<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Analisislah Poin-Poin Penting dalam Teori Perkembangan Psikoanalitik, Behavioristik, dan Kognitif by DEVY YULIANA</title>
      <link>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-16 22:48:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-23 13:36:19 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3588764029</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 3 (Teori Perkembangan Kognitif)</p><p>1. ZAHRA ALEILYA (250751618095)</p><p>2. MUHAMMAD RAFI ASTSANI (250751619920)</p><p>3. MUHAMMAD DARIL ILMI HIDAYAT (250751620136)</p><p>4. LAILATUS SA'ADAH (250751625370)</p><p>5. KHOLISHOTUL UMMAH (250751618801)</p><p>6. SALSA LARASATI (250751619886)</p><p>7. NANDA SAIFUL ROKIM (250751626026)</p><p><br/></p><p>TEORI KOGNITIF</p><p>Teori kognitif memiliki dua tokoh utama yaitu Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Keduanya sama-sama memandang anak sebagai pembelajar aktif dan menempatkan guru sebagai pendukung dalam proses belajar. Namun, fokus keduanya berbeda.</p><p>Menurut Piaget, perkembangan kognitif berlangsung melalui proses adaptasi terhadap lingkungan. Anak membangun pola pikir yang disebut skema, kemudian menyesuaikan skema tersebut ketika menemukan informasi baru. Proses ini terjadi melalui asimilasi, akomodasi, dan berusaha mencapai ekuilibrasi. Piaget juga menegaskan bahwa perkembangan kognitif berjalan melalui tahap-tahap universal, yaitu sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal.</p><p>Sementara itu, Vygotsky menekankan bahwa perkembangan kognitif tidak dapat dipisahkan dari budaya dan interaksi sosial. Konsep penting dalam teorinya adalah Zone of Proximal Development (ZPD), yaitu jarak antara kemampuan anak ketika belajar mandiri dengan kemampuan yang dapat dicapai melalui bantuan. Untuk itu, guru atau orang yang lebih berpengalaman memberikan scaffolding, yaitu dukungan sementara yang secara bertahap dikurangi seiring meningkatnya kemandirian anak. Vygotsky juga menempatkan bahasa sebagai alat utama untuk berpikir dan mengatur diri, termasuk dalam bentuk pembicaraan internal.</p><p>Persamaan dari kedua teori ini adalah keduanya melihat anak sebagai subjek aktif dalam belajar dan menekankan pentingnya pengalaman. Namun, perbedaan utamanya terletak pada titik fokus: Piaget menekankan perkembangan individu dan tahapan yang bersifat universal, sedangkan Vygotsky menekankan peran sosial, budaya, serta bahasa dalam proses belajar.</p><p>Dalam praktik pembelajaran, teori Piaget mendorong guru untuk menyesuaikan materi dengan tahap perkembangan anak dan menyediakan pengalaman nyata yang sesuai dengan kemampuan mereka. Teori Vygotsky mendorong penggunaan scaffolding, kerja sama kelompok, diskusi, serta perancangan tugas yang sesuai dengan ZPD siswa.</p><p>Contoh penerapan di kelas antara lain pada pembelajaran matematika di tahap operasional konkret, siswa menggunakan benda nyata untuk memahami operasi dasar. Pada literasi sesuai gagasan Vygotsky, guru membacakan teks sambil mencontohkan cara berpikir, lalu perlahan mengurangi bantuan hingga siswa mampu membaca mandiri. Dalam pembelajaran sains di tahap operasional formal, siswa dapat dilatih berpikir abstrak dengan membuat hipotesis dan mengujinya melalui eksperimen.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-17 01:58:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3588764029</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Psikoanalitik adalah salah satu teori dalam psikologi yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Teori psikoanalitik diartikan sebagai konsep yang mengupas tentang evolusi kepribadian manusia. Teori ini menekankan bahwa kepribadian manusia dan perilaku banyak dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar, pengalaman masa kecil, dan dorongan naluriah (seksual maupun agresif).</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3588769976</link>
