<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Hospital Organization by Sumarni, SKM., MARS</title>
      <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf</link>
      <description>Silahkan Masing-masing mahasiswa Membaca Materi Kemudian menyampaikan pendapatnya langsung dengan menuliskan di Beranda yang sudah ibu siapkan. nanti menuliskan nama dan materi yang akan dipaparkan.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-28 01:40:12 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-10-29 04:07:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1407129422/fd593d0a8dafe3f4e7e974591bfbff15/_62_898_2005_159_20210901_084035.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Jelaskan Pendapat anda Terkait faktor penghambat Inovasi:</title>
         <author>SumarniMARS</author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1852816461</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp;<strong>Menolak&nbsp; Menghentikan&nbsp; Program Atau Membubarkan Organisasi Yg Gagal<br>2. Budaya cari aman, status quo dan takut resiko dalam birokrasi masih terlalu kuat<br>3. Tuntutan penyeleggaraan pelayanan publik vs. beban tugas administratif<br>4. Alokasi anggaran yg terbatas dalam sistem perencanaan jangka pendek<br>5. Tidak ada rewards atau insentif untuk melakukan inovasi atau untuk mengadopsi inovasi<br>6. Lemah dalam kecakapan (skills) untuk mengelola resiko atau mengelola perubahan<br>7. Teknologi tersedia, tetapi struktur organisasi dan budaya kerja menghambat</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 01:41:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1852816461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taufiku Rahman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853008690</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Rasa gengsi terhadap kegagalan dan&nbsp; tidak mau di anggap gagal pada keputusan pertama sehingga terpaku kepada kebijakan atau keputusan awal yang telah terbukti gagal<br>2. Rasa takut pada kegagalan saat melakukan inovasi memang wajar tetapi jika tidak di coba maka kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dan jika tidak di lakukan kemungkinan besar akan terjadi kemunduran<br>3. Bentrok kedua kegiatan atau kewajiban ini adalah hal yang memang sering terjadi, ini kembali kepada individu masing-masing dalam memanajemen atau mengatur kedua kewajiban tersebut agar dapat berjalan dengan lebih baik dan lancar<br>4.sebenarnya bukan masalah besar kecilnya dana yang di alokasikan tetapi bagaimana ketepatan kita dalam menggunakan dana yang ada bagaimana Efektifnya penggunaan dana tersebut dan seefisien apa penggunaan kita terhadap dana tersebut<br>5. Dorongan terhadap karyawan untuk melakukan suatu inovasi baik berupa reward dan sebagainya memang penting tetapi jika tidak ada, prinsip manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya perlu di terapkan dan menjadi kesadaran tersendiri bagi tiap individu untuk melakukan perubahan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:06:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853008690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Priska Andriyani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853009135</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; menurut saya membubarkan organisasi yang gagal adalah salah satu cara yang salah, karena kegagalan dalam organisasi bukanlah penghalang untuk organisasi maju kedepannya. mungkin saja kegagalan tersebut malah bisa mejadi jalan organisasi untuk terus maju dan berkembang. selain itu kegagalan yang pernah dilakukan juga bisa untuk pembeljaran agar tidak terjadi dimasa yang akan datang.&nbsp;<br>2. status quo adalah mempertahankan keadaan sekarang yang tetap seperti keadaan sebelumya. menurut saya hal ini sangat menghambat adanya inovasi karena suatu organisasi takut pembaharuan yang ada dan takut adanya resiko ataupun akibat yang akan diterima. apalagi dalam suatu organisasi birokrasinya masih terlalu kuatt, hal ini sangat sulit untuk adanya inovasi. pada hal ini saya sangat tidak setuju dengan sistem ini, karena suatu organisasi harus selalu melakukan pembaharuan dan mau menerima segala resiko demi kemajuan suatu organisasi.<br>3. tuntutan penyelenggaraan pelayanan publik vs beban tugas administratif ini tergantung kesepakatan organisasi, dan hal ini bisa dibicarakan baik-baik.<br>4. alokasi anggaran yang terbatas membuat suatu organisasi kesulitan untuk melakukan inovasi. tetapi suatu organisasi juga harus bisa mengelola anggaran yang terbatas ini untuk segala perencanaan jangka pendek. walaupun banyak resiko yang didapat dan anggaran yang terbatas, tetapi inovasi untuk melakukan perubahan harus dicapai dalam suatu organisasi.