<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>WR 23F Visualisasikan Pengalaman Pribadimu (bukan Kelompok) dalam Menggunakan Metode Pengambilan Data  by Yudho Hartono</title>
      <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f</link>
      <description>Ceritakan pengalaman kalian melakukan pengambilan data primer dengan menggunakan berbagai metode yang kalian pelajari. Pilih salah satu metode terfavorit kalian, ceritakan pada riset apa dan sertakan visualnya untuk melengkapi penjelasan kalian. INGAT JANGAN FOTO atau VISUAL ttg INFORMAN SEMUA tetapi ambil visual yang menarik menurut kalian</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-27 08:20:16 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-07-17 13:55:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>delbertdjie1706</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788301547</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada saat mengikuti kelas CI pada semester 2, saya dan kelompok ada mendapatkan tugas untuk membuat FGD untuk membahas satu topik dan membuat laporannya. Pada saat itu kami memilih topik Cyberbullying. Kami memilih Cyberbullying agar kami dapat mengetahui alasan mengapa cyberbullying ini terus-menerus terjadi dikalangan masyarakat terutama di zaman sekarang dan apa sajakah dampak-dampak negatif maupun positif yang dapat terjadi akibat cyberbullying ini kepada korban-korban tersebut. Lalu kami juga ingin mengetahui dari para peserta yang berpartisipasi di dalam FGD mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan agar teman, keluarga, pacar dan sebagainya&nbsp; untuk membantu korban dari cyberbullying ini. Hal ini kami harapkan untuk bisa mendapat jawaban melalui pengalaman, argumen maupun diskusi santai mereka di saat FGD. Kami memilih Google Meet sebagai lokasi kami melakukan FGD dikarenakan masa pandemi Covid 19. FGD ini masuk kedalam kategori pengumpulan data secara Kualitatif.&nbsp; Pendekatan ini kami lakukan dikarenakan keterbatasan para anggota kelompok untuk keluar secara langsung dan bertemu dengan narasumber/informan. Hal ini akan mengurangi data yang akan kami dapatkan, akan tetapi, melalui Focus Group Discussion ini kami akan gali sedalam mungkin mengenai informasi yang dibutuhkan dalam penelitian kali ini. Pendekatan kualitatif ini umumnya tidak berpola dikarenakan kami menggunakan metode menginterview dimana hal ini membuktikan bahwa kami mengumpulkan opini-opini dari pada informan yang akan kami interview nantinya. Pendekatan ini kami lakukan dengan tujuan agar kami mendapat insight dari orang-orang yang telah kami pilah sedemikian rupa. Kami memilih anggota FGD berdasarkan orang yang mengerti mental health issue agar topik kami bisa sesuai dengan yang dibicarakan.</div><div><br></div><div>Hasil penelitian yang kami dapatkan dari melakukan FGD adalah dalam satu strata mereka berpendapat arti cyberbullying merupakan aksi kejahatan secara online yang dilakukan melalui media sosial dan game online karena hampir dari keseluruhan sekitar 85% para narasumber mereka semua pernah mengalami cyberbullying. Banyak orang yang melakukan cyberbullying ini menaruh komentar yang menyakitkan dan menghina, entah itu penampilan seseorang hingga hal pribadi lain nya.&nbsp; Selain itu, dampak cyber bullying ada Mengidap Trauma kepada sesuatu, Cenderung memiliki rasa Low Self-esteem, Mengalami Mental Illness seperti Depression, PTSD, Anxiety, dll, dan Menjadi Less Expressive atau Lebih Tertutup dari Sebelumnya. Lalu dapat merusak mental diri manusia, Hal ini dikarenakan hampir semua akibat yang ditimbulkan dari cyberbullying selalu berhubungan dengan penyakit mental seperti depresi, panic attack, kecemasan berlebihan, pemikiran berlebihan, percaya diri menurun dan masih banyak lagi. Cyberbullying sering terjadi dikarenakan oleh banyak faktor. Yang pertama adalah faktor individu seperti pernah mengalami kekerasan, memiliki persepsi yang egois dan karakter pribadi yang mudah untuk merasa iri, insecure atau memang memiliki masalah mental. Lalu, usia dan akibat dari penggunaan obat terlarang juga menjadi salah satu faktor dalam diri individu yang memacu menjadi orang yang judgemental. Banyak orang yang mudah iri menjadi ingin menjatuhkan demi kesenangan dalam diri, hal ini sudah menjadi sangat wajar di kalangan remaja di jaman yang modern ini. Yang kedua adalah faktor dari kehidupan di keluarga, pola didik dan asuh dari orang tua dapat menjadi faktor yang penting akan pola pikir dari anak. Kurang nya dukungan dan perhatian dari orang tua juga dapat menimbulkan masalah psikologis anak yang dapat menjadi hal yang fatal di kemudian hari. Lalu, stress yang disebabkan oleh orang tua juga dapat menjadi masalah bagi mental anak, terutama sejak usia yang dini. Yang terakhir adalah faktor teman dan sekolah, lingkungan dan teman merupakan salah satu faktor penting bagi kesehatan mental dari seseorang. Lingkungan dan pertemanan yang positif akan memberikan dampak yang positif pula terhadap orang tersebut dan sebaliknya. Narasumber pada saat itu mengatakan,&nbsp; orang-orang yang iri hati itu pada umumnya mereka tidak bisa memiliki apa yang dia tidak miliki, jadi yang bisa dilakukan adalah mencari celah dan membuat orang yang memiliki sesuatu yang ia inginkan itu menjadi down serta membuat si korban merasa bersalah. Penyakit yang timbul dikarenakan akibat dari Cyberbullying ini dapat berdampak buruk bagi kelangsungan hidup dari korban pembullyan cyber tersebut. Kita sudah melihat banyak sekali orang-orang seperti anak muda yang merasakan cyberbullying yang membuat dirinya merasa tidak pantas untuk ada di dunia ini dan pada akhirnya mereka memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri ataupun self harm. &nbsp;</div><div><br><br></div><div>Kami menyimpulkan bahwa semua narasumber mendeskripsikan bahwa para pelaku yang melakukan cyberbullying memiliki sifat iri hati dan arogansi agar mengharapkan subjek tersebut terjatuh. Maka tak heran para cyberbully mengujarkan kebencian dan merasa senang menyaksikan targetnya mengalami kesialan. Beberapa dari mereka di setiap grup ada yang memberikan kesaksian dampak cyber bullying seperti salah satu contohnya ada temannya tidak masuk sekolah selama 3 hari karena terserang cyber bullying oleh teman di sekolahnya. Dari sekilas hasil yang kami peroleh dari 1 strata ini semua narasumber pria/wanita &amp; berusia 18-25 sudah mengalami cyberbullying maka seluruh manusia berusia 18-25 yang aktif di media sosial maupun game online di seluruh Indonesia maupun dunia pernah mengalami cyberbullying.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344319242/452658314af2bff9fdc02401d6a9c8a4/1633312679334_2x.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 01:59:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788301547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nicholas Hugo Tjokro (13122010028)</title>
         <author>nicholashugo23</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788302925</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada semester 2 saya di Prasetiya Mulya, saya mendapatkan banyak pengalaman khususnya dalam pelajaran CI (Consumer Insight) pada saat itu, salah satu metode penelitian yang pertama kami praktekkan adalah sebuah metode kualitatif yaitu Participant observation yang dilakukan kepada pengguna aplikasi zoom meeting . Participant observation sangat menarik bagi saya karena bentuk pelaksanaannya yang unik dan belum pernah saya lakukan apabila dibandingkan dengan metode pelaksanaan lainnya, seperti In depth interview.&nbsp;</div><div><br></div><div>Karena dalam in depth interview kita berinteraksi secara langsung dengan informan kita. Tetapi tidak dalam participant observation, dalam metode penelitian ini kami justru sama sekali tidak berinteraksi dengan informan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya (bukan yang ideal). Kami mengamati informan dengan detail berdasarkan space, object, act, activity, event, time, actor, goal, dan feeling yang kita amati.&nbsp;</div><div><br></div><div>Menurut saya, Participant observation adalah salah satu cara yang unik untuk digunakan sebagai metode pengambilan data. Metode ini memberikan sudut pandang orang keluar diluar bias dari informan. Oleh karena itu menurut saya participant observation adalah metode pengambilan data yang baik dan dapat digunakan sebagai pelengkap misalkan setelah melakukan in depth interview untuk mengetahui secara nyata apa yang sebenarnya dilakukan di luar bias dari informan.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/372325830/c13fcc65409b901e02bd8ad632bc8c4f/Participant_Observation_Zoom.