<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Konsep Dasar Manajemen Pendidikan by Suzatmiko Wijaya</title>
      <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but</link>
      <description>Post your art!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-04-25 08:03:31 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-03-07 08:00:39 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 2 (muliani, julia mahfuza) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814605786</link>
         <description><![CDATA[<p>Karena sudah terbiasa dengan cara lama, jadi merasa lebih nyaman. Selain itu ada juga yang takut tidak bisa mengikuti sistem baru.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:52:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814605786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 (muliani, julia mahfuza) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814606463</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemimpin harus memberi penjelasan yang jelas, mengajak semua ikut terlibat, dan membantu mereka supaya bisa menyesuaikan diri dengan perubahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:53:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814606463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 (muliani, julia mahfuza) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814607039</link>
         <description><![CDATA[<p>Contohnya penerapan Kurikulum Merdeka, yang membuat cara belajar lebih bebas dan menyesuaikan kebutuhan siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:53:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814607039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1 ( Devia sari, syahira najiha bt zulham) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814607886</link>
         <description><![CDATA[<p>Karena menurut kami merema sudah terbiasa dengan sistem lama. Banyak guru atau staf merasa takut kalau perubahan itu bikin kerjaan mereka jadi lebih susah. Selain itu kurangnya pemahaman tentang perubahan dan keterbatasan fasilitas juga bisa menjadi alasan mengapa perubahan sulit di terima.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:54:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814607886</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6 ( Lia Anggara, Winda Armaya Putri)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814607899</link>
         <description><![CDATA[<p>Organisasi pendidikan sering menolak perubahan karena faktor kebiasaan lama, ketakutan terhadap hal baru, kurangnya pemahaman, keterbatasan sumber daya, dan kekhawatiran akan bertambahnya beban kerja.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:54:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814607899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 (Alya Kurnia Rahayu &amp; Nadhira Silmi) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814609145</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Mengapa organisasi pendidikan sering menolak perubahan</p><p>Organisasi pendidikan sering menolak perubahan karena beberapa faktor, seperti kebiasaan lama yang sudah terlalu nyaman digunakan, rasa takut terhadap hal baru, serta kurangnya pemahaman tentang manfaat perubahan. Selain itu, banyak guru atau tenaga pendidik merasa perubahan dapat mengancam posisi, kemampuan, atau cara kerja yang selama ini mereka kuasai.</p><p>Secara organisasi, penolakan juga bisa terjadi karena keterbatasan sumber daya seperti dana, fasilitas, dan kompetensi SDM. Misalnya dalam penerapan kurikulum baru, tidak semua guru siap karena masih membutuhkan pelatihan dan penyesuaian dalam metode pembelajaran. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:56:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814609145</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 (Nazwa Ariska Salsabilla, Rodiyah Agustina) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814609224</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Mengapa organisasi pendidikan sering menolak perubahan?</p><p>Organisasi pendidikan sering menolak perubahan karena sudah terbiasa dengan cara lama yang dianggap lebih aman. Sebagian guru atau pengelola juga tidak bisa mengikuti perubahan, misalnya penggunaan teknologi baru. Selain itu, kurangnya pelatihan dan pemahaman tentang perubahan juga membuat mereka ragu untuk menerapkannya.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:56:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814609224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6 ( Lia Anggara, Winda Armaya Putri)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814609439</link>
         <description><![CDATA[<p>Organisasi pendidikan sering menolak perubahan karena adanya kebiasaan lama, rasa takut terhadap hal baru, dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, pemimpin pendidikan harus mampu mengelola perubahan dengan baik melalui komunikasi yang jelas, melibatkan semua pihak, memberikan pelatihan, serta melakukan perubahan secara bertahap agar perubahan dapat diterima dan berjalan dengan baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:56:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814609439</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 (Nadhira Silmi, Alya Kurnia Rahayu) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814609846</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>2. Bagaimana pemimpin pendidik mengelola perubahan</p><p><br/></p><p>Pemimpin pendidikan memiliki peran penting dalam mengelola perubahan di sekolah atau lembaga pendidikan. Pemimpin harus mampu menjelaskan tujuan perubahan secara jelas agar semua pihak memahami manfaatnya. Selain itu, pemimpin juga perlu melibatkan guru dan tenaga pendidik dalam proses perubahan, memberikan pelatihan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung inovasi.</p><p>Dengan kepemimpinan yang visioner dan komunikasi yang baik, perubahan tidak dianggap sebagai beban, tetapi sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:57:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814609846</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 ( Nazwa Ariska Salsabilla, Rodiyah Agustina) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610176</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemimpin pendidikan harus mampu memberikan contoh yang baik dan menjelaskan tujuan perubahan kepada guru dan siswa. Selain itu, pemimpin juga perlu memberikan pelatihan, dukungan, dan motivasi agar semua pihak siap menerima perubahan. Dengan komunikasi yang baik, perubahan akan lebih mudah diterapkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:57:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7 (Jidan Heru Fikri)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610224</link>
