena takut dimarahin orang tua, karena habis melakukan sesuatu yang tidak seharusnya aku lakukan, atau belum nyaman untuk bercerita tentang sesuatu. Jadi,  aku menghindar dulu untuk sementara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 13:38:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922264325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>December, 5, 2025</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922274462</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>Integritas: Keadilan Dalam Tindakan.</mark></strong></p><p><br/></p><p><strong>Integritas dalam Kerja — Ca’ Canny</strong></p><p>Ca’ canny adalah sikap saat seseorang secara sengaja mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya dengan tidak sempurna dan menggunakan berbagai macam alasan untuk membenarkan tindakannya di hadapan orang lain.</p><p><br/></p><p>Seorang tukang batu, dari contoh yang ditulis Oma CM, secara sengaja mengerjakan lebih sedikit dari apa yang bisa ia lakukan dengan alasan kalau ia sedang membantu para penganggur untuk mendapatkan pekerjaan. </p><p><br/></p><p>Namun, jelas bahwa orang-orang dengan pikiran jernih tidak akan melihatnya seperti itu, dan alih-alih membantu teman-teman mereka yang menganggur, Ca’ Canny malah memperburuk keadaan dengan merusak reputasi profesinya sehingga minat orang untuk ke depannya mempekerjakan tukang batu pun (mungkin) turun.</p><p><br/></p><p><strong>Sebuah Ukuran Baku</strong></p><p>Setiap orang memiliki standar masing-masing yang dapat digunakan untuk menilai integritas seseorang dalam bekerja. Standar ini kemudian menjadi aturan tidak tertulis yang digunakannya untuk menimbang pekerjaan yang akan datang kepadanya.</p><p><br/></p><p>Meski tidak mengatakannya secara langsung, dalam hati, mereka sudah dapat menentukan apakah hasil pekerjaannya jujur atau tidak. Pekerja yang jujur akan dianggap sebagai pribadi yang utuh.</p><p><br/></p><p><strong>Kita Semua Pekerja Upahan.</strong></p><p>Kita mungkin bukan tukang batu atau tukang kayu, tapi dalam satu atau cara lain kita sebenarnya adalah pekerja upahan dan tidak bisa menghindari kewajiban kita untuk bekerja dengan integritas.</p><p><br/></p><p>Anak muda adalah penerima upah dari orang tua mereka dan juga para guru yang memberikan mereka upah dalam bentuk kepercayaan dan biaya pendidikan yang ditanggung. Tapi selain yang sudah disebutkan tadi, Oma CM juga mengatakan kalau anak muda juga memiliki 'pemberi kerja’ lain yang cenderung bersikap sangat longgar saat pekerjaan sedang dilakukan, tapi memberikan hukuman yang berat dalam jangka panjang (mungkin yang dimaksud oleh Oma CM sebagai pemberi kerja lain di sini adalah Tuhan).</p><p><br/></p><p>Lalu, ada kalimat yang mau kukutip dari sebab ini. Yang menurutku bisa jadi reminder yang cukup penting.</p><p><br/></p><blockquote><p><em>“Setiap orang berutang integritas kepada dirinya sendiri sama kuatnya seperti kepada orang lain; dan ialah yang pada akhirnya akan paling menderita bila ia gagal menghasilkan pekerjaan yang jujur dalam waktu yang telah diberikan.”</em></p></blockquote>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 13:44:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922274462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>December, 12, 2025</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922285881</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Integritas Bertumbuh</strong></p><p>Menurut Oma CM, seseorang yang berintegritas adalah pribadi yang utuh, layaknya integer atau bilangan bulat.  Namun, sama seperti Roma, pribadi seperti ini tidak terbentuk dalam waktu sehari. </p><p><br/></p><p>Orang-orang dengan integritas mengetahui adanya godaan untuk mengerjakan sesuatu secara asal-asalan, dan mereka pernah juga berpikir untuk menuruti keinginan buruk itu. Tetapi mereka menolak semua dan berkata kalau mereka berhutang kepada orang tua, guru, dan diri mereka sendiri untuk mengerjakan tugas mereka dengan sempurna.</p><p><br/></p><p>Para pribadi dengan integritas ini bukan tidak pernah menghindari pekerjaan untuk kesenangan hobi, tapi saat mereka melakukannya (mengindari pekeraan) mereka selalu mengakuinya dengan jujur, begitu juga dengan pekerjaan yang mereka telah selesaikan sendiri dengan sempurna.</p><p><br/></p><p><strong>Kerjakan Hal Berikutnya.</strong></p><p>Kadang, seseorang bisa begitu bersemangat dalam mengerjakan tugasnya dan menumpahkan seluruh fokus dan gairah untuk menuntaskan suatu tugas karena begitu ingin memiliki integritas dalam dirinya. </p><p><br/></p><p>Tapi, ketika seseorang memiliki terlalu banyak gairah dan semangat untuk melakukan sesuatu, itu justru dapat merusak ketuntasan hasil kerja yang mereka lakukan. Kenapa? Karena mereka terlalu mengejar hal-hal lain saat mereka seharusnya mengerjakan tugas yang datang setelahnya secara runut.</p><p><br/></p><p>Tugas berikutnya mungkin tidak selalu penting, tapi dengan kita meneguhkan diri dan memaksakan untuk mengerjakan <em>‘tugas berikutnya’,</em>  kita sedang berlatih untuk mengendalikan kuda liar bernama keinginan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><mark>Refleksi</mark></strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Menurut kalian, apa saja yang perlu dilakukan agar bisa mendidik integritas sehingga terus bertumbuh dan menjadi utuh/penuh? Apakah kalian sudah pernah melakukannya? Apa kendala yang ditemui?</p></blockquote><p><br/></p><p>Kalau definisiku tentang integritas itu tepat (yaitu watak atau pribadi yang selalu mengerjakan/menyelesaikan tugas yang dimilikinya dengan sempurna), berarti integritas dapat ditumbuhkan dan menjadi utuh dengan disiplin.</p><p><br/></p><p>Aku sendiri sedang mencoba melatihnya, dan godaan terbesarnya itu rasa malas dan keinginan untuk melakukan hal menarik yang lain.</p><p><br/></p><blockquote><p>Bagaimana cara menjaga tekad untuk bertahan dalam suatu tugas (padahal tergoda untuk melakukan hal lain) dan tetap bisa melakukannya dengan perasaan senang, sepenuh hati dan sungguh2?</p></blockquote><p><br/></p><p>Aku merasa kalau hal itu butuh dilatih, bukan sesuatu yang bisa dilakukan dalam sehari dua hari aja. Butuh disiplin dan komitmen.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 13:48:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922285881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>December, 19, 2025</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922292055</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kerjakan Yang Paling Utama</strong></p><p>Menemukan&nbsp;<em>“hal berikutnya”</em>&nbsp;ternyata memang tidak semudah kedengarnya karena sering kali kita diharuskan untuk memilih satu pekerjaan dari sekian banyak kegiatan lain yang ingin kita lakukan.</p><p><br/></p><p>Tapi, kemampuan untuk mengurutkan dan menata pekerjaan dapat menjadi pembeda antara orang yang cerdas dan orang yang “tenggelam dalam rincian”.</p><p><br/></p><p>Sayangnya, kemampuan ini tidak bisa tumbuh dalam semalam karena membutuhkan kebiasan dan (pada awalnya) perhatian dan juga pemikiran.</p><p><br/></p><p>Namun, saat tubuh dan pikiran sudah terlatih dari kebiasaan yang kita bentuk, akan mudah bagi kita untuk mengenali mana hal penting dan mengerjakannya lebih dulu.</p><p><br/></p><p>Akibatnya, kita bisa menghindari kerepotan (baik untuk diri sendiri maupun orang lain) sekaligus bertumbuh dalam integritas.</p><p><br/></p><p><strong>Kebiasaan Menyelaraskan.</strong></p><blockquote><p>“Apapun yang layak dimulai layak pula untuk diselesaikan, dan apapun yang layak dikerjakan, layak juga untuk diselesaikan dengan baik”</p></blockquote><p><br/></p><p>Meskipun ada banyak alasan untuk mengerjakan hal baru, kita tidak boleh membiarkan diri kita memulai banyak proyek yang semuanya berakhir berantakan dan tidak selesai dengan sempurna. Sangat penting bagi kita untuk belajar mengendalikan kuda liar bernama keinginan dan melatih diri untuk melanjutkan pekerjaan yang sedang kita lakukan sampai benar-benar selesai.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 13:52:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922292055</guid>
      </item>
      <item>
         <title>January, 30, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922299786</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>Integritas dalam Menggunakan Waktu.</mark></strong></p><p><br/></p><p><strong>Orang-Orang yang hanyut dan menunda-nunda.</strong></p><p>Sangat keliru kalau seseorang berpikir bahwa waktu adalah sesuatu yang ia miliki sepenuhnya, sehingga bisa digunakan sesuka hatinya. Karena kenyataannya setiap orang punya tanggung jawab dan kewajibannya masing-masing, dan sebagian dari waktu yang dimiliki seharusnya diberikan untuk tugas-tugas dan kewajiban itu.</p><p><br/></p><p>Ada banyak waktu dalam sehari dan seandainya setiap dari kita bisa bersungguh-sungguh, akan ada banyak hal yang dapat dilakukan dalam sehari. Namun, karena kita tidak mengambil kendali dan menyadari kalau menggunakan waktu dengan baik adalah suatu kewajiban, kita pun hanyut dan akhirnya gagal dalam memenuhi kewajiban dan tugas kita dengan baik.</p><p><br/></p><p>Banyak orang, dengan sengaja mengulur waktu karena berharap akan ada seseorang yang akan memaksa mereka untuk melakukan tugas mereka. Mereka tidak tahu kalau khayalan itu tidak akan terwujud karena tidak ada seorang pun yang bisa memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu.</p><p><br/></p><p>Kalau seorang anak bersikap taat, itu karena dia membuat dirinya sendiri taat. Kata oma CM, tidak semua kuda raja dan prajuritnya dapat membuat seorang pemuda menjadi rajin. <em>Hanya dirinya sendiri yang bisa memaksa dirinya untuk melakukan apa yang sudah seharusnya ia lakukan.</em></p><p><br/></p><blockquote><p><em>“Kemampuan untuk membuat diri sendiri bekerja adalah hal yang sangat berharga. Setiap usaha akan membuat usaha berikutnya lebih mudah, dan kalau kita bisa mengendalikan kuda jika bernama kebiasaan, kita bisa bebas menikmati waktu senggang yang sudah menjadi hak kita”</em></p></blockquote><p><br/></p><p><strong>Mencuri Waktu.</strong></p><p>Ada orang-orang yang suka mengerjakan hal-hal kecil ketika seharusnya mereka menggunakan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu. Meskipun hal yang dilakukan adalah hal yang bermanfaat dan baik, hal yang dilakukan tetap mencuri waktu dari tugas yang seharusnya.</p><p><br/></p><p>Mencuri waktu, meskipun terdengar sepele, tetap tidak boleh kita biarkan begitu saja. Dengan begitu, kita sedang membiarkan keretakan dalam integritas kita.</p><p><br/></p><p>Integritas sendiri, melarang kita untuk memiliki bentuk kekecilan hati ini. Setiap pekerjaan punya waktunya sendiri, dan waktu yang menjadi hak suatu pekerjaan tidak boleh digunakan untuk hal lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 13:57:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922299786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>February, 6, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922305613</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Integritas dalam hal materi: kejujuran.</strong></p><p><br/></p><blockquote><p><em>“Kewajibanku terhadap sesama adalah untuk menjaga tanganku dari mengambil dan mencuri”</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Kita tentu akan merasa sangat hina kalau mengambil sesuatu yang dimiliki oleh orang lain. Tapi selama kita tidak benar-benar melakukan itu, kita akan bebas dari tuduhan tidak jujur.</p><p><br/></p><p>Tapi dari waktu ke waktu kita mulai mendengar cerita yang aneh tentang seorang pria berusia 60 tahun, dengan reputasi dan kedudukan yang baik, yang telah menggelapkan uang dengan jumlah besar seakan-akan itu adalah kali pertamanya.</p><p><br/></p><p>Padahal menurut Oma CM, tidak ada orang yang jatuh sejauh itu untuk pertama kalinya. Yang akan tenggelam adalah kapal yang memiliki kebocoran, atau dengan kata lain: yang akan jatuh sejauh hanya orang-orang dengan integritas yang sudah retak.</p><p><br/></p><p>Keretakan ini mungkin saja sudah ada sejak usia mereka masin anak anak, namun, tidak langsung menjatuhkannya sampai titik terendah.</p><p><br/></p><p>Oma CM juga mengatakan kalau ada satu peringatan yang sangat penting untuk kita ingat, yaitu “kita tidak boleh membelanjakan uang yang belum kita miliki”. Meskipun uang saku itu akan kita terima dalam waktu dekat, sampai kita benar-benar mendapatkannya, kita tidak seharusnya membelanjakannya.</p><p><br/></p><p><strong>Utang-Utang Kecil.</strong></p><p>Dalam subbab ini, Oma CM mengingatkan kewajiban kita untuk membayar utang-utang kecil yang kita miliki. Karena orang dengan integritas yang retak, cenderung jatuh pada kelalaian seperti ini. Sehingga menyusahkan orang lain dan merusak keindahan yang dimiliki oleh Integritas.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 14:01:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922305613</guid>
