<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sharing With Nadine by Putu Nadine</title>
      <link>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-06-26 12:46:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-07-07 11:32:01 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/png/1f64f.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Bali Timur, Karangasemku</title>
         <author>putunadine601</author>
         <link>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3503075254</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Karangasem </strong>terletak di ujung timur Pulau Dewata, dengan ibu kotanya di Amlapura. Wilayah ini mencakup area seluas 839,54 km², menjadikannya kabupaten terluas keempat di Bali. Pada tahun 2024, jumlah penduduk Karangasem tercatat sebanyak 536.477 jiwa, menjadikannya kabupaten dengan populasi terbesar ketiga di Bali.</p><p><br/></p><p>Karangasem juga dikenal sebagai rumah bagi dua ikon besar Bali, yaitu Pura Besakih dan Gunung Agung. Pura Besakih, yang terletak di lereng Gunung Agung, merupakan pura terbesar di Bali dan sering dijuluki sebagai "Mother Temple" karena peranannya yang sangat penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Bali. Sementara itu, Gunung Agung, sebagai puncak tertinggi di Bali, memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Hindu Bali.</p><p><br/></p><p>Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 kecamatan, 75 desa, dan 3 kelurahan, yang meliputi Kecamatan Rendang, Selat, Sidemen, Bebandem, Karangasem, Abang, Kubu, dan Manggis.</p><p><br/></p><p>Salah satu tokoh sejarah yang terkenal dari Karangasem adalah I Gusti Bagus Jelantik, yang lebih dikenal dengan nama Gusti Bagus Djilantik (1887-1966). Beliau memerintah di bawah kekuasaan kolonial Hindia Belanda dan dikenal dengan gelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Salah satu kontribusi terbesar beliau bagi Kabupaten Karangasem adalah pembangunan Taman Ujung, sebuah taman pura yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata utama di daerah ini.</p><p><br/></p><p>Dengan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang dimilikinya, Kabupaten Karangasem terus berkembang sebagai salah satu wilayah penting di Bali, yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi pusat spiritual dan budaya yang sangat dihormati oleh masyarakat Bali.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3247232587/d216b0982c2bea3aa7cabc8df9e8168b/Lambang_Kabupaten_Karangasem.png" />
         <pubDate>2025-06-26 13:02:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3503075254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Puri Agung Karangasem</title>
         <author>putunadine601</author>
         <link>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3504166370</link>
         <description><![CDATA[<p>Pusat pemerintahan Kerajaan Karangasem dahulu berlokasi di kaki Gunung Agung, di wilayah timur Pulau Bali. Saat ini, kawasan tersebut telah berkembang menjadi Kota Amlapura, yang juga merupakan Ibu Kota Kabupaten Karangasem.</p><p><br></p><p>Salah satu peninggalan bersejarah yang masih dapat dinikmati hingga kini adalah <strong>Puri Agung Karangasem</strong>, istana megah yang menjadi pusat pemerintahan <strong>Raja Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem</strong>. Dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektar, puri ini memiliki keunikan tersendiri karena arsitekturnya merupakan perpaduan dari tiga unsur budaya besar yaitu Bali, Tiongkok, dan Eropa.</p><p><br></p><p>Terletak di jantung Kota Amlapura dan berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Puri Agung Karangasem didirikan pada abad ke-19 oleh para raja yang memerintah Karangasem pada masa itu. Selain sebagai kediaman resmi keluarga kerajaan, puri ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan. Kini, Puri Agung Karangasem tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai bangunan warisan budaya dan museum hidup yang menjaga kelestarian adat dan nilai-nilai tradisional Bali agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.