<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Satu Kalimat Fakta Sejarahlas XI by ALYA QUROTA AINI ALYA QUROTA AINI</title>
      <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-14 09:22:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-06 12:55:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Tria Setyaningsih </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600971696</link>
         <description><![CDATA[<p>Serikat Islam awalnya bernama Serikat Dagang Islam (SDI), yang didirikan pada tahun 1909 di Solo, Jawa Tengah. SDI bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan pedagang-pedagang Islam pribumi dari persaingan dengan pedagang-pedang Tionghoa dan kolonial Belanda. Seiring waktu, SDI berkembang menjadi organisasi yang lebih luas dan berganti nama menjadi Serikat Islam (SI) pada tahun 1912, dengan fokus pada isu-isu sosial, ekonomi, dan politik yang lebih luas, serta berperan penting dalam pergerakan nasional Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432364823/740ee1a721a7865bb89bf2c47a266c2e/17586856223732755340961777492843.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:47:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600971696</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : sofianti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600976197</link>
         <description><![CDATA[<p>• <strong>Perlawanan jawa</strong></p><p><br/></p><p>Sejarah Perlawanan Jawa biasanya merujuk pada berbagai bentuk perlawanan rakyat dan bangsawan Jawa terhadap penjajahan Belanda. Beberapa yang paling terkenal antara lain:</p><p>1. Perang Diponegoro (1825–1830)</p><p>Dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, seorang bangsawan Jawa dari Yogyakarta.</p><p>Penyebab: kekecewaan terhadap Belanda yang menguasai tanah Jawa, pajak tinggi, campur tangan dalam urusan keraton, dan pembangunan jalan yang merusak tanah leluhur Diponegoro.</p><p>Bentuk perlawanan: perang gerilya di seluruh Jawa, melibatkan rakyat, ulama, dan bangsawan.</p><p>Dampak: Belanda sangat kewalahan (biaya perang besar), namun akhirnya Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Makassar.</p><p>2. Perlawanan Petani Banten &amp; Jawa Tengah (abad ke-19)</p><p>Terjadi karena penderitaan rakyat akibat tanam paksa (Cultuurstelsel), pajak tinggi, dan kerja rodi.</p><p>Rakyat banyak melakukan pemberontakan kecil di desa-desa.</p><p>3. Perlawanan Lokal di Jawa</p><p>Beberapa keraton seperti Surakarta, Yogyakarta, dan wilayah Jawa lain kadang melakukan perlawanan politik atau diplomasi terhadap Belanda.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432364317/ecfe44f109e1dfe31a13105d7dfd0718/17586857042794513956745511963304.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:50:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600976197</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maila Wulandari </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600976371</link>
         <description><![CDATA[<p>Perkembangan organisasi Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah dapat dibagi menjadi beberapa periode penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia.</p><p><br/></p><p>Periode Awal Perkembangan (1908-1920)</p><p>- Budi Utomo (1908) : Organisasi modern pertama di Indonesia yang fokus pada pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Didirikan oleh Dr. Sutomo dan teman-temannya di STOVIA.</p><p>- Sarekat Islam (1911) : Awalnya bernama Sarekat Dagang Islam, organisasi ini bertujuan melindungi pedagang pribumi dari persaingan pedagang asing. Kemudian berkembang menjadi organisasi massa yang memperjuangkan keadilan sosial.</p><p>- Muhammadiyah (1912): Organisasi berbasis keagamaan yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Fokus pada pendidikan dan sosial dalam memperjuangkan kemajuan bangsa.</p><p><br/></p><p>Periode Nasionalisme Politik (1920-1930)</p><p>- Organisasi-organisasi pergerakan mulai menolak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda dan secara tegas menuntut kemerdekaan.</p><p>- Sarekat Islam berubah menjadi partai politik dan mengirimkan wakilnya di Volksraad.</p><p><br/></p><p>Periode Radikalisme (1920-1930)</p><p>- Partai Komunis Indonesia (PKI): Muncul dengan agenda politik yang lebih tegas dan non-kooperatif terhadap Belanda.</p><p>- Partai Nasional Indonesia (PNI): Dipimpin oleh Soekarno, partai ini memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan pendekatan politik yang lebih langsung.</p><p><br/></p><p>Periode Persatuan Nasional (1930-1942)</p><p>- Organisasi-organisasi pergerakan mulai mencari pendekatan diplomasi dan memanfaatkan Volksraad sebagai wadah perjuangan.</p><p>- parindra: Hasil fusi antara Budi Utomo dan PBI, partai ini memperjuangkan kemerdekaan dengan pendekatan yang lebih moderat.</p><p>- GAPI: Gabungan Politik Indonesia yang memperjuangkan hak untuk menentukan diri sendiri dan persatuan nasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432383163/82c2d0d7fa1be28097b600d0d694f15e/17586857793047461148888591813870.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:51:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600976371</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hanum Larasati N </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600976398</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Ir. Soekarno</p><p>Peran: Mengusulkan rumusan Pancasila pertama kali pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI.</p><p>Julukan: “Bapak Proklamator” sekaligus Presiden pertama RI.</p><p>Fakta unik: Pidato 1 Juni Soekarno melahirkan istilah Pancasila (dari bahasa Sanskerta: panca = lima, sila = dasar).</p><p>Gagasan: Rumusannya dikenal dengan nama “Pancasila Soekarno” (Kebangsaan, Internasionalisme/Kemanusiaan, Mufakat/Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan).</p><p><br/></p><p>2. Mohammad Yamin</p><p>Peran: Pada sidang BPUPKI 29 Mei 1945, menyampaikan usulan dasar negara yang terdiri atas 5 asas.</p><p>Fakta unik: Yamin menyampaikan usulannya secara lisan dan juga menyerahkan naskah tertulis.</p><p>Gagasan: Usulan tertulisnya berisi dasar negara: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat.</p><p>Lainnya: Selain politikus, beliau juga dikenal sebagai sastrawan dan sejarawan.</p><p><br/></p><p>3. Prof. Dr. Mr. Soepomo</p><p>Peran: Mengajukan gagasan dasar negara pada sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945.</p><p>Fakta unik: Ia lebih menekankan konsep negara integralistik, di mana negara dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak memisahkan individu dan masyarakat.</p><p>Gagasan: Tidak merinci “lima dasar” seperti Yamin atau Soekarno, tetapi lebih menekankan bentuk negara dan prinsip kebersamaan.</p><p>Lainnya: Beliau adalah ahli hukum dan menjadi Menteri Kehakiman pertama RI.</p><p><br/></p><p>Jadi, ketiganya (Soekarno, Yamin, dan Soepomo) sama-sama memberi sumbangan pemikiran penting, yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila seperti kita kenal sekarang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432369948/97cf871d263565bd0e9644d21ffcb96f/1758685718439851115137978444525.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:51:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600976398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nofita elisya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600976718</link>
         <description><![CDATA[<p>Politik Etis (atau Politik Balas Budi) adalah <strong><mark>kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang diterapkan di Hindia Belanda (Indonesia) pada awal abad ke-20 sebagai bentuk tanggung jawab moral dan upaya membalas kerugian rakyat akibat eksploitasi pada masa Tanam Paksa, melalui program pendidikan, irigasi, dan emigrasi</mark></strong></p><p><strong>Politik Etis dijalankan melalui tiga program utama:&nbsp;</strong></p><ol><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=mobilesearchapp&amp;sca_esv=f3abac6c97ce75c7&amp;bih=848&amp;biw=414&amp;channel=iss&amp;cs=0&amp;hl=id&amp;rlz=1MDAPLA_idID1121ID1122&amp;v=381.1.792835455&amp;sxsrf=AE3TifPx2KyQG9gX4DuXhbdh0o5hUTvQUg%3A1758685723769&amp;q=Irigasi&amp;sa=X&amp;sqi=2&amp;ved=2ahUKEwjD0NjuvvCPAxUQzzgGHaKYBxAQxccNegUI_gEQAQ&amp;mstk=AUtExfBNgyTdbCdCGK4KOw0RNW-3EmvMqKIglUqz8bOvQsaY4jZbymN-LoAX7Kq__0ff9_lTQgZoNG-t7yDNcXDlKAI7A3KKsNircVUMFHs0tjvjnrkB1CSZxv6jg2vnJYZ4QTBjUl1pS7Myml0DfU1afjQyuVDwcZUoJSaarMjcfed0_Sc&amp;csui=3"><strong>Irigasi</strong></a><strong>:</strong></p><p>Pembangunan irigasi untuk pengairan lahan pertanian agar kesejahteraan rakyat meningkat. Namun, dalam praktiknya, pembangunan irigasi lebih banyak menguntungkan perkebunan swasta dan petani besar, bukan pemilik tanah pribumi secara merata.&nbsp;</p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=mobilesearchapp&amp;sca_esv=f3abac6c97ce75c7&amp;bih=848&amp;biw=414&amp;channel=iss&amp;cs=0&amp;hl=id&amp;rlz=1MDAPLA_idID1121ID1122&amp;v=381.1.792835455&amp;sxsrf=AE3TifPx2KyQG9gX4DuXhbdh0o5hUTvQUg%3A1758685723769&amp;q=Edukasi&amp;sa=X&amp;sqi=2&amp;ved=2ahUKEwjD0NjuvvCPAxUQzzgGHaKYBxAQxccNegUI-wEQAQ&amp;mstk=AUtExfBNgyTdbCdCGK4KOw0RNW-3EmvMqKIglUqz8bOvQsaY4jZbymN-LoAX7Kq__0ff9_lTQgZoNG-t7yDNcXDlKAI7A3KKsNircVUMFHs0tjvjnrkB1CSZxv6jg2vnJYZ4QTBjUl1pS7Myml0DfU1afjQyuVDwcZUoJSaarMjcfed0_Sc&amp;csui=3"><strong>Edukasi</strong></a><strong>:</strong></p><p>Pembukaan sekolah-sekolah baru untuk mendidik masyarakat pribumi agar mereka memiliki pengetahuan dasar dan bisa membaca. Kebijakan ini melahirkan golongan elite baru yang terpelajar, seperti dokter, guru, dan jurnalis, yang kemudian memicu kesadaran nasional.&nbsp;</p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=mobilesearchapp&amp;sca_esv=f3abac6c97ce75c7&amp;bih=848&amp;biw=414&amp;channel=iss&amp;cs=0&amp;hl=id&amp;rlz=1MDAPLA_idID1121ID1122&amp;v=381.1.792835455&amp;sxsrf=AE3TifPx2KyQG9gX4DuXhbdh0o5hUTvQUg%3A1758685723769&amp;q=Emigrasi&amp;sa=X&amp;sqi=2&amp;ved=2ahUKEwjD0NjuvvCPAxUQzzgGHaKYBxAQxccNegUI-QEQAQ&amp;mstk=AUtExfBNgyTdbCdCGK4KOw0RNW-3EmvMqKIglUqz8bOvQsaY4jZbymN-LoAX7Kq__0ff9_lTQgZoNG-t7yDNcXDlKAI7A3KKsNircVUMFHs0tjvjnrkB1CSZxv6jg2vnJYZ4QTBjUl1pS7Myml0DfU1afjQyuVDwcZUoJSaarMjcfed0_Sc&amp;csui=3"><strong>Emigrasi</strong></a><strong> (</strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=mobilesearchapp&amp;sca_esv=f3abac6c97ce75c7&amp;bih=848&amp;biw=414&amp;channel=iss&amp;cs=0&amp;hl=id&amp;rlz=1MDAPLA_idID1121ID1122&amp;v=381.1.792835455&amp;sxsrf=AE3TifPx2KyQG9gX4DuXhbdh0o5hUTvQUg%3A1758685723769&amp;q=Transmigrasi&amp;sa=X&amp;sqi=2&amp;ved=2ahUKEwjD0NjuvvCPAxUQzzgGHaKYBxAQxccNegUI-QEQAg&amp;mstk=AUtExfBNgyTdbCdCGK4KOw0RNW-3EmvMqKIglUqz8bOvQsaY4jZbymN-LoAX7Kq__0ff9_lTQgZoNG-t7yDNcXDlKAI7A3KKsNircVUMFHs0tjvjnrkB1CSZxv6jg2vnJYZ4QTBjUl1pS7Myml0DfU1afjQyuVDwcZUoJSaarMjcfed0_Sc&amp;csui=3"><strong>Transmigrasi</strong></a><strong>):</strong></p><p>Program perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain untuk mengatasi kepadatan penduduk dan penyebaran tenaga kerja.&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432363056/32ceaca95a4f01c88abfb00b5acff1c9/image.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:51:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600976718</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600977465</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432363672/bec523cbf0d712880d7219e3b265adef/17586855328382295669134106290792.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:51:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600977465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nazwa Khunaifah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600979357</link>
         <description><![CDATA[<p>Budi Utomo adalah organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia yang didirikan pada 20 Mei 1908 oleh dr. Sutomo dan para pelajar STOVIA. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemajuan bangsa Indonesia melalui pendidikan, ekonomi, dan sosial. Budi Utomo menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan peringatan pendiriannya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432377744/4843cc4a01ace9ce09d44198626a3d7c/1758686023979.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:53:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600979357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HERLIANA PUTRI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600981598</link>
         <description><![CDATA[<p>perdagangan Malaka ke tangan Portugis pada abad ke-13 hingga abad ke-16  </p><p><br/></p><p>• Malaka sejak abad ke-13 menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara karena letaknya strategis di Selat Malaka. Pedagang dari Cina, India, Arab, dan Nusantara berkumpul di sana untuk berdagang, terutama rempah-rempah. Namun, pada tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis yang dipimpin Alfonso de Albuquerque. Setelah itu Portugis berusaha memonopoli perdagangan rempah dan jalur laut, sehingga pedagang Nusantara mencari pelabuhan lain seperti Aceh dan Banten.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432376117/d88f1b5e456330c471a2377487a2b716/IMG_20250812_182218.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:54:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600981598</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggun lola viola</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600981617</link>
