<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Review  by Grasella Novitasari</title>
      <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk</link>
      <description>Silahkan attach hasil jawaban kamu</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-07 09:43:49 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-04-24 10:47:54 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Drop hasil jawaban kalian</title>
         <author>novgrasel</author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2847506779</link>
         <description><![CDATA[<p>Siapa tokoh yang terlibat? </p><p>Dimana latar tempat kejadian?</p><p>Apa faktor utama yang menyebabkan perlawanan? Apa akibat dari perlawanan tersebut?</p><p>Jelaskan secara singkat kronologinya!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.orami.co.id/magazine/serba-serbi-perang-bali?page=all" />
         <pubDate>2024-01-13 05:46:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2847506779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Louis &amp; Fely</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856483802</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>I Gusti Ketut Jelantik, Mayor Jenderal Michiels, Letkol van Swieten.</p></li><li><p>Buleleng, Jagaraga, Goa Lawah, Kusamba.</p></li><li><p>Bali melakukan tradisi tawan karang terhadap kapal milik Belanda.</p></li><li><p>Kerugian nyawa, dampak psikologis, kerusakan infrastruktur, pengaruh terhadap moral pasukan (taktik dan keputusan strategis perang), penguatan identitas dan semangat kebangsaan.</p></li><li><p>Bali, khususnya Buleleng sering sekali melanggar perjanjian yang disepakati oleh Belanda pada tahun 1841 dan 1843. Maka dari itu, Belanda mengirimkan armada besar menuju Bali. Belanda sempat memberi pernyataan terakhir ke Bali, namun pernyataan itu tidak ditanggapi oleh raja Bali. Karena itu, Belanda pun mengirim pasukannya dan berhadapan dengan prajurit-prajurit dari Bali. Perlawanan dari Bali pun semakin sengit. Namun, Belanda dapat melibas ibu kota Buleleng. Setelah itu, Bali pun menyerah dan memutuskan untuk bekerja sama dengan Belanda. Namun, kedamaian ini hanya bertahan sebentar dan perselisihan antara kedua belah pihak pun kembali terjadi. Sekarang, Belanda ingin menantang hak tawan karang (salah satu tradisi di Bali dimana kapal-kapal yang tenggelam di pantai-pantai akan menjadi hak milik raja Bali) ke raja Bali. Belanda pun mengirimkan 2.400 prajurit untuk melawan Bali. Namun, Belanda kalah dengan Bali yang menyiapkan 16.000 prajurit dengan pimpinan I Gusti Ketut Jelantik. Belanda pun mengalami kerugian besar dan dipaksa mundur oleh Bali. Namun, tak lama setelah itu, Belanda kembali dengan kurang lebih 5.000 prajurit dan berhasil melalap benteng Jagaraga dan mengambil alih kerajaan Bali. Lalu, Belanda kembali pada Perang Bali 3 untuk menguasai Bali. Semua ini bermula saat bali mengambil dua kapal Belanda yang terdampar di pantai sebagai bentuk penerapan tradisi tawan karang. Pastinya Belanda tidak terima dan memberikan protes pada penguasa Bali. Namun, protes tersebut diabaikan oleh raja Bali. Maka dari itu, prajurit-prajurit Belanda di bawah pimpinan Mayor Jendral Michiels memulai serangan ke Goa Lawah, kemudian ke Kusumba dan berhasil menguasai Kusumba pada sore harinya. Namun, pada tengah malamnya, terjadi serangan balasan dari pasukan Klungkung. Karena mereka sedang dalam keadaan lelah dan pastinya mereka kaget, mereka pun mulai tumbang. Mayor Jendral Michiels terluka parah karena tembakan dan meninggal. Keesokan harinya, Letkol van Swieten memutuskan untuk kembali ke Padangbai karena banyak prajurit yang terjangkit penyakit. Betul saja, pada perjalan, banyak prajurit yang sakit dan bahkan meninggal dunia. Akhirnya penduduk Klungkung pun kembali mengambil alih desa itu. Oleh karena perang ini, Belanda mengalami kerugian yang sangat besar dan kehilangan perwira senior mereka. Namun, Klungkung malah kehilangan 800 prajurit saja dengan 1000 prajurit yang terluka.</p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:57:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856483802</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kenzie / Davinci / Fadhil</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484398</link>
