<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Padlet by 006_Hubayaning Tyas Haqiqi</title>
      <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone</link>
      <description>Kelompok 1 (Tes Kepribadian Proyeksi)X Kelompok 4 (Tes Kepribadian Inventori) XKelompok 3 (Tes Kepribadian Proyeksi)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-17 05:59:31 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-22 01:36:37 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Tes Kepribadian Inventori Kelompok 4</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748230531</link>
         <description><![CDATA[<div>Disusun Oleh :</div><ul><li>Hubayaning Tyas Haqiqi (112011133006)</li><li>Aufa Hana Cahyaningrum (112011133004)</li><li>Zefanya Agnesia Gusti W. (112011133019)</li><li>Anindita Daksa Dharmmesti (112011133020)</li><li>Gianchinta Sheilla Kirrana F (112011133120)</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/740336265/2a4d6f83984beb25bb4e017d297512b1/Screenshot__430_.png" />
         <pubDate>2021-09-17 09:01:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748230531</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mengenal lebih dekat apa itu tes kepribadian inventori</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748235653</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Tes kepribadian atau inventori kepribadian merupakan tes yang berfungsi untuk mengukur ciri-ciri atau standar tertentu dengan tujuan untuk menentukan karakteristik kepribadian, sikap,minat, dan keterampilan pada subjek yang diukur.</li><li>Kepribadian subjek akan tercermin melewati respon-respon yang diberikan dalam tes kepribadian inventori yang akan diamati oleh para peneliti.</li><li>Salah satu bentuk inventori adalah laporan (self report). Contoh dari bentuk laporan diri atau self report adalah angket (questionare).&nbsp;</li><li>Tes kepribadian inventori menyajikan beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada subjek, dimana pertanyaan itu akan menggambarkan pola-pola perilaku tertentu dan subjek diminta untuk menyatakanbenarkah pola-pola perilaku yang ditampilkan adalah karakteristik perilakunya atau tidak, caranya dengan menjawab ya atau tidak, bisa juga menggunakan tanda check-list untuk pilihan jawaban yang telah disediakan.</li><li>Beberapa contoh dari tes kepribadian inventori adalah MBTI,16 PF,EPPS,dst.</li><li>Pada kesempatan kali ini kelompok kami akan mengulas perihal tes EPPS</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/740336265/9b4c0f2100710fe3d16d6704135c3a1f/Screenshot__432_.png" />
         <pubDate>2021-09-17 09:04:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748235653</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang dan Perkembangan Tes EPPS</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748237715</link>
         <description><![CDATA[<div>Alat tes EPPS ini diciptakan dan dikembangkan oleh Allen L. Edward pada tahun 1954. Teori awal yang digunakan dalam mengembangkan tes&nbsp; EPPS ini adalah teori kepribadian yang diungkapkan oleh seorang psikolog Amerika yaitu Henry A. Murray pada tahun 1938. Teori kepribadian Murray dikembangkan menjadi tiga yaitu motif, tekanan, dan kebutuhan. Dari ketiga dimensi tersebut, dimensi kebutuhan atau <em>need </em>&nbsp;menjadi dimensi yang dianggap paling utama dalam perilaku manusia. Kebutuhan yang dimaksud yaitu seperti kebutuhan untuk berafiliasi, meraih prestasi, heteroseksual dan lain sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan tersebutlah yang menjadi dasar dari skala dalam instrumen EPPS.<br><br></div><div>Fokus teori yang kedua adalah <em>issue of social desirability </em>atau keinginan sosial<em>.</em> Menurut Allen L. Edward respon seseorang terhadap item kepribadian inventori lebih merefleksikan seberapa besar keinginan daripada perilaku aktual dari orang tersebut. Misalnya ketika seseorang mengatakan “Saya setia kepada teman saya” bisa saja kalimat tersebut diucapkan bukan karena orang tersebut setia, tapi karena orang tersebut menganggap bahwa mengatakan yang sebenarnya merupakan keinginan sosialnya. Allen L. Edward kemudian mengembangkan item-item yang didesain untuk menilai 15 kebutuhan yang diambil dari sistem milik Murray.<br><br></div><div>Tes EPPS hingga saat ini belum mengalami perkembangan yang fundamental. Revisi-revisi dan perkembangan setiap versi yang dilakukan kepada tes EPPS hanya merupakan bentuk pengkonversian bahasa saja atau berupa penerjemahan konten tes EPPS ke bahasa lain, baik bahasa yang diakui secara internasional maupun yang digunakan di Indonesia semisal dari bahasa Inggris diterjemahkan ke bahasa Belanda.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1351795563/1cf602a2e2510c02ada03cbfc3913925/EPPS_khm.jpg" />
         <pubDate>2021-09-17 09:06:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748237715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sistematika dan Skoring Tes EPPS</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748239491</link>
         <description><![CDATA[<div>EPPS merupakan tes kepribadian yang bersifat verbal dan memakai metode <em>forced choice</em> yaitu memilih diantara dua pernyataan pada setiap itemnya. EPPS sangat menekankan pada faktor <em>needs </em>atau kebutuhan.&nbsp;</div><div><br></div><ol><li>Bentuk yang tersedia</li></ol><div>Buku berukuran A4. Pada halaman pertama terdapat petunjuk pengerjaan dan halaman berikutnya berisi 225 pasang pertanyaan dengan lembar jawaban dan lembar grafik terpisah.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp;2.Aspek yang diukur</div><div>Henry A. Murray awalnya mengeluarkan beberapa <em>needs </em>yang dibutuhkan oleh manusia<em>. </em>Namun Allen Edward meringkasnya menjadi 15 need paling mendasar dari manusia untuk dimasukan dalam EPPS, yaitu:</div><ol><li><strong><em>Achievement</em></strong><strong> (Ach) : </strong>&nbsp;usaha untuk menunjukkan prestasi, baik dalam bidang akademik maupun pekerjaan</li><li><strong><em>Deference</em></strong><strong> (Def) : </strong>kemauan untuk menyesuaikan diri mengikuti perintah atau aturan</li><li><strong><em>Order</em></strong><strong> (Ord) : </strong>adanya kebutuhan untuk keteraturan di dalam bekerja</li><li><strong><em>Exhibition</em></strong><strong> (Exh) : </strong>usaha untuk menunjukkan diri kepada orang lain</li><li><strong><em>Autonomy</em></strong><strong> (Aut) : </strong>usaha untuk berdiri sendiri (otonom)</li><li><strong><em>Affiliation</em></strong><strong> (Aff) : </strong>kecenderungan untuk berafiliasi dengan orang lain</li><li><strong><em>Intraception</em></strong><strong> (Int) : </strong>kecenderungan untuk campur tangan terhadap urusan orang lain</li><li><strong><em>Succorance</em></strong><strong> (Suc) : </strong>kecenderungan untuk mendapatkan bantuan dari orang lain</li><li><strong><em>Dominance </em></strong><strong>(Dom) : </strong>kemauan untuk menguasai orang lain</li><li><strong><em>Abasement </em></strong><strong>(Aba) : </strong>kemauan untuk mengalah</li><li><strong><em>Nurturance</em></strong><strong> (Nur) : </strong>kemauan untuk menyenangkan orang lain</li><li><strong><em>Change </em></strong><strong>(Chg) : </strong>kemauan untuk mengadakan perubahan</li><li><strong><em>Endurance</em></strong><strong> (End) : </strong>ketahanan dalam mengatasi rintangan-rintangan dalam menyelesaikan pekerjaan</li><li><strong><em>Heterosexual</em></strong><strong> (Het) : </strong>kecenderungan dalam kehidupan seksual</li><li><strong><em>Aggression</em></strong><strong> (Agg) : </strong>kecenderungan untuk berperilaku agresif</li></ol><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;3. Waktu pengerjaan</div><div>Tidak ada batasan untuk mengerjakan EPPS, namun pada umumnya mahasiswa memerlukan waktu kurang lebih 40 menit. Karena jika diberikan waktu yang lebih panjang, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi jawaban peserta.