<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Identifikasi penelitian sosial by Safitri Setyorini</title>
      <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-24 00:33:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-30 15:17:51 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>ssafttt</author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3184660537</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : </p><p>No.absen :</p><p><strong>Judul :</strong></p><p>Latar Belakang :</p><ul><li><p> </p></li><li><p> </p></li><li><p><br/></p></li></ul><p>Rumusan masalah :</p><p>Tujuan penelitian :</p><p>Pertanyaan penelitian :</p><p>(Penugasan lanjutan)</p><p>Teori :</p><p>Metode Penelitian :</p><p>Hasil &amp; Pembahasan :</p><p>Kesimpulan :</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-24 00:57:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3184660537</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185674667</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Aldi febrianto </p><p>No      :02</p><p>Kelas  :XE-2</p><p>Judul penelitian  :"Analisis dampak pengangguran yang berpengaruh terhadap individual"</p><p><br/></p><p>Latar belakang:</p><p>Pengangguran individu cenderung sebagian besar berasal dari tenaga kerja dengan tingkat sekolah menengah atas baik umum atau kejuruan, dan gelar Sarjana dibandingkan dengan tingkat pendidikan menengah dan dasar. Hal ini disebabkan kurangnya sinkronisasi antara perencanaan pendidikan serta ketersediaan lapangan kerja dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi yang dimiliki oleh tenaga kerja akan semakin tinggi juga aspirasinya untuk mendapatkan posisi yang lebih tepat atau peluang kerja.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Rumusan masalah:</p><p><br/></p><p>1. Bagaimana faktor pendidikan mempengaruhi tingkat pengangguran di kalangan generasi muda?</p><p>2. Apakah keterampilan teknis dan non-teknis yang dimiliki oleh tenaga kerja cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja saat ini?</p><p>3. Bagaimana peran pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran melalui program-program pemberdayaan ekonomi?</p><p>4. Apakah rendahnya akses terhadap pelatihan kerja berdampak langsung pada tingginya tingkat pengangguran?</p><p>5. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap pekerjaan di sektor informal mempengaruhi pilihan pekerjaan dan tingkat pengangguran?</p><p><br/></p><p>Tujuan penelitian:</p><p><br/></p><p>1.mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pengangguran </p><p>2.menganalisis dampak pengangguran terhadap individual </p><p>3.kebijakan pemerintah nya juga dapat menyediakan lapangan pekerjaan </p><p>4.memperbaiki pembagian pendapatan </p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian:</p><p>1.apa faktor-faktor penyebab pengganguran?</p><p>2.Bagaimana pengaruh kebijakan pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran di daerah tertentu?</p><p>3.Apa dampak sosial dan ekonomi dari pengangguran yang berkepanjangan terhadap kehidupan individu?</p><p>4.apa saja jenis jenis penganguran?</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938573044/b3d16b7c2dd984ab5a93bd5b8dd388ef/358_Article_Text_736_1_10_20200709_0_.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 12:10:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185674667</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185709432</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Anggia Fortuna </p><p>No  : 03</p><p>Kelas : X E-2 </p><p><br/></p><p>Judul Penelitian :</p><p>Respresentasi Kemiskinan Dalam Novel Jatisaba Karya Ramayda Akmal</p><p><br/></p><p>Latar Belakang :</p><p>Paragraf 1 &gt; Penjelasan tentang novel bisa mempresentasikan masalah kemiskinan.</p><p>Paragraf 2 &gt; Tujuan penelitian tersebut.</p><p>Paragraf 3 &gt; Manfaat dari penelitian tersebut.</p><p>Paragraf 4 &gt; Menjelaskan konsep kemiskinan secara luas.</p><p>Paragraf 5 &gt; Tentang analisis dan representasi.</p><p>Paragraf 6 &gt; Metode pendekatan yang di gunakan saat penelitian.</p><p><br/></p><p>Rumusan Masalah : </p><p>1. Bagaimana struktur novel tersebut?</p><p>2. Kemiskinan apa saja yang di respresentasi?</p><p>3. Bagaimana hubungan respresentasi kemiskinan dengan persoalan sosial yang muncul dalam novel?</p><p>4. Model respresentasi apa yang di gunakan?</p><p><br/></p><p>Tujuan Penelitian : </p><p>Mengetahui struktur novel tersebut, mengetahui hubungan respresentasi kemiskinan dengan persoalan sosial yang muncul dalam novel, mengetahui kemiskinan yang di respresentasi kan, dan mengetahui model respresentasi yang di gunakan.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan Penelitian :</p><p>1. Bagaimana jalannya cerita dari novel jatisaba karya ramayda akmal?</p><p>2. Bagaimana kemiskinan dapat di respresentasi di dalam novel?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938817251/4824c52c36574341b95e5ce2efb26554/sosiologi_kemiskinan.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 12:34:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185709432</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185710190</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : ZALFA BILQIS AZZAHRA</p><p>&nbsp;</p><p>No.absen :34</p><p><br/></p><p>Judul :ANALISIS SOSIAL FENOMENA KEMISKINAN</p><p><br/></p><p>Latar Belakang :</p><p>•Penanggulangan kemiskinan adalah salah satu prioritas pembangunan&nbsp;</p><p>sebagaimana termuat dalam UU No.25 tahun 2000 tentang PROPENAS.</p><p>•Sejak dekade silam, telah begitu banyak dilakukan studi tentang&nbsp;</p><p>kemiskinan yang meliputi definisi yang lebih acceptable pada lintas kalangan,&nbsp;</p><p>obyektifikasi yang disebut miskin melalui penemuan indicator yang lebih presisif&nbsp;</p><p>hingga pada bagaimana cara menanggulanginya dengan efektif dan cepat.</p><p>•Mengingat konsep kemiskinan melatarbelakangi pendekatan yang&nbsp;</p><p>digunakan dalam menanggulangi kemiskinan dan pilihan indikator-indikator untuk&nbsp;</p><p>memantau kondisi kemiskinan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Rumusan masalah :&nbsp;</p><p>•Pertama, bahwa kemiskinan itu adalah multi-dimensional.&nbsp;</p><p>•Kedua, bahwa aspek-aspek kemiskinan itu saling berkaitan, baik secara&nbsp;</p><p>langsung maupun tidak langsung.</p><p>•Ketiga, mengenai sektor kemiskinan.</p><p><br/></p><p>Tujuan penelitian :</p><p>•pengertian garis kemiskinana selain menimbulkan berbagai&nbsp;</p><p>perdebatan, juga dalam banyak kasus dinilai kurang memadai karena tidak mencerminkan kondisi riil kemiskinan yang terjadi di masyarakat.</p><p>•mendefisinikan kemiskinan sebagai kekurangan barang-barang dan&nbsp;</p><p>pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang&nbsp;</p><p>layak.&nbsp;</p><p>•Secara empirik banyak bukti memperlihatkan bahwa naiknya penduduk di atas garis kemiskinan tidak otomatis berarti penduduk tersebut hidupnya benar-benar bebas dari ancaman dan perangkap?kemiskinan.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian :&nbsp;</p><p>1.APA YANG DI MAKSUD DENGAN KEMISKINAN?</p><p>2.BAGAIMANA CARA PENANGGULANGAN KEMISKINAN?</p><p>3.DEFINISI YANG LENGKAP TENTANG KEMISKINAN DI TEMUKAN Oleh SIAPA?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938822623/ed503a59b5c75e43b563a5d4c8874d8e/file.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 12:35:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185710190</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185741496</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Chelsea Dina Panorama </p><p>Kelas  : XE-2</p><p>No. urut: 11</p><p>Judul : Peranan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.</p><p><br></p><p>Latar  Belakang:</p><p>Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri merupakan program pembangunan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di tingkat desa. Program ini diluncurkan pada tahun 2007 dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. Salah satu kunci keberhasilan PNPM Mandiri adalah peran aktif Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). KSM merupakan wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan program PNPM Mandiri. </p><p>KSM memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, merumuskan usulan kegiatan, dan mengelola dana program. KSM juga berperan dalam membangun kemitraan dengan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pihak lain untuk mendukung pelaksanaan program. </p><p>Namun, dalam praktiknya, peran KSM dalam PNPM Mandiri masih menghadapi beberapa tantangan. Tantangan tersebut antara lain: Kurangnya kapasitas KSM, Keterbatasan akses informasi, dan kurangnya dukungan dari pemerintah</p><p><br></p><p>Rumusan Masalah:</p><p>* Bagaimana peranan KSM dalam mengimplementasikan program PNPM Mandiri di [Nama Wilayah/Kota/Negara]?</p><p>* Apa saja faktor yang memengaruhi keberhasilan KSM dalam menjalankan program PNPM Mandiri?</p><p>* Apa saja kendala yang dihadapi KSM dalam menjalankan program PNPM Mandiri?</p><p>* Bagaimana strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan peran KSM dalam program PNPM Mandiri?</p><p>Tujuan Penelitian:</p><p>Untuk menganalisis peranan KSM dalam mengimplementasikan program PNPM Mandiri di [Nama Wilayah/Kota/Negara].</p><p>Dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan KSM dalam menjalankan program PNPM Mandiri.</p><p><br></p><p>Pertanyaan  Penelitian:</p><p>1. Bagaimana KSM membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah dalam program PNPM Mandiri?</p><p>2. Bagaimana KSM memobilisasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam program PNPM Mandiri?</p><p>3. Apa saja tantangan yang dihadapi KSM dalam menjalankan program PNPM Mandiri?</p><p>4. Bagaimana peran pemerintah dalam mendukung dan memfasilitasi KSM dalam menjalankan program PNPM Mandiri?