<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Personal Filosofis Pendidikan KHD by DS Hilga</title>
      <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m</link>
      <description>A6_BGP Jateng_Kelas IN Jateng 06.01 (Wonosobo, Magelang) &amp; 06.15 (Batang, Rembang)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-08 14:03:59 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-15 06:01:06 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Refleksi Personal</title>
         <author>hilgads15</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2288260550</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</div><div>2.Bagaimana perwujudan <strong>‘menuntun’ </strong>yang saya lihat<strong> </strong>dalam konteks <strong>sosial budaya </strong>di daerah saya?&nbsp;</div><div>3.Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman</em>? &nbsp;</div><div>4.Apa relevansi pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” </em>dalam peran saya sebagai pendidik?</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1417402140/cc7b0a11f7e23647ba46168e0b2c1591/hilga_merah.PNG" />
         <pubDate>2022-09-08 14:08:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2288260550</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289286717</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman&nbsp;saya terkait pembelajaran yg merefleksikan KHD saat di kelas yaitu dlm proses pembelajaran saya memberi kesempatan utk anak2 menyampaikan pendapat kritis, bebas berekspresi imajinasi anak2 berkolaborasi melakukan suatu kegiatan. Guru sebagai fasilitator.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:13:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289286717</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Martina Rismiyati Tri Andarbeni (Kelas 06.39.A6 Jateng)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289287062</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Proses pembelajaran yang menyenangkan seperti penggunaan metode permainan dalam pembelajaran. <br>2. Dalam konteks sosial budaya, 'menuntun' diwujudkan dalam keteladanan guru dalam proses pendidikan, baik keteladanan sikap, karakter, dan perilaku, karena anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan.<br>3.&nbsp; &nbsp; Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman&nbsp;</em>karena setiap anak memiliki kodrat alam dan zaman yang berbeda. Seorang anak telah memiliki kodrat alam ⟮potensi, bakat, kemampuan⟯ yang unik, berbeda-beda satu sama lain sehingga guru diharapkan mampu memfasilitasi mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Pembelajaran akan menjadi menyenangkan jika dilakukan sesuai kodrat anak, yaitu bermain. Sementara kodrat zaman, bagaimana seorang guru mampu membimbing anak agar siap hidup mandiri dalam zaman yang terus berubah.&nbsp;<br>4.Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak adalah pendidikan yang  mengutamakan anak, berpusat pada anak, dan memuliakan anak. Pendidikan dilakukan untuk satu-satunya tujuan, yaitu membuat anak menjadi selamat dan bahagia. Sehingga peran kita sebagai pendidik hendaknya memfasilitasi pembelajaran yang berpusat dan dan memberikan kegembiraan kepada anak</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:13:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289287062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andi Purnomo,CGP angkatan 6 Kota Magelang kelas A.39.B2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289288140</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pengalaman saya dalam melakukan pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yaitu saat mengajarkan anak materi perkembangbiakan tumbuhan dengan metode talking stick. Dalam pembelajaran ini, materi disampaikan dengan cara bermain. Anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dengan ceria. Anak anak dibagi menjadi beberapa kelompok, Masing-masing anggota kelompok perlunya kerjasama dengan kelompok sehingga permainan menjadi menarik.Jika ada teman yang belum bisa menjawab pertanyaan maka temannya bisa membantunya.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah kegiatan menuntun sangat tampak pada kegiatan di masyarakat misalnya saat ada kegiatan kerja bakti membangun parit. Orang tua memberikan contoh kepada yang muda muda akan pentingnya kerja sama, memindahkan pasir dan batu untuk dibawa ke tempat yang akan dibangun. Melihat orang tua yang semangat dan saling membantu, sehingga yang muda muda bisa mencontoh dan melakukannya.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pendidikan di Indonesia perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena pendidikan yang memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman maka akan menghasilkan peserta didik yang bermutu dan berkualitas, anak anak akan tumbuh menjadi pribadi yang secara pengetahuannya maju dan secara sosial budayanya juga tertanam. Anak menjadi pribadi yang tumbuh dengan maksimal.</div><div>4.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Relevansi pemikiran KHD “ Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak dengan peran saya sebagai pendidik adalah saya sebagai pendidik berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengoptimalkan potensi anak sehingga anak anak dapat tumbuh sesuai dengan potensinya masing masing.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:14:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289288140</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vickky Listyaningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289289943</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?<br>Pendidikan yang berpusat pada siswa, guru harus menggunakan berbagai metode yang variatif diselingi dengan permainan yang menyenangkan.</div><div>&nbsp;</div><div>2.Bagaimana perwujudan <strong>‘menuntun’ </strong>yang saya lihat<strong> </strong>dalam konteks <strong>sosial budaya </strong>di daerah saya?&nbsp;</div><div>&nbsp;Pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak sesuai dengan segala kodratnya agar dapat mencapai keselamatan dan kabaikan setinggi-tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat</div><div>&nbsp;</div><div>3.Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman</em>? &nbsp;</div><div>&nbsp;Pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman,kodrat alam artinya guru harus memahami karakter anak dan lingkungan dimana anak tinggal. Mendidik anak juga harus disesuaikan dengan zamannya akan berbeda anak yang hidup pada abad 20 dengan abad 21 tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal yang dimiliki</div><div>&nbsp;</div><div>4.Apa relevansi pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” </em>dalam peran saya sebagai pendidik?</div><div>Kita harus mengetahui kebutuhan anak, pembelajaran murni dan seikhlas-ikhlasnya kepada anak bolek dikatakan cinta kasih tak terbatas.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:16:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289289943</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mariana Yonita CGP Kelas 06.38 Kota Magelang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289295676</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman&nbsp; terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran KHD:&nbsp; Di sekolah, ketika ada pembahasan / pembelajaran tentang keluarga ku. Anak-anak membawa foto keluarga, lalu anak-anak mendapat kegiatan untuk menghias foto keluarga sesuai kreasi masing-masing. Saya sebagai guru, menyiapkan beberapa bahan seperti sedotan, stick es krim, lem, kancing, payet, kertas lipat,dll. anak-anak terlihat sangat menikmati saat membuat kegiatan tersebut sembari mereka dapat menceritakan siapa saja yang ada di dalam foto tersebut.&nbsp;<br><br>2. Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam kontes sosial budaya : Menuntun dapat diartikan sebagai kegiatan menggandeng anak. Pendidik dengan secara ikhlas dan murni hati, menuntun anak untuk ke arah yang lebih baik, karena anak pada dasarnya sudah memiliki dasar yang didapat dari keluarga, masyarakat,dll. Pendidik mempunyai tugas untuk menuntun anak menjadi lebih baik disesuaikan dengan kondisi sosial budaya daerah.<br><br>3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman : anak-anak perlu memahami budaya daerah, sehingga pendidik perlu memberikan pembelajaran terkait lingkungan yang terdekat dengan anak sesuai sosial budaya daerah. Selain itu, anak juga perlu mempelajari hal-hal baru yang ada di abad 21 ini, sehingga tetap perlu dikenalkan dengan hal-hal baru di abda 21 ini. Namun, pendidik perlu memilah manakah dari hal-hal baru zaman sekarang ini yang layak diberikan kepada anak dan mana yang tidak sesuai dengan kultur budaya kita.<br><br>4. Relevansi pemikiran KHD " Pendidikan yang berhamba pada anak" dengan saya sebagai pendidik:&nbsp; Dalam memberikan pembelajaran, maka saya sebagai pendidik harus mengutamakan kebutuhan anak. Anak sebagai poros atau sumbernya. Berpusat pada anak, sehingga saya sebagai pendidik harus memahami tentang karakteristik anak karena setiap anak adalah pribadi yang unik. saya sebagai pendiidi harus memahami tujuan dari pendidiikan tersebut yaitu agar anak selamat dan bahagia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:22:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289295676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suzana  ( 06.39 A6 ) Kota Magelang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289296846</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; Salah satu pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah saya menyisipkan permainan dalam pembelajaran.&nbsp; Permainan yang saya lakukan adalah tepuk sebut. Permainan ini saya sampaikan pada siswa kelas 1  dalam materi memperkenalkan diri dan kelas lain sebagai ice breaking<br>Pengalaman lain adalah denan melibatkan anak dalam pembelajaran. Meminta anak untuk menyampaikan materi yang sudah dipelajari pada hari sebelumnya.&nbsp;<br><br>2. Menuntun dalam konteks sosial&nbsp; budaya di tempat saya misalnya mengarahkan anak&nbsp; untuk bersikap ramah seperti kebiasaan orang magelang. Kami menjadikannya kegiatan pembiasaan yaitu menyambut siswa/teman yang hadir dengan salam sapa dan senyum.<br><br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan&nbsp; kodrat alam dan kodrat zaman supaya terjadi keselarasan hidup antara lahir dan batin dalam kehidupan anak. Selain pandai dalam ilmu pengetahuan&nbsp; sesuai perkembangan zaman&nbsp; anak juga punya budi pekerti dan moral yang unggul.<br><br>4. Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba pada anak adalah kita harus jeli melihat potensi anak kemudian menuntunnya agar dapat berkembang lebih baik. Tidak menghakimi anak dengan apa yang tidak bisa dilakukannya tetapi mengembangkan apa yang bisa dia lakukan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:23:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289296846</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Puput Nazil Anggraeni (06.37)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289297006</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; Pengalaman proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yaitu ketika pembelajaran Proyek P5 dalam pembuatan batik ecoprint. di dalam pembelajaran anak melaksanakannya dengan kerjasama dalam satu kelompok, ada gotong royong dalam pembuatan batiknya dalam membawa bahan-bahannya berupa daun-daun yang ada di sekitar rumahnya. mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan batik dan disiplin sesuai waktu yang ditentukan. Semua anak bisa berkreasi dalam membuat desain batiknya saling bertukar pikiran saling menghormati. semua itu cermin dari pemikiran KHD.<br>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya mengarahkan dan mendampingi anak dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan sosial budaya di kabupaten wonosobo agar anak-anak tidak kelihangan arah atau menuju ke hal-hal yang bertentangan dengan sosial budaya yang ada daerah Wonosobo. Banyak budaya-budaya dari luar wonosobo yang masuk dan mempengaruhi anak-anak di sini kita sebagai pendidik menjalankan tugas untuk menuntun mereka agar tetap berpegangan pada sosial budaya setempat.&nbsp;<br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena dalam mendidik anak kita perlu mempertimbangkan kodrat alam yaitu anak berasal dari mana kemudian pasti sifat dan perilakunya berbeda apabila&nbsp; berasal dari daerah yang berbeda-beda. pendidik harus memahami agar dalam menununtun bisa berbeda satu siswa dengan siswa yang lain. Kodrat zaman juga perlu dipertimbangkan bahwa sekarang kita mendidik anak dalam abad 21 makan proses mendidik kita juga harus menyesuaikan zaman mereka.<br>4. Dalam pendidikan ada keharusan untuk memandang anak dengan rasa hormat karena tujuan pendidikan kita adalah anak. Pada proses pembelajaran harus selalu menerapkan prinsip bahwa pembelajaran berpusat ke anak/siswa dan pendidik harus selalu memerdekakan anak dalam proses pembelajaran</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:23:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289297006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Listyo Hartati, SMAN 1 Kaliwiro</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289298348</link>
         <description><![CDATA[<div>1. pengalaman pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD di sekolah saya misalnya saat ini dalam kegiatan P5. tema yang diambil berkaitan dengan kegiatan proyek pembuatan ecoprint. dalam kegiatan proyek tersebut ada nilai-nilai yang bisa ditanamkan pada anak didik, misalnya gotong royong/ kerjasama, kreatif, bertanggungjawab. gotong royong dalam mempersiapkan maupun pelaksanaan proyek ecoprint. kreatif dalam mencipta motif, serta tanggungjawab terhadap proses ecoprint sampai produk jadi.<br>2. perwujudan 'menuntun' dalam konteks sosial budaya di daerah saya.<br>menuntun, mengarahkan anak didik mengembangkan potensi yang dimiliki untuk mencapai cita-citanya. tetapi tidak lepas dari pengarahan guru agar tidak salah jalan.&nbsp;<br>3. pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. kodrat alam sesuai dengan sifat dan bentuk lingkungan anak didik, sedangkan kodrat zaman disesuaikan dengan perkembangan zaman saat itu, agar tujuan yang diinginkan tercapai.<br>4. Peran saya sebagai pendidik relevansinya dengan 'Pendidikan yang berhamba pada anak'  adalah mengimplementasikan pembelajaran student center, anak sebagai pusat pembelajaran. anak lebih aktif untuk menemukan konsep atau materi lainnya . pendidik berperan sebagai fasilitator.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:24:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289298348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Ariyani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289299788</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) adalah pembelajaran yang berpihak pada anak, berpusat pada siswa, membimbing siswa sesuai dengan karakter siswa untuk mencapai tujuan sesuai dengan kordaat yang dimiliki siswa. contohnya siswa mempresentasikan hasil diskusinya melalui cara-cara yang diinginkan siswa</div><div>2.Bagaimana perwujudan <strong>‘menuntun’ </strong>yang saya lihat dalam konteks <strong>sosial budaya </strong>di daerah saya melalui pembelajaran dengan memasukkan nilai-nilai pancasila melalui pembiasaan atau kebiasaan kebiasaan budaya di magelang. Seperti gotong royonh</div><div>3.Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman karena setiap Anak unik Oleh Karena itu perlu </em>disesuaikan dengan kondisi lingkungan alam atau tempat tinggal murid dan menyesuaikan dengan kondisi zaman siswa.&nbsp;</div><div>4.Relevansi pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” </em>dalam peran saya sebagai pendidik dengan<br>memahami karakter Anak dan menuntun dengan rasa cinta, sdtulus tulusnya kepada murid agar murid bahagia dan selamat</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:26:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289299788</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ida Rochayati</title>
         <author>idarochayati56</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289302455</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman saya dalam pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu saat pengajaran proyek saya mengajak anak-anak untuk belajar TIK dimana anak-anak harus berkembang sesuai kodrat zaman. Anak-anak saya ajarkan cara menulis surat pribadi sesuai materi pembelajran Bahasa Indonesia. Disana anak-anak sangat senang dan dapat dengan mudah menerima pembelajaran serta aktif</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:28:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289302455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reni Dwi Astuti, kelas 06.38 ( bpk drajat ), kelompok A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289302527</link>
         <description><![CDATA[<div><br>1.Proses pembelajaran dengan cara bermain sesuai dengan kodrat anak. misal : di kelas saya ingin melakukan kegiatan pramembaca dengan cara misla : menyusun mainan kesukaan menjadi bentuk huruf. ( saya mengajar TK )<br>2.Menuntun dalam konteks sosial budaya di tempat saya, misalnya : mengenalkan anak kepada budaya2  kota magelang, seperti : kebiasaan ,norma2 yanga berlaku. dimana nantinya anak2 bisa diterima sbg anggota masyarakat. di umurnya sekarang.<br><br>3.Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman</em>? <br>* dengan mempertimbangkan kodrat alam menurut saya ini akan lebih menarik bagi anak, sehingga membuat anak bahagia. <br>*dengan mempertimbangkan kodrat zaman menurut saya agar indonesia bisa bersaing dengan negara2 diseluruh duni. karena itulah harus mempertimbangkan kodrat zaman.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:28:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289302527</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengalaman yang terkait pembelajaran yang merefleksikan KHD saati dikelas yaitu dengan pembelajaran dikemas dengan bermain, tebak, bernyanyi, tepuk , bermain peran dan metode menyenangkan di outdor.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289303252</link>