&nbsp;<br>5. reward atau hadiah yang diberikan secara intensif kepada anggota organisasi sangat perlu diberikan untuk memberi semangat kepada anggota organisasi. apabila reward tidak diberikan anggota organisasi akan melakukan pekerjaanya secara tidak semangat dan anggota organisasi pasti tidak akan melakukan inovasi. hal tersebut terjadi karena anggota organisasi tidak ada imbalan (reward), dan anggota organisasi akan berpikir "engga usah bekerja keras-keras, toh kita juga tidak akan reward dari atasan". dengan hal ini tidak diberikannya reward secara intensif menghambat adanya inovasi.&nbsp;<br>6. lemahnya kecakapan mengahambat adanya inovasi karena seseorang tidak bisa mengungkapkan apa yang dia maksud. dan mungkin saja apa yang dia maksud adalah inovasi yang baik tetapi karena skillnya kurang maka inovasi tersebut akan terhambat. tetapi skill kecakapan ini bisa diasah secara berkala.<br>7. struktur organisasi yang masih lawas dan sistem budaya yang tidak mendukung sangat menghambat adanya inovasi. karena pemikiran yang terdapat di otak mereka sangat kolon dan tidak mau menerima perubahan yang ada, maka mereka hanya terdapat dititik yang sama sedari dulu. walaupun teknologi sudah tersedia, tetapi mereka belum tentu bisa cara mengoperasikan teknologi tersebut. padahal hanya membuka mindset yang terbuka mereka (suatu organisasi) dan ditambahnya ilmu, mereka dapat memanfaatkan teknologi yang ada.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:06:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853009135</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Anisa Dami</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853011514</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Inovasi itu pemikiran,perubahan ,ide gagasan<br>Faktor itu karena pemikiran mereka serta perubahan yang merekabl inginkan itu berbeda beda tidak berpatokan kepada tujuan mereka di dalam organisasi tersebut<br>2. . Kenapa bisa kegitu karena mereka itu mau mencari aman, serta tidak mau mencari atau melakukan hal baru sudah takut duluan. Individu tersebut belum mencoba akan hal baru tapi dia sudah takut duluan<br>3. Didalam diri belum bisa mengatur waktu dalam organisasi sehingga masih ada kendala dalam melakukan kedua hal itu atau masih merasa berat dalam melakukan kedua itu dalam waktu yang berdekatan<br>4. Anggaran yang terbatas dalam perencanaan itu menjadi salah satu faktor penghambat karena dengan kurangnya anggaran jadi membatasi atau membuat lebih lambat dalam melakukan suatu perubahan<br>5. Tidak ada rewards itu menjadi penghambat dikarenakan mungkin dalam diri seorang tidak ada lagi semangat atau berkurang hingga dalam melakukan inovasi itu kurang<br>6. Mungkin dia punya inovasi yang dia ingin lakukan tetapi dia memiliki kekurangan dalam berkomunikasi sehingga kesulitan ingin mengungkapkan inovasi yang dilakukan<br>7. Struktur organisasi yang kurang mendukung serta orang orang yang didalamnya masih saling mengharapkan terhadap kerja yang dibuat dalam organisasi tersebut.  Budaya perilaku diakibatkan dari perbedaan kegiatan, lingkungannya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:07:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853011514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>          Rahmatika Meilansari                                                                                                                                                                                                                                                                        1.Latar belakang organisasi yg mengalami kegagalan itulah poin yang bisa kita jadikan objek yang perlu kita buat perubahan dan perlu dijadikan sebagai perubahan menjadi lebih baik          </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853015006</link>
         <description><![CDATA[<div>2.pendapat saya setiap perubahan atau inovasi pasti mengalami resiko masing-masing,jadi untuk menghadapi setiap resiko yang terjadi kita perlu adanya persiapan mental dan kemumpunan ilmu pengetahuan .dan dalam pengambilan suatu keputusan inovasi kita bisa mencari jenis inovasi yang paling sedikit mengalami resiko<br>3.tuntutan penyelenggaraan publik merupakan suatu hal yang dapat mendukung terjadinya inovasi,karena seiring berkembangnya zaman tentu berkembang pula kebutuhan masyarakat yang semaikin kompleks,untuk itu pendapat saya poin ke-3 ini tidak menghambat terjadinya inovasi namun,mendukung adanya inovasi menjadi lebih baik<br>4.Alokasi dana adalah hal sangat penting dalam suatu sistem,untuk menanggulangi adanya kekurangan dalam hal dana perluadanya jaringan yang luas yakni mempersiapkan sebelumnya menjalin kerja sama kepada pihak-pihak lain maupun pada sponsor yang siap dalam membantu perkembangan inovasi<br>5 .Rewards adalah upaya memberikan penghargaan kepada seseorang yang telah menyumbangkan buah pikirannya.Hal ini sangat berarti bagi mereka karena adanya penghargaan ,mereka merasa dihargai atas apa yang menjadi karyanya,u ntuk itu perlu adanya kesadaran akan pentingnya upaya rewards termasuk kepada para pemimpin suatu organisasi.