         <description><![CDATA[<p>pada masa prasejarah manusia belum mengenal tulisan berarti manusia pada masa itu belum menciptakan atau menggunakan sistem tulisan sebagai alat komunikasi dan pencatatan informasi. Segala pengetahuan, tradisi, dan cerita disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi, atau melalui simbol dan gambar seperti lukisan di dinding gua. Karena tidak ada catatan tertulis, para ahli sejarah menggali informasi tentang kehidupan manusia prasejarah melalui peninggalan arkeologis seperti alat-alat batu, fosil, perhiasan, dan lukisan prasejarah. Masa ini disebut "prasejarah" karena berlangsung sebelum manusia memasuki zaman sejarah, yaitu ketika sistem tulisan sudah mulai digunakan dan peristiwa-peristiwa mulai dicatat secara tertulis. Oleh karena itu, perbedaan utama antara masa prasejarah dan sejarah terletak pada ada atau tidaknya bukti tertulis sebagai sumber informasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432377712/c483f89e311f7016a860f9bc371f97b2/17586860012371171918144237255599.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:54:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600981617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kehadiran Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600983953</link>
         <description><![CDATA[<p>Kehadiran Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 menandai babak baru dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Didirikan oleh dr. Soetomo dan para mahasiswa STOVIA (Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputera), organisasi ini menjadi perkumpulan modern pertama yang bersifat nasionalis. Budi Utomo bertujuan untuk memajukan pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi rakyat Jawa dan Madura, dengan harapan dapat membangkitkan kesadaran diri sebagai bangsa yang memiliki identitas dan martabat.</p><p><br/></p><p>Samuel Nainggolan </p><p>XI.8</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432367490/43b352feea652996b97745b35089b115/17586861283238511594908705318230.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:56:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600983953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Sutanto Rofi Shalihi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600984995</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Indische Partij adalah sebuah organisasi politik yang berdiri pada tahun 1912 di Hindia Belanda.</p><p>Partai ini didirikan oleh tiga tokoh terkenal, yaitu Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara.</p><p>Tujuan utamanya adalah membangkitkan kesadaran rakyat terhadap pentingnya persatuan melawan penjajahan.</p><p>Indische Partij menjadi organisasi pertama yang secara terbuka menyuarakan kemerdekaan Indonesia.</p><p>Mereka menentang diskriminasi rasial yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda terhadap kaum pribumi.</p><p>Meskipun mendapat simpati luas, partai ini hanya berusia singkat karena dilarang oleh pemerintah kolonial.</p><p>Ketiga pendirinya kemudian dibuang ke Belanda karena dianggap berbahaya bagi kekuasaan kolonial.</p><p>Namun semangat perjuangan Indische Partij tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi gerakan nasional berikutnya.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432408189/95a0947369cf8435efcf870fff00dc4b/17586861129228260603035930858809.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:57:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600984995</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Budi Utomo didirikan pada tanggal 20 Mei 1908</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600985075</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Kehadiran Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 menandai permulaan pergerakan nasional di Indonesia. Gagasan lahirnya Budi Utomo diawali dari perjalanan kampanye yang dilakukan oleh dr. Wahidin Sudirohusodo ke seluruh Pulau Jawa. Pada tempat-tempat yang dikunjungi, ia menganjurkan perluasan pengajaran sebagai langkah untuk memajukan kehidupan rakyat. Menurutnya, tujuan itu bisa dilakukan tidak hanya dengan menuntut kepada pemerintah, tetapi juga dapat dilaksanakan dengan usaha sendiri, yaitu dengan membentuk dana pelajar (Studiefonds). Hasilnya digunakan untuk membantu pelajar-pelajar yang kurang mampu.</p><p><br/></p><p>Nama: Zarvan Rashif Muafa</p><p>Kelas XI-8</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432363423/6ee7a522428fff446e864b68d5e7f121/17586862036015569302432352161847.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:57:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600985075</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helen Salsabila xl.8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600985287</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagaimana penyebab &amp; akhir perlawanan</p><p>A.Kalimantan</p><p>   Penyebab:Keinginan belanda menguasai wilayah dan tindakan sewenang-wenangan</p><p>   Akhir:perlawanan terus berlanjut meski perlawanannya</p><p><br/></p><p>B.Maluku</p><p>    Penyebab:kesejahteraan menurun dan tindakan penyerahan paksa oleh belanda</p><p>    Akhir:perlawanan berlanjut meski pemimpinnya di hukum mati</p><p> </p><p>C.Jawa</p><p>    Penyebab:Tindakan sewenang-wenangan belanda dan menjadikan kesultanan sebagai belanda</p><p>   Akhir:pemimpin ditangkap,semangat perlawanan tetap ada</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432376741/6a57b98746b4366468704651f1122dfc/17586858241472416569363665965429.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:57:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600985287</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sohibah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600985549</link>
         <description><![CDATA[<p>Periode Awal Perkembangan (1908–1920):</p><p>Muncul organisasi modern (Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij).</p><p>Perjuangan masih bersifat sosial, budaya, ekonomi, dan kooperatif.</p><p><br/></p><p>Periode Nasional Lama (1920–1942):</p><p>Perjuangan makin radikal dan politik, lahir PNI, PKI, Sumpah Pemuda 1928.</p><p>Tujuannya jelas: kemerdekaan Indonesia.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432389651/482f782429946a0262eab2e192128f11/17586860744786181787605083848682.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:57:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600985549</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jendral idenbrug (1909-1916)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600985627</link>
         <description><![CDATA[<p>Jendral Idenburg menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari 18 Desember 1909 hingga 21 Maret 1916, menggantikan Johannes Benedictus van Heutsz. Pada masa kepemimpinannya, ia menjadi Gubernur Jenderal pertama yang menuai hasil dari kebijakan Politik Etis yang sebelumnya diterapkan. Namun, Idenburg juga menghadapi gelombang perlawanan baru dari kaum pribumi, yang memanfaatkan pendidikan dan kesadaran politik yang mulai tumbuh akibat kebijakan tersebut.</p><p><br/></p><p>Nama. Riyan pratama </p><p>Kelas.xl.8</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432363201/9f33956fa434601722be0c13c2774ed2/17586861296972419429790453524914.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:57:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600985627</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadia Safira D.U</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600986419</link>
         <description><![CDATA[<p>Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912 sebagai gerakan pembaruan Islam.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432364610/6dfee838b35623a324122658fc4a5655/1758686137222941626087688624928.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:58:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600986419</guid>
      </item>
      <item>
         <title>rifsa pramesti ramadhani (xl.8)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600986769</link>
         <description><![CDATA[<p>perlawanan perlawanan terhadap kolonialisme di nusantara :</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Perlawanan terhadap kolonialisme di Nusantara sangat beragam, mencakup perlawanan kesultanan seperti Demak, Ternate, Aceh, dan Mataram terhadap Portugis dan VOC, serta perjuangan tokoh seperti Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Sisingamangaraja XII, dan Pattimura melawan Belanda. Perlawanan ini dipicu oleh keinginan Portugis memonopoli perdagangan, ambisi VOC menguasai wilayah dan sumber daya, serta upaya Belanda menerapkan kebijakan yang merugikan rakyat seperti dalam Perang Padri dan Perang Banjarmasin.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432409509/525a3f82218e88f468d244138bb5ceab/1758686239340.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:58:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600986769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: azahra nabila </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600987456</link>
         <description><![CDATA[<p>   Periode Radikal dalam sejarah Indonesia adalah masa perjuangan bangsa Indonesia sekitar tahun 1920-an sampai 1930-an, ketika gerakan pergerakan nasional bersifat keras, frontal, dan radikal dalam melawan penjajahan Belanda.</p><p><br></p><p>Disebut radikal karena organisasi dan tokoh pergerakan pada periode ini langsung menuntut kemerdekaan tanpa mau lagi hanya sekadar meminta perbaikan atau reformasi dari pemerintah kolonial.</p><p><br></p><p>Ciri-ciri Periode Radikal:</p><p><br></p><p>1. Bersifat keras dan tegas – menuntut Indonesia merdeka penuh.</p><p>2. Menggunakan organisasi modern – berbasis politik, bukan hanya pergerakan sosial atau budaya.</p><p>3. Menggunakan cara konfrontasi – lewat aksi politik, protes, mogok, dan propaganda.</p><p>4. Dipengaruhi paham internasional – seperti nasionalisme, sosialisme, dan komunisme.</p><p>Contoh organisasi/tokoh di Periode Radikal:</p><p>Sarekat Islam (SI) Merah – dipimpin Semaun dan Darsono.</p><p>Partai Komunis Indonesia (PKI) – memimpin pemberontakan 1926–1927.</p><p>Partai Nasional Indonesia (PNI) – dipimpin Ir. Soekarno, berdiri 1927, tegas menuntut Indonesia merdeka.</p><p><br></p><p>Akhir Periode Radikal:</p><p><br></p><p>Belanda menindak keras pergerakan ini, banyak tokoh ditangkap dan dibuang (Soekarno, Hatta, Sjahrir, Semaun, dll.). Setelah itu, pergerakan masuk ke periode moderat/kooperatif pada tahun 1930-an.</p><p><br></p><p>Jadi, Periode Radikal = masa pergerakan nasional yang bersifat keras, tegas, dan revolusioner dalam menuntut kemerdekaan Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432375656/7c653c6157a3a1cc487c538ef6c970f6/17586861858507731079414438901091.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 03:59:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600987456</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600989535</link>
         <description><![CDATA[<p>- Waktu dan Lokasi: Proklamasi dibacakan pada pukul 10.00 pagi di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.</p><p>- Pembacaan Teks Proklamasi: Soekarno membacakan teks proklamasi dengan didampingi oleh Mohammad Hatta. Teks proklamasi ini menyatakan kemerdekaan Indonesia dan pemindahan kekuasaan.</p><p>- Teks Proklamasi: Teks proklamasi terdiri dari dua kalimat utama, yaitu pernyataan kemerdekaan Indonesia dan pengalihan kekuasaan. Naskah proklamasi otentik merupakan hasil ketikan Sayuti Melik dengan beberapa perubahan kecil.</p><p>- Pidato Soekarno: Sebelum membacakan teks proklamasi, Soekarno menyampaikan pidato singkat yang menjelaskan kemerdekaan Indonesia dan pentingnya mengambil nasib bangsa dalam tangan sendiri.</p><p>- Pengibaran Bendera: Setelah pembacaan teks proklamasi, bendera Merah Putih dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud.</p><p>- Dampak: Peristiwa proklamasi ini menandai dimulainya perlawanan diplomatik dan bersenjata dari Revolusi Nasional Indonesia terhadap Belanda dan sekutunya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432416974/ef4bd8fd3e2eb3ccf27ca792f4fd9135/17586861762442342025233219934902.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 04:00:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600989535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eva Restiana Putri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600995281</link>
         <description><![CDATA[<p>Penjajahan Belanda mencari rempah-rempah dari Portugis&nbsp;<strong><mark>disebabkan oleh kebijakan Portugis yang melarang Belanda mengambil rempah dari Lisabon, serta keinginan Belanda untuk memonopoli perdagangan rempah yang sebelumnya dikuasai Portugis</mark></strong>.&nbsp;Belanda lalu membentuk&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=ms-android-samsung-rvo1&amp;hl=id-ID&amp;cs=1&amp;sca_esv=f3abac6c97ce75c7&amp;sxsrf=AE3TifP9lh5hw9xOUnud6pVxeaD165bcyQ%3A1758686003930&amp;q=VOC&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwi1hJH0v_CPAxXgV2wGHUAOHloQxccNegQIBRAB&amp;mstk=AUtExfCE84k5-Vu16pmTCv1_Hg_6pJwHu9Wl1xnCksNWyNLwmDbXZE2cTzIGsVNydze0ng72cT2wLu-Fh9q7PD76fX9qTnHEJxI9Z8tDmmP8phDCNlKAi83c7TN5iZni7duwPjy_kfv7IlP7ZSTecpfa0AfHLufAnLdXG6QweLIT7ICQ1EM&amp;csui=3">VOC</a>&nbsp;pada 1602 untuk menyatukan kekuatan, menghilangkan persaingan antarmereka, dan mengambil alih perdagangan rempah dari Portugis, sehingga memunculkan dominasi awal kolonialisme Belanda di Nusantara.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432446827/0456a6e186218e5a0ebee77afd6537ef/17586865970911960027887494364007.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 04:04:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600995281</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600995796</link>
