<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PERLAWANAN RAKYAT KALIMANTAN by farizky</title>
      <link>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-12 04:31:34 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-03-13 11:00:56 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas tentang rakyat kalimantan</title>
         <author>farizky</author>
         <link>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d/wish/2291709555</link>
         <description><![CDATA[<div>Pertempuran ini berlangsung pada tahun 1859 karena Belanda ikut campur tangan terhadap pengangkatan raja di Kerajaan Banjarmasin. Hal ini pun ditentang oleh masyarakat dan juga bangsawan hingga menyebabkan perselisihan.<br><br></div><div>Diketahui, Belanda mengangkat pangeran Tamjidillah menjadi seorang sultan. Padahal, di sisi lain ada pangeran Hidayat yang dinilai lebih berhak namun hanya ditunjuk sebagai Mangkubumi sehingga memicu kemarahan rakyat untuk menyerang.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800828967/dde3aa890d32533b1a752b9a025129e4/images__10_.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-12 04:38:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d/wish/2291709555</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Rakyat Kalimantan</title>
         <author>farizky</author>
         <link>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d/wish/2291710154</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>akibat terjadi kericuan pergantian takhta Kerajaan Banjar setelah wafatnya Sultan Adam tahun 1857</strong>. Dalam hal ini Belanda mengangkat Pangeran Tamjidillah sebagai Sultan Banjar. Rakyat tidak mau menerima sebab Pangeran Hidayat yang lebih berhak dan lebih disenangi rakyat.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800828967/71356c6a717ff619eaee491e27c23080/images__11_.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-12 04:39:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d/wish/2291710154</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya Perlawanan</title>
         <author>farizky</author>
         <link>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d/wish/2291711053</link>
         <description><![CDATA[<div>Selain Belanda, rakyat Kalimantan juga melakukan perlawanan terhadap Jepang. Hal ini terjadi pada tahun 1940-an di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.<br><br></div><div>Jepang pertama kali mendarat di Kalimantan Barat pada Februari 1942. Sekitar dua tahun kemudian terjadi pembunuhan massal bermula dari informasi yang diterima pihak Jepang bahwa akan muncul perlawanan. Jepang pun mulai melakukan penangkapan pada tokoh-tokoh masyarakat.<br><br></div><div>Mulai Oktober 1943 sampai Juni 1944, Jepang melakukan eksekusi orang-orang yang ditangkap. Puncaknya terjadi pada 28 Juni 1944 yang kemudian dikenal dengan peristiwa Mandor. Mandor adalah sebuah wilayah kecil yang berjarak sekitar 88 kilometer dari Kota Pontianak. Diperkirakan ribuan orang tewas dibantai tentara Jepang dalam periode itu.<br><br></div><div>Di pihak Suku Dayak terjadi juga konflik dengan tentara Jepang. Konflik dan pembantaian, akhirnya pada tahun 1944 orang-orang Dayak di Kalimantan Barat mulai melakukan <a href="http://detik.com/tag/penjajah">perlawanan rakyat Kalimantan</a>. Namun sayang, hal itu tidak mengancam kekuasaan Jepang sama sekali<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800828967/4cba914d8ac71ad5e2d1710d55870d5f/images__12_.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-12 04:41:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d/wish/2291711053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan</title>
         <author>farizky</author>
         <link>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d/wish/2291712260</link>
         <description><![CDATA[<div>Karena romusha yang diterapkan oleh Jepang, banyak yang mati karena perusahaan perkayuan ini. Pada tanggal 13 Mei 1945, anak perempuan Pang Linggan (seorang tokoh masyarakat Dayak Desa) dari pekerja paksa pemotong kayu di Labea Sikucing di daerah Mendawak, sekarang di Tayan Hilir, akan dikawini oleh seorang mandor Jepang yang bernama Osaki. Perkawinan ini dilarang oleh ayahnya, Pang Linggan. Sesudah kejadian ini, maka dilaporkanlah kejadian-kejadian ini kepada Pang Dadan, tumenggung kampung tersebut sambil menyiapkan strategi untuk bersiap-siap sambil bermufakat, akan menyerang Osaki, tetapi Osaki tewas tanpa perlawanan. Hal ini menyebabkan pertempuran pecah di perusahaan kayu, suku-suku Dayak dari Ketapang, hingga Sekadau berkumpul berkenaan panggilan dari mangkok merah. Semenjak 17 Juli-31 Agustus 1945, Meliau dikuasai oleh Jepang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800828967/936cbac758d93a50bc51064066fa67aa/images__13_.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-12 04:42:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/farizky/derfcegn3cakri9d/wish/2291712260</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
