<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>My Reflection on Pharmaceutical Biology Course 2024 by hertiani hertiani</title>
      <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva</link>
      <description>Please share your reflection on how far the sessions of this course deliver you to achieve your learning outcome</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-23 03:32:24 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-01 12:08:39 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kesan dan Pesan yang didapatkan selama Perkuliahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3132946305</link>
         <description><![CDATA[<p>Selama ini saya menganggap obat herbal dan kamu khas Indonesia inferior daripada obat konvensional. Semenjak saya belajar di kuliah ini saya menemukan bahwa herbal juga dipilih dan digunakan berdasarkan pengetahuan nenek moyang dari mengamati kehidupan sekitar. Saya akhirnya menyadari bahwa ramuan tradisional berharga jauh lebih mahal daripada obat konvensional mengingat untuk memperoleh nya diperlukan waktu beratus-ratus tahun lamanya. Pengetahuan yang saya dapatkan mengajarkan saya untuk lebih menggali potensi sekitar sebagai tanaman obat, tidak perlu diisolasi, tetapi dalam bentuk campuran, dalam penjagaan kesehatan yang holistik. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-23 10:05:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3132946305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3132997371</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelum mengikuti perkuliahan ini, saya merasa penggolongan jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka hanya dibedakan berdasarkan jenis ekstrak (terstandar/belum) dan uji yang telah dilewati (empiris/pra/klinis). Namun ternyata, dibalik hal tersebut terdapat banyak aspek lain yang menjadi latarbelakang suatu golongan obat herbal.  Meskipun terdapat obat herbal dari golongan yg sama, proses ekstraksi dan beberapa hal didalamnya akan dapat sangat berbeda tergantung filosofi perusahaan, efisiensi, kebutuhan dan tujuan produksi. Saya juga belajar untuk tidak melihat dengan sebelah mata suatu kebiasaan/budaya penggunaan herbal di masyarakat yang mungkin belum terbukti secara sains, namun mencoba memahaminya dari kacamata lain. Melalui perkuliahan ini, saya mendapat banyak sudut pandang baru untuk merumuskan riset terkait ekstraksi bahan alam yang akan saya aplikasian dalam tesis. Terimakasih ibu.</p><p>--hana</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-23 10:40:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3132997371</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3133472658</link>
         <description><![CDATA[<p>Diawal saya bertanya-tanya apakah Biologi Farmasi pada jenjang ini akan sama seperti saat S1 dulu, karena menurut saya Biologi Farmasi itu cukup luas cakupan materinya. Pertanyaan tersebut perlahan terjawab, dalam mata kuliah ini sedikit banyak memang bersinggungan dengan materi yang sudah didapatkan saat S1 namun pada jenjang ini kita diajarkan bagaimana pola pikir kita dalam menyusun/mengaplikasikan/menganalisa sebuah riset yang berkaitan dengan biologi farmasi yang mana sejauh ini berkaitan dengan herbal/sumber daya alam lainnya. Kita juga diajarkan bagaimana menelaah sebuah riset atau kasus dengan sudut pandang yang holistik. Topik tentang "Tolak Angin vs Antangin" yang kelihatannya hanya sebuah produk ternyata menyimpan banyak  makna yang terpendam, yang sebelumnya tidak terfikirkan ketika melihat produk tersebut sekarang akan selalu mengingat makna tersebut setiap kali melihat Tolak Angin dan Antangin. Terima kasih Bu :)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-23 14:22:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3133472658</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3135439279</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah mengikuti kuliah ini saya mendapatkan pemahaman yang lebih dalam terkait pemilihan bahan alam terutama pada drug discovery, perkuliahan yang disampaikan mudah dipahami karena banyaknya contoh yang di berikan dan membuat pikiran saya lebih terbuka terkait penggunaan bahan alam dalam penelitian yang akan saya ambil. Terimakasih ibu atas ilmu yang di berikan </p><p>-Afiyah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 10:58:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3135439279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>My reflections on the Pharmaceutical Biology Course as it takes me onward to achieving my Learning Outcomes (Jackson) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3135549277</link>
         <description><![CDATA[<p>Pharmaceutical Biology Course has been a great experience to me especially for someone who had no background in pharmacy. This course was taught mainly in Bahasa Indonesia, the course had a bit immersed me; nonetheless, constant help from my lecturer and classmates who explained in English for me to catchup the teachings, even engaging within intensive group discussions which I used to counterbalance the pace of the lessons and comprehend all materials. These informative sessions where we did brainstorming on some herbal medicines (Antangin and Tolak-angin) enabled me to comprehend certain ideas connected with natural pharmaceutical science, qualitative drug invention, and standardization better.</p><p><br></p><p>From the course, I benefited from exposure to several metabolite structures and their significance in the discovery of drugs from herbs. The nuts and bolts of how the choice of raw material influences the nature and efficacy of the herbal drugs became clear as well as how the concept of standardization of the said raw materials were vital in the process. Learning outcomes of this course I was able to achieve are as follows: Concerning the use of natural pharmaceutical science theories into practice in research, and; regarding the formulation and planning of projects on production and standardization of medicinal plants.</p><p><br></p><p>It will be important when I apply these theories and concepts in my future researches because of the ground work laid down by this course. Thanks to the knowledge of this course, I could feel ready and competent enough to conduct research on the production of herbal medicine and be able to make the work done according to the scientific principles of scientific research that aim at making quality and standard herbal medicines and drugs.