      </item>
      <item>
         <title>February, 13, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922311849</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Berburu Murah.</strong></p><p>Ada satu kegagalan dalam integritas yang seringnya tidak disadari orang sebagai sesuatu yang sama merendahkannya, seperti berutang.</p><p><br/></p><p>Bahkan orang dengan hati lurus pun suka membiarkan diri mereka terjebak dalam kegagalan ini.</p><p><br/></p><p>Kebiasan buruk itu berakar dari kekeliruan cara berpikir. Orang-orang kerap berpikir bahwa mereka harus mendapatkan apa yang mereka mau dengan harga serendah mungkin.</p><p><br/></p><p>Karena cara berpikir yang seperti itu, kesibukan yang <em>tidak elok</em> kemudian terjadi di tempat <em>obral</em>. Suatu tempat di mana pemborosan waktu, kesabaran, dan juga kesehatan terjadi.</p><p><br/></p><p>Namun, semua ini sebenarnya dapat diluruskan dan cara berdagang bisa diperbaiki kalau kita mau pakai pertimbangan yang jernih dan juga diarahkan oleh integritas.</p><p><br/></p><blockquote><p><em>“Yang kita perlukan bukan barang terbaik dengan harga rendah, melainkan barang yang sesuai kebutuhan kita, dengan harga yang sanggup kita bayar dan kita ketahui adil.”</em></p></blockquote><p><br/></p><p><strong>Milik Sesama</strong></p><p>Satu lagi wujud integritas adalah kepedulian terhadap milik sesama.</p><p>Mengasihi sesama seperti diri sendiri berarti kita akan sama berhati-hatinya dalam menggunakan barang milik mereka seperti saat kita menggunakan barang kita sendiri.</p><p><br/></p><p>Kepedulian dalam hal-hal kecil adalah bagian dari integritas dan dapat membuat kita layak untuk dipercaya dalam hal yang lebih besar.</p><p><br/></p><p>Dan ketika kelak kita mendapatkan kepercayaan untuk menangani hal lebih besar itu (seperti uang dan materi), kita akan lebih waspada terhadap pemborosan, kecerobohan, dan sikap berlebihan lainnya karena integritas mengajarkan kita untuk merawat dan memanfaatkan sebaik-baiknya segala sesuatu yang dipercayakan ke tangan kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 14:04:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922311849</guid>
      </item>
      <item>
         <title>February, 20, 2026.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922322936</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Barang Pinjaman </strong></p><p>Saat kita meminjam barang orang lain (sekalipun hubungannya sudah sangat akrab dan di antara satu sama lain juga membebaskan barang masing-masing untuk digunakan), itu tidak serta-merta membebaskan kita dari tanggung jawab untuk merawat barang tersebut dan mengembalikannya dengan kondisi yang baik dan tidak lebih buruk karena kita meminjamnya.</p><p><br></p><p>Teman yang kita pinjam barangnya mungkin tidak akan mempermasalahkan barang itu kalaupun tidak dikembalikan. Tapi, di kemudian hari, kitalah yang akan sangat dirugikan. Dalam hal keutuhan diri, dan juga integritas.</p><p><br></p><p>Kita bisa saja melakukan kelalaian yang tidak disadari orang lain, namun setiap kelalaian akan meninggalkan ketidaksempurnaan dalam karakter diri kita sendiri. Dan kalau selalu dibiarkan, akan menghancurkan kita.</p><p><br></p><p>Tapi oma CM mengatakan kalau kita tidak perlu takut akan jatuh karena integritas adalah bagian dari diri kita dan hanya meminta kita untuk mendengarkannya.</p><p><br></p><p><strong><mark>Opini: Keadilam dalam Pikiran.</mark></strong></p><p><br></p><p><strong>Tiga Macam Opini.</strong></p><p><br></p><blockquote><p><em>“Opini adalah hasil dari pemikiran kita, dan kita tidak akan bisa menghindarinya berapapun kita coba.”</em></p></blockquote><p><br></p><p>Dalam subab ini, ada tiga macam opini yang di jelaskan oleh oma CM.</p><p><br></p><p>Opini pertama yang dijelaskan oleh oma CM mengatakan kalau ada opini yang disampaikan oleh orang-orang secara eksplisit. Mereka mengatakan ‘kupikir’ saat yang mereka maksud sebenarnya adalah ‘kuingin’. Alasannya, mungkin untuk menghindari kesan terlalu memaksa atau mungkin juga karena rasa kurang percaya diri terhadap opininya karena pengetahuan tentang hal tersebut masih sangat sedikit.</p><p><br></p><p>Dalam paragraf yang sama juga, Oma CM mengingatkan kalau untuk benar benar memenuhi suatu opini, kita harus benar benar memperhatikan, dan mencari tau dari berbagai macam hal untuk memastikan kalau opini yang kita buat itu benar.</p><p><br></p><p>Lalu, Oma CM mengatakan kalau kita memiliki opini tentang sesuatu ataupun seseorang yang datangnya memang benar benar dari diri kita sendiri, maka opini kita akan memiliki nilai. Tapi, kalau kita hanya mengulang opini yang datangnya dari lingkungan sekitar dan bukan diri kita sendiri, maka opini itu tidak akan punya nilai apapun.</p><p><br></p><p>Jenis opini kedua ini, dikemudian hari sangat mungkin untuk berubah dengan cepat saat orang lain datang untuk mengutarakan opini yang berbeda dari sebelumnya.</p><p><br></p><p>Lalu, jenis opini yang terakhir adalah opini yang memang datang dari diri kita, namun, meski begitu tetap bukan opini yang aman. Keinginan sering kali bisa menenggelamkan pertimbangan sehingga kita mengejar apa yang kita inginkan begitu saja.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 14:12:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922322936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>February 27, 2025.</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922331901</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Opini yang layak di miliki.</strong></p><p><br></p><p>Kita bisa merangkum tiga aturan penting tentang opini yang layak dimiliki.</p><p><br></p><ol><li><p>Aturan pertama: kita sungguh memikirkan perkara itu dan mengetahui tentangnya dengan cukup baik.</p></li><li><p>Aturan kedua, opini itu harus benar-benar milik kita sendiri. Bukan sesuatu yang kita ambil dari, contohnya, surat kabar dan terus kita ulang-ulang.</p></li><li><p>Aturan ketiga, opini itu tidak boleh dipengaruhi oleh kecenderungan pribadi kita.</p><p><br></p></li></ol><p>Setiap pribadi punya opini, entah yang mereka miliki sendiri atau yang diambil dari tempat lain.</p><p><br></p><p>Orang yang memikirkan opininya dengan rendah hati, dan sungguh-sungguh adalah orang yang menjalankan kewajibannya yang sama seriusnya dengan menyelamatkan nyawa orang lain.</p><p><br></p><p>Dalam hal kewajiban juga, tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil, dan sangat penting untuk kita menjalani tugas kehidupan kita dengan menjalankan kewajiban dalam pikiran kita untuk membuat opini yang adil.</p><p><br></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br></p><blockquote><p><em>Silahkan refleksikan, apa sebabnya opini perlu dipikirkan dengan rendah hati? Kalo misalnya tidak dipikirkan dengan rendah hati, apa kemungkinan2 yang akan terjadi?</em></p></blockquote><p><br></p><p>Dengan memikirkan opini dengan rendah hati, kita membuat ruang kemungkinan bahwa opini yang kita miliki tentang suatu perkara itu bisa jadi salah, dan orang lain bisa membantu untuk membenarkan. Kalau tidak rendah hati, kemungkinannya adalah kita menolak untuk dibenarkan dan jadi merasa benar sendiri. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 14:18:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922331901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Temperance dan Soberness</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922375944</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Temperance Menghindari Segala Bentuk Berlebihan</strong></p><p>Biasanya orang mengingat <em>temperance </em>untuk persoalan menyangkut alkohol, tetapi tidak, <em>temperance </em>juga berlaku pada segala lini kehidupan. </p><p><br/></p><p>Temperance menghindarkan kita dari segala bentuk berlebihan. Tanpa temperance, kita bisa berujung gelisah, kehilangan kendali atas diri kita sendiri—meski kita tahu hal itu merugikan kita. Terlalu banyak belajar sama berbahayanya dengan terlalu banyak makan makanan manis: melakukan sesuatu dengan berlebihan hanya akan mengundang malapetaka. </p><p><br/></p><p>Untuk itu, kita mesti menahan diri dan tahu kapan harus berhenti (membuat batasan yang dijalankan). Kita mesti berjaga-jaga dari godaan-godaan, seperti godaan memakan kue yang enak meski sudah kenyang. </p><p><br/></p><p>Ada hal yang menurutku menarik. Oma menekankan pentingnya menjaga tubuh, seperti mengingatkan untuk rutin berolahraga dan berpikir-pikir kembali sebelum menambah makan. Apalagi, ujarnya, tubuh yang berat dapat membuat pikiran kita ikut tumpul. Mungkin itu akan menjawab pertanyaan yang saat kecil kutanyakan, tentang kenapa ilmuwan-ilmuwan (sejauh yang kukenal) itu berbadan kurus/standar. </p><p><br/></p><p><strong>Soberness Tidak Mencari Sensasi</strong></p><p>Ada kumpulan bangsawan Yunani yang dengan sengaja memberi alkohol kepada pelayan/budak mereka agar anak-anak para bangsawan ini melihat dampak buruk dari alkohol dan menjauhinya. </p><p><br/></p><p>Kata oma, tidak baik untuk dengan sengaja membuat orang lain jatuh ke dalam kesalahan, tetapi ada satu hal yang anak-anak itu pelajari: bahwa alkohol membuat seseorang menjadi tidak sadar dan ini juga berarti mereka kehilangan kendali atas diri mereka. </p><p><br/></p><p>Inilah kengerian dari mabuk (mabuk apa pun itu): orang sebaik apa pun akan menjadi tidak sadar dan kehilangan kendali apabila sudah bertemu dengan kebiasaan buruk ini. </p><p><br/></p><p><strong><mark>Tugas: </mark></strong></p><p><strong>Silahkan riset secara lbh mendalam tentang makna dari Soberness dan temperance, lalu jelaskan dalam narasi masing2 dg disertai contoh nyatanya dlm kehidupan sehari2 😇</strong></p><p><br/></p><p><strong>Temperance</strong></p><p>Menurutku, inti dari <em>temperance</em> adalah melakukan/mengambil sesuatu secukupnya yang dipraktikkan pada segala aspek dalam kehidupan. Itu prinsip yang bagus untuk kehidupan, sih. Selain baik untuk diri, hal itu juga baik untuk orang lain dan semesta. </p><p><br/></p><p>Contoh temperance adalah mengambil sumber daya secukupnya tanpa menyia-nyiakannya, misalnya, seperti listrik. </p><p><br/></p><p>Selain karena tidak mendesak, sesungguhnya dalam setiap kenikmatan yang kita konsumsi akan selalu ada ganjaran yang mesti dibayar, baik oleh diri kita maupun orang/makhluk lain yang sebenarnya bisa jadi tidak terkait. </p><p><br/></p><p>Untuk&nbsp;<em>soberness</em>, fokusnya lebih ke terjaganya atau sadarnya diri, dan ini juga tidak hanya menyangkut alkohol saja, tetapi juga segala lini kehidupan. Maksudnya sadar adalah, ya, kebalikan dari ciri-ciri orang mabuk. </p><p><br/></p><p>Orang mabuk tuh seperti apa? Setelah membayangkan, sepertinya: </p><p><br/></p><p>1. Suka ngelantur (asal ucap)</p><p>Orang mabuk suka mengatakan hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. </p><p><br/></p><p>2. Melakukan hal-hal impulsif</p><p>Tindakan-tindakan tanpa pikir panjang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.