<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLS X DALTON by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/X11</link>
      <description>PETA, PJ DAN SIG</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2016-11-10 02:12:13 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-21 06:00:10 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f30f.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>PROVINSI SULAWESI SELATAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3614914408</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p><strong>Kelompok 4, Anggota kelompok:</strong></p><p>Aydin Mahardika Arganta (10) v</p><p>Fatihatul Jannah (17) v</p><p>Muh. Attar Alfariz (24) v</p><p>Nadya Arestya C. (27) v</p><p>Resky Putri Langit (34) v</p><p>Ulya Aqilah Z. Sijaya (36) v*</p></blockquote><p><br></p><p><strong>A. Komponen Peta</strong></p><ol><li><p>Judul: GEOLOGI PROVINSI SULAWESI SELATAN</p></li><li><p>Skala: 1 : 1.300.000 (skala angka dan skala garis)</p></li><li><p>Legenda: Menjelaskan simbol batas provinsi, kabupaten/kota, jalan, sungai, laut, dan kedalaman laut.</p></li><li><p>Orientasi: Arah utara.</p></li><li><p>Koordinat: Garis lintang dan bujur.</p></li><li><p>Sumber Data: Tercantum pada bagian bawah peta.</p></li><li><p>Inset: Peta Indonesia untuk menunjukkan posisi Provinsi Sulawesi Selatan.</p></li></ol><p><br></p><p><strong>B. Jenis Peta</strong></p><p>Peta ini termasuk peta <em>administrasi</em> karena menunjukkan batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan dengan warna berbeda.</p><p><br></p><p><strong>C. Analisis</strong></p><ul><li><p>Peta memperlihatkan pembagian administratif Sulawesi Selatan (21 kabupaten dan 3 kota).</p></li><li><p>Letak geografis: berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Barat (barat laut), Sulawesi Tengah (utara), dan Sulawesi Tenggara (timur).</p></li><li><p>Terlihat jaringan jalan utama yang menghubungkan antar daerah.</p></li><li><p>Gradasi warna biru menunjukkan kedalaman laut di sekitar Sulawesi Selatan.</p></li><li><p>Peta ini berguna untuk memahami batas wilayah, perencanaan pembangunan, serta penelitian geografi.</p></li></ul><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4486355869/caedf20797fc7635d1279fc479440c34/IMG_9469.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-02 07:12:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3614914408</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pulau sumatera</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3614936235</link>
         <description><![CDATA[<p>ANGGOTA KELOMPOK</p><p>• Gavin Arga Ramadhan v</p><p>• Bima Raka Saputra v</p><p>• Devan Putra Hardi v</p><p>• M. Gibran Ibnu Pratama v*</p><p>• Akhdan Nahara v*</p><p>• Andi Ahmad Fargani v</p><p><br></p><p>A. komponen peta</p><ol><li><p>judul : tidak ada</p></li><li><p>legenda : di pojok kanan atas</p><p>• berisi keterangan yang menjelaskan arti dari simbol simbol yang ada dalam peta</p></li><li><p>skala peta : (1 : 6.000.000)</p></li><li><p>orientasi/arah mata angin : di kiri bawah, dengan simbol arah mata angin </p></li><li><p>simbol peta : titik untuk kota, garis untuk jalan/rel kereta dll</p></li><li><p>warna peta : menunjukkan ketinggian </p><p>(hijau : rendah, kuning : sedang, coklat/merah : tinggi, putih : tinggi sekali)</p></li><li><p>inset peta : peta kecil yang menunjukkan pulau bangka belitung</p></li></ol><p><br></p><p>B. jenis peta</p><p><br></p><p>• Peta ini adalah peta fisik, karena menampilkan kenampakan alam seperti gunung, sungai, dan ketinggian wilayah.