</p><p><br></p><p>Secara struktural, puri ini dibagi menjadi beberapa bagian penting dengan fungsi yang khas:</p><ol><li><p><strong>Bencingah</strong>, terletak di bagian depan, merupakan area terbuka yang biasa digunakan untuk pementasan seni tradisional Bali.</p></li><li><p><strong>Jaba Tengah</strong>, berada di bagian tengah, difungsikan sebagai taman atau kebun yang memperindah lingkungan istana.</p></li><li><p><strong>Maskerdam</strong>, merupakan bangunan utama dan inti puri yang berfungsi sebagai tempat tinggal raja.</p></li><li><p><strong>London</strong>, terletak di belakang maskerdam, menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan.</p></li><li><p><strong>Bale Pemandesan</strong>, berada di bagian depan maskerdam, digunakan untuk pelaksanaan upacara potong gigi (mapandes) dan juga sebagai tempat penyimpanan jenazah sebelum prosesi pelebon (pembakaran jenazah).</p></li><li><p><strong>Bale Pawedaan </strong>atau <strong>Bale Lunjuk</strong>, yang berada di depan Bale Pemandesan, adalah tempat suci bagi para pendeta untuk melakukan pemujaan dan persembahyangan pada saat upacara keagamaan berlangsung.</p></li><li><p><strong>Bale Kambang </strong>atau <strong>Gili</strong>, terletak di tengah kolam, merupakan bangunan indah yang digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga besar puri dan juga sebagai tempat pelatihan seni tari.</p></li></ol><p><br></p><p>Dengan segala keunikan arsitektur dan nilai historis yang dimiliki, Puri Agung Karangasem menjadi simbol kejayaan masa lalu sekaligus warisan budaya yang patut dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi penerus serta masyarakat luas, baik lokal maupun mancanegara. </p><p><br></p><p>Maps :</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://maps.app.goo.gl/KuCrSCH9E4X5JsNn8">https://maps.app.goo.gl/KuCrSCH9E4X5JsNn8</a></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3247232587/3b92a6ea25a43295bcbebf940792cc51/Wisata_Puri_Agung_Karangasem_Bali__1_.jpg" />
         <pubDate>2025-06-27 12:26:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3504166370</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taman Sukasada Ujung</title>
         <author>putunadine601</author>
         <link>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3504646070</link>
         <description><![CDATA[<p>Taman Ujung Karangasem atau Taman Sukasada dibangun pada tahun 1909 oleh Raja I Gusti Bagus Jelantik (Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem). Sebelumnya, kawasan ini merupakan Kolam Dirah yang dikembangkan menjadi taman kerajaan dengan perpaduan arsitektur Bali dan Eropa yang menawan.</p><p><br/></p><p>Awalnya seluas 400 hektar, kini taman ini menyusut menjadi sekitar 10 hektar akibat reformasi agraria. Meski demikian, taman tetap menjadi milik keluarga Puri Karangasem dan terbuka untuk umum.</p><p><br/></p><p>Terletak di Desa Tumbu, Karangasem, taman ini berjarak sekitar 65 km dari Denpasar dan 80 km dari Bandara Ngurah Rai. Tiket masuk dibedakan menjadi :</p><ul><li><p>Domestik: Rp15.000</p></li><li><p>Mancanegara: Rp50.000</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Daya Tarik Utama :</strong></p><ol><li><p><strong>Pemandangan alam</strong>: Dari sisi timur taman, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut biru yang luas, sedangkan dari sisi barat terlihat megahnya Gunung yang menjulang dengan selimut kabut yang sejuk. Warna-warni tanaman hias yang tumbuh di sekitar taman turut menambah keindahan suasana.</p></li><li><p><strong>Kolam dan jembatan</strong>: Terdapat tiga kolam besar di area taman, lengkap dengan ikan-ikan hias yang dapat diberi makan oleh pengunjung. Jembatan-jembatan indah yang membentang di atas kolam menghubungkan ke bangunan utama tempat peristirahatan raja di masa lampau.