</p><p><br/></p><p>Ketika oma meminta kita untuk selalu&nbsp;<em>sober</em>, mungkin maksudnya adalah menghindari dua hal di atas, sebab itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Dan ini berlaku untuk kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya.</p><p><br/></p><p>Aku menyadari sesuatu: dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran dan pegangan kita terhadap hidup seringnya akan oleng ketika berada dalam gejolak perasaan yang intens. </p><p><br/></p><p>Contoh: Memarahi si itu dan si anu dengan kasar karena kesal sesaat. Ketika kekesalan itu akhirnya reda, biasanya muncul penyesalan (layaknya orang mabuk ketika mendapat ingatannya kembali) kayak, "Sepertinya tadi aku marahnya berlebihan, deh." gitu. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-20 14:50:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3922375944</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebenaran dalam ucapan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925456899</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelum kita membahas mengenai mengatakan kebenaran, kita perlu menyadari bahwa selalu ada kebenaran yang bisa diucapkan dari kedua sisi.</p><p>Salah satu pelayan kebenaran adalah kebenaran dalam ucapan. Ketika kita sudah mengatakan sesuatu yang kita percayai sebagai fakta, hindari menariknya kembali atau menambahnya dengan kata-kata seperti "Kurang lebih seperti itu" atau "Seenggaknya itu yang ku ketahui" sebab itu memberikan kesan kepada lawan bicara bahwa fakta yang kita sampaikan itu tidak valid.</p><p>Lalu bagaimana ketika kita salah menyampaikan suatu informasi? Tetap saja, jangan menarik kata-kata yang sudah terlontarkan. Kenapa? Agar ketika kita sudah mengetahu betapa besarnya dampak dari kata-kata kita, kita akan mengetahui pentingnya dan akan lebih berhati-hati melontarkannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/2TRGNVokPnC2a2oHg5iv1H" />
         <pubDate>2026-05-22 04:25:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925456899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kehati-hatian yang berlebihan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925468501</link>
         <description><![CDATA[<p>Tapi kita juga perlu mengingat bahwa kehati-hatian yang berlebihan (scurpulocity), bukanlah kejujuran ucapan (veracity).ketika kita menghentikan percakapan hanya karena berhati-hati mengenai hal sepele, seperti mengkoreksi lawan bicara tentang cuaca minggu lalu, atau mengenai berapa jumlah domba yang menyebrang jalan, lama lama orang menjadi malas berbicara dengan kita. Melebih-lebihkan juga termasuk salah satu pelanggaran terhadap kejujuran ucapan. Kita sering berkata bahwa kita memiliki seribu tugas yang perlu dikerjakan, padahal hanya empat. Atau mengatakan "Semua orang berkata bagitu!" padahal hanya satu atau dua orang. ini sering terjadi pada berita peperangan atau bencana yang cendrung membesar-besarkan suatu perkara demi <em>headline </em>koran yang menarik perhatian.</p><p>Makanya kita perlu melatih menggunakan akal sehat ketika memperoleh suatu informasi agar tidak termakan berita yang sudah dibesar-besarkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/61MvPue2ZjJ09jPshAFSyt" />
         <pubDate>2026-05-22 04:32:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925468501</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Membuat cerita menarik.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925478711</link>
         <description><![CDATA[<p>Membuat cerita menarik adalah keinginan untuk melebih-lebihkan suatu cerita agar menjadi lebih menarik sampai mempertaruhkan kejujuran kita.</p><p>"Apa bedanya dengan fiksi?"</p><p>perbedaannya adalah fiksi memiliki kedalaman moral dan isi yang tentu; suatu pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. sementara cerita yang dilebih-lebihkan dibuat menarik hanya bosan dan ingin main2.</p><p><br></p><p><br></p><p>Dunia fiksi.</p><p>Dikarenakan keterbatasan realita untuk dikondisikan sebagai pelajaran, membuat kita terpaksa menggunakan fiksi dan imajinasi untuk mempelajarinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-22 04:38:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925478711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ceria fiksi.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925485861</link>
         <description><![CDATA[<p>Mutu suatu cerita fiksi sangat bergantung dengan kedalaman pikiran si penulisnya.</p><p>otak yang dangkal hanya akan melahirkan cerita2 yang tidak bermutu.</p><p><br></p><p>Sebab fiksi tidak hanya mengajarkan budi pekerti dan moral, namun melalui fiksi antusiasme kita dan jalan kerja imajinasi juga dilatih.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/0ladq2Y2KLksoxqWUzpB1G" />
         <pubDate>2026-05-22 04:43:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925485861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebohongan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925494561</link>
         <description><![CDATA[<p>Agar kita tidak terjebak dalam kebohongan, sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu kebohongan.</p><p>Kebohongan adalah tindakan/ucapan yang tidak selaras dengan hati dan pikiran. itulah yang disebut kebohongan.</p><p><br/></p><p>Kebohongan sering muncul sebagai pelindung rasa aman. Ketika ketenangan seseorang terancam, kerap kebohongan datang untuk "melindungi".</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/1KE78mEOjzYzuczkIdEdMP" />
         <pubDate>2026-05-22 04:48:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925494561</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925510037</link>
         <description><![CDATA[<p>Integritas itu adalah bagian dari kita,</p><p>sebab integritas itu juga dilaksanakan untuk diri kita sendiri. </p><p>Ketika kita memilih jalan untuk dilalui, maka itu adalah sesuatu yang konsekuensinya sudah kita pertimbangkan, jadi mau orang memandang negatif atau tidak setuju, ketika kita tau dimana tujuan kita, maka kita tidak akan mudah terpengaruh lingkungan. Tapi itu bukan berarti kita tidak dapat pindah jalur ketika kita menyadari bahwa kita tidak di jalan yang benar.</p><p><br></p><p>Kita sering meremehkan kemampuan seseorang untuk membuat keputusan. Ketika seseorang berbuat salah, maka mereka enggan untuk mengambil tanggungjawab dan malah menyalahkan lingkungan.</p><p><br></p><p>sesungguhnya pilihan ada di kita pada akhirnya.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/4WwsjFguFdrwdid3bbV5mq" />
         <pubDate>2026-05-22 04:56:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925510037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Preoritas dan Mencuri waktu.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925806575</link>
         <description><![CDATA[<p>"Ada banyak hal yang dapat dilakukan di hidup ini; ada beribu buku yang bisa dibaca, tapi banyak juga tugas yang perlu dilakukan. Pilih yang mana"</p><p>Aku merasa bahwa subab preoritas ini memiliki relasi yang kuat dengan atomic habits. Ketika kita dapat menyesuaikan habit kita, maka kita akan dapat mengurut preoritas dengan lebih bijak.</p><p><br></p><p>Mencuri waktu</p><p>Charlotte mason mengatakan bahwa ketika kita melakukan sesuatu yang dibarengi (Tidak fokus satu pekerjaan, melainkan mengerjakan dua hal sekaligus), kita sedang melakukan sesuatu yang disebut Mencuri Waktu.</p><p>Sementara, sejatinya waktu bukanlah milik kita seorang, melainkan juga milik orang orang disekitar kita. Sebab waktu yang kita miliki diperoleh dari jerih payah banyak pribadi, sehingga layaknya iya dipakai dengan bijak.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/2VyWEOCnjt3C5ukKqXkGAF" />
         <pubDate>2026-05-22 08:02:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925806575</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Integritas dalam hal materi: Kejujuran, dan Utang - utang kecil.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925832731</link>
         <description><![CDATA[<p>"Kewajibanku kepada sesama ialah tidak mencuri apa yang bukan milikku." Kurleb itu yang dikatakan katekismus.</p><p>Tapi bagaimana dengan orang yang sudah 60 tahun, dan sejauh ini sepanjang hidupnya ia seorang gentleman yang penuh kebaikan, namun tiba2 suatu hari ia korupsi seperti untuk yang pertama kalinya.</p><p>Sejatinya tidak ada yang jatuh sejauh itu sekaligus, yang tenggelam pastilah kapal yang sudah memiliki kebocoran kebocoran kecil dari lama--inilah utang utang kecil yang disebutkan oleh CM.</p><p>Mungkin saja saat masih kecil ia sudah terbiasa menyontek pekerjaan teman sekelas, atau ketika berbelanja di pasar, ia tidak mengembalikan sepenuhnya uang kembalian dari perbelanjaannya dan malah menyimpan sedikit untuk dirinya sendiri belanjakan. Ini semua adalah bibit bibit kehancuran yang nantinya akan muncul cepat atau lambat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/7CnDq88SpjrKSmDlLJebZR" />
         <pubDate>2026-05-22 08:16:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925832731</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Berburu murah.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925869835</link>
         <description><![CDATA[<p>Ada satu lagi sifat yang dapat merusak Integritas kita yaitu berburu murah.</p><p>Banyak yang terperangkap dalam gagasan keliru bahwa mereka harus mendapatkan barang bagus dengan harga yang murah, sehingga mereka tidak lagi membeli sesuatu karena kebutuhan, namun karena murah. </p><p>Berburu murah juga mengganggu hal pemborosan waktu, misalkan kita berusaha menurunkan harga dengan "Tawar-menawar" tapi tidak berhasil menurunkan harga sesuai dengan keinginan kita sehingga akhirnya kita memilih untuk tidak jadi membeli, itu tidak hanya membuang banyak waktu yang berharga bagi kita, tapi bagi si penjual juga.</p><p>Lebih baik kita membeli sesuatu sesuai dengan kebutuhan kita, dan jika uangnya belum cukup maka janganlah pergi untuk membelinya dengan harapan akan mendapatkan harga murah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/0PYrcn09qxYeOakSY8NlHP" />