<br>6.Untuk menghadapi suatu resiko atau masalah kita bisa mencari anggota yang lebih cakap dalam hal pemecahan masalah,juga bisa dilakukan adanya seminar atau pelatihan kerja yang dapat diikutu oleh seluruh anggota untuk membekali mereka mempersiapkan diri menghadapi suatu masalah yang akan terjadi<br>7. Budaya kerja bisa diubah dengan adanya dukungan dari pihak-pihak lain,untuk itu perlu adanya komunikasi yang intensif antar anggota karena dengan komunikasi kita bisa dengan mudah memahami apa yang menjadi kekurangan kita masing-masing dan saling bekerja sama merubah menjadi lebih baik<br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:09:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853015006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Afida Rizkiana Ramadani                                             1.  menurut pendapat saya dalam organisasi kurang adanya komunikasi antar anggota sehingga terdapat konflik yang tidak dapat terselesikan sehingga dalam anggota tersebut menolak menghentikan program atau membubarkan organisasi yang  gagal sehingga organisasi tersebut akan sulit untuk berkembang 2. dalam organisasi budaya cari aman,status quo dan takut resiko dalam birokrasi masih terlalu kuat jika budaya tersebut masih di pertahankan maka dalam organisasi tidak akan memiliki kualitas kerja yang baik, seharusnya dalam organisasi kita menggunakan metode yang baru dan strategi baru untuk menciptakan organisasi yang berkualitas                                                                   3. tuntutan penyelenggaraan pelayanan publik vs bebab tugas administratif dapat menghambat organisasi karena dalam tugasnya ada tekanan sehingga menyebabkan tugas kerja tidak stabil dan dapat menyebabkan hubungan antar anggota kerja terjalin dengan buruk, maka seorang pemimpin seharusnya tidak menuntut dalam hal pekerjaan akan tetapi seorang pemimpin harus saling support dalam pekerjaan tersebut. 4. alokasi anggaran yang terbatas dalam sistem perencanaan jangka pendek dapat menghambat inovasi sehingga kita dalam sebuah organisasi dapat mengatur anggaran tersebut sebaik mungkin dengan merubah ide atau konsep dengan sesederhana mungkin.  5. dalam sebuah organisasi sistem reward dan punishment sangat penting untuk membangun organisasi karena anggota yang sudah bekerja keras yang menghasilkan kinerja yang bagus dan mendapatkan reward akan menambah semangat bagi anggota organisasi.  6.  skills dalam organisasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan skills tersebut bisa dengan cara yang mudah yaitu kita aktif dalam organisasi tersebut untuk meningkatkan skills komunikasi dan kita mencari ide -ide untuk mengelola perubahan.      7. dalam memilih struktur organisasi yang baik kita membuat visi misi dalam organisasi tersebut sesuai dengan kemampuan anggota organisasi sehingga dalam struktur tersebut tidak ada kendla.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853021565</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:12:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853021565</guid>
      </item>
      <item>
         <title>yogi atma setiawan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853022187</link>
         <description><![CDATA[<div>1.menurut saya membubarkan organisasi yang gagal adalah keputusan yang sangat tidak tepat. Justru karena suatu kegagalan organisasi dapat menjadi pembelajaran bagi pengurus dan anggota organisasi tersebut agar dapat lebih bisa untuk memahami tujuan organisasi tersebut<br>2. status quo adalah mempertahankan keadaan sekarang yang tetap seperti keadaan sebelumya. hal ini dapat menghambat inovasi karena suatu organisasi takut pembaruan yang ada dan takut mengambil resiko. Dan menurut saya ini adalah suatu sistem yang salah dan saya tidak setuju, karena suatu organisasi harus selalu melakukan reformasi atau perubahan dan mau menerima segala resiko demi kemajuan suatu organisasi.