<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>SEJARAH by Agus Tjakra Diredja</title>
      <link>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1</link>
      <description>manakala kisah tak bisa diceritakan, cerita tak bisa di katakan dan kata tak bisa di tuliskan, simpan di hati agar residual energi yang akan berkisah dengan caranya sendiri</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-08-18 00:34:11 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-08-22 01:22:11 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f60d.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Sejarah Manusia, Ruang dan Waktu Bagian 1</title>
         <author>gsdiredja</author>
         <link>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1/wish/2665275207</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><strong>Simak Vidio di atas dan lanjutkab dengab membaca literasi di bawah ini !</strong></blockquote><div><br>Konsep manusia, ruang, dan waktu dalam sejarah kehidupan dapat diurai dalam 3 kedudukan. Simak pembahasan singkatnya dalam ulasan berikut.</div><div><br>Dikutip dari <em>Buku Siswa Sejarah Peminatan SMA/MA kelas X</em> karya <em>FX Sugeng Wahyu Widodo </em>(3:2021), sejarah dalam pengertian objektif, yaitu sejarah sebagai proses yang dalam realitanya merujuk pada kejadian atau peristiwa itu sendiri. Jadi, manusia, ruang, dan waktu merupakan tiga unsur penting dalam setiap peristiwa sejarah.</div><div><br>Tiga kedudukan unsur yang membangun adanya sejarah adalah manusia sebagai subjek dan juga sekaligus sebagai objek sejarah. Ruang sebagai peristiwa dimana sejarah dapat terjadi. Sementara waktu sebagai tolok ukur unsur yang membatasi suatu peristiwa dalam sejarah berupa tanggal, bulan dan tahun bahkan mungkin juga jam saat kejadian bersejarah berlangsung.&nbsp;</div><div><strong>1. Manusia</strong></div><div>Manusia adalah unsur utama dalam sejarah. Tanpa manusia, sebuah peristiwa sejarah akan terus dipertanyakan objektivitasnya. Dalam hal ini diketahui, manusia punya kedudukan sebagai objekn subjek sejarah.</div><div><strong>2. Ruang</strong></div><div>Diketahui, dalam sebuah kajian sejarah ada unsur yang tidak bisa lepas yaitu ruang. Peristiwa hanya akan terjadi pada suatu tempat tertentu. Contoh konsep sejarah manusia dan ruang misalnya ialah Peristiwa Rengasdengklok terjadi di Karawang, Proklamasi di Jl Pegangsaan 56, Jakarta.</div><div><strong>3. Waktu</strong></div><div>Manusia tidak dapat terlepas dari waktu. Sejarah sebagai sebuah peristiwa pun terikat dengan waktu. Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak terulang lagi. Jadi manusia dan<a href="https://kumparan.com/topic/waktu"> waktu</a> adalah dua hal beriringan yang di masa selanjutnya akan menjadi sebuah sejarah jika ada peristiwa-peristiwa tertentu.</div><div><strong>Kesimpulan</strong></div><div>Jika disimpulkan keterkaitan konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu, ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu. Ruang jugalah tempat terjadinya peristiwa-peristiwa. Sementara waktu pada sejarah yang kejadiannya pasti di masa lampau, merupakan masa yang sudah terlewati. Sifatnya selalu dan terus-menerus terbuka dan berkesinambunga. Ruang dan waktu terus bergerak bersama manusia dalam membentuk proses peristiwa yang akan menjadi sejarah.</div><div><br></div><div><br>Sumber Refensi : Oktafiana, Sari, dkk 2021.&nbsp; <em>Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X. </em>Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi</div><div><em><br>Buku Siswa Sejarah Peminatan SMA/MA kelas X</em> karya <em>FX Sugeng Wahyu Widodo </em>(3:2021)</div><div><br>Nugroho, Notosusanto. 1992 <em>Sejarah Nasional Indonesia I.</em> Jakarta : Depdikbud</div><div><br>Internet : Gambar dan Ilustrasi</div><div><br>Youtube : <a href="https://www.youtube.com/watch?v=8rZU9geDZpQ">https://www.youtube.com/watch?v=8rZU9geDZpQ</a>&nbsp;<br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=8rZU9geDZpQ&amp;t=7s" />
         <pubDate>2023-08-18 00:41:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1/wish/2665275207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah 10 Manusia, Ruang dan Waktu Bagian 2</title>
         <author>gsdiredja</author>
         <link>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1/wish/2665298592</link>
