<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Hakikat Sains by Pinaka Elda Swastika</title>
      <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains</link>
      <description>https://www.bbc.com/indonesia/majalah-57861148</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-01 15:02:08 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-03-09 02:33:40 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title> Diskusi Hakikat Sains</title>
         <author>pinakaelda</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2071653147</link>
         <description><![CDATA[<div>Silahkan Anda baca Artikel pada link di atas, kemudian tulislah pada padlet ini informasi-informasi yang ada pada bacaan berdasarkan hakikat sains dan karakteristik-karakteristik sains.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.bbc.com/indonesia/majalah-57861148" />
         <pubDate>2022-03-01 15:09:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2071653147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Salsabila Difa Tazkiya_21417141071</title>
         <author>salsabiladifa2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085104604</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains pada hakikatnya merupakan kumpulan pengetahuan. Pengetahuan tersebut dihasilkan melalui proses pencarian fakta-fakta yang ada di lapangan kemudian diolah menjadi konsep, teori, hingga menghasilkan suatu hukum dan dapat dijadikan sebagai pengetahuan. Sama halnya dengan para ilmuwan yang mengumpulkan pengetahuan mengenai virus corona. Mereka meneliti varian virus serta karakteristiknya untuk bisa menemukan hubungan yang ada antarvirus tersebut. Dengan fakta yang mereka peroleh, mereka bisa mengembangkan cara untuk membasmi atau menghilangkan virus corona seperti virus-virus yang sudah ada sebelumnya. Disamping itu, sains juga memiliki karakteristik-karakteristik yang membedakannya dengan ilmu lainnya. Salah satu Karakteristik yang ada yaitu dinamis. Sains bersifat dinamis memiliki arti bahwa ilmu yang ada dalam sains akan selalu berkembang dan menghasilkan konsep, teori, dan hukum baru. Pada artikel diatas, diberikan fakta bahwa virus corona akan selalu berkembang dan bermutasi sehingga para ilmuwan akan terus memperbarui penelitian mereka mengikuti perekambangan virus yang ada. Selain itu, terdapat sifat terbuka dalam karakteristik sains. Terbuka memiliki arti bahwa proses sains berlangsung terus sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Dalam artikel diatas disebutkan juga bahwa varian virus corona akan terus berkembang sehingga para ilmuwan tidak berehenti untuk mengembangkan vaksin yang bisa melindungi manusia dari serangan virus tersebut.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:13:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085104604</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasna Auliyatul Umma_21417141076</title>
         <author>hasnaauliyatul2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085104676</link>
         <description><![CDATA[<div>Artikel menyampaikan prediksi dan skenario hasil pemikiran ilmuwan terhadap keberadaan virus corona. Hal tersebut menunjukan bahwa sains telah disusun secara sistematik dari kumpulan pengetahuan dalam jangka waktu yang panjang. Pada kasus ini ilmuwan membandingkan fenomena corona dengan flu yang pernah terjadi dimasa lampau. Kemudian, para ilmuwan memproses segala informasi yang mereka miliki, baik ide maupun penjelasan skenario, sehingga kita dapat melihat sains sebagai sebuah proses berpikir. Ilmuwan saat ini juga masih terus melakukan penyelidikan untuk mempelajari dan mengatasi virus coron yang terus bermutasi.&nbsp;<br><br></div><div>Selain mencerminkan hakikat sains diatas, pada penjabaran artikel dapat dilihat pula beberapa karakteristik sains yang dapat kita temukan. Pertama, dinamis dan sistematis-metodik, pengetahuan yang didapatkan oleh ilmuwan yang menguji dilakukan melalui tahapan-tahapan ilmiah. Tentatif dan terbuka, seperti yang kita ketahui hasil dari penelitian virus corona ini masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya. Virus corona yang masih bermutasi dan berkembang, memungkinkan adanya teori atau pengetahuan baru muncul yang memiliki kemungkinan berbeda dengan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Netral dan objektif, siapapun dapat menggunakan sains serta produk sains bukanlah suatu subjektifitas pribadi. Universal, pengujian dan hasil pengujian maupun penelitian ilmuwan terkait virus corona berlaku umum selama belum ada yang memperbaikinya. Terakhir, relatif, cara suatu bidang ilmu memandang fenomena ini tentunya berbeda. Ilmu biologi, ilmu kedokteran, maupun ilmu kimia, memiliki sudut pandang dalam menelaah virus corona ini secara berbeda tergantung pemfokusan bidang tersebut.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:13:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085104676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Oktia Dinda Kholisya_21417141075</title>
         <author>oktiadinda2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085118377</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejatinya sains terdiri dari tiga hakekat, dan salah satunya adalah kumpulan penetahuan (<em>a body of knowledge</em>). Kumpulan pengetahuan tersebut dapat berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum, teori, serta model. Salah satu fakta yang ada dalam artikel “Covid-19 mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang - jadi bagaimana kita bisa hidup dengan virus corona?” adalah pernyataan bahwa WHO memperkirakan ada sekitar 290.000 hingga 650.000 orang di seluruh dunia meninggal dunia karena penyakit yang terkait dengan flu setiap tahun. Pernyataan tersebut adalah fakta yang ditulis berdasarkan data dari WHO mengenai perkiraan jumlah orang yang meninggal dunia akibat penyakit flu di setiap tahunnya.<br><br></div><div>Contoh dari karakteristik dari sains adalah tentatif dan terbuka. Tentatif sendiri dapat diartikan sebagai sementara, belum pasti, atau masih dapat berubah. Jadi, hasil atau produk sains yang berupa konsep, prinsip, hukum dan teori ini masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya. Sedangkan yang dimaksud dengan terbuka adalah&nbsp;proses sains berlangsung terus sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan dan dapat menhasilkan temuan-temuan baru. Adapun contoh informasi yang bersifat tentatif dan terbuka dalam artikel tersebut adalah pernyataan bahwa vaksin covid-19 yang tersebar pada saat ini belum bisa memberikan efek yang sama seperti vaksin cacar yang mampu memotong penyebaran virus cacar. Penelitian mengenai vaksin covid-19 tersebut masih bersifat sementara dan akan terus berlanjut, sehingga bisa saja nantinya akan ditemukan vaksin yang mampu menghentikan penyebaran virus ini.&nbsp;<br><br></div><div>Dalam artikel tersebut juga dapat dijumpai sebuah fakta tentang covid-19 yang sesuai dengan karakteristik dinamis. Artikel ini terbit pada tanggal 25 Juli 2021, oleh karena itu penulis menuliskan bahwa varian virus corona yang besar hanya ada empat, termasuk yang paling mudah menular, varian delta. Namun seiring bertambahnya waktu, varian virus corona semakin bertambah banyak, contohnya adalah varian omicron yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:23:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085118377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bayu Bimo Seno_21417141082</title>
         <author>bayubimo2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085121994</link>
         <description><![CDATA[<div>Artikel diatas memuat informasi mengapa Covid 19 tidak akan hilang dan cara kita hidup dengan virus corona. Penelitian pernah dilakukan kepada 100 orang ahli kesehatan dan 90% menjawab virus ini akan menjadi endemi dengan terus menyebar di berbagai daerah di dunia. Mereka menunjukan bukti ilmiah mengenai itu.<br>Virus Covid 19 tidak bisa disingkirkan karena merupakan penyakit menular sehingga sekalipun sudah divaksin tidak menutup kemungkinan akan tetap terkena.<br>Ilmuwan memprediksikan meskipun Virus ini sulit dikendalikan tetapi sebagian besar populasi sudah divaksin maka akan membentuk sebuah imun tersendiri pada tubuh.<br>Virus Covid 19 berbeda dengan flu yang berarti kita belum bisa memastikan apakah penanganan Virus ini harus dengan vaksin berkali-kali. Namun, penelitian menunjukan vaksin ampun melawan varian delta.<br>Karantina wilayah menjadi langkah penting dan strategis pemerintah dalam mengurangi penyebaran Virus. Namun, hal itu menimbulkan konsekuensi ekonomi.<br>Kebijakan memakai masker sangat disarankan para Ilmuwan meskipun di area dengan tingkat vaksinasi tinggi.<br>Perjalanan internasional adalah salah satu yang terdampak terutama negara dengan pendapatan rendah mengalami kerugian terbanyak.<br>Kunci dari imunitas adalah vaksin menjangkau seluruh lapisan masyarakat di dunia dengan adil.<br>Virus Covid terbukti dapat menular ke beberapa hewan dan mentransmisikan ke manusia, sehingga selama di alam masih ada hewan yang tertular maka bisa jadi manusia akan terus terinfeksi.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:26:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085121994</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fira Annisa Sabrina_21417141063</title>
         <author>firaannisa2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085123701</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan pada artiket tersebut, saya dapatkan yaitu salah satu dari hakikat sains. Contohnya Cara penyelidikan yang menunjukkan usaha manusia untuk menyelesaikan masalah, dalam artikel disebutkan beberapa aturan dalam menghadapi pandemi memicu kontroversi, seperti kewajiban memakai masker. Lalu, Layanan Kesehatan Inggris (NHS) telah merencanakan dosis ketiga atau booster vaksin sebelum musim dingin, yang akan diberikan kepada lebih dari 30 juta orang. Juga, dalam pertemuan G7 baru-baru ini, para pemimpin dunia dari tujuh negara dengan ekonomi terkuat (Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS) berjanji menyumbangkan satu miliar dosis vaksin ke negara-negara miskin.</div><div>&nbsp;</div><div>Adapu salah satu karakteristrik sains antara lain:</div><div>1. Objektif, bahwasannya dilihat dan dipahami siapa saja sama, tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Contohnya: Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global setelah diumumkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).</div><div>&nbsp;</div><div>2. Terbuka,&nbsp; yaitu proses sains berlangsung terus sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Contohnya: Profesor Heymann adalah satu dari banyak ahli yang meyakini Covid-19 akan menjadi penyakit endemik, artinya virus akan terus menyebar di sejumlah tempat dan populasi dunia untuk bertahun-tahun ke depan. Mutasi virus-virus flu sangat umum terjadi, sampai-sampai komposisi dari vaksin flu ditinjau ulang oleh jejaring badan kesehatan setiap tahun. Ada pula berbagai penyakit lain, seperti tetanus, yang membutuhkan dosis booster sepanjang hidup kita.</div><div>&nbsp;</div><div>3. Sistematis, pengujian kebenarannya melalui langkah-langkah yang runtut dan berurutan sesuai pola pikir metode ilmiah. Contohnya: Dalam skenario ini, virus Covid-19 akan terus ada tapi orang-orang telah mengembangkan semacam imunitas melalui vaksinasi dan infeksi alamiah.</div><div>Dengan begitu, kasus-kasus berat karena Covid-19 akan menjadi lebih sedikit, dan tingkat pelayanan rumah sakit juga tingkat kematian tidak akan setinggi sekarang.</div><div>"Saat virus ini berduplikasi di dalam sel-sel manusia, virus bermutasi dari waktu ke waktu. Dan beberapa mutasi yang dihasilkannya menyebabkan kekhawatiran."</div><div>Walau begitu, Uni Eropa telah mulai menerapkan Sertifikat Covid Digital, yang memperbolehkan warga negara dan penduduk melakukan perjalanan antarnegara tanpa pembatasan jika mereka sudah divaksin, memiliki hasil tes negatif, atau baru sembuh dari penyakit ini.</div><div>&nbsp;</div><div>4. Tentatif, nahwasannya&nbsp; teori ini masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya. Contohnya: Hingga saat ini, para ilmuwan masih meyakini bahwa virus corona berasal dari kelelawar dan kemungkinan melompat ke manusia melalui binatang perantara.</div><div>Dalam sebuah surat terbuka baru-baru ini, pimpinan WHO, Badan Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperingatkan ketiadaan vaksin di negara-negara miskin menciptakan kondisi yang mendorong munculnya varian-varian baru.</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:27:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085123701</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Noer Kharisma Intan Permana Putri_21417141046</title>
