<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>5E -- KAJIAN PEMBELAJARAN SBDP DI SD by Etik Etik Dwi Aprili Yanti</title>
      <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-10-01 08:53:30 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-09 16:40:56 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>ex_tic4</author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613096699</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/353540966/e6949b6e0408c15d7614f0f1afb884d1/WhatsApp_Image_2023_09_27_at_11_15_58__4_.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-01 09:13:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613096699</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ex_tic4</author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613097378</link>
         <description><![CDATA[<p>Tuliskan refleksi dari kegiatan kita hari ini </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-01 09:14:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613097378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SBDP 30 September 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613135378</link>
         <description><![CDATA[<p>Cakupan SBDP :</p><p>1. Seni (art)</p><p>2. budaya (culture)</p><p>3. Prakarya (craft/skill)</p><p>Fokus utama :</p><p>1. eksplorasi</p><p>2. ekspresi</p><p>3. apresiasi</p><p>HOTS: Higher Order Thingking skills</p><p>4C = Critical thingking, creativity, Communication, Collaboration.</p><p>Kontribusi SBDP dalam pengembangan siswa:</p><p>1. kognitif</p><p>2. Afektif Cemosi dan karakter)</p><p>3. Motorik</p><p>Tugas Individu</p><p>Membuat mind map hubungan antara SBOP, Kreativitas, dan pendidikan karakter pada siswa SD, mind map harus menunjukkan keterkaitan yg jelas dan komprehensif.</p><p>di gambar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-01 09:44:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613135378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kajian pembelajaran SBdP di SD 30/09/2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613152829</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelum memulai pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), kegiatan diawali dengan berdoa bersama agar siswa lebih tenang dan fokus, kemudian dilanjutkan dengan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta memotivasi siswa agar siap menerima materi.</p><p>Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) mencakup tiga bidang utama, yaitu seni (art), budaya (culture), dan keterampilan atau prakarya (craft/skill).Dalam pembelajaran SBdP, fokus utama diarahkan pada tiga hal, yaitu eksplorasi atau penggalian potensi, ekspresi, dan apresiasi. Eksplorasi bertujuan untuk menggali ide, pengalaman, maupun potensi siswa dalam berkarya. Ekspresi menekankan pada kemampuan siswa untuk menuangkan perasaan, pemikiran, dan kreativitasnya melalui berbagai media seni dan keterampilan. Sementara itu, apresiasi menumbuhkan sikap menghargai karya sendiri maupun karya orang lain, baik dari segi keindahan, makna, maupun nilai budaya yang terkandung di dalamnya.</p><p>Dalam konteks keterampilan abad 21, pembelajaran SBdP juga mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration). Dengan demikian, siswa tidak hanya dilatih untuk menghasilkan karya, tetapi juga diajak berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi dengan baik, dan bekerja sama secara kolaboratif.</p><p>Kontribusi SBdP terhadap pengembangan siswa dapat dilihat dalam tiga aspek utama. Pertama, aspek kognitif, yaitu kemampuan berpikir, memahami konsep, serta mengaitkan pengalaman belajar dengan pengetahuan baru. Kedua, aspek afektif, yaitu perkembangan emosi dan pembentukan karakter siswa melalui pengalaman berkesenian dan berbudaya. Ketiga, aspek psikomotorik, yang menekankan keterampilan motorik, kecekatan, serta keterampilan praktis yang terasah melalui kegiatan prakarya dan seni.</p><p>Sebagai penutup, pembelajaran SBdP diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pembiasaan sikap religius pada siswa.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4479695963/264318b504b9d601e498ac7a08c65a27/IMG_2885.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-01 10:00:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613152829</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613862212</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4482686852/e444070f261971451dc27cca152a0914/IMG_4791.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-01 17:24:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3613862212</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616227922</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Landasan Konseptual &amp; Filosofi Pembelajaran SBDP di SD</strong></p><p>SBDP (Seni Budaya dan Prakarya) di SD bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan wahana pendidikan holistik untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan. Cakupannya meliputi:</p><p>• Seni (ekspresi, kreasi, apresiasi estetika),</p><p>• Budaya (nilai, tradisi, warisan lokal/nasional),</p><p>• Prakarya (keterampilan praktis dan pemanfaatan sumber daya).</p><p>Fokus pembelajaran menekankan pada proses eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi, bukan pada keseragaman hasil. Filosofi yang tepat adalah Art as Education (seni sebagai pendidikan) yang mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan motorik anak.</p><p>Kontribusi SBDP meliputi:</p><p>• Kognitif: kreativitas, problem-solving.</p><p>• Afektif: ekspresi emosi, karakter positif.</p><p>• Motorik: keterampilan halus &amp; kasar.</p><p>Kedudukan dalam Kurikulum:</p><p>• Kurikulum Merdeka → menekankan mengalami, mencipta, merefleksi, berdampak.</p><p>• Kurikulum Sebelumnya → terintegrasi dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.</p><p>Integrasi lintas disiplin: Bahasa Indonesia (storytelling), Matematika (pola/geometri), IPA (observasi alam), PPKn (nilai budaya &amp; toleransi).</p><p>Prinsip pembelajaran efektif: proses lebih penting dari hasil, kebebasan berekspresi, apresiasi &amp; refleksi, serta integrasi multidisiplin.</p><p>Tantangan utama: fokus berlebihan pada hasil, keterbatasan sumber daya, dan kompetensi guru. Solusi: edukasi pentingnya proses kreatif, memanfaatkan bahan lokal, serta pelatihan guru.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491641790/585693f015918cc8f78cfcecad830601/Screenshot_20251002_163247_Gallery.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 02:38:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616227922</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616242062</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Landasan Konseptual &amp; Filosofi Pembelajaran SBDP di SD</strong></p><p>Kemarin saya mengikuti pembelajaran tentang Landasan Konseptual dan Filosofi Pembelajaran SBdP di SD. Sebelum materi dimulai, kegiatan diawali dengan ice breaking dari kelompok lain yang membuat suasana lebih segar, menyenangkan, dan membuat saya lebih siap menerima materi.</p><p><br/></p><p>Dari penjelasan yang disampaikan, saya memahami bahwa SBdP bukan hanya sebatas membuat karya seni, melainkan sarana penting untuk mengembangkan kreativitas, karakter, serta keterampilan siswa secara menyeluruh. Yang ditekankan bukan hasil akhir, tetapi proses belajar, eksplorasi, kebebasan berekspresi, serta kemampuan menghargai karya orang lain.</p><p><br/></p><p>Saya juga menyadari bahwa SBdP dapat terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Hal yang paling berkesan adalah bahwa seni di SD bukan bertujuan mencetak seniman profesional, melainkan sebagai pendidikan yang menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian berkreasi, serta kerja sama.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491678128/49154b7c919069dd761b465e4de2fd4a/IMG_20250803_WA0061.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 02:52:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616242062</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616243920</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelum kegiatan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) dimulai,Bu Etik terlebih dahulu mengajak mahasiswanya untuk berdoa bersama.dengan diwakilkan per kelompok untuk memulai berdoa, Hal ini dilakukan agar suasana hati mahasiswanya menjadi lebih tenang, pikiran lebih fokus, serta tumbuh sikap religius sebagai dasar dalam belajar. Setelah berdoa, bu etik memberikan ice breaking berupa  aktivitas singkat yang menyenangkan. Kegiatan ini penting untuk mencairkan suasana kelas, membangkitkan semangat belajar, serta memotivasi mahasiwa agar lebih siap menerima materi pelajaran Pembelajaran. Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di sekolah dasar memiliki kedudukan penting sebagai wahana pendidikan yang berfungsi mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa secara holistik. SBdP tidak semata-mata dipandang sebagai pelajaran tambahan atau sekadar aktivitas kerajinan, melainkan sebagai sarana yang memadukan aspek seni, budaya, dan prakarya. Dalam konteks seni, siswa diajak untuk bereksplorasi, berkreasi, mengekspresikan diri, sekaligus mengapresiasi karya seni. Aspek budaya berfungsi memperkenalkan dan melestarikan nilai, tradisi, serta warisan lokal maupun nasional. Sementara itu, prakarya melatih keterampilan praktis, kemandirian, serta kemampuan memanfaatkan sumber daya agar menghasilkan karya yang bermanfaat.</p><p>Filosofi pembelajaran seni dalam SBdP lebih menekankan paradigma <em>art as education</em>, yakni seni sebagai sarana pendidikan, bukan sekadar seni untuk seni. Paradigma ini menempatkan seni sebagai medium pengembangan potensi kognitif, afektif, dan motorik anak. Melalui aktivitas seni, siswa tidak hanya belajar memecahkan masalah, berpikir kreatif, dan mengasah keterampilan visual-spasial, tetapi juga berlatih mengekspresikan emosi, mengembangkan karakter, serta meningkatkan koordinasi motorik.