</p></li><li><p><strong>Arsitektur dan sejarah</strong>: Perpaduan arsitektur Bali dan Eropa menciptakan keanggunan yang unik. Sisa-sisa bangunan akibat gempa tahun 1963 justru menambah nilai estetika taman, membawa pengunjung merasakan suasana masa kerajaan yang otentik dan mendalam.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Fasilitas yang ada :</strong></p><ul><li><p>Area parkir</p></li><li><p>Toilet umum</p></li><li><p>Warung kecil</p></li><li><p>Rumah makan</p></li><li><p>Penginapan</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Maps :</strong></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://maps.app.goo.gl/iVqznBQa5X9rZLns7">https://maps.app.goo.gl/iVqznBQa5X9rZLns7</a></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3247232587/bfd67456b77e07da01a88eea7d626230/taman_sukasada_ujung___1_.jpg" />
         <pubDate>2025-06-28 09:04:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3504646070</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taman Tirta Gangga</title>
         <author>putunadine601</author>
         <link>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3504654053</link>
         <description><![CDATA[<p>Wisata Air Tirta Gangga, dikenal pula sebagai Istana Air, merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem yang dibangun pada tahun 1946 atas perintah raja saat itu. Nama Tirta Gangga.berasal dari kata “Tirta” yang berarti air suci, dan “Gangga” merujuk pada Sungai Gangga di India yang dianggap sakral oleh umat Hindu. Penamaan ini mencerminkan penghormatan spiritual sekaligus filosofi yang dalam.</p><p><br/></p><p>Taman ini dirancang sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan dan tamu-tamu agung yang datang ke Bali. Arsitekturnya mencerminkan perpaduan gaya Bali dan Tiongkok, dengan penataan taman yang artistik dan penuh simbolisme. Meski sempat rusak akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963, taman ini telah dipugar dan kini dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah.</p><p><br/></p><p><strong>Daya Tarik Utama</strong></p><ol><li><p>Patung prajurit kerajaan di gerbang utama menyambut pengunjung dengan megah.</p></li><li><p>Menara air setinggi 10 meter, yang dianggap sebagai sumber air suci dan digunakan dalam upacara adat.</p></li><li><p>Kolam-kolam jernih dengan batuan setapak di atasnya, menciptakan suasana tenang dan menyegarkan.</p></li><li><p>Kolam renang alami dari mata air Rejasa, terpisah antara kolam anak-anak dan dewasa.</p></li><li><p>Tiga tingkatan struktur taman: sumber mata air, kolam renang, serta kolam hias dengan air mancur dan ikan hias.</p></li><li><p>Jembatan berhias naga, dengan ukiran khas Bali, menghadirkan nuansa istana kerajaan yang hidup.</p></li><li><p>Ikan hias berwarna cerah menghiasi hampir seluruh kolam, menambah keindahan dan daya tarik visual.</p></li><li><p>Pemandangan sawah terasering yang mengelilingi taman, memperkuat kesan alami dan damai.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Aktivitas yang Dapat Dilakukan</strong></p><ul><li><p>Bermain dan memberi makan ikan hias</p></li><li><p>Menyusuri batuan setapak di atas kolam</p></li><li><p>Berenang di kolam air segar alami</p></li><li><p>Naik perahu wisata untuk berkeliling kolam</p></li><li><p>Berfoto dengan latar belakang istana air dan ornamen khas Bali</p></li><li><p>Mengikuti wisata edukatif tentang sejarah, arsitektur, dan budaya Bali</p></li></ul><p><br/></p><p><strong>Fasilitas yang Tersedia</strong></p><ul><li><p>Area parkir</p></li><li><p>Toilet umum</p></li><li><p>Tempat istirahat</p></li><li><p>Kolam renang</p></li><li><p>Rumah makan</p></li><li><p>Toko suvenir</p></li></ul><p><br/></p><p>Dengan pesona alam, nilai sejarah, dan sentuhan budaya yang khas, Tirta Gangga tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga pengalaman spiritual dan ketenangan jiwa. Tempat ini menjadi salah satu simbol kejayaan masa lalu yang terus hidup dalam harmoni dengan alam dan masyarakat Bali masa kini. </p><p><br/></p><p><strong>Maps :</strong></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://maps.app.goo.gl/DNRbcXPw45Ub1WaAA">https://maps.app.goo.gl/DNRbcXPw45Ub1WaAA</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3247232587/a87b1ece5e2928cfbd099fd6af5b3cdc/istana_air_tirta_gangga_di_bali_timur_indonesia__1_.jpg" />
