<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Kesultanan Gowa by </title>
      <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-16 12:35:39 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-16 13:16:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Asal-Usul Kesultanan Gowa</title>
         <author>azaleaannajwa40</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0/wish/2299926516</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejarah Kerajaan Gowa-Tallo terbagi dalam dua periode, yaitu sebelum memeluk Islam dan setelah memeluk Islam. Pada awalnya, di wilayah Gowa terdapat sembilan komunitas yang dikenal dengan nama Bate Salapang atau Sembilan Bendera. Sembilan komunitas tersebut adalah Tambolo, Lakiung, Saumata, Parang-parang, Data, Agangjene, Bisei, Kalili, dan Sero. Dengan berbagai cara, baik damai ataupun paksaan, sembilan komunitas tersebut membentuk Kerajaan Gowa pada awal abad ke-14.&nbsp;<br><br>Kala itu, masyarakat dan penguasanya masih menganut kepercayaan animisme. Tomanurung Bainea kemudian diangkat menjadi raja dan mewariskan Kerajaan Gowa kepada putranya, Tumassalangga. Kerajaan Gowa pernah terbelah menjadi dua setelah masa pemerintahan Tonatangka Lopi pada abad ke-15. Hal ini disebabkan oleh perang saudara antara dua putra Tonatangka Lopi, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero, yang saling berebut takhta. Setelah Batara Gowa menang, Karaeng Loe ri Sero turun ke muara Sungai Tallo dan mendirikan Kerajaan Tallo.&nbsp;<br><br>Selama bertahun-tahun, dua kerajaan bersaudara ini tidak pernah akur. Hingga pada akhirnya, Raja Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna dari Gowa membuat perjanjian dengan Tallo dalam kesepakatan "dua raja tetapi satu rakyat" pada 1565. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa kedua kerajaan tidak boleh saling melawan. Setelah bersatu kembali, kerajaan ini disebut Kerajaan Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar dengan sistem pembagian kekuasaan. Raja dipilih dari garis keturunan Gowa, sedangkan perdana menterinya dari keturunan Tallo.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804666365/31644b2141eac120b463f2e220187e54/88655_sultan_hasanuddin.jpg" />
         <pubDate>2022-09-16 12:47:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0/wish/2299926516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Perlawanan Kesultanan Gowa</title>
         <author>azaleaannajwa40</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0/wish/2299936746</link>
         <description><![CDATA[<div>Kejayaan Gowa-Tallo ketika berada dibawah pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653-1669 M) membuat posisi VOC di kawasan Indonesia Timur menjadi terancam. Latar belakang perlawanan Gowa-Tallo terhadap VOC, yaitu VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur serta VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.</div><div><br>Untuk menghadapi tindakan VOC yang semena-mena, Sultan Hasanudin memperkuat pasukan dengan memerintahkan kerajaan bawahan di Nusa Tenggara untuk mengirimkan prajuritnya. Sedangkan di sisi lain, VOC menggunakan politik <em>devide et Impera</em> dengan meminta bantuan Arung Palaka dari Kesultanan Bone. Arung Palaka menerima permintaan dari VOC dengan alasan ingin membalas kekalahannya atas Gowa-Tallo dan merebut kembali kemerdekaan Bone.</div><div><br>Dengan demikian, latar belakang&nbsp; terjadinya perlawanan Gowa atau Makassar adalah VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur dan VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804666365/fb59de3b5ef20103e877369161dab1a2/dep3_f4xkaaknrl.jpg" />
         <pubDate>2022-09-16 12:53:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0/wish/2299936746</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proses Jalannya Perlawanan Kesultanan Gowa</title>