</p><p>Dalam kurikulum, SBdP diposisikan sebagai mata pelajaran integral yang memiliki capaian pembelajaran sendiri, baik pada Kurikulum Merdeka maupun kurikulum sebelumnya. Fokusnya adalah memberi pengalaman bermakna melalui aktivitas mencipta, merefleksi, serta menghasilkan dampak positif. Selain itu, pembelajaran SBdP bersifat lintas disiplin karena dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain, misalnya seni untuk mendukung penguasaan bahasa, matematika, sains, maupun PPKn.</p><p>Agar efektif, pembelajaran SBdP menekankan pada prinsip bahwa proses lebih penting daripada hasil, memberi kebebasan berekspresi, menumbuhkan apresiasi dan refleksi, serta membangun keterhubungan dengan berbagai disiplin ilmu. Meski demikian, implementasinya di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, seperti tuntutan orang tua yang lebih berfokus pada hasil, keterbatasan fasilitas dan bahan, serta kompetensi guru yang belum merata. Tantangan ini dapat diatasi melalui edukasi tentang pentingnya proses kreatif, pemanfaatan bahan lokal atau daur ulang, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan kolaborasi dengan praktisi seni.</p><p>Dengan pemahaman filosofis dan konseptual tersebut, diharapkan calon guru mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran SBdP yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna dan mendukung perkembangan siswa secara utuh, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.sebagai penutup rangkaian pembelajaran, bu etik kembali mengajak mahasiswa untuk berdoa bersama. Hal ini tidak hanya dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur atas proses belajar yang telah berlangsung, tetapi juga sebagai bagian dari pembiasaan sikap religius dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran SBdP tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga turut membentuk karakter siswa agar lebih kreatif, berbudaya, terampil, dan berakhlak mulia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4491650617/4b604a82811c6c3b24dbf87321d93209/aya.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 02:54:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616243920</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616380226</link>
         <description><![CDATA[<p>1. <strong>Landasan Konseptual</strong></p><p>   * SBDP bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan wahana pendidikan holistik untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa.</p><p>2. <strong>Cakupan SBDP</strong></p><p>   * <strong>Seni</strong>: eksplorasi, ekspresi, kreasi, apresiasi.</p><p>   * <strong>Budaya</strong>: pengenalan nilai, tradisi, dan warisan lokal/nasional.</p><p>   * <strong>Prakarya</strong>: keterampilan praktis, kemandirian, pemanfaatan sumber daya.</p><p>3. <strong>Fokus Pembelajaran</strong></p><p>   <em> Menekankan </em>*proses dan eksplorasi**, bukan hasil akhir yang seragam.</p><p>   * Anak diberi kebebasan mencoba, berekspresi, dan menghargai karya sendiri maupun orang lain.</p><p>4. <strong>Filosofi Pendidikan Seni</strong></p><p>   * Dua paradigma:</p><p>     * <em>Art for Art’s Sake</em> (fokus teknis, relevansi terbatas di SD).</p><p>     * <em>Art as Education</em> (seni sebagai sarana pengembangan diri) → dominan di SD.</p><p>5. <strong>Kontribusi SBDP</strong></p><p>   * <strong>Kognitif</strong>: problem-solving, kreativitas, berpikir visual.</p><p>   * <strong>Afektif</strong>: ekspresi emosi, disiplin, percaya diri.</p><p>   * <strong>Motorik</strong>: koordinasi gerak halus dan kasar.</p><p>6. <strong>Kedudukan dalam Kurikulum</strong></p><p>   * <strong>Kurikulum Merdeka</strong>: menekankan mengalami, menciptakan, merefleksi, berdampak.</p><p>   * <strong>Kurikulum Sebelumnya</strong>: terkait KI-1 (spiritual), KI-2 (sosial), KI-3 (pengetahuan), KI-4 (keterampilan).</p><p>7. <strong>Integrasi Tematik</strong></p><p>   * Menghubungkan SBDP dengan mata pelajaran lain:</p><p>     * Bahasa Indonesia (storytelling, drama).</p><p>     * Matematika (geometri, pola).</p><p>     * IPA (observasi alam, diorama).</p><p>     * PPKn (nilai budaya, toleransi).</p><p>8. <strong>Prinsip Pembelajaran Efektif</strong></p><p>   * Proses &gt; hasil.</p><p>   * Kebebasan berekspresi.</p><p>   * Apresiasi &amp; refleksi.</p><p>   * Integrasi multidisiplin.</p><p>9. <strong>Tantangan &amp; Solusi</strong></p><p>   * Fokus hasil → edukasi pentingnya proses.</p><p>   * Keterbatasan alat/bahan → manfaatkan bahan lokal/bekas.</p><p>   * Kompetensi guru → pelatihan dan kolaborasi.</p><p>10. <strong>Penugasan</strong></p><p>    <em> Mahasiswa membuat </em>mind map* hubungan SBDP, kreativitas, dan pendidikan karakter.</p><p>    * Membaca jurnal/buku tentang peran seni dalam perkembangan anak SD.</p><p><strong>Inti:</strong> SBDP adalah mata pelajaran esensial yang berperan membentuk siswa SD secara holistik—kognitif, afektif, motorik—dengan menekankan kreativitas, ekspresi, dan nilai budaya, bukan sekadar hasil karya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4492197250/8089fdbffc6d2cfe7b2cf6581ac36333/4EF506DB_3A14_4156_B17E_9CA06557CEC1.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 05:57:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616380226</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616381482</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi pertemuan sebelumnya diawali dengan doa bersama sebagai pengingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemudian dilanjutkan dengan ice breaking untuk menyegarkan pikiran peserta didik sebelum belajar. Materi inti yang dipelajari adalah dasar SBdP, yaitu seni sebagai keindahan dan budaya sebagai kebiasaan. Peserta didik diajak mengamati budaya di lingkungan sekitar dengan pendekatan deep learning yang menekankan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Selain itu, pembelajaran juga diarahkan pada pengembangan keterampilan abad 21 melalui 4C, yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration, sehingga siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga melatih keterampilan berpikir, berkreasi, dan bekerja sama</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4492223503/382f21f45e32d7879baaf14d48ced482/IMG_4281.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 05:59:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616381482</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616383224</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai calon pendidik, saya menyadari bahwa filosofi utama SBdP adalah “Art as Education”, yakni seni sebagai sarana pendidikan holistik. Seni berfungsi untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan motorik siswa. Hal ini sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar, yang menekankan pengalaman, penciptaan, refleksi, dan kebermaknaan.</p><p>Namun, dalam implementasinya terdapat tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, ekspektasi orang tua yang menuntut hasil sempurna, serta kompetensi guru dalam mengajar seni. Refleksi ini mendorong saya untuk lebih kreatif memanfaatkan bahan lokal, fokus pada proses belajar siswa, dan terus meningkatkan kompetensi diri.</p><p>Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa peran guru bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi fasilitator yang menumbuhkan kreativitas, karakter, dan kepercayaan diri siswa. Dengan begitu, SBdP dapat benar-benar menjadi wahana pendidikan yang menyenangkan, bermakna, dan membentuk anak secara holistik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4492172983/566c239e51922e5b4ffd6bef529d7465/IMG_20250501_WA0033.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 06:01:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616383224</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616390283</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p>Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di sekolah dasar merupakan pendidikan holistik yang memadukan seni, budaya, dan keterampilan prakarya untuk mengembangkan kreativitas, karakter, serta keterampilan praktis siswa. Fokusnya terletak pada proses eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi, bukan pada hasil akhir yang seragam, sehingga siswa bebas menyalurkan potensi unik mereka. SBdP berkontribusi pada perkembangan kognitif, afektif, dan motorik sekaligus terintegrasi dengan mata pelajaran lain, menjadikannya bagian esensial dalam kurikulum untuk membentuk generasi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki keterampilan hidup.</p></blockquote>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4492239324/21c909fc762c97991b3436a12eed34f1/IMG_9734.JPG" />
         <pubDate>2025-10-03 06:08:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616390283</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616393985</link>
