<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>SOSIOLOGI INTEGRASI by Gabrielle Jorryn</title>
      <link>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz</link>
      <description>Edith, Jorryn, Jonathan</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-04-04 14:34:08 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-05-03 00:59:29 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>FAKTOR PENDORONG INTEGRASI</title>
         <author>gabriellejorryngabi</author>
         <link>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2543769136</link>
         <description><![CDATA[<div>•Toleransi terhadap kelompok-kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda. Toleransi yang mendorong terjadinya komunikasi yang efektif antara kebudayaan yang berbeda tersebut akan mendorong terciptanya integrasi di antara mereka.<br><br>•Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi bagi berbagai golongan masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Hal ini dapat mempercepat proses integrasi sosial. Dengan sistem ekonomi demikian, setiap individu mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencapai kedudukan tertentu atas kemampuan dan jasanya.<br><br>•Sikap saling menghargai orang lain dan kebudayaannya. Jika tiap pihak mengakui kelemahan dan kelebihan kebudayaan masing-masing, tiap individu dapat saling mendukung sehingga mudah bersatu.<br><br>•Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan jika penguasa memberikan kesempatan yang sama kepada golongan minoritas agar mendapat hak yang setara yang golongan mayoritas.<br><br>•Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan. Pengetahuan tentang persamaan unsur kebudayaan dapat mendekatkan anggota masyarakat. Hal ini berpotensi untuk menghilangkan prasangka yang semula ada di antara pendukung kebudayaan tersebut.<br><br>•Perkawinan campuran (amalgamasi). Faktor ini mampu mendorong dua kebudayaan yang berbeda agar menjadi satu sehingga tercapai integrasi sosial. Dalam sistem sosial masyarakat Indonesia yang berpandangan bahwa perkawinan merupakan penyatuan dua keluarga, integrasi sosial sangat mungkin terjadi melalui amalgamasi.<br><br>•Adanya musuh bersama dari luar. Ketika terdapat suatu ancaman eksternal, maka masyarakat cenderung bersatu untuk menghadapinya. Sikap ini merupakan bentuk nasionalisme&nbsp;di mana berbagai kelompok yang berbeda dalam masyarakat akan bersatu demi keutuhan bangsa.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://arifrahman2743.weebly.com/uploads/3/8/2/6/38263129/713625162.jpg" />
         <pubDate>2023-04-04 14:37:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2543769136</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FAKTOR TERJADINYA INTEGRASI</title>
         <author>gabriellejorryngabi</author>
         <link>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2543772271</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Homogenitas Kelompok<br>Salah satu faktor yang bisa mendorong terjadinya integrasi sosial adalah tingkat kemajemukan. Semakin majemuk dan heterogen suatu masyarakat, maka proses integrasi akan semakin sulit tercapai.&nbsp;<br><br>2.Jumlah Anggota<br>Selain kemajemukan masyarakat, jumlah anggota juga bisa menjadi faktor kecepatan proses terbentuknya integrasi sosial. Semakin banyak anggota, maka semakin sulit untuk mewujudkan dan mencapai integrasi tersebut<br><br>3. Efektivitas Komunikasi<br>Integrasi sosial bisa dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi antara anggota satu dengan anggota yang lainnya yang ada di dalam masyarakat. Jika antar anggota sudah memiliki sistem komunikasi yang efektif, maka integrasi sosial akan mudah dicapai. Namun jika suatu masyarakat tidak memiliki sistem komunikasi yang efektif, maka mereka akan lebih sulit mencapai integrasi sosial<br><br>4. Mobilitas Geografis<br>Mobilitas geografis adalah suatu perubahan atau perpindahan penduduk di sebuah wilayah. Anggota masyarakat baru di sebuah wilayah akan mencoba menyesuaikan diri dengan norma dan nilai yang sudah berlaku di wilayah tersebut<br><br>5. Sikap Toleransi dan Saling Membutuhkan Faktor yang terakhir adalah adanya toleransi hingga rasa saling membutuhkan. Dengan begitu, antar anggota masyarakat akan lebih mudah menerima perbedaan yang ada di masyarakat itu sendiri. Selain itu, kesadaran bahwa kita itu saling membutuhkan juga dapat mempercepat terbentuknya integrasi sosial</div>]]></description>
         <enclosure url="https://moondoggiesmusic.com/wp-content/uploads/2020/10/Tujuan-Integrasi-Nasional.jpg" />
         <pubDate>2023-04-04 14:39:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2543772271</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENGERTIAN INTEGRASI SOSIAL</title>
         <author>gabriellejorryngabi</author>
         <link>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2575947792</link>
         <description><![CDATA[<div>Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat, sehingga dapat menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang dimaksud tersebut meliputi perbedaan dalam kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan norma.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-03 00:56:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2575947792</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SYARAT INTEGRASI SOSIAL</title>
         <author>gabriellejorryngabi</author>
         <link>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2575948305</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Adanya rasa saling mengisi kebutuhan-kebutuhan antara anggota masyarakat<br><br>2. Terciptanya kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma antara aggota masyarakat<br><br>3. Terdapat nlai dan norma sosial yang berlaku cukup lama secara konsisten</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-03 00:57:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2575948305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BENTUK BENTUK INTEGRASI SOSIAL</title>
         <author>gabriellejorryngabi</author>
         <link>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2575949569</link>
         <description><![CDATA[<div>Terdapat tiga bentuk integrasi sosial, sebagai berikut: Integrasi normatif, terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Integrasi fungsional, terbentuk akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-03 00:58:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2575949569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PROSES INTEGRASI SOSIAL</title>
         <author>gabriellejorryngabi</author>
         <link>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2575950620</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Akulturasi. Akulturasi merupakan sebuah proses sosial yang terjadi jika masyarakat yang memiliki kebudayaan tertentu dihadapkan dengan kebudayaan yang berbeda atau asing.<br>2. Asimilasi. Asimilasi adalah pembauran satu kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.<br>3. Akomodasi. Akomodasi adalah kegiatan penghentian konflik antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-03 00:59:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gabriellejorryngabi/c54tl0hgcjlv7rwz/wish/2575950620</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