</p><p>5. Bagaimana KSM dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka dalam mengelola program PNPM Mandiri?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938913308/6907b4fef72a447f2d7d318414a6c1aa/PERANAN_20KSM.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 12:53:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185741496</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185750271</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Avrillia Shofia Novitasari </p><p>No. Absen : 06 </p><p>Kelas : XE-2 </p><p><br></p><p>Judul : Dampak Labelling Pada Mantan Napi: Pengangguran Atau Pencuri</p><p><br></p><p>Latar Belakang : </p><p>• Pengertian kejahatan dan Metode yang Digunakan Dalam Penelitian </p><p>• Dampak Negatif Kejahatan </p><p>• Cara Mengurangi Tindak Kejahatan </p><p>• Dampak dari Adanya Labelling </p><p>• Pengertian Labelling </p><p>• Labelling dari Pemerintah </p><p>• Labelling dari Masyarakat </p><p><br></p><p>Rumusan Masalah : </p><p>1. Apakah tindakan labelling selalu dilakukan oleh pihak yang memiliki "kekuasaan" ? </p><p>2. Apa tindakan labelling memiliki dampak yang signifikan? </p><p>3. Apa pengaruh tindakan labelling terhadap kenaikan jumlah pengangguran?</p><p><br></p><p>Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui dampak dari tindakan kejahatan yang dapat menumbuhkan tindakan labelling, untuk mengetahui dampak dari tindakan labelling pada kehidupan mantan napi, untuk mengetahui pihak yang dapat menciptakan atau melakukan tindakan labelling kepada mantan napi dan untuk mengetahui dampak adanya tindakan labelling pada peningkatan pengangguran. </p><p><br></p><p>Pertanyaan Penelitian : </p><p>1. Apakah adanya tindakan labelling sangat berpengaruh pada kehidupan mantan napi? </p><p>2. Apakah adanya kejahatan selalu menimbulkan tindakan labelling? </p><p>3. Apakah tindakan labelling selalu dilakukan oleh pihak yang memiliki "kekuasaan" ?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938914937/88472138c0acda7731b6d994156866d1/250446_dampak_labelling_pada_mantan_napi_pengan_d7819406.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 12:57:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185750271</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185770813</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: ASYFA DWI ANGGRAINI </p><p>No.absen:05</p><p>Judul:PERANAN MODAL SOSIAL DALAM PENGURANGAN KEMISKINAN RUMAH TANGGA DI PERDESAAN INDONESIA</p><p>Latar Belakang:</p><p>•paragraf 1:membahas mengenai penerapan model pembangunan dengan menekankan pada perubahan ekonomi </p><p>•paragraf 2: tingkat kemiskinan yang relatif tinggi </p><p>•paragraf 3:makro keberhasilan pengurangan kemiskinan di Indonesia </p><p>•Paragraf 4: Sebagian besar penduduk miskin terkonsentrasi di pedesaan </p><p>•paragraf 5: penerapan program pengentasan kemiskinan oleh kementerian dan lembaga</p><p>Rumusan masalah: </p><p>1.Apa fungsi anggaran pengurangan kemiskinan?</p><p>2.Berapakah peningkatan anggaran pengurangan kemiskinan dari tahun 2004 sampai 2014</p><p>3.Sebutkan program pengentasan kemiskinan melalui kebijakan?</p><p>4.Mengapa Pembangunan </p><p>daerah dapat optimal?</p><p>5.Apa peran modal sosial?</p><p>Tujuan penelitian :yaitu sebagai berikut :</p><p>(1) menganalisis pengaruh modal sosial terhadap </p><p>pengurangan kemiskinan rumah tangga di perdesaan </p><p> (2) menganalisis faktor-faktor pengembangan modal </p><p>sosial di perdesaan.  Pertanyaan penelitian:</p><p>1.apa upaya untuk mengembangkan modal sosial di tingkat </p><p>rumah tangga?</p><p>2.Apa kebijakan pembangunan perdesaan di bidang </p><p>ekonomi, sosial, dan budaya?</p><p>3.Apa fungsi pengembangan modal sosial?</p><p>4.apa penyebab Munculnya masalah </p><p>endogenita?</p><p>5.Penelitian ini telah mengindentifikasi jalur nonekonomi pengurangan kemiskinan rumah tangga  </p><p>perdesaan.Sebutkan apa saja identifikasi jalur non ekonomi pengurangan kemiskinan rumah tangga perdesaan?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938885458/0e1b9c01822fe54787205512437fa86e/672_1480_2_PB.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 13:10:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185770813</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185783186</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: bintang Yazid ashadani </p><p><br/></p><p>No:7 </p><p><br/></p><p>Kls:Xe 2</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Judul: tantangan guru dan masalah sosial di era digital </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Latar belakang: •guru sampai sekarang masih banyak memakai produk 80- </p><p><br/></p><p>an, sementara muridnya sudah memakai produk kontemporer</p><p><br/></p><p>•terjadi ketidaknyambungan di sana-sini. Kita tahu bahwa  </p><p><br/></p><p>murid sekarang tidak lagi cocok dengan sistem pendidikan abad 20</p><p><br/></p><p>•Masih banyak guru yang lambat dalam mengejar modernisasi ,Yang terjadi kemudian adalah murid sudah mampu menerima informasi secara cepat dari  </p><p><br/></p><p>berbagai sumber multimedia, sementara banyak guru acapkali memberikan informasi dengan lambat  </p><p><br/></p><p>dan dari sumber-sumber terbatas.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Rumusan masalah: 1. Bagaimana guru bisa mengatasi laju modernisasi pendidikan?</p><p>2.Bagaimana guru dan murid bisa singkron dalam kegiatan pembelajaran walaupun ada perbedaan cara penyampaian materi?</p><p>3.apakah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi bisa berdampak pada proses belajar </p><p><br/></p><p>Tujuan penelitian: untuk mengetahui perbedaan signifikan terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi antara guru dan murid dalam proses pembelajaran </p><p>Untuk mengatasi masalah yang dialami para guru tentang tantangan masalah sosial di era digital </p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian:</p><p>1.apa itu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi?</p><p>2.apa masalah yang dialami para guru pada era digital ini?</p><p>3.bagaimana dampak kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital ini?</p><p>4.apa perbedaan antara cara mengajar guru abad 21 dengan abad 20?</p><p>5.mengapa murid sekarang  </p><p>tidak lagi cocok dengan sistem pendidikan abad  </p><p>20. ?</p><p>6.apa yang membuat ketidakselarasan antara guru dan murid di era digital?</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938962767/16841b9b6b294cf485727a6f73519de1/1294_3318_1_PB__1_.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 13:17:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185783186</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185785926</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Carissa Azalia A.R.</p><p>No Absen : 10</p><p>Kelas : X E-2</p><p><br/></p><p>Judul : Analis Pengangguran di Indoneaia</p><p><br/></p><p> Latar Belakang : Pentingnya Upaya Mengurangi Pengangguran. Meningkatnya angka pengangguran berdampak buruk terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk mengurangi angka pengangguran.</p><p> </p><p> Rumusan Masalah :</p><ul><li><p>Bagaimana pengaruh pendidikan terhadap angka pengangguran?</p></li><li><p>Bagaimana strategi yang efektif untuk meningkatkan peran pendidikan dan kewirausahaan dalam mengurangi angka pengangguran?</p></li></ul><p> </p><p>Tujuan Penelitian :</p><ul><li><p>Menganalisis pengaruh pendidikan terhadap angka pengangguran.</p></li><li><p>Menganalisis pengaruh kewirausahaan terhadap angka pengangguran.</p></li><li><p>Mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan peran pendidikan dan kewirausahaan dalam mengurangi angka pengangguran.</p></li></ul><p> </p><p>Pertanyaan Penelitian :</p><ul><li><p>Bagaimana peran kewirausahaan dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat?</p></li><li><p>Apa saja strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan peran pendidikan dan kewirausahaan dalam mengurangi angka pengangguran?</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939015540/3aa515674756df6c486d962ea20ee735/ANALISA_PENGANGGURAN_DI_INDONESIA__2_.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 13:18:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185785926</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185789691</link>
         <description><![CDATA[<p>• Nama : Reva Ramadhani S </p><p>• No. Absen : 29</p><p>• Judul : "PENCEGAHAN PERKAWINAN DI BAWAH UMUR SEBAGAI UPAYA PENURUNAN MASALAH SOSIAL"</p><p>• Latar Belakang :</p><p>- Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami  </p><p>isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan  </p><p>Ketuhanan Yang Maha Esa (Undang Undang Republik Indonesia, 1974).</p><p>- Pemerintah Indonesia  </p><p>menetapkan batas usia pernikahan minimal 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan, yang  </p><p>kemudian diubah menjadi minimal 19 tahun baik bagi laki-laki maupun perempuan pada Undang  </p><p>Undang Nomor 16 Tahun 2019.</p><p>- Perkawinan setidaknya bertujuan berbakti kepada Allah, Memenuhi  </p><p>takdir bahwa antara pria dan wanita saling membutuhkan, mempertahankan keturunan umat manusia,  </p><p>melanjutkan perkembangan dan ketentraman hidup rohaniah antara pria dan wanita (Santoso, 2016).</p><p>• Rumusan Masalah : Pernikahan usia anak masih marak terjadi di Indonesia, Nusa Tenggara Barat menempati posisi  </p><p>pertama sebagai provinsi dengan tingkat pernikahan usia anak yang masih tinggi. Pernikahan anak  </p><p>memiliki dampak negatif baik dari segi kesehatan, kejiwaan, serta sosial ekonomi. Melalui pengabdian  </p><p>ini tim mengadakan sosialisasi terkait undang-undang pernikahan baik yang diterbitkan oleh pemerintah  </p><p>pusat berupa Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pernikahan, maupun tingkat provinsi  </p><p>berupa Perda NTB No 5 tahun 2021 tentang pencegahan perkawinan anak. Pengabdian ini juga  </p><p>memberikan penyuluhan terkait dengan efek negatif dari pernikahan anak baik kesehatan, kejiwaan,  </p><p>serta sosial ekonomi. