<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>10 November_Kerajaan Kalingga by M Raynan Rizky Akbar</title>
      <link>https://padlet.com/raynanakbar05/dmtif6xtbl2yy5qd</link>
      <description>

Andi suprayogi (08)
Diah Ayu Puspita.S (10)
Kevin Karismanata (13)
Moh. Zaidan Hasbi (16)
M.Akbar Fakhriy D (18)
M Raynan Rizky A(19)
Nayaka Adison P.E (22)
Salsa liliani putri (26)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-09-07 06:54:43 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-18 18:57:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KERAJAAN KALINGGA</title>
         <author>raynanakbar05</author>
         <link>https://padlet.com/raynanakbar05/dmtif6xtbl2yy5qd/wish/724474257</link>
         <description><![CDATA[<div>Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Jawa. Kemunculannya diduga pada abad ke-6 Masehi, hampir bersamaan dengan pecahnya Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Tidak banyak sumber-sumber arkeologis yang didapat dari kerajaan ini. Namun para ahli meyakini bahwa kerajaan Kalingga atau Ho-Ling merupakan pendahulu Wangsa Syailendra yang nantinya berkuasa di Mataram/Kuno dan <a href="https://www.studiobelajar.com/kerajaan-sriwijaya/">Sriwijaya</a>. Kerajaan ini bertahan sampai dengan abad ke-7 Masehi, dan berakhir dengan pecahnya Kalingga menjadi dua bagian.Letak dan Pendiri Kerajaan<br><br></div><div>Sampai dengan hari ini belum ditemui dengan pasti di mana letak pusat kekuasaan Kalingga. Lokasinya diduga berada di Jawa Tengah, berbatasan dengan Kerajaan Galuh di sebelah barat. Pusat kekuasaannya kurang lebih ada di antara Pekalongan dan Jepara di pantai utara Jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Prabu Washumurti, hampir bersamaan dengan raja ke-8 Tarumanagara.<br>Raja-Raja yang Memerintah<br><br></div><ol><li>Prabu Washumurti (594-605)<br>Prabu Washumurti adalah penguasa pertama Kalingga, memerintah selama sebelas tahun dan sezaman dengan Kertawarman dari Tarumanagara.</li><li>Prabu Washugeni (605-632)<br>Prabu Washugeni adalah salah satu putra dari Washumurti, memerintah selama 27 tahun di Kalingga. Memiliki dua anak yaitu Wasudewa (Kirathasingha) dan putri Wasumurti (Ratu Shima).</li><li>Prabu Kirathasingha (632-648)<br>Prabu Kiratasingha adalah putra dari Prabu Washugeni. Berkuasa selama 16 tahun sebagai raja Kalingga. Pada tahun 648 diperkirakan wafat dan digantikan oleh Kartikeyashingha yang merupakan menantu Washugeni sekaligus suami Ratu Shima.</li><li>Prabu Kartikeyasingha (648-674)<br>Prabu Kartikeyasingha naik tahta didampingi oleh Ratu Shima, berkuasa sampai wafat pada tahun 674 diteruskan oleh istrinya.</li><li>Ratu Shima (674-695)<br>Ratu Shima adalah pemimpin terakhir Kerajaan Kalingga menggantikan suaminya yang wafat. Banyak kisah-kisah yang muncul mengenai ketegasan yang dimiliki oleh Ratu Shima dalam memimpin masyarakat Kalingga. Salah satunya adalah menghukum putra mahkotanya sendiri akibat mengambil barang yang bukan miliknya. Pada masa Ratu Shima, Kerajaan Kalingga dan Kerajaan Galuh memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat. Beberapa keturunan raja antara kedua kerajaan dinikahkan untuk menguatkan hubungan tersebut. Salah satu di antaranya membentuk Wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra. Ketika wafat pada 695, Ratu Shima membagi Kalingga menjadi dua bagian di utara dan selatan.</li></ol>]]></description>
         <pubDate>2020-09-07 07:58:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/raynanakbar05/dmtif6xtbl2yy5qd/wish/724474257</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRASASTI</title>
         <author>zaidanhasbi7291</author>
         <link>https://padlet.com/raynanakbar05/dmtif6xtbl2yy5qd/wish/742454266</link>
         <description><![CDATA[<div><br>•Prasasti Tuk Mas<br>Prasasti Tuk Mas ditemukan di lereng barat Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Magelang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula, kendi, kapak, keong (instrumen), cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu.[4]<br><br>•Prasasti Sojomerto<br>Prasasti Sojomerto ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuno dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Sailendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Medang. Kedua temuan prasasti ini menunjukkan bahwa kawasan pantai utara Jawa Tengah dahulu berkembang kerajaan yang bercorak Hindu Siwais. Catatan ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan Wangsa Sailendra atau Kerajaan Medang yang berkembang kemudian di Jawa Tengah Selatan.</div>]]></description>
         <pubDate>2020-09-14 01:03:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/raynanakbar05/dmtif6xtbl2yy5qd/wish/742454266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEHIDUPAN EKONOMI</title>
         <author>kevink7689</author>
         <link>https://padlet.com/raynanakbar05/dmtif6xtbl2yy5qd/wish/742476526</link>
         <description><![CDATA[<div>Keadaan dan Kehidupan Ekonomi di Kerajaan Kalingga<br><br></div><div>Masyarakat Kerajaan Kalingga atau disebut Holing  telah mengenal hubungan perdagangan. Mereka menjalin hubungan perdagangan pada suatu tempat yang disebut dengan pasar. Pada pasar itu, mereka mengadakan hubungan perdagangan dengan teratur. Kegiatan ekonomi masyarakat lainnya diantaranya bercocok tanam, menghasilkan kulit penyu, emas, perak, cula badak dan gading. Ada sumber air asin yang dimanfaatkan untuk membuat garam. Rakyat Ho-ling sangat memperhatikan pendidikan. Buktinya rakyat Holing sudah mengenal tulisan. Rakyat dari kerajaan tersebut hidupnya makmur dari hasil bercocok tanam.<br><br></div><div>Kegiatan ekonomi Kalingga adalah perdagangan dan pelayaran karena letak kerajaan di Semenanjung Melayu. Jadi perdagangan sangatlah lancar dan terkendali, perdagangannya amat maju dan pelayaran disana sebagai alat transportasi yang mudah juga cepat.<br><br></div><div>Holing sendiri banyak ditemukan barang-barang yang bercirikan kebudayaan Dongsong dan India. Hal ini menunjukkan adanya pola jaringan yang sudah terbentuk antar Holing dengan bangsa luar.<br><br></div><div>Sementara itu, sebagian masyarakat yang tinggal di pedalaman yang subur, memanfaatkan kondisi tanah yang subur tersebut untuk mengembangkan sektor pertanian. Hasil-hasil pertanian yang diperdagangkan antara lain beras dan minuman. Penduduk Kalingga dikenal pandai membuat minuman berasal dari bunga kelapa dan bunga aren.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-14 01:14:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/raynanakbar05/dmtif6xtbl2yy5qd/wish/742476526</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
