<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>GENDER by Nuraeny Guntur</title>
      <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9</link>
      <description>Tugas Kelompok</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-03-09 04:08:00 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-06 01:58:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.storage.googleapis.com/portrait/crane_yellow.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Petunjuk Kerja</title>
         <author>aeny01</author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/52542245</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)</p><p>2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.</p><p>3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat</p><p>4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet</p><p>NB. </p><p>a. Menulis nama anggota kelompok</p><p>b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-09 04:10:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/52542245</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurulmuthahara1</author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/53127994</link>
         <description><![CDATA[<p>Gender Kelompok 7</p><p>1. Hildawati</p><p>2. Mahyudin</p><p>3. Muswiansyah putra</p><p>4. Mutmainnah Haris</p><p>5. Nurul Muthahara</p><p>1.  Apakah yang harus dilakukan oleh seorang  perempuan supaya fikiran dan tindakannya dianggap rasional dalam pendekatan kajian gender?</p><p>JAWAB : salah satu hal yang harus dilakukan perempuan supaya fikiran dan tindakannya dianggap rasional adalah perempuan harus mampu mengilmiahkan segala fikiran dan tindakannya secara rasioanal bukan secara emosional.</p><p>2. Langkah-langkah apakah yang perlu ditempuh oleh seorang perempuan supaya paham bahwa perempuan makhluk yang lemah bisa terlepas dari diri mereka?</p><p>JAWAB : salah satunya adalah perempuan harus bisa membuktikan pada kaum laki-laki bahwa mereka juga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan oleh mereka tanpa mengurangi nilai-nilai kekarismaannya sebagai perempuan.</p><p>3. Apakah dengan hadirnay persamaan gender sudah bisa menyetarakan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan secara umum?</p><p>JAWAB : Belum, karena sampai pada hari ini perempuan masih dinomor duakan ditengah-tengah kaum laki-laki, contohnya : dibidang pemerintahan DPRD, kota untuk perempuan masih dibatasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-12 04:40:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/53127994</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gender kelompok 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/53167671</link>
         <description><![CDATA[<p>anggota:</p><p>1. Nirmala</p><p>2. Nur Wulan Majid</p><p>3. Susanti</p><p>4. Taufiqurrahman</p><p>5. Tri Muhammad Hardiansyah</p><p>1. Kenapa dalam kesetaraan gender yang dominan untuk dibicarakan adalah kaum perempuan?</p><p>JAWAB: Karena sebelum adanya paham kesetaraan gender kaum yang selalu dideskriminasi adalah kaum perempuan. Mereka selalu dianggap lemah, tidak boleh keluar rumah, bahkan tidak boleh bersekolah karenanya.</p><p>2. Apa sanksi yang akan didapat bila seseorang melanggar Undang Undang tentang gender?</p><p>JAWAB: Dalam rancangan Undang Undang tentang kesetaraan gender pasal 20-21 menyebutkan bila kesetaraan gender tidak diterapkan maka akan dikenai sanksi Administratif atau pemberian Disentrif dan hukum pidana bila dilatarbelakangi oleh diskriminasi gender.</p><p>3. Apakah Indonesia telah menganut paham kesetaraan gender secara merata di seluruh wilayahnya?