</p><p><br></p><p>Thus, it is possible to underline that the course enlarged not only the perspective of the scientific information, which I received, but also contributed to my language practices in order to attain the learning and understanding outcomes. As to the mentioned ideas, I am eager to apply them as a useful input into my upcoming research as well as make contribution into the development of natural medicine perspectives.</p><p><br></p><p>I do appreciate your facilitation Bu🙏🏼</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 12:09:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3135549277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3135839595</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelum mengikuti perkuliahan ini, saya mengira bahwa mata kuliah ini akan membahas aspek biologi farmasi secara teoritis semata. Namun, setelah perkuliahan dimulai, kami disuguhkan berbagai sesi brainstorming yang komprehensif terkait penemuan obat bahan alam. Tidak hanya membahas teori, perkuliahan ini juga menyoroti penerapan praktis dalam penemuan dan formulasi obat di lapangan. Misalnya, melalui studi kasus perbandingan antara sediaan sirup OHT Tolak Angin dan Antangin, serta perbandingan antara sirup OHT Antangin dengan bentuk Jamu tablet, mahasiswa didorong untuk mengkaji secara kritis keunggulan dan kekurangan masing-masing formulasi dari perspektif biologi farmasi. Hal ini memberikan wawasan baru bagi kami sebagai mahasiswa untuk lebih kritis dalam menganalisis mengenai permasalahan nyata yang ada di lapangan. Pendekatan ini tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga merangsang kemampuan berpikir analitis dalam menghadapi permasalahan farmasi yang ada di masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh akan menjadi landasan penting bagi saya untuk lebih mendalami potensi pengembangan tanaman obat di Indonesia, terutama yang belum banyak diteliti, dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah. Terima kasih atas ilmu yang telah diberikan, Ibu.</p><p>-Aditya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 14:22:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3135839595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi
</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3137055323</link>
         <description><![CDATA[<p>Awal sebelum mengikuti perkuliahan biologi farmasi, saya menganggap bahwa nantinya perkuliahan ini akan dibawakan secara teoritis dan tidak banyak berdiskusi. Saya juga mengira bahwa penemuan obat baru (drug discovery) bahan alam sangat sulit dipelajari karena pendekatan yang rumit dan bahasa yang tidak mudah dipahami. Selain itu, saya juga mengira bahwa penggolongan obat herbal hanya sebatas jamu, OHT, dan Fitofarmaka yang dibedakan berdasarkan empiris, uji pra klinik, dan uji klinik. Namun, setelah mengikuti perkuliahan biologi farmasi ini, ternyata pembelajaran dilakukan secara menarik dan menyenangkan dengan banyak berdiskusi mengenai kasus penemuan bahan alam, mempelajari ekstraksi dengan disuguhkan studi kasus mengenai perbedaan cara ekstraksi serta formulai tolak angin dan antangin (sirup, tablet) serta pembelajaran tidak hanya textbook semata namun juga melalui video yang dapat membuka pengetahuan dan pemikiran saya dalam penelitian yang nantinya saya ambil pada tesis. Pendekatan penemuan obat bahan alam lebih mudah dipahami dan saya jadi banyak mempelajari bagaimana bahan alam digunakan di Indonesia sejak nenek moyang dan tidak memandang rendah kebiasaan masyarakat yang percaya penggunaan bahan alam disekitar untuk pengobatan karena ternyata dapat dibuktikan secara ilmiah. Pengetahuan tersebut dapat memotivasi saya untuk menggali dan mengembangkan penggunaan bahan alam yang belum banyak diteliti dengan pendekatan berbasis saintifik. Terimakasih atas ilmu yang diberikan, Ibu. Semoga sehat selalu.</p><p>- Sukma</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-25 03:08:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3137055323</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Sesi Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3138101587</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak insight baru yang saya dapatkan setelah mengikuti perkuliahan. Saya kira awalnya semua obat/API merupakan produk sintesis kimia, tenyata juga banyak API yang berasal dari isolat bahan alam. Kemudian, meskipun obat herbal ramuan tradisional, tetapi pengolahannya juga telah menggunakan teknologi ekstraksi (hingga analisis) dengan proses yang tejaga. Saya juga mengira awalnya pengembangan obat dari ekstrak harus mengikuti satu prosedur berurutan yang spesifik,yang ternyata tidak demikian.  Prosedur/cara pengolahan obat tergantung dari perusahaan sesuai kebutuhannya dengan tetap menjaga kualitas. Kemudian, pengembangan obat juga dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, yang awalnya saya kira hanya berdasarkan penggunaan empiris dan kandungan senyawa bahan alamnya. Saya juga baru menyadari, teori-teori dalam ilmu farmsi atau yang terkait merupakan saintifikasi dari pengetahuan/pengalaman nenek moyang terdahulu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-25 13:03:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3138101587</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3138334357</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagi mahasiswa “old school” seperti saya ini (sudah old tapi nekat lanjut school), membayangkan kuliah Biologi Farmasi seperti di S-1 yang sudah belasan tahun yang lalu, sepertinya akan sangat sulit dan menantang sekali. Namun, wow! Ternyata jauh dari apa yang saya bayangkan. Materi kuliah yang dibahas sangat aplikatif, tidak berkutat pada teori-teori, sehingga kita tau dan memahami bagaimana penerapannya.</p><p><br/></p><p>Pengantar yang disampaikan pada perkuliahan pertama (Analisis Bahan Alam) sangat general sekali, sangat membantu dalam merefresh pengetahuan-pengetahuan yang dulu pernah didapatkan dan penjelasannya mudah dipahami. Sehingga ketika dilanjutkan dengan diskusi review artikel mengenai aplikasi ilmu Biologi Farmasi, kita dapat menghubungkan benang merahnya, terutama pada upaya untuk pengembangan dan penemuan obat baru dari bahan alam. Baik itu mengenai metode ekstraksi, senyawa fitokimia, gugus fungsi yang bertanggung jawab terhadap aktivitas farmakologis, hingga pengujiannya secara in vitro maupun in vivo. Diskusi interaktif antar kelompok yang dipandu oleh Dosen (Prof. Erna) dapat menambah pemahaman kami terkait materi yang disampaikan. Bagi saya pribadi, setelah mengikuti materi topik Analisis Bahan Alam ini, saya mendapatkan pengetahuan baru terkait gugus fungsi-aktivitas biologis dan instrumen yang dipergunakan, seperti HPLC, spektrometri inframerah dan spektrometri massa.