<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tugas 2 - XII IPS 4 by Karen Pricilla</title>
      <link>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr</link>
      <description>Sub Materi : Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-10-18 13:50:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-10-23 01:18:43 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1725251272/33cc56dcf05d61966a26f87c76766bd6/Logo_Karen.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Judul Berita (beserta link)</title>
         <author>karenpricilla24</author>
         <link>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2752777345</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>A. </strong><strong><em>Nama Anggota Kelompok (No. Absen)</em></strong><br>1. <br>2.<br>3.<br>4.<br>5.<br>6.<br><br><strong><em>B. Ringkasan Berita<br><br>C. Analisis Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial<br><br>D. Saran Kelompok terhadap Fenomena tersebut</em></strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-18 14:07:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2752777345</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemerintah Luncurkan Program Besar Atasi Ketimpangan Sosial </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753619548</link>
         <description><![CDATA[<div><br>A. Nama Anggota Kelompok 5<br>1. Adelia Nur Wiyaanata (01)<br>2. Indira Daniswara Andhitania Zahra(15)<br>3. Levina Elrasa Putri(17)<br>4. Nova Kholifatun nisa(24)<br>5. Rasyadan Rishanda Wicaksana(26)<br>6. Siti Amalia Widiastuti(33)<br>B. Ringkasan Berita<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Untuk mengatasi ketimpangan ekonomi-sosial yang terjadi selama ini, pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla meluncurkan sebuah program besar Kebijakan Ekonomi Berkeadilan. Undang Undang Nomor 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis memang menegaskan pentingnya negara memberikan perlakuan dan perlindungan yang sama kepada setiap warga negara tanpa memandang ras dan etnis. Ini juga sejalan dengan tesis Profesor Amy Chua dari Yale Law School dalam bukunya yang berjudul&nbsp; Wold on Fire: How Exporting Free Market Democracy Breeds Ethnic Hatred and Global Instability (2003). Menurut Darmin, Kebijakan Ekonomi Berkeadilan ini mencakup 3 (tiga) area pokok, yakni kebijakan berbasis lahan, kebijakan berbasis kesempatan, dan kebijakan berbasis peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kebijakan berbasis lahan meliputi reforma agraria, pertanian, perkebunan, masyarakat miskin kota (urban poor), nelayan dan budidaya rumput laut. Sedangkan kebijakan berbasis kesempatan meliputi sistem pajak berkeadilan, manufaktur dan ICT, ritel dan pasar, pembiayaan dan anggaran pemerintah. Berikutnya kebijakan berbasis peningkatan kualitas SDM meliputi vokasi, kewirausahaan (entrepreunership) dan pasar tenaga kerja. Dari seluruh luas daratan di Indonesia sebesar 189 juta hektar, 2/3 atau 64% di antaranya adalah kawasan hutan dengan luas&nbsp; sekitar 121 juta hektar. Sedangkan sisanya adalah kawasan non hutan (69 juta hektar). Jawa merupakan pulau terpadat (56% penduduk Indonesia tinggal di Jawa), tersubur, teririgasi, sekaligus motor perekonomian Republik Indonesia. Namun, Jawa juga adalah pulau paling besar jumlah penduduk termiskinnya. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Jawa pun paling pesat. Selama ini, penguasaan lahan secara berlebihan oleh pihak-pihak tertentu menyebabkan terjadinya ketimpangan. Karena itu pemerintah akan melakukan pendataan terhadap kepemilikan lahan, land bank, izin yang dimiliki maupun kebun yang sudah ditanami di sektor perkebunan di seluruh Indonesia. Dari 8 komoditas perkebunan, 7 komoditas menguasai 52% lahan perkebunan dan menghidupi 15,5 juta jiwa, namun hanya memiliki nilai tambah kurang dari 30%. Salah satu alat yang paling efektif untuk menerapkan Kebijakan Ekonomi Berkeadilan adalah melalui sistem perpajakan. Pajak progresif terhadap pihak yang memiliki aset, modal kuat dan profit yang besar sangat diperlukan sebagai sumber pembiayaan kebijakan afirmatif untuk membantu pihak yang lebih lemah. Sedangkan untuk meningkatkan partisipasi pengusaha UMKM dalam