<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Latihan menulis kalimat menggunakan Kata Sambung/Kata Penghubung/Konjungsi by Rizkika Hanika</title>
      <link>https://padlet.com/rizu_hanika/d6l7azc2p6ve</link>
      <description>Ada beranekaragam Kata Sambung atau Kata Penghubung atau Konjungsi. Pada padlet ini, tulislah minimal 5 kalimat menggunakan Kata Sambung dari masing-masing jenisnya.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-12-07 03:12:21 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2020-03-26 06:09:27 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Lovecookie.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Instruksi Penulisan</title>
         <author>rizu_hanika</author>
         <link>https://padlet.com/rizu_hanika/d6l7azc2p6ve/wish/213984264</link>
         <description><![CDATA[<div>Tenggat Waktu:  Senin, 18 Desember 2017<br><br>Macam-Macam  Konjungsi:<br><br><strong>1. Konjungsi Aditif atau Gabungan<br></strong>Konjungsi aditif atau gabungan merupakan konjungsi yang berfungsi menghubungkan antar klausa, kalimat dan paragraf yang memiliki kedudukan yang sama. Kata hubung yang sering digunakan untuk konjungsi ini adalah :<em>dan</em>, <em>lagipula</em>, dan <em>serta</em>. Contoh :</div><ul><li>Ibu sedang memasak <em>dan </em>Ayah membaca koran.</li><li>Ayah, Ibu <em>serta</em> Kakak akan ke Bandung minggu depan.</li></ul><div><strong>2. Konjungsi Pertentangan<br></strong>Konjungsi pertentangan merupakan bentuk kata hubung yang menghubungkan dua buah kalimat, kata, ataupun klausa yang sederajat namun mempertentangkan kedua bagian tersebut. Kata hubung yang biasa dipakai pada konjungsi ini adalah <em>tetapi,</em> <em>melainkan</em> dan <em>sedangkan</em>. Contoh :</div><ul><li>Rumah itu besar <em>tetapi</em> tidak terawat.</li><li>Banyak yang ingin sekolah <em>tetapi</em> tidak punya biaya.</li><li>Mereka tidak berbohong, <em>melainkan</em> mengatakan yang sebenarnya.</li></ul><div><strong>3. Konjungsi Pilihan</strong></div><div>Konjungsi pilihan atau disjungtif adalah bentuk konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih dengan tujuan untuk memilih. Kata hubung yang biasa digunakan adalah : <em>atau</em>, <em>ataupun,</em> <em>maupun</em>. Contoh :</div><ul><li>Kamu mau membeli sepatu <em>atau</em> tas?</li><li>Nasi goreng <em>ataupun</em> Mie goreng sama saja, keduanya dia suka.</li><li>Baik pagi, siang <em>maupun</em> malam, kerjanya bermalas-malasan saja.</li></ul><div><strong>4. Konjungsi Waktu</strong></div><div>Konjungsi waktu memiliki fungsi sebagai kata hubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal. Konjungsi waktu bisa menjelaskan hubungan yang sederajat maupun tidak sederajat. Contoh kata hubung yang biasa digunakan adalah <em>sebelumnya</em>, <em>selanjutnya</em>, <em>bilamana</em>, <em>sejak,</em> <em>sesudah</em> dan lainnya. Contoh :</div><ul><li>Setelah kata sambutan dari kepala sekolah acara <em>selanjutnya</em> adalah pentas seni.</li><li>Mereka sudah ada disana <em>sejak</em> hujan turun.</li><li>Gita membaca buku yang <em>sebelumnya</em> dia pinjam dari perpustakaan.</li></ul><div><strong>5. Konjungsi Tujuan</strong></div><div>Konjungsi tujuan adalah konjungsi yang menjelaskan maksud, tujuan suatu kejadian atau tindakan. Kata hubung yang biasa digunakan diantaranya adalah : <em>guna</em>, <em>untuk</em>, <em>agar</em>, dan <em>supaya</em>. Contoh :</div><ul><li>Ibu membuat sarapan <em>untuk</em> Aldi.