<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>KELAS XII IPS 1 by </title>
      <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z</link>
      <description>MATA PELAJARAN EKONOMI</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-08-15 00:18:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-01-21 05:07:55 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL</title>
         <author>kasmaabduh1</author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/65977982</link>
         <description><![CDATA[<p>
PETUNJUK KERJA
<p>Tugas Proyek</p>
1.&nbsp; Tentukan  Ketua kelompok dan tunjuk satu sekertaris untuk menulis di
wall padlet.com<p>2.&nbsp; Buatlah kolom untuk bekerja, tulis nama kelompok dan nama tim serta
tuliskan judul&nbsp; sesuai dengan topic yang telah diberikan</p><p>3.&nbsp; Rumuskan pertanyaan /permasalahan dan tujuan pembahasan</p><p>4.&nbsp; Carilah informasi untuk mendukung data pembahasan terkait topic
tugas proyek.</p><p>5.&nbsp; Lakukan tugas ini secara berkelompok (kelompok sesuai dengan
kelompok belajar di kelas) untuk menghasilkan data secara lengkap dan
informatif tentang penginderaan jauh
6.&nbsp; Tulis/laporkan hasil yang kalian peroleh pada wall padlet.com yang
disediakan dengan sistematika meliputi:

</p><ol><li>Nama kelompok</li><li>Nama anggota kelompok (hanya anggota yg hadir)</li><li>Judul/topic</li><li>Rumusan  masalah /pertanyaan dan Tujuan </li><li>Pembahasan/hasil  yang diperoleh,&nbsp;</li><li>Buat Kesimpulan atas pembahasan anda

</li></ol></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-15 00:19:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/65977982</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/65978164</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-15 00:35:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/65978164</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JUDUL : KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66653812</link>
         <description><![CDATA[<p><b>Nama Kelompok :</b></p><p>1. Aimee Aurilya Anindita</p><p>2. Indah Permatasari</p><p>3. Marchella Audria P</p><p>4. Rafyka Syahrany A</p><p><b>RUMUSAN MASALAH</b></p><p>1) Apakah yang dimaksud dengan Kerjasama Ekonomi
Internasional ?</p><p>2) Sebutkan dan Jelaskan faktor-faktor pendorong
Kerjasama Ekonomi Internasional !</p><p>3) Apakah tujuan dari adanya Kerjasama Ekonomi
Internasional ?</p><p>4) Jelaskan bentuk-bentuk Kerjasama Ekonomi
Internasional !</p><p>5) Apa sajakah lembaga-lembaga Kerjasama Ekonomi Internasional ?</p><p>6) Apakah dampak positif dan dampak negatif dari
Kerjasama Ekonomi Internasional bagi Bangsa Indonesia?</p><b>TUJUAN </b><p>1. Untuk mengetahui pengertian Kerjasama Ekonomi Internasional.</p><p>2. Untuk mengetahui faktor yang mendorong
terjadinya suatu Kerjasama Ekonomi Internasional</p><p>3. Untuk mengetahui tujuan dari adanya suatu
Kerjasama Ekonomi Internasional.</p><p>4. Untuk mengetahui bentuk-bentuk/jenis-jenis
Kerjasama Ekonomi Internasional.</p><p>5. Untuk mengetahui apa saja lembaga-lembaga Kerjasama Ekonomi Internasional.</p><p>6. Untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari adanya Kerjasama Ekonomi Internasional bagi Indonesia.</p><p><b>MATERI</b></p><p><b>1. PENGERTIAN</b></p><p>-&gt; Kerjasama Ekonomi Internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara
 lain. Kerja sama tersebut dapat terjadi hanya melibatkan dua negara 
saja maupun lebih karena 
tidak ada negara yang dapat hidup sendiri. Suatu negara pasti membutuhkan kerja sama ekonomi dengan negara lain.</p><p><b>2. FAKTOR PENDORONG</b></p><li><b>Terbatasnya Kemampuan Negara dalam Memproduksi Barangdan Jasa</b>. Jenis barang dan jasa yang dibutuhkan penduduk suatu negara sangat beragam. Di sisi lain, kemampuan untuk memenuhi semua kebutuhan itu terbatas. </li><li><b>Perbedaan Sumber Daya Alam, Iklim, dan Sosial Budaya</b><b>.</b> Faktor-faktor alami yang dimiliki tiap-tiap negara tidaklah sama. 
Contohnya, Indonesia bisa menghasilkan kayu tropis
 yang berdiameter tebal, sedangkan Jepang tidak.</li><li><b>Tuntutan Era Globalisasi. </b>Era globalisasi menyebabkan tidak ada satu negara di dunia yang dapat hidup sendiri. Kemajuan teknologi menyebabkan&nbsp;batas-batas
 negara seolah menjadi kabur.</li><li><b>Keinginan Membuka Kerja Sama, Hubungan Politik, dan Dukungan dari Negara Lain.</b>
Selain keuntungan yang bersifat ekonomi, kerja sama didasari faktor 
nonekonomi. Setiap negara yang berdaulat pasti ingin membuka kerja sama, hubungan politik, dan dukungan negara lain.</li><li><b>Keinginan </b><b>Memperoleh Keuntungan dan Meningkatkan Pendapatan Negara.</b> Setiap kerja </li>sama ekonomi yang dijalankan Indonesia pada dasarnya dilandasi keinginan
 untuk memperoleh keuntungan. Bentuk keuntungan misalnya pemasukan devisa negara dari kegiatan ekspor