         <description><![CDATA[<p>Organisasi pendidikan menolak perubahan karena adanya rasa nyaman dengan sistem yang sudah berjalan lama. Guru, staf, atau pihak sekolah kadang merasa takut jika perubahan akan menambah beban kerja, memberikan ketidakpastian, atau membuat mereka harus mempelajari hal baru. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang manfaat perubahan serta keterbatasan fasilitas dan sumber daya juga dapat menyebabkan penolakan terhadap perubahan dalam organisasi pendidikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:57:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Juharni &amp; Niara putri kelompok 3 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610497</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Mengapa organisasi pendidikan sering menolak perubahan</p><p>Organisasi pendidikan sering menolak perubahan karena sudah terbiasa dengan sistem lama yang dianggap lebih aman dan nyaman. Guru atau staf kadang merasa perubahan akan menambah pekerjaan atau membuat mereka harus belajar hal baru. Selain itu, kurangnya informasi dan pemahaman tentang manfaat perubahan juga membuat sebagian orang takut menerima perubahan tersebut.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:57:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610497</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kepompok 4 (Alya Kurnia Rahayu, Nadhira Silmi) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610529</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>3. Contoh perubahan pendidikan yang berhasil di Indonesia</p><p><br/></p><p>Salah satu contoh perubahan pendidikan di Indonesia adalah penerapan Kurikulum Merdeka melalui program Merdeka Belajar. Program ini memberikan fleksibilitas kepada sekolah dan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa.</p><p>Data dari Kemendikbud menunjukkan bahwa hampir 70% satuan pendidikan di Indonesia telah menerapkan Kurikulum Merdeka, dan lebih dari 156.937 sekolah serta sekitar 1,8 juta tenaga pendidik terlibat dalam implementasinya. Selain itu, melalui program Guru Penggerak, sekitar 99,9% guru responden menyatakan program tersebut membantu meningkatkan kemampuan inovasi dalam mengajar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:57:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610529</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6 ( Lia Anggara, Winda Armaya Putri)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610893</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Kurikulum Merdeka</p><p>Memberikan kebebasan kepada guru dan sekolah untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa.</p><p>2. Digitalisasi pendidikan</p><p>Banyak sekolah menggunakan teknologi seperti platform pembelajaran online, kelas digital, dan sistem administrasi berbasis teknologi.</p><p>3. Program Merdeka Belajar</p><p>Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi, seperti magang atau proyek di masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:58:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814610893</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 ( Nazwa Ariska Salsabila, Rodiyah Agustina) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814611182</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu contoh perubahan pendidikan yang berhasil adalah penggunaan teknologi dalam pembelajaran, seperti penggunaan komputer, proyektor, dan pembelajaran online. Perubahan ini membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa dalam mendapatkan informasi. Selain itu, adanya kurikulum baru juga membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:58:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814611182</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2.Bagaimana pemimpin pendidikan mengelola perubahanPemimpin pendidikan harus mampu mengelola perubahan dengan cara memberikan penjelasan yang jelas tentang tujuan perubahan. Pemimpin juga perlu melibatkan guru dan staf dalam proses perubahan agar mereka merasa dihargai. Selain itu, pemimpin harus memberi contoh yang baik, memberikan dukungan, serta membantu jika ada kesulitan selama proses perubahan berlangsung.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814612776</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 3</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 07:59:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814612776</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814613543</link>
         <description><![CDATA[<p>3. Contoh perubahan dalam pendidikan</p><p>Salah satu contoh perubahan dalam pendidikan adalah penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Dahulu pembelajaran hanya menggunakan papan tulis dan buku, tetapi sekarang banyak sekolah menggunakan komputer, proyektor, dan pembelajaran online. Perubahan ini bertujuan agar proses belajar menjadi lebih menarik dan mengikuti perkembangan zaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-03-06 08:00:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/suzatmikowijaya81/eic64ofsmqyq7but/wish/3814613543</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
