<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Lembaga Kerja Sama Internasional by Nasihatul Mila</title>
      <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-21 03:28:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-02-10 06:53:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>NAMA/NO.ABSEN/KELAS</title>
         <author>nasihatulmila07</author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3321931732</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menjelaskan deskripsi mengenai lembaga kerja sama yang didapat.</p></li><li><p>Menjelaskan latar belakang kerja sama tersebut.</p></li><li><p>Menganalisis dampak positif dan negatifnya.</p></li><li><p>Memberikan pendapat pribadi tentang keberlanjutan kerja sama tersebut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 04:23:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3321931732</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Firman Arifanto/13/9G</title>
         <author>firmangantengsedunia9</author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322031003</link>
         <description><![CDATA[<p>1.APEC adalah kerja sama negara negara di asia pasifik, APEC bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di asia Pasifik agar lebih maju dan pesat</p><p><br/></p><p>2.APEC didirikan karna runtuhnya uni soviet dan berubahnya sistem ekonomi uni soviet dan kekawatiran dengan ekonomi jepang yang pesat sehingga bisa menguasai ekonomi di asia</p><p><br/></p><p>3.positif: dapat meningkatkan ekonomi negara yang bergabung</p><p>negatif: ketergantungan negara terhadap apec, persaingan dengan negara lain yg ekonomi nya yg kuat, ketidak kesetaraan </p><p><br/></p><p>4.kerja samanya bagus dapat meningkatkan ekonomi negara yang kurang maju, kalau bisa ditambah anggotanya biar ketidak kesetaraan nya hilang dari negara yang tidak ikut gabung ke APEC</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 05:56:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322031003</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Raffka Akbar Ta&#39;tyarianto (26/IXG) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322038268</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah organisasi multilateral yang terdiri dari beberapa negara yang terletak di Asia. SCO Didirikan pada tahun 2001 dengan tujuan untuk memperkuat kerja sama keamanan, ekonomi, dan budaya di kawasan Eurasia. Negara-negara pendiri SCO adalah China, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Kemudian, negara-negara lain, termasuk India dan Pakistan, bergabung dengan SCO. Organisasi ini memfokuskan diri pada tiga bidang utama: kerja sama dalam bidang politik dan keamanan, ekonomi, serta hubungan. </p><p>2.Latar belakang pembentukan SCO berawal dari meningkatnya ancaman keamanan yang dihadapi oleh negara-negara Asia Tengah pasca runtuhnya Uni Soviet. Beberapa masalah yang dibahas termasuk terorisme, perdagangan narkoba, dan ekstremisme yang dapat mengancam stabilitas kawasan. Selain itu, kawasan ini juga menghadapi tantangan dalam mengembangkan ekonomi dan meningka</p><p>Tiongkok dan Rusia, sebagai kekuatan besar di kawasan tersebut. </p><p>3.~Dampak Positif:</p><p>-Stabilitas Keamanan: Ruang</p><p>-Kerja Sama Ekonomi: SCO</p><p>-Pengaruh Global yang Kuat:Keanggotaan</p><p>~Dampak Negatif:</p><p>-Ketegangan Politik dan Keamanan</p><p>-Ketergantungan pada China dan Rusia</p><p>-Tantangan Integrasi Ekonomi</p><p>4.Kerja sama SCO memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi anggotanya, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan dan ekonomi yang semakin kompleks. Namun, keinginan kerja sama ini akan sangat bergantung pada bagaimana negara-negara anggotanya dapat menyelesaikan perbedaan internal, khususnya dalam hal kepentingan politik dan ekonomi. maka organisasi ini dapat terus memainkan peran penting di kawasan Eurasia dan bahkan di tingkat dunia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:03:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322038268</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rezy Arthur S.A/29/9G</title>
         <author>rezyarthur767</author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322039220</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Deskripsi</p><p>World Food Programme (WFP) adalah lembaga kerja sama internasional yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). WFP bertanggung jawab untuk mengatasi kelaparan dan meningkatkan keamanan pangan di seluruh dunia.</p><p><br/></p><p>2.Latar Belakang</p><p>WFP didirikan pada tahun 1961 sebagai tanggapan atas krisis pangan global yang meluas pada tahun 1960-an. Tujuan utama WFP adalah untuk mengatasi kelaparan dan malnutrisi di seluruh dunia.</p><p><br/></p><p>3.Dampak Positif dan Negatif</p><p>Dampak Positif</p><p>1. Mengurangi kelaparan dan malnutrisi di seluruh dunia.</p><p>2. Meningkatkan keamanan pangan dan ketersediaan makanan yang cukup dan bergizi.</p><p>3. Memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan jangka panjang untuk program pangan di negara-negara berkembang.</p><p><br/></p><p>Dampak Negatif</p><p>1. Ketergantungan pada bantuan internasional dapat mengurangi kemampuan negara-negara berkembang untuk mengatasi masalah pangan secara mandiri.</p><p>2. Biaya operasional WFP yang tinggi dapat mengurangi efisiensi program bantuan pangan.</p><p><br/></p><p>4.Pendapat Pribadi</p><p>pendapat pribadi saya adalah bahwa WFP telah berkontribusi secara signifikan dalam mengatasi masalah kelaparan dan malnutrisi di seluruh dunia. namun, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas program bantuan pangan WFP.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:04:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322039220</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bayu Ridhone. G/08/9G</title>
