<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TOKOH IDOLA by Rayya rumaisya</title>
      <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x</link>
      <description>Dibuat dengan pikiran kreatif</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-09-03 15:49:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-03-06 11:18:29 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Jendral Sudirman, seorang panglima besar TNI. Beliau lahir pada 24 Januari 1916. Beliau terkenal dengan perjuangannya yang gigih untuk tetap memimpin pasukan meskipun dalam kondisi sakit. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang religius. Meskipun terkenal sebagai seorang panglima TNI, beliau juga pernah menjadi guru dan kepala sekolah. Di masa muda, beliau aktif di organisasi Pemuda Muhamadiyah. Beliau adalah pahlawan yang sangat berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia. Jendral Sudirman wafat pada usia 34 tahun tepatnya pada tanggal 29 Januari 1950</title>
         <author>rayyarumaisya</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/718466101</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/705594419/5992889ef3abf846fdd855820c378f99/sudirman.jpg" />
         <pubDate>2020-09-03 16:09:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/718466101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Reisha putri Paganti X Bahasa  2 
                                          
       Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nama lengkap dari BJ Habibie. Beliau lahir pada 25 Juni 1936 di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini menempuh pendidikan SMA di SMAK Dago, Kota Bandung pada tahun 1954. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, hanya beberapa bulan di ITB kemudian Ia memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temannya untuk bersekolah di Jerman. Namun berbeda dengan yang lainnya, Ia tidak menggunakan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman melainkan dengan menggunakan biaya sendiri dari ibunya yaitu R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yaitu teknologi maritim dan teknologi dirgantara dikala Indonesia waktu itu masih berkembang akhirnya BJ Habibie diberi kesempatan belajar di Jerman.

Pada waktu itu pemerintah Indonesia dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk mengemban pendidikan di luar negeri dan menimba ilmu disana. Habibie merupakan rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Kemudian Habibie memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.

Biografi BJ Habibie : Kehidupan Kuliah di Jerman
BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman
BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman
Pendidikan yang ditempuh BJ Habibie diluar negeri bukan pendidikan kursus kilat akan tetapi merupakan sekolah bertahun – tahun sambil kerja praktek. Sejak awal Habibie memang tertarik dengan how to build commercial aircraft bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno di masa jabatannya. Darisana kemudian muncul perusahaan – perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya IPTN. Kemudian ketika BJ Habibie sampai di Jerman, Habibie punya tekad untuk sungguh – sungguh di perantauan dan harus pulang membawa kesuksesan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupan sehari – harinya. Beberapa tahun kemudian, di tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliau yang punya paspor hijau atau swasta daripada teman yang lain.

Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nama lengkap dari BJ Habibie. Beliau lahir pada 25 Juni 1936 di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini menempuh pendidikan SMA di SMAK Dago, Kota Bandung pada tahun 1954. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, hanya beberapa bulan di ITB kemudian Ia memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temannya untuk bersekolah di Jerman. Namun berbeda dengan yang lainnya, Ia tidak menggunakan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman melainkan dengan menggunakan biaya sendiri dari ibunya yaitu R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yaitu teknologi maritim dan teknologi dirgantara dikala Indonesia waktu itu masih berkembang akhirnya BJ Habibie diberi kesempatan belajar di Jerman.

Pada waktu itu pemerintah Indonesia dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk mengemban pendidikan di luar negeri dan menimba ilmu disana. Habibie merupakan rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Kemudian Habibie memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.

Biografi BJ Habibie : Kehidupan Kuliah di Jerman
BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman
BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman
Pendidikan yang ditempuh BJ Habibie diluar negeri bukan pendidikan kursus kilat akan tetapi merupakan sekolah bertahun – tahun sambil kerja praktek. Sejak awal Habibie memang tertarik dengan how to build commercial aircraft bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno di masa jabatannya. Darisana kemudian muncul perusahaan – perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya IPTN. Kemudian ketika BJ Habibie sampai di Jerman, Habibie punya tekad untuk sungguh – sungguh di perantauan dan harus pulang membawa kesuksesan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupan sehari – harinya. Beberapa tahun kemudian, di tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliau yang punya paspor hijau atau swasta daripada teman yang lain.

Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nama lengkap dari BJ Habibie. Beliau lahir pada 25 Juni 1936 di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini menempuh pendidikan SMA di SMAK Dago, Kota Bandung pada tahun 1954. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, hanya beberapa bulan di ITB kemudian Ia memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temannya untuk bersekolah di Jerman. Namun berbeda dengan yang lainnya, Ia tidak menggunakan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman melainkan dengan menggunakan biaya sendiri dari ibunya yaitu R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yaitu teknologi maritim dan teknologi dirgantara dikala Indonesia waktu itu masih berkembang akhirnya BJ Habibie diberi kesempatan belajar di Jerman.

Pada waktu itu pemerintah Indonesia dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk mengemban pendidikan di luar negeri dan menimba ilmu disana. Habibie merupakan rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Kemudian Habibie memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.

Biografi BJ Habibie : Kehidupan Kuliah di Jerman
BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman
BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman
Pendidikan yang ditempuh BJ Habibie diluar negeri bukan pendidikan kursus kilat akan tetapi merupakan sekolah bertahun – tahun sambil kerja praktek. Sejak awal Habibie memang tertarik dengan how to build commercial aircraft bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno di masa jabatannya. Darisana kemudian muncul perusahaan – perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya IPTN. Kemudian ketika BJ Habibie sampai di Jerman, Habibie punya tekad untuk sungguh – sungguh di perantauan dan harus pulang membawa kesuksesan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupan sehari – harinya. Beberapa tahun kemudian, di tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliau yang punya paspor hijau atau swasta daripada teman yang lain.

</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719794640</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <pubDate>2020-09-04 00:42:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719794640</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719804779</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Nur faridahtul azizah<br>Kelas:X bahsa 2<br><br><strong>Widjojo Nitisastro</strong></div><div>Dilahirkan di Malang, Jawa Timur, 23 Septermber 1927, Widjojo dikenal sebagai arsitek perekonomian Indonesia era pemerintahan Orde Baru. Ia sempat terlibat dalam perang kemerdekaan saat masih duduk di kelas I SMT (tingkat SMA). Saat bergabung dengan pasukan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), Widjojo yang pemberani nyaris gugur pada sebuah pertempuran di daerah Ngaglik dan Gunung Sari, Surabaya.<br><br></div><div>Usai perang, Widjojo menjadi guru SMP selama tiga tahun. Kemudian ia memutuskan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, meminati bidang demografi. Setelah lulus, Widjojo mengambil gelar doktor ekonomi di Universitas Berkeley pada 1961. Sebagai sarjana yang menonjol, pada 1984 Widjojo menerima penghargaan <em>Elise Walter Haas Award </em>dari Universitas Berkeley. Penghargaan tahunan itu diberikan kepada alumni asing yang jasanya dianggap signifikan. Widjojo adalah orang Indonesia pertama yang menerimanya.<br><br></div><div>Widjojo mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan dan pemerintahan. Di kampus UI, ia menjadi Direktur Lembaga Ekonomi dan Riset UI, guru besar dari 1964-1993, dan mejabat Dekan FE UI selama dua periode (1961-1964 dan 1964-1968). Widjojo juga tercatat pernah menjadi dosen Seskoad (sejak 1962) dan Lemhanas (sejak 1964), serta menjadi Direktur Lembaga Ekonomi dan Kebudayaan Nasional (Leknas) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (1964-1967).<br><br></div><div>Pengabdian Widjojo untuk negera dimulai pada 1953 saat dipercaya menjadi perencana pada Badan Perencana Negara. Di usianya yang relatif muda (39 tahun) ia dipercaya sebagai ketua tim penasihat ekonomi presiden Soeharto pada 1966. Setelah mejabat Ketua Bappenas (1967-1971), ia diangkat menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (1971-1973). Kemudian secara berurut-turut, dari 1973 sampai 1983, Widjojo menjabat Menko Ekuin merangkap Ketua Bappenas.<br><br></div><div>Habibie memiliki kedekatan yang cukup erat dengan Widjojo. Menurut penuturan putrinya Widjajalaksmi Kusumaningsih, dalam <em>Widjojo Nitisastro: Panditaning Para Raja</em>, Habibie sering berkunjung ke rumah Wijdojo setelah keduanya sama-sama istirahat dari dunia politik, bahkan jauh sebelum itu.