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 02:00:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788302925</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Machiko Delicia 13122010199</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788305749</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode riset favorit saya adalah FGD. Focus group discussion (FGD) adalah cara yang baik untuk mengumpulkan orang-orang dari latar belakang atau pengalaman yang sama untuk membahas topik tertentu yang diminati. Diskusi kelompok terfokus sering digunakan sebagai pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang isu-isu sosial. Waktu itu saya dan teman-teman kelompok Consumer Insight melakukan FGD sebanyak 2 kali dengan durasi 1.5 jam setiap kali nya. Riset yang dilakukan mengenai dampak Cyber Bullying terhadap Kesehatan mental. Kami melakukan setiap tahap dengan benar dimulai ditahap rekrut hingga tahap terakhir. Waktu itu saya adalah moderator, jadi saya merasakan secara langsung bagaimana proses FGD itu. Pertama saya menjelaskan kenapa mereka di gather di satu ruang google meet dan saya pun memberikan satu topik dan beberapa pertanyaan yang spontan maupun pertanyaan yang sudah dipersiapkan selama FGD berlangsung. Saya mendapatkan visual bahwa dampak cyber bullying itu cenderung negative, karena menurut salah satu informan mengatakan bahwa cyberbullying dapat menurunkan percaya diri dari si korban. Karena dari sana kita bisa liat kalau orang-orang yang rata-rata punya past experience di bully rata-rata mereka menjadi memiliki low self-esteem dibanding orang-orang lainnya yang tidak pernah mengalami bully. Tetapi, ternyata cyber bullying juga memiliki dampak positif nya sendiri. Melalui informasi yang didapat dari informan yang sama, dampak positif dari cyberbullying itu kita jadi tahu bagaimana cara mengekpresikan diri kita di social media. Dan kita bisa lebih tau kapan harus mengungah, karena jika keseringan juga akan membuat orang lain tidak nyaman atau apa yang harus kita unggah, karena jika terlalu kontrovesial akan menarik atensi dari orang-orang dengan negative.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1251329522/e80ba3d714c2456004ef84985225f169/Screen_Shot_2021_10_04_at_9_02_09_AM.png" />
         <pubDate>2021-10-04 02:02:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788305749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michelle Reika 13122010045</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788308176</link>
         <description><![CDATA[<div>FGD (<em>Focuss Group Discussion</em>) Metode ini merupakan teknik pengambilan data dengan melakukan berdiskusi kelompok yang dipimpin oleh seorang moderator. Semester 2 lalu, saya menggunakan metode ini sebagai teknik pengambilan data bersama teman-teman saya. Alasan saya menggunakan teknik ini adalah agar kami dapat mendapatkan hasil yang lebih detail dari narasumber kami selain itu hal lain yang membuat saya senang menggunakan metode ini adalah kami dapat mendengarkan apa pendapat atau dari sisi sang konsumen tak hanya itu juga dengan menggunakan metode ini saya jadi memiliki banyak kenalan dan juga teman-teman baru. Dengan melakukan metode FGD (<em>Focuss Group Discussion</em>) juga, kami mendapatkan banyak implikasi pemasaran yang unik-unik.</div><div><br></div><div>Menurut saya menggunakan metode FGD (<em>Focuss Group Discussion</em>) di masa pandemi seperti ini adalah tantangan yang cukup berat Karena kita tidak bisa bertemu langsung atau bertatap muka satu dengan yang lain alhasil kami pun menggunakan aplikasi zoom Banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi salah satunya adalah koneksi internet yang buruk. Akan tetapi, ada benefitnya kami menggunakan zoom yaitu screen record. Dengan menggunakan screen record kami tidak perlu takut apabila ada catatan yang terlewat.&nbsp;</div><div><br></div><div>Banyak dari metode-metode lain yang efektif dan juga pasti membuahkan hasil yang baik seperti, interview, semiotics, observation, narrative dan lain-lain Tetapi, saya merasa sangat nyaman dan juga lebih terbuka pikirannya dengan menggunakan metode penelitian FGD (<em>Focuss Group Discussion</em>).</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344347560/8089c87f383daa24929c6d019698be38/S__3473413.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 02:04:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788308176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Angelina Stefany Kurniawan - 13122010087</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788308487</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengumpulan data primer yang pernah saya lakukan adalah interview, observation, Focus Group Discussion, dan narrative research. Hal-hal tersebut dilakukan untuk mencari data-data yang saya butuhkan namun tidak tersedia di internet atau belum diteliti sebelumnya. Pengalaman saya dalam mengumpulkan data primer sangat menarik karena dapat bertemu dengan orang baru dan melihat banyak sudut pandang dari kaca mata yang berbeda. Namun dari semua yang pernah dilakukan, metode yang paling saya sukai adalah narrative karena kita bisa fokus pada latar belakang seseorang. Dengan metode ini kita bisa lebih mendalami sudut pandang dan cerita seseorang dalam melakukan sesuatu.&nbsp;<br><br>Pengalaman saya waktu itu adalah mengumpulkan data terkait body shaming dan mental health. Pada saat itu salah satu anak dari kelompok punya teman gereja bernama Jennifer yang pernah mengalami body shaming dari kecil dan secara open juga membagikan ceritanya di instagramnya. Oleh karena itu, kita memilihnya untuk digali data-datanya karena memang sudah terbuka dengan cerita pribadi dan terlihat memiliki banyak hal yang bisa dibagikan dan digunakan sebagai data pendukung. Selama 2 jam kami benar-benar mendalami kisah kehidupan Jennifer yang mendapatkan body shaming dari ia masih SD oleh keluarganya sampai dimana ia tidak bisa berhenti diet dan masuk rumah sakit karena traumanya terhadap body shaming. Tidak berhenti disitu, kita juga menanyakan banyak hal yang membuat kami penasaran kepada informan. Hal ini yang hanya bis akita dapatkan dengan metode narrative. Kita menghabiskan banyak waktu untuk berbincang dengan satu orang dan mendapatkan informasi yang benar-benar berguna.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1343539134/2dede44f0906620f0854bc469a419a2f/1043602.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 02:04:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788308487</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shanon Eden_13122010081</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788310979</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu metode terfavorit saya dalam pengambilan data primer adalah <em>Focus Group Discussion</em> atau yang dikenal degan FGD. Saya pernah melakukan FGD pada saat mengerjakan tugas <em>consumer insight</em> di semester 2. Hari itu penelitian yang saya lakukan adalah mengenai air mineral dan FGD dilakukan untuk mengetahui jawaban dari <em>grand question “Mengapa Aqua dan Le Minerale dapat menjadi Top of Mind produk air mineral? </em>Saya berperan sebagai <em>host</em> yang memandu jalannya diskusi antara 6 responden.&nbsp;<br><br></div><div>Hal yang membuat FGD berkesan untuk saya karena hal tersebut merupakan pengalaman baru bagi saya dimana saya yang awalnya belum pernah sama sekali menjadi <em>host </em>diskusi menjadi belajar dan seakan “dipaksa” untuk mengeluarkan potensi seorang <em>host. </em>Saya belajar untuk melerai perdebatan antar responden yang memiliki opini sangat berlawanan dimana proses melerainya tidak mudah karena kedua responden tersebut sangat vokal. Di situasi tersebut saya belajar menyusun kata-kata konklusi untuk kedua belah pihak dimana saya harus tetap bersikap netral dan menegaskan pandangan masing-masing responden dengan tidak condong kepada salah satu. Saya juga belajar untuk meluruskan diskusi yang sudah mulai menyimpang dari topik karena para responden terlalu bersemangat berdiskusi sampai diskusi tersebut sudah tidak ada hubungannya dengan topik, yang saya lakukan adalah memotong pembicaraan dengan sopan dan membuat pertanyaan yang menggiring diskusi kembali ke topik. Selain itu, saya belajar untuk sebaik mungkin memberi kesempatan kepada tiap responden sehingga tidak hanya beberapa responden yang mendominasi, belajar untuk berinisiatif dan fleksibel dimana jika ada jawaban yang menjadi “kunci”, saya harus melontarkan pertanyaan lain yang tidak tertera di panduan pertanyaan untuk menggali pendapat responden lebih mendalam.&nbsp;<br><br></div><div>Pengalaman dalam praktek FGD ini tidak saya dapati dalam penelitian dengan metode primer yang lain seperti observasi atau survey karena FGD membutuhkan banyak interaksi lebih dari 4 mata<em>. </em>Oleh sebab itu, dengan metode ini, bukan hanya saya mendapatkan data untuk hasil penelitian namun secara tidak langsung saya juga belajar <em>interpersonal skill</em> dalam menjadi seorang <em>host</em>.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344329991/543c79e651d668e26351a5bfebed3c8d/Screenshot__804_.png" />
         <pubDate>2021-10-04 02:06:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788310979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evans Benjamin - 13122010164</title>
         <author>evansbenj7</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788316658</link>
