<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Aisha Cahya 12 MIPA 3 by 03 Aisha Cahya</title>
      <link>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua</link>
      <description>Pahlawan Nasional dari Papua</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-10 00:33:30 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-17 17:56:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Siapa aja Pahlawan Nasional Papua?</title>
         <author>aishacahya29</author>
         <link>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673458891</link>
         <description><![CDATA[<div>Bukan hanya pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan saja yang memiliki Pahlawan Nasional, Papua juga memiliki Pahlawan Nasional.<br>Pahlawan Nasional dari Papua diantaranya:<br>1. Frans Kaisiepo<br>2. Silas Papare<br>3. Marthen Indey<br>4. Johanes Abraham Dimara</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-10 00:21:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673458891</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa itu Papua?</title>
         <author>aishacahya29</author>
         <link>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673485309</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://maps.googleapis.com/maps/api/staticmap?center=Papua&amp;key=AIzaSyD3kjetwpeAYF-eXThlRhc1F1EYwsQvHcY&amp;scale=2&amp;size=640x480&amp;maptype=satellite&amp;language=en&amp;region=ID" />
         <pubDate>2021-08-10 00:52:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673485309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mengenal Silas Papare</title>
         <author>aishacahya29</author>
         <link>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673507665</link>
         <description><![CDATA[<div>Silas Papare<br>Tempat Lahir : Kampung Ariepi, Serui, Yapen Waropen<br>Tanggal Lahir : 18 Desember 1918<br>Wafat : 14 September 1993<br><br>Silas Papare merupakan pahlawan nasional yang berlatar belakang seorang mentri kesehatan, dengan bekal pendidikan dan pengalaman politik terbatas. Pada bulan September 1945 membentuk Komite Indonesia Merdeka (KIM) yan bertujuan untuk menghimpun kekuatan dan mengatur langkah perjuangan. Pada Desember 1945, Silas Papare dan Marthen Indrey ditangkap dan dipenjarakan di Holandia (Jayapura) karena dianggap mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak terhadap Belanda.<br><br>Setelah bebas, Pada November 1946&nbsp; Silas mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). PKII&nbsp; berperan penting dalam menumbuhkan dan membesarkan benih nasionalisme keindonesiaan di Tanah Papua (Irian). Silas Papare kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak, namun berhasil melarikan diri menuju Yogyakarta.<br><br>Pada Oktober 1949 di Yogyakarta, Silas Papare mendirikan Badan Perjuangan Irian dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah NKRI. Pada tahun 1951 Silas Papare membentuk Kompi Irian 17 di Markas Besar Angkatan Darat untuk mendukung politik Pemerintah di forum Internasional dalam usaha pengembalian Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia.<br><br>Pada 15 Agustus 1962, Silas Papare diminta Presiden Sukarno menjadi salah seorang anggota delegasi Indonesia dalam New York Agreement tentang Irian Barat, yang mengakhiri konfrontasi Indonesia dengan Belanda mengenai Irian Barat. Silas Papare kemudian diangkat menjadi angota Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mewakili Irian Barat.<br><br>Guna mengenang jasa besarnya, nama Silas Papare di abadikan sebagai salah satu kapal selam perang, yakni KRI Silas Papare. KRI Silas Papare adalah sebuah Korvet kelas Parchim yang dibuat untuk Volksmarine / AL Jerman Timur pada akhir 70-an</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1290243160/ab04c1bf0860845bc9cf0b9a6ac11334/5fdbf72db3d52.png" />
         <pubDate>2021-08-10 01:17:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673507665</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa yang telah dilakukan Frans Kaisiepo untuk Indonesia?</title>
         <author>aishacahya29</author>
         <link>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673533941</link>
