<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sejarah Indonesia kelas XII by 04. Anggi Ananta</title>
      <link>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t</link>
      <description>Raja-raja yang berkorban untuk bangsa</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-09 22:32:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-08-10 01:02:39 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Overview</title>
         <author>anggianantaputri27</author>
         <link>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673395539</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja-raja yang berkorban untuk bangsa dan negara adalah <strong>Sultan Hamengkubuwono IX dan Sultan Syarif Kasim II.</strong> Kedua toko raja ini membuktikan perilaku nasionalismenya dan rela berkorban bagi bangsanya. Bahkan mereka juga rela melawan Belanda untuk memperjuangkan negara Indonesia. Rela berkorban yang dimaksud adalah bahwa mereka <mark>lebih memilih untuk meleburkan kerajaan mereka ke dalam negara Republik Indonesia </mark>dan memberikan dukungan penuh baik materiil maupun non-materiil.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-09 22:50:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673395539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sultan Hamengkubuwono IX</title>
         <author>anggianantaputri27</author>
         <link>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673402098</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Gusti Raden Mas Dorodjatun di Ngasem</strong> atau dikenal dengan <strong>Sultan Hamengkubuwana IX </strong>adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan permaisuri Kangjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamengkunegara. <mark>Sultan Hamengkubuwono IX adalah sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 </mark>dengan gelar "Ngarsa Dalem Sampéyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Sénapati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat".&nbsp; <br><br>Sikap nasionalisme yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono IX bahwa <mark>Kerajaan Yogyakarta adalah bagian dari Republik Indonesia</mark>. Belau mengatakan hal itu pada 3 ahad sesudah pembacaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945. <br><br><mark>Pada tanggal 19 Agustus</mark> Sultan Hamengkubuwono IX mengirimkan sebuah telegram sebagai wujud ucapan selamat bagi Soekarno Hatta dalam membentuk Republik Indonesa serta terpilihnya mereka menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI. Kemudian <mark>pada tanggal 20 Agustus</mark>, melalui telegram kembali, Sultan dengan tegas menyatakan berdiri di belakang Presiden dan Wakil Presien yang terpilih. Sultan Hamengkubuwono IX juga memperlihatkan amanat penting <mark>pada tanggal 5 September</mark> 1945 bahwa:</div><ul><li>Ngayogyakarta Hadiningrat selaku kerajaan telah menjadi tempat istimewa yang tergabung dengan Republik Indonesia.</li><li>Seluruh hal yang berkaitan dengan urusan pemerintah dan kekuasaan Ngayogyakarta Hadiningrat berada di kekuasaan Hamengkubuwono IX.</li><li>Sultan Hamengkubuwono IX mempunyai tanggung jawab dengan Presiden RI dan Ngayogyakarta Hadiningrat bekerjasama pribadi dengan pemerintahan Republik Indonesia.</li></ul><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.goodnewsfromindonesia.id/uploads/post/large-hamengku-buwono-ix-1973-c0278e5d9257dcd3271908100b375fee.jpg" />
         <pubDate>2021-08-09 23:01:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673402098</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sultan Syarif Kasim II</title>
         <author>anggianantaputri27</author>
