<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Kesultanan Mataram by Lee Kynooo</title>
      <link>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-11 11:39:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-06 01:14:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Latar Belakang Perlawanan Kesultanan Mataram</title>
         <author>kynooleee</author>
         <link>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy/wish/2291103342</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br>Sultan Agung adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai zaman keemasan. Cita-cita Sultan Agung antara lain:</div><div><br></div><div>1.Mempersatukan seluruh tanah Jawa.</div><div>Mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara.<br><br></div><div>2. Terkait dengan cita-citanya ini maka Sultan Agung sangat menentang keberadaan kekuatan VOC di Jawa.&nbsp;<br><br>Apalagi tindakan VOC yang terus memaksakan kehendak untuk melakukan monopoli perdagangan membuat para pedagang Pribumi mengalami kemunduran. Kebijakan monopoli itu juga dapat membawa penderitaan rakyat. Oleh karena itu, Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia.</div><div><br></div><div>Ada beberapa alasan mengapa Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia, yakni:</div><div><br></div><div>1. Tindakan monopoli yang dilakukan VOC<br><br></div><div>2.VOC sering menghalang-halangi kapal-kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke Malaka<br><br></div><div>3. VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram</div><div><br>4. Keberadaan VOC di Batavia telah memberikan ancaman serius bagi masa depan Pulau Jawa.</div><div><br></div><div><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800059982/359665ff2e48310c0e05507126e6ca34/2EB443EF_42FC_4448_B9C9_76CC6E0AF8A3.jpg" />
         <pubDate>2022-09-11 12:13:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy/wish/2291103342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERLAWANAN RAKYAT MATARAM</title>
         <author>kynooleee</author>
         <link>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy/wish/2291111874</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Raja Mataram yang paling gigih menyerang VOC di Batavia adalah Sultan Agung Hanyakrakusuma. Sultan Agung mengadakan serangan ke Batavia sebanyak dua kali, yaitu tahun 1628 dan 1629.<br><br><br>1. Penyerbuan Mataram ke Batavia pada Tahun 1628</div><div><br></div><div>~ Sultan Agung mengadakan penyerangan ke Batavia pertama kali pada tahun 1628.</div><div>Pasukan pertama dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso.<br><br></div><div>~ Pasukan kedua dipimpin oleh Tumenggung Agul-Agul, Kyai Dipati Mandurorejo, Kyai Dipati Upusonto, dan Dipati Ukur.<br><br></div><div>~ 22 Agustus 1628 – 24 Agustus 1628 tentara mataram datagke Batavia dan melakukan penyerbuan.<br><br></div><div>~ 21 September 1628 tentara Mataram menyerang benteng Hollandia, namun gagal. Kegagalan ini membuat penyerbuan Mataram yang pertama berakhir pula.<br><br>2. Penyerbuan Mataram ke Batavia pada Tahun 1629</div><div><br></div><div>~ Meskipun Mataram tidak berhasil merebut benteng Batavia dan menundukkan Kompeni pada tahun 1628, mereka tidak begitu saja menyerah.<br><br></div><div>~ 1629 tentara Mataram berangkat lagi menuju Batavia dengan perlengkapan senjata-api.<br><br></div><div>~ &nbsp;Mataram berangkat ke Batavia mulai bulan Juni 1629. Dan pada akhir bulan Agustus 1629 mereka sampai di Batavia.<br><br></div><div>~ &nbsp;tanggal 31 Agustus 1629 seluruh pasukan Mataram mulai tiba di daerah sekitar Batavia. VOC mengetahui kedatangan mereka untuk kembali menyerbu Batavia. VOC juga mengetahui bahwa pusat persediaan bahan pangan saat itu adalah Tegal. Merekapun mengirimkan armadanya ke Tegal, di mana perahu-perahu Mataram, rumah-rumah dan gudang-gudang beras bagi tentara Mataram dibakar habis, setelah Tegal mendapat perusakan, VOC berpindah ke Cirebon. Kota ini juga mendapat gilirannya. Persediaan padi di sini pun habis dibakar oleh VOC.<br><br></div><div>~ 21 September 1629 tentara Mataram menyerang benteng VOC. Mereka dibiarkan menembak benteng hingga persediaan mesiu habis.<br><br></div><div>~ Pasukan Mataram menderita kelaparan. Setelah berusaha untuk menyerang selama kurang lebih 10 hari pada akhir bulan September 1629 mereka mulai menarik diri.</div><div><br><br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800059982/ed1eab2aca8e0d2f1d7379485617e41a/98F2761D_790B_4DD0_98C3_1385F0F2862A.jpg" />
         <pubDate>2022-09-11 12:32:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy/wish/2291111874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan Mataram</title>
         <author>kynooleee</author>
         <link>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy/wish/2291150732</link>
         <description><![CDATA[<div>Keberhasilan Mataram dapat dibalas oleh VOC. VOC mengalahkan Mataram dengan menghancurkan lumbung-lumbung padi di Cirebon dan Tegal dengan cara dibakar. Akibatnya, pasukan Mataram yang menyerang VOC kesulitan pangan. Selain itu jarak antara Yogyakarta dengan Batavia, kalahnya persenjataan, dan penyakit malaria menjadi alasan kekalahan Mataram dalam menghadapi VOC. Kegagalan yang kedua kalinya ini tidak membuat Sultan Agung, malah membuat Sultan Agung memunyai keinginan membuat penyerangan yang ketiga. Namun, hal tersebut tidak terwujud karena tahun 1645 Sultan Agung wafat.</div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800059982/ab1e311cec304ef9cedfb536faf5df2e/22D04147_8CCB_4359_BEE3_2D5006F01406.jpg" />
         <pubDate>2022-09-11 13:48:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy/wish/2291150732</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kisah Balik Perlawanan Kesultanan Mataram</title>
         <author>kynooleee</author>
         <link>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy/wish/2291925566</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Pangeran Antasari adalah pemimpin tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar). Gelarnya yaitu Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. Pangeran Antasari juga menjadi panglima perang, pemuka agama tertinggi, dan pemimpin pemerintahan.Kesultanan Banjar adalah kerajaan Islam di Kalimantan yang didirikan oleh Raden Samudera atau Sultan Suriansyah.</div><div><br></div><div>Kerajaan Banjar berdiri pada abad ke-16 hingga abad ke-20, lebih tepatnya dari tahun 1520 hingga 1905.</div><div><br></div><div>Selama hampir empat abad berdiri, kesultanan ini mengalami beberapa kali perpindahan ibu kota pemerintahan, hingga yang terakhir di Kayu Tangi atau sekarang dikenal sebagai Martapura, Kalimantan Selatan.</div><div><br></div><div>Puncak kejayaan Kerajaan Banjar berlangsung pada masa pemerintahan Sultan Mustain Billah (1595-1638 M).<br>Sultan Agung Hanyokrokusumo (1593 - 1645) adalah raja Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645. Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Sultan Agung merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800059982/a44f8412ad0a101deab1c3f43ad1b65d/1BD5F0AB_4CDC_4E69_A921_F53A1649BC92.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 08:26:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kynooleee/eer1pwgs1a2vpsoy/wish/2291925566</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