</p><p>JAWAB: Di Indonesia belum menganut paham kesetaraan gender di seluruh wilayahnya, itu dibuktikan dengan masih adanya daerah-daerah yang masih mempertahankan budaya nenek moyangnya, khususnya di daerah-daerah terpencil yang jauh dari suasana perkotaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-12 12:24:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/53167671</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/53578810</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Budi Setyawan Ekacipto</p><p>2.  Muh. Rezki Nurfajar Azis</p><p>3. Nur Hasanah</p><p>4. Nur Wahyuni Arif <br></p><p>5. Zainuddin</p><p><span>1.<span> </span></span>Jelaskan secara rinci maksud dari pernyataan bahwa “Setiap orang memiliki akses, kesempatan berpartisipasi, dan control atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan nasional dalam
perwujudan kesetaraan gender dan keadilan gender dengan tidak adanya diskriminasi terhadap laki-laki maupun perempuan ! 
</p><p>Jawab:</p>
<p>&nbsp; Penjelasan mengenai pernyataan diatas bahwa setiap orang :
</p><p><span>-<span> </span></span>Memilki akses =&gt; setiap orang mempuyai peluang atau kesempatan dalam memperoleh akses yang adil dan setara terhadap sumber daya dan memiliki wewenang untuk mengambil keputusan terhadap cara penggunaan dan hasil sumber daya tersebut.
</p><p><span>-<span> </span></span>Memiliki kesempatan partisipasi =&gt; setiap orang mempunyai kesempatan untuk berkreasi atau ikut andil dalam pembangunan nasional.
</p><p><span>-<span> </span></span>Memiliki control =&gt; memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan atas penggunaan dan hasil sumber daya, sehingga memperoleh manfaat yang sama dari pembangunan.</p>
<p><span>2.<span> </span></span>Bagaimana penjelasan mengenai Gender dalam pandangan Islam?
</p><p>Jawab :</p>
<p>Berbicara tentang gender sama artinya dengan berbicara sekitar hubungan wanita dan pria. Berbicara tentang wanita dan pria dalam Islam pada prinsipnya dapat disebut dengan berbicara sekitar kemitrasejajaran pria dan wanita. Sebab dalam Islam secara prinsip hubungan kedua jenis kelamin ini
adalah sejajar di hadapan Allah. Dalam Islam ditegaskan pula bahwa Islam sejak awal memberikan hak-hak pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia termasuk di dalamnya
secara implicit kesetaraan laki-laki dan perempuan sebagai hak dasar manusia yang dianugrahkan Allah SWT padanya. Dapat disimpulkan menjadi 3 prinsip utama yaitu persamaan manusia, martabat manusia dan kebebasan manusia di mata Allah.</p>
<p><span>3.<span> </span></span>Apa upaya pemerintah menghilangkan anggapan masyarakat terlebih orang tua tentang peran perempuan dalam kehidupan tidak lain adalah sebagai ibu rumah tangga yang tak perlu bersekolah tinggi-tinggi?
</p><p>Jawab :</p>
<p>Saat ini pemerintah telah berupaya untuk menegakkan kesejahteraan gender. Hal ini terbukti dengan adanya program pemerataan
penduduk di seluruh Indonesia. Selain hak untuk mendapatkan pendidikan, di negara Indonesia ini sebenarnya telah menerapkan kesetaraan gender dalam tatanan organisasi dari mulai organisasi
yang kecil hingga pemerintahan. Sehingga saat ini bisa kita lihat telah banyak perempuan yang menjadi seorang pemimpin dalam suatu perusahaan baik swasta maupun negeri. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-16 14:33:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/53578810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/54374961</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Afrianti ardana</p><p>2. Ariskawati<br></p><p>3. Nur arifa</p><p>4. Putri wisnasari sumardi</p><p>5. Ria sartika 
<p>1. Jika dilihat dari pandangan islam, seorang laki-laki memiliki tabiat lebih kuat dibanding perempuan, tapi menyapa dalam kenyataan di lapangan justru perempuan memiliki pekerjaan yang tidak seharusnya dikerjakan, menjadi buruh bangunan, tukang parker dll, yang beresiko dapat membahagiakan keadaan mental dan fisiknya.?
</p><p>Jawaban

