<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Estetika Musik by Markus Sirait</title>
      <link>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe</link>
      <description>Silahkan untuk mendiskusikan beberapa point yang sudah diinput pada wall ini. Komen bisa berupa opini pribadi, tetapi lebih baik lagi jika menggunakan referensi2 baik dari buku, jurnal, link. Boleh juga melalui foto atau video. </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-10-30 08:52:06 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-11-14 05:59:20 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>bona7rait</author>
         <link>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe/wish/2768571867</link>
         <description><![CDATA[<p>Leon berasal dari sebuah negara di Afrika kemudian menawarkan memutar sebuah piringan hitam berisi “Musik” dari negara asalnya. Semua orang yang hadir mendengarkan “musik” tersebut. Setelah semua berakhir, Leon meminta semua yang hadir untuk memberikan komentar. Michael yang berasal dari Eropa (dan merasa bahwa Eropa adalah pusat budaya musik) kemudian memberi komentar bahwa apa yang baru saja ia dengarkan bukanlah musik melainkan “noises”.</p><p><br></p><p>Bagaimana tanggapan anda terhadap contoh kasus di atas?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2198751111/4655cba1302b80f023201f775a17b0c4/5_Ghana___Afsiagbecko_Drum.mp3" />
         <pubDate>2023-10-30 09:08:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe/wish/2768571867</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bona7rait</author>
         <link>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe/wish/2768572061</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan kasus tersebut. Lalu apa sebenarnya musik itu? Mengapa pemaknaan setiap orang bisa berbeda mengenai musik? Apa yang mempengerahui perbedaan tersebut? Dalam kehidupan sehari-hari, mudah bagi kita untuk menentukan apakah yang sedang kita dengarkan itu musik atau bukan (tentu saja sesuai dengan selera kita). Tetapi benarkah demikian bahwa musik itu hanya yang sesuai dengan selera kita saja?</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2198751111/ac6474d1c997c01ca5e5660cc5d6b467/images.jpg" />
         <pubDate>2023-10-30 09:08:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe/wish/2768572061</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bona7rait</author>
         <link>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe/wish/2768583134</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada abad pertengahan, istilah musik oleh orang-orang Gereja di Eropa hanya diterapkan dalam hubungan dengan musicasacra (musik suci, musik religi atau musik gereja). Pengaruh musik gereja pada masa itu sangat besar sehingga mereka mengklaim bahwa yang disebut musik hanyalah musicasacra.</p><p>Lalu bagaimana kedudukan musik lain di luar musicasacra?</p><p><br/></p><p>Bagaimana dengan istilah-istilah yang dikenal oleh masyarakat Indonesia selama ini? contoh: gending, tembang, masamper, gondang, dsbnya. Bagaimana kita sebagai akademisi memaknai istilah-istilah tersebut? </p><p>Apabila kita menyebut istilah musik apakah kita secara otomatis juga akan mengerti dan sepakat bahwa yang kita maksud adalah gending atau tembang atau lagu atau simfoni Beethoven atau musicasacra atau jazz atau keroncong, dstnya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-30 09:19:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe/wish/2768583134</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bona7rait</author>
         <link>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe/wish/2768591115</link>
         <description><![CDATA[<p>Apabila pendekatan etimologis, kriteria etnis dan sejarah tidak cukup untuk menjelaskan pengertian musik, maka kita harus melakukan pendekatan dengan melihat musik itu sebagai sesuatu yang dapat kita uraikan bagian-bagiannya sebagaimana kita dapat menguraikan bagian-bagian suatu benda atau zat.</p><p>Contoh:</p><ol><li><p>Kita mampu menyebut sesuatu sebagai air apabila ia merupakan zat cair yang mengandung H2O dimana unsur H2O tersebut pun masih mampu kita uraikan lagi.</p></li><li><p>Kita mampu menyebut sesuatu sebagai pohon apabila memiliki akar, batang, daun, dsbnya.</p></li></ol><p><br></p><p>Lalu menurut anda unsur apakah yang terdapat dalam musik yang dapat kita sepakati secara komunal?</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2198751111/179aecffde8286924e9c34985653b44b/images__1_.jpg" />
         <pubDate>2023-10-30 09:26:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bona7rait/czzmk1f4epmvavqe/wish/2768591115</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