         <description><![CDATA[<div><br>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya : Menuntun memperjelas karakter, bakat, prestasi siswa.<br>3. Pendidikan perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat jaman agar mempersiapkan hidupnya secara mandiri untuk bekal hidupnya.<br><br>4. Peran saya sebagai pendidik relevansinya dengan "Pendidikan yang berhamba pada Anak "adalah menerapkan filosofi/ pemikiran KHD sesuai usia, agar penangannya benar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:28:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289303252</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ardhiyan Nugrahanto (Kelas 06.39.B.1) Kota Magelang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289303297</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) yaitu ketika saya mengajak para siswa untuk Outing Class. Kami mengunjungi desa budaya di daerah Borobudur. Para siswa merasa lebih senang dan antusias dalam belajar secara langsung. Siswa belajar cara membuat gula jawa, belajar membuat kerajinan, dan mempraktikkannya. Dari hal tersebut mereka tidak sadar bahwa mereka sedang belajar juga, dengan hati yang lebih gembira.<br><br>2. Perwujudan <strong>‘menuntun’ </strong>yang saya lihat<strong> </strong>dalam konteks <strong>sosial budaya </strong>di daerah saya yaitu sekolah kami merupakan sekolah yang multikultural. Sehingga kami terdiri dari berbagai suku dan agama, namun kami saling menghargai dan bertoleransi satu sama lain.<br><br>3. Karena pendidikan bersifat dinamis. Maka pendidikan di Indonesia harus mampu untuk menyesuaikan sesuai dengan&nbsp; keadaan lingkungan sosial dan perkembangan zaman.<br><br>4. Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" dengan peran saya sebagai pendidik yaitu kita sebagai pendidik berusaha menyediakan pelayanan yang terbaik, memfasilitasi segala minat dan bakat siswa tanpa mendiskriminasi. Sehingga kodrat anak bisa tumbuh secara maksimal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:28:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289303297</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Retno Setyaningrum (Kelas A6.039 Jateng)                                               Implementasi pembelajaran sesuai dengan pemikiran KHD di kelas saya adalah merencanakan , menyelenggarakan pembelajaran yang memberikan fasilitas kepada murid. Agar murid bisa belajar dengan gembira, tanpa terasa ilmu bisa tertransfer. Yang semula desain pembelajaran berlaku sama untuk semua murid, kita buat ada pilihan. Contoh dalam hal assesmentnya, dengan soal yang sama, murid diberi kesempatan untuk menjawabnya dengan versi yang kita berikan (buat mind map, buat narasi, secara lisan, melalui poster dan lain-lain)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289304285</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:29:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289304285</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289304371</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Wulandari<br>Kelas: 06.39. B1<br>CGP Angkatan 6 asal Kota Magelang<br>SD Bhakti Tunas Harapan <br><br>1. Pengalaman yang merefleksikan dengan pemikiran KHD yang pernah saya alami yaitu belajar dengan anak-anak sambil mengunjungi tempat-tempat ibadah. Mereka belajar secara langsung, mengenal langsung tempat-tempat ibadah selain itu anak2 dapat berlajr toleransi keagamaan.  Sehingga  harpannya dewasa nanti mereka akan menajdi manusia yang beragam dan bertoleransi dalam keberagaman Indonesia.<br>&nbsp;<br>&nbsp;2. Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu siswa belajar berkreasi membuat lampion untuk hiasan saat ada acara imlek yang mana daerah tempat sekolah saya mengajar dekat dengan pecinan. Belajar matematikan dengan bermain dakon, yang mana dakon merupakan permainan tradisional di daerah kami.<br>&nbsp;<br>&nbsp;3. Pend. Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena imu dan teknologi terus berkembang, anak-anak perlu belaajr sesuai dengan perkembangan zamannya. Selain itu juga anak-anak perlu belajar sesuai dengan konteks lingkungannya supaya dapat melestarikan sosial budanya. Jadi walupun dalam pemeblajaran mengikuti perkembangan zama, anak0anak harus tetap mengingat dan menjunjung sosial budaya dimana dia tinggal agar tidak tergerus arus negatif globalisasi.<br>&nbsp;<br>&nbsp;4. Relevansi&nbsp; pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” </em>dalam peran saya sebagai pendidik?<br>&nbsp;Sebagai guru yang menagajr di kelas 1, saya selalu berusaha memfasilitasi yang dibutuhkan oleh anak2. Misalnya di kelas ada anak yang unggul dan cepat mengerjakan sola, saya berikan pengayaan lebih. Kemudian bagi siswa yang kurang akan diberikan bimbingan pendampingan dengan soal yang sederhana samapi dia bisa, tentunya disesuiakan dengan cara belajar setiap siswa. Selain itu, saat pulang sekolah pun ada jam khusus bagi siswa yang dirasa kurang untuk diberi pendampingan belajar.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:29:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289304371</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Drajat Mulyawan Fasil Kelas 06.38Filosofi Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan di Indonesia tekanan terdalam adalah bertumpu kepada kebutuhan murid, yang mana mereka masih disebut anak, sehingga masih membutuhkan di dunianya mereka sendiri, dan kita sebagai guru harus melayaninya dengan sebaik-baiknya,... </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289305107</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:30:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289305107</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ike Kartika Dewi Bintari CGP Kelas 06.37. Kabupaten Wonosobo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289306104</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Proses pembelajaran yang saya lakukan dengan mengimplementasikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, contohnya pada saat pembelajaran IPAS tentang Bagian-bagian tumbuhan. Dalam pembelajaran tersebut saya membebaskan anak untuk membawa beberapa contoh tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan mereka, dalam proses anak bebas mengeksplore pengetahuan, kreatif dan sehingga dalam kegiatan presentasi anak dalam membawakan hasil diskusi mereka sesuai dengan cara mereka sendiri dengan rasa senang.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;“Menuntun” memberikan arahan kebaikan dalam pembelajaran, contohnya seperti pembiasaan sikap budi pekerti yang luhur, religius, berkarakter, dan terampil.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Kodrat alam dan zaman harus dipertimbangkan agar anak dapat mengikuti pembelajaran dengan seimbang dan selaras akan perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan nilai-nilai sosial budaya.</div><div>4. Relevansi pemikiran KHD dengan peran saya sebagai pendidik adalah saya harus dapat menuntun dan membimbing anak dengan memusatkan tujuan kepada anak agar anak dapat mengikuti pendidikan sesuai dengan karakteristik anak masing-masing.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:31:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289306104</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caecilia Citra </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289307755</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman terkait proses pembelajaran yg merefleksikan mencerminkan pemikiran KHD<br>Yaitu saat proses pembelajaran berorientasi pada anak, dg memberikan kesempatan anak utk menceritakan pengalaman, berpendapat, berpikir kritis, kerja sama kolaborasi, dg bermain sambil belajar.<br><br>Perwujudan menuntun, yaitu among dg memperbaiki lakunya mendampingi anak dlm perilaku anak spy tetap pada jalannya yg baik TDK terlepas dr kekuatan kodrat.<br><br>Mempertimbangkan kodrat alam dan jaman. Pendidikan pembelajaran mempertimbangkan kodrat alam Krn sesuai dg salah satunya kondisi alam, dan jaman harus menyesuaikan perkembangan jaman.<br><br>Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba pada anak<br>Berpusat pada anak, mendampingi dg hati, kasih, memahami kebutuhan anak.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:33:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289307755</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ridfi0131</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289309268</link>
         <description><![CDATA[<div>Saya Bu Nur Hasanah [CGP Kelompok 06.38 .B1}kota magelang<br>&nbsp;1. Pengalaman saya tentang pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah dengan menggunakan metode role playing dan ice breaking saat pembelajaran,sehingga kegiatan pembelajaran menyenangkan dan tujuan pembelajaran tercapai tanpa rasa bosan bagi siswa . 2.perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah anak-anak di sekolah dia ajak untuk menggiatkan piket kelas, jumat bersih dan menengok salah satu siswa yang sakit atau sunat.Selain itu, siswa diajak belajar kesenian yang ada di kota magelang dan mengikuti pentas di daerah. 3.Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena dengan keseimbangan kodrat alam dan zaman maka pendidikan akan berjalan seimbang dan akan membentuk budi perkerti dan kebudayaan yang baik. 4.relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik adalah dengan pendekatan individu perseorangan yang berbeda-beda sesuai karakter lalu menununtun ke arah lebih baik dan bakat masing-masing dan menjadi pembiasaan yang baik dan merdeka belajar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:34:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289309268</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fauzia Shufyani_SMPN1Mgl_CGP Angkatan 6 Kota Magelang_Kelas 06.39.A2</title>
         <author>fauziashufyani79</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289310221</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran sesuai dengan pemikiran KHD: ketika melaksanakan pembelajaran memberikan suasana yang nyaman, tidak menegangkan ketika mempelajari materi pelajaran, kebetulan saya mengampu mata pelajaran Matematika. Sehingga saya harus menciptakan suasana yang menyenangkan untuk siswa. Kesan menakutkan dan materi sulit harus dihilangkan terlebuh dahulu. Memberikan motivasi&nbsp; kepada siswa bahwa materi yang diajarkan tidak sulit.<br>2. Perwujudan 'menuntun' dalam konteks sosial budaya diterapkan dengan selalu memberikan contoh yang baik kepada para siswa, baik sikap, tutur kata, dan perilaku.<br>3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kidrat zaman, karena pendidikan perlu disesuaikan dengan lingkungan tempat tinggal masing-masing, serta zamannya masing-masing.<br>4. Pendidikan yang berhamba kepada anak, memusatkan pembelajaran pada siswa, student center learning.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:35:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289310221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Personal (Triana Kelas 06.38.B2)</title>
         <author>triana2</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289310734</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ketika awal pembelajaran saya akan mencari tahu  tipe belajar masing-masing agar saya bisa merencanakan pembelajaran yang memfasilitasi cara belajar mereka.<br>2. Salah satu bentuk menuntun yang saya lihat di daerah saya adalah sekolah memfasilitasi dan membimbing anak yang suka berwirausaha dengan memberikan tempat di kantin untuk mewadahi usaha mereka.<br>3. Karena bagaimanapun kodrat alam itulah yang harus diperjelas sedangkan kodrat zaman agar anak bisa bertahan sesuai masanya sehingga keselamatan dan kebahagiaan anak bisa terwujud.<br>4. Saat pembelajaran di kelas saya memberikan media ajar berupa ppt, video, game dll agar peserta didik bisa belajar sesuai dengan tipe belajar masing-masing.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:35:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289310734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AHMAD HARYANTO SMP MUTUAL KOTA MAGELANG KELAS 06.38 B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289311907</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman pembelajaran yang merefleksikan pemikiram KHD. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik dalam memberikan pendapat dan pertanyaan dalam sebuah materi pembelajaran. Serta menuntun dan mengarahkan anak-anak ketika berdiskusi<br>2. Perwujudan "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah kota magelang. Mengajak peserta didik menumbuhkan karakter mandiri dan berprestasi dimana kota magelang terkenal dengan kota jasa. sehingga hal ini sangat cocok untuk peserta didik<br>3. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman.<br>kodrat alam : mendidik anak disesuaikan dengan kondisi alam peserta didik<br>kodrat zaman : mendidik anak yang disesuaikan dengan zaman yang dialami peserta didik<br>4. Relevansi pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” </em>dalam peran saya sebagai pendidik<br>saya memposisikan diri untuk melayani segala proses pembelajaran peserta didik dalam menebalkan laku untuk menjadi manusia seutuhnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:37:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289311907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SITI SARNI FATMAWATI 08.38.B2 Bagaimana tips dan trik yang paling tepat untuk mengimplementasikan nilai guru penggerak yang harus &quot;Berpihak Pada Murid&quot;? sementara seorang guru juga terikat dengan regulasi-regulasi dan standar-standar kompetensi yang harus dicapai. Bagaimana cara menyelaraskan kedua hal tersebut?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289312239</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:37:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289312239</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Umi Latun_A6_38_B 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289314046</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Salah satu pengalaman terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran pendidikan KHD adalah saya menuntun anak mengenal huruf dengan kegiatan bermain menyusun mainan berupa kartu bergambar benda yang sering mereka lihat sehari-hari. ( saya mengajar di kelas 1)<br>2. Menuntun dalam konteks sosial budaya di tempat saya, misalnya mengenalkan kegiatan berseh ( kegiatan bersih -bersih makam leluhur sebelum memasuki bulan ramadhan) dengan menuntun anak-anak mengenal peralatan kebersihan yang digunakan dan cara menggunakannya yang baik dan benar.<br>3. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman</em>?<br>* dengan mempertimbangkan kodrat alam menurut saya ini akan lebih menarik bagi anak, sehingga membuat anak bahagia, mengikuti pembelajaran dengan selamat dan menyenangkan. Pendidikan melalui pembelajaran yang dirancang dengan kegiatan yang masuk ke dunia mereka ( dunia bermain)<br>*dengan mempertimbangkan kodrat zaman menurut saya agar anak-anak indonesia bisa bersaing dan sejajar dengan mereka karena itulah harus mempertimbangkan kodrat zaman.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:39:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289314046</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289314945</link>
         <description><![CDATA[<div>A.Murni Sugiyarti 06.39,A6<br>Proses pembelajaran yang menuntun anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai kodrat alam dan kodrat zaman dengan memperhatikan sosio kultur budaya setempat dan menyaring budaya asing yang sesuai dengan budaya kita.<br>Pemikiran KHD bahwa pendidikan berhamba pada anak / berpusat pada anak untuk mengembangkan segala potensi anak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:40:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289314945</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Sumiyati, 06.38 B2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289314948</link>
         <description><![CDATA[<div>Bagi saya terkait proses pembelajaran yang mereflesikan pemikiran KHD adalah pembelajaran yang berpusat pada anak, yaitu bahwa menuntun anak tidak hanya memberi pengetahuan {keilmuan) namun juga memberi teladan kepada mereka untuk dicontoh, untuk dapat membentuk karakter (adab) yang baik pada mereka. Sehingga berjalan seimbang antara seorang anak itu berilmu namun juga memiliki juga karakter/adab yang baik. Sehingga pendidikan berkualitas di Indonesia dapat di mulai dari sekolah-sekolah dimana kita semua mengajar di sana. Hal ini juga akan terlihat perbedaan antara anak yang mendapatkan tuntunan (pendidikan menurut KHD) dengan mereka yang hanya diberi keilmuan (kebutuhan akal, kepandaian) tanpa diberikan tauladan karakter/adab. Mereka selain berilmu juga mempunyai nilai-nilai luhur seperti sikap menghargai, tidak menggurui, empati, gotong-royong dan nilai luhur lainnya yang ada pada sosial-kultural daerah semua.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:40:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289314948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SITI SARNI FATMAWATI06.38.B2(DRAJAT MULYAWAN)Berikut ini adalah hasil refleksi saya:1. Menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak sehingga anak dapat mencapai titik keselamatan dan kebahagian yang setinggi - tingginya. Dalam hal ini menuntun bukan pada kodrat dasarnya tapi menuntun untuk memperbaiki tingkah lakunya. 2. Dalam menuntun ini, pendidik diibaratkan petani yang menanam padi. Dalam menanam padi menjadi beras yang unggul petani akan memiliki berbagai cara dan akan sabar mengurusnya.Sama halnya dengan pendidik dalam kegiatan pembelajaran guru harus memiliki banyak cara ,bersabar dan ikhlas untuk dapat menghasilkan generasi atau anak yang baik.3. Pendidikan yang berupaya memenuhi kodrat kebutuhan tumbuh kembang anak.Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantar Bahwa yaitu &quot; Menghamba pada anak &quot;.Menghamba ini bukan berarti dapat diperlakukan semena- menanya ,tapi pendidikan harus berorientsi pada kebutuhan anak sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakatmya.4. Budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga/semangat.Budi pekerti yang dimaksud adalah bahwa pendidikan bisa memanusikan manusia menuju perbuatan yang baik.Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan merupakan tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289314971</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:40:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289314971</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pratiwi Anggraeni CGP angkatan 6 kelas A 06.39</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289316268</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu ketika saya membersamai anak-anak saya melakukan pembelajaran yang menyenangkan dengan memberikan permainan, video, maupun dengan beragam model pembelajaran. melaksanakan pembelajaran di luar kelas. Memanfaatkan teknologi kekinian dalam pembelajaran dan memberikan penguatan nilai karakter dengan pembiasaan membaca asmaul husna tiap pagi, menyanyi lagu nasional maupun daerah, melaksanakan apel bahasa jawa.<br>Memfasilitasi anak-anak atas potensi dan minat mereka dengan mengikutsertakan dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun lomba. Selain itu saya memberikan teladan dan sikap yang hangat kepada anak-anak untuk selalu mendorong menjadi pribadi yang baik.&nbsp;<br><br>2. Menuntun dengan memberikan pengajaran&nbsp; menjadi sahabat bagi mereka memberikan kenyamanan agar memerdekakan mereka dengan mengakui kodrat alam dan zaman sehingga mampu membawa anak-anak pada keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Memberikan teladan bagi siswa. <br><br>3.&nbsp; Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam karena anak-anak memiliki keunikan tersendiri, memiliki potensi dan minat sendiri-sendiri. sedangkan kodrat zaman anak-anak yang merupakan generasi native dan generasi Z sudah sewajarnya kita imbangi dengan menyuguhkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif sesuai perkembangan zaman. dan siap untuk selalu berubah untuk itu perubahan kecil perlu dibuat di dalam kelas agar perubahan yang besar terjadi dalam lingkup yang besar pula.<br><br>4. Relevansi pemikiran KHD tentang pendidikan yang menghamba (berpihak) pada anak dalam peran saya sebagai pendidik yakni dengan melaksanakan pembelajaran student center, ikhlas mengajar dan memberikan kasih sayang dengan tulus kepada peserta didik, menjadi guru yang diidolakan bahkan dicari ketika tidak ada. Dengan menebalkan laku siswa dengan memberikan teladan dan semangat untuk siswa dalam belajar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:41:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289316268</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Ariyani, CGP angkatan 6 Kota Magelang Kelas  06.38.B2</title>