<br>3. pelayanan publik X beban tugas administratif adalah suatu kewajiban pekerjaan yang sering benturan dan dapat berjalan lancar jika di manajemen sebaik mungkin<br>4. Adanya anggaran yang terbatas justru akan membuat organisasi kesulitan. Karena biasanya organisasi akan membutuhkan pengeluaran yang besar dalam suatu kegiatan<br>5. Tidak adanya reward untuk melakukan sebuah inovasi adalah suatu hal yang kurang tepat karena seharusnya sesorang yang telah melakukan inovasi umumnya di beri rewards agar anggota lainnya bersemangat dalam melakukan inovasi<br>6. Jika lemah dalam kecakapan atau skills dan bahkan tidak punya skills jangan pernah berharap dapan melakukan inovasi dan dapat mengelola sebuah organisasi dengan segala resiko<br>7. Kegiatan ini sangat menghambat jika sistem teknologi sudah mumpuni tapi budaya dalam bekerja masih malas malas an itu akan sangat menghambat suatu organisasi untuk melakukan inovasi<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:12:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853022187</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yessy agustina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853023101</link>
         <description><![CDATA[<div>1. faktor penghambat inovasi <br>- budaya cari aman dan takut beresiko dalam birokrasi masih terlalu kuat , -sangat tergantung kepada high performance bahkan top leadership sebagai sumber inovasi , - tidak ada rewards atau intensif untuk melakukan inovasi untuk mengadopsi inovasi , - lemah dalam kecakapan untuk mengelola resiko atau mengelola perubahan<br>&nbsp;2. budaya cari aman dalam suatu inovasi bisa berupa membangun budaya inovasi seperti apa di perusahaannya, ada baiknya kita mencari inspirasi dari perusahaan-perusahaan terinovatif di dunia. dengan perilaku dalam inovasi ini, seharusnya kita membuat strategi atau rencana inovasi dengan membentuk visi yang lebih baik kedepannya. dengan juga memproyeksikan teknologi apa yang akan <em>available</em> di masa datang, lalu ditarik undur dari situ. Dengan pola perilaku seperti ini, ide-ide inovasi kita tidak terbatas dengan sumber daya saat ini. Contohnya, kita melihat ke tahun 2030, dan membayangkan bahwa dengan tren pengembangan teknologi biomedis. dengan visi ini kita sudah bisa memulai untuk melakukan projek-projek inovasi yang mengarah ketujuan yang jauh lebih baik<br>3. Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik yaitu setiap institusi penyelenggara Negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik. Kegitan tersebut dilaksanakan oleh pejabat, pegawai, petugas, dan setiap orang yang bekerja di dalam organisasi penyelenggara yang bertugas melaksanakan tindakan atau serangkaian tindakan pelayanan publik.<br>4. alokasi anggaran yang terbatas dalam sistem perencanaan jangka pendek<br>menurut saya, Alokasi sumber daya secara strategis perlu dibatasi dengan pagu yang realistis agar tekanan pengeluaran/pembelanjaan tidak merongrong pencapaian tujuan-tujuan fiskal. Dengan penetapan pagu indikatif dan pagu semcntara pada tahap awal sebeum dimulai penganggaran secara rinci, para pelaku anggaran (Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah) harus menentukan kebijakan dan prioritas anggaran, termasuk keputusan mengenai "<em>trade-off</em>" antara keputusan yang telah diambil masa lalu dan yang akan diambil pada masa yang akan datang.<br>Lingkungan yang Mendukung&nbsp; Untuk mcncapai hasil yang dimaksudkan, sistem penganggaran harus menciptakan lingkungan yang mendukung dengan karakteristik Mengaitkan kebijakan, Perencanaan, dan Penganggaran<br> Mengendalikan pengambilan keputusan pada hal-hal yang dalam kendala anggaran, Memastikan bahwa biaya sesuai dengan hasil yang diharapkan<br>Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi hasil dan <em>review</em> kebijakan<br>Meningkatkan kapasitas dan kesediaan untuk melakukan penyesuaian prioritas kembali alokasi sumber daya.<br>5. tidak ada reward intensif untuk melakukan inovasi atau mengadopsi inovasi&nbsp;<br>menurut saya,&nbsp; Reward adalah ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan yang bertujuan agar seseorang menjadi lebih giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja yang telah dicapai. Reward adalah insentif yang mengaitkan bayaran atas dasar untuk dapat meningkatkan produktifitas para karyawan guna mencapai keunggulan yang kompetitif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian reward dimaksudkan sebagai dorongan agar karyawan mau bekerja dengan lebih baik sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan. jika tidak ada rewards maka para karyawan tidak bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan, pentingnya bagi kita untuk mengadakan atau memberkan reward<br>6. lemah dalam kecakapan untuk mengelola resiko&nbsp;<br>menurut saya, penyebab terjadinya dari hal itu adalah kita tidak pernah tau bagaimana mempertimbangkan resiko, didalam konsep ini adanya&nbsp; seringkali, manajer lalai dalam mengklasifikasi penyebab, peristiwa, dan dampak risiko secara rinci. Kesalahan ini akan menyebabkan proses identifikasi risiko menjadi lemah karena proses tersebut tidak menguraikan peristiwa risiko secara aktual. oleh karena itu butuh sekali softkill kita dalam membina serta komunikasi yang kuat dalam suatu organisasi<br>7. teknologi organisasi tersedia, tetapi struktur organisasi kerja yang menghambat.