<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tantangan Pengembangan Obat by hertiani hertiani</title>
      <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg</link>
      <description>Jelaskan masing-masing tantangan sesuai pembagian kelompok dan berikan cara mengatasinya dengan menggunakan contoh. Note: Contoh tidak boleh sama antar kelompok; Jika sudah ada kelompok yang posting kelompok berikutnya harus posting hal lain atau memberi komen ke postingan sebelumnya</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-06 03:28:00 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-23 23:13:51 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 7 - Hemiasterlin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353330184</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu tantangan pada ekstraksi zat-zat dari laut adalah tantangan untuk mngisolasi suatu zat yang biasanya berupa campuran dari organisme laut. Salah satu contoh kasus dari tantangan tersebut adalah proses ekstraksi hemiasterlin dari <em>Cymbastela sp. </em>Kendala yang dialami pada proses tersebut adalah didapatkannya ekstrak yang terdiri dari berbagai senyawa seperti geodiamolide A-G, hemiasterlin dan hemiasterlin A-C,&nbsp; serta criamide A dan B. Banyaknya campuran yang terkandung dalam hasio ekstraksi menyebabkan senyawa hemiasterlin lebih sulit untuk diisolasi. Solusi dari permasalahan tersebut adalah melalui proses sintesis hemiasterlin.<br><br>Kelompok 7<br>Nisrina Rona Roihana, Annisa Aulia Rahmah, Naufal Ahmad Fauzy, Siti Nur Annisa, Afnan Syifa' Muhammad</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:12:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353330184</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 10 - Fukosantin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353330572</link>
         <description><![CDATA[<div>Fukosantin pada ekstrak metanol rumput laut dapat mengalami degradasi selama penyimpanan suhu ruang karena aktivitas enzim lipoxigenase sebagai pendegradasi pigmen golongan karotenoid (Fukosantin) pada suhu ruang (33-37 C) menjadi senyawa turunannya.<br><br>Cara penanganan: blanching, yaitu merendam sampel dengan teknik hot water blanching (90 C selama 90 detik). Hasilnya, blanching akan memberikan kestabilan lebih baik terhadap kandungan total Fukosantin pada ekstrak metanol rumput laut dibandingkan apabila dilakukan pembekuan karena blanching mampu menghambat aktivitas enzim lipoxigenase memperlambat proses oksidasi dan degradasi Fukosantin.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:12:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353330572</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 - Dolastatin 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353330853</link>
         <description><![CDATA[<div>Dolastatin 10 adalah senyawa antikanker, pertama kali ditemukan dari <em>Dolabella auricularia</em> di Lautan India. Kemudian dilakukan determinasi struktur menggunakan NMR dan MS. Ternyata, dolastatin 10 sebenarnya dihasilkan oleh cyanobacteria <em>Symploca sp</em>. yang menempel pada <em>Dolabella auricularia</em>. Awalnya ditemukan senyawa simplostatin dari <em>Symploca sp</em>. yang ternyata memiliki kemiripan dengan dolastatin 10, tetapi terdapat perbedaan pada gugus isopropilnya. Untuk mengetahui manakah&nbsp;<em>the true producer&nbsp;</em>dapat dilakukan isolasi dari berbagai senyawa yang memiliki kemiripan dengan senyawa yang diinginkan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:12:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353330853</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 16 - Fludarabine</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353331080</link>
         <description><![CDATA[<div>Tantangan yang berkaitan dengan sustainabilitas dari keberlangsungan ekosistem laut adalah dinamika alam dan aktivitas manusia. Contoh tantangan yang dipengaruhi oleh dinamika alam adalah letusan gunung berapi dan dinamika arus bawah laut. Sementara, tantangan yang disebabkan oleh aktivitas manusia berupa pencemaran sampah dan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau racun yang akan membahayakan biota laut lain, termasuk spons. Selain itu, tantangan lain juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan spons yang tak tentu dimana pertumbuhan maksimum dipengaruhi oleh kendala lingkungan.<br><br>Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut adalah dengan memberdayakan dan mendukung masyarakat untuk merehabilitasi serta mengelola sponge laut <em>Cryptotethya crypta </em>penghasil fludarabine. Salah satu caranya dengan menggunakan eksplan (potongan-potongan spons induk yang kemudian akan tumbuh kembali menjadi spons penuh) sebagai sarana kultur spons.<br><br>Kelompok 16:<br>1. Nashwa Maheswari W<br>2. Nirvane Zefanya K<br>3. Kezia Carissa P<br>4. Dita Nurfina A<br>5. Fathika Fadhiella A</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:13:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353331080</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6 - Bryostatin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353331463</link>
