<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLP XII IPS 1 by DISKUSI GEOGRAFI</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm</link>
      <description>PENGINDERAAN JAUH</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2014-10-27 00:01:24 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-03-08 00:31:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>PETUNJUK UMUM</title>
         <author>kasmangeo27</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38610079</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;Atur tempat duduk sesuai dengan kelompok masing-masing</p><p>2.&nbsp;Tunjuk satu orang sebagai juru tulis pada Laptop/Ipad/SmartPhon</p><p>3. Akses alamat <a href="http://goo.gl/tYuAHQ">http://goo.gl/tYuAHQ</a> </p><p>4. Mulai bekerja dengan klik 2 kali pada wall</p><p>5. Tulis Nama Kelompok terlebih dahulu</p><p>6. Tulis Judul Tugas dan nama-nama anggota kelompok&nbsp;</p><p>    sebelum mengerjakan tugas kelompok</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 00:04:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38610079</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Love</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622430</link>
         <description><![CDATA[<p>St. Nurfajriani syam (tidak hadir)</p><p>wahyuni</p><p>anugrah pratiwi</p><p>a. Sakinah putri</p><p>aghfirah maharani (tidak hadir)</p><p>Penginderaan jauh.</p><p>1. Jelaskan pengertian penginderaan jauh.</p><p>2. Unsur-unsur penginderaan jauh.</p><p>3. Jelaskan perbedaan citra foto dan citra non-foto.</p><p>4. Jelaskan manfaat penginderaan jauh dan pemanfaatan dalam bidang kehidupan.</p><p>JAWABAN</p><p>1. Pengideraan jauh merupakan ilmu dan teknik, serta seni untuk mendapatkan informasi tentang wilayah atau gejala dipermukaan bumi dengan cara menganalisis data yang diperoleh dari suatu alat tanpa berhubungan langsung dengan objek yang di kaji.</p><p>2. unsur-unsur penginderaan jauh</p><p>a. sumber tenaga, </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:02:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622430</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengasapan!</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622432</link>
         <description><![CDATA[<p>Andi almateza trisaputri</p><p>Aulia natazha</p><p>Fathurrahman m.s</p><p>Radhi abdullah</p><p>Fiqram rasyid</p><p>Judul: pengindraan jauh </p><p>1.pengertian</p><p>2.unsur-unsur</p><p>3.jelaskan perbedaan citra foto dan citra nonfoto</p><p>4.manfaat pengindraan jauh dan pemanfaatan nya dalam kehidupan</p><p>JAWAH: </p><p>1. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:02:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622432</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BINTANG TOAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622451</link>
         <description><![CDATA[<div>Nadya ariesandy</div><div>Andi ayu anindhita</div><div>Indriani p zakinah</div><div>Alif muhram</div><div>Andi annisa</div><div>PENGINDERAAN JAUH</div><div>1. Pengertian penginderaan jauh</div><div>2.&nbsp; Identifikasi unsur-unsur penginderaan jauh</div><div>3. Jelaskan perbedaan citra foto dan citra non foto</div><div>4 jelaskan manfaat penginderaan jauh dan contoh penerapannya</div><div>JAWAB:</div><div>1. Penginderaan jauh adalah teknik dan seni untuk memperoleh informasitentang suatu sasaran/objek, wilayah/fenomena dengan menganalisa data yang diperoleh dari alat, tanpa menyentuh/ kontak langsung dengan objek, wilayah/fenomena yang dikaji.</div><div>2.&nbsp; 1. Sumber tenaga</div><div>2. Atmosfer</div><div>3. Interaksi antara tenaga dan obyek</div><div>4. Sensor dan wahana</div><div>5. Perolehan data</div><div>6. Pebggunaan data</div><div>3. Citra foto adalah gambar yang dihasilkan dari sensor kamera. Sedangkan citra non foto adalah gambar yang dihasilkan dari sensor selain kamera seperti gelombang elektromagnetik.</div><div>4.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:02:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mana bapak </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622529</link>
         <description><![CDATA[<div>Muhammad agung dharmawan<br><br></div><div>Sofia khairunnisa<br><br></div><div>Pratama fadjrul islami<br><br></div><div>Dwi yani rahmayanti<br><br></div><div>Hari ratul jannah<br><br></div><div>Muh dzakir afdhol<br><br></div><div>PENGINDERAAN JAUH<br><br></div><div>1. Jelaskan pengertian penginderaan jauh<br><br></div><div>2. Indikasikan unsur unsur penginderaan jauh<br><br></div><div>3. Perbedaan citra foto dan citra nonfoto<br><br></div><div>4. Manfaat penginderaan jauh dan pemanfaatannya dalam kehidupan<br><br></div><div>JAWAB:<br><br></div><div>1.<strong>Penginderaan jauh</strong> (atau disingkat <strong>inderaja</strong>) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari <a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pesawat">pesawat</a>, <a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pesawat_luar_angkasa">pesawat luar angkasa</a>, <a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Satelit">satelit</a>, <a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kapal">kapal</a> atau alat lain.<br><br></div><div>2.Komponen Penginderaan Jauh<br><br></div><div><br><br><br></div><div>1. Sumber Tenaga<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Sumber tenaga dalam proses inderaja terdiri atas :<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Fungsi tenaga adalah untuk menyinari obyek permukaan bumi dan memantulkannya pada sensor<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Tenaga Alamiah, yaitu sinar matahari<br><br></div><div>Tenaga Buatan, yang berupa gelombang mikro<br><br></div><div>Jumlah tenaga yang diterima oleh obyek di setiap tempat berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Waktu penyinaran, jumlah energi yang diterima oleh obyek pada saat matahari tegak lurus (siang hari) lebih besar daripada saat posisi miring (sore hari). Makin banyak enegri yang diterima obyek, makin cerah warna obyek tersebut.