         <author>noerkharisma2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085128289</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada dasarnya terdapat tiga hakikat sains, yakni kumpulan pengetahuan, cara berpikir, dan cara penyelidikan. Kumpulan pengetahuan terdiri dari suatu fakta, prinsip, teori, konsep, dan model. Pandemi Covid - 19 ini merupakan suatu fakta yang sampai saat ini masih terjadi hinnga menyebabkan lebih dari 180 juta jiwa yang terinfeksi. Selain itu, penemuan varian Covid - 19 dan formula vaksin juga menggunakan teori yang bersifat tentatif yang mana dapat terus berubah. Hakikat yang kedua adalah cara berpikir. Adanya Pandemi Covid - 19 yang terus berkembang memunculkan rasa ingin tahu dari para ilmuwan yang akhirnya memunculkan suatu pemikiran dari Ilmuwan. Seperti dalam artikel bahwa para ilmuwan berpendapat bahwa Covid - 19 tidak akan hilang yang mana akan menjadi suatu penyakit endemik. Berdasakan artikel itu pula disebutkan bahwa para imunolog, virolog, dan pakar kesehatan lain menganggap bahwa Sars - Cov 2 tidak bisa dimusnahkan dan akan menjadi Pendemi serta terus bersikulasi di sejumlah tempat. Yang mana hal itu membuktikan bahwa banyak sekali ilmuwan yang terus mengeluarkan pemikirannya terkait Pandemi Covid - 19. Selanjutnya, hakikat sains yakni cara penyelidikan. Hal ini berkaitan dengan metode serta hubungan sebab - akibat dalam menyelesaikan masalah. Dalam permasalahan Pandemi Covid - 19 upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan para ilmuwan yang&nbsp; terus mengupayakan adanya vaksin yang dianggap dapat meminimalisir penyebaran Covid - 19 dan mengurangi resiko berat dari efek Covid - 19.&nbsp; Selanjutnya jika dikaitkan dengan karakteristik sains kondisi saat ini memiliki kaitan yang erat. Seperti yang kita tahu sains memiliki karakterisitik yaitu empiris. Empiris diartikan bahwa penemuan sains berdasarkan metode ilmiah dan melalui tahapan - tahapan khusus. Sesuai dengan artikel tersebut bahwa dalam mengidentifikasi Covid - 19 dan analisis respons imun terhadap vaksin terlihat jelas memerlukan metode ilmiah dan terdapat tahapannya.  Karakteristik yang selanjutnya yaitu dinamis. Yang mana dalam penemuan varian dan penanganan Covid - 19 para ilmuwan menggunakan teori - teori baru dan terus mengembangkannya seperti yang disebutkan bahwa para ilmuwan pun masih akan terus memperbarui penelitiannya.</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:31:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085128289</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M.Ramadhani Islami_21417141060</title>
         <author>mramadhaniislami2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085135472</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains pada hakekatnya merupakan kumpulan pengetahuan, cara berpikir, dan cara penyelidikan. Kumpulan pengetahuan dalam sains berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum, teori, dan model. Berdasarkan artiker tersebut para ilmuan menerapkan pada ilmu sains untuk meneliti virus corona. Paul Hunter, Professor of Medicine di University of East Anglia, Inggris, menganalisis lebih lanjut. Dia meyakini vaksin-vaksin yang ada sekarang tidak akan mencegah kita terinfeksi Covid-19 di masa depan. Selain itu juga sains memiliki beberapa karakteristik yang di gunakan juga pada artiker tersebut salah satunya karakteristik dinamis. Seperti diketahui, Sains merupakan sekumpulan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui tahap-tahap metode ilmiah. Setiap saat orang melakukan kegiatan ilmiah, sehingga setiap saat akan ditemukan dan dirumuskan konsep-konsep, prinsip, hukum dan teori baru. Oleh karena itu, Sains bersifat dinamis, artinya selalu berkembang menghasilkan konsep-konsep, prinsip, hukum dan teori baru. Dari sudut pandang evolusi, virus ini butuh bermutasi supaya dia bisa menyebar ke lebih banyak orang. Virus yang berhasil adalah virus yang menyebar dengan mudah. Dalam skenario ini, virus Covid-19 akan terus ada tapi orang-orang telah mengembangkan semacam imunitas melalui vaksinasi dan infeksi alamiah. Selain itu juga ada karakteristik objektif yaitu cara mengemukakan produk Sains selalu terlepas dari kebenaran pribadi, artinya bahwa kebenaran Sains bersifat objektif, dilihat dan dipahami siapa saja sama, tidak menimbulkan persepsi yang berbeda.&nbsp;Sama halnya yg dimuat dalam artikel bahwa mereka melakukan penelitian berdasarkan data dan fakta yang ada dilapangan sehingga tidak berdasarkan opini sendiri tetapi berdasarkan fakta penyebaran virus corona dan mutasi dari virus corona tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:37:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085135472</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dear Maulina Sinaga_21417141058</title>
         <author>dearmaulina2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085136382</link>
         <description><![CDATA[<div>Hakikat sains pada bacaan tersebut dapat kita lihat dari bagaimana para ilmuwan tidak hanya sekedar berpendapat dalam menggambarkan suatu fenoma alam, pada bacaan tersebut yaitu Covid-19 tetapi mereka berusaha menggambarkan dan menjelaskan kemungkinan covid-19 tidak akan pernah benar-benar hilang melalui&nbsp; hasil-hasil pengamatan/observasi.<br><br>Pada Januari, sebuah jurnal ilmiah yang yang dipublikasikan oleh Nature bertanya kepada 100 orang imunolog, virolog, dan pakar kesehatan apakah Sars-Cov-2 bisa dimusnahkan. Nyaris 90% menjawab tidak. Mereka berkata ada bukti bahwa virus corona akan menjadi endemi. Hal tersebut menunjukan salah satu karakteristik sains yaitu objektif, dimana para ilmuwan menjawab pertanyaan tersebut terlepas dari kebenaran pribadi. Kita dapat menerima teori tersebut karena memang teori tersebut sesuai kenyataan. Kenyataan bahwa para ilmuwan masih belum tahu berapa lama imunitas dari vaksin Covid-19 bisa bertahan dan masih menganalisis respon imun tubuh terhadap tipe vaksin yang berbeda juga menunjukkan karakteristik sains yaitu terbuka. Dimana proses sains berlangsung terus sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan.&nbsp;Dalam sains terdapat mekanisme kontrol yang bersifat terbuka untuk dapat diuji kembali oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:38:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085136382</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aprillian Pritaningrum_21417141068</title>
         <author>aprillianpritaningrum2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085137979</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan materi yang telah saya baca, hekekat sains dibagi menjadi 3 yaitu kumpulan pengetahuan, cara berpikir, dan cara penyelidikan. Dalam hakekat kumpulan pengetahuan, terdapat salah satu wujudnya yaitu fakta. Di dalam artikel dapat ditemukan sebuah fakta yaitu covid-19 tidak akan benar-benar hilang. Ditinjau dari hakekat cara berpikir, artikel tersebut sudah sangat jelas menuliskan beberapa pemikiran dan pendapat para ahli, salah satunya adalah David Heyman yang merupakan seorang Profesor Epidemiologi dan Penyakit Menular di London School of Health and Tropical Medicine. Beliau mengungkapkan bahwa pemberian vaksin tidak dapat mencegah penularan. Hanya saja dapat mengubah infeksi dan membuat penyakitnya lebih tidak berbahaya. Beliau berpikir bahwa orang-orang yang sudah divaksin masih dapat menularkan virus ke orang lain. Professor Heyman juga meyakini bahwa Covid-19 akan menjadi penyakit endemik, artinya virus akan terus menyebar di sejumlah tempat dan populasi dunia untuk bertahun-tahun ke depan. Hakikat sains yang terakhir yaitu menurut cara penyelidikan dapat diketahui melalui berbagai penelitian yang telah dituliskan pada artikel tersebut. Misalnya, Institut Kesehatan Nasional, Amerika Serikat telah memulai uji klinis kepada orang-orang yang divaksin penuh untuk mempelajari apakah suntikan booster akan menambah antibody dan memperpanjang proteksi. Tetapi hasil dari penelitian tersebut, para ilmuwan belum menemukan fakta berapa lama imunitas dari vaksin Covid-19 yang ada sekarang bisa bertahan. Hal ini disebabakan karena seluruh vaksin yang digunakan masih baru daj para peneliti masih menganalisis respons imun tubuh pada tipe-tipe vaksin yang berbeda.</div><div><br></div><div>Materi yang kedua yaitu karakteristik sains. Berdasarkan materi yang telah saya baca, karakteristik sains dapat dibagi menjadi relative, dinamis, tentative, objektif, netral, universal, sistematis-metodik, dan terbuka. Berdasarkan artikel yang telah saya baca, artikel tersebut telah menunjukkan adanya karakteristik sains di atas. Misalnya dinamis, karakteristik dinamis artinya sains selalu berkembang menghasilkan konsep-konsep, prinsip, hukum dan teori baru. Dapat dilihat dalam artikel tersebut, muncul teori-teori baru tentang Covid-19 (misalnya adanya teori bahwa Covid-19 tidak akan pernah hilang) merupakan salah satu wujud sains bersifat dinamis. Karakteristik selanjutnya adalah tentative. Tentative artinya sementara, sehingga hasil/produk Sains yang berupa konsep, prinsip, hukum dan teori ini masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya. Pada artikel tersebut juga menunjukkan bahwa sains bersifat tentative. Misalnya pengujian vaksin Covid-19 masih terus berlanjut untuk mengetahui sejauh mana keefektivan dosis vaksin untuk mengatasi virus corona. Karakteristik yang selanjutnya adalah universal. Dimana produk sains dapat digunakan secara meluas ke seluruh dunia. Berdasarkan artikel tersebut, hasil sains yang berupa dosis vaksin sudah mulai digunakan secara global. Hal itu menunjukkan bahwa sains bersifat universal.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:39:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085137979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pradana Pinasthika_21417141057</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085138499</link>
         <description><![CDATA[<div>Artikel tersebut berisi informasi mengapa Covid-19 tidak dapat menghilang dan bagaimana cara kita hidup bersama dengan virus corona. Pernah dilakukan penelitian terhadap 100 orang ahli kesehatan dan 90% menjawab virus ini kemudian akan menjadi endemi dan terus menyebar di berbagai daerah di dunia di mana terdapat bukti ilmiah mengenai itu.<br>&nbsp;Covid-19 tidak dapat dihilangkan karena merupakan penyakit yang menular sehingga walaupun sudah divaksin tidak menutup kemungkinan akan tetap terpapar virus tersebut. Ilmuwan memprediksi bahwa virus ini sulit dikendalikan namun apabila sebagian besar populasi sudah divaksin maka akan membentuk imun tersendiri pada tubuh manusia.<br>&nbsp;Covid-19 berbeda dengan flu biasa sehingga kita tidak dapat memastikan apakah penanganan virus ini harus dengan vaksin berkali-kali. Namun, penelitian menunjukan vaksin ampun melawan Covid-19 varian delta.<br>&nbsp;Karantina menjadi langkah tepat oleh pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus. Namun, hal itu menimbulkan konsekuensi ekonomi. Kebijakan dalam memakai masker sangat disarankan para ilmuwan meskipun di area dengan tingkat vaksinasi tinggi.<br>&nbsp;Perjalanan internasional adalah salah satu yang sangat berdampak, terutama negara dengan pendapatan rendah yang kemudian mengalami kerugian terbanyak.<br>&nbsp;Vaksin merupakan kunci imunitas yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat di dunia secara adil.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:40:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085138499</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bidayatul Hidayah_21417141080</title>