</p><p><br></p><p>C. analisis</p><p><br></p><p>•Peta ini memiliki kelebihan yaitu informasinya cukup lengkap (menampilkan relief, sungai, gunung, jalan, batas provinsi, dan kota), dilengkapi legenda, skala, inset, serta warna yang memudahkan memahami ketinggian. Namun ada kekurangan, yaitu skalanya kecil sehingga detail terbatas, judulnya tidak ada, dan informasi bercampur antara fisik dan administratif sehingga bisa membuat bingung jika tujuan peta hanya salah satu.</p><p><br></p><p> </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4486231600/3d9ac9d3232c58f2aa0bd3b0d1b2ea52/IMG_7659.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-02 07:27:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3614936235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETA RENCANA POLA RUANG KOTA MAKASSAR 2010-2030 (KELOMPOK 1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3624659617</link>
         <description><![CDATA[<p>ANGGOTA KELOMPOK :</p><ol><li><p>A. St. Zakiyah Ramadani (01)</p></li><li><p>Amirah Khansa Dzakiyah Wahyuddin (05)</p></li><li><p>Audrey Callysta Rahmaniah Putri (09)</p></li><li><p>Fathia Aulia Annisa (16)</p></li><li><p>Naura Nafeesya (29)</p></li><li><p>Pocut Maharani Meutuah Faisal (31)</p></li></ol><p><br></p><p>A. KOMPONEN PETA</p><p><br></p><ol><li><p>Judul Peta :</p><p>》PETA RENCANA POLA RUANG KOTA MAKASSAR 2010-2030</p><p>》Terletak di sebelah kanan peta, bercetak tebal dan ditulis dengan huruf kapital.</p></li><li><p>Legenda :</p><p>》Terletak di bagian kanan tengah, berisi tentang simbol - simbol yang terdapat di dalam peta, berfungsi untuk menjelaskan simbol-simbol, warna, dan tanda khusus pada peta.</p></li><li><p>Garis Tepi :</p><p>》Terletak di bagian tepi peta, berguna untuk membantu peta agar terletak lebih rapih, ukuran garisnya paling tebal dari garis yang lain.</p></li><li><p>Garis Lintang dan Bujur :</p><p>》Terletak di atas, bawah, kanan, dan kiri tepi peta, berfungsi untuk memberikan informadi koordinat wilayah yang ingin di petakan, digambarkan dengan garis tipis berwarna biru sehingga tidak mengganggu kenampakan isi peta.</p></li><li><p>Orientasi Arah (Arah Mata Angin)</p><p>》Terletak di bagian kanan bawah, biasanya menunjukkan arah utara dan berbentuk arah mata angin, berguna untuk membantu pengguna mengetahui arah sebenarnya.</p></li><li><p>Skala Peta </p><p>》1 : 75.000</p><p>》Terletak di bagian kanan bawah tepat di bawah arah mata angin, berfungsi untuk mengetahui ukuran sebenarnya di permukaan bumi. </p></li><li><p>Simbol Peta</p><p>》Letaknya menyebar di seluruh peta, contohnya titik untuk kota, garis untuk jalan/rel kereta, dll, berfungsi untuk memvisualisasikan kenampakan unsur atau objek geografis.</p></li><li><p>Inset Peta</p><p>》Terletak di bagian kanan bawah yang menampilkan peta kecil Sulawesi Selatan, berfungsi untuk memperjelas posisi wilayah peta utama terhadap wilayah yang lebih besar.</p></li><li><p>Sumber Peta</p><p>》Terletak di bagian kanan bawah tepat di bawah inset, sumber peta harus dicantumkan untuk menerangkan kebenaran peta yang dibuat.</p></li></ol><p><br></p><p>B. JENIS PETA</p><p>Peta ini merupakan Peta Tematik, yaitu peta yang menunjukkan informasi khusus tentang suatu wilayah. Peta ini menampilkan rencana pola ruang Kota Makassar tahun 2010–2030 yang dibuat oleh Bappeda Kota Makassar. Dalam peta ini terlihat pembagian wilayah berdasarkan fungsi, seperti kawasan permukiman, industri, perdagangan, dan kawasan lindung. Jadi, peta ini berfungsi untuk menunjukkan rencana penggunaan lahan dan pembangunan kota di masa depan.</p><p><br></p><p>C. ANALISIS PETA</p><p>1. Jenis peta Rencana Pola Ruang Kota Makassar Tahun 2010–2030 termasuk peta tematik yang menunjukkan pembagian fungsi wilayah di Kota Makassar.