<p><b>3. TUJUAN</b></p><ul><li><b>Meningkatkan Ekspor Impor</b>. Untuk memperlancar ekspor impor, Indonesia bergabung dalam organisasi perdagangan sehingga mengetahui kebijakan&nbsp;perdagangan antarnegara. Dengan begitu, Indonesia bisa meningkatkan kinerja ekspor tanpa melanggar aturan.</li><li><b>Mempercepat Pembangunan Nasional. </b>Kerja sama ekonomi antarnegara berguna untuk mendapatkan modal dan bantuan pembangunan. Kebutuhan dana tersebut disalurkan melalui Bank 
Pembangunan Asia, Bank Dunia, atau lembaga keuangan internasional 
lainnya.</li><li><b>Membebaskan Negara dari Keterbelakangan Ekonomi.</b> Pertumbuhan ekonomi tiap-tiap negara berbeda-beda. Kerja sama ini diharapkan mampu mengurangi ketertinggalan melalui pemberian bantuan 
berupa modal, teknik, dan sumber daya manusia yang ahli.</li><li><b>Mempererat Jalinan Persahabatan Antarnegara. </b>Keterlibatan negara-negara di dunia dapat mempererat persahabatan 
antarnegara di dunia. Kondisi ini memberikan sinyal positif dalam 
menjaga persaudaraan antarnegara.</li><li><b>Memelihara Perdamaian Dunia</b>. Untuk mewujudkan perdamaian dibutuhkan peran aktif beberapa negara di 
dunia. Perdamaian dunia dapat terwujud melalui kerja sama ekonomi 
antarnegara</li></ul><b>4. BENTUK-BENTUK
</b><p><b>A)&nbsp; Kerjasama Bilateral</b> adalah sebuah bentuk
kerjasama yang melibatkan dua negara. Misalnya kerja sama antara Indonesia
dengan Republik Korea dalam bidang ekonomi dan teknik.</p><p><b>B)&nbsp; Kerjasama Regional</b> adalah bentuk kerjasama yang terjalin antara beberapa negara dalam satu wilayah atau kawasan. Kerja sama ini
tidak dapat dilepaskan dari persamaan lokasi, historis geografis, teknik,
sumber daya alam, dan pemasaran. Misalnya ASEAN di wilayah Asia Tenggara dan
MEE di wilayah Eropa.</p><p><b>C)&nbsp; Kerjasama Antarregional </b>adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan dengan beberapa negara di kawasan lain. Misalnya negara-negara Uni Eropa menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN.</p><p><b>D)&nbsp;Kerjasama Multilateral </b>adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara di dunia tanpa memandang batas wilayah tertentu. Kerja sama ini
bersifat global atau internasional. Misalnya, WTO, PBB, Bank Dunia, ILO, dll.&nbsp;</p><b>5. LEMBAGA-LEMBAGA</b><p>- <b>IMF</b> (International
Monetary Fund) adalah lembaga keuangan internasional yg didirikan untuk menciptakan stabilitas keuangan internasional.</p><p>- <b>OPEC</b> (Organization
of the Petroleum Exporting) adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak.
Organisasi ini bertujuan mengatur produksi dan pemasaran minyak di negara
anggota.</p><p>- <b>WTO</b> (World Trade Organization) atau Organisasi Perdagangan Dunia adalah badan yang menangani masalah perdagangan antarnegara.</p><p>- <b>FAO</b> (Food Agricultural &amp;
Organization) adalah organisasi yang bertujuan antara lain memajukan dan
meningkatkan kuantitas dan kualitas bahan makanan, mengurangi bahaya kelaparan, serta mempromosikan kegiatan pembangunan di perdesaan.</p><p>- <b>IFC</b> (International
Financial Corporation) adalah badan dunia dalam bidang keuangan yang memberikan
bantuan modal kepada sektor swasta.</p><p><b>- UNDP</b> (United
Nations Development Programme) adalah organisasi multilateral yang paling besar
memberi bantuan teknis dan pembangunan di dunia.</p><p><b>-&nbsp;UNIDO</b> (United Nations Industrial Development Organization) adalah sebuah
badan khusus PBB yg didirikan untuk mempromosikan dan mempercepat perkembangan
industrial di negara-negara berkembang &amp; negara-negara yg sedang dalam masa
transisi ekonomi.</p><p><b>- OECD</b> (Organisation
for economic co-operation and development) adalah organisasi untuk kerjasama dan
pembangunan ekonomi. Merupakan organisasi internasional yg menerima prinsip
demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas.</p><p><b>6. DAMPAK</b></p><p><b>A) POSITIF</b></p><ul><li>Mendorong Proses Pembangunan Nasional.</li><li>Semakin Diakuinya Indonesia dalam Kancah Pergaulan Dunia. </li><li>Memperoleh Keuntungan dari Spesialisasi Perdagangan.</li><li>Meningkatnya Devisa Negara.</li><li>Meluasnya Lapangan Kerja.</li><li>Memperoleh Transfer Teknologi Modern dan Pendampingan Teknis.</li></ul><b>B) NEGATIF</b><ul><li>Terjadinya pasar bebas yang mengancam keberadaan industri dalam negeri.</li><li>Potensi ekonomi terkonsentrasi di negara maju yang dapat menyebabkan perekonomian negara berkembang menjadi tertinggal.</li><li>Perekonomian suatu negara menjadi tidak stabil akibat semakin bebasnya arus investasi swasta.</li><li>Adanya keterlibatan pihak asing dalam pengambilan kebijakan dalam negeri yang dapat mengurangi kemandirian suatu negara.</li><li>Ketergantungan perekonomian dalam negeri terhadap bantuan&nbsp;atau pinjaman dari luar negeri.</li><li>Tidak adanya hambatan dalam kerja sama ekonomi dapat mendorong masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.</li></ul><br><b>KESIMPULAN :</b><div>Kerjasama ekonomi internasional adalah suatu kerja sama yang dilakukan oleh dua negara atau lebih dalam bidang ekonomi untuk mendaptkan keuntungan  bentuk kerjasama dalam bidang ekonomi ini sangatlah diperlukan demi terciptanya suatu negara yg sejahtera. Setiap negara tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan bantuan dri negara lain dalam hal apapun<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-22 08:17:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66653812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK :</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66654240</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA KELOMPOK :</p><p>1.JEMIMA JULIANI W</p><p>2.WILDA YULIYANTI</p><p>3.AOURELYA SAVIRA DM</p><p>4.ST AISYAH HILDANIAR</p><p>5. ADEL DWI CAESAR<br></p><p>JUDUL : kerjasama ekonomi internasiaonal </p><p>RUMUSAN MASALAH :</p><p>1. Apakah pengertian dari kerjasama ekonomi internasional ?</p><p>2. jelaskan manfaat kerjasama ekonomi internasional ? </p><p>3. Apakah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerjasama ekonomi internasional ?</p><p>4. Apakah bentuk-bentuk kerjasama ekonomi internasioanal ?</p><p> 5.Apakah lembaga-lembaga kerjasama ekonomi internasional ?</p><p>6.Apakah perdedaan perdagangan internasional dengan kerjasama ekonomi internasional ?</p><p>7.Apakah peran indonesia dalam kerjasama ekonomi internasional ?</p><p>8. Apa sajakah dampak dari kerjasama ekonomi internasional bagi indonesia ?<br></p><p>TUJUAN </p><p>1. Untuk mengetahui pengertian dari kerjasama ekonomi internasional </p><p>2. Mengetahui manfaat yang diperoleh dari adanya kerjasma </p><p>3. Mengetahui fakto-faktor yang menyebakan terjadinya kerjasama ekonomi internasional </p><p>4.Mengetahui bentuk-bentuk dari kerjasama ekonomi internasional </p><p>5. Mengetahui lembaga-lembaga yang berperan dalam kerjasama ekonomi internasional </p><p>6. dapat membedakan antara perdagangan internasional dengan kerjasama ekonomi internasional </p><p>7. mengetahui peran indonesia dalam kerjasama ekonomi internasional <br></p><p>8. mengetahui dampak kerjasama ekonomi internasional bagi indonesia <br></p><p>PEMBAHASAN </p><p>1. PENGERTIAN </p><p>Pengertian Kerjasama Ekonomi&nbsp; Internasional
Kerjasama Ekonomi Internasional adalah kerjasama
yang dilakukan satu negara dengan negara lain atau dengan beberapa negara lain
sekaligus. Adapun kerjasama ekonomi internasional adalah kerjasama beberapa
negara yang saling menguntungkan di bidang ekonomi. 
Dalam sebuah kerjasama ekonomi antar negara, setiap
pihak yang melakukan kerjasama mengharapkan sebuah keuntungan. Hal itu dapat
dilihat contohnya dalam kerjasama negara maju dan negara berkembang. Negara
maju membutuhkan bahan mentah untuk diolah dan diproduksi, sedangkan negara
berkembang mesin, peralatan, teknologi, dan modal dari negara maju.
Ketika menjalankan kerjasama ekonomi internasional,
Indonesia menggunakan politik bebas aktif. Bebas berarti dapat mengadakan
hubungan dengan negara manapun tanpa paksaan dan ikatan. Sedangkan, aktif
berarti turut serta sebagai penjaga perdamaian dan ketertiban.
Sejatinya, kerjasama ekonomi
internasional mencangkup beberapa hal, yaitu perdagangan internasional ( barang
dan jasa ), pertukaran sarana atau faktor-faktor produksi, dan hubangan
utang-piutang. Dalam perdagangan internasional, biasanya terjadi atas berbagai
barang konsumsi, bahan baku, jasa tenaga ahli, dan konsultan. Pertukaran sarana
produksi meliputi tenaga kerja, mesin, peralatan, teknologi, dan modal.
Sedangkan, hubungan utang-piutang biasanya terjadi karena kedua kegiatan
diatas.</p><p>2. MANFAAT KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL 
Manfaat kerjasama ekonomi internasional bagi
perekonomian Indosia antara lain :</p><p>a. mencukupi kebutuhan dalam negeri tidak ada negara yang memiliki semua barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya.Bagi negara yang memiliki kelebihan suatu produk tertentu dapat menjual ke negara lain sehingga dapat memperoleh barang yang dibutuhkan.</p><p>b.meningkatkan produktivitas dalam negeri dangan melakukan kerjasama ekonomi dengan negara lain,suatu negara bisa memperoleh bahan produksi yang belum dimiliki.sumber-sumber produksi yang tidak dapat di dalam negeri bisa diimpor dari luar negeri.dengan demikian,produksi didalam negeri manjadi lancar sehimgga produktivitasnya meningkat.</p><p>c. memperluas lapangan kerja sama ekonomi internasional membuat ketercukupan sumber-sumber produksi yang semula tidak dimiliki oleh suatu negara.oleh karna ketercukupan sumber-sumber produksi maka proses produksi bisa berjalan. hal ini dapat menciptakan lapangan kerja.</p><p>d. meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor dilakukan apabila harga diluar negeri lebih tinggi dari pada di dalam negeri.oleh karena itu,ekspor dapat meningkatkan pendapatan karena perolehan penjualan meningkat.</p><p>e. memperkuat rasa persahabatan dengan melakukan kerjasama ekonomi internasional ,jalinan persahabatan negara-negara yang terlibat menjadi semakin baik.hal ini karena adanya kesadaran bahwa mereka saling membutuhkan.
f. Kemajuanperekonomian, hal ini dapat dilihat dari aktivitas ekspor-impor barang dan
jasa. Semakin tinggi nilai ekspornya, devisa negara semakin banyak.
g. Semakin banyak barang yang di ekspor ke luar negeri menuntut tenaga kerja untuk meningkatkan
kecerdasan, ketrampilan, dan kreativitasnya. Dengan demikian, kualitas tenaga
kerja Indonesia semakin meningkat.
h. Tingginyapermintaan barang dan jasa untuk dalam dan luar negeri dapat menekan harga
pokok per unit produksi.
i. Indonesia dapat
memperoleh kemudahan mendapatkan bahan baku dan bahan penolong yang diperlukan untuk proses produksi.
j. Kerjasama dalam
berbagai bidang ekonomi dapat membuka lapangan kerja baru sehingga dapat
menurunkan angka pengangguran dan angka kemiskinan.
k. Kegiatan ekonomi
di Indonesia dapat berkembang karena masuknya modal asing.
l. Indonesia mempunyai kesempatan untuk menimba ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara
maju.
m. Negara dapat
mengimpor barang-barang tertentu yang akan mahal bila di produksi sendiri.
n. Dapat memperkuat
daya tawar dan posisi Indonesia di dunia internasional.</p><p>3. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL </p><p>Berikut ini Faktor Penyebab Timbulnya Kerjasama Ekonomi Internasional:
Dalam era globalisasi saat ini batas-batas antara suatu negara dengan 
negara lain semakin tipis. Faktor yang sangat berpengaruh dalam era 
globalisasi yaitu:</p><ol><li>Adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.</li><li>Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi ini hubungan antarorang, antarpihak, bahkan antarnegara menjadi lebih lancar.</li></ol>
Faktor Penyebab Timbulnya Kerjasama Ekonomi Internasional:<br>
<ol><li>Setiap negara di dunia ini tentu ingin mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.</li><li>Salah satu faktor yang dapat digunakan untuk mencapai kesejahteraan itu adalah dengan meningkatkan perekonomian negaranya.</li><li>Potensi ekonomi yang dimiliki suatu negara sangat terbatas, hal ini 
berkaitan dengan keterbatasan sumber daya alam dan sumber daya manusia 
suatu negara.</li><li>Untuk mengatasi hal ini maka suatu negara perlu mengadakan kerja sama ekonomi dengan negara lain.</li><li>Kerja sama ekonomi sangat diperlukan oleh negara-negara di dunia, 
karena setiap negara menyadari bahwa permasalahan ekonominya tidak dapat