         <description><![CDATA[<div>Bryostatin merupakan senyawa yang dihasilkan oleh hubungan simbiotik antara simbion Candidatus Endobugula sertula dengan Bugula neritina. Namun, dalam proses kultivasi untuk mendapatkan senyawa yang lebih banyak, ditemukan kesulitan yakni Candidatus Endobugula sertula belum dapat dikultivasi karena dia cenderung mengalami degradasi genomik. Dalam penelitian Amaro dkk (2010), jalur biosintesis yang memungkinkan sudah dipostulasi dan kondisi ekologis dasar dari symbiosis tersebut telah ditetapkan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:13:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353331463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 15 (Sinularia sp.)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353332026</link>
         <description><![CDATA[<div>Tantangan yang berkaitan dengan sustainabilitas dari keberlangsungan ekosistem adalah laju pertumbuhan Sinularia sp. yang lambat sehingga sulit untuk mendapatkan sampel dalam jumlah banyak. Selain itu, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia seperti melintasnya kapal yang menyebabkan terumbu karang/coral menjadi rusak. Contoh senyawa penghasil Sinularin adalah Sinularia sp. yang memiliki aktivitas sebagai antikanker. Sinularin merupakan senyawa yang dihasilkan dari Sinularia flexibilis dimana termasuk dalam jenis coral yang memiliki laju pertumbuhan lambat.<br><br>Cara mengatasi tantangan di atas yaitu dengan melakukan budidaya untuk memproduksi ekstrak kasar dan fraksi ekstrak skala besar atau skala industri. Selain itu, bisa juga dilakukan transplantasi karang lunak (menanam/menumbuhkan dengan fragmentasi buatan)<br><br>Anggota : Ghea Rachella, Fakhira Althafia, Salshabila Khairunnisa, Hanizah Isnaini, Yunita Dian&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:13:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353332026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 9 - Trabectedin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353332662</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:14:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353332662</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 13 - Florotanin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353334874</link>
         <description><![CDATA[<div>Florotanin merupakan salah satu senyawa yang hanya terdapat pada alga coklat (phaeophyceae). Padahal senyawa tersebut memiliki manfaat bagi kesehatan karena memiliki aktivitas anti HIV, anti kanker, anti oksidan, dan anti mikroba. Namun, kita tidak bisa selamanya mengambil sampel senyawa florotanin dari alga coklat secara terus menerus. Maka hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kontinuitas produksi, adalah dengan melakukan biosintesis senyawa florotanin.</div><div><br></div><div>Jalur biosintesis florotanin dimulai dari glikolisis / jalur Embden-Meyerhof-Parnas (EMP), yang mengkonversi glukosa menjadi asam piruvat. Kemudian, diketahui bahwa asam piruvat masuk ke jalur asetat-malonat / poliketida untuk dikonversi menjadi floroglusinol yang merupakan monomer dari florotanin.<br><br>Anggota kelompok :<br>Awara Nindya&nbsp;<br>Fransisca Anugrah<br>Clara Audria<br>David Rofiudin<br>Thalia Hazar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:16:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353334874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 12 - Eribulin Mesylate</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353348591</link>
         <description><![CDATA[<div>Eribulin Mesylate merupakan analog sintesis Halicondrin B yang diisolasi dari marine sponges Lissondendoryx n.sp. Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan senyawa ini menjadi obat karena Halichondrin B sulit untuk dipenuhi suplainya, konsentrasinya yang kecil saat diisolasi dari sponge marine. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan senyawa tersebut disintesis menjadi analognya melalui sintesis kimia yang mana agar mudah dilakukan, diketahui lebih dahulu lead structurenya sehingga tidak perlu membuat keseluruhan struktur.