<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Riset kelompok permainan tradisional pulau Jawa by Dwi Yulianto</title>
      <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje</link>
      <description>Sebagai awalan  memasuki guliran pembelajaran di TP17, maka kita perlu menentukan identitas kelompok kelas 8. Tema utama pada TP17 adalah permainan tradisional, untuk itu mari kita telisik bersama apa saja permainan yang ada di pulau Jawa.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-07-21 13:45:16 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-03-08 07:53:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok Jawa bagian tengah ( Arum - Jasmine - Arfa - Hagia - Nara )</title>
         <author>alfamarxdwi</author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657141750</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-07-21 13:50:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657141750</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Jawa bagian barat ( Yori - Malikha - Leon - Kandita - Darren )</title>
         <author>alfamarxdwi</author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657143069</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-07-21 13:51:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657143069</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Jawa bagian timur ( Wuli - Nayla - Danu - Yazid )</title>
         <author>alfamarxdwi</author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657144023</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-07-21 13:52:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657144023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketua Kelompok Jawa bagian barat</title>
         <author>malikhaturganda</author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657936503</link>
         <description><![CDATA[<div>Yori</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-07-22 04:29:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657936503</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Oray-Orayan || Kelompok Jawa Barat - Yori</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657938849</link>
         <description><![CDATA[<div>Oray-Orayan adalah permainan khas dari wilayah Sunda.<br><br><strong>Cara Bermain: </strong><br>Pertama, kita harus menentukan terlebih dahulu dua orang pemain yang akan dijadikan sebagai penjaga atau gerbang, atau gawangnya. Biasanya dua anak yang dipilih tersebut lebih dewasa dari mereka.<br><br></div><div>Dua orang penjaga tersebut berhak memilih nama timnya sendiri dengan cara bersuit (suitan), misalnya ketika akan menentukan memilih antara nama bintang atau bulan, atau nama-nama lainnya.<br><br>&nbsp;Kedua, anak-anak yang lainnya harus membuat barisan berjejer kebelakang. Biasanya anak yang paling tinggi di depan, dan yang agak kecil di belakang. Anak yang paling depan menjadi kepala ular dan anak yang paling belakang menjadi ekornya.<br><br></div><div>Kemudian, setiap anak dalam barisan tersebut harus meletakkan tangannya di pundak atau bahu temannya yang berada di depannya, kecuali yang menjadi kepala ular.<br><br>Anak-anak yang berbaris tersebut kemudian berjalan melintari gerbang yang dibuat oleh dua orang temannya tersebut dengan gerakan memutar. Seperti layaknya ular, mereka harus berjalan sambil meliuk-liuk dengan menyanyikan lagu oray-orayan.<br><br>Setelah selesai melantunkan lagu tersebut, dibagian akhir lagu penjaga gawang harus berusaha menangkap anak-anak tersebut dibagian akhir lagu. Misalnya pada lirik “Hok” atau “Penderi.. ri.. ri.. ri”, dan sebagainya.<br><br>Anggota kelompok yang berhasil ditangkap penjaga gawang diberi pilihan untuk memilih bergabung dengan penjaga gawang, atau ada juga permainan yang memberikan sebuah pertanyaan terlebih dahulu kepada mereka, sebelum mereka memilih antara tim dari dua orang tersebut.<br><br>Permainan diteruskan sampai semua pemain masuk dalam kedua kelompok dibelakang penjaga tersebut.<br><br>Setelah semua pemain habis dan bergabung dalam kelompok penjaga, selanjutnya permainan diteruskan dengan permainan lainnya.<br><br></div><div>Misalnya permainan trarik tambang atau suit. Kelompok yang kalah akan mendapatkan hukuman, misalnya menggendong kelompok yang menang atau lain sebagainya.