         <description><![CDATA[<p>kenzie (davinci, fadhil)</p><p><br></p><p>tokoh yang terlibat:</p><p><br></p><ul><li><p>i gusti ketut jelantik</p></li></ul><p><br></p><ul><li><p>mayor jendral a.v michiels</p></li></ul><p><br></p><ul><li><p>i gusti ngurah rai</p></li></ul><p><br></p><ul><li><p>letkol van swieten</p></li></ul><p><br></p><p>latar tempat:</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><ul><li><p>singaraja, buleleng</p></li></ul><p><br></p><p>- goa lawah/kusamba, klungkung</p><p><br></p><p>faktor utama (sepertinya):</p><p><br></p><p>kolonialisme dari eropa mencapai nusantara dan bali menjadi salah satu targetnya</p><p><br></p><p>akibat:</p><p><br></p><p>kerusakan banyak infrastruktur</p><p><br></p><p>dampak psikologis (post traumatic stres disorder (sepertinya))</p><p><br></p><p>pengaruh besar ke moral pasukan bali</p><p><br></p><p>peningkatan identitas nasional masyarakat bali</p><p><br></p><p>banyak korban tewas dan terluka</p><p><br></p><p>kronologi:</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>bali mengalami pertempuran besar dari belanda, dengan 3 perang terjadi di kawasan mereka. dari buleleng ke klungkung, perang dan pertempuran terjadi di kawasan bali. (1841 - 25 mei 1849)</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:58:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gerrald &amp; Nathan Eze</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484447</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Tokoh yang terlibat adalah, Gusti Ngurah Rai, Gusti Ketut Jelantik dan Gusti Ketut Pudja.</p><p>2. Perang Bali I terjadi di Buleleng Bali</p><p>Perang Bali II terjadi di Desa Jagaraga Buleleng, Bali</p><p>Perang Bali III terjadi di desa Kusamba, Klungkung, Bali.</p><p>3. Faktor utama terjadi perang bali I adalah faktor politik internasional yang mengizinkan Belanda untuk merebut kembali kekuasaannya di Indonesia. Kedua, faktor politik nasional yang menempatkan Bali sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia pasca-Kemerdekaan. Akibat perang tersebut adalah Belanda yang bisa menguasai seluruh wilayah pulau Bali. Raja-raja yang ada di pulau Bali yang menjadi bawahan Belanda sehingga membuat pengaruh kerajaan di Bali menjadi melemah. Belanda yang bisa menguasai perdagangan di Bali dan menerapkan monopoli di pulau tersebut.</p><p>Faktor utama terjadinya perang Bali II adalah karena Belanda berupaya menantang hak tawan karang oleh raja-raja Bali. Dampak dari perang Bali II adalah Belanda bisa menguasai seluruh kawasan pulau Bali, Dihapuskannya beberapa upacara adat di Bali karena pengaruh pemerintah Belanda, Kedua kerajaan harus mengakui Raja Belanda sebagai tuannya serta berada di bawah kekuasaan Gubernemen dan lain - lain. Faktor utama perang Bali III bermula dari tindakan penduduk Bali yang merampas dua kapal Belanda yang terdampar, suatu praktik tradisional di Bali yang dikenal sebagai Tawan Karang.</p><p>Tawan Karang, yakni hak penduduk Bali untuk merampas kapal yang karam, telah menjadi bagian dari tradisi mereka selama bertahun-tahun.</p><p>Namun, ketika kapal Belanda menjadi korban praktik ini pada tahun 1841 dan protes mereka diabaikan oleh penguasa Bali, ketegangan antara kedua pihak meningkat. Beberapa akibat dari Perang Bali III diantaranya adalah kerugian nyawa, dampak psikologis serta moral prajurit, kerusakan infrastruktur dan lain - lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:58:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484447</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Stanley &amp; Aldo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484554</link>
         <description><![CDATA[<p>Bali adalah provinsi yang cukup terisolasi dari dunia luar, oleh karena itu masih banyak budaya dari Bali yang masih belum tercemar. Oleh karena itu Bali ingin terus mempertahankan kebudayaan tersebut, tetapi saat Belanda mulai menjajah Hindia Belanda pulau Bali juga ikut ingin di kuasai dan ingin merebut budaya-budaya yang terdapat di Bali. Bali ingin mempertahankan kebudayaan tersebut oleh karena itu perang Bali 1 pun terjadi. Perang bali pertama terjadi pada tahun 1846, Belanda melancarkan serangan militer ke Buleleng Bali. Belanda menyerang Bali dikarenakan Belanda tidak menyukai warga Bali yang melakukan tradisi mereka di pantai yang bernama Tawan Karang. Belanda tidak menyukai Bali dikarenakan Belanda menganggap bahwa Bali melakukan tradisi mereka di wilayah Belanda serta belanda menganggap tradisi-tradisi tersebut melanggar hukum Internasional. Dalam perang tersebut Belanda mengirim armada besar ke Bali dan Belanda dapat merebut Singaraja dikarenakan ultimatum Belanda dihiraukan oleh raja Bali. Setelah perang Bali menyerah dan sepakat untuk bekerja sama dengan Belanda. Tetapi itu tidak bertahan lama dikarenakan konflik mulai memanas dan perang Bali 2 dimulai kembali. </p><p>	Perang kedua Bali 2 terjadi pada tahun 1848 yang disebabkan oleh Belanda yang menantang hak tawan karang oleh raja-raja Bali. Walaupun belanda mengirim lebih banyak pasukan untuk melawan Bali, Bali tetap menang di bawah pimpinan oleh I Gusti Ketut Jelantik di Jagaraga. Belanda pun terpaksa mundur, tak lama kemudian Belanda mengirim pasukan mereka kembali untuk menaklukkan bentang Jagaraga pada tahun 1849. Oleh karena itu Belanda berhasil kembali untuk sedikit unggul terhadap Bali lagi. </p><p>	Perang bali 3 terjadi dikarenakan penduduk Bali melepas 2 kapal Belanda yang terdampar, hal ini dikarenakan untuk melaksanakan tradisi Tawan Karang. Pada 24 Mei tahun 1849, pasukan Belanda di bawah komando mayor Jendral A.V. Michiels memulai serangan ke Goa lawah dan kemudian menuju Kusamba. Walaupun Belanda berhasil merebut Kusamba tetapi, situasi berbalik Klungkung menyerang balik ditengah malam sebagai serangan balasan. Di dalam serangan tersebut Mayor Jendral Michields ditembak dan akhirnya meninggal dunia. Pada keesokan harinya moral dari pasukan Belanda menurun drastis dan ada juga yang terjangkit penyakit. Letkol An Switen memutuskan untuk mundur kembali ke Padang Bai. Dalam pertempuran ini Belanda mengalami kerugian yang sangat besar dan menganggap bahwa Bali telah melanggar perjanjiannya, oleh karena itu Belanda terdorong untuk melakukan ekspedisi ke Bali.