<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Sudut datang sinar matahari mempengaruhi jumlah energi yang diterima bumi<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Bentuk permukaan bumi, permukaan bumi yang bertopografi halus dan memiliki warna cerah pada permukaannya lebih banyak memantulkan sinar matahari dibandingkan permukaan yang bertopografi kasar dan berwarna gelap. Sehingga daerah bertopografi halus dan cerah terlihat lebih terang dan jelas<br><br></div><div>Keadaan Cuaca, kondisi cuaca pada saat pemotretan mempengaruhi kemampuan sumber tenaga dalam memancarkan dan memantulkan. Misalnya kondisi udara yang berkabut menyebabkan hasil inderaja menjadi tidak begitu jelas atau bahkan tidak terlihat.<br><br></div><div>2. Atmosfer<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Lapisan udara yang terdiri atas berbagai jenis gas, seperti O2, CO2, nitrogen, hidrogen dan helium. Molekul-molekul gas yang terdapat di dalam atmosfer tersebut dapat menyerap, memantulkan dan melewatkan radiasi elektromagnetik.<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Di dalam inderaja terdapat istilah Jendela Atmosfer, yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Keadaan di atmosfer dapat menjadi penghalang pancaran sumber tenaga yang mencapai ke permukaan bumi.<br><br></div><div><br><br><br></div><div><br><br><br></div><div><br><br><br></div><div>Kondisi Cuaca yang berawan menyebabkan sumber tenaga tidak dapat mencapai permukaan bumi<br><br></div><div><br><br><br></div><div>3. Interaksi antara tenaga dan obyek<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Interaksi antara tenaga dan obyek dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap obyek memiliki karakterisitik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor.<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Obyek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terilhat cerah pada citra, sedangkan obyek yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra.<br><br></div><div>Contoh :<br><br></div><div><br><br><br></div><div>permukaan puncak gunung yang tertutup oleh salju mempunyai daya pantul tinggi yang terlihat lebih cerah, daripada permukaan puncak gunung yang tertutup oleh lahar dingin.<br><br></div><div><br><br><br></div><div>4. Sensor dan Wahana<br><br></div><div><br><br><br></div><div>a. Sensor<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Merupakan alat pemantau yang dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Sensor dapat dibedakan menjadi dua :<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Sensor Fotografik, merekam obyek melalui proses kimiawi. Sensor ini menghasilkan foto. Sensor yang dipasang pada pesawat menghasilkan citra foto (foto udara), sensor yang dipasang pada satelit menghasilkan citra satelit (foto satelit)<br><br></div><div>Sensor Elektronik, bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal. Sinyal elektrik ini direkam dalam pada pita magnetic yang kemudian dapat diproses menjadi data visual atau data digital dengan menggunakan komputer. Kemudian lebih dikenal dengan sebutan citra.<br><br></div><div>b. Wahana<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Adalah kendaraan/media yang digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan inderaja. Berdasarkan ketinggian persedaran dan tempat pemantauannya di angkasa, wahana dapat dibedakan menjadi tiga kelompok :<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Pesawat terbang rendah sampai menengah yang ketinggian peredarannya antara 1.000 – 9.000 meter di atas permukaan bumi<br><br></div><div>Pesawat terbang tinggi, yaitu pesawat yang ketinggian peredarannya lebih dari 18.000 meter di atas permukaan bumi<br><br></div><div>Satelit, wahana yang&nbsp; peredarannya antara 400 km – 900 km diluar atmosfer bumi.<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Satelit, wahana dengan peredaran di luar angkasa<br><br></div><div><br><br><br></div><div>5. Perolehan Data<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Data yang diperoleh dari inderaja ada 2 jenis :<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Data manual, didapatkan melalui kegiatan interpretasi citra. Guna melakukan interpretasi citra secara manual diperlukan alat bantu bernama stereoskop, stereoskop dapat digunakan untuk melihat obyek dalam bentuk tiga dimensi.<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Stereoskop Cermin, salah satu jenis alat yang digunakan untuk melakukan interpretasi citra<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Data numerik (digital), diperoleh melalui penggunaan software khusus penginderaan jauh yang diterapkan pada komputer.<br><br></div><div>6. Pengguna Data<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Pengguna data merupakan komponen akhir yang penting dalam sistem inderaja, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan hasil inderaja. Jika tidak ada pengguna, maka data inderaja tidak ada manfaatnya. Salah satu lembaga yang menggunakan data inderaja misalnya adalah :<br><br></div><div><br><br><br></div><div>Bidang militer<br><br></div><div>Bidang kependudukan<br><br></div><div>Bidang pemetaan<br><br></div><div>Bidan meterologi dan klimatologi<br><br></div><div><br><br><br></div><div>3. Perbedaan citra foto dan non foto<br><br></div><div><br>Dalam penginderaan jauh hasil akhir yang diperoleh merupakan sebuah citra/ gambar sebuah kenampakan fenomena. Dalam inderaja dikenal dua jenis citra yaitu citra foto dan citra non foto. Citra foto merupakan gambar yang dihasilkan dari sensor kamera sedangkan citra non foto adalah gambar yang dihasilkan dari sensor selain kamera seperti gelombang elektromagnetik (sinar X, sinar infrared, dan lainnya). Berikut adalah beberapa perbedaan antara citra foto dan citra non foto.