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp;4. Subyek</div><div>Tes EPPS diperuntukkan bagi dewasa.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp;5. Tujuan</div><div>Dalam pembuatan EPPS, Allen Edward mengacu pada teori yang diberikan oleh Henry A. Murray. Dimana menurut Murray setiap perilaku manusia wajib dipahami sebagai kesatuan yang utuh. Karena perilaku yang dimunculkan oleh manusia merupakan hasil dari hubungan antara berbagai fungsi. Mulai dari lingkungan, pengalaman di masa lalu, kesadaran, ketidaksadaran hingga fungsi otak.</div><div>Jadi tujuan dari EPPS ini adalah untuk memberikan gambaran secara cepat dan tepat mengenai pengukuran ubah-ubahan (variabel) kepribadian yang relative normal, seberapa besar motivasi, kebutuhan, dan motif seseorang.</div><div><br></div><ol><li>Cara Pemberian Skor (Scoring)</li><li>Buat garis menggunakan spidol ataupun bolpen berwarna merah dari nomor 1-25 dengan melalui nomor 7,13,19. Lalu nomor 101-125 dengan melalui nomor 207,213,219. Nomor-nomor yang dilalui garis merah tidak akan di hitung untuk memperoleh skor kepribadian.&nbsp;</li><li>Buat garis menggunakan spidol ataupun bolpen berwarna biru dari nomor 26-50 dengan melalui nomor 32,38,44. Lalu nomor 51-75 dengan melalui nomor 57,63,69. Setelah itu nomor 151-175 dengan melalui nomor 167,163,169. Nomor-nomor yang dilalui oleh garis biru tetap diperhitungkan untuk memperoleh skor kepribadian.</li><li>Hitung jumlah huruf A yang telah dilingkari pada baris pertama (mendatar) mulai dari kiri ke kanan. Setelah itu, jumlah yang diperoleh dituliskan pada kolom r.</li><li>Hitung jumlah huruf B yang dilingkari dari setiap barisnya (mendatar) mulai dari kiri ke kanan. Jumlah yang diperoleh ditulis pada kolom c.</li><li>Setelah diperoleh semua skor pada kolom r dan c, angka pada kolom r dan c dijumlahkan dan hasilnya ditulis pada kolom s. Angka tertinggi pada kolom s adalah 14. Jumlah ini adalah skor keseluruhan dari <em>personality variabel</em>. Jumlah keseluruhan kolom harus mencapai 210.</li><li>Konsistensi jawaban subjek dapat dilihat berdasarkan perbandingan jawaban-jawaban yang dilingkari pada nomor-nomor berikut:</li></ol><ul><li>1 vs 151</li><li>7 vs 157</li><li>13 vs 163</li><li>19 vs 169</li><li>25 vs 175</li><li>26 vs 101</li><li>32 vs 107</li><li>38 vs 113</li><li>44 vs 119</li><li>50 vs 125</li><li>51 vs 201</li><li>57 vs 207</li><li>63 vs 213</li><li>69 vs 219</li><li>75 vs 225<br><br></li></ul><div>Apabila kedua jawaban sama, berilah tanda pada kotak di bagian paling bawah lembar jawaban. Seluruh tanda lalu dijumlahkan dan hasilnya ditulis pada tempat <strong>- con</strong>. Jumlah konsistensi tertinggi adalah 15. Jika jumlah konsistensi dibawah 10, berarti meragukan atau tidak serius dalam mengerjakan tes</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1351795563/01d9dca338d353f0900b4a9832306d34/sistematika_dan_skoring.jpg" />
         <pubDate>2021-09-17 09:07:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748239491</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Soal Tes EPPS</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748242905</link>
         <description><![CDATA[<div>Berikut adalah contoh soal EPPS&nbsp; (Soal Psikotes UI-IST, n.d.) dan&nbsp; (Contoh Soal Tes EPPS dalam Psikotes, n.d.)<br>1. A. Saya suka menolong teman-teman saya, bila mereka berada dalam kesulitan</div><div>&nbsp; &nbsp;B. Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin.<br>2. A. Saya ingin mengetahui bagaimana pandangan orang-orang besar mengenai berbagai masalah yang menarik perhatian saya.</div><div>&nbsp; &nbsp; B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan atau sedang khusus.<br>3. A. Saya ingin agar setiap pekerjaan tulisan saya teliti, rapi, dan tersusun dengan baik.</div><div>&nbsp; &nbsp; B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan, jabatan atau bidang khusus.<br>4. A. Saya suka bercerita kepada orang lain tentang petualangan saya dan hal-hal aneh yang pernah saya alami.</div><div>&nbsp; &nbsp; B. Saya ingin teman-teman saya mempercayai saya dan menceritakan kesulitan-kesulitan mereka kepada saya.<br>5. A. Saya suka mengikuti adat-istiadat dan menghindarkan melakukan hal-hal yang mungkin dianggap tidak wajar oleh orang-orang yang saya hormati.</div><div>&nbsp; &nbsp; B. Saya suka mengikuti mode-mode baru</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1351795563/668b04a8e341966ec00f0168b262ff84/conth_soal.jpg" />
         <pubDate>2021-09-17 09:09:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748242905</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Allen L. Edwards</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748246141</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://images.findagrave.com/photos250/photos/2019/39/158979189_5cdc1a8d-6b28-4ae4-8dfc-d369b5d49464.jpeg" />
         <pubDate>2021-09-17 09:11:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748246141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ingin lebih memahami pengaplikasian tes EPPS? Simak Video Ini yaaaa</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748267378</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=L9CS4d8LFdg" />
         <pubDate>2021-09-17 09:24:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748267378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumber Referensi</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748268633</link>
         <description><![CDATA[<div>Domino, G., &amp; Domino, M. L. (2006). Psychological Testing: An Introduction.<br>Cambridge New York: Cambridge University Press.<br><br>Anderson, L. R. (1974). Standardization of the Edwards personal preference schedule for Greek college students. Επιθεώρηση Κοινωνικών Ερευνών, 19, 81-93.<br><br>Darisman,K.,Prasetiyo,R.,&amp; Bayu i.(2021).Belajar Psikologi Olahraga : Sebuah Teori dan Aplikasi Dalam&nbsp; Olahraga.Surabaya: jakad Media Publishing&nbsp;<br><br>Tolley,H. &amp;Wood,R.(2004).How To Succeed At an Assessment Centre : Persiapan Menghadapi Tes di Pusat Penilaian.Solo : Tiga Serangkai<br><br>Contoh Soal Tes EPPS dalam Psikotes. (n.d.). Retrieved from soalskul: https://www.soalskul.com/2020/06/contoh-tes-epps-psikotes.html<br><br>Soal Psikotes UI-IST. (n.d.). Retrieved from Psikotes-UI.Blogspot: http://psikotes-ui.blogspot.com/2017/05/contoh-soal-jawaban-dan-pembahasan-psikotes-kepribadian-epps-download.html<br><br>Afifah, D. R. (2014). Profil Kecenderungan Kepribadian Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Ditinjau melalui Epps (Edward Personal Preference Schedule) Studi pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2012 IKIP PGRI Madiun. Prosiding Ilmu Pendidikan, 1(1)<br>https://lab-psikologi.umm.ac.id/id/pages/edwards-personal-preference-schedule-epps.html</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-17 09:25:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1748268633</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750217760</link>