         <description><![CDATA[<div>Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dengan konsep perubahan dan keberlanjutan. Konsepsi mengenai hal ini menjadikan kehidupan manusia memiliki catatan sejarahnya masing-masing. Dari awal hidup hingga mati, tentu sudah menjadi suratan takdir, tinggal bagaimana kita mengisi kehidupan. <br><br>Sumber Refensi : Oktafiana, Sari, dkk 2021.&nbsp; <em>Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA Kelas X. </em>Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi</div><div><em><br>Buku Siswa Sejarah Peminatan SMA/MA kelas X</em> karya <em>FX Sugeng Wahyu Widodo </em>(3:2021)</div><div><br>Nugroho, Notosusanto. 1992 <em>Sejarah Nasional Indonesia I.</em> Jakarta : Depdikbud</div><div><br>Internet : Gambar dan Ilustrasi</div><div><br>Youtube : <a href="https://www.youtube.com/watch?v=8rZU9geDZpQ">https://www.youtube.com/watch?v=8rZU9geDZpQ</a>&nbsp;</div><div><br><br></div><div><strong>PERTANYAAN</strong><br><em>1. Mengapa manusia memiiki peran penting dalam peristiwa sejarah ?<br><br>2. Sejarah Sebagai Ilmu pengetahuan memiliki beberapaciri atau karakteristik, salah satunya mempunyai obyek. Jelaskan yang dimaksud bahwa manusia adalag obyek sejarah ?<br><br>3. Apakah yang dimaksud pengulangan ?<br><br>4. Uraikan mengenai konsekuensidari kecenderungan manusia sebagai makhluk sosial ?<br><br>5. Uraikan mengenai konsekuensidari kecenderungan manusia sebagai makhluk sosial ?</em><br>Baik itu dalam bentuk kegiatan positif atau negatif, semua akan menjadi catatan sejarah bagi setiap manusia. Apabila kita bicara mengenai sejarah kenabian, tentu konsep perubahan dan keberlanjutannya adalah kegiatan yang positif. Berbeda dengan sejarah para tokoh dunia, tentu banyak negatifny .</div><div><br>Semisal kita bicara mengenai perubahan dan keberlanjutan pada sebuah daerah atau pemukiman. Maka yang akan dibahas adalah perubahan bentuknya, perubahan skema wilayah hingga status wilayah tersebut.&nbsp;</div><div>Sedangkan bila yang dibahas adalah suatu masyarakat, maka pembahasan utamanya adalah masyarakat tersebut. Pola kehidupan sosialnya ataupun kebudayaannya. Konteks kebudayaan ini dapat ditinjau dari proses akulturasi ataupun asimilasi budaya lokal dengan yang baru.<br><br></div><div>Semuanya akan berpengaruh pada hasil yang kemudian terjadi. Apabila tidak ada perubahan, maka yang tertulis adalah akhir. Karena konteks keberlanjutan itu akan berhenti apabila telah menemui perubahan terakhir. Dalam hal ini biasanya menjadi penutup dalam suatu peristiwa sejarah<br><br></div><div><br></div><div><strong>Konsep Manusia Hidup dalam Perubahan<br></strong><br></div><div>Konsep perubahan ini dapat diartikan sebagai yang utama dalam sebuah kehidupan. Kehidupan akan terus bergerak hingga berakhirnya kehidupan tersebut. Begitu juga dengan masyarakat, akan terus mendapatkan perubahan hingga suatu masyarakat itu berakhir atau berkembang menjadi masyarakat yang baru.<br><br></div><div>Semisal contoh peristiwa sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Perubahan yang terjadi adalah pada tanggal 16 Agustus 1945 Indonesia belum dapat dikatakan sebagai negara merdeka. Usai dibacakan Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, barulah Indonesia dapat dikatakan sebagai negara merdeka.<br><br></div><div>Apabila konsep perubahan ini kita contohkan melalui kiprah seorang tokoh, misal Soekarno. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa perubahan sejarah tokoh tersebut dalam status sosialnya sebagai seorang Presiden Pertama Republik Indonesia.<br><br></div><div>Sebelum tahun 1945, Soekarno hanyalah seorang politisi Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi usai dibacakannya Proklamasi, ia didaulat oleh parlemen darurat untuk mengisi sebagai Presiden pertama usai Indonesia merdeka.<br><br></div><div>Contoh lainnya adalah perubahan ibukota negara Indonesia. Akibat keadaan genting di Jakarta usai Proklamasi, maka pada Januari 1946, ibukota negara dipindahkan ke Jogjakarta. Hal ini tentu mempengaruhi sistem pemerintahan yang ada. Perubahan dalam konteks ini dinamakan perubahan skema wilayah.<br><br></div><div>Skema wilayah tersebut masuk sebagai konsep perubahan yang dijalani oleh para pelaku (manusia) didalamnya. Perubahan pola keseharian, pola makanan, hingga pola perilaku sosial tentu berbeda antara di Jakarta dengan di Yogyakarta.