</p><p>2. Wilayah Kota Makassar dibagi menjadi beberapa zona dengan fungsi yang berbeda, seperti kawasan permukiman, industri, perdagangan, perkantoran, dan kawasan lindung.</p><p>3. Bagian utara dan timur kota digunakan untuk kegiatan industri dan pengembangan kota baru.</p><p>4. Bagian barat kota didominasi oleh kawasan permukiman dan perdagangan karena letaknya dekat dengan pusat kota dan pelabuhan.</p><p>5. Bagian tengah kota berwarna hijau yang menunjukkan kawasan lindung dan ruang terbuka hijau untuk menjaga keseimbangan lingkungan.</p><p>6. Secara keseluruhan, peta ini menunjukkan bagaimana pemerintah Kota Makassar mengatur tata ruang agar pertumbuhan kota tetap terarah, seimbang, dan berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4526440073/9058a3c4d18385629b4bf82fe02a8397/IMG_20251002_WA0062.jpg" />
         <pubDate>2025-10-09 04:28:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3624659617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3624760181</link>
         <description><![CDATA[<p>Rifdah Fakhirah Rusli (33)</p><p>A.Aurelie Azzafhira Nasrun (7)</p><p>Fitri Ramadani (18)</p><p>Rezky Nur Aenun (32)</p><p>Andi nurfaiqah annisa p. (8)</p><p>Neisha Salma Zhafirah (30)</p><p><br/></p><p><br/></p><p>PETA GEOLOGI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN</p><p><br/></p><p>A. Komponen Peta</p><p><br/></p><p>1. Judul:</p><p>PETA GEOLOGI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN</p><p><br/></p><p>Ditulis dengan huruf kapital.</p><p><br/></p><p>Diletakkan di bagian tengah atas peta agar mudah terlihat dan langsung menunjukkan isi peta.</p><p><br/></p><p>2. Skala:</p><p>Skala 1:75.000: Artinya 1 cm di peta mewakili 75.000 cm (750 meter) di lapangan.</p><p><br/></p><p>Termasuk skala besar, karena menampilkan wilayah kecil (Kota Makassar) dengan detail tinggi.</p><p><br/></p><p>Dilengkapi juga skala garis untuk membantu memperkirakan jarak secara visual.</p><p><br/></p><p>3. Garis Tepi:</p><p>Ada, berupa garis tebal di tepi peta.</p><p>Berfungsi membatasi wilayah yang ditampilkan serta membuat tampilan peta lebih rapi dan jelas.</p><p><br/></p><p>4. Garis Lintang dan Garis Bujur:</p><p>Ada, digambarkan dengan garis tipis berwarna biru.</p><p>Berfungsi menunjukkan posisi astronomis Makassar.</p><p><br/></p><p>Contoh: wilayah Kota Makassar berada pada kisaran 5°05′–5°15′ LS dan 119°24′–119°30′ BT.</p><p><br/></p><p>Garis ini membantu pengguna menentukan arah dan posisi relatif terhadap wilayah lain.</p><p><br/></p><p>5. Orientasi (Petunjuk Arah):</p><p>Ditandai dengan panah arah utara (N), berada di kiri bawah.</p><p><br/></p><p>Fungsi: menunjukkan arah sebenarnya di permukaan bumi (utara–selatan–timur–barat), agar pembaca tidak salah dalam membaca posisi.</p><p><br/></p><p>6. Simbol (Objek Geografi):</p><p><br/></p><p>Simbol yang digunakan untuk menggambarkan unsur-unsur geologi dan kenampakan alam.yaitu dengan simbol Warna </p><p>Contohnya:</p><p>Batuan sedimen: warna coklat muda</p><p>Batuan beku: warna merah</p><p>Batuan metamorf: warna ungu</p><p>Sesar (patahan): garis hitam bergelombang</p><p>Kontur (ketinggian tanah): garis coklat tipis melingkar</p><p>Sungai atau aliran air: garis biru</p><p>Kota/permukiman: simbol titik hitam atau area abu-abu</p><p><br/></p><p>Semua simbol dijelaskan di legenda peta, biasanya di sisi kanan bawah.</p><p><br/></p><p>7. Inset Peta:</p><p>Ada, berupa peta kecil tambahan di sudut peta utama.</p><p><br/></p><p>Fungsinya untuk menunjukkan lokasi Kota Makassar di dalam Provinsi Sulawesi Selatan.</p><p><br/></p><p>8. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta:</p><p>Sumber: Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Indonesia</p><p><br/></p><p>Tahun: 2022</p><p><br/></p><p>Fungsi: menunjukkan keaslian dan keakuratan data peta. Peta yang baik selalu mencantumkan sumber dan tahun pembuatannya.</p><p><br/></p><p>B. Klasifikasi Peta</p><ol><li><p>Berdasarkan jenis:</p><p>Peta gelologi Makassar termasuk peta Garis bukan peta foto</p></li><li><p>berdasarkan isi</p><p>peta ini termasuk peta Khusus atau Tematik karena hanya satu informasi yaitu keadaa Geologi Kota Makassar</p></li><li><p>berdasarkan skala</p></li></ol><p>Peta Geologi Kota Makassar termasuk peta khusus karena menampilkan informasi geologi, seperti jenis batuan dan struktur tanah di wilayah tersebut.</p><p>Peta ini bukan peta umum karena fokusnya hanya pada satu tema tertentu, yaitu geologi.</p><p><br/></p><p>Peta Geologi, yaitu peta yang menggambarkan jenis, sebaran, dan struktur batuan di permukaan bumi serta proses pembentukannya.</p><p>Peta ini membantu mengetahui jenis tanah, potensi sumber daya alam, hingga daerah rawan bencana geologi.</p><p><br/></p><p>. Jenis Data</p><p>Peta Geologi Kota Makassar menampilkan data statis, karena menunjukkan kondisi batuan dan struktur bumi yang relatif tetap.</p><p><br/></p><p>C. Isi Peta</p><p>     Secara Geologi Makassar tersususun atas 3 jenis batuan yaitu Batuan Basal, Batuan endapan alluvial dan formasi Camba. Endapan alluvial merupakan edapan dari sungai......</p><p><br/></p><p>D. Analisis Peta</p><p>Kelengkapan:</p><p>Peta ini tergolong Lengkap, karena mencantumkan semua unsur utama peta (judul, skala, orientasi, legenda, sumber, garis tepi, dan inset).</p><p><br/></p><p>Keterbacaan:</p><p>Baik, warna dan simbol dibedakan jelas sehingga mudah diinterpretasikan.</p><p><br/></p><p>Ketelitian:</p><p>Tinggi, karena menggunakan skala besar (1:75.000) dan data dari lembaga resmi.</p><p><br/></p><p>Fungsi:</p><p>Dapat digunakan untuk:</p><p>Mengetahui jenis batuan di wilayah Makassar.</p><p>Menentukan daerah rawan longsor, gempa, atau erosi.</p><p>Perencanaan pembangunan dan tata ruang wilayah.</p><p>Eksplorasi sumber daya alam (mineral, air tanah, dan bahan tambang).</p><p><br/></p><p>Kesimpulan:</p><p>Peta geologi Kota Makassar lengkap dan informatif, menggambarkan kondisi geologi secara detail dan berguna untuk berbagai bidang ilmu maupun kebijakan pembangunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4527142968/6a8660213967edd1fffba9f1905d3e49/IMG_20251009_WA0015.jpg" />
         <pubDate>2025-10-09 06:17:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3624760181</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETA RUPABUMI INDONESIA - LEMBAR 2011-61 BARRU.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3624760443</link>
         <description><![CDATA[<p>ANGGOTA KELOMPOK:</p><p><br></p><p>- Nararya Andira Praditya (28)</p><p>- Gerar Immanuel Sonda (20)</p><p>- Christo Josua Pasulu (14)</p><p>- Azka Ali Rusydi (11)</p><p>- Muhammad Alif Imran (23)</p><p>- Muhammad Rezky Ramadhan (26)</p><p><br></p><p><strong><mark>A. Komponen Peta</mark></strong></p><p><br></p><p>1. Judul Peta: </p><p>GEOLOGI PETA RUPABUMI INDONESIA - LEMBAR 2011-61 BARRU.</p><p>Judul ini menunjukkan bahwa peta tersebut menggambarkan kenampakan rupa bumi wilayah Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan skala 1:50.000.</p><p><br></p><p>2. Legenda: </p><p>Legenda terletak di bagian kanan bawah peta. Legenda berfungsi sebagai keterangan mengenai arti simbol-simbol yang digunakan, seperti simbol jalan, sungai, batas administratif, permukiman, sawah, dan berbagai kenampakan lainnya</p><p><br></p><p>3. Skala Peta: </p><p><br></p><p>1. Skala angka: Peta ini menggunakan skala angka yaitu 1 : 50.000. artinya 1 cm pada peta mewakili 500 meter di lapangan. Skala tersebut termasuk skala besar, sehingga peta dapat menampilkan detail wilayah dengan lebih jelas, seperti jaringan jalan, sungai, dan batas administrasi.