<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Peran Ibnu Batutha dan Zheng He by nirma anwar</title>
      <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd</link>
      <description>Penjelajahan merupakan salah satu yang dianjurkan dalam agam islam yang termaktub dalam surah Ar Rum Ayat 42 Katakanlah &quot;Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah kesudahan orang-orang yang terdahulu. Dari ayat ini dianjurkan kita untuk bepergian untuk melihat apa yang telah terjadi dan bisa mengambil pelajaran </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-12 07:37:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-09-23 07:09:29 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122747082</link>
         <description><![CDATA[<p>Peran Ibnu Batutah sang pengembara dapat kita tinjau dari apa yang dia wariskan untuk umat muslim. Ibnu Batutha memiliki satu peninggalan yang sangat bermanfaat untuk umat muslim di seluruh dunia, yaitu sebuah buku yang berjudul <em>Ar-Rihlah. </em>Buku yang berisi cerita perjalanan Ibnu Batutah menjelajahi negara-negara muslim maupun non-muslim selama 30 tahun lamanya. Buku ini kemudian bermanfaat sebagai referensi bagi umat islam untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan islam dari abad pertengahan (500-1500 M, perjalanan oleh Ibnu Batutah) hingga masa sekarang dan bagaimana beliau mengabarkan kondisi sebagian besar negara islam dari hasil mengembaranya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 02:49:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122747082</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>a13syaakilahna</author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122748863</link>
         <description><![CDATA[<p>Zheng He selaku pucuk pimpinan yang mengontrol atau membagi job desc kepada awak kapal nya. </p><p>Setiap pelayaran memakan waktu 2 tahun dengan memimpin 208 kapal dengan armada yang berjumlah 28.000 orang selama 28 tahun dalam 7 kali pelayarannya.</p><p>Zheng He juga memperhatikan manajemen SDM yang sesuai dengan kemampuan awak kapalnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 02:51:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122748863</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>a13aqilahza</author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122748927</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu Batutah menjelajahi sebagian besar dunia islam selama hampir 30 tahun untuk merekam kisah hidup manusia di berbagai negara. Ibnu Batutah melintasi wilayah-wilayah dari Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Cina. Ia melakukan perjalanan melintasi lebih dari 44 negara modern.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 02:51:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122748927</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122749638</link>
         <description><![CDATA[<p>peran zheng he(cheng ho) selama perjalanan  : memperkenalkan atau menyebarkan agama islam kepada masyarakat setempat, memimpin pelayaran ke samudra hindia (barat), menjalin hubungan diplomatik  dengang negara negara yang di kunjungi, mengumpulkan berbagai informasi selama perjalanan, membuat pengaruh dan menunjukkan kekuatan dan kehormatan Dinasti Ming, membangun hubungan dengan masyarakat sekitar.                          peran ibnu bathuta dalam perjalanan: mencatat berbagai informasi dari tempat yg di jelajahi dan mengajarkannya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 02:51:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122749638</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122749710</link>
         <description><![CDATA[<p>Peran Ibnu Batutha dalam pengembaraannya ialah ia mencatat seluruh perjalanannya dalam waktu kurang lebih 30 tahun. Dalam pengembaraannya ini ia memiliki tujuan untuk memperdalam pengetahuannya dan beribadah dengan menunaikan haji dan ingin mengunjungi makam nabi. Namun, seiring berjalannnya waktu, ia menjelajah keluar dari daerah arab yaitu ke india, afrika dll. Diperjalanannya dia banyak menemukan keberagaman agama, budaya hingga tradisi. Khususnya pada saat ia di India ia menyebarkan ilmunya dalam hal bidang politik karena beliau sempat bekerja selama 5 tahun menjadi hakim disana. Kemudian saat ia berkunjung di samudera pasai beliau di sambut hangat oleh sultan malik dan disana mereka mendiskusikan mengenai hukum islam yang dimana masih terdapat nuansa hindu-buddha pada kerajaan tersebut. Dalam perjalannannya pun beliau menyebarkan islam terkhusus pada Asia selatan dan Asia tenggara. Dalam catatannya ia memiliki banyak informasi mengenai banyaknya perbedaan dalam masing masing negara yang beliau kunjungi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 02:51:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122749710</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122749958</link>
