<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>For All The Songs Reading List by Nona Jarvis</title>
      <link>https://padlet.com/domainjarvis/e5oz8wkaag1p3ue2</link>
      <description>A curated list of reading materials centered around the theme &quot;For All The Songs&quot; for Higher Ed students at a basic reading level.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-05-22 15:53:01 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-22 16:11:30 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>For All The Songs</title>
         <author>domainjarvis</author>
         <link>https://padlet.com/domainjarvis/e5oz8wkaag1p3ue2/wish/3003559120</link>
         <description><![CDATA[<p>Jelas, pada akhirnya aku lebih senang mendengarkan lagu-lagu "itu"</p><p>Lagu yg dengan tegas menjelaskan bagaimana aku, kamu, serta akhirnya yg sempat menjadikan kita pada sebuah masa yg kita cita menyebutnya "Cinta"</p><p><br></p><p>Tidak ada yg lebih buruk dari sebuah hubungan yg putus pada kenyataan bertepuk sebelah tangan</p><p>Entah bagian dariku, atau darinya, yg mana tangannya tak bersambut</p><p>Semua memiliki cerita pada setiap lagu yg mengiringinya, kala itu...</p><p><br></p><p>2013</p><p>Entah pada saat itu lagu mana yg menarik perhatian telinga, namun nampaknya tak ada lagu yg jelas bisa mewakilkan perasaan itu, bahkan sekalipun berjarak begitu lama, 7 tahun lamanya.</p><p>Tapi aku yakin, pamit dari Tulus adalah bagian penting yg menemaniku saat itu. Tidak ada patah hati yg paling menyayat selain melihat diri sendiri terluka akibat pilihanku sendiri.</p><p>Kemudian terombang ambing pada pertengahan cerita adalah bagian paling menyiksa, sebab kamu tahu akan bagaimana kemudian cerita ini bermuara jika dilanjutkan. Benar atau salah, kini tiada berarti, biarkanlah... begitukan, Raisa?</p><p>Jangan sebut itu semua penuh luka, tapi cita tergambar pula pada beberapa tahun terakhir kisah itu usai. Yg akhirnya kemudian tersadar bahwa tidak ingin kehilangan adalah inti dari cerita itu, apa jadinya bila tanpa dirinya? Karna sejujurnya dia lah yg terbaik yg pernah didapatkan. Begitulah setidaknya Jangan Hilangkan Dia menjadi obat dikala semua luka lama yg sudah dikubur hendak teringat.</p><p><br></p><p>Menurutmu, apa 2013-2020 begitu tenang?</p><p>Datanglah si "Langit Abu". Entah datang dari perspektif siapa, tapi Langit Abu ini jelas menjelaskan kami. Yg datang hanya untuk mengadu betapa menyulitkan cinta ini, menyanjung, kemudian lupa, kalau aku juga punya rasa?</p><p>Kadang rindu, tapi itu candu yg meracuni pikiranku.</p><p>Sebab masih jelas dering darimu, mengganggu.</p><p>Puaskah?</p><p>Menyakitkan pada sadarnya, aku memiliki perasaan pada "Waktu Yang Salah"</p><p>Maksudku begini, kami selalu bertemu pada saat perasaan dari kami tertaut pada hati lain, sedangkan jauh dari waktu lain, perasaan kami masih terikat.</p><p>Jujur memang, aku tak siap terluka, jika harus kehilangan dia atau jelas kehilangan mereka. Aku membutuhkan keduanya. Rakus!</p><p>Tapi hidup itu pilihan, kan, Bung Fiersa?</p><p>Jelas tidak bisa, hatinya hadir hanya pada separuh untuknya dan untukku?</p><p>Jadi, pergi saja dariku!</p><p><br></p><p>Datanglah kisah yg aku inginkan... 2017</p><p>Dilan, Dulu Kita Masih Remaja, ya?</p><p>Ini jenis cinta yg diinginkan pada masa SMA.</p><p>Gombal, serta iring-iringan manis di motor meski hanya sekadar membagikan surat undangan reuni, Ha Ha Ha, seru ya, Dilan?</p><p>Jelas, "Kamulah Mauku"</p><p>Aku bahkan masih bergetar untuk mengingatnya, yg seketika mengharuskanku menyeka air mata.</p><p>Dulu yg kami bahas adalah, rindu..rindu..rindu</p><p>Jangan khawatir, beberapa minggu itu menyenangkan.</p><p>Rindu berbalas "Wonderwall" yg kemudian selalu menjadi lagu andalanku untuk melamun, betapa menyenangkannya saat itu menjadi satu-satunya orang yg selalu dipikirkan, begitulah setidaknya penjelasan wonderwall baginya.