<br><br></div><div><br><br><strong>Lirik Lagu:</strong><br><em>Oray-orayan<br>Luar-léor ka sawah<br>Entong ka sawah<br>Paréna keur sedeung beukah<br><br>Oray-orayan<br>Luar-léor mapay kebon<br>Entong ka kebon<br>Di kebon loba nu ngangon<br><br>Mending ka leuwi<br>Di leuwi loba nu mandi<br>Saha anu mandi<br>Anu mandi na pandeuri</em><br><br><strong>Lirik Alternatif:</strong><br><em>“Oray-orayan..<br>Oray naon ?<br>Oray bungka..<br><br>Bungka naon ?<br>Bungka laut..<br><br>Laut naon ?<br>Laut dipa..<br><br>Dipa naon ?<br>Di pandeuri, ri.. ri.. ri..!!!”<br><br></em>*Lirik lagu bisa berbeda dari setiap daerah<br>&nbsp;<br>*Permainan ini berasal dari Sunda<br><br></div><div><strong>Sumber:</strong><br>https://id.wikipedia.org/wiki/Oray-Orayan<br>https://basasunda.com/permainan-oray-orayan/<br>https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/oray-orayan-permainan-tradisional-masyarakat-sunda-yang-tak-lekang-oleh-waktu/</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1244183256/6d476edc5f34c50b2f7cd2dc89f8e78f/acepdani_oray_orayan_34_1376621607.png" />
         <pubDate>2021-07-22 04:32:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657938849</guid>
      </item>
      <item>
         <title>cublak-cublak suweng // Kelompok Jawa Timur - Wuli</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657940930</link>
         <description><![CDATA[<div>Cublak-cublak suweng merupakan permainan khas Jawa Timur yang dimainkan dengan lagu. Lagu yang dinyanyikan (nama lagu sama dengan nama permainanya), saat bermain cublak-cublak suweng berasal dari Walisongo atau tokoh penyebar islam di Pulau Jawa.<br><br><em>Cara bermain adalah sebagai berikut:</em><br>Jumlah anak yang bermain harus lebih banyak dari 2 orang.<br>1 anak akan dipilih untuk menjadi pak gempo, lalu anak itu akan&nbsp; berada pada posisi bersimpuh dan tengkurap di lantai.&nbsp;<br>Sisa anak yang tidak menjadi pak gempo akan mengeliling anak yang menjadi pak gempo.&nbsp;<br>Setelah itu, pemain yang tidak tengkurap akan meletakkan satu telapak tangannya di atas punggung pemain yang berada dalam posisi tengkurap dan memutar benda yang digunakan untuk dioper ke pemain lain sambil menyanyi lagu cublak-cublak suweng. Saat lagu selesai dinyanyikan, maka benda tadi harus disembunyikan di dalam telapak tangan salah satu pemain di mana benda tadi berhenti dioper atau dipindahkan.<br>Kalau pemain yang tengkurap bisa menebak dengan benar, maka pemain yang menyembunyikan benda tadi akan menjadi pemain yang tengkurap.</div><div>Namun kalau salah menebak, maka ia akan terus tengkurap dan menebak kembali siapa yang menyembunyikan benda tadi pada permainan berikutnya.</div><div>Tugas dari orang yang tengkurap tadi adalah menebak di mana letak benda yang digunakan untuk bermain tadi disembunyikan pada tangan pemain lainnya.</div><div><br><em>fakta menarik:</em><br>Lagu yang dinyanyikan saat bermain&nbsp; mengajarkan kita untuk tidak melulu menuruti hawa nafsu dalam mencari harta. Dengan tidak dipengaruhi hawa nafsu, hati nurani akan bersih dan tak tersesat.<br><br>link sumber: <br><a href="https://bobo.grid.id/read/082243932/permainan-yang-dimainkan-pada-lagu-cublak-cublak-suweng-materi-belajar-dari-rumah-untuk-sd-kelas-4-6?page=all">1</a>, <a href="http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=735263&amp;val=11545&amp;title=KEARIFAN%20LOKAL%20PERMAINAN%20TRADISIONAL%20CUBLAK-CUBLAK%20SUWENG%20SEBAGAI%20MEDIA%20UNTUK%20MENGEMBANGKAN%20KEMAMPUAN%20SOSIAL%20DAN%20MORAL%20ANAK%20USIA%20DINI">2</a>, <a href="https://plus.kapanlagi.com/makna-kehidupan-dibalik-lagu-permainan-jadul-cublak-cublak-suweng-3702b4.html">3</a>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn-u1-gnfi.imgix.net/post/large-aziz-perwiratama-58cba736a599e66e8058ef78c6a2de37.jpg" />
         <pubDate>2021-07-22 04:34:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657940930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Congklak || Kelompok Jawa bagian Barat - Malikha</title>
         <author>malikhaturganda</author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657941411</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama permainan:</strong> Congklak <br><strong>Asal daerah:</strong> Jawa Barat<br><strong>Cara Bermain:</strong> Permainan congklak dimainkan oleh dua orang. Papan untuk bermain umumnya terbuat dari kayu dan memiliki 16 lubang dengan 7 lubang kecil dan 2 lubang besar sebagai induk lubang. Sebelum permainan dimulai, tiap-tiap lubang kecil diisi dengan 7 buah biji congklak dengan induk lubang yang dikosongkan.