<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Makam Tunggal dan Makam Telu by Anis Fitri R</title>
      <link>https://padlet.com/afirarachmawati/MakamTunggaldanMakamTelu</link>
      <description>Makam Tunggal dan Makam Telu berada dalam satu kompleks</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-01-16 16:24:39 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-15 00:37:11 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Makam Telu</title>
         <author>afirarachmawati</author>
         <link>https://padlet.com/afirarachmawati/MakamTunggaldanMakamTelu/wish/2445847291</link>
         <description><![CDATA[<div>Makam Telu, disebut sebagai ‘Makam Telu’ karena di dalam kompleks makam tersebut terdapat tiga makam di antaranya yaitu Makam dengan tulisan nama Syekh Abdul Qadir Jaelani Shini, Syekh Maulana Sekah, dan Syekh Maulana Ibrahim. Ketiga tokoh tersebut merupakan murid dari Syekh Jumadil Kubro. Maulana Sekah merupakan seorang tokoh Islam yang diketahui dari Blambangan (Harahap, 1951:34). Makam Syekh Maulana Sekah pada bagian dalam nisan kepala terdapat inskripsi Huruf Arab Tauhid (Mashud, 2021:66). Maulana Ibrahim merupakan orang terkemuka sebagai penyebar agama Islam di Jawa (Alwi, 1957:46). Makam Maulana Ibrahim bagian dalam nisan kepalanya terdapat inskripsi Huruf Arab penggalan ayat Al-Qur’an Surat Al-Imran:185. Kemudian Makam Syekh Abdul Qadir Jaelani Shini, pada Makam Syekh Abdul Qadir Jaelani Sini, bentuk nisan kepala dan kakinya yaitu kurung kurawal. Bagian dalam nisan kepala terdapat inskripsi Huruf Arab berupa potongan ayat-ayat Al-Qur’an yang menggunakan kaligrafi <em>(Khat)</em> Naskhi. <em>Khat</em> Naskhi tersebut merupakan tulisan Huruf Arab yang mudah untuk dibaca dibandingkan dengan <em>khat</em> lainnya. Hal tersebut dikarenakan <em>Khat </em>Naskhi dalam aturannya harus dituliskan menggunakan <em>harokat</em>, sehingga mudah untuk dibacanya (Irawant, 2015:46).&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-16 16:25:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afirarachmawati/MakamTunggaldanMakamTelu/wish/2445847291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Makam Tunggal</title>
         <author>afirarachmawati</author>
         <link>https://padlet.com/afirarachmawati/MakamTunggaldanMakamTelu/wish/2445849850</link>
         <description><![CDATA[<div>Makam Tunggal (Makam Syekh Jumadil Kubro). Syekh Jumadil Kubro dikenal sebagai pembimbing dari para wali (Janah &amp; Ayundasari, 2021). Namun, penjelasan mengenai Syekh Jumadil Kubro yang disebut sebagai pendahulu dari para wali mempunyai berbagai macam versi. Akan tetapi, dari semua versi tersebut menyatakan bahwa sebelum zamannya para wali, Syekh Jumadil Kubro terlebih dahulu melangsungkan dakwah dipulau Jawa. Syekh Jumadil Kubro menginjakkan kaki di pulau Jawa yakni pada abad ke-14. Pada saat itu agama yang berkembang di pulau Jawa masih didominasi oleh agama Hindu dan Buddha yang masih sangat kuat. Meskipun pada saat itu masih didominasi dengan agama Hindu dan Buddha yang sangat kuat, Syekh Jumadil Kubro berhasil menyebarkan islam dikalangan kerajaan Majapahit berkat ketekunan dan kemahirannya dalam berdakwah. Makam Syekh Jumadil Kubro yang terdapat di wilayah Makam Troloyo. Pada bagian dalam nisan kepalanya terdapat tulisan Huruf Arab yang merupakan kutipan dari ayat Al-Qur’an surat Ali Imran:185, Al-Anbiya:35, Al-Ankabut:57, Ar-Rahman:26, dan Al-Qashas:88, dan Asmaul Khusna (Chawari, 1997:55).&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-16 16:28:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/afirarachmawati/MakamTunggaldanMakamTelu/wish/2445849850</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
