<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS MEMBACA KRITIS by Kimi Sebastian Juliansyah</title>
      <link>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a</link>
      <description>Menulis mengenai ringkasan, kesimpulan, parafrase dan sintesis </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-05 23:55:42 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-03-06 16:34:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>B. Membuat Kesimpulan</title>
         <author>692020075</author>
         <link>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1275912922</link>
         <description><![CDATA[<div>Soal mengenai kesimpulan.<br>Berdasarkan artikel  https://indonesia.go.id/ragam/budaya/sosial/memenangkan-kembali-bahasa-indonesia-belajardarimister-soemanang<br><br>✓ Tentukanlah minimal 2 premis (pernyataan) yang bisa ditemukan pada bacaan di atas.<br>✓ Buatlah kesimpulan berdasarkan presmis tersebut <br><br>Jawaban atas pertanyaan diatas.<br>✓ Membuat kesimpulan dari premis-premis yang ada.</div><div>a. PU ( Premis Umum ) <br>Pada zaman itu gelar "mister" menunjukkan bahwa penyandangnya adalah seorang lulusan sekolah hukum.</div><div>b. PK ( Premis Khusus )  <br>Di depan nama Soemanang ada gelar "mister".</div><div>c. Kesimpulan                  Soemanang adalah seorang lulusan sekolah hukum.<br><br>✓ Membuat kesimpulan dari premis-premis yang ada.<br>a. PU ( Premis Umum ) <br>RH adalah kepanjangan dari "Rechtshoogeschool te Batavia" atau sekolah hukum bentukan Gubernur Jenderal JB Van Heutsz yang didirikan sejak 1924.<br>b. PK ( Premis Khusus ) <br>Mr Soemanang adalah lulusan RH. <br>c. Kesimpulan<br>Soemanang pernah belajar di sekolah hukum Rechtshoogeschool te Batavia<br><br>✓ Membuat kesimpulan dari premis-premis yang ada.<br>a. PU ( Premis Umum )<br>Indira Ardanareswari, dalam artikel di <em>Tirto.id</em> menulis dengan lebih lugas riwayat Kongres Bahasa Indoensia yang pertama. Mulai dari pemilihan tempat kongres yang diselenggarakan di Solo sampai dengan wakil-wakil peserta kongres yang berasal dari wakil Keraton Jogja dan Solo sampai dengan wartawan-wartawan yang tergabung di dalam organisasi Persatuan Djurnalis Indonesia (PERDI).<br>b. PK ( Premis Khusus )<br>Poerbatjaraka, penelitis naskah kuno legendaris Indonesia dan Hindia Belanda, membuka acara yang dihadiri lebih dari 500 orang tamu. <br>c. Kesimpulan <br>Kongres Bahasa Indonesia pertama berhasil dilaksanakan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-06 00:02:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1275912922</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A. Membuat Ringkasan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1275930824</link>
         <description><![CDATA[<div>https://indonesia.go.id/ragam/budaya/sosial/memenangkan-kembali-bahasa-indonesia-belajar-dari-mister-soemanang<br><br>Menurut situs LKBN Antara, Mister Soemanang adalah seorang pendiri bersama AM Sipahoetar, Pandoe Kartawigoena, dan Adam Malik. Mereka berempat disebut sebagai _founding fathers_. Sejarah para pendiri ini tidak ditulis secara jelas dalam situs LKBN Antara.<br> Gelar mister pada nama Soemanang bukan gelar sembarangan. Saat itu gelar "mister" menunjukkan bahwa penyandangnya adalah orang lulusan sekolah hukum. Dalam buku memoar Sindoedarsono Soedjojono, penulis legendaris Indonesia yang berjudul " Cerita Tentang Saya dan Orang-orang Sekitar Saya", disebutkan bahwa Mister Soemanang lulusan RH di Jakarta. RH adalah kepanjangan dari "Rechtshoogeschool te Batavia" atau sekolah hukum bentukan Gubernur Jenderal JB van Heutsz yang didirikan sejak 1924, yang saat ini menjadi gedung Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Merdeka Barat.