<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Rakyat Kalimantan by </title>
      <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-16 23:22:30 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-23 20:32:41 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas Pandang tentang Perlawanan Rakyat Kalimantan</title>
         <author>azaleaannajwa40</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm/wish/2300615543</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Banjar atau Perang Banjar Barito atau Perang Kalimantan Selatan adalah perang perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1963 yang terjadi di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banjar">Kesultanan Banjar</a> yang meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Banjar#cite_note-3"><sup><br></sup></a><br></div><div>Perang Banjar berlangsung antara 1859 -1906 (menurut sumber Belanda 1859-1863. Konflik dengan Belanda sebenarnya sudah mulai sejak Belanda memperoleh hak monopoli dagang di Kesultanan Banjar. Dengan ikut campurnya Belanda dalam urusan kerajaan, kekalutan makin bertambah. Pada tahun 1785, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Nata_Alam">Pangeran Nata</a> yang menjadi wali putra mahkota, mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar Sultan Tahmidullah II (1785-1808) dan membunuh semua putra almarhum Sultan Muhammad. Pangeran Amir, satu-satunya pewaris tahta yang selamat, berhasil melarikan diri lalu mengadakan perlawanan dengan dukungan pamannya Gusti Kasim (Arung Turawe), tetapi gagal. Pangeran Amir (kakek <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Antasari">Pangeran Antasari</a>) akhirnya tertangkap dan dibuang ke Ceylon (kini <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Langka">Sri Langka</a>).<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Banjar#cite_note-Gusti_Mayur-1"><sup><br></sup></a><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804666365/b5480ffc2d95b745d863ea589cd94f6e/ilszehgtfqsedb2k8sll.jpg" />
         <pubDate>2022-09-16 23:27:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm/wish/2300615543</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang terjadinya Perlawanan Rakyat Kalimantan</title>
         <author>azaleaannajwa40</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm/wish/2300616508</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat untuk melawan penjajahan bangsa barat di Indonesia terjadi di berbagai daerah. Salah satu diantaranya adalah daerah Kalimantan. Salah satu tokoh pejuang Kalimantan adalah pangeran Antasari. Pangeran Antasari merupakan salah satu pahlawan nasional yang berjuang melawan penjajahan Belanda dari tanah kelahirannya. Dia merupakan tokoh perang Banjar yang berlangsung pada 1859-1905. Adapun latar belakang adanya perlawanan rakyat di kalimantan adalah :<br>1. Monopoli perdagangan Belanda di Kalimantan yang merugikan pedagang pribumi.<br>2. Intervensi Belanda yang ikut campur dalam urusan keluarga kerajaan.<br>3. Keinginan Belanda menguasai Kalimantan yang kaya akan hasil tambang, seperti batu bara.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804666365/2034788405379f9b446c4f4717ca6ddc/61f14ff132eb4.jpg" />
         <pubDate>2022-09-16 23:30:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm/wish/2300616508</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proses Jalannya Perlawanan Rakyat Kalimantan</title>
         <author>azaleaannajwa40</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm/wish/2300618669</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Kalimantan berlangsung hampir selama setengah abad. Jenis perlawanannya pun terbagi menjadi dua corak, yakni ofensif (menyerang) dan defensif (bertahan).<br><br>Pertempuran ini berlangsung pada tahun 1859 karena Belanda ikut campur tangan terhadap pengangkatan raja di Kerajaan Banjarmasin. Hal ini pun ditentang oleh masyarakat dan juga bangsawan hingga menyebabkan perselisihan.<br><br>Perlawanan rakyat Kalimantan melawan Belanda dipimpin oleh pangeran Antasari. Ia memimpin pasukan rakyat untuk mengepung benteng Belanda di Martapura dan juga Pangaron. Kemudian, ada juga Kyai Demang Loman dan pengikutnya yang bergerak di sekitar Riam Kiwa dan mengancam benteng Belanda. Sementara di pos Belanda Istana Martapura, Haji Nasrun juga melakukan penyerangan.<br><br>Pada bulan Agustus 1859, tiga tokoh setempat, Haji Buyasin, Kyai Lang Lang, dan Kyai Demang Loman bersama-sama menyerang benteng Belanda di Tabanio. Sedangkan, pangeran Hidayat tetap mengadakan perlawanan gerilya.<br><br>Sayang, di tahun 1862 pangeran Hidayat ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Cianjur. Sedangkan Pangeran Antasari diketahui meninggal dunia di tahun yang sama.<br><br>Selanjutnya, tokoh kepemimpinan dilanjutkan oleh Gusti Matsaid, Pangeran Mas Natawijaya, Tumenggung Surapati, Tumenggung Naro, Penghulu Rasyid, Gusti Matseman, dan Pangeran Perbatasari dengan melakukan perlawanan gerilya.<br><br>Perlawanan tersebut dilakukan menyebar ke berbagai wilayah guna menyulitkan Belanda. Diketahui, perlawanan itu berlangsung hingga awal abad ke-20 atau tahun 1905.<br><br>Selain Belanda, rakyat Kalimantan juga melakukan perlawanan terhadap Jepang. Hal ini terjadi pada tahun 1940-an di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Jepang pertama kali mendarat di Kalimantan Barat pada Februari 1942. Sekitar dua tahun kemudian terjadi pembunuhan massal bermula dari informasi yang diterima pihak Jepang bahwa akan muncul perlawanan. Jepang pun mulai melakukan penangkapan pada tokoh-tokoh masyarakat.<br><br>Mulai Oktober 1943 sampai Juni 1944, Jepang melakukan eksekusi orang-orang yang ditangkap. Puncaknya terjadi pada 28 Juni 1944 yang kemudian dikenal dengan peristiwa Mandor. Mandor adalah sebuah wilayah kecil yang berjarak sekitar 88 kilometer dari Kota Pontianak. Diperkirakan ribuan orang tewas dibantai tentara Jepang dalam periode itu.<br><br>Di pihak Suku Dayak terjadi juga konflik dengan tentara Jepang. Konflik dan pembantaian, akhirnya pada tahun 1944 orang-orang Dayak di Kalimantan Barat mulai melakukan perlawanan rakyat Kalimantan. Namun sayang, hal itu tidak mengancam kekuasaan Jepang sama sekali.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804666365/3ca5baa69d96946fd6b4e20381631f93/fotoperangbanjar.jpg" />
         <pubDate>2022-09-16 23:37:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm/wish/2300618669</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir dari Perlawanan Rakyat Kalimantan</title>
         <author>azaleaannajwa40</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm/wish/2300620273</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Banjar berakhir pada tahun 1906 yang ditandai dengan kekalahan Pangeran Antasari dan Kesultanan Banjar. Korban di pihak Banjar lebih dari enam ribu jiwa. Sementara pihak Belanda, kehilangan hingga lima ribu orang dan dua kapal uap yang tenggelam.<br><br>Perang Banjar mulai meredup ketika Pangeran Antasari mengidap penyakit keras yang menyerang paru-paru hingga cacar. Meskipun dalam keadaan sakit keras, keinginan Pangeran Antasari untuk menjadikan Kesultanan Banjar sebagai wilayah berdaulat tidak padam.</div><div>Pangeran Antasari meninggal pada Oktober 1862 dan menitipkan pesan kepada para pengikutnya untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804666365/82957e9093ff3b21a2726d669d446735/perang_banjar__130504091845_708.jpg" />
         <pubDate>2022-09-16 23:42:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa40/boz7tz1jw1xmmgjm/wish/2300620273</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