<br><br></div><div>“Bila Bapak Habibie datang ke rumah bertemu ayah saat hari raya, sebagian besar pembicaraan didominasi oleh Bapak Habibie. Ayah hanya mengangguk atau tersenyum. Terkadang saya berpikir bagaimana cara ayah berkomunikasi dengan Bapak Habibie karena ayah juga menjadi penasihat presiden sewaktu Bapak Habibie menjabat Presiden Republik Indonesia,” ucap Wijajalaksmi.<br><br></div><div>Bahkan ketika Widjojo tutup usia pada 9 Maret 2012, Habibie ikut mengurusi prosesi pemakamannya. Ia menjadi wakil bagi pihak keluarga saat menyerahkan jenazah Widjojo kepada negara yang saat itu diwakili oleh Menteri Negara Ketua Bappenas, Armida Alisjahbana.<br><br></div><div>“Profesor Dr. Widjojo Nitisastro sebagai seorang intelektual yang berwawasan jauh ke depan, pragmatis, setia pada prinsip dan keyakinannya, serta rendah hati,” kata Habibie.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655305029/6d673018e7da8faacba42654ef728b71/IMG_20200904_074542.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 00:47:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719804779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sutomo atau lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November  1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan Sutomo dilahirkan di Kampung Baluran 3 Oktober 1920 Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan semangat kemerdekaan Setelah kemerdekaan Indonesia, Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, tetapi ia tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang dari panggung politik. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional Sutomo sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, tetapi tidak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon pembaharu dalam agama. Pada 7 Oktober 1981 ia meninggal dunia di Padang Arafah, ketika sedang menunaikan ibadah haji.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719807763</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655231059/fabf0c171ea83195f2889086c21947b0/bung_tomo.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 00:48:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719807763</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>tasyamrsl</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719811926</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama : Tasya Marsela <br>Kelas : X Bahasa 2</strong><br>•Raden Adjeng Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.<br>•Ia lahir di Jepara 21 April 1879 – meninggal di Rembang, 17 September 1904 pada umur 25 tahun.<br>•Terlepas dari sejumlah kontroversinya, peringatan Hari Kartini ditetapkan oleh Presiden Soekarno. Ia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.<br>•Tak hanya di Indonesia, nama Kartini juga dikenal di Belanda. Sejumlah jalan di Belanda menggunakan nama Kartini. Di antaranya di Utrecht, Kartinistraat merupakan salah satu jalan utama, berbentuk 'U' yang ukurannya lebih besar dibanding jalan-jalan yang menggunakan nama tokoh perjuangan lainnya seperti Augusto Sandino, Steve Biko, Che Guevara, Agostinho Neto.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655142668/1433e8f842f415c6fab3a040613a6e08/6b6462656c8f08a1b62b31a0b6925382.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 00:50:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719811926</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>revaridwan8</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719823913</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Revaliani Ridwan <br>Kelas : X bahasa 2<br><br><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Raden_Mas">Raden Mas</a> <strong>Soewardi Soerjaningrat</strong>, sejak 1922 menjadi <strong>Ki Hadjar Dewantara</strong>,, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kadipaten_Pakualaman">Pakualaman</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/2_Mei">2 Mei</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1889">1889</a> – meninggal di Yogyakarta, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/26_April">26 April</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1959">1959</a> pada umur 69 tahun selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD" adalah aktivis pergerakan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kemerdekaan_Indonesia">kemerdekaan Indonesia</a>, kolumnis, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Politisi">politisi</a>, dan pelopor <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pendidikan">pendidikan</a> bagi kaum <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pribumi">pribumi</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> dari <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Belanda">zaman penjajahan Belanda</a>. Ia adalah pendiri Perguruan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman_Siswa">Taman Siswa</a>, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Priyayi">priyayi</a> maupun orang-orang <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706627696/5338d5ce5a122138915f952b862164f7/220px_Ki_Hadjar_Dewantara_Mimbar_Umum_18_October_1949_p2.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 00:56:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719823913</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Moh. Noval Affandi Putra X Bahasa 2</title>
         <author>novalaffandi</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719834810</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Cut Nyak Dhien</strong> (ejaan lama: <strong>Tjoet Nja' Dhien</strong>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lampadang">Lampadang</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Aceh">Kerajaan Aceh</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1848">1848</a> – <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sumedang">Sumedang</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/6_November">6 November</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1908">1908</a> dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pahlawan_Nasional_Indonesia">Pahlawan Nasional Indonesia</a> dari <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Aceh">Aceh</a> yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ibrahim_Lamnga">Ibrahim Lamnga</a> bertempur melawan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>. Tewasnya Ibrahim Lamnga di Gle Tarum pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/29_Juni">29 Juni</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1878">1878</a> kemudian menyeret Cut Nyak Dhien lebih jauh dalam perlawanannya terhadap Belanda.<br>Pada tahun 1880, Cut Nyak Dhien menikah dengan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Teuku_Umar">Teuku Umar</a>, setelah sebelumnya ia dijanjikan dapat ikut turun di medan perang jika menerima lamaran tersebut. Dari pernikahan ini Cut Nyak Dhien memiliki seorang anak yang diberi nama Cut Gambang. Setelah pernikahannya dengan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Teuku_Umar">Teuku Umar</a>, Cut Nyak Dhien bersama <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Teuku_Umar">Teuku Umar</a> bertempur bersama melawan Belanda. Namun, pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/11_Februari">11 Februari</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1899">1899</a> Teuku Umar gugur. Hal ini membuat Cut Nyak Dhien berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Usia Cut Nyak Dien yang saat itu sudah relatif tua serta kondisi tubuh yang digrogoti berbagai penyakit seperti <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Encok">encok</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rabun">rabun</a> membuat satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Keberadaan Cut Nyak Dhien yang dianggap masih memberikan pengaruh kuat terhadap perlawanan rakyat Aceh serta hubungannya dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap membuatnya kemudian diasingkan ke Sumedang. Cut Nyak Dhien meninggal pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/6_November">6 November</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1908">1908</a> dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Nama Cut Nyak Dhien kini diabadikan sebagai <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Cut_Nyak_Dhien_Nagan_Raya">Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya</a> di Meulaboh.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706639166/8553c3652c54aa80a0584639db6ba591/Tjoet_Nya__Dhien.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 01:02:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719834810</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719844637</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Marisa Nurunnazmi<br>Kelas : X Bahasa 2 <br><br><strong>Pangeran Diponegoro</strong></div><div><br></div><div>Pangeran Diponegoro lahir pada tanggal 25 November 1785 di Yogyakarta dan wafat tanggal 8 Januari 1855. Beliau bersama rakyat Indonesia berjuang melawan pemerintahan Belanda dalam kurun waktu lima tahun, yaitu pada tahun 1825 hingga 1830.<br><br></div><div>Perang ini disebut sebagai Perang Jawa karena berkobar di hampir seluruh daerah di Pulau Jawa dan menjadi salah satu perang terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah perjuangan melawan Belanda. Meskipun akhirnya dimenangkan pihak Belanda, Pangeran Diponegoro sempat membuat Belanda mengalami kesulitan dan kerugian akibat gugurnya ribuan serdadu Belanda.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655275329/472b94c68493081c9685568e14b78883/paneran_diponegoro__rikq9.jpeg" />