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Raudlatusshibyan NW Belencong  </p><p>dan berlangsung sukses. Kegiatan pengabdian ini diharapkan mendorong dan memotivasi para remaja  </p><p>menyiapkan dirinya baik dari kematangan umur, psikologis dan social ekonomi apabila ingin  </p><p>melangsungkan pernikahan.</p><p>• Tujuan Penelitian : Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Raudlatusshibyan NW Belencong bekerjasama  </p><p>dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsari. Peserta dari kegiatan ini adalah Santri  </p><p>dan Remaja yang belajar di Pondok Pesantren Raudlatusshibyan NW Belencong. Tempat dan peserta  </p><p>tersebut dipilih karena para santri yang belajar di Pondok Pesantren Raudlatsshibyan NW berasal dari  </p><p>berbagai daerah yang ada di Kecamatan Gunungsari. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap,  </p><p>yaitu: Pra Kegiatan, Kegiatan, dan Pasca Kegiatan. </p><p>Pra kegiatan diawali dengan identifikasi masalah mitra, koordinasi dengan Kantor Urusan  </p><p>Agama Kecamatan Gunungsari-Lombok Barat, dan tim pengabdian Prodi Sosiologi, membuat proposal dan merencanakan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Kegiatan inti dilaksanakan dengan sosialisi  </p><p>Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pernikahan dan Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat  </p><p>No 5 tahun 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak, serta memberikan penyuluhan terkait dengan  </p><p>efek negatif dari pernikahan anak baik kesehatan, kejiwaan, serta sosial ekonomi. Pasca Kegiatan  </p><p>dengan membuat laporan dan membuat artikel jurnal.</p><p>• Pertanyaan Penelitian </p><p>A. apa faktor ekonomi pada perkawinan usia dini?</p><p>B. apa faktor pendidikan pada perkawinan usia dini?</p><p>C. apa faktor media massa pada perkawinan usia dini?</p><p>D. apa kebijakan pemerintah untuk mengatasi terjadi perkawinan usia dini?</p><p>E. bagaimana cara memotivasi remaja untuk menghindari perkawinan dini?</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939039415/f68fc2a5f7e95799a966fecf2edd523e/169___Arif_Nasrullah_244_248.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 13:20:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185789691</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185796470</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Shilvia Ardita Rahmadani</p><p>No. Absen : 31</p><p>Kelas : X E-2</p><p><br/></p><p>Judul : Kemiskinan dan Konsep Teoritisnya</p><p><br/></p><p>Latar Belakang :</p><p>• Penyebab terjadinya faktor kemiskinan penduduk</p><p>• Karakteristik kemiskinan</p><p>• Strategi penanggulangan kemiskinan</p><p><br/></p><p>Rumusan Masalah :</p><p>• Bagaimana cara memecahkan masalah kemiskinan</p><p>• Apakah tingkat pendidikan dapat menjadi faktor terjadinya kemiskinan</p><p>• Bagaimana upaya untuk menanggulangi masalah kemiskinan</p><p><br/></p><p>Tujuan Penelitian : </p><p>• Untuk mengetahui kriteria lain tentang penduduk miskin</p><p>• Untuk mengetahui rendahnya pendapatan akan berimplikasi pada rendahnya tabungan dan investasi</p><p>• Untuk mengetahui strategi penanggulangan kemiskinan</p><p><br/></p><p>Pertanyaan Penelitian : </p><ol><li><p>Apa saja komitmen dan konsistensi pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi? </p></li><li><p>Apa saja kelompok miskin yang berada di masyarakat pedesaan dan perkotaan? </p></li><li><p>Apa saja strategi penanggulangan kemiskinan? </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938783330/6a3c3519e79bbcbde8ddee74f1df66ad/KEMISKINAN_DAN_KONSEP_TEORITISNYA_Oleh_Y__1_.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 13:24:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185796470</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185818389</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Nindia Alifia Agustien </p><p>No. Absen : 23</p><p>Kelas : XE-2</p><p><br/></p><p>Judul : Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan </p><p>Latar Belakang:</p><p>•Kemiskinan </p><p>•Ketidakberdayaan </p><p>•Program dan Strategi </p><p>Rumusan Masalah: </p><p>•Bagaimana upaya pengentasan kemiskinan?</p><p>•Bagaimana upaya pemberdayaan program tersebut?</p><p>Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian tersebut ialah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya pengentasan kemiskinan </p><p>Pertanyaan Masalah:</p><p>• Apa program pemberdayaan tersebut?</p><p>• Bagaimana upaya pengentasan kemiskinan?</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://journal.unhas.ac.id/index.php/socius/article/view/555" />
         <pubDate>2024-10-24 13:37:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185818389</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185820078</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama;faiz alif fathoni</p><p>Kelas;xe2</p><p>No absen;17</p><p>#latar belakang;</p><p>-Keberhasilan pembangunan suatu negara dilihat dari beberapa indikator. Salah satu indikator penting dalam keberhasilan pembangunan negara yaitu pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran.</p><p>-Pada awal tahun 2020, pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan, termasuk Indonesia. Perihal tersebut disebabkan karena wabah yang melanda seluruh Indonesia, yaitu adanya Coronavirus Disease. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari </p><p>-Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Pandemi Covid-19</p><p>#Rumusan masalah:</p><p>-Pengangguran dan pertumbuhan ekonomi</p><p>-Berdasarkan kutipan yang berasal dari nasional.kontan.co.id beberapa dampak yang dihasilkan dari adanya Virus Corona ini antara lain,angka impor Indonesia merosot sebesar 3,7%</p><p>-Dampak Covid-19 tidak hanya dalam bidang kesehatan dan sosial, tetapi dalam bidang ekonomi juga menimbulkan dampak yang lebih komprehensif dari berbagai alternatif skenario penanganan pandemi Covid-19</p><p>#tujuan penelitian;</p><p>-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari Pandemi Covid-19 terhadap pengangguran dan pertumbuhan Indonesia saat ini.</p><p>-meningkatkan ekonomi Indonesia</p><p>-mengurangi angka pengangguran di Indonesia</p><p>#pertanyaan penelitian</p><p>-bagaimana cara cara meningkatkan  ekonomi di Indonesia</p><ul><li><p>Apa penyebab pengangguran</p></li><li><p>- bagaimana sikap untuk menangani  virus covid 19</p></li></ul><p><br/></p><p>-</p><p>gejala ringan sampai berat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938857963/953fe8c1773b919a4a254d49afb76126/8581_25653_1_PB.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 13:37:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185820078</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185823042</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Sabrina Aisyah Nugroho</p><p>No. Absen : 30</p><p>Kelas : XE-2</p><p><br/></p><p>Judul : Bullying Di Dalam Dunia Pendidikan : Perspektif Sosiologi Pendidikan dan Resiko Kematian Siswa</p><p><br/></p><p>Latar Belakang : </p><p>paragraf 1 : penjelasan tentang pengertian pendidikan </p><p>paragraf 2: pengertian tentang bullying</p><p>paragraf 3 : perilaku bullying di sekolah </p><p>paragraf 4: pengertian bullying menurut Djuwita</p><p>paragraf 5 : bullying di lingkungan pendidikan</p><p><br/></p><p>Rumusan masalah :</p><p>1. Bagaimana kasus pembullyan di bidang pendidikan Indonesia</p><p>2. Apa saja faktor perilaku bullying?</p><p>3. Bagaimana dampak dari bullying?</p><p>4. Apa yang perlu dilakukan untuk memberantas perilaku bullying di lingkungan pendidikan?</p><p><br/></p><p>Tujuan penelitian:</p><p>Untuk mengetahui tentang kasus-kasus pembullyan di bidang pendidikan Indonesia, untuk mengetahui tentang faktor perilaku bullying, untuk mengetahui dampak dari bullying, untuk mengetahui cara memberantas perilaku bullying di lingkungan pendidikan</p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian</p><p>1. Bagaimana pengaruh kasus bullying terhadap pendidikan di Indonesia?</p><p>2. Bagaimana cara untuk mengurangi resiko kematian akibat bullying?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939147459/1ad333f7076a40ad3e734bcbb83583d7/Article_Text_0302_162_175.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 13:39:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185823042</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185874071</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Zulfa Rahma Defitri</p><p>Kelas : XE-2</p><p>No. Presensi : 35</p><p><br/></p><p>PENUGASAN IDENTIFIKASI JURNAL</p><p><br/></p><ul><li><p>Judul : MASALAH KETENAGAKERJAAN   DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA</p></li><li><p>Latar Belakang : • paragraf 1 = masalah pengangguran dan ketenagakerjaan di Indonesia.</p><p>                            • paragraf 2 = kurangnya pemerintah dalam menyediakn lapangan kerja.</p><p>                             • paragraf 3 = tingkat angkatan tenaga kerja di Indonesia.</p></li><li><p>Rumusan Masalah : 1. Bagaimana agar tenaga kerja di Indonesia lebih mudah untuk mendapat pekerjaan?</p><p>                                   2. Apa yang seharusnya pemerintah lakukan agar meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia?</p></li><li><p>Tujuan : untuk meneliti agar mengetahui masalah dan solusi tentang pengangguran dan ketenagakerjaan di Indonesia.</p></li><li><p>Pertanyaan Penelitian : 1. Apa faktor penyebab penganggukan di Indonesia?</p></li></ul><p>                                         2. Bagaimana cara pemerintah menyelesaikan masalah tersebut?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939219025/b742f4bebf4c4ca165a7f8374d98be4d/adrianhnd__01_A_Sholeh_dikonversi.