         <author>bidayatulhidayah2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085138970</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains pada hakikatnya merupakan suatu aktivitas manusia mengenai cara penyelidikan (a way of investigating), dimana para ilmuwan melakukan beberapa metode, eksperimen atau observasi untuk memahami suatu fenomena yang terjadi. Dalam artikel ini disebutkan bahwa Institut Kesehatan Nasional memulai uji klinis kepada orang-orang yang sudah di vaksin penuh apakah suntikan vaksin booster akan menambah antibodi seseorang. Dan pada kenyataannya para ilmuwan masih belum mengetahui berapa lama imunitas vaksin Covid-19 dapat bertahan. Para peneliti juga masih menganalisis respons imun tubuh manusia karena diberikan vaksin dengan tipe berbeda. Virus Covid-19 juga masih diyakini oleh para ilmuwan berasal dari kelelawar dan kemungkinan melompat ke manusia dengan melalui binatang perantara. Para ahli mengatakan bahwa selama masih ada binatang di alam yang bisa tertular virus maka akan selalu ada resiko dimana virus dapat menular ke manusia.&nbsp;<br><br></div><div>Terdapat beberapa karakteristik sains, dalam artikel ini salah satunya adalah karakteristik relatif. Dimana suatu fenomena yang sama dapat dideskripsikan secara berbeda bergantung pada sudut pandang perumus fakta tersebut. Pada beberapa negara mulai mencoba melakukan pengetatan dengan menetapkan lockdown dalam rangka menurunkan penyebaran virus Covid-19, akan tetapi di sisi lain juga membawa konsekuensi dalam bidang ekonomi dimana justru meningkatkan jumlah pengangguran. Selain itu adanya pembatasan perjalanan internasional yang menyebabkan dilema bagi pemerintahan, karena di satu sisi dapat mencegah penyebaran virus akan tetapi juga dapat menimbulkan kerugian di sektor pariwisata, seperti disebutkan oleh Badan PBB untuk Perdagangan dan Perkembangan diperkirakan mengalami kerugian sebesar US$1,4 triliun.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:40:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085138970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>El Ghiffar Firdhana Baskoro_21417141087</title>
         <author>elghiffar2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085139681</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains memiliki berbagai macam karakteristik dan hakikat. Seperti yang terkandung dalam artikel tersebut. Sebagai contoh dari karakteristik sains yaitu objektif dan universal yaitu : 1. Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global setelah diumumkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO)2. Faktanya, hingga hari ini WHO mengumumkan hanya dua penyakit yang disebarkan virus telah dihapuskan secara resmi, cacar dan sampar sapi.Kalimat tersebut objektif karena merupakan fakta yang ada datanya dan bisa diterima semua orang sekaligus universal karena informasinya terbuka secara umum dan dapat digunakan semua orangLalu contoh dari karakteristik dinamis, tentatif, dan terbuka yaitu : 1. Menurut David Heyman, Profesor Epidemiologi dan Penyakit Menular di London School of Health and Tropical Medicine. Vaksin-vaksin yang kita miliki saat ini, dalam beberapa keadaan, tidak mencegah penularan. Mereka hanya mengubah infeksi dan membuat penyakitnya lebih tak berbahaya. Orang-orang yang sudah divaksin masih dapat menularkan virus ini ke orang lain. 2. Paul Hunter, Professor of Medicine di University of East Anglia, Inggris, menganalisis lebih lanjut. Dia meyakini vaksin-vaksin yang ada sekarang tidak akan mencegah kita terinfeksi Covid-19 di masa depan. Pernyataan diatas berkarakteristik dinamis, tentative, dan terbuka karena kedua pernyataan tersebut akan terus berkembang melahirkan teori baru yang penelitian terkait vaksin ini masih terus berlanjut hingga waktu yang tidak ditentukan dan juga siapa saja boleh menyanggah teori tersebut atau malah menambah dengan penelitian mereka sendiri. Selain mengandung karakteristik sains, pernyataan-pernyataan diatas juga mengandung hakekat sains yaitu berupa informasi tentang covid-19Selain mengandung karakteristik sains, pernyataan-pernyataan diatas juga mengandung hakekat sains yaitu berupa informasi tentang covid-19 disertai juga dengan beberapa teori-teori para ahli yang mendukung.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:41:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085139681</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chantisya Christian Septania_21417141054</title>
         <author>chantisya0176fis2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085140182</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains harus dipandang sebagai cara berpikir untuk memahami alam, melakukan penelitian dan sebagai kumpulan pengetahuan. Pada hakekatnya, sains merupakan umpulan pengetahuan (a body of knowledge) yang menjadi kumpulan pengetahuan berupa Fakta yang menunjukkan kebenaran, seperti data terakhir dari Layanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa 82% dari seluruh pasien yang terinfeksi varian ini di antara Februari sampai Juni dan membutuhkan perawatan di rumah sakit belum divaksin atau baru divaksin satu dosis dan WHO memperkirakan sekitar 290.000 hingga 650.000 orang di seluruh dunia meninggal dunia karena penyakit yang terkait dengan flu setiap tahun. Selain itu sains merupakan cara berpikir (a way of thinking) dan cara penyelidikan (a way of investigating) seperti pada artikel tersebut terdapat para ilmuwan, ahli, dan pakar dalam bidang kesehatan masih berusaha untuk mengatasi covid-19 didasarkan rasa ingin tahu dan hasrat untuk memahami fenomena virus yang sedang melanda dunia. Cara berpikir para ahli kesehatan diimplementasikan dengan menguji vaksin Covid-19.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Selain adanya hakekat sains, pada artikel tersebut juga menunjukkan adanya karakteristik sains, yaitu bersifat relatif. Beberapa ahli atau pakar kesehatan dunia, memiliki pandangan terhadap virus corona. Ada yang berpendapat bahwa virus tersebut tidak dapat dimusnahkan dan ada pula yang beranggapan bahwa virus corona dapat dimusnahkan. Selain itu sains bersifat tentatif karena masih terbuka untuk dapat diuji kebenarannya sehingga masih bersifat sementara. Kenyataannya, para ilmuwan masih belum tahu berapa lama imunitas dari vaksin Covid-19 yang ada sekarang bisa bertahan. Ini disebabkan, seluruh vaksin masih baru dan para peneliti masih menganalisis respons imun tubuh pada tipe-tipe vaksin berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:41:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085140182</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Renaldy Rahaditya Bintang Islami_21417141084</title>
         <author>renaldyrahaditya2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085142997</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan artikel "Covid-19 mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang - jadi bagaimana kita bisa hidup dengan virus corona?" yang terdapat dalam BBC News karya Fernando Duarte tersebut, saya dapat menarik kesimpulan bahwa sains merupakan sebuah ilmu yang memikiki hakikat sebagai kumpulan pengetahuan serta informasi yang bermanfaat untuk masyarakat umum. Sebagai contoh, pada artikel terdapat informasi mengenai WHO yang memperkirakan sekitar 290.000 hingga 650.000 orang di seluruh dunia meninggal dunia karena penyakit yang terkait dengan flu setiap tahun. Hal tersebut merupakan contoh riset sains yang dapat digunakan sebagai pengetahuan serta informasi yang bermanfaat. Setelah mengetahui hasil riset bahwa ternyata virus covid memakan korban sebanyak itu, kita seharusnya semakin berhati-hati. Kemudian terdapat karakteristik sains dalam artikel tersebut, salah satunya yaitu terbuka. Secara universal, Institut Kesehatan Nasional menyatakan bahwa telah memulai uji klinis dengan orang-orang yang sudah divaksin penuh untuk mempelajari apakah suntikan booster akan menambah antibodi dan memperpanjang proteksi. Kenyataannya, para ilmuwan masih belum tahu berapa lama imunitas dari vaksin Covid-19 yang ada sekarang bisa bertahan. Ini disebabkan, seluruh vaksin masih baru dan para peneliti masih menganalisis respons imun tubuh pada tipe-tipe vaksin berbeda. Hal tersebut merupakan salah satu contoh karakteristik sains yang bersifat terbuka, umum/universal. Selama pandemi covid-19 yang berlangsung hingga saat ini, para ilmuwan masih terus membuat riset mengenai varian virus corona, dampak virus tersebut, serta penelitian mengenai vaksinasi. Apabila covid-19 tidak bisa musnah di dunia ini, dalam waktu yang lama maka kita akan hidup berdampingan dengan virus tersebut seperti kita telah terbiasa dengan penyakit flu. Oleh karena itu para ilmuwan secara terus menerus meneliti serta mencari tahu sampai kapan virus tersebut dapat dihilangkan.&nbsp;<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:44:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085142997</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Esty Mei Shita_21417141049</title>
         <author>estymeishita</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085145133</link>
         <description><![CDATA[<div>Hakikat sians adalah kumpulan informasi ilmiah yang didapatkan melalui tes uji coba hipotesis dan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan. Hal ini sama dengan apa yang ada pada artikel di tersebut, dimana artikel tersebut mengandung informasi-informnasi mengenai covid-19 dan penyebarannya berdasarkan tes uji coba hipotesis melalui survei dan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan. salah satu buktinya tercermin dari kalimat "data terakhir dari Layanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa 82% dari seluruh pasien yang terinfeksi varian ini di antara Februari sampai Juni dan membutuhkan perawatan di rumah sakit belum divaksin atau baru divaksin satu dosis."<br><br>berdasarkan artikel tersebut juga ada beberapa informasi mengenai covid-19 yang mencerimkan bentuk dari karakteristik sains yaitu:<br>1.&nbsp; dinamis,&nbsp; selalu berkembang menghasilkan konsep-konsep, prinsip, hukum dan teori baru. yang dilihat dari berbagai uji coba penelitan yang dilakukan oleh para ahli mengenai seberapa banyak dosis vaksin yang harus digunakan, dimana penelitian terus dilakukan guna menjawab pertanyaan tersebut, karena hingga sekarang belum ada kepastian akan banyaknya dosis vaksin yang diperlukan untuk menghadapi tingkat mutasi dari Covid-19, karena respon imun tubuh terhadap tipe vaksin setiap orang berbeda-beda.<br>2. tentatif,&nbsp; kebenaran produk Sains tersebut bersifat sementara. ini dapat dilihat dari bagaimana peran vaksin yang dijelaskan pada artikel, vaksin dianggap dapat mencegah terjangkit dari covid-19 namun muncul teori baru yang menyatakan vaksin dilakukan hanya dapat mengubah infeksi dan membuat penyakit menjadi sedikit tidak berbahaya.<br>3. terbuka, proses Sains berlangsung terus sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Para ilmuwan masih melakukan beberapa riset untuk mencari kebenaran baru mengenai cara mencegah penyebaran covid-19 dan mengakhiri pandemi corona.<br>4. Sistematik-metodik, dikembangkan selalu memenuhi sifat sistematis, artinya penemuan kebenarannya berdasarkan metode ilmiah, para ilmuwan dalam mencari kebenaran mengenai covid-19 melakukan berbagai penelitian yang dilakukan sesuai dengan metode ilmiah yang telah ada.<br>5. relatif,&nbsp; tergantung dari sudut pandang si perumus fakta itu. karakteristik ini dilihat dari survei yang telah dilakukan mengenai kebijakan pemakaian masker yang mana menghasilkan, ada orang yang mendukung kebijakan ini, dan ada juga yang menganggap hak memakai atau tidaknya masker tergantung kepada individu masing-masing.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:45:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085145133</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lu&#39;lu Ariiba Dhiya Jannah_21417141078</title>
         <author>luluariiba2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085147866</link>
         <description><![CDATA[<div>Hakikat sains adalah kumpulan pengetahuan yang berkaitan dengan alam di mana antara suatu pengetahuan dengan pengetahuan lainnya memiliki hubungan yang berasal dari hasil penelitian atau observasi. Dalam artikel diatas menunjukan bahwa para peneliti sendiri meneliti menganai virus sars-cov-19 untuk menemukan apakah&nbsp; sar-cov-2 dapat dimusnahkan, dimulai dengan penelitian mengenai vaksin (yang paling utama), kemudian lockdown di berbagai tempat, penggunaan masker dan apakah binatang dapat menularkan covid-19.<br><br></div><div>Pada artikel tersebut juga mencerminkan berberapa karakteristik dari sains, berberapa penelitian yang di kemukakan oleh berberapa ahli pada artikel tersebut seperti David Heyman, Profesor Epidemiologi dan Penyakit Menular&nbsp; dan Paul Hunter, Professor of Medicine di University of East Anglia yang meneliti tentang vaksin, mereka melakukan penelitian tersebut melalui eksperimen dan observasi serta mencari penjelasannya melalui proses pemikiran untuk mendapatkan alasan atau argumentasinya sehingga sudah pasti bahwa penelitian tersebut konkret (nyata), logis (masuk akal) dan objektiv (apa adanya)<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:48:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085147866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Masayu Retno Miranti_21417141050</title>