         <author>bayuridhonegusthi</author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322039333</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><br></p><p>1. Deskripsi Lembaga Kerja Sama FAO:</p><p><br></p><p>FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) adalah lembaga internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang fokus pada masalah pangan dan pertanian global. FAO bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi kelaparan, dan memastikan akses pangan yang cukup untuk seluruh dunia. Lembaga ini bekerja sama dengan anggota negara-negara untuk meningkatkan produksi pertanian, mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, dan membangun ketahanan pangan melalui kebijakan, penelitian, ser</p><p><br></p><p>2. Latar Belakang Kerja Sama dengan FAO:</p><p> adalah memperbaiki gizi, menambah produktivitas pertanian, menaikkan taraf hidup penduduk pedesaan, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global .</p><p><br></p><p><br></p><p>3. Dampak Positif dan Negatif Kerja Sama dengan FAO:</p><p><br></p><p>Dampak Positif:</p><p>Peningkatan Ketahanan Pangan: anggota FAO</p><p>Transfer Pengetahuan dan Teknologi: FAO</p><p>Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan: F</p><p>Dampak Negatif:</p><p>Ketergantungan pada Bantuan</p><p>Kebijakan yang Tidak Tepat</p><p><br></p><p>4. Pendapat Pribadi tentang Keberlanjutan Kerja Sama dengan FAO:</p><p><br></p><p>Ingin di adakan kerjasama lagi,karena selain meningkatkan penguatan bahan pangan,juga dapat memperbaiki gizi, dan meningkatkan taraf hidup penduduk desa.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:04:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322039333</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Syafa Wahyu Tsaniah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322041816</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelas: 9G</p><p>Nomer Absen: 33</p><p>Jawaban:</p><p><br/></p><p>1.Deskripsi Lembaga Kerja Sama ADB</p><p>ADB adalah lembaga keuangan pembangunan multilateral yang beroperasi di wilayah Asia dan Pasifik. Misinya adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut. ADB menyediakan pinjaman, hibah, bantuan teknis, dan investasi ekuitas untuk mendukung berbagai proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. Fokus utama ADB meliputi sektor infrastruktur, lingkungan, pendidikan, kesehatan, keuangan, dan sektor publik.</p><p><br/></p><p>2.Latar Belakang Kerja Sama ADB</p><p>ADB didirikan pada tahun 1966 dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Asia dan Pasifik setelah Perang Dunia II. Pada masa itu, banyak negara di kawasan ini menghadapi tantangan besar seperti kemiskinan, kurangnya infrastruktur, dan keterbatasan sumber daya. ADB hadir untuk memberikan dukungan finansial dan teknis kepada negara-negara anggota dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut.</p><p><br/></p><p>3.Dampak Positif dan Negatif Kerja Sama ADB</p><p><br/></p><p>Dampak Positif:</p><p> - Peningkatan Infrastruktur: ADB telah memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan infrastruktur di berbagai negara anggota, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik.</p><p><br/></p><p>Dampak Negatif:</p><p> - Ketergantungan Utang: Beberapa negara anggota menjadi terlalu bergantung pada pinjaman dari ADB, yang dapat menyebabkan masalah utang jangka panjang.</p><p><br/></p><p>4.Pendapat Pribadi tentang Keberlanjutan Kerja Sama ADB</p><p>Saya berpendapat bahwa kerja sama dengan ADB masih relevan dan penting bagi negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik. ADB memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di kawasan ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:07:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322041816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M.AFRIANSYAH.A(20/IXG)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322043958</link>
         <description><![CDATA[<p>1.ADMM (ASEAN Defense Ministers' Meeting) adalah forum tahunan para Menteri Pertahanan ASEAN untuk membahas isu keamanan kawasan. Tujuannya memperkuat kerja sama pertahanan, meningkatkan stabilitas, dan mengatasi ancaman bersama. ADMM juga melibatkan negara mitra luar melalui ADMM Plus untuk memperluas kerjasama.</p><p><br/></p><p>2.Kerjasama ADMM bermula dari kebutuhan negara-negara ASEAN untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan kawasan Asia Tenggara. Didirikan pada 2006, ADMM bertujuan untuk memperkuat kolaborasi di bidang pertahanan, mengatasi ancaman bersama, dan membangun hubungan yang saling percaya antar negara anggota.</p><p><br/></p><p>3.Dampak Positif ADMM:</p><p>1. Meningkatkan kerjasama dan stabilitas kawasan.</p><p>2. Memperkuat kapasitas pertahanan.</p><p>3. Mendukung penyelesaian konflik damai.</p><p><br/></p><p>Dampak Negatif ADMM:</p><p>1. Ketergantungan pada negara mitra.</p><p>2. Tantangan koordinasi antar negara.</p><p>3. Potensi persaingan kekuatan.</p><p><br/></p><p>4. Menurut saya, keberlanjutan kerja sama ADMM sangat penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan kawasan ASEAN. Mengingat tantangan yang terus berkembang, seperti terorisme dan bencana alam, kerjasama ini memberikan platform untuk negara-negara ASEAN berkolaborasi dalam menghadapi ancaman bersama. Dengan memperkuat hubungan antar negara anggota dan melibatkan mitra luar, ADMM dapat membantu menjaga perdamaian di kawasan. Oleh karena itu, keberlanjutan dan peningkatan kerjasama ini perlu terus didorong untuk menghadapi tantangan global.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:09:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322043958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arjuna Dwi Mandalika</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322045513</link>