rantai nilai pengadaan pemerintah, pemerintah akan mengubah basis pengadaan yang selama ini dilakukan oleh Kementerian/Lembaga menjadi penciptaan pasar-pasar di mana masyarakat diberdayakan dalam memilih bantuan (Rights to Choose Program) yang mereka perlukan. Dari sisi sektor manufaktur, dari bisnis UMKM yang berjumlah 90% dari total pemain hanya mempunyai nilai tambah sebesar 5%. Selama ini Indonesia banyak mendidik calon tenaga kerja, baik melalui sistem pendidikan akademis maupun jalur vokasional. Faktanya, banyak lowongan kerja tidak terisi karena tidak cocoknya keahlian para lulusan tersebut. Di sinilah perlunya job matching antara pasar tenaga kerja dengan skill (ketrampilan) atau pendidikan ketrampilan yang dibutuhkan. Karena itu sistem pendidikan keahlian/ketrampilan para calon tenaga kerja perlu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan kemajuan teknologi.<br>C. Analisis Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial<br>Penguasaan Lahan Berlebihan, Pajak progresif terhadap pihak yang memiliki aset, Banyak lowongan kerja tidak terisi.<br>D. Saran Kelompok terhadap Fenomena tersebut<br>Untuk mengatasi ketimpangan ekonomi-sosial yang terjadi selama ini, pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla meluncurkan sebuah program besar Kebijakan Ekonomi Berkeadilan. Kebijakan ini merupakan langkah konkret implementasi Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, terutama Sila ke-3 (Persatuan Indonesia) dan sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kominfo.go.id/content/detail/9104/pemerintah-luncurkan-program-besar-atasi-ketimpangan-sosial/0/artikel_gpr" />
         <pubDate>2023-10-19 01:04:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753619548</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Konflik-konflik sumberdaya alam di kalangan nelayan di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753624169</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Nama Anggota Kelompok (No. Absen)<br>1. Alaisya Muazzama Nail (03)<br>2. Aldino Tri Cahyo (04)<br>3. Ghina Adilla Ilhamsani (14)<br>4. Nadya Hamesha P. (22)<br>5. Reza Nanda B (28)<br>6. Wadhaa Zakiyatul M (35)<br><br>B. Ringkasan Berita<br>Kaum nelayan di Indonesia sering terlibat dalam konflik sosial,karena potensi sumberdaya perikanan tangkap di Indonesia cenderung berkurang atau semakin langka<br><br>C. Analisis Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial<br>Dominasi yang bersumber pada perbedaan tingkat teknologi penangkapan merupakan pemicu ketimpangan sumberdaya tersebut<br><br>D. Saran Kelompok terhadap Fenomena tersebut<br>Nelayan sebaiknya bisa memanfaatkan teknologi modern yang sudah ada agar potensi sumberdaya perikanan tangkap di Indonesia bisa meningkat<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-19 01:06:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753624169</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kampung Naga Menolak Listrik Masuk </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753630053</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Nama Anggota Kelompok (No. Absen)<br>1. Aditya Apta M. (02)<br>2. Devania Sarah A.N (10)<br>3. Najwa Azizah (23)<br>4. Riffa Rahmat S. (29)<br>5. Salwa Aqfina Z. (30)<br>6. Shafira R. (31)<br><br>B. Ringkasan Berita<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Masyarakat Kampung Naga menolak listrik masuk ke desa mereka karena ingin mempertahankan aturan adat dari leluhur mereka &nbsp;<br><br>C. Analisis Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial<br>Faktor Internal karena masyarakat kampung naga mempertahankan aturan adat dari leluhur mereka&nbsp;<br><br>D. Saran Kelompok terhadap Fenomena tersebut<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kami menyarankan agar masyarakat kampung naga lebih terbuka terhadap arus globalisasi agar masyarakatnya tidak tertinggal&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-19 01:09:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753630053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MENGATASI  KETIMPANGAN PENDIDIKAN DI DAERAH TERTINGGAL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753633933</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Nama Anggota Kelompok (No. Absen)<br>1.