         <link>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673402591</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II </strong>(lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 1 Desember 1893 - meninggal di Rumbai, Pekanbaru, Riau, 23 April 1968 pada umur 74 tahun) adalah <mark>sultan ke-12 Kesultanan Siak Sri Indrapura yang mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional </mark>(Keppres No. 109/TK/1998, tanggal 6 November 1998).</div><div><br></div><div>Beliau dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya Sultan Syarif Hasyim. Sultan Syarif Kasim II merupakan seorang pendukung perjuangan Kemerdekaan Indonesia, serta mendorong raja-raja di Sumatera Timur untuk mendukung dan mengintegrasikan diri dengan Republik Indonesia.&nbsp;</div><div><br></div><div>Raja Sultan Syarif Kasim II menyatakan bahwa kerajaan Siak mempunyai kedudukan yang sama dengan Belanda. Kebijakan dari Sultan Syarif Kasim II terkadang banyak bertentangan dengan impian dari Belanda. Saat kerajaan Siak mendengar gosip Republik Indonesia telah merdeka, dia pribadi <mark>mengirim surat untuk Soekarno Hatta</mark>. Dalam surat tersebut Sultan Syarif Kasim II <mark>menyerahkan 13 juta gulden untuk Pemerintah Republik Indonesia</mark>, setara dengan 214,5 juta gulden (tahun 2014) atau 120,1 juta USD atau Rp 1,47 trilyun sekaligus memperlihatkan dukungan serta kesetiaan kepada pemerintah RI.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.salisma.com/wp-content/uploads/2015/12/Sultan-Syarif-Kasim-II.jpg" />
         <pubDate>2021-08-09 23:02:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673402591</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tindakan Rela Berkorban Sultan Hamengkubuwono IX</title>
         <author>anggianantaputri27</author>
         <link>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673403680</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari awal pelaksanaan kemerdekaan, Sultan Hamengkubuwono IX telah memperlihatkan akomodasi dalam menjalankan pemerintahan bagi anggota pemerintahan RI yang baru. <mark>Berikut beberapa bukti tindakan Sultan Hamengkubuwono IX :</mark><br><br></div><ol><li>Sultan Hamengkubuwono IX memberikan fasilitas dalam menjalankan pemerintahan bagi anggota pemerintahan RI yang baru yaitu dengan merelakan daerah Yogyakarta sebagai ibukota RI dan markas TKR.</li><li>Sri Sultan Hamengkubuwono IX memberikan perlindungan dan bantuan logistik bagi TNI dalam peperangan untuk mendapatkan kemerdekaan.</li><li>Sultan Hamengkubuwono IX menolak tawaran dari Belanda untuk dijadikan sebagai raja di seluruh Jawa pada saat berlangsungnya agresi militer Belanda yang ke-2.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-09 23:04:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673403680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tindakan Rela Berkorban Sultan Syarif Kasim II</title>
         <author>anggianantaputri27</author>
         <link>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673404057</link>
         <description><![CDATA[<div>Selain, Sultan Hamengkubuwono IX terdapat satu raja lagi dari Siak yaitu, Sultan Syarif Kasim II yang melakukan bebrapa tindakan rela berkorban demi negara Republik Indonesia dengan memberikan dukungan serta bantuan. Berikut bebrapa bukti tindakan yang dilakukan beliau :&nbsp;<br><br></div><ol><li>Sultan Syarif Kasim II memberikan ucapan selamat kepada Soekarno Hatta saat mendengar berita Republik Indonesia telah merdeka dan juga memberikan 13 juta gulden untuk membantu perjuangan Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan dan kesetiaan kepada pemerintah RI.</li><li>Sultan Syarif Kasim II membentuk Barisan Pemuda Republik, Komite Nasional Indonesia, dan Tentara Keamanan Rakyat atau TKR yang berada di Siak. Sultan Syarif Kasim II bahkan segera mengibarkan bendera Merah Putih dikerajaannya dan melakukan rapat umum di istana negara untuk mengajak para raja lain di Sumatera Timur untuk bergabung dengan RI.</li><li>Sultan Syarif Kasim II memberikan suplai bahan makanan bagi para laskar TKR&nbsp; saat revolusi kemerdekaan.</li><li>Sultan Syarif Kasim II menyerahkan 30% harta kekayaannya berupa emas untuk Presiden Soekarno demi kepentingan perjuangan di Yogyakarta.</li><li>Sultan Syarif Kasim II menolak bujukan dari Gubernur Jenderal de facto Hindia Belanda yaitu Van Mook untuk dijadikan sebagai "Sultan Boneka" bagi pemerintahan Belanda.</li></ol><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-09 23:05:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anggianantaputri27/dh5ms0yemmf1ab5t/wish/1673404057</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