</div><div><strong>Fakta menarik lainnya:</strong> Di berbagai daerah, permainan ini memiliki nama-nama yang berbeda. Di Sumatera, congklak dikenal sebagai congkak, sedangkan di Jawa, dikenal sebagai congklak, dakon, atau dhakonan. Di Lampung, permainan ini memiliki nama dentuman lamban dan di daerah Sulawesi dikenal dengan nama makaotan, aggalacang, dan nogarata.<br><br>Sumber artikel:<br>- <a href="https://www.tribunnews.com/lifestyle/2019/01/23/congklak-permainan-tradisional-yang-mulai-terlupakan">TribunNews</a><br>- <a href="https://salamadian.com/permainan-tradisional-sunda-jawa-barat/">Salamandian</a><br>- <a href="https://www.expat.or.id/info/congklak.html">Living in Indonesia</a><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://4.bp.blogspot.com/--QXH-iPBbDE/T0tjRMeGNkI/AAAAAAAAABE/CWDkpyJBYMM/s1600/IMG_0045.JPG" />
         <pubDate>2021-07-22 04:34:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657941411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>bebentengan || Kelompok Jawa barat - leon</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657941507</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama permainan : Bebentengan<br>Asal daerah : Jawa Barat&nbsp;<br>Cara Bermain : Bentengan adalah permainan yang harus dimainkan secara berkelompok. Kelompok harus dibagi menjadi dua dan masing-masing kelompok beranggotakan 4-8 orang. Kemudian, tentukan tempat untuk memainkan permainan ini. Sangat disarankan untuk memilih tempat yang luas karena pemain harus banyak berlari ketika memainkan bentengan.<br><br></div><div>Tentukan tempat yang dijadikan markas bagi dua kelompok. Markas atau benteng antar kelompok harus saling berhadapan untuk mempermudah jalannya permainan. Setelah pemain dan bentengnya sudah siap, ikuti aturan permainannya berikut ini:<br><br></div><ul><li>Masing-masing kelompok memilih tiang atau pilar yang dijadikan benteng. Di sekitar benteng tersedia area aman (<em>safe zone</em>) yang bisa dipakai anggota pemilik benteng untuk menunggu tanpa perlu khawatir tersentuh musuh.</li><li>Pemain harus berusaha menyentuh anggota kelompok lawan agar mereka bisa dijadikan tawanan yang nantinya ditempatkan di dalam area aman. Orang yang sudah dipenjara juga bisa bebas dengan cara salah satu teman di grupnya menyentuh tubuh orang yang dipenjara. Penjaranya terletak di sekitar benteng.</li><li>Pemain harus sering kembali menyentuh bentengnya karena “penawan” dan “tertawan” ditentukan dari waktu terakhir menyentuh benteng.</li><li>Pemain yang paling dekat waktunya menyentuh benteng berhak menjadi penawan untuk menyentuh anggota lawan yang hendak dijadikan tawanan.</li><li>&nbsp;Pemenang adalah kelompok yang dapat menyentuh tiang atau pilar lawan sambil meneriakkan kata “benteng”.</li></ul><div><a href="https://travelerbaper.com/cara-bermain-bentengan-permainan-tradisional-anak-indonesia/">Cara Bermain Bentengan | Permainan Tradisional Anak Indonesia - Traveler Baper</a></div><div><br>fakta menarik : Ternyata Bentengan ini dimainkan di asian games</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i.ytimg.com/vi/nuFAR1Lpfs8/maxresdefault.jpg" />
         <pubDate>2021-07-22 04:34:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657941507</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ancak-ancak alis || Kelompok Jawa Tengah - Jasmine</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657942914</link>
         <description><![CDATA[<div>nama permainan: ancak ancak alis<br>Asal: Jawa tengah<br>Cara Bermain: Pertama-tama pilih dua orang anak diantara untuk dijadikan petani dengan suit. Kemudian kedua petani tersebut menyingkir sebentar untuk berunding. Dalam perundingan itu kedua petani memilih salah satu nama alat pertanian untuk dirinya. Setelah menentukan permainan ancak ancak alis dimulai.&nbsp;<br><br></div><div>Kedua petani berdiri berhadapan sambil tangannya diangkat ke atas dan kedua telapak tangan masing-masing ditempelkan satu sama lain dan saling bertepuk. Kedua petani itu lalu bernyanyi lagu ancak-ancak alis. Sementara itu anak-anak peserta yang lain berbaris dan berjalan berkeliling berurutan saling memegang pinggang atau baju teman yang berada di depannya. Pertama-tama barisan tadi berada di sebelah barat kedua petani. Setelah lagu selesai maka anak yang terdepan dalam barisan itu menjawab:<em> lagi mluku</em>.<br><br>Setelah menjawab, maka barisan tersebut berjalan diantara kedua petani dengan cara menyusup di bawah kedua tangan mereka, seperti layaknya orang masuk dalam gapura. Sekarang barisan itu berada di sebelah timur kedua petani, mereka berjalan berkeliling lagi. Selama barisan berkeliling kedua petani bernyanyi ancak-ancak alis. Lagu sudah serlesai, anak yang terdepan dalam barisan menjawab: <em>lagi angler</em>.