         <pubDate>2025-06-28 09:32:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3504654053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pura Agung Besakih</title>
         <author>putunadine601</author>
         <link>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3504688227</link>
         <description><![CDATA[<p>Pura Besakih berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, di lereng barat daya Gunung Agung, gunung tertinggi dan paling suci di Bali. Letaknya yang berada pada ketinggian ±1.000 meter membuat suasananya sejuk dan sakral.</p><p><br/></p><p>📜 <strong>Sejarah Singkat</strong></p><p>Pura ini dipercaya sudah berdiri sejak abad ke-8 dan dikenal sebagai Pura Agung Besakih, pura terbesar dan tersuci di Bali. Pendirinya adalah Rsi Markandeya,seorang resi dari Jawa yang menyebarkan ajaran Hindu ke Bali. Dari petapaan dan wahyu yang diterima di Gunung Agung, beliau mendirikan tempat suci ini sebagai pusat pemujaan terhadap Dewa Tri Murti: Brahma, Wisnu, dan Siwa.</p><p><br/></p><p><strong>Kompleks dan Struktur Pura</strong></p><p>Terdiri dari 23 pura, pusat utamanya adalah Pura Penataran Agung Besakih. Setiap pura memiliki peran dan fungsi tersendiri dalam praktik keagamaan Hindu Bali.</p><p><br/></p><p><strong>Pola pembangunan pura mengikuti konsep Tri Mandala :</strong></p><ol><li><p>Nista Mandala : area luar (terbuka untuk umum)</p></li><li><p>Madya Mandala : area tengah (ritual dan prosesi)</p></li><li><p>Utama Mandala : area terdalam dan tersuci</p></li></ol><p>Struktur pura dipenuhi ornamen dan ukiran khas Bali yang menggambarkan nilai-nilai spiritual.</p><p><br/></p><p> 🕉️ <strong>Makna Spiritual dan Wisata Religi</strong></p><p>Sebagai "Mother Temple" (Pura Induk) di Bali, Besakih menjadi ikon wisata spiritual, tempat umat Hindu dari seluruh Nusantara bersembahyang dan memperdalam makna kehidupan. Pura ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga sarana kontemplasi, pembersihan batin, dan penguatan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan (<em>Tri Hita Karana</em>).</p><p><br/></p><p>Pura Besakih menjadi destinasi favorit dalam wisata spiritual, khususnya bagi mereka yang ingin menyatu dengan alam, merasakan energi positif dari Gunung Agung, dan mencari ketenangan jiwa.</p><p><br/></p><p><strong>Upacara &amp; Kalender Keagamaan</strong></p><p>Upacara rutin seperti Odalan (hari jadi pura) digelar setiap 210 hari menurut kalender Bali. Selain itu, upacara besar seperti Panca Wali Krama (10 tahunan) dan Eka Dasa Rudra (100 tahunan) diadakan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada alam semesta dan Dewa.</p><p><br/></p><p><strong>Daya Tarik Wisata Spiritual</strong></p><ul><li><p>Pemandangan alami dengan latar Gunung Agung</p></li><li><p>Arsitektur sakral yang megah dan penuh filosofi</p></li><li><p>Suasana meditatif cocok untuk refleksi diri</p></li><li><p>Spot foto budaya dan spiritual yang unik</p></li></ul><p>Banyak wisatawan spiritual dari dalam dan luar negeri datang untuk ritual pembersihan diri, yoga, dan meditasi.</p><p><br/></p><p><strong>Maps :</strong></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://maps.app.goo.gl/dJAvFXZg6Dg3RSEFA">https://maps.app.goo.gl/dJAvFXZg6Dg3RSEFA</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3247232587/8183df22d2510bd76336583546d0f2d5/Bali__Pura_Besakih_6__1_.jpg" />
         <pubDate>2025-06-28 11:57:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putunadine601/SharingWithNadine/wish/3504688227</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