<br><br></div><div>No | Variabel Pembeda | Jenis Citra<br>Citra Foto | Citra Non foto<br>1 | Sensor | Kamera | Bukan kamera<br>2 | Detektor | Film | Pita magnetik, termistor, foto konduktif<br>3 | Proses perekaman | Fotografi | Elektronik<br>4 | Mekanisme perekaman | Serentak | parsial<br>5 | Spektrum elektromagnetik | Sinar Tampak | Sinar tampak, termal, gelombang mikro</div><div><a href="http://agnazgeograph.wordpress.com/2012/12/06/perbedaan-citra-foto-dan-non-foto-inderaja/stamford20bridge20stadiu31613/#main"></a></div><div>Citra foto</div><div><a href="http://agnazgeograph.wordpress.com/2012/12/06/perbedaan-citra-foto-dan-non-foto-inderaja/slide1/#main"></a></div><div><br></div><div><br></div><div>4 . <br><a href="http://inderaja.blogspot.com/2007/11/pemanfaatan-penginderaan-jauh.html">PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH</a><br><br>Kegunaan citra penginderaan jauh antra lain sebagai berikut :1. Sebagai alat bantu dalam menyusun teori<br>Teori<br> adalah serangkaian peryataan tentang hubungan antara dua gejala atau&nbsp;<br>lebih yang dibuat dengan tingkat kepercayaan tertentu. Teori tersebut&nbsp;<br>disusun berdasarkan penelitian yang dibuat dengan tingkat kepercayaan&nbsp;<br>antara teori dan fakta.2. Sebagai atau untuk menemukan fakta<br>Citra yang menyajikan gambaran lengkap merupakan sumber data yang dapat diinterpretasi secara cepat.3. Sebagai alat penelitian<br>Citra yang menyajikan gambaran sinoptik merupakan alat yang baik dalam memberikan rekaman objek, gejala, atau daearah.4. Sebagai dasar penjelasan<br>Citra<br> yang menyajikan gambaran lengkap dengan ujud dan letak yang mirip wujud<br> dan letak sebenarnya merupkan alat yang baik sekali untuk memahami&nbsp;<br>letak dan susunan gejala di muka bumi.5. Sebagai alat dalam prediksi pengendalian.<br>Citra<br> merupakan alat bantu secara visual yang bermanfaat di dalam prediksi&nbsp;<br>dan pengendalian, yaitu sebagai abstraksi kondisi masa yang akan datang&nbsp;<br>dan sebagai peta kerja.<br>Gambar<br> di atas adalah animasi yang dibuat oleh seorang ahli untuk&nbsp;<br>menggambarkan penyebaran lumpur sidoarjo ke selat madura. Animasi ini&nbsp;<br>dibuat berdasarkan&nbsp; data satelit yang diperoleh secara periodik.&nbsp; Dari&nbsp;<br>data citra tersebut, seorang ahli bisa memprediksi dampak penyebaran&nbsp;<br>lumpur beberapa tahun yang akan datang.<br>Penginderaan jauh bisa dimanfaatkan oleh para ahli dalam bidangnya masing-masing. Diantaranya sebagai berikut :<br>-<br> Hidrologi : pengukuran curahan, memonitor dalamnya salju dan es yang&nbsp;<br>menutup permukaan, pengawasan banjir, manajemen transport ari,&nbsp;<br>agrikultur, kehutanan.<br>- Meteorologi : Memonitoring badai, curahan, awan dan gerakannya, angin serta turbulensi, insolasi.<br>- Ekologi dan Polusi : memonitor biologi, polusi thermal, polusi udara dan air.<br>- Geografi dan geologi : pemetaan tanah dan lapangan, peta geologi, mendeteksi endapan mineral.<br>- Oceanografi : memonitor gelombang, arus, temperatur, salinitas, turbidit (kekeruhan air)<br>- Militer</div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:03:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622529</guid>
      </item>
      <item>
         <title>420</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622698</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:06:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622698</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kasmangeo27</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622999</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:12:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38622999</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38623012</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:12:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38623012</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PANGHOSTES</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38623026</link>
         <description><![CDATA[<p>Muh.s bolkia saputra</p><p>Naif amir k</p><p>Yogi alfadillah</p><p>Saleh akbar</p><p>Muh ilham</p><p>PENGINDERAAN JAUH</p><p>1.jelaskan pengertian penginderaan jauh ?</p><p>2.unsur-unsur penginderaan jauh ?</p><p>3.jelaskan perbedaan citra foto dan citra non foto ?</p><p>4.jelaskan manfaat penginderaan jauh dari berbagai bidang-bidang beserta contohnya ?</p><p>JAWABAN:</p><p>1.<span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><b style="font-style:normal;font-variant:normal;background-image:none;">Penginderaan jauh</b><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">&nbsp;(atau disingkat</span><b style="font-style:normal;font-variant:normal;background-image:none;">inderaja</b><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari&nbsp;</span><a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pesawat" title="Pesawat" class="mw-redirect" style="font-style:normal;font-variant:normal;background-image:none;">pesawat</a><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">,&nbsp;</span><a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pesawat_luar_angkasa" title="Pesawat luar angkasa" class="mw-redirect" style="font-style:normal;font-variant:normal;background-image:none;">pesawat luar angkasa</a><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">,&nbsp;</span><a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Satelit" title="Satelit" style="font-style:normal;font-variant:normal;background-image:none;">satelit</a><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">,&nbsp;</span><a href="http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kapal" title="Kapal" style="font-style:normal;font-variant:normal;background-image:none;">kapal</a><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">&nbsp;atau alat lain.