<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Arif Prasetya by Arif Prasetya</title>
      <link>https://padlet.com/arifprasetya11/briuiz4hdqvwfcgn</link>
      <description>Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran KHD</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-05-31 05:30:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-20 03:30:26 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1718948042/e5046c4f283c298be5463e078b8224ef/GK_2.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Kesimpulan Pemikiran KHD</title>
         <author>arifprasetya11</author>
         <link>https://padlet.com/arifprasetya11/briuiz4hdqvwfcgn/wish/2205529781</link>
         <description><![CDATA[<div>Ki Hajar Dewantara membedakan antara pengajaran dan Pendidikan, pengajaran merupakan bagian dari pendidikan. Pengajaran adalah proses pendidikan dalam memberikan ilmu untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin sedangkan pendidikan memberi tuntunan terhadap kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya.</div><div>Ki Hajar Dewantara juga menyampaikan bahwa pendidikan adalah tempat persemaian benih benih kebudayaan dalam Masyarakat. Untuk menciptakan manusia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.</div><div>Dalam proses pembelajaran menuntut anak diberi kebebasan menemukan kemerdekaan dalam belajar, namun pendidik sebagai Pamong ditugaskan dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan diri.<br><br></div><div>Pendidikan sebagai tuntunan tidak hanya menjadikan seorang anak mendapat kecerdasan yang lebih tinggi dan luas tetapi juga menjauhkan dirinya dari perbuatan ketidaknyamanan bahkan perbuatan tidak baik. manusia merdeka merupakan tujuan pendidikan Ki Hajar Dewantara Merdeka baik secara fisik mental maupun rohani&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-31 05:32:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arifprasetya11/briuiz4hdqvwfcgn/wish/2205529781</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Pemikiran KHD</title>
         <author>arifprasetya11</author>
         <link>https://padlet.com/arifprasetya11/briuiz4hdqvwfcgn/wish/2205530398</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebelum mempelajari pemikiran Ki Hajar Dewantara, saya hanya berpikir bagaimana murid saya paham dengan materi yang saya berikan dan dapat mengerjakan semua tugas yang diberikan dengan baik dan memperoleh nilai bagus. Jika peserta didik mendapat nilai yang memuaskan maka akan muncul anggapan bahwa saya sudah berhasil dalam mengajar sementara jika nilainya kurang memuaskan saya merasa gagal dalam mengajar. Untuk itu saya terus berusaha mencari metode yang terbaik dalam kegiatan belajar mengajar agar nilai anak memuaskan.<br><br></div><div>Anggapan saya sebagai seorang guru adalah untuk mentransfer pengetahuan, sebagai sumber ilmu. Saya tidak memahami kebutuhan anak akan&nbsp; kenyamanan dan kemerdekaan belajar, bagi saya jika mereka tertib dalam pengumpulan tugas serta selalu aktif dalam kegiatan Pembelajaran merupakan keberhasilan menjadi guru.&nbsp; Saya percaya bahwa pendidikan dan pembelajaran menggunakan pendekatan pemberian materi, tugas dan sanksi merupakan metode yang efektif untuk mendisiplinkan anak untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Selain itu hasil belajar murid yang mendapat nilai di atas KKM merupakan suatu prestasi.<br><br></div><div>Setelah saya mempelajari modul 1.1. tentang filosofis dan pemikiran pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, sebelumnya saya hanya tahu sekilas tentang semboyan Ing Ngarso Sung Tulada, Ing Madya Mangunkarsa dan Tut Wuri Handayani, tanpa mencari tahu makna yang begitu dalam yang terkandung di dalamnya. Saya menyadari kekeliruan bahwa selama ini memandang anak sebagai objek dalam pembelajaran, seharusnya merekalah Subjek pembelajaran, Merekalah pemegang kendali pembelajaran. Menyadari bahwa setiap anak itu istimewa, unik, dan memiliki potensi dalam dirinya.&nbsp;<br><br></div><div>Pemikiran yang berubah dari saya adalah bahwa saya harus memberikan tuntunan kepada anak didik dengan lebih sabar dan ikhlas, karena setiap anak memiliki keunikan masing-masing yang berbeda antara satu sama lain. Tidak memberikan hukuman yang sifatnya tidak mendidik, memberikan teladan agar mereka bisa melihat dan menirunya. Memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi mereka dengan mencoba berbagai macam model pembelajaran.<br><br></div><div>Konsep pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang sudah saya terapkan di sekolah adalah mengarahkan anak dalam belajar yang menyenangkan melalui permainan. Memberikan suasana kondisi belajar yang nyaman. Menjadi&nbsp; teladan, pemberi semangat serta memberi dorongan dalam menanamkan nilai karakter melalui pembiasaan dalam mengucapkan kata Maaf, Tolong dan Terima Kasih sebagai bagian dari penanaman dan penguatan karakter.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1718948042/d4bfa54c2a1b1c78d58601a552006e29/WhatsApp_Image_2022_05_31_at_12_17_30.jpeg" />
         <pubDate>2022-05-31 05:33:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arifprasetya11/briuiz4hdqvwfcgn/wish/2205530398</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
