<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Indonesian A Portfolio by Nabila Kayana</title>
      <link>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-07-18 00:20:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-01-07 14:28:40 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/png/1f3b9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Tentang Saya </title>
         <author>nabilakayana</author>
         <link>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3057504408</link>
         <description><![CDATA[<p>Selamat Datang di Indonesian A Portfolio saya! Saya Nabila Kayana Qurotta'Ayunin, seorang siswi kelas X SMA Pradita Dirgantara yang memiliki ketertarikan yang kuat pada bidang musik terutama musik klasik. Selama menempuh studi di SMA Pradita Dirgantara, saya ingin menggali pengetahuan dan pengalaman yang dapat mendukung saya dalam meraih impian saya sebagai seorang Arsitek. </p><p><br/></p><p>Saya antusias dalam mengenal berbagai karya sastra Indonesia terutama dengan Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie. Kedepannya dalam subject Indonesian A SL ini saya ingin memperdalam kemampuan saya untuk berpikir kritis terutama dalam menganalisis serta menciptakan sebuah karya </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2586061277/4407b295643f205ea3ac4f1069fca3c6/IMG_6432.jpeg" />
         <pubDate>2024-07-19 14:28:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3057504408</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nabilakayana</author>
         <link>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3279122083</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Tema: <br>Tema utama cerita ini adalah tentang korupsi terutama tentang dampak korupsi terhadap kehidupan masyarakat. Ahmad Tohari menggambarkan bagaimana korupsi dalam proyek pembangunan infrastruktur merugikan rakyat kecil dan memunculkan dilema moral bagi para tokoh yang terlibat.<br><br>2. Penokohan: </p><p>Kabul (tokoh utama):</p><p>Teguh pendirian, idealis, ramah, anti-materialistis. Sifat Kabul yang teguh pendirian dapat dibuktikan dengan tidak tergiurnya ia oleh godaan Dalkijo untuk melakukan tindakan korupsi meski ia tahu hal tersebut dapat memberikan keuntungan finansial baginya </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Pak Tarya:</p><p>Dalkijo:</p><p>Wati:</p><p><br><br>3. Latar: </p><ul><li><p>Waktu: Kisah ini terjadi di era Orde Baru, ketika pembangunan fisik menjadi prioritas utama pemerintah, namun seringkali disertai dengan praktik korupsi. </p></li><li><p>Tempat: </p></li><li><p>Suasana: Ahmad Tohari menggambarkan suasana desa yang sederhana, namun penuh dengan ketegangan sosial akibat proyek pembangunan. Ada perasaan frustrasi, ketidakberdayaan, tetapi juga harapan untuk perbaikan.</p></li></ul><p><br><br>4. Alur: Alur cerita yang digunakan adalah alur maju dan terdapat beberapa kilas balik </p><p><br><br>5. Konflik: </p><p>Masalah utama dalam cerita adalah korupsi dalam proyek pembangunan jembatan Cibawor. Konflik ini memengaruhi kehidupan Pak Kabul, yang dihadapkan pada pilihan sulit yaitu mengikuti sistem korup demi meraih keuntungan pribadi yang lebih atau mempertahankan idealismenya meski harus ia tahu keuntungan yang didapat tidak sebesar itu. Namun dengan mempertahankan idealismenya, ia menyelamatkan proyek pembangunan jembatan dari dekonstruksi atau penggunaan bahan pembangunan yang kurang berkualitas meski pada akhirnya kerusakan jembatan Cibawor tidak dapat dihindari. </p><p><br>6. Gaya Bahasa: </p><ul><li><p>Majas:</p></li><li><p>Dialog:</p></li><li><p>Diksi:</p></li><li><p><br/></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Forang-orang-proyek-cover-baru&amp;psig=AOvVaw1ZNK_kv9KhrldyA0MCqQsi&amp;ust=1735969965688000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjRxqFwoTCJjovJvu2IoDFQAAAAAdAAAAABAE" />