         <description><![CDATA[<div>Halo teman-teman, Perkenalkan kami dari kelompok 3 Pengukuran Psikologi C-1 yang beranggotakan :<br>1. Muhammad Fahmi Ulin Nuha (111911133156)<br>2. Peny Fitri Andadari (112011133209)&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>3. Arkananti Novianita Pratiwi (112011133206)<br>4. Nurul Sasha Aprilia Novianty Malik (112011133212)<br>5. Dinda Puspita Ayuning Tiyas (112011133216)<br>Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai tes kepribadian proyeksi khususnya Tes House Tree People. Yuk simak pemaparan materi dari kita !!</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/46860bf3945012fb47eeafc0ee1e0857/padlet_image_picker_file_8fd7854d_4cf1_4fb2_962f_48bfc672c6b6.png" />
         <pubDate>2021-09-18 09:55:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750217760</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750224466</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes <em>House-Tree-People </em>(HTP) awalnya dikembangkan oleh <em>John N. Buck </em>dengan gagasan bahwa gambar rumah dan pohon sama seperti gambar orang dapat dikaitkan dengan aspek yang relevan dari diri seseorang. tes ini memilih gambar rumah, pohon, dan orang karena merupakan objek yang familiar dan dapat digunakan untuk menggambar, karena ketiga objek ini bersifat netral dan menghasilkan lebih banyak asosiasi. Hal ini dapat dicapai karena prinsip pengujian ini menggambarkan objek yang sangat dekat dengan dirinya sendiri, tetapi dibatasi oleh aturan yang kurang mengikat. Melalui tes ini diperoleh gambaran tentang <em>self image </em>dan<em> ideal self image</em>.<br><br></div><div>Tes HTP adalah tes grafik yang dapat digunakan untuk melengkapi tes grafik lainnya, yaitu untuk memahami hubungan keluarga(Nastiti, 2019). Umumnya, HTP digunakan untuk melihat hubungan seseorang dengan orang tuanya. Namun dari segi realistis, secara umum peserta tes ini adalah orang-orang yang telah memasuki tahap remaja hingga dewasa akhir, dan mereka sedikit banyak terpisah dari orang tuanya.<br><br></div><div>Menurut <em>John N. Buck</em> dalam (Nastiti, 2019) tes HTP ini memiliki beberapa langkah interpretasi, seperti : Lebih menekankan pada keseluruhan, yaitu ketiganya harmoni atau tidak. Prinsip umum interpretasi tidak lepas dari masing-masing gambar. Kesan Umum dari gambar Rumah, Pohon dan Orang. Proporsi Gambar klien proporsional atau tidak. Posisi dan Letak masing-masing gambar. Komposisi klien bagaimana ia menempatkan diri individu, apakah menggunakan rasio atau tidak. Bagian gambar yg tidak selesai adalah hal yg dianggap tidak penting oleh subjek.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/cb9476af10b89b9b8ac9fa3449c60cd7/padlet_image_picker_file_4defc68f_3b15_48a0_afb9_870a721b5572.png" />
         <pubDate>2021-09-18 10:04:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750224466</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Tes Tree House Person</title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750225022</link>
         <description><![CDATA[<div>House Tree Person Test dikembangkan pertama kali oleh John N. Buck pada tahun 1948 yang kemudian dikembangkan dan dimodifikasi oleh Hammer pada tahun 1969. Buck menjelaskan House Tree Person test secara sistematis pertama kali dalam <em>Journal Of American Art Therapy.</em>&nbsp; House Tree Person test ini terdiri dari perintah untuk menggambar sebuah rumah, pohon, dan orang pada selembar kertas. Buck meyakini bahwa gambar rumah dan pohon&nbsp; sama seperti gambar orang yang dapat diasosiasikan dengan aspek-aspek yang relevan dengan diri seseorang. Menurut Buck tes ini dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh data terkait kemajuan individu.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/7a9e3384d6ea23dca3ea30c1dd37bcd9/padlet_image_picker_file_cdbad4ce_4288_4e68_bcd5_7dd79f93aa3f.png" />
         <pubDate>2021-09-18 10:05:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750225022</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Munculnya Tes Tree House Person</title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750225945</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada awalnya House Tree Person Test (HTP) dirancang oleh John N. Buck sebagai alat penilaian pada orang dewasa untuk membantu dokter dalam mengumpulkan data tentang "sensitivitas, kedewasaan, fleksibilitas, efisiensi dan tingkat interaksi kepribadian dengan lingkungan yang dimiliki, baik khusus maupun umum” (Buck, 1981, hlm. 320). Hal ini bertujuan untuk mengungkapkan indikator emosional yang menandakan penyesuaian maladaptif dan adaptif. Faktor gambar proyektif umum, seperti perincian, distorsi, disproporsi, penghilangan, penekanan garis, transparansi, simbol dan tampilan awan serta matahari dapat menunjukkan pola positif atau pola negatif.&nbsp;<br><br></div><div>Selain itu, Buck (1948) mendasarkan pengembangan HTP pada psikoanalisis, dimana pemahaman dan interpretasi keadaan patologis individu merupakan pusat tradisi introspektif dan teknik intervensi. Buck mengembangkan HTP pertama sebagai instrumen penilaian kecerdasan untuk orang dewasa, tetapi kemudian menggunakannya untuk mendapatkan wawasan tentang kondisi orang dewasa dengan psikopatologi sedang hingga berat.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/8ecd5efa1ce39b8c4acecf00c35e444e/padlet_image_picker_file_5b5fa4b1_da55_460d_8edd_3658c811264f.png" />
         <pubDate>2021-09-18 10:06:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750225945</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750227985</link>
         <description><![CDATA[<pre>Cara Kerja Tes HTP</pre><div>Proses uji HTP terdiri dari menggambar sebuah rumah, pohon, dan seseorang serta beberapa benda lain pada selembar kertas. Menurut teori proyektif psikologis, rumah dianggap sebagai proyeksi dari keluarga, pohon mewakili lingkungan, dan orang mewakili identifikasi diri (Guo &amp; Li, 2010; Liang,2007; Yan &amp; Chen,2011). HTP menggunakan gambar rumah dan pohon dan orang yang dapat diasosiasikan dengan aspek-aspek yang relevan dengan diri seseorang, karena objek tersebut familiar, bersifat netral, dan menghasilkan jumlah asosiasi yang banyak.&nbsp;<br><br></div><div>Pada tes HTP, klien nantinya diminta untuk menggambar rumah, pohon, dan orang dalam satu waktu bersamaan biasanya selama 10-15 menit. Selain gambar rumah, pohon, dan orang, klien juga dapat menggambar objek lain seperti bunga, jalan, hewan, dsb. Setiap detail yang digambarkan dapat diterjemahkan menjadi suatu makna atau arti, karena setiap goresan yang dibuat memiliki keunikan tersendiri dan dapat mencerminkan kepribadian dan atau kondisi seseorang secara baik oleh metode simbolik nonverbal (Yan &amp; Chen, 2011).&nbsp;<br><br></div><div>Biasanya, dalam penilaian HTP, disertai dengan hasil wawancara atau catatan kecil mengenai pengalaman klien dan tentang gambar mereka. Menurut Buck, formulir pertanyaan untuk fase integrasi <em>interdrawing </em>guna untuk memperoleh pendapat klien tentang elemen yang digambar juga penting untuk disediakan. Gambar harus dianalisis menggunakan pondasi empiris yang memadai agar tidak terjadi banyak bias akibat hipotesis interprektif yang terlalu jauh saat melakukan analisis gambar.<br><br></div><pre>Hasil Tes HTP</pre><div>Hasil analisis dari gambar yang dihasilkan berupa interpretasi seperti berikut:</div><ul><li>Dimensi gambar mewakili tingkat harga diri dan kepercayaan diri klien.</li><li>Goresan dan garis (tekanan, ketegasan, dan kekokohannya) menunjukkan tingkat tekad dan seberapa nyamannya klien merasa selama proses pengambilan keputusan. Misalnya, jika klien cenderung menarik garis yang sama dua kali, itu menunjukkan rasa tidak aman, ketidakpuasan, dan perfeksionisme yang tidak terkendali.</li><li>Kejelasan mewakili harmoni dan fleksibilitas.