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:58:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lala,chelsea</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484592</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Mayor Jendral A.V.Michiels,Letkol van Swieten,Gusti ketut jelantik,Letkol van Swieten</p><p>2.bali,singaraja,kusamba,padangbai,benteng jagaraga</p><p>3.faktor utama perlawanan karena orang Bali ingin mempertahankan budaya dan tanah mereka dari belanda,akibat dari perlawanan pasukan belanda,pasukan belanda diserang oleh orang-orang bali, pasukan belanda mengalami banyak kerugian dan beberapa pasukan belanda meninggal dan terluka.</p><p>4.awal nya belanda melakukan serangan militer ke buleleng bali pada tahun 1846,karna bali sering melangar kesepakatan yang telah di buat oleh belanda.walaupun ada perperangan yang sengit tetapi belanda berhasil menghancurkan buleleng,karna itu akhirnya bali sepakat untuk kerjasama bersama belanda lagi, tetapi ketenangan itu tidak bertahan lama dan terjadi perang bali 2.Pada perang bali 2 belanda mengalami banyak kerugian akibat peperangan tersebut,setelah itu terjadilan perang bali 3 karna bali merebut kapal belanda dan peperangan pun terjadi kembali.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:58:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484592</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Naelsen &amp; Richard</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484783</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>I Gusti Ketut Jelantik, Mayor Jendral A.V. Michiels, Letkol van Swieter</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Buleleng, Jagaraga, Kusamba, Goa Lawah</p></li><li><p>Belanda yang tidak setuju dengan tradisi Bali "Tawan karang" dimana kapal yang karam di pantai menjadi milik raja setempat dan menganggapnya melanggar hukum internasional. Bali juga melanggar penjanjian/kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua pihak</p></li></ol><ol start="4"><li><p>Kehilangan banyak nyawa, banyak hancurnya infrastruktur, terjadinya trauma, Mengalami banyak kerugian, terbentuknya semangat kebangsaan akan menjaga tempat (wilayah) dan budaya</p></li><li><p>-Perang Bali 1 terjadi pada tahun 1846</p><p>-Bali dan Belanda mencapai kesepakatan pada tahun 1841 dan 1843</p><p>-Perang Bali 2 terjadi pada tahun 1848</p><p>-Kapal Belanda menjadi korban tradisi bali pada tahun 1841</p><p>-Pasukan Belanda di bawah komando Mayor Jendral A.V. Michiels memulai serangan ke Goa Lawah dan kemudian menuju Kusamba pada 24 Mei 1849</p><p>-Pasukan Belanda kembali lesu dan demoralisasi, banyak di antaranya terjangkit penyakit. Letkol van Swieten memutuskan untuk mundur kembali ke Padangbai pada 25 Mei 1849</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:59:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Christian &amp; Clara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484939</link>
         <description><![CDATA[<p>Tokoh : - I Gusti Ketut Jelatik</p><p>- Jendral A V Michiels</p><p>- Letkol van Swieten</p><p>Akibat : - karena penduduk Bali merampas dua kapal Belanda yang terdampar </p><p><br/></p><p>Perang Bali I</p><p>	Perang Bali I terjadi di Buleleng Bali, pada tanggal 1846. Saat pada tahun 1841 sampai 1843, Belanda dan Bali masih belum mencapai kesepakatan dikarenakan kerajaan Bali sering melanggar perjanjian mereka. Salah satu tradisi yang Belanda menggangap hukum nasional merupakan "Tawan Karang". Pada saat ekspedisi, Belanda memberikan ultamitum yang diabaikan oleh raja Bali, jadi pada saat pasukan Belanda mereka bertemu dengan ribuan prajurit Bali. Setelah perlawanannya Belanda dapat menangkap Singaraja, ibu kota Bali. Setelah itu, kerajaan Bali menyerah dan bersepakat untuk berkerja sama dengan Belanda</p><p><br/></p><p>Perang Bali II</p><p>     Perang Bali II terjadi di Jagaraga di Bali, pada tanggal 1848, Belanda menantang hak tawan karang oleh raja-raja Bali pasukan Belanda berjmlah 2.400 prajurit dengan persenjataan canggih. mereka tidak berhasil mengalahkan 16.000 prajurit Bali yang di pimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik. Belanda menderita kerugian besar Belanda kembali dengan serangan baru pada tahun 1849 dengan pasukan yang lebih besar, sekitar 5000 serdadu. Mereka berhasil menaklukan benteng Jagaraga menjadikan kerajaan di Bali berada di bawah kendaliu Belanda. Belanda datang dengan persenjataan modern mereka menghadapi perlawaan gigih dari orang bali.