         <description><![CDATA[<p>struktur kepribadian manusia terbagi menjadi tigaa struktur yaituu</p><p>1. id adalah bagian bawah sadar yang berfungsi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dasar</p><p>2. Ego adalah bagian yang bertindak sebagai penghubung antara id dan realitas luar, mengendalikan keinginan-keinginan sesuai dengan norma dan kenyataan.</p><p>3. Superego adalah aspek moral atau aturan-aturan internal yang mengatur perilaku berdasarkan norma dan nilai-nilai yang diterima dalam masyarakat.</p><p><br/></p><p>tahapan perkembangan psikososial menurut Erikson:</p><p>​Tahap-Tahap Perkembangan Psikososial</p><p>​1. Trust vs. Mistrust: Terjadi pada bayi. Kehangatan dan kenyamanan dari ibu dapat memicu rasa percaya. Jika tidak terpenuhi, bayi dapat mengembangkan rasa tidak percaya atau curiga.</p><p>​2. Autonomy vs. Shame &amp; Doubt: Orang tua memberikan batasan pada ruang gerak dan kemandirian anak. Anak yang tidak mudah menyerah akan mampu bertindak sendiri, sedangkan yang gagal akan menjadi pemalu dan ragu-ragu.</p><p>​3. Initiative vs. Guilt: Anak yang diasuh dengan pola yang salah akan merasa bersalah dan memilih untuk menghindari kesalahan dengan berdiam diri.</p><p>​4. Industry vs. Inferiority: Anak dituntut untuk meraih keberhasilan. Jika berhasil, ia akan mengembangkan sikap rajin. Jika tidak, ia akan mengembangkan rasa rendah diri.</p><p>​5. Identity vs. Identity Diffusion: Individu mengalami kebingungan identitas, yang dapat memicu kurangnya toleransi. Individu yang berhasil akan mampu hidup berdasarkan norma yang berlaku tanpa terlepas dari kelemahan.</p><p>​6. Intimacy vs. Isolation: Ditandai dengan kecenderungan isolasi atau keintiman. Jika berhasil, individu akan memperoleh hal positif berupa cinta yang mampu mengesampingkan perbedaan dan keangkuhan.</p><p>​7. Generativity vs. Stagnation, Self-absorption: Individu memiliki harapan yang ingin dicapai, yaitu kepedulian.</p><p>​8. Integrity vs. Despair: Tahap yang sulit karena individu merasa terasing dari lingkungannya.</p><p>Kelompok 1 psikoanalitik</p><p>anggota kelompok</p><p>1.alsya Nabelia putri </p><p>2.verra putri zennyar</p><p>3. Isabela Maharani Mansawan</p><p>4. Bima Novansyah Wahyu Aji</p><ol start="5"><li><p>Melkior Rafik Arianto</p></li><li><p>Reno reynaldi</p></li></ol><p><br/></p><p>Contoh Mekanisme pertahanan diri</p><p>* Represi: menekan emosi agar tidak memicu kecemasan.</p><p>* Displacement: melampiaskan masalah pada objek lain.</p><p>* Denial: menolak realitas/konsekuensi.</p><p>* Sublimasi: mengalihkan energi negatif ke aktivitas bermanfaat.</p><p>* Proyeksi: menyalahkan orang lain atas kekurangan diri.</p><p><br/></p><p>Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari</p><p>• Anak yang sering dimarahi saat toilet training bisa tumbuh jadi orang yang perfeksionis atau keras kepala (fase anal).</p><p>• Anak yang kurang kasih sayang saat kecil bisa mencari perhatian berlebihan saat dewasa.</p><p>• Remaja yang mulai suka lawan jenis adalah bagian dari fase genital.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-17 02:00:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3588769976</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 (Teori Perkembangan Behavioristik)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3588847309</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok 2:</p><p>1. Aditya Agra Nugraha (02) (250751624929)</p><p>2. Angelia Rahmawati (05) (250751620422)</p><p>3. Mohamad Syafik (18) (250631640000)</p><p>4. Muhammad Hikmal Akbar Haqiqi (22) (250631625909)</p><p>5. Nindya Cahya Sitoresmi (30) (250751620228)</p><p>6. Resanda Syifa Nuraisyila (33) (250751625963)</p><p>7. Sukma Renata Citra (37) (250751629978)</p><p><br/></p><p><strong>TEORI BEHAVIORISTIK</strong></p><p><br/></p><p><strong>• Tokoh-Tokoh Teori Behavioristik :</strong></p><p>- <strong>Perumus Utama</strong> : John B. Watson</p><p>- <strong>Dikembangkan oleh</strong> : </p><p>1. Ivan P. Pavlov (Classical Conditing)</p><p>2. Edward L. Thorndike (Law of Effect)</p><p>3. B.F. Skinner (Operant Conditioning.)