 diatasi sendiri akan tetapi butuh bantuan dan kerja sama dari negara 
lain.</li></ol><p>4. BENTUK-BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL <br></p><p>1. Kerjasama ekonomi bilateral adalah kerjasama ekonomi yang terjadi antara dua negara,seperti kerjamsam antara indonesia dengan jepang.Bentuk kerjasama ekonimi internasional lebih sering dilakukan secara bilateral,seperti pertukaran kedutaan besar dan kunjungan anter negara. <br></p><p>salah satu contohkerjasama ekonomi bilateral adalah kerjasama.</p><p>Banyak negara yang melakukan kerja sama ekonomi internasional karena 
menyadari bahwa kerja sama ekonomi internasional memberikan manfaat. 
Kerja sama ini dapat dilakukan antara negara maju dengan negara 
berkembang, atau antara sesama negara maju. Kerja sama antara negara 
maju dengan negara berkembang diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar 
barang mentah dengan barang jadi, atau pertukaran barang mentah dengan 
modal dan tenaga ahli. Sedangkan kerja sama antara sesama negara maju 
diwujudkan dalam bentuk pertukaran tenaga ahli serta Ilmu Pengetahuan 
dan Teknologi. Dilihat dari letak geografisnya, kerja sama ekonomi 
internasional dapat dibedakan menjadi tiga sebagai berikut:<br>a. Kerja sama ekonomi internasional, yaitu kerja sama di bidang ekonomi yang dilakukan oleh banyak negara di dunia.<br>b. Kerja sama ekonomi regional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan 
oleh negara-negara yang berada dalam suatu kawasan tertentu.<br>c. Kerja sama ekonomi antarregional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan 
oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan dengan negara-negara 
yang berada di kawasan yang lain.
Berdasarkan banyaknya negara peserta, kerja sama ekonomi internasional dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.<br>a. Kerja sama ekonomi bilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh dua negara.<br>b. Kerja sama ekonomi multilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh lebih dari dua negara.<br> 
<br></p><p>5.LEMBAGA-LEMBAGA YANG BERPERAN DALAM KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL <br></p><p>Di bawah ini kalian pelajari beberapa contoh organisasi kerja sama ekonomi regional yang terkenal.<br> 
<b>a. Association of South East Asian Nation (ASEAN) </b><br>ASEAN 
dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, dengan 
Deklarasi Bangkok. Pendiriannya diprakarsai oleh lima negara yaitu Adam 
Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, Thanat Khoman dari 
Thailand, Narsico Ramos dari Filipina, dan S. Rajaratnam dari Singapura.
 Saat ini anggota ASEAN sebanyak 10 negara di kawasan Asia Tenggara, 
yaitu: Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunai 
Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.
Tujuan ASEAN adalah mewujudkan kerja sama di bidang ekonomi, 
sosial, kebudayaan, dan pendidikan pada negara anggotanya, di antaranya 
sebagai berikut:<br>1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial budaya di kawasan Asia Tenggara.<br>2. Menciptakan keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.<br>3. Membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.<br>4. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Tenggara.
Untuk menjalankan tugasnya, ASEAN membentuk komite sebagai berikut:<br>1. Komite Bahan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (Committee on Food 
Agricultural and Forest, disingkat CFAF) yang berkedudukan di Indonesia.<br>2. Komite Perdagangan dan Pariwisata (Committee on Trade and Tourism, disingkat COTT) yang berkedudukan di Singapura.<br>3. Komite Keuangan dan Perbankan (Committee on Finance and Banking, disingkat COFB) yang berkedudukan di Thailand.<br>4. Komite Industri, Perdagangan, dan Energi (Committee on Industry, Mining
 and Energy, disingkat COIME) yang berkedudukan di Philipina.<br>5. Komite Transportasi dan Komunikasi (Committee on Transportation and 
Communication, disingkat COTAC) yang berkedudukan di Malaysia.<br>6. Komite Kebudayaan dan Informasi (Committee on Cultural and Information).
<b>b. European Economic Community (EEC)</b>
EEC
 lebih dikenal dengan istilah (Masyarakat Ekonomi Eropa), disingkat MEE.
 MEE merupakan organisasi negara-negara Eropa yang didirikan pada 
tanggal 1 Januari 1958 berdasarkan Perjanjian Roma, Italia. Adapun 
negara-negara yang menjadi anggota MEE adalah: 
1. Belanda&nbsp; 6. Jerman<br></p><blockquote>2. Belgia&nbsp; 7. Luxemburg<br>3. Denmark&nbsp; 8. Prancis<br>4. Inggris&nbsp; 9. Yunani<br>5. Irlandia&nbsp; 10. Italia
Tujuan EEC atau MEE adalah menyusun politik perdagangan bersama dan 
mendirikan daerah perdagangan bebas antarnegara anggota Eropa Barat. MEE
 juga menjalin kerja sama di bidang perdagangan dengan negara-negara 
ASEAN. <br><b>c. Asean Free Trade Area (AFTA)</b><br>AFTA dibentuk pada 
waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 
1992. Organisasi perdagangan bebas kawasan ASEAN ini sepakat untuk 
menurunkan tarif dan menghapus hambatan nontarif dalam perdagangan yang 
dimulai tahun 2002. AFTA bertujuan meningkatkan daya saing ekonomi 
negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar
 dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan 
antaranggota ASEAN.<br><b>d. Asian Pasific Economic Cooperation (APEC)</b><br>APEC
 dibentuk di Canbera, Australia pada tahun 1989. APEC merupakan kerja 
sama ekonomi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini jumlah 
anggota APEC sudah mencapai 21 negara yang di antaranya sebagai berikut.<br>1. Dari Benua Amerika adalah: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Chili.<br>2. Dari Benua Asia adalah: China, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, dan Rusia.<br>3. Dari Benua Australia adalah: Australia, Selandia Baru, dan Papua Nugini.<br>4. Dari ASEAN adalah: Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan Vietnam.
Tujuan APEC adalah membentuk kerja sama perdagangan, investasi, 
pariwisata, dan peningkatan sumber daya manusia yang saling 
menguntungkan. APEC ingin membentuk perdagangan bebas di kawasan Asia 
Pasifik.<br><b>e. Organization Petrolium Exporting Countries (OPEC)</b>
OPEC
 didirikan di Caracas, Venezuela oleh lima negara pengekspor minyak 
yaitu Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela tahun 1960. Saat 
ini OPEC beranggotakan 13 negara, yaitu 5 negara pendiri dan lainnya 
adalah: Libya, Indonesia, Nigeria, Aljazair, Gabon, Uni Emirat Arab, 
Qatar, dan Ecuador. OPEC mempunyai tujuan sebagai berikut.<br>1. Memenuhi kebutuhan minyak dunia dengan saling menguntungkan.<br>2. Mengatur pemasaran minyak sehingga tidak terjadi perang harga di antara sesama negara penghasil minyak.<br>3. Menentukan jumlah produksi minyak dunia.<br> 
Selain organisasi kerja sama ekonomi regional juga terdapat 
organisasi kerja sama ekonomi yang bersifat internasional. Kerja sama 
ekonomi internasional merupakan kerja sama ekonomi antarnegara dalam 
suatu lembaga, baik lembaga internasional di bawah PBB maupun lembaga 
internasional di luar PBB. Organisasi kerja sama ekonomi internasional 
ini adalah menyelesaikan masalah-masalah internasional, khususnya di 
bidang ekonomi, dan menentukan langkah yang saling menguntungkan. 
Contohnya, penetapan tarif bea masuk, harga, dan jumlah produksi. 
Berikut ini beberapa contoh kerja sama ekonomi internasional di bawah 
naungan PBB.<br> a.(International Monetary Fund (IMF) atau Lembaga Moneter Internasional. 
IMF berdiri tanggal 27 September 1945, dan tujuan utamanya membantu 
negara-negara yang mengalami defisit neraca pembayaran. Secara lebih 
luas, tujuan IMF sebagai berikut.<br>1) Memperluas perdagangan internasional kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan riil negara-negara anggota.<br>2) Memperluas kerja sama di bidang moneter anggotanya.<br>3) Mewujudkan stabilitas kurs valuta asing negara anggota.<br>4) Mewujudkan sistem pembayaran internasional yang mudah.<br> 
b. Food Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan 
Pertanian. FAO didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan 
di Roma, Italia. FAO mempunyai tujuan ingin meningkatkan kuantitas dan 
kualitas persediaan pangan dunia.
c. International Labor Organization (ILO) atau organisasi 
perburuhan internasional. ILO didirikan pada tanggal 11 April 1919 dan 
berkedudukan di Jeneva, Swiss. ILO bertujuan untuk memperjuangkan 
keadilan dan perbaikan nasib buruh beserta keluarganya.<br> d. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD)<br>IBRD
 atau sering disebut Bank Dunia berdiri tanggal 27 Desember 1945 di 
Washington DC. Indonesia ikut menjadi anggota Bank Dunia pada tahun 
1954. Bank Dunia dibentuk untuk memberikan kredit jangka panjang kepada 
negara yang sedang berkembang.<br> e. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) 
atau organisasi pembangunan industri PBB. UNIDO didirikan pada tanggal 
24 Juli 1967 dan berkedudukan di Wina, Austria. UNIDO bertujuan untuk 
memajukan industri di negara berkembang.<br> f. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)<br>GATT 
didirikan pada tahun1948 di Jeneva. GATT merupakan perjanjian umum 
tentang tarif dan perdagangan. GATT bertujuan menghilangkan hambatan di 
bidang perdagangan, dan menghendaki terwujudnya perdagangan bebas di 
seluruh dunia. GATT diubah menjadi WTO (World Trade Organization). Tugas
 dan fungsi WTO adalah menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan 
perdagangan bebas dunia yang akan mulai diberlakukan di seluruh dunia 
tahun 2020.<br><br><br>6. PERBEDAAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DENGAN KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL <br><br>perdagangan internasional adalah kegiatan jual beli atau transaksi barang dan jasa antara 2 negara atau lebih yang berbentuk ekspor dan impor,sedangkan Kerjasama ekonomi internasional adalah kerjasama yang dilakukan oleh 2 negara atau beberapa negara sekaligus dibidang ekonomi yang menguntungkan negara bersangkutan.jadi kerjasama ekonomi internasional tidak selamanya dalam bentuk ekspor dan impor, tetapi dapat pula dalam bentuk lain,contohnya seperti komunitas pekerja dll.selain itu,perdagangan internasional cenderung dalam bentuk perjanjian yang sah antara negara-negara yang bersangkutan.<br><br><br><h2>7.PERAN INDONESIA DALAM KERJA SAMA EKONOMI INTERNASIONAL</h2>
Indonesia mempunyai banyak peran dalam kerja sama ekonomi 
internasional. Indonesia berperan sebagai anggota organisasi kerja sama 
ekonomi internasional bahkan ada juga yang perannya sebagai pendiri. 
Berikut beberapa contoh organisasi kerja sama ekonomi internasional yang
 di dalamnya terdapat Indonesia. 
<span>1. Indonesia Ikut Sebagai Pendiri </span>
Indonesia ikut mendirikan Association of South East Asian Nations 
(ASEAN). ASEAN adalah organisasi regional negara-negara Asia Tenggara 
yang didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967. Pada tanggal 7 
Januari 1984, Brunei Darussalam bergabung masuk menjadi anggota ASEAN. 
Pada tahun 1995 Vietnam masuk sebagai anggota yang ke-7. Pada tahun 1997
 ada dua negara yang bergabung<br>menjadi anggota ASEAN, yaitu Laos dan 
Myanmar. Pada tahun 1999 Kamboja masuk menjadi anggota ASEAN yang ke-10.
 Dalam organisasi ASEAN ini Indonesia berperan sebagai pendiri 
bersama-sama dengan Filipina, Malaysia, Muangthai dan Singapura. <br>  2. Indonesia Berperan Sebagai Anggota  
Indonesia sebagai anggota beberapa organisasi internasional berikut ini.<br>a.Indonesia sebagai anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). 
APEC merupakan wadah kerja sama ekonomi regional negara-negara kawasan 
Asia dan Pasifik. APEC dibentuk di kota Canberra, Australia pada tahun 
1989.<br>b. Indonesia sebagai anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).
Organisasi ini berdiri tahun 1960 atas prakarsa Irak, Iran, Arab 
Saudi, Kuwait dan Venezuela. Adapun tujuan OPEC sebagai berikut.<br>1) Memberikan perlindungan harga minyak di pasar dunia.<br>2) Menghindarkan persaingan di antara negara anggota OPEC.<br>3) Menyediakan kebutuhan minyak dunia.<br>4) Menghimpun negara-negara penghasil dan pengekspor minyak. Indonesia menjadi anggota OPEC sejak tahun 1962<br> c. Indonesia menjadi anggota PBB (Perserikatan<br>Bangsa-Bangsa 
United Nations Organization). PBB memiliki beberapa organisasi ekonomi 
yang terkait dengan kerja sama internasional antara lain, sebagai 
berikut.<br> United Nation Development Program (UNDP)

