<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kelompok 7  by MUHAMMAD GILANG BAIHAQI</title>
      <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2</link>
      <description>Diskusi 2</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-08 06:40:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-06-29 22:55:20 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f373.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>assalamualaikum guysss</title>
         <author>19313156</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1801883077</link>
         <description><![CDATA[<div>buat diskusi kedua tugas awalnya masih sama, ngumpulin refrensi dari masing masing kita terus dikumpulin ke padlet aja.<br>refrensi yang direkomendasi dari ibunya ada 4 :<br>a. Imam Mukhlis, 2019. Ekonomi Keuangan dan Perbankan: Teori dan Aplikasi. Salemba Empat [Bab 2: Peranan Uang dalam Perekonomian]<br>b. Frederick Mishkin, The Economics of Money, Banking and Financial Market. Pearson. [Bab 3: What is Money]<br>c. Iqbal, Zubair, dan Mirakhor, Abbas. (2011). An Introduction to Islamic Finance: Theory and Practice. Singapore: John Wiley &amp;amp; Sons<br>[Bab 1-2]<br>d. Muhammad, Ayub. (2007). Understanding Islamic Finance. Singapore: John Wiley &amp;amp; Sons [Sub Bab 4.7: Money, Monetary Policy<br>and Islamic Finance]<br><br>yok yok semangat!!</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-08 06:55:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1801883077</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refrensi uhammad, Ayub. (2007). Understanding Islamic Finance. Singapore : John Wiley &amp; amp Sons</title>
         <author>19313156</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1801895000</link>
         <description><![CDATA[<div>http://www.untag-smd.ac.id/files/Perpustakaan_Digital_1/FINANCE%20Understanding%20Islamic%20Finance.pdf</div>]]></description>
         <enclosure url="http://www.untag-smd.ac.id/files/Perpustakaan_Digital_1/FINANCE%20Understanding%20Islamic%20Finance.pdf" />
         <pubDate>2021-10-08 07:04:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1801895000</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi Igbal, Zubair, dan Mirakhor, Abbas. (2011) An Introduction to Islamic Finance: Theory and Practice.Singapore: John Wiley &amp; Sons</title>
         <author>19313164</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1801962329</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1380510580/c07ff3919e567a2892560323ffa29ee3/An_Introduction_to_Islamic_Finance__Theory_and_Practice___PDFDrive__.pdf" />
         <pubDate>2021-10-08 07:46:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1801962329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pertanyaan :</title>
         <author>19313163</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1804172562</link>
         <description><![CDATA[<div>a. jelaskan pengertian uang dan fungsi uang!<br>b. bagaimana mengukur jumlah uang (M1 dan M2)?<br>c. jelaskan mengapa teori kuantitas uang dapat menjelaskan kondisi perekonomian!<br>d. bagaimana uang dalam sistem keuangan islam?<br>e. jelaskan, apakah uang kertas termasuk riba dalam sistem keuangan islam?bagaimana dengan uang digital?<br>f. apa yang dimaksud dengan "uang sebagai potensial aset" dalam pandangan sistem ekonomi islam?<br>g. bagaimana penciptaan uang dalam perspektif islam ? kaitkan dengan teori penawaran (minimal jawaban 2 paragraf) ?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-09 14:49:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1804172562</guid>
      </item>
      <item>
         <title>jawaban poin a</title>
         <author>19313163</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806749285</link>