</p><p><br/></p><p>• <strong>Pengertian Teori Behavioristik :</strong></p><p>Teori belajar yang menekankan bahwa belajar adalah perilaku yang dapat diamati sebagai hasil dari interaksi antara stimulus (rangsangan) &amp; respon (tanggapan).</p><p>- Seseorang dianggap belajar jika ada perubahan perilaku yang tampak.</p><p><br/></p><p>• <strong>Pinsip Utama :</strong> </p><p>1. Stimulus Respon</p><p>2. Pengulangan</p><p>3. Reward dan Punisment</p><p>4. Belajar bersifat Mekanistik</p><p><br/></p><p>• <strong>Kelebihan :</strong></p><p>1. Praktis, mudah diterapkan dalam pembelajaran</p><p>2. Efektif untuk membentuk kebiasaan</p><p>3. Memberikan hasil yang cepat terlihat</p><p><br/></p><p>• <strong>Kelemahan :</strong></p><p>1. Mengabaikan proses berfikir</p><p>2. Belajar dianggap mekanis</p><p>3. Kurang memberi ruang untuk kreativitas</p><p><br/></p><p>• <strong>Contoh :</strong></p><p>1. <strong>Stimulus Respon</strong>: Guru memberikan pujian atau nilai bagus (stimulus) &gt; Siswa merasa termotivasi/belajar lebih giat (respon).</p><p>2. <strong>Pengulangan</strong>: Membaca kosa kata bahasa inggris setiap hari &gt; Supaya siswa hafal dan otomatis mengingat artinya.</p><p>3. <strong>Reward</strong>: anak mengerjakan PR tepat waktu, lalu guru memberi pujian &gt; anak cenderung mengulang perilaku positif karena merasa dihargai.</p><p>4. <strong>Punishment</strong>: Guru menegur murid atau bahkan memberi hukuman bagi murid yang tidak mengerjakan PR &gt; Anak akan belajar dari kesalahan dan tidak akan mengulanginya.</p><p><br/></p><p>• <strong>Kesimpulan : </strong></p><p>Pendidikan dengan pendekatan behavioristik bersifat mekanistik akan membentuk perilaku melalui penguatan positif (reward) atau negatif (punishment) secara berulang. Sehingga siswa belajar otomatis tanpa perlu banyak berpikir kritis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-17 02:34:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3588847309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BEHAVIORISTIK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3589882933</link>
         <description><![CDATA[<p>*Kelompok 5*</p><p>Anggota :</p><p>1. Aurora Putri Dian Lestari</p><p>2. Halimatus Sa'diyah Hanin</p><p>3. Nadia Calista</p><p>4. Halimatus sa' dia</p><p>5. Luisha Anggraeni Putri Syaf</p><p>6. Abyakta Halu Nugroho</p><p><br></p><p>*Poin materi*</p><p>1. Behavioristik - Teori belajar yang menekankan pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati (peristiwa lingkungan), diukur dan dinilai sebagai hasil dari interaksi antara stimulus/lingkungan (rangsangan) dan respon/dampak lingkungan(reaksi).</p><p>2. Pembelajaran yang berpedoman pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah objektif, pasti, tetap, tidak berubah. </p><p>3. Teori Behavioristik mementingkan faktor lingkungan, menekankan pada faktor bagian, menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif, sifatnya mekanis dan mementingkan masa lalu serta penguatan</p><p>4. Teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah objektif, pasti, tetap, tidak berubah.</p><p>5. Contoh : Guru memberi bintang kepada siswa yang menjawab benar-Siswa akan termotivasi belajar.</p><p>6. Tokoh yang terkenal adalah B.F. Skine dengan menekankan metode eksperimental pada 3 asumsi(lawful, predicted, controlled)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4389074424/0c6dc3f3ed5bd56c0563165c796c2dfc/KEKURANGAN__KELEBIHAN__PRINSIP__PERBEDAAN_TEORI.pdf" />