         <description><![CDATA[<p>- Pengertian SBDP</p><p>SBDP (Seni Budaya dan Prakarya) adalah wahana pendidikan holistik yang memadukan <strong>Seni</strong> (eksplorasi dan ekspresi estetika), <strong>Budaya</strong> (nilai-nilai dan tradisi lokal/nasional), dan <strong>Prakarya</strong> (keterampilan praktis dan kemandirian).</p><p>- Filosofi Utama</p><p>SBDP di SD menganut paradigma <strong>"Art as Education"</strong> (Seni sebagai Pendidikan), bukan "Art for Art's Sake". Artinya, seni digunakan sebagai sarana pengembangan diri secara holistik, bukan untuk mencetak seniman profesional.</p><p>- Fokus Pembelajaran</p><p>Menekankan <strong>proses dan eksplorasi</strong>, bukan hasil akhir yang sempurna, melalui:</p><ul><li><p><strong>Eksplorasi</strong></p></li><li><p><strong>Ekspresi</strong></p></li><li><p><strong>Apresiasi</strong></p></li></ul><p>- Kontribusi untuk Siswa</p><p>SBDP mengembangkan 3 aspek:</p><ol><li><p><strong>Kognitif</strong></p></li><li><p><strong>Afektif</strong></p></li><li><p><strong>Motorik</strong></p></li></ol><p>- Integrasi Pembelajaran</p><p>SBDP menjadi jembatan dengan mata pelajaran lain (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, PPKn) untuk pembelajaran yang bermakna dan kontekstual.</p><p>- Prinsip Penting</p><ul><li><p>Proses lebih penting dari hasil</p></li><li><p>Kebebasan berekspresi</p></li><li><p>Apresiasi dan refleksi</p></li><li><p>Integrasi multidisiplin</p></li></ul><p>- Tantangan &amp; Solusi</p><ul><li><p><strong>Fokus hasil</strong> → Edukasi tentang pentingnya proses</p></li><li><p><strong>Keterbatasan sumber daya</strong> → Manfaatkan bahan bekas lokal</p></li><li><p><strong>Kompetensi guru</strong> → Pelatihan dan kolaborasi dengan seniman</p></li></ul><p><strong>Kesimpulan</strong>: SBDP adalah mata pelajaran esensial untuk pengembangan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa SD secara menyeluruh.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4492255170/1df1da109c60bfbd4f3bbe4e5b811709/IMG_20250712_WA0067.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 06:12:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616393985</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616420558</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya telah menerima materi pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) dengan penuh rasa antusias. Materi yang disampaikan tidak hanya menambah pengetahuan saya dalam bidang seni dan keterampilan, tetapi juga membuka wawasan baru tentang pentingnya apresiasi terhadap budaya lokal serta pengembangan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. Saya menyadari bahwa pembelajaran SBDP bukan sekadar teori, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap karya seni, melatih kepekaan estetika, dan membentuk karakter yang kreatif serta mandiri. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk mempelajari setiap materi yang diberikan dengan sungguh-sungguh dan mengaplikasikannya dalam kegiatan yang positif dan bermakna.Saya telah menerima materi pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) dengan penuh rasa antusias. Materi yang disampaikan tidak hanya menambah pengetahuan saya dalam bidang seni dan keterampilan, tetapi juga membuka wawasan baru tentang pentingnya apresiasi terhadap budaya lokal serta pengembangan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. Saya menyadari bahwa pembelajaran SBDP bukan sekadar teori, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap karya seni, melatih kepekaan estetika, dan membentuk karakter yang kreatif serta mandiri. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk mempelajari setiap materi yang diberikan dengan sungguh-sungguh dan mengaplikasikannya dalam kegiatan yang positif dan bermakna.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4492367589/035302c4b691b62244e8d490f17a8bde/IMG_20250128_WA0008.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 06:40:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616420558</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616622077</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah mempelajari materi ini, saya jadi lebih paham bahwa SBDP di SD bukan sekadar pelajaran tambahan atau aktivitas mengisi waktu, tapi punya peran penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan keterampilan anak. Yang paling terasa adalah bagaimana SBDP menekankan pada proses, bukan hanya hasil akhir. Artinya, anak diberi ruang untuk mencoba, berani bereksperimen, dan mengekspresikan diri tanpa takut salah. Saya juga menyadari bahwa pembelajaran SBDP bisa membantu perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dari sisi kognitif, afektif, maupun motorik. Misalnya, saat mereka menggambar atau membuat prakarya, mereka tidak hanya melatih keterampilan tangan tetapi juga belajar sabar, percaya diri, dan mampu menyelesaikan masalah dengan kreatif. SBDP juga ternyata bisa terhubung dengan mata pelajaran lain, seperti matematika, bahasa Indonesia, IPA, maupun PPKn, sehingga pembelajaran lebih bermakna dan tidak terkotak-kotak. Tantangan yang ada, seperti keterbatasan sarana dan kurangnya rasa percaya diri guru dalam mengajar seni, membuat saya sadar bahwa dibutuhkan kreativitas guru dalam memanfaatkan bahan sekitar dan juga perlu adanya pelatihan berkelanjutan. Dari materi ini, saya belajar bahwa guru harus lebih sabar, kreatif, dan terbuka dalam mengajar SBDP. Yang terpenting bukanlah hasil karya yang bagus dan seragam, melainkan bagaimana setiap anak bisa menikmati proses, menemukan ekspresi dirinya, dan belajar menghargai karya orang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493062472/17978c7d3cb17a0db142b76b71137795/AGA_36.JPG" />
         <pubDate>2025-10-03 09:52:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616622077</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616691276</link>
         <description><![CDATA[<p>Landasan Konseptual dan Filosofi Pembelajaran SBdP di SD</p><p>Dalam pembelajaran materi ini memberikan saya pemahaman yang sangat penting mengenai peran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di Sekolah Dasar. Sering kali, SBdP dianggap sebagai mata pelajaran pelengkap atau hanya kegiatan untuk mengisi waktu luang, namun materi ini membongkar stigma tersebut dan menegaskan bahwa SBdP adalah wahana pendidikan holistik yang esensial. </p><p><br/></p><p>Poin yang paling utama dari materi ini adalah penekanan pada filosofi, yang berarti tujuan utama kita mengajar SBdP bukan untuk menghasilkan seniman profesional, melainkan untuk mengembangkan manusia seutuhnya. Mengajar SBdP bukan hanya tentang menguasai teknik seni, tetapi tentang memegang teguh filosofi Seni sebagai Pendidikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493169106/a524ef400599971fc219be726eb682da/IMG_20250607_WA0031.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 10:59:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616691276</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>202333176_1</author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616723716</link>
         <description><![CDATA[<p>Di kelas, Ibu Etik membuka dengan menjelaskan apa itu SBdP, bahwa bukan sekadar seni atau kerajinan tangan, tapi sebuah mata pelajaran holistik yang membentuk kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa SD. Mahasiswa diberi gambaran tentang tiga pilar SBdP (seni, budaya, prakarya) dan bagaimana ketiganya saling melengkapi.</p><p>Kemudian Ibu Etik menguraikan filosofi pembelajaran seni. Dosen menjelaskan perbedaan antara paradigma Art for Art’s Sake dan Art as Education, lalu menekankan bahwa di SD yang lebih relevan adalah seni sebagai Pendidikan sarana pengembangan diri anak secara kognitif, afektif, dan motorik.</p><p>Setelah itu, mahasiswa diajak menganalisis contoh konkret, misalnya anak membuat prakarya dari barang bekas atau menyanyikan lagu daerah, lalu dikaitkan dengan nilai karakter dan keterampilan yang terbentuk. Selain itu, mengenalkan tentang Seni dan Budaya yang ada di tempat tinggal daerah mahasiswa. </p><p>Suasana kuliah lebih banyak interaktif karena Ibu Etik memberi penekanan pada prinsip-prinsip pembelajaran (fokus pada proses, kebebasan berekspresi, apresiasi, integrasi lintas mata pelajaran), kemudian mengajak mahasiswa merefleksikan tantangan guru SD: keterbatasan alat, tuntutan hasil, atau kurangnya kompetensi seni.</p><p>Di akhir perkuliahan, Ibu Etik memberi penugasan yaitu membuat mind map yang memetakan hubungan SBdP dengan kreativitas dan pendidikan karakter, atau membaca jurnal tentang peran seni dalam perkembangan anak. Penutupnya berupa refleksi bersama agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengimplementasikannya di kelas SD secara kreatif dan bermakna.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493424860/3c9e2927225b7086de84db31a0150667/WhatsApp_Image_2025_10_03_at_18_27_26_e0cc1828.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 11:32:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616723716</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>pahlevi098098</author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616775043</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai guru, saya merefleksikan bahwa pendekatan Art as Education sangat relevan untuk anak usia sekolah dasar. Seni tidak hanya untuk menghasilkan produk yang indah, melainkan sebagai sarana pengembangan kognitif, afektif, dan motorik siswa. Hal ini terlihat ketika siswa mampu memecahkan masalah sederhana, mengungkapkan perasaan melalui karya seni, serta mengasah keterampilan motorik dalam kegiatan prakarya.</p><p><br></p><p>Namun, saya juga menyadari adanya tantangan. Beberapa siswa masih berfokus pada hasil akhir, dan keterbatasan media pembelajaran seringkali menjadi kendala. Refleksi ini mendorong saya untuk lebih kreatif memanfaatkan bahan lokal dan mendukung keberanian siswa dalam bereksperimen.</p><p><br></p><p>Dari pembelajaran ini, saya semakin yakin bahwa SBdP berperan penting dalam menumbuhkan karakter, kreativitas, dan apresiasi budaya pada siswa. Saya sebagai pendidik perlu terus meningkatkan kompetensi dan menciptakan suasana kelas yang inklusif serta menyenangkan, agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493683895/878b06eec5f8a7b668822189425f7943/IMG_20251003_WA0030.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 12:17:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616775043</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616815084</link>
         <description><![CDATA[<p>Mata kuliah SBdP memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Melalui pembelajaran ini saya tidak hanya belajar tentang keterampilan seni, budaya, dan prakarya, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Saya menyadari bahwa SBdP berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik, karena melalui kegiatan seni mereka dapat mengekspresikan diri, menumbuhkan kreativitas, serta melatih disiplin dan kerja sama.</p><p>Refleksi dari mata kuliah ini adalah bahwa seni bukan hanya keterampilan, tetapi juga sarana pendidikan karakter, media pelestarian budaya, sekaligus bekal bagi generasi muda untuk lebih mencintai bangsa dan lingkungannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493844683/01a1654f346fd087a209c13d173f501d/IMG_20250319_225050_613.webp" />