         <description><![CDATA[<p>PBB</p><p><br/></p><p>Penjelasan</p><p><br/></p><p>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah organisasi internasional yang dibentuk pada 24 Oktober 1945 setelah Perang Dunia II untuk mencegah konflik global di masa depan. PBB memiliki 193 negara anggota dan berfungsi sebagai platform bagi negara-negara untuk berdiskusi serta bekerja sama dalam berbagai isu, seperti perdamaian, keamanan, hak asasi manusia, lingkungan, dan pembangunan ekonomi.</p><p><strong>Struktur Utama PBB:</strong></p><ol><li><p><strong>Majelis Umum</strong> – Forum utama tempat semua negara anggota berdiskusi dan membuat keputusan.</p></li><li><p><strong>Dewan Keamanan</strong> – Bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan internasional, memiliki 15 anggota (5 tetap dengan hak veto: AS, Rusia, Tiongkok, Prancis, dan Inggris).</p></li><li><p><strong>Sekretariat</strong> – Dipimpin oleh Sekretaris Jenderal, bertugas menjalankan kebijakan PBB.</p></li><li><p><strong>Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC)</strong> – Mengurus kerja sama ekonomi, sosial, dan pembangunan.</p></li><li><p><strong>Dewan Perwalian</strong> – Tidak aktif sejak 1994 setelah kemerdekaan Palau.</p></li><li><p><strong>Mahkamah Internasional</strong> </p></li></ol><p><br/></p><p>Struktur Utama PBB:</p><p>Majelis Umum – Forum utama tempat semua negara anggota berdiskusi dan membuat keputusan.</p><p>Dewan Keamanan – Bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan internasional, memiliki 15 anggota (5 tetap dengan hak veto: AS, Rusia, Tiongkok, Prancis, dan Inggris).</p><p>Sekretariat – Dipimpin oleh Sekretaris Jenderal, bertugas menjalankan kebijakan PBB.</p><p>Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) – Mengurus kerja sama ekonomi, sosial, dan pembangunan.</p><p>Dewan Perwalian – Tidak aktif sejak 1994 setelah kemerdekaan Palau.</p><p>Mahkamah Internasional – Menyelesaikan sengketa hukum antarnegara.</p><p><br/></p><p>Tujuan PBB:</p><ul><li><p>Menjaga perdamaian dan keamanan dunia.</p></li><li><p>Mengembangkan hubungan persahabatan antarnegara.</p></li><li><p>Mendorong kerja sama internasional dalam ekonomi, sosial, dan hak asasi manusia.</p></li><li><p>Menjadi pusat koordinasi bagi berbagai upaya global.</p></li></ul><p>Selain itu, PBB memiliki berbagai badan seperti WHO (kesehatan), UNESCO (pendidikan dan kebudayaan), UNICEF (perlindungan anak), dan UNHCR (pengungsi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:11:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322045513</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M.FAIZ NAINUL I(21/9G)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322046524</link>
         <description><![CDATA[<p>Gavi, the Vaccine Alliance adalah lembaga global yang meningkatkan akses vaksin di negara berkembang. Gavi bekerja sama dengan:</p><p><br/></p><p>Pemerintah (70+ negara) untuk pendanaan dan distribusi vaksin.</p><p><br/></p><p>WHO, UNICEF, Bank Dunia untuk kebijakan dan pendanaan imunisasi.</p><p><br/></p><p>Bill &amp; Melinda Gates Foundation &amp; perusahaan farmasi untuk vaksin murah.</p><p><br/></p><p>Sejak 2000, Gavi telah memvaksinasi 1 miliar anak dan mencegah 17 juta k</p><p>ematian.</p><p><br/></p><p>2.Gavi didirikan pada 2000 untuk mengatasi rendahnya akses vaksin di negara berkembang akibat harga mahal dan distribusi terbatas. WHO, UNICEF, Bank Dunia, pemerintah, sektor swasta, dan filantropi bekerja sama untuk menurunkan harga vaksin, meningkatkan distribusi, dan memperkuat sistem kesehatan. Sejak itu, Gavi telah memvaksinasi 1 miliar anak dan mencegah 17 juta kematian.</p><p><br/></p><p>3Analisis Dampak Kerja Sama Gavi</p><p><br/></p><p>Dampak Positif</p><p>1. Meningkatkan Akses Vaksin – Lebih dari 1 miliar anak telah divaksinasi, mengurangi angka kematian akibat penyakit menular.</p><p><br/></p><p>2. Menurunkan Harga Vaksin – Kerja sama dengan perusahaan farmasi membuat vaksin lebih terjangkau bagi negara miskin.</p><p><br/></p><p>3. Memperkuat Sistem Kesehatan – Dukungan teknis dan finansial membantu negara berkembang meningkatkan layanan imunisasi.</p><p><br/></p><p>4. Mencegah Wabah Penyakit – Imunisasi massal mengurangi penyebaran penyakit menular seperti campak, polio, dan hepatitis.</p><p><br/></p><p>Dampak Negatif</p><p>1. Ketergantungan Pendanaan – Banyak negara miskin masih bergantung pada bantuan Gavi, sulit mandiri dalam jangka panjang.</p><p><br/></p><p>2. Distribusi Tidak Merata – Beberapa daerah terpencil masih sulit dijangkau akibat infrastruktur yang buruk.</p><p><br/></p><p>3. Resistensi Masyarakat – Hoaks dan ketidakpercayaan terhadap vaksin di beberapa negara menghambat program imunisasi.</p><p><br/></p><p>4. Fokus Terbatas – Gavi lebih banyak berfokus pada vaksin, sementara banyak negara juga membutuhkan bantuan kesehatan lainnya.</p><p><br/></p><p>4.Kerja sama Gavi harus berlanjut, tapi negara berkembang perlu mandiri dalam pendanaan dan distribusi vaksin. Edukasi masyarakat juga penting untuk mengatasi hoaks agar imunisasi lebih efektif tanpa ketergantungan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:12:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322046524</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pamela Anderson (23) 9G</title>
         <author>pmllandrs</author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322047503</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Lembaga kerja World Health Organization (WHO) adalah organisasi internasional yang bertugas mengkoordinasikan kesehatan masyarakat dunia. WHO merupakan badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). </p><p><br/></p><p>2. Latar belakang kerjasama WHO adalah untuk mengatasi permasalahan kesehatan global. WHO didirikan untuk membantu komunitas kesehatan masyarakat global dalam menanggapi tantangan kesehatan saat ini dan membentuk masa depan yang lebih sehat. </p><p><br/></p><p>3. Dampak positif dari WHO (World Health Organization) adalah berupa peningkatan kesehatan masyarakat. Sedangkan dampak negatif dari WHO (World Health Organization) keterlambatan dalam menanggapi krisis kesehatan global dan keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun manusia </p><p><br/></p><p>4. Menurut saya, keberlanjutan kerjasama WHO sangat penting untuk mencapai kesehatan global karena dengan lembaga kerjasama ini dapat meningkatkan akses kesehatan dan mengatasi krisis kesehatan global.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:14:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322047503</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AVELYA D.A/06/9G</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322047816</link>