<br><br></div><div>Mereka melakukan hal tadi berulang-ulang sampai beberapa kali. Adapun jawaban dalam pertanyaan dalam kalimat terakhir lagu tersebut bergantl-ganti, antara lain lagi tandur (sedang menanam), lagi ngilir (tanamannya mulai menghijau), lagi ijo (sedang menghijau) dan seterusnya yang pada dasarnya merupakan istilah dalam pertanian. Setelah jawaban lagi wiwit, maka anak yang terakhir dalam barisan tersebut mengambil dedaunan. Kemudian ia masuk ke dalam barisan lagi dan kedua petani tersebut juga ikut berbaris di depan sendiri. Barisan tersebut jalannya berbelitan seperti angka delapan sambil menyanyikan lagu: Menyang pasar Kadipaten, leh-olehe jadah manten, menyang pasar Ki Jodog, leh-olehe Cina bidhug.<br><br>Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut, posisinya kembali seperti semula. Kedua petani berdiri berhadapan sambil kedua tangan mereka diangkat ke alas, sedang para peserta lainnya berbaris lagi seperti semula. Kemudian kedua petani bernyanyi ancak-ancak alis. Sekarang jawaban alas lagu tersebut hanya satu saja yaitu lagi panen (sedang panen). Selanjutnya barisan menyusup di bawah tangga kedua Petani dan anak yang terakhir dalam barisan itu ditangkap kemudian ditanya dengan berbisik supaya para peserta lainnya tidak mendengar. Pertanyaannya hendak membeli apa setelah panen, garu atau luku (barang perjanjian para petani di awal),· dan jawab anak tersebut juga berbisik.<br><br></div><div>Seperti pada perjanjian semula antara kedua petani, barang siapa yang jawabannya memilih salah satu nama dari kedua petani tersebut akan menjadi anak semang petani yang dipilih nama dirinya. Misalnya, petani I memilih nama garu, sedang petani II namanya luku. Kemudian anak yang ditangkap menjawab garu, maka anak tersebut menjadi anak semang petani I dan selanjutnya ia berdiri di belakangnya. Selanjutnya kedua petani tersebut bernyanyi ancak-ancak alis. Nyanyian ini dinyanyikan secara berulang-ulang sampai tinggal satu peserta yang belum menjadi anak semang kedua petani tersebut yaitu anak terdepan dalam barisan. Anak yang terdepan dalam barisan tersebut dinyanyikan sebuah lagu oleh kedua petani dengan lagu sebagai berikut: dikekuru, dilelemu, dicecenggring, digegering.<br><br></div><div>Setelah anak tersebut ditangkap oleh kedua petani tersebut, maka posisi tangan kedua petani tersebut berubah yaitu tangan yang sepasang masih di atas sedang tangan yang sepasang lagi berada di bawah sehingga berbentuk huruf 0 dan kedua petani berkata: kidang lanang apa wadon. yen lanang mlumpata, yen wadon mbrobosa. Mendengar itu si kijang atau anak yang terakhir ditangkap akan menerobos atau mlumpat Biarpun ia berusaha keras untuk keluar dari tangkapan kedua petani tidak berhasil, kemudian ia ditanya seperti peserta yang lain. Setelah memilih iapun keluar mengikuti petani yang memiliki nama dari alat pertanian yang sesuai dengan pilihannya, lalu berkumpul dengan anak semang yang lain. Menang kalah dalam permainan ini tergantung jumlah anak semang. Siapa yang jumlah anak semangnya lebih banyak maka dianggap dialah yang menang dan sebaliknya dianggap yang kalah. Namun ada juga penentuan kalah dan menang berdasarkan kepada adu kekuatan. Adapun caranya dengan tari-menarik antara kedua petani dengan dibantu oleh anak semangnya masing-masing.<br><br>Permainan ini memaparkan gambaran ekspresi budaya agraris yang terkandung dalam permainan tersebut.</div><div><br></div><div><br><a href="https://m2indonesia.com/budaya/mengenal-permainan-ancak-ancak-alis.htm">https://m2indonesia.com/budaya/mengenal-permainan-ancak-ancak-alis.htm</a><br><br><a href="https://youtu.be/h94DKAS-Zi0">https://youtu.be/h94DKAS-Zi0</a><br><br><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ancak-Ancak_Alis">https://id.wikipedia.org/wiki/Ancak-Ancak_Alis</a></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.silontong.com/wp-content/uploads/2018/10/Informasi-mengenai-permainan-Ancak-Ancak-Alis-Jawa-Tengah-dan-Sejarahnya.jpg" />