</p><p><br/></p><p>perang Bali III</p><p>	Seluruh konflik ini terjadi karena hal yang penduduk Bali lakukan. pada 24 Mei 1849 Jendral A.V Michiels serang Goa Lawah dan kemudian Kusamba. Belanda berhasil menangkap kusamba pada sore. Dalam serangan tersebut, Jendral Michiels terluka dan akhirnya meninggal dunia. pada besok hari pasukan Belanda balik, Letkol van Swieten memutuskan untuk mundur kembali ke Padangbai. Dalam pertempuran tersebut Belanda mengalami banyak kerugian.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:59:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856484939</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kezia &amp; Almeera</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856485342</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>a. Tokoh yang terlibat </strong></p><p> Mayor Jendral Michiels, Gusti Ketut Jelantik dan prajurit - prajurit Bali &amp; Belanda.</p><p><strong>b. Lokasi</strong></p><p>Perang I  = di Singaraja</p><p>Perang II = Jagaraga</p><p>Perang III = di Kusamba</p><p><strong>c. Faktor Utama</strong></p><p>Karena Bali melanggar perjanjian antara Bali dan Belanda atau disebut perjanjian Kuta. Salah satu sengketa besar adalah tradisi "Tawan Karang" di Bali, dimana kapal yang karam di pantai menjadi milik raja setempat. Belanda tidak setuju dengan tradisi ini dan menganggapnya melanggar hukum internasional.</p><p><strong>d. Akibat/Dampak</strong></p><p>1. Kerugian nyawa. Mayor Jendral Michiels, pemimpin pasukan Belanda, tewas, bersama dengan banyak tentara lainnya. Klungkung sendiri kehilangan sekitar 800 laskar dan 1000 lainnya mengalami luka-luka.</p><p>2. Dampak psiokologis.</p><p>Membeikan trauma perang bagi yang terlibat dan bagi masyarakat yang terdampak oleh konflik tersebut.</p><p>3. Kerusakan Fasilitas</p><p>Penggunaan artileri dan strategi seperti pembakaran desa, menyebabkan kerusakan yg parah di pemukiman Bali.</p><p>4. Pengaruh Terhadap Moral Pasukan</p><p>Hal ini mempengaruhi keputusan strategis dan taktik dalam perang.</p><p>5. Penguatan Karakter dan Semangat Kebangsaan</p><p>Perlawanan masyarakat Bali menunjukkan semangat kebangsaan dan identitas budaya yang kuat. Perang tersebut mungkin telah meningkatkan rasa solidaritas dan identitas nasional di antara masyarakat Bali.</p><p> </p><p><br/></p><p>   Pada tahun 1846, terjadi perang pertama Bali di Singaraja, ibukota Buleleng. Hal ini terjadi karna Bali melanggar perjanjian antar Bali dan Kuta atau perjanjian Kuta. </p><p>  Lalu perang kedua Bali terjadi pada tahun 1848 di Jagaraga. 2.400 prajurit  Belanda kalah dengan 16.000 prajurit Bali yang dipimpin  oleh Gusti Ketut jelantik di Jagaraga.</p><p>  Perang ketiga Bali atau disebut Perang Kusamba adalah perang untuk Belanda menguasai Indonesia setelah percobaan sebelumnya gagal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 03:59:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856485342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Audric &amp; Benaya </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856485642</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>l Gusti Ketut Jelantik pada perang bali ll, Mayor Jendral A.V Michiels perang bali lll.</p></li><li><p>Singaraja, ibu kota Buleleng, Bali ,NTB , Jagaraga, dan Kusamba.</p></li><li><p>Kerajaan buleleng sering melanggar perjanjian yang diberi Belanda Salah satu sengketa besar adalah tradisi "Tawan Karang" di Bali, dimana kapal yang karam di pantai menjadi milik raja setempat. 'Belanda tidak setuju dengan tradisi ini dan menganggapnya melanggar hukum internasional.</p></li><li><p>Kerugian nyawa, dampak psikologis, kerusakan infrastruktur, pengaruh terhadap moral pasukan, penguatan identitas dan semangat kebangsaan.</p></li><li><p>Jadi, pada perang Bali l kerajaan buleleng memiliki tradisi tawan karang di Bali dan Belanda tidak setuju dengan tradisi ini karena dianggap melanggar hukum internasional. Pada perang Bali ll terjadi perang Jagaraga. Terjadi karena ketidaks setujuan Belanda juga dan menimbulkan perang Bali III. Lalu mereka berdamai karena mereka telah menyetujui sesuai yang Belanda inginkan.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 04:00:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856485642</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cathleen &amp; Wilona</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856485898</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Tokoh Yang Terlibat</em></strong></p><ol><li><p>Gusti Ketut Jelantik, Mayor Jendral A.V Michiels, Letkol Van Swieten.