<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kelas Menulis HMI Komisariat FIP UNG by Tarmizi Abbas</title>
      <link>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm</link>
      <description>Arief Abbas
WA: 082293415841</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2018-12-27 09:50:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2018-12-27 16:01:56 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Munafik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316737907</link>
         <description><![CDATA[<div>Oleh: Rifki Taufik Haluti<br><br>Senyap. Perang "maha dahsyat" di bumi Palestina yang beberapa tahun terakhir menjadi sorotan sejumlah negara, seolah tidak terjangkau negeri kita: Indonesia. Isu agama yang biasanya bisa memantik reaksi, tidak lagi ampuh. Sudah butakah nurani kita?<br><br>Tanah Yerusalem jadi saksi bisu saat masyarakatnya diringkas dan diringkus. Disembelih satu demi satu, dilenyapkan! Genangan darah jadi pemandangan yang biasa di sana.<br><br>Indonesia masih bergeming. Memang ada beberapa media yang sempat memberitakan--peperangan di Palestina--ini, tapi hanya lebih banyak memuat "pencitraan" rezim yang berkuasa, salah satunya menyajikan surga telinga.<br><br>Tidak perlu menjadi Islam untuk membantu mereka(Palestina), hanya perlu menjadi manusia. Rentetan kata-kata penenang ini, akhirnya terbukti hanya sekadar guyonan konyol yang didengungkan oleh mulut-mulut pendusta. Karena mereka--yang melontarkan kalimat-kalimat tadi--manusia, dan mereka tidak peduli.<br><br>Pancasilais, cinta NKRI, menjunjung tinggi norma-norma kesusilaan, selalu digaungkan di negeri ini. Implementasinya? Nihil!<br>Lantas, masih belum halalkah label "munafik" dinisbatkan terhadap kita?<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-12-27 12:57:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316737907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Negara yang Hilang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316743615</link>
         <description><![CDATA[<div>Oleh: Moh. Ikbal Bau <br><br>Kemarin, sempat terdengar konflik yang terjadi di negara palestina, Negara pada dulunya kita kenal dengan negara yang damai dan indah. Namun, sekarang Negara yang kita kenal bagaikan surga, berubah menjadi tempat yang penuh dengan pembantaian. Yerusalem adalah ibu kotanya, dulu merupakan kota yang idaman, sekarang berubah menjadi tanah berhantu penuh dengan darah dan air mata. <br><br>Negara yang penuh dengan toleransi beragama, negara yang penuh rasa cinta antar sesama manusia, namun, sekarang telah tiada. Penduduknya banyak memeluk pada agama Islam, agama yang menekankan pada rasa cinta dan kasih sayang antar sesama manusia. Namun, sekarang hanyalah negara yang tak bertuan. <br><br>Sekarang kedamaian yang ada pada negara itu, hanyalah sebuah impian. Konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel, membawa malapetaka pada tanah yang penuh dengan kedamaian itu. Pertempuran antara dua negara banyak memakan korban jiwa. <br><br>Dulunya terdengar rasa cinta dan kebahagiaan terlihat pada negara itu, sekarang yang terdengar hanyalah suara tangisan. Yerusalem berubah menjadi seperti neraka yang penuh dengan kegelapan. Tak ada lagi yang tersisa pada negara yang penuh dengan keindahan. <br><br>Setiap hari hanyalah suara tembakan yang sering terdengar pada negara indah itu. Semoga kedamaian akan datang pada negara Palestina. Konflik yang terjadi antara dua negara bisa berujung pada kedamaian, dan membawa kebahagiaan pada masyarakat yang ada pada negara Palestina. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-12-27 14:52:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316743615</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316744151</link>