         <description><![CDATA[<p>Cheng Ho adalah seorang laksamana dan diplomat dari Dinasti Ming. Dia memimpin serangkaian ekspedisi maritim yang terkenal di dunia, dikenal sebagai "Ekspedisi Cheng Ho" yang berlangsung antara 1405 hingga 1433. Salah satu peran utamanya adalah memperkuat hubungan perdagangan dan diplomatik antara Tiongkok dan berbagai negara di Asia Tenggara, Asia Selatan, hingga Afrika Timur. Cheng Ho tidak hanya membawa barang dagangan, tetapi juga pesan persahabatan dari Kaisar Tiongkok sebagai seorang diplomat, yang bertujuan untuk menunjukkan kekuatan dan keagungan Dinasti Ming. Ekspedisinya juga membantu menyebarkan pengaruh budaya Tiongkok serta memperkuat komunitas Muslim di berbagai wilayah, mengingat Cheng Ho sendiri adalah seorang Muslim​.</p><p>Ibnu Batutah adalah seorang pengembara Arab yang terkenal pada abad ke-14, dan dianggap sebagai salah satu penjelajah terbesar dalam sejarah dunia Islam. Perannya sangat penting dalam memperkenalkan berbagai budaya, tradisi, dan kondisi sosial di wilayah yang dikunjunginya, tidak hanya mengamati letak geografis, tetapi juga kehidupan sosial, budaya, dan agama masyarakat di setiap wilayah yang ia lewati saat perjalanan. Selama hampir 30 tahun, ia menjelajahi berbagai negara di Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Cina, termasuk singgah di Samudera Pasai di Aceh​. yang dirangkum dalam sebuah karya besarnya yaitu Ar-Rihlah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 02:52:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122749958</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122750348</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu Batutah lahir di Maroko, tepatnya di kota Tangier pada tanggal 24 Februari 1304.</p><p>Ibnu Batutah berperan sebagai pengembara besar Arab yang terakhir. Ia berhasil menyaingi pengembara hebat yang hidup sezaman dengannya, Marcopolo Al-Bandaqi. dia telah menempuh perjalanan lebih dari 175 mil. Ibnu Batutah juga berperan sebagai penjelajah terbesan di abad pertengahan.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 02:52:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3122750348</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>a13astidwia</author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123140356</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu Batutah memulai pengembarannya di usia 21 tahun, dimulai ketika dia pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan melakukan perjalanan di sekitar wilayah Arab. Kemudian dia mulai menjelajah ke luar wilayah Arab, seperti India, dia sempat menjadi hakim selama 5 tahun di sana. Kemudian, dia juga mengunjungi berbagai di negara di sekitar India. Beliau juga pernah berkunjung di kerajaan samudera pasai, di mana kerajaan tersebut baru saja berubah menjadi kerajaan islam pertama di Asia Tenggara. Dia menghabiskan waktu hampir tiga puluh tahun untuk merekam kisah hidup manusia di berbagai negara kemudian kembali ke Maroko dan menetap di sana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 08:25:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123140356</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>a13usamah</author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123149810</link>
         <description><![CDATA[<p>Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah atau yang kita kenal ibnu batutah, merupakan pengembara terbesar bangsa Arab yang terakhir. Ibnu batutah dilahirkan di Tangier, Maroko, pada awal abad ke-14 tepatnya tahun 1304 M pada masa pemerintahan Marinid. Ibnu batutah memulai perjalanannya menuju kota mekkah pada umur 21 tahun untuk melakukan ibadah haji. ia membutuhkan waktu 1.5 tahun untuk tiba di mekkah, akan tetapi sebelum ia sampai di mekkah, ia sempat mengunjungi Afrika Utara, Mesir, Palestina dan Suriah. ibnu batutah pernah melintasi beberapa wilayah di afrika utara, Asia selatan, Asia ternggara, Timur tengah dan cina. Selama 30 tahun ibnu batutah menghabiskan waktunya untuk melihat kehidupan manusia di berbagai negara yang luasnya sama dengan 44 negara era modern.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 08:31:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123149810</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123150761</link>