<br>&nbsp;</p><p><strong><em>Latar Tempat Kejadian</em></strong></p></li><li><p>- Perang 1 terjadi di Bali dan terjadi pada tahun 1846, dimana Belanda melancarkan serangan militer ke Buleleng.<br>- Perang 2 terjadi di Bali (perang Jagaraga) dan terjadi pada tahun 1848.<br>- Perang ke 3 terjadi di Bali (perang kusamba) dan terjadi di tahun 1849 (Mayor Jendral A.V. Michiels memulai serangan ke Goa Lawah).</p></li></ol><p><br/></p><p><strong><em>Faktor Utama Yang Menyebabkan Kejadian</em></strong></p><ol start="3"><li><p>Sebuah kerajaan di Bali, khusus nya Buleleng, sering melanggar perjanjian. Salah satu sengketa besar adalah tradisi "Tawan Karang" di bali, dimana kapal yang karam di pantai menjadi milik raja setempat. Belanda tidak setuju dengan tradisi tersebut dan mengganggapnya melanggar hukum internasional.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong><em>Akibat</em></strong></p><ol start="4"><li><p>- Kerugian Nyawa banyak pasukan Belanda,tewas,bersama dengan banyak tentara lainnya.&nbsp;<br><br>-Dampak Psikologis banyak yang menjadi trauma dan banyak kerugian bagi mereka yang terlibat langsung didalam.<br><br>- Kerusakan Infrastruktur ada pembakaran desa dan banyak kerusakkan yang terjadi.&nbsp;<br><br>-Pengaruh Terhadap Moral Pasukan banyak kerugian dan ini mempengaruhi keputusan strategis dan taktik.<br><br>-Penguatan Indentitas dan Semangat Kebangsaan walaupun kekuatan kolonial yang besar dan kuat tehadap Bali tetapi Bali menunjukkan semangat kebangsaan dan indentitas budaya yang kuat.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong><em>Kronologi </em></strong></p><ol start="5"><li><p>Dengan diawali sebuah perjanjian di tahun 1841 yang salah satunya berisi bahwa<strong> </strong>Belanda ingin semua kerajaan termasuk di Bali harus<strong> </strong>tunduk pada mereka. Sayangnya tidak semua kerajaan di Bali sepakat dengan hal tersebut, Apalagi terdapat hak Tawan Karang yang terjadi di Bali.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 04:00:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856485898</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chio &amp; Nathannael</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856486610</link>
         <description><![CDATA[<p>Perang Bali</p><p>Tokoh:</p><p>Raja-raja Bali, Pasukan Belanda, Prajurit Bali, I Gusti Ketut Jelantik, Komando Mayor Jendral A.V. Michiels, Pasukan Klunglung, Letkol van Swieten</p><p><br></p><p>Latar tempat: </p><p>Perang bali 1: Singaraja, Buleleng, Bali</p><p>Perang Bali 2: Jagaraga, Bali</p><p>Perang Bali 3: Goa Lawah, Bali. Kusamba, Bali. Padangbai, Bali</p><p>Faktor utama perlawanan: </p><p>Perang 1 :</p><p>Belanda tidak setuju dengan tradisi ini dan menganggapnya melanggar hukum internasional.</p><p><br></p><p>Perang 2 :</p><p>Belanda berupaya menantang hak tawan karang oleh raja-raja Bali.</p><p><br></p><p>Perang 3 :</p><p>tindakan penduduk Bali yang merampas dua kapal Belanda yang terdampar, suatu praktik tradisional di Bali yang dikenal sebagai Tawan Karang.</p><p>Akibat perlawanan:</p><p>Perang 1,2,3 : Banyak Memakan Korban , Kerusakan Infastruktur ,  Trauma Orang Orang Bali Dan Kerugian Pemimpin Utama</p><p><br></p><p>Kronologi singkat :</p><p>Bali Mengalami pertempuran besar dari belanda 3 kali dan bali pun menang tetapi bali banyak memakan nyawa dan kerugian Infastruktur bali pun hilang nyawa nyawa pemimpin seperti Gendral Mayor , Gusti Kentut , Dan lain lain</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 04:01:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856486610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bridgett &amp; Gellent</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856486770</link>
         <description><![CDATA[<p>Perang Bali</p><p><br></p><p><strong>Tokoh:</strong></p><ol><li><p>I Gusti Ketut Jelantik - Jagaraga</p></li><li><p>Mayor Jendral A. V. Michiels - Goa Lawah</p></li><li><p>Letkol van Swieten - Padangbai</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Latar Tempat kejadian:</strong></p><ul><li><p>Buleleng, Bali</p></li><li><p>Jagaraga, Bali</p></li><li><p>Goa Lawah, Bali</p></li><li><p>Kusamba, Bali</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Faktor utama yg menyebabkan perlawanan:</strong></p><p>Karena Belanda ingin mengendalikan wilayah Nusantara. Meski Bali dan Belanda telah mencapai kesepakatan, namun kerajaan di Bali(Buleleng) sering melanggar perjanjian tersebut. Salah satu tradisi Bali bernama “Tawan Karang” merupakan suatu tradisi yang tidak disetujui Belanda dan dianggap melanggar hukum internasional.</p><p><br></p><p><strong>Akibat dan perlawanan:</strong></p><ol><li><p>Kerugian nyawa. Dengan perang Bali, kedua pihak mengalami kerugian nyawa.</p></li><li><p>Dampak psikologis. Penduduk yang terlibat dalam perang dapat menerima dampak psikologis dan trauma.</p></li><li><p>Pengaruh terhadap moral pasukan. Hal ini mempengaruhi keputusan strategis dan taktik dalam perang.