</li></ul><div>Gambar rumah, pohon, dan orang juga dapat diartikan seperti berikut:</div><ul><li>Gambar rumah, mewakili hubungan keluarga - bagaimana klien melihat dan menafsirkan rumah dan kehidupan keluarga. Itu mengatakan banyak tentang bagaimana perasaan klien tentang nilai-nilai keluarga pada umumnya dan keluarga Anda pada khususnya. Atap: kehidupan intelektual, fantasi, dan spiritual. Cerobong: kehidupan afektif dan seksual. Asap yang keluar dari cerobong asap melambangkan ketegangan internal. Dinding: ketegasan dan kekuatan kepribadian Anda. Pintu dan jendela: hubungan dengan dunia sekitar, konteks sosial, tingkat integrasi. Trotoar: keterbukaan, akses ke kehidupan keluarga klien yang intim. Tanah: stabilitas dan kontak dengan kenyataan.</li><li>Gambar Pohon, melambangkan aspek terdalam dan paling tidak disadari dari kepribadian klien. Ini mewakili hal-hal yang biasanya klien simpan untuk diri sendiri. Mahkota: ide, pikiran, konsep diri. Cabang: kontak sosial, aspirasi, dan tingkat kepuasan atau frustrasi. Batang: mewakili rasa diri klien, keutuhan kepribadian klien (misal, melengkung = fleksibel). Akar: terkait dengan dunia batin bawah sadar dan naluriah klien, pengujian realitas, dan orientasi. Tanah: kontak dengan realitas dan stabilitas.&nbsp;</li><li>Gambar Orang. mewakili konsep diri, diri ideal klien. Ini menunjukkan sikap terhadap dunia ini, bagaimana kehidupan sosial dan dunia batin hidup berdampingan. Kepala: kecerdasan, komunikasi, imajinasi, keramahan. Rambut: seksualitas, dan sensualitas. Mata: komunikasi sosial dan persepsi tentang dunia di sekitar. Mulut: respon dan komunikasi verbal. Hidung: simbol falus. Tangan: afektif, agresivitas. Leher: kontrol impuls. Senjata: adaptasi dan integrasi dengan dunia sosial. Kaki: kontak dengan kenyataan, dukungan, stabilitas, dan keamanan.&nbsp;</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/bd9033b1e1c034dd6ae22f2484609fe6/padlet_image_picker_file_0e883f73_319b_400e_bde6_c0e40db4ab85.png" />
         <pubDate>2021-09-18 10:08:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750227985</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelebihan Tes Tree House Person</title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750230034</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Tes House Tree Person seringkali digunakan oleh para ahli karena dianggap dapat memberikan data yang cukup signifikan mengenai keseluruhan pribadi individu yang bersangkutan juga dapat mengetahui bagaimana interaksi pribadi dengan lingkungan.</li><li>Tes House Tree Person dianggap baik untuk orang yang memiliki kemampuan intelektual terbatas karena tekniknya yang tidak perlu perintah dengan bahasa yang rumit.</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/8febd7838511b6a948ecbb21048b4e37/padlet_image_picker_file_c585cb02_9eb9_486e_922f_0257beb40e7d.png" />
         <pubDate>2021-09-18 10:11:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750230034</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750238358</link>
         <description><![CDATA[<div>Proyeksi merupakan mekanisme psikologis di mana seseorang secara tidak sadar memproyeksikan perasaan batinnya ke dunia luar, dan kemudian membayangkan perasaan yang diungkapkan oleh dunia luar kepada dirinya sendiri(Crocker &amp; Algina, 2008). Oleh karena itu, perilaku manusia pada dasarnya merepresentasikan apa yang terjadi pada dirinya, apakah itu mewakili kemampuan manusia, perasaan manusia, atau apa yang terjadi pada manusia karena keadaan tertentu. Dengan kata lain, apa yang dilakukan manusia adalah cara mereka untuk menunjukkan dirinya ketika berhadapan dengan dunia, atau proyeksi dari dunia batinnya.<br><br></div><div>Tujuan penilaian proyektif adalah membuka dan mendorong ekspresi bebas dari pikiran dan perasaan, sehingga mengungkapkan pikiran dan perasaan pribadi. Oleh karena itu, para ahli di bidang psikologi mengembangkan beberapa alat tes psikologi proyeksi yang salah satunya adalah tes <em>House Tree Person</em> (HTP) yang akan kami bahas secara singkat kali ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/f84c080f8affcb5f316efe6e17987918/padlet_image_picker_file_72b66842_e108_4cd0_b2ac_53290fbea4d4.png" />
         <pubDate>2021-09-18 10:22:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750238358</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kekurangan Tes Tree House Person</title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750240884</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Tes House Tree Person yang termasuk kedalam salah satu tes grafis dianggap memiliki validitas yang lemah karena hasil tes yang didapatkan sangat tergantung pada situasi psikologis subjek.</li><li>Tes House Tree Person juga dianggap bersifat subjektif sehingga jika hasil tesnya diinterpretasi oleh orang yang belum banyak memiliki pengalaman dalam menginterpretasi tes HTP maka hasilnya akan menjadi kurang valid.</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/ccce7c532494f6923dd0ddaf55cb4a3b/padlet_image_picker_file_f6709cca_c9ac_4e15_95de_1b0acb2f098a.png" />
         <pubDate>2021-09-18 10:26:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750240884</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750245903</link>
         <description><![CDATA[<var>Contoh Soal :</var><div><br>Rumah diibaratkan sebagai figur ibu</div><div>Pohon diibaratkan sebagai figur ayah</div><div>Orang diibaratkan sebagai figur diri sendiri</div><div><br></div><var>Cara Penilaian :</var><pre>1. Rumah</pre><ul><li>Apabila rumah digambar dengan ukuran yang kecil</li></ul><div>Fungsi ibu dalam kehidupan keluarga kurang berperan</div><ul><li>Rumah digambar jelek atau tidak rapi</li></ul><div>Figur dan fungsi seorang ibu kurang memenuhi harapan subjek</div><ul><li>Rumah digambar dengan baik dan rapi</li></ul><div>Fungsi ibu dalam keluarga berjalan dengan baik</div><ul><li>Rumah digambar dengan ukuran besar</li></ul><div>Peran ibu dalam keluarga cukup besar</div><ul><li>Gambar rumah dengan pintu terbuka</li></ul><div>Figur ibu menerima subjek / adanya penerimaan ibu terhadap subjek</div><ul><li>Gambar rumah dengan pintu tertutup</li></ul><div>Terdapat penolakan seorang ibu terhadap subjek</div><ul><li>Rumah dengan pagar terbuka</li></ul><div>Kedisiplinan dalam keluarga masih bisa diterima subjek</div><ul><li>Rumah dengan pagar tertutup</li></ul><div>Disiplin dalam keluarga , terkekang sehingga kurang mampu berhubungan dengan dunia luar</div><ul><li>Rumah kembar/jamak&nbsp;</li></ul><div>fungsi ibu dalam keluarga tidak jelas</div><div><br></div><ul><li>Rumah terlihat dari atas</li></ul><div>Subyek menganggap dirinya lebih tinggi dari fungsi ibu</div><ul><li>Rumah terlihat dari bawah</li></ul><div>Subyek merasa rendah dari ibu<br><br></div><pre>2. Pohon</pre><ul><li>Pohon seperti perdu atau semak - semak</li></ul><div>Fungsi ayah&nbsp; sebagai penghias saja atau bisa disebut kurang berarti</div><ul><li>Pohon digambar dengan baik dan rapi</li></ul><div>Fungsi ayah apa adanya / wajar</div><ul><li>Pohon besar dan dominan</li></ul><div>Menunjukkan ayah subjek bersifat otoriter</div><ul><li>Pohon kembar</li></ul><div>Fungsi ayah kabur / tidak jelas</div><ul><li>Pohon kecil dan kering</li></ul><div>Fungsi ayah kurang bisa terlaksana dengan baik</div><pre>3. Orang</pre><ul><li>Orang digambar besar</li></ul><div>Adanya rasa ingin menguasai dalam diri subjek dan ingin tampil berkuasa.</div><ul><li>Orang kecil dan kurang berfungsi :</li></ul><div>Individu kurang berperan dalam kehidupan keluarga dan adanya perasaan rendah diri pada subjek.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/da79f2d205803ffcdcc52b93355bdffa/padlet_image_picker_file_2a73c16b_097d_4837_93ce_4ef54147db15.png" />
