<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Microplastik , Nutrient dan Tumpahan Minyak by MUHAMMAD ALBARI SYUHADA</title>
      <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada</link>
      <description>Pengelolaan Pencemaran Laut</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-12-06 15:14:18 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-14 17:06:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/26f5.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>microplastik</title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931419549</link>
         <description><![CDATA[<div>Sumber pertama, <em>primary microplastic</em>, adalah microplastik yang sengaja “dibuat” untuk keperluan kosmetik, pembersih wajah, pasta gigi yang memiliki mekanisme sebagai “amplas” atau pembersih. Sumber kedua, <em>secondary microplastic</em>, adalah plastik berukuran besar yang teterdegradasi menjadi serpihan – serpihan kecil baik akibat arus laut, atau proses alam lainnya. Microplastik tipe pertama inilah yang memiliki resiko lebih tinggi dan mudah terlepas ke perairan. Kemudian, akibat dari sulitnya plastik terdegradasi di alam, plastik di lautan akan cenderung terbawa arus di lautan dan terkumpul di <em>convergen zone</em>, area dimana plastik ini akan terkumpul dan tidak dapat terbawa ketempat lain lagi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 15:35:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931419549</guid>
      </item>
      <item>
         <title>cara pencegahan pencemaran mikroplastik di lingkungan</title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931426664</link>
         <description><![CDATA[<div>Pertama, mengurangi masuknya pembuangan plastik dan mikroplastik ke lingkungan. Kedua, mengubah persepsi masyarakat tentang dampak plastik, sehingga penggunaan plastik berkurang. Ketiga, menilai pentingnya permasalahan plastik dan microplastik sebagai vektor yang dapat ditransfer pada organisme. Terakhir, menghitung resiko bahan kimia dari plastik yang tercerna. Jadi, belum terdapat solusi tepat yang dapat menghilangkan dampak plastik dan mikroplastik yang terdapat di lingkungan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 15:38:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931426664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nutrient</title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931455027</link>
         <description><![CDATA[<div><br>merupakan suatu bentuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_air">pencemaran air</a> yang merujuk kepada kontaminasi karena masuknya nutrien yang berlebihan. Ini merupakan penyebab utama <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Eutrofikasi">eutrofikasi</a> permukaan air, ketika nutrien yang berlebihan, biasanya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Nitrat">nitrat</a> atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Fosfat">fosfat</a>, merangsang pertumbuhan alga. Banyak bahan kimia yang berpotensi beracun menempel pada partikel-partikel kecil yang nantinya dibawa oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Plankton">plankton</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bentos">hewan-hewan bentik</a>, yang sebagian besar merupakan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Detritivor">pemakan deposit</a> atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hewan_penyaring">hewan penyaring</a>. Dengan cara ini, racun <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biomagnifikasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">terpusat ke atas</a> dalam <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rantai_makanan">rantai makanan</a> laut. Banyak partikel yang bergabung secara kimiawi menyebabkan berkurangnya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen">oksigen</a>, sehingga <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Estuari">muara</a> menjadi <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hypoxia_(environmental)&amp;action=edit&amp;redlink=1">anoksik</a>.<br><br></div><div><br>Ketika pestisida masuk ke dalam <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem_laut">ekosistem laut</a>, pestisida terserap ke dalam <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jaring-jaring_makanan">jaring-jaring makanan</a> laut dengan cepat. Ketika berada dalam jaring-jaring makanan, pestisida ini dapat menyebabkan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mutasi">mutasi</a>, serta penyakit yang dapat berbahaya bagi manusia dan seluruh jaring makanan. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Toksisitas_logam">Logam beracun</a> juga dapat masuk ke dalam jaring-jaring makanan laut. Ini dapat menyebabkan perubahan materi, biokimia, tingkah laku, pembiakan, dan menekan pertumbuhan dalam kehidupan laut. Di samping itu, banyak <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pakan_campuran&amp;action=edit&amp;redlink=1">pakan hewan</a> mengandung <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tepung_ikan">tepung ikan</a> atau <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrolisat_ikan&amp;action=edit&amp;redlink=1">hidrolisat ikan</a>. Dengan cara ini, racun-racun laut dapat berpindah ke hewan-hewan darat, dan muncul dalam daging dan produk-produk susu nantinya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 15:48:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931455027</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tumpahan Minyak</title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931461173</link>