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:29:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353348591</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 17 - Ecteinascidin 743</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353353523</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada umumnya pengambilan 1 ton dari senyawa tunikata Ecteinascidiia turbinata hanya 1 gram yang hanya bisa diisolasi. Sedangkan, untuk kebutuhan pasar obat-obatan dibutuhkan sekitar 1-5 kg senyawa murni per tahun. Maka dari itu, sulit untuk menjaga keberlanjutan produksi obat dari senyawa tersebut. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan itu yaitu dengan mengidentifikasi lead compound dari struktur senyawa dan mencari organisme lain penghasil senyawa tersebut yang dapat dengan mudah dibudidayakan sehingga diperoleh senyawa&nbsp; dengan kuantitas yang lebih besar dan aktivitas yang sama.<br><br>Anggota kelompok :&nbsp;<br>Alifia Brilliani, Resalifa Yusita, Dessi Resti, Anzilya Nurul, Rifdah 'Afuw</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:35:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353353523</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8 - Senyawa MY-05-19-1 dari Sponge Petrosia sp.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353355229</link>
         <description><![CDATA[<div>Untuk mendapatkan senyawa dari sponge laut Petrosia sp., diperlukan ekstraksi agar dihasilkan ekstrak kental metanol yang kemudian difraksinasi. Dilakukan isolasi pada beberapa fraksi untuk mencari fraksi yang paling aktif sitotoksiknya. Setelah melewati tantangan isolasi pada berbagai fraksi, seperti tidak stabil dan mudah terurai, maka didapatkan fraksi yang paling baik, yaitu fraksi etil asetat yang kemudian didapatkan senyawa MY-05-19- 1 murni.<br><br>Tantangan : Identifikasi struktur senyawa MY-05-19- 1 tidak dapat dilanjutkan karena adanya keterbatasan data yaitu hanya ada data spektrum IR.&nbsp;<br><br>Cara mengatasi : Diperlukan pengukuran 13C dan 1 H RMI untuk dapat mengidentifikasi struktur senyawa lebih lanjut.<br><br>Nama anggota kelompok 8:<br>1. Acala<br>2. Aulianna<br>3. Erika<br>4. Ismail<br>5. Nadya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:36:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353355229</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 11- Antipathine A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353356316</link>
         <description><![CDATA[<div>Senyawa Antipathine A merupakan senyawa hasil isolasi dari South China Sea Black Coral Antipathes Dicotoma yang jumlahnya terbatas dan sulit diidentifikasi strukturnya. Oleh karena itu, dalam mengatasi hal itu dapat dilakukan&nbsp; dengan mengelusidasi struktur Antipathine A, yakni melalui :<br>1. 2D NMR Spectroscopy (COSY, NOESU, HMBC, HSQC)<br>2. Retrosintesis<br>3. First Total Syntesis lalu dibandingkan drngan struktur alami dari Antipathine A<br><br>By kelompok 11<br>1. Alvi Nur Azmi<br>2. Rahadatul Aisy Salsabila<br>3. Handerson Ben<br>4. Dinda Astika Astriavi<br>5. Vienna Laurencia A.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:37:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353356316</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 (Simbion Jamur dengan spons Stylissa flabelliformis penghasil senyawa yang memiliki aktivitas antibiofilm dan sitotoksik)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353359933</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>Beberapa jamur berasosiasi dengan spons <em>Stylissa flabelliformis</em>. Banyak penelitian melaporkan aktivitas mikroba simbion dari spons laut&nbsp; diantaranya bakteri dari genus Colwellia, Pseudoalteromonas, Shewanella and Winogradskyella memiliki aktivitas antibiofilm terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dan Staphylococcus aureus ATCC 29213. Jamur Trichoderma reesei strain JCM 2267 yang berasosiasi dengan spons menunjukkan aktivitas sitotoksik. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri khusunya dalam mengetahui organisme penghasil yang sesungguhnya karena penghasilnya berasosiasi dengan beberapa jenis jamur. Oleh karena itu, untuk mengembangkan senyawa yang mempunyai aktivitas mikroba perlu dilakukan uji pada beberapa jenis jamur yang dapat berasosiasi dengan spons <em>Stylissa flabelliformis.