         <author>dwiariyani35</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289316626</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi Modul 1.1</div><div>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) adalah pembelajaran yang berpihak pada anak, berpusat pada siswa, membimbing siswa sesuai dengan karakter siswa untuk mencapai tujuan sesuai dengan kordaat yang dimiliki siswa. contohnya siswa mempresentasikan hasil diskusinya melalui cara-cara yang diinginkan siswa</div><div>2.Bagaimana perwujudan <strong>‘menuntun’ </strong>yang saya lihat dalam konteks <strong>sosial budaya </strong>di daerah saya melalui pembelajaran dengan memasukkan nilai-nilai pancasila melalui pembiasaan atau kebiasaan kebiasaan budaya di magelang. Seperti gotong royonh</div><div>3.Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman karena setiap Anak unik Oleh Karena itu perlu </em>disesuaikan dengan kondisi lingkungan alam atau tempat tinggal murid dan menyesuaikan dengan kondisi zaman siswa.&nbsp;</div><div>4.Relevansi pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” </em>dalam peran saya sebagai pendidik dengan<br>memahami karakter Anak dan menuntun dengan rasa cinta, sdtulus tulusnya kepada murid agar murid bahagia dan selamat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:41:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289316626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ida Rochayati, Mengajar Kelas 4, SDN Kemirirejo 3 Kota Magelang</title>
         <author>idarochayati56</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289319389</link>
         <description><![CDATA[<div>Proses Pembelajaran yang merefleksi dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang saya lakukan di sekolah dengan memperhatikan kodrat zaman anak. Dimana guru dan murid harus selalu belajar dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Saya mengajarkan anak TIK dalam pembelajaran proyek. Anak-anak sangat senang dan aktif dalam mengikuti. Anak-anak saya kenalkan cara menulis surat pribadi menggunakan microsoft word. Alhamdulillah pembelajaran berjalan lancar, anak-anak aktif untuk bertanya hal yang belum mereka ketahui.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:44:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289319389</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sobirin-CGP 06.37</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289320830</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman yang saya lakukan adalah mengajak anak bermain melalui kegiatan Pramuka dan melakukan kegiatan lintas alam<br>2. Menunutun yang saya lakukan adalah memberikan contoh kepada anak anak untuk berperilaku sopan santun<br>3.Pendidikan perlu kodrat alam dan kodrat zaman karena perlu disesuaikan dengan alam tempat tinggalnya dan zaman ketika mereka berada.<br>4. Pendidikan yang berhamba pada anak adalah memusatkan pembelajaran pada anak. segala perhatian dalam proses pembelajaran tertuju pada anak</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:45:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289320830</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>handayanihanny380</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289321774</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Sri Handayani<br>Kelas 06.37 A1 Kab. Wonosobo<br>1. Pengetahuan yang saya dapat setelah mempelajari gagasan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah:<br>     Guru sebagai Panutan sehingga bisa &nbsp; menjadi teladan dalam bertutur kata, bersikap, maupun bertingkah laku.</div><div>     Guru sebagai Pamong menuntun dan memberikan arahan agar tidak kehilangan arah yang membahayakan dirinya&nbsp; dengan diberikan kebebasan untuk menemukan kemerdekaan dalam belajar.</div><div>      Guru sebagai <strong><em>pembelajar sepanjang hayat</em></strong> mendidik anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.</div><div>&nbsp;Pendidikan yang berpusat pada murid/ student center atau pendidikan yang berhamba pada anak.</div><div>&nbsp;     Melatih kemandirian pada peserta didik</div><div>&nbsp;     Menumbuhkan karakter sesuai dengan budi pekerti yang memadukan Cipta (kognitif), karsa (afektif), dan karya (psikomotor)<br>2. Pengalaman saya setelah mempelajari filosofi KHD adalah:<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Memahami peran guru, bukan hanya untuk mentransfer pengetahuan tetapi&nbsp; bisa menjadi penuntun anak dalam mengembangkan pengetahuan sesuai dengan perkembangan zaman dan menumbuhkembangkan budi pekerti anak</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Mampu membuat kerangka pembelajaran sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pembentukan karakter untuk&nbsp; mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:46:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289321774</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rinto Budi Santosa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289322154</link>
         <description><![CDATA[<div>secara umum tindakan saya dalam mendidik siswa telah sealur dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, dimana saya memposisikan siswa saya sebagai pribadi dengan "kertas yang sudah penuh" karena para siswa saya di SMA telah memiliki kemampuan standar remaja pada umumnya, sehingga tindakan saya pada mereka adalah dengan memberikan "cetak tebal" tentang pemikiran dan tindakan yang sudah baik. hal ini sesuai dengan nilai-nilai pendidikan andragogi dimana peran guru yang utama adalah sebagai mentor, motivator dan fasilitator bagi siswa saya dalam proses pembelajaran&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:47:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289322154</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wistianingsih, 06.37 A2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289325474</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya dalam merefleksikan pemikiran KHD yaitu mendesain pembelajaran yang menarik bagi peserta didik dan berpusat pada peserta didik, misalnya dengan memberikan quis dan permainan yang menantang.<br>2. Menuntun dalam konteks sosio budaya di daerah saya yaitu budaya gotong royong dan saya terapkan dalam pembelajaran yaitu dalam kegiatan diskusi kelompok.<br>3. Pendidikan perlu mempertimbangka kodrat alam dan kodrat zaman, artinya pendidikan yang diterapkan harus benar-benar mampu menggali potensi anak sesuai lingkuungan tempat tinggalnya dan pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembanga zaman. Artinya anak-anak harus kita bekali dengan kompetensi abad 21 (adanya kolaborasi, kritis reflektif, inovatif)<br>4. Pendidikan yang berhamba pada anak artinya pendidikan yang dilakukan semua berpusat pada murid. Sebagai pendidik tugas kita yaitu menuntun (among) sesaui dengan mkodrat alam dan zaman</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:50:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289325474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Poses pembelajaran yang berhamba pada anak adalah dalam memberikan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan anak dan saya memulainya lewat lingkup terdekat siswa seperti pembiasaan sehari-hari pada anak dan memberikan pengajaran dengan metode yang menarik yaitu  bermain sambil belajar. selain dari memberikan pengaaran saya melakukan pemetaan minat dan bakat siswa dan memberikan fasilitas dalam melaksanakan bakat dan mi nat siswa tersebut.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289325925</link>
         <description><![CDATA[<div>2. Menuntun kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat melalui pengenalan budaya sekitar yang biasa ada di desa-desa anak didik kita berasal dengan menguatkan lakunya sesuai rentang usianya dan sehingga anak-anak bisa berpartisipasi aktif dan mengerti akan budaya yang dijalaninya.<br>3. Pendidikan sesuai kodrat alam dan kodrat zaman yaitu pendidikan anak sejatinya melihat kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Apabila melihat dari kodrat zaman saat ini, pendidikan global menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad 21. Derasnya arus globalisasi tentunya akan membawa pengaruh juga terhadap perkembangan anak didik. Pengaruh dari luar ini harus dapat disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal budaya Indonesia. Oleh sebab itu muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.<br>4. Relevansi pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia ataupun anggota masyarakat dengan mengkolaborasikan antara guru dan murid dalam untuk menciptakan kedalaman spiritual, intelektual, dan sosial serta merdeka belajar untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa dan mengakomodasi karakteristik masing-masing siswa untuk mewujudkan student wellbeing.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:50:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289325925</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tony Endro Kisworo (06.37 A2) Kabupaten Wonosobo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289326413</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Bagaimana perwujudan ‘<strong>menuntun</strong>’ yang saya lihat dalam konteks <strong>sosial budaya</strong> di daerah saya? Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya? Kata "menuntun" dalam konteks sosial budaya daerah bisa diartikan sebagai suatu usaha membawa seseorang kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat. Usaha yang dilakukan bisa berupa memberi arahan ataupun&nbsp; pengajaran, hal ini&nbsp; harus benar- benar&nbsp; dilakukan secara sungguh-sungguh hingga bisa membuahkan hasil sesuai dengan tujuan.</li><li>Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam</em> dan <em>kodrat zaman</em>? karena dengan dasar itu kita bisa menyesuaiakan dengan kondisi yang ada sehingga tujuan pembelajaran akan dengan lebih mudah tersampaikan.</li><li>Apa relevansi pemikiran KHD “<em>Pendidikan yang berhamba pada anak</em>” dengan peran saya sebagai pendidik? Pendidikan harus berpusat kepada peserta didik (student center learning)</li><li>Bagaimana gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)? Pendidikan harus berpusat kepada peserta didik, pendidikan yang berpihak kepada anak, pendidikan yang merdeka belajar</li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:51:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289326413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mariana Yonita kelas 06.38 Kota Magelang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289327460</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman terkait proses pembelajaran sesuai dengan pemikiran KHD: Saat pembelajaran di kelas, tentang tema keluargaku. Anak-anak mendapat tugas untuk menghiasfoto keluarga yang sudah dibawanya. Saya menyiapkan beberapa bahan seperti kertas lipat, payet, lem, stik es krim, kancing baju beberapa ukuran. Anak-anak menghias sesuia kreasi masing-masing. Anak-anak terlihat sangat menikmati kegiatan tersebut sambil menceritakan siapa saja yang ada di foto tersebut.<br><br>2. Perwujudan"menuntun" dalam konteks sosial budaya : Menuntun adalah menggandeng anak yang dilakukan secara ikhlas dan murni hati. Pendidik mengarahkan anak ke arah yang lebih baik.<br><br>3. Pendidikan Indonesia perlu pertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman : anak perllu dikenalkan dengan sosial budaya dari lingkungannnya yang tedekat sehingga anak memahami dan mengenal apa saja budaya yang ada di sekitarnya. Selain itu, anak perlu mengenal hal-hal baru di abad 21 ini. Anak belajar hal baru, namun sebagai pendidikan, perlu memilah manakah hal - hal baru yang ada di masa ini, yang sesuai dengan budaya daerah dan mana yang tidak sesuai.<br><br>4. Relevansi pemikiran KHD " pendidikan yang berhamba pada anak" dengan peran sebagai pendidik: Sebagai pendidik, saya harus memenuhi kebutuhan siswa. Anak sebagai pusat, sumber atau porosnya tujuan pendidikan, sehingga sebagai pendidik saya harus memahami karakteristik anak karena setiap anak mempunyai pribadi yang berbeda satu sama lain(unik).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:52:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289327460</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sundari-CGP Kabupaten Wonosobo-kelas PGP 06.37 Jateng-SMPN 2 Selomerto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289328505</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman saya dalam mengimplementasikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan yaitu menuntun anak sesuai kodrat yang dimilikinya dimana kodrat anak adalah bermain dalam proses pembelajaran. Saya membawa alat musik Bundengan (alat musik khas kabupaten Wonosobo) ke dalam kelas IPA dimana anak-anak berkolaborasi mengukur frekuensi senar bundengan yang dipetik sehingga dapat diketahui  frekuensi maupun kategori karakteristik bunyinya dengan memanfaatkan IT (yaitu aplikasi pada smartphone). Anak-anak sambil memainkan senar bundengan sekaligus mempelajari konsep frekuensi bunyi. Proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna dapat terwujud. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:54:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289328505</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289330889</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Sulis Setyowati CGP Kelas 06.38. A1 Kabupaten Wonosobo</strong></div><div><br></div><div>1. Proses pembelajaran yang saya lakukan dengan mengimplementasikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara,misalnya pada saat pembelajaran Bahasa Indonesia,&nbsp; saya mengajak anak keluar kelas untuk mendeskripsikan tentang apa yang mereka lihat yaitu di sekitar lingkungan kelas mereka, dalam proses tersebut anak bebas memilih ide, mengeksplore pengetahuan dan kreativitas&nbsp; sehingga mereka belajar sesuai dengan kemauan mereka sendiri dengan rasa gembira</div><div>2. “Menuntun” memberikan arahan kebaikan dalam pembelajaran, contohnya seperti pembiasaan sikap religius misalnya kalau di sekolah saya dengan solat duha dan solat duhur berjamaah, selain itu juga membiasakan untuk selalu bersalaman antara guru dan siswa dan warga sekolah yang lain, selain itu budaya bergotong royong juga menjadi kebiasaan dalam hal membersihkan lapangan sekolah bersama-sama.</div><div>3. Kodrat alam dan zaman harus dipertimbangkan agar anak dapat mengikuti pembelajaran dengan selaras serasi dan seimbang dan sesuai perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan nilai-nilai sosial budaya dan lingkungan alam dimana anak tinggal</div><div>4. Relevansi pemikiran KHD dengan peran saya sebagai pendidik adalah saya harus dapat menuntun,membimbing anak dan memfasilitasi mereka dengan sepenuh hati agar anak tumbuh sesuai dengan karakter, bakat dan minatnya sehingga kelak akan mencapai keselamatan dan kebahagiaan</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:56:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289330889</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Rahayu Astono - CGP Kelas 06.38</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289332087</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya mengenai proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah saat saya bersama anak-anak membiasakan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah dengan menyapu setiap pagi, membuang sampah di tempat sampah dan menanam pohon. Ini sebagai penebalan "laku" anak dalam menjaga kebersihan dan cinta lingkungan.<br>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya contohnya budaya sungkeman. Tradisi sungkeman dilakukan oleh masyarakat dengan saling memaafkan pada saat hari raya Idul Fitri.<br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena hakikat pendidikan itu sendiri adalah menuntun kodrat, bukan membentuk kodrat. Karakteristik murid yang kodrat alamnya dataran tinggi, tentu memiliki karakteristik berbeda dengan murid yang kodrat alamnya adalah pantai. Kemudian murid kelas 1 tentu memiliki kodrat zaman yang berbeda dengan murid kelas 6 ini alasan mengapa perlu dipertimbangkan.<br>4. Pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" sangat relevan. Perlu kita sadari bahwa "menuntun" dapat berarti melayani. Melayani murid dalam mengembangkan dirinya secara mandiri dengan selamat lahirnya, dan bahagia batinnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 07:58:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289332087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natalia Purwanti 06.39 kel B-1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289335171</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Saya sebagai guru SD merancang dan melaksanakan pembelajaran yg menyenangkan bagi anak-anak melalui kegiatan bermain. Melalui kegiatan bermain anak-anak merasa bahagia sehingga materi pembelajaran dapat terserap dengan baik.<br>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di Magelang.&nbsp;<br>Mengenalkan kekhasan budaya kota Magelang dan nilai-nilai yang ada di dalam budaya tersebut. Kemudian mengaitkannya dalam proses pembelajaran.<br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pendidikan bersifat dinamis mengikuti perubahan zaman yang ada. Sehingga siswa mampu menyesuaikan dan mengikuti perkembangan zaman . Sedangkan berkaitan dengan kodrat alam pendidikan perlu menyesuaikan dengan lingkungan alam tempat siswa berada supaya pembelajaran dapat menjadi lebih bermakna.<br>4. Peran saya sebagai pendidik mendampingi dan membimbing anak sesuai dengan karakteristik mereka masing-masing dengan merancang dan melaksanaka  pendidikan yang berpusat pada siswa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 08:01:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289335171</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reny Sukmawati CGP kelas B.1 Kota Magelang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289335177</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Saya sebagai guru kelas 2 SD menerapkan belajar dan bermain agar anak-anak bahagia. Melalui bermain anak belajar banyak hal : kerjasama, toleransi, simpati, juga&nbsp; belajar bersama untuk menjadi bisa.<br><br>2. Perwujudan menuntun konteks sosio budaya : mengenalkan kekhasan kota Magelang yang memilik Akmil (anak diajak kunjung belajar ke sana untuk mengenal apa saja yang ada) sehingga anak anak bangga menjadi bagian dari warga magelang. Dari situ belajar untuk disiplin dan tertib aturan<br><br>3. Pendidikan merupakan hal yang merubah peradaban. Sehingga pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat jaman.<br>Indonesia mempertimbangkan hal itu supaya warga Indonesia maju dan berkembang.<br><br>4. Peran saya sebagai pendidik<br>Mengarahkan dan membimbing anak dalam hal belajar dan sikap agar lebih berkembang sehingga anak menjadi manusia utuh.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 08:01:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289335177</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289391455</link>