         <description><![CDATA[<p>Pelopor R.A. Kartini adalah J.H. Abendanon, yang mengumpulkan surat-surat Kartini dan menyusunnya menjadi buku berjudul Door Duisternis tot Licht pada tahun 1911. Buku ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Armijn Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.</p><p>Nyoman Soekonto bukanlah pelopor yang menyusun buku tersebut, melainkan seorang tokoh pergerakan nasional dari Bali. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama Soekarno dan juga sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam perumusan dasar negara Pancasila.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432362475/20b9058ce216cfce5c12e67a9f779eaa/IMG_20250924_110328_670.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 04:04:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3600995796</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601015972</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432524894/9e3afcd2378265e7599f9a1149f28311/image.webp" />
         <pubDate>2025-09-24 04:20:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601015972</guid>
      </item>
      <item>
         <title>shinta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601018978</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiga Serangkai adalah sebutan untuk <strong><mark>Ernest Douwes Dekker, Dr.</mark></strong> <strong><mark>Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara</mark></strong> (Suwardi Suryaningrat), yang merupakan pelopor nasionalisme Indonesia dengan mendirikan partai politik Indische Partij (Partai Hindia) pada tahun 1912. Mereka dikenal karena peran penting mereka dalam pergerakan nasional melawan penjajahan Belanda dengan menyuarakan kemerdekaan bangsa Indonesia.&nbsp;</p><p><strong>Siapa Saja Tiga Serangkai?</strong></p><ol><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=ms-android-oppo-rvo2&amp;sca_esv=f3abac6c97ce75c7&amp;hl=in-ID&amp;cs=1&amp;sxsrf=AE3TifM114yqa1FTZft6SEMnFr7mehJb4w%3A1758685813478&amp;q=Ernest+Douwes+Dekker&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwix7ruZv_CPAxVTzTgGHeKtGdYQxccNegUIxgEQAQ&amp;mstk=AUtExfBzLm5U6W7SvDRnbimOKvWQqE8SrAJovvOz3xkQihn6nraKRTEQpakvPwRD0YXUbPZ_vbhobl9Qt9iahhLcU_16co1tLQyfdyRnJbNZ1vRjsYlL8_A0ZuC882woeu5Tp34UmkXhvI74l1l9Rl7Nsfjbh89FiH79SCdtRLIujLgzUdjNC8etFWLV8a__DsBVrRv4z3_53SPuRZliKa4uwnyirhJIijYCgxW9-gBAUoGnyFMGVv-2HPP-cBYZp7tyckbHNw9aDHmxsokiAb8p4cd3Em5RO4lmzG-MuxEAJVq-gAaAfDvkJg42g4pRrSJkcg&amp;csui=3"><strong>Ernest Douwes Dekker</strong></a><strong> (Danudirja Setiabudi):</strong></p><p>Seorang wartawan berdarah campuran Eropa-Jawa yang sangat mengkritik eksploitasi di tanah jajahan Belanda.&nbsp;</p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=ms-android-oppo-rvo2&amp;sca_esv=f3abac6c97ce75c7&amp;hl=in-ID&amp;cs=1&amp;sxsrf=AE3TifM114yqa1FTZft6SEMnFr7mehJb4w%3A1758685813478&amp;q=Dr.+Cipto+Mangunkusumo&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwix7ruZv_CPAxVTzTgGHeKtGdYQxccNegUIyQEQAQ&amp;mstk=AUtExfBzLm5U6W7SvDRnbimOKvWQqE8SrAJovvOz3xkQihn6nraKRTEQpakvPwRD0YXUbPZ_vbhobl9Qt9iahhLcU_16co1tLQyfdyRnJbNZ1vRjsYlL8_A0ZuC882woeu5Tp34UmkXhvI74l1l9Rl7Nsfjbh89FiH79SCdtRLIujLgzUdjNC8etFWLV8a__DsBVrRv4z3_53SPuRZliKa4uwnyirhJIijYCgxW9-gBAUoGnyFMGVv-2HPP-cBYZp7tyckbHNw9aDHmxsokiAb8p4cd3Em5RO4lmzG-MuxEAJVq-gAaAfDvkJg42g4pRrSJkcg&amp;csui=3"><strong>Dr. Cipto Mangunkusumo</strong></a><strong>:</strong></p><p>Seorang dokter lulusan STOVIA yang aktif memperjuangkan kesehatan rakyat dan hak politik kaum pribumi.&nbsp;</p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=ms-android-oppo-rvo2&amp;sca_esv=f3abac6c97ce75c7&amp;hl=in-ID&amp;cs=1&amp;sxsrf=AE3TifM114yqa1FTZft6SEMnFr7mehJb4w%3A1758685813478&amp;q=Ki+Hajar+Dewantara&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwix7ruZv_CPAxVTzTgGHeKtGdYQxccNegUIxAEQAQ&amp;mstk=AUtExfBzLm5U6W7SvDRnbimOKvWQqE8SrAJovvOz3xkQihn6nraKRTEQpakvPwRD0YXUbPZ_vbhobl9Qt9iahhLcU_16co1tLQyfdyRnJbNZ1vRjsYlL8_A0ZuC882woeu5Tp34UmkXhvI74l1l9Rl7Nsfjbh89FiH79SCdtRLIujLgzUdjNC8etFWLV8a__DsBVrRv4z3_53SPuRZliKa4uwnyirhJIijYCgxW9-gBAUoGnyFMGVv-2HPP-cBYZp7tyckbHNw9aDHmxsokiAb8p4cd3Em5RO4lmzG-MuxEAJVq-gAaAfDvkJg42g4pRrSJkcg&amp;csui=3"><strong>Ki Hajar Dewantara</strong></a><strong> (Raden Mas Soewardi Soeryaningrat):</strong></p><p>Tokoh pendidikan yang kemudian dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, dan juga seorang wartawan tajam di media massa.&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432564714/db34801145fba594dc830b7bbb952788/IMG_20250924_WA0009.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 04:22:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601018978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>dewi sinta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601022319</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432538672/a666da690039cd145a35768c5f22bc7d/17586876469886569578344729637514.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 04:25:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601022319</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Majapahit </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601026047</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerajaan Majapahit berdiri sekitar tahun 1293 M di Jawa Timur, didirikan oleh Raden Wijaya. Pada masa kejayaannya, terutama di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada, wilayah kekuasaannya meluas hampir ke seluruh Nusantara bahkan sampai Asia Tenggara. Majapahit dikenal sebagai kerajaan maritim karena kekuatannya dalam perdagangan laut dan armada militernya yang kuat, sehingga mampu menguasai jalur perdagangan ng di kawasan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432581424/0a69377cb882e809dfd83de7c4e8aa3f/1758687925177.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 04:27:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601026047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AZURA ABELIA PUTRI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601035353</link>
         <description><![CDATA[<p>Karakteristik perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme setelah tahun 1908 adalah <strong>perubahan dari perjuangan bersenjata kedaerahan menjadi pergerakan nasional yang terorganisir, dipimpin kaum terpelajar, dan bersifat nasional</strong>. Sifat perjuangan menjadi <strong>modern, terarah, dan menggunakan diplomasi serta organisasi</strong> sebagai alat utamanya, berbeda dengan metode tradisional sebelumnya yang bersifat kedaerahan dan seringkali kekerasan.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432597225/418ea61dfd22d6252505755825277052/17586882961623971769514133375594.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 04:34:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601035353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>alva fadilah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601078155</link>
         <description><![CDATA[<p>Perlawanan di Sumatra terjadi di berbagai daerah, seperti <strong>Perang Padri (1821–1837)</strong> di Sumatra Barat yang dipicu pertentangan Kaum Padri dan Kaum Adat lalu dimanfaatkan Belanda, serta <strong>Perang Aceh (1873–1904)</strong> yang menjadi perlawanan terlama melawan Belanda dengan semangat jihad. Meskipun akhirnya ditaklukkan, perjuangan rakyat Sumatra menunjukkan semangat kuat dalam membela tanah air dan agamanya dari penjajahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432808177/a2ca4f58ce6af97014ee011982b683b8/IMG_20250924_104806.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 05:02:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601078155</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fahuka Norrin A. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601091058</link>
         <description><![CDATA[<p>"Pergerakan Indonesia" Adalah Pergerakan Nasional Indonesia yang merupakan sebuah periode penting dalam sejarah Indonesia (1908-1945) di mana <strong>berbagai organisasi dan elemen masyarakat berjuang untuk mencapai kemerdekaan dari penjajahan.</strong> Periode ini ditandai dengan tumbuhnya kesadaran nasional, lahirnya banyak organisasi seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam, serta munculnya tokoh-tokoh penting seperti Soetomo dan KH. Ahmad Dahlan. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4432363690/42063a41f48f1cdb8dba18799bbf51fe/1758690144305385522596475077373.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 05:10:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601091058</guid>
      </item>
      <item>
         <title>dhimas soeria atmadja</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601798071</link>
         <description><![CDATA[<p>Perang Diponegoro, juga dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), merupakan salah satu perlawanan terbesar rakyat Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Perang ini dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, seorang bangsawan Yogyakarta yang kecewa dengan campur tangan Belanda dalam urusan keraton serta penderitaan rakyat akibat pajak tinggi dan penyalahgunaan kekuasaan. Pemicu utamanya adalah ketika tanah leluhur Diponegoro dipasang patok untuk pembangunan jalan oleh pemerintah kolonial tanpa izin, sehingga dianggap sebagai penghinaan dan pelecehan terhadap hak pribadinya.</p><p><br/></p><p>Perang ini meluas ke berbagai wilayah Jawa karena mendapat dukungan luas dari rakyat, ulama, dan bangsawan yang tidak puas dengan kekuasaan Belanda. Pangeran Diponegoro menggunakan strategi perang gerilya, memanfaatkan medan pegunungan dan hutan untuk menyerang pasukan Belanda secara tiba-tiba. Dalam perang ini, rakyat Jawa berjuang bukan hanya karena faktor politik, tetapi juga faktor agama, sebab Diponegoro menekankan semangat jihad melawan penjajah. Hal ini menjadikan perang tersebut sebagai gabungan antara perjuangan nasionalisme awal dan gerakan keagamaan.</p><p><br/></p><p>Namun, meskipun sempat merepotkan Belanda selama lima tahun, Perang Diponegoro akhirnya berakhir dengan kekalahan di pihak Jawa. Belanda menggunakan taktik Benteng Stelsel, yaitu membangun benteng-benteng kecil yang saling terhubung untuk mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Pada tahun 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap secara licik melalui perundingan damai di Magelang, lalu diasingkan ke Makassar hingga wafat pada tahun 1855. Perang ini memakan korban besar, sekitar 200 ribu rakyat Jawa gugur, sedangkan pihak Belanda kehilangan lebih dari 8 ribu tentaranya. Meski kalah, Perang Diponegoro menjadi simbol perlawanan heroik rakyat Indonesia terhadap penjajahan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4435396781/3c7aba734a5acc570873bbf34eb2c74b/IMG_20250924_WA0003.jpg" />
         <pubDate>2025-09-24 12:57:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3601798071</guid>
      </item>
      <item>
         <title>azril solihin</title>
         <author>azrilsolihin1711</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605396845</link>
         <description><![CDATA[<p>• Jalur Rempah</p><p>Indonesia adalah salah negara yang dikenal dengan kekayaan sumber daya alam, khususnya rempah-rempah. Oleh sebab itu, berbagai negara dari penjuru dunia berlomba- lomba datang untuk memonopoli bisnis perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan berbagai jalur untuk dapat mencapai Nusantara demi mendapatkan rempah-rempah. Bahkan muncul sebutan jalur rempah Nusantara. Jalur rempah adalah jalur perdagangan dan budaya dengan rempah-rempah sebagai komoditas utamanya. Jalur rempah merupakan istilah yang dianggap tepat karena menggambarkan identitas kenusantaraan Indonesia. Dapat dikatakan demikian karena lokasi Indonesia menempati wilayah dan lingkungan khas, yaitu daerah tropis yang kaya akan keanekaragaman flora dan faunanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447662746/07f63b5e09b3189653e045b6f6277071/IMG_0737.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-26 06:57:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605396845</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Galang D.P</title>
         <author>galangdiasp</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605397812</link>
         <description><![CDATA[<p>• Pelayaran Dunia</p><p>Pada sejarah bangsa-bangsa di dunia dikenal adanya masa penjelajahan samudra. Penjelajahan samudra pertama kali dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol yang kemudian disusul oleh bangsa Belanda dan Inggris.</p><p>Faktor-faktor yang mendorong penjelajahan samudra, antara lain sebagai berikut.</p><p>1) Jatuhnya Kerajaan Bizantium (Romawi Timur) dengan ibu kota Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani tahun 1453. Pada saat itu, Bizantium merupakan daerah transit dan penghubung perdagangan antara Eropa dan Asia.</p><p>2) Bangsa Eropa ingin mendapatkan rempah-rempah dari daerah asal dengan harga yang lebih murah.</p><p>3) Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti penemuan kompas yang dapat memperlancar kegiatan penjalajahan samudra.</p><p>4) Adanya prinsip 3G, yaitu mencari logam mulia atau kekayaan (gold), mendapatkan kejayaan bangsa (glory), dan menyebarkan agama Nasrani (gospel).</p><p>5) Adanya keinginan untuk membuktikan pendapat bahwa bentuk bumi itu bulat, seperti yang dikemukakan oleh Copernicus (1473-1543).</p><p>6) Semangat reconquesta atau semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447686448/364fa707691209bbd14c34c2cef89754/Snapchat_646815558.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 06:58:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605397812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Esa Novrizka XI. 9</title>