         <pubDate>2026-05-22 08:25:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925869835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>March 6, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925986788</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keterpakuan pada satu gagasan. </strong></p><p><br></p><p>Ada 2 alasan kenapa seseorang bisa memiliki keterpakuan pada satu gagasan. </p><p><br></p><p>1. Pertama, ia terlalu memusatkan pemikirannya pada satu hal dan tidak berusaha membentuk opini tentang banyak hal lain yang sama pentingnya.</p><p>2. Kedua, ia mengambil suatu opini tanpa pengetahuan yang cukup luas dan menyeluruh tentang perkara itu. </p><p><br></p><p>Memiliki keterpakuan yang sempit memang melelahkan, namun ada orang-orang yang memang ‘dipanggil’ untuk mendedikasikan diri mereka pada satu gagasan besar. Dan pada merekalah kemudian dipercayakan tugas untuk membawa pembaruan. </p><p><br></p><p>Setiap misionaris besar, pemikirannya sangat penuh dengan suatu perkara sehingga ia tidak punya ruang lagi untuk perkara yang lain. Tapi meskipun begitu, mereka bukan orang dengan pemikiran sempit, karena mereka tidak mengambil sikap yang ekstrem atau sepihak sekalipun ada gagasan lain yang menyita pemikiran mereka. </p><p><br></p><p>Namun, hanya sedikit orang yang bisa terpanggil untuk mengabdikan diri seperti itu. Karenanya, kita yang tidak terpilih  tidak seharusnya membiarkan diri kita terpaku pada suatu gagasan. Dengan begitu, kita menjadi orang dengan pandangan yang sempit. </p><p><br></p><p>Tapi, kalau alih-alih bicara dan berpikir saja, kita justru mengabdikan diri pada suatu tujuan baik, kita akan menjadi seorang pekerja yang baik untuk dunia, dan juga pembaru.</p><p><br></p><p><strong>Refleksi.</strong></p><p><br></p><blockquote><p>Hati nurani itu apa sih? Apakah dia selalu benar? Tidak pernah bercampur dengan ego, ketakutan,dan hal-hal lain kah?</p></blockquote><p><br></p><p>Hati nurani itu menurutku adalah salah satu kompas hidup yang isinya belief, wisdom, dan morality. Tugasnya untuk membantu kita mengetahui apakah keinginan, tindakan, atau opini kita itu benar. Tapi, hati nurani gak bisa selalu benar, terutama kalau diisinya sama kepercayaan dan wisdom yang <em>melenceng</em>.</p><p><br></p><blockquote><p>Apakah selama ini kamu terpaku pada satu gagasan? Jika ya, apa yang membuatmu terpaku pada gagasan itu?</p><p>Jika tidak, apa yang membuatmu tidak terpaku pada satu gagasan saja?</p></blockquote><p><br></p><p>Pernah ada satu titik di hidupku, di mana aku terpaku pada opini yang mengatakan kalau kuliah itu adalah suatu hal yang hukumnya wajib untuk semua murid, dan orang yang tidak menjalaninya adalah orang yang mengambil keputusan kurang bijak. Opini ini adalah sesuatu yang aku ambil dari lingkungan sekitar ku, dan meskipun tidak aku ucapkan langsung pada orang lain, tapi dalam hati selalu ku ulang terus menerus.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-22 10:24:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925986788</guid>
      </item>
      <item>
         <title>April 3, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925995577</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Hal Yang Menuntut Kita Membentuk </strong></p><p><strong>Opini.</strong></p><p><br/></p><p>Kita perlu memiliki opini tentang negeri kita sendiri, negeri orang lain, pekerjaan, buku-buku, dan hal-hal lain di dunia ini. Oma CM mengatakan kalau sebenarnya semua hal yang terlintas di kepala kita akan menjadi tanggung jawab kita untuk dibuat menjadi opini dan pendapat yang pantas.</p><p><br/></p><p>Oma juga mengatakan kalau untuk bisa melakukan itu (membuat pendapat dari setiap hal yang lewat di kepala kita) kita harus menggunakan masa muda kita untuk mendapatkan pengetahuan yang akan membantu kita untuk berpikir. </p><p><br/></p><p>Saat kita dewasa, kita seharusnya juga masih harus meluangkan waktu untuk belajar, tapi sayangnya gak semua orang mau meluangkan waktu mereka untuk belajar. Oma CM juga bilang gimana anak-anak muda membaca buku untuk menghafalkan fakta-fakta aja. Katanya Oma, <em><mark>ceramah dan buku-buku yang kita baca gak akan berguna kecuali mereka bisa buat kita berpikir</mark></em>.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Pernahkah kalian berhasil membentuk suatu opini yang adil? Jika pernah, apa yang mendorong kalian mampu melakukannya? Kalau belum pernah, kira2 apa yang menghambat?</p></blockquote><p><br/></p><p>Pernah, dan yang mendorong adalah kemauan ku untuk untuk bisa mengerti persepktif orang lain, supaya bisa mengambil keputusan paling baik tanpa merugikan orang lain.</p><p><br/></p><blockquote><p>Untuk alinea terakhir, silahkan kemukakan pendapatmu, kenapa sih kita harus sungguh peduli dulu terhadap perkara-perkara iman dan banyak memikirkannya, barulah kita dikatakan berhak menyatakan opini terkait ajaran2 yang dibawa oleh pendeta/ulama?</p></blockquote><p><br/></p><p>Menurut ku, iman dan agama adalah sesuatu yang rumit yang bisa di interpretasikan dengan sangat luas. Artinya, interpretasi yang di buat bisa tepat, atau justru melenceng jauh dari arti yang seharusnya. </p><p><br/></p><p>Kalau kita tidak benar benar memikirkan dan mengerti dengan baik perkara tentang iman dan agama ini, lalu kita mengkritik pendapat pemuka agama, itu akan jadi suatu tindakan yang <em>reckless</em> dan sok tau. Karena, kalau kita tidak menghabiskan waktu dalam topik itu, dengan dasar apa kita mengkritik mereka? </p><p><br/></p><p>Akhirnya nanti, tindakan itu akan kita sesali karena sangat mungkin kalau kita nantinya mengatakan sesuatu yang menyesatkan orang lain, mengingat opini adalah sesuatu yang sangat kuat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-22 10:32:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3925995577</guid>
      </item>
      <item>
         <title>April 24, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3926024011</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>Prinsip: Keadilan Dalam Motif </mark></strong></p><p><br/></p><p><strong>Prinsip, yang Buruk dan yang Baik.</strong></p><p><br/></p><p>Ada suatu golongan opini, yang harus kita perhatikan secara khusus. Opini-opini ini bisa datang dari orang lain, atau kita pikirkan sendiri, tapi kemudian, kita mengambil tindakan atas opini tersebut, sehingga kita menjadikan-nya milik kita. </p><p><br/></p><p>Opini-opini yang menjadi dasar dari tindakan kita ini, oleh oma CM di sebut prinsip, karena dia adalah opini utama, opini yang paling penting di antara opini lain yang kita miliki, dan setiap orang, pasti mempunyai hal yang sama. </p><p><br/></p><p>Saat seorang anak laki-laki lalai dalam mengerjakan tugasnya dan suka bermalas-malasan, itu bukan karena anak itu tidak memiliki prinsip, melainkan ia hanya memiliki prinsip yang buruk. Dalam pikirannya mungkin ia mengatakan kalau tugasnya bukanlah suatu hal yang penting, dan kalau pun tidak di kerjakan, itu tidak akan jadi masalah. </p><p><br/></p><p>Lalu, saat seorang anak punya disiplin yang baik, selalu tepat waktu, dan bisa mengerjakan tugasnya dengan baik, itu karena ia memiliki opini yang mengatakan kalau pengetahuan adalah suatu hal yang menyenangkan, dan opini tersebut menjadi prinsipnya.</p><p><br/></p><p><strong>Cara Membedakan.</strong></p><p><br/></p><p>Prinsip yang baik tidak ditawarkan dengan cara yang keras atau mencolok, sebaliknya ia datang dengan tanpa ribut dan tidak memaksa. </p><p><br/></p><p>Namun, prinsip yang buruk akan datang dengan cara berbeda. Ia riuh dan mendesak, sehingga menenggelamkan suara hati kita dengan ributnya. Membuat kita bertindak mengikuti kecenderungan kita sendiri.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p><em>Prinsip Apakah Yang Kalian Pegang Dalam Kehidupan? Mengapa Demikian?</em></p></blockquote><p><br/></p><p>Banyak, tapi salah satunya adalah tentang boundaries ku. Aku punya prinsip kalau boundaries/batasan yang aku buat, tidak boleh di langgar oleh siapapun, termasuk orang terdekat ku. Kenapa? karena batasan batasan yang aku buat ini berkaitan erat dengan semua <em>values</em> yang selalu aku coba untuk lindungin. </p><p><br/></p><blockquote><p>Tantangan2 apa saja yang ditemui dalam memegang prinsip tersebut?</p></blockquote><p><br/></p><p>Yang pertama adalah orang yang akhirnya berpikir kalau aku adalah orang yang terlalu kaku, serius, dan gak bisa di ajak bercanda. Yang kedua adalah orang yang secara sengaja, dan juga terang-terangan melanggar semua batasan yang aku buat cuma karena mereka iseng.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-22 10:55:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3926024011</guid>
      </item>
      <item>
         <title>May 1, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3926044543</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Prinsip Kita Yang Terpampang Jelas</strong></p><p><br/></p><p>Meskipun kita tidak membicarakan prinsip-prinsip kita secara terang-terangan, ternyata prinsip-prinsip yang kita miliki bisa terlihat melalui penampilan dan wajah kita sehingga orang lain dapat membacanya dengan jelas.</p><p><br/></p><p>Hal ini sebaiknya kita ingat, karena kita mungkin bisa menyukai seseorang meskipun dia memiliki prinsip buruk yang terlihat jelas, tetapi kita tidak boleh membiarkan diri kita terlalu dekat demi melindungi diri sendiri dari pengaruh prinsip yang buruk.</p><p><br/></p><p>Tapi, kita sendiri pun mungkin tidak benar benar menyadari prinsip apa yang kita miliki, dan itu bisa terjadi. Di subab ini, Oma CM menulis kalau memang, sering kali orang lain lebih menyadari prinsip yang kita miliki, dan itu tidak apa-apa.</p><p><br/></p><p>Tugas kita adalah untuk berjaga-jaga, dan sesekali bertanya pada diri sendiri mengapa kita mengikuti suatu perilaku dan berteman dengan orang tertentu, karena kadang kala, kita nemilih teman yang memberi ruang bagi sisi buruk dalam diri kita untuk muncul.</p><p><br/></p><p>Kita memang sering mengumpulkan prinsip-prinsip kita tanpa sadar, tapi setelahnya merekalah yang akan menguasai seluruh tindakan kita. Karena itu, sesekali kita harus bertanya pada diri sendiri tentang satu prinsip yang kita miliki dan apa tindakan yang akan dilakukan oleh prinsip tersebut. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Prinsip-prinsip apa saja yang ingin kalian terapkan saat ini dalam kehidupan, dan langkah apa saja yang sudah ditempuh atau sedang direncanakan untuk melaksanakannya?</p></blockquote><p><br/></p><p>Ada 2 prinsip yang sedang aku coba terapkan dalam hidup aku: prinsip untuk menyelesaikan apa yang aku mulai dengan sempurna dan prinsip kalau untuk seseorang tumbuh, tantangan dibutuhkan.</p><p><br/></p><p>Langkah yang aku coba lakukan aku mulai dari kehidupan sehari-hariku, dengan tugas rumah dan akademik, contohnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-22 11:22:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3926044543</guid>
      </item>
      <item>