         <pubDate>2021-07-22 04:36:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657942914</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jamuran || Kalompok Jawa Timur - Nayla</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657943338</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama permainan =</strong> Jamuran <br><strong>Asal daerah = </strong>Jawa Timur<br><strong>Cara bermain =</strong> Permaian baru bisa dilakukan minimal jika ada 3 orang, namun permaian ini akan lebih seru jika dimainkan oleh banyak orang.<br>&nbsp; &nbsp;Cara bermain Jamuran sangatlah sederhana. Diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang harus jaga. Yang kalah hompimpa harus berada di lingkaran (boleh duduk boleh berdiri), lantas sisanya&nbsp; membuat lingkaran besar sambil bergandengan tangan dan menyanyikan lagu jamuran sambil bergoyang ke kiri dan ke kanan. Begini lagunya: <em>Jamuran, jamuran, yo ge ge thok Jamur apa, jamur apa, yo ge ge thok Jamur payung ngrembuyung kaya lembayung Sira badhe jamur apa? </em>sumber <em>: - -<br>https://www.kompasiana.com/sash/55301f4a6ea834d32e8b4589/jamuran-dolanan-bocah-yang-mulai-terlupakan<br>https://id.wikipedia.org/wiki/Jamuran<br></em><a href="https://gpswisataindonesia.info/sejarah-permainan-tradisional-jamuran/">untuk cara bermain lebih lengkapnya ada di sini</a><br><em><br></em><strong>Fakta menarik lainnya tentang Jamuran =</strong> Jamuran dikreasikan oleh seorang ahli pendidik yang berjiwa demokratis yaitu <strong>Sunan Giri (salah satu Wali Songo)</strong>. Beliau mendidik dengan jalan membuat melalui bermacam-macam permainan, salah satunya Jamuran. sumber : https://gpswisataindonesia.info/sejarah-permainan-tradisional-jamuran/ <em><br></em><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://2.bp.blogspot.com/-RjVg03XLQws/TVo9CK_9_mI/AAAAAAAAAOc/ZiCL8CitLp8/s320/jamuran.JPG" />
         <pubDate>2021-07-22 04:36:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657943338</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gedrik ll Kelompok Jawa Timur - Yazid </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657944051</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama = Gedrik/Ingklik<br>Asal = Jawa timur<br>Cara bermain = Permainan ini harus dimainkan dengan sebelah kaki. Biasa dimainkan oleh 2 orang atau lebih. “Gacuk,” adalah sebutan senjata yang harus di edarkan dari A ke D. Setiap orang memiliki gilirannya masing-masing. Selama tidak melanggar peraturan orang tersebut akan terus bermain. Peraturannya : tidak menginjak garis, tetap bermain dengan satu kaki, dan ketika melempar “gacuk” ke masing-masing kotak, tidak keluar dari kotak atau menyentuh garis di kotak tersebut. Jadi harus tepat didalam kotak. Setelah sukses mengedarkan “gacuk” dari A ke D, maka orang tersebut mendapat jackpot atau dalam permainan ini disebutnya sawah. Orang tersebut melemparkan “gacuk” nya dan jatuh ke sebuah kotak, maka kotak tersebut menjadi “sawah” miliknya. Orang lain tidak boleh menginjak “sawah” tersebut dalam giliran selanjutnya.<br><br>Fakta menarik : Permainan gedrik adalah permainan yang harus dimainkan dengan sebelah kaki. Biasa dimainkan oleh dua orang atau lebih dalam satu permainan dengan bergantian untuk mendapat poin atau nilai. Namun sayangnya di zaman sekarang permainan ini semakin sedikit peminatnya.<br><br>Sumber = Wikipedia https://jatimtimes.com/baca/175938/20180722/110019/gedrik-permainan-zaman-dulu-yang-makin-terkikis-di-tulungagung&nbsp;<br>https://budaya-indonesia.org/Gedrik-Ingklik&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/770147499/c69ba745a11ea2bf9afb2ea8591f691e/WhatsApp_Image_2021_07_26_at_08_48_01.jpeg" />
         <pubDate>2021-07-22 04:37:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657944051</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Galah Asin ll Kelompok Jawa Barat - Darren</title>
         <author>darrenkwok5</author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657944370</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Galah Asin<br>Asal Daerah: Jawa Barat<br>Cara Bermain: Galah asin biasanya dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari tiga hingga tujuh pemain. Satu tim bertugas sebagai penjaga yang berdiri sejajar, dan ada pula yang berdiri melintang untuk menjaga garis depan hingga belakang. Tim lainnya bertugas untuk masuk ke area permainan yang telah dijaga ketat tanpa tersentuh atau tertangkap oleh para penjaga.<br>Fakta Menarik: Fakta menariknya juga bisa membangun jiwa sosial dengan cara bekerja sama sebagai satu tim.<br><br>Sumber:&nbsp;<br>https://id.wikipedia.org/wiki/Gobak_sodor<br>http://p2k.itbu.ac.id/ind/1-3064-2950/Galah-Asin_23030_stmikmj_p2k-itbu.html<br>http://p2k.unkris.ac.id/en3/3065-2962/Galah-Asin_23030_stie-walisongo_p2k-unkris.html</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i.ytimg.com/vi/zEvqOK0ANkc/maxresdefault.jpg" />