<br>menurut saya, terjadinya peristiwa ini kareena kurangnya effort dari seorang pemimpin hal ini disebabkan oleh kurangnya berkomunikasi antara ketua pemimpinan dan para anggota. karena pada stuktur organisasi inilah yang dapat membantu berkembangnya sautu perusahaan<br><br>&nbsp;<br> &nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:12:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853023101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maulida ayu saputri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853025318</link>
         <description><![CDATA[<div>1.menurut saya jika ada suatu organisasi yang gagal lalu di berhentikan bukan lah cara yang ter baik.<br>kegagalan seharus nya menjadi pembelajaran&nbsp; untuk kedepannya,solusi yang harus dilakukan yaitu melakukan inovasi atau perubahan<br>2.dalam mengambil keputusan hendaknya berani mengambil&nbsp; resiko,karna jika selalu mencari cara aman maka suatu organisasi tidak akan mengalami kemajuan<br>3.dalam permasalahan ini mengalami bentrokoleh karna itu harus bisa memanajemen waktu dan melaksanakan dg sebaik mungkin<br>5.anggaran dalam suat inovasi memang begitu penting,teapi dalam sebuah organisasi harus bisa mengatur anggaran<br>6.toidak ada reward atau hadiah akan menjadi penghambat suatu organisasi,karena reward merupakan komponen dari organisasi.oleh karna itu anggota pasti tdak semangat karna tidak ada nya suatu pengharga an<br>7.menurut saya ininsangat menghambat,karena jika tenologi sudah mendukung namun budaya kerja nya masih kurang tidak akan mendapatkan hasl yang baik,karena suatu organisasi diperlukan suatu kekompakan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:13:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853025318</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anindita Alya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853025372</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Menurut saya, <strong>Menolak Menghentikan&nbsp; Program Atau Membubarkan Organisasi Yang Gagal </strong>adalah<strong> </strong>untuk meningkatkan kepercayaan bahwa dapat dilakukan inovasi yang lebih baik lagi untuk perkembangan dan kemajuan suatu organisasi tersebut untuk menjadikan pelajaran bahwa kegagalan bukanlah suatu penghalang untuk kesuksesan dari tujuan organisasi tersebut. pemimpin dalam organisasi tersebut dapa mendorong para anggotanya untuk lebih meningkatkan ide dan menuangkannya terhadap proyek yang sedang dilakukan.<br><br>2. Menurut saya <strong>Budaya cari aman, status quo dan takut resiko dalam birokrasi masih terlalu kuat </strong>faktor ini dapat terjadi karena kurangnya terjadi pengembangan ide dan kurang dalam mengikuti perkembangan ataupun persaingan setiap organisasi dalam suatu daerah, dan para anggota hanya tetap melakukan kegiatan yang sama dari waktu ke waktu. sistem birokrasi ini sebaiknya tidak melulu di terapkan karena suatu organisasi pun butuh pengembangan dan kinerja para anggotanya.<br><br>3. <strong>tuntutan penyelenggaraan pelayanan publik vs. beban tugas administratif<br></strong>menurut saya, penyelenggaraan pelayanan tetap harus harus dilakukan dan diberikan inovasi lebih dalam melayani para pasien maupun keluarga pasien, sedangkan untuk tugas-tugas administratif saya rasa ini dapat dilihat sesuai dengan kinerja para pegawai, dan dapat dilakukan kegiatan rapat rutin dalam penilaian kinerja para pegawai agar tidak ada bentrokan yang terjadi dalam melakukan suatu pekerjaan.<br><br>4. <strong>Alokasi anggaran yg terbatas dalam sistem perencanaan jangka pendek<br></strong>Menurut saya, anggaran dana sudah pasti faktor terpenting dalam pengembangan inovasi jika alokasi anggaran ini tidak terpenuhi inovasi yang dilakukan pun tidak dapat memenuhi target yang dicapai, sehingga dapat juga membuat anggota organisasi memilih untuk menghentikan ataupun menunda kegiatan yang di dapat dari inovasi terbaru yang sudah disepakati.