         <author>esanovrizka34</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605402430</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>Politik Etis adalah kebijakan Hindia Belanda yang dimulai 1901 dan dikenal sebagai Politik Balas Budi untuk mensejahterakan masyarakat jajahan</mark></strong>. Kebijakan ini memiliki tiga program utama: irigasi, edukasi, dan emigrasi (transmigrasi). Meskipun tidak dilaksanakan sepenuhnya, program edukasi melahirkan banyak tokoh berpendidikan yang kemudian memimpin pergerakan nasional Indonesia.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447917009/ac65c9194fbe64c4d732222b2109b2d1/IMG_20250607_WA0121.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:02:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605402430</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maria Yosi Praptemutien </title>
         <author>mmutienyosi</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605404478</link>
         <description><![CDATA[<p>Karakteristik pergerakan nasional yang dipimpin oleh kaum terpelajar pada masa Politik Etis adalah pergerakan yang mengutamakan kesadaran nasional, peningkatan kesejahteraan rakyat, dan perjuangan menentang penjajahan. Lahirnya kaum terpelajar yang dididik oleh Belanda melalui program pendidikan, seperti "Edukasi", justru menjadi bumerang bagi penjajah karena mereka memanfaatkan ilmu dan pemikiran mereka untuk membentuk organisasi pergerakan yang kemudian berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kaum terpelajar yang lahir dari pendidikan Belanda menjadi kritis terhadap kebijakan kolonial dan mulai menyuarakan nasionalisme serta pentingnya perbaikan nasib bangsa. Dengan ilmu yang mereka miliki, kaum terpelajar berusaha meningkatkan kesadaran nasional dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang tertindas. Kaum terpelajar memanfaatkan ilmu yang mereka peroleh untuk membentuk organisasi-organisasi pergerakan nasional. Contohnya seperti Budi Utomo, yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi-organisasi lain untuk memperjuangkan kemerdekaan. Meskipun awalnya dirancang untuk keuntungan Belanda, pendidikan yang diberikan ternyata melahirkan golongan terpelajar yang kelak menjadi pemimpin pergerakan melawan penjajahan. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447657371/d9352f3a4751029ad2a85d05da57b561/20240712_145710.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:04:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605404478</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wilda Ukhwatul Azkiya</title>
         <author>azohwilda</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605406646</link>
         <description><![CDATA[<p>Politik Etis atau Politik Balas Budi resmi dicanangkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1901 oleh Ratu Wilhelmina sebagai tanggapan atas kritik mengenai penderitaan rakyat Hindia Belanda akibat sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) sejak abad ke-19. Kebijakan ini lahir karena Belanda dianggap memiliki hutang budi terhadap rakyat Indonesia yang selama puluhan tahun telah dieksploitasi sumber daya dan tenaganya untuk kepentingan penjajah. Politik Etis menekankan pada tiga program utama yang dikenal sebagai "Trias van Deventer," yaitu irigasi (perbaikan sistem pengairan untuk meningkatkan hasil pertanian), emigrasi atau transmigrasi (pemindahan penduduk dari pulau yang padat seperti Jawa ke daerah yang jarang penduduk), dan edukasi (pemberian pendidikan bagi pribumi meskipun masih terbatas pada kalangan tertentu). Dampak penting dari Politik Etis adalah munculnya kaum terpelajar pribumi yang mendapat kesempatan sekolah, seperti dr. Wahidin Sudirohusodo, Soetomo, dan tokoh-tokoh lain yang kemudian mendirikan organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo (1908). Meskipun pelaksanaannya tidak sepenuhnya berhasil dan masih menguntungkan Belanda, Politik Etis menjadi tonggak awal munculnya kesadaran nasional dan perlawanan terorganisir yang kelak mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447658688/f3cbecb58d9cb763a8ff1e004e97c35e/17588702628526916215616051212692.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:05:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605406646</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M’kay salsabi tomasoa</title>
         <author>mkaytomasoa</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605406901</link>
         <description><![CDATA[<p>Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal <strong>2 Mei 1889</strong> dengan nama asli <strong>Raden Mas Soewardi Soerjaningrat</strong>. Tanggal kelahirannya kini diperingati sebagai <strong>Hari Pendidikan Nasional</strong>.</p><p>Beliau berasal dari lingkungan bangsawan Kadipaten Pakualaman, namun memiliki kepribadian yang sederhana dan dekat dengan rakyat.</p><p><br/></p><p>Karir dan Aktivisme :</p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Pendidikan:</strong> Ia mengenyam pendidikan di <strong>Europeesche Lagere School (ELS)</strong>, sekolah dasar untuk anak Eropa, dan sempat melanjutkan ke sekolah kedokteran bumiputera <strong>STOVIA</strong> tetapi tidak tamat karena sakit.</p></li><li><p><strong>Jurnalis dan Penulis:</strong> Ia aktif sebagai wartawan di berbagai surat kabar dengan gaya tulisan yang komunikatif, antikolonial, dan tajam.</p></li><li><p><strong>Kritik Fenomenal:</strong> Tulisannya yang paling terkenal adalah <strong>"Als Ik Een Nederlander Was" (Seandainya Aku Seorang Belanda)</strong>, sebuah kritik keras terhadap pemerintah kolonial yang akan merayakan kemerdekaan Belanda dari Prancis dengan memungut sumbangan dari rakyat pribumi.</p></li><li><p><strong>Tiga Serangkai:</strong> Bersama <strong>Douwes Dekker</strong> dan <strong>Cipto Mangunkusumo</strong>, ia mendirikan <strong>Indische Partij</strong> pada tahun 1912, partai politik pertama yang secara terang-terangan menuntut kemerdekaan Indonesia.</p></li></ol><p>Akibat tulisan dan aktivitas politiknya, ia diasingkan ke Belanda. Masa pengasingan ini justru ia gunakan untuk mendalami ilmu pendidikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447656831/fc081f61611ea11917de41e1ca41f89f/IMG_5421.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:05:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605406901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mario Adi Saputra </title>
         <author>marioadi1237</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605407123</link>
         <description><![CDATA[<p>Kalimat Fakta. </p><p>Kolonialisme adalah praktik suatu negara menguasai dan mengeksploitasi sumber daya alam dan penduduk di wilayah atau bangsa lain yang berada di luar batas negaranya demi kepentingan negara penjajah.</p><p>Penjelasan. </p><p>Kolonialisme adalah praktik suatu negara menguasai dan mengeksploitasi sumber daya alam dan penduduk di wilayah atau bangsa lain yang berada di luar batas negaranya demi kepentingan negara penjajah," dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai sebuah upaya perluasan kekuasaan yang didorong oleh motif utama ekonomi, di mana negara penguasa (negara induk) secara langsung mengontrol wilayah koloni dan menguras habis sumber daya serta tenaga kerja mereka untuk memperkaya diri sendiri. Hubungan ini ditandai dengan pengambilan keputusan fundamental yang memengaruhi kehidupan masyarakat terjajah oleh minoritas penjajah asing, yang semuanya dilakukan demi kepentingan penguasa kolonial, alih-alih kesejahteraan penduduk lokal. Praktik ini telah menyebabkan penderitaan jangka panjang, hilangnya kemerdekaan, kemiskinan, dan terkadang hilangnya budaya dan tradisi setempat di wilayah yang diduduki.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447686883/b9bfd4cb3ccd987279840a8a23f705fe/17588702657383375623998506508304.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:05:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605407123</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Deri</title>
         <author>kasepderi840</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605408127</link>
         <description><![CDATA[<p>• Jatuhnya Malaka ke Tangan Portugis</p><p>Malaka menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku bangsa dan agama, seperti Islam, Hindu, dan Buddha sehingga memperkaya kebudayaan dan keragaman budaya di kawasan ini. Keragaman budaya ini membantu menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut, sekaligus meningkatkan daya tarik Malaka bagi pelabuhan dan pedagang asing. Namun, perdagangan di Malaka juga tidak terlepas dari permasalahan dan tantangan. Kekuasaan dan dominasi perusahaan dagang asing sering kali memicu perselisihan dan persaingan yang membahayakan stabilitas perdagangan di kawasan. Konflik juga sering terjadi antarsuku bangsa dan agama, yang mengganggu keharmonisan keragaman budaya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447938840/74f3e69a70901aa688d0ce011c8db0b9/IMG_1655.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:06:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605408127</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vernando Martin L. </title>
         <author>ghammudh</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605408480</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiga Serangkai: Pelopor Pergerakan Nasional</p><p><br/></p><p>Tiga Serangkai adalah sebutan kolektif untuk tiga tokoh penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Mereka dikenal sebagai pendiri organisasi politik modern pertama di Hindia Belanda, yaitu Indische Partij (IP).</p><p>Anggota Tiga Serangkai</p><p><br/></p><p>1. Ernest François Eugène (E.F.E.) Douwes Dekker</p><p><br/></p><p>Seorang Indo-Eropa (keturunan campuran Eropa dan pribumi) yang memiliki jiwa nasionalis tinggi serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.</p><p>Menjadi inisiator dan pemimpin utama dalam pendirian Indische Partij.</p><p><br/></p><p>2. Dr. Cipto Mangunkusumo</p><p><br/></p><p>Seorang dokter lulusan STOVIA yang dikenal berani dan tegas menentang ketidakadilan pemerintah kolonial serta sistem feodalisme di kalangan bangsawan.</p><p>Berjuang untuk kesetaraan hak antara orang Belanda, Eropa, dan penduduk asli Indonesia.</p><p><br/></p><p>3. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (kemudian dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara)</p><p><br/></p><p>Berasal dari lingkungan bangsawan Pakualaman, aktif sebagai jurnalis yang kritis terhadap kebijakan kolonial.</p><p>Setelah diasingkan, ia berfokus pada bidang pendidikan dan mendirikan lembaga Taman Siswa, sehingga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional.</p><p>Peran Utama Tiga Serangkai: Indische Partij</p><p>Tiga Serangkai mendirikan Indische Partij pada tahun 1912 di Bandung. Partai ini memiliki tujuan radikal dan progresif pada zamannya, antara lain:</p><p>Mencapai kemerdekaan Hindia Belanda.</p><p>Menciptakan persatuan antara semua golongan di Hindia Belanda (pribumi, Indo-Eropa, Tionghoa, dan lain-lain) sebagai bangsa yang setara.</p><p>Menuntut agar pemerintah kolonial memberikan hak-hak politik kepada semua penduduk Hindia Belanda.</p><p>Akibat Perjuangan</p><p>Kegiatan Tiga Serangkai, terutama kritik tajam melalui tulisan di surat kabar, dianggap berbahaya oleh pemerintah kolonial. Puncaknya ketika Ki Hajar Dewantara menulis artikel satir berjudul "Als Ik Eens Nederlander Was" (Seandainya Aku Seorang Belanda), yang mengecam rencana Belanda merayakan 100 tahun bebas dari Prancis dengan meminta sumbangan dari rakyat jajahan.</p><p><br/></p><p>Akibat tulisan tersebut, pada tahun 1913 ketiga tokoh ini ditangkap dan dijatuhi hukuman pengasingan ke Belanda. Meskipun Indische Partij dibubarkan, semangat nasionalisme dan keberanian mereka menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447725736/c8a755c6b3e08a2b34066a907ec2812f/IMG_20250926_WA0019.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:07:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605408480</guid>
      </item>
      <item>
         <title>monalisa winarsih kraus</title>
         <author>winnarsihkraus</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605410885</link>
         <description><![CDATA[<p>Perlawanan Aceh merupakan salah satu babak penting dalam sejarah Indonesia, di mana rakyat Aceh dengan gigih mempertahankan tanah air mereka dari penjajahan Belanda. Dipimpin oleh tokoh-tokoh karismatik seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan Teungku Chik di Tiro, perlawanan ini berlangsung selama puluhan tahun dengan semangat jihad yang membara. Meskipun dengan persenjataan yang lebih sederhana, rakyat Aceh mampu memberikan perlawanan sengit kepada Belanda, menunjukkan keberanian, ketangguhan, dan kecintaan yang mendalam terhadap tanah air. Perlawanan Aceh menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia di kemudian hari.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3247770365/eff476f9e52b5163af68fb997725c591/02fb8d85e0dff03263266e933ff1cf4f_0.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:09:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605410885</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafly Ferdiansyah</title>