         <description><![CDATA[<div>FGD merupakan salah satu riset yang saya pernah lakukan disaat melakukan tugas akhir CI untuk meneliti sebuah brand dari Fastron Eco Green. FGD juga termasuk metode penelitian kesukaan saya karena secara tidak langsung kami dapat mengobrol secara nyantai dengan informan sambil menggali informasi secara mendalam. FGD juga dilakukan sekitar 7 hingga 11 orang dan dilakukan selama 1 sampai 2 jam. Sebelum melakukan FGD kami bersiap – siap terlebih dahulu seperti mempersiapkan pertanyaan, mencari narasumber yang sesuai, membagi tugas siapa yang akan menjadi moderator, notulen, transcriber, dan lain - lain. Setelah itu kita akan melakukan simulasi FGD sebagai latihan agar disaat nanti siap dan FGD juga dapat berjalan dengan lancar. Banyak sekali insight baru dan yang bisa didapatkan dari FGD juga secara tidak langsung kami dapat melihat perbedaan perspektif diantara narasumber juga beberapa keuntungan yang mereka dapat setelah membeli Fastron Eco green diantaranya seperti hemat, murah, cukup berkualitas, dan lain – lain. Tetapi beberapa informan juga kurang suka atau belum mengenal brand Fastron Eco Green dikarenakan produk tersebut kurangnya brand Awareness dan masih termasuk produk baru di kalangan oli. Para narasumber kebanyakan sudah menggunakan oli dari brand lain dan rata - rata mereka memerlukan oli yang affordable dan kualitas yang cukup baik. Setelah melakukan FGD kami semua dapat melakukan brainstroming dan bahas mengenai apa saja yang perlu ditingkatkan dari oli Fastron Eco Green tersebut namun karena kita melakukan FGD secara tidak langsung data yang kami peroleh sangat banyak dari segi kelebihan dan kekurangan dari brand oli Fastron Eco Green. Dengan melakukan FGD juga kami seperti mengobrol dengan teman sendiri walaupun memerlukan waktu 1 sampai 2 jam hal tersebut tidak terasa karena kami melakukan secara santai. Di sisi lain juga karena FGD ini dilakukan secara online kami juga dapat record atau merekam kegiatan kami disaat melakukan FGD di zoom sehingga kedepannya kami dapat menganalisa kembali dan mendengarkan kembali perkataan para narasumber dengan jelas dan detail. Jadi para notulen dan transcriber tidak akan lelah atau terburu – buru karena semuanya dapat menjadi bentuk video sehingga dapat ditonton berulang – ulang. Hasilnya kami tau target brand oli fastron eco green ini untuk siapa, apa saja yang harus diperbaiki, dan marketing implications yang harus dilakukan itu seperti apa.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344346088/ea7496b5bbb8ed79c67f98824d57f252/fgdfca.png" />
         <pubDate>2021-10-04 02:10:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788316658</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Timothy Haryono 13122010002</title>
         <author>timothyharyono</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788325496</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Riset favorit yang pernah saya lakukan adalah Indepth Interview dan pada saat saya melakukan tugas akhir CB yaitu meneliti mengenai Shabu Hachi. Penelitian secara Kualitatif Consumer Profiling merupakan penelitian yang cukup menantang karena merupakan penelitian pertama mengenai konsumen yang dilakukan oleh saya dengan kelompok. Hal Visual yang menarik dari Penelitian ini adalah mempelajari perilaku konsumen apakah terdampak dari adanya pandemi covid-19 yang terjadi pada saat ini. Kami melakukan Consumer Profiling Shabu Hachi secara bertahap-tahap dimana kami menggunakan STP yaitu Segmenting, Targeting and Positioning dari resto Shabu Hachi tersebut untuk mendapatkan kira-kira Persona mana yang masuk ke dalam konsumen dari Shabu Hachi Tersebut. Sebelum kami melakukan step-step ini kami melakukan interview kepada beberapa pelanggan setia Shabu Hachi yang kami temukan. Setelah mendapatkan insight dari pelanggan Shabu Hachi dan observasi online yang kami lakukan, kami memasukan hasil analisis kami ke dalam STP. saya dan kelompok saya mengalami sedikit kesusahan dalam membagi tipe-tipe konsumen untuk dijadikan kedalam persona dan profiling namun kelompok kami berhasil setelah melakukan brainstorming untuk waktu yang cukup lama. Kami mendapatkan jawaban terhadap motivasi apa yang membuat orang ingin pergi ke shabu hachi tersebut adalah dimana kebanyakan dari konsumen, mereka ingin melakukan kumpul-kumpul bersama teman, keluarga ataupun kerabat dimana mereka ingin menikmati waktu makan tersebut serta ngobrol-ngobrol satu sama lain. Hal ini membuat kami sadar bahwa restoran Shabu Hachi menjadi pilihan karena interior dari restoran yang nyaman, serta makanan yang disediakan merupakan All you can eat yang pada umumnya pola pikir masyarakat umum merupakan hal yang cukup menguntungkan karena jikalau dapat makan banyak maka merupakan hal yang menguntungkan bagi mereka. Kemudian selain insight dari motivasi saya juga mendapatkan beberapa insight mengenai pentingnya Word of mouth untuk mendapatkan motivasi dari orang-orang agar ingin pergi ke restoran tersebut. Riset dari Shabu hachi ini merupakan riset yang menurut saya cukup rumit tetapi sangat menantang karena saya mendapatkan pandangan baru seperti apa motivasi orang untuk pergi ke suatu restoran, tipe-tipe konsumen yang datang, serta target market dari suatu restoran.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344314359/a8263eb7f373b4d5a490373278da1a89/Screen_Shot_2021_10_04_at_09_02_54.png" />
         <pubDate>2021-10-04 02:16:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788325496</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cinta Richita - 13122010064</title>
         <author>cintarichita</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788327610</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada saat saya duduk di kelas 3 SMA, saya mendapat tugas mengenai SGD dengan tema environment/lingkungan dari mata pelajaran Bimbingan Konseling (BK).</div><div>Dalam proses pengambilan data lapangan, riset, dan pencarian informasi tentang tema yang terkait, saya memilih untuk menggunakan metode <strong>wawancara/interview.</strong></div><div>&nbsp;</div><div>Metode interview adalah salah satu metode favorit saya dalam mendapatkan data primer. Dikarenakan saya dapat menggali informasi sedalan - dalamnya sehingga informasi yang saya butuhkan lengkap. Alasan kedua adalah, dengan metode wawancara, saya dapat berinteraksi langsung dengan narasumber dan berbincang detail tentang informasi yang saya butuhkan.&nbsp;</div><div>Saya juga merasa tertantang jika harus menggunakan metode wawancara, dikarenakan tantangan nya cukup besar. Dimana kita harus berusaha mencari narasumber yang sesuai, berusaha mendapatkan kontak narasumber, sampai berusaha mengajak narasumber agar bersedia di interview. Karena banyak sekali narasumber yang sudah menjadi orang-orang hebat dan cukup sulit untuk di interview.</div><div>&nbsp;</div><div>Kebetulan saat tugas SGD tersebut, saya berhasil mendapatkan narasumber yang cukup unik. Narasumber kami adalah salah satu orang yang bekerja di dalam Team National Geographic di Indonesia untuk melestarikan bumi kita.&nbsp;</div><div>Interview dilakukan secara daring/online menggunakan platform google meet dikarenakan narasumber sedang berada di luar kota&nbsp; pada saat itu. Awal mula estimasi waktu adalah 1 jam, namun berakhir 2 jam karena situasi juga sangat kondusif dan asik. Narasumber memberikan begitu banyak informasi dan insight kepada saya, dari yang awalnya tanya jawab formal menjadi obrolan panjang yang sangat bermanfaat. Maka itu saya sangat menyukai metode interview/wawancara.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1378441875/79a37f84dc87f635161cadc21364f312/padlet_natgeo.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 02:17:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788327610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dustin Marvel_13122010059</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788330479</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada kesempatan kali ini saya Dustin Marvel ingin membagikan pengalaman singkat mengenai apa yang saya pelajari mengenai metode pengambilan data primer yakni salah satunya adalah FGD (Focus Group Discussion). FGD merupakan teknik pengambilan data dimana melibatkan lebih dari satu orang (biasa 7-10 orang maksimal 12 orang) dengan tujuan untuk mendapatkan berbagai variasi data dan jawaban secara qualitative. Dengan adanya lebih dari satu peserta tentunya pasti kita akan mendapatkan data dan jawaban yang variatif mengingat pola atau cara berpikir dan pendapat setiap orang tentunya berbeda dengan satu sama lain terhadap suatu topic atau kasus. Adapun tahap-tahap dalam Focus Group Discussion sendiri yakni:<br><br>1. Forming: Proses awal berupa perkenalan dan penjelasan tujuan FGD yang dilakukan oleh moderator, bisa disebut sebagai Intro acara.<br>2. Storming: Proses dimana terjadinya pembentukan norma atau dijelaskannya aturan- aturan saat FGD, bisa disebut juga Tension acara.<br>3. Norming: Proses dimana peserta menjalin hubungan yang baik antara satu sama lain untuk menjaga kelancaran acara, bisa disebut juga Common acara.<br>4. Performing: Proses dimana FGD sudah berlangsung dan terjadi tukar pikiran dan pendapat atau brainstorming terhadap suatu topik atau kasus antara Moderator dengan peserta FGD ataupun antara peserta FGD satu dengan yang lainnya, bisa disebut juga<br>Relax acara.