         <pubDate>2020-09-04 01:08:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719844637</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719851517</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Sinta Nuraena<br>Kelas: X Bahasa 2<br>KH. Hasyim Asyari<br><br>inilah Silsilah KH Hasyim M Asy'ari Pendiri NU dan Keturunannya ...<br>Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyarie adalah pahlawan nasional yang mendirikan organisasi massa islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama.<br><br>Baca juga:  Pasar Monopoli : Kelebihan, Kekurangan, Ciri dan Contoh [LENGKAP]<br>Beliau dilahirkan pada tanggal 10 April 1875 atau menurut penanggalan arab pada tanggal 24 Dzulqaidah 1287H di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.<br><br>Hasyim Asyari seorang intelektual muslim yang berjuang di massa kemerdekaan dengan memiliki gagasan-gagasan yang damai dan lestari hingga sekarang ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706563700/3c5bd321dda21fd4fb67bc2a0930656a/IMG_20200904_081038.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 01:12:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719851517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Junior Ade Juliano X Bahasa 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719851967</link>
         <description><![CDATA[<div>                    IR. SOEKARNO<br>Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo. Beliau merupakan anak yang berprestasi sejak kecil bahkan Soekarno mampu menguasai begitu banyak bahasa sehingga dikenal dengan kecerdasannya di mata dunia.<br><br>Lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Ketika Soekarno kecil, ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Ia tinggal bersama dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno bahkan sempat mengenyam sekolah disana walau tidak sampai selesai, karena harus ikut bersama dengan orang tuanya yang pada waktu itu pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto, Soekarno kemudian disekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disitu sebagai guru. Akan tetapi kemudian ia dipindahkan pada tahun 1911 ke ELS yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS yang ada di Surabaya. Setelah tamat dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Cokroaminoto yang merupakan sahabat dari ayah Soekarno.  Darisanalah Soekarno kenal dengan dunia perjuangan yang membuatnya menjadi pejuang sejati.<br><br>Terlahir di Blitar tanggal 6 Juni 1901 dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Masa kecil Presiden Soekarno bersama kedua orang tuanya di Blitar tidak dihabiskan dalam waktu lama. Ayahnya adalah Raden Soekemi Sosrodihardjo yang merupakan seorang guru di Jawa, tepatnya di Surabaya. Sedangkan Ibunya adalah Ida Ayu Nyoman Rai yang asalnya dari Buleleng, Bali. Selanjutnya Beliau tinggal dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjoko yang ada di Tulung Agung, Jawa Timur. Beliau sempat bersekolah di sana meski tidak hingga selesai lantaran kembali ikut orang tuanya ke Mojokerto.<br><br>Saat di Mojokerto, ayah Ir Soekarno nmenyekolahkan Soekarno kecil di tempat sang ayah menjadi guru. Tetapi di tahun 1911 ayahnya memindahkan Soekarno ke sekolah ELS atau Europeesche Lagere School yang bertujuan agar nantinya Soekarno bisa mudah masuk ke HBS atau Hogere Burger School yang ada di Surabaya. Tamat sekolah di Hogere Burger School di tahun 1915, Soekarno selanjutnya tinggal bersama Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau kini banyak yang lebih mengenal dengan nama H.O.S Cokroaminoto dimana beliau ini adalah teman dari ayah Soekarno yang juga dikenal pendiri Serikat Islam.<br><br>Biografi Soekarno tentang pendidikan masih berlanjut dimana saat di rumah Cokroaminoto, Soekarno yang masih muda pun mulai belajar dalam dunia politik. Soekarno muda juga belajar untuk pidato dengan cara melakukannya sendiri di kamarnya di depan cermin. Di sekolahnya, Hogere Burger School, Soekarno pun memperoleh banyak sekali ilmu terkait banyak hal. Setelah menyelesaikan pendidikan di Hogere Burger School di tahun 1921, kemudian Soekarno pindah ke Bandung lalu tinggal bersama Haji Sanusi yang kemudian melanjutkan sekolah ke THS atau Technische Hooge School di jurusan teknik sipil dimana saat ini sudah menjadi ITB lalu kemudian bisa lulus di tanggal 25 Mei 1926 sehingga mendapatkan gelar Insinyur atau Ir.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-04 01:12:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719851967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : saputra dwi cahya X Bahasa 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719873450</link>
         <description><![CDATA[<div>Sumitro Djojohadikusumo<br>Lahir di Kebumen pada 29 Mei 1917, Soemitro Djojohadikusumo dikenal sebagai ekonom yang telah memberikan banyak sumbangsih kepada kemajuan bangsa ini. Sejak usia 18 tahun, Soemitro telah menempuh pendidikan tingginya di Belanda. Ia meraih gelar sarjananya pada 1937 di Nederlandse Economise Hogeschool.<br><br>Soemitro kemudian melanjutkan sekolahnya di Universite de Sorbonne, Paris, Prancis antara 1937-1938. Setelah meraih gelar diploma di bidang filsafat dan sejarah, ia kembali ke Belanda untuk menempuh sekolah master bidang Ekonomi. Pada 1943 di Nederlandse Economise Hogeschool, Rotterdam, Soemitro menyelesaikan gelar doktoralnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-04 01:24:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719873450</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Melinda Rahayu    Kelas: X Bahasa 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719911720</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Chairul Tanjung</strong> dahulu Ia seorang mahasiswa kurang mampu yang memulai usaha bisnis sejak Kuliah. Beliau merupakan lulusan kedokteran gigi Universitas indonesia. Seat kuliah beliau telah mulai berdagang,mulai dari jual buku kuliah, fotokopi hingga jasa pembuatan baju kaos. Setelah lulus beliau bersama dengan rekannya mendirikan usaha pembuatan sepatu yang di ekspor. Usaha bersama rekannya ini maju pesat. karena ada perbedaan visi diantara rekannya beliau memutuskan untuk keluar.<br><br>Setelah keluar dari perusahaan , Ia kemudian membuka bisnis di bagian usaha jasa keuangan, multimedia bahkan kini properti. Ia juga dipilih sebagai pemimpin bank mega, dengan kepiawaiannya dalam menjalankan bisnis dan jaringan, kini dia telah memiliki konglomerasi perusahaan yang disebut dengan para group (CT.Corp). Inti dari usaha para group yaitu bisnis keuangan, properti dan multimedia.<br>Perkembangan bisnis chairul tanjung berkembang pesat. Buktinya di tahun 2010 dinobatkan sebagai orang terkaya di indonesia nomor enam. Sedangkan untuk versi majalah forbes beliau dinobatkan sebagai orang terkaya urutan 937 di dunia. Biografi chairul tanjung kini populer lewat bukunya yang berjudul si anak singkong. Buku yang di tulis oleh wartawan kompas itu mengisahkan lika-liku chairul tanjung dalam mencapai kesuksesannya seperti saat ini. Kisah inspiratif seperti chairul tanjung memang patut dijadikan tauladan terutama bagi generasi muda. Sukses adalah sebuah perjalanan yang dibangun dengan keuletan dan kerja keras.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655232654/642b7bab42e7a4df9fa08643030835f8/Chairul_Tanjung_Si_Anak_Singkong.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 01:45:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719911720</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719918711</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.biografiku.com/profil-dan-biografi-soekarno/" />
         <pubDate>2020-09-04 01:49:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719918711</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719920564</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Salwa awalia rahmi<br>Kelas : X bahasa 2 <br>Soeharto<br><br>Soeharto dilahirkan pada 8 Juni 1921 di Yogyakarta. Ayahnya, Kertosudiro, merupakan seorang petani dan pejabat rendah di kelurahan, sementara ibunya bernama Sukirah. Soeharto memulai karier kemiliterannya di Republik ini setelah resmi diangkat menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.<br><br>Di sana karirnya meningkat dengan cepat. Jauh sebelumnya, Soeharto memulai karir militernya sebagai seorang sersar KNIL. Kemudian ikut terlibat di dalam PETA sebagai komandan. Pada 1 Maret 1949, Soeharto berhasil memimpin  upaya perebutan kota Yogyakarta. Ia juga menjadi salah seorang perwira kesayangan Panglima Besar Sudirman.<br><br>Saat meletusnya Gerakan 30 September 1965, Suharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Ia lalu dikukuhkan sebagai Panglima Angkatan Darat oleh Sukarno. Pada Maret 1967, melalui Sidang Istimewa MPRS, Soeharto dikukuhkan menjadi presiden, menggantikan Sukarno. Selama 30 tahun selanjutnya, Suharto memegang jabatan tertinggi pemerintahan Indonesia.<br><br>“Presiden Soeharto yang menjadi panutan sebagai pemimpin pada umumnya dan khususnya yang berkaitan dengan budaya kepimpinan Jawa,” ucap Habibie.<br><br>Perkenalan Habibie dengan Suharto telah berlangsung lama. Kali pertama keduanya bertemu terjadi di Ujungpandang (sekarang Makassar) pada 1950. Habibie yang memang menghabiskan masa kanak-kanaknya di sana berjumpa dengan Soeharto saat sang Overste (komandan setara letnan kolonel) dari Tentara Teritorium IV/Diponegoro memimpin pasukannya menumpas pemberontakan Andi Azis di Makassar.<br><br>“Sulit bagi saya untuk menulis mengenai Presiden Soeharto tanpa orang meragukan objektivitasnya. Kenyataan ini saya terima, karena memang saya mengenal Pak Harto sebagai seorang perwira berusia 28 tahun yang gagah, rendah hati, bahkan pemalu, sejak saya berusia 13 tahun pada 1950,” kata Habibie.<br><br>Setelah itu kesibukan membuat keduanya berpisah. Soeharto melanjutkan karir kemiliterannya, sedangkan Habibie terus mengasah diri menjadi seorang insinyur. Hingga pada suatu hari di tahun 1961 keduanya kembali dipertemukan. Kali ini di Eropa. Soeharto yang saat itu menjadi atase militer di Kedutaan Besar Indonesia untuk Jerman Barat sedang mendampingi KSAD Jenderal AH Nasution di Bonn.<br><br>“Pertemuan saya sebagai insinyur muda dengan Pak Harto, menanamkan kesan yang sangat mendalam di otak dan sanubari saya. Rupanya Pak Harto pun mengingat pertemuan itu,” kata Habibie.<br><br>Perjumpaan di Eropa itu nyatanya semakin mempererat hubungan Habibie dengan Suharto. Ia lalu diminta pulang ke Indonesia. Selanjutnya Habibie menjadi salah satu kepercayaan Suharto selama karir kepresidenannya. Habibie diberi amanah pengembangan teknologi di Indonesia. Sampai akhirnya diangkat wakil presiden di ujung rezim Suharto tahun 1998.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655238623/d7985611ec09bf6a4c9bcfb50f836261/IMG_20200904_WA0035.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 01:50:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719920564</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719929608</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.biografiku.com/profil-dan-biografi-soekarno/" />