</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Kronologi:</strong></p><ul><li><p>1841-1843: Bali dan Belanda sebelumnya telah mencapai kesepakatan, namun kerajaan di Bali, khususnya Buleleng, sering melanggar perjanjian tersebut.</p></li><li><p>1848: Perang Bali II atau perang Jagaraga menampilkan konflik antara Belanda dan Bali, di mana Belanda berupaya menantang hak tawan karang oleh raja-raja Bali.</p></li><li><p>1849: Belanda kembali dengan serangan baru dengan pasukan yang lebih besar, sekitar 5.000 serdadu. Kemudian, pasukan Belanda di bawah komando Mayor Jendral A.V. Michiels memulai serangan ke Goa Lawah dan kemudian menuju Kusamba.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 04:01:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856486770</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Clarissa &amp; Felcia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856489345</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Gusti Ketut Jelantik, mayor jendral A.V, Michiels, Letkol van Swieten</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Buleleng, Jagaraga, Goa Lawah, Kusamba</p></li></ol><ol start="3"><li><p>Belanda merasa bahwa tradisi itu melanggar hukum internasional Belanda dan mereka mengumumkan perang terhadap rakyat Bali.</p></li></ol><ol start="4"><li><p>Matilah banyak pejuang-pejuang yang telah berjuang untuk Bali, Belanda menderita kerugian besar dan dipaksa untuk mundur. Tak lama setelah kegagalan tersebut, Belanda kembali dengan serangan baru pada tahun 1849, kali ini dengan pasukan yang lebih besar, sekitar 5.000 serdadu. Mereka berhasil menaklukkan benteng Jagaraga, menjadikan semua kerajaan di Bali berada di bawah kendali Belanda.</p></li></ol><ol start="5"><li><p>Perang Bali I terjadi pada tahun 1846, pas Belanda mau mengirimkan militer ke Buleleng, Bali.</p><p>Dengan harapan untuk mengambil alih wilayah Nusantara.</p><p>Walaupun Bali sama Belanda udah ada perjanjian di tahun 1841 dan 1843, Kerajaan Bali, khususnya Buleleng, sering melanggar perjanjian tersebut.</p><p>Salah satu sengketa (situasi dimana ada pihak yang merasa dirugikan oleh pihak lain, yang kemudian pihak tersebut menyampaikan ketidakpuasaan ini kepada pihak kedua.) besar adalah tradisi "Tawan Karang" di Bali, dimana kapal yang karam di pantai menjadi milik raja setempat.</p><p>Belanda tidak setuju dengan tradisi ini dan menganggapnya melanggar hukum internasional.</p><p>Belanda pun mengirimkan armada besar ke Bali. Meskipun mendapat perlawanan sengit, Belanda berhasil menaklukkan Singaraja, ibu kota Buleleng.</p><p>Setelah perang, kerajaan-kerajaan di Bali menyerah dan sepakat untuk bekerja sama dengan Belanda. Namun, ketenangan ini tidak bertahan lama, dan konflik kembali memanas, mengarah pada perang Bali berikutnya.</p><p>Perang bali 2 terjadi pada tahun 1848. Meskipun mendapat perlawanan sengit, Belanda berhasil menaklukkan Singaraja, ibu kota Buleleng.</p><p>Setelah perang, kerajaan-kerajaan di Bali menyerah dan sepakat untuk bekerja sama dengan Belanda.</p><p>Namun, ketenangan ini tidak bertahan lama, dan konflik kembali memanas, mengarah pada perang Bali berikutnya.</p><p>Meskipun pasukan Belanda berjumlah 2.400 prajurit dengan persenjataan canggih, mereka tidak berhasil mengalahkan 16.000 prajurit Bali yang dipimpin oleh I Gusti Kentut Jelantik di Jagaraga.</p><p>Belanda menderita kerugian besar dan dipaksa untuk mundur.</p><p>Tak lama setelah kegagalan tersebut, Belanda kembali dengan serangan baru pada tahun 1849, kali ini dengan pasukan yang lebih besar, sekitar 5.000 serdadu.</p><p>Mereka berhasil menaklukkan benteng Jagaraga, menjadikan semua kerajaan di Bali berada di bawah kendali Belanda.</p><p>Ekspedisi ini menjadi titik balik dominasi Belanda di Bali.</p><p>Selain pertempuran militer, perang ini juga menandai benturan antara tradisi dan ambisi kolonial.</p><p>Perang bali 2 terjadi pada tahun 1848. Meskipun mendapat perlawanan sengit, Belanda berhasil menaklukkan Singaraja, ibu kota Buleleng.</p><p>Setelah perang, kerajaan-kerajaan di Bali menyerah dan sepakat untuk bekerja sama dengan Belanda.</p><p>Namun, ketenangan ini tidak bertahan lama, dan konflik kembali memanas, mengarah pada perang Bali berikutnya.</p><p>Meskipun pasukan Belanda berjumlah 2.400 prajurit dengan persenjataan canggih, mereka tidak berhasil mengalahkan 16.000 prajurit Bali yang dipimpin oleh I Gusti Kentut Jelantik di Jagaraga.</p><p>Belanda menderita kerugian besar dan dipaksa untuk mundur.</p><p>Tak lama setelah kegagalan tersebut, Belanda kembali dengan serangan baru pada tahun 1849, kali ini dengan pasukan yang lebih besar, sekitar 5.000 serdadu.</p><p>Mereka berhasil menaklukkan benteng Jagaraga, menjadikan semua kerajaan di Bali berada di bawah kendali Belanda.</p><p>Ekspedisi ini menjadi titik balik dominasi Belanda di Bali.