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 14:06:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185874071</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185882449</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Nama : Camelia Chika Ferninda </p></li><li><p>No.absen : 09</p></li><li><p>Kelas : X E-2 </p></li></ul><p>Judul : </p><p>Memahami Peran Pendidikan Tinggi terhadap Mobilitas Sosial di Indonesia.</p><p><br/></p><p>Latar Belakang:</p><p>Pendidikan tinggi berperan besar dalam mobilitas sosial, tetapi di Indonesia, aksesnya masih dipengaruhi oleh ketimpangan sosial-ekonomi, geografi, dan kultural. Kajian mengenai hubungan ini masih terbatas, meskipun penting untuk memahami dampak ketimpangan tersebut.</p><p><br/></p><p>Rumusan Masalah:</p><p>Bagaimana pendidikan tinggi mempengaruhi mobilitas sosial di Indonesia, dan apa saja faktor ketimpangan yang memengaruhi hubungan ini?</p><p><br/></p><p>Tujuan Penelitian:</p><p>Menganalisis peran pendidikan tinggi terhadap mobilitas sosial di Indonesia dan menjelaskan pengaruh ketimpangan sosial-ekonomi, geografi, dan kultural terhadap akses dan mobilitas sosial.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan Penelitian:</p><p>1.Bagaimana pendidikan tinggi berhubungan dengan mobilitas sosial di Indonesia?</p><p>2.Apa saja faktor yang mempengaruhi akses ke pendidikan tinggi?</p><p>3.Bagaimana ketimpangan sosial-ekonomi, geografi, dan kultural memengaruhi mobilitas sosial?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939255540/7fa7b610a3aaccf6d88a9fd9fa0dc49a/Memahami_Peran_PendidikanTinggi_terhadap_Mobilitas_Sosial_di_Indo.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 14:11:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185882449</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185885796</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:ilham Tri baskoro</p><p>Kelas :XE 2/19</p><p>Judul: ruang lingkup dan definisi sosiologi pendidika</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Latar belakang</p><p>Ruang lingkup sosiologi adalah semua interaksi sosial yang terjadi antara individu, kelompok, atau antara kelompok. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari susunan dan proses kehidupan sosial sebagai suatu sistem</p><p><br/></p><p>Rumusan masalah</p><p>Ruang lingkup sosiologi adalah semua interaksi sosial yang terjadi antara individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Ruang lingkup sosiologi lebih luas daripada ilmu sosial lainnya karena mencakup hubungan antar individu secara pribadi, individu dengan kelompok, hingga kelompok dengan kelompok lainnya di masyarakat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Tujuan penelitian</p><p>Interaksi manusia</p><p>Sifat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat</p><p>Pola pemilihan bakat untuk tindakan sosial</p><p>Motif tindakan individu dan kelompok </p><p> </p><p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan sosial dan perilaku manusia. Ruang lingkup sosiologi meliputi:</p><p>Objek material, yaitu kehidupan sosial bermasyarakat, gejala sosial, dan proses hubungan antar manusia</p><p>Objek formal, yaitu manusia itu sendiri</p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian</p><p> arti sosiologi pendidikan;</p><p>2. berbagai pemikiran tokoh sosiologi tentang pendidikan;</p><p>3. tujuan sosiologi pendidikan;</p><p>4. posisi sosiologi pendidikan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939235362/08f0a16745fbaf33d0b755e81c30f711/SOSI4406_M1__2_.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 14:12:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185885796</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185901684</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Zulfahtulkhoir Ramadhani</p><p>No Absen : 36</p><p>Kelas : X E-2</p><p><br></p><p><br></p><p>Judul Penelitian :</p><p><strong>PERAN ORANG TUA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI</strong></p><p><br></p><p><br></p><p><strong>Latar Belakang</strong></p><ul><li><p>Pernikahan dini bisa terjadi karena keinginan orang tua ataupun dari muda-mudi itu sendiri.</p></li><li><p>Peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia sudah memberikan batasan-batasan agar seseorang dapat melangsungkan pernikahan.</p></li><li><p>Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya terjadinya pernikahan pada usia anak-anak.</p></li><li><p>Orang tua memiliki peranan vital dan utama dalam pembentukan keluarga yang harmonis.</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Rumusan Masalah</strong></p><ol><li><p>Bagaimana batas usia untuk melaksanakan pernikahan di Indonesia?</p></li><li><p>Bagaimana data pernikahan dini pada tahun 2017 di Indonesia?</p></li><li><p>Apa saja dampak dari pernikahan dini?</p></li><li><p>Apa kelemahan dari pernikahan dini bagi muda-mudi?</p></li><li><p>Apa kunci yang harus dioptimalkan untuk mencegah pernikahan dini?</p></li><li><p>Apa faktor penyebab terjadinya pernikahan dini?</p></li><li><p>Bagaimana para orang tua menerapkan istilah <em>bibit, bobot, bebet, </em>untuk mencegah terjadinya pernikahan dini pada anak?</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Tujuan Penelitian</strong></p><ol><li><p>Mengetahui batas usia untuk melaksanakan pernikahan di Indonesia</p></li><li><p>Mengetahui data pernikahan dini pada tahun 2017 di Indonesia</p></li><li><p>Mengetahui dampak dari pernikahan dini</p></li><li><p>Mengetahui kelemahan dari pernikahan dini bagi muda-mudi</p></li><li><p>Mengetahui kunci yang harus dioptimalkan untuk mencegah pernikahan dini</p></li><li><p>Mengetahui faktor penyebab terjadinya pernikahan dini</p></li><li><p>Mengetahui para orang tua menerapkan istilah <em>bibit, bobot, bebet </em>untuk mencegah terjadinya pernikahan dini pada anak</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Pertanyaan Penelitian</strong></p><ol><li><p>Apakah kunci dalam pernikahan dini adalah di orang tua?</p></li><li><p>Mengapa dampak dari pernikahan dini lebih banyak dampak negatif daripada dampak positif?</p></li><li><p>Mengapa pernikahan dini disebut sebagai perubahan sosial dalam teori sosiologi?</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938908864/17d17bfd55c9c131f1ca62285607efcd/jurnal_penelitian.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 14:21:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185901684</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185924970</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : MEISYA RIZKA BELLA</p><p>No.Absen : 21</p><p>Kelas : XE-2</p><p><br/></p><p>Judul : MAKIN CAKAP PIKIR</p><p><br/></p><p>&gt;Latar Belakang :</p><p>•Generasi muda dapat diartikan sebagai harapan bangsa yang akan menguasai pembangunan negara di masa yang akan datang.</p><p>•Berpikir kritis adalah suatu kemampuan untuk berpikir dengan rasional dan tertata untuk memahami ide/fakta.</p><p>•Kampanye sosial adalah sebuah proses untuk mengomunikasikan pesan-pesan yang berisi masalah-masalah sosial kemasyarakatan.</p><p><br/></p><p>&gt;Rumusan Masalah :</p><p>•Generasi muda yang memiliki karakter takut berpendapat, rendahnya kemampuan berpikir kritis.</p><p>•Masalah generasi muda terjadi karena nilai-nilai dalam kehidupan sosial yang dialami sejak kecil.</p><p>•Generasi muda cenderung takut akan penilaian orang lain terhadap dirinya, sehingga ia tak memiliki keberanian untuk berpendapat.</p><p><br/></p><p>&gt;Tujuan Penelitian :</p><p>•Keberanian berpendapat adalah salah satu faktor pendorong untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis.</p><p>•Berpikir kritis menjadi salah satu soft skill dalam meningkatkan karir dan kepemimpinan dalam sebuah organisasi.</p><p>•Tujuan dari kampanye sosial untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan gejala sosial yang sedang terjadi.</p><p><br/></p><p>&gt;Pertanyaan Penelitian :</p><ol><li><p>Apa kesimpulan dari penjelasan kampanye sosial?</p></li><li><p>Apa harapan dari kampanye sosial "MAKIN CAKAP PIKIR"?</p></li><li><p>Apa makna dari gagasan "ASAH KEMAMPUAN POLA PIKIR KRITIS DENGAN KEBERANIAN BERPENDAPAT"?</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939248298/39de268d597ec776ca0339bf3b7e197c/Dalilah_Nabilah_Jurnal_Pengabdian_2_1___1___1_.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 14:34:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185924970</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185935788</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:Devitha Erlinatasya</p><p>Kelas: X E-2</p><p>NoNo:13</p><p><br/></p><p>Judul: </p><p>Kemiskinan Dalam Perspektif Sosiologi</p><p><br/></p><p>Latar belakang:</p><p>Kondisi masyarakat yang disebut miskin dapat diketahui berdasarkan kemampuan pendapatan dalam memenuhi standar hidup. Pada prinsipnya, standar hidup di suatu masyarakat tidak sekedar tercukupinya kebutuhan akan pangan. Akan tetapi juga tercukupinya kebutuhan akan kesehatan maupun pendidikan. Tempat tinggal ataupun pemukiman yang layak salah satu dari standar hidup atau standar kesejahteraan masyarakat disuatu daerah. Berdasarkan kondisi ini, suatu masyarakat disebut miskin apabila memiliki pendapatan jauh lebih rendah dari rata-rata sehingga tidak banyak memiliki kesempatan untuk mensejahterakan dirinya. </p><p><br/></p><p>Rumusan masalah:</p><p>1.Bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi berkontribusi terhadap kemiskinan dalam konteks masyarakat tertentu?</p><p>2.Apa dampak kemiskinan terhadap hubungan sosial, stratifikasi sosial, dan mobilitas sosial di dalam komunitas?</p><p>3.Sejauh mana kebijakan publik yang ada efektif dalam mengatasi kemiskinan, dan rekomendasi apa yang dapat diberikan untuk perbaikan?