         <pubDate>2020-09-04 01:55:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719929608</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719934566</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Zahra Sri Kedaton <br>Kelas : X Bahasa 2<br><br>Biografi<br>Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai.<br><br>Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali.<br><br>Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.<br><br>Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto.<br><br>Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS).<br><br>Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya.<br><br>Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. <br><br>Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School  (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil.<br><br>Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.<br><br>Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr Soetomo). Algemene Studie Club  merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927.<br><br>Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat.<br><br>Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI.<br><br>Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya.<br><br>Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.<br><br>Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang.<br><br>Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.<br><br>Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan.<br><br>Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri.<br><br>Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan.<br><br>Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.<br><br>Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk.<br><br>Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.<br><br>Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.<br><br>Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia.<br><br>Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia.<br><br>Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral AWS Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota. <br><br>Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati.<br><br>Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, di mana kemudian dikeluarkan Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan.<br><br>Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran.<br><br>Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.<br><br>Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS.<br><br>Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.<br><br>Pemberontakan G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.<br><br>Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).<br><br>Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden.<br><br>Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan.<br><br>Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.<br><br>Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari. <br><br>Ir Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://orig00.deviantart.net/43e8/f/2018/054/8/1/6c3c9ab0_d44a_46c9_a753_b8e09b623ded_by_velvetoreo-dc43ptu.png" />
         <pubDate>2020-09-04 01:58:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719934566</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Ardan Fadillah. Kelas: X Bahasa 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719939847</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>, dengan pangkat terakhir <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mayor_Jenderal">Mayor Jenderal</a>. Setelah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September">Gerakan 30 September</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1965">1965</a>, Soeharto kemudian melakukan operasi penertiban dan pengamanan atas perintah dari Presiden Soekarno, salah satu yang dilakukannya adalah dengan menumpas <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September">Gerakan 30 September</a> dan menyatakan bahwa <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia">PKI</a> sebagai organisasi terlarang. Berbagai kontroversi menyebut operasi ini menewaskan sekitar 100.000 hingga 2 juta jiwa, namun jumlah ini patut dipertanyakan karena korban dari Gerakan 30 September juga <a href="https://www.liputan6.com/news/read/3654348/4-tokoh-jadi-ujung-tombak-penumpasan-pki">banyak</a>.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-4"><sup>[4]</sup></a><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-5"><sup>[5]<br></sup></a><br></div><div><br>Soeharto kemudian diberi mandat oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) sebagai Presiden pada 26 Maret 1968<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-6"><sup>[6]</sup></a> menggantikan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soekarno">Soekarno</a>, dan resmi menjadi presiden pada tahun <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1968">1968</a>. Ia dipilih kembali oleh <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Majelis_Permusyawaratan_Rakyat">MPR</a> pada tahun <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1973">1973</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1978">1978</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1983">1983</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1988">1988</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1993">1993</a>, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/21_Mei">21 Mei</a> tahun tersebut, menyusul terjadinya <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Mei_1998">kerusuhan Mei 1998</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pendudukan_gedung_DPR/MPR">pendudukan gedung DPR/MPR</a> oleh ribuan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa">mahasiswa</a>. Ia merupakan orang terlama yang menjabat sebagai presiden Indonesia. Soeharto digantikan oleh <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/B.J._Habibie">B.J. Habibie</a>.<br><br></div><div><br>Selama 32 tahun pemerintahannya Soeharto meletakkan pondasi pembangunan di Indonesia melalui <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rencana_Pembangunan_Lima_Tahun">Repelita</a>. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru">Orde Baru</a>, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-7"><sup>[7]</sup></a><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-SMH_McDONALD-8"><sup>[8]</sup></a><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-9"><sup>[9]</sup></a><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-BBC_20040325-10"><sup>[10]</sup></a> Dalam era ini masyarakat mendapati harga bahan-bahan pokok yang terjangkau dan situasi keamanan dan ketertiban yang terjaga, juga tercapainya Swasembada Beras. Hal ini ditandai dengan medali From Rice Importer To Self Sufficiency dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada 1984 yang diterima Presiden Soeharto.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-11"><sup>[11]<br></sup></a><br></div><div><br>Soeharto juga merupakan sosok yang kontroversial karena <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Diskriminasi_terhadap_Tionghoa-Indonesia">membatasi kebebasan</a> warga negara Indonesia keturunan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a>, menduduki <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur">Timor Timur</a>, dan disebut sebagai rezim paling korup dalam sejarah dunia modern. Menurut <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Transparency_International">Transparency International</a>, estimasi kerugian negara adalah sekitar 15–35 miliar <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Dolar_Amerika_Serikat">dolar Amerika Serikat</a> selama pemerintahannya.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-12"><sup>[12]</sup></a> Namun, hal ini tidak berhasil dibuktikan, bahkan Majalah Time kalah dalam gugatan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeharto#cite_note-13"><sup>[13]</sup></a> dan usaha lain untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a> pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/27_Januari">27 Januari</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/2008">2008</a>.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706638815/3d18b20f70b432962775711385828126/images__7_.jpeg" />
         <pubDate>2020-09-04 02:01:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719939847</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719940433</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Panggih Pangestu<br>Kls :X BHS 1<br><br>Fatmawati <br><br>Fatmawati yang bernama asli Fatimah(lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 – meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia,14 Mei 1980 pada umur 57 tahun)[1]adalah istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.<br>Fatmawati lahir dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah.[2] Orang tuanya merupakan keturunan Putri Indrapura, salah seorang keluarga raja dariKesultanan Indrapura, Pesisir Selatan,Sumatera Barat.[3] Ayahnya merupakan salah seorang tokohMuhammadiyah di Bengkulu.<br>Pada tanggal 1 Juni 1943, Fatmawati menikah dengan Soekarno, yang kelak menjadi presiden pertama Indonesia. Dari pernikahan itu, ia dikaruniai lima orang putra dan putri, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputr .<br>Pada tanggal 14 Mei 1980 ia meninggal dunia karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh dari Mekah yang lalu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655242232/16fc995014e077d36cdea58965afaa38/Biografi_Pahlawan_Nasional_Ibu_Fatmawati.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 02:02:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719940433</guid>
      </item>
      <item>
         <title>H.Agus Salim</title>