         <title>May 8, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3926062157</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keadilan Terhadap Diri Sendiri: Menata Diri</strong></p><p><br/></p><p>Kita tau kalau kita berhutang keadilan pada sesama, dan karenanya kita selalu berusaha untuk berlaku adil. Tapi, di tengah usaha kita untuk bersikap adil pada sesama, kita melupakan satu pribadi, yaitu diri kita sendiri. </p><p><br/></p><p>Katekismus mengatakan "<em>kewajiban ku terhadap sesama ku adalah menjaga tubuhku dalam penguasaan diri, kesederhanaan, dan kemurnian."  </em></p><p><br/></p><p>Alasan untuk melakukannya sebagian dikarenakan kalau kita mengabaikan aturan hidup yang di jelaskan, kita akan menjadi gangguan sehingga membawa kerusakan pada sesama kita, dan sebagainya lagi karena kewajiban kita yang pertama adalah untuk bersikap adil dengan memulai dari yang paling dekat, yaitu diri kita sendiri. </p><p><br/></p><p>Memang, di dunia ini, ada orang-orang yang melakukan keadilan dengan hal-hal besar seperti membangun rumah sakit, atau menyelamatkan nyawa, tapi, orang yang dapat menata dirinya dengan baik juga sedang melakukan pelayanan bagi dunia. </p><p><br/></p><p>Menurut oma CM, tidak ada hal yang lebih menyedihkan dari pada melihat tubuh yang di ciptakan dengan indah oleh Tuhan, untuk kebahagiaan, kesehatan, dan kekuatan, hancur oleh kebiasaan kebiasan yang buruk.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Apakah kalian sudah cukup adil terhadap diri sendiri? Apa Buktinya?</p></blockquote><p><br/></p><p>Belum, karena aku sadar kalau masih banyak kebiasaan kebiasan buruk yang aku biarkan hidup di keseharian ku. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-22 11:41:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3926062157</guid>
      </item>
      <item>
         <title>May 15, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3926080013</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Temperance, Menghindari Segala Bentuk Berlebihan.</strong></p><p><br/></p><p>Dari tiga aturan hidup yang di ciptakan untuk menata kehidupan kita, Temperance atau sikap pengendalian diri, adalah yang paling sulit untuk di mengerti oleh anak muda.</p><p><br/></p><p>Mungkin karena saat membicarakan Temperance, kita malah teringat akan karakter Temperantia dari lukisan Burne-Jones, atau sebuah gerakan anti minuman alkohol, sehingga Temperance hanya diingat sebagai sebuah pantangan untuk tidak minum alkohol saja. </p><p><br/></p><p>Padahal itu hanya salah satu bentuk dari Temperance dan bukan keseluruhannya.</p><p><br/></p><p>Apapun yang bisa menyita atensi kita secara berlebih (mau itu games, buku, ataupun belajar) dan bisa di bawa ke arah yang berlebihan adalah hal yang berlawanan dengan Temperance — dan kalau itu di biarkan terjadi, kita akan kehilangan kendali atas diri kita sendiri, sehingga kita harus terus melakukan atau memiliki hal tersebut, sekalipun itu merugikan diri sendiri dan/atau orang lain.</p><p><br/></p><p><strong>Soberness, Tidak Mencari Sensasi.</strong></p><p><br/></p><p>Dari asal katanya, Soberness awalnya memiliki arti sebagai keadaan yang bebas dari mabuk. Dan di zaman sekarang, sebenarnya, lebih mudah untuk anak anak muda menghindari kebiasaan mengonsumsi alkohol karena orang orang baik dan bijaksana dari kalangan atas sudah menjadi contoh, karena lebih memilih untuk meminum air, alih alih anggur.</p><p><br/></p><p>Di era Yunani kuno, ada kebiasaan dimana para pemukanya akan memberikan budak budak mereka minuman beralkohol, supaya anak-anak mereka bisa melihat sendiri betapa konyol dan menjijikan seseorang saat mabuk.</p><p><br/></p><p>Oma CM bilang kalau orang Kristen, tidak selayaknya membuat orang lain melakukan tindakan buruk seperti yang orang Yunani kuno lakukan. Tapi, kita sendiri tau kalau tanpa diminta atau di paksa oleh siapapun, contoh contoh itu tetap hadir di sekitar kita dan bahkan di pinggiran kota di mana anak anak yang menyaksikan sendiri kengerian yang di sebabkan oleh kemabukan sampai bertanya, <em>bagaimana seseorang yang  begitu baik saat ia sadar, bisa terus menerus minum sampai akhirnya tergelatak menyedihkan di pinggir jalan?</em>  </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Silahkan riset secara lebih mendalam tentang makna dari Soberness dan Temperance, lalu jelaskan dalam narasi masing-masing dengan disertai contoh nyatanya dalam kehidupan sehari-hari.</p></blockquote><p><br/></p><p><br/></p><p>Temperance, adalah sikap pengendalian diri, yang alih alih menolak adanya keinginan, lebih mengarah ke <em>finding the right measure and balance so that we know how to control our desire, rather than letting them control us</em>.</p><p><br/></p><p>Contoh dari temperance, bisa dari cara kita mengendalikan diri terhadap makanan seperti yang di tulis Oma CM.</p><p><br/></p><p>Soberness, kalau dari google artinya adalah kondisi dimana kita bebas dari emosi extreme dan sikap impulsif. Waktu di mana kita sadar sepenuhnya dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita dan tindakan yang dilakukan juga reaksi yang kita berikan.</p><p><br/></p><blockquote><p>Apa perbedaan dari Soberness dan Temperance</p></blockquote><p><br/></p><p>Kalau melihat dari google translate, Soberness dan Temperance punya pengertian yang sama. Tapi menurutku sendiri Soberness itu berarti kita sepenuhnya menyadari apa yang kita lakukan, apa yang kita rasakan, apa yang kita katakan, dan gimana kita bereaksi. Kita juga menyadari kendali yang kita punya atas beberapa hal itu. Nah Temperance adalah tindakan yang kita ambil karena kesadaran itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-22 11:59:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3926080013</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Memanjakan diri</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3928117340</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita sering kali berkata "Ah, tidak ada salahnya." dan meminum sedikit, tapi besoknya melakukan hal yang sama sampai pada akhirnya kita mendapati diri sedang berjalan menurun.</p><p>Jalan turun itu sangat nikmat, karena beriringan dengan teman-teman yang memainkan muski, menyenangkan. Sampai akhirnya di paling bawah ada persimpangan jalan, dan kita lama-lama tersesat. </p><p><br/></p><p>Seseorang yang sudah kecanduan berlebihan tidak lagi bisa berubah, hati nurani, bantuan orang lain, dan doa-doa tidak lagi berguna. Orang-orang seperti ini pantas masuk rumah sakit jiwa, tapi Tuhan tidak membiarkan itu terjadi, karena seharusnya memang tugas kita untuk menjaga diri. </p><p>Merusak diri sendiri dengan memanjakan diri, tidak berbeda jauh dengan merusak jam mahal hadiah ulang tahun. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-25 05:40:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3928117340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan dalam berpikir.</title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3928189123</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiga macam opini hadir pada subab ini.</p><p>"Kupikir hari ini akan cerah" adalah bentuk dari opini pribadi. "Mari berjalan ke purly woods" termasuk bentuk opini juga meski tak ada kata "kupikir", sebab yang sejatinya ada dalam pikiran kita adalah "kupikir akan menyenangkan jika kita berjalan ke purly woods".</p><p>"Jones adalah guru yang luar biasa, aku sangat menikmati ceramahnya". Itu juga opini, tapi karena kamu betul-betul mendengarkan ceramahnya, opini yang kamu bentuk sudah dapat dikatakan sebagai valid.</p><p>Tapi ada juga orang yang membuat opini bukan berdasarkan fakta yang ia peroleh, namun dari perkataan teman atau orang disekitarnya, dan orang-orang seperti ini memiliki potensi sangat merusak.</p><p>Bayangkan jika seorang anak mengatakan "Mr. Jones itu aneh" maka anak-anak yang memungut opini tersebut akan ikut meledek Mr. Jones.</p><p>Sebab itulah kita perlu adil dalam berpikir dan membentuk opini, khawatir jika opini buruk kita dipungut orang lain dapat membawa kerusakan jauh menyebar.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/0huV20ZR9HzTmBtXeYpEwD" />
         <pubDate>2026-05-25 06:49:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3928189123</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Opini yang diuji dan Keterpakuan pada satu gagasan.</title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3928243696</link>
         <description><![CDATA[<p><mark>Opini yang diuji</mark></p><p>Seperti yang telah kita ketahui, semua orang memiliki pemandu dalam dirinya.  Ketika kita terus membawa masalah-masalah opini kehadapan hati nurani, kita akan terbiasa membedakan antara opini baik dengan opini buruk.</p><p><br></p><p><mark>Keterpakuan pada satu gagasan</mark></p><p>Ada orang yang hanya memenuhi pikiran mereka dengan satu opini tentang satu hal sehingga tak ada ruang untuk membentuk opini lain. Ada juga orang yang hanya memungut ide, lalu mempercayainya tanpa riset dan dasar yang kokoh. Mereka terlalu berpegang kepada satu sisi tanpa alasan yang jelas sehingga pandangan mereka sempit.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/7kZ4uU7cO2Y36XWmuwEOW0" />
         <pubDate>2026-05-25 07:44:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3928243696</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hal-hal yang menuntut kita membentuk Opini.</title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3928263436</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita perlu membentuk opini terhadap hampir semua hal, dan opini tersebut harus adil. Kita mampu membentuk opini-opini yang adil ini melalui ilmu pengetahuan yang kita peroleh banyak di saat masih muda. Ketika kita sudah tua, kita juga perlu tetap memperoleh ilmu pengetahuan baru, namun sedikit dari kita memiliki waktu yang sama ketika saat masih muda. Ilmu pengetahuan yang dipakai untuk membentuk opini dapat ditemukan dalam bacaan-bacaan yang bermakna. Kecuali jika kamu hanya membaca demi menghafal topik ujian, sebab setelah ujian berlalu, topik tersebut akan tak bermakna lagi bagimu sehingga otak rela melupakannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/04IXeEjiQ4kdS7JJF9pjxT" />
         <pubDate>2026-05-25 08:07:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3928263436</guid>
      </item>
      <item>
         <title>88 | Tawaran Integritas</title>
         <author>brownnais17</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3929410618</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagian ini rasanya relate untuk semua remaja--bagaimana pun latar belakang dia. Di balik pernyataan menggiurkan "Jangan lakukan hari ini apa yang bisa ditunda sampai besok" ada prinsip tak tertulis bahwa seharnya kita melakukan yang prioritas dan utama terlebih dahulu. Awalnya sangat butuh "perhatian dan pemikiran" memang, tetapi seiiring terus dilakukan, itu akan terbentuk dan mudah--aku telah merasakannya sendiri.</p><p><br/></p><p>Jika sebuah pekerjaan telah dimulai maka ia layak diselesaikan, dan jika pekerjaan layak diselesaikan maka ia juga layak dikerjakan dengan baik. Ini salah satunya kerena hasil pekerjaan/ karya menyimpan sebagian dari diri kita. Salah duanya karena bentuk integritas seperti ini menyenangkan--terbebas dari rasa gelisah karena menegerjakan asal-asalan tadi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-26 04:59:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3929410618</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Opini tentang buku &amp; Kewajiban kita terhadap opini.</title>
         <author>atharhirzi0610</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3929936563</link>