         <pubDate>2025-10-03 12:46:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616815084</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Seni Budaya dan Prakarya  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616849700</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada pembelajaran SBDP kemarin memberikan banyak hal yang bisa saya hubungkan untuk kedepanya, Kegiatan berdoa dan ice breaking membuat saya sadar bahwa guru perlu menciptakan suasana belajar yang berbeda setiap harinya.</p><p><br/></p><p>Materi seni adalah proses berekspresi, berkreasi, dan berapresiasi, budaya adalah nilai dan tradisi yang diwariskan, sedangkan prakarya mengajarkan bagaimana memanfaatkan sumber daya menjadi karya yang bermanfaat. Hal ini menjadikan saya berfikir bahwa dalam mengajar SBDP, guru bukan hanya mengajarkan keterampilan, tapi juga membantu siswa mengembangkan karakter anak. Pembelajaran SBDP juga dapat di kaitkan dengan pelajaran lain seperti drama bisa dipadukan dengan Bahasa Indonesia, atau bentuk-bentuk dalam geometri bisa dikaitkan dengan Matematika.</p><p><br/></p><p>Namun, terdapat tantangan nyata yang dihadapi, seperti keterbatasan alat atau kurangnya kompetensi guru di bidang seni dan prakarya. Dari sini saya belajar bahwa seorang guru harus mau terus berinovasi dan memanfaatkan kreativitas. Bagi saya, pembelajaran kemarin memberi gambaran nyata bagaimana saya nanti bisa berperan sebagai guru yang mampu menyeimbangkan perkembangan kognitif, emosional, dan motorik siswa melalui SBDP.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493795573/0e6827bf0dae673f385f3d787a042411/IMG_7766_SnapseedCopy.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 13:09:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616849700</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616879574</link>
         <description><![CDATA[<p>SBdP adalah wahana pendidikan yang memadukan tiga aspek utama dalam pembelajaran holistik. Cakupannya meliputi: </p><p>1. Seni (Art) : eksplorasi, ekspresi, kreasi dan apresiasi estetis.</p><p>2. ⁠Budaya (Culture) : pengenalan nilai tradisi dan warisan lokal.</p><p>3. ⁠Prakarya (Craft/ Skill) : keterampilan praktis, kemandirian, dan pemanfaatan sumber daya.</p><p>Fokus pembelajaran SBdP meliputi: proses eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi.</p><p>Kontribusi SBdP dalam Pengembangan Siswa meliputi aspek:</p><p>1. Kognitif: problem solving,berpikir kreatif, visual spasial </p><p>2. ⁠Afektif (emosi dan karakter): ekspresi emosi, melatih kesabaran, disiplin dan percaya diri.</p><p>3. ⁠Motorik : : melatih koordinasi gerak halus dan kasar. </p><p>Dalam kurikulum, SBdP menempati posisi penting. Pada Kurikulum Merdeka, capaian pembelajarannya menekankan elemen: mengalami, menciptakan, merefleksikan, berdampak. Sedangkan kurikulum sebelumnya (KI/KD) menekankan keterampilan yang terintegrasi dengan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.</p><p>SBdP juga berperan dalam integrasi tematik dan lintas disiplin:</p><p>1. Bahasa Indonesia (storytelling, drama)</p><p>2. ⁠Matematika (geometri, pola dan pengukuran )</p><p>3. ⁠IPA /IPAS (observasi alam dan ilmiah)</p><p>4. ⁠PPKn (nilai budaya, toleransi, kerjasama).</p><p>Prinsip pembelajaran efektif: proses lebih penting dari hasil, kebebasan berekspresi, apresiasi dan refleksi, integrasi multidisiplin.</p><p>Tantangan dan solusi dalam pembelajaran SBdP yaitu</p><p>1. fokus pada hasil akhir( edukasi pentingnya proses kreatif)</p><p>2. ⁠keterbatasan sarana(memanfaatkan sumber daya lokal)</p><p>3. ⁠kompetensi guru(pelatihan guru dan kolaborasi dengan seniman)</p><p><br/></p><p><br/></p><p>⁠Refleksi:</p><p>SBdP di SD berperan penting sebagai media pendidikan menyeluruh, bukan hanya keterampilan seni. Paradigma seni sebagai pendidikan penting karena mengasah kognitif, afektif, dan motorik anak. Dengan eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi, siswa belajar menciptakan karya sekaligus membentuk karakter. Walaupun terdapat tantangan dalam hal keterbatasan sarana dan kemampuan guru, melalui kreativitas dan kolaborasi, SBdP dapat menjadi tempat yang berarti untuk membentuk anak yang kreatif, peka, dan berkarakter.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4493998589/71f3970e8536d99a121420de3c7e139a/1759497388542.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 13:30:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616879574</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616934591</link>
         <description><![CDATA[<p>pembelajaran SBDP memiliki peran penting dalam membentuk anak secara holistik, bukan hanya dalam aspek keterampilan teknis, tetapi juga dalam pengembangan kognitif, afektif, dan motorik. SBDP bukan sekadar pelajaran pelengkap, melainkan wadah yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi diri, menyalurkan ekspresi, serta mengapresiasi karya orang lain. Hal ini sejalan dengan filosofi <em>art as education</em> yang menekankan seni sebagai sarana pendidikan, bukan sekadar menghasilkan produk seni. </p><p>Selain itu, fokus pembelajaran SBDP pada proses dan eksplorasi menjadi pengingat bagi guru agar tidak hanya menilai dari hasil karya yang indah atau seragam, melainkan menghargai keunikan tiap anak. Prinsip ini mengajarkan pentingnya memberikan ruang kebebasan berekspresi, menumbuhkan apresiasi, serta mengintegrasikan seni dengan mata pelajaran lain secara bermakna. Dengan demikian, pembelajaran SBDP dapat membantu siswa mengembangkan kreativitas, karakter, dan kecakapan hidup yang relevan dengan masa depan mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4494038751/3f218f7a93b25194669d73c35b8b00f9/WhatsApp_Image_2025_10_03_at_20_38_22_8e8be3d7.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 14:02:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616934591</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616957070</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada awal perkuliahan, kegiatan dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa. Doa ini bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi juga menjadi wujud nilai religius dan rasa syukur atas kesempatan belajar yang diberikan. Setelah itu, dilakukan ice breaking agar suasana lebih cair, mahasiswa lebih bersemangat, serta lebih mudah untuk berinteraksi.</p><p><br></p><p><strong>Landasan Konseptual dan Filosofi SBdP di SD</strong></p><p><br></p><p>●SBdP mencakup seni, budaya, dan prakarya. Seni melatih kreativitas lewat menggambar, melukis, musik, dan tari. Budaya mengenalkan pakaian adat, lagu, dan tarian daerah. Prakarya melatih keterampilan seperti menganyam atau membuat kerajinan.</p><p><br></p><p>●Fokus pembelajaran ada pada eksplorasi (mencoba berbagai bahan dan teknik), ekspresi (menyalurkan ide dan perasaan), serta apresiasi (menghargai karya sendiri dan orang lain).</p><p><br></p><p>●Paradigma SBdP meliputi seni untuk seni, yang menekankan keindahan, dan seni untuk pendidikan, yang menjadikan seni sebagai sarana pembentukan karakter.</p><p><br></p><p>●Manfaat SBdP terlihat pada tiga ranah. Kognitif, untuk melatih berpikir kreatif dan problem solving. Afektif, untuk mengembangkan ekspresi diri dan karakter. Psikomotorik, untuk melatih gerak tubuh dan keterampilan tangan.</p><p><br></p><p>●SBdP terintegrasi dengan pelajaran lain, seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan PPKn, sehingga pembelajaran lebih bermakna.</p><p>Bahasa Indonesia: menulis atau bercerita tentang karya.</p><p>Matematika: menghitung pola, ukuran, atau simetri.</p><p>IPA/IPAS: memahami bahan dan proses alami (misalnya warna dari tumbuhan).</p><p>PPKn: mengenal nilai gotong royong dan kebhinekaan lewat seni budaya.</p><p><br></p><p>●Prinsipnya adalah proses lebih penting daripada hasil, memberi kebebasan berekspresi, membiasakan apresiasi dan refleksi, serta menghubungkan dengan berbagai disiplin ilmu.</p><p><br></p><p>●Tantangan yang dihadapi antara lain fokus berlebihan pada hasil, keterbatasan guru, dan minimnya sumber daya. Solusinya adalah menekankan pentingnya proses kreatif, meningkatkan pelatihan guru, serta memanfaatkan bahan lokal dan sederhana.</p><p><br></p><p>Di akhir perkuliahan, kegiatan ditutup dengan doa bersama kembali. Doa ini menjadi wujud refleksi, harapan, dan rasa syukur atas ilmu yang diperoleh. Dengan demikian, perkuliahan berjalan utuh mulai dari awal yang penuh semangat, isi yang bermakna, hingga penutup yang khidmat dan menenangkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4494310053/14d38c1b7c337375aa94464eb7b975a8/VideoCapture_20251003_093951.jpg" />