         <description><![CDATA[<div>Atun Salima CGP kelas 06.38 Kota Magelang<br><br>1. Pengalaman proses pembelajaran yg mencerminkan pemikiran KHD adalah saat pembelajaran dengan tema sekolah. Diawali dengan menceritakan tentang Kota Magelang. Anak-anak menceritakan apa saja fasilitas yg ada di Kota Magelang. Anak-anak menyebutkan ada Masjid Agung, Alun-alun, supermarket, water torn,Gunung Tidar dan masih banyak lagi. Selain fasilitas yg ada anak-anak juga menyebutkan makanan khas Kota Magelang. Salah satunya adalah gethuk. Pada kegiatan eksploring guru mengajak anak berdiskusi tentang gethuk. Asal makanan dari apa dan bagaimana cara membuatnya. Pada proses doing anak merencanakan untuk membuat gethuk. Akhirnya dibuatlah kelompok siapa yang akan membawa alat dan bahan. Dari kelompok tersebut ada yg membawa ketela, gula,dan alat lain yg dibutuhkan. Selanjutnya anak praktek membuat gethuk dengan penuh semangat. Di hari berikutnya anak anak mempresentasikan bsgaimana proses membuat gethuk tersebut. Alhamdulillah sampai rumahpun anak anak menceritakan kegt di sekolah dengan rasa yang mengesan.<br><br>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah guru memberikan arahan tentang sosial budaya yang sesuai dengan budaya orang Magelang. Misalnya&nbsp; banyak pendatang yang masuk di Kota Magelang. Hal ini dapat kita lihat dari Akmil, Mahasiswa Untidar, ABRI, SMA Taruna. Dari para pendatang ini tentunya banyak ragam bahasa dan budaya luar yg masuk ke Kota Magelang. Hal ini tdk bisa kita pungkiri sebagai guru bisa memberikan arahan kepada peserta didik untuk tidak meniru hal- hal atau tingkah laku yang tidak sesuai dengan sosial budaya Kota Magelang.<br><br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Pendidikan perlu memperhatikan kodrat alam. Dalam pembelajaran di kelas harus mempertimbangkan bagaimana letak Kota Magelang. Misal kota Magelang itu pegunungan tdk mungkin guru menjelaskan tentang laut. Setiap hari anak anak bisa melihat gunung merapi. Krn setiap hari melihat gunung merapi maka guru akan mudah dalam menjelaskannya apabila diangkat tema di kelas. Anak anak pernah melihat gunung merapi saat meletus. Anak dengan mudah menerima penjelasan bagaimana proses gunung merapi meletus. Kemudian pendidikan harus mempertimbangkan kodrat zaman. Hal ini sangat penting adanya karena anak harus mengikuti zaman yg ada sekarang supaya tidak tertinggal. Misal anak harus paham komputer karena perangkat tersebut yang digunakan sebagai media pembelajaran.<br><br>4. Dalam pendidikan ada keharusan untuk memandang anak dengan rasa hormat. Guru tdk boleh egois memaksakan pembelajaran pada anak. Proses pembelajaran harus berpusat pada anak sesuai dengan kebutuhannya. Guru harus memberikan materi pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangannya.Guru memberikan materi pembelajaran sesuai tingkat usia. Guru juga harus menghormati hak-hak anak. Anak berhak untuk mengeksplor materi pembelajaran dengan rasa senang dan bahagia, sehingga guru bisa mengoptimalkan proses pembelajaran anak<strong><br><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:00:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289391455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>IKA ROSITALIA PRAHESTI_KELAS 06.39.A6</title>
         <author>rositaliaprahesti</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289414741</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) yaitu : a.&nbsp; &nbsp; Pembelajaran berpusat pada siswa yang menekankan minat ,potensi siswa untuk menggali motivasi siswa menjadi pembelajar sejati.</div><div>b. &nbsp; Menyisipkan nilai budaya lokal . Budaya lokal yang memiliki kultur bisa menjadi sumber belajar,dengan cara&nbsp; mengusung kearifan lokal  budaya yang ada di sekitar,misal batik.</div><div>c.&nbsp; &nbsp; Mendesain dan melaksanakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Dalam hal ini bisa menggunakan model pembelajaran <em>cooperative learning</em> , demonstrasi, permainan. Selain itu juga penggunaan media peraga yang beragam.<br>2. Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya : menuntun dapat dimaknai usaha membawaa seseorang kepada sesuatu yang baik untuk hidup di masyarakat.Usaha yang bisa dilakukan bisa memberi arahan atau pengajaran. Kita bisa dapat membentuk karakter peserta didik dengan menunjukkan keteladanan. Melakukan pembiasaan dengan menyambut kedatangan anak dengan 3s (salam,sapa,senyum).Selain itu bisa menyisipkan nilai-nilai budaya lokal . Budaya lokal yang memiliki kultur bisa menjadi sumber belajar, dengan cara mengusung kearifan lokal&nbsp; budaya yang ada di sekitar . Misal kearifan lokal yang ada di sekitar saya adalah batik. Batik ini bisa diimplementasikan dalam pembelajaran. Dengan pembelajaran batik bisa mewujudkan profil pelajar Pancasila. <br>3.Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan&nbsp; kodrat alam dan kodrat zaman karena sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada itu berbeda, dan harus disesuaikan perkembangan zaman,agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Seperti saat ini siswa dibekali dengan kecakapan abad 21.<br>4.Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba pada anak:Guru dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa <em>(student centred)</em> berperan sebagai fasilitator yang harus mampu membangkitkan ketertarikan siswa terhadap suatu materi belajar dan menyediakan beraneka pendekatan cara belajar sehingga siswa (yang berbeda-beda tersebut) <strong>memperoleh metoda belajar yang paling sesuai baginya</strong> ,<br>;pembelajaran yang &nbsp; menekankan minat ,potensi siswa untuk menggali motivasi siswa menjadi pembelajar sejati.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:28:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289414741</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imam Dwi Ajitama ( 06.01 B2 ) Kab. Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289419465</link>
         <description><![CDATA[<div>1. menuntun : perhatian, kasih sayang, tanpa paksaan.</div><div>Budaya Batang sangat beragam dan banyak. Setiap budaya mempunyai arti dan filosofi tersendiri. Para leluhur menciptakan suatu kebudayaan pastinya ada maksud tertentu. Budaya-budaya tersebut jika dilihat dari segi edukasi, ada banyak hal positif yang dapat diambil. Jika masyarakat memandang budaya secara lebih mendalam, bukan hanya sekedar ritual atau rutinitas, pastinya akan menemukan tuntunan didalamnya. Misalnya budaya andhap asor kepada orang yang lebih tua, jika dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan pastinya akan terjadi keharmonisan. Contoh yang lain, tradisi bersih desa, jika benar-benar dipahami dan dilakukan, dapat mewujudkan masyarakat yang bisa menjaga kebersihan. Banyak sisi edukatif untuk menuntun generasi penerus menjadi generasi yang lebih baik, dengan catatan bahwa generasi tersebut mau untuk lebih memahami intisari dari budaya setempat dan tidak hanya melakukannya sebatas rutinitas semata.<br>2. Untuk membuat sebuah perubahan, tentunya subjek harus berubah terlebih dahulu. Guru sebagai agen perubahan, tentunya harus merubah mindset lama yang kurang relevan kompetensi sebagai guru. Merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik agar menjadi teladan baik bagi murid. Jika saya bisa berubah menjadi lebih baik, secara langsung maupun tidak langsung akan berefek pada murid. Murid cenderung mencontoh perilaku gurunya. Selanjutnya, saya akan menyusun rancangan pembelajaran yang didalamnya terkandung penanaman karakter, baik karakter profil pancasila maupun kemampuan abad 21 (4c). Merancang pembelajaran yang menarik, tidak membuat anak menjadi bosan serta pembelajaran yang dapat mengakomodasi berbagai perbedaan yang dimiliki anak. Pada intinya, anak aktif, anak bahagia, dan anak berkembang kompetensinya.<br>3. Pendidikan terus bergerak atau dinamis. Pendidikan tidak boleh statis. Pendidikan harus dapat menjawab tuntutan zaman. Setiap anak dilahirkan dan hidup pada masanya. Kita tidak bisa menerapkan pola pembelajaran yang kita terima dulu semasa sekolah kepada murid di era sekarang karena kodrat zamannya berbeda. Setiap tempat juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Batang tahun 1990 an tentunya berbeda dengan Batang tahun 2022. Tantangannya berbeda, suasana berbeda, maka pengembangan kompetensi anak juga berbeda. Memberikan hak pendidikan kepada anak sesuai dengan kodrat alam dan zamannya merupakan suatu hal yang mutlak harus dilakukan oleh sekolah. Sekolah merancang program-program inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi diri murid.&nbsp;<br>4. Pendidikan yang berhamba kepada anak memiliki titik poin pada pembelajaran yang berpusat pada anak. Murid menjadi subjek dalam peningkatan kompetensi di kelas. Sebagai seorang guru, kita harus bisa memahami kebutuhan dan keunikan setiap anak. Tidak bisa lagi kita menyamaratakan satu perlakuan kepada semua murid. Guru merancang pembelajaran yang dapat menerima semua potensi yang dimiliki setiap murid. Guru berperan menebalkan sisi positif dari murid. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar. Guru juga harus bisa belajar dari murid-muridnya dengan mengenal karakter setiap muridnya.</div><div>5.&nbsp;Refleksi pembelajaran KHD</div><ol><li>Guru dapat menjadi teladan baik bagi muridnya. Sebagai orang yang berada di depan dalam hal mencontohkan perilaku baik dan sesuai dengan tata aturan perundang-undangan yang berlaku maupun etika hidup bermasyarakat.&nbsp;</li><li>Guru dapat memberikan semangat kepada murid. Guru mengawali pelajaran dengan membangkitkan semangat belajar murid. Guru tidak langsung masuk ke materi pelajaran. Suasana yang hangat akan membuka pikiran dan kemauan murid untuk belajar.</li><li>Guru harus pintar membaca potensi dan karakter muridnya. Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi kodrati, hanya saja belum begitu tampak. Guru berperan untuk memberikan dorongan atau dukungan kepada setiap murid untuk mengembangkan potensinya. Melalui dukungan dan peran serta guru, diharapkan setiap anak mampu menemukan potensi dan mengembangkannya lebih baik lagi.</li><li>Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah dan berfokus pada murid. Mengajarkan anak untuk berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan kemampuan berkomunikasi merupakan tantangan untuk guru. Guru harus bisa menghadirkan keempat komponen tersebut dengan dukungan pendidikan karakter. Merancang pembelajaran yang sesuai dengan kondisi alam dan zaman murid saat ini. Pendidikan yang selalu up to date dan mampu memenuhi kebutuhan belajar murid.</li></ol><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1786834494/52f14378f5ed211f1e28c3e94c9204c3/hafecs_representatif.png" />
         <pubDate>2022-09-09 09:34:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289419465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rakhmah Ely Yunusiah,kelas 01.B2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289421242</link>
         <description><![CDATA[<div>Guru harus lebih sabar dalam menghadapi anak, tidak memberikan hukuman, lebih mengenali lebih dalam karakteristik anak dan menjalin komunikasi lebih dekat&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:36:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289421242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Retno Kusumo Dewi (06.25 - B1 - Rembang)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289423276</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman sebagai refleksi KHD: mengaplikasikan "game" dalam permainan, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa.<br>2. "Menuntun", lebih ke "memfasilitasi" siswa dalam mencapai tujuan pendidikan, hingga tercapai kebahagiaan.<br>3. Pendidikan Indonesia harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Pendidikan Indonesia harus memberikan hak kodrat kepada siswa, dan juga mempertimbangkan perkembangan zaman, termasuk sesuai dengan perkembangan teknologi.<br>4. Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" -&gt; peran guru: guru harus mampu menjadi teman, fasilitator, dan penuntut bagi siswanya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:38:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289423276</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumartini (06.25 A6) Rembang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289425032</link>
         <description><![CDATA[<div>Dengan pemikiran KHD sesuai materi saat ini pengalaman saya saat pembelajaran yang perlu saya benahi adalah saya masih belum dapat memanajemen emosi,seharusnya pembelajaran berpusat pada anak, namun anak lebih mengikut pada saya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:41:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289425032</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B1 ADI PRASETYO, Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289425680</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman yang mencerminkan Filosofis KHD, yaitu pembelajaran Membaca Puisi, anak membaca puisi, guru memberi contoh cara membaca puisi, guru membimbing cara membaca anak, dan memberikan motivasi agar anak semangat&nbsp;<br>2. Menuntun dalam sosial budaya, maksudnya menuntun laku anak agar tumbuh berkembang sesuai dengan kondisi sosial budaya lokal/lingkungan sekitar anak<br>3. Kodrat alam adalah lingkungan, kodrat zaman adalah isi konten sesuai zamannya<br>4. Pendidikan berpihak/berpusat pada anak</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:42:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289425680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifki Khamdani (06.01.A2) Kab.Batang</title>
         <author>rifkikhamdani</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289426085</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman belajar saya yang merefleksikan ajaran KHD adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Bisa diimplementasikan dengan membuat kesepakatan kelas/belajar dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan siswa.<br>2. Dalam menuntun anak sesuai konteks sosial budaya, artinya kita ambil nilai-nilai positif dari budaya yang ada disekitar siswa dijadikan sebagia bagian pembelajaran seperti budaya gotong royong/sambatan.<br>Terdapat nilai kerjasama dan saling menghargai sesama, tanpa pamrih.<br>3. Menuntun anak harus menyesuaikan kodratnya baik kodrat alam maupun zaman agar terjadi keselarasan dalam proses belajar untuk&nbsp; mencapai tujuan.<br>4. Sebagai guru saya juga melakukan pembelajaran yang berhamba pada anak, dengan demikian anak akan merasa terlayani dan nyaman sehingga akan fokus dan tidak ada gangguan dalam belajar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:42:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289426085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Endang Budiasih (06.01_A1) Kabupaten Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289429831</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Salah Satu pengalaman saya saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah saya menyisipkan permainan dalam pembelajaran.&nbsp; Permainan yang saya lakukan adalah dengan mengajarkan&nbsp; Tepuk PPKn&nbsp; yaitu(Saya Pikir...Saya Rasa...Saya Coba...Pasti Bisa) anak-anak merasa enjoy dan bahagia saat melakukan tepuk tersebut ketika saya menyampaikan Mapel PPKn di kelas mereka ketika mereka sudah mulai bosan.<br>2. &nbsp;Menuntun dalam konteks sosial&nbsp; budaya di tempat saya misalnya mengarahkan anak&nbsp; untuk "Guyub Rukun" agar mereka selalu bergotong royong dan berempati terhap sesama seperti kebiasaan orang Batang. Kami  juga menjadikannya kegiatan pembiasaan yaitu menyambut siswa/teman yang hadir dengan salam sapa dan senyum. )(3S<br><br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan&nbsp; kodrat alam dan kodrat zaman seperti yang diajarkan KHD agar bisa terwujud keselarasan hidup antara lahir dan batin dalam kehidupan anak. Selain pandai dalam ilmu pengetahuan&nbsp; sesuai perkembangan zaman&nbsp; anak juga punya budi pekerti dan moral yang unggul.<br><br>4. Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba pada anak adalah kita harus peka dan  jeli (punya empati yang tinggi) mau menghargai segala kebutuhan dan kemauan murid, sebagai Guru kita juga berusaha  melihat potensi anak kemudian menuntunnya agar dapat berkembang lebih baik. Tidak menghakimi anak dengan apa yang tidak bisa dilakukannya tetapi mengembangkan apa yang bisa dia lakukan agar ia bisa mewujudkan cita-citanya (kebahagiaan dan keselamatan).<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1786739792/1c1426e7ef88ecc6ff6508181e32110c/photo.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-09 09:46:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289429831</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ana Supriati, Kelas 06.25 Kab Rembang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289430091</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman saya dalam mengimplementasikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah pada saat pembelajaran IPA mengajak anak praktik di Laboratorium IPA salah satunya praktik  pesawat sederhana untuk mengetahui Keuntungan Mekanik pada tuas/pengungkit dimana anak diberi kesempatan untuk mencoba sesuai keinginannya, berdiskusi, berkolaborasi dengan sesama anak, saya sebagai guru mengarahkan/menuntun langkah-labgkah kerjanya sehingga anak mengetahui Keuntungan Mekanik Tuas dengan percobaan/praktik mereka sendiri. Anak tidak bosan melakukan sendiri dari pada guru hanya memberi rumus-rumus saja.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:46:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289430091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamidah Ary Ruchana (06.25.A2- Rembang)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431221</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi KHD pada pembelajaran di dalam kelas, saya aplikasikan dengan menggunakan permainan interaktif dan membuat siswa dimerdekakan karena mereka dapat mengeksplor diri dalam bentuk kerja kelompok maupun personal. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:48:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kishartini_06.25.A2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431415</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu pengalaman saya dalam proses pembelajaran adalah kolaborasi beberapa mata pelajaran dalam satu projek sehingga anak tidak banyak terbebani dengan tugas-tugas di setiap mata pelajaran. Hal ini sesuai dengan tingkatan pendidikan bahwa SMK ada pada level pendidikan "Wirama" bahwa anak akan belajar dengan cara menemukan passion dan berkolaborasi dengan teman yang lainnya sesuai passionnya masing-masing. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:48:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431415</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rochamin dari Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431523</link>
         <description><![CDATA[<div>1. salah satu pengalaman pada proses pembelajaran bahwa anak adalah unik dimana mereka memiliki minat, bakat, dan tingkat kecerdasan yang berbeda maka saya sebagai pendidik tidak boleh menyamaratakan anak. untuk mengembangkan minat, bakat dan kecerdasan maka saya harus melayani segala kebutuhan metode belajar yang berbeda, pembelajaran berpusat pada anak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:48:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431523</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul Purniasari (06.01.B2)Kab. Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431739</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Contoh pengalaman pembelajaran dalam merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah pengalaman saat memberikan contoh / teladan yang baik dalam hal kedisiplinan. Ketika saya mengajarkan kedisiplinan anak dalam belajar ataupun berangkat sekolah, maka saya memberikan contoh lebih awal dalam melaksanakan kedisiplinan dalam belajar.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Perwujudan menuntun dalam konteks sosio kultural adalah dengan memberikan teladan bagi siswa dalam hal penanaman budi pekerti, mengarahkan dan memberikan dorongan/ motivasi kepada peserta didik untuk selalu konsisten melakukan hal – hal yang baik dalam kehidupan sehari – hari. Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya adalah dengan melaksanakan pembiasaan dalam keseharian siswa di sekolah, seperti dengan mengadakan Program sekolah : seperti Gelimbu (Gerakan Lihat Ambil Buang) dan Esa Berseri (elok Sehat Aman, Bersih dan Rapi)</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kita sebagai pendidik perlu memahami tentang kodrat alam dan zaman dari peserta didik agar mereka dapat belajar&nbsp; sesuai dengan kehidupannya sehari – hari dengan gembira dan nyaman serta mendapatkan ketrampilan sesuai dengan zamannya.<br><br></div><div>4. Relevansi pemikiran KHD yang berhamba pada anak dengan peran saya sebagai pendidik adalah bahwasanya kita sebagai pendidik harus memberikan pelayanan maksimal dalam belajar yang berpusat kepada anak sesuai dengan minat dan bakatnya agar anak merasa nyaman dan Bahagia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:48:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431739</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengalaman saya terkait proses 1. 1. pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan misalnya permainan identifikasi gambar pada materi pelajaran dan selalu menjalin komunikasi dan pendekatan personal dengan anak-anak.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289434025</link>