         <description><![CDATA[<div>ekonomi mendefinisikan uang sebagai segala sesuatu yang secara umum diterima dalam pembayaran barang dan jasa atau dalam pembayaran utang. ketika orang berbicara tentang uang, maka mereka akan berfikir tentang currency (uang kertas dan logam) (Mishkin, 2004). definisi uang mengacu pada fungsi dan peran uang dalam perekonomian yang berkembang. pada definisi yang paling sederhana, uang adalah barang yang dapat digunakan secara langsung sebagai media pembayaran.<br>untuk menjalankan fungsinya, uang harus memiliki karakteristik-karakteristik tertentu, seperti dapat dipindahkan, seragam, dapat diterima, tahan lama, dapat dibagi, dan memiliki nilai yang stabil.&nbsp;<br>berdasarkan pada teori-teori yang ada tentang uang, dapat disimpulkan beberapa hal penting terkait dengan peran dan fungsi uang :<br>- alat pertukaran<br>uang bertindak sebagai perantara untuk mempercepat pertukaran. uang diterima seseorang sebagai ganti barang, jasa dan sumber daya produksi<br>- standar nilai<br>uang dgunakan seperti alat untuk membandingkan nilai sesuatu. uang adalah cara untuk menilai barang, jasa, dan sumber daya<br>- penyimpanan nilai<br>uang adalah cara yang mudah untuk memegang tabungan untuk masa depan.ketika orang menyimpan uang, nilai nominalnya tetap terjaga. uang tidak menjadi rusak atau berkurang nilainya.<br><br>uang merupakan sebuah barang dimana seperti jenis barang lain yang juga akan memiliki permintaan dan penawaran oleh pelaku ekonomi.<br><br><br>referensi dari buku imam mukhlis</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 05:48:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806749285</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Poin C</title>
         <author>19313164</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806788730</link>
         <description><![CDATA[<div>Teori kuantitas uang menjelaskan keterkaitan dalam kondisi perekonomian, karena teori kuantitas uang memiliki keterkaitan dengan perubahan pada penawaran uang berpengaruh terhadap tingkat harga. Pada teori kuantitas uang perubahan pada kenaikan dalam penawaran uang menyebabkan kenaikan permintaan pada barang, sehingga menaikan tingkat harga, dan jumlah uang beredar banyak dan daya beli masyarakat akan turun dengan begitu akan berpengaruh pada perekonomian<br>&nbsp;Referensi :<br>Buku Imam Mukhlis</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 06:19:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806788730</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi : Frederick Mishkin</title>
         <author>19313149</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806789475</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1380538103/4e44a76c943b9bedd7bbd31747b61b26/The_economics_of_money__banking__and_financial_markets_by_Mishkin__Frederic_S__z_lib_org_.pdf" />
         <pubDate>2021-10-11 06:19:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806789475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Poin B</title>
         <author>19313164</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806817313</link>
         <description><![CDATA[<div>Secara sederhana, definisi M1 adalah jumlah uang yang dalam arti sempit seperti simpanan, rekening cek, travelers cek dan mata uang, untuk M2 adalah uang yang dalam arti luas. M1 dan M2 seperti rekening tabungan, rekening money market, dan deposito. Dengan begitu cara mengukur jumlah uang dengan cara membatasi cadangan minimum, yang nantinya membatasi jumlah uang yang diciptakan oleh&nbsp; bank, karena semakin tingginya cadangan minimum maka semakin sedikit uang yang bisa diciptakan atau sebaliknya semakin sedikit cadangan minimum maka semakin banyak uang yang di ciptakan.<br>Referensi<br>Buku imam mukhlis</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 06:37:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806817313</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Poin B</title>
         <author>19313156</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806849339</link>
         <description><![CDATA[<div>Teori Kuantitas Uang : Mx. V=PxQ, atau MxV=PxPDB. Dalam persamaan M=C+D, jika tidak ada bank, maka besarnya money supply (M) adalah sebesar currency(C). Motivasi memegang uang : spekulasi, transaksi, berjaga-jaga. Perkembangan jumlah uang beredar menunjukkan adanya tren yang semakin meningkat dalam besaran keuangan di Indonesia selama periode 1990– 2009. Uang dalam pengertian M 1 meliputi sirkulasi uang kertas dan uang logam serta demand deposit. M 2 adalah M 1 plus quasi money. Besarnya M 1 hingga tahun 2009 tercatat sebesar Rp 515. 824 juta. Pada tahun yang sama, besarnya quasi moneydi Indonesia mencapai angka sebesar Rp 1. 625. 559 juta, sedangkan perkembangan dalam M 2 lebih besar karena merupakan penjumlahan dari komponen M 1 dan quasi money.<br><br><br>Refrensi Buku Imam Mukhlis</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 06:57:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806849339</guid>
      </item>
      <item>
         <title>referensi lain</title>