</p><p>b. Skala garis (skala grafis): berupa garis lurus yang dibagi dalam satuan jarak (misalnya 0–1–2–3–4–5 km). Skala ini berfungsi untuk mengukur jarak secara langsung di peta tanpa harus menghitung manual dengan angka.</p><p><br></p><p>4. Orientasi atau Arah Mata Angin</p><p>Arah utara pada peta ditunjukkan dengan tanda panah (biasanya mengarah ke bagian atas peta). Komponen ini berfungsi agar pengguna peta dapat mengetahui arah mata angin saat membaca peta.</p><p><br></p><p>5. Simbol peta:</p><p>Simbol pada peta digunakan untuk menggambarkan objek nyata secara sederhana. Misalnya:</p><p><br></p><p>• Garis tebal menunjukkan jalan utama</p><p>Garis biru menggambarkan sungai.</p><p>• Warna hijau menunjukkan kawasan hutan.</p><p>• Titik-titik hitam menandai permukiman.</p><p>• Garis putus-putus menunjukkan batas administratif.</p><p><br></p><p>6. Warna Peta:</p><p>Warna digunakan untuk membedakan berbagai kenampakan alam maupun buatan manusia, antara lain:</p><p><br></p><p>•Hijau = dataran rendah atau hutan.</p><p>•Coklat = pegunungan atau dataran tinggi.</p><p>•Biru = perairan (laut, sungai, dan danau).</p><p>•Abu-abu atau putih = wilayah perkotaan atau permukiman.</p><p><br></p><p>7. Inset peta terdapat pada bagian kanan atas dan menampilkan posisi Kabupaten Barru dalam konteks Provinsi Sulawesi Selatan. Fungsinya untuk menunjukkan lokasi wilayah Barru secara keseluruhan dalam peta yang lebih luas.</p><p><br></p><p><strong><mark>B. JENIS PETA</mark></strong></p><p><br></p><p>Berdasarkan isi dan fungsinya, Peta Kabupaten Barru termasuk ke dalam beberapa jenis peta, yaitu:</p><p><br></p><p>1. Peta Topografi (Rupabumi)</p><p>Peta ini menampilkan kenampakan fisik seperti gunung, sungai, jalan, dan permukiman, lengkap dengan kontur yang menunjukkan perbedaan ketinggian.</p><p><br></p><p>2. Peta Administratif</p><p>Peta ini juga menunjukkan batas-batas wilayah administratif Kabupaten Barru dan wilayah sekitarnya, seperti Kota Parepare di utara dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) di selatan.</p><p><br></p><p>3. Peta Geografis Umum</p><p>Termasuk dalam peta umum karena menggambarkan berbagai kenampakan alam dan buatan manusia tanpa menitikberatkan pada satu aspek tertentu.</p><p><br></p><p><strong><mark>C. ANALISIS PETA KABUPATEN BARRU, SULAWESI SELATAN</mark></strong></p><p><br></p><p>1. Letak Geografis</p><p>Kabupaten Barru terletak di bagian barat Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kota Parepare di utara, Kabupaten Pangkep di selatan, dan Kabupaten Soppeng di timur.</p><p><br></p><p>2. Bentang Alam</p><p>Bagian barat Kabupaten Barru merupakan wilayah pesisir pantai, sedangkan bagian timur merupakan wilayah perbukitan dan pegunungan, yang ditunjukkan oleh warna coklat dan garis kontur yang rapat. Beberapa sungai mengalir dari timur ke barat menuju laut.</p><p><br></p><p>3. Pemanfaatan Lahan</p><p>Dataran rendah di sekitar pesisir dimanfaatkan untuk permukiman, pertanian, dan tambak, sedangkan wilayah perbukitan digunakan untuk perkebunan dan hutan lindung.</p><p><br></p><p>4. Jaringan Transportasi</p><p>Terlihat adanya jalan utama yang menghubungkan Parepare – Barru – Pangkep, yang merupakan bagian dari jalan poros Trans Sulawesi. Hal ini menunjukkan pentingnya Barru sebagai jalur penghubung antarkabupaten di wilayah barat Sulawesi Selatan.</p><p><br></p><p>5. Kondisi Hidrologi</p><p>Terdapat beberapa sungai dan danau kecil yang berfungsi sebagai sumber air bagi kegiatan pertanian dan kebutuhan masyarakat. Aliran sungai umumnya mengarah ke barat menuju Selat Makassar.