         <description><![CDATA[<div>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya adalah dalam pembelajaran intra maupun kegiatan extra sekolah saya menanamkan nilai-nilai karakter sosio kultur yang ada didaerah saya diantaranya nilai gotong royong, kedisiplinnan, religius, kebersamaan saling membantu dll. contoh membimbing atau menuntun anak anak dalam pembuatan naskah dan latihan kampaye konservasi energi.<br>3. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena setiap anak hidup dalam lingkungan tempat tinggal yang berbeda maka dalam pembelajaran harus selaras dengan sosio kultur daerahnya atau muatan lokal. Kodrat zaman juga dipertimbangkan karena harus diikuti perkembangannya tetapi harus ada filter agar anak anak dapat memilih dan memilah yang baik untuk dirinya.<br>4. Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba/berpihak pada anak . Peran saya sebagai pendidik yaitu ketika saya memberikan tugas pada materi tindakan kreatifitas. Memberi kebebasan Anak membuat karya kreatifitas sesuai ide kreatifitasnya . </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:51:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289434025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Refleksi proses pembelajaran yang pernah saya lakukan adalah menggali keinginan dan harapan siswa dalam target matapelajaran yang kita lakukan. memberikan tuntunan dan trigger untuk memotivasi siswa mendapatkan hal lebih dari standart awal yang ditargetkan. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289434203</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br>2. Among siswa sesuai yang dibutuhkan. siswa akan merasa nyaman dan terayomi dalam belajar, sehingga guru akan dianggap sebagai orangtua siswa di sekolah. pendampingan dalam kegiatan bimbingan prestasi atau pengembangan bakat siswa. saya melakukan dengan prinsip membahagiakan dan menyenangkan, sehingga martabat siswa membentuk karakter yang dapat diterima oleh masyarakat sekitar.<br>3. Sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, memperlakukan siswa sesuai dengan hukum alam sesuai dengan sifat dan bentuk lingkungan siswa berada.&nbsp;<br>4. relevansi pemikiran KHD, Pendidikan berhamba kepada siswa, kita dituntut untuk memuaskan dan mendukung siswa untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. cita-cita dan harapan siswa kita lakukan pendampingan, asessment diagnostic harus dilakukan disetiap kita akan melakukan pembelajaran dikelas.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1798416227/bd5cfd90d5bf171c9250214aec0b66a5/photo.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-09 09:51:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289434203</guid>
      </item>
      <item>
         <title>06.01.A2_NUR LAILI FITRIANI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289435091</link>
         <description><![CDATA[<div>Guru harus bahagia terlebih dahulu untuk membahagiakan peserta didik. Bagaimanakah guru bisa datang ke sekolah dengan bahagia?Adalah dengan mensyukuri nikmat profesi kita sebagai guru sebagai kesempatan untuk beribadah. Ada jiwa-jiwa yang kelak akan menyimpan memori tentang kita sebagai gurunya, maka tanamlah memori indah. 1.Pengalaman saya selama mengajar dengan merefleksikan pemikiran KHD adalah dengan menyanyikan lagu sambil bermain gitar tentang rasa cinta saya pada mereka, mereka saya persilahkan untuk ikut mengiringi lagu meski hanya dengan menggebuk meja. ketika sudah tercipta "kasmaran" dalam kelas, maka pembelajaran akan nyaman dan kondusif. 2.Menuntun (among), memberi teladan dan motivasi melalui kegiatan berdo'a bersama, upacara bendera, bhakti sosial di masyarakat. 3. Berhamba pada anak adalah berpihak pada anak, membuat mereka nyaman dalam proses pembelajaran</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:52:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289435091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifandiya (B1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289435657</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pembelajaran yg terkait dg pemikiran KHD: ketika sy menggunakn model STAD dalam mnyelesaikn masalah karena dlm proses ny, mereka berdiskusi untuk menyelesaikn masalah sesuai dg pemahaman dan cara mereka, kemudian menyampaikn pemikiran mereka kpd tmn2 mreka agar tmn2 yg lain memahami hasil diskusi mereka.<br>2. "Memuntun": menanamkan nilai-nilai karakter budaya lokal melalui pembiasaan dalam kehidupan ank sehari-hari.<br>3. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam&amp;kodrat zaman: karena pendidikan harus bersifat fleksibel dan adaptif, artinya pendidikan harus sesuai dengan perkembangan/kemajuan zaman dengan tidak menghilangkan potensi asli anak.<br>4. Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dg peran saya sbg pendidik: bahwa proses pembelajaran yg kita berikan kepada anak harus sesuai dg kondisi dan karakter anak didik kita agar apa yang menjadi tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dicapai.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:53:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289435657</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289436146</link>
         <description><![CDATA[<div>Suryati (06.01.A2) Kab. Batang<br>Pengalaman belajar saya yang merefleksikan pendidikan KHD yaitu memberikan pendidikan yang berorientasi / berpusat pada anak, dan berperan untuk memfasilitasi dan melayani peserta didik secara utuh dan menyeluruh dengan sepenuh hati tanpa membeda- bedakan anak dengan berbagai macam karakter. mendidik dengan penuh kesabaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:53:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289436146</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhina Widiati - Rembang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289436546</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman dalam refelksi KHD yang saya telah saya lakukan : mengajarkan materi dengan mengangkat kearifan lokal daerah sesuai kodrat alamnya.<br>2. Menuntun : mengarahkan, memfasilitasi seorang anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna<br>3. Pembelajaran harus sesuai kodrat alam dan kodrat zaman : perlu sekali mengingat zaman terus berkembang, maka kebutuhan belajar pun juga bergerak dinamis. dan belajar harus disesuaikan dengan konteks sosial setempat.<br>4.Ingin sekali mengimplementasi filosofi KHD "pendidikan yang menghamba pada anak", namun persoalan administratif di sekolah selalu membelenggu kami, jadi sebuah sistem kaku. Bagaimana caranya bisa kedua-duanya berjalan efektif? Apa memang ada salah satu yang harus dikorbankan?&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289431739" />
         <pubDate>2022-09-09 09:54:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289436546</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Walida Wahid_Rembang-06_25.A1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289437092</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Langkah awal yang saya implementasikan adalah pembelajaran berbasis kodrat anak. Saya gali betul bagaimana kodrat anak yang semestinya, kemudian saya mulai untuk merancang dan mengeksekusi pembelajaran kelas yang menyenangkan dengan tetap mengedepankan kebutuhan murid.<br>2.Menuntun dalam konteks sosial budaya adalah kita sebagai pendidik menuntun dan menebalkan garis-garis laku dan karakter pada diri anak untuk memunculkan sifa dan karakter positifnya<br>3.Pendidikan bersifat dinamis sehingga pendidikan perlu menyelaraskan kodrat alam anak dan kodrat zaman<br>4.Relevansi pemikiran KHD adalah kita sebagai pendidik harus paham betul apa yang murid butuhkan, tidak menghakimi, tidak memberi sanksi namun kitalah yang menuntun mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai kodrat yang dimilikinya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:54:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289437092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imam Dwi Ajitama ( 06.01 B1 ) Kab. Batang</title>
         <author>superchargeddd1</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289437377</link>
         <description><![CDATA[<div>1. menuntun : perhatian, kasih sayang, tanpa paksaan.</div><div>Budaya Batang sangat beragam dan banyak. Setiap budaya mempunyai arti dan filosofi tersendiri. Para leluhur menciptakan suatu kebudayaan pastinya ada maksud tertentu. Budaya-budaya tersebut jika dilihat dari segi edukasi, ada banyak hal positif yang dapat diambil. Jika masyarakat memandang budaya secara lebih mendalam, bukan hanya sekedar ritual atau rutinitas, pastinya akan menemukan tuntunan didalamnya. Misalnya budaya andhap asor kepada orang yang lebih tua, jika dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan pastinya akan terjadi keharmonisan. Contoh yang lain, tradisi bersih desa, jika benar-benar dipahami dan dilakukan, dapat mewujudkan masyarakat yang bisa menjaga kebersihan. Banyak sisi edukatif untuk menuntun generasi penerus menjadi generasi yang lebih baik, dengan catatan bahwa generasi tersebut mau untuk lebih memahami intisari dari budaya setempat dan tidak hanya melakukannya sebatas rutinitas semata.<br>2. Untuk membuat sebuah perubahan, tentunya subjek harus berubah terlebih dahulu. Guru sebagai agen perubahan, tentunya harus merubah mindset lama yang kurang relevan kompetensi sebagai guru. Merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik agar menjadi teladan baik bagi murid. Jika saya bisa berubah menjadi lebih baik, secara langsung maupun tidak langsung akan berefek pada murid. Murid cenderung mencontoh perilaku gurunya. Selanjutnya, saya akan menyusun rancangan pembelajaran yang didalamnya terkandung penanaman karakter, baik karakter profil pancasila maupun kemampuan abad 21 (4c). Merancang pembelajaran yang menarik, tidak membuat anak menjadi bosan serta pembelajaran yang dapat mengakomodasi berbagai perbedaan yang dimiliki anak. Pada intinya, anak aktif, anak bahagia, dan anak berkembang kompetensinya.<br>3. Pendidikan terus bergerak atau dinamis. Pendidikan tidak boleh statis. Pendidikan harus dapat menjawab tuntutan zaman. Setiap anak dilahirkan dan hidup pada masanya. Kita tidak bisa menerapkan pola pembelajaran yang kita terima dulu semasa sekolah kepada murid di era sekarang karena kodrat zamannya berbeda. Setiap tempat juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Batang tahun 1990 an tentunya berbeda dengan Batang tahun 2022. Tantangannya berbeda, suasana berbeda, maka pengembangan kompetensi anak juga berbeda. Memberikan hak pendidikan kepada anak sesuai dengan kodrat alam dan zamannya merupakan suatu hal yang mutlak harus dilakukan oleh sekolah. Sekolah merancang program-program inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi diri murid.&nbsp;<br>4. Pendidikan yang berhamba kepada anak memiliki titik poin pada pembelajaran yang berpusat pada anak. Murid menjadi subjek dalam peningkatan kompetensi di kelas. Sebagai seorang guru, kita harus bisa memahami kebutuhan dan keunikan setiap anak. Tidak bisa lagi kita menyamaratakan satu perlakuan kepada semua murid. Guru merancang pembelajaran yang dapat menerima semua potensi yang dimiliki setiap murid. Guru berperan menebalkan sisi positif dari murid. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar. Guru juga harus bisa belajar dari murid-muridnya dengan mengenal karakter setiap muridnya.</div><div>5. Refleksi pembelajaran KHD</div><ol><li>Guru dapat menjadi teladan baik bagi muridnya. Sebagai orang yang berada di depan dalam hal mencontohkan perilaku baik dan sesuai dengan tata aturan perundang-undangan yang berlaku maupun etika hidup bermasyarakat.&nbsp;</li><li>Guru dapat memberikan semangat kepada murid. Guru mengawali pelajaran dengan membangkitkan semangat belajar murid. Guru tidak langsung masuk ke materi pelajaran. Suasana yang hangat akan membuka pikiran dan kemauan murid untuk belajar.</li><li>Guru harus pintar membaca potensi dan karakter muridnya. Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi kodrati, hanya saja belum begitu tampak. Guru berperan untuk memberikan dorongan atau dukungan kepada setiap murid untuk mengembangkan potensinya. Melalui dukungan dan peran serta guru, diharapkan setiap anak mampu menemukan potensi dan mengembangkannya lebih baik lagi.</li><li>Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah dan berfokus pada murid. Mengajarkan anak untuk berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan kemampuan berkomunikasi merupakan tantangan untuk guru. Guru harus bisa menghadirkan keempat komponen tersebut dengan dukungan pendidikan karakter. Merancang pembelajaran yang sesuai dengan kondisi alam dan zaman murid saat ini. Pendidikan yang selalu up to date dan mampu memenuhi kebutuhan belajar murid.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1269824002/427a7a2562663231d01ad6511d5f3bde/hafecs_representatif.png" />
         <pubDate>2022-09-09 09:55:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289437377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sayidi_06.A1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289439689</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman pembelajaran yang merefleksikan filosofi KHD yang saya lakukan di sekolah kami, salah satunya membiasakan anak - anak untuk selalu diberikan kesempatan untuk memberikan apa yang dimiliki dan mereka kuasai sesuai dengan keinginan sehingga setiap anak bisa memberikan sesuatu yang mungkin kita tidak menduganya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:57:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289439689</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Heppy Hermawati (06.01.B1) Kabupaten Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289440443</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Pengalaman saya tentang pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah dengan menggunakan mendendangkan materi-materi yang sulit dihafalkan anak saat pembelajaran,sehingga kegiatan pembelajaran menyenangkan dan tujuan pembelajaran tercapai tanpa rasa bosan bagi siswa.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah anak-anak diberi teladan yang baik, selalu bertutur kata yang baik dan tidak mengedepankan emosi, dan tidak selalu berbicara dengan nada yang tinggi&nbsp;</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena dengan keseimbangan kodrat alam dan zaman maka pendidikan akan berjalan seimbang dan akan membentuk budi perkerti dan kebudayaan yang baik.&nbsp;</div><div>Relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik adalah dengan pendekatan individu perseorangan yang berbeda-beda sesuai karakter lalu menununtun ke arah lebih baik sesuai dengan bakat masing-masing dan menjadi pembiasaan yang baik dan merdeka belajar&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:58:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289440443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arie Ikha Safitri 06.25 A2 (PP: Ibu Erny Harumi Jaya dan Fasil: Pak Wahyudi Rakhman)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289440945</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah:<br>a. Menyisipkan permainan pada pembelajaran. Judul permainannya adalah mak comblang. Anak berdiskusi kemudian menjodohkan gambar pakaian adat Jawa dengan makna filosofi kemudian menjelaskan makna filosofi tersebut bila diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kelompok yang paling cepat dan benar akan mendapat tambahan poin. Pada bagian evaluasi anak mengerjakan soal menggunakan aplikasi Quizzis<br>b. Pembelajaran yang berpusat pada anak<br>c. Menyisipkan nilai budaya lokal pada pembelajaran, yang mengedepankan kearifan lokal di sekitar, misalnya menulis teks eksposisi seni pertunjukan Jawa pada tradisi sedekah Bumi.<br>2. Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya : Kata "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah bisa dimaknai sebagai suatu usaha membawa seseorang kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat. <strong>Dalam menuntun dengan tujuan pembentukan karakter kita harus memberikan teladan yang baik</strong>. Misalnya seorang guru yang mendidik muridnya harus menunjukkan contoh yang baik ketika berbicara, bersosialisasi, bertoleransi, menghargai orang sekitar, memperkenalkan budaya yang ada pada daerah tersebut dan lain sebagainya. Pendidikan tersebut akan membentuk pribadi anak menjadi manusia yang paham mengenai budaya yang ada didaerahnya, menjadi pribadi yang&nbsp; baik suka menolong dan membantu sesama, serta bisa berguna bagi masyarakat sekitar dan bangsa. Misalnya nilai- nilai kearifan budaya sedekah bumi bisa mewujudkan profil pelajar pancasila.&nbsp;<br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan&nbsp; kodrat alam dan kodrat zaman karena setiap anak itu unik dan pintar di bidangnya masing-masing dan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman agar mereka bisa menyesuaikan diri dan bisa bertahan serta selamat dan bahagia dalam menjalani hidupnya.<br>4. Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba pada anak artinya pendidikan dan pendidik memandang anak dengan rasa hormat, penuh kasih, dan dengan penuh kesabaran memberikan ilmu kepada mereka. Guru hendaknya menganggap murid seperti mendidik anak kandungnya sendiri sehingga akan muncul kasih sayang yang tulus dalam setiap pembelajaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:59:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289440945</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Edi Retnosari ( 06.01.B2) Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289441449</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Salah satu pengalaman pembelajaran, saya pernah mengadakan pembelajaran pemahaman bacaan dengan menggunakan permainan (sesuai kodrat anak yg suka bermain), ternyata respon siswa lebih antusias dan lebih mudah mereka memahami daripada dengan pembelajaran ceramah seperti biasanya.<br>2. Perwujuan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya yaitu kita "ngemong" (dalam istilah jawanya) yang berarti menjaga, mengawal dan mengarahkan ke arah yang sebaik baiknya tujuan, namun tanpa memaksakan kehendak, kita hanya mendampingi siswa untuk bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi tingginya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 09:59:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289441449</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laili Erma Yunita (06.01.B1) Kab. Batang</title>