         <author>zamalia652</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719952779</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>Nama:</strong> <strong>Zahra Amalia<br>Kelas: X Bahasa 2</strong><br><br><br>Haji Agus Salim, lahir dengan nama Masyhudul Haq, lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 dan meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun. Ia adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.<br><br>Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto. Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain:<br><br>Anggota Volksraad (1921-1924)Anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947Pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949<br><br>Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari “Orang Tua Besar” (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan pada tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.<br><br>.<br><br> </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706647544/e9bf866cf5b80575fd789b546262db9d/fe782d7e5c2f959f0ab25e2d564fc660.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 02:09:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719952779</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719970917</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Daniati Safitri Gunawan<br>Kelas: X Bahasa 2<br>Judul: MOHAMMAD HATTA<br>Mohammad Hatta / Bung Hatta merupakan salah seorang proklamator. Sejak muda, pria kelahiran Bukittinggi, 12 Agustus 1902 dan lulusan Belanda ini sudah dikenal sebagai aktivis dan organisatoris, hingga jadi seorang negarawan yang sering mendampingi Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.</div><div><a href="https://2.bp.blogspot.com/-RVTbqku8Hjk/WKfjEoG-u9I/AAAAAAAAB0M/BH49QNbN9r0rIifVUf6PmAWvEIchh7XKwCEw/s1600/Mohammad%2BHatta.jpg"><strong>Mohammad Hatta</strong></a></div><div>Bung Hatta bersama Soekarno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Kemudian Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Selama menjabat sebagai wakil presiden, Hatta aktif menulis dan berbagi ilmu mengenai koperasi. Perannya tersebut membuat beliau dijuluki sebagai Bapak Koperasi.<br><br></div><div>Mohammad Hatta / Bung Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902. Ia meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun. Setelah wafat, Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Proklamator kepada Bung Hatta pada 23 Oktober 1986 bersama dengan mendiang Bung Karno. Pada 7 November 2012, Bung Hatta secara resmi bersama dengan Bung Karno ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-hjoXL-Uuu3s/WaQ9z8i26UI/AAAAAAAAEdQ/9FQT0TgpydIOmq6Z7FjpmNCwbbxCh5CUwCLcBGAs/s1600/hatta.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 02:19:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719970917</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719980501</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: siti sawaliah saiftri<br>Kelas: x bahasa 2<br>CUT NYAK DIEN adalah seorang sosok pahlawan wanita dari aceh barat yang mendapat julukan srikandi Indonesia. Cut nyak dien anak dari teuku nan setia. Sedangkan ibunya anak bangsawan dari lampar. Kakaknya bernama teuku rakyat. Cut nyak dien dilahirkan tahun 1848. MELETUSNYA ERANG ACEH MULAI TANGGAL 4 JUNI .<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/702028079/7033dc19e43b8efcbe11abca3aa2896f/sukita_info_5edb84e3d541df234d371552.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 02:25:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719980501</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wiraga Sukma Panutan X BAHASA 2</title>
         <author>wiragasukmapanutan</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719982397</link>
         <description><![CDATA[<div>Sutomo atau lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai <strong>Bung Tomo</strong>, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 november 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sutomo dilahirkan di Kampung Baluran 3 oktober 1920 Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1944">1944</a> untuk menjadi anggota <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerakan_Rakyat_Baru&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gerakan Rakyat Baru</a> yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan semangat kemerdekaan  Sutomo sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, tetapi tidak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon pembaharu dalam agama. Pada 7oktober 1981 ia meninggal dunia di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Arafah">Padang Arafah</a> ketika sedang menunaikan ibadah haji<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706644712/3d8a82203a64470c065a3322446f391a/bung_tomo.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 02:26:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/719982397</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>meliahoirunisa</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720007232</link>
         <description><![CDATA[<div>B. J Habibie<br>Nama:Melia Hoirunisa<br>Kelas:X Bahasa 2<br>H. Bacharuddin Jusuf <strong>Habibie</strong>, FREng (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 – meninggal di Jakarta, 11 September 2019 pada umur 83 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Sebelumnya, <strong>B.J. Habibie</strong> menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7, menggantikan Try Sutrisno.<br><strong>BJ Habibie</strong> yang merupakan presiden ketiga Republik Indonesia adalah <strong>seorang tokoh</strong> yang dikenal karena kecerdasannya. Beliau pernah studi teknik penerbangan dan spesialisasi konstruksi pesawat terbang yang berhasil juga merakit pesawat Indonesia pada masa itu. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-04 02:41:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720007232</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720025235</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama: Siti Karmila<br>Kelas: X Bahasa 1<br><br>Raden Ajeng Kartini atau nama lainnya Raden Ayu Kartini </strong>lahir tanggal 21 April 1879, Jepara. Beliau merupakan salah satu pahlawan wanita Indonesia yang rela berjuang untuk rakyat Indonesia di masa penjajahan. Beliau adalah wanita terdidik yang memiliki harapan atas kesamaan gender. Di masa itu memang wanita tidak dihargai, tidak boleh mendapatkan pendidikan yang layak hanya tugasnya harus di rumah mengurus suami, anak dan memasak. Kemudian RA Kartini berjuang agar wanita tidak ditindas dan bisa sejajar dengan pria lewat sebuah perjuangannya yang menyuarakan kebenaran. Beliau memang wanita cerdas yang pemberani hingga semua yang dilakukan memberi arti yang sangat besar bagi wanita Indonesia sampai saat ini. Berikut Biografi RA Kartini, salah satu pahlawan wanita Indonesia yang patut dikenang sepanjang masa.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://2.bp.blogspot.com/-pzxKJc6382E/VxTaQhvmm_I/AAAAAAAAHAU/z9RpKiCf3X86_R0_MA2uwuI9EU_eyb_RACLcB/s1600/kitlv-nl-kartini8b.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 02:52:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720025235</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720036298</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama: Karina Febryani Cahyadi <br>Kelas: X bahasa 1</strong><br>Najwa Shihab atau biasa dipanggil dalam kesehariannya Nana adalah seorang wanita yang lahir di Makassar pada tanggal 16 September 1977. dia merupakan putri kedua dari tokoh agama terkemuka yaitu Prof. Dr. Quraish Shihab, yang pernah menjabat Mentri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Ibunya bernama Fatmawati Assegaf. Najwa Shihab memiliki empat saudara. Dalam kehidupan pribadi, Najwa Shihab memiliki suami bernama Ibrahim Assegaf dan menikah pada usia muda yaitu 20 tahun. Dari pernikahannya tersebut, ia memiliki anak laki laki bernama Izzat Assegaf (17 tahun) dan bayi perempuan bernama Namiya yang meninggal saat berusia 4 jam pasca kelahirannya.</div><div>Nana berada di keluarga yang sangat religius, hal tersebut yang mempengaruhi background pendidikannya. Masa pendidikan TK dijalaninya di TK Al-Quran Makasar. Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah (1984–1990), lalu SMP Al-Ikhlas, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada 1990–1993, dilanjut dengan SMA Negri 6 Jakarta, Jakarta Selatan. Saat memasuki perguruan tinggi, Najwa Shihab kuliah di Universitas Indonesia mengambil jurusan Ilmu Hukum dan lulus pada tahun 2000. Meskipun lulus sebagai Sarjana Hukum, Nana lebih memilih terjun di dunia jurnalustik dibandingkan menjadi pengacara.</div><div>Prestasi yang mengawali deretan prestasi lainnya pada diri seorang Najwa Shihab adalah penghargaan dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) untuk laporannya mengenai kejadian pasca bencana gempa dan tsunami Aceh 2004. Laporan Mba Nana dianggap memberikan andil untuk meluasnya empati dan kepedulian masyarakat terhadap bencana tersebut. Penghargaan ini diberikan pada tahun 2005.</div><div>Pada tahun selanjutnya, yakni 2006, Najwa Shihab berkesempatan terpilih menjadi <em>Senior Journalist Seminar </em>yang berlangsung di beberapa kota di AS, serta menjadi pembicara pada C<em>onvension Asian American Journalist Association </em>di hadapan wartawan-wartawan lainnya yang berasal dari berbagai negara</div><div>Najwa memutuskan untuk berfokus secara total pada dunia jurnalistik, maka di tahun 2008, ia terbang ke Australia sebagai peraih <em>Full Scholarship for Australian Leadership Awards </em>dan mendalami bidang hukum media.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655230405/1124c26ac97f0902f491a096d8d00e64/images__6_.jpeg" />