</p><p><br></p><p><strong><mark>D. KESIMPULAN</mark></strong></p><p><br></p><p>Peta Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, merupakan peta rupa bumi yang menggambarkan kenampakan alam dan buatan manusia secara detail. Peta ini dilengkapi dengan komponen peta yang lengkap, seperti judul, legenda, skala, orientasi, simbol, warna, dan inset.</p><p>Dari hasil analisis, Kabupaten Barru memiliki karakteristik wilayah yang beragam, meliputi kawasan pantai, dataran rendah, hingga pegunungan. Peta ini sangat bermanfaat untuk memahami kondisi geografis, pemanfaatan lahan, serta perencanaan pembangunan wilayah Kabupaten Barru secara lebih komprehensif.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4527077984/f3e788c90972e1a7817036b73ac9b2a6/IMG_20251009_WA0023.jpg" />
         <pubDate>2025-10-09 06:17:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3624760443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3 Peta Polewali </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3624770191</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok : </p><ol><li><p>A.M. Aulia Rafi Aslam Arief (02)</p></li><li><p>Almirah Athalia Triyana Manampiring (04)</p></li><li><p>Azzahra Kirana Irvan (12)</p></li><li><p>Jordan Ali Liemeisa (21)</p></li><li><p>Muhammad Baso Syawal Gaffar (25)</p></li><li><p>Sintong Rezky Pratama Yusman (35)</p><p><br></p></li></ol><p>KOMPONEN PETA</p><p>1. Judul Peta</p><p>"Peta Rupabumi Indonesia – Lembar 2012–52 POLEWALI"</p><p>Menunjukkan nama daerah dan jenis peta.</p><p><br></p><p>2. Skala Peta</p><p>Skala 1 : 50.000</p><p>Artinya 1 cm di peta sama dengan 500 meter di lapangan.</p><p><br></p><p>3. Legenda (Keterangan Peta)</p><p>Menjelaskan simbol-simbol yang digunakan, seperti: </p><p>        •	Jalan raya, jalan kecil</p><p>	•	Sungai, rawa, danau</p><p>	•	Gunung, bukit</p><p>	•	Batas administrasi</p><p>	•	Permukiman, sawah, kebun, hutan, dll.</p><p><br></p><p>4. Tanda Arah (Mata Angin / Utara Peta)</p><p>Tanda panah menunjukkan arah utara (biasanya di bagian bawah kiri peta).</p><p><br></p><p>5. Garis Lintang dan Garis Bujur (Koordinat Geografis)</p><p>Digunakan untuk menentukan posisi suatu tempat secara geografis.</p><p><br></p><p>6. Legenda Elevasi / Kontur</p><p>Menunjukkan ketinggian permukaan tanah dengan garis kontur dan warna.</p><p>	</p><p>7. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta</p><p>Tercantum "Badan Informasi Geospasial (BIG)" dan tahun penerbitan peta.</p><p><br></p><p>8. Nomor Lembar / Indeks Peta</p><p>"Lembar 2012–52" menunjukkan nomor dan posisi peta dalam seri nasional.</p><p><br></p><p>9. Inset Peta (Peta Kecil di Sudut)</p><p>Menunjukkan lokasi Polewali di dalam wilayah Sulawesi Barat atau Indonesia.</p><p><br></p><p>10. Skala Garis (Skala Grafik)</p><p>Gambar batang skala untuk memperkirakan jarak langsung di peta.</p><p><br></p><p>B. JENIS PETA</p><p><br></p><p>Peta Topografi (Peta Rupabumi)</p><p>Karena Peta topografi adalah peta yang menggambarkan kenampakan alam dan buatan manusia di permukaan bumi secara detail, lengkap dengan ketinggian (kontur) dan koordinat geografis.</p><p>Dan alasan kenapa Peta di atas (peta polewali) masuk jenis peta topografi karena memiliki ciri-ciri Peta Topografi / Rupabumi yaitu :</p><p><br></p><p>1. Memiliki garis kontur yang menunjukkan perbedaan tinggi permukaan tanah.</p><p>2. Menampilkan unsur alam seperti gunung, sungai, dan laut.</p><p>3. Menampilkan unsur buatan seperti jalan, jembatan, permukiman, sawah, dan batas administrasi.</p><p>4. Menggunakan skala besar (1:50.000) sehingga detail wilayah terlihat jelas.