</p><p><br/></p><p>Materi perkuliahan selanjutnya oleh Dosen Prof. Triana sangat membuka wawasan sekali, terutama bagi saya yang sudah sangat lama tidak mengikuti perkembangan pada penemuan dan pengembangan obat dari bahan alam. Brainstorming yang dilakukan sangat luar biasa. Dilakukan penggalian informasi dasar terkait metabolit sekunder, isolat, sampai senyawa sintesis dari bahan alam yang sudah digunakan sebagai obat. Metode yang digunakan sangat interaktif, sehingga kami para mahasiswa sangat antusias untuk mengikuti. </p><p><br/></p><p>Pada topik ini, saya mendapatkan pengetahuan baru terkait jalur penemuan dan pengembangan obat, mulai dari jalur etnomedicine, chemical echology, random, dan data mining. Kelebihan, kekurangan, dan tantangan pada masing-masing jalur ini juga dibahas dan didiskusikan secara interaktif, sehingga dapat lebih mudah dipahami. Saya terkesan dengan jalur data mining, karena saya belum pernah mendapatkan pengetahuan ini pada S-1 sebelumnya. Ternyata untuk pengembangan obat, terutama repurposing senyawa aktif yang sudah ada, akan sangat terbantu sekali dengan menggunakan data mining.</p><p>Topik pengembangan riset obat herbal juga tidak kalah seru. Mulai dari tantangan pengembangan obat etnomedicine yang bersifat holistic hingga menjadi obat medis modern yang lebih bersifat simtomatis. Disain riset obat herbal juga disajikan dengan menggunakan contoh yang sangat familiar dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu dengan menggunakan contoh Tolak Angin vs Antangin. Hal-hal yang sebelumnya tidak kita pikirkan atau kita perhatikan dapat menjadi wawasan baru setelah dilakukan diskusi dan pembahasan. Mulai dari metode ekstraksi, kandungan bahan, bentuk sediaan, hingga tantangan dalam proses pemastian mutunya.</p><p><br/></p><p>Bagi saya, tidak ada kata terlalu tua untuk memulai, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Sebab perubahan terjadi karena kita mau belajar. &nbsp;</p><p>Terimakasih telah membantu proses pembelajaran kami sehingga menjadi lebih mudah untuk memahami materi Biologi Farmasi ini. Semoga ilmu dan wawasan baru yang telah diberikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir tak lekang waktu.</p><p><br/></p><p>Terimakasih dari hati kami yang terdalam.</p><p>-Anggoro Praja Mukti-</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-25 14:54:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3138334357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3138467023</link>
         <description><![CDATA[<p>Selama perkuliahan mengenai mata kuliah biologi farmasi, saya mendapatkan banyak pelajaran yang baru terutama mengenai drug discovery ternyata untuk pengembangkan obat dilakukan dengan beberapa pendekatan, dan juga mengenai proses pembuatan obat herbal hingga sampai kemasyarakat luas, dan juga untuk formulasinya terutama dalam penelitian saya baru mengetahui ternyata bisa digunakan ekstak yang sudah jadi/dibeli akan tetapi harus disesuaikan dan ditentukan/ dibicarakan kepada pihak indsutri untuk sediaan dan metodenya agar ekstrak yang dibeli ini bisa disesuaikan dan mendapatkan hasil akhir yang sesuai. Kurang lebih itu saja prof yang dapat saya sampaikan, sebenarnya banyak hal yang saya dapat selama perkuliahan prof, akan tetapi hanya itu saja yang saya sampaikan. Terima kasih prof atas ilmu yang telah dibagikan kepada kami. Semoga prof sehat selalu.</p><p>-Firman Oktivendra</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-25 16:04:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3138467023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139005960</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelumnya terimakasih ibu atas ilmu yang sudah diberikan kepada kami, semoga bisa menjadikan jariyah ibu kelak. amiin. Tak lupa, semoga selalu sehat, berkah dan barokah. </p><p><br/></p><p>Setelah mengikuti kelas Biologi Farmasi dari Prof Triana, saya mendapatkan pemahaman dan insight mengenai obat bahan alam, drug discovery, dan pengembangan obat dimana semua materi tersebut adalah materi baru bagi saya dengan background pendidikan dari Kimia. Sempat menjadi struggle tersendiri apakah saya bisa mengikuti kelas Biologi Farmasi. Namun, dengan penerapan kelas yang aktif-responsif serta banyak studi kasus yang ibu berikan diantaranya mengenai pendekatan penemuan obat bahan seperti etnomedicine, data minning, chemical ecologi, dan random screening untuk memprediksikan metode pendekatan yang mana yang cocok dalam penemuan obat herbal versi saya. Paparan dan penyampaian materi dengan bahasa yang jelas, lugas membuat saya paham dan mengerti output dari  topik pendekatan penemuan obat herbal. Selain itu saya juga bisa belajar mengenai bagaimana memprediksikan obat herbal (OHT) dan jamu diproduksi seperti teknik-teknik dalam mengisolasi ekstrak bahan yang digunakan dalam sediaan obat herbal (OHT)  dan jamu dari merek di sekitar. Bagaimana cara mendapat ekstrak yang benar-benar bagus dan sesuai dengan standar fitofarmaka melalui studi kasus. Demikian, refleksi menurut saya pribadi ibu. Sekali lagi, terimakasih atas ilmu yang sudah prof berikan dan tularkan kepada kami. </p><p>-win-</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-25 22:58:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139005960</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139488481</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah mengikuti perkuliahan biologi farmasi saya mampu mengintegrasi teori dan aplikasi tentang analisis bahan berdasarkan karakteristik senyawa bahan alam dengan diberikan penugasan presentasi serta memberikan kesempatan bagi saya dalam belajar menjadi presenter yang baik. selain itu saya mampu memahami cara pengembangan obat dan mendesain riset terkait produksi obat herbal dan standarisasinya. hal tersebut di peroleh dari diskusi cara pengembangan obat meliputi : etnomedisin, data mining, random skrining, chemical ecology. serta dalam standarisasi diberikan melalui diskusi perbedaan dari tolak angin dan antangin maupun alasan dari pembuatan sediaan tablet tolak angin .</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2798520443/41a60804167f8a1fe3940cfd4597e0de/photo.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-26 03:50:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139488481</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139522225</link>