&nbsp;</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">2.sumber tenaga: gambaran objek permukaan bumi merupakan hasil interaksi antara tenaga dan objek yang direkam.</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">Atmosfer: atmosfer bersifat selektif terhadap panjang gelombang sehingga hanya</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">3.</span>Citra foto adalah gambar yang dihasilkan dari sensor kamera. Sedangkan citra non foto adalah gambar yang dihasilkan dari sensor selain kamera seperti gelombang elektromagnetik.</span></p><div id="attachment_1092" class="wp-caption aligncenter" style="margin-right:auto;margin-left:auto;font-style:normal;font-variant:normal;max-width:774px;width:650px;"><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);">4 .</span><a href="http://inderaja.blogspot.com/2007/11/pemanfaatan-penginderaan-jauh.html" style="font-size:13px;white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);">PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH</a><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);">Kegunaan citra penginderaan jauh antra lain sebagai berikut :1. Sebagai alat bantu dalam menyusun teori<br>Teori adalah serangkaian peryataan tentang hubungan antara dua gejala atau lebih yang dibuat dengan tingkat kepercayaan tertentu. Teori tersebut disusun berdasarkan penelitian yang dibuat dengan tingkat kepercayaan antara teori dan fakta.2. Sebagai atau untuk menemukan fakta<br>Citra yang menyajikan gambaran lengkap merupakan sumber data yang dapat diinterpretasi secara cepat.3. Sebagai alat penelitian<br>Citra yang menyajikan gambaran sinoptik merupakan alat yang baik dalam memberikan rekaman objek, gejala, atau daearah.4. Sebagai dasar penjelasan<br>Citra yang menyajikan gambaran lengkap dengan ujud dan letak yang mirip wujud dan letak sebenarnya merupkan alat yang baik sekali untuk memahami letak dan susunan gejala di muka bumi.5. Sebagai alat dalam prediksi pengendalian.<br>Citra merupakan alat bantu secara visual yang bermanfaat di dalam prediksi dan pengendalian, yaitu sebagai abstraksi kondisi masa yang akan datang dan sebagai peta kerja.<a href="http://download.iagi.or.id/animasi.gif"></a><br>Gambar di atas adalah animasi yang dibuat oleh seorang ahli untuk menggambarkan penyebaran lumpur sidoarjo ke selat madura. Animasi ini dibuat berdasarkan data satelit yang diperoleh secara periodik. Dari data citra tersebut, seorang ahli bisa memprediksi dampak penyebaran lumpur beberapa tahun yang akan datang.<br>Penginderaan jauh bisa dimanfaatkan oleh para ahli dalam bidangnya masing-masing. Diantaranya sebagai berikut :<br>- Hidrologi : pengukuran curahan, memonitor dalamnya salju dan es yang menutup permukaan, pengawasan banjir, manajemen transport ari, agrikultur, kehutanan.<br>- Meteorologi : Memonitoring badai, curahan, awan dan gerakannya, angin serta turbulensi, insolasi.<br>- Ekologi dan Polusi : memonitor biologi, polusi thermal, polusi udara dan air.<br>- Geografi dan geologi : pemetaan tanah dan lapangan, peta geologi, mendeteksi endapan mineral.<br>- Oceanografi : memonitor gelombang, arus, temperatur, salinitas, turbidit (kekeruhan air)<br>- Militer</span></div><div><span style="font-size:16px;"><span style="font-size:16px;"><span style="font-size:16px;"><span style="font-size:16px;"><span style="font-size:16px;"><span style="font-size:16px;"><br></span></span></span></span></span></span></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:12:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38623026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>move on</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38623149</link>
         <description><![CDATA[<p>Zahra Ramadhanty R</p><p>Nanda Tiara</p><p>A. Husnul Amalia</p><p>Nur Fitrah Ramadhan</p><p>Irfan Ardiyanto</p><p>A.M Deri</p><p>soal:</p><p>1. Jelaskan pengertian pengindraan jauh</p><p>2. unsur2 pengindraan jauh</p><p>3. jelaskan citra foto dan nonfoto</p><p>4. manfaat pengindraan jauh dan pemanfaatan nya dalam kehidupan.</p><p>jawab:</p><p>1.  Pengindraan jauh adalah <span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari pesawat,&nbsp;</span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">pesawat luar angkasa,</span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">&nbsp;satelit,</span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">&nbsp;kapal</span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">&nbsp;atau alat lain.</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">2. unsur unsur penginderaan jauh</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">- &nbsp;rona/warna</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">&nbsp; &nbsp; Rona dan warna&nbsp;merupakan unsur pengenal utama atau primer terhadap suatu obyek pada citra penginderaan jauh. Fungsi utama adalah untuk identifikasi batas obyek pada citra. Penafsiran citra secara visual menuntut tingkatan rona bagian tepi yang jelas, hal ini dapat dibantu dengan teknik penajaman citra ( enhacement) . Rona merupakan tingkat / gradasi keabuan yang teramati pada citra penginderaan jauh yang dipresentasikan secara hitam-putih. Permukaan obyek yang basah akan cenderung menyerap cahaya elektromagnetik sehingga akan nampak lebih hitam disbanding obyek yang relative lebih kering.<br><b>Warna</b>merupakan ujud yang yang tampak mata dengan menggunakan spectrum sempit, lebih sempit dari spectrum elektromagnetik tampak ( Sutanto, 1986). Contoh obyek yang menyerap sinar biru dan memantulkan sinar hijau dan merah maka obyek tersebut akan tampak kuning. Dibandingkan dengan rona , perbedaaan warna lebih mudah dikenali oleh penafsir dalam mengenali obyek secara visual. Hal inilah yang dijadikan dasar untuk menciptakan citra multispektral.<br><b>Bentuk</b><br>Bentuk dan ukuran merupakan asosiasi sangat erat. Bentuk menunjukkan konfigurasi umum suatu obyek sebagaimana terekam pada citra penginderaan jauh . Bentuk mempunyai dua makna yakni :<br>a. bentuk luar / umum<br>b. bentuk rinci atau sususnana bentuk yang lebih rinci dan spesifik.