&nbsp; Anisa&nbsp;Wahyu/6<br>2. Chandra Junianto/8<br>3. Dhiaz Erta/11<br>4. Galih Wiranto/13<br>5. Muh.Jiwa/19<br>6. Reno Ardiyan/27<br><br>B. Ringkasan Berita<br>Kemiskinan ekstrem, tidak adanya dukungan keluarga yang memadai, keragaman suku yang bermukim dalam satuan administratif, serta metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan konteks lokal menjadi alasan sulitnya mewujudkan kualitas pendidikan yang merata. Tantangan-tantangan ini berakar pada permasalahan-permasalahan mendasar, yaitu faktor geografis, keterbatasan akses dan infrastruktur pendidikan, keterbatasan guru atau tenaga pendidik, serta hambatan sosial-budaya.<br><br>C. Analisis Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial&nbsp;</div><ul><li>karena Perekonomian yang tidak mendukung.</li><li>Kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan.</li><li>Pembangunan yang tidak merata terhadap wilayah-wilayah kecil.</li></ul><div><br>D. Saran Kelompok terhadap Fenomena tersebut&nbsp;<br>saran dari kelompok kami yaitu sebaiknya pemerintah setempat harus lebih memperhatikan untuk pendidikan didaerah daerah yang tertinggal.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-19 01:12:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753633933</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753636806</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Nama Anggota Kelompok&nbsp;4<br>1. Aliffia Chealsea (05)<br>2. Dea oktavia (09)<br>3. Kaylia tresna (16)<br>4. M. Riggit (20)<br>5. R.aj Khairunnisa S (25)<br>6. Shazna Azizah (32)<br><br>B. Ringkasan berita<br>Suku Sakai di Riau menjadi salah satu dari sekian poin yang membuat suku Sakai berbeda tetapi cukup membingungkan karena tidak adanya identitas yang stabil tumbuh disuku sakai (karena masih menggantungkan kehidupannya pada alam) dan menolak adanya kemauan untuk maju sehingga suku ini disebut suku terasing&nbsp;<br><br>C. Analisi Faktor Penyebab<br>Faktor ketimpangan sosial yang terjadi disuku sakai disebabkan belun adanya kesepahaman yang sama atas upaya untuk kemajuan suku sakai<br><br>D. Saran Kelompok&nbsp;<br>Pemerintah melakukan diskusi dengan masyarakat adat, sehingga pemerintah dapat merumuskan program untuk pemberdayaan yang tepat untuk mengatasi ketimpangan sosial masyarakat sakai&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kompasiana.com/nadiakamila/5528f227f17e61c4218b456d/suku-sakai-di-riau-terasing-atau-diasingkan" />
         <pubDate>2023-10-19 01:14:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753636806</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fasilitas Kesehatan Yang belum Memadai</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753645377</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Nama Anggota Kelompok (No. Absen)</div><div>1. Arafa Yusra C (7)</div><div>2.Farrent Okta &nbsp; (12)</div><div>3.Muh. Fakih H &nbsp; (18)</div><div>4.Muthiya Khanza (21)</div><div>5.Tiara Aulya P&nbsp; &nbsp; (34)</div><div>6.Zalfa Anisah&nbsp; &nbsp; &nbsp;(36)</div><div><br></div><div>B. Ringkasan Berita</div><div>&nbsp;Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit yang belum memadai terutama di daerah terpencil.</div><div><br></div><div>C. Analisis Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial</div><div>&nbsp; &nbsp;Faktor yang membelakangi faktor tersebut adalah karena adanya perbedaan kondisi demografis. Yang dimana wilayah tersebut sulit berkembang dikarenakan penduduk di wilayah terpencil cenderung masih awan atau belum semua penduduk di wilayah tersebut memiliki pendidikan yang cukup.&nbsp;</div><div><br></div><div>D. Saran Kelompok terhadap Fenomena tersebut</div><div>&nbsp; &nbsp;Menurut kami, Pemerintah pusat juga perlu memerhatikan wilayah” terpencil yang ada. Karena mereka yang memerlukan perawatan khusus serta peningkatan kualitas SDM mereka. Untuk dapat melayani masyarakat disana selain memberikan fasilitas peralatan &amp; perlengkapan bagi puskesmas wilayah mereka.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-19 01:19:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karenpricilla24/ciffcjf8wcwckmcr/wish/2753645377</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