<br> Menurut Harimurti Kridalaksana dalam bukunya _Masa Lampau Bahasa Indonesia, Sebuah Bunga Rampai_(1991), Soemanang berhasil meyakinkan para penulis, wartawan, guru, dan peminat lain untuk menyelenggarakan Kongres Bahasa Indonesia yang pertama. </div><div><br>Kegelisahan Pejuang Bahasa<br> Setelah mendirikan Naamloze Vennootschap (NV) Kantor Berita Antara pada 1937, Soemanang mendengar kegelisahan Soedardjo dan berinisiatif untuk berkeliling menemui tokoh-tokoh peminat bahasa, kaum terpelajar, orang-orang pergerakan, dan wartawan. Salah satu yang berhasil diyakinkan Soemanang adalah orang-orang penting seperti Hoesein Djajadiningrat dan Poerbatjaraka.<br> Poerbatjaraka, peneliti naskah kuno legendaris Indonesia dan Hindia Belanda, membuka acara yang dihadiri lebih dari 500 orang, yang disambung dengan pidato menyerupai orasi dari Soedardjo yang mampu membius peserta kongres. Soedardjo merasa harus memperjuangkan Bahasa Indonesia agar bisa "menang" di republik yang akan datang. Dia juga merasa pemakaian Bahasa Indonesia masih kacau-balau sejak diikrarkan pada peristiwa Sumpah Pemuda sepuluh tahun sebelum kongres bahasa yang pertama. Soemanang tercatat mengabadikan kepeloporan para peserta kongres bahasa yang pertama ini dalam sebuah surat yang dia tulis untuk Majalah Pembina Bahasa Indonesia bertanggal 12 Oktober 1983.<br><br></div><div>Tantangan Pendangkalan<br> Di zaman disrupsi teknologi informasi ini, perkembangan Bahasa Indonesia mengalami tantangan yang kompleks. Di satu sisi, Bahasa Indonesia yang sudah berkembang sebagai bahasa nasional adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia. Tapi di sisi lain, karena semakin banyaknya penggunaan bahasa di media sosial yang sebagian besar adalah bahasa yang digunakan secara populer, semakin lama Bahasa Indonesia malah semakin kehilangan kekayaan bahasanya dan malah kalah bersaing dengan bahasa-bahasa serapan yang lebih populer. Anak zaman sekarang senang mencampur bahasa Inggris pergaulan dalam istilah sehari-hari yang akan menimbulkan kegelisahan bagi para pejuang bahasa yang sudah berjuang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.<br><br> Cukup sulit membuat anak muda saat ini mau untuk belajar kembali "memenangkan Bahasa Indonesia".Tidak hanya dengan imbauan. Generasi sekarang disajikan dengan contoh langkah-langkah nyata yang populer dan mudah diikuti oleh para pembuat konten media sosial. Sudah saatnya para jurnalis, wartawan, peminat bahasa, peneliti, penulis lepas memikirkan cara untuk memperjuangkan kembali Bahasa Indonesia. Sudah saatnya para peminat Bahasa Indonesia yang saat ini didukung untuk membuat konten-konten yang lebih populer dan beragam variasinya. Sudah saatnya negara mendukung pembuatan konten-konten yang mampu memperkaya kembali penggunaan Bahasa Indonesia dan terutama memenangkan kembali Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang tahan banting terhadap perkembangan zaman.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-06 00:17:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1275930824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>D. Membuat Sintesis</title>
         <author>692020019</author>
         <link>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1276169855</link>
         <description><![CDATA[<div>2. Merokok memiliki dampak yang buruk bagi tubuh, seperti meningkatkan risiko kematian karena kanker paru sekitar 23 kali lebih tinggi pada pria perokok dan 13 kali lebih tinggi pada wanita perokok, memiliki peluang 2-4 kali lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung atau stroke, menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi dan janin dalam kandungan dan kehamilan pada wanita perokok, dan meningkatkan risiko kematian karena penyakit paru kronis hingga 10 kali lipat. Menurut <em>Cleveland Clinic</em>, merokok bisa menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, dan penyakit ginjal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bukan perokok yang tinggal bersama orang yang merokok memiliki risiko 24% lebih tinggi untuk mengidap kanker paru.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-06 04:29:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1276169855</guid>