         <author>masayuretno2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085148160</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada hakekatnya sains merupakan kumpulan pengetahuan, cara berpikir, dan cara penyelidikan pada suatu objek. Seperti pada artikel tentang Covid-19 tersebut, para ilmuwan awalnya mengumpulkan hasil penemuannya mengenai Covid-19 dan mengumpulkannya sesuai dengan bidang kajiannya. Kemudian dari hal tersebut munculah usaha manusia untuk menyelesaikan masalah. Yang kemudian, para ilmuwan&nbsp; melakukan penelitian mengenai virus tersebut dan meneliti karakteristiknya. Yang kemudian ditemukan hasil bagaimana cara untuk menangani virus tersebut walaupun hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang ampuh untuk virus ini.&nbsp;<br><br>Kemudian untuk karakteristik sains sendiri yaitu empiris. Dapat dikatakan empiris karena sains dapat dibuktikan dengan pengamatan (observasi) penelitian atau eksperimen yang dapat kita lihat dari pembuatan vaksin untuk menangani penyakit ini yang melalui banyak eksperimen dan penelitian. Karakteristik selanjutnya adalah terbuka, yang artinya proses sains masih akan terus berkembang sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sehingga penelitian mengenai virus Covid-19 dan tentang vaksinasi ini masih terus berkembang sampai saat ini.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:48:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085148160</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ade Rizqi Rachman_21417141079</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085148789</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari artikel yang disajikan banyak sekali informasi yang didapat. Para ahli berpendapat bahwa covid tidak bisa sepenuhnya hilang dari dunia. Dengan banyaknya vaksin yang telah dilakukan diseluruh dunia, ilmuwan pun belum yakin berapa lama imunitas akan bertahan untuk menghadapi virus. Telah banyak cara dilakukan berbagai negara untuk mengurangi penyebaran covid, namun belum berhasil. Bahkan dari penelitian yang dilakukan di Denmark hewan Cerpelai pun bisa menularkan virus covid-19 pada manusia.&nbsp;<br><br>Hakikat sains yang bisa didapatkan dari artikel yang telah disajikan adalah&nbsp; cara penyelidikan (a way of investigating). Para ilmuwan dari seluruh dunia saling membantu untuk mengatasi virus ini. Mereka melakukan berbagai penelitian tentang virus covid-19 untuk mengetahui cara bagaimana virus ini hidup, menyebar, dan berkembang biak. Para ilmuwan juga melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi virus. Mereka melakukan penelitian dan observasi untuk menemukan jawaban dari yang mereka cari. Ini sesuai dengan hakikat sains ini.&nbsp;<br><br>Dari artikel yang disajikan juga diketahui karakteristik sains yaitu dinamis. Virus covid-19 dari pertama kali muncul sampai saat ini telah berkembang dengan dinamis. Virus ini bermutasi denga sangat cepat dan mudah. Banyak varian dari virus ini yang muncul. Oleh sebabitu, akan muncul teori dan prinsip-prinsip baru mengenai virus ini seiring dengan berjalannya waktu. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:48:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085148789</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amrina Rosyada Han_21417141081</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085149493</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari artikel tersebut, saya mendapatkan beberapa informasi yang berhubungan dengan hakikat serta karakteristik sains yang akan saya jabarkan kedalam beberapa poin - poin&nbsp;<br>berikut&nbsp; :&nbsp;</div><div><br></div><div>*Hakikat Sains*</div><div>-Kumpulan Pengetahuan&nbsp;</div><div>&nbsp; 1. Covid 19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang diseluruh dunia</div><div>&nbsp; 2. Lockdown dapat membantu melambatkan penyebaran virus dan meringankan beban sistem kesehatan, tetapi lockdown juga membawa konsekuensi ekonomi, termasuk meningkatnya jumlah pengangguran.</div><div><br></div><div>-Cara Berpikir</div><div>&nbsp; 1. Sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Nature bertanya kepada 100 orang imunolog, virolog, dan pakar kesehatan dari seluruh dunia apakah Sars-Cov-2 bisa dimusnahkan. Nyaris 90% dari responden menjawab 'tidak'. Ada bukti, kata mereka, bahwa virus corona akan menjadi endemi dan akan terus bersirkulasi di sejumlah tempat di dunia.</div><div><br></div><div>-Cara Penyelidikan</div><div>&nbsp; 1. Di Amerika Serikat, Institut Kesehatan Nasional telah memulai uji klinis dengan orang-orang yang sudah divaksin penuh untuk mempelajari apakah suntikan booster akan menambah antibodi dan memperpanjang proteksi.</div><div><br></div><div>*Karakteristik Sains*</div><div>-Relatif&nbsp;</div><div>&nbsp; 1. Masker telah umum dipakai di beberapa negara Asia, tapi tidak di bagian dunia yang lain.</div><div>&nbsp; 2. Beberapa pihak mendukung agar pemerintah mengimbau pemakaian masker di dalam ruangan sebagai bagian dari kampanye kesehatan publik, tapi beberapa pihak lain mengatakan ini sepenuhnya terserah kepada masing-masing individu.</div><div><br></div><div>-Dinamis</div><div>&nbsp; 1. WHO memperkirakan sekitar 290.000 hingga 650.000 orang di seluruh dunia meninggal dunia karena penyakit yang terkait dengan flu setiap tahun. Tetapi penyakit-penyakit ini sudah bisa ditangani, dengan korban kematian yang bisa dikalkulasi.</div><div><br></div><div>-Tentatif</div><div>&nbsp;1. Para ilmuwan masih belum tahu berapa lama imunitas dari vaksin Covid-19 yang ada sekarang bisa bertahan. Ini disebabkan, seluruh vaksin masih baru dan para peneliti masih menganalisis respons imun tubuh pada tipe-tipe vaksin berbeda.</div><div><br></div><div>-Sistematik Metodik</div><div>&nbsp; 1. Berbagai studi memperlihatkan virus ini bisa menginfeksi kucing, kelinci, hamster dan terutama sangat mudah menular di kalangan cerpelai. Ilmuwan di Denmark menemukan bukti transmisi dari cerpelai ke manusia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:49:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085149493</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arzeta Ackha Syaedatina_21417141085</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085151036</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains&nbsp; pada hakikatnya suatu pengetahuan berdasarkan observasi, cara berpikir yang berkaitan dengan alam dan dapat diuji kebenarannya dengan kondisi dan syarat yang sama. Dalam artikel tentang virus corona tersebut memberikan gambaran bahwa karakteristik sains terdapat dinamis yang mana ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah dan selalu berkembang menghasilkan konsep-konsep, prinsip, hukum dan teori baru. Seperti&nbsp; pendapat-pendapat para ilmuwan yang ada dalam artikel dimana teori yang mereka kemukakan selalu berkembang dan berbagai sudut pandang. Namun dari beberapa pengetahuan yang dikemukakan juga berdasarkan fakta yang mana dapat dideskripsikan tergantung dari sudut pandang para ilmuwan sesuai dengan kondisi dan fenomena yang ada.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:50:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085151036</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putri Astuti_21417141052</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085152128</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains dapat didefinisikan sebagai suatu pengetauan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas/khusus, yaitu dengan melakukan obeservasi eksperimen, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, obeservasi dan demikian seterusnya kait-mengait anatara cara yang satu dengan cara yang lain. Dalam artikel “Covid-19 Mungkin Tidak Akan Pernah Benar-Benar Hilang Jadi Bagimana Kita Bisa Hidup dengan Virus Corona?” memuat beberapa informasi yang merupakan hakekat sains. Pada artikel tersebut memuat fakta bahwa Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global setelah diumumkan sebagai pandemi oleh WHO dan vaksin-vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan belum bisa memberikan efek yan memuaskan. Pada artikel ini juga dipaparkan mengenai para ilmuwan yang terus meneliti mengenai virus ini dan vaksin yang diyakini dapat meredakan virus ini. Artikel ini juga memaparkan mengenai pemberian vaksin dosis ketiga dan memulai uji klinis dengan orang-orang yang sudah divaksin penuh untuk mempelajari apakah suntikan dosis ketiga akan menambah antibodi dan memperpanjang proteksi. Selain itu, artikel ini juga memaparkan bahwa virus ini dapa juga menginfeksi kucing, kelinco, hamster dan terutama sangat mudah menular dikalanga cerpelai. Hal tersebut dibuktikan oleh ilmuwan di Denmark yang menemukan bukti transmisi dari cerpelai ke manusia.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:51:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085152128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tri Utami_21417141053</title>
         <author>triutami7241</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085152788</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains merupakan ilmu pengetahuan yang dipelajari oleh manusia dari kegiatan pengamatan dan penelitian untuk mengetahui teori yang telah disepakati. Dalam artikel tersebut, para ilmuwan melakukan penelitian dan pengamatan terkait dengan virus Covid-19. Mereka mencoba meneliti tentang hal yang dapat menghentikan virus-Covid 19. Tetapi para ilmuwan berpendapat bahwa pendemi ini tidak akan hilang dalam waktu dekat.&nbsp;<br><br></div><div>Salah satu karakteristik sains adalah harus rasional, artinya sains merupakan pemikiran secara nalar dan logis. Dalam artikel tersebut para ilmuwan mengatakan bahwa virus Covid-19 berasal dari kelelawar yang disebarkan ke manusia melalui perantara. Hal tersebut merupakan pemikiran yang pasti sudah melalui pengamatan dan penelitian terlebih dahulu.&nbsp; Karakteristik yang selanjutnya adalah objektf, artinya harus sesuai dengan fakta. Dalam artikel tersebut, menurut Professor Heymann, virus Covud-19 akan menjadi penyakit endemik, artinya akan terus menyebar ke sejumlah wilayah dan populasi manusia untuk bertahun-tahun kedepan. Hal tersebut sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan bahwa vaksin yang berkembang saat ini belum diketahui berapa lama akan bertahan imunitasnya di tubuh manusia.&nbsp;Vaksin yang ada saat ini juga belum memberikan efek yang sama dengan vaksin dari virus-virus yang telah berkembang sebelumnya, seperti cacar dan sampar sapi.<br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:52:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085152788</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iwing Puji Lestari_21417141061</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085153591</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan artikel tersebut terdapat informasi yang saya peroleh. Dalam hal ini artikel tersebut menyajikan berbagai informasi yang berupa kumpulan pengetahuan (a way of knowledge) mengenai adanya virus covid sebagi suatu pandemi yang dimana menurut para ilmuan tidak akan hilang dalam waktu dekat sehingga menjadi endemi karena&nbsp; terdapat beberapa alasan mengapa virus tersebut tidak dapat hilang seperti halnya cacar dan sampar sapi yang harus dapat ditekan laju pertumbuhannya dengan vaksin. Hal tersebut menimbulkan berbagai pemikiran dan argumentasi para ilmuwan yang disusun dari hasil observasi dan dijelaskan melalui pikiran dan alasan (cara berpikir atau a way of thinking) seperti pendapat David Heyman, Profesor Epidemiologi dan Penyakit Menular di London School of Health and Tropical Medicine yang menyatakan "Vaksin-vaksin yang kita miliki saat ini, dalam beberapa keadaan, tidak mencegah penularan. Mereka hanya mengubah infeksi dan membuat penyakitnya lebih tak berbahaya. Orang-orang yang sudah divaksin masih dapat menularkan virus ini ke orang lain”. Sehingga dapat dikatakan bahwa virus ini tidak akan musnah melainkan dapat ditekan melalui vaksinasi dan infeksi alamiah. Dalam hal ini belum ada yang mengetahui secara pasti apakah vaksinasi akan terus dilakukan. Namun, vaksinasi dianggap manjur dalam melawan covid termasuk yang paling menular yaitu delta. Hal itu dapat dibuktikan dari data terakhir dari Layanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa 82% dari seluruh pasien yang terinfeksi varian ini di antara Februari sampai Juni dan membutuhkan perawatan di rumah sakit belum divaksin atau baru divaksin satu dosis (cara penyelidikan atau a way of investigating dengan mendasarkan pada suatu kegiatan atau eksperimen dengan memfokuskan pada hubungan sebab akibat). Karena penyebaran virus tersebut maka kebijakan lockdown pun dilakukan. Selain kebijakan tersebut, terdapat aturan kewajiban memakai masker seperti yang disarankan oleh para ilmuwan, sebagai salah satu cara menahan penyebaran Covid-19, bahkan di area dengan tingkat vaksinasi tinggi. Virus ini juga berdampak pada kehidupan internasional seperti contoh banyak pemerintahan yang dilema antara kejatuhan ekonomi bila perbatasan negara ditutup untuk perjalanan non-esensial dan kebutuhan untuk melindungi populasi dari virus. Sehingga menimbulkan berbagai aturan yang berbeda setiap negara. Selain hal tersebut, virus ini juga menyebabkan permasalahan mengenai tidak adanya demokrasi vaksin. Penelitian mengenai virus ini terus berkembang. Hingga saat ini, para ilmuwan masih meyakini bahwa virus corona berasal dari kelelawar dan kemungkinan melompat ke manusia melalui binatang perantara. Para ahli juga berkata bahwa selama masih ada binatang di alam yang bisa tertular virus ini, maka selalu ada risiko virus ini bisa menulari manusia. Dalam artikel tersebut memuat beberapa karekteristik sains seperti dinamis, terbuti bahwa penelitian mengenai virus corona ini masih terus berkembang hingga saat ini. Sistematik metodik, bahwa informasi informasi yang disajikan berdasarkan data dan fakta dengan berdasarkan metode ilmiah seperti contoh "Data yang diumumkan WHO bahwa Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global ". Universal, berarti bahwa informasi yang disajikan tadi berlaku untuk umum siapapun dan kapanpun dapat mengakses informasi tersebut.