<br></em>Cara&nbsp; mengatasinya : melakukan isolasi senyawa dari simbion spons <em>Stylissa flabelliformis </em>dari genus Colwellia, Pseudoalteromonas, Shewanella and Winogradskyella memiliki aktivitas antibiofilm terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dan Staphylococcus aureus ATCC 29213 dan Trichoderma reesei strain JCM 2267, kemudian di cek aktivitasnya dan dilakukan analisis struktur apakah benar senyawa yang mempunyai aktivitas mikroba itu berasal dari simbion jamur dan spons atau dari salah satu organisme tersebut atau mungkin dari bakteri lain yang terdapat di dalam organisme tersebut. Dapat juga menentukan jalur sintesis yang sesuai untuk produksi atau menghasilkan senyawa yang sekiranya mirip dengan melihat struktur senyawa yang punya aktivitas mikroba tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:41:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353359933</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3 (Tantangan pada Producer)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353370946</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tantangan</strong><br>- Lintah laut (<em>Discodoris sp</em>) memiliki corak dan warna yang beraneka ragam. Beberapa jenis dari hewan ini mempunyai kemampuan kamuflase sehingga sulit untuk ditemukan dan diidentifikasi.<br>- Spesies laut rata-rata menghasilkan metabolit sekunder yang toksik karena lingkungan tidak statis sehingga sulit untuk diambil. Contohnya spons axinella dan hymeniacidon yang mengandung metabolit toksik hymenialdisine dan debromohymenialdisine.<br><br><strong>Solusi</strong><br>- Membuat dan memperlengkap data ciri atau cara identifikasi, serta karakteristik taksonomi.<br>- Mengetahui telebih dahulu bagaimana biota tersebut mengeluarkan toksinnya sehingga kita dapat mencari strategi untuk isolasi.<br><br>Kelompok 3 :<br>Tania Audria S<br>Hanifa Diyah P<br>Sheren Christanti H<br>M. Isnan Kusuma<br>Elyda Fauzia R</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:52:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353370946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1-Tetrodotoksin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353372460</link>
         <description><![CDATA[<div>Tetrodotoksin adalah bahan aktif yang didapatkan dari puffer fish dengan sifat toksik . Puffer fish dapat berguna sebagai anestesi lokal yang akan memblok syaraf, pengobatan nyeri kronis pada pasien kanker stadium lanjut. Namun, puffer fish merupakan organisme yang susah untuk dipelihara dan dikultur karena mengandung&nbsp; racun serta belum banyak diketahui mengenai biogenesis dan metabolismenya di dalam inang hewan (ikan buntal) dan juga informasinya yang sedikit maka senyawa ini susah untuk disiapkan baik secara biosintesis maupun kimiawi.&nbsp;<br><br>Cara mengatasi : menggunakan mikroorganisme vibrio sp. yang lebih mudah untuk disintesis dalam laboratorium </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:53:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353372460</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 14 - Petrosia ficiformis</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353373160</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada habitat yang berbeda dengan spesies yang sama ditemukan bentuk yang berbeda. Pada bentuk yang masif, berpigmen violet, hidup di habitat yang diterangi dan menyimpan populasi cyanobacteria. Pada morf merah muda atau putih ramping, biasanya ditemukan di habitat teduh. Hal ini menyebabkan tantangan bagi akademisi peneliti dalam mengoleksi, menyimpan, dan mengelola organisme laut tersebut. Solusi yang dapat dilakukan, yaitu dengan menggunakan koleksi spesimen dan mencocokkan dengan referensi yang sudah ada sebagai rujukan, bukti, atau pembanding terhadap keberadaan suatu spesies dari daerah tertentu.&nbsp;<br><br>Anggota Kelompok&nbsp;:<br>1. Nadia Nur Islami <br>2. Widha&nbsp;Nur Y <br>3. Laurentia&nbsp;Puspita D <br>4. Narendra Krisna<br>5. Aurora Early M </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 10:54:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353373160</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 (tantangan penghasil sesungguhnya)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353385697</link>
         <description><![CDATA[<div>Lintah laut (<em>discodoris sp</em>.) memiliki kemampuan kamuflase yang andal menyerupai habitatnya sehingga cukup sulit untuk ditemukan. Terdapat senyawa yang bersifat sebagai antioksidan dalam lintah laut, yaitu skualen. Senyawa bioaktif pada <em>discodoris sp</em>. umumnya diperoleh dari makanannya. Berbagai macam senyawa yang berhasil diisolasi dari <em>discodoris sp</em>. hampir sama dengan senyawa metabolit yang ada pada spons dan spesies lainnya. Namun, belum diketahui simbion penghasil skualen pada <em>discodoris sp</em>. Untuk mengatasi hal ini, dapat dilakukan dengan cara melakukan penelitian terhadap makanan dari <em>discodoris sp</em>. dan organisme laut lainnya, seperti hiu dan spons yang juga menghasilkan skualen.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-24 11:06:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/ccpcrsebf0w99sg/wish/2353385697</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