UNDP bertujuan memberikan bantuan berupa proyek dalam pembangunan.
<ul><li>Economic and Social Council (ECOSCOS )
</li></ul>
ECOSCOS bertujuan mengembangkan kehidupan ekonomi, sosial dan pendidikan.
<ul><li>(International Labour Organization (ILO)
ILO bertujuan menyelesaikan masalah perburuhan internasional dengan 
tujuan memperbaiki persyaratan kerja dan hidup kaum buruh di dunia.
</li></ul><ul><li>Food and Agriculture Organization (FAO)

FAO merupakan organisasi pangan dan pertanian seluruh dunia. FAO 
bertujuan meningkatkan jumlah persediaan bahan pangan dan produksi 
pertanian serta meningkatkan mutunya.
</li></ul><ul><li>World Trade Organization (WTO)
WTO mengatur arus perdagangan dan menghindari adanya negara-negara yang merasa dirugikan dari perdagangan tersebut.
</li></ul><ul><li>United Nation Industrial Development Organization (UNIDO )

UNIDO bertujuan memajukan perkembangan industri di negara-negara 
berkembang dengan cara memberikan bantuan teknis berupa program-program 
latihan dan informasi.<br></li></ul>  <span> 3. Indonesia Sebagai Penerima Bantuan</span>
Indonesia menerima bantuan dari organisasi-organisasi internasional berikut ini.
<ul><li>Consultative Group On Indonesia (CGI)

CGI adalah lembaga pengganti dari IGGI (Inter Govermental Group on 
Indonesia). CGI merupakan kelompok negara yang memberikan bantuan kepada
 Indonesia. Bantuan tersebut diberikan kepada pemerintah maupun swasta 
untuk memantapkan dan memajukan ekonomi Indonesia. Jadi, CGI Indonesia 
berperan sebagai penerima bantuan.
</li></ul><ul><li>Asian Development Bank (ADB)

ADB bertujuan untuk memberikan pinjaman dana dan memberikan bantuan 
teknik kepada negara-negara yang sedang membangun termasuk Indonesia. 
Anggota Bank Pembangunan Asia adalah negara-negara di kawasan Asia Timur
 Jauh termasuk Pasifik Selatan.</li><li>&nbsp;International Monetary Fund (IMF)

IMF berdiri pada bulan Juli 1944 di Amerika Serikat. IMF bertujuan sebagai berikut.<br></li></ul>1) Sebagai pusat pertemuan-pertemuan dan perundingan untuk mencapai kerja sama internasional.<br>2) Memperluas perdagangan internasional.<br>3) Menjaga stabilitas nilai tukar mata uang asing.<br>4) Memberi kepercayaan kepada negara anggota dan.<br>5) Membantu negara-negara anggota yang mengalami kesulitan keuangan.
Indonesia menerima bantuan dana dari IMF karena terjadi krisis ekonomi tahun 1997.<br> 
<br>8. DAMPAK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL BAGI INDONESIA <br><br>Indonesia
 sedang melaksanakan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan 
kesejahteraan masyarakat. Dalam melaksanakan pembangunan ekonomi 
tersebut, Indonesia memerlukan bantuan dari negara-negara maju. Bantuan 
yang datang dari negara maju dapat berupa modal, teknologi, 
sumber-sumber pro-duksi yang tidak dimiliki oleh Indonesia, maupun 
tenaga ahli. Hubungan ekonomi yang dilakukan Indonesia dengan negara 
lain sangat luas. Ada yang berbentuk kerja sama ekonomi, baik yang 
bersifat regional maupun internasional, ada yang di bawah naungan PBB 
maupun tidak. Kerja sama ekonomi internasional mempunyai beberapa dampak
 bagi negara yang melakukan. Bagi Indonesia, dampak yang diterima dengan
 adanya kerja sama internasional di antaranya sebagai berikut.<br> 
a. Lapangan pekerjaan menjadi semakin luas. Ini terjadi karena dengan
 adanya kerja sama ekonomi internasional dapat membuka proyek-proyek baru.<br>b. Negara mendapatkan pajak dari perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia.<br>c. Indonesia bisa memperoleh transfer teknologi dari negara yang menanamkan modalnya di Indonesia.<br>d.Dengan masuknya teknologi modern dari luar, Indonesia dapat 
meningkatkan efisiensi dalam melakukan produksi suatu barang sehingga 
harga tersebut bisa menjadi murah.<br>e. Jika Indonesia dapat 
memproduksi barang-barang yang semula di impor (karena ada kerja sama ekonomi dengan negara maju), Indonesia dapat menghemat devisa.<br><br>KESIMPULAN <br>Sepertiyang telah kita lihat sekarang ini bahwasanya semua negara di dunia ini
 tidak dapat berdiri sendiri. Perlu kerjasama dengan negara lain karena adanya saling ketergantungan sesuai dengan kebutuhan negara masing-masing. Kerjasama dalam bidang ekonomi dapat dijalin oleh suatu negara dengan satu atau lebih negara lainnya. Kerjasama ini bertujuan 
untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.Hubungan
 kerjasama antar negara dapat mempercepat proses perkembangan ekonomi. 
Hal ini sangat dirasakan sekali pentingnya bagi negara-negara yang 
sedang berkembang seperti Indonesia. Kerjasama negara-negara maju dapat 
membahas masalah-masalah bidang tertentu.<br><br></blockquote>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-22 09:15:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66654240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66677279</link>
         <description><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b><span style="font-family:Calibri;">Nama Kelompok:</span></b><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 9px; line-height: normal; ">&nbsp;&nbsp;</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">        A. Avila Titadevi Bukti</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">       Mashita</span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 9px; line-height: normal; ">&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">       Nur Halizah Ashar</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">       Nadya Mustika </span></p>