         <pubDate>2021-07-22 04:37:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657944370</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bangun Duduk || Kelompok Jawa Tengah - Arum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657944981</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama permainan: Bangun duduk<br>Asal: Jawa Tengah<br><br>Permainan Bangun Duduk berasal dari daerah Jawa Tengah yang bisa dimainkan anak laki-laki maupun perempuan. Ada batas minimal orang yang memainkannya. Jumlahnya minimal dalam permainan ini tiga orang.<br><br>cara mainnya adalah:&nbsp;<br>Semua orang yang ikut dalam permainan ikut melakukan “hom pim pa” kemudian siapa yang kalah menjadi penjaga. Usai diketahui siapa yang menjadi penjaga permainan dapat dimulai, nah pemain yang menang bisa memulai mengganggu yang kalah. Penjaga/pemain yang kalah harus berhasil mengejar teman yang menang dan menyentuhnya, apabila berhasil maka pemain yang disentuh giliran jaga tetapi syaratnya pemain yang disentuh harus dalam posisi berdiri karena apabila dalam posisi duduk (jongkok) maka pemain tidak bisa disentuh dan penjaga harus mencari teman lain yang tidak jongkok.<br><br></div><div>Bagi pemain yang menang harus waspada, bila sudah terlalu dekat dengan penjaga harus segera lari atau duduk. Dan pemain yang sudah jongkok tidak bisa asal berdiri, pemain harus menunggu disentuh teman lain yang tidak jongkok (bebas), bila semua pemain jongkok maka pemain jaga harus menghitung dan saat itu semua pemain harus berdiri lagi dan mulai main seperti awal.<br>sumber: <mark>https://www.silontong.com/2018/10/25/olahraga-permainan-tradisional-jawa-tengah/ &nbsp;</mark></div>]]></description>
         <pubDate>2021-07-22 04:38:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657944981</guid>
      </item>
      <item>
         <title>boy-boyan|| kandita - kelompok jawa barat                  ( •̀ ω •́ )✧  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657946108</link>
         <description><![CDATA[<div>nama permainan: boy - boyan<br>berasal dari daerah: jawa barat<br><br>cara bermain:&nbsp;<br>-) kelompok bertujuan menyusun piramida hingga tidak ada yang tersisa sambil menghindar dari tembakan bola kertas yang dilemparkan kelompok lain.<br><br>-) Kelompok lain bertugas menembakkan bola kertas ke anggota kelompok lawan yang berusaha menyusun piramida;setiap anggota yang terkena bola kertas,dianggap gugur.<br><br>fakta menarik:&nbsp;<br>Permainan 'Boi-boian' merupakan permainan sederhana namun sarat makna. Di sini anak-anak desa tersebut diajarkan cara bekerjasama dengan kelompoknya.<br><br>'Boi-boian' dimainkan oleh dua kelompok kecil, yaitu kelompok yang bermain dan kelompok yang berjaga. Masing-masing kelompok terdiri dari minimal 2 orang, karena membutuhkan kerjasama antara pemain dalam satu kelompok. Biasanya permainan Boi-boian dimainkan di sore hari.<br><br>Permainan ini adalah permainan merobohkan susunan pecahan genting yang disusun dengan menggunakan bola. Kemudian kelompok yang berjaga harus menyusunnya kembali. Namun mereka harus hati-hati, karena tim lain akan berusaha menggagalkannya dengan melempar bola.<br><br>Uniknya dari permainan ini adalah peraturan dalam membawa bola. Kelompok yang jaga berusaha melempar bola untuk mengenai kelompok bermain. Tetapi bukan dengan membawa lari bola, lalu melemparkannya mengenai tubuh lawan, melainkan bola harus dioperkan kepada anggota kelompoknya sambil berusaha mengejar dan melemparkan bola. Apabila mereka berhasil menyusun pecahan genting tersebut, mereka berteriak 'Boi-boi', yang artinya mereka memenangkan permainan.<br><br>Namun jika salah satu anggota kelompok terkena bola yang dilempar oleh kelompok lawan, maka mereka akan menjadi kelompok jaga.<br><br>Banyak hal yang dapat diambil dari permainan ini, di antaranya melatih kerjasama sejak dini namun tetap menyenangkan, menyehatkan, dan mengajarkan sikap sportif. Boi-boian, permainan sederhana namun sarat makna di tengah era globalisasi.&nbsp;<br><br><br>sumber: https://gpswisataindonesia.info/permainan-tradisional-boy-boyan/<br><strong>https://www.liputan6.com/citizen6/read/744680/boi-boian-permainan-tradisional-sarat-makna</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="https://1.bp.blogspot.com/--jIWW52hjYo/XTelN0gLXqI/AAAAAAAAD18/lX2zkTPHQlUUmhNLJxDhaJLnxO6sxSd6gCLcBGAs/s1600/boy-boyan.jpg" />