         <pubDate>2021-09-18 10:32:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750245903</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuk simak video berikut ini ! Agar lebih paham dan jelas mengenai Tes House Tree Person </title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750251311</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335231858/3eef45b0947a8d2cc0d03fa4ff66da63/VID_20210918_WA0002.mp4" />
         <pubDate>2021-09-18 10:40:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750251311</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumber Referensi :</title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750283715</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Afolayan, Abimbola. (2015). <em>Haitian Children 's House-Tree-Person Drawings: Global Similarities and Cultural Differences</em>. New England; Antioch University,&nbsp; Archive Dissertations &amp; Theses .&nbsp;<br><br></div><div>Crocker, L., &amp; Algina, J. (2008). <em>Introduction To Clasical &amp; Modern Test Theory. Mason Ohio: Cengage Learning</em>.</div><div><br></div><div>Dahlia, dkk. (2015). Modul Praktikum Psikologi . Banda Aceh: Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.</div><div><br></div><div>Nastiti, D. (2019). Pengantar Psikologi Proyeksi. Sidoarjo, Jawa Timur: UMSIDA Press.</div><div><br></div><div>Nurhayati, R., &amp; Santoso, A. (2018). Hubungan Antara Ekspresi Gambar Orang Dan Faktor-Faktor Kepribadian 16PF. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 23(2), 165–182. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol23.iss2.art7&nbsp;</div><div><br></div><div>Roysircar, G., Geisinger, K. F., &amp; Thompson , A. (2019). Haitian Children’s Disaster Trauma: Validation of Pictorial Assessment of Resilience and Vulnerability. <em>Journal of Black Psychology</em>, 269-305.<br><br></div><div>Yan, H., &amp; Chen, J. (2011). The broad prospects of the clinical applications of drawing art therapy [In Chinese]. Medicine and Philosophy, 10, 56–57<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-18 11:20:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750283715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bagaimana cara kerja Tes Rorschach?</title>
         <author>rasyidkindy21</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750564811</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=LYi19-Vx6go" />
         <pubDate>2021-09-18 15:39:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750564811</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah awal</title>
         <author>rasyidkindy21</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750570956</link>
         <description><![CDATA[<div>Seperti nama dari alat tes ini, tes Rorschach pertama kali dipublikasikan pada tahun 1921 oleh seorang Psikiater dari Swiss yang bernama Hermann Rorschach, Ketertarikan herman terhadap ink blots ini terjadi sejak dia lulus dari sekolah kedokteran dan hasil studi ink blots sudah populer dipublikasikan, dimulai sejak tahun 1911 dan menjadi minat utamanya di dalam kehidupannya. Pendekatan yang digunakan Rorschach dibangun dengan pandangan&nbsp; pandangannya terhadap kepribadian dan hubungan antar aspek secara global. hal ini juga dibuktikan di dalam karyanya yaitu Psikodiagnostik yang berisi respon respon subjek terhadap blots yang dinilai dalam kategori normal. Tes rorschach dikenal sebagai tes inkblot Rorschach merupakan sebuah tes psikologi dimana sebuah subjek persepsi inkblots dicatat dan kemudian dianalisis.&nbsp;<br><br></div><div>Untuk membuat alat tes tersebut, Rorschach melakukan sebuah eksperimen dengan membuat ribuan kartu bercak tinta dan menyeleksi 10 gambar kartu diantaranya sebagai yang terstandarisasi. pembuatan tes ini mengalami proses yang cukup panjang bahkan setelah terbentuknya tes rorschach masih terus mengalami perubahan pada tes Rorschach yang asli. Sebagian besar para peneliti menggunakan bercak tinta ini untuk metode mempelajari sebuah “<strong>imajinasi visual</strong>” melalui analisis yang dilakukan terhadap konten atau isi respon respon yang diberikan subjek. Rorschach sendiri mampu lebih dari itu, bahwa gambaran aspek formal dan struktural dari reaksi-reaksi subyek terhadap bentuk-bentuk dapat mewakili bagaimana “<strong>kepribadian dasar subjek</strong>”. menurut Rorschach, persepsi itu muncul karena adanya sensasi yaitu proses dimana manusia menerima informasi sensoris. Dalam proses persepsi, yang terjadi pada tes Rorschach, individu akan menstruktur dirinya kepada orang lain. Tes Rorschach sendiri berhubungan dengan persepsi, terutama berhubungan dengan visual.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/741040923/2cdc85ba915e0844165eb7f392b885dd/download.jfif" />
         <pubDate>2021-09-18 15:45:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750570956</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Perkembangan</title>
         <author>rasyidkindy21</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750579869</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah Hermann Rorschach wafat pada 1922, pengembangan diuji coba oleh rekan-rekan serta mahasiswanya. Pada dasawarsa selanjutnya, tes rorschach menjadi salah satu tes yang paling populer di Eropa maupun di Amerika Serikat, terutama pada psikoterapi dan konseling. Para ahli sering menggunakannya dalam memperoleh informasi kualitatif tentang seseorang, seperti kepribadian, fungsi emosional, dan pola berpikir. Namun, meninggalnya Rorschach berdampak pada lenyapnya penyusun sistematika tunggal. Hal ini menimbulkan prosedur penerapan, skoring, dan interpretasinya jadi tumbuh biak ke dalam bermacam sistem selama 1930-an hingga 1960-an. Selama waktu itu terdapat perbandingan pada tata cara skoring serta soal-soal interpretasinya akibat ketidakjelasan dasar yang dipakai buat interpretasi hasil tesnya.</div><div><br></div><div>Pada tahun 1920-an, Rorschach dan asistennya, Emil Oberholzer, pertama kali menerbitkan tulisannya yang berisi penjelasan tentang analisis dalam teknik Rorschach serta mendemonstrasikan cara penyekoran dan interpretasinya.&nbsp;</div><div><br></div><div><strong>David Levy hingga Bruno Klopfer</strong></div><div>Kemudian David Levy, murid dari Emil Oberholzer melakukan penelitian bersama, yang kemudian membawa beberapa salinan dari inkblot dan mengenalkan tes Rorschach di Amerika Serikat. Berkat ajaran dan pengenalan dari David Levy, hal ini mempengaruhi perkembangan metode interpretasi dari Samuel Beck seorang mahasiswa tingkat lanjut yang meneliti tentang standarisasi tes Rorschach untuk anak-anak dan menerbitkan bercak tinta untuk tes Rorschach untuk anak-anak.&nbsp;</div><div><br></div><div>Kemudian, Pada tahun 1934 salah seorang psikolog bernama Bruno Klopfer mencoba untuk mengembangkan konsep teori rorschach bersama dengan kelompok studi dan menerbitkan sebuah jurnal yang berjudul <em>Rorschach Research Exchange</em> (sekarang menjadi <em>Journal of Personality Assessment</em>). Lalu pada tahun 1936, Bruno Klopfer mendirikan sebuah lembaga yang melatih para ilmuwan dalam menggunakan tes Rorschach yang bernama <em>Rorschach Institute </em>pada tahun 1948 <em>Rorschach Institute</em> berganti nama menjadi <em>The Society for Projective Technique </em>yang telah berkontribusi besar dalam pembuatan TAT (<em>Thematic Apperception Test)</em>.