</p><p>Ada beberapa factor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, factor yang pertama adalah dilihat dari segi biologis suami yang mungkin memiliki kekurangan fisik, seperti cacat mental ,factor lainnya ialah dari segikebutuhan ekonomi keluarga yang tinggi sehingga mengharuskan istri untuk membantu suami mencari nafkah keluarga. Selain itu dapatpula terjadi karena budaya setempat yang terbiasa dengan istri yang mencari nafkah. Namun, meskipun demikian hal tersebut merupakan ketidaksetaraan gender bagi kaum perempuan yang harus dihentikan.</p>
<p>2. Seorang istri yang bekerja sebagai guru, dinilai masyarakat telah sadar akan kesetaraan gender dan mengaplikasikannya dalam rumah tangga. Namun, sebenarnya ia tidak memilih dan menginginkan pekerjaan tersebut , melainkan pekerjaan tersebut atas pilihan suaminya, apakah penilaian masyarakat mengenai kasus di atas telah benar dan termasuk ke dalam penyetaraan gender?
</p><p>Jawaban </p>
<p>Tidak, karena untuk menilai kesetaraan gender tidak hanya
dilakukan pengamatan sekilas atau terlihat dari luar saja, namun dilihat dari kemampuan seseorang membuat keputusan untuk dirinya sendiri tanpa adanya tekanan dan keterpaksaan. Meskipun tampak dari luar telah termasuk kesetaraan gender, namun istri tersebut melakukan pekerjaannya dengan terpaksa dan mendapat tekanan dari suaminya , jadi kasus di atas belum termasuk dalam kesetaraan gender.</p>
<p>3. Seorang perempuan yang hamil diluar nikah harus menggugurkan kandungannya karena paksaan dari laki-laki yang menghamilinya. Laki-laki itu tidak mau bertanggungjawab dan mengambil keputusan agar menggugurkan kandungannya tersebut. Mengapa dalam kasus di atas, seorang perempuan tidak dapat mengambil keputusan sendiri , untuk mempertahankan atau menggugurkan kandungannya dan bergantung pada keputusan laki-laki?
</p><p>Jawaban </p>
<p>Sehubungan dengan gender, laki-laki dikenal sangat kuat sehingga salah satu penyebab pada kasus tersebut ialah bentuk kekerasan laki-laki terhadap perempuan yang dikenal tidak lemah, sehingga ia cenderung tidak mampu melawan keputusan laki-laki tersebut. Selain itu, kenyataan dalam masyarakat yang biasanya mengucilkan perempuan yang hamil diluar nikah menimbulkan ketakutan sendiri bagi perempuan tersebut untuk mempertahankan kandungannya tanpa adanya tanggungjawab dari laki-lakiitu. Dengan demikian merupakan ketidaksetaraan gender bagi kaum perempuan yang harus ditanggulangi.</p></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-23 06:07:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/54374961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1 : PERSAMAAN GENDER</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/55275194</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/60608143/7e30f21eae3e9fe19b55dcf9205b9a7a4b3b8ae9/7700169207252afcc57a0a11c42bf2c6.docx" />
         <pubDate>2015-03-29 10:54:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/55275194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1 : PERSAMAAN GENDER</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/55275196</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-29 10:54:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/55275196</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/55275519</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/60608143/5689452039cfa9347991ab133dad99d5cf7d2106/e50744609626550159f672389e5d48e8.docx" />
         <pubDate>2015-03-29 11:09:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/55275519</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/55275520</link>
         <description><![CDATA[<p>