         <pubDate>2020-09-04 02:59:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720036298</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Silvi Septian Sugandi Kelas: x bahasa 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720083725</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Raden Adjeng Kartini<br><br>Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Priyayi"><em>priyayi</em></a> atau kelas bangsawan Jawa.Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jepara">Jepara</a> segera setelah Kartini lahir.Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama.Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nyai">Nyai</a> Haji Siti Aminah dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kyai">Kyai</a> Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hamengkubuwana_VI">Hamengkubuwana VI</a>. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Majapahit">Kerajaan Majapahit</a>. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a> pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kartini#cite_note-jote_p2-2"><sup><br></sup></a><br></div><div><br>Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wedana">wedana</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mayong">Mayong</a>. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bupati">bupati</a> beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura.Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.<br><br></div><div><br>Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun dan dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati pertama yang memberi pendidikan Barat kepada anak-anaknya.Kakak Kartini, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sosrokartono">Sosrokartono</a>, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/ELS">ELS</a> (<em>Europese Lagere School</em>). Di sini antara lain Kartini belajar <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Belanda">bahasa Belanda</a>. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.<br><br></div><div><br></div><div>Surat Kartini - Rosa Abendanon (fragmen)</div><div><br>Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Korespondensi">korespondensi</a> yang berasal dari <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>. Salah satunya adalah <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Rosa_Abendanon&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rosa Abendanon</a> yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.<br><br></div><div><br>Kartini banyak membaca surat kabar Semarang <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/De_Locomotief"><em>De Locomotief</em></a> yang diasuh <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pieter_Brooshooft">Pieter Brooshooft</a>, ia juga menerima <em>leestrommel</em> (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda <em>De Hollandsche Lelie</em>. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di <em>De Hollandsche Lelie</em>. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Emansipasi">emansipasi</a> wanita, tetapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Max_Havelaar"><em>Max Havelaar</em></a> dan <em>Surat-Surat Cinta</em> karya <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Multatuli">Multatuli</a>, yang pada November <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1901">1901</a> sudah dibacanya dua kali. Lalu <em>De Stille Kraacht</em> (<em>Kekuatan Gaib</em>) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, <em>Die Waffen Nieder</em> (<em>Letakkan Senjata</em>). Semuanya berbahasa Belanda.<br><br></div><div><br>Oleh orangtuanya, Kartini dijodohkan dengan bupati <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rembang">Rembang</a>, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/12_November">12 November</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1903">1903</a>. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Gedung_Pramuka&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gedung Pramuka</a>.<br><br></div><div><br></div><div>Sekolah Kartini (<em>Kartinischool</em>), 1918.</div><div><br>Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soesalit_Djojoadhiningrat">Soesalit Djojoadhiningrat</a>, lahir pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/13_September">13 September</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1904">1904</a>. Beberapa hari kemudian, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/17_September">17 September</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1904">1904</a>, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kecamatan_Bulu">Kecamatan Bulu</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rembang">Rembang</a>.<br><br></div><div><br>Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Van_Deventer#Yayasan_Kartini">Yayasan Kartini</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Semarang">Semarang</a> pada <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1912">1912</a>, dan kemudian di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Malang">Malang</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Madiun">Madiun</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Cirebon">Cirebon</a> dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "<a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekolah_Kartini&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sekolah Kartini</a>". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Van_Deventer">Van Deventer</a>, seorang tokoh <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Politik_Etis">Politik Etis</a>.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655234757/f3913163e34235e5245299ab7efd866b/200px_COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_10018776.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 03:29:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720083725</guid>
      </item>
      <item>
         <title>         Bacharuddin Jusuf Habibie</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720089716</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Nurrul Fauziah Subagyaa <br>Kelas : X Bahasa 1 <br><br>Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nama lengkap dari BJ Habibie. Beliau lahir pada 25 Juni 1936 di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini menempuh pendidikan SMA di SMAK Dago, Kota Bandung pada tahun 1954. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, hanya beberapa bulan di ITB kemudian Ia memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temannya untuk bersekolah di Jerman. Namun berbeda dengan yang lainnya, Ia tidak menggunakan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman melainkan dengan menggunakan biaya sendiri dari ibunya yaitu R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yaitu teknologi maritim dan teknologi dirgantara dikala Indonesia waktu itu masih berkembang akhirnya BJ Habibie diberi kesempatan belajar di Jerman.<br><br></div><div>Pada waktu itu pemerintah Indonesia dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk mengemban pendidikan di luar negeri dan menimba ilmu disana. Habibie merupakan rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Kemudian Habibie memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.<br><br></div><div><em>BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman</em></div><div>Pendidikan yang ditempuh BJ Habibie diluar negeri bukan pendidikan kursus kilat akan tetapi merupakan sekolah bertahun – tahun sambil kerja praktek. Sejak awal Habibie memang tertarik dengan how to build commercial aircraft bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno di masa jabatannya. Darisana kemudian muncul perusahaan – perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya IPTN. Kemudian ketika BJ Habibie sampai di Jerman, Habibie punya tekad untuk sungguh – sungguh di perantauan dan harus pulang membawa kesuksesan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupan sehari – harinya. Beberapa tahun kemudian, di tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliau yang punya paspor hijau atau swasta daripada teman yang lain.</div><div><br></div><div>Bagi Habibie di perantauan, musim liburan bukan liburan bagi beliau justru menjadi kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Setelah masa liburan berakhir, semua kegiatan dikesampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman – temannya yang lain, mereka lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian. Kemudian pada tahun 1960, BJ Habibie mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule dengan predikat cumlaude (sempurna) yang nilai rata – ratanya mencapai 9,5. Dengan gelar insinyur yang sudah dikantongi kemudian membuat Habibie muda mendaftarkan dirinya untuk bekerja di Firma Talbot yang merupakan sebuah industri kereta api Jerman. Setelah itu kemudian beliau melanjutkan studinya untuk mendapatkan gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fure Maschinenwesen Aachen kemudian menikah di tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman. Hidupnya semakin keras di Jerman, pagi – pagi Habibie harus jalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup kemudian pulang malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Memang penuh liku akan tetapi mendapatkan hal yang manis di akhir hidupnya dengan pulang ke Indonesia membuat pesawat Indonesia kemudian menjadi presiden RI.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-04 03:34:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720089716</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720094451</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:mohamad fauzan nur fathir x bahasa2<br><br><strong>Jendral Sudirman, seorang panglima besar TNI. Beliau lahir pada 24 Januari 1916. Beliau terkenal dengan perjuangannya yang gigih untuk tetap memimpin pasukan meskipun dalam kondisi sakit. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang religius. Meskipun terkenal sebagai seorang panglima TNI, beliau juga pernah menjadi guru dan kepala sekolah. Di masa muda, </strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-04 03:37:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720094451</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720126165</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama: Desi Sulistiani<br>Kelas: X Bahasa 1<br> Jeffrey Preston Bezos</strong>, lebih dikenal sebagai Jeff  Bezos,lahir pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico, dari pasangan Jacklyn Gise Jorgensen dan warga Chicago Ted Jorgensen.merupakan pendiri, presiden, sekaligus CEO perusahaan teknologi <strong>Amazon</strong>.<br><br>Dia merupakan pengusaha dari Amerika Serikat (AS) yang menjadi salah satu sosok dalam pertumbuhan industri e-commerce.