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:52:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085153591</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fernando Antonio Sentosa_21417141059</title>
         <author>fernandoantonio2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085154127</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains merupakan kumpulan pengetahuan, cara berfikir, dan cara penyelidikan terhadap suatu hal yang ingin diketahui kebenarannya. Berdasarkan artikel mengenai virus covid 19, banyak ilmuan dan ahli yang berpendapat tentang penyingkiran virus covid, vaksinasi, lockdown, penggunaan masker, perjalanan internasional, dan penularan covid melalui hewan. Pendapat-pendapat tersebut tentunya merupakan sebuah kumpulan pengetahuan, cara berfikir, dan cara penyelidikan tentang virus covid dan hal-hal yang berhubungan dengan covid. Para ilmuan tersebut mengemukakan pendapat harus berdasarkan penelitian ataupun data yang valid. Kevalid an data sangat diperlukan guna menarik kepercayaan masyarakat luas agar meminimalisir adanya kesalahpahaman.&nbsp;<br><br></div><div>Berdasarkan contoh karakteristik sains relatif dan tentatif. Relatif merupakan Kerelativan suatu fenomena jika si pengamat berada dalam fenomena itu atau si pengamat hanya dapat mengamati sebagian dari fenomena itu. Jadi berdasarkan karakteristik relatif ini, perbedaan pemikiran atau pendapat antar ilmuan mengenai covid-19 sangatlah wajar. Karena setiap ilmuan pasti mengemukakan pemikiran berdasarkan apa yang mereka lihat dan berdasarkan sudut pandang masing-masing. Tentatif merupakan konsep, prinsip, hukum dan teori ini masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya, artinya kebenaran produk Sains tersebut bersifat sementara (tentatif). Seperti yang kita ketahui, penelitian mengenai virus covid-19, vaksin covid-19, dan penyebaran covid-19 belum menemukan titik terang. Sehingga, berdasarkan karakteristik tentatif ini, konsep/teori dari ilmuan lain perlu diuji kebenarannya. Terutama mengenai virus covid yang selalu saja ada varian-varian lain. Para ilmuan akan selalu berupaya meneliti dan menguji kebenaran mengenai varian-varian covid tersebut.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:53:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085154127</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alma Fazri Mutia_21417141064</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085155410</link>
         <description><![CDATA[<div>Hakikat sains sebenarnya adalah proses dan produk. Berdasarkan sudut pandang saya dilihat dari artikel tersebut, inilah salah satu contoh hakikat sains. Adanya pandemi Covid-19 membuat era penelitian baru terhadap perkembangan virus.<br><br>Maksud dari hakikat sains menghasilkan proses berdasarkan artikel tersebut adalah dimana saat kemunculan virus ini pertama kali, lalu diteleti karakteristiknya hingga dapat mengeluarkan produk vaksin ataupun aturan-aturan yang berlaku untuk mencegah penularan. Selanjutnya, yang disebut produk adalah hasil produk vaksin, penelitian-penelitian, aturan dari organisasi kesehatan untuk mencegah penularan, dan sebagainya. Produk ini akan terus berkembang. Begitupun prosesnya, akan terus berkembang.<br><br>Secara lebih rinci, sains memiliki dua dimensi, yaitu dimensi dinamik dan dimensi statik. Dimensi dinamik berkaitan dengan aktivitas riset dan pengkajian menggunakan metode ilmiah. Sedangkan, dimensi statis adalah produk dari aktivitas riset tersebut.&nbsp;<br><br>Terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:54:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085155410</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maren Ferliyan Gemilang_21417141045</title>
         <author>marenferliyan2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085156340</link>
         <description><![CDATA[<div>Hakikat sains terdiri atas 3 bagian, yaitu kumpulan pengetahuan (a body of knowledge), cara berpikir (a way of thinking), dan cara penyelidikan (a way of investigating). Informasi yang dapat ditemukan dalam artikel tersebut sesuai hakikat sains salah satunya adalah kumpulan pengetahuan berupa adanya fakta yang menjelaskan seberapa banyak virus Covid-19 menginfeksi manusia, jumlah korban meninggal akibat virus ini, dan varian yang dapat diidentifikasi dari virus tersebut. Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dan diteliti lebih lanjut munculah konsep yang mencakup bahasan informasi tentang pandemi virus Covid-19.<br><br>Dalam artikel tersebut juga terdapat informasi-informasi yang karakteristik dalam sains antara lain adalah Objektif. Sains berkarakteristik objektif bermakna sains harus sesuai fakta tanpa mengubah apapun, contohnya terdapat pada bagian Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global setelah diumumkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Selanjutnya adalah Sistematis. Sains berkarakteristik sistematis bermakna penemuan kebenaran dalam penelitian berdasarkan metode-metode yang runtut dan berurutan, contohnya terdapat pada bagian pengujian yang dilakukan oleh Institut Kesehatan Nasional di Amerika Serikat dalam uji klinis dengan orang-orang yang sudah divaksin penuh untuk mempelajari apakah suntikan booster akan menambah antibodi dan memperpanjang proteksi. Meskipun hasil yang keluar belum jelas, pasti metode pengujian yang dilakukan runtut dan berurutan sesuai pola pikir metode ilmiah. Selanjutnya adalah relatif. Sains berkarakteristik relatif bermakna penilaian terhadap suatu objek tergantung sudut pandang orang tersebut, contohnya terdapat pada bagian survei yang dilakukan di Amerika Serikat tentang kebijakan penggunaan masker terdapat yang pro dengan kebijakan ini dan ada juga yang kontra, akhirnya kebijakan penggunaan masker kembali lagi kepada masing-masing individu bagaimana menyikapi kewajiban yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:54:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085156340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syavin Jufia Anggareni_21417141056</title>
         <author>syavinjufia2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085156974</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada hakikat sains sebagai kumpulan pengetahuan (a body of knowledge) memberikan fakta landasan dalam konsep teori sebagai suatu kebenaran dan keadaan pada suatu objek. Dalam artikel tersebut, dijelaskan mengenai problematika dihampir seluruh negara mengenai Covid-19. Seperti yang tercantum sesuai dengan fakta yaitu Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global setelah diumumkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, sains sebagai cara berpikir (a way of thinking) membuat para ilmuwan untuk meneliti mengenai Covid-19 untuk dapat menemukan fakta-fakta mengenai fenomena pandemi Covid-19 ini. Para ilmuwan masih terus mengumpulkan fakta-fakta yang menjadi kemungkinan bagi kehidupan manusia dengan Covid di tahun-tahun mendatang serta fakta dalam penyebaran virus yang diyakini oleh para ilmuwan dapat menyebar antara binatang dengan manusia.&nbsp;</div><div>Karakteristik sains yang terdapat pada artikel tersebut adalah dinamis. Dinamis membuat perkembangan dalam suatu pemikiran untuk menghasilkan suatu konsep atau teori baru. Dalan hal kasus ini, dengan pemikiran dinamis dapat menentukan suatu konsep dengan mempertimbangkan keuntungan serta resiko yang akan terjadi. Informasi yang sesuai dengan artikel tersebut adalah mengenai pengembangan penyelesaian virus Covid-19 dengan vaksin. Adanya vaksinasi yang masih terus dikembangkan oleh para ilmuwan dalam menyelesaikan penyebaran virus covid-19. Selain itu, karakteristik sains yang sesuai yaitu tentatif. Dalam hal ini, kosep mengenai virus covid-19 masih belum diketahui apakah hanya bersifat sementara atau sebaliknya. Para ilmuwan masih terus melakukan uji kebenaran apakah&nbsp; virus corona akan menjadi endemi dan akan terus bersirkulasi di sejumlah tempat di dunia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:55:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085156974</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diah Putri Ramadani_21417141065</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085158064</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, hakikat sains yang disampaikan oleh artikel tersebut yaitu sebagai kumpulan pengetahuan (a body of knowledge) karena mengandung fakta-fakta didalamnya. Contoh beberapa informasi fakta yang terkandung dalam artikel tersebut yaitu</div><div>1. Pada Januari, sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Nature bertanya kepada 100 orang imunolog, virolog, dan pakar kesehatan dari seluruh dunia apakah Sars-Cov-2 bisa dimusnahkan. Nyaris 90% dari responden menjawab 'tidak'.</div><div>2. Sebagai contoh, data terakhir dari Layanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa 82% dari seluruh pasien yang terinfeksi varian ini di antara Februari sampai Juni dan membutuhkan perawatan di rumah sakit belum divaksin atau baru divaksin satu dosis.</div><div>3.Amerika Serikat, contohnya, mengangkat kewajiban pemakaian masker pada April, dan tingkat pemakaiannya pada orang-orang yang sudah divaksin secara penuh menurun dari 74% ke 63%, menurut Indeks Coronavirus Axios-Ipsos.</div><div>Dari beberapa informasi tersebut, Covid-19 tidak benar benar hilang. Selanjutnya, ada cara berpikir (a way of thinking) merupakan aktivitas manusia yang ditandai dengan proses berpikir yang berlangsung di dalam pikiran orang-orang yang memberikan gambaran tentang rasa ingin tahu (curiosity). Contohnya Paul Hunter, Professor of Medicine di University of East Anglia, Inggris, menganalisis lebih lanjut. Dia meyakini vaksin-vaksin yang ada sekarang tidak akan mencegah kita terinfeksi Covid-19 di masa depan.</div><div>Yang terakhir ada cara penyelidikan yang merupakan metode atau eksperimen yang menunjukkan usaha manusia untuk menyelesaikan masalah. Contohnya Institut Kesehatan Nasional telah memulai uji klinis dengan orang-orang yang sudah divaksin penuh untuk mempelajari apakah suntikan booster akan menambah antibodi dan memperpanjang proteksi. Kenyataannya, para ilmuwan masih belum tahu berapa lama imunitas dari vaksin Covid-19 yang ada sekarang bisa bertahan. Ini disebabkan, seluruh vaksin masih baru dan para peneliti masih menganalisis respons imun tubuh pada tipe-tipe vaksin berbeda.</div><div><br></div><div>Kemudian terdapat karakteristik sains dalam artikel ini yaitu&nbsp;</div><div>1. Tentatif yaitu masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya. Contohnya Perang melawan Sars-Cov-2 juga sangat bergantung pada bagaimana perilaku virus ini terhadap binatang. Hingga saat ini, para ilmuwan masih meyakini bahwa virus corona berasal dari kelelawar dan kemungkinan melompat ke manusia melalui binatang perantara.</div><div>2. Dinamis, contohnya dari awal munculnya Covid-19, virus tersebut telah berkemabng dalam beberapa varian. Sejauh ini, virus corona telah berkembang menjadi setidaknya empat varian besar - termasuk yang paling mudah menular, varian Delta.&nbsp;</div><div>3. Terbuka, contohnya penelitian dalam vaksinasi Covid-19 yang akan masih terus dikembangkan. Karena para ilmuwan masih belum tahu berapa lama imunitas dari vaksin Covid-19 yang ada sekarang bisa bertahan. Ini disebabkan, seluruh vaksin masih baru dan para peneliti masih menganalisis respons imun tubuh pada tipe-tipe vaksin berbeda.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:56:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085158064</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hafidz Dwi Cahyanto_21417141047</title>