         <pubDate>2021-07-22 04:39:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657946108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gobak Sodor || Kelompok Jawa Tengah - Hagia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657946576</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama permainan: Gobak Sodor<br>Asal daerah: Yogyakarta, Jawa Tengah<br><br>Cara bermain: Gobak sodor dimainkan di sebuah lapangan (sebaiknya dengan permukaan rata atau datar) yang dibagi menjadi 6 bagian. Setiap bagiannya dibatasi dengan kapur tulis atau cat putih.&nbsp;</div><div><br></div><div>Para pemain dibagi menjadi dua tim yang masing - masing terdiri dari 3 hingga 5 orang. Tim pertama bertugas untuk menjaga garis - garis horizontal dan vertikal lapangan, sekaligus mencegah tim kedua untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Objektif tim kedua adalah untuk melewati garis - garis tersebut dari garis start ke garis finish dan kembali lagi ke garis start tanpa tersentuh oleh tim penjaga.&nbsp;</div><div><br></div><div>Tim kedua akan dikatakan menang bila semua anggota tim bisa kembali ke garis start dengan selamat atau tanpa tersentuh. Dan bila mereka gagal, tim penjaga akan dikatakan menang.&nbsp;</div><div><br></div><div>Fakta menarik: Gobak sodor dapat membantu melatih anak untuk mengambil keputusan dengan cepat, dan mengajak mereka untuk aktif berkoordinasi dengan teman - teman untuk meraih kemenangan.</div><div><br>Sumber : <a href="https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/12/162241969/permainan-galasin-atau-gobak-sodor">1</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gobak_sodor">2</a>, <a href="https://sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/inspirasi-kesehatan/mengenal-manfaat-gobak-sodor-permainan-olahraga">3</a><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1275176906/dc2851b2f23da4e996654df0b45f11a7/download__13_.jpg" />
         <pubDate>2021-07-22 04:40:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657946576</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tulup, kelompok jawa tengah - Arfa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657953857</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama permainan:<br>Tulup<br>Asal daerah: seluruh jawa tengah<br>Tulup adalah sebuah nama <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Senjata_mainan">senjata mainan</a> yang terbuat dari <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bambu">bambu</a>, dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Peluru">pelurunya</a> terbuat dari <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kertas">kertas</a> yang dibasahkan, atau <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jambu">biji jambu</a> atau <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bunga">kembang</a>.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-p-1"><sup>[1]</sup></a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-o-2"><sup>[2]</sup></a> Permainan ini merupakan permainan khas masyarakat Jawa tengah.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-o-2"><sup>[2]</sup></a> Pada masyarakat <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sunda">Sunda</a>, mereka menyebut pletokan dengan <em>bebeletokan</em>, sedangkan di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Probolinggo">Probolinggo</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Madura">Madura</a>, mereka menyebutnya dengan <em>tor cetoran</em>.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-u-3"><sup>[3]</sup></a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-y-4"><sup>[4]</sup></a> Permainan ini, biasanya dimainkan oleh anak <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Laki-laki">laki-laki</a> berumuran 6-13 tahun.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-o-2"><sup>[2]</sup></a> Mereka yang memainkan permainan ini, seolah-olah sedang menjadi orang yang berada dalam pertempuran, dan terkadang, mereka memainkan permainan ini untuk menirukan adegan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Film">film</a>.