<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0cm;"><b><span style="font-family:Calibri;
">RUMUSAN MASALAH</span></b></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0cm;">1. <span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">Apa yang dimaksud dengan</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">        kerjasama ekonomi internasioal</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">       2. Jelaskan manfaat dari kerjasama
ekonomi internasional</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">       3. Sebutkan faktor pendorong dari
kerjasama ekonomi <span>&nbsp;</span>internasional</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">       4. Jelaskan bentuk-bentuk dari
kerjasama ekonomi internasional</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">       5. Apa-apa saja lembaga yang
terdapat di dalam kerjasama ekonomi internasional</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">       6. Apa dampak positif dan negatif
dari kerjasama ekonomi internasional </span></p>
<p class="MsoNormal"><b><span style="font-family:Calibri;">TUJUAN</span></b></p><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">        1. Untuk mengetahui pengertian dari
kerjasama ekonomi internasioanal</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">        2. Mengetahui manfaat dari adanya
kerjasama ekonomi internasional</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">        3. Untuk mengetahui faktor
pendondorong terjadinya kerjasama ekonomi internasional</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">        4. Mengetahui bentuk-bentuk dari
kerjasama ekonomi internasional</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">        5. Mengetahui lembaga-lembaga
terdapat didalam kerjasama ekonomi internasional</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18.0pt;"><span style="font-family:Calibri;">        6. Untuk mengetahui dampak positif
dan negatif dari kerjasama ekonomi internasional </span></p><p class="MsoNormal"><b><span style="font-family:Calibri;">PEMBAHASAN</span></b></p><p class="MsoNormal"><b><span style="font-family:Calibri;">1.PENGERTIAN</span></b><b><span style="font-family:Calibri;
"> </span></b></p><p class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;
">Kerja sama ekonomi internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang
ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Dengan kerja sama
ekonomi internasional dapat tercukupi kekurangan sumber daya alam. Sumber daya
alam yang dimiliki setiap negara berbeda-beda, baik dari segi kualitas maupun
kuantitasnya. Ketersediaan sumber daya alam merupakan faktor penting yang
mendorong timbulnya kerja sama ekonomi internasional. Pemenuhan kebutuhan
tersebut menimbulkan hubungan kerja sama antara Negara</span></p>
<p class="MsoNormal"><b><span style="font-family:Calibri;
">2.MANFAAT&nbsp;</span></b></p><p class="MsoNormal"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">Kerja sama ekonomi antarnegara memiliki manfaat sebagai berikut</span></p><p class="MsoNormal"><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; "><br></span></p><ul><li><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(70, 70, 70); font-family: Calibri; ">Kemajuan perekonomian, hal ini dapat dilihat
dari aktivitas ekspor-impor barang dan jasa. Semakin tinggi nilai ekspornya,
devisa negara semakin banyak</span></li></ul><ul><li><p class="MsoNormal" style="font-family: Symbol; "><span style="font-family:Calibri;
">Semakin banyak barang yang di ekspor ke luar negeri menuntut
tenaga kerja untuk meningkatkan kecerdasan, ketrampilan, dan kreativitasnya.
Dengan demikian, kualitas tenaga kerja Indonesia semakin meningkat</span></p></li><li><p class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;
">Kerjasama dalam berbagai bidang ekonomi dapat membuka
lapangan kerja baru sehingga dapat menurunkan angka pengangguran dan angka
kemiskinan</span>        &nbsp;</p></li><li><span style="font-family: Calibri; ">Memelihara perdamaian jalinan dunia. Untuk mewujudkan perdamaian dibutuhkan peran aktif beberapa negara di dunia. Perdamaian dunia dapat dilakukan dengan kerjasama ekonomi antarnegara</span></li><li><span style="font-family: Calibri; ">Mempererat jalinan persahabatan antarnegara. Keterlibatan negara-negara di dunia dapat mempererat persahabatan antarnegara di dunia. Kondisi ini memberikan sinyal positif dalam menjaga tali persaudaraan antarnegara<b>

3. FAKTOR PENDORONG</b></span><br></li></ul><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><span>Beberapa faktor yang mendorong kerja sama ekonomi antarnegara sebagai berikut:</span></p><ul><li><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; ">Terbatasnya Kemampuan
Negara dalam Memproduksi Barangdan Jasa</span><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; ">. Jenis barang dan jasa yang dibutuhkan penduduk suatu negara sangat beragam. Di sisi lain, kemampuan untuk memenuhi semua kebutuhan itu terbatas. Penyebabnya antara lain tidak memiliki sumber daya alam atau teknologi. Untuk mengatasinya, negara tersebut melakukan perdagangan dengan negara lain</span><p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; "></p></li></ul>
<ul><li><div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; text-indent: 0px; direction: ltr; ">Perbedaan Sumber Daya <span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; ">Alam, Iklim, dan Sosial Budaya</span><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; ">. Faktor-faktor alami yang dimiliki tiap-tiap </span>negara tidaklah sama. Contohnya, sumber daya alam, iklim, dan keadaan sosial budaya di Indonesia berbeda dengan Jepang. Indonesia bisa menghasilkan kayu tropis yang berdiameter tebal, sedangkan Jepang tidak.</div><div><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; "><br></span></div></li><li><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; ">Tuntutan Era Globalisasi.</span><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; "> Era globalisasi menyebabkan tidak ada satu negara di dunia yang dapat hidup sendiri. Kemajuan teknologi menyebabkan&nbsp;batas-batas negara seolah menjadi kabur. Globalisasi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kerja sama ekonomi</span><br></li><li><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; ">Keinginan Membuka Kerja Sama, Hubungan Politik, dan Dukungan dari Negara Lain.</span><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; "> Selain keuntungan yang bersifat ekonomi, kerja sama didasari faktor nonekonomi. Setiap negara yang berdaulat pasti ingin membuka kerja sama, hubungan politik, dan dukungan negara lain</span><br></li><li>Keinginan Memperoleh Keuntungan dan Meningkatkan Pendapatan Negara. Setiap kerja sama ekonomi yang
dijalankan Indonesia pada dasarnya dilandasi keinginan untuk memperoleh
keuntungan. Bentuk keuntungan misalnya pemasukan devisa negara dari kegiatan ekspor. Indonesia tengah menggalakkan ekspor komoditas nonmigas, misalnya barang-barang kerajinan. Selain devisa, keuntungan dalam kerja sama juga berupa transfer teknologi dan keahlian dari negara maju</li></ul><p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:7.1pt;"><b><span style="
font-family:Calibri;
">4. BENTUK – BENTUK </span></b></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><span>&nbsp;</span><b><span style="
font-family:Calibri;
">a. Kerja Sama Bilateral</span></b></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><span style="font-family:Calibri;
">Kerja sama bilateral adalah sebuah bentuk kerja sama yang melibatkan dua negara di dunia.
Misalnya kerja sama antara Indonesia dengan Republik Korea dalam bidang ekonomi
dan teknik</span></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><span style="font-family:Calibri;
"><br></span></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><b><span style="font-family:Calibri;
">b. Kerja Sama Regional</span></b></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><span style="font-family:Calibri;
">Kerja sama regional adalah bentuk kerja sama yang terjalin&amp; antara beberapa negara dalam satu wilayah atau kawasan. Kerja sama ini tidak dapat dilepaskan dari persamaan lokasi, historis geografis, teknik, sumber daya alam, dan pemasaran.
Misalnya ASEAN di wilayah Asia Tenggara, APEC di wilayah Asia Pasifik, dan MEE di wilayah Eropa</span></p>

<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><b><span style="font-family:Calibri;
">c. Kerja Sama Sub-Regional</span></b></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><span style="font-family:Calibri;
">Kerja sama subregional dilakukan oleh beberapa negara di dalam subkawasan. Misalnya kerja
sama tiga negara antara Belgia, Belanda, dan Luksemburg. Kerja sama ini dikenal dengan Benelux. Di kawasan Asia Tenggara juga terjalin kerja sama antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Bentuk kerja sama ini berupa kerja sama pertumbuhan ekonomi atau Growth Triangle (IMT-GT)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><b><span style="font-family:Calibri;
">d. Kerja Sama Antarregional</span></b></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><span style="font-family:Calibri;
">Kerja sama antarregional adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan dengan beberapa negara di kawasan lain. Misalnya negara-negara Uni Eropa menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:
justify;"><b><span style="font-family:Calibri;
">e. Kerja Sama Multilateral</span></b></p><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0cm;"><span style="font-family:Calibri;
">Kerja sama multilateral adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara di dunia
tanpa memandang batas wilayah tertentu. Kerja sama ini bersifat global atau internasional. Misalnya, WTO, PBB, Bank Dunia, ILO, WHO, dan UNDP</span></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-indent:-18.0pt;"><b><span style="font-family:Calibri;

"><span>5.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span></b><b><span style="font-family:Calibri;
">LEMBAGA-LEMBAGA</span></b></p><div style="text-indent: -24px;"></div><ul><li><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 14.2pt; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; text-indent: -18pt; "><b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; "><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; ">IMF ( International Monetary Fund )</span></b></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 14.2pt; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; text-indent: -18pt; "><span class="Apple-style-span" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; vertical-align: baseline; font-family: 'Helvetica Neue'; ">      IMF atau Dana Moneter Internasional </span><span class="Apple-style-span" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; font-family: 'Helvetica Neue'; ">adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan untuk menciptakan stabilitas </span><span class="Apple-style-span" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; font-family: 'Helvetica Neue'; ">keuangan internasional</span></p></li><li><b><span style="font-family:Calibri;
">&nbsp;</span></b><b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; font-weight: bold; "><span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; font-family: Calibri; ">OPEC ( Organization of the Petroleum Exporting Countries ) </span></b><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">organisasi negara-negara pengekspor </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">minyak. Organisasi ini bertujuan mengatur produksi dan pemasaran minyak di </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">negara anggota sehingga menghindarkan dari persaingan yang tidak sehat, </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">mengusahakan kestabilan harga minyak mentah dunia, serta mengefisiensikan </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">produksi minyak mentah guna memenuhi kebutuhan dunia</span></li><li><b><span style="font-family:Calibri;">IBRD (International Bank of Reconstruction and Development ) </span></b><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">adalah badan dunia dalam bidang </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">perbankan untuk pembangunan dan kemajuan negara berkembang. IBRD memiliki </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">tujuan memberikan bantuan dalam jangka panjang dan jangka pendek bagi negara </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">yang sedang membangun, memberi bantuan teknik secara cuma-cuma, serta </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">meningkatkan perdagangan internasional</span></li><li><b><span style="font-family:Calibri;">IFC ( International Financial Corporation ) </span></b><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">adalah badan dunia dalam bidang keuangan </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">yang memberikan bantuan modal kepada sektor swasta. Tujuannya adalah memajukan </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">pembangunan ekonomi negara-negara berkembang melalui pemberian modal guna </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">mendorong pertumbuhan sektor swasta, membantu swasta mengalokasikan dana di </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">pasar uang dunia, serta menyediakan bantuan teknik dan analisis bagi dunia </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">usaha dan pemerintah</span></li><li><b><span style="font-family:Calibri;">UNDIP ( United Nations Development Programme ) </span></b><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">adalah organisasi multilateral yang </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">paling besar memberi bantuan teknis dan pembangunan di dunia</span></li><li><b><span style="font-family:Calibri;">UNIDO ( United Nations Industrial Development Organization ) </span></b><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">adalah sebuah badan khusus PBB yang </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">didirikan untuk mempromosikan dan mempercepat perkembangan industrial di </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">negara-negara berkembang &amp; negara-negara yg sedang dalam masa transisi </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">ekonomi&nbsp;</span></li><li><b><span style="font-family:Calibri;">OECD ( Organization for Economic Cooperation and Development) </span></b><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">adalah organisasi untuk kerjasama dan pembangunan ekonomi. </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">Merupakan organisasi internasional yg menerima prinsip demokrasi perwakilan dan </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue'; ">ekonomi pasar bebas</span></li></ul>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0cm;
text-indent:0cm;"><b><span style="font-family:Calibri;