         <description><![CDATA[<p>Hal yang sama berlaku mengenai opini kita terhadap buku. Banyak buku-buku murahan yang kita baca yang sebetulnya tidak sepadan dengan nilai waktu kita.</p><p>Apa perbedaannya buku murahan dengan buku yang mahal? Menurutku letak perbedaannya adalah pada jumlah ide potensial atau "bakal ide" yang terdapat pada satu buku; bakal ide inilah yang nantinya akan memantik lahirnya ide-ide baru.</p><p>Dalam kimia, suatu reaksi akan lebih mudah terjadi ketika konsentrasi zat ditingkatkan, dan besaran volume dikecilkan. Ketika dua variabel tersebut disesuaikan, peluang terjadinya benturan antara dua molekul zat yang berbeda meningkat; nantinya benturan tersebut lah yang akan menghasilkan reaksi kimia.</p><p>Ide juga memiliki sifat yang mirip dengan zat kimia, ketika satu buku memiliki konsentrasi bakal ide yang tinggi, maka potensi terbentuknya ide baru meningkat.</p><p>Sementara pada buku murahan jumlah bakal ide yang tersedia sangat tipis, sehingga membutuhkan usaha lebih untuk terjadinya pantikan ide.</p><p><br></p><p>Kewajiban kita terhadap opini.</p><p>Sejauh ini kita telah belajar tentang kewajiban kita mengenai opini. Kita perlu memiliki pendapat mengenai hampir segala hal, untuk itu kita perlu menghabiskan waktu membaca; mencatat dan mencerna berbagai hal.</p><p>Lalu kita perlu mengingat untuk tidak mengambil jalan pintas dalam hal membentuk opini. Kita tidak boleh asal mengambil opini yang kita temukan, perlu adanya kewaspadaan terhadap kesalahan berpikir yang sering terintegrasi kedalam semboyan populer masyarakat. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://open.spotify.com/track/2s07iRgvSgwLFr23eXFFQQ" />
         <pubDate>2026-05-26 12:22:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3929936563</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemanjaan Diri Menuntun pada Kebiasaan Buruk </title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3932701237</link>
         <description><![CDATA[<p>Kadang kita menjustifikasi tindakan-tindakan buruk kita. Memang, lebih mudah rasanya untuk mengikuti keinginan-keinginan kita, bak menuruni jalan yang terjal.  Namun, ketahuilah bahwa akan selalu ada tagihan yang mesti dibayar setelahnya.</p><p><br/></p><p>Awalnya mungkin rasanya hanya "sekali-sekali", sebuah <em>self reward</em>, sampai akhirnya terbentuk sebuah kebiasaan dan kita mulai menggerakkan tubuh secara tidak sadar. Meminum alkohol sudah tidak nikmat lagi rasanya, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan, kita akan tetap minum. Tubuh kita menjadi rusak, emosi menjadi tidak stabil, diri kita mulai runtuh, dan bak lingkaran setan, kita terus-terusan saja meminum alkohol untuk mengatasi perasaan-perasaan itu. </p><p><br/></p><p>Meski kita tahu bahwa hal itu akan menyeret kita lebih dalam ke jurang pemanjaan diri. </p><p><br/></p><p>Sungguh menyedihkan melihat tubuh-tubuh indah yang telah hati-hati diciptakan Tuhan hancur. Tidak hanya merusak diri sendiri, kita juga menjadi beban bagi orang lain. </p><p><br/></p><p>Rasanya mungkin seakan berada dalam lingkaran setan, tetapi kata oma ceem, Tuhan selalu memberi kesempatan kepada setiap orang untuk melaksanakan tanggung jawabnya kembali. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-28 06:26:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3932701237</guid>
      </item>
      <item>
         <title>May 22, 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3934312721</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pemanjaan Diri Menuntut Pada Kebiasaan Buruk</strong></p><p><br/></p><p>Seorang pria mulai minum dengan alasan yang sama dengan seorang anak yang pergi ke toko permen, yaitu untuk memanjakan dirinya sendiri dengan berpikir kalau "ah, tidak ada salahnya untuk meminum segelas anggur"</p><p><br/></p><p>Menurut oma CM, "tidak ada salahnya" adalah cara berpikir yang menyesatkan karena jalan yang akan di tempuh dengan cara berpikir itu adalah jalan terasa mudah untuk di lewati namun  terus menurun.</p><p><br/></p><p>Dan satu-satunya cara untuk keluar dari situasi seperti itu, saat kita sudah terjebak, adalah untuk mengambil jalan menanjak atau jalan kewajiban. </p><p><br/></p><p>Orang yang terus mengambil jalan menurun, akan sampai ke suatu titik di mana mereka akan tiba di persimpangan jalan yang mengharuskan mereka untuk berpisah dengan teman temannya yang riang dan menyenangkan, yang di temuinya selama ia menepuh jalan menurun tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>Perpisahan di Persimpangan Jalan</strong>.</p><p><br/></p><p>Pada titik di persimpangan itu, semua orang akan mulai tergesa-gesa menyusuri  jalur jalur tersebut seolah itu adalah perkara hidup dan mati, dan oma CM mengatakan kalau demikian lah adanya, mereka sedang berjalan menuju kematian alih-alih kehidupan.</p><p><br/></p><p>Mereka yang menempuh jalan jalan itu, sedang sibuk merusak sedikit demi sedikit dan secara perlahan, tubuh mereka yang indah yang merupakan karunia Tuhan. </p><p><br/></p><p>Mereka sedang menumpulkan otak mereka yang begitu menakjubkan dengan kebiasaan kebiasan buruk yang di milikinya. Akibatnya, tanpa otak itu, mereka tak akan bisa lagi berpikir dan bertindak dengan baik, karena untuk melakukannya di butuhkan otak yang baik.</p><p><br/></p><p><strong>Nasib Seorang Pemabuk</strong>.</p><p><br/></p><p>Jalan pertama di persimpangan itu adalah jalan yang menuju pada kemabukan. Jalan yang di masuki saat seseorang sudah melewati tahap pemanjaan diri, saat di mana ia tidak lagi minum karena itu adalah hal yang menyenangkan, tapi karena ia merasa harus minum.</p><p><br/></p><p>Itu adalah hukuman mengerikan yang harus di bayar orang mereka, akibat pemanjaan diri. </p><p><br/></p><p>Kebiasaan yang menimbulkan candu mulai tumban, dan sangat sedikit orang gang mampu melawannya. Bahkan hati nurani maupun doa dan bantuan teman temannya tidak lagi dapat membantu, sehingga orang-orang malang itu akan semakin sengsara.</p><p><br/></p><p>Untuk sesat, alkohol mungkin dapat membantu mereka merasa lebih baik sehingga hidup pun menjadi terasa lebih menyenangkan, namun setelahnya akan tiba waktu kemurungan — waktu di mana mereka tidak lagi dapat memikirkan apapun dengan baik dan hidup menjadi semakin sulit untuk di jalani sehingga mereka kembali berlari pada alkohol.</p><p><br/></p><p>Dengan alkohol itu, mereka telah meminum habis semua kesehatan, harta, dan sahabat sahabatnya, dan  orang-orang yang menyaksikan pun begitu terheran karena bagaimana mereka masih dapat hidup? itu pun kalau apa yang mereka lakukan masih dapat di katakan sebagai kehidupan.</p><p><br/></p><p>Lalu, apakah ini merupakan balasan yang adil dan pantas untuk di berikan pada Tuhan dan teman-teman mereka? tentunya kita akan berpikir kalau itu tidak pantas dan akan menganggapnya gila, untuk kemudian di masukan pada rumah sakit jiwa. Namun, cara Tuhan tidak begitu. </p><p><br/></p><p>Tuhan tidak pernah membebaskan kita dari tanggung jawab untuk memilih antara yang baik dan salah. Sekalipun kita akan terus menerus memilih jalan yang melukaiNya, orang lain, dan diri kita sendiri, pilihan itu akan selalu diberikan dan ada di hadapan kita selalu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-29 08:07:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3934312721</guid>
      </item>
      <item>
         <title>En Parole</title>
         <author>notesbynike</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3937687615</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Parole: a promise made with or confirmed by a pledge of one's honor.</strong></p><p><br/></p><p>Ada suatu pemikiran yang digunakan di Prancis dan Inggris yang disebut sebagai <em>en parole</em>. Para tawanan dapat diberi kebebasan untuk berjalan ke sana kemari, melakukan ini dan itu, asalkan masih berada dalam batas-batas yang jika dilanggar akan dibayar dengan kehormatannya sendiri. Janji seorang <em>gentleman</em> dipandang sangat serius pada saat itu karena menyangkut kehormatannya. Seperti yang kita tahu, kehormatan tidak mudah untuk diperoleh kembali.</p><p><br/></p><p>Tuhan melakukan hal yang sama kepada kita. Ia memberi kita kebebasan melakukan apa saja, asal tidak melewati aturan-aturan yang kita sudah sepakat untuk taati. </p><p><br/></p><p>Terkadang, kita tidak sadar kalau kita sudah kebablasan dan terus-menerus mengikuti keinginan kita. Oleh karena itu, kita mesti sesekali berefleksi, menimbang apakah kita sudah kelewatan atau masih aman.</p><p><br/></p><p>List pertanyaan selama diskusi ourselp:</p><ul><li><p>Apa bedanya en parole dengan keras kepala?</p></li><li><p>Apa itu kehormatan? Kenapa ia penting?</p></li><li><p>Kenapa orang bisa tidak memiliki <em>en parole</em>?</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-02 02:06:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3937687615</guid>
      </item>
      <item>
         <title>en parole</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3938528948</link>
         <description><![CDATA[<p>En Parole adalah batasan dalam diri. Seperti para prajurit/ksatria yang kalah perang dan di penjara. Cara terbaik supaya mereka tidak melarikan diri adalah dengan membuat mereka berjanji pada diri sendiri. </p><p>Janji atau kehormatan di dalam diri ini yang membuat para ksatria kalaupun bisa melepaskan diri, tidak akan bisa hilang rasa bersalah karena telah melanggar peraturannya sendiri. </p><p>En parole ini semacam kehormatan yang ada dalam diri sendiri, yang membuat kita bertahan untuk memikuti janji yang telah kita pegang sendiri. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><em>Apa yang membuat en parole ada dan tidak ada?</em></p><p>Menurutku keberadaan en parole diawali dengan peraturan/prinsip yang mungkin disampaikan orang lain. Ketika prinsip itu disampaikan dengan terlalu keras, dan kita tidak punya cukup ruang untuk memikirkannya, maka si en parole memiliki kemungkinan tidak ada. Tapi kalau kita punya ruang untuk memikirkan dan menerimanya, si en parole itu akan ada. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-02 12:45:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3938528948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>29 May 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3944973608</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>En-Parole</strong></p><p><br/></p><p>Pemikiran bahwa kita selalu memiliki tanggung jawab untuk memilih, membuat tanggung jawab kita yang lain, yaitu menata diri kita sendiri dengan baik menjadi lebih besar. </p><p><br/></p><p>Karena kita memiliki kebebasan untuk memilih hal yang buruk saat kita ingin, kita jadi harus lebih berhati-hati untuk memilih hal baik yang bisa kita lakukan.</p><p><br/></p><p>Orang Prancis memiliki suatu istilah yang sangat indah, yang diberikan pada para tahanan perang, yang disebut <strong><em>en-perole</em></strong>, atau suatu sumpah yang disebutkan oleh para tahanan tersebut, yang menyatakan kalau mereka tidak akan melarikan diri dari hukumannya. </p><p><br/></p><p>En-perole, menunjukan betapa kuatnya arti sebuah janji untuk seorang gentleman, hingga seorang tahanan perang paling cerdik, yang tentunya bisa mencari jalan keluar dari hukumannya, tidak bisa kabur dari kata katanya sendiri.</p><p><br/></p><p>Itu juga, adalah cara Tuhan memperlakukan kita dalam hal pemanjaan diri. </p><p><br/></p><p>Kita cukup diberikan kebebasan untuk melalui jalan lebar menurun itu, namun parole kita menahan diri untuk tidak melalui jalan itu. </p><p><br/></p><p>Kita mungkin mengatakan janji yang kita buat dengan keras, namun kita tentunya pernah mengatakan hal itu pada diri sendiri meski secara tersirat, yang artinya 'atas kehormatanku'. </p><p><br/></p><p>Kita semua terikat pada kehormatan untuk menjaga diri dari kehancuran, tidak peduli betapa mudah ataupun menariknya jalan tersebut.</p><p><br/></p><p>Tapi sayangnya, banyak anak muda yang berjalan pada jalan lebar tersebut, dan tidak menyadari kalau mereka sedang berada di sana. Mereka tidak mau mengambil sedikit waktu untuk berhenti dan melihat sekeliling mereka. Mereka terus mengatakan kalau kesenangan itu tidak masalah, sampai akhirnya, tanpa mereka sadari, mereka sudah kehilangan kehormatan mereka.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong>.</p><p><br/></p><p>En parole ini aku artikan sebagai sumpah yang disebutkan seseorang atas kehormatannya. </p><p><br/></p><p>Kenapa sumpahnya bisa begitu kuat? menurutku, itu karena kehormatan, martabat, dan nama baik adalah sesuatu yang begitu penting untuk kita manusia dengan ego. </p><p><br/></p><p>Orang yang memiliki kehormatan, dan menghargai kehormatannya sekaligus dirinya sendiri adalah orang dengan akal yang sehat.</p><p><br/></p><p>Meskipun dalam beberapa kasus, meninggikan ego secara berlebihan bisa membuat seseorang menjadi angkuh dan egois, dalam takaran yang tepat, tentunya itu bisa menjadi sesuatu yang baik yang menghalangi kita melakukan hal-hal yang buruk.</p><p><br/></p><p>Sebaliknya, orang-orang yang terus memilih jalan menurun itu adalah orang tanpa kehormatan. Mereka tidak menghargai diri mereka sendiri, sehingga mereka terus memilih untuk menuruni jalan tersebut tanpa peduli kalau itu adalah hal yang salah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-08 09:42:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3944973608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>02 June 2026</title>