         <description><![CDATA[<p>Selama saya mengikuti perkuliahan biologi farmasi saya dapat mengetahui mengenai tren riset yang ada dalam bidang biologi farmasi serta dapat mengetahui drug discovery dari bahan alam sehingga dapat menambah wawasan saya. Metode perkuliahan juga sangat menarik dan sangat aplikatif sehingga mahasiswa sangat antusias mengikutinya. Terimakasih banyak atas ilmu yang diberikan, semoga kita semua diberikan kesehatan dan kebahagian.</p><p>-Yoga-</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 04:17:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139522225</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Terkait Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139539771</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelum perkulihan ini, saya lebih memahami bahan alam untuk drug discovery dibanding untuk herbal medicine. Menurut saya sebelum perkuliahan ini, herbal medicine kurang memiliki prospek ke depan. Di perkuliahan ini, kami belajar drug discovery melalui pendekatan ethnomedicine, chemical ecology, random screeening, dan data mining. Semua pendekatan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Pada drug discovery dari bahan alam, kita mencari single lead compound untuk protein target yang berperan dalam penyakit yang ingin diteliti sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi simptom dari penyakit yang yang diteliti. Sedangkan pada perkuliahan terkait  pengembangan herbal medicine, kita memahami apabila herbal medicine hanya boleh dalam bentuk mixture compound (ekstrak) yang memberikan efek terapetik secara holistik. Mungkin ekstrak tidak memberikan efek langsung terhadap protein target pada penyakit tetapi simptom lain yang menyertai penyakit. Ekstraksi untuk herbal medicine dapat dilakukan terpisah masing simplisia atau dicampur lalu dilakukan ekstraksi secara bersama. Ekstrak untuk formulasi herbal medicine perlu dilakukan standarisasi sesuai dengan bentuk sediaan yang akan dibuat.</p><p>Setelah perkuliahan ini, saya memperoleh pemahaman lebih bahwa drug discovery maupun herbal medicine dari bahan alam sama-sama berperan penting untuk terapi suatu penyakit</p><p>-Bakti Wahyu Saputra</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 04:30:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139539771</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mengenal Lebih dalam terkait Potensi Bahan Alam Indonesia dan Bagaimana Mengolahnya untuk Refleksi Perkuliahan dalam Mencapai Hasil Pembelajaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139548978</link>
         <description><![CDATA[<p>"Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang harus dimanfaatkan oleh warga Indonesia itu sendiri untuk dunia dalam penelitian drug discovery" Berikut adalah sepatah kata penutup oleh Prof. Triana. Dari 3 pertemuan telah dijelaskan bagaimana kita bisa mengelola potensi dari bahan alam di Indonesia. Melalui studi diskusi saya merasakan belajar banyak dan membangun kembali ingatan terkait kuliah biologi farmasi di S1 terkait berbagai pendekatan dari studi etnomedisin hingga menggunakan database dapat digunakan untuk mempercepat proses <em>Natural Drug Discovery</em> dan <em>Drug Development</em> dan dapat digunakan untuk saling memperkuat hasil riset. Setelah belajar terkait studi pustaka, penambahan wawasan terkait ekstraksi dari kualitas kontrol didapatkan dari obat tradisional dari 2 produk yang memiliki perbedaan industri. Kedua produk yang memiliki tujuan yang sama memiliki banyak perbedaan yang dapat diamati dari segi produksi hingga kontrol kualitas yang dilakukan dari jamu, obat herbal tradisional, dan fitofarmaka.</p><p>Dari pertemuan / kuliah singkat ini, saya belajar banyak terkait <em>“how to”</em> riset menggunakan bahan alam, terutama Indonesia yang masih banyak potensi yang bisa dilakukan eksplorasi dan juga potensinya. Saya juga belajar terkait alur / timeline dan aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang penelitian drug discovery tidak terbatas hanya untuk herbal namun dapat diaplikasikan pada bahan alam lain dari hewan maupun mikroorganisme, dimana berhubungan dengan rencana penelitian saya kedepannya untuk fokus dalam terapi sel. Sel manusia yang bersifat "alami" dan dimodifikasi dari bagian manusia yang tidak digunakan berpotensi digunakan sebagai terapi. Studi yang dikembangkan terkait terapi sel memerlukan formulasi, proses produksi, dan standarisasi dari terapi sel dalam mencari efektivitas dan keamanan penggunaan terapi sel pada manusia. Dari kuliah ini saya mendapatkan aspek-aspek penting yang dibutuhkan dalam drug discovery. </p><p>Terima kasih Prof. Triana atas ilmu dan <em>insight </em>yang telah diberikan dalam pertemuan singkat ini. Berdoa yang terbaik untuk kita semua.</p><p>-Salsa</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 04:36:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139548978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139615930</link>
         <description><![CDATA[<p>Melalui matakuliah Biologi Farmasi, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru mulai dari teori-teori dasar yang berkaitan dengan biologi farmasi hingga aplikasinya secara langsung. Saya mendapatkan pengetahuan mengenai pendekatan-pendekatan untuk penemuan obat dari bahan alam, mulai dari kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pendekatan hingga cara pemilihan pendekatan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Saya juga belajar bagaimana pendekatan-pendekatan tersebut digunakan dalam penelitian melalui studi jurnal. Melalui kuliah ini saya juga mendapatkan pengetahuan mengenai perbedaan antara jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka serta aplikasinya dalam industri. Metode pembelajaran yang digunakan juga menarik dan beragam. Produk antangin dan tolak angin yang saya kira hanya berbeda merk, ternyata memiliki perbedaan yang cukup mendalam. Mulai dari pemilihan bahan, metode ekstraksinya, hingga formulasinya. Materi-materi yang saya dapatkan selama kuliah ini akan sangat bermanfaat bagi penelitian saya nantinya.</p><p>Terima kasih untuk ilmu yang telah diberikan, Bu.