         <author>lailiermayunita87</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289442552</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; menuntun dengan memberikan arahan yang kita dilakukan ke murid dengan sungguh-sungguh hingga membuahkan hasil sesuai dengan tujuan kita<br>2. pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman<br>pendidikan anak sejatinya melihat kodrat diri dengan selalu berhubungn dengan kodrat zaman dan mendidik murid dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri<br>3. pendidikan berhamba pada anak<br>pendidikan kita pusatkan kepada murid dengan mendidik mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya<br>4. gambaran pembelajaran pemikiran KHD<br>di taman kanak-kanak kita biasa terapkan pembelajaran yang sifatnya belajar sambil bermain,murid merdeka belajar dan selalu menyenangkan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:00:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289442552</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Endang Budiasih_Batang (06.01_A1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289442647</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Salah Satu pengalaman saya saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah saya menyisipkan permainan dalam pembelajaran.&nbsp; Permainan yang saya lakukan adalah dengan mengajarkan&nbsp; Tepuk PPKn&nbsp; yaitu(Saya Pikir...Saya Rasa...Saya Coba...Pasti Bisa) anak-anak merasa enjoy dan bahagia saat melakukan tepuk tersebut ketika saya menyampaikan Mapel PPKn di kelas mereka ketika mereka sudah mulai bosan.<br>&nbsp;2.&nbsp; Menuntun dalam konteks sosial&nbsp; budaya di tempat<br>saya misalnya mengarahkan anak&nbsp; untuk "Guyub Rukun" agar mereka<br>selalu bergotong royong dan berempati terhap sesama seperti kebiasaan orang<br>Batang. Kami juga menjadikannya kegiatan pembiasaan yaitu menyambut siswa/teman<br>yang hadir dengan salam sapa dan senyum. )(3S<br>&nbsp;<br>&nbsp;3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan&nbsp;<br>kodrat alam dan kodrat zaman seperti yang diajarkan KHD agar bisa terwujud<br>keselarasan hidup antara lahir dan batin dalam kehidupan anak. Selain pandai<br>dalam ilmu pengetahuan&nbsp; sesuai perkembangan zaman&nbsp; anak juga punya<br>budi pekerti dan moral yang unggul.<br>&nbsp;<br>&nbsp;4. Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba pada anak<br>adalah kita harus peka dan jeli (punya empati yang tinggi) mau menghargai<br>segala kebutuhan dan kemauan murid, sebagai Guru kita juga berusaha melihat<br>potensi anak kemudian menuntunnya agar dapat berkembang lebih baik. Tidak<br>menghakimi anak dengan apa yang tidak bisa dilakukannya tetapi mengembangkan<br>apa yang bisa dia lakukan agar ia bisa mewujudkan cita-citanya (kebahagiaan dan<br>keselamatan).<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1786739792/1770bc4b74d7aed7b97b7d57ee3e2b68/photo.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-09 10:00:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289442647</guid>
      </item>
      <item>
         <title>&quot;Misbakul Munir (06.25.A1)&quot; Wujud dari pemikiran kihajar dewantoro adalah lingkungan pembelajaran yang sesuai kebutuhan belajar murid salah satunya adalah lingkungan pembelajaran yang sesuai kebutuhan belajar murid,  kita bisa memaksimalkan lingkungan belajar yg sesuai kebutuhan peserta didik dengan sarana prasarana minim disekolah kita, dengan memanfaatkan media yang ada dilingkungan sekitar kita, belajar diluar kelas misalnya supaya lebih nyaman dan menuntun anak menuju keingianan belajar sesuai keinginan mereka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289442759</link>
         <description><![CDATA[<div>Misbakul Munir</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:00:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289442759</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhakiroh CGP-Kelas 06.01.B2 Kabupaten Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289442989</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah saat pembelajaran : pendidikan berpihak pada murid yang menekankan pada minat, potensi siswa dan menggali siswa untuk menjadi pembelajar sejati dengan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan , misalnya dalam pembelajaran koloid dengan menggunakan media musikalisasi koloid, dimana siswa membuat syair lagu dan menyanyikannya tentang materi koloid,&nbsp; menggunakan permainan ular tangga untuk materi konsep mol<br>2.Menuntun dalam konteks sosio budaya adalah&nbsp; menuntun murid tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi sosial budaya misalnya di kabupaten batang ada tradisi nyadran disini ada sikap yang bisa diteladani oleh murid yaitu gotong royong dengan bergotong royong akan menumbuhkan sikap saling asih dengan peduli kepada sesama.<br>3. Dalam menuntun murid harus menyesuaikan kodratnya baik kodrat alam amupun kodrat zaman sehingga terjadi harmonisasi dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, memaknai setiap murid adalah istimewa.<br>4. Sebagai pendidik maka kita harus memberikan pelayanan kepada muridnya sebagai perwujudan menuntun dan menciptakan pembelajaran ang menyenangkan sebagai bentuk pendidikan yang berhamba pada murid</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1790250716/6c192e7de40b84b92caa4d295f75d601/photo.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-09 10:01:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289442989</guid>
      </item>
      <item>
         <title>06.01 A1_Mokhamad Taufik</title>
         <author>mokhamadtaufik08</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289443489</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br></div><div>1. Pengalaman saya dalam pembelajaran yang menggambarkan refleksi pemikiran KHD adalah pembelajaran dengan cara bermain. Permainan yang saya lakukan adalah dengan memeberikan spidol kepada anak dan memutar musik, saat musik dihentikan maka siswa yang memegang spidol yang menjawab pertanyaan.<br><br></div><div>2. Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya adalah mengarahkan anak sesuai dengan budaya sekitar, karena bertempat tinggal di wilayah Jawa Tengah, maka saya&nbsp; berusaha menebalkan budaya jawa tersebut. Seperti unggah ungguh dan bahasa.<br><br></div><div>3. Pendidikan di Indonesia tidak boleh meninggalkan kodrat alam dan kodrat jaman, karena anak harus ditebalkan kodrat alamnya agar memiliki budi yang luhur, sedangkan anak perlu ditebalkan kodrat jaman agar tidak tertinggal<br><br></div><div>4. Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba kepada anak adalah sebagai guru suatu hal yang penting untuk menebalkan hal-hal yang dibutuhkan oleh anak, untuk membuat anak tersebut selamat dan bahagia.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:01:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289443489</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eliya Shofia_06_25</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289445961</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu&nbsp;pengalaman yang saya lakukan untuk membiasakan dalam menumbuhkan rasa percaya diri melalui kegiatan menulis. Menulis awal yang dilakukan adalah tentang pengalaman baik dan buruk dari siswa yang dituangkan dalam cerita. Melalui kegiatan ini dapat mengetahui bagaimana dan siapa anak itu. sebagai hasilnya dibukukan . Merekapun merasa senang. Jadi kegiatan ini sebagai bentuk memerdekakan anak dalam belajar. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:03:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289445961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rakhmah Ely Yunusiah (06.01.B1) Kabupaten Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289446325</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya sebagai guru dalam menghadapi peserta didik yang memiliki karakterisik yang berbeda-beda, harus dihadapi dengan sabar dan tidak memberikan hukuman, guru harus lebih mengenali lebih dalam karakter masing-masing anak dan juga kita sebagai guru juga harus dapat berkomunikasi dengan baik pada anak </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:04:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289446325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ike Yulistika CGP Kelas 06.01.B1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289447801</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pembelajaran kolaborasi antar murid dalam diskusi bisa saya katakan termasuk pengalaman pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yang bersumber pada sikap gotong royong, kerjasama tim. Yang membuat bangga adalah jika mereka belajar untuk berbagi tugas dan saling menyokong tanpa saya memberikan dorongan. Namun, terkadang tuntunan itu saya lakukan agar mereka belajar bersosial dan berbagi.<br>2. Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah Batang yaitu membimbing murid sesuai dengan minatnya. Saya kadang menemukan bahwa murid bersekolah karena hanya mengikuti arus saja. Ada yang memiliki minat tetapi prasyarat kurang memenuhi sehingga para murid ini enggan belajar sungguh-sungguh karena tidak terpenuhinya minat mereka. Di sini lah peran guru dalam menuntun agar murid tidak berputus asa dan menemukan solusinya.<br>3. Kodrat keadaan yaitu kodrat alam dan kodrat zaman merupakan perwujudan pendidikan yang terus berubah sesuai dengan perubahan zaman dan perubahan kultur masyarakatnya. Generasi dahulu tidak bisa disamakan dengan generasi sekarang<br>4. Guru merupakan pelayan dalam bidang pendidikan. menuntun, membimbing, dan mengarahkan merupakan wujud dari pelayanan tersebut</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:05:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289447801</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asih Susilowati (06.25) Kabupaten Rembang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289451458</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan atau mencerminkan pemikiran KHD yaitu saat pembelajaran dikelas menerapkan model pembelajaran bermain dengan identifikasi gambar dan menjalin komunikasi dan pendekatan personal dengan anak.<br>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosio kultur budaya daerah saya yaitu dalam kegiatan intra maupun exstra sekolah khususnya saat pembelajaran saya tanamkan nilai nilai sosio kultur daerah saya misalnya religi, gotong royong, kebersamaan dll.&nbsp;<br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. karena setiap anak memiliki lingkungan belajar yang berbeda dan dalam pembelajaran harus memasukkan muatan lokal dan kodrat zaman mau tidak mau pendidikan di ndonesia harus mengikuti tetapi ada filter kepribadian bangsa.<br>4. Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba/berpihak pada anak. Peran saya yaitu dalam pembelajaran saya dalam pemberian tugas misalnya pada materi tindakan Kreatifitas, anak saya berikan kebebasan untuk memunculkan ide kreatif mereka untuk menentukan pembuatan karya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:09:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289451458</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUGIANITA _KELAS 06.25.A.6_REMBANG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289452029</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan/ mencerminkan pemikiran KHD adalah pembelajaran berpusat pada siswa berdasarkan kodratnya dengan tetap memberi ruang peserta didik sesuai dengan potensi dari masing-masing peserta didik. Saya mengajar di SLB kita harus bisa menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki agar mandiri dan selamat serta bahagia.<br>2. Perwujudan "menuntun" yang saya lihat di konteks sosial budaya di daerah saya yaitu dengan mewujudkan dengan keteladanan kita. guru diharapkan menjadi role mode (panutan) dengan baik karena anak mudah belajar dari apa yang mereka lihat dahulu.<br>3. Pendidikan perlu memperhatikan kodrat alam karena setiap anak akan lahir dari kodrat alam (potensi, bakat, kemampuan) masing-masing dan seorang guru dapat membantu, memotivasi agar potensinya tumbuh maksimal. Sedangkan kodrat zaman harus diperhatikan dalam pendidikan, guru mampu membimbing anak&nbsp; memasuki abad 21, perkembangan jaman yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, guru wajib menguasai Teknologi agar peserta didik dalam KBM dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian untuk belajar.<br>4. Pendidik menghamba pada anak maksudnya seorang guru harus memiliki rasa sayang (siswa dianggap sebagai anak sendiri). Mendidik dengan penuh kasih sayang, cinta dengan tulus dengan selalu mengamatinya supaya mengetahui kebutuhannya, memberikan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhannya, memandirikannya. Siswa bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek yaitu dengan memberikan kesempatan dan fasilitas untuk mereka agar mencapai tujuan pembelajaran.  </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:10:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289452029</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Moh. Nurrohman</title>
         <author>emencenter</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289452206</link>
         <description><![CDATA[<div>06.25<br>Kab. Rembang<br>1. yang sudah saya lakukan adalah kita merasa puas saat kita dapat hadir, bergerak dan menggerakkan siswa sesuai dengan keinginan dan cita-cita siswa.&nbsp;<br>2. Sistem Among, menuntun siswa dengan prinsip membahagiakan dan keberterimaan di masyarakat.<br>3. Kodrat alam dan kodrat zaman, mengikuti dan menyelami proses pembelajaran sesuai dengan kondisi lingkungan siswa. membahagiakan dan mensejahterakan akan memberikan spirit belajar siswa.<br>4. Pendidikan berhamba kepada siswa dan pendidikan yang berpihak kepada murid adalah kita melakukan segalanya semua prinsisp pembelajaran yang berbasis murid. selama proses pendidikan menjadi core utama dan siswa adalah raja kita maka kualitas akan bisa terwujud. filosofi&nbsp; ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangunkarso tutwuri handayani dapat terwujud lebih membahagiakan<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1798442055/8b2c1732caf26ee65f171c46c3cf5324/photo.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-09 10:10:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289452206</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RUMIYATI_06.01_A1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289454338</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman dalam&nbsp; proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yang pernah saya lakukan yaitu pembelajaran bahasa asing melalui pembelajaran budaya&nbsp; local ( daerah ). Nilai - nilai budaya yang sesuai dengan tema yang diberikan, diangkat dalam pembelajaran, mereka belajar dengan antuasias karena kebetulan budaya yg diangkat masih asing utk mereka. Mereka menyadari betapa bangsa mereka&nbsp; kaya akan ragam budaya. Mereka memperagakan budaya yang ditampilan, dan mereka bahagia. Nilai - nilai budaya local dipahami, bahasa asing ( Jerman ) dikuasai dan pembelajaran berjalan dengan menyenangkan&nbsp;<br>2. Perwujudan " Menuntun " ... membimbing dalam berkolaborasi, mereka berkerjasama dalam kelompok saat menampilkan tarian yang&nbsp; diangkat dalam tema. Selain itu, mereka mengkritisi, mengkomunikasikan, berkreatifitas dan berinovasi.&nbsp;<br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman dalam rangka menjawab tantangan - tantangan perubahan.&nbsp;<br>Perubahan yang kontinu, konvergen dan konsentris.&nbsp;<br>sesuai kodrat alam&nbsp; dan sesuai kodrat zaman,sesuai dengan lingkungan alam,&nbsp; sesuai dengan perubahan waktu yang dinamis agar pembelajaran lebih bermakna.<br>4. Peran saya sebagai Pendidik sebagai &nbsp;pembimbing, penuntun, pelayan ( fasilitator ) yang mendampingi, menuntun murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, berpusat pada anak- anak didik saya </div>]]></description>
         <enclosure url="https://drive.google.com/file/d/1hg5OjWNU8ilV5MI_LaJe6K3YOqdWK3V3/view?usp=sharing" />
         <pubDate>2022-09-09 10:13:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289454338</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zulfah (06.25 D)Kab Rembang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289454777</link>
         <description><![CDATA[<div>Nilai yang mendasar dalam filosofi Ki Hajar Dewantara adalah kemanusiaan dengan kemerdekaan yang ada di dalamnya baik fisik maupun mental, hal ini sangat saya rasakan ketika lebih memanusiakan anak didik saya yang kurang bisa membaca dengan tetap mengapresiasi &amp; menghargai saat dia salah saat membaca dengan kata "Kamu bisa salah tidak apa nanti ibu betulkan" dengan demikian anak mempunyai kepercayaan dengan lebih dihargai sebagai manusia dan penuh rasa kemerdekan akhirnya sekarang dia punya keberanian untuk membaca walau terkadang salah dan semakin dia mencoba sekarang mulai meningkat kemampuan  membacanya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:13:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289454777</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Edi Retnosari (06.01.B2) Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289454970</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman pembelajaran yang mencerminkan filosofi Ki Hajar Dewantara, pernah mengadakan pembelajaran penguasaan membaca menggunakan permainan ternyata siswa lebih antusias dan semangat daripada pembelajaran menggunakan ceramah biasa.<br>2. Perwujudan "menuntun" dalam konteks sosial budaya menurut saya lebih kepada "ngemong" dalam istilah jawa, yaitu menjaga, mengarahkan, membimbing tanpa ada pemaksaan kehendak demi keselamatan dan kebahagaiaan yang setinggi tingginya sebagai menusia maupun anggota masyarakat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:13:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289454970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Yuliawati (06.01 A2) Kabupaten Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289455683</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Pengalaman&nbsp; saya terkait dengan proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Sehari-hari saya mengajar di TK, Kebahagiaan anak didik adalah kebahagiaan saya. Saya berusaha menciptakan kelas yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak agar mereka bahagia dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Saya menerapkan pembelajaran yang berbasis buku cerita. Setiap hari Sabtu saya membacakan buku cerita kepada anak-anak yang kemudian hal-hal atau kejadian yang anak tangkap dari buku cerita tersebut dijadikan ide main yang nantinya direfleksikan dalam kegiatan pembelajaran di hari Senin sampai Jumat. Jadi ide main berasal dari anak yang terinspirasi dari buku cerita yang dibacakan oleh guru sehingga pembelajaran atau ragam kegiatan mainnya berasal dari ide ,gagasan maupun kemauan anak sendiri dan terjadi kolaborasi antara guru dan murid.<br>2.Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu saya mengenalkan budaya di didaerah kepada anak didik saya sehingga mereka bisa tahu dan kenal dengan budaya setempat tentunya dengan memberikan nilai-nilai positif dari budaya tersebut. Saya memberi penguatan kepada anak didik saya agar bisa melestarikan budaya daerah sejak usia dini dan tetap bisa menerima budaya dari luar daerah yang masuk tanpa meninggalkan atau melupakan budaya daerah sendiri. Untuk kegiatan yang dilakukan yaitu dengan membacakan cerita, menonton video tentang budaya daerah, acara pentas seni dan anak terlibat langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan kultur atau budaya daerah.<br>3.Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dalam diri anak didik kita. Seorang anak terlahir dengan kodrat alamnya masing-masing. Mereka memiliki potensi ,bakat dan kemampuan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Tugas guru yaitu menebalkan laku anak dengan kekuatan kodrat yang ada pada diri anak . Guru berkewajiban membantu, memotivasi dan mengarahkan mereka agar tumbuh dengan maksimal sesuai dengan jenjang usia. Kodrat zaman lebih bagaimana seorang guru mampu membimbing anak agar bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Guru harus membekali keterampilan kepada siswa agar mampu berkarya dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Guru harus membekali anak dengan budi pekerti dan akhlak mulia untuk menghadapi perkembangan zaman.