      </item>
      <item>
         <title>C. Membuat Parafrase</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1276381646</link>
         <description><![CDATA[<div>Bacalah Teks 1 dengan seksama dan buatlah parafrase dari bacaan tersebut<br> <br> Teks 1 <br> Para ilmuwan Inggris telah memimpin dunia dalam realitas Virtual, walaupun keberuntungan jatuh pada penelitian-penelitian yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang dan Amerika, yang melihatkan sebagai sebuah teknologi bagi abad selanjutnya. Di Britania, Robert Stone, Pusat Penelitian Robotik Canggih Nasional di Universitas Manchester, mengembangkan system yang dapat <br> menempatkan manusia di planet Mars tanpa meluncurkan mereka ke luar angkasa dan dapat <br> menerjunkan penyelam ke Laut Utara tanpa membawa mereka keluar dari kantornya. <br> Sumber: Krisnawati, L.D. (2000). English for Informatics. Yogyakarta: Duta wacana University Press.<br> <br>Teks 1<br> Para ilmuan dari Inggris sudah memimpin dunia dalam realitas Virtual, walaupun keberuntungan penelitian jatuh pada penelitian-penelitian dari perusahaan Jepang dan Amerika, Yang mengenalkan teknologi untuk abad selanjutnya. Pusat Penelitian Robotik Canggih Nasional di Universitas Manchester di Britania, mengembangkan sebuah sistem yang dapat menempatkan manusia di planet lain tanpa harus membawa mereka ke sana dan dapat menerjunkan para penyelam  tanpa harus keluar dari ruangan mereka. (Krisnawati, 2000)</div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-06 09:41:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1276381646</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK</title>
         <author>692020075</author>
         <link>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1276515286</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota Kelompok :<br>1. Kimi Sebastian Juliansyah_692020075<br>2. Aaron Evan_692020019<br>3. Adrian Fadel Akhadi_692020049<br>4. Muhanif Ashari_692020054<br>5.Nicholas Maria Nathan Veda_692020083</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-06 11:57:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1276515286</guid>
      </item>
      <item>
         <title>D. Membuat Sintesis</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1276736918</link>
         <description><![CDATA[<div>• Rumah itu adalah tempat untuk tinggal dan berlindung dari hujan maupun panas. Rumah <br>itu memiliki atap. Atap inilah yang akan menjadi pelindung dari panas dan hujan. Jenis atap <br>sendiri ada beraneka ragam.<br>• Rumah itu adalah tempat untuk tinggal dan berlindung dari hujan maupun panas. Rumah <br>memiliki pintu. Pintu adalah akses untuk masuk ke dalam maupun keluar rumah. Pintu ada <br>yang terbuat dari kayu maupun besi. Selain pintu rumah, ada juga rumah yang <br>memiliki pintu pagar.<br>• Rumah itu adalah tempat untuk tinggal dan berlindung dari hujan maupun panas. Jendela<br>merupakan bagian dari rumah. Rumah ada yang memiliki sedikit maupun banyak jendela.<br>Semua tergantung kebutuhan maupun selera pemilik rumah.<br><br>Hasil :<br>Rumah adalah tempat untuk tinggal dan berlindung. Terdapat atap untuk melindungi dari hujan dan panas. Atap memiliki jenis yang beranekaragam. Ada juga pintu untuk akses keluar masuk rumah. Pintu biasa terbuat dari kayu maupun besi. Terdapat pula jendela. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-06 14:59:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/692020075/d3u3pnju48qwx10a/wish/1276736918</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