</p><p>-Rani</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 05:17:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139615930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesan dan Pesan Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139794244</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai lulusan Kimia, saya banyak mendapat insight baru yang menarik selama perkuliahan Biologi Farmasi ini. Khususnya, topik tentang etnomedisin dan obat-obatan herbal Indonesia. Dari situ, saya menyadari bahwa etnomedisin merupakan cikal-bakal dari pengembangan obat sintetik. Saya juga menyadari bahwa ternyata pengembangan obat bahan alam tidak hanya sebatas dari tanaman, namun juga bisa berasal dari mikroorganisme lain, misalnya Alga. Sehingga, sudah sepatutnya kita berbangga sebagai warga Indonesia karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dan berpotensi untuk dapat memproduksi obat herbalnya sendiri dalam cakupan yang lebih luas.</p><p>Selain itu, saya juga sangat menikmati proses belajar selama di kelas, yang mana dilakukan dengan metode FGD dan diskusi dua arah dengan pendekatan yang realistis namun mendalam. Hal ini membuat saya lebih mudah memahami materi.</p><p>Last but not least, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bu Triana yang sudah membagikan ilmu dan pengetahuannya kepada kami. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi kami ke depannya dan semoga menjadi kebaikan untuk semuanya &lt;3</p><p>-Amalia</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 07:02:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3139794244</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi selama mengikuti perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3140109094</link>
         <description><![CDATA[<p>Selama perkuliahan ini, saya pribadi mendapatkan pengalaman berharga yang membuka pemikiran saya tentang pengembangan dan penelitian terkait bidang Biologi Farmasi terutama pemahaman tentang pendekatan Etnomedisin, chemical ecology, random screening dan data mining dalam Drug Discovery. Hal tersebut memotivasi saya untuk memperdalam wawasan terkait Drug Discovery, dan adanya diskusi dapat menjadi fondasi bagi saya untuk memikirkan tentang pentingnya drug discovery berbasis bahan alam terhadap perkembangan Farmasi. Selain itu, diskusi dan wawasan terkait Pengembangan obat herbal juga sangat bermanfaat, yang memperluas pemikiran saya dalam memahami ide, gagasan, dan alur untuk mengembangkan obat tradisional. Kuliah yang diberikan oleh Prof. Erna dan Prof Triana memotivasi saya dan teman-teman MIF untuk memperdalam pengetahuan terkait Biologi Farmasi. Terimakasih atas kesempatan dan diskusi yang diberikan, semoga Biologi Farmasi UGM dapat terus berinovasi dan memotivasi banyak orang. Salam hormat,</p><p>-Fajar</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 10:23:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3140109094</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3140168482</link>
         <description><![CDATA[<p>Selama perkuliahan Biologi Farmasi, saya mendapatkan insight tentang potensi yang luar biasa dari bahan alam yang dimiliki oleh negara Indonesia ini. Bahan alam tersebut dapat dimanfaatkan dalam penemuan senyawa aktif obat dan pengembangan obat herbal. Belajar mengenai <em>drug discovery</em> mulai dari beberapa metode pendekatan yang bisa dipilih seperti ethnomedicin, chemical ecology, data mining, dan random screening serta melihat dari aspek kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain itu juga berdiskusi, belajar menganalisis, dan mengkaji secara mendalam terkait perbandingan dari dua produk yaitu antangin dan tolak angin mulai dari perbedaan, metode pembuatan ekstraksi, dan formulasinya. Terimakasih ibu atas ilmunya. Ilmu yang diberikan membuka jalan bagi untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait potensi pengembangan obat dari bahan alam terutama dalam penelitian tesis saya.</p><p>-anita</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 11:09:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3140168482</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3140353927</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengikuti perkuliahan Biologi Farmasi menjadi tantangan tersendiri bagi saya yang merupakan lulusan S1 Kimia. Banyak istilah kefarmasian yang baru saya dengar dan ketahui. Namun dengan metode pembelajaran diskusi kelompok, diskusi dua arah, saya bisa memahami terkait aplikasi dari biologi farmasi terutama bahan alam. Perkuliahan pertama diampu oleh Prof. Erna dengan pendahuluan materi yang general dan penyampaian yang cukup mudah dipahami. Banyak sekali wawasan baru yang saya peroleh, seperti penggunaan bahan alam untuk antiinflamasi, antimicrobial, bagaimana metode-metode untuk pengujianya, serta bagaimana pertimbangan pertimbangan yang perlu diperhatikan untuk proses ekstraksi bahan alam. Selain itu, metode pembelajaran presentasi kelompok yang membahas terkait penelitian penelitian sebelumnya terkait bahan alam, mampu memberikan gambaran terkait bagaiamana alur jalanya penelitian dari awal ekstraksi bahan sampai uji aktivitasnya.</p><p><br/></p><p>Perkuliahan selanjutnya diampu oleh Prof. Triana, pertemuan pertama disampaikan dengan pembelajaran yang menarik yaitu diminta menuliskan senyawa obat dari bahan alam yang terklasifikasikan menjadi Isolates (unmodified, modified), dan synthetic (unmodified, modified). Penyampaian pembelajaran yang interaktif terkait penemuan, perkembangan obat herbal dan tradisional memberikan insight baru yang sangat berkesan bagi saya, terkhusus mengenai sejarah dan perkembangan jamu tradisional dari nenek moyang terdahulu yang sangat luar biasa.</p><p><br/></p><p>Metode pembelajaran diskusi kelompok sangat seru, karena bisa mendapatkan banyak sudut pandang yang berbeda terutama terkait menentukan metode pendekatan penelitian penemuan senyawa obat, baik itu etnomedisin, chemical ecology, random screening, dan data mining. Selanjutnya, yang tidak kalah seru yaitu mempelajari perbedaan proses ekstraksi, spesifikasi obat, kontrol kualitas dari produk Antangin dan Tolak Angin. Meskipun saya dari bidang non Farmasi yang cukup kesulitan untuk menghubungkan dan mengenali perbedaan kedua produk itu, bersyukurnya saya dapat menambah banyak wawasan baru dari diskusi teman-teman yang lebih memahami dan jauh lebih paham setelah dijelaskan oleh Prof Triana.</p><p><br/></p><p>Terimakasih banyak atas ilmu dan pembelajaranya Prof. Erna dan Prof. Triana, insyaAllah pastinya sangat bermanfaat bagi saya.