         <pubDate>2025-09-17 13:35:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3589882933</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3591442035</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Teori Psikoanalitik</em></p><p>Nama Kelompok: </p><p>1. Violiang Erika Yulistian </p><p>2. Neza matheo febiano</p><p>3. Muhammad isror Fanani </p><p>4. Muhamad Nur </p><p>5. Najla Apulina </p><p>6. Regita Natzwa Ayu Salsabila</p><p>• Teori Psikoanalitik</p><p>Adalah teori organisasi kepribadian dan dinamika perkembangan kepribadian yang berkaitan dengan praktik psikoanalisis, suatu metode klinis untuk mengobati psikopatologi. </p><p>- Pertama kali dikemukakan oleh Sigmund Freud pada akhir abad ke-19</p><p>teori psikoanalitik telah mengalami banyak penyempurnaan dalam sejarahnya. Teori psikoanalitik menjadi terkenal pada sepertiga terakhir abad kedua puluh sebagai bagian dari aliran wacana kritis mengenai perawatan psikologis setelah tahun 1960-an, jauh setelah kematian Freud pada tahun 1939.</p><p>1. Freud telah menghentikan analisisnya terhadap otak dan studi fisiologisnya dan mengalihkan fokusnya ke studi tentang jiwa, dan pada pengobatan menggunakan asosiasi bebas dan fenomena transferensi. Studinya menekankan pengenalan peristiwa masa kanak-kanak yang dapat mempengaruhi fungsi mental orang dewasa. Pemeriksaannya terhadap aspek genetik dan perkembangan memberikan karakteristik pada teori psikoanalitik.</p><p>2. Dimulai dengan penerbitan The Interpretation of Dreams pada tahun 1899, teorinya mulai mendapat perhatian.</p><p>• Unsur Teori Psikoanalitik </p><p>1. Unsur Dimensi Asal:</p><p>Das Es (The Id) adalah pembawaan</p><p>Das Ich (The Ego) adalah hasil interaksi dengan lingkungan</p><p>Das Ueber Ich (The Super Ego) adalah hasil internalisasi nilai- nilai dari figur yang berpengaruh.</p><p>2. Unsur Dimensi Aspek:</p><p>Das Es (The Id) adalah Biologis</p><p>Das Ich (The Ego) adalah&nbsp;&nbsp;psikologis</p><p>Das Ueber Ich (The Super Ego) adalah sosiologis.</p><p>3. Unsur Dimensi Fungsi</p><p>Das Es (The Id) adalah mempertahankan konstansi</p><p>Das Ich (The Ego) adalah mengarahkan individu pada realitas</p><p>Das Ueber Ich (The Super Ego) adalah sebagai pengendali Das Es, mengarahkan dass Es das Ich pada perilaku yang lebih bermoral.</p><p>4. Unsur Dimensi Prinsip Operasi </p><p>Das Es (The Id) adalah operasi pleasure principle</p><p>Das Ich (The Ego) adalah operasi reality principle</p><p>Das Ueber Ich (The Super Ego) adalah operasi morality principle.</p><p>5. Unsur Dimensi Perlengkapan</p><p>Das Es (The Id) adalah refleks dan proses primer</p><p>Das Ich (The Ego) adalah proses sekunder</p><p>Das Ueber Ich (The Super Ego) adalah conscientia dan Ich ideal</p><p>• Hakikat Manusia dalam Teori Psikoanalitik </p><p>Menurut pandangan Freud, manusia pada dasarnya memiliki sifat deministik, pesimistik, mekanistik, dan reduksionistik. Manusia bersifat deministik yang mana </p><p>menganggap bahwa setiap kejadian atau tindakan yang dilakukan manusia baik menyangkut rohani maupun jasmani merupakan konsekuensi dari kejadian sebelumnya dan tidak disadari atau diluar kemauan. Manusia bersifat pesimistik berarti manusia ditentukan dan dikuasai oleh dorongan kekuatan irasional, motivasi tidak sadar, kebutuhan dan dorongan biologis serta </p><p>naluriah, juga peristiwa psikoseksual yang dialami manusia di lima tahun pertama dari kehidupan. </p><p>Kemudian jika menurut Tirtarahardja dan La Sulo , sifat hakikat manusia adalah ciriciri karakteristik, yang prinsipiil, yang membedakan manusia dari hewan. Ada berbagai ungkapan tentang manusia: Zoon Politicon hewan yang bermasyarakat (Socrates)animal </p><p>rational (hewan yang berpikir), animal simbolocum (binatang yang memahami lambanglambang), homofaber (manusia yang menciptakan alat-alat), homo educandun (manusia yang terdidik), homo politicus (manusia yang berpolitik), homo economicus(manusia ekonomik), </p><p>Das Kranke Tier = hewan yarg sakit (Max Scheller), hewan yang bermoral, dan lain-lain. </p><p>Ungkapan yang mengibaratkan manusia dengan hewan tidaklah tepat; seolah-olah manusia dan </p><p>hewan tidak berbeda secara hakiki (gradual saja). Ingat, teori evolusi Charles Darwin yang </p><p>mengatakan manusia berasal dari primal (kera) tidak terbukti (ada: the missing link, rantai yang </p><p>terputus). </p><p>Dalam kamus Bahasa Indonesia, manusia berarti makhluk yang berakal dan berbudi. Dapat diartikan manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki akal dan berbudi, nalar dan </p><p>moral untuk bisa mempengaruhi manusia lain untuk kemakmuran dan kemaslahatannya. Beberapa istilah menggambarkan manusia sebagai makhluk sosial (homo socius) yang diberkahi dengan akal oleh Tuhan, yang memungkinkan manusia untuk memperoleh pengetahuan tentang segala sesuatu. Dalam konteks filosofis, pandangan ini menjadi dasar untuk membangun kesadaran intelektual(Nasution &amp; Supradi, n.d.), juga disebutkan dalam teori psikoanalisis bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan (homo volens). </p><p>Sedangkan dalam perspektif islam hakikat manusia yang telah diciptakan oleh Allah erat kaitannya dengan fitrah manusia itu sendiri, seperti halnya yang terdapat dalam hadis yang artinya, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orangtuanya lah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani maupun Majusi. Makna hadis ini, menurut penulis erat kaitannya dengan pendidikan, yang mana pendidikan adalah fitrah, tetapi yang kefitrahan </p><p>tersebut akan hilang jika pendidik salah memberikan pendidikan kepada peserta didik, sehingga karakteristik yang dimiliki manusia mengakibatkan mengalami kepincangan antara karakteristik yang satu dengan yang lainnya.(Saadah Erliani, 2019). </p><p>Selanjutnya manusia bersifat mekanistik yang sesuai dengan aturan sebagai proses dari perkembangan manusia yakni merangsang respons pasif individu. Terakhir, manusia bersifat reduksionistik yang berarti membuat sesatu hal kompleks menjadi lebih sederhana dan lebih mendasar (Lesmana, 2021). </p><p>• Kelebihan dan Kekurangan Teori Psikoanalitik </p><p>1. Kelebihan Teori Psikoanalisis</p><p>Teori psikoanalisis yang digunakan dalam menghadapi permasalahan seorang pasien tentu memiliki nilai positif dalam kaitannya dengan kelebihan dan kekurangan teori psikoanalisis dari teknik teknik yang digunakan. Berikut beberapa kelebihan dari teori psikoanalisis yang harus dipahami dengan baik diantaranya seperti :</p><p>- Membantu untuk menjadikan individu percaya akan kemampuan dirinya yang selama ini tidak disadari dengan baik. Dengan teknik dalam teori psikoanalisis, seseorang akan mampu menemukan kemampuan dirinya dalam menyelesaikan masalah yang ada.Mampu menggabungkan teknik teknik dalam psikoterapi dengan teori psikologi kepribadian.Dapat memahami kehidupan psikologi seorang individu dan memahami lebih dalah mengenai sifat manusia.</p><p>- Membantu mengatasi kecemasan melalui analisa terhadap mimpi, resistensi, dan transferensi.Konselor dapat memiliki kerangka konseptual yang jelas dalam memahami tingkah laku dan mengetahui fungsi dari simptomatologi.Teori psikoanalisis mengajarkan sangat pentingnya masa kanak kanak dalam perkembangan kepribadian seseorang.</p><p>2. Kekurangan Teori Psikoanalisis</p><p>Seperti halnya dengan teori lainnya dalam psikologi, teori psikoanalisis yang cukup populer digunakan oleh para konselor juga memiliki nilai negatif yang harus dipahami dengan baik agar dapat mengatasinya. Berikuti beberapa contoh kelebihan yang dimiliki oleh teori psikoanalisis dalam penjelasan di bawah ini.