         <description><![CDATA[<div>Jihad di Jalan Kebenaran<br>Oleh: Mohamad Fikri Luawo<br><br>Berkelana di tanah Arab. Gemetar tidak keruan! Konflik di bumi Palestina yang diramalkan akan terus berlangsung hingga akhir zaman. Seruan jihad pun menyebar, dari zaman Rasulullah Muhammad SAW sampai dimassa sekarang.<br><br>Palestina, lebih khusus Yerussalem, merupakan tanah suci ketiga bagi umat Islam selain Mekah dan Madinah. Di kota--Yerussalem-- ini, berdiri sebuah masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam, yaitu Masjid Aqsa. Kota--Yerussalem-- ini menjadi isu penuh perbincangan dikalangan elit dunia.<br><br>Sejak dahulu, tidak sedikit peristiwa-peristiwa dalam lintas sejarah dunia terjadi di tanah bukit Moria--Yerussalem-- tersebut. Di kala massa pemerintahan Sulaiman tahun 1538 dibangun tembok sekitar kota Yerussalem. Tembok-tembok tersebut mengelilingi kota lama--Situs warisan dunia tahun 1981--, yang mana secara tradisi membagi empat bagian yakni Armenia, Yahudi, Kristen dan Islam.<br><br>Bagi umat Islam tentu sudah dijelaskan didalam hadits-hadits, maka akhir zaman sudah sangatlah dekat dimassa kita sekarang ini. Sepatutlah kita memperbaiki aqidah. Seperti Nabi Muhammad SAW sang pembawa kebenaran.<br><br>Dan sampaikan risalah-risalah Beliau--Muhammad SAW-- walaupun hanya satu ayat. Islam menjunjung tinggi perdamaian. Tetapi Jangan biarkan Islam diancam, darahmu halal ketika jihad di jalan kebenaran.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-12-27 15:02:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316744151</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suara Hati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316744552</link>
         <description><![CDATA[<div>Oleh : Mr. A<br><br>Tepat di timur tengah, salah satu negara yang dipandang oleh seluruh umat islam yaitu "palestina". Ribuan tangisan anak kecil yang menyayat hati, kerena hilangnya sanak saudari. <br><br>Tindakan iblis berkedok manusia, telah memporak-porandakan tanah tercinta. Rasa dahaga dari kaum yahudi seolah-olah hilang, karena melihat ribuan potongan badan, dari anak kecil hingga dewasa berbaringan di ibukota Yerusalem tampa nyawa. <br><br>Sangat di sayangkan, suara teriakan "malaikat kecil" yang tak mampu berbuat apa-apa. Air mata menetes tampa henti; cobaan silih berganti  menghampiri; namun konflik tak bisa berhenti, jika bermodalkan isak tangis dari kami. <br><br>Perang tiada henti, bom berbunyi sana-sini, Suara senjata api, seakan menjadi nyanyian kecil yang menghiasi hari-hari. Dunia bagaikan neraka untuk kami, kaum yahudi seolah menjadi pengadil untuk penghapus dosa.<br><br>Kepalan tangan tak sadar membentur di dinding, suara hati yang ingin berteriak --jangan lanjutkan perang ini-- namun, apalah daya, tangan pun tak sampai untuk turut membantu. <br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-12-27 15:11:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316744552</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316745295</link>
         <description><![CDATA[<div>"PERLU" ADA SURGA?<br> <br> Palestina, Penggalan Surga di Bumi Yerusalem.<br> Kota itu identik dengan Cinta. Damai.<br> Tawa. Murah dijumpai disana.<br> <br> Sekarang! menjelma jadi lautan darah.<br> Jerit. Tangis. Seperti nada yang tak lazim terdengar. roket! Ibarat titik-titik air kebinasaan.<br> <br> "Harta" berharga dirampas, semata Untuk kepentingan duniawi.<br> tak peduli raungan mereka yang lemah.<br> <br> dor! ya! itu irama teristimewah di Palestina.<br> Merdeka adalah semu isu belaka.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-12-27 15:28:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abbastarmizi/cynalilfd4nm/wish/316745295</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