         <description><![CDATA[<div>Oil Spill atau tumpahan minyak merupakan salah satu kejadian pencemaran laut dapat diakibatkan dari hasil operasi kapal tanker (air ballast), perbaikan dan perawatan kapal (docking), terminal bongkar muat tengah laut, air bilga (saluran buangan air, minyak dan pelumas hasil proses mesin), scrapping kapal, dan yang banyak terjadi adalah kecelakaan/tabrakan kapal tanker.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 15:51:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931461173</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dampak Tumpahan Minyak</title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931463782</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><strong>Kematian organisme</strong>, Untuk kasus oil spill di perairan terbuka, konsentrasi minyak di bawah slick biasanya sangat rendah, dan maksimum akan berada pada kisaran 0.1 ppm sehingga tidak menyebabkan kematian massal organisme terutama ikan-ikan. Permasalahannya, kebanyakan kasus tumpahan minyak ini terjadi di perairan pantai atau perairan dalam. Resiko kematian massal akan lebih besar lagi bagi ikan-ikan di tambak ataupun keramba serta jenis kerang-kerangan yang kemampuan migrasi untuk menghindari spill tersebut sangat rendah.</li><li><strong>Perubahan reproduksi dan tingkah laku organisme, </strong>Uji laboratorium menunjukkan bahwa reproduksi dan tingkah lau organisme ikan dan kerang-kerangan dipengaruhi oleh konsentrasi minyak di air. Banyak jenis udang dan kepiting membangun sistem penciuman yang tajam untuk mengarahkan banyak aktifitasnya, akibatnya eksposur terhadap bahan B3 menyebabkan udang dan kepiting mengalami gangguan di dalam tingkah lakunya seperti kemampuan mencari, memakan dan kawin.</li><li><strong>Dampak terhadap plankton</strong>, Limbah B3 ini akan berdampak langsung pada organisme khususya pada saat masih dalam fase telur dan larva. Kondisi ini akan menjadi lebih buruk jika spillage bertepatan dengan periode memijah (spawning) dan lokasi yang terkena dampak adalah daerah nursery ground. Akan lebih parah lagi ketika lokasi yang terkena oil spill ini merupakan daerah yang tertutup/semi tertutup seperti teluk yang tercemar.</li><li><strong>Dampak terhadap ikan migrasi, </strong>Secara umum, ikan dapat menghindari bahan pencemar, namun uniknya ada beberapa jenis ikan yang bersifat territorial, artinya ikan tersebut harus kembali ke daerah asal untuk mencari makan dan berkembang ikan meskipun daerah asalnya telah terkontaminasi limbah B3.</li><li><strong>Bau lantung (tainting), </strong>Bau lantung ini dapat terjadi pada jenis ikan keramba dan tambang yang tidak memilki kemamuan bergerak menjauhi bahan pencemar minyak sehingga menghasilkan bau dan rasa yang tidak enak pada jaringannya.</li><li><strong>Dampak pada kegiatan perikanan budidaya,&nbsp; </strong>Tumpahan minyak ini akan berdampak langsung pada kegiatan budidaya, bahan selain organisme yang akan terkena dampak, peralatan seperti jaring dan temali tidak dapa digunakan lagi.</li><li><strong>Kerusakan ekosistem,&nbsp; </strong>Ekosistem pesisir dan laut (mangrove, delta sungai, estuary, lamun, dan terumbu karang) memiliki fungsi dan peran yang penting secara ekologis. Masuknya limbah B3 pada perairan pesisir laut ini dapat mengganggu ekosisitem, karena wilayah pesisir tersebut merupaka daerah perkembangbiakan, penyedia habitat dan makanan untuk organisme dewasa bagi habitat lain di sekitarnya.</li></ol><div>&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 15:51:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931463782</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931477544</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/783311383/12be94906179b2312fe6d8210184a8ba/c6em90004f_f1_hi_res.gif" />
         <pubDate>2021-12-06 15:57:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931477544</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Regulasi</title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931489105</link>