</p><p><br/></p><p>Tujuan penelitian:</p><p>1.Menganalisis kemiskinan dari sudut pandang sosiologis untuk memahami akar penyebabnya dalam konteks sosial, budaya, dan ekonomi.</p><p>2.Meneliti dampak kemiskinan terhadap masyarakat, seperti hubungan sosial, stratifikasi sosial, dan mobilitas sosial.</p><p>3.Mengevaluasi efektivitas kebijakan publik dalam mengatasi kemiskinan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.</p><p>4.Menyumbangkan pemikiran baru dalam teori sosiologi mengenai kemiskinan dan mengaitkannya dengan isu-isu sosial lainnya.</p><p>5.Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang kompleksitas kemiskinan dan pentingnya pendekatan sosiologis dalam penanganannya.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian:</p><p>1.Apa saja faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang menjadi akar penyebab kemiskinan di masyarakat tertentu?</p><p>2.Bagaimana kemiskinan mempengaruhi hubungan sosial dan jaringan komunitas di lingkungan masyarakat yang berbeda?</p><p>3.Sejauh mana kebijakan publik yang ada saat ini efektif dalam mengurangi kemiskinan, dan apa faktor yang memengaruhi keberhasilannya?</p><p>4.Apa kontribusi perspektif sosiologis terhadap pemahaman kemiskinan, dan bagaimana hal ini berhubungan dengan isu sosial lainnya seperti ketidakadilan sosial dan aksesibilitas pendidikan?</p><p>5.Bagaimana persepsi masyarakat tentang kemiskinan dapat diubah untuk meningkatkan kesadaran akan kompleksitas masalah ini dan pentingnya pendekatan sosiologis dalam solusinya?</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939364400/78892e152614d647fa07b366fb7a5276/fauziddin__52_Putri_Anita_1542_1548.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 14:40:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3185935788</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186049129</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Mush'ab labib Allaam Nasik </p><p>No.absen:22</p><p>Judul: kemiskinan dalam perspektif sosiologi </p><p>Latar belakang:</p><p>-Kemiskinan </p><p>-wilayah interaksi yang terbatas</p><p>-memiliki orientasi diri sempit</p><p>Rumusan masalah:</p><p>-Bagaimana cara mengatasi kemiskinan </p><p>-bagaimana cara mengatasi sosial budaya </p><p>Tujuan peneliti:karakter daerah ini menarik diteliti karena dulunya merupakan kebun milik suku Lembak yang tinggal di desa tanjung agung dan tanjung jaya kota Bengkulu </p><p>Pertanyaan peneliti:</p><p>-bagaimana cara mengatasi upaya kemiskinan </p><p>-bagaimana situasi ini membuat mereka berpikir sempit dalam memaknai arti kemiskinan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939812073/cfa54e345cdfa7a1ae8002fb923e763b/1000__1_.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 15:50:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186049129</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186064723</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Evan Ilham H</p><p>Kelas: XE-2</p><p>Absen: 15</p><p>judul: KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK: DAMPAK DAN PENANGANANNYA</p><p>latar belakang: Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang paling serius dan mendesak untuk ditangani. Fenomena ini tidak hanya merusak kehidupan fisik dan mental korban, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang pada perkembangan sosial, emosional, dan pendidikan mereka.</p><p>rumusan masalah:</p><p>1.Bagaimana dampak kekerasan seksual terhadap anak, baik secara fisik maupun psikologis?</p><p>2.Apa peran orang tua dan masyarakat dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak?</p><p>3.Bagaimana peran negara dalam fenomena kekerasan seksual terhadap anak?</p><p>tujuan penelitian:</p><p>1.Menilai Dampak Kekerasan Seksual</p><p>2.Meningkatkan Kesadaran dan Edukasi Masyarakat</p><p>3.Mengeksplorasi Peran Keluarga dan Masyarakat</p><p>4.Mengetahui dampak trauma akibat kekerasan seksual</p><p>pertanyaan penelitian:</p><p>1.Bagaimana pengalaman kekerasan seksual mempengaruhi kesehatan fisik dan mental anak?</p><p>2.Apa saja bentuk kekerasan seksual yang paling umum dialami oleh anak-anak?</p><p>3.Bagaimana peran masyarakat terhadap kekerasan seksual terhadap anak?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2939841619/453c94c349834415eaabd0d35de42093/Kekerasan_Seksual_Terhadap_Anak_Dampak_D.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 16:00:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186064723</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186129849</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Ishlahunnisa Fajar Royana Putri </p><p>Nomor : 20</p><p>Kelas  : XE-2 </p><p>Judul : “Analisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka,  </p><p>Pendidikan, dan Angka Harapan Hidup terhadap Kemiskinan di Sumatera  </p><p>Barat ”</p><p><br/></p><p>Latar belakang : •Kemiskinan merupakan suatu kondisi bukan hanya hidup dalam  </p><p>kekurangan uang dan tingkat pendapatan rendah, tetapi juga banyak hal lain  </p><p>seperti tingkat kesehatan, pendidikan rendah, perlakuan tidak adil dalam hukum, terhadap ancaman tindak kriminal, ketidakberdayaannya dalam menentukan jalan  hidupnya sendiri (Suryawati, 2005).</p><p>•Jika dilihat dari segi ekonomi penyebab  </p><p>kemiskinan seperti rendahnya pendapatan, keterbatasan lapangan pekerjaan,  </p><p>lambatnya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya tingkat pendidikan.</p><p>•Dalam definisi yang lebih luas, kemiskinan bersifat multidimensional,  </p><p>artinya kemiskinan adalah ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan manusia  </p><p>yang beraneka ragam yang selanjutnya dapat dipandang melalui berbagai aspek.  </p><p>Ditinjau dari aspek primer kemiskinan meliputi miskin terhadap aset, rendahnya  </p><p>partisipasi organisasi sosial politik, serta terbatasnya pengetahuan dan  </p><p>keterampilan. Sedangkan aspek sekunder mencakup miskin terhadap jaringan  </p><p>sosial, rendahnya sumber-sumber keuangan dan terbatasnya informasi.</p><p><br/></p><p>Rumusan masalah :  </p><p>a. Bagaimana pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap tingkat  </p><p>kemiskinan di Sumatera Barat? </p><p>b. Bagaimana pengaruh pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di  </p><p>Sumatera Barat ? </p><p>c. Bagaimana pengaruh Angka Harapan Hidup terhadap tingkat  </p><p>kemiskinan di Sumatera Barat ?</p><p><br/></p><p>Tujuan penelitian : </p><p> a. Menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap  </p><p>tingkat kemiskinan di Sumatera Barat. </p><p>b. Menganalisis bagaimana pengaruh pendidikan terhadap tingkat  </p><p>kemiskinan di Sumatera Barat. </p><p>c. Menganalisis bagaimana pengaruh Angka Harapan Hidup terhadap  </p><p>tingkat kemiskinan di Sumatera Barat.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian : 1. Bagaimana pengaruh tingkat pengangguran terbuka, pendidikan, dan angka harapan hidup terhadap kemiskinan?</p><p>2. Bagaimana pembangunan ekonomi harus ditangani untuk mengejar keterbelakangan?</p><p>3. Apa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, bagi penulis, masyarakat dan pemerintah?</p><p>4. Bagaimana upaya pengentasan kemiskinan?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2940020041/684533771e43d827a57fd70dd77d1d69/DOC_20241024_WA0022_.pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 16:44:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186129849</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186415391</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://sg.docworkspace.com/d/sINCU5fiMAoXi6rgG?sa=wa&amp;ps=1&amp;fn=Strategi%20Komunikasi%20Publik%20Penanganan%20Covid_KTI%20(2).pdf" />
         <pubDate>2024-10-24 20:52:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186415391</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186418295</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Adila Fatarani </p><p>Kelas: X E-2</p><p>Nomor: 01</p><p><br/></p><p>Judul: Strategi komunikasi publik penanganan COVID-19 di Indonesia</p><p>Latar Belakang: Dalam perspektif sosiologi komunikasi massa, COVID-19 telah manjadi tragedi  </p><p>masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia. Paling tidak, hal ini dapat dilihat dalam tiga hal.  </p><p>Pertama, peristiwa wabah sering ditenggarai sebagai sesuatu yang memiliki siklus setiap 100 </p><p>tahun yang benar-benar telah meluluhlantakkan kehidupan dan hal ini dapat dilihat hampir  </p><p>secara merata di empat benua sekaligus. Kedua, wabah ini juga telah membuat masyarakat  </p><p>memaksimalkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari. Ketiga,  </p><p>berbeda dengan ketika menghadapi perang, semua negara yang terpapar virus corona  </p><p>menunjukkan sikap gagap, terhenyak, terhuyung-huyung tanpa bisa berbuat banyak seperti  </p><p>yang sangat diharapkan oleh masyarakat, terlebih oleh para korban dan keluarganya. </p><p>Dalam konteks Indonesia, boleh jadi ketidaksempurnaan komunikasi publik yang  </p><p>dijalankan oleh Pemerintah disebabkan pula oleh berbagai hal, terutama maraknya informasi  </p><p>berbagai versi yang tersebar di media sosial, termasuk informasi yang tidak terkonfimasi  </p><p>kebenarannya alias hoax. Melalui media sosial, publik menerima berbagai informasi terkait  </p><p>rumor, dugaan, spesulasi tentang segala hal yang berhubungan dengan COVID-19. Namun,  </p><p>kesimpangsiuran informasi ini semestinya disadari sejak awal oleh pemerintah seraya segera  </p><p>melakukan counter dengan menyampaikan informasi detail kepada publik. </p><p>Dalam perspektif sosiologi komunikasi massa, pencegahan dan penanganan pemerintah  </p><p>Indonesia atas virus ini sudah bermasalah sejak awal. Para pejabat pada tingkat kementerian  </p><p>hingga kepala daerah tidak memiliki persepsi dan visi yang sama tentang ancaman virus ini. </p><p>Bahkan sebagian pejabat pemerintah beranggapan bahwa Indonesia aman dari virus ini dan  </p><p>sebagian lainnya berpendapat berbeda. Pandangan dan sikap yang terpolarisasi di tingkat  </p><p>pemerintah ini pada akhirnya berakibat pada pandangan dan sikap masyarakat yang menjadi  </p><p>terbelah dan terpecah-pecah pula (Sumadiria, 2014). Tidak heran jika hingga hari ini masih  </p><p>banyak masyarakat yang tidak patuh dengan himbauan untuk social dan physical distancing.  </p><p>Dalam tinjauan sosiologi komunikasi massa, media yang seharusnya melahirkan efek  </p><p>fungsional, malah justru berubah menimbulkan efek disfungsional (Baran, 2006; Sumadiria,  </p><p>2014). Publik tidak memiliki kesamaan pandangan dan sikap, sehingga kemudian bertindak  </p><p>sendiri-sendiri dan hal ini disebabkan oleh strategi komunikasi publik yang dilakukan  </p><p>pemerintah terlihat tanpa arah. Tida heran jika masyarakat lebih meyakini apa yang diyakininya  </p><p>melalui informasi yang mereka terima di media sosial</p><p>Pertanyaan penelitian: 1.Apa COVID-19 itu bisa merugikan semua manusia?</p><p>2.Mengapa COVID-19 menjadi virus yang mematikan hingga masyarakat harus mencegah terjadinya COVID?</p><p>3.Bagaimana cara menangani secara rinci tentang Strategi komunikasi publik penanganan COVID-19 di Indonesia?</p><p><br/></p><p>https://sg.docworkspace.com/d/sINCU5fiMAoXi6rgG?sa=wa&amp;ps=1&amp;fn=Strategi%20Komunikasi%20Publik%20Penanganan%20Covid_KTI%20(2).pdf</p><p><br/></p><p><br/></p><p>NB: maaff Bu saya terlambat mengumpulkan, karena ada masalah pribadi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-24 20:56:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186418295</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>randyfebriansyach055</author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186578319</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA: RANDY FEBRIANSYACH </p><p>PRESENSI: 26</p><p>KELAS: XE2</p><p><br/></p><p>JUDUL:</p><p>DAMPAK BISNIS ONLINE DAN LAPANGAN PEKERJAAN  </p><p>TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT  </p><p>(STUDI KASUS JASA BISNIS ONLINE  </p><p>TRANSPORTASI GRAB DI KOTA MEDAN)</p><p><br/></p><p>LATAR BELAKANG:</p><p> berfokus pada perkembangan bisnis online, khususnya transportasi online seperti Grab, yang telah memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan dan lapangan pekerjaan masyarakat di Kota Medan. Teknologi dan internet memudahkan masyarakat untuk mengakses peluang kerja baru sebagai pengemudi Grab, meningkatkan pendapatan mereka. Namun, muncul juga tantangan seperti perubahan pola kerja dan persaingan. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak bisnis transportasi online terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kota Medan.</p><p><br/></p><p>RUMUSAN MASALAH:</p><p>1. </p><p>Bagaimana dampak bisnis online  </p><p>terhadap peningkatan pendapatan  </p><p>masyarakat padaJasa Bisnis Online  </p><p>Transportasi Grab di KotaMedan.  </p><p>2. </p><p>Bagaimana dampak lapangan  </p><p>pekerjaan bisnis online terhadap  </p><p>peningkatan pendapatan masyarakat  </p><p>Jasa Bisnis Online Transportasi Grab  </p><p>diKotaMedan.  </p><p>3. </p><p>Bagaimana dampak bisnis online dan  </p><p>lapangan pekerjaan terhadap  </p><p>peningkatan masyarakat pada Jasa  </p><p>Bisnis Online Transportasi Grab di  </p><p>Kota Medan. </p><p><br/></p><p>TUJUAN PENELITIAN:</p><p>1. Menganalisis dampak bisnis online transportasi Grab terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Kota Medan.</p><p><br/></p><p>PERTANYAAN PENELITIAN:</p><p>1. Bagaimana bisnis online transportasi Grab mempengaruhi pendapatan masyarakat di Kota Medan?</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Seberapa besar kontribusi Grab dalam membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Kota Medan?</p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Bagaimana dampak keberadaan Grab terhadap kesejahteraan ekonomi para pengemudi dan pengguna jasa di Kota Medan?</p><p><br/></p><p><br/></p><p>4. Apa saja tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memanfaatkan peluang kerja di sektor bisnis online transportasi Grab?</p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Bagaimana prospek jangka panjang bisnis online transportasi seperti Grab dalam mendukung perekonomian lokal di Kota Medan?</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2938574171/0d4b732826856c3f9826431953766b4b/sosiologi.pdf" />
         <pubDate>2024-10-25 00:13:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3186578319</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3188780960</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama panji </p><p>Kelas x2</p><p>No 24</p><p>Judul kemiskinan dan kesejahteraan sosial </p><p>Latar belakang </p><p>Masalah kekurangan makan tetapi bagi warga atu masyarakat tertentu bahkan sudah mencapai tahap ekstrem </p><p> Tidak sedikit orang kelaparan karena tahap menderita kelaparan </p><p>Dampak kemiskinan karena telah membawa kematian seperti khusus bunuh diri </p><p>Rumus masalah </p><p>Masalah kesejahteraan mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan masalah keadilan yg berkaitan dengan masalah sosial </p><p>Tujuan </p><p>Porret kemiskinan itu menjadi sangat kontrak karena sebagai warga masyarakat berkurangnya ekonomi </p><p>Penelitian </p><p>Kemiskinan adalah sumber dari segala penjuru dunia membuat segala sesuatu di dalam latar belakang yaitu dengan cara yang nggak paham langsung di usia tua atau segala usia kemiskinan terjadi kemiskinan yaitu kekurangan dampak ekonomi dan banyak utang </p><p>Pertanyaan </p><p>Kenapa pemerintah menanggulangi dampak kemiskinan di Indonesia seperti khusus berkurangnya lowongan kerja </p><p>Dan anak anak yg mau sekolah atau dan orang miskin itu </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2949366155/86067f711971a9c385f1decc1f768c84/52807_ID_kemiskinan_dan_kesenjangan_sosial.pdf" />
         <pubDate>2024-10-27 03:30:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3188780960</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190036723</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Annisa Nurhandini</p><p>No absen : 04</p><p>Judul : Tantangan Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan</p><p>Latar Belakang : Kemiskinan di daerah perkotaan merupakan masalah kompleks yang semakin mendesak untuk ditangani. Pertumbuhan pesat kota-kota besar sering kali diimbangi dengan peningkatan angka kemiskinan, yang disebabkan oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan. Masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan sering menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pedesaan.</p><p>Rumusan Masalah : <strong>Bagaimana cara meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan? </strong>Mengidentifikasi strategi untuk memberdayakan masyarakat agar terlibat aktif dalam solusi terhadap kemiskinan.      </p><p> Tujuan Penelitian : <strong>Mendorong Partisipasi Masyarakat:</strong></p><p>Mengembangkan rekomendasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan. </p><p>Pertanyaan Penelitian : <strong>Apa saja faktor utama yang menyebabkan peningkatan angka kemiskinan di daerah perkotaan?</strong></p><ul><li><p><strong>Bagaimana dampak urbanisasi cepat terhadap kondisi kehidupan masyarakat miskin di perkotaan?</strong></p></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-28 06:43:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190036723</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190475528</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Rendy Wahyu </p><p>No. Absen : 28</p><p>Judul : KRIMINALITAS DI KALANGAN REMAJA (STUDI TERHADAP REMAJA PELAKU  </p><p>PENCABULAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KELAS II B  </p><p>PEKANBARU)</p><p>Latar Belakang :</p><p>Hakikat manusia sebagai satu-satunya  </p><p>mahluk yang memiliki akal dan pikiran di  </p><p>dunia ini menjadikan manusia selalu  </p><p>mempunyai cara untuk memenuhi segala  </p><p>kebutuhan nya. Era modernisasi dan  </p><p>globalisasi telah menghapus batasan-batasan  </p><p>yang ada antar negara di dunia. Berbagai  </p><p>informasi dan pengaruh dari suatu negara  </p><p>dapat masuk dengan mudah ke negara  </p><p>lainnya. Sehingga jarak dan waktu pun saat  </p><p>ini tidak memilikai batasan. Akibatnya  </p><p>negara-negara yang tidak memiliki  </p><p>pertahanan atau filter yang kuat, tidak dapat  </p><p>memilah mana pengaruh yang baik dan  </p><p>pengaruh yang tidak baik. Selain memberi  </p><p>kemudahan di kehidupan manusia  </p><p>modernisasi juga menimbulkan masalah  </p><p>sosial. Kemiskinan, kejahatan, pelacuran,  </p><p>alkoholisme, kecanduan dan perjudian  </p><p>merupakan gejala penyakit sosial yang harus  </p><p>di berbatas dari muka bumi. Indonesia pun  </p><p>sudah mulai banyak terkena proses dari  </p><p>akulturasi negara-negara barat. Modernisasi  </p><p>sangat cepat merubah budaya indonesia  </p><p>yang ketimuran dan di kenal dengan sopan  </p><p>santunya menjadi lebih kebaratan dengan  </p><p>kebebasan nya. Modernisasi banyak  </p><p>memberi perubahan pada berbagai aspek  </p><p>kehidupan masyarakat indonesia. Dampak  </p><p>yang juga sangat besar dari proses  </p><p>modrenisasi adalah meningkatnya angka  </p><p>Rumusan Masalah :</p><p>Berdasarkan latar belakang diatas maka  </p><p>dirumuskan masalah sebagai berikut : </p><p>1. Apakah faktor penyebab remaja  </p><p>melakukan tindakan pencabulan ? </p><p>2. Bagaimana bentuk tindakan  </p><p>kriminalitas pencabulan yang  </p><p>dilakukan remaja ?</p><p>kriminalitas.</p><p>Tujuan Penelitian : </p><p>Tujuan Penelitian </p><p>Adapun tujuan dari dilakukan penelitian ini  </p><p>adalah sebagai berikut : </p><p>1. Untuk mengetahui apa yang menjadi  </p><p>faktor penyebab remaja melakukan  </p><p>tindakan pencabulan. </p><p>2. Untuk mengetahui bagaimana bentuk  </p><p>tindakan pencabulan yang di lakukan </p><p>remaja.