"><span>6.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span></span></span></b><b><span style="font-family:Calibri;">Dampak Positif dan Negatif Kerjasama Ekonomi Internasional </span></b></p><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0cm;
text-indent:0cm;"><b><span style="font-family:Calibri;

"><span>A.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span></b><b><span style="font-family:Calibri;
">Dampak </span></b><b>Positif</b></p><ul><li><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0cm; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; font-size: 13px; vertical-align: baseline; text-indent: 0cm; "><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">Meningkatnya Devisa Negara. Kerja sama ekonomi, terutama perdagangan merupakan penyumbang devisa negara. Devisa diperoleh dari ekspor migas (minyak dan gas) dan nonmigas. Cadangan devisa yang besar akan</span></p></li></ul><ul><li><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 9px; line-height: normal; ">&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">Meluasnya Lapangan Kerja. Kerja sama ekonomi </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">telah berdampak positif pada perluasan lapangan kerja. Misalnya, melalui </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">investasi langsung (Foreign Direct Investment). Perusahaan asing yang </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">mendirikan pabrik di Indonesia akan menggunakan tenaga kerja dari Indonesia. </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">Contoh lain adalah berdirinya usaha-usaha berbasis ekspor, yaitu usaha </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">kerajinan tangan, mebel, dan kaus tangan yang bersifat padat karya</span></li></ul><ul><li><p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; "><span style="font-family: Calibri; color: rgb(38, 38, 38); ">Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemakmuran Masyarakat. Dengan adanya perluasan pasar sampai ke luar negeri dan alih teknologi secara langsung
mempengaruhi produktivitas barang dan jasa. Selain itu akan meningkatkan penerimaan devisa negara sehingga dana pembangunan pun bertambah. Kondisi ini bila berjalan lancar dan dilakukan secara cermat akan mempercepat pertumbuhan ekonomi</span></p></li><li>Memperkuat posisi dan daya tawar indonesia. </li><li style="display: inline !important; "><p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; display: inline !important; "><span style="font-family:Calibri;color:#262626">Kerja sama </span></p></li><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(38, 38, 38); font-family: Calibri; ">ekonomi antarnegara dapat menciptakan penghapusan hambatan-hambatan dalam </span><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(38, 38, 38); font-family: Calibri; ">perdagangan. Hal ini memperlancar kegiatan ekspor impor dan akan menciptakan </span>perdagangan yang saling menguntungkan. Dengan demikian perdagangan dalam negeri akan semakin kuat dan akibatnya memberikan dampak positif bagi perekonomian<br><br><b>B. DAMPAK NEGATIF</b><br></ul><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">- Potensi ekonomi terkonsentrasi di negara maju </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">yang dapat menyebabkan perekonomian negara berkembang menjadi tertinggal.</span></div><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; "><br></span></div><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">- Perekonomian suatu negara menjadi tidak stabil </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">akibat semakin bebasnya arus investasi swasta. </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">Adanya keterlibatan pihak asing dalam </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">pengambilan kebijakan dalam negeri yang dapat mengurangi kemandirian suatu </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">negara</span></div><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; "><br></span></div><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">-Tidak adanya hambatan dalam kerja sama ekonomi </span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">dapat mendorong masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa</span></div><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; "><br></span></div><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; "><br></span></div><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; "><b>KESIMPULAN</b></span></div><div><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; ">Kerja sama ekonomi internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Dengan kerja sama
ekonomi internasional dapat tercukupi kekurangan sumber daya alam. Karena sumber daya alam yang dimiliki setiap negara berbeda-beda, ketersediaan sumber daya alam merupakan faktor penting yang mendorong timbulnya kerja sama ekonomi internasional. Pemenuhan kebutuhan tersebut menimbulkan hubungan kerja sama antara Negara</span><span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri; "><b><br></b></span></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-23 11:27:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66677279</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66719387</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-24 01:28:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66719387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK EKONOMI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66719391</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-24 01:29:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66719391</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66719394</link>
         <description><![CDATA[<p>1. A.MUTHIA AUDINA</p><p>2. DELA MARSELA</p><p>3 JIVADEVI A.TENRI SANNA</p><p>4 LATIFAH ALAWIYAH ANNISYAH KOEMAR</p><p>RUMUSAN MASALAH:</p><p>1. Jelaskan pengertian kerjasama ekonomi internasional !</p><p>2. Jelaskan tujuan dari kerjasama ekonomi internasional !</p><p>3. Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk kerjasama ekonomi internasional !</p><p><span style="font-size: 13px;">4. Apa saja faktor pendorong kerjasama ekonomi internasional ?</span></p><p>5. Apa saja badan-badan kerjasama ekonomi internasional ?</p><p>6. Apa saja dampak kerjasama ekonomi internasional bagi Indonesia?</p><p>TUJUAN PEMBAHASAN :</p><p>1. Untuk mengetahui pengertian dari kerjasama ekonomi internasional</p><p>2. Untuk mengetahui tujuan dari kerjasama ekonomi internasional</p><p>3. Untuk mengetahui bentuk-bentuk kerjasama ekonomi internasional</p><p>4. Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dari kerjasama ekonomi internasional</p><p>5. Untuk mengetahui badan-badan kerjasama ekonomi internasional</p><p>6. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari kerjasama ekonomi internasional bagi Indonesia</p><p>PEMBAHASAN :</p><p><b>KERJA SAMA EKONOMI INTERNASIONAL</b><br></p><p>  Kerja sama ekonomi internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Kerja sama tersebut dapat terjadi hanya melibatkan dua negara saja maupun lebih. Dalam lingkup kehidupan bernegara. Saat ini hampir tidak ada negara yang dapat hidup sendiri. Suatu negara pasti membutuhkan kerja sama ekonomi dengan negara lain. &nbsp;<br></p><p><b>&nbsp;Tujuan Kerja Sama Ekonomi</b></p><p>Kerja sama ekonomi antarnegara memiliki tujuan sebagai berikut.<ul><li><i>Meningkatkan Ekspor Impor.</i>&nbsp;Untuk memperlancar ekspor impor, Indonesia bergabung dalam organisasi perdagangan sehingga mengetahui kebijakan&nbsp;perdagangan antarnegara. Dengan begitu, Indonesia bisa meningkatkan kinerja ekspor tanpa melanggar aturan.</li><li><i>Mempercepat Pembangunan Nasional.</i>&nbsp;Kerja sama ekonomi antarnegara berguna untuk mendapatkan modal dan bantuan pembangunan. Kebutuhan dana tersebut disalurkan melalui Bank Pembangunan Asia, Bank Dunia, atau lembaga keuangan internasional lainnya.</li><li><i>Membebaskan Negara dari Keterbelakangan Ekonomi.</i>&nbsp;Pertumbuhan ekonomi tiap-tiap negara berbeda-beda. Kerja sama ini diharapkan mampu mengurangi ketertinggalan melalui pemberian bantuan berupa modal, teknik, dan sumber daya manusia yang ahli.</li><li><i>Mempererat Jalinan Persahabatan Antarnegara.</i>&nbsp;Keterlibatan negara-negara di dunia dapat mempererat persahabatan antarnegara di dunia. Kondisi ini memberikan sinyal positif dalam menjaga persaudaraan antarnegara.</li><li><i>Memelihara Perdamaian Dunia.</i>&nbsp;Untuk mewujudkan perdamaian dibutuhkan peran aktif beberapa negara di dunia. Perdamaian dunia dapat terwujud melalui kerja sama ekonomi antarnegara.</li></ul><div><h3>Bentuk Bentuk kerja sama Ekonomi Internasional</h3></div><div><h4>- Kerja sama Bilateral</h4>Yaitu benruk kerja sama yang dilakukan oleh duanegara yang tujannya saling menguntungkan kedua belah pihak, Misalnya&nbsp;</div><div>&nbsp;<span style="font-size: 13px;">kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan jepang. kerja sama tersebut berarti hanya melibatkan dua Negara saja.</span></div><div><h4>&nbsp;</h4><h4>- Kerja Sama regional</h4>Yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh beberapa Negara dalam satu region atau kawasan, misalnya beberapa bentuk kerja sama nya adalah di bentuknya ASEAN, AFTA, NAFTA, dan lainya.