<p><b>Isdar Kasmaria</b></p>

<p><b>Laila Arabella</b></p>

<p><b>Ridzka Ayyanun Zabitha</b></p>

<p><b>Wahyu Ismail</b></p>
<p>1.<span>&nbsp; </span>Apakah
anda setuju dengan persamaan Gender?</p>

<p>Persamaan gender
saat ini sudah bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan, bukan lagi menjadi
suatu permasalahan yang asing untuk dibicarakan. Ketika kita bebicara mengenai
setuju atau tidaknya kita mengenai konsep dari persamaan gender, ada beberapa
sudut pandang yang harus di pertimbangkan disini. Persamaan gender yang pada
intinya menyetarakan hak antara lelaki dan perempuan pada dasarnya muncul
dikarenakan hasrat seorang perempuan yang ingin mengeksplor dirinya agar tidak
lagi ada momok yang mengatakan bahwa perempuan itu hanya hebat urusan dapur.
Namun kaum wanita pun dapat menunjukkan eksistensinya dengan keahlian yang
mereka miliki , sehingga mereka juga dapat pengakuan akan talenta yang wanita
miliki. Jika dilihat dari aspek ini, maka tak salah ketika seorang manusia
ingin diakui keberadaan dan talentanya tanpa ada sekat yang membedakan,
terutama wanita. Setiap orang terlahir dengan potensi yang dimiliki, lalu
pertanyaannya, apakah takdir membatasi eksistensi dari potensi itu ? Apakah
takdir menjadi seorang&nbsp; perempuan menjadi
alasan untuk tidak menunjukkan potensi yang dimiliki ? Apakah perempuan hanya
boleh beroatak atik di rumah, didapur ? lalu kemana potensi seorang wanita
disalurkan ? Apakah hanya lelaki yang pantas untuk tampil dengan segala potensi
yang mereka miliki?. Selintas jika kita mencermati pertanyaan-pertanyaan tadi
ada makna tersirat yang mengatakan bahwa begitu rendahnya perempuan dibanding
dengan kaum pria. Lalu, jika kita tinjau dari sudut pandang lain, perempuan
adalah sosok yang tercipta dengan segala kelebihan yang tak dimilki oleh pria,
lalu mengapa ada unsur pemberontakan akan kodratnya ? seorang wanita diciptakan
dengan potensinya masing-masing dilengkapi dengan kelembutan hati mereka, kasih
sayang mereka,&nbsp; sifat lemah lembut mereka
yang jauh lebih baik dibanding seorang pria, lalu ketika ditanya mengenai “hak
yang tak setara” dibandingkan dengan kaum pria dalam mengeksplor potensinya,
yang sebenarnya adalah para wanita tak memahami dirinya sendiri. Tak ada
larangan nyata yang menyebutkan wanita dilarang kerja, dilarang merintis karir
setinggi-tinggi nya, manusia punya hak untuk menunjukkan potensinya, memberi
sumbangsi yang nyata dalam bekerja untuk sebuah instansi ataupun untuk tujuan
lain, namun yang perlu diperhatikan adalah perempuan diciptakan berbeda dengan
laki-laki, wanita lebih dimuliakan kehormatannya, karena pada dasarnya wanita rentan
akan fitnah, rentan akan bahaya dilihat dari begitu banyaknya pelecehan yang dilakukan
pada perempuan, maka sangat wajarlah ketika perempuan tetap berada pada
batasannya dalam menjaga kehormatannya, senantiasa menjaga kelakuan, akhlaknya
karena kelak seorang perempuan akan menjadi seorang ibu, dari rahimnya lah akan
terlahir seorang anak dan dari tangannya, dari kasih sayangnya lah akan
terbentuk seorang manusia dengan kepribadian yang ditanamkan oleh ibunya,
seorang wanita lah yang akan menjadi tonggak awal dari terlahirnya
manusia-manusia hebat, dan dibalik seorang lelaki yang sukses maka ada seorang
wanita yang hebat, dibalik karir kaum pria yang begitu gemilang dengan pribadi
yang indah,ada sosok wanita disana yang menjadi penguat , yang selalu memberi
support, menemani dikala susah ataupun senang, menjadi penyemangat &nbsp;dalam setiap situasi. Tak perduli setinggi
apapun pendidikan wanita, tak perduli jika nantinya wanita tersebut akan
menjadi seorang wanita karir ataupun ibu rumah tangga, seorang perempuan harus
memilki kecerdasan, ilmu, kelembutan hati, kasih sayang yang cukup untuk
memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu yang akan mendidik anak-anaknya,
seorang istri yang&nbsp; senantiasa menemani
suaminya dalam keadaan apapun dan senatiasa mengingatkan suaminya agar selalu
berada pada jalan yang benar. Seorang wanita adalah pemain di belakang layar
yang hebat, yang sangat patut untuk dihargai kinerjanya. Lalu kesimpulannya,
setuju tidaknya mengenai persamaan gender tak ada masalah sebenarnya yang terpenting
adalah bagaimana seorang pria dan seorang wanita mampu memahami kewajibannya,
mampu menjadi sosoknya yang sejati, laki-laki dengan tanggung jawabnya sebagai
seorang pemimpin, dan perempuan dengan kelembutannya dan segala potensinya
menjadi seorang yang ditangannyalah akan terlahir insan-insan yang hebat.</p>
<p>1.<span>&nbsp; </span>Bagaimana
dampak persamaan gender yang diterapkan orang tua terhadap perkembangan
psikologi anak ?</p>