         <description><![CDATA[<div>Frans Kaisiepo<br>Tempat Lahir : Wardo, Biak<br>Tanggal Lahir : 10 Oktober 1921<br>Wafat : 10 April 1979<br><br>Frans termasuk salah satu orang menegakkan eksistensi Republik Indonesia dan orang pertama yang mengibarkan Bendera Merah Putih dan menyayikan lagu Indonesia Raya di Papua.<br><br>Pada Juli 1946, Frans menjadi utusan Nederlands Nieuw Guinea dan satu-satunya orang asli Papua pada Konferensi Malino di Sulawesi Selatan. Ia menentang keras penggabungkan Papua dengan Maluku dan menjadikan Papua bagian dari Negara Indonesia Timur (NIT). Frans bersikeras bahwa wilayah Papua seharusnya dipimpin oleh orang-orang Papua sendiri daripada dipimpin oleh orang lain. Frans juga mengusulkan agar nama Papua atau Nederlands Nieuw Guinea diganti dengan ‘Irian’ yang berasal dari bahasa asli Biak yang berarti “Cahaya yang mengusir kegelapan”<br><br>Pada tahun 1946, Ia mendirikan Partai Indonesia Merdeka di Biak. Pada 1954 dipenjarakan oleh Belanda. Pada tahun 1961, Frans Kaisiepo mendirikan partai Irian Sebagian Indonesia (ISI) yang bertujuan untuk menuntut penyatuan Papua dengan Republik Indonesia. terpilih menjadi anggota parlemen untuk Papua pada pemilihan Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 1973 dan diangkat menjadi Dewan Pertimbangan Agung pada tahun 1977 sebagai wakil untuk urusan Papua.<br><br>Frans Kaisiepo dianugerahi penghargaan Bintang Maha Putra Adi Pradana Kelas Dua. Nama Frans Kaisiepo juga diabadikan menjadi salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Frans Kaisiepo dengan nomor seri 368 dan bandar udara internasional di Pulau Biak, Papua. Pada tahun 1993, Berdasarkan Keputusan Presiden nomor 077/TK/1993 nama Frans Kaisiepo ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia dari Papua dan potret dirinya dipajang dalam lembaran uang rupiah emisi 2016 bernilai Rp10.000,00.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1290243160/09e616dfe0cc7705e22e821eab2d3d62/frans_kaisiepo_267x300.jpg" />
         <pubDate>2021-08-10 01:41:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673533941</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siapakah Marthen Indey?</title>
         <author>aishacahya29</author>
         <link>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673555516</link>
         <description><![CDATA[<div>Marthen Indey<br>Tempat Lahir : Doromena, Papua<br>Tanggal Lahir : 14 Maret 1912<br>Wafat : 17 Juli 1086<br><br>Marthen adalah seorang anggota polisi Hindia Belanda, namun setelah bertemu dengan tahanan bernama Sugoro Atmoprasojo yang mengubah cara berpikirnya. Pada tahun 1944, sekembalinya dari pengungsian di Australia selama tiga tahun, Marthen ditunjuk sekutu untuk melatih anggota Batalyon Papua yang nantinya akan difungsikan sebagai tentara pelawan Jepang. Setahun berikutnya, ia diangkat sebagai Kepala Distrik Arso Yamai dan Waris selama dua tahun.<br><br>Marthen bergabung dengan organisasi politik bernama Komite Indonesia Merdeka (KIM) pada 1946. Pada tahun 1944, sekembalinya dari pengungsian di Australia selama tiga tahun, Marthen ditunjuk sekutu untuk melatih anggota Batalyon Papua yang nantinya akan difungsikan sebagai tentara pelawan Jepang. Setahun berikutnya, ia diangkat sebagai Kepala Distrik Arso Yamai dan Waris selama dua tahun.<br><br>Pada tahun 1962 Marthen bergerilya untuk menyelamatkan anggota RPKAD yang didaratkan di Papua selama masa Tri Komando Rakyat (Trikora) dan Marthen menyampaikan Piagam Kota Baru yang berisi mengenai keinginan kuat penduduk Papua untuk tetap setia pada wilayah kesatuan Indonesia. Marthen diangkat sebagai anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) tahun 1963-1968. Ia juga diangkat sebagai kontrolir diperbantukan pada Residen<br>Jayapura dan berpangkat Mayor Tituler selama dua puluh tahun.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1290243160/944fbb4cdcf9286cf42fb82c544fe644/martin.jpg" />
         <pubDate>2021-08-10 02:01:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673555516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Johanes Abraham Dimara</title>
         <author>aishacahya29</author>
         <link>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673573761</link>
         <description><![CDATA[<div>Tempat Lahir : Korem, Biak Utara, Papua<br>Tanggal Lahir : 16 April 1916<br>Wafat : 20 Oktober 2000<br><br>Pada tahun 1946, ia ikut serta dalam Pengibaran Bendera Merah Putih di Namlea, Pulau Buru. Pada tahun 1950 ia diangkat menjadi ketua OPI (Organisasi Pembebasan Irian Barat). Johannes menjadi anggota TNI dan melakukan infiltrasi ke Irian Barat tahun 1954, karena hal tersebut ia ditangkap oleh tentara Belanda dan dibuang ke Digul.<br><br>Johannes ikut menyerukan Trikora bersama Bung Karno di Yogyakarta dan menyerukan seluruh masyarakat Irian Barat agar mendukung penyatuan wilayah Irian Barat ke dalam NKRI. Johannes mendapat penghargaan berupa tanda jasa Satyalancana Perang Kemerdekaan Kesatu dan Satyalancana Bhakti, dan dianugerahi gelar pahlawan nasional dari Papua pada tahun 2011.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1290243160/3ed5da39c6d2a797cd5fa2ff9da90aa1/Johannes_Abraham_Dimara.jpg" />
         <pubDate>2021-08-10 02:21:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aishacahya29/pahlawanpapua/wish/1673573761</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
