<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Publik Relations dan Persoalan Etika by Muhammad Amar Mujahid</title>
      <link>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw</link>
      <description>Tragedi Tylenol: Misteri Farmasi yang Merevolusi Kemasan Obat</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-27 03:21:11 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-04 04:29:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>muhammadmujahid224</author>
         <link>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152076615</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/oKsbV3ABZC0?feature=shared" />
         <pubDate>2024-10-03 13:58:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152076615</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>muhammadmujahid224</author>
         <link>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152082442</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://tirto.id/tragedi-tylenol-misteri-farmasi-yang-merevolusi-kemasan-obat-gxs5" />
         <pubDate>2024-10-03 14:01:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152082442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>latar belakang </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152332433</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada beberapa tahun ini di Gambia suatu negara di benua Afrika baru saja terjadi kasus keracunan obat batuk.</p><p>Ternyata setelah diselidiki lebih lanjut obat tersebut mengandung Paracetamol di dalamnya hal ini sangat berkaitan juga dengan kasus kematian karena obat paracetamol yang terjadi di indonesia. Tercatat sudah hampir ratusan anak di indonesia mengalami gangguan ginjal dan juga kematian karena paracetamol. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-03 16:30:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152332433</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SARAN ETIKA YANG HARUS DILAKUKAN PR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152684905</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada kasus Tylenol tahun 1982 telah melanggar kode etik Public Relations (PR). Kasus ini banyak menelan korban jiwa sehingga perusahaan mengalami manajemen krisis dan hilangnya rasa percaya pada hubungan masyarakat.</p><p>Rekomendasi tindakan kode etik PR di kasus ini adalah Transparency. Transparency yaitu bersifat terbuka dan transparan tentang informasi yang diwakili. Pada kasus ini diharapkan untuk segera mengumumkan informasi yang relevan dan jujur mengenai situasi tersebut. Hal ini dapat membantu membangun kepercayaan publik, salah satunya seperti bekerja sama dengan lembaga pemerintah maupun regulator kesehatan untuk memastikan langkah-langkah yang diambil secara jujur dan terbuka sesuai dengan protokol keamanan, sehingga dapat memelihara integritas perusahaan di mata publik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-03 22:17:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152684905</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Video Kasus Tylenol 1982</title>
         <author>muhammadmujahid224</author>
         <link>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152842318</link>
         <description><![CDATA[<p>29 September 1982 menjadi hari yang kelam khususnya bagi waga Chicago, Amerika Serikat. Pasalnya hari itu merupakan awal terjadinya kasus keracunan obat yang menewaskan total 7 orang. Obat yang dimaksud ialah Tylenol yakni obat Pereda flu dan nyeri. Dalam kasus ini, seorang oknum dengan sengaja membeli beberapa botol Tylenol lalu kemudian mencampurkan obat yang ada di dalamnya dengan sianida. Setelah terisi, obat tersebut dikembalikan ke rak apotik dan dibiarkan. Tentu saja siapapun yang mengambil botol Tylenol di atas rak tidak akan pernah tau mana botol yang asli dan mana botol yang sudah dicampuri sianida. Akibatnya Korban pun berjatuhan. John&amp;Johnson selaku perusahaan yang memproduksi obat tersebut terpaksa menarik semua produknya dari pasaran. Mereka pun jelas mengalami kerugian yang sangat besar. Belajar dari kasus tersebut akhirnya perusahaan mengeluarkan produknya dengan kemasan yang dilengkapi segel pada tutupnya. Sayangnya hingga saat ini pelaku dan motifnya masih belum terungkap</p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtube.com/shorts/gUlNDPczTdE?feature=shared" />
         <pubDate>2024-10-04 01:23:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3152842318</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dampak Case</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3153056950</link>
         <description><![CDATA[<p>Dampak negatif tidak hanya menghantam J&amp;J sehingga berkembang krisis kepercayaan dan hilangnya citra perusahaan tersebut, tapi juga menimbulkan kepanikan luar biasa di masyarakat yang selama ini merasa telah mengkonsumsi kapsul maut tersebut. Dan akhirnya perusahaan sejenis lain ikut terimbas dampak negatifnya akibat untuk sementara waktu konsumen tidak mau membeli obat sejenis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-04 04:29:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadmujahid224/dau8ts8ukriu5clw/wish/3153056950</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