         <pubDate>2025-01-03 06:19:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3279122083</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nabilakayana</author>
         <link>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3279124540</link>
         <description><![CDATA[<p> 1. Tema: </p><p>Tema utama novel ini adalah perjuangan identitas dan dinamika sosial selama era kolonial Hindia Belanda. Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya memahami sejarah melalui sudut pandang individu yang mengalami peristiwa besar tersebut. Penulis menggambarkan kompleksitas hubungan antar tokoh dengan latar belakang sosial dan politik yang rumit, memperlihatkan bagaimana kolonialisme memengaruhi kehidupan pribadi dan masyarakat. Seperti contoh pada cerpen <em>Keringat dan Susu </em>menceritakan mengenai eksploitasi buruh pada era kolonial serta  cerpen <em>Bintang Jatuh</em> yang menceritakan konflik politik dan pembantaian etnis Tionghoa di Batavia, yang menyoroti hubungan antar elite kolonial.<br><br><br>2. Penokohan: </p><p><br/></p><p><br><br>3. Latar: </p><p>- Waktu: Periode pra-kemerdekaan hingga awal kemerdekaan Indonesia, termasuk era kekuasaan Jepang dan awal Revolusi Nasional.</p><p>- Tempat: Batavia (Jakarta), Bandung, dan berbagai lokasi lain di Hindia Belanda, seperti perkebunan dan kamp interniran.</p><p>- Suasana: Penulis menciptakan suasana tegang, penuh intrik, dan sering kali menyentuh emosi pembaca dengan deskripsi yang detail.</p><p><br><br>4. Alur: </p><p>Alur dalam cerita ini adalah campuran, menggabungkan alur maju dengan kilas balik untuk memberikan konteks sejarah dan motivasi karakter. Misalnya, latar belakang Geertje diungkap melalui narasi yang melibatkan kenangan dan peristiwa sebelumnya.</p><p><br><br><br>5. Konflik: </p><p>Konflik internal: </p><p><br/></p><p>Konflik eksternal:</p><p><br/></p><p>Konflik sosial:</p><p><br><br>6. Gaya Bahasa: </p><ul><li><p><br/></p></li><li><p><br/></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Fsemua-untuk-hindia&amp;psig=AOvVaw1nc0JLHi1uYJswza1FJTky&amp;ust=1735971901238000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjRxqFwoTCLj4sbX12IoDFQAAAAAdAAAAABAE" />
         <pubDate>2025-01-03 06:25:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3279124540</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nabilakayana</author>
         <link>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3279130525</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tema:</p></li></ol><p>Tema yang diangkat oleh novel Kronik Betawi karya Ratih Kumala adalah mengenai budaya betawi serta perubahan sosial budaya Betawi akibat modernisasi dan pergeseran nilai-nilai tradisional yang mengancam identitas mereka. Ratih Kumala menggambarkan bagaimana identitas budaya Betawi bertahan dan berubah dalam menghadapi globalisasi dan urbanisasi. </p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Penokohan </p></li></ol><ul><li><p>Haji Jaelani</p></li><li><p>Haji Jarkasi</p></li><li><p>Salempang </p></li><li><p>Jiih</p></li></ul><p><br/></p><ul><li><p>Juleha</p></li></ul><p>Emosional.  Terutama saat Jiih kerap mengeluh <em>'kapan Allah kasih gue anak?'  </em>Emosi Juleha juga meluap karena keberatan suaminya menikah lagi tanpa komunikasi terlebih dahulu pada Juleha dan saat ia mengetahui bahwa orang yang akan dinikahi Jiih merupakan janda kembang. </p><p><br/></p><p><em>"Dia belum tentu bisa hamil, belum terbukti, Bang!" Dia bisa saja mandul!" aku meninggi, suara setengah berteriak tercekik di tenggorokanku. </em></p><p><em>"PUKUL! PUKUL AKU!" teriakku. "PUKUL! BIAR SEMUA UMMATMU TAU..., DI SINILAH CACATMU!" - Halaman 132</em></p><p><br/></p><p> Namun lama-kelamaan Juleha sudah menerima, sabar, dan lebih tangguh menjalani menggilir suami dengan memikirkan perusahaan percetakan yang dibagun oleh Jiih. Aktifitas itu mengalihkan Juleha dari kesedihan yang tidak bekesudahan.