         <description><![CDATA[<p>1. International Labour Organization (ILO) adalah lembaga khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertanggung jawab atas isu-isu ketenagakerjaan dan perlindungan hak-hak pekerja di seluruh dunia. ILO didirikan pada tahun 1919 sebagai bagian dari Perjanjian Versailles dan menjadi lembaga PBB pada tahun 1946.</p><p><br/></p><p>2.International Labour Organization (ILO) dibentuk sebagai respons terhadap kondisi kerja yang buruk selama Revolusi Industri di abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada masa itu, pekerja menghadapi eksploitasi dalam bentuk jam kerja panjang, upah rendah, kondisi kerja yang tidak aman, serta minimnya perlindungan hukum.</p><p><br/></p><p>3.DAMPAK POSITIF ILO </p><p>- Meningkatkan Standar Ketenagakerjaan Global</p><p>- Perlindungan Hak Pekerja</p><p>- Membantu Negara Berkembang dalam Reformasi Ketenagakerjaan</p><p> DAMPAK NEGATIF ILO</p><p>- Kesulitan Implementasi di Beberapa Negara</p><p>- Beban Tambahan bagi Pengusaha</p><p>- Risiko Pengangguran akibat Regulasi yang Ketat.</p><p><br/></p><p>4.Saya berpendapat bahwa kerja sama dengan International Labour Organization (ILO) tetap sangat penting dan perlu terus dilanjutkan. Dalam dunia kerja yang terus berkembang—terutama dengan adanya globalisasi, digitalisasi, dan otomatisasi—ILO berperan sebagai lembaga yang menjaga keseimbangan antara hak pekerja, kepentingan pengusaha, dan kebijakan pemerintah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:14:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322047816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alif murtadho (01) IX G</title>
         <author>bayuridhonegusthi</author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322048331</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Deskripsi</p><p>ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah organisasi regional yang terdiri dari sepuluh negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. ASEAN Didirikan pada 8 Agustus 1967 dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, sosial, dan politik antara negara-negara anggotanya. ASEAN juga memiliki tujuan untuk memajukan perdamaian dan stabilitas di kawasan, serta bekerja sama dalam bidang-bidang seperti perdagangan, pendidika</p><p>2Latar belakang terbentuknya ASEAN didasarkan pada kebutuhan untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara yang saat itu masih dilanda ketegangan pasca Perang Dunia II dan Perang Dingin. Negara-negara di kawasan tersebut menghadapi tantangan dalam hal pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta ancaman konflik dan gangguan politik. Oleh karena itu, ASEAN dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama antar negara anggota untuk mencapai kemakmuran bersama serta menghindari potensi konflik dan</p><p>3. Analisis Bendungan</p><p>Dampak Positif:</p><p>Stabilitas dan Perdamaian: AS</p><p>Peningkatan Ekonomi: ASEAN tel</p><p>Peningkatan Kerja Sama Sosial dan Budaya:Negara</p><p>Dampak Negatif:</p><p>Ketimpangan Ekonomi: Meskip</p><p>Sumber Daya Alam dan Lingkungan: Kerja sama di bida</p><p>Ketergantungan Ekonomi:Beberapa negatif</p><p>4. Pendapat Pri</p><p>Keberlanjutan kerja sama ASEAN sangat penting untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara. Namun keinginan tersebut harus menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal kesenjangan ekonomi dan dampak sosial yang ditimbulkan oleh globalisasi. Negara-negara ASEAN perlu lebih mengedepankan integrasi yang inklusif, sehingga semua negara mendapatkan manfaat yang merata, terutama negara-negara yang lebih miskin. Selain itu, ASEAN juga perlu fokus pada pelestarian lingkungan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai tidak merusak sumber daya alam dan kehidupan masyarakat. Dengan komitmen yang lebih kuat terhadap kerjasama sosial, ekonomi, dan lingkungan, ASEAN dapat menjadi model kebe</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:15:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322048331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rayka Fhilifus Nugroho (28)/(9G)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322048987</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), sebelumnya bernama Organisasi Konferensi Islam, adalah sebuah organisasi antar pemerintah yang beranggotakan 57 negara.Organisasi ini didirikan di Rabat, Maroko, pada 25 September 1969 sebagai respons terhadap pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh Israel</p><p>2.Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) didirikan sebagai respons terhadap berbagai masalah yang dihadapi umat Islam, terutama setelah pembakaran sebagian Masjid Al-Aqsa pada 21 Agustus . Pembentukan OKI terjadi setelah para pemimpin negara Islam mengadakan konferensi di Rabat, Maroko, pada 22-25 September 1969</p><p>3.Dampak positif</p><p> -Meningkatkan kerja sama ekonomi</p><p>-Pemberdayaan Umat Islam</p><p>-Mendorong perdamaian dan stabilitas </p><p>Dampak negatif:</p><p>-Kewajiban sertifikasi halal</p><p>-Potensi terbatasnya kerja sama dengan negara non-anggota</p><p>4.OKI memiliki potensi besar untuk terus memberikan dampak positif bagi negara-negara anggotanya, terutama dalam meningkatkan kerja sama ekonomi, mengatasi masalah kemanusiaan, dan mempromosikan perdamaian</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:15:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322048987</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama,absen,kelas : Eliana Dewi Shafira (11/9G)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322051054</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Deskripsi World Bank :</p><p>   World Bank (Bank Dunia) adalah lembaga keuangan internasional yang memberikan pinjaman dan bantuan teknis kepada negara berkembang untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pembangunan ekonomi.  </p><p><br/></p><p>2. Latar Belakang Kerja Sama :</p><p>   World Bank bekerja sama dengan berbagai negara untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan reformasi ekonomi. Kerja sama ini muncul karena banyak negara membutuhkan pendanaan dan keahlian dalam menangani tantangan pembangunan.  </p><p><br/></p><p>3. Dampak Positif dan Negatif :</p><p>   - Positif: Membantu pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.  </p><p>   - Negatif: Ketergantungan terhadap utang, kemungkinan intervensi dalam kebijakan domestik, serta risiko proyek yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan lokal.  </p><p><br/></p><p>4. Pendapat Pribadi : </p><p>   Kerja sama dengan World Bank tetap diperlukan, tetapi harus diimbangi dengan kebijakan yang memastikan keberlanjutan ekonomi negara penerima tanpa terlalu bergantung pada pinjaman luar negeri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:17:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322051054</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aulidia Meikawati 9G/5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322051169</link>