&nbsp;<br><br></div><div><strong>The Exner Scoring System</strong></div><div>Pada tahun 1950, di Amerika serikat, tes Rorschach memiliki 5 sistem yang berbeda yang terkadang membuat praktisi dari tes Rorschach mengalami komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Hingga akhirnya Pada tahun 1969, John Exner bersama dengan Samuel Beck dan Bruno Klopfer melakukan penelitian yang berhubungan dengan tes Rorschach dengan cara membandingkan proses identifikasi dan administrasi dari kelima sistem yang ada. Penelitian tersebut menghasilkan satu sistem tunggal mengenai instruksi spesifik dari administrasi dan coding yang dinamakan <em>The Exner scoring system</em> atau biasa disebut <em>Rorschach Comprehensive System (RCS).</em> Setelah beberapa abad, mereka berhasil menempatkan tes Rorschach atas dasar psikometris yang kuat dan tersebarluaskan di seluruh dunia. Namun, setelah kematian Exner, tidak ada dokumentasi yang jelas untuk memungkinkan RCS berkembang dengan penelitian baru, jadi untuk membuatnya lebih bermanfaat bagi pengguna di masa mendatang.&nbsp;</div><div><br></div><div><strong>Rorschach Performance Assessment System</strong></div><div>Mulai dari tahun 2006 hingga 2011, <em>Rorschach Research Council</em> (RRC) (yang didirikan oleh Exner) mengembangkan dan melakukan modifikasi pada RCS dengan membuat <em>Rorschach Performance Assessment System </em>(R-PAS). R-PAS merupakan pengembangan metode skoring dari alat tes Rorschach, sistem penilaian ini berbasis empiris dengan standar internasional dan lebih mudah digunakan daripada RCS karena Manual R-PAS berisi informasi lebih rinci dan teknis.untuk mengelola, menilai dan menafsirkan tes Rorschach. Sistem revisi dari RRS ini, secara lengkap dipresentasikan pertama kali oleh Meyer, Viglione, Mihura, Erard, dan Erdberg pada tahun 2011 dan sudah merambah di berbagai negara, namun di Indonesia R-PAS ini masih belum diterapkan.&nbsp;</div><div><br></div><div>Hingga kini, tes rorschach masih digunakan dalam berbagai pengaturan, seperti di sekolah, rumah sakit, dan ruang sidang. Meskipun, beberapa ahli menganggap tes rorschach kini hanyalah peninggalan sejarah psikologi.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=7aendfVlBBk" />
         <pubDate>2021-09-18 15:53:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750579869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kritik dan kontroversi</title>
         <author>rasyidkindy21</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750581520</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes kepribadian Rorschach merupakan salah satu tes yang populer dan banyak digunakan. Terlepas dari kepopuleran serta fungsionalitasnya, tes ini nampaknya tidak bebas dari kontroversi serta kritik yang menyertai.</div><div><br>Di awal tahun 90-an, tepatnya di sekitar waktu ketika <em>Roshach Research Center</em> (RRC) didirikan, kritik terhadap tes ini muncul melalui pernyataan beberapa psikolog. Mereka menyatakan bahwa tes ini kurang memiliki kesesuaian terhadap prosedur standar serta kurangnya konsistensi terhadap penilaian yang diterapkan. Beberapa pendukung Rorschach bahkan menyetujui bahwa pengembangan Rorschach tidak memiliki populasi standarisasi tertentu. Mereka mengaku bahwa pengembangan normatif belum memberikan perhatian terhadap kemungkinan efek usia, jenis kelamin, budaya, pendidikan, kecerdasan hingga latar belakang ekonomi maupun linguistik.<br><br>Beberapa psikolog juga percaya bahwa psikolog penguji kemungkinan juga memproyeksikan alam bawah sadar mereka kepada tinta-tinta Rorschach ketika menafsirkan tanggapan orang lain (News, 2012). Hal ini dapat menimbulkan variasi di antara penguji yang mungkin diakibatkan tempat pelatihan dalam konvensi yang diikuti untuk administrasi dan pengkodean berbeda-beda.<br><br>Kedua hal ini dapat benar-benar memengaruhi konsistensi yang dimiliki tes Rorschach. Ditambah lagi, banyak scoring system dengan versi yang berbeda dan menimbulkan inkonsistensi antara bagaimana skor ditafsirkan membuat sulitnya menentukan hasil tes yang sesuai. Meskipun, pada tahun 1974, Exner telah menetapkan scoring system yang telah menggabungkan elemen-elemen terkuat dari sistem yang telah lampau.<br><br>Beberapa kekhawatiran ilmuwan psikologi pada masa awal berdirinya RRC juga datang pada efisiensi program ini. Banyak program pelatihan klinis dan penilai profesional di lapangan menganggap tes Rosrhach terlalu rumit dan memakan waktu untuk dipelajari dan digunakan. Selain itu, mereka percaya bahwa pengujian Rorschach penting untuk tetap mengikuti perkembangan terkini dalam psikologi penilaian, seperti perhatian pada pertimbangan internasional dan meningkatnya penggunaan teknik statistik modern dan metode pemrosesan data (<em>Introduction</em>, n.d.).<br><br></div><div>Kritik lain terhadap validitas tes Rorschach ialah, apakah tes ini benar-benar mengukur apa yang akan mereka ukur? Nampak jelas bahwa Rorschach mengukur pemikiran-pemikiran tidak teratur, seperti skizofrenia. Tidak pernah ada perdebatan mengenai ini, tetapi mengenai tes ini secara akurat mengukur kepribadian masih penuh perdebatan (Cherry, n.d.).<br><br></div><div>Kelemahan lain dari tes Rorschach adalah, tes ini dapat secara efektif mendiagnosa kelainan bipolar ataupun skizofrenia. Namun, efektivitas tes ini kurang terlihat ketika digunakan untuk mendiagnosa kelainan seperti PTSD <em>(Post-traumatic Stress Disorder)</em>, gejala kecemasan, keinginan bunuh diri, gejala antisosial, narsistik, ataupun gangguan tingkah laku. Sekali lagi, hal ini juga ikut dipengaruhi oleh kurangnya reliabilitas serta validitas yang dimiliki tes Rorschach (Areh et al., 2020).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/741040923/bc6cfe2be6b4180126b3c12598b55ac0/download__1_.jfif" />
         <pubDate>2021-09-18 15:54:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750581520</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumber Referensi</title>
         <author>rasyidkindy21</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750586915</link>
         <description><![CDATA[<div>Areh, I., Verklempt, F., &amp; Allan, A. (2021). Critical review of the use of the Rorschach in European courts. <em>Psychiatry, Psychology and Law</em>, <em>0</em>(0), 1–23. <a href="https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13218719.2021.1894260">https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13218719.2021.1894260</a>&nbsp;<br><br></div><div>Cherry, K. (n.d.). <em>Does the rorschach inkblot test really work?</em> Verywell Mind. Retrieved September 10, 2021, from <a href="https://www.verywellmind.com/what-is-the-rorschach-inkblot-test-2795806">https://www.verywellmind.com/what-is-the-rorschach-inkblot-test-2795806</a><br><br></div><div><em>Introduction</em>. (n.d.). Rorschach Performance Assessment System® (R-PAS®). https://r-pas.org/Docs/Manual_Chapter_1.pdf<br><br></div><div>Nastiti, D. (2017). <em>Buku Ajar Psikolog Tes Rorschach: Pengantar dan Manual Pengguna</em>. UMSIDA PRESS.<br><br></div><div>News, B. (2012, July 24). <em>What’s behind the Rorschach inkblot test?</em> BBC News. <a href="https://www.bbc.com/news/magazine-18952667">https://www.bbc.com/news/magazine-18952667</a>&nbsp;<br><br></div><div>Subandi &amp; Wulan, R. Tes Rorschach: administrasi dan skoring. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada<br><br></div><div>Silalahi, John F.2015.<em>Modul Mata Kuliah Kewirausahaan Untuk Lulusan Teknik. </em>Cirebon: Institut Candratama Mandiri.<br><br></div><div>Nastiti,D (n.d.) 2020. <em>Modul Laboratorium Individual Tes Rorschach. </em>Sidoarjo: Universitas&nbsp; Muhammadiyah Sidoarjo.<br><br></div><div>R-PAS Team, 2011. <em>Rorschach Performance Assessment System.</em> R-PAS. <a href="https://r-pas.org/About.aspx">https://r-pas.org/About.aspx</a>&nbsp;<br><br></div><div>Giuseppe Costantino, Richard H. Dana, Robert G. Malgady. (2007). <em>TEMAS (Tell-Me-A-Story) assessment in multicultural societies</em>. Mahwah, N.J.: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Taylor_%26_Francis">Lawrence Erlbaum</a>. p. 213.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-18 15:59:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750586915</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tes Kepribadian Proyektif</title>