         <pubDate>2025-10-03 14:17:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616957070</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616965780</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Refleksi terkait materi pada pertemuan kemarin</strong></p><p>Sebagai calon guru SD, saya memahami bahwa SBdP bukan hanya kegiatan menggambar atau membuat kerajinan, tetapi memiliki peran besar dalam membentuk kreativitas, karakter, rasa percaya diri, dan apresiasi budaya anak. Walau sering dianggap pelajaran selingan, SBdP justru mendukung perkembangan afektif, kognitif, dan motorik siswa.</p><p>Dari materi ini, saya sadar bahwa dalam mengajar SBdP nanti saya perlu:</p><p>Mengutamakan proses, bukan hasil akhir.</p><p>Memberi ruang eksplorasi sesuai keunikan tiap anak.</p><p>Mengaitkan SBdP dengan mata pelajaran lain.</p><p>Menggunakan bahan sederhana yang mudah dijangkau. Meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan diri dalam mengajar seni.</p><p><br/></p><p><strong>Rangkuman materi </strong></p><p>Materi menjelaskan bahwa SBdP bukan pelajaran tambahan, tetapi sarana pendidikan holistik untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa. SBdP mencakup tiga unsur utama: seni (ekspresi dan estetika), budaya (nilai dan tradisi), serta prakarya (keterampilan dan kemandirian). Pembelajarannya menekankan proses eksplorasi dan apresiasi, bukan hasil akhir.</p><p>Filosofi yang digunakan adalah Art as Education, yaitu seni sebagai media pengembangan kognitif, motorik, dan karakter anak. SBdP mendukung perkembangan kognitif (berpikir kreatif), afektif (percaya diri dan ekspresi emosi), dan motorik (koordinasi gerak).</p><p>Dalam kurikulum Merdeka, SBdP diarahkan pada pengalaman, penciptaan, refleksi, dan dampak. Pembelajaran dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, PPKn, IPA, Matematika, dan IPAS.</p><p>Prinsip utama pembelajaran SBdP adalah mengutamakan proses, memberi kebebasan berekspresi, mengajak apresiasi dan refleksi, serta mengintegrasikan berbagai disiplin. Tantangan seperti fokus pada hasil, keterbatasan alat, dan kompetensi guru dapat diatasi dengan edukasi, pemanfaatan bahan lokal, serta pelatihan dan kolaborasi.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4494264503/b78eabe1b0d905c7890b07bb2b7f5d54/IMG_3131.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 14:23:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3616965780</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617197443</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah mempelajari landasan konsep dan filosofi pembelajaran SBdP di SD, saya menyadari bahwa mata pelajaran ini memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan siswa secara holistik. SBdP bukan sekedar kegiatan menggambar atau membuat prakarya, melainkan wadah yang menyeimbangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Saya juga memahami bahwa proses pembelajaran dalam SBdP lebih menekankan pada eksplorasi dan ekspresi, bukan semata-mata pada hasil akhir. Hal ini memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk menyalurkan kreativitas dan imajinasinya tanpa rasa takut salah. Filosofi “Seni sebagai Pendidikan” benar-benar membuka pandangan saya bahwa seni bukan hanya untuk mencetak seniman, tetapi untuk membentuk karakter, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak. Dalam praktiknya, saya menyadari pentingnya guru memberikan ruang kebebasan berekspresi, menghubungkan SBdP dengan mata pelajaran lain, serta mengajarkan apresiasi terhadap karya sendiri maupun karya teman. Tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kompetensi guru memang ada, namun dapat diatasi dengan pemanfaatan bahan sederhana serta kolaborasi dengan lingkungan sekitar. Dari pembelajaran ini, saya merefleksikan bahwa sebagai calon pendidik, saya perlu lebih peka dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, terbuka, dan menghargai perbedaan. SBdP adalah sarana untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus karakter, sehingga pembelajarannya harus berorientasi pada proses, nilai, dan pengalaman menyampaikan yang dialami siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4495088061/d832976a5ee430fd04783c13e054c39e/IMG_5313.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-03 17:28:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617197443</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617449100</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Refleksi Diri</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Pada pertemuan kemarin, saya menyadari bahwa kegiatan awal perkuliahan yang diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan ice breaking memberikan dampak positif terhadap suasana belajar. Doa bersama menumbuhkan nilai religius dan rasa syukur, sedangkan ice breaking berhasil mencairkan suasana sehingga mahasiswa lebih bersemangat dan terbuka dalam berinteraksi. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa menciptakan kondisi awal yang nyaman sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran.</p><p>Selain itu, materi tentang landasan konseptual dan filosofi pembelajaran SBdP memberikan pemahaman mendalam bahwa SBdP tidak sekadar mengajarkan seni, budaya, dan prakarya, tetapi juga menekankan pada aspek eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi. Saya menyadari pentingnya menyeimbangkan proses dan hasil dalam pembelajaran, serta bagaimana seni dapat berfungsi bukan hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai sarana pendidikan nilai, kreativitas, dan karakter.</p><p>Dari diskusi mengenai kontribusi SBdP, saya semakin memahami bahwa pembelajaran ini berperan dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan motorik siswa secara terpadu. Integrasi lintas disiplin dengan mata pelajaran lain juga membuka wawasan bahwa SBdP bukanlah mata pelajaran yang berdiri sendiri, melainkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa melalui keterhubungannya dengan Bahasa Indonesia, Matematika, IPA/IPAS, dan PPKn.</p><p>Saya juga merefleksikan bahwa tantangan utama dalam pembelajaran SBdP terletak pada keterbatasan kompetensi guru dan sumber daya. Hal ini membuat saya lebih termotivasi untuk terus belajar, berlatih, dan berusaha kreatif dalam memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar.</p><p>Sebagai calon guru SD, saya merasa semakin yakin bahwa menguasai materi SBdP adalah bekal penting untuk mendukung peran saya di masa depan. Saya ingin menjadi guru yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membimbing siswa agar berani berekspresi, mampu menghargai budaya, serta terampil dalam berkarya. Refleksi ini membuat saya sadar bahwa proses belajar mengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi, melainkan juga membangun suasana yang mendukung pertumbuhan siswa secara utuh.</p><p><br></p><p><strong>Rangkuman Materi</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p><strong>1.&nbsp;Awal Perkuliahan</strong></p><p>Pada awal perkuliahan, kegiatan dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa. Doa ini bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi juga menjadi wujud nilai religius serta rasa syukur atas kesempatan belajar yang diberikan. Setelah itu, dilakukan ice breaking agar suasana lebih cair, mahasiswa lebih bersemangat, serta lebih mudah untuk berinteraksi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2.&nbsp;Landasan Konseptual dan Filosofi Pembelajaran SBdP di SD</strong></p><p>Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) memiliki tiga aspek utama, yaitu seni, budaya, dan prakarya. Seni mencakup berbagai bentuk karya artistik. Budaya dapat berupa pakaian adat, lagu daerah, dan tarian tradisional. Sementara itu, prakarya mencakup berbagai keterampilan kreatif seperti menganyam, menyulam, dan melukis.</p><p>Fokus utama pembelajaran SBdP meliputi eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi. Eksplorasi memberikan kebebasan kepada anak untuk mencoba berbagai bahan, teknik, dan media. Ekspresi memungkinkan anak menyalurkan perasaan, ide, dan imajinasinya melalui karya seni. Apresiasi membantu siswa melatih kepekaan serta kemampuan menghargai karya orang lain dan mengenali konteks budaya. Dalam penerapannya, terdapat dua paradigma utama, yaitu seni untuk seni dan seni untuk pendidikan.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3. Kontribusi SBdP dalam Pengembangan Siswa</strong></p><p>Pembelajaran SBdP memiliki kontribusi yang penting bagi perkembangan siswa. Dari segi kognitif, siswa terlatih dalam kemampuan pemecahan masalah. Dari aspek afektif, siswa dapat menumbuhkan ekspresi emosi serta membentuk karakter. Dari aspek motorik, siswa mampu mengembangkan keterampilan gerak tubuh dan koordinasi.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>4.&nbsp;Integrasi Tematik dan Lintas Disiplin</strong></p><p>SBdP dapat diintegrasikan secara tematik dengan berbagai mata pelajaran lain. Misalnya, Bahasa Indonesia untuk pengembangan bahasa dan komunikasi, Matematika untuk pola dan keteraturan, IPA atau IPAS untuk memahami fenomena alam, serta PPKn untuk menanamkan nilai kebangsaan dan karakter.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>5.  Prinsip Pembelajaran SBdP yang Efektif</strong></p><p>Beberapa prinsip yang perlu ditekankan dalam pembelajaran SBdP adalah bahwa proses lebih penting daripada hasil. Guru harus memberikan kebebasan berekspresi kepada siswa, mendorong mereka untuk melakukan apresiasi dan refleksi, serta mengintegrasikan pembelajaran dengan berbagai disiplin ilmu secara multidisiplin.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>6.&nbsp;Tantangan dan Solusi dalam Pembelajaran SBdP</strong></p><p>Dalam praktiknya, terdapat beberapa tantangan. Salah satunya adalah kecenderungan hanya berfokus pada hasil. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya proses kreatif dan keunikan karya. Tantangan lain adalah keterbatasan kompetensi guru. Solusinya adalah melalui pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi antar guru. Selain itu, keterbatasan sumber daya juga sering muncul. Guru dapat mengatasinya dengan memanfaatkan bahan bekas dan memaksimalkan sumber daya lokal yang mudah didapat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4496440726/78428c27ad9be4ccb1df65efa674f9d2/WhatsApp_Image_2025_10_03_at_22_13_33_e628b297.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 00:08:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617449100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Seni Budaya dan Prakarya</title>
         <author>202333281_1</author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617536107</link>
