<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia by Sukma Windyasari</title>
      <link>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang</link>
      <description>Yuk! Asah Literasimu</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-12-21 03:37:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-20 05:08:23 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f469-1f3eb.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Literasi 1</title>
         <author>sukmawindyasari96</author>
         <link>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426363026</link>
         <description><![CDATA[<div>" Dari keempat teori tentang asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia, Tidak satupun yang paling benar dari yang lainnya. Hal itu karena ilmuwan memiliki data yang sangat terbatas. Tidak ada juga bukti tulisan yang menegaskan asal-usul dan identitas mereka. Yang ada hanya bukti-bukti arkeologis berupa fosil-fosil dan benda-benda peninggalan masa praaksara, yang penafsiran atasnya berbeda-beda antara satu ilmuwan dengan ilmuwan lainnya."<br><br>Berdasarkan teks tersebut, apakah kesulitan terbesar para imuwan dalam memecahkan teka-teki asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 03:50:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426363026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literasi 2</title>
         <author>sukmawindyasari96</author>
         <link>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426369840</link>
         <description><![CDATA[<div>"Menurut Teori Nusantara, ketika Nusantara dimasuki oleh ras-ras pendatang baru dari luar Nusantara, Homo wajakensis dan Homo soloensis tidak punah, tetapi melebur melalui proses kawin-mawin (kohabitasi) dengan ras pendatang baru. Kohabitasi dengan ras-ras pendatang baru menghasilkan manusia Indonesia seperti sekarang. Pandangan tersebut berlawanan dengan pandangan populer bahwa manusia jenis homo tersebut telah punah atau dalam proses kepunahan ketika ras-ras pendatang baru tiba. Faktor utama kepunahan adalah keterbatasan kemampuan otak untuk membuat strategi-strategi baru menyesuaikan diri dengan alam, termasuk keterbatasan menggunakan otak untuk mengatasi berbagai penyakit yang timbul."<br><br>Berdasarkan teks tersebut, tuliskan 2 pandangan tentang keberadaan manusia purba Nusantara pasca kedatangan ras-ras pendatang baru ke Nusantara.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 04:04:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426369840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literasi 3</title>
         <author>sukmawindyasari96</author>
         <link>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426376878</link>
         <description><![CDATA[<div>"Selain budaya maritim, kebudayaan lain yang dibawa nenek moyang bangsa Indonesia dari Taiwan, diantaranya bercocok tanam (padi, jewawut, tebu, ubi dan keladi raksasa). Dalam perkembangannya, budaya bercocok tanam dengan tempat tinggal menetap melahirkan budaya-budaya baru yang lain, seperti teknologi perkapalan, pembuatan gerabah, penggunaan perhiasan dari kerang dan kebiasaan makan sirih.Budaya maritim memungkinkan mereka menyebar sampai ke wilayah jauh, sedangkan budaya bercocok tanam memungkinkan mereka membangun hunian yang menetap di tempat-tempat yang baru."<br><br>Berdasarkan teks tersebut, apakah faktor utama yang membuat manusia praaksara dan Taiwan meninggalkan tradisi nomaden, sebuah tradisi yang dipraktikkan manusia-manusia praaksara sebelumnya? (Jawablah dalam 4 kata)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 04:20:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426376878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literasi 4</title>
         <author>sukmawindyasari96</author>
         <link>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426390573</link>
         <description><![CDATA[<div>"Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia purba Nusantara seperti Meganthropus, Pithecanthropus dan Homo bergantung pada aktivitas berburu untuk bertahan hidup. Oleh karena itu berburu menjadi sarana utama untuk bertahan hidup, kehidupan manusia purba Indonesia pada masa ini ersifat nomaden. Kehidupan menetap (sedenter) belum dikenal."<br><br>Berdasarkan teks tersebut,m apakah hubungan antara tradisi nomaden dan aktivitas berburu?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 04:47:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426390573</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Literasi 5</title>
         <author>sukmawindyasari96</author>
         <link>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426442021</link>
         <description><![CDATA[<div>"Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia purba Nusantara berburu dengan menggunakan alat tertentu, tidak dengan tangan kosong. Sesuai perkembangan otaknya yang masih terbatas, alat yang mereka gunakan masih sangat sederhana, yaitu alat-alat dari batu, kayu dan tulang hewan yang masih kasar. Temuan alat-alat dari batu yang ditemukan di Indonesia paling banyak berupa kapak perimas, alat serpih, dan alat-alat dari tulang. Selain ketiga alat tersebut, ditemukan pula alat-alat seperti kapak genggam dan kapak penetak."<br><br>Berdasarkan teks tersebut, mengapa manusia-manusia purba Nusantara tidak menggunakan alat-alat yang sudah halus untuk berburu?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 06:37:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sukmawindyasari96/asalusulnenekmoyang/wish/2426442021</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