<br><br>Di bawah komandonya, Amazon menjadi retailer terbesar di jaringan situs dunia, dan menjadi model bagi penjualan melalui internet.<br><br>Berkat <strong>Amazon</strong>, Bezos menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan senilai 150 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 2.108 triliun.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706862694/5c84d4ce0491e34ae0ba54a3253a9745/SAVE_20200904_105252.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 04:01:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720126165</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>araka7806</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720128181</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Raka Aditya Hermawan<br>Kelas:x bahasa 2<br>IWAN FALS<br>Lelaki bernama asli Virgiawan Listanto lahir di Jakarta, 3 September 1961 yang kemudian dipanggil Iwan Fals adalah anak dari pasangan Haryoso (ayah, almarhum) dan Lies (ibu). Menurut cerita ibunya ketika berumur bulanan setiap kali mendengar suara adzan magrib selalu menangis. Semasa kecilnya Iwan Fals pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan. Waktu pulang dari Jeddah ketika musim haji di saat kebanyakan orang membawa air zam-zam Iwan kecil menenteng gitar kesayangannya. Dalam perjalanan pesawat dari Jeddah ke Indonesia seorang pramugari menghampirinya dan meminjam gitar. Tapi begitu baru akan memainkan pramugari itu heran karena suara gitar fals. Waktu itu Iwan Fals belum bisa nyetem gitar. Pramugari itu membetulkan dan mengajari memainkan lagu Blowing in the Wind milik Bob Dylan.Dari kecil Iwan Fals gemar olah raga. Iwan Fals aktif di bidang beladiri karate, silat, yudo, dan jenis olahraga yang lain seperti sepakbola, basket, dan volly. Di bidang olahraga Iwan Fals sempat berprestasi. Pernah Juara II Karate Tingkat Nasional. Pada tahun 1989 Juara IV Karate Tingkat Nasional. Iwan Fals juga sempat melatih karate di STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Tapi ternyata musik menjadi pilihan. Musik adalah olah rasa. Iwan Fals menghilangkan filosofi menang-kalah. Terjun di dunia olah raga selalu saja ada menang-kalah.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706840445/8144508f885fa338a311b39c76ef8a73/IMG_20200904_WA0092.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 04:03:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720128181</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720136612</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Rahma Yulia Putri<br>Kelas : X bhs 2<br>          Chairul Tanjung Si Anak Singkong</div><div>Sebelum menjabat menjadi menteri koordinator perekonomian beliau telah terkenal sebagai Direktur media yaitu Trans TV dan Trans7. Ia juga terkenal sebagai menulis buku biografi chairul tanjung si anak singkong. Chairul tanjung sebelum menjabat sebagai Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Ia menjabat sebagai pelaksana tugas untuk menteri kehutanan serta pelaksanaan tugas untuk menteri energi dan sumber daya mineral.</div><div>Chairul tanjung dahulu Ia seorang mahasiswa kurang mampu yang memulai usaha bisnis sejak Kuliah. Beliau merupakan lulusan kedokteran gigi Universitas indonesia. Seat kuliah beliau telah mulai berdagang,mulai dari jual buku kuliah, fotokopi hingga jasa pembuatan baju kaos. Setelah lulus beliau bersama dengan rekannya mendirikan usaha pembuatan sepatu yang di ekspor. Usaha bersama rekannya ini maju pesat. karena ada perbedaan visi diantara rekannya beliau memutuskan untuk keluar.</div><div>Setelah keluar dari perusahaan , Ia kemudian membuka bisnis di bagian usaha jasa keuangan, multimedia bahkan kini properti. Ia juga dipilih sebagai pemimpin bank mega, dengan kepiawaiannya dalam menjalankan bisnis dan jaringan, kini dia telah memiliki konglomerasi perusahaan yang disebut dengan para group (CT.Corp). Inti dari usaha para group yaitu bisnis keuangan, properti dan multimedia.<br> Perkembangan bisnis chairul tanjung berkembang pesat. Buktinya di tahun 2010 dinobatkan sebagai orang terkaya di indonesia nomor enam. Sedangkan untuk versi majalah forbes beliau dinobatkan sebagai orang terkaya urutan 937 di dunia. Biografi chairul tanjung kini populer lewat bukunya yang berjudul si anak singkong. Buku yang di tulis oleh wartawan kompas itu mengisahkan lika-liku chairul tanjung dalam mencapai kesuksesannya seperti saat ini. Kisah inspiratif seperti chairul tanjung memang patut dijadikan tauladan terutama bagi generasi muda. Sukses adalah sebuah perjalanan yang dibangun dengan keuletan dan kerja keras.<br><br></div><div>"Tidak Ada Kesuksesan yang dicapai seperti membalikkan telapak Tangan. Tidak ada keberhasilan tanpa Bekerja Keras, keuletan, kegigihan dan kedisiplinan"<br><br></div><div>Pendidikan Chairul Tanjung</div><div>SD Van Lith, Jakarta (1975)<br> SMP Van Lith, Jakarta (1978)<br> SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)<br> Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)<br> Executive IPPM (MBA; 1993)</div><div>Karir Chairul Tanjung</div><div>Pendiri PT. Pariarti Shindutama<br> Pemilik Bandung Supermal<br> Pemilik Trans Corp.<br> Pemilik Para Group<br> Komisaris Utama PT Carrefour Indonesia</div><div>Buku:</div><div>Si Anak Singkong</div><div>Penghargaan Chairul Tanjung</div><div>•Urutan 937 dari 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes<br> •Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional (1984-1985) - Penghargaan sebagai anggota civitas akademika yang berjasa kepada fakultas dan universitas<br> •Eksekutif Muda Berprestasi 1992-1993 dari Studio Seven Production, Jakarta (23 Mei 1993)<br> •Soegeng Sarjadi Award<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://1.bp.blogspot.com/-X6AUpda-YZM/VF-fFacw2KI/AAAAAAAAJb0/E_R2fDIFDmQ/w1200-h630-p-k-no-nu/Chairul%2BTanjung%2B-%2BCT%2Banak_singkong.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 04:10:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720136612</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ki hajar dewantara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720215316</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:yusilawati<br>Kelas:x bahasa1<br>No absen:31<br><br><br>Nama Ki Hajar Dewantara pastinya sudah tidak begitu asing lagi di telinga kamu, karena sejak zaman Sekolah Dasar pastinya ia sudah diperkenalkan sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Bahkan ulasan seputar biografi Ki Hajar Dewantara ini sendiri juga ada dimana-mana, mulai dimuat dalam buku-buku, artikel, dan juga internet. Banyak yang membahas mengenai biografi Ki Hajar Dewantara tersebut. Ia termasuk salah satu pahlawan nasional yang memiliki kontribusi sangat penting di dalam pendidikan masyarakat pribumi pada masa Penjajahan Kolonial Belanda.<br><br></div><div>Bahkan wajah beliau sendiri juga pernah ditempatkan dalam uang kertas pecahan 20 ribu rupiah keluaran tahun 1998, sehingga pastinya banyak yang sudah tidak asing dengan wajahnya. Namun untuk ulasan seputar biografi Ki Hajar Dewantara mungkin belum banyak yang tahu mengenai tokoh yang satu ini. ia dijuluki sebagai ‘ Bapak Pendidikan Indonesia’. Berikut ini setidaknya profil biografi Ki Hajar Dewantara singkat yang harus kamu ketahui:<br><br></div><div>Nama Lengkap: Raden Mas Soewardi Soerjaningrat<br><br></div><div>Nama Panggilan: Ki Hadjar Dewantara<br><br></div><div><br></div><div>Tempat Tanggal Lahir: Yogyakarta, 2 Mei 1889<br><br></div><div><br></div><div>Wafat: 26 April 1959, meninggal dunia di usia 69 tahun<br><br></div><div>Orang tua: Anak dari pasangan Pangeran Soerjaningrat dan juga Raden Ayu Sandiah.<br><br></div><div>Saudara: Soerjopranoto<br><br></div><div>Istri: Nyi Sutartinah<br><br></div><div>Anak: Ratih Tarbiyah, Syailendra Wijaya, Bambang Sokowati Dewantara, Subroto Aria mataram, Sudiro Alimurtolo.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706908169/f4002775d174a89e530eafe0bf494346/biografi_ki_hajar_dewantara_jejak_sejarah_e1578304956920.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 05:14:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720215316</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Mohammad Arief Pratama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720235341</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelas  : X bahasa 1<br>No Absensi:<br>14<br>CUT NYAK DIEN.<br>Cut Nyak Dien, salah satu pahlawan wanita Indonesia asal Aceh yang terkenal dalam perlawanan melawan penjajah.<br><br>Cut Nyak Dien, ikut berperang langsung bersama para pejuang melawan penjajah. Meski seorang wanita, Cut Nyak Dien tidak gentar dan terus memimpin perlawan melawan Belanda.<br><br>Cut Nyak Dien, merupakan sosok yang ditakuti oleh Belanda. Karena mampu mengobarkan semangat perlawanan rakyat Aceh.Baca juga: Berkunjung ke Rumah Cut Nyak Dhien di Aceh<br><br>Pada usia 12 tahun, Cut Nyak Dien sudah dinikahkan oleh orang tuanya pada tahun 1862 dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, putra dari uleebalang Lamnga XIII.<br><br>Mulai berperang<br>Dikutip situs resmi Provinsi Aceh, Cut Nyak Dien lahir di Lampadang, Kerajaan Aceh 1848 dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/655246343/40801c2b54b62f32ce951ff94bbd2c01/IMG_20200904_WA0010.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 05:32:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720235341</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720449138</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>Nama: Sri Alyani<br>Kelas: X bahasa 1</strong></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><em>Ir. Soekarno <br></em><br></div><div><a href="https://www.indozone.id/fakta-dan-mitos/V6sJ9xm/biografi-singkat-ir-soekarno-sang-proklamator-diktator-dan-aktivis-rakyat-kecil?utm_source=wpberitaterk&amp;utm_medium=wp_beritatrkn&amp;utm_campaign=hithome"> Ir. Soekarno</a> atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno, dimulai dari kelahirannya di Blitar, Jawa Timur 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun.<br><br></div><div>Semasa hidup, Bung Karno memegang peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.<br><br></div><div>Bersama dengan Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta, Bung Karno merupakan salah satu Proklamator Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.<br><br></div><div>Selain itu, Ir. Soekarno jugalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara (ideologi) Indonesia.<br><br></div><div>Di sisi lain, ada cerita di balik nama 'Soekarno' yang ia miliki. Soekarno lahir dengan nama Kusno, pemberian orang tuanya.<br><br></div><div>Akan tetapi, lantaran ia sering sakit maka ketika berumur sebelas tahun, namanya pun diubah menjadi Soekarno oleh sang ayah.<br><br></div><div><em>Ir. Soekarno <br></em><br></div><div>Soekarno merupakan nama yang diambil dari salah seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama 'Karna' menjadi 'Karno' karena dalam bahasa Jawa huruf 'a' berubah menjadi 'o' sedangkan awalan 'su' memiliki arti 'baik'.<br><br></div><div>Di kemudian hari setelah diangkat menjadi presiden, ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda).<br><br></div><div>Meski begitu, ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum di dalam Teks Proklamasi <a href="https://www.indozone.id/tag/kemerdekaan-indonesia">Kemerdekaan Indonesia</a> dan tidak boleh diubah.<br><br></div><div>Selain itu, tidak mudah juga baginya untuk mengubah tanda tangan setelah berumur 50 tahun. Berawal dari sanalah, sebutan akrab 'Bung Karno' untuk Soekarno mulai dikenal luas.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/707120841/c5f9ca96fa21e696fac2e5d9dd1be87c/a03e4ead_d3e5_42d1_9fd5_34d9bbb012f0_43.jpeg" />