         <author>hafidzdwi2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085158757</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah membaca artikel tersebut, informasi yang saya dapatkan berkaitan dengan hakikat sains dan karakteristiknya adalah virus covid tidak akan pernah hilang dan akan menjadi endemi serta akan terus bersikulasi di sejumlah tempat di dunia. Selain itu virus ini berduplikasi di dalam sel-sel manusia dan bermutasi dari waktu ke waktu. Pada dasarnya virus membutuhkan mutasi agar mudah menyebar lebih banyak pada tubuh manusia. Akan tetapi virus bisa berkurang tingkat keparahannya karena mutasi tersebut atau karena sebagian populasi telah divaksin. Melalui vaksinasi tersebut diharapkan adanya imunitas yang menyebabkan kasus-kasus berat karena virus covid akan menjadi lebih secikit. Tetapi vaksin-vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan sejauh ini belum bisa memotong penyebaran virus karena virus yang sangat tidak stabil dan terus bermutasi. Karena itu, untuk mencegah penularannya berbagai peraturan telah dikeluarkan termasuk karantina wilayah dan penggunaan masker. Karantina wilayah maupun lockdown terbukti membantu melambatkan penyebaran virus dan meringankan beban sistem kesehatan akan tetapi ada konsekuensinya dalam bidang ekonomi yaitu meningkatkan jumlah pengangguran. Selanjutnya kebijakan penggunaan masker sangat disarankan oleh para ilmuwan sebagai salah satu cara menahan penyebaran Covid-19 juga menjadi bagian dari kampanye kesehatan publik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:56:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085158757</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifki Prasetyo Wijaya_21417141086</title>
         <author>rifkiwijaya999</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085158947</link>
         <description><![CDATA[<div>Hakikat sains terdiri dari sains sebagai produk, sains sebagai proses, dan sains sebagai sikap ilmiah. Didalam artikel tersebut, saya menemukan bahwa para ilmuan sedang mengumpulkan dan mempelajari informasi-informasi yang didapat dari virus Covid 19. Mereka berusaha menycari penyakal virus tersebut dengan sebuah produk yaitu vaksin. Dalam pelaksaannya, mereka benar benar memperhatikan perkembangn varian virus tersebut. Akan tetapi, upaya dalam pendistribusian vaksin masih belum sempurna. Hanya sekitar 1 miliyar orang saja yang telah divaksin, itu hanya sekitar15% dari seluruh populasi di dunia. Ketidak merataan ini mengakibatkan mereka yang belum divaksin dapat memungkinkan munculnya varian baru yang lebih berbahaya. Sementara itu karena itu, dalam menyikapi ini, terdapat pro dan kontra terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah mengingat setiap negara, berbeda pula kebijakannya.<br><br></div><div>Dalam artikel tersebut, telah menunjukan karakteristik sains yaitu:<br><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;objektif, dimana para ilmuwan berupaya mencari jalankeluar dari pandemi ini dengan berbagai penelitian objektif.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Terbuka, tidak ada yang tahu kapan pandemi berakhir. Sejumlah ilmuwan hanya bisa memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan akan terjadi endemic.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Sistematis, penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam artikel tersebut dimulai dari mencari penyebab, mencari solusi, mendistribusikan hasil dan meneliti kembali.</div><div>4.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Tentatif, hasil dari penelitian ini adalah vaksin. Akan tetapi dikarenakan terus terjadi mutasi, maka vaksin tersebut masih harus dikembangkan.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:57:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085158947</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifatz Haikal_21417141067</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085160592</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan analisis saya, hakikat sains yang ada pada artikel tersebut adalah :<br><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Kumpulan pengetahuan</div><div>Dijelaskan fakta bahwa hanya dua penyakit yang disebabkan oleh virus telah dihapus WHO, yaitu cacar dan sampar sapi. Dijelaskan mengenai konsep endemik, bahwa endemik merupakan penyebaran virus yang terjadi pada suatu tempat atau populasi tertentu.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Cara berpikir</div><div>Bebarapa ahli dan ilmuwan menduga dan meyakini bahwa covid-19 akan menjadi endemik. Mereka juga berharap bahwa korban kematian akibat covid-19 bisa ditangani layaknya kasus flu lainnya.</div><div>&nbsp;</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Cara penyelidikan</div><div>Artikel tersebut menjelaskan bahwa para ilmuwan masih berusaha mencari solusi terkait penyebaran covid-19. Menurut&nbsp; Professor Heymann, Covid-19 merupakan virus yang tidak stabil sehingga belum diketahui apakah kita harus melakukan vaksin terus-menerus.</div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Berdasarkan analisis saya, karakteristik sains yang ada pada artikel tersebut adalah :<br><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Relatif</div><div>Christina Gravert mengungkapkan bahwa pemaikaian masker saat aktivitas merupakan hal yang penting karena kebijakan karantina wilayah tidak bisa diterapkan begitu saja.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Dinamis</div><div>Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Sars-Cov-2 bisa ditularkan oleh hewan seperti kucing, kelinci, dan hamster.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Universal</div><div>Artikel tersebut menjelaskan bahwa peningkatan kasus penularan dan penyebaran virus terjadi karena munculnya berbagai varian. Lonjakan kasus terjadi di Eropa, Asia, dan Amerika.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:58:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085160592</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shofi Naurajanna Baskara_21417141074</title>
         <author>shofinaurajanna2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085160605</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Sains pada hakikatnya merupakan sebuah kumpulan pengetahuan, dan dipandang sebagai cara berpikir untuk memahami alam dan melakukan penelitian. Kumpulan pengetahuan tersebut sejatinya harus memuat fakta yang ada, sama seperti dalam artikel di atas yang memaparkan fakta terkait pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai dan menyebabkan berbagai permasalahan. Selain itu, sekumpulan pengetahuan tersebut juga dihasilkan dari berbagai konsep, prinsip dan hukum, model, dan juga teori yang ada. Seperti dengan kemunculan virus Covid-19 hingga sekarang ia menjadi pandemi, sudah banyak konsep hingga teori yang dihasilkan oleh para ilmuwan dan peneliti terkait keberadaan sampai penanganan Covid itu sendiri, bahkan adanya teori bahwa pandemi ini tidak akan berakhir yang artinya manusia akan selalu hidup berdampingan dengan virus Covid-19.</div><div><br></div><div>Hakikat sains yang kedua yaitu cara berpikir, dimana sains merupakan aktivitas manusia yang ditandai dengan proses berpikir yang berlangsung di dalam pikiran orang-orang yang berkecimpung di bidang itu, dibuktikan dengan adanya pemikiran dari para ahli atau ilmuwan. Didorong oleh rasa penasaran dan keingintahuannya, mereka mulai memikirkan penyebab, gejala, hingga cara penanganan dari Covid ini. Pemikiran tersebut menghasilkan beberapa kebijakan seperti lockdown wilayah, adanya vaksin dan kewajiban pemberian vaksin, dan kebijakan lainnya. Selanjutnya karakteristik sains yaitu cara penyelidikan, dimana akan memberi ilustrasi tentang pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam menyusun pengetahuan. Manusia akan dapat memahami terkait penangan Covid ini karena adanya observasi dan eksperimen dari para ahli.</div><div><br></div><div>Dari permasalahan pandemi Covid-19 yang dipaparkan dalam artikel tersebut, dapat dipahami bahwa sains memuat berbagai karakterisik, diantaranya adalah dinamis dimana ilmu pengetahuan yang ada akan selalu berkembang dan menghasilkan konsep baru. Seperti varian virus Covid yang sudah mencapai empat varian, adalah bukti bahwa sains itu dinamis karena selalu berubah dan berkembang. Selain itu, cara pandang ilmuwan terhadap Covid dan penanganannya pun dilakukan secara objektif dan relatif, artinya tidak mendasarkan pada pribadinya namun melihat fakta yang ada di sekitar. Namun dalam pelaksanaannya, sains ini memiliki karanteristik tentatif juga yakni masih terbuka kesempatan untuk diuji, karena dengan adanya varian yang terus berkembang maka akan terus diuji dan diteliti juga untuk penyelesaiannya. Konsep dan penemuan sains yang ada terkait dengan Covid pun memiliki karakteristik sistematis dimana penemuan yang ada sudah melewati langkah-langkah dan metode yang runtut sesuai pola pikir metode ilmiah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:58:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085160605</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Wafiq D.M_21417141055</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085161526</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada dasarnya terdapat tiga hakikat sains salah satunya ialah kumpulan pengetahuan, kumpulan pengetahuan tersebut adalah dapat berupa fakta, prinsip dan hukum, konsep, teori, seta model. Berdasarkan artikel yang saya baca fakta yang terdapat dalam artikel tersebut adalah Menghapuskan penyakit menular bukan sesuatu yang biasa dilakukan setiap hari. Sama sekali tidak. Faktanya, hingga hari ini WHO mengumumkan hanya dua penyakit yang disebarkan virus telah dihapuskan secara resmi, cacar dan sampar sapi. Dan hanya cacar - penyakit kuno yang telah menyebar sebagai epidemi sepanjang sejarah manusia dan menyebabkan nyaris 500 juta kematian di abad ke-20 hingga penghapusannya pada 1980-an - yang mirip dengan Covid-19 dalam hal penyebaran geografis, ata terakhir dari Layanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa 82% dari seluruh pasien yang terinfeksi varian ini di antara Februari sampai Juni dan membutuhkan perawatan di rumah sakit belum divaksin atau baru divaksin satu dosis. Oleh karena itu, Layanan Kesehatan Inggris (NHS) telah merencanakan dosis ketiga atau booster vaksin sebelum musim dingin, yang akan diberikan kepada lebih dari 30 juta orang Amerika Serikat, contohnya, mengangkat kewajiban pemakaian masker pada April, dan tingkat pemakaiannya pada orang-orang yang sudah divaksin secara penuh menurun dari 74% ke 63%, menurut Indeks Coronavirus Axios-Ipsos. Survei yang sama menemukan tingkat pemakaian masker juga menurun di antara orang-orang yang belum divaksin.</div><div>&nbsp;</div><div>Contoh dari karakteristik sains adalah bersifat dinamis, tentatibe, dan terbuka, salah satu contoh ada dinamis yaitu selalu berkembang dan menghasilkan konsep konsep baru seperti yang ada dalam artikel tersebut yaitu Mutasi virus-virus flu sangat umum terjadi, sampai-sampai komposisi dari vaksin flu ditinjau ulang oleh jejaring badan kesehatan setiap tahun. Ada pula berbagai penyakit lain, seperti tetanus, yang membutuhkan dosis booster sepanjang hidup kita. Sejauh ini, virus corona telah berkembang menjadi setidaknya empat varian besar - termasuk yang paling mudah menular, varian Delta. Sebagai contoh, data terakhir dari Layanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa 82% dari seluruh pasien yang terinfeksi varian ini di antara Februari sampai Juni dan membutuhkan perawatan di rumah sakit belum divaksin atau baru divaksin satu dosis.Oleh karena itu, Layanan Kesehatan Inggris (NHS) telah merencanakan dosis ketiga atau booster vaksin sebelum musim dingin, yang akan diberikan kepada lebih dari 30 juta orang. Di Amerika Serikat, Institut Kesehatan Nasional telah memulai uji klinis dengan orang-orang yang sudah divaksin penuh untuk mempelajari apakah suntikan booster akan menambah antibodi dan memperpanjang proteksi.