<br>5. Mourning: Proses dimana dilakukan analisis data terhadap jawaban-jawaban yang didapatkan saat FGD, disebut juga Recap acara atau rekapitulasi data.<br><br>Setelah proses rekapitulasi dan analisis data, biasa juga diperlukan untuk membuat sebuah laporan analisis yang berisikan tabel Actors, Act, Space, Time. Actors adalah orang-orang atau tokoh yang berperan sebagai peserta, moderator, notulen, dan transcriber atau recorder. Act adalah tindakan atau aktivitas yang dilakukan, Space ialah tempat atau platform dijalankannya FGD, dan Time adalah waktu dan periode pelaksanaan FGD.<br><br>Saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya yakni melakukan FGD dengan pesertanya adalah teman-teman SMA saya. Saat itu kami berdiskusi dan membahas tentang mana yang lebih baik? Platform Zoom atau Google Meet, seperti yang kita ketahui Zoom dan Google Meet ini sama-sama sangat membantu dan bermanfaat di zaman pandemic seperti ini dan menurut saya layak untuk dijadikan sebagai objek Focus Group Discussion. Proses FGD dilakukan sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan di atas dengan tambahan yaitu persiapan sebelum proses FGD dilakukan. Berbagai persiapan yang saya lakukan adalah pastinya menentukan topic atau objek diskusi yang layak dan ingin didiskusikan, lalu saya mulai mengajak teman-teman SMA saya yang bisa dan mau diajak mengikuti proses FGD. Saat itu kami sudah terpisah dengan tujuan kuliah masing-masing, jadi pesertanya datang dari berbagai jenis universitas seperti Binus, Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan, Orlando University di Amerika, Universitas di China, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan saya sendiri yakni dari Universitas Prasetiya Mulya. Tentunya acara atau proses FGD berjalan dengan lancar dan seru, seru karena ini merupakan pengalaman pertama saya melakukan FGD serta menjadi Moderator acara. Bersama dengan enam teman saya lainnya, kami berhasil mendapat sebuah jawaban dan kesimpulan dari objek penelitian atau pembahasan kami, dimana baik Zoom atau Google Meet sendiri memiliki keunggulannya masing-masing.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1359133791/e5bfaaf452db380dd6d2e316a47f7f8a/7BCF7038_3F00_4F01_8711_1B8A806BCC7B.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-04 02:19:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788330479</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vincent Jonny Handoyo / 13122010134</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788332466</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode favorit pengumupulan data primer yang pernah saya lakukan adalag Focus Group Discussion atau FGD. FGD adalah suatu metode pengumupulan data primer secara kualitatif yang melibatkan sejumlah orang atau konsumen dalam diskusi grup secara informal yang focus pada suatu topik atau masalah. Saya melakukan FGD bersama teman sekelompok saya pada semester 2 dimana saya menjadi note taker. FGD menjadi metode favorit saya untuk sekarang ini karena pembahasan yang kita lakukan di FGD tidak monoton. Ada salah satu anggota kelompok kami yang menjadi moderator dan ia juga memiliki skill yang baik untuk memandu diskusi kami. Topik pembahasan FGD kami waktu itu adalah Tokopedia vs Shopee dimana ada 6 narsumber kami yang memberikan argumen-argumen mereka tentang E-commerce yang mereka sering gunakan. Terjadi banyak sekali pemikiran atau pandangan yang berbeda dalam diskusi ini namun moderator berhasil menjadikan suasana diskusi menjadi seru dan lancar. Selain itu, menurut saya mengapa FGD menjadi metode favorit saya karena ada banyak perdebatan kecil yang terjadi oleh narasumber karena mereka ingin menunjukan “kehebatan” dari E-commerce mereka. setelah kami selesai melakukan FGD, kami sekelompok membuat transcript dari hasil diskusi yang setelah itu kami analisa dan observasi poin-poin penting yang dibicarakan oleh narasumber kami serta memberikan implikasi pemasaran.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1064707376/0eb8f14b8625ee16a8d14dcc55b48344/Screenshot__212_.png" />
         <pubDate>2021-10-04 02:20:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788332466</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jessica Thalia - 13122010040</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788335136</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode riset yang pernah dan paling saya suka adalah Focus Group Discussion. Saya dan kelompok melakukan FDG saat semester 2 di mata kuliah CI dengan pembahasan “Kenapa Orang Membeli Barang Luxury”. Kita menggunakan Google Meet yang berisikan 6 orang dengan durasi 90 menit dan informan memiliki suatu kesamaan yaitu memiliki ketertarikan dengan barang luxury. Hal visual yang menarik adalah mereka membeli barang luxury karena gengsi sehingga jarang sekali dari mereka yang membeli produk UMKM/ lokal brand. Mereka lebih mementingkan image dari brand tersebut dibanding kualitas barang itu sendiri. Narasumber percaya bahwa dengan menggunakan brand luxury dapat meningkatkan social value mereka. Dari hasil focus group discussion juga terlihat kalau para narasumber membeli barang luxury untuk mendapatkan kepuasaan tersendiri sehingga membuat mereka senang saat menggunakan barang-barang luxury. Salah satu faktor dibelinya brand luxury adalah faktor “handmade” yang membuat orang-orang melirik brand luxury. Para konsumen dan narasumber merupakan orang yang menghargai suatu effort yang diberikan oleh para pemilik brand. Saya paling suka melakukan metode penelitian FDG karena ketika melakukannya suasana sangat nyaman dan merasa seperti ngobrol dengan teman sendiri. FDG juga dilakukan dengan santai sehingga informan bisa menyampaikan apa yang diinginkannya dan tidak merasa tertekan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344346651/713a8223c12938f8ada37273e14b9959/Screen_Shot_2021_06_26_at_14_16_04.png" />
         <pubDate>2021-10-04 02:22:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788335136</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amanda Elissa-13122010146</title>
         <author>amandaelissa006</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788382862</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Observation dan Interview</div><div>Saya pernah melakukan pengambilan data primer menggunakan beberapa macam metode pengumpulan data dimulai dari interview, Focus Group Discussion, observation, semiotics maupun narrative. Tetapi metode yang paling saya sukai dan enjoy saat melakukannya adalah metode participant observation. Waktu itu saya melakukannya untuk mengetahui dampak covid-19 terhadap kehidupan sehat seseorang. Saya melakukannya karena ingin membuat bisnis tapi bingung apa productnya saat masa pandemi kemarin.</div><div><br>Saya melakukan observasi terhadap salah satu teman dekat saya, yaitu Patricia Calida. Waktu itu saya melakukannya dari berbagai sisi/ peran. Mulai dari participant as observer dan observer as participant. Saya mengikuti berbagai kegiatannya selama 3 hari. Menurut saya ini sangat seru dan mudah dalam mendapatkan data. Dengan mengumpulkan data menggunakan metode ini, saya jadi bisa tau apa kegiatan mereka sebenarnya, mimik wajah mereka saat melakukannya (senang atau tidak) dan keadaan langsung di TKP. Waktu itu saya menginap di rumahnya dan mencatat serta mendokumentasikan berbagai kegiatan yang dilakukan. Ini seru karena saya lakukan sambil bercanda, bersenang senang bersama dia jadi dia tidak merasa awkward walaupun sebenarnya saya sedang mengobservasi kegiatannya. Saya juga ikut membantunya melakukan berbagai kegiatan bersama seperti saat dia melakukan tugas kuliahnya untuk memasak (karena dia bagian hospitality), menonton drakor bersama serta makan bersama keluarganya. Tetapi ada juga beberapa kegiatan yang hanya saya observe misalnya saat dia mandi, mencuci piring, dan lain-lain.&nbsp;<br><br>Kekurangan ketika melakukan penelitian dengan metode ini adalah kita hanya bisa mengobserve tanpa mengetahui jawaban langsung dari mulut sang participant karena tidak sambil melakukan interview jadi tidak bisa menanyakan beberapa pertanyaan. Oleh karena itu waktu itu saya menggabungkan metode observasi dan interview agar dapat mendapat lebih banyak data. Setelah melakukan pengambilan data menggunakan 2 metode tersebut, saya akhirnya mendapatkan jawaban produk apa yang ingin saya jadikan bisnis pada waktu itu.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1064924556/a39a11c33d2df08faa03dbfd2770e29a/Screen_Shot_2021_10_04_at_09_51_57.png" />