         <author>raflyferdiansyah1509</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605412716</link>
         <description><![CDATA[<p>Periode radikal merupakan periode yang ditandai dengan adanya perjuangan lebih keras dan non-kooperatif karena kecewa pada Politik Etis yang bertujuan untuk menuntut kemerdekaan penuh bukan sekadar perbaikan dari Belanda.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447881647/913c9fd36ab9c6a602fa974ee35644e5/wrb266.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:10:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605412716</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sutampah xl.9</title>
         <author>sutampah38</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605413912</link>
         <description><![CDATA[<p> </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447896934/53c5715ccfd6cae4364316bc5bfae31d/IMG_20250926_140901.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:11:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605413912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Noer Anugrah Satrio</title>
         <author>noeranugrahsatrio7h</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605417308</link>
         <description><![CDATA[<p>Periode Radikal merujuk pada masa awal kemerdekaan Indonesia (1945–1959), yang juga dikenal sebagai masa Demokrasi Liberal. Disebut "radikal" karena ditandai oleh upaya perubahan mendasar dalam sistem politik, sosial, dan ekonomi, serta munculnya berbagai gerakan politik yang ingin mengubah tatanan negara dari akarnya. Pada masa ini, sistem pemerintahan parlementer diterapkan, banyak partai politik bermunculan, dan terjadi instabilitas politik akibat seringnya pergantian kabinet serta konflik ideologis antara nasionalis, Islamis, dan komunis. Periode ini berakhir pada 5 Juli 1959 dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden oleh Soekarno yang mengembalikan berlakunya UUD 1945 dan memulai era Demokrasi Terpimpin.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447687066/46a2b36dd986f24f75170dd703fb593b/IMG_20250926_WA0024.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:14:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605417308</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti maulida</title>
         <author>azohwilda</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605425656</link>
         <description><![CDATA[<p>Periode Pergerakan Nasional Indonesia adalah masa perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan dengan cara yang lebih modern, yaitu melalui organisasi, pendidikan, pers, dan politik, dimulai sejak berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447658688/6ceee47f47cd00770e4e329807d5e2d3/17588711465178801961881811841945.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:21:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605425656</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AHMAD GALIH AKBAR XI.9</title>
         <author>ahmadgalihakbar27</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605426881</link>
         <description><![CDATA[<p>Politik Etis adalah kebijakan Belanda tahun 1901 sebagai balas budi atas penderitaan rakyat Indonesia akibat kolonialisme. Intinya ada tiga program (Trias Van Deventer): irigasi, emigrasi, dan edukasi. Dampaknya, muncul kaum terpelajar, tumbuh kesadaran nasional, serta menjadi awal lahirnya pergerakan nasional Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447880684/093e774792a542c5413ad2734b852e64/IMG_20250519_103115_839.webp" />
         <pubDate>2025-09-26 07:22:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605426881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Dhimas Fakhri Susilo </title>
         <author>dhimasganz245</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605474423</link>
         <description><![CDATA[<p>Politik Etis adalah kebijakan pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda (Indonesia) yang dicanangkan sekitar tahun 1901. Intinya, Belanda “merasa punya utang budi” kepada rakyat Indonesia setelah ratusan tahun mengeksploitasi lewat tanam paksa dan kerja rodi. Jadi, mereka mengumumkan akan menerapkan politik balas budi (Ethische Politiek).</p><p><br/></p><p>Ada tiga program utama yang sering disingkat “Trias Van Deventer” (nama tokoh yang menggagas):</p><p><br/></p><p>1. Edukasi (Pendidikan): Memberikan kesempatan pendidikan bagi rakyat pribumi, walaupun awalnya terbatas untuk kalangan elit. Dari sinilah lahir kaum terpelajar bumiputra yang kelak jadi motor pergerakan nasional.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Emigrasi (Transmigrasi): Memindahkan penduduk dari Jawa yang padat ke daerah lain, terutama Sumatra, dengan tujuan mengurangi kepadatan dan membuka lahan pertanian baru.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Irigasi (Pengairan): Membangun saluran irigasi untuk pertanian agar produksi pangan rakyat meningkat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Namun, meski disebut “politik balas budi”, pelaksanaannya sering jauh dari ideal. Pendidikan tidak untuk semua, transmigrasi banyak masalah, dan irigasi hanya menguntungkan perkebunan besar. Tapi dampak positif yang tak disengaja adalah munculnya kaum terdidik yang kemudian kritis terhadap kolonialisme—muncul tokoh-tokoh seperti Sutomo, Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dll. Dari sinilah benih pergerakan nasional tumbuh.</p><p><br/></p><p>Bisa dibilang, politik etis ini seperti Belanda kasih “kacang sedikit” setelah lama ambil “kue besar”, tapi kacang itu justru bikin rakyat sadar bahwa mereka pantas dapat lebih dari sekadar remah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447747949/d58f2e0bee2d786a0a013ef8b056b4ba/IMG_20250926_145527.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 07:58:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605474423</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putri Anzelita (25) XI.9</title>
         <author>putrianzelita74</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605494962</link>
         <description><![CDATA[<p>Bartolomeu Dias, penjelajah Portugal pada akhir abad ke-15, adalah orang Eropa pertama yang berhasil mengitari tanjung yang awalnya ia namai "Tanjung Badai" (<em>Cabo das Tormentas</em>) karena angin kencang, arus kuat, dan bahaya karamnya kapal di sana. Namun, Raja Joao II dari Portugal kemudian mengganti namanya menjadi "Tanjung Harapan" (<em>Cabo da Boa Esperança</em>) untuk membangkitkan optimisme atas terbukanya jalur laut ke India, mendorong perdagangan serta eksplorasi, sekaligus menjadikannya simbol penting pembukaan rute maritim Eropa-Asia bagi perdagangan rempah-rempah dan komoditas lainnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447659365/239d55bf57239fccf16fa4dee77231b2/IMG_20241011_123516_506_transcpr_1.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 08:16:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605494962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hofadoh</title>
         <author>hofadoh9</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605520591</link>
         <description><![CDATA[<p>Kongres Sumpah Pemuda diselenggarakan pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta, yang melahirkan ikrar persatuan terkenal sebagai <strong>Sumpah Pemuda</strong>, yaitu satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia, yang menjadi landasan kuat pergerakan nasional menuju kemerdekaan. Sementara itu, Kongres Perempuan Indonesia pertama diadakan pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, mempertemukan berbagai organisasi perempuan dari berbagai daerah untuk membahas isu pendidikan, pernikahan, hingga perjuangan hak-hak perempuan, dan sejak itu tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4448264529/2871d6f13a6681efe9508df734974d6f/IMG_20241010_WA0004.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 08:38:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605520591</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nifa </title>
         <author>fatulloh1003</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605535334</link>
         <description><![CDATA[<p>Paritode 1931 penangkapan terhadap tokoh-tokoh PNI terutama Ir Soekarno merupakan pukulan yang berat bagi PNI. pemimpin PNI kemudian diambil alih oleh Sartono dan Anwari. kedua tokoh itu memiliki gaya yang lebih hati-hati sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan anggotanya, bahkan banyak antara para anggota PNI yang mengundurkan diri.</p><p>Kelas : XI.9</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4448250534/7e100c2b71796e88f451aa5d99f04ec1/IMG_20250926_WA0013.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 08:49:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605535334</guid>
      </item>
      <item>
         <title>dea dyna(04) XI.9</title>
         <author>dynadeyyy</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605653412</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Sistem sewa tanah dihapus pada tahun 1830 karena dianggap gagal. Pada tahun 1830, pemerintah Belanda mengangkat Johannes van den Bosch sebagai gubernur jenderal. Tugas utamanya adalah untuk meningkatkan produksi tanaman ekspor yang terhenti selama sistem pajak tanah atau sistem sewa tanah berlangsung. van den Bosch mengusulkan sistem tanam paksa, dan disetujui pihak kerajaan. Menurut peraturan yang dibuat pemerintah</p><p>Belanda, sistem tanam paksa dilakukan dengan cara sebagai berikut.</p><p>(1) Penduduk desa diwajibkan menyediakan seperlima dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang ditetapkan pemerintah Belanda.</p><p>(2) Hasil tanaman dijual kepada pemerintah Belanda dengan harga yang ditetapkan pemerintah.</p><p>(3) Tanah yang disediakan untuk penanaman dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.</p><p>(4) Pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman perdagangan tidak boleh melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi (± 60 hari).</p><p>(5) Yang bukan petani harus bekerja 66 hari dalam setahun di kebun-kebun milik pemerintah.</p><p>(6) Kegagalan panen (kalau bukan karena kesalahan petani) menjadi tanggung jawab pemerintah.</p><p>(7) Penanaman dan penggarapannya di bawah pengawasan langsung penduduk pribumi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447687283/c6d9107ed3ecb5dd300aa1414af13106/98a1b0d5ec824046033821e1fd0e55e4_0.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-26 10:30:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605653412</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Feronika sintia sari</title>
         <author>feronikasintia18</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605654612</link>
         <description><![CDATA[<p>Belanda mengangkat Tajmidillah (atau Tahmidullah II) sebagai Sultan Banjar pada abad ke-19 karena ia dianggap mudah diajak kerjasama untuk kepentingan kolonial mereka. Meskipun tidak menyukai rakyat karena sifat kejamnya dan asal usul ibunya yang bukan dari bangsawan Banjar asli, Belanda melihatnya sebagai sekutu yang bisa membantu eksploitasi sumber daya alam seperti tambang dan perdagangan di wilayah Kalimantan Selatan. Pengangkatan ini juga didukung oleh aliansi dengan kelompok Bugis dan Paser, yang membuatnya terpilih meski menimbulkan ketidakpuasan luas dan menjadi pemicu Perang Banjar (1859-1905), di mana rakyat Banjar melakukan pemberontakan melawan intervensi Belanda yang merampas pengkhianatan kesultanan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4448791084/f2e06f68e3767434a28b024545d4dfd5/IMG_20250926_WA0032.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 10:31:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605654612</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maulida Diana Putri </title>
         <author>bantencilegon031</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605670382</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Dampak terhadap pergerakan nasional</strong> adalah munculnya kesadaran bangsa Indonesia untuk bersatu melawan penjajahan. Adanya penderitaan akibat politik kolonial, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial mendorong lahirnya organisasi modern seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, hingga organisasi pemuda. Dampak ini juga memunculkan semangat persatuan yang diwujudkan dalam Sumpah Pemuda 1928, serta perjuangan politik dan diplomasi untuk menuntut kemerdekaan. Dengan demikian, pergerakan nasional menjadi titik awal lahirnya nasionalisme Indonesia yang akhirnya mengantarkan bangsa pada proklamasi kemerdekaan 1945.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447657740/8984229776bcb5ce05d222312799fe91/IMG_20250926_WA0049.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 10:45:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605670382</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Deniya putri Utami</title>
         <author>deniyaputriutami8b</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605824861</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiga Serangkai adalah sebutan bagi Ernest Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (kemudian dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara). Mereka adalah pelopor nasionalisme awal dan mendirikan Indische Partij (Partai Hindia) pada 25 Desember 1912. Melalui partai politik pertama di Hindia Belanda ini, ketiganya menyuarakan kritik terhadap pemerintah kolonial dan perjuangan untuk persatuan serta hak-hak politik rakyat Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447926805/263a6cc4882ec9eae126f2e5366b7dfb/IMG_20250926_WA0012.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 12:51:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605824861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Deniya Putri Utami</title>