<p>Kepribadian
seorang anak pada dasarnya adalah manifestasi dari ajaran orang tuanya, lalu
bagaimana dengan orang tua yang menerapkan persamaan gender pada anaknya ?
Sebenarnya, tak ada masalah jika yang diterapkan hanya lah mengenai permasalah
sepele yang berkaitan dengan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih rumah,
mencuci, memasak yang notabennya untuk perempuan diajarkan pula pada anak
lelaki dan sebaliknya misalnya memperbaiki alat-alat yang rusak, mencat
diajarkan pada anak perempuan yang notabennya pekejaan anak laki-laki&nbsp; dengan harapan suatu saat mereka harus hidup
mandiri &nbsp;dan bisa menyelesaikan masalah-masalah
sepele tersebut sendiri. Namun tetap peran orang tua dalam menanamkan
prinsip-prinsip yang harus di pegang oleh anak laki-laki dan perempuan sangat
penting agar mereka tau jika suatu saat mereka remaja ataupun dewasa bagaimana
mereka harus bertindak sebagai seorang perempuan ataupun pria? Bagaimana mereka
bersikap dalam&nbsp; mengemban tanggung jawab
mereka nanti, dan bagaimana mereka menyelesaikan masalahnya nanti sesuai dengan
prinsip yang sesuai, yang telah ditanamkan pada seorang anak oleh orang tuanya.</p>
<p>2.<span>&nbsp; </span>Jika
sekarang ini persamaan gender bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat
perkotaan, dan tak jarang dijadikan sebuah prinsip, maka bagaimana cara kita
menghadapi pemahaman yang dianut oleh orang tua kita atau bahkan teman-teman
kita yang masih tetap pada pendapatnya bahwa wanita hanya boleh ada dirumah dan
tak boleh kerja ?</p>

<p>Yang perlu
dipahami disini adalah setiap orang punya prinsip masing-masing, punya
pandangan yang berbeda terhadap suatu hal, lalu ketika seseorang menilai bahwa
prinsip orang lain itu kuno atau tak pantas dianut di masa sekarang, maka yang
harus kita tau disini adalah bagaiman cara pandang orang tersebut dalam
memegang sebuah prinsip, bagaimana sudut pandang mereka dalam menilai suatu
permasalahan, dan yang patut kita tau juga adalah setiap orang punya hak
mempertahankan apa yang mereka yakini benar, jika ingin memperbaiki persepsi
seseorang mengenai suatu hal maka dekatilah orang tersebut cari tau alasan
dibalik prinsipnya, lalu analisa dimana celah yang dapat kita manfaaatkan untuk
sedikit demi sedikit memperbaiki pemahamannya dengan melakukan pendekatan yang
intens di dukung dengan alasan-alasan yang rasional dan tak terbantahkan
baginya . Namun terlepas dari itu semua apapun pendapat orang lain mengenai
persamaan gender itulah pandang mereka, itu lah yang mereka tau dan percaya
semuanya tergantung pada diri masing-masing individu, namun tampil lah sesuai
kodrat mu dengan tidak menutupi potensi mu, tampilkan lah segala bakat, dan
potensi yang kau punya dengan tetap memegang batasan-batasan yang harus selalu
terjaga , baik untu kaum pria, apalagi kaum wanita.</p>

</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-29 11:09:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/coy42qzzqan9/wish/55275520</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