         <pubDate>2021-10-04 02:53:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788382862</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>vincentchrr</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788386375</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada saya sekolah SMA kelas 2, saya mendapat tugas untuk mencari tahu mengenai profesi yang akan saya pilih dalam jurusan kuliah yang akan saya pilih. Saya menggunakan metode wawancara atau interview dalam tugas ini. Orang yang saya wawancari adalah ayah saya sendiri karena saya ingin mengambil jurusan yang sebidang dengan pekerjaan ayah saya.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Saya memilih metode ini karena menurut saya paling mudah dan paling banyak manfaatnya. Saya dapat melakukan metode ini di rumah ketika bertemu dengan ayah saya. Metode ini juga dapat mendapatkan data primer dan informasi-informasi yang lengkap karena saya berhak untuk bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sederhana namun detail.&nbsp;saya mendapatkan informasi mengenai bagaimana menjadi seorang national sales manager dibidang alat berat (forklift), bagaimana menentukan target dan mencapai target sales per bulan atau per tahun.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.lsforklifts.com/images/www.lsforklifts.com/extralarge/083232TCM1.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 02:55:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788386375</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cherill Chandra_ 13122010053</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788427433</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah belajar dan memahami berbagai metode pengambilan data, mulai dari <em>in-depth interview, FGD, narrative,</em> dan sebagainya; metode terfavorit saya adalah pembuatan mood board serta interview. Meskipun sebelumnya, saya harus melakukan riset melalui<em> interview, discussion</em>  bersama narasumber yang relevan, sampai akhirnya menangkap intisari yang kemudian dicurahkan ke dalam mood board.&nbsp;<br><br></div><div>Salah satu riset yang pernah saya lakukan berhubungan dengan design job untuk pembuatan postcard, ketika itu saya menjadi asisten design grafis kakak saya sendiri. Saya diharuskan untuk membuat <em>concept</em> akhir berupa mood board, dan sebelumnya saya telah berkonsultasi dengan kakak saya sekaligus ‘riset’ apa yang sebenarnya diinginkan dia sebagai ‘klien’. Setelah berdiskusi beberapa hari, akhirnya saya menyadari <em>‘mood’</em> atau<em> ‘vibes’</em> seperti apa yang harus dicapture untuk hasil akhir postcardnya. Mood tersebut seperti foto terlampir <em>(aesthetic, pastel illustrations, girly vibes)</em>. Dan nantinya, mood tersebut akan disesuaikan dengan design selanjutnya. <br><br></div><div>Saya suka dengan metode <em>mood board</em>, karena data primer yang kita dapatkan dari diskusi dan ‘interview’ tidaklah secara langsung, namun harus dianalisis dan riset lagi melalui resources yang ada sampai akhirnya, kita sendiri dapat menciptakan <em>mood</em> tersebut. <br><br>Dengan melakukan wawancara bersama orang terkait, kita tidak langsung mendapatkan jawaban<em> exact, </em>bisa jadi orang tersebut bilang konsep minimalist, ternyata perspektif minimalist tersebut berbeda dengan kita sebagai creator. Karena itu penting untuk memperhatikan tidak hanya dari jawaban narasumber, namun melihat dia sebagai personality (spekulasi kira-kira apa yang akan dia sukai, apa style yang sesuai, dan tentunya disesuaikan lagi secara ‘hierarki desain’ dan branding dari usahanya). Meskipun interview dirancang untuk mendapatkan jawaban, namun dalam pencurahan mood board, jawaban tersebut tidak bisa ditelan mentah-mentah, karena kita harus melakukan riset lebih mendalam lagi. Sehingga, pembuatan mood board tidaklah mudah dan butuh waktu serta kesabaran. Riset yang menghasilkan data primer namun masih butuh ‘prediksi akurat’.&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344330644/b90cc131352d9ef5b55154257df6a7e3/Screen_Shot_2021_10_04_at_10_11_53.png" />
         <pubDate>2021-10-04 03:20:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788427433</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>christoferbrandon13</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788431967</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurutu saya metode penelitian yang paling saya sukai yaitu metode narative research. Saya pernah melakukan metode tersebut di semester 2 perkuliahan, narative research yang saya lakukan tersebut berujung menghasilkan suatu implikasi pemasaran yang berbentuk sebuah iklan, iklan tersebut terinspirasi dari cerita informan yang merupakan seorang teman saya, disaat interview terjadi, interview tersebut dilakukan secara in-depth yang menjadikan si informan bebas bercerita apa pengalaman mereka. Di semster 2 kemarin saya berkesempatan melakukan narative research terhadap pelanggan Gojek, beliau menceritakan seberapa dekatnya aplikasi tersebut dengan dirinya dan memiliki suatu cerita tersendiri. Jadi, saya melakukan narative research tersebut dan mengikuti semua langkah-langkah yang sudah di ajari oleh dosen saya, yaitu pak Made. Saya mulai menentukan tema dan menyusul plot cerita dari pengalaman informan saya. Dengan struktu cerita yang disusun dengan baik memudahkan kita untuk membuat suatu cerita yang bisa diangkat ke implikasi pemasaran kita, yaitu sebuah iklan.&nbsp;<br><br></div><div>Iklan tersebut menceritakan tentang seorang anak yang memiliki keluarga yang romantis, yang selalu melakukan makan malam keluarga setiap harinya, sampai saat nya dia harus merantau keluar kota di keadaan pandemi ini dikarenakan alasan melanjutkan studi nya. Suatu saat beliau tidak bisa pulang kampung di hari liburnya dikarenakan beliau memilih untuk tidak pulang karna pandemi yang ada dan lebih memilih mengikutin anjuran pemerintah, untuk kebaikan bersama. Disaat itulah Gojek ada dan mereka masih bisa makan bersama dengan menu yang sama karena Gojek memfasilitasi hal-hal tersebut yang membuat mereka bisa melakukan family time walau dipisahkan oleh jarak.&nbsp;<br><br></div><div>Saya memilih metode ini sebagai favorit saya dikarenakan kusukaan saya ngobrol dan berbagi cerita dengan orang-orang. Narative research dan indepth interview yang saya lakukan kemarin ini menurut saya metode yang paling membuat saya enjoy melakukannya dikarenakan terjadinya pembicaraan yang mendalam untuk mendapatkan informasi yang dimiliki informan.<br><br>Berikut link dari implikasi pemasaran yang saya lakukan di semseter 2, yang dikerjakan bersama teman 1 kelompok ( <a href="https://youtu.be/-uFhw05A_Fw">https://youtu.be/-uFhw05A_Fw</a> )<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344349098/c15aa4eec00ddab1545426cd5c0965d9/Screenshot__717_.png" />
         <pubDate>2021-10-04 03:23:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788431967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andruyeo_13122010018</title>
         <author>andruyeo08</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788433662</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari semester-semester lalu kami banyak sekali menggunakan metode-metode penelitian yang diajarkan seperti metode penelitian kualitatif, semiotic, observation, narrative, FGD(Focus Group Discussion). banyak dari metode-metode tersebut seringkali kami gunakan untuk mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.jadi pada kesempatan ini saya ingin membagikan pengalaman saya dalam melakukan metode pengambilan data yang paling membuat saya tertarik.</div><div><br></div><div>Pada semester-semester sebelumnya kami banyak mendapatkan tugas yang membutuhkan metode-metode penelitian untuk mendapatkan informasi yang kami ketahui dari pelajaran di semester-semester sebelumnya dan juga akan kami perdalam pada semester ini lagi ,namun salah satu yang paling membuat saya tertarik adalah pada saat kami melakukan kegiatan FGD untuk mendapatkan informasi tentang “pentingkah barang branded di zaman sekarang?” karena informan yang kami dapatkan memiliki pendapat yang sangat beragam karena mereka berasal dari keluarga yang penghasilannya berbeda-beda sehingga pendapat dari mereka semua menjadi sangat beragam. pada tugas dimana kami menggunakan FGD untuk mendapatkan informasi kami membagi para informan menjadi 2 grup yaitu informan yang pria dan wanita karena menurut kami barang branded yang dimiliki oleh wanita dan pria sedikit berbeda dan tidak dapat disamakan sehingga informasi yang kami dapatkan dapat lebih beragam dan valid.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344346357/42537e311d357fb011237d3360ffa886/Screenshot_2021_10_04_101914vnfgh.png" />
         <pubDate>2021-10-04 03:24:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788433662</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Azzara Kusumawardhanie - 13122010110</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788441965</link>