         <author>deniyaputriutami8b</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605827744</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiga Serangkai adalah sebutan bagi Ernest Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (kemudian dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara). Mereka adalah pelopor nasionalisme awal dan mendirikan Indische Partij (Partai Hindia) pada 25 Desember 1912. Melalui partai politik pertama di Hindia Belanda ini, ketiganya menyuarakan kritik terhadap pemerintah kolonial dan perjuangan untuk persatuan serta hak-hak politik rakyat Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4447926805/716fd555eceaa62398d2e47db5efa2ea/IMG_20250926_WA0012.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 12:53:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605827744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elsa Dwi Humaeroh XI.9</title>
         <author>elsadwihumaeroh03</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605952611</link>
         <description><![CDATA[<p>Selama ini kita sering dengar bahwa tujuan utama Belanda menjajah Indonesia hanyalah untuk mengambil rempah-rempah. Memang benar, pada awal abad ke-16 sampai ke-17, rempah-rempah seperti cengkeh, pala, dan lada adalah komoditas yang sangat mahal di Eropa sehingga menjadi alasan kuat kedatangan bangsa Barat. Namun, jika dilihat dari perkembangan sejarah, tujuan Belanda di Nusantara tidak hanya sebatas rempah-rempah. Berikut penjelasan lebih detailnya:</p><p>1. Monopoli dan Kekuasaan Ekonomi</p><p>Setelah VOC (1602) berdiri, Belanda tidak hanya membeli rempah, tetapi juga ingin memonopoli perdagangan di Nusantara.</p><p>Mereka menerapkan sistem seperti ekstirpasi (pemusnahan tanaman rempah di luar daerah monopoli), verplichte leverantie (penyerahan wajib hasil bumi dengan harga murah), dan contingenten (pajak hasil bumi).</p><p>Jadi, tujuannya bukan sekadar rempah, tapi menguasai jalur perdagangan dan menjadikan Nusantara pasar yang bergantung pada Belanda.</p><p>2. Sumber Daya Alam Lain</p><p>Seiring berjalannya waktu, rempah mulai kehilangan nilai tinggi di pasar Eropa. Belanda pun mengalihkan perhatian ke komoditas lain, seperti:</p><p>Kopi (terutama di Jawa abad ke-18).</p><p>Tebu/gula dan nila.</p><p>Tanaman ekspor lain melalui Cultuurstelsel (Tanam Paksa, 1830–1870).</p><p>Pada abad ke-19, tujuan mereka lebih luas: eksploitasi sumber daya alam Nusantara untuk mengisi kas negeri Belanda.</p><p>3. Tenaga Kerja Murah dan Pajak</p><p>Belanda memanfaatkan rakyat Indonesia sebagai tenaga kerja murah, baik dalam perkebunan, pembangunan jalan, maupun pelayaran.</p><p>Penerapan kerja rodi (kerja paksa) dan pajak tanah adalah strategi untuk memperkaya pemerintah kolonial.</p><p>4. Kepentingan Politik dan Kekuasaan</p><p>Belanda berusaha menjadikan seluruh wilayah Nusantara berada di bawah kendali mereka agar tidak dikuasai bangsa Eropa lain (Portugal, Inggris, Spanyol).</p><p>Tujuan politik ini tampak dalam politik adu domba antar-kerajaan dan ekspansi militer (misalnya Perang Diponegoro, Perang Padri, Perang Aceh).</p><p>Dengan kata lain, mereka ingin menjadikan Indonesia sebagai koloni strategis untuk memperluas pengaruh di Asia.</p><p>5. Kepentingan Strategis &amp; Geopolitik</p><p>Letak Indonesia sangat strategis di jalur perdagangan dunia (antara Samudra Hindia dan Pasifik).</p><p>Belanda ingin menjadikan Nusantara sebagai pusat transit dan logistik kapal-kapal dagang mereka.</p><p>Hal ini juga untuk mengamankan jalur laut dari serangan bangsa Eropa lain atau bajak laut.</p><p>6. Pembangunan Infrastruktur Kolonial</p><p>Infrastruktur yang dibangun (jalan raya pos Daendels, pelabuhan, rel kereta api) bukan semata untuk kepentingan rakyat Indonesia, melainkan agar Belanda bisa lebih mudah mengangkut hasil bumi dan mengontrol wilayah.</p><p>7. Pendapatan untuk Negeri Belanda</p><p>Pada abad ke-19, Belanda mengalami krisis keuangan setelah perang-perang Eropa.</p><p>Indonesia dijadikan koloni penghasil devisa.</p><p>Sistem tanam paksa, pajak, dan monopoli perdagangan memberi pemasukan besar yang disebut sebagai “Batig Slot”, yakni keuntungan besar dari Hindia Belanda yang digunakan membiayai pembangunan di negeri Belanda.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4449930103/321608526cab56e50a053bcda6916b44/foto_elsa.jpg" />
         <pubDate>2025-09-26 14:13:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3605952611</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhamad Dzikri Mulizan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622968526</link>
         <description><![CDATA[<p>Persimponan Indonesia adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 2008 oleh Mas Iswa Mas Iswain, seorang tokoh Indonesia yang menempuh pendidikan di Belanda. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar pelajar dan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri, khususnya di Belanda, serta untuk melestarikan budaya dan memperkenalkan identitas Indonesia di kancah internasional. Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan, Persimponan Indonesia berperan penting dalam memperkuat rasa persaudaraan dan semangat nasionalisme di kalangan diaspora Indonesia.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520273787/f43ab18dadaa02c5ecd3a271bc97e6f7/IMG_20251008_111029_845.webp" />
         <pubDate>2025-10-08 04:17:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622968526</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maila Wulandari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622969039</link>
         <description><![CDATA[<p>Faktor internal yang mendorong lahirnya kesadaran nasional dan tumbuhnya jiwa nasionalisme bangsa Indonesia berasal dari kondisi dalam negeri sendiri, terutama kesamaan nasib dan penderitaan rakyat akibat penjajahan yang berlangsung berabad-abad. Kesadaran akan ketertindasan ini menumbuhkan rasa senasib sepenanggungan di antara berbagai suku, daerah, dan golongan. Selain itu, munculnya golongan terpelajar yang mendapat pendidikan Barat juga berperan penting karena mereka mulai berpikir kritis dan menyadari pentingnya persatuan untuk mencapai kemerdekaan. Kebangkitan budaya nasional melalui sastra, bahasa, dan organisasi modern seperti Budi Utomo turut memperkuat rasa cinta tanah air serta memperjelas identitas bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan yang berdaulat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520299578/23fa603a5940bea43061256836a4b4dd/17598970522483500627030641185082.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:18:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622969039</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Nofita Elisya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622969525</link>
         <description><![CDATA[<p>Organisasi-organisasi pergerakan nasional di Indonesia muncul pada awal abad ke-20 sebagai bentuk kesadaran bangsa untuk memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan. Beberapa organisasi penting di antaranya yaitu <strong>Budi Utomo (1908)</strong> yang berfokus pada pendidikan dan kemajuan kaum terpelajar, <strong>Sarekat Islam (1911)</strong> yang memperjuangkan ekonomi dan persatuan umat Islam, <strong>Indische Partij (1912)</strong> yang menanamkan semangat nasionalisme dan persatuan tanpa membedakan ras, serta <strong>Perhimpunan Indonesia (1925)</strong> yang menegaskan cita-cita kemerdekaan penuh bagi bangsa Indonesia. Ciri-ciri utama organisasi pergerakan nasional yaitu memiliki tujuan memperjuangkan kemerdekaan, bersifat nasional, menggunakan cara-cara modern seperti pendidikan dan organisasi politik, serta menumbuhkan kesadaran persatuan dan identitas bangsa Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520285315/eee9f4c59c77851c52a4c1ab321fbaa0/B551442F_D8B2_46DE_9065_8FD5109373B2.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:19:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622969525</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hanum Larasati Nugraeni </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622970511</link>
         <description><![CDATA[<p>Sarekat Islam didirikan di Solo pada tanggal 10 September 1911. Organisasi ini awalnya bernama Sarekat Dagang Islam, yang bertujuan untuk melindungi kepentingan para pedagang pribumi dari persaingan pedagang asing, terutama Tionghoa. Namun, seiring perkembangannya, Sarekat Islam berubah menjadi organisasi yang berperan penting dalam pergerakan nasional Indonesia. Organisasi ini tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, tetapi juga menjadi wadah perjuangan rakyat untuk menumbuhkan kesadaran nasional dan semangat persatuan dalam melawan penjajahan Belanda.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520294743/d9edff4dc1983c43e1324c397f3105c9/17598969615608308358375874810971.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:20:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622970511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>alva pacarnya jungkook</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622970576</link>
         <description><![CDATA[<p>Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung oleh Ir. Soekarno bersama kawan-kawannya seperti Mr. Sartono, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. Tujuan utama PNI adalah mencapai kemerdekaan Indonesia secara penuh, bebas dari penjajahan Belanda, melalui kekuatan sendiri dan semangat nasionalisme. PNI menolak kerja sama dengan pemerintah kolonial dan menekankan perjuangan politik serta pendidikan untuk membangkitkan kesadaran rakyat. Karena aktivitasnya dianggap berbahaya, pemerintah Belanda kemudian membubarkan PNI pada tahun 1931 dan menangkap para pemimpinnya, termasuk Soekarno. Meskipun begitu, semangat perjuangan PNI tetap menjadi dasar penting bagi gerakan kemerdekaan Indonesia berikutnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520295499/abc5cebb30c5b2793c909f1bef452437/IMG_20250904_125437.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:20:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622970576</guid>
      </item>
      <item>
         <title>anggun lolaviola</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622970954</link>
         <description><![CDATA[<p>Tahun 1908 dianggap sebagai awal pergerakan nasional Indonesia karena pada tahun ini lahir organisasi modern pertama yang bersifat kebangsaan, yaitu Boedi Oetomo, yang didirikan pada 20 Mei 1908 oleh para pelajar STOVIA di Batavia. Organisasi ini menandai pergeseran cara perjuangan bangsa Indonesia dari perlawanan bersenjata yang bersifat lokal menuju perjuangan yang lebih terorganisir, modern, dan berskala nasional. Boedi Oetomo mendorong pentingnya pendidikan, persatuan, dan kesadaran akan identitas sebagai satu bangsa, sehingga menjadi titik awal munculnya kesadaran nasional di kalangan rakyat Indonesia untuk melawan penjajahan Belanda secara kolektif dan terstruktur. Peristiwa ini juga mencerminkan bangkitnya kaum terpelajar pribumi yang mulai memperjuangkan nasib bangsa melalui jalur organisasi dan intelektual, bukan sekadar perlawanan fisik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520310668/fae65db6128f3535dad5631892c9f8fc/1759897133519918761426497217504.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:20:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622970954</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eva Restiana putri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622971044</link>
         <description><![CDATA[<p>Proses perubahan (amandemen) UUD 1945 dilaksanakan dalam empat tahap melalui Sidang MPR dari tahun 1999 hingga 2002, yang bertujuan menyempurnakan dasar negara sesuai kebutuhan zaman dan untuk menyikapi perkembangan politik serta tuntutan masyarakat.&nbsp;Setiap amandemen melibatkan pembahasan di tingkat badan pekerja dan komisi-komisi MPR sebelum diputuskan dalam sidang paripurna.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520310381/e75ff09317b63c148a3375bf7daab7bb/4040677415b5e4a37a5966af994fcff9_0.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:20:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622971044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama: Azahra Nabila </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622971240</link>