<br><br>5. <strong>Tidak ada rewards atau insentif untuk melakukan inovasi atau untuk mengadopsi inovasi<br></strong>menurut saya, rewards juga dapat menjadi faktor pendorong kinerja suatu organisasi maupun pegawai untuk melakukan pengembangan inovasi-inovasinya agar lebih maju dan mengikuti perkembangan zaman yang ada. jika tidak diadakannya rewards ini pegawai juga lebih lamban dalam pemikiran berinovasi lebih karena tidak adanya target pegawai yang dicapai.<strong> <br><br></strong>6. <strong>Lemah dalam kecakapan (skills) untuk mengelola resiko atau mengelola perubahan<br></strong>faktor ini harus benar-benar harus dilakukan pelatihan terhadap diri sendiri maupun dalam organisasinya, dimulai dari pemimpinnya, karena dapat membuat para anggotanya menjadi memiliki pemikiran yang lebih lagi untuk pengembangan skills dalam mengelola resiko serta perubahan menjadi lebih baik dan efektif itu pasti sudah dipikirkan secara matang. <strong><br><br></strong>7.<strong> Teknologi tersedia, tetapi struktur organisasi dan budaya kerja menghambat<br></strong>teknologi yang tersedia juga belum tentu teknologi itu yang terbaru, untuk itu anggota dari struktur organisasi tersebut perlu melakukan pembaharuan terhadap kinerja para pegawainya agar dapat melakukan sebuah inovasi yang mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia luar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:13:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853025372</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ika putri nur khaqqi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853026282</link>
         <description><![CDATA[<div>1. menurut saya menolak menghentikan program atau membubarkan organisasi yang gagal, tidak harus dilakukan karena sebuah kegagalan itu bisa diperbaiki untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya dengan mencari jalan keluar yang terbaik. kemudian untuk menjadi pembelajaran kedepannya, karena sebuah kegagalan bisa menjadi sebuah pembelajaran untuk lebih baik lagi kedepannya.<br><br>2. menurut saya budaya mencari aman itu kurang tepat lebih tepatnya kita harus siap menghadapi resiko yang akan datang, bukan malah menjari aman nya saja, jika mencari amannya saja.&nbsp; Status quo itu adalah sebuah mempertahankan keadaan sekarang yang tepat seperti keadaan sebelumnya, menurut saya kurang tepat dan itu akan menghambat sebuah inovasi karena sebaiknya kita berinovasi mencari ide2 baru dan mengubah suatu keadaan lebih baik lagi dari sebelumnya dari hasil ide2 yang kita dapat. takut resiko dalam biokrasi masih terlalu kuat, menurut saya juga menghambat suatu inovasi, karean dengan inovasi kita bisa mencari jalan agar kita bisa menghadapi resiko tersebut sehingga dengan inovasi dari ide2 kita bisa menmecahkan sebuah resiko tersebut.<br><br>3. Tuntutan penyelenggara pelayanan publiks vs beban tugas adminitrasi. menurut saya itu tergantung dari kebijakan2 awal sebuah organisasi akan bagaimananya berjalan, tetapi menurut saya jangan terlalu di tuntut untuk suatu hal, akan tetapi bagaimana seorang pemimpin untuk bisa menuntun dan menggandeng anggota untuk bisa berinovasi bersama dalam garis bawah tidak menuntut. dan untuk beban tugas adminitrasi ituu nanti bisa di pecahkan dalam mencari sebuah inovasi atau ide2 agar tidak menjadi beban.<br><br>4. Alokasi anggaran yang terbatas dalam sistem perencanaan jangka pendek<br><br>5. tidak ada rewards atau insentif untuk melakukan inovasi atau untuk mengadopsi inovasi<br><br>6. lemah dalam kecakapan (skills) untuk mengelola resiko atau mengelola perubahan<br><br>7. teknologi tersedia, tetapi struktur organisasi dan budaya kerja menghambat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:14:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853026282</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sharikha ruwaida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853026287</link>
         <description><![CDATA[<div>1. menghentikan program atau membubarkan organisasi yg gagal adalah cara yang tidak tepat karena tidak semua harus diberhentikan atau dibubarkan, bisa dengan diperbaiki dengan inovasi yang baru dan ide-ide yang baru agar tidak gagal yang kesekian kalinya.<br><br>2. dengan melakukan budaya cari aman, status quo dan takut resiko dalam biokrasi masih terlalu kuat mungkin suatu organisasi tersebut masih takut untuk mengambil jalan baru dengan inovasi yang baru. seharusnya suatu organisasi tidak perlu takut gagal karena, di suatu perjalanan pasti ada kegagalan apalagi dalam sebuah organisasi. Dengan lebih berani mungkin organisasi tersebut akan semakin maju.