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 01:59:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085161526</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rashailifa Nashaihy Selma_21417141073</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085162800</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains merupakan ilmu yang berdasarkan hasil pengamatan dengan melakukan berbagai uji coba melalui eksperimen terhadap gejala-gejala alam.&nbsp;<br>Pada bacaan tersebut hakikat sains dapat kita lihat, dimana para ilmuwan melakukan berbagai pengamatan dengan membandingkan virus corona dengan virus flu yang pernah terjadi sebelumnya<br>faktanya dari hasil pengamatan seperti yang dikatakan Professor Heymann bahwa covid-19 virus yang tidak stabil, dimana virus ini terus bermutasi, sehingga dari bacaan tersebut diperkirakan virus corona tidak akan benar benar hilang.<br><br>Karakteritis sains yang dapat dilihat, yaitu saisn bersifat dinamis dimana merupakan sekumpulan ilmu pengetahuan yang diperoleh&nbsp;melalui tahap-tahap metode ilmiah yang selalu berkembang menghasilkan konsep-konsep, prinsip, hukum dan teori baru. Sama halnya dengan mutasi virus corona yang terus terjadi menyebab sejauh ini, virus corona telah berkembang menjadi setidaknya empat varian besar - termasuk yang paling mudah menular, varian Delta. Varian ini pertama kali teridentifikasi di India dan saat ini menjadi alasan lonjakan kasus di Eropa, Asia, dan Amerika.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:00:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085162800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ananda Satriatama_21417141062</title>
         <author>anandasatriatama2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085163800</link>
         <description><![CDATA[<div>Informasi-informasi yang berhasil saya dapatkan dari artikel diatas yang dapat dikaitkan dengan hakikat sains dan karakteristik sains adalah sebagai berikut:<br>1. Kaitan Dengan hakikat sains<br>Hakikat sains adalah kumpulan pengetahuan, cara berpikir, dan cara penyelidikan. Dengan melihat artikel diatas, salah satu kumpulan pengetahuan adalah fakta, fakta yang ada di dalam artikel diatas adalah Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global setelah diumumkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). yang kedua adalah cara berpikir,&nbsp; cara berpikir adalah rasa ingin tahu seseorang akan sebuah permasalahan yang ada, dengan melihat teks tersebut, cara berpikir yang ditemukan adalah adalah para profesor yang belum menemukan dan masih mencari tahu ketidakstabilan dari covid19 yang dapat membuat kekhwatiran. Yang ketiga yaitu cara penyelidikan, tentu dalam teks tersebut dapat langsung diketahui bahwa setiap penelitian adalah penyelidikan, penyelidikan yang ada di dalam artikel tersebut adalah para penelitian sedang melakukan penyelidikan tentang&nbsp; vaksin yang&nbsp; masih baru dan juga menganalisis respons imun tubuh pada tiap tipe-tipe vaksin yang berbeda.<br>2. Kaitan dengan karakteristik sains<br>&nbsp;sains terbagi menjadi beberapa karakteristik yaitu relatif, dinamis, tentatif, objektif, netral, universal, sistematik, dan terbuka. Dalam teks artikel diatas yang berkaitan dengan karakteristik sains adalah mutasi virus yang dapat terjadi karena virus ini tidak stabil. Hal tersebut berkaitan dengan karakteristik sains yaitu tentatif(kebenaran tersebut hanya bersifat sementara dan masih dapat diuji kebenarannya).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:01:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085163800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Oktaviani Kurniawati_21417141066</title>
         <author>oktaviani0072fis2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085164511</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada hakikatnya sains merupakan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum, teori, dan model. Dalam artikel tersebut, terdapat pengetahuan bahwa virus Corona tidak akan hilang dalam waktu yang dekat dan virus ini akan menjadi endemi dimana virus ini akan terus bersirkulasi ke sejumlah tempat di dunia. Selain hakikat sains tersebut, cara penyelidikan (a way of investigating) juga merupakan hakikat sains yang berarti metode yang menunjukkan usaha manusia untuk menghadapi masalah. Dalam artikel tersebut pun dijelaskan bahwa para ilmuwan terus mengkaji bagaimana cara menghentikan virus menular ini. Para ilmuwan terus membandingkan virus Corona ini dengan virus-virus sebelumnya dan mengembangkan imunitas melalui vaksinasi dan infeksi alamiah. Namun, virus Corona merupakan virus yang tidak stabil. Oleh karena itu, pemberian vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan belum dapat memberikan efek pasti.<br>Selain hakikat sains tersebut, sains juga memiliki karakteristik, yaitu tentatif, yang berarti konsep, prinsip, hukum, dan teori masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya, di mana virus Corona memiliki kesempatan tersebut untuk terus dikaji dan dicari solusinya. Bersifat objektif, yang berarti dilihat dan dipahami siapa saja sama, tidak menimbulkan persepsi yang berbeda, yang dapat dibuktikan bahwa Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, bersifat terbuka, yang dimana virus Covid-19 ini tidak diketahui kapan akan berakhir.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:01:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085164511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nazhareta yaumil fath_21417141072</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085165093</link>
         <description><![CDATA[<div>Hakekat sains sebagai sebuah kumpulan pengetahuan atau body of knowledge dapat berupa fakta, konsep, teori, model, prinsip dan hukum. Pandemi yang terjadi sekarang ini mrupakan fakta yang tidak dapat dibantahkan lagi dimana menurut data WHO sudah lebih dari 180 juta orang yang terinveksi covid-19 dan menyebabkan empat juta kematian secara global. Para ilmuwan mengumpulkan fakta-fakta yang ada di lapangan untuk kemudian merumuskan konsep dan teori sehingga mereka bisa sampai pada kesimpulan bahwa virus baru yang terdeteksi tersebut adalah virus corona yang diduga ditularkan kepada manusia melalui perantara hewan. Para ilmuwan memprediksi bahwa covid akan menetap menjadi endemi selama bebrapa tahun ke depan dan tidak tahu kapan akan berakhir karena vaksin yang telah dibuat terkadang dalam bebrapa tidak mencegah penularan dan hanya mengubah infeksi dan membuat penyakitnya menjadi sedikit tidak berbahaya.&nbsp; Tentu, prediksi ini tidak sembarangan dilontarkan oleh para ilmuwan, tetapi setelah terlebih dahulu dilakukan berbagai pendekatan-pendekatan dan pertimabangan selama proses penelitiannya.</div><div>Sains memiliki karakteristik diantaranya adalah universal, sistematis, dan tentative.&nbsp;</div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Pandemi covid-19 merupakan kejadian universal yang benar-benar terjadi dan bahkan telah menginfeksi ratusan juta orang serta menyebabkan kematian pada empat juta orang menurut data dari WHO</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Tentative artinya bersifat sementara seperti penelitian tentang covid-19 yang terus ditemukan varian baru mulai dari delta hingga yang paling terbaru yaitu omicron, hal ini terjadi karena virus yang terus bermutasi.&nbsp;</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Terbuka yang berarti bahwa proses sains akan terus berlangsung sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Virus corona yang terus bermutasi juga membuat ilmuwan tidak berhenti untuk terus mengembangkan vaksin baru agar dapat memutus rantai penularan covid-19<br><br></div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:02:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085165093</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Septiana Widyaning Suryarini_21417141051</title>
         <author>septianawidyaning2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085166072</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu hakekat sains adalah kumpulan pengetahun atau <em>a body of knowledge </em>yang berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum, teori, serta model. Artikel tersebut berisi fakta-fakta seputar covid-19. Fakta-fakta tersebut antara lain bahwa 90% dari seratus orang imunolog, virolog, dan pakar kesehatan dari seluruh dunia menjawab tidak atas penelitian yang dilakukan oleh Nature tentang apakah virus Sars-Cov 2 dapat dimusnahkan. Fakta lainnya bahwa hanya dua penyakit yang disebarkan virus yang telah dihapuskan secara resmi, yaitu cacar dan sampar sapi. Hal tersebut menunjukkan hakekat sains lainnya, yaitu cara berpikir <em>(a way of thinking). </em>Berdasarkan penyebaran virus-virus sebelumnya, virus akan menjadi epidemi karena adanya vaksin dan sistem kekebalan tubuh secara alami.&nbsp;<br><br></div><div>Selain itu, dalam artikel tersebut terdapat karakteristik sains. Salah satu karakteristik sains yang ada dalam artikel tersebut adalah karakteristik relatif. Karakteristik relatif terjadi berdasarkan sudut pandang perumusnya. Contohnya adalah penerapan <em>lockdown</em> saat tingkat infeksi dan layanan rumah sakit naik. Penerapan <em>lockdown</em> tidak dilakuakan diseluruh negara hanya bebarapa saja. Contohnya adalah Australis yang me-<em>lockdown</em> tujuh kotanya. Selain itu, penerapan paspor vaksin yang hanya diakui oleh sebagian negara.&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:03:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085166072</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farhah Syafa Naurah_21417141044</title>
         <author>farhahsyafa2021</author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085167243</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus virus Covid-19 ini telah diuji kebenarannya dengan menggunakan&nbsp; metode-metode penelitian tertentu yang dimana ini sejalan dengan hakikat sains. Dalam artikel tersebut juga terdapat informasi-informasi mengenai Covid-19 yang bisa kita kaitkan dengan beberapa karakteristik sains, seperti berikut :<br><br></div><div>1. Relatif&nbsp;<br>&nbsp;Seperti yang diyakini oleh Profesor Heymann yang dimana ia<br>adalah satu dari banyak ahli yang meyakini Covid-19 akan menjadi penyakit<br>endemik, artinya virus akan terus menyebar di sejumlah tempat dan populasi<br>dunia untuk bertahun-tahun ke depan. Hal ini merupakan fakta yang relatif, jika<br>melihat perkembangannya saat ini bisa jadi apa yang dikemukakan oleh Profesor<br>Heymann akan benar terjadi.<br>&nbsp;2. Dinamis<br>&nbsp;Covid-19 ini selalu bermutasi menciptakan varian-varian yang<br>baru, sehingga menyebabkan untuk dilakukan penelitian-penelitian terbaru lagi<br>agar para peneliti ini tau bagaimana cara kerja varian-varian baru tersebut<br>menyerang imunitas tubuh manusia. Hal tersebut membuktikan bahwa sains ini<br>selalu berkembang, menghasilkan konsep-konsep dan teori-teori baru.<br>&nbsp;3. Tentatif<br>&nbsp; Hasil/produk Sains yang berupa konsep, prinsip, hukum<br>dan teori ini masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya, artinya<br>kebenaran produk Sains tersebut bersifat sementara (tentatif). Sama halnya<br>dengan vaksin untuk Covid-19 ini. Para ilmuwan selalu berusaha untuk<br>menciptakan vaksin-vaksin baru untuk menambah antibodi manusia agar lebih kuat<br>dalam memproteksi virus dari sebelumnya.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:04:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085167243</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fatkhurrahman Efendi_21417141069</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085170093</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan artikel tersebut informasi-informasi secara keseluruhan menunjukan bahwa&nbsp;<br>faktanya menurut badan kesehatan dunia atau WHO, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180&nbsp;<br>juta orang dan menyebabkan empat juta kematian secara global. Tak hanya itu saja Indeks<br>Coronavirus Axios-Ipsos memberikan hasil bahwasanya Amerika Serikat mengangkat kewajiban<br>pemakaian masker pada April dan tingkat pemakaiannya pada orang yang sudah divaksin<br>menurun dari 74% ke 63%. Informasi tersebut memberikan gambaran bahwa terdapat kumpulan<br>pengetahuan yang dibuktikan dengan fakta-fakta yang relevan sehingga memenuhi syarat yang&nbsp;<br>termuat dalam hakikat sains. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa Profesor Heymann<br>sebagai salah satu dari banyak ahli meyakini Covid-19 akan menjadi penyakit endemik, artinya<br>virus akan terus menyebar di sejumlah tempat dan populasi dunia untuk bertahun-tahun ke<br>depan. Dari pendapat ahli tersebut mengindikasikan bahwa mereka terus mengeluarkan berbagai<br>pemikiran mengenai covid-19 yang mana hal tersebut termasuk dalam hakikat sains yaitu cara<br>berpikir.&nbsp;<br>Selanjutnya yaitu karakteristik sains, (1) Sistematis, dalam skenario ini, virus Covid-19 akan terus ada tapi orang-orang telah&nbsp;<br>mengembangkan semacam imunitas melalui vaksinasi dan infeksi alamiah. Dengan begitu,&nbsp;<br>kasus-kasus berat karena Covid-19 akan menjadi lebih sedikit, dan tingkat pelayanan rumah sakit&nbsp;<br>juga tingkat kematian tidak akan setinggi sekarang.&nbsp;<br>(2) Sistematik Metodik, Berbagai studi memperlihatkan virus ini bisa menginfeksi kucing, kelinci, hamster dan terutama sangat mudah menular di kalangan cerpelai - ilmuwan di Denmark&nbsp;<br>menemukan bukti transmisi dari cerpelai ke manusia<br>(3) Objetif, WHO mengumumkan hanya dua penyakit yang disebarkan virus telah dihapuskan&nbsp;<br>secara resmi, cacar dan sampar sapi.Dan hanya cacar - penyakit kuno yang telah menyebar&nbsp;<br>sebagai epidemi sepanjang sejarah manusia dan menyebabkan nyaris 500 juta kematian di abad&nbsp;<br>ke-20 hingga penghapusannya pada 1980-an - yang mirip dengan Covid-19 dalam hal&nbsp;<br>penyebaran geografis.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:06:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085170093</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yurika Sabrina Ananda _ 21417141083</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085171631</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Trowbridge &amp; Byebee Sains merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang didefinisikan dalam 3 aspek diantaranya ”Science is a body of knowledge, formed by a process of continuous inquiry, and encompassing the people who are enganged in the scientific enterprice”. Tiga hakekat bermaksud kumpulan pengetahuan, bagaimana cara berfikir, serta bagaimana cara penyelidikan. Dalam hal ini Karakteristik sains yang khas merupakan ilmu sains yang dilakukan melalui proses penyelidikan yang berkelanjutan, lalu berkontribusi melalui berbagai cara dalam membentuk sistem yang unik. Menurut Nash yang ditulis dalam bukunya The Nature of Science mengatakan bahwa ”Science is a way of looking at the world”. Dimana sains diasumsikan sebagai sebuah cara dan metode untuk dapat mengamati sesuatu, dalam hal ini dalam dunia.&nbsp;<br>Seperti halnya dalam artikel Yang membahas mengenai covid-19 Yang didalamnya menjelaskan bahwa wabah ini sudah menginveksi lebih dari 180000000 orang yang ada di dunia. Selain itu juga dijelaskan bahwa wabah ini sudah menewaskan sekitar 4000000 penduduk dari berbagai belahan dunia. Sehingga sampai saat ini masih dipertanyakan apakah wabah covid-19 ini Akan berakhir atau tidak, dalam sebuah penelitian oleh Nature membuktikan bahwa 90% dari responden mereka menjawab bahwa virus Corona tidak akan berakhir melainkan akan ber sirkulasi terus menerus dari waktu ke waktu. Sehingga menurut saya sesuai dengan hakikat dari ilmu Sains artikel ini cukup memberikan bukti bukti yang falid sehingga dapat menjadi pengetahuan bagi para pembaca nya.<br><br>Terdapat empat karakteristik Sains yang mencakup<br>Rasional yang dimaksud yaitu hasil dari sebuah kegiatan yang muncul karena pemikiran yang logis dengan menggunakan sebuah rasio atau nalar. Contohnya dalam artikel tersebut melihat virus Corona yang sudah menyebar di seluruh belahan dunia dan terus menerus bermutasi menjadi varian baru Dan dengan situasi tersebut maka para ilmuwan mencari solusi bagaimana mengatasi dari virus tersebut dengan Dibuatlah beberapa vaksin yang dipercaya dapat sebagai penyegar dari penyebaran virus Corona. Hal ini dilakukan karena dalam ilmu Sains virus dapat dilemahkan sehingga membentuk sistem kekebalan tubuh.<br>Objektif yang dimaksud yaitu hasil penelitian sains harus sesuai dengan fakta tanpa dipengaruhi oleh pandangan atau pendapat pribadi. Dalam artikel ini semua statement dituliskan berdasarkan bukti dari hasil observasi terhadap virus Corona yang memunculkan fakta fakta baru dari virus tersebut. Sehingga menurut saya dalam artikel ini sudah cukup objektif terhadap apa yang sedang dibicarakan.<br>Empiris Yang dimaksud yaituDalam penelitian science harus dapat dibuktikan secara nyata melalui studi, penelitian,Dan eksperimen yang dilakukan secara mendetil dalam mengamati sesuatu.<br>Akumulatif yang dimaksud yaitu Dengan berbagai fakta yang didapat dari hasil penelitian Sains, Sains harus dapatTerbuka sesuai dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.<br><br>Jadi menurut saya dalam artikel ini virus Corona dijelaskan secara empiris mulai dari I bagaimana Pandemi ini akan berakhir atau tidak, mengapa virus Corona tidak dapat disingkirkan, sirkulasi dalam virus Corona, terkait apakah harus divaksin berulang kali seperti halnya pada penyakit Ifluenza, Kaitannya dengan kebijakan lockdown, kebijakan penggunaan masker, adanya demokrasi vaksin, penelitian terkait apakah binatang menjadi resiko penularan penularan. Dari beberapa hal yang dikembangkan dari adanya virus Corona tersebut dijelaskan secara empiris melalui sebuah eksperimen yang dilakukan oleh para ahli sehingga munculnya banyak bukti yang menguatkan dari setiap stetmen yang dikeluarkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:07:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085171631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Romadhona Herlin Cahya Kusuma_21417141048</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085172815</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada dasarnya hakekat sains dibagi menjadi 3 yakni kumpulan pengetahuan, cara berpikir, dan cara penyelidikan. Kumpulan pengetahuan terdiri dari fakta, konsep, prinsip, hukum, teori, dan model. Seperti dalam artikel tersebut terdapat beberapa fakta terakit covid-19. Dalam artikel tersebut terdapat beberapa ahli seperti David Heyman, Paul Hunter, Trudy Lang, Organisasi seperti WHO, WTO, dsb memiliki cara berpikir masing-masing. Mereka (para ahli atau ilmuwan) melakukan penyelidikan atau penelitian menggunakan teori&nbsp; untuk mempelajari dan mencari tau cara mengatasi penyebaran virus covid ini. Dalam artikel tersebut terdapat ilmuwan yang melakukan perbandingan antara virus covid dengan flu tanpa melupakan fakta yang terjadi, konsep, prinsip, teori. Kemudian mereka memprosesnya menjadi sebuah informasi. Hal ini membuktikan bahwa sains merupakan proses berpikir.<br><br>Karakteristik sains sendiri terdiri dari obyektif, terbuka, sistematis, dan tentatif. Obyektif seperti data yang diumumkan oleh WHO terkait jumlah orang yang terinfeksi covid. Terbuka seperti yang diungkapkan oleh Heyman terkait penyebaran covid-19 yang tidak bisa berhenti atau musnah. Sistematis seperti uji yang dilakukan oleh ilmuwan dan organisasi dunia, mereka mengumpulkan informasi dengan runtut dan melalui langkah-langkah tertentu. Tentatif seperti saat ini para ilmuwan masih terus menyelidiki terkait penyebab munculnya virus ini. Tentatif artinya teori yang ada masih terbuka untuk diuji kebenarannya kembali.<br><br>Berikut informasi yang telah diolah oleh para ilmuwan dalam artikel tersebut:<br>-Menurut para imunolog, virolog, dan pakar kesehatan covid-19 tidak bisa hilang, virus ini akan menjadi endemi.<br><br>-Menghilangkan penyakit menular yang disebarkan oleh virus tidaklah mudah, meskipun sudah terdapat vaksin. David Heyman, Profesor Epidemiologi dan Penyakit Menular di London School of Healthy and Tropical Medicine mengungkapkan bahwa vaksin ini tidak mencegah penularan virus Corona, namun mengubah infeksi dan mengurangi tingkat bahaya dari penyakit yang diakibatkan oleh virus covid-19. Hal ini ditegaskan kembali oleh Paul Hunter, Profesor of Medicine di University of East Anglia, Inggris bahwa vaksin tidak mencegah seseorang terinfeksi Covid-19.<br><br>-Virus Covid-19 diyakini akan menjadi penyakit endemik, yang artinya virus ini akan menyebar disejumlah tempat dan populasi dunia selama bertahun-tahun kedepan. Namun vaksinasi dan infeksi alamiah perlahan dapat mengurangi kasus berat karena Covid-19 dan mengurangi kematian yang diakibatkan oleh virus tersebut. Virus ini dapat bermutasi dan keparahan dari virus ini dapat berkurang seiring waktu karena sebagian besar orang sudah divaksin.<br><br>-Virus Corona berkembang menjadi 4 varian besar, termasuk Delta. Varian Delta teridentifikasi pertama kali di India dan melonjak di Eropa, Asia, dan Amerika. Berdasarkan data layanan Inggris, 82% dari seluruh pasien yang terinfeksi varian Delta belum divaksin dan beberapa vaksin satu kali. Sehingga, Layanan Kesehatan Inggris (NHS) merencanakan vaksin booster (vaksin dosis ketiga).&nbsp;<br><br>-Beberapa negara termasuk Indonesia menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran covid-19. Solusi dari pemerintah terkait lockdown memang dapat memperlambat penyebaran virus Corona dan meringankan beban sistem kesehatan, namun kebijakan ini mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat, salah satunya peningkatan jumlah pengangguran.<br><br>-Selain kebijakan lockdown, pemerintah juga menerapkan kebijakan memakai masker, kebijakan ini dinilai dapat menahan penyebaran covid-19.&nbsp;<br><br>-Masa pandemi ini mengakibatkan perjalanan internasional menurun sejak Maret 2020. UNCTAD, badan PBB untuk Perdagangan dan Perkembangan, memperkirakan bahwa pandemi menyebabkan kerugian sebesar US$ 1,4 triliun di sektor pariwisata selama 2021. Untuk melakukan perjalanan Internasional membutuhkan sertifikat vaksin dan ini menuai opini karena tidak semua orang dapat divaksin karena alasan tertentu.<br><br>-Berdasarkan surat terbuka dari pimpinan WHO, IMF, Bank Dunia, dan WTO tidak adanya vaksin menyebabkan munculnya varian covid baru. Distribusi vaksin yang tidak merata juga menyebabkan sebagian besar orang rentan terinfeksi. Sedangkan saat ini WHO memperkirakan kebutuhan vaksin mencapai 11 miliar dosis dan para pemimpin dunia dalam pertemuan G7 berjanji akan memberikan satu miliar dosis vaksin untuk negara miskin. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan vaksin yang diperkirakan oleh WHO.<br><br>-Para Ilmuwan meyakini virus Corona berasal dari kelelawar dan menular kepada manusia. Hal ini ditegaskan oleh ahli, bahwa selama masih terdapat hewan yang bisa tertular covid maka hal ini meningkatkan kemungkinan manusia untuk tertular juga.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:08:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085172815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nikmal Maula_21417141070</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085173610</link>
         <description><![CDATA[<div>Sains pada hakekatnya merupakan kumpulan pengetahuan, cara berpikir, dan cara penyelidikan yang berdasarkan fakta, konsep, peinsip dan hukum, teori, serta model. Berdasarkan artikel ini para ilmuwan mengatakan virus ini tidak dapat hilang secara cepat. Dengan mengumpulkan beberapa informasi tentang virus corona para ilmuwa juga berusaha membuat agar vaksin dapat mengatasi virus ini walaupun mereka tidak tau seberapa lama vaksin itu dapat menangkal virus dan bertahan dalam tubuh. Hal ini dapat mereka peroleh dengan adanya perbandingan dengan virus yang telah ada sebelumnya.&nbsp;<br>Karakteristik pada sains bersifat dinamis, dimana sifat ini berarti ilmu yang telah ada dalam sains akan selalu berkembang dan menghasilkan konsep atau teori baru. Seperti halnya pada artikel ini virus corona akan selalu bermutasi menciptakan beberapa varian baru, oleh karena itu diperlukan penelitian yang lebih baru agar para peneliti tau apa saja efek dari virus varian baru tersebut serta bagaimana cara mengatasi varian baru virus tersebut. Selain itu juga terdapat sifat tentatif, dimana hasil dari penelitian ini adalah vaksin. Namun karena virus ini bermutasi menjadi banyak varian maka vaksin ini akan terus dikembangkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-09 02:09:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pinakaelda/hakikatsains/wish/2085173610</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