         <description><![CDATA[<div>Beberapa regulasi yang dipakai dalam penanganan oil spill, adalah sebagai berikut:</div><ol><li><a href="https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/djprl/P4K/Pencemaran%20Laut/Oil%20Spill/Perpres_No_109_Tahun_2006.pdf">Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut</a></li><li><a href="https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/djprl/P4K/Pencemaran%20Laut/Oil%20Spill/kepmen%2054%20tahun%202016%20full.pdf">Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 54/KEPMEN-KP/2016 tentang Tim Penanggulangan Dampak Tumpahan Minyak terhadap Sumber Daya Kelautan dan Perikanan</a></li><li><a href="https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/djprl/P4K/Pencemaran%20Laut/Oil%20Spill/Permen-LH-No.-7-Tahun-2014-tentang-Kerugian-LH.pdf">Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kerugian Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup</a></li></ol><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 16:01:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931489105</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahaya Microplastik</title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931510592</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Bahaya mikroplastik bagi kesehatan</strong></div><div>Kemasan plastik yang digunakan untuk membungkus makanan juga merupakan sumber mikroplastik. Sebab, partikel-partikel plastik kecil bisa pecah ke dalam makanan.</div><div>Dilansir dari Washington Post, banyaknya mikroplastik di lingkungan sekitar membuat kita bisa menghirup puluhan ribu potongan atau serat plastik kecil setiap tahunnya.</div><div>Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahaya mikroplastik bagi manusia secara signifikan. Namun, beberapa penelitian awal menunjukkan adanya potensi bahaya mikroplatik bagi kesehatan yang perlu diwaspadai.</div><div><strong>1. Dapat disebarkan dari ibu ke janin</strong></div><div>Sebuah penelitian yang dirilis Rutgers Center for Urban Environmental Sustainability menunjukkan bahwa ibu dapat menyebarkan mikroplastik pada janin yang sedang dikandungnya melalui plasenta.</div><div>Sekecil apa pun jumlah mikroplastik di dalam tubuh, para ahli berpendapat bahwa hal ini dapat berdampak pada kesehatan.</div><div><strong>2. Berpotensi mengganggu kesuburan</strong></div><div>Beberapa partikel mikroplastik berpotensi meluluhkan <a href="https://www.sehatq.com/artikel/pentingnya-label-bpa-free-pada-berbagai-alat-yang-anda-gunakan">bisphenol A (BPA)</a> dan ftalat ke dalam tubuh. BPA merupakan senyawa yang dapat mengganggu kinerja hormon dan bahkan dikaitkan dengan penurunan kesuburan pada laki-laki dan perempuan.</div><div>Begitu juga dengan ftalat yang diketahui dapat mengganggu hormon. Paparan ftalat terhadap janin dikaitkan dengan kadar testosteron yang lebih rendah pada keturunan laki-laki.</div><div><strong>3. Mengandung styrene</strong></div><div>Bahaya mikroplastik juga berkaitan dengan kemungkinan kandungan styrene di dalamnya. Styrene adalah bahan kimia yang dapat ditemukan dalam plastik dan beberapa kemasan makanan.</div><div>Zat ini kerap dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang berbahaya, di antaranya berbagai masalah pada sistem saraf, <a href="https://www.sehatq.com/artikel/jenis-jenis-gangguan-pendengaran-dan-cara-menanganinya">kehilangan pendengaran</a>, dan kanker.</div><div><strong>4. Mengandung poliklorinasi bifenis (PCB)</strong></div><div>Salah satu bahaya mikroplastik adalah akumulasi poliklorinasi bifenil (PCB). Bahan kimia ini dikaitkan dengan berbagai masalah bagi kesehatan, termasuk kanker, <a href="https://www.sehatq.com/artikel/cara-menjaga-daya-tahan-tubuh-di-masa-pandemi-agar-tetap-sehat">sistem kekebalan tubuh</a> yang melemah, masalah reproduksi, dan sebagainya.</div><ol><li><a href="https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/djprl/P4K/Pencemaran%20Laut/Oil%20Spill/kepmen%2054%20tahun%202016%20full.pdf">Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 54/KEPMEN-KP/2016 tentang Tim Penanggulangan Dampak Tumpahan Minyak terhadap Sumber Daya Kelautan dan Perikanan</a></li><li><a href="https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/djprl/P4K/Pencemaran%20Laut/Oil%20Spill/Permen-LH-No.-7-Tahun-2014-tentang-Kerugian-LH.pdf">Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kerugian Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup</a></li></ol><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-06 16:09:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931510592</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>19513119</author>
         <link>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931530603</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/783311383/bedcd64c5cafa56db4477755378624be/5f31196bbab92.jpg" />
         <pubDate>2021-12-06 16:16:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19513119/M_Albari_syuhada/wish/1931530603</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
