<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Batu Bersurat Terengganu by Nazaen Afandi</title>
      <link>https://padlet.com/namekuaen96/batubersuratterengganu</link>
      <description>NAZATUL AIN BINTI MUHAMAD AFANDI
USIM (1150852)- KKA 
DR ABD HAKIM BIN MOHAD@MOHAMAD RAMLI
</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2018-03-20 09:15:40 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2018-03-20 09:27:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Hubung kait Batu Bersurat Terengganu dengan Undang-undang Syariah Islam</title>
         <author>namekuaen96</author>
         <link>https://padlet.com/namekuaen96/batubersuratterengganu/wish/243890994</link>
         <description><![CDATA[<div><figure class="attachment attachment--preview"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_bFLZ9gRxWFw/StXIWjShaLI/AAAAAAAAAFY/Gip0KwyVLW0/s320/Image2.jpg" width="265" height="286"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>Pada zaman kesultanan Melayu, undang-undang yang dilaksanakan oleh institusi keadilan ialah undang-undang Islam dalam segala aspek walaupun institusi keadilan tidak dinamakan sebagai mahkamah Syariah. Pelaksanaan undang-undang Islam dan kehakiman Syariah di negara ini telah dimulakan pada abad ke-14. Teori ini adalah berasaskan kepada penemuan Batu Bersurat Terengganu yang merupakan teks perundangan Islam pertama yang ditulis di negara ini pada tahun 1898. Penemuan Batu Bersurat itu adalah penting kepada sejarah perkembangan perundangan Syariah di negara ini kerana ia mengandungi catatan mengenai undang-undang Islam yang dilaksanakan di Terengganu ketika itu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-03-20 09:18:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/namekuaen96/batubersuratterengganu/wish/243890994</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah perkembangan Islam di Nusantara</title>
         <author>namekuaen96</author>
         <link>https://padlet.com/namekuaen96/batubersuratterengganu/wish/243892106</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejarah Masuknya Islam di Nusantara<br><br><strong>I. Peranan saudagar muslim dalam penyebaran agama Islam</strong><br><br></div><div>Penyebaran Islam di Indonesia tidak terlepas dari peran saudagar muslim, ulama dan mubaligh melalui proses perdagangan, hubungan sosial dan pendidikan. Para ulama Jawa terkenal dengan sebutan “Wali 9”. Beberapa sejarawan menyebutkan, bahwa awal masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-7, ada pula pendapat lain yang menyatakan pada abad 13. Agama Islam dibawa dan dikembangkan oleh para saudagar muslim dari Gujarat, Arab, dan Persia.<br>Agama ini diterima di Indonesia tidak hanya kalangan bangsawan tetapi juga tokoh masyarakat kepla suku dan para uleebalang (ketua adat). Agama Islam disebarkan dimulai dari daerah pesisir hingga ke daerah yang terletak di daerah terpencil (pedalaman).<br><br></div><div><strong>II. Peranan walisongo dan ulama dalam penyebaran agama Islam</strong><br><br></div><div>Penyebaran Islam di Pulau Jawa di koordinir oleh wali-wali melalui organisasi/dewan dakwah wali songo yang beranggotakan sembilan wali. Wali adalah seorang yang berkepribadian baik, dekat dengan Allah, mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Pendapat lain wali adalah orang yang selalu dijaga oleh Allah dan senantiasa berbakti kepadaNya.<br>Pengembangan agama Islam di Jawa oleh wali 9 dilakukan sejak abad 14-16 M. Para wali 9 tersebut tidak hanya sebagai juru da’i tetapi juga berpengaruh besar dalam pemerintahan oleh karenanya mendapatkan gelar Sunan (Suguhanan, Junjungan), yaitu :<br><br></div><div>1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) Berasal dari wilayah Maghribi (Afrika Utra). Dia selama 20 tahun berada di Gresik mencetak kader, oleh karenanya dikenal sebagai sunan Gresik. Dialah yang dikenal sebagai pelopor penyebaran Islam pertama di Jawa.<br>2. Sunan Ampel (Maulana Rahmatullah). Permulaan dakwahnya dimulai dipesantren yang didirikannya di Ampel Denta (dekat Surabaya). Sunan Ampel juga dianggap sebagai penerus cita-cita dan perjuangan sunan Gresik.