<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-o-2"><sup>[2]</sup></a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-u-3"><sup>[3]</sup></a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-w-5"><sup>[5]</sup></a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan#cite_note-p-1"><sup>[1]</sup></a> Dengan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Peluru">peluru</a> yang terbuat dari benda yang tidak <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahaya&amp;action=edit&amp;redlink=1">berbahaya</a>, membuat permainan ini sangat <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Aman&amp;action=edit&amp;redlink=1">aman</a> dan bahkan dapat dikatakan <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Gratis&amp;action=edit&amp;redlink=1">gratis</a>, karena terbuat dari <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bambu">bambu</a>.<br>https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pletokan<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://1.bp.blogspot.com/-hzhOcc6AEB0/VV7bMqjTxgI/AAAAAAAABWg/3grgNXOwDjw/w1200-h630-p-k-no-nu/tembak%2Btulup1.JPG" />
         <pubDate>2021-07-22 04:46:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1657953857</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bentengan || Nara - kelompok Jawa Tengah</title>
         <author>zitanara11</author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1660548391</link>
         <description><![CDATA[<div>Bentengan<br>Permainan ini berasal dari daerah Jawa Tengah<br>Cara bermainnya adalah sebelum bermain pastinya dibagi menjadi dua kelompok, setiap kelompok memiliki dua tiang, satu untuk berlindung dan satu untuk penjara. Setiap orang memiliki tugas masing-masing, ada penyerang, bertahan, dan pengalih. Tujuan akhir dari permainan ini adalah menyentuh benteng lawan untuk menang, jika tidak kemenangan bisa kita raih dengan cara menangkap seluruh anggota lawan, dengan cara menyentuh bagian tubuh mereka. disini kita bisa melihat bahwa permainan ini sangat perlu kerja sama, komunikasi, dan strategi yang perlu dijalankan.&nbsp;<br>Aku memilih permainan ini karena aku memiliki makna tersendiri dari permainan ini.&nbsp; Aku merasa dengan nama ini kita bisa menjadi kelompok yang kompak, yang memiliki komunikasi yang baik dan kita bisa saling menjaga anggota kelompok.<br>Sumber https://www.sonora.id/read/422651482/5-jenis-permainan-tradisional-untuk-memupuk-teamwork-pada-anak<br>https://id.wikipedia.org/wiki/Benteng_(permainan)<br>https://www.silontong.com/2018/10/25/olahraga-permainan-tradisional-jawa-tengah/</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.goodnewsfromindonesia.id/wp-content/uploads/images/source/sahrulfirmansya_/permainan-tradisional-jawa-timur-bentengan.jpg" />
         <pubDate>2021-07-26 01:33:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1660548391</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Egrang ll kelompok Jawa Timur - Danu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1660554768</link>
         <description><![CDATA[<div>Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Egrang adalah tongkat panjang yang terbuat dari bambu, di mana seseorang bisa berdiri di atasnya, kemudian berjalan dalam jarak atau waktu tertentu.</div><div>Permainan Egrang sebenarnya cukup unik dan menguras tenaga. Sebab, pemain harus terampil dalam menjaga keseimbangan tubuh dan berjalan dengan stabil di atas tongkat kayu panjang.</div><div>Enggrang diperlengkapi dengan tangga sebagai pijakan, tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, dengan tujuan agar tidak selip selama naik. Di <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dataran_banjir&amp;action=edit&amp;redlink=1">dataran banjir</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pantai">pantai</a> atau tanah labil, egrang menyematkan fungsi bangunan yang dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser.&nbsp;<br><br></div><div>sumber:<br>1.<a href="https://www.cendananews.com/2021/07/bermain-egrang-alternatif-rekreasi-di-lingkungan-sekitar-rumah.html">https://www.cendananews.com/2021/07/bermain-egrang-alternatif-rekreasi-di-lingkungan-sekitar-rumah.html<br></a>2.<a href="https://www.kompas.tv/article/184294/main-egrang-memperkenalkan-kembali-permainan-tradisional-ke-anak-anak">https://www.kompas.tv/article/184294/main-egrang-memperkenalkan-kembali-permainan-tradisional-ke-anak-anak</a><br>3.<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Egrang">https://id.wikipedia.org/wiki/Egrang</a></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1277512277/3707cb0513c5cc1c6f2317eaa903b6ff/1571027426_Egrang.jpg" />
         <pubDate>2021-07-26 01:39:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alfamarxdwi/ds00bc5fr7vbitje/wish/1660554768</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