         <author>rasyidkindy21</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750588949</link>
         <description><![CDATA[<div>Di dunia ini, ada banyak sekali jenis kepribadian yang dimiliki oleh manusia. Untuk mengetahui jenis kepribadian seseorang, orang tersebut dapat melakukan tes kepribadian. Dalam hal ini ada banyak sekali teknik yang bisa digunakan oleh tester untuk melakukan tes kepribadian, salah satunya adalah teknik proyektif.&nbsp;</div><div><br></div><div>Teknik proyektif adalah teknik digunakan untuk memeriksa kepribadian suatu individu, teknik ini dapat mengetahui cerminan keunikan individu lewat bagaimana individu tersebut menanggapi suatu stimulus yang kabur, tidak terstruktur, atau tidak memiliki makna yang jelas karena bisa bermakna ganda. Misalnya ketika individu menghadapi suatu stimulus, maka individu tersebut akan mengalami proses persepsi atau pemberian makna pada stimulus tersebut (dalam psikologi proyektif, istilah yang lebih tepat adalah apersepsi, bukan persepsi).</div><div><br></div><div>Salah satu alat tes yang menggunakan teknik proyektif didalamnya adalah Tes Rorschach, tes ini digunakan untuk mengukur atau mengungkapkan kepribadian dari seseorang. Menurut Rorschach, persepsi muncul dari adanya sensasi atau kumpulan dari sensasi yang kemudian memancing memori yang berupa gambar-gambar dari kumpulan sensasi yang terlebih dahulu yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu dalam persepsi seseorang akan mengalami 3 proses yakni sensasi, memori, dan asosiasi.</div><div><br></div><div>Tes Rorschach menggunakan bercak tinta sebagai alat bantu untuk mendiagnosis kepribadian secara menyeluruh yang meliputi aspek-aspek dari kepribadian seseorang, misalnya saja aspek emosional, aspek intelektual, dan aspek-aspek lainnya.&nbsp;</div><div><br></div><div>Dalam tes Rorschach individu akan diminta untuk memproyeksikan bercak tinta yang ada akan diberikan. Proses proyeksi ini individu akan menstruktur dirinya kepada orang lain (tester), sehingga tes ini mengharapkan atribut kepribadian yang ada dalam individu dapat diproyeksikan ketika melihat gambar Rorschach. Hal ini bisa terungkap apabila individu memberi reaksi/respon pada stimulus yang kabur/tidak menentu/ambigu. Oleh karena itu, reaksi/respon tersebut dianggap sebagai proyeksi/manifestasi dari berbagai aspek dari kepribadian individu.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/741040923/0a4a0cff007f0778d1519d8a6ba4192e/rorschach_test_inkblots_vector_6075952.jpg" />
         <pubDate>2021-09-18 16:01:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750588949</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggota Kelompok 1 (Tes Kepribadian Proyektif)</title>
         <author>rasyidkindy21</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750596025</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ahmad Baihaqi Akmal (112011133138)<br><br>2. Ahmad Rasyid Kindy Pamungkas (112011133148)<br><br>3. Mila Anggun WRLR (112011133175)<br><br>4. Muhammad Fikri Haykal (112011133079)<br><br>5. Shinta Renaya Sari (112011133188)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-18 16:07:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1750596025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan dari kelompok tes kepribadian inventori</title>
         <author>hubayaningtyas2001</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751210272</link>
         <description><![CDATA[<div>Izin mengapresiasi pemaparan kelompok 3 yang cukup jelas 😁Saya Hubayaning Tyas Haqiqi dengan NIM 112011133006 ingin bertanya : Dalam pemaparan kekurangan tes HTP disebutkan bahwa tes yang didapatkan sangat bergantung pada situasi psikologis subjek.&nbsp;<br>Adakah cara lain untuk menstabilkan kondisi/ situasi psikologis subjek supaya maksimal mengikuti tes tersebut?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 05:34:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751210272</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan 2 dari Kelompok Tes Kepribadian Inventori</title>
         <author>aninditadaksadharmmesti2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751256053</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada bagian latar belakang dijelaskan bahwa Buck pertama kali mengembangkan HTP sebagai instrumen penilaian kecerdasan orang dewasa namun kemudian Buck menggunakannya untuk mendapatkan wawasan tentang kondisi orang dewasa dengan psikopatologi sedang hingga berat. Saya ingin bertanya mengapa hal itu terjadi? Dan apakah ada perbedaan antara HTP yang pertama kali dikembangkan sebagai instrumen penilaian kecerdasan dengan HTP yang digunakan untuk mengetahui kondisi psikopatologi sedang hingga berat ?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 06:31:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751256053</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurulsashaaprilia2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751267221</link>
         <description><![CDATA[<div>Nurul Sasha Aprilia Novianty Malik (112011133212). Saya ingin mengapresiasi penyusunan materi dari padlet kelompok 1 karena sangat rapi dan menarik. Penjelasan materinya pun runtut dan mudah dicerna. Namun saya juga izin bertanya, apa yang menjadi kelebihan dan kekhasan tes rorschach sehingga tes ini sangat populer dan bahkan masih dipercaya untuk digunakan hingga saat ini?. Padahal banyak psikolog dan bahkan pendukung rorschach sendiri yang meragukan validitas dan konsistensi penilaiannya. Terimakasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 06:43:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751267221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan 1 dari Kelompok 1</title>
         <author>valilucifer518</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751292381</link>
         <description><![CDATA[<div>Apa faktor yang menyebabkan tes EPPS belum mengalami perkembangan yang fundamental ?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 07:13:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751292381</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan 3 dari Kelompok Tes Kepribadian Inventori</title>
         <author>aufacy23</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751358475</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam kekurangan disebutkan bahwa tes HTP merupakan salah satu tes grafis yang dianggap memiliki validitas lemah karena hasil tes yang didapatkan sangat bergantung pada situasi psikologis subjek. Namun pada nyatanya, tes HTP masih terus digunakan hingga sekarang. Mengapa tes HTP masih terus digunakan jika memiliki validitas lemah? Apakah terdapat aspek lain yang dapat menyeimbangi kekurangan ini sehingga tes HTP masih terus digunakan?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 08:26:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751358475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan 2 dari Kelompok 1</title>