         <description><![CDATA[<div>Selama saya berkuliah di Prasetiya Mulya saya banyak melakukan riset data primer pada beberapa mata kuliah. Saya sudah pernah melakukan In depth interview, narrative, hingga FGD bersama kelompok. Semua cara yang saya pernah lakukan itu bertujuan yang sama untuk eksplorasi dan mendapatkan informasi lebih untuk penelitian. Menurut saya, metode penelitian kualitatif yang paling menarik adalah narrative research. Karena bukan hanya sekedar mencari informasi tapi saya juga dapat menjadikan orang yang saya interview ini sebagai inspirasi. Nah apa aitu narrative research? Narrative research merupakan metode penelitian kualitatif yang memiliki tujuan untuk mendalami makna seseorang berdasarkan pengalamannya untuk dijadikan sebuah informasi yang bermakna.&nbsp;</div><div>Pada saat itu, saya mendapatkan kesempatan untuk mengetahui pengalaman pak Suherman yang termasuk pendiri perusahaan Blibli. Saya melakukan penelitian ini untuk mendalami dan mengetahui pemikiran juga prinsip hidup pak Suherman untuk bisa berada di posisi beliau yang sekarang. Karena tidak mudah untuk menjadi di posisi beliau yang sekarang yang bisa dibilang sukses dalam berbisnis karena sudah memiliki banyak pengguna aplikasi blibli, memiliki banyak karyawan dan sebagainya. Saya juga menanyakan proses jatuh bangunnya beliau dalam dunia bisnis. Dan dari situ saya mendapatkan insight baru yang bisa saya gunakan untuk penelitian dan berguna untuk diri saya sendiri juga.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1378027918/1b2d5e7daf8cccfd9f27494cdc2669dc/Screen_Shot_2021_03_14_at_15_48_19.png" />
         <pubDate>2021-10-04 03:29:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788441965</guid>
      </item>
      <item>
         <title>13122010130- Shany Poernama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788479827</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pengumpulan data primer yang secara pribadi menjadi favorit saya adalah metode narrative research. Lalu apa sih narrative research itu? Narrative research adalah studi tentang kehidupan individu seperti yang diceritakan melalui kisah-kisah pengalaman mereka, termasuk diskusi tentang makna pengalaman-pengalaman bagi individu. Dalam hal ini saya dan kelompok saya pada semester lalu menguji beberapa metode research pada mata kuliah consumer insight, dan setelah mencoba beberapa metode yang menurut saya paling menarik hingga dapat menjadi favorit saya adalah narrative research ini. Menurut saya pribadi kenapa metode ini dapat menjadi favorit saya karena metode ini membutuhkan cerita dari konsumen, dan tiap konsumen tentunya memiliki pengalaman berbeda-beda dan tentunya menarik terhadap suatu brand/produk. Pada saat itu saya dan kelompok saya memilih untuk melakukan riset terhadap brand Glico wings. Saat mengerjakan tugas ini kami benar-benar menikmati proses melakukannya karena dengan metode mendengarkan cerita orang, lalu menginterpretasikan cerita dan juga membuat iklan dari hasil interpretasi cerita tersebut(tugas pada saat itu).&nbsp; Pada saat itu hasil interpretasi dari cerita informan kami adalah es krim glico ini dapat membangkitkan semangat, membuat suasana menjadi lebih bahagia, juga dapat membuat saat-saat berkumpul lebih hangat oleh karena itu kami membuat implikasi pemasaran salah satunya adalah “share your happiness”. Karena berdasarkan narrative research yang kami lakukan, customer lebih sering menikmati es krim bersama dengan keluarga atau teman terdekat. Oleh karena itu, Glico Wings sebaiknya melakukan campaign mengenai kebersamaan dan kenikmatan makan ice cream bersama orang lain. Berikut hasil dokumentasi beberapa screenshot dari video iklan yang kelompok saya buat.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344348083/41db71e04a4c61694ccf4732d1d10f0d/2021_10_02.png" />
         <pubDate>2021-10-04 03:53:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788479827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marco Darmawan-13122010170</title>
         <author>marcomc380</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788483278</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan pengalaman saya,Saya merasa metode penelitian favorit saya adalah Narrative Research.Saya pernah melakukan metode Narrative Research saat semester 2.Metodologi penelitian yang saya&nbsp; gunakan adalah metode kualitatif yang dimana cenderung menggunakan analisis dari data yang didapatkan dan bersifat deskriptif. Lebih tepatnya metode kualitatif yang digunakan adalah wawancara (<em>in-depth interview</em>) yaitu, melakukan percakapan langsung terhadap narasumber baik seorang atau lebih. Wawancara yang dilakukan berisikan <em>restorying</em> pengalaman atau perjalanan hidup dan bisnis yang dilakukan oleh narasumber.Di semester 2 kemarin saya melakukan Narrative Research dengan seorang pengusaha muda bernama Faris Irshandi&nbsp; beliau merupakan pengusaha muda yang bergerak di bidang <strong>F&amp;B</strong> yaitu Adara Coffe dan Pizza Lab.Alasan saya menyukai metode Narrative Research karena saya enjoy melakukanya hal itu disebabkan karena terjadinya pembicaraan yang mendalam (<em>In-Depth Interview</em>) untuk mendapatkan informasi yang detail dari narasumber.</div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344343484/704dafd9b5bfba7d68c0b814fc11bd11/Fnb_1.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 03:55:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788483278</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kent Nelsen -13122010034</title>
         <author>kentnelsen19</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788493170</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman saya dalam pengambilan data yang cukup berkesan adalah saat mata kuliah consumer insight karena memang mata kuliah ini berfokus pada research. Metode research yang berkesan bagi saya adalah metode narrative. Dengan menggunakan metode ini, saya tidak hanya mencari tahu suatu informasi lebih dalam tapi saya juga menjadi mengenal informan. Dengan menggunakan metode narrative, saya merasa bisa berada di sepatu informan saat itu. Research narrative ini saat itu dilakukan kepada seorang asisten rumah tangga di kota besar untuk mengetahui bagaimana kehidupannya di kota yang bisa dibilang berbeda dari kehidupannya di kampung halamannya.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Tujuan peneliatan kelompok saya pada saat itu adalah untuk mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan oleh ART dan suka duka apa saja yang dilalui oleh mereka. Informan kami adalah seorang perantau yang akhirnya memutuskan untuk bekerja sebagai seorang ART untuk membantu kondisi ekonomi keluarganya di kampung halamannya. Kehidupan informan kami saat itu bisa dibilang cukup berat karena harus meninggalkan keluarga untuk mencari nafkah dan menghadapi lingkungan baru. Pekerjaan informan kami sama seperti ART lainnya, yaitu membantu mengurus rumah. Namun mengurus rumah di kota besar tentu berbeda dengan mengurus rumah di kampung. Informan kami bercerita bahwa banyak hal yang harus dipelajari olehnya seperti menggunakan vacuum cleaner ataupun memasak masakan seperti steak.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Melalui research ini, saya lebih memahami bagaimana kehidupan seorang perantau yang menjadi seorang ART di kota. Saya bisa menjadi lebih bersimpati kepada ART lainnya juga dan memahami cara berpikir mereka. Metode narrative ini menurut saya sangat menarik karena cara penyampaiannya dengan bercerita dan terasa lebih asli dan hidup, bukan seperti penelitian yang kaku.<br><br></div><div>&nbsp;<br>Gambar yang disertakan menunjukkan sesi interview dengan informan pada saat itu dan sebuah gambar vacuum cleaner yang ternyata memiliki kesan yang sangat berbeda di pandangan kami dan pandangan informan kami. Vacuum cleaner yang merupakan barang sehari-hari kita ternyata dipandang sebagai barang baru dan cukup asing oleh informan kami.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1359139574/d7d78a6ed84963d5685111fec7e941b1/download.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 04:02:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788493170</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>cittadevihs</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788701034</link>
         <description><![CDATA[<div>Selama mengikuti pembelajaran consumer insight di semester 2, saya banyak melakukan pengambilan data primer bersama dengan kelompok mulai dari in-depht interview, Narative research, FGD, dan masih banyak lainnya. Dari beberapa metode pengambilan data primer yang pernah saya lakukan, saya paling tertarik dengan pengambilan data primer yang menggunakan metode FGD.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Focus Group Discussion atau yang disebut dengan FGD adalah suatu diskusi kelompok secara terarah yang digunakan sebagai metode pengambilan data dalam penelitian sosial. Didalam FGD membahas suatu topik tertentu dengan peserta 8-12 orang dan biasanya para peserta memiliki suatu hal kesamaan di antara mereka. Tim di dalam FGD juga memiliki peran masing-masing, mulai dari moderator, notulen, transcriber, dan masih banyak lainnya.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Saya dan kelompok menggunakan teknik pengumpulan data FGD untuk mendapatkan insight mengenai fast fashion dan branded, apa yang menjadi pilihan mereka dan pendapat mereka mengenai hal tersebut. Kami juga ingin tau hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangan mereka dalam membeli suatu barang.&nbsp; Narasumber kami pada waktu itu merupakan anak kuliahan, dengan rentan umur 18 – 20 tahun. Kami memilih anak kuliahan sebagai narasumber kami, karena biasanya kebanyakan anak muda merupakan orang yang mementingkan fashion dan barang barang branded.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1080604600/e95545764cf27dc25780b33cff82ab04/Untitled.png" />