         <author>wizardofozz</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3944984993</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keseruan.</strong></p><p><br/></p><p>Selain menggunakan minuman keras, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menjadi mabuk.&nbsp;Karena pada dasarnya, apapun yang membuat aliran darah berlebih ke otak punya sifat yang mirip dengan mabuk, dan karenanya, hampir selalu diikuti oleh masa lesu. masa saat aliran darah berlebih tersebut menghilang.</p><p><br/></p><p>Kemabukan seperti ini, disebutkan oleh oma CM sebagai keseruan atau kegembiraan berlebih. Tentunya, sangat tidak apa kalau seseorang mengalami hal itu sesekali. Namun, saat mereka mulai merasa membutuhkan kegembiraan itu setiap waktu, dan menjadi lesu tanpa kesenangan tersebut, itu tidak lagi jadi sesuatu yang sehat.</p><p><br/></p><p>Mereka yang merasakan kebutuhan untuk selalu memiliki kesenangan, punya alasan yang sama dengan seorang pemabuk yang yang selalu membutuhkan minum, dan semakin banyak mereka mendapatkan kesenangan itu, semakin banyak juga mereka menginginkannya.</p><p><br/></p><p>Saat itu terjadi, mereka tidak lagi menikmati pembicaraan tanpa banyak tertawa. Mereka selalu ingin bertemu dengan orang orang yang bisa membuat lelucon, tak peduli seberapa tidak pantasnya lelucon tersebut. Mereka juga merasa, permainan tidak lagi menyenangkan tanpa adanya untung-untungan, hingga akhirnya mereka mulai jatuh pada kebiasaan berjudi. </p><p><br/></p><p>Orang orang yang ingin hidup dalam soberness, harus menghindari segala bentuk kesenangan berlebih ini. Karena tentunya sesuatu yang menyenangkan akan sangat menggugah emosi kita, namun itu sangat berbeda dengan terus menerus membutuh kesenangan, sampai gelisah tanpanya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Jalan-jalan si rakus, Circe</strong></p><p><br/></p><p>Circe  adalah seorang penyihir yang tinggal di sebuah pulau&nbsp; menjamu para pelaut yang datang dengan hidangan hidangannya. Ada dua puluh satu prajurit, dan dua puluh dua tahta emas. Circe menawarkan banyak hidangan, dari daging daging lezat, hingga angur. </p><p><br/></p><p>Para prajurit yang dijamunya kemudian menggila, mereka mengonsumsi semua yang dihidangkan, apapun yang berada di atas meja mereka makan tanpa pikir panjang. Mereka lupa kemudian lupa akan rumah, akan tanah kelahiran, dan keluarga, terlalu jatuh dalam kendali kerakusan. </p><p><br/></p><p>Saat mereka selesai, yang tentunya bukan karena rasa kenyang, melainkan karena tubuh mereka tidak lagi mampu menampung makan, circe dan para pelayannya tertawa karena yang duduk di atas dua puluh satu singgasana emas itu bukan lagi prajurit, mereka kini lebih mirip kumpulan babi yang bodoh dan rakus, hinga circe kemudian mengayunkan tongkatnya dan mengubah para prajurit itu menjadi babi.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi.</strong></p><p><br/></p><p><mark>apa sih definisi nakal untuk kalian? seberapa jauh kalian perlu nakal agar tidak 'lapar akan kenakalan' lalu terjebak dalam kerakusan?</mark></p><p><br/></p><p>Definisi nakal untuk ku itu, saat seseorang secara sadar melanggar aturan, believes, value, dan batasan yang sudah dibuat secara terus menerus.</p><p><br/></p><p>Untuk nentuin seberapa jauh aku bisa nakal, aku harus nentuin aturan dan batasan yang jelas dari awal dulu, juga komitmen untuk tidak melanggar batasan dan aturan yang sudah dibuat. </p><p><br/></p><p>Misal, aturan di rumah ku adalah untuk minum kopi satu kali sehari aja. Tapi, karena kadang aku merasa satu doang itu kurang dan aku merasa butuh lebih, sebelum benar-benar melanggar aturannya, aku buat batasan supaya saat aku melanggar aturan tersebut, aku masih akan ada di <em>zona aman</em> dan tidak mengonsumsi kopi secara berlebihan. </p><p><br/></p><p>Menurutku, kalau mau explore kenakalan supaya gak 'lapar' akan itu, amannya harus kita harus menentukan batasan dulu, supaya kita bisa tau saat kita masih ada di <em>zona aman</em>, dan saat dimana kita sudah sangat berlebihan.</p><p><br/></p><p>Contohnya, untuk perkara kopi tadi, akhirnya aku buat aturan dan batasan kalau jatah kopi ku dalam sehari, cuma bisa maximal dua kali, dan aturan itu cuma bisa dilanggar max dua kali dalam seminggu, atau dengan izin dari orang tua. </p><p><br/></p><p>Selama aku masih berada di dalam batasan itu, aku akan tau aku aman dan gak berlebihan. Tapi saat batasan itu juga aku langgar, berarti aku sudah berlebihan dan harus berhenti. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-08 09:55:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3944984993</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keseruan &amp; Nakal</title>
         <author>shanatara29</author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3945922487</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keseruan</strong></p><p>Excitement adalah bagian dari mabuk, cara kerjanya mirip. Mmebuat aliran darah kita tidak normal, mencpitakan keinginan untuk merasakannya lagi.</p><p>Seseorang yang terus berada di dalam kesenangan akan terus menginginkan kesenangan lagi dan lagi. </p><p>Apa yang membuat kita senang ini harus selalu buruk? Kurasa tidak, yang membuatnya buruk adalah kecanduan. Dan senang sekali-kali itu tidak apa-apa, tapi jangan berlebihan.</p><p><br/></p><p><strong>Penyihir Circe</strong></p><p>Sekelompok pelaut sampai di sebuah pulau yang menyenangkan. Pemilik rumah menyajikan makanan enak untuk mereka dan memperlakukan mereka seperti seorang raja.</p><p>Tapi sikap mereka sungguh berkebalikan, mereka terus makan sebanyak-banyaknya, tanpa sadar akan hal lain. Sampai akhirnya berhenti karena tidak memiliki cukup ruang lagi. Di titik itu akhirnya di pemilik rumah menjadikan mereka Babi, karena sikap mereka mirip dengannya. </p><p>Jadi kapankah manusia akan merasa cukup? Kataku tidak akan, kita memang diciptakan untuk tidak pernah merasa cukup, karena cukup adalah pilihan bukan perasaan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em>Refleksi: </em></strong><em>apa sih definisi nakal untuk kalian? seberapa jauh kalian perlu nakal agar tidak 'lapar akan kenakalan' lalu terjebak dalam kerakusan?</em></p><p><br/></p><p>Aku setuju kalau nakal itu subjektif, tergantung lingkungannya di mana. Mungkin sama kayak peraturan negara beda-beda.  Yang jelas nakal itu intinya melanggar peraturan.</p><p>Tapi kalau ditanya definisi nakal bagiku, secara pribadi, luas banget sih. Kalau menurutku makan indomie pagi-pagi itu nakal. pegang handphone untuk tujuan senang-senang sebelum selesai belajar, juga nakal. Begitu juga dengan tidur di atas jam 11 malam (kecuali karena acara). Masih banyak sih kalau mau kusebutkan satu-satu. </p><p><br/></p><p>Menurutku nakal supaya tidak lapar akan kenakalan, kayaknya nggak perlu. Karena bisa aja bukannya jadi puas sama perbuatan nakal, tapi malah jadi terbiasa, dan lama-lama tidak merasa itu nakal lagi. </p><p>Kataku nggak perlu maksa untuk berbuat nakal kalau memang pada dasarnya nggak nakal. Aku pribadi ketika berbuat kenakalan, aku nggak merasa puas, tapi justru merasa bersalah karena sudah melanggar. Jadi aku sebenarnya jarang nakal, dengan definisi nakal yang ku percaya (Soalnya kalau kulanggar aku tidak menyebutnya nakal, aku menyebutnya istirahat). Kalau nakal versi beberapa orang sekitar, ya itu cukup sering kulakukan sebenarnya, itu pun karena aku tidak percaya pada dampak buruk yang akan terjadi.  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-09 02:26:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3945922487</guid>
      </item>
      <item>
         <title>12 June 2026</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3958481452</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>minat dalam kehidupan </strong></p><p>kalau kita ingin bersikap adil pada diri sendiri dengan menjaga tubuh agar tetap dalam temperance, soberness, dan juga kemurnian, kita harus memulainya dari pikiran kita. </p><p><br/></p><p>ada suatu perkataan yang kutip oma cm dalam subab ini, yang berbunyi "aku mempunyai amanat yang harus dijalankan dan Tuhan yang harus ku muliakan". perkataan itu,  (dikatakannya dalam subab ini) seharusnya bisa menjadi salah satu alasan kuat untuk kita terus menjaga pikiran kita agar selalu dalam temperance, dan soberness.</p><p><br/></p><p>lalu, orang juga sering mengatakan kalau kita harus menjaga uang receh kita dengan baik, karena dengan begitu rupiah rupiah kita pun akan terjaga dengan sendirinya. namun, ada kata yang lebih benar, yang mengatakan kalau jika kita menjaga pikiran kita dengan baik, maka tindakan kita pun akan terjaga dengan sendirinya.</p><p><br/></p><p>untuk hidup dalam soberness, kita butuh bekerja, membaca, dan berpikir. tapi lebih dari itu kita juga harus bersyukur, karena tidak ada kehidupan yang tidak menarik saat dijalani sepenuhnya. dan orang yang kehidupannya penuh oleh minat, tidak akan tergoda untuk mencari keseruan yang kemudian bisa menuntun pada kemabukan.</p><p><br/></p><p><strong>kemalasan</strong></p><p>anak laki-laki dan perempuan dengan minat tidak akan menjadi pemalas karena ketertarikan mereka akan kegiatan yang melibatkan kan gerak tubuh seperti hoki, tenis, ataupun sepak bola akan membuat kegiatan bermalas-malasan jadi tampak membosankan. </p><p><br/></p><p>oma cm memperingati, kalau jangan sampai kita menjadi seperti tokoh anak gendut dalam buku the pickwick papers, atau tokoh serupa di kisah manapun juga! </p><p><br/></p><p>alasan seseorang menjadi gemuk mungkin memang tidak selalu karena terlalu banyak makan, tapi hampir pasti karena ia kurang bergerak sehingga tubuh pun akhirnya menimbun lemak alih-alih otot.