<br><b>Ukuran</b>Ukuran merupakan bagian informasi konstektual selain bentuk dan letak. Ukuran merupakan atribut obyek yang berupa jarak , luas , tinggi, lereng dan volume (sutanto, 1986). Ukuran merupakan cerminan penyajian penyajian luas daerah yang ditempati oleh kelompok individu.<br><b>Tekstur</b>Tekstur merupakan frekuensi perubahan rona dalam citra ( Kiefer, 1979). Tekstur dihasilkan oleh kelompok unit kenampkan yang kecil, tekstur sering dinyatakan kasar,halus, ataupu belang-belang (Sutanto, 1986). Contoh hutan primer bertekstur kasar, hutan tanaman bertekstur sedang, tanaman padi bertekstur halus.<br><b>Pola</b>Pola merupakan karakteristik makro yang digunakan untuk mendiskripsikan tata ruang pada kenampakan di citra. Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang yang menandai bagi banyak obyek bentukan manusia dan beberapa obyek alamiah. Hal ini membuat pola unsure penting untuk membedakan pola alami dan hasil budidaya manusia. Sebagai contoh perkebunan karet , kelapa sawit sanagt mudah dibedakan dari hutan dengan polanya dan jarak tanam yang seragam.<br><b>Bayangan</b>Bayangan merupakan unsure sekunder yang sering embantu untuk identifikasi obyek secara visual , misalnya untuk mengidentifikasi hutan jarang, gugur daun, tajuk ( hal ini lebih berguna pada citra resolusi tinggi ataupun foto udara)<br><b>Situs</b>Situs merupakan konotasi suatu obyek terhadap factor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan atau keberadaan suatu obyek. Sirtus bukan cirri suatu obyek secara langsung, teapi kaitanya dengan factor lingkungan. Contoh hutan mangrove selalu bersitus pada pantai tropic, ataupun muara sungai yang berhubungan langsung dengan laut ( estuaria).<br><b>Asosiasi (korelasi )</b>Asosiasi menunjukkan komposisi sifat fisiognomi seragam dan tumbuh pada kondisi habita yang sama. Asosiasi juga berarti kedekatan erat suatu obyek dengan obyek lainnya. Contoh permukiman kita identik dengan adanya jaringan tarnsportasi jalan yang lebih kompleks dibanding permukiman pedesaan. Konvergensi bukti Dalam proses penafsiran citra penginderaan jauh sebaiknya digunakan unsure diagnostic citra sebanyak mungkin. Hal ini perlu dilakukan karena semakin banyak unsure diagnostic citra yang digunakan semakin menciut lingkupnya untuk sampai pada suatu kesimpulan suatu obyek tertentu. Konsep ini yang sering disebut konvergensi bukti.&nbsp;</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;"><br></span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">3. Citra Foto: gambar yang dihasilkan dengan menggunakan sensor kamera</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;">&nbsp; &nbsp; Citra nonfoto: gambaran suatu objek yg di hasilkan oleh sensor bukan kamera</span></span></p><p><span style="white-space:normal;background-color:rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;"><br></span></span></p><p><span style="white-space:normal;">4. Manfaat pengindraan jauh</span></p><p><span style="font-size:13px;white-space:normal;">&nbsp; &nbsp;Bidang Kelautan&nbsp;</span><span style="white-space:normal;"></span></p><ul><li>Pengamatan sifat fisis air laut.</li><li>Pengamatan pasang surut air laut dan gelombang laut.</li><li>Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lain.</li></ul><h3>&nbsp; Bidang hidrologi&nbsp;</h3><ul><li>Pemanfaatan daerah aliran sungai (DAS) dan konservasi sungai.</li><li>Pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.</li><li>Pemanfaatan luas daerah dan intensitas banjir.</li></ul><h3>&nbsp; &nbsp;Bidang geologi</h3><ul><li>Menentukan struktur geologi dan macamnya.</li><li>Pemantauan daerah bencana (gempa, kebakaran) dan pemantauan debu vulkanik.</li><li>Pemantauan distribusi sumber daya alam.</li><li>Pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut.</li><li>Pemanfaatan di bidang pertahanan dan militer.</li><li>Pemantauan permukaan, di samping pemotretan dengan pesawat terbang dan aplikasisistem informasi geografi (SIG).</li></ul><h3>Bidang meteorologi dan klimatologi&nbsp;</h3><ul><li>Membantu analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan daerah bertekanan tinggi, daerah hujan, dan badai siklon.</li><li>Mengetahui sistem atau pola angin permukaan.</li><li>Permodelan meteorologi dan data klimatologi.</li><li>Untuk pengamatan iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat kewarnaan dan kandungan air di udara.</li></ul><h3>Bidang oseanografi</h3><ul><li>Pengamatan sifat fisis air seperti suhu, warna, kadar garam dan arus laut.</li><li>Pengamatan pasang srut dengan gelombang laut (tinggi, frekuensi, arah).</li><li>Mencari distribusi suhu permukaan.</li><li>Studi perubahan pasir pantai akibat erosi dan sedimentasi</li></ul><p></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 03:14:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38623149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DAFTAR NILAI TUGAS KELOMPOK</title>
         <author>kasmangeo27</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38626440</link>
         <description><![CDATA[<p>1. BINTANG TOAR</p><p>2. PENGHOSTES</p><p>3. MANA BAPAK (25)</p><p>4. LOVE </p><p>5. MOVE ON</p><p>6. 420</p><p>7. PENGASAPAN </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-27 04:31:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38626440</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LOVE</title>
         <author>rahmayanti_dwiy</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38970392</link>