         <pubDate>2021-10-04 06:31:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788701034</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hector Leonardi (13122010137)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788720563</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Salah satu pengalaman dalam pengambilan data primer dengan menggunakan metode<strong> interview/Interview</strong> adalah ketika saya sempat mencari,menggali informasi dan insight yang dapat berguna untuk keperluan family business saya dalam bidang percetakan offset khususnya di bagian kemasan. Tujuan utama saya dalam melakukan interview adalah untuk memvalidasi unique selling proposition dari bisnis keluarga saya yaitu “mencetak kemasan dengan quantity sedikit”, saya ingin mengetahui apakah diferensiasi brand saya merupakan sesuatu yang dicari oleh customer saya. Pria yang saya interview merupakan Client saya, beliau adalah sebuah pengusasha di bidang makanan martabak dimana mereka membutuhkan kemasan dalam menjalankan usaha mereka. Secara singkat, saya mempertanyakan pain point yang dihadapi ketika mencari kemasan dan solusi yang menyelesaikan masalah tersebut. Alhasil saya mendapatkan banyak sekali insight. Insight yang dapatkan adalah paint point yang mereka hadapi dalam mencari kemasan adalah : <strong>Masalah =&gt; </strong>Susah mencari perusahaan percetakan yang menhadirkan custom printing (Yang bisa mencetak sesuai brand mereka) dengan kuantitas yang sedikit. <br><strong>Solusi =&gt; </strong>Solusi yang mereka lakukan adalah membeli kemasan yang sudah jadi di market place tanpa logo mereka <br><strong>Solusi yang kami tawarkan =&gt;</strong> Menyediakan kemasan yang dapat bersainga dari segi kualitas dan harga kemasan yang dijual di market place e-commerce. Selain itu kami menyediakan jasa custom printing dan juga dengan kuantitas sedikit. <br><strong>Kesimpulan =&gt;</strong> Secara kesimpulan dengan melakukan metode interview untuk pengambil data primer menunjukan bahwa Unique Selling Proposition dalam bisnis saya tervalidasi dari segi konsumen dan juga mendapatkan insight &amp; paint point.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344366069/94903de658fa95057e907dffc7591642/Martabak.jpg" />
         <pubDate>2021-10-04 06:43:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788720563</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shanon Chu 13122010136</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788725750</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode pengumpulan data primer yang pernah saya lakukan dan berkesan bagi saya adalah In-Depth Interview. Saya berkesempatan untuk melakukan In-Depth Interview pada pelajaran Consumer Insight semester lalu secara online, untuk&nbsp;meneliti produk oli Fastron Eco Green. Untuk penelitian ini, kami melakukan wawancara yang mendalam dengan salah satu pembalap mobil LCGC yang menggunakan oli Fastron Ecogreen. Menurut saya, melalui In-depth interview secara satu persatu, peneliti dapat lebih maksimal menggali dan mendapat informasi spesifik dari narasumbernya, tanpa terpengaruh bias atau pengaruh narasumber lainnya. Seperti halnya, itu lah yang kami rasakan saat melakukan interview dengan Kak Addyek. Kami mendapat insights dan informasi menarik yang kami tidak tahu atau tidak expect sebelumnya. Seperti titik didih oli Fastron Ecogreen yang lebih lama dibandingkan oli LCGC lain, jarak maksimal yang bisa ditempuh, juga pendapatnya jika digunakan untuk membalap. Dengan In-Depth Interview, kami dapat menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik dibuat untuk sang narasumber, sehingga jawabannya juga lebih personal dengan narasumber dan menghasilkan insight yang konkrit. Kami juga menunjukkan tiga iklan Fastron Ecogreen yang sudah ada sebelumnya, juga iklan oli kompetitor untuk mendapatkan pendapat video itu masing-masing di mata narasumber tersebut. Dari hal ini, kami jadi mengetahui apa yang patut ditingkatkan dalam marketing approach dan iklan Fastron Ecogreen, juga menggunakan insights yang didapatkan untuk membuat marketing implications dan target market, serta consumer persona yang lebih bervariasi.</div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1369742771/b350ebc1aac62c6f713e0ff37b3d0d50/Screen_Shot_2021_10_04_at_13_16_37.png" />
         <pubDate>2021-10-04 06:46:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1788725750</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Madelaine Karina Chandra - 13122010061</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1789147770</link>
         <description><![CDATA[<div>Tentunya saya sebagai seorang mahasiswa tidak asing lagi dengan melakukan pengambilan data secara primer untuk kebutuhan akademis, baik dari tugas saya semester-semester lalu, maupun tugas saya semasa SMA. Semua metode pengambilan data pernah saya coba dari Interview, Semiotics, Observation, Focus Group Discussion, hingga Narrative. Salah satu pengalaman saya yang paling saya ingat adalah saat semester lalu diberi tugas untuk mata kuliah Consumer Insight dimana saya dan teman-teman sekelompok harus membuat Narrative Ads. Narrative Ads adalah iklan yang menggunakan cerita narasi untuk menarik konsumennya, disini ads yang dibuat harus relatable dan menarik perhatian banyak orang. Oleh karena itu kami diwajibkan untuk mewawancarai orang dengan pengalaman uniknya mengenai brand yang akan dibuatkan iklannya. Brand yang kami pilih adalah Discord dan kami mendapatkan narasumber yang mempunyai cerita menarik dengan aplikasi Discord. Kami melakukan pengambilan data kualitatif menggunakan metode Online Interview via Google Meet. Interview adalah metode yang menurut kami paling cocok untuk menggali data primer untuk tugas narrative ads, dimana kami hanya membutuhkan satu cerita dari narasumber. Dan dengan interview dia bisa bebas menceritakan pengalamannya secara detail. Alhasil kami mendapatkan cerita yang cukup menarik untuk tugas Narrative Ads kami, yaitu cerita pelajar yang <em>cinlok</em> karena Discord dan akhirnya jadian meski PPKM dan mereka belum pernah bertemu tatap muka. Dari tugas tersebut saya merasa bahwa cerita narasi sangatlah penting untuk mendapatkan pengalaman konsumen dari brand tersebut sekaligus mendapatkan cerita yang menarik dan relatable untuk banyak konsumen lainnya. Narasi juga merupakan metode favorit saya karena dengan menceritakan sebuah narasi kita dapat mengetahui pengalaman lengkap narasumber. Narasi sendiri juga merupakan informasi yang mudah dicerna dan diingat serta menceritakan pengalaman personal secara kronologis.</div><div><br></div><div>	</div><div>Hasil Narrative Ads kami :&nbsp; https://drive.google.com/file/d/18NgFNI91ZOMWWbNiqApLtkBl681H4QLP/view</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344335272/c265fff5e44c2a8a5477a639fe7acf60/Screenshot__33_.png" />
         <pubDate>2021-10-04 10:25:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1789147770</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elysia Arista - 13122010025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1789575463</link>
         <description><![CDATA[<div>Seperti yang sudah saya pelajari dalam mata kuliah Consumer Journey minggu ini, terdapat beberapa cara pengambilan data primer. Sebelumnya saya juga telah menggunakan beberapa metode pengambilan data primer seperti melakukan interview, FGD, narrative research, observasi dan lain sebagainya. Dari berbagai metode pengambilan data tersebut, yang merupakan metode favorit dan berkesan bagi saya adalah narrative research. Saya melakukan metode narrative research untuk tugas mata kuliah Consumer Insight pada semester 3 yang lalu. Metode pengambilan data narrative research merupakan urutan peristiwa secara terperinci yang dialami seseorang dan menggambarkan kehidupan individu tersebut. Topik yang kami angkat untuk narrative research kami adalah mengenai kisah perjalanan informan kami menjadi seorang wirausahawan sukses dan wanita karir yang dulunya hidup sederhana dan bagaimana cara ia menentang budaya patriarki yang mengakar di masyarakat. Kebetulan pada saat itu informan kami merupakan ibu dari teman kelompok kami. Dengan adanya narrative research ini, saya mendengar cerita perjuangan hidup yang luar biasa dan mendapat banyak pelajaran. Kami juga meminta informan kami untuk menceritakan perjalanan merintis usahanya dengan detail seperti kronologis atau urutan kejadiannya, waktu dan tempat yang spesifik, dan siapa saja orang yang terlibat dalam kejadian tersebut. Hal ini membuat cerita yang tersampaikan menjadi lebih jelas alurnya dan mudah dimengerti. Salah satu hal yang paling berkesan dari informan kami adalah bahwa ia adalah seorang yang mau terus berusaha dan tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang hadir. Bahkan sampai saat ini, walaupun ia sudah bisa dibilang sukses dalam berwirausaha, ia tetap berusaha mencari peluang yang ada dan tidak mau hanya mengharapkan penghasilan dari suaminya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344333378/7f52f3929880388103c58be2ba7de54d/Screenshot__618_.png" />