</p><p>Selain pertempuran militer, perang ini juga menandai benturan antara tradisi dan ambisi kolonial.</p><p>Perang 2 bali terjadi pada tahun 1848. Menampilkan konflik antara Belanda dan Bali, di mana Belanda berupaya menantang hak tawan karang oleh raja-raja Bali.</p><p>Meskipun pasukan Belanda berjumlah 2.400 prajurit dengan persenjataan canggih, mereka tidak berhasil mengalahkan 16.000 prajurit Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik di Jagaraga.</p><p>Belanda menderita kerugian besar dan dipaksa untuk mundur.</p><p>Tak lama setelah kegagalan tersebut, Belanda kembali dengan serangan baru pada tahun 1849, kali ini dengan pasukan yang lebih besar, sekitar 5.000 serdadu.</p><p>Mereka berhasil menaklukkan benteng Jagaraga, menjadikan semua kerajaan di Bali berada di bawah kendali Belanda.</p><p>Ekspedisi ini menjadi titik balik dominasi Belanda di Bali.</p><p>Selain pertempuran militer, perang ini juga menandai benturan antara tradisi dan ambisi kolonial.</p><p>Perang Bali III, yang juga disebut perang Kusamba, merupakan percobaan Belanda untuk menguasai Bali setelah dua percobaan sebelumnya gagal.</p><p>Seluruh konflik ini bermula dari tindakan penduduk Bali yang merampas dua kapal Belanda yang terdampar, suatu praktik tradisional di Bali yang dikenal sebagai Tawan Karang.</p><p>Tawan Karang, yakni hak penduduk Bali untuk merampas kapal yang karam, telah menjadi bagian dari tradisi mereka selama bertahun-tahun.</p><p>Namun, ketika kapal Belanda menjadi korban praktik ini pada tahun 1841 dan protes mereka diabaikan oleh penguasa Bali, ketegangan antara kedua pihak meningkat.</p><p>Pada 24 Mei 1849, pasukan Belanda di bawah komando Mayor Jendral A.V. Michiels memulai serangan ke Goa Lawah dan kemudian menuju Kusamba.</p><p>Mereka menghadapi perlawanan sengit dari pasukan Klungkung.</p><p>Meski pasukan Belanda berhasil menguasai Kusamba pada sore hari, situasi berbalik ketika Klungkung melancarkan serangan balasan tengah malam, memanfaatkan kelelahan dan keterkejutan pasukan Belanda.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 04:05:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856489345</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anthony dan Yoshi</title>
         <author>anthonyharsono1819203061</author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856490599</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Perang Bali I</p><p>Perang bali 1 terjadi pada 1846,dimana belanda menyerang Bali. Faktor utama terjadi peperangan ini adalah adanya tradisi "Tawan Karang" dimana kapal yang karam di pantai menjadi milik raja setempat. Belanda tidak setuju dengan tradisi dan menganggapnya melanggar hukum internasional. Dalam ekspedisi ini belanda mengirim armada besar ke Bali, lalu bali berhadapan dengan ribuan prajurit Bali. Meskipun perlawanan sengit, Belanda berhasil menaklukan Singraja, ibu kota Buleleng. Setelah perang, kerajaan-kerajaan di Bali menyerah dan sepakat untuk bekerja sama dengan Belanda. Tokoh-tokoh yang ikut dalam perang bali adalah: Kerajaan Buleleng, Belanda. Perang tersebut terjadi di Buleleng, Bali dimana belanda melancarkan serangan militer ke Buleleng, Bali. Pihak Belanda dan Bali melalui kerugian dana dan nyawa. </p><p>2. Perang Bali II</p><p>Perang Bali 2 terjadi pada tahun 1848, dan terjadi di Jagaraga. Faktor utama dari peperangan ini adalah, ketika Belanda berupaya menantang hak tawan karang oleh raja-raja Bali. Gusti Ketut Jelantik, raja-raja Bali, pasukan Bali, dan pasukan Belanda menjadi tokoh-tokoh yang terlibat dalam perang tersebut. Belanda pun menyerang kerajaan Bali terlebih dahulu, mereka memiliki prajurit dengan jumlah 2400 dengan senjata canggih. Namun mereka kalah kepada kerajaan bali yang memiliki 16.000 prajurit Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik di Jagaraga. Belanda kembali dengan serangan baru pada tahun 1849, kali ini dengan pasukan yang lebih besar, sekitar 5.000 serdadu. Belanda pun akhirnya menang melawan kerajaan Bali. Pihak Belanda dan Bali melalui kerugian dana dan nyawa. </p><p>3. Perang Bali III</p><p>Perang Bali 3 yang juga disebut perang Kusamba merupakan pencobaan Belanda untuk menguasai Bali setelah gagal berulang kali. Konflik ini bermula dari tindakan penduduk bali yang mencuri 2 kapal belanda yang terdampar, penduduk Bali melakukan tradisi Bali yang dikenal sebagai Tawan Karang. Ketika kapal Belanda menjadi korban tradisi pada tahun 1841 dan protes Belanda diabaikan oleh penguasa Bali, kedua pihak meningkat keteganganya. Pada 24 Mei 1849, pasukan Belanda di bawah komando Mayor Jendral A.V. Michiels memulai serangan ke Goa Lawah dan menuju Kusamba. Mereka menghadapi perlawanan dari pasukan Klungkung. Dalam serangan tersebut, Mayor Jendral Michiels terluka parah karena tembakan dan meninggal dunia akhirnya.