         <description><![CDATA[<p>1. G20 adalah sebuah lembaga kerjasama ekonomi yang terdiri dari 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia </p><p><br/></p><p>2. G20 dibentuk pada 1999 dengan tujuan untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mewujudkan stabilitas keuangan internasional. Forum ini dibentuk sebagai salah satu upaya untuk mencari solusi atas terjadinya krisis keuangan global pada 1997-1999.</p><p><br/></p><p>3. dampak positif bagi G20 membuat peningkatan pada ekonomi negara, meningkatkan investasi, meningkatkan negara berkembang, dan mengatasi krisis ekonomi negara</p><p><br/></p><p>4. Menurut saya, G20 dapat terus berlanjut sebagai forum kerjasama ekonomi global yah efektif jika dapat mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, keamanan,  dan kesehatan. Juga dapat meningkatkan kerjasama dan representasi pada negara</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:17:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322051169</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Novel herlandia putra ramadhan IXG/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322051353</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) adalah perjanjian perdagangan bebas yang mencakup 15 negara Asia-Pasifik, termasuk ASEAN (Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam), serta China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.</p></li></ol><p>Lembaga kerjasama yang dibentuk oleh RCEP bertujuan untuk memperkuat dan memperdalam hubungan ekonomi antar negara anggotanya.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>- Meningkatkan Integrasi Ekonomi Asia-Pasifik</strong>: RCEP bertujuan untuk memperdalam integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan salah satu kawasan ekonomi terbesar dan paling dinamis di dunia.</p></li></ol><ul><li><p><strong>Keterkaitan dengan ASEAN</strong>: RCEP diprakarsai oleh negara-negara ASEAN sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat kerjasama ekonomi regional. ASEAN sebagai organisasi yang sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA).</p></li><li><p><strong>Tantangan Global dan Perdagangan</strong>: Dalam menghadapi tantangan global, seperti persaingan perdagangan yang semakin ketat, munculnya proteksionisme, dan ketidakpastian ekonomi internasional, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik merasa perlu untuk bekerja sama lebih erat guna memperkuat daya saing ekonomi mereka di pasar dunia.</p></li></ul><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://3.nl">3.</a>Dampak Positif RCEP:</p><ul><li><p>Peningkatan Perdagangan dan Akses Pasar: Salah satu dampak positif utama dari RCEP adalah peningkatan akses pasar antar negara anggota.</p></li><li><p><strong>Peningkatan Investasi Asing</strong>: Dengan adanya perjanjian yang menciptakan kawasan perdagangan yang lebih terbuka dan terintegrasi, RCEP berpotensi menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI).</p></li><li><p><strong>Penguatan Ekonomi Kawasan</strong>: RCEP dapat memperkuat stabilitas ekonomi kawasan Asia-Pasifik dengan memperdalam hubungan ekonomi antar negara anggota</p></li><li><p>Dampak Negatif RCEP:</p></li><li><p><strong>Persaingan yang Lebih Ketat untuk Industri Lokal</strong>: Salah satu dampak negatif dari RCEP adalah kemungkinan meningkatnya persaingan untuk industri lokal, terutama bagi negara-negara dengan industri yang kurang berkembang atau lebih lemah dalam menghadapi kekuatan ekonomi negara-negara besar seperti China dan Jepang.</p></li><li><p><strong>Ketimpangan Ekonomi Antar Negara</strong>: RCEP dapat memperburuk ketimpangan ekonomi antar negara anggota, terutama antara negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia dengan negara berkembang seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar.</p></li><li><p><strong>Kehilangan Pendapatan dari Tarif Impor</strong>: Negara-negara yang bergantung pada pendapatan dari tarif impor akan merasakan dampak negatif karena pengurangan tarif barang.</p></li></ul><p>4.<strong>Dari sisi positif</strong>, RCEP memiliki potensi untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih terbuka dan terintegrasi, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.</p><p>Keberlanjutan kerja sama ini akan sangat tergantung pada fleksibilitas dan kesediaan negara-negara anggota untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia global, sambil tetap melindungi kepentingan nasional mereka.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:18:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322051353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shafa Dinata 9G/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322051808</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Eropa (CETA) adalah perjanjian yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Eropa. </p><p>2.Secara keseluruhan, didirikannya CETA merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Eropa, meskipun prosesnya memerlukan perhatian terhadap berbagai aspek dan kepentingan yang berbeda.</p><p>3.positif: investasi asing, peningkatan perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi</p><p>negatif: ketidakseimbangan perdagangan, ketergantungan ekonomi, dan dampak sosial</p><p>4.Keberlanjutan kerjasama CETA (Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Eropa) sangat bergantung pada bagaimana perjanjian ini dikelola dan diimplementasikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:18:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322051808</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Malika Safarani Hidayat 9G/17</title>
         <author>malikasafarani04</author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322053086</link>