</p><p>Kebijaksanaannya juga terlihat pada aksinya yang ia kerahkan untuk mencapai cita-cita Edah. </p><p><br/></p><ul><li><p>Edah</p></li></ul><p>Keras kepala. Pada saat Edah diberi tahu oleh ibunya Enden yang mencurigai tawaran untuk menari di Jepang oleh Bramantyo Edah tetap kukuh untuk mengikutinya dan pantang mundur sebelum cita-citanya untuk menari di luar negeri tercapai namun ternyata tawaran tersebut merupakan perdagangan ABG untuk dijadikan pelacur sesuai prediksi Enden</p><ul><li><p>Enoh</p></li><li><p>Enden</p></li><li><p>Juned &amp; Japri </p></li></ul><p>Pemalas, menyia-nyiakan kesempatan padahal mereka sudah diberi pekerjaan untuk mengurus sapi milik Haji Jaelani tetapi mereka lebih memilih untuk <em>ngojek </em>dengan alasan itu merupakan pekerjaan yang lebih mudah </p><ul><li><p>Fauzan </p></li></ul><p>Rajin, teguh pendirian, memiliki determinasi yang tinggi. Terbukti Fauzan adalah orang pertama di keluarganya yang berhasil menempuh pendidikan hingga universitas bahkan hingga mendapat beasiswa S2 di Amerika</p><p><br/></p><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Latar</p></li></ol><ul><li><p>Tempat: Cerita berlatar di wilayah Betawi (Jakarta) dengan fokus pada kehidupan masyarakat pinggiran kota yang sarat dengan tradisi lokal.</p></li><li><p>Waktu: Berlatar dari masa kolonial hingga masa modern, mencakup perubahan sosial yang terjadi selama beberapa dekade.</p></li><li><p>Suasana: Suasana yang digambarkan meliputi kehangatan budaya Betawi, konflik keluarga, dan tantangan menghadapi modernisasi.</p></li></ul><p><br/></p><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Alur</p></li></ol><p>Alur cerita dalam <em>Kronik Betawi</em> bersifat <strong>campuran</strong>, dengan kilas balik yang menjelaskan latar belakang keluarga Betawi dan bagaimana nilai-nilai budaya mereka berubah seiring waktu</p><ol><li><p>Kisah dimulai dengan gambaran kehidupan masyarakat Betawi tradisional.</p></li><li><p>Kemudian muncul konflik internal dan eksternal terkait modernisasi.</p></li><li><p>Ada kilas balik yang menjelaskan latar belakang perubahan generasi.</p></li><li><p>Cerita berakhir dengan upaya rekonsiliasi antara tradisi dan modernitas.</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Konflik</p><ul><li><p>Konflik Internal: Dilema dalam diri tokoh-tokoh utama, seperti generasi muda yang mempertanyakan relevansi tradisi Betawi dalam kehidupan modern.</p></li><li><p>Konflik Eksternal: Pertentangan antara orang tua dan anak-anak mereka tentang cara hidup, pendidikan, dan pandangan terhadap tradisi.</p></li><li><p>Konflik Sosial: Pergeseran nilai di masyarakat Betawi akibat urbanisasi, globalisasi, dan pengaruh budaya luar, yang sering kali menyebabkan perpecahan pandangan antarindividu dalam komunitas.</p></li></ul><p><br/></p><ol start="6"><li><p>Gaya Bahasa</p></li></ol><ul><li><p>Diksi</p></li></ul><p>"Lu kagak lihat rumah gue lagi punya gawe? Kagak bisa lu tunggu abis ini selese?!" - Halaman 98 </p><p>Penggunaan diksi pada dialog tersebut menunjukkan bahasa sehari-hari masyarakat betawi yang menonjolkan identitas lokal.  Dapat dilihat dari penggunaan kata "lu" dan "gue" yang merupakan gaya berbicara masyarakat betawi. </p><p><br/></p><ul><li><p>Majas</p></li></ul><p>- Majas personifikasi </p><p>"Ada alarm di dalam diri Haji Jaelani yang bergetar di waktu-waktu tertentu, mengingatkannya untuk salat"- Halaman 1</p><p>Perumpamaan alarm dalam diri Haji Jaelani merupakan majas personifikasi karena pada dasarnya pengingat salat dalam dirinya adalah kedisiplinan bukan karena benar-benar ada alarm di dalam diri Haji Jaelani</p><p><br/></p><p>- Majas simile </p><p>"Banjir itu datang tiba-tiba. Ibarat kentut. Tak bisa ditahan, tapi perginya lama."