<br><br>3. terkait dengan penyelenggaraan publik vs beban tugas administratif sering terjadi dalam organisasi. maka dengan itu kita bisa membicarakan masalah tersebut agar mendapatkan solusi agar tidak bertabrakan&nbsp;<br><br>4. Alokasi anggaran yang terbatas dalam sistem perencanaan jangka pendek mungkin seringkali terjadi, maka bisa mengatur waktu lagi agar tidak terulang atau memanfaatkan anggaran tersebut meskipun terbatas. Suatu organisasi mungkin lebih bisa mengatur keterbatasan yang dialami dengan sebaik mungkin.<br><br>5. Tidak ada rewards atau insentif untuk melakukan inovasi atau mengadopsi mungkin dilakukan agar tidak adanya kecemburuan satu dengan lainnya menjadi lebih adil </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:14:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853026287</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Azizah Zahra Fadzilah Lani/210600121</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853031920</link>
         <description><![CDATA[<div>1. menurut saya apabila mereka menolak menghentikan salah satu program mereka bisa mengembangkan program-program yang lain, dan untuk kegagalan yang awal&nbsp; bisa untuk di revisi agar menjadi program yang lebih baik dari sebelumnya.&nbsp;<br>2. dalam melakukan inovasi jangan takut untuk mengambil resiko atau selalu dalam zona nyaman, karena dengan mengambil resiko atau keluar dari zona nyaman mereka dapat mengetahui potensi-potensi apa yang memang harus dikembangkan atau di revisi agar menjadi lebih baik.<br>3. setiap organisasi harus bisa mengatur waktu agar pelayanan publikdan tugas administratif bisa dilakukan dengan baik agar tidak terjadi bentrok atau tabrakan waktu dalam pelaksanannya.<br>4. sebuah organisasi harus bisa mengalokasikan angggaran dengan baik, terlebih jika anggaran tersebut terbatas. apalagi dalam sistem perencanaan jangka pendek, karena mungkin akan dibutuhkan sesuatu yang membutuhkan dana.<br>5. menurut saya dalam organisasi harus mempunyai sistem reward karena dengan adanya reward tersebut para anggotanya bisa lebih mengembangkan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi.<br>6. setiap anggota dalam organisasi harus mempunyai skill agar setiap permasalahan organisasi yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik.<br>7. sebelum membuat suatu organisasi salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah struktur organisasi. dengan struktur organisasi yang baik, maka pelaksanaan kinerja organisasi juga menjadi baik, terlebih teknologi sudah tersedia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:17:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853031920</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Layla Lovadira </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853035469</link>
         <description><![CDATA[<div><br>1. Sikap menolak atas perubahan bisa saja dapat terjadi karena bila tidak melakukan perubahan sangat kurang. Bentuk dari penolakan atas perubahan tidak selalu tampak secara&nbsp;<br>langsung dalam bentuk yang standar. Penolakan tsb bisa terjadi mengajukan protes,&nbsp; demonstrasi dan sejenisnya dan lambat laun misalnya loyalitas pada organisasi berkurang, motivasi kerja menurun,dan cara organisasi yang sudah gagal bisa di perbaiki lagi.<br>2. budaya cari aman menurut saya sangat tidak efektif,karena dapat menimbulkan faktor yang membuat organisasi tersebut kan stak(diam ditempat) tidak adanya inovasi akan membuat organisasi tidak tumbuh dalam kedepannya.Dan sistem birokrasi ini sebaiknya harus di kurangi,agar organisasi ini bisa dapat memunculkan ide dan inovasi.<br>3. tuntutan penyelenggaran pelayanan publik vs beban tugas administratif, balik lagi dari kesepakatan dan keputusan perusahaan atau organisasi tersebut,kedua ini bisa dikatakan bisa di jalankan dengan baik dan sistem manajemen yang baik juga.&nbsp;<br>4. alokasi anggaran yang terbatas dalam sistem perencanaan jangka pendek, menurut saya ini faktor yang penting dalam organisasi apalagi untuk pengembangan inovasi,kita harus pandai dalam mengatur dengan memanfaatkan tersebut walaupun terbatas.<br>5. tidak ada reward dalam organisasi,jika terdapat reward di suatu instansi pasti kita akan bersemangat&nbsp; untuk bekerja keras,dengan postif dan optimis mengerjar target tsb,tetapi jika tidak ada nya reward kita pasti tidak semangat, balik lagi tergantung orang nya tsb,mau pekerja yang cerdas dan tidak akan menjadi sama rata jika tidak ada nya reward ini.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853035469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nafaati Oktasania</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853042579</link>