         <description><![CDATA[<div>SOAL<br><br><br></div><div>1. Pengertian penginderaan jauh<br><br><br></div><div>2. Identifikasi unsur-unsur penginderaan jauh<br><br><br></div><div>3. Jelaskan perbedaan citra foto dan citra non foto<br><br><br></div><div>4 jelaskan manfaat penginderaan jauh dan contoh penerapannya<br><br><br></div><div>JAWAB&nbsp;<br><br><br></div><div><strong>1. <br>Pengertian Pengindraan Jauh (Indraja)</strong><br><br><br></div><div>Pengindraan jauh sering disingkat <em>indraja</em>.<br>Menurut Lillesand dan Keifer, indraja adalah ilmu atau teknik dan seni untuk<br>mendapatkan informasi tentang objek / wilayah / gejala dengan cara menganalisis<br>data yang diperoleh dari suatu alat tanpa berhubungan langsung dengan objek/<br>wilayah / gejala yang sedang dikaji.<br><br><br></div><div><strong>2. <br></strong>1. Sumber Tenaga<br><br><br></div><div>Sumber tenaga dalam proses indraja<br>terdiri atas tenaga alamiah dan tenaga buatan. Tenaga alamiah adalah sinar<br>matahari, sedangkan tenaga buatan adalah berupa gelombang mikro (dari baterai /<br>blitz dll). Fungsi tenaga tersebut adalah menyinari objek permukaan bumi dan<br>memantulkannya pada sensor.<br><br><br></div><ol><li>Atmosfer</li></ol><div><br><br>Molekul-molekul gas yang terdapat di<br>dalam atmosfer tersebut dapat menyerap, memantulkan, dan melewatkan radiasi<br>elektromagnetik. Oleh karena itu, di dalam indraja terdapat istilah <em>jendela<br>atmosfer, </em>yaitu bagian spectrum gelombang elektromagnetik yang dapat<br>mencapai bumi. Dengan demikian keadaan atmosfer sangat berpengaruh terhadap<br>pancaran energi. Keadaan atmosfer dapat menghalangi pancaran sumber tenaga ke<br>muka bumi. Kondisi tersebut berarti menghalangi pula interaksi antara tenaga<br>dan objek.&nbsp;<br><br><br></div><ol><li>Interaksi<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Antara Tenaga dan Objek</li></ol><div><br><br>Interaksi antara tenaga dan objek<br>dapat terlihat pada <em>rona</em> yang dihasilkan. Tiap-tiap objek memiliki<br>karakteristik yang berbeda-beda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke<br>sensor. Objek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terlihat cerah pada citra,<br>sedangkan objek yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra.<br>Contohnya, batu gamping yang mempunyai daya pantul tinggi akan terlihat lebih<br>cerah daripada batu granit yang mempunyai daya pantul rendah.<br>6<br><br></div><ol><li>Sensor&nbsp;</li></ol><div><br><br>a. Sensor<br><br>Sensor merupakan alat pemantau yang<br>dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Berdasarkan proses<br>perekamannya, sensor dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sensor fotografik dan<br>sensor elektronik.<br><br>1) Sensor fotografik merekam objek<br>melalui proses kimiawi yang dapat dipasang pada pesawat udara maupun satelit<br>(menggunakan negatif film). Sensor fotografik itu menghasilkan foto. Sensor<br>fotografik yang dipasang pada pesawat udara menghasilkan citra foto (<em>foto<br>udara</em>), sedangkan jika dipasang pada satelit menghasilkan citra satelit (<em>foto<br>satelit</em>).<br><br>2) Sensor elektronik merupakan<br>sensor yang bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal. Sinyal elektrik yang<br>direkam pada pita magnetic selanjutnya dapat diproses menjadi data visual atau<br>digital dengan menggunakan computer. Sensor elektronik itu menghasilkan citra<br>indraja (lebih dikenal dengan sebutan citra).<br><br><br></div><ol><li>Wahana</li></ol><div><br><br>Wahana adalah kendaraan yang<br>digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan data indraja. Berdasarkan<br>ketinggian peredaran dan tempat pemantulannya di angkasa, wahana dapat di<br>bedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.<br><br>1) Pesawat terbang rendah sampai<br>menengah, yaitu pesawat yang ketinggian pendaratannya antara 1.000 m dan 9.000<br>m di atas permukaan bumi.<br><br>2) Pesawat terbang tinggi, yaitu<br>pesawat yang ketinggian peredarannya lebih dari 18.000 m di atas permukaan<br>bumi.<br><br>3) Satelit, yaitu wahana dengan 900<br>km di atas permukaan bumi.<br><br><br></div><ol><li>Perolehan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Data (citra)</li></ol><div><br><br>Data indraja diperoleh dengan cara<br>manual atau dengan cara numeric (<em>digital</em>). Secara manual dan diperoleh<br>melalui interpretasi citra. Guna melakukan interpretasi citra secara manual<br>diperlukan alat Bantu yang dinamakan <em>steroskop</em>. Steroskop dapat<br>digunakan dengan menggunakan computer.<br><br><br></div><ol><li>Pengguna<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Data&nbsp;</li></ol><div><br><br>Pengguna data merupakan komponen<br>yang penting dalam sistim indraja, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan<br>informasi hasil indraja. Jika tidak ada pengguna, data indraja tidak ada<br>manfaatnya. Data indraja sangat bermanfaat untuk memperoleh data special yang<br>dapat digunakan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, kerincian, keandalan<br>dan kesesuaiannya terhadap kebutuhan pengguna sangat menentukan diterima atau<br>tidaknya data hasil indraja oleh pengguna.<br><br>3.&nbsp; Citra Foto<br><br>Citra foto adalah gambaran suatu<br>gejala di permukaan bumi sebagai hasil pemotretan dengan menggunakan kamera.<br>Guna melakukan pemeotretan, kamera tersebut dipasang pada wahana tertentu,<br>contohnya layang - layang, balon udara, atau pesawat terbang. Hasil pemotreran<br>yang menggunakan wahana-wahana itu di sebut foto udara, sedangkan apabila<br>wahana yang digunakan adalah satelit hasilnya disebut foto satelit.<br><br>Citra foto dibedakan atas dasar<br>spectrum elektromagnetik yang digunakan, posisi sumbu kamera, sudut liputan<br>kamera, jenis kamera, wahana yang digunakan, dan system wahananya.<br><br><em>a. Spektrum Elektromagnetik yang<br>Digunakan</em><br><br>Berdasarkan spectrum elektromagnetik<br>yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu sebagai berikut.<br><br>1) Citra foto ultraviolet, yaitu<br>foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum ultraviolet.<br><br>2) Citra foto ortokromatik, yaitu<br>citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari warna biru<br>hingga sebagian warna hijau.