</p><p>(Alma Nur Azizah)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 12:59:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3140353927</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi MIF 2024</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3140960019</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, mata kuliah Biologi Farmasi memberikan saya banyak pengetahuan baru mulai dari materi-materi dasar berkaitan dengan biologi farmasi hingga aplikasinya dalam kehidupan nyata. Perkuliahan Biologi Farmasi yang pertama dipandu oleh Prof. Erna mengenai analisis bahan alam memberikan pemahaman yang mendalam tentang karakteristik senyawa yang berasal dari sumber-sumber alam. Dalam sesi ini, kami belajar bagaimana setiap senyawa memiliki sifat unik yang dapat dieksplorasi untuk aplikasi terapeutik. Melalui penjelasan yang sistematis, Prof. Erna menjelaskan berbagai metode analisis yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan senyawa alami. Selain itu, diskusi interaktif antar kelompok sangat memperkaya pengalaman belajar, di mana kami berdiskusi tentang penelitian-penelitian terbaru di bidang biologi farmasi. Kami saling berbagi pandangan dan mendapatkan insight yang lebih luas mengenai potensi bahan alam dalam pengembangan obat. Diskusi ini membuat kami merasa lebih terbuka terhadap penelitian-penelitian bidang biologi farmasi yang nantinya dapat menjadi bekal atau acuan kami dalam memilih topik penelitian tesis.</p><p>Selanjutnya, perkuliahan dilanjutkan oleh Prof. Triana, yang menyampaikan materi tentang penemuan dan pengembangan obat baru. Dalam sesi ini, kami diperkenalkan pada berbagai pendekatan dalam drug discovery, mulai dari pendekatan etnomedicine, chemical ecology, random screening dan data mining, juga terkait kelebihan kekurangan dan tantangan dari masing-masing pendeketan tersebut. Pendekatan yang dijelaskan dengan jelas dan menarik melalui diskusi interaktif ini membuat kami memahami lebih mendalam proses kompleks dalam pengembangan obat. Prof. Triana mendorong kami untuk berpikir kritis melalui diskusi interaktif di kelas. Dengan menggunakan studi kasus nyata, seperti pengembangan obat tolak angin dan antangin, kami diajak untuk menganalisis bagian dari formulasi dan metode yang diambil dalam proses pengembangan tersebut. Penggunaan contoh yang relevan membuat materi terasa lebih hidup dan aplikatif, sehingga kami dapat mengaitkan teori dengan praktik di dunia nyata.</p><p>Keseluruhan pengalaman perkuliahan ini sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa farmasi. Pendekatan interaktif yang diterapkan oleh kedua dosen membuat proses belajar menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.  Kami sangat berterima kasih kepada Prof. Erna dan Prof. Triana atas atas semua ilmu berharga yang telah diberikan. Semoga ilmu-ilmu yang sudah kami dapatkan dapat berguna dan bermanfaat bagi kami dan orang lain di masa yang akan datang, Aamiin...</p><p>-Indah Zunita Sari</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 18:15:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3140960019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Diri terkait Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141024954</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Prof Erna dan Prof Triani atas ilmu dan pengalaman yang sudah dibagikan kepada kami selama setengah semester ini. Selama setengah semester ini dalam mata kuliah Biologi Farmasi, saya telah mempelajari penemuan dan pengembangan obat berbasis bahan alam. Saya memahami pentingnya pendekatan ilmiah yang terstruktur, dari eksplorasi tanaman, metode ekstraksi, riset, dan pengujian. Pembelajaran tentang etnomedisin, chemical ecology, data mining, dan random screening memperkaya wawasan saya tentang metode penelitian yang digunakan untuk menemukan senyawa bioaktif. Diskusi yang dilakukan selama perkuliahan juga sangat interaktif dan menarik, menggugah saya dan teman-teman untuk berpartisipasi aktif dalam menyampaikan pendapat kami. Pengalaman ini semakin memperkuat ketertarikan saya pada penelitian bahan alam dan memotivasi saya untuk lebih terlibat dalam pengembangan obat di masa depan.</p><p>- Corina :)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2802657347/0b543d055e1764534c95a45fc40bd1a6/with_prof_Triana.jpg" />
         <pubDate>2024-09-26 19:05:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141024954</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141103186</link>
         <description><![CDATA[<p>Selama perkuliahan biologi farmasi, saya menjadi lebih paham tentang pentingnya obat herbal dalam konteks <em>drug discovery</em>. Pengembangan riset obat herbal menawarkan peluang besar untuk menemukan molekul aktif yang potensial sebagai terapi penyakit. Di masa lalu, banyak obat modern yang berasal dari bahan alam, seperti aspirin dari kulit pohon willow dan artemisinin dari Artemisia annua untuk pengobatan malaria. Perkuliahan ini mengajarkan bahwa alam menyimpan kekayaan sumber daya yang belum sepenuhnya dieksplorasi, dan penelitian terhadap tanaman obat dapat memberikan solusi atas tantangan kesehatan global yang terus berkembang.</p><p>Salah satu aspek yang menarik dalam perkuliahan adalah bagaimana saya mengerti dengan filosofi "jamu" tradisi nenek moyang. tentang bukan tanpa sebab dan alasan mengapa kita harus mencampur bahan satu dengan lainnya, melainkan itu merupakan suatu formulasi yang dilakukan untuk menunjang kinerja dari senyawa lainnya, that was so amaze. Namun, seiring dengan teknologi ini saya juga menyadari bahwa riset obat herbal memiliki tantangan tersendiri, termasuk kesulitan dalam standarisasi ekstrak dan isolasi senyawa bioaktif dalam jumlah yang mencukupi untuk pengujian klinis.</p><p>Saya terinspirasi untuk mendalami lebih lanjut proses validasi ilmiah terhadap klaim obat herbal yang sering kali masih berdasarkan pada pengetahuan tradisional. Menggabungkan pendekatan tradisional dengan teknologi modern dalam <em>drug discovery</em> bisa memberikan hasil yang signifikan untuk pengembangan obat baru, terutama dalam era resistensi antibiotik dan penyakit kronis yang semakin meningkat.</p><p>Melalui kuliah ini, saya juga belajar tentang pentingnya kolaborasi multidisiplin antara peneliti biologi, farmasi, dan kimia dalam proses pengembangan obat. Riset herbal memerlukan pemahaman mendalam tentang metabolisme tanaman, potensi efek samping, dan interaksi obat yang mungkin terjadi. Ini mendorong saya untuk lebih menghargai kompleksitas dalam pengembangan obat herbal yang tidak hanya aman tetapi juga efektif secara klinis.</p><p>Secara keseluruhan, perkuliahan biologi farmasi membuka wawasan baru bagi saya tentang bagaimana riset obat herbal dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan terapi modern. Saya melihat masa depan yang penuh dengan potensi dalam menggabungkan kearifan lokal pengobatan tradisional dengan inovasi sains modern untuk menciptakan solusi kesehatan yang lebih baik.</p><p><br/></p><p>- Isa Partama :)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-26 20:07:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141103186</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141748026</link>