         <description><![CDATA[<p>NPT atau Proliferation Treaty. NPT adalah perjanjian yang bertujuan untuk mengendalikkan penyebaran senjata nuklir di seluruh dunia. Perjanjian ini awalnya ditandatangani pada tahun 1972 oleh lebih dari 100. Perjanjian antar negara yang mencegah penyebaran nuklir senjata nuklir dan teknologi senjata untuk kerja sama memakai Nuklir dan senjata untuk kedamaian.</p><p>2 Irlandia mengajukan ide ini untuk mencegah terjadinya peperangan antar negara bahkan terjadinya perang Dunia ke 3. Hal ini diajukan agar terjadinya perdamaian antar negara negara di dunia.</p><p>3 dampak positif : </p><p>-karna perjanjian ini, beberapa negara mengurungkan niatnya untuk menyerang negara lain tanpa sebab. </p><p>-nuklir dan senjata tak banyak di penjual belikan secara ilegal. </p><p>-terciptanya keamanan di dalam negara</p><p>-perdamaian antar negara semakin banyak</p><p>Dampak negatif:</p><p>tidak semua negara anggota setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir, sehingga mungkin ada negara yang memiliki senjata nuklir secara terselubung, sehingga meningkatkan risiko perang nuklir. Selain itu, NPT mungkin tidak mampu menghentikan penyebaran senjata pemusnah </p><p>4 menurut saya ide ini bagus namun perjanjian ini harus lebih dibesarkan lagi dan negara negara yang telah masuk perjanjiannya harus di periksa  pengembangan senjata nuklir mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:20:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322053086</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka Ariyanti 9G / 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322053412</link>
         <description><![CDATA[<p>1.AFTA dibentuk pada 28 Januari 1992 di Singapura dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing ekonomi negara negara ASEAN dan AFTA adalah lembaga kerja sama ekonomi yg dibentuk oleh negara Anggota ASEAN</p><p><br/></p><p>2.Latar belakang kerja sama pada AFTA  adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi kawasan Asia tenggara. Globalisasi dan arus perdagangan bebas yang semakin berkembang.</p><p><br/></p><p>3.POSITIF :-meningkatkan pertumbuhan ekonomi , meningkatkan ekspor, meningkatkan kualitas produk </p><p>NEGATIF: membludaknya tenaga asing,nilai ekspor lebih rendah dari nilai impor , menghambat pertumbuhan sektor industri </p><p><br/></p><p>4.pendapat pribadi kerja sama AFTA sangat penting untuk dilanjutkan dan diperkuat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:20:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322053412</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andra Dwi S. (03) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322054827</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Uni Eropa adalah badan yang bertugas melaksanakan tugas-teknis, ilmiah, dan manajerial.</p><p>Lembaga ini dibentuk membantu Uni Eropa dan negara-anggotanya dalam melaksanakan kebijakan.</p><p>2.Uni Eropa terbentuk dari keinginan negara-negara Eropa untuk mengakhiri konflik dan membangun perdamaian</p><p>3.Positive: Kesetaraan Gender, Pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup</p><p>Negative: Masalah ketenagakerjaan dan meningkatnya populasi </p><p>4.Kerja sama uni eropa dan negara anggota nya dalam mengakhiri konflik antar negara menurut saya sudah sangat bagus untuk kedamaian antar negara</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:22:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322054827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafa julian S 25 9G</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322055504</link>
         <description><![CDATA[<p>1.deskripsi lembaga kerja sama cap</p><p>Lembaga Kerja Sama CAP (Construction and Agricultural Productivity) merupakan sebuah organisasi yang berfokus pada peningkatan produktivitas di sektor konstruksi dan pertanian. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi dan inovasi di kedua sektor tersebut.</p><p>Fokus Utama Lembaga Kerja Sama CAP</p><p> * Konstruksi:</p><p>   * Meningkatkan efisiensi proyek konstruksi melalui penggunaan teknologi dan manajemen proyek yang lebih baik.</p><p>   * Mendorong penggunaan bahan bangunan yang inovatif dan berkelanjutan.</p><p>   * Mengembangkan tenaga kerja konstruksi yang terampil dan profesional.</p><p> * Pertanian:</p><p>   * Meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan bibit unggul, teknologi pertanian modern, dan praktik pertanian yang berkelanjutan.</p><p>   * Memperkuat rantai pasok pertanian dan memfasilitasi akses pasar bagi petani.</p><p>   * Mendorong diversifikasi pertanian dan pengembangan produk pertanian bernilai tambah.</p><p>Kegiatan Lembaga Kerja Sama CAP</p><p> * Penelitian dan Pengembangan:</p><p>   * Melakukan penelitian untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang di sektor konstruksi dan pertanian.</p><p>   * Mengembangkan solusi inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di kedua sektor.</p><p> * Pelatihan dan Pendidikan:</p><p>   * Menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja di sektor konstruksi dan pertanian.</p><p>   * Menyediakan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan pasar.</p><p> * Konsultasi dan Pendampingan:</p><p>   * Memberikan konsultasi dan pendampingan kepada pelaku industri konstruksi dan pertanian.</p><p>   * Membantu mereka menerapkan praktik terbaik dan teknologi inovatif.</p><p>   * Membangun kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan lembaga penelitian.</p><p>   * Memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara pelaku industri.</p><ol start="2"><li><p>latar belakang kerja sama dengan cap </p><p>dalam konteks Uni Eropa (UE) didasarkan pada beberapa faktor utama yang mendorong pembentukan dan pengembangannya sejak 1962. Berikut adalah beberapa latar belakang utama kerja sama dengan CAP:</p><p>1. Kebutuhan Ketahanan Pangan Pasca Perang Dunia II</p><p>Setelah Perang Dunia II, Eropa menghadapi krisis pangan dan ketidakstabilan ekonomi. CAP dibentuk untuk meningkatkan produksi pertanian, memastikan pasokan pangan yang cukup, dan menghindari ketergantungan pada impor pangan.</p><p>2. Stabilitas Ekonomi bagi Petani</p><p>Sebelum CAP, petani di negara-negara Eropa menghadapi ketidakpastian harga dan pendapatan. Dengan adanya kebijakan ini, UE memberikan dukungan finansial dan harga yang lebih stabil bagi petani untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.