<br>4.Relevansi pendidikan yang berhamba kepada anak dengan peran saya sebagai pendidik. Pendidikan yang berpihak pada anak. Saya berusaha bekerja sebagai guru TK dengan sepenuh hati melayani dan membimbing mereka dengan bahagia agar anak didik saya juga merasa gembira dan bahagia dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Anak mendominasi kegiatan pembelajaran, mereka bermain dan belajar sesuai dengan ide dan gagasan mereka . Di kelas , guru sebagai fasilitator, pembimbing dan pemimpin pembelajaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:14:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289455683</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ERLIA YUNI ASTIWI CGP KAB REMBANG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289456823</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya dalam penerapan pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah saat saya tidak hanya transfer knowledge, di SLB proses pembelajaran tidak hanya transfer ilmu karena di SLB pembelajaran yang penting adalah pembentukan kemandirian anak(di kelas Tuna Grahita&nbsp; yg saya ampu) karena pada dasarnya kemandirian dan kepatyuhan adalah hal yang terpenting. Tapi bukan berarti akademis tidak perlu,akademis juga perlu tapi kemandirian, kepatuhan, dan keterampilan lebih penting diajarkan di SLB<br>2. Pada dasarnya semua anak adalah hebat, termasuk siswa saya yang berkebutuhan khusus. Menuntun anak hebat yang berkebutuhan khusus harus sesuai dengan karakternya masing masing berdasarkan kodrat alam dan kodrat zamannya. Karena karakteristik anak berbeda apalagi anak berkebutuhan khusus.<br>3. Perlunya pendidikan Indonesia untuk mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kodrat alam berbeda beda. Alam mempengaruhi juga karkteristik anak. Sedangkan kodrat zaman sangat berpengaruh dalam perubahan teknologi yang ada saat ini. Semakin maju perkembangan teknologi maka semakin berbeda pula pengajaran dari zaman dulu dan zaman sekarang.<br>4. Saya selaku guru SLB sudah melakukan pendidikan yang berpusat pada peserta didik karena kami di SLB pembelajaran tidak akan berjalan jika kami hanya mengikuti kurikulum yang berlaku. karena kami memberi pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak. Karena kebutuhan dan kemampuan anak ABK sangat berbeda beda,tidak bisa disamakan seperti sekolahan reguler lainnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:15:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289456823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yeni Fitriani _D. Rembang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289457009</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Saya termasuk muda dalam pengalaman mengajar. Saya mengajar ketika lulus kuliah bahkan sebelum wisuda. Saat itu saya mengajar siswa SMP. Tentu saya mempunyai strategi dalam mengajar ya apalagi saat itu saya masih sangat muda dan bisa saja anak-anak SMP menggoda saya. Tapi kemudian saya mencoba untuk bersahabat dengan mereka, pertama sebelum saya mengajar, saya meminta anak-anak untuk menuliskan apa saja yang ingin mereka tahu tentang agama Islam, karena notabenenya saya adalah seorang guru agama Islam. ketika kemudian satu pertemuan saya menjelaskan segala ilmu yang mereka ingin tahu dengan menyajikan jawaban yang inovatif sesuai kehidupan nyata, saya menyampaikan ilmu itu dari hati ke hati, maka mereka akan lebih memahami.&nbsp;<br>Yang selanjutnya kali ini saya ditugaskan untuk belajar bersama anak SD. strategi yang saya terapkan tentu berbeda dengan anak SMP. Untuk anak SD saya menerapkan pembelajaran dengan permainan. Materi saya masukkan ke dalam tepuk atau nyanyian, dengan begitu mereka akan merasa belajar itu mengasyikkan.&nbsp;<br><br>2. Menuntun dalam konteks sosial budaya diwujudkan dengan keteladanan guru dalam proses pembelajaran, baik keteladanan sikap, cara berbicara, cara bersosialisasi, bertoleransi, dan apa saja pokoknya. Karena anak belajar dari apa yang mereka lihat dan mereka rasakan.&nbsp;<br>Teladan tersebut akan membentuk pribadi anak menjadi manusia yang paham mengenai budaya yang adadi daerahnya, menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat untuk dirinya, keluarga, masyarakan dan bangsa.&nbsp;<br><br>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman bisa terwujud keselarasan antara lahir dan batin dalam kehidupan anak. Kodrat alam dan kodrat zaman ini sudah ada sejak zaman Nabi. Rasulullah bersabda "Ajarkanlah anak-anak kalian sesuai jamannya, karena mereka hidup pada zamannya, bukan pada zamanmu".</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:16:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289457009</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289458826</link>
         <description><![CDATA[<div>Burhanudin (Klas B2) 06.01 kab. Batang. Salah satu nilai filosofi KHD adalah 1. Pendidikan yang berpihak pada anak, yang memiliki makna bahwa pendidikan harus berpusat pada anak. Filosofi tersebut dapat diimplementasikan antara lain dengan cara:  membangun komunikasi yang empati kepada anak, menanyakan permasalah yang dihadapi, membantu tumbuh kembang siswa sesuai potensi/kodratnya. Selain itu, pendidikan tidak boleh memandang anak sebagai objek semata tetapi juga harus memposisikan mereka sebagai subjek. 2. Menuntun dapat diwujudkan melalui pembiasaan nilai-nilai sesuai sosio kultur agar kodrat anak yang masih tertulis tetapi belum begitu nampak menjadi tulisan yang nampak jelas, yaitu nilai yang positif. 3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman agar anak-anak dapat beradaptasi terhadap segala situasi yang dihadapi. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:18:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289458826</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ratnoyo (06.01-A1) Kab. Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289458832</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah saya menggunakan model pembelajaran matematika dengan permainan sehingga anak senang.<br>2. Menuntun dalam kontek budaya daerah saya adalah menunjukkan ke arah yang baik (menebalkan kodrat yang baik)<br>3. Kodrat alam dan kodrat zaman perlu menjadi pertimbangan dalam pendidikan di Indonesia karena lingkungan alam dimana anak hidup dan zaman yang mereka alami berbeda terlebih bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam.<br>4. Relevansi pendidikan yang berhamba kepada anak dengan peran saya sebagai guru adalah saya harus memfasilitasi siswa dengan berbagai karakteristik yang berbeda agar kompetensi atau kodrat mereka berkembang dengan merdeka ( tanpa membuat siswa tertekan)<br>4. &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:18:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289458832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sudadi, Kelas 06.25 Kab Rembang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289460103</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran dengan sosiokultural untuk mata pelajaran PJOK dengan membawa permainan tradisional yang ada di masyarakat dalam pembelajaran di sekolah. Misalnya Permainan Gobag Sodor.<br>Dalam permainan Gobak Sodor banyak sekali nilai-nilai yang bisa kita tanamkan kepada peserta didik. Nilai tanggungjawab, disiplin, kerjasama.<br>Guru bisa mengarahkan tentang bagaimana mereka bermain untuk mewujudkan permainan menarik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:19:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289460103</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B1 Adi Prasetyo. Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289460114</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman ketika mengajarkan membaca puisi, anak membaca puisi sesuai kemampuan, guru memberi contoh/ petunjuk cara membaca dan memotivasi&nbsp; anak berlatih membaca puisi<br>2. Menuntun sesuai sosial budaya, budaya lingkungan sekitar anak. membimbing dan mengarahkan, misal gotong royong<br>3. Kodrat alam berkaitan dengan linkungan sekitar, kodrat zaman berkaitan dengan isi atau konten perkembangan zaman<br>4. pendidikan yang berpusat pada murid/anak<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:19:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289460114</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Isyaroh 06.01.A1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289460153</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD<br>1. Kita sebagai guru menjadi contoh sikap, perbuatan maupun perkataan<br>2. Mendidik dengan kasih sayang, ikhlas bukan menjadi priyayi yang harus dilayani melainkan melayani kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak.<br>3. Pembelajaran melalui bermain karena bermain merupakan kodrat anak<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:19:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289460153</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ilmi Erlia_Rembang (06.25.B)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289460195</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD adalah kodrat anak bermain.<br>Permainan sering saya gunakan di sela-sela Kegiatan pembelajaran untuk mengurangi kebosanan anak dalam proses belajar. selain untuk menambah pemahaman siswa juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan menumbuhkan karakter siswa. permainan yang saya lakukan salah satunya adalah bermain tebak kata dalam pembelajaran IPAS.<br>Perwujudan menuntun dalam konteks budaya dapat berupa membimbing siswa dan memberi arahan dengan baik tanpa membedakan </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:20:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289460195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggit Winestyawan (06.01.A1) Kab. Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289466998</link>
         <description><![CDATA[<div>izin menjawab pertanyaan refleksi :<br><br>1. Pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah menggunakan permainan dalam pembelajaran IPA<br>2. Menuntun dalam pembahasan pada budaya daerah adalah menebalkan kodrat yang baik dari anak melalui budaya daerah sehingga murid paham akan pesan moral dari budaya<br>3. Kodrat alam dan kodrat zaman perlu dipertimbangkan karena mendidik anak harus sesuai zamannya mereka berkembang sehingga bisa berorientasi pada murid<br>4. relevansi pendidikan yang berhamba pada anak adalah sebagai guru harus menjadi fasilitator dan motivator anak agar berkembang sesuai karakter, kometensi dan kodrat mereka sendiri<br><br>terimakasih, salam dan bahagia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:28:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289466998</guid>
      </item>
      <item>
         <title>aris susanto -06.25</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289472258</link>
         <description><![CDATA[<div>1.salah satu pengalaman saya terkait dengan proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Dewantara adalah ketika dalam pelajaran saya pelajaran PJOK dimana setiap kompetensi dasar (KD )memiliki tujuan capaian , setelah saya mengkorelasikan dengan&nbsp; mempertimbangkan bakat alam anak jadi setelah saya mengetahui tentang filosofi KHD ,sekarang&nbsp; menghargai anak tentang kemampuan bakatnya masing masing<br><br>2.menuntun dalam konteks sosial budaya di tempat saya misalkan dengan menjadi teladan yang baik kepada anak seperti ketika berbicara, menyampaikan materi, bersosialisasi ,bertoleransi dan memperkenalkan daerah masing-masing secara tidak sadar akan membentuk pribadi anak menjadi manusia yang paham mengenaii budaya daerahnya masing-masing<br><br>3.pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman Karena pada dasarnya Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda untuk itu setiap guru perlu menuntun anak-anak sesuai dengan kemampuannya masing-masing sehingga anak anak bisa mendapat hak nya&nbsp; , dan tujuan pendidikan bisa tercapai ,kodrat zaman ini diperlukan dalam rangka untuk menjawab perkembangan zaman,<br>ini kalau sekarang kita hubungkan dengan masa sekarang adalah untuk menjawab paradigma&nbsp; revolusi industri 4.0<br><br>4 peran saya sebagai pendidik bila saya sesuaikan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang menghambat pada anak yang<br>yang pertama adalah harus bisa menjadi teladan kepada anak, kedua  menjadi model atau mentor siswa dalam mewujudkan perilaku yang berkarakter, ketiga bisa  menjadi Among&nbsp; sesuai Tut Wuri Handayani<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:34:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289472258</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ike Yulistika_CGP Batang_06.01_B1</title>
         <author>ikeyulistika77</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289477593</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman pembelajaran terkait cerminan pemikiran KHD yang pernah saya lakukan adalah pembelajaran yang mengolaborasikan murid dalam diskusi. Terkesan sederhana, tetapi dibalik kegiatan belajar dengan diskusi ternyata saya dapat menemukan beberapa kelompok tanpa diarahkan, ternyata mereka dapat membagi tugas dan saling menyokong. Setiap individu memiliki tanggung jawab dan perannya masing-masing. Ini yang kemudian menginspirasi saya apabila saya melakukan pembelajaran dengan kegiatan diskusi didalamnya, saya akan mengamati dan sesekali menuntun mereka untuk berbagi peran.<br>2. Menuntun dapat bermakna banyak hal seperti memberi saran/ nasihat dari yang tua ke yang muda atau yang tahu ke yang belum tahu. Menuntun juga bermakna mengarahkan, memberikan jalan atau langkah setahap demi setahap agar tidak tersesat dalam berproses. Menuntun juga dapat bermakna membimbing atau menunjukkan contoh yang baik dan contoh yang kurang tepat.<br>3. Pendidikan bersifat dinamis, ia akan terus menerus berubah sejalan dengan perubahan waktu, zaman, dan budaya. Karena itu pendidikan di masa yang lalu hanya akan tepat pada masa itu, dan akan berbeda dengan pendidikan di masa sekarang ini. Untuk itulah mempertimbangkan kodrat keadaan baik kodrat zaman dan kodrat alam perlu dilakukan.<br>4. Guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa, dan tidak pula dapat disebut sebagai sekadar profesi semata. Guru adalah pengajar dan pendidik selayaknya orang tua yang melayani putra putrinya. Sebagai orang tua, tentu kita menginginkan yang terbaik untuk anak.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1786835575/7611d3a8ecb9783903736b1f12c32d5c/photo.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-09 10:41:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289477593</guid>
      </item>
      <item>
         <title>06.01.A1. Gilang Asri Pratiwi Kab. batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289488332</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Dasar pendidikan menurut KHD adalah menuntun anak sesuai dengan kodrat anak, anak usia sekolah dasar masih berada pada tahap bermain, jadi menurut saya pembelajaran yang tepat untuk anak adalah dengan metode permainan, dengan kegiatan bermain maka anak menggunakan olah hati, rasa, dan karsa, serta ada tenaga untuk melakukan kegiatan bersama.&nbsp;</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Menuntun dalam sistem Among, yaitu Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, dan Tut wuri Handayani. Pendidik hendaknya dapat memberi contoh, menjadi teman, dan menjadi penyemangat untuk anak mengembangkan lakunya agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan serta dapat diterima di lingkungan sosialnya.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Kodrat alam berkaitan dengan konteks sosial budaya yang ada di daerah yang perlu kita lestarikan keberadaannya, murid sebagai generasi penerus dapat mengembangkan potensi daerahnya agar bisa berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat. Sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan perkembangan zaman dimana anak berada. Kita tidak bisa menghindari perkembangan zaman (teknologi), tetapi sebaliknya kita harus berteman dan menggunakannya sebagai sarana perkembangan pendidikan dan budaya.</div><div>4.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Anak mempunyai potensi yang berbeda sehingga dalam perkembangannya juga memerlukan perlakuan yang berbeda. &nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 10:47:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289488332</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mohamad Arief</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289503564</link>
         <description><![CDATA[<div>CGP Angkatan 6 kabupaten Batang<br>Kelas A2-06.01<br><br>Anak memiliki karakternya masing-masing sudah ada sejak mereka lahir dan belajar dari lingkungannya. Guru berperan sebagai penuntun untuk menebalkan karakter tersebut. Guru harus mampu memfasilitasi anak dalam belajar sesuai dengan kebutuhannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 11:07:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289503564</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mohamad Taufik (06.39 A1) Kota Magelang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289504383</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman yang saya lakukan yaitu dengan melakukan ice breaking yang berkaitan dengan materi baik dalam bentuk permainan ataupun pemanasan dinamis.<br>2. Menuntun dalam konteks sosial budaya di sekolah saya, salah satunya yaitu menerapkan budaya 5S (salam, sapa, senyum, sopan, santun)<br>3.&nbsp; karena di Indonesia kaya akan budaya, suku, bahasa, dst maka dari itu pendidikan harus selaras dengan alam maupun zaman untuk menumbuhkan pendidikan yang merdeka dan memerdekakan.<br>4. relevansinya yaitu memfasilitasi dan memandang anak dengan rasa hormat sesuai karakter masing-masing anak dengan dialog kritis dan memperkuat nilai kemanusiaan</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1798259487/aaa0af0263f6e5841b0f6fd909915ef2/photo.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-09 11:08:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289504383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rina Anggaraningrum (06.25) Kab.Rembang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289505250</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengalaman proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai center dalam pembelajaran, tidak hanya knowledge yang kita sampaikan tapi bagaimana cara kita agar guru sebagai fasilitator yang baik bagi siswa untuk menumbuhkan ide, gagasan, motivasi dan semangat dalam belajar<br>2. perwujudan "menuntun" dalam konteks sosial budaya, menuntun disini berbagai macam pemahamannya mengajar, mendampingi, membimbing, memfasilitasi apa yang ingin di raih oleh siswa, dengan selalu mengingatkan kebiasaan 5S(senyum, salam, sapa, sopan, dan santun)<br>3. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat zaman dan kodrat alam. Pembelaran harus sesuai perkembangan zaman dimana sekarang sedang zaman modernisasi pembelajaran digital , siswa harus mampu menyesuaikan penggunakan digital dalam pembelajaran.<br>4. Pendidikan yang berhamba pada anak berarti yang menjadi center pembelajaran adalah siswa, target utama kita adalah siswa. &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 11:09:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289505250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agung Probo Sasmito_Rembang-06_25.A2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289547629</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Terkait proses pembelajaran yang pernah saya lakukan yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah proses pembelajaran secara kontekstual. Saya sebisa mungkin mendekatkan pembelajaran dengan lingkungannya seperti materi penelitian hewan invertebata dimana siswa saya ajak ke pantai untuk meneliti dan mengidentifikasi beberapa kelompok hewan, juga ke hutan wisata untuk meneliti dan mengamati ciri dan klasifikasitumbuhan. Kegiatan seperti ini menyebabkan siswa merasa nyaman dan senang serta lebih mudah memahami materi.<br>2. Menuntun dalam konteks pembelajaran adalah melakukan proses pembelajaran yang berpihak kepada siswa dengan mengarahkan siswauntuk menemukan dan memunculkan semua potensinya dengan tetap berlandaskan pada nilai - nilai budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakatnya.<br>3. Pendidikan kita perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, karena merupakan esensi dari hakikat pembelajaran yang memanusiakan dan berpihak kepada siswa. Dalam kegiatan pembelajaran kita tidak bisa mengesampingkan kodrat alam yang berupa kekayaan budaya lokal yang tetap harus kita tanamkan untuk membentuk karakter siswa. Kita juga perlu mempertimbangkan kodrat zaman yang berupa perkembangan kemajuan pendidikan sesuai zamannya. Dengan membuka diri terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan, kita akan mampu mempersiapkan siswa untuk meraih kompetensi sesuai tantangan zaman, yaitu seperti kemampuan abad 21 (Kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif)<br>4. Relevansi pemikiran KHD tentang "Pendidikan yang berpihak kepada anak" dengan peran saya sebagai pendidik adalah memaknakan bahwa pendidik atau guru adalah profesi yang merupakan panggilan hati. Kalau sudah merupakan panggilan hati maka dalam menjalankan aktivitas sebagai pendidik akan melaksanakannya dengan sepenuh hati dan totalitas. Totalitas untuk menjadi pamomong guna mengarahkan siswa untuk menemukan dan memunculkan potensinya guna meraih keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi - tingginya adalah perwujudan nyata dari pendidikan yang berpihak kepada anak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 12:01:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289547629</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Albert Rizal_CGP 06.01.B2 Kab.Batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289558121</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Perwujudan Menuntun dalam konteks sosial budaya yang dapat diimplementasikan dalam sekolah atau proses pembelajaran seperti praktek memainkan gamelan jawa dalam mata pelajaran seni budaya yang membawa murid untuk saling berkolaborasi, menanamkan olah rasa, dan memunculkan kreatifitas murid sehingga melahirkan keselarasan irama atau harmoni.<br>2. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam karena pendidikan harus mengenali setiap karakter murid,dimana dia tumbuh dan berkembang tidak bisa disamakan satu dengan yang lain, sehingga proses pembelajaranpun harus disesuaikan. untuk pendidikan mempertimbangkan kodrat zaman bahwa pendidikan senantiasa melahirkan perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Pendidikan harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman .<br>3. Pendidikan yang berhamba kepada anak mempunyai makna bahwa pendidik haruslah melayani,membimbing,menuntun memberikan motivasi kepada murid dengan&nbsp; sepenuh hati. mendidik atau menunutun murid bukan hanya sekesar memberikan pelajaran-pelajaran disekolah namun juga penanaman karakter yang baik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setingi-tingginya dimasa yang akan datang.<br>4. Gambaran proses pembelajaran anak yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah bahwa pembelajaran atau pendidikan yang memerdekakan belajar anak untuk menumbuh kembangkan bakat dan potensinya atau merdeka belajar, Pendidikan yang menumbuhkan budi pekerti yang luhur sehingga melahirkan profil pelajar pancasila.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 12:11:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289558121</guid>
      </item>
      <item>
         <title>faridatul bahiyah  kelasA2-06-01 batang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289654293</link>
         <description><![CDATA[<div>1. pengalaman proses belajar&nbsp; dengan memerdekakan . dan menuntun anak dengan memberi kebebasan kepada anak&nbsp; untuk memilih kegiatan&nbsp; yang di minati anak serta menyediakan kegiatan dan media pembelajaran&nbsp; yang sesuai dengan karakteristik anak sehingga&nbsp; tujuan pembelajaran bekembang secara optimal<br><br>2. menuntun / perwujudan menuntun &nbsp; dalam konteks budaya&nbsp; di daerah saya pertama mengenalkan melalui cerita bergambar&nbsp; dan tindakannya&nbsp; dengan mengikuti kegiatan&nbsp; secara&nbsp; sederhana atau terlibat langsung dalam kegiatan<br>3.perlu di prtimbangkan karena  mengenali anak dengan kodrat alam  di mana anak tinggal dan kodrat zaman: kita harus mengikuti perkembangan  zaman  dengan menyesuaikan  kemajuan zaman yang tak dapat di bendung maka pendidikan juga harus menyesuaikan untuk mempersiapkan  genearsi masa datang<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 13:19:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289654293</guid>
      </item>
      <item>
         <title> </title>
         <author>handayanihanny380</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289656549</link>
         <description><![CDATA[<div>SUGIYONO<br>Kelas 06.37 Kabupaten Wonosobo<br>Penerapan yang saya lakukan agar sesuai dengan konteks pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah:</div><div>Ø&nbsp; Meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran dengan cara lebih kreatif dalam berinovasi menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan.</div><div>Ø&nbsp; Berkolaborasi dengan berbagai pihak dengan bekerjasama dan mendapat dukungan.</div><div>Ø&nbsp; Semangat untuk belajar dan terus maju karena guru sebagai pembelajar sepanjang hayat.</div><div>Ø&nbsp; Selalu berpikir positif untuk hal-hal baru menuju perubahan .<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 13:20:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289656549</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289778378</link>
         <description><![CDATA[<div>Mita Meitasani kelas 06.38 B1<br>1. pengalaman terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD : pembelajaran tentang wawasan karir, sesuai kodrat zamannya bahwa saat ini cita cita anak mengalami perubahan besar dibandingkan generasi kita para guru.&nbsp; anak anak cenderung memiliki cita cita kewirausahaan, maka pembelajaran dengan kelas besar , mendatangkan sosok wirausaha sukses di kota magelang, selain itu dikenalkan jenis profesi dari bidang pemerintahan atau jabatan publik dan hiburan yaitu mendatangkan vokalis band musik Langit Sore. anak anak berdiskusi kepada para tokoh tersebut untuk menggali pengalaman dan pelajaran hidup yang bisa diambil sisi positifnya.<br><br>2. perwujudan menuntun dalam konteks budaya di kota magelang? magelang sebagai kota dengan masyarakat yang religius. penanaman nilai nilai religius yang diterapkan dalam lingkungan sekolah. adanya gerakan literasi suci atau litrasi kitab suci sesuai keyakinan agama siswa yang diintegrasikan dengan penanaman adab siswa contohnya adab berbagi dengan bentuk kegiatan jumat berbagi, gotong royong dengan kegiatan&nbsp; kerja bakti, piket kelas, jumat bersih.&nbsp;<br><br>3.Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dimana anak hidup,karena dengan menyesuaikan kodrat alam dan zaman pembelajaran akan dikontekskan sesuai dimana anak tinggal yang menyatu pada kondisi sosial budaya setempat&nbsp; dan disesuaikan dengan perkembangan zaman yang menekankan ketrampilan abad 21.&nbsp;<br><br>4. Berhamba kepada anak diartikan sebagai pendidik yang berperan sebagai fasilitator yang mendapingi , mengarahkan , mengoptimalkan potensi mereka, memahami karakteristik,hingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, berpusat pada anak yang sesuai dengan kodrat alam mereka.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1798259302/5210ad4e4e95204a75bd34e4e742098f/WhatsApp_Image_2022_07_14_at_21_54_15.jpeg" />
         <pubDate>2022-09-09 14:34:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2289778378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Lestari CGP 06.25.A1 Jateng </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2290046025</link>
         <description><![CDATA[<div>Pemahaman&nbsp;saya tentang filosofi KHD bahwa dalam mengajar dan mendidik harus memanusiakan manusia supaya agar tujuan merdeka belajar tercapai. Dengan cara mendidik yang welas asih sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, tak lupa Memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman yang dimiliki anak . Anak terlahir bukan seperti kertas kosong yang bisa digambar atau ditulis sesuai dengan keinginan guru atau orang dewasa , tetapi anak terlahir sudah memiliki gambar dan tugas guru menuntun untuk menebalkan gambar tersebut agar menjadi Budi pekerti yang baik . Yang nantinya akan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 17:23:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2290046025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Kandi_Kelas 6.01 B2 (Kab. Batang)</title>
         <author>srikandi31</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2290336381</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; Kata "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah dapat dimaknai sebagai suatu usaha untuk menjadikan seseorang kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat. Usaha yang dilakukan bisa berupa&nbsp; memberi arahan ataupun&nbsp; pengajaran, hal ini&nbsp; harus benar-benar&nbsp; dilakukan secara sungguh-sungguh hingga bisa membuahkan hasil sesuai dengan tujuan kita. Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di Batang antara lain dengan memberikan contoh ketika berbicara, bersikap, bersosialisasi&nbsp; dan juga bagaimana menumbuhkan karakter pada anak. Salah satu contohnya adalah dengan tradisi bersih desa sebagi bentuk membentuk karakter menghargai pentingnya kebersihan, tradisi nyadran, dan tradisi sedekah bumi dan sedekah laut sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah yang sudah diberikan oleh Allah SWT.<br>Untuk mewujudkan pendidikan yang "menuntun" saya lakukan dengan cara memberikan contoh secara langsung ketika membuat suatu aturan di kelas, misalnya adanya proses pembiasaan 5S di sekolah, peringatan hari besar Islam di sekolah, kegiatan khotmil Qur'an, kegiatan Jum'at bersih, Jum'at sehat, Jum'at berbagi, sholat Jum'at dan sholat wajib di sekolah, menghargai anak, membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, dan siap menjadi pendengar yang baik ketika anak membutuhkan bantuan ketika mempunyai permasalahan.<br><br>2. Pendidikan perlu mempertimbangan kodrat alam dan kodrat zaman, karena setiap anak mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda, lingkungan yang berbeda, dan sikap serta sifat yang berbeda, sehingga dalam pendidikan sehingga anak dapat tumbuh sesuai dengan karakter, dan anak juga dapat belajar dari lingkungan di sekitarnya dan memanfaatkan lingkungan untuk pembelajaran dan seorang guru juga harus mampu menghubungkan pembelajaran dengan lingkungan di sekitarnya. Pendidikan juga harus sesuai dengan kodrat zaman, artinya dalam pendidikan harus memperhatikan perkembangan teknologi, dan juga kondisi kebudayaan yang dengan mudahnya masuk. Seorang guru harus mampu membimbing anak untuk dapat memilah dan memilih budaya yang sesuai dengan karakter dan budaya Indonesia. Oleh karena itu dalam pendidikan harus mampu membentengi siswa untuk menangkal budaya yang tidak sesuai denga budaya Indonesia.&nbsp;<br><br>3. Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba pada anak" dengan peran saya sebagai pendidik yaitu dengan melalukan pembelajaran yang memperhatikan bakat dan minat siswa yang berbeda-beda, menerapkan metode pembelajaran strategi pembelajaran dan pendekatan yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan anak.&nbsp; dalam pembelajaran juga guru juga harus mampu melakukan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda seperti yang kita kenal dengan pembelajaran berdiferensiasi, mampu melakukan pembelajaran dengan metode yang dapat diterima oleh setiap anak dengan karakter yang berbeda-beda.<br><br>4. Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD, antara lain dengan merancang dan melakukan pembelajaran yang berpihak pada anak, dengan memperhatikan bakat dan minat serta kemampuan anak yang berbeda-beda. Guru harus bisa menjadi contoh dan tauladan bagi anak, guru harus mampu membimbing siswa sesuai bakat dan mintanya, membimbing siswa menumbuhkan ide dan gagasan, membimbing siswa berfikir kreatif dan inovatif, dan guru harus senantiasa memberikan penghargaan atas apa yang dilakukan oleh siswa baik dengan bahasa verbal atau tindakan. Guru juga harus mampu menemukan bakat dan minat anak sehingga dapat mengembangkan bakat yang dimiliki oleh siswa, melakukan pembelajaran yang berpihak pada anak, dengan melalukan pembelajaran yang banyak melibatkan anak (student center), guru juga harus mampu membimbing siswa mengembangkan potensi yang dimiliki siswa seperti dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler, penelitian ilmiah, dan sebagainya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-09 23:43:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2290336381</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Kandi_06.01_B2 (Kab. Batang)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2290342203</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; Kata "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah dapat dimaknai sebagai suatu usaha untuk menjadikan seseorang kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat. Usaha yang dilakukan bisa berupa&nbsp; memberi arahan ataupun&nbsp; pengajaran, hal ini&nbsp; harus benar-benar&nbsp; dilakukan secara sungguh-sungguh hingga bisa membuahkan hasil sesuai dengan tujuan kita. Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di Batang antara lain dengan memberikan contoh ketika berbicara, bersikap, bersosialisasi&nbsp; dan juga bagaimana menumbuhkan karakter pada anak. Salah satu contohnya adalah dengan tradisi bersih desa sebagi bentuk membentuk karakter menghargai pentingnya kebersihan, tradisi nyadran, dan tradisi sedekah bumi dan sedekah laut sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah yang sudah diberikan oleh Allah SWT.<br>Untuk mewujudkan pendidikan yang "menuntun" saya<br>lakukan dengan cara memberikan contoh secara langsung ketika membuat suatu aturan di kelas, misalnya adanya proses pembiasaan 5S di sekolah, peringatan hari besar Islam di sekolah, kegiatan khotmil Qur'an, kegiatan Jum'at bersih,<br>Jum'at sehat, Jum'at berbagi, sholat Jum'at dan sholat wajib di sekolah, menghargai anak, membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, dan siap menjadi pendengar yang baik ketika anak membutuhkan bantuan ketika mempunyai permasalahan.<br>&nbsp;<br>&nbsp;2. Pendidikan perlu mempertimbangan kodrat alam dan kodrat zaman, karena setiap anak mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda, lingkungan yang berbeda, dan sikap serta sifat yang berbeda, sehingga dalam pendidikan sehingga anak dapat tumbuh sesuai dengan karakter, dan anak juga<br>dapat belajar dari lingkungan di sekitarnya dan memanfaatkan lingkungan untuk pembelajaran dan seorang guru juga harus mampu menghubungkan pembelajaran dengan lingkungan di sekitarnya. Pendidikan juga harus sesuai dengan kodrat<br>zaman, artinya dalam pendidikan harus memperhatikan perkembangan teknologi, dan juga kondisi kebudayaan yang dengan mudahnya masuk. Seorang guru harus mampu<br>membimbing anak untuk dapat memilah dan memilih budaya yang sesuai dengan karakter dan budaya Indonesia. Oleh karena itu dalam pendidikan harus mampu membentengi<br>siswa untuk menangkal budaya yang tidak sesuai denga budaya Indonesia.&nbsp;<br>&nbsp;<br>&nbsp;3. Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba<br>pada anak" dengan peran saya sebagai pendidik yaitu dengan melalukan pembelajaran yang memperhatikan bakat dan minat siswa yang berbeda-beda, menerapkan metode pembelajaran strategi pembelajaran dan pendekatan yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan anak.&nbsp; dalam pembelajaran juga guru juga harus mampu melakukan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda seperti yang kita kenal dengan pembelajaran berdiferensiasi, mampu<br>melakukan pembelajaran dengan metode yang dapat diterima oleh setiap anak dengan karakter yang berbeda-beda.<br>&nbsp;<br>&nbsp;4. Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan<br>(mencerminkan) pemikiran KHD, antara lain dengan merancang dan melakukan pembelajaran yang berpihak pada anak, dengan memperhatikan bakat dan minat serta kemampuan anak yang berbeda-beda. Guru harus bisa menjadi contoh dan tauladan bagi anak, guru harus mampu membimbing siswa sesuai bakat dan mintanya, membimbing siswa menumbuhkan ide dan gagasan, membimbing siswa<br>berfikir kreatif dan inovatif, dan guru harus senantiasa memberikan penghargaan atas apa yang dilakukan oleh siswa baik dengan bahasa verbal atau tindakan. Guru juga harus mampu menemukan bakat dan minat anak sehingga dapat<br>mengembangkan bakat yang dimiliki oleh siswa, melakukan pembelajaran yang berpihak pada anak, dengan melalukan pembelajaran yang banyak melibatkan anak (student center), guru juga harus mampu membimbing siswa mengembangkan potensi yang dimiliki siswa seperti dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler, penelitian ilmiah, dan sebagainya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1799204845/3f3607b5c42049e0be27442e46f9ad77/Screenshot_5.png" />
         <pubDate>2022-09-09 23:58:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2290342203</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hanjar Giri Anggraini (06.15_B2) Kab. Batang</title>
         <author>hanjaranggraini91</author>
         <link>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2290753741</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Satu pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) yaitu pada pembelajaran ekonomi saya menyisipkan permainan berupa tepuk, menyanyikan lagu, dan menggerakkan tubuh/senam. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan rasa penat dan agar bisa fresh sehingga murid dapat berkonsentrasi kembali. Kemudian setelah selesai pembelajaran, saya minta murid untuk refleksi diri di Tiktok atau melalui tulisan, agar mereka dapat mengungkapkan perasaannya setelah melalui pembelajaran dengan caranya masing-masing.</div><div>2. Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah Batang adalah mengajak dan memberi arahan murid dalam kegiatan keagamaan dan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun). Hal ini sesuai dengan budaya bahari nyadran di Kabupaten Batang ditinjau dari segi religi dan keramahtamahan masyarakat Batang.</div><div>3. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena segala upaya yang dilakukan dalam bidang pendidikan harus memperhatikan kodrat alam yaitu kepentingan murid baik itu mengenai hidup diri pribadi (sifat) maupun hidup kemasyarakatan murid (bentuk) dengan mengutamakan kearifan lokal sosial budaya daerah. Bila dilihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki keterampilan Abad ke-21 dimana muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya daerah. Cara belajar dan interaksi murid Abad 21 sangat berbeda dengan murid abad 20, sehingga dengan zaman yang terus berkembang dinamis mempengaruhi cara pendidikan menuntun para murid.<br>4. Relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik adalah menghargai perbedaan dan memerdekakan murid sehingga pendidikan yang diterima murid harus memanusiakan manusia dan memperkuat nilai kemanusiaan. Saya hormati segala perbedaan karakte, potensi, dan kodrat setiap murid. Saya buat suasana belajar yang memerdekakan murid, murid bebas mengeksplorasi dirinya, bebas menggali potensinya, bebas bernalar kritis, dan bebas berkreasi, namun tetap bertanggungjawab atas proses hasil belajarnya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1786847029/ca7177adeef941c801896c8807589663/Foto_HG.jpg" />
         <pubDate>2022-09-10 17:17:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hilgads15/blqqb79w8drtmf9m/wish/2290753741</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