<br><br></div><div>Seperti peristiwa menyerahnya Jepang kepada Sekutu usai Hiroshima dan Nagasaki di bom atom Amerika. Proses penyerahan kedaulatan Jepang kepada Sekutu tentu membuat pola para pelaku pada peristiwa itu berubah. Begitupula dengan penyerahan Belanda kepada Jepang di Indonesia, semua mengalami perubahan.<br><br></div><div><br></div><div><strong>Konsep Manusia Hidup dalam Keberlanjutan<br></strong><br></div><div>Konsep keberlanjutan ini merupakan mata rantai yang tidak bisa dihilangkan ketika bicara mengenai sejarah. Setiap peristiwa yang terjadi tidak dapat dipisahkan dari peristiwa lain yang mendukungnya. Seperti kita bicara mengenai <a href="https://madrasahdigital.co/materi-pelajaran/kelas-x-sejarah-peminatan-konsep-berpikir-sinkronik-dan-diakronik-dalam-memahami-sejarah/"><strong><em>konsep berpikir sinkronik dan diakronik dalam memahami sejarah</em></strong></a>.<br><br></div><div>Memahami sejarah itu diibaratkan sebagai wujud pengelihatan tiga dimensi kata Roeslan Abdulgani. Melihat ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. Senada dengan Arnold Toynbee yang menjelaskan bahwa mempelajari ilmu sejarah adalah mempelajari masa lalu untuk membangun masa depan.<br><br></div><div>Semisal adalah konsep keberlanjutan pada perilaku manusia purba. Perubahan memahami keterampilan bertahan hidup dari yang sederhana hingga modern menjadikan era prasejarah terbagai menjadi beberapa fase. Dari masa Paleolitikhum berlanjut hingga masa Perundagian atau Logam.&nbsp;<br><br></div><div>Konsep keberlanjutan ini berbanding jauh dengan konsep perubahan. Perubahan identik dengan pola yang cepat, atau tidak berlangsung lama. Sedangkan pola keberlanjutan memiliki waktu yang panjang. Semisal antara masa Paleolitikhum dengan Neolitikhum memiliki rentang puluhan ribu tahun.<br><br></div><div>Contoh lainnya misal, pada era Wangsa Sanjaya atau Saylendra yang berlangsung hingga 250 tahun lamanya. Nah, kepemimpinan Wangsa Sanjaya atau Saylendra ini adalah masa berganti-gantinya para Raja penguasa di Jawa. Sistem kedinastian inilah yang dimaksud dengan konsep keberlanjutan.<br><br></div><div>Seperti sejarah keluarga kita, pada beberapa suku mempunyai marga atau identitas keluarga. Misal, kakek buyut kita bernama Soeprapto, biasanya keturunannya pun memakai nama Soeprapto untuk mengidentikasikan keberlanjutan keluarga tersebut. Nah, rentang waktu itu dikenal dengan silsilah keluarga.<br><br></div><div>Konsep Ruang dan Waktu juga tidak dapat dilepaskan dari alur keberlanjutan ini. Hal itu biasanya diklasifikasikan menjadi skema periodesasi. Keberlanjutan dalam skema periodesasi ini bisa dilihat dari sejarah kepemimpinan di Indonesia.<br><br></div><div>Periode Revolusi, Periode Orde Lama, Periode Orde Baru, hingga Periode Reformasi. Semua hal itu adalah bagian dari sejarah Indonesia, yang memiliki ruang dan waktu peristiwanya masing-masing.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-18 01:08:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1/wish/2665298592</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cara Menjawab !</title>
         <author>gsdiredja</author>
         <link>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1/wish/2665299896</link>
         <description><![CDATA[<div>Tekan tanda +<br>Pada Subject Tulis :<br><strong>Kelas </strong>-<strong>&nbsp;Nama Kamu</strong><br>Pada Write Somthing : <br><strong>Kamu Tulis Jawabanmu</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2110090977/e02508c11d3a2cce4fc93f5f687b91c1/thinking_about_you_think.gif" />
         <pubDate>2023-08-18 01:10:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1/wish/2665299896</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas Kliping</title>
         <author>gsdiredja</author>
         <link>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1/wish/2665573193</link>
         <description><![CDATA[<div>Buat kliping berisi Tokoh (bisa Tokoh Pahlawan, Tokoh Dunia, Tokok Pendidikan) minimal 7 tokoh, masukkan dalam Map Snail.<br>Atau jika mau mengumpilkan dalam bentuk digital HARUS DENGAN APLIKASI CANVA, minimal 10 Tokoh.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2110090977/23633d56d604ee98a6aad2f1829b7d17/waktu.jpg" />
         <pubDate>2023-08-18 06:38:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gsdiredja/c1lzgg6uj8zbjyi1/wish/2665573193</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