         <pubDate>2021-10-04 13:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1789575463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Julio Antono - 13122010044</title>
         <author>julioantono1014</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1790139942</link>
         <description><![CDATA[<div>Selama saya melakukan penelitian untuk mendapatkan data primer sebenarnya bagi saya tidak ada yang terlalu menarik dalam pengumpulan datanya, karena semuanya sesuai dengan bayangan saya sebelum melakukan penelitian tersebut, jadi tidak ada yang terlalu memorable, penelitian - penelitian yang pernah saya lakukan adalah, in-depht interview, observer as participant, focus group discussion, semiotic (melalui pertanyaan di in-depht interview), wawancara dan survey. Tapi jika harus memilih ada 1 yang menurut saya cukup berkesan yaitu pada metode in-depht interview. Pada metode ini saya bilang cukup menarik karena, pertama topik yang dibahas menurut saya sangat relevan pada masa sekarang, yaitu tentang pandangan merek rokok dipandangan setiap orang, hal ini menarik karena disini kita dapat melihat bahwa iklan, branding,dll sangat berpengaruh besar terhadap pandangan seseorang akan brand tersebut, sehingga kita jadi tau bagaimana strategi yang harus diterapkan agar brand tersebut mendapat pandangan yang diinginkan sehingga target marketnya dapat kena semua. Kedua, saat melakukan interview ini semuanya berjalan dengan lancar dan baik, bahkan ada beberapa jawaban yang cukup unik contohnya, interviewee ini memiliki pandangan bahwa rokok esse adalah rokok untuk para wanita.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344351505/0fc1753a78c924482b6185aa9fd83160/image.png" />
         <pubDate>2021-10-04 15:50:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1790139942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aldo Pandowo 13122010102</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1790228960</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu pengamalan riset terbaik saya adalah ketika saya sedang berusaha mengambil&nbsp; data primer dengan cara FGD dengan teman-teman kelompok semester lalu. Kami memiliki sebuah nama tim yang kami buat sendiri yaitu, Dream Team. FGD yang kami lakukan adalah topik tentang “Best age for marriage” yang kami jalankan untuk menyelesaikan sebuah tugas Consumer Insight.&nbsp;</div><div><br></div><div>Pada saat itu kami mengumpul kan strata yang cocok, mengundang banyak mahasiswa yang seumuran kita baik cowo maupun cewe untuk mendapati sudut pandang mereka terhadap pernikahan.&nbsp;</div><div><br></div><div>Ada beberapa pertanyaan yang kami ajukan pada saat itu seperti:&nbsp;</div><ol><li>Umur terbaik untuk menikah&nbsp;</li><li>Apa yang harus dipersiapkan sebelum menikah</li><li>Apa syarat lawan jenis mereka untuk bisa menikah dengan mereka</li><li>Apa yang membuat mereka ingin menikah maupun tidak&nbsp;</li></ol><div><br></div><div>Dan masih banyak lagi. Kami menggunakan semua data-data ini untuk membuat paper dan presentasi. Kami sangat bahagia di saat itu karena dosen pak Hanesman sempat mengakui kerja keras dan memuji kita.&nbsp;</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1364701897/dcec853c0baa9a9a7f689e1bf31fec28/group_one.PNG" />
         <pubDate>2021-10-04 16:18:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1790228960</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ferdine Febian 13122010105</title>
         <author>ferdinefebiansentosa</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1791619339</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan pengalaman hidup saya, saya sudah beberapa kali melakukan riset berbagai macam metode dalam pengambilan data untik tujuan dan alasan tertentu.</div><div>&nbsp;</div><div>Berbagai metode dan analisis kami lakukan dari berbagai sumber dan biasanya saya lakukan baik secara Individu maupun kelompok.</div><div>&nbsp;</div><div>Metode pengambilan data yang paling dan cukup berkesan merupakan kualitatif metode, dari teknik Forum Group Disscussion. Pada saat itu saya mengambil tema dari cyber bullying. FGD cukup berkesan buat saya karena pada saat itu juga merupakan pengalaman pertama saya dalam melakukan pengambilan data berbasih FGD. Sehingga banyak tantangan yang membuat saya cukup bingung. Seperti pengumpulan peserta yang berjumlah 8 orang. Sehingga masing-masing dari kita harus mencari 1 informan untuk mau kita undang dalam FGD. Informan tersebut juga tidak mudah didapatkan karena mereka juga harus mengerti dan menguasai tentang topik yang ingin kami diskusikan. Tak sampai disitu, kesulitan dalam mengatur waktu agar semua peserta dan tim nya bersedia untuk hadir diwaktu yang bersamaan juga cukup menantang, ditambah lagi banyak peserta yang menolak keberlangsungan FGD karena durasi waktu yang relative lama dan malu akan mengutamakan pendapatnya.</div><div>Setelah proses FGD juga kami harus merecord serta traskrip hasil dari jawaban mereka dan nantinya kami akan analisis untuk dijadikan data sebagai data Kualitatif.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1386370053/3fcfd8e33b0f77e9877dc706ddd5b0e8/Screen_Shot_2021_10_05_at_10_16_12.png" />
         <pubDate>2021-10-05 03:23:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1791619339</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Delphine Aurelia Darmadi - 13122010106</title>
         <author>delphineaurelia</author>
         <link>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1793271070</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman saya melakukan riset data primer adalah pada saat saya mengikuti mata kuliah Consumer Insight di semester 2. Saya bersama dengan kelompok saya banyak melakukan penelitian, mulai dari <em>FGD, In-depth interview, narrative,</em> dan lain-lain yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi terkait topik yang ingin diteliti. Dari setiap metode penelitian yang pernah saya lakukan, menurut saya metode penelitian yang paling berkesan bagi saya adalah metode penelitian kualitatif <strong><em>narrative research</em></strong>.&nbsp;<br><br></div><div><strong><em>Narrative research </em></strong>adalah sebuah metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk eksplorasi secara mendalam mengenai makna yang diberikan seseorang melalui pengalaman hidupnya secara real. Pada waktu itu, saya bersama dengan kelompok saya melakukan penelitian naratif ini guna untuk menggali pemikiran-pemikiran dan insight dari pengalaman narasumber kami dalam merintis bisnisnya mulai dari 0 hingga bisa menjadi pengusaha sukses yang saat ini sudah memiliki banyak cabang yang tersebar di JABODETABEK. Kami juga ingin mengetahui apa saja tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh narasumber kami dalam prosesnya mendirikan usahanya. Sehingga, seluruh informasi dan insight yang kami dapatkan dapat menjadi pembelajaran bagi kami ketika kami nantinya terjun ke dunia bisnis.&nbsp;<br><br></div><div>Dari interview yang saya dan kelompok saya lakukan, beliau menceritakan secara detail pengalaman hidupnya mulai dari 0 hingga saat ini dapat menjadi pengusaha dengan omset yang besar per bulannya. Melalui interview ini, saya banyak sekali mendapatkan insight baru dan sangat menarik dari narasumber kami untuk nantinya dapat saya aplikasikan dalam kehidupan saya. Informasi yang kami dapatkan dari interview ini kami olah dan analisis kembali dan dikaitkan dengan teori-teori yang sudah pernah kami pelajari seputar tentang teori Consumer Behavior dan Consumer Insight.&nbsp;<br><br></div><div>Interview yang saya lakukan terdiri dari 7 orang interviewer dan 1 orang narasumber yang dilakukan via Zoom. Biasanya, metode penelitian kualitatif dilakukan dengan jumlah sample yang lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pertanyaan yang diberikan pun tidak tersruktur, maksudnya adalah pertanyaan yang diberikan berdasarkan jawaban dari narasumber, walaupun biasanya tetap menyiapkan pertanyaan panduan. Saya menyukai metode kualitatif karena dapat membuka pikiran saya secara luas dan juga dengan menggunakan metode ini saya dapat menjangkau hal-hal yang lebih mendalam. Dengan metode kualitatif saya merasa lebih banyak mendapatkan informasi terkait topik yang ingin saya teliti dan cenderung menggali informasi sampai ke akarnya. Menurut saya, metode penelitian naratif atau narrative research ini dapat menyajikan data yang mendalam mengenai peristiwa atau fenomena tertentu yang dialami seseorang karena berfokus pada gambaran secara mikroanalitik (cerita individu).&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1344346349/cde6d207a4f770088fc31485dd1f9471/Screen_Shot_2021_10_05_at_9_28_04_PM.png" />
         <pubDate>2021-10-05 14:30:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yudhohartono1/metodefav3f/wish/1793271070</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