</p><p><br/></p><ul><li><p>Repetisi</p></li></ul><p>”Ampun Bang, ampun... jangan bunuh, aye belon kawin,” katanya ketakutan. - Halaman 29 <br>Pengulangan "Ampun" menegaskan rasa takut karakter.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Fconf-kronik-betawi&amp;psig=AOvVaw3BzyklJzrR5U4gkrxwAH81&amp;ust=1735972007175000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjRxqFwoTCOjKn-j12IoDFQAAAAAdAAAAABAI" />
         <pubDate>2025-01-03 06:33:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3279130525</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nabilakayana</author>
         <link>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3279131265</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tema</p></li></ol><p>Tema utama drama ini adalah kemunafikan religius dan manipulasi dalam hubungan sosial. Melalui karakter Tartuffe, Molière mengkritik orang-orang yang memanfaatkan agama atau moralitas untuk kepentingan pribadi. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya kewaspadaan terhadap kemunafikan dan tidak menilai seseorang hanya berdasarkan penampilan atau kata-kata mereka.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Penokohan: </p></li></ol><ul><li><p>Tartuffe</p></li></ul><p>Seorang tokoh munafik yang berpura-pura religius untuk mengambil keuntungan dari keluarga Orgon. Ia manipulatif, licik, dan tidak memiliki rasa malu.</p><ul><li><p>Orgon</p><p>Kepala keluarga yang menjadi korban manipulasi Tartuffe. Orgon digambarkan sebagai orang yang terlalu percaya dan mudah tertipu.</p></li><li><p>Elmire</p></li></ul><p>bijaksana, berusaha mengungkap kebohongan Tartuffe.</p><ul><li><p>Dorine</p></li></ul><p>Pelayan keluarga yang cerdas, kritis, dan tidak takut mengungkapkan pendapatnya.</p><ul><li><p>Damis</p><p>Putra Orgon yang temperamental dan berusaha melawan Tartuffe secara langsung.</p><p><br/></p></li></ul><ul><li><p>Mariane</p></li></ul><p><br><br>3. Latar: </p><ul><li><p>Tempat: Cerita berlangsung di rumah keluarga Orgon di Prancis.</p></li><li><p>Waktu: Berlatar di abad ke-17, pada masa ketika masyarakat sangat religius dan isu kemunafikan religius menjadi topik sensitif.</p></li><li><p>Suasana: Suasana yang digambarkan mencakup ketegangan, konflik keluarga, dan momen humor satir.<br><br>4. Alur: </p></li></ul><p>Alur cerita dalam <em>Tartuffe</em> adalah maju. Dimulai dengan Orgon memperkenalkan Tartuffe sebagai orang beriman yang akan menjadi bagian dari keluarga mereka. Kemudian, anggota keluarga lainnya mulai mencurigai Tartuffe sebagai seorang penipu. Elmire menyusun rencana untuk mengungkap kebohongan Tartuffe di hadapan Orgon. Tartuffe akhirnya menunjukkan niat buruknya, termasuk mencoba menggoda Elmire dan mengambil alih rumah Orgon. Resolusi tercapai ketika Tartuffe hampir berhasil melancarkan aksinya, tetapi akhirnya dihentikan oleh intervensi raja.</p><p><br>5. Konflik<br>Masalah utama dalam drama ini adalah kemunafikan Tartuffe dan manipulasi yang dilakukan terhadap Orgon dan keluarganya. Konflik ini memengaruhi hubungan antaranggota keluarga, menciptakan ketegangan, dan mengancam keharmonisan rumah tangga Orgon.</p><p><br><br>6. Gaya Bahasa: </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2586061277/6d42dea3279a91fc1e477d114ee2268b/tartuffe.jpg" />
         <pubDate>2025-01-03 06:34:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilakayana/c1n9boydy25le41y/wish/3279131265</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