<br><h4><br></h4><h4>-Kerja sama Multiteral</h4>Yaitu bentuk kerja sama yang tidak dibatasi oleh suatu kawasan tertentu. Kerja sama multilateral ini ada yang dibawah naungan PBB dan ada yang tidak di bawah Naungan PBB. Kerja sama dalam bidang ekonomi social di bawah naungan PBB adalah ECOSOC (Economic and Social Council).<br><h4><br></h4><h4>-Kerja sama menurut tujuan dan lapagan usaha</h4>Yaitu bentuk kerja sama yang dibentuk berdasarkan tujuan yangsama dan lapangan usaha yang sama, misalnya OPEC - organisasi negara pengekspor minyak dunia, CIPEC, ANRPC, ITC, ADB, dan lainya.<br><br></div><div>FAKTOR PENDORONG KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL</div><div>1. Politik perlindungan (proteksi) Apabila masing-masing negara mengadakan proteksi, maka akan berakibat masing-masing negara akan dirugikan. Oleh karena itu perlu pemecahan melalui kerja sama ekonomi antar negara. Tujuan proteksi adalah untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor. Biasanya kebijakan proteksi dilakukan dengan cara pembatasan jumlah barang impor dan menaikkan bea masuk. Selain itu, pemerintah harus mempermudah arus impor bahan-bahan yang diperlukan untuk industri dalam negeri beserta alih teknologinya. Apabila-masing-masing negara mengadakan proteksi maka berakibat kedua negara merasa saling dirugikan.</div><div> 2. Paham perdagangan bebas Perdagangan bebas menghendaki kebebasan bersaing tanpa adanya peraturan-peraturan yang mengikat. Karena negara miskin dan negara berkembang kalah bersaing dengan negara-negara maju, perlu pemecahan melalui kerja sama ekonomi antarnegara.</div><div> 3. Usaha mempertahankan harga pasar produk agar harga produk tidak merosot, perlu kerja sama antarnegara penghasil barang industri yang sejenis untuk membatasi jumlah produksi, memberikan standar mutu dan lain-lain.</div><div> 4. Rasa senasib Rasa senasib di antara negara-negara berkembang, yang berekonomi lemah, sebagai penghasil bahan baku industri, dan tempat pemasaran hasil industri negara-negara maju, maka perlu mengadakan kerja sama ekonomi antarnegara berkembang agar mampu meningkatkan dan mengatur hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.<br></div><br></p><p>BADAN-BADAN KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL</p><p>1. Consultative Group on Indonesia (CGI) Keberadaan CGI berakhir pada tahun 2007. CGI merupakan lembaga pemberi bantuan dana pembangunan bagi Indonesia. Lembaga ini dibentuk tahun 1992 untuk menggantikan Inter Governmental Group on Indonesia atau yang di singkat CGI. CGI diketuai oleh Bank Dunia dengan anggotanya terdiri dari Jepang, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Italia, Jerman, Inggris, Kanada dan Prancis.&nbsp;</p><p>2. World Trade Organization (WTO) Tujuan World Trade Organization atau yang disingkat WTO adalah menciptakan kelancaran dalam perdagangan Internasional. WTO dibentuk sebagai pengganti General Agreement Trade and Tariff (GATT). Lembaga ini terbentuk pada tanggal 15 April 1995 di Marakesh, Maroko.&nbsp;</p><p>3. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) OPEC didirikan pada tanggal 14 November 1960. Tujuan OPEC adalah mengadakan pengaturan produksi dan distribusi di antara negara-negara anggota agar terjadi kestabilan harga minyak dunia.</p><p> 4. Islamic Development Bank (IDB) Tujuan utama IDB adalah membantu dan menggalakkan bidang pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara Islam. Cara yang dilakukan yaitu dengan memberikan bantuan pinjaman dengan syarat ringan kepada negara-negara anggota dan masyarakat Islam. IDB ini didirikan pada tanggal 23 April 1975.</p><p> 5. International Monetary Fund (IMF) IMF dibentuk saat penyelenggaraan konferensi internasional di Bretton Woods. New Hampshire tahun 1944. Pembentukan tersebut atas usulan Lord Keynes dan Harry White. Tujuan utama pembentukan IMF adalah menyediakan dana untuk membayar kredit luar negeri dan menjaga kestabilan kurs. Untuk melaksanakan tujuannya, IMF mulai melakukan kegiatannya pada 1 Maret 1947. Saat ini IMF beranggotakan 44 negara. Kantor pusat IMF di Washington DC, Amerika Serikat.</p><p> 6. International Bank of Reconstruction and Development (IBRD) IBRD atau Bank Dunia didirikan pada tanggal 27 Desember 1945. Pusat kegiatannya berada di Washington DC, Amerika Serikat. Tujuan IBRD adalah membantu pembangunan negara-negara setelah Perang Dunia II. Dalam perkembangannya, IBRD juga membantu kemajuan sosial ekonomi negara berkembang.<br><br></p><p>A. Dampak positif kerjasama ekonomi internasional&nbsp;</p><p>1. Memperluas lapangan kerja Kerja sama ekonomi antar negara memungkinkan terjadinya penambahan produksi dan perluasan perusahaan. Perluasan produksi dan perusahaan tersebut tentunya juga membuat kebutuhan tenaga kerja meningkat. Dengan demikian adanya industri baru dapat menyerap tenaga kerja baru dan mengurangi pengangguran.</p><p> 2. Negara dapat memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri Perbedaan sumber daya yang dimiliki oleh setiap negara membuat setiap negara memproduksi barang yang tidak sama dengan kualitas yang berbeda pula. Bahkan ada pula negara yang tidak mampu memproduksi barang tertentu.&nbsp;</p><p>3. Masuknya modal asing ke dalam negeri Kerjasama ekonomi antar negara dapat dijadikan forum untuk mempromosikan potensi ekonomi negara. Hal ini sangat menguntungkan bagi Indonesia, sebab dapat digunakan untuk menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.</p><p> 4. Terjadinya alih teknologi Alih teknologi itu terjadi ketika tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri dikenalkan dengan berbagai teknologi yang mungkin belum ada di Indonesia.&nbsp;</p><p>5. Mempercepat pertumbuhan ekonomi Dengan adanya perluasan pasar sampai ke luar negeri dan alih teknologi secara langsung mempengaruhi produktivitas barang dan jasa. Selain itu akan meningkatkan penerimaan devisa negara sehingga dana pembangunan pun bertambah. Kondisi ini bila berjalan lancar dan dilakukan secara cermat akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.&nbsp;</p><p>6. Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Pertumbuhan ekonomi yang baik dan perluasan lapangan kerja memungkinkan pendapatan masyarakat meningkat, sehingga kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan semakin meningkat pula.</p><p> 7. Memperkuat posisi dan daya tawar Indonesia Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menciptakan penghapusan hambatan-hambatan dalam perdagangan. Hal ini memperlancar kegiatan ekspor impor dan akan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan. Dengan demikian perdagangan dalam negeri akan semakin kuat dan akibatnya memberikan dampak positif bagi perekonomian.&nbsp;</p><p>B. Dampak negatif kerjasama ekonomi internasional Biasanya terjadi kesenjangan sosial dan ekonomi, perbedaan yang mencolok mengenai taraf hidup masyarakat yang kaya dengan masyarakat miskin, antara lain sebagai berikut :&nbsp;</p><p>1. Ketergantungan terhadap negara maju Salah satu bentuk kerja sama antar negara adalah pinjaman modal yang sebenarnya bisa membawa dampak negatif bagi pembangunan ekonomi suatu negara dan menjadikan negara tersebut akan sangat bergantung pada bantuan negara lain.</p><p> 2. Pasar dalam negeri dikuasai produk asing Masuknya produk luar negeri ke Indonesia mengakibatkan hanya produk dalam negeri yang berkualitas saja akan mampu bertahan. Sedang produk yang berkualitas akan kalah bersaing.&nbsp;</p><p>3. Mundurnya perusahaan dalam negeri Hal ini akibat dari maraknya produk luar negeri, sehingga dapat memungkinkan terganggunya stabilitas perusahaan dalam negeri.</p><p> 4. Meningkatnya pengangguran Alih teknologi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan, namun jika di Indonesia penggunaannya secara serentak, akan menyebabkan terjadinya PHK. Tenaga kerja dituntut memiliki kompetensi tinggi agar mampu bersaing dan mengisi lapangan kerja, mereka yang tidak memiliki kemampuan akan kalah bersaing dan kehilangan pekerjaan. Maka dari itu, untuk ke depannya&nbsp;skill&nbsp;sangat dibutuhkan dari pada sekedar selembar ijazah yang tidak menjamin kinerja yang baik bagi pemiliknya. 5. Banyaknya TKI ilegal Keberhasilan TKI dalam meningkatkan taraf hidup, mendorong tenaga kerja lain menjadi TKI. Berbagai cara mereka lakukan agar dapat bekerja di luar negeri, bahkan tanpa melalui prosedur yang seharusnya. TKI ilegal dapat merugikan diri sendiri, selain itu juga akan mencoreng nama baik bangsa Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-24 01:29:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/66719394</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/67502938</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok : </p><p>R.wiranto ade putra</p><p>A.muh.Amin rais darwis</p><p>Panca ramadhan</p><p>Wisnu hadi</p><p>RUMUSAN MASALAH : </p><p>1. Jelaskan pengertian kerja sama ekonomi internasional

2. Apa faktor pendorong kerjasama ekonomi internasional

3. Sebutkan dan jelaskan bentuk bentuk kerjasama ekonomi internasional

4. Sebutkan manfaat kerjasama ekonomi internasional

5. Sebutkan lembaga lembaga kerjasama ekonomi internasional

6.sebutkan dampak positif kerja sama ekonomi internasional

7 .Sebutkan dampak negatif kerja sama ekonomi internasional</p><p>TUJUAN :&nbsp;</p><p>1. Untuk mengetahui pengertian kerja sama ekonomi internasional