         <description><![CDATA[<div>1.menurut saya membubarkan organisasi yang gagal bukanlah cara yang tepat, seharusnya lebih memperbaiki komunikasi antar anggota dan justru dengan adanya konflik tersebut menjadikan pelajaran bagi anggota organisasi agar menjadi lebih baik.<br>2. takut pada kegagalan adalah suatu yang wajar, tapi tidak ada salahnya untuk kita mencoba, ya memang pada dasarnya manusia hanya akan menikmati hasil tanpa adanya proses, jadikan kegagalan sebagai pelajaran bukan untuk menyerah, ingat bahwa hasil tidak akan menghianati proes.<br>3. setiap organisasi harus bisa memanajemet antar pelayanan publik vs tugas administratif berjalan dengan baik tanpa adanya bentrok antar keduanya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:22:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853042579</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853047498</link>
         <description><![CDATA[<div>ulfah miftakhul jannah<br><br>menurut saya menmbubarkan suatu organisasi termasuk cara yang salah karena suatu organisasi pasti akan mengalami kegagalan. dengan kegagalan tersebut bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk menjadi organisasi yang baik lagi dan menciptakan visi misi yang baru atau diperbaiki. karena suatu kegagalan merupakan suatu proses menuju keberhasilan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:24:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853047498</guid>
      </item>
      <item>
         <title>marianus vahyogi taka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853056992</link>
         <description><![CDATA[<div>faktor penghambat&nbsp; inovasi&nbsp;<br>tekonologi tersedia tetapi struktur organisasi dan budaya kerja menghambat menurut saya dengan organisasi dan budaya kerja terhambat tapi tekonologi tersedia maka inovasi akan berjalan dengan baik karena teknologi itu sangat baik dalam peningkatan inovasi yang baki dan tidak terhambat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:29:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853056992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TIRTA AYU ADITYA menurut saya membubarkan  organisasi adalah tindakan yang tidak benar,dalam suatu organisasi pasti akan adanya keberhasilan dan kegagalan ,jika gagal  itu terjadi berarti ada kesuksesan didepan yang akan menanti,kita di ajarkan untuk belajar untuk gagal bukan untuk berhasil,keberhasilan itu ada bonus dari kerja keras kita dan gagal adalah pembelajaran untuk lebih sukses</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853058555</link>
         <description><![CDATA[<div>2.Menurut saya kenapa mereka mencari aman? dikarenakan takut kehilangan apa yang sudah dia dapatkan, takut semuanya kerja keras dari nol akan hilang jika ia keluar dari zona amannya, padahal kalau dari zona aman bukan berarti akan gagal terkadang itu suatu hal yang bisa membuat kita semakin sukses dan mempunyai pengalaman yang baru, intinya jika sudah siap berhasil harus siap pula gagal<br>3.tuntuan penyelenggaraan pelayanan publik vs beban tugas sebenarnya tergantung dengan kesepakatan yang sudah di tentukan bersama dan dibincang dengan sebaik-baiknya<br>4.menurut saya alokasi anggaran yang terbatas sangat menghambat dan mempersulit organisasi,tapi organisasi juga harus bisa mengelolah anggaran tersebut walau banyak resikonya&nbsp;<br>5.reward diberikan sebagai cambukan untuk semangat melaksanakan tugas atau perkerjaan ,apa bila tidak di berikan reward terkadang anggota tidak ada tujuan atau gols yang ingin dia dapatkan<br>6.lemahnya kecakapan mengambat banyaknya inovasi dikarenakan tidak bisa mengungkapkan apa yang di maksud dan saran yang ingin di sampaikan sehingga dia memilih untuk diam<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:29:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853058555</guid>
      </item>
      <item>
         <title>lia prasetya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853091819</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;menurut saya membubarkan sebuah organisasi tindakan yg tida tepat ,seharusnya organisasi harus berani untuk melangkah dan tidak takut akan kegagalan karena itu resiko dalam pencapaian tujuan organisasi ,dan dari sebuah kegagalan bisa dilihat apa faktor yg menjadikan organisasi itu gagal dan setelah diulas maka faktor tersebut dijadikan pembelajaran dan dijadikan pegangan agar tidak gagal kembali&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 03:46:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/SumarniMARS/bq28l0bwg08m1nsf/wish/1853091819</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