         <description><![CDATA[<p>Ketika saya tahu akan mengambil matkul Biologi Farmasi saya merasa semangat, karena pendekatan drug discovery dan pengembangan obat bahan alam berhubungan dgn penelitian saya nantinya, sehingga saya berharap dgn matkul ini saya bisa enjoy dan benar-benar memahami tentang drug discovery. Ternyata ekspektasi saya sesuai realita; kelasnya asik, diajak studi kasus dan brainstorming, mempelajari sesuatu yang mendalam tapi dari hal yang simple atau yang sering kita jumpai, sehingga pesan dan capaian pembelajaran matkul ini benar-benar tersampaikan kepada saya. </p><p>Thank you so much and stay healthy Prof, hope to see u in the next courses.</p><p>-gabriella</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 04:36:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141748026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141826784</link>
         <description><![CDATA[<p>Terimakasih Bu. Berkat ilmu yang sudah diberikan kepada kami, untuk bisa memahami terkait Drug Discovery and Development dari Obat Herbal. Selama sesi perkuliahan ini sangat banyak ilmu dan pemahaman baru terkait obat herbal, dalam sesi brainstorming juga diajarkan untuk memberikan pendapat dan tanggapan terkait topik yang didiskusikan. Penerapan ilmu secara praktik juga dilakukan, tidak hanya membahas terkait teori saja, seperti pembahasan terkait studi kasus antara produk Tolak Angin dan Antagin. Selain itu, topik terkait pendekatan eksplorasi obat dari natural resource juga dibahas secara detail, sehingga kami dapat memahami perbedaan dari masing-masing pendekatan tersebut.</p><p><br/></p><p>Terimakasih atas ilmu yang sudah diberikan Bu, semoga berkah, sehat dan sukses selalu untuk Ibu. Aamiin.</p><p>-Violita</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 05:30:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141826784</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141970812</link>
         <description><![CDATA[<p>Awalnya, bagi saya, dengan latar belakang S1 Kimia, memandang biologi farmasi hanya terkait dengan ekstrak dan isolasi. Namun, setelah mengikuti perkuliahan selama setengah semester ini, wawasan saya lebih terbuka. Saya menjadi lebih mengetahui riset-riset terkait biologi farmasi, penerapan bahan alam untuk produk obat, dan standardisasinya. Pembawaan perkuliahan dengan melibatkan keaktifan mahasiswa, membuat kelas lebih hidup dan tidak membosankan. Saya juga lebih bisa memahami ilmu aplikasinya melalui forum diskusi. Terima kasih banyak Bu Erna dan Bu Triana, semoga menjadi amal jariyah untuk Ibu.</p><p>-Fitriana Nur Hanifah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 07:07:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3141970812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi   </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3142177214</link>
         <description><![CDATA[<p>Perkuliahan biologi farmasi identik dengan pemanfaatan bahan alam dan produksinya. Namun, dalam perkuliahan ini saya mempelajari beberapa hal </p><ol><li><p>Potensi riset obat dari herbal masih sangat banyak. Biodiversitas alam Indonesia baik dari darat atau laut memiliki banyak sumber untuk ditelusuri. Seharusnya Indonesia memiliki banyak kandidat obat baru untuk pemanfaatan di klinis sehingga mampu untuk mengurangi ketergantungan terhadap suatu obat tertentu. </p></li><li><p>Metode pengembangan obat sangat banyak. </p><p>Pengembangan obat memiliki banyak strategi, antara lain etnomedisin, chemical ecology, random screening, dan data mining. Metode ini dapat disesuaikan dengan riset yang akan dibutuhkan dan dapat juga dilakukan kombinasi.  </p></li><li><p>Mekanisme aksi obat bahan alam memiliki banyak target. </p><p>Kegunaan dari suatu obat bahan alam memiliki mekanisme aksi dengan target yang banyak. Contohnya antiinfeksi, target obat herbal untuk infeksi bisa dengan meningkatkan proliferasi sel imun, membunuh bakteri, menekan respons peradangan, dan lainnya. Sehingga pada target aksi obat herbal perlu spesifik. </p></li><li><p>Industrialisasi, formulasi, dan teknologi ekstraksi bahan alam. </p><p>Produk komersial herbal memiliki metode ekstraksi yang berbeda-beda karena mempertimbangkan biaya dan efisiensi, meskipun bahan-bahan dari suatu produk itu serupa tetapi metodenya bisa berbeda. Namun, perbedaan metode ekstraksi itu tidak mengurangi efektivitas dan kualitas dari obat tersebut. </p></li></ol><p>Melalui perkuliahan ini, riset dan metode ekstraksi bahan alam perlu diselaraskan agar tidak menjadi ketimpangan antara ilmu dengan praktiknya. Terima kasih Bu Triana atas ilmunya. -Ryan Enrico S</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 09:40:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3142177214</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Pembelajaran Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3142472828</link>
         <description><![CDATA[<p>Biologi adalah mata pelajaran yang sangat saya gemari sejak masa SMA. Akan tetapi, saat memasuki jenjang pendidikan sarjana dan biologi "digandeng" dengan materi kefarmasian, saya mendapatkan kesulitan dalam memahami mata kuliah tersebut. Namun begitu memasuki jenjang magister, saya mendapatkan pengalaman belajar biologi farmasi (biofar) yang jauh lebih baik. Biofar dikemas dengan menarik dan interaktif, tidak hanya menjelaskan isi power point belaka, namun juga mengkaji dari berbagai hal sederhana di sekitar kita. Saya mendapatkan "benang merah" dari setiap materi yang disampaikan. Bahkan, saya menyadari bahwa "drug discovery" sangat dekat dengan prilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sejak zaman dahulu. Selain itu, diskusi kelompok sangat diutamakan dalam proses pembelajaran biofar, mendorong kami (mahasiswa) menjadi lebih kritis dalam permasalahan yang akan kami kaji. Dosen-dosen pengampu juga sangat menguasai materi, setiap pertanyaan dijawab dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mendalam. -Iradatul I.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 12:11:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3142472828</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Selama Perkuliahan Biologi Farmasi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3142739620</link>