</p><p>- Teknik dan penekanan yang dilakukan terkadang terlalu merendahkan martabat manusia meskipun tidak selalu disadari dengan baik.</p><p>- Terlalu menekankan pada masa lalu sehingga seolah olah tanggung jawab individu menjadi berkurang meskipun maksudnya tidak demikian.</p><p>- Perilaku seseorang ditentukan oleh Energi psikis adalah teori yang maish meragukan dan kerap kali psikoanalisis meminimalkan rasional.</p><p>- Efisiensi waktu yang biaya yang kurang baik jika teori psikoanalisis di terapkan. Hal ini dikarenakan untuk mengali masa lalu dan membantu pasien menemukan kemampuan dirinya tidaklah cukup dengan hanya satu atau dua kali pertemuan saja melainkan lebih dari itu.</p><p>- Dapat menimbulkan kebosanan dan kelelahan pada pasien karena proses yang cukup panjang dan tidak segera menemukan keinginan yang diharapkan.</p><p>• Perbedaan Psikoanalitik, Behavioristik, Kognitif :</p><p>1. Psikoanalisis menyoroti alam bawah sadar dan pengalaman masa lalu yang membentuk kepribadian </p><p>2. Behaviorisme fokus pada lingkungan dan stimulus-respons yang membentuk perilaku yang dapat diamati</p><p>3. Teori kognitif memfokuskan pada proses mental internal seperti perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Ini mencakup aktivitas mental yang memungkinkan seseorang memahami dan memecahkan masalah, seperti ingatan, perhatian, penalaran, dan pemrosesan informasi secara intelektual</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-18 06:30:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3591442035</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6 (Teori Kognitif)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3599722961</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota :</p><p>1. Suci Dinda Lestari </p><p>2. ⁠Fenia Nuraeni </p><p>3. ⁠M Firmansyah</p><p>4. ⁠Bimo Abimanyu</p><p>5. ⁠Dion Herlangga</p><p>6. ⁠Nadya Putri Amelia</p><p><br/></p><p>Menurut teori kognitif, individu dapat membangun sendiri ilmu pengetahuan dalam dirinya melalui suatu proses</p><p>interaksi dengan lingkungan. Teori perkembangan kognitif ini menekankan kesadaran pikiran-pikiran individu.</p><p><br/></p><p>Perkembangan kognitif mempunyai peran penting dalam proses belajar karena pada dasarnya merupakan proses psikis atau mental. Proses tersebut merupakan perkembangan kemampuan</p><p>penalaran secara logis.</p><p><br/></p><p>Berikut adalah pencetus dari Teori Perkembangan Kognitif, diantaranya yaitu :</p><p>• Jean Piaget</p><p>ia adalah seorang psikolog asal Swiss yang sudah berkontribusi besar terhadap pemahaman mengenai perkembangan kognitif anak. Menurut Piaget, individu selama masa perkembangannya akan mengalami perubahan-perubahan dalam struktur kognitifnya</p><p><br/></p><p>• Lev Semionovich Vygotsky</p><p>adalah seorang psikolog dan guru Rusia yang mengembangkan teori tentang bagaimana interaksi sosial memengaruhi perkembangan kognitif kita. Menurut Vygotsky, perkembangan kognitif dipahami hanya dari sudut konteks sosio historis dan budaya yang dialami oleh individu</p><p><br/></p><p>1. Jean Piaget</p><p><br/></p><p>Menekankan bahwa anak secara aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri.</p><p><br/></p><p>Teorinya terkenal dengan empat tahap perkembangan kognitif: sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal.</p><p><br/></p><p>Konsep utama: skema, asimilasi, akomodasi, ekuilibrium, struktur-isi-fungsi.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Lev Vygotsky</p><p><br/></p><p>Menekankan bahwa lingkungan sosial-budaya sangat mempengaruhi perkembangan kognitif.</p><p><br/></p><p>Konsep utama: Zona Perkembangan Proksimal (ZPD), scaffolding, dan cooperative learning.