2. Untuk mengetahui faktor pendorong kerjasama ekonomi internasional

3. Untuk mengetahui bentuk bentuk kerjasama ekonomi internasional

4. Mengetahui manfaat kerjasama ekonomi internasional

5. Mengetahui lembaga lembaga kerjasama ekonomi internasional

6. mengetahui  dampak positif kerja sama ekonomi internasional

7 . Mengetahui dampak negatif kerja sama ekonomi internasional
<br></p><p>PEMBAHASAN :&nbsp;</p><p>1. Pengertian</p><p>Kerja sama ekonomi inernasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Kerja sama tersebut dapat terjadi hanya melibatkan dua negara saja maupun lebih. Dalam lingkup kehidupan bernegara. Saat ini hampir tidak ada negara yang dapat hidup sendiri. Suatu   negara pasti membutuhkan kerja sama ekonomi dengan negara lain. &nbsp;
</p><p>2. Faktor pendorong kerjasama ekonomi internasional</p><p>*Terbatasnya Kemampuan Negara dalam Memproduksi Barang dan Jasa. Jenis barang dan jasa yang dibutuhkan penduduk suatu negara sangat beragam. Di sisi lain, kemampuan untuk memenuhi semua kebutuhan itu terbatas. Penyebabnya antara lain tidak memiliki sumber daya alam atau teknologi. Untuk mengatasinya, negara tersebut melakukan perdagangan dengan negara lain.</p><p>*Perbedaan Sumber Daya Alam, Iklim, dan Sosial Budaya. Faktor-faktor alami yang dimiliki tiap-tiap negara tidaklah sama. Contohnya, sumb<span style="font-size: 13px;">er daya alam, iklim, dan keadaan sosial budaya di Indonesia berbeda dengan Jepang. Indonesia bisa menghasilkan kayu tropis yang berdiameter tebal, sedangkan Jepang tidak.</span></p><p><span style="font-size: 13px;">*Tuntutan Era Globalisasi.&nbsp;Era globalisasi menyebabkan tidak ada satu negara di dunia yang dapat hidup sendiri. Kemajuan teknologi menyebabkan&nbsp;batas-batas negara seolah menjadi kabur. Globalisasi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kerja sama ekonomi.</span></p><p><span style="font-size: 13px;">*Keinginan Membuka Kerja Sama, Hubungan Politik, dan Dukungan dari Negara Lain.Selain keuntungan yang bersifat ekonomi, kerja sama didasari faktor nonekonomi. Setiap negara yang berdaulat pasti ingin membuka kerja sama, hubungan politik, dan dukungan negara lain.</span></p><p><span style="font-size: 13px;">*Keinginan Memperoleh Keuntungan dan Meningkatkan Pendapatan Negara. Setiap kerja sama ekonomi yang dijalankan Indonesia pada dasarnya dilandasi keinginan untuk memperoleh keuntungan. Bentuk keuntungan misalnya pemasukan devisa negara dari kegiatan ekspor. Indonesia tengah menggalakkan ekspor komoditas nonmigas, misalnya barang-barang kerajinan. Selain devisa, keuntungan dalam kerja sama juga berupa transfer teknologi dan keahlian dari negara maju.</span></p><p><span style="font-size: 13px;">3. Bentuk kerjasama ekonomi internasional</span></p><p>a. Kerja Sama Bilateral

Kerja sama bilateral adalah sebuah bentuk kerja sama yang melibatkan dua negara di dunia. Misalnya kerja sama antara Indonesia dengan Republik Korea dalam bidang ekonomi dan teknik.

b. Kerja Sama Regional

Kerja sama regional adalah bentuk kerja sama yang terjalin&amp; antara beberapa negara dalam satu wilayah atau kawasan. Kerja sama ini tidak dapat dilepaskan dari persamaan lokasi, historis geografis, teknik, sumber daya alam, dan pemasaran. Misalnya ASEAN di wilayah Asia Tenggara, APEC di wilayah Asia Pasifik, dan MEE di wilayah Eropa.

c. Kerja Sama Sub-Regional

Kerja sama subregional dilakukan oleh beberapa negara di dalam subkawasan. Misalnya kerja sama tiga negara antara Belgia, Belanda, dan Luksemburg. Kerja sama ini dikenal dengan Benelux. Di kawasan Asia Tenggara juga terjalin kerja sama antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Bentuk kerja sama ini berupa kerja sama pertumbuhan ekonomi atau Growth Triangle (IMT-GT). &nbsp;

d. Kerja Sama Antarregional

Kerja sama antarregional adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan dengan beberapa negara di kawasan lain. Misalnya negara-negara Uni Eropa menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN.

e. Kerja Sama Multilateral

Kerja sama multilateral adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara di dunia tanpa memandang batas wilayah tertentu. Kerja sama ini bersifat global atau internasional. Misalnya, WTO, PBB, Bank Dunia, ILO, WHO, dan UNDP.
<br></p><p>4. Manfaat kerjasama ekonomi internasional</p><p>*&nbsp;&nbsp;&nbsp;Kemajuan perekonomian, hal ini dapat dilihat dari aktivitas ekspor-impor barang dan jasa. Semakin tinggi nilai ekspornya, devisa negara semakin banyak.

*&nbsp;&nbsp;&nbsp;Semakin banyak barang yang di ekspor ke luar negeri menuntut tenaga kerja untuk meningkatkan kecerdasan, ketrampilan, dan kreativitasnya. Dengan demikian, kualitas tenaga kerja Indonesia semakin meningkat.

*&nbsp;&nbsp;Tingginya permintaan barang dan jasa untuk dalam dan luar negeri dapat menekan harga pokok per unit produksi.

*&nbsp;&nbsp;&nbsp;Indonesia dapat memperoleh kemudahan mendapatkan bahan baku dan bahan penolong yang diperlukan untuk proses produksi.

*&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Kerjasama dalam berbagai bidang ekonomi dapat membuka lapangan kerja baru sehingga dapat menurunkan angka pengangguran dan angka kemiskinan.

*&nbsp;&nbsp;Kegiatan ekonomi di Indonesia dapat berkembang karena masuknya modal asing.

*&nbsp;&nbsp;Indonesia mempunyai kesempatan untuk menimba ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara maju.

*&nbsp;&nbsp;Negara dapat mengimpor barang-barang tertentu yang akan mahal bila di produksi sendiri.

*&nbsp;&nbsp;&nbsp;Dapat memperkuat daya tawar dan posisi Indonesia di dunia internasional.</p><p>5. Lembaga kerjasama ekonomi internasional</p><p>-&nbsp;IMF&nbsp;(International Monetary Fund) adalah lembaga keuangan internasional yg didirikan untuk menciptakan stabilitas keuangan internasional.

-&nbsp;OPEC&nbsp;(Organization of the Petroleum Exporting) adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak. Organisasi ini bertujuan mengatur produksi dan pemasaran minyak di negara anggota.

-&nbsp;WTO&nbsp;(World Trade Organization) atau Organisasi Perdagangan Dunia adalah badan yang menangani masalah perdagangan antarnegara.

-&nbsp;FAO&nbsp;(Food Agricultural &amp; Organization) adalah organisasi yang bertujuan antara lain memajukan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas bahan makanan, mengurangi bahaya kelaparan, serta mempromosikan kegiatan pembangunan di perdesaan.

-&nbsp;IFC&nbsp;(International Financial Corporation) adalah badan dunia dalam bidang keuangan yang memberikan bantuan modal kepada sektor swasta.

- UNDP&nbsp;(United Nations Development Programme) adalah organisasi multilateral yang paling besar memberi bantuan teknis dan pembangunan di dunia.

-&nbsp;UNIDO&nbsp;(United Nations Industrial Development Organization) adalah sebuah badan khusus PBB yg didirikan untuk mempromosikan dan mempercepat perkembangan industrial di negara-negara berkembang &amp; negara-negara yg sedang dalam masa transisi ekonomi.

- OECD&nbsp;(Organisation for economic co-operation and development) adalah organisasi untuk kerjasama dan pembangunan ekonomi. Merupakan organisasi internasional yg menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas.

6. Dampak positif</p><p>-Negara dapat memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri</p><p>-Memperluas pasar bagi produk dalam negeri</p><p>-Memperluas lapangan kerja</p><p>-Menghasilkan devisa</p><p>-Menambah pendapatan negara</p><p>-Menghilangkan hambatan perdagangan internasional</p><p>-Mempercepat pertumbuhan ekonomi</p><p>-Meningkatkan kesejahteraan masyarakat</p><p>-Terjadinya alih teknologi</p><p>-Masuknya modal asing kedalam negeri
</p><p>7. Dampak negatif</p><p>- Ketergantungan terhadap bantuan negara lain</p><p>- Salah peneratan atas penggunaan teknologi</p><p>- pasar dalam negeri dikuasai produk asing</p><p>- Perusahaan dalam negeri yang tidak mampu bersaing akan bangkrut</p><p>- Meningkatnya pengangguran</p><p>- Banyaknya TKI ilegal</p><p>KESIMPULAN</p><p>kerjasama ekonomi internasional adalah kerja sama antara kedua negara  atau lebih dalam bidang ekonomi. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahtraan bersama, dengan adanya kerjasama ekonomi internasional mempercepat proses perkembanagan ekonomi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-08-28 09:30:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/67502938</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/1065847274</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.etonline.com/media/video/kim_kardashian_posts_jaw_dropping_twerking_video-196164" />
         <pubDate>2021-01-08 02:31:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/1065847274</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/1108514518</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=SqAyPSXIHvY" />
         <pubDate>2021-01-21 05:07:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmaabduh1/bkfpdii3l06z/wish/1108514518</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