         <description><![CDATA[<p>Materi tentang landasan konseptual dan filosofi pembelajaran SBdP memberikan pemahaman baru bagi saya bahwa seni, budaya, dan prakarya tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas rekreatif, tetapi sebagai fondasi penting dalam pendidikan dasar. SBdP menjadi wadah untuk menyeimbangkan perkembangan intelektual, emosional, sosial, dan keterampilan praktis siswa. Saya merefleksikan bahwa penekanan utama dalam pembelajaran SBdP bukan pada keseragaman hasil karya, melainkan pada proses anak dalam bereksperimen, mengekspresikan ide, serta mengapresiasi karya teman. Hal ini menegaskan bahwa setiap siswa memiliki potensi dan keunikan yang perlu dihargai. Filosofi "seni sebagai pendidikan" membantu saya memahami bahwa seni mampu menjadi media efektif untuk membentuk karakter, menumbuhkan empati, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dari pembelajaran ini, saya menyimpulkan bahwa SBdP adalah ruang belajar yang kaya nilai, tmelatih keterampilan, serta mendukung tumbuhnya anak yang utuh, kreatif, berkarakter, dan mampu menghargai keberagaman. Sebagai calon pendidik, saya merasa perlu menghadirkan pembelajaran SBdP yang inspiratif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4496861733/3d904dfcd647e6468af5b505ce128cbc/WhatsApp_Image_2025_10_04_at_10_37_20.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-04 03:42:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617536107</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kajian Pembelajaran SBDP di SD</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617581222</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembelajaran hari ini membahas landasan konseptual dan filosofi SBDP di SD, meliputi pengertian dan cakupan seni budaya, fokus utama, kontribusi bagi pengembangan siswa, kedudukan dalam kurikulum, integrasi tematik lintas disiplin, prinsip pembelajaran yang efektif, serta tantangan dan solusinya. Kegiatan diawali dengan doa dan ice breaking untuk menumbuhkan semangat belajar, kemudian dilanjutkan denganmenyimak materi tersebut lewat ppt dari dosen. Melalui materi ini, mahasiswa menyadari pentingnya SBDP sebagai sarana pengembangan kreativitas, ekspresi, karakter, dan apresiasi budaya siswa. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4497155267/e4f55862434a32b863560b562779a96e/Screenshot_2025_10_03_13_05_30_73_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 05:59:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617581222</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kajian pembelajaran SBDP</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617586677</link>
         <description><![CDATA[<p>Perkuliahan SPBD selalu menyenangkan. Dimulai doa, dilanjut ice breaking yang mengakrabkan. Diskusi dan presentasi yang memperkaya wawasan, juga rancangan pembelajaran inovatif sangat relevan. Mata kuliah ini membekali saya sebagai calon guru untuk menghadapi tantangan pendidikan yang akan datang.</p><p><br></p><p>Sebagai calon guru SD, mempelajari Seni, Budaya, dan Prakarya (SBdP) sangat penting. Kajian SBdP SI SD membuka wawasan tentang seni dan budaya sebagai media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. SBdP bukan hanya tentang karya seni, tapi juga kreativitas, ekspresi diri, dan apresiasi keindahan. Integrasi SBdP dengan tema lain membuat pembelajaran bermakna. Melalui SBdP, siswa mengenal dan melestarikan budaya daerah serta menghargai keberagaman Indonesia.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4497012445/313dbb5e993bd5aaf643e3e83549940a/IMG_7035.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-04 06:18:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617586677</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617587418</link>
         <description><![CDATA[<p>SBDP memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan siswa secara menyeluruh. Aspek kognitif dikembangkan melalui kemampuan problem-solving, berpikir kreatif, dan visual-spasial. Aspek afektif dilatih melalui ekspresi emosi, kesabaran, dan percaya diri. Sementara aspek motorik diasah melalui koordinasi mata-tangan dan gerak tubuh. SBDP juga berperan sebagai jembatan integrasi tematik dengan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia untuk storytelling, Matematika untuk memahami pola dan geometri, IPA untuk observasi alam, dan PPKn untuk penanaman nilai budaya.</p><p>Pembelajaran SBDP yang efektif menerapkan empat prinsip utama: proses lebih penting dari hasil, kebebasan berekspresi individual, apresiasi dan refleksi, serta integrasi multidisiplin. Meskipun menghadapi tantangan seperti fokus berlebihan pada hasil, keterbatasan sumber daya, dan kompetensi guru, solusinya dapat diatasi melalui edukasi pentingnya proses kreatif, pemanfaatan bahan bekas dan lokal, serta pelatihan berkelanjutan bagi guru.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4497212952/8436752e32409cef09639c121cd67635/IMG_20251004_WA0007.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 06:20:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617587418</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maylul Tri Fauziyya_275</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617596601</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai calon guru SD, saya memahami bahwa <em>SBdP merupakan bagian penting dalam pendidikan holistik, bukan sekadar pelajaran tambahan. Pembelajaran SBdP menekankan </em>proses eksplorasi dan ekspresi, bukan hanya hasil akhir yang sempurna.</p><p>Filosofi yang digunakan adalah <em>"Seni sebagai Pendidikan", yang bertujuan mengembangkan aspek </em>kognitif, afektif, dan motorik siswa melalui kegiatan seni dan prakarya. SBdP juga mendorong <em>kreativitas, pembentukan karakter, dan keterampilan praktis</em>, serta dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan PPKn.</p><p>Saya menyadari adanya tantangan seperti keterbatasan alat, harapan hasil karya yang seragam, dan kurangnya rasa percaya diri guru. Namun, semua itu dapat diatasi melalui pendekatan yang tepat, pelatihan, dan pemanfaatan sumber daya lokal.</p><p>Secara keseluruhan, saya semakin yakin bahwa pembelajaran SBdP dapat menciptakan pengalaman belajar yang <em>bermakna, menyenangkan, dan membentuk siswa secara menyeluruh.</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4497242931/37a315ab6eb0f7d1c743fa1dcf82506a/WhatsApp_Image_2025_10_04_at_13_42_35.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-04 06:44:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617596601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khairunnisa Rizky Fahira  173</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617666354</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4497622555/9e8348f69c3e24b5dec8ab572f51b122/MYXJ_20251001205918868_save.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 09:09:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617666354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khairunnisa Rizky Fahira </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617670295</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4497665295/f9f4138368fcaec2dee4364b3808e5f7/MYXJ_20251001205918868_save.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 09:17:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617670295</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617676033</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Awal perkuliahan SBDP ( Seni Budaya Dan Prakarya ) kemarin hari selasa tanggal 30 Sept 2025, bu Etik selaku dosen matkul SBDP mengajak saya dan teman’ lainnya berdoa terlebih dahulu sebelum memulai mata kuliah hari itu supaya pembelajaran hari itu berjalan dengan lancar dan tenang, dilanjutkan dengan ice breaking yang di wakilkan 1 persatu kelompok urut untuk menghibur dan mencairkan suasana kelas agar lebih seru</em></p><p><br></p><p><em>Selama mengikuti pembelajaran SBdP, saya dan teman teman lainnya bisa mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru tentang seni dan budaya, materi yang dipelajari tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih kreativitas dan keterampilan saya, terutama dalam bidang seni rupa, musik, tari, dan prakarya.</em></p><p><br></p><p><em>Saya pribadi merasa sangat menikmati proses belajar karena pembelajaran SBdP kedepannya akan sering melibatkan praktik langsung, seperti menggambar, membuat kerajinan tangan, bermain alat musik, atau menari. Kegiatan-kegiatan ini membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.</em></p><p><br></p><p><em>Namun, saya pribadi juga menyadari bahwa ada beberapa hal yang perlu saya tingkatkan, seperti ketelitian dalam membuat karya seni, keberanian tampil di depan kelas, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Ke depannya, saya ingin lebih aktif, berani mencoba hal baru, dan terus mengasah kreativitas saya melalui pelajaran SBdP.</em></p><p><br></p><p><em>“Salam Kreasi, Salam Budaya! </em></p><p><em>SBdP, Berani Berkarya!”🎨</em></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4497637939/d8d398fde182ec5c619832e6323233f2/B44FEA06_A922_4EBF_917A_EBB7E0B82124.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 09:27:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617676033</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khairunnisa Rizky Fahira </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617677993</link>