<br><br>3) Citra foto pankromatik, yaitu<br>citra foto yang dibuat demgan menggunakan seluruh spektrum tampak.<br><br>4) Citra inframerah asli, yaitu<br>citra foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah.<br><br>5) Citra foto inframerah modifikasi,<br>yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari warna<br>merah dan sebagian warna hijau.<br><br><em>Dari kelima jenis citra foto<br>tersebut yang paling banyak penggunaannya dalam indraja sistim fotografi adalah<br>citra foto panakromatik</em>.<br><br><em>b. Posisi Sumbu Kamera</em><br><br>Berdasarkan posisi sumbu kamera<br>terhadap permukaan bumi citra foto dibedakan menjadi dua jenis, yaitu citra<br>foto vertical dan citra foto condong.<br><br>1) Citra foto vertikal, yaitu citra<br>foto yang dibuat dengan posisi sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan<br>bumi. kemiringan sumbu kamera sebesar 1<sup>0</sup> - 4<sup>0</sup><br><br>2) Citra foto condong, yaitu citra<br>foto yang dibuat dengan posisi sumbu kamera miring, umumnya membentuk sudut<br>sebesar 10<sup>0</sup> atau lebih. Citra foto condong dibedakan menjadi dua<br>jenis, yaitu sebagai berikut.<br><br>a) Citra foto agak condong, yaitu<br>apabila cakrawala tidak tergambar pada citra foto<br><br>b) Citra foto sangat condong, yaitu<br>apabila cakrawala tergambar tergambar pada citra foto.<br><br><em>c. Sudut Liputan Kamera</em><br><br>Berdasarkan sudut liputan kamera,<br>citra foto dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu sudut kecil, sudut normal, sudut<br>lebar, dan sudut sangat lebar.<br><br>Table, Jenis Citra Foto Berdasarkan<br>Sudut Liputan<br><br><br> <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; <strong>Jenis Kamera</strong><br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; <strong>Sudut Liputan</strong><br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; <strong>Jenis Foto</strong><br>&nbsp; <br> <br> <br><br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sudut kecil<br>&nbsp; (<em>narrow angel</em>)<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; &lt;&gt;0<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sudut kecil<br>&nbsp; <br> <br> <br><br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sudut normal<br>&nbsp; (<em>normal angel</em>)<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; 60<sup>0</sup> – 75<sup>0</sup><br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sudut normal/ sudut standar<br>&nbsp; <br> <br> <br><br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sudut lebar<br>&nbsp; (<em>wide angel</em>)<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; 75<sup>0</sup> – 100<sup>0</sup><br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sudut lebar<br>&nbsp; <br> <br> <br><br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sudut sangat lebar<br>&nbsp; (<em>super-wide angel</em>)<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; &gt; 100<sup>0</sup><br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sudut sangat lebar<br>&nbsp; <br> <br><br><br><em>d. Jenis Kamera </em><br><br>Berdasarkan kamera yang digunakan,<br>citra foto dibedakan menjadi dua jenis, yaitu citra foto tunggal dan citra foto<br>jamak.<br><br>1) Citra foto tunggal, yaitu citra<br>foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Oleh karena itu, setiap objek hanya tergambar<br>dalam satu lembar foto.<br><br>2) Citra foto jamak, yaitu citra<br>foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan objek liputan yang sama.<br>Foto jamak dibuat dengan 3 cara, yaitu sebagai berikut.<br><br>a) Multikamera, yaitu menggunakan<br>beberapa kamera yang masing-masing diarahkan ke satu objek.<br><br>b) Kamera multilensa, yaitu satu<br>kamera dengan beberapa lensa.<br><br>c) Kamera tunggal berlensa tunggal<br>dengan pengurai warna.<br><br><em>e. Warna yang Digunakan</em><br><br>Berdasarkan warna yang digunakan,<br>citra foto berwarna dibedakan menjadi 2, yaitu citra foto warna asli (<em>true<br>color</em>) dan citra foto warna semua (<em>false color</em>).<br><br>f. Sistem Wahana<br><br>Berdasarkan wahana yang digunakan,<br>citra foto dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu citra foto udara dan citra foto<br>satelit.<br><br>1) Citra foto udara, yaitu citra<br>foto yang dibuat dengan menggunakan wahana yang bergerak di udara, contohnya<br>laying-layang, balon udara, dan pesawat terbang.<br><br>2) Citra foto satelit, yaitu citra<br>foto yang dibuat dengan menggunakan wahana yang bergerak di ruang angkasa,<br>umumnya satelit.<br><br>2. Citra Nonfoto<br><br>Citra nonfoto adalah gambar atau<br>citra tentang suatu objek yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera dengan cara<br>memindai (<em>scanning</em>). Citra nonfoto dibedakan atas dasar spectrum<br>elektromagnetik yang digunakan, sensor yang digunakan, dan wahana yang<br>digunakan.<br><br>a. Spektrum Elektromagnetik yang<br>Digunakan<br><br>Berdasarkan spektrum elektromagnetik<br>yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu citra<br>inframerahtermal, citra radar, dan citra gelombang mikro.<br><br>1) Citra inframerah termal, yaitu<br>citra yang dibuat dengan menggunkan spectrum inframerah termal.<br><br>2) Citra radar, yaitu citra yang<br>dibuat dengan menggunakan spectrum gelombang mikro dan sumber tenaga buatan.<br><br>3) Citra gelombang mikro, yaitu<br>citra yang dibuat dengan menggunakan spectrum gelombang mikro.<br><br>b. Sensor yang Digunakan<br><br>Berdasarkan sensor yang digunakan,<br>citra nonfoto dibedakan menjadi 2, yaitu citra tunggal dan citra multispektral.<br><br>1) Citra tungal, yaitu citra yang<br>dibuat dengan dengan menggunakan sensor tunggal.<br><br>2) Citra multipektral, yaitu citra<br>yang dibuat dengan menggunakan sensor saluran jamak.