</p><p>3. Penguatan Pasar Bersama Uni Eropa</p><p>CAP membantu menciptakan pasar bersama bagi hasil pertanian di UE dengan menghapus hambatan perdagangan antarnegara anggota, menetapkan harga minimum, serta memberikan subsidi kepada petani untuk meningkatkan daya saing mereka.</p><p>4. Perlindungan Lingkungan dan Keberlanjutan</p><p>Seiring berkembangnya kesadaran lingkungan, CAP juga berfokus pada praktik pertanian yang ramah lingkungan, efisiensi sumber daya alam, serta pengurangan dampak negatif terhadap perubahan iklim.</p><p>5. Pengembangan Wilayah Pedesaan</p><p>Selain produksi pertanian, CAP juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dengan mendukung diversifikasi ekonomi di daerah pedesaan, termasuk pariwisata dan usaha kecil menengah.</p></li><li><p>dampak positif dan negatif kerja sama dengan cap</p><p>Dampak Positif</p><p>1. Meningkatkan Produksi dan Ketahanan Pangan</p><p>Memberikan subsidi kepada petani, sehingga mereka dapat meningkatkan produksi pertanian.</p><p>Mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan memastikan pasokan makanan yang stabil.</p><p>2. Menstabilkan Harga dan Pendapatan Petani</p><p>Melindungi petani dari fluktuasi harga pasar dengan menetapkan harga minimum.</p><p>Memberikan jaminan pendapatan bagi petani, terutama di masa krisis ekonomi.</p><p>3. Meningkatkan Kesejahteraan Pedesaan</p><p>Mendukung pengembangan ekonomi di daerah pedesaan melalui bantuan dana.</p><p>Menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan industri terkait.</p><p>4. Mendorong Praktik Pertanian Berkelanjutan</p><p>Memberikan insentif bagi petani yang menerapkan metode ramah lingkungan.</p><p>Mengurangi penggunaan bahan kimia yang merusak ekosistem.</p><p>5. Memperkuat Pasar Bersama Uni Eropa</p><p>Mempermudah perdagangan hasil pertanian antarnegara anggota.</p><p>Meningkatkan daya saing produk pertanian Eropa di pasar global.</p><p>---</p><p>Dampak Negatif</p><p>1. Beban Anggaran yang Besar</p><p>CAP menyerap sebagian besar anggaran Uni Eropa, sehingga mengurangi alokasi dana untuk sektor lain seperti kesehatan dan pendidikan.</p><p>2. Ketimpangan Subsidi antar Petani</p><p>Petani besar atau perusahaan pertanian besar sering menerima subsidi lebih banyak dibandingkan petani kecil.</p><p>Hal ini memperburuk ketidakadilan dalam distribusi keuntungan di sektor pertanian.</p><p>3. Overproduksi dan Pemborosan</p><p>Karena adanya subsidi, beberapa petani terdorong untuk menghasilkan lebih banyak dari yang dibutuhkan, menyebabkan surplus pangan yang harus disimpan atau dibuang.</p><p>4. Dampak Lingkungan Negatif</p><p>Beberapa praktik pertanian intensif yang didorong oleh CAP dapat menyebabkan degradasi tanah dan pencemaran air.</p><p>Penggunaan pupuk dan pestisida dalam jumlah besar dapat merusak biodiversitas.</p><p>5. Menghambat Persaingan dengan Negara Berkembang</p><p>Subsidi kepada petani Eropa membuat produk mereka lebih murah dibandingkan produk pertanian dari negara berkembang, yang membuat petani di negara-negara tersebut sulit bersaing di pasar global.</p></li><li><p>pendapat pribadi tentang keberlanjutan kerja sama dengan cap</p><p>pendapat saya bahwa keberlanjutan kerja sama dengan CAP (Common Agricultural Policy) Uni Eropa masih sangat relevan, tetapi perlu terus mengalami reformasi agar lebih adil, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan global.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:23:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322055504</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Galang Satrio (14/9G)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322059176</link>
         <description><![CDATA[<p>1. NAFTA adalah singkatan dari North American Free Trade Agreement, yaitu perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara. Perjanjian ini ditandatangani oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada tahun 1992 dan mulai berlaku pada 1 Januari 1994. </p><p>2. Tujuan NAFTA adalah untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan di kawasan Amerika Utara. Perjanjian ini juga bertujuan untuk menghilangkan hambatan perdagangan dan investasi antara ketiga negara.</p><p>Beberapa hal yang diatur dalam NAFTA, di antaranya: </p><p>-Tarif</p><p>-Investasi</p><p>-Pengadaan pemerintah</p><p>-Hak kekayaan intelektual</p><p>-Prosedur bea cukai</p><p>-Sanitasi</p><p>-Masalah pertanian</p><p>-Perdagangan jasa</p><p>-Mekanisme penyelesaian sengketa dagang ekspor dan impor.</p><p>3. Dampak Positif(+)</p><p>-Menciptakan lapangan kerja : Pertumbuhan NAFTA yang lebih kuat menciptakan lapangan kerja baru</p><p>-Harga lebih rendah : NAFTA menurunkan harga. Impor minyak AS dari Meksiko lebih murah karena NAFTA menghapus tarif.</p><p>-Membantu pengeluaran pemerintah : NAFTA membantu pengeluaran pemerintah. Kontrak pemerintah masing-masing negara tersedia bagi pemasok di ketiga negara anggota</p><p><br/></p><p>Dampak Negatif (-)</p><p>-Upah lebih rendah : Migrasi pekerjaan menekan upah. Perusahaan mengancam akan pindah ke Meksiko untuk mencegah pekerja bergabung dengan serikat pekerja.</p><p>-Petani gulung tikar : NAFTA membuat petani Meksiko gulung tikar. NAFTA mengizinkan produk pertanian bersubsidi pemerintah AS masuk ke Meksiko</p><p>-Kerusakan lingkungan : Perusahaan-perusahaan AS merusak lingkungan Meksiko untuk menekan biaya</p><p>4.NAFTA bagus dalam meningkatkan perdagangan dan investasi, tetapi memiliki dampak negatif bagi pekerja manufaktur AS dan kondisi tenaga kerja di Meksiko. Perjanjian ini akhirnya diperbarui menjadi USMCA untuk mengatasi beberapa kelemahan tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:28:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322059176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LISA PUTRI MAULIDIYA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322062473</link>