</p><p>Pertanyaan </p><p>Penelitian :</p><p>A. apa faktor penyebab remaja melakukan tindakan pencabulan </p><p>B. bagaimana bentuk tindakan kriminalitas pencabulan yang dilakukan remaja.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-28 12:44:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190475528</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190532889</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Nama  : Fahidah Arrosyidah</em></p><p><em>Nomor: 16//XE-2</em></p><p><br/></p><p><em>Judul  : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan Di Indonesia</em></p><p><br/></p><p><em>Latar Belakang:</em></p><p>Kemiskinan merupakan isu sentral bagi setiap negara di dunia, khususnya bagi negara berkembang. Pengentasan kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat merupakan tujuan akhir bagi suatu negara. berbagai pemikiran maupun konsep-konsep tentang kemiskinan sudah dikaji dan diadaptasi di berbagai negara berkembang namun tidak membuahkan hasil yang memuaskan,dalam konteks ini Indonesia sebagai negara berkembang yang masih dihinggapi oleh masalah kemiskinan. pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat dalam 5 tahun terakhir dibanding negara-negara kawasan ternyata belum mampu untuk mengurangi tingkat kemiskinan yang signifikan. pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didorong oleh sektor konsumsi rumah tangga ternyata tidak menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang dapat mengentaskan kaya kemiskinan secara signifikan dan menciptakan lapangan pekerjaan yang luas serta belum menghilangkan tingkat disparitas antara golongan kaya dan golongan miskin.</p><p><br/></p><p><em>Rumusan Masalah:</em></p><p>•Apakah ekonomi yang ada di Indonesia sudah stabil dan maju?</p><p>•Bagaimana kondisi ekonomi yang ada di Indonesia?</p><p>•Jika ekonomi di Indonesia belum baik,apa saja faktor penyebabnya?</p><p><br/></p><p><em>Tujuan Penelitian:</em></p><p>1.Untuk mengetahui kondisi ekonomi yang ada di Indonesia.</p><p>2.Untuk mengetahui tingkat kemiskinan yang ada di Indonesia.</p><p>3.Mencari tahu faktor penyebab kemiskinan yang ada di Indonesia.</p><p>4.Untuk mengetahui tingkat inflasi, konsumsi, pendapatan,dan kemiskinan.</p><p><br/></p><p><em>Pertanyaan Penelitian:</em></p><p>1.Apa itu kemiskinan?</p><p>2.Berapa banyak tingkat kemiskinan yang ada di Indonesia?</p><p>3.Bagaimana proses pertumbuhan ekonomi di Indonesia?</p><p>4.Apa saja faktor yang menyebabkan tingginya tingkat kemiskinan?</p><p>5.Apa saja akibat dari tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia?</p><p><br/></p><p><em>Teori :</em></p><p>a.Teori Trickle Down Effect, dikemukakan oleh Hirschman (1958). Teorinya ini berisi tentang suatu perkembangan meluasnya pembagian pendapatan.</p><p>b.Teori Inflasi yang dikemukakan oleh John Maynard Keynes.Menyatakan bahwa semakin banyak uang yang beredar, maka harga-harga akan naik.Masyarakat akan menurun daya beli dan tingkat </p><p>kesejahteraannya dikarenakan kenaikan harga barang secara umum dengan asumsi </p><p>tingkat pendapatannya tetap.</p><p><br/></p><p><em>Metode :</em></p><p>Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif,karena dalam penelitian tersebut terdapat analisis data dan kumpulan data yang berupa angka dan statistik.Di dalam penelitian tersebut terdapat data tabel yang berupa variabel kemiskinan dan diagram persentase kemiskinan warga masyarakat di Indonesia.</p><p>Data-data tersebut dikumpulkan/didapatkan dari :</p><p>-SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) Bulan September 2012</p><p>-Sumber: BPS 2012 (Data diolah)</p><p><br/></p><p><em>Hasil Pembahasan :</em></p><p>Dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia, Presiden RI mencanangkan </p><p>program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), program ini </p><p>menentukan titik-titik pembangunan yang dibagi kedalam enam koridor utama dari Aceh </p><p>sampai Papua. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia </p><p>(MP3EI) merupakan langkah awal untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan </p><p>termasuk 10 (sepuluh) negara besar di dunia pada tahun 2025 melalui pertumbuhan </p><p>ekonomi tinggi yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan.Pengembangan MP3EI dilakukan dengan pendekatan breakthrough yang didasari oleh </p><p>semangat “Not Business As Usual”, melalui perubahan pola pikir bahwa keberhasilan </p><p>pembangunan ekonomi tidak hanya tergantung pada pemerintah saja melainkan </p><p>merupakan kolaborasi bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, </p><p>BUMD, dan Swasta.</p><p>Pelaksanaan MP3EI dilakukan untuk mempercepat dan memperluas </p><p>pembangunan ekonomi melalui pengembangan 8 (delapan) program utama yang terdiri </p><p>dari 22 (dua puluh dua) kegiatan ekonomi utama.</p><p><br/></p><p><em>Kesimpulan :</em></p><p>Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel pendapatan perkapita, </p><p>inflasi, tingkat pendidikan indeks pembangunan manusia (IPM) dan konsumsi secara </p><p>bersamaan atau simultan mempengaruhi variable tingkat kemiskinan. Penelitian diatas menunjukkan bahwa tingkat inflasi, konsumsi, pendapatan perkapita, IPM memiliki hubungan negatif dengan tingkat kemiskinan, dan tingkat pendidikan memilki hubungan positif dengan tingkat pendidikan, yang menarik adalah </p><p>ternyata yang memiliki pengaruh signifikan adalah variable konsumsi dan IPM, hal menunjukkan bahwa tingkat konsumsi yang rendah menunjukkan tingkat kemiskinan,karena banyak paremeter konsumsi yang digunakan sebagai indkator kemiskinan.dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa terjadi disparitas yang tinggi antara golongan yang terkaya dan termiskin, dan dsiparitas antara </p><p>yang besar antara daerah terkaya dan termiskin, dan tingkat kemiskinan terjadi di daerah-daerah tertentu yang belum terjangkau oleh pembangunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2955053568/5c55e8a97f05427ac50b3fb87b1ae546/Yoghi_Citra_Pratama.pdf" />
         <pubDate>2024-10-28 13:19:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190532889</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190985996</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Ishlahunnisa Fajar Royana Putri </p><p>Nomor : 20</p><p>Kelas : XE-2 </p><p>Judul : ISLAM DAN KEMISKINAN (STUDI TENTANG MASYARAKAT  </p><p>ISLAM DOMINAN KELAS BAWAH DI KELURAHAN LAMASI  </p><p>KECAMATAN LAMASI KABUPATEN LUWU)</p><p> </p><p>Latar belakang : </p><p>•Salah satu masalah yang sangat dekat dengan kehidupan manusia adalah masalah kemiskinan. Kajian tentang penyelesaian kemiskinan telah lama dilakukan oleh para ahli. Menurut Kartasasmita, kondisi kemiskinan dapat disebabkan oleh, rendahnya taraf pendidikan. Taraf pendidikan yang rendah mengakibatkan kemampuan pengembangan diri terbatas dan menyebabkan sempitnya lapangan kerja yang dapat dimasuki.</p><p>• Kemiskinan dapat memberikan dampak yang mengakibatkan permasalahan  </p><p>baru mulai dari permasalahan keamanan sampai tumbuhnya pemikiran-pemikiran  </p><p>radikal. Endah Azharini menjelaskan penduduk yang tergolong miskin inilah yang  </p><p>menjadi peluang besar untuk melakukan tindak kejahatan. Ditengah keterbatasan  </p><p>ekonomi mereka masih harus memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sehingga  </p><p>sebagian penduduk miskin lebih memilih pekerjaan yang illegal dan cukup  </p><p>beresiko.</p><p>• Permasalahan kemiskinan tidak hanya dialami oleh negara berkembang  </p><p>bahkan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Tingkat kemiskinan dari  </p><p>suatu negara dapat diukur dengan berbagai cara salah satunya dengan pendapatan  </p><p>perkapita suatu negara.</p><p><br/></p><p>Rumusan masalah : </p><p>1. Bagaimana bentuk kemiskinan masyarakat muslim di Kelurahan Lamasi ? </p><p>2. Bagaimana pemaknaan kemiskinan bagi masyarakat muslim di Kelurahan Lamasi?</p><p> </p><p>Tujuan penelitian : </p><p>1. Mengetahui bentuk kemiskinan masyarakat islam di Kelurahan Lamasi </p><p>2. Mengetahui makna kemiskinan masyarakat islam di Kelurahan Lamasi</p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian : </p><p>1. Apa manfaat dari penelitian tersebut ?</p><p>2. Bagaimana bentuk - bentuk kemiskinan masyarakat Islam yang berada di kelurahan Lamasi?</p><p>3. Bagaimana makna kemiskinan bagi masyarakat Islam yang berada di kelurahan Lamasi </p><p>4. Bagaimana kesimpulan dari penelitian tersebut ?</p><p>5. Bagaimana saran bagi informan dan bagi peneliti selanjutnya</p><p><br/></p><p>Teori :</p><p>1. Teori Kemisikinan Dalam Kacamata Sosiologi, teori Karl Marx bahwa kemiskinan yang dialami masyarakat  </p><p>akibat dari struktur ketertindasan dari penguasa dan masyarakat tidak kritis dalam  </p><p>menyikapi kemiskinan yang dialami.</p><p>2. Teori Fenomenologi Scurtz terhadap subjektivitas masyarakat miskin, Fenomena yang tampak adalah refleksi dari realitas yang tidak dapat  </p><p>berdiri sendiri, karena ia memiliki makna yang memerlukan penafsiran yang lebih  </p><p>lanjut. </p><p>3. Teori Oscar Lewis Culture of Poverty (Budaya Kemiskinan), Menurut Lewis, Culture of Poverty bisa dimaknai sebagai suatu subkebudayaan hasil adaptasi dan reaksi kaum miskin terhadap kedudukan marginal  </p><p>mereka dimana kebudayaan tersebut cenderung melanggengkan dirinya dari generasi  </p><p>ke generasi.</p><p><br/></p><p>Metode : Kualitatif </p><p>Karena kualitatif  bersifat deskriptif peneliti harus mendeskripsikan  </p><p>suatu objek, fenomena, atau setting sosial yang dituangkan dalam tulisan yang  </p><p>bersifat naratif. Maka Maka peneliti menggunakan metode ini dalam penelitian bertujuan untuk mengimpretasikan fenomena yang terjadi mengenai islam dan kemiskinan yang  </p><p>terjadi di Kelurahan Lamasi.