         <pubDate>2020-09-04 09:06:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720449138</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720554196</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Muhammad sahal<br>Kelas: X bahasa 2<br><br>Glenn Fredly Deviano Latuihamallo adalah seorang penyanyi, penulis lagu, produser, dan aktor berkebangsaan Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 30 September 1975 ini adalah putra daerah asal Maluku. Ia anak dari Hengky Latuihamallo dan Linda Latuihamallo. Sejak kecil, ia sudah mencintai dunia tarik suara.<br>Berbagai perlombaan menyanyi ia sabetnya dengan juara. Mulai menjuarai lomba menyanyi yang diadakan oleh Yayasan Musik Indonesia pada 1984, Vini Vidi Vici, hingga Cipta Pesona Bintang RCTI 1992. <br>Namun, Glenn mengawali karier sebagai penyanyi profesional pada tahun 1995 setelah dia lulus SMA. Saat itu dia menjadi vokalis Funk Section. Setelah bergabung tiga tahun bersama Funk Section, Glenn kemudian mencoba peruntungan dengan menjadi penyanyi solo.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706560972/e9897405f0e1a9a6e19a1ce7e78a1ddc/IMG_20200904_164636.jpg" />
         <pubDate>2020-09-04 11:29:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/720554196</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/722399749</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Siti Aidah<br>Kelas: X Bahasa 2<br><br>Bob Sadino<br><br>Beliau bernama lengkap <strong>Bob Sadino.</strong> Lahir di Lampung, tanggal 9 Maret 1933, wafat pada tanggal 19 Januari 2015. Beliau akrab dipanggil dengan sebutan ‘om Bob’. Ia adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha <strong>Kemfood</strong> dan <strong>Kemchick</strong>. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.<br><br></div><div>Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, <strong>Soelami Soejoed</strong>.<br><br></div><div>Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.<br><br></div><div>Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah.<br><br></div><div>Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.<br><br></div><div>Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.<br><br></div><div>Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.<br><br></div><div>Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.<br><br></div><div>Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.<br><br></div><div>Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.<br><br></div><div>Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.<br><br></div><div>Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional. Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.<br><br></div><div>Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.<br><br></div><div>Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.<br><br></div><div><strong>Seorang Anak Guru</strong><br>Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.<br><br></div><div>Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.<br><br></div><div>Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan.<br><br></div><div>Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”<br><br></div><div>Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik.<br><br></div><div>Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.<br><br></div><div>”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.<br><br></div><div>Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam. Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706729502/1be8e642fe501dbbff62bb03d1c33ead/FB_IMG_15992769631597405.jpg" />
         <pubDate>2020-09-05 03:50:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/722399749</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/722515745</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Viernanda Putri Maharani<br>Kelas : X Bahasa 1<br> • Raden Adjeng Kartini<br>Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan nama lengkap RA Kartini. Ia lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Raden mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A Ngasirah yang merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono yang merupakan seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak sampai Hamengkubuwana VI.<br>•Beliau merupakan salah satu pahlawan wanita Indonesia yang rela berjuang untuk rakyat Indonesia di masa penjajahan. Beliau adalah wanita terdidik yang memiliki harapan atas kesamaan gender. Di masa itu memang wanita tidak dihargai, tidak boleh mendapatkan pendidikan yang layak hanya tugasnya harus di rumah mengurus suami, anak dan memasak. Kemudian RA Kartini berjuang agar wanita tidak ditindas dan bisa sejajar dengan pria lewat sebuah perjuangannya yang menyuarakan kebenaran. Beliau memang wanita cerdas yang pemberani hingga semua yang dilakukan memberi arti yang sangat besar bagi wanita Indonesia sampai saat ini. Berikut Biografi RA Kartini, salah satu pahlawan wanita Indonesia yang patut dikenang sepanjang masa.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/706568128/56664f958a55e1960f6aae2ed1380ea9/1599296543784.webp" />
         <pubDate>2020-09-05 09:03:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/722515745</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/725707062</link>
         <description><![CDATA[<div>KARTINI<br><br>Beliau merupakan salah satu pahlawan wanita Indonesia yang rela berjuang untuk rakyat Indonesia di masa penjajahan. Beliau adalah wanita terdidik yang memiliki harapan atas kesamaan gender. Di masa itu memang wanita tidak dihargai, tidak boleh mendapatkan pendidikan yang layak hanya tugasnya harus di rumah mengurus suami, anak dan memasak. Kemudian RA Kartini berjuang agar wanita tidak ditindas dan bisa sejajar dengan pria lewat sebuah perjuangannya yang menyuarakan kebenaran. Beliau memang wanita cerdas yang pemberani hingga semua yang dilakukan memberi arti yang sangat besar bagi wanita Indonesia sampai saat ini. Berikut Biografi RA Kartini, salah satu pahlawan wanita Indonesia yang patut dikenang sepanjang masa.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://3.bp.blogspot.com/-WgzdcqCA31o/UY8_dy19tiI/AAAAAAAAAQk/qmAaDpySPWY/s1600/RA+KARTINI+-+savepost.blogspot.com+-.jpg" />
         <pubDate>2020-09-08 01:01:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/725707062</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/738111166</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA : ISNA SRI RAHAYU<br>KELAS : X BAHASA 1<br>NO ABSEN : 08<br><strong>Chairul Tanjung</strong>, M.B.A. (ejaan Soewandi: <strong>Chairul Tandjung</strong>, lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 58 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Ia menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/710266538/a911b9794adfdb1de4002f9ec6b8f905/Screenshot_2020_09_11_16_46_47_1.png" />
         <pubDate>2020-09-11 09:48:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/738111166</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>eyyysarr</author>
         <link>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/839882311</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Kautsar Firrizky Ramadhan<br>Kelas:X bahasa 1<br>Hajar Dewantoro; lahir di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kadipaten_Pakualaman">Pakualaman</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/2_Mei">2 Mei</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1889">1889</a> – meninggal di Yogyakarta, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/26_April">26 April</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1959">1959</a> pada umur 69 tahun;<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara#cite_note-1"><sup>[1]</sup></a> selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kemerdekaan_Indonesia">kemerdekaan Indonesia</a>, kolumnis, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Politisi">politisi</a>, dan pelopor <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pendidikan">pendidikan</a> bagi kaum <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pribumi">pribumi</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> dari <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Belanda">zaman penjajahan Belanda</a>. Ia adalah pendiri Perguruan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman_Siswa">Taman Siswa</a>, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Priyayi">priyayi</a> maupun orang-orang <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/796328097/cdb965cdd2b9483c05b5b119b2cc9f1a/IMG_20201019_123758.jpg" />
         <pubDate>2020-10-19 05:38:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rayyarumaisya/e52hzm9eq2snqd8x/wish/839882311</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