         <description><![CDATA[<p>Biologi Farmasi memang bukan hal baru bagi saya yang sebelumnya menempuh mata kuliah botani farmasi, farmakognosi, fitokimia, dan fitofarmasi ketika sarjana. Akan tetapi, mengikuti kelas Biologi Farmasi selama 7 x 2 x 50 menit di tingkat pascasarjana membuat saya sadar bahwa pengetahuan saya masih sangat dangkal. Beruntungnya saya dan teman-teman MIF 2024 diberi kesempatan untuk belajar bersama Prof. Erna dan Prof. Triana. Setiap Senin siang kami selalu membawa pulang wawasan baru, entah terkait <em>drug discovery, </em>pengembangan obat herbal, maupun analisis bahan alam.</p><p><br/></p><p>Tidak sebatas teori, justru kami diberikan wadah untuk berpikir kritis terkait aplikasi praktis dan riset apa saja yang bisa kami kembangkan dengan bekal ilmu biologi farmasi. Gambaran betapa luas bidang ini juga tercipta: penelitian tentang biota laut, berbagai macam uji aktivitas farmakologis untuk ekstrak tumbuhan, cerita kecerdasan nenek moyang soal etnomedisin, 4 pendekatan untuk penemuan obat baru dari bahan alam, hingga studi kasus nyata proses formulasi Antangin &amp; Tolak Angin.</p><p> </p><p>Terima kasih Ibu, semoga berkah ilmu yang Ibu bagikan terus menyebar dan akan kembali dengan berlipat ganda. Sehat dan bahagia selalu.</p><p>-Riznah al-Rizqiyyah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-27 14:55:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3142739620</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Perkuliahan Biologi Farmasi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3143406009</link>
         <description><![CDATA[<p>Saat mengetahui ada perkuliahan biologi farmasi di semester ini awalnya saya merasa kurang lebih perkuliahan ini akan sama seperti materi yang saya dapatkan di S1, namun ketika mengikuti kelas ini saya merasa pemahaman saya masih sangat dangkal. Setelah mengikuti mata kuliah Biologi Farmasi dengan fokus pada pengembangan riset bahan obat herbal dan drug discovery, saya merasa mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya penelitian berbasis ilmiah dalam menemukan dan mengembangkan obat-obatan dari bahan alam. Materi yang disampaikan memberikan wawasan tentang berbagai metode isolasi, uji aktivitas, dan standardisasi senyawa aktif dari tumbuhan obat. Selain itu, saya juga belajar tentang tantangan dan peluang dalam proses penemuan obat baru, termasuk penggunaan teknologi modern.  Kelas yang seru dengan komunikasi dua arah membuat biologi farmasi merupakan salah satu kelas yang ditunggu tiap senin. Terimakasih atas ilmu yang diberikan, Ibu. Semoga sehat selalu.</p><p>_ Sri Rahmayani Ningsih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-28 05:33:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3143406009</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3143697157</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamu'alaikum wR.wB </p><p>Dalam perkuliahan Biologi Farmasi, mata kuliah yang sangat saya kagumi walaupun saya taraf S1 nya Farmasi Klinis dan juga banyak berhubungan dengan saya yang melakukan praktek pelayanan kefarmasian disalah satu apotek swasta. </p><p>saya mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang interaksi antara ilmu biologi dan farmasi terutama dalam hal pemanfaatan bahan alam untuk pengembangan obat-obatan. </p><p>Kesan yang sangat menonjol adalah berbagai prinsip biologi dipadukan dengan kimia farmasi untuk mengeksplorasi potensi farmakologis dari tanaman obat serta bahan alami lainnya.</p><p>Pengalaman dalam mempelajari biologi farmasi ini sangat membuka wawasan terkait betapa pentingnya riset berbasis bahan alam, seperti uji fitokimia dan penentuan aktivitas biologis senyawa alami. Terima kasih juga kepada Prof Triana Hertiani dan Prof Erna berhasil memberikan motivasi untuk lebih mendalami aspek ilmiah terkait biologi farmasi khususnya bahan alam, seperti mekanisme kerja bahan aktif, prosedur isolasi , ektraksi, dan uji farmakologi.</p><p>Pesan yang dapat saya sampaikan adalah pentingnya kolaborasi antara teori dan praktik dalam proses pembelajaran ini. Selain itu, saya berharap ke depannya ada lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi dalam penelitian langsung di laboratorium bersama ibu, Biologi farmasi merupakan bidang yang sangat dinamis, dan saya sangat antusias untuk terus mempelajarinya serta berkontribusi dalam pengembangan obat-obatan berbasis bahan alam.</p><p>Terimakasih. </p><p>-Akhmad Riski</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-28 14:11:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3143697157</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Pembelajaran Biologi Farmasi 2024</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3144330313</link>
         <description><![CDATA[<p>Sedikit kesan mengenai pembelajaran biologi farmasi dari pertemuan pertama hingga sebelum uts, memberikan banyak wawasan baru, dari awal pembelajaran kita sudah diberi tantangan untuk mereview sebuah jurnal, kemudian pembelajaan mengenai <em>drug discovery </em> yang menarik dan membuka <em>mindset </em>kita mengenai penelitian dan pengembangan obat baru dari bahan alam. Dalam pembelajarannya sangat seru, kita dikenalkan mengenai berbagai jenis <em>drug discovery</em>, dengan topik yang lebih mendalam dan spesifik dan saling berkesinambungan dengan bidang biologi, farmakologi, formulasi dan desain obat. </p><p><br/></p><p>Terima kasih atas ilmunya yang diajarkan ibu, semoga diberi kesehatan dan keberkahan, aamiin </p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/46/Bunga_Senduro.JPG" />
         <pubDate>2024-09-29 11:19:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3144330313</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi selama kuliah biologi farmasi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3144622769</link>
         <description><![CDATA[<p>selama kuliah biologi farmasi sangat membuka cakrawala berpikir saya mengenai biologi farmasi, yang awalnya saya hanya berpikir biologi farmasi menarik ternyata sangat menarik dan penuh potensi, dan dapat dikombin dengan kimia serta farmasi dalam proses pembelajaran mengenai obat-obatan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-29 17:00:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/bhmduu9rhff8itva/wish/3144622769</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