         <author>rasyidkindy21</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751363078</link>
         <description><![CDATA[<div>Apa yang membuat Tes EPPS ini masih marak digunakan padahal tes tersebut hingga saat ini masih belum mengalami perkembangan secara fundamental?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 08:31:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751363078</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan dari kelompok 3 </title>
         <author>dindapusp</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751505602</link>
         <description><![CDATA[<div>Dinda Puspita Ayuning Tiyas (112011133216) sebelumnya saya ingin mengapresiasi kelompok 1 yang telah menyusun materi pada padlet dengan sangat baik. Saya ingin bertanya, dijelaskan bahwa tes rorschach banyak diragukan validitasnya mengingat setiap penguji/psikolog bisa saja memiliki persepsi dan kesimpulan yang berbeda dalam setiap tes.&nbsp; Namun, dikatakan juga bahwa tes ini masih sering digunakan dalam berbagai pengaturan. Apakah untuk saat ini ada indikator-indikator tertentu yang dapat digunakan untuk meminimalisir bias dan meningkatkan keakuratan dalam tes ini? Terima kasih ^^</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 10:57:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751505602</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pertanyaan 3 dari kelompok 1</title>
         <author>MilaAnggun</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751893779</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pada bagian sejarah ada tiga dimensi kepribadian manusia yaitu motif, tekanan, dan kebutuhan. dari tiga dimensi tersebut dijelaskan bahwa kebutuhan dianggap paling utama dalam perilaku manusia. mengapa kebutuhan dianggap paling utama dibandingkan dimensi lain? Padahal tiga dimensi itu saling terkait, jadi, apakah jika hanya melihat kebutuhan saja tidak berdampak pada individu dan hasil alat tes tersebut?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 15:28:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1751893779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan 4 dari Kelompok Tes Kepribadian Inventori</title>
         <author>zefagnesia</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1752622571</link>
         <description><![CDATA[<div>Bagian latar belakang menjelaskan bahwa tes HTP pada akhirnya digunakan untuk mengetahui kondisi psikopatologi sedang hingga berat pada orang dewasa. Selanjutnya pada salah satu bagian di katakan bahwa hingga saat ini tes HTP biasanya digunakan untuk memahami hubungan keluarga serta dilakukan pada remaja hingga dewasa akhir. Mengapa tujuan dari tes HTP yang awalnya untuk mengetahui kondisi psikopatologi berubah untuk memahami hubungan keluarga? Dan mengapa target HTP yang awalnya untuk orang dewasa juga berubah menjadi remaja akhir hingga dewasa?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-20 01:16:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1752622571</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan 4 dari kelompok 1</title>
         <author>ahmadbaihaqiakmal</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1752677205</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebelumnya, saya ingin mengapresiasi penjelasan yang diberikan oleh kelompok 4. Pada waktu pengerjaan EPPS, disebutkan jika waktu pengerjaan yang lebih panjang daripada yang umum diberikan (kurang lebih 40 menit) dapat memengaruhi jawaban peserta. Mengapa demikian?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-20 01:53:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1752677205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan 5 dari kelompok 1</title>
         <author>shintarenayas</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1752909596</link>
         <description><![CDATA[<div>saya shinta renaya sari sangat mengapresiasi hasil kerja kelompok 1 yang telah menyusun materi pada padlet dengan sangat baik, saya ingin bertanya mengenai issue social desirability yang seringkali menjadi bias dalam EPPS, adakah cara atau solusi tertentu dalam mengatasi issue social desirability dalam EPPS?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-20 04:25:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1752909596</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan Kelompok 3</title>
         <author>arkanantinovianita42</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1756032013</link>
         <description><![CDATA[<div>Arkananti Novianita Pratiwi (112011133206), saya ingin mengapresiasi hasil kerja kelompok kalian yang sudah menyusun materi ini dengan runtut, lengkap, dan mudah dipahami. Saya juga izin bertanya mengenai apakah ada data pendukung yang digunakan pada proses penilaian kepribadian melalui tes Rorscach agar memudahkan penilaian serta adanya validasi dari interpretasi yang dikeluarkan oleh pelaku tes ini terhadap kepribadian kliennya, seperti adanya data pendamping wawancara pada tes HTP? Sekian, terima kasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-21 03:59:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1756032013</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan Kelompok 3</title>
         <author>fahmiulinnuha</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1756212025</link>
         <description><![CDATA[<div>Muhammad Fahmi Ulin Nuha (111911133156)<br>sebelumnya terimakasih untuk pemaparan materinya yang cukup jelas. Pada bagian pengantar dan latar belakang di jelaskan bahwa tes ini digunakan untuk mendiagnosa kepribadian seseorang mulai dari aspek emosional, intelektual dan imajinasi visual. sedangkan dalam bagian kritik juga disebutkan tes ini juga efektif untuk mendiagnosa kelainan bipolar dan skizofrenia. setau saya aspek intelektual itu ada alat tes ukurnya sendiri dan juga apa yang disebutkan pada bagian pengantar, latar belakang dan kritik adalah variabel yang berbeda. pertanyaannya adalah sebenarnya variabel apa yang di ukur oleh tes roschach saat ini? terimaasih. :)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-21 06:01:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1756212025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan 5 dari Kelompok Tes Kepribadian Inventori</title>
         <author>gianchintasheilla</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1756949801</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam pemaparan kekurangan tes HTP disebutkan bersifat subjektif. Apakah dari penilaian tes HTP sendiri memiliki standard untuk menentukan kepribadian seseorang? Dan bisakah dijelaskan sedikit mengenai standar dalam menentukan kepribadian seseorang?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-21 12:31:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1756949801</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>penyfitriandadari2020</author>
         <link>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1758973533</link>
         <description><![CDATA[<div>Terimakasih kelompok 1 atas pemampatan materi yg sangat menarik, dan sangat menambah wawasan saya. Saya Peny fitri Andadari NIM 112011133209&nbsp; , izin menanyakan bagaimana bisa tes ini masih dianggap mengandung banyak kontroversi sedangkan tes ini banyak digunakan. Terimakasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-22 03:58:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hubayaningtyas2001/eiezvy78bw1ndone/wish/1758973533</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