</p><p>Pada hari 25 Mei, pasukan Belanda kembali lesu dan terjadinya demoralisasi, karena banyak tentara terjangkit penyakit. Letkol van Swieten memutuskan untuk mundur kembali ke Padangbai. Sepanjang perjalanan, banyak tentara-tentara Belanda yang meninggal dan jatuh sakit. Pihak Belanda dan Bali melalui kerugian dana dan nyawa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 04:07:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856490599</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Loretha dan Jeantine</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856490714</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Gusti Ketut Jelantik, Mayor Jendral A.V. Michiels, Mayor Jendral Michiels, Letkol van Swieten</p></li><li><p>Perang 1 : Buleleng, Bali</p><p>Perang 2 : Jagaraga, Bali</p><p>Perang 3 : Kusumba, Bali</p></li><li><p>Faktor utama yang menyebabkan perlawanan adalah Bali menjadi target ekspansi kekuasaan Belanda karena kekayaan sumber daya alam, posisi strategis dan potensi ekonomi dari Bali.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Pada abad ke - 19, kolonialisme eropa mencapai puncaknya di Nusantara sehingga Bali menjadi salah satu target ekspansi kekuasaan Belanda. Tetapi Belanda tidak semudah itu mendapatkan Bali. Kerajaan-kerajaan Bali menunjukkan perlawanan sengit kepada Belanda.</p><p><br/></p><p>Perang 1 terjadi pada tahun 1846. Belanda melancarkan serangan militer ke Buleleng, Bali. Bali dan Belanda mencapai kesepakatan tahun 1841 dan 1943, namun kerajaan di Bali sering melanggar perjanjian. Belanda tidak setuju dengan tradisi Bali yang doanggap melanggar hukum internasional. Belanda berhasil menaklukkan Singaraja, ibu kota Buleleng. Belanda dan Bali kembali membuat persetujuan tetapi tidak bertahan lama dan terjadilah perang ke-2.</p><p>Perang 2 atau perang Jagaraga terjadi pada tahun 1848 yang dimana Belanda berupaya menantang hak tawan karang oleh raja-raja Bali. Belanda tidak berhasil menaklukkan prajurit Bali sebanyak 16.000 prajurit karena Belanda hanya memiliki 2.400 prajurit. Tak lama setelah itu, Belanda kembali dengan serangan pada tahun 1849 dan berhasil menaklukkan Bali. Belanda tetap mendapatkan perlawanan gigih dari Bali.</p><p>Perang 3 atau perang Kusamba terjadi setelah 2 kali percobaan gagal. HAl ini terjadi karena Bali merampas 2 kapal milik Belanda. Pada 24 Mei 1849, Belanda menghadapi perlawanan sengit dari pasukan Klungkung.</p></li><li><p>Pada perang I, Meskipun mendapat perlawanan sengit, Belanda berhasil menaklukkan Singaraja, ibu kota Buleleng. Setelah perang, kerajaan-kerajaan di Bali menyerah dan sepakat untuk bekerja sama dengan Belanda. Pada Perang II, Belanda menderita kerugian besar dan dipaksa untuk mundur. Pada Perang III, Belanda berhasil menaklukkan benteng Jagaraga, Meski Belanda berhasil menguasai Kusamba pada sore hari, situasi berbalik ketika Klungkung melancarkan serangan balasan tengah malam, dalam serangan tersebut, Jendral Hindia Belanda, Mayor Jendral Michiels terluka parah oleh tembakan dan akhirnya meninggal dunia. Dalam pertempuran ini, Belanda mengalami kerugian signifikan, termasuk kehilangan beberapa perwira senior, sedangkan Klungkung kehilangan sekitar 800 prajurit dengan 1000 lainnya terluka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 04:07:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856490714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kevin &amp; Rainer</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856492117</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Raja Bali, I Gusti Ketut Jelantik, Jendral A.V michiel, Letkol Van Swieten.</p></li><li><p>Bali, Buleleng, Singaraja, Jagaraga, Kusumba, Klungkung, Padangbai</p></li><li><p>Tawan Karang kerajaan Bali khususnya Buleleng sering melanggar perjanjian nya adalah tradisi tawan karang kapal yang karam di pantai menjadi milik raja setempat, tetapi Belanda tidak setuju dengan tradisi dan menganggap nya melanggar hukum internasional Belanda menantang hal tawan karang oleh raja-raja Bali.</p></li><li><p>Kerugian nyawa, kedua pihak mengalami kerugian nyawa yang signifikan terutama Belanda kehilangan beberapa perwira senior, klungkung kehilangan sekitar 800 prajurit dengan 1000 terluka.</p><p><br/></p></li></ol><p>        Dampak Psikologis, yang pastinya bisa memengaruhi kesehatan mental seorang prajurit (depresi, stres, dll)</p><p><br/></p><p>         Kerusakan infrastuktur, banyak peralatan perang maupun rumah rumah warga rusak atau hancur karena perang.</p><p><br/></p><p>          Pengaruh terhadap moral pasukan, terhadap keputusan strategis dan taktik dalam perang.</p><p>           </p><p>          Penguatan identitas dan semangat kebangsaan, warga warga Bali maupun Belanda menjadi semakin semangat berjuang untuk negaranya.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-22 04:09:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/novgrasel/dda3ggt04suliwrk/wish/2856492117</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