</p><p><br></p><p>Namun ternyata kehidupan dan cinta jelas berakhir pada kata "ternyata..."</p><p>Ternyata menyakitkan sekali... sakit sekali..</p><p>bahwasanya kita jelas mengetahui bahwa perasaan kita sudah tak bersambut.</p><p>Beginilah Dilan akhirnya, aku tetap menyebutnya menyakitkan, sebab sampai detik ini tidak ada jawaban dari mu yg mampu menahanku saat ku berkata "I think I should go" tanpa basa basi kamu mengiyakan, apakah dulu kamu sejahat itu, Dilan?</p><p>Bahkan aku ingat betul bagaimana tampak pesan tak berbalas itu, huh aku mengingatnya, betul-betul mengingatnya</p><p>Bulan demi bulan, aku mengetahui bahwa ternyata memang aku hanya menunggu kamu. Dimana kamu ?</p><p>Yang aku mau,</p><p>Besok bertemu, yang aku mau.</p><p>Lagu lagu itu, sampai saat ini jika aku mendengarnya, terasa sesak sekali.</p><p>Jauh sebelum hal menyakitkan itu datang, jelas aku menuliskan beberapa puisi yg ku terbitkan sendiri pada bagian naskah hidupku, untuk kamu.</p><p>Menangisimu jelas bukan jawaban, hingga betul apa yg dikatakan Pidi Baiq "Rasa sedih jika ada, itu harus terbatas"</p><p>Maka, aku hentikan. Doaku, semoga kamu baik-baik saja, Dilan, Dilanku..</p><p><br></p><p>Setalah hancur demikian, 2020 membuatku bangkit dengan berbagai macam cara dan rupa.</p><p>Ya, dia adalah sebagaimana bentuk yg tuhan ciptakan jelas untuk aku banggakan.</p><p>Menawan dan cerdas.</p><p>"You found me when i was broken, put me back and gave me life"</p><p>He's You...</p><p>you give me everything..</p><p>apa yg tidak pernah kudapat, aku temukan saat denganmu.</p><p>You're my ocean painted blue, of course.</p><p>Aku senang mengamati lagu, dan kamu senang mendukungku.</p><p>Sebagaimana saat itu aku begitu lafal dan lantang menyanyikannya, "if you could see me cryin in my room"</p><p>Hari hari rasanya semakin kabur perasaanku.</p><p>Tentu, lagu terakhir yg kunyanyikan adalah menjadi kenyataan, kenyataan yg bagiku akan berakhir baik baik saja, karena berpisah adalah pada tujuannya. Itu menyakitimu, jelas, permintaan maaf secara terbuka kusampaikan, semoga hatimu hendak memaafkan.</p><p><br></p><p>Kalian harus paham dari kisah ini, akhirnya aku kembali kepada si "Langit Abu"</p><p>Tanpa kabar darinya saat aku sedih rasanya tentu gelisah.</p><p>Kalian juga harus tahu, bagaimana dia melemahkan hatiku.</p><p>Lantas , mengapa masih ku menaruh hati?</p><p>Jelas jelas aku ada pada kisah panjang menyakitkan yg tak berujung itu.</p><p>Tapi ketahuilah, Langit Abu akan selalu ada.</p><p>Bahkan jika perlu waktu "Sewindu" dia akan tetap menunggu.</p><p>Kita sempat sepakat, untuk menjaga jarak.</p><p>Kemudian goyah, bahkan sempat berkali kali dia meyakinku untuk memulai kembali, dengan kisah tanpa mereka. Only two us.</p><p>Aku terjerat. Bahkan sekadar dengan suara gitar "Beside You"</p><p>Katanya, dia akan selalu disisiku. Meyakinkan..</p><p>cukup, itu hanya bujuk rayumu saja</p><p>Bagaimana bisa, berhari hari telfonku berdering hanya untuk mendengarkanmu pamer bernyanyi dan bergitar sederet lagu dari Keshi yg tegas kamu tujukan untukku semua.</p><p>Sehingga, aku jadikan playlist khusus yg kunamai (y)ou, Kenapa? Karna itu menyenangkan. Membuat jantungku kembali berdegup.</p><p><br></p><p>Wahai langit abu, mari kita sudahi.</p><p>Karna aku sudah menemukan jarum pada jerami itu.</p><p>Meski sama saja, ya begitulah kurang lebih cinta itu, menyakitkan dan menyenangkan akan beriringan.</p><p>Tapi jelas jelas hidup itu pilihan , ambil kemudian pergi.</p><p><br></p><p>Tidak ada lagu khusus untuknya, 2022.</p><p>Namun beberapa lagu menemani, dari sedih hingga senang.</p><p>Aku lupa tapi jelas setelah akad itu berlangsung, yg terjadi adalah "Location Unknown" pilihan tempat untukmu.</p><p>Kemanapun aku pergi, ternyata aku hanya butuh kamu, suamiku.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-22 15:53:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/domainjarvis/e5oz8wkaag1p3ue2/wish/3003559120</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