</p><p><br/></p><p>Hasil dan Pembahasan : Peneliti melakukan penelitian mengenai bentukbentuk kemiskinan dan makna kemiskinan masyarakat islam yang berada di  </p><p>Kelurahan Lamasi. Penyebabnya ialah </p><p>a. Kurangnya Modal</p><p>b. Rendahnya pendidikan</p><p>c. Kurangnya kesempatan kerja </p><p>d. Sifat ketergantungan masyarakat </p><p>e. Pernikahan dini</p><p>1. Bentuk kemiskinan masyarakat islam di Kelurahan Lamasi </p><p>Dari hasil penelitian yang dilakukan di lapangan terdapat bentuk – bentuk  </p><p>kemiskinan dan makna kemiskinan bagi masyarakat islam di Kelurahan Lamasi,  </p><p>Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu dan merujuk pada beberapa teori yang  </p><p>berhubungan dengan hasil penelitian, bentuk kemiskinan di Kelurahan Lamasi adalah  </p><p>kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural.</p><p>2. Makna kemiskinan bagi masyarakat islam di Kelurahan Lamasi </p><p>Kemiskinan atau kefakiran adalah suatu fakta, yang dilihat dari kacamata atau  </p><p>sudut pandang mana pun. Islam memandang bahwa masalah kemiskinan adalah  </p><p>masalah tidak terpenuhinya kebutuhan – kebutuhan primer secara menyeluruh yang  </p><p>berupa sandang pangan dan papan., apabila kebutuhan primer tidak terpenuhi maka  </p><p>dapat berakibat pada kehancuran atau kemunduran eksistensi umat manusia, maka  </p><p>dari itu islam menganggap bahwa kemiskinan adalah ancaman yang dihembuskan  </p><p>oleh setan.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan : 1. Kemiskinan yang terjadi di Kelurahan Lamasi dari hasil penelitian dan  </p><p>pendapat dari informan bahwa kemiskinan disebabkan karena kurangnya  </p><p>modal, rendahnya pendidikan dan ketergantungan masyarakat yang  </p><p>menyebabkan kemiskinan struktural, sedangkan kemiskinan kultural  </p><p>disebabkan karena adanya pola pikir masyarakat yang masih tradisional yang  </p><p>di turunkan dari generasi ke generasi berikutnya sehingga masyarakat masih  </p><p>banyak yang terjebak dizona kemiskinan. Tidak adanya kesadaran masyarakat  </p><p>untuk saling tolong – menolong dan toleransi, semakin menyulitkan  </p><p>masyarakat untuk ternhidar dari kemiskinan tersebut, </p><p>2. Makna kemiskinan bagi masyarakat islam di Kelurahan Lamasi menurut  </p><p>informan dan dari hasil penelitian diantaranya ada yang menganggap bahwa  </p><p>kemiskinan adalah takdir yang ditetapkan oleh Allah, namun takdir menjadi  </p><p>miskin dapat berubah selagi ada usaha dan kerja keras, kemiskinan sendiri  </p><p>tidak diajarkan dalam agama islam, islam mengajarkan agar umatnya untuk  </p><p>bekerja keras, usaha, doa, dan saling tolong – menolong, untuk terhindar dari belenggu kemiskinan. Apabila seseorang terjebak dalam kemiskinan agar  </p><p>bersabar dan bekerja keras sebagaimana kiprah seorang muslim untuk  </p><p>menggentaskan kemiskinan di kehidupanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2956372083/f280dfc12b192d5b5acff248aa0ef119/APRILIANI.pdf" />
         <pubDate>2024-10-28 17:55:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190985996</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190992122</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Ishlahunnisa Fajar Royana Putri </p><p>Nomor : 20</p><p>Kelas : XE-2 </p><p>Judul : ISLAM DAN KEMISKINAN (STUDI TENTANG MASYARAKAT  </p><p>ISLAM DOMINAN KELAS BAWAH DI KELURAHAN LAMASI  </p><p>KECAMATAN LAMASI KABUPATEN LUWU)</p><p> </p><p>Latar belakang : </p><p>•Salah satu masalah yang sangat dekat dengan kehidupan manusia adalah masalah kemiskinan. Kajian tentang penyelesaian kemiskinan telah lama dilakukan oleh para ahli. Menurut Kartasasmita, kondisi kemiskinan dapat disebabkan oleh, rendahnya taraf pendidikan. Taraf pendidikan yang rendah mengakibatkan kemampuan pengembangan diri terbatas dan menyebabkan sempitnya lapangan kerja yang dapat dimasuki.</p><p>• Kemiskinan dapat memberikan dampak yang mengakibatkan permasalahan  </p><p>baru mulai dari permasalahan keamanan sampai tumbuhnya pemikiran-pemikiran  </p><p>radikal. Endah Azharini menjelaskan penduduk yang tergolong miskin inilah yang  </p><p>menjadi peluang besar untuk melakukan tindak kejahatan. Ditengah keterbatasan  </p><p>ekonomi mereka masih harus memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sehingga  </p><p>sebagian penduduk miskin lebih memilih pekerjaan yang illegal dan cukup  </p><p>beresiko.</p><p>• Permasalahan kemiskinan tidak hanya dialami oleh negara berkembang  </p><p>bahkan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Tingkat kemiskinan dari  </p><p>suatu negara dapat diukur dengan berbagai cara salah satunya dengan pendapatan  </p><p>perkapita suatu negara.</p><p><br/></p><p>Rumusan masalah : </p><p>1. Bagaimana bentuk kemiskinan masyarakat muslim di Kelurahan Lamasi ? </p><p>2. Bagaimana pemaknaan kemiskinan bagi masyarakat muslim di Kelurahan Lamasi?</p><p> </p><p>Tujuan penelitian : </p><p>1. Mengetahui bentuk kemiskinan masyarakat islam di Kelurahan Lamasi </p><p>2. Mengetahui makna kemiskinan masyarakat islam di Kelurahan Lamasi</p><p><br/></p><p>Pertanyaan penelitian : </p><p>1. Apa manfaat dari penelitian tersebut ?</p><p>2. Bagaimana bentuk - bentuk kemiskinan masyarakat Islam yang berada di kelurahan Lamasi?</p><p>3. Bagaimana makna kemiskinan bagi masyarakat Islam yang berada di kelurahan Lamasi </p><p>4. Bagaimana kesimpulan dari penelitian tersebut ?</p><p>5. Bagaimana saran bagi informan dan bagi peneliti selanjutnya</p><p><br/></p><p>Teori :</p><p>1. Teori Kemisikinan Dalam Kacamata Sosiologi, teori Karl Marx bahwa kemiskinan yang dialami masyarakat  </p><p>akibat dari struktur ketertindasan dari penguasa dan masyarakat tidak kritis dalam  </p><p>menyikapi kemiskinan yang dialami.</p><p>2. Teori Fenomenologi Scurtz terhadap subjektivitas masyarakat miskin, Fenomena yang tampak adalah refleksi dari realitas yang tidak dapat  </p><p>berdiri sendiri, karena ia memiliki makna yang memerlukan penafsiran yang lebih  </p><p>lanjut. </p><p>3. Teori Oscar Lewis Culture of Poverty (Budaya Kemiskinan), Menurut Lewis, Culture of Poverty bisa dimaknai sebagai suatu subkebudayaan hasil adaptasi dan reaksi kaum miskin terhadap kedudukan marginal  </p><p>mereka dimana kebudayaan tersebut cenderung melanggengkan dirinya dari generasi  </p><p>ke generasi.</p><p><br/></p><p>Metode : Kualitatif </p><p>Karena kualitatif  bersifat deskriptif peneliti harus mendeskripsikan  </p><p>suatu objek, fenomena, atau setting sosial yang dituangkan dalam tulisan yang  </p><p>bersifat naratif. Maka Maka peneliti menggunakan metode ini dalam penelitian bertujuan untuk mengimpretasikan fenomena yang terjadi mengenai islam dan kemiskinan yang  </p><p>terjadi di Kelurahan Lamasi.</p><p><br/></p><p>Hasil dan Pembahasan : Peneliti melakukan penelitian mengenai bentukbentuk kemiskinan dan makna kemiskinan masyarakat islam yang berada di  </p><p>Kelurahan Lamasi. Penyebabnya ialah </p><p>a. Kurangnya Modal</p><p>b. Rendahnya pendidikan</p><p>c. Kurangnya kesempatan kerja </p><p>d. Sifat ketergantungan masyarakat </p><p>e. Pernikahan dini</p><p>1. Bentuk kemiskinan masyarakat islam di Kelurahan Lamasi </p><p>Dari hasil penelitian yang dilakukan di lapangan terdapat bentuk – bentuk  </p><p>kemiskinan dan makna kemiskinan bagi masyarakat islam di Kelurahan Lamasi,  </p><p>Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu dan merujuk pada beberapa teori yang  </p><p>berhubungan dengan hasil penelitian, bentuk kemiskinan di Kelurahan Lamasi adalah  </p><p>kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural.</p><p>2. Makna kemiskinan bagi masyarakat islam di Kelurahan Lamasi </p><p>Kemiskinan atau kefakiran adalah suatu fakta, yang dilihat dari kacamata atau  </p><p>sudut pandang mana pun. Islam memandang bahwa masalah kemiskinan adalah  </p><p>masalah tidak terpenuhinya kebutuhan – kebutuhan primer secara menyeluruh yang  </p><p>berupa sandang pangan dan papan., apabila kebutuhan primer tidak terpenuhi maka  </p><p>dapat berakibat pada kehancuran atau kemunduran eksistensi umat manusia, maka  </p><p>dari itu islam menganggap bahwa kemiskinan adalah ancaman yang dihembuskan  </p><p>oleh setan.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan : 1. Kemiskinan yang terjadi di Kelurahan Lamasi dari hasil penelitian dan  </p><p>pendapat dari informan bahwa kemiskinan disebabkan karena kurangnya  </p><p>modal, rendahnya pendidikan dan ketergantungan masyarakat yang  </p><p>menyebabkan kemiskinan struktural, sedangkan kemiskinan kultural  </p><p>disebabkan karena adanya pola pikir masyarakat yang masih tradisional yang  </p><p>di turunkan dari generasi ke generasi berikutnya sehingga masyarakat masih  </p><p>banyak yang terjebak dizona kemiskinan. Tidak adanya kesadaran masyarakat  </p><p>untuk saling tolong – menolong dan toleransi, semakin menyulitkan  </p><p>masyarakat untuk ternhidar dari kemiskinan tersebut, </p><p>2. Makna kemiskinan bagi masyarakat islam di Kelurahan Lamasi menurut  </p><p>informan dan dari hasil penelitian diantaranya ada yang menganggap bahwa  </p><p>kemiskinan adalah takdir yang ditetapkan oleh Allah, namun takdir menjadi  </p><p>miskin dapat berubah selagi ada usaha dan kerja keras, kemiskinan sendiri  </p><p>tidak diajarkan dalam agama islam, islam mengajarkan agar umatnya untuk  </p><p>bekerja keras, usaha, doa, dan saling tolong – menolong, untuk terhindar dari belenggu kemiskinan. Apabila seseorang terjebak dalam kemiskinan agar  </p><p>bersabar dan bekerja keras sebagaimana kiprah seorang muslim untuk  </p><p>menggentaskan kemiskinan di kehidupanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2956372083/4e03000caacd385b555154d4c3206898/APRILIANI.pdf" />
         <pubDate>2024-10-28 17:59:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ssafttt/eyne3nksyoqxabco/wish/3190992122</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