</p><p>5. Dilengkapi dengan koordinat lintang dan bujur, serta arah utara.</p><p><br></p><p>a. Berdasarkan Isinya </p><p>Peta Polewali termasuk Peta Umum (Rupabumi / Topografi)</p><p>karena memuat unsur fisik dan sosial sekaligus untuk menggambarkan permukaan bumi secara menyeluruh dan detail.</p><p><br></p><p>b. Berdasarkan Skala</p><p>Peta Polewali (1:5000) termasuk peta skala besar, karena menggambarkan wilayah cukup sempit tapi sangat detail, seperti jalan, sungai, permukiman, dan kontur tanah.</p><p><br></p><p>c. Berdasarkan Bentuk</p><p>Peta Polewali termasuk Peta Data (peta dua dimensi), karena ditampilkan dipermukaan datar dengan proyeksi tertentu, bukan berupa bola dunia atau model tiga dimensi.</p><p><br></p><p>C. JENIS DATA </p><p>Peta polewali termasuk petas statis, karena menggambarkan kondisi tetap (tetap pada waktu tertentu), bukan perubahan yang berlangsung terus-menerus.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4527117303/1e7a878f53c7855cc518d71986404953/Screenshot_2025_10_09_14_07_17_74_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817.jpg" />
         <pubDate>2025-10-09 06:26:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3624770191</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Interpretasi Citra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3680713492</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelompok 2</strong></p><p>Rifdah Fakhirah Rusli (33)</p><p>A.Aurelie Azzafhira Nasrun (7)</p><p>Fitri Ramadani (18)</p><p>Rezky Nur Aenun (32)</p><p>Andi nurfaiqah annisa p. (8)</p><p>Neisha Salma Zhafirah (30)</p><p><br/></p><p><strong>Titik 1</strong></p><p>- Warna: Hijau tua</p><p>- Rona: Agak gelap</p><p>- Tekstur: Halus</p><p>- Bayangan: Tidak ada</p><p>- Ukuran: Besar</p><p>- Pola: Tidak teratur</p><p>- Bentuk: Bergelombang </p><p>- Situs: Dekat sawah</p><p>- Asosiasi: Dekat dengan jembatan, pemukiman dan sawah.</p><p>- Konvergensi: Sungai/muara</p><p><br/></p><p><strong>Titik 2</strong></p><p>- Warna: Hijau kecoklatan</p><p>- Rona: Gelap</p><p>- Tekstur: Halus</p><p>- Bayangan: Tidak ada</p><p>- Ukuran: sedang</p><p>- Pola: Teratur</p><p>- Bentuk: Persegi atau persegi panjang</p><p>- Situs: Dekat sungai</p><p>- Asosiasi: Dekat dengan bangunan industri, dan sungai</p><p>- Konvergensi: Sawah</p><p><br/></p><p><strong>Titik 3</strong></p><p>- Warna : Putih</p><p>- Rona : Terang</p><p>- Bentuk : Persegi panjang tidak beraturan</p><p>- Ukuran : Besar</p><p>- Tekstur : Halus </p><p>- Bayangan : tTidak ada</p><p>- Pola : Cukup teratur</p><p>- Situs : Dekat sawah</p><p>- Asos : Jalanan besar </p><p>- Konvergensi : Pabrik</p><p><br/></p><p><strong>Titik 4</strong></p><p>- Warna: Abu-abu kecoklatan </p><p>- Rona: Terang</p><p>- Tekstur: Halus</p><p>- Bayangan: Tidak ada</p><p>- Ukuran: Kecil</p><p>- Pola: Teratur</p><p>- Bentuk: Panjang</p><p>- Situsnya: Dekat sungai</p><p>- Asosiasi: Menjadi penghubung antar pemukiman dan sawah</p><p>- Konvergensi: Jembatan</p><p><br/></p><p><strong>Titik 5</strong></p><p>- Warna: Abu-abu</p><p>- Rona: Terang</p><p>- Tekstur: Halus</p><p>- Bayangan: Tidak ada</p><p>- Ukuran: Sedang</p><p>- Pola: Tidak teratur (melengkung dan bercabang)</p><p>- Bentuk: Panjang</p><p>- Situs: Dekat pemukiman</p><p>- Asosiasi: Menjadi penghubung antara jembatan dan beberapa jalanan besar</p><p>- Konvergensi: Jalanan besar (flyover)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4734610928/1dd404e45ccfda1447be379e3c65414b/IMG_20251113_WA0053.jpg" />
         <pubDate>2025-11-13 07:01:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/X11/wish/3680713492</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