         <description><![CDATA[<p>  ---</p><p><br></p><p>1. Pengertian Diskriminasi</p><p><br></p><p>Diskriminasi adalah perlakuan tidak adil terhadap seseorang atau kelompok berdasarkan perbedaan ras, suku, agama, status sosial, atau bangsa.</p><p>Pada masa penjajahan Belanda, diskriminasi dilakukan secara terstruktur dan sistematis antara penduduk Eropa, Timur Asing (Cina, Arab), dan pribumi (Indonesia).</p><p><br></p><p><br></p><p>---</p><p><br></p><p>2. Bentuk Diskriminasi pada Masa Penjajahan</p><p><br></p><p>Beberapa bentuk diskriminasi yang terjadi:</p><p><br></p><p>Bidang sosial: Pribumi tidak boleh tinggal di kawasan Eropa dan tidak mendapat pendidikan yang sama.</p><p><br></p><p>Bidang ekonomi: Orang Indonesia hanya menjadi buruh tani atau pekerja kasar, sedangkan Eropa memegang kekuasaan dan kekayaan.</p><p><br></p><p>Bidang hukum: Terdapat perbedaan hukum antara Eropa dan pribumi.</p><p><br></p><p>Bidang politik: Rakyat Indonesia tidak memiliki hak menentukan kebijakan negara.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>---</p><p><br></p><p>3. Dampak Diskriminasi terhadap Bangsa Indonesia</p><p><br></p><p>Diskriminasi menimbulkan rasa ketidakadilan, penderitaan, dan kesadaran bersama di kalangan rakyat Indonesia.</p><p>Hal ini justru menumbuhkan rasa persatuan dan semangat untuk melawan penjajahan, yang kemudian menjadi embrio (cikal bakal) kebangsaan dan nasionalisme Indonesia.</p><p><br></p><p><br></p><p>---</p><p><br></p><p>4. Munculnya Embrio Kebangsaan dan Nasionalisme</p><p><br></p><p>Karena penderitaan yang sama akibat diskriminasi, rakyat mulai merasa:</p><p><br></p><p>Senasib dan sepenanggungan.</p><p><br></p><p>Perlu bersatu melawan penjajah.</p><p><br></p><p>Muncul organisasi-organisasi pergerakan nasional seperti:</p><p><br></p><p>Budi Utomo (1908)</p><p><br></p><p>Sarekat Islam (1911)</p><p><br></p><p>Indische Partij (1912)</p><p><br></p><p>Perhimpunan Indonesia (1925)</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Organisasi-organisasi tersebut menjadi tanda munculnya kesadaran nasional (embrio kebangsaan) yang kemudian berkembang menjadi nasionalisme Indonesia.</p><p><br></p><p>---</p><p><br></p><p>Kesimpulan</p><p><br></p><p>Diskriminasi yang dilakukan penjajah terhadap rakyat Indonesia justru menyadarkan masyarakat akan pentingnya persatuan dan kemerdekaan.</p><p>Dari sinilah lahir semangat nasionalisme dan kebangsaan Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520297279/ac037319e645caa3a6117a47690cf6a9/17598971778995143304204129438270.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:21:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622971240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>shintaaa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622971742</link>
         <description><![CDATA[<p>Tiga Serangkai adalah sebutan untuk tiga tokoh perintis pergerakan nasional Indonesia, yaitu Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat). Mereka mendirikan organisasi Indische Partij pada tahun 1912 dengan tujuan membangkitkan semangat persatuan dan kesadaran kebangsaan di antara seluruh penduduk Hindia Belanda, tanpa memandang ras atau asal-usul. Melalui perjuangan mereka, Tiga Serangkai menjadi pelopor lahirnya nasionalisme Indonesia dan membuka jalan bagi berdirinya organisasi-organisasi pergerakan lain yang menuntut kemerdekaan bangsa.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520314559/7e181c1651f0ab1ca40e29e017257172/IMG_20251008_WA0006.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:21:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622971742</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sohibah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622971859</link>
         <description><![CDATA[<p>Sarekat Islam (SI) didirikan pada tahun 1911 di Surakarta (Solo) oleh Haji Samanhudi. Awalnya, organisasi ini bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) yang bertujuan untuk melindungi para pedagang pribumi, terutama pedagang batik, dari persaingan tidak sehat dengan pedagang Tionghoa. Namun, setelah berkembang pesat, organisasi ini berubah nama menjadi Sarekat Islam dan mulai bergerak di bidang politik, sosial, dan ekonomi. Di bawah kepemimpinan H.O.S. Tjokroaminoto, SI menjadi salah satu organisasi massa terbesar di Indonesia dan berperan penting dalam membangkitkan semangat persatuan, nasionalisme, serta kesadaran politik rakyat Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan dari penjajahan Belanda.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520316742/26f4c11ae892d59037412ef8253ecd0b/17598972661762303217758558561437.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:21:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622971859</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sitanto Rofi S</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972123</link>
         <description><![CDATA[<p>Indische Partij didirikan pada <strong>25 Desember 1912</strong> oleh <strong>Ernest Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Soewardi Soerjaningrat</strong>, sebagai organisasi politik pertama di Hindia Belanda yang secara terbuka memperjuangkan <strong>persamaan hak antara bangsa pribumi dan bangsa Eropa</strong>, menumbuhkan <strong>semangat nasionalisme di kalangan rakyat Indonesia</strong>, serta menjadi <strong>pelopor lahirnya gerakan kebangsaan</strong> yang kelak menginspirasi berdirinya organisasi pergerakan lain dalam perjuangan menuju <strong>kemerdekaan Indonesia</strong>.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520277472/b04d20e7df5437b05242d67349f3d98e/1759896997586.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:22:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972123</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:helen salsabila </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972634</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada awal abad ke-20,corak perjuangan bangsa indonesia berubah dari yang bersifat kedaerahan menuju perjuangan yang bersifat nasional.Paham kebangsaan atau nasionalisme telah tumbuh dan menjelma menjadi sarana perjuangan yang sangat kuat.Nasionalisme adalah paham(ajaran)untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.Munculnya rasa nasionalisme ini diawali dari peralihan perjuangan fisik menuju perjuangan organisasi(masa pergerakan)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520293534/fc75f87b7a47f9db85df92fd59f52ec6/17598971764041148466650536279770.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:22:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972634</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizqi Annisa A.K</title>
         <author>cuisiene</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972705</link>
         <description><![CDATA[<p>Sultan Baabullah berhasil mengusir Portugis dari Ternate pada tahun 1575 melalui perlawanan dan ekspedisi yang dipimpinnya, setelah Portugis membunuh ayahnya, Sultan Khairun, pada tahun 1570. Kesuksesan ini menjadikan Ternate mencapai puncak kejayaannya sebagai kekuatan maritim dan politik terbesar di Nusantara pada abad ke-16. Perlawanan ini juga dipicu oleh monopoli perdagangan, campur tangan dalam pemerintahan, serta upaya penyebaran agama yang memicu konflik dengan rakyat Ternate yang mayoritas Muslim.</p><p><br/></p><p>Portugis akhirnya menyerah dan meninggalkan Ternate pada tahun 1575, sebuah peristiwa yang menjadikan Ternate kekuatan lokal pertama yang mengusir bangsa Eropa secara permanen dari wilayah Nusantara. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3909591871/51cf7717263e8854fc886262e0ece3df/17598969916213345967922946202705.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:22:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nazwa Luna</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972732</link>
         <description><![CDATA[<p>Kemenangan Jepang terhadap Rusia terjadi dalam Perang Rusia–Jepang (1904–1905) dan menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah dunia. Dalam perang ini, Jepang berhasil mengalahkan kekuatan besar Eropa, yaitu Rusia, yang sebelumnya dianggap jauh lebih unggul dalam militer. Kemenangan ini menunjukkan keberhasilan Jepang dalam proses modernisasi militer dan industri setelah Restorasi Meiji, serta membuktikan bahwa negara Asia mampu menandingi kekuatan Barat. Hasil perang ini diakui melalui Perjanjian Portsmouth tahun 1905, di mana Rusia harus mengakui pengaruh Jepang di Korea dan menyerahkan wilayah seperti Port Arthur dan bagian selatan Pulau Sakhalin kepada Jepang. Keberhasilan ini mengangkat posisi Jepang sebagai kekuatan dunia baru di Asia Timur.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520320048/f3c2799b39796a0982aa97f110947874/image.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:22:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972732</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sofianti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972941</link>
         <description><![CDATA[<p>masuknya Jepang dan jatuhnya Hindia Belanda (Indonesia) ke tangan Jepang 👇</p><p>---</p><p>🗓 1. Latar Belakang</p><p>Pada masa Perang Dunia II (1939–1945), Jepang ingin memperluas wilayahnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan sumber daya alam, karena negaranya miskin sumber daya.</p><p>Wilayah Asia Tenggara — termasuk Hindia Belanda (Indonesia) — kaya akan minyak, karet, dan bahan tambang, sehingga menjadi sasaran utama ekspansi Jepang.</p><p>---</p><p>⚔️ 2. Awal Masuknya Jepang ke Indonesia</p><p>Desember 1941: Jepang menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, yang menandai perang di Asia Pasifik.</p><p>Setelah itu, Jepang bergerak cepat ke Asia Tenggara, menaklukkan Filipina, Malaya, dan Burma.</p><p>Januari 1942: Pasukan Jepang mulai masuk ke wilayah Indonesia, melalui Tarakan (Kalimantan Timur), Balikpapan, dan Manado (Sulawesi Utara).</p><p>---</p><p>💣 3. Jatuhnya Hindia Belanda</p><p>Maret 1942, Belanda mencoba melawan melalui Pertempuran Laut Jawa, namun kalah telak dari Jepang.</p><p>8 Maret 1942, Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang (Jawa Barat).</p><p>Penyerahan ini dikenal sebagai Perjanjian Kalijati.</p><p>Jenderal Belanda T. J. P. Poorten menyerah kepada Letnan Jenderal Hitoshi Imamura dari Jepang.</p><p>Dengan peristiwa ini, Hindia Belanda resmi jatuh ke tangan Jepang, dan dimulailah masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945).</p><p>---</p><p>🇯🇵 4. Dampaknya</p><p>Pemerintahan Belanda digantikan oleh pemerintahan militer Jepang.</p><p>Jepang menjalankan propaganda “Gerakan 3A” untuk menarik simpati rakyat.</p><p>Namun kemudian rakyat menderita karena kerja paksa (romusha), kekurangan pangan, dan penindasan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520311717/db8a1e277e6000d15b454098c0726908/IMG_20251008_WA0011.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:23:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622972941</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Decha Gerly Valensya </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622973010</link>
         <description><![CDATA[<p>Lahirnya kesadaran nasional dan tumbuhnya jiwa nasionalisme bangsa Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi adanya kesamaan nasib akibat imperial dan kolonialisme, kenangan kejayaan masa lalu, munculnya kaum pelajar, dan kemajuan dalam bidang politik, sosial ekonomi, dan kebudayaan. Sementara itu, faktor eksternal dipengaruhi oleh kemenangan jepang terhadap rusia, pergerakan kebangsaan india, gerakan kebangsaan filipina, dan gerakan nasionalis rakyat tiongkok. Kedua faktor ini saling melengkapi dan menjadi pendorong kuat bangkitnya semangat kebangsaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520295513/6b4a89156a6000050ab851c3033a6e95/17598970618932147537851029010718.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:23:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622973010</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Samuel n</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622973293</link>
         <description><![CDATA[<p>ABDACOM adalah aliansi militer gabungan yang spesifik dan berumur pendek, fokus utamanya adalah mempertahankan wilayah di sekitar "Rintangan Malaya" (termasuk Hindia Belanda) pada awal Perang Pasifik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520323256/0aecd407496ebd98bacf8f3577f7257d/17598973695762092198842047702208.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:23:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622973293</guid>
      </item>
      <item>
         <title>syafa nanda</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622973607</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada akhir tahun 1907, dr. Soetomo bersama dr. Wahidin Soedirohoesodo dan M. Soeradji melakukan diskusi lanjutan di <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=ms-android-oppo&amp;v=13.20.11.23.arm64&amp;hl=in-ID&amp;cds=0&amp;cs=0&amp;sca_esv=5a7b5a86bc84f2b3&amp;sxsrf=AE3TifMwFU7L6LGrqrRoHmPNDzik5c8-SA%3A1759897178914&amp;q=STOVIA&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwi50LHx35OQAxVExzgGHdQEOsYQxccNegQIBhAB&amp;mstk=AUtExfAOdeRaMY-B3I4gVrTIKYwdCUW2iPy_umUmAFklTtxLWZf6cYZ1dZ_IxTrwe6hsOd0QcPrpPBGMVU61D4YSubXWuQ_belTskB1F15CNletRD9pEhXl5evjOnN1gagZdHwBjL2a4PYyPi2lID4VxxbY0w4HHrGpJ7ci4HDx7NzJI88FaO_jjuf-6xkGDHj1qbfx9eK__MwsFqX5eZCYJvRnRd0m0JIzQubxBB2wgDuCd_8QEKJG0RJah_W-x8F5Kqhg_a_VRfwA68DJRvuietPt4&amp;csui=3">STOVIA</a>, membicarakan gagasan "studiefonds" (dana pendidikan) untuk mencerdaskan rakyat dan mendirikan sebuah perkumpulan. Diskusi ini menjadi awal dari terbentuknya <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="DTlJ6d" href="https://www.google.com/search?client=ms-android-oppo&amp;v=13.20.11.23.arm64&amp;hl=in-ID&amp;cds=0&amp;cs=0&amp;sca_esv=5a7b5a86bc84f2b3&amp;sxsrf=AE3TifMwFU7L6LGrqrRoHmPNDzik5c8-SA%3A1759897178914&amp;q=Budi+Utomo&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwi50LHx35OQAxVExzgGHdQEOsYQxccNegQIBxAB&amp;mstk=AUtExfAOdeRaMY-B3I4gVrTIKYwdCUW2iPy_umUmAFklTtxLWZf6cYZ1dZ_IxTrwe6hsOd0QcPrpPBGMVU61D4YSubXWuQ_belTskB1F15CNletRD9pEhXl5evjOnN1gagZdHwBjL2a4PYyPi2lID4VxxbY0w4HHrGpJ7ci4HDx7NzJI88FaO_jjuf-6xkGDHj1qbfx9eK__MwsFqX5eZCYJvRnRd0m0JIzQubxBB2wgDuCd_8QEKJG0RJah_W-x8F5Kqhg_a_VRfwA68DJRvuietPt4&amp;csui=3">Budi Utomo</a> pada 20 Mei 1908, yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia dan pelopor kebangkitan nasional.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520303786/7ba41afbeac246f44b24c7d0fc3454a2/1759897373021_453671306.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:24:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622973607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nazwa Khunaifah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622973861</link>