<br><br>c. Wahana yang Digunakan<br><br>Berdasarkan wahana yang digunakan,<br>citra nonfoto dibedakan menjadi 2, yaitu citra dirgantara dan citra satelit.<br><br>1) Citra dirgantara, yaitu citra<br>yang dibuat dengan menggunakan wahana yang beroperasi di udara atau dirgantara <br><br>2) Citra satelit, yaitu citra yang<br>dibuat dengan menggunakan wahana yang beroperasi di antariksa.<br><br>Tabel. PERBEDAAN CITRA FOTO DENGAN CITRA NONFOTO<br><br><br> <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; <strong>No</strong><br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; <strong>Variabel Pembeda</strong><br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; <strong>Jenis Citra</strong><br>&nbsp; <br> <br> <br><br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; <strong>Citra Foto</strong><br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; <strong>Citra Nonfoto</strong><br>&nbsp; <br> <br> <br><br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; 1<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Sensor<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Kamera<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Nomkamera, atas dasar pemindaian (<em>scaning</em>). <br>&nbsp; Kamera yang detektornya bukan film<br>&nbsp; <br> <br> <br><br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; 2<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Detektor<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Film<br>&nbsp; <br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; Pita magnetic, termistor, foto konduktif, foto<br>&nbsp; voltaic, dan sebagainya<br>&nbsp; <br> <br> <br><br>&nbsp; &nbsp;| <br>&nbsp; 3<br><br><br>&nbsp; <br> <br><br><br><br><br><strong>CITRA FOTO</strong><br><br><br><br><strong>CITRA ELEKTRMAGNETIK</strong><br><br>4.&nbsp; <a href="http://inderaja.blogspot.com/2007/11/pemanfaatan-penginderaan-jauh.html">PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH</a><br><br><br>Kegunaan citra penginderaan jauh antra lain sebagai berikut<br>:<br><br><strong>1. Sebagai alat bantu dalam menyusun teori</strong><br><br>Teori adalah serangkaian peryataan tentang hubungan antara dua gejala atau<br>lebih yang dibuat dengan tingkat kepercayaan tertentu. Teori tersebut disusun<br>berdasarkan penelitian yang dibuat dengan tingkat kepercayaan antara teori dan<br>fakta.<br><br><strong>2. Sebagai atau untuk menemukan fakta</strong><br><br>Citra yang menyajikan gambaran lengkap merupakan sumber data yang dapat<br>diinterpretasi secara cepat.<br><br><strong>3. Sebagai alat penelitian</strong><br><br>Citra yang menyajikan gambaran sinoptik merupakan alat yang baik dalam<br>memberikan rekaman objek, gejala, atau daearah.<br><br><strong>4. Sebagai dasar penjelasan</strong><br><br>Citra yang menyajikan gambaran lengkap dengan ujud dan letak yang mirip wujud<br>dan letak sebenarnya merupkan alat yang baik sekali untuk memahami letak dan<br>susunan gejala di muka bumi.<br><br><strong>5. Sebagai alat dalam prediksi pengendalian.</strong><br><br>Citra merupakan alat bantu secara visual yang bermanfaat di dalam prediksi dan<br>pengendalian, yaitu sebagai abstraksi kondisi masa yang akan datang dan sebagai<br>peta kerja.<br><br>Gambar di atas adalah animasi yang dibuat oleh seorang ahli<br>untuk menggambarkan penyebaran lumpur sidoarjo ke selat madura. Animasi ini<br>dibuat berdasarkan data satelit yang diperoleh secara periodik. Dari data citra<br>tersebut, seorang ahli bisa memprediksi dampak penyebaran lumpur beberapa tahun<br>yang akan datang.<br>Penginderaan jauh bisa dimanfaatkan oleh para ahli dalam<br>bidangnya masing-masing. Diantaranya sebagai berikut :<br><br>- Hidrologi : pengukuran curahan, memonitor dalamnya salju dan es yang menutup<br>permukaan, pengawasan banjir, manajemen transport ari, agrikultur, kehutanan.<br><br>- Meteorologi : Memonitoring badai, curahan, awan dan gerakannya, angin serta<br>turbulensi, insolasi.<br><br>- Ekologi dan Polusi : memonitor biologi, polusi thermal, polusi udara dan air.<br><br>- Geografi dan geologi : pemetaan tanah dan lapangan, peta geologi, mendeteksi<br>endapan mineral.<br><br>- Oceanografi : memonitor gelombang, arus, temperatur, salinitas, turbidit<br>(kekeruhan air)<br><br>-Militer<br><br>http://agnazgeograph.files.wordpress.com/2012/12/stamford20bridge20stadiu31613.jpg?w=591&amp;h=457&nbsp; <a href="http://agnazgeograph.files.wordpress.com/2012/12/slide1.jpg?w=640&amp;h=480">http://agnazgeograph.files.wordpress.com/2012/12/slide1.jpg?w=640&amp;h=480</a>SITTI NURFAJRIANI SYAMWAHYUNIANUGRAH PRATIWIAGHFIRAH MAHARANIANDI SAKINAHu</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-29 07:15:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/38970392</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/70018939</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="http://padlet.com/create" />
         <pubDate>2015-09-14 14:40:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/70018939</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/82587860</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="http://agnazgeograph.wordpress.com/2012/12/06/perbedaan-citra-foto-dan-non-foto-inderaja/slide1/#main" />
         <pubDate>2015-11-20 09:38:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/82587860</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/82587913</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="http://agnazgeograph.wordpress.com/2012/12/06/perbedaan-citra-foto-dan-non-foto-inderaja/stamford20bridge20stadiu31613/#main" />
         <pubDate>2015-11-20 09:38:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/82587913</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ju</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/83111933</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-11-24 00:25:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/bsgveispkgcm/wish/83111933</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