         <description><![CDATA[<p>Kajian Materi SBDP</p><p>Sebelum memulai pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), kegiatan diawali dengan berdoa bersama agar siswa lebih tenang dan fokus, kemudian dilanjutkan dengan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta memotivasi siswa agar siap menerima materi.</p><p>Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Tujuan Pembelajaran SBdP </p><p> Memahami konsep dasar seni, budaya, dan prakarya.</p><p>Menganalisis teori dan pendekatan pembelajaran SBdP yang sesuai dengan karakteristik siswa SD.</p><p>Menguasai keterampilan praktik seni dan keterampilan tangan yang dapat diadaptasi untuk pembelajaran SD.</p><p>Mampu merancang perangkat pembelajaran SBdP (RPP, media, bahan ajar, rubrik penilaian).</p><p> Mengembangkan kreativitas, kepekaan estetik, dan nilai budaya sebagai bekal profesi guru.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 09:31:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617677993</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617680767</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada pembelajaran, kegiatan diawali dengan berdoa dan ice breaking untuk mencairkan suasana sehingga siswa lebih rileks, bersemangat, dan siap mengikuti kegiatan belajar. Setelah itu, di arahkan untuk mengeksplorasi bahan, teknik, serta media secara bebas, sehingga mereka dapat mencoba hal baru tanpa takut salah. Proses ini dilanjutkan dengan memberi kesempatan siswa untuk mengekspresikan ide dan perasaan melalui karya seni, budaya, maupun prakarya. Hasil karya yang dihasilkan tidak harus sama, karena yang lebih penting adalah proses kreatif yang menumbuhkan keberanian, keunikan, dan imajinasi.</p><p>Kemudian, siswa juga diajak untuk melakukan apresiasi terhadap karya sendiri dan karya teman, sehingga tumbuh sikap saling menghargai serta rasa percaya diri. Dengan demikian, pembelajaran SBdP tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan motorik, sehingga suasana belajar menjadi menyenangkan, bermakna, dan holistik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4497709965/796ce33602c78872bc8ac72cbeaf5e23/9D7C10CA_6490_472D_B742_93BB0556E9AD.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-04 09:35:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617680767</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617862792</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembelajaran diawali dengan perkenalan dan ice breaking. Dosen menjelaskan secara singkat tentang biodata dan materi kemudian memberi tugas awal untuk membentuk kelompok. Tugas awal yang dikerjakan membuat yel-yel setelah itu dipresentasikan satu per satu kelompok maju, kemudian dijelaskan materi lanjutan. Pembelajaran diakhiri dengan membahas tugas kelompok dan dipertemuan selanjutnya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4498587091/d981a5f4e5627332f9e43ae7aa3aff88/IMG_20250821_WA0046.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-04 13:52:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617862792</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617863450</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah mempelajari materi tentang Landasan Konseptual dan Filosofi Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa SBdP bukan sekadar pelajaran seni yang berfokus pada hasil karya, tetapi merupakan wahana pendidikan yang bersifat holistik, mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara seimbang.</p><p>Pembelajaran SBdP menekankan pada proses eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi, bukan pada kesempurnaan produk akhir. Hal ini membuka pandangan saya sebagai calon guru bahwa setiap anak memiliki potensi kreatif yang unik dan perlu difasilitasi melalui kegiatan seni yang menyenangkan dan bebas berekspresi.</p><p>Saya juga belajar tentang pentingnya filosofi “Art as Education”—bahwa seni bukan hanya untuk menghasilkan seniman, tetapi untuk membentuk manusia yang berkarakter, kreatif, dan peka terhadap lingkungan serta budaya. Pembelajaran SBdP membantu siswa mengekspresikan emosi, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mengajarkan nilai-nilai sosial dan budaya secara alami.</p><p>Selain itu, integrasi SBdP dengan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan PPKn memberi saya inspirasi untuk menciptakan pembelajaran tematik yang bermakna dan kontekstual. Misalnya, mengaitkan pola geometri dengan seni rupa, atau menggali nilai gotong royong melalui proyek tari kelompok.</p><p>Saya juga menyadari tantangan yang dihadapi guru, seperti keterbatasan media, waktu, dan kepercayaan diri dalam mengajar seni. Namun, solusi yang ditawarkan seperti memanfaatkan bahan bekas, berkolaborasi dengan seniman lokal, dan terus berinovasi menjadi motivasi bagi saya untuk belajar dan berlatih agar siap menjadi guru yang kreatif dan adaptif.</p><p>Secara pribadi, saya merasa pembelajaran ini memperluas wawasan saya tentang makna pendidikan seni di SD. Saya belajar bahwa pendidikan seni bukan tentang hasil, melainkan tentang proses menjadi manusia yang utuh. Sebagai calon guru PGSD, saya berkomitmen untuk menerapkan pembelajaran SBdP yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan bagi setiap siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4498598890/74f164941ccb0fddfb66de8eae092142/D4FA5F6A_23D9_43EF_9058_9FD73F74DB21.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-04 13:53:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617863450</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617864116</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembelajaran hari ini membahas landasan konseptual dan filosofi SBDP di SD, meliputi pengertian dan cakupan seni budaya, fokus utama, kontribusi bagi pengembangan siswa, kedudukan dalam kurikulum, integrasi tematik lintas disiplin, prinsip pembelajaran yang efektif, serta tantangan dan solusinya. Kegiatan diawali dengan doa dan ice breaking untuk menumbuhkan semangat belajar, kemudian dilanjutkan denganmenyimak materi tersebut lewat ppt dari dosen. Melalui materi ini, mahasiswa menyadari pentingnya SBDP sebagai sarana pengembangan kreativitas, ekspresi, karakter, dan apresiasi budaya siswa. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4498583797/5a04d142b766bf8f4079a976df1a995d/IMG_20250928_WA0038.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 13:53:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617864116</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617871557</link>
         <description><![CDATA[<p>Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) di Sekolah Dasar adalah mata pelajaran yang berfungsi sebagai wahana pendidikan holistik untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa. Materi SBDP mencakup seni (ekspresi, kreasi, dan apresiasi estetika), budaya (penguatan nilai, tradisi, dan warisan lokal maupun nasional), serta prakarya (pelatihan keterampilan praktis dan pemanfaatan sumber daya). Dengan demikian, SBDP membantu siswa berkembang secara kognitif, afektif, dan psikomotorik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa. Filosofi pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) di SD berpijak pada pandangan “seni sebagai pendidikan” (Art as Education), yaitu seni dipandang sebagai sarana pengembangan diri siswa secara holistik, bukan sekadar menghasilkan karya indah. Melalui SBDP, siswa diarahkan untuk bereksplorasi, berekspresi, dan mengapresiasi, sehingga berkembang dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Filosofi ini menekankan bahwa pembelajaran seni harus humanistik, kreatif, estetis, serta berakar pada budaya, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis dan karakter positif.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4498603348/f3fbee69408a3671c99593bc2deaad00/P1900551.JPG" />
         <pubDate>2025-10-04 14:02:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617871557</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617909774</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>SBDP</strong> (Seni Budaya dan Prakarya) adalah pembelajaran holistik untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa melalui seni, budaya, dan prakarya.<br>Fokus utamanya pada proses dan eksplorasi, bukan hasil akhir.</p><p><br></p><p><strong>Filosofi</strong></p><p>Seni dipandang sebagai pendidikan (Art as Education) untuk membentuk anak secara kognitif, afektif, dan motorik.</p><p>Peran SBDP</p><ul><li><p>Kognitif: berpikir kreatif &amp; memecahkan masalah.</p></li><li><p>Afektif: ekspresi emosi &amp; percaya diri.</p></li><li><p>Motorik: koordinasi gerak &amp; keterampilan tangan.</p></li></ul><p><strong>Prinsip Pembelajaran</strong></p><ol><li><p>Proses lebih penting dari hasil.</p></li><li><p>Bebas berekspresi.</p></li><li><p>Menghargai karya sendiri dan orang lain.</p></li><li><p>Terintegrasi dengan mata pelajaran lain.</p></li></ol><p><strong>Cabang Seni dalam SBDP</strong></p><ul><li><p>Seni Musik: Ekspresi bunyi &amp; ritme; melatih kepekaan dan kerja sama.</p></li><li><p>Seni Tari: Ekspresi gerak; mengembangkan tubuh, disiplin, dan budaya.</p></li><li><p>Seni Rupa: Ekspresi visual; melatih kreativitas dan motorik halus.</p></li></ul><p>Singkatnya, SBDP membentuk siswa kreatif, berkarakter, dan apresiatif terhadap seni serta budaya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4498801183/6f7880e841fdc79ac4dc2d3ccb327122/IMG_20251004_WA0056.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-04 14:42:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617909774</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AODRA FAHRU RIZA</title>
         <author>fahrulreza974</author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617910343</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 14:42:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617910343</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617923605</link>