</li><li>Mereka membersihkan kali <em>supaya</em> tidak banjir lagi saat musim penghujan.</li><li>Polisi mengatur lalu lintas <em>agar</em> jalanan tidak macet.</li><li>Ibu menghukumnya <em>guna</em> memberinya pelajaran.</li></ul><div><strong>6. Konjungsi Sebab</strong></div><div>Konjungsi sebab atau kausal merupakan bentuk kata hubung yang menjelaskan kejadian yang terjadi akibat suatu sebab tertentu/khusus. Kata hubungnya adalah : <em>sebab</em> dan <em>karena</em>. Contoh :</div><ul><li>Banjir yang terjadi kemarin <em>karena</em> saluran air tersumbat.</li><li>Aldi jatuh sakit <em>karena</em> bekerja terlalu keras.</li><li>Mereka percaya dengan cerita itu <em>sebab</em> mereka sudah mengalaminya sendiri.</li></ul><div><strong>7. Konjungsi Akibat</strong></div><div>Konjungsi akibat atau konsekutif merupakan bentuk kata hubung yang menerangkan bahwa suatu keadaan tersebut dapat terjadi karena penyebab yang lainnya. Contoh kata hubung yang digunakan adalah : <em>Sehingga</em>, <em>sampai</em>, dan <em>akibatnya</em>. Contoh :</div><ul><li>Gugun malas belajar <em>akibatnya</em> dia tidak lulus ujian.</li><li>Anak-anak terlalu asyik bermain <em>sampai</em> mereka lupa hari sudah malam.</li></ul><div><strong>8. Konjungsi Syarat</strong></div><div>Konjungsi syarat atau kondisional adalah jenis kata hubung yang menerangkan bahwa kejadian tersebut dapat terjadi apabila syarat-syaratnya terpenuhi. kata hubung yang sering digunakan adalah <em>jika</em>, <em>jikalau</em>,<em>kalau</em>, dan <em>apabila</em>. Contoh :</div><ul><li>Semua siswa pasti lulus <em>kalau</em> rajin belajar.</li><li>Aldi tidak akan sakit <em>apabila</em> kemarin tidak berhujan-hujanan.</li><li>Ani akan datang <em>jika</em> ada yang menjemputnya.</li></ul><div><strong>9. Konjungsi tak Bersayarat</strong></div><div>Kata penghubung ini berfungsi menyatakan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat yang harus terpenuhi. Contoh kata hubung yang sering digunakan adalah : <em>walaupun</em>, <em>meskipun</em>, dan <em>biarpun</em>. Contoh dalam kalimat :</div><ul><li>Mereka tetap bermain <em>walaupun</em> hujan deras.</li><li>Rudi tetap pergi sekolah <em>meskipun</em> sedang sakit.</li><li>Kakak tetap pergi <em>biarpun</em> Ayah sudah melarangnya.</li></ul><div><strong>10. Konjungsi Perbandingan</strong></div><div>Kata hubung ini berguna untuk menghubungkan dua hal dan kemudian membandingkannya. Kata yang sering dipakai diantaranya adalah : <em>seperti</em>, <em>sebagai</em>, <em>bagai</em>, dan <em>bagaikan</em>. Contoh :</div><ul><li>Anak kembar yang mirip itu <em>bagaikan</em> pinang dibelah dua</li><li>Jalannya sangat lambat <em>seperti</em> siput.</li><li>Mereka selalu bertengkar <em>bagai</em> kucing dan anjing.</li></ul><div><strong>11. Konjungsi Korelatif</strong></div><div>Kata hubung ini bertujuan untuk menghubungkan dua kalimat yang masih memiliki hubungan sehingga bagian yang satu langssung mempengaruhi bagian yang lain atau kalimat yang satu melengkapi kalimat yang lain. contoh kata hubung nya adalah : <em>tidak hanya….tetapi juga</em>, <em>sedemikian rupa…sehingga</em>, dan <em>bukannya…melainkan</em>. Contoh :</div><ul><li>Kakaknya <em>tidak hanya</em> Mahasiswa <em>tetapi juga</em> seorang Wiraswasta.