         <author>19313163</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806857654</link>
         <description><![CDATA[<div>https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Bisnis/article/download/1695/1507</div>]]></description>
         <enclosure url="https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Bisnis/article/download/1695/1507" />
         <pubDate>2021-10-11 07:02:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1806857654</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Poin E</title>
         <author>19313156</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1809632109</link>
         <description><![CDATA[<div>uang kertas tidak termasuk riba, karna memiliki nilai yang sama dengan emas maupun perak pada masa lalu sebagai alat tukar menukar atau alat pembayaran, karna tidak memiliki nilai intristik. begitu pula pada uang digital yang berfungsi sebagai alat pembayaran berupa digital elektronik, memiliki kesamaan kegunaan namun hanya berbeda bentuk dan fisiknya. contohnya, jika saya melakukan top up dengan uang Rp. 100.000 saya yang berada didalam dompet untuk membuatnya menjadikannya uang digital, maka jumlah uang digital yang terisi juga sama dengan uang didompet yang saya top upkan. yang dibayarkan akan sama jumlahnya dengan yg kita terima.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-12 04:29:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1809632109</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Untuk docs nya, bisa dibuka lewat email uii</title>
         <author>19313149</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1809742300</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1UyU5sUvo3u4FqIj2AuGh5RGbIOtLJSmBBBYYkVvbvY0/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2021-10-12 05:30:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1809742300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>tambahan g</title>
         <author>19313163</author>
         <link>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1810916520</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam&nbsp; konsep&nbsp; Islam,&nbsp; uang&nbsp; adalah&nbsp;</div><div>flow&nbsp; concept. Islam tidak&nbsp; mengenal&nbsp; motif&nbsp; kebutuhan uang&nbsp; untuk spekulasi&nbsp; karena tidak&nbsp; bolehkan.&nbsp; Uang&nbsp; adalah&nbsp; barang&nbsp; public,&nbsp; milik&nbsp; masyarakat. Karenanya,&nbsp; penimbunan&nbsp; uang&nbsp; yang&nbsp; dibiarkan&nbsp; tidak&nbsp; produktif &nbsp;</div><div>berarti mengurangi jumlah uang beredar. Bila diibaratkan dengan&nbsp; darah&nbsp; dalam&nbsp; tubuh,&nbsp; perekonomian&nbsp; akan&nbsp; kekurangn darah atau terjadi kelesuan ekonomi alias&nbsp;</div><div>stagnasi. Itulah hikmah dilarangnya meninbun uang (Adiwarman Aswar karim, 2001: 21)</div><div>Tujuh&nbsp; ratus&nbsp; tahun&nbsp; sebelum&nbsp; Adam&nbsp; Smith&nbsp; menulis&nbsp; buku “The&nbsp; Wealth&nbsp; of&nbsp; Nations”&nbsp; pada tahun&nbsp; 1766&nbsp; di&nbsp; Eropa,&nbsp; seorang ulama islam Abu Hamid Al-Ghazali&nbsp; dalam&nbsp; kitabnya&nbsp; “Ihya Ulumuddin” telah membahas fungsi uang dalam perekonomian. Beliau menjelaskan, uang&nbsp;</div><div>berfungsi sebagai media&nbsp; pertukaran,&nbsp; namun&nbsp; uang&nbsp; tidak&nbsp; dibutuhkan&nbsp; untuk&nbsp; uang itu sendiri. Maksudnya adalah uang diciptakan untuk memperlancar&nbsp; pertukaran&nbsp; dan&nbsp; menetapkan&nbsp; nilai&nbsp; yang&nbsp; wajar dari&nbsp; pertukaran&nbsp; tersebut.&nbsp; Dan&nbsp; uang&nbsp; bukan&nbsp; merupakan&nbsp; sebuah komoditi.&nbsp; &nbsp; Menurut&nbsp; al-Ghazali,&nbsp; uang&nbsp; diibaratkan&nbsp; cermin&nbsp; yang tidak&nbsp; mempunyai&nbsp; warna,&nbsp; tetapi&nbsp; dapat&nbsp; merefleksikan&nbsp; semua warna. Maknanya&nbsp; adalah&nbsp; uang&nbsp; tidak&nbsp; mempunyai&nbsp; harga,&nbsp; tetapi merefleksikan harga semua barang. Dalam istilah ekonomi Islam klasik disebutkan bahwa uang tidak memberikan&nbsp;</div><div>kegunaan langsung (direct utility funvtion), yang artinya adalah jika&nbsp; uang&nbsp; digunakan&nbsp; untuk&nbsp; membeli&nbsp; barang,&nbsp; maka&nbsp; barang&nbsp; itu&nbsp;</div><div>yang&nbsp; akan&nbsp; memberikan&nbsp; kegunaan (Adiwarman&nbsp; Aswar&nbsp; Karim, 2001: 21)</div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-12 14:21:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/19313156/diskusi2/wish/1810916520</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