</p><p><br/></p><p>Aspek Teori Kognitif Piaget</p><p><br/></p><p>1. Struktur</p><p><br/></p><p>Berhubungan dengan operasi (tindakan mental)</p><p><br/></p><p>Ciri² : tindakan terinternalisasi, reversible (bisa dibalik), saling berhubungan, dan terorganisasi</p><p><br/></p><p>Kalau struktur udah terbentuk akan memudahkan anak hadapi tuntutan lingkungan</p><p><br/></p><p>2. Isi</p><p><br/></p><p>Pola perilaku atau respon individu terhadap masalah atau situasi</p><p><br/></p><p>Contoh: konsep anak tentang alam (matahari, bulan, bintang, pepohonan)</p><p><br/></p><p>3. Fungsi</p><p><br/></p><p>Cara individu membangun perkembangan kognitifnya</p><p><br/></p><p>Terdiri dari dua proses:</p><p><br/></p><p>Organisasi : menghubungkan dan menyusun pengalaman dalam struktur kognitif</p><p><br/></p><p>Adaptasi : menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui asimilasi dan akomodasi</p><p><br/></p><p>4 Tahap Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Ringkasan)</p><p><br/></p><p>1. Sensori-Motor (0–2 th) → Belajar lewat indra &amp; gerakan. contoh: bayi yg senang menggigit yang dia pegang</p><p><br/></p><p>2. Pra-Operasional (2–7 th) → Mulai pakai bahasa &amp; simbol, imajinatif. contoh anak anak mulai tau kartun yg dia suka, warna, dsb</p><p><br/></p><p>3. Operasional Konkret (7–11 th) → Bisa berpikir logis tapi butuh contoh nyata. contoh: anak anak belajar berhitung sederhana &amp; mengurutkan benda.</p><p><br/></p><p>4. Operasional Formal (11 th ke atas) → Bisa berpikir abstrak, kritis, dan membuat hipotesis. contoh,&nbsp; anak anak mulai berdiskusi dengan temannya tentang materi di sekolah</p><p><br/></p><p>konsep dasar teori perkembangan kognitif</p><p><br/></p><p>a. Zone of Proximal Development adalah hal yang masih sulit dilakukan oleh seorang anak jika sendiri akan tetapi dapat dilakukan dengan bantuan orang dewasa yang lebih berpengalaman. ZPD ini mendeskripsikan tugas yang belum mampu dipelajari namun pada waktu tertentu dapat dipelajari</p><p><br/></p><p>b. Scaffolding (pembelajaran sosial) adalah pemberian banyak dukungan kepada individu selama tahap awal pembelajaran secara bertahap</p><p><br/></p><p>c. Bahasa dan pemikiran tidak hanya digunakan untuk komunikasi sosial namun bahasa juga digunakan untuk merencanakan dan memonitor perilaku sendiri. Penggunaan bahasa untuk mengatur diri sendiri disebut dengan pembicaraan batin.</p><p><br/></p><p>d. Pembelajaran kerjasama adalah menguatkan penggunaan strategi pembelajaran kerjasama, sehingga anak dapat saling membantu dalam proses belajar</p><p><br/></p><p>e. Pemberian contoh dapat meningkatkan pemahaman dan proses penalaran karena adanya pembicaraan batin antara orang dewasa dengan anak-anak.</p><p><br/></p><p>Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut. Teori perkembangan kognitif menekankan bahwa individu membangun pengetahuannya melalui proses mental aktif dan interaksi dengan lingkungan. Jean Piaget melihat anak sebagai pembelajar mandiri yang melalui empat tahap perkembangan kognitif—sensori-motor, pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal—dengan proses utama berupa organisasi, asimilasi, dan akomodasi. Sementara itu, Lev Vygotsky menekankan peran interaksi sosial-budaya melalui konsep <em>Zone of Proximal Development (ZPD)</em>, <em>scaffolding</em>, bahasa sebagai alat regulasi diri, dan pembelajaran kooperatif. Dengan demikian, Piaget menyoroti konstruksi pengetahuan secara individu, sedangkan Vygotsky menekankan pengaruh sosial, sehingga keduanya saling melengkapi dalam memahami perkembangan belajar manusia</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 13:36:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devyyuliana2107416/bc9phophqab2ft9b/wish/3599722961</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