</li><li><em>Baik</em> Messi <em>maupun</em> Ronaldo keduanya adalah pemain sepak bola yang hebat.</li></ul><div><strong>12. Konjungsi Penegas</strong></div><div>Kata hubung ini berfungsi sebagai penegas atau meringkas bagian kalimatnya sebleumnya. contoh kata yang serin dipakai adalah : <em>bahkan</em>, <em>apalagi</em>, <em>yaitu</em>, dan <em>yakni</em>. Contoh :</div><ul><li>Dia orang yang sangat kaya <em>bahkan</em> melebihi kekayaan seorang Presiden.</li><li>Jalanan Jakarta selalu macet <em>apalagi</em> dikala hujan.</li><li>Beberapa tempat liburan favoritnya, <em>yaitu</em> pantai, perdesaan dan pegunungan.</li></ul><div><strong>13. Konjungsi Penjelas</strong></div><div>Kata hubung ini berfungsi untuk menjelaskan kalimat sebelumnya agar lebih terperinci. kata yang sering dipakai diantaranya adalah <em>bahwa</em>. Contoh :</div><ul><li>Mereka yakin <em>bahwa</em> Dia bukan pelakunya sebenarnya.</li><li>Ibu bilang <em>bahwa</em> Ayah akan pulang larut malam hari ini.</li><li>Pencuri itu berjanji <em>bahwa</em> dia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.</li></ul><div><strong>14 Konjungsi Pembenaran</strong></div><div>Kata hubung ini biasa disebut juga dengan konsesif adalah suatu kata hubung yang berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal sekaligus menolak hal lainnya. Contoh kata hubung pada konjungsi ini adalah : <em>walaupun</em>, <em>meskipun</em>, <em>biar</em>, dan <em>biarpun</em>. Contoh :</div><ul><li>Mereka tetap diam <em>walaupun</em> tahu siapa pelakunya.</li><li>Anak-anak itu tetap bermain <em>meskipun</em> sudah dilarang,</li><li>makanan itu tetap laku <em>meskipun</em> hampir semua tahu makanan itu kurang sehat.</li></ul><div><strong>15. Konjungsi Urutan</strong></div><div>Konjungsi ini berfungsi menyatakan urutan suatu hal. Kata hubung yang sering dipakai diantaranya adalah : <em>lalu</em> dan <em>kemudian</em>. Contoh kalimat :</div><ul><li>Panaskan dulu minyaknya, setelah panas baru <em>kemudian</em> masukan bumbu-bumbunya.</li><li>Kita mampir ke Bandung terlebih dahulu <em>lalu</em> baru kita ke Lembang.</li></ul><div><strong>16 Konjungsi Pembatas</strong></div><div>Konjungsi ini bertujuan untuk menyatakan suatu batasan terhadap suatu keadaan/kejadian. Kata hubung yang sering digunakan adalah : <em>kecuali</em>,<em> selain</em>, dan <em>asal</em>. Contoh :</div><ul><li>Mereka belum boleh pulang <em>kecuali</em> ada mereka sudah menyelesaikan tugas tersebut.</li><li>Peserta rapat menyetujui usulan ketua <em>asal</em> keinginan mereka juga dipenuhi.</li><li><em>Selain</em> petugas perpustakaan, yang lain dilarang masuk.</li></ul><div><br><a href="https://dosenbahasa.com/macam-macam-kata-penghubung">https://dosenbahasa.com/macam-macam-kata-penghubung</a><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-12-07 05:40:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rizu_hanika/d6l7azc2p6ve/wish/213984264</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rizu_hanika/d6l7azc2p6ve/wish/475779509</link>
         <description><![CDATA[<div>Latihan macam macam kata hubung</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-03-26 06:09:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rizu_hanika/d6l7azc2p6ve/wish/475779509</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