         <description><![CDATA[<p>9g/15</p><p><br/></p><p>1.Lembaga kerja SDGs adalah organisasi yang berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Lembaga-lembaga ini bisa bersifat nasional maupun internasional dan berasal dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah (NGO), sektor swasta, dan lembaga akademik.</p><p><br/></p><p>Deskripsi Umum Lembaga Kerja SDGs</p><p>Lembaga kerja SDGs bertugas untuk memastikan bahwa setiap tujuan pembangunan berkelanjutan dapat dicapai sesuai target pada tahun 2030. Mereka berfungsi dalam berbagai aspek, seperti kebijakan, pendanaan, penelitian, advokasi, serta implementasi program di berbagai bidang, termasuk ekonomi, sosial, dan lingkungan</p><p><br/></p><p>2.Latar Belakang Kerja Sama dalam SDGs</p><p>Kerja sama dalam Sustainable Development Goals (SDGs) muncul sebagai respons terhadap berbagai tantangan global yang semakin kompleks, seperti kemiskinan, perubahan iklim, kesenjangan sosial, dan akses terhadap pendidikan serta kesehatan. SDGs, yang disepakati oleh 193 negara anggota PBB pada tahun 2015, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan pada tahun 2030.</p><p><br/></p><p>3.dampak positif </p><p>1.peningkatan kesejahteraan sosial </p><p><br/></p><p>• pengentasan kemiskinan </p><p>• akses pendidikan yang lebih baik</p><p>• peningkatan kesehatan masyarakat </p><p><br/></p><p>2.pertumbuhan ekonomi berkelanjutan </p><p><br/></p><p>•kesempatan kerja baru </p><p>•inovasi dan teknologi </p><p><br/></p><p>3. Perlindungan Lingkungan</p><p><br/></p><p>•Pengurangan Emisi dan Polusi</p><p>•Konservasi Sumber Daya Alam</p><p><br/></p><p>4.penguatan kemitraan dan kolaborasi global</p><p><br/></p><p>• kerja sama antar negara dan organisasi</p><p>Dampak Negatif SDGs</p><p>1. Ketimpangan dalam Implementasi</p><p>• Kesenjangan Antar Negara</p><p>•Ketimpangan Sosial dan Ekonomi</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2.Biaya Implementasi yang Tinggi</p><p>• Pendanaan yang Tidak Merata: </p><p>•Beban Ekonomi bagi Negara Berkembang:</p><p><br/></p><p>3.dampak negatif terhadap sektor industri tradisional </p><p><br/></p><p>•perubahan dalam dunia kerja</p><p>• regulasi yang membebani usaha kecil </p><p><br/></p><p>4.potensi greenwashing dan kepentingan politik</p><p><br/></p><p>•greenwashing oleh perusahaan </p><p>•politik dan korupsi</p><p><br/></p><p><br/></p><p>4.Pendapat saya tentang SDGs dan kerja sama yang berkelanjutan dalam implementasinya sangat positif, meskipun ada tantangan yang harus diatasi.</p><p><br/></p><p>hal positif dari SDGS dan kerja sama global</p><p><br/></p><p>1.membangun Masa Depan yang Lebih Baik </p><p>2.kolaborasi adalah kunci </p><p>3.mendorong inovasi dan teknologi </p><p>4.kesadaran global yang lebih tinggi </p><p><br/></p><p>TANTANGAN YANG HARUS DI PERHATIKAN </p><p><br/></p><p>1.komitmen yang tidak selalu konsisten </p><p>2.kesenjangan antara negara maju dan berkembang </p><p>3.beban regulasi bagi sektor kecil</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:31:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322062473</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putri Wahyu Indah K.P 24/9G</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322062892</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Badan Energi Atom Internasional (IAEA) adalah lembaga internasional yang didirikan pada tanggal 29 Juli 1957 dengan tujuan utama untuk mempromosikan penggunaan energi nuklir yang aman dan damai di seluruh dunia, sambil memastikan bahwa bahan nuklir tidak disalahgunakan untuk tujuan yang merugikan, seperti pengembangan senjata nuklir. IAEA beroperasi di bawah naungan PBB, tetapi berstatus independen.</p><p><br/></p><p>2.International Atomic Energy Agency (IAEA) didirikan pada 29 Juli 1957 sebagai organisasi otonom di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). IAEA dibentuk sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan energi nuklir setelah Perang Dunia II, terutama setelah pidato "Atoms for Peace" oleh Presiden AS Dwight D. Eisenhower pada 1953.</p><p><br/></p><p>3.Dampak Positif IAEA</p><p>- Promosi energi nuklir untuk tujuan damai</p><p>- Pencegahan penyalahgunaan teknologi nuklir</p><p>- Penguatan keamanan dan keselamatan nuklir</p><p>- Kerja sama Internasional dalam penelitian dan pengembangan</p><p>- Diplomasi nuklir dan pencegahan ketegangan global</p><p><br/></p><p>Dampak Negatif IAEA</p><p>- Ketergantungan pada negara-negara besar</p><p>- tantangan dalam penegakan kepatuhan</p><p>- Ketergantungan pada negara anggota untuk dana dan sumber daya</p><p>- Risiko terhadap keamanan G global</p><p>- membantu dalam menghadapi negara yang tidak mematuhi peraturan</p><p>- Isu keamanan terhadap fasilitas nuklir</p><p><br/></p><p>4.Saya merasa bahwa kerja sama IAEA sangat relevan untuk menghadapi tantangan global dalam penggunaan energi nuklir. meski ada tantangan yang harus dihadapi, keinginan dan penguatan kerja sama IAEA akan sangat bermanfaat bagi keamanan dan kemajuan dunia</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:32:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322062892</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lutfiana Sa’adah/16/9G</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322084087</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>OPEC adalah singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries adalah Organisasi internasional yang beranggotakan negara negara Pengekspor Minyak di dunia. Negara yang termasuk OPEC adalah negara yang mempunyai sumber daya alam berupa minyak bumi yang melimpah sehingga dapat memenuhi kebutuhan didalam negaranya sendiri.</p></li><li><p>Opec dimulai ketika muncul kondisi ekonomi dan politik internasional pada 1960, Karena munculnya negara negara yang baru merdeka. Mereka membutuhkan pasokan sumber daya alam, salah satunga minyak bumi. Akhirnya lima negara produsen minyak meresmikan OPEC didirikan pada 14 september 1961 di Baghdad, Irak. Lima negara itu adalah Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela.</p></li><li><p>Dampak Positif : Menjamin pendapatan tetap bagi negara-negara anggota, Menjamin suplai minyak konsumen, Menjamin kembalinya modal investor di bidang perminyakan.</p><p>Dampak Negatif : kenaikan harga minyak mentah, Dapat menyebabkan ketidakstabilan harga minyak di pasar global, Perubahan kebijakan produksi OPEC dapat memengaruhi harga minyak mentah di pasar global</p></li><li><p>Menurut saya Lembaga OPEC mempunyai peran penting bagi  minyak mentah didunia. Seperti mengatur harga minyak mentah, menjamin kembalinya modal investor di bidang perminyakan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-10 06:54:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nasihatulmila07/etq6z5g3qgcb4n4v/wish/3322084087</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
