<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pertanyaan Presentasi Kelompok 6 by Azhtri Ananda Leona</title>
      <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-05-21 14:24:13 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-05-22 06:33:11 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>(2210412218) Alyssa Maharani - Kelompok 8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462501803</link>
         <description><![CDATA[<p>Di zaman digitalisasi sekarang dengan munculnya content creator yang mengangkat isu-isu lokal melalui platform media sosial, banyak dari mereka yg memproduksi konten tentang kearifan lokal, pendidikan lingkungan, dan potensi wisata untuk menarik perhatian publik kayak contoh studi kasus kalian tadi.</p><p>Kalau kita lihat dari fenomena content creator ini, menurut kalian, apa sih yang bikin mereka bisa jadi suara yang lebih kredibel daripada berita media mainstream? Dan, gimana mereka bisa memanfaatkan tren tren zaman sekarang tanpa kehilangan makna dari isu yang mereka angkat?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 04:35:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462501803</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khaisya Adyanti Daniswara - 2210412222 - Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462529262</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut kalian sudah sejauh mana media lokal dan media internasional memainkan peran dalam membentuk narasi politik dalam kasus Jerinx? Apakah framing yang dibangun media domestik berbeda dengan media asing? Terimakasih..</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 04:51:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462529262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jamalia Sumala (2210412032) - kelompok 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462530432</link>
         <description><![CDATA[<p>seperti yang kita ketahui, banyak sekali content creator yang sempat ke papua dan daerah daerah lain di indonesia yang masih mempunyai banyak keterbatasan pendidikan, bahkan pangan. content creator tersebut sudah berhasil menyebarkan pengaruh yang besar terhadap daerah tersebut melalui berbagai sosial media nya dan membuat masyarakat indonesia yang ada di kota jadi tau keadaan para masyarakat di daerah daerah tersebut. namun dari pemerintah indonesia atau pemerintah daerah nya sendiri malah sering sekali seperti tidak ada upaya untuk sekedar mendukung dan mengapresiasi content creator tersebut. menurut kalian apa yang seharusnya pemerintah  tersebut lakukan agar mendukung pembangunan melalui media di daerah mereka? apakah mereka perlu berkolaborasi dengan berbagai content creator tersebut?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 04:51:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462530432</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Raffirabbani Panatamahdi Adizaputra_2210412054 (Kelompok 11)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462647189</link>
         <description><![CDATA[<p>Melihat dari tantangan paradigma baru seperti disinformasi dan polarisasi serta ketimpangan akses teknologi bagi wilayah tertentu, menurut kelompok anda mengapa ancaman/tantangan tersebut terjadi dan bagaimana cara pemerintah atau rakyat untuk menanggulangi ancaman/tantangan tersebut?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 05:50:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462647189</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sharavira Nasra (2210412148) - kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462697461</link>
         <description><![CDATA[<p>Seperti yang kita ketahui, media digital membuka banyak ruang untuk bersuara, tapi tetap saja ada kelompok masyarakat yang masih sering “tidak terlihat” seperti penyandang disabilitas, masyarakat adat, atau kelompok minoritas lain. Nah, dalam konteks paradigma baru media, bagaimana strategi yang bisa dilakukan agar suara kelompok rentan ini juga bisa diangkat secara adil dan konsisten dalam wacana pembangunan digital?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 06:16:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462697461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indrasyifa Chaliq Pratama (2210412141) - Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462705221</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam konteks demokratisasi informasi, apakah media sosial benar-benar memperluas partisipasi publik, atau justru menciptakan ruang yang penuh bias dan manipulasi algoritmik? jelaskan pendapat dari kelompok kalian</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 06:20:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462705221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 - Dewi Hanum (155)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462713555</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketimpangan akses teknologi merupakan tantangan dalam paradigma baru. Bagaimana ketimpangan akses teknologi dan digital memengaruhi pembangunan yang inklusif?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 06:24:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462713555</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Nurul Fatimah - 2210412110 (Kelompok 10)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462726616</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan studi kasus tentang content creator lokal di Papua dan NTT yang menggunakan media sosial untuk mengangkat isu daerah mereka. Menurut kelompok kalian, bagaimana agar pengungkapan isu lokal seperti ini tidak berhenti sebagai tontonan sesaat, tetapi bisa berkembang menjadi ekosistem yang berkelanjutan dan benar-benar berdampak bagi komunitasnya atau bahkan turut menyelesaikan isu yang diangkat?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 06:31:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462726616</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nuur Sharfina Aadilah (2210412058) Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462729102</link>
         <description><![CDATA[<p>dalam konteks pembangunan, apakah menurut kalian literasi digital dan kesadaran dari masyarakat saja cukup untuk melawan disinformasi sebagai tantangan yang tadi telah disebutkan, atau perlu strategi lain yang lebih sistemik lagi?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 06:33:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azhtrileona/c0x8kl26duo7set7/wish/3462729102</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