<br>3. Sunan Bonang (Maulana Makdum Ibrahim). Sunan ini berupaya menyesuaikan dakwahnya dalam hal pewayangan dan musik gamelan. Setiap bait lagu diselingi dengan ucapan dua kalimat Syahadat (syahadatain atau sekaten).<br>4. Sunan Drajat (Maulana Syarifudin). Wali ini dikenal sebagai wali yang berjiwa dan sosial tinggi . Wali ini hidup pada masa kerajaan Mojopahit runtuh dan rakyat dalam krisis yang memprihatinkan. Dia juga menggunakan seni sebagai media dakwahnya, yaitu pangkur sebagai alat seni lipfak.<br>5. Sunan Giri (Maulana Umar Said). Aslinya bernama Raden Paku merupakan seorang wali yang menyebarkan agama Islam dengan menitik beratkan pada bidang pendidikan agama Islam.<br>6. Sunan Kalijaga (Maulana Muhammad Syahid). Wali ini dikenal sebagai budayawan dan seniman. Wali ini berdakwah dengan cara berkelana. Sarana dakwahnya adalah wayang kalif yang memuat nilai-nilai keislaman. Lagu yang diciptakannya adalah dandanggula.<br>7. Sunan Muria (Maulana Umar Said). Wali ini terkenal pendiam tapi fatwahnya sangat tajam, oleh karena itu dia dikenal sebagi seorang sufi, bahkan guru tasawuf. Dia juga menyukai seni nuasa keislaman. Dia juga menciptakan lagu sinom dan kinanti.<br>8. Sunan Kudus (Maulana Ja’far Shadiq). Wali ini mendapat gelar waliyul alim (orang yang luas ilmunya). Karena memiliki ilmu tauhid dan fikih. Oleh karenanya dikenal sebagai sunan Kudus. Dia membangun masjid di Kudus yang disebut Menara Kudus.<br>9. Sunan Gunung Jati (Maulana Syarif Hidayatullah). Wali ini menyebutkan Islam di Cirebon Jawa Barat. Ia cucu Raja Pejajaran yang lahir di Makkah – setelah dewasa menggantikan pamannya sebagai raja dan berhasil menjadikan Cirebon sebagai kerajaan Islam pertama di Jabar.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-03-20 09:22:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/namekuaen96/batubersuratterengganu/wish/243892106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hubungan dan jalinan diplomatik dengan negara sekitar</title>
         <author>namekuaen96</author>
         <link>https://padlet.com/namekuaen96/batubersuratterengganu/wish/243893054</link>
         <description><![CDATA[<div>Hubungan perdagangan dan politik yang dijalin oleh Sultan Melaka, Parameswara dengan Maharaja Cina, Yung Lo pada 28 Oktober 1403 merupakan perhubungan dengan negara luar pertama pernah dibuat oleh seorang sultan di Tanah Melayu. <br><br>Laksamana Yin Ching yang diutuskan oleh Maharaja Yung Lo dari Dinasti Ming menjadi pengutus yang bertanggungjawab memeteraikan persetujuan dagangan dua hala itu. Catatan sejarah menyebut, Parameswara (Sultan Iskandar Shah) merasa perlu menjalinkan persahabatan dengan negeri China yang terkenal dengan kuasa besarnya bagi mengelakkan negeri Melaka dari serangan neger-negeri yang berhampiran. | &nbsp; | <br>Sultan Melaka sendiri telah meminta Negeri China menjadi penaungnya. Oleh itu, Melaka aman dari sebarang ancaman, terutama Siam. Perkahwinan Sultan Mansur Shah dengan Puteri Hang Li Po merupakan titik mula perkahwinan campur di negeri Melaka. Ia telah melahirkan suku kaum yang ada pada hari ini dikenali sebagai Baba Melaka yang kebanyakannya beragama Islam. <figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:479,&quot;url&quot;:&quot;https://image.slidesharecdn.com/kesanpenentuandasarhubunganmalaysiadgnnegaraluar-lyalynn-130216001714-phpapp02/95/kesan-penentuan-dasar-hubungan-malaysia-dgn-negara-luar-lya-lynn-13-638.jpg?cb=1360974042&quot;,&quot;width&quot;:638}" data-trix-content-type="image"><img src="https://image.slidesharecdn.com/kesanpenentuandasarhubunganmalaysiadgnnegaraluar-lyalynn-130216001714-phpapp02/95/kesan-penentuan-dasar-hubungan-malaysia-dgn-negara-luar-lya-lynn-13-638.jpg?cb=1360974042" width="638" height="479"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-03-20 09:25:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/namekuaen96/batubersuratterengganu/wish/243893054</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