         <description><![CDATA[<p>Peran Ibnu Batutah dalam penjelajahannya adalah ia dapat merekam dengan baik semua kisah hidup manusia di berbagai negara yang total luasnya sama dengan 44 negara era modern. Ibnu Batutah menghabiskan waktu  hampir tiga puluh tahun perjalanan untuk melakukan hal tersebut. Ibnu Batutah juga sempat singgah ke Indonesia tepatnya di sumatera, kerajaan Samudera Pasai. Ia disambut dengan baik oleh raja dan warga. Ibnu Batutah juga berperan dalam memberi penjelasan tentang hukum-hukum Islam kepada petinggi kerajaan di Samudera Pasai disebabkan beliau mengerti hukum dan pernah menjadi hakim di India selama 5 tahun.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 08:32:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123150761</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123153179</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu Batutha dengan nama lengkap Abu Abdillah Ibnu Batutha lahir pada tahun 1304 M, di Tangier, Maroko. Dan wafat pada tahun 1377 M. Diumur 21 tahun ia memulai perjalanannya, yang di awali dengan melaksankan Haji di Makkah. Selama perjalanannya menuju Makkah ia sempat mengunjungi Afrika utara, palestina, dan Suria, yang ia ceritakan ke dalam karyanya yang berjudul Rihlah Ilal Masyrik( pengembara ke timur). Ia membutuhkan waktu 1 setengah tahun untuk tiba di Makkah. Setelah melakukan ibadah Haji ia melanjutkan perjalanannya untuk mengeksplor dunia Muslim dan sekitarnya. Ia menceritakan perjalanannya ke dalam buku berjudul <em>Rihla</em> (Perjalanan), di mana ia menggambarkan budaya, tradisi, pemerintahan, dan kehidupan sosial di berbagai wilayah yang dikunjunginya. Perjalanan Ibnu Battutha memberikan kontribusi penting dalam memahami sejarah dan budaya dunia. Ia menghabiskan sekitar 30 tahun menjelajahi dunia dan mengelilingi lebih dari 40 negara, meliputi Afrika Utara, Timur Tengah, India, Asia Tenggara, dan bahkan Tiongkok.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 08:33:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123153179</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123160216</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu Batutah adalah seorang cendikiawan yang menghabiskan 30 tahun hidupnya menjelajahi banyak negara, baik negara Muslim ataupun non-Muslim. Ibnu Batutah memulai perjalannya di umur 21 tahun. Dalam perjalanannya, Ibnu Batutah menjadi hakim di India selama 8 tahun. Ibnu Batutah juga pernah singgah di Kerajaan Samudera Pasai dalam perjalannya menuju Cina. Berkat ilmu yang ia dapat semasa menjadi hakim di India, Ibnu Batutah memberi penjelasan dan berdiskusi dengan petinggi kerajaan tentang hukum Islam. Ini sangat bermanfaat karena pada saat itu Kerajaan Samudera Pasai baru beralih dari Kerajaan Hindu menjadi Kerajaan Islam. Ibnu Batutah mengakhiri penjelajahannya pada tahun 1355 M dan kembali ke Maroko. Ibnu Batutah tidak menulis apapun tentang perjalanannya, dan hanya menceritakannya pada orang lain. Kemudian dengan inisiatif Sultan Abu 'Inan, beliau ingin menerbitkan buku kisah perjalanan Ibnu Batutah. Penerbitan itu pun dibantu oleh Ibn Jaziy Al-Gharnathi, seorang editor sastra. Buku tersebut pun kini dikenal dengan sebutan Ar-Rihlah atau Rihlah Ibnu Batutah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 08:38:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123160216</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123492645</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu batutah adalah seorang petualang muslim yang lahir di maroko pada tahun 1304.  Ibnu Abdillah dan ibnu batutah merupakan sebagian seorang ahli geografi serta petualang muslim. Pada saat tersebut orang europa berpendapat bah bumi itu datar, sehingga dari keyakinan mereka tersebutlah membuat salah satu warga bangsa meraka mendapat hukuman hingga akhir hayat, karana dipercayai bahwa hal tersebut dapat merusak iman. Pada saat pertengahan abad, ibnu batutah sempat singgah di kerajaan kerajaan asia tenggara termasuk samudera pasai (aceh utara). Ibnu batutah tidak meninggalkan satu karya sastra apapun, tetapi beliau hanya menceritakan kisahnya kepada sultan abu inan, lalu sułtan abu inan lah yang membuat buku tersebut dengan menunjuk editor sastra bernama ibnu jazzy al ghanarthi. Buku tersebut diberi nama "Ar-Rihlah"</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-17 12:39:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3123492645</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3127411790</link>
         <description><![CDATA[<p>Cheng Ho, yang juga dikenal sebagai Kasim San Bo adalah seorang bahariwan tangguh dan laksamana besar. Cheng Ho memiliki peran besar dalam penyebaran Islam, salah satunya dengan memperkenalkan dan menyebarkan agama Islam selama pelayarannya pada abad ke-14 melalui Asia-Afrika yang berlangsung selama 28 tahun. Beliau juga pemimpin dalam pelayaran besar yang dilakukannya dengan melibatkan 208 kapal dengan anggota yang berjumlah 28.000. Cheng Ho juga banyak menerapkan manajemen strategi Nabi Muhammad SAW, dkk dalam berlayar. Dalam pelayarannya, beliau tidak hanya sekadar berlayar, namun juga menerapkan taktik cerdas dalam pelayarannya tersebut. Bagaimana Cheng Ho menjalin hubungan dengan negara lain juga merupakan suatu hal yang dapat kita teladani dari sosok laksamana besar tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-19 08:40:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3127411790</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>a13ammundziri</author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3129726019</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu Batutha berperan sebagai seorang traveler/penjelajah muslim yang menjelajahi banyak wilayah dunia pada abad pertengahan. Dalam perjalanannya, ia mengenalkan budaya dan peradaban Islam, serta mencatat kehidupan sosial, tradisi, dan kondisi politik di tempat-tempat yang ia kunjungi. Ibnu Batutha memulai perjalanan dari Tangier, Maroko, pada tahun 1326 saat berusia 28 tahun, dan selama hampir 30 tahun, ia menjelajahi lebih dari 175 mil. Ia mengunjungi wilayah seperti Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Cina. Catatan perjalanannya, termasuk tentang kerajaan Samudera Pasai di Nusantara, tercatat dalam bukunya yang terkenal, <em>Ar-Rihlah</em>. Karya ini menjadi sumber penting untuk sejarah dan geografi Islam, memberikan gambaran tentang kehidupan dan peradaban abad ke-14, serta pengetahuan tentang masyarakat yang ia temui.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-20 12:12:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3129726019</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3131217079</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu Batutah atau bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah adalah seorang penjelajah muslim yang berasal dari bangsa arab, ibnu batutah telah menjelajah sekitar 175 mil yang dimulai di daerah kelahirannya thanjah, saat berusia 28 tahun pada tahun 1326 M dan terakhir di dareah fez pada tahun 1353 M dan perjalanannya tercantum dalam buku yang berjudul Ar-Rihlah Yang disusun oleh Ibnu juzay, atas perintah Sultan Abu 'Inan yang memilki inisiatif agar menuliskan buku perjalanan Ibnu Batutah. Kenapa yang menyusun adalah Ibnu Juzay karena Ibnu Bututah tidak pernah menulis secara tersusun perjalanannya akan tetapi dia menceritakan peristiwa yang beliau alami selama di perjalanan. Ibnu Batutah pernah singgah di kerajaan-kerajaan yang ada di Asia Tenggara, termasuk samudera pasai atau sekarang di sebut Aceh Utara. Benua afrika,Seluruh daratan asia, dan hampir seluruh daratan yang ada di dunia. Di India dia tinggal selama 8 tahun dan dia angkat menjadi hakim selama 5 tahun pada masa  pemerintahan Thughluq,. Karena pada masa remaja Ibnu Batutah mempelajari ilmu hukum di kota kelahirannya, pada umur 21 beliau sudah melakukan perjalanan pertamannya menuju ke kota suci mekah yang dia tempuh selama setengah tahun perjalanan untuk tiba di kota suci mekah.Sekitar 44 Negara yang pernah beliau kunjungi dan akhirnya beliau memutuskan untuk pensiun, Perjalanannya memakan waktu 30 tahun dan Ibnu Batutah kembali ke Maroko dan menetap di sana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-22 02:41:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3131217079</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3131846614</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibnu batutah merupana pengemabra arab terbesar di arab  memiliki peran besar dalam ilmu geaografis yang di gunakan. saat menjelajah dia memdapatkan banyak ilmu baik itu dari kehidupan sosial , budaya, dan juga kondisi beberapa negara tententu. dia datang ke beberapa dengan untuk membagikan ilmu terkait dengan islam lebih mendalam kepada negara negara yang dia kunjungi dan memberi ikatan bagi beebrapa negara , juga semua ilmu ilmu tersebut di catan dalam satu buku yang di sebut <em>ar-Rihlah </em>meruapakan tulisan rekapan hasil perjalaan dari ibnu batutah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-22 19:01:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3131846614</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>a13salwasaz</author>
         <link>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3132654917</link>
         <description><![CDATA[<p>Zheng he menerapkan manajemen strategi nabi Muhammad SAW dalam pelayaran. Sistem kerja awak kapal terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian konsumsi merupakan bagian terpenting karena bagian ini yang mengatur makanan yang bergizi untuk awak kapal selama <strong>±</strong>2 tahun. Zheng he juga mengatur jobdesk para awak kapalnya dengan menyesuaikan kompetensi dari para awak kapal, yang membuat para awak kapal memberi kontribusi dan bantuan pelaksana teknis puncak. Zheng he memperhatikan manajemen SDM dengan menyesuaikan kemampuan dan pekerjaan. Selama 28 tahun, Zheng he melakukan 7 kali pelayaran dan memiliki +208 kapal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-23 07:09:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nirma3/d3nv6vogesnizqgd/wish/3132654917</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