</p><p><br/></p><p>mahasiswa di perguruan tinggi dan anak laki laki di sekolah asrama bergengsi, tidak akan membiarkan tubuhnya gemuk, karena hal itu dianggap mereka tidak pantas. karenanya, saat kita mulai menemukan gejala gejala yang tidak mengenakkan pada tubuh kita, baiknya kita mulai bertanya pada diri sendiri, apakah penyebabnya adalah kemalasan?</p><p><br/></p><p><strong>refleksi</strong> </p><p>dari subab pertama, satu kalimat yang cukup menarik perhatianku sekaligus bikin was-was, adalah kalimat yang jelasin bagaimana saat kita menjaga pikiran kita, tindakan kita pun akan terjaga dengan sendirinya. </p><p><br/></p><p>kalau pikiran kita yang terjaga bisa tercermin dalam tindakan, tentunya pikiran seseorang yang tidak terjaga dan akhirnya penuh dengan hal hal buruk juga akan tercemin kan? </p><p><br/></p><p>aku jadi ingat beberapa orang disekitar ku yang mengatakan hal yang kurang lebih punya arti yang sama. tentang bagaimana orang dengan sikap dan kepribadian yang "buruk" isi pikiran ataupun jalan pikirnya hampir pasti juga akan sama buruknya. dan hal ini pun, buat aku jadi semakin berhati-hati dengan isi pikiran ku sendiri, karena menyangkut tindakan aku memang selalu berusaha berhati hati, but not always with the mind.</p><p><br/></p><p>dari subab kedua, aku dapet impresi kalau oma cm coba untuk mengingatkan kita untuk punya ketertarikan yang imbang. minat yang gak cuma mengasah pikiran tapi juga fisik. </p><p><br/></p><p>selain itu, alasan kenapa anak anak dari sekolah bergengsi merasa menjadi gemuk itu suatu hal yang tidak pantas, mungkin karena, selain tidak sehat untuk tubuh karena membatasi kegiatan dan pergerakan mereka, kondisi fisik yang seperti itu secara tidak langsung memberikan impresi kalau mereka adalah orang yang rakus dan malas. </p><p><br/></p><p>kesan yang mereka coba hindari, karena mungkin sangat bertolak belakang dengan background mereka. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-19 05:04:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3958481452</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Minat dan kemalasan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3960373654</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu bentuk keadilan pada diri sendiri adalah memegang amanat dalam hidup dan memiliki Tuhan yang dihormati. </p><p>Jika kita menjaga pikiran kita dengan baik, maka perilaku kita akan menjadi baik dengan sendirinya.</p><p>Minat yang akan menyelamatkan kita dari kerakusan dan keinginan untuk teruss mencari keseruan atau mabuk-mabukan. Bekerja, berpikir, dan yang terpenting bersyukur adalah pelindung dalam hidup kita. </p><p>Dan yang lebih menyenangkan lagi, minat seringkali akan menular pada teman-teman sekitar. </p><p>CM juga bilang kalau jangan membiarkan diri kita malas-malasan dan tidak bergerak, apalagi membiarkan diri menjadi berlemak. </p><p>Minat menyelamatkan kita dari kemalasan ini, dan orang-orang di perguruan tinggi biasanya pun tidak membiarkan dirinya terjebak dalam kemalasan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-22 04:01:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3960373654</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Panggilan/Tujuan Hidup</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3960406785</link>
         <description><![CDATA[<p>Anak kecil baik laki-laki ataupun perempuan, suka membuat rencana tentang masa depan mereka. Seperti ingin menjadi pembersih cerobong asap, pemadam kebakaran, ibu rumah tangga, dan lain sebagainya.</p><p>Mereka sering mengubah rencana itu sehari kemudian atau seminggu kemudian, sangat mudah berubah karena hal menarik lainnya di sekeliling mereka. </p><p>Tapi memang tidak ada yang lebih menyenangkan daripada membayangkan suatu hari nanti kita akan memerankan sesuatu, sesuatu yang berguna bagi dunia. </p><p><br/></p><p>Beberapa anak sudah mengetahui apa yang mereka inginkan saat usia dini, beberapa baru menemukan setelah lulus perguruan tinggi. </p><p>Tidak ada peran yang tidak berguna di dunia ini, kita semua memiliki peran yang berguna. Jadi tidak perlu terlalu merendahkan diri dengan membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang terkesan lebih hebat. </p><p>Orang yang mengejar kekayaan dengan ambisi besar pun tidak salah, karena yang terpenting adalah kita tidak membohongi keinginan kita sendiri.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Refleksi:</strong></p><p><em>Apakah panggilan hidup itu sama dengan tujuan hidup?</em></p><p>Menurutku boleh dibilang sama. Keduanya sama-sama "apa yang mau kita lakukan dalam hidup" atau "hidup ini mau dibawa kemana." </p><p>Tapi yang membuatnya berbeda, panggilan itu terkesan seperti datang dari luar diri kita, seperti kita sudah di pilih untuk melakukan A. sementara tujuan hidup seperti kita pilih sendiri, kesannya memang diri pribadi yang memilih. </p><p><br/></p><p><em>Seberapa jelas kalian sudah mendengar panggilan itu?</em></p><p>Cukup jelas untuk dipahami, tapi tidak akan sejelas itu kalau ternyata ada suara panggilan yang lebih terdengar. </p><p><br/></p><p><em>Apa yang kalian sudah dan akan persiapkan agar bisa menjawab panggilan itu dengan baik?</em></p><p>Yang paling aku siapkan adalah belajar banyak-banyak, dan juga belajar komunikasi supaya tujuanku bisa berjalan lebih mulus.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-22 04:30:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3960406785</guid>
      </item>
      <item>
         <title>19 Juni 2026</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3965561654</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong><mark>Panggilan Hidup</mark></strong></p><p><br/></p><p><strong>Rencana - Rencana.</strong></p><p>anak-anak sering merubah pikiran mereka tentang pekerjaan apa yang ingin mereka lakukan di masa depan nantinya, karena semuanya terlihat menyenangkan untuk di lakukan. lalu, saat mereka mulai tumbuh besar, mereka mulai meninggalkan kebiasaan itu dan menganggap hal itu sebagai kelucuan masa kecil mereka saja.</p><p><br/></p><p>namun, pada titik tertentu, mereka akan mulai bertanya-tanya tentang pekerjaan seperti apa yang nantinya akan menjadi bagian dari mereka sendiri. dan rasanya menyenangkan juga untuk membayangkan bagaimana pekerjaan tersebut (apapun bentuk nanti) akan menjadi bagian dari pekerjaan dunia yang memang harus di lakukan dan akan menjadi sesuatu yang berguna.</p><p><br/></p><p>anak-anak itu, benar benar memahami perkataan dari seorang tokoh yang mengatakan bahwa, hal yang membuat hidup layak di jalani adalah dengan menjadi berguna.</p><p><br/></p><p><strong>Persiapan</strong></p><p>ada orang orang yang sedari awal, mengetahui kalau mereka sedang dipersiapkan untuk melakukan suatu hal. namun, ada juga orang orang yang panggilan hidupnya baru menjadi jelas saat mereka menyelesaikan perguruan tinggi. </p><p><br/></p><p>semua panggilan hidup punya satu kesamaan yaitu, sama sama berguna. karenanya sangat mungkin untuk seseorang menyiapkan diri mereka sendiri, meski panggilan hidup itu belum sepenuhnya mereka ketahui. </p><p><br/></p><p>dan, seperti apa orang yang berguna untuk dunia itu? orang yang pikiran, tubuh dan jiwanya berdaya.</p><p><br/></p><p>oma CM dalam subab ini menjelaskan, bagaimana semua anak laki-laki dan perempuan yang ingin siap menyambut kesempatan-kesempatan dan panggilan hidup itu perlu memiliki tubuh yang aktif, pikiran yang sigap, cerdas dan berisi pengetahuan, juga murah hari dan siap bertindak.</p><p><br/></p><p>orang orang yang dibutuhkan dunia adalah orang yang sudah menggarap setiap jengkal tanah Kerjaan Jiwa Manusianya dengan baik. yang ototnya aktif, yang bisa mengendalikan diri dengan baik dan bisa di andalkan, yang akal budinya terlatih, dan yang penuh kasih, adil dan bisa di percaya.</p><p><br/></p><p>untuk bisa menjadi berguna bagi dunia,</p><p>tidak perlu menjadi seseorang yang sangat sangat cerdas dan menarik. karena itu, kita tidak boleh mengecilkan diri kita dan peluang-peluang kita, hanya karena kita tidak memiliki kualitas diri yang kita kagumi pada orang lain.</p><p><br/></p><p>pada akhirnya, setiap dari kita memiliki peluang besar. tugas kita hanya perlu mempersiapkan diri untuk menyambutnya.</p><p><br/></p><p><strong>kemungkinan-kemungkinan</strong> </p><p>setiap dari kita mempunyai kemungkinan-kemungkinan besar, dan semakin kita menyadari kita bisa menjadi apa dan apa yang bisa kita lakukan, semakin keras kita akan berusaha untuk mempersiapkan diri dalam menyambut kesempatan itu. </p><p><br/></p><p>seorang anak yang belajar dengan sungguh sungguh untuk menyelesaikan ujiannya dengan baik, mungkin akan mendapatkan apa yang di inginkannya. namun, tidak ada seseorang yang benar benar dapat berguna kecuali mereka memang berniat untuk menjadi berguna. </p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p><br/></p><blockquote><p>Apakah panggilan hidup itu sama dengan tujuan hidup?</p></blockquote><p>menurutku tidak selalu. mereka mungkin bisa sejalan, tapi bisa juga tidak. </p><p><br/></p><blockquote><p>Seberapa jelas kalian sudah mendengar panggilan itu?</p></blockquote><p>sejauh ini, belum jelas sama sekali tante :)</p><p><br/></p><blockquote><p>Apa yang kalian sudah dan akan persiapkan agar bisa menjawab panggilan itu dengan baik</p></blockquote><p>dengan mencoba untuk menjalankan peran ku dan memenuhi hal hal yang paling mungkin untuk aku lakukan saat ini. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-06-26 10:43:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3965561654</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Niat baik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3970351135</link>
         <description><![CDATA[<p>Niat baik saja tidak cukup, karena jalan ke neraka terdiri dari niat-niat baik. </p><p>Kita membutuhkan keterampilan dan kebiasaan untuk menjalankan niat baik itu. Contohnya seperti orang yang melepas ikan sapu-sapu atau gurame kedalam sungai, dengan niat "supaya sungainya bersih" Nggak tau kalau itu invasif. </p><p><br/></p><p>Jika kita terus mengikuti kebiasaan buruk kita, itu kita jadi pelayan kebiasaan. Sebaliknya, jika kita mau berubah dan mau membiasakan hal-hal baik, kita akan menjadi tuan kebiasaan. </p><p><br/></p><p><strong><em>Pertanyaan Refleksi :</em></strong></p><p><em>- Niat baik apa saja yang sudah berhasil kalian latih jadi kebiasaan?</em></p><p>Niat baik yang berdampak ke lingkungan sekitar, sejauh ini belum ada yang berhasil menjadi kebiasaan. </p><p>Tapi kalau niat baik untuk diri sendiri ada. Yaitu aku sudah membiasakan diri untuk tidak terlalu banyak memakan makanan manis atau makanan kemasan yang nggak sehat. </p><p><br/></p><p><em>- Perilaku mana saja dalam keseharianmu yang berperan sebagai Tuan dan yang berperan sebagai pelayan dari kebiasaan? </em></p><p>Hm, kurasa dalam kebiasaan harianku, nggak ada spesifik satu perilaku yang jadi tuan dan jadi pelayan. Kayak kadang ada kebiasaan yang kubiarkan begitu saja, tapi lalu aku sadar kalau itu salah dan aku merubahnya. </p><p><br/></p><p><em>- Bagaimana caramu melatihkan kebiasaan baik yang bisa berperan sebagai Tuan? Bagaimana mengatasi godaan?</em></p><p>Ya, dijalani saja sih, nggak perlu terlalu memikirkan capek atau malas. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-07-02 02:12:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cmidjakarta/f50nybl0radywcan/wish/3970351135</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