         <description><![CDATA[<p>Materi ini membuka wawasan bahwa pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di sekolah dasar bukan sekadar aktivitas tambahan atau pelengkap, melainkan bagian esensial dari pendidikan holistik. SBdP memiliki peran penting dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa melalui proses eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi. Saya menyadari bahwa filosofi utama SBdP di SD lebih menekankan pada “Art as Education”, yaitu seni sebagai sarana pendidikan yang membentuk karakter, kreativitas, dan keterampilan hidup, bukan sekadar menghasilkan karya seni yang indah atau seragam</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4498879671/75c8e2cd91420473c88b4c621907164e/IMG_20251004_WA0038.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 14:55:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617923605</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617960932</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di Sekolah Dasar merupakan bagian penting dari pendidikan holistik yang bertujuan mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa. SBdP tidak sekadar mengajarkan seni atau keterampilan tangan, tetapi membentuk anak secara utuh melalui tiga aspek utama, yaitu seni, budaya, dan prakarya. Seni menumbuhkan ekspresi dan apresiasi keindahan, budaya mengenalkan nilai dan tradisi bangsa, sedangkan prakarya melatih keterampilan dan kemandirian. Landasan filosofis pembelajaran SBdP berpijak pada paradigma <em>Art as Education</em>(seni sebagai pendidikan), di mana seni digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara seimbang.</p><p>Dalam pembelajaran, guru harus menekankan proses daripada hasil, memberi ruang bagi kebebasan berekspresi, serta menumbuhkan kemampuan refleksi dan apresiasi terhadap karya sendiri maupun orang lain. SBdP juga terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan PPKn sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Tantangan utama dalam pelaksanaan SBdP adalah masih adanya anggapan bahwa seni hanya berfokus pada hasil karya, serta kurangnya kepercayaan diri guru dalam mengajar seni. Solusinya adalah dengan mengedukasi pentingnya proses kreatif dan memberikan pelatihan bagi guru secara berkelanjutan.</p><p>Sebagai refleksi, saya memahami bahwa pembelajaran SBdP berperan besar dalam membentuk siswa yang kreatif, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa. Guru harus menjadi fasilitator yang menghargai keunikan setiap anak, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta menilai proses, bukan semata hasil. Dengan demikian, SBdP menjadi wahana penting dalam menumbuhkan generasi yang berbudaya, berjiwa seni, dan memiliki keterampilan hidup yang bermakna.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4499014605/00f24b4ea6d7bba65dd4bfc5901f42d4/33B9A58B_B8E8_42B2_95E7_1783071E7168.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-04 15:36:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3617960932</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3618098565</link>
         <description><![CDATA[<p>Dibuka dengan Berdoa dan ice breaking oleh temen" kelompok satu dilanjutkan pemaparan bu etik diamana dan direfleksikan bahwa Anak-anak diberi kebebasan untuk bereksplorasi, berekspresi, dan belajar menghargai karya sendiri maupun orang lain. Filosofi "seni sebagai pendidikan" menjadi pondasi utama, di mana SBDP tidak bertujuan mencetak seniman, tetapi membentuk pribadi yang lebih baik secara kognitif, afektif, dan motorik.</p><p><br/></p><p>Selain itu, posisi SBDP dalam kurikulum—terutama dalam Kurikulum Merdeka—menunjukkan kesadaran akan pentingnya pembelajaran yang bermakna dan terintegrasi. Melalui SBDP, anak tidak hanya belajar seni, tetapi juga matematika, bahasa, ilmu alam, bahkan nilai-nilai kehidupan seperti toleransi dan kerja sama.Namun, di balik potensi besarnya, tantangan seperti fokus pada hasil, kompetensi guru, dan keterbatasan sumber daya masih menghadang. Di sinilah peran guru sebagai fasilitator kreatif menjadi kunci—untuk terus belajar, berkolaborasi, dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4499713719/890967f44685bbd3a68013ffa48ecdd8/IMG_6201_HEIC__1_.jpg" />
         <pubDate>2025-10-04 18:23:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3618098565</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3618313964</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Esensi SBdP</p><p>   SBdP bukan sekadar pelajaran tambahan, tetapi wahana pendidikan holistik untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa SD.</p><p>2. Cakupan</p><p>   Seni : eksplorasi, ekspresi, apresiasi estetika.</p><p>   Budaya : nilai, tradisi, warisan lokal/nasional.</p><p>   Prakarya : keterampilan praktis dan kemandirian.</p><p>3. Fokus Pembelajaran</p><p>   Menekankan  proses dan eksplorasi bukan hasil akhir. Guru memberi ruang kebebasan bereksperimen, berekspresi, dan berapresiasi.</p><p>4. Filosofi Pendidikan Seni</p><p>   Art for Art’s Sake : fokus pada keterampilan teknis → kurang relevan di SD.</p><p>   Art as Education: seni sebagai sarana pengembangan holistik → dominan di SD.</p><p>5. Kontribusi SBdP</p><p>   Kognitif : berpikir kreatif, problem solving, visual-spasial.</p><p>   Afektif : ekspresi emosi, karakter, kepercayaan diri.</p><p>   Motorik : koordinasi gerak halus dan kasar.</p><p>6. Kedudukan dalam Kurikulum</p><p>  Kurikulum Merdeka : menekankan mengalami, menciptakan, merefleksikan, berdampak.</p><p>   Kurikulum Sebelumnya : masuk kelompok keterampilan, terintegrasi dengan sikap dan pengetahuan.</p><p>7. Integrasi Lintas Disiplin </p><p>   SBdP bisa terhubung dengan Bahasa Indonesia (storytelling), Matematika (pola, geometri), IPA (observasi alam), dan PPKn (nilai budaya).</p><p>8. Prinsip Pembelajaran Efektif</p><p>   * Proses lebih penting dari hasil.</p><p>   * Kebebasan berekspresi.</p><p>   * Apresiasi dan refleksi.</p><p>   * Integrasi multidisiplin.</p><p>9. Tantangan &amp; Solusi</p><p>   Fokus hasil → edukasi pentingnya proses.</p><p>   Keterbatasan sumber daya → gunakan bahan bekas/lokal.</p><p>    Kompetensi guru → pelatihan dan kolaborasi dengan seniman.</p><p>10. Tindak Lanjut</p><p>    Mahasiswa calon guru diharapkan membuat mind map dan membaca literatur untuk memperdalam pemahaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4501529253/8efc1ed138245a1660e412936aacb7a2/IMG_0368.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-05 03:18:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3618313964</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3618323730</link>
         <description><![CDATA[<p>Rangkuman materi SBDB</p><p><br/></p><p>Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di Sekolah Dasar berfungsi sebagai sarana pendidikan holistik untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa. SBdP tidak hanya mengajarkan seni atau kerajinan, tetapi juga menggabungkan unsur seni, budaya, dan prakarya agar siswa mampu berekspresi, mengenal nilai-nilai budaya, serta mandiri dalam berkarya. Fokus pembelajaran terletak pada proses eksplorasi dan ekspresi, bukan pada hasil akhir yang sempurna.</p><p>Filosofinya berlandaskan pandangan “seni sebagai pendidikan” yang menumbuhkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Melalui kegiatan SBdP, siswa belajar berpikir kreatif, mengelola emosi, bekerja sama, dan melatih koordinasi motorik. Dalam kurikulum, SBdP memiliki peran penting untuk menumbuhkan pengalaman belajar yang mencipta, merefleksi, dan berdampak positif bagi diri siswa. pelaksanaan SBdP sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan alat, kurangnya pemahaman guru, dan penilaian yang terlalu berfokus pada hasil. Solusinya adalah dengan menekankan pentingnya proses kreatif, menggunakan bahan lokal, serta meningkatkan kompetensi guru. Dengan pemahaman yang tepat, SBdP dapat menjadi wadah yang membentuk siswa SD menjadi individu yang kreatif, berkarakter, dan berbudaya.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4501580258/23079c43f84dacb2822b2452494aa4be/IMG_3687.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-05 03:44:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3618323730</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3621312337</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di SD merupakan pendidikan holistik yang mengembangkan kreativitas, karakter, dan keterampilan siswa. SBdP mencakup tiga aspek utama:</p><p><br/></p><p>Seni (ekspresi dan apresiasi keindahan),</p><p><br/></p><p>Budaya (penanaman nilai dan tradisi),</p><p><br/></p><p>Prakarya (keterampilan dan kemandirian).</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Fokus pembelajarannya terletak pada proses dan eksplorasi, bukan hasil akhir. Filosofinya berpijak pada “Art as Education” — seni sebagai sarana pendidikan untuk pengembangan kognitif, afektif, dan motorik anak.</p><p><br/></p><p>SBdP berperan penting dalam membentuk siswa kreatif, berkarakter, dan terampil. Dalam Kurikulum Merdeka, SBdP berorientasi pada kegiatan mengalami, menciptakan, merefleksikan, dan memberi dampak.</p><p><br/></p><p>Pembelajaran SBdP juga bersifat tematik dan lintas disiplin, terintegrasi dengan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan PPKn. Prinsip utamanya meliputi kebebasan berekspresi, penghargaan terhadap proses, serta kolaborasi lintas bidang.</p><p><br/></p><p>Tantangan utama dalam penerapan SBdP antara lain fokus berlebihan pada hasil, keterbatasan alat, dan kurangnya kompetensi guru — yang dapat diatasi melalui edukasi, pemanfaatan bahan lokal, dan pelatihan berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4514249289/26a1f3fe2d48a595d7bef7d67cb3a7ae/IMG_20251007_WA0068.jpg" />
         <pubDate>2025-10-07 07:10:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3621312337</guid>
      </item>
      <item>
         <title>selly widyaningrum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3625610954</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendapat saya mengenai kajian pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di SD adalah bahwa mata pelajaran ini sangat vital bagi perkembangan holistik siswa, khususnya dalam menumbuhkan kreativitas, ekspresi diri, dan penanaman karakter, namun pelaksanaannya di lapangan masih jauh dari optimal. SBdP merupakan ruang unik di mana siswa dapat melepaskan penat dari mata pelajaran kognitif dan secara langsung melatih keterampilan Abad ke-21 seperti kolaborasi dan inovasi. Sayangnya, kajian menunjukkan adanya ketidakseimbangan materi, di mana fokus seringkali didominasi oleh Seni Rupa dan Prakarya, sementara aspek Seni Musik dan Seni Tari terabaikan, sebagian besar karena keterbatasan kompetensi guru kelas dan minimnya sarana. Selain itu, pembelajaran cenderung terhenti pada pembuatan produk saja, kurang mendalami aspek apresiasi dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penting adanya peningkatan pelatihan guru dan pergeseran metode menuju pendekatan proyek yang lebih inklusif agar semua dimensi seni dapat tergarap maksimal.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4530395610/ed4f4ed4b88e803b629b5ad36ecde03a/IMG_0643.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-09 16:40:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ex_tic4/deu6rsnf6wlbaqex/wish/3625610954</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