         <author>azaleaannajwa40</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0/wish/2299963122</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Proses jalannya perlawanan kesultanan Gowa yaitu bermula dari kompeni menginginkan bagian terbesar dalam perdagangan rempah-rempah dimaluku, padahal pada waktu itu perdagangan ini berada di tangan orang-orang makassar, maka dengan sendirinya menimbulkan permusuhan. Belanda berencana melumpuhkan kerajaan Gowa. Pada tahun 1634 diadakan pemblokiran terhadap kerajaan Gowa. Dengan bantuan dari kapal yang datang dari batavia, belanda memblokir Somba Opu. Kapal ini di tugaskan agar tidak membuang waktu. Tetapi langsung merusak, merongrong, merebut kapal portugis dan india yang berdagang di Somba Opu, tidak terkecuali juga kapal-kapal Makassar. Selain itu desa-desa kerajaan Gowa juga di musnahkan.&nbsp;<br><br>Akan tetapi hal ini tidak tepat sasaran karena Gowa telah mengetahui&nbsp; berita tentang VOC dari Jepara. Dan tiga minggu sebelumnya kapal Portugis telah berangkat menuju Kakao. Pada tahun 1635 Belanda melakukan lagi pemblokiran. Tetapi orang-orang makassar menyeberang melalui darat, sehingga dapat terus melakukan perdagangan. Bahkan dari buton, banyak terjadi penyerbuan dan pembunuhan terhadap orang belanda.</div><div><br></div><div>Dua kali perang diistirahatkan ( 1635-1655 dan 1660). Tetapi dalam masa ini sering timbul permasalan yang membawa ke jurang permusuhan. Maetsuycker mengatakan bahwa perang melawan Makassar akan menelan belanja yang sangat besar karena melengkapi persiapan perang yang banyak. Dunia juga sadar bahwa pengarah-pengarah di Amsterdam (Belanda) benci membelanjakan uang untuk menawan. Tambahan pula dalam tahun 1651 kompeni Belanda sedang berperang dengan orang-orang Portugis yang menghabiskan banyak biaya. </div><div><br></div><div>Pada tahun awal tahun 1654 terjadi perang, Gowa telah menyiapakan suatu armada prang dengan kekuatan 5.000 orang bersenjata untuk berlayar ke Maluku. Pertempuran ini bermula karena Belanda merampas suatu angkutan kayu cendana yang telah dijual rakyat Makassar kepada orang Portugis. Dan akhrinya Belanda dipaksa membayar ganti rugi, dan membuat pecahnya perang. Pertempuran terjadi di Buton dan Maluku, terutama di Ambon. Orang-orang Makassar mendapat bantuan dari Gowa maupun dari Majira, seorang pemimpin maluku. Bagi Belanda sendiri sangat kewalahan dengan perang ini karena dijalankan di beberapa tempat yang saling berjauhan sehingga merepotkan. Akhirnya pada tanggal 27 Februari 1656 membuat perjanjian yang menguntungkan Makassar. Akan tetapi tahun 1660 VOC menyiapakan diri untuk berperang, armada yang terdiri dari 31 buah kapal dan 2.600 awak dikirim ke sulawesi. Perang dimulai ketika armada ini sampai di depan Somba Opu,dan menyebar ke kerajaan Gowa. Belanda berhasil merebut benteng Penanukang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804666365/aae282f75a3de9426ccb80876f9bf56e/kapal_voc1.jpg" />
         <pubDate>2022-09-16 13:11:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0/wish/2299963122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir dari Perlawanan Kesultanan Gowa</title>
         <author>azaleaannajwa40</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0/wish/2299971919</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada awal 1668, Sultan Hassanudin membatalkan Perjanjian Bongaya yang sangat merugikan pihaknya. Hal itu kembali menyebabkan pecah perang antara pasukan Sultan Hassanudin melawan aliansi VOC pimpinan Arung Palakka. Arung Palakka menyerang Benteng Somba Opu pada 1669 dan berhasil merebutnya dari pasukan Sultan Hassanudin. Akibatnya, Sultan Hassanudin bersama pasukannya terpaksa melarikan diri hingga meninggal pada 1670.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804666365/36acea1dc3ab88b6e36c4d7738a4a408/perang_210227233950_866.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-16 13:16:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa40/dbu6d8h1pzbxdny0/wish/2299971919</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