         <description><![CDATA[<p>Jepang menggunakan ideologi Pan-Asia<br>(persaudaraan Asia) dengan semboyan terkenal<br>3A (Jepang Pemimpin, Pelindung, dan Cahaya<br>Asia) untuk meyakinkan bangsa Asia bahwa<br>mereka datang sebagai "pembebas" dari<br>penjajahan Barat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 04:24:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622973861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>rifsa pramesti. r</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622975411</link>
         <description><![CDATA[<p>masa radikal /nonkooperasi (1920-1930)</p><p>organisasi organisasi nasional yg berdiri pada masa ini mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan masa sebelumnya, yaitu bersikap tegas terhadap pemerintah kolonial. organisasi organisasi terdebut secara terang terangan menyatakan tujuan mereka berdiri adalah untuk meraih kemerdekaan indonesia. terdapar beberapa organisasi yang mempunyai peran sentral pada masa ini, yaitu partai komunis indonesia (pki)  perhimpunan indonesia (pi) dan partai nasional indonesia </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520306787/cb28ecd744f391c9f6103a74e886a821/1759897474749.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:26:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622975411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>bana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622975862</link>
         <description><![CDATA[<p>Tujuan dan alasan Jepang sangat mencari dua komoditas lain dari Indonesia, selain minyak bumi berdasarkan motivasi ekonomi:</p><p> </p><p>Dua Komoditas: Gas Alam Cair (LNG) dan Batu Bara</p><p> </p><p>- Tujuan Jepang:</p><p><br/></p><p>- Memenuhi Kebutuhan Energi: Jepang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, baik untuk industri maupun rumah tangga, dengan pasokan yang stabil dan terjangkau.</p><p><br/></p><p>- Diversifikasi Sumber Energi: Jepang berupaya mengurangi ketergantungan pada satu jenis sumber energi (seperti minyak bumi) dan satu negara pemasok untuk meningkatkan keamanan energi.</p><p><br/></p><p>- Menjaga Stabilitas Ekonomi: Pasokan energi yang stabil dan terjangkau sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya saing industri Jepang.</p><p><br/></p><p>- Alasan Jepang:</p><p><br/></p><p>- Keterbatasan Sumber Daya: Jepang memiliki sumber daya alam yang terbatas, sehingga sangat bergantung pada impor energi untuk memenuhi kebutuhan domestik.</p><p><br/></p><p>- Efisiensi Biaya: Impor LNG dan batu bara dari Indonesia seringkali lebih ekonomis dibandingkan mengembangkan sumber energi domestik (seperti energi terbarukan) atau mengimpor dari negara lain dengan biaya transportasi yang lebih tinggi.</p><p><br/></p><p>- Hubungan Bilateral yang Baik: Jepang dan Indonesia memiliki hubungan ekonomi dan politik yang kuat, yang memfasilitasi perdagangan energi yang stabil dan saling menguntungkan.</p><p><br/></p><p>- Ketersediaan Pasokan: Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir LNG dan batu bara terbesar di dunia, sehingga dapat menyediakan pasokan yang andal bagi Jepang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520318423/796cc7acd13974b8a1ac05344785f393/IMG_20251003_WA0168.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:26:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622975862</guid>
      </item>
      <item>
         <title>azahra nabila </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622976369</link>
         <description><![CDATA[<p>---</p><p><br></p><p>1. Pengertian Diskriminasi</p><p><br></p><p>Diskriminasi adalah perlakuan tidak adil terhadap seseorang atau kelompok berdasarkan perbedaan ras, suku, agama, status sosial, atau bangsa.</p><p>Pada masa penjajahan Belanda, diskriminasi dilakukan secara terstruktur dan sistematis antara penduduk Eropa, Timur Asing (Cina, Arab), dan pribumi (Indonesia).</p><p><br></p><p><br></p><p>---</p><p><br></p><p>2. Bentuk Diskriminasi pada Masa Penjajahan</p><p><br></p><p>Beberapa bentuk diskriminasi yang terjadi:</p><p><br></p><p>Bidang sosial: Pribumi tidak boleh tinggal di kawasan Eropa dan tidak mendapat pendidikan yang sama.</p><p><br></p><p>Bidang ekonomi: Orang Indonesia hanya menjadi buruh tani atau pekerja kasar, sedangkan Eropa memegang kekuasaan dan kekayaan.</p><p><br></p><p>Bidang hukum: Terdapat perbedaan hukum antara Eropa dan pribumi.</p><p><br></p><p>Bidang politik: Rakyat Indonesia tidak memiliki hak menentukan kebijakan negara.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>---</p><p><br></p><p>3. Dampak Diskriminasi terhadap Bangsa Indonesia</p><p><br></p><p>Diskriminasi menimbulkan rasa ketidakadilan, penderitaan, dan kesadaran bersama di kalangan rakyat Indonesia.</p><p>Hal ini justru menumbuhkan rasa persatuan dan semangat untuk melawan penjajahan, yang kemudian menjadi embrio (cikal bakal) kebangsaan dan nasionalisme Indonesia.</p><p><br></p><p><br></p><p>---</p><p><br></p><p>4. Munculnya Embrio Kebangsaan dan Nasionalisme</p><p><br></p><p>Karena penderitaan yang sama akibat diskriminasi, rakyat mulai merasa:</p><p><br></p><p>Senasib dan sepenanggungan.</p><p><br></p><p>Perlu bersatu melawan penjajah.</p><p><br></p><p>Muncul organisasi-organisasi pergerakan nasional seperti:</p><p><br></p><p>Budi Utomo (1908)</p><p><br></p><p>Sarekat Islam (1911)</p><p><br></p><p>Indische Partij (1912)</p><p><br></p><p>Perhimpunan Indonesia (1925)</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Organisasi-organisasi tersebut menjadi tanda munculnya kesadaran nasional (embrio kebangsaan) yang kemudian berkembang menjadi nasionalisme Indonesia.</p><p><br></p><p>---</p><p><br></p><p>Kesimpulan</p><p><br></p><p>Diskriminasi yang dilakukan penjajah terhadap rakyat Indonesia justru menyadarkan masyarakat akan pentingnya persatuan dan kemerdekaan.</p><p>Dari sinilah lahir semangat nasionalisme dan kebangsaan Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520323319/3a4f8c4de33979bf3d96fc1a6c1488a8/17598975055257697545848491124704.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:27:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622976369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tria Setyaningsih </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622976945</link>
         <description><![CDATA[<p>Tokoh pendiri Gabungan Politik Indonesia (GAPI) adalah Mohammad Husni Thamrin, seorang pejuang nasional dan anggota Volksraad (Dewan Rakyat) pada masa penjajahan Belanda. Ia mendirikan GAPI pada tahun 1939 dengan tujuan memperjuangkan persatuan partai-partai politik Indonesia agar bersama-sama menuntut pemerintahan sendiri (Indonesia berparlemen) dari pemerintah kolonial Belanda.</p><p>Melalui GAPI, Thamrin mendorong semangat nasionalisme dan memperjuangkan persatuan bangsa dalam menghadapi penjajahan. Semboyan GAPI yang terkenal adalah “Indonesia berparlemen”, yang mencerminkan keinginannya agar rakyat Indonesia memiliki hak untuk mengatur negaranya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520331895/a4cc8b29f8ebd0d0b0dc50b808ca28a7/IMG_781.JPG" />
         <pubDate>2025-10-08 04:28:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622976945</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Devi Kurniasih XI.8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622980001</link>
         <description><![CDATA[<p>berlangsung di Eropa memiliki dampak yang besar hingga ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Perang yang berlangsung dari 1914-1918 berpengaruh besar terhadap perubahan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang sosial, ekonomi, pemerintahan, dan politik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520328427/a283c029c7b53623cae73a57596b680f/IMG_20241030_WA0000.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:31:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622980001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refi Alfita </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622980040</link>
         <description><![CDATA[<p>1. 🏯 Pengembalian kekuasaan kepada Kaisar Meiji (1868)</p><p><br/></p><p>Kekuasaan politik dikembalikan dari Shogun Tokugawa kepada Kaisar Meiji.<br>&nbsp; Sistem pemerintahan feodal dihapus, dan Kaisar menjadi pemimpin tertinggi negara.</p><p>2. ⚔️Penghapusan sistem feodalisme (Han System)</p><p><br/></p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Wilayah-wilayah feodal (han) yang dikuasai daimyo dihapus dan diganti dengan sistem prefektur (ken).<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Para samurai kehilangan hak istimewa mereka dan harus menjadi warga biasa atau pegawai pemerintah.</p><p>3. 📚 Modernisasi pendidikan</p><p><br/></p><p>&nbsp;&nbsp; Pemerintah membuat sistem pendidikan nasional yang wajib dan terbuka bagi semua rakyat.<br>&nbsp;&nbsp; Ilmu pengetahuan dan teknologi Barat diperkenalkan di sekolah-sekolah Jepang.<br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520321462/acc0814fe94bd91ef85f8ab12caedc25/17598973664427173811777522241101.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:31:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622980040</guid>
      </item>
      <item>
         <title>azura abelia putri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622981624</link>
         <description><![CDATA[<p>karakteristik perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme setelah tahun 1908 adalah.</p><p>Perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908 memiliki karakteristik yang berbeda dari sebelumnya, yaitu bersifat nasional dan tidak lagi kedaerahan. Perjuangan dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dengan menggunakan organisasi modern seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520310892/292b46732e634d5128a0c2faa6cb36a3/17598976621505040815029148816309.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:33:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622981624</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zarvan Rashif Muafa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622981748</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Sarekat Islam menjadi organisasi massa terbesar di Hindia Belanda pada awal abad ke-20.</p><p><br/></p><p>Sarekat Islam merupakan organisasi massa terbesar di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Organisasi ini berperan penting dalam menghimpun kekuatan rakyat, khususnya dari kalangan pedagang dan kaum pribumi, untuk melawan ketidakadilan ekonomi serta penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Selain berfungsi sebagai wadah perjuangan ekonomi, Sarekat Islam juga menjadi tonggak awal pergerakan nasional Indonesia yang menumbuhkan kesadaran politik dan semangat persatuan di kalangan masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520322899/652d0df1ff50ef5c5ee4128688a65bfb/20251008_112701.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:33:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622981748</guid>
      </item>
      <item>
         <title>dewi sinta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622984431</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><mark>Masa Pembentukan (1908-1920) dengan munculnya organisasi seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam;</mark></strong> <strong><mark>Masa Radikal/Nonkooperasi (1920-1930) yang ditandai oleh organisasi seperti PKI, Perhimpunan Indonesia, dan PNI;</mark></strong> <strong><mark>serta Masa Moderat/Kooperasi (1930-1942) dengan organisasi seperti Parindra dan Gapi yang memperjuangkan kepentingan nasional melalui jalur yang lebih lunak, hingga akhirnya mencapai puncak perjuangan dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</mark></strong>.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520347971/4e9df4b88936b6c69b7fbe2e72d82be5/IMG_20251002_WA0168.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:36:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622984431</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fahuka Norrin A. (XI.8) </title>
         <author>fahukanorrinalmas22</author>
         <link>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622990287</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan Jepang ingin menguasai wilayah Asia termasuk Indonesia adalah :</p><p><strong><mark>1. Restorasi Meiji (Abad ke-19) </mark></strong></p><p>   Jepang berubah menjadi kekuatan Industri dan Militer yg modern.</p><p><br/></p><p><strong><mark>2. Tidak puas dengan Perjanjian Internasional (Perjanjian Washington) </mark></strong></p><p><strong>    </strong> Perjanjian tentang pembatasan kekuatan Angkatan Laut, Jepang hanya mendapatkan 3 kekuatan kapal Angkatan Laut. </p><p><br/></p><p><strong><mark>3.  Membutuhkan Sumber Daya Alam</mark></strong></p><p>     Jepang membutuhkan SDA untuk mendukung Industri nya dan keperluan perang. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4520259768/a21499e576a8bbb4a1c45a363f2094bc/1759898950010.jpg" />
         <pubDate>2025-10-08 04:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288220001/d4b4mot97sdpmtkb/wish/3622990287</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
